Kurang tidur bisa menyebabkan

kurang tidur bisa menyebabkan

tirto.id - Tidur adalah cara kita untuk mengistirahatkan tubuh setelah satu hari telah melakukan aktivitas. Idealnya, untuk mendapat waktu tidur cukup, seseorang paling tidak membutuhkan delapan jam dalam satu harinya. Dikutip The Boston Globe, Kepala Divisi Obat Tidur di Harvard Medical School Charles Czeisler mengatakan bahwa, “tidur merupakan salah satu dari tiga pilar utama yang baik, di samping berolahraga dan makan dengan baik.” Lebih jauh, kualitas tidur juga menentukan produktivitas kerja seseorang.

Artinya, semakin baik kualitas tidurnya, maka semakin produktif pula seseorang. Namun, ada kalanya, beberapa orang mengalami gangguan yang berdampak pada kurang tidur. Gangguan mental seperti stres, kecemasan, dan kepanikan menjadi salah satu penyebab.

Selain itu, pola makan yang tak teratur seperti terlalu banyak mengonsumsi kafein sebelum tidur. Atau, adanya gangguan pernafasan seperti sedang mengalami batuk dan flu, juga dapat menjadi pemicu lain. Lantas, apa yang terjadi dengan tubuh kita saat kurang tidur.

Dirangkum dari Healthline, berikut ini 10 dampak kurang tidur pada tubuh. 1. Ingatan bermasalah Saat tidur, otak Anda membentuk koneksi yang membantu mengingat dan memproses informasi baru.

Jika Anda kurang tidur, maka dapat berdampak negatif pada ingatan jangka pendek dan panjang. 2. Hilangnya konsentrasi Mengistirahatkan tubuh, sama halnya dengan memberi waktu pada otak untuk menyambungkan koneksi yang membentuk kreativitas, penyelesaian masalah, dan konsentrasi.

Saat Anda kurang tidur, otak pun tak dapat melakukannya. 3. Mood tidak stabil Kurang tidur, dapat membuat suasana hati Anda tak stabil, mudah murung dan emosi. Lebih jauh, kurang tidur yang kronis, dapat berakibat pada stres, kecemasan, dan depresi. 4. Imun melemah Saat tidur, imun akan bekerja untuk membentuk pertahanan yang membuat Anda tak mudah diserang virus dan kuman. Namun, saat Anda kurang tidur, imun tak bisa melakukannya, dan Anda cenderung akan mudah sakit.

5. Risiko penyakit diabetes Saat kurang tidur, tubuh Anda akan melepaskan banyak insulin, yaitu hormon penurun gula darah. Seseorang yang kurang tidur mempunyai kadar gula darah yang tinggi, dan berisiko terkena diabetes tipe 2.

6. Risiko penyakit hati dan jantung Kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah dan inflamasi zat kimia tingkat tinggi. Yang mana, dua hal ini berperan penting dalam terciptanya penyakit jantung.

7. Tekanan darah tinggi Jika Anda tidur kurang dari lima jam dalam sehari, maka akan berisiko tinggi naiknya tekanan darah dalam tubuh. 8. Gairah seks menurun Seseorang yang tidak punya waktu tidur cukup, cenderung menurun gairah seksualnya.

Khususnya untuk pria, ini disebabkan karena kurang tidur bisa menyebabkan penurunan level testosteron. 9. Berat badan naik Saat Anda kurang tidur, senyawa yang mengirim sinyal ke otak bahwa Anda telah makan cukup akan berhenti. Artinya, Anda akan cenderung makan terus menerus, kendati telah melewati batas cukup.

10. Hilangnya keseimbangan Kurangnya tidur dapat menurunkan keseimbangan tubuh Anda, yang mana membuat rentan untuk mengalami kecelakaan. Stres dan pola hidup tidak sehat sering kali menjadi penyebab seseorang kurang tidur.

Padahal, kebutuhan manusia akan tidur setara dengan kebutuhan dasar lainnya, seperti makan dan bernapas. Bila dibiarkan, kurang tidur dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Tidur sangatlah penting bagi tubuh. Pada saat tidur, tubuh akan memperbaiki diri, baik secara fisik maupun mental, sehingga kita merasa segar dan berenergi saat bangun serta siap menjalani aktivitas.

Selain itu, tidur juga membantu proses tumbuh kembang, terutama pada anak-anak dan remaja, karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dihasilkan. Hal yang Bisa Terjadi jika Kurang Tidur Kebutuhan tidur setiap orang tidak sama. Namun, tubuh umumnya membutuhkan tidur berkualitas selama 7–9 jam setiap harinya. Sementara itu, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur lebih banyak, yaitu sekitar 8–10 jam setiap hari. Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi, bisa menyebabkan Anda terlihat lelah, tubuh terasa lemas, menguap sepanjang hari, dan sulit konsentrasi.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang juga dapat terjadi jika Anda sering kurang tidur: 1. Insomnia dan kurang tidur bisa menyebabkan kardiovaskular Kurang tidur dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Salah satunya adalah insomnia.

Insomnia sendiri adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang susah tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak.

kurang tidur bisa menyebabkan

Bila dibiarkan tanpa penanganan, insomnia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, baik berupa gangguan irama jantung ( aritmia), gagal jantung, maupun serangan jantung. Hal ini dapat terjadi karena tidur berperan penting dalam menjaga kurang tidur bisa menyebabkan tubuh dalam memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung.

Inilah sebabnya, orang yang kurang tidur lebih rentan menderita penyakit jantung. Selain itu, penderita insomnia juga berisiko lebih tinggi menderita diabetes, obesitas, stroke, kanker, hingga masalah kesehatan mental seperti gangguan suasana hati dan kecemasan. 2. Mudah sakit dan susah sembuh Sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein yang bernama sitokin. Protein ini dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi, peradangan, dan stres. Sitokin akan dilepaskan tubuh saat kita tertidur.

Nah, bila kurang tidur, produksi protein ini pun akan berkurang sehingga kemampuan sel imun dalam melawan infeksi akan menurun dan menghambat proses penyembuhan. 3. Performa seks menurun Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pria dan wanita yang kurang tidur akan mengalami penurunan hasrat untuk melakukan hubungan seksual dan memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih rendah. Hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh rasa lelah, kantuk, dan stres yang terjadi akibat kurang tidur.

Bagi pria yang menderita sleep apnea, kondisi ini dapat memengaruhi kadar hormon testosteron dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan masalah disfungsi ereksi. 4. Daya ingat menurun Pada saat tidur, otak sebenarnya bekerja untuk menyimpan hal-hal yang telah dipelajari dan dialami sepanjang hari ke dalam sistem ingatan jangka pendek.

Saat tidur, koneksi saraf yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan. Jika waktu tidur terganggu, kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan ingatan pun akan mengalami gangguan. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir dan mengolah informasi. Rasa kantuk yang muncul akibat kurang tidur juga dapat menjadi salah satu penyebab orang mudah lupa serta hilangnya kemampuan konsentrasi dan membuat keputusan.

5. Munculnya tanda penuaan dini Saat kurang tidur, kulit akan terlihat pucat dan mata pun tampak bengkak. Bila berlangsung jangka panjang, kurang tidur dapat memicu munculnya berbagai tanda penuaan dini, seperti keriput, garis halus, atau kerutan di sekitar mata. Tidak hanya itu, sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Kondisi ini terjadi akibat meningkatnya produksi hormon kortisol. Selain menimbulkan berbagai masalah kesehatan di atas, kurang tidur juga turut menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja. Oleh karena itu, dampak kurang tidur bagi kesehatan dan keselamatan tidak bisa dianggap sepele.

Kurang tidur juga sering menyebabkan sakit kepala, baik di sisi kiri, kanan, atau di seluruh kepala. Bila Anda mengalami kondisi kurang tidur atau mengalami gejala susah tidur, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
Tidur yang berkualitas bisa mencegah dan mengobati sakit kepala. Saat tidur, maka tubuh bisa memperbaiki diri.

Tanpa istirahat ini, orang bisa mengalami gangguan kesehatan, termasuk sakit kepala. Apakah kurang tidur bisa menyebabkan sakit kepala? Kurang tidur dapat menyebabkan sakit kepala pada jangka pendek tetapi tidak akan menyebabkan sakit kepala kronis. Penelitian menemukan kurang tidur bisa meningkatkan protein dalam tubuh yang berkontribusi pada nyeri kronis. Protein ini dapat memicu sakit kepala migrain. Tidur dengan rapid eye movement (REM/mata bergerak) bisa membuat pernapasan menjadi lebih cepat dan teratur.

Siklus tidur dan sakit kepala Penelitian 2017 menemukan gangguan tidur dapat memicu sakit kepala tegang dan episode migrain dan pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan tidur.

Penelitian ini juga mengaitkan hubungan antara sakit kepala, gangguan tidur, dan depresi, menunjukkan depresi menurunkan ambang rasa sakit seseorang. Kurang tidur dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menahan rasa sakit.

Penelitian telah menemukan orang dengan insomnia dan masalah tidur lain kurang tidur bisa menyebabkan memiliki ambang rasa sakit yang lebih rendah daripada mereka yang tidak mengalami kesulitan tidur. Mendengkur dan sleep apnea Seseorang yang mendengkur lebih berisiko tinggi mengalami sakit kepala kronis.

Mendengkur adalah salah satu gejala utama apnea tidur obstruktif, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan jeda sementara pada pernapasan saat tidur. Sleep apnea mengganggu tidur dan sering menyebabkan orang terbangun dengan sakit kepala dan perasaan tidak tenang. Gejala apnea tidur meliputi: -Berhenti bernapas -Buang air kecil di malam hari -Kantuk di siang hari -Berkeringat di malam hari Namun, tidak semua orang yang mendengkur mengalami apnea tidur obstruktif.

