Jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Jenis-Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya-Manusia Purba adalah jenis manusia pada zaman prasejarah, manusia purba memiliki jenis-jenis dan ciri-ciri masing-masing dari ciri-ciri tersebut dapat ditemukan jenis manusia purba ini dan dari Penelitian manusia purba dilakukan dengan mengadakan peneliatian penggalian wilayah yang diperkirakan sebagai tempat hidup manusia purba.

Penggalian itu menghasilkan temuaberupa sisa-sisa tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia yang sudah membantu (fosil). Fosil tumbuhan, hewan dan manusia itu ditemukan di lapisan bumi tertentu.

Dengan megnetahui umur lapisan bumi, dapat ditemukan umur fosil. Untuk lebih mengetahui jelas Jenis-Jenis dan Ciri-Ciri manusia purba Mari lihat penjelasa, dan pembahasan dibawah ini… Pada Pembahasan ini, Pertama-tama akan dibahas Jenis Manusia Purba dan ciri-cirinya di wilayah indonesia dan yang kedua akan dibahas jenis manusia purba dan ciri-cirinya diluar indonesia… A.

Jenis-Jenis Manusia Purba Indonesia dan Ciri-Cirinya Penelitian fosil manusia purba di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19 Tokoh penelitian manusia purba di Indonesia adalah Eugene Dubois. Keberhasilannya menemukan fosil atap tengkorak di Trinil (tahun 1891) menjadi bagian penting dalam sejarah palaeoantropologi. Peristiwa itu sekaligus mengawali serangkaian penelitian fosil manusia purba di Indonesia.

1. Meganthropus Palaeojavanicus Meganthropus Palaeojavanicus adalah manusia raksasa dari Jawa kuno. Fosil manusia purba ini adalah jenis paling tua yang pernah ditemukan di Indonesia. Penemunya adalah Ralph von Koenzgswald di Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah dan atas gigi lepas.

Dengan cara stratigrafi diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Puçangan. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil Megantropus Paleojavanicus berumur 1-2 juta tahun. Ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus • • Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

• Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok. • Tidak berdagu. • Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat. • Makanannya jenis tumbuh-tumbuhan.

Fosil manusia purba jenis Pithecantropus adalah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Pucangan dan Kabuh.

Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil Pithecanthropus amat bervariasi umumya, antara 30.000-2 juta tahun. Ciri-ciri Pithecantropus • • Tinggi tubuhnya kira-kira 165 – 180 cm. • Badan tegap, namun tidak setegap Meganthropus.

• Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis • Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus. • Hidung lebar dan tidak berdagu. • Makanannya bervariasi tumbuhan dan daging hewan buruan. Jenis-Jenis Pithecanthropus a.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto) Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Von Koenigswald di dekat Mojokertojawa timur, pada tahun 1936.

Fosil berupa tengkorak. Fosil tersebut disebut juga Pithecanthropus Robustua. b. Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak) Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil berupa tulang rahang, bagian atas tengkorak.

geraham, dan tulang kaki. c. Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo) Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh von Koenigswald dan Openorth di Ngandong dan Sangiran, di tepi Bengawan Solo, antara tahun 1931 – 1933. Fosil berupa tengkorak dan tulang kering. 3. Homo (Homo: manusia) Fosil manusia purba jenis homo adalah paling muda dibandingkan fosil manusia purba jenis lainnya. Disebut juga homo Erectus (manusia berjalan tegak) atau Homo Sapiens (manusia cerdas /bijaksana).

Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Notopurpo. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil Homo amat bervariasi umurnya, antara 25.000-40.000 tahun.

Ciri-ciri Homo • • Tinggi tubuh 130 – 210 cm. • Otak lebih berkembang daripada Meganthropus dan Pithecanthropus. • Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut. • Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu. • Mempunyaj ciri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid Jenis-Jenis Homo a.

Homo Soloensis jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya dan Solo) Fosil manusia purba jenis ini ditemukan Von Koenigswald dan Weidenrich pada tahun 193-1934 dilembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemuka berupa tengkorak. Dari Volume Otaknya, bukan lagi manusia kera ( Pithecantropus) b. Homo Wajakensis (manusia dan Wajak) Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Dubois pada tahun 1889 di daerah Wajak dekat Tulungagung.

Manusia jenis ini sudah mampu membuat alat-alat dan batu maupun tulang. Mereka juga telah mengenal cara memasak makanan. Artiikel Terkait: • Sejarah Manusia Purba Jenis Homo dan Ciri-Cirinya • Manusia Purba: Sejarah Homo Soloensis dan Ciri-Ciri Homo Soloensis • Manusia Purba: Sejarah Homo Wajakinensis & Ciri-Cirinya B. Jenis-Jenis Manusia Purba di Luar Indonesia/Di Dunia Selain di Indonesia, fosil manusia purba juga ditemukan di luar Indonesia, seperti di Cina, Eropa, dan Afrika.

Fosil manusia purba di luar Indonesia adalah sebagai berikut. 1. Australopithecus Africanus Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di Taung, dekat Vryburg, Afrika Selatan. Fosil ini ditemukan oleh Raymond Dart, pada tahun 1924. Diperkirakan manusia jenis ini hidup 2-3 juta tahun yang lalu. 2. Sinanthropus Pekinensis Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di gua Choukoutien, Peking (sekarang Beijing), RRC.

