Suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Cari untuk: Tulisan Terakhir • Materi Dinamika Mata Kuliah Fisika Dasar • Fisika Dasar (Materi & LKM) • Materi Kuliah Fisika Matematika • Perkuliahan Fisika Lanjut Kelas S5A & S5B Tanggal 18 Oktober 2018 • Perkuliahan Fisika Matematika Tanggal 16 Oktober 2018 Kelas R3A & R3B Arsip • Mei 2019 • Maret 2019 • Oktober 2018 • September 2018 • Mei 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Mei 2017 • April 2017 • Maret 2017 • Juni 2016 • Mei 2016 • April 2016 • Maret 2016 • November 2014 • Juni 2014 • Januari 2014 • Desember 2013 • Mei 2013 • April 2013 • Februari 2013 • Oktober 2012 • Juni 2012 • Mei 2012 • Maret 2012 Kategori • Uncategorized Meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com Pengertian Sifat Termal Zat Sifat termal zat ialah bahwa setiap zat yang menerima ataupun melepaskan kalor, maka zat tersebut akan mengalami : • Perubahan suhu / temperatur / derajat panas.

• Perubahan panjang ataupun perubahan volume zat tersebut. • Perubahan wujud. Pengukuran Suhu / Temperatur Alat untuk mengukur suhu suatu zat disebut TERMOMETER. Secara umum ada 3 jenis termometer, yaitu : • Termometer Celcius, mempunyai titik beku air 0 0 titik didih air 100 0 • Termometer Reamur, mempunyai titik beku air 0 0 titik didih air 80 0 • Termometer Fahrenheit, mempunyai titik beku air 32 0 titik suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius air 212 0 Dengan demikian dari ketiganya dapat digambarkan skala untuk air sebagai berikut : Titik didih : 100 0 80 0 212 0 373 C R F K Titik beku : 0 0 0 0 32 273 Jadi 100 bagian C = 80 bagian R = 180 bagian F 0C dan 0R di mulai pada angka nol dan 0F mulai pada angka 32 Maka C : R : (F-32) = 100 : 80 : (180) Selain 3 jenis thermometer di atas, derajat panas sering dinyatakan dengan derajat mutlak atau derajat Kelvin (K).

Contoh soal : • Pada suatu hari thermometer Fahrenheit diletakkan dalam suatu ruangan menunjukkan angka 122 0F. Berapa angka yang akan ditunjukkan oleh thermometer Celcius? • Titik uap oksigen adalah -182,5 0C.

Berapa suhu ini jika dinyatakan dengan skala Fahrenheit? Jawab : • 1. • 2. Macam-macam thermometer • a. Thermometer alcohol Karena air raksa membeku pada – 40 0 C dan mendidih pada 360 0, maka thermometer air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut.

Untuk suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol (Titik beku – 130 0 C) dan pentana (Titik beku – 200 0 C) sebagai zat cairnya. • b. Termoelemen Alat ini bekerja atas dasar timbulnya gaya gerak listrik (g.g.l) dari dua buah sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya. • c. Pirometer optic Alat ini dapat dipakai untuk mengukur temperatur yang sangat tinggi.

• d. Thermostat Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu ruangan. • e. Thermostat diferensial Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan. Persamaan Kalor Ketika anda memanaskan air di dalam ketel, makin besar nyala api berarti makin besar kalor yang diberikan pada air dan menghasilkan kenaikan suhu air yang lebih besar dari pada kenaikan suhu air sebelumnya.

Jika, kalor yang sama diberikan kepada ketel yang berisi lebih sedikit air, kenaikan suhu air lebih cepat dari pada kenaikan suhu air sebelumnya. Akibatnya dengan selang waktu pemanasan yang sama akan di capai suhu air yang lebih tinggi dari pada suhu air sebelumnya.

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Jadi ada hubungan antara banyak kalor Q, kenaikan suhu D t dan massa air m. • Kalor yang diberikan kepada air sebanding dengan kenaikan suhu ( Q ≈ Dt ) • Kalor yang diberikan pada air sebanding dengan massanya.

( Q ≈ m ) Jadi Persamaan Kalor : Keterangan : Q = Jumlah kalor (Joule) m = Massa zat cair ( kg atau gram) c = Kalor jenis zat cair (J Kg -1K -1) Dt = Perbedaan suhu awal dan suhu akhir (K) Kalor jenis Kalor jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg suatu zat sebesar 1 K.