Mendengkur biasanya disebabkan oleh masalah lain, seperti alergi atau hidung tersumbat, juga terkait dengan sakit kepala. Menggertakkan gigi Seseorang bisa mengalami sakit kepala yang konstan serta nyeri rahang karena menggertakkan gigi saat tidur. Sering menggertakkan gigi disebut bruxism dan ini bisa menjadi gejala kurang tidur dan stres berlebihan.

Namun, bruxism itu sendiri tidak menyebabkan kurang tidur. Kurang tidur dapat merugikan kesehatan fisik dan mental seseorang. Efek kurang tidur mungkin termasuk peningkatan risiko: -Mudah murung -Tingkat produktivitas yang buruk -Potensi kecelakaan kendaraan bermotor -Kabut otak -Cedera Dalam jangka panjang, masalah medis dapat berkembang akibat gangguan tidur, seperti kegemukan, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kesehatan mental yang buruk.

Baca juga: 4 Penyebab Kurang tidur bisa menyebabkan Tidur, Jangan Begadang Kalau Tiada Artinya Buka Tutup • Efek kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan fisik, termasuk meningkatnya risiko obesitas, penyakit jantung dan stroke, hingga gangguan kecemasan; • Setiap orang disarankan untuk memiliki waktu tidur yang cukup sesuai faktor usia dan kondisi tubuh yakni tidur selama 7-8 jam setiap hari; • Bahaya kurang tidur juga dapat membuat otak lelah dan menurunkan kemampuan fungsi otak terutama dalam berkonsentrasi dan daya ingat; • Tidur dengan jadwal teratur juga dapat membantu menjaga berat badan dan nafsu makan sehingga mencegah risiko obesitas; • Klik untuk membeli suplemen vitamin atau obat saraf dan otak lainnya melalui HDMall.

Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD; • Temukan dan booking paket pemeriksaan kesehatan dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall.

Memiliki waktu tidur yang cukup sangat penting dalam membantu menjaga kesehatan tubuh dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini terjadi karena pada saat tubuh beristirahat, beberapa organ tubuh akan mengalami perbaikan terutama untuk membentuk sel-sel baru pada tubuh termasuk memulihkan kondisi tubuh yang lelah.

Kebutuhan tidur yang tercukupi ini pun juga sangat dibutuhkan oleh bayi dan anak-anak selama masa pertumbuhan. Tak hanya itu, efek kurang tidur juga dapat berdampak pada terganggunya beberapa fungsi kerja organ tubuh, seperti meningkatnya risiko obesitas, perubahan suasana hati, hingga masalah kesehatan lainnya.

Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk memenuhi kebutuhan tidurnya sesuai faktor usia dan kondisi tubuh, misalnya orang dewasa diharapkan tidur selama 7-8 jam setiap hari. 10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan 1. Penurunan daya ingat dan sulit berkonsentrasi Tidur yang cukup sangat diperlukan otak agar pikiran dapat kembali segar setelah lelah dan beristirahat. Orang yang kurang tidur akan mengalami kelelahan pada otak secara terus menerus dan dapat mengurangi tingkat konsentrasi dan kewaspadaan.

Kondisi ini jika dibiarkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan serius sebagai akibat dari kurang tidur. Penelitian telah mengklaim bahwa mengemudi sambil mengantuk karena kurang tidur sama bahayanya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Selain risiko kecelakaan di jalan raya, kurang tidur juga dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya cedera atau kecelakaan di tempat kerja atau di manapun ia berada.

Selain itu, efek kurang tidur lainnya juga dapat menurunkan kemampuan otak untuk mengingat sesuatu sehingga Anda menjadi mudah lupa atau pikun. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, kurang tidur dapat menyebabkan masalah kognitif permanen karena semakin sedikit waktu tidur, maka semakin pula kemampuan tubuh dalam memproses serta menyimpan memori pada otak hingga memungkinkan terjadinya kerusakan otak. Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Otak dan Meningkatkan Daya Ingat 2. Mengalami depresi atau gangguan kecemasan Kurangnya tidur secara signifikan dapat meningkatkan gejala depresi.

Hal ini diketahui melalui sebuah jajak pendapat terhadap penderita gangguan kecemasan atau depresi di mana mereka memiliki jam tidur kurang dari 6 jam di malam hari. Tak hanya itu, orang yang mengalami insomnia juga sering dikaitkan depresi.

Kondisi ini saling berkaitan satu sama lain di mana depresi bisa menyebabkan gangguan tidur (insomnia) begitupun sebaliknya di mana gejala depresi itu sendiri juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memilki kualitas tidur yang baik. 3. Kerusakan kulit Tak hanya berdampak pada kesehatan organ dalam tubuh saja, tetapi efek kurang tidur meski hanya dalam waktu semalam saja juga dapat menimbulkan kerusakan pada kulit, seperti menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi terlihat lebih pucat.

Jika seseorang terus mengalami kurang tidur, maka kerusakan ini dapat kurang tidur bisa menyebabkan lebih parah bahkan memunculkan lingkaran hitam di bawah mata dan timbulnya kulit keriput garis halus di wajah. Elastisitas kulit juga bisa menjadi rusak dari waktu ke waktu ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup. Kelelahan kronis akibat kurang tidur menyebabkan stres berlebihan yang menyebabkan tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol (hormon stress) untuk kurang tidur bisa menyebabkan protein dalam kulit yang membuat elastisitas dan kehalusan kulit menurun.

Baca juga: Efek Bahaya Kurang Tidur Bagi Kulit Wajah 4. Berat badan berlebih (obesitas) Tidur yang teratur juga dapat membantu tubuh menjaga nafsu makan dan mengatur jadwal lapar secara lebih teratur. Oleh karena itu, seseorang yang kurang tidur akan merasa mudah lapar dan cenderung untuk makan terus menerus karena pada kondisi ini disebabkan oleh adanya peningkatan produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar dan menurunkan kemampuan tubuh dalam menekan nafsu makan.

Jika hal ini terus terjadi, maka berat badan tentu bisa naik secara berlebihan (obesitas). 5. Penurunan gairah seksual Orang yang kurang tidur juga dikaitkan dengan penurunan gairah seksual yang disebabkan oleh menurunnya hormon seksual sekitar 10 persen, termasuk hormon testosteron dalam tubuh. Tentu saja hal tersebut akan berdampak pada penurunan stamina dan niat untuk melakukan hubungan seksual. 6. Risiko stroke Salah satu penyakit berbahaya akibat kurang tidur adalah stroke di mana sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang terbiasa tidur kurang dari 6 jam setiap malam memiliki risiko empat kali lebih besar terserang stroke.

Baca juga: Gejala, Penyebab, dan Metode Pemulihan Pasca Stroke 7. Risiko diabetes Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara efek kurang tidur dengan resistensi insulin yang merupakan tanda terjadinya diabetes.

Penelitian tersebut menemukan bahwa waktu tidur yang singkat memiliki resistensi insulin yang lebih tinggi, yang berarti tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif.

Oleh karena itu diambil kesimpulan bahwa salah satu akibat kurang tidur adalah meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes (kencing manis). 8. Risiko kanker Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa efek kurang tidur pada seseorang juga dapat menimbulkan risiko penyakit kanker yang lebih tinggi. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa para penderita kanker kolorektal (kanker usus) memiliki rata-rata waktu tidur malam kurang dari 6 jam.

Selain itu, menurut National sleep foundation, kurang tidur dapat mengakibatkan peningkatan kanker payudara sebesar 30 persen pada wanita dan kanker prostat pada laki-laki. Akibat kurang tidur lainnya pada penyakit kanker, yaitu meningkatnya angka kekambuhan pada pasien kanker payudara.

Oleh karena itu, memiliki waktu tidur yang cukup sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko dan kekambuhan penyakit kanker di kemudian hari. 9. Penurunan kekuatan tulang dan nyeri sendi Menurut sebuah studi, dampak kurang tidur jangka panjang juga berkaitan dengan osteoporosis (pengeroposan tulang). Para peneliti menemukan adanya perubahan kepadatan mineral tulang dan sumsum tulang. Bahkan tak hanya pada tulang, tetapi efek kurang tidur juga dapat berdampak pada kesehatan sendi dan otot.

Sistem kekebalan tubuh juga mungkin dapat terpengaruh jika seseorang kurang tidur. Jika dibiarkan maka kemampuan tubuh dalam melawan infeksi juga dapat berkurang. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak mampu memproduksi protein sitokin yang cukup akibat kurang tidur. Baca juga: Cara Mengatasi Sulit Tidur 10. Meningkatnya risiko kematian Efek bahaya kurang tidur yang paling fatal adalah meningkatnya risiko kematian.

Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola tidur tidak teratur memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang cukup tidur secara teratur.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu yang dimiliki sehingga meningkatnya risiko kematian, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung ataupun tekanan darah tinggi).

Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 kurang tidur bisa menyebabkan email di [email protected] Buka di app
Berapa jam seharusnya tubuh mendapat istirahat untuk tidur?

kurang tidur bisa menyebabkan

Apa dampak buruk akibat kurang tidur? Dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut? Deprivasi tidur atau kurang tidur dapat menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan. Ini termasuk mengurangi kemampuan seseorang dalam mengatasi stres dan juga memperlemah ketahanan tubuh terhadap penyakit. Tidur adalah aktivitas penting untuk manusia. Ketika Anda sedang tidur, otak Anda akan beristirahat, dan selanjutnya sel-sel tersebut diperbaiki dengan mengeluarkan hormon-hormon tertentu.

