Semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Aini - "mengapa televisi dapat menampilkan gambar dan mengeluarkan ayah aini : "televisi mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan suara." : " … bagaimana cara kerja tenaga listrik yang masuk ke televisi dapat berubah menjadi suara dan gambar?" ayah aini : "tenaga listrik yang masuk ke dalam televisi mengubah gelombang elektromagnetik yang diterima menjadi energi bunyi dan suara yang bisa didengar dan dilihat." 3.

apakah yang dibahas dalam wawancara tersebut? jawab:​ Aksi demonstrasi merupakan hak warga negara yang telah diakomodir dalam uud 1945. pada bulan oktober 2020, terjadi serangkaian aksi demonstrasi terkai … t uu omnibus law. dampak dari serangkaian demonstrasi tersebut diantaranya kerusakan fasilitas publik, di antaranya 25 halte trans-jakarta.

kerugian demonstrasi di jakarta tersebut diperkirakan mencapai rp 65 miliar pertanyaan: aksi demonstrasi yang merusak fasilitas umum tersebut tentu melanggar undang-undang (uu) yang mengatur tentang demonstrasi. a. telusuri secara online peraturan peruuan tersebut.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

sebutkan uu tersebut dan pasalnya serta jelaskan isi dari uu yang mengatur mengenai demonstrasi tersebut? Aini - "mengapa televisi dapat menampilkan gambar dan mengeluarkan ayah aini : "televisi mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan suara." : " … bagaimana cara kerja tenaga listrik yang masuk ke televisi dapat berubah menjadi suara dan gambar?" semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap aini : "tenaga listrik yang masuk ke dalam televisi mengubah gelombang elektromagnetik yang diterima menjadi energi bunyi dan suara yang bisa didengar dan dilihat." 3.

apakah yang dibahas dalam wawancara tersebut? jawab:​ Aksi demonstrasi merupakan hak warga negara yang telah diakomodir dalam uud 1945. pada bulan oktober 2020, terjadi serangkaian aksi demonstrasi terkai … t uu omnibus law.

dampak dari serangkaian demonstrasi tersebut diantaranya kerusakan fasilitas publik, di antaranya 25 halte trans-jakarta. kerugian demonstrasi di jakarta tersebut diperkirakan mencapai rp 65 miliar pertanyaan: aksi demonstrasi yang merusak fasilitas umum tersebut tentu melanggar undang-undang (uu) yang mengatur tentang demonstrasi. a. telusuri secara online peraturan peruuan tersebut. sebutkan uu tersebut dan pasalnya serta jelaskan isi dari uu yang mengatur mengenai demonstrasi tersebut?
Memperkuat Komitmen Kebangsaan: Pengertian, Bentuk & Contoh - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 6.1 Artikel Terkait Memperkuat komitmen kebangsaan dapat menumbuhkan sebuah bangsa menjadi bangsa yang besar dan bernilai.

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dan memiliki potensi serta kapasitas untuk menjadi bangsa yang maju dan bersatu. Kita semua secara tidak langsung tentu sudah mencintai negara ini. Tentunya, kita semua juga memiliki harapan agar bangsa ini menjadi bangsa yang modern, maju, mandiri, dan demokratis. Namun seberapa besarkah komitmen kita untuk mewujudkannya?

itulah yang dimaksud dengan komitmen kebangsaan. Pengertian Komitmen Kebangsaan Komitmen kebangsaan adalah keterikatan dengan penuh tanggung jawab untuk setia dan menumbuhkan kesadaran diri sebagai bangsa Indonesia. Suatu negara tidak dapat berdiri tegak dan mencapai cita-cita serta harapan rakyatnya tanpa komitmen kebangsaan warga yang konsisten. Oleh karena itu menumbuhkan semangat kebangsaan amatlah penting.

Seperti apa bentuk dan wujud nyata dari memperkuat komitmen kebangsaan? Bentuk Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara Pertama, kita dapat mempelajarinya dari para pendiri Negara yang merupakan contoh yang baik dari orang-orang yang memiliki semangat yang kuat dalam membuat perubahan, yaitu perubahan dari negara terjajah menjadi negara yang merdeka dan sejajar dengan Negara-negara lain di dunia.