Kalor jenis merupakan sifat khas suatu zat yang menunjukkan kemampuannya untuk menyerap kalor. Zat kalor yang jenisnya tinggi mampu menyerap lebih banyak kalor untuk kenaikan suhu yang rendah.

Zat-zat seperti ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan energy termal. Berikut tabel kalor jenis berbagai zat : -25 Tabel titik lebur, titik didih, kalor lebur dan kalor didih berbagai zat zat Titik lebur ( 0C) Kalor lebur (J/kg) Titik didih ( 0C) Kalor didih (J/kg) Helium Hydrogen Nitrogen Oksigen Alcohol Raksa Air Sulfur Timah hitam -269,5 -259,31 -209,97 218,79 -114 -39 0,00 119 327,3 5,23 x 10 3 58,6 x 10 3 25,5 x 10 3 13,8 x 10 3 104,2 x 10 3 11,8 x 10 3 334 x 10 3 38,1 x 10 3 24,5 x 10 3 -268,93 -252,89 -195,81 -182,97 78 357 100,00 444,60 1750 209 x 10 3 452 x 10 3 201 x 10 3 213 x 10 3 853 x 10 3 272 x 10 3 2256 x 10 3 326 x 10 3 871 x 10 3 zat Titik lebur ( 0C) Kalor lebur (J/kg) Titik didih ( 0C) Kalor didih (J/kg) Antimon Perak Emas Tembaga 630,05 960,80 1063,00 1083 165 x 10 3 88,3 x 10 3 64,5 x 10 3 134 x 10 3 1440 2193 2660 1187 561 x 10 3 2336 x 10 3 1578 x 10 3 5069 x 10 3 Contoh Soal : • Berapa banyak kalor yang hilang ketika 56 gr besi didinginkan dari 100 0C menjai 20 0C?

Jawab : • Sebanyak 2,25 x 10 4 Joule energy kalor diberikan kepada 2 kg balok alumunium yang suhu awalnya 20 0C. Berapa suhu akhir balok tersebut?

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Jawab : Suhu akhir = 32,5 0 Celcius Latihan 1 • Sebatang aluminium yang massanya 300 gram dipanaskan dari 30 0C menjadi 150 0C. Berapa banyak kalor yang diserap oleh aluminium tersebut?

Kalor jenis aluminium 900 J/kg K. • Tentukan perubahan suhu pada : • 10 kg air yang kehilangan kalor sebesar 231 kJ. Kalor jenis air 4200 J/kg K • 400 gr tembaga yang mendapat kalor sebesar 3,12 kJ.

Kalor jenis tembaga 390 J/kg K HUKUM KEKEKALAN ENERGI UNTUK KALOR Asas Black Telah diketahui bahwa energy adalah kekal, sehingga kehilangan energy Q Joule dari suatu benda akan muncul energy tambahan energy Q joule pada benda lainnya.

Kekekalan energy juga berlaku pada perpindahan kalor akan dibuktikan pada peristiwa berikut. Jika anda ingin mendinginkan secangkir air panas, maka suatu cara sederhana adalah dengan menuangkan air dingin ke dalam air panas tersebut sehingga didapatkan air hangat.

Suhu air hangat tentu saja berada diantara suhu air panas dan suhu air dingin. Misalkan kita memiliki dua cangkir yang satu berisi 0,2 kg air pada 70 0C dan yang lain berisi 0,3 kg air pada suhu 20 0C. Kedua isi cangkir kemudian dituangkan ke dalam sebuah cangkir besar.

Ukurlah suhu campuran dengan thermometer. Misalnya, pada saat kesetimbangan termal dicapai, suhu akhir campuran adalah 39,8 0C. Suhu air panas turun: Kalor yang dilepaskan air : Suhu air dingin naik : Kalor yang diterima air : Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kalor yang di lepas oleh air panas (Q 1) sama dengan kalor yang diterima oleh air dingin (Q 2).