Rentang lamanya waktu tidur tergantung juga kepada umur yaitu: • Bayi = 16 jam • Orang berusia 3 – 18 tahun = 10 jamOrang berusia 19 – 55 • tahun = 8 jamLebih dari 55 • tahun = 6 jam Seseorang yang bekerja di siang hari tanpa tidur secukupnya pada waktu malam, tidak akan mampu berpikir atau fokus menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Mereka menjadi lamban dan terkadang emosi juga tidak menentu dan mudah marah. Seorang mahasiswa yang bekerja sambilan (side job) pada waktu malam misalnya, akan mengalami masalah berkonsentrasi pada pembelajaran di dalam kelas. Selama ujian, mereka cenderung mengalami kesulitan untuk mengingat kembali ilmu yang telah dipelajari. Bagi kebanyakan orang dewasa, waktu tidur malam selama enam sampai delapan jam sudah cukup untuk memulihkan tenaga dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak.

Awas., Beragam Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Tidur! Tidur adalah proses penting, tidur bisa mempengaruhi segala fungsi sistem di dalam tubuh kita. Periode waktu tidur nyenyak juga harus kompatibel dengan jam biologis tubuh yaitu harus mencakup setidaknya dari pukul 11 malam hingga jam 2 pagi. Kondisi ini berbeda bagi mereka yang terpaksa berjaga siang malam dan tidak memiliki pilihan menentukan waktu tidur.

Menurut penelitian, kekurangan waktu tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan. Hal sebaliknya juga berlaku, dimana terlalu lama tidur juga tidak baik untuk kesehatan. Dibandingkan wanita yang tidur 8 jam sehari, risiko untuk terkena penyakit jantung meningkat bagi wanita yang kekurangan masa tidur.

Mereka yang memiliki jam tidur selama 7 jam berisiko meningkat 10%, 6 jam tidur risiko meningkat 20%, 5 jam tidur risiko meningkat 50%. Sebaliknya, jika tidur berlebihan, misalnya 9 jam, maka risiko juga meningkat sebesar 38%. Setiap 1 jam kekurangan tidur setiap malam akan meningkatkan deposit kalsium dalam saluran darah arteri sebesar 16%. Selanjutnya, 27% dari mereka yang tidur kurang dari 5 jam setiap malam memiliki plak berlemak (atherosclerotic plaque) pada jantung. Bahkan 11% dari mereka yang tidur 5 sampai 7 jam setiap malam terindikasi terjadi pemblokiran aliran darah.

Hanya 6% dari mereka yang tidur lebih 7 jam setiap malam mengalami pemblokiran aliran darah (atherosclerosis). Tidur dalam waktu singkat menyebabkan detak jantung dan tekanan darah berada dalam kondisi tidak normal selama 24 jam yang menyebabkan sistem kardiovaskular bekerja pada tekanan tinggi. Ini akan mempengaruhi kesehatan jantung dan otak. Tidur yang cukup diperlukan untuk memungkinkan jantung berdegup perlahan dan tekanan darah dapat menurun pada tingkat yang sesuai untuk jantung manusia bekerja.

Hal inilah yang membuat 24% individu yang tidur malam yang kurang kurang tidur bisa menyebabkan 5 jam lebih mudah mendapat stress atau tekanan ekstrim dibandingkan hanya 12% bagi yang tidur 7 sampai 8 jam. Selain itu, semakin singkat waktu tidur seseorang, semakin tinggi risiko untuk mengalami masalah obesitas.

Tetap terjaga pada waktu malam juga akan akan meningkatkan nafsu makan di malam hari dan ini akan mengundang berbagai masalah kesehatan yang tidak diinginkan. Nah, untuk mendeskripsikan sejumlah gangguan kesehatan dan ancaman penyakit yang bakal menyerang tubuh akibat kurang tidur, akan dipaparkan dalam blog diedit.com ini.

Apa sajakah risiko kesehatan akibat kurang tidur? Yuk, mari disimak dengan cermat! 1. Kelelahan fisik dan tekanan secara mental Kekurangan tidur akan mempengaruhi fisik pada tubuh. Sama seperti gizi, tidur juga penting untuk mengistirahatkan tubuh. Ketika tidur, tubuh akan memproses pembaruan sel dan memperbaiki otot. Ini adalah waktu bagi otak menyimpan semua informasi yang telah diterima sepanjang hari.

Kurang tidur menyebabkan kelelahan serta stres. 2. Kurang tidur sebabkan berat badan naik Kurang tidur juga akan memperlambat sistem metabolisme, karena proses mencerna gula yang akan terganggu. Kurang tidur menyebabkan meningkatnya rasa lapar pada jam-jam yang tidak teratur, dan tubuh mulai menuntut lebih banyak makanan dari apa yang diperlukan, sehingga akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Kok bisa naik? Orang yang tidak cukup tidur mungkin terlalu lelah untuk berolahraga, yang mengurangi kegiatan “kalori dibakar.” Atau orang-orang yang kurang tidur mengambil lebih banyak kalori daripada orang-orang yang cukup kurang tidur bisa menyebabkan, semata-mata karena mereka berjaga lebih lama dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk makan.

Selain itu, kekurangan tidur juga mengganggu keseimbangan hormon utama yang mengontrol selera makan, jadi orang yang kurang tidur mungkin lebih lapar dari orang-orang yang mendapatkan cukup istirahat setiap malam.

Ketika kita berjaga malam, itu akan mempengaruhi kita untuk mengambil makanan berkabohidrat seperti roti dan pizza, dibandingkan memilih salad. Ini karena kekurangan tidur mempengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan memilih jenis makanan.

3. Kurang tidur mengakibatkan mudah kurang tidur bisa menyebabkan Tidak cukup tidur akan menghambat fungsi kognitif otak dan membuat otak tidak berfungsi dengan maksimal. Sering lupa dan bingung, dan apa yang Anda harus lakukan adalah memeriksa kembali jam tidur pada malam sebelumnya. Tidur sangat penting untuk meningkatkan kurang tidur bisa menyebabkan konsentrasi berpikir.

Kurang tidur berdampak negatif pada proses pemikiran dari banyak segi. Pertama, kurang tidur cenderung melemahkan daya fokus, daya sadar, akal logika, cara berpikir dan daya pikir dalam menyelesaikan masalah. Ini akan menyulitkan proses pembelajaran. Kedua, saat tidur di malam hari, siklus tidur akan menyimpan memori di dalam otak. Jika Anda tak cukup tidur, Anda tak akan bisa mengingat apa yang dipelajari dan dialami pada siang hari.

Oleh karena itu, mantapkan daya memori otak anda dengan tidur yang cukup. Pada 2009, ilmuwan Amerika dan Perancis menemukan “gelombang otak yang tajam” bertanggung jawab untuk memperkuat memori. Gelombang ini juga mentransfer informasi yang dipelajari ke bagian otak neokortex dimana memori lama disimpan. Gelombang ini hanya terjadi ketika kita tidur nyenyak. 4. Gangguan nafsu makan Salah satu dampak lain akibat kurang tidur adalah juga bisa menyebabkan berat badan menurun drastis dan tubuh semakin kurus.

Hal ini disebabkan karena saat tubuh sedang tidur sebenarnya memproduksi hormon leptin yang bisa mengendalikan nafsu makan. Ketika kurang tidur maka leptin dalam tubuh tidak terpenuhi jumlahnya. Hormon leptin berfungsi untuk mengendalikan nafsu makan dengan memberitahukan lewat sinyal secara langsung.

Jadi kurang hormon leptin maka bisa menyebabkan tubuh tidak bisa mengatur nafsu makan. 5. Akibat kurang tidur sebabkan kulit kusam Orang yang sering kurang tidur lingkaran matanya menjadi hitam dan tumbuh jerawat. Kekurangan tidur akan menyebabkan tubuh lebih banyak melepaskan hormon kortison. Hormon ini akan memecahkan kolagen di kulit, yang bertanggung jawab membuat kulit halus dan bersinar.

Jika anda tidur lambat dalam beberapa hari saja, tanda ini pasti sudah nampak kesan lebam di sekeliling mata alias mata panda dan kulit terlihat tidak bernyawa.

Apa lagi jika kurang tidur berkepanjangan dimana dapat menyebabkan kulit menjadi kusam, bergaris-garis, dan lingkaran hitam di bawah mata. Kurang tidur juga menyebabkan tubuh kurang memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone). Saat muda, hormon pertumbuhan mendorong pembesaran. Bila semakin tua, hormon ini meningkatkan otot, menyehatkan kulit dan menguatkan tulang.

Sayangnya hormon ini hanya diproduksi ketika tidur nyenyak, saat gelombang otak berfrekuensi lambat. Saat inilah terjadi pemulihan sel dan jaringan tubuh, dan memperbaiki kerusakan jaringan saat kita melakukan aktivitas sehari-hari 6. Depresi dan gangguan psikologis Banyak penelitian yang menunjukkan kurang tidur menyebabkan gangguan psikologis, termasuk depresi. Orang yang mengalami insomnia akan lebih rentan terkena gangguan tersebut, dibandingkan dengan orang yang menjalani hari dengan tidur yang cukup.

Studi yang dilakukan di Universitas Pennsylvania menunjukkan individu kurang tidur mengalami gejala depresi seperti stres ekstrim, cepat marah, gelisah dan rasa sedih tak bersebab sehingga dapat memicu perasaan ingin bunuh diri. 7. Resiko penyakit kardiovaskular Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Chicago menemukan fakta bahwa kurang tidur akan menyebabkan gangguan proses produksi hormon yang akan melemahkan kemampuan tubuh untuk menggunakan karbohidrat dalam tubuh.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya kurang tidur bisa menyebabkan seperti diabetes. Kurang tidur akan menyebabkan peningkatan hormon stres dalam tubuh. Ini mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk pada jantung. Hormon stres dapat merusak pembuluh darah, yang akan menyebabkan tekanan darah tinggi.