Apabila kita maknai lebih jauh tentang semangat dan komitmen kebangsaan, pendiri negara memiliki jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang sangat tinggi terhadap bangsa dan negara.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Jiwa, semangat, dan komitmen dalam perjuangan merebut kemerdekaan pada tahun 1945 disebut juga sebagai nilai-nilai kejuangan 45. Jiwa dan Semangat 45 terdiri dari: • Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa • Jiwa dan semangat merdeka • Nasionalisme • Patriotisme • Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka • Pantang mundur dan tidak kenal menyerah • Persatuan dan kesatuan • Antipenjajah dan penjajahan • Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri • Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya • Idealisme kejuangan yang tinggi • Berani, rela, dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara • Kepahlawanan • Sepi ing pamrih rame ing gawe • Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan • Disiplin yang tinggi • Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan Contoh Komitmen Kebangsaan Beberapa contoh mewujudkan perilaku semangat dan komitmen kebangsaan dam kehidupan adalah sebagai berikut.

• Cinta tanah air • Membina persatuan • Rela berkorban • Memperkaya pengetahuan budaya dalam mempertahankan NKRI • Senantiasa menerapkan sikap dan perilaku menjaga kesatuan NKRI.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing sikap dalam mewujudkan komitmen persatuan dan kesatuan cinta tanah air menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm.

142-144). Cinta Tanah Air Cinta tanah air dan bangsa dapat diwujudkan dalam berbagai hal, antara lain sebagai berikut. • Menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. • Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

• Mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. • Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara. Membina Persatuan dan Kesatuan Tindakan yang menunjukkan usaha membina persatuan dan kesatuan, antara lain sebagai berikut.

• Menghormati antarsesama manusia. • Tidak membeda-bedakan manusia. • Menjalin persahabatan antarsuku bangsa. • Mempelajari budaya sendiri dan memahami budaya daerah lain. • Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

• Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain. Rela Berkorban Kerelaan berkorban dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut.

• Berkorban dengan tenaga atau dengan bekerja. • Berkorban dengan menyumbangkan pemikiran bagi keutuhan NKRI. • Berkorban untuk menahan diri tidak berbuat sesuatu yang merugikan bangsa dan negara. • Berkorban dengan harta yang dimiliki untuk kejayaan bangsa dan negara. Pengetahuan Budaya dalam Mempertahankan NKRI Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi, dan informasi telah mendorong perubahan dalam aspek kehidupan manusia, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat nasional.

Untuk menghadapi dan memanfaatkannya semaksimal mungkin, kita memerlukan perencanaan yang matang di antaranya adalah sebagai berikut. • Kesiapan sumber daya manusia (SDM), terutama kesiapan dengan pengetahuan yang dimiliki dan kemampuannya. • Kesanggupan sosial budaya untuk terciptanya suasana yang kompetitif dalam berbagai sektor kehidupan. • Kesiapan keamanan, baik stabilitas politik dalam negeri maupun luar negeri /regional.

• Kesiapan perekonomian rakyat. • Di bidang pertahanan negara, kemajuan tersebut sangat memengaruhi pola dan bentuk ancaman. Ancaman terhadap kedaulatan negara yang semula bersifat konvensional berkembang menjadi multidimensional (fisik dan nonfisik), baik berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Sikap dan Perilaku Menjaga Kesatuan NKRI Berikut adalah beberapa sikap dan perilaku mempertahankan NKRI.

• Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, artinya menjaga seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.

• Menciptakan ketahanan nasional, artinya setiap warga negara menjaga keutuhan, kedaulatan negara dan mempererat persatuan bangsa. • Menghormati perbedaan suku, budaya, agama dan warna kulit. • Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan, yaitu kesamaan memiliki bangsa, bahasa persatuan, tanah air, ideologi pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang Saka Merah Putih. • Memiliki semangat persatuan yang berwawasan Nusantara, yakni semangat mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial, baik alamiah maupun aspek sosial yang menyangkut kehidupan bermasyarakat.

• Menaati peraturan, karena peraturan tersebut dibuat untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara agar Indonesia menjadi lebih baik. Negara Kesatuan Republik Indonesia Untuk dapat bangga apalagi memperkuat komitmen kebangsaan tentu kita harus lebih mengenal bangsa kita sendiri, yakni negara Indonesia.

Dalam buku Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (2012) dijelaskan bahwa Indonesia berasal dari bahasa latin indus dan semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap yang berarti India dan pulau-pulau. Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau-pulau yang ada di Samudra India. Sarjana bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda dengan nama Indonesisch Pers-Bureau di tahun 1913.