Fosil ini ditemukan oleh Davidson Black pada tahun 1927. Manusia purba jenis ini termasuk homo sapiens sehingga sering kali disebut juga disebut Homo Pekinensis. 3. Homo Neanderthalensis Fosil manusia purba jenis Ini ditemukan di lembah sungai Neander, dekat Dusseldorf, Jerman, oleh Rudolf Virchow.

Ciri-ciri manusia purba ini mendekati ciri-ciri Homo Wajakensis. 4. Homo Rhodesiensis Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Raymond Dart dan Robert Brom pada tahun 1924 di gua Broken Hill, Rhodesia (sekarang menjadi Zimbabwe). 5. Homo Cro-Magnon Fosil manusia purba jenis ini ditemukan di gua Cro-Magnon, dekat Lez Eyzies, sebelah barat daya Prancis. Fosil tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 1868. Ciri-ciri manusia purba jenis ini mendekati ciri-ciri manusia modern. Baca Juga: Sistem Kepercayaan Manusia Purba Kehidupan Masyarakat Prasejarah Indonesia Sejarah: Pembagian Zaman Masa Praaksara Sejarah: Kehidupan Manusia Purba Masa Bercocok Tanam Sejarah: Manusia Berburu dan Meramu Masa Manusia Purba Alat-Alat Mencari, Berburu dan Meramu Makanan Sejarah: Peninggalan Hasil Kebudayaan Masa Praaksara Kisah Eugene Dubois dalam Penemuannya Mendalami Sejarah: Masa Perundagian Demikianlah informasi mengenai Jenis-Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya.

Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu jenis-jenis manusia purba megantrhopus javanicus, ciri-ciri megantrhopus javanicus, jenis manusia purba pithecantrhopus, ciri-ciri pithecantrhopus, jenis-jenis pithecantropus, manusia purba jenis homo, ciri-ciri manusia purba jenis homo, dan jenis-jenis manusia purba di luar negeri/ didunia.

Sekian dan terima kasih. Jangan Lupa SHARE. Recent Posts • Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli • Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah • Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi • Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi • Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur Merdeka.com - Spesies manusia disebut Homo sapiens dan diperkirakan telah berevolusi sekitar 315.000 tahun yang lalu di Afrika.

Untuk beberapa waktu, manusia modern dan manusia purba, spesies awal manusia lainnya yang tidak bertahan hidup, seringkali hidup di bumi di tempat yang sama. Di Indonesia sendiri banyak ditemukan tulang belulang manusia purba yang menjadi bukti adanya jenis manusia lain selain Homo sapiens di Indonesia. Daerah yang selama ini banyak ditemukan fosil hominid yaitu Jawa Timur, meliputi Trinil, Ngandong, dan Mojokerto, serta Jawa Tengah, meliputi Sangiran dan Sambungmacan.

BACA JUGA: Cara Melentikkan Bulu Mata dengan Bahan Alami, Aman dan Efektif 40 Parikan Lucu yang Menghibur dan Bikin Ketawa, Akrabkan Suasana ©2020 Merdeka.com 1. Meganthropus palaeojavanicus Jenis manusia purba ini ditemukan pada sekitar tahun 1936 di kawasan Sangiran. Jenis manusia ini diperkirakan hidup sekitar satu hingga dua juta tahun yang lalu.

Meganthropus (mega:besar, antropo: manusia) atau manusia raksasa merupakan jenis manusia prasejarah paling primitif. Fosil dari jenis ini ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941. Von Koeningswald menamakan fosil temuannya ini dengan sebutan Mengathropus palaeojavanicus (raksasa dari Jawa). BACA JUGA: Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli, Ini Penjelasannya Bacaan Doa untuk Orang Menikah, Berikut Arti dan Keutamaannya Ciri-ciri dari manusia purba ini memiliki tulang pipi yang tebal, otot rahang kuat, bentuk tubuh yang tegap, tulang kening yang menonjol, tak memiliki dagu serta memiliki bentuk kepala dengan tonjolan di belakang yang tajam.

2. Pithecanthropus erectus Jenis manusia purba selanjutnya adalah Pithecanthropus erectus yang diperkirakan hidup di Indonesia pada satu hingga dua juta tahun yang lalu. Fosil pertamanya ditemukan pada fosil bagian geraham di daerah Jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya Bengawan Solo, daerah Trinil.

Penemunya ialah Eugene Dubois tahun 1890. Pithecanthropus erectus memiliki ciri – ciri tengkuk dan geraham (gigi) yang kuat, tubuhnya belum tegap sempurna, hidungnya tebal, dahinya lebih menonjol dan lebar, rata-rata tingginya 165 cm sampai 180 cm. Memiliki otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc. 3. Pithecanthropus soloensis Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah Ngandong, Solo.

Manusia purba ini diberi nama Pithecanthropus soloensis karena ditemukan di Jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya. Ciri-ciri manusia purba ini yaitu memiliki tulang belakang menonjol, rahang bawah yang kuat, hidungnya lebar dan tulang pipi yang kuat serta menonjol.

BACA JUGA: 6 Resep Muffin Oatmeal Praktis dan Lezat, Camilan Sehat Saat Diet Manfaat Undur-Undur Sebagai Obat Tradisional, Kenali Faktanya Pithecanthropus soloeinsis memiliki perkiraan tinggi sekitar 165 hingga 180 cm. Jenis manusia purba ini adalah pemakan tumbuhan dan kerap juga berburu hewan untuk dijadikan santapan. Fosilnya ditemukan sekitar tahun 1931 hingga 1933 oleh Openorth dan Van Koenigswald. ©2020 Merdeka.com 4. Pithecanthropus mojokertensis Tak hanya di Solo, di daerah Mojokerto juga ditemukan fosil manusia purba.