8. Mudah hilang fokus Selanjutnya, bahaya kurang tidur adalah Anda akan kehilangan fokus ketika melakukan pekerjaan. Misalnya seorang siswa akan mengalami masalah berkonsentrasi pada pembelajaran di dalam kelas. Selama ujian, mereka akan mengalami kesulitan untuk mengingat kembali ilmu yang telah dipelajari.

9. Meningkatkan resiko kanker Penelitian yang dilakukan oleh Johns Hokins Bloomberg School of Public Health terhadap 6.000 wanita selama 10 tahun menemukan kurang tidur meningkatkan serangan kanker 50%.

kurang tidur bisa menyebabkan

ini disebabkan gangguan metabolisme yang berkaitan dengan penyakit kanker, 10. Kurang tidur berpotensi diabetes Seperti disebutkan sebelumnya bahwa kurang tidur akan menyebabkan metabolisme tubuh menjadi menurun, di mana akan mengurangi kemampuan tubuh untuk mencerna glukosa. Dan, ini disebut akan menyebabkan diabetes serta obesitas. Kita sehat dan tidak mengalami masalah berat badan, tetapi jika mengalami masalah kurang tidur yang kronis, kita akan menghadapi masalah fungsi insulin.

11. Tidak ada minat dalam hubungan intim Kekurangan tidur juga akan menyebabkan Anda tidak dapat memberikan kepuasan serta tidak ada keinginan untuk ‘memadu cinta’. Studi yang dipublikasikan oleh Journal Of Clinical Endokrinologi & Metabolisme 2002 menunjukkan kurang tidur mengakibatkan penurunan tingkat kadar libido yang berfungsi merangsang keinginan seks.

Ahli terapi tidur mengatakan, wanita dan pria yang kurang tidur dilaporkan kurang bernafsu di ranjang.

kurang tidur bisa menyebabkan

Beberapa penyebab utamanya adalah kehabisan tenaga, mengantuk dan tekanan emosi sehingga berakibat negatif terhadap keinginan bermesraan. Pria yang menderita apnea tidur, yaitu masalah pernapasan yang mengakibatkan gangguan tidur, juga menjadi penyebab masalah rutinitas ‘intimnya”. Penelitian yang dilakukan dalam tahun 2002, mengatakan banyak pria yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah dibandingkan biasanya.

12. Melemahkan sistem pertahanan tubuh (imun) Ketika tidur, sel-sel kurang tidur bisa menyebabkan dan tubuh kita akan beristirahat dan terbarukan (regenerasi). Jika kurang tidur, sel darah putih di dalam tubuh akan berkurang yang menyebabkan sistem pertahanan tubuh menjadi lemah dan rentan terkena penyakit.

Menurut Prof Raymond kurang tidur melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan mudah jatuh sakit, lemah otot dan mendapatkan serangan migrain. 13. Suka murung dan enggan bergaul Jika kurang tidur, kita akan mudah tertekan dan murung. Jika masalah ini berkepanjangan, kita kemungkinan besar akan kehilangan minat untuk bergaul dan bersosialisasi.

14. Stroke dan serangan jantung. Ulasan yang telah dilakukan oleh peneliti Jepang menemukan orang dewasa yang tidurnya kurang 7 jam sehari akan mendapat risiko serangan stroke dan jantung 33%. Ini karena kekurangan tidur menyebabkan tekanan darah naik dan tidak berada pada tingkat normal. beberapa penelitian menunjukkan kaitan antara durasi waktu tidur yang pendek yaitu kurang dari 6 jam akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Para peneliti masih bingung bagaimana mekanisme atau hubungan yang terjadi antara waktu tidur yang kurang atau berlebihan dengan penyakit jantung. Namun menurut Phyllis Zee, MD, PhD, seorang profesor neurologi dan direktur Program Penyakit Tidur di universitas kedokteran di Amerika mengatakan, “Kekurangan tidur tidak selalu menyebabkan penyakit jantung, tetapi ia memang meningkatkan risiko penyakit jantung.” Meskipun begitu hubungan diantara apnea tidur dan penyakit jantung semakin jelas.

Cuma apakah apnea tidur (ngorok) yang sebenarnya menyebabkan penyakit jantung atau sebaliknya masih tidak dimengerti. Tapi yang pasti jika sekarang Anda menderita apnea tidur, Anda memiliki risiko yg tinggi mengidap penyakit tekanan darah tinggi dimasa akan datang.

15. Akibat kurang tidur sebabkan keletihan Kehilangan waktu tidur untuk waktu yang lama juga akan menyebabkan kita mudah terasa lelah dan ngantuk.

kurang tidur bisa menyebabkan

Hal ini sangat tidak nyaman. Kurang tidur juga dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan pada waktu siang dan mudah marah serta gerak gerik menjadi lambat. 16. Raut wajah pucat tidak berseri lagi Ketika tidur tidak mencukupi maka efek negatifnya adalah raut wajah yang tidak berseri. Ini penting, terutama bagi mereka yang akan melangsungkan resepsi pernikahan. Jika kurang tidur saat menjelang hari pernikahan akan menyebabkan make up serta aura pada wajah tidak terlihat menarik. Selain itu juga, wajah Anda akan menunjukkan rasa kurang nyaman serta tidak bernyawa.

Perawatan tidur yang bagus adalah tidur selama 7 atau 8 jam sehari. 17. Kurang tidur picu sakit kepala Jika kurang tidur, sakit kepala mungkin akan terjadi. Jika dibiarkan berlarut-larut, ini bisa menyebabkan seseorang menjadi pemarah dan tertekan dan pada akhirnya menjadi penyebab penyakit seperti darah tinggi. 18. Tampak lebih tua Bila tidak cukup tidur akan tampak lingkaran hitam di bawah mata yang lama kelamaan menampakkan wajah lebih tua. Kurang tidur sebabkan wajah lebih mudah berkeriput yang menjadi tanda awal penuaan pada wajah.

kurang tidur bisa menyebabkan. Berisiko cancer payudara Wanita yang selalu terkena banyak cahaya di malam atau sering bekerja pada waktu malam menghadapi kemungkinan terserang kanker payudara lebih tinggi. Jadi, penting agar anda bisa tetap sehat dengan menjaga pola tidur yang cukup.

kurang tidur bisa menyebabkan

20. Gangguan fungsi mental Fungsi mental begitu utama untuk menjadikan badan serta otak dapat bekerja dengan baik. Tidur dengan frekuensi waktu yang cukup bakal menolong mengatur fungsi mental hingga dapat menghindarkan diri dari depresi, masalah pikiran serta perasaan murung yang terlalu berlebih.

Jadi bila kurang tidur, kurang tidur bisa menyebabkan terserang masalah mental juga semakin lebih tinggi. Keadaan ini kerap ditandai dengan kurang konsentrasi, gampang emosi serta gampang tersinggung. Bila berlangsung pada orang yang tengah bekerja dapat mengakibatkan masalah pada pekerjaannya. 21. Gangguan saraf otak Menurut ilmuwan neuro Dr. Sigrid Veasey, profesor Kedokteran dan anggota Pusat Tidur dan Circadian Neurobiologi di Perelman School of Medicine, mereka telah dapat menunjukkan kehilangan tidur kurang tidur bisa menyebabkan kehilangan sel otak yaitu sel neuron.

Ulasan terpisah juga menunjukkan bahwa jika Anda tidak dapat tidur yang berkualitas, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami demensia parah kurang tidur bisa menyebabkan awal. Tidur akan terganggu pada orang yang mungkin memiliki penyakit awal Alzheimer tetapi belum terlalu hilang ingatan atau masalah kognitif lainnya seperti dalam kasus yang parah, seperti dilaporkan oleh peneliti dari Universitas Medis Washington dalam laporan St.

Louis 11 Maret di JAMA Neurology. Bukti awal menunjukkan bahwa Alzheimer mungkin menyebabkan pasien sulit tidur atau kekurangan tidur yang mendorong penyakit Alzheimer. Ini karena masalah tidur adalah gejala biasa bagi pesakitt Alzheimer. Tapi ilmuwan baru-baru ini telah mulai mencurigai bahwa kurang tidur juga dapat menjadi indikator awal Alzheimer.

Ulasan mereka adalah yang pertama menghubungkan kaitan antara Alzheimer dan masalah tidur. 21. Potensi kematian lebih tinggi Hanya satu malam tak tidur bisa menyebabkan seseorang memiliki fenomena yang disebut “tidur mikro” atau terlelap keesokan harinya.

Seseorang yang sangat mengantuk akan mulai terlelap sebentar-sebentar selama 30 detik. Mata beberapa orang selalu terbuka saat terlelap, tetapi hal yang mengkhawatirkan mengenai perihal terlelap adalah saat terlelap, orang itu pada dasarnya adalah ‘buta’, meskipun mata mereka terbuka, mereka tidak memproses informasi.

Mengantuk memperlambat reaksi refleks seperti keadaan mabuk. Penelitian menunjukkan bahwa saat terlelap, otak pergi ke dalam keadaan tidur dengan cepat dan tanpa kontrol.

Orang bisa memaksa diri mereka terjaga, tetapi mereka tidak akan bertahan lama sebelum terlelap lagi. Kondisi ini bisa menjadi sangat berbahaya, terutama jika Anda sedang mengoperasikan mesin berbahaya atau sedang mengendarai kendaraan. Banyak kasus kecelakaan lalulintas bersumber dari sopir yang terlelap akibat terlalu mengantuk ketika mengemudi.

22. Banyak tergantung pada gula dan kafein Keinginan untuk mengambil gula dan kafein mungkin disebabkan tubuh Anda merasa letih. Ini adalah reaksi alami tubuh Anda akibat kurang istirahat. Jika sering terjadi, maka anda akan mulai ketergantungan dengan gula dan kafein. 23. Mudah terserang flu (Influenza) Influenza adalah masalah kesehatan yang dikarenakan tubuh terinfeksi oleh virus. Bila anda memiliki kebiasaan tak tidur cukup, maka dapat menyebabkan resiko ini amat tinggi. Kondisi ini disebabkan tubuh tak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

Akibatnya tubuh berubah lebih lemah dan tak lebih produktif. Gejala influenza biasanya langsung terasa saat / ketika bangun tidur dan bakal lebih kurang baik ketika tak memperoleh perawatan dan istirahat yang cukup. 24.

