Lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, ada perubahan aturan tentang jangka waktu pemberian vaksin Covid-19 untuk para penyintas. Jika sebelumnya penyintas Covid-19 baru bisa disuntik 3 bulan setelah sembuh, kini mereka bisa disuntik setelah sebulan.

"Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) vaksinasi bagi penyintas covid 19. Dalam SE ini penyintas Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang dapat menerima vaksinasi satu bulan setelah dinyatakan sembuh," ujar Wiku dalam konferensi pers daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Menilik Aturan Baru Vaksinasi bagi Penyintas Covid-19 Level Ringan, Sedang, dan Berat Lebih cepat itu, lanjut Wiku, penyintas Covid-19 gejala berat tetap baru bisa divaksin tiga bulan setelah dinyatakan sembuh. Diberitakan sebelumnya, capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia disebut telah mencapai hampir 90 juta orang untuk dosis pertama. Sementara capaian vaksinasi Covid-19 kedua sudah menyasar 50 juta orang lebih. Baca juga: Satgas: Kita Pastikan Vaksinasi Covid-19 Merata dan Setara Juru Bicara Satgas Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan, capaian ini dilakukan dalam kurun waktu 9 bulan, yakni dari pertengahan Januari 2021 sampai Rabu (29/9/2021).

Dia pun menegaskan, pemerintah memastikan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dilakukan secara merata dan setara. Pemerataan itu juga menyasar lansia, kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya.

Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Busyro Muqoddas: Saya Yakin Rezim Pimpinan KPK Tidak Akan Bertahan Lama https://nasional.kompas.com/read/2021/09/30/18510411/busyro-muqoddas-saya-yakin-rezim-pimpinan-kpk-tidak-akan-bertahan-lama https://asset.kompas.com/crops/3zVgmtaaap4dMm0KcBp85U1z5lk=/186x73:800x482/195x98/data/photo/2018/05/21/2329007940.jpeg KOMPAS.com - Vaksinasi Covid-19 sangat penting dalam melindungi diri dari paparan Covid-19.

Lantas, apakah penyintas Covid-19 harus menunggu beberapa bulan sebelum disuntik? Berdasarkan rekomendasi terbaru dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), penyintas Covid-19 dapat diberikan vaksin.

Namun, dengan catatan, sudah sembuh minimal 3 bulan dari infeksi virus Corona. Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultas Alergi Imunologi juga Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI mengatakan kebijakan penyintas Covid-19 harus menunggu 3 bulan untuk vaksin sebagai langkah pemerataan vaksinasi.

Dengan begitu diharapkan kekebalan kelompok ( herd immunity) dapat segera tercapai. "Karena itu, dianggap 3 bulan dulu, (antibodi) sudah mulai menurun baru dia vaksinasi supaya yang lain bisa kebagian. Sementara penyintas kan masih punya imunitas yang alamiah," ujarnya.

Baca juga: Mengapa Penyintas Covid-19 Harus Divaksin? Ini Penjelasan Dokter Berkaitan dengan rekomendasi ini, epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia Dicky Budiman angkat bicara dan meluruskan. Dicky mengatakan bahwa penyintas Lebih cepat harus segera mendapat vaksin Covid-19 tanpa menunggu 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk mencegah reinfeksi Covid-19 atau terinfeksi Covid-19 untuk kedua kalinya tapi dengan varian yang berbeda.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Dari bukti ilmiah, vaksin memiliki lebih banyak manfaat dibanding efek samping. Memang, orang yang terinfeksi Covid-19 dan sudah sembuh memiliki antibodi. Namun Dicky berkata, vaksin dapat memberikan antibodi yang lebih tinggi dan memberikan proteksi terhadap Covid-19. Selain itu, vaksin juga memberi perlindungan pada level tertentu terhadap varian Delta yang saat ini disebut sangat menular di dunia.

" Vaksin tertentu (seperti vaksin Sinovac) juga memberikan perlindungan terhadap delta variant, meski tidak sebagus (vaksin) mRNA. Ini lebih bagus daripada (antibodi) para penyintas," kata Dicky lebih cepat Kompas.com, Rabu (14/7/2021). Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains.

Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir!

