Matahari terbit dari arah

matahari terbit dari arah

Jakarta, CNBC Indonesia - Unggahan di Facebook beberapa waktu lalu mengenai kabar matahari terbit dari barat sempat membuat heboh. Kabarnya hal makin membuat Bumi mendekati kiamat. Postingan yang dibagikan dengan bahasa Thailand dan Inggris ini menjelaskan bahwa lembaga antariksa Amerika Serikat, The National Aeronautics and Space Administration (NASA), disebut mengumumkan kemungkinan matahari bisa terbit dari barat yang disebabkan oleh Bumi berputar ke arah sebaliknya.

matahari terbit dari arah akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat," tulis postingan di Facebook tersebut.

Baca: NASA Warning Asteroid Raksasa Dekati Bumi Jelang Lebaran! Namun ternyata NASA membantah unggahan tersebut sebagai pernyataan dari lembaga antariksa Amerika Serikat tesebut. Associate Administrator for Communications NASA Bettina Inclan mengatakan baik pihaknya dan organisasi lain tidak pernah memprediksi hal tersebut.

"Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi matahari akan terbit dari barat," ungkap Bettina dikutip Selasa (3/4/2022).

Menurut Bettina fenomena pembalikan magnet memang nyata dan pernah terjadi. Para ilmuwan juga dikatakan mempelajari soal pembalikan magnet tersebut. Meski demikian, dia menegaskan pembalikan magnet tidak membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya dan mengubah arah munculnya matahari. "Adapun pembalikan medan magnet memang fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali di masa silam dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, namun pernyataan jika hal ini membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan matahari terbit dari barat adalah salah," jelasnya.

Fenomena matahari terbit dari Barat sebenarnya terjadi di Venus. Planet itu berputar pada porosnya ke belakang. Sebagai informasi, rotasi planet itu juga cukup lama yakni 243 hari. Sementara Venus mengelilingi matahari selama 225 hari Bumi. Dengan waktu tersebut membuat matahari hanya hadir dua kali dalam satu tahun, yakni terbit per 117 hari Bumi di Venus.

ARAH MATA ANGIN – Dalam mengambil jalan dan arah disaat kamu berada pada suatu kawasan yang asing serta tidak ditemukan petunjuk jalan sama sekali, contohnya di tengah hutan atau mungkin juga di tengah padang pasir, kamu akan bisa sangat terbantu apabila kamu memiliki kemampuan untu mengetahui empat arah mata angin yaitu barat, timur, utara dan selatan. Sebelum kita membahas lebih jauh cara mengetahui arah mata angin, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa itu arah mata angin secara jelas.

DAFTAR ISI • Arah Mata Angin • Nama Nama Arah Mata Angin • Menggunakan Kompas Untuk Menentukan 16 Arah Mata Angin • Cara Menentukan Arah Mata Angin • Menggunakan Navigasi Bantuan Lingkungan Alam • Menggunakan Bayangan Tongkat Arah Mata Angin assalamualaikum387.wordpress.com Mata angin ialah panduan yang dipergunakan untuk menentukan arah.

Kebanyakan di gunakan dalam kompas, navigasi, dan peta. Terdapat delapan arah pada mata angin yaitu utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut.

Barat, timur, utara dan selatan adalah empat mata angin yang utama. Kutub bumi digambarkan dengan utara dan selatan sedangkan penentu arah putar bumi adalah timur dan barat.

Nama Nama Arah Mata Angin gambartop.com Berikut ini adalah tabel daftar nama nama arah mata angin lengkap juga dengan singkatan dari bahasa inggris dan dilengkapi juga dengan besar derajat pada arah mata angin. No Nama Inggris Singkatan Nama Indonesia Singkatan Besar Derajat 1 North N Utara U ° atau 360 2 North Northeast NNE Utara Timur Laut UTL 022.5 3 Northeast NE Timur Laut TL 45 4 East Northeast ENE Timur Timur Laut TTL 67.5 5 East E Timur T 90 6 East Southeast ESE Timur Menenggara TM 112.5 7 Southeast SE Tenggara TG 135 8 south Southeast SSE Selatan Menenggara SM 157.5 9 South S Selatan S 18 10 South Southwest SSW Selatan Barat Daya SBD 202.5 11 Southwest SW Barat Daya BD 225 12 West Soutwest WSW Barat Barat Daya BBD 247.5 13 West W Barat B 27 14 West Northwest WNW Barat Barat Laut BBL 292.5 15 Northwest NW Barat Laut BL 315 16 North Northwest NNW Utara Barat Laut UBL 337.5 Untuk kamu yang sudah sering berpetualang di alam liar yang mana tidak ada petunjuk arah bahkan tanda-tanda yang bisa menjadi petunjuk jalan sangat penting untuk mereka mengetahui akan ilmu membaca arah mata angin.

Ilmu membaca arah mata angin ini sangat berguan untuk kamu para pecinta alam dan berpetualang contohnya penjelajah hutan. anggota pramuka, bahkan anggota militer entah itu angkatan laut maupun angkatan darat.

Kemampuhan ini bisa saja sebagai penyebab kamu terselamatkan dari renggutan maut ketika kamu terlepas di hutan belantara dan tidak tau jalan untuk keluar. Di wilayah tertentu kamu tidak bisa menggunakan GPS yang ada pada smartphone untuk menuntun perjalanan kamu. Menggunakan Kompas Untuk Menentukan 16 Arah Mata Angin detikgadget.com Untuk kam yang hobi akan berpetualang, tidak cuma sekedar tau dan hafal akan 16 matahari terbit dari arah mata angin melainkan harus lebih dari itu.

Dan juga perlu tau bagaimana cara menentukan arah mata angin dengan jelas. Salah satu carnya adalah dengan menggunakan bantuan alat kompas. Ikuti langkah-langkah ini untuk mengetahui caranya. Ilmu dasar arah mata angin ialah kamu harus bisa memakai kompas untuk bisa membaca arah mata angin. Mencari dan menetapkan arah mata angin kamu bisa menggunakan salah satu dari dua metode di bawah ini.

1. Cara pertama untuk menentukan arah mata angin menggunakan kompas adalah ketika kamu menggunakan kompas bidik, usahakan kompas pada saat di pegang harus dalam keadaan tenang dan juga dalam keadaan posisi mendatar.

Sasaran yang kamu bidik lewat visir, lewat celah yang ada pada kaca pembesar, lalu miringkan kaca pembesar sampai pada posisi kurang lebih sudut 50º dengan menggunakan kaca dial. Kamu harus perhatikan dengan benar garis dan angka yang menunjukkan derajat pada dial. 2. Cara yang kedua utnuk menetukan arah mata angin menggunakan kompas adalah letakkan kompas di permukaan yang datar. lalu kamu tunggu sampai jarum kompas dalam keadaan tidak bergerak dan tenang. Setelah jarum kompas dalam keadaan diam maka kompas akan menunjukan arah utara (sudut 0º atau 360º).

Kamu bisa mengetahui arah yang lainnya dengan memperhatikan dial kompas (permukaan tanpa angka dan huruf). Garis dan angka-angka yang terdapat pada dial tersebut merupakan besaran derajat yang bisa menentukan arah. Sehingga ketika kamu akan menentukan arah barat laut, kamu cukup mencari angka yang menunjukan 292,5º atau bisa juga garis yang mewakili angka yang dimaksud. Cara Menentukan Arah Mata Angin curiousofuniverse.wordpress.com Untuk cara menentukan mata angin kamu tidak harus berpatokan dengan adanya kompas.

Karena cukup memperhatikan alam sekitar dengan kemampuan khusus kamu bisa mengetahuinya dan kamu para petualang harus mengetahuinya. Karena bisa jadi seketka kamu tidak memiliki alat bantu untuk mengetahui arah mata angin maka yang harus kamu gunakan yaitu dengan cara melihat alam sekitar.

Langsung saja kita bahas sama-sama matahari terbit dari arah saja yang bisa kita gunakan utnuk membaca arah angin.

Menggunakan Navigasi Bantuan Lingkungan Alam Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika menggunakan metode satu ini adalah mencari posisi matahari pada saat tengah hari. Karena matahari akan bisa menjadi petunjuk arah utara dan selatan di saat tengah hari. Dan apabila ke-2 arah tersebut sudah diketahui, maka arah timur dan barat sudah pasti dapat kita ketahui juga.

Meskipun seperti itu, mata angin matahari terbit dari arah ditunjukkan itu bukan berarti utara atau selatan yang sesungguhnya (arah yang sesungguhnya merujuk pada arah dengan berdasarkan sumbu bumi). Saat matahari terbit dari arah hari kamu berjalan ke arah matahari bisa menuntun kamu ke arah utara, sementara itu sebaliknya ketika kamu menjauh dari matahri maka akan menunjukan kamu ke arah selatan.

Menggunakan Bayangan Tongkat Tentukan cara ini hanya bisa kamu gunakan apabila cuaca dalam keadaan mendukung, yaitu terdapat sinar matahari yang mampuh untuk membentuk sebuah bayangan. Seperti yang sudah kamu ketahui diawal matahari terbit sampai terbenam maka akan membentuk gerakan bayangan matahari terbit dari arah arah terbitnya matahari yaitu timur sampai terbenamnya matahari yaitu barat.

Fenomena alam seperti ini yang bisa menjadi sebuah pedoman kamu untuk menentukan mata angin. Peralatan yang wajib kamu persiapkan adalah : • Tongkat lurus dengan memiliki panjang 60 sampai 150 cm • Tongkat lurus dengan memiliki panjang 30 cm • 2 buah batu atau bisa juga menggunakan benda lain yang serupa dan bisa digunakan sebagai pemberat atau sebagai matahari terbit dari arah dari hembusan angin.

Cara Membuatnya : • Tancapkan tongkat panjang ke tanah dengan posisi lurus tegak, tegakkan juga salah satu batu di atas tanah yang fungsinya untuk penanda ujung pada bayangan yang terbentuk. • Langkah selanjutnya adalah tunggu 15 sampai 20 menit. Bayangan yang sudah terbentuk pastinya akan berpindah arah, tandai juga ujung bayangan tongkat yang baru.

• Kamu bisa mengulanginya sampai beberapa kali setiap 15 menit sekali yang gunanya untuk memastikan pergerakan ujung dari bayangan tongkat dengan batu.

matahari terbit dari arah

• Setelah itu titik-titik ujung bayangan yang sudah terbentuk kamu hubungkan dengan garis lurus di atas permukaan tanah. Bayangan akan berpindah arah dengan arah yang berlawanan dengan matahari, sehingga bentuk garis bayaingan menunjukkan ke arah timur – barat. Titik yang pertama berbentuk ialah menunjukkan arah barat dan yang kedua adalah menunjukkan arah timur.

Itulah penjelasan mengenai nama nama 16 arah mata angin yang bisa kami sampaikan di artikel ini. Mudah-mudahan dengan kamu membaca artikel ini kamu bisa bertambah pengetahuan mengenai arah mata angin dan juga bisa di pergunakana ketika kamu berpetualang di hutan belantara.
Rencana ini menggunakan URL terdedah untuk petikan, yang mungkin diancam oleh pautan rosak. Sila pertimbangkan untuk menambah petikan penuh supaya rencana itu masih disahkan.

Beberapa templat dan alatan rujukan pautan bersedia untuk membantu dalam pemformatan. ( Dokumentasi rujukan pautan) Koordinat: 35°N 136°E  /  35°N 136°E  / 35; 136 Laman web rasmi www.japan.go.jp Jepun Maksud harfiah: State of Japan Nama Jepun Kanji: 日本国 Kana: ニッポンコク ニホンコク Hiragana: にっぽんこく にほんこく Kyūjitai: 日本國 Transliterasi - Romaji: Nippon-koku Nihon-koku - Hepburn (semakan): Nippon-koku Nihon-koku Rencana ini mengandungi aksara khas. Tanpa pemberian sokongan yang sewajarnya, anda mungkin melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain.

Jepun ( Tulisan Jawi: جڤون; bahasa Jepun: 日本 Nippon/Nihon, nama rasmi:日本国 Nipponkoku/ Nihonkoku dengarkan ( bantuan· maklumat)) ialah sebuah negara kepulauan di Asia Timur yang terletak di sebelah barat Lautan Pasifik, di sebelah timur Laut Jepun, dan berjiran dengan Republik Rakyat China, Korea dan Rusia. Pulau paling utara terletak di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan pula merupakan sekelompok pulau kecil di Laut China Timur iaitu kawasan selatan Okinawa yang berjiran dengan Taiwan, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Jepun terdiri daripada 6,852 pulau [16] yang membentuk segugusan kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan ialah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Lebih kurang 97% wilayah daratan Jepun berada di keempat-empat pulau terbesarnya. Sebahagian besar pulau di Jepun bergunung-ganang, dan sebahagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepun ialah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi yang pendam. Penduduk Jepun berjumlah 128 juta orang menjadikannya negara ke-10 paling ramai penduduknya di dunia.

Tokyo ialah ibu negara Jepun yang bertaraf " kawasan metropolitan". Tokyo Raya ialah sebutan untuk Tokyo dan beberapa bandaraya lain yang berada di wilayah-wilayah sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan yang terluas di dunia, Tokyo Raya diduduki lebih 30 juta orang.

Menurut mitos tradisional, Jepun didirikan oleh Maharaja Jimmu pada abad ke-7 SM. Maharaja Jimmu yang mendirikan sistem pemerintahan beraja Jepun yang masih wujud hingga matahari terbit dari arah. Meskipun begitu, untuk kebanyakan masa sepanjang sejarahnya, kuasa pemerintah sebenarnya berada di tangan anggota istana, syogun, pihak tentera, dan dalam zaman moden, di tangan perdana menteri. Menurut Perlembagaan Jepun tahun 1947, Jepun ialah sebuah negara raja berperlembagaan di bawah pimpinan Maharaja dan Diet Jepun.

Sebagai kuasa ekonomi utama, [8] Jepun memiliki ekonomi ketiga terbesar dari segi KDNK nominal [17] mahupun pariti kuasa matahari terbit dari arah.

Jepun ialah sebuah negara anggota Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu, G8, OECD dan APEC. Jepun dilengkapi sistem pertahanan yang cukup dengan dilengkapi dengan kecanggihan teknologi seperti AEGIS serta sebuah armada kapal pembinasa yang besar. Dalam perdagangan luar negeri, Jepun merupakan negara pengeksport keempat terbesar dan negara pengimport keenam terbesar di dunia. Sebagai negara maju, penduduk Jepun menikmati taraf hidup yang tinggi (tempat ke-8 dalam Indeks Pembangunan Manusia) dan usia jangka hayat tertinggi di dunia menurut perangkaan PBB.

[18] Dalam bidang teknologi, Jepun ialah negara termaju dalam bidang telekomunikasi, kejenteraan dan robotik. Isi kandungan • 1 Penamaan • 2 Sejarah • 2.1 Prasejarah • 2.2 Zaman Klasik • 2.3 Zaman Pertengahan • 2.4 Zaman Moden • 3 Politik • 3.1 Parlimen • 3.2 Kerabat diraja • 4 Hubungan luar negara dan tentera • 5 Geografi • 6 Pembahagian pentadbiran • 7 Ekonomi • 8 Sains dan teknologi • 9 Demografi • 9.1 Bangsa • 9.2 Agama • 9.3 Bahasa • 9.4 Pendidikan matahari terbit dari arah 10 Kebudayaan • 11 Lihat juga • 12 Rujukan • 13 Pautan luar • 13.1 Rasmi • 13.2 Lain-lain Penamaan [ sunting - sunting sumber ] Nama "Jepun" ini meminjam sebutan Cina nama kerajaan tersebut ditulis dalam aksara Cina, 日本 sepertimana dicatat para pedagang Portugis di Melaka pada awal abad ke-16.

[19] Nama dalam aksara ini berlainan mengikut sebutan bahasa mana yang dipilih: • Japang, daripada sebutan bahasa Wu zeppen.

Sebutan ini masih diterapkan dalam bahasa baku Indonesia sebagai Jepang. • Japun (ejaan Jawi lama: جڤن‎) daripada sebutan bahasa Min Hokkien Ji̍t-pún, sebutan ini yang dipilih baku-baku lain termasuk baku Malaysia sebagai Jepun.

Nama「 日本」pula diberi sebutan nippon atau nihon: Nippon merupakan sebutan rasmi diterapkan termasuk dalam matawang, setem, dan pertandingan sukan antarabangsa [20] manakala sebutan Nihon yang mengikut sebutan zaman Edo [21] digunakan dalam urusan tidak rasmi seperti percakapan seharian.

Ungkapan ini memberi maksud sama iaitu "punca matahari" atau ringkasnya " timur" dari kedudukan China, penamaan ini datang hasil perutusan wakil Maharaja Jepun ke Kerajaan Sui yang memerintah tanah besar ketika itu.

Sebelum Jepun menjalin hubungan dengan China, negara ini dikenali sebagai Ralat Lua: not enough memory. [22] Di China sewaktu zaman Tiga Kerajaan, Jepun dikenali sebagai negara Ralat Lua: not enough memory.

atau Ralat Lua: not enough memory. [23] Sejarah [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Prasejarah [ sunting - sunting sumber ] Sebuah kapal zaman Jomon Pertengahan ( 3000- 2000 SM). Kajian arkeologi menunjukkan bahawa Jepun telah diduduki oleh manusia purba setidaknya 50,000 tahun yang lalu, pada matahari terbit dari arah Paleolitik Akhir. Setelah melalui beberapa zaman air batu jutaan tahun lalu, Jepun beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui jambatan darat (dengan Sakhalin di utara, dan mungkin sekali Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan manusia, haiwan, dan tumbuh-tumbuhan ke kepulauan Jepun dari kawasan yang kini merupakan wilayah Republik Rakyat China dan Korea.

Zaman Matahari terbit dari arah Jepun menghasilkan alat-alatan buatan batu-batan tergilap yang pertama di dunia, sekitar tahun 30000 SM. Dengan berakhirnya zaman air batu terakhir dan datangnya zaman yang lebih panas, kebudayaan Jomon muncul sekitar 11000 SM, yang bercirikan gaya hidup pemburu-pengumpul separa sedentari zaman Mesolitik hingga Neolitik dan pembuatan hasil tembikar terawal di dunia.

Dipercayai bahawa penduduk Jomon merupakan nenek moyang suku Proto-Jepun dan suku Ainu masa kini. Dimulainya zaman Yayoi pada sekitar 300 SM menandakan kemunculan teknologi-teknologi baru seperti bercucuk tanam padi di sawah yang dilengkapi sistem pengairan dan teknik pembuatan perkakas daripada besi dan gangsa yang dibawa masuk oleh matahari terbit dari arah dari dari China atau Korea. Dalam sejarah China, bangsa Jepun pertama kali disebut dalam catatan sejarah klasik, Buku Han yang ditulis tahun 111.

Zaman Yayoi kemudian diganti oleh zaman Kofun sekitar tahun 250 M, yang terdiri daripada negeri-negeri yang dilengkapi kekuatan tenteranya. Menurut Catatan Tiga Kerajaan, negeri paling berjaya di kepulauan Jepun waktu itu ialah Yamataikoku. Zaman Klasik [ sunting - sunting sumber ] Dalam sejarah Jepun tertinggalnya catatan bertulis seawal abad ke-5 dan abad ke-6 Masihi, ketika unsur-unsur kebudayaan Cina seperti tulisan Cina, agama Buddha, dan dibawa masuk ke Jepun dari Kerajaan Baekje di Semenanjung Korea.

Jepun pernah dua kali menangkis serangan Mongol terhadap Jepun matahari terbit dari arah dan 1281) Perkembangan matahari terbit dari arah Buddha di Jepun dan seni ukir patung banyak dipengaruhi oleh agama Buddha dari China.

[24] Walaupun pihak pemerintah yang menganut agama Shinto mula-mulanya menentang keras kedatangan agama Buddha, namun lama-kelamaan akhirnya memeluk dan memajukan agama Buddha di Jepun, sehingga menjadi agama yang ramai penganut di Jepun sejak zaman Asuka. [25] Dalam Pembaharuan Taika yang dijalankan pada tahun 645, Jepun menyusun semula sistem pemerintahannya dengan mencontohi China, sekaligus membuka jalan untuk fahaman Konfusianisme Cina memperluaskan pengaruh di Jepun sehingga abad ke-19.

Zaman Nara pada abad ke-8 ditandai oleh pemusatan semula kuasa pemerintahan sebuah negeri Jepun, dengan terbinanya ibu kota dan istana maharaja di Heijo-kyo (kini Nara). Pada zaman Nara, Jepun secara terus-menerus mengamalkan pentadbiran kerajaan seperti China. Salah satu pencapaian terbesar sastera Jepun pada zaman Nara ialah lengkapnya buku sejarah Jepun yang disebut Kojiki (712) dan Nihon Shoki (720).

[26] Patung Buddha di Todaiji, Nara, yang dibuat pada tahun 752. Pada tahun 784, Maharaja Kammu memindahkan ibu kota ke Nagaoka-kyō, dan mentadbir di sana untuk 10 matahari terbit dari arah sahaja. Selepas itu, ibu kota dipindahkan ke Heian-kyō (kini Kyoto). Pemindahan ibu kota ke Heian-kyō memulakan zaman Heian yang merupakan masa keemasan kebudayaan klasik asli Jepun, terutamanya dalam bidang kesenian, puisi dan kesasteraan Jepun. Hikayat Genji karya Murasaki Shikibu dan lirik lagu kebangsaan Jepun Kimi ga Yo berasal dari zaman Heian.

[27] Zaman Pertengahan [ sunting - sunting sumber ] Pendatang Portugis pada zaman Nanban, abad ke-17. Zaman pertengahan di Jepun merupakan zaman feudalisme yang ditandai oleh perebutan kuasa antara golongan pemerintah yang terdiri dari pada kesatria yang bergelar samurai. Pada tahun 1185, Minamoto no Yoritomo dijulang sebagai shogun atas jayanta beliau menghancurkan suku Taira yang menyaingi suku beliau lalu mengambil peranan sebagai pemimpin tentera yang berkongsi kekuasaan dengan Maharaja.

Pemerintahan tentera yang didirikan Minamoto no Yoritomo disebut Keshogunan Kamakura kerana pusat pemerintahan berada di Kamakura (di selatan Yokohama masa kini). Setelah Yoritomo meninggal dunia, suku Hōjō membantu keshogunan sebagai shikken, iaitu bagaikan adipati kepada para syogun. Kesyogunan Kamakura berjaya menangkis serangan Mongol dari wilayah China yang ketika itu dijajah oleh kaum Mongol pada tahun 1274 dan 1281.

Meskipun secara politik terbilang stabil, Keshogunan Kamakura akhirnya digulingkan oleh Maharaja Go-Daigo yang mengembalikan kuasa di tangan maharaja. Maharaja Go-Daigo akhirnya digulingkan oleh Ashikaga Takauji pada tahun 1336. [28] Keshogunan Ashikaga gagal membendung kekuatan penguasa tentera dan tuan tanah feudal ( daimyo), maka terletusnya perang saudara pada tahun 1467 ( Perang Ōnin) yang memulakan masa satu abad yang ditandakan oleh peperangan antara paksi yang disebut masa negeri-negeri saling berperang atau zaman Sengoku.

[29] Pada abad ke-16, para pedagang dan mubaligh Jesuit dari Portugal pertama kali tiba di Jepun, lalu memulakan kegiatan pertukaran perniagaan dan kebudayaan antara Jepun dan Dunia Barat ( Perdagangan dengan Nanban). Orang Jepun ketika itu menggelar orang asing dari Dunia Barat sebagai namban yang berarti kaum gasar dari selatan. Salah sebuah kapal mohor merah Jepun (1634) yang dipakai oleh para saudagar di Asia.

Matahari terbit dari arah Nobunaga menaklukkan daimyo-daimyo lain dengan memanfaatkan teknologi dan senjata api dari Eropah. Nobunaga hampir berjaya menyatukan Jepun sebelum dibunuh dalam Peristiwa Honnōji 1582. Toyotomi Hideyoshi menggantikan Nobunaga, lalu memainkan peranan sebagai penyatu Jepun pada tahun 1590.

Hideyoshi berazam untuk menguasai Korea, dan dua matahari terbit dari arah cuba menyerang Korea, namun gagal setelah kalah dalam pertempuran melawan pasukan Korea yang dibantu kekuatan Dinasti Ming. Setelah Hideyoshi meninggal dunia, bala tenteranya berundur dari Semenanjung Korea pada tahun 1598. [30] Sepeninggal Hideyoshi, putera Hideyoshi yang bernama Toyotomi Hideyori mewarisi kekuasaan sang ayah. Tokugawa Ieyasu memanfaatkan posisinya sebagai adipati bagi Hideyori untuk meraih sokongan politik dan tentera daripada daimyo-daimyo lain.

Setelah mengalahkan puak-puak penyokong Hideyori dalam Pertempuran Sekigahara tahun 1600, Ieyasu diangkat sebagai shogun pada tahun 1603. Pemerintahan tentera yang didirikan oleh Ieyasu di Edo (kini Tokyo) dipanggil Keshogunan Tokugawa. Keshogunan Tokugawa curiga terhadap kegiatan mubaligh Katolik, oleh itu melarang segala hubungan dengan orang-orang Eropah. Hubungan perdagangan antarabangsa hanya terhad kepada pedagang Belanda di Pulau Dejima, Nagasaki.

Pemerintah Tokugawa juga mengamalkan pelbagai dasar lain seperti undang-undang buke shohatto untuk mengendalikan daimyo di seluruh daerah. Pada tahun 1639, Keshogunan Tokugawa mula menguatkuasakan dasar sakoku ("negara tertutup") yang berlangsung selama dua setengah abad yang disebut zaman Edo. Walaupun pada zaman pemencilan, orang Jepun masih dapat mempelajari ilmu dari Dunia Barat.

Di Jepun, ilmu daripada buku-buku Barat dipanggil rangaku (ilmu Belanda) ihsan hubungan orang Jepun dengan penduduk berbangsa Belanda di Dejima, Nagasaki. Pada zaman Edo, orang Jepun juga mula mengkaji negara Jepun lalu memberi istilah kokugaku kepada kajian negara Jepun. [31] Zaman Moden [ sunting - sunting sumber ] Empayar Jepun menakluki sebahagian besar Asia Timur dan Tenggara pada tahun 1942.

Pada 31 Mac 1854, ketibaan Komodor Matthew Perry dan " Kapal Hitam" Angkatan Laut Amerika Syarikat memaksa Jepun untuk matahari terbit dari arah diri terhadap Dunia Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Persetujuan-persetujuan selanjutnya dengan negara-negara Barat pada masa Bakumatsu menimbulkan krisis ekonomi dan politik di Jepun. Golongan samurai menganggap Keshogunan Tokugawa semakin goyah, lalu memberontak sehingga tercetusnya Perang Boshin dari tahun 1867 hingga 1868.

Setelah Keshogunan Tokugawa digulingkan, kekuasaan dikembalikan ke tangan maharaja ( Pemulihan Meiji) dan sistem domain dimansuhkan. Semasa Pemulihan Meiji, Jepun mengamalkan sistem politik, undang-undang, dan ketenteraan dari Dunia Barat. Kabinet Jepun menubuhkan Dewan Penasihat Maharaja, menyusun Perlembagaan Meiji, dan membentuk Parlimen Diraja.

Pemulihan Meiji mengubah Empayar Jepun menjadi negara industri moden dan sekaligus memperkuat tentera secukup-cukupnya sehingga menimbulkan konflik ketenteraan ketika berusaha memperluas liputan wilayahnya di Asia.

Setelah mengalahkan China dalam Perang China-Jepun Pertama dan Rusia dalam Perang Rusia-Jepun, Jepun menguasai Taiwan, separuh Sakhalin, dan Korea. [32] Pada awal abad ke-20, Jepun mengalami " pendemokrasian Taisho" yang dibayangkan oleh kebangkitan perluasan wilayah dan penguatan tentera Jepun. Semasa Perang Dunia I, Jepun berada di pihak Sekutu yang memenangi seluruh peperangan, sehingga Jepun dapat memperluas pengaruh dan wilayah kekuasaan.

Jepun terus menjalankan politik ekspansionis dengan menduduki Manchuria pada tahun 1931. Dua tahun kemudian, Jepun menarik diri daripada Liga Bangsa-Bangsa setelah menyambut kecaman antarabangsa mengenai pendudukan Manchuria. Pada tahun 1936, Jepun menandatangani Pakatan Anti-Comintern dengan Jerman Nazi, lalu bergabung bersama Jerman dan Itali untuk membentuk Paksi pada tahun 1941 [33] Pada tahun 1937, serangan Jepun terhadap Manchuria mencetuskan Perang China-Jepun Kedua (1937-1945) yang menyebabakan Jepun dikenakan sekatan minyak oleh Amerika Syarikat [34] Pada 7 Desember 1941, Jepun menyerang pangkalan Tentera Laut Amerika Syarikat di Pearl Harbor, dan menyatakan perang terhadap Amerika Syarikat, British, dan Belanda.

Serangan Pearl Harbor mengheret AS ke kancah Perang Dunia Kedua. Setelah kempen tentera yang berlarutan di Lautan Pasifik, Jepun banyak kehilangan wilayah-wilayah yang dikuasainya sejak awal peperangan.

Amerika Syarikat melakukan pengeboman strategis terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar yang lain. Setelah AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepun akhirnya menyerah kalah tanpa syarat kepada pihak berikat pada 15 Ogos 1945 ( Hari Kemenangan atas Jepun).

[35] Peperangan banyak membawa penderitaan bagi rakyat Jepun dan juga di wilayah-wilayah jajahan Jepun. Berjuta-juta orang terkorban di negara-negara Asia yang diduduki oleh Jepun yang melaung-laungkan slogan Kemakmuran Bersama Asia. Hampir semua industri dan infrastruktur di Jepun hancur akibat perang. Pihak Sekutu melakukan repatriasi besar-besaran etnik Jepun dari negara-negara Asia yang pernah diduduki Jepun.

[36] Tribunal Ketenteraan Antarabangsa untuk Timur Jauh yang diselenggarakan oleh pihak Sekutu mulai 3 Mei matahari terbit dari arah berakhir dengan dijatuhkannya hukuman bagi sejumlah pemimpin Jepun yang terbukti bersalah melakukan kezaliman perang. Pencakar langit di Shinjuku, Tokyo Pada tahun 1947, Jepun menerima Perlembagaan yang baru, yang mana Jepun ditetapkan sebagai negara yang menganut fahaman pasifisme lalu mengamalkan demokrasi liberal.

Pendudukan AS terhadap Jepun secara rasmi berakhir pada tahun 1952 dengan menandatangani Perjanjian San Francisco. [37] Walaupun demikian, pasukan AS tetap mempertahankan pangkalan-pangkalan penting di Jepun, khususnya di Okinawa. Perserikatan Bangsa-Bangsa secara secara rasmi menerima Jepun sebagai anggota pada tahun 1956. Selepas Perang Dunia Kedua, Jepun mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan menempatkan Jepun sebagai kekuatan ekonomi terbesar nombor dua di dunia, dengan pertumbuhan keluaran dalam negeri kasar lebih kurang 10% setahun selama empat dekad.

Kepesatan pertumbuhan ekonomi Jepun berakhir pada awal tahun 1990-an setelah pecahnya gelembung ekonominya. [38] Politik [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Parlimen [ sunting - sunting sumber ] Jepun mengamalkan sistem negara raja berperlembagaan yang amat mengehadkan kuasa Maharaja Jepun. Sebagai ketua negara istiadat, kedudukan Maharaja Jepun diatur dalam perlembagaan sebagai "lambang kenegaraan dan penyatu rakyat".

Kuasa pemerintah terletak di tangan Perdana Menteri Jepun dan anggota terpilih Parlimen Jepun, sementara kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat Jepun.

matahari terbit dari arah

{INSERTKEYS} [39] Parlimen Jepun merupakan parlimen dwidewan yang terbentuk berasaskan sistem England. Parlimen Jepun terdiri daripada sebuah Dewan Perwakilan dan sebuah Dewan Kaunselor. Dewan Perwakilan Jepun terdiri daripada 480 ahli yang diundi secara langsung oleh rakyat sekali dalam empat tahun atau setelah majlis rendah dibubarkan. Dewan Kaunselor Jepun pula terdiri daripada 242 ahli yang memiliki masa jabatan 6 tahun, dan juga diundi secara langsung oleh rakyat.

Warganegara Jepun berusia 20 tahun ke atas berhak mengundi. [40] Perdana Menteri Jepun ialah ketua kerajaan yang dilantik melalui undian daripada kalangan ahli-ahli Parlimen. [41] Apabila Dewan Perwakilan dan Dewan Kaunselor masing-masing memiliki calon perdana menteri, maka calon daripada Dewan Perwakilan yang diutamakan. Pada praktiknya, perdana menteri berasal daripada parti majoriti di parlimen. Menteri-menteri kabinet dilantik oleh Perdana Menteri. Maharaja Jepun melantik Perdana Menteri berdasarkan keputusan Parlimen Jepun, dan memberi perkenan atas pelantikan menteri-menteri kabinet.

[42] Perdana Menteri memerlukan sokongan dan kepercayaan daripada anggota Dewan Perwakilan untuk mengekalkan jawatannya sebagai Perdana Menteri. Kerabat diraja [ sunting - sunting sumber ] Maharaja Akihito dan Maharani Michiko (tengah), serta Putera Naruhito dan isterinya (di sebelah kanan) Ralat Lua: not enough memory. Maharaja Akihito ialah Maharaja Jepun masa kini yang naik takhta sebagai maharaja ke-125 setelah ayahandanya, Maharaja Hirohito mangkat pada 7 Januari 1989.

Upacara pertabalan Maharaja Akihito dilangsungkan pada 12 November 1990. [43] Putera Raja Naruhito, beristerikan Puteri Raja Masako yang berasal daripada golongan rakyat jelata, dan dikurniakan seorang puteri bernama Aiko ( Puteri Toshi).

Adinda kepada Naruhito, iaitu Putera Akishino, turut mempermaisurikan seorang rakyat biasa yang bernama Kiko Kawashima, lalu dikurniakan dua orang puteri ( Puteri Mako dan Puteri Kako), serta seorang putera bernama Putera Hisahito. Hubungan luar negara dan tentera [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory.

Perdana Menteri Jepun Junichiro Koizumi bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir bin Mohamad di Tokyo, 21 Mei 2002 Jepun memiliki hubungan ekonomi dan ketenteraan yang erat dengan Amerika Syarikat, serta mengamalkan dasar luar negara berteraskan pakatan keamanan Amerika Syarikat - Jepun. [44] Sejak diterima menjadi anggota Pertubuhan Bangsa Bersatu pada tahun 1956, Jepun telah sepuluh kali menjadi anggota tidak tetap dalam Majlis Keselamatan PBB, termasuk pada tahun 2009-2010.

[45] Jepun ialah salah sebuah negara G4 yang sedang mengusulkan perluasan anggota tetap Majlis Keselamatan PBB. [46] Sebagai negara anggota G8, APEC, ASEAN Plus 3, dan peserta Persidangan Kemuncak Asia Timur, Jepun banyak bergiat dalam hubungan antarabangsa dan mengeratkan persahabatan Jepun dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

Pakatan pertahanan dengan Australia ditandatangani pada Mac 2007, [47] dan dengan India pada Oktober 2008. [48] Pada tahun 2007, Jepun ialah negara penyumbang Bantuan Pembangunan Rasmi (ODA) kelima terbesar di dunia. [49] Negara penerima bantuan ODA terbesar daripada Jepun ialah Indonesia, dengan jumlah bantuan melebihi AS$29.5 juta dari tahun 1960 hingga 2006. [50] Jepun bertikai dengan Rusia mengenai Kepulauan Kuril [51] dan dengan Korea Selatan mengenai Batu Liancourt [52].

Pentadbiran Jepun di Kepulauan Senkaku turut dicabar oleh Republik Rakyat China dan Taiwan. [53] Perkara 9 Perlembagaan Jepun menyatakan bahawa Jepun menolak peperangan dan penggunaan kekuatan angkatan bersenjata untuk menyelesaikan konflik antarabangsa. Pasal 9 Ayat 2 melarang Jepun daripada memiliki angkatan tentera bersenjata dan melibatkan diri dalam peperangan.

[54] [55] Sebaliknya, Jepun memiliki sebuah Pasukan Pertahanan Diri yang terletak di bawah pengawasan Kementerian Pertahanan, dan terdiri daripada Pasukan Pertahanan Diri Darat Jepun (JGSDF), Pasukan Pertahanan Diri Laut Jepun (JMSDF), dan Pasukan Pertahanan Diri Udara Jepun (JASDF). Pada tahun 1991, kapal penyapu ranjau Angkatan Laut Pertahanan Diri Jepun turut membersihkan periuk api laut di Teluk Parsi (berhampiran pantai Kuwait) bersama kapal penyapu ranjau dari lapan buah negara lain.

[56] [57] Atas permintaan Kerajaan Sementara PBB di Kemboja (1992-1993), Jepun menghantar khidmat pemerhati gencatan senjata, pemantau pilihanraya, polisi sipil, dan sokongan logistik seperti pembaikpulihan jalan dan jambatan. [58] Di Iraq, pasukan bukan tempur Jepun membantu dalam misi kemanusiaan dan kegiatan pembinaan semula prasarana sejak Desember 2003 hingga Februari 2009.

[59] [60] [61] Geografi [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Jepun memiliki lebih daripada 3.000 pulau yang terletak di pesisir Lautan Pasifik di timur benua Asia.

Istilah Kepulauan Jepun merujuk kepada empat pulau besar, dari utara ke selatan, Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu, serta Kepulauan Ryukyu yang berada di selatan Kyushu. Sekitar 70% hingga 80% daripada wilayah Jepun terdiri daripada kawasan pergunungan yang berhutan-hutan, [62] [63] oleh itu sesuai untuk kegiatan pertanian, industri, serta penempatan kediaman.

Daerah yang curam berbahaya untuk dihuni kerana risiko tanah runtuh akibat gempa bumi, keadaan tanah yang tidak kukuh, dan hujan lebat. Oleh sebab itu, kebanyakan kawasan penempatan tertumpu pada kawasan pesisir pantai. Jepun ialah salah sebuah negara yang terpadat penduduknya di dunia. [64] Jepun sering mengalami gempa bumi yang lemah atau sederhana dan adakalanya letusan gunung berapi sering kerana terletak di atas Lingkaran Api Pasifik di pertemuan tiga plat tektonik.

Gempa bumi yang kuat pula boleh menyebabkan tsunami. Setiap abad, di Jepun terjadinya beberapa kali tsunami. [65] Kejadian gempa bumi terbesar yang terjadi sehingga kini di Jepun berlaku di perlautan pantai timur berdekatan Sendai yang menyebabkan tsunami pada tahun 2011.

Keadaan geografi menyebabkan Jepun memiliki banyak sumber mata air panas, dan sebahagian besarnya telah dibangunkan sebagai kawasan pelancongan. [66] Jepun berada di kawasan beriklim sederhana dengan bermusim empat. Walaupun demikian, terdapat perbezaan iklim yang ketara di antara bahagian utara dan bahagian selatan Jepun. [67] Pada musim dingin, kawasan utara Jepun seperti Hokkaido dihujani salji, manakala di selatan pula beriklim subtropika. Iklimnya juga dipengaruhi tiupan angin bermusim yang bertiup dari benua Asia ke Lautan Pasifik pada musim dingin, dan sebaliknya pada musim panas.

Iklim Jepun terbagi atas enam zon iklim: • Hokkaido: Kawasan paling utara beriklim sedang dengan musim dingin yang panjang dan membekukan, serta musim panas yang sejuk.

Kerpasannya tidak besar, namun salji banyak turun ketika musim dingin. • Laut Jepun: Di pantai barat Pulau Honshu, tiupan angin dari barat laut membawa salji yang sangat lebat.

Pada musim panas, kawasan ini lebih sejuk dibandingkan kawasan Pasifik. Walaupun demikian, suhu di kawasan ini adakalanya dapat menjadi sangat tinggi akibat fenomena angin fohn. • Tanah Tinggi Pusat: Wilayah ini beriklim pedalaman dengan perbezaan suhu purata antara musim panas dan musim dingin yang amat ketara. Perbezaan suhu antara waktu malam dan siang juga agak ketara.

• Laut Pedalaman Seto: Barisan pegunungan di kawasan Chugoku dan Shikoku menghalangi jalur tiupan angin musim, sehingga kawasan ini sepanjang tahun beriklim sedang. • Lautan Pasifik: Kawasan pesisiran pantai timur Jepun mengalami musim dingin yang sangat dingin, namun tidak banyak turun salji. Sebaliknya, musim panas menjadi begitu lembap akibat tiupan angin musim dari tenggara. • Kepulauan Ryukyu: Kepulauan di barat daya Jepun termasuk Kepulauan Ryukyu beriklim subtropika, panas sewaktu musim dingin dan suhu yang tinggi sepanjang musim panas.

Kerpasan sangat tinggi, terutama selama musim hujan, di samping sering mengalami ribut taufan. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di Jepun ialah 40.9 °C (105.6 °F) pada 16 Ogos 2007.

[68] Musim hujan bermula lebih awal di Okinawa, lebih kurang mulai awal bulan Mei. Garis depan musim hujan bergerak ke utara, sehingga hampir mencapai Hokkaido.

Di sebahagian besar wilayah Honshu, musim hujan bermula pada tengah bulan Jun selama enam minggu. Taufan sering terjadi sepanjang bulan September dan Oktober, disebabkan tekanan tropika di khatulistiwa yang bergerak dari barat daya ke timur laut, oleh itu sering membawa hujan yang sangat lebat.

[67] Pembahagian pentadbiran [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Wilayah di Jepun Jepun dibahagikan kepada 10 kawasan lingkungan dan 47 buah wilayah yang ditadbir bebas daripada kuasa kerajaan pusat. Sila klik pada wilayah yang terdapat di peta untuk maklumat lanjut. Bursa Saham Tokyo, bursa saham kedua terbesar di dunia. Sejak zaman Meiji (1868-1912), Jepun mengamalkan sistem ekonomi pasaran bebas dan kapitalis yang berasaskan ekonomi England dan Amerika Syarikat. Sistem pendidikan Barat diterapkan di Jepun, dan terdapat ribuan rakyat Jepun yang melanjutkan pelajaran ke Amerika Syarikat dan Eropah.

Lebih daripada 3,000 orang Eropah dan Amerika dibawa masuk sebagai tenaga pengajar di Jepun. [69] Pada awal zaman Meiji, pihak kerajaan menyediakan landasan kereta api dan jalan raya, serta memulakan pembaharuan dasar pemilikan tanah, di samping mendirikan kilang dan pelabuhan untuk dijual kepada pemilik swasta dengan harga yang murah.

Sesetengah golongan usahawan yang lahir pada zaman Meiji berkembang menjadi zaibatsu, dan ada di kalangannya yang masih berniaga sehingga masa kini. [69] Pertumbuhan ekonomi benar dari 1960-an hingga 1980-an bergelar "keajaiban ekonomi Jepun", iaitu purata 10% pada tahun 1960-an, 5% pada tahun 1970-an, dan 4% pada tahun 1980-an.

[69] Dekad 1980-an merupakan zaman keemasan eksport barangan automotif dan barang elektronik ke Eropah dan Amerika Syarikat sehingga terjadi lebihan imbangan perdagangan yang mengakibatkan konflik perdagangan. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Plaza 1985, dolar AS mengalami penyusutan nilai berbanding yen.

Pada Februari 1987, kadar diskaun rasmi diturunkan hingga 2.5% agar hasil perkilangan Jepun kembali berdaya saing setelah terjadinya kemerosotan jumlah eksport akibat pengukuhan nilai yen. Akibatnya, terjadi surplus kecairan dan penciptaan wang berlebihan. Spekulasi menyebabkan harga saham dan harta tanah terus meningkat, sehingga menimbulkan gelembung harga aset. Harga tanah menjadi begitu tinggi akibat wujudnya ramai yang menyangka bahawa harga tanah tidak akan jatuh. [38] Ekonomi gelembung Jepun jatuh pada awal tahun 1990-an berikutan pengetatan dasar kewangan oleh Bank Jepun pada tahun 1989, serta kenaikan kadar diskaun rasmi menjadi 6%.

[38] Pada tahun 1990, pihak kerajaan mengeluarkan sistem cukai pembelian tanah baru, dan pihak bank diminta untuk mengehadkan pembiayaan aset harta. Indeks Purata Nikkei dan harga tanah menyusut pada Disember 1989 dan musim luruh 1990. [38] Pertumbuhan ekonomi terbantut pada 1990-an, sehingga hanya mencapai angka purata pertumbuhan ekonomi sebanyak 1.7% akibat pelaburan modal yang tidak cekap di samping fenomena gelembung harga aset pada 1980-an.

Institusi kewangan menanggung masalah pinjaman kerana telah mengeluarkan pinjaman wang dengan jaminan tanah atau saham. Usaha kerajaan mengembalikan pertumbuhan ekonomi hanya sedikit berhasil, kemudian terhambat oleh kelesuan ekonomi global pada tahun 2000. [70] Jepun merupakan ekonomi negara ketiga terbesar di dunia mengekori Amerika Syarikat dan China, dari segi KDNK nominal (sekitar US$5 trilion) mahupun pariti kuasa beli. [71] [72] Kegiatan industri terbesar Jepun terletak dalam sektor perbankan, insurans, hartanah, peruncitan, pengangkutan, telekomunikasi, dan pembinaan.

[73] Jepun memiliki industri berteknologi tinggi dalam bidang automotif, elektronik, permesinan, keluli dan logam bukan besi, perkapalan, kimia, tekstil, dan pemprosesan makanan. [70] Sebesar tiga perempat daripada produk domestik bruto Jepun berasal daripada sektor jasa. Daerah Minato Mirai 21 di Yokohama. Ekonomi Jepun amat bergantung kepada sektor perkhidmatan.

Sehingga tahun 2001, jumlah tenaga kerja Jepun mencapai 67 juta orang. [74] Kadar pengangguran di Jepun sekitar 4%. Pada tahun 2007, Jepun menjadi negara ke-19 yang paling produktif tenaga kerjanya.

[75] Menurut Indeks Big Mac, tenaga kerja di Jepun menikmati kadar gaji sejam yang tertinggi di dunia. Toyota Motor, Mitsubishi UFJ Financial, Nintendo, NTT DoCoMo, Nippon Telegraph & Telephone, Canon, Matsushita Electric Industrial, Honda, Mitsubishi Corporation, dan Sumitomo Mitsui Financial merupakan sepuluh syarikat Jepun terbesar pada tahun 2008.

[76] Sejumlah 326 syarikat Jepun tersenarai dalam Forbes Global 2000 atau 16.3% daripada 2,000 syarikat awam terbesar di dunia (mengikut data tahun 2006). [77] Bursa Saham Tokyo memiliki jumlah permodalan pasaran kedua terbesar di dunia.

Indeks daripada 225 saham syarikat besar yang diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo dipanggil Nikkei 225. [78] Dalam Indeks Kemudahan Berniaga, Jepun menduduki tangga ke-12, oleh itu menjadi salah sebuah negara maju dengan birokrasi paling sederhana. {/INSERTKEYS}

matahari terbit dari arah

Kapitalisme ala Jepun menampakkan beberapa ciri-ciri istimewa. Keiretsu ialah sekelompok perusahaan yang dianggotai oleh syarikat-syarikat yang saling menjalin kerjasama perniagaan dan pemilikan saham. Rundingan gaji ( shuntō) serta pembaikan keadaan tempat kerja antara pihak pengurusan matahari terbit dari arah kesatuan sekerka dilakukan setiap awal musim semi. Budaya perniagaan Jepun mengamalkan konsep-konsep tempatan, seperti Sistem Nenkō, nemawashi, salaryman, dan office lady. Perusahaan di Jepun mengamalkan kenaikan pangkat berdasarkan kekananan dan jaminan pekerjaan seumur matahari terbit dari arah.

[79] [80] Kejatuhan ekonomi gelembung disusuli kemuflisan dan pembuangan kerja besar-besaran menyebabkan amalan jaminan pekerjaan seumur hidup semakin diabaikan. [81] [82] Perusahaan Jepun dikenali kerana kaedah pengurusan seperti The Toyota Way. Aktivisme pemegang matahari terbit dari arah amat jarang kelihatan. [83] Dalam Indeks Kebebasan Ekonomi, Jepun merupakan negara kelima paling besar laissez-faire di kalangan 41 negara Asia Pasifik.

[84] Kereta hibrid Toyota Prius. Keluaran automotif dan elektronik merupakan barangan eksport utama Jepun. Jumlah eksport Jepun pada tahun 2005 ialah AS$4,210 per kapita. Pasaran eksport terbesar Jepun tahun 2006 ialah Amerika Syarikat 22,8%, Kesatuan Eropah 14,5%, China 14,3%, Korea Selatan 7,8%, Taiwan 6,8%, dan Hong Kong 5,6%. Keluaran eksport utama Jepun termasuk alat pengangkutan, kenderaan bermotor, elektronik, mesin-mesin elektrik, dan bahan kimia.

[70] Negara sumber import terbesar bagi Jepun pada tahun 2006 ialah China 20,5%, AS 12,0%, Kesatuan Eropah 10,3%, Arab Saudi 6,4%, Emiriah Arab Bersatu 5,5%, Australia 4,8%, Korea Selatan 4,7%, dan Indonesia 4,2%.

Import utama Jepun merupakan jentera dan peralatan, minyak, bahan makanan, tekstil, dan bahan mentah untuk perindustrian. [70] Jepun ialah negara pengimport hasil laut terbesar di dunia (bernilai AS$ 14 juta). [85] Jepun berada di tangga ke-6 selepas China, Peru, Amerika Syarikat, Indonesia, dan Chile, dengan jumlah hasil tangkapan ikan yang merosot sejak tahun 1996. [86] [87] Pertanian merupakan sektor ekonomi utama Jepun hingga beberapa tahun selepas Perang Dunia Kedua.

Menurut kaji selidik bancian tahun 1950, lebih kurang 50% tenaga kerja berada di bidang pertanian. Sepanjang "zaman keajaiban ekonomi Jepun", peratusan tenaga kerja dalam bidang pertanian terus merosot hingga kira-kira 4.1% pada tahun 2008. [88] Pada Februari 2007 terdapat 1,813,000 keluarga pertanian komersil, namun di antaranya hanya kurang daripada 21.2% atau 387,000 keluarga merupakan usahawan pertanian.

[89] Sebahagian besar tenaga kerja pertanian sudah lanjut usia, sementara bilangan tenaga kerja berusia muda dalam bidang pertanian agak berkurangan. [90] [91] Sains dan teknologi [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory.

Kounotori 6 digenggam oleh tangan robotik Stesen Angkasa Antarabangsa Jepun adalah negara utama dalam penyelidikan saintifik, terutamanya dalam bidang yang berkaitan dengan sains semula jadi dan kejuruteraan. Negara ini berada di peringkat kedua di antara negara-negara yang paling inovatif di dalam Index Inovasi Bloomberg.

[92] [93] Lebih kurang 700,000 pengkaji berkongsi US$130 billion belanjawan penyelidikan dan pembangunan. [94]Jumlah yang di belanjakan dalam [[penyelidikan dan pembangunan] bersamaan dengan KDNK ialah ketiga tertinggi di dunia.

[95] Negara ini adalah kuasa utama dunia dalam penyelidikan asas, serta melahirkan ramai tokoh-tokoh Hadiah Nobel untuk bidang fizik, kimia dan perubatan [96] dan tiga pemenang Pingat Fields. [97] Demografi [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Pemandangan perempatan Shibuya pada waktu malam.

Persimpangan jalan Shibuya dikenali kerana kesesakan pelintasnya. Bangsa [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Bilangan penduduk Jepun dianggarkan sekitar 127,614 juta orang (perangkaan 1 Februari 2009). [98] Masyarakat Jepun adalah homogen dari segi etnik, budaya dan bahasa, dengan bilangan pekerja asing yang sedikit. Di kalangan penduduk minoriti yang kecil di Jepun, terdapat orang Korea Zainichi, [99] Cina Zainichi, orang Filipina, Brazil [100] dan Peru.

[101] Pada 2003, terdapat 136,000 warga negara barat yang menjadi ekspatriat di Jepun. [102] Kewarganegaraan Jepun diberikan kepada bayi yang dilahirkan daripada ayah atau ibu berkewarganegaraan Jepun, ayah berkewarganegaraan Jepun yang meninggal sebelum kelahirannya, atau bayi yang lahir di Jepun dengan ayah/ibu yang tidak matahari terbit dari arah memiliki kewarganegaraan.

[103] Suku kaum yang paling dominan ialah penduduk asli yang bergelar orang Yamato dan kelompok minoriti utama yang terdiri daripada penduduk asli Ainu [104] dan Ryukyu, ditambah kelompok minoriti sosial yang dipanggil burakumin. [105] Pada tahun 2006, kadar jangka hayat di Jepun ialah 81.25 tahun, iaitu antara yang tertinggi di dunia. [106] Namun usia purata penduduk Jepun semakin meningkat kesan ledakan kelahiran pascaperang diikuti penurunan kadar kelahiran.

Pada tahun 2004, sekitar 19.5% daripada populasi Jepun sudah berusia atas 65 tahun. [107] Perubahan dalam struktur demografi menimbulkan beberapa masalah sosial, terutamanya kecenderungan menurunnya bilangan tenaga kerja dan meningkatnya perbelanjaan kebajikan sosial seperti pencen.

Masalah lain termasuk semakin ramai golongan muda yang memilih untuk tidak berkahwin atau mendirikan rumah tangga ketika mencapai usia dewasa. [108] Bilangan penduduk Jepun dikhuatiri akan merosot menjadi 100 juta pada tahun 2050, dan 64 juta pada tahun 2100.

[107] Pakar demografi dan jabatan kerajaan kini berbincang mengenai cara menangani masalah penurunan jumlah penduduk. [108] Imigrasi dan insentif wang untuk kelahiran bayi sering kali diusulkan sebagai penyelesaian masalah penduduk Jepun yang semakin menua.

[109] [110] Bandar terbesar di Jepun Perangkaan 2010 [111] Ked. Wilayah Pop. Ked. Wilayah Pop. Ralat Lua: not enough memory. 1 Tokyo Tokyo 8,949,447 11 Hiroshima Hiroshima 1,174,209 Ralat Lua: not enough memory. 2 Yokohama Kanagawa 3,689,603 12 Sendai Miyagi 1,045,903 3 Osaka Osaka 2,666,371 13 Kitakyūshū Fukuoka 977,288 4 Nagoya Aichi 2,263,907 14 Chiba Chiba 962,130 5 Sapporo Hokkaidō 1,914,434 15 Sakai Osaka 842,134 6 Kobe Hyōgo 1,544,873 16 Niigata Niigata 812,192 7 Kyōto Kyōto 1,474,473 17 Hamamatsu Matahari terbit dari arah 800,912 8 Fukuoka Fukuoka 1,463,826 18 Kumamoto Kumamoto 734,294 9 Kawasaki Kanagawa 1,425,678 19 Sagamihara Kanagawa 717,561 10 Saitama Saitama 1,222,910 20 Shizuoka Shizuoka 716,328 Agama [ sunting - sunting sumber ] Kuil Shinto Itsukushima ialah sebuah Tapak Warisan Dunia UNESCO.

Ralat Lua: not enough memory. Perangkaan tertinggi jumlah penganut agama Buddha dan Shinto sekaligus ialah 84-96% yang menunjukkan betapa besarnya jumlah penganut sinkretisme daripada kedua-dua agama tersebut. [40] [112] Walaupun demikian, perkiraan tersebut hanya berdasarkan jumlah warga yang didapati ada hubungan dengan pihak kuil, dan bukan jumlah penduduk yang sungguh-sungguh menganut kedua-dua agama tersebut.

[113] Professor Robert Kisala (dari Universiti Nanzan) menganggarkan hanya 30% daripada penduduk Jepun yang mengaku menganut suatu agama. [113] Fahaman Taoisme dan Konfusianisme dari China juga mempengaruhi kepercayaan dan tradisi Jepun.

Agama di Jepun cenderung bersifat sinkretisme dengan melahirkan berbagai-bagai tradisi, seperti orang tua membawa anak-anak ke upacara Shinto, pelajar sekolah berhajat kelulusan ujian di kuil Shinto, perkahwinan ala Barat di gereja Kristian, dan penyemadian mayat mengikut laras agama Buddha. Penduduk beragama Kristian hanya berjumlah 2,595,397 atau 2.04% seluruh penduduk Jepun. [114] Kebanyakan orang Jepun mengambil sikap tidak peduli terhadap agama dan melihat agama sebagai budaya dan tradisi semata-mata.

Apabila ditanya mengenai agama, mereka akan mengatakan bahawa mereka beragama Buddha hanya kerana nenek moyang mereka menganut suatu mazhab agama Buddha. Selain itu, di Jepun sejak pertengahan abad ke-19 lahirnya pelbagai mazhab agama baru ( Shinshūkyō) seperti Tenrikyo dan Aum Shinrikyo.

Bahasa [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Lebih daripada 99% penduduk Jepun bertutur dalam matahari terbit dari arah Jepun sebagai bahasa ibunda. [98] Bahasa Jepun ialah bahasa aglutinatif yang bercirikan kata hormat yang mencerminkan unsur hierarki sosial dalam masyarakat Jepun. Pemilihan matahari terbit dari arah kerja dan kosa kata mencerminkan taraf penutur dan pendengar.

Menurut kamus bahasa Jepun iaitu Shinsen-kokugojiten, kosa kata daripada bahasa Cina berjumlah sekitar 49.1% daripada seluruh kosa kata Jepun, manakala kata-kata asli Jepun hanya 33.8% dan kata pinjaman bahasa lain pula sekitar 8.8%. [115] Bahasa Jepun menggunakan tulisan kanji, hiragana, dan katakana.

Jepun juga mempunyai sistem perumian mereka yang tersendiri yang diambil daripada tulisan Rumi yang dikenali sebagai Romaji. Nombor-nombor Arab turut digunakan. Bahasa Ryukyu yang juga tergolong dalam keluarga bahasa Japonik ditutur oleh penduduk Okinawa, tetapi tidak banyak diwarisi dalam kalangan muda-mudinya. [116] Bahasa Ainu kian pupus dengan hanya beberapa orang penutur asli yang sudah lanjut usia di Hokkaido.

[117] Para pelajar sekolah kerajaan dan swasta di Jepun hanya diwajibkan mempelajari bahasa Jepun dan bahasa Inggeris. [118] Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Auditorium Yasuda di Universiti Tokyo Pendidikan rendah dan menengah, serta pendidikan tinggi diperkenalkan di Jepun pada tahun 1872 hasil usaha Pemulihan Meiji. [119] Sejak tahun 1947, rancangan pendidikan di Jepun mewajibkan setiap warganegara bersekolah selama 9 tahun di sekolah rendah dan sekolah menengah rendah (dari usia 6 hingga 15 tahun).

Dalam kalangan penduduk berusia 15 tahun ke atas, kadar celik huruf mencapai 99% secara sama rata antara lelaki dan wanita (2002). [120] Hampir semua pelajar sekolah berjaya ke sekolah menengah tinggi dan menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Sukan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepun (MEXT), lebih kurang 75.9% lepasan sekolah menengah tinggi pada tahun 2005 melanjutkan pelajaran ke universiti, akademi, politeknik, atau insititusi pendidikan tinggi seumpamanya.

[121] Pendidikan di Jepun amat kompetitif, [122] khususnya dalam ujian kemasukan perguruan tinggi. Universiti Tokyo dan Universiti Keio merupakan dua universiti terunggul di Jepun.

[123] Mengikut carta kedudukan Program Penilaian Pelajar Antarabangsa yang disusun oleh Pertubuhan Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), tahap pengetahuan dan kemahiran remaja Jepun berusia 15 tahun berada di tangga keenam terbaik di dunia.

[124] Kebudayaan [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory. Perlawanan sumo Budaya Jepun merangkumi interaksi antara budaya asli Jomon dengan pengaruh dari luar negara yang menyusul. Pada mulanya China dan Korea banyak membawa pengaruh, bermula dengan perkembangan budaya Yayoi sekitar 300 SM. Gabungan tradisi budaya Yunani dan India, mempengaruhi seni dan keagamaan Jepun sejak abad ke-6 Masihi, dilengkapkan dengan pengenalan agama Buddha mazhab Mahayana.

Sejak abad ke-16, pengaruh Eropah menonjol, disusuli dengan pengaruh Amerika Syarikat yang mendominasi Jepun setelah akhirnya Perang Dunia II. Sarapan tradisional Jepun Jepun turut mengembangkan budaya yang asli dan unik, dalam seni ( ikebana, origami, ukiyo-e), kraftangan ( anak patung, tembikar, persembahan (boneka bunraku, tarian tradisional, kabuki, noh, raku-go), dan tradisi ( permainan Jepun, onsen, sento, majlis teh, kebun Jepun), serta makanan Jepun yang unik sekali.

Kini, Jepun merupakan salah sebuah pengeksport budaya pop yang terbesar. Anime, manga, fesyen perfileman, kesusasteraan, permainan video dan muzik Jepun menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepun gemar mencetus trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka mempengaruhi fesyen dan trend seluruh dunia.

Pasaran muda-mudi yang amat cemerlang membawa ujian geir kepada barang-barang pengguna elektronik yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepun, sebelum dipertimbangkan untuk pengedaran seluruh dunia. Baru-baru ini Jepun mula mengeksport satu lagi komoditi budaya yang bernilai: ahli sukan. Populariti pemain besbol Jepun di Matahari terbit dari arah Syarikat meningkatkan kesedaran warga negara Barat tersebut terhadap segalanya mengenai Jepun.

Orang Jepun biasanya gemar memakan makanan tradisi mereka. Sebahagian besar rancangan-rancangan TV pada waktu petang dikhaskan kepada penemuan dan penghasilan makanan tradisional yang bermutu. Makanan Jepun mencipta nama di seluruh dunia dengan sushi, yang biasanya diperbuat daripada pelbagai jenis ikan mentah yang digabungkan dengan nasi sejuk dan pes wasabi. sushi digermari penduduk seluruh dunia.

Makanan Jepun menumpu kepada peralihan musim, dengan menghidangkan mi sejuk matahari terbit dari arah sashimi pada musim panas, manakala ramen panas dan shabu-shabu disediakan pada musim sejuk. Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] Ralat Lua: not enough memory.

• Agama Jepun • Makanan Jepun • Anime dan manga Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ralat Lua: not enough memory. • ^ (Jepun) Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Mengikut legenda, pada tarikh inilah Jepun diasaskan oleh Maharaja Jimmu, maharaja pertama Jepun. • ^ (Inggeris) Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b c d (Inggeris) Ralat Lua: not enough memory. • ^ (Inggeris) Ralat Lua: not enough memory. • ^ (Inggeris) Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ United Nations World Population Propsects: 2006 revision – Table A.17 for 2005-2010 • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Teach Yourself Japanese Message Board • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ When Empire Comes Home : Repatriation and Reintegration in Postwar Japan by Lori Watt, Harvard University Press • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b c d Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ralat Lua: not enough memory.

• ^ http://www.houko.com/00/01/S21/000.HTM#s5 Perlembagaan Jepun Pasal 5, Kabinet (第5章 内閣) • ^ http://www.houko.com/00/01/S21/000.HTM#s1 Perlembagaan Jepun Bab 1 Pasal 6, Maharaja (第1章 天皇) • ^ http://www.kunaicho.go.jp/02/d02-01.html Tennō kōgō ryōheika no goryakureki (天皇皇后両陛下のご略歴).

Diakses pada 7 Maret 2009 • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Japan-Australia Joint Declaration on Security Cooperation • ^ Joint Declaration on Security Cooperation between Japan and India • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b c Ralat Matahari terbit dari arah not enough memory.

• ^ a b c d Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ er 6 Manufacturing and Construction, Statistical Handbook of Japan, Ministry of Internal Affairs and Communications • ^ http://www.prcdc.org/summaries/japan/japan.html • ^ Groningen Growth and Development Centre (GGDC) • ^ Japan 500 2008, Financial Times Dicapai pada 8 Mac 2009] • ^ [ http://www.forbes.com/lists/2006/18/06f2000_The-Forbes-2000_Rank.html The Forbes 2000 • ^ Market data.

Ralat Lua: not enough memory. New York Stock Exchange (2006-01-31). Diakses pada 2007-08-11. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ The Economist: Going hybrid • ^ Activist shareholders swarm in Japan, The Economist • ^ Japan, Index of Economic Freedom • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Zaidan Hōjin Yano Tsuneta Kinenkai, 財団法人矢野恒太記念会 (2008). m/s. 134 Tabel 13-6 dan catatan kaki. "Takrifan keluarga petani komersil ( hambai nōka) ialah keluarga dengan luas tanah lebih dari 3,000 m² atau pendapatan kasar lebih daripada \500,000 per tahun; takrifan keluarga petani pengusaha ( shugyō nōka) ialah keluarga yang berpenghasilan utama dari pertanian, dan memiliki kepala keluarga berumur di bawah 65 tahun yang bekerja di lahan pertanian lebih dari 60 hari per tahun." • ^ Zaidan Hōjin Yano Tsuneta Kinenkai 財団法人矢野恒太記念会 (2008) m/s.

136 Tabel 13-8. Report of Survey on Movement of Agriculture Structure. • ^ Pada tahun 1990, keluarga petani komersil yang memiliki ketua keluarga berusia matahari terbit dari arah 65 tahun mencapai 19.5%. Angka ini bertambah menjadi 32.4% pada tahun 2007. Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ralat Lua: not enough memory. • ^ Japan-born Koreans live in limbo. The New York Times. 2 April 2005. • ^ An Enclave of Brazilians Is Testing Insular Japan. The New York Times. 1 November 2008. • ^ 'Home' is where the heartbreak is for Japanese-Peruvians Ralat Lua: not enough memory.

Asia Times. 16 Oktober 1999. • ^ Registered Foreigners in Japan by Nationality Ralat Lua: not enough memory. Stat.go.jp. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ The Invisible Race Ralat Lua: not enough memory. Time. 8 Januari 1973. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ogawa, Naohiro. "Demographic Trends and Their Implications for Japan's Future" The Ministry of Foreign Affairs of Japan.

Transkrip wawancara pada 7 Mac 1997. Dicapai pada 14 Mei 2006. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ French, Howard. "Insular Japan Needs, but Resists, Immigration". " The New York Times" (2003-07-24). Diakses pada 2007-02-21. • ^ Ministry of Internal Affairs and Communications • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ a b Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Shinsen-kokugojiten (新選国語辞典), Kyōsuke Kindaichi, Shogakukan, 2001, ISBN 4-09-501407-5 • ^ 言語学大辞典セレクション:日本列島の言語 ( Selection from the Encyclopædia of Linguistics: The Languages of the Japanese Archipelago).

"琉球列島の言語" ( The Languages of the Ryukyu Islands). 三省堂 1997 • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory.

• ^ CIA World Factbook: Literacy • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ Ralat Lua: not enough memory. • ^ OECD’s PISA survey shows some countries making significant gains in learning outcomes, OECD, 04/12/2007. Range of rank on the PISA 2006 science scale Ralat Lua: not enough memory. Pautan luar [ sunting - sunting sumber ] Rasmi [ sunting - sunting sumber ] • Kantei.go.jp - Laman rasmi Perdana Menteri dan Kabinet • Sangi-in.go.jp - Laman rasmi Dewan Pertuanan • Shugi-in.go.jp - Laman rasmi Dewan Rakyat • Courts.go.jp Ralat Lua: not enough memory.

- Laman rasmi Mahkamah Tinggi Jepun • Kunaicho.go.jp - Laman rasmi Keluarga Diraja Jepun Lain-lain [ sunting - sunting sumber ] • Panduan pelancongan Jepun Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. Matahari terbit dari arah Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory. Ralat Lua: not enough memory.

Ralat Lua: not enough memory. Kategori-kategori tersembunyi: • Laman yang menggunakan argumen pendua dalam panggilan templat • Laman yang ada ralat skrip • Laman menggunakan pautan ajaib ISBN • Rencana pilihan • Koordinat di Wikidata • Rencana yang mengandungi teks bahasa Jepun • Pages using infobox country with unknown parameters • Halaman menggunakan kotak info negara atau kotak info bekas negara dengan parameter symbol caption atau type • Rencana dengan mikroformat hAudio • Acèh • Адыгабзэ • Адыгэбзэ • Afrikaans • Alemannisch • Алтай тил • አማርኛ • Anarâškielâ • Ænglisc • Аԥсшәа • العربية • Aragonés • ܐܪܡܝܐ • Արեւմտահայերէն • Armãneashti • Arpetan • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • अवधी • Avañe'ẽ • Авар • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Bahasa Hulontalo • Bahasa Indonesia • Basa Bali • Bamanankan • বাংলা • Banjar • Bân-lâm-gú • Basa Banyumasan • Башҡортса • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Madhurâ • भोजपुरी • Bikol Central • Bislama • Boarisch • བོད་ཡིག • Bosanski • Brezhoneg • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Български • Буряад • Català • Cebuano • Чӑвашла • Čeština • Chamoru • Chavacano de Zamboanga • Chi-Chewa • ChiShona • ChiTumbuka • Corsu • Cymraeg • Dansk • الدارجة • Davvisámegiella • Deitsch • Deutsch • ދިވެހިބަސް • Diné bizaad • Dolnoserbski • Dorerin Naoero • डोटेली • ཇོང་ཁ • Eesti • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Эрзянь • Español • Esperanto • Estremeñu • Euskara • Eʋegbe • فارسی • Fiji Hindi • Føroyskt • Français • Frysk • Fulfulde • Furlan • Gaeilge • Gaelg • Gagana Samoa • Gagauz • Gàidhlig • Galego • ГӀалгӀай • 贛語 • Gĩkũyũ • گیلکی • ગુજરાતી • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 客家語/Hak-kâ-ngî • Хальмг • 한국어 • Hausa • Hawaiʻi • Հայերեն • हिन्दी • Hornjoserbsce • Hrvatski • Ido • Igbo • Ilokano • বিষ্ণুপ্রিয়া মণিপুরী • Interlingua • Interlingue • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • Iñupiak • Ирон • IsiXhosa • IsiZulu • Íslenska • Italiano • עברית • Jawa • Kabɩyɛ • ಕನ್ನಡ • Kapampangan • Къарачай-малкъар • ქართული • Kaszëbsczi • Қазақша • Kernowek • Ikinyarwanda • Кыргызча • Ikirundi • Кырык мары • Kiswahili • Коми • Kongo • Kotava • Kreyòl ayisyen • Kriyòl gwiyannen • Kurdî • Ladin • Ladino • Лакку • ລາວ • Latina • Latgaļu • Latviešu • Lea faka-Tonga • Lëtzebuergesch • Лезги • Lietuvių • Li Niha • Ligure • Limburgs • Lingála • Lingua Franca Nova • Livvinkarjala • La .lojban.