Secara matematis : Kekekalan energy pada pertukaran kalor, seperti yang ditunjukkan perhitungan di atas, pertama kali diukr oleh Joseph Black (1728-1799), seorang ilmuwan inggris. Oleh karena itu persamaan 1 dikenal sebagai Asas Black. Contoh Soal : • Sepotong aluminium yang massanya 200 gram dipanaskan sampai suhunya mencapai 90 0C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 100 gram air pada suhu 20 0C. Dengan mengabaikan pertukaran kalor terhadap lingkungan sekitar dan kalor yang di serap bejana.

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Hitunglah suhu akhir campuran. Kalor jenis aluminium 900 J/Kg K dan kalor jemis air 4200 J/kg K. Jawab : Air : m2 : 100 gr = 0,1 kg c2 : 4200 J/kg K t2 : 20 0C Missal suhu akhir campuran = x 0C Suhu Aluminium turun: Aluminium melepas kalor : Suhu air naik : Air menerima kalor : Dengan menggunakan kekekalan energy : • Seperti pada contoh 1, tetapi kalor yang diserap bejana diperhitungkan.

Bejana dianggap terbuat dari 50 gram aluminum. Jawab : Massa bejana m3 = 50 gram = 0,050 kg Suhu bejana aluminium naik : Kalor yang di serap bejana aluminium : Yang melepas kalor adalah batang aluminium, sedang yang menerima kalor adalah air dan bejana aluminium. Sesuai hokum kekekalan energy : Latihan 2 • Sepotong aluminium yang massanya 500 gram dipanaskan sampai suhunya mencapai 100 0C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 200 gram air pada suhu 40 0C.

Dengan mengabaikan pertukaran kalor terhadap lingkungan sekitar dan kalor yang di serap bejana. Hitunglah suhu akhir campuran. Kalor jenis aluminium 900 J/Kg K dan kalor jemis air 4200 J/kg K. • 0,500 kg timah hitam pada 100 0C dicelupkan ke dalam 0,200 kg air pada 20 0C yang terdapat dalam calorimeter aluminium yang massanya 0,400 kg suhu akhir campuran adalah 24 0C. Hitung kalor jenis timah hitam. Kalor jenis aluminium 900 J/kg K dan Kalor jenis air 4200 J/kg K.

Pemuaian Zat. Pemuaian Panjang Bila suatu batang pada suatu suhu tertentu panjangnya Lo, jika suhunya dinaikkan sebesar Dt, maka batang tersebut akan bertambah panjang sebesar DL yang dapat dirumuskan sebagai berikut : a = Koefisien muai panjang = koefisien muai linier didefinisikan sebagai : Bilangan yang menunjukkan berapa cm atau meter bertambahnya panjang tiap 1 cm atau 1 m suatu batang jika suhunya dinaikkan 1 0 C.

Jadi besarnya koefisien muai panjang suatu zat berbeda-beda, tergantung jenis zatnya. Jika suatu benda panjang mula-mula pada suhu t 0 0C adalah Lo. Koefisien muai panjang = akemudian dipanaskan sehingga suhunya menjadi t1 0C maka : Keterangan : Dl : Dt : Selisih antara suhu akhir (t) dengan suhu awal(t 0) l o : Panjang benda sebelum dipanaskan (m) l t : Panjang benda setelah dipanaskan (m) a : Koefisien muai panjang (/ 0C) t : Suhu akhir benda ( 0C atau K) t 0 : Suhu awal benda ( 0C atau K) Contoh Soal : • Rel kereta api yang terbuat dari baja di pasang pada suhu 0 0C.

Panjang sepotong rel adalah 12 m. Berapakah panjang potongan rel ketika suhunya 42 0C jika diketahui koefisien muai panjang baja adalah 1,2 x 10 -5/ 0C? Jawab : • Oleh karena suhunya ditingkatkan dari 0 0C menjadi 100 0C, sebatang baja yang panjangnya 1 m bertambah panjang 1 mm.

berapakah pertmbahan panjang sebatang baja yang panjangnya 60 cm bila dipanaskan dari 10 0C menjadi 130 0C? Jawab : Gunakan persamaan D L = Lo. a. (t 1 – t 0) untuk menghitung a Gunakan Persamaan L = Lo.

a. (t 1 – t 0) untuk menghitung Jadi, pertambahan panjang baja jika dipanaskan dari 10 0C menjadi 130 0C adalah 0,72 mm Latihan 3 • Jika panjang sebatang pipa kuningan suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius 25 0C adalah 100 cm. tentukan panjangnya pada suhu 75 0C.

koefisien muai panjang kuningan 19 x 10 -6 ( 0C) -1 • Sebatang baja panjangnya 36,00 cm pada suhu 12 0C dan 36,03 cm pada suhu 62 0C. Berapakah panjang baja itu pada suhu 162 0C? Pemuaian Luas Bila suatu benda padat berbentuk persegi panjang dipanaskan, terjadi pemuaian dalam arah memanjang dan arah melebar.