Jadi kita adalah bangsa Indonesia, bangsa yang berada di samudra India dan terdiri dari banyak pulau yang bersatu dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Satu Kesatuan Indonesia merupakan satu kesatuan politik, pertahanan keamanan, ekonomi dan sosial budaya.

Pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan ”Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik” dan Pasal 37 ayat (5) menegaskan ”Khusus semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan”. Kesatuan yang dimaksud dapat dipandang dari 4 segi, yakni politik, pertahanan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

• Indonesia sebagai Satu Kesatuan Politik Sebagai satu kesatuan politik, Negara Kesatuan Republik Indonesia meletakkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah serta ideologi bangsa yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuan nasional negara. • Indonesia sebagai Satu Kesatuan Wilayah Seluruh wilayah Indonesia dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan yang mutlak bagi seluruh bangsa Indonesia dan merupakan modal serta milik bersama.

• Indonesia sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam rangka bela negara dan bangsa. Setiap ancaman terhadap suatu pulau atau suatu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa Indonesia. • Indonesia sebagai Satu Kesatuan Ekonomi Kekayaan wilayah Nusantara baik itu yang berupa potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama.

Keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air. • Indonesia sebagai Satu Kesatuan Sosial dan budaya Masyarakat Indonesia seluruhnya adalah satu, kehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang beriringan dengan kemajuan bangsa.

Menjaga Keutuhan dan Kejayaan Bangsa Tentunya salah satu bentuk nyata dari memperkuat komitmen kebangsaan adalah dengan menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa, bukan sekedar mencintainya tanpa melakukan apa-apa.

Apalagi terdapat bermacam ancaman dan tantangan dalam menjaganya. Tantangan menjaga keutuhan dan kejayaan bangsa dapat datang dari dalam dan luar negeri. Malas, korupsi, pemberontakan, krisis ekonomi merupakan tantangan yang berasal dari dalam dan harus dihadapi oleh seluruh anggota masyarakat.

Penjajahan secara fisik pada saat ini kemungkinannya sangat kecil terjadi, tetapi ancaman dari luar yang bersifat nonfisik seperti gaya hidup, datangnya ajaran yang tidak sesuai dengan Pancasila sangat mungkin untuk terjadi. Oleh karena itu sikap bela negara juga masih perlu dikobarkan dalam mengisi kemerdekaan semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap. Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas VIII.

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Negeri Katanya Rukun dan Indah (NKRI) • Toleransi, Bulan Suci dan Semangat Kontra Radikalisme • Ramadan dan Semangat Berbagi Tanpa Saling Memusuhi • Kartini, Semangat Edukasi, dan Literasi • Terawan, Vaksin Nusantara, dan Kedaulatan Kesehatan Nasional • 6 Langkah Untuk Mempertahankan dan Mengembangkan Usaha Oleh:Nur Kholijah Hasibuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 mempunyai tekad untuk mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan serta kedaulatan bangsa dan negara berdasarkan pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Oleh karna itu,dalam kehidupan bernegara,aspek pertahanan merupakan faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa.Segenap warga negara harus slalu menjaga kehormatan bangsa dan negara sebagai bagian dari bangsa dan negara indonesia .Hal tersebut dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi negara sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat.ada atau tidaknya negara ini tergantung dari rakyatnya sendiri untuk mempertahankan keberadaannya.

Dalam pasal 27 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dijelaskan bahwa setiap warga negara itu memiliki hak dan kewajiban dalam upaya pembelaan negara .Bela negara merupakan tekad,menyeluruh,terpadu,dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air,kerelaan berkorban untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Upaya bela negara selain sebagai kewajiban dasar manusia,juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran,tanggung jawab,dan rela berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa.

Semangat dan komitmen para pejuang tempo dulu dalam meraih kemerdekaan,dilandasi dengan keteguhan dan keyakinan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.Hal tersebut juga masih diperlukan dalam rangka mengisi dan mempertahankan NKRI. Semangat kebangsaan merupakan daya dorong dan motivasi yang berperan kuat dalam tahap perjuangan mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan pembangunan segala bidang. Dalam perkembangan sejarah bangsa Indonesia, tidak mustahil bahwa di masa mendatang akan timbul ancaman dan bahaya terhadap keberadaan NKRI seperti yang pernah dialami di masa lalu.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, diperlukan semangat kebangsaan dengan intensitas tinggi seperti dalam tahap perjuangan sik perang kemerdekaan tahun 1945-1949. Menurut pasal 30 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dijelaskan bahwa setiap warga negara juga mempunyai hak dan kewajiban dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.Usaha pertahanan keamanan negara itu dilaksanakan melalui sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata),yang dilaksanakan oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama serta rakyat sebagai kekuatan pendukung.

