Secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

• Afrikaans • Akan • Alemannisch • Aragonés • العربية • ܐܪܡܝܐ • مصرى • অসমীয়া • Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • کوردی • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Jawa • ქართული • Kabɩyɛ • Қазақша • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Kurdî • Кыргызча • Latina • Lëtzebuergesch • Limburgs • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • मराठी • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • Nāhuatl • Plattdüütsch • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Diné bizaad • Occitan • Livvinkarjala • ਪੰਜਾਬੀ • Norfuk / Pitkern • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Romani čhib • Română • Русский • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tagalog • Lea faka-Tonga • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська yaitu اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • ייִדיש • Vahcuengh • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2. Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah.

Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

KRI Dewaruci, sebuah jenis kapal layar milik TNI Angkatan Laut Kapal ( bahasa Inggris: Ship) adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) [1] seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci. Sedangkan dalam istilah inggris, dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Secara kebiasaannya kapal dapat membawa perahu tetapi perahu tidak dapat membawa kapal.

Ukuran sebenarnya di mana sebuah Perahu disebut Kapal selalu ditetapkan oleh undang-undang dan peraturan atau kebiasaan setempat. Berabad-abad kapal dipakai oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu. Biasanya manusia pada masa lampau menggunakan kano, rakit ataupun perahu, semakin besar kebutuhan akan daya muat maka dibuatlah perahu atau rakit yang berukuran lebih besar yang dinamakan kapal.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kapal pada masa lampau menggunakan kayu, bambu ataupun batang-batang papirus seperti yang digunakan bangsa mesir kuno kemudian digunakan bahan bahan logam seperti besi/baja karena kebutuhan manusia akan kapal yang kuat.

Untuk penggeraknya manusia pada awalnya menggunakan dayung kemudian angin dengan bantuan layar, mesin uap setelah muncul revolusi Industri dan mesin diesel serta Nuklir. Beberapa penelitian memunculkan kapal bermesin yang berjalan mengambang di atas air seperti Hovercraft dan Ekranoplane.

Serta kapal yang digunakan di dasar lautan yakni kapal selam. Berabad abad kapal digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang sampai akhirnya pada awal abad ke-20 ditemukan pesawat terbang yang mampu mengangkut barang dan penumpang dalam waktu singkat maka kapal-pun mendapat saingan berat.

Namun untuk kapal masih memiliki keunggulan yakni mampu mengangkut barang dengan tonase yang lebih besar sehingga lebih banyak didominasi kapal niaga dan tanker sedangkan kapal penumpang banyak dialihkan menjadi kapal pesiar seperti Queen Elizabeth dan Awani Dream.

Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Sejarah • 2.1 Pra-Sejarah • 3 Jenis-jenis Kapal • 3.1 Berdasarkan indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera penggerak • 3.2 Berdasarkan jenis pelayarannya • 3.3 Berdasarkan fungsinya • 4 Referensi • 4.1 Sumber • 5 Pranala luar Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Kata "kapal" di bahasa Indonesia dan Melayu berasal dari rumpun bahasa Dravida "kappal". [2] Kata ini mulai muncul pada literatur Tamil sebagai kata கப்பல் setelah abad ke-17.

[3] Pada literatur dari Nusantara sebelum abad ke-17, kata kapal selalu merujuk kepada kendaraan air buatan luar negeri (dalam hal ini, India). "Kapal" dulunya digunakan untuk merujuk pada kendaraan air dari pesisir Koromandel (pantai Timur India), dari bahasa Telugu atau Telinga, yang memiliki sistem layar persegi ( square-rigged yaitu. [4] :66, 379 Sebelum abad itu, perahu merujuk kepada kendaraan air besar (lihat K'un-lun po), sampai akhirnya benar-benar digantikan oleh kata "kapal" untuk merujuk kepada kendaraan air besar.

[5] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Pra-Sejarah [ sunting indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera sunting sumber ] Rakit merupakan desain perahu yang paling sederhana. Sejarah kapal sejalan dengan petualangan manusia.

Perahu yang dikenal pertama kali dikenal pada masa Neolitikum, sekitar 10.000 tahun yang lalu. Kapal-kapal awal ini memiliki fungsi yang terbatas: mereka dapat bergerak di atas air, tetapi hanya itu.

Terutama digunakan untuk berburu dan memancing. Kano tertua yang ditemukan arkeolog sering dibuat dari batang pohon coniferous, menggunakan peralatan batu sederhana. Sekitar 5.000 tahun lalu, orang tinggal dekat Kongens Lyngby di Denmark menemukan lambung terpisah, yang memungkinkan ukuran perahu ditingkatkan secara bertahap.

Perahu segera berkembang menjadi perahu lunas yang mirip dengan kapal kerajinan kayu saat ini. Transportasi feri di Yaitu Untuk menentukan arah, pada masa lalu kapal berlayar tidak jauh dari benua atau daratan. Namun sesuai dengan indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera akhirnya para awak kapal menggunakan bintang sebagai alat bantu navigasi dengan alat bantu berupa kompas dan astrolabe serta peta.

Ditemukannya jam pasir oleh orang-orang Arab juga ikut membantu navigasi ditambah dengan penemuan jam oleh John Harrison pada abad ke-17. Penemuan telegraf oleh Samuel F.B. Morse dan radio oleh G. Marconi, terlebih lebih penggunaan radar dan sonar yang ditemukan pada abad ke 20 membuat peranan navigator agak tergeser.

Satuan kecepatan kapal dihitung dengan knot di mana 1 knot = 1,85200 km/jam. Menjelang akhir abad ke-20, navigasi sangat dipermudah oleh GPS, yang memiliki ketelitian sangat tinggi dengan bantuan satelit.Selain dari itu system komunikasi yang sangat modern juga menunjang navigasi dengan adanya beberapa macam peralatan seperti radar type Harpa memungkinkan para navigator / Mualim bisa melihat langsung keadaan kondisi laut.

Radar harpa ini adalah radar modern yang bisa mendeteksi langsung jarak antara kapal dgn kapal, kapal dengan daratan, kapal dengan daerah berbahaya, kecepatan kapal, kecepatan angin,dan mempunyai daya akurasi gambar yang jelas. Selain dari itu ada lagi system GMDSS (Global Maritime Distress safety system) Suatu system keselamatan pelayaran secara global.

Kalau suatu kapal berada dalam kondisi berbahaya system ini akan memancarkan berita bahaya yang berisi posisi kapal, nama kapal, jenis marabahaya,tersebut secara otomatis, cepat, tepat, akurat. Untuk system komunikasi lainnya ada INMARSAT (International Maritime satelite) Suatu system pengiriman berita menggunakan E-Mail, Telephone, Telex, ataupun Faximile.

Jenis-jenis Kapal [ sunting - sunting sumber ] Kapal sulit untuk diklasifikasikan, terutama karena banyak sekali kriteria yang menjadi dasar klasifikasi dalam sistem yang ada seperti: Berdasarkan tenaga penggerak [ sunting - sunting sumber ] • Kapal bertenaga manusia (Pendayung) • Kapal layar • Kapal uap • Kapal diesel atau Kapal motor • Kapal nuklir Berdasarkan jenis pelayarannya [ sunting - sunting sumber ] • Kapal permukaan • Kapal selam • Kapal mengambang • Kapal bantalan udara Berdasarkan fungsinya [ sunting - sunting sumber ] • Kapal Perang • Kapal penumpang • Kapal barang • Kapal tanker • Kapal feri • Kapal pemecah es • Kapal tunda • Kapal pandu • Tongkang • Kapal tender • Kapal Ro-Ro • Kapal dingin beku • Kapal keruk • Kapal peti kemas / Kapal kontainer • Kapal pukat harimau Referensi [ sunting - sunting sumber ] Sumber [ sunting - sunting sumber ] • ^ "KBBI dalam jaringan".

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-08-05. Diakses tanggal 2008-06-18. • ^ T. Burrow and M.B. Emeneau. 1984. A Dravidian Etymological Dictionary. Oxford. nos 1219, 3838, 4120. • ^ Tamil Lexicon. Madras. 1982. 7 vols, s.v. vankam. • ^ Crawfurd, John (1856). A Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries. Bradbury and Evans. • ^ Rafiek, M. (December 2011). "Ships and Boats in the Story of King Banjar: Semantic Studies".

Borneo Research Journal. 5: 187–200. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ship. • (Indonesia) Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya • (Indonesia) Teknik Sistem Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya • (Indonesia) PT.

Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) • (Indonesia) PT. PAL Indonesia • (Indonesia) Peraturan - Peraturan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut di Indonesia Diarsipkan 2008-08-31 di Wayback Machine. • (Indonesia) Keputusan Menteri Perhubungan Tentang Pendidikan, Ujian Negara dan Sertifikasi Kepelautan (dokumen PDF) Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine. • (Inggris) Modern ships and crew • Halaman ini terakhir diubah pada 10 April 2022, pukul 09.17. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Berikut ini akan dijelaskan mengenai wawasan nusantara, wawasan kebangsaan, wawasan nasional, artikel wawasan nusantara, astagatra, asta indonesia, tri gatra, panca gatra, politik nasional, geopolitik, geopolitik indonesia, geostrategi, wawasan nusantara sebagai geopolitik indonesia, konsep geopolitik indonesia, letak geografis indonesia, letak indonesia secara geografis, posisi geografis indonesia, keadaan penduduk indonesia, kondisi penduduk indonesia, faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk, faktor kepadatan penduduk, kekayaan alam indonesia, hubungan antar gatra.

Konsep Tri Gatra dan Panca Gatra dalam Wawasan Nusantara • Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI. • Ideologi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh WNI.

• Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya. • Aktualisasi yaitu dikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan. • Ideologi Pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa dan dijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat.

• Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus harus mewujudkan cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan kepentingan bangsa. • Menyosialisasikan Pancasila sebagai ideologi humanis, relijius, demokratis, nasionalis, dan berkeadilan. Menumbuhkan sikap positif terhadap warga negara dengan meningkatkan motivasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa. b. Politik Pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamika dalam kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi ATHG yang membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ketahanan di bidang keamanan adalah ketangguhan suatu bangsa dalam upaya bela negara, di mana seluruh IPOLEKSOSBUDHANKAM disusun, dikerahkan secara terpimpin, terintegrasi, terorganisasi untuk menjamin terselenggaranya Sistem Ketahananan Nasional. Prinsip-prinsip Sistem Ketahanan Nasional antara lain adalah sebagai berikut. • Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. • Pertahanan keamanan berlandasan pada landasan ideal Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan nusantara.

• Pertahanan keamanan negara merupakan upaya terpadu yang melibatkan segenap potensi dan kekuatan nasional. • Pertahanan dan keamanan diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan nasional (Sishankamnas) dan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).

3. Hubungan Antargatra • Ketahanan nasional pada hakikatnya bergantung kepada kemampuan bangsa dan negara di dalam mendayagunakan secara optimal gatra alamiah (trigatra) sebagai modal dasar untuk penciptaan kondisi dinamis yang merupakan kekuatan dalam penyelenggaraan kehidupan nasional (pancagatra). • Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, yaitu suatu tatanan yang utuh, menyeluruh dan terpadu, di mana terdapat saling hubungan yaitu gatra di dalam keseluruhan kehidupan secara geografis (astagatra).

• Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan sebaliknya kekuatan dari salah satu atau beberapa gatra dapat didayagunakan untuk memperkuat gatra lainnya yang lemah, dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan.

• Ketahanan nasional Indonesia bukan merupakan suatu penjumlahan ketahanan segenap gatranya, melainkan suatu resultante keterkaitan yang integratif dari kondisi-kondisi dinamik kehidupan bangsa di bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, social budaya, pertahanan dan keamanan.

• Gatra alamiah mempunyai peranan sama besar baik untuk kesejahteraan maupun untuk keamanan. • Gatra ideologi, politik dan sosial budaya mempunyai peranan sama besar untuk kesejahteraan dan keamanan. • Gatra ekonomi relatif mempunyai peranan lebih besar untuk kesejahteraan daripada peranan untuk keamanan.

• Gatra pertahanan dan keamanan relatif mempunyai peranan lebih besar untuk keamanan daripada peranan untuk kesejahteraan. • Secara geografis (1) • Akuntansi (9) • Antropologi (91) • Artikel Lepas (9) • Bahasa Indonesia (1) • Bahasa Inggris (6) • Biografi (6) • Biologi (179) • CPNS 2019 (13) • Ekonomi (115) • Fiqh (14) • Fisika (49) • Geografi (147) • Hikmah (2) • Ilmu Hukum dan Politik (58) • Info Pendidikan (14) • Kamus (1) • Kesehatan (5) • Kewarganegaraan (2) • Kimia (54) • Kisah (12) • Lampung (2) • Makalah (5) • Model Pembelajaran (3) • Nasehat (19) • Pemilu (3) • Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera Terapan (1) • Puisi (1) • Sejarah (217) • Seni Budaya (4) • Sosiologi (96) • Tanya Jawab (2) • Tata Negara (64) • Tausiyah (5) • Teknologi Informasi (2) • Trending Topics (3) • Video (1)
Batas Wilayah Negara Indonesia – Negara Indonesia yang dapat disebut juga sebagai negara maritim merupakan negara kepulauan terbesar yang ada di seluruh dunia.

Indonesia sendiri memiliki setidaknya 17.508 pulau di dalamnya. Secara geografis sendiri, batas wilayah negara Indonesia dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu, wilayah Indonesia Timur, wilayah Indonesia Barat, wilayah Indonesia Utara, dan wilayah Indonesia Selatan.

Simak informasi berikut untuk penjelasan selengkapnya. Daftar Isi • Batas Wilayah Negara Indonesia • 1. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Barat • 2. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Timur • 3. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Utara • 4. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Selatan • Anda Mungkin Juga Menyukai • 1. Batas Laut • i. Batas teritorial • ii. Batas landas kontinental • iii. Batas Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE • 2.

Batas Daratan • 3. Batas Udara • Luas dan Letak Negara Indonesia • 1. Letak Geografis • 2. Letak Astronomis • 3. Letak Geologis • 4. Letak Geomorfologis • 5. Letak Maritim • Gambar Negara Indonesia • Dampak Positif dan Negatif Letak Indonesia • 1. Dampak Positif • 2. Dampak Negatif • Pengaruh Letak Indonesia • • 1. Ekonomi • 2. Transportasi • 3.