Gangguan kesuburan pada wanita Kaum wanita yang mempunyai pola tidur yang tidak teratur ataupun kerap kurang tidur, dapat berpotensi terserang masalah kesuburan yang kronis. Keadaan ini karena tidur dapat mensupport produksi hormon reproduksi hingga dapat meningkatkan peluang kehamilan yang tinggi. Tetapi wanita yang senantiasa kurang tidur dapat alami indikasi masalah kesuburan serta kerap ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur, gelisah, serta cenderung emosi. 25. Mudah marah bisa juga emosi tak stabil Kurang tidur terbukti dapat berdampak pada otak yang mengalami suatu penurunan fungsi.

Namun salah satu efek dari terganggunya manfaat otak adalah kurang tidur bisa menyebabkan lebih gampang marah dan emosi yang tak stabil. 26. Potensi berhalusinasi Kebiasaan tak mau tidur dengan waktu normal karena bekerja atau karena begadang juga dapat menambah resiko berhalusinasi.

Ini merupakan satu diantara masalah yang berlangsung karena terjadinya sistem rangsangan syaraf otak yang tidak bertahan dengan baik. Orang yang mengalami derita hama lupus dapat pula narkolepsi jadi halusinasi beralih lebih kronis. Gejala-gejala akibat tidak tidur dengan waktu tepat yang paling diwaspadai dari halusinasi yaitu seperti depresi, ketakutan tanpa ada argumen, mudah geram, mudah tersinggung, serta hasrat untuk bunuh diri dengan panduan yang tidak disangka oleh orang yang normal.

Bahkan juga keadaan ini akan membuat masalah untuk jalinan sosial terutama untuk remaja serta orang dewasa. Itu karena desakan emosi yang tidak tetaplah sama, jadi dapat membuat situasi hati beralih tidak mengasyikkan. 27. Gangguan performa belajar Bagi para pelajar dan mahasiswa atau juga semua orang yang sedang menjalani program studi, maka tidur tak cukup dapat menyebabkan kurangnya performa kognitif.

Hal ini dikarenakan otak tidak cukup mampu konsentrasi, tak dapat memiliki ingatan yang baik, tak dapat menggunakan nalar dengan tepat dan susah untuk menemukan solusi masalah. 28. Resiko kerusakan tulang Problem kepadatan tulang dapat juga dialami oleh orang yang mempunyai rutinitas kurang tidur. Keadaan ini bahkan juga telah dibuktikan oleh satu studi yang dipublikasikan pada tahun 2012. Mineral serta sum-sum tulang belakang alami penurunan cukup mencolok saat badan tidak dapat tidur dalam jumlah yang cukup.

Hal semacam ini selanjutnya dapat mengakibatkan kemungkinan penyakit osteoporosis. Untuk wanita resikonya dapat jadi lebih berat karena kepadatan tulang selalu bakal alami penurunan sesudah masuk ke step menopause. 29. Kurang tidur bikin orang kurang produktif Ketika tubuh kurang tidur maka biasanya tubuh akan merasa tidak nyaman. Berbagai gangguan seperti emosi, rasa kantuk yang berat saat siang hari, mudah marah, mudah tersinggung dan rasa malas paling sering terjadi. Akibatnya, tubuh akan kurang produktif.

Pelajar atau mahasiswa tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan orang dewasa yang bekerja juga tidak bisa bekerja dengan baik. Kondisi kurang tidur yang terus menerus juga akan mempengaruhi kinerja dan masa depan. 30. Kurang tidur ganggu kreativitas Jiwa kreativitas diperlukan untuk meningkatkan kinerja pada pelajar, orang dewasa maupun orang tua. Meskipun setiap kreativitas bisa efektif sesuai dengan tujuan masing-masing. Namun orang yang mengalami kurang tidur bisa menjadi tidak kreatif dan malas ide.

Hal ini disebabkan karena sistem otak tidak kurang tidur bisa menyebabkan mengelola fungsi dengan baik sehingga mudah lesu, lemah, letih berlebihan dan sulit untuk mengambil keputusan dengan baik. Bagi orang yang bekerja di industri yang mengandalkan nilai kreatif maka potensinya bisa menurun dan penurunan kinerja yang sangat besar. 31. Tidur siang berlebihan Jika kurang tidur pada malam hari maka juga bisa menyebabkan tidur siang berlebihan.

Kondisi ini kemudian akan mempengaruhi aktivitas yang seharusnya dilakukan pada siang hari. Secara umum, perubahan ini cenderung akan membuat tubuh mengalami perubahan fungsi termasuk dalam proses memproduksi hormon dan sistem metabolisme.

Bahkan kurang tidur yang parah biasanya memang tidak bisa diatasi dengan minuman yang mengandung kafein. 32. Gangguan tidur berat Masalah tidur yang berat seperti insomnia serta paranoid waktu tidur seringkali berlangsung pada orang yang mempunyai rutinitas kurang tidur.

Badan memberi tanggapan yang kurang baik bila selalu dipaksakan tidur sebelum waktunya. Gejala-gejala yang seringkali berlangsung umpamanya seperti sakit kepala, badan yang capek serta kerap tidak dapat tidur dengan baik.

Bila selalu berlangsung lama, bisa jadi kemungkinan penyakit yang menyerang system kekebalan badan serta penyakit kritis yang lain. 33. Menghambat pertumbuhan Bayi yang baru lahir memiliki kebutuhan tidur yang lebih banyak, kemudian akan berkurang sesuai dengan penambahan usia.

Sebenarnya ketika tidur maka proses metabolisme untuk pertumbuhan berjalan tanpa kita sadari. Akibatnya jika kurang tidur maka tubuh akan mengeluarkan hormon pertumbuhan yang sangat sedikit. Kondisi ini kemudian akan menyebabkan masa otot yang lemah, tulang yang kurang kuat dan kulit yang tidak elastis. Bahkan juga bisa menyebabkan kerusakan jaringan tubuh di berbagai titik tubuh.

Tips Untuk Mendapatkan Tidur Yang Berkualitas Di atas telah dipaparkan sejumlah dampak buruk akibat kurang tidur.

kurang tidur bisa menyebabkan

Untuk mendapatkan tidur yang baik dan mengatasi permasalahan tersebut, ada beberapa kiat dan tips yang bisa anda terapkan, antara lain: • Selalu berolahraga dan tetap fit tapi hindari berolahraga menjelang tidur. • Selalu menjaga waktu tidur yang teratur. • Hindari atau kurangi waktu kerja shif. • Sediakan tempat tidur dengan baik sebelum tidur. • Jauhi makan makanan yang berat pada waktu malam. • Jangan tidur ketika perut terlalu lapar. • Kurangi atau jangan konsumsi kafein sebelum tidur.
Sering merasa lelah dan emosi?

Tidur kurang dari 6 jam bisa berdampak lebih mengerikan! Ini efek kurang tidur bagi kesehatan tubuh. Sebagian besar dari kita membutuhkan sekitar 7-8 jam untuk kualitas tidur yang maksimal. Namun, di kehidupan zaman ini dengan kerjaan menumpuk, stres yang meningkat, atau bahkan ingin mengejar drama Korea yang lagi hits, seringkali kita lupa pentingnya tidur yang cukup.

Kekurangan tidur terutama dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat buruk bagi kesehatan kamu. Berbagai penyakit organ internal maupun masalah mental akan datang perlahan-lahan. Dari lemak yang menimbun terus menerus sampai meningkatkan risiko kematian.

Yuk, simak konsekuensi kurang tidur di bawah ini! Promo produk wajib kurang tidur bisa menyebabkan untuk cegah virus corona! baca juga: manfaat garam himalaya: atasi insomnia hingga awet muda 1. Membuat Kulit Terlihat Lebih Tua Efek kurang tidur satu ini paling ditakuti terutama bagi para wanita. Kurang tidur dapat mempercepat proses penuaan pada kulit dan mengurangi tingkat pertahanan kulit terhadap sinar ultraviolet (UV).

Orang yang kurang tidur umumnya terdapat lebih banyak kerutan pada wajahnya dan kulit terlihat lebih kusam. Saat kita kurang tidur, tubuh melepaskan hormon kortisol berlebihan yang merusak kolagen pada kulit. Kolagen ini penting untuk mempertahankan elastisitas kulit. Wajah yang terlihat tua sulit untuk diperbaiki, karena itu sebaiknya kamu tidur yang cukup mulai dari sekarang!

2. Kurang Tidur Bikin Pikun Tahukah kamu ada 4 tahapan tidur yang penting untuk kualitas tidur yang baik. Hampir 20 persen dari tahapan tidur kita merupakan siklus Rapid Eye Movement (REM). Mimpi biasanya terjadi saat siklus REM, dimana otak kita bekerja aktif dan otot tubuh mengrileks. Siklus tidur REM sangat penting dimana otak kita dipulihkan dan membentuk sel-sel baru. Saat kurang tidur, ada kemungkinan kamu tidak mendapatkan siklus REM yang cukup. Menurut riset, kualitas tidur yang buruk, terutama pada orang tua, menaikkan sekitar 33% risiko mendapatkan penyakit demensia yang menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir.

Gelombang otak yang bertugas menyampaikan informasi juga tidak dapat berfungsi dengan baik saat kamu kurang tidur, mengakibatkan kamu kesulitan mengingat sesuatu. 3. Berat Badan Naik Terus Ada lemak membandel dan sulit menurunkan berat badan? Coba tidur yang cukup untuk mengatasi hal ini! Menurut studi dari Nurse’s Health, wanita yang tidur kurang dari 5 jam rata-rata naik 13 kilogram (kg) selama masa riset tersebut.