• Luganda • Lombard • Magyar • मैथिली • Македонски • Malagasy • മലയാളം • Malti • Māori • मराठी • მარგალური • مصرى • مازِرونی • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • Minangkabau • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Mirandés • Мокшень • Монгол • မြန်မာဘာသာ • Nāhuatl • Na Vosa Vakaviti • Nederlands • Nedersaksies • Nēhiyawēwin / ᓀᐦᐃᔭᐍᐏᐣ • नेपाली • नेपाल भाषा • 日本語 • Napulitano • ߒߞߏ • Нохчийн • Nordfriisk • Norfuk / Pitkern • Norsk bokmål • Norsk nynorsk • Nouormand • Novial • Occitan • Олык марий • ଓଡ଼ିଆ • Oromoo • Oʻzbekcha/ўзбекча • ਪੰਜਾਬੀ • पालि • Pälzisch • Pangasinan • پنجابی • Papiamentu • پښتو • Patois • Перем коми • ភាសាខ្មែរ • ၽႃႇသႃႇတႆး • ဘာသာ မန် • Picard • Piemontèis • Plattdüütsch • Polski • Ποντιακά • Português • Qaraqalpaqsha • Qırımtatarca • Reo tahiti • Ripoarisch • Română • Romani čhib • Rumantsch • Runa Simi • Русиньскый • Русский • Саха тыла • Sakizaya • संस्कृतम् • Sängö • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ matahari terbit dari arah سرائیکی • Sardu • Scots • Seediq • Seeltersk • Sesotho • Sesotho sa Leboa • Setswana • Shqip • Sicilianu • සිංහල • Simple English • سنڌي • SiSwati • Slovenčina • Slovenščina • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Ślůnski • Soomaaliga • کوردی • Sranantongo • Српски / srpski • Srpskohrvatski / српскохрватски • Sunda • Suomi • Svenska • Tagalog • தமிழ் • Taqbaylit • Matahari terbit dari arah • Татарча/tatarça • Tayal • తెలుగు • Tetun • Thuɔŋjäŋ • ไทย • Tiếng Việt • ትግርኛ • Тоҷикӣ • Tok Pisin • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • Tshivenda • ತುಳು • Türkçe • Türkmençe • Twi • Тыва дыл • Удмурт • Українська • اردو • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Vahcuengh • Vèneto • Vepsän kel’ • Volapük • Võro • Walon • 文言 • West-Vlams • Winaray • Wolof • 吴语 • Xitsonga • ייִדיש • Yorùbá • 粵語 • Zazaki • Matahari terbit dari arah • Žemaitėška • 中文 • Pangcah • Gungbe • Pinayuanan Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 00:06, 1 Mei 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • • • Аԥсшәа • Адыгабзэ • Afrikaans • Alemannisch • አማርኛ • Pangcah • Matahari terbit dari arah • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • Авар • Kotava • अवधी • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Basa Bali • Boarisch matahari terbit dari arah Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ • Буряад • Català • Chavacano de Zamboanga • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Нохчийн • Cebuano • Chamoru • ᏣᎳᎩ • Tsetsêhestâhese • کوردی • Corsu • Nēhiyawēwin / ᓀᐦᐃᔭᐍᐏᐣ • Qırımtatarca • Čeština • Kaszëbsczi • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Thuɔŋjäŋ • Zazaki • Dolnoserbski • डोटेली • ދިވެހިބަސް • ཇོང་ཁ • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • گیلکی • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar • Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Iñupiak • Ilokano • ГӀалгӀай • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Qaraqalpaqsha • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Къарачай-малкъар • कॉशुर / کٲشُر • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • Madhurâ • मैथिली • Basa Banyumasan • Мокшень • Malagasy • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Кырык мары • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • नेपाल भाषा • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • ߒߞߏ • Nouormand • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Deitsch • Pälzisch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • Ποντιακά • پښتو • Português • Pinayuanan • Runa Simi • Rumantsch • Romani čhib • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Sängö • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • ၽႃႇသႃႇတႆး • සිංහල • Simple English • Slovenčina • سرائیکی • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sranantongo • Matahari terbit dari arah • Sunda • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • Sakizaya • தமிழ் • Tayal • ತುಳು • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • ትግርኛ • Türkmençe • Tagalog • Tok Pisin • Türkçe • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Twi • Тыва дыл • Удмурт • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • Хальмг • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Bân-lâm-gú • 粵語 • IsiZulu Gambar berwarna semu yang diambil pada tahun 2010 yang diproyeksikan oleh sinar ultraungu (panjang gelombang 30,4 nm) Nama Matahari, Surya, [1] Mentari, [2] Syamsu, [3] Syamsi, [4] Rawi, [5] Sun, Sol, [6] Helios [7] Kata sifat Solar, [8] [9] Surya Data pengamatan Jarak rata-rata dari Bumi 1 AU ≈ 1,496 ×10 8 km [10] 8 min 19 s ( laju cahaya) Kecerahan visual ( V) −26,74 [11] Magnitudo mutlak 4,83 [11] Klasifikasi spektrum G2V [12] Kelogaman Z = 0,0122 [13] Diameter sudut 31,6–32,7 menit busur [14] Ciri-ciri orbit Jarak rata-rata dari pusat Bima Sakti ≈ 2,7 ×10 17 km 27.200 tahun cahaya Periode galaksi (2,25–2,50) ×10 8 a Kecepatan ≈ 220 km/s (orbit mengitari pusat Bima Sakti) ≈ 20 km/s (relatif terhadap kecepatan rata-rata bintang lain dalam kelompok bintang) ≈ 370 km/s [15] (relatif terhadap latar belakang gelombang mikrokosmis) Ciri-ciri fisik Jari-jari khatulistiwa 695.700 km [16] 696.342 km [17] 109 × Bumi [18] Keliling khatulistiwa 4,379 ×10 6 km [18] 109 × Bumi [18] Kepepatan 9 ×10 −6 Luas permukaan 6,09 ×10 12 km 2 [18] 12.000 × Bumi [18] Volume 1,41 ×10 18 km 3 [18] 1.300.000 × Bumi Massa 1,9891 ×10 30 kg [11] 333.000 × Bumi [11] Kepadatan rata-rata 1,408 ×10 3 kg/m 3 [11] [18] [19] 1,408 g/cm 3 [11] [18] [20] 0,255 × Bumi [11] [18] Kepadatan pusat (permodelan) 1,622 ×10 5 kg/m 3 [11] 162,2 g/cm 3 [11] 12,4 × Bumi fotosfer 2 ×10 −4 kg/m 3 kromosfer 5 ×10 −6 kg/m 3 korona (rata-rata) 1 ×10 −12 kg/m 3 [21] Gravitasi permukaan khatulistiwa 274 m/s 2 [11] 28 × Bumi [18] Faktor momen inersia 0,070 [11] (perkiraan) Kecepatan lepas (dari permukaan) 617,7 km/s [18] matahari terbit dari arah × Bumi [18] Suhu pusat (permodelan) 1,57 ×10 7 K [11] fotosfer (efektif) 5772 K [11] korona ≈ 5 ×10 6 K Luminositas (L sol) 3,828 ×10 26 W [11] ≈ 3,75 ×10 28 lm ≈ 98 lm/W efikasi Warna (B-V) 0,63 Radians rata-rata (I sol) 2,009 ×10 7 W·m −2·sr −1 Umur ≈ 4,6 miliar tahun [22] [23] Ciri-ciri rotasi Kemiringan sumbu 7,25° [11] (terhadap ekliptika) 67,23° (terhadap bidang galaksi) Asensio rekta pada kutub utara [24] 286,13° 19 jam 4 menit 30 detik Deklinasi pada kutub utara +63,87° 63° 52' LU Periode rotasi sideris terhadap khatulistiwa 25,05 hari [11] terhadap lintang 16° 25,38 hari [11] 25 hari 9 jam 7 menit 12 detik [24] terhadap kutub 34,4 hari [11] Kecepatan rotasi (terhadap khatulistiwa) 7,189 ×10 3 km/h [18] Komposisi fotosfer (menurut matahari terbit dari arah Hidrogen 73,46% [25] Helium 24,85% Oksigen 0,77% Karbon 0,29% Besi 0,16% Neon 0,12% Nitrogen 0,09% Silikon 0,07% Magnesium 0,05% Belerang 0,04% • l • b • s Matahari atau Surya adalah bintang di pusat tata surya.

Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. [26] [27] Diameternya sekitar 1.392.684 km, [17] kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2 ×10 30 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total tata surya.

Matahari merupakan benda langit terbesar di galaksi Bima Sakti yang besarnya bahkan 10 kali planet terbesar tata surya, Jupiter. [28] Secara kimiawi, sekitar tiga perempat massa matahari terdiri dari hidrogen, sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari elemen-elemen berat seperti oksigen, karbon, neon, dan besi.

[29] Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul di tengah, sementara sisanya memipih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi tata surya. Massa pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi termonuklir di intinya.

Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa. Klasifikasi bintang matahari, berdasarkan kelas spektrumnya, adalah bintang deret utama G (G2V) dan sering digolongkan sebagai katai kuning karena radiasi tampaknya lebih intens dalam porsi spektrum kuning-merah.

Meski warnanya putih, dari permukaan Bumi, matahari tampak kuning dikarenakan pembauran cahaya biru di atmosfer. [30] Menurut label kelas spektrum, G2 menandakan suhu permukaannya sekitar 5778 K (5505 °C) dan V menandakan bahwa matahari, layaknya bintang-bintang lain, merupakan bintang deret utama, sehingga energinya diciptakan oleh fusi nuklir nukleus hidrogen ke dalam helium.

Dalam intinya, matahari memfusi 620 juta ton metrik hidrogen setiap detik. Berdasarkan perkiraan seluruh hidrogen yang ada di dalam matahari akan habis dalam sekitar 4,5 miliar tahun ke depan, dan matahari akan mati menjadi katai putih. Dahulu, matahari dipandang para astronom sebagai bintang kecil dan tidak penting.

Sekarang, matahari dianggap lebih terang daripada sekitar 85% bintang di galaksi Bima Sakti yang didominasi katai merah. [31] [32] Magnitudo absolut matahari adalah +4,83. Akan tetapi, sebagai bintang yang paling dekat dengan Bumi, matahari adalah benda tercerah di langit dengan magnitudo tampak −26,74. [33] [34] Korona matahari yang panas terus meluas di luar angkasa dan menciptakan angin matahari, yaitu arus partikel bermuatan yang bergerak hingga heliopause sekitar 100 au. Gelembung di medium antarbintang yang terbentuk oleh angin matahari, heliosfer, adalah struktur bersambung terbesar di tata surya.

[35] [36] Matahari saat ini bergerak melalui Awan Antarbintang Lokal (dekat Awan G) di zona Gelembung Lokal, tepatnya di dalam lingkaran terdalam Lengan Orion di galaksi Bima Sakti. [37] [38] Dari 50 sistem bintang terdekat dalam jarak 17 tahun cahaya dari Bumi (bintang terdekat adalah katai merah bernama Proxima Centauri sekitar 4,2 tahun cahaya), matahari memiliki massa terbesar keempat. [39] Matahari mengorbit pusat Bima Sakti pada jarak kurang lebih 24.000– 26.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Jika dilihat dari kutub utara galaksi, matahari merampungkan satu orbit searah jarum jam dalam kurun sekitar 225–250 juta tahun. Karena Bima Sakti bergerak relatif terhadap radiasi latar belakang gelombang mikro kosmis (CMB) ke arah konstelasi Hydra dengan kecepatan 550 km/detik, kecepatan matahari relatif terhadap CMB sekitar 370 km/detik ke arah Crater atau Leo.

[40] Jarak rata-rata matahari dari Bumi sekitar 149,6 juta kilometer (1 au), meski jaraknya bervariasi seiring pergerakan Bumi menjauhi perihelion pada bulan Januari hingga aphelion pada bulan Juli. [41] Pada jarak rata-rata ini, cahaya bergerak dari matahari ke Bumi selama 8 menit 19 detik.

Sehingga penampakan matahari yang kita lihat di bumi sekarang adalah penampakan aslinya 8 menit 19 detik yang lalu. Energi sinar matahari ini membantu perkembangan Celah hidrotermal (omunitas biologi) nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis [42] dan mengubah iklim dan cuaca Bumi. Dampak luar biasa matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman prasejarah.

Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa. Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai matahari berkembang perlahan. Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan sumber tenaga matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang.

Ada sejumlah anomali perilaku matahari yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Daftar isi • 1 Karakteristik • 1.1 Inti • 1.2 Zona radiatif • 1.3 Zona konvektif • 1.4 Fotosfer • 1.5 Atmosfer • 1.6 Medan magnet • 2 Pergerakan matahari • 3 Jarak matahari ke bintang terdekat • 4 Ciri khas matahari • 4.1 Prominensa (lidah api matahari) • 4.2 Bintik matahari • 4.3 Angin matahari • 4.4 Badai matahari • 5 Eksplorasi matahari • 6 Matahari sebagai simbol kepercayaan dan kebudayaan • 6.1 Peranan matahari di berbagai kebudayaan dan kepercayaan • 6.2 Bangunan dan benda yang berhubungan dengan matahari • 7 Manfaat dan peran matahari • 8 Referensi • 9 Bacaan lanjutan • 10 Pranala luar Karakteristik [ sunting - sunting sumber ] Video ini memanfaatkan citra Solar Dynamics Observatory dan menerapkan pemrosesan tambahan untuk memperjelas struktur yang tampak.

Peristiwa di video ini mewakili aktivitas 24 jam pada 25 September 2011. Matahari adalah bintang deret utama tipe G yang kira-kira terdiri dari 99,85% massa total tata surya. Bentuknya nyaris bulat sempurna dengan kepepatan sebesar sembilan per satu juta, [43] artinya diameter kutubnya matahari terbit dari arah 10 km saja dengan diameter khatulistiwanya.

[44] Karena matahari terbuat dari plasma dan tidak padat, rotasinya lebih cepat di bagian khatulistiwa ketimbang kutubnya.

Peristiwa ini disebut rotasi diferensial dan terjadi karena konveksi pada matahari dan gerakan massa-nya akibat gradasi suhu yang terlampau jauh dari inti ke permukaan. Massa tersebut mendorong sebagian momentum sudut matahari yang berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara ekliptika sehingga kecepatan sudutnya didistribusikan kembali. Periode rotasi aktual ini diperkirakan 25,6 hari di khatulistiwa dan 33,5 hari di kutub.

Namun, akibat sudut pandang yang berubah-ubah dari Bumi saat mengorbit matahari, rotasi tampak di khatulistiwa kira-kira 28 hari. [45] Efek sentrifugal rotasi lambat ini 18 juta kali lebih lemah dibandingkan gravitasi permukaan di khatulistiwa matahari. Efek pasang planet lebih lemah lagi dan tidak begitu memengaruhi bentuk matahari.

[46] Matahari adalah bintang populasi I yang kaya elemen berat. [a] [47] Pembentukan matahari diperkirakan diawali oleh gelombang kejut dari satu matahari terbit dari arah terdekat atau lebih.

[48] Teori ini didasarkan pada keberlimpahan elemen berat di tata surya, seperti emas dan uranium, dibandingkan bintang-bintang populasi II yang elemen beratnya sedikit. Elemen-elemen ini sangat mungkin dihasilkan oleh reaksi nuklir endotermik selama supernova atau transmutasi melalui penyerapan neutron di dalam sebuah bintang raksasa generasi kedua.

[47] Matahari tidak punya batas pasti seperti planet-planet berbatu. Kepadatan gas di bagian terluarnya menurun seiring bertambahnya jarak dari pusat matahari. [49] Meski begitu, matahari memiliki struktur interior yang jelas. Radius matahari diukur dari pusatnya ke pinggir fotosfer. Fotosfer adalah lapisan terakhir yang tampak karena lapisan-lapisan di atasnya terlalu dingin atau terlalu tipis untuk meradiasikan cahaya yang cukup agar dapat terlihat mata telanjang [50] di hadapan cahaya terang dari fotosfer.

Selama gerhana matahari total, ketika fotosfer terhalang Bulan, korona matahari terlihat di sekitarnya. Interior matahari tidak bisa dilihat secara langsung dan matahari sendiri tidak dapat ditembus radiasi elektromagnetik. Dengan mengikuti seismologi yang memakai gelombang gempa untuk mengungkap struktur terdalam Bumi, disiplin helioseismologi memakai gelombang tekanan ( suara infrasonik) yang melintasi interior matahari untuk mengukur dan menggambar struktur terdalam matahari.

[51] Model komputer matahari juga dimanfaatkan sebagai alat bantu teoretis untuk menyelidiki lapisan-lapisan terdalamnya. Inti [ sunting - sunting sumber ] Irisan matahari dengan daerah inti berada di bawah Inti matahari diperkirakan merentang dari pusatnya sampai 20–25% radius matahari. [52] Kepadatannya mencapai 150 g/cm 3 [53] [54] (sekitar 150 kali lipat kepadatan air) dan suhu mendekati 15,7 juta kelvin (K). [54] Sebaliknya, suhu permukaan matahari kurang lebih 5.800 K.

Analisis terkini terhadap data misi SOHO menunjukkan keberadaan tingkat rotasi yang lebih cepat di bagian inti ketimbang di seluruh zona radiatif. [52] Sepanjang masa hidup matahari, energi dihasilkan oleh fusi nuklir melalui serangkaian tahap yang disebut rantai p–p (proton–proton); proses ini mengubah hidrogen menjadi helium.

[55] Hanya 0,8% energi matahari yang berasal dari siklus CNO. [56] Matahari terbit dari arah adalah satu-satunya wilayah matahari yang menghasilkan energi termal yang cukup melalui fusi; 99% tenaganya tercipta di dalam 24% radius matahari. Fusi hampir berhenti sepenuhnya pada tingkat 30% radius. Sisanya dipanaskan oleh energi yang ditransfer ke luar oleh radiasi dari inti ke zona konvektif di luarnya.

Energi yang diproduksi melalui fusi di inti harus melintasi beberapa lapisan dalam perjalanan menuju fotosfer sebelum lepas ke angkasa dalam bentuk sinar matahari atau energi kinetik partikel.

[57] [58] Rantai proton–proton terjadi sekitar 9,2 ×10 37 kali per detik di inti. Karena memakai empat proton bebas (nukleus hidrogen), reaksi ini kira-kira mengubah 3,7 ×10 38 proton menjadi partikel alpha (nukleus helium) setiap detiknya (dari total ~8,9 ×10 56 proton bebas di matahari) atau sekitar 6,2 ×10 11 kg per detik. [58] Karena memfusi hidrogen ke helium melepaskan kurang lebih 0,7% massa terfusi dalam bentuk energi, [59] matahari melepaskan energi dengan tingkat konversi massa–energi sebesar 4,26 juta ton metrik per detik, 384,6 yotta watt ( 3,846 ×10 26 W), [11] atau 9,192 ×10 10 megaton TNT per detik.

Massa ini tidak dihancurkan untuk menciptakan matahari terbit dari arah, tetapi diubah menjadi setara energi dan diangkut dalam energi yang diradiasikan, seperti yang dijelaskan oleh konsep kesetaraan massa–energi. Produksi tenaga oleh fusi di inti bervariasi sesuai jaraknya dari pusat matahari. Di pusat matahari, model teori memperkirakan besarnya mencapai 276.5 watt/m 3, [60] kepadatan produksi tenaga yang kira-kira lebih mendekati metabolisme reptil daripada bom termonuklir.

[b] Puncak produksi tenaga di matahari telah dibanding-bandingkan dengan panas volumetrik yang dihasilkan di dalam tumpukan kompos aktif. Keluaran tenaga matahari yang luar biasa tidak diakibatkan oleh tenaga per volumenya yang tinggi, melainkan ukurannya yang besar.

Tingkat fusi di bagian inti berada dalam kesetimbangan yang bisa membaik sendiri. Tingkat fusi yang agak lebih tinggi mengakibatkan inti memanas dan sedikit memuai terhadap matahari terbit dari arah lapisan terluarnya sehingga mengurangi tingkat fusi dan memperbaiki perturbasi; tingkat yang agak lebih rendah mengakibatkan inti mendingin dan sedikit menyusut sehingga meningkatkan tingkat fusi dan memperbaikinya ke tingkat saat ini. [61] [62] Sinar gama (foton berenergi tinggi) yang dilepaskan dalam reaksi fusi hanya diserap oleh beberapa militer plasma matahari, kemudian dipancarkan kembali secara acak dalam bentuk energi yang lebih rendah.

Karena itu, butuh waktu lama bagi radiasi untuk mencapai permukaan matahari. Perkiraan waktu tempuh foton berkisar antara 10–170 ribu tahun. [63] Neutrino, yang mewakili sekitar 2% produksi energi total matahari, hanya butuh 2,3 detik untuk mencapai permukaan. Karena transprotasi energi di matahari adalah proses yang melibatkan foton dalam kesetimbangan termodinamik dengan zat, skala waktu transportasi energi di matahari lebih panjang dengan rentang 30 juta tahun.

Ini adalah waktu yang diperlukan matahari untuk kembali ke keadaan stabil jika tingkat penciptaan energi di intinya tiba-tiba berubah. [64] Sepanjang bagian akhir perjalanan foton keluar matahari, di zona konvektif terluar, tabrakannya lebih sedikit dan energinya lebih rendah. Fotosfer adalah permukaan transparan matahari tempat foton terlepas dalam bentuk cahaya tampak. Setiap sinar gama di inti matahari diubah menjadi beberapa juta foton cahaya tampak sebelum lepas ke luar angkasa.

Neutrino juga dilepaskan oleh reaksi fusi di inti, tetapi tidak seperti foton. Neutrino jarang berinteraksi dengan zat sampai-sampai semuanya bisa dengan mudah keluar dari matahari. Selama beberapa tahun, pengukuran jumlah neutrino yang diproduksi di matahari lebih rendah daripada yang diprediksi teori dengan faktor 3.

Kesenjangan ini diselesaikan pada tahun 2001 melalui penemuan efek osilasi neutrino: matahari memancarkan beberapa neutrino sesuai prediksi teori, tetapi detektor neutrino kehilangan ​ 2⁄ 3 jumlahnya karena neutrino sudah berubah rasa saat dideteksi. [65] Potongan melintang bintang tipe matahari ( NASA) Zona radiatif [ sunting - sunting sumber ] Kurang lebih di bawah 0,7 radius matahari, material matahari cukup panas dan padat sampai-sampai radiasi termal adalah cara utama untuk mentransfer energi dari inti.

[66] Zona ini tidak diatur oleh konveksi termal. Meski begitu, suhunya turun dari kira-kira 7 juta ke 2 juta kelvin seiring bertambahnya jarak dari inti.

[54] Gradien suhu ini kurang dari nilai tingkat selang adiabatik sehingga tidak dapat menciptakan konveksi. [54] Energi ditransfer oleh radiasi ion hidrogen dan helium yang memancarkan foton, yang hanya bergerak sedikit sebelum diserap kembali oleh ion-ion lain.

[66] Kepadatannya turun seratus kali lipat (dari 20 g/cm 3 ke 0,2 g/cm 3) dari 0,25 radius matahari di atas zona radiasi.

[66] Zona radiatif dan zona konvektif dipisahkan oleh sebuah lapisan transisi, takoklin. Ini adalah wilayah ketika perubahan fenomena mencolok antara rotasi seragam di zona radiatif dan rotasi diferensial di zona konvektif menghasilkan celah besar—kondisi ketika lapisan-lapisan horizontal saling bergesekan berlawanan arah. [67] Gerakan cair yang ditemukan di zona konvektif di atasnya perlahan menghilang dari atas sampai bawah lapisan ini, sama seperti karakteristik tenang zona radiatif di bawah.

Saat ini, diperkirakan bahwa sebuah dinamo magnetik di dalam lapisan ini menciptakan medan magnet matahari (baca dinamo matahari). [54] Zona konvektif [ sunting - sunting sumber ] Di lapisan terluar matahari, dari permukaannya sampai kira-kira 200.000 km di bawahnya (70% radius matahari dari pusat), suhunya lebih rendah daripada di zona radiatif dan atom yang lebih berat tidak sepenuhnya terionisasikan.

Akibatnya, transportasi panas radiatif kurang efektif. Kepadatan gas-gas ini sangat rendah untuk memungkinkan arus konvektif terbentuk. Material yang dipanaskan di takoklin memanas dan memuai sehingga mengurangi kepadatannya dan memungkinkan material tersebut naik. Pengaruhnya, konveksi termal berkembang saat sel panas mengangkut mayoritas panas ke luar hingga fotosfer matahari.

Setelah material tersebut mendingin di fotosfer, kepadatannya meningkat, lalu tenggelam ke dasar zona konveksi. Di sana, material memanfaatkan panas dari atas zona radiatif dan siklus ini berlanjut. Di fotosfer, suhu menurun hingga 5.700 K dan kepadatannya turun hingga 0,2 g/m 3 (sekitar 1/6.000 kepadatan udara di permukaan laut). [54] Kolom panas di zona konvektif membentuk jejak di permukaan matahari yang disebut granulasi dan supergranulasi.

Konveksi turbulen di bagian terluar interior matahari ini menghasilkan dinamo "berskala kecil" yang menciptakan kutub magnetik utara dan selatan di seluruh permukaan matahari. [54] Kolom panas matahari disebut sel Bénard dan berbentuk prisma heksagon. [68] Fotosfer [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Fotosfer Permukaan matahari yang tampak, fotosfer, adalah lapisan yang di bawahnya matahari matahari terbit dari arah opak terhadap cahaya tampak.

[69] Di atas fotosfer, sinar matahari yang tampak bebas berkelana ke angkasa dan energinya terlepas sepenuhnya dari matahari.

Perubahan opasitas diakibatkan oleh berkurangnya jumlah ion H − yang mudah menyerap cahaya tampak. [69] Sebalinya, cahaya tampak yang kita lihat dihasilkan dalam bentuk elektron dan bereaksi dengan atom hidrogen untuk menghasilkan ion H −. [70] [71] Tebal fotosfer puluhan sampai ratusan kilometer, sedikit kurang opak daripada udara di Bumi. Karena bagian atas fotosfer lebih dingin daripada bagian bawahnya, citra matahari tampak lebih terang di tengah daripada pinggir atau lengan cakram matahari; fenomena ini disebut penggelapan lengan.

[69] Spektrum sinar matahari kurang lebih sama dengan spektrum benda hitam yang beradiasi sekitar 6.000 K, berbaur dengan jalur penyerapan atomik dari lapisan tipis di atas fotosfer. Fotosfer memiliki kepadatan partikel sekitar 10 23 m −3 (sekitar 0,37% jumlah partikel per volume atmosfer Bumi di permukaan laut).

Fotosfer tidak sepenuhnya terionisasikan—cakupan ionisasinya sekitar 3%—sehingga nyaris seluruh hidrogen dibiarkan berbentuk atom. [72] Selama penelitian awal terhadap spektrum optik fotosfer, matahari terbit dari arah jalur penyerapan yang ditemukan tidak berkaitan dengan elemen kimia apa pun yang dikenal di Bumi saat itu. Pada tahun 1868, Norman Lockyer berhipotesis bahwa jalur-jalur penyerapan ini terbentuk oleh elemen baru yang ia sebut helium, diambil dari nama dewa matahari Yunani Helios.

Dua puluh lima tahun kemudian, helium berhasil diisolasi di Bumi. [73] Atmosfer [ sunting - sunting sumber ] Saat gerhana matahari total, korona matahari dapat dilihat dengan mata telanjang selama periode totalitas yang singkat. Bagian matahari di atas fotosfer disebut atmosfer matahari. [69] Atmosfer dapat diamati menggunakan teleskop yang beroperasi di seluruh spektrum elektromagnet, mulai dari radio hingga cahaya tampak sampai sinar gama, dan terdiri dari lima zona utama: suhu rendah, kromosfer, wilayah transisi, korona, dan heliosfer.

[69] Heliosfer, dianggap sebagai atmosfer terluar tipis matahari, membentang ke luar melewati orbit Pluto hingga heliopause yang membentuk batas dengan medium antarbintang. Kromosfer, wilayah transisi, dan korona jauh lebih panas daripada permukaan matahari. [69] Alasannya belum terbukti tepat; bukti yang ada memperkirakan bahwa gelombang Alfvén memiliki energi yang cukup untuk memanaskan korona.

[74] Lapisan terdingin matahari adalah wilayah suhu rendah yang terletak sekitar 500 km di atas fotosfer dengan suhu kurang lebih 4.100 K. [69] Bagian matahari ini cukup dingin untuk memungkinkan keberadaan molekul sederhana seperti karbon monoksida dan air, yang dapat dideteksi melalui spektrum penyerapan mereka. [75] Di atas lapisan suhu rendah, ada lapisan setebal 2.000 km yang didominasi spektrum emisi dan jalur penyerapan.

[69] Lapisan ini bernama kromosfer yang diambil dari kata Yunani chroma, artinya warna, karena kromosfer terlihat seperti cahaya berwarna di awal dan akhir gerhana matahari total.

[66] Suhu kromosfer meningkat perlahan seiring ketinggiannya, berkisar sampai 20.000 K di dekat puncaknya. [69] Di bagian teratas kromosfer, helium terionisasikan separuhnya. [76] Diambil oleh Hinode Solar Optical Telescope tanggal 12 Januari 2007, citra matahari ini menunjukkan sifat filamen pada plasma yang menghubungkan wilayah-wilayah berpolaritas magnet berbeda. Di atas kromosfer, di wilayah transisi tipis (sekitar 200 km), suhu naik cepat dari sekitar 20 ribu kelvin di atas kromosfer hingga mendekati suhu korona sebesar satu juta kelvin.

[77] Peningkatan suhu ini dibantu oleh ionisasi penuh helium di wilayah transisi, yang mengurangi pendinginan radiatif plasma secara besar-besaran. [76] Wilayah transisi tidak terbentuk di ketinggian tetap. Wilayah ini membentuk semacam nimbus mengitari fitur-fitur kromosfer seperti spikula dan filamen dan memiliki gerakan tak teratur yang konstan.

[66] Wilayah transisi sulit diamati dari permukaan Bumi, tetapi dapat diamati dari luar angkasa menggunakan instrumen yang sensitif terhadap spektrum ultraviolet ekstrem. [78] Korona adalah kepanjangan atmosfer terluar matahari yang volumenya lebih besar daripada matahari itu sendiri.

Korona terus menyebar ke angkasa dan menjadi angin matahari yang mengisi seluruh tata surya. [79] Korona rendah, dekat permukaan matahari, memiliki kepadatan partikel sekitar 10 15–10 16 m −3. [76] [c] Suhu rata-rata korona matahari terbit dari arah angin matahari sekitar 1–2 juta kelvin. Akan tetapi, suhu di titik terpanasnya mencapai 8–20 juta kelvin. [77] Meski belum ada teori lengkap seputar suhu korona, setidaknya sebagian panasnya diketahui berasal dari rekoneksi magnetik. [77] [79] Heliosfer, yaitu volume di sekitar matahari yang diisi plasma angin matahari, merentang dari kurang lebih 20 radius matahari (0,1 au) sampai matahari terbit dari arah terluar tata surya.

Batas terdalamnya ditetapkan sebagai lapisan tempat arus angin matahari menjadi superalfvénik—artinya arus angin lebih cepat daripada kecepatan gelombang Alfvén. [80] Turbulensi dan dorongan dinamis di heliosfer tidak dapat memengaruhi bentuk korona matahari di dalamnya, karena informasi hanya dapat bergerak pada kecepatan gelombang Alfvén.

Angin matahari terus bergerak ke luar melintasi heliosfer, membentuk medan magnet matahari seperti spiral, [79] sampai menyentuh heliopause lebih dari 50 au dari matahari. Pada Desember 2004, wahana Voyager 1 melintasi fron kejut yang diduga sebagai bagian dari heliosfer.

Kedua wahana Voyager telah mencatat konsentrasi partikel energi yang tinggi saat mendekati batas tersebut. [81] Medan magnet [ sunting - sunting sumber ] Lembar arus heliosfer merentang sampai batas terluar tata surya dan terbentuk oleh pengaruh medan magnet matahari yang berotasi di plasma di medium antarplanet.

[82] Matahari adalah bintang bermagnet aktif. Matahari memiliki medan magnet kuat yang berubah-ubah tiap tahun dan berbalik arah setiap sebelas tahun di sekitar maksimum matahari.

[83] Medan magnet matahari menjadi penyebab sejumlah dampak yang secara kolektif disebut aktivitas matahari, termasuk titik matahari di permukaan matahari, semburan matahari, dan variasi angin matahari yang mengangkut material melintasi tata surya. [84] Dampak aktivitas matahari terhadap Bumi meliputi aurora di lintang tengah sampai tinggi serta gangguan komunikasi radio dan tenaga listrik. Aktivitas matahari diduga memainkan peran besar dalam pembentukan dan evolusi tata surya. Aktivitas matahari mengubah struktur atmosfer terluar Bumi.

[85] Semua materi dalam matahari berbentuk gas dan bersuhu tinggi yang disebut plasma. Ini membuat matahari bisa berotasi lebih cepat di khatulistiwa (sekitar 25 hari) daripada lintang yang lebih tinggi (sekitar 35 hari di dekat kutubnya). Rotasi diferensial lintang matahari menyebabkan jalur medan magnetnya saling terikat seiring waktu, menghasilkan lingkaran medan magnet dari permukaan matahari dan mencetus pembentukan titik matahari dan prominensa matahari (baca rekoneksi magnetik). Aksi ikat-ikatan ini menciptakan dinamo matahari dan siklus aktivitas magnetik 11 tahun; medan magnet matahari berbalik arah setiap 11 tahun.

[86] [87] Medan magnet matahari membentang jauh melewati matahari itu sendiri. Plasma angin matahari yang termagnetkan membawa medan magnet matahari ke luar angkasa dan membentuk medan magnet antarplanet. [79] Karena plasma hanya mampu bergerak di jalur medan magnet, medan magnet antarplanet awalnya tertarik secara radial menjauhi matahari. Karena medan di atas dan bawah khatulistiwa matahari memiliki polaritas berbeda yang mengarah ke dan menjauhi matahari, ada satu lembar arus tipis di bidang khatulistiwa matahari yang disebut lembar arus heliosfer.

[79] Pada jarak yang lebih jauh, rotasi matahari memelintir medan magnet dan lembar arus menjadi struktur mirip spiral Archimedes yang disebut spiral Parker. [79] Medan magnet antarplanet lebih kuat daripada komponen dipol medan magnet matahari. Medan magnet dipol matahari sebesar 50–400 μT (di fotosfer) berkurang seiring jaraknya menjadi sekitar 0,1 nT pada jarak Bumi.

Meski begitu, menurut pengamatan wahana antariksa, bidang antarplanet di lokasi Bumi sekitar 5 nT, kurang lebih seratus kali lebih besar. [88] Perbedaan ini disebabkan oleh medan magnet yang diciptakan oleh arus listrik di plasma yang menyelubungi matahari. Pergerakan matahari [ sunting - sunting sumber ] Ilustrasi rotasi matahari. Terdapat perubahan posisi bintik matahari selama terjadi pergerakan.

Matahari mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut: • Matahari berotasi pada sumbunya dengan selama sekitar 27 hari untuk mencapai satu kali putaran. [89] Gerakan rotasi ini pertama kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik matahari. [89] Sumbu rotasi matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi sehingga kutub utara matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan matahari lebih terlihat di bulan Maret.

[89] Matahari bukanlah bola padat, melainkan bola gas, sehingga matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang seragam. [89] Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior matahari matahari terbit dari arah sama dengan bagian permukaannya. [90] Bagian inti dan zona radiatif berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi bersama, tetapi dengan kecepatan yang berbeda.

[90] Bagian ekuatorial (tengah) memakan waktu rotasi sekitar 24 hari, sedangkan bagian kutubnya berotasi selama sekitar 31 hari. [89] [91] Sumber perbedaan waktu rotasi matahari tersebut masih diteliti. [89] • Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. [91] Matahari terletak sejauh 28 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti.

[91] Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828 ribu km/jam sehingga diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk mencapai satu putaran sempurna mengelilingi galaksi.

[91] Jarak matahari ke bintang terdekat [ sunting - sunting sumber ] Sistem bintang yang terdekat dengan matahari adalah Alpha Centauri. [92] Bintang yang dalam kompleks tersebut yang memilkiki posisi terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri, sebuah bintang berwarna merah redup yang terdapat dalam rasi bintang Sentaurus. [92] Jarak matahari ke Proxima Centauri adalah 4,3 tahun cahaya (39.900 juta km atau 270 ribu unit astronomi), kurang lebih 270 ribu kali jarak matahari ke Bumi.

[92] Para ahli astronomi mengetahui bahwa benda-benda angkasa senantiasa bergerak dalam orbit masing-masing. [93] Oleh karena itu, perhitungan jarak dilakukan berdasarkan pada perubahan posisi suatu bintang dalam kurun waktu tertentu dengan berpatokan pada posisinya terhadap bintang-bintang sekitar.

[93] Metode pengukuran ini disebut paralaks ( parallax). [93] Ciri khas matahari [ sunting - sunting sumber ] Berikut ini adalah beberapa ciri khas yang dimiliki oleh matahari. Prominensa (lidah api matahari) [ sunting - sunting sumber ] Erupsi prominensa yang terjadi pada 30 Maret 2010 Prominensa adalah salah satu ciri khas matahari, berupa bagian matahari menyerupai lidah api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan serta sering kali berbentuk loop (putaran).

[94] [95] Prominensa disebut juga sebagai filamen matahari karena, meskipun julurannya sangat terang bila dilihat di angkasa yang gelap, prominensa tidak lebih terang daripada keseluruhan matahari itu sendiri.

[94] Prominensa hanya dapat dilihat dari Bumi dengan bantuan teleskop dan filter. [94] Prominensa terbesar yang pernah ditangkap oleh SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) diperkirakan sepanjang 350 ribu km.

[94] Sama seperti korona, prominensa terbentuk dari plasma, tetapi memiliki suhu yang lebih dingin. [94] Prominensa berisi materi dengan massa mencapai 100 miliar kg.

[94] Prominensa terjadi di lapisan fotosfer matahari dan bergerak ke luar menuju korona matahari. [94] Plasma prominensa bergerak di sepanjang medan magnet matahari. [96] Erupsi dapat terjadi ketika struktur prominesa menjadi tidak stabil sehingga akan pecah dan mengeluarkan plasmanya. [96] Ketika terjadi erupsi, material yang dikeluarkan menjadi bagian dari struktur magnetik yang sangat besar disebut semburan massa korona ( coronnal mass ejection/CME).

[94] [96] Pergerakan semburan korona tersebut terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s hingga 3,2 juta km/s. [94] Pergerakan tersebut juga menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam waktu singkat. [94] Bila erupsi semburan massa korona mengarah ke Bumi, akan terjadi interaksi dengan medan magnet Bumi dan mengakibatkan terjadinya badai geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan listrik.

[96] Suatu prominensa yang stabil dapat bertahan di korona hingga berbulan-bulan lamanya dan ukurannya terus membesar setiap hari. [96] Para ahli masih terus meneliti bagaimana dan mengapa prominensa dapat terjadi. [96] Bintik matahari [ sunting - sunting sumber ] Bintik matahari terlihat seperti noda kehitaman di permukaan matahari.

Bintik matahari adalaah granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer matahari dengan jumlah yang tak terhitung. [97] Bintik matahari tercipta saat garis medan magnet matahari menembus bagian fotosfer. [98] Ukuran bintik matahari dapat lebih besar daripada Bumi. [95] Bintik matahari memiliki daerah yang gelap bernama umbra, yang dikelilingi oleh daerah yang lebih terang disebut penumbra.

[97] Warna bintik matahari terlihat lebih gelap karena suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer. [97] Suhu di daerah umbra adalah sekitar 2.200 °C sedangkan di daerah penumbra adalah 3.500 °C.

[97] Karena emisi cahaya juga dipengaruhi oleh suhu maka bagian bintik matahari umbra hanya mengemisikan 1/6 kali cahaya bila dibandingkan permukaan matahari pada ukuran yang sama. [97] Angin matahari [ sunting - sunting sumber ] Angin matahari terbentuk dari aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh bagian atas atmosfer matahari yang bergerak ke seluruh tata surya. [99] Partikel-partikel tersebut memiliki energi yang tinggi. Namun, proses pergerakan ke luar medan gravitasi matahari pada kecepatan yang begitu tinggi belum dimengerti secara sempurna.

[99] Kecepatan angin surya terbagi dua, yaitu angin cepat yang mencapai 400 km/s dan angin cepat yang mencapai lebih dari 500 km/s. [100] Kecepatan ini juga bertambah secara eksponensial seiring jaraknya dari matahari. [100] Angin matahari yang umum terjadi memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer matahari.

[100] Beberapa bukti keberadaan angin surya yang dapat dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah badai geomagnetik berenergi tinggi yang merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor panjang pada komet yang selalu menjauhi matahari akibat hembusan angin surya. [99] Angin matahari dapat membahayakan kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang melindungi dari radiasi.

[99] Pada kenyataannya, ukuran dan bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin surya yang melintas. [99] Badai matahari [ sunting - sunting sumber ] Badai matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk di atmosfer matahari.

[101] Plasma matahari yang meningkat suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi mendekati kecepatan cahaya. [102] Total energi yang dilepaskan setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton.

[101] Jumlah dan kekuatan badai matahari bervariasi. [102] Ketika matahari aktif dan memiliki banyak bintik, badai matahari lebih sering terjadi. Badai matahari sering kali terjadi bersamaan dengan luapan massa korona. [102] Badai matahari memberikan risiko radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronaut, dan terutama sistem telekomunikasi Bumi.

[102] [103] Badai matahari yang pertama kali tercatat dalam pustaka astronomi adalah pada tanggal 1 September 1859.

[101] Dua peneliti, Richard C. Carrington dan Richard Hodgson yang sedang mengobservasi bintik matahari melalui teleskop di tempat terpisah, mengamati badai matahari yang terlihat sebagai cahaya putih besar di sekeliling matahari. [101] Kejadian ini disebut Carrington Event dan menyebabkan lumpuhnya jaringan telegraf transatlantik antara Amerika dan Eropa.

[103] Eksplorasi matahari [ sunting - sunting sumber ] Solar Maximum Mission, salah satu satelit yang diluncurkan Amerika Serikat untuk mempelajari matahari. Wahana antariksa yang pertama kali berhasil masuk ke orbit matahari adalah Pioneer 4. [104] Pioneer 4, yang diluncurkan tanggal 3 Maret 1959 oleh Amerika Serikat, menjadi pionir dalam sejarah eksplorasi matahari. [104] [105] Keberhasilan tersebut diikuti oleh peluncuran Pioneer 5–Pioneer 9 pada tahun 1959–1968 yang memang bertujuan untuk mempelajari tentang matahari.

[105] Pada 26 Mei 1973, stasiun luar angkasa Amerika Serikat bernama Skylab diluncurkan dengan membawa 3 awak. [105] Skylab membawa Apollo Telescope Mount (ATM) yang digunakan untuk mengambil lebih dari 150 ribu gambar matahari. [105] Wahana antariksa lainnya, Helios I, berhasil mengorbit hingga mencapai jarak 47 juta km dari matahari (memasuki orbit Merkurius).

[105] [106] Helios I terus berputar untuk memastikan seluruh bagian pesawat mendapat jumlah panas yang sama dari matahari. [106] Helios I bertugas mengumpulkan data-data mengenai matahari.

[106] Wahana antariksa hasil kerja sama Amerika Serikat dan Jerman ini beroperasi sejak 10 Desember 1974 hingga akhir 1982. [105] [106] Helios II diluncurkan pada 16 Januari 1976 dan berhasil mencapai jarak 43 juta km dari matahari. [105] Misi Helios II selesai pada April 1976, tetapi dibiarkan tetap berada di orbit. [106] Solar Maximum Mission didesain untuk melakukan observasi aktivitas matahari terutama bintik dan api matahari saat matahari berada pada periode aktivitas maksimum.

[105] [106] SMM diluncurkan oleh Amerika Serikat pada 14 Februari 1980. [105] Selama perjalanannya, SMM pernah mengalami kerusakan, tetapi berhasil diperbaiki oleh awak pesawat ulang alik Challenger. [106] SMM terus berada di orbit Bumi selama melakukan observasi. [105] [106] SMM mengumpulkan data hingga 24 November 1989 dan terbakar saat masuk kembali ke atmosfer Bumi pada 2 Desember 1989. [105] [106] Wahana antariksa Ulysses adalah hasil proyek internasional untuk mempelajari kutub-kutub matahari, diluncurkan pada 6 Oktober 1990.

[105] Sedangkan Yohkoh adalah wahana antariksa yang diluncurkan untuk mempelajari radiasi energi tinggi dari matahari.

[105] Yohkoh merupakan hasil kerja sama Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris yang diluncurkan pada 31 Agustus 1991. [105] Misi eksplorasi matahari yang paling terkenal adalah Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) yang dikembangkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang bekerja sama dengan Agensi Luar Angkasa Eropa (ESA) dan diluncurkan pada 12 Desember 1995. [107] SOHO bertugas mengumpulkan data struktur internal, proses fisik yang terjadi, serta pengambilan gambar dan diagnosis spektroskopis matahari.

[105] SOHO ditempatkan pada jarak 1,5 juta km dari Bumi dan masih beroperasi hingga sekarang. [105] Misi eksplorasi terbaru dari NASA adalah wahana antariksa kembar bernama STEREO yang diluncurkan pada 26 Oktober 2006. [106] [107] STEREO bertugas untuk menganalisis dan mengambil gambar matahari dalam bentuk 3 dimensi.

[106] Solar Dynamics Observatory Mission adalah misi eksplorasi NASA yang sedang dalam pengembangan dan telah dipublikasikan pada April 2008. [106] Solar Dynamics Observatory Mission diperkirakan akan mengorbit untuk mempelajari dinamika matahari yang meliputi aktivitas matahari, evolusi atmosfer matahari, dan pengaruh radiasi matahari terhadap planet-planet lain. [106] Matahari sebagai simbol kepercayaan dan kebudayaan [ sunting - sunting sumber ] Matahari telah menjadi simbol penting di banyak kebudayaan sepanjang peradaban manusia.

[108] Dalam mitologi yang dimiliki oleh berbagai bangsa di dunia, matahari memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan masyarakatnya. [108] Matahari dikenal dengan nama yang berbeda-beda pada tiap kebudayaan dan sering kali disembah sebagai dewa.

[108] [109] Relief Helios di Kuil Athena, Troja. Peranan matahari di berbagai kebudayaan dan kepercayaan [ sunting - sunting sumber ] • Ra (atau Re) adalah dipuja sebagai Dewa Matahari sekaligus pencipta di kebudayaan Mesir Kuno. [108] [110] Pada hieroglif, matahari digambarkan sebagai sebuah cakram. [108] Ra menyimbolkan mata langit sehingga sering digambarkan sebagai cakram yang berada pada kepala burung falkon atau cakram bersayap.

[108] Dewa Ra dipercaya mengendarai kereta perang melintasi langit di siang hari. [111] Dewa Ra juga digambarkan sebagai penjaga pharaoh atau Raja Mesir. [111] Selain itu, Ra digambarkan sebagai dewa yang sudah tua dan tinggal di langit untuk mengawasi dunia.

[111] • Dalam mitologi India, matahari disebut dengan nama Surya. [108] Selain sebagai matahari itu sendiri, Surya juga dikenal sebagai dewa matahari. [112] Kata surya berasal dari bahasa Sanskerta sur atau svar yang berakhir bersinar.

[112] Surya digambarkan sebagai dewa yang memegang keseimbangan di muka Bumi. [112] Penyembahan matahari matahari terbit dari arah dilakukan oleh penganut kepercayaan Hindu selama ribuan tahun. [108] Kini, perayaan matahari terbit masih dilangsungkan di pinggiran Sungai Gangga yang terletak di kota tersuci di India, kota Benares. [113] Surya Namaskar atau penghormatan kepada matahari adalah sebuah gerakan penting dalam yoga. [108] • Helios adalah dewa matahari kuno, saudara dari Selene (dewi bulan) dalam mitologi Yunani.

[108] Helios disebut juga sebagai Sol Invictus di kebudayaan Romawi. [114] Selain itu, Helios juga merupakan sisi lain dari Apollo. [108] Dikisahkan Helios adalah dewa yang bermahkotakan halo matahari dan mengendarai kereta perang menuju ke angkasa.

matahari terbit dari arah

{INSERTKEYS} [115] Helios adalah dewa yang bertanggung jawab memberikan cahaya ke surga dan Bumi dengan cara menambat matahari di kereta yang dikendarainya. [114] • Bangsa Inca menyembah dewa matahari yang bernama Inti, sebagai dewa tertinggi. [116] Dewa Inti dipercaya menganugerahkan peradaban Inca kepada anaknya, Manco Capac, yang juga merupakan raja bangsa Inca yang pertama. [116] Bangsa Inca menyebut diri mereka sebagai anak-anak matahari.

[116] Setiap tahun mereka memberikan persembahan hasil panen dalam jumlah besar untuk upacara-upacara yang berhubungan dengan penyembahan matahari. [116] • Dewa matahari yang disembah oleh bangsa Maya adalah Kinich-ahau.

[117] Kinich-ahau adalah pemimpin bagian utara. [117] • Suku Aztec menyembah Huitzilopochtli, yang merupakan dewa perang dan simbol matahari. [118] Setiap hari Huitzilopochtli dikisahkan menggunakan sinar matahari untuk mengusir kegelapan dari langit, namun setiap malam dewa ini mati dan kegelapan datang kembali. [118] Untuk memberi kekuatan pada dewa mereka, bangsa Aztec mempersembahkan jantung manusia setiap hari.

[113] • Shintoisme merupakan agama yang berinti pada penyembahan Dewi Matahari yang bernama Amaterasu masih terus bertahan di Jepang. [113] Jepang memiliki julukan "Negara matahari Terbit". {/INSERTKEYS}

matahari terbit dari arah

{INSERTKEYS} [113] Intihuatana, bangunan yang berfungsi sebagai penanda waktu pada masa peradaban Inca. Bangunan dan benda yang berhubungan dengan matahari [ sunting - sunting sumber ] • Jam matahari adalah seperangkat alat yang dipakai sebagai penunjuk waktu berdasarkan bayangan gnomon (batang atau lempengan penanda)yang berubah-ubah letaknya seiring dengan pergerakan Bumi terhadap matahari. [119] Jam matahari berkembang di antara kebudayaan kuno Babylonia, Yunani, Mesir, Romawi, Tiongkok, dan Jepang.

Jam matahari tertua yang pernah ditemukan oleh Chaldean Berosis, yang hidup sekitar 340 SM. Beberapa artefak jam matahari lain ditemukan di Tivoli, Italia tahun 1746, di Castel Nuovo tahun 1751, di Rigano tahun 1751, dan di Pompeii tahun 1762. • Stonehenge yang terletak di Wiltshire, Inggris, memiliki pilar batu terbesar yang disebut Heelstone menandai posisi terbitnya matahari tanggal 21 Juni (posisi matahari tepat di utara Bumi).

[120] • Observatorium kuno yang dibangun bagi Dewa Ra masih dapat ditemui di Luxor, sebuah kota di dekat Sungai Nil di Mesir. [113] Sedangkan El Karmak adalah kuil yang juga dibangun untuk Dewa Ra dan terletak di timur laut Luxor. [121] Ratusan obelisk Mesir yang berfungsi sebagai jam matahari pada masanya juga dapat ditemukan di Luxor dan Heliopolis (kota matahari). [113] • Salah satu bangunan terkenal yang didedikasikan untuk Surya dibangun pada abad ke 13 bernama Surya Deula (Candi Matahari) yang terletak Konarak, India.

[112] • Pilar Intihuatana yang terletak di kawasan Machu Picchu adalah bangun yang didirikan oleh bangsa Inca. [116] Pada tengah hari setiap tanggal 21 Maret dan 21 September, posisi matahari akan berada hampir tepat di atas pilar sehingga tidak akan ada bayangan pilar sama sekali. [116] [122] Pada saat inilah, masyarakat Inca akan mengadakan upacara di tempat tersebut karena mereka percaya bahwa matahari sedang diikat di langit.

[116] [122] Intihuatana dipakai untuk menentukan hari di mana terjadi equinox (lama siang hari sama dengan malam hari) dan periode-periode astronomis lainnya [122] • Bangsa Maya terkenal dengan kalender berisikan 365 hari dan 260 hari yang dibuat berdasarkan pengamatan astronomis, termasuk terhadap matahari. [123] Kalender 365 hari ini disebut Haab, sedangkan kalender 260 hari disebut Tzolkin.

[123] • Kalender Aztec dipahat di atas sebuah baru berbentuk lingkaran. Isinya adalah 365 siklus kalender berdasarkan matahari dan 260 siklus ritual. [124] Kalender batu Aztec ini kini disimpan di National Museum of Anthropology and History di Chapultepec Park, Mexico City.

[124] • Matahari juga telah menjadi objek yang menarik bagi pelukis dan penulis terkenal dunia. [113] Claude Monet, Joan Miro, Caspar David Friedrich (judul lukisan: Woman in Morning Sun - Wanita dalam Matahari Pagi, dan Vincent van Gogh (judul lukisan: Another Light, A Stronger Sun - Cahaya Lain, Matahari yang Lebih Kuat) adalah beberapa pelukis yang pernah menjadikan matahari sebagai objek lukisannya.

[113] Sedangkan Ralph Waldo Emerson dan Friedrich Nietzsche adalah penulis dan filsuf yang pernah membuat cerita, puisi, maupun kata-kata mutiara dengan subjek matahari. [113] Manfaat dan peran matahari [ sunting - sunting sumber ] Matahari adalah sumber energi bagi kehidupan.

[113] Matahari memiliki banyak manfaat dan peran yang sangat penting bagi kehidupan seperti: • Panas matahari memberikan suhu yang pas untuk kelangsungan hidup organisme di Bumi. [113] Bumi juga menerima energi matahari dalam jumlah yang pas untuk membuat air tetap berbentuk cair, yang mana merupakan salah satu penyokong kehidupan.

[113] Selain itu, panas matahari memungkinkan adanya angin, siklus hujan, cuaca, dan iklim. {/INSERTKEYS}

matahari terbit dari arah

{INSERTKEYS} [113] • Cahaya matahari dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan ber klorofil untuk melangsungkan fotosintesis, sehingga tumbuhan dapat tumbuh serta menghasilkan oksigen dan berperan sebagai sumber pangan bagi hewan dan manusia. [113] Makhluk hidup yang sudah mati akan menjadi fosil yang menghasilkan minyak Bumi dan batu bara sebagai sumber energi. [113] Hal ini merupakan peran dari energi matahari secara tidak langsung [113] Panel surya dipasang di atap rumah untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.

• Pembangkit listrik tenaga matahari adalah moda baru pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan. [125] Pembangkit listrik ini terdiri dari kaca-kaca besar atau panel yang akan menangkap cahaya matahari dan mengkonsentrasikannya ke satu titik. [125] Panas yang ditangkap kemudian digunakan untuk menghasilkan uap panas bertekanan, yang akan dipakai untuk menjalankan turbin sehingga energi listrik dapat dihasilkan.

[125] Prinsip panel surya adalah penggunaan sel surya atau sel photovoltaic yang terbuat dari silikon untuk menangkap sinar matahari. [125] Sel surya sudah banyak dipakai untuk kalkulator tenaga surya. Panel surya sudah banyak dipasang di atap bangunan dan rumah di daerah perkotaan untuk mendapatkan listrik dengan gratis. [125] • Pergerakan rotasi Bumi menyebabkan ada bagian yang menerima sinar matahari dan ada yang tidak.

[126] Hal inilah yang menciptakan adanya hari siang dan malam di Bumi. [126] Sedangkan pergerakan Bumi mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya musim. [126] • Matahari menjadi penyatu planet-planet dan benda angkasa lain di sistem tata surya yang bergerak atau berotasi mengelilinya.

[127] Keseluruhan sistem dapat berputar di luar angkasa karena ditahan oleh gaya gravitasi matahari yang besar. [127] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Surya — KBBI Daring • ^ Mentari — KBBI Daring • ^ Syamsu — KBBI Daring • ^ Syamsi — KBBI Daring • ^ Rawi — KBBI Daring • ^ "Sol". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989. • ^ "Helios". Lexico UK Dictionary.

Oxford University Press. • ^ "solar". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989. • ^ Solar 2 — KBBI Daring • ^ Pitjeva, E. V.; Standish, E. M. (2009). "Proposals for the masses of the three largest asteroids, the Moon–Earth mass ratio and the Astronomical Unit". Celestial Mechanics and Dynamical Astronomy (dalam bahasa Inggris). 103 (4): 365–372. Bibcode: 2009CeMDA.103..365P.

doi: 10.1007/s10569-009-9203-8. ISSN 1572-9478. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Williams, D.R. (1 Juli 2013). "Sun Fact Sheet". NASA Goddard Space Flight Center. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Juli 2010 . Diakses tanggal 12 Agustus 2013. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Zombeck, Martin V.

(1990). Handbook of Space Astronomy and Astrophysics 2nd edition. Cambridge University Press. • ^ Asplund, M.; Grevesse, N.; Sauval, A.J. (2006). "The new solar abundances – Part I: the observations" (PDF). Communications in Asteroseismology. 147: 76–79. Bibcode: 2006CoAst.147...76A. doi: 10.1553/cia147s76. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ "Eclipse 99: Frequently Asked Questions".

NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Mei 2010 . Diakses tanggal 24 Oktober 2010. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Hinshaw, G.; et al. (2009). "Five-year Wilkinson Microwave Anisotropy Probe observations: data processing, sky maps, and basic results". The Astrophysical Journal Supplement Series. 180 (2): 225–245. arXiv: 0803.0732 .

Bibcode: 2009ApJS..180..225H. doi: 10.1088/0067-0049/180/2/225. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Mamajek, E.E.; Prsa, A.; Torres, G.; et, al. (2015). "IAU 2015 Resolution B3 on Recommended Nominal Conversion Constants for Selected Solar and Planetary Properties". arΧiv: 1510.07674 [astro-ph.SR]. • ^ a b Emilio, Marcelo; Kuhn, Jeff R.; Bush, Rock I.; Scholl, Isabelle F.

(2012), "Measuring the Solar Radius from Space during the 2003 and 2006 Mercury Transits", The Astrophysical Journal, 750 (2): 135, arXiv: 1203.4898 , Bibcode: 2012ApJ...750..135E, doi: 10.1088/0004-637X/750/2/135 Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Kesalahan pengutipan: Tanda tidak sah; nama "arxiv1203_4898" didefinisikan berulang dengan isi berbeda • ^ a b c d e f g h i j k l m "Solar System Exploration: Planets: Sun: Facts & Figures".

NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Januari 2008. • ^ Ko, M. (1999). Elert, G., ed. "Density of the Sun". The Physics Factbook. • ^ Ko, M. (1999). Elert, G., ed. "Density of the Sun". The Physics Factbook. • ^ "Principles of Spectroscopy". Universitas Michigan, Astronomy Department. 30 Agustus 2007. • ^ Bonanno, A.; Schlattl, H.; Paternò, L.

(2002). "The age of the Sun and the relativistic corrections in the EOS". Astronomy and Astrophysics. 390 (3): 1115–1118. arXiv: astro-ph/0204331 . Bibcode: 2002A&A...390.1115B. doi: 10.1051/0004-6361:20020749.

• ^ Connelly, JN; Bizzarro, M; Krot, AN; Nordlund, Å; Wielandt, D; Ivanova, MA (2 November 2012). "The Absolute Chronology and Thermal Processing of Solids in the Solar Protoplanetary Disk".

Science. 338 (6107): 651–655. Bibcode: 2012Sci...338..651C. doi: 10.1126/science.1226919. PMID 23118187. Parameter -s2cid= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) ( perlu mendaftar) • ^ a b Seidelmann, P.K.; et al. (2000). "Report Of The IAU/IAG Working Group On Cartographic Coordinates And Rotational Elements Of The Planets And Satellites: 2000" .

Diakses tanggal 22 Maret 2006. • ^ "The Sun's Vital Statistics". Stanford Solar Center . Diakses tanggal 29 Juli 2008. Citing Eddy, J. (1979). A New Sun: The Solar Results From Skylab.

NASA. hlm. 37. NASA SP-402. • ^ "How Round is the Sun?". NASA. 2 October 2008 . Diakses tanggal 7 March 2011. • ^ "First Ever STEREO Images of the Entire Sun". NASA. 6 February 2011 . Diakses tanggal 7 March 2011.

• ^ Woolfson, M (2000). "The origin and evolution of the solar system". Astronomy & Geophysics. 41 (1): 1.12. doi: 10.1046/j.1468-4004.2000.00012.x. • ^ Basu, S.; Antia, H. M. (2008). "Helioseismology and Solar Abundances". Physics Reports. 457 (5–6): 217. arXiv: 0711.4590 . Bibcode: 2008PhR...457..217B. doi: 10.1016/j.physrep.2007.12.002. • ^ Wilk, S. R. (2009). "The Yellow Sun Paradox". Optics & Photonics News: 12–13. • ^ Than, K.

(2006). "Astronomers Had it Wrong: Most Stars are Single". {/INSERTKEYS}

matahari terbit dari arah

Space.com. Diakses tanggal 2007-08-01. • ^ Lada, C. J. (2006). "Stellar multiplicity and the initial mass function: Most stars are single". Astrophysical Journal Letters. 640 (1): L63–L66. arXiv: astro-ph/0601375. Bibcode: 2006ApJ.640L.63L. doi: 10.1086/503158. • ^ Burton, W. B. (1986). "Stellar parameters". Space Science Reviews. 43 (3–4): 244–250. Bibcode: 1986SSRv.43.244. doi: 10.1007/BF00190626.

• ^ Bessell, M. S.; Castelli, F.; Plez, B. (1998). "Model atmospheres broad-band colors, bolometric corrections and temperature calibrations for O–M stars". Astronomy and Astrophysics. 333: 231–250. Bibcode: 1998A&A.333.231B. • ^ matahari terbit dari arah Star with two North Poles".

Science @ NASA. NASA. 22 April 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-18. Diakses tanggal 2013-05-31. • ^ Riley, P.; Linker, J. A.; Mikić, Z. (2002). "Modeling the heliospheric current sheet: Solar cycle variations" (PDF). Journal of Geophysical Research. 107 (A7): SSH 8–1. Bibcode: 2002JGRA.107g.SSH8R. doi: 10.1029/2001JA000299. CiteID 1136. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-08-14.

Diakses tanggal 2013-05-31. • ^ http://interstellar.jpl.nasa.gov/interstellar/probe/introduction/neighborhood.html Diarsipkan 2013-11-21 di Wayback Machine., Our Local Galactic Neighborhood, NASA • ^ http://www.centauri-dreams.org/?p=14203, Into the Interstellar Void, Centauri Dreams • ^ Adams, F.

C.; Graves, G.; Laughlin, G. J. M. (2004). "Red Dwarfs and the End of the Main Sequence" (PDF). Revista Mexicana de Astronomía y Astrofísica. 22: 46–49. Bibcode: 2004RMxAC.22.46A. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-07-26. Diakses tanggal 2013-05-31. • ^ Kogut, A.; et al. (1993). "Dipole Anisotropy in the COBE Differential Microwave Radiometers First-Year Sky Maps". Astrophysical Journal. 419: 1. arXiv: astro-ph/9312056. Bibcode: 1993ApJ.419.1K. doi: 10.1086/173453.

• ^ "Equinoxes, Solstices, Perihelion, and Aphelion, 2000–2020". US Naval Observatory. 31 January 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-10-13. Diakses tanggal 2009-07-17. • ^ Simon, A.

(2001). The Real Science Behind the X-Files : Microbes, meteorites, and mutants. Simon & Schuster. hlm. 25–27. ISBN 0-684-85618-2. • ^ Godier, S.; Rozelot, J.-P. (2000). "The solar oblateness and its relationship with the structure of the tachocline and of the Sun's subsurface" (PDF). Astronomy and Astrophysics. 355: 365–374. Bibcode: 2000A&A.355.365G. • ^ Jones, Geraint (16 August 2012).

"Sun is the most perfect sphere ever observed in nature". the Guardian. Diakses tanggal August 19, 2012. • ^ Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 78–79. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ Schutz, Bernard F. (2003). Gravity from the ground up.

Cambridge University Press. hlm. 98–99. ISBN 978-0-521-45506-0. • ^ a b Zeilik, M.A.; Gregory, S.A. (1998). Introductory Astronomy & Astrophysics (edisi ke-4th). Saunders College Publishing. hlm. 322. ISBN 0-03-006228-4. • ^ Falk, S. W.; Lattmer, J.M.; Margolis, S. H. (1977). "Are supernovae sources of presolar grains?". Nature. 270 (5639): 700–701. Bibcode: 1977Natur.270.700F. doi: 10.1038/270700a0. • ^ Zirker, Jack B. (2002). Journey from the Center of the Sun.

Princeton University Press. hlm. 11. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 73. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 58–67. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ a b García, R. (2007). "Tracking solar gravity modes: the dynamics of the solar core".

Science. 316 (5831): 1591–1593. Bibcode: 2007Sci.316.1591G. doi: 10.1126/science.1140598. PMID 17478682. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Basu; et al. (2009). "Fresh insights on the structure of the solar core".

The Astrophysical Journal. 699 (699): 1403. arXiv: 0905.0651. Bibcode: 2009ApJ.699.1403B. doi: 10.1088/0004-637X/699/2/1403. • ^ a b c d e f g "NASA/Marshall Solar Physics".

Solarscience.msfc.nasa.gov. 2007-01-18. Diakses tanggal 2009-07-11. • ^ Broggini, Carlo (26–28 June 2003). "Nuclear Processes at Solar Energy". Physics in Collision: 21. arXiv: astro-ph/0308537. Bibcode: 2003phco.conf.21B. • ^ Goupil, M. J.; et al. (2011). "Open issues in probing interiors of solar-like oscillating main sequence stars 1.

From the Sun to nearly suns". Journal of Physics: Conference Series. 271 (1): 012031. arXiv: 1102.0247. Bibcode: 2011JPhCS.271a2031G. doi: 10.1088/1742-6596/271/1/012031 Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Zirker, Jack B.

(2002). Journey from the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 15–34. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ a b Phillips, Kenneth J. H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 47–53. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ p.

102, The physical universe: an introduction to astronomy, Frank H. Shu, University Science Books, 1982, ISBN 0-935702-05-9. • ^ Table of temperatures, power densities, luminosities by radius in the Sun Diarsipkan 2001-11-29 di Library of Congress Web Archives. Fusedweb.llnl.gov (1998-11-09).

Retrieved on 2011-08-30. • ^ Haubold, H.J.; Mathai, A.M. (May 18, 1994). "Solar Nuclear Energy Generation & The Chlorine Solar Neutrino Experiment". Basic space science. AIP Conference Proceedings. 320: 102.

arXiv: astro-ph/9405040. Bibcode: 1995AIPC.320.102H. doi: 10.1063/1.47009. • ^ Myers, Steven T. (1999-02-18). "Lecture 11 – Stellar Structure I: Hydrostatic Equilibrium". Diakses tanggal 15 July 2009. • ^ NASA (2007). "Ancient Sunlight". Technology Through Time (50). Diakses tanggal 2009-06-24. • ^ Michael Stix (January 2003). "On the matahari terbit dari arah scale of energy transport in the sun". Solar Physics. 212 (1): 3–6. Bibcode: 2003SoPh.212.3S.

doi: 10.1023/A:1022952621810. [ pranala nonaktif permanen] • ^ Schlattl, H. (2001). "Three-flavor oscillation solutions for the solar neutrino problem". Physical Review D. 64 (1): 013009. arXiv: hep-ph/0102063. Bibcode: 2001PhRvD.64a3009S. doi: 10.1103/PhysRevD.64.013009. • ^ a b c d e "NASA – Sun". World Book at NASA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2012-10-10. • ^ ed. by Andrew M. Soward. (2005). "The solar tachocline: Formation, stability and its role in the solar dynamo".

Fluid dynamics and dynamos in astrophysics and geophysics reviews emerging from the Durham Symposium on Astrophysical Fluid Mechanics, July 29 to August 8, 2002. Boca Raton: CRC Press. hlm. 193–235. ISBN 978-0-8493-3355-2. Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list ( link) • ^ Mullan, D.J (2000). "Solar Physics: From the Deep Interior to the Hot Corona". Dalam Page, D., Hirsch, J.G. From the Sun to the Great Attractor. Springer. hlm.

22. ISBN 978-3-540-41064-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list ( link) • ^ a b c d e f g h i Abhyankar, K.D. (1977). "A Survey of the Solar Atmospheric Models". Bull. Astr. Soc. India. 5: 40–44. Bibcode: 1977BASI.5.40A. • ^ Gibson, E.G. (1973). The Quiet Sun. NASA. ASIN B0006C7RS0. • ^ Shu, F.H. (1991). The Physics of Astrophysics. 1. University Science Books.

ISBN 0-935702-64-4. • ^ Rast, Mark (12). "Ionization Effects in Three-Dimensional Solar Granulation Simulations". The Astrophysical Journal. Diakses tanggal 31 December 2012. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan); Parameter -month= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -date=, -year= / -date= mismatch ( bantuan) • ^ Parnel, C.

"Discovery of Helium". University of St Andrews. Diakses tanggal 2006-03-22. • ^ De Pontieu, B. (2007). "Chromospheric Alfvénic Waves Strong Enough to Power the Solar Wind". Science. 318 (5856): 1574–77. Bibcode: 2007Sci.318.1574D. doi: 10.1126/science.1151747. PMID 18063784. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ Solanki, S.K.

(1994). "New Light on the Heart of Darkness of the Solar Chromosphere". Science. 263 (5143): 64–66. Bibcode: 1994Sci.263.64S. doi: 10.1126/science.263.5143.64. PMID 17748350. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c Hansteen, V.H. (1997). "The role of helium in the outer solar atmosphere". The Astrophysical Journal. 482 (1): 498–509. Bibcode: 1997ApJ.482.498H. doi: 10.1086/304111. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Erdelyi2007 • ^ Dwivedi, Bhola N.

(2006). "Our ultraviolet Sun" (PDF). Current Science. 91 (5): 587–595. [ pranala nonaktif permanen] • ^ a b c d e f Russell, C.T. (2001). "Solar wind and interplanetary magnetic filed: A tutorial". Dalam Song, Paul; Singer, Howard J. and Siscoe, George L. Space Weather (Geophysical Monograph) (PDF). American Geophysical Union. hlm. 73–88. ISBN 978-0-87590-984-4. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2018-10-01. Diakses tanggal 2013-06-07. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • ^ A.G, Emslie; J.A., Miller (2003).

"Particle Acceleration". Dalam Dwivedi, B.N. Dynamic Sun. Cambridge University Press. hlm. 275. ISBN 978-0-521-81057-9. • ^ European Space Agency. The Distortion of the Heliosphere: Our Interstellar Magnetic Compass.

Siaran pers. Diakses pada 2006-03-22. • ^ "The Mean Magnetic Field of the Sun". Wilcox Solar Observatory. 2006. Diakses tanggal 2007-08-01. • ^ Zirker, Jack B. (2002). Journey matahari terbit dari arah the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 119–120. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ Zirker, Jack B. (2002). Journey from the Center of the Sun. Princeton University Press. hlm. 120–127. ISBN 978-0-691-05781-1. • ^ Phillips, Kenneth J.

H. (1995). Guide to the Sun. Cambridge University Press. hlm. 14–15, 34–38. ISBN 978-0-521-39788-9. • ^ "Sci-Tech – Space – Sun flips magnetic field". CNN. 2001-02-16. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2005-11-15. Diakses tanggal 2009-07-11. • ^ "The Sun Does a Flip". Science.nasa.gov. 2001-02-15. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-05-12. Diakses tanggal 2009-07-11. • ^ Wang, Y.-M.; Sheeley (2003). "Modeling the Sun's Large-Scale Magnetic Field during the Maunder Minimum".

The Astrophysical Journal. 591 (2): 1248–56. Bibcode: 2003ApJ.591.1248W. doi: 10.1086/375449. Parameter -coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan ( -author= yang disarankan) ( bantuan) • ^ a b c d e f (Inggris) Hathaway, DH (2003). "Solar Rotation". NASA/Marshall Space Flight Center.

Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) Cain, F (2008). "Rotation of the Sun". Universe Today. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d (Inggris) Matahari terbit dari arah, J (2010). "Does The Sun Rotate?". Universe Today. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) Tam, K (1996).

"Distance to The Nearest Star". The Physics Factbook™. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) Gib, M. "The Nearest Star". NASA'S HEASARC High Energy Astrophysics Science Archive Research Center. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-18.

Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j (Inggris) Villanueva, JC (2010). "Solar Prominence". Universe Today. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) Braham, I (2009), Ruang angkasa Seri intisari ilmu, Erlangga For Kids, hlm. 120, ISBN 9789797419233 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lidah api lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b c d e f (Inggris) Zell, H (2011).

"Monster Prominence Erupts from the Sun". NASA. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e (Inggris) Cline, T. "Issue #52: Sunspots From A To B - Solar Magnetism". NASA. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ (Inggris) Cain, F (2009). "What Are Sunspots?". Universe Today. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e (Inggris) Cain, F (2008).

"Solar Wind". Universe Today. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) Radiman I, Soegiatini E, Sungging E. Soegianto E. 2007. The motion of solar wind charged particle in a sinusoidal vibrating magnetic field. J Mat Sains 12:127:133. • ^ a b c d (Inggris) Holman, G (2007). "Solar Flares". NASA's Goddard Space Flight Center.

Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d (Inggris) Cain, F (2008).

"Solar Flares". Universe Today. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Indonesia) Sudibyo, M (2011).

"Mengenal Badai Matahari". Kompasiana. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-04-24. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) "The Space Exploration Timeline That Reflects The History Of Space Exploration". Diakses tanggal 17-06-2011.

Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p (Inggris) Hamilton, CJ (2000). "Chronology of Space Exploration". Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k l m (Inggris) "Timeline of Space Exploration".

2009. Diakses tanggal 17-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b (Inggris) Cain, F (2008). "NASA and The Sun". Universe Today.

Diakses tanggal 20-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d e f g h i j k (Inggris) Deepak, S (2003). "Ra, Surya, Rangi, Atea Myths of Sun God". Kalpana. Diakses tanggal 16-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama solar nasa • ^ matahari terbit dari arah "Re".

NESTA. 2011. Diakses tanggal 16-06-2011. Parameter -first1= tanpa -last1= di Authors list ( bantuan); Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c (Inggris) "The Goddess of Ancient Egypt".

Tour Egypt. 2011. Diakses tanggal 20-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c d (Inggris) Prophet, ML; Prophet, EC; Booth, A (2003), Booth, A, ed., The Masters and Their Retreats Climb the highest mountain series, USA: Summit University Press, hlm.

560, ISBN 9780972040242 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( berasal dari bahasa Sansekekerta lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Lang • ^ a b (Inggris) Littleton, CS; Marshall Cavendish Corporation (2005), Gods, goddesses, and mythology, Volume 1, Marshall Cavendish, hlm.

709, ISBN 9780761475590 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ (Inggris) Vita-Finzi, C (2008), The Sun: A User's Manual, Springer, hlm.