Van Koenigswald kembali menemukan fosil pada tahun 1939 di Mojokerto, Jawa Timur. Pertama kali ia menemukan fosil manusia purba yang jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya masih berusia 6 tahun. Lalu tahun 1936, Widenreich menemukan fosil lagi di kota yang sama. BACA JUGA: 6 Resep Donat Isi Berbagai Bahan ala Rumahan, Enak, Lembut dan Mudah Dibuat Ambulans Terobos Jalan dan Ngaku Bawa Pasien, Rupanya Mau Liburan jadi Bersitegang Ciri-ciri Pithecanthropus mojokertensis yaitu memiliki tulang tengkorak yang tebal, tingginya sekitar 165 sampai 180 cm, tak memiliki dagu dan memiliki badan tegap.

Saat penemuan, fosil Pithecanthropus mojokertensis hancur saat sedang proses penggalian. 5. Homo floresiensis Menggunakan sebutan ‘homo’ karena pada manusia purba ini telah memiliki kebiasaan yang hampir mirip dengan manusia modern saat ini. Mereka telah mengerti berbagai kegiatan dan disebut juga sebagai makhluk ekonomi. Homo floresiensis ditemukan di Pulau Flores Nusa Tengara dan diperkirakan hidup 12 ribu tahun yang lalu.

Jenis manusia purba ini telah mampu hidup berdampingan dengan jenis-jenis manusia purba lainnya. Ciri-ciri manusia purba ini hanya memiliki tinggi badan satu meter, bentuk dahinya sempit dan tak menonjol, tulang rahangnya menonjol, volume otak 380 cc serta tengkorak kepalanya yang kecil.

©2020 Merdeka.com 6. Homo wajakensis Manusia purba Homo wajakensis hidup di zaman yang lebih modern dari sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan penemuan peralatan yang bersamaan dengan fosil ini. Eugene Dubois menemukan fosil Homo wajakensis di daerah Campur Darat Tulungagung Jawa Timur. Ciri-cirinya ia memiliki bentuk wajah dan hidung datar dan lebar, tulang pipinya menonjol ke samping, letak hidung dan mulut sedikit jauh, tinggi 130 sampai 210 cm dan mampu berjalan tegap.

7. Homo soloensis Selain Pitecanthropus (manusia kera), di Solo juga ditemukan fosil Homo soloensis. Dikategorikan ‘homo’ karena manusia purba ini tergolong lebih cerdas. Weidenrich dan Koenigswald menemukannya tahun 1931. Mereka diperkirakan hidup sekitar 300.000 sampai 900.000 tahun yang lalu.

Ciri-ciri manusia purba ini memiliki volume otak 1000cc hingga 1300 cc, tinggi badannya mencapai 130 hingga 210 cm, tubuhnya tegap dan memiliki struktur tulang wajah yang tidak mirip dengan manusia kera. 8. Homo sapiens Jenis manusia purba ini adalah jenis manusia purba yang usianya paling muda ditemukan dan mendekati seperti manusia modern saat ini. Ia telah mengenal kehidupan sosial dan berpikir cerdas.

Bentuknya juga mirip dengan manusia seperti bentuk tengkuk yang sudah kecil, tulang wajah tidak menonjol, memiliki dagu dan tulang rahang yang tidak terlalu kuat dan volume otak antara 1000 sampai 1200 cc. 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru 4 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta?

5 6 Gaya Lucu Rayyanza Anak Raffi Ahmad & Nagita Liburan di Bali, Bikin Gemas Selengkapnya
Fosil manusia purba beberapa diantaranya ditemukan di Indonesia.

Sebaran manusia purba di Indonesia juga dilengkapi dengan penemuan hasil kebudayaan dan alat-alat, seperti kapak perimbas, beliung persegi, hingga menhir di tempat yang sama. Dikutip dari buku ‘Sejarah’ terbitan Grasindo, manusia purba diketahui ada di bumi sejak zaman Pleistosen. Kemudian, mengalami evolusi sesuai dengan keadaan alam dan kebutuhan manusia. Nah, berikut jenis manusia purba di Indonesia dan penemunya: 1. Meganthropus Paleojavanicus Manusia purba ini ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936-1941 di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.

Dalam fosil bertubuh besar ini, ditemukan gigi, rahang, dan tengkorak. Ciri-ciri manusia purba Meganthropus Paleojavanicus: -Rahang yang tegap dengan geraham yang besar -Tulang pipi tebal -Kening yang menjorok ke depan dengan tonjolan belakang kepala yang tajam -Kelummemiliki tulang dagu -Otot otot tengkuk kuat 2. Pithecanthropus Mojokertensis Fosil manusia selanjutnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus Mojokertensis. Dari semua fosil yang ditemukan, para ahli beranggapan jenis Pithecanthropus Mojokertensis merupakan yang paling tua.

Fosil ini di Indonesia, tepatnya di Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936. Diketahui, Pithecanthropus hidup di masa Pleistosen awal, tengah, dan akhir. Fosil mereka banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berikut ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis: -Berbadan tegap, tinggi badan 165-180 cm -Alat pengunyah yang kuat -Tulang kening tebal, menonjol, dan melebar sampai ke pelipis -Isi tengkorak diperkirakan antara 750-1300 cc -Belum memiliki tulang dagu -Terdapat tulang yang menonjol di belakang kepala 3.