Kenaikan berat badan ini hampir 30%! Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada dua hormon penting terpengaruh saat kamu kurang tidur: ghrelin dan leptin. Hormon Ghrelin berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Sedangkan hormon leptin mensinyalkan rasa kenyang dan menurunkan nafsu makan. Efek kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin dan mengurangi hormon leptin.

Hasilnya? Kamu kerap merasa lapar saat kurang tidur sehingga berat badan terus kurang tidur bisa menyebabkan. 4. Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Keputusan yang kamu ambil di hari kurang tidur bisa jadi tidak maksimal karena otak yang sulit fokus dalam mempertimbangi mana yang benar dan salah. Menurut studi, efek kurang tidur ini sangat berbahaya, terutama untuk beberapa bidang pekerjaan seperti pekerja medis, yang memiliki tanggung jawab terhadap nyawa orang lain.

Setelah beberapa lama, orang yang tidur sekitar 6 jam atau kurang dari 7-8 jam merasa bahwa tubuhnya sudah beradaptasi. Namun, ketika orang tersebut diuji kemampuan mentalnya, hasilnya akan terus menurun setiap hari. Walau tubuh terasa dalam kondisi seratus persen, organ internal kita tidak merasakan demikian. 5. Kurang Tidur Membuat Kamu Depresi Insomnia dan depresi saling berhubungan satu sama lainnya. Tidur kurang dari 6 jam menimbulkan gejala depresi dan orang yang depresi mengalami masalah kurang tidur.

Beberapa studi membuktikan bahwa penderita insomnia lima kali lipat lebih berisiko mengalami kurang tidur bisa menyebabkan depresi dibandingkan orang normal. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas keseharian kamu dan dapat menyebabkan gangguan mental dan penyakit lainnya yang membahayakan nyawa.

Persoalan ini bukanlah hal yang sepele dan harus segera dirawat! baca juga: posisi tidur dan pengaruhnya bagi kesehatan tubuh 6.

Sulit Mengontrol Emosi Pernahkah kamu merasa beremosi di hari tertentu? Kekurangan tidur dapat berkontribusi ke masalah mood swing kamu. Bagian otak “amiglada” yang berperan mengolah reaksi emosi akan semakin aktif saat kamu kurang tidur.

Sehingga kita lebih mudah mengeluarkan emosi dalam situasi tertentu. Menariknya, efek kurang tidur ini mempengaruhi emosi positif maupun negatif. Selain itu, tidur kurang dari 6 jam menghambat komunikasi antara otak amiglada dengan bagian depan otak yang berfungsi untuk mengendalikan tindakan kita.

Karena ini, kamu akan bertindak lebih impulsif dibandingkan saat kamu cukup tidur. kurang tidur bisa menyebabkan. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh Mudah terkena penyakit flu, demam, dan infeksi? Coba cek apakah kamu sudah cukup tidur atau belum.

Saat tidur, tubuh kita memproduksi protein cytokines yang berfungsi melawan infeksi bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Cytokines ini penting untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Saat kurang tidur, tubuh tidak dapat memproduksi cytokines tersebut, sehingga imunitas tubuh menurun. Kamu akan mudah terserang penyakit dan lebih sulit untuk pulih. Sebaiknya, segera atur jadwal tidur kamu lebih pagi agar tidak mudah sakit! 8. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Efek kurang tidur tidak berhenti disitu saja.

Kurang tidur dapat menimbulkan masalah yang berkaitan dengan penyakit jantung seperti meningkatkan tekanan darah, stroke, gagal jantung, serangan jantung, detak jantung abnormal, dan diabetes. Hampir 90% orang yang mengalami insomnia, gangguan tidur yang menyebabkan kurang tidur, berpotensi mengalami penyakit berbahaya lainnya. 9. Meningkat Risiko Penyakit Diabetes Toppers tahu, kurang tidur, walau hanya satu malam, dapat berdampak buruk bagi metabolisme tubuh kamu?

Selain untuk menjaga berat badan tubuh, metabolisme penting untuk kestabilan insulin. Tidur kurang dari 6 jam dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus tipe 2, di mana tubuh menghasilkan insulin yang berlebihan dan tidak dapat memecah gula dalam darah. Lebih mengerikan lagi, tidur 4-5 jam saja dalam waktu 2 minggu menurunkan intoleransi glukosa dan sensitivitas insulin tubuh. Tidak heran banyak penderita insomnia sering merasakan kelelahan dan kelaparan yang berlebihan.

10. Menurunkan Libido Efek kurang tidur ini dapat mempengaruhi baik wanita maupun pria. Energi keseharian terasa hilang dan secara tidak langsung menurunkan libido.

Ngorok berlebihan saat tidur, terutama pada pria, sering diasosiasikan dengan gejala sleep apnea dan insomnia karena gangguan pernapasan yang menghambat kualitas tidur. Menurut studi Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, pria dengan sleep apnea memiliki tingkat hormon testosteron yang rendah. Baca Juga: Daftar Produk Kesehatan Wajib untuk Tangkal Virus Corona Inilah efek berbahaya yang dapat dialami oleh orang yang tidur kurang dari 6 jam!

Yuk, segera atasi masalah insomnia atau atur jadwal kegiatan kamu agar bisa mendapatkan jam tidur yang maksimal. Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh di sore hari untuk memudahkan kamu tidur.

Jangan lupa untuk menjaga pola hidup sehat agar siklus tidurmu semakin berkualitas! Temukan berbagai kebutuhan produk kesehatan terjamin yang aman dan lengkap di sini! Penulis: Benedicta Clarissa TukimanKurang tidur adalah masalah yang sering dikeluhkan banyak orang. Kondisi ini bisa terjadi ketika Anda lembur bekerja atau karena faktor lainnya. Namun, kurang tidur tidak baik untuk kesehatan. Kondisi ini disebut-sebut dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga berisiko menyebabkan hipertensi.

Benarkah demikian? Mengapa kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi? Alasan kurang tidur bisa menyebabkan tekanan darah tinggi Tidur merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap orang. Dengan tidur, tubuh Anda beristirahat dan memulihkan energi agar siap untuk berakivitas keesokan harinya. Namun, agar mendapat manfaat tersebut, Anda perlu memiliki tidur yang cukup dan berkualitas. National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam dalam semalam setiap harinya.

Bila kurang dari waktu tersebut, risiko munculnya penyakit akan semakin mudah. Salah satu kondisi kesehatan yang bisa muncul karena kurang tidur adalah hipertensi. Bahkan, bagi yang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kurang tidur bisa menyebabkan kondisinya semakin parah, sehingga gejala hipertensi bisa mungkin muncul. Centers for Disease Control and Prevention ( CDC) menyebut, seseorang yang tidurnya kurang dari tujuh jam dalam semalam berisiko lebih besar mengalami hipertensi.

Pasalnya, selama tidur, tekanan darah cenderung menurun. Adapun bila memiliki tidur yang bermasalah dan kurang, tekanan darahnya akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Kurang tidur menyebabkan stres Kurang tidur juga bisa menyebabkan stres. Adapun stres merupakan salah satu penyebab hipertensi yang umum terjadi.

Sebuah studi yang dilakukan Sleep Medicine Institute dari University of Pittsburgh menemukan bahwa stres dapat memengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung Anda. Stres karena kurang tidur bisa meningkatkan tekanan darah sistolik sebesar 10 poin. Fakta ini ditemukan setelah melakukan penelitian yang melibatkan 20 orang dewasa yang sehat.

Kondisi ini bisa terjadi karena, saat Anda kurang tidur, kemampuan tubuh Anda dalam mengatur hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin, menjadi berkurang. Pada akhirnya, h al ini bisa menyebabkan produksi hormon stres yang berlebih pada tubuh.

Hormon stres, yaitu adernalin dan kortisol, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, yang terletak di atas ginjal. Saat diproduksi secara berlebih, hormon adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung, sedangkan hormon kortisol dapat meningkatkan gula atau glukosa dalam darah Anda. Adapun kedua kondisi tersebut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Peningkatan tekanan darah akibat stres karena kurang tidur ini memang hanya terjadi kurang tidur bisa menyebabkan. Ketika tidur Anda sudah kembali berkualitas, tekanan darah Anda bisa kembali ke kondisi yang normal. Namun, stres yang kronis bisa menimbulkan kondisi yang serius. Begitupun bila kondisi kurang tidur Anda sudah parah. Kurang tidur yang terus menerus terjadi dan dalam waktu yang lama bisa meningkatkan tekanan darah secara permanen dan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Adapun bagi yang telah memiliki riwayat tekanan darah tinggi, kondisi ini bisa memperburuk hipertensi Anda dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi hipertensi. Oleh karena itu, bila Anda mengalami kurang tidur, sebaiknya Anda segera mencari tahu penyebabnya. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk dapat mengatasi kondisi tersebut sehingga Kurang tidur bisa menyebabkan pun dapat mencegah hipertensi terjadi.

Berbagai masalah tidur yang bisa menyebabkan darah tinggi Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan kurang tidur, hingga menimbulkan tekanan darah tinggi. Bila hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Berikut adalah penyebab yang mungkin terjadi: 1. Obstructive sleep apnea Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang membuat Anda berhenti bernapas beberapa saat ketika tidur. Ini merupakan gangguan tidur yang serius. Gangguan ini dapat terjadi sampai 30 kali dalam satu jam, saat Anda tidur pada malam hari.

Akibatnya, kualitas tidur Anda menjadi buruk dan waktu tidur Anda menjadi kurang. Anda pun kurang berenergi dan produktif pada hari berikutnya. Penelitian menunjukkan, orang yang mengidap obstructive sleep apnea ringan hingga sedang, memiliki risiko tinggi terkena diabtes dan hipertensi.