Dengan kata lain, benda padat mengalami pemuaian luas. Pemuaian luas berbagai zat begantung pada koefisien muai luas. DA Koefisien muai luas (b) suatu bahan adalah perbandingan antara pertambahan luas benda ( D A) terhadap luas awal benda ( D 0 ) per satuan kenaikan suhu ( D t).

Secara matematis, b dinyatakan sebagai : dimana, Keterangan : DA = Pertambahan luas (m 2) b = Koefisien muai luas Dt : Selisih antara suhu akhir dengan suhu awal ( 0C) Pemuian Volum Bila benda padat berbentuk balok dipanaskan, akan terjadi pemuaian dalam arah memanjang, melebar dan meninggi. Dengan kata lain, benda padat mengalami pemuaian Volum. Pemuaian volum berbagai zat begantung pada koefisien muai volum.

Koefisien muai volum (g) suatu bahan adalah perbandingan pertambahan volum terhadap volum awal benda (V0) per satuan kenaikan suhu (Dt). secara matematis dinyatakan sebagai : dimana, Keterangan : DV = Pertambahan Luas (m 3) g = Koefisien muai volum Dt : Selisih antara suhu akhir dengan suhu awal ( 0C) Contoh Soal : Sebuah silinder tembaga Pejal pada suhu 20 0C volumnya 2 liter.

Berapa Volum silinder itu pada suhu 120 0C? Koefisien muai tembaga 0,00002 0C -1. Jawab: Jadi, Jadi, volume silinder tembaga pejal pada suhu 120 0C adalah 2,012 L. Latihan 4 • Sebuah bejana perunggu volumenya 4 L pada suhu 25 0C. Berapa liter air dapat di muat bejana itu pada suhu 100 0C? • Sebuah tangki bensin pada mobil sedan memiliki kapasitas 40 L pada suhu 20 0C.

Jika tangki diisi bensin sampai penuh, berapa banyak bensin akan meluber jika mobil di parker di bawah sinar terik matahari sehingga suhu mencapai 45 0C? • Sebuah bejana kaca pada 0 0C terisi penuh dengan 100 cm 3 raksa. Jika suhu dinaikkan menjadi 20 0C, berapa cm 3 raksa akan tumpah? Rambatan Kalor. Panas dapat dipindahkan dengan 3 macam cara, antara lain : • Secara konduksi (Hantaran) • Secara konveksi (Aliran) • Secara Radiasi (Pancaran) a.

KONDUKSI Pada peristiwa konduksi, atom-atom zat yang memindahkan panas tidak berpindah tempat tetapi hanya bergetar saja sehingga menumbuk atom-atom disebelahnya, (Misalkan terdapat pada zat padat) Banyaknya panas per satuan waktu yang dihantarkan oleh sebuah batang yang panjangnya L, luas penampang A dan perbedaan suhu antara ujungujungnya Dt, adalah : Keterangan : Q : Jumlah kalor t : waktu k : Konduktivas termal zat A : Luas permukaan d : Ketebalan dinding DT : Perbedaan suhu k adalah koefisien konduksi panas dari bahan dan besarnya tergantung dari macam bahan.

Bila k makin besar, benda adalah konduktor panas yang baik. Bila k makin kecil, benda adalah isolator panas. Contoh Soal : Sumber utama masuknya ke dalam ruang yang suhunya lebih rendah dari bagian luar ruang yang suhunya lebih tinggi adalah melalui jendela kaca. Sebuah ruang dengan pendingin udara memiliki kaca jendela yang luasnya 2,0 m x 1,5 m dan tebalnya 3,2 mm.

Jika suhu pada permukaan dalam kaca 25 0C dan suhu pada permukaan luar kaca 30 0C, berapa laju konduksi kalor yang masuk ke ruang itu? Jawab : Jadi laju konduksi kalor adalah 3750 W atau dalam 1 sekon ada 3750 J kalor yang masuk ke dalam ruang.