Pithecanthropus Erectus Jenis Pithecanthropus Erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah oleh Eugene Dubois tahun 1891. Nama Pithecanthropus Erectus memiliki arti manusia kera yang berjalan tegak lurus dan dipandang sebagai spesies awal manusia yang hidup sekarang.

Adapun ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Erectus: -Bentuk tubuh lebih kecil dari Pithecanthropus Mojokertensis -Tinggi badan sekitar 160-180 cm -Volume otak berkisar 750-900 cc -Rahangnya menonjol ke depan -Terdapat tonjolan kening di dahi -Tidak memiliki dagu -Hidung lebar dan leher tegap 4. Pithecanthropus Soloensis Pithecanthropus Soloensis ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth di Desa Ngandong, Jawa Tengah.

Nama yang dipilih memiliki arti ‘Manusia kera dari Solo’.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Soloensis -Tengkorak lonjong, tebal, dan padat -Memiliki rongga mata yang sangat panjang 5. Homo Wajakensis Jenis ini ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Rietschoten pada tahun 1889. Penemuan jenis ini menjadi yang pertama di Asia. Ciri-ciri manusia purba Homo Wajakensis -Memiliki volume otak sekitar 1630 cc -Memiliki tulang tengkorak, rahang atas, dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kening -Mukanya datar dan lebar -Rahangnya tergolong padat dan memiliki gigi yang besar -Tinggi tubuhnya sekitar 173 cm 6.

Homo Floresiensis Fosil ini ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara. Penemuan fosil ini sempat menjadi perbincangan karena para ahli menilai bahwa Homo Floresiensis merupakan nenek moyang bangsa Indonesia.

Adapun, ciri-ciri manusia purba Homo Floresiensis: -Tinggi badan bisa mencapai satu meter -Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol -Tengkorak kepala kecil -Tulang rahang yang menonjol. 7. Homo Soloensis Homo Soloensis ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pada tahun 1931-1933 di Sangiran, Jawa Tengah. Manusia ini diketahui hidup sekitar 300 ribu hingga 900 ribu tahun yang lalu.

Adapun, ciri-ciri manusia purba Homo Soloensis: -Volume otak mulai 1.000 cc hingga 1.300 cc -Tinggi badan bisa mencapai 210 cm -Struktur tulang wajah tidak mirip dengan manusia kera 8. Homo Sapiens Jenis ini memiliki nama Homo Sapiens yang berarti manusia cerdas. Manusia purba ini diduga hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Adapun, ciri manusia Homo Sapiens adalah: -Memiliki volume otak yang lebih besar daripada Meganthropus dan Pithecanthropus, yakni sekitar 1350-1450 cc -Tinggi badan antara 130-210 cm -Berat badan antara 30-150 kg Selamat belajar manusia purba!

Sumber: travel.detik.com Recent Posts • Pembukaan Museum, Harapan Bagi Pedagang Sekitar • Harapan Di Idul Fitri • Bersinergi dalam Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Sangiran (2) • Muhibah Budaya Jalur Rempah, Susuri 6 Titik Pelayaran Bersama KRI Dewaruci • Tren Pengunjung di Bulan Ramadan Archives • April 2022 • March 2022 • February 2022 • January 2022 • December 2021 • November 2021 • October 2021 • September 2021 • August 2021 • July 2021 • June 2021 • May 2021 • April 2021 • Jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya 2021 • February 2021 • January 2021 • December 2020 • November 2020 • October 2020 • September 2020 • August 2020 • July 2020 • June 2020 • May 2020 • April 2020 • March 2020 • February 2020 • January 2020 • December 2019 • November 2019 • October 2019 • September 2019 • August 2019 • July 2019 • June 2019 • May 2019 • April 2019 • March 2019 • February 2019 • January 2019 • December 2018 • November 2018 • October 2018 • September 2018 • August 2018 • July 2018 • June 2018 • May 2018 • April 2018 • March 2018 • February 2018 • January 2018 • December 2017 • November 2017 • October 2017 • September 2017 • August 2017 • July 2017 • June 2017 • May 2017 • April 2017 • March 2017 • February 2017 • January 2017 • December 2016 • November 2016 • October 2016 • September 2016 • August 2016 • July 2016 • June 2016 • May 2016 • April 2016 • March 2016 • February 2016 • January 2016 • December 2015 • November 2015 • October 2015 • September 2015 • August 2015 • July 2015 • June 2015 • May 2015 • April 2015 • March 2015 • February 2015 • January 2015 • July 2014 • Jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya 2014 • April 2014 • March 2014 • February 2014 • January 2014 Categories • Artikel • Berita • Cagar Budaya jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya Permuseuman • Info Budaya • Jurnal • pengumuman • Sejarah • Tradisi Meta • Log in • Entries feed • Comments feed • WordPress.org Baca juga: 30 Tempat Wisata Bandung untuk Liburan Akhir Pekan Dikutip dari buku 'Sejarah' terbitan Grasindo, manusia purba diketahui ada di bumi sejak zaman Pleistosen.

Kemudian, mengalami evolusi sesuai dengan keadaan alam dan kebutuhan manusia. Nah, berikut jenis manusia purba di Indonesia dan penemunya: 1. Meganthropus Paleojavanicus Manusia purba ini ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936-1941 di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.

