Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

Apa itu pencemaran lingkungan? – Pencemaran lingkungan adalah perubahan besar pada kondisi lingkungan akibat adanya perkembangan ekonomi dan teknologi. Perubahan kondisi tersebut melebihi batas ambang dari toleransi ekosistem sehingga meningkatkan jumlah polutan di lingkungan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan ini antara lain peningkatan jumlah sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan dan kegiatan eksploitasi alam yang tidak terkendali, serta adanya industrialisasi yang tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, pencemaran lingkungan pada kenyataannya juga dapat disebabkan oleh proses alam itu sendiri. Simak penjelasan lebih lengkap mengenai pencemaran lingkungan berikut ini Grameds! Daftar Isi • Pengertian Pencemaran Lingkungan • Macam dan Pembagian Pencemaran Lingkungan • 1. Pencemaran Udara • Anda Mungkin Juga Menyukai • 2. Pencemaran Air • 3. Pencemaran Tanah • 4.

Pencemaran Suara • Contoh Kasus Pencemaran Lingkungan • Dampak Pencemaran Lingkungan • Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan • 1. Penanggulangan Secara Administratif • 2. Penanggulangan Secara Teknologi • 3. Penanggulangan Secara Edukatif • 4. Penanggulanan Pencemaran Lingkungan Berdasarkan Undang-undang • Kategori Ilmu Biologi • Materi Biologi Kelas X Pengertian Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik.

Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan. Ada dua jenis bahan dalam pencemaran: • Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya adalah kotoran manusia atau hewan dan limbah tumbuhan.

• Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri. Contohnya merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain. Pencemaran lingkungan disebabkan oleh beragam faktor. Namun, faktor terbesarnya adalah manusia. Sadar atau tidak, kita telah berkontribusi dalam proses pencemaran lingkungan. Mulai dari pertambahan jumlah penduduk yang tak terkendali, banyaknya sumber-sumber zat pencemaran sehingga alam tak mampu menetralisir.

Selain itu banyak juga aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari menjadi faktor rusaknya lingkungan, diantaranya : • Penggunaan kantong plastik secara massif, • Pembuangan sampah dan limbah deterjen ke sungai, • Penggunaan AC berlebih, • Pembuangan limbah elektronik yang tak sesuai aturan, • Pembakaran hutan, • Penggunaan kendaraan pribadi sehingga menimbulkan lebih banyak polusi, • Pembuangan limbah pabrik atau kotoran ke sungai, • Penebangan hutan yang mengakibatkan hutan tak mampu menyerap karbon-dioksida lebih banyak, dan lain-lain.

Dengan adanya begitu banyak penyebab pencemaran lingkungan itu sendiri menghasilkan berbagai dampak pula kepada lingkungan yang ada dan hal ini dilakukan analisis pada buku Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Macam dan Pembagian Pencemaran Lingkungan Berikut ini beberapa jenis pencemaran lingkungan berserta dampaknya.

1. Pencemaran Udara Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut: Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam udara murni berjumlah 0,03%.

Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan, sumber pencemaran udara lainnya yaitu: Rp 50.000 • Oksida karbon: karbon monoksida (CO) dan (CO2).

Gas CO2 adalah gas yang dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelabukan dari batuan. Bila gas ini di atmosfer jumlahnya meningkat, maka akan menyebabkan peningkatan suhu pada bumi.

• Oksida belerang: SO dan (SO3). Gas sulfur dioksida ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang dan hasil dari pembakaran fosil. Gas ini jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila senyawa ini turun bersamaan dengan hujan, maka akan terjadilah hujan asam. • Oksigen nitrogen: NO, (NO2), N2O. Gas nitrogen ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai bahan untuk membangun protein. Jika gas ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.

• Komponen organik volatile: metan (CH4), benzene (C6h6), Klorofluoro karbon (CFC), dan kelompok bromin. CFC sering kali digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas. Selain itu, CFC juga digunakan untuk alat penyemprot rambut dan juga alat penyemprot nyamuk.

CFC sangat berbahaya sekali karena bisa merusak lapisan ozon pada atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan akan berkurang. • Suspensi partikel: debu tanah, dioksin, logam, asam sulfat, dan lain-lain • Substansi radioaktif: radon-222, iodin-131. strontium-90, plutonium-239, dan lain-lain • Suara: kendaraan bermotor, mesin industri, pesawat, dan lain-lain Dampak dari pencemaran udara sendiri adalah Hujan asam, Perubahan cuaca yang ekstrim Penipisan ozon, Peningkatan kasus kerusakan mata hingga Kanker kulit.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengatasi pencemaran udara ini, dimana udara merupakan kebutuhan dasar manusia. Sebagai bentuk kontribusi karya ilmiah dalam menemukan solusi yang tepat, buku Limbah Kimia dalam Pencemaran Udara & Air dapat kamu pelajari lebih lanjut. 2. Pencemaran Air Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut: Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air.

Buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun. Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar. Sumber lainnya yaitu: • Bahan Anorganik: Timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), merkuri (Hg), kromium (Cr), nikel (Ni), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kobalt (Co) • Bahan Kimia: Pewarna tekstil, pestisida, dan lain – lain • Bahan Organik: Berbentuk limbah yang dapat diuraikan oleh mikroba yang akan memicu meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam air • Cairan Berminyak Dampaknya: Media penyebaran penyakit, Peningkatan alga dan eceng gondok, Menurunkan kadar oksigen dalam air hingga mengganggu organisme di perairan, Mengganggu pernapasan karena bau yang menyengat Dengan adanya pembuangan limbah mengandung bahan kimia berbahaya dapat merusak lingkungan yang ada di sekitar jika tidak dikelola secara hati-hati yang dibahas pada buku Pencemaran Lingkungan.

3. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini : Sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan). Zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida. Sumber lainnya: • Bahan logam: mangan (Mn), besi (Fe), aluminium (Al), timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn). asenik (As), dan lain – lain • Bahan kimia organik: pestisida (insektisida, herbisida, dan fungisida), deterjen, dan sabun • Bahan pupuk anorganik: urea, TSP, ammonium sulfat, dan KCL • Zat radioaktif Dampak: Pertanian, seperti peningkatan salinitas tanah dan penurunan kesuburan tanah Bencana alam, seperti tanah longsor dan erosi hingga Penyumbatan saluran air 4.

Pencemaran Suara Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran. Pernah ada kasus warga yang merasa terganggu dengan suara mesin boiler milik pabrik kelapa sawit. Setiap hari mereka tidak bisa tidur nyenyak, terutama anak-anak karena bising dari mesin itu.

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Sumber pencemaran suara diantaranya: • Percakapan pelan (20 – 30 dB) • Radio (50 – 6- dB) • Mesin pemotong rumput (60 – 80 dB) • Lalu lintas (60 – 90 dB) • Truk (90 – 100 dB) • Kendaraan bermotor (105 dB) • Pesawat terbang (90 – 120 dB) • Musik / beat music: 120 dB • Mesin jet: 140 dB • Roket (140 – 179 dB) Tingkat pencemaran sendiri dibedakan menjadi 3, yaitu: • Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain.

Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih. • Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat. • Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan.

Misalnya pencemaran nuklir. Berbagai dampak dari pencemaran lingkungan lainnya yang dapat terjadi dapat kamu pelajari melalui buku Dampak Pencemaran Lingkungan oleh Wisnu Arya Wardhana, Ir. Contoh Kasus Pencemaran Lingkungan Kasus pencemaran merkuri yang paling besar terjadi Teluk Minamata, Jepang.

Sebuah perusahaan yang memproduksi asam asetat membuang limbang cairnya ke Teluk Minamata, salah satunya adalah methyl mercury konsentrasi tinggi. Tragedi yang dikenal dengan Penyakit Minamata (Minamata Disease) terjadi antara tahun 1932-1968.

Teluk Minamata merupakan daerah yang kaya sumber daya ikan dan kerang. Selama bertahun-tahun, tidak ada yang menyadari bahwa ikan, kerang, dan sumber daya laut lainnya dalam teluk tersebut telah terkontaminasi merkuri.

Methyl mercury ini masuk ke dalam tubuh organisme laut baik secara langsung dari air maupun mengikuti rantai makanan. Kemudian mencapai konsentrasi yang tinggi pada daging kerang-kerangan, krustacea dan ikan yang merupakan konsumsi sehari-hari bagi masyarakat Minamata. Akibat adanya proses bioakumulasi dan biomagnifikasi, konsentrasi merkuri dalam rambut beberapa pasien di rumah sakit Minamata mencapai lebih 500 ppm.

Pada saat itu, setidaknya 50.000 orang yang terkena dampak dan lebih dari 2.000 kasus penyakit Minamata disertifikasi. Masyarakat Minamata yang mengonsumsi makanan laut yang tercemar tersebut diidentifikasi terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa, bicara ngawur, dan bahkan banyak yang meninggal dunia. Di Indonesia, kasus pencemaran merkuri yang cukup serius juga pernah terekspos di Teluk Buyat, Sulawesi Utara pada 2004. Perusahaan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya yang beroperasi di area Teluk Buyat diduga telah membuang limbah tailing-nya ke ke dasar Teluk Minahasa sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat yang serius.

Sejumlah ikan mati mendadak dan menghilangnya beberapa beberapa jenis ikan. Merkuri atau yang juga dikenal dengan air raksa dapat menimbulkan berbagai bahaya dan kematian pada makhluk hidup. Buku Merkuri dan Keberadaannya hadir sebagai penambahan materi dan pemahaman para pembacanya. Selain itu, ditemukan sejumlah ikan memiliki benjolan semacam tumor dan mengandung cairan kental berwarna hitam dan lendir berwarna kuning keemasan.

Fenomena yang sama juga ditemukan pada sejumlah penduduk Buyat, di mana mereka memiliki benjol-benjol di leher, payudara, betis, pergelangan, pantat dan kepala. Hasil penelitian WALHI (2004) menemukan bahwa sejumlah konsentrasi logam berat (arsen, merkuri, antimon, mangan) dan senyawa sianida pada sedimen di Teluk Buyat sudah tinggi. Jika dibandingkan pada konsentrasi logam berat sebelum pembuangan tailing (data dari studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan/AMDAL, 1994), konsentrasi merkuri di daerah dekat mulut pipa tailing di Teluk Buyat meningkat hingga 10 kali lipat (data WALHI dan KLH, 2004).

Dampak Pencemaran Lingkungan Dampak Pencemaran Lingkungan yang lebih terasa saat ini sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pemanasan global (global warming). Dimana suhu bumi meningkat yang menyebabkan beberapa es di kutub utara mencair dan terjadinya kenaikan permukaan air laut. Pemekatan hayati juga merupakan salah satu dampak yang akan ditimbulkan dari adanya pencemaran lingkungan. Proses pemekatan hati ini dapat diartikan sebagai peningkatan kadar bahan pencemar yang melalui tubuh makhluk hidup tertentu.

Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan hayati ini juga disebut sebagai amnalgamasiasi. Sebagai contoh untuk menggambarkan kasus ini adalah suatu perairan yang telah tercemar, maka bahan pencemar yang ada di air tersebut akan menempel pada alga yang hidup di wilayah perairan tersebut. Ketika alga dimakan ikan- ikan kecil maka ikan kecil akan terkontaminasi bahan pencemar.

Ketika ikan-ikan kecil tersebut dimakan oleh ikan-ikan besar, maka ikan besar juga akan mengandung berbagai bahan pencemar yang dimiliki oleh ikan kecil. Dan ketika ikan-ikan besar ditangkap nelayan dan dimakan oleh manusia, maka bakteri atau polutan tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui ikan-ikan besar tersebut.

Ketika manusia mengonsumsi beberapa makanan yang yang berupa hewan atau tumbuhan yang telah terkontaminasi bahan pencemar, maka segala kemungkinan buruk bisa terjadi.

Beberapa kemungkinan buruk dari mengonsumsi bahan makanan yang tercemar adalah keracunan atau meninggal dunia. George Tyler Miller (1979) sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan bukunya yang berjudul Living in The Environment menjelaskan bahwa akibat pencemaran lingkungan terhadap kehidupan dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan.

Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai berikut. • Tingkatan 1: Gangguan estetika, misalnya bau • Tingkatan 2: Kerusakan properti, misalnya bahan logam menjadi karatan • Tingkatan 3: Gangguan pada tumbuhan/hewan, misalnya penurunan hasil pertanian • Tingkatan 4: Gangguan pada kesehatan manusia, misalnya penyakit saluran pernapasan • Tingkatan 5: Kerusakan secara genetik dan reproduksi manusia • Tingkatan 6: Gangguan pada ekosistem secara luas, misalnya perubahan iklim global Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan 1.

Penanggulangan Secara Administratif Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain sebagai berikut : • Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembuat lemari es, AC dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratosfer.

• Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungan sudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan. • Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman. • Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri harus dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AM-DAL).

• Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air, sedangkan untuk lingkungan udara ditentukan baku mutu udara.

Dalam buku mutua air, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO.

Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu. 2. Penanggulangan Secara Teknologi Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap.

Tempat tersebut dinamakan insinerator. 3. Penanggulangan Secara Edukatif Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup tentang lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Pendidikan agama.

Melalui jalur pendidikan nonformal dilakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan. 4. Penanggulanan Pencemaran Lingkungan Berdasarkan Undang-undang Jika Berdasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup sendiri diketahui bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut: • Mengatur sistem pembuangan limbah industry • Penempatan kawasan industri terpisah dan berjauhan dari kawasan permukiman penduduk, Pengawasan akan penggunakan bahan kimia, misalnya pestisida dan insektisida, • Melakukan penghijauan, • Pemberian sanksi secara tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan, hingga • Penyuluhan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencemaran lingkungan Demikian penjelasan mengenai pencemaran lingkungan mulai dari pengertian, jenis, contoh kasus hingga penanggulangannya.

Semoga bermanfaat ya! Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 127 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 22 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 10 • Manajemen 29 • Marketing 19 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1 none
• Аԥсшәа • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • বাংলা • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • Gaelg • Hausa • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Interlingua • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Адыгэбзэ • Kabɩyɛ • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Къарачай-малкъар • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latviešu • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Олык марий • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Papiamentu • Picard • Polski • پنجابی • Português • Runa Simi • Romani čhib • Română • Armãneashti • Tarandíne • Русский • Русиньскый • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Türkçe • Татарча/tatarça • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Laut berpengaruh bagi pembangunan dan perdagangan manusia seperti di Singapura, kota pelabuhan tersibuk di dunia.

Laut adalah sebuah perairan asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau sebagian oleh daratan. [1] [2] [a] Dalam arti yang lebih luas, " laut" adalah sistem perairan samudra berair asin yang saling terhubung di Bumi yang dianggap sebagai satu samudra global atau sebagai beberapa samudra utama.

Laut mempengaruhi iklim Bumi dan memiliki peran penting dalam siklus air, siklus karbon, dan siklus nitrogen. Meskipun laut telah dijelajahi dan diarungi sejak zaman prasejarah, kajian ilmiah modern terhadap laut yaitu oseanografi baru sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pada masa ekspedisi HMS Challenger dari Britania Raya pada tahun 1870-an.

[3] Laut pada umumnya dibagi menjadi lima samudra besar yang meliputi empat samudra yang diakui Organisasi Hidrografi Internasional [4] ( Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, dan Arktik) dan Samudra Selatan. [5] Akibat pergeseran benua, saat ini Belahan Bumi Utara memiliki rasio antara luas daratan dan laut yang lebih seimbang (sekitar 2:3) daripada Belahan Bumi Selatan yang nyaris keseluruhan merupakan samudra (1:4,7).

[6] Kadar salinitas di samudra lepas secara umum bernilai sekitar 3,5%, tetapi variasi dapat ditemukan di perairan yang lebih dikelilingi daratan, di dekat muara sungai besar, atau di kedalaman besar. Sekitar 85% dari zat yang terlarut di lautan lepas adalah natrium klorida. Perbedaan salinitas dan suhu di antara wilayah-wilayah laut menimbulkan arus termohalin. Pengaruh ombak, yang dihasilkan oleh angin dan oleh pasang surut laut, menimbulkan arus permukaan.

Arah aliran arus diatur oleh daratan di permukaan dan bawah laut serta oleh efek Coriolis akibat rotasi Bumi. Perubahan ketinggian permukaan laut pada masa lalu meninggalkan landas benua, yaitu wilayah dangkal di laut yang dekat dengan darat. Wilayah yang kaya akan nutrien ini dihuni oleh kehidupan yang menjadi sumber makanan bagi manusia seperti ikan, mamalia, krustasea, moluska, dan rumput laut, baik yang ditangkap dari alam liar maupun yang dikembangkan dalam tambak.

Keanekaragaman hayati laut yang paling beragam berada di wilayah terumbu karang tropis. Dahulu, perburuan paus di laut lepas umum dilakukan, tetapi jumlah paus yang kian menurun memicu upaya konservasi dari berbagai negara yang menghasilkan sebuah moratorium terhadap perburuan paus komersial. Kehidupan di laut juga dapat ditemukan di kedalaman yang jauh dari jangkauan sinar matahari. Ekosistem di laut dalam didukung oleh keterdapatan nutrien dari celah-celah hidrotermal.

Kehidupan di Bumi kemungkinan bermula dari sana dan mikrob air umumnya dianggap sebagai pemicu peristiwa peningkatan oksigen zaman dahulu di atmosfer Bumi. Baik tumbuhan maupun hewan mula-mula berevolusi di laut. Laut juga merupakan unsur penting bagi aktivitas perdagangan, transportasi, dan industri manusia serta sebagai sumber tenaga pembangkit listrik. Hal-hal tersebut membuat laut diperhitungkan dalam strategi peperangan. Di sisi lain, laut juga dapat menjadi sumber ancaman bencana seperti tsunami dan siklon tropis.

Pengaruh-pengaruh tersebut menjadikan laut sebagai aspek penting dalam kebudayaan manusia. Mulai dari berbagai dewa-dewa laut yang dapat ditemukan di berbagai kebudayaan, puisi epos karya penulis Yunani Kuno yaitu Homeros, atau penguburan manusia di laut hingga perubahan yang ditimbulkan oleh Pertukaran Kolumbus, seni kelautan hiperealis, dan musik yang terinspirasi dari laut seperti " Laut dan Kapal Sinbad" karya Nikolai Rimsky-Korsakov.

Laut juga menjadi tempat kegiatan-kegiatan waktu luang manusia seperti berenang, menyelam, selancar, dan berlayar. Akan tetapi, pertumbuhan penduduk, industrialisasi, dan pertanian intensif kini menimbulkan polusi laut. Karbon dioksida di atmosfer yang makin meningkat jumlahnya menurunkan nilai pH laut melalui proses pengasaman samudra.

Pemancingan berlebihan juga menjadi masalah bagi laut yang merupakan kepemilikan bersama. Daftar isi • 1 Definisi • 2 Ilmu fisik • 2.1 Air laut • 2.2 Arus • 2.3 Pasang laut • 2.4 Ombak • 2.5 Tsunami • 2.6 Pesisir • 2.7 Cekungan • 2.8 Permukaan laut • 2.9 Siklus air • 2.10 Siklus karbon • 2.11 Peningkatan keasaman • 3 Kehidupan laut • 3.1 Habitat • 3.2 Alga dan tumbuhan • 3.3 Hewan dan kehidupan lain • 4 Manusia dan laut • 4.1 Sejarah navigasi dan penjelajahan • 4.2 Sejarah oseanografi dan penjelajahan laut dalam • 4.3 Perjalanan • 4.4 Rekreasi • 4.5 Perdagangan • 4.6 Perikanan • 4.7 Hukum • 4.8 Perang • 4.9 Perompakan • 4.10 Pembangkit listrik • 4.11 Industri ekstraktif • 4.12 Polusi • 4.13 Suku laut asli • 4.14 Dalam budaya • 5 Catatan • 6 Referensi • 7 Pranala luar Definisi [ sunting - sunting sumber ] Sistem saling terhubung dari samudra-samudra dunia dan berbagai pembagian mereka.

Dalam artian yang lebih luas, "laut" adalah sistem saling terhubung dari samudra-samudra di Bumi, termasuk Samudra Atlantik, Pasifik, Hindia, Selatan, dan Arktik.

[7] Namun, istilah "laut" juga sering kali memiliki cakupan yang lebih sempit, seperti Laut Utara atau Laut Jawa. Berdasarkan definisi ini, tidak ada perbedaan khusus antara laut dan samudra selain ukuran laut yang lebih kecil dan biasanya dibatasi oleh wilayah daratan luas.

[8] Laut Sargasso, yang batasnya ditentukan dari empat arah arus Pusaran Atlantik Utara, dikecualikan dari definisi ini. [9] :90 Laut umumnya lebih besar ketimbang danau dan berisi air asin.

Meskipun definisi ukuran dan pembatasan oleh wilayah daratan merupakan definisi yang umum dipakai, tidak ada definisi teknis yang resmi untuk istilah laut yang dipakai oleh oseanografer. [b] Dalam hukum internasional, Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) menyatakan bahwa semua samudra adalah laut ( bahasa Inggris: the sea). [12] [c] Ilmu fisik [ sunting - sunting sumber ] Foto " Kelereng Biru" dalam orientasi aslinya, menampilkan wilayah pertemuan antara Samudra Hindia dan Samudra Atlantik di Tanjung Harapan.

Bumi adalah satu-satunya planet yang diketahui memiliki lautan air cair di permukaannya, [9] :22 meskipun planet lain seperti Mars juga diketahui memiliki tudung es dan planet-planet serupa di luar tata surya dapat memiliki samudra. [14] Masih tidak jelas dari mana air di Bumi berasal, tetapi dilihat dari ruang angkasa, planet Bumi tampak seperti sebuah " kelereng biru" dari berbagai bentukannya—samudra, lapisan es, dan awan. [15] Laut di Bumi memiliki volume sebesar 1.335.000.000 kilometer kubik yang mencakup sekitar 96,5% dari seluruh air di Bumi yang diketahui [16] [17] [d] dan meliputi lebih dari 70% permukaan Bumi.

[9] :7 Sementara itu, 1,74% air di Bumi dapat ditemukan dalam bentuk beku di es laut Samudra Arktik, lapisan es Antarktika dan laut-laut di sekitarnya, serta berbagai gletser dan endapan es di permukaan di seluruh dunia.

Air sisanya (sekitar 1,72%) tersedia sebagai air tanah atau di tahapan-tahapan siklus air, yang terdiri dari air tawar di danau, sungai, dan pada air hujan dan uap air di udara dan awan.

[16] Sastrawan Inggris, Arthur C. Clarke, menyebut bahwa "Bumi" (bahasa Inggris: earth) lebih pantas disebut sebagai "Samudra". [9] :7 Hidrologi merupakan kajian ilmiah terhadap air dan siklus air di Bumi. Hidrodinamika mengkaji fisika pada air yang bergerak. Ilmu yang mempelajari laut secara khusus adalah oseanografi yang mengkaji kondisi air laut, gelombang, pasang surut, arus, pesisir, dasar laut, dan mengkaji kehidupan laut.

[21] Cabang ilmu yang mengkaji gaya yang terjadi di laut beserta gerakannya adalah oseanografi fisik. [22] Biologi laut (oseanografi biologi) mengkaji tumbuhan, hewan dan organisme lain yang hidup di dalam ekosistem laut. Oseanografi kimia yang mengkaji interaksi unsur dan molekul dalam samudra terutama pada peran samudra dalam siklus karbon dan peran karbon dioksida dalam peningkatan keasaman air laut saat ini. Geografi laut dan maritim mengkaji bentuk laut. Geologi laut (oseanografi geologi) mempelajari pergeseran benua, komposisi dan struktur Bumi, sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan sedimentasi, vulkanisme, dan seismologi di laut.

[23] Air laut [ sunting - sunting sumber ] Peta yang menggambarkan variasi tingkat keasinan (salinitas) di dunia. Merah = 40‰, ungu = 30‰ Zat terlarut dalam air laut (salinitas 3,5%) [24] Zat Kadar (‰) % dari total garam Klorida 19,3 55 Natrium 10,8 30,6 Sulfat 2,7 7,7 Magnesium 1,3 3,7 Kalsium 0,41 1,2 Kalium 0,40 1,1 Bikarbonat 0,10 0,4 Bromida 0,07 0,2 Karbonat 0,01 0,05 Stronsium 0,01 0,04 Borat 0,01 0,01 Fluorida 0,001 <0,01 Zat larut lainnya <0,001 <0,01 Air di laut diduga berasal dari gunung berapi di Bumi, mulai dari 4 miliar tahun yang lalu melalui proses pengeluaran gas dari lelehan batuan.

[9] sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa sebagian besar air di Bumi dapat berasal dari komet. [25] Ciri khas utama air laut adalah sifatnya yang asin. Walaupun tingkat keasinannya (salinitas) dapat beragam, sekitar 90% air di samudra memiliki 34─35 g zat padat yang terlarut per liter, sehingga menghasilkan tingkat salinitas sebesar 3,4─3,5%.

[26] Agar dapat lebih mudah mendeskripsikan perbedaan-perbedaan yang kecil, salinitas umumnya dinyatakan dalam satuan permil (‰) atau perseribu ( part per thousand, ppt). Salinitas permukaan air laut di Belahan Bumi Utara pada umumnya mendekati angka 34‰, sementara di Belahan Bumi Selatan mencapai 35‰.

[6] Salinitas di Laut Tengah sedikit lebih tinggi daripada laut pada umumnya yaitu senilai 38‰. [27] Sementara itu, di Laut Merah bagian utara, salinitas bahkan dapat mencapai 41‰. [28] Komposisi zat larut di dalam samudra relatif stabil. [24] [29] Natrium dan klorida, yang merupakan unsur pembentuk garam biasa, mencakup sekitar 85% dari zat padat yang terlarut dalam air laut. Terdapat pula ion-ion logam seperti magnesium, kalsium, dan ion- ion negatif seperti sulfat, karbonat, dan bromida.

Air laut terlalu asin untuk diminum oleh manusia dan ginjal manusia tidak mampu mengeluarkan urin yang seasin air laut. [30] Walaupun jumlah garam di samudra relatif konstan selama jutaan tahun, beberapa faktor dapat mempengaruhi perubahan salinitas air laut. [31] Faktor yang dapat meningkatkan salinitas adalah evaporasi dan pembentukan es laut (karena saat es terbentuk, garam yang terlarut tidak akan ikut beku sehingga bercampur dengan air laut di sekitar es) dapat meningkatkan salinitas sementara faktor yang dapat menurunkan salinitas adalah presipitasi, pelelehan es, serta air tawar yang masuk dari sungai dan limpasan permukaan ( runoff).

[31] Sebagai contoh, air di Laut Baltik memiliki tingkat keasinan yang sangat rendah hingga dapat tergolong sebagai air payau karena ada banyak sungai yang mengalir ke laut ini. [32] Sementara itu, air Laut Merah memiliki salinitas yang tinggi akibat tingkat evaporasinya yang juga tinggi. [33] Rata-rata tingkat oksigen di permukaan laut pada tahun 2009, dari 0,15 (nila muda) hingga 0,45 (merah muda) mol O₂ per meter kubik.

Air laut dengan salinitas 35‰ memiliki titik beku sekitar −1,8 °C. [35] Jika suhunya sudah cukup rendah, kristal es akan terbentuk di permukaan. Kristal-kristal ini akan pecah menjadi kepingan-kepingan kecil dan membentuk suspensi yang dikenal dengan sebutan frazil.

Jika laut sedang tenang, frazil akan membeku menjadi lembaran-lembaran es tipis yang disebut nilas, yang akan menjadi semakin tebal jika es-es baru terbentuk di bawahnya.

Di lautan yang tidak tenang, kristal-kristal frazil dapat saling bergabung menjadi piringan-piringan datar yang disebut "panekuk". Piringan-piringan ini nantinya akan bersatu dan membentuk drift ice. Saat membeku, air garam dan udara dapat terperangkap di antara kristal-kristal es.

Sementara itu, nilas dapat memiliki salinitas sebesar 12─15 ‰. Es laut berusia satu tahun dapat memiliki salinitas yang lebih rendah yaitu sekitar 4─6 ‰. [36] Kadar oksigen di dalam air laut utamanya dipengaruhi oleh organisme fotosintesis yang tinggal di dalamnya seperti alga, fitoplankton, dan tumbuhan seperti rumput laut. Pada siang hari, organisme-organisme ini melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang larut ke dalam air laut.

Oksigen terlarut ini lalu dimanfaatkan oleh hewan laut. Pada malam hari, organisme tersebut tidak melakukan fotosintesis dan jumlah oksigen yang terlarut pun mengalami penurunan. Cahaya sangat penting untuk proses fotosintesis.

Sudut matahari, kondisi cuaca, dan kekeruhan air menentukan tingkat cahaya yang dapat menembus ke dalam laut. Kebanyakan cahaya dipantulkan di permukaan. Cahaya merah akan terserap di bagian atas.

Cahaya kuning dan hijau dapat menjangkau kedalaman yang lebih besar sementara cahaya biru dan nila bisa menembus kedalaman hingga 1.000 m. Di bawah kedalaman 200 m, tidak terdapat cukup cahaya untuk melakukan fotosintesis. [37] Oleh karena itu, teradapt sangat sedikit oksigen terlarut di laut dalam. Kehidupan laut dalam seperti bakteri anaerobik mengurai materi organik yang jatuh dari atas untuk menghasilkan hidrogen sulfida (H₂S). [38] Pemanasan global diperkirakan akan semakin mengurangi oksigen baik di laut dalam atau bahkan di permukaan laut karena kelarutan oksigen akan mengalami penurunan jika suhu laut meningkat.

[39] Arus [ sunting - sunting sumber ] Arus termohalin. Garis dan tanda panah menunjukkan arus dan pergerakan arus. Warna merah menunjukkan arus hangat sementara warna biru menunjukkan arus dingin.

Angin yang berhembus di permukaan laut menyebabkan pergesekan antara udara dan laut. Pergesekan ini dapat membentuk ombak dan membuat air laut di permukaan bergerak searah dengan angin. Meskipun arah angin sering kali berbeda-beda, kebanyakan angin berhembus dari satu arah sehingga arus di permukaan dapat terbentuk. Angin barat paling sering ditemukan di wilayah lintang sedang sementara angin timur mendominasi wilayah tropis.

[40] Dengan adanya arus, air laut berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan air laut di sekitarnya akan mengisi tempatnya yang sebelumnya itu dan begitupun seterusnya. Rangkaian peristiwa ini kemudian membentuk arus yang bergerak melingkar di samudra berupa pusaran.

Terdapat lima pusaran utama di samudra-samudra dunia yaitu dua di Samudra Pasifik, dua di Samudra Atlantik, dan satu di Samudra Hindia. [6] Pusaran lainnya yang lebih kecil dapat ditemukan di laut-laut kecil. Terdapat pula satu pusaran di sekitaran Antarktika.

Pusaran-pusaran ini telah bergerak sedemikian rupa selama beberapa milenium, dipengaruhi oleh topografi daratan, arah angin, serta Efek Coriolis.

Arus permukaan laut di Belahan Bumi Utara mengalir searah jarum jam sementara arus permukaan laut di Belahan Bumi Selatan mengalir berlawanan dengan arah jarum jam. Arus yang bergerak menjauhi khatulistiwa membawa air laut yang bersuhu hangat sementara arus yang bergerak menuju khatulistiwa cenderung lebih dingin.

Arus-arus tersebut berpengaruh terhadap iklim Bumi. Arus dapat mendinginkan wilayah khatulistiwa dan menghangatkan wilayah lintang sedang dan tinggi.

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

{INSERTKEYS} [41] Arus laut merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam model iklim global. [42] Model-model samudra memanfaatkan ilmu-ilmu dari bidang dinamika fluida geofisika yang mengkaji arus fluida berskala besar seperti air di samudra.

[43] Arus di permukaan hanya mempengaruhi air laut yang terletak beberapa ratus meter di atas. Sementara itu, di kedalaman, terdapat arus yang dipicu oleh pergerakan air di dasar laut.

Terdapat pula arus yang mengalir di seluruh samudra dunia yang disebut arus termohalin yang bergerak lambat dan didorong oleh perbedaan massa jenis air yang akibat perbedaan salinitas dan suhu. [44] Di wilayah lintang tinggi dengan suhu atmosfer yang rendah, air laut menjadi dingin serta semakin asin akibat proses pembentukan es air laut. Karena dua faktor tersebut, massa jenis air laut di sana menjadi semakin tinggi dan air pun turun ke kedalaman.

Dari laut dalam di dekat Greenland, air tersebut mengalir ke arah selatan. Ketika aliran air tersebut mencapai wilayah Antarktika, datang pula air dari wilayah dingin lainnya lalu air tersebut akan mengalir ke timur.

Aliran air kemudian terbagi menjadi dua ke arah utara, yaitu ke Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Di samudra-samudra tersebut air mulai menghangat, massa jenisnya berkurang, dan naik ke permukaan serta akhirnya berputar kembali ke arah selatan. Sebagian akan mengalir kembali ke Samudra Atlantik. Satu siklus di dalam sirkulasi termohalin memerlukan waktu ribuan tahun.

[41] Selain pusaran samudra, terdapat pula arus permukaan yang bersifat sementara dan hanya muncul dalam kondisi-kondisi tertentu. Ombak yang pecah di pesisir pada sudut tertentu dapat membentuk arus sejajar pantai ( longshore current) yang membuat air mengalir sejajar dengan garis pantai.

Arus sejajar pantai akan semakin kuat jika ombak yang pecah semakin besar, pantainya semakin panjang, dan sudut ombak yang mendekati semakin serong. [45] Arus tersebut dapat memindahkan pasir atau kerikil dalam jumlah yang besar, yang kemudian dapat menghasilkan spit, mengikis pantai, atau membuat saluran air terisi dengan lanau.