• Suhu pada sambungan 2 batang logam berbeda jenis Contoh soal : Sebuah batang yang panjangnya 25 cm terdiri dari sebuah batang tembaga dengan panjang 15 cm yang disambungkan dengan sebuah batang alumunium dengan panjang 10 cm. penampang kedua batang adalah sama.

Ujung bebas tembaga tetap pada suhu 100 0C sedang pada ujung alumunium tetap pada 0 0C. Hitung suhu pada titik sambungan batang. Konduktivitas termal tembaga = dan tembaga Jawab : Dalam masalah 2 batang logam berbeda jenis yang disambungkan berlaku bahwa laju aliran kalor dalam kedua batang adalah sama besarnya.

Latihan 5 • Sebuah pendingin nminuman berbentuk kubus dengan panjang sisi 30 cm. tiap dindingnya memiliki tebal 4,0 cm dan terbuat dari plastic yang memiliki nilai k = 0,033 W/m K. Es di dalam kotak pendingin menjaga suhu tetap 0 0C. Berapa banyak es yang melebur setiap jam jika suhu luar kotak pendingin 25 0C?

• Batang perunggu dan tembaga yang luas penampang dan panjangnya sama, salah satu ujungnya dihubungkan. Suhu ujung bebas batang perunggu 250 0C dan suhu ujung bebas batang tembaga 100 0C.

Jika koefisien konduksi kalor baja dan kuningan masing-masing adalah 1,1 dan 3,9 W/cm K. tentukan suhu pada titik hubung kedua batang tersebut! b. KONVEKSI Pada peristiwa ini partikel-partikel zat yang memindahkan panas ikut bergerak. Kalor yang merambat per satuan waktu adalah : Keterangan : Q/t : Laju Kalor Konveksi h : Koefisien konveksi A : Luas permukaan DT : Perbedaan suhu Contoh Soal : Permukaan dalam suatu dinding rumah di jaga bersuhu tetap 0 0C pada saat suhu udara luar adalah 0 0C.

Berapa banyak kalor yang hilang karena konveksi alami pada dinding yang berukuran 8,0 m x 4,0 m selama sehari? Anggap koefisien rata-rata. Jawab : Jadi, Latihan 6 • Suhu kulit seseorang tanpa pakaian kira-kira 32 0C. Jika orang tersebut berada dalam kamar yang suhunya 22 0C dan luas permukaan tubuh orang tersebut kira-kira 1,6 m 2. Berapakah kalor yang dilepaskan tubuh orang itu melalui konveksi selama 5 menit? h = 7,1 J/ s m 2 K. C. RADIASI Adalah pemindahan panas melalui radiasi energi gelombang elektromagnetik.

Energi panas tersebut dipancarkan dengan kecepatan yang sama dengan gelombang-gelombang elektromagnetik lain di ruang hampa (3 x 10 8 m/det) Banyaknya panas yang dipancarkan per satuan waktu menurut Stefan Boltzman adalah : Besarnya harga e tergantung pada macam permukaan benda 0 £ e £ 1 • Permukaan hitam sempurna (black body) • Sebagai pemancar panas ideal.

• Sebagai penyerap panas yang baik. • Sebagai pemantul panas yang jelek. • Terdapat pada permukaan yang lebih halus. • Sebagai pemancar panas yang jelek. • Sebagai penyerap panas yang jelek. • Sebagai pemantul yang baik. Botol thermos dibuat dengan dinding rangkap dua dan diantaranya terdapat ruang hampa serta dinding-dindingnya dilapisi dengan perak, maksudnya adalah : • Karena adanya ruang hampa tersebut, praktis pemindahan panas lewat konduksi dan konveksi tidak terjadi.

• Lapisan mengkilap dari perak dimaksudkan untuk memperkecil terjadinya pemindahan panas secara radiasi. (Permukaan mengkilap e = 0) Q/t = Intensitas radiasi yang dipancarkan per satuan luas, dinyatakan dalam : J/m 2.det atau watt/m 2 e = Emisivitas (Daya pancaran) permukaan t = Konstanta umum = 5,672 x 10 –8 m ( K) T = Suhu mutlak benda (K) Suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius = Luas permukaan (m 2) Contoh Soal : Seutas kawat spiral lampu pijar memiliki luas permukaan kira-kira 50 mm 2 dan suhu 1127 0C.