156, ISBN 9781402068805 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( halo lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b c d e f g (Inggris) Roza, G (2007), Incan Mythology and Other Myths of the Andes Mythology around the world, The Rosen Publishing Group, hlm. 64, ISBN 9781404207394 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b (Inggris) James Lewis Thomas Chalmbers Spence (2009), The Myths of Mexico and Peru: Aztec, Maya and Inca, Forgotten Books, hlm.

123, ISBN 9781605068329 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b Histrory World. http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?gtrack=pthc&ParagraphID=ezq#ezq diakses 24 Juni 2011 • ^ (Indonesia) PUSPA IPTEK (2006). "Apa Jam Matahari itu?". Yayasan Parahyangan Satya. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-13. Diakses tanggal 24-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ (Inggris) Phillips, KJH (1995), Guide to the Sun, Cambridge: Cambridge University Press, hlm.

1, ISBN 9780521397889 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( berukuran sedang lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ (Inggris) Cline, T. "El Karmak". NASA matahari terbit dari arah. Diakses tanggal 20-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b c Sacred Place.

2010. Macchu Pichu [terhubung berkala]. http://www.sacredsites.com/americas/peru/machu_picchu.html [diakses 22 Juni 2011] • ^ a b (Inggris) Clow, BH; Calleman, CJ (2007), The Mayan Code: Time Acceleration and Awakening the World Mind, Inner Traditions / Bear & Co., hlm.

282, ISBN 9781591430704 Tidak memiliki atau tanpa -title= ( bantuan) ( lihat di Penelusuran Buku Google) • ^ a b (Inggris) Aztec Calendar - Sun Stone. http://www.crystalinks.com/aztecalendar.html diakses 24 Juni 2011 • ^ a b c d e (Indonesia) Greenpeace. 2011. Energi Matahari [terhubung berkala].

http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih/Energi_Matahari/ Diarsipkan 2014-10-06 di Wayback Machine. [diakses 23 Juni 2011] • ^ a b c (Inggris) Wilson, TV (2011). "How the Earth Matahari terbit dari arah. HowStuffWorks. Diakses tanggal 23-06-2011. Periksa nilai tanggal di: -accessdate= ( bantuan) • ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ianbraham Bacaan lanjutan [ sunting - sunting sumber ] • Cohen, Richard (2010).

Chasing the Sun: the Epic Story of the Star that Gives us Life. Simon & Schuster. ISBN 1-4000-6875-4. • Thompson, M. J. (2004). "Solar interior: Helioseismology and the Sun's interior". Astronomy & Geophysics. 45 (4): 21–25. • Solar Activity Scholarpedia Hugh Hudson 3(3):3967. DOI: 10.4249/scholarpedia.3967 Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Lihat informasi mengenai matahari di Wiktionary.

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sun. Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Matahari. • (Inggris) Situs web NASA tentang Matahari Diarsipkan 2013-01-24 di WebCite tentang matahari • (Indonesia) Situs web Greenpeace tentang Energi Matahari Diarsipkan 2014-10-06 di Wayback Machine.

tentang energi matahari • (Indonesia) Situs web Kompasiana tentang badai matahari Diarsipkan 2011-04-24 di Wayback Machine. • Bumi • Bulan • Satelit Bumi lainnya • Mars • Fobos • Deimos • Jupiter • Ganimede • Kalisto • Io • Europa • 79 satelit • Saturnus • Titan • Rhea • Iapetus • Dione • Tethys • Enceladus • Mimas • Hyperion • Phoebe • 82 satelit • Uranus • Titania • Oberon • Umbriel • Ariel • Miranda • 27 satelit • Neptunus • Triton • Proteus • Nereid • 14 satelit • Pluto • Charon • Nix • Hydra • Kerberos • Styx • Eris • Dysnomia • Haumea • Hiʻiaka • Namaka • Makemake • S/2015 (136472) 1 Penjelajahan ( Garis besar) • Kolonisasi • Penemuan • astronomi • model historis • garis waktu • Misi antariksa berawak • stasiun luar angkasa • daftar • Prob antariksa • garis waktu • daftar • Merkurius • Venus • Bulan • penambangan • Mars • Ceres • Asteroid • penambangan • Komet • Jupiter • Saturnus • Uranus • Neptunus • Pluto • Antariksa dalam Objek hipotetis • Komet • Damokloid • Meteoroid • Planet minor • Nama dan arti • bulan • Planetisimal • Pelintas Merkurius • Pelintas Venus • Troya Venus • Objek dekat Bumi • Pelintas Bumi • Troya Bumi • Pelintas Mars • Troya Mars • Sabuk asteroid • Asteroid • Ceres • Pallas • Juno • Vesta • aktif • 1.000 pertama • keluarga • istimewa • Celah Kirkwood • Pelintas Jupiter • Troya Jupiter • Centaur • Pelintas Saturnus • Pelintas Uranus • Troya Uranus • Pelintas Neptunus • Troya Neptunus • Objek cis-Neptunus • Objek trans-Neptunus • Sabuk Kuiper • Cubewano • Plutino • Objek terlepaskan • Awan Hills • Awan Oort • Sednoid Pembentukan dan evolusi • Garis besar Tata Surya • Portal Tata Surya • Portal Astronomi • Portal Ilmu bumi Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam semesta teramati → Alam semesta Setiap panah ( →) bisa berarti "di dalam" atau "bagian dari".

Kategori tersembunyi: • Halaman dengan kesalahan referensi • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • CS1 sumber berbahasa Inggris (en) • Halaman dengan rujukan atau sumber yang hanya dapat diakses dengan masuk log • Templat webarchive tautan wayback • Artikel dengan format rujukan tidak konsisten • Artikel dengan pranala luar nonaktif • Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen • Pemeliharaan CS1: Teks tambahan: authors list • Pemeliharaan CS1: Banyak nama: matahari terbit dari arah list • Galat CS1: matahari terbit dari arah • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting • Halaman dengan rujukan yang tidak memiliki judul • Galat CS1: tidak memiliki penulis atau penyunting • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Pranala Commons dari Wikidata • Templat webarchive tautan webcite • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda BNF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NARA • Halaman ini terakhir diubah pada 24 April 2022, pukul 08.17.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Jakarta - Matahari terbit dari barat diyakini sebagai salah satu tanda kiamat.

Ilmuwan membuat simulasi perumpamaan jika Matahari terbit dari arah berlawanan saat ini. Hasilnya, hal-hal ini yang bakal terjadi.

NASA memang pernah menyebut tidak ada yang memprediksi Matahari akan terbit dari barat. "Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi Matahari terbit dari arah akan terbit dari barat," kata Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA beberapa waktu silam. Namun namanya juga simulasi, gunanya adalah untuk memenuhi rasa keingintahuan. Disebutkan bahwa iklim Bumi akan menjadi jauh berbeda jika planet kita berotasi ke arah berlawanan dari biasanya.

Demikian menurut sebuah studi yang dilakukan Max Planck Institute for Meteorology di Hamburg, Jerman. Baca juga: Awas! Deretan Foto Refleksi Ini Bikin Mata Tertipu Florian Ziemen, penulis utama studi tersebut dan rekan-rekannya, menjalankan simulasi model komputer selama 7.000 tahun yang membalikkan beberapa proses fisik utama yang dihasilkan dari arah rotasi Bumi yang sebenarnya. Model tersebut mengungkapkan, Bumi yang berputar mundur dengan fitur yang sangat berbeda, termasuk arus laut yang dialihkan, gelombang cyanobacteria, dan redistribusi tanah gurun seperti Gurun Sahara.

Temuan simulasi Matahari terbit dari barat ini dipresentasikan di General Assembly of the European Geosciences Union (EGU) di Wina, Austria pada 2018.

Dalam simulasi mereka, tim peneliti Ziemen menghentikan semua pergerakan air dan udara, kemudian membalikkan arah gaya Coriolis, menyebabkan sistem bertekanan rendah di belahan Bumi utara berputar searah jarum jam, bukan berlawanan arah jarum jam seperti yang terjadi sekarang. Baca juga: Gambaran Ketika Matahari Mati 5,5 Miliar Tahun Mendatang Jalur harian Matahari juga terbalik dalam model komputer, menyebabkannya terbit di barat dan terbenam di timur.

Hasilnya, seperti dikutip dari Weather.com: 1. Cuaca berubah total Alih-alih mengalir dari barat ke timur, aliran udara pada simulasi terjadi dari timur ke barat. Hal ini membuat iklim di Pantai Timur Amerika Serikat sama dengan Pantai Barat saat ini, dengan kondisi yang lebih beriklim berkat aliran udara terus-menerus ke Laut Atlantik.

Namun, ini menyebabkan musim dingin yang parah di Eropa barat, karena angin membawa udara yang sangat dingin dari Rusia ke wilayah tersebut. Halaman selanjutnya, Gurun Sahara menghilang>>>
Diraikan oleh/di Hindu, Jain, Sikh dan sesetengah aliran Buddha (terutamanya Newar) [1] Jenis Budaya, agama Kepentingan punca cahaya, Lakshmi, baik, pengetahuan Sambutan Menghiasi rumah, membeli-belah, memsang pelita, sembahyang khusus, pemberian hadiah dan kuih sesama tetamu Tarikh Amavasya bulan Kartik (mengikut takwim Hindu) Perayaan Deepavali ( Tulisan Jawi: ديڤاۏالي) atau Diwali ialah suatu perayaan dalam kalangan penganut agama Hindu menandakan kemenangan oleh kuasa kebaikan terhadap kuasa kejahatan, secara simboliknya ditujukan dalam erti cahaya yang menerangi kegelapan.

Maksud tersiratnya ialah menyemai nilai-nilai positif dalam diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik dengan mengatasi nilai-nilai negatif matahari terbit dari arah diri kita untuk perkembangan rohani. Hari Deepavali bermula dengan menyapu minyak bijan di atas kepala dan badan untuk menyejukkan badan, diikuti upacara sembahyang bersama ahli keluarga di rumah dan mendapat restu daripada ibu bapa dan orang tua sebelum ke kuil. Semua orang akan memakai pakaian baru, berkongsi manisan yang disediakan khas untuk Deepavali serta mengunjungi matahari terbit dari arah sanak-saudara dan rakan-rakan.

Pada waktu malam, barisan lampu dinyalakan dan bunga api serta mercun memeriahkan lagi sambutan. Isi kandungan • 1 Peristilahan • 2 Tarikh-tarikh dalam pelbagai kalendar • 3 Kepentingan agama • 3.1 Cerita berkaitan Deepavali • 3.2 Kepentingan esoterik • 3.3 Lima hari Deepavali • 4 Sambutan Deepavali di Malaysia • 5 Rujukan • 6 Pautan luar Peristilahan [ sunting - sunting sumber ] Nama perayaan ini meminjam Bahasa Tamil: தீபாவளி dīpāvali yang sendirinya kata gabung menyerap bahasa Matahari terbit dari arah दीप dīpa membawa maksud " cahaya" atau " lampu" (melalui தீபம் deepam atau tīpam) [2] [3] dan आवलि āvali matahari terbit dari arah "deretan", "garisan" atau "jalan" (melalui ஆவளி āvaḷi) [4] [5] maka दीपावली dīpāwali atau "deretan cahaya" [6] [7] dapat diberi maksud menggambarkan perjalanan menuju ke arah cahaya.

Ia juga disebut mengikut bahasa-bahasa setempat seperti berikut: • Bahasa Assam: দীপাৱলী dipawoli • Bahasa Benggali: দীপাবলি/দীপালি dipaboli or dipali • Bahasa Gujarat: દિવાળી divāḷi • Bahasa Hindi: दिवाली divālī • Bahasa Kannada: ದೀಪಾವಳಿ dīpavaḷi • Templat:Lang-knn • Bahasa Malayalam: ദീപാവലി • Bahasa Marathi: दिवाळी • Bahasa Bahasa Odia: ଦିପାବଳୀ dipābali • Bahasa Panjabi: ਦੀਵਾਲੀ dīvālī • Bahasa Bahasa Sindhi: दियारी‎ diyārī • Bahasa Telugu: దీపావళి tīpāvaḷi • bahasa Bali: Galungan • Bahasa Nepal: स्वन्ति Swanti atau तिहार tihar • Templat:Lang-tcy Thudar Parba Tarikh-tarikh dalam pelbagai kalendar [ sunting - sunting sumber ] Kanak-kanak menyalakan pelita api dalam bentuk swastika sehari sebelum perayaan Deepavali disambut.

Perayaan ini disambut selama tempoh yang berbeza oleh komuniti berbeza. Walaupun hari-hari terasnya adalah sama dan jatuh pada hari-hari yang sama di seluruh Nepal dan India, namun hari-hari tersebut jatuh pada bulan-bulan Gregorian yang berbeza bergantung kepada versi kalendar Hindu yang digunakan dalam setempat. Versi Amanta ("tamat pada anak bulan") kalendar Hindu diamalkan sebagai kalendar kebangsaan India.

Mengikut kalendar ini yang luas digunakan di India selatan dan Maharashtra, keraian enam hari ini dibawa dari empat hari terakhir bulan Ashwayuja ( Ashwin dalam bahasa Marathi) dan dua hari pertama bulan baru Kartika.

Menurut versi Purnimanta ("tamat pada bulan purnama") yang meluas di India utara, Diwali jatuh pada pertengahan bulan Ashwayuja/Ashvin. Dalam kalendar Gregorian, Deepavali biasanya tiba pada bulan Oktober atau November. Kepentingan agama [ sunting - sunting sumber ] Perkataan Sanskrit "Deepavali" bermaksud satu pameran pelita-pelita yang menandakan kemenangan cahaya ke atas kegelapan. Oleh sebab pengetahuan bahasa Sanskrit merosot, nama perayaan ini diubah menjadi Divali, terutamanya di India utara.

Beberapa komuniti niaga di India Utara memulakan tahun kewangan pada hari Divali, maka buku akaun baru akan dibuka pada hari tersebut. Cerita berkaitan Deepavali [ sunting - sunting sumber ] Orang Hindu memperingati beberapa peristiwa sejarah penting yang berkaitan dengan Deepavali sejak kira-kira 2 juta tahun dahulu: • Kembalinya Maharaja Rama ke Ayodhya: Peristiwa ini berlaku semasa Treta Yuga, kira-kira 2 juta tahun dahulu di mana Deepavali meraikan kembalinya Maharaja Rama, pemerintah negeri Ayodhya, bersama ratunya Maharani Sita dan adindanya yang menjadi ketua medan tempur iaitu Lakshmana ke Ayodhya setelah 14 tahun hidup dalam buangan, disusuli satu perang hebat yang menyaksikan Maharaja Rama membunuh raja raksasa Ravana.

Adalah dipercayai bahawa rakyat Ayodhya menyala pelita sepanjang jalan untuk menerangi laluan mereka dalam kegelapan. Oleh sebab Maharaja Rama bergerak dari India Selatan (Sri Lanka) ke kerajaannya di India Utara, maka baginda merentasi bahagian selatan terlebih dahulu.

Inilah sebabnya perayaan ini disambut sehari lebih awal di India Selatan. Di India Utara, perayaan ini disambut pada hari terakhir kalendar Vikram.

Hari berikutnya menandakan tahun baru India Utara yang digelar Annakut. • Keinsafan Narakasura: Disambut sebagai Naraka Chaturdasi, dua hari sebelum hari Deepavali, hari ini memperingati keinsafan Narakasura (Naragasuri dalam bahasa Tamil), seorang raksasa yang bijak dan berkuasa lalu menjadi takbur durjana dan mula mencetuskan huru-hara. Akhirnya dia menemui ajal di tangan Ratu Satyabhama, isteri Dewa Krishna. Peristiwa ini berlaku di Dwapara Yuga sekitar beberapa ratus ribu tahun dahulu ketika avatar (jelmaan) Dewa Krishna.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Narakasura sedar akan kesalahannya lalu memohon maaf dan meminta dicucuri rahmat oleh ibunya, Satyabhama (dipercayai sebagai satu avatar Bhudevi - ibu Narakasura), Narakasura turut meminta rakyat jelata supaya mengambil iktibar dari cerita hidupnya dan menyambut peristiwa keinsafannya dengan perayaan yang berwarna-warni. • Kezahidan Shakti: Menurut Skanda Purana, Mahadewi Shakti mematuhi 21 hari kezahidan bermula daripada ashtami shukla paksha (hari kelapan tempoh pencerahan bulan) untuk memperoleh separuh jasad Mahadewa Shiva.

Matahari terbit dari arah (kezahidan) ini dikenali sebagai kedhara vrata. Deepavali ialah hari pelengkapan kezahidan ini. Inilah harinya Mahadewa Shiva menerima Mahadewi Shakti ke dalam separuh kiri jasadnya lalu menjelma sebagai Ardhanarishvara. Penganut-penganut yang kuat pegangan agamanya mematuhi vrata 21 hari ini dengan melakukan kalasha dengan 21 benang dalamnya dan 21 jenis persembahan selama 35 hari.

Hari terakhirnya disambut sebagai kedhara gauri vrata. • Krishna menewaskan Indra: Govardhan Puja disambut sehari selepas Deepavali. Inilah harinya Raja Krishna menewaskan Indra, dewa petir dan hujan. Alkisah, Krishna memantau persediaan besar-besaran untuk persembahan tahunan kepada Dewa Indra dan menyoal ayahandanya Nanda mengenai ini. Krishna berbincang dengan para penduduk kampung mengenai apa sebenarnya 'dharma' mereka. Mereka adalah golongan petani, maka mereka patut menjalankan tugas mereka dan menumpu perhatian kepada pertanian dan perlindungan lembu-lembu mereka.

Krishna terus mengatakan bahawa semua insan sepatutnya hanya mengerjakan 'karma' diri, dengan sebaik mana yang boleh dan bukannya berdoa untuk fenomena alam. Para penduduk kampung mempercayai Krishna, maka tidak meneruskan puja (prayer) istimewa itu. Maka itu, Indra murka lalu membanjiri kampung. Krishna kemudiannya mengangkat Gunung Govardhan dan mengangkatnya sebagai perlindungan kepada rakyatnya dan lembu-lembu mereka dari hujan.

Indra akhirnya mengaku kalah dan memperakui keagungna Krishna. Aspek riwayat Krishna ini sungguhpun tidak diketahui ramai, namun sebenarnya menyediakan asas kepada falsafah 'karma' yang diterangkan secara terperinci dalam Bhagavad Gita. Purana Kepentingan esoterik [ sunting - sunting sumber ] Bunga merupakan hiasan yang tidak dapat dipisahkan dari Divali seperti juga hiasan yang lain.

Walaupun Deepavali dikenali ramai sebagai "perayaan cahaya", namun erti esoteriknya yang terpenting ialah "kesedaran akan cahaya dalaman". Yang penting dalam falsafah Hindu ialah penegasan bahawa terdapat sesuatu yang menjangkaui jasad dan minda jasmani yang tulen, abadi dan tak terhingga, iaitu Atman.

Seperti mana kita menyambut kelahiran jasmani kita, Deepavali ialah sambutan Cahaya Dalaman, khususnya kesedaran akan cahaya ini yang mengatasi segala kegelapan (menanggalkan segala halangan dan melenyapkan segala kejahilan), menyedarkan individu akan sifat sejati dirinya, bukan dalam bentuk jasmani, sebaliknya dalm kenyataan yang abadi, tidak terhingga dan unggul.

Dengan realisasi Atman, datangnya belas kasihan, kasih sayang sejagat, dad kesedaran seseorang akan segalanya (peningkatan pengetahuan), lalu membawa kepada Ananda (Kebahagiaan atau Keamanan Kedalaman).

Deepavali meraikannya melalui mercun, pelita, bunga, perkongsian gula-gula, dan sembahyang. Walaupun cerita di sebalik Deepavali berbeza dari tempat ke setempat, namun intipatinya tetap sama - untuk bergembira dalam Cahaya Dalaman matahari terbit dari arah Atman) atau the realiti yang mendasari segalanya ( Brahman). Lima hari Deepavali [ sunting - sunting sumber ] Sambutan Deepavali diadakan selama lima hari di kebanyakan kawasan India Utara.

Semua hari kecuali Deepavali dinamakan sempena gelaran masing-masing dalam kalendar Hindu. • Dhanatrayodashi atau Dhan teras: Dhan bermaksud "kekayaan" dan Trayodashi bermaksud "hari ke-13". Maka, seperti yang ditandakan dalam nama, hari ini jatuh pada hari ke-13 separuh kedua bulan qamari. Hari ini adalah bertuah untuk membeli-belah perkakas dan emas. Hari ini juga matahari terbit dari arah sebagai Jayanti Dewa Dhanvantri yang muncul ketika dewa-dewi dan iblis-iblis menggodak lautan besar.

[8] • Naraka Chaturdashi: Chaturdashi ialah hari ke-14 yang menandakan Narakasura insaf, maka kebaikan menewaskan kejahatan dan cahaya mengatasi kegelapan ( bahasa Gujarat: Kali Chaudas). Di India selatan, inilah hari perayaan yang sebenarnya.

Orang Hindu bangun jauh lebih awal sebelum subuh seperti 4:00 pagi, bermandi minyak bijan dan memakai pakaian baru. Mereka menyala pelita kecil di keliling rumah dan melukis kolam/ rangoli di luar kolam mereka. Mereka menjalankan puja istimewa dengan persembahan kepada Dewa Sri Krishna atau Dewa Sri Vishnu yang menyelamatkan dunia dari Narakasura pada hari ini. Adalah dipercayai bahawa bermandi sebelum matahari terbit, apabila bintang masih berkelipan di langit, bersamaan dengan bermandi di Sungai Ganges yang suci.

Maka, apabila orang bertegur sapa pada waktu pagi, mereka bertanya "Sudahkah kamu menjalankan Ganga Snaanam?". Selepas puja, kanak-kanak menyalakan bunga api menandakan keinsafan Narakasura.

Oleh sebab inilah hari kegembiraan, ramai akan bersarapan dan bermakan tengah hari secara besar-besaran dan menziarahi saudara mara. Pada waktu petang, pelita dinyalakan lagi dan Dewi Lakshmi dipuja dan disembah hidangan istimewa.

Pada hari ketiadaan bulan ini, ramai akan melakukan upacara tarpana (penghantaran air dan biji bijan) istimewa kepada nenek moyang. Hari ini juga dipanggil Roop Chaturdashi Diarkibkan 2018-04-30 di Wayback Machine • Lakshmi Pujae: Lakshmi Puja, menandakan hari terpenting dalam sambutan Deepavali, apabila Lakshmi, dewi kekayaan dan Ganesha, dewa permulaan bertuah, dipuja oleh semua rumahtangga Hindu, disusuli penyalaan lampu di sepanjang jalan dan keliling rumah, untuk mengundang kemakmuran dan kesejahteraan.

• Govardhan Puja: Juga dipanggil Annakut, hari ini disambut sebagai hari Krishna menewaskan Indra. Untuk Annakut setimbunan makanan dihiasi melambangkan gunung Govardhan diangkat Dewa Krishna. Di negeri Matahari terbit dari arah hari ini disambut sebagai Padva atau BaliPratipada — iaitu memperingati Raja Bali. Kaum lelaki memberikan hadiah kepada isteri mereka pada hari ini. • Bhaiduj (juga Bhayyaduj, Bhaubeej atau Bhayitika): pada hari ini, adik-beradik bertemu untuk meluahkan rasa kasih sayang antara satu sama lain ( Bahasa Gujarati: Bhai Bij; Bahasa Bengali: Bhai Phota).

Kebanyakan perayaan India menyatukan keluarga, maka Bhaiduj menyatukan adik-beradik yang sudah berkahwin, maka hari ini amat penting bagi mereka selaku adik-beradik. Perayaan ini amat lama, dan mendahului 'Raksha Bandhan', iaitu satu lagi perayaan adik-beradik yang disambut kini. Sambutan Deepavali ini berbeza di rantau-rantau tertentu: • Di India Selatan, naraka chaturdashi ialah hari utama, dengan penyalaan mercun pada subuh.

• Pesta utama di India Utara adalah pada petang Amavasya (tiada bulan) dengan Lakshmi Puja, disusuli penyalaan pelita di rumah. Sambutan Deepavali di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Di Malaysia, hari Deepavali disambut pada bulan ketujuh kalendar suria Hindu dan dijadikan cuti umum persekutuan di seluruh Malaysia kerana terdapat kira-kira 1.5 juta penganut Hindu yang kebanyakannya berasal dari India Selatan. Malam sebelum hari Deepavali merupakan hari untuk memperingati datuk,nenek dan moyang yang telah meninggal dunia dengan upacara sembahyang kecil di rumah di kalangan keluarga terdekat sahaja.

Pada pagi Deepavali, penganut Hindu akan mandi dengan menyapu minyak bijan di atas kepala dan badan untuk menyejukkan badan dan juga sebagai lambang matahari terbit dari arah badan dan semangat.

Selepas upacara penyucian yang melambangkan permulaan yang baru, penganut Hindu akan sembahyang bersama keluarga di rumah serta mendapatkan restu ibu bapa dan orang tua sebelum memakai pakaian baru dan mengunjungi kuil. Kemudian barulah mereka mula mengunjungi rumah sanak-saudara dan rakan-rakan. Rumah terbuka juga diadakan untuk rakyat jelata. "Kolam" asalnya dibuat daripada tepung beras yang tidak diwarnakan sebagai makanan untuk semut dan serangga lain kerana agama Hindu percaya bahawa Tuhan atau Atman wujud di dalam setiap ciptaan Tuhan di dunia ini.

Maka, aspek mendalam ialah "kolam" merupakan cara termudah untuk memberi sedekah atau pun dilihat sebagai cara berkongsi sumber alam dengan benda hidup yang lain. Pada pintu masuk rumah penganut Hindu hiasan "kolam", hiasan bungaan halus yang dilakarkan di atas tanah yang biasanya dibuat daripada bijiran pelbagai warna akan diletakkan.

Hiasan "kolam" atau juga dikenali sebagai "Rangoli" ini bukan sekadar hiasan sahaja, tetapi memiliki maksud sosial, kerohanian, dan simbolik padanya. Ia merupakan lambang penyembahan dewa Lakshmi, Dewi Kekayaan yang dipercayai hanya akan mengunjungi rumah mereka yang mempunyai hiasan "kolam" di pintu masuk rumah mereka.

[9], [10] Melakar "Kolam" merupakan cara bagi wanita Tamil bagi berdoa pada Lakshmi, dewi kekayaan, matahari terbit dari arah dan tuah dan merupakan upacara keagamaan bagi penganut Hindu [11]. Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ Townsend, Charles M (March 2014). TheOxford Handbook of Sikh Studies. Oxford University Press. m/s. 440. ISBN 978-0-19-969930-8. • ^ Monier Monier Williams (2008 updated, Harvard University), Sanskrit English dictionary, दीप, p. 481 • ^ "தீபம் - University of Madras Tamil Lexicon".

Digital Dictionaries of South Asia. Universiti Chicago. Dicapai pada 20 Ogos 2020. • ^ Monier Monier Williams (2008 updated, Harvard University), Sanskrit English dictionary, आवलि, p.

155 Diarkibkan 2019-03-27 di Wayback Machine • ^ "ஆவளி - University of Madras Tamil Lexicon". Digital Dictionaries of South Asia.

Universiti Chicago. Dicapai pada 20 Ogos 2020. • ^ James G. Lochtefeld 2002, halaman 200–201 • ^ Jessica Frazier & Gavin Flood 2011, m/s. 255. sfn error: no target: CITEREFJessica_FrazierGavin_Flood2011 ( help) • ^ Dhanvantri Jayanti [ pautan mati kekal] • ^ Sacred Custodians of the Earth?: Women, Spirituality and the Environment, by permission of Berghahn Books.

Copyright. edited by Alaine M. Low, Soraya Tremayne • matahari terbit dari arah Women's Lives, Women's Rituals in the Hindu Tradition, displayed by permission of Oxford University Press. Copyright.

matahari terbit dari arah

edited by Director of the Asian Studies Program Loyola University of Chicago Tracy Pintchman Associate Professor of Hindu Studies and Religious Studies • ^ Women's Lives, Women's Rituals in the Hindu Tradition. Pautan luar [ sunting - sunting sumber ] • Sweets and Desserts for Diwali Wikimedia Commons mempunyai media berkaitan: Hari Deepavali. • All About The Festival of Diwali • Hindustan Times Special Diarkibkan 2006-11-02 di Wayback Machine • Know more about Divali Diarkibkan 2007-10-27 di Wayback Machine • Celebrate Deepavali • Divali Lanterns Diarkibkan 2007-11-06 di Wayback Machine (Foto) Kategori-kategori tersembunyi: • Pautan wayback templat webarchive • Harv and Sfn no-target errors • Semua rencana dengan pautan luar mati matahari terbit dari arah Rencana dengan pautan luar mati dari Ogos 2021 • Rencana dengan pautan luar mati kekal • Rencana yang mengandungi teks bahasa Tamil • Rencana yang mengandungi teks bahasa Gujarat • Rencana yang mengandungi teks bahasa Hindi • Rencana yang mengandungi teks bahasa Punjabi • Rencana yang mengandungi teks bahasa Sindh • Rencana yang mengandungi teks bahasa Telugu • Afrikaans • العربية • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • Bahasa Indonesia • বাংলা • भोजपुरी • Bosanski • Български • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • डोटेली • Ελληνικά • English • Español • Esperanto • Euskara • فارسی • Français • Gaeilge • ગુજરાતી • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 한국어 • Հայերեն • हिन्दी • Ido • Interlingua • Italiano • עברית • ಕನ್ನಡ • ქართული • Қазақша • Latina • Latviešu • Lietuvių • Magyar • मैथिली • മലയാളം • मराठी • مصرى • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • မြန်မာဘာသာ • Nederlands • नेपाली • 日本語 • Norsk bokmål • Norsk nynorsk • Occitan • ଓଡ଼ିଆ • ਪੰਜਾਬੀ • پنجابی • ဘာသာ မန် • Polski • Português • Română • Русский • संस्कृतम् • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • سرائیکی • Scots • සිංහල • Simple English • سنڌي • Slovenčina • کوردی • Српски / srpski • Suomi • Svenska • Tagalog • தமிழ் • తెలుగు • ไทย • Tiếng Việt • ತುಳು • Türkçe • Українська • اردو • Winaray • 吴语 • 粵語 • 中文 Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 13:02, 3 Mac 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • •SuaraSulsel.id - Usai unjuk rasa yang berlangsung ricuh di sejumlah titik di Kota Makassar. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto memerintahkan camat untuk melakukan pembersihan.

Sampah dan batu-batu yang berserakan di jalan raya dan sekitarnya harus dibersihkan. "Sebelum matahari terbit," ungkap Wali Kota Makassar Danny Pomanto kepada camat, Senin 11 April 2022. Camat Panakkukang Andi Pangerang Nur Akbar bersama Camat Tallo Alamsyah dan Camat Makassar Akbar Yusuf terlihat memimpin pasukan orange melakukan pembersihan di sekitar Jalan AP Pettarani dan Jalan Layang Urip Sumoharjo.

Kegiatan pembersihan melibatkan puluhan petugas kebersihan ini berlangsung Mulai Pukul 01.00 hingga Pukul 03.40 Wita. Petugas kebersihan berasal dari Kecamatan Panakkukang, Tallo, dan Makassar. Baca Juga: Detik-detik Pengunjuk Rasa di Makassar Disergap Polisi Berpakaian Preman Terekam Kamera Sebelum subuh, kondisi ruas jalan AP Pettarani, dan sekitar Fly Over Jalan Urip Sumoharjo terlihat bersih. Petugas kebersihan dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar.

Melakukan penyiraman pada jalan raya yang dipenuhi sisa-sisa pembakaran ban bekas. Petugas kebersihan memakai seragam orange membersihkan sampah dan batu yang berserakan di depan Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa 12 April 2022 [SuaraSulsel.id/Istimewa] "Agar masyarakat Kota Makassar ketika keluar rumah kembali melihat jalanan bersih.

Sehingga masyarakat merasa nyaman," kata Camat Panakkukang Andi Pangerang.
• Acèh • Afrikaans • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Авар • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Беларуская • Български • বাংলা • Bosanski • Català • Нохчийн • کوردی • Qırımtatarca • Čeština • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Zazaki • ދިވެހިބަސް • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Frysk • ગુજરાતી • Hausa • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Հայերեն • ГӀалгӀай • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • कॉशुर / کٲشُر • Kurdî • Кыргызча • Lëtzebuergesch • Лакку • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • मराठी • Bahasa Melayu • नेपाली • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Scots • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • Matahari terbit dari arah • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Türkçe • Татарча/tatarça • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Tiếng Việt • Walon • 吴语 • მარგალური • 中文 • 粵語 • l • b • s Salat ( pengucapan bahasa Indonesia: [salat]; bahasa Arab: ٱلصَّلَاة‎ aṣ-ṣalāh, bahasa Arab: ٱلصَّلَوَات‎ aṣ-ṣalawāt) adalah salah satu jenis ibadah di dalam agama Islam yang dilakukan oleh Muslim.

Kegiatan salat meliputi perkataan dan perbuatan yang diawali dengan gerakan takbir dan diakhiri dengan gerakan salam. [1] Kedudukan salat di dalam Islam ialah sebagai rukun Islam yang kedua. [2] Salat merupakan suatu ibadah yang istimewa di dalam Islam karena perintah pelaksanaannya diterima oleh Nabi Muhammad dari Allah secara langsung. [3] Salat dijadikan sebagai penanda utama dalam status keimanan seorang muslim.

Mengerjakan salat merupakan tanda awal keislaman sedangkan meninggalkan salat merupakan tanda awal kekafiran. [4] Menurut syariat Islam, praktik salat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sebagai figur pengejawantahan perintah Allah. [5] Dalil mengenai kewajiban pelaksanaan salat terdapat di dalam Al-Qur'an, hadis maupun ijmak para ulama.

[6] Persyaratan yang harus dipenuhi dalam melaksanakan salat ada sembilan, yaitu Islam, berakal, mumayyiz, bersuci, menutup aurat, bersih dari najis, mengetahui waktu pelaksanaan salat, menghadap ke kiblat dan memiliki niat. Selain itu terdapat rukun salat yang jumlahnya sebanyak empat belas macam gerakan dan ucapan, serta delapan hal yang membatalkan salat. [7] Salat secara umum terbagi menjadi dua jenis yaitu salat fardu dan salat sunah.

Salat fardu terbagi menjadi 5 waktu tertentu yang dikerjakan setiap hari dan bersifat wajib. Sementara itu, salat sunah bersifat dianjurkan untuk dikerjakan pada waktu tertentu, khususnya pada hari raya Islam. [8] Daftar isi • 1 Matahari terbit dari arah • 2 Hakikat • 3 Dalil • 3.1 Dalil di dalam Al-Qur'an • 3.2 Dalil di dalam hadis • 4 Pensyariatan • 4.1 Nabi Adam dan keturunannya • 4.2 Nabi Ibrahim • 4.3 Nabi Ishaq dan Ya'kub • 4.4 Nabi Muhammad • 5 Kiblat • 6 Hukum • 6.1 Kondisi khusus • 7 Persyaratan • 7.1 Beragama Islam • 7.2 Balig • 7.3 Wudu • 8 Rukun • 8.1 Takbir • 9 Jenis • 9.1 Berdasarkan hukumnya • 9.1.1 Salat nawafil • 9.1.2 Salat fardu • 9.2 Salat berjamaah • 9.3 Salat fardu • 10 Kemakruhan • 11 Keharaman • 11.1 Berpakaian ketat • 12 Manfaat • 12.1 Memelihara kesehatan tubuh manusia • 13 Lihat pula • 14 Referensi • 14.1 Catatan kaki • 14.2 Daftar pustaka • 15 Pranala luar Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Muslim di Indonesia sedang salat dalam posisi berdiri.

Kata salat merupakan kata serapan dalam bahasa Arab yaitu shalla. Kata ini merupakan turunan dari kata yushalli - shalaatan. [9] Secara bahasa, kata salat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti sebagai doa. Dalam Surah At-Taubah ayat 103 menjadi landasan pemaknaan ini. Dalam ayat ini, kata salat dimaknai sebagai doa. Pemaknaan salat sebagai doa juga diperoleh dari perbuatan dan ucapan yang diadakan selama kegiatan salat merupakan serangkaian doa.

[10] Sementara itu, secara istilah salat diartikan oleh para ulama sebagai serangkaian ucapan dan gerakan tertentu yang diawal dengan takbir dan diakhiri dengan gerakan salam. Gerakan takbir perlu didahului dengan niat dan memiliki persyaratan tertentu sebelum dilaksanakan. [11] Abu Hanifah menambahkan makna salat ini dengan memberikan ciri umum gerakannya yaitu berdiri, rukuk dan sujud.

[12] Hakikat [ sunting - sunting sumber ] Salat termasuk dalam ibadah yang tujuan pelaksanaannya hanya untuk menghambakan diri kepada Allah. Dalam pelaksanaan salat timbul suatu hubungan antara manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, dan Allah sebagai pencipta makhluk yaitu manusia.

Hubungan ini disebutkan di dalam Al-Qur'an pada Surah Az-Zariyat ayat 56, Surah Yasin ayat 22, dan Surah Al-'An'am ayat 162. Pada Matahari terbit dari arah Az-Zariyat ayat 56 disebutkan bahwa manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Surah Yasin ayat 22 merupakan perenungan bahwa manusia akan kembali kepada Tuhannya sehingga tidak ada alasan untuk tidak beribadah kepadaNya.

Sementara itu, Surah Al-'An'am ayat 162 menjelaskan bahwa salat seorang muslim hanya dipersembahkan kepada Allah yang merupakan tuhan bagi seluruh alam. [13] Dalil [ sunting - sunting sumber ] Dalil di dalam Al-Qur'an [ sunting - sunting sumber ] Kata salat hanya disebutkan 83 kali di dalam Al-Qur'an. [14] Perintah mengerjakan salat terdapat dalam beberapa ayat yaitu Surah Al-Hajj ayat 77, Surah Al-Baqarah ayat 43 dan 238, Surah An-Nisa' ayat 103 serta Surah Al-'Ankabut ayat 45. Surah Al-Hajj ayat 77 tidak secara langsung memberikan perintah salat, tetapi menyebutkan dua gerakan salat yaitu rukuk dan sujud.

Surah Al-Baqarah ayat 43 secara langsung memerintahkan salat dengan menyebutkan salah satu gerakan salat yaitu rukuk. Ayat ini juga disertai dengan perintah untuk melaksanakan ibadah lain yaitu zakat. Surah An-Nisa' ayat 103 menjelaskan bahwa salat merupakan kewajiban bagi orang yang beriman dengan waktu pelaksanaannya telah ditentukan. Manfaat salat kemudian disebutkan dalam Surah Al-'Ankabut ayat 45 yaitu untuk mencegah manusia melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.

Setelah perintah dan manfaat salat disampaikan, maka dalam Surah Al-Baqarah ayat 238, Allah memerintahkan untuk memelihara salat dan melaksanakannya dengan khusyuk hanya untuk Allah. [15] Berikut ini adalah ayat-ayat lain yang membahas tentang salat di dalam Al-Quran, kitab suci agama Islam: • Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (Ibrahim 14:31).

• Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji ( zina) dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-‘Ankabut 29:45). • Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang matahari terbit dari arah yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, matahari terbit dari arah mereka kelak akan menemui kesesatan (Maryam 19:59).

• Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan salat, yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya (al-Ma’arij 70:19-23).

Dalil di dalam hadis [ sunting - sunting sumber ] Perintah salat juga disampaikan di dalam hadis. Dalam periwayatan hadis dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad mengatakan bahwa salah satu rukun islam adalah salat. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad. Terdapat pula sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, nabi Muhammad mengatakan bahwa salat merupakan ibadah pertama yang dihitung dalam pengadilan hari kiamat. Keberuntungan akan diperoleh oleh manusia yang melaksanakan salat dengan baik, sedangkan yang melaksanakan kerugian akan memperoleh kerugian dan kekecewaan.

[16] Nabi Muhammad juga memberikan analogi mengenai pentingnya salat bagi agama Islam dan umat muslim. Salat diumpamakan sebagai tiang yang menopang bangunan. Dalam analogi ini, bangunannya adalah Islam yang dibangun atas dasar jihad. Salat dijadikan sebagai pengokoh dasar keislaman dan penopang jalan mencapai jihad kepada Allah. [17] Pensyariatan [ sunting - sunting sumber ] Allah memerintahkan pelaksanaan salat pada para nabi yang diutusnya antara lain Nabi Ibrahim, Nabi Isma'il, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad.

[14] Setiap matahari terbit dari arah dan rasul yang diutus oleh Allah telah diberi perintah untuk mengerjakan salat dengan hukum wajib untuk dilaksanakan. Tata cara dan aturan dalam pelaksanaan salat oleh tiap nabi dan rasul kemungkinan berbeda-beda sesuai dengan perintah Allah.

Salat telah dilaksanakan sejak masa kenabian Adam hingga masa kenabian Muhammad. Penyempurnaan aturan, bacaan dan gerakan salat diadakan ketika Nabi Muhammad mengalami peristiwa Isra Mikraj menuju matahari terbit dari arah Sidratulmuntaha.

[18] Perintah salat juga diberikan kepada Bani Israil, [19] dan seluruh Ahli Kitab. [20] Nabi Adam dan keturunannya [ sunting - sunting sumber ] Keterangan mengenai perintah dan pelaksanaan salat oleh Adam dan keturunannya tertera pada Surah Maryam ayat 59.

Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa adam dan keturunannya bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. [21] Nabi Ibrahim [ sunting - sunting sumber ] Keterangan mengenai pelaksanaan salat oleh Nabi Ibrahim terdapat dalam Surah Ibrahim ayat 37.

Dalam ayat ini, diketahui bahwa nabi Ibrahim memindahkan anak dan keturunannya ke sebuah lembah yang tandus dan matahari terbit dari arah ditumbuhi oleh tumbuhan.

Di tempat tersebut, Ibrahim membangun Ka'bah sebagai tempat pelaksanaan salat bagi dirinya dan anak matahari terbit dari arah. [22] Nabi Ishaq dan Ya'kub [ matahari terbit dari arah - sunting sumber ] Di dalam Al-Qur'an juga disiratkan akan salat yang dilakukan oleh nabi Ishak dan Yakub: [23] ".dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) lshaq dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami), dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh.

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah." — Al-Anbiya' 21:72-73 Nabi Muhammad [ sunting - sunting sumber ] Sejak awal diutusnya Nabi Muhammad, umat muslim telah diperintahkan oleh Allah untuk melaksanakan salat.

Perintah ini disampaikan matahari terbit dari arah di dalam Al-Qur;an. S alat lima waktu baru diwajibkan setelah terjadinya peristiwa Isra Mikraj. Dalam Isra Mikraj tersebut disebutkan matahari terbit dari arah Nabi Muhammad salat terlebih dahulu di Al-Jami' Al-Aqsha sebelum naik ke langit dan berjumpa dengan para nabi yang lainnya.

Nabi Muhammad juga bertemu dengan Nabi Musa dan dia menceritakan bahwa umatnya yaitu Bani Israil, tidak mampu melakukan salat lima puluh waktu dalam sehari. Kiblat [ sunting matahari terbit dari arah sunting sumber ] Makkah, Madinah, dan Yerusalem Pada awal mulanya salat umat muslim berkiblat ke Al-Jami' al-Aqsha di Yerusalem sebelum akhirnya diperintah Allah untuk berpindah kiblat ke bangunan yang didirikan Nabi Ibrahim dan Ismail yaitu Ka'bah yang berada di dalam Masjidil Haram.

[27] Pengalihan arah kiblat ini terjadi ketika Nabi Muhammad dan para pengikutnya sedang melaksanakan salat di Madinah. Posisi salat pada saat itu menghadap ke utara sesuai dengan posisi dari Al-Jami' al-Aqsha. Setelah perubahan arah kiblat diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad, maka kiblat salat berikutnya dialihkan ke arah selatan menghadap ke Ka'bah di Makkah. Proses pengalihan ini mulai dilakukan di penghujung hari, sehingga di permulaan hari, arah kiblat masih menghadap ke Al-Jami' al-Aqsha.

[28] Ayat Al-Qur'an yang memperjelas status Ka'bah sebagai kiblat umat Islam adalah Surah Al-Baqarah ayat 144, 149, dan 150. Ketiga ayat ini berisi perintah untuk memalingkan wajah ke arah Masjidil Haram. [29] Pewahyuan ketiga ayat ini berlangsung pada bulan Rajab atau Syakban tahun ke-2 Hijriyah (624 Masehi). [30] Posisi menghadap kiblat memiliki tiga tingkatan yang menjadi syarat penunaian salat secara matahari terbit dari arah.

Masing-masing ialah ketetapan hati, perasaan diawasi oleh Allah, dan pemaknaan terhadap kalam Allah. Ketetapan hati berkaitan dengan penjagaan hati dan pikiran yang dapat mengurangi pahala salat.

Pikiran dan hati selama salat dijaga dari hawa nafsu dan keraguan berlebihan. Perasaan diawasi oleh Allah ialah melaksanakan salat dengan pikiran selalu meyakini bahwa Allah mengetahui, mengamati dan mengawasi ibadah salat. Sedangkan pemaknaan terhadap kalam Allah berarti bahwa salat dilaksanakan dengan mengetahui makna bacaannya, serta makna ubudiahnya.

[31] Hukum [ sunting - sunting sumber ] Dalam Islam, salat merupakan suatu kewajiban yang dihukumi fardu ain bagi muslim yang telah baligh. Tiap muslim wajib melaksanakan salat selama ia masih hidup. Dalil mengenai kewajiban salat terdapat di dalam Al-Qur'an maupun hadis.

[32] Dalam banyak matahari terbit dari arah, Nabi Muhammad telah memberikan peringatan keras kepada orang yang suka meninggalkan salat wajib, mereka akan dihukumi menjadi kafir [33] dan mereka yang meninggalkan salat maka pada hari kiamat akan disandingkan bersama dengan orang-orang, seperti Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay bin Khalaf.

[34] Hukum salat secara umum terbagi menjadi dua yaitu wajib dan sunah. Salat yang wajib dikerjakan disebut salat fardu, sedangkan yang sunah untuk dikerjakan disebut salat sunah.

[35] Kondisi khusus [ sunting - sunting sumber ] Artikel utama: Safar (perjalanan), Salat Qashar, dan Salat Jamak Dalam situasi dan kondisi tertentu kewajiban melakukan salat diberi keringanan tertentu.

Misalkan saat seseorang sakit dan saat berada dalam perjalanan. Bila seseorang dalam kondisi sakit hingga tidak bisa berdiri maka ia dibolehkan melakukan salat dengan posisi duduk, sedangkan bila ia tidak mampu untuk duduk maka ia diperbolehkan salat dengan berbaring.

Bila dengan berbaring ia tidak mampu melakukan gerakan tertentu ia dapat melakukannya dengan isyarat. Sedangkan bila seseorang sedang dalam perjalanan, ia diperkenankan menggabungkan ( jamak) atau meringkas ( qashar) salatnya. Menjamak salat berarti menggabungkan dua salat pada satu waktu yakni salat zuhur dengan salat asar atau salat magrib dengan salat isya. Mengqasar salat berarti meringkas salat yang tadinya 4 rakaat (zuhur, asar, isya) menjadi 2 rakaat. Persyaratan [ sunting - sunting sumber ] Syarat-syarat salat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum salat ditunaikan.

Jenis syarat dalam salat dibagi berdasarkan kemampuan dari dalam diri individu maupun pengamatan dari luar diri individu. Syarat yang harus dimiliki di dalam diri individu meliputi beragama Islam, baligh, berakal sehat, dan mengetahui rukun salat. Sementara syarat yang berasal dari luar individu ialah kebersihan dan kesucian dari hadas dan najis, ketepatan waktu pelaksanaan salat serta posisi salat menghadap kiblat.

[36] Beragama Islam [ sunting - sunting sumber ] Syarat sahnya salat yang paling pertama adalah pelaksananya harus meyakini kebenaran agama Islam. Salat seseorang dianggap tidak sah ketika dirinya menjadi kafir. Orang kafir yang kembali beragama Islam wajib mengqada salat-salatnya agar dapat kembali menjadi sah. Keterangan ini diperoleh dari Surah Al-Baqarah ayat 217.

[37] Sebaliknya, mualaf tidak diwajibkan mengqada salat yang ditinggalkannya selama masih menjadi kafir. Dosa-dosa selama masih menjadi kafir diampuni oleh Allah sesuai keterangan pada Surah Al-Anfal ayat 38. [38] Balig [ sunting - sunting sumber ] Tanda balig bagi manusia adalah sama dengan tanda memasuki masa pubertas.

Bagi laki-laki, tanda ini berupa terjadinya mimpi basah. Sementara bagi wanita, tanda balig adalah terjadinya menstruasi. Sebelum mencapai usia balig, salat belum berstatus sebagai kewajiban, tetapi setelah mencapai usia balig maka status salat menjadi wajib. [39] Anak yang belum mencapai masa pubertas dibebaskan dari kewajiban melaksanakan salat.

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Muhammad bin Isa at-Tirmidzi dan Muhammad bin Ismail al-Bukhari. [40] Wudu [ sunting - sunting sumber ] Tiga orang yang sedang berwudu di tempat wudu. Sebelum melaksanakan salat, tiap muslim wajib melakukan wudu. Caranya adalah dengan membersihkan bagian tubuh tertentu menggunakan air. Wudu mejadi syarat wajib sebelum melaksanakan salat wajib maupun salat sunah. Syarat pelaksanaan wudu adalah berislam, berakal sehat, menggunakan air suci, dan tidak berpenghalang.

Makna berakal sehat ialah mampu membedakan antara hal yang baik dengan hal yang buruk. Sementara itu, air suci adalah air yang belum pernah digunakan untuk kegunaan lain, misalnya air hujan, air laut, air sungai, salju yang mencair, dan air dari tangki atau kolam besar.

Penghalang di dalam wudu adalah najis matahari terbit dari arah hadas. Penghalang ini terbagi menjadi dua yaitu penghalang lahir dan penghalang biologis. Penghalang lahir misalnya kotoran yang menempel di sela-sela kuku, sedangkan penghalang biologis misalnya haid dan nifas bagi wanita. Syarat tambahan diberikan kepada orang dengan penyakit yang membuatnya selalu berhadas. Bagi penderita penyakit selalu berhadas, wudu dilakukan setiap memasuki waktu salat.

Penyakit berhadas ini misalnya keputihan dan tidak mampu menahan buang air kecil. [41] Wudu dimulai dengan niat dan kemudian dilanjutkan dengan membasuh kedua telapak tangan. Selanjutnya yang dibasuh adalah bagian muka, kedua telapa tangan hingga mencapai siku, mengusap bagian kepala dan membasuh kedua telapak kaki hingga tumit.

Pelaksanaan wudu ini dilakukan secara berurutan. [42] Wudu dapat menjadi batal akibat beberapa hal. Penyebab paling umum adalah keluarnya kotoran dari anus atau alat kelamin. Penyebab berikutnya adalah tidur dengan posisi tubuh tengkurap atau kaki terangkat.

Wudu juga dapat batal akibat orang yang berwudu kehilangan akal sehat akibat mabuk, sakit, epilepsi, atau gila. Batalnya wudu juga disebabkan karena bersentuhan langsung antara kulit dengan kulit pada orang yang bukan mahram. Keberadaan atau ketidakberadaan hawa nafsu tidak mempengaruhi pembatalan wudu. Kondisi terakhir yang dapat membatalkan wudu adalah menyentuh lubang anus sendiri maupun orang lain baik dalam keadaan hidup atau telah meninggal.

[43] Rukun [ sunting - sunting sumber ] Rukun salat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat salat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka salat pun tidak sah berdasarkan syariat Islam dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

[44] • Berdiri bagi yang mampu. [45] • niat dalam hati • Takbiratul ihram. [46] • Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat. [47] • Rukuk dan tuma’ninah. [48] [49] • Iktidal setelah rukuk dan tumakninah. [49] [50] • Sujud dua kali dengan tumakninah. [49] [51] • Duduk antara dua sujud dengan tumakninah. [49] [52] • Duduk tasyahud akhir • membaca tasyahud akhir.

[53] • Membaca salawat nabi pada tasyahud akhir. [54] • Membaca salam yang pertama. [55] • Tertib melakukan rukun secara berurutan. [56] Takbir [ sunting - sunting sumber ] Pengucapan kata "akbar" di dalam takbir ketika salat tidak diperbolehkan. Larangan ini berlaku secara mutlak serta berlaku pula di dalam azan. Pemanjangan ucapan "akbar" dapat mengubah arti dari kata tersebut. Kata akbar ketika dipanjangkan menjadi akbâr akan berarti sejenis tanaman atau bedug yang hanya punya satu sisi pukul.

Selain itu, imam salat yang memanjangkan kata "akbar" dapat membuat makmum mendahuluinya dalam rukun salat. Makmum dalam artian ini menyelesaikan pengucapan takbir sebelum imam, sehingga melanggar rukun salat.

[57] Jenis [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan hukumnya [ sunting - sunting sumber ] Salat nawafil [ sunting - sunting sumber ] Salat nawafil adalah salat tambahan selain salat fardu. Salat nawafil ini terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu salat sunah, salat mustahab dan salat tathawwu'. Ketiga tingkatan ini sering disatukan menjadi satu yaitu salat sunah, tetapi ketiganya tetap memiliki perbedaan. [58] Salat sunah merupakan salat tambahan yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad semasa hidupnya secara terus-menerus.

Salat mustahab adalah salat yang diketahui pelaksanaanya di dalam hadis, tetapi pelaksanaannya secara terus-menerus tidak terdapat di dalam hadis. Sementara itu, salat tathawwu' merupakan salat yang tidak terdapat dalam hadis maupun dicontohkan oleh para sahabat, tabiin dan tabi'ut tabi'in. Salat tathawwu' hanya dikerjakan sebagai bentuk pendekatkan diri seorang hamba kepada Allah.

Kesalahan dalam penyebutan ketiga jenis salat nawafil ini tidak membuat seorang muslim berdosa selama mereka matahari terbit dari arah makna dari ketiganya. [59] Salat sunah adalah salat-salat yang dianjurkan untuk dikerjakan, akan tetapi tidak diwajibkan. Seorang muslim tidak berdosa ketika tidak melaksanakan salat sunah, sedangkan melaksanakannya berarti memperoleh pahala.

Salat sunah terbagi lagi menjadi dua, yaitu salah sunah muakkad dan salat sunah ghairu muakkad. Salat sunah muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti salat dua hari raya dan salat tarawih. Sedangkan salat sunah ghairu muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa anjuran dengan penekanan yang kuat.

[60] Contoh salat sunah ghairu muakkad yaitu salat rawatib dan salat sunah yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti salat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana). Salat fardu [ sunting - sunting sumber ] • Fardu, Salat fardhu ialah salat yang diwajibkan untuk mengerjakannya.

Salat fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu: • Fardu ain adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukalaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti salat lima waktu, dan salat Jumat (fardhu 'ain untuk pria).

• Fardu kifayah adalah kewajiban yang diwajibkan kepada mukalaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan, seperti salat jenazah.

Salat berjamaah [ sunting - sunting sumber ] Sebuah infografik mengenai posisi salat berjamaah sesuai sunnah dari Nabi Muhammad ﷺ.

Salat tertentu dianjurkan untuk dilakukan secara bersama-sama (berjamaah). Dalam pelaksanaannya setiap Muslim diharuskan mengikuti apa yang telah Nabi Muhammad ajarkan, yaitu dengan meluruskan dan merapatkan barisan, antara bahu, lutut dan tumit saling bertemu.

[61] [62] [63] [64] Pada salat berjamaah seseorang yang dianggap paling kompeten akan ditunjuk sebagai imam salat, dan yang lain akan berlaku sebagai makmum.

• Salat yang dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri antara lain: • Salat fardu • Salat tarawih • Salat yang harus dilakukan berjamaah antara lain: • Salat Jumat • Salat Hari Raya (Ied) • Salat Istisqa' Artikel utama: Salat Fardu Yaitu salat yang tidak wajib berjamaah tetapi sebaiknya berjamaah. Salat fardu [ sunting - sunting sumber ] Salat yang mula-mula diwajibkan bagi Nabi Muhammad dan para pengikutnya adalah salat malam, yaitu sejak diturunkannya Surat al-Muzzammil (73) ayat 1-19.

Setelah beberapa lama kemudian, turunlah ayat berikutnya, yaitu ayat 20: "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang matahari terbit dari arah dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu, dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang.

Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Alquran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik, dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya, dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." — Al-Muzzammil 73:20 Dengan turunnya ayat ini, hukum salat malam hukumnya menjadi sunnah.

Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Qatadah, dan ulama salaf lainnya berkata mengenai ayat 20 ini, "Sesungguhnya ayat ini menghapus kewajiban salat malam yang mula-mula Allah wajibkan bagi umat Islam. Kemakruhan [ sunting - sunting sumber ] Waktu-waktu salat dalam sehari Waktu salat yang dberi hukum makruh adalah pada salat mutlaq. Kemakruhan salat ini dikarenakan meniru perbuatan orang munafik. Waktu pelaksanaannya ada beberapa yaitu: [65] • Setelah salat subuh hingga matahari terbit • Saat matahari terbit hingga baru mencapai sepenggalah • Posisi matahari tepat berada di atas tubuh, sehingga bayang-bayang tepat berada di bawah tubuh.

Kemakruhan ini dikecualikan untuk hari Jumat. • Setelah salat asar hingga matahari terbenam. • Saat matahari terbenam hingga sempurna.

Kemakruhan juga berlaku pada tempat salat. Terdapat beberapa tempat salat yang membuat hukum salat menjadi makruh. Berdasarkan kelayakannya sebagai tempat ibadah, kemakruhan melaksanakan salat berlaku di pemandian umum, tempat berganti pakaian, dan tempat memberi minum ternak. [66] Salat juga dianggrap makruh jika dikerjakan di tempat yang memiliki banyak najis seperti tempat penyembelihan hewan, pemakaman, dan tempat pembuangan akhir.

[67] Ada pula tempat yang makruh untuk salat karena mengganggu publik atau dimurkai oleh Allah. Tempat salat yang makruh akibat menggangu publik adalah di jalan raya yang masih digunakan, lembah yang rawan banjir, pasar atau di depan publik. Sedangkan tempat salat yang dimurkai Allah adalah di tempat ibadah umat non muslim atau di tempat maksiat. [68] Keharaman [ sunting - sunting sumber ] Berpakaian ketat [ sunting - sunting sumber ] Dalam salat, baik laki-laki maupun perempuan dilarang menggunakan pakaian yang ketat.

Pelarangan ini dikarenakan pakaian ketat membuat aurat terlihat melalui lekuk tubuh. [69] Manfaat [ sunting - sunting sumber ] Memelihara kesehatan tubuh manusia [ sunting - sunting sumber ] Salat merupakan sebuah ibadah yang memiliki gerakan-gerakan tertentu. Setiap gerakan salat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Gerakan wudu sebelum salat serta pelaksanaan salat membuat akupunktur dan pemijatan alami bagi tubuh manusia melalui sentuhan. Daerah akupunktur matahari terbit dari arah terbagi menjadi 12 titik di telapak tangan, 24 titik pada wajah, 8 titik pada lengan, 24 titik pada kepala, dan 13 titik pada kaki. Gerakan-gerakan salat juga mencegah beberapa penyakit timbul pada manusia.

Gerakan berdiri setelah sujud atau rukuk membuat saraf pada bagian otak dan punggung manusia terkendurkan. Hal ini membuat tubuh manusia lebih sulit terkena penyakit yang berkaitan dengan ruas tulang punggung. Pada posisi sujud, terjadi kontraksi pada otot-otot dan terjadi pemijatan pada bagian pembuluh darah dan saraf di bagian kelenjar getah bening serta mencegah pengerutan pada bagian pembuluh darah.

Sementara itu, pada gerakan duduk tasyahud, terjadi pemijatan pada bagian pusat otak ruas tulang punggung, bahu, mata dan jari kaki. Sedangkan pada gerakan salam, terjadi penguatan otot leher dan kepala selama kepala menoleh ke kanan dan ke kiri. [70] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Wudu • Azan • Zikir • Makrifat Referensi [ sunting - sunting sumber ] Catatan kaki [ sunting - sunting sumber ] • ^ Ar-Rahbawi 2017, hlm.

175. • ^ Hambali, Muh. (2017). Rusdianto, ed. Panduan Muslim Kaffah Sehari-Hari: Dari Kandungan hingga Kematian. Yogyakarta: Laksana. hlm. 19. ISBN 978-602-407-185-1. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Al-Mahfani dan Hamdi 2016, hlm.

81. • ^ al-Basuruwani 2018, hlm. 58. • ^ Rasulullah ﷺ bersabda, Salatlah kalian sesuai dengan apa yang kalian lihat aku mempraktikkannya. Hadits riwayat Imam Bukhari no. 628, 7246 dan Imam Muslim no. 1533. • ^ Sarwat 2019, hlm. 9. • ^ Adil 2018, hlm. 75. • ^ Ar-Rahbawi 2017, hlm. 177. • ^ Al-Mahfani dan Hamdi 2016, hlm. 80. • ^ Syarbini 2011, hlm. 2. • ^ Sarwat 2019, hlm. 4. • ^ Sarwat 2019, hlm. 4-5. • ^ al-Basuruwani 2018, hlm.

53. • ^ a b Syarbini 2011, hlm. 4. • ^ Al-Mahfani dan Hamdi 2016, hlm. 82-83. • ^ Al-Mahfani dan Hamdi 2016, hlm. 84. • ^ Sarwat 2019, hlm. 7. • ^ Sarwat 2019, hlm. 9-10. • ^ "Surah Al-Baqarah - 83". quran.com. Diakses tanggal 27 September 2021. • ^ "Surah Al-Baqarah - 3-4". quran.com. Diakses tanggal 27 September 2021. • ^ Sarwat 2019, hlm. 10. • ^ Sarwat 2019, hlm. 10-11. • ^ "Surah Al-Anbya - 72-73". quran.com. Diakses tanggal 2021-09-27.

• ^ Usmani 2015, hlm. 23. • ^ Usmani 2015, hlm. 26. • ^ Usmani 2015, hlm. 25. • ^ "Surah Al-Baqarah - 144". quran.com. Diakses tanggal 2021-09-27. • ^ Usmani 2015, hlm. 22. • ^ Bashori 2015, hlm. 97–98. • ^ Bashori 2015, hlm. 104. • ^ bin Sa'ad, Abu Abdirrahman Adil (2018).

Ensiklopedi Shalat. Diterjemahkan oleh Mujtahid, Umar. Jakarta Timur: Ummul Qura. hlm. 58. ISBN 978-602-7637-03-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Al-Mahfani dan Hamdi 2016, hlm. 82. • ^ Muhammad ﷺ bersabda: "Perjanjian yang memisahkan kita dengan mereka adalah salat. Matahari terbit dari arah yang meninggalkan salat, maka berarti dia telah kafir." Hadis riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi. • ^ Muhammad ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menjaga salat maka ia menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti dan keselamatan dan pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay bin Khalaf." Hadis shahih riwayat Imam Ahmad, Ath-Thabrani dan Ibnu Hibban.

• ^ Watiniyah 2019, hlm. 19. • ^ Sya'roni, M., dan Mathroni, M. (2006). Risalah Bimbingan Salat. Semarang: Aneka Ilmu. hlm. 25-26. ISBN 978-979-7361-43-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • ^ Maulana dan Jinaan 2017, hlm.

2-3. • ^ Maulana dan Jinaan 2017, hlm. 3. • ^ Maulana dan Jinaan 2017, hlm. 3-4. • ^ Maulana dan Jinaan 2017, hlm. 4. • ^ Syafril 2018, hlm. 2. • ^ Syafril 2018, hlm.

3-4. • ^ Syafril 2018, hlm. 9. • ^ https://rumaysho.com/1723-rukun-rukun-shalat-1.html • ^ “Salatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakanlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, maka kerjakanlah dengan tidur menyamping.” HR Bukhari matahari terbit dari arah.

1117, dari ‘Imron bin Hushain. • ^ “Pembuka salat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar salat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” HR Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 301. • ^ “Tidak ada salat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.” HR Bukhari no.

756 dan Muslim no. 394, dari ‘Ubadah bin Ash Shomit. • ^ “Kemudian ruku’lah dan thuma’ninahlah ketika ruku’.” HR Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397. • ^ a b c d “Salat tidaklah sempurna sampai salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu, … kemudian bertakbir, lalu melakukan ruku’ dengan meletakkan telapak tangan di lutut sampai persendian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.” HR Ad-Darimi no.

1329. Syaikh Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. • ^ “Kemudian tegakkanlah matahari terbit dari arah (i’tidal) dan thuma’ninalah.” • ^ “Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud.” • ^ “Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud.

Lalu bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah ketika duduk. Kemudian sujudlah kembali dan thuma’ninalah ketika sujud.” • ^ “Jika salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam salat, maka ucapkanlah “at tahiyatu lillah …”.” HR Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402, dari Ibnu Mas’ud. • ^ “Jika salah seorang di antara kalian hendak salat, maka mulailah dengan menyanjung dan memuji Allah, lalu bershalawatlah kepada Nabi ﷺ, lalu berdo’a setelah itu semau kalian.” Riwayat ini disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Fadh-lu Salat ‘alan Nabi, hal.

86, Al Maktabah Al Islamiy, Beirut, cetakan ketiga 1977. • ^ “Yang mengharamkan dari hal-hal di luar salat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” HR Abu Daud no. 618, Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Al Irwa’ no. 301. • ^ Pembahasan rukun salat ini banyak disarikan dari penjelasan Syaikh Abu Malik dalam kitab Shahih Fiqh Sunnah terbitan Al Maktabah At Taufiqiyah.

• ^ bin Sa'ad, Abu Abdirrahman Adil (2018). Ensiklopedi Shalat. Diterjemahkan oleh Mujtahid, Umar. Jakarta Timur: Ummul Qura. hlm. 553. ISBN 978-602-7637-03-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Watiniyah 2019, hlm.

matahari terbit dari arah

20. • ^ Watiniyah 2019, hlm. 21. • ^ Watiniyah 2019, hlm. 19-20. • ^ Rasulallah ﷺ bersabda, “Luruskan shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan salat.” (Hadits riwayat Bukhari, dalam Fath al-Bari’ No.723) • ^ Rasulallah ﷺ bersabda, “Benar-benarlah kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan membuat berselisih di antara wajah-wajah kalian.” (Hadits riwayat Bukhari 717, Imam Muslim 127, Lafadz ini dari Imam Muslim).

Berkata Al-Imam An-Nawawi, “Makna hadits ini adalah akan terjadi di antara kalian permusuhan, kebencian dan perselisihan di hati.” • ^ Rasulallah ﷺ bersabda, “Luruskan shaf kalian, jadikan setentang di antara bahu-bahu, dan tutuplah celah-celah yang kosong, lunaklah terhadap tangan saudara kalian dan jangan kalian meninggalkan celah-celah bagi setan. Barangsiapa menyambung shaf maka Allah menyambungkannya dan barangsiapa yang memutuskannya maka Allah akan memutuskannya.” (Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud 666.

Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Sunan Abu Dawud) • ^ Dari Abu Qosim Al-Jadali berkata, “Saya mendengar Nu’man bin Basyir berkata, ‘Rasulallah ﷺ menghadapkan wajahnya kepada manusia dan bersabda, ‘Luruskan shaf-shaf kalian! Luruskan shaf-shaf kalian! Luruskan shaf-shaf kalian! Demi Allah benar-benar kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan menjadikan hati kalian berselisih.’ Nu’man berkata, ‘Maka saya melihat seseorang melekatkan bahunya dengan bahu kawannya, lututnya dengan lutut kawannya, mata kaki dengan mata kaki kawannya.’’” (Hadits riwayat Abu Dawud 662, Ibnu Hibban 396, Ahmad 4272.

Dishahihkan Syaikh Al-Albany dalam As-Shahihah no.32) • ^ Watiniyah 2019, hlm. 26. • ^ Watiniyah 2019, hlm. 27. • ^ Watiniyah 2019, hlm. 27-28. • ^ Watiniyah 2019, hlm. 28. • ^ Salman, Masyhur Hasan (2016). Ensiklopedi Kesalahan dalam Shalat. Jakarta: Pustaka Imam Syafi'i. hlm. 27. ISBN 978-602-9183-46-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ Usmani 2015, hlm.

21. Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Adil, Abu Abdirrahman (2018). Mujtahid, Umar, ed. Ensiklopedi Salat. Jakarta: Ummul Qura. ISBN 978-602-7637-03-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • al-Basuruwani, Abu Abbas Zain Musthofa (2018). Fiqh Shalat Terlengkap. Yogyakarta: Laksana. ISBN 978-602-407-451-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Al-Mahfani, M. K., dan Hamdi, A.; Zainal (2016).

Mukhlisin, ed. Kitab Lengkap Panduan Shalat. Jakarta: Wahyu Qolbu. ISBN 978-602-6358-04-2. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Ar-Rahbawi, Abdul Qadir (2017). Editor, ed. Fikih Shalat Empat Mazhab. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-602-04-5063-6. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Bashori, Muhammad Hadi (2015).

Pengantar Ilmu Falak. Jakarta: Matahari terbit dari arah Al Kautsar. ISBN 978-979-592-701-3. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Maulana, A. dan Jinaan, A. (2017). Panduan Lengkap Salat Fardu dan Sunah. Jakarta: PT Grasindo. ISBN 978-602-375-978-1. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list ( link) • Sarwat, Ahmad (2019).

Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-602-03-8459-7. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Syafril, Muhammad (2018). Panduan Salat Wajib dan Sunah.

Jakarta: QultumMedia. ISBN 978-979-017-411-5. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Syarbini, Amirulloh (2011). Editor, ed. Keajaiban Shalat, Sedekah, dan Silaturahmi. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 978-979-27-9706-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Usmani, Ahmad Rofi' (2015).

Nikmatnya Shalat. Bandung: Penerbit Mizania. ISBN 978-602-9255-82-9. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Watiniyah, Ibnu (2019). Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet. Jakarta: Kaysa Media. ISBN 978-602-215-048-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] Wikimedia Commons memiliki media mengenai Salat. Lihat informasi mengenai salat di Wiktionary.