[41] Sementara itu, rip current dapat terjadi ketika air dari ombak yang terakumulasi di dekat pesisir bergerak kembali ke arah laut di dasar perairan. Arus ini dapat muncul di celah di gosong pasir atau di dekat struktur buatan manusia seperti groyne.

Rip current dapat memiliki kecepatan hingga 0,9 m/detik dan dapat terjadi di pantai mana pun yang bergelombang, sehingga arus ini membahayakan perenang yang dapat terjebak di dalamnya. [46] Selain itu, terdapat pula arus pembalikan massa air ( upwelling) yang bersifat sementara dan terjadi ketika angin mendorong air di permukaan menjauhi daratan sehingga air yang ada di bawahnya terbawa ke atas. Air di arus ini dingin dan umumnya kaya akan nutrien yang baik bagi pertumbuhan fitoplankton dan produktivitas laut.

[41] Pasang laut [ sunting - sunting sumber ] Pasang naik (biru) di titik terdekat dan terjauh Bumi dari Bulan Pasang laut adalah naik dan turunnya permukaan air di laut yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi Bulan dan Matahari serta rotasi Bumi.

Setiap kali terjadi pasang laut, permukaan laut akan mencapai ketinggian maksimum yang dikenal dengan sebutan "pasang naik", dan lalu kembali ke ketinggian minimum yang disebut "pasang surut". Saat air sedang surut, akan ada semakin banyak wilayah yang berada di atas air, yang juga dikenal dengan istilah mintakat pasang surut. Perbedaan ketinggian antara pasang naik dengan pasang surut disebut tunggang pasang surut. [47] [48] Kebanyakan tempat mengalami dua pasang naik setiap harinya dengan selang waktu sekitar 12 jam 25 menit, atau setengah dari jangka waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk melakukan perputaran penuh dan mengembalikan Bulan ke posisi semula relatif terhadap pengamatnya.

Massa Bulan tercatat sekitar 27 juta kali lebih kecil ketimbang Matahari, tetapi jaraknya 400 kali lebih dekat dengan Bumi. [49] Gaya pasang surut akan semakin rendah jika jarak semakin jauh, sehingga pengaruh Bulan terhadap pasang laut dua kali lebih besar ketimbang Matahari.

[49] Sebuah tonjolan akan terbentuk di samudra, tepatnya di tempat ketika Bumi berada di titik paling dekat dengan Bulan, karena ini juga merupakan tempat yang paling terkena pengaruh gravitasi Bulan. Sementara itu, di sisi yang berlawanan dengan tempat tersebut di Bumi, gaya dari bulan ada pada titik terlemahnya, sehingga tonjolan lain juga ikut terbentuk. Bulan berputar mengelilingi Bumi, sehingga tonjolan samudra ini juga ikut bergerak di sekitaran Bumi.

Gaya gravitasi Matahari juga berdampak terhadap laut, tetapi tidak sekuat Bulan. Ketika Matahari, Bulan, dan Bumi saling sejajar, akan dihasilkan "pasang laut purnama". Di sisi lain, jika Matahari berada di sudut 90° dari Bulan saat dilihat dari Bumi (membentuk sudut tegak lurus), pengaruh gravitasi gabungan dari keduanya terhadap pasang laut menjadi lebih rendah, sehingga terjadilah "pasang laut perbani".

[47] Pasang laut menghadapi resistensi dari inersia air dan dapat dipengaruhi oleh daratan. Di tempat-tempat seperti Teluk Meksiko, daratan membatasi pergerakan tonjolan, sehingga hanya satu pasang laut yang terjadi setiap harinya.

Sementara itu, di dekat pantai suatu pulau bisa terjadi empat pasang naik dalam sehari. Selat di dekat Halkis, Euboea, bahkan menghadapi arus pasang surut yang kuat yang dapat secara mendadak berganti arah, biasanya empat kali per hari tetapi bisa mencapai dua belas kali per hari saat Bulan dan Matahari membentuk sudut tegak lurus.

[50] Apabila terdapat teluk atau muara yang berbentuk seperti corong, tunggang pasang surut dapat membesar.

Contohnya adalah Teluk Fundy yang dapat mengalami pasang laut purnama dengan ketinggian 15 m. Walaupun pasang laut terjadi sekala berkala dan dapat diprediksi, ketinggian pasang naik dapat diturunkan oleh angin di lepas pantai dan dinaikkan oleh angin di darat. Tekanan tinggi di pusat sebuah antisiklon mendorong air ke bawah dan terkait dengan pasang surut yang abnormal, sementara kawasan bertekanan rendah dapat mengakibatkan pasang naik yang ekstrem.

[47] Pusuan ribut dapat terjadi ketika angin kencang mengakibatkan akumulasi air di kawasan pesisir yang dangkal, dan pusuan ribut jika diiringi dengan sistem bertekanan rendah dapat meningkatkan permukaan laut secara signifikan selama peristiwa pasang naik.

Pada tahun 1900, Galveston, Texas, mengalami pusuan ribut setinggi 15 kaki (5 m) selama peristiwa angin ribut yang menewaskan lebih dari 3.500 orang dan menghancurkan 3.636 rumah. [51] Ombak [ sunting - sunting sumber ] Saat memasuki perairan dangkal, ombak akan melambat dan amplitudonya juga bertambah Angin yang berhembus di atas permukaan laut membentuk ombak yang tegak lurus terhadap arah angin.

Gaya gesek antara angin sepoi-sepoi dengan air di kolam akan membentuk riak, tetapi angin yang kencang di samudra akan menghasilkan ombak yang lebih besar. Ombak akan mencapai ketinggian maksimal ketika kecepatannya hampir menyamai kecepatan angin. Apabila angin berhembus secara terus menerus di perairan terbuka (seperti angin Roaring Forties di Belahan Selatan), akan terbentuk gelombang besar ( swell). [9] (hlm.83–84) [52] [53] Apabila angin mereda, pembentukan ombak juga berkurang, tetapi ombak yang sudah terbentuk akan terus bergerak ke daratan.

Besarnya ombak bergantung pada fetch (jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembentukannya) serta pada kekuatan dan durasi angin. Jika ombak bertemu dengan ombak lain dari arah yang berbeda, akan terjadi interferensi di antara keduanya, yang membuat ombak di laut menjadi sulit diprediksi.

[52] Interferensi konstruktif dapat menghasilkan gelombang raksasa ( rogue waves). [54] Sebagai catatan, kebanyakan ombak tingginya tidak melebihi 3 m [54] dan saat terjadi badai tingginya bisa naik dua atau tiga kali lipat. [55] Namun, tinggi gelombang raksasa telah tercatat di atas angka 25 m. [56] [57] Bagian atas ombak disebut "puncak", sementara bagian terbawah yang terletak di antara dua ombak disebut "dasar", dan jarak di antara kedua puncak dijuluki "panjang gelombang".

Angin mendorong ombak di permukaan laut, tetapi sebenarnya ini merupakan perpindahan energi dan bukanlah pergerakan air secara horizontal.

Saat ombak mendekati air dangkal, perilakunya akan berubah. Definisi "air dangkal" tergantung pada besar ombaknya; jika kedalaman sama dengan setengah panjang gelombang, ombak akan mulai "merasakan" dasar laut.

Pergesekan antara dasar laut dengan air akan mengubah kecepatan, arah, dan bentuk ombak. Ombak akan melambat dan panjang gelombang berkurang.

Jika ombak mendekat dengan sudut tertentu atau garis pantai yang didekati tidak merata, beberapa bagian akan melambat terlebih dahulu setelah "merasakan" dasar laut, sehingga ombak pun mengalami refraksi dan menyelimuti daerah tanjung.

Saat perairan menjadi semakin dangkal, energi di ombak tidak dapat bergerak ke bawah dan malah mengarah ke atas, sehingga meningkatkan tinggi ombak. Bagian puncak ombak pun condong ke arah depan, dan akhirnya ombak pecah di pesisir. [52] Tsunami [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Tsunami Tsunami adalah jenis ombak tak lazim yang disebabkan oleh peristiwa besar dan mendadak seperti gempa bumi, tubrukan meteorit, letusan gunung berapi, longsor di bawah laut, atau tanah yang longsor ke laut.

Terdapat beberapa perbedaan antara tsunami dengan ombak yang dihasilkan oleh angin: [58] Tsunami Ombak biasa Penyebab Gempa bumi, longsor, aktivitas gunung berapi, aktivitas cuaca tertentu, tubrukan meteorit Angin yang berhembus di permukaan samudra Letak energi Dari permukaan hingga dasar samudra Permukaan samudra Panjang gelombang 100–480 km 90–180 m Kecepatan Lebih dari 800 km/jam di perairan dalam, 30–50 km/jam di dekat pesisir 10–100 km/jam Tsunami pada tahun 2004 di Thailand Apabila penyebabnya adalah gempa bumi, pergeseran patahan dapat mengakibatkan pergeseran dasar laut secara vertikal, dan hal ini akan menaikkan atau menurunkan permukaan laut di kawasan yang terkena dampak kejadian ini untuk sementara waktu.

[59] Energi potensial dari air laut yang terdorong ke atas berubah menjadi energi kinetik, [59] sehingga menghasilkan gelombang yang menyebar dengan kecepatan yang proporsional dengan akar kuadrat percepatan gravitasi dikali kedalaman air. [60] Maka dari itu, jika perairan semakin dalam, maka pergerakan tsunami akan semakin cepat.

[58] Gelombang tsunami akan kehilangan energi secara bertahap, sehingga semakin jauh gelombang dari tempat pemicu tsunami, maka semakin lemah gelombangnya.

Namun, kecepatannya tidak seragam karena sekali lagi perlu diingat bahwa kecepatan gelombang dipengaruhi oleh kedalaman air. Hal ini berdampak terhadap arah muka gelombang (fenomena yang disebut refraksi), yang dapat memperkuat tsunami di beberapa wilayah dan melemahkannya di tempat lainnya, tergantung pada topografi di bawah laut. [61] [62] Saat tsunami mendekati perairan dangkal, kecepatannya akan melambat, panjang gelombangnya memendek, dan amplitudonya naik drastis.

[60] Puncak atau dasar gelombang tsunami dapat tiba di wilayah pesisir terlebih dahulu. [59] Apabila yang sampai pertama adalah puncak gelombang tsunami, air akan surut, sehingga dapat menjadi peringatan bagi orang-orang yang tinggal di daratan. [63] Jika yang datang pertama adalah dasar gelombang tsunami, tsunami akan langsung membanjiri daratan yang ada di hadapannya. Kehancuran dapat diakibatkan oleh air yang surut ke laut setelah terjadinya tsunami, dan orang-orang dan puing-puing juga dapat hanyut oleh air.

Seringkali beberapa tsunami dipicu oleh satu peristiwa geologi dan tiba dalam rentang waktu antara delapan menit hingga dua jam. Gelombang pertama yang tiba di pesisir mungkin bukanlah yang terbesar maupun yang paling merusak. [59] Terkadang tsunami dapat berubah menjadi gelombang yang disebut tidal bore di daerah teluk yang dangkal atau muara.

[58] Pesisir [ sunting - sunting sumber ] Pantai Praia da Marinha di Algarve, Portugal Zona tempat bertemunya daratan dengan lautan dikenal dengan sebutan pesisir ( coast), sementara bagian yang terletak di antara titik pasang laut purnama terendah dan batas tertinggi yang dapat dijangkau ombak dijuluki bibir pantai ( shore).

Pantai ( beach) adalah tempat berkumpulnya pasir atau kerikil di tepi laut. [64] Tanjung adalah bagian daratan yang menjorok ke laut, dan tanjung yang sangat luas disebut semenanjung. Sementara itu, perairan yang menjorok ke daratan (khususnya yang diapit oleh dua tanjung) disebut teluk. [65] Garis pantai dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang meliputi kekuatan ombak yang datang menghampiri di bibir pantai, kemiringan batas tanah, komposisi dan kerasnya bebatuan di pesisir, kemiringan lereng di lepas pantai, dan perubahan ketinggian daratan.

Biasanya gelombang akan bergulung ke bibir pantai dengan frekuensi enam hingga delapan kali per menit, dan ini dikenal sebagai gelombang konstruktif karena cenderung memindahkan materi ke atas pantai dan dampak erosinya juga kecil. Namun, gelombang badai juga dapat tiba di bibir pantai dengan frekuensi yang tinggi, dan gelombang semacam ini disebut gelombang destruktif karena akan memindahkan materi ke arah laut. Selama pasang naik, kekuatan gelombang badai yang menerpa kaki tebing akan memiliki dampak yang merusak, karena udara di dalam celah-celah dan retakan-retakan di tebing akan mengalami pemampatan, dan lalu mengalami perluasan selama proses pengeluaran tekanan.

Pada saat yang sama, pasir dan bebatuan memiliki dampak erosi saat terhujam ke arah bebatuan. Akibatnya, bagian bawah tebing pun terkikis, dan jika ditambah dengan proses pelapukan yang lazimnya terjadi, kehancuran akan terjadi.

Meskipun begitu, seiring berjalannya waktu, paparan pantai ( wave-cut platform) akan terbentuk di kaki bukit dan bentang alam tersebut akan melindungi tebing dan mengurangi dampak erosi yang dipicu oleh ombak.

[64] Materi yang terkikis dari tepi daratan pada akhirnya terbawa ke laut. Di situ materi-materi tersebut mengalami atrisi akibat arus yang mengalir sejajar dengan pesisir. Di sisi lain, sedimen yang terbawa oleh sungai ke laut akan mengendap dan membentuk delta-delta di muara. Seluruh materi tersebut terbawa kesana kemari oleh ombak, pasang laut, dan arus.

[64] Pengerukan dapat mengeluarkan materi dan memperdalam saluran air, tetapi bisa mengakibatkan hal yang tak diinginkan di tempat lain di garis pantai.

Untuk mencegah banjir di daratan, pemerintah dapat membangun pemecah gelombang, dinding laut, atau tanggul. Contohnya, di Inggris, Pembatas Thames melindungi London dari pusuan ribut, [66] sementara jebolnya tanggul-tanggul di sekitaran New Orleans selama Badai Katrina mengakibatkan krisis di Amerika Serikat. Reklamasi daratan juga dapat dilakukan, seperti perluasan dua pulau kecil yang memungkinkan pembangunan Bandar Udara Internasional Hong Kong.

[67] Cekungan [ sunting - sunting sumber ] Tiga jenis batas lempeng Bumi terbagi menjadi inti yang magnetik, bagian mantel yang kebanyakan cair, dan kulit terluar yang keras dan padat ( litosfer). Litosfer terdiri dari kerak dan bagian teratas mantel Bumi. Di daratan, kerak dikenal dengan sebutan kerak benua, sementara yang berada di dasar laut disebut kerak samudra. Kerak samudra terdiri dari basal yang relatif padat dan memiliki ketebalan sekitar lima hingga sepuluh kilometer.

Litosfer yang relatif tipis mengambang di atas mantel yang lebih panas dan terbagi menjadi sejumlah lempeng tektonik. [68] Di tengah samudra, magma terus menerus terdorong di antara lempeng-lempeng yang saling bersebelahan dan membentuk punggung tengah samudra, dan di sini arus konveksi di dalam mantel cenderung menjauhkan lempeng-lempeng tersebut. {/INSERTKEYS}

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

Akibat perbedaan masa jenis, salah satu lempeng samudra dapat menunjam ke bawah lempeng lainnya, dan proses ini dikenal dengan sebutan subduksi.

Palung di samudra terbentuk di tempat seperti ini, dan sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan diiringi oleh tumbukan.

Tumbukan ini dapat mengakibatkan gempa bumi, sementara panas juga dihasilkan dan magma terdorong ke atas, sehingga membentuk gunung bawah laut, dan beberapa dapat menghasilkan gugusan kepulauan vulkanik yang terletak di dekat palung. Di dekat beberapa batas antara laut dan daratan, lempeng samudra yang agak lebih padat menunjam ke bawah lempeng kontinental, sehingga terbentuklah lebih banyak palung subduksi.

Saat keduanya saling bertumbukan, lempeng kontinental akan mengalami perubahan bentuk dan menghasilkan aktivitas gempa bumi dan pembentukan gunung. [69] [70] Palung terdalam di Bumi adalah Palung Mariana yang terbentang sekitar 2.500 km di dasar laut. Palung tersebut berada di dekat Kepulauan Mariana, sebuah kepulauan vulkanik di Samudra Pasifik Barat. Rata-rata lebar palung ini tercatat sebesar 68 sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, sementara titik terdalamnya adalah 10.994 kilometer di bawah permukaan laut.

[71] Sebuah palung yang lebih panjang terbentang sekitar 5.900 km di pesisir Peru dan Chili dengan kedalaman yang mencapai 8.065 m. Palung tersebut muncul di tempat terjadinya subduksi Lempeng Nazca (yang merupakan lempeng samudra) ke bawah Lempeng Amerika Selatan (yang merupakan lempeng kontinental), dan terkait dengan aktivitas gunung berapi di Andes.

[72] Permukaan laut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Permukaan laut Selama sebagian besar sejarah Bumi, permukaan laut memiliki ketinggian yang berada di atas tingginya saat ini. [9] :74 Faktor utama yang memengaruhi perubahan tinggi permukaan laut pada sepanjang sejarahnya adalah perubahan kerak samudra, dengan pola penurunan yang diperkirakan akan tetap berlangsung dalam waktu panjang ke depan.

[73] Pada periode Glasial Maksimum Terakhir sekitar 20.000 sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan yang lalu, permukaan laut ada pada ketinggian 120 m lebih rendah daripada ketinggiannya saat ini. Akan tetapi, selama 100 tahun terakhir, tinggi permukaan laut telah naik dengan rata-rata kenaikan sebanyak 1,8 mm per tahun. [74] Sebagian besar dari kenaikan ini dipicu oleh peningkatan suhu laut yang menyebabkan pemuaian air laut di kedalaman 0–500 m dari permukaan.

Faktor-faktor lain yang turut menaikkan tinggi permukaan laut (sekitar seperempatnya) berasal dari sumber air di daratan, seperti melelehnya salju dan gletser serta pengambilan air tanah untuk irigasi dan keperluan manusia lainnya. [75] Pola kenaikan permukaan laut yang dipicu oleh pemanasan global diperkirakan akan berlanjut paling tidak hingga akhir abad ke-21.

[76] Siklus air [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Siklus air Laut merupakan bagian dari siklus air, yaitu ketika air menguap dari samudra, bergerak melalui atmosfer dalam bentuk uap, mengalami kondensasi, lalu turun ke bumi (biasanya dalam bentuk hujan atau salju), dan akhirnya kembali ke laut. [77] Bahkan di Gurun Atacama (sebuah kawasan yang sangat jarang dituruni hujan), awan-awan kabut padat yang dikenal dengan sebutan camanchaca datang dari laut dan menjadi sumber air bagi tumbuhan-tumbuhan di kawasan lomas.

[78] Di wilayah daratan yang luas, terdapat kenampakan-kenampakan geologi yang dapat membentuk wilayah cekungan endoreik. Cekungan-cekungan ini terkadang menghasilkan danau garam permanen karena air yang mengalir masuk menguap sementara mineralnya terakumulasi.

Contohnya adalah Laut Kaspia di Asia Tengah serta Great Salt Lake di Amerika Serikat. [79] Air dari cekungan-cekungan tersebut dapat kembali ke laut melalui proses penguapan, aliran air tanah, dan (dalam waktu yang lama) pergeseran benua.

Siklus karbon [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Siklus karbon samudra Samudra memiliki kuantitas karbon terbesar yang didaur secara aktif, dan jumlah karbon yang terkandung di dalam samudra juga merupakan yang terbesar kedua setelah litosfer. [80] Lapisan permukaan samudra mengandung banyak sekali karbon organik terlarut, yang sering kali ditukar dengan karbon di atmosfer.

Sementara itu, konsentrasi karbon anorganik terlarut di lapisan dalam samudra tercatat sekitar 15 persen lebih tinggi ketimbang konsentrasi di lapisan permukaan, [81] dan karbon di lapisan dalam akan tetap berada di sana dalam waktu yang panjang. [82] Arus termohalin menukar karbon di antara kedua lapisan tersebut. [80] Karbon dari atmosfer memasuki samudra dan mengalami pelarutan di lapisan permukaan, dan lalu berubah menjadi asam karbonat, karbonat dan bikarbonat: [83] CO 2 (gas) CO 2 (aq) CO 2 (aq) + H 2O H 2CO 3 H 2CO 3 HCO 3 − + H + HCO 3 − CO 3 2− + 2 H + Karbon juga masuk ke laut lewat sungai dalam bentuk karbon organik terlarut, dan lalu diubah oleh organisme yang ber fotosintesis menjadi karbon organik.

Karbon ini dapat didaur di rantai makanan atau mengalami presipitasi ke lapisan yang lebih dalam dan kaya akan karbon sebagai jaringan lunak mati atau di dalam cangkang-cangkang dan tulang-tulang sebagai kalsium karbonat. Karbon ini beredar di lapisan ini dalam waktu yang panjang sebelum mengendap sebagai sedimen atau kembali ke permukaan melalui arus termohalin. [82] Peningkatan keasaman [ sunting - sunting sumber ] Perkiraan perubahan pH air laut yang diakibatkan oleh karbon dioksida yang dihasilkan manusia Air laut bersifat sedikit alkali dan memiliki rata-rata pH sekitar 8,2 selama 300 juta tahun terakhir.

[84] Baru-baru ini, aktivitas manusia dengan cepat meningkatkan kadar karbon dioksida di atmosfer. Sekitar 30–40% dari tambahan CO 2 diserap oleh samudra, sehingga membentuk asam karbonat dan menurunkan pH (sekarang di bawah 8,1 [84]) melalui proses yang disebut peningkatan keasaman samudra. [85] [86] [87] Kadar pH diperkirakan akan turun hingga 7,7 (peningkatan konsentrasi ion hidrogen sebesar 3 kali lipat) pada tahun 2100, yang merupakan perubahan besar sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan kurun waktu satu abad.

[88] [e] Salah satu unsur penting dalam pembentukan material kerangka pada hewan-hewan laut adalah kalsium, tetapi kalsium karbonat menjadi semakin mudah larut jika tekanan semakin tinggi, sehingga cangkang dan kerangka akan mengalami pelarutan apabila berada di bawah kedalaman kompensasi karbonat. [90] Kalsium karbonat juga menjadi semakin mudah larut jika kadar pH lebih rendah, sehingga pengasaman samudra kemungkinan akan berdampak besar terhadap organisme-organisme laut yang memiliki cangkang seperti tiram, kerang, bulu babi, dan koral, [91] karena kemampuan mereka untuk membentuk cangkang akan berkurang, [92] dan kedalaman kompensasi karbonat akan semakin mendekati permukaan laut.

Organisme planktonik yang juga akan terkena dampak dari pengasaman meliputi moluska-moluska mirip siput yang dikenal sebagai pteropoda, serta alga bersel tunggal yang sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan kokolitofor dan foraminifera. Organisme-organisme ini merupakan bagian penting dari rantai makanan dan penurunan jumlah mereka akan berdampak besar terhadap ekosistem.

Di kawasan tropis, koral akan sangat terdampak karena koral akan semakin sulit membentuk kerangka yang terbuat dari kalsium karbonat, [93] dan ini akan berdampak pada hewan-hewan lainnya yang tinggal di terumbu karang. [88] Dalam riwayat geologi Bumi, belum ada peristiwa yang sebanding dengan perubahan tingkat keasaman di laut seperti yang terjadi saat ini, sehingga tidak diketahui secara pasti bagaimana ekosistem laut akan beradaptasi.

[94] Hal ini dapat semakin diperparah oleh efek dari peningkatan suhu dan penurunan kadar oksigen. [95] Kehidupan laut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Kehidupan laut Samudra adalah tempat tinggal beranekaragam kehidupan yang memanfaatkannya sebagai habitat. Sinar matahari hanya menerangi lapisan-lapisan atas laut, sehingga sebagian besar samudra berada dalam kegelapan permanen.

Di setiap tingkatan kedalaman dan zona suhu, terdapat habitat-habitat tersendiri untuk spesies-spesies yang unik, sehingga lingkungan laut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. [96] Terdapat bermacam-macam habitat laut, dari habitat di permukaan laut hingga palung yang paling dalam. Beberapa contohnya adalah terumbu karang, hutan kelp, padang lamun, kolam pasang-surut, dasar laut yang berlumpur, berpasir dan berbatu, serta zona pelagik terbuka. Organisme yang hidup di laut juga bermacam-macam, dari paus dengan panjang yang mencapai 30 meter hingga fitoplankton dan zooplankton mikroskopis, fungi, dan bakteri.

Kehidupan laut berperan penting dalam siklus karbon sebagai organisme fotosintetik yang mengubah karbon dioksida terlarut menjadi karbon organik. [97] [98] (hlm.204–29) Kehidupan mungkin bermula di laut dan semua filum hewan terwakili di sana.

Para ilmuwan saat ini masih sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan tempat kemunculan kehidupan secara pasti: percobaan Miller-Urey menunjukkan bahwa kehidupan mungkin muncul secara abiogenesis di sebuah "sup" kimia encer di perairan terbuka, tetapi baru-baru ini muncul dugaan bahwa kehidupan pertama kali muncul di mata air panas vulkanik, sedimen tanah liat, atau ventilasi hidrotermal di dasar laut, dan semua tempat ini akan melindungi kehidupan awal dari radiasi ultraviolet yang tidak diserap oleh atmosfer Bumi pada masa itu.

[9] (hlm.138–40) • l • b • s Secara horizontal, habitat laut dapat dibagi menjadi habitat lautan terbuka dan pesisir. Habitat pesisir terbentang dari garis pantai hingga ujung landas benua. Kebanyakan kehidupan laut dapat ditemui di habitat pesisir, meskipun landas benua hanya mencakup 7% dari luas seluruh samudra. Habitat lautan terbuka terletak di samudra dalam di landas benua.

Selain pembagian secara horizontal, habitat laut dapat dibagi secara vertikal menjadi habitat pelagik (perairan terbuka), demersal (di atas dasar laut), dan bentik (dasar laut). Pembagian ketiga adalah menurut garis lintang: dari perairan tropis, sedang, sampai kutub. [9] (hlm.150f) Terumbu karang, yang disebut "hutan hujan di laut", menduduki kurang dari 0,1 persen permukaan samudra dunia, tetapi ekosistemnya mencakup 25 persen dari seluruh spesies laut.

[99] Terumbu karang yang paling dikenal adalah terumbu karang tropis seperti Great Barrier Reef di Australia. [9] (hlm.204–07) Walaupun begitu, karang juga dapat ditemui di perairan dingin, dan terdapat enam spesies koral yang terlibat dalam pembentukan karang di perairan tersebut, yaitu Lophelia pertusa, Madrepora oculata, Goniocorella dumosa, Oculina varicosa, Enallopsammia profunda, dan Solenosmilia variabilis.

[100] Alga dan tumbuhan [ sunting - sunting sumber ] Diatom adalah salah satu jenis fitoplankton yang paling tersebar di laut. Produsen primer seperti tumbuhan dan plankton tersebar luas sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan laut dan juga sangat penting bagi ekosistem. Diperkirakan setengah dari oksigen dunia dihasilkan oleh fitoplankton. [101] [102] Sekitar 45 persen produksi primer di laut dihasilkan oleh diatom.

[103] Alga yang jauh lebih besar, yang umum dikenal dengan sebutan gulma laut, juga penting di tingkatan lokal: Sargassum mengambang di permukaan, sementara kelp membentuk hutan dasar laut.

[98] (hlm.246–55) Tumbuhan berbunga dalam bentuk lamun tumbuh di " padang rumput" di perairan dangkal berpasir, [104] sementara pohon bakau menghiasi daerah pesisir di kawasan tropis dan subtropis, [105] dan tumbuhan-tumbuhan yang toleran terhadap garam berkembang di rawa asin yang mengalami banjir secara berkala.

[106] Semua habitat tersebut dapat menangkap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar, dan juga menopang keragaman hayati yang terdiri dari hewan-hewan besar dan kecil. [107] Sinar hanya dapat menembus permukaan laut di atas 200 m, sehingga tumbuhan hanya dapat tumbuh di bagian ini. [37] Bagian permukaan sering kali kekurangan komponen-komponen nitrogen yang aktif secara biologis.

Siklus nitrogen di laut terdiri dari proses transformasi mikrobial yang meliputi pengikatan nitrogen, asimilasi nitrogen, nitrifikasi, anamoks, dan denitrifikasi. [108] Beberapa proses tersebut terjadi di laut dalam, sehingga pertumbuhan tumbuhan lebih besar di daerah yang mengalami pembalikan massa air, dan juga di daerah dekat muara yang mengandung nutrien yang terbawa dari daratan.

Maka dari itu, wilayah yang paling produktif, kaya akan plankton, dan juga kaya akan ikan umumnya terletak di daerah pesisir. [9] (hlm.160–63) Hewan dan kehidupan lain [ sunting - sunting sumber ] Lumba-lumba Terdapat beranekaragam hewan di laut, tetapi ada banyak spesies laut yang masih belum diketahui keberadaannya dan jumlah spesies yang telah ditemukan terus bertambah setiap tahunnya.

[109] Beberapa vertebrata seperti burung laut, anjing laut, dan penyu kembali ke daratan untuk berkembangbiak, tetapi ikan, cetacea, dan ular laut hanya hidup di laut, dan begitu pula berbagai filum invertebrata. Samudra penuh dengan kehidupan dan memiliki banyak mikrohabitat yang beranekaragam. [109] Salah satu contohnya adalah lapisan permukaan yang menjadi tempat tinggal bakteri, fungi, mikroalga, protozoa, telur ikan, dan berbagai larva, meskipun lapisan ini sering kali terombang-ambing oleh ombak.

[110] Zona pelagik dihuni oleh makro- dan mikrofauna dan banyak sekali zooplankton yang bergerak searah dengan arus. Kebanyakan organisme terkecil adalah larva ikan dan invertebrata laut yang mengeluarkan telur dalam jumlah besar karena kemungkinan embrio dapat bertahan sampai dewasa sangat kecil. [111] Zooplankton memakan fitoplankton dan zooplankton lainnya, dan merupakan bagian dasar dari rantai makanan yang kompleks: zooplankton dimakan oleh ikan dan organisme nektonik lain, dan lalu ikan dimangsa oleh hewan seperti hiu dan lumba-lumba.

[112] Beberapa hewan laut melakukan migrasi, seperti migrasi musiman ke wilayah lain di samudra, atau migrasi harian secara vertikal untuk mencari makan di bagian atas pada malam hari dan lalu kembali ke bagian bawah untuk berlindung pada siang hari. [113] Kapal-kapal juga dapat membawa atau menyebarkan spesies invasif saat kapal-kapal tersebut mengeluarkan isi ballast atau dengan mengangkut organisme yang telah mengalami akumulasi di lambung kapal.

[114] Cacing-cacing Osedax yang menempel di sisa tulang belulang paus Zona demersal menopang kehidupan banyak hewan yang memakan organisme bentik atau yang mencari perlindungan dari para predator. Dasar laut menyediakan habitat di atas atau di bawah permukaan substrat yang dipakai oleh organisme yang telah ber evolusi pada kondisi tersebut. Mintakat pasang surut yang terpapar udara secara berkala merupakan tempat tinggal teritip, moluska, dan krustasea. Zona neritik memiliki banyak organisme yang membutuhkan sinar untuk berkembang.

Di sana, Porifera, Echinodermata, Polychaeta, anemon laut, dan invertebrata-invertebrata lainnya tinggal di bebatuan yang diselimuti alga. Karang sering kali dihuni oleh simbion-simbion fotosintetik dan dapat ditemui di perairan dangkal yang dapat ditembus cahaya. Kerangka kapur yang dibentuk olehnya merupakan kenampakan dasar laut yang penting. Sementara itu, tidak banyak kehidupan di laut yang lebih dalam, tetapi kehidupan laut juga berkembang di sekitaran gunung laut, tempat ikan dan hewan-hewan lainnya berkumpul dan mencari makan.

Ikan demersal tinggal di dekat dasar laut dan memangsa organisme pelagik atau invertebrata bentik. [115] Penjelajahan laut dalam sendiri telah menguak dunia baru yang sebelumnya tak pernah dilihat oleh para ilmuwan. Beberapa hewan seperti detritivora bergantung pada materi organik yang jatuh ke dasar samudra ("salju laut").

Kehidupan lainnya berkumpul di sekitaran ventilasi hidrotermal di dasar laut, dan dari situ keluar air yang kaya akan mineral yang menopang berbagai macam organisme, dengan produsen primer berupa bakteri kemoautotrofik yang mengoksidasi sulfida, dan para konsumennya meliputi Bivalvia terspesialisasi, anemon laut, teritip, kepiting, cacing, dan ikan yang biasanya tidak dapat ditemui di tempat lain.

[9] (hlm.212) Paus yang sudah mati dan tenggelam ke dasar samudra juga menjadi sumber makanan bagi sejumlah organisme yang turut bergantung pada bakteri pengoksidasi sulfur. Bangkai paus (termasuk kerangkanya yang kaya akan lipid) menopang bioma-bioma unik dengan banyak mikrob baru dan kehidupan-kehidupan lainnya yang belum ditemukan. [116] Manusia dan laut [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Sejarah navigasi, Sejarah kartografi, dan Sejarah maritim Manusia telah menjelajahi laut sejak zaman prasejarah, biasanya dengan menggunakan rakit dan perahu lesung, perahu alang-alang, dan kano dari kulit pohon.