Dalam fosil bertubuh besar ini, ditemukan gigi, rahang, dan tengkorak. Ciri-ciri manusia purba Meganthropus Paleojavanicus: -Rahang yang tegap dengan geraham yang besar -Tulang pipi tebal -Kening yang menjorok ke depan dengan tonjolan belakang kepala yang tajam -Kelummemiliki tulang dagu -Otot otot tengkuk kuat 2. Pithecanthropus Mojokertensis Fosil manusia selanjutnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus Mojokertensis. Dari semua fosil yang ditemukan, para ahli beranggapan jenis Pithecanthropus Mojokertensis merupakan yang paling tua.

Fosil ini di Indonesia, tepatnya di Perning, Mojokerto, Jawa Timur oleh Weidenreich dan G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936. Diketahui, Pithecanthropus hidup di masa Pleistosen awal, tengah, dan akhir. Fosil mereka banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berikut ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis: -Berbadan tegap, tinggi badan 165-180 cm -Alat pengunyah yang kuat -Tulang kening tebal, menonjol, dan melebar sampai ke pelipis -Isi tengkorak diperkirakan antara 750-1300 cc -Belum memiliki tulang dagu -Terdapat tulang yang menonjol di belakang kepala 3.

Pithecanthropus Erectus Jenis Pithecanthropus Erectus ditemukan di lembah Bengawan Solo, Desa Trinil, Jawa Tengah oleh Eugene Dubois tahun 1891.

Nama Pithecanthropus Erectus memiliki arti manusia kera yang berjalan tegak lurus dan dipandang sebagai spesies awal manusia yang hidup sekarang. Adapun ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Erectus: -Bentuk tubuh lebih kecil dari Pithecanthropus Mojokertensis -Tinggi badan sekitar 160-180 cm -Volume otak berkisar 750-900 cc -Rahangnya menonjol ke depan -Terdapat tonjolan kening di dahi -Tidak memiliki dagu -Hidung lebar dan leher tegap Baca juga: Penemuan Baru Lagi di Pompeii, Kerangka Utuh Budak Kaya 4.

Pithecanthropus Soloensis Pithecanthropus Soloensis ditemukan oleh G.H.R von Koenigswald, Ter Haar, dan Oppenoorth di Desa Ngandong, Jawa Tengah. Nama yang dipilih memiliki arti 'Manusia kera dari Solo'. Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Soloensis -Tengkorak lonjong, tebal, dan padat -Memiliki rongga mata yang sangat panjang 5.

Homo Wajakensis Jenis ini ditemukan di desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur oleh Van Rietschoten pada tahun 1889. Penemuan jenis ini menjadi yang pertama di Asia. Ciri-ciri manusia purba Homo Wajakensis -Memiliki volume otak sekitar 1630 cc -Memiliki tulang tengkorak, rahang atas, dan rahang bawah, serta tulang paha dan tulang kening -Mukanya datar dan lebar -Rahangnya tergolong padat dan memiliki gigi yang besar -Tinggi tubuhnya sekitar 173 cm 6. Homo Floresiensis Fosil ini ditemukan di pulau Flores, Nusa Tenggara.

Penemuan fosil ini sempat menjadi perbincangan karena para ahli menilai bahwa Homo Floresiensis merupakan nenek moyang bangsa Indonesia. Adapun, ciri-ciri manusia purba Homo Floresiensis: -Tinggi badan bisa mencapai satu meter -Bentuk dahi sempit dan tidak menonjol -Tengkorak kepala kecil -Tulang rahang yang menonjol.

7. Homo Soloensis Homo Soloensis ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald pada tahun 1931-1933 di Sangiran, Jawa Tengah. Manusia ini diketahui hidup sekitar 300 ribu hingga 900 ribu tahun yang lalu. Adapun, ciri-ciri manusia purba Homo Soloensis: -Volume otak mulai 1.000 cc hingga 1.300 cc -Tinggi badan bisa mencapai 210 cm -Struktur tulang wajah tidak mirip dengan manusia kera 8.

Homo Sapiens Jenis ini memiliki nama Homo Sapiens yang berarti manusia cerdas. Manusia purba ini diduga hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu.

Adapun, ciri manusia Homo Sapiens adalah: -Memiliki volume otak yang lebih besar daripada Meganthropus dan Pithecanthropus, yakni sekitar 1350-1450 cc -Tinggi badan antara 130-210 cm -Berat badan antara 30-150 kg
Jakarta - Manusia purba dan kehidupan zaman praaksara adalah dua hal yang tidak terlepaskan dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada artikel kali ini kita akan mencari tahu jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia beserta dengan tokoh penemu dan ciri-cirinya.

Manusia purba disebut juga dengan 'Pre-historic people' atau manusia prasejarah yang sekarang dikenal dengan nama manusia praaksara. Sesuai dengan namanya, manusia praaksara merupakan jenis manusia purba yang hidup pada zaman belum mengenal tulisan.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Keberadaan manusia purba banyak ditemukan oleh para arkeolog di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Berbagai bukti autentik yang dapat menguatkan keberadaan manusia purba di Indonesia adalah ditemukannya fosil, ukiran, alat-alat rumah tangga, dan sebagainya. Berdasarkan hasil temuan bukti-bukti tersebut, para ahli dapat mengidentifikasi jenis-jenis manusia purba yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, para peneliti bahkan dapat membuat semacam tingkatan perkembangan dari manusia purba yang tertua hingga yang lebih muda berdasarkan indikator-indikator tertentu.