• (Indonesia) Rukun-rukun salat di situs web Muslim • (Indonesia) Ilustrasi posisi Imam dan Makmum dalam salat berjamaah matahari terbit dari arah (Melayu) Sembahyang • Halaman ini terakhir diubah pada 13 April 2022, pukul 04.17. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
< Lampiran:Daftar isi < Kamus bahasa Sanskerta – bahasa Indonesia Kamus : Bahasa Sanskerta - Bahasa Indonesia, berupa daftar kata dalam Bahasa Sanskerta dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

A - B - C - D - Dh - E - F - G - H - I - J - K - L matahari terbit dari arah M - N - Ng - Ny - O - P - Q - R - S - T - Th - U - V - W - X - Y - Z Urutan Hanacaraka: Ha - ( A - E - I - O - U) - Na - Ca - Ra - Ka - Da - Ta - Sa - Wa - La - Pa - Dha - Ja - Ya - Nya - Ma - Ga - Ba - Tha - Nga Daftar di bawah ini adalah 2300+ kata-kata dalam Bahasa Sanskerta/ Bahasa Jawa dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. A • aba: perintah; • aba-aba: memberi perintah • abah: alat, perkakas; • abah-abah, abahan: perkakas, alat-alat • abang: merah • abi: lebih, bagus, baik; • abicara: santet; • abicaraka: santet; • abilasa: hawa nafsu; • abimana: congkak, sombong; • abimantrana: restu, berkah; • abimata: 1 hormat; 2 bijaksana; • abinawa:mengagumkan, terpuji; • abipraya: cita-cita; • abirama: selaras, serasi; • abirawa: repot, menyusahkan; • abirupa: cantik, indah; • abisatya: teman setia, sahabat karib; • abiséka: wisuda, penobatan; • abiwada: penghargaan; • abiwara: pelajaran; • abiyasa: pandai, bijak • abra: berkilauan, gemerlapan • abur: terbang, melayang • acala: bukit, gunung • acara: acara; • ngacarani: menyusun acara, menyambut • acitya: ilmu pengetahuan • ada: gagasan, prakarsa; • ada-ada: memprakarsai, mempelopori • adaka: banteng • adamar: lampu, pelita, dian • adang: menanak nasi • adanu: sinar, cahaya • adara: penghormatan, pujian • adarma: mengabdi, berjuang • adas: nama tumbuhan obat; • adas pula waras: jenis tumbuhan untuk jamu • adeg: berdiri, tegak; • ngadeg: berdiri; • adeg-adeg: 1 tongkat yang ditancapkan sebagai tanda; 2 tanda alinea dalam tulisan Jawa • adha: tangga • adhah: tempat, wadah • adhang: menunggu; • ngadhang: menunggu, menghadang • adhep: hadap, menghadap; • ngadhep, madhep: menghadap ke; • madhep mantep: menghadap dengan mantap, niat yang kuat • adhi: adik • adhi-adhi: ketuban • adhik: adik • adhum: teduh, rindang • adi: cantik, indah; • ngadi-adi: rewel, nakal, banyak tingkah; • adibusana: pakaian yang indah; • adidaya: lebih berkuasa; • adigang: menyombongkan kekuatan; • adiguna: menyombongkan kepandaian; • adigung: menyombongkan kebesaran; • adikara: berwibawa, berkuasa; • adilaga: perang; • adiluhung: agung, anggun, bernilai lebih; • adiluwih: lebih; • adimuka: penguasa, pembesar; • adinegara: negara yang lebih baik; • adipati: bupati, vatsal; • adiraga: bersolek, berhias; • adiraja: pemaaf, pemurah; • adiwarna: jenis yang lebih baik; • adiwignya: orang pandai • adil: imbang, rata; • pengadilan: tempat pengadilan • aditya: matahari • adnyana: akal, pikiran • ados: bungkuk, buah yang kecil • adpada: sembah, bakti • adreng: ingin sekali • adres: hujan deras • adri: gunung • adu: adu • adus: mandi; • adus jamas: mandi besar, keramas; • adus getih: mandi darah, penuh luka; • ngadusi: memandikan • adyaksa: jaksa • adyapi: berkuasa, berwenang • agama: pedoman, jalan, tuntunan hidup • agar: pusar • agel: tali • agem: 1 ikatan padi; 2 pakai; • ngagem: memakai; • ngugemi: memegang, mempedomani; • ageman: pakaian, busana • ageng: besar, agung; • ki ageng: pembesar, penguasa • aglis: cepat, lekas • agni: api • agnya: perintah; • agnyana: pikiran • agra: pucuk, puncak • agrang: disandarkan; • magrang, mlagrang: melintang, mengganggu jalan • agreng: lebat, deras, meriah • agul-agul: kebanggaan, pahlawan • aguna: berguna, bemanfaat; • aguna kaya: kekayaan, harta benda • agung: 1 besar; 2 penuh • agus: bagus, tampan • aguyu: tertawa • agya: cepat, segera • agyat: 1 giat, rajin; 2 gemebyar • ahengkara: nafsu jahat, durhaka • ahingani: mumpuni, terpercaya • ahwaya: nama, asma • ajag: liar • ajang: piring • ajap: harapan, cita-cita; • ngajab: berharap • ajar: 1 belajar; 2 brahmana; • ajaran: 1 ajaran, ilmu yang diajarkan; 2 aliran; • diajar: 1 diberi pelajaran; 2 dipukuli, diberi peringatan; • ki ajar: guru, orang yang mengajar; • kurang ajar: nakal, kurang ajar; • ngajari: mengajari, mendidik; • pelajaran: pelajaran, bahan yang diajarkan • ajeg: tetap, sama • ajeng: 1 mau; 2 ayu; • majeng: maju • ajèr: melebur, mencair • aji: 1 raja; 2 ilmu, nilai, harga; • aji-aji: ilmu kedigjayaan; • aji jaya kawijayan: ilmu perang; • aji panglimunan: ilmu menghilang; • aji pengasihan: ilmu agar dicintai seseorang; • ora aji: tidak berharga, tidak laku • ajil: jajan • ajir: 1 hancur; 2 patokan • ajrih: takut, cemas • aju: cepat, maju; • ajur: hancur, remuk; • ajur mumur: hancur lebur • akal: akal, pikiran; • akal bakal: asal gagasan • akalpa: barang indah, hiasan • akar: akar • akara: wujud, rupa • akasa: langit, angkasa • akèh: banyak • akep: dekap; • ngakep: memeluk, mendekap • aki: kakek • akik: batu permata • aking: kurus kering • akral: hebat, kuat • akram: berkilauan, bercahaya • aksa: mata, penglihatan • aksama: ampunan, memaafkan; • pangaksama: ampunan • aksamala: tasbih, tanda kesucian • aksara: abjad, huruf • aksatriya: kesatria • aksi: 1 mata, penglihatan; 2 tindakan • aku: aku, saya; • ngaku: mengakui • akum: rendam, terendam • akur: rukun, cocok, sesuai • akwan: menyuruh, memerintahkan • akwayan: kawan, teman • akyan: mata, penglihatan • almanak: almanak, takwin • ala: jelek, buruk; • alan-alan: segala hal yang buruk • alab: tergenang air; • ngalab: mengambil; • ngalab berkah: mengambil/ mencari berkah; • ngalab nyaur: hutang dan membayar hutang • alad: nyalad, nyala api; • ngalad-alad: menyala-nyala • alah: kalah; • alah déné: walaupun begitu; • alah nganggur: daripada tidak bekerja; • alah ora: daripada tidak; • alah silih: daripada menukar; • ngalah: mengalah • alang: halangan, rintangan; • alangan: halangan, rintangan; • ngalang: melintang, malang; • alang ujur: malang mujur, malang melintang • alang-alang: jenis rumput, ilalang • alangen: bersenang-senang • alap-alap: burung sejenis bangau • alas: hutan; • alas greng: hutan belantara; • alas gung liwang-liwung: hutan belantara • alasan, alesan: alasan, dalih • alawan: melawan • aldaka: gunung, bukit • alem: puji; • aleman: suka dipuji • alembana: pujian • aleng: remak • alep: indah, bagus • aleran: alir, aliran • ali: biasa, sudah sering; • ali-ali: cincin • alih: pindah; • malih: berubah • matahari terbit dari arah jimat, pusaka • aling: tirai, pembatas; • aling-aling: pembatas, penutup; • aling-alingan: bersembunyi • matahari terbit dari arah 1 saluran; 2 versi, faham • alis: alis mata; • alis-alis: tanda yang menyerupai kening • alit: kecil, mungil • aliwawar: topan, angin ribut • alon: pelan, tenang; • alon-alon: pelan-pelan • alpa: cacat, cela • alpaprana: huruf biasa • alpita: cacat, cela • alu: antan, alat penumbuk padi • alub: direbus, dimasak • aluk: remak, lebih baik • alum: layu • alun: ombak besar, gelombang • alun-alun: 1 alun-alun, lapangan besar depan/belakang kraton/kabupaten; 2 pelan-pelan • alung: lebih baik, lumayan • alup: melolong, meraung • alur: alur, silsilah; • alur waris: hubungan persaudaraan • alus: halus • aluwung: lebih baik • ama: hama, penyakit tanaman • amah: sangat marah, suka makan • aman: aman, selamat • amang: diacu • amara: dewa, Tuhan • amarah: amarah • amarga: sebab, karena; • amargi: sebab, karena • amba: 1 lebar; 2 hamba; 3 saya • diambah: dijamah, dilalui; • ngambah: melalui, melewati • ambak: meskipun demikian • ambal: 1 berulang kali; 2 permadani; • ambal-ambalan: berkali-kali; • ambal warsa: ulang tahun • amban: lamban, pelan • ambar: wangi, semerbak; • ambarukma: semerbak harum mewangi • ambara: udara, angkasa • diambat: ditarik, dipegang telinga • ambaudhendha nyakrawati: adil bijaksana dalam memerintah dunia • ambawang: jenis buah mangga • ambawani: memulai • ambek: hati, perasaan; • ambek adil paramarta: penuh dengan rasa adil dan bijaksana; • ambek darma: dermawan; • ambek pati: berani mati; • ambek siya: menyia-nyiakan, suka menganiaya; • ambek sura: pemberani, sombong; • ambek wani: pemberani, pahlawan; • ambek welas: pemurah, belas kasihan • amben: 1 ikat, pengikat perut untuk bayi; 2 tiap, setiap • ambengan: nasi kenduri; • ambeng-ambeng: duduk melingkari nasi kenduri • ambèr: meluap, tertumpah airnya • ambet: bau • ambetan: durian • ambles: ambles, tenggelam dalam tanah • ambo: digelar, dibentangkan • amboja: menjamu makanan; • amboja krama: pesta makan-makan • ambra: membesar, merajalela • ambrah: diratakan supaya tempatnya penuh • ambral: admiral, jendral • ambrastha: memberantas • ambrih: agar, supaya • ambrik: wangi, semerbak • ambring: sunyi, senyap • ambruk: ambruk, runtuh • ambrung: suara menggelegar • ambu: bau; • mambu: berbau • ambung: cium; • ngambung: mencium • ambur: hambur, tabur • ambus: mencium untuk bau-bauan • ambuwaha: mendung, awan • ambyah: ada di mana-mana; • ngambyah-ambyah: tidak ringkas, terlalu melebar persoalannya • amerga: karena, sebab • amèt: mengambil, mencari; • amèt ati: mengambil hati • amlas asih: berbelas kasih • amogasidi, amogasakti: sakti sekali • amoh: rusak, robek • among: mengasuh, memelihara; • among dagang: menjaga dagangan, berjualan; • among hyun: menjaga cita-cita, meraih idaman; • among karsa: menjaga gagasan, idealisme; • among kisma: menjaga rumah, menunggu; • among praja: pegawai pemerintahan; • among raga: olah raga; • among slira: menjaga diri, berdandan; • among tani: bertani, bercocok tanam; • among tuwuh: bercocok tanam • amor: bergaul, bercampur • amot: memuat, mengandung • ampad: rata; • ampadan: daun tembakau yang bawah • ampah: tahan, cegah • ampak-ampak: kabut • ampal: tawon, lebah • ampang: ringan • ampar: sambar; • amparan: dampar, tempat duduk raja • ampas: 1 ampas, sisa; 2 sayur (bukan kuah) • ampeg: berat • ampeh: ditahan • ampèh: tidak terlalu tajam menurun/meninggi • ampèk: hingga, sampai • ampel: jejal, sesak • amperu: empedu • ampet: ditahan; • ngampet: menahan • ampik-ampik: dinding penutup yang terletak di bubungan rumah • ampil: selir; • ngampil, nyuwun ngampil: meminjam • amping: tirai; • nyamping: kain • ampir: mampir, singgah • ampu: menghina, memaksa • ampuh: hebat, manjur; • ampuhan: 1 andalan; 2 prahara • amput: berbeda jauh • amrat: berat, muat • amreta: air kehidupan • amrik: wangi, semerbak • amril: ampelas, kertas penghalus • amud: mengulum, mengunyah • amung: hanya, cuma • amur: salin rupa • ana: ada • anak: anak, putra; • anak angkat: anak pungut; • anak bojo: anak istri, keluarga; • anak haram: anak yang lahir akibat perselingkuhan; • anak mas: anak yang terkasih; • anak pupon: anak pungut; • anak putu: anak cucu • anala: api • anam: anyam, ditata rapi; • nganam: menganyam • anana: mulut, lesan • anang: kasmaran, jatuh cinta • ananta: bermacam-macam; • ananta kusuma: bunga berwarna-warni • anapi: tetapi, namun • anapun: adapun • anarawata: selalu, senantiasa • ancak: menyerang, menyerbu • ancal: bunga talas • ancala: gunung, bukit • ancang: ancang-ancang, membuat jarak lompat • ancar: menohok • ancara: menyambut, ucapan selamat • ancas: tujuan, maksud; • ngancas: memintas jalan • anceng: menyediakan, menjamin • ancer: kira-kira, dugaan; • ancer-ancer: patokan • ancik: naik, tumpang; • ancik-ancik: menginjak • anco: cangkul kecil • andaka: banteng • andakara: matahari, surya • andam: pakis, pohon paku • andamar: sebagai pelita • andana warih: darah biru, bangsawan • andanu: 1 panah; 2 mendung; 3 kerbau • andaru: wahyu, kebahagiaan • andasih: mengabdi • andel-andel: andalan, pusaka; • ngandel: percaya, yakin; • diandelaké: dipercaya • ander: penuh, meluap • anderpati: pemberani • andèwi: nama tumbuh-tumbuhan • andhah: rendah, bawah; • andhahan: bawahan, anak buah • andhan-andhan: ikal mayang (rambut) • andhang: sandaran, tempat bergantung • andhap: rendah, bawah; • andhapan: 1 bawahan, rendahan; 2 babi hutan; • andhap asor: rendah hati, sopan santun • andhar: uraian, penjelasan • andhé: umpama, misal • andheg: henti; • mandheg: berhenti • andhèk ngendi: ada di mana; • andhèkane: padahal hanya begitu • andheman: lekukan di dada binatang • andhéné: padahal cuma begitu • andheng-andheng: tahi lalat • andhèr: meluber, meluap • andhesthi: mengerjakan, membuat • andhih: bergeser, dikalahkan • andhingané: kemarin, yang lalu • andhong: dokar, kereta kuda • andhuk: handuk • andik: mata melotot, penglihatan tajam • andika: 1 berkata; 2 anda; • jengandika: anda; matahari terbit dari arah ngandika: berkata • andon: olah, laku; • andon asmara: bermain cinta; • andon gawé: berbagi kerja; • andon laku: melakukan perjalanan; • andon lulut: bermain cinta; • andon nyerèt: menghisap ganja; • andon tuwa: menikmati hari tua; • andon-andon: sering kunjung • andong: andung, nama tumbuhan • andrawina: jamuan, hidangan • andrepati: tak takut mati, nekad • andu: sumur • andulur: mengiring, berderet-deret • andum: bagi, membagi; • andum gawé: berbagi kerja; • andum laku: berpisah untuk meneruskan perjalanan; • andum slamet: saling mendoakan selamat • anduta: mengutus duta • anéka: bermacam-macam, beraneka; • anéka rasa: bermacam-macam rasa; • anéka rupa: bermacam-macam rupa; • anéka warna: bermacam-macam warna • anem: enam • anèm: muda, taruna • anèng: berada di • angeb: berteduh • angen-angen: pikiran, gagasan • angga: badan • angga-angga: laba-laba • anggada: gelang • anggah, anggeh: tepat, kokoh • anggakara: berani, pahlawan • anggal: tidak penuh, kurang berisi • anggana: 1 perempuan; 2 sendiri; • anggana raras: sangat cantik, indah • anggang-anggang: labah-labah air • angganjar: memberi ganjaran • anggar: pusaka, sejenis pedang • anggara: hari Selasa; • Anggara Kasih: Selasa Kliwon • anggarbini: hamil, mengandung • anggé: memakai, menggunakan; • panggènan: tempat tinggal; • anggé-anggé: pakaian, busana • anggeng: langgeng, tetap • anggep: anggap, menganggap • angger: setiap, kalau; • angger-angger: pedoman, undang-undang, peraturan • anggèr: panggilan untuk anak • anggi-anggi: rempah-rempah • anggit: gagasan, pikiran; • nganggit: mengarang • angglang: tampak jelas, nyata • angglong: menyurut, surut • anggo: pakai, guna; • nganggo: memakai; • anggon: pakaian, busana • anggota: anggota, peserta • anggotong: menggotong, membawa secara bersama-sama • anggrah-anggrah: berserakan, barang tak berguna • anggrèk: nama bunga, jenis kembang • angguk: mengangguk, tunduk • anggung: selalu, senantiasa • anggur: 1 menganggur; 2 buah anggur • anggya: pakai, memakai • angi: mengipasi nasi panas • angik: melepas biji padi dari tangkainya dengan digilas • angin: udara yang bergerak; • angin darat: angin yang berasal dari daratan; • angin laut: angin yang berasal dari lautan; • angin-anginan: tidak punya pendirian • anging: tetapi, namun • angka: angka; • angkawijaya: nama tokoh wayang (Abimanyu) • angkah: cita-cita, gagasan • angkalan: halangan • angkara: jahat, tamak; • angkara murka: kejahatan yang berkobar • angkat: angkat, junjung • angker: keramat, wingit; • angker kepati-pati: sangat angker • angkil: uang perjanjian, uang kontrak • angkin: ikat pinggang • angklah: terasa sakit, nyeri • angkuh: sombong, angkuh • angkus: udara, langit, angkasa • anglaksa: melepasi • anglek: 1 sedih sekali, 2 manis sekali • anglep: elok, indah, molek • angling: bersabda, berkata; • angling darma: sabda yang baik • anglir: seperti, mirip • anglo: anglo, dapur yang dibuat dari tanah liat yang bahan bakarnya dari arang • anglocita: mengutarakan isi hati • anglung: pucuk daun muda • anglur selur: berjalan terus, hilir mudik tiada henti • angok: surut, berkurang, susut; • angok-angok: melihat-lihat • angon: menggembala, menjaga ternak; • angon ulat: memperhatikan tingkah orang lain • angrèh: menyuruh, memerintah • angrem: mengeram • angsa: loba, tamak, ambisius; • ngangsa: ambisius • angsab: sebanding, sepadan • angsah: asah; • angsah jurit: perang • angsaka: 1 musuh; 2 bunga angsoka • angsal: mendapat, memperoleh; • angsal-angsal: oleh-oleh • angsana: bunga angsana; • angsana singa: dampar, tampat duduk raja • angsang: ingsang • angsar: khasiat benda keramat yang dapat mendatangkan nasib mujur • angsoka: bunga angsoka • angsring: sering, kerap kali • angsu: mencari, mengambil; • ngangsu kawruh: mencari ilmu pengetahuan • angsung: memberi • angsup: berlindung, berteduh • angsur: terengah-engah; • ngangsur: mengangsur • angus: 1 hangus, terbakar; 2 arang • anguswa: mencium • ani-ani: mengetam, panen • aniaya: aniaya, kejam • anih: malas, tak suka bekerja • anik, anikna: tetapi, akan tetapi • anila: angin, udara • anindha: kebaikan, kebajikan • anindita: sempurna, paripurna • anindya: cantik jelita; • anindyaguna: kecantikan yang berguna; • anindyamantri: patih, wakil; • anindyawati: tercantik di dunia • aning, aningna: tetapi, namun • anis: pergi, hilang • anitya: tidak langgeng, tidak kekal • anja: berhasil, sukses, tercapai • anjaba: kecuali, di samping itu • anjali: menyembah, berbakti • anjana: 1 gajah; 2 muda; 3 berbakti; • anjani: 1 berbakti; 2 mudi • anjang-anjang: sandaran untuk penguat tumbuhan • anjap: para-para • anjasmara: pandai bercinta, pintar • anjaya: jaya, menang • anji: jera, kapok, bosan • anjrah: semerbak, meliputi, merasuk ke berbagai tempat • anjrak: terus bertempat tinggal • anjum: berjabat, mencium; • anjum asta: berjabat tangan; • anjum tangan: berjabat tangan • anjun: tukang membuat gerabah, bahan dari tanah liat • anol: ikut, mengikuti, menurut • anom: muda, taruna; • anoman: nama tokoh wayang • anon: melihat, mengetahui • anor raga: sopan, santun • anrang: menyerbu, menyerang • anta: 1 lebih; 2 terakhir; • antaboga: nama toko wayang, naga penjaga bumi; • antakara: matahari; • antakusuma: matahari terbit dari arah berbagai macam bunga; 2 kutang yang membuat bisa terbang tanpa sayap (milik Gathutkaca, pewayangan); • antapura: istana, kerajaan; • antareja: nama tokoh wayang yang bisa masuk ke dalam bumi; • antasura: ular; • antawacana: dialog, percakapan • antah: tawar; • antah berantah: antah berantah, sekedar sebut • antaka: 1 meninggal dunia, wafat; 2 mayat • antanu: tinta • antar: panjang, lebar; • antariksa: angkasa, dirgantara; • antarlina: musnah, hilang • antara: antara, jarak • antelu: telur • antem: hantam, pukul; • antem krama: pukul rata, ngawur • anteng: tenang, tidak banyak tingkah • anthuk: angguk, tanda setuju; • manthuk: mengangguk • anti: 1 tunggu, menanti; 2 lawan • antiga: telur • ngantih: memintal benang; • prawan ngantih: perawan memintal • antihanta, antiyanta: lebih, sangat • anting: tas, keranjang rotan; • anting-anting: anting-anting; • antingan: anting-anting • antrah: perbuatan, tingkah laku • antrakusuma: 1 berbagai macam bunga; 2 nama kutang milik Gathutkaca (wayang) • antru: sangga, disangga; • ngantru: menyangga • antu: tunggu, menanti • antuk: mendapat; • mantuk: pulang, kembali; • ngantuk: mengantuk • antya, antyanta: sangat berlebihan; • antya-basa: bahasa yang berlebihan • anubawa: pahala, anugerah; • anugraha: anugerah, karunia; • anukara: menyamai; • anukarta: 1 menurut, ikut; 2 mengarang, menggubah; • anumata: ijin, kerelaan; • anumerta: almarhum; • anuraga: sopan, tata krama; • anusasana: perintah, tugas; • anuswara: suara hidung, sengau • anung: terpuji, terpilih • anunga: kuasa, utama • anut: menurut, ikut; • manut: menurut • anyam: mengayam; • anyama: muda, taruna • anyang: menawar harga; • anyang-anyengen: 1 ragu-ragu; 2 sakit kandung kemih • anyar: baru • anyawar: nama tumbuhan • anyeb: dingin, sejuk • anyeng: dihela, ditarik • anyep: dingin, sejuk, tawar; • anyep njekut: dingin sekali • anyer: berdiri tak sopan • anyes: dingin sekali, sangat sejuk; • anyles: dingin sekali • apa: apa; • apa-apa: 1 sesuatu hal; 2 kayu apa-apa • apadgata: seketika • apah: air • apajeng: songsong, payung • apak, apang: akan, hendak • apaka: kabut • apal: hafal, terekam di pikiran • apan: sebab, karena; • apan-apan: palang garu, bagian dari bajak • apapa: aniaya, dzalim • aparan: apa, bagaimana • apariminta: lebih, kelebihan, kebaikan • apekan: mendung, mega • apel: buah apel • apèl: apel, berbaris • api: 1 pura-pura; 2 jenis awalan; • apirowang: pura-pura menjadi kawan; • apitambuh: pura-pura tidak kenal; • apituwin: lagi pula, dan lagi • apik: baik, bagus, indah, molek • apitara: gelar • apyu: api • apyun: opium • aplala: terlebih-lebih • apsara: dewa • apsari, apsekar: bidadari • apti: maksud, cita-cita; • kapti: cita-cita • apu: kapur lunak yang dikunyah bersama sirih • apura: maaf, ampun; • pangapura: ampunan; • apunten: maaf, ampun; • pangapunten: 1 ampunan; 2 tidak tahu menahu; • punten dalem sewu: maaf tidak mengerti • apuran: selokan, saluran air • apus: bohong, tipu, muslihat; • apus krama: kebohongan, tipu daya • apuwa, apruwa: mari, silahkan, ayo • ara-ara: padang ilalang, gurun • arah: arah, tujuan; • arah-arah: hati-hati; • arahan: arahan, petunjuk, saran • arak: 1 arak, minuman keras; 2 mau; • arak-arakan: konvoi, pawai; • ngarak: beranak-pinak, berkembang biak • aran: nama, sebutan • arang: jarang; • arang kadhing: jarang sekali; • jati ngarang: padat sekali; • ngarang: mengarang, berkarya • aras: 1 pipi; 2 cium; • aras-arasen: malas-malasan; • aras kembang: terkasih, tersayang • arca: arca, patung; • arcapada: dunia, jagat semesta • arcana: hormat; • mangharcana: menghormati • arda: nafsu, serakah; • ardacandra: bulan tanggal muda; • ardana: harta, uang; • ardani: harta, uang; • ardawalépa: kurang ajar, bedebah, ditanya malah balik bertanya; • ardawalika: naga, peralatan untuk upacara • ardaya: hati, nurani • ardhana: ingin, bermaksud; • ardhanarèswari: wanita yang dianggap memiliki praba yang bis menurunkan raja-raja • ardi: gunung, bukit; • arditi: gunung, bukit • are: satuan luas tanah; • hekto are: hektar, satuan luas tanah • areng: arang, hangus; • areng watu: arang batu • arep: mau, akan, hendak; • ngarep: depan; • ngarep-arep: berharap • arga: gunung, bukit • argya: hormat, mulia, menghargai • ari: 1 adik; 2 hari; 3 matahari; • ari-ari: ari-ari, ketuban; • ariaya, ariyaya: hari raya; • aribawana: nama kahyangan; • ariwara: berita harian; • ariwarti: surat kabar harian • arik: kacau-balau, porak-poranda • arima, arimong: harimau • arina: 1 kijang; 2 siang • aring: senang, lahab; • aring-aring: jarang-jarang • aris: laras, serasi; • arista: laras, serasi • arja: makmur, selamat; • arjan: keramaian; • arjana: maksud, gagasan; • arjasa: campuran timah; • arjaya: makmur; • arjwa: utama, baik • arju: sepakat, setuju • arjuna: 1 air; 2 putih cemerlang; 3 penengah pandawa; • arjuni: 1 air; 2 lembu • arka: matahari, surga; • arkamaya: sinar, cahaya, praba • arkara: menyala • arnawa: laut, samudra • arohara: huru-hara, geger, keributan • arok: 1 campur; 2 tempuh, menempuh • aron: mentah, setengah matang • arsa: karsa, kehendak; • arsaya, arsana: senang, gembira; • arsi: karsa, kehendak, kemauan, akan • arta: arta, uang, duit, harta; • artaka: uang, bendahara; • artati: manis, gula; • artawan: orang berharta, kaya • arti: makna, maksud; • artos: arti, makna, maksud • artikel: tulisan untuk majalah atau koran • arubiru: haru-biru, prahara; • aruhara: huru-hara, geger, keributan • aruh: sapa, tegur, tanya • arum: harum, wangi • aruman: tembuni • aruna: matahari, Sang Surya • arungan: kerja sama • arus: 1 amis, anyir, busuk; 2 aliran air • arutala: rembulan • arya: gelar bangsawan, ningrat • asa: 1 tujuan, cita-cita; 2 susah, sedih • asab: tidak malu, tebal muka • asah: 1 asah, mengasah; 2 mencuci, membasuh; • asah-asah: bersih-bersih, mencuci, membasuh • asal: asal; • asal-usul: asal-usul, asal mula • asana: tempat duduk, kursi, tahta • asari, asantun: ingin cepat selesai, lekas purna • asasta: selamat, sejahtera • ascarya: heran, terkejut • asdhrah: pekerjaan, perbuatan • asep: tuah • asih: kasih, sayang, suka • asin: asin • asir: mencium • asiran: durian • askara: sinar, cahaya • asli: asli, murni, tulen • aslup: masuk • asmara: cinta, asmara; • asmaradahana, asmaradana, asmarandana: tembang asmaradana; • asmaranala: pesona, terpesona; • asmaralaya: surga matahari terbit dari arah asmu: semu • asnapun: beda-beda • asor: rendah, hina • asrah: pasrah, menyerah, takhluk; • asrah bongkokan: menyerah total • asrama: asrama, tempat tinggal • asri: indah, elok, permai • asru: keras, tegang, cepat • asta: tangan; • jawat asta: bersalaman; • tapak asta: tanda tangan • astama: bahagia, suka ria • astana: 1 istana; 2 kuburan • astha: delapan; • asthabrata: delapan ajaran kebajikan; • asthagina: delapan kegunaan • asthi: gajah; • asti: gajah • astra: senjata, panah; • astra lungiyan: berumah tangga, suami istri; • astrawara: panah • astu: 1 sungguh; 2 memuji; • astungkara: memuji, berdoa; • astuti: memuji, berdoa, terpuji • asuh, asoh: berhenti, mengasuh, merawat • asuma: prihatin • asukaya: penghasilan, pendapatan • asung: memberi, mempersembahkan • asura: raksasa • aswa: 1 kapal, 2 kuda; • aswatama: kuda yang utama • aswana: tempat • aswi: marah sekali, geram • atahiktri: kebajikan, nilai • akatara: cahaya, sinar • atanapi: kemudian, dan • atanaya: berputra, beranak • atas: atas, terang; • atas angin: benua Asia, daerah asal angin • atbuta: besar, raksasa • até: mau, akan • ater: luka, nanah; • ater-ater: imbuhan; • ater banyu: memberi air; • ngateri: memberi, mengantarkan • athung: minta, tangan menengadah; • athung-athung: selalu mengemis • ati: hati, perasaan; • ngati-ati: hati-hati; • atibagya: suka, bahagia; • atibara: sangat berat; • atibisana: buas; • atidaya: malah, bahkan; • atiharsa: sangat bahagia; • atimoha: congkak, sombong; • atindriya: kepribadian; • atirodra: dahsyat, hebat; • atisaya: sangat, lebih; • atisomya: elok, cantik; • atiwéga: sangat cepat • atita: berhenti, berlalu • atiti: bertamu, berkunjung • atika: yaitu, yakni • atiyanta: kebal, perkasa • atiyasa: terlebih • atma: jiwa, ruh; • atmaja: anak, putra; • atmaka: nyawa • atos: keras, kenyal • atur: kata, mengatur • atut: rukun; • atut runtut: rukun, mesra • atyanta: sangat, kuat • atyasa: kebal, kuat • matahari terbit dari arah langit, angkasa; • awang-uwung: angkasa, langit • awar-awar: pohon awar-awar • awas: awas, waspada • awat: pandang, lihat; • ngawat-awati: mengawasi, menjaga • awé: lambai; • ngawé-awé: melambaikan tangan • awèh: memberi • awer-awer: tanda, simbol • awi: ayo, silakan; • awicarita: pandai bercerita • awig: pandai, ahli, sarjana; • awignya: pintar, trampil, banyak pengetahuan • awin: bawa, pegang • awit: sebab, karena; • ngawiti: memulai • awiyat: langit, angkasa • awon: buruk, jelek; • awon-awon: meskipun jelek • awor: bercampur, berkumpul; • aworjiwa: bercinta; • aworsih: bercinta • awra: tersiar ke mana-mana • awud, awut: kacau-balau, berserakan; • awut-awutan: tidak karuan, kacau balau • awuh: bersuara, berteriak • awya: jangan, larangan • aya: serba sulit, dilematis • ayah: 1 ayah; 2 kerja; • ayahan: pekerjaan, tugas • ayak: saring, saringan • ayam: ayam; • ayam alas: ayam hutan • ayaskara: batu bintang • ayem: tenang, tentram • ayer: mandor, orang yang mengawasi orang lain bekerja • ayo: ayo, mari, silakan • ayom: ayom, teduh, terlindungi; • pengayoman: perlindungan • ayu: 1 cantik, jelita, molek; 2 selamat; • hayu: selamat • rahayu: selamat, sejahtera; aman, sehat B • babad: 1 matahari terbit dari arah sejarah; 2 membabat • babah: terserah; • dibabahi: dimulai pelan-pelan; • babahan: 1 permulaan; 2 lubang; • babahan hawa sanga: sembilan lubang pada tubuh manusia (dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, mulut, anus dan kelamin) • babanten: korban • babar: 1 beber, urai; 2 lahir, melahirkan; • babaran: melahirkan; • babarji: tidak sama sekali; • babar pisan, babar blas: tidak sama sekali • babasan: peribahasa • babo: kata-kata tantangan • babrag: puber; • babragan: dipan besar • babrak: 1 tambah lebar; 2 menular ke mana-mana • babu: pengasuh, pembantu • babut: permadani, karpet; • kasur babut: kasur yang empuk • bacira: tanah lapang • badal: wakil, ganti • badan: 1 tubuh, raga; 2 lembaga; • badan alus: badan halus, jiwa; • matahari terbit dari arah bersifat badan • badha: sama, seimbang • badhama: golok, parang • badhar: terbongkar, ketahuan • badhaya: bedaya, matahari terbit dari arah • badhik: keris kecil • badhong: mahkota • badhut: pelawak • badra: 1 bahagia, budi; 2 bulan • baga: rahim, kandungan • bagas: sehat, kuat; • bagaskara: matahari; • bagas waras: sehat, kuat; • bagaspati: matahari • bagawan: resi, pendita • bagé: selamat, salam; • atur pambagé: ucapan sambutan • bagel: lempar, tendang • bagong: nama wayang punakawan; • bagongan: jenis bahasa di Kraton Yogyakarta • bagowong: gerhana total • bagus: tampan, ganteng, baik • bagya: bahagia, suka • baha: sungai, kali • bahak: perampok, penjahat • bahan: bahan, asal • bahar: laut, samudra • baharu: baru, sedang • bahas: bahas, runding • bahasa: bahasa • bahni: api; • bahning: api • baita: perahu, kapal • bajag: perampok, pembajak • bajang: kerdil, kecil; • bajang kèrèk: jenis belalang kecil; • bajang ratu: gapura belah dua • bajing: tupai; • bajing loncat: tupai loncat; • bajingan: penjahat, kurang ajar • bajo: perampok, pembajak; • bajobarat: pasukan raksasa yang jahat • bajra: halilintar, guntur, petir • bajug: nakal, kurang ajar • bajul: buaya; • dibajul: digoda; • mbajul: menggoda wanita; • bajul pethak: buaya putih • bak: bak, tempat air; • mbak, mbak ayu: kakak perempuan • bakal: bibit, akan; • cikal bakal: awal mula, pemula • baksya: banyak akal, kreatif • bakta: bawa • bakti: bakti, patuh • baku: baku, pokok; • baku karang: pemilik pekarangan, lahan; • baku omah: berumah tangga; • baku tembak: saling menembak • bakuh: kuat, gagah, perkasa • bakul: penjual, pedagang • bakung: bunga bakung • bal: bola; • bal-balan: sepak bola • bala: teman, pengikut; • baladewa: 1 nama tokoh wayang raja Mandura; 2 daun pohon randu; • baladika: komandan, kepala pasukan; • baladupak: anak buah; • balakosawa: pasukan darat; • balakrama: para priyayi; • balakuswa: pakaian; • balapecah: barang pecah-belah; • bala srèwu: jenis ilmu kadigjayan, ajian • balabag: papan, jenis tembang • balabak: jenis tembang • balabar: banjir, menggenang • balad: kerja bakti, gotong royong, gugur gunung • balak: tolak, tampik • balap: pacu, lomba • balawan: kokoh, sentosa • balé: balai, rumah; • balé désa: balai desa; • balé kambang: rumah di tengah kolam; • balé omah: rumah tangga; • balé pomahan: perumahan • baléla: memberontak, membangkang • baleman: bale apa, nyala api • balik: kembali, sebaliknya • balila: mogok, berontak • balitar: tembaga • balo: mentah, belum matang • baloh: alat mencari ikan • balung: tulang; • balung pisah: persaudaraan yang telah tercerai-berai • balwana: akar • bam: gigi geraham • bamata: gajah • bamba: bara • bamban: dimulai lagi, diulang • bambang: satria, jejaka • bambet: bambu • bambon: rumah madat • bambu: bambu, nama pohon • ban: ban • bana: 1 panah; 2 hutan; • bebana: permintaan, permohonan; • bana rawa: sawah rendah • banar: luas, lapang, lebar • banata: perahu, baita • banawi: sungai, bengawan • bancak: tempat nasi; • bancakan: kenduri • bancana: bencana, halangan • bancang: dua pekerjaan dilaksanakan sekaligus • bancar: lancar • banda: ikat, borgol; • bandakala: pemberani, pilih tanding; • bandawasa: kuat, perkasa, kekuatan; • bandawora: nama kalung; • bandayuda: perang, tempur • bandana: tali, halangan • bandar: pelabuhan laut • bandara: 1 majikan; 2 gelar bangsawan • bandéra: bendera • bandha: harta, kekayaan; • bandha bandhu: kaya harta dan banyak teman; • bandha bau: modal tenaga; • bandha béya: ongkos hidup • bandhan: berkoalisi, bersekutu • bandhang: cepat, besar; • banjir bandhang: banjir besar • bandhawa: saudara • bandhem: melempar dengan batu atau benda yang cukup besar; • bandhem po: capung • bandhit: penjahat, perampok, durhaka • bandhol: nakal • bandhosa: keranda, peti mayat • bandhu: saudara, teman kerabat • bandhul: ayunan • bandhung: 1 besar; 2 menandingi • bandhusa: keranda, peti mati • bandreng: berkelanjutan, terus-menerus • bandring: bandil • bané: suara, bunyi • banèh: lain, beda • abang: merah; • ngebang: adzan • bangah: jenis bunga • bangal: tak mau dinasehati • bangala: bertunas, bertaruk • bangawan: bengawan, sungai besar • bangga: memberontak, melawan, membangkang • banget: sangat, amat, terlalu • banggèl: membalik, kembali dengan cepat • banggi: beaya, ongkos • bangir: hidung mancung • bangka: 1 mati, meninggal, 2 setengah matang • bangkang: membangkang, memberontak, melawan • bangké: bangkai, jenazah, mayat • bangsa: bangsa, golongan; • bangsawan: 1 bangsawan, ningrat, berdarah biru; 2 negarawan • bangsal: ruangan, tempat, gedung • bangsat: ungkapan marah, makian • bangun: 1 membangun, memperbaiki; 2 berdiri; 3 terjaga; • bangunan: rumah, gedung, pesanggrahan, dsb.

• bani: keturunan, trah • banija: pedagang, saudagar • baning: kura-kura • banjang: ke lautan untuk mencari ikan • banjar: deret, jajar; • banjaran: urut-urutan, kronologis • banjel: distansi, sementara • banjeng: kelihatan barisan panjang bergandengan • banjir: banjir, air bah; • banjir bandang: banjir besar; • banjir getih: banjir darah, perang, kerusuhan • banjur: lanjut, terus; • kebanjur: terlanjur • banon: bata, batu merah • bantal: alas kepala • bantala: tanah, bumi • bantaran: jeram • bantas: nyaring, merdu • banten: kurban, tumbal • banthak: kokoh, kuat • banthan: berpangkalan • banthèng: banteng; • banthèng ketaton: banteng terluka • banting: banting, lempar • bantu: bantu • banu: air • banyak: angsa; • banyak angrem: nama rasi bintang; • banyak dhalang: perlengkapan upacara yang berupa angsa tiruan • banyar: jenis ikan • banyol: lucu, lawak • banyon: air untuk mengjerang gigi • banyu: air; • banyu gégé: air mantra; • banyu landa: air sada; • banyu mili: suguhannya mengalir terus bermacam-macam; • banyu rasa: air rasa; • banyu tangi: air untuk memandikan anak; • banyu tawa: air tawar, air mentah; • banyu tuli: air untuk obat; • banyu wara: bertapa dengan menghindari air; • banyu windu: air basi; • banyu wulu: air untuk wudhu; • tunggal banyu: saudara seperguruan • bapa: bapak, ayah; • bapa babu: ayah ibu; • bapa biyung: ayah ibu; • bapa paman: paman, adiknya bapak; • bapak: bapak, ayah • bapang: mendepang • bapra: gapura, pintu gerbang • bar: bubar, selesai; • wis bar: sudah selesai; • bar-ji: habis, sekaligus, bubar siji; • bar-ji barbeh, bubar siji bubar kabeh: bubar satu bubar semua, tekad bersatu padu • bara: sabuk, mengadu nasib • barah: kusta • barak: tempat tinggal sementara • barakan: sebaya, seusia • barang: benda; • barang-barang: anak kadal • barat: angin kencang • barata: tapa, laku; • baratayuda: perang tanding keluarga Barata • baratan: matahari terbit dari arah milik bersama • bareng: bersama • barèng: canang • barès: terus terang, terbuka, jujur; • barès kurès: terus terang sekali, jujur • bargawa: panah yang kuat • baribin: 1 gaduh, ramai; 2 penuh air, menggelegak • barih: tambah keras • barikan: bersama-sama • barinan: bersama-sama dengan, serempak • baring: gila, edan • baris: baris, jajar, deret; • baris pendhem: barisan tersembunyi • barkah: berkah, rahmat, doa restu • barkat: berkah, rahmat • baro-baro: bubur putih dengan bubur merah di tengahnya • baron: hal yang baru • barongan: barongsai, singo barong • baros: barus • bartis: jenis bakal baju • baru: baru • baruna: barat, dewa laut, air • barung: bersama, beriringan • barus: jenis kapur pewangi • barya: putri, wanita, perempuan • basa: bahasa; • basagita: kata-kata indah, puisi; • basa krama: bahasa halus; • basa krama inggil: bahasa tinggi; • basa ngoko: bahasa rendah; • basarudita: syair pelipur lara • basah: 1 busuk, bau tak sedap; 2 gelar pahlawan, tanda jasa; 3 basah, berair; • basahan: kain penutup tubuh untuk mandi • basama: janji • basang: memasang, menggunakan, memakai • basanta: bulan, candra • basar: Maha Tahu, Tuhan • basir: bijak bestari • baskara: matahari, surya • basma: hangus, terbakar; • basmara, kabasmaran: cinta, tertarik; • basmi: musnah, basmi; • basmi buta: punah, hilang tak berbekas • basonta: 1 rembulan; 2 nama tembang gedhe • basu: 1 golongan dewa; 2 kera • basuki: selamat, sejahtera • basundara-basundari: tanah, bumi • baswara: bersinar, bercahaya • bata: batu bata; • batako: batu bata yang besar • batal: gagal, tidak matahari terbit dari arah • batang: terka, tebak • bathang: bangkai • bathara: dewa, dewata; • batharagana: mega, mendung; • bathari: dewi, bidadari • bathik: kain batik • bathil: gunting, potong • bathok: tempurung kelapa; • bathok bolu: tempurung kelapa yang kecil • bathon: sekawan, sekutu • batih: anggota keluarga; • batihan/bebatiyan: menggalang persaudaraan • batin: batin, jiwa, ruhani; • batiniah: bersifat batin; • batos: batin; • mbatin: berkata dalam hati • batir: teman, kawan • batu: baterai; • batu kandha: batu undak-undakan • batuk: sakit batuk; • batuk kering, batuk asma: jenis sakit batuk • batur: teman, pelayan; • batur tukon: budak matahari terbit dari arah • bau: bahu; • baudhanyang: rangka rumah; • baudhendha: berhak menghukum, mengadili; • baukapiné: berat sebelah, tidak adil; • bau lawéyan: cacat di pangkal lengan; • baureksa: menguasai, menjaga; • bausastra: kamus; • bausuku: pekerja, kekuatan, tenaga; • bauwéda: segala pengetahuan, ilmu; • baon: sawah ladang yang sedang dikerjakan • baul: batal, urung • baut: pintar, terampil • bawa: 1 kharisma, perbawa; 2 mulai; • bawa laksana: bijaksana; • bawa rasa: berembug, musyawarah • bawah: bawah; • bawahan: takhlukan, jajahan • bawana: dunia, alam raya • bawang: bawang putih • bawat: payung agung • bawéra: luas, terbentang • bawinipun: oleh karena itu • bawur: penglihatan suram • baya: 1 buaya; 2 bahaya • bayan: kabayan, aparat desa bagian penerangan • bayang: tempat tidur; • bayangkara: prajurit pengawal raja/presiden • bayi: bayi, anak • bayu: angin, udara; • bayu bajra: angin bercampur petir, nama ilmu kadigjayan; • bayu putra: putra Sang Angin; • bayu suta: anak Sang Angin • bé: urutan tahun Jawa keenam • bebada: bayi yang menendang-nendang mau lahir • bebana: hadiah, ganjaran, anugrah • bebandan: tawanan, orang yang diikat • bebara: merantau, pergi mengadu nasib • bebasan: peribahasa, perumpamaan • bebed: pakaian yang dilipat pada badan • bebeg: berhenti mengalir karena terbendung • bebeh: malas bekerja • bebel: bebal, keras kepala • bèbèr: bentang, urai matahari terbit dari arah becik: baik, bagus, terhormat • becus: mampu, kuasa, dapat • bedaringan: tempat menyimpan beras • bedhag: berburu, mencari binatang; • bedhag pikat: berburu burung dengan pelekat • bedhah: sobek, robek; • bedhah bumi: menggali tanah • bedhama: senjata, alat perang • bédhang: pacar, kekasih • bedhat: bebas, lepas • bedhati: pedati, kereta yang ditarik sapi • bedhawang: labi-labi • bedhawangan: hantu-hantuan • bedhaya: tari • bedhé: terka, tebak, duga; • bedhèk: terka, tebak • bèdhèngan: pematang, petak • bedhès: 1 jenis kera; 2 umpatan kasar • bedhidhing: musim dingin, keringat sukar keluar • bedhil: bedil, senapan; • bedhil angin: senapan angin • bedhiyang: menghangatkan badan dengan api unggun • bedho: permainan sama, tak ada yang unggul • bedhol: cabut, bongkar; • bedhol desa: pindahan orang sedesa; • bedhol gendéra: maju perang, berangkat bertempur; • bedhol jangkar: membongkar sauh • bédhor: tangkai panah • bedhug: gendang besar, alat bunyi tabuh di masjid • bégal: perampok, penyamun • béganandha: nama sebutan Indrajit • begar: gembira, suka ria • begawan: pendita • begeblug: bencana, musibah • begegeg: berdiri tegap; • begegeg mutho waton: berdiri kaku, ketakutan • begja: beruntung, bernasib baik; • begja kemayangan: untung besar, bahagia berlipat; • begjan: keberuntungan • beja: beruntung • béja: untung, bahagia; • beja kemayangan: untung besar; • bejan-bejan: untung-untungan • bekakak: tumbal, sesaji utnuk kurban • bekakas: perkakas, benda, alat • bekasakan: jenis hantu, lelembut • bekel: bekel, pamong desa, pembantu pendheta • beksa: joget, tari; • beksan: jogetan, tarian • bekta: bawa; • bektan: barang bawaan, oleh-oleh • bekti: bakti • béla: bela, juang; • béla pati: membela kematian orang lain; • béla sungkawa: melayat, berduka cita; • béla tampa: ikut menerima • belah: belah, pecah; • belah banten: baju belah dada; • belah kedaton: gigi renggang • belang: loreng, coreng; • belang buntal: coreng-moreng, rupa tak karuan • belèh: sembelih, potong • belèk: 1 retas, sembelih; 2 tembelek, tahi ayam • beluk: 1 panggil, memanggil; 2 jenis hama padi • benang: benang; • benang kelos: jenis benang yang sudah di plintir; • benang mas: benang berwarna emas • benawi: bengawan, sungai besar • béncak: garu yang tidak ditarik lembu, sapi • bèncèng: penceng, miring; • matahari terbit dari arah cèwèng: hal ikhwal, seluk beluk • bencil: tipu muslihat • bendana: tabiat buruk • bendara: tuan, gelar kebangsawanan • bendéra: bendera • bendha: kluwih, buah kluwih • bendhé: gong kecil • bendhéga: teman melarikan diri • bendho: pisau besar • bendhosa: keranda, peti mayat • bendhuk: celeng • bèndi: dokar, pedati • béndra: terkagum-kagum, bersenang-senang • bendu: hukuman, kutukan • bendung: bendung, cegah • béné: biar saja, baru saja • bènèh: mengerti, tahu, pintar • bener: benar, betul, tepat • bening: bening, bersih • bénjing: besok, nanti, kelak • bénjo: bengkak, membesar • bentar: panas • bentayangan: melayang-layang, ke sana ke mari • benthak: luas, lapang • benthang: mencari jalan pintas, menerobos • bentheng: sabuk • benthik: jenis mainan anak tradisional • benthong: kayu pemukul dalam permainan benthik • bentil: kecil, bakal buah yang masih kecil • benting: sabuk • bencah: membelah, mengupas • bèr: penuh, kaya • bèr budi bawa leksana: penuh kearifan dan kebijaksanaan • bérag: tuntas, mumpuni, menguasai • berah: buruh, budak, pelayan • berak: rumah penyaringan orang sakit • bérak: buang air besar; • berak-berèk: berteriak-teriak • bérama: indah, mengagumkan • bérang: parang besar, pisau yang tebal dan besar • beras: beras, kupasan padi; • beras kencur: jenis minuman beras tumbuk halus dicampur kencur; • beras kuning: beras berwarna kuning; • beras melik: beras hitam • berat: berat, sulit • bérat: dibersihkan, dihilangkan • bérawa: gagah perkasa, menakutkan • bercak: bercak-bercak, noda • berci: kain yang halus agak temerawang • bercuh: campur baur, jorok • berduwin: anggur asli • béré: terlantur-lantur • berem: lunak dalamnya • bèrèng: jenis penyakit kulit • bèrès: beres, selesai • bergada: satuan pasukan • bergagah: bersikap gagah, perwira • bergandang: menarik, menggelandang • bergas: sehat, tangkas matahari terbit dari arah beri: burung garuda • bèri: jenis gong • berik: menyeruduk dengan tanduk • berit: jenis tikus • beritan: bagian belakang • berkah: berkat, rahma, anugrah • berkakas: perkakas • berkasakan: hantu, lelembut • berkat: berkah • bèrlin: besi putih seperti perak • berod: meronta, mengeluh • bersat: kacau, berceceran • bersih: bersih, baik; • bersihan: tempat menyimpan barang matahari terbit dari arah • bersih désa: upacara selamatan bersih desa • beruh: entah, tidak tahu • beruk: 1 tempurung untuk takaran; 2 sejenis kera • besa: tari-tari • besaja: sederhana, bersahaja • besalèn: bengkel, tukang besi • besan: tari-tarian, jogetan • bésan: besan, orang tua menantu • besaos: sederhana, bersahaja • besar: 1 besar, raya, agung, unggul; 2 nama bulan Jawa ke-12; • besaran: 1 pohon murbei; 2 hari raya idul kurban (bulan Besar) • bèsèk: jenis wadah yang terbuat dari anyaman bambu • besem: bakar • besi: 1 besi; 2 pohon besi • besik: membersihkan rumput, menyiangi • beskap: jenis pakaian • beslit: piagam, surat keputusan • besmi: basmi, bakar, musnah • besta: borgol, ikat • bestru: jenis pohon • bestu: sudah pasti, tentu, nyata • bésuk: 1 besok, nanti; 2 bersih, rapi; • bésuk-bésuk: nanti-nanti, suatu saat; • bésuk manèh: besok lagi • besung: tak bersedia, tak sanggup • besur: keras kepala, tekad • besura: bosan, jenuh • besus: suka dandan, selalu rapi • besusu: mengkuwang • besut: halus, rapi • bet: logo di saku • beta: bawa • betah: tahan, betah • betamal: nyata, bukti • betèk: bekas tapak kaki • bètèng: benteng • bethara-bethari: dewa-dewi • bethat: bersisir • beton: 1 biji buah nangka, biji kluwih; 2 struktur bangunan dengan rangka semen, pasir, besi dan bebatuan • betutu: ingkung ayam • betuwah: pusaka, azimat • bewah: menyumbang, membantu • béya: beaya, ongkos • bibi: bibi, istri paman • bibis: 1 jenis tanaman; 2 jenis hewan anjing • bibisan: jenis tumbuhan • bibisana: bijaksana • bibit: benih, bibit • bicara: wicara, bicara; • bicanten: berbicara, berkata • bidhawa: triwikrama • bidho: jenis burung elang • bidhung: matahari terbit dari arah, sik • bijaksana: bijaksana, arif • bijig: menanduk, menyeruduk • bijil: buta sebelah mata • biksa: hukum • biksama: paksa • biksma: kopiah • biksu: pertapa • biku: biksu, pendita • bikut: sibuk, repot • bilahi, bilai: celaka, halangan • bilawani: melawan, memusuhi • biler: tidur • bilih: bila, apabila • bilulung: saling mencari pertolongan • bima: 1 nama wayang pandawa; 2 seram, dahsyat; • bima sekti: jenis gugusan bintang; • bimana: congkak, sombong; • bimantra: puja mantra • bimata: bijaksana • bimba: arca, matahari terbit dari arah, lukisan • bina: bangun, indah • bincil: 1 ramai; 2 anak katak • bindi: gada, alat pemukul; matahari terbit dari arah bindiwala: jenis tombak • bingar: berseri-seri, suka cita • binggel: gelang kaki • bingkas: selesai, rampung • bingung: bingung, pikiran goyah matahari terbit dari arah bini: istri • bintang: bintang • binting: benteng, pagar pelindung • bintit: balut, kain penutup yang diikat • bintu: biru, nila • bintulu: poleng, ceplok • birahi: gejolak asmara • birama: indah, berirama • birat: musnah, hilang • birawa: dahsyat, mengagumkan • biring: jenis tombak • biru: biru, nila • bisa: bisa • bisala: lebar matahari terbit dari arah bisana: susah, gundah • bisatya: amat, sangat • biséka: penobatan, penghormatan, gelar • bisik: nama, gelar, julukan; matahari terbit dari arah bisikan: penanaman, julukan, sebutan • bisit: bisa, dapat, boleh • bisu: bisu, tidak dapat bicara • bisuwa: sesaji • bita: takut, kuatir, cemas • bithi: tonjok, tinju, pukul • biting: tusuk lidi • biwada: hormat, mulia • biwara: laporan, berita, kabar • biya: beaya, ongkos, upah • biyada: abdi perempuan di kerajaan, pelayan perempuan • dibiyak: dibuka • biyang: ibu, induk • biyasa: biasa • biyèn: dahulu, lampau, silam • biyet: lebat sekali buahnya • biyung: ibu, induk • blaba: pemurah, dermawan, suka membantu • blabak: papan kayu • blabar: gelanggang, tempat, medan; • blabar kawat: tempat bertanding, medan laga • blacan: jenis harimau • blaka: terus terang; • blaka suta: terus terang, jujur • blalak-blalak: mata yang lincah • blandar: tiang penyangga atap; • blandaran: pacuan, perlombaan, permainan • blandhong: tukang menebang kayu • blarak: daun kelapa • blarat: pergi cepat-cepat, keluar lari • blathok: beliung • blawu: kelabu kebiruan • bledhèg: halilintar, petir, guruh, guntur matahari terbit dari arah bledug: 1 debu, asap; 2 anak gajah • bleketépé: dinding dari anyaman daun kelapa • bleketupuk: jenis burung • blekok: jenis burung bangau • bléncong: lampu untuk pergelaran wayang • bleret: redup • bléro: tidak nyaring • blibar: manggis muda • bligo: jenis buah labu • bligon: keturunan dari dua jenis yang berbeda • blilu: bebal, bodoh • blimbing: buah belimbing; • blimbing wuluh: buah blimbing yang rasanya kecut • blinger: tersesat, keliru • blondhot: ingkar janji, tidak tertib • blonyo: alas, usap; • lara blonyo: patung tiruan pengantin • blonyoh: labur, ulas • blorok: bulu ayam yang berwarna hitam dan putih • bludru: jenis kain • blumbang: empang, kolam • bobokan: tetabuhan, gamelan • bobol: jebol, bedah • bobot: 1 berat, beban; 2 kualitas; • bobot timbang: persamaan mutu, perbandingan kualitas • bobrok: remuk, hancur, berantakan, rusak • bocah: anak-anak • bocor: bocor, pecah • bodhag: bakul yang besar • bodho: bodoh, tolol, dungu; • cara bodhon: secara gampang, dibikin mudah • bodhol: pecah, bedah, bocor • boga: makanan • bogang: tidak utuh, banyak jarak, jarang-jarang • bogol: tipu muslihat, perdaya, rayuan gombal • bogor: pohon siwalan • boja: suguhan, hidangan, makanan, menu; • boja krama: pesta, bersenang-senang dengan makan-minum; • bojana: pesta, bergembira ria dengan makan minum • bojo: suami istri • (m)bok: ibu; • (m)bok ajeng: panggilan untuk perempuan yang berderajat; • (m)bok ayu, bakyu: kakak perempuan; • (m)bok bèn: biarkan saja; • (m)bok bilih: mungkin, barang kali; • (m)bok bok: mungkin saja, boleh jadi; • (m)bok cilik: bibi, adik perempuan ibu; • (m)bok gedhè: uwa, kakak perempuan ibu; • (m)bok mas: panggilan untuk perempuan yang berderajat rendah; • (m)bok menawa: jikalau, kalau, jika, bila, apabila; • (m)bok nom: istri muda; • (m)boktuwa: istri tua • bokong: pantat • bokor: bokor • bol: bul, tempayan, jenis gerabah • bolong: lubang • bolot: kotoran kulit; • kokot bolot: kotoran pada matahari terbit dari arah, daki • boma: gagah, dahsyat; • bomantara: angkasa, dirgantara • bombang: tirai, penghalang, sekat • bombong: membesarkan hati; • bombong ati: berbesar hati, semangat • bombrong: seadanya, tidak berhias • bonang: bagian dari gamelan • bondhan: menari, berjoget • bonggan: salah sendiri, tak berpikir panjang • bongsor: subur, gemuk, gendut • boros: suka menghabiskan uang, suka belanja • bot: berat, beban; • bot répot: beban hidup, kesulitan • boten: tidak • botrawi: balumbang, air dalam telaga • boya: tidak, jangan • bra: 1 sinar, cahaya; 2 raja • brabadan: berjualan kebutuhan sehari-hari, pedagang kelontong • brabah: matahari terbit dari arah, gegap gempita • brabak: mau menangis, muka merah • brabas: meresap, merembas • brabat: melintas dengan cepat, berjalan lintas • brahala: patung • brahat: hajat, perhelatan, kenduri • brahma: dewa brahma; matahari terbit dari arah brahmacari: calon pendita, brahmana; • brahman: pendita, resi, biksu; • brahmana: pendita, resi, biksu; • brahmani: pendita wanita, resi putri; • brahmarsi: dewa • brahwa: bara api • braja: angin topan, angin ribut; • brajamuka: gajah • brakatha: laron, jenis hewan beterbangan; • brakithi: semut • brama: api, nyala • bramacorah: pencoleng, penjahat • bramantya: marah, semangat, gigih • bramara: lebah, kumbang • brambang: bawang merah • braminta: sedih, gundah • bramita: sedih, gundah • brana: harta, kekayaan • brandhal: perampok, pengacau • branggah: besar, dhasyat • brangsang: gerah, panas • brangta: asmara, cinta • branjangan: jenis burung • branta: asmara, cinta; • branta mara: asmara • branyak: genit, gesit • brasak: kasar, keras • brasat: lari, bebas, lepas • brastha: basmi, berantas • brata: bertapa, semedi, setia; • bratastuti: sembah, penyembahan; • bratawali: jenis tumbuhan yang pahit sekali berguna untuk obat keluarga; • bratayuda: perang keluarga Barata • brati: keturunan itik dan angsa • brawala: berselisih, bertengkar, cekcok • brawuk: mendaku barang milik orang lain • brayan: berumah tangga, suami istri • brayat: keluarga, satu rumah • bregada: regu, satuan pasukan • bregas: sehat, trengginas • brèh: pemurah, suka memberi • brekasakan: jenis makhluk halus • bremana-bremani: pendita, resi, biksu • bremantya: marah, semangat, gigih • bremara: lebah, kumbang • brengga rowa: kaya harta dan saudara • bresih: bersih, tidak ada sampah; • bresihan: tempat menyimpan alat kecantikan; • bresih désa: hajat orang sedesa membersihkan desa dan syukuran • bretya: prajurit, tentara • brèwu: kaya raya, banyak harta • bribin: 1 brisik, gaduh; 2 ramai, menggelegak • bricik: dengki, iri • brintik: rambut keriting • bris: bulu kuda • brokoh: kenduri untuk anak • brongsong: 1 bungkus, tutup; 2 penutup mulut sapi agar tidak bisa makan sewaktu dipakai membajak sawah • brongta: sedih, susah • brosot: keluar, lepas • brubuh: pertempuran dahsyat, perang amuk-amukan • brungut: muncul, timbul, tampak lagi • brunjung: atap joglo yang bagian atas • brutu: anus • bruwet: ruwet, berbelit-belit • bubak: muka, mulai; • bubak kawah: peralatan untuk upacara pengantin • bubar: selesai, rampung; • bubar lahan: sia-sia, mubadzir • bubat: rambut kuda • bubuk: serbuk • bubur: bubur, nasi yang lembut • bubut: 1 cabut, tarik; 2 jenis burung • bucal: buang, lempar • bucik: luka di kulit • buda: matahari terbit dari arah agama Budha; 2 hari Rabu; • buda cemengan: hari Rabu Wage • budaya: budaya, budi daya, buah akal budi, adat • budhal: berangkat pergi • budheg: tuli, pekak • budhug: 1 jenis penyakit kusta; 2 lempar, buang • budhur: bengkak karena keracunan • budi: akal budi; • budi arda: hasrat, nafsu; • budi daya: usaha, upaya, ikhtiar; • budiman: berbudi luhur; • budya: norma, hukum • buhaya: buaya • buja: bahu, tangan; • bujakrama: perjamuan, pesta makan; • bujana: makan-makan, pesta pora • bujaga: ular • bujangga: 1 pujangga, ahli sastra, pengarang ulung; 2 ular • bujanggapuspa: nagasari • bujangkara: gelang • bujel: tumpul, tidak lancip • bujeng: kejar, buru • bujil: kecil terus, tidak dapat tambah besar • bujuk: rayu, tipu muslihat • bujul: bajak, mengolah tanah • bujung: kejar, buru • buka: 1 buka, membuka; 2 makan untuk buka puasa; 3 mengawali gamelan; • bukak: buka, membuka; • bukak klambu: buka kelambu, upacara pada pernikahan; • bukak kunci: uang muka; • bukakundha: mahkota; • bukakundur, bukasari: mahkota; • bukasri: kopiah • bukti: 1 bukti, nyata; 2 makanan • bukung: ekor terpenggal, terpotong • bukur: kerang, siput, bekicot • bul: gerabah, jembangan • bulan: bulan, candra • bulu: jenis pohon; • bulu bekti: upeti, persembahan; • bulu-bulu: jenis jambu • bulus: kura-kura, labi-labi • bumandhala: jagat, bumi, dunia, alam • bumbu: bumbu, rempah-rempah, penyedap • bumbung: matahari terbit dari arah bambu seruas, tabung • bumi: tanah, alam, dunia; • bumintara: negara, kerajaan; • bumitala: dasar bumi, alas tanah • bumpet: mampet, buntu, tidak tembus • matahari terbit dari arah embun, bintik-bintik air • buncang: lempar, hempas • buncis: jenis sayur, buncis • buncit: bontot, bungsu • bunder: bundar, bulat • bundhet: kusut, luyuh • bungah: senang, bahagia, gembira, suka cita • bunggan: salah sendiri, tidak perduli • bungis: moncong babi hutan • bungkuk: bungkuk, mencekung • bungkus: bungkus • bunglon: bunglon, hewan yang bisa berubah-rubah warna kulit • buntala: bumi, tanah, jagat • buntar: 1 alas batang tombak; 2 paling ujung • buntas: selesai, tamat • buntat: belakang • buntel: bungkus, sampul • buntu: buntu, tertutup • buntung: 1 tidak beruntung, rugi; 2 matahari terbit dari arah • buntut: ekor; • buntut urang: rambut di tengkuk, leher belakang • bupati: bupati, penguasa daerah • buri: belakang, nanti • buritan: belakang • buru: kejar, tangkap • buruh: buruh, pegawai, kuli; • buruh sawah: buruh penggarap sawah; • buruh tani: buruh penggarap sawah • busana: pakaian, busana • busu: jun yang tertutup • busuk: 1 bisu, dungu, tuli; 2 orang miskin, jembel, bodoh • busung lapar: sejenis sakit kurang vitamin yang ditimbulkan akibat kelaparan yang berkepanjangan • buta: raksasa • buteng: nafsu, marah • buthek: keruh • butuh: butuh, perlu • matahari terbit dari arah dunia • buwara: mengembara, merantau • buwaya: buaya • buwuh: buwuh, menyumbang • buya: kejar, buru • buyar: cerai-berai, kacau • buyuk: pohon nipah • buyung: tempayan, jambangan • buyut: piut, cicit C • cabar: urung, gagal, kandas, tak berhasil • cablaka: terus terang • cabol: pendek kecil • caca: cacat • cacad: 1 cacat, difabel; 2 cela; • nyacat: mencela • cacah: hitung, jumlah; • cacah-cucah: kacau, berantakan; • cacah eri: jumlah banyaknya ikan; • cacah jiwa: penghitungan jumlah penduduk; • cacah molo: penghitungan jumlah rumah; • cacah sawah: penghitungan luas sawah; • cacah sirah: penghitungan jumlah penduduk • cacakan: alat peracik tembakau • cacala: pemberitahuan, pemberitaan • cacing: cacing, jenis hewan tanah • cadama: rendah, hina • cadhong: 1 terima; 2 minta, mohon; 3 ransum • cagak: tiang, pilar • cahya: cahaya, sinar • caja: cipta, reka • cakar: kaki ayam/burung • cakarwa: jenis burung belibis • cakep: 1 cakap; 2 dekap; 3 syair • caket: dekat, mesra • cakil: 1 nama wayang; 2 lintah • cakot: gigit, kunyah • cakra: roda; • cakrabawa: mengira, menduga; • cakradhara: penguasa daerah, bupati; • cakra manggilingan: roda berputar; • cakrawala: batas angkasa dengan daratan, horizon; • cakrawarti: menguasai dunia; • cakrawati: menguasai dunia • caksana: bijak bestari • caksuh: mata, netra • caksusrawa: ular • cakul: jenis ikan • cakup: mencakup, memuat • cala: pelita, penerang; • calabéka: menjadi penghalang; • cala-culu: seenaknya, semaunya; • calaina: buta, tak bisa melihat; • calawadi: syak wasangka; • cala wenthah: seenaknya, tidak sopan • calathu: bicara • calita: geger, gempar • calon: calon, bakal • caluk: buah asam muda • calung: alat musik sejenis angklung • cam: renungan, pikiran • camah: hina, rendah • camana: bersuci, membersihkan • camara: 1 pohon cemara; 2 sambungan rambut palsu • camari: anjing • cambah: kecambah • camben: obat bius, candu • cambor: aduk, campur • cambuk: cambuk, cemeti, pecut • cambur: aduk, campur • campah: hambar, tawar • campaka: bunga cempaka • campuh: bertempur, berperang • campur: campur, gaul; • campur aduk: bercampur aduk; • campur bawur: bercampur aduk, acak-acakan; • campur sari: jenis musik kolaborasi tradisional dan modern • camra: anjing • cancala: gerak, getar • cancing: trengginas, terampil • cancut: menyingsingkan baju; • cancut taliwanda: bersegera berangkat mengerjakan tugas • canda: syair, puisi • candaka: duta, utusan • candha: marah, geram; • candha birawa: merah yang dahsyat • candhak: pegang, genggam • candhala: tabiat kasar; • candhala gati: kejam, keji, tabiat kasar • candhana: kayu cendana • candhang: menadah, telapak terbuka • candhi: candi, tempat pemujaan; matahari terbit dari arah candhik ala: senjakala, gurat merah di langit senja • candhuk: temu, jumpa • candra, condra: 1 bulan, rembulan; 2 pelukisan, pujian; • candrakanta, condra kanta: warna-warni, bulan • candrama: bulan; • candramawa: kucing yang hitam pekat; • candrasari: bulan; • candrasasi: bulan; • candrasengkala, condra sengkala: 1 tahun yang didasarkan pada peredaran bulan; 2 sengkalan (sandi rahasia) tahun bulan; • candrasa: jenis senjata, pedang • candu: candu, madat • canéla: sandal, alas kaki • cangak: jenis burung bangau • canggah: neneknya nenek • canggal: pohon yang telah mati • canggèh: tangan usil, suka mengusik • cangkah: 1 sandaran kaki; 2 bercabang • cangkang: 1 bungkus buah; 2 kulit telur • cangkèl: keras kepala, kepala batu • cangkem: mulut, lesan • cangket: indah, elok, enak dipandang • cangking: tenteng, jinjing matahari terbit dari arah cangkir: cangkir • cangklèk: jenis gendhing • cangkleng: menunggu lama • cangkrama: bercengkerama • cangkrang: 1 jenis cacar air; 2 semut merah • cangkring: jenis pohon • cangkul: cangkul • canik: tipe wajah kecil • canthaka: kurang ajar • canthas: keras, gesit, lincah • canthèl: 1 jenis tanaman palawija; 2 menyangkut • canthik: ujung perahu depan/belakang • canthing: canting, alat untuk membatik • canthol: cantol, gantung, gandul • canthuka: kodok • canthula: kurang ajar, tidak punya sopan santun • cantrik: siswa, santri di padepokan • cantya: mukti, mulia • caos: memberi, persembahan • cap: cap; • cap-capan: tiruan dengan cap, cetakan; • cap dumuk: cap jempol; • cap jempol: cap ibu jari • capa: busur • capah: tumit, kaki, alat jalan • capang: panjang kumis • capar: cambah, akar • caparu: cerana • capeng: bertolak pinggang • capet-capet: lupa-lupa ingat, tahu sedikit • caping: penutup kepala • capit: menjepit, mengapit • caplok: telan, makan; • nyaplok: menelan • capuri: tembok, pagar dari batu • cara: cara.