Sekitar tahun 3000 SM, bangsa Austronesia di Taiwan sudah mulai menyebar ke wilayah kepulauan di Asia Tenggara. [117] Kemudian, orang-orang " Lapita" dari rumpun Austronesia menyebar luas di wilayah yang terbentang dari Kepulauan Bismarck hingga ke Fiji, Tonga, dan Samoa. [118] Keturunan mereka mengarungi lautan sejauh ribuan kilometer dari satu pulau ke pulau lainnya hanya dengan menggunakan sebuah kano, [119] dan dalam prosesnya mereka menemukan banyak pulau baru, termasuk Hawaii, Pulau Paskah (Rapa Nui), dan Selandia Baru.

[120] Bangsa Mesir Kuno dan Fenisia telah menjelajahi Laut Tengah dan Laut Merah, sementara Hannu dari Mesir berhasil mencapai Semenanjung Arab dan Pesisir Afrika sekitar tahun 2750 SM. [121] Pada milenium pertama SM, bangsa Fenisia dan Yunani telah mendirikan koloni-koloni di pesisir Laut Tengah dan Laut Hitam, [122] Sekitar tahun 500 SM, seorang navigator Kartago yang bernama Hanno sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan catatan perjalanannya yang menunjukkan bahwa ia paling tidak telah mencapai pesisir Senegal, atau mungkin malah hingga sejauh Gunung Kamerun.

[123] [124] Pada abad pertengahan awal, bangsa Viking berhasil melintasi Samudra Atlantik Utara hingga mencapai ujung timur laut benua Amerika. [9] (hlm.12–13) Orang-orang Novgorod juga telah berlayar di Laut Putih dari abad ke-13 atau bahkan sebelumnya. [125] Sementara itu, laut beserta dengan pesisir Asia timur dan selatan dimanfaatkan oleh pedagang Arab dan Tionghoa. [126] Dinasti Ming di Tiongkok bahkan memiliki armada yang terdiri dari 317 kapal dengan 37.000 awak yang dipimpin oleh Cheng Ho pada awal abad ke-15; armada ini menjelajahi wilayah pesisir Samudra Hindia dan Pasifik.

[9] (hlm.12–13) Pada akhir abad ke-15, para pelaut Eropa Barat mulai mencari jalur dagang yang baru. Bartolomeu Dias mengelilingi Tanjung Harapan pada tahun 1487 dan Vasco da Gama mencapai India lewat tanjung tersebut pada tahun 1498. Kristoforus Kolumbus berlayar dari Cadiz pada tahun 1492 dalam upaya untuk mencapai wilayah India di timur dengan cara berlayar ke barat.

Ia malah mendarat di sebuah pulau di Laut Karibia, dan beberapa tahun kemudian seorang navigator Venesia yang bernama Giovanni Caboto berhasil mencapai Newfoundland. Penjelajah Italia Amerigo Vespucci, yang menjadi asal nama benua Amerika, menjelajahi pesisir Amerika Selatan dari tahun 1497 hingga 1502, dan ia juga menemukan mulut Sungai Amazon. [9] (hlm.12–13) Pada tahun 1519, seorang navigator Portugis yang bernama Fernando de Magelhaens memimpin ekspedisi pertama yang bertujuan mengelilingi dunia.

[9] (hlm.12–13) Peta dunia karya Gerardus Mercator dari tahun 1569. Garis pantai Dunia Lama digambarkan dengan cukup akurat, tetapi proyeksi untuk kawasan-kawasan di lintang tinggi menjadi terlalu besar. Terkait dengan sejarah alat navigasi, kompas pertama kali digunakan oleh orang Yunani dan Tionghoa kuno untuk menunjukkan orientasi utara dan mengetahui ke mana kapal mengarah.

Garis lintang ditentukan dengan menggunakan astrolab, tongkat Jacob, atau sekstan, sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan garis bujur hanya dapat dihitung dengan kronometer yang akurat untuk menunjukkan perbedaan waktu yang pasti antara kapal dengan titik yang telah ditentukan, seperti Meridian Greenwich. Pada tahun 1759, seorang pembuat jam yang bernama John Harrison merancang alat semacam itu dan James Cook menggunakan alat ini selama perjalanannya mengarungi samudra.

[127] Kini Sistem Pemosisi Global (GPS) menggunakan lebih dari tiga puluh satelit untuk memungkinkan navigasi secara akurat di seluruh dunia. [127] Terkait dengan peta yang juga sangat penting untuk navigasi, pada abad kedua, Ptolemeus telah memetakan wilayah-wilayah dunia yang dikenal pada masa itu, dari " Fortunatae Insulae" ( Tanjung Verde atau Kepulauan Kanari) di barat hingga Teluk Thailand di timur.

Peta ini digunakan pada tahun 1492 oleh Kristoforus Kolumbus. [128] Kemudian, Gerardus Mercator membuat peta dunia pada tahun 1538 dengan proyeksi yang meluruskan garis-garis rhumb, [9] (hlm.12–13) sehingga menghasilkan proyeksi yang terlalu besar untuk wilayah-wilayah di lintang tinggi seperti wilayah Artik.

Pada abad ke-18, peta yang tersedia sudah lebih baik daripada sebelumnya, dan salah satu tujuan perjalanan James Cook adalah untuk melakukan pemetaan lebih lanjut. Penelitian ilmiah berlanjut dengan pengukuran kedalaman oleh Tuscarora, penelitian samudra oleh ekspedisi Challenger (1872–1876), kiprah pelaut Skandinavia Roald Amundsen dan Fridtjof Nansen, ekspedisi Michael Sars pada tahun 1910, ekspedisi Atlantik Jerman pada tahun 1925, survei Discovery II di Antarktika pada tahun 1932, dan seterusnya.

[23] Selain itu, pada tahun 1921, didirikan Organisasi Hidrografi Internasional yang merupakan badan yang kompeten dalam melakukan survei hidrografi dan pemetaan bahari. [129] Sejarah oseanografi dan penjelajahan laut dalam [ sunting - sunting sumber ] Don Walsh (kiri) dan Jacques Piccard (tengah) di dalam batiskaf selam Trieste Oseanografi ilmiah bermula dari pelayaran Kapten James Cook dari tahun 1768 hingga 1779 yang mendeskripsikan Lautan Pasifik dari 71 derajat Selatan hingga 71 derajat Utara dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

[9] (hlm.14) Kronometer buatan John Harrison membantu navigasi dan pemetaan yang dilakukan oleh James Cook selama dua perjalanannya, dan keberhasilan ini lalu meningkatkan standar upaya-upaya penelitian berikutnya. [9] (hlm.14) Ekspedisi-ekspedisi lainnya dilancarkan pada abad ke-19 oleh Rusia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, serta Britania Raya.

[9] (hlm.15) Kemudian, di atas HMS Beagle yang ditumpangi oleh Charles Darwin selama perjalanan yang memberikannya ilham untuk menulis buku On the Origin of Species, nakhoda kapalnya, Robert FitzRoy, memetakan lautan dan pesisir dan menerbitkan laporan yang terdiri dari empat volume mengenai tiga perjalanan kapal tersebut pada tahun 1839.

[9] (hlm.15) Buku Edward Forbes dari tahun 1854 yang berjudul Distribution of Marine Life berpendapat bahwa kehidupan tidak bisa tumbuh di bawah kedalaman 600 meter, tetapi hal ini kemudian dibantah oleh ahli biologi Britania W. B. Carpenter dan C.

Wyville Thomson yang menemukan kehidupan di laut dalam dengan metode pengerukan pada tahun 1868. [9] (hlm.15) Wyville Thompson lalu menjadi kepala ilmuwan ekspedisi Challenger pada 1872–1876, yang menjadi perintis ilmu oseanografi.

[9] (hlm.15) Dalam perjalanan keliling dunia sepanjang 68.890 mil laut (127.580 km), HMS Challenger menemukan sekitar 4.700 spesies laut baru, dan juga melakukan 492 pemeruman laut dalam, 133 pengerukan dasar laut, 151 pemukatan perairan lepas, dan 263 pengamatan suhu air.

[130] Di Samudra Atlantik Selatan pada tahun 1898/1899, Carl Chun di atas Valdivia menemukan banyak bentuk kehidupan baru dari kedalaman yang melebihi 4.000 m. Pengamatan hewan laut dalam di lingkungan alami mereka pertama kali dilakukan pada tahun 1930 oleh William Beebe dan Otis Barton yang turun hingga kedalaman 434 m dengan menggunakan batisfer yang terbuat dari baja.

[131] Kemudian, pada tahun 1960, Jacques Piccard mengembangkan batiskaf selam Trieste yang berhasil membawa Don Walsh dan Jacques Piccard ke dasar Palung Mariana di Samudra Pasifik dan mencapai rekor kedalaman 10.915 m. [132] Pencapaian yang sama baru terulang pada tahun 2012 ketika James Cameron mengemudikan Deepsea Challenger ke kedalaman serupa.

[133] Pakaian selam atmosfer dapat dikenakan untuk menjelajahi dasar laut, dan rekor dunia untuk penjelajahan terdalam dengan menggunakan pakaian ini dicetak pada tahun 2006 ketika seorang penyelam Angkatan Laut Amerika Serikat mencapai kedalaman 610 m. [134] Di laut dalam, sinar matahari tidak dapat tembus dan tekanannya sangat tinggi. Untuk menjelajahi laut dalam, diperlukan kendaraan-kendaraan khusus, baik itu kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jauh dan dlengkapi dengan pencahayaan dan kamera, atau kendaraan selam yang dapat ditumpangi awak.

Kendaraan selam Mir dapat ditumpangi oleh tiga awak dan turun hingga kedalaman 6.000 m. Kendaraan tersebut dilengkapi dengan cahaya 5.000 watt, perlengkapan video, dan lengan mekanik untuk mengumpulkan sampel atau memasang alat peneliti. [135] Batimetri adalah pemetaan sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pengkajian topografi dasar lautan. Metode yang digunakan untuk mengukur kedalaman laut meliputi perum gema, laser airborne depth sounder, atau penghitungan kedalaman dari data penginderaan jauh dari satelit.

Informasi ini digunakan untuk menentukan rute kabel dan pipa bawah laut, untuk menentukan lokasi anjungan lepas pantai yang sesuai, dan untuk mencari tempat penangkapan ikan yang baru. [136] Penelitian oseanografi yang sedang berlangsung saat ini adalah penelitian kehidupan laut, konservasi, lingkungan laut, kimia laut, dinamika iklim dan permodelannya, batas udara-laut, pola cuaca, sumber daya laut, energi terbarukan, ombak dan arus, serta perancangan dan pengembangan alat-alat dan teknologi-teknologi baru untuk meneliti laut dalam.

[137] Pada era 1960-an dan 1970-an, penelitian berfokus pada taksonomi dan biologi dasar, tetapi pada era 2010-an perhatian telah teralih ke topik-topik besar seperti perubahan iklim. [138] Untuk mengumpulkan data lapisan permukaan, para peneliti dapat memanfaatkan penginderaan jauh dari satelit, tetapi untuk memperoleh data dari laut dalam diperlukan pengukuran yang dilakukan secara in situ, seperti kapal penelitian, alat pengamatan yang ditambatkan, serta kendaraan bawah laut.

[139] Perjalanan [ sunting - sunting sumber ] RMS Titanic, kapal penumpang raksasa yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 Kapal layar atau kapal paket mengangkut surat ke seberang laut. Salah satu kapal paket pertama berlayar dari Belanda ke Batavia pada tahun 1670-an. [140] Penumpang boleh naik, tetapi kondisi di dalam kapal tidak layak.

Pelayaran penumpang terjadwal kemudian berkembang, tetapi waktu pelayarannya tergantung cuaca. Ketika kapal uap menggantikan kapal layar, kapal samudra menjelma sebagai kapal penumpang.

Pada awal abad ke-20, pelayaran lintas Atlantik memakan lima hari. Banyak perusahaan kapal berlomba-lomba membuat kapal terbesar dan tercepat. Blue Riband adalah penghargaan tak resmi yang dipersembahkan kepada kapal tercepat yang melintasi Atlantik dengan jadwal rutin. Mauretania memegang rekor kecepatan 26,06 knot (48,26 km/jam) selama dua puluh tahun sejak 1909. [141] Hales Trophy, penghargaan pelayaran komersial tercepat melintasi Atlantik, dimenangkan oleh United States pada tahun 1952 dengan masa berlayar 3 hari 10 jam 40 menit.

[142] Kapal samudra nyaman, tetapi bahan bakar dan stafnya memakan biaya yang besar. Masa kejayaan kapal penumpang lintas Atlantik berakhir seiring murahnya biaya penerbangan lintas benua. Pada tahun 1958, penerbangan rutin antara New York dan Paris dengan masa tempuh tujuh jam mengguncang industri kapal penumpang transatlantik. Kapal demi kapal dipensiunkan. Beberapa kapal diloakkan dan sisanya dijadikan kapal pesiar untuk industri pelancongan dan hotel mengapung.

[143] Namun, laut masih menjadi pilihan bagi pengungsi yang menaiki perahu taklayak. Mereka biasanya membayar penyelundup agar bisa berlayar. Ada yang mengungsi karena berlindung dari penindasan dan ada pula yang mengungsi karena mencari penghidupan layak di luar negeri.

[144] Rekreasi [ sunting - sunting sumber ] Gambar seorang penyelam lengkap dengan masker selam, tabung oksigen, dan kaki katak Pemanfaatan laut untuk rekreasi dan wisata sudah dimulai pada abad ke-19, dan lalu menjadi industri yang besar pada abad ke-20. [145] Terdapat berbagai macam aktivitas rekreasi di laut, seperti yachting, balap perahu motor [146] memancing, [147] naik kapal pesiar, [148] serta kegiatan pariwisata ekologi seperti melihat paus dan mengamati burung laut.

[149] Banyak manusia yang senang bermain, berendam, atau bersantai di pantai. Namun, berendam di laut baru mulai menjadi kegiatan yang populer di Eropa pada abad ke-18 setelah Dr.

William Buchan menganjurkannya demi kesehatan. [150] Sementara itu, selancar adalah olahraga menaiki sebilah papan untuk bermanuver di atas ombak.

Olahraga laut lainnya meliputi selancar layang, [151] selancar angin, [152] dan ski air. [153] Selam bebas merupakan olahraga yang mencoba mencapai kedalaman tanpa alat bantu pernapasan. Para pemburu mutiara tradisional biasanya menyemiri kulit mereka dengan minyak, memasukkan kapas ke dalam telinga mereka, menjepit hidup mereka, dan lalu menyelam sedalam 12 m dengan keranjang untuk mengumpulkan tiram mutiara.

[154] Mata manusia tidak cocok untuk digunakan di bawah air, tetapi penglihatan dapat ditunjang dengan memakai masker selam. Alat-alat lainnya yang juga berguna untuk melakukan selam bebas adalah kaki katak dan snorkel. Sementara itu, alat bantu pernapasan bawah air memungkinkan penapasan di kedalaman selama berjam-jam.

[155] Namun, para penyelam dibatasi oleh menguatnya tekanan semakin dalam mereka menyelam, dan mereka harus menghindari penyakit dekompresi saat kembali ke permukaan. Penyelam yang hanya ingin berekreasi disarankan untuk tetap berada di atas kedalaman 30 m, karena jika mereka menyelam lebih dalam dapat terserang narkosis nitrogen.

Penyelaman yang lebih dalam dari penyelaman rekreasional sendiri hanya dapat dilakukan dengan alat dan pelatihan khusus. [155] Perdagangan [ sunting - sunting sumber ] Peta yang menunjukkan kepadatan relatif pada rute perkapalan komersial di seluruh dunia Perdagangan laut sudah ada selama beberapa milenium. Wangsa Ptolemaios berdagang dengan India dengan menggunakan pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah, sementara pada milenium pertama SM orang-orang Arab, Fenisia, Bani Israil, dan India memperdagangkan barang-barang mewah seperti rempah-rempah, emas, dan batu-batu mulia.

[156] Orang-orang Fenisia dikenal sebagai pedagang yang ulung, dan pada masa Yunani dan Romawi perdagangan terus berkembang. Meskipun perdagangan di Eropa sempat mengalami kemunduran akibat runtuhnya Kekaisaran Romawi, perdagangan masih berkembang di wilayah-wilayah lainnya seperti Afrika, Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara.

[157] Saat ini, banyak barang yang diangkut lewat laut, khususnya lewat Samudra Atlantik dan di sekitaran Lingkar Pasifik. Rute perdagangan besar melintasi Pilar-Pilar Herkules, Laut Tengah, Terusan Suez, Samudra Hindia, dan Selat Malaka; banyak kapal dagang yang juga melewati Selat Inggris. [158] Jalur-jalur perkapalan dipakai oleh kapal-kapal muatan, yang memanfaatkan arus dan angin. Lebih dari 60% lalu lintas kapal kontainer dunia melewati dua puluh rute dagang utama. [159] Peningkatan pelelehan es di Artik sejak tahun 2007 juga membuat kapal-kapal dapat melewati Perlintasan Barat Laut selama beberapa minggu pada musim panas, sehingga kapal-kapal ini dapat menghindari rute-rute lain yang lebih panjang (seperti rute lewat Terusan Panama).

[160] Secara keseluruhan, nilai barang yang diangkut lewat laut diperkirakan melebihi US$4 triliun setiap tahunnya. [161] Terdapat dua jenis muatan, yaitu muatan curah dan muatan break bulk atau muatan umum. Komoditas-komoditas dalam bentuk cair, bubuk, atau partikel diangkut dalam kapal muatan curah dan meliputi minyak, gandum, batubara, bijih, logam bekas, pasir, dan kerikil.

Muatan break bulk biasanya terdiri dari barang-barang jadi dan diangkut dalam kemasan-kemasan yang sering kali diletakkan di atas palet.

Sebelum terjadinya kontainerisasi pada era 1950-an, barang-barang dimuat, diangkut, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit. [162] Pemakaian kontainer sangat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pengangkutan, [163] dan kini kebanyakan muatan dipindahkan dengan menggunakan kontainer yang dapat dikunci dan berukuran standar yang diangkut di kapal- kapal kontainer.

[164] [164] Perikanan [ sunting - sunting sumber ] Sekitar 400 ton ikan makerel sedang diangkat dengan menggunakan pukat cincin di perairan Peru. Ikan dan produk perikanan lainnya merupakan sumber protein dan nutrien-nutrien lainnya yang diperlukan demi keseimbangan nutrisi.

[165] Pada tahun 2009, 16,6% dari asupan protein hewani dan 6,5% dari asupan protein di seluruh dunia diperoleh dari ikan. [165] Untuk memenuhi kebutuhan yang besar ini, negara-negara pesisir memanfaatkan sumber daya laut di zona ekonomi eksklusif, tetapi kapal-kapal nelayan juga semakin banyak yang pergi menangkap ikan di perairan internasional.

[166] Pada tahun 2011, jumlah produksi ikan dunia (termasuk akuakultur) diperkirakan mencapai 154 juta ton, kebanyakan untuk dikonsumsi oleh manusia.

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

{INSERTKEYS} [165] Sekitar 90 juta ton dari antaranya diperoleh dari penangkapan ikan di alam bebas, sementara sisanya berasal dari budi daya perairan. [165] Kawasan yang paling produktif adalah Samudra Pasifik Barat Laut dengan jumlah tangkapan sebesar 20,9 juta ton (27% tangkapan laut global) pada tahun 2010.

[165] Selain itu, pada tahun 2010, diperkirakan terdapat 4,36 juta kapal penangkap ikan di seluruh dunia, dan sektor perikanan juga menjadi mata pencaharian bagi 54,8 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2010. [165] Jika digabung dengan pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan perikanan, seperti pemrosesan, pemasaran, distribusi, pembuatan alat penangkap ikan, produksi es, pembangunan kapal, atau penelitian, diperkirakan perikanan secara keseluruhan menunjang kehidupan sekitar 660-820 juta orang atau 10-12% populasi dunia.

[165] Beberapa jenis kapal penangkap ikan modern adalah kapal pukat hela, kapal pukat tarik, kapal rawai, serta kapal pemrosesan ikan yang dapat berada di lautan selama berminggu-minggu dan membekukan dan memroses banyak sekali ikan. Peralatan yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan adalah pukat cincin, pukat-pukat lainnya, jaring insang, dan tali pancing panjang.

Sementara itu, jenis ikan yang paling sering ditangkap adalah haring, kod, teri, tuna, ikan sebelah, belanak, cumi-cumi, dan salmon. [167] Namun, penangkapan ikan secara berlebihan telah menjadi permasalahan yang serius. Overeksploitasi tidak hanya berdampak terhadap ikan yang ditangkap, tetapi juga terhadap predator-predator besar. [168] Hasil kajian Myers & Worm yang diterbitkan di jurnal Nature pada tahun 2003 menunjukkan bahwa perikanan yang terindustrialisasi umumnya mengurangi biomassa komunitas sebesar 80% dalam kurun waktu 15 tahun setelah dimulainya eksploitasi.

[168] Untuk menghindari overeksploitasi, banyak negara yang telah menetapkan kuota penangkapan di perairan mereka. [167] Namun, upaya untuk memulihkan sektor perikanan dapat mengakibatkan penurunan hasil tangkapan dan keuntungan nelayan, sehingga banyak negara yang enggan mengambil tindakan yang tidak populer seperti ini. [169] Meskipun begitu, hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada April 2018 menunjukkan bahwa negara-negara dapat memulihkan sektor perikanan mereka dengan mengganyang penangkapan ikan ilegal.

[169] Menurut hasil penelitian tersebut, semenjak Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mengalakkan kebijakan yang agresif dalam memberantas kapal-kapal penangkap ikan ilegal, upaya tangkap berkurang sebesar 25%. [169] Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan jumlah tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12%.

[169] Dengan mengambil langkah semacam ini, ekonomi dan persediaan pangan setempat tidak perlu dikorbankan demi proses pemulihan. [169] Tempat budi daya salmon di perairan Vestmanna, Kepulauan Faroe. Sekitar 79 juta ton produk makanan dan non-makanan juga dihasilkan dengan cara budi daya perairan pada tahun 2010.

Terdapat sekitar 600 spesies air yang dibudidayakan, termasuk produksi untuk memberi makan populasi di alam bebas. {/INSERTKEYS}

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

Hewan-hewan yang dibudidayakan termasuk ikan bersirip, krustasea, moluska, teripang, bulu babi, dan ubur-ubur. [165] Keuntungan budi daya dalam bentuk marikultur adalah ketersediaan makanan berupa plankton, dan limbah dari proses budi daya juga tersingkirkan secara alami.

[170] Terdapat beberapa metode yang digunakan. Mata jaring terapung dapat digunakan untuk ikan bersirip di laut terbuka, sementara kandang dapat dipakai di perairan yang lebih terlindungi atau kolam yang dapat disegarkan dengan air setiap kali terjadi pasang naik. Udang dapat dibudidayakan di kolam-kolam dangkal yang terhubung dengan laut terbuka.

[171] Tali rentang dapat dipasang di air untuk membudidayakan alga, tiram, dan kerang. Teripang dapat diternak di dasar perairan. [172] Program pengembangbiakkan di penangkaran juga telah membesarkan larva lobster yang kemudian dilepaskan ke alam bebas, sehingga menambah tangkapan lobster di Maine. [173] Sementara itu, terdapat paling tidak 145 spesies rumput laut yang dikonsumsi di seluruh dunia, dan beberapa telah lama dibudidayakan di Jepang dan negara-negara Asia lainnya; selain itu, terdapat pula potensi yang besar dalam mengembangkan algakultur.

[174] Terkait dengan tumbuhan-tumbuhan berbunga di laut, tidak banyak yang dijadikan makanan, tetapi salah satu contohnya adalah Salicornia europaea yang dapat dimakan mentah maupun matang.

[175] Salah satu kesulitan terbesar dalam melakukan budi daya perairan adalah kecenderungan monokultur dan risiko dari penyebaran penyakit. Pada era 1990-an, wabah penyakit mengakibatkan kematian massal kapis farrer dan udang putih, sehingga mereka harus digantikan oleh spesies yang lain. [176] Selain itu, budi daya perairan juga dapat berdampak terhadap lingkungan; contohnya, budi daya udang menyebabkan kehancuran hutan- hutan bakau di Asia Tenggara. [177] Hukum [ sunting - sunting sumber ] Peta Zona Ekonomi Eksklusif di Samudra Pasifik Hukum laut adalah bagian dari hukum internasional yang mengatur isu-isu maritim.

Pada tahun 1609, seorang ahli hukum yang bernama Hugo Grotius menulis sebuah risalah yang berjudul Mare Liberum. Risalah ini menyampaikan argumen-argumen yang mendukung kebebasan laut, yaitu konsep yang menyatakan bahwa laut bebas digunakan oleh semua dan tidak ada yang boleh melarang negara lain menggunakannya. [178] Cornelius van Bynkershoek lalu mengembangkan gagasan yang menyatakan bahwa negara memiliki hak atas perairan yang terletak bersebelahan dengan wilayah pesisirnya.

[179] Menurutnya, wilayah perairan suatu negara terbentang hingga sejauh mana meriam di daratan dapat menjangkau. [180] Pada masa ketika ia mengeluarkan pernyataan tersebut, jangkauan maksimal meriam di daratan adalah 3 mil laut (5.556 m), [180] sehingga negara-negara maritim pun mulai menetapkan batas tiga mil. [180] Namun, klaim sepihak Presiden Harry S.

Truman atas cadangan minyak di landas benua Amerika pada tahun 1945 [181] mengakhiri tatanan yang berlaku sebelumnya. [182] Kemudian, diadakan tiga putaran konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang merombak hukum maritim internasional, tetapi Amerika Serikat masih belum meratifikasi perjanjian yang dihasilkan oleh konferensi-konferensi tersebut.

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut ( United Nations Convention on the Law of the Sea, disingkat UNCLOS) mulai berlaku pada tahun 1994, setelah Guyana menjadi negara ke-60 yang me ratifikasi perjanjian tersebut. [182] Pasal 87(1) Konvensi tersebut menyatakan bahwa " laut lepas terbuka untuk semua negara, baik negara pantai atau terkurung daratan", dan pasal ini juga berisi contoh-contoh kebebasan laut lepas yang meliputi kebebasan berlayar, penerbangan, pemasangan kabel bawah laut, pembangunan pulau-pulau buatan, perikanan, dan penelitian ilmiah.

[183] Konvensi ini memperluas laut teritorial hingga jarak 12 mil laut (22,2 km) dari garis pangkal yang umumnya merupakan (tetapi tidak selalu sama dengan) garis air rendah. "Perairan internal" sendiri terletak dari garis pangkal ke arah daratan dan sepenuhnya dikendalikan oleh negara pantai.

Di sisi lain, "zona tambahan" terletak hingga sejauh 12 mil laut dari laut teritorial, dan di sini negara dapat melakukan pengejaran seketika terhadap kapal-kapal yang dinyatakan melanggar hukum bea cukai, perpajakan, imigrasi, atau polusi di laut teritorial. Selain itu, " zona ekonomi eksklusif" atau ZEE terletak sejauh 200 mil laut dari garis pangkal dan memberikan hak untuk mengeksploitasi kehidupan laut dan mineral kepada negara pantai.

Sementara itu, dalam ranah hukum, "landas benua" dianggap sebagai dasar laut atau tanah di bawahnya "yang terletak di luar laut teritorialnya sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratannya hingga pinggiran luar tepi kontinen, atau hingga suatu jarak 200 mil laut dari garis pangkal darimana lebar laut teritorial diukur".

[184] Negara pantai berhak untuk mengeksploitasi sumber daya alam di landas benua. [185] Perang [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Perang laut Kendali atas laut merupakan hal yang penting untuk menjaga keamanan suatu negara maritim, dan blokade terhadap pelabuhan dapat menghentikan pasokan makanan dan barang-barang lainnya.

Pertempuran telah berkecamuk di lautan selama lebih dari 3.000 tahun. Sekitar tahun 1210 SM, Raja Het Suppiluliuma II berhasil mengalahkan dan membakar armada dari Alashiya ( Siprus modern). [186] Dalam Pertempuran Salamis pada tahun 480 SM, Themistokles mampu menjebak armada Persia yang jauh lebih besar jumlahnya di sebuah selat yang sempit, dan akhirnya berhasil menghancurkan 200 kapal Persia dengan mengorbankan 40 kapal Yunani.

[187] Salah satu pertempuran laut lain yang terkenal berlangsung pada tahun 1805, ketika armada Inggris yang dipimpin oleh Horatio Nelson berhasil mengalahkan kekuatan armada gabungan Prancis dan Spanyol dalam Pertempuran Trafalgar.

[188] Serangan Pearl Harbor Seiring dengan perkembangan teknologi dan industri, kapal-kapal perang menjadi semakin mutakhir dengan daya tembak yang semakin besar. Pada tahun 1905, armada Jepang berhasil mengalahkan armada Rusia yang telah berkelana sejauh 18.000 mil laut (33.000 km) dalam Pertempuran Tsushima. [189] Pada tahun 1906, Britania Raya mulai menggunakan kapal HMS Dreadnought yang baru saja selesai dibangun.

Kapal yang dikenal akan senapan-senapan raksasanya ini memicu perlombaan senjata laut yang sengit di antara Britania Raya dengan Kekaisaran Jerman, dan kemudian negara-negara lain juga ikut membuat kapal dreadnought mereka sendiri. [190] Kapal semacam ini baru digunakan untuk berperang dalam Pertempuran Jutland selama Perang Dunia Pertama. [191] Pada masa Perang Dunia II, kemenangan besar Britania dalam Pertempuran Taranto tahun 1940 menunjukkan pentingnya kekuatan udara di laut untuk mengalahkan kapal-kapal perang raksasa.

[192] Maka dari itu, pertempuran-pertempuran laut besar yang terjadi di Teater Pasifik (seperti Pertempuran Laut Karang, Midway, Laut Filipina, dan Teluk Leyte) didominasi oleh kapal-kapal induk.

[193] [194] Kapal selam mulai menjadi bagian yang penting dalam peperangan di laut setelah kapal-kapal selam Jerman yang dijuluki U-Boot menenggelamkan hampir 5.000 kapal pedagang milik negara-negara Sekutu, [195] termasuk kapal RMS Lusitania yang menjadi faktor yang mendorong Amerika Serikat bergabung dengan pihak Sekutu selama Perang Dunia I.

[196] Pada masa Perang Dunia II, hampir 3.000 kapal Sekutu ditenggelamkan oleh U-Boot yang mencoba menghentikan pengiriman persediaan ke Britania, [197] tetapi Sekutu berhasil mematahkan blokade ini dalam Pertempuran Atlantik dan menenggelamkan 783 U-Boot.

[198] Semenjak tahun 1960, beberapa negara telah memiliki armada kapal selam misil balistik bertenaga nuklir, yang dapat meluncurkan misil balistik ber senjata nuklir dari dasar laut. Beberapa kapal selam semacam ini melakukan patroli secara permanen. [199] [200] Perompakan [ sunting - sunting sumber ] Para perompak Somalia dengan senapan serbu AKM, granat berpeluncur roket RPG-7, dan pistol semi otomatis.

Perompakan di laut sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, dan kemungkinan kegiatan semacam ini muncul bersamaan dengan dimulainya pengiriman barang lewat kapal. [201] Selat-selat sempit yang dilalui oleh kapal-kapal dagang sering kali dimanfaatkan oleh para perompak yang mencari keuntungan. [202] Pada awal abad ke-21, perompakan masih menjadi masalah yang serius, dan pada tahun 2004 kegiatan pembajakan di laut diperkirakan mengakibatkan kerugian sebesar US$16 miliar per tahun. [203] Contoh perairan yang masih menghadapi ancaman dari para perompak adalah Selat Malaka [204] dan pesisir Somalia.

[205] Dalam hukum internasional, para perompak dianggap sebagai hostis humani generis atau "musuh kemanusiaan".

[206] Tindakan pembajakan di laut dipandang sebagai ancaman terhadap keamanan dunia, dan tindakan tersebut juga sering kali dilakukan di laut lepas yang berada di luar kendali negara berdaulat, sehingga tindakan perompakan pun masuk ke dalam cakupan yurisdiksi universal. [206] Maka dari itu, semua negara dapat mengambil tindakan untuk membasmi mereka, dan para pelaku perompakan dapat diseret ke meja hijau di pengadilan negara manapun.

[206] Berdasarkan Pasal 101 UNCLOS, tindakan pembajakan di laut dapat didefinisikan sebagai "setiap tindakan kekerasan atau penahanan yang tidak sah, atau setiap tindakan memusnahkan, yang dilakukan untuk tujuan pribadi oleh awak kapal atau penumpang dari suatu kapal (.) swasta, dan ditujukan di laut lepas, terhadap kapal (.) lain atau terhadap orang atau barang yang ada di atas kapal (.) demikian, [atau] terhadap suatu kapal (.), orang, atau barang di suatu tempat di luar yurisdiksi negara manapun", [207] sehingga tindakan pembajakan di laut tidak sama dengan peperangan di laut yang berlangsung di antara pihak-pihak yang diakui sebagai subjek hukum internasional.

[206] Pembangkit listrik [ sunting - sunting sumber ] Pembangkit listrik tenaga pasang surut pertama di dunia: Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Rance dengan panjang satu kilometer, yang menghasilkan sekitar 540 GWh per tahun, sekitar 3% dari total konsumsi listrik di Bretagne pada tahun 2011. [208] Di laut terdapat persediaan energi yang amat besar dalam bentuk ombak, pasang laut, perbedaan salinitas, dan perbedaan suhu samudra, dan sumber-sumber energi ini dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.