Baca juga: Fosil Wanita 70 Abad Ditemukan, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Sejarah Manusia Purba Di bawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis manusia purba di Indonesia yang dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Sejarah Indonesia Kelas X: Kehidupan Manusia Purba dan Asal Usul Nenek Moyang oleh Mariana.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Simak dengan baik, ya. Meganthropus Paleojavanicus Meganthropus Paleojavanicus adalah jenis manusia purba paling tua (primitif) yang pernah ditemukan di Indonesia. Fosil Meganthropus Paleojavanicus pertama kali ditemukan oleh arkeolog von Koenigswald dan Weidenreich antara tahun 1936-1941 di Sangiran pada formasi Pucangan. Fosil-fosil Meganthropus Palaeojavanicus yang berhasil ditemukan, antara lain fragmen tulang rahang atas dan bawah, serta sejumlah gigi lepas.

Nah, berdasarkan hasil penemuan tersebut, para ahli menyimpulkan ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus, yaitu 1.

Hidup pada zaman Pleistosen awal yang merupakan masa awal kehidupan manusia, 2. Memiliki rahang bawah yang sangat tegap dan gigi geraham yang besar, 3. Memiliki bentuk gigi yang homonim, 4. Memiliki otot-otot kunyah yang kuat 5. Memiliki bentuk muka yang masif dengan tulang pipi tebal, tonjolan kening yang mencolok, tonjolan belakang kepala yang tajam, serta tidak memiliki dagu, 6. Memakan jenis tumbuh-tumbuhan. Pithecanthropus Pithecanthropus atau dikenal juga dengan manusia kera adalah jenis manusia purba https://www.detik.com/tag/manusia-purba yang fosilnya paling banyak ditemukan di Indonesia.

Penemuan fosil pertamanya ditemukan oleh arkeolog asal Belanda bernama Eugene Dubois pada 1891 di Trinil, Ngawi. Fosil yang ditemukan berupa atap tengkorang dan tulang paha. Berdasarkan hasil temuannya ini, Dubois memberinya nama Pithecanthropus erectus yang berarti manusia jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya yang berdiri tegak. Selain Pithecanthropus erectus, jenis Pithecanthropus lainnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus robustus, yaitu manusia kera yang besar dan Pithecanthropus mojokertensis, yakni manusia kera dari Mojokerto.

Berdasarkan penemuan fosil-fosilnya, Pithecanthropus memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1. Pithecanthropus hidup pada masa Pleistosen awal dan tengah sekitar 1 juta hingga 1,5 juta tahun silam. 2. Memiliki tinggi badan sekitar 168-180 cm dengan berat badan rata-rata 80-100 kg. 3. Berjalan tegak. 4. Memiliki volume otak sekitar 775-975 cc.

5. Batang tulang lurus dengan tempat-tempat perlekatan otot yang sangat nyata. 6. Bentuk tubuh dan anggota badan tegap. 7. Memiliki alat pengunyah dan otot tengkuk yang sangat kuat. 8. Memiliki rahang yang sangat kuat dengan bentuk geraham besar. 9. Bentuk kening menonjol sangat tebal. 10. Bentuk hidung tebal dan tidak memiliki dagu.

11. Bagian belakang kepala tampak menonjol. Homo Sapiens Homo Sapiens merupakan perkembangan dari jenis manusia sebelumnya dan telah menunjukkan bentuk yang sama seperti manusia pada masa sekarang. Berdasarkan hasil penemuan para ahli, jenis Homo Sapiens yang ada di Indonesia adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Homo Wajakensis berhasil ditemukan oleh Van Reictshotten pada 1889 di Wajak, Malang.

Secara umum, Homo Sapiens memiliki ciri yang lebih progresif dibandingkan Pithecanthropus. Secara khusus, ciri-ciri Homo Sapiens adalah: 1. Volume otak bervariasi antara 1000-1450 cc, 2. Otak besar dan otak kecil sudah berkembang (terutama pada bagian kulit otaknya), 3. Memiliki tinggi badan sekitar 130-210 cm dengan berat badan rata-rata 30-150 kg, 4.

Tulang dahi dan bagian belakang tengkorak sudah membulat dan tinggi, 5. Otot tengkuk mengalami penyusutan, 6. Sudah berjalan dan berdiri tegak, 7. Memiliki ciri-ciri yang lebih sempurna. Nah, itu dia penjelasan mengenai jenis-jenis manusia purba di Indonesia lengkap dengan tokoh penemu dan ciri-cirinya. Sekarang, detikers sudah tahu perbedaan antara Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus, dan Homo Sapiens, kan?
Daftar Isi Artikel • Jenis-Jenis Manusia Purba Indonesia dan Ciri-Cirinya • (1) Meganthropus Palaeojavanicus ( Manusia raksasa dari Jawa kuno) • Ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus • (2) Pithecanthropus (Manusia Kera) • Ciri-ciri Pithecantropus • Jenis-Jenis “Manusia Purba” Pithecanthropus • a.

Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto) • b. Jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya Erectus (manusia kera yang berjalan tegak) • c. Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo) • 3. Homo (Homo: manusia) • Ciri-ciri Homo • Jenis-Jenis Homo • a. Homo Soloensis (manusia dari Solo) • b. Homo Wajakensis (manusia dari Wajak) • 1. Australopithecus Africanus • 2.

Sinanthropus Pekinensis • 3. Homo Neanderthalensis • 4. Homo Rhodesiensis • 5. Homo Cro-Magnon Jenis-Jenis Manusia Purba Indonesia dan Ciri-Cirinya Sejak kedatangan penjajah di Indonesia, aktivitas penelitian fosil di Indonesia sudah berjalan. Tokoh penelitian utama yang membuka jalan terhadap “manusia purba” di Indonesia adalah Eugene Dubois.

