Hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Oleh : Ust. Elvi Syam Pertanyaan : Assalamu’alaikum wr wb, sekarang di pasar-pasar banyak beredar daging-daging impor yang tidak diketahui asal usul penyembelihannya, berlabel halal. bolehkah memakannya? bagaimana hukumnya memakan daging sembelihan ahli kitab ? bagaimana memakan dengan hewan laut yg di sembelih oleh orang kafir? wassalamualaikum wr wb. Jakarta, 19 Agustus 2002 Jawaban : Untuk untuk menjawab pertanyaan di atas yang berhubungan dengan daging import dan sembelihan ahli kitab, saya akan mencantumkan fatwa syeikh Ibnu Utsaimin rahmahullah sebagai berikut : Pertanyaan : Pada sautu hari saya mengundang teman-teman sekantor untuk menghadiri makan siang.

Setelah mereka datang, saya menyuguhkan kepada mereka sajian makanan, di antara makanan yang disuguhkan itu adalah daging ayam panggang yang kami panggang sendiri di rumah. Lalu salah seorang mereka bertanya kepadaku – orang ini dikenal dengan fanatik dengan agama- tentang daging ayam ini, apakah ayam ini ayam dalam negri atau import dari luar? Maka saya katakan kepadanya bahwa daging import, kalau nggak salah dari Prancis.

Lantas orang tadi enggan untuk makan daging itu. Lalu saya bertanya kepadanya, kenapa ? maka iapun menjawab, sesungguhnya daging itu haram. Lalu saya berkata kepadanya, Apa dalilmu ? dia menjawab, saya mendengar sebagian masyayekh mengatakan hal yang demikian. Maka pada kesempatan ini, saya mengharapkan kepada Syeikh yang mulia untuk bisa menjelaskan kepada kami hukum agama yang benar (dalam masalah ini) semoga Allah menjaga Syeikh.

Jawab : Alhamdulillah washalatu wassalamu ‘alaa rasulillah wa ba’du : Barang-barang yang datang dari negeri asing yang bukan negara islam, jika seandainya orang yang melakukan penyembelihannya dari kalangan ahli kitab yaitu Yahudi atau Nasrani, maka boleh memakannya, dan tidaklah pantas ditanya akan cara penyembelihannya, apakah dibaca bismillah waktu menyebelihnya atau tidak. Karena disebabkan nabi telah memakan daging kambing yang dihadiahkan oleh seorang wanita Yahudi di Khubar.

Dan Beliau juga telah memakan makanan (daging) yang diundang oleh seorang yahudi. Tahunya dalam makan itu terdapat lemak yang sudah berubah (rasanya), dan beliau tidak pernah bertanya akan cara penyemblihannya, apakah dibacakan bismillah atau tidak.

Di dalam shohih Bukhari, ada sekelompok kaum datang kepada rasulullah wahai rasulullah sesungguhnya ada suatu kaum yang memberi kami daging, dan kami tidak mengetahui apakah dibacakan bismillah atau tidak. Rasulullah bersabda : bacalah oleh kalian (bismillah) dan makanlah.

Aisyah berkata : adalah mereka itu orang hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah baru masuk islam. Dalam hadits – hadits ini menunjukkan bahwasanya tidaklah pantas bertanya tentang cara (penyemblihan) apa yang telah terjadi.

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Jika seandainya orang yang lansung melakukan penyeblihan itu adalah diakui (disahkan oleh agama) perbuatan mereka. Dan ini merupakan dari hikmah dan kemudahan dari ajaran agama. Karena kalau seandainya manusia dituntut untuk meneliti syarat-syarat pada apa yang mereka dapatkan dari orang yang perbuatan (tindakannya) disahkan, tentunya perbuatan ini akah menjadi kesulitan dan keberatan jiwa yang menjadikan syariat ini sebagai syariat yang menyulitkan dan memberatkan.

Adapun kalau sandainya daging sembelihan itu didatangkan dari negara asing, dan yang melakukan penyembelihannya adalah orang yang tidak halal hasil sembelihannya seperti Majusi (Hindu, Buda) atau pengibadat berhala dan orang-orang yang tidak memiliki agama, maka tidak halal untuk memakannya, karena Allah tidak menghalalkan makanan (daging) dari selain muslimin, kecuali makanan dari orang-orang yang diturunkan kitab kepada mereka yaitu Yahudi dan Nasrani.

Tapi kalau kita ragu, siapakah yang menyembelihnya apakah orang yang halal hasil sembelihannya atau tidak, maka tidak mengapa (untuk menanyakan hal yang demikian- pent). Ahli fikih telah berkata -semoga Allah merahmati mereka : jika didapatkan daging sembelihan terbuang di tempat yang hasil sembelihan kebanyakan penduduk tempat itu halal, maka daging itu adalah halal.

Hanya saja pada kondisi seperti ini seyogyanya untuk menjauhi daging itu dan pindah kepada yang tidak ada keraguan di dalamnya. Maka contoh untuk ini adalah, kalau seandainya daging didatangkan dari orang yang sembelihannya halal. Sebagian mereka menyembelih dangan cara syar’I, yaitu dengan mengeluarkan darah dengan benda tajam, bukan dengan gigi atau kuku, dan sebagain yang lain meyembelih dengan cara yang tidak syar’I, tahunya yang terbanyak dilakukan adalah cara pertama yang syar’I, maka tidak mengapa memakan daging yang didatangkan dari daerah itu, demi mengambil perbuatan yang terbanyak.

Akan tetapi yang lebih baik dilakukan adalah untuk menjauhi makanan tersebut karena wara’ (bersih dari hal-hal syubhat). Syeikh Ibnu Utsaimin buku fatawa ulama hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah haram.

Hal : 1077. Adapun pertanyaan yang ketiga : binatang Laut tidak perlu disembelih, bahkan bangkainya (yang mati) boleh adalah halal.

Berdasarkan sabda rasulullah saat ditanya tentang air laut : Dia airnya suci dan bangkai binatangnya Halal (H.R. Ashabus sunan, Imam Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al Albani, lihat Shohih Al Jami’ II/1184 ) dengan artian tidak perlu disembelih. Wallahu ‘alam • ► 2014 (40) • ► November (9) • ► Maret (10) • ► Januari (21) • ► 2013 (200) • ► Juni (8) • ► Mei (37) • ► April (56) • ► Maret (21) • ► Februari (44) • ► Januari (34) • ▼ 2012 (419) • ► Desember (30) • ► November (10) • ► Oktober (12) • ► September (16) • ► Agustus (37) • ► Juli (22) • ► Juni (42) • ► Mei (41) • ► April (38) • ► Maret (49) • ▼ Februari (68) • INILAH DIANTARA DALIL MEREKA YG MEMBOLEHKAN ISTIHS.

• BENAR, MAHASISWA INDONESIA DI YAMAN ADALAH BOM WAK. • RESEP - CARA MEMBUAT KERIPIK BAYAM • TENTANG AIR KENCING YANG MENETES DIWAKTU SHALAT/SE. • BENARKAH "HADITS" SHALAT YANG TIDAK DAPAT MENCEGAH. • SEMUA MENGAKU AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, SIAPA MERE. • HAK WARIS SEORANG WANITA • SILATURAHIM BUKAN SILATURAHMI • HADITS-HADITS PALSU DAN BATIL TENTANG KEUTAMAAN WA.

• APAKAH BOLEH SHALAT TAHIYATUL MASJID KETIKA KHATIB. • AKAL, DIDADA (QALBU) ATAU DIKEPALA (OTAK) ? • APAKAH RAMALAN/PREDIKSI CUACA TERMASUK SYIRIK?

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

• HADITS PALSU TENTANG "KEUTAMAAN MENCARI NAFKAH" YA. • BOLEHKAH BERHUJJAH DENGAN HADITS DHA'IF DAN MENGA. • APAKAH BATASAN BERPAKAIAN KETAT ITU? • JILBAB ITU SEMESTINYA LEBAR • DOA ISTIFTAH "WAJAHTU" YANG TERPOTONG CUMA SAMPAI . • MACAM-MACAM DOA ISTIFTAH • BOLEHKAH MEMINTA TALAK KARENA SUAMI KAWIN LAGI?

• HUKUM JUAL BELI EMAS SECARA KREDIT • MENITI JALAN MERAIH KECINTAAN ALLAH • KAJIAN MASYAIKH, MASJID ISTIQLAL 19 FEBRUARY 2012 • SIAPKAH ANDA MENGHADAPI EMPAT PERKARA DI PADANG MA. • AL KHULU', GUGATAN CERAI DALAM ISLAM • MENYOAL SUAMI KELUYURAN DI MALAM HARI • APAKAH PERKATAAN SHAHABAT DAPAT DIJADIKAN HUJJAH ?

• MEMINJAM UANG DI BANK SYARI'AH • HUKUM JILBAB DAN MENGENAKAN HIJAB BAGI WANITA TUA • MAYIT MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENZIARAHINYA • BOLEHKAH MENJABAT TANGAN WANITA YANG MEMAKAI SARUN.

• RENUNGAN BAGI IKHWAN SALAFIY • APAKAH DOA ISTRI KEPADA SUAMINYA SAMA DENGAN DOA A. • MITOS VALENTINE DAY • BIMBINGAN ULAMA DALAM MENASEHATI DAN MENYIKAPI KES.

• BATASAN AURAT WANITA DI DEPAN WANITA YANG LAIN • BERDDOA SETELAH SHALAT JENAZAH • MEMADU KASIH DI HARI VALENTINE ?? • 10 Minuman Paling Terkenal Di Dunia • ILMU HADITS • KENAPA ORANG ISLAM TIDAK PERLU SYAHADAT ULANG ? • Satu lagi Manfaat Minum Kopi Manis • Menu Makan Malam Sehat Untuk Diet • Keputihan dan Cara Mengatasinya • Sirsak sebagai Penyembuh Kanker • Edukasi – Ketiak yang hitam bisa diputihkan dengan.

• Tips Mengatasi Rambut Rontok • Ramuan Obat Tradisional Batuk Kering • Edukasi – Mata kabur pada usia tua • Rahasia Tanaman kangkung si Hijau Yang Menawan • OBAT TRADISIONAL RADANG LAMBUNG • FATWA MUI, BUNGA BANK ADALAH HARAM • TITIK TUJUAN AKHIR AHLI BID'AH DAN SIFAT-SIFAT MEREKA • BOLEHKAH MERUBAH NIAT DI TENGAH SHALAT ? • SYARAT TALAK • HUKUM DAN MACAM TALAK • MENJAGA LISAN DARI MENGUTUK/MELAKNAT • BERWUDHU, DENGAN GAYUNG ATAU PANCURAN/KRAN ??

