Suntikan vaksin kosong

suntikan vaksin kosong suntikan vaksin kosong

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan penyuntikan vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara telah menyedot perhatian publik.

Kasus ini terungkap setelah sebuah video beredar viral di media sosial yang menampilkan seorang vaksinator menyuntikkan vaksin diduga kosong kepada pasien.

Dalam unggahan akun Twitter @Irwan2yah, peristiwa itu disebut terjadi di sentra vaksinasi di Sekolah IPK Pluit, Jakarta Utara, pada Jumat (6/8/2021) siang. " Saya ingin berbagi informasi. Kejadian di Sekolah IPK Pluit Timur. Tgl 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong.

Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya disuntik kembali. Agar dapat diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses," kata dia. Baca juga: Polisi Sebut Korban Vaksin Kosong di Pluit Sudah Vaksinasi Ulang Penyelidikan Polisi Tak butuh waktu lama, polisi langsung menyelidiki kasus dugaan penyuntikan vaksin kosong itu. Kompas.com kemudian menghubungi Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati pada Senin (9/8/2021) untuk mengonfirmasi kasus tersebut. Saat itu, Yudi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan Kepolisian.

Dia enggan memberikan komentar terkait kasus suntikan vaksin kosong. Yudi hanya menegaskan pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan vaksinasi di Suntikan vaksin kosong Utara.

"Saya belum dapat info nih dari polsek. Masih menunggu pemeriksaan dari kepolisian," kata Yudi saat dihubungi Kompas.com, Senin. Kasus dugaan penyuntikan vaksin kosong itu juga menyedot perhatian Persatuan Perawat Indonesia (PPNI). Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Jakarta Utara Maryanto menilai, langkah penyelidikan diperlukan untuk memastikan duduk perkara kasus yang tidak hanya bisa dilihat melalui potongan video saja.

"Video itu bisa saja multitafsir. Tapi pada prinsipnya, kami (DPD) PPNI Jakarta Utara siap berkerja sama dengan Polres Metro Jakarta Utara dalam menyelidiki kasus ini," kata Maryanto dalam keterangannya.

Baca juga: Kasus Suntik Vaksin Kosong di Pluit, Wagub DKI: Tenaga Kesehatan Jangan Melanggar Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19.

Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Kasus Suntik Vaksin Kosong di Pluit, Wagub DKI: Tenaga Kesehatan Jangan Melanggar Polisi Sebut Korban Vaksin Kosong di Pluit Sudah Vaksinasi Ulang Pelaku Suntik Vaksin Kosong: Saya Mohon Maaf, Tidak Ada Suntikan vaksin kosong Apa Pun Pelaku Suntik Vaksin Kosong Minta Maaf, Mengaku Sudah Suntik 599 Orang Sehari Polisi Sebut Kasus Suntik Vaksin Covid-19 Kosong Disebabkan Kelalaian Vaksinator Berita Terkait Kasus Suntik Vaksin Kosong di Pluit, Wagub DKI: Tenaga Kesehatan Jangan Melanggar Polisi Sebut Korban Vaksin Kosong di Pluit Sudah Vaksinasi Ulang Pelaku Suntik Vaksin Kosong: Saya Mohon Maaf, Tidak Ada Niat Apa Pun Pelaku Suntik Vaksin Kosong Minta Maaf, Mengaku Sudah Suntik 599 Orang Sehari Polisi Sebut Kasus Suntik Vaksin Covid-19 Kosong Disebabkan Kelalaian Vaksinator Ini 10 Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, DKI Jakarta Tidak Termasuk https://nasional.kompas.com/read/2021/08/10/17490201/ini-10-provinsi-dengan-kasus-aktif-covid-19-tertinggi-dki-jakarta-tidak https://asset.kompas.com/crops/Cgbq1Gp9NK3kWmWyUyzk7QNmpRU=/125x63:875x563/195x98/data/photo/2021/01/01/5fef393177153.jpg Suara.com - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof.

dr. Zubairi Djurban, Sp. PD., mengatakan bahwa seseorang juga bisa mengalami efek samping usai disuntik vaksin kosong. Oleh sebab itu, ia menekankan, injeksi intramuskular atau otot, seperti pada vaksinasi Covid-19, harus dilakukan oleh tenaga profesional. "Karena ada risiko yang menyertai.

suntikan vaksin kosong

Kalau gelembung udara suntikan kosong itu masuk ke otot, kemungkinan bisa menyebabkan nyeri, tapi sedikit. Namun, tetap saja orang yang disuntik vaksin kosong ini harus dipantau," kata Prof. Zubairi, dikutip dari tulisannya di Twitter, Rabu (11/8/2021).

"Baiknya, mereka diperiksa kembali satu sampai empat hari kemudian setelah disuntik palsu itu. Meskipun kemungkinan dampaknya tidak akan terlalu buruk juga jika suntikan kosong itu masuk ke otot," imbuhnya. Baca Juga: Kasus Suntik Vaksin Kosong, PPNI Ingatkan SOP Pemberian Vaksin Covid-19 Menanggapi kasus suntik vaksin kosong yang dilakukan oleh salah seorang relawan tenaga kesehatan di Pluit, Prof.