Komunikasi Batas Wilayah Negara Indonesia Wilayah perairan yang ada pada negara Indonesia, luasnya bisa mencapai ⅔ dari keseluruhan luas wilayah daratan yang ada. Oleh sebab itu, dengan adanya batasan wilayah, negara Indonesia dapat menjaga kekayaan laut yang ada serta memiliki peran penting dalam menjadi batasan bagi berbagai negara lainnya yang bersinggungan.

Pada umumnya, dalam mencari tahu batas wilayah negara Indonesia dapat dilakukan dengan melihat garis bujur dan garis lintangnya. Jika dilihat secara astronomis, negara Indonesia berada pada 6 derajat lintang utara dan 11 derajat lintang selatan sampai berada di antara 92 derajat bujur timur sampai 141 derajat bujur timur (6LU – 11LS dan 95BT – 141BT). Selain itu berdasarkan letak geografisnya, negara Indonesia terletak di antara benua Asia dan juga benua Australia.

Negara Indonesia juga berada di antara dua samudra yaitu Samudera Hindia dan juga Samudera Pasifik. Berikut rincian mengenai batas wilayah negara Indonesia, simak informasi berikut. 1. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Barat Yang pertama, batas wilayah negara Indonesia pada bagian barat berada di perbatasan langsung dengan Samudera Hindia serta Perairan Negara India. Selain itu, Pulau Ronde yang ada di Indonesia serta Nicobar yang ada di India secara langsung berbatasan dengan Samudera Hindia serta Laut Andaman.

2. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Timur Yang kedua, batas wilayah negara Indonesia pada bagian timur berada di dalam batasan langsung dengan Papua Nugini dan juga Samudera Pasifik. 3. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Utara Yang ketiga, yaitu wilayah negara Indonesia pada bagian utara berada di Pulau Kalimantan yang terletak di perbatasan langsung dengan Malaysia Timur.

Pada bagian utara di batas wilayah Indonesia secara langsung berbatasan dengan beberapa negara, yang terdiri dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. 4. Batas Wilayah Indonesia pada Bagian Selatan Yang keempat, batas wilayah negara Indonesia pada bagian selatan terletak di perbatasan langsung dengan Timor Leste. Hal ini sebelum Timor Leste memutuskan untuk memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 1999. Timor Leste memutuskan untuk menjadi negara bagian tersendiri terpisah dari Indonesia.

Rp 39.000 Selain itu, batasan wilayah pada negara Indonesia juga dapat dibedakan menjadi tiga, yang terdiri dari batas laut, batas darat, dan juga batas udara. Simak informasi berikut. 1. Batas Laut Yang pertama, batas laut pada negara Indonesia dapat dibagi menjadi tiga jenis menurut hasil konvensi hukum laut internasional yang sudah disepakati oleh Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB yang dilakukan pada tahun 1982. i. Batas teritorial Batas laut pertama yang ada di negara Indonesia adalah batas teritorial yang merupakan batas yang dihitung dari sebuah garis dasar serta memiliki jarak 12 mil ke arah laut.

Garis dasar yang ada sendiri merupakan sebuah garis khayal yang ditarik pada pantai ketika air laut sedang mengalami surut, serta menghubungkan berbagai titik yang ada pada ujung pulau.

ii. Batas landas kontinental Batas laut kedua yang ada di negara Indonesia adalah batas landas kontinental yang diatur di dalam Konvensi Hukum Laut pada tahun 1982 pasal 78 hingga 85.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Dalam pasal 78l, konvensi hukum laut terdiri sebagai berikut. Dasar laut serta tanah di bawahnya yang berada di luar laut teritorialnya sepanjang adanya kelanjutan ilmiah pada wilayah daratannya hingga pinggiran tepi kontinen, maupun dasar laut serta tanah yang berada di bawahnya hingga jarak 200 mil laut yang dimulai dari garis pangkal dimana laut teritorial tersebut diukur.

Landas kontinen yang ada memungkinkan di bawahnya hingga jarak 200 mil laut dari tempat asal garis pangkal dimana laut teritorial tersebut diukur. Landas kontinen yang ada memungkinkan perairan yang berada di bawahnya hingga jarak 350 mil laut dari tempat asal garis pangkal dimana laut teritorial yang ada diukur dan jika tidak melebihi 100 mil laut dari kedalaman laut yaitu 2500 meter.

iii. Batas Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE Batas laut ketiga yang ada di negara Indonesia adalah batas zona ekonomi eksklusif yang merupakan batas negara yang ditarik 200 mil dari asal garis dasar ke arah laut lepas atau laut bebas saat air laut surut.

Dengan adanya Zona Ekonomi Eksklusif ini, segala sumber daya alam atau SDA yang ada di bawah permukaan laut, dasar laut, maupun berada di bawah laut sepenuhnya menjadi hak eksklusif bagi negara Indonesia. 2. Batas Daratan Yang kedua, batas darat pada negara Indonesia yang terdiri dari daerah di permukaan bumi dalam berbagai batas alam maupun buatan. • Batas daratan sebelah utara negara Indonesia terdiri dari Malaysia, Filipina, Singapura, serta Laut Cina Selatan.

• Batas daratan sebelah selatan negara Indonesia terdiri dari Timor Leste, Australia, serta Samudera Hindia. • Batas daratan sebelah barat negara Indonesia terdiri dari Secara geografis Hindia. • Batas daratan sebelah timur negara Indonesia terdiri dari Papua Nugini serta Samudera Pasifik. 3. Batas Udara Yang ketiga, batas udara pada negara Indonesia mengikuti batas kedaulatan negara yang ada di darat maupun di laut.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Batas udara yang ada ini ditetapkan berdasarkan perkembangan hukum internasional yang berlaku. Luas dan Letak Negara Indonesia Luas wilayah negara Indonesia adalah 5.193.250 km2. Luas wilayah tersebut juga meliputi kedalamnya daratan serta lautan. Luas daratan pada negara Indonesia sendiri adalah 1/919.440 km2 yang terdiri dari setidaknya 17.580 pulau yang tersebar luas. Negara Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil, serta memiliki luas lautan hingga 3.273.810 km2.

Lautan yang dimiliki oleh negara Indonesia memiliki batas 12 mil laut dengan zona ekonomi eksklusif yaitu 200 mil. 1. Letak Geografis Secara geografis, negara Indonesia terletak di antara dua benua serta dua samudera.

Kedua benua tersebut, yaitu Benua Asia serta Benua Australia. Negara Indonesia juga terletak pada antara dua samudera yang terdiri dari Saudera Hindia dan juga Samudera Pasifik. 2. Letak Astronomis Secara Astronomis, negara Indonesia terletak pada derajat Lintang Utara atau LU hingga 11 derajat Lintang Selatan atau LS serta 95 derajat Bujur Timur atau BT hingga 144 derajat Bujur Timur atau BT. Karena letak astronomisnya tersebut, membuat Indonesia memiliki iklim tropis.

Wilayah negara Indonesia yang paling yaitu terletak pada 6 derajat Lintang Utara atau LU, yang berlokasi di Pulau We. Yaitu, wilayah negara Indonesia yang paling selatan terletak pada 11 derajat Lintang Selatan atau LS, yang berlokasi di Pulau Rote. Wilayah negara Indonesia yang paling timur terletak pada 141 derajat Bujur Timur atau BT, yang berlokasi di Kota Merauke. Sedangkan, wilayah negara Indonesia yang paling barat terletak pada 95 derajat Bujur Timur atau BT, yang berlokasi di Kota Sabang.

3. Letak Geologis Secara geologis, negara Indonesia dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu, jalur pegunungan, lempeng, serta dangkalan. Letak geologis sendiri merupakan letak sebuah wilayah yang didasari oleh jenis batuan yang ada pada permukaan secara geografis. Berikut merupakan letak geologis dari negara Indonesia. Negara Indonesia terletak pada dua jalur pegunungan muda dunia, yang terbagi menjadi 2, yaitu: • Sebelah barat dari negara Indonesia merupakan Sirkum Mediterania.

• Sebelah timur dari negara Indonesia merupakan Sirkum Pasifik. Negara Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng, yang terdiri dari: • Pada bagian utara dari negara Indonesia yang berbatasan dengan tameng Asia yang hingga saat ini mengalami perluasan hingga dikenal dengan Lempeng Asia. • Pada bagian barat serta selatan dari negara Indonesia yang berbatasan dengan benua Gondwana India, dasar Samudera Hindia, Australia, serta perluasan yang sering dikenal dengan sebutan Lempeng Indo Australia.

• Pada bagian timur dari negara Indonesia yang berlokas di dasar Samudera Pasifik. Negara Indonesia terletak pada tiga dangkalan, yang terdiri dari: • Dangkalan Sunda • Dangkalan Sahul • Laut Pertengahan Australia Asiatik 4. Letak Geomorfologis Secara geomorfologis yang merupakan letak negara Indonesia berdasarkan bentuk permukaan buminya. Beberapa contoh yang termasuk ke dalam letak geomorfologis adalah, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, dan masih banyak lagi.

5. Letak Maritim Letak maritim merupakan letak dari suatu tempat yang dilihat atau ditinjau berdasarkan sudut kelautan yang ada. Letak maritim negara Indonesia sendiri adalah pada bagian timur Indonesia dikelilingi oleh Samudera Pasifik, pada bagian selatan Indonesia dikelilingi oleh Samudera Hindia, sedangkan pada bagian utara Indonesia terletak pada laut Cina Selatan.

Gambar Negara Indonesia (sumber: tribunnews.com) Dampak Positif dan Negatif Letak Indonesia Karena letaknya yang strategis, letak negara Indonesia memiliki dampak positif serta dampak negatif yang digunakan sebagai jalur perdagangan dunia, simak informasi berikut. 1. Dampak Positif • Dampak positif yang pertama, karena letaknya yang strategis dapat menyebabkan negara Indonesia mudah melakukan perdagangan ke negara lain.

Dengan begitu, hasil produksi dari Indonesia dapat dengan mudah dipasarkan, begitu pula sebaliknya dimana negara Indonesia dapat dengan mudah melakukan impor barang yang ada dari berbagai negara. • Dampak positif yang kedua, karena letaknya yang strategis negara Indonesia merupakan tempat pertemuan arus yang seringkali membawa banyak mikroorganisme plankton di dalam laut.

Hal tersebut yang menyebabkan kegiatan perikanan di Indonesia berjalan lancar, karena mikroorganisme plankton tersebut merupakan makanan ikan. Selain itu, karena wilayah perairannya yang luas, SDA atau sumber daya alam yang ada seperti ikan, kerang, serta bahan tambang yang ada seperti minyak bumi berlimbah di Indonesia.

• Dampak positif yang ketiga, karena letaknya yang strategis negara Indonesia kaya akan berbagai flora, fauna, suku, bangsa, budaya, serta etnis di dalamnya. Dengan begitu, keragaman yang ada seringkali menarik perhatian turis dan menjadi salah satu modal untuk pengembangan potensi pariwisata yang ada di Indonesia.

2. Dampak Negatif • Dampak negatif yang pertama, karena merupakan sebuah negara kepulauan pengawasan teritorial yang ada menjadi sulit. Hal ini dikarenakan, Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri dari begitu banyak pulau di dalamnya.

Dengan begitu, pemerintah akan kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh wilayah yang menjadi teritorial di Indonesia. • Dampak negatif yang kedua, karena merupakan sebuah negara kepulauan akan sulit untuk mengawasi keamanan di negara Indonesia. Selain itu, hal ini seringkali dimanfaatkan oleh berbagai oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penyelundupan serta tindak kejahatan karena pintu masuk melalui laut yang mudah dimasuki.

Pengaruh Letak Indonesia Karena memiliki lokasi yang strategis, lokasi negara Indonesia juga mempengaruhi kehidupan masyarakat yang ada didalamnya. Pengaruhnya tersebut bisa berdampak secara langsung pada berbagai sektor kegiatan, seperti ekonomi, transportasi, serta komunikasi masyarakat. Berbagai dampak tersebut dipengaruhi dengan adanya faktor iklim, geostrategis, serta kondisi tanah pada negara Indonesia sendiri. Seperti yang kita ketahui, negara Indonesia memiliki iklim tropis, yang membuat negara Indonesia mendapat sinar matahari sepanjang tahun dengan jumlah yang hampir sama setiap harinya.

Selain itu, karena terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia, negara Indonesia memiliki pola angin yang selalu berganti secara teratur, yaitu enam bulan sekali, yang dibagi menjadi dua, yaitu angin musim barat dan juga angin musim timur.

Selain itu, secara umum negara Indonesia hanya memiliki dua musim saja yaitu, musim kemarau dan musim penghujan yang biasanya berganti secara teratur, yaitu enam bulan sekali. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai pengaruh dari letak negara Indonesia terhadap berbagai kegiatan manusia. 1. Ekonomi Yang pertama dari pengaruh dari letak negara Indonesia adalah kegiatan ekonomi. Dimana dengan suburnya tanah, maka dapat dengan mudah berbagai macam tanaman tumbuh dengan baik di negara Indonesia.

Selain itu, di Indonesia juga memiliki curah hujan serta penyinaran matahari yang mencukupi, sehingga berbagai faktor tersebut mendukung tanaman tumbuh dengan baik sehingga para petani dapat memproduksi panen. Selain itu, dengan kondisi iklim yang tidak terlalu sulit untuk ditebak serta strategis berperan besar terhadap ekonomi yang ada di negara Indonesia.

Hal ini dikarenakan, dapat menghasilkan hasil bumi yang melimpah sehingga dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi bagi sebagian besar orang. 2. Transportasi Yang kedua dari pengaruh dari letak negara Indonesia adalah kegiatan transportasi.

Dimana karena lokasinya yang terletak di antara dua benua serta diapit oleh dua Samudera, membuat kegiatan transportasi yang ada sangat dibutuhkan. Posisi negara Indonesia yang ada tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan yang berada di bidang hubungan perdagangan Internasional. Hal ini dikarenakan, lokasi negara Indonesia yang dapat diibaratkan sebagai persimpangan pada lalu lintas yang ada pada perdagangan Internasional, sehingga sudah dipastikan bahwa perdagangan Internasional yang terjadi akan melewati negara Indonesia terlebih dahulu dalam berbagai bentuk baik darat, laut, serta utara.

Karena lokasi yang strategis tersebut, dapat menguntungkan sistem transportasi yang ada dimana dapat menghubungkan berbagai bangsa yang ada di antara kedua benua tersebut. 3. Komunikasi Yang ketiga dari pengaruh dari letak negara Indonesia adalah kegiatan komunikasi. Seperti yang kita ketahui, negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai budaya, suku, dan ras yang mempengaruhi pada penghasilan budaya yang digunakan menjadi beragam.