• TANYA JAWAB : HUKUM JUAL BELI / INVESTASI EMAS • BEBERAPA MITOS KELIRU TENTANG MADU • SAKIT? JANGAN BERSEDIH! • SYARAT SAH NIKAH • FATWA PARA ULAMA AHLUS SUNNAH TENTANG GANJA • LAKI-LAKI PENGHUNI SURGA, MAMPU MENGGAULI 100 BIDA. • HUKUM MEMAKAN SEMBELIHAN AHLUL KITAB (NASHRANI & Y. • HADITS-HADITS TIDAK JELAS, ANDALAN PENGGEMAR MAULI. • TENTANG JIDAT YANG HITAM KARENA BEKAS SHOLAT • DZIKIR SETELAH SHOLAT MENURUT IMAM SYAFI'I RAHIMAH.

• BOLEHKAH GHIBAH DALAM HATI ?? • ► Januari (54) • ► 2011 (147) • ► Desember (14) • ► November (34) • ► Oktober (3) • ► September (5) • ► Agustus (14) • ► Juli (30) • ► Juni (30) • ► Mei (3) • ► April (3) • ► Maret (3) • ► Februari (8) Yang disuruh untuk dibunuh B. Burung merpati dan gagak. Sebutkan Binatang Yang Halal Dimakan Tanpa Disembelih Brainly Co Id Berikut ini binatang yang halal dimakan tanpa disembelih adalah.

Berikut ini binatang yang halal dimakan tanpa disembelih adalah. Ketiga syarat hewan yang disembelih. Bahwa makanan ahli kitab itu halal buat kamu 211762 Sembelihan yang Dilakukan Oleh Ahli Kitab dengan Tenaga Listrik dan Sebagainya. Rasulullah Saw telah menegaskan hal ini dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Lebih lanjut mengenai siapa yang menyembelihnya hal ini terdapat ayat dalam Al Quran yang memperbolehkan memakan hewan sembelihan non-Muslim dalam hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah ini adalah Ahli Kitab.

Selain kuku dan gigi. Ular tikus burung gagak haram dimakan sebab termasuk binatang. Adapun hewan yang bisa hidup di air dan di darat seperti bebek angsa dan sejenisnya maka hewan tersebut boleh dimakan jika disembelih. Artinya jenis hewan ini diperbolehkan untuk dimakan dan dinikmati. Ada beberapa jenis hewan yang dihalalkan oleh islam.

Diharamkan bagimu memakan bangkai darah daging babi daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah yang tercekik yang terpukul yang jatuh yang ditanduk dan diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. Termasuk hewan yang halal disembelih. Hewan yang haram tidak bisa menjadi halal dengan disembelih. Makanan sembelihan orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka QS.

Berikut ini termasuk binatang yang menjijikkan kecuali. Berikut ini binatang yang halal dimakan tanpa disembelih yaitu. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa binatang laut termasuk semua hasil laut baik yang berupa ikan atau pun bukan mati karena ada penyebabnya atau mati sendiri halal dimakan tanpa harus disembelih.

Masuk dalam syarat ini adalah alat menyembelih tidak boleh terbuat dari tulang. PAI K8 BAB 10-11. Sesungguhnya barang yang halal sudah jelas dan sesungguhnya barang yang haram sudah jelas dan di antara keduanya hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah musytabihat barang yang meragukan. Binatang yang halal tanpa disembelih terlebih dahulu ditunjukan oleh nomer. Imam Abu al Barakat Ahmad al Dardir dalam bukunya yang berjudul Al Sharh al Kabir menuliskan beberapa contoh serangga yang dapat dimakan antara lain kalajengking kumbang serangga rumput semut cacing dan semua serangga yang ditemukan di.

11th – 12th grade. Dua darah itu adalah hati dan limpa Dalam hadis lain riwayat Imam Abu Hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah dan Tirmidzi Nabi saw. هو الطهور ماؤه الحل ميتته Laut itu suci airnya dan halal bangkainya Semua jenis belalang dan ikan yang hidup di air bangkainya boleh dimakan tanpa harus disembelih.

Untuk itu berikut adalah jenis-jenis hewan yang diperbolehkan berdasarkan informasi dalam Al-Quran dan juga Hadist. Sebut saja kebiasaan penduduk. Perhatikan nama binatang berikut ini. Seorang pemburu berhasil menangkap seekor. Belalang bisa jadi makanan meskipun sudah ditemukan dalam keadaan mati serta boleh dimakan tanpa disembelih terlebih dahulu. PELAJARAN-3 Bina atan ng Hala al dan Yan ng Hara am Kompetensi Inti KI-1 Menerima menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya KI-2 Menunjukkan perilaku jujur disiplin tanggung jawab santun peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga teman guru dan.

Saya mendengar ia asy-Syabiy berkata. Saya mendengar Rasulullah saw bersabda. Terpotong bagian leher yang harus dipotong dalam kondisi menyembelih normal.

Artinya berpedoman pada Al-Quran Hadits dan Ijma ulama. Diharamkan bagimu memakan bangkai darah daging babi daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah yang tercekik yang terpukul yang jatuh yang ditanduk dan diterkam binatang buas kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. Preview this quiz on Quizizz. Tidak halal dan tidak haram. Lebah dan burung hud-hud.

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Makanlah dari rezki yang telah. PAI K8 BAB 10-11 DRAFT. Perhatikan nama binatang berikut ini. Dan apa yang disembelih dan dimakan adalah termasuk makanan mereka sedang dalam hal ini Allah telah menegaskan.

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Diriwayatkan dari asy-Syabiy dari an-Numan bin Basyir ia berkata. Hewan Ternak Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Ada sebagian hewan yang halal dikonsumsi dan sebagian lain haram dimakan. Mengkonsumsi daging hewan harus yang halal dan baik serta disembelih secara syariat. Hewan yang disembelih Ahlul Kitab hukum memakannya adalah. Bahwa ada seorang laki-laki dari Bani Mudlij yang bernama Abdullah datang.

Burung buas dan tikus. Yang disuruh untuk dibunuh B. Ular tikus burung gagak haram dimakan sebab termasuk binatang.

Perhatikan nama binatang berikut ini. Bab 3 Binatang Halal dan Yang haram. Berikut ini binatang yang halal dimakan tanpa disembelih adalah. Berikut ini binatang yang halal dimakan tanpa disembelih yaitu. Contoh binatang haram yang kita disuruh untuk membunuhnya di tanah Haram Makkah dan Madinah adalah.

Tidak boleh menyembelih di selain bagian leher kecuali. Artinya kita tidak dibenarkan mengkonsumsi atau memanfaatkan sebagian anggota albahimah tanpa disembelih terlebih dahulu. Wajib Tahu Ternyata Bangkai Hewan Ini Boleh Dimakan Simak Alasannya Mantra Sukabumi Jenis Hewan Yang Halal Untuk Di Jadikan Makanan Kumparan Com Dua Jenis Bangkai Yang Halal Dimakan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Youtube Binatang Halal Haram Rian Hidayat S Pd I Ppt Download Binatang Halal Dan Haram Kenapa Bangkai Ikan Halal Ini Alasannya Islampos Sebutkan Binatang Yang Halal Dimakan Tanpa Disembelih Brainly Co Id Sebutkan Hewan Yang Halal Dimakan Tanpa Di Sembelih Dan Hewan Yang Haram Dimakan Brainly Co Id Memakan Makanan Haram Pemicu Jauhnya Keberkahan Kategori wallpaper Tag adalah, disembelih, tanpa, yang Navigasi Tulisan Recent Posts • Cara Menghilangkan Batuk Kering Dengan Cepat • Apakah Penyakit Herpes Boleh Kena Air • Susu Appeton Weight Gain Untuk Orang Dewasa • Masker Alami Untuk Rambut Kering Dan Mengembang • Biaya Pembuatan Siup Tdp Dan Ho • Cara Edit Alamat Di Google Map • Cara Beli Pulsa Listrik Lewat Klikbca • Susunan Acara Perpisahan Kelas 9 Dalam Bahasa Inggris • Cara Mencari Hp Android Yang Hilang Dalam Keadaan Mati • Pinjaman Uang Daerah Bekasi Tanpa Jaminan hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah Cara Membuat Lensa Kamera Hp Sendiri
→ Hukum Daging yang Disembelih dalam Acara Maulid Nabi Pertanyaan: Apakah diperbolehkan memakan daging yang disembelih dalam acara maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam dan maulid-maulid lainnya?

Jawab: Apa yang disembelih dalam acara maulid Nabi atau wali sebagai pengagungan (persembahan –red) kepadanya termasuk sembelihan untuk selain Allah yang merupakan kesyirikan maka tidak boleh memakannya. Telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Allah melaknat orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah.” Pertanyaan: Apa hukum orang mengatakan bahwasanya ia seorang Muslim dengan lisan saja padahal ia adalah ahlul bid’ah dan syirik dengan perbuatannya.

Apakah ia menjadi Muslim yang hakiki? Apakah diperbolehkan memakan sembelihannya? Jawab: Barangsiapa mengucapkan dua kalimat syahadat dengan jujur terhadap apa yang ditunjukkan keduanya dan mengamalkan konsekuensi keduanya maka ia adalah seorang muslim mukmin. Dan barangsiapa melakukan pembatal keduanya baik berupa perkataan maupun perbuatan kesyirikan maka ia menjadi kafir walaupun ia telah mengucapkan kedua kalimat syahadat tersebut, melaksanakan shalat, dan berpuasa, seperti beristighatsah terhadap para mayit atau menyembelih hewan untuk mereka sebagai bentuk perendahan diri dan pengagungan maka tidak boleh memakan daging sembelihannya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Wakil ketua : Abdurrazaq ‘Afifi Anggota : Abdullah bin Ghudayan (Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs http://www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah) FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’ JILID 1 TENTANG AQIDAH Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY حكم الذبيحة التي تذبح في المناسبات فتوى رقم (9573): س: ما حكم الصدقة التي أذبحها وأقول في نفسي أو على من عندي هذه صدقة لله تعالى بمناسبة نجاح ولدي أو بمناسبة سلامته من حادث سيارة أو بمناسبة أي فرح كان؟ فضيلة الشيخ: هل يجوز لي أن آكل من هذه الصدقة أم لا؟ علما بأني لا أحلف بالله ولا hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah أني أفعل كذا وكذا.