Zubairi mengatakan peristiwa itu harus diselidiki dengan jelas. Ia mempertanyakan apakah ada kemungkinan nakes kelelahan atau justru motif lain seperti penimbunan dosis vaksin. "Saya penasaran dengan jumlah suntikan nakes itu dalam satu hari, ketika melakukan suntikan palsu.

Yakni 599 orang. Jika proses satu penyuntikan adalah 5 menit, maka butuh 2.995 menit atau hampir 50 jam. Pasti nakesnya kelelahan melakukan 500-an suntikan hanya dalam satu hari," suntikan vaksin kosong. Ia menambahkan, yang perlu menjadi perhatian juga apakah peristiwa itu tidak terjadi di satu tempat saja. Prof. Zubairi menyarankan perlu dicari tahu kemungkinan berapa orang yang pernah mendapat suntikan-suntikan vaksin kosong tersebut.

Baca Juga: Nakes Suntik Vaksin Kosong, Ketua PPNI: Dukung Proses Hukum dan Dibela Jika Memungkinkan • Vaksin harus dikeluarkan dari botol di depan penerima vaksin. • Nakes menunjukkan dosis sebelum menyuntik. • Jika memungkinkan, penerima vaksin harus melihat apakah nakes benar-benar memasukkan vaksin.

• Minta diperlihatkan jarum suntik kosong setelah penyuntikkan. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) mengatakan, insiden vaksinator yang menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong kepada peserta vaksinasi di Pluit, Jakarta Utara merupakan sebuah kelalaian. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinator tersebut langsung mengganti vaksin kosong dengan yang vaksin baru setelah menyadarinya.

"Ini kesalahan khilaf mengambil suntikan yang belum diisi vaksin, setelah dia sadar langsung diberikan suntikan yang sudah ada vaksinnya," kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/8/2021). Baca juga: Kasus Dugaan Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Pluit, Diselidiki Polisi hingga Nakes Diingatkan Tak Lalai Nadia mengatakan, saat ini, insiden tersebut ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan aparat kepolisian. "Aparat kepolisian juga ya, kita tunggu saja hasil resminya," ujar dia.

Kasus ini bermula dari video yang suntikan vaksin kosong di media sosial. Dalam video tersebut, nampak seorang tenaga kesehatan hendak menyuntikan vaksin Covid-19 kepada seorang anak. Namun, suntikan suntikan vaksin kosong terlihat kosong. Baca juga: Kasus Dugaan Penyuntikan Vaksin Kosong, Lurah Pluit Sebut Pelaksana Vaksinasi Sebuah Yayasan Dalam unggahan akun Twitter @Irwan2yah, peristiwa itu disebut terjadi di sentra vaksinasi di Sekolah IPK Pluit, Jakarta Utara, pada Jumat (6/8/2021) siang.

"Saya ingin berbagi informasi. Kejadian di Sekolah IPK Pluit Timur. Tgl 6/8/21. Jam 12.30 suntikan vaksinasi, ternyata suntik kosong. Setelah Protes dan cuma kata maaf, akhirnya disuntik kembali. Agar dapat diperhatikan. Sebarkan agar suster tersebut diproses," kata dia. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Polisi Selidiki Kasus Penyuntikan Vaksin Kosong di Pluit Persatuan Perawat Jakarta Utara Dukung Polisi Selidiki Kasus Dugaan Suntik Vaksin Kosong di Pluit Kasus Penyuntikan Vaksin kosong di Pluit, Sudinkes Jakut: Tunggu Pemeriksaan Polisi Kasus Dugaan Penyuntikan Vaksin Kosong, Lurah Pluit Sebut Pelaksana Vaksinasi Sebuah Yayasan Berita Terkait Polisi Selidiki Kasus Penyuntikan Vaksin Kosong di Pluit Persatuan Perawat Jakarta Utara Dukung Polisi Selidiki Kasus Dugaan Suntik Vaksin Kosong di Pluit Kasus Penyuntikan Vaksin kosong di Pluit, Sudinkes Jakut: Tunggu Pemeriksaan Polisi Kasus Dugaan Penyuntikan Vaksin Kosong, Suntikan vaksin kosong Pluit Sebut Pelaksana Vaksinasi Sebuah Yayasan Menu • HOME • RAMADHAN • Kabar Ramadhan • Puasa Nabi • Tips Puasa • Kuliner • Fiqih Ramadhan • Hikmah Ramadhan • Video • Infografis • NEWS • Politik • Hukum • Pendidikan • Umum • News Analysis • UMM • UBSI • Telko Highlight • NUSANTARA • Jabodetabek • banten • Jawa Barat • Jawa Tengah & DIY suntikan vaksin kosong Jawa Timur • kalimantan • Sulawesi • Sumatra • Bali Nusa Tenggara • Papua Maluku • KHAZANAH • Indonesia • Dunia • Filantropi suntikan vaksin kosong Hikmah • Mualaf • Rumah Zakat • Sang Pencerah • Ihram • Alquran Digital • ISLAM DIGEST • Nabi Muhammad • Muslimah • Kisah • Fatwa • Mozaik • INTERNASIONAL • Timur tengah • Palestina • Eropa • Amerika • Asia • Afrika • Jejak Waktu • Australia Plus • DW • EKONOMI • Digital • Syariah • Bisnis • Finansial • Migas • pertanian • Global • Energi • REPUBLIKBOLA • Klasemen • Bola Nasional • Liga Inggris • Liga Spanyol • Liga Italia • Liga Dunia • Internasional • Free kick • Arena • Sea Games 2021 • SEAGAMES 2021 • Berita • Histori • Pernik • Profil • LEISURE • Gaya Hidup • travelling • kuliner • Parenting • Health • Senggang • Republikopi • tips • TEKNOLOGI • Internet • elektronika • gadget • aplikasi • fun science & math • review • sains • tips • KOLOM • Resonansi • Analisis • Fokus • Selarung • Sastra • konsultasi • Kalam • INFOGRAFIS • Breaking • sport • tips • komik • karikatur • agama • JURNAL-HAJI • video • haji-umrah • journey • halal • tips • ihrampedia • REPUBLIKA TV • ENGLISH • General • Suntikan vaksin kosong • Economy • Speak Out • KONSULTASI • keuangan • fikih muamalah • agama islam • zakat • IN PICTURES • Nasional • Jabodetabek • Internasional • Olahraga • Rana • PILKADA 2020 • berita pilkada • foto pilkada • video pilkada • KPU Bawaslu • SASTRA • cerpen • syair • resensi-buku • RETIZEN • Info Warga • video warga • teh anget • INDEKS • LAINNYA • In pictures • infografis • Pilkada 2020 • Sastra • Retizen • indeks Polisi menetapkan vaksinator sebagai tersangka dalam kasus vaksin kosong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi menetapkan seorang vaksinator berinisial EO sebagai tersangka dalam kasus penyuntikan vaksin kosong kepada satu remaja di Penjaringan, Jakarta Utara.