Dubois menemukan fosil tengkorak di lapisan trinil (berdasarkan teori lapisan dilivium) pada tahun 1891. Walaupun begitu, Dubois tidak mau mengakui bahwa itu adalah “manusia” melainkan Dubois memberikan istilah “Ape Man” atau manusia kera. Menurut Dubois, fosil tersebut adalah makhluk yang lebih mirip kera daripada manusia.

Penelitian demi penelitian manusia purba di tanah Indonesia, khususnya di tanah Jawa menjadi peristiwa penting bagi sejarah Palaeontropologi dunia. Berikut daftar “Manusia Purba” atau “Ape Man” yang ditemukan di Indonesia • Megantrophus palaeojavanicus • Pithecanthropus Mojokertensis • Pithecanthropus Erectus • Pithecanthropus Soloensis • Homo Soloensis • Homo Wajakensis (1) Meganthropus Palaeojavanicus ( Manusia raksasa dari Jawa kuno) Ini merupakan fosil “manusia purba” atau ape man yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Koenzgswald.

Karena berada pada lapisan Pucangan dan menurut perhitungan umur fosil, sekitar 1-2 juta tahun. Fosil yang ditemukan ketika itu adalah rahang bawah dan atas gigi lepas. Ciri-ciri Meganthropus Palaeojavanicus • Berbadan tegap dengan tonjolan tajam di belakang kepala (Well-built with sharp bulge in the back of the head) • Bertulang pipi tebal, dengan tonjolan kening yang mencolok (Against thick cheeks, with prominent protrusions).

• Tidak berdagu (No chin) • Otot kunyah, gigi, dan rahang besar dan kuat (Chewing muscles, teeth, and big and strong jaws) (2) Pithecanthropus (Manusia Kera) Pithecanthropus atau Ape man atau manusia kera merupakan kelompok manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia dan memiliki banyak jenisnya. Ditemukan pada lapisan pucangan dan lapisan kabuh. Ciri-ciri Pithecantropus • Memiliki postur tubuh pada kisaran 165 – 180 cm. • Badan tegap, akan tetapi tidak setegap Meganthropus (Strong body, but not as strict as Meganthropus) • Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis (The protrusion of the forehead is thick and transverse along the temple).

• Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus (Chew muscles are not as strong as Meganthropus). • Tidak berdagu dan hidung lebar (No chin and wide nose). • Pemakan daging dan tumbuhan atau sudah omnivora. Jenis-Jenis “Manusia Purba” Pithecanthropus a.

Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto) Fosil manusia purba yang ditemukan di Mojokerto tahun 1936 oleh Koenigswald. Baca lebih lanjut pada artikel ini Sejarah Pithecanthropus Mojokertensis dan Ciri-Cirinya (LENGKAP).

3. Homo (Homo: manusia) Genus termuda dan terakhir dari primata adalah Homo. Genus tersebut juga beranggotakan manusia purba dan manusia modern saat ini.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Umur fosil jenis Homo berumur sekitar 25.000 tahun – 40.000 tahun. Berdasarkan stratigrafi, fosil fosil Homo berada pada lapisan Notopurpo. Untuk istilah “Manusia kera” atau “Ape Man” sudah tidak berlaku lagi untuk spesies bergenus “Homo” melainkan disebut dengan istilah manusia baik itu manusia purba ataupun modern. Walaupun memang masih ada beberapa pihak yang tidak sepakat akan hal tersebut.

Ciri-ciri Homo • Tinggi tubuh 130 – 210 cm (Body height 130 – 210 cm). • Otot kunyah, gigi, dan rahang sudah menyusut (Chewing muscles, teeth, and jaws have shrunk) • Otak lebih berkembang daripada Meganthropus dan Pithecanthropus (The brain is more developed than Meganthropus and Pithecanthropus.) • Tonjolan kening sudah berkurang dan sudah berdagu (The forehead is reduced and already chin) • Mempunyai ciri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid (It has characteristics of Mongoloid and Austramelanosoid races) Jenis-Jenis Homo a.

Homo Soloensis (manusia dari Solo) Fosil manusia purba ini juga ditemukan oleh Koenigswald dan Weidenrich pada tahun 1931-1934 dilembah Bengawan Solo. Ditempat tersebut, mereka berdua menemukan fosil tengkorak Homo soloensis. b. Homo Wajakensis (manusia dari Wajak) Dubois menemukan fosil ini pada tahun 1889 di daerah Tulungagung tepatnya di Wajak.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Dubois selain menemukan fosil tengkorak, juga menemukan hasil kreasi Homo Wajakensis seperti alat alat dari bebatuan dan tulang. Itulah diatas jenis jenis manusia purba dan manusia kera yang ada pernah di temukan di Indonesia. Selain di Indonesia, manusia purba dan manusia kera juga ditemukan di luar Indonesia, khususnya di Afrika, China dan Eropa.

Berikut beberapa jenis manusia purba dan manusia kera tersebut. 1. Australopithecus Africanus Ini merupakan jenis manusia kera yang ditemukan di Afrika Selatan, tepatnya di Taung dekat Vryburg. Australopithecus Africanus ditemukan oleh Raymond Dart pada tahun 1924. Fosil manusia purba tersebut diperkirakan 2-3 juta tahun yang lalu. 2. Sinanthropus Pekinensis Sinanthropus Pekinensis, ditemukan oleh Davidson Black, di daerah Peking tepatnya di Gua Choukoutien di RRC.