Seperti contohnya, pada Pulau Sumatera sendiri saja terdapat beberapa bahasa, seperti bahasa Aceh, bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Melayu, serta bahaya Lampung.

Pada Pulau Jawa terdapat bahasa Sunda serta bahasa Jawa. Pada Pulau Kalimantan terdapat bahasa Dayak dan bahasa Banjar. Bahasa yang ada tersebut dapat dijadikan sebagai identitas suatu bangsa dan menjadi sarana komunikasi yang sudah ada sejak lama, hal ini membuat keberagaman pada negara Indonesia yang merupakan salah satu kekayaan yang wajib dibanggakan oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga artikel terkait : • Lapisan Atmosfer • Contoh Penerapan Konsep Geografi • Struktur Lapisan Bumi • Pengertian Geografi • Konsep Geografi • Air Tanah • Sistem Informasi Geografis (GIS) • Perbedaan Iklim dan Cuaca • Susunan Tata Surya • Sistem Tata Surya • Urutan Planet Tata Surya • Teori Pembentukan Bumi dan Tata Surya Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1 MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 yaitu Umum • (About Me) 6.1.

Sebarkan ini: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Litosfer (Lapisan Kulit Bumi) Pengertian Geomorfologi Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri.

Geomorfologi biasanya diterjemahkan sebagai ilmu bentang alam. Mula-mula orang memakai kata fisiografi untuk ilmu yang mempelajari tetang ilmu bumi ini, hal ini dibuktikan pada orang-orang di Eropa menyebut fisiografi sebagai ilmu yang mempelajari indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera tentang iklim, meteorologi, oceanografi, dan geografi. Akan tetapi orang, terutama di Amerika, tidak begitu sependapat untuk memakai kata ini dalam bidang ilmu yang hanya mempelajari ilmu bumi saja dan lebih erat hubungannya dengan geologi.

Mereka lebih cenderung untuk memakai kata geomorfologi. Ditinjau dari asal bahasa, geomorfologi terdiri dari tiga kata, yaitu geos, morphos, dan logos. Geos berarti bumi, morphos berarti bentuk, dan logos berarti ilmu. Sehingga geomorfologi dimengerti sebagai ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi.

Geomorfologi adalah bidang ilmu yang mempelajari bentuk permukaan secara geografis (morfologi (morphology) / bentuklahan (landform) / bentang-alam). Selanjutnya dalam bendel pelajaran ini dipergunakan istilah bentang-alam. Dalam mempelajarinya, mencakup deskripsi, wilayah sebaran/distribusi, dan genesis (cara kejadiannya). Bentang-alam merupakan fenomena kebumian. Pembentuk bentang-alam adalah batuan yang telah mengalami peristiwa tertentu, dan hasil interaksi antara peristiwa yang bersumber dari dalam bumi, dan yang bersumber dari luar bumi.

Prinsip dari geologi adalah pokok ilmu yang mempelajari batuan dalam pengertian luas dan proses yang bekerja pada batuan tersebut. Dengan demikian geomorfologi berguna sebagai penunjang dan ditunjang oleh geologi. Bloom (1978) menilai, bahwa geomorfologi harus ditinjau dari penyusunnya yaitu faktor mineralogi, litologi, proses perubah asal luar (eksogen), dan faktor endogen misalnya gaya tektonik maupun volkanik. Verstappen (1983) mengartikan geomorfologi sebagai ilmu yang mempelajari bentang-alam, tercakup di dalamnya mengenai proses pembentukan, genesa, dan kaitannya dengan lingkungan.

Sebagai salah satu ilmu kebumian, geomorfologi dapat disebut bagian dari lingkungan fisik (physical environment). Dikarenakan kehidupan di bola bumi ini tidak dapat menghindarkan diri dari bentang-alam, maka ada relevansi aplikasi geomorfologi (applied geomorphology) dalam kehidupan Metode tidak langsung berarti pengetahuan dan pemahaman terhadap proses geomorfologi di suatu lokasi melalui media tertentu.

Sebagai media dapat memanfaatkan peta tematik (proses geomorfologi) kalau sudah ada publikasinya. Selain itu dapat menginterpretasi dan menganalisis dari seri multi waktu (multi temporal) terhadap peta topografi, peta RBI (Rupabumi Digital Indonesia), potret udara, atau citra pengindraan jarak jauh lainnya. Metode paling klasik yaitu secara langsung pada lokasi dimana: 1) proses tersebut sedang berlangsung, atau 2) identifikasi terhadap jejak proses geomorfologi (‘fosil’ proses).

Proses oleh alam lebih sering tanpa disertai tanda- tanda awal (early warning), rentang waktu kejadian relatif singkat, dan kadang- kadang intensitasnya kuat. Dikarenakan kondisi seperti itu, maka cara nomor 1) bukan menjadi pilihan utama, dan lebih sering dilakukan cara ke 2).

Apabila fasilitas terpenuhi lengkap, maka metode kombinasi menjadi pilihan utama. Hal ini didasarkan pada argumen, dari hasil secara geografis tidak langsung sudah diperoleh gambaran awal spasial proses geomorfologi yang dimaksud.

Kemudian tindak lanjut yang dilakukan adalah cara langsung identifikasi di lapangan untuk mengumpulkan data baik secara kualitatif maupun indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera proses tersebut.

Sering karena terbatasnya dana, sebagian pengkajian bentang-alam menggunakan peta topografi sebagai dasar penelaahan. Dengan mempelajari pola kontur, dapat diketahui jenis-jenis bentang-alam. Kelemahan menggunakan peta tersebut, karena cukup tua (edisi jaman penjajah Belanda); sering dijumpai keadaan di lapangan yang sekarang tidak sesuai dengan yang tertera di peta. Sedangkan kalau dana yang tersedia secukupnya, dengan potret udara / citra penginderaan jauh, orang akan lebih senang dan merasa mantap dalam mengkaji bentang-alam.

Berdasarkan teknologi tersebut dapat diketahui keadaan sebenarnya pada saat ini. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Akibat Rotasi Bumi : Pengertian, Gambar, Proses, Dan Gerakan Menurut Para Ahli Thornbury Sutikno Ada beberapa terapan geomorfologi menurut Thornbury dalam Sutikno yaitu: • Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam.

Air tanah di daerah glasial tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati dengan geomorfologi. • Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan endapan bijih. • Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi militer.

Terapan geomorfologi dalam keteknikan ini semua aspek geomorfologi dipertimbangkan • Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak.

• Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi. William Morris Davis Siklus geografis (Geography cycle), diuraikan oleh William Morris Davis adalah teori evolusi modern pertama dari Landscape (e.g. Davis 1889, 1899, 1909), yang diasumsikan sebagai pengangkatan (uplift) yang berlangsung cepat. Proses geomorfik, tanpa komplikasi lebih lanjut dari gerakan tektonik, secara bertahap memakai data lapangan topografi.

Geography cycle di desain untuk memperhitungkan pengembangan bentangan alam yang memiliki temperatur batuan yang terangkat kebawah maupun keatas hingga seragam yang dihasilkan oleh alam untuk menahan terjadinya erosi. Telah memperluas kesemua bentangan alam yang tergabung dalam daratan, daratan es, perigracial landscape, pembentukan alam yang dihasilkan pantai (regresi dan transgresi) dan pembentukan bentangan Karst.

William Morris Davis dalam penemuannya “ geography cycle” urutan waktu bentang alam yang berlangsung melalui tahapan muda (youth), matang (maturity), dan tahapan tua (old age) sehingga dapat di klasifikasikan umurnya. Walther Penck Sebuah variasi pada skema Davis ditawarkan oleh Walther Penck. Menurut model Davisian, pengangkatan (uplift) dan penurunan (planation) berlangsung secara bergantian. Tapi, dalam banyak bentuk lahan (Landscape), uplift dan penggundulan terjadi pada saat yang secara geografis.

Proses tektonik dan penggundulan mengarah ke model yang berbeda dari jaman revolusi landscape, di mana evolusi lereng individu dapat menentukan evolusi seluruh bentuk lahan (Penck 1924, 1953).

Tiga bentuk lereng utama berevolusi dengan kombinasi yang berbeda dari kecepatan uplift (pengangkatan) indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera penggundulan. Pertama, convex slope profiles (profil lereng cembung), akibat pengembangan wax-ing (aufsteigende Entwicklung), terbentuk ketika tingkat uplift melebihi tingkat penggundulan. Kedua, straight slopes, rakibat stasioner (steady-state) pengembangan (gleichförmige Entwicklung), terbentuk ketika uplift dan penggundulan mempunyai tingkat yang sesuai satu sama lain.

Dan ketiga, concave slope (lereng cekung), akibat memudarnya pembangunan (absteigende Entwicklung), bentuk ketika tingkat uplift kurang dari tingkat penggundulan. Kemudian ketiga bagiam ini telah menunjukkan bahwa bentuk lembah-side tidak tergantung pada interaksi sederhana tingkat erosi dan tingkat uplift, tetapi pada bahan lereng dan sifat proses lereng-mengikis.

Gambar 1.2 William Morris Davis ‘siklus geografis’ ideal dimana lanskap yang berkembang melalui ‘hidup-tahapan’ untuk menghasilkan peneplain a. (a) Tahapan Muda: beberapa ‘konsekuen’ sungai, V-berbentuk lembah lintas-bagian, pembentukan formasi dataran banjir (foodplains)area besar dengan drainase buruk medan antara sungai dengan danau dan rawa-rawa, air terjun dan jeram umum di mana aliran lintas lebih sedikit, beberapa menyerupai pada permukaan aslinya.

(b) Matang/dewasa: terintegrasi dengan baik sistem drainase, beberapa aliran mengeksploitasi baris batu lemah, aliran utama telah mencapai grade, air terjun, jeram, danau, dan rawa-rawa yang sebagian besar dihilangkan, floodplains umum di dasar lembah dan bantalan sungai berkelok-keloklembah tidak lebih lebar dari lebar sabuk berliku-liku, relief (perbedaan ketinggian antara titik tertinggi dan terendah) berada pada maksimum, lereng bukit dan sisi secara geografis mendominasi bentuk lahan.

(c) Tahapan tua: batang sungai lembah sangat luas dan landai, floodplains luas dan membawa sungai dengan luas berkelok-kelok, lembah jauh lebih luas daripada lebar sabuk berliku-liku, wilayah antara sungai berkurang tinggi dan aliran membagi tidak begitu tajam seperti pada tahap kematangan, danau, rawa, dan rawa-rawa berada di dataran banjir (foodplains), membuang-buang massa mendominasi proses fluvial, penyesuaian aliran rock jenis sekarang samar-samar, area yang luas terletak di atau dekat tingkat dasar erosi.

Sumber: Diadaptasi dari Holmes (1965, 473) Eduard Bruckner dan Albrecht Penck Lainnya Ahli Geomorfologi sejarah awal menggunakan geologi- sedimen Cally muda untuk menafsirkan peristiwa Pleistosen.

Gambar 1.3 Slope resesi, yang menghasilkan pediplain (p. 381) dan penurunan kemiringan, yang menghasilkan peneplain. Sumber: Diadaptasi dari Gossman (1970) Eduard Bruckner dan Albrecht Penck ini (Ayah Walther) meneliti pada efek glasial di Pegunungan Alpen Bavaria dan forelands mereka memberikan wawasan pertama ke efek zaman es Pleistosen bantuan (Penck dan Bruckner 1901-9).

Urutan sungai-teras klasik mereka memberi nama untuk tahap glasial utama – Donau, Gunz, Mindel, Riss, dan Wurm – dan menjadi bapak geomorfologi Kuarter. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Akibat Revolusi Bumi Konsep Geomorfologi Proses Geomorfologi adalah semua peristiwa baik secara alami maupun non alami yang berperanan dalam merubah bentang-alam yang sudah lebih dahulu terbentuk atau menghasilkan bentang-alam baru.

Terkandung dalam pengertian di atas, tidak ada ketentuan mengenai waktu, baik kapan saat dan rentang waktu berlangsungnya peristiwa tersebut. Apabila mengacu kepada konsep dasar keseragaman (uniformitarianism concept) proses, maka proses geomorfologi dimulai sejak bumi ini padat (waktu geologi), sampai dengan sekarang, yang berbeda adalah kekuatan (intensitas) nya.

Bertitik tolak dari sifat dinamik bumi, ditambah adanya kondisi pada satu waktu yang sama terjadi peristiwa lebih satu macam, maka dalam memahami fenomena bentang-alam sepantasnya dengan pendekatan hipotesis kerja penggandaan (multiple working hypothesis).

Implementasi dari pola kerja tersebut bermakna bahwa suatu bentang-alam tekbentuk oleh lebih dari satu penyebab, namun tidak tertutup kemungkinan dominansi proses tertentu. 10 Konsep dasar geomorfologi yang berada dalam buku Principles of Geomorphology adalah: • Proses-proses fisik dan hukumnya yang terjadi saat ini berlangsung selama waktu geologi, • Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk lahan, • Tingkat perkembangan relief permukaan bumi tergantung pada proses-proses geomorfologi yang berlangsung, • Proses-proses geomorfik terekam pada land forms yang menunjukan karakteristik proses yang berlangsung, • Keragaman erosional agents tercermin pada produk dan urutan land forms yang terbentuk, • Evolusi geomorfologi bersifat kompleks, • Obyek alam di permukaan bumi umumnya berumur lebih muda dari Pleistosen, • Interpretasi yang sempurna mengenai landscapes melibatkan beragam faktor geologi dan perubahan iklim selama Pleistosen, • Apresiasi iklim global diperlukan dalam memahami proses-proses geomorfik yang beragam, dan • Geomorfologi, umumnya mempelajari land forms / landscapes yang terjadi saat ini dan sejarah pembentukannya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Terbentuknya Benua Dimuka Bumi Beserta Penjelasannya Secara Lengkap Proses Geomorfologi. Proses geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk alam proses untuk pengembangan bentuk lahan. Para ahli geomorfologi mencoba untuk memahami kenapa sebuah bentang alam terlihat seperti itu, untuk memahami sejarah dan dinamika bentang alam, dan memprediksikan perubahan di masa depan dengan menggunakan kombinasi pengamatan lapangan, percobaan dan modeling.