[209] Energi laut yang ramah lingkungan meliputi energi pasang surut, tenaga arus laut, tenaga osmosis, tenaga panas samudra, dan tenaga ombak. [209] [210] Tenaga pasang surut menggunakan generator untuk menghasilkan listrik dari pasang laut, terkadang dengan menggunakan bendungan untuk menyimpan dan kemudian mengeluarkan air laut.

Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Rance dengan panjang satu kilometer di dekat St Malo, Bretagne, sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pada tahun 1967; pembangkit listrik tersebut menghasilkan sekitar 0,5 GW, tetapi tidak banyak yang mencoba mengikuti langkah membangun pembangkit listrik semacam ini.

[9] (hlm.111–112) Energi ombak yang besar dan sering kali berubah-ubah menjadikan tenaga ini sebagai tenaga dengan kemampuan merusak yang dahsyat, sehingga mesin ombak yang murah dan dapat diandalkan sulit untuk dikembangkan. Pembangkit listrik tenaga ombak dengan kapasitas 2 MW yang disebut "Osprey" dibangun di Skotlandia Utara pada tahun 1995, sekitar 300 meter di lepas pantai. Mesin tersebut kemudian rusak akibat ombak, dan lalu hancur akibat badai.

[9] (hlm.112) Sementara itu, energi arus samudra dapat memenuhi kebutuhan energi daerah yang dekat dengan laut. [211] Pada dasarnya, energi tersebut dapat dimanfaatkan dengan menggunakan turbin; sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan turbin di dasar laut juga dapat dibuat, tetapi terbatas di kedalaman sekitar 40 m.

[212] Energi angin sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pantai diperoleh dari pergerakan turbin angin yang ditempatkan di laut; pembangkit listrik semacam ini memiliki keunggulan, karena kecepatan angin di laut lebih tinggi daripada di daratan, walaupun ladang angin sebenarnya membutuhkan biaya yang lebih besar untuk dibangun di lepas pantai. [213] Ladang angin lepas pantai pertama didirikan di Denmark pada tahun 1991, [214] dan kapasitas kincir angin di lepas pantai Eropa mencapai 3 GW pada 2010.

[215] Pembangkit listrik sering kali terletak di pesisir atau di samping muara agar laut dapat dimanfaatkan sebagai pembuang panas. Pembuang panas yang lebih dingin akan membuat pembangkit listrik menjadi lebih efisien, yang sangat penting untuk pembangkit listrik yang mahal seperti pembangkit listrik tenaga nuklir.

[216] Industri ekstraktif [ sunting - sunting sumber ] Anjungan lepas pantai di perairan Brasil Di dasar laut terdapat banyak cadangan mineral yang dapat dieksploitasi dengan melakukan pengerukan. Keunggulan pengerukan bila dibandingkan dengan penambangan di daratan adalah peralatannya yang dapat dibuat di galangan kapal khusus serta biaya infrastruktur yang lebih rendah. Namun, terdapat pula beberapa kerugian, yaitu masalah yang dipicu oleh ombak dan pasang laut, risiko akumulasi lanau akibat penggalian, serta bahan buangan dari kegiatan penambangan yang dapat terbawa oleh air.

Terdapat pula risiko erosi wilayah pesisir dan kerusakan lingkungan hidup. [217] Fasilitas desalinasi yang menggunakan proses osmosis terbalik Endapan-endapan sulfida dalam jumlah yang besar di dasar laut dapat menjadi sumber perak, emas, tembaga, timbal, seng, dan logam-logam lainnya.

Endapan-endapan tersebut terbentuk ketika air yang mengalami pemanasan secara geotermal dikeluarkan dari ventilasi hidrotermal di laut dalam. Bijih-bijihnya bermutu tinggi, tetapi terlalu mahal untuk diambil.

[218] Penambangan berskala kecil di dasar laut sedang dikembangkan di lepas pantai Papua Nugini dengan menggunakan teknik-teknik robotik, tetapi rintangannya sangat besar.

[219] Terdapat cadangan minyak dan gas yang besar di bebatuan di bawah dasar laut. Anjungan lepas pantai dan anjungan pengeboran menyedot minyak atau gas dan menyimpannya untuk diangkut ke darat. Proses produksi minyak dan gas lepas pantai tidaklah mudah akibat lingkungan yang keras dan terpencil.

[220] Pengeboran minyak di laut memiliki dampak terhadap lingkungan. Hewan-hewan bisa salah arah akibat gelombang-gelombang seismik yang digunakan untuk mencari cadangan minyak, dan hal ini mungkin mengakibatkan terdamparnya paus. [221] Unsur-unsur beracun seperti raksa, timbal, dan arsenik dapat dikeluarkan selama produksi minyak. Infranstrukturnya juga bisa menyebabkan kerusakan dan minyaknya dapat mengalami kebocoran.

[222] Metana klatrat dalam jumlah yang besar dapat ditemui di dasar laut dan di sedimen lautan pada suhu sekitar 2 °C, dan senyawa ini dianggap sebagai sumber energi potensial. Diperkirakan jumlahnya berkisar antara satu hingga lima juta kilometer kubik. [223] Di dasar laut juga terdapat nodul mangan yang terdiri dari lapisan besi, mangan, dan hidroksida-hidroksida lainnya di sekeliling bagian inti. Di Samudra Pasifik, nodul mangan mungkin melapisi sekitar 30% dasar laut.

Mineral ini mengalami reaksi pengendapan dari air laut. Kemungkinan untuk mengambil sumber daya ini untuk memperoleh nikel sempat diselidiki pada era 1970-an, tetapi kemudian ditinggalkan karena terdapat sumber-sumber lain yang lebih mudah untuk dimanfaatkan. [224] Di tempat-tempat yang sesuai, berlian dikumpulkan dari dasar laut dengan menggunakan selang penghisap untuk membawa kerikil ke permukaan.

Di Namibia, berlian-berlian sekarang lebih banyak dikumpulkan dari laut ketimbang melalui metode-metode konvensional di darat. [225] Di laut terdapat banyak sekali mineral terlarut yang berharga. [226] Mineral yang paling penting adalah garam untuk keperluan rumah tangga dan industri, yang telah dikumpulkan dengan memanfaatkan penguapan di kolam-kolam dangkal semenjak zaman prasejarah. Bromin (yang mengalami akumulasi setelah terbawa dari daratan) dapat diambil dari Laut Merah, dan di situ kandungan bromin tercatat sebesar 55.000 ppm ( parts per million atau sepersejuta).

[227] Desalinasi adalah teknik untuk mengeluarkan garam dari air laut untuk menghasilkan air tawar yang layak untuk diminum atau untuk irigasi. Terdapat dua metode pengolahan utama, yaitu distilasi vakum dan osmosis terbalik, tetapi kedua metode ini membutuhkan energi yang besar. Desalinasi biasanya hanya dilakukan saat air tawar dari sumber lainnya sangat terbatas atau apabila energi berlimpah, seperti misalnya kelebihan panas yang ditimbulkan dari pembangkit listrik.

Air garam yang menjadi produk sampingan mengandung bahan-bahan beracun, sehingga dikembalikan ke laut. [228] Polusi [ sunting - sunting sumber ] Dampak polusi raksa di samudra: raksa mengalami bioakumulasi pada ikan dan mencemari rantai makanan Banyak zat yang mencemari laut akibat kegiatan manusia.

Produk-produk pembakaran terbawa oleh udara dan lalu mengendap di laut setelah terjadinya presipitasi. Limbah industri, pertanian, dan rumah tangga mengakibatkan masuknya logam berat, pestisida, PCB, disinfektan, produk pembersih, dan bahan kimia sintetik lainnya ke dalam laut.

Zat-zat sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pun menumpuk di permukaan dan di sedimen laut, terutama di lumpur muara. Dampak dari limbah-limbah ini tidak diketahui secara pasti akibat banyaknya zat yang masuk dan kurangnya informasi tentang dampaknya secara biologis. [229] Logam-logam berat yang paling mengkhawatirkan adalah tembaga, timbal, raksa, kadmium, dan seng, yang dapat mengalami bioakumulasi pada invertebrata-invertebrata laut.

Logam-logam berat ini kemudian akan mencemari rantai makanan. [230] Citra dari satelit yang terlihat seperti lukisan Malam Berbintang karya Vincent van Gogh, tetapi sebenarnya gambar ini menunjukkan peristiwa ledakan populasi alga di perairan di sekitaran Gotland, sebuah pulau milik Swedia di Laut Baltik, yang disebabkan oleh kelebihan nutrien yang dibawa oleh arus di dasar ke permukaan yang disinari matahari Kebanyakan sampah plastik yang mengambang di lautan tidak dapat langsung terurai.

[231] Akibatnya, terdapat pulau sampah raksasa yang kebanyakan terdiri dari sampah plastik di tengah girus Pasifik [232] dan di Samudra Atlantik. [233] Burung-burung laut seperti albatros dan petrel dapat mengira sampah sebagai makanan, sehingga plastik pun akan mengalami akumulasi di dalam sistem pencernaan mereka.

Penyu dan paus juga telah ditemukan dengan kantong plastik dan benang pancing di dalam perut mereka. Sementara itu, mikroplastik dapat tenggelam, sehingga mengancam hewan penyaring di dasar laut. [234] Kebanyakan polusi minyak di laut berasal dari kota dan sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan. [235] Minyak dapat membahayakan hewan-hewan laut. Misalnya, minyak sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan menutupi bulu burung-burung laut dapat mengurangi efek insulasi dan gaya apung si burung, dan minyak juga dapat tertelan dan meracuni burung ketika mereka mencoba menjilati bulu-bulunya untuk menghilangkan minyak tersebut.

Mamalia laut tidak terlalu terkena dampak polusi minyak, tetapi dapat mengalami kedinginan akibat berkurangnya efek insulasi, dan mereka juga bisa buta, dehidrasi, atau keracunan. Invertebrata-invertebrata bentik juga dapat terkontaminasi ketika minyak tenggelam, sementara ikan akan keracunan dan rantai makanan pun terganggu. Dalam jangka pendek, tumpahan minyak dapat mengurangi populasi di alam bebas dan membuat ekosistem menjadi tidak sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, mengganggu rekreasi dan pariwisata, serta merusak mata pencaharian orang-orang yang bergantung pada laut.

[236] Meskipun begitu, bakteri-bakteri di laut dapat menghilangkan minyak dari lautan. Di Teluk Meksiko, bakteri pemakan minyak sudah ada dan hanya perlu waktu beberapa hari untuk mengonsumsi tumpahan minyak. [237] Pupuk dari lahan pertanian telah menjadi sumber polusi yang besar di beberapa wilayah. Air limbah yang masuk ke laut juga memiliki dampak yang serupa. Nutrien tambahan dari kedua limbah ini dapat mengakibatkan eutrofikasi atau pertumbuhan tanaman dan alga secara berlebihan.

Hal ini dapat mengurangi kadar oksigen di air dan membunuh hewan-hewan laut. Peristiwa semacam ini telah menghasilkan zona-zona mati di Laut Baltik dan Teluk Meksiko. [235] Beberapa peristiwa ledakan populasi alga disebabkan oleh sianobakteri, yang dapat meracuni kerang-kerangan yang memakan organisme-organisme tersebut dengan cara menyaring, sehingga juga akan membahayakan hewan-hewan lain seperti berang-berang laut.

[238] Fasilitas nuklir juga dapat mencemari laut. Laut Irlandia terkontaminasi oleh sesium-137 yang bersifat radioaktif dan berasal dari pabrik pemrosesan bahan bakar nuklir Sellafield. [239] Kecelakaan nuklir juga dapat mengakibatkan masuknya materi-materi radioaktif ke dalam laut, seperti yang terjadi selama bencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I pada tahun 2011.

[240] Pembuangan limbah (termasuk minyak, cairan berbahaya, limbah, dan sampah) ke laut diatur oleh hukum internasional. Konvensi London (1972) adalah sebuah perjanjian internasional yang bertujuan mengendalikan pembuangan sampah dan limbah ke samudra, dan perjanjian tersebut telah diratifikasi oleh 89 negara pada tanggal 8 Juni 2012. [241] Selain itu, terdapat konvensi MARPOL 73/78 yang dimaksudkan untuk meminimalisasi polusi yang diakibatkan oleh kapal-kapal di laut.

Pada Mei 2013, 152 negara maritim telah meratifikasi MARPOL. [242] Suku laut asli [ sunting - sunting sumber ] Suku Bajau Di wilayah Maritim Asia Tenggara terdapat beberapa masyarakat nomaden yang tinggal di perahu dan mencukupi hampir seluruh kebutuhan mereka dari sumber daya laut. Suku Moken dapat dijumpai di pesisir Thailand dan Myanmar serta kepulauan di Laut Andaman. [243] Suku Bajau menempati wilayah pesisir Kepulauan Sulu, Mindanao, Sulawesi, Kalimantan bagian utara, hingga Maluku dan Timor.

[244] Suku-suku laut nomaden ini merupakan penyelam bebas yang handal dan mampu mencapai kedalaman 30 m, meskipun beberapa di antara mereka juga tinggal di daratan. [245] [246] Di wilayah Arktik, suku-suku asli seperti suku Chukchi, Inuit, Inuvialuit, dan Yupik memburu mamalia-mamalia laut seperti anjing laut dan paus. [247] Sementara itu, penduduk Kepulauan Selat Torres di Papua Nugini dan Australia menjalani kehidupan tradisional dengan berburu, memancing, berkebun, dan berdagang dengan suku-suku tetangga di daratan utama.

[248] Dalam budaya [ sunting - sunting sumber ] Lukisan The Gulf Stream (1899) karya Winslow Homer. Dalam kebudayaan manusia, laut telah ditafsirkan dengan sudut pandang yang saling berlawanan: laut dianggap kuat tetapi tenang, atau indah tetapi berbahaya.

[9] (hlm.10) Laut telah digambarkan dalam sastra, seni, puisi, film, drama, musik klasik, mitologi, dan agama. [249] Bangsa-bangsa kuno menciptakan personifikasi laut, dan meyakini bahwa laut dikendalikan oleh dewa/dewi. Laut juga dianggap sebagai tempat yang tidak bersahabat, dan juga sebagai tempat tinggal makhluk-makhluk besar seperti Lewiatan dalam Alkitab, [250] Skilla dalam mitologi Yunani, [251] Isonade dalam mitologi Jepang, [252] dan kraken dalam mitologi Nordik akhir.

[253] Laut, kehidupan di dalamnya, dan kapal-kapal telah digambarkan dalam seni rupa, dari gambar-gambar sederhana di dinding pondok-pondok di Lamu [249] hingga lukisan bentang laut karya Joseph Turner.

Dalam lukisan Zaman Keemasan Belanda, seniman-seniman seperti Jan Porcellis, Hendrick Dubbels, Willem van de Velde de Oude dan anaknya, dan Ludolf Bakhuizen memuliakan laut dan angkatan laut Republik Belanda pada puncak kejayaannya. [254] [255] Seniman Jepang Katsushika Hokusai juga membuat seni ukiyo-e yang menggambarkan laut, termasuk Ombak Besar di Kanagawa. [9] (hlm.8) Ombak Besar di Kanagawa karya Hokusai dari sekitar tahun 1829 Musik juga telah diilhami oleh samudra, termasuk komponis yang tinggal atau bekerja di dekat pesisir dan melihat laut dari berbagai sudut pandang.

Yel-yel laut dinyanyikan oleh para marinir untuk meringankan tugas-tugas berat, dan semenjak itu langgam semacam ini telah meresap ke dalam komposisi musik, termasuk musik yang menggambarkan air yang tenang, ombak yang menghantam, dan badai di laut.

[256] Musik klasik yang terkait dengan laut meliputi Der fliegende Holländer karya Richard Wagner, [257] La mer (1903–05) karya Claude Debussy, [258] Songs of the Sea (1904) dan Songs of the Fleet (1910) karya Charles Villiers Stanford, Sea Pictures (1899) karya Edward Elgar, dan A Sea Symphony (1903–1909) karya Ralph Vaughan Williams.

[259] Sebagai sebuah simbol, laut telah menjadi tema dalam sastra, puisi, dan mimpi. Terkadang laut digambarkan sebagai latar belakang yang tenang, tetapi tema-tema yang sering kali digunakan adalah badai, kapal karam, pertempuran, kesulitan, bencana, pupusnya harapan, atau kematian.

[260] Contohnya, Homeros di dalam wiracaritanya yang berjudul Odisseia menceritakan perjalanan sepuluh tahun seorang pahlawan Yunani yang bernama Odisseus, yang berjuang untuk pulang dan harus mengarungi lautan yang sangat berbahaya seusai perang yang digambarkan dalam Iliad. [261] Laut juga sering kali menjadi tema dalam puisi-puisi Haiku karya penyair Jepang dari Zaman Edo, Matsuo Bashō (松尾 芭蕉) (1644–1694).

[262] Dalam sastra modern, novel-novel yang diilhami oleh laut telah ditulis oleh Joseph Conrad (yang didasarkan pada pengalamannya sendiri di laut), [263] Herman Wouk, [264] dan Herman Melville. [265] Dalam karya-karya psikiater Carl Jung, laut melambangkan ketidaksadaran kolektif dan pribadi di dalam penafsiran mimpi, sementara kedalaman laut merupakan simbol kedalaman budi tak-sadar.

[266] Walaupun asal mula kehidupan di Bumi masih diperdebatkan, [267] ilmuwan dan penulis Rachel Carson di dalam buku The Sea Around Us yang ditulis pada tahun 1951 menulis bahwa, "Memang aneh bahwa laut, yang merupakan tempat asal manusia, kini terancam oleh aktivitas-aktivitas salah satu jenis kehidupan itu. Namun laut, walaupun berubah dengan cara yang beralamat buruk, akan tetap ada: ancaman itu adalah ancaman terhadap kehidupan itu sendiri".

[268] Catatan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Catatan: ini adalah sebuah definisi umum yang secara konseptual ada pada sumber-sumber dari teknis, bahan ajar, hingga kamus (kamus menjadi standar penggunaan oleh orang pada umumnya).

Baca lebih lanjut pada isi utama artikel dan catatan kaki lainnya mengenai arti lengkap dari istilah ini. • ^ Satu definisi menyatakan bahwa laut adalah bagian dari samudra, meskipun sekarang Organisasi Hidrografi Internasional mendefinisikan batas-batas samudra dunia dengan menggunakan perairan yang tidak termasuk wilayah laut [4] sehingga pada dasarnya definisi ditentukan hanya dari kebiasaan tanpa mematok ketentuan khusus.

[10] Definisi yang digunakan dalam bahan ajar, dengan mempertimbangkan antara pengertian teknis dan sehari-hari, umumnya menyatakan bahwa "laut" adalah istilah untuk perairan asin yang "terkunci daratan", dengan pengecualian kemudian harus dibuat untuk laut yang dibatasi oleh arus samudra seperti Laut Sargasso.

[1] [2] Definisi ketiga menyatakan bahwa laut harus memiliki bagian dasar yang terbentuk dari kerak samudra. Definisi ini dapat meliputi Laut Kaspia yang sebagiannya merupakan samudra pada zaman dahulu.

[11] • ^ Konvensi UNCLOS tidak mencakup Laut Kaspia yang sebagai gantinya disebut "danau internasional" dalam ranah hukum. [13] • ^ Penelitian terhadap mineral ringwoodit hidrat yang timbul dari letusan gunung berapi menunjukkan bahwa zona transisi antara mantel Bumi bagian bawah dan atas mengandung air yang jumlahnya setara [18] hingga tiga kali lipat [19] dari seluruh air di samudra di permukaan.

Eksperimen yang mereka ulang kondisi mantel Bumi bawah juga menunjukkan bahwa masih banyak air yang dapat ditemukan yang jumlahnya dapat mencapai lima kali lipat dari yang terdapat di samudra-samudra dunia.

[20] • ^ Sebagai gambaran untuk mengetahui seberapa besar perubahan ini, jika pH plasma darah manusia meningkat dari kadar normal sebesar 7,4 menjadi di atas 7,8, atau turun hingga di bawah 6,8, kematian akan terjadi. [89] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b National Geographic (2011-09-27). "Sea". Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Geographic. Diakses tanggal 2017-01-07. • ^ a b Karleskint, G. (2009). Introduction to Marine Biology.

Boston: Cengage Learning. hlm. 47. ISBN 9780495561972. Diakses tanggal 2017-01-07. • ^ Bishop, T.; et al. "Then and Now: The HMS Challenger Expedition and the 'Mountains in the Sea' Expedition".

Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 2018-09-04. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ a b Organisasi Hidrografi Internasional (1953). Limits of Oceans and Seas (Special Publication №28) (PDF) (edisi ke-ke-3). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-10-08. Diakses tanggal 2010-02-07.

• ^ Oxford English Dictionary, 1st ed. "sea, n." Oxford University Press 1911. • ^ a b c Reddy, M. P. M. (2001). Descriptive Physical Oceanography. Leiden: A.A. Balkema. hlm. 112. ISBN 90-5410-706-5. • ^ "Sea". Merriam-webster.com.

Diakses tanggal 13 Maret 2013. • ^ NOS Staff (2014-03-25). "What's the Difference between an Ocean and a Sea?". Ocean Facts. National Ocean Service (NOS), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Diakses tanggal 2017-01-07 – via OceanService.NOAA.gov. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa Stow, Dorrik A.V. (2004). Encyclopedia of the Oceans. Oxford: Oxford University Press. ISBN 0198606877.

Diakses tanggal 2017-01-07. • ^ American Society of Civil Engineers (1994). The Glossary of the Mapping Sciences. ASCE Publication. hlm. 365. ISBN 0-7844-7570-9. • ^ Conforti, B. (2005). The Italian Yearbook of International Law Vol. 14. Martinus Nijhoff.

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

hlm. 237. ISBN 978-90-04-15027-0. • ^ Vukas, B. (2004). The Law of the Sea: Selected Writings. Martinus Nijhoff. hlm. 271. ISBN 978-90-04-13863-6. • ^ Gokay, B. (2001). The Politics of Caspian Oil. Palgrave Macmillan. hlm. 74. ISBN 978-0-333-73973-0. • ^ Ravilious, K. (2009-04-21). "Most Earthlike Planet Yet Found May Have Liquid Oceans". National Geographic. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-12.

• ^ National Aeronautics and Space Administration. sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Visible Earth: The Blue Marble". National Aeronautics and Space Administration. Diakses tanggal 2018-09-11. • ^ a b United States Geological Survey (2016-12-02). "How much water is there on Earth, from the USGS Water Science School". Diakses tanggal 2018-09-11. • ^ Frederick, John E. (2008). Principles of Atmospheric Science.

Jones and Bartlett. hlm. 80. • ^ Oskin, B. (2014-03-12). "Rare Diamond Confirms that Earth's Mantle Holds an Ocean's Worth of Water". Scientific American. Diakses tanggal 2018-09-11. • ^ Schmandt, B.; Jacobsen, S. D.; Becker, T. W.; Liu, Z.; Dueker, K. G. (2014). "Dehydration melting at the top of the lower mantle". Science. 344 (6189): 1265–68. Bibcode: 2014Sci.344.1265S.

doi: 10.1126/science.1253358. • ^ Murakami, M. (2002). "Water in Earth's Lower Mantle". Science. 295 (5561): 1885–87. Bibcode: 2002Sci.295.1885M.

doi: 10.1126/science.1065998. • ^ b., R. N. R.; Russell, F. S.; Yonge, C. M. (1929). "The Seas: Our Knowledge of Life in the Sea and How It is Gained". The Geographical Journal.

73 (6): 571. doi: 10.2307/1785367. JSTOR 1785367. • ^ Stewart, R. H. (2008). "Introduction To Physical Oceanography" (PDF). Texas A & M University. hlm. 2–3. • ^ a b Monkhouse, F.J. (1975). Principles of Physical Geography. Hodder & Stoughton. hlm. 327–328. ISBN 978-0-340-04944-0. • ^ a b Millero, F. J.; Feistel, R.; Wright, D. G.; McDougall, T. J. (2008).

"The composition of Standard Seawater and the definition of the Reference-Composition Salinity Scale". Deep-Sea Research Part I: Oceanographic Research Papers. 55: 50–72. Bibcode: 2008DSRI.55.50M. doi: 10.1016/j.dsr.2007.10.001. • ^ Cowen, R. (5 Oktober 2011). "Comets take pole position as water bearers". Nature. Diakses tanggal 10 September 2013. • ^ Pond, S. (1978). Introductory Dynamic Oceanography. Pergamon Pres. hlm. 5. ISBN 0750624965. • ^ "Ocean salinity". Science Learning Hub (dalam bahasa Inggris).

Diakses tanggal 2017-07-02. • ^ Anati, D. A. (1999). "The salinity of hypersaline brines: Concepts and misconceptions". International Journal of Salt Lake Research. 8: 55. doi: 10.1023/A:1009059827435. Diakses tanggal 3 Februari 2016. • ^ Swenson, H. "Why is the Ocean Salty?". US Geological Survey. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-04-18. • ^ "Drinking Seawater Can Be Deadly to Humans". NOAA. 2013-01-11. Diakses tanggal 2013-09-16.

• ^ a b Talley, L. D. (2002). "Salinity Patterns in the Ocean". Dalam MacCracken, M. C.; Perry, J. S. Encyclopedia of Global Environmental Change, Volume 1, The Earth System: Physical and Chemical Dimensions of Global Environmental Change.

John Wiley & Sons. hlm. 629–630. ISBN 0-471-97796-9. • ^ Feistel, R.; et al. (2010). "Density and Absolute Salinity of the Baltic Sea 2006–2009". Ocean Science. 6: 3-24. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ Talley, Lynne D (2011). Descriptive Physical Oceanography: An Introduction (edisi ke-6). Elsevier.

hlm. 381. ISBN 978-0-7506-4552-2. • ^ Gordon, A. (2004). "Ocean Circulation". The Climate System. Columbia University. • ^ "Sea Water, Freezing of". Water Encyclopedia. Diakses tanggal 12 Oktober 2013. • ^ Jeffries, Martin O. (2012). "Sea ice". Encyclopedia Britannica. Britannica Online Encyclopedia. Diakses tanggal 21 April 2013. • ^ a b Russell, F.S. (1928) The Seas. hlm. 225–27. Frederick Warne. • ^ Swedish Meteorological and Hydrological Institute (2010).

"Oxygen in the Sea". • ^ Shaffer, G. .; Olsen, S. M.; Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, J. O. P. (2009). "Long-term ocean oxygen depletion in response to carbon dioxide emissions from fossil fuels". Nature Geoscience. 2 (2): 105–09.

Bibcode: 2009NatGe.2.105S. doi: 10.1038/ngeo420. • ^ Ahrens, C. Donald; Jackson, Peter Lawrence; Jackson, Christine E. J.; Jackson, Christine E.

O. (2012). Meteorology Today: An Introduction to Weather, Climate, and the Environment. Cengage Learning. hlm. 283. ISBN 0-17-650039-1. • ^ a b c d "Ocean Currents". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. • ^ Pope, Vicky (2 Februari 2007). "Models 'key to climate forecasts '". BBC. • ^ Cushman-Roisin, Benoit; Beckers, Jean-Marie (2011). Introduction to Geophysical Fluid Dynamics: Physical and Numerical Aspects.

Academic Press. ISBN 978-0-12-088759-0. • ^ Wunsch, C. (2002). "What Is the Thermohaline Circulation?". Science. 298 (5596): 1179–81. doi: 10.1126/science.1079329. PMID 12424356. • ^ "Long-shore currents".

Orange County Lifeguards. 2007. • ^ "Rip current characteristics". Rip currents. University of Delaware Sea Grant College Program. • ^ a b c "Tides and Water Levels". NOAA Oceans and Coasts. NOAA Ocean Service Education. Diakses tanggal 20 April 2013. • ^ "Tidal amplitudes". Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan of Guelph. Diakses tanggal 12 September 2013. • ^ a b "Tides".

Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. • ^ Untuk penjelasannya, lihat Eginitis, D. (1929). "The problem of the tide of Euripus". Astronomische Nachrichten. 236 (19–20): 321–28. Bibcode: 1929AN.236.321E. doi: 10.1002/asna.19292361904. Lihat pula komentar tentang penjelasan ini dalam Lagrange, E. (1930). "Les marées de l'Euripe".

Ciel et Terre (Bulletin of the Société Belge d'Astronomie) (dalam bahasa French). 46: 66–69. Bibcode: 1930C&T.46.66L. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Cline, Isaac M. (4 Februari 2004).

"Galveston Storm of 1900". National Oceanic and Atmospheric Administration. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 21 April 2013. • ^ a b c "Ocean waves". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 17 April 2013. • ^ Young, I. R. (1999). Wind Generated Ocean Waves. Elsevier. hlm. 83. ISBN 0-08-043317-0.

• ^ a b Garrison, Tom (2012). Essentials of Oceanography. Edisi ke-6. hlm. 204 ff. Brooks/Cole, Belmont. ISBN 0321814053. • ^ National Meteorological Library and Archive (2010).

"Fact Sheet 6—The Beaufort Scale". Met Office ( Devon) • ^ Holliday, N. P.; Yelland, M. J.; Pascal, R.; Swail, V. R.; Taylor, P. K.; Griffiths, C. R.; Kent, E.

(2006). "Were extreme waves in the Rockall Trough the largest ever recorded?". Geophysical Research Letters. 33 (5): L05613. Bibcode: 2006GeoRL.33.5613H. doi: 10.1029/2005GL025238. • ^ Laird, Anne (2006). "Observed Statistics of Extreme Waves". Naval Postgraduate School ( Monterey). • ^ a b c "Physics of Tsunamis". National Tsunami Warning Center of the USA.

Diakses tanggal 14 Oktober 2018. • ^ a b c d "Life of a Tsunami". Tsunamis & Earthquakes. US Geological Survey. • ^ a b "The Physics of Tsunamis". Earth and Space Sciences. University of Washington. • ^ Our Amazing Planet staff (12 Maret 2012).

"Deep Ocean Floor Can Focus Tsunami Waves". Livescience. Diakses tanggal 4 Oktober 2013. • ^ Berry, M. V. (2007). "Focused tsunami waves". Proceedings of the Royal Society: A. 463. doi: 10.1098/rspa.2007.0051. • ^ Bureau of Meteorology of the Australian Government. " Tsunami Facts and Information". • ^ a b c Monkhouse, F. J. (1975). Principles of Physical Geography. Hodder & Stoughton. hlm. 280–91. ISBN 978-0-340-04944-0. • ^ Whittow, John B.

(1984). The Penguin Dictionary of Physical Geography. Penguin Books. hlm. 29, 80, 246. ISBN 978-0-14-051094-2. • ^ "Thames Barrier engineer says second defence needed". BBC News.

5 Januari 2013. • ^ Plant, G.W.; Covil, C.S; Hughes, R.A. (1998). Site Preparation for the New Hong Kong International Airport. Thomas Telford. hlm. 1–4, 43. ISBN 978-0-7277-2696-4. • ^ Pidwirny, Michael (28 Maret 2013). "Structure of the Earth". The Encyclopedia of Earth. • ^ Pidwirny, Michael (28 Maret 2013). "Plate tectonics". The Encyclopedia of Earth. • ^ "Plate Tectonics: The Mechanism". University of California Museum of Paleontology. • ^ "Scientists map Mariana Trench, deepest known section of ocean in the world".

The Telegraph. 7 Desember 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-11-10. Diakses tanggal 2018-05-01. • ^ "Peru-Chile Trench". Encyclopædia Britannica online. • ^ Muller, R. D.; et al. (2008). "Long-Term Sea-Level Fluctuations Driven by Ocean Basin Dynamics". Science. 319 (5868): 1357–62. Bibcode: 2008Sci.319.1357M.

doi: 10.1126/science.1151540. PMID 18323446. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ Douglas, B. C. (1997). "Global sea rise: a redetermination". Surveys in Geophysics. 18 (2/3): 279–92. Bibcode: 1997SGeo.18.279D. doi: 10.1023/A:1006544227856. • ^ Bindoff, N. L.; et al. (2007). Observations: Oceanic Climate Change and Sea Level. Cambridge University Press.

hlm. 385–428. ISBN 978-0-521-88009-1. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit ( link) • ^ Meehl, G. A.; Washington, W. M.; Collins, W. D.; Arblaster, J. M.; Hu, A.; Buja, L. E.; Strand, W. G.; Teng, H. (2005).

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

"How Much More Global Warming and Sea Level Rise?" (Full free text). Science. 307 (5716): 1769–72. Bibcode: 2005Sci.307.1769M. doi: 10.1126/science.1106663. PMID 15774757. • ^ "The Water Cycle: The Oceans". US Geological Survey. • ^ Vesilind, P. J. (2003).

"The Driest Place on Earth". National Geographic. • ^ "Endorheic Lakes: Waterbodies That Don't Flow to the Sea". The Watershed: Water from the Mountains into the Sea. United Nations Environment Programme. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-27.

Diakses tanggal 2018-05-02. • ^ a b Falkowski, P.; Scholes, R. J.; Boyle, E.; Canadell, J.; Canfield, D.; Elser, J.; Gruber, N.; Hibbard, K.; Högberg, P.; Linder, S.; MacKenzie, F. T.; Moore b, 3.; Pedersen, T.; Rosenthal, Y.; Seitzinger, S.; Smetacek, V.; Steffen, W. (2000). "The Global Carbon Cycle: A Test of Our Knowledge of Earth as a System".

Science. 290 (5490): 291–96. Bibcode: 2000Sci.290.291F. doi: 10.1126/science.290.5490.291. PMID 11030643. • ^ Sarmiento, J. L.; Gruber, N. (2006). Ocean Biogeochemical Dynamics. Princeton University Press. • ^ a b Prentice, I. C. (2001). Houghton, J. T., ed. "The carbon cycle and atmospheric carbon dioxide". Climate change 2001: the scientific basis: contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergouvernmental Panel on Climate Change.