ولكن عندما يحصل هذا الفرح أقول هذه صدقة لله تعالى، أرشدونا أثابكم الله حول ما ذكرت، وما هي الطريق السليمة التي نسلكها؟ ج: الأصل في الأعمال أن تبنى على النية، والنية شرط للإثابة على العمل، فينبغي للمسلم في كل نفقة أن ينوي بها التقرب إلى الله عز وجل، فإذا حصل مناسبة مشروعة؛ كقدوم ضيف أو تشجيع ابن ونحو ذلك ونوى بذلك التقرب فلا حرج أن يأكل منها. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز Hukum Daging Hewan yang Disembelih dalam Berbagai Peristiwa Fatwa nomor 9573. Pertanyaan: Apa hukum shadaqah yang aku menyembelih hewan (sedekahan itu) dan aku berkata dalam hatiku atau kepada orang yang ada di sisiku bahwa shadaqah ini adalah untuk Allah ta’ala bertepatan dengan kelulusan anakku, atau selamatnya ia dari kecelakaan mobil, atau pun bertepatan dengan sesuatu yang membahagiakan lainnya?

Wahai syaikh yang mulia, apakah diperbolehkan aku memakan shadaqah ini ataukah tidak boleh? Perlu diketahui bahwa aku tidak bersumpah atas nama Allah, juga tidak bernadzar akan melakukan demikian dan demikian.

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Hanya saja, ketika mendapat kebahagiaan ini aku berkata shadaqah ini untuk Allah ta’ala. Berilah kami penjelasan atas apa yang aku samapaikan ini semoga Allah memberi pahala kepada anda sekalian. Dan apa jalan selamat yang harus kami tempuh? Jawab: pada asalnya, perbuatan dibangun di atas niat, dan niat merupakan syarat untuk menentukan amal perbuatan. Oleh karena itu hendaknya setiap Muslim meniatkan setiap nafkah (pemberian) untuk meniatkannya sebagai pendekatan diri kepada Allah azza wajalla.

Ketika mendapat sesuatu yang dianjurkan syariat (untuk shadaqah) seperti kedatangan tamu atau menyemangati anak (atas suatu prestasi tertentu) dengan niat untuk mendekatkan diri kepada-Nya maka tidak mengapa untuk memakan daging sembelihan tersebut.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa Ketua : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz Wakil ketua : Abdurrazaq ‘Afifi Anggota : Abdullah bin Ghudayan (Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Ditulis oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. Beliau adalah Pimpinan Pesantren Ibnu Abbas As Salafy Sragen. Salah satu ustadz Ahlus Sunnah yang pernah menimba ilmu di tanah para nabi, tepatnya di Universitas Islam Madinah Al Munawwaroh, Jurusan Hadits.

Beliau saat ini banyak menghabiskan waktunya dalam dakwah sunnah, diantaranya dengan menjadi Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafy Sragen. Beliau juga aktif menulis risalah-risalah ilmiyyah yang dipublikasikan melalui Majalah As Sunnah, Majalah Nikah dan Majalah Elfata.

About US Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.
Orang Yahudi juga mengenal makanan halal dan haram.

Merujuk pada laman wikipedia, Kosher (bahasa Ibrani: כַּשְׁרוּת kašrût), yang berasal dari kata kashrut atau kashruth (bahasa Ibrani: כָּשֵׁר kāšēr), adalah istilah dalam hukum tentang makanan Yahudi. Sesuai dengan halakha (hukum Yahudi) suatu makanan yang layak dimakan disebut kosher. Sedangkan lawannya yang tidak boleh dimakan disebut trefa atau terefah atau haram kalau menurut istilah kita.

Nah, bagi orang Yahudi, menyentuh babi atau memakannya adalah haram. Sama seperti konsep halal, kosher tidak menghendaki adanya babi dalam bahan-bahan makanan. Babi disebut haram ada dalam Imamat 11:7, "Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu." dan Ulangan 14:8, "Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya." Selain hewan yang telah saya sebutkan diatas, hewan yang diharamkan oleh Yahudi termasuk hewan yang disembelih dengan cara yang keliru atau dilukai hingga mati oleh binatang buas dan karena itu tidak layak dimakan manusia.

Ya, hampir sama seperti hukum Islam yang melarang memakan daging hewan yang matinya karena dilukai, diterkam dan kecelakaan.

Klasifikasi kosher ini menurut pengakuan para pelaku bisnis sangatlah rumit dan berbelit. Jauh lebih kompleks dibandingkan dengan persyaratan halal bagi umat islam. Oleh karena itu pengawasan dan proses sertifikasi konser dapat berlangsung hingga berhari-hari untuk satu jenis produk yang sangat kecil.

Sebagai contoh, dalam proses penyembelihan hewan, mereka harus mengawasi dengan benar tata cara penyembelihan seperti yang mereka inginkan. Sama seperti sertifikat halal yang perlu lembaga khusus dalam melegalkannya, begitu pula untuk kosher ini.

Makanan yang dibeli di toko dapat diketahui sebagai kosher bila ada tanda hechsher (plural hechsherim), sebuah lambang grafis yang menunjukkan bahwa makanan itu telah disertifikasikan kosher oleh otoritas rabinik. Lambang yang paling sering adalah tanda "OU", yaitu huruf U dalam sebuah lingkaran (Ⓤ), yang melambangkan Jemaat-jemaat Uni Ortodoks. Namun banyak rabi dan organisasi yang mempunyai tanda pengesahan mereka sendiri-sendiri, dan lambang-lambang yang lain terlalu hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah untuk didaftarkan di sini.

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Dalam Jewish cuisine, mengikuti ketentuan kosher ini maka hewan harus disembelih menurut ritual oleh seorang yang disebut shochet.

Sebelum dimasak, daging hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah harus direndam dalam air selama 30 menit, lalu ditaburkan garam yang berfungsi menghilangkan darah.

Setelah direndam 30 menit kemudian dibiarkan selama 1 jam. Setelah itu baru daging bisa dimasak. Dalam kosher juga daging & unggas tidak boleh dicampur dengan produk yang terbuat dari susu (dairy) seperti mentega, susu, dan krim. • Aku (80) • Blog (25) • Bus (168) • Bus Jadul (20) • Catatan perjalanan (110) • Gadget (50) • Gunung (16) • Hoby (27) • Infrastruktur (90) • Inovasi (168) • Internet (242) • Kearifan Jalanan (46) • Kebumen (89) • Kereta Api (32) • Kesehatan (49) • Keyakinan (63) • Momen Lebaran (20) • Musik (38) • Otomotif (326) • Pengetahuan Umum (114) • Profil (195) • Sejarah (246) • Tanaman (24) • Tips (248) • Transportasi Publik (184) • Video (90) • Wisata (80) • ► 2010 (12) • ► May (2) • ► August (1) • ► October (4) • ► November (3) • ► December (2) • ► 2011 (8) • ► February (1) • ► April (1) • ► July (4) • ► August (2) • ► 2013 (35) • ► June (3) • ► August (2) • ► September (24) • ► October (4) • ► November (1) • ► December (1) • ► 2014 (318) • ► January (11) • ► February (30) hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah ► March (99) • ► April (44) • ► May (25) • ► June (16) • ► July (31) • ► August (12) • ► September (8) • ► October (18) • ► November (13) • ► December (11) • ► 2015 (130) • ► January (24) • ► February (14) • ► March (15) • ► April (15) • ► May (13) • ► June (1) • ► July (9) • ► August (4) • ► October (1) • ► November (5) • ► December (29) • ► 2016 (394) • ► January (35) • ► February (13) • ► March (18) • ► April (24) • ► May (38) • ► June (37) • ► July (36) • ► August (83) • ► September (51) • ► October (18) • ► November (13) • ► December (28) • ► 2017 (260) • ► January (26) • ► February (21) • ► March (14) • ► April (39) • ► May (36) • ► June (33) • ► July (41) • ► August (22) • ► September (5) • ► October (11) • ► November (9) • ► December (3) • ► 2018 (124) • ► January (23) • ► February (15) • ► March (14) • ► April (15) • ► May (24) • ► June (7) • ► July (6) • ► August (2) • ► September (2) • ► October (1) • ► November (2) • ► December (13) • ► 2019 (138) • ► January (22) • ► February (6) • ► March (17) • ► April (17) • ► May (13) • ► June (6) • ► July (4) • ► August (3) • ► September (7) • ► October (13) • ► November (17) • ► December (13) • ▼ 2020 (144) • ► January (15) • ► February (21) • ► March (22) • ► April (18) • ► May (17) • ▼ June (14) • Mengapa Pembebasan Kapal MV.

Sinar Kudus Dari Pero. • VPN Pro: Aplikasi Edit Video VivaVideo Berbahaya • Mengapa Rusia Tidak Menganut Paham Komunis Seperti. • Mengenang Motor Cagiva Stella, Perkasa Di Road Rac. • Ayam Adalah Dinosaurus Itu Sendiri • Sambut New Normal, Puluhan Bus Pariwisata Ngumpul . • Mengapa Teori Konspirasi Mudah Berkembang? • Sedih, Dini Hari Mendengar Kabar KM Dharma Rucitra.

• Sopir Truck Penggemar Bonsai di Banjurmukadan, Bul. • Motor Triumph Rocket 3 Dijual Di Indonesia, Mesinn. • Kisah Pelarian Kapal Andrey Dolgov (STS-50), Kapal.

• Babi Dan Hewan Yang Disembelih Dengan Cara Keliru . • UD Trucks Semi Trailer Lowbed United Nations, Saks. • Mengapa Evakuasi Truck Dari Kapal Dharma Rucitra I. • ► July (8) • ► August (3) • ► September (10) • ► October (7) • ► November (2) • ► December (7) • ► 2021 (104) • ► January (3) • ► February (11) • ► March (24) • ► April (4) • ► May (11) • ► June (4) • ► July (14) • ► August (1) • ► September (2) • ► October (12) • ► November (10) • ► December (8) • ► 2022 (13) • ► January (4) • ► February (5) • ► March (3) • ► April (1)
Oleh : Ust.

Elvi Syam Pertanyaan : Assalamu’alaikum wr wb, sekarang di pasar-pasar banyak beredar daging-daging impor yang tidak diketahui asal usul penyembelihannya, berlabel halal. bolehkah memakannya? bagaimana hukumnya memakan daging sembelihan ahli kitab ? bagaimana memakan dengan hewan laut yg di sembelih oleh orang kafir?

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

wassalamualaikum wr wb. Jakarta, 19 Agustus 2002 Jawaban : Untuk untuk menjawab pertanyaan di atas yang berhubungan dengan daging import dan sembelihan ahli kitab, saya akan mencantumkan fatwa syeikh Ibnu Utsaimin rahmahullah sebagai berikut : Pertanyaan : Pada sautu hari saya mengundang teman-teman sekantor untuk menghadiri makan siang. Setelah mereka datang, saya menyuguhkan kepada mereka sajian makanan, di antara makanan yang disuguhkan itu adalah daging ayam panggang yang kami panggang sendiri di rumah.