Jika kawat pijar dianggap sebagai benda hitam sempurna, maka : • Berapa kalor yang diradiasikan oleh kawat tersebut?

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

• Berapa ampere kuat arus yang mengalir melalui kawat jika sakelar yang bertegangan 220 V dihubungkan dan seluruh energy listrik dapat diubah menjadi kalor radiasi?

Jawab : • Kalor radiasi kawat di hitung dengan : Jadi, kalor radiasi yang dipancarkan adalah 10,89 J tiap sekon • b. Laju kalor = daya listrik Jadi, kuat arus yang melalui kawat adalah 0,05 A. Latihan 7 • Sebuah pelat baja tipis berbentuk persegi dengan panjang sisi 10 cm dipanaskan dalam sebuah tungku sampai suhunya mencapai 800 0C. jika pelat baja itu memiliki emisivitas 0,9. Berapa laju kalor radiasinya? EVALUASI SUHU dan KALOR • Hitunglah kalor yang di butuhkan untuk menaikkan suhu 100 gram es yang suhunya -5 0C menjadi uap dengan suhu 100 0C.

Bila diketahui kalor lebur es = 80 kal/g, kalor didih air 540 kal/g, kalor jenis es sebesar 0.5 kal/g 0C dan kalor jenis air 1 kal/g 0C! • Sebatang logam panjangya 40,125 m pada suhu 20 0C dan panjangnya 40,148 m, pada suhu 45 0C. Hitung Koefisien muai panjang logam itu! • Ria membuat thermometer. Ria menetapkan suhu es yang sedang mencair pada skala 50 0 dan suhu air mendidih 200 0. Sebuah benda diukur dengan thermometer Celcius menunjukkan angka 40 0C.

Berapakah suhu benda jika di ukur dengan thermometer Ria? • Suhu filament tungsten pada bola lampu pijar adalah 2450 K dan emisivitasnya 0,35.

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Tentukan luas permukaan filament bola lampu berdaya 150 Watt jika energy diradiasikan! • Sepotong besi yang massanya 500 gram dipanaskan sampai suhunya mencapai 100 0C, kemudian segera dijatuhkan ke dalam suatu bejana yang berisi 200 gram air pada suhu 40 0C.

Dengan mengabaikan pertukaran kalor terhadap lingkungan sekitar dan kalor yang di serap bejana. Hitunglah suhu akhir campuran. Kalor jenis besi 450 J/Kg K dan kalor jemis air 4200 J/kg K.

Tugas Remedial : Buatlah tulisan Ilmiah tentang : • Tara Kalor Mekanik • Cara kerja Termos (vacuum flask) • Skala thermometer Ramkine Jangan lupa untuk mencantumkan sumber informasi/referensi berupa buku teks, jurnal, majalah maupun situs internet.

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Halo, Muhammad, kakak bantu jawab, ya :) Diketahui: s = 30 cm = 0,3 m T1 = 25°C α=1,2×10/(°C) T2 = 125°C Ditanya: ∆A=⋯?

Jawab: A0=s×s=0,3×0,3=0,09 m^2 ∆A=A0×β×∆T ∆A=A0×2α×(T2-T1) ∆A=0,09×2(1,2×10)×(125-25) ∆A=0,09×24×100=216 m^2 Jadi, pertambahan luas plat tersebut adalah 216 m^2. Kelas : 11 SMA Topik : Suhu dan Pemuaian
Suatu plat alumunium berbentuk persegi panjang sisi 10 cm pada suhu 50℃ koefisien muai panjang aluminium 1,2 x 10⁻⁵ /℃. Maka pertambahan luas plat tersebut jika dipanasi hingga suhu 150℃ adalah . 0,24 cm² Pembahasan: Soal ini adalah contoh dari pemuaian luas. Pemuaian luas adalah penambahan luas permukaan benda saat menerima kalor atau panas.