• ^ McSween, Harry Y.; McAfee, Steven (2003). Geochemistry: Pathways and Processes. Columbia University Press. hlm. 143. • ^ a b "Ocean Acidification". National Geographic. 27 April 2017. Diakses tanggal 9 Oktober 2018. • ^ Feely, R. A.; Sabine, C. L.; Lee, K; Berelson, W; Kleypas, J; Fabry, V. J.; Millero, F.

J. (2004). "Impact of Anthropogenic CO 2 on the CaCO 3 System in the Oceans". Science. 305 (5682): 362–66. Bibcode: 2004Sci.305.362F. doi: 10.1126/science.1097329. PMID 15256664. • ^ Zeebe, R. E.; Zachos, J. C.; Caldeira, K.; Tyrrell, T. (2008). "OCEANS: Carbon Emissions and Acidification". Science. 321 (5885): 51–52. doi: 10.1126/science.1159124. PMID 18599765. • ^ Gattuso, J.-P.; Hansson, L.

(2011). Ocean Acidification. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-959109-1. OCLC 730413873. • ^ a b "Ocean acidification". Department of Sustainability, Environment, Water, Population & Communities: Australian Antarctic Division. 28 September 2007.

• ^ Tanner, G. A. (2012). "Acid-Base Homeostasis". Dalam Rhoades, R. A.; Bell, D. R. Medical Physiology: Principles for Clinical Medicine. Lippincott Williams & Wilkins. ISBN 978-1-60913-427-3. • ^ Pinet, Paul R. (1996).

Invitation to Oceanography. West Publishing Company. hlm. 126, 134–35. ISBN 978-0-314-06339-7. • ^ "What is Ocean Acidification?". NOAA PMEL Carbon Program. • ^ Orr, J. C.; Fabry, V.

J.; Aumont, O.; Bopp, L.; Doney, S. C.; Feely, R. A.; Gnanadesikan, A.; Gruber, N.; Ishida, A.; Joos, F.; Key, R. M.; Lindsay, K.; Maier-Reimer, E.; Matear, R.; Monfray, P.; Mouchet, A.; Najjar, R.

G.; Plattner, G. K.; Rodgers, K. B.; Sabine, C. L.; Sarmiento, J. L.; Schlitzer, R.; Slater, R. D.; Totterdell, I. J.; Weirig, M. F.; Yamanaka, Y.; Yool, A. (2005). "Anthropogenic ocean acidification over the twenty-first century and its impact on calcifying organisms". Nature. 437 (7059): 681–86. Bibcode: 2005Natur.437.681O. doi: 10.1038/nature04095. PMID 16193043.

• ^ Cohen, A.; Holcomb, M. (2009). "Why Corals Care About Ocean Acidification: Uncovering the Mechanism". Oceanography. 22 (4): 118–27. doi: 10.5670/oceanog.2009.102. • ^ Honisch, B.; Ridgwell, A.; Schmidt, D. N.; Thomas, E.; Gibbs, S. J.; Sluijs, A.; Zeebe, R.; Kump, L.; Martindale, R. C.; Greene, S. E.; Kiessling, W.; Ries, J.; Zachos, J. C.; Royer, D.

L.; Barker, S.; Marchitto Jr, T. M.; Moyer, R.; Pelejero, C.; Ziveri, P.; Foster, G. L.; Williams, B. (2012). "The Geological Record of Ocean Acidification". Science. 335 (6072): 1058–63. Bibcode: 2012Sci.335.1058H. doi: 10.1126/science.1208277. PMID 22383840. • ^ Gruber, N. (2011).

"Warming up, turning sour, losing breath: Ocean biogeochemistry under global change". Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences. 369 (1943): 1980–96. Bibcode: 2011RSPTA.369.1980G.

doi: 10.1098/rsta.2011.0003. • ^ "Profile". Department of Natural Environmental Studies: University of Tokyo. • ^ Levinton, Jeffrey S. (2010). "18. Fisheries and Food from the Sea". Marine Biology: International Edition: Function, Biodiversity, Ecology. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-976661-1. • ^ a b Illustrated Encyclopedia of the Ocean. Dorling Kindersley. 2011. ISBN 978-1-4053-3308-5.

• ^ Spalding, M. D.; Grenfell, A. M. (1997). sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan estimates of global and regional coral reef areas". Coral Reefs. 16 (4): 225–30. doi: 10.1007/s003380050078. • ^ Neulinger, Sven (2008–2009). "Cold-water reefs". CoralScience.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-04. • ^ Roach, John (7 Juni 2004). "Source of Half Earth's Oxygen Gets Little Credit". National Geographic News. Diakses tanggal 4 April 2016.

• ^ New evidence for enhanced ocean primary production triggered by tropical cyclone I. Lin, W. Timothy Liu, Chun-Chieh Wu, George T. F. Wong, Zhiqiang Che, Wen-Der Liang, Yih Yang and Kon-Kee Liu. Geophysical Research Letters Volume 30, Issue 13, Juli 2003. DOI: 10.1029/2003GL017141 • ^ Yool, A.; Tyrrell, T. (2003). "Role of diatoms in regulating the ocean's silicon cycle". Global Biogeochemical Cycles. 17 (4): n/a. Bibcode: 2003GBioC.17.1103Y. doi: 10.1029/2002GB002018.

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan ^ Van Der Heide, T.; Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Nes, E. H.; Van Katwijk, M. M.; Olff, H.; Smolders, A. J. P. (2011). "Positive Feedbacks in Seagrass Ecosystems – Evidence from Large-Scale Empirical Data". PLoS ONE. 6 (1): e16504. Bibcode: 2011PLoSO.616504V. doi: 10.1371/journal.pone.0016504. PMC 3025983. PMID 21283684. • ^ "Mangal (Mangrove)". Mildred E. Mathias Botanical Garden.

• ^ "Coastal Salt Marsh". Mildred E. Mathias Botanical Garden. • ^ "Facts and figures on marine biodiversity". Marine biodiversity. UNESCO. 2012. • ^ Voss, M.; Bange, H. W.; Dippner, J. W.; Middelburg, J. J.; Montoya, J. P.; Ward, B. (2013). "The marine nitrogen cycle: Recent discoveries, uncertainties and the potential relevance of climate change".

Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences. 368 (1621): 20130121. doi: 10.1098/rstb.2013.0121. PMC 3682741. PMID 23713119. • ^ a b Thorne-Miller, Boyce (1999). The Living Ocean: Understanding and Protecting Marine Biodiversity. Island Press. hlm. 2. ISBN 978-1-59726-897-4. • ^ Thorne-Miller, Boyce (1999). The Living Ocean: Understanding and Protecting Marine Biodiversity. Island Press. hlm. 88. ISBN 978-1-59726-897-4. • ^ Kingsford, Michael John.

"Marine ecosystem: Plankton". Encyclopædia Britannica online Encyclopedia. • ^ Walrond, Carl. "Oceanic Fish". The Encyclopedia of New Zealand. New Zealand Government.

• ^ Steele, John H.; Thorpe, Steve A.; Turekian, Karl K., ed. (2010). Marine Ecological Processes: A Derivative of the Encyclopedia of Ocean Sciences. Academic Press. hlm. 316. ISBN 978-0-12-375724-1. • ^ "Invasive species". Water: Habitat Protection. Environmental Protection Agency. 6 Maret 2012. • ^ Sedberry, G. R.; Musick, J.

A. (1978). "Feeding strategies of some demersal fishes of the continental slope and rise off the Mid-Atlantic Coast of the USA". Marine Biology. 44 (4): 357–75. doi: 10.1007/BF00390900. • ^ Committee on Biological Diversity in Marine Systems, National Research Council (1995).

"Waiting for a whale: human hunting and deep-sea biodiversity". Understanding Marine Biodiversity. National Academies Press. ISBN 978-0-309-17641-5. • ^ Hage, P.; Marck, J. (2003). "Matrilineality and the Melanesian Origin of Polynesian Y Chromosomes". Current Anthropology. 44: S121. doi: 10.1086/379272. • ^ Bellwood, Peter (1987). The Polynesians – Prehistory of an Island People.

Thames and Hudson. hlm. 45–65. ISBN 0500274509. • ^ Clark, Liesl (15 Februari 2000). "Polynesia's Genius Navigators". NOVA. • ^ Kayser, M.; Brauer, S; Cordaux, R; Casto, A; Lao, O; Zhivotovsky, L. A.; Moyse-Faurie, C; Rutledge, R. B.; Schiefenhoevel, W; Gil, D; Lin, A. A.; Underhill, P. A.; Oefner, P. J.; Trent, R. J.; Stoneking, M (2006). "Melanesian and Asian Origins of Polynesians: MtDNA and Y Chromosome Gradients Across the Pacific" (PDF).

Molecular Biology and Evolution. 23 (11): 2234–44. doi: 10.1093/molbev/msl093. PMID 16923821. • ^ "The Ancient World – Egypt". Mariners' Museum. 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-23 sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan.

Diakses tanggal 5 Maret 2012. • ^ Greer, Thomas H.; Lewis, Gavin (2004). A Brief History Of The Western World. Thomson Wadsworth. hlm. 63. ISBN 978-0-534-64236-5.

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Harden, Donald (1962). The Phoenicians, p. 168. Penguin (Harmondsworth). • ^ Warmington, Brian H. (1960) Carthage, hlm. 79. Penguin (Harmondsworth). • ^ "Зацепились за Моржовец" (dalam bahasa Russian). Русское географическое общество. 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-21.

Diakses tanggal 5 Maret 2012. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Tibbets, Gerald Randall (1979). A Comparison of Medieval Arab Methods of Navigation with Those of the Pacific Islands. Coimbra. • ^ a b "A History of Navigation". History. BBC. Diakses tanggal 13 September 2013. • ^ Jenkins, Simon (1992). "Four Cheers for Geography". Geography. 77 (3): 193–197. JSTOR 40572190. • ^ "International Hydrographic Organization".

15 Maret 2013. Diakses tanggal 14 September 2013. • ^ Weyl, Peter K. (1970). Oceanography: an introduction to the marine environment. John Wiley & Sons. hlm. 49. ISBN 978-0-471-93744-9. • ^ "Underwater Exploration - History, Oceanography, Instrumentation, Diving Tools and Techniques, Deep-sea Submersible Vessels, Key Findings in Underwater Exploration, Deep-sea pioneers". Science Encyclopedia. Net Industries. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ "Jacques Piccard: Oceanographer and pioneer of deep-sea exploration".

The Independent. 5 November 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-02-25. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ James Cameron. "The expedition". Deepsea Challenge. National Geographic. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-14.

Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ Logico, Mark G. (8 April 2006). "Navy Chief Submerges 2,000 Feet, Sets Record". America's Navy. United States Navy.

Diakses tanggal 12 September 2013. • ^ "The Marvelous Mirs". Ocean Explorer. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 5 Juli 2013. • ^ "Marine and Coastal: Bathymetry". Geoscience Australia.

Diakses tanggal 25 September 2013. • ^ "Research topics". Scripps Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan of Oceanography. Diakses tanggal 16 September 2013. • ^ "Research". The South African Association for Marine Biological Research.

2013. Diakses tanggal 20 September 2013. • ^ "Research at Sea". National Oceanography Centre. 2013. Diakses tanggal 20 September 2013. • ^ Public Record Office (1860). Calendar of state papers, domestic series, of the reign of Charles II: preserved in the state paper department of Her Majesty's Public Record Office, Volume 1. Longman, Green, Longman & Roberts. • ^ Newman, Jeff. "The Blue Riband of the North Atlantic". Great Ships. Diakses tanggal 11 September 2013.

• ^ Smith, Jack (1985). "Hales Trophy, won in 1952 by SS United States remains at King's Point as Challenger succumbs to the sea". Yachting (November): 121. • ^ Norris, Gregory J. (1981). "Evolution of cruising". Cruise Travel (Desember): 28.

• ^ "No evidence to support Foreign Minister Bob Carr's economic migrants claims". ABC News. 15 Agustus 2013. Diakses tanggal 21 Agustus 2013. • ^ "The voice of the recreational marine industry worldwide".

International Council of Marine Industry Associations. 2013. • ^ "Yachting". YachtingMagazine.com. • ^ Aas, Øystein, ed. (2008). Global Challenges in Recreational Fisheries. John Wiley and Sons. hlm. 5. ISBN 0-470-69814-4. • ^ Dowling, Ross Kingston, ed. (2006). Cruise Ship Tourism. CABI. hlm. 3. ISBN 1-84593-049-5.

• ^ Cater, Carl; Cater, Erlet (2007). Marine Ecotourism: Between the Devil and the Deep Blue Sea. CABI. hlm. 8. ISBN 1-84593-260-9. • ^ "Health Benefits of Sea Bathing". MedClick. • ^ Nickel, C.; Zernial, O.; Musahl, V.; Hansen, U.; Zantop, T.; Petersen, W. (2004). "A Prospective Study of Kitesurfing Injuries". American Journal of Sports Medicine.

32 (4): 921–27. doi: 10.1177/0363546503262162. PMID 15150038. • ^ "The disciplines of windsurfing". World of Windsurfing.

15 April 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-25. • ^ "Water skiing disciplines". ABC of Skiing. • ^ Catelle, W. R. (1907). "Methods of Fishing". The Pearl: Its Story, Its Charm, and Its Value. J. B. Lippincott. hlm. 171. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-07. • ^ a b US Navy Diving Manual, 6th revision (PDF). US Naval Sea Systems Command. 2006. Diakses tanggal 14 Oktober 2018. • ^ Shaw, Ian (2003).

The Oxford History of Ancient Egypt. Oxford University Press. hlm. 426. ISBN 0-19-280458-8. • ^ Curtin, Philip D. (1984). Cross-Cultural Trade in World History. Cambridge University Press. hlm. 88–104. ISBN 978-0-521-26931-5. • ^ Halpern, B. S.; Walbridge, S.; Selkoe, K. A.; Kappel, C. V.; Micheli, F.; d'Agrosa, C.; Bruno, J.

F.; Casey, K. S.; Ebert, C.; Fox, H. E.; Fujita, R.; Heinemann, D.; Lenihan, H. S.; Madin, E. M. P.; Perry, M. T.; Selig, E. R.; Spalding, M.; Steneck, R.; Watson, R. (2008). "A Global Map of Human Impact on Marine Ecosystems" (PDF). Science. 319 (5865): 948–52. Bibcode: 2008Sci.319.948H.

doi: 10.1126/science.1149345. PMID 18276889. • ^ "Trade routes". World Shipping Council. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22.

Diakses tanggal 2018-05-06. • ^ Roach, John (17 September 2007). "Arctic Melt Opens Northwest Passage". National Geographic. • ^ "Global trade". World Shipping Council. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-10-22. Diakses tanggal 2018-05-06. • ^ Joint Chief of Staff (31 Agustus 2005). "Bulk cargo" (PDF). Department of Defense Dictionary of Military and Associated Terms. Washington DC: Department of Defense. hlm. 73. • ^ Reed Business Information (22 Mei 1958). "Fork lift trucks aboard". News and Comments.

New Scientist. 4 (79): 10. • ^ a b Sauerbier, Charles L.; Meurn, Robert J. (2004). Marine Cargo Operations: a guide to stowage. Cambridge, Md: Cornell Maritime Press. hlm. 1–16. ISBN 0-87033-550-2. • ^ a b c d e f g h The State of World Fisheries and Aquaculture 2012 (PDF). FAO Fisheries and Aquaculture Department. 2012.

ISBN 978-92-5-107225-7. Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ "Fisheries: Latest data". GreenFacts .

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ a b Evans, Michael (3 Juni 2011). "Fishing". The Earth Times. Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ a b Myers, R. A.; Worm, B. (2003). "Rapid worldwide depletion of predatory fish communities". Nature.

423 (6937): 280–83. Bibcode: 2003Natur.423.280M. doi: 10.1038/nature01610. PMID 12748640. • ^ a b c d e Cabral, Reniel B.; sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan al. (April 2018). "Rapid and lasting gains from solving illegal fishing". Nature Ecology & Evolution. 2: 650–658. Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al.

yang eksplisit ( link) • ^ Soto, D. (ed.) (2009). Integrated mariculture. Fisheries and Aquaculture Technical Paper. No. 529. FAO. ISBN 978-92-5-106387-3. Diakses tanggal 25 April 2013. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ "About shrimp farming". Shrimp News International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-02-01. Diakses tanggal 25 April 2013. • ^ "Sea cucumber ranching improves livelihoods". WorldFish. Diakses tanggal 25 April 2013.

• ^ Anderson, Genny (15 Juni 2009). "Lobster mariculture". Marine Science. Diakses tanggal 25 April 2013. • ^ Winterman, Denise (30 Juli 2012). "Future foods: What will we be eating in 20 years' time?". BBC.

Diakses tanggal 24 April 2013. • ^ "Samphire". BBC: Good Food. Diakses tanggal 24 April 2013. • ^ " An Overview of China's Aquaculture", hlm. 6. Netherlands Business Support Office (Dalian), 2010. • ^ Black, K. D. (2001). "Mariculture, Environmental, Economic and Social Impacts of". Dalam Steele, John H.; Thorpe, Steve A.; Turekian, Karl K. Encyclopedia of Ocean Sciences. Academic Press. hlm. 1578–84. doi: 10.1006/rwos.2001.0487. ISBN 9780122274305.

• ^ Lihat Grotius, Hugo. Mare Liberum. 1609. (Latin) • ^ Lihat Bynkershoek, Cornelius (1702). De dominio maris. (Latin) • ^ a b c "The Three-Mile Limit as a Rule of International Law".

Columbia Law Review. Columbia Law Review Association. 23 (5): 472–476. 1923. doi: 10.2307/1112336. JSTOR 1112336. • ^ Truman, Harry (28 September 1945). Presidential Proclamation No. 2667: Policy of the United States with Respect to the Natural Resources of the Subsoil of the Sea Bed and the Continental Shelf. ( Washington). Diambil dari situs National University of Singapore. • ^ a b "The United Nations Convention on the Law of the Sea (A historical perspective)".

Oceans & Law of the Sea. Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Hukum. (New York), 2012. • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §87(1). • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §76(1).

• ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §77(1). • ^ D'Amato, Raphaelo; Salimbeti, Andrea (2011). Bronze Age Greek Warrior 1600–1100 BC. Oxford: Osprey Publishing Company. hlm. 24. ISBN 978-1-84908-195-5. • ^ Strauss, Barry (2004). The Battle of Salamis: The Naval Encounter That Saved Greece—and Western Civilization. Simon and Schuster. hlm. 26. ISBN 0-7432-4450-8. • ^ Fremont-Barnes, Gregory; Hook, Christa (2005).

Trafalgar sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Nelson's Crowning Victory. Osprey Publishing. hlm. 1. ISBN 1-84176-892-8. • ^ Sterling, Christopher H. (2008). Military communications: from ancient times to the 21st century. ABC-CLIO. hlm. 459. ISBN 1-85109-732-5. The naval battle of Tsushima, the ultimate contest of the 1904–1905 Russo-Japanese War, was one of the most decisive sea battles in history. • ^ Gardiner, Robert, ed.

(1992). The Eclipse of the Big Gun: The Warship, 1906–45. Conway's History of the Ship. London: Conway Maritime Press. hlm. 18. ISBN 0-85177-607-8. • ^ Campbell, John (1998). Jutland: An Analysis of the Fighting, hlm. 2. Lyons Press. ISBN 1-55821-759-2. • ^ Simpson, Michael (2004). A life of Admiral of the Fleet Andrew Cunningham: A Twentieth-century Naval Leader. Routledge. hlm. 74. ISBN 978-0-7146-5197-2. • ^ Crocker III, H. W. (2006). Don't Tread on Me: A 400-Year History of America at War.

Three Rivers Press (Crown Forum). hlm. 294–297, 322, 326–327. ISBN 978-1-4000-5364-3. • ^ Thomas, Evan (2007). Sea of Thunder. Simon and Schuster. hlm. 3–4. ISBN 0-7432-5222-5. • ^ Helgason, Guðmundur. "Finale". Uboat.net.

Diakses tanggal 13 September 2013. • ^ Preston, Diana (2003). Wilful Murder: The Sinking of the Lusitania. Black Swan. hlm. 497–503. ISBN 978-0-552-99886-4.

• ^ Crocker III, H. W. (2006). Don't Tread on Me. New York: Crown Forum. hlm. 310. ISBN 978-1-4000-5363-6. • ^ Bennett, William J (2007). America: The Last Best Hope, Volume 2: From a World at War to the Triumph of Freedom 1914–1989. Nelson Current. hlm. 301. ISBN 978-1-59555-057-6. • ^ "Q&A: Trident replacement". BBC News. 22 September 2010.

Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ "Submarines of the Cold War". California Center for Military History. Diakses tanggal 15 September 2013. • ^ Gosse, Philip (2012). The History of Piracy. Dover Publications. hlm. 1. • ^ Pennell, C. R. (2001). "The Geography of Piracy: Northern Morocco in the Mod-Nineteenth Century". Dalam Pennell, C. R. Bandits at Sea: A Pirates Reader. NYU Press. hlm. 56. ISBN 978-0-8147-6678-1. Sea raiders [.] were most active where the maritime environment gave them most opportunity.

Narrow straits which funneled shipping into places where ambush was easy, and escape less chancy, called the pirates into certain areas. • ^ "Foreign Affairs – Terrorism Goes to Sea". Diarsipkan dari versi asli tanggal December 14, 2007. Diakses tanggal December 8, 2007. • ^ "Worrying rise in piracy attacks around Malacca Strait".

Deutsche Welle. 11 Juli 2014. Diakses tanggal 11 Oktober 2018. • ^ "Piracy and armed robbery against ships". International Maritime Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan.

Diakses tanggal 11 Oktober 2018. • ^ a b c d Cormier, Monique; Simpson, Gerry. "Piracy". Oxford Bibliographies sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan. Diakses tanggal 11 Oktober 2018. • ^ Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (1982), §101. • ^ Ovdak, Alla (2013). " Offshore Wind Energy in France". • ^ a b "Ocean Energy". Ocean Energy Systems. 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-05. • ^ Cruz, João (2008).

Ocean Wave Energy – Current Status and Future Perspectives. Springer. hlm. 2. ISBN 3-540-74894-6. • ^ US Department of the Interior (Mei 2006). "Ocean Current Energy Potential on the U.S. Outer Continental Shelf" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-05-16. Diakses tanggal 2018-05-07. • ^ Ponta, F.

L.; Jacovkis, P. M. (2008). "Marine-current power generation by diffuser-augmented floating hydro-turbines". Renewable Energy. 33 (4): 665–73. doi: 10.1016/j.renene.2007.04.008. • ^ Lynn, Paul A. (2011). Onshore and Offshore Wind Energy: An Introduction.

John Wiley & Sons. ISBN 978-1-119-96142-0. • ^ Environmental and Energy Study Institute (Oktober 2010). "Offshore Wind Energy" (PDF).

• ^ Tillessen, Teena (2010). "High demand for wind farm installation vessels". Hansa International Maritime Journal. 147 (8): 170–71. • ^ "Cooling power plants". World Nuclear Association. 1 September 2013. Diakses tanggal 14 September 2013. • ^ Nurok, G. A.; Bubis, I. V. (1970–1979).

"Mining, Undersea". The Great Soviet Encyclopedia, 3rd Edition. • ^ Kohl, Keith (2013). "Underwater Mining Companies". Wealth Daily. • ^ Miner, Meghan (1 Februari 2013). "Will Deep-sea Mining Yield an Underwater Gold Rush?". National Geographic. • ^ Lamb, Robert (2011). "How offshore drilling works".

HowStuffWorks. • ^ Nixon, Robin (25 Juni 2008). "Oil Drilling: Risks and Rewards". LiveScience. • ^ Horton, Jennifer (2011). "Effects of offshore drilling: energy vs. environment". HowStuffWorks. • ^ Milkov, A. V. (2004). "Global estimates of hydrate-bound gas in marine sediments: How much is really out there?". Earth-Science Reviews. 66 (3–4): 183–97. Bibcode: 2004ESRv.66.183M. doi: 10.1016/j.earscirev.2003.11.002.

• ^ Achurra, L.E.; Lacassie, J.P.; Le Roux, J.P.; Marquardt, C.; Belmar, M.; Ruiz-del-Solar, J.; Ishman, S.E. (2009). "Manganese nodules in the Miocene Bahía Inglesa Formation, north-central Chile: Petrography, geochemistry, genesis and palaeoceanographic significance".

Sedimentary Geology. 217 (1–4): 128–39. Bibcode: 2009SedG.217.128A. doi: 10.1016/j.sedgeo.2009.03.016. • ^ "Diamonds". Geological Survey of Namibia. Ministry of Mines and Energy. 2006. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-04-06. • ^ "Chemistry: Mining the Sea". Time. 15 Mei 1964.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-24. Diakses tanggal 2018-05-07. • ^ Al-Weshah, R. A. (2000). "The water balance of the Dead Sea: An integrated approach". Hydrological Processes. 14: 145–54. Bibcode: 2000HyPr.14.145A. doi: 10.1002/(SICI)1099-1085(200001)14:1<145::AID-HYP916>3.0.CO;2-N.

• ^ Hamed, O. A. (2005). "Overview of hybrid desalination systems — current status and future prospects". Desalination. 186: 207–214.

doi: 10.1016/j.desal.2005.03.095. • ^ "Toxic Pollution". Ocean Briefing Book. SeaWeb. • ^ Ansari, T. M.; Marr, I. L.; Tariq, N. (2004). "Heavy Metals in Marine Pollution Perspective–A Mini Review" (PDF). Journal of Applied Sciences. 4: 1–20. Bibcode: 2004JApSc.4.1. doi: 10.3923/jas.2004.1.20. • ^ Barnes, D. K. A.; Galgani, F.; Thompson, R. C.; Barlaz, M. (2009). "Accumulation and fragmentation of plastic debris in global environments".

Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences. 364 (1526): 1985–98. doi: 10.1098/rstb.2008.0205. PMC 2873009. PMID 19528051. • ^ Karl, D. M.

(1999). "Minireviews: A Sea of Change: Biogeochemical Variability in the North Pacific Subtropical Gyre" (PDF). Ecosystems. 2 (3): 181–214. doi: 10.1007/s100219900068. JSTOR 3658829. • ^ Lovett, Richard A. (2 Maret 2010). "Huge Garbage Patch Found in Atlantic too".

National Geographic. • ^ Moore, C. J. (2008). "Synthetic polymers in the marine environment: A rapidly increasing, long-term threat". Environmental Research. 108 (2): 131–39. Bibcode: 2008ER.108.131M. doi: 10.1016/j.envres.2008.07.025. PMID 18949831. • ^ a b "Marine problems: Pollution". World Wildlife Fund. • ^ "How Does the BP Oil Spill Impact Wildlife and Habitat?".

National Wildlife Federation. • ^ American Chemical Society (9 April 2013). "Gulf of Mexico Has Greater-Than-Believed Ability to Self-Cleanse Oil Spills".

Science Daily. • ^ Dell'Amore, Christine (12 April 2013). "New Diseases, Toxins Harming Marine Life". National Geographic Daily News. National Geographic. Diakses tanggal 23 April 2013. • ^ Jefferies, D. F.; Preston, A.; Steele, A. K. (1973). "Distribution of caesium-137 in British coastal waters". Marine Pollution Bulletin. 4 (8): 118–122. doi: 10.1016/0025-326X(73)90185-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Tsumunea, Daisuke; Tsubonoa, Takaki; Aoyamab, Michio; Hirosec, Katsumi (2012).

"Distribution of oceanic 137–Cs from the Fukushima Dai-ichi Nuclear Power Plant simulated numerically by a regional ocean model". Journal of Environmental Radioactivity. 111: 100–108. doi: 10.1016/j.jenvrad.2011.10.007. PMID 22071362. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ "London Convention and Protocol". International Maritime Organization. Diarsipkan dari versi sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan tanggal 2012-11-06.

Diakses tanggal 2018-05-08. • ^ "International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL 73/78)". International Maritime Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-09-19. Diakses tanggal 2018-05-08. • ^ "Environmental, social and cultural settings of the Surin Islands". Sustainable Development in Coastal Regions and Small Islands. UNESCO. • ^ "Samal – Orientation". Countries and Their Cultures. • ^ Langenheim, Johnny (18 September 2010). "The last of the sea nomads".

The Guardian. • ^ Ivanoff, Jacques (1 April 2005). "Sea Gypsies of Myanmar". National Geographic. • ^ Hovelsrud, G. K.; McKenna, M.; Huntington, H. P. (2008). "Marine Mammal Harvests and Other Interactions with Humans". Ecological Applications. 18 (2 Suppl): S135–47. doi: 10.1890/06-0843.1. JSTOR 40062161. PMID 18494367. • ^ "Traditional Owners of the Great Barrier Reef". Great Barrier Reef Marine Park Authority. • ^ a b Westerdahl, C. (1994). "Maritime cultures and ship types: Brief comments on the significance of maritime archaeology".

International Journal of Nautical Archaeology. 23 (4): 265–270. doi: 10.1111/j.1095-9270.1994.tb00471.x. • ^ Ayub 41:1–34 • ^ Kerenyi, C. (1974). The Gods of the Greeks. Thames and Hudson. hlm. 37–40. ISBN 0-500-27048-1. • ^ Shunsen, Takehara (1841). Ehon Hyaku Monogatari (絵本百物語, "Picture Book of a Hundred Stories") (dalam bahasa Japanese). Kyoto: Ryûsuiken. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Pontoppidan, Erich (1839).

The Naturalist's Library, Volume 8: The Kraken. W. H. Lizars. hlm. 327–36. • ^ Slive, Seymour (1995). Dutch Painting, 1600–1800. Yale University Press. hlm. 213–216. ISBN 0-300-07451-4. • ^ Johnson, Ken (30 Juli 2009). "When Galleons Ruled the Waves". New York Times.

Diakses tanggal 19 September 2013. • ^ Tymieniecka, Anna–Teresa, ed. (1985). Poetics of the Elements in the Human Condition: Part I – The Sea: From Elemental Stirrings to the Symbolic Inspiration, Language, and Life-Significance in Literary Interpretation and Theory.

Springer. hlm. 4–8. ISBN 978-90-277-1906-5. • ^ Wagner, Richard (1843). "An Autobiographical Sketch". The Wagner Library. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-11. Diakses tanggal 2018-05-08. • ^ Potter, Caroline; Trezise, Simon, ed. (1994). "Debussy and Nature". The Cambridge Companion to Debussy. Cambridge Companions to Music.

Cambridge University Press. hlm. 149. ISBN 0-521-65478-5. • ^ Schwartz, Elliot S. (1964). The Symphonies of Ralph Vaughan Williams.

University of Massachusetts Press. ASIN B0007DESPS. • ^ Tymieniecka, Anna–Teresa, ed. (1985). Poetics of the Elements in the Human Condition: Part I – The Sea: From Elemental Stirrings to the Symbolic Inspiration, Language, and Life-Significance in Literary Interpretation and Theory.

Springer. hlm. 45. ISBN 978-90-277-1906-5. • ^ Porter, John (8 Mei 2006). "Plot Outline for Homer's Odyssey". University of Saskatchewan. Diakses tanggal 10 September 2013. • ^ Basho, Matsuo. "A Selection of Matsuo Basho's Haiku". Greenleaf. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-18.

Diakses tanggal 27 April 2013. • ^ Najder, Zdzisław (2007). Joseph Conrad: A Life. Camden House. hlm. 187. • ^ "The Caine Mutiny". Pulitzer Prize First Edition Guide. 2006. Diakses tanggal 25 Mei 2013. • ^ Van Doren, Carl (1921). "Chapter 3.

Romances of Adventure. Section 2. Herman Melville". The American Novel. Bartleby.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2013. • ^ Jung, Carl Gustav (1985). Dreams. Translated by Hull, R.F.C. Ark Paperbacks.

hlm. 122, 192. ISBN 978-0-7448-0032-6. • ^ Lal, Ashwini Kumar (2008). "Origin of Life". Astrophysics and Space Science. 317 (3–4): 267–278. doi: 10.1007/s10509-008-9876-6. • ^ Winchster, Simon (2010). Atlantic: A vast ocean of a million stories. London: Harper Press. hlm. 354–356.