Manusia purba diatas disebut Homo Pekinensis. 3. Homo Neanderthalensis Homo neanderthalensis, ditemukan oleh Rudolf Virchow di Jerman sekitar Dusseldorf. Ciri ciri manusia Homo nenderthalensis memiliki ciri ciri yang sama Homo wajakensis.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

4. Homo Rhodesiensis Manusia purba Homo rhodesiensis, ditemukan oleh Raymond Dart dan dan juga Robert Brom.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Mereka berdua menemukan pada tahun 1924 di gua Broken Hill, Rhodesia (sekarang menjadi Zimbabwe). 5. Homo Cro-Magnon Penemu pertama fosil manusia pruba Homo Cro- Magnon adalah Luis Lartet pada tahun 1868 di dekat Lez Eyzies di gua Cro – Magnon, Barat daya Prancis.

Berdasarkan pengukuran umur fosil, diketahui bahwa umur fosil Homo cro – magnon tertua adalah 43.000 – 45.000 tahun silam. Homo cro-magnon dikatakan oleh peneliti bahwa memiliki perwujudan yang sangat mendekati manusia modern saat ini atau homo sapien.

Ilustrasi manusia purba Cro magnon – Jenis jenis manusia purba Itulah diatas jenis jenis manusia purba di Indonesia dan di Dunia. Sebenarnya ada beberapa jenis lagi, akan tetapi jenis jenis manusia purba diatas sudah cukup mewakili.

Tetap belajar karena belajar itu mudah dan membuat mudah semuanya. Sekian dan Wassalam. Search tag: sejarah manusia purba di indonesia. jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya manusia purba menurut islam.

sejarah manusia purba di afrika .sejarah manusia purba di eropa. sejarah manusia purba di asia. sejarah manusia purba sinanthropus pekinensis. sejarah manusia purba di indonesia dan dunia .sejarah manusia purba eropa sejarah manusia purba di amerika sejarah manusia purba di dunia sejarah manusia purba asia • TOPIK • Australopithecus Africanu • Homo Cro-Magnon • Homo Neanderthalensis • Homo Rhodesiensis • Homo Soloensis • Homo Wajakensis • Jenis-Jenis Manusia Purba • manusia purba • Meganthropus Palaeojavanicus • Pithecanthropus Erectus • Pithecanthropus mojokertensis • Pithecanthropus Soloensis • sejarah manusia purba • Sinanthropus PekinensisJenis-Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya Manusia purba adalah sejenis manusia pada masa prasejarah, manusia purba memiliki tipe dan karakteristik masing-masing karakteristik ini dapat ditemukan jenis manusia purba ini dan dari penelitian manusia purba yang dilakukan dengan melakukan peneliatian penggalian daerah yang diestimasi sebagai tempat kehidupan manusia kuno Penggalian tersebut menghasilkan penemuan sisa-sisa tumbuhan, hewan, dan manusia yang telah membantu (fosil).

Fosil tumbuhan, hewan dan manusia ditemukan di lapisan bumi tertentu. Dengan mengetahui umur bumi, bisa ditemukan fosil zamannya. Untuk mengetahui lebih jelas Tipe dan Karakteristik manusia purba Mari kita lihat penjelajah, dan diskusi di bawah ini . Studi fosil manusia purba di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19 Tokoh-tokoh penelitian manusia purba di Indonesia adalah Eugene Dubois. Kesuksesannya dalam menemukan fosil atap tengkorak di Trinil (1891) menjadi bagian penting dalam sejarah palaeoantropologi.

Kejadian tersebut sekaligus memprakarsai serangkaian penelitian fosil manusia purba di Indonesia.

jenis jenis manusia purba dan ciri cirinya

Fosil manusia kuno ini adalah spesies tertua yang pernah ditemukan di Indonesia. Penemu Ralph von Koenzgswald di Fosil ditemukan dalam bentuk rahang bawah dan gigi bagian atas. Dengan cara stratigrafi diketahui fosil tersebut berada pada lapisan PuCangan. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil Megantropus Paleojavanicus berusia 1-2 juta tahun. Fosil manusia purba Jenis Pithecantropus adalah spesies manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia.

Dengan cara stratigrafi, fosil yang diketahui berada di lapisan Pucangan dan Kabuh. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil Pithecanthropus sangat bervariasi antara 30.000 dan 2 juta tahun. Fosil manusia purba jenis homo adalah paling muda dibandingkan fosil manusia purba jenis lainnya. Disebut juga homo Erectus (manusia berjalan tegak) atau Homo Sapiens (manusia cerdas /bijaksana).

Dengan cara stratigrafi, diketahui fosil tersebut berada pada lapisan Notopurpo. Berdasarkan umur lapisan tanah, diperkirakan fosil Homo amat bervariasi umurnya, antara 25.000-40.000 tahun. Demikianlah informasi mengenai Jenis-Jenis Manusia Purba dan Ciri-Cirinya. Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua baik itu jenis-jenis manusia purba megantrhopus javanicus, ciri-ciri megantrhopus javanicus, jenis manusia purba pithecantrhopus, ciri-ciri pithecantrhopus, jenis-jenis pithecantropus, manusia purba jenis homo, ciri-ciri manusia purba jenis homo, dan jenis-jenis manusia purba di luar negeri/ didunia.

Sekian dan terima kasih. Jangan Lupa SHARE.

Jenis Dan Ciri Manusia Purba Di Indonesia




2022 www.videocon.com