Peristiwa itu terjadi setelah EO memvaksin ratusan orang. Polisi menyimpulkan bahwa vaksinator itu lalai. Baca Juga • Polsek Cakung Selidiki Penemuan Jenazah Terbungkus Kardus • Wagub DKI Minta Masyarakat Tunggu Pemeriksaan Vaksin Kosong • Sejumlah Wilayah di Magelang dan Temanggung Hujan Abu Sembari menangis, EO menyampaikan permohonan maaf kepada remaja pria yang mendapat vaksin kosong dan orang tuanya.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak ada niat apa pun.

suntikan vaksin kosong

Saya murni ingin membantu menjadi relawan untuk memberikan vaksin," ujarnya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan, EO lalai dalam bekerja sebagai vaksinator.

Lantaran sudah memvaksin ratusan orang, dia tidak memeriksa lagi alat suntiknya apakah sudah terisi vaksin atau belum. "Yang bersangkutan sudah memvaksin hari itu sekitar 599 orang dan dia merasa lalai. Dia tidak periksa lagi (alat suntiknya)," ujar Yusri pada kesempatan sama. Yusri menerangkan, peristiwa itu suntikan vaksin kosong ketika EO menjadi salah satu vaksinator dalam kegiatan vaksinasi di Sekolah IPEKA, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/8).

EO menyempatkan diri menjadi vaksinator di sana saat libur bekerja sebagai perawat di sebuah klinik. Baca juga : Kasus Suntik Vaksin Covid Kosong, Polisi Periksa Vaksinator Pada Jumat itu, EO sudah menyuntik ratusan orang ketika remaja pria berinisial BLP datang untuk divaksin. EO lantas memvaksinasi BLP dengan suntikan kosong.

Proses vaksinasi itu direkam oleh ibu dari BLP. Sang ibu, kata Yusri, lantas melaporkan kejadian itu kepada pihak panitia. Setalah dicek, ternyata benar bahwa BLP disuntik vaksin kosong. "Sehingga dilakukan vaksin kembali terhadap saudara BLP ini," kata Yusri.

Setelah itu, lanjut Yusri, video rekaman penyuntikan vaksin kosong tersebut beredar di media sosial. Mendapat laporan, aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara langsung melakukan penyelidikan. Petugas memeriksa sejumlah saksi dan juga EO pada Senin (9/8). Akhirnya, EO ditetapkan sebagai tersangka. "Namanya negara kita negara hukum, apa pun kesalahan di situ, ada aturan yang mengatur," kata Yusri. EO dijerat Pasal 14 dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 1884 tentang Wabah Penyakit Menular.

suntikan vaksin kosong

Ancamannya satu tahun penjara. Dalam penyelidikan kasus ini, aparat menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu botol vial vaksin, satu syringe, dan suntikan vaksin kosong cooler. Lalu satu safety box, satu unit alat pelindung diri (APD), dan sepasang sarung tangan.
LARUT: Suntikan vaksin Covid-19 menggunakan picagari kosong seperti yang didakwa oleh seorang penerimanya baru-baru ini agak mustahil untuk berlaku. Timbalan Menteri Kesihatan, Datuk Dr.

Noor Azmi Ghazali berkata, kejadian seperti itu tidak boleh terjadi kerana proses pemberian vaksin mempunyai kaedah khas. Menurutnya, ini kerana setiap suntikan vaksin perlu diperiksa oleh dua atau tiga orang dalam ruang vaksinasi. Beliau berkata, sebelum vaksin disuntik kepada penerima, vaccinator bertanggungjawab memastikan jenis vaksin yang diberikan iaitu berdasarkan penandaan dibuat semasa proses pendaftaran. “Prosedur suntikan vaksin perlu dilakukan mengikut kaedah piawai suntikan ‘intramuscular’ dan selepas suntikan, picagari yang kosong dibuang ke dalam bekas alatan tajam terletak berdekatan dengan vaccinator.