metode; • cara balèn: jenis gendhing • carak: alat untuk mencuci mulut kuda • caraka: utusan, duta, suruhan, wakil • carakan: bibit, calon, bakal • carana: perhiasan, pemandangan, pengayoman • carang: ranting bambu yang berduri; • carangan: sempalan, tambahan • carat: ujung kendi, ceret; • carat warsa: cleret tahun, petir angin • carek: dekat • carem: bermain cinta • cari: cari, usaha • caring: terang, panas • carita: cerita, kisah; • cariyos: cerita, kisah • carma: kulit, belulang • carmin: cermin, kaca • caru: sesaji, suguhan; • carumuka: musuh • carub: campur; • carub wor: campur baur, satu padu • caruk: ambil; • nyaruk: mengambil • carya: teman, sahabat • caryan: terpesona • cata: hati, perasaan • catar: payung • catha: kreatif, banyak akal • cathak: 1 lalat kuda; 2 seenaknya, semaunya • cathèk: gigit, pagut; • cathèk gawèl: gigit, pagut • cathet: catat matahari terbit dari arah cathil: ambil, jinjing • catho: belum mengerti • cathok: 1 tangkap; 2 sambungan; • cathok cawèl: suka mencela; • cathok pélas: sekali pakai • cathuk: benturan dua benda kecil tapi keras • cathut: cabut, memalsu • cato: luka, babak belur • caton: tempurung yang berlubang • catra: pengayoman, payung • catratra: cakra, payung, songsong • catu: luka, lecet • catur: 1 tutur kata, sabda, bicara, cakap; 2 empat; 3 permainan catur; • catur muka: empat muka, empat wajah; • caturan: pembicaraan, percakapan • cawad: aib, cacat • cawak: suka bicara keras • cawan: cawan, alas gelas • cawang: cabang, bibit • cawar: gagal, kandas • cawèl: gigit, pagut • caweni: kain mori warna putih • cawet: cawat, celana dalam • cawil: gigit, pagut • cawiri: ukiran sulur-suluran • cawis: sedia, siap • cawu: catur wulan, empat bulanan • cawuh: berulang-ulang, campur-baur • cawuk: menciduk • caya: 1 cahaya, perangai; 2 pelindung, pengayom; • caya murcaya: penghormatan • cebak: bersenggukan menangis • cebelèh: kurang cerah • ceblaka: terus terang, jujur • cébol: kerdil, kecil pendek; • cébol kepalang: tidak kecil dan tidak besar • cébong: berudu, anak katak • cebuk: hama tanaman kacang • cebur: masuk ke dalam air • cecak: cicak • cecaya: cahaya, sinar • cécébucé: babak belur; • cécémuwé: sendau gurau • ceced: cacad, cela • cècèg: sesuai, serasi • cecek: sesuai • cècèkan: mudah dijalani • cecel: hancur, remuk • cecep: sedot, hisap • cècèr: cecer, berjatuhan • cécok: bertengkar, konflik • céda: cela, cacat • cedhak: dekat, mesra • cegah: cegah, hindar • cegat: hadang • cegèh: sesak nafas • cégoh: lahap, rakus • cegot: potong, putus, patah • ceguk: reguk, minum air • cegur: mencebur, masuk dalam air • cekak: pendek, singkat; • cekak aos: padat berisi • cekap: cukup, selesai, rampung matahari terbit dari arah cékas: memberi wasiat, pesan • cekel: pegang, jabat, kendali; • cekel gawé: mempunyai pekerjaan • cékoh: meludah; • cékoh régoh: lahap • cela: cela, cacat • celari: sutra celari • celak: 1 dekat; 2 penebal alis • celaka: celaka, musibah, halangan • celathu: omong, bicara, berkata • celeb: celub, benam • celek: dekat, rapat • cèlèng: babi hutan • cemani: hitam legam • cemara: 1 pohon cemara; 2 rambut palsu • cembuk: babi • cemburu: cemburu, curiga • cemèk: anak kambing • cemeng: 1 hitam; 2 perasa, gampang menangis • cemer: cemar, kotor, rusuh • cemera: anjing • cemet: tarik, seret • cemethi: cemeti, senjata • cemirik: anak anjing • cemok: sentuh, pegang, senggol • cemol: ambil, sentuh • cempa: pendek, singkat • cempaka: bunga cempaka • cempala: pemukul kotak untuk wayang • cempaluk: buah asam muda • cempé: anak kambing, gibas kecil • cempèd: pipih, gepeng • cempedhak: cempedak, sejenis nangka • cèmpèh: bakul kecil bundar wadah nasi • cempluk: 1 buncit, gendut, bundar; 2 wadah • cemplung: cebur, benam • cempol: sabut kelapa • cempuri: pagar tembok • cempurit: tangkai wayang • cempurung: anyaman bambu untuk menutup jenazah • cemung: kaleng • cemuru: kijang • cencang: ikat, belenggu • cencem: rendam, benam • cendeng: sanak saudara, famili • cendhak: pendek, singkat; • cendhak umur: cepat mati, pendek umur • cendhala: jahat, kejam • cendhana: cendana, gaharu • cendhani: bambu kecil; • cendhani raras: balai tempat istirahat • cendhèk: pendek • cendhéla: jendela • céndhol: cendol • cené: cela, cacat, aib • cenéla: alas kaki, sandal • ceneng: sejenis bokor • cènèng: kaitan, hubungan • cenggama, cenggami: takut, kuatir • cènggèr: hiasan pada kepala ayam • cengkah: berbeda, berlawanan • cengkal: kayu penyangga • cengkalangan: kayu pembalut roda (pedati) • cengkang: ukuran selebar ibu jari dan jari telunjuk yang dibentang • cengkar: 1 cerai-berai, pisah; 2 makar; 3 tanah gersang • cengkaruk: bunga pohon randu • cengkèh: cengkeh • cengkir: degan muda, buah kelapa yang masih sangat muda • cengkok: tempat merajang tembakau • céngkok: gaya • cengkorongan: rancangan • centhang: memanggul, mengangkat, memikul • cénthang: memberi tanda • centhé: saron, jenis gamelan • cènthèl: cantel, bergantung • centhèng: suara melengking • centhuka: katak, kodok • centhula: semaunya, tidak sopan • centhung: cabang rambut • cepak: 1 dekat, hampir, nyaris; 2 sedia; • cepak rejeki: mudah mencari rizki • cepaka: bunga cempaka • cepaplak: terbentang, terbaring • cepedhak: matahari terbit dari arah buah nangka • cepeng: tangkap, pegang • cepet: cepat, lekas • cepuri: tembok, pagar batu • cerak: dekat • cerdik: pandai, cermat • céré: 1 asli, tulus; 2 kecoa; • céré gancèt: jenis rumah tradisional • ceret: tanda baca dalam huruf Jawa • cerma: kulit, belulang • cermin: cermin, kaca, pengilon • cèt bang: peluru api • cetha: jelas, terang • cethak: lanjut • cèthèk: dangkal • cethèn: cambuk, cemeti, pecut • cèthi: pembantu wanita • cethik: menyalakan, menghidupkan • cething: bakul yang kecil, tumbu, tempat nasi • cétho: buta, tak bisa melihat • cibuk: gayung, alat berenang • cidra: kianat, bohong, tipu • cihna: tanda, lambang • cikal: sisa parutan kelapa; • cikal bakal: pelopor, perintis • cikar: gerobak, pedati • cikrak: keranjang sampah, alat mengambil sampah • cikrukan: bungkuk, merunduk, tua bangka • cilaka: celaka, malang • cili guthi: kecil • cilik: kecil • cilum: menyelam • cimplik: lampu kecil, pelita • cincin: cincin, perhiasan jari • cindhé: cindai, kain pengikat pinggang perempuan • cindhil: anak tikus • cintaka: pemikiran, angan-angan • cintantya: cantik, indah • cinthaka: bilahi, azab • cintra: cela, celaka • cintraka: celaka, musibah • cintya: indah, cantik • cipta: cipta, buat; • cipta ripta: ciptaan, buatan • cirak: jenis permainan anak tradisional • ciri: 1 ciri-ciri, identitas; 2 cela; • ciri wanci: hal mengenai keburukan, titik celanya • cis: tombak kecil • cita: cita-cita • cithak: cetak • citho: buta, tak melihat • citra: 1 citra; 2 gambar, tulisan, lukisan; • citrakara: tukang lukis; matahari terbit dari arah citraléka: lukisan, gambaran • ciyu: minuman keras • ciyut: sempit, kecil, rapat • clunthang: jenis gending • coba: coba; • cobi: coba, permisi • cobèk: cobek, alat untuk menggilas sambal dan bumbu • cocak: burung cucak; • cocak rawa: burung cucak rawa • cocok: sesuai • cocoméyo: tidak memahami tata krama • codaka: cundaka, utusan • codhot: jenis binatang pemakan buah • codya: cacat, cela • cohung: burung merak • cokèkan: jenis seni tradisional • coklat: 1 warna coklat; 2 jenis buah • colong: curi, maling; • colong jupuk: hal ambil mengambil, pencurian • condré: jenis keris, senjata • congat: menjorok, muncul • conggah: mampu, sanggup • congkrah: berselisih, bersitegang • congkrang: sesak, kurang panjang • conglok: juru sandi, pengintai • congok: penyerta, pengiring, perantara; • dicongok: dilubang dan diberi tali kekang pada hidung sapi dan kerbau agar bisa dikendalikan • conthang: dicuntang, dicentang • conthèng: centang • conthok: lengan baju (keprabon) yang besar • conthong: 1 mulut; 2 wadah berbentuk kerucut • conti: dihalang-halangi • conto: contoh, teladan, misal • copot: copot, lepas, tanggal • cora: penjahat, pencuri, orang jahil • corah: sela, renggang, senggang • corak: corak, gaya, model • cora-pracoré: orang jahat, durhaka • coré: penjahat, orang hina, berperilaku buruk • corèk: coret, gores • coro: kecoa, coro • cotha: berkain separu untuk sabuk • cothé: sisip, sarung • cotho: buntung, tak beruntung, tidak kebagian • cowèk: cobek • cowong: pucat, lesu • crah: cerai, berkelahi • craki: penjual bahan jamu, pedagang bahan obat; • crakèn: bahan jamu, bahan obat-obatan • crancang: tampar, tali • crigan: wadah keris di pinggang • cripu: alas kaki, sandal • crita: cerita; • criyos: kata, cerita • criwis: banyak bicara, cerewet • cubung: kecubung, jenis bunga • cucah: menjemukan, membosankan • cucak: jenis burung; • cucak rawa: burung cucakrawa • cucal: kulit, belulang • cuci: cuci, membersihkan • cucud: lucu, humor, jenaka • cucuh: 1 caci; 2 bertempur • cucuk: paruh; • cucuk besi: 1 jenis burung; 2 catut yang besar; • cucuk dhandhang: alat untuk membelah batu, kayu • cucul: 1 melepas; 2 membayar • cucup: hisap, sedot • cucur: 1 jenis kue; 2 burung kedasih • cudaka: duta, utusan • cugar: gagal, batal • cuget: cepat marah, putus asa; • cugetan: mudah putus asa, kecil hati • cukil: cukil, jungkil; • cukit dulit: anak tiga laki-laki semua • cukup: cukup, terpenuhi • cukur: cukur, pangkas rambut • cula: jorok, buruk • culik: 1 diambil sebelum matang; 2 culik, curi • culika: licik • culub: masuk ke dalam air • cumanthaka: lancang, sok berani • cumbana: bercinta • cumbu: 1 mengoceh; 2 cumbu rayu • cumi: cuma, hanya, semata-mata • cumleng: sakit kepala • cumpèn: terbatas • cumpet: tutup, sumbat • cumpi: terbatas, tertentu • cumpleng: memekakkan telinga • cundaka: utusan, suruhan • cundha: ujung, hilir; • cundhamani: panah api • cundhang: kalah • cundhit: alat untuk mencari ikan • cundhuk: cocok, setuju, ketemu; • cundhuk laris: pelaris, memotong harga; • cundhuk mentul: perhiasan untuk pengantin • cundrik: keris kecil • cunéya: perahu, kapal kecil • cungkup: rumah nisan di kuburan • cunthang: jenis takaran beras • cunthel: putus, patah • cupak: tampar, pukul, tendang • cupar: lancang, campur tangan • cupet: pendek, kurang panjang; • cupet ati: mudah marah; • cupet budi: tidak mau mengejar nilai-nilai kebajikan; • cupet lelakon: cita-citanya tidak tercapai; • cupet nalar: pendek akal, kecil hati; • cupet pengandel: tidak mudah percaya • cuplak: 1 cabut; 2 penyakit kulit • cupu: cupu, kotak • curak: tahi telinga • curang: licik, culas • curiga: keris, pusaka • curing: sabit, pisau • curma: sirna, hancur • curnita: lebur, hancur • curung: setandan pisang, serangkai pisang • curut: jenis tikus • cuthak: punggawa, wedana • cuwa: kecewa, menyesal • cabar: urung, gagal, kandas, tak berhasil • cablaka: terus terang • cabol: pendek kecil • caca: cacat • cacad: 1 cacat, difabel; 2 cela; • nyacat: mencela • cacah: hitung, jumlah; • cacah-cucah: kacau, berantakan; • cacah eri: jumlah banyaknya ikan; • cacah jiwa: penghitungan jumlah penduduk; • cacah molo: penghitungan jumlah rumah; • cacah sawah: penghitungan luas sawah; • cacah sirah: penghitungan jumlah penduduk • cacakan: alat peracik tembakau • cacala: pemberitahuan, pemberitaan • cacing: cacing, jenis hewan tanah • cadama: rendah, hina • cadhong: 1 terima; 2 minta, mohon; 3 ransum • cagak: tiang, pilar • cahya: cahaya, sinar • caja: cipta, reka • cakar: kaki ayam/burung • cakarwa: jenis burung belibis • cakep: 1 cakap; 2 dekap; 3 syair • caket: dekat, mesra • cakil: 1 nama wayang; 2 lintah • cakot: gigit, kunyah • cakra: roda; • cakrabawa: mengira, menduga; • cakradhara: penguasa daerah, bupati; • cakra manggilingan: roda berputar; • cakrawala: batas angkasa dengan daratan, horizon; • cakrawarti: menguasai dunia; • cakrawati: menguasai dunia • caksana: bijak bestari • caksuh: mata, netra • caksusrawa: ular • cakul: jenis ikan • cakup: mencakup, memuat • cala: pelita, penerang; • calabéka: menjadi penghalang; • cala-culu: seenaknya, semaunya; • calaina: buta, tak bisa melihat; • calawadi: syak wasangka; • cala wenthah: seenaknya, tidak sopan • calathu: bicara • calita: geger, gempar • calon: calon, bakal • caluk: buah asam muda • calung: alat musik sejenis angklung • cam: renungan, pikiran • camah: hina, rendah • camana: bersuci, membersihkan • camara: 1 pohon cemara; 2 sambungan rambut palsu • camari: anjing • cambah: kecambah • camben: obat bius, candu • cambor: aduk, campur • cambuk: cambuk, cemeti, pecut • cambur: aduk, campur • campah: hambar, tawar • campaka: bunga cempaka • campuh: bertempur, berperang • campur: campur, gaul; • campur aduk: bercampur aduk; • campur bawur: bercampur aduk, acak-acakan; • campur sari: jenis musik kolaborasi tradisional dan modern • camra: anjing • cancala: gerak, getar • cancing: trengginas, terampil • cancut: menyingsingkan baju; • cancut taliwanda: bersegera berangkat mengerjakan tugas • canda: syair, puisi • candaka: duta, utusan • candha: marah, geram; • candha birawa: merah yang dahsyat • candhak: pegang, genggam • candhala: tabiat kasar; • candhala gati: kejam, keji, tabiat kasar • candhana: kayu cendana • candhang: menadah, telapak terbuka • candhi: candi, tempat pemujaan; • candhik ala: senjakala, gurat merah di langit senja • candhuk: temu, jumpa • candra: 1 bulan; 2 pelukisan, pujian; • candrama: bulan; • candramawa: kucing yang hitam pekat; • candrasari: bulan; • candrasasi: bulan; • candrasengkala: tahun yang didasarkan pada peredaran bulan; • candrasa: jenis senjata, pedang • candu: candu, madat • canéla: sandal, alas kaki • cangak: jenis burung bangau • canggah: neneknya nenek • canggal: pohon yang telah mati • canggèh: tangan usil, suka mengusik • cangkah: 1 sandaran kaki; 2 bercabang • cangkang: 1 bungkus buah; 2 kulit telur • cangkèl: keras kepala, kepala batu • cangkem: mulut, lesan • cangket: indah, elok, enak dipandang • cangking: tenteng, jinjing • cangkir: cangkir • cangklèk: jenis gendhing • cangkleng: menunggu lama • cangkrama: bercengkerama • cangkrang: 1 jenis cacar air; 2 semut merah • cangkring: jenis pohon • cangkul: cangkul • canik: tipe wajah kecil • canthaka: kurang ajar • canthas: keras, gesit, lincah • canthèl: 1 jenis tanaman palawija; 2 menyangkut • canthik: ujung perahu depan/belakang • canthing: canting, alat untuk membatik • canthol: cantol, gantung, gandul • canthuka: kodok • canthula: kurang ajar, tidak punya sopan santun • cantrik: siswa, santri di padepokan • cantya: mukti, mulia • caos: memberi, persembahan • cap: cap; • cap-capan: tiruan dengan cap, cetakan; • cap dumuk: cap jempol; • cap jempol: cap ibu jari • capa: busur • capah: tumit, kaki, alat jalan • capang: panjang kumis • capar: cambah, akar • caparu: cerana • capeng: bertolak pinggang • capet-capet: lupa-lupa ingat, tahu sedikit • caping: penutup kepala • capit: menjepit, mengapit • caplok: telan, makan; • nyaplok: menelan • capuri: tembok, pagar dari batu • cara: cara.

metode; • cara balèn: jenis gendhing • carak: alat untuk mencuci mulut kuda • caraka: utusan, duta, suruhan, wakil • carakan: bibit, calon, bakal • carana: perhiasan, pemandangan, pengayoman • carang: ranting bambu yang berduri; • carangan: sempalan, tambahan • carat: ujung kendi, ceret; • carat warsa: cleret tahun, petir angin • carek: matahari terbit dari arah • carem: bermain cinta • cari: cari, usaha • caring: terang, panas • carita: cerita, kisah; • cariyos: cerita, kisah • carma: kulit, belulang • carmin: cermin, kaca • caru: sesaji, suguhan; • carumuka: musuh • carub: campur; • carub wor: campur baur, satu padu matahari terbit dari arah caruk: ambil; • nyaruk: mengambil • carya: teman, sahabat • caryan: terpesona • cata: hati, perasaan • catar: payung • catha: kreatif, banyak akal • cathak: 1 lalat kuda; 2 seenaknya, semaunya • cathèk: gigit, pagut; • cathèk gawèl: gigit, pagut • cathet: catat • cathil: ambil, jinjing • catho: belum mengerti • cathok: 1 tangkap; 2 sambungan; • cathok cawèl: suka mencela; • cathok pélas: sekali pakai • cathuk: benturan dua benda kecil tapi keras • cathut: cabut, memalsu • matahari terbit dari arah luka, babak belur • caton: tempurung yang berlubang • catra: pengayoman, payung • catratra: cakra, payung, songsong • catu: luka, lecet • catur: 1 tutur kata, sabda, bicara, cakap; 2 empat; 3 permainan catur; • catur muka: empat muka, empat wajah; • caturan: pembicaraan, percakapan • cawad: aib, cacat • cawak: suka bicara keras • cawan: cawan, alas gelas • cawang: cabang, bibit • cawar: gagal, kandas • cawèl: gigit, pagut • caweni: kain mori warna putih • cawet: cawat, celana dalam • cawil: gigit, pagut • cawiri: ukiran sulur-suluran • cawis: sedia, siap • cawu: catur wulan, empat bulanan • cawuh: berulang-ulang, campur-baur • cawuk: menciduk • caya: 1 cahaya, perangai; 2 pelindung, pengayom; • caya murcaya: penghormatan • cebak: bersenggukan menangis • cebelèh: kurang cerah • ceblaka: terus terang, jujur • cébol: kerdil, kecil pendek; • cébol kepalang: tidak kecil dan tidak besar • cébong: berudu, anak katak • cebuk: hama tanaman kacang • cebur: masuk ke dalam air • cecak: cicak • cecaya: cahaya, sinar • cécébucé: babak belur; • cécémuwé: sendau gurau • ceced: cacad, cela • cècèg: sesuai, serasi • cecek: sesuai • cècèkan: mudah dijalani • cecel: hancur, remuk • cecep: sedot, hisap • cècèr: cecer, berjatuhan • cécok: bertengkar, konflik • céda: cela, cacat • cedhak: dekat, mesra • cegah: cegah, hindar • cegat: hadang • cegèh: sesak nafas • cégoh: lahap, rakus • cegot: potong, putus, patah • ceguk: reguk, minum air • cegur: mencebur, masuk dalam air • cekak: pendek, singkat; • cekak aos: padat berisi • cekap: cukup, selesai, rampung • cékas: memberi wasiat, pesan • cekel: pegang, jabat, kendali; • cekel gawé: mempunyai pekerjaan • cékoh: meludah; • cékoh régoh: lahap • cela: cela, cacat • celari: sutra celari • celak: 1 dekat; 2 penebal alis • celaka: celaka, musibah, halangan • celathu: omong, bicara, berkata • celeb: celub, benam • celek: dekat, rapat • cèlèng: babi hutan • cemani: hitam legam • matahari terbit dari arah 1 pohon cemara; 2 rambut palsu • cembuk: babi • cemburu: cemburu, curiga • cemèk: anak kambing • cemeng: 1 hitam; 2 perasa, gampang menangis • cemer: cemar, kotor, rusuh • cemera: anjing • cemet: tarik, seret • cemethi: cemeti, senjata • cemirik: anak anjing • cemok: sentuh, pegang, senggol • cemol: ambil, sentuh • cempa: pendek, singkat • cempaka: bunga cempaka • cempala: pemukul kotak untuk wayang • cempaluk: buah asam muda • cempé: anak kambing, gibas kecil • cempèd: pipih, gepeng • cempedhak: cempedak, sejenis nangka • cèmpèh: bakul kecil bundar wadah nasi • cempluk: 1 buncit, gendut, bundar; 2 wadah • cemplung: cebur, benam • cempol: sabut kelapa • cempuri: pagar tembok • cempurit: tangkai wayang • cempurung: anyaman bambu untuk menutup jenazah • cemung: kaleng • cemuru: kijang • cencang: ikat, belenggu • cencem: rendam, benam • cendeng: sanak saudara, famili • cendhak: pendek, singkat; • cendhak umur: cepat mati, pendek matahari terbit dari arah • cendhala: jahat, kejam • cendhana: cendana, gaharu • cendhani: bambu kecil; • cendhani raras: balai tempat istirahat • cendhèk: pendek • cendhéla: jendela • céndhol: cendol • cené: cela, cacat, aib • cenéla: alas kaki, sandal • ceneng: sejenis bokor • cènèng: kaitan, hubungan • cenggama, cenggami: takut, kuatir • cènggèr: hiasan pada kepala ayam • cengkah: berbeda, berlawanan • cengkal: kayu penyangga • cengkalangan: kayu pembalut roda (pedati) • cengkang: ukuran selebar ibu jari dan jari telunjuk yang dibentang • cengkar: 1 cerai-berai, matahari terbit dari arah 2 makar; 3 tanah gersang • cengkaruk: bunga pohon randu • cengkèh: cengkeh • cengkir: degan muda, buah kelapa yang masih sangat muda • cengkok: tempat merajang tembakau • céngkok: gaya • cengkorongan: rancangan • centhang: memanggul, mengangkat, memikul • cénthang: memberi tanda • centhé: saron, jenis gamelan • cènthèl: cantel, bergantung • centhèng: suara melengking • centhuka: katak, kodok • centhula: semaunya, tidak sopan • centhung: cabang rambut • cepak: 1 dekat, hampir, nyaris; 2 sedia; • cepak rejeki: mudah mencari rizki • cepaka: bunga cempaka • cepaplak: terbentang, terbaring • cepedhak: sejenis buah nangka • cepeng: tangkap, pegang • cepet: cepat, lekas • cepuri: tembok, pagar batu • cerak: dekat • cerdik: pandai, cermat • céré: 1 asli, tulus; 2 kecoa; • céré gancèt: jenis rumah tradisional • ceret: tanda baca dalam huruf Jawa • cerma: kulit, belulang • cermin: cermin, kaca, pengilon • cèt bang: peluru api • cetha: jelas, terang • cethak: lanjut • cèthèk: dangkal • cethèn: cambuk, cemeti, pecut • cèthi: pembantu wanita • cethik: menyalakan, menghidupkan • cething: bakul yang kecil, tumbu, tempat nasi • cétho: buta, tak bisa melihat • cibuk: gayung, alat berenang • cidra: kianat, bohong, tipu • cihna: tanda, lambang • cikal: sisa parutan kelapa; • cikal bakal: pelopor, perintis • cikar: gerobak, pedati • cikrak: keranjang sampah, alat mengambil sampah • cikrukan: bungkuk, merunduk, tua bangka • cilaka: celaka, malang • cili guthi: kecil • cilik: kecil • cilum: menyelam • cimplik: lampu kecil, pelita • cincin: cincin, perhiasan jari • cindhé: cindai, kain pengikat pinggang perempuan • cindhil: anak tikus • cintaka: pemikiran, angan-angan • cintantya: cantik, indah • cinthaka: bilahi, azab • cintra: cela, celaka • cintraka: celaka, musibah • cintya: indah, cantik • cipta: cipta, buat; • cipta ripta: ciptaan, buatan • cirak: jenis permainan anak tradisional • ciri: 1 ciri-ciri, identitas; 2 cela; • ciri wanci: hal mengenai keburukan, titik celanya • cis: tombak kecil • cita: cita-cita • cithak: cetak • citho: buta, tak melihat • citra: 1 citra; 2 gambar, tulisan, lukisan; • citrakara: tukang lukis; • citraléka: lukisan, gambaran • ciyu: minuman keras • ciyut: sempit, kecil, rapat • clunthang: jenis gending • coba: coba; • cobi: coba, permisi • cobèk: cobek, alat untuk menggilas sambal dan bumbu • cocak: burung cucak; • cocak rawa: burung cucak rawa • cocok: sesuai • cocoméyo: tidak memahami tata krama • codaka: cundaka, utusan • codhot: jenis binatang pemakan buah • codya: cacat, cela • cohung: burung merak • cokèkan: jenis seni tradisional • coklat: 1 warna coklat; 2 jenis buah • colong: curi, maling; • colong jupuk: hal ambil mengambil, pencurian • condré: jenis keris, senjata • congat: menjorok, muncul • conggah: mampu, sanggup • congkrah: berselisih, bersitegang • congkrang: sesak, kurang panjang • conglok: juru sandi, pengintai • congok: penyerta, pengiring, perantara; • dicongok: dilubang dan diberi tali kekang pada hidung sapi dan kerbau agar bisa dikendalikan • conthang: dicuntang, dicentang • conthèng: centang • conthok: lengan baju (keprabon) yang besar • conthong: 1 mulut; 2 wadah berbentuk kerucut • conti: dihalang-halangi • conto: contoh, teladan, misal • copot: copot, lepas, tanggal • cora: penjahat, pencuri, orang jahil • corah: sela, renggang, senggang • corak: corak, gaya, model • cora-pracoré: orang jahat, durhaka • coré: penjahat, orang hina, berperilaku buruk • corèk: coret, gores • coro: kecoa, coro • cotha: berkain separu untuk sabuk • cothé: sisip, sarung • cotho: buntung, tak beruntung, tidak kebagian • cowèk: cobek • cowong: pucat, lesu • crah: cerai, berkelahi • craki: penjual bahan jamu, pedagang bahan obat; • crakèn: bahan jamu, bahan obat-obatan • crancang: tampar, tali • crigan: wadah keris di pinggang • cripu: alas kaki, sandal • crita: cerita; • criyos: kata, cerita • criwis: banyak bicara, cerewet • cubung: kecubung, jenis bunga • cucah: menjemukan, membosankan • cucak: jenis burung; • cucak rawa: burung cucakrawa • cucal: kulit, belulang • cuci: cuci, membersihkan • cucud: lucu, humor, jenaka • cucuh: 1 caci; 2 bertempur • cucuk: paruh; • cucuk besi: 1 jenis burung; 2 matahari terbit dari arah yang besar; • cucuk dhandhang: alat untuk membelah batu, kayu • cucul: 1 melepas; 2 membayar • cucup: hisap, sedot • cucur: 1 jenis kue; 2 burung kedasih • cudaka: duta, utusan • cugar: gagal, batal • cuget: cepat marah, putus asa; • cugetan: mudah putus asa, kecil hati • cukil: cukil, jungkil; • cukit dulit: anak tiga laki-laki semua • cukup: cukup, terpenuhi • cukur: cukur, pangkas rambut • cula: jorok, buruk • culik: 1 diambil sebelum matang; 2 culik, curi • culika: licik • culub: masuk ke dalam air • cumanthaka: lancang, sok berani • cumbana: bercinta • cumbu: 1 mengoceh; 2 cumbu rayu • cumi: cuma, hanya, semata-mata • cumleng: sakit kepala • cumpèn: terbatas • cumpet: matahari terbit dari arah, sumbat • cumpi: terbatas, tertentu • cumpleng: memekakkan telinga • cundaka: utusan, suruhan • cundha: ujung, hilir; • cundhamani: panah api • cundhang: kalah • cundhit: alat untuk mencari ikan • cundhuk: cocok, setuju, ketemu; • cundhuk laris: pelaris, memotong harga; • cundhuk mentul: perhiasan untuk pengantin • cundrik: keris kecil • cunéya: perahu, kapal kecil • cungkup: rumah nisan di kuburan • cunthang: jenis takaran beras • cunthel: putus, patah • cupak: tampar, pukul, tendang • cupar: lancang, campur tangan • cupet: pendek, kurang panjang; • cupet ati: mudah marah; • cupet budi: tidak matahari terbit dari arah mengejar nilai-nilai kebajikan; • cupet lelakon: cita-citanya tidak tercapai; • cupet nalar: pendek akal, kecil hati; • cupet pengandel: tidak mudah percaya • cuplak: 1 cabut; 2 penyakit kulit • cupu: cupu, kotak • curak: tahi telinga • curang: licik, culas • curiga: keris, pusaka • curing: sabit, pisau • curma: sirna, hancur • curnita: lebur, hancur • curung: setandan pisang, serangkai pisang • curut: jenis tikus • cuthak: punggawa, wedana • cuwa: kecewa, menyesal D • dadali: burung dadali, walet • dadar: goreng; • dadar lèlèr: anugerah, piagam; • ndadari: purnama; • wulandari, wulan ndadari: bulan purnama • dadhi: air susu; • lawana udadhi: lautan susu • dadi: menjadi; • dados: menjadi; • dadra: menjadi-jadi; • dadya: menjadi; • ndadi: menjadi-jadi, berkembang biak • dadu: 1 dadu; 2 warna merah muda • daerah: daerah, wilayah • daga: membandel, memberontak • dagan: batu lompatan, dagan • dagang: jual beli; • dagangan: barang yang diperjualbelikan • dagda: pandai, ahli; • widagda: pandai, banyak pengetahuan • dagel: 1 setengah matang; 2 lucu; • dagelan: lelucon • daging: daging • dah: jahat, buruk; • dahwèn: campur tangan, intervensi; • dak-dir: sombong, congkak; • dak menang: sewenang-wenang; • daksiya: sia-sia • daha: matang, terbakar • dahana: api; • asmaradahana: api asmara • dahat: sangat, amat; • dahat sinudarsana: sangat terhormat • dahuru: geger, huru-hara • dajal: dajal, iblis; • dajal laknat: iblis, setan • dak-: 1 saya - ku-; 2 jahat; • daktulisi: kutulisi • daktonton: kutonton; • dak-dir: sombong, congkak; • dak menang: sewenang-wenang; • daksiya: sia-sia • daksa: mahir, ahli • daksina: 1 hadiah; 2 selatan; 3 kanan; • daksinarga: Gunungkidul; • pradaksina: mengelilingi candi dari arah kanan ke kiri • dakwa: tuduh, dakwa • dalah: serta, dan • dalan: jalan, tempat lewat • dalaran: sebab, karena • dalasan: serta, dan • dalèh: duga, kira • dalem: 1 dalam; 2 saya, hamba; • ndalem: 1 rumah; 2 saya, hamba; • dalemipun bapak: rumah bapak; • kagungan ndalem: milik paduka, anda; • panjenengan ndalem, sampeyan ndalem: paduka, anda; • punten ndalem sewu: mohon maaf sebesar-besarnya • dalima: buah delima • dalon: babi hutan • dalu: malam • daluwang: kertas • dama: rendah, hina; • didama-dama: disayang-sayang • damar: dian, pelita, lampu • damba: akal, kecerdikan • damel: buat, kerja; • pedamelan: pekerjaan • damèn: batang atau daun padi • dami: 1 tangkai padi; 2 otot daging buah nangka; • damèn: batang padi • didamu: ditiup; • ndamu: meniup • dana: dana, uang; • danabau: sedekah dengan bekerja; • danaiswara: kaya-raya; • danakrama: tahu sopan santun; • danarta: harta, arta; • danawira: dermawan, suka bersedekah • danar: kuning langsat • danas: buah nanas • danastri: bidadari • danawa: raksasa • dandan: 1 berdandan, berhias; 2 memperbaiki; • dandan omah: memperbaiki rumah • dandang: alat tempat menanak nasi • dangan: berkenan, mengerti; • danganan: mudah mengerti, mudah paham • dangu: lama; • didangu: dipanggil, disapa, ditegur; • kedangon: terlalu lama; • dangu-dangu: semakin lama • dangur: ketela, ubi kayu • dangus: marah, dzalim • dani: baik, bagus • daning: kata seru tanda heran • danirmala: sangat suci, zuhud • daniswara: pandai, kaya raya • danta: 1 gading; 2 perlahan-lahan • danti: gajah • danu: busur panah; • danuja: raksasa, termasyhur; • danumaya: memancur, menyala; • danurdara: satria, sakti; • danuraja: mahkota; • danurwéda: ilmu kesempurnaan, ajaran kebijaksanaan hidup • dara: burung dara, merpati; • danten: burung dara (ing.); • dara dasih: seperti apa yang diimpikan; • dara gepak: jenis rumah tradisional • darah: darah, alur keturunan; • darah biru: keturunan bangsawan, ningrat • darak: kira-kira, persangkaan • daraka: kokoh, kuat, sabar • darana: sabar, lapang dada; • sabar darana: sabar sekali • darani: bumi • darapon: supaya, agar • darba: rumput • darbé: punya, milik • daridra: melarat, miskin • darma: pengabdian, perjuangan, pengorbanan; • darmabakti: pengabdian; • darmaja: keturunan orang utama; • darmajeng: selamat, sejahtera; • darmakusala: perbuatan utama; • darmalaksana: berbuat adil, kebajikan; • darmasastra: kitab matahari terbit dari arah berisi tentang hukum; • darmasunya: ilmu kesempurnaan hidup; • darmasunyata: ilmu kesempurnaan hidup; • darmawanita: pengabdian para wanita; • darmi: pengabdian • darpa: berani, cakap; • darpana: cermin; • darpaya: berani, cakap; • darpita: berani, cakap • darsa: tauladan, contoh; • darsana: contoh, tauladan; • darsari: contoh, tauladan; • darsih: contoh, tauladan • darti: mahkota • daru: pulung, wahyu; • darubeksi: guna-guna, pesona • daruna: keperluan, kepentingan • ndarung: terus-menerus • daruti: murka • darya: tumbuh, kuasa • dasa: sepuluh; • dasamuka: bermuka sepuluh; • dasanama: nama lain, sinonim; • dasasila: sepuluh sila; • dasawarsa: sepuluh tahun; • dasendriya: sepuluh indera, ilmu kadigjayan saripati sepuluh kekuatan • dasi: hamba • dasih: 1 hamba; 2 kekasih • dastha: rusak, hancur • datan: tidak; • datanpa: tanpa • data: nyala, terus-menerus; • datapati: matahari; • datapitana: diam, hening; • datapitara: diam, hening; • datatita: diam, hening; • datatitaya: diam, hening • dati: lebih baik, bagus • datitan: diam, hening • daulat: kuasa, kekuasaan • dauru: geger, huru-hara • dawa: panjang; • dawa tangane: suka mencuri; • dawa ususé: sangat sabar; • kacang dawa: kacang panjang; • dawi: panjang sekali • dawala: putih • dawata: dewata, kedewataan • daweg: sangat paham; • dawegan: degan, kelapa muda • dawi: mentang-mentang • daya: daya, tenaga; • daya-daya: mumpung-mumpung • dayaka: orang yang memberi/ menaruh belas kasihan • dayinta: putri, permaisuri • debog: batang pisang • dedah: hujan terus-menerus • dedaman: barang yang dihemat-hemat • dedamel: pekerjaan, tugas • dédé: bukan, lain • dedeg: tinggi badan; • dedeg pangawé: setinggi badan dan tangan diacungkan; • dedeg piadeg: tinggi badan saat berdiri • dedeng: dodot, kain serikat pinggang • dedel: rapat, padat; • ndedel: melambung, berkembang • deg: tegak, berdiri; • degrès: gila, majenun; • degsura: keji, aniaya • degan: degan, kelapa muda • dekep: dekap, peluk • deksina: 1 selatan; 2 kanan • dekung: bengkok, kelok • ndelah: pasrah; • delahan: besok, akhirnya; • delalah: kebetulan • dèlan: trasi • delancang: 1 kertas; 2 kopiah • delap: suka meminta tak mau memberi • delapon: supaya • delasan: serta, dengan • deleg: jenis ikan air tawar • dèlèh: taruh, letak; • didèlèh: ditaruh • deleng: lihat, pandang; • pandelengan: penglihatan • dèlèp: benam, celup • dèlèr: teler, mabuk • deles: betul, benar • deli: coba saya lihat • delik: 1 sembunyi, bersembunyi 2 mendelik: tercekik, melotot • deling: bambu • demang: lurah • dembaga: tembaga • démblo: tebal berlapis-lapis • demek: sentuh, raba • demèk: sentuh, raba • demen: senang; • demenakaké: memperhatikan dengan serius karena senang; • demenan: selingkuh • demeng: hitam • demung: jenis alat musik gamelan • dèn: 1 di-; 2 raden, gelar bangsawan; • dènta: olehnya; • dènya: olehnya; • dèn ajeng: gelar bangsawan putri; • dèn ayu: gelar kebangsawanan putri; • dèn bagus: gelar kebangsawanan putra; • dèn bèi: gelar kebangsawanan putra • denang: mengetahui; • kadenangan: ketahuan • denaya: baik, bagus • denawa: raksasa • déné: oleh; • ndéné: ke sini • dengak: mendongak, menengadah • dengangak: menengadah, mendongak • dengap: ingin, hendak minum-minum • dengarèn: kebetulan sekali, tak terduga • dengkèk: sakit pinggang • dengki: dengki, iri • déning: oleh; • dènira: olehnya • denta: gading, putih seperti gading • depara: mustahil, tak mungkin terjadi • déra: oleh • dérah: daerah, uraian • derana: sabar, lapang dada • derap: berlari, mendua • derapon: supaya, agar, biar • derbala: kaya raya, banyak pengikut • derdah: wabah menular, kerusuhan yang menjalar • derdasih: terus • dereng: dorongan, keinginan kuat • dèrèng: belum • derep: kerja menuai padi • deres: deras, lebat; • deres pathes: deras sekali • dèrès: mengambil getah karet • dering: tepi benda yang tipis lebar • derkuku: jenis burung • derma: derma, sedekah; matahari terbit dari arah dermawan: suka memberi • dersa: keras • dersana: 1 utusan; 2 jenis buah jambu • derta: mahkota • derwolo: keras hati • désa: desa, dusun; • ndésit: kedesa-desaan, anak desa • dési: cantik, rupawan • détya: raksasa • déwa: dewa; • déwaji: raja yang arif matahari terbit dari arah • déwana: cahaya, termashur; • déwata: dewa; • déwati: dewi, bidadari; • dèwi: dewi, bidadari; • déwangga: sutra diwangga; • déwangkara: matahari • déwasa: dewasa • déyan: diam, lampu, pelita • dibya: pandai, cerdik; • dibyana: kelebihan • dig: lebih, mumpuni; • digdaya: sakti, mandraguna; • digsura: sombong, kejam; • digwijaya: kebal, sakti • dika: paduka, engkau; • jengandika: kamu, engkau • dikara: pangkat • dilah: lampu, pelita • dimar: lampu, pelita • dimer: kepala batu • dina: hari; • dinakara: matahari; • dinten: hari (ing.) • dipa: gunung, bukit, benteng • dipangga: gajah • dipati: adipati, bupati, raja kecil, vatsal • dipaya: dian • dipta: sinar, cahaya • dir: angkuh, congkak • dira: kokoh, berani • dirada: gajah; • diradameta: taktik perang seperti gajah mengamuk • diraya: kokoh, berani • dirèn: selisih tentang pembagian pekerjaan • dirga: panjang, selamat, sentausa; • dirgahayu: semoga berumur panjang aman sentausa; • dirgamaya: singgasana; • dirganca: berselisih pendapat; • dirgantara: angkasa; • dirgasana: tempat duduk raja • dité: hari Ahad, Minggu • ditya: raksasa • diwangkara: matahari, surya • diwangsa: akrab • diwasa: dewasa, akil baligh • diwasasri: matahari • diya: saling menuduh dalam pertengkaran • diyat: denda • diyon: pertengkaran soal pekerjaan • diyu: raksasa • dlajah: menjelajahi, merambah • dlamakan: telapak kaki • dlamé, dlaméh: meracau, mengigau • dlancang: kertas • dlanggu: jalan, pematang sawah • dlangkup: perangkap harimau • dlapakan: telapak kaki • dlapé: meracau, mengigau • dlarèh: berlumuran • dlarung: menurut kehendak sendiri; • kedlarung-dlarung: terlunta-lunta • dliring: daun enau muda • dlondong: anak • dluwang: kertas • dobol: ambeien, wazir • dodol: jualan, berdagang • dodosan: pesakitan, narapidana • dodot: kain dodot • doh: jauh, jarak renggang • dohitra: cucu • adol: jual; • didol: dijual; • dodolan: berjualan; • ngadol: menjual • dolan: main, jalan-jalan • dolèk: mencari, berupaya • doloh: letak, taruh • dom: jarum; • dondom: merajut, menjahit dengan jarum tanpa mesin • domba: domba, jenis kambing • domblèh: bibirnya terbuka matahari terbit dari arah don: tujuan, cita-cita • dondom: merajut, menjahit • dondon: biasa mengerjakan • donga: doa; • ndedonga: berdoa • dongèng: dongeng, matahari terbit dari arah, kisah; • dongeng bocah: cerita anak-anak • dongong: 1 bunga nipah; 2 bengong • donya: dunia, jagat, alam • dora: bohong, menipu; • doracara: bohong, menipu; • doradasih: seperti apa yang diinginkan, terjadi seperti mimpi; • doraka: durhaka; • dorapala: penjaga pintu; • dorasembada: berdusta karena terpaksa • doran: tangkai cangkul • dosa: dosa; • dosa pati: berdosa karena telah membunuh • dota: penerangan, kilat • dowa: doa; • kirim dowa: mengirimkan doa • dowèr: bibir tebal • doyan: doyan, mau • drabya: punya, empunya, kepunyaan • dragen: kuda perang • drajag: datang dengan tiba-tiba • drana: sabar, lapang dada • drastha: mahkota, gelar • drasthi: pandangan mata • drata: keras, cepat • drawa: meleleh, luluh, air; • drawana: mengalir, meleleh; • drawaya: meleleh, meluluh • drawas: bahaya, celaka; • ndrawasi: membuat malang, mencelakakan • drawata: musibah, halangan • drawi: minum, makan • drawili: berkata tiada henti • andrawina: makan bersama, pesta makan • drawya: punya, empunya • drebya: punya, empunya • dredah: bertengkar, berkelahi, berselisih • drèdès: bercucuran, menetes • dredheg: gemetar, was-was, kuatir, takut • drejeg: kelihatan tajam • drema: derma, sekedar; • dremawan: sikap dermawan, murah hati • dremba: doyan makan, suka mangsa • drèngès: bunga sirih • drengki: dengki, iri • drenjet: maksud pergi mencari • dresana: 1 tauladan; 2 jenis jambu • drestanta: tauladan contoh • drestha: mahkota • dresthi: alis mata • drigama: pengacau, ranjau; • drigamabasa: bahasa yang menjebak, ambigu, mendua makna; • driganca: berselisih, bertengkar • driji: jari • driya: batin, indera; • pancadriya: panca indera • driyah: derma, sedekah, indera matahari terbit dari arah drona: 1 biyung; 2 Begawan Durna, nama wayang • drondus: kata untuk memaki • dronjong: menurun, jalan menurun • dru: jahat, ingkar; • drubiksa: setan; • druhaka: durhaka, jahat, ingkar • drumas: kuningan • druna: 1 jembangan; 2 pendita Durna (wayang) • druni: hemat, kikir • dubang: kata majemuk dari idu abang, ludah berwarna merah karena bercampur kinang • dubug: bengkak kakinya • dubur: anus • duding: telunjuk; • nduding, nuding: menunjuk • dudu: bukan, tidak • duduh: 1 kuah; 2 petunjuk; • duduh jangan: kuah sayur; • nduduhi: memberi tahu; • pituduh: petunjuk, pedoman • duduk: laju, pulang pergi; • duduken: bisul di leher • dudur: jelujur, rangka bangunan rumah • dudut: tarik • duga: duga, kira; • duga rumeksa: perkiraan; • duga-duga: hati-hati, waspada; • duga prayoga: sopan santun, tata krama; • duga wetara: duga kira, perkiraan • dugang: depak, tendang; • dugang miruwang: mula-mula membantu kemudian menjadi musuh • dugi: sampai, tiba • duh: aduh, ungkapan kesedihan; • duhita: susah, duka; • duhka: duka, sedih; • duhkahita: duka, susah; • duhkata, duhkita: kesusahan, kesedihan; • duhkitawara: kata-kata atau syair tentang duka cita • duk: saat, ketika, sewaktu • duka: 1 marah; 2 entahlah; • duka sampéyan: entah; • duka dalem: entah • duksina: 1 selatan; 2 kanan • dukut: 1 nama wuku; 2 jenis rumput • dulang: suap, memberi makan • duli: lutut, duli • dulu: lihat, pandang • dulur: saudara, famili • dum: bagi, beri • dumadi: kejadian, yang terjadi; • dumadakan: kejadian yang mendadak • dumahan: berkemas, bersedia • dumaya: asap, awan, mega • dumèh: mentang-mentang • dumilah: bercahaya; • harga dumilah: bukit yang bercahaya • matahari terbit dari arah, dumoh: buta • dumung: 1 jenis perangkat gamelan; 2 jenis ular • dumuwé: sok punya, bergaya mewah • duna dungkap: kekeliruan, meragukan • dundum: membagi-bagikan • dunga: doa, memuji, bermunajat • dungik: abdi pendita • dungkap: tiba, waktunya • dunung: tempat, tinggal, letak; • dumunung: terletak; • ora dunung: tidak paham posisi • dupa: dupa, kemenyan • dupara: mustahil, tak kan terjadi • dur: buruk, jahat; matahari terbit dari arah durantara: mustahil, tak akan terjadi; • duratmaka: maling, penjahat; • durbaga: celaka, hina; • durbala: lemah, ketakutan; • durbiksa: setan, iblis; • durjana: perampok, penjahat; • durlaba: sial, rugi; • durlaksana: berbuat jahat; • durlaksmi: celaka, jelek; • durmata: buruk tabiatnya; • durniti: salah, musuh; • dursila: tingkah laku melanggar tata susila; • duryasa: mendapat malu • durdah: berselisih • durèn: buah durian • durga: Sang Durga; • durgama: bahaya, halangan • durma: jenis tembang macapat • durta: licik, jahat • durung: belum • dusa: dosa, kutukan • dusana: kejahatan, hina • duskarta: perbuatan jahat • dustama: pekerjaan buruk • dustha: bohong, jahat, buruk • duta: duta, utusan; • duta cara: memata-matai; • duta mangkara: kilat, petir; • duta panglawung: alamat/firasat akan adanya musibah • duwa: topang, antisipasi; • diduwa: ditopang • duwaja: 1 cela, cacat; 2 bendera • duwana: pecah, tercerai • duwara: pintu gerbang, gapura • duwé: punya, hak milik • duwung: keris • dwa: dwi, dua; • dwadasa: dua puluh • dwaja: 1 guru; 2 bendera • dwani: suara • dwara: pintu gapura, gerbang; • dwarala: pintu gapura, gerbang; • dwarapala, dwarapati: (patung) penjaga pintu • dwaya: dua • dwésa: benci, bermusuhan • dwi: dua; • dwidasa: dua puluh; • dwi lingga: kata ulang; • dwi lingga salin swara: kata ulang berubah bunyi, misalnya wolak-walik; • dwi purwa: kata ulang sebagian awal, misalnya gegelang; • dwi wasana: kata ulang sebagian akhir • dwija: guru, pengajar; • dwijawara: maha guru • dwipa: pulau; • jawa dwipa: Pulau Jawa; • swarna dwipa: Pulau Sumatra • dwipangga: gajah; • dwirada: gajah; • dwiradameta: taktik perang seperti gajah mengamuk • dyah: 1 gelar kebangsawanan bagi wanita; 2 cantik, ayu; 3 gadis Dh • dhadha: dada; • dhadha mentok: dada binatang yang disembelih • dhadhali: jenis burung dadali • dhadhap: jenis pohon; • dhadhap srep: jenis pohon dadap yang berkhasiat menurunkan panas matahari terbit dari arah obat) • dhadhar: terbit (bulan); • dhadharan: nama makanan • dhadhu: dadu, jenis judi • dhadhung: tali, ikat, tampar • dhagu: dagu • dhaham: mendehem • dhahina: siang • dhahar: makan • dhahas: kersang, gersang • dhahat: sangat, amat • dhahga: dahaga, haus • dhahina: siang hari • dhakah: serakah, loba, tamak • dhaken: daku, diakui • dhakon: nama permainan anak • dhaku: diaku, diakui • dhakwa: mendakwa, menuduh, menuding • dhalang: dalang, pencerita wayang • dhalung: periuk besar • dham: bendungan, dam • dhama: rendah, hina • dhamarga: jalan besar • dhambul: permainan anak • dhami: damai • dhamis: rapat, rapi • dhampa: nama penyakit kulit • dhampak: dampak, resiko, akibat • dhampar: tempat, papan, kursi • dhamping: tepi jurang • dhampit: kembar laki-perempuan • dhamplak: besar lagi panjang • dhana: dana, uang; • dhana-dhini: anak bersaudara pria wanita • dhandha: bayaran mengganti hukuman • dhandhaka: syair, puisi • dhandhan: berdandan, berhias • dhandhang: burung gagak; • dhandhang gendhis, dhandhang gula: jenis tembang macapat • dhandher: ketela, ubi kayu • dhandhing: langsing, ramping • dhangak: menengadah, menghadap ke atas • dhangan: berkenan, sadar, maklum • dhanghyang: junjungan, pepunden • dhangir: mencangkul, menggemburkan tanah • dhangka: asal, tempat, wilayah, letak • dhangkak: lehernya pendek lagi sempit • dhangkal: dangkal, tidak dalam • dhangkèl: akar umbi • dhangsul: kedelai • dhani: baik, bagus • dhanu: telaga, danau • dhanyang: makhluk halus penguasa desa atau tempat tertentu • dhaon: daun • dhaos: dacin, timbangan • pendhapa: rumah serambi muka • dhapet: rapat • dhaplang: merentangkan tangan • dhaplok: tua renta • dhapuk: berperan, menjadi, bertindak • dhapur: rupa, wajah, keadaan • dhara: 1 sedang; 2 dara, gadis • dharah: darah keturunan • dharaka: sabar, suka memaafkan • dharani: bumi, tanah • dharat: darat, tanah • dhari: perempuan, wanita • dharik-dharik: berderet-deret, berbaris rapi • dharma: bagus, utama, kebaikan; • dharmabakti: pengabdian, darma bakti; • dharmamigena: kemampuan, keahlian; • sudharma: ayah, orang tua • dhateng: tiba, datang; • dhatengan: matahari terbit dari arah, orang yang berkunjung • dhatu, dhatuk: raja, yang dipertuan, junjungan; • dhatulaya: kerajaan, kraton, istana • dhaulu: dahulu, lampau • dhaun: daun • dhaup: menikah, kawin, berumah tangga • dhaut: berangkat, tentara • dhawah: jatuh, perintah, nasehat; • dhawahan: bendungan, empang • dhawak: sendirian, tak berteman • dhawet: jenis minuman bercendol • dhawoh: jatuh, perintah • dhawuh: sabda, kata, perintah; • dhawuhan: perintah, anugerah • dhawuk: hitam bercampur putih; • jaran dhawuk: kuda yang bulunya campur hitam putih • dhaya: bedaya, tari • dhayang: pepunden, junjungan, yang dipertuan; • dhayang buruh: dayang-dayang, pelayan • dhayita: perempuan, istri • dhayoh: tamu, pendatang • dhayuh: tamu, pendatang • dhayung: dayung, kayuh perahu • dhècol: tidak rata, tidak seimbang, berat sebelah • dhedhak: katul, sisa padi digiling • dhedhali: burung dadali, burung layang-layang • dhedheg: martil, pukul, palu • dhedhek: dedak, katul, sisa beras digiling • dhedhep: sepi, senyap, tenang • dhedhepa: rentangan tangan • dhedher: matahari terbit dari arah, ditumbuhkan • dhedhes: mencari dengan cermat • dhèdhès: dedes, kesturi • dhedhet: gelap gulita, muram; • dhedhet erawati: gemuruh topan • dheg: gemetar, trataban, terkejut; • dheg-dhegan: gemetar, kuatir, was-was, sumelang • dhèhèm: bersuara hanya dengan menggerakkan tenggorokan • dhèk: ketika, suatu saat, sewaktu; • dhèkwur: singkatan dari cendhek dan dhuwur, tinggi rendah, tidak rata • dhekah: pedukuhan, dusun, desa • dhekeh: letak, tempat, tinggal • dhekeman: kedelai • dhekok: cekung, menjorok ke dalam • dhekong: lekuk, berlubang • dhékor: hiasan, dekor • dhekos: tinggal di rumah kos-kosan • dheku: merunduk, menunduk • dhelé: kedelai • dhelik: bersembunyi • dhélik: singkatan dari gedhe dan cilik, besar kecil • dhelog: kukali, belanga; • dhelog-dhelog: duduk diam termenung • dheluk: merunduk, menunduk • dhemen: suka, senang, hobi; • dhemennyar: suka barang baru • dhemit: hantu, lelembut, makhluk halus • dhempil: cuwil • dhemping: tepi jurang • dhendha: denda, hukuman • dheng: saat yang tepat, waktu yang pas • dhéngah: segala, semua, sekalian; • sadhéngah: sembarang • dhengkul: lutut • dhènok: panggilan buat anak perempuan • dhèrèk: ikut, numpang, menyertai • dhestha: dusta, bohong, ingkar • dhestar: baju destar • dhesthi: dusta, bohong, ingkar • dhéwé: sendiri; • dhèwèk: sendiri, tanpa kawan; • dhèwèkan: sendiri, tanpa kawan; • dhèwèké: dia, mereka; • dhèwèkné, dhèwèknèn: dia, mereka • dhidhal: lecet, terkelupas • dhik: adik; • dhik-é, dhikné: adiknya • dhikara: penghinaan, kemarahan • dhinakara: matahari • dhiné: dinasnya, mestinya, adiknya • dhingin: dahulu • dhipan: tempat tidur dari kayu • dhiri: diri, badan, tubuh • dhis: batas waktu • dhisik: dulu, dahulu, lewat, lampau • dhisin: mayat, jisim • dhodhok: duduk • dhodhos: 1 tukang dodos, mengambili buah kelapa sawit; 2 menerobos, menjojoh • dhokar: dokar, andong, pedati • dholog: kayu jati • dhomas: domas, putri-putri pengiring pengantin • dhudhah: bedah, bongkar, ungkit • dhudhak: banyak sekali • dhudhuh: menyiangi rumput • dhudhuk: duduk; • dhudhuk lumpur: uang pengganti kerja rodi; • dhudhuk wuluh: jenis tembang macapat • dhuk: ketika, pada suatu ketika • dhumateng: kepada, terhadap • dhupak: depak, terjang, sepak • dhuskarta: celaka, kena musibah • dhustha: dusta, menipu, mengakali • dhusun: dusun, dukuh, bagian desa • dhuwak: sobek, robek • dhuwok: mangkok • dhuwung: matahari terbit dari arah, pusaka • dhuwur: tinggi; • dhuwuran: bagian yang tinggi E • ebun: embun • eduk: ijuk • edum: membagi • edus: mandi, memandikan • egah: enggan, malas • elak: haus, dahaga • elar: bulu, sayap; • ngelar: memperluas • elo: pohon ara • eloh: subur, gembur • elok: indah, bagus • emar: capek, payah • emas: emas, logam mulia • emat: tamat, cermat • embag: lunak, becek • embah: nenek, kakek; • embah buyut: buyut, piut; • embah kakung: kakek; • embah putri: nenek • embak: kakak perempuan • emban: 1 emban, gendong; matahari terbit dari arah pelayan wanita di istana • embèn: nanti, lusa, besok; • embèn buri: hari besoknya besok • embok: ibu, mama • embun: embun • emoh: matahari terbit dari arah, tidak mau • emong: asuh, bimbing • emor: campur, bergaul • emot: memuat, mengisi • empal: daging • empan: 1 mempan; 2 kesempatan, waktu, peluang • empet: tahan, mengendalikan • empon-empon: tanaman obat sejenis lengkuas, kunir, dll.