Berita Terkait Program Vaksinasi Indonesia Kenapa Lambat? Ini Jawaban Menkes Budi WHO Sebut Vaksin Booster Masih Belum Diperlukan, Ini Alasannya Mendampingi Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19, Apa yang Perlu Diperhatikan? 5 Hal Tentang Varian Delta yang Picu Lonjakan Covid-19 di Seluruh Dunia Epidemiolog: Bukan Mungkin Lagi, PPKM Darurat Harus Diperpanjang Berita Terkait Program Vaksinasi Indonesia Kenapa Lambat? Ini Jawaban Menkes Budi WHO Sebut Vaksin Booster Masih Belum Diperlukan, Ini Alasannya Mendampingi Isolasi Mandiri Anak Positif Covid-19, Apa yang Perlu Diperhatikan?

5 Hal Tentang Varian Delta yang Picu Lonjakan Covid-19 di Seluruh Dunia Epidemiolog: Bukan Mungkin Lagi, PPKM Darurat Harus Diperpanjang
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menerima suntikan vaksin Covid-19 di RPTRA Taman Mandala, Tebet Timur, Jakarta, Senin (21/02/2022). Sentra vaksinasi booster ini dibuka untuk masyarakat umum berdomisili DKI Jakarta mulai 21 Februari hingga 21 Maret 2022 dan menargetkan 200-350 orang setiap harinya.

Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). KOMPAS.com – Pemerintah terus menggenjot pemberian vaksinasi booster kepada masyarakat sejak Februari 2022.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Kendati demikian, beberapa masyarakat Indonesia masih merasa ragu untuk melakukan vaksinasi booster lantaran baru saja sembuh dari infeksi Covid-19.

Lantas, berapa lama pasien yang baru saja sembuh dari Covid-19 bisa mendapatkan vaksinasi booster?

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Baca juga: Aturan Terbaru Vaksinasi Booster Lansia, Bisa Diberikan Minimal 3 Bulan Setelah Dosis Lengkap Penjelasan Kemenkes Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, ada beberapa kriteria bagi pasien yang baru sembuh dari Covid-19 agar bisa dapat vaksinasi booster, yaitu: Pertama, bagi pasien yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan atau tidak bergejala (OTG), bisa memperoleh vaksinasi booster satu bulan setelah dinyatakan sembuh.

“Menunggu satu bulan setelah sembuh untuk yang mengalami gejala ringan atau OTG,” jelas Nadia, saat dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (25/2/2022). Kedua, kriteria selanjutnya adalah bagi pasien yang terpapar Lebih cepat dengan gejala berat dan dirawat di rumah sakit.

Bagi pasien yang terpapar gejala Covid-19 gejala berat dan di rawat dirumah sakit, bisa memperoleh vaksinasi booster tiga bulan setelah dinyatakan lulus. “Sedangkan yang (bergejala) sakit berat, itu menunggu 3 bulan,” imbuhnya.

Dikuti dari Kompas.com, Rabu (16/2/2022), Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed juga mengatakan bahwa penyintas Covid-19 bergejala ringan boleh mendapatkan vaksinasi booster 1 bulan setelah dinyatakan sembuh.

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains.

Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Pasien Covid-19 Gejala Ringan Tetap Diminta Isolasi Terpusat, Kenapa? Alasan Pasien Covid-19 Gejala Ringan Tetap Isoter: Rawan Badai Sitokin Studi: Omicron Sebabkan Rawat Inap Lebih Banyak pada Anak-anak dengan Gejala Ringan Pasien Covid-19 Gejala Ringan Cukup Isoman, Tak Perlu ke Rumah Sakit Vaksin Covid-19, Penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh Kekebalan Tubuh, dan Penularan Virus Corona Berita Terkait Pasien Covid-19 Gejala Ringan Tetap Diminta Isolasi Terpusat, Kenapa?

Alasan Pasien Covid-19 Gejala Ringan Tetap Isoter: Rawan Badai Sitokin Studi: Omicron Sebabkan Rawat Inap Lebih Banyak pada Anak-anak dengan Gejala Ringan Pasien Covid-19 Gejala Ringan Cukup Isoman, Tak Perlu ke Rumah Sakit Vaksin Covid-19, Respons Kekebalan Tubuh, dan Penularan Virus Corona Jakarta – Pemerintah belum lama ini memperbarui aturan terkait vaksinasi COVID-19 untuk penyintas atau orang yang telah sembuh dari virus Corona.