Di era modern, geomorphologist proses pertama yang dimulai oleh Leonardo da Vinci dan Grove Karl Gilbert. Dalam risalahnya pada Henry Pegunungan Utah, Amerika Serikat, Gilbert membahas mekanisme proses fluvial (Gilbert 1877), dan kemudian ia menyelidiki pengangkutan puing-puing dengan menjalankan air (Gilbert 1914).

Hingga sekitar tahun 1950, ketika subjek tumbuh pesat, kontributor penting untuk mempertimbangkan proses geomorfologi termasuk Ralph Alger Bagnold, yang menganggap fisika ditiup pasir dan gurun pasir, dan Filip Hjulstrø yang menyelidiki proses fluvial. Banyak para ahli berbeda dalam menaksirkan tentang pengertian proses geomorfologi, mereka beranggapan bahwa yang dimaksud dengan proses disini adalah proses yang berasal dari dalam dan luar bumi (proses endogenik dan proses eksogenik), ada pula yang beranggapan proses disini adalah energi yang berasal dari luar bumi (gaya eksogen) saja.

Adapun pengertian proses disini adalah energi yang bekerja di permukaan bumi yang berasal dari luar bumi (gaya eksogen) dan bukan yang berasal dari dalam bumi (gaya endogen). Proses Ahli Geomorfologi telah melakukanpelajaran merekasetidaknya tigajasa besar. Pertama, mereka telah membangun database tingkat proses di berbagai belahan dunia.

Kedua, mereka telah membangun kembali semakin didefinisikan model untuk memprediksi jangka pendek (dan dalam beberapa kasus jangka panjang) perubahan bentang alam. Ketiga, mereka telah menghasilkan beberapa ide yang sangat kuat tentang stabilitas dan ketidakstabilan dalam sistemgeomorfik.

Proses geomorfologi adalah perubahan-perubahan baik secara fisik maupun kimiawi yang dialami permukaan bumi. Penyebab proses tersebut yaitu benda-benda alam yang kita kenal dengan nama geomorphic agent, berupa air dan angin. Keduanya merupakan ad penyebab yang dibantu dengan adanya gaya berat, dan keseluruhannya bekerja bersama-sama dalam melakukan perubahan terhadap permukaan muka bumi.

Tenaga-tenaga perusak ini dapat kita golongkan dalam tenaga asal luar (eksogen), yaitu yang datang dari luar atau dari permukaan bumi, sebagai lawan dari tenaga asal dalam (endogen) yang berasal dari dalam bumi. Tenaga asal luar pada umumnya bekerja sebagai perusak, sedangkan tenaga asal dalam sebagai pembentuk. Kedua tenaga inipun bekerja bersama-sama dalam mengubah bentuk permukaan muka bumi ini. Pembentukan Perusakan Pengangkutan Tenaga asala dalam Pembentukan struktur Pembentukan gunung api Tenaga asal luar Gradasi Pelapukan Tenaga dari luar bumi Adanya jatuhan dari meteor Tenaga asal luar Pengangkutan bahan Erosi Gelombang Geomorfologi bukan hanya sekedar mempelajari bentuk lahan yang tampak saja, tetapi juga mentafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang mengakibatkan pembentukan dan perubahan muka bumi.

Jadi meliputi bentuklahan ( landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari hubungan antara bentuk lahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan.

Dengan demikian bahwa dalam mempelajari geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses geomorfologi yang menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan bentuk lahan.

Konsep dasar Geomorfologi perlu dipahami secara baik untuk mempelajari Geomorfologi dalam membantu mengenal dan menganalisa kenampakan bentuk lahan di permukaan bumi, sehingga pada akhirnya dapat mengenal peristilahan baik secara deskriptif maupun secara empiris, terutama nanti dalam melakukan klasifikasi bentuk lahan.

Geomorfologi mempunyai peran dan terapan dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen. Contoh daerah yang mengalami perubahan bentuk permukaan muka bumi: Palung laut merupakan bentuk paritan memanjang dengan kedalaman mencapai lebih dari 6.500 meter. Umumnya palung laut ini merupakan batas antara kerak samudera India dengan tepian benua Eurasia sebagai bentuk penunjaman yang menghasilkan celah memanjang tegak lurus terhadap arah penunjaman Beberapa patahan yang muncul di sekitar palung laut ini dapat reaktif kembali seperti yang diperlihatkan oleh hasil plot pusat-pusat gempa atau episentrum di sepanjang lepas pantai pulau Sumatera dan Jawa.

Sesar mendatar Mentawai yang ditemukan pada Ekspedisi Mentawai Indonesia-Prancis tahun 1990-an terindikasi sebagai sesar mendatar yang berpasangan namun di berarapa bagian memperihatkan bentuk sesar naik. Hal ini merupakan salah satu sebab makin meningkatnya tekanan kompresif dan seismisitas yang menimbulkan kegempaan.

Di bagian barat pulau Sumatera, pergerakan lempeng samudera India mengalibatkan terangkatnya sedimen (seabed) di kerak samudera dan prisma-prisma akresi yang merupakan bagian terluar dari kontinen.

Sesar-sesar normal yang secara geografis di daerah bagian dalam yang memisahkan prisma akresi dengan busur kepulauan mengakibatkan peningkatan pasokan sedimen yang lebih besar.

Demikian pula akibat terjadinya pengangkatan tersebut maka morfologi palung laut di kawasan ini memperlihatkan bentuk lereng yang terjal dan sempit dibandingkan dengan palung yang terbentuk di kawasan timur Indonesia. Daerah lain terjadinya geomorfologi yaitu daerah semarang indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera merupakan salah satu kota pantai yang di indonesia. Dikawasan indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera terdapat berbagai fasilitas publik yang bernilai sangat tinggi, seperti pelabuhan dan terminal bus antar kota.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

disamping itu juga terdapat tempat kawasan perumahan yang bernilai sejarah seperti kawasan kota lama, perumahan mewah, kawasan wisata pantai, permukiman kumuh, perikanan, sawah, dsb. Kita dapat melihat kondisi geomorfologi dan kondisi kawasan yang dijumpai pada kota semarang Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Teori Pembentukan Bumi – Pengertian, Nebula, Planetisima, Tidal, Bintang Kembar, Big Bang Mengukur proses geomorfik Beberapa proses geomorfik memiliki catatan panjang surement-langkah.

Tertua tahun-demi-tahun rekor adalah tingkat banjir fl dari Sungai Nil di Mesir yang lebih rendah. Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera Tahunan di Kairo yang tersedia dari zaman Muhammad, dan beberapa catatan batu-tertulis tanggal dari dinasti pertama dari firaun, sekitar 3100 SM. Jumlah sedimen setiap tahunnya dilakukan menyusuri Sungai Mississippi telah diukur selama tahun 1840, dan tingkat penggundulan modern di beberapa sungai utama di dunia diperkirakan pada 1860-an.Upayapertamauntuk mengukur tingkat pelapukan dibuat pada akhir abad kesembilan belas.

Tapi revolusi kuantitatif dalam geomorfologi, dimulai padatahun 1940-an, yang sebagian besar bertanggung jawab untuk mengukur tingkat proses dalam lingkungan yang berbeda. Sejaksekitar tahun 1950, upaya untuk mengukur proses geomorfik di lapangan telah tumbuh cepat. Contoh awal adalah karya Anders Rapp (1960), yang mencoba untuk mengukur semua proses yang aktif dalam lingkungan subarctic dan menilai mereka komparatifti vesignifikansi.

Studinya memungkinkan dia untuk menyimpulkan bahwa agen yang paling kuatdari penghapusan dari Sungai Karkevagge menjalankan air bantalan materi dalam solusi. Peningkatan jumlah hillslopesdan drainase cekungan memiliki telah terinstrumentasi, yang adalah alat ukur diinstal untukmerekam berbagai proses geomorfik.

Instrument yang digunakan di lereng bukit dan geomorfologi umumnya dijelaskan dalam beberapa buku (misalnya Goudie 1994). Menariknya, beberapa tangkapan diinstrumentasi didirikan pada tahun 1960 baru-baru ini mendapat perhatian tak terduga dari para ilmuwan mempelajari pemanasan global, karena catatan abadi decade di daerah iklim sensitif – lintang tinggi dan ketinggia – sangat berharga.

Namun, setelah setengah abad pengukuran di lapangan intensif, beberapa daerah termasuk Eropa dan Amerika Utara, masih memiliki lebih baik cakupan dari daerah lain. Dan program-program pengukuran bidang idealnya harus berkelanjutan dan bekerja pada sebagian resolusi halus, karena nilai ukur pada tempat tertentu bervariasi melalui waktu dan mungkin tidak mewakili dari tempat-tempat terdekat. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Awal Mula Terbentuknya Laut Di Bumi Menurut Peneliti Kelautan Jenis Klasifikasi Geomorfologi Berdasarkan asal sumber tenaga penyebab proses geomorfologi, Selby (1985) membagi proses yang berasal dari dalam (endogenic process), dan dari luar (exogenic process), bumi (Gambar 2.1).

Thornbury (1969), menambahkan pada proses asal luar indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera dengan proses yang berasal dari aktivitas organisme (termasuk manusia), dan proses ekstraterestrial. Pembahasan secara rinci untuk masing-masing proses seperti di bawah ini. Proses Endogenik (endogenic process) Inti dalam bumi yang mempunyai temperatur tidak kurang dari 8.000 0C secara hipotetik diyakini sebagai sumber dari proses asal dalam bumi ini.

Bloom (1978) menyebutkan proses ini sebagai proses membangun (constructional process). Disebutkan seperti itu, dikarenakan hasil dari proses tersebut adalah bentang-alam baru yang sebelumnya tidak ada. • Tektonik Pada skala dunia/global, pancaran panas dari inti indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera menimbulkan aliran panas geotermal (geothermal heat flow), dan konveksi pada lapisan mantel bumi / convection in the mantle (Selby, 1985).

Arah gerakan aliran panas geotermal vertikal dari inti bumi menuju kerak bumi, menimbulkan amblesan tektonik (tectonic subsidence) dan pengangkatan tektonik (tectonic uplift), dan seismik. Gerak konveksi, aliran energi panasnya berputar, menimbulkan gerak-gerak lempeng (plate movement). Ditinjau dari pandangan skala lokal maupun regional, disebabkan oleh proses tektonik akan terjadi epirogenesa, dihasilkan pembentukan bentang- alam struktural jenis pegunungan blok (blocked faulted mountain).

Gerak lempeng menimbulkan orogenesa, menghasilkan bentang-alam struktural jenis pegunungan lipatan (folded mountain).

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Kompleksitas proses tektonik sebagai penyebab seringnya temuan pembentukan bentang-alam struktural cenderung kompleks. • Volkanisme Volkanisme / Kegunungapian dalam pandangan global terbentuk oleh salah satu dari dua cara, yaitu akibat pemekaran lantai samudra (sea floor spreading) dari kerak samudra (oceanic crust), atau akibat tumbukan dua lempeng (subduction) dari lempeng samudra dengan lempeng benua (continental crust).

Wilayah gunungapi/volkan hasil pemekaran yang sangat terkenal adalah Kepulauan Hawai. Sebaran gunungapi aktif di sekeliling Samudra Pasifik mencapai >60 % dari total di dunia.

Proses Eksogenik (exogenic process) Sumber utama proses asal luar bumi berasal dari radiasi matahari (solar radiation). Radiasi matahari dipantulkan kembali oleh atmosfer ke ruang angkasa sebanyak 31 %, diserap oleh atmosfer 20 %, dan diserap oleh permukaan bumi 49 % (Slaymaker, and Spencer, 1998).

Pancaran radiasi matahari pada permukaan bumi menghasilkan enerji yang berputar dan atraksi vertikal (Gambar 2.1b, Selby, 1985). Dari kedua-duanya berkembang berbagai proses eksogenik.

Proses ini tidak akan pernah membentuk bentang- alam baru tanpa merusak yang sudah ada sebelumnya, dengan alasan itu Bloom (1978) menamakannya sebagai proses yang merusak (destructional process) • Degradasi Proses eksogenik apabila terjadi normal, diawali dengan degradasi di suatu tempat, dan diakhiri dengan agradasi di tempat lain.

Degradasi pada morfologi dicirikan oleh penurunan elevasi akibat pelapukan, erosi, gerakan tanah, atau transportasi bahan hasil pelapukan & erosi maupun gerakan tanah. Hasil akhir dari transportasi adalah agradasi di tempat lain. • Pelapukan Pelapukan batuan diindikasikan oleh perubahan pada batuan asal. Empat faktor berpengaruh dalam proses pelapukan, yaitu 1) sifat batuan, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera iklim, 3) topografi, dan 4) vegetasi.

Secara ringkas dicontohkan, sama- sama batuan sedimen, dengan komposisi dominan mineral kuarsa lebih sukar lapuk dibandingkan dengan batulanau. Batuan yang sama akan lebih cepat mengalami pelapukan di daerah beriklim hujan tropik dibandingkan dengan di daerah sub-tropik. Bentang-alam berelief memberi peluang pelapukan lebih intensif dibandingkan dengan bentang-alam secara geografis berelief. Kelebatan vegetasi mempercepat proses pelapukan. Perubahan tersebut dapat bersifat mekanik-fisik yang dikenal sebagai pelapukan fisik / disintegrasi, dan perubahan kimia atau disebut pelapukan kimia / dekomposisi.

Notohadiprawiro (2000) menambahkan satu jenis pelapukan lagi yaitu pelapukan biologi. Pelapukan terjadi pada bagian/zone litosfer yang tersingkap, kemudian mengalami interaksi dengan proses eksogenik yang kemudian berlangsung, dan zone ini disebut sebagai zone pelapukan (zone of weathering). Pelapukan fisik ditentukan oleh lima faktor, yaitu: 1) ekspansi akibat kehilangan beban, 2) pertumbuhan kristal, 3) ekspansi akibat panas, 4) aktivitas organik, dan 5) penyumbatan koloid (Reiche, 1950, dalam Thornbury, 1969).

Selain lima faktor tersebut, pelapukan ini disebabkan oleh: perbedaan perilaku termal antarmineral, pembekuan air pada celah batuan, pelarutan garam diikuti rekristalisasi, hidrasi mineral, perubahan kandungan air, penembusan akar tumbuhan (Notohadiprawiro, 2000). Pelapukan jenis ini lebih banyak berkembang di daerah beriklim relatif kering.