“Bahagian farmasi akan memeriksa botol vaksin dan botol-botol ini tidak dibuang tapi kita akan periksa kembali. “Dengan pematuhan ketat terhadap langkah-langkah itu, adalah agak mustahil untuk berlakunya penyuntikan tanpa vaksin kepada penerima,” katanya ketika ditemui pemberita selepas melawat Pusat Pemberian Vaksin (PPV) di Dewan Majlis Daerah Selama di sini hari ini. Ditanya kemungkinan perkara itu berlaku disebabkan petugas kesihatan di PPV terlampau letih dan berkemungkinan tidak perasan picagari kosong, Noor Azmi menafikannya berlaku kecuaian.

Menurutnya, Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) akan membuat siasatan terhadap dakwaan itu sama ada benar atau sebaliknya. Katanya, beliau juga sudah melihat rakaman video dakwaan tersebut dan bertanyakan kepada pengirim mengenai lokasi dan masa kejadian, namun pengirim video itu tidak dapat memberikan jawapan. “Sebab tanya kepada pengirim rakaman video itu untuk mengetahui kejadian dalam paparan suntikan vaksin kosong itu berlaku di mana dan jam berapa, tapi tak ada jawapan.

“Perkara seperti ini tidak boleh dibuat lawak, ia bukan perkara yang boleh dibuat main-main,” katanya. Noor Azmi mengulas seorang individu mendakwa disuntik menggunakan picagari kosong ketika menerima suntikan vaksin Covid-19 di sebuah hospital di Banting, Selangor.

Individu itu membuat laporan polis mendakwa disuntik menggunakan picagari kosong oleh petugas KKM selepas menonton semula video yang dirakamnya semasa proses vaksinasi. Individu terbabit turut mendakwa petugas KKM terbabit memarahinya kerana membuat rakaman dan minta memadam video itu selepas memberi suntikan sekali lagi. – UTUSAN ONLINE This website uses cookies to improve your experience while you navigate through the website. Out of these cookies, the cookies that are categorized as necessary are stored on your browser as they are essential for the working of basic functionalities of the website.

We also use third-party cookies that help us analyze and understand how you use this website. These cookies will be stored in your browser only with your consent. You also have the option to opt-out of these cookies.

suntikan vaksin kosong

But opting out of some of these cookies may have an effect on your browsing experience. Any cookies that may not be particularly necessary for the website to function and is used specifically to collect user personal data via analytics, ads, other embedded contents are termed as non-necessary cookies. It is mandatory to procure user consent prior to running these cookies on your website.
Medan - Pelaku suntik vaksin kosong terhadap siswa SD di Medan terungkap.

suntikan vaksin kosong

Pelaku adalah seorang dokter berinisial G. Kasus bermula dari viralnya video yang menunjukkan seorang siswa SD disuntik vaksin kosong di SD Dr Wahidin, Medan Labuhan, Medan. Dalam video tersebut terlihat suntikan yang dipegang vaksinator terlihat kosong. "Mohon dilaporkan dan diviralkan, orang yang sama, dan semua anak disuntik kosong oleh manusia ini.

Jahat sekali," demikian narasi dalam video yang dilihat detikcom. Baca juga: Terungkapnya Vaksinator Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan Pelaku Suntik Vaksin Kosong Siswa SD Medan Adalah Dokter Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap telah mengantongi identitas vaksinator ke siswa SD di Medan.

Vaksinator itu merupakan seorang dokter berinisial G. Menteri Kesehatan pun sudah mengantongi identitas dokter tersebut. Dia memastikan akan menindak vaksinator tersebut sesuai aturan berlaku. Ia mewanti-wanti vaksinator lainnya tak berbuat serupa. "Saya bilang yang itu sih harusnya nanti kita proses secara resmi. Tapi itu juga imbauan buat teman-teman yang lain, tolong jangan begitu, deh," ujarnya saat ditemui di sela peninjauan vaksinasi jimpitan plus di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat (21/1/2022) Budi menyesalkan perbuatan vaksinator tersebut.

Dia menyinggung vaksinasi yang dilakukan ini sifatnya untuk kemanusiaan. "Duh, aku bilang ini kan vaksinasi, kita kerja bukan hanya untuk diri kita, tapi urusannya kemanusiaan.

Ya harus ngerti-lah suatu saat kita akan mati, nanti ditanya sama Yang di Atas, pertanggungjawabannya gimana," ucapnya. Baca juga: Dokter Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD di Medan Minta Maaf Pelaku Suntik Vaksin Kosong di Medan Minta Maaf Setelah terungkap, dokter G menyampaikan permintaan maaf atas ulahnya yang menyuntikkan vaksin kosong pada seorang siswa SD di Medan.

"Saya mohon maaf atas kesilapan yang saya buat ini," kata dokter G di Mapolres Belawan, Jumat (21/1/2022). Pelaku Suntik Vaksin Kosong Medan Bakal Diproses Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan peristiwa viral itu terjadi pada 17 Januari 2022 saat digelar vaksinasi di Dr Sutomo Medan.