Lalu salah seorang mereka bertanya kepadaku – orang ini dikenal dengan fanatik dengan agama- tentang daging ayam ini, apakah ayam ini ayam dalam negri atau import dari luar? Maka saya katakan kepadanya bahwa daging import, kalau nggak salah dari Prancis.

Lantas orang tadi enggan untuk makan daging itu. Lalu saya bertanya kepadanya, kenapa ? maka iapun menjawab, sesungguhnya daging itu haram. Lalu saya berkata kepadanya, Apa dalilmu ? dia menjawab, saya mendengar sebagian masyayekh mengatakan hal yang demikian.

Maka pada kesempatan ini, saya mengharapkan kepada Syeikh yang mulia untuk bisa menjelaskan kepada kami hukum agama yang benar (dalam masalah ini) semoga Allah menjaga Syeikh. Jawab : Alhamdulillah washalatu wassalamu ‘alaa rasulillah wa ba’du : Barang-barang yang datang dari negeri asing yang bukan negara islam, jika seandainya orang yang melakukan penyembelihannya dari kalangan ahli kitab yaitu Yahudi atau Nasrani, maka boleh memakannya, dan tidaklah pantas ditanya akan cara penyembelihannya, apakah dibaca bismillah waktu menyebelihnya atau tidak.

Karena disebabkan nabi telah memakan daging kambing yang dihadiahkan oleh seorang wanita Yahudi di Khubar. Dan Beliau juga telah memakan makanan (daging) yang diundang oleh seorang yahudi. Tahunya dalam makan itu terdapat lemak yang sudah berubah (rasanya), dan beliau tidak pernah bertanya akan cara penyemblihannya, apakah dibacakan bismillah atau tidak.

Di dalam shohih Bukhari, ada hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah kaum datang kepada rasulullah wahai rasulullah sesungguhnya ada suatu kaum yang memberi kami daging, dan kami tidak mengetahui apakah dibacakan bismillah atau tidak. Rasulullah bersabda : bacalah oleh kalian (bismillah) dan makanlah.

Aisyah berkata : adalah mereka itu orang yang baru masuk islam. Dalam hadits – hadits ini menunjukkan bahwasanya tidaklah pantas bertanya tentang cara (penyemblihan) apa yang telah terjadi. Jika seandainya orang yang lansung melakukan penyeblihan itu adalah diakui (disahkan oleh agama) perbuatan mereka. Dan ini merupakan dari hikmah dan kemudahan dari ajaran agama. Karena kalau seandainya manusia dituntut untuk meneliti syarat-syarat pada apa yang mereka dapatkan dari orang yang perbuatan (tindakannya) disahkan, tentunya perbuatan ini akah menjadi kesulitan dan keberatan jiwa yang menjadikan syariat ini sebagai syariat yang menyulitkan dan memberatkan.

Adapun kalau sandainya daging sembelihan itu didatangkan dari negara asing, dan yang melakukan penyembelihannya adalah orang yang tidak halal hasil sembelihannya seperti Majusi (Hindu, Buda) atau pengibadat berhala dan orang-orang yang tidak memiliki agama, maka tidak halal untuk memakannya, karena Allah tidak menghalalkan makanan (daging) dari selain muslimin, kecuali makanan dari orang-orang yang diturunkan kitab kepada mereka yaitu Yahudi dan Nasrani. Tapi kalau kita ragu, siapakah yang menyembelihnya apakah orang yang halal hasil sembelihannya atau tidak, maka tidak mengapa (untuk menanyakan hal yang demikian- pent).

Ahli fikih telah berkata -semoga Allah merahmati mereka : jika didapatkan daging sembelihan terbuang di tempat yang hasil sembelihan kebanyakan penduduk tempat itu halal, maka daging itu adalah halal. Hanya saja pada kondisi seperti ini seyogyanya untuk menjauhi daging itu dan pindah kepada yang tidak ada keraguan di dalamnya.

Maka contoh untuk ini adalah, kalau seandainya daging didatangkan dari orang yang sembelihannya halal. Sebagian mereka menyembelih dangan cara syar’I, yaitu dengan mengeluarkan darah dengan benda tajam, bukan dengan gigi atau kuku, dan sebagain yang lain meyembelih dengan cara yang tidak syar’I, tahunya yang terbanyak dilakukan adalah cara pertama yang syar’I, maka tidak mengapa memakan daging yang didatangkan dari daerah itu, demi mengambil perbuatan yang terbanyak.

Akan tetapi yang lebih baik dilakukan adalah untuk menjauhi makanan tersebut karena wara’ (bersih dari hal-hal syubhat). Syeikh Ibnu Utsaimin buku fatawa ulama biladul haram. Hal : 1077. Adapun pertanyaan yang ketiga : binatang Laut tidak perlu disembelih, bahkan bangkainya (yang mati) boleh adalah halal. Berdasarkan sabda rasulullah saat ditanya tentang air laut : Dia airnya suci dan bangkai binatangnya Halal (H.R.

Ashabus sunan, Imam Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al Albani, lihat Shohih Al Jami’ II/1184 ) dengan artian tidak perlu disembelih.

Wallahu ‘alam • ► 2013 (26) • ► September (26) • ▼ 2012 (384) • ► November (2) • ► Oktober (9) • ► September (1) • ► Agustus (1) • ► Juli (50) • ► Juni (50) • ► Mei (83) • ► April (36) • ► Maret (45) • ▼ Februari (57) • INILAH DIANTARA DALIL MEREKA YG MEMBOLEHKAN ISTIHS.

• BENAR, MAHASISWA INDONESIA DI YAMAN ADALAH BOM WAK. • RESEP - CARA MEMBUAT KERIPIK BAYAM • TENTANG AIR KENCING YANG MENETES DIWAKTU SHALAT/SE. • BENARKAH "HADITS" SHALAT YANG TIDAK DAPAT MENCEGAH. • SEMUA MENGAKU AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, SIAPA MERE. • HAK WARIS SEORANG WANITA • SILATURAHIM BUKAN SILATURAHMI • HADITS-HADITS PALSU DAN BATIL TENTANG KEUTAMAAN WA.

• APAKAH BOLEH SHALAT TAHIYATUL MASJID KETIKA KHATIB. • AKAL, DIDADA (QALBU) ATAU DIKEPALA (OTAK) ? • APAKAH RAMALAN/PREDIKSI CUACA TERMASUK SYIRIK? • HADITS PALSU TENTANG "KEUTAMAAN MENCARI NAFKAH" YA. • BOLEHKAH BERHUJJAH DENGAN HADITS DHA'IF DAN MENGA. • APAKAH BATASAN BERPAKAIAN KETAT ITU? • JILBAB ITU SEMESTINYA LEBAR • DOA ISTIFTAH "WAJAHTU" YANG TERPOTONG CUMA SAMPAI . • MACAM-MACAM DOA ISTIFTAH • BOLEHKAH MEMINTA TALAK KARENA SUAMI KAWIN LAGI? • HUKUM JUAL BELI EMAS SECARA KREDIT • MENITI JALAN MERAIH KECINTAAN ALLAH • KAJIAN MASYAIKH, MASJID ISTIQLAL 19 FEBRUARY 2012 • SIAPKAH ANDA MENGHADAPI EMPAT PERKARA DI PADANG MA.

• AL KHULU', GUGATAN CERAI DALAM ISLAM • MENYOAL SUAMI KELUYURAN DI MALAM HARI • APAKAH PERKATAAN SHAHABAT DAPAT DIJADIKAN HUJJAH ? • MEMINJAM UANG DI BANK SYARI'AH • HUKUM JILBAB DAN MENGENAKAN HIJAB BAGI WANITA TUA • MAYIT MENGETAHUI ORANG-ORANG YANG MENZIARAHINYA • BOLEHKAH MENJABAT TANGAN WANITA YANG MEMAKAI SARUN.

• RENUNGAN BAGI IKHWAN SALAFIY • APAKAH DOA ISTRI KEPADA SUAMINYA SAMA DENGAN DOA A. • MITOS VALENTINE DAY • BIMBINGAN ULAMA DALAM MENASEHATI DAN MENYIKAPI KES. • BATASAN AURAT WANITA DI DEPAN WANITA YANG LAIN • BERDDOA SETELAH SHALAT JENAZAH • MEMADU KASIH DI HARI VALENTINE ??

• ILMU HADITS • KENAPA ORANG ISLAM TIDAK PERLU SYAHADAT ULANG ? • FATWA MUI, BUNGA BANK ADALAH HARAM • TITIK TUJUAN AKHIR AHLI BID'AH DAN SIFAT-SIFAT MEREKA • BOLEHKAH MERUBAH NIAT DI TENGAH SHALAT ? • SYARAT TALAK • HUKUM DAN MACAM TALAK • MENJAGA LISAN DARI MENGUTUK/MELAKNAT • BERWUDHU, DENGAN GAYUNG ATAU PANCURAN/KRAN ??

• TANYA JAWAB : HUKUM JUAL BELI / INVESTASI EMAS • BEBERAPA MITOS KELIRU TENTANG MADU • SAKIT? JANGAN BERSEDIH! • SYARAT SAH NIKAH • FATWA PARA ULAMA AHLUS SUNNAH TENTANG GANJA • LAKI-LAKI PENGHUNI SURGA, MAMPU MENGGAULI 100 BIDA. • HUKUM MEMAKAN SEMBELIHAN AHLUL KITAB (NASHRANI & Y. • HADITS-HADITS TIDAK JELAS, ANDALAN PENGGEMAR MAULI. • TENTANG JIDAT YANG HITAM KARENA BEKAS SHOLAT • DZIKIR SETELAH SHOLAT MENURUT IMAM SYAFI'I RAHIMAH. • BOLEHKAH GHIBAH DALAM HATI ??

• ► Januari (50) • hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah 2011 (308) • ► Desember (9) • ► November hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah • ► Agustus (13) • ► Juli (26) • ► Juni (43) • ► Mei (51) • ► April (69) • ► Maret (47) • ► Februari (19)Keterangan Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh kita semua agar selalu mengkonsumsi makanan yang baik dan halal, sebagaimana Allah juga menyuruh para rasul.

Salah satu jenis makanan halal adalah daging hewan yang disembelih secara syar’i. Namun muncul masalah, apakah kita boleh menkonsumsi hewan sembelihan ahli kitab yang kita tidak mengetahui sama sekali cara penyembelihan mereka, seperti restoran-restoran Amerika cepat saji? Fatwa ini menjelaskan tentang hal itu. Silahkan anda baca dengan seksama. ﴿ حكم الأكل من ذبائح أهل الكتاب المعاصرين ﴾ « باللغة الإندونيسية » الشيخ عبد الله بن جبرين رحمه الله ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو 2010 - 1431 بسم الله الرحمن الرحيم Hukum Sembelihan Ahli Kitab di Masa Sekarang Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah Pertanyaan: Terkadang kami terpaksa makan di luar rumah, di berbagai macam makanan produk Amerika cepat saji (kentucky, burger dan pizza) dan semuanya yang berbahan baku dari daging atau ayam.