Salah satu ciri utama hasil pelapukan ini adalah pengurangan ukuran dari batuan asal, oleh karena itu disebut disintegrasi. Hasil pelapukan fisik yang dominan disebabkan oleh ekspansi akibat kehilangan beban, termasuk sering dijumpai di lapangan yaitu pembentukan eksfoliasi/pengelupasan pada batuan beku.

Pelapukan kimia secara umum lebih potensial berlangsung dibanding pelapukan fisik, apalagi pada suatu daerah seperti di Indonesia yang beriklim tropik-basah.

Secara sederhana, identifikasi di lapangan bahwa suatu batuan telah mengalami pelapukan kimia apabila warna batuan telah berubah dari warna batuan asal. Sebagian besar pelapukan kimia menghasilkan: penambahan volume, densitas mineral berkurang (menjadi lebih kecil), perluasan bidang kontak pelapukan akibat pengecilan ukuran, mineral yang bersifat mobil lebih banyak, dan mineral stabil juga lebih banyak (Thornbury, 1969).

Jenis-jenis pelapukan kimia adalah: 1) hidrasi / hydration, 2) hidrolisis / hydrolysis / pemecahan oleh air, 3) oksidasi/oxidation, 4) karbonatasi / carbonation. Temuan paling banyak di sekitar kita adalah batuan menjadi berwarna coklat – coklat kemerahan akibat pelapukan kimia jenis oksidasi.

Pelapukan biologi, di alam dua jenis pelapukan tersebut di atas secara mutlak tidak terlepas dari peranan jasad (mikro organik) dalam percepatan proses pelapukan. Organisme yang tumbuh di atas permukaan batuan, seperti lumut, ganggang, bakteri, dan lain sebagainya, hasil interaksinya dengan batuan sebagai awal terjadi pelapukan.

Akar dalam batuan akan berperanan memecahkan batuan itu. Terhadap mineral penyusun batuan zat organik akan melarutkan senyawa tertentu antara lain fosfat, Ca & Mg karbonat, dan lain-lain. Perlu dimengerti, bahwa degradasi jenis pelapukan tidak selalu harus diikuti dengan erosi, dan sebaliknya erosi tidak harus selalu didahului dengan pelapukan. Hal seperti itu dapat dicontohkan pada daerah gunungapi aktif seperti Merapi di utara Yogyakarta; batuan hasil erupsi tanggal 14 Juni 2006 belum terlapuk, tetapi telah dierosi menghasilkan aliran lahar dingin, kemudian diendapkan sebagai endapan lahar yang terdiri dari pasir dan batu secara geografis.

• Erosi & transportasi Ketika batuan mengalami pelapukan, secara hakiki bahan tersebut berpeluang terjadi erosi. Peluang tersebut akan bertambah besar, apabila hadir pemicunya, antara lain penambahan kecuraman lereng bentang-alam, dan atau penambahan kandungan air dalam batuan. Kedua penambahan tadi akan mengurangi angka sudut geser dalam batuan. Ketika erosi berlangsung, yaitu pemisahan batuan dari ‘induk’nya (massa asal) segera diikuti oleh proses transportasi ke tempat lain yang secara elevasi lebih rendah posisinya.

Sebagai agen erosi & transportasi secara alam dilakukan oleh aliran air, gelombang & arus laut, angin, gletser, dan organisme.

Selain itu, meskipun relatif tidak begitu intensif, aktifitas manusia merupakan agen juga. Pada permukaan daratan di bumi, aliran air sangat dominan dibandingkan dengan agen erosi & transportasi secara geografis lain. Aliran air mengambil porsi >70 % dari seluruh agen, bayangkan keberadaannya mulai dari elevasi ribuan meter di ujung gletser sampai dengan lereng benua (continental slope) di bawah laut. Agen gelombang & arus laut ditemui hanya di wilayah pantai dan pesisir.

Agen angin bekerja aktif di wilayah bekas salju yang telah mencair, daerah aliran sungai (DAS) yang besar, pantai dan pesisir yang berhadapan dengan samudra luas, dan daratan di ‘lintang tengah’ beriklim kering. Agen gletser efektif berperanan di wilayah dengan elevasi lebih dari 4.000 m dpal., atau di wilayah ‘lintang tinggi’ sampai dengan kutub.

• Gerakan tanah Gerakan tanah mempunyai kesamaan dengan proses erosi & transportasi yaitu adanya proses pelepasan dan pemindahan batuan dari ‘induk’nya. Pembeda antara dua proses tersebut yaitu pada gerakan tanah memerlukan waktu relatif singkat, dan cakupan luasan daerah yang mengalami relatif sempit. Proses gerakan tanah terjadi oleh kondisi penyebab yang bersifat pasiv, dan pengaktifan (Sharpe, 1938, dalam Thornbury, 1969).

Penyebab pasiv yang dimaksud adalah: a) sifat litologi, b) stratigrafi, c) struktur geologi, d) bentang-alam, e) iklim, dan f) organik.

Tercakup dalam penyebab pengaktifan meliputi: pemindahan baik alami maupun oleh manusia, penajaman sudut lereng oleh aliran air, dan pembebanan berlebihan baik oleh air hujan maupun yang lain.

• Aktifitas Organisme Seperti telah dituliskan dalam pembahasan pelapukan biologi, tumbuh- tumbuhan turut andil dalam proses geomorfologi, utamanya berperanan dalam proses pelapukan fisik maupun kimia.Hewan juga dapat sebagai agen proses geomorfologi, seperti halnya tumbuh-tumbuhan.

Aktifitas dua agen tersebut mencakup luasan yang sempit, sehingga tidak segera tampak oleh pandangan mata dalam waktu yang singkat. Manusia di antara aktivitasnya tidak tertutup kemungkinan sebagai agen proses geomorfologi. Dengan mengandalkan ukuran jasad dan karunia akal pikiran, dampak degradasi bentang-alam lebih luas dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh hewan atau tumbuh-tumbuhan.

Walaupun demikian dalam pandangan geomorfologi dampak tersebut kurang signifikan. Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi, IPS Ditag apa arti dari geomorfologis, aspek aspek geomorfologi, aspek kajian geomorfologi, badan penerbit fakultas geografi ugm, bentang alam vulkanik, bentuk lahan fluvial pdf, bentuk lahan struktural pdf, buku geologi dan geomorfologi indonesia, buku geomorfologi, buku geomorfologi pdf, cabang ilmu geomorfologi, contoh geomorfologi brainly, fenomena geomorfologi di muka bumi, geologi, geomorfologi academia, geomorfologi adalah brainly, geomorfologi indonesia, geomorfologi indonesia adalah, geomorfologi maluku utara, geomorfologi pantai dan karang, geomorfologi pdf, geomorfologi sulawesi, geomorfologi terapan, hubungan geomorfologi dengan ilmu tanah, jenis geomorfologi, jurnal geomorfologi indonesia pdf, jurnal geomorfologi ugm, klasifikasi bentuk lahan, klasifikasi geomorfologi, klasifikasi geomorfologi van zuidam, klasifikasi geomorfologi van zuidam pdf, klasifikasi morfogenesa, konsep dasar geomorfologi, makalah geomorfologi indonesia, manfaat geomorfologi, manfaat ilmu geomorfologi, morfogenesa adalah, oseanografi adalah, pengantar geomorfologi, Pengertian Geomorfologi, pengertian geomorfologi menurut para ahli, peta geomorfologi, prinsip dasar geomorfologi, proses geomorfik pdf, proses geomorfologi, sejarah singkat ilmu geomorfologi di dunia, struktur geologi dan geomorfologi Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Penjelasan Sistem Ekskresi Pada Manusia Secara Lengkap • Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan • Penjelasan Proses Pernapasan Pada Manusia Lengkap • Fungsi Asam Nukleat Dalam Tubuh Makhluk Hidup • Gangguan Proses Metabolisme – Pengertian, Karbohidrat, Asidosis, Fenilketorunia, Hipertiroid, Addison, Protein, Lemak • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
7 Benua di Dunia – Benua merupakan dataran luas serta dikelilingi lautan dan letaknya berada di bumi.

Bumi pada masa sekarang memiliki 7 benua yang memiliki karakteristiknya masing-masing. Setiap benua tersebut juga memiliki beberapa negara di dalamnya. Benua dalam KBBI adalah bagian bumi berupa tanah atau daratan yang sangat luas yang mengakibatkan bagian tengah benua tidak terpengaruh pada angin laut.

Beberapa benua yang ada di bumi yaitu, Benua Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa, dan Australia. Born to Travel adalah buku karya bersama yang ditorehkan oleh sejumlah pejalan yang sepakat beranggapan bahwa ruang sempit bernama “dunia kerja” tidak berhak membatasi hasrat untuk menjelajah setiap sudut kolong langit. Born to Travel akan mengajak pembaca mengunjungi sebelas negara melalui sebelas perjalanan yang luar biasa.

Benua-benua tersebut memiliki luasnya masing-masing. Dalam artikel ini akan dijelaskan benua-benua mulai dari yang memiliki luas terbesar hingga terkecil. Untuk tahu lebih lanjut mengenai 7 benua terbesar di dunia, mari simak ulasan berikut.

Daftar Isi • 1. Benua Asia • 2. Benua Afrika • Anda Mungkin Juga Menyukai • 3. Benua Amerika Utara • 4. Benua Amerika Selatan • 5. Benua Antartika • 6. Benua Eropa • 7. Benua Australia 1. Benua Asia Benua Asia merupakan benua yang terbesar di dunia. Luas daratannya mencapai 44.579.000 kilometer persegi atau sekitar 29,5% dari luas bumi.

Karena benua ini sangat luas, benua ini memiliki penduduk sekitar 4.164.252.000 jiwa atau sekitar 60% dari total populasi manusia di bumi serta terdapat 45 negara di dalam Benua Asia.

Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa Benua Asia dikenal sebagai benua “Timur”. Benua Asia namanya diambil dari bahasa Fenisia/Suria/Yunani Kuno yang artinya yaitu.

Hal ini dikarenakan Benua Asia terletak di sebelah timur dari kerajaan Yunani. Benua Asia juga dibagi menjadi beberapa wilayah yang meliputi, Asia Tengah, Asia Timur, Asia Barat, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Jika dilihat secara astronomis, Benua Asia terletak di antara 26 derajat Bujur Timur – 170 derajat Bujur Timur dan 11 derajat Lintang Selatan – 80 derajat Lintang Selatan.

Sedangkan dari letak geografisnya Benua Asia terletak di antara tiga benua, yaitu Benua Eropa. Benua Australia, dan Benua Amerika.

Selain itu letak geografisnya, benua ini juga terletak di antara beberapa samudera yang mengelilinginya, yaitu Samudra Hindia, Samudra Atlantik, dan Samudra Arktik. Benua Asia memiliki beberapa karakter. Tentunya berbeda dengan benua-benua lain. Karakter Benua Asia meliputi.

Rp 78.000 • Benua dengan penghasil minyak bumi terbesar, yaitu di negara Arab Saudi; • Benua yang memiliki luas laut terbesar yaitu, Laut Cina Selatan; • Benua Asia merupakan tempat lahirnya beberapa agama seperti, agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu; • Banyak terdapat bangunan yang masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia yang meliputi, Tembok Raksasa di China, Candi Borobudur di Indonesia, Ka’bah di Saudi Arabia, dan Taj Mahal di India. • Terdapat beberapa pegunungan tertinggi di dunia yang meliputi, Pengunungan Himalaya, Gunung Everest, dan dataran tinggi Tibet.

Puncak tertinggi berada di Gunung Everest yang memiliki ketinggian sekitar 8.848 meter di atas permukaan laut. • Terdapat beberapa negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar seperti, Jepang, India, Indonesia, Tiongkok, Pakistan, dan Bangladesh. 2. Benua Afrika Benua Afrika merupakan benua kedua terbesar di dunia. Benua ini memiliki luas sekitar 30.370.000 kilometer persegi atau sekitar 20,4% dari luas bumi.

Benua ini memiliki populasi penduduk dengan jumlah 1,020.201.229 jiwa di mana termasuk 15% dari populasi manusia di bumi. Benua ini membentang 8.000 kilometer dari utara ke selatan dan 7.400 kilometer dari timur ke barat. Titik utara yang ada di Benua Afrika berada di kota Al-Ghiran, Tunisia. Lalu titik yang paling selatan berada di kota Tanjung Agulhas Gwardafuy, Somalia.

Kemudian titik paling barat berada di kota Almadi Point, Tanjung Verde, Senegal. Benua Afrika dapat dikatakan sebagai benua “Ibu”. Hal ini dikarenakan Afrika menjadi benua tertua yang telah dihuni.

Nenek moyang dari manusia telah hidup di Afrika selama 5.000.000 tahun yang lalu. Dilihat dari garis astronomisnya, letak dari Benua Afrika berada di 37 derajat Lintang Utara – 34 derajat Lintang Selatan dan 17 derajat Bujur Barat – 51 derajat Bujur Timur. Beberapa negara yang ada di Afrika dilewati oleh meridian utama yang telah digunakan secara internasional, yaitu garis bujur Greenwich yang berawal dari Kutub Utara yang melewati Kota Greenwich, Inggris.

Benua Afrika juga memiliki karakteristiknya tersendiri. Berikut adalah karakteristik yang perlu diketahui. • Benua yang dikenal sebagai Benua “Hitam” karena mayoritas penduduk di Benua Afrika memiliki kulit berwarna hitam. • Memiliki gurun terluas di dunia, yaitu Gurun Sahara yang memiliki lua 8.400.000 kilometer persegi. Gurun ini membentang dari barat yaitu Senegal ke sebelah timur yaitu Kenya. • Memiliki sungai terpanjang di dunia, yaitu Sungai Nil yang memiliki panjang 6.690 kilometer.

• Terdapat banyak piramida yang merupakan makam dari raja-raja Mesir. Piramida tersebut juga termasuk ke dalam keajaiban indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera. 3.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Benua Amerika Utara Benua Amerika Utara merupakan salah satu bagian dari Benua Amerika, namun benua ini terpecah menjadi dua bagian. Benua ini memiliki luas sekitar 24.490.000 kilometer persegi. Populasi manusia pada benua ini juga memiliki jumlah sebanyak 542.056.000 jiwa di mana hanya 16,5% dari keseluruhan populasi manusia di bumi. Terdapat sebanyak 23 negara yang termasuk ke dalam wilayah Benua Amerika Utara.