Pada hipertensi, umumnya kondisi ini disebut dengan hipertensi sekunder, yaitu jenis hipertensi yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Jika tak diobati, OSA dapat meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit kronis seperti stroke, gagal jantung, serta serangan jantung pada kemudian hari. Gangguan ini biasanya memengaruhi orang paruh baya.

Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada siapapun di segala usia, terutama orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. 2.

kurang tidur bisa menyebabkan

Insomnia Kondisi lain yang bisa menyebabkan seseorang kurang tidur dan berakibat pada darah tinggi adalah insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang sulit untuk tertidur atau bangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur.

Insomnia umumnya disebabkan oleh kondisi kejiwaan atau medis tertentu, kebiasaan tidur yang buruk, mengonsumsi alkohol atau minuman berkafein, atau merokok. Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan insomnia kronis berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi.

Penelitian ini melibatkan 200 orang dengan insomnia kronis (terjadilebih dari enam bulan) dan hampir 100 orang yang tidak mengalami insomnia. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa seseorang dengan insomnia kronis, yang membutuhkan waktu lebih dari 14 menit untuk tertidur, memiliki risiko tiga kali lipat terkena tekanan darah tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki tidur normal. Namun, studi ini memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Gangguan tidur ini bisa terjadi pada siapapun. Namun, kondisi ini lebih berisiko terjadi pada wanita karena siklus menstruasi atau menopause, berusia di atas 60 tahun, memiliki gangguan mental atau kondisi medis fisik tertentu, stres, dan bekerja pada malam hari.

Mayo Clinic. 2020. Sleep Deprivation: A Cause of High Blood Pressure? [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/expert-answers/sleep-deprivation/faq-20057959o [Accessed 29 May 2020]. Mayo Clinic. 2020. Chronic stress puts your health at risk. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/stress/art-20046037.

[Accessed 29 May 2020]. Mayo Clinic. 2020. Insomnia. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/symptoms-causes/syc-20355167. [Accessed 29 May 2020]. National Heart, Lung, and Blood Institute. 2020. What is sleep apnea?

[online] Available at: http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/sleepapnea. [Accessed 29 May 2020]. American College of Cardiology. 2020. Stress After Sleep Deprivation Increases Blood Pressure. [online] Available at: https://www.cardiosmart.org/News-and-Events/2011/06/Stress-After-Sleep-Deprivation-Increases-Blood-Pressure.

[Accessed 29 May 2020]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. How Does Sleep Affect Your Heart Health? [online] Available at: https://www.cdc.gov/features/sleep-heart-health/index.html. [Accessed 29 May 2020]. Harvard Health Publishing. 2020. Trouble falling asleep linked to high blood pressure. [online] Available at: https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/trouble-falling-asleep-linked-to-high-blood-pressure.

[Accessed 29 May 2020]. National Sleep Foundation. 2020. How Sleep Apnea Affects Blood Pressure. [online] Available at: https://www.sleepfoundation.org/articles/how-sleep-apnea-affects-blood-pressure. [Accessed 29 May 2020]. Heart.org. 2020. Managing Stress to High Blood Pressure.

[online] Available at: https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/managing-stress-to-control-high-blood-pressure. [Accessed 29 May 2020]. Palagini, L., Bruno, R. M., Gemignani, A., Baglioni, C., Ghiadoni, L., & Riemann, D. (2013). Sleep loss and hypertension: a systematic review. Current pharmaceutical design, 19(13), 2409–2419. https://doi.org/10.2174/1381612811319130009. Calhoun, D.

A., & Harding, S. M. (2010). Sleep and hypertension. Chest, 138(2), 434–443. https://doi.org/10.1378/chest.09-2954. Levy, P., Tamisier, R., Arnaud, C., Monneret, D., Baguet, J. P., Stanke-Labesque, F., Dematteis, M., Godin-Ribuot, D., Ribuot, C., & Pepin, J. L. (2012). Sleep deprivation, sleep apnea and cardiovascular diseases. Frontiers in bioscience (Elite edition), 4, 2007–2021.

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22202016/.
Advertisement Penyebab kurang tidur Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Lama tidur yang dibutuhkan tiap orang berbeda-beda. Hal ini dapat ditentukan berdasarkan usia. Menurut National Sleep Foundation, seseorang dalam usia produktif memerlukan waktu tidur 7-9 jam tiap malam.

Pada anak, durasi tidur yang diperlukan lebih lama, yakni selama 10-11 jam tiap malam hari. Jika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan tidur tersebut, atau bahkan jam tidur yang didapatkan jauh dari angka ideal, maka ia mengalami kondisi kurang tidur. Stres bisa menjadi penyebab kurang tidur yang kerap dialami Ciri-ciri kurang tidur bisa ditandai dengan rasa lemas, lelah, hingga menguap atau mengantuk sepanjang hari.

Adapun berbagai penyebab kurang tidur selengkapnya adalah sebagai berikut. • Begadang merupakan kebiasaan buruk yang membuat Anda jadi kurang tidur. Kondisi ini dapat terjadi kurang tidur bisa menyebabkan harus menyelesaikan deadline pekerjaan kantor, bekerja shift malam, belajar untuk ujian esok hari, hingga keasyikan menonton film dan main media kurang tidur bisa menyebabkan.

• Konsumsi kafein atau stimulan lainnya. Penyebab kurang tidur ini dapat membuat Anda tetap terjaga semalaman. Selain kopi atau minuman kurang tidur bisa menyebabkan lainnya, rokok dan alkohol juga merupakan stimulan yang menjadi penyebab waktu tidur Anda terganggu. • Stres. Stres mungkin menjadi penyebab kurang tidur yang kerap dialami.

Alih-alih beristirahat, Anda jadi lebih sibuk memikirkan berbagai macam hal yang membuat Anda tetap terjaga. • Gangguan tidur. Gangguan tidur bisa menjadi penyebab kurang tidur kurang tidur bisa menyebabkan Anda alami.

Akibatnya, Anda jadi terjaga sepanjang malam. Beberapa masalah tidur yang dimaksud, yakni insomnia, narkolepsi, sleep apnea, dan restless leg syndrome. • Usia. Orang-orang di atas usia 65 tahun biasanya mengalami sulit tidur karena penyakit yang diderita atau konsumsi obat-obatan rutin tertentu.

• Penyakit yang diderita. Beberapa orang mungkin mengalami penurunan kualitas tidur akibat menderita kondisi medis tertentu. Misalnya, depresi, nyeri sendi kronis, kanker, stroke, atau penyakit Alzheimer. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur. BACA JUGA: Penyebab Sulit Tidur di Malam Hari, Apa Saja? Efek kurang tidur terus-menerus yang perlu diwaspadai Manfaat tidur yang cukup dapat membantu otak untuk terlibat dalam sejumlah aktivitas yang diperlukan dalam meningkatkan kualitas hidup.

Nah, akibat kurang tidur bagi kesehatan tentu akan memengaruhi kemampuan kognitif, tampilan wajah, kehidupan seksual, berat badan, hingga lainnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai efek kurang tidur bagi kesehatan yang perlu diwaspadai. 1. Sulit konsentrasi Konsentrasi saat kerja jadi terganggu karena kurang tidur Salah satu efek kurang tidur yang umum Anda alami adalah sulit konsentrasi. Waktu tidur yang cukup ternyata berperan penting dalam proses belajar dan berpikir. Jika Anda sering kurang tidur maka kemampuan kognitif bisa mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu.

kurang tidur bisa menyebabkan

Hal tersebut termasuk tingkat kewaspadaan, konsentrasi, nalar, serta kemampuan memecahkan masalah. 2. Mudah lupa Selain sulit berkonsentrasi, akibat kurang tidur juga membuat Anda lebih mudah lupa.

kurang tidur bisa menyebabkan

Bahkan, ciri-ciri kurang tidur ini sudah dilakukan studi oleh para peneliti dari Amerika Serikat dan Perancis yang membuktikan, efek kurang tidur dapat menyebabkan pikun atau sering lupa. Waktu tidur yang kurang membuat kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan ingatan atau hal-hal yang telah dipelajari dan dialami sepanjang hari menjadi terganggu.

Anda juga menjadi sulit untuk mencerna dan mengolah informasi serta memfokuskan diri untuk melakukan sesuatu pada hari-hari selanjutnya.

3. Berat badan meningkat Berat badan meningkat juga merupakan efek kurang tidur yang perlu Anda waspadai. Hal ini mungkin dikaitkan oleh durasi tidur dan perubahan metabolisme tubuh.

Pada orang dewasa, tidur sekitar 4 jam per hari bisa meningkatkan rasa lapar dan nafsu makan, terutama pada makanan tinggi karbohidrat yang padat kalori. Kurang tidur bisa menyebabkan ini ternyata juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Hal ini juga dibuktikan dalam hasil penelitian lampau yang menunjukkan, orang yang tidurnya kurang dari 6 jam per hari cenderung mengalami obesitas dibandingkan orang yang tidur 7-9 jam tiap malam.

Berat badan meningkat akibat kurang tidur Pada penelitian terbaru pada PLOS Medicine disebutkan, tidur berdampak pada 2 jenis hormon, yakni leptin dan ghrelin, yang berfungsi mengatur rasa lapar dan kenyang pada tubuh. Saat tidur, kadar leptin dalam tubuh akan menurun sehingga merangsang sinyal kenyang ke otak.