Dan kami tidak mengetahui bagaimana cara menyembelihnya, apakah dengan strum listrik, atau ditembak, atau dicekik? Dan kami juga tidak mengetahui apakah disebut nama Allah subhanahu wa ta’ala saat disembelih atau tidak? Apakah kami boleh memakannya atau tidak? Berilah fatwa kepada kami, semoga antum diberi pahala. Jawaban: Saya menyarankan agar jangan memakan daging-daging yang syubhat tersebut, karena ada kemungkinan ia termasuk yang tidak dibolehkan, karena mayoritas penduduk negeri tersebut tidak melakukan sembelihan secara syar'i, yaitu menyembelih hewan dengan pisau tajam, membersihkan darahnya dan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala saat menyembelihnya.

Di mana kebanyakan sembelihan mereka adalah dengan setrum listrik atau direndam di air panas saat masih hidup agar kulit dan bulunya terkelupas dengan mudah, dan untuk menambah timbangan dengan masih adanya darah di pembuluh darah, serta karena tidak adanya pengakuan mereka dengan menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala saat menyembelih, padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: قوله تعالى: ﴿ Ÿ w u ﷺ‬ ( # q è = à 2 ù ' s ?

$ £ J Ï B ó O s 9 Ì  x. õ ‹ 㠃 Þ O ó ™ $ # « ! $ # Ï m ø ‹ n = t ã ﴾ (الأنعام : 121) Dan janganlah kamu mamakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. (QS. al- An'aam:121) Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala membolehkan sembelihan ahli kitab karena pada masa lalu mereka selalu menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala saat menyembelih, menyembelih dengan pisau dan mengeluarkan semua darah dari tempat sembelihan (leher).

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

Inilah kebiasaan mereka yang membuat mereka selalu konsekuen terhadap apa yang ada di dalam kitab mereka yang mereka akui. Adapun di masa sekarang, mereka sudah tidak mengamalkan lagi ajaran yang ada di dalam kitab mereka, maka mereka sama seperti orang-orang murtad. Maka kami berpendapat agar jangan dimakan sembelihan mereka, kecuali apabila bisa dipastikan bahwa mereka menyembelihnya secara syar'i.

Maka atas dasar inilah kami berpendapat tidak boleh memakan daging-daging yang syubhat (meragukan) tersebut, akan tetapi makanlah daging ikan di restoran-restoran tersebut, atau Anda mencari restoran-restoran Islam yang pemiliknya menyembelih secara syar'i, atau Anda menyembelih langsung hewan yang boleh dimakan seperti ayam dan hewan ternak dan Anda mencukupkan diri terhadap hewan yang Anda sembelih, atau yang disembelih oleh muslim atau ahli kitab hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah engkau percaya terhadapnya.

Wallahu A'lam. Syaikh Ibnu Jibrin – dari ucapan dan imla`nya pada tanggal 19/12/1420 H.
Ilustrasi kambing disembelih tidak mati. Foto: istimewa. Oleh Ahmad Muntaha AM Dutaislam.com - Gegara satu dan lain hal, saat orang menyembelih hewan kurban (kambing, sapi, kerbau, onta) atau lainnya (ayam, bebek, burung dara), terkadang tenggorokan atau saluran pernapasannya belum terputus sehingga tidak segera mati.

Akhirnya terpaksa disembelih lagi. Apakah hewan yan sudah disembelih tapi tidak segera mati itu sembelihannya sah dan dagingnya halal dimakan atau tidak? Jawaban: Bila hewan sembelihan tersebut masih mempunyai kehidupan normal (hayat mustaqirrah), dengan tanda: • Dapat bertahan satu atau dua hari, atau • Gerakan, pandangan dan suaranya masih sewajarnya, Lalu segera disembelih lagi secara sempurna, maka sembelihannya memenuhi syarat dan dagingnya halal dimakan.

Lain halnya bila kondisinya sudah hampir mati, meronta-ronta selayaknya hewan yang sudah disembelih, lalu nekat disembelih lagi, maka sembelihannya tidak memenuhi syarat, dagingnya menjadi bangkai dan haram dimakan. Baca: Mengkornetkan Daging Qurban, Ini Penjelasan Ulama Fikih Nah sekarang kalau penyembelih ragu, apakah sembelihannya memenuhi syarat atau tidak, sehingga dagingnya halal atau haram?

Maka dalam kasus terakhir ini, dagingnya halal, karena hukum asal proses penyembelihannya dianggap telah memenuhi syarat. Syaikh Sulaiman al-Bujairami menerangkan: ولو شك بعد وقوع الفعل منه هل هو محلل أو محرم، فهل يحل ذلك أو لا؟ في نظر.

والأقرب الأول لأن الأصل وقوعه على الصفة المجزئة. Artinya: "Andaikan setelah selesai orang ragu, apakah penyembelihannya menghalalkan atau justru mengharamkan hewan sembelihan? Apakah sembelihannya itu halal atau tidak? Dalam kasus ini perlu pengkajian.

Pendapat yang mendekati kebenaran adalah yang pertama, sembelihannya halal, karena hukum asal penyembelihannya terjadi sesuai dengan penyembelihan yang memenuhi syarat-syaratnya." (قوله: فإن لم يسرع قطعهما) . ولو شك بعد وقوع الفعل منه هل هو محلل أو محرم، فهل يحل ذلك أو لا؟ في نظر. والأقرب الأول لأن الأصل وقوعه على الصفة المجزئة.

Sumber: Muhammad as Syirbini al-Khatib dan Sulaiman bin Muhammad al-Bujairami, Al Iqna' dan Tuhfatul Habib, V/188. Demikian rincian hukum tafsil hewan sembelihan yang tidak segera mati ketika dikurbankan atau disembelih.

[ dutaislam.com/ab]
• Biografi Ulama • Indeks Biografi Ulama • Daftar Biografi Bahasa Inggris • Indeks Sanad • Indeks Nasab • Profil Pesantren • Indeks Daftar Profil Pesantren • Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya • Perguruan Tinggi • Sekolah Islam • Panti Asuhan • Laporan Donasi Tanpa Kutip • Lokasi Ziarah • Indeks Lokasi Ziarah • Kitab • Artikel Lain • Indeks Tuntunan Ibadah Lengkap • Motivasi • Konsultasi • Techno Disruption • Santri Goes To Papua • Fitur Lain • Membership • Register Member • Login • Register Lembaga • Login Lembaga • Healing • Konsultasi Keluarga • Assessment Kepribadian • Konsultasi Siap Nikah • Alat Rencana Nikah • Info Laduni.ID • Kebijakan Privasi • Tentang Kami • FAQ • Peraturan Umum • Info Umum Donasi Tanpa Kutip • Pengelola hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah Alamat Pengelola LADUNI.ID • Biografi Ulama • Indeks Biografi Ulama • Daftar Biografi Bahasa Inggris • Indeks Sanad • Indeks Nasab • Profil Pesantren • Indeks Daftar Profil Pesantren • Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya • Perguruan Tinggi • Sekolah Islam • Panti Asuhan • Laporan Donasi Tanpa Kutip • Lokasi Ziarah • Indeks Lokasi Ziarah • Kitab • Artikel Lain • Indeks Tuntunan Ibadah Lengkap • Motivasi • Konsultasi • Techno Disruption • Santri Goes To Papua • Fitur Lain • Membership • Register Member • Login • Register Lembaga • Login Lembaga • Healing • Konsultasi Keluarga • Assessment Kepribadian • Konsultasi Siap Nikah • Alat Rencana Nikah • Info Laduni.ID • Kebijakan Privasi • Tentang Kami • FAQ • Peraturan Umum • Info Umum Donasi Tanpa Kutip • Pengelola • Alamat Pengelola • Video • Audio • Pesantren • Ziarah • Santri Unggul • Profesional Shaleh • Zakat • Kitab & Buku • Al Qur'an PERTANYAAN : Mau tanya kg, mbak, gus, ning Saya punya ayam jago dua kemudian saya iseng menggulatkan kedua ayam tsb bagaimanakah hukumnya, mohon disertakan i'barot.

Syukron. JAWABAN : Wa alaikumus salaam. Hukum adu ayam itu Haram. Menyabungkan binatang adalah tindakan menyakiti yang tidak ada faedahnya dan semata-mata hanya menuruti kesenangan. Dan sesungguhnya haram akad adu domba dan adu ayam secara mutlak karena merupakan perbuatan bodoh dan hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah perbuatan kaum nabi Luth as, yang dibinasakan Allah sebab dosa-dosa mereka.

[Albajuri juz 2 hal. 307]. Wallohu a'lam bis showab. - Nail al Authar juz 8 hal. 99 : وإيلام الحيوان ههنا مانع لأنه إيلام لم يأذن به الشارع بل نهى عنه قوله: (عن التحريش بين البهائم) قال في القاموس: التحريش: الإغراء بين القوم أو الكلاب اهـ. فجعله مختصا ببعض الحيوانات.

وظاهر الحديث أن الإغراء بين ما عدا الكلاب من البهائم يقال له تحريش. ووجه النهي أنه إيلام للحيوانات وإتعاب لها بدون فائدة بل مجرد عبث - Hasyiyah al Bujairamiy 'alal Khathib juz 4 hal. 349 : فلا تجوز على الكلاب ومهارشة الديكة ومناطحة الكباش، لأنهما ليسا من بغيره لأن فعل ذلك سفه ومن فعل قوم لوط الذين أهلكهم الله بذنوبهم ولا على طير وصراع بعوض؛ لأنهما ليسا من آلات القتال - Tuhfah al Muhtaj juz 10 hal. 216 : قوله: والنطاح بنحو الكباش إلخ) عبارة المغني ويحرم كما قال الحليمي التحريش بين الديوك، والكلاب، وترقيص القرود، ونطاح الكباش والتفرج على هذه الأشياء المحرمة واللعب بالصور، وجمع الناس عليها.

اهـ Sumber: Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah Kunjungi Juga • Laporan Pengumpulan Donasi • Pasarkan Produk Anda dengan Membuka Toko di Marketplace Laduni.ID • Profil Pesantren Terlengkap • Cari Info Sekolah Islam? • Mau Berdonasi ke Lembaga Non Formal? • Siap Berangkat Ziarah?