Benua ini merupakan benua terbesar indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera dunia pada urutan ketiga setelah Benua Asia dan Afrika. Selain itu, benua ini menduduki urutan keempat dengan jumlah populasi terbanyak setelah Benua Asia, Afrika, dan Eropa. Beberapa orang Eropa mengatakan bahwa Amerika Utara dan Amerika Selatan dijuluki sebagai Amerigo Vespucci yang artinya tidak sama dengan Hindia Timur.

Hal tersebut dikatakan oleh orang Eropa pertama yang menemukan Benua Amerika. Benua Amerika Utara memiliki hubungan tanah dengan tanah genting Panama. Hubungan ini hanya berdasarkan geopolitik, area seluruh Panama termasuk bagian timur terusan Panama telah dianggap sebagai bagian dari Amerika Utara juga. Namun, beberapa pakar mengatakan bahwa tanah dari Amerika Utara tidak berawal dari tanah genting Panama, tetapi di tanah genting Tehuantepec dengan daerah yang menghalangi maka dianggap sebagai Amerika Tengah yang bersandar pada lempengan Karibia.

Banyak orang yang menganggap daerah Amerika Tengah sebagai Amerika Utara karena wilayah tersebut terlalu kecil untuk menjadi benua sendiri. Sedangkan Greenland yang merupakan bagian dari Amerika Utara, bahkan secara geografis dan lempeng tektoniknya sama tidak dianggap sebagai bagian dari wilayah Amerika Utara secara politis. Baca yaitu 5 Samudra di Dunia 4. Benua Amerika Selatan Benua Amerika Selatan merupakan benua terbesar di dunia yang masuk pada urutan keempat.

Benua ini memiliki luas daratan sekitar 17.840.000 kilometer persegi. Populasi manusia dalam benua tersebut sebanyak 392.555.000 jiwa atau sekitar 6% dari jumlah penduduk di dunia. Benua ini juga memiliki beberapa negara di dalamnya, yaitu sekitar 12 negara saja. Secara geografis benua ini berada di antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik yang menyambung dari Amerika Utara melalui Tanah Genting Panama.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Benua ini dilintasi oleh garis khatulistiwa, dan sebagian daratannya merupakan bagian bumi bagian selatan. Oleh karena itu iklim yang ada di benua ini cenderung iklim tropis dan subtropis. Amerika Selatan ini diduga telah didiami oleh manusia pada pertama kali berasal dari imigrasi rakyat Asia yang melewati Tanah Genting Bering yang sekarang bernama Selat Bering, mereka menuju ke Amerika Utara dan Selatan.

Dugaan lain adalah melalui bagian selatan dari Samudra Pasifik dan Kepulauan Oseania. Di dalam buku ini terdapat 10 kisah bersejarah tentang perjalanan para penjelajah dunia yang menemukan benua baru, didukung foto asli dan ilustrasi 3 dimensi. 5. Benua Antartika Benua Antartika merupakan indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera terbesar yang menempati urutan kelima.

Benua ini memiliki luas daratan sekitar 13.720.000 kilometer persegi. Populasi penduduk yang ada di benua ini hanya sekitar 4.490 jiwa saja. Jumlah populasi penduduk di benua ini merupakan jumlah paling sedikit dari benua lainnya. Bahkan tidak ada satu pun negara yang ada di benua ini, hanya benuanya saja.

Sejak Benua Antartika ditemukan pada tahun 1820, benua ini merupakan benua yang sama sekali tidak memiliki penduduk asli. Karena tidak memiliki penduduk asli, beberapa negara pun mengklaim bahwa Antartika merupakan bagian dari wilayah mereka. Namun semua itu sudah diatasi dengan adanya Perjanjian Antartika pada tahun 1959 yang ditandatangani oleh 12 negara. Kesepakatannya adalah benua ini dijadikan sebagai perdamaian dan penelitian ilmu pengetahuan.

Sejak saat itu, menyusul 41 negara lainnya ikut menandatangani perjanjian tersebut. Selain itu ada beberapa faktu unik yang dimiliki oleh benua ini. Berikut adalah beberapa fakta unik dari Benua Antartika. • Tidak adanya zona waktu di Antartika. Di Kutub Selatan memiliki zona waktu yang sangat berbeda dari belahan bumi lain, semua titik bertemu menjadi satu. Bahkan para ilmuwan yang bekerja menggunakan zona waktu pada negaranya masing-masing. • Semenanjung Antartika merupakan salah satu daerah yang mudah panas di bumi.

Dalam waktu 50 tahun, suhu rata-rata yang ada di Semenanjung Antartika naik 3 derajat celcius, atau lima kali lipat daripada peningkatan suhu di belahan bumi lainnya. • Sebanyak 60% – 90% air tawar yang ada di bumi semuanya membeku di Benua Antartika. Lapisan es yang dimiliki Antartika adalah lapisan es terbesar di bumi. Jika semua es tersebut mencair maka dapat diperkirakan indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera yang ada di bumi akan naik sampai 60 meter.

• Antartika sebenarnya adalah gurun. Gurun tidak harus panas, melainkan tidak mendapatkan curah hujan tahunan. Pada benua ini hanya mendapatkan curah hujan tahunan yang terjadi selama 30 tahun dengan rata-rata 10 milimeter saja.

Oleh karena itu, Antartika disebut sebagai gurun kutub. 6. Benua Eropa Benua Eropa merupakan benua terbesar di dunia pada urutan keenam. Benua ini memiliki luas daratan sekitar 10.180.000 kilometer persegi. Benua ini memiliki populasi penduduk berjumlah 738.199.000 jiwa, yang artinya 11% dari seluruh populasi penduduk di dunia. Jumlah negara yang ada di benua ini ada 45 negara. Secara astronomis, benua ini terletak di 36 derajat Lintang Utara – 71 derajat Lintang Selatan dan 9 derajat Bujur Barat – 66 derajat Bujur Timur.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Benua ini membujur dari bagian barat ke timur sejauh 5.300 kilometer dan melintang sejauh 3.950 kilometer. Benua ini sering dijuluki sebagai benua “Biru” dan “Putih”, hal ini dikarenakan penduduknya mayoritas memiliki mata biru dan memiliki kulit putih.

Di dalam peta geografis juga disebutkan bahwa ada beberapa negara di Eropa yang menyatu dengan beberapa negara di Asia, hal tersebut disebut dengan Eurasia.

Flora dan fauna yang ada di Benua Eropa sangat dipengaruhi oleh keberadaan manusia. Masyarakat bersama flora dan fauna telah hidup berdampingan selama ribuan tahun dari masa bercocok tanam. Kecuali pada daerah Skandinavia dan Rusia yang indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera hutan lindung, daerahnya sama sekali belum terjamah oleh manusia. Hutan di Eropa dulu sangat banyak, yakni sekitar 80% – 90% area di Eropa merupakan hutan. Hutan ini menyebar dari Laut Mediterania hingga Samudra Arktik.

Meski awalnya banyak, namun lama-lama sudah hilang setengahnya dari zaman kolonial yang telah terjadi selama berabad-abad. Pada saat ini Benua Eropa hanya memiliki seperempat dari hutan dunia, yaitu Hutan Skandinavia, hutan pinus di Rusia, hutan hujan di Chestnut Kaukasus, dan Hutan Oak Cork di Mediterania.\ Penebangan hutan yang terjadi di Eropa sudah dihentikan, lalu dilakukan reboisasi secara menyeluruh.

Di Benua Eropa negara yang memiliki hutan paling sedikit adalah negara Irlandia dengan hutan sebanyak 8%, lalu hutan terluas ada di negara Finlandia dengan luas wilayah mencapai 72%. 7.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Benua Australia Benua Australia merupakan benua terbesar pada urutan ketujuh. Benua ini memiliki luas sekitar 9.008.500 kilometer persegi. populasi penduduk yang ada di benua ini mencapai 29.127.000 jiwa, atau sekitar 0,4% dari populasi keseluruhan yang ada di dunia.

Negara yang ada di benua ini berjumlah 14 negara. Secara astronomis, benua ini terletak pada 113 derajat Bujur Timur – 115 derajat Bujur Timur dan 10 derajat Lintang Selatan – 43 derajat Lintang Selatan. Sedangkan secara geografis, benua ini terletak di bagian selatan dari wilayah Indonesia. Benua ini pun menyendiri di bagian belahan bumi selatan. Topografi yang dimiliki juga rata daripada benua lain. Benua Australi terkenal dengan luasnya gurun yang dimilikinya.

Bahkan, sepertiga dari area benua ini merupakan gurun. Yang merupakan salah satu faktor mengapa banyak gurun di benua ini adalah karena letak benua ini berada pada zona turunnya massa udara. Dalam astronomi terletak pada 30 derajat Lintang Utara dan 30 secara geografis Lintang Selatan. Lalu benua ini memiliki dataran di sebalah barat yang terbentuk karena sesar batuan yang ada di sekitar barat benua.

Kemudian, ada juga dataran tinggi pantai timur yang membuat area di sekitar yaitu menjadi lebih sempit. Selanjutnya, di sebelah timur benua, tepatnya di Queensland memiliki kawasan dengan terumbu karang yang besar dan juga luas. Terumbu karang tersebut merupakan terumbu karang terbesar dan terluas dan dijuluki dengan Great Barrier Reaf.

Baca juga: • Lapisan Atmosfer • Contoh Penerapan Konsep Geografi • Struktur Lapisan Bumi • 10 Pulau Terbesar di Dunia • 10 Pulau Terbesar di Indonesia • 10 Negera Terbesar di Dunia • 10 Orang Terkaya di Indonesia • 10 Gunung Tertinggi di Indonesia • 10 Lagu BTS Paling Populer • 10 Sungai Terpanjang di Dunia • Teori Pembentukan Bumi dan Tata Surya Grameds, demikianlah pemaparan artikel mengenai 7 benua terbesar di dunia.

Tentunya kamu juga tidak asing dengan nama-nama benua yang telah disebutkan. Dengan adanya artikel ini, semoga kamu mendapatkan ilmu yang sebelumnya kamu dapatkan. Jika kamu ingin mempelajari lebih lanjut mengenai karakteristik pada masing-masing benua, kamu bisa membeli dan membaca buku dari Gramedia.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas menyediakan buku-buku berkualitas untuk menambah pengetahuanmu. Yuk Grameds, beli bukunya sekarang juga! Buku terbaru ini mengenalkan kalian pada bidang geografi, mulai dari bebatuan dan pembentukannya ; sistem tata surya; cuaca dan iklim; samudra; hingga kependudukan manuasia, populasi terkini, macam -macam ekosistem dan keprihatinan lingkungan.

Buku ini juga berisi foto yang memesona dari alam, diagram yang detail mengenai proses geografi dan geologi, dan catatan tentang penduduk dan anak tiap benua Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1
• Аԥсшәа • Acèh • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • Kotava • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Къарачай-малкъар • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Nouormand • Sesotho sa Leboa • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Pangasinan • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Deitsch • Pälzisch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • Ποντιακά • پښتو • Português • Pinayuanan • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Română • Armãneashti • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • SiSwati • Sesotho • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • ತುಳು • తెలుగు • Tetun • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Lea faka-Tonga • Tok Pisin • Türkçe • Xitsonga • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Reo tahiti • Тыва дыл • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Peta dunia yang menunjukkan letak Eropa Eropa secara geologis dan geografis adalah sebuah semenanjung atau anak benua (jazirah).

Pemisahannya sebagai benua lebih dikarenakan oleh perbedaan budaya. Batas utara adalah Samudra Arktik, di barat adalah Samudra Atlantik, dan di selatan dibatasi oleh Laut Tengah. Batas timurnya masih belum jelas karena pemisahan benua ini sendiri diawali oleh faktor kebudayaan. Batas yang sering dipakai sebagai batas benua Eropa, dan Asia adalah Pegunungan Ural, dan Laut Kaspia.

Benua ini adalah benua terkecil kedua setelah Australia dengan luas 10.180.000 km² sedangkan bila dihitung dari populasinya, benua ini terletak di urutan ketiga dengan populasi terbanyak (di bawah Asia, dan Afrika) dengan 742,5 juta jiwa pada tahun 2013 atau sama dengan seperdelapan penduduk dunia.

Benua Eropa secara astronomis terletak di 35° LU - 71° LU dan 11° BB - 66° BT. Artikel utama: Sejarah Eropa Eropa memiliki sejarah kebudayaan, dan ekonomi yang panjang, dimulai dari Palaeolitik. Penemuan terakhir di Monte Poggiolo, Italia, dari ribuan batuan buatan tangan yang ditanggal karbon sejauh 800.000 tahun lalu, memberikan sebuah bukti penting.

Awal dari budaya demokratik dan individualistik Barat sering kali dikatakan berasal dari Yunani Kuno, meskipun beberapa pengaruh lainnya, seperti Kristen, juga turut mempunyai andil atas penyebaran konsep seperti eglitarianisme, dan keuniversalan hukum. Kekaisaran Romawi membagi benua sepanjang Rhine, dan Danube secara geografis beberapa abad. Mengikuti penurunan Kekaisaran Romawi, Eropa mengalami kenaikan dari yang dikenal sebagai Zaman Migrasi.

Periode tersebut dikenal sebagai Zaman Kegelapan sampai ke Renaisans. Pada masa ini, komunitas monastik secara geografis di Irlandia, dan di beberapa tempat lain menjaga, dan mengumpulkan secara hati-hati pengetahuan tertulis yang telah dikumpulkan sebelumnya. Renaisans dan Monarki Baru menandakan mulainya periode penemuan, eksplorasi, dan peningkatan dalam pengetahuan ilmiah.

Pada abad ke-15 Portugal membuka awal penemuan, yang diikuti oleh Spanyol. Kemudian Prancis, Belanda, dan Britania Raya turut bergabung dalam membangun kekaisaran kolonial besar dengan daerah kekuasaan yang luas di Afrika, Amerika, dan Asia. Setelah masa penemuan, konsep-konsep demokrasi mulai menemukan pengaruhnya di Eropa. Perjuangan-perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan muncul, terutama di Prancis pada periode yang dikenal sebagai Revolusi Prancis.

Ini mengakibatkan pergolakan yang besar di Eropa karena ide-ide yang revolusioner ini menyebar ke sepanjang benua. Kebangkitan demokrasi menyebabkan bertambahnya tekanan di Eropa selain tensi-tensi yang telah ada karena persaingan di Dunia Baru. Dari semuanya, konflik yang paling terkenal adalah saat Napoleon Bonaparte merebut kekuasaan, dan membentuk Kekaisaran Prancis yang jatuh tak lama kemudian. Setelah peristiwa-peristiwa ini, Eropa perlahan-lahan menjadi stabil, tetapi sisa-sisa dari konsep periode lama telah mulai runtuh.