TNI yang terdiri atas angkatan darat,laut,dan udara merupakan alat negara yang bertugas mempertahankan,melindungi,dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara.Sementara itu, polri merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang bertugas mengayomi,melindungi,dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum. Pemerintah negara melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia,memajukan kesejahtraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa,dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi,dan keadilan sosial.Bangsa Indonesia berhak dan wajib membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara,keutuhan wilayah,serta keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.

Seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi atau turut serta dalam upaya pembelaan negara.pembelaan negara bukan hanya dilakukan oleh para pahlawan tempo dulu dalam berjuang meraih kemerdekaan atau dalam mempertahankan kemerdekaan saja,namun kita semua sebagai pemilik negri ini sampai kapanpun harus turut berjuang untuk mempertahankan kedaulatan serta memajukan bangsa.

 Oleh :Mahasiswi Manajemen Pendidikan Islam Uin-Suska Syarif Kasim Riau
Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa besar di dunia.

Dengan 261,1 juta jiwa penduduk, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Jumlah penduduk yang besar ini memberikan suatu pekerjaan rumah tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa memberikan usaha terbaiknya agar tercapai persatuan yang hakiki di tengah segenap penghuni negeri ini yang memiliki begitu banyak perbedaan baik dalam hal suku, agama, ras, adat istiadat dan lain sebagainya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan makna tersendiri untuk kata persatuan. Ia memiliki arti yaitu gabungan, ikatan, atau kumpulan dari beberapa bagian yang sudah bersatu. Dari definisi ini, kita dapat mengetahui bahwa mempertahankan persatuan bagi bangsa Indonesia berarti melakukan segala upaya menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Mempertahankan persatuan menjadi penting karena dengannya segala penyebab konflik sosial dapat hilang dengan mudah.

Lantas, seperti apakah sikap dan komitmen persatuan dalam lingkungan bangsa dan negara yang mesti kita lakukan agar tidak terjadi konflik sosial? Di bawah ini merupakan beberapa contoh sikap dan komitmen persatuan dalam lingkungan bangsa dan negara: 1. Senantiasa Meningkatkan Sikap Toleransi Yang dimaksud dengan sikap toleransi yaitu suatu sikap saling hormat menghormati di antara seseorang atau sekelompok orang yang memiliki suatu perbedaan tertentu. Entah itu perbedaan suku, agama, ras, adat istiadat (SARA) dan perbedaan yang lainnya.

Dengan adanya sikap toleransi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, maka persatuan di antara segenap komponen bangsa akan lebih mudah terwujud. Namun sikap toleransi ini harus senantiasa ditingkatkan mengingat penyebab terjadinya disintegrasi nasional bangsa Indonesia yang terus muncul.

2. Mendahulukan Kepentingan Umum Salah satu nilai-nilai dasar Pancasila, terutama Pancasila sila kedua mengajarkan pada kita untuk senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara. hal ini nantinya akan bermuara pada semakin kuatnya persatuan di tengah lingkungan bangsa dan negara. salah satu dari contoh mendahulukan kepentingan umum adalah seseorang yang merelakan tanah miliknya digunakan untuk proyek pelebaran jalan.

3. Memperluas Pergaulan Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memperluas pergaulan kita ke seantero nusantara untuk mengenal segala keanekaragaman yang ada di Indonesia. dengan mengenal kebhinekaan Indonesia itu, kita dapat lebih bijaksana ketika menyikapi perbedaan di sekitar kita atau yang akan kita temui nantinya.

4. Menggunakan Atribut Persatuan Indonesia Di awal masa kemerdekaan, para pendiri bangsa memikirkan bagaimana cara menyatukan segala perbedaan yang ada di Indonesia. maka dari itu, muncullah segala lambang, bendera, dan lagu kebangsaan Indonesia yang digunakan untuk menyatukan hati segenap rakyat Indonesia.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

selain itu, salah satu isi sumpah pemuda adalah menggunakan bahasa persatuan, yaitu bangsa Indonesia. menggunakan semua atribut persatuan tersebut merupakan suatu bentuk sikap dan komitmen kita terhadap persatuan. 5. Tidak Melakukan Diskriminasi dalam Pergaulan Salah satu dari amanat Pancasila sila persatuan Indonesia adalah tidak melakukan diskriminasi dalam hal apapun. Yang dimaksud dengan diskriminasi yaitu pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara atas berbagai sebab, seperti jenis kelamin, SARA, tingkat pendidikan dan lain sebagainya.