ISBN 978-0-00-736459-6. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Situs resmi National Oceanic and Atmospheric Administration—NOAA Diarsipkan 2013-04-24 di Wayback Machine. • Oceans di Curlie (dari DMOZ) Kategori tersembunyi: • Pemeliharaan CS1: Penggunaan et al. yang eksplisit • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Templat webarchive tautan wayback • Artikel berpranala Curlie • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz area • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Halaman ini terakhir diubah pada 24 Maret 2022, pukul 10.56.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • • Аԥсшәа • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Pangcah • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • Авар • Kotava • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • کوردی • Corsu • Nēhiyawēwin / ᓀᐦᐃᔭᐍᐏᐣ • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Thuɔŋjäŋ • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • ཇོང་ཁ • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Къарачай-малкъар • कॉशुर / کٲشُر • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Malagasy • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Nouormand • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Deitsch • Pälzisch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • Ποντιακά • پښتو • Português • Pinayuanan • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • Seeltersk • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Twi • Тыва дыл • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Gambar berwarna semu yang diambil pada tahun sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan yang diproyeksikan oleh sinar ultraungu (panjang gelombang 30,4 nm) Nama Matahari, Surya, [1] Mentari, [2] Syamsu, [3] Syamsi, [4] Rawi, [5] Sun, Sol, [6] Helios [7] Kata sifat Solar, [8] [9] Surya Data pengamatan Jarak rata-rata dari Bumi 1 AU ≈ 1,496 ×10 8 km [10] 8 min 19 s ( laju cahaya) Kecerahan visual ( V) −26,74 [11] Magnitudo mutlak 4,83 [11] Klasifikasi spektrum G2V [12] Kelogaman Z = 0,0122 [13] Diameter sudut 31,6–32,7 menit busur [14] Ciri-ciri orbit Jarak rata-rata dari pusat Bima Sakti ≈ 2,7 ×10 17 km 27.200 tahun cahaya Periode galaksi (2,25–2,50) ×10 8 a Kecepatan ≈ 220 km/s (orbit mengitari pusat Bima Sakti) ≈ 20 km/s (relatif terhadap kecepatan rata-rata bintang lain dalam kelompok bintang) ≈ 370 km/s [15] (relatif terhadap latar belakang gelombang mikrokosmis) Ciri-ciri fisik Jari-jari khatulistiwa 695.700 km [16] 696.342 km [17] 109 × Bumi [18] Keliling khatulistiwa 4,379 ×10 6 km [18] 109 × Bumi [18] Kepepatan 9 ×10 −6 Luas permukaan 6,09 ×10 12 km 2 [18] 12.000 × Bumi [18] Volume 1,41 ×10 18 km 3 [18] 1.300.000 × Bumi Massa 1,9891 ×10 30 kg [11] 333.000 × Bumi [11] Kepadatan rata-rata 1,408 ×10 3 kg/m 3 [11] [18] [19] 1,408 g/cm 3 [11] [18] [20] 0,255 × Bumi [11] [18] Kepadatan pusat (permodelan) 1,622 ×10 5 kg/m 3 [11] 162,2 g/cm 3 [11] 12,4 × Bumi fotosfer 2 ×10 −4 kg/m 3 kromosfer 5 ×10 −6 kg/m 3 korona (rata-rata) 1 ×10 −12 kg/m 3 [21] Gravitasi permukaan khatulistiwa 274 m/s 2 [11] 28 × Bumi [18] Faktor momen inersia 0,070 [11] (perkiraan) Kecepatan lepas (dari permukaan) 617,7 km/s [18] 55 × Bumi [18] Suhu pusat (permodelan) 1,57 ×10 7 K [11] fotosfer (efektif) 5772 K [11] korona ≈ 5 ×10 6 K Luminositas (L sol) 3,828 ×10 26 W [11] ≈ 3,75 ×10 28 lm ≈ 98 lm/W efikasi Warna (B-V) 0,63 Radians rata-rata (I sol) 2,009 ×10 7 W·m −2·sr −1 Umur ≈ 4,6 miliar tahun [22] [23] Ciri-ciri rotasi Kemiringan sumbu 7,25° [11] (terhadap ekliptika) 67,23° (terhadap bidang galaksi) Asensio rekta pada kutub utara [24] 286,13° 19 jam 4 menit 30 detik Deklinasi pada kutub utara +63,87° 63° 52' LU Periode rotasi sideris terhadap khatulistiwa 25,05 hari [11] terhadap lintang 16° 25,38 hari [11] 25 hari 9 jam 7 menit 12 detik [24] terhadap kutub 34,4 hari [11] Kecepatan rotasi (terhadap khatulistiwa) 7,189 ×10 3 km/h [18] Komposisi fotosfer (menurut massa) Hidrogen 73,46% [25] Helium 24,85% Oksigen 0,77% Karbon 0,29% Besi 0,16% Neon 0,12% Nitrogen 0,09% Silikon 0,07% Magnesium 0,05% Belerang 0,04% • l • b • s Matahari atau Surya adalah bintang di pusat tata surya.

Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. [26] [27] Diameternya sekitar 1.392.684 km, [17] kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2 ×10 30 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total tata surya.

Matahari merupakan benda langit terbesar di galaksi Bima Sakti yang besarnya bahkan 10 kali planet terbesar tata surya, Jupiter. [28] Secara kimiawi, sekitar tiga perempat massa matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigen, karbon, neon, dan besi.

[29] Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memipih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi tata surya.

Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklir di intinya. Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa. Klasifikasi bintang matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah.

Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi, matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer. [30] Menurut label kelas spektrum, G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C) dan V menandakan bahwa matahari, layaknya bintang-bintang lain, merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium. Dalam intinya, matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik.

Berdasarkan perkiraan seluruh hidrogen yang ada di dalam matahari akan habis dalam sekitar 4,5 miliar tahun ke depan, dan matahari akan mati menjadi katai putih.

Dahulu, matahari dipandang para astronom sebagai bintang kecil dan tidak penting. Sekarang, matahari dianggap lebih terang daripada sekitar 85% bintang di galaksi Bima Sakti yang didominasi katai merah.

[31] [32] Magnitudo absolut matahari adalah +4,83. Akan tetapi, sebagai bintang yang paling dekat dengan Bumi, matahari adalah benda tercerah di langit dengan magnitudo tampak −26,74. [33] [34] Korona matahari yang panas terus meluas di luar angkasa dan menciptakan angin matahari, yaitu arus partikel bermuatan yang bergerak hingga heliopause sekitar 100 au. Gelembung di medium antarbintang yang terbentuk oleh angin matahari, heliosfer, adalah struktur bersambung terbesar di tata surya.

[35] [36] Matahari saat ini bergerak melalui Awan Antarbintang Lokal (dekat Awan G) di zona Gelembung Lokal, tepatnya di dalam lingkaran terdalam Lengan Orion di galaksi Bima Sakti. [37] [38] Dari 50 sistem bintang terdekat dalam jarak 17 tahun cahaya dari Bumi (bintang terdekat adalah katai merah bernama Proxima Centauri sekitar 4,2 tahun cahaya), matahari memiliki massa terbesar keempat.

[39] Matahari mengorbit pusat Bima Sakti pada jarak kurang lebih 24.000– 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Jika dilihat dari kutub utara galaksi, matahari merampungkan satu orbit searah jarum jam dalam kurun sekitar 225–250 juta tahun. Karena Bima Sakti bergerak relatif terhadap radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis (CMB) ke arah konstelasi Hydra dengan kecepatan 550 km/detik, kecepatan matahari relatif terhadap CMB sekitar 370 km/detik ke arah Crater atau Leo.

[40] Jarak rata-rata matahari dari Bumi sekitar 149,6 juta kilometer (1 au), meski jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelion pada bulan Juli. [41] Pada jarak rata-rata ini, cahaya bergerak dari matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik. Sehingga penampakan matahari yang kita lihat di bumi sekarang adalah penampakan aslinya 8 menit 19 detik yang lalu.

Energi sinar matahari ini membantu perkembangan Celah hidrotermal (omunitas biologi) nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis [42] dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. Dampak luar biasa matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman prasejarah. Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa. Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai matahari berkembang perlahan.

Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan sumber tenaga matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang. Ada sejumlah anomali perilaku matahari yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Daftar isi • 1 Karakteristik • 1.1 Inti • 1.2 Zona radiatif • 1.3 Zona konvektif • 1.4 Fotosfer • 1.5 Atmosfer • 1.6 Medan magnet • 2 Pergerakan matahari • 3 Jarak matahari ke bintang terdekat • 4 Ciri khas matahari • sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan Prominensa (lidah api matahari) • 4.2 Bintik matahari • 4.3 Angin matahari • 4.4 Badai matahari • 5 Eksplorasi matahari • 6 Matahari sebagai simbol kepercayaan dan kebudayaan • 6.1 Peranan matahari di berbagai kebudayaan dan kepercayaan • 6.2 Bangunan dan benda yang berhubungan dengan matahari • 7 Manfaat dan peran matahari • 8 Referensi • 9 Bacaan lanjutan • 10 Pranala luar Karakteristik [ sunting - sunting sumber ] Video ini memanfaatkan citra Solar Dynamics Observatory dan menerapkan pemrosesan tambahan untuk memperjelas struktur yang tampak.

Peristiwa di video ini mewakili aktivitas 24 jam pada 25 September 2011. Matahari adalah bintang deret utama tipe G yang kira-kira terdiri dari 99,85% massa total tata surya. Bentuknya nyaris bulat sempurna dengan kepepatan sebesar sembilan per satu juta, [43] artinya diameter kutubnya berbeda 10 km saja dengan diameter khatulistiwanya.

[44] Karena matahari terbuat dari plasma dan tidak padat, rotasinya lebih cepat di bagian khatulistiwa ketimbang kutubnya. Peristiwa ini disebut rotasi diferensial dan terjadi karena konveksi pada matahari dan gerakan massa-nya akibat gradasi suhu yang terlampau jauh dari inti ke permukaan.

Massa tersebut mendorong sebagian momentum sudut matahari yang berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara ekliptika sehingga kecepatan sudutnya didistribusikan kembali. Periode rotasi aktual ini diperkirakan 25,6 hari di khatulistiwa dan 33,5 hari di kutub.

Namun, akibat sudut pandang yang berubah-ubah dari Bumi saat mengorbit matahari, rotasi tampak di khatulistiwa kira-kira 28 hari. [45] Efek sentrifugal rotasi lambat ini 18 juta kali lebih lemah dibandingkan gravitasi permukaan di khatulistiwa matahari. Efek pasang planet lebih lemah lagi dan tidak begitu memengaruhi bentuk matahari.

[46] Matahari adalah bintang populasi I yang kaya elemen berat. [a] [47] Pembentukan matahari diperkirakan diawali oleh gelombang kejut dari satu supernova terdekat atau lebih. [48] Teori ini didasarkan pada keberlimpahan elemen berat di tata surya, seperti emas dan uranium, dibandingkan bintang-bintang populasi II yang elemen beratnya sedikit. Elemen-elemen ini sangat mungkin dihasilkan oleh reaksi nuklir endotermik selama supernova atau transmutasi melalui penyerapan neutron di dalam sebuah bintang raksasa generasi kedua.

[47] Matahari tidak punya batas pasti seperti planet-planet berbatu. Kepadatan gas di bagian terluarnya menurun seiring bertambahnya jarak dari pusat matahari. [49] Meski begitu, matahari memiliki struktur interior yang jelas. Radius matahari diukur dari pusatnya ke pinggir fotosfer. Fotosfer adalah lapisan terakhir yang tampak karena lapisan-lapisan di atasnya terlalu dingin atau terlalu tipis untuk meradiasikan cahaya yang cukup agar dapat terlihat mata telanjang [50] di hadapan cahaya terang dari fotosfer.

Selama gerhana matahari total, ketika fotosfer terhalang Bulan, korona matahari terlihat di sekitarnya. Interior matahari tidak bisa dilihat secara langsung dan matahari sendiri tidak dapat ditembus radiasi elektromagnetik. Dengan mengikuti seismologi yang memakai gelombang gempa untuk mengungkap struktur terdalam Bumi, disiplin helioseismologi memakai gelombang tekanan ( suara infrasonik) yang melintasi interior matahari untuk mengukur dan menggambar struktur terdalam matahari.

[51] Model komputer matahari juga dimanfaatkan sebagai alat bantu teoretis untuk menyelidiki lapisan-lapisan terdalamnya. Inti [ sunting - sunting sumber ] Irisan matahari dengan daerah inti berada di bawah Inti matahari diperkirakan merentang dari pusatnya sampai 20–25% radius matahari. [52] Kepadatannya mencapai 150 g/cm 3 [53] [54] (sekitar 150 kali lipat kepadatan air) dan suhu mendekati 15,7 juta kelvin (K).

[54] Sebaliknya, suhu permukaan matahari kurang lebih 5.800 K. Analisis terkini terhadap data misi SOHO menunjukkan keberadaan tingkat rotasi yang lebih cepat di bagian inti ketimbang di seluruh zona radiatif. [52] Sepanjang masa hidup matahari, energi dihasilkan oleh fusi nuklir melalui serangkaian tahap yang disebut rantai p–p (proton–proton); proses ini mengubah hidrogen menjadi helium.

[55] Hanya 0,8% energi matahari yang berasal dari siklus CNO. [56] Inti adalah satu-satunya wilayah matahari yang menghasilkan energi termal yang cukup melalui fusi; 99% tenaganya tercipta di dalam 24% radius matahari. Fusi hampir berhenti sepenuhnya pada tingkat 30% radius. Sisanya dipanaskan oleh energi yang ditransfer ke luar oleh radiasi dari inti ke zona konvektif di sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan.

Energi yang diproduksi melalui fusi di inti harus melintasi beberapa lapisan dalam perjalanan menuju fotosfer sebelum lepas ke angkasa dalam bentuk sinar matahari atau energi kinetik partikel. [57] [58] Rantai proton–proton terjadi sekitar 9,2 ×10 37 kali per detik di inti. Karena memakai empat proton bebas (nukleus hidrogen), reaksi ini kira-kira mengubah 3,7 ×10 38 proton menjadi partikel alpha (nukleus helium) setiap detiknya (dari total ~8,9 ×10 56 proton bebas di matahari) atau sekitar 6,2 ×10 11 kg per detik.

[58] Karena memfusi hidrogen ke helium melepaskan kurang lebih 0,7% massa terfusi dalam bentuk energi, [59] matahari melepaskan energi dengan tingkat konversi massa–energi sebesar 4,26 juta ton metrik per detik, 384,6 yotta watt ( 3,846 ×10 26 W), [11] atau 9,192 ×10 10 megaton TNT per detik.

Massa ini tidak dihancurkan untuk menciptakan energi, tetapi diubah menjadi setara energi dan diangkut dalam energi yang diradiasikan, seperti yang dijelaskan oleh konsep kesetaraan massa–energi. Produksi tenaga oleh fusi di inti bervariasi sesuai jaraknya dari pusat matahari.

Di pusat matahari, model teori memperkirakan besarnya mencapai 276.5 watt/m 3, [60] kepadatan produksi tenaga yang kira-kira lebih mendekati metabolisme reptil daripada bom termonuklir.

[b] Puncak produksi tenaga di matahari telah dibanding-bandingkan dengan panas volumetrik yang dihasilkan di dalam tumpukan kompos aktif. Keluaran tenaga matahari yang luar biasa tidak diakibatkan oleh tenaga per volumenya yang tinggi, melainkan ukurannya yang besar.

Tingkat fusi di bagian inti berada dalam kesetimbangan yang bisa membaik sendiri. Tingkat fusi yang agak lebih tinggi mengakibatkan inti memanas dan sedikit memuai terhadap berat lapisan terluarnya sehingga mengurangi tingkat fusi dan memperbaiki perturbasi; tingkat yang agak lebih rendah mengakibatkan inti mendingin dan sedikit menyusut sehingga meningkatkan tingkat fusi dan memperbaikinya ke tingkat saat ini.

[61] [62] Sinar gama (foton berenergi tinggi) yang dilepaskan dalam sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan fusi hanya diserap oleh beberapa militer plasma matahari, kemudian dipancarkan kembali secara acak dalam bentuk energi yang lebih rendah. Karena itu, butuh waktu lama bagi radiasi untuk mencapai permukaan matahari. Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan waktu tempuh foton berkisar antara 10–170 ribu tahun.

[63] Neutrino, yang mewakili sekitar 2% produksi energi total matahari, hanya butuh 2,3 detik untuk mencapai permukaan. Karena transprotasi energi di matahari adalah proses yang melibatkan foton dalam kesetimbangan termodinamik dengan zat, skala waktu transportasi energi di matahari lebih panjang dengan rentang 30 juta tahun. Ini adalah waktu yang diperlukan matahari untuk kembali ke keadaan stabil jika tingkat penciptaan energi di intinya tiba-tiba berubah. [64] Sepanjang bagian akhir perjalanan foton keluar matahari, di zona konvektif terluar, tabrakannya lebih sedikit dan energinya lebih rendah.

Fotosfer adalah permukaan transparan matahari tempat foton terlepas dalam bentuk cahaya tampak. Setiap sinar gama di inti matahari diubah menjadi beberapa juta foton cahaya tampak sebelum lepas ke luar angkasa.

Neutrino juga dilepaskan oleh reaksi fusi di inti, tetapi tidak seperti foton. Neutrino jarang berinteraksi dengan zat sampai-sampai semuanya bisa dengan mudah keluar dari matahari. Selama beberapa tahun, pengukuran jumlah neutrino yang diproduksi di matahari lebih rendah daripada yang diprediksi teori dengan faktor 3. Kesenjangan ini diselesaikan pada tahun 2001 melalui penemuan efek osilasi neutrino: matahari memancarkan beberapa neutrino sesuai prediksi teori, tetapi detektor neutrino kehilangan ​ 2⁄ 3 jumlahnya karena neutrino sudah berubah rasa saat dideteksi.

[65] Potongan melintang bintang tipe matahari ( NASA) Zona radiatif [ sunting - sunting sumber ] Kurang lebih di bawah 0,7 radius matahari, material matahari cukup panas dan padat sampai-sampai radiasi termal adalah cara utama untuk mentransfer energi dari inti.

[66] Zona ini tidak diatur oleh konveksi termal. Meski begitu, suhunya turun dari kira-kira 7 juta ke 2 juta kelvin seiring bertambahnya jarak dari inti. [54] Gradien suhu ini kurang dari nilai tingkat selang adiabatik sehingga tidak dapat menciptakan konveksi.

[54] Energi ditransfer oleh radiasi ion hidrogen dan helium yang memancarkan foton, yang hanya bergerak sedikit sebelum diserap kembali oleh ion-ion lain. [66] Kepadatannya turun seratus kali lipat (dari 20 g/cm 3 ke 0,2 g/cm 3) dari 0,25 radius matahari di atas zona radiasi.

[66] Zona radiatif dan zona konvektif dipisahkan oleh sebuah lapisan transisi, takoklin. Ini adalah wilayah ketika perubahan fenomena mencolok antara rotasi seragam di zona radiatif dan rotasi diferensial di zona konvektif menghasilkan celah besar—kondisi ketika lapisan-lapisan horizontal saling bergesekan berlawanan arah. [67] Gerakan cair yang ditemukan di zona konvektif di atasnya perlahan menghilang dari atas sampai bawah lapisan ini, sama seperti karakteristik tenang zona radiatif di bawah.

Saat ini, diperkirakan bahwa sebuah dinamo magnetik di dalam lapisan ini menciptakan medan magnet matahari (baca dinamo matahari).

[54] Zona konvektif [ sunting - sunting sumber ] Di lapisan terluar matahari, dari permukaannya sampai kira-kira 200.000 km di bawahnya (70% radius matahari dari pusat), suhunya lebih rendah daripada di zona radiatif dan atom yang lebih berat tidak sepenuhnya terionisasikan. Akibatnya, transportasi panas radiatif kurang efektif. Kepadatan gas-gas ini sangat rendah untuk memungkinkan arus konvektif terbentuk. Material yang dipanaskan di takoklin memanas dan memuai sehingga mengurangi kepadatannya dan memungkinkan material tersebut naik.

Pengaruhnya, konveksi termal berkembang saat sel panas mengangkut mayoritas panas ke luar hingga fotosfer matahari. Setelah material tersebut mendingin di fotosfer, kepadatannya meningkat, lalu tenggelam ke dasar zona konveksi. Di sana, material memanfaatkan panas dari atas zona radiatif dan siklus ini berlanjut. Di fotosfer, suhu menurun hingga 5.700 K dan kepadatannya turun hingga 0,2 g/m 3 (sekitar 1/6.000 kepadatan udara di permukaan laut).

[54] Kolom panas di zona konvektif membentuk jejak di permukaan matahari yang disebut granulasi dan supergranulasi. Konveksi turbulen di bagian terluar interior matahari ini menghasilkan dinamo "berskala kecil" yang menciptakan kutub magnetik utara dan selatan di seluruh permukaan matahari. [54] Kolom panas matahari disebut sel Bénard dan berbentuk prisma heksagon. [68] Fotosfer [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Fotosfer Permukaan matahari yang tampak, fotosfer, adalah lapisan yang di bawahnya matahari menjadi opak terhadap cahaya tampak.

[69] Di atas fotosfer, sinar matahari yang tampak bebas berkelana ke angkasa dan energinya terlepas sepenuhnya dari matahari. Perubahan opasitas diakibatkan oleh berkurangnya jumlah ion H − yang mudah menyerap cahaya tampak. [69] Sebalinya, cahaya tampak yang kita lihat dihasilkan dalam bentuk elektron dan bereaksi dengan atom hidrogen untuk menghasilkan ion H −. [70] [71] Tebal fotosfer puluhan sampai ratusan kilometer, sedikit kurang opak daripada udara di Bumi.

Karena bagian atas fotosfer lebih dingin daripada bagian bawahnya, citra matahari tampak lebih terang di tengah daripada pinggir atau lengan cakram matahari; fenomena ini disebut penggelapan lengan. [69] Spektrum sinar matahari kurang lebih sama dengan spektrum benda hitam yang beradiasi sekitar 6.000 Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, berbaur dengan jalur penyerapan atomik dari lapisan tipis di atas fotosfer. Fotosfer memiliki kepadatan partikel sekitar 10 23 m −3 (sekitar 0,37% jumlah partikel per volume atmosfer Bumi di permukaan laut).

Fotosfer tidak sepenuhnya terionisasikan—cakupan ionisasinya sekitar 3%—sehingga nyaris seluruh hidrogen dibiarkan berbentuk atom. [72] Selama penelitian awal terhadap spektrum optik fotosfer, beberapa jalur penyerapan yang ditemukan tidak berkaitan dengan elemen kimia apa pun yang dikenal di Bumi saat itu.

Pada tahun 1868, Norman Lockyer berhipotesis bahwa jalur-jalur penyerapan ini terbentuk oleh elemen baru yang ia sebut helium, diambil dari nama dewa matahari Yunani Helios. Dua puluh lima tahun kemudian, helium berhasil diisolasi di Bumi. [73] Atmosfer [ sunting - sunting sumber ] Saat gerhana matahari total, korona matahari dapat dilihat dengan mata telanjang selama periode totalitas yang singkat. Bagian matahari di atas fotosfer disebut atmosfer matahari.

[69] Atmosfer dapat diamati menggunakan teleskop yang beroperasi di seluruh spektrum elektromagnet, mulai dari radio hingga cahaya tampak sampai sinar gama, dan terdiri dari lima zona utama: suhu rendah, kromosfer, wilayah transisi, korona, dan heliosfer. [69] Heliosfer, dianggap sebagai atmosfer terluar tipis matahari, membentang ke luar melewati orbit Pluto hingga heliopause yang membentuk batas dengan medium antarbintang.

Kromosfer, wilayah transisi, dan korona jauh lebih panas daripada permukaan matahari. [69] Alasannya belum terbukti tepat; bukti yang ada memperkirakan bahwa gelombang Alfvén memiliki energi yang cukup untuk memanaskan korona. [74] Lapisan terdingin matahari adalah wilayah suhu rendah yang terletak sekitar 500 km di atas fotosfer dengan suhu kurang lebih 4.100 K.

[69] Bagian matahari ini cukup dingin untuk memungkinkan keberadaan molekul sederhana seperti karbon monoksida dan air, yang dapat dideteksi melalui spektrum penyerapan mereka. [75] Di atas lapisan suhu rendah, ada lapisan setebal 2.000 km yang didominasi spektrum emisi dan jalur penyerapan. [69] Lapisan ini bernama kromosfer yang diambil dari kata Yunani chroma, artinya warna, karena kromosfer terlihat seperti cahaya berwarna di awal dan akhir gerhana matahari total.

[66] Suhu kromosfer meningkat perlahan seiring ketinggiannya, berkisar sampai 20.000 K di dekat puncaknya. [69] Di bagian teratas kromosfer, helium terionisasikan separuhnya.

[76] Diambil oleh Hinode Solar Optical Telescope tanggal 12 Januari 2007, citra matahari ini menunjukkan sifat filamen pada plasma yang menghubungkan wilayah-wilayah berpolaritas magnet berbeda. Di atas kromosfer, di wilayah transisi tipis (sekitar 200 km), suhu naik cepat dari sekitar 20 ribu kelvin di atas kromosfer hingga mendekati suhu korona sebesar satu juta kelvin. [77] Peningkatan suhu ini dibantu oleh ionisasi penuh helium di wilayah transisi, yang mengurangi pendinginan radiatif plasma secara besar-besaran.

[76] Wilayah transisi tidak terbentuk di ketinggian tetap. Wilayah ini membentuk semacam nimbus mengitari fitur-fitur kromosfer seperti spikula dan filamen dan memiliki gerakan tak teratur yang konstan.

[66] Wilayah transisi sulit diamati dari permukaan Bumi, tetapi dapat diamati dari luar angkasa menggunakan instrumen yang sensitif terhadap spektrum ultraviolet ekstrem. [78] Korona adalah kepanjangan atmosfer terluar matahari yang volumenya lebih besar daripada matahari itu sendiri. Korona terus menyebar ke angkasa dan menjadi angin matahari yang mengisi seluruh tata surya.

[79] Korona rendah, dekat permukaan matahari, memiliki kepadatan partikel sekitar 10 15–10 16 m −3. [76] [c] Suhu rata-rata korona dan angin matahari sekitar 1–2 juta kelvin.

Akan tetapi, suhu di titik terpanasnya mencapai 8–20 juta kelvin. [77] Meski belum ada teori lengkap seputar suhu korona, setidaknya sebagian panasnya diketahui berasal dari rekoneksi magnetik. [77] [79] Heliosfer, yaitu volume di sekitar matahari yang diisi plasma angin matahari, merentang dari kurang lebih 20 radius matahari (0,1 au) sampai batas terluar tata surya.

Batas terdalamnya ditetapkan sebagai lapisan tempat arus angin matahari menjadi superalfvénik—artinya arus angin lebih cepat daripada kecepatan gelombang Alfvén. [80] Turbulensi dan dorongan dinamis di heliosfer tidak dapat memengaruhi bentuk korona matahari di dalamnya, karena informasi hanya dapat bergerak pada kecepatan gelombang Alfvén.

Angin matahari terus bergerak ke luar melintasi heliosfer, membentuk medan magnet matahari seperti spiral, [79] sampai menyentuh heliopause lebih dari 50 au dari matahari. Pada Desember 2004, wahana Voyager 1 melintasi fron kejut yang diduga sebagai bagian dari heliosfer. Kedua wahana Voyager telah mencatat konsentrasi partikel energi yang tinggi saat mendekati batas tersebut.

[81] Medan magnet [ sunting - sunting sumber ] Lembar arus heliosfer merentang sampai batas terluar tata surya dan terbentuk oleh pengaruh medan magnet matahari yang berotasi di plasma di medium antarplanet.

[82] Matahari adalah bintang bermagnet aktif. Matahari sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan medan magnet kuat yang berubah-ubah tiap tahun dan berbalik arah setiap sebelas tahun di sekitar maksimum matahari.

[83] Medan magnet matahari menjadi penyebab sejumlah dampak yang secara kolektif disebut aktivitas matahari, termasuk titik matahari di permukaan matahari, semburan matahari, dan variasi angin matahari yang mengangkut material melintasi tata surya. [84] Dampak aktivitas matahari terhadap Bumi meliputi aurora di lintang tengah sampai tinggi serta gangguan komunikasi radio dan tenaga listrik.

Aktivitas matahari diduga memainkan peran besar dalam pembentukan dan evolusi tata surya. Aktivitas matahari mengubah struktur atmosfer terluar Bumi. [85] Semua materi dalam matahari berbentuk gas dan bersuhu tinggi yang disebut plasma. Ini membuat matahari bisa berotasi lebih cepat di khatulistiwa (sekitar 25 hari) daripada lintang yang lebih tinggi (sekitar 35 hari di dekat kutubnya).

Rotasi diferensial lintang matahari menyebabkan jalur medan magnetnya saling terikat seiring waktu, menghasilkan lingkaran medan magnet dari permukaan matahari dan mencetus pembentukan titik matahari dan prominensa matahari (baca rekoneksi magnetik).

Aksi ikat-ikatan ini menciptakan dinamo matahari dan siklus aktivitas magnetik 11 tahun; medan magnet matahari berbalik arah setiap 11 tahun. [86] [87] Medan magnet matahari membentang jauh melewati matahari itu sendiri. Plasma angin matahari yang termagnetkan membawa medan magnet matahari ke luar angkasa dan membentuk medan magnet antarplanet. [79] Karena plasma hanya mampu bergerak di jalur medan magnet, medan magnet antarplanet awalnya tertarik secara radial menjauhi matahari.

Karena medan di atas dan bawah khatulistiwa matahari memiliki polaritas berbeda yang mengarah ke dan menjauhi matahari, ada satu lembar arus tipis di bidang khatulistiwa matahari yang disebut lembar arus heliosfer. [79] Pada jarak yang lebih jauh, rotasi matahari memelintir medan magnet dan lembar arus menjadi struktur mirip spiral Archimedes yang disebut spiral Parker.

[79] Medan magnet antarplanet lebih kuat daripada komponen dipol medan magnet matahari. Medan magnet dipol matahari sebesar 50–400 μT (di fotosfer) berkurang seiring jaraknya menjadi sekitar 0,1 nT pada jarak Bumi. Meski begitu, menurut pengamatan wahana antariksa, bidang antarplanet di lokasi Bumi sekitar 5 nT, kurang lebih seratus kali lebih besar.

[88] Perbedaan ini disebabkan oleh medan magnet yang diciptakan oleh arus listrik di plasma yang menyelubungi matahari. Pergerakan matahari [ sunting - sunting sumber ] Ilustrasi rotasi matahari. Terdapat perubahan posisi bintik matahari selama terjadi pergerakan. Matahari mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut: • Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk mencapai satu kali putaran.

[89] Gerakan rotasi ini pertama kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik matahari. [89] Sumbu rotasi matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub utara matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan matahari lebih terlihat di bulan Maret. [89] Matahari bukanlah bola padat, melainkan bola gas, sehingga matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang seragam.

[89] Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior matahari tidak sama dengan bagian permukaannya. [90] Bagian inti dan zona radiatif berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama, tetapi dengan kecepatan yang berbeda. [90] Bagian ekuatorial (tengah) memakan waktu rotasi sekitar 24 hari, sedangkan bagian kutubnya berotasi selama sekitar 31 hari. [89] [91] Sumber perbedaan waktu rotasi matahari tersebut masih diteliti.

[89] • Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. [91] Matahari terletak sejauh 28 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti. [91] Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828 ribu km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.

[91] Jarak matahari ke bintang terdekat [ sunting - sunting sumber ] Sistem bintang yang terdekat dengan matahari adalah Alpha Centauri. [92] Bintang yang dalam kompleks tersebut yang memilkiki posisi terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri, sebuah bintang berwarna merah redup yang terdapat dalam rasi bintang Sentaurus.

[92] Jarak matahari ke Proxima Centauri adalah 4,3 tahun cahaya (39.900 juta km atau 270 ribu unit astronomi), kurang lebih 270 ribu kali jarak matahari ke Bumi.

[92] Para ahli astronomi mengetahui bahwa benda-benda angkasa senantiasa bergerak dalam orbit masing-masing. [93] Oleh karena itu, perhitungan jarak dilakukan berdasarkan pada perubahan posisi suatu bintang dalam kurun waktu tertentu dengan berpatokan pada posisinya terhadap bintang-bintang sekitar.

[93] Metode pengukuran ini disebut paralaks ( parallax). [93] Ciri khas matahari [ sunting - sunting sumber ] Berikut ini adalah beberapa ciri khas yang dimiliki oleh matahari. Prominensa (lidah api matahari) [ sunting - sunting sumber ] Erupsi prominensa yang terjadi pada 30 Maret 2010 Prominensa adalah salah satu ciri khas matahari, berupa bagian matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta sering kali berbentuk loop (putaran).

[94] [95] Prominensa disebut juga sebagai filamen matahari karena, meskipun julurannya sangat terang bila dilihat di angkasa yang gelap, prominensa tidak lebih terang daripada keseluruhan matahari sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan sendiri. [94] Prominensa hanya dapat dilihat dari Bumi dengan bantuan teleskop dan filter. [94] Prominensa terbesar yang pernah ditangkap oleh SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) diperkirakan sepanjang 350 ribu km.

[94] Sama seperti korona, prominensa terbentuk dari plasma, tetapi memiliki suhu yang lebih dingin. [94] Prominensa berisi materi dengan massa mencapai 100 miliar kg.

[94] Prominensa terjadi di lapisan fotosfer matahari dan bergerak ke luar menuju korona matahari. [94] Plasma prominensa bergerak di sepanjang medan magnet matahari. [96] Erupsi dapat terjadi ketika struktur prominesa menjadi tidak stabil sehingga akan pecah dan mengeluarkan plasmanya. [96] Ketika terjadi erupsi, material yang dikeluarkan menjadi bagian dari struktur magnetik yang sangat besar disebut semburan massa korona ( coronnal mass ejection/CME).

[94] [96] Pergerakan semburan korona tersebut terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s hingga 3,2 juta km/s. [94] Pergerakan tersebut juga menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam waktu singkat. [94] Bila erupsi semburan massa korona mengarah ke Bumi, akan terjadi interaksi dengan medan magnet Bumi dan mengakibatkan terjadinya badai geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan listrik.

[96] Suatu prominensa yang stabil dapat bertahan di korona hingga berbulan-bulan lamanya dan ukurannya terus membesar setiap hari. [96] Para ahli masih terus meneliti bagaimana dan mengapa prominensa dapat terjadi. [96] Bintik matahari [ sunting - sunting sumber ] Bintik matahari terlihat seperti noda kehitaman di permukaan matahari.

Bintik matahari adalaah granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer matahari dengan jumlah yang tak terhitung.