Jika waktu tidur berkurang, otak akan mengurangi kadar hormon leptin dan meningkatkan ghrelin, yakni hormon yang merangsang sinyal lapar ke otak. Nah, perubahan hormon tersebut bisa membuat Anda ingin ngemil atau makan berlebihan di malam hari. Akibat kurang tidur ini juga menyebabkan Anda merasa terlalu lelah untuk berolahraga. Seiring waktu, kurangnya olahraga dapat membuat Anda bertambah gemuk karena tidak adanya kalori tubuh yang dibakar. 4. Gairah seksual menurun Para ahli percaya, kurang tidur menyebabkan penurunan libido sekaligus mengurangi keinginan untuk berhubungan seksual.

Hal tersebut mungkin dapat terjadi akibat rasa kantuk dan energi yang terkuras akibat kurang tidur di malam hari. Tak hanya pada pria, efek samping begadang ini juga bisa dialami wanita. Bagi pria yang menderita sleep apnea, kondisi ini dapat memengaruhi kadar hormon testosteron dalam tubuh. 5. Gampang sakit Anda jadi lebih rentan terserang berbagai penyakit bila kurang tidur Memiliki waktu tidur cukup membuat sistem imun tubuh dapat bekerja maksimal dengan memproduksi sitokin, yakni senyawa kimia yang dapat membantu melawan bakteri dan virus dalam tubuh.

Bahkan, beberapa jenis sitokin tertentu mampu meningkatkan sistem imun tubuh agar lebih efektif dalam melawan penyakit. Nah, efek kurang tidur dapat membuat sistem kekebalan tidak bisa bekerja secara maksimal dalam melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Akibatnya, Anda akan lebih mudah terserang berbagai macam penyakit.

Bila dibiarkan terus menerus, bahaya kurang tidur bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan penyakit jantung. 6. Peningkatan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular Kurang tidur karena sering begadang terus-menerus ternyata dapat berdampak buruk pada organ jantung. Pasalnya, bahaya kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal European Journal of Preventive Cardiology mengemukakan, orang yang mengidap insomnia berisiko menderita serangan jantung hingga stroke.

Maka dari itu, Anda perlu kurang tidur bisa menyebabkan yang cukup karena tidur penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini baik pula dalam menjaga tekanan darah, kadar gula, dan masalah peradangan. 7. Memicu timbulnya penyakit serius Penyakit jantung jadi salah satu efek kurang tidur kronis Efek kurang tidur bisa menyebabkan risiko munculnya penyakit serius.

Beberapa penyakit kronis yang mungkin muncul, antara lain: • Penyakit jantung • Serangan jantung • Kurang tidur bisa menyebabkan jantung • Detak jantung yang tidak teratur • Tekanan darah tinggi • Stroke • Diabetes Agar terhindar dari penyakit mengerikan di atas, sebaiknya perbaiki pola tidur Anda. 8. Rentan mengalami kecelakaan Efek kurang tidur tidak hanya mengurangi produktivitas dan konsentrasi Anda, melainkan juga rentan mengalami kecelakaan.

Akibatnya, risiko kecelakaan di jalanan bisa saja terjadi, termasuk mengantuk saat berkendara. Mengutip dari Web MD, kurangnya jam dan kualitas tidur bisa menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Oleh sebab itu, jangan anggap sepele jam tidur Anda yang tidak tercukupi dengan baik. 9. Peningkatan risiko penyakit mental Perubahan suasana hati kerap terjadi karena kurang tidur Bahaya kurang tidur juga bisa memengaruhi suasana hati ( mood) yang Anda miliki sepanjang hari.

Anda akan mudah mengalami perubahan mood ( mood swing) dan menjadi kurang sabar. Keadaan yang lebih emosional ini dapat berdampak besar ketika Anda harus mengambil keputusan penting atau bekerja. Apabila masalah ini menjadi kronis, masalah lain seperti gangguan halusinasi dapat muncul.

Sedangkan, risiko gangguan mental lain yang dapat terjadi akibat kurang tidur, yaitu perilaku impulsif, kecemasan, depresi, paranoia, hingga keinginan bunuh diri.

10. Munculnya masalah pada kulit wajah Akibat kurang tidur ternyata tidak hanya memberi efek pada kesehatan tubuh Anda. Lebih dari itu, ada sejumlah efek kurang tidur pada wajah yang sebaiknya perlu diwaspadai.

Jika Anda kurang tidur, kulit akan kehilangan elastisitas dan kekenyalannya. Ini termasuk area kulit bawah mata. Alhasil, muncul mata panda sebagai ciri-ciri mata kurang tidur.

Kondisi kurang tidur menyebabkan kulit tampak lebih pucat. Hal ini membuat lingkaran hitam di sekitar mata tampak semakin menonjol. Area mata Anda mungkin juga akan terlihat seperti membengkak. Wajah berjerawat bisa jadi karena pola tidur yang kurang tepat Selain akibat kurang tidur bagi mata, menurut studi yang dimuat dalam jurnal Acta Dermato Venereologica, masalah jerawat juga bisa muncul akibat waktu tidur yang tidak cukup.

Jumlah hormon kortisol yang terlalu tinggi menyebabkan tubuh rentan terhadap peradangan serta tidak dapat melawan sistem kekebalan tubuh. Jika sudah demikian, risiko Anda mengalami kondisi medis tertentu dan masalah pada kulit, seperti jerawat pada akan tumbuh semakin banyak.

Bila waktu tidur Anda terganggu, tubuh pun tidak dapat membentuk kolagen dalam jumlah yang cukup. Ini artinya, kulit bisa kendur dan muncul lebih banyak kerutan sebagai efek begadang bagi wajah. BACA JUGA: Berbagai Vitamin untuk Kurang Tidur yang Bisa Dikonsumsi Cara agar terhindar dari kondisi kurang tidur Agar terhindar dari kondisi kurang tidur, Anda bisa melakukan berbagai langkah berikut ini.

1. Biasakan tidur tepat waktu Pastikan untuk selalu tidur cukup tiap hari, yakni 7-9 jam Membiasakan tidur dan bangun tepat waktu secara teratur bisa membuat Anda terhindar dari masalah kurang kurang tidur bisa menyebabkan. Untuk itu, pastikan Anda selalu tidur cukup tiap harinya. Meski awalnya terasa sulit untuk menjalani jadwal tidur ini, perlahan Anda tentu akan terbiasa untuk menjalaninya.

2. Pandai atur waktu bekerja dan bersosialisasi Pada dasarnya, Anda boleh bekerja dan bercengkerama dengan teman atau anggota keluarga di malam hari.

Akan tetapi, kurang tidur bisa menyebabkan Anda tidak lupa waktu agar tidak menjadi penyebab kurang tidur. Paling tidak, jika sudah memasuki jam tidur, pastikan untuk segera beristirahat. 3. Lakukan rutinitas sebelum tidur Rutin sikat gigi sebelum tidur bisa rutin dilakukan Melakukan rutinitas sebelum tidur membuat tubuh jadi terbiasa untuk tidur cepat setelah melakukan berbagai aktivitas.

Anda bisa melakukan rutinitas apa pun berdasarkan kegemaran, seperti membaca buku, peregangan tubuh, mengenakan pakaian yang nyaman, mendengarkan lagu, menggosok gigi, atau menggunakan skincare malam hari. 4. Hindari bermain gadget sebelum tidur Walaupun melakukan rutinitas sebelum tidur berdasarkan kegemaran, upayakan untuk menghindari bermain gadget sebelum tidur. Pasalnya, hal ini dapat berpotensi membuat Anda terus terjaga semalaman.

Seorang kurang tidur bisa menyebabkan merekomendasikan untuk menghindari penggunaan gadget paling tidak 1 jam sebelum waktu tidur di malam hari. Baca Juga • Penyebab Sering Mengantuk Bisa Jadi Narkolepsi, Ini Penjelasannya • 7 Gerakan Stretching untuk Tingkatkan Kualitas Tidur Anda • Bumil Sulit Tidur Setiap Malam? Bantal Hamil Mungkin Bisa Jadi Solusinya Ada berbagai akibat kurang tidur bagi kesehatan yang perlu diwaspadai. Untuk itu, usahakan untuk memenuhi kebutuhan tidur minimal 7 jam tiap harinya.

Jika ada gangguan tidur yang membuat Anda terjaga semalaman, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Anda juga bisa bertanya dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar akibat kurang tidur dan solusinya. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play. Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep-deprivation/effects-on-body Diakses pada 28 Oktober 2021 Web MD.

https://www.webmd.com/sleep-disorders/features/10-results-sleep-loss#1 Diakses pada 28 Oktober 2021 Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307334#effects-on-the-body Diakses pada 28 Oktober 2021 Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/happens-body-dont-get-enough-sleep/ Diakses pada 28 Oktober 2021 Cedars Sinai.

https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/s/sleep-deprivation.html Diakses pada 28 Oktober 2021 Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-science-of-sleep-understanding-what-happens-when-you-sleep Diakses pada 28 Oktober 2021 Mayo Clinic.

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sleep-and-weight-gain/faq-20058198 Diakses pada 28 Oktober 2021 Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/sleep-deprivation Diakses pada 28 Oktober 2021 Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/how-sleep-works/how-much-sleep-do-we-really-need Diakses pada 28 Oktober 2021 Acta Dermato Venereologia.

https://www.medicaljournals.se/acta/content/abstract/10.2340/00015555-1998 Diakses pada 28 Oktober 2021 Sleep. https://www.sleep.org/how-sleep-improves-your-skin/ Diakses pada 28 Oktober 2021 Real Simple.

https://www.realsimple.com/beauty-fashion/skincare/sleep-skin-health Diakses pada 28 Oktober 2021 Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bags-under-eyes/symptoms-causes/syc-20369927 Diakses pada 28 Oktober 2021 PLOS Medicine. https://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.0010062 Diakses pada 28 Oktober 2021 European Journal of Preventive Cardiology. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2047487317702043 Diakses pada 28 Oktober 2021

5 Penyebab Insomnia ( susah tidur) yang Perlu Anda Hindari




2022 www.videocon.com