Saat itu ada 500 anak yang dijadwalkan akan disuntik. Tatan mengatakan pihaknya masih memproses hal ini. Dia menyebut pihaknya berkoordinasi dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyelesaikan kasus ini. "Ini tetap berproses, kami menindaklanjuti dari video viral yang beredar," tuturnya. Pelaku suntik vaksin kosong bikin geram Gubsu Edy.

Simak informasinya di halaman selanjutnya. Saksikan juga: Kisah Mantan Sekuriti Sukses Jadi Selebriti, Gegara Curhat di Tiktok [Gambas:Video 20detik]HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Suntikan vaksin kosong • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA suntikan vaksin kosong BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng • FIGUR • OPINI Jakarta, Beritasatu.com -Kasus suntikan kosong vaksinasi Covid-19 di Pluit, Jakarta Utara, belum tuntas namun pihak kepolisian, yakni Polres Suntikan vaksin kosong Utara, menghentikan penyidikan.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, beralasan, kepolisian tidak melanjutkan proses penyidikan dan proses hukum lanjutan karena sudah terjadi perdamaian di antara vaksinator berinisial EO dengan pihak keluarga korban vaksin kosong, serta penyelenggara vaksinasi. Namun, pihaknya siap melakukan pemeriksaan lanjutan bila ada pihak yang menginginkannya.

BACA JUGA Kapolres Jakarta Utara: Tersangka dan Keluarga Korban Vaksin Kosong Telah Berdamai "Yang jelas sesuai dengan perintah atasan, kemarin, bahwa kami dari kepolisian diminta melakukan pengusutan terhadap kasus itu dan sudah kami lakukan di mana dalam perjalanannya EO yang dijadikan tersangka ternyata bertemu suntikan vaksin kosong keluarga korban dan pihak penyelenggara dan telah proses perdamaian yang dilakukan yang difasilitasi pihak kepolisian semalam.

Maka proses hukum dan penyidikan terhadap kasus itu dihentikan sementara," ungkap Guruh Arif Darmawan saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (11/8/2021) malam. Dorongan agar kasus ini dituntaskan sebelumnya disuarakan oleh Indonesia Police Watch (IPW). Tuntasnya kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat awam akan kinerja vaksinator dan program vaksinasi itu sendiri. Pertanyaan besar yang menggelayut di benak awam adalah bagaimana membuktikan pengakuan tersangka bahwa ia benar-benar hanya memberikan suntikan kosong pada satu reseptor, bukan kepada banyak orang.

Selain itu, apakah motif si vaksinator benar-benar karena lalai atau ada unsur lain. BACA JUGA Kasus Suntikan Vaksin Kosong, IPW: Usut Tuntas dan Beri Kepastian kepada Masyarakat Menurut Plt Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, kejelasan dari hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian terhadap kasus ini akan membantu meyakinkan masyarakat akan pelaksanaan program nasional vaksinasi.

Kenyataannya, Polres Jakut justru menghentikan penyidikan karena pihak yang bersengketa telah berdamai dengan difasilitasi aparat. Pemeriksaan Lanjutan Kapolres Jakut menyatakan siap bila nantinya ada permintaan dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, atau pihak lain yang menginginkan proses pemeriksaan lanjutan kepada vaksinator EO.

"Ya apa yang kita lakukan itu (pengusutan kasusnya) untuk memberikan ketenangan di masyarakat, dan kalau penyidikan dan penyelidikan berhenti karena sudah terjadi kepakatan berdamai maka proses hukumnya kita hentikan.

Tapi kalau nanti dalam prosesnya ada penyimpangan lainnya ya kan itu kasusnya lain lagi," tegasnya. BACA JUGA Kasus Suntikan Vaksin Kosong, Tersangka Mengaku Menyuntikkan Vaksin kepada 599 Orang Sebelumnya, Polres Jakut menggelar konferensi pers terkait kasus ini. Bahkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, suntikan vaksin kosong turun langsung memberikanketerangan kepada jurnalis bahwa vaksinator berinisial EO menjadi tersangka, Selasa (10/8/2021).

Tersangka dijerat Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman satu tahun penjara. Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni saat dihubungi juga menyatakan menyesalkan terjadinya kasus suntikan kosong vaksinasi di Jakarta Utara.

Dini merasa kasihan dengan adanya tenaga kesehatan yang menjadi tersangka karena kelalaiannya menyuntikkan vaksin kosong. "Saya harap ini jadi pelajaran buat kami para tenaga kesehatan untuk tetap meningkatkan konsentrasi kita saat melakukan penyuntikan vaksin kepada masyarakat.

Dan berharap kejadiannya tidak terulang lagi di masa depan," katanya. Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com
Bantul - Vaksinator menyuntikkan vaksin kosong ke seorang siswa SD di Kota Medan bikin heboh.

Pelakunya sudah diketahui dan diproses. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku sudah mengantongi identitas vaksinator suntikan vaksin kosong. "Dia sudah ketahuan orangnya," kata Budi saat ditemui di sela peninjauan vaksinasi jimpitan plus di SD Muhammadiyah Jogodayoh, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Jumat (21/1/2022). Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Mereka yang Disuntik Vaksin Corona Berkali-kali Budi suntikan vaksin kosong habis pikir terhadap perbuatan vaksinator tersebut.