Itulah artikel mengenai sikap dan komitmen persatuan dalam lingkungan bangsa dan negara yang dapat penulis sampaikan kepada para pembaca pada kesempatan kali ini. Semoga dengan membaca artikel ini pembaca dapat memahami seperti apa sikap dan komitmen untuk senantiasa bersatu di tengah lingkungan bangsa dan negara.

perlu kita ingat bersama bahwa persatuan merupakan langkah awal yang harus dilakukan seluruh komponen bangsa ini untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. dengan adanya persatuan pula, maka ketertiban dan keamanan di tengah lingkungan masyarakat juga dapat lebih mudah diwujudkan.

Sampai jumpa pada kesempatan yang lain, semoga sukses selalu bagi para pembaca.
Aini - "mengapa televisi dapat menampilkan gambar dan mengeluarkan ayah aini : "televisi mengubah energi listrik menjadi energi cahaya dan suara." : " … bagaimana cara kerja tenaga listrik yang masuk ke televisi dapat berubah menjadi suara dan gambar?" ayah aini : "tenaga listrik yang masuk ke dalam televisi mengubah gelombang elektromagnetik yang diterima menjadi energi bunyi dan suara yang bisa didengar dan dilihat." 3.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

apakah yang dibahas dalam wawancara tersebut? jawab:​ Aksi demonstrasi merupakan hak warga negara yang telah diakomodir dalam uud 1945. pada bulan oktober 2020, terjadi serangkaian aksi demonstrasi terkai … t uu omnibus law. dampak dari serangkaian demonstrasi tersebut diantaranya kerusakan fasilitas publik, di antaranya 25 halte trans-jakarta.

kerugian demonstrasi di jakarta tersebut diperkirakan mencapai rp 65 miliar pertanyaan: aksi demonstrasi yang merusak fasilitas umum tersebut tentu melanggar undang-undang (uu) yang mengatur tentang demonstrasi. a. telusuri secara online peraturan peruuan tersebut. sebutkan uu tersebut dan pasalnya serta jelaskan isi dari uu yang mengatur mengenai demonstrasi tersebut?Keluarga adalah salah satu elemen penting dalam masyarakat untuk terus membina persatuan dan kesatuan bangsa.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Dari keluargalah semua itu berasal. Sikap dan perilaku kita di luar rumah seperti halnya di sekolah, lingkungan kerja, maupun lingkungan masyarakat bisa jadi cerminan dari perilaku kita di dalam lingkungan keluarga. Oleh karena itu, akan sangat baik apabila kita memulai sesuatu yang baik di dalam keluarga, agar bisa menerpkan kebaikan tersebut di lingkungan yang lain. Salah satu hal baik yang bisa kita pupuk dari lingkungan keluarga adalah mengupayakan sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga.

Makna Persatuan Bagi Indonesia Sebelum melihat lebih jauh lagi tentang Sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga, ada baiknya kita menilik apa yang dimaksud dengan persatuan. Dilihat dari arti katanya, persatuan berasal dari kata satu yang berarti utuh.

Disini dimaksudkan bahwa seberapapun perbedaan yang ada, harus tetap utuh menjadi satu tidak boleh terpecah belah. Definisi lain menerangkan bahwa persatuan adalah gabungan dari beberapa bagian berbeda yang sudah bersatu. Dari situ bisa disimpulkan bahwa persatuan adalah gabungan atau ikatan dari beberapa komponen yang berbeda, bergabung menjadi satu karena ada sebuah nilai yang menjadi pemersatu perbedaan tersebut.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Kondisi tersebut sama halnya seperti yang terjadi di Indonesia. Indonesia memiliki banyak komponen yang berbeda. Ada suku, agama, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda. Namun semua perbedaan tersebut menjadi satu kesatuan bangsa Indonesia. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, persatuan terjadi karena ada sebuah nilai yang mengikat dan melandasi perbedaan-perbedaan tersebut. Di Indonesia, kita semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap Pancasila.