[97] Bintik matahari tercipta saat garis medan magnet matahari menembus bagian fotosfer. [98] Ukuran bintik matahari dapat lebih besar daripada Bumi. [95] Bintik matahari memiliki daerah yang gelap bernama umbra, yang dikelilingi oleh daerah yang lebih terang disebut penumbra. [97] Warna bintik matahari terlihat lebih gelap karena suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer. [97] Suhu di daerah umbra adalah sekitar 2.200 °C sedangkan di daerah penumbra adalah 3.500 °C. [97] Karena emisi cahaya juga dipengaruhi oleh suhu maka bagian bintik matahari umbra hanya mengemisikan 1/6 kali cahaya bila dibandingkan permukaan matahari pada ukuran yang sama.

[97] Angin matahari [ sunting - sunting sumber ] Angin matahari terbentuk dari aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atmosfer matahari yang bergerak ke seluruh tata surya. [99] Partikel-partikel tersebut memiliki energi yang tinggi. Namun, proses pergerakan ke luar medan gravitasi matahari pada kecepatan yang begitu tinggi belum dimengerti secara sempurna.

[99] Kecepatan angin surya terbagi dua, yaitu angin cepat yang mencapai 400 km/s dan angin cepat yang mencapai lebih dari 500 km/s. [100] Kecepatan ini juga bertambah secara eksponensial seiring jaraknya dari matahari. [100] Angin matahari yang umum terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer matahari. [100] Beberapa bukti keberadaan angin surya yang dapat dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah badai geomagnetik berenergi tinggi yang merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor panjang pada komet yang selalu menjauhi matahari akibat hembusan angin surya.

[99] Angin matahari dapat membahayakan kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang melindungi dari radiasi. [99] Pada kenyataannya, ukuran dan bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin surya yang melintas.

[99] Badai matahari [ sunting - sunting sumber ] Badai matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer matahari. [101] Plasma matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya.

[102] Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton. [101] Jumlah dan kekuatan badai matahari bervariasi. [102] Ketika matahari aktif dan memiliki banyak bintik, badai matahari lebih sering terjadi.

Badai matahari sering kali terjadi sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan dengan luapan massa korona. [102] Badai matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronaut, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi. [102] [103] Badai matahari yang pertama kali tercatat dalam pustaka astronomi adalah pada tanggal 1 September 1859. [101] Dua peneliti, Richard C. Carrington dan Richard Hodgson yang sedang mengobservasi bintik matahari melalui teleskop di tempat terpisah, mengamati badai matahari yang terlihat sebagai cahaya putih besar di sekeliling matahari.

[101] Kejadian ini disebut Carrington Event dan menyebabkan lumpuhnya jaringan telegraf transatlantik antara Amerika dan Eropa. [103] Eksplorasi matahari [ sunting - sunting sumber ] Solar Maximum Mission, salah satu satelit yang diluncurkan Amerika Serikat untuk mempelajari matahari.

Wahana antariksa yang pertama kali berhasil masuk ke orbit matahari adalah Pioneer 4. [104] Pioneer 4, yang diluncurkan tanggal 3 Maret 1959 oleh Amerika Serikat, menjadi pionir dalam sejarah eksplorasi matahari. [104] [105] Keberhasilan tersebut diikuti oleh peluncuran Pioneer 5–Pioneer 9 pada tahun 1959–1968 yang memang bertujuan untuk mempelajari tentang matahari. [105] Pada 26 Mei 1973, stasiun luar angkasa Amerika Serikat bernama Skylab diluncurkan dengan membawa 3 awak.

[105] Skylab membawa Apollo Telescope Mount (ATM) yang digunakan untuk mengambil lebih dari 150 ribu gambar matahari. [105] Wahana antariksa lainnya, Helios I, berhasil mengorbit hingga mencapai jarak 47 juta km dari matahari (memasuki orbit Merkurius).

[105] [106] Helios I terus berputar untuk memastikan seluruh bagian pesawat mendapat jumlah panas yang sama dari matahari. [106] Helios I bertugas mengumpulkan data-data mengenai matahari. [106] Wahana antariksa hasil kerja sama Amerika Serikat dan Jerman ini beroperasi sejak 10 Desember 1974 hingga akhir 1982.

[105] [106] Helios II diluncurkan pada 16 Januari 1976 dan berhasil mencapai jarak 43 juta km dari matahari.

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

{INSERTKEYS} [105] Misi Helios II selesai pada April 1976, tetapi dibiarkan tetap berada di orbit. [106] Solar Maximum Mission didesain untuk melakukan observasi aktivitas matahari terutama bintik dan api matahari saat matahari berada pada periode aktivitas maksimum. [105] [106] SMM diluncurkan oleh Amerika Serikat pada 14 Februari 1980. [105] Selama perjalanannya, SMM pernah mengalami kerusakan, tetapi berhasil diperbaiki oleh awak pesawat ulang alik Challenger.

[106] SMM terus berada di orbit Bumi selama melakukan observasi. [105] [106] SMM mengumpulkan data hingga 24 November 1989 dan terbakar saat masuk kembali ke atmosfer Bumi pada 2 Desember 1989. [105] [106] Wahana antariksa Ulysses adalah hasil proyek internasional untuk mempelajari kutub-kutub matahari, diluncurkan pada 6 Oktober 1990. [105] Sedangkan Yohkoh adalah wahana antariksa yang diluncurkan untuk mempelajari radiasi energi tinggi dari matahari.

[105] Yohkoh merupakan hasil kerja sama Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris yang diluncurkan pada 31 Agustus 1991. [105] Misi eksplorasi matahari yang paling terkenal adalah Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) yang dikembangkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang bekerja sama dengan Agensi Luar Angkasa Eropa (ESA) dan diluncurkan pada 12 Desember 1995.

[107] SOHO bertugas mengumpulkan data struktur internal, proses fisik yang terjadi, serta pengambilan gambar dan diagnosis spektroskopis matahari. [105] SOHO ditempatkan pada jarak 1,5 juta km dari Bumi dan masih beroperasi hingga sekarang. [105] Misi eksplorasi terbaru dari NASA adalah wahana antariksa kembar bernama STEREO yang diluncurkan pada 26 Oktober 2006. [106] [107] STEREO bertugas untuk menganalisis dan mengambil gambar matahari dalam bentuk 3 dimensi.

[106] Solar Dynamics Observatory Mission adalah misi eksplorasi NASA yang sedang dalam pengembangan dan telah dipublikasikan pada April 2008. [106] Solar Dynamics Observatory Mission diperkirakan akan mengorbit untuk mempelajari dinamika matahari yang meliputi aktivitas matahari, evolusi atmosfer matahari, dan pengaruh radiasi matahari terhadap planet-planet lain.

[106] Matahari sebagai simbol kepercayaan dan kebudayaan [ sunting - sunting sumber ] Matahari telah menjadi simbol penting di banyak kebudayaan sepanjang peradaban manusia. [108] Dalam mitologi yang dimiliki oleh berbagai bangsa di dunia, matahari memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakatnya. [108] Matahari dikenal dengan nama yang berbeda-beda pada tiap kebudayaan dan sering kali disembah sebagai dewa.

[108] [109] Relief Helios di Kuil Athena, Troja. Peranan matahari di berbagai kebudayaan dan kepercayaan [ sunting - sunting sumber ] • Ra (atau Re) adalah dipuja sebagai Dewa Matahari sekaligus pencipta di kebudayaan Mesir Kuno. [108] [110] Pada hieroglif, matahari digambarkan sebagai sebuah cakram. [108] Ra menyimbolkan mata langit sehingga sering digambarkan sebagai cakram yang berada pada kepala burung falkon atau cakram bersayap. [108] Dewa Ra dipercaya mengendarai kereta perang melintasi langit di siang hari.

[111] Dewa Ra juga digambarkan sebagai penjaga pharaoh atau Raja Mesir. [111] Selain itu, Ra digambarkan sebagai dewa yang sudah tua dan tinggal di langit untuk mengawasi dunia. {/INSERTKEYS}

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

{INSERTKEYS} [111] • Dalam mitologi India, matahari disebut dengan nama Surya. [108] Selain sebagai matahari itu sendiri, Surya juga dikenal sebagai dewa matahari.

[112] Kata surya berasal dari bahasa Sanskerta sur atau svar yang berakhir bersinar. [112] Surya digambarkan sebagai dewa yang memegang keseimbangan di muka Bumi. [112] Penyembahan matahari telah dilakukan oleh penganut kepercayaan Hindu selama ribuan tahun. [108] Kini, perayaan matahari terbit masih dilangsungkan di pinggiran Sungai Gangga yang terletak di kota tersuci di India, kota Benares.

[113] Surya Namaskar atau penghormatan kepada matahari adalah sebuah gerakan penting dalam yoga. [108] • Helios adalah dewa matahari kuno, saudara dari Selene (dewi bulan) dalam mitologi Yunani. [108] Helios disebut juga sebagai Sol Invictus di kebudayaan Romawi.

[114] Selain itu, Helios juga merupakan sisi lain dari Apollo. [108] Dikisahkan Helios adalah dewa yang bermahkotakan halo matahari dan mengendarai kereta perang menuju ke angkasa. [115] Helios adalah dewa yang bertanggung jawab memberikan cahaya ke surga dan Bumi dengan cara menambat matahari di kereta yang dikendarainya.

[114] • Bangsa Inca menyembah dewa matahari yang bernama Inti, sebagai dewa tertinggi. [116] Dewa Inti dipercaya menganugerahkan peradaban Inca kepada anaknya, Manco Capac, yang juga merupakan raja bangsa Inca yang pertama.

[116] Bangsa Inca menyebut diri mereka sebagai anak-anak matahari. [116] Setiap tahun mereka memberikan persembahan hasil panen dalam jumlah besar untuk upacara-upacara yang berhubungan dengan penyembahan matahari. [116] • Dewa matahari yang disembah oleh bangsa Maya adalah Kinich-ahau.

[117] Kinich-ahau adalah pemimpin bagian utara. [117] • Suku Aztec menyembah Huitzilopochtli, yang merupakan dewa perang dan simbol matahari. [118] Setiap hari Huitzilopochtli dikisahkan menggunakan sinar matahari untuk mengusir kegelapan dari langit, namun setiap malam dewa ini mati dan kegelapan datang kembali.

[118] Untuk memberi kekuatan pada dewa mereka, bangsa Aztec mempersembahkan jantung manusia setiap hari. [113] • Shintoisme merupakan agama yang berinti pada penyembahan Dewi Matahari yang bernama Amaterasu masih terus bertahan di Jepang.

[113] Jepang memiliki julukan "Negara matahari Terbit". [113] Intihuatana, bangunan yang berfungsi sebagai penanda waktu pada masa peradaban Inca. Bangunan dan benda yang berhubungan dengan matahari [ sunting - sunting sumber ] • Jam matahari adalah seperangkat alat yang dipakai sebagai penunjuk waktu berdasarkan bayangan gnomon (batang atau lempengan penanda)yang berubah-ubah letaknya seiring dengan pergerakan Bumi terhadap matahari. [119] Jam matahari berkembang di antara kebudayaan kuno Babylonia, Yunani, Mesir, Romawi, Tiongkok, dan Jepang.

Jam matahari tertua yang pernah ditemukan oleh Chaldean Berosis, yang hidup sekitar 340 SM. Beberapa artefak jam matahari lain ditemukan di Tivoli, Italia tahun 1746, di Castel Nuovo tahun 1751, di Rigano tahun 1751, dan di Pompeii tahun 1762. • Stonehenge yang terletak di Wiltshire, Inggris, memiliki pilar batu terbesar yang disebut Heelstone menandai posisi terbitnya matahari tanggal 21 Juni (posisi matahari tepat di utara Bumi).

[120] • Observatorium kuno yang dibangun bagi Dewa Ra masih dapat ditemui di Luxor, sebuah kota di dekat Sungai Nil di Mesir. [113] Sedangkan El Karmak adalah kuil yang juga dibangun untuk Dewa Ra dan terletak di timur laut Luxor. [121] Ratusan obelisk Mesir yang berfungsi sebagai jam matahari pada masanya juga dapat ditemukan di Luxor dan Heliopolis (kota matahari).

[113] • Salah satu bangunan terkenal yang didedikasikan untuk Surya dibangun pada abad ke 13 bernama Surya Deula (Candi Matahari) yang terletak Konarak, India. [112] • Pilar Intihuatana yang terletak di kawasan Machu Picchu adalah bangun yang didirikan oleh bangsa Inca. [116] Pada tengah hari setiap tanggal 21 Maret dan 21 September, posisi matahari akan berada hampir tepat di atas pilar sehingga tidak akan ada bayangan pilar sama sekali. [116] [122] Pada saat inilah, masyarakat Inca akan mengadakan upacara di tempat tersebut karena mereka percaya bahwa matahari sedang diikat di langit.

[116] [122] Intihuatana dipakai untuk menentukan hari di mana terjadi equinox (lama siang hari sama dengan malam hari) dan periode-periode astronomis lainnya [122] • Bangsa Maya terkenal dengan kalender berisikan 365 hari dan 260 hari yang dibuat berdasarkan pengamatan astronomis, termasuk terhadap matahari.

[123] Kalender 365 hari ini disebut Haab, sedangkan kalender 260 hari disebut Tzolkin. [123] • Kalender Aztec dipahat di atas sebuah baru berbentuk lingkaran. Isinya adalah 365 siklus kalender berdasarkan matahari dan 260 siklus ritual. [124] Kalender batu Aztec ini kini disimpan di National Museum of Anthropology and History di Chapultepec Park, Mexico City.

[124] • Matahari juga telah menjadi objek yang menarik bagi pelukis dan penulis terkenal dunia. [113] Claude Monet, Joan Miro, Caspar David Friedrich (judul lukisan: Woman in Morning Sun - Wanita dalam Matahari Pagi, dan Vincent van Gogh (judul lukisan: Another Light, A Stronger Sun - Cahaya Lain, Matahari yang Lebih Kuat) adalah beberapa pelukis yang pernah menjadikan matahari sebagai objek lukisannya.

[113] Sedangkan Ralph Waldo Emerson dan Friedrich Nietzsche adalah penulis dan filsuf yang pernah membuat cerita, puisi, maupun kata-kata mutiara dengan subjek matahari. [113] Manfaat dan peran matahari [ sunting - sunting sumber ] Matahari adalah sumber energi bagi kehidupan. [113] Matahari memiliki banyak manfaat dan peran yang sangat penting bagi kehidupan seperti: • Panas matahari memberikan suhu yang pas untuk kelangsungan hidup organisme di Bumi. [113] Bumi juga menerima energi matahari dalam jumlah yang pas untuk membuat air tetap berbentuk cair, yang mana merupakan salah satu penyokong kehidupan.

[113] Selain itu, panas matahari memungkinkan adanya angin, siklus hujan, cuaca, dan iklim. [113] • Cahaya matahari dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan ber klorofil untuk melangsungkan fotosintesis, sehingga tumbuhan dapat tumbuh serta menghasilkan oksigen dan berperan sebagai sumber pangan bagi hewan dan manusia.

[113] Makhluk hidup yang sudah mati akan menjadi fosil yang menghasilkan minyak Bumi dan batu bara sebagai sumber energi. [113] Hal ini merupakan peran dari energi matahari secara tidak langsung [113] Panel surya dipasang di atap rumah untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik. • Pembangkit listrik tenaga matahari adalah moda baru pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan. [125] Pembangkit listrik ini terdiri dari kaca-kaca besar atau panel yang akan menangkap cahaya matahari dan mengkonsentrasikannya ke satu titik.

[125] Panas yang ditangkap kemudian digunakan untuk menghasilkan uap panas bertekanan, yang akan dipakai untuk menjalankan turbin sehingga energi listrik dapat dihasilkan. [125] Prinsip panel surya adalah penggunaan sel surya atau sel photovoltaic yang terbuat dari silikon untuk menangkap sinar matahari. [125] Sel surya sudah banyak dipakai untuk kalkulator tenaga surya.

Panel surya sudah banyak dipasang di atap bangunan dan rumah di daerah perkotaan untuk mendapatkan listrik dengan gratis. [125] • Pergerakan rotasi Bumi menyebabkan ada bagian yang menerima sinar matahari dan ada yang tidak. [126] Hal inilah yang menciptakan adanya hari siang dan malam di Bumi. [126] Sedangkan pergerakan Bumi mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya musim. [126] • Matahari menjadi penyatu planet-planet dan benda angkasa lain di sistem tata surya yang bergerak atau berotasi mengelilinya.

[127] Keseluruhan sistem dapat berputar di luar angkasa karena ditahan oleh gaya gravitasi matahari yang besar. [127] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Surya — KBBI Daring • ^ Mentari — KBBI Daring • ^ Syamsu — KBBI Daring • ^ Syamsi — KBBI Daring • ^ Rawi — KBBI Daring • ^ "Sol". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed.

1989. • ^ "Helios". Lexico UK Dictionary. Oxford University Press. • ^ "solar". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989. • ^ Solar 2 — KBBI Daring • ^ Pitjeva, E. V.; Standish, E. M. (2009). "Proposals for the masses of the three largest asteroids, the Moon–Earth mass ratio and the Astronomical Unit".

Celestial Mechanics and Dynamical Astronomy (dalam bahasa Inggris). 103 (4): 365–372. Bibcode: 2009CeMDA.103..365P. doi: 10.1007/s10569-009-9203-8. ISSN 1572-9478. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Williams, D.R. (1 Juli 2013). "Sun Fact Sheet". NASA Goddard Space Flight Center. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juli 2010 . Diakses tanggal 12 Agustus 2013. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Zombeck, Martin V.

(1990). Handbook of Space Astronomy and Astrophysics 2nd edition. Cambridge University Press. • ^ Asplund, M.; Grevesse, N.; Sauval, A.J. (2006). "The new solar abundances – Part I: the observations" (PDF). Communications in Asteroseismology.

147: 76–79. Bibcode: 2006CoAst.147...76A. doi: 10.1553/cia147s76. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Eclipse 99: Frequently Asked Questions".

NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Mei 2010 . Diakses tanggal 24 Oktober 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Hinshaw, G.; et al.

(2009). "Five-year Wilkinson Microwave Anisotropy Probe observations: data processing, sky maps, and basic results". The Astrophysical Journal Supplement Series. 180 (2): 225–245. arXiv: 0803.0732 . Bibcode: 2009ApJS..180..225H. doi: 10.1088/0067-0049/180/2/225. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Mamajek, E.E.; Prsa, A.; Torres, G.; et, al. (2015). "IAU 2015 Resolution B3 on Recommended Nominal Conversion Constants for Selected Solar and Planetary Properties".

arΧiv: 1510.07674 [astro-ph.SR]. • ^ a b Emilio, Marcelo; Kuhn, Jeff R.; Bush, Rock I.; Scholl, Isabelle F. (2012), "Measuring the Solar Radius from Space during the 2003 and 2006 Mercury Transits", The Astrophysical Journal, 750 (2): 135, arXiv: 1203.4898 , Bibcode: 2012ApJ...750..135E, doi: 10.1088/0004-637X/750/2/135 Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "arxiv1203_4898" didefinisikan berulang dengan isi berbeda • ^ a b c d e f g h i j k l m "Solar System Exploration: Planets: Sun: Facts & Figures".

NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Januari 2008. • ^ Ko, M. (1999). Elert, G., ed. "Density of the Sun". The Physics Factbook. • ^ Ko, M.

(1999). Elert, G., ed. "Density of the Sun". The Physics Factbook. • ^ "Principles of Spectroscopy". Universitas Michigan, Astronomy Department. 30 Agustus 2007. • ^ Bonanno, A.; Schlattl, H.; Paternò, L. (2002). "The age of the Sun and the relativistic corrections in the EOS".

Astronomy and Astrophysics. 390 (3): 1115–1118. arXiv: astro-ph/0204331 . Bibcode: 2002A&A...390.1115B. doi: 10.1051/0004-6361:20020749. • ^ Connelly, JN; Bizzarro, M; Krot, AN; Nordlund, Å; Wielandt, D; Ivanova, MA (2 November 2012). "The Absolute Chronology and Thermal Processing of Solids in the Solar Protoplanetary Disk".

Science. 338 (6107): 651–655. Bibcode: 2012Sci...338..651C. doi: 10.1126/science.1226919. PMID 23118187. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) ( perlu mendaftar) • ^ a b Seidelmann, P.K.; et al.

(2000). "Report Of The IAU/IAG Working Group On Cartographic Coordinates And Rotational Elements Of The Planets And Satellites: 2000" . Diakses tanggal 22 Maret 2006. • ^ "The Sun's Vital Statistics".

Stanford Solar Center . Diakses tanggal 29 Juli 2008. Citing Eddy, J. (1979). A New Sun: The Solar Results From Skylab. NASA. hlm. 37. NASA SP-402. • ^ "How Round is the Sun?". NASA. 2 October 2008 . Diakses tanggal 7 March 2011. • ^ "First Ever STEREO Images of the Entire Sun". NASA. 6 February 2011 . Diakses tanggal 7 March 2011. • ^ Woolfson, M (2000).

"The origin and evolution of the solar system". Astronomy & Geophysics. 41 (1): 1.12. doi: 10.1046/j.1468-4004.2000.00012.x. • ^ Basu, S.; Antia, H. M. (2008). "Helioseismology and Solar Abundances". Physics Reports. 457 (5–6): 217. arXiv: 0711.4590 . Bibcode: 2008PhR...457..217B.

doi: 10.1016/j.physrep.2007.12.002. • ^ Wilk, S. R. (2009). "The Yellow Sun Paradox". Optics & Photonics News: 12–13. • ^ Than, K. (2006). "Astronomers Had it Wrong: Most Stars are Single". Space.com . Diakses tanggal 2007-08-01. • ^ Lada, C. J. (2006). "Stellar multiplicity and the initial mass function: Most stars are single".

Astrophysical Journal Letters. 640 (1): L63–L66. arXiv: astro-ph/0601375 . Bibcode: 2006ApJ...640L..63L. doi: 10.1086/503158. • ^ Burton, W. B. (1986). "Stellar parameters". Space Science Reviews. 43 (3–4): 244–250. Bibcode: 1986SSRv...43..244.. doi: 10.1007/BF00190626. • ^ Bessell, M. S.; Castelli, F.; Plez, B. (1998).

"Model atmospheres broad-band colors, bolometric corrections and temperature calibrations for O–M stars". Astronomy and Astrophysics. 333: 231–250. Bibcode: 1998A&A...333..231B. • ^ "A Star with two North Poles". Science @ NASA. NASA. 22 April 2003.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-18 . Diakses tanggal 2013-05-31. • ^ Riley, P.; Linker, J. A.; Mikić, Z. (2002). "Modeling the heliospheric current sheet: Solar cycle variations" (PDF). Journal of Geophysical Research. 107 (A7): SSH 8–1. Bibcode: 2002JGRA.107g.SSH8R. doi: 10.1029/2001JA000299. CiteID 1136. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-08-14 .

Diakses tanggal 2013-05-31. • ^ http://interstellar.jpl.nasa.gov/interstellar/probe/introduction/neighborhood.html Diarsipkan 2013-11-21 di Wayback Machine., Our Local Galactic Neighborhood, NASA • ^ http://www.centauri-dreams.org/?p=14203, Into the Interstellar Void, Centauri Dreams • ^ Adams, F.

C.; Graves, G.; Laughlin, G. J. M. (2004). "Red Dwarfs and the End of the Main Sequence" (PDF). Revista Mexicana de Astronomía y Astrofísica. 22: 46–49. Bibcode: 2004RMxAC..22...46A. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-26 . Diakses tanggal 2013-05-31. • ^ Kogut, A.; et al. (1993). "Dipole Anisotropy in the COBE Differential Microwave Radiometers First-Year Sky Maps". Astrophysical Journal. 419: 1. arXiv: astro-ph/9312056 . Bibcode: 1993ApJ...419....1K.

doi: 10.1086/173453. • ^ "Equinoxes, Solstices, Perihelion, and Aphelion, 2000–2020". US Naval Observatory. 31 January 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-10-13 . Diakses tanggal 2009-07-17. • ^ Simon, A. (2001). The Real Science Behind the X-Files : Microbes, meteorites, and mutants.

Simon & Schuster. hlm. 25–27. ISBN 0-684-85618-2. • ^ Godier, S.; Rozelot, J.-P. (2000). "The solar oblateness and its relationship with the structure of the tachocline and of the Sun's subsurface" (PDF). Astronomy and Astrophysics. 355: 365–374. Bibcode: 2000A&A...355..365G. • ^ Jones, Geraint (16 August 2012). "Sun is the most perfect sphere ever observed in nature". the Guardian . Diakses tanggal August 19, 2012. • ^ Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press.

hlm. 78–79. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ Schutz, Bernard F. (2003). Gravity from the ground up. Cambridge University Press. hlm. 98–99. ISBN 978-0-521-45506-0. • ^ a b Zeilik, M.A.; Gregory, S.A. (1998). Introductory Astronomy & Astrophysics (edisi ke-4th).

Saunders College Publishing. hlm. 322. ISBN 0-03-006228-4. • ^ Falk, S. W.; Lattmer, J.M.; Margolis, S.

H. (1977). "Are supernovae sources of presolar grains?". Nature. 270 (5639): 700–701. Bibcode: 1977Natur.270..700F. doi: 10.1038/270700a0. • ^ Zirker, Jack B. (2002). Journey from the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 11. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ Phillips, Kenneth J.

H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 73. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 58–67. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ a b García, R. (2007). "Tracking solar gravity modes: the dynamics of the solar core".

Science. 316 (5831): 1591–1593. Bibcode: 2007Sci...316.1591G. doi: 10.1126/science.1140598. PMID 17478682. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Basu; et al.

(2009). "Fresh insights on the structure of the solar core". The Astrophysical Journal. 699 (699): 1403. arXiv: 0905.0651 . Bibcode: 2009ApJ...699.1403B. doi: 10.1088/0004-637X/699/2/1403. • ^ a b c d e f g "NASA/Marshall Solar Physics". Solarscience.msfc.nasa.gov. 2007-01-18 . Diakses tanggal 2009-07-11. • ^ Broggini, Carlo (26–28 June 2003). "Nuclear Processes at Solar Energy". Physics in Collision: 21. arXiv: astro-ph/0308537 . Bibcode: 2003phco.conf...21B. • ^ Goupil, M. J.; et al. (2011).

"Open issues in probing interiors of solar-like oscillating main sequence stars 1. {/INSERTKEYS}

sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan

From the Sun to nearly suns". Journal of Physics: Conference Series. 271 (1): 012031. arXiv: 1102.0247. Bibcode: 2011JPhCS.271a2031G. doi: 10.1088/1742-6596/271/1/012031 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Zirker, Jack B.

(2002). Journey from the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 15–34. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ a b Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 47–53. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ p. 102, The physical universe: an introduction to astronomy, Frank H. Shu, University Science Books, 1982, ISBN 0-935702-05-9.

• ^ Table of sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, power densities, luminosities by radius in the Sun Diarsipkan 2001-11-29 di Library of Congress Web Archives. Fusedweb.llnl.gov (1998-11-09). Retrieved on 2011-08-30. • ^ Haubold, H.J.; Mathai, A.M.

(May 18, 1994). "Solar Nuclear Energy Generation & The Chlorine Solar Neutrino Experiment". Basic space science. AIP Conference Proceedings. 320: 102. arXiv: astro-ph/9405040. Bibcode: 1995AIPC.320.102H. doi: 10.1063/1.47009. • ^ Myers, Steven T. (1999-02-18). "Lecture 11 – Stellar Structure I: Hydrostatic Equilibrium".

Diakses tanggal 15 July 2009. • ^ NASA (2007). "Ancient Sunlight". Technology Through Time (50). Diakses tanggal 2009-06-24. • ^ Michael Stix (January 2003). "On the time scale of energy transport in the sun". Solar Physics. 212 (1): 3–6. Bibcode: 2003SoPh.212.3S. doi: 10.1023/A:1022952621810. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Schlattl, H. (2001). "Three-flavor oscillation solutions for the solar neutrino problem".

Physical Review D. 64 (1): 013009. arXiv: hep-ph/0102063. Bibcode: 2001PhRvD.64a3009S. doi: 10.1103/PhysRevD.64.013009. • ^ a b c d e "NASA – Sun". World Book at NASA.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2012-10-10. • ^ ed. by Andrew M. Soward. (2005). "The solar tachocline: Formation, stability and its role in the solar dynamo".

Fluid dynamics and dynamos in astrophysics and geophysics reviews emerging from the Durham Symposium on Astrophysical Fluid Mechanics, July 29 to August 8, 2002. Boca Raton: CRC Press. hlm. 193–235. ISBN 978-0-8493-3355-2. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ Mullan, D.J (2000).

"Solar Physics: From the Deep Interior to the Hot Corona". Dalam Page, D., Hirsch, J.G. From the Sun to the Great Attractor. Springer. hlm. 22. ISBN 978-3-540-41064-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • ^ a b c d e f g h i Abhyankar, K.D. (1977). "A Survey of the Solar Atmospheric Models". Bull. Astr. Soc. India. 5: 40–44. Bibcode: 1977BASI.5.40A.

• ^ Gibson, E.G. (1973). The Quiet Sun. NASA. ASIN B0006C7RS0. • ^ Shu, F.H. (1991). The Physics of Astrophysics. 1. University Science Books. ISBN 0-935702-64-4. • ^ Rast, Mark (12). "Ionization Effects in Three-Dimensional Solar Granulation Simulations".

The Astrophysical Journal. Diakses tanggal 31 December 2012. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -date=, -year= / -date= mismatch ( bantuan) • ^ Parnel, C. "Discovery of Helium".

University of St Andrews. Diakses tanggal 2006-03-22. • ^ De Pontieu, B. (2007). "Chromospheric Alfvénic Waves Strong Enough to Power the Solar Wind". Science. 318 (5856): 1574–77. Bibcode: 2007Sci.318.1574D. doi: 10.1126/science.1151747. PMID 18063784. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Solanki, S.K. (1994). "New Light on the Heart of Darkness of the Solar Chromosphere". Science.

263 (5143): 64–66. Bibcode: 1994Sci.263.64S. doi: 10.1126/science.263.5143.64. PMID 17748350. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c Hansteen, V.H. (1997). "The role of helium in the outer solar atmosphere". The Astrophysical Journal. 482 (1): 498–509.

Bibcode: 1997ApJ.482.498H. doi: 10.1086/304111. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Erdelyi2007 • ^ Dwivedi, Bhola N.

(2006). "Our ultraviolet Sun" (PDF). Current Science. 91 (5): 587–595. [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b c d e f Russell, C.T. (2001). "Solar wind and interplanetary magnetic filed: A tutorial". Dalam Song, Paul; Singer, Howard J. and Siscoe, George L. Space Weather (Geophysical Monograph) (PDF). American Geophysical Union. hlm. 73–88. ISBN 978-0-87590-984-4.

Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2018-10-01. Diakses tanggal 2013-06-07. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • ^ A.G, Emslie; J.A., Miller (2003). "Particle Acceleration". Dalam Dwivedi, B.N. Dynamic Sun. Cambridge University Press. hlm. 275. ISBN 978-0-521-81057-9. • ^ European Space Agency. The Distortion of the Heliosphere: Our Interstellar Magnetic Compass.

Siaran pers. Diakses pada 2006-03-22. • ^ "The Mean Magnetic Field of the Sun". Wilcox Solar Observatory. 2006. Diakses tanggal 2007-08-01. • ^ Zirker, Jack B. (2002). Journey from the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 119–120. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ Zirker, Jack B. (2002). Journey from the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 120–127. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun.

Cambridge University Press. hlm. 14–15, 34–38. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ "Sci-Tech – Space – Sun flips magnetic field".

CNN. 2001-02-16. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-11-15. Diakses tanggal 2009-07-11. • ^ "The Sun Does a Flip". Science.nasa.gov. 2001-02-15. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-05-12. Diakses tanggal 2009-07-11. • ^ Wang, Y.-M.; Sheeley (2003). "Modeling the Sun's Large-Scale Magnetic Field during the Maunder Minimum". The Astrophysical Journal. 591 (2): 1248–56.

Bibcode: 2003ApJ.591.1248W. doi: 10.1086/375449. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f (Inggris) Hathaway, DH (2003). "Solar Rotation". NASA/Marshall Space Flight Center. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) Cain, F (2008). "Rotation of the Sun".

Universe Today. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d (Inggris) Coffey, J (2010).

"Does The Sun Rotate?". Universe Today. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) Tam, K (1996). "Distance to The Nearest Star". The Physics Factbook™. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) Gib, M. "The Nearest Star". NASA'S HEASARC High Energy Astrophysics Science Archive Research Center. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-18. Diakses tanggal 17-06-2011.

Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j (Inggris) Villanueva, JC (2010). "Solar Prominence". Universe Today. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) Braham, I (2009), Ruang angkasa Seri intisari ilmu, Erlangga For Kids, hlm.

120, ISBN 9789797419233 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lidah api lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b c d e f (Inggris) Zell, H (2011).

"Monster Prominence Erupts from the Sun". NASA. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e (Inggris) Cline, T. "Issue #52: Sunspots From A To B - Solar Magnetism". NASA. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ (Inggris) Cain, F (2009). "What Are Sunspots?".

Universe Today. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e (Inggris) Cain, F (2008). "Solar Wind". Universe Today. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) Radiman I, Soegiatini E, Sungging E. Soegianto E. 2007. The motion of solar wind charged particle in a sinusoidal vibrating magnetic field. J Mat Sains 12:127:133. • ^ a b c d (Inggris) Holman, G (2007).

"Solar Flares". NASA's Goddard Space Flight Center. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d (Inggris) Cain, F (2008). "Solar Flares". Universe Today. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Indonesia) Sudibyo, M (2011).