Padahal vaksinasi merupakan elemen penting menyudahi pandemi COVID-19 ini. "Duh, aku bilang ini kan vaksinasi, kita kerja bukan hanya untuk diri kita, tapi urusannya kemanusiaan. Ya harus ngerti-lah suatu saat kita akan mati, nanti ditanya sama Yang di Atas pertanggungjawabannya gimana," ucapnya. Ia memastikan akan menindak vaksinator tersebut sesuai aturan berlaku. Ia mewanti-wanti vaksinator lainnya tak berbuat serupa. "Saya bilang yang itu sih harusnya nanti kita proses secara resmi. Tapi itu juga suntikan vaksin kosong buat teman-teman yang lain, tolong jangan begitu, deh," ujarnya.

Baca juga: Geger Siswa Medan Disuntik Vaksin Kosong, Menkes: Sudah Ketahuan Orangnya! Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan seorang siswa SD disuntik dengan vaksin kosong viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Kota Medan.

suntikan vaksin kosong

Dilihat detikcom, Jumat (21/1/2022), dalam video terlihat seorang siswa yang sedang disuntik vaksin. Namun suntikan yang dipegang oleh vaksinator itu terlihat kosong.

suntikan vaksin kosong

Narasi dalam video menyebut suntikan dilakukan di SD Dr Wahidin, Medan Labuhan, Medan. Semua anak disebut disuntik dengan vaksin kosong. "Mohon dilaporkan dan diviralkan, orang yang sama, dan semua anak disuntik kosong oleh manusia ini. Jahat sekali," demikian narasi dalam video.

Artikel ini telah tayang di detikJateng. Untuk informasi dan berita seputar Solo, Semarang, dan daerah-daerah di Jateng, klik di sini www.detik.com/jateng Simak video 'Viral Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Medan, Menkes: Ya Berdosa Lah!': [Gambas:Video 20detik] (mud/mud)
Liputan6.com, Jakarta Satu orang tenaga kesehatan (nakes) berinisial EO ditetapkan sebagai tersangka usai aksinya sempat viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, dia diduga menyuntikkan vaksin Covid-19 kosong saat tengah digelar vaksinasi di kawasan Pluit, Jakarta Utara. "Betul, EO kita tetapkan sebagai tersangka, memang kerjanya perawat. Selama kegiatan vaksinasi massal ibu ini juga terlibat dan diminta bantuan untuk melakukan suntikan vaksin kosong ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). Yusri menambahkan, atas perbuatannya EO terancam hukuman satu tahun penjara.

suntikan vaksin kosong

EO yang telah berstatus tersangka kemudian dihadirkan di Polres Metro Jakarta Utara. Ia pun meminta maaf atas kejadian tersebut. "Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan suntikan vaksin kosong tua anak yang telah saya vaksin. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat yang telah diresahkan dengan kejadian ini," kata EO sambil menangis,Selasa.

Berikut fakta-fakta viralnya kasus suntikan vaksin Covid-19 kosong yang terjadi di Pluit, Jakarta Utara dihimpun Liputan6.com: Berdasarkan hasil pendalaman, video pemberian suntikan kosong vaksin Covid-19 oleh fasilitator itu direkam saat kegiatan vaksinasi bersama di salah satu sekolah kristen di daerah Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar 6 Agustus 2021 kemarin.

Aksi yang terekam kamera dan beredar luas di media sosial tersebut sontak membuat resah para orang tua. Polda Metro Jaya menyatakan, video tersebut direkam oleh orang tua dari korban dengan inisial BLP saat sedang disuntik vaksin Covid-19.

suntikan vaksin kosong

"Orangtuanya sendiri atau ibunya sendiri yang memvideokan," ujar Yusri. Atas kejadian itu, orangtua penerima vaksin melaporkan kepada penanggung jawab dari pihak yayasan yang menyelenggarakan Vaksin Bersama. "Pada saat itu kemudian dicek dan memang diakui itu tidak ada isinya," ucap dia. Semenjak dugaan penyuntikan vaksin Covid-19 kosong di kawasan Pluit, Jakarta Utara viral di media sosia, polisi langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Kasus ini kemudian diusut oleh Satreskrim Polres Metro Jakut dengan mempelajari rekaman video tersebut. Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif menyampaikan, penyelidikan juga melibatkan beberapa saksi yang sudah diperiksa oleh anggota Polres Jakarta Utara, Senin,9 Agustus 2021.

"Sudah minta keterangan beberapa orang tapi kan belum lengkap, anggota kami masih laksanakan lidik di lapangan. Sudah ada beberapa keterangan yang kita ambil keterangannya," jelas Guruh.