Revolusi Industri dimulai di Britania Raya pada akhir abad ke-18, yang menyebabkan pergeseran dari secara geografis, kemakmuran rakyat yang semakin bertambah, dan pertumbuhan penduduk. Banyak negara di Eropa menemukan bentuknya seperti yang sekarang ini pasca- Perang Dunia II.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga Perang Dingin, Eropa terbagi kepada dua blok politik, dan ekonomi utama: negara-negara komunis di Eropa Timur, dan negara-negara kapitalis di Eropa Barat. Sekitar tahun 1989, Blok Timur pecah bersamaan dengan jatuhnya Tembok Berlin. Geografis [ sunting - sunting sumber ] Batas-batas politik dan geografi Eropa tidak selalu sama.

Peta fisik dan politik ini menunjukkan Eropa dengan lingkupnya yang terjauh, mencapai hingga Pegunungan Ural. Secara geografi Eropa merupakan bagian dari daratan yang lebih besar dikenal sebagai Eurasia. Benua ini mulai dari Pegunungan Ural di Rusia, yang menggambarkan batasan timur Eropa dengan Asia.

Batasan tenggara dengan Asia tidak tergambarkan secara jelas. Paling umum adalah Sungai Ural atau Sungai Emba. Batasan berlanjut dengan Laut Kaspia, dan kemudian Pegunungan Kaukasus, atau Depresi Kuma-Manych, dan sampai ke Laut Hitam; Bosporus, Laut Marmara, dan Dardanelles mengakhiri batasan Asia. Laut Mediterania di selatan memisahkan Eropa dari Afrika. Batasan di bagian barat adalah Samudra Atlantik. Hampir seluruh negara-negara Eropa adalah anggota dari Konsil Eropa, dengan pengecualian Belarus, dan Takhta Suci ( Kota Vatikan).

Eropa memiliki perkumpulan negara-negara Eropa yang dikenal sebagai Uni Eropa yang sekarang ini memiliki 27 negara anggota, dan masih terus berkembang. Negara-negara merdeka [ sunting - sunting sumber ] Selat Gibraltar Negara-negara merdeka berikut ini mempunyai wilayah kekuasaan di Eropa: • Albania • Andorra • Austria • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Britania Raya • Bulgaria • Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Hongaria • Irlandia • Islandia • Italia • Jerman • Kroasia • Kazakhstan • Latvia • Liechtenstein • Lithuania • Luksemburg • Makedonia Utara • Malta • Moldova • Monako • Montenegro • Norwegia • Prancis • Polandia • Portugal • Rumania • Rusia 4 • San Marino • Serbia • Siprus • Slovenia • Slowakia • Spanyol • Swedia • Swiss • Turki • Ukraina • Vatikan • Yunani 1 Kemerdekaan Abkhazia, Kosovo, Ossetia Selatan, dan Siprus Utara hanya diakui oleh sebagian kecil negara di dunia.

2 Sebagian dari Azerbaijan, dan Georgia terletak di Eropa dengan dasar definisi batas antara Eropa, dan Asia, yaitu pucak Pegunungan Kaukasus. 3 Wilayah Kazakhstan di Eropa terdiri dari bagian barat Sungai Ural, dan Emba. 4 Wilayah Rusia di barat Pegunungan Ural dianggap bagian dari Eropa. Pembagian Wilayah [ sunting - sunting sumber ] • Eropa Barat • Eropa Utara • Eropa Tengah • Eropa Selatan • Eropa Tenggara • Eropa Timur Keragaman hayati [ sunting - sunting sumber ] Binatang, dan tumbuhan Eropa sangat dipengaruhi oleh keberadaan, dan kegiatan manusia, karena mereka telah hidup berdampingan dengan masyarakat bercocok tanam selama ribuan tahun.

Kecuali di Skandinavia, dan Rusia (dan hutan-hutan lindung), daerah yang belum terjamah manusia jarang dijumpai di Eropa. Delapan puluh sampai sembilan puluh persen Eropa dulunya adalah hutan. Hutan-hutan ini menyebar dari Laut Mediterania sampai Samudra Arctic.

Meskipun begitu hampir separuh hutan awalnya telah menghilang setelah kolonisasi selama berabad-abad. Sekarang ini Eropa masih memiliki seperempat dari seluruh hutan dunia—hutan spruce Skandinavia, hutan pine yang luas di Russia, hutan hujan chestnut Kaukasus, dan hutan oak cork di Mediterania. Sekarang ini penebangan hutan telah dihentikan, dan banyak pohon-pohon ditanam. Negara dengan hutan terkecil adalah Irlandia (8%) sedangkan negara dengan hutan terluas adalah Finlandia (72%).

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ The map shows one of the most commonly accepted delineations of the geographical boundaries of Europe, as used by National Geographic and Encyclopaedia Britannica. Whether countries are considered in Europe or Asia can vary in sources, for example in the classification of the CIA World Factbook or that of the BBC.

Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Europe. • (Inggris) Peta Eropa Wikivoyage memiliki panduan wisata Europe.

• Albania • Andorra • Armenia 1 • Austria • Azerbaijan 1 • Belanda • Belarus • Belgia • Bosnia dan Herzegovina • Britania Raya • Inggris • Irlandia Utara • Skotlandia • Wales • Bulgaria • Ceko • Denmark • Estonia • Finlandia • Georgia 1 • Hongaria • Republik Irlandia • Islandia • Italia • Jerman • Kazakhstan 2 • Kroasia • Latvia • Liechtenstein • Lituania • Luksemburg • Makedonia Utara • Malta • Moldova • Monako • Montenegro • Norwegia • Polandia • Portugal • Prancis • Rumania • Rusia 2 • San Marino • Serbia • Siprus 1 • Slovenia • Slowakia • Spanyol • Swedia • Swiss • Turki 2 • Ukraina • Vatikan • Yunani Negara dengan pengakuan terbatas Afrika Utara ( Maghreb) · Sub-Sahara · Tengah · Selatan · Barat · Timur Oseania Australasia ( Australia) · Melanesia · Mikronesia · Polinesia Amerika Utara ( b.

utara · b. tengah) · Tengah · ( Karibia) · Selatan ( Kerucut Selatan) · ( Latin · Anglo) Kutub Antarktika · Arktika Asia Timur ( Timur Jauh · Asia-Pasifik) · Tenggara ( Indochina · Kepulauan Melayu) · Selatan · Barat ( Kaukasus Selatan) · ( Timur Dekat · Timur Tengah) · Tengah · Utara ( Siberia) Samudra Antartik · Arktik · Atlantik · Hindia · Pasifik Eropa Barat · Tengah · Timur ( Kaukasus Utara) · Utara ( Skandinavia) · Selatan ( Balkan) Kategori tersembunyi: • Pranala Commons ada di Wikidata • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda EMU • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda HDS • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda Secara geografis • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 26 Maret 2022, pukul 05.47.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Letak Geografis Indonesia – Batas, Garis, Pengaruh Dan Dampaknya– Dosenpendidikan.Com Letak geografi Indonesia dan letak astronomis Indonesia adalah posisi negara Indonesia yang didefinisikan terhadap batasan-batasan yang mengelilingi Indonesia.

Negara kita memiliki sejumlah pulau yang tersusun dari sabang sampai merauke. 6.5. Sebarkan ini: Penampakan permukaan alam Indonesia terdiri diri perairan dan daratan yang berbanding antara 4:1. Penampakan daratan berupa gunung tertinggi, sungai terpanjang di Indonesia, danau membuat Indonesia menjadi negara ke 15 terluas di dunia.

Indonesia termasuk negara kepulauan yang berada pada posisi strategis yang digambarkan dari letak geografis dan letak astronomis Indonesia. Berikut ini selengkapnya ! Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki posisi geografis yang unik sekaligus menjadikannya strategis. Hal ini dapat dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua sekaligus memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional.

Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan sepuluh negara di kawasan. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri dan di kawasan. Letak geografis Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Meski untuk sementara waktu sedang diacuhkan, kondisi geografis suatu negara akan menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global.

Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09). Di masa yang akan datang, keberadaan Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan. Dikarenakan letaknya yang strategis semenjak dulu Indonesia telah menjadi arena perebutan pengaruh oleh pihak asing.

Negara ini telah melalui beberapa periodisasi penguasaan dan perebutan pengaruh, mulai dari Portugal, Belanda, hingga Amerika Serikat dan Uni Soviet ketika Perang Dingin. Di masa mendatang tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kembali menjadi wilayah perebutan pengaruh oleh negara-negara besar.

Hal ini bisa dilihat dengan kemunculan China sebagai hegemon baru di kawasan yang telah menggeser perimbangan kekuasaan sekaligus mengikis pengaruh Amerika di kawasan. Selain itu Indonesia dan kawasan sekitarnya dapat menjadi daerah rawan sengketa.

Sengketa ini bisa terjadi mengingat Indonesia masih belum menyelesaikan masalah-masalah semisal batas laut dengan negara-negara seperti, Australia, Filipina, Palau, Papua Nugini dan Timor Leste.

Proses perundingan perbatasan membutuhkan waktu yang lama, sementara itu hal ini akan menjadikan Indonesia rentan terhadap pengaruh asing akibat kontrol di perbatasan yang lemah. Mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme sangat mungkin dilakukan di Indonesia yang sangat luas dengan kondisi geografisnya dan pengawasan yang terbatas.

Baca Juga : Flora Dan Fauna Secara ringkas, hubungan antara posisi geografis yang strategis dan keberadaan negara Indonesia di masa mendatang akan ditentukan oleh dua hal. Pertama, seberapa baik negara ini menyelesaikan proses perundingan perbatasan.

Hasil dari perundingan perbatasan dengan negara lain akan menentukan strategi pengelolaan perbatasan dan pertahanan. Kedua, strategi yang akan dilakukan Indonesia dalam mengantisipasi pengaruh China dan negara besar lainnya di kawasan Asia Timur.

Penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia bahwa letak dan kondisi geografis negara ini sangat mempengaruhi keberadaanya di masa depan. Masyarakat juga perlu untuk menyadari bahwa menyandarkan pemerintah seorang diri untuk mengahadapi tantangan atas fakta geografis dari negara ini adalah hal yang keliru.

Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengatasi dan menginisiasi tantangan di masa depan seorang diri. Kita juga perlu untuk mendukung pemerintah dikarenakan masa depan masyarakat Indonesia dipertaruhkan di sini.

Sudah saatnya masyarakat melihat kembali atlas wilayah Indonesia untuk setidaknya mengetahui dimana letak Palau berada dan pulau-pulau terluar negara ini. Masa depan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari letak dan kondisi geografisnya. Patut diingat, masyarakat banyak yang kecewa ketika Pulau Sipadan-Ligitan lepas dari wilayah Indonesia meski awalnya mereka tidak tahu secara geografis bahkan peduli dengan keberadaan pulau tersebut.

Ketidak-pedulian dan ketidak-tahuan kita terhadap wilayah dan geografi Indonesia akan berujung bencana bagi diri sendiri. Geografi akan menjadi determinan yang menentukan masa depan Indonesia adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi. Namun perlu untuk digaris bawahi bahwa keberadaan Indonesia di masa mendatang terletak pada seberapa jauh masyarakat mengenali dan memahami wilayah yang kita tinggali saat ini.Terakhir, ada baiknya wawasan nusantara tidak lagi dilihat sebagai hafalan ketika ujian kewarganegaraan.

Apakah wawasan Nusantara itu? Secara konsepsional wawasan nusantara (Wasantara) merupakan wawasan nasionalnya bangsa Indonesia. Perumusan wawasan nasional bangsa Indonesia yang selanjtnya disebut Wawasan Nusantara itu merupakan salah satu konsepsi politik dalam ketatanegaraan Republik Indonesia. Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia naka wilayah Indonesia yang terdiri dari daratan, secara geografis dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau utuh.

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia dibangunatas pandangan geopolitik bangsa. Pandangan bangsa Indonesia didasarkan kepada konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilakan konsepsi wawasan Nusantara.

Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia. Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat.

Wawasan artinya pandangan, tujuan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara melihat. Baca Juga : Batuan Beku Nusantara Nusantara berasal dari kata nusa dan antara.

Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara artinya menunjukkan letak anatara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata “Nusantara” digunakan sebagai pengganti nama Indonesia.

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai secara geografis dan lingkungannya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Atau cara pandang dan sikap bangsa Indonesia menganai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayahh dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mngenai keadaan yang dinginkan. Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan.

Visi bangsa Indonesia sesuaidengan konsep wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula. Letak Geografis Indonesia Secara astronomis, kepulauan Indonesia terletak pada 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT. Adapun secara geografis, Kepulauan Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Batas wilayah Indonesia yaitu: • Sebelah utara: Yaitu Cina Selatan dan Samudra Pasifik. • Sebelah timur: Papua Nugini. • Sebelah selatan: Samudra Hindia. • Sebelah barat: Samudra Hindia. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.194.143 km2. Dua pertiga dari luas wilayah Indonesia berupa lautan.

Batas Wilayah Perairan Laut Indonesia. Baca Juga : Galaksi Adalah Kenampakan Alam Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Maka dari itu, negara kita sangat kaya dengan bentang alam. Sumber daya alam yang ada di Indonesia juga sangat melimpah. Kekayaan alam tersebut menjadi modal dasar dalam pembangunan di Indonesia.

Untuk itu, hendaklah kita memanfaatkan kekayaan alam yang ada dengan sebaik-baiknya. Banyak wilayah daratan Indonesia terbentuk dari aktivitas vulkanis. Hal ini ditandai dengan kenampakan pulau-pulaunya yang berbentuk pegunungan debu, lava, dan lumpur dari letusan gunung berapi yang menyuburkan tanah di sekitarnya. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk Indonesia memanfaatkan lahan yang ada untuk pertanian dan perkebunan.