Rumus pemuaian luas: At = Ao (1 + β. Δt) Atau: ΔA = Ao. β. Δt Dengan: β = 2 α dimana: At = luas akhir (dalam satuan m², cm²) Ao = luas awal (dalam satuan m², cm²) ΔA = pertambahan panjang (dalam satuan m², cm²) α = koefisien muai panjang (dalam satuan /°C) β = koefisien muai luas (dalam satuan /°C) Δt = perbedaan suhu (dalam satuan °C) Dalam soal suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius Ao = 10 x 10 = 100 cm² α = 1,2 x 10⁻⁵ /℃ β = 2 x 1,2 x 10⁻⁵ /℃ = 2,4 x 10⁻⁵ /℃ Δt = 150℃ - 50℃ = 100℃ Maka: ΔA = Ao.

β. Δt = (100)( 2,4 x 10⁻⁵)(100) = 0,24 cm² Pelajari lebih lanjut pengertian pemuaian pada benda yang mencakup panjang luas, volume di: brainly.co.id/tugas/13856840 Pelajari lebih lanjut contoh perhitungan koefisien muai panjang kaca di: brainly.co.id/tugas/18234576 Pelajari lebih lanjut pemuaian yang terjadi pada termometer di: brainly.co.id/tugas/13955095 --------------------------------------------------------------------------------------------- Detail Jawaban Kode: 11.6.5 Kelas: XI Mata pelajaran: Fisika Materi: Bab 5 - Suhu dan Kalor Kata kunci: Pemuaian Luas pernyataan yang benar tentang cermin cembung A berkas Sinar menuju titik api dibiaskan melalui sumbu utama B berkas Sinar menuju titik api dipantulkan … sejajar dengan sumbu utama C berkas Sinar menuju pusat kelengkungan dipantulkan melalui fokus D berkas Sinar sejajar utama dibiaskan melalui titik api Jan ngasal jawabnaaa​ Jawaban: Pertambahan Luas sebesar 2,16 cm², sehingga luas akhir setelah pemanasan menjadi 902,16 cm² Penjelasan: Diketahui : Ao = Luas Awal = 30² = 900 cm² α = Koefisien Muai Panjang = 1,2 x 10⁻⁵/°C β = Koefisien Muai Luas = 2α = 2 x 1,2 x 10⁻⁵/°C = 2,4 x 10⁻⁵/°C Δt = Perubahan suhu = 125°C - 25°C = 100°C Ditanyakan : ΔA = Pertambahan Luas = .

Penyelesaian : ΔA = Ao x β x t ΔA = 900 x 2,4 x 10⁻⁵ x 100 ΔA = 21,6 x 10⁻¹ cm ΔA = 2,16 cm² Dan Luas akhir (At) menjadi : At = ΔA + A0 At = 2,16 + 900 At = 902,16 cm² Pelajari Lebih Lanjut Materi Pada : • Materi Tentang Pemuaian Luas : brainly.co.id/tugas/23016919 #BelajarBersamaBrainly 8. Letusan gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Salah satu dampak pencemaran udara akibat bencana alam tersebut adalah . a. … terjadinya hujan asam karena emisi gas SO 2 b.

terjadinya pemanasan global karena meningkatnya gas CO2 c. menipisnya lapisan ozon karena konsentrasi senyawa CFC di atmosfer meningkat d. meningkatnya suhu bumi karena konsentrasi gas metana di atmosfer makin tinggi 9. Upaya berikut yang dapat mengurangi emisi gas CFC adalah . a. tidak menggunakan pendingin ruangan b. membuat biogas dari sampah organik c. tidak menumpuk sampah organik d. menggalakkan reboisasi 10.

Menurut Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN), beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami kondisi yang disebut kemarau basah sepanjang Juli-Oktober 2021. Terjadinya kemarau basah menunjukkan adanya anomali musim yang menyebabkan musim hujan terjadi lebih lama.

Fenomena kemarau basah merupakan dampak dari pemanasan global yang disebabkan oleh . a. perubahan iklim b. adanya badai siklon menipisnya c.

lapisan ozon d. adanya gelombang tsunami bantuin jawab yaa​
Pada umumnya, semua benda jika temperaturnya naik akan memuai dan temperaturnya diturunkan akan menyusut. Kecuali air yang temperaturnya dinaikkan dari 0,5 o C ke 4 o C air tersebut akan menyusut. Anomali (keanehan) semacam ini dimanfaatkan oleh kehidupan ikan pada musim salju, di mana air di permukaan danau atau sungai akan membeku, sedangkan bagian bawah permukaan dalam fase cair.