Namun demikian, Guruh belum bisa merinci detail terkait siapa saja yang sudah dimintai keterangan. Yusri menyebut, wajah oknum nakes itu viral di media sosial usai memberikan suntikan kosong ke salah satu peserta vaksinasi Covid-19, berisinial BLP. "Dan suntikan vaksin kosong diakui oleh (EO) itu tidak ada isinya sehingga dilakukan vaksin kembali terhadap saudara BLP ini," ucap dia Pada kasus ini, penyidik juga menyita berberapa barang bukti antara lain satu buah botol vial dan suntik dan alat-alat lain yang biasa dipakai untuk kegiatan vaksinasi masyarakat.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena kelalaian vaksinator. "Ini sebabnya kesalahan saat mengambil suntikan yang belum diisi vaksin," kata Nadia seperti dikutip dari Antara. Atas kejadian tersebut, kata Nadia, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah memutus kerja sama dengan vaksinator tersebut. "Saat ini yang bersangkutan sudah tidak boleh menjadi suntikan vaksin kosong lagi dan kita juga minta penanggung jawab harus lebih memonitor hal ini," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan kejadian yang menimpa BLP diduga akibat kelalaian dari EO. "Jadi kelalaiannya. Memang menurut awal yang bersangkutan sudah memvaksin hari itu sekitar 599 orang dan dia merasa lalai dia tidak periksa lagi," ujar dia.

suntikan vaksin kosong

Yusri mengatakan, penyidik Sat Reskrim Metro Jakarta Utara hingga kini masih mempelajari motif dari EO memberikan vaksin kosong. Penyidik pun akan memanggil sejumlah ahli yang berkompeten termasuk dari organisasi perawat.

"Kami sedang mendalami sudah masuk tahap penyidikan. Termasuk kalau teman-teman menanyakan motifnya apa, apakah ada motif lain," tandas dia. Terkait nasib korban, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, BLP telah dilakukan vaksinasi Covid-19 ulang. Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, pihak yayasan yang melakukan kegiatan tersebut langsung melakukan pemeriksaan.

"Yayasan yang menjadi penyelenggara vaksinasi bersama itu, kemudian mengecek dan memang diakui itu tidak ada isinya. Sehingga dilakukan vaksin kembali terhadap saudari BLP ini," kata Yusri di Polres Metro Jakut, Selasa (10/8/2021). Kepolisian telah menetapkan EO yang berstatus tenaga kesehatan (nakes) sebagai tersangka terkait viralnya video penyuntikan vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Jakarta Utara.

Diketahui, EO bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Graha Kedoya, Jakarta Utara. Yusri menerangkan, setiap pelanggaran ada konsekuensi hukumnya, termasuk kepada nakes. "Bisa kita bilang di masa pandemi ini dia (nakes) adalah pahlawan kita, suntikan vaksin kosong ada konsekuensi kerja yang harus ditanggung setiap melakukan pelanggaran," ucapnya. Usai ditetapkan sebagai tersangka, tenaga kesehatan inisial EO mengakui kesalahannya telah suntikan vaksin kosong vaksin Covid-19 kosong ke tubuh peserta vaksinasi Covid-19 berinisial BLP.

EO pun meminta maaf saat dihadirkan di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021). "Saya mohon maaf terlebih terutama kepada keluarga dan orang tua anak yang telah saya vaksin.

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua masyarakat yang telah diresahkan dengan kejadian ini," kata EO sambil menangis.

suntikan vaksin kosong

EO menyampaikan, sama sekali tidak berniat memberikan vaksin kosong ke BLP. Dia mengaku siap bertanggungjawab atas ketidaksengajaannya itu. "Saya murni ingin membantu menjadi relawan untuk memberikan vaksin. Saya akan mengikuti segala proses yang saya akan jalani ke depan, saya mohon-maaf," ujar dia. Buntut dari perbuatannya tersebut, oknum nakes yang menyuntikkan vaksin kosong di Pluit itu terancam hukuman 1 tahun penjara.

Yusri menyatakan, kepolisian tidak akan menoleransi setiap kesalahan yang diperbuat oleh siapa pun, termasuk tenaga kesehatan. Dia menegaskan bahwa, Indonesia adalah negara hukum.

"Apapun kesalahan di situ, ada aturan yang mengatur termasuk Undang-Undang Nomor 4 suntikan vaksin kosong 1984 tentang Wabah Penyakit Menular," katanya saat konferensi pers di Polres Metro Jakut, Selasa (10/8/2021). "Setelah kita didalami, kita lakukan terhadap yang bersangkutan, kami persangkakan di Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Ancamannya satu tahun penjara," tutur Yusri. Cindy Violeta Layan
HOME • • Y20 INDONESIA • RAMADANSATU • NASIONAL • Hukum • Nusantara • Sosial • Pendidikan • Lingkungan • Hankam • POLITIK • DUNIA • Asia • Amerika • Eropa • Timur Tengah • Afrika • MEGAPOLITAN • Pelayanan Publik • Aktualitas • Hukum & Kriminalitas • EKONOMI • Makro • Pasar Modal • Bisnis • Bank • Properti • Infrastruktur • FOKUS • LAINNYA • BOLA • Inggris • Spanyol • Italia • UEFA • Indonesia • Internasional • MOTOGP 2022 • OTOMOTIF • Mobil • Motor • Tips Otomotif • OLAHRAGA • Bulutangkis • Basket • Tenis • Motogp • F-1 • Tinju • Lainnya • GAYA HIDUP • Kuliner • Wisata • Mode • HIBURAN • Film • Musik • Seleb • Seni • KESEHATAN • Aktualitas Kesehatan • Tips • DIGITAL • Digital Life • Gadget • Sains • BERITA GRAFIK • PEMDA • Kota Semarang • Provinsi Jateng suntikan vaksin kosong FIGUR • OPINI Jakarta, Beritasatu.com – Terbongkarnya kasus suntikan kosong vaksinasi Covid-19 di Pluit, Jakarta Utara, menimbulkan keraguan masyarakat akan kinerja vaksinator dan program vaksinasi itu sendiri.