Salah satu makna pancasila sebagai ideologi negara adalah sebagai nilai integratif atau nilai pemersatu perbedaan yang ada di Indonesia. atau dengan kata lain, persatuan di Indonesia bisa terbentuk karena adanya Pancasila. Menjunjung tinggi nilai persatuan juga merupakan implementasi nilai-nilai pancasila. Dan sebagai warga negara yang patuh terhadap dasar negara, sudah sepantasnya kita berkomitmen pada persatuan sebagai salah satu wujud pengamalan Pancasila khususnya sila ketiga.

Oleh karena itu, sudah seharusnya komitmen pada persatuan diwujudkan dalam tiap tindakan baik di lingkungan keluarga, sekolah, pekerjaan, maupun masyarakat. Pada dasarnya,kita bisa menjalankan Sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga apabila kita mampu menerapkan asas kekeluargaan.

Sebagai contoh yang paling sederhana dari penerapan asas kekeluargaan adalah dengan bertegur sapa dengan anggota keluarga. Bayangkan bagaimana persatuan bisa terjalin apabila tidak ada tegur sapa diantara anggota keluarga. Apabila asas kekeluargaan tidak lagi diterapkan, akan ada akibat tidak menerapkan asas kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Sikap Dan Perilaku Yang Mencermikan Komitmen Persatuan Di Lingkungan Keluarga Berikut adalah contoh Sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga: • Saling mencintai sesama anggota keluarga Sudah sewajarnya ada rasa saling mencintai sesame anggota keluarga.

Itu terjadi karena anggota keluarga mempunyai rasa persatuan sebagai sebuah kesatuan. Oleh karena itu, secara otomatis orang yang dicintai juga pasti akan membalas rasa cinta.

Seperti halnya orang tua dan anak, tidak ada orang tua yang tidak mencintai anaknya. Dan sebaliknya, walaupun anak tidak akan bisa sepenuhnya membalas rasa cinta orang tua, akan tetapi anak akan selalu membalas rasa cinta orang tua.

• Saling menghormati sesama anggota keluarga Walauoun dalam sebuah keluarga adaa urutan yang berdasarkan usia, namun semua anggota harus bisa menghormati satu sama lain.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Bukan berarti anggota yang lebih tua boleh tidak menghormati anggota yang lebih muda. Semua anggota keluarga mempunyai hak yang sama, dan semuanya harus dihormati.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

• Bekerjasama dalam menyelesaikan urusan rumah tangga Karena pelaku semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap tangga bukan hanya orang tua, maka anak pun sudah seharusnya ikut bekerjasama dalam menyelesaikan urusan rumah tangga. Anggota keluarga bisa salking bahu menbahu membantu menyelesaikan urusan rumah tangga sebagai wujud dari sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga.

• Menjalankan kewajiban sebagai anggota keluarga dengan tulus dan ikhlas Sudah selayaknya apabila tiap anggota keluarga diberi kewajiban yang menjadi tanggung jawab individu masing-masing. Sebagai contoh, ayah wajib bekerja mencari nafkah, ibu wajib mengurus rumah tangga, dan anak mempunyai kewajiban untuk belajar atau bekerja sesuai dengan yang dicita-citakan.

Kewajiban tersebut harus dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas. Hal tersebut karena dengan adanya komitmen persatuan, makan tiap anggota keluarga akan mempunyai kesadaran untuk menjalankan kewajiban sesuai dengan fungsinya. • Mengakui keberadaan fungsi setiap anggota keluarga Selain tulus dan ikhlas menjalankan kewajiban sesuai dengan fungsinya, anggota keluarga juga harus menyadari dan mengakui fungsi – fungsi tersebut. Sebagai contoh, peran ayah dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga.

Oleh karena itu, anggota keluarga lain sudah seharusnya menghargai keputusan – keputusan yang diambil oleh kepala keluarga untuk kepentingan bersama. • Melangsungkan musyawarah untuk memutuskan sesuatu yang menyangkut kepentingan semua anggota keluarga Musyawarah dalam keluarga sangat penting. Sudah seharusnya keputusan yang menyangkut kepentingan bersama menyertakan anggota keluarga dalam proses musyawarah. Dan selama proses musyawarah tersebut, harus ada sikap dan perilaku yang mencermikan komitmen persatuan di lingkungan keluarga.

Karena jika tidak, maka mufakat tidak akan tercapai. • Menyelesaikan masalah dalam keluarga dengan sistem musyawarah Terkadang dalam keluarga terdapat masalah yang yang akibatnya berimbas pada seluruh anggota keluarga. Dalam hal itu, penyelesaiannya pun harus dilaksanakan dengan proses musyawarah. Musyawarah akan mempersatukan pendapat dan pandangan dari tiap anggota keluarga. Dari situlah keputusan akhir bisa diambil, dengan tidak mengkesampingkan kepentingan bersama.