Simak Kumpulan Info Lokasi Ziarah ini • Mencari Profil Ulama Panutan Anda? • Kumpulan Tuntunan Ibadah Terlengkap • Simak Artikel Keagamaan dan Artikel Umum Lainnya • Ingin Mempelajari Nahdlatul Ulama? Silakan • Pahami Islam Nusantara • Kisah-kisah Hikmah Terbaik • Lebih Bersemangat dengan Membaca Artikel Motivasi • Simak Konsultasi Psikologi dan Keluarga • Simak Kabar Santri Goes to Papua • Nasional • Internasional • Aswaja • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Artikel • Tokoh • Sejarah • Cerita Hikmah • Canda • Sosial Budaya • Motivasi • Edukasi • Tekno & Disruption • Islam Nusantara • - Konsultasi Keluarga • - Konsultasi Siap Nikah Umur 25 Tahun - • - Santri Goes to Papua • Kontak © 2022 - Laduni.id
• Biografi Ulama • Indeks Biografi Ulama • Daftar Biografi Bahasa Inggris • Indeks Sanad • Indeks Nasab • Profil Pesantren • Indeks Daftar Profil Pesantren • Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya • Perguruan Tinggi • Sekolah Islam • Panti Asuhan • Laporan Donasi Tanpa Kutip • Lokasi Ziarah • Indeks Lokasi Ziarah • Kitab • Artikel Lain • Indeks Tuntunan Ibadah Lengkap • Motivasi • Konsultasi • Techno Disruption • Santri Goes To Papua • Fitur Lain • Membership • Register Member • Login • Register Lembaga • Login Lembaga • Healing • Konsultasi Keluarga • Assessment Kepribadian • Konsultasi Siap Nikah • Alat Rencana Nikah • Info Laduni.ID • Kebijakan Privasi • Tentang Kami • FAQ • Peraturan Umum • Info Umum Donasi Tanpa Kutip • Pengelola • Alamat Pengelola LADUNI.ID • Biografi Ulama • Indeks Biografi Ulama • Daftar Biografi Bahasa Inggris • Indeks Sanad • Indeks Nasab • Profil Pesantren • Indeks Daftar Profil Pesantren • Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya • Perguruan Tinggi • Sekolah Islam • Panti Asuhan • Laporan Donasi Tanpa Kutip • Lokasi Ziarah • Indeks Lokasi Ziarah • Kitab • Artikel Lain • Indeks Tuntunan Ibadah Lengkap • Motivasi • Konsultasi • Techno Disruption • Santri Goes To Papua • Fitur Lain • Membership • Register Member • Login • Register Lembaga • Login Lembaga • Healing • Konsultasi Keluarga • Assessment Kepribadian • Konsultasi Siap Nikah • Alat Rencana Nikah • Info Laduni.ID • Kebijakan Privasi • Tentang Kami • FAQ • Peraturan Umum • Info Umum Donasi Tanpa Kutip • Pengelola • Alamat Pengelola • Video • Audio • Pesantren • Ziarah • Santri Unggul • Profesional Shaleh • Zakat • Kitab & Buku • Al Qur'an PERTANYAAN : Assalamu'alaikum.

Mohon bantuannya Ya Ma'syaro al-Mutafaqqihin wa al-Mutafaqqohat. Ada Musykilah di Bab Dzabhu : Baru-baru ini ada kejadian aneh di Bandung, seperti yang dilansir oleh salah satu stasiun televisi, yaitu Ayam yang belum mati, padahal sudah disembelih tiga kali. NB : Sembelihan pertama sudah memenuhi standar syara' (Qath'u Kullil Hulqum, Wa Kullil Mari'). Pertanyaan : 1.Kehidupan hayawan itu yang setelah disembelih secara syara' dinamakan Hayat apa.?

Mustaqirroh atau bukan ? 2.Apakah sembelihan pertama (yang sesuai syara') sudah dianggap menghalalkan, dengan pengertian, seumpama hewan tersebut dibiarkan mati dengan sendirinya itu sudah Halal dimakan ? 3.Seumpama sembelihan pertama belum dianggap cukup, bagian mana lagi yang wajib disembelih dari hewan tsb, mengingat Hulqum dan Mari'-nya sudah terputus dengan sempurna. Demikian, Matur nuhun ingkang sanget. Jazaa-kum Allhau Ahsan al-Jaza'. JAWABAN : Wa'alaikumussalam. Jika sudah disembelih kok masih terlihat hidup namanya hayatul madzbuh, bukan hayat mustaqirroh.

Kesimpulannya jika penyembelihan awal sudah memenuhi syarat maka sah dan halal dan tak wajib disembelih lagi. Boleh dipotong lehernya biar cepat mati, tapi makruh. Hewan yang sembeiihannya sudah memenuhi syarat (terpotongnya hulqum dan mari') kalau masih bertahan hidup maka cara cepat mematikannya boleh dengan memotong lehernya sampai putus. (الا ما ذكيتم)اي الا ما أدركتم ذكاته وقد بقيت فيه حياة مستقرة من هذه الاشياء الخمسة وذالك بحيث يتحرك بالاختيار والا فلا يحل بتذكية لان موته حينئذ يحال علي السبب المتقدم علي التذكية من الخنق وأكل السبع وغيرهما.

(Kecuali yang kalian sembelih) Yakni kecuali kalian mendapati menyembelih hewan, sedangkan dalam hewan itu masih terdapat HAYAT MUSTAQIRROH, dari perkara lima (yang tersebut dalam ayat), tandanya hayat mustaqirroh adalah bergerak dengan ikhtiyar.

Apabila tidak (terdapat hayat mustaqirroh, dari kelima hewan yang tersebut dalam awal ayat) maka tidak di-halal-kan dengan sebab disembelih, karena kematiannya adalah di-sebabkan perkara yang mendahului penyembelihan, baik yang sebab di-makan hewan buas atau yang lainnya.

- Asnal Matholib Juz 01/539 : وَحَاصِلُهُ أَنَّ الْحَيَاةَ الْمُسْتَقِرَّةَ عِنْدَ الذَّبْحِ تَارَةً تَتَيَقَّنُ وَتَارَةً تُظَنُّ بِعَلَامَاتٍ وَقَرَائِنَ فَمِنْهَا الْحَرَكَةُ الشَّدِيدَةُ بَعْدَ الذَّبْحِ وَانْفِجَارُ الدَّمِ وَتَدَفُّقُهُ وَلَوْ شَكَكْنَا في اسْتِقْرَارِهَا حَرُمَ لِلشَّكِّ في الْمُبِيحِ وَتَغْلِيبًا لِلتَّحْرِيمِ فَإِنْ لم يُصِبْهُ شَيْءٌ مِمَّا ذُكِرَ بَلْ مَرِضَ وَلَوْ بِأَكْلِهِ نَبَاتًا مُضِرًّا أَوْجَاعَ فَذَبَحَهُ وقد صَارَ آخِرَ رَمَقٍ حَلَّ لِأَنَّهُ لم يُوجَدْ سَبَبٌ يُحَالُ الْهَلَاكُ عليه وَيُجْعَلُ قَتْلًا وَمَسْأَلَةُ الْجُوعِ من زِيَادَتِهِ Hayat Mustaqirroh terkadang di-yakini, seperti halnya hewan tersebut bisa berdiri sepeti sedia kala dll.

Terkadang juga hanya berupa Dzon, yang diperkuat dengan tanda-tanda (bahwa masih terdapat Hayat mustaqirroh), di antara tanda-tandanya gerakan gesit usai disembelih, tersemburnya darah. Memang benar dalam kasus hewan yang tertabrak boleh langsung di-sembelih kalau sudah yakin / dzon terdapat "Hayat Mustaqirroh".

Tapi kalau masih ragu-ragu dalam "Hayat mustaqirrohnya", maka hukumnya tidak boleh, dan kalau dipaksa disembelih hewannya tetap HARAM. وَلَوْ شَكَكْنَا في اسْتِقْرَارِهَا حَرُمَ لِلشَّكِّ في الْمُبِيحِ وَتَغْلِيبًا لِلتَّحْرِيمِ Bisa bertahan satu sampai dua hari, termasuk tanda-tanda Hayat Mustaqirroh, jadi sudah mencukupi persyaratan untuk disembelih. - Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab 9/89 : وقد ذكر الشيخ ابو حامد وصاحبا الشامل والبيان وغيرهم أن الحياة المستقرة ما يجوز أن يبقى معه الحيوان اليوم واليومين بأن يشق جوفها وظهرت الامعاء ولم تنفصل فإذا ذكيت حلتوهذا الذى ذكره منزل على ما قدمناه والله تعالى أعلم Pengertian walam tanfasil itu termasuk yang dicontohkan Imam Nawawi.

بأن يشق جوفها وظهرت الامعاء ولم تنفصل فإذا ذكيت حلت Lebih jelasnya : Seumpama ada hewan yang perutnya dibedah yang sehingga usus-ususnya keluar, tapi usus-usus tersebut belum munfashil / terputus, maka kalau mati dengan sebab dibiarkan, ini TIDAK HALAL, tapi kalau disembelih menjadi HALAL.

- Kifayah al-Ahyar : ﻛﻔﺎﻳﺔ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ﻓﻲ ﺣﻞ ﻏﺎﻳﺔ ﺍﻻﺧﺘﺼﺎﺭ 2/224 : ﺗﻨﺒﻴﻪ: ﻻ ﺑﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﻓﻠﻮ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﺇﻟﻰ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻟﻢ ﻳﺤﻞ ﻭﺇﻥ ﺫﺑﺢ ﻭﻗﻄﻊ ﻣﻨﻪ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺤﻠﻘﻮﻡ ﻭﺍﻟﻤﺮﻱﺀ ﻓﺈﻥ ﻗﻠﺖ ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻭﻣﺎ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻓﺎﻟﺠﻮﺍﺏ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﻣﺪ ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻟﺼﺒﺎﻍ ﻭﺍﻟﻌﻤﺮﺍﻧﻲ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻣﺎ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻪ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻭﺍﻟﻴﻮﻣﻴﻦ ﻓﺈﻥ ﺫﻛﻴﺖ ﺣﻠﺖ.

ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺪﺍﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻭﺍﻧﻔﺠﺎﺭ ﺍﻟﺪﻡ ﻭﺗﺪﻓﻘﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺬﺑﺢ ﺍﻟﻤﺠﺰﻱ ﻭﺻﺤﺢ ﺃﻧﻪ ﺗﻜﻔﻲ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻭﺣﺪﻫﺎ. ﻗﻠﺖ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺼﺒﺎﻍ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺑﺤﻴﺚ ﻟﻮ ﺗﺮﻛﺖ ﻟﺒﻘﻴﺖ ﻳﻮﻣﺎ ﺃﻭ ﺑﻌﺾ ﻳﻮﻡ ﻭﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺃﻥ ﺗﻤﻮﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻝ. ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺮﻓﻌﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﻏﻴﺮﻩ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻨﺘﻬﻲ ﺇﻟﻰ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺣﻴﻦ. ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺮﺷﺪ ﻳﻌﺮﻑ ﺑﺸﻴﺌﻴﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﻭﺻﻮﻝ ﺍﻟﺴﻜﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﻠﻘﻮﻡ ﺗﻄﺮﻑ ﻋﻴﻨﻪ ﻭﻳﺘﺤﺮﻙ ﺫﻧﺒﻪ.

ﻭﺃﻣﺎ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﺑﺄﻥ ﻳﻨﺘﻬﻲ ﺍﻵﺩﻣﻲ ﺇﻟﻰ ﺣﺎﻟﺔ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻧﻄﻖ ﻭﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﻷﻥ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﻗﺪ ﻳﻘﺪ ﻧﺼﻔﻴﻦ ﻭﻳﺘﻜﻠﻢ ﺑﻜﻼﻡ ﻣﻨﺘﻈﻢ ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﺻﺎﺩﺭ ﻋﻦ ﺭﻭﻳﺔ ﻭﺍﺧﺘﻴﺎﺭ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ Dan untuk hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah nomor tiga ini gugur dengan terjawabnya dua poin sebelumnya, karena tidak ada sketsa hukum untuk hewan yang sudah memenuhi syarat penyembelihan, hanya karena dia tidak mati-mati maka dicabut bulunya atau dipotong kakinya dan akhirnya dia mati, lantas putusnya hulqum dan mari` baru dikatakan ijza`.

Ini kan lucu bin aneh. Ibarot itu bukan untuk diambil contoh kasusnya : ﻓﻠﻮ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﺇﻟﻰ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ Namun biar bisa diambil kesimpulan apa itu hayat mustaqirroh sebagaimana terpampang jelas di Syarwani.

Tidak semua persoalan harus hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah dengan contoh kasus tapi adakalanya dengan uraian ataupun definisi.

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﺸﺎﻣﻠﺔ - ﺍﻟﻔِﻘْﻪُ ﺍﻹﺳﻼﻣﻲُّ ﻭﺃﺩﻟَّﺘُﻪ 4/318-317 : ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻧﻮﺍﻉ : - 1 ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ: ﻭﻫﻲ ﺍﻟﻄﺒﻴﻌﻴﺔ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺧﺮﻭﺟﻬﺎ ﺑﺬﺑﺢ، ﺃﻭ ﻧﺤﻮﻩ. ﻭﺍﻟﺬﻛﺎﺓ ﺗﺆﺛﺮ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﺤﻞ. - 2 ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ: ﻫﻲ ﻣﺎ ﻳﻮﺟﺪ ﻣﻌﻬﺎ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻻﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﺑﻘﺮﺍﺋﻦ ﻭﺃﻣﺎﺭﺍﺕ ﺗﻐﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﻘﺎﺀ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ. ﻭﻣﻦ ﺃﻣﺎﺭﺍﺗﻬﺎ: ﺍﻧﻔﺠﺎﺭ ﺍﻟﺪﻡ ﺑﻌﺪ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﺤﻠﻘﻮﻡ ﻭﺍﻟﻤﺮﻱﺀ.

ﻭﺍﻷﺻﺢ ﺍﻻﻛﺘﻔﺎﺀ ﺑﺎﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ. ﻭﻻﻳﺸﺘﺮﻁ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﻮﺟﻮﺩ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺬﺑﺢ، ﺑﻞ ﻳﻜﻔﻲ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﻮﺟﻮﺩﻫﺎ ﺑﻘﺮﻳﻨﺔ ﻛﺸﺪﺓ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺃﻭ ﺍﻧﻔﺠﺎﺭ ﺍﻟﺪﻡ.

ﻭﻫﺬﻩ ﺗﺤﻞ ﺍﻟﺬﺑﻴﺤﺔ، ﻓﺈﻥ ﺷﻚ ﻓﻲ ﻭﺟﻮﺩﻫﺎ، ﺣﺮﻡ ﺗﻐﻠﻴﺒﺎً ﻟﻠﺘﺤﺮﻳﻢ. - 3 ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ، ﺃﻭ ﺣﺮﻛﺔ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ: ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺳﻤﻊ ﻻ ﺇﺑﺼﺎﺭ، ﻭﻻ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭ، ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻮﻉ: ﺇﻥ ﻭﺟﺪ ﻟﻪ ﺳﺒﺐ ﻳﺤﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻬﻼﻙ، ﻛﻤﺎ ﻟﻮ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺑﺄﻛﻞ ﻧﺒﺎﺕ ﻣﻀﺮ، ﺣﺘﻰ ﺻﺎﺭ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺭﻣﻖ، ﻟﻢ ﻳﺤﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺘﻤﺪ. ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺳﺒﺐ ﻳﺤﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻬﻼﻙ، ﻛﺄﻥ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ، ﺃﻭ ﺟﺎﻉ ﺣﺘﻰ ﺻﺎﺭ ﻓﻲ ﺁﺧﺮ ﺭﻣﻖ، ﻓﺬﺑﺤﻪ، ﺣﻞ ﺃﻛﻠﻪ. Menurut hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah keterangan di atas BAHWA kehidupan hayawan setelah putus / hancur organ fital hidupnya (hulqum, mari') baik karena disembelih secara syar'i atau tidak, baik karena ditabrak bus, diterkam binatang buas.

dll. MAKA sisi hidupnya setelah itu disebut HARKATUL MADZBUH / 'AISYUL MADZBUH, bukan HAYAT MUSTAQIRROH. Kalau kita amati dari sisi hewannya dan kita nisbatkan pada definisi-definisi yang ada, maka bisa saja hal ini mencakup dua predikat sekaligus. Mengapa ? Bila kita katakan kehidupan kedua itu merupakan Hayat Madzbuh, tapi nyatanya hewan itu memiliki unsur Hayat Mustaqirroh.

Dan bila kita katakan itu Hayat Mustaqirroh tapi nyatanya sebab Hayat Madzbuh bisa kita jumpai pada hewan tersebut. Kejadian di atas memang benar adanya dan pernah tersiar beritanya melalui media televisi. Dan terlepas dari hal yang kita anggap tidak wajar itu, di mata hukum hewan tersebut mestilah melewati proses pertimbangan hukum untuk bisa dikatakan halal atau haram nantinya.

Memang benar bahwa terpotongnya hulqum dan mari` itu merupakan sebab halak-nya hewan tersebut, tapi di lain sisi hewan itu tidak identik dengan sifat idhthiror, dan bahkan ikhtiyar.

Mengapa dikatakan ikhtiyar ? Karena dari fakta yang saya lihat, hewan tersebut andai mau ditangkap ia lari, ini artinya tindakan lari itu hanya bisa dilakukan oleh hewan yang masih sadar dan paham maksud dari sikap orang-orang di sekitarnya. Ini sekedar perbandingan agar lebih tepat sasaran : ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻭﺣﻴﺎﺓ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﺍﻟﻤﺆﻟﻒ : ﺩ. ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﻫﺬﺍﻝ ﺍﻟﺠﺒﻠﻲ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻭﺣﻴﺎﺓ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﺷﻬﺎﺏ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻌﻤﺎﺩ ﺍﻷﻗﻔﻬﺴﻲ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ )ﺕ(808/ ﺗﺤﻘﻴﻖ ﺩ.

ﺧﺎﻟﺪ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﻫﺬﺍﻝ ﺍﻟﺠﺒﻠﻲ ﻣﻠﺨﺺ ﺍﻟﺒﺤﺚ: ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺮﺳﺎﻟﺔ ﻣﻦ ﺗﺼﻨﻴﻒ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻌﻤﺎﺩ ﺍﻷﻗﻔﻬﺴﻲ )ﺕ / 808 ﻫــ،( ﺃﺣﺪ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻓﻲ ﻋﺼﺮﻩ. ﻭﻣﻮﺿﻮﻋﻬﺎ: ﻫﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻭﺣﻴﺎﺓ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ. ﻓﺎﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ: ﻫﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺑﺪﺍﻳﺔ ﺧﻠﻘﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻧﻘﻀﺎﺀ ﺃﺟﻠﻪ.

hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah

ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ: ﻫﻲ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺴﺪ، ﻭﺗﻜﻮﻥ ﻣﻌﻬﺎ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻻﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﻭﺍﻟﻮﻋﻲ، ﻣﻊ ﺍﻹﺻﺎﺑﺔ ﺍﻟﻔﺎﺩﺣﺔ. ﻭﺣﻴﺎﺓ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ: ﻭﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻻ ﻧﻄﻖ ﻭﻻ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﻭﻻ ﻭﻋﻲ. ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ : ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺠﻨﺎﻳﺔ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺇﻣّﺎ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺴﺘﻤﺮّﺓً، ﺃﻭ ﻣﺴﺘﻘﺮّﺓً، ﺃﻭ ﺣﻴﺎﺓ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ. ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮّﺓ: ﻫﻲ ﺍﻟّﺘﻲ ﺗﺒﻘﻰ ﺇﻟﻰ ﺍﻧﻘﻀﺎﺀ ﺍﻷﺟﻞ ﺑﻤﻮﺕ ﺃﻭ ﻗﺘﻞ.

ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮّﺓ: ﺗﻜﻮﻥ ﺑﻮﺟﻮﺩ ﺍﻟﺮّﻭﺡ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻻﺧﺘﻴﺎﺭﻳّﺔ ﻭﺍﻹﺩﺭﺍﻙ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻻﺿﻄﺮﺍﺭﻳّﺔ. ﻛﻢ ﻟﻮ ﻃﻌﻦ ﺇﻧﺴﺎﻥ ﻭﻗﻄﻊ ﺑﻤﻮﺗﻪ ﺑﻌﺪ ﺳﺎﻋﺔ ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺃﻭ ﺃﻳّﺎﻡ ﻭﺣﺮﻛﺘﻪ ﺍﻻﺧﺘﻴﺎﺭﻳّﺔ ﻣﻮﺟﻮﺩﺓ. ﻭﺣﻴﺎﺓ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ: ﻫﻲ ﺍﻟّﺘﻲ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻻ ﻧﻄﻖ ﻭﻻ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭ. Kehidupan hayawan itu yang setelah disembelih secara syara' dinamakan Hayat apa.?