Disebutkan, vaksinasi dapat dilakukan kepada penyintas COVID-19 dengan gejala ringan-sedang minimal satu bulan setelah dinyatakan sembuh.

Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menyebut ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/1/2524/2021 yang ditandatangani oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada Rabu (29/9/2021).

Vaksinasi ini dibagi menjadi dua kategori, pertama, penyintas dengan kategori keparahan penyakit ringan sampai sedang dapat menerima vaksinasi dengan jarak waktu minimal 1 bulan setelah dinyatakan sembuh. Sementara untuk aturan berbeda diberikan kepada penyintas yang saat terinfeksi COVID-19 masuk dalam kategori berat. Untuk penyintas gejala berat, anjuran yang berlaku tetap menunggu 3 bulan setelah sembuh.

“Untuk penyintas dengan derajat keparahan berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh,” tambahnya. Adapun jenis vaksin yang akan digunakan pada vaksinasi bagi penyintas ini pun menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan yang melakukan pemberian vaksinasi.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya para penyintas COVID-19 baru dapat divaksinasi minimal setelah 3 bulan usai sembuh.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Pada saat itu tak ada aturan yang menjelaskan terkait tingkat keparahan penyakit yang dialami oleh penyintas. Hal ini disebabkan karena orang yang telah terinfeksi sebelumnya akan memiliki antibodi terhadap virus Corona secara alami.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Sehingga vaksin pun lebih diprioritaskan bagi mereka yang belum punya antibodi sama sekali.
Jakarta - Pemerintah belum lama ini memperbarui aturan terkait vaksinasi COVID-19 untuk penyintas atau orang yang telah sembuh dari virus Corona.

Disebutkan, vaksinasi dapat lebih cepat kepada penyintas COVID-19 dengan gejala ringan-sedang minimal satu bulan setelah dinyatakan sembuh. Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, menyebut ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/1/2524/2021 yang ditandatangani oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada Rabu (29/9/2021). Baca juga: Penyintas Corona Gejala Ringan-Sedang Kini Bisa Divaksin Sebulan Usai Sembuh Sementara untuk aturan berbeda diberikan kepada penyintas yang saat terinfeksi COVID-19 masuk dalam kategori berat.

Untuk penyintas gejala berat, anjuran yang berlaku tetap menunggu 3 bulan setelah sembuh. "Untuk penyintas dengan derajat keparahan berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh," tambahnya. Adapun jenis vaksin yang akan digunakan pada vaksinasi bagi penyintas ini pun menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan yang melakukan pemberian vaksinasi. Sebagai informasi tambahan, sebelumnya para penyintas COVID-19 baru dapat divaksinasi minimal setelah 3 bulan usai sembuh.

Pada saat itu tak ada aturan yang menjelaskan terkait tingkat keparahan penyakit yang dialami oleh penyintas. Hal ini disebabkan karena orang yang telah terinfeksi sebelumnya akan memiliki antibodi terhadap virus Corona secara alami. Sehingga vaksin pun lebih diprioritaskan bagi mereka yang belum punya antibodi sama sekali.

Berita Terkait • WHO: Angka Kematian Tak Langsung Pasien COVID-19 RI Tertinggi Ketiga di Dunia • DKI Jakarta Tertinggi, Ini Sebaran 227 Kasus Baru COVID-19 RI 8 Mei • Update Corona RI 8 Mei: Tambah 227 Kasus Baru, 10 Meninggal • DKI Paling Tinggi, Ini Sebaran 218 Kasus Baru COVID-19 RI 7 Mei • Ini Jenis Masker Paling Mempan Cegah Corona Jika Mudik Naik Transportasi Umum • Riset Temukan Efektivitas Vaksin COVID-19 Lebih Lemah pada Orang Obesitas • Harap Tenang, IDAI Tegaskan Hepatitis Misterius pada Anak Tak Terkait Vaksin COVID-19 • China Klaim Wabah COVID-19 di Shanghai 'Terkendali', Tetap Lanjut Lockdown MOST POPULAR • 1 Anak di Jatim Meninggal Diduga karena Hepatitis Misterius, Ini Gejala Awalnya • 2 Kemenkes Buka Suara Kasus Anak Jatim Meninggal Diduga Hepatitis Misterius • 3 Eks Bos WHO Bicara soal Potensi Hepatitis 'Misterius' Jadi Pandemi • 4 Dijalani Raja Salman, Apa Itu Kolonoskopi yang Bisa Deteksi Kanker Usus Besar?