• Adanya sikap saling terbuka antar anggota keluarga Sikap saling terbuka sangat penting untuk memantau apakah semua berjalan lancar, apakah ada masalah yang terjadi pada tiap anggota keluarga. Dengan begitu, masalah akan bisa diselesaikan sedini mungkin, tentu saja dengan musyawarah dengan anggota keluarga. Dari situ juga keluarga dapat menjalankan Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian. • Mengembangkan sikap tenggang rasa dalam keluarga Tenggang rasa tidak hanya bisa diterapkan antar umat beragama dalam masyarakat.

Tenggang rasa dalam keluarga juga penting untuk memupuk komitmen terhadap nilai persatuan. Sebagai contoh, saat kakak sedang sibuk belajar, adik tidak boleh menganggu. Hal itu karena komitmen terhadap nilai persatuan akan memberikan kesadaran bahwa anggota keluarga akan ikut sennang apabila salah satu anggota keluarga bisa mencapai cita – citanya. Akan tetapi, kesuksesan di masa yang akan datang tidak boleh membuat anggota keluarga lupa dengan keluarganya. • Beribadah bersama anggota keluarga Beribadah adalah salah satu upaya manusia untuk selalu kembali ke jalan yang benar.

Walaupun ibadah bisa dilakukan secara individual, akan tetapi beribadah bersama keluarga akan lebih baik. Anggota keluarga bisa saling mengingatkan dan bersama-sama menjalankan ibadah. Seperti yang kita tahu, apabila kehidupan agama kita berjalan baik, maka kita bisa mengimplementasikannya dalam semua tingkatan kehidupan. Walaupun pada kenyataannya ada satu keluarga dimana anggota keluarganya memeluk agama yang berbeda, tapi anggota keluarga bisa saling mengingatkan dalam hal ibadah, dan tentu saja mengembangkan sikap tenggang rasa.

• Melakukan kegiatan bersama tanpa adanya paksaan Apabila kita berkomitmen pada rasa persatuan, maka sudah seharusnya apabila kita melaksanakan segala sesuatu dalam keluarga dengan ikhlas tanpa dipaksakan. Begitupun dalam melakukan kegiatan bersama dengan keluarga. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga seperti berekreasi, belorahraga bersama, ataupun sekedar menonton televisi bersama akan jauh lebih menyenagkan apabila setiap anggota keluarganya menyadari bahwa keluarga adalah satu kesatuan.

• Tidak memaksakan kehendak pada anggota keluarga lain Contoh lain dari sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan di lingkungan keluarga adalah tidak memaksakan kehendak. Sebagai contoh, tidak seharusnya orang tua memaksakan cita-cita yang belum bisa ia capai kepada anaknya. Bukan juga berarti bahwa orang tua yang seorang dokter harus mempunyai anka seorang doketer juga.

Contoh lainnya, anak juga tidak boleh memaksakan keinginannya pada orang tua tanpa tau kondisi dan situasi rumah tangga. Disitulah komunikasi dan musyawarah antar anggota keluarga mempunyai kedudukan yang sangat penting. Manfaat Sikap Dan Perilaku Yang Mencermikan Komitmen Persatuan Di Lingkungan Keluarga Dengan melaksanakan sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap, banyak sekali manfaat yang kita dapatkan.

Manfaat tersebut tidak hanya hadir di lingkungan keluarga, akan tetapi juga di lingkungan yang lain. Hal itu karena segala sesuatu yang kita lakukan dalam lingkungan keluarga bisa menjadi landasan atau pedoman tentang apa yang akan kita dapatkan di lingkup yang lain.

Berikut beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari melaksanakan sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan di lingkungan keluarga: • Terjalin komunikasi yang baik • Hidup lebih harmonis • Rumah tangga aman dan tenteram • Tercipta kerukunan • memperkokoh persatuan dalam lingkup lebih luas • tercapainya tujuan-tujuan hidup • kebutuhan hidup terpenuhi Akibat Tidak Melaksanakan Sikap Dan Perilaku Yang Mencermikan Komitmen Persatuan Di Lingkungan Keluarga Begitu pentingnya sikap dan perilaku yang mencerminkan komitmen persatuan di lingkungan keluarga membuat kita tidak boleh lengah dalam melaksanakannya.