Rangkaian pegunungan di Indonesia membentang dari ujung Pulau Sumatra hingga ke ujung utara Pulau Sulawesi. Salah satu gunung terkenal di Indonesia adalah Gunung Anak Krakatau. Gunung ini terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

Letusan maha dahsyat Gunung Yaitu terjadi pada tahun 1883. Letusan tersebut menghancurkan tiga per empat pulau gunung api tersebut dan menimbulkan gelombang tsunami yang menewaskan puluhan ribu orang.

secara geografis, indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu

Setelah itu, muncul gunung baru yang kemudian disebut Gunung Anak Krakatau. Indonesia terletak di kawasan khatulistiwa. Akibatnya, Indonesia memiliki iklim tropis. Perbedaan suhu amat kecil di tiap wilayah, kecuali di Puncak Jaya, Provinsi Papua. Puncak gunung tersebut diselimuti salju abadi. Puncak Jaya berada di daerah Pegunungan Sudirman.

Curah hujan di berbagai wilayah Indonesia juga bervariasi. Tempat paling basah adalah pegunungan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Curah hujan di tempat-tempat tersebut mencapai 3.000 mm per tahun. Adapun di wilayah dataran rendah menerima curah hujan antara 1.0600 – indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera mm per tahun. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak wilayah subur di Indonesia.

Lebih dari 2.000 tahun penduduk kepulauan Indonesia bermata pencaharian di bidang agraris, terutama padi. Indonesia juga kaya akan flora dan fauna. Ribuan jenis tumbuhan dapat ditemukan di wilayah ini. Adapun jenis fauna di Indonesia dapat dibagi dalam 2 kelompok fauna utama dunia, yaitu fauna tipe Asia dan fauna tipe Australia. Fauna tipe Asia hidup di bagian utara dan barat. Contoh fauna tipe Asia adalah harimau dan gajah.

Fauna tipe Australia hidup di Indonesia bagian timur, khususnya Secara geografis. Di pulau-pulau terpencil juga ditemukan fauna unik. Contohnya komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo. Baca Juga : Batuan Sedimen Adalah Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2006 sekitar 206.265.000 jiwa.

Terdapat lebih dari 300 suku bangsa di Indonesia. Sebagian besar penduduk menganut agama Islam. Agama lain yang berkembang adalah Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu.

Kegiatan ekonomi utama penduduk Indonesia adalah pertanian. Selain padi, pertanian penduduk juga menghasilkan jagung, singkong, kedelai, teh, dan karet. Kegiatan ekonomi lain adalah perikanan, peternakan, pertambangan, dan industri.

Letak Astronomis Indonesia Selain letak geografis di Indonesia ada letak astronomis dimana posisi Indonesia yang dipengaruhi oleh garis khayal bumi yakni garis lintang dan bujur yang mengelilingi bumi.Dinamai garis khayal karena memang pada permukaan bumi sebenarnya, garis ini tidak ada hanya merupakan pengembangan ilmu astronomi pada cabang-cabang ilmu biologi.

Letak astronomis Indonesia berdasarkan garis lintang dan bujur, yaitu : • Garis Lintang Garis lintang membagi struktur bumi menjadi 2 bagian sama besar yaitu antara utara dan selatan. Garis lintang sejajar dengan garis khayal khatulistiwa (equator) yang membentang hingga kutub selatan dan kutub utara.Letak astronomis Indonesia berada pada titik 6 o Lintang Utara (LU) sampai 11 o Lintang Selatan (LS).

• Garis Bujur Garis Bujur membelah bumi secara horizontal, dari barat ke timur.Garis bujur disebut juga dengan garis meredien yang membatasi letak astronomis Indonesia antara 95 o bujur timur (BT) – 141 o bujur timur (BT). Pengaruh Letak Geografis dan Astronomis Indonesia Beberapa hal yang mempengaruhi Indonesia berdasarkan letak geografis : • Mempengaruhi musim Letak geografis Indonesia dilalui hembusan angin muson (monsoon).

Angin muson membawa perbedaan mus Indonesia yang mempengaruhi proses terjadinya hujan pada musim penghujan dan kemarau yang panas. Angin muson bergerak bergantian sepanjang tahun sebanyak secara geografis kali. Baca Juga : Konsep Geografi • Wilayah strategis Letak Indonesia yang berada diantara 2 benua dan 2 samudera membuat Indonesia menjadi jalur perlintasan Internasional baik laut dan udara.

Hal ini akan mempengaruhi perkembangan ekonomi pada zona ekonomi eksklusif Indonesia yang dilewati industri-industri besar. Kemudian pengaruh letak astronomis Indonesia adalah sebagai berikut : • Yaitu iklim Indonesia terletak di sepanjang garis khatulistiwa yang berarti memiliki iklim tropis.

Wilayah negara dengan iklim tropis akan memperoleh sinar matahari sebagai pusat tata surya sepanjang waktu. Hal tersebut akan berbeda dengan yang terjadi pada iklim sub tropis yang memiliki 4 musim, begitu juga dengan daerah beriklim kutub. • Mempengaruhi perbedaan waktu Letak astronomis mempengaruhi perbedaan waktu yang ditetapkan mulai pada titik lintang dan bujur 0 o pada kota Greenwich Inggris.

Indonesia sendiri terbagi menjadi 3 zona waktu yaitu WIB, WIT dan WITA sesuai Keputusan Presiden No.41 Tahun 1987. Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusantara Latar belakang yang mempengaruhi tumbuhnya konsespi wawasan nusanatara adalah sebagai berikut : Aspek Historis Dari segi sejarah, bahwa bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh adalah karena dua hal yaitu : • Kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah, kehidupan sebagai bangsa yang terjajah adalah penederitaaan, kesengsaraan, kemiskinan dan kebodohan.

Penjajah juga menciptakan perpecahan dalam diri bangsa Indonesia. Politik Devide et impera. Dengan adanya politik ini orang-orang Indonesia justru melawan bangsanya sendiri. Dalam setiap perjuangan melawan penjajah selalu ada pahlawan, tetapi juga ada pengkhianat bangsa. • Kita pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah, secara historis wilayah Indonesia adalah wialayah bekas jajahan Belanda.

Wilayah Hindia Belanda ini masih terpisah0pisah berdasarkan ketentuan Ordonansi 1939 dimana laut territorial Hindia Belanda adalah sejauh 3 (tiga) mil. Dengan adanya ordonansi tersebutlaut atau perairan yang ada diluar 3 mil tersebut merupakan lautan bebas dan berlaku sebagai perairan internasional.

Sebagai bangsa yang terpecah-pecah dan terjajah, hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.Keadaan tersebut tidak mendudkung kita dalam mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat.Untuk bisa keluar dari keadaan tersebut kita membutuhkan semangat kebangsaan yang melahirkan visi bangsa yang bersatu.

Upaya untuk mewujudkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang utuh tidak lagi terpisah baru terjadi 12 tahun kemudian setelah Indonesia merdeka yaitu ketika Perdana Menteri Djuanda mengeluarkan pernyataan yang selanjutnya disebut sebagai Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957.

Isi pokok dari deklarasi tersebut menyatakan bahwa laut territorial Indonesia tidak lagi sejauh 3 mili melainkan selebar 12 mil dan secara resmi menggantikam Ordonansi 1939.

Dekrasi Djuanda juga dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun 1960 tenatang perairan Indonesia yang berisi : • Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia • Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut • Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar.

Keluarnya Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi wawasan Nusantara dimana laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai penghubung.UU mengenai perairan Indonesia diperbaharui dengan UU No.6 Tahun yaitu tentang Perairan Indonesia.

Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan dalam forum internasional. Melalui perjuangan panjanag akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April menerima “ The United Nation Convention On The Law Of the Sea”(UNCLOS). Berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut Indonesia diakui sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan (Archipelago State). Baca Juga : Pengertian Dan Klasifikasi Palung, Teluk Serta Danau Akibat Peristiwa Alam Aspek Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan Sosial Budaya, Indonesia meruapakan negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen.

Keunikan wilayah dan dan heterogenitas menjadikan bangsa Indonesia perlu memilikui visi menjadi bangsa yang satu dan utuh. Keunikan wilayah dan heterogenitas itu anatara lain sebagai berikut : • Indonesia bercirikam negara kepulauan atau maritim • Indonesia terletak anata dua benua dan dua sameudera(posisi silang) • Indonesia terletak pada garis khatulistiwa • Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim • Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu sirkumpasifik dan Mediterania • Wilayah subur dan dapat dihuni • Kaya akan flora dan fauna dan sumberdaya alam • Memiliki etnik yang banyak sehingga memiliki kebudayaan yang beragam • Memiliki jumlah penduduk dalam jumlah yang besar, sebanyak 218.868 juta jiwa Aspek Geopolitis dan Kepentingan Nasional Prinsip geopolitik bahwa bangsa Indonesia memanndang wikayahnya sebagai ruang hidupnya namun bangsa Indonesia tidak ada semangat untuk memperluas wilayah sebagai ruang hidup (lebensraum).

Salah satu kepentingan nasional Indonesia adalah bangaimanan menjadikan bangsa dan wilayah negara Indonesia senantiasa satu dan utuh. Kepentingan nasional itu merupakan turunan lanjut dari cita-cita nasional, tujuan nasional maupun visi nasional, Nusantara (archipelagic) dipahami sebagai konsep kewilayahan nasional dengan penekanan bahwa wilayah negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau yang dihubungkan oleh laut.

Laut yang menghubungkan dan mempersatukan pulau-pulau yang tersebar di seantero khatulistiwa. Sedangkan Wawasan Nusantara adalah konsep politik bangsa Indonesia yang memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah, meliputi tanah (darat), air (laut) termasuk dasar laut dan tanah di bawahnya dan udara di atasnya secara tidak terpisahkan, yang menyatukan bangsa dan negara secara utuh menyeluruh mencakup segenap bidang kehidupan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam.

Wawasan Nusantara sebagai konsepsi politik dan kenegaraan yang merupakan manifestasi pemikiran politik bangsa Indonesia telah ditegaskan dalam GBHN dengan Tap.

MPR No.IV tahun 1973. Penetapan ini merupakan tahapan akhir perkembangan konsepsi negara kepulauan yang telah diperjuangkan sejak Dekrarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957. Hakekat dan tujuan wawasan nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebinekaan yang mengandung arti : • Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi posisi, dan potensi georafi, serta kebinekaan budaya • Pedoman pola tindak dan pola pikir kebijakasanaan nasional • Hakikat wawasan nusantara : persatuan dan nkesatuan dalam kebinekaan.

Indonesia Sebagai Negara Kepulauan Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera merupakan suatu negeri yang amat unik. Hanya sedikit negara di dunia, yang bila dilihat dari segi geografis, memiliki kesamaan dengan Indonesia. Negara-negara kepulauan di dunia, seperti Jepang dan Filipina, masih kalah bila dibandingkan dengan negara kepulauan Indonesia. Indonesia adalah suatu negara, yang terletak di sebelah tenggara benua Asia, membentang sepanjang 3,5 juta mil, atau sebanding dengan seperdelapan panjang keliling Bumi, yaitu memiliki tak kurang dari 13.662 pulau.

Jika dilihat sekilas, hal tersebut merupakan suatu kebanggaan dan kekayaan, yang tidak ada tandingannya lagi di dunia ini. Tapi bila dipikirkan lebih jauh, hal ini merupakan suatu kerugian tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia.

Indonesia terlihat seperti pecahan-pecahan yang berserakan. Dan sebagai 13.000 pecahan yang tersebar sepanjang 3,5 juta mil, Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah negara yang amat sulit untuk dapat dipersatukan. Maka, untuk mempersatukan Bangsa Indonesia, diperlukan sebuah konsep Geopolitik yang benar-benar cocok digunakan oleh negara. Sebelum menuju pembahasan tentang konsep geopolitik Indonesia, kita akan membahas terlebih dahulu tentang kondisi serta keadaan Indonesia ditinjau dari segi geografisnya.

Ada beberapa jenis kondisi geografis bangsa Indonesia. Yaitu kondisi fisis, serta kondisi Indonesia ditinjau dari lokasinya. • Kondisi Fisis Indonesia: • Letak geografis; • Posisi Silang; • Iklim; • Sumber-Sumber Daya Alam; • Faktor-Faktor Sosial Politik Lokasi Fisikal Indonesia; Keberadaan pada lokasi ini adalah faktor geopolitik utama yang mempengaruhi perpolitikan secara geografis Indonesia.

Berdasarkan kondisi fisikal, negara Indonesia berada pada dua benua yang dihuni oleh berbagai bangsa yang memiliki karakteristik masing-masing, yaitu benua Asia dan Australia. Selain itu, Indonesia pun berada di antara dua samudera yang menjadi jalur perhubungan berbagai bangsa, yaitu Samudera Pasifik dan Hindia.

Sekian penjelasan artikel diatas tentang Letak Geografis Indonesia – Batas, Garis, Pengaruh Dan Dampaknya semoga bermanfaat bagi semua pembaca DosenPendidikan.Com Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Geografi Ditag ahli geografi, ancaman letak geografis indonesia, apa yang dimaksud dengan letak geografis, batas wilayah gorontalo, batas wilayah indonesia, bergantung pada kondisi geografis di bumi, berikut ini yang merupakan potensi letak geografis indonesia adalah, contoh geografi, contoh letak geografis, dahulu suku bajo tinggal di atas, dampak letak astronomis indonesia, dampak letak geologis indonesia, dampak negatif letak geografis indonesia, dampak positif letak geografis indonesia, definisi geografis, garis bujur dibagi menjadi dua yaitu, garis lintang adalah, geografi fisik, geografi indonesia, geografis indonesia, geografis malaysia, geografis singapura, geologis indonesia, ikon kota kuningan, indonesia dalam arti geografis, kekayaan alam kota pekalongan, kekayaan alam provinsi banten, kondisi geografis indonesia, letak astronomis asia tenggara, letak astronomis bali, letak astronomis kabupaten cirebon, letak astronomis kabupaten majalengka, letak geografis indonesia, letak geografis indonesia adalah diantara, letak geografis indonesia brainly, letak geografis indonesia pdf, letak geografis kota salatiga, letak geografis wonogiri, letak geologis indonesia, letak negara negara di kawasan asia tenggara, luas dan letak wilayah kota pekalongan, luas dan letak wilayah kuningan jawa barat, luas wilayah kabupaten pekalongan, maps kuningan jawa barat, masalah geografis, objek geografi, pengaruh letak geografis indonesia, pengaruh letak geografis indonesia terhadap kemajuan bangsa, pengertian astronomis, potensi unggulan daerah kabupaten kuningan, ruang lingkup geografi, sejarah geografi, sungai terpanjang di kalimantan adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com

7 NEGARA YANG TERLETAK DI ANTARA DUA BENUA




2022 www.videocon.com