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

• 5 Hasil Kolonoskopi Diungkap, Begini Kondisi Raja Salman Usai Masuk RS • 6 Benarkah Long COVID 'Biang Kerok' Hepatitis Misterius? Ini Penjelasan Pakar IDI • 7 Hepatitis Akut 'Misterius' Menular Lewat Pernapasan dan Pencernaan, Begini Mencegahnya • 8 Mengenal Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan • 9 Masih Misterius, IDAI Ungkap Kemungkinan Cara Penularan Hepatitis Akut • 10 Tips Curi-curi Waktu untuk Bercinta di Pagi Hari • SELENGKAPNYA
KOMPAS.com - Penyintas atau orang yang sembuh dari Covid-19 diperbolehkan menerima vaksinasi.

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Dengan catatan, suntikan vaksin diberikan tiga bulan setelah sembuh. "Hasil kajian menyebut vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada penyintas setelah 3 bulan," kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, Minggu (14/2/2021). Hal ini diatur dalam surat edaran terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dengan nomor HK.02.02/11/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia Komorbid dan Penyintas Covid-19 serta Sasaran Tunda.

Berkaitan dengan vaksinasi untuk penyintas dan sasaran yang ditunda, ada beberapa pertanyaan yang muncul di masyarakat. Baca juga: Kisah Lansia yang Dapat Vaksin Covid-19, Bagaimana Keamanannya?

lebih cepat, penyintas covid-19 kini bisa vaksin sebulan setelah sembuh

Kompas.com pun mencoba mencari jawaban dengan lebih cepat Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, Ph.D. Berikut ulasannya: 1. Kenapa penyintas Covid-19 baru bisa mendapat vaksin 3 bulan setelah sembuh? Berkaitan dengan pertanyaan ini, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, Ph.D., Apt angkat bicara. Bukannya tidak boleh diberi vaksin. Namun, penyintas Covid-19 bukan menjadi prioritas penerima vaksin karena di dalam tubuhnya sudah mengembangkan antibodi alami setelah terinfeksi.

"Sebelum 3 bulan (usai dinyatakan sembuh), orang masih ada kekebalannya. Jadi penyintas tidak diprioritaskan untuk menerima vaksin," jelas Zullies dihubungi Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi. Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa. Kita peduli, pandemi berakhir! Berita Terkait Jika Mutasi Virus Corona Makin Ganas, Vaksin Covid-19 Perlu Direvisi Vaksin Nusantara Diklaim Cocok untuk Komorbid, Ahli Pertanyakan Data Suntikan Pertama Vaksin Pfizer di Israel 85 Persen Efektif, Studi Jelaskan 2 Alasan Ahli Minta Pemerintah dan BPOM Menghentikan Vaksin Nusantara Pfizer Janjikan Vaksin Covid-19 mRNA Bisa Disimpan pada Suhu Tinggi Berita Terkait Jika Mutasi Virus Corona Makin Ganas, Vaksin Covid-19 Perlu Direvisi Vaksin Nusantara Diklaim Cocok untuk Komorbid, Ahli Pertanyakan Data Suntikan Pertama Vaksin Pfizer di Israel 85 Persen Efektif, Studi Jelaskan 2 Alasan Ahli Minta Pemerintah dan BPOM Menghentikan Vaksin Nusantara Pfizer Janjikan Vaksin Covid-19 mRNA Bisa Disimpan pada Suhu Tinggi [POPULER SAINS] Keamanan Vaksin Covid-19 Lansia - Gejala Long Covid Bertahan 9 Bulan https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/23/084859923/populer-sains-keamanan-vaksin-covid-19-lansia-gejala-long-covid-bertahan-9 https://asset.kompas.com/crops/XO8fHtmxGrLIbOp7yckE_QBE_Do=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2021/02/22/60331737278d6.jpg

Penyintas COVID-19 Bisa Divaksin Lebih Cepat




2022 www.videocon.com