Untuk itu, aparat kepolisian harus membongkar tuntas kasus ini sehingga memberikan kepastian kepada masyarakat. Apa yang menjadi tanda tanya di benak awam terkait kasus ini harus bisa dijawab oleh hasil penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian. Dengan demikian, upaya Polri dan TNI membantu suksesnya pancapaian herd immunity atau kekebalam komunal melalui vaksinasi, tidak terhambat.

BACA JUGA Suntik Vaksin Kosong, EO Mengaku Lalai karena Kelelahan Demikian diungkapkan Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, Rabu (11/8/2021) menanggapi penangkapan tersangka berinisial EO, seorang vaksinator yang ketahuan memberikan suntikan tanpa vaksin kepada reseptor.

Pertanyaan besar yang menggelayut di benak awam adalah bagaimana membuktikan pengakuan tersangka bahwa ia benar-benar hanya memberikan suntikan kosong pada satu reseptor, bukan kepada banyak orang. Seperti diberitakan, Polres Metro Jakarta Utara menangkap EO, seorang relawan yang diduga kuat menyuntikkan vaksin kosong kepada pelajar pada pelaksanaan vaksinasi di Sekolah Ipeka Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sugeng Teguh Santoso Ibu seorang siswa merekam vaksinator berinisial EO tersebut tengah menyuntikkan vaksin kosong kepada anaknya. Dari video tersebut terlihat bahwa EO memberikan suntikan kosong alias tanpa vaksin. Video itu kemudian viral di media sosial (medsos). Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, orang tua siswa tersebut langsung mengadu kepada penanggung jawab dari yayasan sekolah yang melaksanakan kegiatan vaksinasi.

Setelah pengecekan, ternyata EO mengakui bahwa suntikan seperti dalam video tersebut kosong sehingga dilakukan vaksinasi kembali terhadap pelajar berinisial BLP. Selain mendapatkan rekaman video yang viral, polisi juga mendapatkan laporan mengenai kasus ini dari pihak penyelenggara.

BACA JUGA Viral Beredar Video Suntikan Vaksin Kosong di Pluit, Ini Kata Kemkes EO menyatakan bahwa ia lalai dan tidak ada unsur kesengajaan. "Motifnya seperti apa, apakah kemungkinan ada motif lain, nanti kita sampaikan. Ini masih berproses," kata Yusri di Mapolres Jakut, Selasa (10/8/2021). Polsi, menurut Sugeng harus menggali lebih dalam sehingga katahuan apakah suntikan kosong oleh tersangka hanya ditujukan pada satu orang atau terjadi pada reseptor lainnya.

Apalagi pada hari di mana suntikan kosong itu terjadi, tersangka mengaku menyuntik 599 orang. “Apakah suntikan kosong hanya pada satu orang, lebih dari satu orang, atau sebagian besar, harus didapat jawabannya. Karena berbahaya ya kalau tidak tahu vaksin kosongnya berapa banyak. Mereka yang sudah merasa disuntik ternyata belum divaksin karena suntikan kosong, kan berisiko itu,” kata Sugeng. BACA JUGA Video Viral Keganjilan Suntikan Vaksinator, Polres Karawang Periksa 6 Orang Sugeng menambahkan, bisa saja dalam pembuktian penyidik mengambil secara acak atau uji petik siswa yang divaksin oleh tersangka untuk dilakukan pengecekan apakah mereka sudah menerima vaksinasi atau belum.

“Terus terang saya tidak ahli dalam hal medis seperti itu, bagaimana mendeteksi tubuh yang sudah divaksin dan yang belum,” tambah Sugeng. IPW juga menyinggung pentinganya transparansi penyelidikan dan penyidikan demi memberi kepastian kepada masyarakat. “Bukan hanya aparat kepolisian, melainkan juga Satgas Covid-19 dan bahkan tempat penyelenggara vaksinasi tentunya harus bekerja sama untuk mem- publish sehingga tidak ada keraguan di masyarakat,” katanya.

Apresiasi kepada Polri Pada kesempatan ini, IPW mengapresiasi upaya kepolisian yang dengan cepat bertindak menangani kasus ini suntikan vaksin kosong informasi yang simpang siur di era digital dan medsos akan merugikan program vaksinasi nasional. “Program vaksinasi tidak boleh bohong-bohongan. Ini harus ditekankan,” katanya. BACA JUGA Kasus Suntikan Vaksin Kosong, Tersangka Mengaku Menyuntikkan Vaksin kepada 599 Orang Polri dan TNI, kata Sugeng Teguh Santoso, sudah mendapatkan tugas dari Presiden untuk membantu mempercepat tercapainya herd immunity melalui vaksinasi.

“Saya lihat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit sangat serius menurunkan jajarannya sampai ke polres dan polsek-polsek. Oleh karena itu hambatan-hambatan vaksinasi sepeti kasus vaksin kosong atau masyarakat yang menyebarkan hoax vaksinasi, dan lainnya harus segera diatasi. Polri suntikan vaksin kosong di ujung untuk mengatasinya,” kata Sugeng. Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini Sumber: BeritaSatu.com

Viral, Nakes Diduga Suntikkan Vaksin Kosong kepada Anak SD




2022 www.videocon.com