• emprak: jenis kesenian tradisional • emprit: jenis burung; • emprit gantil: burung kedasih • empu: empu, tukang membuat keris • empuk: empuk, lunak; • empuk rembugé: enak bicaranya • empun: selesai, jangan • emput: nama makanan • empyak: penyangga genting • emud: kulum • emum: makmum, pengikut • emung: hanya, cuma • emur: 1 umur; 2 sutra bersulam emas • emut: mengulum • enam: anyam, menata • encik: injak, tumpang, tindih • endah: indah, cantik • endang: segera • endhak: rendah; • endhak-endhak cacing: obat cacing • endheg: berhenti; • ngendheg: menghentikan • endhog: telur • endhut: lumpur, tanah liat • enèm: muda, taruna • enem: enam • eneng: hening, sunyi • engga: 1 silakan; 2 hingga, sampai; • mangga: silakan • enggèr: anak laki-laki • enggih: iya, tanda setuju; • enggih beton: menjawab ya tapi tak dikerjakan • enggo: memakai, mamanfaatkan, menggunakan • enggon: tempat, letak • engon: menggembala, mengasuh • engrem: mengeram • ening: hening, sunyi, senyap, sepi • enjet: kapur yang sudah lunak • enom: muda, taruna • entas: entas, angkat, baru saja • entèk: habis, tuntas, tamat; • entèk atiné: habis kesabaran, khawatir; • entèk enting: habis sama sekali • entes: 1 menetas; 2 padat berisi • enthok: melulu, belaka, semata-mata; • enthok-enthing: besar kepala kecil badan • enti: tunggu, nantikan • entul: bergoyang, berayun • entun: titip sementara • entup: sengat • entut: kentut • enu: air • enut: menurut, mengikuti • enya: silahkan, ambillah • enyang: 1 berangkat; 2 tawar, tarik • epuh: bingung; • nyepuh: melapisi emas • eri: duri • erik: gatal di tenggorokan; • ngerik: mengerik (jangkerik) • erti: arti, makna • eru: sakit hati, panah • eruh: tahu, melihat, mengerti • esa: tunggal, satu • esat: kering, tidak ada air • esot: kutukan • esuh: simpan, asuh, dirawat • esuk: dorong • ésuk: pagi, besok • esung: mempersembahkan, memberi • eter: antar, mengiringi, menyertai • etir: tir, sejenis minyak untuk mengecat • etoh: 1 petaruh, taruhan; 2 tahi lalat • etut: ikut, menurut; • etut buri: mengikuti dari belakang; • etut wuri handayani: di belakang mendorong • ewu: seribu; • sewu: seribu; • rong ewu: dua ribu; • nyuwun sewu: minta maaf • ewuh: 1 repot; 2 punya hajat; • ngewuhi: merepotkan; • pakewuh: tidak enak perasaan G • gabah: buah padi yang belum dikelupas kulitnya; • gegabah: tanpa pertimbangan matang • gabug: 1 mandul; 2 tak berisi • gabung: bergabung • gada: gada, senjata pemukul; • gada gitik: tongkat pemukul • gadhah: punya, memiliki • gadhing: 1 gading gajah; 2 bunga kembang kantil • gadho-gadho: 1 campuran; 2 jenis makanan • gadhu: sawah yang ditanami padi pada musim kemarau • gadhug: pembesar, tokoh, pemimpin • gadhuh: gaduh, ribut, geger; • nggadhuh: memeliharakan ternak orang lain dengan cara bagi hasil • gadhung: gadung, jenis tanaman merambat • gaga: 1 mencari, berupaya; 2 jenis padi • gagah: gagah, perwira, kuat • gagak: burung gagak • gagal: gagal, kandas • gagana: langit; • gaganantara: angkasa, langit • gagang: pegangan, tangkai • gagap: gagap, tidak terampil; • gagap-gugupen: gagap, demam panggung • gagar: gagal, kandas; • gagaran: pedoman, matahari terbit dari arah • gagar mayang: hiasan dari janur; • gagar otak: kecelakaan pada otak • gagas: pikir; • gagasan: pikiran, harapan, pendapat • gagat: menjelang pagi, dini hari; • gagat rahina: pagi hari • gagé: segera • gagra kusika: kera yang bulunya lebat • gagrak: model; • gagrak anyar: model baru; matahari terbit dari arah gagrak lawas: model lama • gagrayan: kekuasaan • gahana: jurang • gaja: gajah • gajah: gajah; • gajah ngoling: jenis pamor keris; • gajah oya: nama lain negeri Astina (pewayangan); • gajah mada: gajah mengamuk (perang) • gajeg: ragu-ragu, lupa-lupa ingat • gala: gala-gala; • gala ganjur: nama gamelan • galak: buas, kejam, keji; • galak gathung: untung-untungan • galangan: tempat membuat perahu • galap: salah ucap, khilaf dan keliru; • galap gangsul: keliru • galih: 1 pikir; 2 inti batang pohon • galondhong pangareng-areng: upeti • galuga: kesumba merah, pemerah bibir • galuh: 1 gadis; 2 galih, pikiran • gama: jalan, berjalan • gamam: bimbang, ragu • gaman: alat, senjata • gamar: khawatir, was-was • gambak: sampai, supaya sampai • gambang: jenis alat musik gamelan • gambar: gambar, lukisan; • gambaran: rancangan, perkiraan • gambir: gambir • gambira: gembira; • gambiralaya: palung laut; • gambiraloka: taman untuk bergembira ria • gamblang: jelas, terang • gamblik: duduk di tepi sekali • gambuh: jenis tembang macapat • gamel: 1 gamelan; 2 gembala kuda • gamoh: lunak, empuk (daging) • gampang: gampang, mudah • gampar: terompah kayu, bakiak • gampil: gampang sekali, sangat mudah • gamping: 1 gampang sekali, sangat mudah; 2 kapur • gana: anak lebah; • gana-gini: harta milik suami istri; • gegana: langit • ganan: ukiran berbentuk hewan • ganas: ganas, dahsyat • gancang: cepat, lancar • gancar: lancar, mulus; • gancaran: tulisan berupa prosa • ganda: bau; • gandakusuma: berbau harum kembang; • gandamaru: sambungan papan; • gandapura: jenis tumbuhan yang daunnya wangi; • gandareja: nama daun; • gandariya: gandaria, sejenis pohon; • gandarukem: jenis batu bertuah; • gandarusa: nama pohon; • gandasuli: nama batikan, nama bunga; • gandawida: kasturi, boreh • gandar: sarung keris • gandarwa: gandarwa, makhluk halus; • gandarwi: peri, kuntilanak; • gandarwara: agung • gandem: marem, mantab • gandhang: nyaring, keras • gandhèng: gandeng, berhubungan • gandes: luwes; • gandes luwes: sangat luwes, pantas • gandhéwa: busur panah • gandhi: palu, martil • gandhik: batu giling • gandra: rupa, wajah • gandrung: gandrung, kasmaran, jatuh cinta • ganep: genap • ganggu: ganggu, goda; • ganggu gawé: mengganggu, menggoda • gangsa: gamelan • gangsal: lima • gangsar: lancar, mulus, mudah • gangsingan: gasing • gangsir: jenis jangkrik yang besar • gangsul: keliru • gangsur: merangkak • ganita: bilangan hitungan • ganitrikundha: tasbih • ganjar: memberi ganjaran, pahala, imbalan; • ganjaran: pahala • gantal: gulungan daun sirih • gantang: takaran beras • gantar: galah • gantas: keras, nyaring • gantèn: laut, samudra • gantha: kehendak, niat, kemauan • gantheng: ganteng, tampan, gagah, bagus • gantung: gantung; • gantung kawin: peresmian kawin yang ditunda; • gantung kepuh: pakaian cuma satu potong; • gantung laku: masih menjalankan tugas; • gantung siwur: nenek moyang ke-8 • gantya: berganti; • gantyan: bergantian • ganung: hati nangka, hati nanas • ganyang: dimakan langsung • ganyong: sejenis umbi-umbian • gaota: berkerja; • panggaotan: pekerjaan • gapah: tak menghiraukan, menghina • gapit: jepit, penjepit; • gapit-rempah: gapit/penjepit wayang • gaplah: tiada berguna • gapura: pintu gerbang; • gapunten: (ing.) pintu gerbang • gara: istri, suami; • gara-gara: 1 adegan gara-gara dalam pentas wayang; 2 huru-hara, kerusuhan; • garagati, garanggati: laba-laba pohon; • anggara: Selasa; • anggara kasih: Selasa Kliwon • garanggati: laba-laba pohon • garap: garap, kerja; • garapan: pekerjaan; • garap banyu: datang bulan, menstruasi; • garap gawé: bekerja; • garap sari: haids • garba: rahim, kandungan; • garbini: hamil, mengandung • garbis: sebangsa semangka • garda: garda • gardaba: kedelai • gardajita: keinginan • gardaka: mengamuk • gardhu: gardu, pos, ruang penjagaan • garebeg: garebek, pesta sekatenan • garèk: ketinggalan, tinggal • garem: garam • garèng: salah satu punakawan dalam wayang • garènggati: laba-laba pohon • garep: akan • gares: matahari terbit dari arah kaki • garet: kerat, ringgit, takik • garini: istri, bini • garis: garis • garit: garis, gores • garjito: senang sekali, kagum • garoh: tidak jadi, tidak sah • garok: geruk, parau • garon: telah digaru, penggaru • garong: garong, perampok, penjahat • garot: menggigit • garpu: garpu • garu: alat perata tanah setelah dibajak • garudha: burung garuda; • garudha mungkur: jenis strategi perang; • garudha nglayang: jenis strategi perang; • garudha pancasila: garuda pancasila • garuh: penggaru, penyisir tanah • garuk: garuk • garung: saluran yang tidak berfungsi lagi • garut: garut sejenis umbi • garwa: istri, suami; matahari terbit dari arah garwa ampéyan: selir; • garwa ampilan: selir; • garwa padmi: permaisuri • garwita: marah, lekas marah • gas: gas • gas-gasan: 1 serakah, urakan, ugal-ugalan; 2 balap motor dengan menarik gas kuat-kuat • gasab: milik yang tidak sah • gasang: pegang • gataka: sengsara • digathok: digandol; • gathok-lèh: buka kartu, ditunjukkan kesalahannya; • gathuk: cocok, sesuai, ketemu; • gumathok: pasti, tentu • gati: penting; • gatos: (ing.) penting • gatra: 1 larikan; 2 rupa, wajah • gawa: bawa; • gawan: bawaan, oleh-oleh • gawang: gawang • gawar: tanda peringatan • gawat: gawat, bahaya, keramat • gawé: 1 pekerjaan; 2 hajat; 3 buat, membuat • gayatri: cantik, anggun, berwibawa • nggayel: selalu makan • gayor: gantungan gong • gayuh: tercapai, mencapai; • gegayuhan: cita-cita • gebyah: campur, padu; • gebyah uyah: campur aduk • gebyog: dinding kayu • gedhah: kaca; • gedhah-gedhih: tak ada apa-apa • gedhana-gedhini: dua bersaudara pria wanita • gedhang: pisang; • gedhang ayu: pisang yang masih untuk kenduri; • gedhang salirang: pisang selirang • gedhé: besar, agung; • gedhé atiné: mantab; • gedhé endhasé: sombong; • gedhé tekadé: mantab; • penggedhé: pembesar, pemuka; • tembang gedhé: jenis tembang • gedheg: tempat menyimpan padi • gedhèg: dinding dari anyaman bambu • gedhig: pukul, tindas; • gedhig manggala: pembesar pasukan • gedhog: ketuk • gedhoh: daun telinga • gedhokan: kandang kuda • gedhong: gedung • gega: dipercaya, digugu, diturut • gegaman: pusaka, senjata, peralatan • gegana: langit, angkasa, dirgantara • gégé: cepat, lekas • gegeh: kokoh, kuat • gègèn: cepat • geger: punggung • gègèr: geger, huru-hara, kekacauan • gègrèk: rontok, berjatuhan, berguguran • gégroh: tua renta, jompo • gèl: lekas, lalu, barangkali • gela: kecewa, sakit hati • gelang: gelang • gelap: petir, halilintar; • gelap nyawang: berandal, perampok; • gelap paju: halilintar yang bila menyambar pecah terbelah; • gelap wédang: halilintar yang bila menyambar pohon akan mengelupas atau terbakar • gelar: 1 menggelar, membentang; 2 siasat perang; 3 nama kebesaran; • gelaran: tikar, bentangan • gelas: gelas • gelis: cepat, lekas • gelok: kerekan burung • gelung: gelung, ikatan rambut • gelur: mendengkur • gelut: berkelahi, bergulat • gemah: subur, makmur; • gemah ripah loh jinawi: subur makmur, ramai, semarak • gembala: janggut • gembili: gembili, jenis umbi-umbian • gembira: gembira, ria, suka • gembolo: sebangsa ubi • genah: jelas, terang, mapan • gendèr: jenis perangkat gamelan • gendéra: bendera • gendhaga: kotak, wadah • gendhak: suka, hobi; • gendhak sikara: menganiaya, menyiksa • gendhek: pendek lagi besar • gèndhèl: seikat, seuntai • gendhela: capung • gendhèwa: busur panah • gendhi: kendi, wadah air dari gerabah • gendhil: kendil • gendhila: idiot, kurang ajar • gendhing: gending, lagu • gendhis: gula • gendhon: ulat tanah; • gendhon rukon: seiya sekata • gendhu: jenis tupai • gendhuk: panggilan untuk anak putri • gendruwo: gandarwa, makhluk halus • gendug: terantuk • genduk: panggilan untuk anak putri • gendul: botol • gendut: gendut, gemuk, besar perut • geni: api; • geniwara: bertapa dengan tidak makan makanan yang dimasak dengan api; • geniroga: kain lurik • genjé: tumbuhan yang daunnya memabukkan • gentayangan: gentayangan, melayang-layang • genti: ganti, tukar; • gentos: ganti, tukar • gentur: kuat, kokoh, semangat; • gentur tapane: tapanya tamat, purna • gepah: tergopoh-gopoh • gepak: leka, pekat • gepok: senggol, sentuh; • gepok sénggol: sentuhan, senggol, sapa, tegur • gépor: lelah kaki, lunglai, lunas • gera: puncak • gerah: 1 gerah, udara panas; 2 sakit; • gerah uyang: panas dingin, hilang selera makan • gerang: tua-bangka, aus • gerap: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • geras: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • gerat: tanah mati • gerba: rahim, kandungan • gerbong: gebang • gering: 1 kurus-kering; 2 sakit • germa: 1 germa, pemilik gamelan; 2 ibu pengasuh pekerja seks komersial • gernat: granat • gero: berteriak, bersuara keras • getak: gertak, bentak; • getak gajah: nama tumbuhan • getapan: mudah gugup, berpenyakit jantung • getar: getar, bunyi-bunyian, musik • gethini: tekun bekerja • gethok: ketuk, pukul; • gethok-tular: dari mulut ke mulut • getih: darah; • getih mateng: darah matang; • getih putih: darah putih; • getih umbel: ingus, tahi hidung; • getih urip: darah baru, sehat; • nggetih: berusaha sekuat tenaga • gigih: gigih, giat, tekun • gigir: punggung, tepian, belakang • gili: punggung gunung, tanah yang tinggi • gilig: padu, satu, bulat; • gilig rembugé: mufakat • giling: giling • gilir: gilir; • gilir kacang: 1 berurutan, antrian; 2 banyak anak berselang-seling laki-laki perempuan • gilis: digulung • ginem: bicara, kata, sabda • gini: harta, dinar; • gana-gini: matahari terbit dari arah milik suami istri • giok: batu bertuah • gipih: tergopoh-gopoh • gipit: dahulu • gir: gerigi, gigi roda • girah: cuci ulang penghabisan • girang: girang, gembira • girap: ketakutan, kuatir • giras: sehat, trengginas • giri: gunung, bukit; • giri-giri: menakutkan, mengagumkan, menakjubkan; • girilaya: bukit pemakaman; • giri patembaya: sayembara, perlombaan; • giriwana: gunung hutan; • giriwarsa: barisan pegunungan, deretan perbukitan • girik: kupon, karcis • giring: 1 giring, gerak, dorong; 2 batu landasan untuk dinding dalam rumah • giris: takut, risau, gelisah • girisa: jenis tembang • giro: giro • gisang: pisang • gisau: belajar • gisik: pesisir, pantai • gisit: dahulu • gistha: bicara, maksud • gisus: bergerak ramai sekali, huru-hara • gita: syair, puisi • gitanjali: tembang persembahan • githi-githi: tergesa-gesa • githing: tindih, jahit, apit • githir: lari tunggang langgang • githok: tengkuk, leher bagian belakang • gitik: cambuk, tongkat • giwang: giwang; • giwangan: 1 genjotan, selingan; 2 tempat menjual giwang • giwar: selimpang, menyimpang, menyisi • giya: 1 gua, goa; 2 membelok (kerbau, dsb) • giyota: perahu • gladhi: latihan; • gladhi resik: latihan terakhir, sebelum pementasan • gladrah: pelupa, tak sadar, sekehendaknya • gladri: beranda • glali: jenang gula, gula direbus • gobag sodor: jenis permainan anak remaja • gogo: jenis padi untuk lahan tadah hujan; • gogo rancah: jenis padi untuk lahan tadah hujan • gogoh: mencari ikan dengan meraba-raba • gogok: minum/telan langsung • gogol: pemilik sawah • gogor: anak harimau • gogot: rakus, berlaga • goh: lembu • gohpura: gapura • golèk: cari • golok: parang, pisau • gong: gong, perangkat gamelan; • gong bonjor: gong dari tabung bambu • gonggang: renggang, bercelah • goni: karung goni • gonjak: menganggu, menggoda, berlaku sembrono • gonjang-ganjing: geger, huru-hara • gontor: dihanyutkan, diguyur air deras-deras • gonyak-ganyuk: serba canggung • gopa: gembala, penjaga • gopala: penjaga; • arca gopala: patung penjaga • gopèl: rompes, cuwil • gopès: rompes, cuwil • gopok: lapuk • gopracara: tempat menggembalakan • goprak: kelontang, jenis yang terburuk • gopura: gapura, pintu gapura • gor: menganggur • gora: besar, dahsyat; • gora godha: godaan, amuk haru-biru; • gorasabda: nasehat yang keras; • goraswara: nasehat yang keras • gorawa: dengan hormat • goroh: bohong, tipu • gorok: gergaji, potong • gothak-gathuk: sering bertemu • gothang: senggang, renggang, jeda • gotong: menggotong, mengangkat bersama; • gotong mayit: 1 anak tiga mengerjakan hal yang sama; 2 anak tiga perempuan sema; • gotong royong: kerja sama • gotrah: kepala keluarga • goyang: goyang • gra: puncak, sangat • gragal: kerikil-kerikil besar • gragap: gagap, gugup • gragas: doyan makan, makan sembarangan • gragèh: raih, diraih • grago: 1 bimbang, ragu; 2 anak udang • grahana: gerhana • grahita: indra, perasaan • graja: saudara* • grajag: mengalir deras • grajèn: tahi gergaji • graji: gergaji • graksa: petir, halilintar • gralapa: lupa, tak sadar • gram: gram, satuan ukuran • grama: 1 desa; 2 api • gramang: mengeriap; • semut gramang: semut merah • grambyang: dikira-kira • gramèh: gurameh, jenis ikan • grami: berdagang • gramyang: mengambang, menyebar • grana: hidung • grandaka: banteng besar, buas, bengis • granggam: ragu-ragu, bimbang • granggang: tombak bambu, bambu r uncing • grangsang: menyerang, menyerbu • grantang: nama gamelan • grantes: berkeluh kesah • grantil: kelihatan bergantungan • grantos: matahari terbit dari arah • graos: gergaji • grapyak: ramah • grasi: grasi, ampunan • grat: derajat, turunan • grati: keturunan itik dengan itik manila • graut: mencakar, menyobek dengan kuku • grawira: hulubalang, panglima perang • grema: pemburu • grènjèng emas: kertas mas • gribig: kerai, bidai, grebek • grinting: nama rumput • griya: rumah, wisma • grobag: gerobak; • grobag cèlèng: pedati beroda satu, gerobak dorong • grobog: lumbung padi keluarga • groboh: kasar, tidak halus • groda: pohon beringin • grogol: gerogol, cerocok • gropak sénthé: keturunan yang ke-7 • gubug: rumah kecil; • gubug pèncèng: nama rasi bintang • guci: guci • gudèl: anak kerbau • guder: goda; • guder asu: bercanda seperti anjing (lama-lama berkelahi beneran) • gudhal: kotoran gigi, kotoran kemaluan • gudhang: gudang • gudhas: enak sekali • gudhé: tanaman sejenis kara • gudhig: jenis penyakit kulit, kudis • gudhis: enak sekali • gudir: jenis kue • gudrah: berlumuran • gudu: bukan, lain • gugah: bangun, goyah • gugat: gugat, tuntut • gugon: kepercayaan; • gugon tuhon: kepercayaan pada adat dan takhayul • gugrag: jatuh berguguran • gugrug: rontok, gugur • digugu: dipercaya, diindahkan • guguh: sudah tanggal semua giginya • guguk: menangis tersedan-sedan • gugup: gugup • gugur: meninggal, mati, rontok; • gugur gunung: kerja bakti • gugus: gugus, kelompok • gugut: menggigit dengan gigi seri/gigi depan • guha: gua • guhya: gaib, samar-samar • gujeg: pegang, tangkap • gujeng: tertawa • gujer: mengejar • gul: gul, bola masuk gawang • gula: gula; • gula arèn: gula yang terbuat dari aren; • gula batu: gula yang membatu; • gula drawa: nama tembang; • gula geseng: warna merah kehitaman; • gula jawa: gula merah, gula kelapa; • gula klapa: 1 gula dari sari kelapa; 2 bendera merah putih lambang kerajaan Majapahit; • gula wenthah: pelihara; • gulali: jenang gula, gula yang direbus • guling: guling, bantal • gulma: rumput sawah • gulo: gula • gulon: kerah baju, baju bagian leher • gulu: leher; • gulu ancak: leher angsa bagian bawah; • gulu banyak: leher angsa, saluran yang berkelok (water closet) • gulud: menggarap sawah • guluh: leher • gulung: gulung; • gulung koming: bergulung-gulung, berguling-guling • gumarang: nama lembu dalam wayang • gumathok: pasti, sudah tentu • gumati: sayang, kasih • gumbala: kumis • gumbeng: pipa penghisap madat • gumblis: menghina • gumbreg: nama wuku ke-3 • gumer: gemuruh • gumpes: tumpas, rompes, aus, ompong • gumping: lereng gunung yang terjal • gumrah: biasa, lumrah, umum • gumuk: bukit • gumul: bergumul • gumun: heran, terkejut, kagum; • aja gumunan: jangan terlalu heran • gumyak: ramai sekali, gaduh • gun: 1 salah satu perangkat alat tenun; 2 zina • guna: 1 kepandaian; 2 manfaat; • gunadi: orang yang berguna; • guna kaya: kepandaian kekayaan; • gunawan: orang yang berguna; • gunawidi: pintar, pandai • gunah: sudah mengerti sungguh-sungguh • guncang: guncang, goyang • gundam: gendam, ilmu pikat • gundem: sangkut, kait • gundha: nama tumbuh-tumbuhan yang di sawah • gundhal: penggembala kuda; • begundhal: bajingan • gundhala: cincin, anting-anting • gundhik: gundik, istri gelap • gundhil: gundul, polos • gundhul: rambutnya dicukur bersih • gunem: bicara, wicara, kata • gung: agung, besar • gungan: manja • gunggung: 1 sanjung; 2 jumlah; • gunggung kumpul: jumlah total; • gunggung susun: cara penjumlahan bilangan dengan disusun ke bawah • digungsir: disungkur • guni: karung goni • gunita: kebudayaan, kepandaian • guntang: tabung tempat air • gunting: gunting • guntur: guruh, halilintar • gunung: gunung; • gunungan: 1 rumah-rumahan untuk wadah sesaji; 2 kayon; • gunung geni: gunung api; • gunung guntur: nama corak kain batik; • gunung kendheng: barisan pegunungan; • gunung sepikul: bentuk cincin bermata tiga • gupa: penjaga, penggembala • gupak: terkena • gupala, reca gupala: arca penjaga • gupé: susah, sedih • gupi: bermain-main • gupis: aus, usang, rompes • gupit: sempit, ciut, terjal • gupita: karangan bunga, putri pingitan • gupoh: tergopoh-gopoh, terengah-engah • gupta: rahasia, samar-samar • gupu: kandang ternak • gupuh: sibuk, repot • gupya: prihatin • gurawa: hormat, dengan hormat • gurda: pohon beringin • gurdaka: 1 nafsu; 2 banteng besar • gurem: gurem, binatang sejenis semut kecil • gurih: gurih, enak, nikmat • guris: berseloroh, menggodai; • gurisan: selorohan, jenaka • gurit: puisi, syair; • geguritan: puisi, syair • gurma: pemburu • gurna: ramai sekali • gurnita: gegap gempita, hangat, ramai • guru: guru, pengajar; • guru aleman: suka dipuji; • guru bakal guru dadi: upeti; • guru dina: kalender; • guru lagu: suara vokal pada akhir suku kata; • guru laki: suami; • guru nadi: suami; • guru wilangan: jumlah suku kata • guruh: guruh, guntur • gurundaya: burung layang-layang • gurung: tenggorokan • gusah: usir • gusak: usir • gusali: pandai, tukang besi • gusar: kuatir, sedih, sumelang • gusek: hapus • gusi: gusi • gusis: habis, musnah • gusti: tuan, paduka, Tuhan • gutuk: batu pelontar; • gutuk api: granat • guwa: gua; • guwa garba: rahim, kandungan • guwab: bohong, omong kosong • guwang: buang • guwaya: air muka, roman muka, mimik • guwiratna: intan yang bagus • guyang: guyang, siram, memandikan • guyeng: ramai, penuh canda tawa • guyer: putar • guyu: tertawa; • guyon: bergurau, berkelakar • guyub: guyub, rukun, bersatu • gabah: buah padi yang belum dikelupas kulitnya; • gegabah: tanpa pertimbangan matang • gabug: 1 mandul; 2 tak berisi • gabung: bergabung • gada: gada, senjata pemukul; • gada gitik: tongkat pemukul • gadhah: punya, memiliki • gadhing: 1 gading gajah; 2 bunga kembang kantil • gadho-gadho: 1 campuran; 2 jenis makanan • gadhu: sawah yang ditanami padi pada musim kemarau • gadhug: pembesar, tokoh, pemimpin • gadhuh: gaduh, ribut, geger; • nggadhuh: memeliharakan ternak orang lain dengan cara bagi hasil • gadhung: gadung, jenis tanaman merambat • gaga: 1 mencari, berupaya; 2 jenis padi • gagah: gagah, perwira, kuat • gagak: burung gagak • gagal: gagal, kandas • gagana: langit; • gaganantara: angkasa, langit • matahari terbit dari arah pegangan, tangkai • gagap: gagap, tidak terampil; • gagap-gugupen: gagap, demam panggung • gagar: gagal, kandas; • gagaran: pedoman, pegangan; • gagar mayang: hiasan dari janur; • gagar otak: kecelakaan pada otak • gagas: pikir; • gagasan: pikiran, harapan, pendapat • gagat: menjelang pagi, dini hari; • gagat rahina: pagi hari • gagé: segera • gagra kusika: kera yang bulunya lebat • gagrak: model; • gagrak anyar: model baru; • gagrak lawas: model lama • gagrayan: kekuasaan • gahana: jurang • gaja: gajah • gajah: gajah; • gajah ngoling: jenis pamor keris; • gajah oya: nama lain negeri Astina (pewayangan); matahari terbit dari arah gajah mada: gajah mengamuk (perang) • gajeg: ragu-ragu, lupa-lupa ingat • gala: gala-gala; • gala ganjur: nama gamelan • galak: buas, kejam, keji; • galak gathung: untung-untungan • galangan: tempat membuat perahu • galap: salah ucap, khilaf dan keliru; • galap gangsul: keliru • galih: 1 pikir; 2 inti batang pohon • galondhong pangareng-areng: upeti • galuga: kesumba merah, pemerah bibir • galuh: 1 gadis; 2 galih, pikiran • gama: jalan, berjalan • gamam: bimbang, ragu • gaman: alat, senjata • gamar: khawatir, was-was • gambak: sampai, supaya sampai • gambang: jenis alat musik gamelan • gambar: gambar, lukisan; • gambaran: rancangan, perkiraan • gambir: gambir • gambira: gembira; • gambiralaya: palung laut; • gambiraloka: taman untuk bergembira ria • gamblang: jelas, terang • gamblik: duduk di tepi sekali • gambuh: jenis tembang macapat • gamel: 1 gamelan; 2 gembala kuda • gamoh: lunak, empuk (daging) • gampang: gampang, mudah • gampar: terompah kayu, bakiak • gampil: gampang sekali, sangat mudah • gamping: 1 gampang sekali, sangat mudah; 2 kapur • gana: anak lebah; • gana-gini: harta milik suami istri; • gegana: langit • ganan: ukiran berbentuk hewan • ganas: ganas, dahsyat • gancang: cepat, lancar • gancar: lancar, mulus; • gancaran: tulisan berupa prosa • ganda: bau; • gandakusuma: berbau harum kembang; • gandamaru: sambungan papan; • gandapura: jenis tumbuhan yang daunnya wangi; • gandareja: nama daun; • gandariya: gandaria, sejenis pohon; • gandarukem: jenis batu bertuah; • gandarusa: nama pohon; • gandasuli: nama batikan, nama bunga; • gandawida: kasturi, boreh • gandar: sarung keris • gandarwa: gandarwa, makhluk halus; • gandarwi: peri, kuntilanak; • gandarwara: agung • gandem: marem, mantab • gandhang: nyaring, keras • gandhèng: gandeng, berhubungan • gandes: luwes; • gandes luwes: sangat luwes, pantas • gandhéwa: busur panah • gandhi: palu, martil • gandhik: batu giling • gandra: rupa, wajah • gandrung: gandrung, kasmaran, jatuh cinta • ganep: genap • ganggu: ganggu, goda; • ganggu gawé: mengganggu, menggoda • gangsa: gamelan • gangsal: lima • gangsar: lancar, mulus, mudah • gangsingan: gasing • gangsir: jenis jangkrik yang besar • gangsul: keliru • gangsur: merangkak • ganita: bilangan hitungan • ganitrikundha: tasbih • ganjar: memberi ganjaran, pahala, imbalan; • ganjaran: pahala • gantal: gulungan daun sirih • gantang: takaran beras • gantar: galah • gantas: keras, nyaring • gantèn: laut, samudra • gantha: kehendak, niat, kemauan • gantheng: ganteng, tampan, gagah, bagus • gantung: gantung; • gantung kawin: peresmian kawin yang ditunda; • gantung kepuh: pakaian cuma satu potong; • gantung laku: masih menjalankan tugas; • gantung siwur: nenek moyang ke-8 • gantya: berganti; • gantyan: bergantian • ganung: hati nangka, hati nanas • ganyang: dimakan langsung • ganyong: sejenis umbi-umbian • gaota: berkerja; • panggaotan: pekerjaan • gapah: tak menghiraukan, menghina • gapit: jepit, penjepit; • gapit-rempah: gapit/penjepit wayang • gaplah: tiada berguna • gapura: pintu gerbang; • gapunten: (ing.) pintu gerbang • gara: istri, suami; • gara-gara: 1 adegan gara-gara dalam pentas wayang; 2 huru-hara, kerusuhan; • garagati, garanggati: laba-laba pohon; • anggara: Selasa; • anggara kasih: Selasa Kliwon • garanggati: laba-laba pohon • garap: garap, kerja; • garapan: pekerjaan; • garap banyu: datang bulan, menstruasi; • garap gawé: bekerja; • garap sari: haids • garba: rahim, kandungan; • garbini: hamil, mengandung • garbis: sebangsa semangka • garda: garda • gardaba: kedelai • gardajita: keinginan • gardaka: mengamuk • gardhu: gardu, pos, ruang penjagaan • garebeg: garebek, pesta sekatenan • garèk: ketinggalan, tinggal • garem: garam • garèng: salah satu punakawan dalam wayang • garènggati: laba-laba pohon • garep: akan • gares: tulang kaki • garet: kerat, ringgit, takik • garini: istri, bini • garis: garis • garit: garis, gores • garjito: senang sekali, kagum • garoh: tidak jadi, tidak sah • garok: geruk, parau • garon: telah digaru, penggaru • garong: garong, perampok, penjahat • garot: menggigit • garpu: garpu • garu: alat perata tanah setelah dibajak • garudha: burung garuda; • garudha mungkur: jenis strategi perang; • garudha nglayang: jenis strategi perang; • garudha pancasila: garuda pancasila • garuh: penggaru, penyisir tanah • garuk: garuk • garung: saluran yang tidak berfungsi lagi • garut: garut sejenis umbi • garwa: istri, suami; • garwa ampéyan: matahari terbit dari arah • garwa ampilan: selir; • garwa padmi: permaisuri • garwita: marah, lekas marah • gas: gas • gas-gasan: 1 serakah, urakan, ugal-ugalan; 2 balap motor dengan menarik gas kuat-kuat • gasab: milik yang tidak sah • gasang: pegang • gataka: sengsara • digathok: digandol; • gathok-lèh: buka kartu, ditunjukkan kesalahannya; • gathuk: cocok, sesuai, ketemu; • gumathok: pasti, tentu • gati: penting; • gatos: (ing.) penting • gatra: 1 larikan; 2 rupa, wajah • gawa: bawa; • gawan: bawaan, oleh-oleh • gawang: gawang • matahari terbit dari arah tanda peringatan • gawat: gawat, bahaya, keramat • gawé: 1 pekerjaan; 2 hajat; 3 buat, membuat • gayatri: cantik, anggun, berwibawa • nggayel: selalu makan • gayor: gantungan gong • gayuh: tercapai, mencapai; • gegayuhan: cita-cita • gebyah: campur, padu; • gebyah uyah: campur aduk • gebyog: dinding kayu • gedhah: kaca; • gedhah-gedhih: tak ada apa-apa • gedhana-gedhini: dua bersaudara pria wanita • gedhang: pisang; • matahari terbit dari arah ayu: pisang yang masih untuk kenduri; • gedhang salirang: pisang selirang • gedhé: besar, agung; • gedhé atiné: mantab; • gedhé endhasé: sombong; • gedhé tekadé: mantab; • penggedhé: pembesar, pemuka; • tembang gedhé: matahari terbit dari arah tembang • gedheg: tempat menyimpan padi • gedhèg: dinding dari anyaman bambu • gedhig: pukul, tindas; • gedhig manggala: pembesar pasukan • gedhog: ketuk • gedhoh: daun telinga • gedhokan: kandang kuda • gedhong: gedung • gega: matahari terbit dari arah, digugu, diturut • gegaman: pusaka, senjata, peralatan • gegana: langit, angkasa, dirgantara • gégé: cepat, lekas • gegeh: kokoh, kuat • gègèn: cepat • geger: punggung • gègèr: geger, huru-hara, kekacauan • gègrèk: rontok, berjatuhan, berguguran • gégroh: tua renta, jompo • gèl: lekas, lalu, barangkali • gela: kecewa, sakit hati • gelang: gelang • gelap: petir, halilintar; • gelap nyawang: berandal, perampok; • gelap paju: halilintar yang bila menyambar pecah terbelah; • gelap wédang: halilintar yang bila menyambar pohon akan mengelupas atau terbakar • gelar: 1 menggelar, membentang; 2 siasat perang; 3 nama kebesaran; • gelaran: tikar, bentangan • gelas: gelas • gelis: cepat, lekas • gelok: kerekan burung • gelung: gelung, ikatan rambut • gelur: mendengkur • gelut: berkelahi, bergulat • gemah: subur, makmur; • gemah ripah loh jinawi: subur makmur, ramai, semarak • gembala: janggut • gembili: gembili, jenis umbi-umbian • gembira: gembira, ria, suka • gembolo: sebangsa ubi • genah: jelas, terang, mapan • gendèr: jenis perangkat gamelan • gendéra: bendera • gendhaga: kotak, wadah • gendhak: suka, hobi; • gendhak sikara: menganiaya, menyiksa • gendhek: pendek lagi besar • gèndhèl: seikat, seuntai • gendhela: capung • gendhèwa: busur panah • gendhi: kendi, wadah air dari gerabah • gendhil: kendil • gendhila: idiot, kurang ajar • gendhing: gending, lagu • gendhis: gula • gendhon: ulat tanah; • gendhon rukon: seiya sekata • gendhu: jenis tupai • gendhuk: panggilan untuk anak putri • gendruwo: gandarwa, makhluk halus • gendug: terantuk • genduk: panggilan untuk anak putri • gendul: botol • gendut: gendut, gemuk, besar perut • geni: api; • geniwara: bertapa dengan tidak makan makanan yang dimasak dengan api; • geniroga: kain lurik • genjé: tumbuhan yang daunnya memabukkan • gentayangan: gentayangan, melayang-layang • genti: ganti, tukar; • gentos: ganti, tukar • gentur: kuat, kokoh, semangat; • gentur tapane: tapanya tamat, purna • gepah: tergopoh-gopoh • gepak: leka, pekat • gepok: senggol, sentuh; • gepok sénggol: sentuhan, senggol, sapa, tegur • gépor: lelah kaki, lunglai, lunas • gera: puncak • gerah: 1 gerah, udara panas; 2 sakit; • gerah uyang: panas dingin, hilang selera makan • gerang: tua-bangka, aus • gerap: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • geras: tanah mati, tandus, tak dapat menyimpan air • gerat: tanah mati • gerba: rahim, kandungan • gerbong: gebang • gering: 1 kurus-kering; 2 sakit • germa: 1 germa, pemilik gamelan; 2 ibu pengasuh pekerja seks komersial • gernat: granat • gero: berteriak, bersuara keras • getak: gertak, bentak; • getak gajah: nama tumbuhan • getapan: mudah gugup, berpenyakit jantung • getar: getar, bunyi-bunyian, musik • gethini: tekun bekerja • gethok: ketuk, pukul; • gethok-tular: dari mulut ke mulut • getih: darah; • getih mateng: darah matang; • getih putih: darah putih; • getih umbel: ingus, tahi hidung; • getih urip: darah baru, sehat; • nggetih: berusaha sekuat tenaga • gigih: gigih, giat, tekun • gigir: punggung, tepian, belakang matahari terbit dari arah gili: punggung gunung, tanah yang tinggi • gilig: padu, satu, bulat; • gilig rembugé: mufakat • giling: giling • gilir: gilir; • gilir kacang: 1 berurutan, antrian; 2 banyak anak berselang-seling laki-laki perempuan • gilis: digulung • ginem: bicara, kata, sabda • gini: harta, dinar; • gana-gini: harta milik suami istri • giok: batu bertuah • gipih: tergopoh-gopoh • gipit: dahulu • gir: gerigi, gigi roda • girah: cuci ulang penghabisan • girang: girang, gembira • girap: ketakutan, kuatir • giras: sehat, trengginas • giri: gunung, bukit; • giri-giri: menakutkan, mengagumkan, menakjubkan; • girilaya: bukit pemakaman; • giri patembaya: sayembara, perlombaan; • giriwana: gunung hutan; • giriwarsa: barisan pegunungan, deretan perbukitan • girik: kupon, karcis • giring: 1 giring, gerak, dorong; 2 batu landasan untuk dinding dalam rumah • giris: takut, risau, gelisah • girisa: jenis tembang • giro: giro • gisang: pisang • gisau: belajar • gisik: pesisir, pantai • gisit: dahulu • gistha: bicara, maksud • gisus: bergerak ramai sekali, huru-hara • gita: syair, puisi • gitanjali: tembang persembahan • githi-githi: tergesa-gesa • githing: tindih, jahit, apit • githir: lari tunggang langgang • githok: tengkuk, leher bagian belakang • gitik: cambuk, tongkat • giwang: giwang; • giwangan: 1 genjotan, selingan; 2 tempat menjual giwang • giwar: selimpang, menyimpang, menyisi • giya: 1 gua, goa; 2 membelok (kerbau, dsb) • giyota: perahu • gladhi: latihan; • gladhi resik: latihan terakhir, sebelum pementasan • gladrah: pelupa, tak sadar, sekehendaknya • gladri: beranda • glali: jenang gula, gula direbus • gobag sodor: jenis permainan anak remaja • gogo: jenis padi untuk lahan tadah hujan; • gogo rancah: jenis padi untuk lahan tadah hujan • gogoh: mencari ikan dengan meraba-raba • gogok: minum/telan langsung • gogol: pemilik sawah • gogor: anak harimau • gogot: rakus, berlaga • goh: lembu • gohpura: gapura • golèk: cari • golok: parang, pisau • gong: gong, perangkat gamelan; • gong bonjor: gong dari tabung bambu • gonggang: renggang, bercelah • goni: karung goni • gonjak: menganggu, menggoda, berlaku sembrono • gonjang-ganjing: geger, huru-hara • gontor: dihanyutkan, diguyur air deras-deras • gonyak-ganyuk: serba canggung • gopa: gembala, penjaga • gopala: penjaga; • arca gopala: patung penjaga • gopèl: rompes, cuwil • gopès: rompes, cuwil • gopok: lapuk • gopracara: tempat menggembalakan • goprak: kelontang, jenis yang terburuk • gopura: gapura, pintu gapura • gor: menganggur • gora: besar, dahsyat; • gora godha: godaan, amuk haru-biru; • gorasabda: nasehat yang keras; • goraswara: nasehat yang keras • gorawa: dengan hormat • goroh: bohong, tipu • gorok: gergaji, potong • gothak-gathuk: sering bertemu • gothang: senggang, renggang, jeda • gotong: menggotong, mengangkat bersama; • gotong mayit: 1 anak tiga mengerjakan hal yang sama; 2 anak tiga perempuan semua; • gotong royong: kerja sama • gotrah: kepala keluarga • goyang: goyang • gra: puncak, sangat • gragal: kerikil-kerikil besar • gragap: gagap, gugup • gragas: doyan makan, makan sembarangan • gragèh: raih, diraih • grago: 1 bimbang, ragu; 2 anak udang • grahana: gerhana • grahita: indra, perasaan • graja: saudara* • grajag: mengalir deras • grajèn: tahi gergaji • graji: gergaji • graksa: petir, halilintar • gralapa: lupa, tak sadar • gram: gram, satuan ukuran • grama: 1 desa; 2 api • gramang: mengeriap; • semut gramang: semut merah • grambyang: dikira-kira • gramèh: gurameh, jenis ikan • grami: berdagang • gramyang: mengambang, menyebar • grana: hidung • grandaka: banteng besar, buas, bengis • granggam: ragu-ragu, bimbang • granggang: tombak bambu, bambu r uncing • grangsang: menyerang, menyerbu • grantang: nama gamelan • grantes: berkeluh kesah • grantil: kelihatan bergantungan • grantos: gergaji • graos: gergaji • grapyak: ramah • grasi: grasi, ampunan • grat: derajat, turunan • grati: keturunan itik dengan itik manila • graut: mencakar, menyobek dengan kuku • grawira: hulubalang, panglima perang • grema: pemburu • grènjèng emas: kertas mas • gribig: kerai, bidai, grebek • grinting: nama rumput • griya: rumah, wisma • grobag: gerobak; • grobag cèlèng: pedati beroda satu, gerobak dorong • grobog: lumbung padi keluarga • groboh: kasar, tidak halus • groda: pohon beringin • grogol: gerogol, cerocok • gropak sénthé: keturunan yang ke-7 • gubug: rumah kecil; • gubug pèncèng: nama rasi bintang • guci: guci • gudèl: anak kerbau • guder: goda; • guder asu: bercanda seperti anjing (lama-lama berkelahi beneran) • gudhal: kotoran gigi, kotoran kemaluan • gudhang: gudang • gudhas: enak sekali • gudhé: tanaman sejenis kara • gudhig: jenis penyakit kulit, kudis • gudhis: enak sekali • gudir: jenis kue • gudrah: berlumuran • gudu: bukan, lain • gugah: bangun, goyah • gugat: gugat, tuntut • gugon: kepercayaan; • gugon tuhon: kepercayaan pada adat dan takhayul • gugrag: jatuh berguguran • gugrug: rontok, gugur • digugu: dipercaya, diindahkan • guguh: sudah tanggal semua giginya • guguk: menangis tersedan-sedan • gugup: gugup • gugur: meninggal, mati, rontok; • gugur gunung: kerja bakti • gugus: gugus, kelompok • gugut: menggigit dengan gigi seri/gigi depan • guha: gua • guhya: gaib, samar-samar • gujeg: pegang, tangkap • gujeng: tertawa • gujer: mengejar • gul: gul, bola masuk gawang • gula: gula; • gula arèn: gula yang terbuat dari aren; • gula batu: gula yang membatu; • gula drawa: nama tembang; • gula geseng: warna merah kehitaman; • gula jawa: gula merah, gula kelapa; • gula klapa: 1 gula dari sari kelapa; 2 bendera merah putih lambang kerajaan Majapahit; • gula wenthah: pelihara; • gulali: jenang gula, gula yang direbus • guling: guling, bantal • gulma: rumput sawah • gulo: gula • gulon: kerah baju, baju bagian leher • gulu: leher; • gulu ancak: leher angsa bagian bawah; • gulu banyak: leher angsa, saluran yang berkelok (water closet) • gulud: menggarap sawah • guluh: leher • gulung: gulung; matahari terbit dari arah gulung koming: bergulung-gulung, berguling-guling • gumarang: nama lembu dalam wayang • gumathok: pasti, sudah tentu • gumati: sayang, kasih • gumbala: kumis • gumbeng: pipa penghisap madat • gumblis: menghina • gumbreg: nama wuku ke-3 • gumer: gemuruh • gumpes: tumpas, rompes, aus, ompong • gumping: lereng gunung yang terjal • gumrah: biasa, lumrah, umum • gumuk: bukit • gumul: bergumul • gumun: heran, terkejut, kagum; • aja gumunan: jangan terlalu heran • gumyak: ramai sekali, gaduh • gun: 1 salah satu perangkat alat tenun; 2 zina • guna: 1 kepandaian; 2 manfaat; • gunadi: orang yang berguna; • guna kaya: kepandaian kekayaan; • gunawan: orang yang berguna; • gunawidi: pintar, pandai • gunah: sudah mengerti sungguh-sungguh • guncang: guncang, goyang • gundam: gendam, ilmu pikat • gundem: sangkut, kait • gundha: nama tumbuh-tumbuhan yang di sawah • gundhal: penggembala kuda; • begundhal: bajingan • gundhala: cincin, anting-anting • gundhik: gundik, istri gelap • gundhil: gundul, polos • gundhul: rambutnya dicukur bersih • gunem: bicara, wicara, kata • gung: agung, besar • gungan: manja • gunggung: 1 sanjung; 2 jumlah; • gunggung kumpul: jumlah total; • gunggung susun: cara penjumlahan bilangan dengan disusun ke bawah • digungsir: disungkur • guni: karung goni • gunita: kebudayaan, kepandaian • guntang: tabung tempat air • gunting: gunting • guntur: guruh, halilintar • gunung: gunung; • gunungan: 1 rumah-rumahan untuk wadah sesaji; 2 kayon; • gunung geni: gunung api; • gunung guntur: nama corak kain batik; • gunung kendheng: barisan pegunungan; • gunung sepikul: bentuk cincin bermata tiga • gupa: penjaga, penggembala • gupak: terkena • gupala, reca gupala: arca penjaga • gupé: susah, sedih • gupi: bermain-main • gupis: aus, usang, rompes • gupit: sempit, ciut, terjal • gupita: karangan bunga, putri pingitan • gupoh: tergopoh-gopoh, terengah-engah • gupta: rahasia, samar-samar • gupu: kandang ternak • gupuh: sibuk, repot • gupya: prihatin • gurawa: hormat, dengan hormat • gurda: pohon beringin • gurdaka: 1 nafsu; 2 banteng besar • gurem: gurem, binatang matahari terbit dari arah semut kecil • gurih: gurih, enak, nikmat • guris: berseloroh, menggodai; • gurisan: selorohan, jenaka • gurit: puisi, syair; • geguritan: puisi, syair • gurma: pemburu • gurna: ramai sekali matahari terbit dari arah gurnita: gegap gempita, hangat, ramai • guru: guru, pengajar; • guru aleman: suka dipuji; • guru bakal guru dadi: upeti; • guru dina: kalender; matahari terbit dari arah guru lagu: suara vokal pada akhir suku kata; • guru laki: suami; • guru nadi: suami; • guru wilangan: jumlah suku kata • guruh: guruh, guntur • gurundaya: burung layang-layang • gurung: tenggorokan • gusah: usir • gusak: usir • gusali: pandai, tukang besi • gusar: kuatir, sedih, sumelang • gusek: hapus • gusi: gusi • gusis: habis, musnah • gusti: tuan, paduka, Tuhan • gutuk: batu pelontar; • gutuk api: granat • guwa: gua; • guwa garba: rahim, kandungan • guwab: bohong, omong kosong • guwang: buang • guwaya: air muka, roman muka, mimik • guwiratna: intan yang bagus • guyang: guyang, siram, memandikan • guyeng: ramai, penuh canda tawa • guyer: putar • guyu: tertawa; • guyon: bergurau, berkelakar • guyub: guyub, rukun, bersatu H • hala: bajak, mata bajak • halang: nama senjata • halep: indah, cantik • haliman: gajah • haliwawar: taufan, angin ribut • hana: ada • hanacaraka: baris awal susunan huruf Jawa • hara: bening, kehendak • hara-huru: huru-hara, keributan, geger • haraka: 1 kalung; 2 buah pinang • harana: mengambil, membawa • harda: nafsu, matahari terbit dari arah • hardana: harta kekayaan • hari: 1 hari; 2 matahari; 3 Kresna/Dewa Wisnu; • harimurti: terangnya matahari, Dewa Wisnu • harimau: harimau • harina: kijang • harini: syair, puisi • harja: makmur, subur; • harjana: bidadara, dewa; • harjanti: bidadari; • harjasa: asri, bagus, indah; • harjaya: selamat, sejahtera • harjuna: 1 putih, cemerlang; 2 Arjuna, anak ketiga keluarga Pandawa • harsa: hendak, ingin; • harsana: hendak, ingin, mau, senang, bahagia; • harsaya: matahari terbit dari arah, gembira; • harsuka: senang, suka cita • harta: harta-benda, kekayaan; • hartaka: harta kekayaan; • hartakara: harta kekayaan; • hartana: harta kekayaan; • hartanta: harta kekayaan; • hartara: air; • hartati: indah, cantik, lebih; • hartawan: berharta, kaya-raya; • hartika: grahita, pikiran • haru-hara: geger, kekacauan • hasil: hasil • hasta: tangan; • hastapada: tangan dan kaki • hasti: gajah • hawa: hawa, udara; • hawa nepsu: hawa nafsu • héma: emas • hening: hening, sepi, sunyi • hèr: air; • herdaya: hati, perasaan; • hèrtambang: sungai; • hèrtati: air hujan • herti: tegas, jelas • hèru: mustika • hima: salju, awan, mendung; • himawan: gagah seperti gunung • hina: hina, rendah; matahari terbit dari arah hinabudi: hina, rendah budi • hira: intan • hirsa: susah, sedih • hirya: intan • hita: guna, faedah, kebajikan • hulun: saya • huraga: raga, badan, tubuh • hya: air, banyak • hyang: hyang, dewa, batara, junjungan; • hyang anala: sang api; • hyang arka: sang surya, matahari; • hyang aruna: sang surya, matahari; • hyang brahma: Brahma; • hyang hari: batara Guru, dewa Wisnu; • hyang indra: sang Indra; • hyang iswara: sang Guru; • hyang kelepasan: muksa, menuju kesempurnaan hidup; • hyang raditya: sang surya, matahari; • hyang rawi: sang surya, matahari; • hyang sri: dewi sri, dewi padi, dewi kesuburan; • hyang wulan: sang rembulan I • iba: iba, alangkah, betapa • ibakara: belalai • ibat: sangat mengherankan • iben: air liur, ludah • iber: terbang • ibu: ibu, mama • ibut: hiruk pikuk • ica: senang, enak, tenang, pengharapan • ical: hilang • icana: putih mata • icip: incip, coba • icir: belat bambu • icul: lepas, terlepas • idah: masa idah, masa menunggu • idak: injak; • ngidak: menginjak • idep: bulu mata • idhum: rindang, sejuk • matahari terbit dari arah ludah, liur • iguh: pendapat, saran • iji: satu • ijo: hijau; • ijoan: hijauan, pakan ternak, sayur hijau; • ijon-ijon: kehijau-hijauan; • ijo matahari terbit dari arah hijau sekali • ijol: tukar, ganti; • ijol anggon: tukar tempat • ika: 1 itu; 2 eka, tunggal, satu • ikan: ikan air • ikana: entahlah • ikang: yang • iket: iket, tutup kepala • iki: ini; • iking: ini; • iku: itu • ikut: ikut, menurut • ila-ila: sumpah, serapah, nasehat yang harus dituruti • ilab: penggal • ila-ilu: ikut-ikutan • ilam: tulang leher, terusan tulang punggung • ilang: hilang • ilat: lidah; • ilat baya: bunga lidah buaya • ilé: panjang lanjut • iler: liur • ili: aliran; • ilèn: aliran • ilir: kipas • ilo: lihat, tatap, pandang • ilok: baik, bagus • ilu: ikut; • ilon: mudah ikut, ikut-ikutan • ilung: hilang • ilur: liur, lendir • ima: awan, mendung • imah-imah: berumah tangga • imantaka: awan, mendung, mega; • imantara: mega tipis • imar: 1 himar, keledai; 2 sayang, kasihan • imat: sakit gigi • imba: alis, kening, nama tumbuhan obat • imbal: bergantian, giliran; • imbalan: imbalan, upah, harga keringat • imbang: imbang, sebanding • imbet: 1 tambahan; 2 peram • imboh: imbuh, tambah • imbon: 1 tambahan; 2 peram • imbuh: imbuh, tambah • iming: iming, rangsang • impang: menang • impeng: pipa besar untuk air • imper: mirip, sesuai, cocok • impi: mimpi • impun: himpun, kumpul • impur: pengkar • imuk: amuk • imul: tak tahu malu, suka meminta • imur: dihibur • ina: hina; • ina budi: hina budi, rendah akhlak • inak: enak, nikmat • incat: berlepas diri, cuci tangan • inceng: incar, intip • incer: incar, lihat • incih: diintai diam-diam • incup: pegang, tangkap • indel: menjerang, menaruh panci di perapian untuk memasak • indeng: seluruh, semua • indha: menghindar; • indha-indha: mengelak, mengindar • indhak: menuduh • indhang: menengok, menjenguk, membesuk • indhen: poros, gandar, as • indhung: induk semang • inding: pembalut wanita • indra: dewa indra; • indracapa: mendung; • indrajala: pencuri, panah; • indralaya, indraloka: kahyangan Indralaya, istana dewa Indra; • indrapada: kahyangan Indrapada • indriya: indera (alat penciuman, perasaan, pendengaran, perabaan, penglihatan) • indung: induk semang • nginep: menginap, bermalam; • minep: menutup (pintu, dll.) • ing: di • ingan: batas • ingas: nama pohon • inger: menggeser, merubah arah, membelokkan • inget: ingat, pikr • ingga: hingga, sampai • inggah: nak • inggal: baru, segera • inggat: minggat, pergi tanpa pamit • inggih: iya, setuju • inggil: tinggi, luhur; • krama inggil: jenis bahasa sangat halus; • siti hinggil: tanah yang ditinggikan untuk pagelaran kraton • inggita: perangai, tingkah laku • ingiring: diiringi • ingkang: yang • Ingkang Sinuhun: yang dimintai, yang diharapkan, gelar raja • ingkar: ingkar, menolak • ingked: bergesak, ingkar, berubah, mencabut kata • ingkel: injak • ingkem: tutup • ingkeng: yang • ingkud: dipersempit, diperkecil • ingkul: berjalan cepat dengan menunduk • ingkung: ayam yang dimasak secara utuh • ingon: yang diberi makan, binatang piaraan • ingong: matahari terbit dari arah, aku • ingsed: bergeser • ingsep: hisap • ingser: dipindah ke empat lain • ingslep: ditarik ke dalam • ingsun: saya, aku • ingu: pelihara, piara • inguk: jenguk, tengok, lihat • ingwang: saya, aku • injek: injak • injen: intip, melihat secara sembunyi-sembunyi • injet: gamping yang diairi • intar: pintar, tinggi ilmu pengetahuannya • inten: intan, permata • inter: inter, pintar • inting: diancam, ditantang • intip: 1 intip, mengintip; 2 nasi yang ditanak dan melekat di panci • intir: diatur nyalanya • inum: minum • inyak: 1 injak-injak; 2 hina, rendah, remeh • ipah: upah, gaji, ongkos • ipat-ipat: disumpahi, dicacimaki, dikata-katai • ipé: ipar, saudaranya istri/suami • ira: kira-kira, duga, ramal • irah-irahan: perkiraan, perhitungan, ramalan • irama: irama, nada • irang: wirang, mendapat malu • irawan: mendung, mega • ireng: hitam • iri: iri • irib: mirip, serupa • irid: 1 irit, hemat; 2 mengajak, membawa rombongan • irih: pelan • irik: lirik, melihat dengan ekor maa • irim-irim: 1 tumbuh-tumbuhan; 2 gending • iring: bagian sebelah; • iringan: 1 iringan, pengikut; 2 dari samping; • miring: miring; • ngiring: mengiring • iris: iris • irit: hemat; • irit-iritan: rombongan; • ngirit: hemat • irsaya: iri dengki • irung: hidung • irup: hirup • irus: ciduk sayur • isa: bisa • isah: cuci, membersihkan • isan: sekalian, sekaligus; • wis isan: sudah selesai memasak • isel: banyak dagingnya • iseng-iseng: iseng, hal yang aneh-aneh, hal yang tidak penting • isep: hisap • isi: isi, muatan • isih: masih • isin: malu • isis: semilir, sejuk, segar • isor: di bawah • isti: cipta • istilah: istilah • istri: istri • istu: jadi, sungguh • isu: panah • isuh: membasuh, mencuci • iswara: 1 ratu; 2 suara • item: hitam sekali • itung: hitung • iwa: ketika • iwak: ikan; • iwak bandeng: ikan bandeng; • iwak empal: daging binatang ternak; • iwak loh: ikan laut; • iwak pitik: daging ayam; • iwak sapi: daging sapi • iwèn: binatang piaraan sebangsa sapi, kerbau, kambing • iwi: cibir • iwir: barang kecil dan tipis yang bergerak-gerak • iya: iya, setuju • iyan: tambir persegi J • jabang: anak, bayi; • jabang bayi: bayi yang baru lahir • jabat: menjabat; • jabatan: jabatan, kedudukan; • jabat asta: jabat tangan • jabel: 1 cabut, tarik; 2 membatalkan • jadah: juadah, jenis makanan dari beras ketan • jadhel: diminta kembali • jadhem: jadam • jadhi: kuali besar • jaé: jahe • jaga: berjaga; • jagabaya: pamong desa urusan keamanan; • jagabengi: jaga malam; • jagakarya: prajurit, tentara; • jagakersa: pegawai; • jagamalem: jaga malam; • jagapraja: menjaga istana; • jagapura: menjaga pura, tempat suci; • jagaripu: nama ikan; • jagaruna: cadangan; • jagasatru: menjaga musuh; • jagasura: nama kesatuan prajurit kraton; • jagawèsthi: polisi • jagal: jagal, tukang potong hewan • jagana: buritan • jagang: jagang, pengokoh • jagat: dunia, alam semesta; • jagat cilik: jagat kecil, tubuh manusia; • jagat gedhe: jagat besar, alam semesta; • jagat karana: asal muasal dunia; • jagatnata: penata dunia; • jagat pramudita: kebahagiaan; • jagat pratingkah: pengatur dunia; • jagat raya: jagat raya; • jagat saksana: penjaga, pemimpin dunia • jagi: menjaga • jagir: anak kerbau jantan • jago: 1 ayam jantan; 2 calon • jagra: bangun • jagrag: kuda-kuda • jagul: tongkat penyangga • jagung: jagung • jagur: demuk • jahat: jahat • jaja: dada • jajag: menjajagi, mencoba, menduga • jajah: menjajah • jajal: mencoba • jajan: jajan, kue • jajang: bambu • jajap: dapat • jajar: jajar, sejajar • jaka: jejaka, bujang; • jaka kumala kala: bujang kecil; • jaka bèlèk: nama rasi bintang; • jaka bléro: nama burung; • jaka bolot: nama padi; • jaka jebug: bujang tua; • jaka lara: istri/suami pertama; • jaka sawur: nama rumput; • jaka tuwa: nama rasi bintang; • jaka wuru: nama burung • jaksa: jaksa, penuntut hukum • jala: 1 jala; 2 air; • jalada: air, mendung; • jaladara: mendung, awan; • jaladhi: laut; • jaladri: laut; • jalanidhi: laut, samudra; • jalantara: talang air; • jalatarangga: gelombang • jalaga: jelaga, tempat • jalak: jenis burung; • jalak ngoré: bentuk dapur keris • jalan: jalan • jalang: matahari terbit dari arah untaian padi; 2 pelacur • jalar: rambat; • jalaran: sebab, karena • jalasa: duduk • jaler: pria, laki-laki • jali: nama tumbuh-tumbuhan sebangsa jagung • jalidra: orang hina • jaling: tulang di belakang pelipis • jalirih: tumbuhan poyang • jalma: manusia, orang; • jalma manungsa: manusia, orang; • jalmi: manusia • jalu: 1 laki-laki; 2 susuh • jaludha: gading • jaluk: minta • jam: jam • jamah: jamah, sentuh, senggol • jamajuja: jaman dahulu • jamak: lumrah • jamala: pukul, memukul • jaman: zaman; • jaman akir: zaman akhir; • jaman langgeng: zaman keabadian; • jaman pati: zaman kematian; • jaman ramé: zaman keramaian • jamang: jamang, perhiasan kepala • jamas: keramas; • jamasan tosan aji: memandikan pusaka • jamba: melempar, membuang • jambak: menjambak, menarik (rambut) • dijambal: dipanggil langsung namanya • jamban: jamban, tempat pembuangan • jambang: jambang; • jambangan: jambangan, wadah air • jambé: pohon pinang • jam: jam • jamblang: nama buah, nama batikan • jambon: warna merah jambu • jambor: campur; • jamboran: kata majemuk • jambu: jambu; • jambet: jambu; • jambon: warna merah jambu; • jambunada: emas • jambuka: anjing hutan, serigala • jambul: jambul, rambut di depan • jambunada: emas • jampeng: tuli, pekak • jampi: jamu, obat • jamprong: kelihatan gagah • jamu: jamu, obat • jamuga: akhirnya, kejadiannya • jamur: jamur, cendawan • jamus: aji, jimat • jan: memang, nyata • jana: manusia; • janaloka: tempat manusia, dunia; • janapada: 1 alam dunia; 2 budak, abdi; • janapriya: dicintai oleh manusia • jandhu: sebangsa capung • jangan: sayur; • jangan matahari terbit dari arah sayur bening • janges: hitam mengkilat • janget: tali dari kulit • jangga: leher • janggan: murid, siswa • janggar: terlalu tua • janggel: tulang jagung; • janggélan: nama rumput • matahari terbit dari arah lekat, melekat • janggir: anak kerbau jantan • janggitan: nama hantu • janggleng: biji jati atau tanaman jati yang masih kecil • janggut: dagu • jangji: janji • jangka: 1 jangka, ramal; 2 alat untuk membuat lingkaran • jangkah: jangkah, langkah • jangkang: nama buah • jangkar: jangkar, sauh • jangkep: lengkap, sempurna • jangkrik: jangkrik • jangkung: badan kurus dan tinggi • janglar: retak, lekah; • janglaran: sebab, karena • jangleng: biji atau bibit pohon jati • janglot: nama tumbuh-tumbuhan • janguk: duduk menganggur • jangur: mengatur rangka rumah • janji: janji • janma: manusia, orang • jantaka: celaka, sengsara • jantar: retak, merekah • janten: jagung muda • jantèn: atap perahu • janti: nama pohon • janton: ramuan, rempah-rempah • jantra: tujuan, kemauan, kehendak • jantrung: termenung-menung • jantu: obat, ramuan • jantung: jantung • jantur: menceritakan, melukiskan • janu: tuba • janur: janur, daun kelapa yang masih kuning; • janur gunung: aren, pohon aren • japa: mantra magis; • j apa mantra: mantra magis; • japa yoga: puja samadi • japana: nama daun • japi: mantera • japit: jepit, apit • jara: tua • jarah: jarah, direbut dengan paksa • jarak: nama tumbuhan • jaran: kuda; • jaran dawuk: nama rasi bintang; • jaran goyang: mantra pengasihan; • jaran képang: kuda-kudaan dari kepang untuk pertunjukan/ permainan; • jaran panolèh: mantra untuk mendapat kekayaan • jarang: air yang sudah dimasak • jarapah: jerapah, nama binatang • jaratan: kuburan, makam • jar: kata; • jaréné: katanya • jarem: bengkak • jari: 1 jari-jari; 2 jaring kecil • jariji: jari-jari • jarik: kain sarung untuk wanita • jaring: jaring • jarit: kain sarung untuk wanita; • jarit amba: kain jarik yang lebar; • jarit ciyut: kain jarik yang sempit; • jarit kadèn: kain yang sempit panjang, selendang • jaroh: sudah akrab • jarong: nama pohon • jarot: kuat, kekar, kokoh • jaruh: sudah akrab, diketahui orang • jarum: jarum • jarupih: tangkai daun pisang • jarwa: terjemah; • jarwa dosok: terjemahan dengan model akronim; • jarwa suta: terjemahan dengan model akronim; • jarwi: terjemahan, mengerti • jasa: jasa • jasem: nama pohon • jata: api menyala; • jatarupa: emas • jatah: jatah • jateng: singkatan Jawa Tengah • jatha: rambut, • parijatha: jenis tembang sinom; • jathadhara: rambut gimbal • jathara: perut • jathil: kuda lumping, seni jathilan • jati: 1 pohon jati; 2 sejati, nyata, sungguh; • jati ngarang: pohon jati yang tumbuh padat; • jatos: 1 pohon jati; 2 sejati; • jatosipun: sesungguhnya, senyatanya • jatmika: jatmika, penuh sopan santun • jatoh: jatuh • jatu: ramuan, rempah-rempah; • jatukrama, jatukrami: jodoh • jatuh: jatuh • jauh: jauh • njauk: meminta • jaul: menagih hutang • jawa: pulau Jawa, budaya Jawa, orang Jawa; • ora Jawa: tidak tahu sopan santun; • ilang jawané: tidak punya sopan santun; • durung jawa: belum tahu adat sopan santun dan jiwa kejawaan; • kejawèn: aliran kepercayaan kejawaan; • jawadwipa: pulau Jawa; • jawa Kulon: Jawa Barat; • jawa Tengah: Jawa Tengah; • jawa Wetan: Jawa Timur; • jawi: Jawa • jawab: jawab • jawah: hujan • jawan: nama rumput • jawar: nama pohon • jawara: juara • jawat: jabat; • jawat matahari terbit dari arah berjabat tangan • jawata: dewa • jaweh: hujan • jawès: rambut di bawah bibir • jawil: sentuh, senggol • jaya: menang; • jaya kawijayan: kemenangan; • jaya merta: bisa, mampu; • jaya mrata: 1 wudhu; 2 tanpa tanding; • jayandaru: 1 wahyu kemenangan; 2 nama pohon beringin di alun-alun keraton; • jayantaka: nama dewa; • jayantara: nama dewa; • jayanti: nama pohon; • jaya wijayanti: kemenangan • jayèng, jaya ing: menang di dalam .; • jayèngan: 1 tempat jamuan, tempat mengobrol bagi tamu; 2 abdi pengantar minuman; • jayèng astra: nama kesatuan prajurit kraton; • jayèng katong: minyak yang menyebabkan dapat melihat makhluk halus yang biasa dipakai raja-raja; • jayèng sekar: nama kesatuan prajurit kraton • jé: ungkapan penekan, demikian, begitu, katanya • jebad: jenis minyak • jebag: jebak, jebakan untuk burung, tikus dll • jèbèh: ujung ikat kepala • jebèng: buyung, angger, panggilan untuk anak • jebod: rusak • jebol: jebol, rusak • jebug: biji buah pinang • jebul: 1 muncul; 2 ternyata, tak tahunya • jedeng: mati, mampus • jedhog: mekar, mengembang • jedhol: cabut, tarik • jédhor: bedug • jedhot: meletus • jedhur: suara kendang besar • jèdi: kawah • jeg, ajeg: biasa; • sajege: selamanya • jegal: menjegal, mengganjal • jégang: duduk dengan satu kaki tidak menumpu • jejer: tampil • jèjèr: jajar, duduk/berdiri berdampingan; • jèjèr wayang: berjajar-jajar seperti wayang • jeksa: jaksa, penuntut hukum • jekut, anyep jekut: dingin sekali • jelag: makan, menipu • jelak: segera, dengan cepat • jelma: menjelma, reinkarnasi, menitis • jélung: bermain petak umpet; • jélung èdèr: bermain petak umpet; • jélung umpet: petak umpet • jembak: sayur yang tumbuh di tempat becek • jembangan: jambangan, tempayan • jembar: luas; • jembaran: belanga ceper; • jembar dhadhané: sangat sabar; • jembar kawruhé: banyak ilmu; • jembar kuburé: diampuni dosa-dosanya; • jembar polatané: pintar; • jembar segarané: mdah memberi maaf • jembatan: jembatan • jempana: tandu, kereta • jemparing: panah • jempina: 1 bayi prematur; 2 nama tumbuhan • jempiring: cangkul matahari terbit dari arah tangkai • jenak: betah, tahan, tenang, jinak • jenang: jenang, bubur • jenar: kuning; • mahesa jenar: lembu kuning; • siti jenar: 1 tanah kuning; 2 nama seorang wali di Jawa • jengkar: berdiri dan segera berjalan • jengku: dengkul • jené: kuning • jeneng: nama, identitas; • jeneng cilik: nama kecil; • jeneng tuwa: nama tua; • panjenengan: anda, tuan • jeng, ajeng: sebutan untuk putri, ayu; • diajeng: adik • jengandika: paduka, anda, kamu • jenggama: hidup, kehidupan • jenggan: murid, abdi, siswa • jénggot: jenggot, rambut di matahari terbit dari arah • jénggot wesi: nama tumbuhan • jengku: lutut • jentrung: menyesal • jentung: merenung, diam sambil berpikir • jenu: tuba • jepat: mencungkit • jepit: jepit, apit • jernih: jernih, bening, jelas • jero: dalam, mendalam; • jeroan: bagian dalam; • jeron beteng: bagian dalam beteng • jeruk: jeruk • jerum: menderum (sapi, kerbau, dll) • jetmika: jatmika, penuh sopan santun • jewawut: jewawut, sekoi • ji: 1 satu; 2 raja; • jitus: singkatan dari siji satus, satu banding seratus; • jiwang: singkatan dari siji sewang, masing-masing orang mendapat satu • jidhor: beduk, kendang besar • jiha: jiwa, nyawa • jilat: menjilat • jilma: jelma • jimbun: tua renta • jinantra: jentera, kincir air • jinem: tidur; • jinem amrik, jinem patani, jinem rum, jinem sekar, jinem wangi: tempat tidur • jinis: jenis • jinten: jintan, daun bumbu • jiwa: jiwa, nyawa; • jiwagra: jiwa raga, jasmani ruhani; • jiwana: hidup, kehidupan; • jiwandana: jenis tembang gedhe; • jiwangga: jiwa raga, jasmani ruhani; • jiwaretna: jenis tembang gedhe; • jiwatma: jiwa, atma, ruh hidup • jlamprong: anak istimewa, hebat • jlanthir: bagus, pemuda • jodhang: judang, kotak wadah makanan yang dipikul • jodho: jodoh • jodhog: burung pemikat • jodhong: bakul besar, lodong • joglo: jenis rumah tradisional • jomplang: berat sebelah, tidak imbang • jompo: matahari terbit dari arah renta, jompo • jompong: daun jati • jondhang: judang, wadah makanan yang dipikul • jonggol: tanggungan • jonggrang: besar tinggi • jongos: jongos, tukang masak • jra: tersiar di mana-mana • jrabang: merah, warna jangkrik • jragan: juragan • jragem: merah kehitaman • jrih: takut, kuatir • jriji: jari-jari • jrum: fitnah; • jruman: memfitnah • jrumat: jerumat, dijahit • jubag: jompo, tua renta • jubar: gagal, urung, tidak jadi • jubrisa: abdi perempuan • jubriya: congkak, angkuh • jugag: besar, agung • jujul: kembalian, kelebihan • jujur: jujur, transparan, terus terang • jukung: perahu kecil, sampan • juluk: sebutan, nama • julung: buntu, serba terancam; • julung caplok: anak yang lahir di waktu matahari terbenam; • julung kembang: anak yang lahir di waktu matahari terbit; • julung pujut: nama wuku ke–15; • julung sarap: anak yang lahir waktu matahari akan tenggelam; • julung sungsang: anak yang lahir waktu matahari tegak (jam 12 siang); • julung wangi: nama wuku yang ke-9 • jum: pilihan, istimewa; • jumanten: zamrut; • jumara: zamrut • jumantara: langit, dirgantara • jumbuh: cocok, sesuai • jumbul: melompat karena kaget • jumed: menjalankan • jumeneng: berdiri, naik tahta • jumlah: jumlah • jumpalik: berbalikan, jatuh tersungkur • jumput: ambil • jumrah: biasa, lumrah • jumuk: ambil • jun: jun, jembangan, wadah air • jung: ukuran luas sawah (4 bau) • junggel: terbalik • junggla: terlompat karena terkejut • jungjung: junjung • junjang: berat sebelah • junjunan: nama ikan • junjung: junjung, angkat • juntrung: arah, tujuan • jupuk: ambil • juragan: juragan, bos • jurit: jurit, prajurit, bala tentara • juru: juru, tukang; • juru basa: juru bahasa, penerjemah; • juru demung: jenis tembang macapat; • juru kebun: pekebun; • juru kunci: juru kunci, penjaga kuburan; • juru sungging: tukang lukis; • juru tulis: juru tulis • jurug: ditimbun • juruh: cuka gula Jawa • jurung: dukung • jurus: jurus, kiat, taktik; • jurusan: 1 arah; 2 bidang keilmuan • juwadah: juadah, jenis panganan • juwal: jual • juwara: juara, pemenang • juwarèh: bosan, jemu • juwata: dewa • juwawah: lebar mulutnya dan tebal bibirnya • juwawut: sekoi, jenis tanaman pangan • juwèh: suka membenci, gampang mencela • juwita: 1 cantik, anggun; 2 kehidupan K • kabar: berita, warta; • kabar angin: kabar bohong; • kabar kabur: kabar bohong; • kabar sriwing: kabar bohong • kabur: 1 melarikan diri; 2 tidak jelas • kabèh: semua • kabur: kabur • kaca: kaca; • kaca benggala: tauladan; • kaca paesan: kaca berhias • kacang: kacang; • kacang brol: kacang tanah; • kacang srenthul: kacang tanah; • kacang tholo: kacang tanah; • kacang dawa: kacang panjang; • kacang ijo: kacang hijau • kacapi: kecapi • kacapuri: pagar tembok • kaceb: lekat, rekat • kacèk: selisih • kacélung: bunga dadap • kacer: jenis burung • kacir-kacir: berceceran; • ngacir: 1 pergi begitu saja; 2 membuat sarang (burung) • kacu: sapu tangan • kacubung: kecubung • kacung: anak buah • kadaluwarsa: terlambat, kelamaan • kadang: saudara; • kadang sentana: sanak saudara; • kadang wandawa: sanak saudara • kadasa: kesepuluh • kadga: keris • kadgada: cekatan • kadhal: kadal; • kadhal mènèk: sanggul bagi laki-laki • kadhang: kadang, suatu saat; • kadang kala: kadang-kadang; • kadhingkala: kadang kala • kadhaton: istana • kadhawa: nama burung • kadhemen: terlanjur senang; • kadhemenan: kesenangan, kesukaan • kadheng pareng: barangkali • kadhengé: kadang-kadang • kadhèt: pelajar, tentara • kadhil: taring babi hutan • kadhini: istri, perempuan • kadho: pemberian • kadhokan: di tempat • kadhung: terlanjur • kadi: seperti • kadipundi: seperti apa, bagaimana • kados: seperti; • kadospundi: seperti apa, bagaimana • kadreda: kasihan; • kadredyan: cinta, kasih • kadreng: sangat berkeinginan • kadug: sampai, dapat mencapai • kaduhung, kaduwung: menyesal • kaduk: terlalu, terlampau; • kaduk wani kurang duga: asal berani kurang pertimbangan • kadung: jenis belalang • kadut: kabut, karung goni • kadya, kadyangga: seperti • kaé: itu • kaèt: rapat sekali, mesra • kaga: burung • kagadhah: dimiliki • kagak, ora: tidak • kagem: untuk, buat • kagèt: kaget, terkejut • kagok: kagok, canggung • kagol: kecewa, sakit hati • kagum: kagum, heran • kagyat: kaget, terkejut • kah: itu • kahanan: keadaan • kahar: dokar • kaharep: kehendak, kemauan; • kaharepan, kakarepan: kehendak • kaharsa, kaharsayan: kebahagiaan, kesenangan • kahwa: air kopi • kahyangan: kahyangan, tempat dewa • kahyun: kehendak, cita-cita • kahyuna: kehendak, kemauan • kailangan: kehilangan • kaiswaran: istana, kraton • kajanapriya: kepribadian • kajang: kajang; • kajangsirah: bantal • kajantaka: miskin • kajar: mendapat ajaran • kajaroan: rumah kepala desa • kajawan: kejawen • kajayan: kemenangan • kajegé: sepanjang ingatan saya • kajèn: terhormat; • kajèn kèringan: sangat terhormat • kajeng: kehendak • kajineman: penjaga, polisi • kaju, kajo: heran, tercengang • kaka: kakak, kakang • kakak: kakak; • kakak tuwa: burung kakak tua • kakang: kakak, saudara tua • kakap: ikan kakap • kakawin: karya sastra Jawa Kuno berupa tembang-tambang berbahasa Kawi • kakèhan: terlalu banyak • kakèk: kakek; • kakèk moyang: kakek moyang • kaki: kakek • kaktus: bunga kaktus • kaku: kaku • kakung: pria • matahari terbit dari arah kakus, WC • kala: 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); • kala bénjing: besuk pagi; • kala jengking: kalajengking; • kalabendu: jaman yang buruk; • kalabusana: seperangkat pakaian kebesaran; • kalacakra: jenis jimat; • kaladésa: perangkat desa; • kaladuta: alamat buruk; • kalakatha: ketam, kepiting; • kalamangga: laba-laba; • kala mangsa: kadang-kadang; • kalamenjé: sejenis kala; • kalamenjing: jakun; • kalamenta: nama rumput; • kalamudheng: nama perhitungan pencuri; • kalanjana: nama rumput; • kalan-kalan: kadang-kadang; • kalandara: matahari; • kalantara: sejenis buah petai; • kalasangka: terompet sangkakala; • kalawasana: akhir zaman; • kalawija: abdi di istana; • kalayuga, kaliyuga: zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan • kalaban: tenggelam, tergenangi • kalagyan: baru saja, sedang asyik • kalah: kalah • kalaha: perang, pertengkaran • kalai: gangguan • kalaipan: belenggu, miskin • kalairan: kelahiran • kalak: nama bunga • kalaka: air • kalakon: terlaksana, tercapai • kalakuan: kelakuan • kalambi: baju, pakaian • kalamun: kalau, jika, bila • kalana: raksasa, kelana • kalang: dikepung, dikelilingi; • kalang-kabut: kalang-kabut • kalangwan: klangenan, kegemaran • kalap: dapat diambil manfaatnya • kalapi: merak • kalas: tumbuhan yang getahnya menghasilkan warna merah untuk bahan cat • kalasa: tikar • kalengka: 1 cacat, noda; 2 ciri • kali: 1 kali, sungai; 2 perkalian; 3 zaman; • kaliander, kaliandra: pohon kaliandra; • Kali Opak: Sungai Opak; • kaliyuga: zaman kesengsaraan • kalih: 1 dua; 2 dengan; • kalihan: bersama dengan, dan • kalika: 1 ketika; 2 kulit kayu • kalilan: diperkenankan • kalimah: kalimat, perkataan • kalindhih: tergeser, kalah • kaling: terhalang, tertutup • kalingan: tertutupi, terhalangi • kalingga murda: dijunjung tinggi; • kalingga warsa: sudah lama sekali • kalir: segala, barang apa saja • kalis: terhindar • kaliyan: dengan, dan • kalo: niru, sejenis tampah • kaloka: termasyur, terkenal • kalong: 1 susut, berkurang; 2 binatang pemangsa buah-buahan • kalpa: 1 cincin; 2 cita-cita; • kalpasastra: tuntunan cita-cita; • kalpataru: pohon kalpataru • kalpika: cincin • kalung: kalung; • kalung usus: bayi yang waktu lahir berkalung usus serta pantas berpenampilan apa saja • kama: sperma, cinta; • kamajaya: dewa ketampanan; • kamalagi: asam, buah asam; • kamandhalu: tempat air; • kamarasa: kenikmatan cinta; • matahari terbit dari arah dewa ketampanan dan dewi kecantikan; • kamawedha: ajaran tentang percintaan • kamalan: mendapat hadiah kebajikan • kamangkara: mustahil • kamar: kamar • kamas: kakak • kamayan: kelebihan, kesaktian • kamayangan, begja kamayangan: untung besar, mendapat kebahagiaan besar • kambah: terjamah, tersentuh • kambala: kain dari bulu domba • kambang: terapung; • kambangan: jambangan • kambeng: nama tarian • kambengan: ilalang, lalang • kambi: dengan • kambil: kelapa • kami: kami; • kamibocahen: kekanak-kanakan; • kamigilan: sangat jijik; • kamijara: serai; • kamijijèn: jijik sekali; • kamikakon: kejang, kaku; • kamikekelen: tertawa terpingkal-pingkal; • kamilurusen: bertambah sedih lalu mati; • kamipurun: sangat mau; • kamirahan: kemurahan; • kamirurusen: bertambah sedih lalu mati; • kamisandhanen: sakit pada payudara; • kamisasaten: terbeliak matanya; • kamisepuh: kepala desa; • kamisesegan: tersedan-sedan (menangis); • kamitégan: tega, sampai hati; • kamitenggengen: melihat tertegun; • kamitigan: masak belum waktunya; • kamitontonen: tertegun, heran melihat; • kamituwa: kepala dusun; • kamiwelasen: kasih sayang, perhatian • kamini: istri, perempuan • kampi: juara, yang terbaik, kampiun • kampita: guncang, gempa bumi • kampung: 1 desa; 2 bentuk rumah adat Jawa • matahari terbit dari arah emas, kuku • kanal: terusan • kanan: kanan; • kanan kéring: kanan kiri • kanana: hutan • kanang: yang • kanas: nenas • kanca: teman, kawan; • kanca wingking: teman belakang • kancana: emas, kencana • kancil: kancil, pelanduk • kandarpa: kasih sayang, cinta • kandel: tebal; • kandelan: alat penangkal, penguat • kandhang: kandang; • kandhangan: persediaan, cadangan • kandhara: leher • kandhas: gagal, kandas • kandhat: terhenti, istirahat • kandheh: cerita, bagian • kandhi: kantung dari kain • kandhih: tergeser, tergusur • kandhil: pelita, lampu • kandhut: dikandung, dimuat • kanem: keenam • kang: kakak, saudara tua • kangen: kangen, rindu • kangga: badan, tubuh • kanggé: untuk, buat • kanggeg: tertahan, terhalang • kanggep: dianggap, dihormati • kanggo: untuk, buat • kangjeng: paduka, tuan • kangkam: pedang • kangsèn: berjanji, bersepakat • kangsi: 1 rumah lebah, 2 hingga, sampai • kangsrah: berjejak di tanah • kaniaya: teraniaya • kanigara: mahkota; • kuluk kanigara, kaniganten: mahkota kanigara, pakaian untuk raja, pengantin • kanin: luka • kaninditan: kelebihan • kaning, kani: ada di, terkena • kaningaya: disia-siakan, dinistakan • kanistha: dinistakan • kanjar: sejenis senjata tajam • kanjat: lumayan • kanjeng: paduka, tuan • kanji: 1 takut, kuatir, 2 tepung kanji • kantaka: sedih, susah • kanteb: jatuh kesakitan • kantèk: sabar menunggu, sampai • kanten: tunggu, nanti • kantha: leher; • surya kantha: kaca pembesar, lup • kanthi: dengan • kanthil: 1 jenis bunga; 2 terikut • kanthing: nama perahu kecil • kanthong: kantong • kanti: dengan • kantu: terlambat • kantuk: mengantuk • kantun: ketinggalan • kanya: gadis, perawan; • kanyaka: istri, emas • kaot: melebihi yang lain • kapa: pelana, dikapani, diberi pelana • kapah: mengupas kopi • kapak: kapak, kampak, beliung • kapal: 1 kapal, 2 kuda • kapala: kepala, pemimpin • kapang: kangen, rindu • kapara: memang • kapas: kapas • kapat: keempat • kapénak: sudah enak • kapep: lembab • kaper: kupu-kupu kecil • kapi: kera; • kapiadreng: sangat ingin; • kapiandel: pusaka; • kapiandhem: melarikan diri; • kapiasem: tertawa sendirian; • kapidereng: 1 rusa; 2 ingin sekali; • kapidhara: jatuh, pingsan; • kapidulur: berkumpul dengan; • kapieneng: diam saja; • kapilaré: seperti kanak-kanak; • kapilayu, kapiluyu: sangat ingin ikut; • kapiluyu: sangat ingin ikut • kapila: merah muda • kapindra: raja kera • kaping: ke- yang ke- • kapiswara: raja kera • kapit: terapit, terjepit • kapodhang: kepodang, jenis burung • kapok: jera; • kapok kawus: sudah jera sekali; • kapok lombok: jera sesaat • kaprabon: jabatan kepresidenan • kaprah: lazim; • salah kaprah: salah tapi lazim • kaprasida: kelestarian • kapri: sejenis kacang • kapti: cita-cita, gagasan • kaptin: kapten • kapujanggan: kepujanggaan • kapuk: kapuk • kapul: tali dari kulit pohon • kapulaga: nama buah untuk obat, buah kapulaga • kapur: kapur; • kapur barus: kapur wangi • kapuranta: merah muda • kapurih: disuruh, dihimbau • kapurit: nama ikan • kaput: kotor • kaputran: keputran, istana buat anak laki-laki raja; • kaputrèn: keputrian, istana buat anak-anak perempuan dan permaisuri raja • kara: kara, jenis tanaman sayuran; • kara welang: jenis tombak; • karawistha: hiasan, perhiasan • karaba: anak gajah • karaca: nisan • karad: diambil oleh • karag: sisa nasi kering • karah: lingkar besi untuk pegangan pedang, matahari terbit dari arah, dll.