Seperti pemuaian panjang, pemuaian luas juga hanya terjadi pada benda atau zat padat saja. Sementara benda cair atau gas tidak mengalami pemuian luas.

Suatu benda berupa plat atau lembaran yang dipanaskan, panjang maupun lebarnya akan memuai atau bertambah.

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Benda yang memuai ini mempunyai suatu koefisien tertentu yang dinamakan koefisien muai luas. Nah, melalui persamaan-persamaan pemuaian luas yang telah dijabarkan sebelumnya, kalian dapat menghitung perubahan luas suatu benda setelah dipanaskan. Selain itu, kalian juga dapat menghitung koefisien muai luasnya. Sekarang, perhatikanlah dan pahamilah beberapa contoh soal dan pembahasannya berikut ini.
Soal No.

1). Pada suhu o derajat C suatu logam mempunyai panjang 75 cm. Setelah dipanasi hingga suhu 100 derajat C, panjangnya menjadi 75,09 cm. Berapakah koefisien muai panjang logam tersebut?

Penyelesaian: Diketahui: l = 75,09 cm = 0,7509 m l0 = 75 cm = 0,75 m T = 100 derajat C T0 = 0 derajat C Ditanyakan: α = …? Jawaban: Untuk mencari koefisien muai panjang logam tersebut, gunakan persamaan (2), yaitu sebagai berikut. Soal No. 2). Suatu logam mengalami perubahan suhu dari 30oC menjadi 80oC. Jika panjang akhir logam adalah 115 cm dan koefisien muai panjang logam 3.10-3 oC-1, maka panjang awal logam dan pertambahan panjang logam adalah….

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

Pembahasan Diketahui : Pertambahan suhu (ΔT) = 80oC – 30oC = 50oC Panjang akhir (L2) = 115 cm Koefisien muai panjang logam (a) = 3.10-3 oC-1 Ditanya : Panjang awal (L1) dan pertambahan panjang (ΔL) Jawaban : a) Panjang awal (L1) Rumus pertambahan panjang : ΔL = α L1 ΔT Rumus panjang akhir : L2 = L1 +ΔL L2 = L1 + α L1 ΔT L2 = L1 (1 + α ΔT) 115 cm = L1 (1 + (3.10-3 oC-1)(50oC) 115 cm = L1 (1 + 150.10-3) 115 cm = L1 (1 + 0,15) 115 cm = L1 (1,15) L1 = 115 cm / 1,15 L1 = 100 cm b) Pertambahan panjang (ΔL) ΔL = L2 – L1 ΔL = 115 cm – 100 cm ΔL = 15 cm Soal No.

3). Suatu batang baja sepanjang 1 m bertambah panjang 1 mm setelah suhunya dinaikkan dari 0 derajat C menjadi 100 derajat C. Pertambahan panjang batang baja dengan panjang 80 cm jika dipanaskan dari 0 derajat C sampai 120 derajat C adalah …. Jawaban: Soal No. 4). Selembar plat baja luasnya 4 m2 bersuhu 15°C.

Guna pemasangan dok kapal, suhu dinaikkan menjadi 95°C. Jika koefisien muai panjang baja 12 x 10-6/°C, tentukan : a. Pertambahan luas plat baja b. Luas plat baja setelah kenaikan suhu Jawaban : a. ΔA = Ao. 2α. Δt = 4. 2. 12 x 10-6. (95-15)°C = 4 .

suatu plat aluminium berbentuk persegi dengan panjang sisi 30 cm pada suhu 25 derajat celcius

24. 10-6. 80 = 96. 10-6. 8. 101 = 76,8. 10-5 m2 b. At = Ao + ΔA = 4 + 76,8. 10-5 = 4 + 0,00768 m2 = 4,00768 m2 Soal No. 5). Batang besi sepanjang 1 m pada suhu 0oC, dipanaskan sampai 100oC sehingga menyebabkan batang bertambah panjang 1 mm. Jika batang besi lain yang sejenis dengan panjang mula-mula 6 m dipanaskan dari 0oC sampai 120oC, pertambahan panjang besi tersebut adalah ….

Jawaban:

PEMUAIAN LUAS




2022 www.videocon.com