"Mengenal Badai Matahari". Kompasiana. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-04-24. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) "The Space Exploration Timeline That Reflects The History Of Space Exploration". Diakses tanggal 17-06-2011.

Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p (Inggris) Hamilton, CJ (2000). "Chronology of Space Exploration". Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m (Inggris) "Timeline of Space Exploration". 2009.

Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) Cain, F (2008). "NASA and The Sun". Universe Today. Diakses tanggal 20-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k (Inggris) Deepak, S (2003). "Ra, Surya, Rangi, Atea Myths of Sun God".

Kalpana. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama solar nasa • ^ (Inggris) "Re". NESTA. 2011. Diakses sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan 16-06-2011. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) "The Goddess of Ancient Egypt".

Tour Egypt. 2011. Diakses tanggal 20-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d (Inggris) Prophet, ML; Prophet, EC; Booth, A (2003), Booth, A, ed., The Masters and Their Retreats Climb the highest mountain series, USA: Summit University Press, hlm. 560, ISBN 9780972040242 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( berasal dari bahasa Sansekekerta lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Lang • ^ a b (Inggris) Littleton, CS; Marshall Cavendish Corporation (2005), Gods, goddesses, and mythology, Volume 1, Marshall Cavendish, hlm.

709, ISBN 9780761475590 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ (Inggris) Vita-Finzi, C (2008), The Sun: A User's Manual, Springer, hlm.

156, ISBN 9781402068805 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( halo lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b c d e f g (Inggris) Roza, G (2007), Incan Mythology and Other Myths of the Andes Mythology around the world, The Rosen Publishing Group, hlm. 64, ISBN 9781404207394 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b (Inggris) James Lewis Thomas Chalmbers Spence (2009), The Myths of Mexico and Peru: Aztec, Maya and Inca, Forgotten Books, hlm.

123, ISBN 9781605068329 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b Histrory World. http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?gtrack=pthc&ParagraphID=ezq#ezq diakses 24 Juni 2011 • ^ (Indonesia) PUSPA IPTEK (2006). "Apa Jam Matahari itu?". Yayasan Parahyangan Satya. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-13. Diakses tanggal 24-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ (Inggris) Phillips, KJH (1995), Guide to the Sun, Cambridge: Cambridge University Press, hlm.

1, ISBN 9780521397889 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan berukuran sedang lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ (Inggris) Cline, T. "El Karmak". NASA. Diakses tanggal 20-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c Sacred Place. 2010. Macchu Pichu [terhubung berkala]. sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan [diakses 22 Juni 2011] • ^ a b (Inggris) Clow, BH; Calleman, CJ (2007), The Mayan Code: Time Acceleration and Awakening the World Mind, Inner Traditions / Bear & Co., hlm.

282, ISBN 9781591430704 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b (Inggris) Aztec Calendar - Sun Stone. http://www.crystalinks.com/aztecalendar.html diakses 24 Juni 2011 • ^ a b c d e (Indonesia) Greenpeace. 2011. Energi Matahari [terhubung berkala]. http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/Energi_Matahari/ Diarsipkan 2014-10-06 di Wayback Machine. [diakses 23 Juni 2011] • ^ a b c (Inggris) Wilson, TV (2011).

"How the Earth Works". HowStuffWorks. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ianbraham Bacaan lanjutan [ sunting - sunting sumber ] • Cohen, Richard (2010).

Chasing the Sun: the Epic Story of the Star that Gives us Life. Simon & Schuster. ISBN 1-4000-6875-4. • Thompson, M. J. (2004). "Solar interior: Helioseismology and the Sun's interior". Astronomy & Geophysics. 45 (4): 21–25. • Solar Activity Scholarpedia Hugh Hudson 3(3):3967.

DOI: 10.4249/scholarpedia.3967 Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Lihat informasi mengenai matahari di Wiktionary. Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sun. Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Matahari. • (Inggris) Situs web NASA tentang Matahari Diarsipkan 2013-01-24 di WebCite tentang matahari • (Indonesia) Situs web Greenpeace tentang Energi Matahari Diarsipkan 2014-10-06 di Wayback Machine.

tentang energi matahari • (Indonesia) Situs web Kompasiana tentang badai matahari Diarsipkan 2011-04-24 di Wayback Machine. • Bumi • Bulan • Satelit Bumi lainnya • Mars • Fobos • Deimos • Jupiter • Ganimede • Kalisto • Io • Europa • 79 satelit • Saturnus • Titan • Rhea • Iapetus • Dione • Tethys • Enceladus • Mimas • Hyperion • Phoebe • 82 satelit • Uranus • Titania • Oberon • Umbriel • Ariel • Miranda • 27 satelit • Neptunus • Triton • Proteus • Nereid • 14 satelit • Pluto • Charon • Nix • Hydra • Kerberos • Styx • Eris • Dysnomia • Haumea • Hiʻiaka • Namaka • Makemake • S/2015 (136472) 1 Penjelajahan ( Garis besar) • Kolonisasi • Penemuan • astronomi • model historis • garis waktu • Misi antariksa berawak • stasiun luar angkasa • daftar • Prob antariksa • garis waktu • daftar • Merkurius • Venus • Bulan • penambangan • Mars • Ceres • Asteroid • penambangan • Komet • Jupiter • Saturnus • Uranus • Neptunus • Pluto • Antariksa dalam Objek hipotetis • Komet • Damokloid • Meteoroid • Planet minor • Nama dan arti • bulan • Planetisimal • Pelintas Merkurius • Pelintas Venus • Troya Venus • Objek dekat Bumi • Pelintas Bumi • Troya Bumi • Pelintas Mars • Troya Mars • Sabuk asteroid • Asteroid • Ceres • Pallas • Juno • Vesta • aktif • 1.000 pertama • keluarga • istimewa • Celah Kirkwood • Pelintas Jupiter • Troya Jupiter • Centaur • Pelintas Saturnus • Pelintas Uranus • Troya Uranus • Pelintas Neptunus • Troya Neptunus • Objek cis-Neptunus • Objek trans-Neptunus • Sabuk Kuiper • Cubewano • Plutino • Objek terlepaskan • Awan Hills • Awan Oort • Sednoid Pembentukan dan evolusi • Garis besar Tata Surya • Portal Tata Surya • Portal Astronomi • Portal Ilmu bumi Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta Setiap panah ( →) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan atau sumber yang hanya dapat diakses dengan masuk log • Templat webarchive tautan wayback • Artikel dengan format rujukan tidak konsisten • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list • Galat CS1: tanggal • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Pranala Commons dari Wikidata • Templat webarchive tautan webcite • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Halaman ini terakhir diubah pada 24 April 2022, pukul 08.17.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Biotik Dan Abiotik – Pengertian, Ciri, Faktor, Komponen & Peralatan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Biotik Dan Abiotik yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, faktor, komponen dan peralatan, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Ciri-Ciri Biotik Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri biotik, terdiri atas: • Bernapas. • Tumbuh. • Berkembang biak. • Iritabilita. • Makan dan minum. • Melakukan ekskresi. • Beradaptasi dengan lingkungannya. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Lingkungan Hidup Dan 10 Faktor Penyebab Kerusakannya Faktor Biotik Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidaup di bumi,baik tumbuhan,hewan maupun manusia.

Dalam ekosistem,tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Faktor biotik juga meliputi tingkatan- tingkatan organisme yang meliputi: a. Individu Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia.

Dalam mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan.

Struktur dan tingkah laku demikian disebut a daptasi. Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu: 1. Adaptasi morfologi Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya.

Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut: • Gigi-gigi khusus Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya. • Moncong Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan.

Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya.

Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga. • Paruh Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya. • Daun Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.

Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan. • Akar Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Flora Dan Fauna 2. Adaptasi fsiologi Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya.

Contohnya adalah sebagai berikut: • Kelenjar bau Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya. • Kantong tinta Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.

• Mimikri pada kadal Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya. 3. Adaptasi tingkah laku Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut : • Pura-pura tidur atau mati Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

• Migrasi Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang. Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya.

Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut. b. Populasi Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut populasi.

Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi.

Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon.

Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi : 700 – 500 = 200 batang 1990-1980 10 tahun = 20 batang/tahun Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih.

Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi. Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia.

Imigrasi adalahperpindahan satu atau lebih organisme kedaerah lain sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan populasi. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Ekologi – Pengertian Menurut Para Ahli, Materi, Ruang Lingkup Dan Perbedaan Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun.

Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, bencana alam, dan wabah hama.

c. Komunitas Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. d. Ekosistem Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem.

Ekosistem adalah suatu kesatuan dinamis yang terdiri dari berbagai spesies makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan biotik maupun abiotik (materi dan energi).memiliki komponen dan menjalankan fungsi/ proses tertentu yang saling berkaitan dan bergantung satu dengan yang lainnya.

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup,sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruhkomponen biotik dalam suatu ekosistem membentuk komunitas. Dengan demikian,ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkunagn abiotiknya.

Komponen Biotik Meliputi semua faktor hidup yaitu; kelompok organisme produsen, konsumen dan pengurai.Lebih jelasnya berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: • Produsen Produsen, yang berarti penghasil. Dalam hal ini, produsen berarti organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuha hijau atau tumbuhan yang mempunyai klorofil.Di dalam ekosistem perairan, komponen biotik yang berfungsi sebagai produsen adalah berbagai jenis alga dan fitoplankton.

Produsen merupakan sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan autotrof yang mampu menghasilkan zat organik pembentuk tubuhnya dari zat-zat anorganik seperti air. dan mineral, yang termasuk ke dalam kelompok produsen ini ailah semua tumbuhan hijau yang dapat melakukan proses fotosintesis dan berkemampuan untuk menghasilkan karbohidrat. Karbohidrat merupakan zat pembentuk dasar dari berbagai zat makanan, seperti protein dan lemak yang terbentuk sebagai hasil kombinasi dengan nutrisi lainnya seperti nitrat, fosfor dan potasium.

• Konsumen Konsumen, yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkan makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkatketiga dan seterusnya.

Konsumen, merupakan organisme heterotrof yang menggunakan zat organik yang berasal dari hasil produksai produsen, kemudian organisme heterotrof ini yang terdiri dari kelompok hewan terdiri dari beberapa tingkat yaitu: 1) konsumen primer berupa hewan herbivora (hewan pemakan tumbuhan secara langsung), 2) konsumen sekunder (kedua) berupa kelompok hewan pemakan herbivora, 3) konsumen tersier (ketiga), berupa kelompok hewan karnivora dan pemakan karnivora lainnya.

Kelompok konsumen ini mengubah bahan-bahan materi organik menjadi materi penyusun tubuhnya. • Dekomposer atau Pengurai Dekomposer adalah komponen sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme pengurai, unsur hara dalam tanah yang telah diserap oleh tumbuhan akan diganti kembali, yaitu berasal dari hasil penguraian organisme pengurai.

Berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme merupakan makhluk hidup dan disebut sebagai komponen biotik. Kelompok pengurai ini umumnya terdiri atas kelompok bekteri dan jamur. Suatu ekosistem secara fundamental menunjukkan proses-proses sirkulasi materi, transformasi dan akumulasi energi melalui aktivitas organisme yang melibatkan kegiatan-kegiatan biologi seperti fotosintesis, dekomposisi, respirasi dan predasi, dengan demikian struktur dan fungsi ekosistem mempunyai kaitan yang erat antara satu dengan lainnya.

Pengurai, berupa kelompok organisme heterotrof yang menguraikan produsen dan konsumen yang telah mati, sehingga materi organik yang kompleks dapat diubah menjadi materi yang lebih sederhana dan akhirnya menjadi mineral-mineral yang dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Komponen Dan Manfaat Ekosistem Pantai Dalam Biologi Pengertian Abiotik Abiotik (bahasa Inggris: Abiotic) adalah salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan.

Komponen abiotik adalah segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Pengertian komponen abiotik yang tepat adalah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup, komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk tak hidup, komponen lingkungan yang terdiri atas manusia dan tumbuhan, serta komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup dan mkhluk tak hidup.

Ciri-Ciri Abiotik Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri abiotik, terdiri atas: • Bernapas. • Tumbuh. • Berkembang biak. • Iritabilita.

• Makan dan minum. • Melakukan ekskresi. • Beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor-Faktor Abiotik Faktor abiotik adalah faktor yang berasal dari alam semesta yang tidak hidup, misalnya udara, air, cahaya, dll.

Fungsi-fungsi komponen abiotik dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan yang dapat mempengaruhi ekosistem antara lain : • Tanah Seperti yang kita ketahui, tempat dimana manusia tinggal dan berpijak adalah tanah. Manusia dapat beraktifitas, membangun rumah, gedung, bahkan bercocok tanam. Tanah juga ditempati oleh komponen biotik seperti tumbuhan dan hewan yang melakukan aktifitasnya setiap hari. • Suhu Atau Temperatur Pada umumnya mahkluk hidup rata-rata dapat bertahan hidup hanya pada kisaran suhu 0 0C–40 0C.

hanya mahkluk hidup tertentu saja yang dapat hidup dibawah 0 0C atau diatas 40 0C. hewan berdarah panas mampu hidup pada suhu dibawah titik beku karena memiliki bulu dan memiliki suhu tubuh yang konstan (tetap). Suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Temperatur lingkungan adalah ukuran dari intensitas panas dalam unit standar dan biasanya diekspresikan dalam skala derajat celsius.

Secara umum, temperatur udara adalah faktor bioklimat tunggal yang penting dalam lingkunan fisik ternak. Supaya ternak dapat hidup nyaman dan proses fisiologi dapat berfungsi normal, dibutuhkan temperatur lingkungan yang sesuai. Banyak species ternak membutuhkan temperatur nyaman 13 – 18 oC atau Temperature Humidity Index (THI) < 72. Keadaan pergerakan molekul ditentukan oleh temperatur atau suhu.

Makin tinggi suhu, maka akan mepercepat proses kehilangan air dari tanaman dan sebaliknya. Selama musim hujan, rata-rata temperatur udara lebih rendah, sedangkan kelembaban tinggi dibanding pada musim panas. Jumlah dan pola curah hujan adalah faktor penting untuk produksi tanaman dan dapat dimanfaatkan untuk suplai makanan bagi ternak. Curah hujan bersama temperatur dan kelembaban berhubungan dengan masalah penyakit ternak serta parasit internal dan eksternal. Curah hujan dan angin juga dapat menjadi petunjuk orientasi perkandangan ternak.

• Sinar / Cahaya Matahari Sinar matahari mempengaruhi sistem secara global, karena sinar matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Megabiodiversitas Adalah Radiasi matahari dalam suatu lingkungan berasal dari dua sumber utama: • Temperatur matahari yang tinggi.

• Radiasi termal dari tanah, pohon, awan dan atmosfir. Petunjuk variasi dan kecepatan radiasi matahari, penting untuk mendesain perkandangan ternak, karena dapat mempengaruhi proses fisiologi ternak.

Lingkungan termal adalah ruang empat dimensi yang sesuai ditempati ternak. Mamalia dapat bertahan hidup dan berkembang pada suatu lingkungan termal yang tidak disukai, tergantung pada kemampuan ternak itu sendiri dalam menggunakan mekanisme fisiologis dan tingkah laku secara efisien untuk mempertahankan keseimbangan panas di antara tubuhnya dan lingkungan.

• Air Sekitar 80-90 % tubuh mahkluk hidup tersusun atas air. Zat ini digunakan sebagai pelarut di dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel, dan mencegah sel dari kekeringan. Air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan dan penyebaran biji, bagi hewan dan manusia air diperlukan untuk minum dan sarana hidup lain seperti transportasi bagi manusia dan tempat hidup bagi ikan.

Bagi unsur abiotik lain misalnya tanah dan batuan, air digunakan sebagai pelarut dan pelapuk. • UDARA Selain berperan dalam menentukan kelembaban, angin juga berperan sebagai penyebaran biji tumbuhan tertentu.

angin diturunkan oleh pola tekanan yang luas dalam atmosfir yang berhubungan dengan sumber panas atau daerah panas dan dingin pada atmosfir.

Kecepatan angin selalu diukur pada ketinggian tempat ternak berada. Hal ini penting karena transfer panas melalui konveksi dan evaporasi di antara ternak dan lingkungannya dipengaruhi oleh kecepatan angin. Udara di atmosfer tersusun atas nitrogen (N 2­­, 78 %), oksigen (O­ 2, 21 %), karbon dioksida (CO 2,0,03 %), dan gas lainnya. Jadi gas nitrogen merupakan penyusun udara terbesar di atmosfer bumi. • Nitrogen Unsur Nitrogen merupakan gas yang diperlukan oleh mahkluk hidup untuk membentuk protein, dan persenyawaan lainnya.

Tumbuhan, hewan, dan manusia tidak mampu memamfaatkan nitrogen yang ada di udara secara langsung. Ada bakteri yang dapat menangkap nitrogen bebas dari udara misalnya, bakteri rhizobium yang hidup bersimbiosis diakar tanaman kacang, atau ganggang biru anabaena yang hidup bersimbiosis dengan azolla (tumbuhan air). Tumbuhan lainnya memperoleh nitrogen dalam bentuk nitrit atau nitrat. Nitrit dan nitrat secara alami terbentuk dari nitrogen diudara yang terkena lecutan petir, secara alami tanah memperoleh nitrit dan nitrat sehingga menjadi subur.

• Oksigen dan karbon dioksida Okigen (O­ 2) merupakan gas pembakar dalam proses pernapasan. Makanan, misalnya karbohidrat yang ada di dalam sel, mengalami pembakaran (oksidasi) guna mendapatkan energi.

Oksidasi tersebut sering disebut sebagai pernapasan sel. Dalam pernapasan dihasilkan pula karbondioksida (CO 2) dan air (H 2O). baik tumbuhan maupun hewan memerlukan oksigen dari udara bebas untuk pernapasannya dlam rangka mendapatkan energi. • Angin dan kelembaban Angin berperan membantu penyerbukan tumbuhan, menyebarkan spora dan biji tumbuhan. Bebrapa serangga hama tumbuhan dapat diterbangkan oleh angin ke tempat lain yang jauh. Kelembaban berperan menjaga organisme agar tidak kehilangan air karena penguapan.

Beberapa mikroorganisme seperti jamur dan bakteri hidup di tempat-tempat yang lembab. Mikroorganisme tersebut tidak dapat hidup ditempat-tempat kering. Kelembaban adalah jumlah uap air dalam udara. Kelembaban udara penting, karena mempengaruhi kecepatan kehilangan panas dari ternak. Kelembaban dapat menjadi kontrol dari evaporasi kehilangan panas melalui kulit dan saluran pernafasan (Chantalakhana dan Skunmun, 2002).

Kelembaban biasanya diekspresikan sebagai kelembaban relatif (Relative Humidity = RH) dalam persentase yaitu ratio dari mol persen fraksi uap air dalam volume udara terhadap mol persen fraksi kejenuhan udara pada temperatur dan tekanan yang sama (Yousef, 1984). Pada saat kelembaban tinggi, evaporasi terjadi secara lambat, kehilangan panas terbatas dan dengan demikian mempengaruhi keseimbangan termal ternak (Chantalakhana dan Skunmun, 2002).

• Mineral Mineral yang diperlukan tumbuhan misalnya belerang (S), fosfat (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (fe), natrium (Na), dan khlor (Cl). Mineral-mineral itu diperoleh tumbuhan dalam bentuk ion-ion yang larut didalam air tanah. Mineral tersebut digunakan untuk berlangsungnya metabolisme tubuh dan untuk penyusun tubuh.

Hewan dan manusia pun memerlukan mineral untuk penyusun tubuh dan reaksi-reaksi metabolismenya. Selain itu, mineral juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa dan mengatur fungsi fsikologi (faal) tubuh. • Keasaman [PH] Keasaman juga berpengaruh terhadap mahkluk hidup. Biasanya mahkluk hidup memerlukan lingkungan yang memiliki PH netral.

Mahkluk hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam atau basa. Sebagai contoh tanah di Kalimantan yang umumnya bersifat asam memiliki keanekaragaman yang rendah dibandingkan dengan didaerah lain yang tanahnya netral. Tanah di Kalimantan bersifat asam karena tersusun atas gambut. Oleh karena itu sulit dijadikan areal pertanian jika tidak diolah dan dinetralkan terlebih dahulu.

Tanah yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan diberikan bubuk kapur. Tanah berhumus seringkali bersifat asam. Tanah berkapur seringkali bersifat basa. Tanah bersifat basa dapat dinetralkan dengan diberi bubuk belerang. • Kadar Garam [Salinitas] Jika kadar garam tinggi, sel-sel akar tumbuhan akan mati dan akhirnya akan mematikan tumbuhan itu. Didaerah yang berkadar garam tinggi hanya hidup tumbuhan tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai yang tahan terhadap lingkungan berkadar garam tinggi.

• Topografi Topografi artinya keadaan naik turunnya permukaan bumi disuatu daerah. Topografi berkaitan dengan kelembaban, cahaya, suhu, serta keadaan tanah disuatu daerah. Interaksi berbagai faktor itu membentuk lingkungan yang khas. Sebagai contoh keanekaragaman hayati di daerah perbukitan berbeda dengan didaerah datar. Organisme yang hidup di daerah berbukit berbeda dengan daerah datar. Topografi juga mempengaruhi penyebaran mahkluk hidup. • Garis Lintang Garis lintang yang berbeda menunjukan kondisi lingkungan yang berbeda pula.

Garis lintang secara tidak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme dipermukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa dan di antara dua benua, memiliki curah hujan yang cukup tinggi, rata-rata 200-225 cm/tahun. Dengan curah hujan yang tinggi dan merata, cahaya matahari sepanjang tahun, dan suhu yang cukup hangat dengan suhu rata-rata 27 ­­ 0 C, Indonesia memiliki keaneka ragaman flora dan fauna yang tingggi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Ekosistem Darat Komponen Abiotik Abiotik merupakan lawan kata dari biotik. Komponen abiotik adalah komponen- komponen yang tidak hidup atau benda mati.

Yang termasuk komponen abiotik adalah tanah, batu dan iklim, hujan, suhu, kelembaban, udara, serta matahari. a. Pencemaran Udara Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok.

1. CO 2 Pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di udara. Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal, pesawat terbang, dan pembakaran kayu.

Meningkatnya kadar CO2 di udara tidak segera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang. Sebagaimana diuraikan diatas, hal demikian dapat mengakibatkan efek rumah kaca. 2. CO Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran. Misalnya, menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup. Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna, maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi ruangan.

Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi tersebut. Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kamatian. 3. CFC Pencemara dara yang berbahaya lainnya adalah gas khloro fluoro karbon (disingkat CFC). Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang, karena tidak beraksi, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berbahaya. Gas ini dapat digunakan misalnya untuk mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (freon), pendingin pada almari es, dan penyemprot rambut ( hair spray).

Gas CFC yang membumbung tinggi dapat mencapai stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon ini merupakan pelindung bumi dari pengaruh cahaya ultraviolet. Kalau tidakl ada lapisan ozon, radiasi cahaya ultraviolet mencapai permukaan bumi, menyebabkan kematian organisme, tumbuhan menjadi kerdil, menimbulkan mutasi genetik, menyebebkan kanker kulit atau kanker retina mata. Jika gas CFC mencapai sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan, akan terjadi reaksi antara CFC dan ozon, sehingga lapisan ozon tersebut “berlubang” yang disebut sebagai “lubang” ozon.

Menurut pengamatan melalui pesawat luar angkasa, lubang ozon di kutub Selatan semakin lebar. Saat ini luasnya telah melebihi tiga kali luas benua Eropa. Karena itu penggunaan AC harus dibatasi. 4. SO, SO2 Gas belerang oksida (SO, SO2) di udara juga dihasilkan oleh pembakaran fosil (minyak, batubara).

Gas tersebut dapat beraksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang menyebabkan air hujan menjadi asam. Maka terjadilah hujan asam. Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-hewan tanah mati. Produksi pertanian merosot. Besi dan logam mudah berkarat. Bangunan-bangunan kuno, seperti candi, menjadi cepat aus dan rusak. Demikian pula bangunan gedungdan jembatan. 5. Asap Rokok Polutan udara yang lain yang berbahaya bagi kesehatan adalah asap rokok. Sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan rokok mengandung berbagai bahan pencemar yang dapat menyababkan batuk kronis, kanker patu-paru, mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Perokok dapat di bedakan menjadi dua yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif adalah mereka yang merokok. Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok di suatu ruangan.

Menurut penelitian, perokok pasif memiliki risiko yang lebih besar di bandingkan perokok aktif. Jadi, merokok di dalam ruangan bersama orang lain yang tidak merokok dapat mengganggu kesehatan orang lain. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Adaptasi Hewan Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain : • Terganggu kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronkhitis, emfisema, dan kemungkinan kanker paru-paru.

• Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna • Terganggunya oertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat • Adanya peristiwa efek rumah kaca ( green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Bila es meleleh maka permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi keseimbangan ekologi • Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen b.

Pencemaran Air Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain : • Limbah Pertanian Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk Insektisida dapat mematikan biota sungai.

Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradabel obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air ( eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur ( blooming).

Hal yang demikian akan mengancam kelestarian bendungan- bemdungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya. • Limbah Rumah Tangga Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut aliran Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air.

Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati.

Jika pencemaran bahan organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis ( bioindikator) parahnya pencemaran oleh bahan organik dari limbah pemukiman.

Dikota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat. Didalam air got yangdemikian tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada. • Limbah Industri Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri.

Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas). Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemara air oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai agar tidak terjadi pencemaran.

Dilaut, sering terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan kapal lain. Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak ratusan kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan hewan-hewan laut banyak yang mati karenanya. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak. • Penangkapan Ikan Menggunakan racun Sebagia penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari tumbuhan atau potas (racun)untuk menangkap ikan tangkapan, melainkan juga semua biota air.

Racun tersebut tidak hanya hewan-hewan dewasa, tetapi juga hewan-hewan yang masih kecil. Dengan demikian racun yang disebarkan akan memusnahkan jenis makluk hidup yang ada didalamnya. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut mengakibatkan pencemaran di lingkungan perairan dan menurunkan sumber daya perairan. Akibat yang dtimbulkan oleh pencemaran air antara lain : • Terganggunya sinar ultraviolet membahayakan kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.

• Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi, dan • Pendangkalan Dasar • Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga • Munculnya banjir akibat got tersumbat • Menjalarnya wabah muntaber.

c. Pencemaran tanah Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah-sampah rumah tangga, pasar, industri, kegiatan pertanian, dan peternakan. Sampah dapat dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai.

Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian. Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos.

Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk. Proses ini merupakan proses pendaurulangan ( recycle). Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse).

Misalnya, kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup digunakan untuk menyimpan air minum.

Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya. Selain penggunaulangan dan pendaurulangan, masih ada lagi upaya untuk mencegah pencemaran, yaitu melakukan pengurangan bahan/ penghematan ( reduce), dan melakukan pemeliharaan (repair).

Di negara maju, slogan-slogan reuse, reduce, dan repair, banyak diedarkan ke masyarakat. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain : • Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah).

• Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan • Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi. Peralatan Mengamati Gejala Alam Biotik dan Abiotik Berikut ini beberapa peralatan yang digunakan untuk mengamati gejala alam biotik atau abiotik antara lain sebagai berikut: • Teropong/Binokuler Dengan menggunakan alat tersebut kita bisa melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh.

Hal ini sangat berguna ketika mengamati sesuatu yang tidak memungkinkan untuk melakukannya dari dekat, misalnya dengan mengamati burung yang hinggap dipohon, binatang buas, gunung meletus, antena parabola dipuncak menara dan sebagainya. • Kamera Alat ini berguna untuk mengambil gambar objek-objek yang tidak memungkinkan dibawa ke laboratorium untuk dikaji lebih mendalam atau untuk mengabadikan kegiatan maupun hasil kegiatan yang dilakukan.

Seperti untuk mengambil gambar batuan disungai yang besar, pagar berkarat, hewan/tumbuhan langka atau bagian-bagiannya yang ada dikawasan konservasi dan sebagainya.

• Berbagai alat ukur Ketika mengamati objek biotik maupun abiotik maka harus medeskripsikan ukurannya seperti panjang, luas, volume, berat dan sebagainya. Karena itu penggunaan alat ukur yang tepat sangat diperlukan.

Contohnya, rol meter sangat cocok untuk mengukur lebar lapangan, penggaris sesuai untuk mengukur panjang buku, sedangkan mengukur diameter sekrup lebih tepat menggunakan jangka sorong atau micrometer.

Untuk mengukur volume bisa digunakan labu ukur atau gelas ukur. Untuk mengukur berat digunakan timbangan atau neraca. Untuk mengukur suhu benda maupun lingkungan digunakan termometer, sedangkan untuk mengukur waktu dapat dengan menggunakan alat stopwatch. • Lup Alat ini merupakan sebuah lensa cembung yang berguna untuk mengamati benda-benda kecil supaya tampak lebih besar, contohnya untuk mengamati permukaan batu apung, lumut kerak, dan sebagainya.

• Mikroskop Alat ini digunakan untuk mengamati benda-benda renik seperti bakteri, irisan penampang melintang daun, permukaan kristal garam dapur dan sebagainya. Untuk menggunakan mikroskop kita dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup.

• pH meter pH meter merupakan alat untuk mengetahui derajat keasaman suatu objek atau lingkungan disekitar objek. • Kompas Pada jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara-selatan medan magnet bumi, oleh karena itu kompas cukup berguna sebagai penunjuk arah ketika melakukan pengamatan di alam.

Selain kompas saat ini tersedia teknologi penentu lokasi yang menggunakan satelit sehingga labih akurat, seperti GPS ( Global Positioning System ) selain tersedia dalam sebuah alat, teknologi GPS juga telah diadopsi dalam Handphone. • Barometer dan Altimeter Alat ini merupakan untuk mengukur tekanan udara. Biasanya pada barometer sekaligus terdapat altimeter yakni alat untuk menentukan ketinggian tempat dari permukaan air laut. Namun demikian ada pula barometer dan altimeter yang terpisah, barometer dan altimeter terutama berguna ketika melakukan pengamatan objek di alam.

Daftar Pustaka: • Pratiwi, D.A 1998. Buku Penuntun Biologi SMU kelas 1. Jakarta, Erlangga • Retnowati, Pristilla. 1999. Seribu Pena Biologi SMU Jilid I. Jakarta : Erlangga • Syamsuri, Istamar. Biologi 2000 SMU jilid B. Jakarta : Erlangga Demikianlah pembahasan mengenai Biotik Dan Abiotik – Pengertian, Ciri, Faktor, Komponen & Peralatan semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

🙂 Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Biologi Ditag apa dekomposer sebutkan 3 prosesnya, apakah yang dimaksud dengan adaptasi, apakah yang dimaksud dengan pelapukan, berikan contoh contoh gejala alam biotik dan abiotik, berikan contoh gejala alam abiotik, berikan contoh gejala alam biotik, berikan contoh gejala alam biotik dan abiotik, ciri ciri gejala alam, ciri ciri gejala alam abiotik, ciri ciri gejala alam biotik dan penjelasannya, ciri ciri karakteristik makhluk hidup, contoh biotik dan abiotik di sekitar kita, contoh gejala alam biotik dan abiotik, contoh soal gejala alam biotik dan abiotik, contoh soal gejala alam biotik dan abiotik smk, contoh-contoh gejala alam biotik dan abiotik, gejala alam biotik dan abiotik beserta contohnya, gejala alam biotik dan abiotik brainly, gejala alam biotik dan abiotik smk, gejala alam biotik dan abiotik smk pdf, gejala alam biotik dipengaruhi oleh, gejala alam biotik terjadi dikarenakan aktivitas, gejalaalam, interaksi antara makhluk hidup dan lingkungan, jelaskan ciri ciri dari makhluk hidup, jelaskan pengertian gejala alam biotik dan abiotik beserta contohnya, jelaskan pengertian pengukuran, jelaskan proses gejala alam pada gambar, jelaskan proses terjadinya tsunami, jelaskan yang dimaksud dengan bau pada gejala alam abiotik, karakteristik biotik dan penjelasannya, karakteristik gejala alam abiotik, karakteristik gejala alam biotik dan abiotik, keanekaragaman makhluk hidup, makalah gejala alam biotik dan abiotik, makalah ipa tentang biotik, manfaat gejala abiotik pada manusia, manfaat gejala alam biotik dan abiotik, manfaat mempelajari ipa, materi biotik dan abiotik smp, materi gejala alam biotik dan abiotik kelas 10 smk, materi gejala alam biotik dan abiotik smp, materi ipa biotik dan abiotik, menerapkan prosedur mitigasi bencana alam, mengklasifikasi gejala alam biotik dan abiotik, menjelaskan pengertian gejala alam biotik dan abiotik, pengamatan gejala alam biotik dan abiotik, pengertian biotik dan abiotik, pengertian gejala alam abiotik, pengertian gejala alam biotik, pengertian gejala alam biotik beserta contohnya, pengertian gejala alam biotik dan abiotik, perbedaan gejala alam biotik dan abiotik, peta konsep gejala alam biotik dan abiotik, puisi biotik dan abiotik, rangkuman mitigasi bencana alam, sebutkan 5 ciri ciri makhluk hidup, sebutkan beberapa penyebab terjadinya gempa, sebutkan salah satu contoh gejala alam biotik, sifat abiotik, soal essay gejala alam biotik dan abiotik smk, telur termasuk biotik atau abiotik, tuliskan 7 karakteristik benda, tuliskan pengertian dari gejala alam Navigasi pos • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com
none

Pencemaran Lingkungan-IPA Kelas 7 Semester 2 Pertemuan ke-6




2022 www.videocon.com