• karam: 1 haram, tidak halal; 2 tenggelam; • karam jadah: haram sama sekali • karan: disebut, dinamakan • karana: sebab, karena • karandhan: rumah atau tempat janda • karandhang: sejenis bengkoang • karang: 1 tempat; 2 batu matahari terbit dari arah 3 karya, karangan; • karangan: hasil karya; • karang abang: tempat yang terbakar; • karangen: terlalu jarang; • karang kitri, karang kirna: tanaman buah-buahan; • karang kopèk: desa yang tak punya sawah; • karang kopèn: desa yang tak punya sawah; • karang melok: macam untaian bunga; • karang ulu: bantal • karas: dicium • karat: 1 karat (emas); 2 tahi besi • karatala: tapak tangan • karaton: istana, kraton • karawitan: bersenandung, bermain gamelan • karcis: karcis, tiket • kardi: kerja, karya • kardin: bumbu, korden • karé: karai, nama masakan • karebèn: supaya, biar, agar • karejekèn: mendapat rejeki • karèk: ketinggalan, sisa • karem: suka, hobi • karep: kemauan, kehendak • karéta: kereta • karga: karung dari kulit • kari: tertinggal, ketinggalan • karipan: kurang tidur • karir: karir, dunia kerja • karkat: harkat, martabat • karma: perbuatan, kerja yang dilakukan; • hukum karma: hukum balasan timbal balik atas perbuatan seseorang di dunia • karna: 1 telinga, 2 nama wayang, adipati Awangga; 3 karena; • karni: telinga • karo: 1 dengan, bersama; 2 kedua; • karo tengah: satu setengah • karoban: kebanjiran, tergenangi, tenggelam • karoh: kenalan, sahabat, karib • karsa: karsa, kehendak; • karsana: bahagia • karta, karti: selamat, aman; • karti praja: pekerjaan negara; • kartiyasa: termashur • kartaga: teguh • kartala: timbul • kartika: bintang • kartu: kartu • karu: diarun, dikaran • karug: digemburkan • karuhun: dahulu • karuksan: kerusakan • karun: harta, harta temuan • karuna: menangis, sedih • karung: karang, kantong • karunya: iba, belas kasihan • karus: celaka • karut: hanyut • karya: karya, hasil; • karya désa: peraturan desa; • karya negara: peraturan negara • kas: kas, simpanan • kasa: musim yang pertama • kasar: kasar • kasat: terlihat; • kasat mata: terlihat langsung oleh mata • kaseja: disengaja, dituju • kasèp: terlambat • kasèr: kasip, terlambat • kasi: hamba • kasih: 1 kasih sayang; 2 kliwon • kasok: dituangkan • kasol: tumbang • kaspa: ubi kayu • kasrah: diserahkan, berjejak di- • kastawa: sembah puji, hormat puji • kastéla: ketela, ubi kayu matahari terbit dari arah kastubamani: permata • kastura: belas kasih; • kasturi: kasturi, minyak wangi • kasub: masyur, terkenal • kasur: kasur, alat tidur; • kasur babut: kasur empuk • kasusra: terkenal, kondang • kasut: 1 kaos kaki; 2 diacak • kaswari: burung kasuari • kaswasih: belas kasih, kasih sayang • kasyasih: belas kasih, kasih sayang • katak: jenis umbi bergantung • katalika: tiba-tiba, diuntai • katampi: diterima • katana: panah, anak panah • katbuta: marah sekali • katé: katai, cebol • katéla: 1 ketela, 2 ternyata • katelah: disebut, dinamakan • katenta: terdesak oleh • katépang: nama tumbuhan perdu; • katepang ngrangsang gunung: si pungguk merindukan bulan, terlalu berpengharapan tanpa melihat kenyataan • katès: pepaya • katga: keris • katgada: cekatan, dengan cepat • katgada: keris • kathah: banyak • kathak: lendir pada mulut ikan • kathok: celana; • kathok cekak: celana pendek; • kathok dawa: celana panjang • kathuka: asin • kathung: diangkat untuk diberikan • kati: kati, ukuran berat (1 kati = 0,617 kg) • katiba: 1 terjatuh; 2 nama pohon • katiban: kejatuhan • katiga: 1 ketiga; 2 kemarau • katimbang: daripada • katimumul: nama penyakit kuku • katimun: mentimun • katir: kayu ringan yang dipasang di kanan kiri perahu agar tidak oleng • katirah: nama pohon yang daunnya merah • katisan, katisen: kedinginan • katon: kelihatan • katong: raja • katos: terlalu keras • katrap: diterapkan, frambusia • katrem: tinggal, betah • katresnan: kesayangan, cinta • katri: ketiga, yang ketiga • katu: nama sayuran • katub: katup • katuhon: dipercaya • katuju: tertuju • katumangga: kepala • katur: diberikan, untuk, kepada • katuranggan: tanda-tanda, ciri-ciri • katuridan: jatuh cinta, asmara • katut: terikut, terambil • katya: kati, berat, obot • kau: kaku, janggal, canggung • kauban: sejuk karena terlindungi • kaula: kawula, aku, -ku • kaurmatan: kehormatan • kautaman: keutamaan • kawaca: terbaca • kawadaka: diketahui rahasianya • kawagang: kuat, mampu • kawah: kawah, danau di puncak gunung • kawahya: dilahirkan, diucapkan • kawak: lama, kuno • kawalat: kualat, dosa • kawan: kawan, teman • kawanda: batang tubuh, fisik, jasmani (tanpa tangan dan kaki) • kawarna: tersebut, diceritakan • kawasa: kuasa, kuat, mampu • kawasan: kawasan, daerah • kawasita: terajarkan, diajari • kawastara: kentara, kelihatan • kawatgata: kecelakaan • kawawa: terbawa, kuat, kuasa • kawedaka: ketahuan rahasianya • kawong: dikenal • kawot: dimuat • kawrat: terbebani • kawruh: pengetahuan • kawul: rambut jagung • kawula: hamba, saya; • kawulawarga: keluarga; • kawula wisudha: diwisuda • kawung: kawung, jenis kain jarik • kawur: bubar, cerai berai • kawuri: lampu, silau • kawus: jera • kawya: penyair, pijangga, ahli sastra • kaya: 1 seperti, 2 penghasilan • kayang: berdiri dengan kaki di atas • kayangan: tempat para dewa • kayoman: diayomi, dilindungi • kayon: 1 gunungan, 2 kekayuan • kayong: kaya • kayu: kayu • kayuh: kayuh • kayul: sejenis cangkul • kayun: kehendak, keinginan • kayungyun: kasmaran, jatuh cinta • kayut: dirajut, diikat • keba: 1 tutup; 2 selamatan tujuh bulanan (orang hamil) • kebak: penuh • kebek: penuh sekali • kebelet: kebelet, ingin cepat keluar • keben: nama buah dan batang • kebo: kerbau; • kumpul kebo: hidup bersama laki-perempuan tapi tidak nikah, samen leven; • kebo bukur: hewan sejenis penyu; • kebo giro: jenis gendhing; • kebo jerum: kerbau menderum; • kebo lawung: kerbau yang tidak dipekerjakan; • kebo menggah: nama bentuk kalung; • kebo pelèn: orang yang suka cekcok • kecut: kecut, asam • kedah: harus • kedal: tutur kata, ucapan kata • kedaluwarsa: terlambat, kelamaan • kedangsul: kedelai • kedaut: tertarik, tercabut • kedawan: terlalu panjang • kededer: menggigil • kedeh: harus • kèdek: terinjak, terpijak • keder: 1 bergetar, gemetar; 2 merasa takut • kèder: juling • kedhali: burung layang-layang • kedhana-kedhini: dua saudara pria-wanita • kedhasih: sebangsa orang pipit • kedhaton: kraton, istana • kédhé: kidal • kedheh: harus • kedhelé: kedelai • kedhèp: berkedip • kedher: bergemetar • kedhi: perempuan yang tak bisa haids • kedhung: bagian sungai yang dalam • kedhut: tebal lagi kuat, kedap • kejaba: kecuali • kejani: kera, lutung • kejot: kaget, terkejut • keju: pegal-pegal, lelah • kèju: keju, mentega • kejut: terkejut, kaget • kelat: tali penarik; • dikelati: dikuliti; • kelat bahu: gelang bahu; • kelatan: berenggang; • kelat bahu: gelang tangan di bahu • kelir: 1 kelir, layar, tirai; 2 warna • keliru: keliru, salah • kemalo: laka • kemampo: hampir matang • kemangga: laba-laba • kemangi: kemangi, tanaman lalapan • kemanungsan: kemanusiaan • kemara: gema, intan • kemarang: raga, lebah • kemat: tenung, santhet • kemba: 1 tawar, hambar, malas; 2 kecewa • kembang: kembang, bunga; • kembang api: kembang api; • kembang borèh: bunga untuk sajian; • kembang desa: gadis tercantik di desa; • kembang durèn: kuning; • kembang gula: permen; • kembang lambé: bahan pembicaraan; • kembang paès: bunga yang pertama; • kembang setaman: bunga rampai; • kembang telon: bunga tiga warna; • kembang waru: sumbu dian • kembar: kembar • kembel: terperosok • kemben: kemben, penutup dada • kembeng: kembang, tergenang air • kemilon: cermin, kaca hias • kemiri: kemiri • kemit: jaga malam, pengawal; • kemit bumi: abdi yang tugasnya bersih-bersih; • kemitan: berjaga malam, azimat • kémpol: betis • kempul: kempul, bagian dari gong • kemuda: jenis tembang, gending; • kemudhi: kemudi, setir • kemukus: berasap; • lintang kemukus: jenis rasi bintang di langit • kena: kena, terkena • kenaka: kuku • kenari: buah kenari, burung kenari • kencana: emas • kenclung: alat musik • kendhaga: peti panjang • kendhali: kendali, peluru, granat • kendhang: kendang, gamelan • kendharat: tali untuk menambatkan lembu • kendhat: gantung diri • kendheng: tali busur; • gunung kendheng: bukit barisan • kendhi: kendil, wadah air minum • kendhil: kendil, tempayan kecil • kendhuri: kenduri • kéné: sini • kenikir: kenikir • keningar: kayu manis • kenini: pil kina • kenong: kenong, gamelan • kèntar: terpingin, hanyut • kentara: kentara, kelihatan • kenthang: kentang, jenis umbi • kenthel: kental • kenthing: tempayan kecil • kentrung: jenis kesenian rakyat Jawa Timur • kenya: perawan, gadis • kepala: kepala • kepati: ada anggota yang meninggal; • kepatibrata: bertapa, bersemedi; • kepati-pati: sungguh-sungguh • kèpèk: 1 nama pohon; 2 berbuah tapi belum berisi (kedelai) • keponakan: keponakan • kepriyé: bagaimana • kepu: bentak, bakap • kepuh: 1 pohon kepuh, 2 lipatan kain dodot di pinggang; • gantung kepuh: tidak berganti pakaian • kepundhung: 1 hama buah, 2 gundukan panas karena rengas • kepung: kepung, keroyok • kepungkur: silam, lampau • kepyak: 1 ramai, pesta 2 gladhi resik • képyan: susah, bingung, putus asa • kepyar: tersebar, encer • kepyek: kepyak wayang • kera: kurus, kurang subur • kéra: mata yang agak cacat • kerab: 1 sering, 2 kitab • keraban: kiraqan • kérah: juling, tingkah laku • kerak: kerah, tua lagi kering • kerambil: kelapa • kéran: kran • kerana: karena • kerang: kerang • keras: keras • kéras: bakul tempat garam • kerasan: betah, jinak, tahan • kérata: 1 pemburu; 2 asal mula arti kata; • kératabasa: jarwa dosok, akrarim • keraton: kraton, kerajaan, istana • kerig: digiring, dibawa • keris: pusaka, senjata • kerja: kerja, bekerja • kerpu: sebangsa permata • kersa: karsa, kehendak • kerta: hasil, kemakmuran; • kerta aji: dihargai; • kertan: 1 kemakmuran, penghasilan, 2 tahu, mendapat kabar; • kertarta: mapan, makmur; • kerta wadana: aman, sejahtera • kertiyasa: cerdik, cendekian, sangat pandai • kesawa, kesawamurti: nama lain Batara Wisnu • kestalan: kandang kuda • kethèk: kera • kethoprak: seni drama tradisional • ketiga: kemarau • ketimun: mentimun • ketipung: ketipung, kendang kecil • ketonggèng: sejenis kala yang besar • kéwala: saja, cuma, hanya • kéwan: hewan, binatang; • kéwan raja kaya: hewan piaraan; • kéwani: hewani • kéwran: kesulitan, kesukaran • kidang: hidang, kijang, menjangan • kidul: selatan • kidung: kidung, lagu • kijing: kijing/rumah dimakam, nisan • kikik: 1 ketiak baju, 2 jenis anjing • kikis: kikis, surut • kilat: kilat, api petir • kimpul: keladi • kimpurusa: raksasa, gergaji • kina: kina, pohon kina • kinah: kina, nama pohon • kinang: campuran gambir sirih • kinanthi: disertai, diiringi • kinca: air gula • kingkin: 1 sedih, susah, gundah; 2 rindu sekali, jatuh hati • kinjeng: kinjeng • kintun: kirim • kinuswa: dicium • kipas: kipas, tepas, angin-angin • kipat: disingkirkan; • kipat-kipit: menggerak-gerakkan ekor • kira: kira, duga • kirab: kirab, arak-arakan • kirana: cahaya, sinar • kirang: kurang; • kirangan: kurang tahu, entahlah • kirata: pemburu • kirda: bersenang-senang, serong • kiri: kiri • kirik: anak anjing matahari terbit dari arah kirim: kirim • kiring: kiri • kirta, kirti: pekerjaan, perbuatan • kirtya: pekerjaan, perbuatan • kisa: 1 anyaman bambu untuk membawa ayam; 2 kera • kisat: kering, kesat • kisi: kisi, gulungan benang • kisik: tanah lumpur • kisma: tanah • kisruh: kisruh, kacau, berantakan • kitha: kota • kitri: 1 tanda pada tanah yang telah ditebangi pohonnya; 2 pohon buah-buahan di kebun • kiwa: kiri • klabang: kelabang; • dikepang: dikepang (rambut); • klabang ayam: dadu, perjudian; • klabang nyander: bentuk rumah tradisional • klapa: kelapa • klaras: daun pisang kuning • klasa: tikar, alas tidur • klenik: klenik, percaya pada takhayul • klika: kulit kayu • kliwon: kliwon • kliyang: melayang, terbang • klobot: sarung jagung • kobar: bakar • kobong: terbakar • kobot: sarung jagung • kobra: 1 tersiar oleh umum; 2 gagal; 3 ular kobra • kocak: 1 kocak, lucu, jenaka; 2 tidak penuh; • kocak-kacik: bergoyang-goyang • kocap: diceritakan • kocar-kacir: kocar-kacir • kocèh: berkumur dengan • kociwa: kecewa, sakit hati • koclak: bergoyang, tidak penuh • kodhé, ngodhé: berburuh, mengambil upah • kodhèn: hitungan dengan kodi • kodheng: hilang akal, juling (mata) • kodhi: hitungan kain (20 lembar) • kodhik: sempit • kodhok: katak, kodok; • kodhok ngorèk: 1 katak bernyanyi; 2 jenis gending upacara • kogel: tidak sampai hati, sayang, berkasih-kasihan • kojor: 1 liat, kenyal (daging); 2 benteng keliling • kokap: mega, awan • kokila: burung • kokoh: kokoh, kuat • kokok: keras berurat (leher), kepala pencuri; • kokok beluk: jenis burung • kokosan: 1 kukusan; 2 jenis buah • kokot: lekat sekali, peniti kancing baju; • kokot bisu: sangat merah/diam sambil menggigit bisu; • kokot bolot: daki, dekil • kolam: kolam • kolang-kaling: buah kolang-kaling • kolong: kolong • kolontara: lamtoro • komala: intan, halus, santun • komara: sajian kepada ruh halus • kombang: kumbang, lebah; • macan kombang: harimau kumbang; • kombang anglèng: kumbang • komini: perempuan, istri • kon: suruh • konang: kunang-kunang; • konangan: diketahui, tertangkap basah • kondhang: kondang, terkenal, termashur • konjuk: untuk, buat, dipersembahkan • kono: situ • kontab: bangkit amarahnya, tersulut • kontal: termakan, dinangsa • kontang-kanting: kesana kemari, mondar-mandir • kontap: bangkit amarahnya, tersulut • konten: pintu • kori: piatu • koripan: 1 kehadiran; 2 kerajaan kahuripan • kosa: kuat, perkasa • kosala: baik, pandai • koswa, bala-koswa: bala tentara • kosya: dicium • kotaka: kotoran yang terburuk • kotbuta: sangat marah • kothak: kotak • kothèkan: tabuhan dengan memukul kentongan kayu/lesung • kothi: keti, 100.000 • kothong: kosong • kowè: kamu, anda • krajan: kraton, istana, pena, puri • kraka: daun kering yang telah luruh • krakab: tutup pelana • krakah: halaman rumah • krakal: bajak, alat pengjembur tanah • kram: 1 kejang; 2 cahaya, sinar • krama: menikah; • krama désa: bahasa halus yang digunakan orang desa; • krama inggil: bahasa halus tinggi; • kramakala: petang, malam; • kraman: pemberontakan; • kramaniti: sopan santun; • krami: menikah • kramat: keramat, berpetuah • krambil: kelapa • krana: karena, sebab • kranjang: keranjang • kranji: nama buah, kandang ayam; • kranjingan: ketagihan • krapak: daun tebu kering • krapyak: kandang kijang yang berpagar • kraras: daun pisang kering • kras: keras • krasa: terasa, dapat diindra; • krasan: kerasan, betah, senang • krastala: kuasa, sakti • kraton: kraton, istana, pura • krawitan: kerawitan • krendha: peti mati • kreneng: keranjang kecil tempat buah-buahan • kréngga: dihiasi dipercantik • krenteg: kehendak yang kuat • krepana: sangat belas kasih • krepu: kristal, sebangsa, permata • kresa: karsa, suka, kehendak • kresna: 1 hitam; 2 nama wayang; • kresnapaksa: paruh bulan gelap, sesudah purnama • kreta: aman damai, makmur • kréta: 1 kereta; 2 makmur; • kretagna: tak berterima kasih; • kretala: nama senjata; • kretanjali: menyembah, bersujud; • kretapradana: terlebih-lebih; • kretapunya: bahagia sekali; • kretarta: tercapai maksudnya, bahagia; • kretayasa: termashur, kondang; • kretayuga: jaman keemasan, saat kejayaan • krété: anak buaya • kreteg: jembatan • kreti: perbuatan, tingkah laku • kretobaya: setuju, berdamai • kretya: makmur, sejahtera, aman damai • kridha: gerak, kiprah; • kridasastra: kepandian ulah sastra • krigaji: sejenis pajak kepada raja • krigan: pengerahan • krikil: kerikil, batu kecil • kringet: keringat; • kringet buntet: keringat yang tak bisa keluar • kripik: keripik • kriting: kriting • kriya: kriya, karya, buah tangan, kerajinan • ksama: ampun, maaf • ksana: seketika, sebentar • ksatriya: perilaku kesatria • ksaya: rusak, musnah • kséma: selamat, sejahtera • ksira: puan, air susu • ksiti: tanah, bumi • ksodra: madu, air madu • kuat: kuat • kubalan: kena nyala api • kubandha: raksasa, gergaji • kubek: lingkaran, keliling • kubeng: lingkaran, keliling • kubleg: sekeliling • kubon: kebun, pekarangan • kubra: besar • kubu: blok, benteng pertahanan • kubuk: persegi • kuburan: kuburan, makan • kubus: bangun yang mempunyai ukuran sisi-sisinya sama • kucem: rusak, lengset • kucing: kucing • kucir: kucir • kucira: cela, cacat • kuciwa: kecewa • kucumbi: istri, suami • kucur: kucur, jenis panganan • kuda: kuda, turangga • kudandapan: tertatap karena kebiungan • kudang: diharap, dipuji-puji • kudhampel: berpaut dengan tangan dan kaki • kudhar: terurai, terlepas • kudhi: kudis • kudhis: kudis, jenis matahari terbit dari arah kulit • kudhu: mengkudu, nama pohon obat • kudhung: tutup kepala • kudhup: kuncup • kudon: terkenai udu, iuran • kudrat: kudrat, kekuasaan Tuhan • kudu: harus • kudung: penutup, kerudung • kudus: kudus, suci • kuhaka: penjahat, orang jahat • kuhana: tidak terus terang, tidak setia • kujana: sangat marah, orang jahat • kujang: senjata tradisional Betawi • ngkujiwat: mengerling, mengeling • kukang: nama binatang sejenis kera • kukap: asap, awan, kemenyan • kukila: burung • kuksi: perut • kuku: kuku • kukub: ambil • kukud: selesai, bangkrut • kukuh: kukuh, kokoh, kuat • kukul: jerawat • kukup: ambil • kukura: kura-kura • kukus: asap • kul: kul, hewan air sejenis bekicot • kula: saya, aku; • kulagotra: sanak keluarga; • kula mitra: keluarga, famili; • kula sentana: keluarga, amili; • kulawanda: keluarga, famili; • kulawangsa: keluarga; • kulawarga: keluarga • kulah: kamar mandi • kulaja: bangsawan, ningrat • kulak: membeli untuk dijual lagi • kula-kuli: biasa, lazim • kulala: pembuat barang pecah-belah dari tanah liat • kulanté: nama tembang tengahan • kular: benang untuk menjahit • kulawu: 1 warna abu-abu; 2 nama wuku • kuled: lembat, lambat, tidak cepat matahari terbit dari arah kulem: bergaung, membahana, merdu dan besar • kulèn: sawah milik kuli • kuli: kuli, buruh, pekerja • kulib: anak anjing • kulihan: kepulangan • kulihi: bagaimana, mengapa • kuliling: keliling, mengitari • kulina: biasa, akrab • kulingling: berkeliling, mengitari • kulinten: biasa, lumrah, wajar • kulisa: beliung, kampak • kulit: kulit, belulang, sampul; • kulit ayam: kulit ari, jangat; • kulit daging: seluruh tubuh • kulita: sudah kenal baik, mesra, akrab • kulon: barat • kulu: tertelan, nama ikan • kulub: angger, buyung, anak, sayang • kuluk: mahkota, topi kebesaran • kuluma: nama ikan • kulumur: berlumuran darah • kulung: tangkai ketam pemotong padi; • kulung ati: lekuk di bawah dada • kulup: angger, buyung, anak • kulur: dapat dan mau memberi • kulwan: barat • kum: rendam, dibenamkan diair • kuma: awalan kuma; • kumacèlu: mendamba; • kumadama: pura-pura bodoh rendah; • kumakaruh: akrab, karib; • kumalancang: lancang, mendahului kehendak; • kumalasa: tergelar, tersedia; • kumalungkung: sombong, congkak; • kumawani: pemberani, sok berani; • kumawas-awas: awas, teliti, cermat; • kumawasis: sok pintar, sok pandai • kumaki: congkak, besar kepala • kumala: emas, mutiara; • kumala-kala: kadang kala • kumara: anak-anak, orang muda, intan, siwa • kumat: kumat, kambuh, sakit lagi • kumayu: sok cantik, genit • kumba: buyung, tempayan, kelapa • kumbah: cuci, bersih • kumbakara: pembuat barang pecah belah • kumbala: jambu-jambu berbentuk bunga untuk hiasan • kumbandha: raksasa • kumbang: kumbang, lebah • kumbayana: 1 jun tempayan, jembangan; 2 nama Begawan Durna waktu muda (wayang) • kumbi: cangkok, sombong, besar kepala • kumpris: anak yang akan menggantikan pangkat ayahnya • kuna: kuna, lama • kunang: kunang-kunang • kunapa, kunarpa: jenazah, mayat, bangkai • kunca: kain dodot • kuncang: terlempar karena angin • kuncara: kondang, terkenal • kuncèh: pipa panjang • kunci: kunci, pembuka • kuncung: kuncung, bagian rambut didepan • kuncup: kuncup • kundha: anglo, keran, pedupaan, perapian • kundhah: jatuh tak berdaya • kundhala: cincin, gelang, anting-anting • kundhalini: ular • kundhang: kondang, terkenal, tersohor • kundhi: tukang membuat gerobak • kundur: pulang, kembali; • kunduran: meninggal karena pendarahan sewaktu melahirkan • kuneng: adapun • kung: merdu • kungas: sumerbak, wangi, karuan • kungkang: katak yang besar, kongkung • kungkulan: terlampaui, terlebihi • kungkum: terbenam, menenggelamkan • kuning: kuning • kuningan: jenis logam • kunir: kunyit • kunjana: susah, sedih, asyik; • kunjana-papa: susah dan melarat, miskin • kunjara: penjara, tahanan • kunjeng: kerdil, komeng, ceding • kunjuk: dipersembahkan • kunjur: duduk meluruskan kaki • kunta: senjata sejenis tombak pendek • kunten: kuli • kunthara: budi daya, tingkah laku • kunthing: kecil, kurus • kunthiwiri: berulang-ulang datang • kunyit: kunyit, kunir • kunyuk: monyet, kera, munyuk • kupa: perigi, mata air • kupat: telupat • kupeng: sekeliling • kuper: kurang perhatian, kurang pergaulan • kupi: rencana karangan • kupik: bertepuk • kupina: cawat, saluran penutup kemaluan laki-laki • kuping: telinga, pendengaran • kupiya: 1 contoh, teladan, pengalaman; 2 kopiah, peci • kupon: kupon • kupu: kupu-kupu • kura: kura-kura • kurah: berkumur-kumur, gurah • kurakah: pembantai • kurang: kurang • kuranti: ditahan, dilarang • kurantil: nama wuku yang ke-4 • kureb: tengkurap • kuren: lelaki yang sudah dewasa • kurma: kurma, jenis buah • kuru: kurus, tak subur, lemah • kurung: kurung, mengurung; • kurungan: sangkar • kusa: nama rumput • kusala: baik, pandai, selamat • kusan: kukusan • kusik: sejenis pisau untuk matahari terbit dari arah warangka keris • kusir: kusir, sopir pedati • kusta: kusta, jenis penyakit kulit • kusuma: kusuma, bunga, kembang; • kusumawicitra: bermacam-macam bunga, nama tambang gedhe; • kusumayuda: tokoh pemenang dalam peperangan • kuswa: cium • kuswantara: ciuman, kasih • kutah: tumpah • kutha: kota; • matahari terbit dari arah tanggul besar ditepi jalan; • kuthagara: ibukota; • kuthamara: sesajian di tempat yang keramat; • kuthasaksi: saksi palsu; • kuthawara: kota besar • kuthah: kotor, berlumuran • kuthaka: kotoran cirit • kuthara: kampak, beliung • kuthèh: kotor, berlumuran • kuthèt: kerdil, komeng • kuthila: bungkuk, bengkok • kuthilang: jenis burung • kuthilem: licin, tidak jujur • kuthip: sangat hina • kuthong: kosong • kuthu baru: bagian kebaya penutup dada • kuthumbi: suami • kutu: kutu • kutub: kutub, ujung • kutug: asap • kutuk: 1 anak burung; 2 jenis ikan • kutut: jenis burung, perkutut • kuwadé: tempat duduk pengantin • kuwadéan: pedagang kain, berjualan pakaian • kuwaga: kuat menjalani, tahan banting • kuwagang: kuat, mampu • kuwah: air sayur, kuah • kuwalon: tiri • kuwanda: mayat, bangkai, jenazah • kuwaos: kuasa, mampu • kuwara: termasyhur, terkenal • kuwas: kuas, alat mengecat • kuwasa: kuasa, mampu • kuwat: kuat • kuwatir: kuatir, sumelang, was-was • kuwawa: kuat, mampu; • kuwawi: (ing.) kuat, mampu • kuwaya: air • kuwèni: jenis mangga • kuwi: itu • kuwu: penguasa setingkat adipati • kuwur: gelisah, bingung, berirama kemerahan • kuya: aniaya, serang, hina • kuyu-kuyu: bercucuran keringatnya • kwaci: biji kuaci • kwaga: mampu menjalani lobaan, kuat • kwali: kuali, belanga L • labu: jenis umbi • labuh: 1 pengabdian; 2 buang; • labuh labet: pengabdian; • nglabuh: membuang; • lelabuhan: pengabdian; • pelabuhan: dermaga • labur: cat dari kapur; • laburan: cat-catan; • nglabur: mengecat • lacak: lacak, teliti • ladha: lada, rempah-rempah • ladhang: sempat • ladhatan: penghabisannya • ladheg: kotor sekali • ladhu: lumpur dari gunung berapi • ladi: melayani; • pladèn: pelayan; • ngladèni: melayani; • lados: (ing.) melayani • lading: pisau dapur • ladrang: nama gending • laga: perang • lagak: gaya, potongan • lagang: cepat besar • lagep: mau, suka akan • lagi: matahari terbit dari arah, baru • lagu: lagu • lahru: kemarau • lahya: tingkah, canda • lain: lain • laja: malu, mendapat malu • lajar: bajak, nenggala; • mlajar: lari • lajeng: terus; • mlajeng: lari • lajer: pokok kayu • lajita: malu • lajuk: terlanjur • lajur: lapis, kolom • lak: lak, pintu air • laka: mustahil, jarang ada • lakang: selangkangan • lakar: memang • laken: cengketan • laki: pria; • laki bini: suami istri; • laki rabi: suami istri • lakon: cerita • lakra: dasar • laksa: 10.000 • laksana: seperti • laksita: berjalan • laksmana: cerdas • laksmi: cantik; • laksmini: cantik; • laksmiwati: cantik sekali • laksya: laku, jalan • laku: jalan, laku; • kelakon: tercapai, terlaksana; • lakon: cerita, kisah; • laku dagang: berjualan; • laku dhodhok: berjalan dengan duduk; • laku gawé: mempunyai kewajiban; • laku ngiwa: melakukan kejahatan; • nglakoni: menjalani, melakukan • lalab: dedaunan mentah untuk lalap • laladan: daerah • lalahan: tanah yang siap ditanami • lalai: lupa, alpa • matahari terbit dari arah berkelana, mengembara • lalang: ilalang • lalar: dahi • lalaran: nara pidana • lalasa: nama tumbuhan • lalatha: dahi, menghias dahi • lalawa: banyak tingkah, ceroboh • lalayan: pagar tembok, benteng • laler: lalat; • laler wilis: lalat hujan • laléyan: sering lupa • lali: lupa; • lali jiwa: lupa ingatan, gila • lalim: lalim • lalis: hilang, mati • lalita: cantik • lalos: lupa • nglalu: bunuh diri; • lalu mangsa: terlambat • lalya: lupa • lama: lama • lamak: lemah, lapik • lamar: lamar, meminang • lamat-lamat: samar-samar • lamba: tunggal, tulus hati • lamban: belum beristri • lambana: jejaka, perawan • lambang: lambang, simbol, tanda; • lambang jangka: tanda-tanda jaman • lambao: bertani • lambar: dasar, alas • lambat: lama, lambat • lambau: bertani • lambé: bibir; • lambé ati: watak; • lambé gajah: bagian keris; • lambé gangsa: moncong lembu yang bergerigi; • lambiran: tepi sungai yang rendah • lambung: perut, lambung; • lambung lengis: lekuk di atas pantat di bawah rusuk • lamèn: pohon padi • lameng: pedang lamang • lami: lama • lamis: dusta, bohong • lamon: kalau • lampah: (ing.) jalan; • lampahan: lakon, cerita; • nglampahi: menjalani • lampeg: pasang (laut, dsb) • lampèng: relung • lampes: nama tumbuhan • nglampet: terhenti • lampiran: lampiran • lampit: tikar jalin • lampita: tanda • lampor: suara ramai • lampra: mengembara • lampu: lampu, pelita • lampus: mampus • lamuk: kabut • lamun: kalau • lamur: rabun, buta ayam • lamuran: nama rumput • lamus: puputan dari kulit kambing • lamut-lamut: jauh/tipis dan tidak jelas • lan: dan, serta • lana: kekal • lanang: laki-laki • lanas: laju karena panas, pemarah • lanat: terkutuk • lancana: lencana • lancang: lancang, tak minta ijin • lancar: lancar • landep: 1 tajam; 2 nama Wuku • matahari terbit dari arah landak, jenis binatang • landhep: tajam; • landhep dhengkul: tumpul sekali; • landhep pikirané: pintar • landhes: alas, dasar; • landhesan: dasaran, alas • landhung: panjang sekali • langak: berjalan mendangak • langar: matahari terbit dari arah • langeh: indah, cantik • langen: kegemaran; • langendriya: wayang orang dengan lakon pakem Damarwulan; • langen mandra wanara: pentas pertunjukan wayang orang, drama dan tari; • langen sari: taman kesukaan; • langen swara: paduan suara tembang-tembang Jawa • langèn: tempat berenang • langgana: tak menurut, tak sudi • langganan: langganan • langgat: tanggap • langgenan: landasan, ganjal • langgeng: abadi, kekal • langguk: congkak, sombong • langgula: ekor • langi: berenang; • lelangèn: berenang-renang • langir: langit, nama buah • langit: langit, angkasa • langka: langka, jarang sekali • langkah: langkah; • mlangkah: melangkah; • nglangkahi: melangkahi • langkak: langka, jarang • langkan: pagar keliling • langkap: matahari terbit dari arah • langkas: tangkas • langkep: busur • langking: kurus, kecil • langkir: nama wuku yang ke-13 • langkung: lebih; • kelangkung: sangat; • kula langkung: permisi mau lewat; • nglangkungi: melewati; • selangkung: dua puluh lima • langlang: berkeliling mengitari • langseb: langsat • langsing: langsing, tinggi ramping • langsir: dilangsir, satu per satu • langsung: langsung, berlanjut • langsur: melata, merayap • langu: jenis bau yang tak sedap • langun: kesenangan • langut: sepi, hening • lanja: sering bersilaturahmi • lanjah: mudah bosan • lanjam: 1 ujung bajang; 2 singkal • lanjang: gadis, perawan • lanjar: janda muda yang belum beranak; • lanjar ngirim: nama rasi bintang • lanjèn: mencoba, percobaan • lanji: 1 sebangsa baju; 2 mudah berubah • lanjo: pulang pergi • lanjung: termenung, tercenung • lanjur: lanjut, kemudian • lanjut: lanjut, kemudian • lantak: pelantak, pengasah • lantang-lantang: cincin • lantap: garang, suka marah • lantas: langsung • lantéra: lentera • lantih: tenun; • nglantih: menenun • lantip: pintar, pandai • laos: lengkuas • lapa: lapar; • lara-lapa: penderitaan yang amat sangat • lapak: pelana, sela, ringga • selapan: 35 hari • lapang: lapang • lapis: 1 lapis; 2 lapisan • lar: bulu ayam • lara: 1 sakit; 2 dara, gadis, wanita; • lara ayu: ketumbuhan, sakit calar; • lara brangta: kasmaran, jatuh cinta; • lara jonggrang: gadis yang bernama jongrang, dicandikan dalam candi Prambanan; • lara karuna: kasmaran, jatuh cinta; matahari terbit dari arah lara kidul: Nyi Lara Kidul, jin yang dipercaya sebagai penguasa laut selatan; • lara kudan: bedil berlaras satu; • lara-lapa: sengsara, menderita; • lara ngedhat: nama bunga • larab: datang • larad: susut, hanyut • larah: kedudukan, tempat • larak: sendal, terik • larang: mahal, harga tinggi • larap: datang • laras: irama; • laras pelog: irama pelog; • laras slendro: irama slendro; • matahari terbit dari arah wastu: akar wangi • laré: anak; • laré angon: anak penggembala • larèk: anak, kanak-kanak • lari: lari • larik: larik, deretan • laris: laku keras • laron: laron • laru: benih jamur pembusuk untuk tempe • larud: larut • larung: buang • laryan: selokan • lastari: lestari, terpelihara; • lastantun: (ing.) lestari, terpelihara • lastri: malam • latar: halaman • lathi: lidah • latri: lumpur, endapan lumpur • latu: api • latuh: lumut laut • laun: daun kacang cina • laup-laup: berteriak-teriak • laut: laut, samudra • lawa: kelelawar • lawak: dagelan, lawak • lawan: 1 musuh; 2 dan, dengan • lawana: garam, asin • lawang: pintu; • lawang butulan: pintu belakang; • lawang kori: pintu utama; • lawang kupu tarung: pintu kanan kiri; • lawang lèrègan: pintu dorong; • lawang monyétan: pintu yang daunnya dua, atas bawah; • lawang tangkeban: pintu yang daunnya satu; • lawang tobat: pintu taubat • lawar: lawan, apa adanya; • lawaran: makan tanpa lauk • lawas: kawak, kuno • lawayan: perlombaan burung merpati • lawé: lawe, benang tenun; • lawé mateng: benang yang sudah dikanji; • lawé mentah: benang yang belum dikerjakan; • lawé wenang: gelang dari benang (penangkal penyakit) • laweh: lauk pauk • lawèh, lawih: ganjal pada bibir kran • lawer: lama, tua • lawèt: burung walet • lawis: lama sekali • lawon: mori, kain pembungkus mayat • lawong: bersuara keras • lawuh: lauk-pauk • lawung: tombak, lembing • laya: mati • layah: piring besar dari tanah liat • layak: layak, wajar, lumrah • layan: keran kecil • layang: surat, kertas; • layangan: layang-layang; • layang biwara: surat kabar; • layang iber-iber: surat kiriman; • layang ideran: surat edaran; • layang kabar: surat kabar; • layang wacan: buku bacaan • layap: pergi, main • layar: layar, peralatan perahu • layon: mayat, jenazah • layos: atap, tarub • layu: layu, mati • layung: awan kuning pada sore hari • layur: nama ikan laut • laywa: layu, mati, lain; • laywan: bunga yang sudah layu • lebda: mahir, ahli • lebet: dalam, maruk • lebur: lebur, hancur • lèdhèk: memancing, menggoda • lega: lega, rela • legan: perjaka, prawan • legawa: ikhlas • legedan: watak • legena: telanjang • legetan: nama tumbuhan • legi: 1 manis; 2 nama hari pasaran • legundhi: nama tumbuhan • leheng: lumayan, lebih baik daripada • leksa: laksa, 10.000 • leksana: jalan, berjalan • léla: hibur, ayem • lelah: capek • lelana: berkelana, mengembara • lélang: lelang, jual • lelangon: kesenangan, hiburan • lelara: penyakit; • lelaran: wabah penyakit • leluhur: leluhur, nenek moyang • lèlur: segan, enggan • lema: gemuk, gembur • lemah: tanah; • lemah teles: tanah subur • lembah: lembah, cekung; • lembah manah: andap asor, rendah hati • lembak: lemak • lembana: pujian, sanjungan • lembar: lembar • mlémbat: berpindah meloncat-loncat dari pohon ke pohon • lembara: mengembara • lembat: halus, lembut • lembayung: lembayung, daun kacang untuk sayur • lembek: ombak • lèmbèr: keletah • lembing: 1 tombak; 2 nama binatang • lémbong: sebangsa talas • lembora: nama ikan laut (besar) • lembu: sapi, lembu • lembur: lembur, bekerja di luar jadwal • lembut: lembut, halus • lemeh: segan, enggan • lemper: jenis makanan dari ketan • lèmpèr: cobek • lempèt: kepipis (perut) • lempir: lembar, helai • lempuk: nama ikan sungai • lempung: tanah liat, tanah merah • lempuyang: jenis tanaman obat tradisional • lemu: gemuk • lendhah: sawah di tempat yang datar dan rendah • léndhéyan: 1 bersandar; 2 batang tombak • lendhi: mainan ikan • lendhong: nama ikan • léndhot: lumpur • lendhut: tanah lumpur • lènèng: bermasakan, masak semua • lèng: lubang, rongga • lenga: minyak; • lenga bacin: minyak kelapa yang telah dipakai kedua kalinya; • lenga cèlèng: minyak lebihan dari; • lenga mambu: minyak tanah; • lenga patra: minyak tanah; • lenga pèt: minyak tanah; • lenga wangi: minyak wangi • léngah: lengah, sembrono • lengar: lebar (dada) • lengen: lengan, tahu • lengeng: indah, menawankan, menyenangkan • lèngèng: kata untuk memaki • lenggah: duduk • nglenggak: duduk mendongak dan menoleh • lénggak-lénggok: melenggok • lenggana: rela, ikhlas, segan, enggan • lengganan: langganan, pelanggan • lenggang: jenjang (leher), ramping • lénggang: melenggang • lengger: besar dan tak bergerak-gerak • lènggèr: lengger, jenis tari-tarian • lénggot: lembehan santai; • lénggot bawa: tandak • lengkara: perhiasan • lèngsèr: lengser, turun jabatan • lentéra: lentera, lampu • lepas: lepas, bebas; • lepas matahari terbit dari arah tak mau ikut campur • lepat: salah • lèpèk: cawen, lepek • lèpèn: kali, sungai • lepet: lepet, jenis makanan • lèrèh: tenang, santai; • lèrèh-lèrèh: santai, istirahat • lerem: tenang, santai • lèrèn: istirahat • leres: betul, benar • lésan: lisan, mulut • lesana: tanda, jalan • leseh: lusuh, terinjak-injak • lesmi: indah, laksmi • lestari: lestari, terpelihara; • lestantun: (ing.) lestari, terpelihara • lesu: lesu, lapar, lemas • lesung: lesung, tempat menumbuk padi matahari terbit dari arah lésus: angin ribut • lewih: lebih • licik: licik, akal bulus • ligasan: naik kuda tanpa pelana • lika: tulis • lilit: lilit, membelit; • lilit uwi: melilit seperti ubi • lima: lima • liman: gajah • limar: limar • limas: bentuk rumah adat; • limasan: bentuk rumah adat • limbang: timbang • limbuk: limbuk, jenis nama wayang • limbung: limbang, terhuyung-huyung • limer: melayang • limit: limit, rata dan halus • limo: 1 lima; 2 jeruk, limau • limpa: limpa • limpad: cekatan • limpah: limpah, banyak • limpung: tombak pendek bermata kanan kiri • limrah: lumrah, lazim, umum • limun: limun, jenis minuman • ditelimur: dilipur, dihibur • limus: pakel, jenis mangga • limut: 1 kabut; 2 selimut • lina: hilang, sirna, mati • lincad: loncat, lompat, tinggal • lincak: lincak, kursi; • lincak gagak: meloncat-loncat seperti burung gagak • lincat: loncat, lompat • lincing: runcing, lancip • lincip: runcing, lancip • lincis: lubang jerat (tali) • lincut: malu, enggan • lindhu: gempa bumi • lindhuk: terlindung • lindhung: lindung, berlindung • lindri-lindri: cantik sekali, molek • lingga: 1 arca, tugu; 2 kata dasar • linggar: pergi, lahir • lingsa: telur kutu; • pada lingsa: tanda baca pada aksara Jawa • lingsang: anjing air • lingsem: malu • lingsir: bergeser, condong • linguk: jenguk, lihat • lintah: lintah; • lintah dharat: rentenir • lintang: bintang; • lintang alihan: bintang beralih; • lintang kemukus: komet, bintang kemukus; • lintang panjer esok / sore: bintang kejora • linthing: melinting • linting: menggulung • lintring: jenis rumah adat • lintu: ganti • linu: rasa nyeri, pegal-pegal • linuhung: dihormati, ditinggikan • linuwih: lebih • lipur: hibur, senang • lir: seperti • lira: belerang; • lira-liru: berganti-ganti • lirang: belirang • lirih: pelan • lirik: melirik • liring: kejap, pandangan sekilas • lirip: aus, rompeng • liris: gerimis, teratur, rapi • lirna, lirning: terang sekali, apabila • liru: tukar, ganti; • liru lambang: bertukar barang, barter; • liron: tukar; • liron patra: berganti tempat; • liron watang: saling merombak • lirwa: lalai, lengah, kurang waspada • lis: tali kekang, kendali • lisa: ketombe, telur kutu • lisah: minyak • listu: cantik; • listuhayu: cantik, ayu; • listya: molek • lisuh: lesu, lelah • lisus: angin ribut • litheng: hitam sekali • lituhayu: cantik, molek, ayu • liwar: menyimpang; • liwar-liweran: berseliweran • liwat: lewat • liwer: lewat, lintas • liwet: liwet, jenis nasi • liwung: bingung • liya: lain • locana: mata, netra • locita: hati, perasaan • lodaka: air • lodan: ikan paus, ikan gajah • lodhèg: longgar, lobok • lodhèh: jenis sambal • lodhoh: busuk, remuk • lodhong: wadah, toples • lodok: sumsum pada tulang punggung • lodong: wadah makanan kecil, toples • lodra: buas, gerang, sangat marah • logor: gugur, luruh • logro: longgar • loh: subur; • loh matahari terbit dari arah subur makmur • lohita: merah • lok: mashur • loka: 1 tempat; 2 kenal, dikenal; • lokamandhala: permukaan dunia; • lokananta: jenis gamelan; • lokaya: dunia, alam semesta; • lokéndra: raja di dunia; • lokéswara: terkenal di dunia; • kaloka: terkenal • lokita: karangan, sajak • lokro: longgar; • nglokro: patah semangat • lokrok: lobok, longgar • lola: tidak punya ayah ibu • loling: lentera dari kertas • lolita: ingin sekali, mendamba • lolor: lepas, ulur • lolos: lolos, bebas • loma: pemurah, suka memberi • lomba: pertandingan • lombok: lombok, cabe • lomoh: segan, enggan • londhot: busuk, remuk • longan: bawah ranjang • longgang: sela, antara • longgar: longgar, luas, renggang • longkah: nama bunyi-bunyian • longkang: sela, antara • longsor: longsor • lonjong: lonjor • lonjor: belunjur; • selonjor: duduk meluruskan kaki • lontar: lontar • lontop: tongkat berisi pedang • lontor: makan, minum • lor: utara; • lor kulon: barat daya; • lor wétan: timur laut • lorèk: lorek, loreng; • lorèng: loreng • loro: dua; • loro blonyo: arca tiruan pengantin • losin: dosin, 12 buah • losoh: lusuh • losok: busuk, luruh • losor: longsor • lota: buas, ganas • lothèng: loteng • lowang: luwang, bolong, lubang • lowong: lawang, kosong • lowung: lumayan • lucu: lucu, jenaka • ludhes: ludes, habis • ludhuk: suka makan banyak • ludira: darah • ludrug: ludruk, teater tradisional • lugas: jelas, denotatif • lugu: apa adanya, bersahaja • lugut: bulu-bulu pada batang bambu (tebu, matahari terbit dari arah • luh: air mata • luhur: luhur, tinggi; • luhung: luhur, tinggi • lujeng: luku, bajak • luk: lekuk; • luk sanga: lekuk sembilan • luka: luka • lukak: cekung; • lukak-lukik: bercekung-cekung • lukar: lepas, melepas • matahari terbit dari arah lepas dari siksaan • lukis: lukis, gambar • lukita: karangan, syair; • lukita sari: karangan/syair yang indah • luku: bajak, nenggala • lulang: belulang, kulit • luluh: luluh • lulur: bedak lulur • luluri: leluhur • lulus: lulus, lolos • lulut: cinta • lumah: terlentang; • lumah tangan: meminta, memohon • lumba: lomba, pertandingan • lumba-lumba: ikan lumba-lumba • lumbu: jenis tanaman umbi-umbian • matahari terbit dari arah lumbung, persediaan; • lumbung bandhung: lumbung besar; • lumbung désa: lumbung desa • lumer: leleh, basi • lumèr: meluap • lumpang: lumpang, tumbukan padi; • lumpang kenthèng: lumpang batu besar • lumpat: lompat; • lumpat kidang: melompat-lompat • lumping: belulang • lumprah: lumrah, wajar • lumpuh: lumpuh • lumpur: lumpur • lumrah: lumrah, wajar • lumuh: bosan, malas • lumur: gelas untuk minum • lumurug: berangkat ke pertandingan • lumut: lumut • luncat: loncat, lompat • luncup: luncup, kuncup • lung: pucuk daun • lunga: pergi • lungan: bepergian • lungga: sulur-suluran • lunggé: terlambat • lungguh: duduk • lungka: bongkahan tanah di ladang • lungkrah: capai, payah, letih • lungsé: terlambat • lungsed: lusuh • lungsi, pada lungsi: tanda baca dalam huruf Jawa • lungsir: kain sutra • lungsungan: kulit bekas pada binatang setelah berganti kulit • lungsur: kain bekas • lunjak: lonjak • lunjat: lonjak • luntas: luntas, jenis tumbuhan • luntur: luntur • lunyu: licin • lupa: lupa • lupit: sempit, tidak longgar • lupiya: teladan, contoh • lupta: keliru, lupa • luput: luput, lepas; • luput cinatur: tak disebut dalam bicara • lurah: lurah, kepala desa • luru: mencari • lurub: gebar, tutup mayat • lurung: sungai tempat pembuangan • lurus: lurus • lutung: lutung, jenis kera • luwah: lowong • luwak: luwak, jenis musang • luwang: lubang, lowong, watu luang • luwar: lepas, luar • luwé: lapar • luweng: lubang • luwer: putaran, bundaran • luwih: lebih; • luwih manèh: terlebih lagi M • mabuk: mabuk • mabur: melayang, terbang • maca: membaca; • maca udrasa: menangis • macak: dandan, berhias diri • macan: macan, harimau; • macanan: jenis permainan; • macan angop: bangunan kecil di bagian pintu rumah • macapat: tembang macapat • macas: memangkas • macel: memasukkan pasak • macem: macam, jenis • macung: mengangkat tangan • mada: berani, tidak takut mati; • mada pléra: mencela, memperolok-olok • madak: malah, malahan • madat: memakai candu, ganja • madaya: memperdaya, membohongi • madé: menjual • madeg: berdiri, menjadi • mader: mencari ikan wader • madha: menyamai; • madha rupa: rupa yang sama • madhang: makan • madhep: menghadap • madhuk: tidak keras, gembur • madon: bermain perempuan; • madoni: bertengkar • madresa: keras • madresthi: mencelakai • madu: madu; • madu brata: lebah; • madu kara: lebah penghisap madu; • madu mangsa: jenis makanan, dodol; • madura: cantik, manis • madya: tengah; • matahari terbit dari arah gantang: angkasa, langit; • madya pada: matahari terbit dari arah, alam; • madya ratri: tengah malam; • madyama: di tengah-tengah; • madyantara: alam semesta, jagat raya; • madyasta: berdiri sebagai penengah • maéjan: nisan • maékani: memfitnah • maèlu: memfitnah • maem: makan • maésa: kerbau; • maésa jenar: kerbau kuning; • maésa anabrang: kerbau menyeberang; • maésa lawung: jenis tarian menirukan kerbau bertarung • maétala: tanah, bumi • magah: tegar hati, keras kepala • magang: bekerja sambil belajar • magepokan: berhubungan • mager: pagar, memagari; • mager timun: serupa biji mentimun; • mager sari: tetangga kanan kiri • magrok: tinggal • magut: hampir selesai • maha: maha, tinggi; • maha agung: maha agung; • maha bala: kuat, perkasa sekali; • maha bara: tidak lazim, mustahil; • mahabaya: bahaya besar; • mahaguru: mahaguru, guru besar; • maha kuwasa: maha kuasa; • maha luhur: maha luhur; • maha mulya: maha mulia; • mahamuni: pendita; • maha pawitra: suci, luhur; • maha prana: huruf besar pada huruf Jawa; • maharaja: raja besar; • maharatna: manikam; • maharesmi: bulan; • maharja: selamat; • maharsi: maharesi; • mahasiswa: siswa di perguruan tinggi; • maha suci: maha suci; • mahasura: pemberani, pahlawan; • maha atma, mahatma: jiwa besar; • maha wikan: maha mengetahui • mahas: masuk • mahidhara: gunung, bukit • mahisa: kerbau • mahisi: permaisuri • mahitala: bumi, tanah • mahitala: bumi, tanah • maido: mencela; • maiben: mencela • main: main • maisi: permaisuri • maja: maja, nama buah; • maja-maja: sekali-kali • majad: patut, layak • majer: mandul, majir • maji: tak kan terjadi • maju: maju; • majeng: maju; • majupat: segi empat; • majutelu: segi tiga • makah: merangkap • makam: kuburan • makan: 1 makan; 2 bisa mengerem (rem); • makan ati: mengecewakan; • makan tuan: mencelakakan tuan/pemiliknya • makara: udang • makaten: demikian, begitu • maktal: nama wuku yang ke-21 • makutha: memakai mahkota • mala: luka, penyakit • malad, maladi: membuat kualat • malah: malah, bahkan • malahi: merepotkan • malam: bahan cat untuk membatik • malang: melintang, berserakan; • malang atèni: menguatirkan; • malang gambuhi: suami istri yang lakinya lebih muda; • malang kadhak: berkacak pinggang; • malang kerik: berkacak pinggang; • malang mégung: malang melintang; • malang sumirang: menghina kepada orang • malar: tambahan pula • malati: membuat kualat, bertuah • malaya: mengembara • maled: menerima rapelan • maledi: ingin sekali, damba sekali • malek: jemu, jenuh • malem: malam • malèni: menjadi wali • maler: selalu, senantiasa • males: membalas • maligé: mahligai, matahari terbit dari arah keputrian • malih: berubah, berganti • malik: membalik; • malik grémbyang: berubah total; • malik tingal: berubah janji • maling: pencuri, mencuri; • maling dhèndhèng: berlaku serong, berzina; • maling raras: mencuri asmara; • maling retna: mencuri asmara • malini: bunga • malir: membuat alur/parit di sawah • malo: lak berwarna merah • maloni: mencela, mengubah • malu: malu • maluh: becek, berlumpur • mamah: 1 memamah; 2 mama, ibu • mamak: emak, mama, ibu • maman: memanggil paman • mamang: ragu, bimbang • mamar: remang-remang • mamas: nikel • mambang: jenis hantu • mambek: tersumbat • mambet: tersumbat • mambil: mengambil • mambrih: supaya, agar • mambu: berbau • mamèt: mencari, berupaya • mami: 1 saya, kami; 2 mama, ibu • mamin: bertemu, berjumpa • mampet: tersumbat, tergenang • mampir: singgah • mamprah: melayang • mampu: mampu, kuat • mampus: mampus • mamuk: mengamuk • mamut: hilang, musnah, pergi • man: kependekan dari kata paman • mana: angan-angan, hati; • manaduganda: menyetujui, memuji; • manadukara: menyetujui, memuji; • manakawan: menjadi abdi, pengiring; • manasija: cinta, kekasih; • manasika: menganiaya; • manastapa: berduka cita; • manasuka: siapa yang suka; • mana wibawa: sombong • manadhem: limun • manah: 1 memanah; 2 hati, perasaan • manail: nama wuku yang ke-23 • manang: keliru, marah • manasi: memanasi • manawa: jika • manca: manca, luar; • manca udrasa, manca rawat: menangis; • manca negara: luar negeri; • manca kaki: orang-orang tua di desa; • mancawara: memperdayakan dengan negara; • manca warna: bermacam-macam jenis • mancad: menginjak • mancahi: mencela, membantah • mancak: menerima apa-apa yang diberi • mancal: menendang; • mancal donya: meninggal dunia; • mancal kemul: berselimut lagi, tidur lagi • mancana: menganggu, mengusik • mancas: memangkas • mancur: mancur, memancar • manda: setengah matang; • mandabagya: celaka • mandang: memandang • mandar: semakin • mandara: berhias, bersolek • matahari terbit dari arah berdaya upaya • mandek: berhenti • mandéné: alangkah • mandeng: memandang • mandha: susah, sedih; • mandhakaki: nama bunga; • mandhakiya, bale mandhakiya: rumah tempat memuja; • mandhalika: nama tetumbuhan; • mandhasiya: nama wuku yang ke-4 • mandhah: pindah • mandhak: menganggap enteng • mandhala: lingkaran, daerah • mandhap: turun ke bawah • mandhapa: rumah muka, balai, pendhapa • mandheg: berhenti; • mandheg mangu: berhenti dan ragu; • mandheg mayong: berjalan tidak langsung; • mandheg tumolih: berhenti dan menoleh • mandhégani: mengepalai • mandhes: sampai tuntas • mandhing: pohon kemlandingan • mandhiri: mandiri, merdeka; • mandhirèng pribadi: mandiri, berdikari • mandho: menengadahkan tangannya • mandhor: mandor, pengawas • mandhuka: katak • mandhung: mencuri, maling • mandi: mujarab, manjur • mandira: pohon beringin • mandos: mujarab, manjur • mandra: gembira; • mandragini, mandragupit: kamar tidur; • mandraguna: sakti, digjaya; • mandrawa: jauh, kejauhan • manduk: terkena oleh • mandum: membagi • maneh: abdi, hamba • manèh: lagi • manèka: beraneka, macam-macam; • manéka warna: beraneka ragam • manekung: berdoa • mangga: silakan; • mangga mara: mau, suka; • mangga sapira-pira: tiada seberapa; • mangga sésa: tiada seberapa; • tan mangga puliha: tak dapat menang • manggahi: mempertahankan • manggal: melempar, melontar • manggala: komandan; • manggalayuda: komandan perang • manggar: bunga kelapa • manggya: bertemu, berjumpa • mangka: padahal • mangkadi: tambahan, lagi pula • mangkana: demikian, begitu • mangkara: udang • mangkas: memangkas • mangkat: berangkat, bertolak • mangké: nanti • mangkéné: demikian, begini • mangkono: demikian, begitu • mangku: memangku • manglah: mengalah • manglar: melebarkan, meluaskan • manglèng: agak miring • mangler: membelokkan • mangli: nama macam tebu • manglih: berubah • mangro: mendua • mangsa: 1 musim; 2 ah masa?; • mangsa bodhoa: masa bodoh; • mangsa borong: terserah; • mangsatara: masa tidak hujan pada musim hujan • mangsah: melawan, berperang • mangseg: mendesak, menekan • mangsi: tinta • mangun: membangun; • mangun-kung: susah karena birahi • mangut: nama lauk dari ikan • mangwa: bara • mani: 1 intan; 2 air mani • manidikara: menyembahyangkan • manih: lagi pula, dan • manik: manik-manik • manikarma: intan berlian • manikem: manikam • manikya: mirah, intan merah • manila: intan biru • maning: lagi, dan • manis: manis • manja: membuat tugal • manjang: memanjang • manjat: memanjat, miring, landai • manjel: maju, berkuli • manjer: menyalakan terus • manjing: masuk • manjur: manjur, mujarab • manjurung: mendukung, mendorong • manjut: lalu • manobawa: cinta, senang • manohara: memikat, menawan • manojawa: keras sekali • manolan: kuli, buruh • manon: mengetahui • mantak: mengeluarkan kesaktian • mantang: memberi pantangan • mantar: mudah menyala (kayu) • mantèk: mengeluarkan kesaktian • mantel: mantel • manten: kian, lekas, bekas • mantèn: penganten • mantep: mantab • mantes: menjadi pantas • mantha: membagi; • mantha garwa: memperistri; • mantha-mantha: membagi-bagi • manthang: sejenis ubi jalar • mantheng: pikiran yang memusat • manther: pikiran yang memusat • manthuk: mengangguk • mantog: sampai batas, mentok • mantra: mantra, kata bertuah • mantri: kepala pegawai; • mantri kéwan: mantri hewan • mantrus: kelasi, pelaut • mantu: menantu • mantuk: pulang, kembali • mantun: sembuh, selesai • mantuni: menyembuhkan • mantyanta: sangat, sekali • manu: menerjang, menyerbu; • manubawa: cinta, kasih sayang; • manuhara: memikat, merayu; • manukara: menurut, meniru • manuh: biasa, kenal • manuja: matahari terbit dari arah, mengena • manuju: menuju, mengena • manuk: burung; • manuk ngoceh: burung berkicau; • manuk thilang: burung kutilang • manuksma: menjelma • manungsa: manusia • manusmara: mencipta, memuja • manut: menurut, patuh • matahari terbit dari arah manyar, jenis burung • manyer: berdiri tegak • manyuk: datang hanya sebentar • manyul: dahinya nonong • manyung: mancung • manyura: gending manyura • maoni: pohon mahoni • maos: 1 membaca; 2 buah maja • mapa: apa, apakah • mapag: menantikan, menjemput; • mapag tanggal: menunggu • mapah: memapah • mapak: menjemput, menunggu • mapal: mengepras, memapras • mapali: mengeprasi • mapan: mapan/menempati • mapas: memotong, memangkas • mapat: berempat • mapatih: mahapatih • maprah: berkembang, menjadi banyak • mapras: memangkas • mar: capek, lelah • mara: datang, hadir; • mara awak: datang sendiri; • mara dina: menunggu hari; • mara serek: menjemukan, membosankan; • mara dagang: berdagang, berniaga; • mara désa: mendatangi desa lain; • mara dhayoh: bertamu; • mara jelèh: membosankan, menjemukan; • marakarma: kesengsaraan, kesedihan; • marakata: zamrut, intan hijau; • marasadu: menipu, licik; • maraséba: menghadap; • marasoca: melihat sendiri; • mara tangan: suka memukul; • maratapa: bertapa, bersemedi; • maratuwa: mertua • marabi: menyebut dengan panggilan nama jelek • marag: menghadap, mendatangi • marakèh: nama wuku ke-18 • marana: mati, meninggal • marang: terhadap, kepada • marangi: mencuci pusaka • marani: mendatangi, mendekati • maras: kuatir, cemas • marbuka: membuka • mardala: kandang • mardawa: ahli, pakar • mardi: mengajar, membina • mardika: merdeka; • mardikani: membuat merdeka; • mardikèngrat: merdeka di dunia • maregaké: membuat kenyang • marek: mendatangi, mendekati • marem: puas • marep: menghadap • marga: jalan, karena; • margaina: rahim; • margana: angin, panah; • margi: jalan, sebab • mari: sembuh, selesai • markisah: buah markisah • marma: kasih sayang; • marmi: kasih sayang • marmut: marmut, jenis hewan • marna, marni: bermacam-macam • maro: membagi dua; • maro tingal: bermuka dua • maron: belanga • marsudi: berusaha, berupaya • marta: kehidupan, rendah hati • martana: rendah hati • martani: rendah hati • martuwi: berkunjung, silaturahmi • martyapada: dunia, alam fana • maru: madu, orang yang bersaing mendapat cinta • marud: memarut, mengukur • maruk: gembur (tanah) • maruki: selalu ingin makan • marus: berbau tak sedap • maruta: angin • marwita: mencari ilmu kepada • mas: 1 emas; 2 panggilan buat kakak laki-laki • masa: musim • masak: memasak • masang: memasang; • masang semu: memandang dengan perangai tertentu agar dimaklumi; • masang ulat: memandang dengan perangai tertentu agar dimaklumi • masem: berbasi, berair • maser: menyumpit dengan paser • masi: masakan, meskipun • maskumambang: maskumambang; • maskèntar: maskumambang • masoh: membasuh, mencuci • mastaka: kepala, mahkota • mastuti: memuji, berdoa • masuh: mencuci, membersihkan • masung: memasung, memberi • mata: mata, netra; • mata deruk: jenis rumah adat tradisional; • mata dhuwiten: mata duitan; • mata éra: bolongan keranjang; • mata itik: jenis rumah adat tradisional; • mata iwak: nama tumbuhan; • mata kucing: sebangsa damar; • mata lélé: tumbuh daun (tembakau); • mata loro: membela musuh, intelijen; • mata-mata, mata pita, mata pitaya: intelijen; • mata sapi: telur ceplok; • mata walangen: silau sebab terlalu lama memandang; • mata walikan: nama anyaman; • mata yuyu: selalu ingin menangis • matah: menugaskan, mendelegasikan • matak: mengeluarkan; • matak aji: mengeluarkan kesaktian • matal: setengah matang • matang: matang, masak; • matang putung: terpaksa berhenti • matangga: gajah • matar: mematar, mengikir • mataya: menari, berjoget • matek: mengeluarkan kesaktian • mateng: matang, masak; • mateng ati: yang masak baru bagian dalam • matengga: menunggu, menanti • mathar: serba teratur dan baik • mathem: puas, senang sekali • mathet: menyelaraskan irama • mathi: pusar kuda yang menjadi tanda tabiatnya • mathuk: cocok, sesuai • mati: mati; • mati branggah: mati utama; • mati kunduran: meninggal saat melahirkan; • mati ngurak: mati karena sudah tua renta; • mati raga: bertapa; • mati sahid: mati membela agama; • mati salah: mati karena hal yang dilarang • matianta: sangat • matil: mematil, menancapkan patil • maton: maton, tidak menyimpang • matosi: mengkhawatirkan • matra: mantra, kata bertuah; • matra kélasa: mengikut/menurut • matrap: mengetrapkan • matswa: ikan • matsya: ikan • matuh: menaati • matun: menyiangi • matur: berkata • matut: membuat patut • matyanta: sangat, sekali • mau: tadi • mawa: membawa • mawar: bunga mawar • mawas: mawas, waspada; • mawas diri: instrospeksi • mawat: memberi; • mawat gawé, mawat karya: berbuat jahat • mawèh: memberi • mawelu: kabur, pucat • mawi: membawa, dengan • mawinga-winga: marah besar; • jajabang mawinga-winga: marah besar hingga wajahnya merah • mawiti: memulai • mayang: bunga pinang • mayura: burung merak • meca: berterus terang • mecah: memecah • mecut: mencambuk • méga: mega, mendung; • méga malang: awan berarak; • méga mendhung: nama matahari terbit dari arah • mégantara: coklat semu hitam (warna kuda) • megar: mekar, berkembang • megatruh: megatruh, jenis tembang • méjan: batu nisan • mejana: sedang, cukupan • mejemuk: 1 majemuk; 2 kenduri bersama sekampung • melathi: melati • melaya: mengembara, berkelana • mémba: berubah rupa, menyerupai • membat: memantul; • membat mentul: bergetar, memantul-mantul • membut: lunak, gembur • memes: lentur, luwes • memetri: memelihara, merawat • mempan: mempan • menahi: membenahi, mengemasi • ménak: nikmat, enak • menang: menang, unggul • menapa: apa; • menapi: apa • menawa: jika, kalau • mencira: terpencil, terasing • ménda: kambing • mendem: mabuk • mendha: menurut, patuh • mendhak: membungkuk, merendah • mendhala: lingkaran, tempat, sasana; • mendhala giri: nama corak kain tenunan • mendhang: kulit beras yang kecil sekali • mendhé: istirahat • mendhek: berhenti • mendhem: memendam • mendhing: lumayan, mendingan • mendhiri: mandiri, berdikari • mendho: menurut, patuh, taat • méndhong: mendong, jenis tanaman • mendhung: mendung • mendut: memantul • meneng: diam, tak bicara • menga: terbuka, membuka • mengalor: ke utara • mengarep: pergi ke depan, maju; • mengarep-arep: mengharap-harap • mengarsa: maju, pergi ke depan; • mengarsa-arsa: mengharap; • mengarsani: memimpin • mengastawa: berdoa • mengkana: demikian, begitu • mengkang: merenggang, merenggangkan • mengkéné: demikian, begini • menir: pecahan beras; • meniren lambéné: bibir yang capek bicara • menjalin: rotan • menjalma: menjelma • menjangan: kijang • mentah: mentah • mental: memantul • mentala: tega, sampai hati • mentaos: tempuas, nama kayu • mentas: mentas, terbebaskan • mentéga: mentega • mentes: berisi, berbobot • menther: memusatkan pikiran, konsentrasi • menthès: mentes, berisi penuh • menthik: 1 mungil; 2 jenis padi; • menthik ori: jenis ketela pohon • menthilas: bersih, terang, jelas • menthul: 1 memakai topeng; 2 gemuk dan segar • mentog: menabrak, buntu • méntol: mentol, penyegar hidung • mentrik: cantrik, murid • menungsa: manusia, orang • menur: bunga menur • menyak: melewati jalan becek • menyan: kemenyan • menyang: berangkat, pergi • mèpèt: mendesak, menekan; • merak: merak • mérak: menarik hati • merang: batang padi • mérang: membagi • merbabak: berkilauan, bersinar; • merbabak bang kencana: semburat merah bagai emas • merdi: berusaha, mengajar; • merdi désa: memajukan desa • merdika: merdeka • merdu: menyenangkan, merdu • merduli: memperdulikan • meré: suara kera • merem: memejamkan mata; • merem melèk: membuka menutup mata • merga: karena, sebab, jalan • mersudi: menuntut, berusaha, melatih • mertapa: bertapa • merti: merawat; • matahari terbit dari arah désa: kenduri untuk selamatan desa • mèru: gunung; • mèru pancaka: tempat pembakaran mayat • mestaka: kepala • mesthi: pasti, tentu • mèstri: beristri, menikah • mesu: menahan, mengendalikan • meta: marah sekali • meteng: mengandung • miarsa: mendengar, memirsa • mibah: bergerak • miber: terbang, melayang • micara: fasih berbicara • midadari: bidadari • midak: menginjak • midana: menghukum pidana • mider: mengelilingi • midereng: kuat keinginan, dengan giat • midhang: bermain-main, berpesiar, membayar nazar • midhangan: acara widhang • midhanget: mendengar • midhé: menyambung denga kelopak jantung pisang, membeli daging ketika punya hajat (tidak menyembelih sendiri) • midhet: tidur • matahari terbit dari arah turun • midosa: berbuat dosa • miduwung: menyesal • migena: menghalang-halangi • miguna: berguna • mihak: memihak • mijil: 1 keluar, lahir; 2 tembang mijil • mikara: membuat perkara • mikir: mikir, berpikir • mikul: memikul; • mikul dhuwur mendhem jero: mengangkat nama baik tinggi-tinggi dan memendam aib dalam-dalam • mil: mil, ukuran jarak • mila: maka • milah: memisah, memilah • milalu: remah, lebih (terlebih) dari • milang: 1 menghitung, membilang; 2 mengajar; • milang kori: memasuki tiap pintu rumah; • milang usuk: bermalas-malasan; • milang-miling: melihat-lihat • milangkoni: menyenangkan • milar: membelah • milara: menyakiti • milasa: menganiaya • milenggah: mendudukkan • mili: mengalir • milu: ikut, turut serta • miluta: membujuk, merayu, menjebak • mimang: akar beringin • mimba: keluar • mimbar: mimbar • mimbuhi: menambah • mimi: belakang • mimik: menyusu • mimis: mimis, peluru • mimpin: memimpin • mimrih: menyuruh supaya • mimring: tipis sekali • mina: ikan; • minantaka: nelayan • minangka: dalam rangka • minangsraya: minta pertolongan • minanten: kalau, jikalau • minaraki: duduk, singgah • minda: kambing • mindah: memindahkan • mindel: diam • mindeng: memusatkan perhatian • minder: rendah diri; • minder liring: selalu memandang • mindha: seperti, bagaikan • mindhah: memindah • mindhak: naik, bertambah • mindho: kedua kalinya • mindi: pohon imba • mindring: tukang kredit barang dapur • mineb: tertutup • minengsah: dimusuhi • minger: berbelok • minggah: naik, ke atas • minggat: pergi tanpa pamit • minggir: minggir, menyisih • minggung: bergerak, terguncang • mingkar-mingkur: menghindari, mencegah • mingkara: melawan, memaksa • mingked: beringsut, bergeser • mingkem: terbungkam, tertutup • mingsra: berharga; • mingsri: berharga • minta: minta, mohon • mintaksama: minta ampun, mohon maaf • mintar: pergi • minten: masing-masing berupa • minthi: anak itik • mintuhu: taat, patuh • mintuna: jodoh, laki-laki/perempuan • minulya: dimuliakan • minum: minum • mireng: mendengar • miri: kemiri • miring: miring • miris: kuatir, takut • mirma: berbelas kasihan • mirong: nama perhiasan • mirowang: membantu, berteman • mirsa: melihat, mengetahui • miruda: lari, melarikan diri • mirungga: khusus • misah: memisah • misalin: bersalin, berganti • misanan: sepupu • misaya: menganiaya • misepuh: berlaku sebagai orang tua • miser: menggeser • misésa: menguasai, memerintah • misih: masih • misudha: mengangkat, mewisuda • misuh: memaki-maki • misuwur: kondang, terkenal • mitambuh: pura-pura tak tahu • mitaya: membuat percaya • miterang: menerangkan, menjelaskan • mithes: menggilas • mithet: menekan, menjepit • mithing: menekan, menjepit • mitra: mitra, kawan; • mitra darma: kawan karib, teman akrab • mituduh: menunjukkan, mengarahkan • mituhu: patuh, taat • miturut: menurut, patuh, taat • miwah: dan • miwaha: mengawinkan • miwal: menampik, menolak • miwir: mengurai • miwiti: memulai • miyaga: pemain gamelan • miyagah: mengerjakan dengan duga kira • miyak: membelah • miyambak: mengerjakan sendiri • miyangga: menyangga • miyara: memelihara • miyarsa: mendengar, menyaksikan • miyat: melihat, tampak, tahu • miyata: mengajar • miyatani: boleh dipercaya • miyos: keluar, pergi • miyup: berteduh • miyur: bergoyang, tak kuat • mlaku: berjalan • mlathi: bunga melati • mlinjo: melinjo, jenis tanaman • mobah: bergerak, berubah • mohita: susah, bingung • mojar: berkata • moksa: muksa • mola: meniru, mencontoh • molah: bergerak • molang: pedagang ternak • molèk: indah, cantik, jelita, bagus • molèr: memanjang dan melingkar • molih: pulang, kembali • momohan: benda bekas, barang sisa • momol: 1 lunak, empuk; 2 batang jagung untuk pakan ternak • momong: mengasuh, mengemban • momor: campur; • momor sambu: turut bersama-sama menyamar • momot: memuat • mona: diam, membisu; • monabrata: bertapa membisu • moncèr: moncer, cemerlang, berkilauan • mondhah: mengada-ada, kuti-kuti • mondhalika: nama bunga • mondhoh: melubangi telinga • mondhok: mondok, kos • mondhong: memondong • mongah: menipu • monga-mangu: ragu-ragu, bimbang • monggang: monggang, jenis • mongkog: berbesar hati • monjo: melebihi sesamanya • mono: begitu, demikian • monté: manik-manik • monyèt: monyet • monyong: menjorok, memanjang • mopo: tidak mau mengerjakan, mogok • mor: kumpul, campur • mori: kain putih pembungkus mayat • morong: morong, wadah air • morot: melorot, turun • mos: boros • mot: muat, isi • moté: manik-manik • motha: kain mota, kemah • motong: memotong • moyang: nenek moyang • mubal: menyala • mubed: membelit • mubeng: berkeliling • muber: memburu • mubyar: berkilauan, bercahaya • mucal: mengajar • mucang: makan sirih • mucap: mengucap • mucuk: ke puncak • muda: muda • mudal: keluar • mudangkara: kepala • mudani: menelanjangi • mudgara: palu, martil • mudha: muda; • mudha dama: bodoh lagi hina; • mudha pangarsa: ketua muda • mudhar: menggelar, membeberkan • mudheng: mengerti, mengetahui • mudhun: menurun • muga-muga: semoga • mugag: memutus pembicaraan • mugen: paham • muges: memenggal • mugi: semoga • mugut: memotong ujungnya • muhun: menangis • muhung: hanya, cuma • muja: memuji, berdoa • mujang: membujang, mengabdi • mujangga: berlaku sebagai pujangga • mujuh: meminta uang • mujuk: membujuk • mujung: tidur, berbaring berselimut • mujur: mujur, beruntung • muk: wadah minuman yang besar • muka: muka • muksa: membesar • mukti: mulia, luhur • mukul: memukul • mukun: mangkuk tertutup • mula: mula, maka; • mula buka: pada mulanya; • mulasara: menganiaya • mulang: mengajar • mulanguni: menyenangkan • mular: menangis • mulas: melukis • mulat: melihat, memandang; • mulat tèngè: sangat rindu • mulé: pulang • mulèh: pulang • mulek: asap yang mengepul • mules: mules, sakit perut • mulet: berbelit-belit • mulih: pulang, kembali • muluk: terbang • mulur: memanjang, molor • mulus: mulus • mulut: mulut • matahari terbit dari arah buah mulwa • mulya: mulia, bahagia; • mulyawan: orang yang mulia • mumbul: naik ke atas, terbang • mumet: mumet, pusing, sakit kepala • mumpang: menang • mumpet: mampet, tersumbat • mumpluk: mengelompok • mumpung: mumpung, senyampang • mumpuni: mumpuni, menguasai, ahli • mumpyar: bercahaya (intan) • mumut: empuk sekali • munah: memusnahkan • munakawan: menjadi punakawan • muna-muni: pembicaraan, suara, kata-kata • muncang: menghempaskan jauh-jauh • muncar: berkilauan, memancar • munci: gundik • muncrat: memancar • muncul: muncul, timbul • muncung: moncong • mundang: mengundang, memanggil • mundhak: naik, meningkat • mundhi: memundi • mundhing: kerbau • mundhut: membeli • mundrawa: menyembah • mundri: puting susu • mundul: agak bengkak • mundur: mundur • mung: hanya • mungel: berbunyi • munggah: naik, meningkat • mungguh: tempat, letak • mungil: mungil • mungkar: mungkar, keburukan • mungkasi: mengatasi, menyelesaikan • mungkat: bangkit • mungkir: mungkir, menyangkal • mungkur: membelakangi • mungsuh: musuh • mungu: membangunkan • mungup: menyembul, menjulur • mungut: memungut • muni: bunyi, bersuara • munjer: memusat • munji: menjulang • munjuk: menghaturkan • munjul: melebihi • munjung: mempersembahkan • muntab: marah, murka • muntu: memintal • munyer: pusing • munyuk: kera kecil, anak kera • mupadrawa: menghukum • mupak: lapuk • mupakara: merawat, menjaga, mengasuh • mupu: mengadopsi anak • mupur: berbedak • mupus: menyerah, pasrah • muput: sampai pada ujung • mura: pergi, hilang • murad: arti, maksud, kemaluan • murah: murah • murak: menyembelih • murakabi: bermanfaat bagi semua • murang: kurang, menyimpang; • murang kara: menolak, menentang perintah; • murang krama: tidak sopan; • murang marga: menyimpang jalan tidak taat aturan; • murang sarak: menyimpang ketertiban, kurang ajar; • murang tata: tidak sopan • murat: habis sama sekali, kemaluan • murba: menguasai; • murba wasésa: menguasai; • murba wisésa: menguasai • murca: hilang, musnah • murcat: hilang, mati • murcita: pingsan, berbicara • murda: kepala, pemuka • murih: supaya, agar • murina: menaruh belas kasihan • muring: marah, murka • murni: murni, asli • muroni: menyebabkan mabuk • mursal: ugal-ugalan • mursita: berkata • murti: perawakan • murub: menyala • murud: menyingkir, meninggal • murugi: menghadiri • muruhita: berguru, mengabdi • muruk: mengajari, menasehati • murung: murung, bersedih hati • murus: sakit perut • murwa: memulai; • murwakala: meruwat dengan wayang lakon Batara Kala; • murwa sarira: berdandan • murwat: kuat, mampu • muryani: memandang • musara: mengikat, memborgol • muser: memusat • musna: musnah • muspra: mubazir, sia-sia • mustaka: kepala • musthi: memegang, memasang • musthika: 1 mustika; 2 kepala; • musthikaning kidung: nama syair • musuh: musuh • musus: mencuci beras • mut: kulum • mutah: muntah • muter: memutar • mutih: berpuasa mutih • mutik: memetik, memotong matahari terbit dari arah mutiyara: mutiara • mutlak: mutlak, pasti • mutuhaké: membuat utuh • mutung: putus asa • mutus: mengambil keputusan • muwah: lagi, dan, serta • muwun: menangis • muwus: berkata, berbicara N • naas: naas, sial • nadi: urat nadi • nadya: air • nadyan: meskipun • naga: naga, ular; • nagabanda: nama tembang gedhe; • nagagini: ular betina; • nagakusuma: nama tembang gedhe; • nagapuspa: bunga nagapuspa; • nagapuspita: nagasari, jenis makanan; • nagasantun: jenis makanan; • nagasari: nagasari, jenis makanan; • nagasasra: nagasasra, jenis pamor keris • nagara: negara • nagih: menagih, menarik hutang; • nagih janji: menuntut janji; • nagih pati: membalas kematian • nagri: negeri, negara • nahan: demikian, menahan • nahas: naas, sial • nahen: demikian, lalu • naja: jangan • najam: bintang, perbintangan • najan: meskipun, walaupun • naji: tumbuh taji (ayam) • nak: anak, putra; • nak dulur: saudara sepupu • naka: kuku • nakal: nakal • nakar: menakar • nakir: membuat takir • nakoda: nahkoda, pengemudi kapal • nakoni: menanyakan, menanyai • nala: hati, perasaan • nalangsa: nelangsa • nalar: nalar, pikiran • naléndra: raja, penguasa • nalika: ketika; • naling tarung: bunyi vokal “o” • naluhi: membosankan, menjemukan • naluri: naluri, insting • nam: anyam; • nam-naman: anyam-anyaman • nama: nama; • nami: nama • naming: hanya saja, cuma; • namong: hanya, cuma • nampa: menerima • nampan: baki • namper: menempeleng • namudana: main isarat, memakai lambang • namung: hanya, cuma • nanah: nanah, darah putih yang membusuk • nanakan: masak betul, tanak • nandangi: mengerjakan, melakukan • nander: mengejar dengan cepat • nandhak: berjoget dan menari • nandhang: mengalami, terkena • nandhani: menandakan • nandho: mengangkat dengan tandu • nandhu: mengangkat dengan tandu • nanduk: bertambah • nandur: menanam • nanggap: menganggap • nanggel: menanggung • nanging: tetapi • nangis: menangis • napa: apakah • napas: napas • naptu: angka-angka pada hari, bulan dan tahun • nara: hal, keadaan; • naradipa, naradipati, naraji: raja; • narapati: raja; • narapraja: pegawai, pekerja, buruh; • narapwan: supaya; • narakarya: pegawai, pekerja, buruh; • narakusa, narakuswa: orang (tanah) istimewa milik raja; • naranata: raja; • narawantah: terkenal, tenar, termasyhur; • narawara: hulubalang, pahlawan; • narawata: tersiar merata tiada henti; • narawita: matahari terbit dari arah raja (sawah, desa, dll); • naréndra, naréswara: raja; • narénsdra mahisi, narèswari: permaisuri • naraca: neraca • narah: terserah, menurut sekehendak orang • narang: menggantung di tempat yang tinggi • nararya: raja • narpa, narpati: raja • narya: menawarkan • naryama: hulubalang • nasa: hidung • nasika: hidung • nasiki: membedaki • nastiti: teliti, cermat • nata: 1 raja; 2 menata • natab: terbentur • natah: melubangi dengan tatah • natar: memberi pelatihan • natas: penuh, selesai, sempurna • naté: pernah • nati: bersahaja, lurus, tulus • natkala: ketika • natmata: memandang • natoni: melukai • natos: pernah • natpada: menyembah, sujud, takhluk • natur: mendukung agar anak agar kencing/berak • nawa: sembilan • nawala: surat; • nawala patra: surat, tulisan • nawan: menawan • nawang: terbang, melayang, memandang; • nawang sasi: memandang rembulan; • nawang wulan: memandang rembulan; • nawang sari: melihat ke inti (hakikat) • nawung: mengumpulkan, mengarang, menggubah; • nawung kridha: halus perasaan hingga mengerti perasaan orang lain; • nawung rudatin, nawung turida: susah, sedih • nawur: menyawur, menebarkan • naya: tingkah laku, kelakuan, politik, pimpinan • nayab: pencuri yang masuk ke rumah pada siang hari • nayaga: pemain gamelan, ahli kerawitan • nayaka: aparat, pegawai, pamong praja • nayoh: berusaha agar diberi firasat/alamat dalam mimpi • negara: negara • nèm: matahari terbit dari arah, taruna • nembah: menyembah • néndra: tidur • neng: hening • nengga: menunggu • nenggak waspa: bersenggukan menangis • nenggala: nenggala, pusaka Baladewa berbentuk tombak • nenggalangi: menghalang-halangi • nènggané: jikalau, sekiranya, umpama • nénja: berak, buang air besar • nepak: menyediakan • népang: mendepak, mengepak, menendang • neptu: angka perhitungan pada hari, bulan dan tahun Jawa • nepung: mengenalkan • nerbuka: membuat terbuka • netes: menetas • niaya: aniaya • niba: menjatuhkan diri • nigas: memangkas, memenggal • niksa: menyiksa, menganiaya • niku: itu • nila: nila, biru • nilad: mencontoh, meniru • nilak: berbekas, membekas • nilakrama: bertanya, menegur dengan hormat • nilanggu: cacing • nilapracandha: angin ribut, topan • nilar: meninggalkan • nilas: membekas, menyisakan • nilawarsa: hujan bercampur angin • nila-werdi: nila yang terbaik • nilem: 1 menyelam; 2 menidurkan • nilep: menilep, menyembunyikan • nimita: sebab, karena • nimnaga: sungai • nindita: tidak bercela, mulia, terutama • nindya: sempurna • ningan: tetapi • ningas: memangkas, memotong • ninggal: meninggalkan • ninggil: meniggi • ningrat: bangsawan, darah biru • nini: nini, panggilan untuk putri, nenek • nipah: nipah, jenis pohon • nipar: membersihkan, meratakan • nipis: susut, berkurang, makin tipis • nipuna: pandai, bijaksana • nir: tidak, bebas; • niradara: tidak dengan sopan, kurang ajar; • nirantara: tidak berapa lama lewat, sebentar; • nirasa: tidak enak, tak ada rasanya; • nirsraya: melajang, tidak kawin, membujang; • nirbawa: tak berwibawa; • nirbaya: tidak bahagia; • nirbaya, nirbita: lepas dari mara bahaya; • matahari terbit dari arah hilang tenaga; • nirdon: tiada hasilnya, gagal, urung, tak berguna; • nirmala: selamat, lepas dari kecelakaan; • nirwèsthi: tidak takut bahaya; • nirwikara: tak berubah, tabah, berani • nirna: menghilangkan matahari terbit dari arah nira: 1 akhiran nya; 2 air • nirada: mendung • niru: meniru • nirwana: nirwana, surga • nis: hilang, pergi, tidak; • nisakara: bulan; • niscala: kuat sekali, tak bergerak; • niskala: tak ada halangan, selamat; • niskara: sekarang, semuanya; • niskarana: tidak bersebab, tak beralasan • niscaya: pasti, niscaya, tentu • nisih: menyisih, menyingkir • nisip: menyisip • nisir: menyisir, mengiris tipis • nisita: tajam, pandai, cerdas • nistha: nista, hina, rendah • nisthura: bengis, kejam, tak punya kasihan • niswasa: napas • niti: meneliti; • nitèni: meneliti, memperhatikan • nitih: naik (kendaraan) • nitik: meneliti, melihat • nitiman: bijaksana, wicaksana • nitir: memukul terus-menerus • nitis: menjelma, masuk • nitra: netra, mata • niwanda: sebab, karena • niyaga: penabuh gamelan • niyaka: pegawai, pekerja, aparat • nohan: nama hari ke-4 dalam hitungan Jawa • nom: muda; • nom-noman: pemuda, taruna • nonton: menonton, melihat • nrima: menerima, bersifat menerima apa adanya • nugraha: anugerah, karunia • nuhun: memohon, meminta • nujum: nujum, perbintangan, falakh • nukma, nuksma: menjelma • nulad: meneladani; • nuladhani: meneladani • nulahi: berpengaruh kepada • nulak: menolak • nular: menular, berjangkit • nulis: menulis • nulung: menolong • nulup: berburu burung dengan tutup • nulya: lalu, kemudian, lantas • numbak: menombak, menusuk; • numbak tambuh: pura-pura tidak tahu • numpang: menumpang; • numpang karang: orang yang menumpang di kebun orang lain; • numpang nusup: orang yang menumpang di rumah orang lain; • numpang rembug: usul • numpek: tumpah • numpeng: selamatan dengan tumpeng • numpes: menumpas • numplak: menumpahkan • numpu: berburu • numpuk: menumpuk • numusi: menjadi kenyataan • nundaka: menyuruh, menugaskan • nundha: menunda • nundhung: mengusir • nunggak: menunggak • nunggal: menyatu; • nunggang, nunggangi: mengendarai; • nunggangtaya: menghina • nunggu: menunggu • nungka: kedatangan • nungkak: menginjak dengan tumit; • nungkak krama: berlaku tak sopan, ceroboh • nungkeb: menutupi dengan bakul, mengepung lalu menangkap • nungkul: takluk; • nungkul aris: takluk dengan baik-baik • nungsa: nusa, pulau • nungsang: melintang pukang; • nungsang jempalik: mencari nafkah dengan susah payah • nungsung: memberi; • nungsung warta: mohon berita • nungtun: menuntun • nunjang: 1 menunjang; 2 memberi bonus • nunut: menumpang, ikut • nupiksa: memeriksa • nuraga: yang memerintah/ menguasai, rendah hati • nurun: meniru; • nurunake: melahirkan keturunan; • nurun sungging: meniru sama betul • nurut: menurut, taat • nusa: nusa, pulau; • nusa Jawa: pulau Jawa; • nusantara: nusantara, pulau-pulau yang berjajar • nuswa: nusa, pulau; • nuswapada: nusantara, pulau-pulau yang berjajar • nut: nut, ikut, menurut • nuthuk: memukul • nutu: menumbuk; • nutu pari: menumbuk padi • nutup: menutup • nuwala: surat • nuwawa: titip, bertitip kepada • nuwun: memohon, meminta, permisi; • kula nuwun: permisi; • nenuwun: meminta, berdoa; • nuwun mawon: maaf saja; • panuwun: 1 permohonan; 2 kayu bubungan rumah O • obah: bergerak; • obah-osik: bergerak-gerik • obat: obat, jamu; • obat-abit: diayun-ayunkan; • mobat-mabit: terombang-ambing • obong: bakar • obor: obor, pelita; • obor giring: pengayom, pelindung; • sambung obor: penguburan jenazah yang kemalaman sehingga perlu diterangi dengan obor • obos: omong kosong, membual • obrog: jenis permainan anak • obyok: cucian secara bersama-sama • obyong: setuju, sepakat, sependapat • obyor: berkilauan, menyala-nyala, bersinar terang • odor: jenis permainan anak • ogah: ogah, tidak • okèh: banyak, berjenis-jenis • okol: kekuatan otot, badan, fisik • olah: masak, mematangkan • olan-olan: jenis ulat • olèh: 1 boleh, diijinkan; 2 mendapat; • olèh aja: tarik ulur; • olèh ati: kesenangan, gembira; • olèh dadi: asal jadi, berhasil; • olèh gawé: 1 mendapat tugas, pekerjaan; 2 mendapatkan yang dituju; • olèh pepati: duka-cita; • olèhan: 1 sering mendapat keberuntungan; 2 mudah dipinjami; • olèh-olèh: oleh-oleh, buah tangan • omah: rumah; • omahan: selalu di rumah; • omah-omah: membangun rumah tangga; • pomahan: perumahan • oman: sisa, bagian • omba: lebar, luas, jembar • ombak: ombak, gelombang • ombé: minum, menenggak air • omong: mengomong, bicara; • omong kosong: omong kosong, nonsens, bicara tanpa makna, basa-basi • ompak: 1 awalan pada lagu lancaran; 2 batu penyangga tiang • ompok: sengkuap • omprot: bersemburan, bertaburan • onar: kacau, geger, resah • oncat: lari, pergi, tinggal • oncé: karangan, gubahan • oncèk: kocek, kupas, buka • oncèn-oncèn: untaian, susunan • oncèng: selalu bertanya • oncèr: paparan, jelas, keterangan • oncog: berjalan cepat dengan tujuan yang pasti • oncom: jenis tempe yang terbuat dari kacang tanah • oncong: nyala, sulut, suluh, sinar • oncor: 1 obor, pelita; 2 mengoncori, memberi air (sawah) • ondhan: waktu luang, jeda, istirahat • ondhang: undang-undang, pengumuman, publikasi • oneng: gelisah, sedih, susah • onta: unta, jenis binatang gurun • ontang-anting: anak tunggal • ontèl: jantung pisang • onten: ada, berada • onté-ontéyan: untaian, rangkaian • ontong: kecewa, sedih, gelisah, jengkel • ontor: siram, guyur • ontran-ontran: geger, kekacauan • ontong: jantung pisang • onya: singkir, pergi, hinder • onyok: tawaran yang berlebihan, vulgar, diperlihat-lihatkan • onyol: tonjol, memperlihatkan, menunjukkan • ora: tidak • ori: jenis bambu • orong-orong: jenis binatang tanah • osada: usada • osadi: usaha, jamu • osik: gesek, ganggu • otot: otot, urat • owah: berubah, berganti P • pacak: dandan, berhias; • pacak baris: menata barisan; • pacak gulu: gerakan leher dalam menari atau joget • pacangan: tunangan • paceklik: musibah kesulitan bahan pangan secara massal • pacima: barat; • pacimotara: barat daya • pacir: porak-poranda, berceceran • pacuh: larangan, tabu • pacul: cangkul; • pacul bawak: tungkai cangkul; • pacul gowang: jenis rumah tradisional; • pacul jejeg: cangkul sejenis tembilang; • pacul slandhok: cangkul yang semuanya terbuat dari besi; • pacul unet: cangkul sejenis tembilang • pacung: usulan untuk dipilih • pada: 1 kaki; 2 bait • padaka: kalung, hiasan leher • padamarga: jalan kecil, lorong • padamelan: pekerjaan, karya • padangan: tempat menanak nasi • padarakan: rakyat jelata • padha: sama • padhak: tempat pembuatan garam • padhalangan: pedalangan, seluk-beluk yang berkaitan dengan wayang dan dalang • padhang: terang, bersinar • padhar: jemur, dipanasi • padharan: perut • padhas: batu cadas, batu karang; • padhas lintang: batu bintang • padhati: pedati • padhé: berbeda, berlainan, tidak sama • padhek: dekat • padhem: padam, mati • padhépokan: asrama, perguruan • padhet: padat, rapat • padhi: padi • padhidhing: musim dingin • padhilan: sapi pejantan • padhiyan: api penghangat, dian • padho: layar perangkap • padma: bunga teratai; • pama éndra: bunga teratai gunung; • padmana: hati yang gembira; • padmasana: tahta, singgasana • padmi: permaisuri; • padni, patni: permaisuri • pados: mencari • padu: cekcok, berselisih; • padu don: cekcok, berselisih • paduka: paduka, anda, kamu • padunungan: tempat, wilayah, daerah • padupan: tempat membakar dupa • padureksa: pojok rumah • paès: hias, dandan; • paèsan: kaca berhias • paga: para-para • pagagan: huma, ladang • pagah: tetap, stabil • pagas: pangkas, potong, kitan • pageblug: musibah, bencana • pageh: tetap, tak berubah, stabil • pagéné: mengapa, apa sebab • pager: pagar • pagering: musibah, wabah • pagon: kokoh, kukuh • pagongan: tempat menyimpan gamelan • pagowong: gelap karena gerhana • pagriyan: perumahan • pagupon: rumah merpati • paguron: perguruan • pagut: bersua, berjumpa • paham: 1 paham; 2 aliran • pahat: ukir • pailit: bangkrut, jatuh rugi • paing: nama hari dalam kalender Jawa • pait: pahit; • pait getir: suka-duka • pajagan: tempat penjagaan • pajang: hiasan, pajangan • pajaran: pelajaran • pajaratan: makam, kuburan • pajeng: laku, terjual • paju: baji, sejenis kampak; • paju pat, paju telu: segi empat, segi tiga • pajuk: bercahaya, bersinar • pajurungan: pemujaan • pak: panggilan untuk bapak; • pakdhé: uwa, kakak laki-laki dari bapak/ibu • pakaja: bunga teratai • pakakas: perkakas, perabot • pakal: mata pencaharian • pakapti: kemauan, kehendak • pakara: perkara, problem • pakardi, pakarti: pekerjaan, penghidupan • pakatik: abdi, pelayan • pakèl: jenis buah mangga • pakem: pedoman baku • pakemit: azimat • pakèn: segala perintah • pakenira: kamu, anda • pakéring: penghormatan • pakerti: tingkah laku, watak • pakéwuh: segan, enggan • pakis: pakis, jenis pohon paku • pakiwan: tempat yang dianggab kiri, jarang dilewati • pakiwèn: persinggahan sementara • pakolèh: perolehan • pakon: perintah, instruksi • pakra: pantas, patut • paksa: paksa • paksama: ampun, maaf • paksi: matahari terbit dari arah • pakta: bapak tua • paku: paku • pakuwon: pesanggrahan, peristirahatan • pala: biji pala; • pala gumantung: buah-buhan yang bergantung (mangga, dll); • palakarta: rampung; • palakarti: perlengkapan; • pala kependhem: biji/buah yang terpendam dalam tanah (ketela, dll); • palakerti: perlengkapan, perkakas; • pala kesimpar: buah-buahan melata (semangka, dll); • palakirna: buah-buhan yang bergantung; • palakitri: buah-buahan di pekarangan; • palakrama: menikah; • palakrami: menikah; • palamarta: tabiat baik; • palawija: tanaman pangan selain padi di sawah • palagan: medan laga • palaku: kuli, pegawai, karyawan • palal: pahala, anugrah, karunia • palambang: perlambang • palana: pelana (kuda, gajah) • palandang: pelayan pengantin • palang: palang • palangan: larangan • palangka: kursi, dampar • palar: minta, ambil • palastra: meninggal • palaur: mau-maunya • palèlèr: hadiah pakaian bekas • palem: pohon palma • paleng: pusing • pali, pepali: wejangan, pesan • palibaya: kaum, golongan, kelompok • palihara: gangguan, huru-hara • palilah: ijin, restu, perkenan • paling: paling, puncak • paliwara: berita • palsu: palsu, semu, tiruan • palu: palu, martil • paluh: lumpur • palupi: contoh, tauladan • palyas: penolak • pama: upama, seandainya • pamadya: penengah • pamah: kunyah • pamali: larangan, pantangan • paman: paman, adik laki-laki ayah • pamanggih: pemikiran • matahari terbit dari arah pengajar • pamarta: yang memberitakan, juru pengabar • pamasa: raja, ratu • pambayun: sulung, anak pertama • pamèr: pamer • pamit: pamit, ijin • pamong: pamong, aparat desa • pamor: wibawa • pamot: muatan • pampet: mampet, berhenti • pamrih: pamrih, harapan, keinginan • pamugara: pramugara; • pamugari: pramugari • pamuja: pemujaan, doa, semedi; • sanggar pamujan: tempat semedi, pura; • pamuji: doa, semedi, pujian • pana: terang, jelas; • panakawan: panakawan, abdi; • panakrama: bakti, penghormati; • panamaya: janji • panas: panas • panata: aturan, penata; • panatagama: pemimpin agama • panca: panca, lima; • pancabakah: perselisihan; • pancabaya: halangan, rintangan; • pancadriya: panca indra; • pancakaki: pengetua di desa; • pancakara: perang, perselisihan; • pancanaka: nama kuku Bima; • pancaniti: nama bangsal di kraton; • pancaruba: peralihan musim; • pancasila: lima sila, lima dasar; • pancasona: nama aji Rawana; • pancawara: lima arah mata angin; • pancaweda: lima ajaran • pancad: pancat, landasan • pancak: terima, tangkap; • pancak suji: pagar besi • pancaka: pembakaran mayat • pancal: pancal, tendang • pancama: yang kelima • pancèn: memang • pancer: pusat • panci: panci • pancik: pancatan, landasan • pancilak: berlompatan, tak sopan • pancing: pancing • pancong: centong besar • pancur: memancur • pancuran: pancuran • pancurat: memancur, bersirat • pandadar: penguji • pandam: dian, pelita • pandawa: pendawa, lima bersaudara • pandaya: nelayan, pencari ikan • pandek: tetap • pandel: pandel, bendera lambang • pandeng: memandang, melihat • pandhak: cebol, kerdil • pandhan: daun pandan • pandhapa: pendopo, balai; • pandhapi: (ing.) pendopo, balai • pandhawa: anak 5 lelaki semua; • pandhawi: anak 5 perempuan semua • pandhé: 1 pandai; 2 pandé besi • pandhéga: pemimpin • pandhékar: pendekar, jawara • pandhiran: bercakap-cakap • pandhita: pendita, brahmana • pandho: mengajukan kedua belah tangan untuk menerima sesuatu • pandhok: tempat kediaman yang tetap • pandhosa: peti mayat, keranda • pandhuk: bertemu, berjumpa, berdamai • pandhuta: mega, mendung • pandika: pembicaraan, perkataan • pandon: laku • pandonga: doa, puji • panduk: laku, cara berbuat • panduka: paduka, tuanku • pandulu: penglihatan, mata • pandum: pembagian, anugrah, karunia matahari terbit dari arah pandung: maling, pencuri • panedah: petunjuk • panedha: 1 makanan; 2 permintaan • panedya: petunjuk • panegar: pelatih kuda tunggang • panèk: panjat, dipanjat • panekar: kebayan • paneksi: uang saksi • panelah: sebutan, nama • panembahan: junjungan, yang disembah • panemu: pendapat, usul • panèn: panen • panengah: penengah • panengen: yang di kanan • panenggak: kedua, leher • panèwu: panewu, camat • pang: cabang, dahan • pangajeng: pemuka; • pangajeng-ajeng: harapan, keinginan • pangaji: harga, penghargaan; • pangan: pangan, makanan • pangapura: maaf, ampunan; • pangapunten: (ing.) maaf, ampunan • pangarsa: pemuka, pembesar; • pangarsa-arsa: harapan, keinginan; • pangarsi: pemuka, pembesar • pangèstu: restu • panggèh: bertemu • panggeh: tetap, tiada berubah • panggel: pendek lehernya • panggeng: kekal, tetap • panggih: bertemu, berjumpa • panggil: panggil, janji • panggul: pikul, gotong • panggulu: anak yang kedua • panggya: bertemu, berjumpa • pangkaja: 1 sinar, cahaya; 2 telapak • pangkat: pangkat • pangku: cara mematikan huruf dalam tulisan Jawa • pangkur: pangkur, jenis tembang • panglima: panglima, pemimpin perang • pangling: lupa rupa • pangluh: melengkung, mentiyung • panglus: penghalus • pangot: pisau, lading, sabit • pangran: 1 pangeran; 2 Tuhan • pangrèh: pemerintah, aparat; • pangrèh agung: pejabat besar; • pangrèh luhur: pejabat tinggi; • pangrèh praja: pejabat negara • pangu: sebentar • pangul: ujung tanah kedokan • pangulu: penghulu; • pangulu banyu: pegawai pengairan • pangupa: hal mengenai; • pangupaboga: hal mencari makan; • pangupajiwa: hal usaha kehidupan; • pangupakara: hal perawatan, pemeliharaan; • pangupaksama: hal pengampunan; • panguparengga: hal • penghiasan pangur: pangur, pemotongan • panibasampir: pemberian dari pengantin laki-laki kepada perempuan • panicil: cicilan • panida: kapur • paniganan: cerana, tempat sirih • panigraha: pemberian • panika: pena, ballpoint • panil: bagian pintu • panili: panili • paningron: hari naas (yang ke-5), hari paringkelan • paningset: pengikat yang erat • panjalin: penjalin, rotan • panjang: panjang; • panjangan: upeti; • panjang ilang: daun kelapa muda yang dianyam sebagai wadah makanan untuk kenduri • panjangka: perkiraan, dugaan • panjara: penjara, rumah tahanan • panjel: ganjal, galangan • panjenengan: engkau, kamu, kalian • panjer: nyala terus; • panjer ésuk: bintang yang menyala sampai pagi hari; • panjer soré: bintang yang menyala sejak menyala sore hari • panji: bendera kecil; • panji klanthung: pengangguran; • panji-panji: bendera • panjidhur: jidur, tabuh, kandang besar • panjing: masuk • panjor: dasar pedoman, pokok-pokok pedoman • panjrah: tersiar merata, tersiar dimana-mana • pantaka: mati, wafat • pantang: pantang • pantara: antara • pantaran: sebanding, sebaya • panté: pantai • pantèg: kuat, kukuh, tahan • pantèk: pasak • pantèn: engkau • pantes: pantas • pantha: bagian, potongan • pantheng: pandangan menyatu • panti: panti, rumah • pantun: padi • panu: panu, penyakit kulit • panuduh: petunjuk, penuntun; • nuduhi: memberi petunjuk • panuhun: permohonan, permintaan; • nuhun sewu: permisi, maaf • panuju: terarah, tertuju; • nuju prana: berkenan • panukma, panuksma: penjelmaan, titisan • panutan: panutan, contoh, teladan; • manut: menurut; • nunut: ikut, numpang • panutup: penutup • panutur: penutur • panuwun: 1 permintaan, permohonan; 2 kayu bubungan rumah; • kula nuwun: permisi, minta izin mau masuk rumah orang lain; • nuwun sewu: permisi, maaf • panyuwun: permintaan, permohonan • paoman: bilik tempat bersemadi • paos: pajak, panjang, beda • paotan: alat untuk meruncingi • papa: sengsara, kesulitan, menderita • papag: jemput, temui, jumpai; • mapag: menjemput • papah: papah, pondong, tuntun; • papahan: tuntunan • papak: sejajar, sama ujungnya • papaka: 1 pemburu; 2 siksaan • papal: patah, cuwil • papan: papan, tempat • papar: jelas, rata • papas: jumpa, temu • papasan: berjumpa, bertemu • papat: empat • papras: patas, cuwil, gugur • papreman: tempat tidur • papriman: mengemis • papringan: himpunan bambu • para: 1 bagi; 2 para; • paracampah: suka mencela, menghina; • paracidra: pengkhianat, pendusta; • paradata: jaksa; • parahita: berguru, mengabdi; • parajaya: salah, kalah; matahari terbit dari arah parakarta: selamat, sehat; • parakasak: matahari terbit dari arah, hadiah; • parakirna: buah-buahan pohon; • parakrama: kawin, menikah; • paranyai: abdi wanita di istana; • parapadu: sengketa, berselisih; • parasama: pilih kasih; • parasatya: teman; • paratantang: suka menantang, suka berkelahi; • parawadulan: juru sandi; • parawanten: sesajian • parab: nama • paraga: pelaku • parah: parah • parai: buah parai, pare • parak: datang, hadir, mendekat • parakan: kedatangan, kedekatan • parama: yang terutama, terindah; • paramadiwa: surga; • paramakawi: ahli syair; • paramaresi: begawan, pendita; • paramasastra: ahli sastra; • paramatatwa: kenyataan yang luhur; • paramarta: adil, pemurah, ampunan; • paramastri: bidadari; • paramastuti: ahli ibadah; • paramèng basa: ahli bahasa; • paramèng kawi: ahli syair; • paramèsthi: dewa yang mulia; • paramèswara: raja; • paramèswari: permaisuri • paramita: kesempurnaan • parampara: juru penerang • paramudita: lebih luas, baik, bijaksana, alam semesta; • paramudya: baik, bijaksana; • paramusésa: jajahan yang luas, alam semesta • paran: arah, tujuan; • paran tutuh, paran tutuhan: tertuduh, terdakwa; • paran baya: apakah gerangan; • parandéné: apalagi; • paran para: juru penerang • parang: parang, senjata; • parangmuka: penjahat, maling, musuh; • parangrusak: motif batik • pararapan: dahi • paras: wajah; • diparasi: dikelupas • parasdya: niat, maksud, kehendak • parastra: mati, wafat, gugur • parasu: 1 kapak, parang; 2 gunung • parat: sebangsa patri • paratra: mati, akhirat • parawan: perawan, gadis • parawasa: dibunuh, disiksa • parbata: gunung, bukit • parcaya: percaya • pardata: perdata • pardi: terdidik, tekun bekerja • pardika: arti, makna • parek: dekat, akrab • parekan: yang dekat • parem: param, obat olesan • pareman: tempat tidur • paremas: bersulaman benang emas • pareng: 1 bersama; 2 permisi • paréntah: perintah, instruksi • parepat: 1 keempat; 2 abdi, pengiring • parepatan: 1 perempatan; 2 rapat, perundingan, musyawarah • pari: 1 padi; 2 hal, mengenai; • paribasan: peribahasa; • paribawa: wibawa, pengaruh; • paributa: dihina, dihinakan; • paricara: abdi, hamba (laki-laki); • paricari: abdi perempuan; • parigraha: 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; • parihasa: penghinaan, celaan; • parikena: cocok, berkenan; • parikrama: sambutan, penghormatan; • parikudu: mau sekali, seharusnya; • parimaha: besar; • parimarma, parimirma: kemurahan, belas kasih; • paripadu: seharusnya, mau sekali; • paripaos: peribahasa, ungkapan; • paripeksa: terpaksa, seharusnya; • paripolah: bertingkah polah; • paripuja: penghormatan; • paripurna: paripurna, sempurna, pensiun; • paritrana: pertolongan, perlindungan; • paritustha: senang, girang, puas; • pariwanda: penghinaan, celaan; • pariwara: berita, warta; • paripasa: paksa • paridan: sebangsa kerekan layar • pariga: gada, danda, belantan • parigi: sumur, tambak, mata air • parikan: syair, pantun • pariksa: periksa • paring: memberi • paris: sebangsa perisai • parma: anugrah, karunia; • parman: belas kasih Tuhan; • parmana: waspada, tekun, teliti, sempurna; • parmata: permata; • parmati: tekun, teliti, waspada • paro: separo, setengah • parol: kata-kata untuk saling berjanji • paron: 1 landasan untuk menempa; 2 setengah • parpatan: perempatan, silang empat • parsa: gunung • parsada: persada, istana, gedung, candi, bumi • parsudi: mencari, upaya, usaha • parswa: lambung (kaki) gunung • partala, pertala: bumi, tanah • partana: pembicaraan, musyawarah • parti: hal, mengenai; • partidésa: selamatan desa; • partikelir: partikelir, swasta; • partisara: piagam, ijasah • partima: mencari • paru: paru-paru • paruh: separo, setengah • parul: kata-kata, untuk saling berjanji • parung: jurang yang tak begitu dalam • parupuh: dipukuli, dipangkas, ditutuh • diparusa, diparosa: dipaksa, diperkosa • parusya: kasar, bengis • parwa: bagian, episode • parwata: gunung, bukit; • parwita: 1 asal mula, mula-mula; 2 gunung • pas: pas, tepat, sesuai • pasa: puasa • pasagi: berbentuk persegi; • pasagi kubuk: kubus; • pasagi bata: persegi panjang (seperti bata); • pasagi miring: belah ketupat, jajaran genjang • pasah: pasah, penghalus kayu • pasaja: sederhana, bersahaja • pasaji: sesaji • pasak: pasak • pasaksi: saksi • pasal: pasal • pasalatan: tempat sholat • pasalin: tempat ganti, kamar pas • pasang: 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; • pasang aliman matahari terbit dari arah mohon ijin, permisi; • pasangan: 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; • pasang angkuh: sombong, congkak; • pasang gendéra: mengibarkan bendera; • pasang giri: sayembara; • pasangliring: mengerling, menjeling; • pasang grahita, pasang cipta: menggunakan indra; • pasang rakit: susunan, struktur, pengaturan; • pasang ulat: menggunakan bahasa simbol; • pasang semu: menggunakan bahasa simbol; • pasang walat: mengenakan tulaknya • pasanggrahan: pesanggrahan, tempat istirahat • pasar: pasar, tempat jual beli; • pasar malem: pasar malam; • pasaraya: pasar besar • pasatan: 1 handuk; 2 tempat yang kering • pascima: barat • paser: damah, anak damah, sumpit • pasik: fasik, tak beragama • pasir: 1 pasir; 2 samudra; • pasir wukir: lautan dan pegunungan • pasirah: kepala • pasiran: tempat yang berpasir • pasisir: pesisir, tepi laut • paso: pasu, jambang, jambangan tempat air • pasowan: waktu untuk menghadap • pasrah: pasrah menyerah; • pasrah bongkokan: menyerah tanpa syarat; • pasrah ngalah: pasrah, mengalah • pasrangkara: menegur, berkata dengan manis muka • pasrèn: 1 perhiasan; 2 bilik tengah • pasri: asri • pasthi: pasti, tentu • pasu: 1 batang hidung; 2 binatang, hewan • pasupati: panah milik Arjuna • pasuryan: muka, perangai • patah: patah, potong, putus • pataka: jahat, durhaka • pataksi: pertanyaan • patala: alam (dunia) di bawah bumi pertala • patang: empat, berempat; • patang aring: dinding untuk sekat kamar tengah; • patang atus: empat ratus; • patang ewu: empat ribu; • patang puluh: empat puluh; • patang yuta: empat juta • patangèn: tempat untuk bangun • patani: 1 petani; 2 tempat tidur • patapan: pertapan • patar: patar, kikir besar • patarana: tempat duduk • patembaya: sayembara • patèn: pasti, pengakuan; • hak patèn: atas suatu karya • pater: pemimpin agama nasrani • pathèk: patek, jenis penyakit kulit • pathet: tinggi rendah nada • pathi: pati, sari • pathok: patok, tongkat tertancap • pathola: cindai sutra halus • pati: pati, mati, meninggal; • pati-pati: terlebih-lebih; • pati bogor: sekarat, hampir mati; • patibrata: bertapa, bersemedi; • patigawé: bekerja keras; • patigeni: puasa sehari semalam • patibasampir: peningset • patih: patih, wakil • patik: 1 noda; 2 abdi, hamba; • patik-aji: abdi raja, daulat tuanku; • patikbra: rakyat banyak • patita: jatuh • patitis: titis, tepat, efektif • patra: daun, surat; • patramanggala: nama tembang gedhe; • patrasèli: nama bunga • patrap: sikap, tindakan • patrem: keris kecil • patuh: patuh, taat • patuk: paruh, tatah, pahat • patuku: pembeli • patung: patung, arca • patungkas: pesan, amanat • paturon: tempat tidur • patut: patut, pantas • patuwas: pesan, amanat • paugeran: patokan, ketentuan • paut: sangkut paut, hubungan • pawaka: api • pawana: angin, udara • pawar: kebayan • pawarta: berita, warta • pawèh: pemberian • pawèstri: perempuan, putri • pawira: perwira, gagah • pawitan: modal • pawitra: jernih, suci, bersih • pawiyatan: pendidikan • pawon: dapur • pawong: orang; • pawongan: sosok seseorang; • pawong mitra: sanak famili, saudara • pawuhan: keranjang sampah, tempat pembuangan sampah • pawukon: siklus waktu berdasarkan wuku • paya: syarat, upaya, ikhtiar • payadan: dalih, berdalih • payah: payah, letih • payang: payang, pukar • payu: laku • payudan: peperangan, medan laga • payudara: payudara • payun: atap rumah • payung: payung; • payung agung: payung besar; • payung bèbèk: tudung lebar dari daun nyiur; • payung kuning: pengayoman; • payung sungsun: payung bertingkat • payus: pucat lesi, kurang bercahaya • pecah: pecah • pecalang: pelopor, polisi desa • pecat: pecat, copot; • pecat mati: berhenti kerja karena mati • pécé: buta sebelah, cemeh, cemer • pecèh: bilis, rejeh matanya • pecel: pecel, jenis bumbu • pècèl: pecah belah • pecèran: pelimbahan • pecerèn: pelimbahan • pèci: peci, topi • pecil: anak katak • pecut: cambuk • pedhang: pedang; • pedhang suduk: pedang yang lurus; • pedhang warangan: matahari terbit dari arah yang terhunus • pedhati: pedati, dokar • pedhaya: perdaya, memperdayakan • pedhes: pedas; • pedhes perih: pedih perih • pedhèt: anak sapi • pedhot: putus, patah • pedhut: awan • pegat: putus, patah; • pegat mati: putus mati; • pegat-pegat: terputus-putus; • pegat urip: putus hidup • pegawan: begawan • pegel: pegal, payah • pehan: air susu • pejah: mati; • pejah kelir: partikelir, swasta • pekara: perkara • pekatul: bekatul • pekèt: piket, giliran tugas • pekéwuh: segan, serba sulit • pekik: tampan, bagus • peking: peking, bagian dari gamelan • peksi: burung • pekti: upeti • pelag: baik, cantik, bagus • pélag: palang penyekat • pelak: anak ikan kakap • pélan: nama burung • pelana: pelana • pélas: jenis lauk • pelat: papan nama • pelem: mangga • peleng: bundaran hitam di mata • pelit: pelit, tamak • pélog: pelog, laras gamelan • peloh: lemas, lunglai • pelung: nama burung • pelus: ikan palung, sebangsa lintah • pélut: pikat, tarik, tawan • pèmès: pisau kecil/pisau gapit • pénak: enak, nikmat • pénakan: keponakan • pénang: keluarga, kaum, seketurunan • penapa: mengapa • penat: penat, capai • penatus: kepala prajurit • pencak: tendang, sepak • pencar: menyebar; • pencar-karang: sudah membuat rumah sendiri, mandiri, tidak ikut orang tua • pèncèng: miring • pencèt: tekan, pijat • pencu: 1 kepala, limas yang tinggi (rumah adat); 2 ujung kerucut • pendhak: berulang • pendhapa: pendapa, balai • pendharat: tali untuk menambatkan binatang • pendhatos: pedati, dokar • pendhéga: pemimpin • pendhèk: pendek, rendah • pèndhèk: pendek • pendhem: pendam, tanam • pendhet: ambil • pendhil: periuk, kendil • pendhita: pendita, resi, begawan • pending: sabuk dari perak • pener: tepat, benar sekali • penèwu: penewu, pangkat di kraton • pengaron: belanga besar • pèngeran: pangeran, putra raja • pènget: peringatan, saran, nasihat • penggak: cegah, menghalangi • penggang: renggang, rongga • péngkal: salah satu perangkat huruf Jawa • pengker: lampau, lalu, silam • pengki: keranjang sampah • pengkok: tekan • péngkolan: tikungan, belokan, kelokan • pèngkrang: duduk di tempat tinggi • pengkuh: kuat, kokoh • pengulu: penghulu • pèni: indah, bagus, cantik • penjalin: penjalin • pental: terlempar, terhempas • pentas: pentas, naik panggung, tampil • pentasan: pertunjukan, pementasan • pentelung: mentiyung, melengkung • penthang: memegang, memasang • pentheng: tegang • penthung: tongkat, pemukul • pentil: 1 berbuah masih muda; 2 puting susu • penting: penting • penyakit: penyakit • penyèt: tekan • pènyèt: lempeng, pipih • penyon: memakai penyu • penyu: penyu • penyuk: benjut, luka • pep: lembab • pepak: pepak, lengkap, sempurna • pépé: jemur, dipanaskan • peper: tumpul • pèpèr: cebok dengan batu, membersihkan berat • pepes: lemas, lunglai, tak berdaya • pèpès: jenis lauk pauk, pepes • pepet: perangkat huruf Jawa untuk vokal “u” • pèpèt: tekan, desak • pera: mudah dibagi, tidak lekat • perak: dekat • pérak: perak, jenis logam berwarna putih • perang: perang, bertempur; • perang brubuh: adegan perang amuk-amukan; • perang kembang: adegan perang yang akan terus berkembang; • perang sabil: perang sabil, membela agama; • perang tandhing: perang tanding • pérang: membagi • peras: peras • perasaan: perasaan • percanten: pembicaraan, percakapan • percaya: percaya, yakin • perdi: mendidik, merawat, memelihara dengan baik • perdikan: tanah bebas pajak • perdondi: berselisih, ragu-ragu • perduli: peduli • peri: peri, sebangsa bidadari, kuntilanak • perih: perih • perjaya: bunuh • perkutut: perkutut, jenis burung • perlak: perlak • perlambang: perlambang, tanda, simbol • perlawanan: perlawanan • perlaya: kiamat, mati • perlu: perlu • permadani: permadani • permana: permana, sempurna • permati: teliti • persaben: permisi, memberi tahu kepada, meminta ijin • persandha: persada • persapa: menyapa, memanggil • persekot: uang muka • persèn: persen • persudi: mencari, berusaha, upaya • pertapan: pertapan • peru: peru, empedu • perut: perut • perwandé: sudah tentu, pasti • diperwasa: dipaksa • pès: sakit pes, jenis sakit perut • dipesa: dipaksa • pesagi: pesagi, persegi, kotak • pesaja: sederhana, bersahaja • pesan: pesan, amanat • pesat: pesat, amanat • pèsèk: pesek, kurang panjang • peseng: memajang, mengenakan • pèsèr: peser, jumlah uang • pesing: pesing, bau air kencing • pesisir: pesisir, garis pantai • pesiyar: pesiar • péso: pisau • pèsta: pesta • pesthi: pasti, tentu • pestul: pistol • dipesu: diusahakan dengan sungguh-sungguh • pesud: lap, bersihkan • petak: petak, gertak, teriak • pétak: petak • pétan: mencari ketombe di rambut • pétang: menghitung • peté: petai • peteng: gelap, gulita; • peteng ndhedhet: gelap gulita • pethak: putih • pethat: sisir • pethat: putus, terceraikan dengan paksa • pethèk: patek, jenis penyakit kulit • pèthèk: kayu penyangga atap, nama ikan laut • pethékol: kuat, gagah, berotot • pethel: rajin, tekun • pethèl: petel, pemotong kayu • pèthèl: lepas, copot • pethèn: peti kecil • pethèr: panas terik • pethit: tinggi, luhur • péthok: tumpul, majal • dipethot: dibetot • péthot: biliut, liat • pethuk: ketemu, jumpa, bersua • petik: petik, ambil, tunai • petinggi: petinggi • petis: petis • petung: jenis bambu • pétung: berhitung • piandel: kekebalan • pianggep: anggapan, dugaan • piangkah: kehendak, niat • piangkuh: keangkuhan • piatu: tak beribu • picis: picis, uang • pidak: injak • pidana: pidana, hukuman • pidari: istirahat, perhentian • pikrama: kawin, menikah • piksa: periksa, lihat • pikul: pikul • pikun: pikun • pikut: tangkap • pikuwat: penguat, pengokoh • pilah: bagi, kelompok, golongan • pilakon: cerita, lakon • pilalah: lumayan, remak • pilalan: pilihan, apa-apa yang dipilih • pilalu: lumayan, lebih baik dari pada • pilang: nama pohon • pilang-pilang: sudah untung mata • pilapilu: lendir • pilar: pilar, tiang • pilara: penyakit; • dipilara: disakiti • pilaur: mau-mau saja • pilenggahan: kedudukan, jabatan • pileren: istirahat, berhenti • dipiles: diinjak, digilas, dirimbas • pilih: pilih; • pilih bobot: tidak tertandingi; • pilih kasih: membeda-bedakan kasih sayang; • pilih tandhing: tidak tertandingi; • pilih lalab: tidak membeda-bedakan • pilingan: bawah telinga • pilis: pelipis • pilpèn: pulpen, pena • pilungguh: kedudukan, jabatan • pinandhita: dianggap pendita • pinang: pinang • pinangantèn: pengantin • pinara: dibagi • pinarak: dipersilakan duduk • pinarbutan: diperebutkan orang banyak • pinarek: didekati • pinaremas: diremas • pinarigi: dipasangi tambak, empang • pinaringan: diberi • pinarsada: disusun, dibuat candi dianggap kuil • pinarwasa: dipaksa, dibekuk • pinasthi: dipastikan, ditentukan • pinasthika: yang mulia, yang terutama • pinatik: bertahtakan, berhiaskan • pincang: pinjang, cacat kaki • pincuk: pincuk, wadah terbuat dari daun • pindha: seperti, ibarat • pindhah: pindah, bergeser • pindhang: pindang, ikan; • pindhang wutah: punya hajat yang sudah siap seluruhnya, tetapi batal karena suatu sebab • pindho: kedua • pinggahan: alat untuk naik • pinggala: merah tua • pinggan: pinggan • pinggang: pinggang • pinggel: gelang kaki, gelang • pingget: cekung, lekuk, berbekas • pinggir: pinggir, tepi • pingil: tingkah laku, kelakuan • pingit: pingit, sembunyi • pingkel: pingkal, terbahak • ping: kali, perkalian • pingseng: pipih hidungnya, sengau • pinidana: dipidana, dihukum • pinihan: tempat benih, tempat bibit • piniji: dipilih • pinilala: dimanjakan • pinilara: disakiti, disengsarakan • pinilaya: dipercaya, diyakinkan • pinilih: dipilih • piniluta: dipikat, dirayu • pinisepuh: orang yang dituakan • pinisilin: jenis obat generik • pinituwa: dianggap tua • pinjal: kutu • pinjeman: pinjaman • pinjungan: kain penutup buah dada • pinta: minta, mohon • pinten: berapa • pintèn: nama tetumbuhan • pinter: pintar, pandai • pinti: tali, tampar • pintu: pintu; • pintu angin: jendela, ventilasi • pinuju: dituju • pinunjul: lebih, matahari terbit dari arah • pinupus: dipasrahkan, diserahkan • pinurba: dikendalikan, diatur • pinurwa: dimulai • pipi: pipi • pipih: pipih, tipis • pipilaka: semut • pipir: pinggir, tepi • pipis: pipis, kencing • pir: 1 per; 2 buah pir • pira: berapa; • pira betahan: berapa lama tahan; • pirabara, pirangbara: mestinya lebih baik dari pada • pirak: berpisah, bercerai • pirang: banyak; • pirangbara: mestinya lebih baik dari pada • piranti: piranti, adat • pireng: dengar • piring: piring • pirma: belas kasihan • piroga: penyakit • pirsa: pirsa, lihat, tahu • pisaca: cebol, kerdil, kurcaci • pisah: pisah, cerai • pisalin: bersalin • pisan: sekali, satu • pisang: pisang • piser: peluru • pisuh: maki • pisuka: bersuka ria, bergembira • pisuna: nistaan, celaan • pisungsung: pemberian, persembahan • pita: pita • pitakon: pertanyaan • pitara: para leluhur (nenek moyang) • pitawa: keputusan para ahli agama • pitaya: percaya, yakin • pitedah: petunjuk, penerang, saran • pitu: tujuh • pituduh: petunjuk • pituhu: menurut, mituhu • pituna: rugi, buntung • pitung: berhitung, perhitungan • pitungan: hitungan • piturut: menurut, patuh • pitutur: nasihat • pituwah: petuah • pituwas: petuah • pituwi, pituwin: lagi, serta, dengan • piweling: amanat, saran, nasihat • piyambak: sendirian, pribadi • piyanten: priyayi, seseorang • piyarsa: pendengar, pemiarsa • piyas: pucat, layu • piyatu: piatu, tak beribu • piyayi: priyayi, bangsawan, ningrat • plawangan: pintu masuk • pocapan: ucapan, cerita • poci: poci • pocok: hasil potongan pohon • pocong: mayat yang sudah dikuncir • pocongan: hantu pocong • pocot: copot, lepas, pecat • pocuk: pucuk, puncak • pocung: tembang macapat pocung • podhang: podang, kepodang, jenis burung • pohan: susu • pojar: ujar • pojok: sudut • pokah: patah • pokol: pukul, tendang, sepak • polah: polah, tingkah, kiprah • polatan: muka, perangai • polong: kacang polong, buah cengkeh • polor: hati batang • polos: polos, lugu • pon: Pon, hari pasaran • ponakan: kemenakan, keponakan • ponang: si, sang • pondhong: pondong; • pondhong pikul: pondong pikul • pongah: sombong, congkak • ponggé: biji durian • popok: alas kain bayi • pra: pra, sebelum • praba: cahaya, sinar; • praba angkara: matahari; • praba angkara-kara: matahari; • prabakara: matahari; • prabancana: angin; • prabandakara: matahari; • prabanggana: langit terang tanpa awan sedikitpun; • prabangkara: matahari; • prabasini: nama bidadari; • prabaswara: bersinar, bercahaya terang • prabata: gunung • prabatang: kayu yang roboh • prabawa: wibawa, pengaruh • prabéda: perbedaan • prabéya: biaya, ongkos • prabot: perabot, alat • prabu: raja • pracadi: percaya, yakin • pracados: percaya, yakin • pracalita: petir, kilat, halilintar • pracandha: ribut, angin topan • pracara: kejahatan • pracaya: percaya, yakin • pracihna: tanda, lambang • pracima: barat • pracoda: cemeti • prada: prada, hias, lapisan • pradan: dilapisi, dihiasi • pradana: pemuka, pemimpin • pradangga: gamelan, bunyi-bunyian; • pradanggapati: matahari • pradapa: bersemi • pradata: perdata, pengadilan perdata • pradhah: dermawan, suka menjamu • pradikan: tanah bebas pajak • pradin: selesai • pradipa: terang bercahaya • pradipta: terang, bercahaya, gemebyar • pradondi: berselisih, bertengkar • praduli: peduli, perhatian • pragak: pohon bercabang • pragalba: buas, garang, harimau • praguwa: besar sekali • prahara: prahara, huru-hara • praharana: senjata, pembinasaan • prahpun: bagaimana • praja: pemerintahan, kerajaan, istana • prajaka: perjaka, jejaka • prajanji: perjanjian • prajaya: bunuh • praji: bidan, dukun bayi • prajurit: prajurit, tentara • prakampa: gempa bumi • prakara: perkara, soal, masalah • prakarana: bab, bagian • prakasa: perkasa, kuat • prakasita: masyhur, termasyhur, kenamaan • prakatha: suara gaduh • prakawis: perkara, soal • prakempa: gempa • pralabda: pandai, ahli • pralaga: perang • pralagi: dahulu, masa lampau • pralambang: perlambang, tanda • pralambi: lambang, sindiran • pralampita: perlambang, tanda • pralaya: mati, kiamat • pralebda: pandai, ahli • praléna, pralina: mati, wafat, gugur • pralina: wafat, gugur • prama: yang terutama • pramada: tidak hati-hati, lengah, lalai • pramana: awas, waspada • pramanem: sepi, sunyi, senyap • pramati: teliti, awas • prambayun: sulung, pertama • praméta: keji, kejam, lalim • praméga: perabot, alat perlengkapan • pramèsthi: yang termulia • pramèswara: raja; • pramèswari: permaisuri • praméya: tiada setimbang • pramila: maka, oleh karena itu • pramoda: pemuda, taruna; • pramodya: pemuda, taruna • pramosadha: ilmu perdukunan • prampang: kering, terasa panas • pramudita: alam semesta • pramugara: pramugara; • pramugari: pramugari • pramukya: pemuka, pemimpin • pramusésa: alam kedewaan • pramusita: kelapangan hati, luas • prana: hati, nafas • pranada: tikar, lapik, tempat duduk • pranahara: ilmu, pengetahuan • pranaja: hati, batin, dada • pranakan: keturunan • pranala: hati yang panas, marah • pranama: purnama, bulan bulat utuh • prananta: mati, wafat, sekarat • pranata: pernata, aturan, norma; • pranatacara: penata acara, pembawa acara, master seremoni; • pranatagama: pemimpin agama, aturan agama; • pranata mangsa: perhitungan iklim dan musim; • pranatan: pernata, aturan, norma; • pranataning negara: undang-undang, hukum, peraturan, instruksi • pranawa: terang, awas, bijaksana • prandéné: meskipun demikian • prang: perang; • prangwedani: permadani • prani: nafas, hidup • pranili: panili, bumbu masak • praniti: peniti, peneliti, matahari terbit dari arah • pranji, pranjèn: kandang ayam • prantasan: penyelesaian • prantéan: pesakitan, narapidana • pranti: alat, perkakas • prantos: alat, perkakas • prantunan: penantian, penungguan • praos: perasa • prapal: cuwil, berguguran • prapanca: gelisah, bingung • prapasan: keprasan, potongan • prapatan: simpang empat • prapèn: perapian • praponca: gelisah, bingung • prapta: datang, tiba; • prapti: datang, tiba • praptana: kesanggupan • prasa: perasa • prasaben: berkata kepada, minta izin • prasada: candi, gedung, istana • prasadu: berkata kepada, meminta izin • prasaja: sederhana, terus, terang • prasama: bersama-sama, semua • prasamaya: perjanjian, akta kesepakatan • prasami: sesama • prasanakan: persaudaraan, kekeluargaan • prasandha: sanggup, sesuai, mufakat • prasanta: bening, hening • prasapa: amanat, pesan, ajaran • prasasat: sebagai, selaku, ibarat • prasasta: terpuji, termashur; • prasasti: prasasti, piagam • prasasya: indah (baik) sekali • prasetya: prasetia, janji, tekad • prasida: jadi, terjadi, terlaksana • prasoda: candi, gedung, istana • prasta: selesai • prastarana: tilam, kasur • prastawa: waspada, awas, pertanda • prastha: tengkuk, kuduk • prasthi: kehendak, keinginan • prasu: palsu, lancung • prasudi: usaha, upaya, merawat • prasupta: tidur • prasuti: perintah • prata: kemasyhuran • pratala: tanah, bumi; • pratali: peningset, pengikat • pratama: pertama, utama • pratandha: pertanda, lambang • pratangga: matahari; • pratanggakara: matahari • pratanjana: percaya • pratapa: kewibawaan • pratapa: tapa • pratapan: pertapaan, tempat bertapa • pratapi: tapa • pratéken: teken, tanda tangan • pratéla: jelas, terang; • pratélan: penjelasan, keterangan • pratelon: pertigaan • pratignya: berjanji • pratikel: gagasan; • iguh pratikel: pemikira, ide, gagasan • pratima: arca, patung • pratinggi: petinggi • pratingkah: tingkah laku, perbuatan • pratingkes: tangkas, pandai • pratipa: angin topan • pratisara: ijazah, surat putusan • pratistha: bertempat tinggal, diam, duduk • pratita: mashur, termashur • pratitis: tepat, benar, titis • pratiwa: pemimpin ketentaraan, perwira • pratiwanda: halangan, bahaya, rintangan • pratiwi: tanah, bumi, pertiwi • pratuwin: lagi, dan, serta • pratyaksa: jelas, tampak, terang • pratyangga: badan, tubuh, senjata • pratyéka: perincian, bagian • prau: perahu, kapal • praupan: wajah, muka • prawan: perawan, gadis; • prawan sunthi: gadis kecil yang belum haids • prawantu: oleh karena • prawara: berita, warta, kabar • prawasa: siksa, bunuh • prawata: gunung • prawatan: perawatan • prawéda: arah, maksud; • prawédyarini: bidan, dukun beranak • prawira: berani; • prawiratama: perwira yang utama • prawita: permulaan, sebab, berguru • praya: tujuan, maksud; • prayagung: pembesar • prayangan: makhluk halus, lelembut • prayatna: hati-hati, waspada • prayayi: priyayi, bangsawan • prayitna: hati-hati, waspada • prayoga: baik, mulia, utama • prayojana: niat, maksud, kehendak • precil: anak katak • prégolan: regol, pintu gerbang • prekara: perkara, masalah, soal • prekis: kecil, mungil • prekul: beliung kecil, kapak • prekutut: perkutut, jenis burung • prelu: perlu • premana: premana, jelas, awas • premati: teliti, awas • prenah: tempat, letak • prenjak: burung prenjak • pretana: barisan, prajurit • préwangan: makhluk halus yang diharap bisa membantu mencari kekayaan • préwé: bagaimana • priangga: pribadi • pribumi: pribumi, warga asli • prigel: cekatan, ahli • prigi: mata air, kolam, tambak • prih: perih; • prihatin: prihatin, susah • prika: sana; • priki: sini • prikanca: kawan sekerja • priksa: priksa, lihat, tahu • primbon: kitab primbon; • primbetan: primbon • primpen: tersimpan baik-baik • princi: perinci, jelas • pring: bambu • pringga: pribadi • pringgitan: bagian dalam rumah • pripih: antar saudara ipar • pripitan: pelipit, serip, kelim • pripun: bagaimana • priti: senang, suka • priya: pria, lelaki; • priyambada: rayuan, cinta; • priyamitra: saudara laki-laki; • priyangga: pribadi, sendiri; • priyarana: prajurit • priyayi, priyagung, priyantun: priyayi, bangsawan • priyoga: nasihat, utama, baik • prunan: kemenakan • prungu: pendengar, telinga • pruwita: berguru, mengabdi • pucuk: puncak • pucung: jenis tembang macapat • pudhak: bunga pandan; • pudhak wangi: bunga pudak wangi • pudyastuti: puji-pujian, doa, harapan • puger: peraturan, hukum; • pugeran: peraturan, hukum • puhara: akhirnya, sebab-sebabnya • puja: puja, doa, harap; • pujabrata: semedi, berdoa; • pujakrama: penghormatan; • pujamantra: membaca mantra; • pujastawa, pujastuti: doa, puji; • pujawan: orang yang suka memuja • pujangga: pujangga • puji: doa, puja, harap • pukul: 1 pukul; 2 jam, waktu; • pukul rata: menganggap sama, disamakan • pukulun: paduka, engkau • pul: jadi satu • pulang: pulang, kembali • pulas: 1 pulas, nyenyak; 2 pensil warna • pulasara: aniaya, sengsara • pulasari: tanaman obat • pulastha: selesai, habis • pulawaras: pulasari, tanaman obat • pulen: pulan • puli: puli, jenis bumbu • pulih: pulih, kembali normal • pulo: pulau • sapuluh: sepuluh, 10 • pulukan: genggaman • pulung: wahyu, anugerah • pulut: getah yang liat • pumpung: senyampang • pun: sudah, selesai, jangan • punakawan: pengiring • punapa: apakah • punapi: apakah • punas: lunas • puncak: puncak; • puncit: puncak; • puncon: puncak (gunung) • pundhak: pundak, bahu • pundhi: pundi-pundi • pundhong: nama rumput • pundhung: buah pundung • pundhut: ambil, beli • pundi: mana, di mana • pundirangan: bergerak-gerak tak sopan • punggawa: punggawa, aparat • punggel: potong, putus, patah • punggung: tulang punggung • pungka: lekuk bertekuk • pungkas: akhir, penghabisan • pungkir: mungkir, ingkar • pungkur: belakang, lalu • punglu: pelor, peluru • pungser: pusat, pusar • pungut: pungut, ambil • punika: itu; • puniki: ini; • puniku: itu • punjer: pusat, akar pusat, akar tunjang • punjul: lebih, lebihan • punjung: beri, persembahan • punten: maaf, ampun • punthuk: tanah tinggi • puntir: puntir, pelintir • punuk: benjolan pada punggung sapi/kerbau/unta • pupak: berganti gigi; • pupak puser: pemotongan tali pusat • pupu: paha; • dipupu: diambil anak, dipungut; • pupon: anak pungut • pupuh: 1 pukul; 2 kumpulan bait • pupuk: pupuk; • dipupuki: ditaburi; • pupuk bawang: anak kecil, anak ingusan • pupur: bedak • pupus: pucuk daun • puput: tamat, putus • pura: pura, kraton, istana; • purantara: istana, pura • purak: biar saja, tak peduli • purana: buku cerita • purba: kekuasaan, wewenang; • purbangkara: matahari; • purba wasésa: kekuasaan; • purba wisésa: kekuasaan • purbaya: menepati janji • purih: mencari, mengharap • purisa: cirit, kotoran • purna: selesai, sempurna; • purna bakti: purna bakti, pensiun; • purna candra: bulan purnama; • purnama, purnami: bulat penuh; • purna tugas: pensiun • purug: arah dalam perjalanan, mencari • puruhita: berguru, mengabdi • purun: mau, kehendak, niat • purus: umbi, bagian tiang yang menancanp di umpak • purusa: lelaki; • purusa lingga: zakar; • purusotama: prajurit pemberani, prajurit utama • purut: purut, jenis jeruk • purwa: awal; • purwaduksina: asal muasal; • purwaganda: propaganda; • purwaka: pengantar, awal kata; • purwakanthi: persajakan • pusa: gagal panen • pusak: 1 hapus; 2 pusat yang ada di ubun-ubun • pusaka: pusaka, warisan, senjata • pusang, puseng: bingung, kebingungan • pusara: pusara, makam • pusek: bingung, kusut, masai • puseng: bingung, kusut, masai • puser: pusat, matahari terbit dari arah • pusing: pusing, mumet • puspa: bunga, kembang; • puspaka: kendaraan; • puspa kajang: nama ular; • puspanjali: nama tembang gedhe; • puspanyidra: nama bunga; • puspawarsa: taburan bunga; • puspita: kembang, bunga • pustaka: buku • pusthika: mestika, batu permata sakti • pusuh: gulungan kapas yang siap dipintal • pusus: membersihkan beras • putat: nama pohon • putèh: putih • putek: putus asa, hilang akal • puter: putar; • puter giling: putar giling • puthuk: bukit, tanah tinggi • puthul: patah • puthut: anak • putih: putih • putra: putra, anak; • putraka: cucu; • putri: perempuan • putu: cucu • putung: patah • putus: putus; • putusan: keputusan • puwan: puan, air susu • puwasa: puasa R • rabasa: merebut, menyerbu • racak: sama, sejajar • racana: bencana, gangguan • racik: racik, ramu • racun: racun • rada: agak; • radan: sedikit agak; • rada-rudu: bertengkar, berkelahi • radèn: raden, gelar bangsawan; • radyan: gelar bangsawan • radi: agak • radin: rata • raditya: matahari • radon: membiak, meluas • radosan: jalan • raga: badan, tubuh; • raga sukma: badan jiwa; • raga wanda: melepaskan nyawa dari badan • ragab: serang • ragad: biaya, ongkos • ragah: lahab, rakus • ragaini: bunga ragaini • ragana: kasmaran, jatuh cinta • ragang: kerangka • ragasan: kerangka, tulang belulang • ragil: bungsu • ragu: ragu, bimbang; • ragu-ragu: ragu-ragu, bimbang • ragum: tali, sesuai • rah: darah • rahab: rahap, doyan • rahadèn, rahadyan: gelar bangsawan • raharja: selamat, sejahtera; • rahayu: selamat, sejahtera; • rahajeng: selamat, sehat • rahuru: huru-hara, kekacauan • rai: muka, wajah; • raina: siang hari • raja: raja; • raja amal: harta, kekayaan; • raja brana: harta, kekayaan; • raja darbé: harta, kekayaan; • raja duwé: harta, kekayaan; • raja kaputran: pakaian pengantin putra; • raja kaputrèn: pakaian pengantin putri; • raja kaya: simpanan kekayaan; • raja panganggo: suka berdandan; • raja pati: pembunuhan massal; • raja patni: permaisuri; • raja pèni: emas, logam mulia; • raja singa: penyakit kelamin, syphilis; • raja tatu: luka • parah rajag: bocor banyak sekali • rajah: rajah, tulisan bermantra; • rajah tamah: keserakahan, keinginan • rajang: mis, potong • rajata: rusak, hancur • rajeg: pagar; • rajeg wesi: pagar besi • rajin: rajin, tekun • rajun: nama tumbuhan • rajungan: sebangsa kepiting • rajut: rajut, anyam • rak: rak • raka: kakak • rakatha: ketam • matahari terbit dari arah, raki: pembesar, penguasa daerah • raket: dekat, akrab; • raketan: dekat sekali, akrab • rakit: rakit; • rakitan: rakitan, karangan • rakmi: batin, tabiat, perangai • rakryan: rakai, penguasa suatu wilayah • raksa: juga, rawat • raksaka: penjaga, cara menjaga.