Mustaqirroh atau bukan ? Kalau sudah disembelih kehidupan hayawan tsb, maka tidak lagi disebut Hayatun Mustaqirroh, sebab sudah selesai melalui proses penyembelihan secara syar'i, tapi disebut Harkatun Madzbuh / 'Aisyun Madzbuh,\ yakni kehidupannya / gerakannya, penglihatannya dan suaranya tidak lagi disebut ikhtiyariy tapi disebut idhthiroriy.

Mengetahui hayat mustaqirrun hanya berlaku jika hewan tersebut belum disembelih. ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ 2/343 : ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺑﻪ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﺃﻱ ﻭﺍﻟﺤﺎﻝ ﺃﻥ ﻓﻴﻪ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﺃﻱ ﺛﺎﺑﺘﺔ ﻣﺴﺘﻤﺮﺓ ﻭﻫﻲ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻧﻄﻖ ﻭﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﻻ ﺍﺿﻄﺮﺍﺭﻳﺔ. ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﻮﺟﺪ ﻓﻲ ﻋﺒﺎﺭﺍﺗﻬﻢ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﻭﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻤﺮﺓ ﻭﺣﺮﻛﺔ ﻣﺬﺑﻮﺡ ﻭﻳﻘﺎﻝ ﻟﻬﺎ ﻋﻴﺶ ﻣﺬﺑﻮﺡ. ﻭﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻫﻲ ﻣﺎ ﻣﺮ. ﻭﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺴﺘﻤﺮ ﺇﻟﻰ ﺧﺮﻭﺝ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺴﺪ.

ﻭﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﺑﺎﺧﺘﻴﺎﺭ ﻭﻻ ﻧﻄﻖ ﺑﺎﺧﺘﻴﺎﺭ ﻭﻻ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﺑﻞ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻧﻄﻖ hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah ﺇﺿﻄﺮﺍﺭﻳﺔ.

ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah ﺑﻴﻨﻬﺎ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻮ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﻟﺠﺎﺯ ﺃﻥ ﻳﺒﻘﻰ ﻳﻮﻣﺎ ﺃﻭ ﻳﻮﻣﻴﻦ. ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺴﺘﻤﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻧﻘﻀﺎﺀ ﺍﻷﺟﻞ. ﻭﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻟﻮ ﺗﺮﻙ ﻟﻤﺎﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻝ. ﻭﺍﻷﻭﻝ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭ. Ulama membagi 3 bagian mengenai kehidupan hewan dalam hal ini : 1. hayatun mustaqirrun. 2. hayatun mustamirrun. 3. harkatun madzbuh. Jika BENAR-BENAR hewan tersebut telah sukses dalam penyembelihannya yaitu terpotongnya haulqum dan mari', maka sisa hidupnya setelah ini digolongkan 'aisyul madzbuh, dikatakan di atas supaya cepat mati disembelih lagi, dipukul, langsung masukkan ke kuwali atau cara yang lainnya.

Kalau kejadian seperti ini tidak dianggap ANEH, maka jawaban nya juga jangan dianggap ANEH. Memenggal kepalanya, mungkin ini adalah salah satu solusi agar cepat mati, asalkan sudah disembelih secara sempurna dengan sembelihan yang mu'tabarah. - AL-MAJMU' : فرع: في مذاهبهم إذا قطع رأس الذبيحة. مذهبنا أنها إذا ذكيت الذكاة المعتبرة وقطع رأسها في تمام الذبح حلت، Apakah pernyataan ini bermakna Hewan yang masih hayat mustaqirroh, padahal sudah disembelih sesuai syara', tidak boleh / halal bila dibiarkan mati sendiri ?

Ta'rif Hayat mustaqirrah tidak identik kalau disematkan kepada hewan yang telah disembelih lebih-lebih setelah terpotong hulqum dan mari'nya. Andaikan hayat mustaqirrah tersebut boleh disematkan pada hewan yang sudah disembelih, tentunya tidak ada larangan disembelih dua kali atau lebih dengan cara mengangkat pisau atau cara bergantian, karena status hewan pada saat itu adalah harkatul madzbuh / 'aisyul madzbuh.

- FATHUL MU'IN : وإلا لـم يحلّ ــــ كما لو قُطِعَ بعد رفعِ السّكين ولو لِعُذرٍ، ما بقـيَ بعد انتهائها إلـى حَركَةِ مذبوحٍ. قال شيخنا فـي شرح الـمنهاجِ: وفـي كلام بعضهم أنه لو رفع يَدَهُ لِنـحو اضطرابِهِ فأعادَها فَوراً وأتـمّ الذبح، حلّ، وقول بعضهم: لو رفع يده ثم أعادها لـم يحلّ، مفرّع علـى عدم الـحياة الـمستقرّة، عند إعادَتِها، أو مـحمولٌ علـى ما إذا لـم يُعِدْها علـى الفَوْر.

Sebenarnya asalkan sudah terpotong hulqum dan mari maka hewan tersebut HALAL, itu intinya. Kenapa ? karena hulqum itu jalan nafas dan mari' itu jalan makanan, tanpa keduanya maka nyawa hewan takkan bertahan lebih lama. Hanya disunnahkan terpotong juga dua urat leher aliran darahnya (wijdain). Selebihnya dari itu, asalkan anggota wajib dan sunnah sudah terpotong maka hukumnya MAKRUH tapi tidak hewan yang disembelih ahlul kitab maka hukum memakannya adalah haram.

Semisal setelah itu tapi sebelum mati, masih dipotong kepalanya atau masih mengorek sumsumnya dsb. Dimakruhkan karena tidak berprikehewanan, ibarot : والمستحب أن يقطع الحلقوم والمرىء والودجين، لأنه أوحي وأروح للذبيحة فإن اقتصر على قطع الحلقوم والمرىء أجزأه، لأن الحلقوم مجرى النفس، والمرىء مجرى الطعام، والروح لا تبقى مع قطعهما، والمستحب أن ينحر الإبل ويذبح البقر والشاة، فإن خالف ونحر البقر والشاة وذبح الإبل أجزأه، لأن الجميع موت من غير تعذيب، ويكره أن يبين الرأس وأن يبالغ في الذبح إلى أن يبلغ النخاع، وهو عرق يمتد من الدماغ، ويستبطن الفقار إلى عجب الذنب لما روى عن عمر رضي الله عنه أنه «نهى عن النخع» ولأن فيه زيادة تعذيب فإن فعل ذلك لم يحرم لأن ذلك يوجد بعد حصول الذكاة fokus (AL-MAJMU') : فإن فعل ذلك لم يحرم لأن ذلك يوجد بعد حصول الذكاة - AL-MUGHNI IBNU QUDAMAH : كره ذلك أهل العلم منهم عطاء وعمرو بن دينار ومالك والشافعي ولا نعلم لهم مخالفاً، وقد قال عمر رضي الله عنه: لا تعجلوا الأنفس حتى تزهق فإن قطع عضو قبل زهوق النفس وبعد الذبح فالظاهر إباحته فإن أحمد سئل عن رجل ذبح دجاجة فأبان رأسها قال يأكلها: قيل والذي بان منها أيضاً؟ قال: نعم.

قال البخاري قال ابن عمر وابن عباس: إذا قطع الرأس فلا بأس به. وبه قال عطاء والحسن والنخعي والشعبي والزهري والشافعي وإسحاق وأبو ثور وأصحاب الرأي وذلك لأن قطع ذلك العضو بعد حصول الذكاة فأشبه ما لو قطعه بعد الموت. fokus : وذلك لأن قطع ذلك العضو بعد حصول الذكاة فأشبه ما لو قطعه بعد الموت Ada atsar dari Sahabat Sayyidina Anas Ra, atsar tersebut mengenai penyembelihan ayam dari arah leher belakang karena ayamnya tidak mau diam saat penyembelihan sampai terputus lehernya.

Lihat Fathul Bari 9/642 : وأما أثر أنس فوصله بن أبي شيبة من طريق عبيد الله بن أبي بكر بن أنس أن جزارا لأنس ذبح دجاجة فاضطربت فذبحها من قفاها فأطار رأسها فأرادوا طرحها فأمرهم أنس بأكلها Ada seorang jagalnya sahabat Anas menyembelih ayam, kemudian ayam itu bergerak gesit, kemudian tukang jagal tadi menyembelih lagi ayamnya dari jitok / Qofa (leher bagian belakang) dan kali ini sampai di putus kepala ayamnya.

Karena dianggap tidak memenuhi syarat, mereka hendak membuang ayam itu, tapi sama sahabat Anas disuruh untuk dimakan. Artinya kalau kita meneliti Atsar lebih dalam, maka akan berkesimpulan : 1.Pelaku penyembelihan adalah "JAZZAR" sahabat ternama, yang mestinya sangat paham dengan hukum "Sembelih".

2.Si Jazzar yakin ayam yang telah iya sembelih terdapat "Hayat Mustaqirroh". 3.Dan ia juga meyakini kalau masih terdapat Hayat mustaqirroh hewannya belum Halal dimakan, oleh karenanya Pak Jazzar "Menyembelih lagi" dari bagian leher belakang.

4.Iya masih ragu tentang kehalalan Hewan, karena beralasan- Adanya penyembelihan ulang.- Menyembelih karena kesal / mangkel.- Hewan yang dipotong dari belakang. Wallohu a'lam. Sumber: Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah Kunjungi Juga • Laporan Pengumpulan Donasi • Pasarkan Produk Anda dengan Membuka Toko di Marketplace Laduni.ID • Profil Pesantren Terlengkap • Cari Info Sekolah Islam? • Mau Berdonasi ke Lembaga Non Formal?

• Siap Berangkat Ziarah? Simak Kumpulan Info Lokasi Ziarah ini • Mencari Profil Ulama Panutan Anda? • Kumpulan Tuntunan Ibadah Terlengkap • Simak Artikel Keagamaan dan Artikel Umum Lainnya • Ingin Mempelajari Nahdlatul Ulama?

Silakan • Pahami Islam Nusantara • Kisah-kisah Hikmah Terbaik • Lebih Bersemangat dengan Membaca Artikel Motivasi • Simak Konsultasi Psikologi dan Keluarga • Simak Kabar Santri Goes to Papua • Nasional • Internasional • Aswaja • Politik • Ekonomi • Sosial Budaya • Artikel • Tokoh • Sejarah • Cerita Hikmah • Canda • Sosial Budaya • Motivasi • Edukasi • Tekno & Disruption • Islam Nusantara • - Konsultasi Keluarga • - Konsultasi Siap Nikah Umur 25 Tahun - • - Santri Goes to Papua • Kontak © 2022 - Laduni.id

Siapa Ahli Kitab? Apa Hukum Memakan Sembelihan Ahli Kitab Zaman Sekarang? - Poster Dakwah Yufid TV




2022 www.videocon.com