Karena jika tidak, tentu saja ada beberapoa akibat yang kurang menyenangkan bagi kehidupan kita. Baik itu dalam lingkup keluarga, ataupun lingkup lainnya. Berikut beberapa Akibat dari Sikap Kurang Menerapkan Persatuan di Lingkungan Keluarga: • Merasa terpaksa dalam melakukan kegiatan • Sering terjadi perselisihan • Tidak ada kepedulian anggota keluarga pada kebutuhan rumah tangga • Bersikap acuh tak acuh dan tidak mengindahkan perkataan anggota keluarga lain • Tidak ada keterbukaan antara anggota keluarga • Sering terjadi masalah di lingkungan keluarga • Kegiatan diluar lingkungan keluarga tidak berjalan dengan baik • Tidak tercapai tujuan hidup Demikian beberapa ulasan artikel tentang bagaimana sikap perilaku yang bisa mencerminkan komitmen dalam persatuan di dalam keluarga.
tirto.id - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata " komitmen" beririsan dengan makna tanggung jawab.

Ia didefinisikan sebagai sikap dan perilaku yang ditandai oleh rasa memiliki, memberikan perhatian, serta melakukan usaha untuk mewujudkan harapan dan cita-cita dengan sungguh-sungguh.

Sementara komitmen kebangsaan seseorang atau individu, dapat dilihat dari komitmen dan kesungguhan untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negaranya di atas kepentingan pribadi dan golongan. Komitmen kebangsaan, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, telah ditunjukkan dengan baik oleh para pendiri bangsa kita. Mereka menunjukkan komitmen kebangsaannya seperti dalam proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara.

Mengutip Modul Pembelajaran Jarak Jauh mata pelajaran PPKN kelas VII, pada proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara, para pendiri negara kita telah menunjukkan komitmen antara lain: a.) Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme.

semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap

Pada proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara, para pendiri bangsa kita dengan penuh kesadaran tetap menjaga semangat persatuan. Perbedaan pendapat yang muncul dalam sidang-sidang BPUPKI disikapi dengan tetap menjaga semangat persatuan dan sikap nasionalisme.

b.) Menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 dengan merubah 7 kata dalam naskah Piagam Jakarta, telah menunjukkan para pendiri bangsa kita lebih menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

c.) Semangat rela berkorban demi bangsa dan negara. Tanpa kerelaan berkorban para pendiri bangsa dengan merubah 7 kata dalam naskah piagam Jakarta, yang awalnya sudah disepakati pada sidang BPUPKI kedua, maka bisa jadi kita tidak dapat merasakan kemerdekaan sampai sekarang. Karena kerelaan berkorban dengan merubah 7 kata itulah, bangsa Indonesia masih bisa berdiri kokoh dengan Pancasila sebagai dasar negara sampai saat ini.

d.) Selalu bersemangat dalam berjuang mempertahankan kemerdekaan. Semangat perjuangan untuk merebut kemerdekaan yang telah ditunjukkan oleh para pendiri bangsa kita hasilnya dapat dirasakan sampai sekarang ini. Sikap Meneladani Semangat dan Komitmen Para Pendiri Negara Komitmen untuk secara aktif mendukung cita-cita bangsa telah ditunjukkan dan diwariskan oleh para pendiri bangsa Indonesia kepada para generasi penerusnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menjaga dan meneladani semangat dan komitmen para pendiri negara tersebut. Perilaku dan tindakan yang dapat dilakukan dalam upaya meneladani semangat dan komitmen para pendiri bangsa dapat dilakukan antara lain: - Berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Contohnya, para atlet yang berlatih dengan rajin, berjuang keras, dan pantang menyerah untuk menggapai prestasi yang membanggakan bangsa dan negara.

- Memiliki kesadaran untuk mematuhi dan mentaati hukum. Misalnya, mematuhi rambu-rambu lalu lintas; memakai helm jika berkendaraan; memiliki SIM saat berkendaraan, membayar pajak tepat pada waktunya; menghindari tindakan yang melanggar hukum. - Menjaga Kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar. Seperti membiasakan memakai masker pada masa pandemi COVID-19; membiasakan membuang sampah pada tempatnya, disiplin melaksanakan piket membersihkan semangat dan komitmen kebangsaan yang didorong jiwa persatuan akan memupuk sikap kelas, dan sebagainya.

PPKn Kelas 8 BAB6




2022 www.videocon.com