penjagaan • raksasa: raksasa; • raksasi: raksasa perempuan • rakta, rekta: merah • rakyan, rakyana: penguasa suatu wilayah • ram: ranting-ranting kayu untuk membendung empang • rama: bapak, ayah • ramak: bapak, ayah • ramal: ramal, duga, tebak • ramat: 1 rahmat, anugrah; 2 sarang labah-labah • rambah: rambah, jamah • rambak: rambak, kulit kering • ramban: memetik sayuran • rambana: dengan giat, sekuat tenaga • rambang: pangkat, perkalian yang faktornya sama • rambas: rembas • rambat: rambat, menjulur • rambeh: mengalir • rambon: bau-bauan • rambu: rambu, tanda • rambut: rambut; • rambutan: buah rambutan • ramé: ramai • rames: rames, aduk, campur • rami: rami, jenis tali platuk • ramon: ramuan • rampak: sama tinggi, rampak • rampaka: karangan, susunan • rampal: rompong, tanggal • rampang: kayu melintang pada pedati • rampas: rampas • rampet: rapat, tutup, buntu • ramping: ramping, langsing • rampung: rampung, selesai • ramu: ramu, racik • ramya: ramai, meriah • rana: kesana • ranangga, rananggana: peperangan, pertempuran • rancag: goncang, lekas, praktis • rancakan: ranting-ranting pepohonan • rancana: rencana • rancang: rancang, rencana • rancari: sedih, haru • randha: janda; • randha drengis: nama padi; • randha kèli: nama corak batikan; • randha kisi: janda yang punya anak laki-laki; • randha kuning: tanah keramat; • randha maya: nama corak tenunan; • randha menggala: nama gendhing; • randha nunut: nama gendhing; • randha royal: jenis makanan; • randha semaya: nama corak tenunan; • randhat: pelan, tersendat, tak lancar • randhu: randu, jenis tanaman • ranéh: tiada lagi, sudah habis • rang: 1 tingkatan, pangkat; 2 gatal-gatal dikaki karena telur cacing • rangah: gigi yang kuat • rangas: rayap, anai-anai • rangdha: janda, baku • rangen: gatal-gatal pada kaki karena cacing • rangga: nama pangkat pamong praja • ranggah: beranggah, bercabang-cabang • ranggèh: kayuh, rangkul, jangkau • ranggèn: rumah panggung yang tinggi • ranggi: nama pangkat dalam pamong praja; • ranggitan: nama tumbuhan • ranggon: tempat kera • rangka: rangka, tiang, pengokoh • rangkab: tutup pelana, tenda • rangkad: kawin lari • rangkah: wilayah • rangkang: melata • rangkèn: sajian, hidangan, jamuan • rangkep: rangkap, dobel • rangkèt: rangket • rangkul: peluk • ranjang: ranjang, tempat tidur • ranju: ranjau • ranta: ronta, meronta, sakit hati • rantab: rapi, berjajar • rantan: terurai, terlepas • rantang: rantang • rantas: selesai, rampung • ranté: rantai, terali • ranten: menunggu, menanti • ranti: tunggu, nanti • ranu: air, kolam • rapah: ranting yang berkaparan di tanah • rapak: daun tebu kering • rapaya: ketinggalan • rapet: rapat, sempit • rapi: rapi • rapu: rayu, bujuk • rapuh: rapuh • rara: rara, gelar perempuan, gadis • rarahan: sampah • raras: indah, nyaman, enak; • raras kawibawan: menikmati kewibawaan • raré: anak • rarem: istirahat, damai, tenang • rari: adik • raryan, rarywan: berhenti • rasa: rasa; • matahari terbit dari arah nama pohon; • rasamulya: rasa mulia; • rasana: indah; • rasa pangrasa: tentang perasaan; • rasa-risi: tidak senang hatinya; • rasa rumangsa: perasaan tahu diri; • rasatala: dasar bumi • rasé: jenis musang, serigala • raseksa, raseksi: raksasa • rasika: penuh rasa puas, orgasme • rasmi: keindahan, cahaya, menyedapkan mata • rasuk: masuk, memakai; • rasukan: busana, pakaian • raswa: rasa, rahasia, air mani • rat: dunia, jagat • rata: 1 rata; 2 kereta • ratan: jalan • ratangga: roda, kereta • ratap: 1 meratap, berkeluh-kesah; 2 berjajar, berderet • rati: bulan; • ratih: bulan • ratna: emas, intan • ratri: malam • ratu: raja, ratu • ratum: taruk tebu • ratus: bumbu merokok, dupa • raup: raup, ambil • raut: raut, wajah, muka • rawa: rawa • rawaja: naga, ular • rawan: rawan, berpotensi untuk perusahaan • rawasa: rusak • rawat: rawat, pelihara, asuh • rawé: rawe, jenis tumbuhan • rawi: rawa rawang, paya; • rawikara: sinar matahari • rawik: compang-camping • rawing: luka-luka, rompei-rompei • rawis: kumis • dirawis: diiris-iris, dirajang-rajang • rawit: cabai rawit • rawon: rawon, jenis bumbu • rawuh: datang, hadir • rawun: sawah dedaunan • raya: raya, besar; • rayagung: besar sekali • rayah: rayah, keroyok, rebut • rayap: rayap, jenis hewan pemakan kayu • rayat: rakyat • rayi: adik • rayung: daerah sekeliling benteng istana; • rayungan: potongan tebu yang akan ditanam • rebab: rebab, bagian alat gamelan • rebah: roboh, jatuh • rebat: rebut, keroyok • rebut: rebut, keroyok; • rebut bener: berebut kebenaran; • rebut cukup: asal cukup, seperlunya; • rebut dhisik: saling mendahului; • rebut ducung: berebut mendahului; • rebut seneng: bersenang-senang; • rebut unggul: bersaing mutu; • rebut urip: bersaing hidup • reca: arca, patung • reda: gemar beranak • redana: uang, harta • redhem: redam, dingin, reda, sejuk • redi: gunung, bukit • rega: harta • reged: kotor • regeng: meriah, wibawa • regi: harga • régol: gapura, pintu gerbang • regu: regu, kelompok • rèh: memerintah • reja: ramai, meriah • rèjèng: batu barang diperbukitan • réjog: timpang, pincang • réka: usaha, upaya; • rékadaya: daya upaya, usaha • rekasa: sengsara, sulit; • rekaos: sengsara, sulit • reksa: jaga rawat; • reksabumi: menjaga bumi • reksasa: raksasa; • reksasi: raksasa • reksi: jaga, rawat • rekta: putih • rekyana: gelar pejabat kraton • réma: rambut • rémah: tempat, rumah • remak: remuk, hancur; • remak rempu: hancur lebur • rembag: rembug, pembicaraan • rembaka: berkembang • rembaya: perahu kecil, sampan • remben: lambat, pelan • rembeng: genang, rendam • rembug: rembuk, pembicaraan, musyawarah • rembulan: bulan • rembus: 1 rembes, tembus; 2 kiriman barang beserta surat tagihan • remen: senang, gembira • rempah: rempah, lauk pauk • rempak: remuk, rusak • rempaka: mengarang, menyusun, merangkai • rempela: ampela • rempu: remuk, hancur-luluh • remu-remu: menguning, mulai masak (buah) • remuk: remuk • remus: marah, gigit • rena: senang, gembira • réna: ibu • rencah: bencah, belah • rencakan: kayu bakar • rencaka: susah, sedih • rencang: sembuh setelah melahiran • réncang: kawan, teman; • réncang laré: kawan anak • rèncèk: kayu bakar, ranting-ranting • rencem: rendam, benam • réncog: pincang, timpang • rénda: renda-renda • rendheng: musim penghujan • rendhah: rendah • rengat: rayap, anai-anai; • renget: kutu pemakan kertas • rengga: hiasan • renggang: renggang, senggang • renggut: renggut, ambil • rengkah: bengkah • rengkuh: rengkuh, rangkul • rengu: marah, sakit hati • rèni: perempuan • rènten: 1 siang; 2 bunga (uang) • rèntèng: renteng, jejer • rep: diam, tenang • repa: rayu, bujuk • répo: jompo, keriput • répoh: jompo, keriput • répot: repot, sibuk • rereb: diam, sunyi • rèrèh: reda, berhenti jabatan • rerem: diam, berhenti • rèrèn: istirahat • reres: benar, betul • resah: resak, gelisah • resak: rusak, hancur • reseh: kotor • resek: kotor karena benda-benda tak terpakai • resep: senang • resi: pendita, brahmana • resik: bersih • respati: hari Matahari terbit dari arah • reta: putih • rété: anak buaya • retna: emas, logam mulia • réwanda: kera • réwang: teman, pembantu • réyog: kesenian reog • réyon: rayon, daerah • ri: 1 adik; 2 hari; 3 di-; • rikala: ketika, pada saat; • ri saksana: lantai, pada ketika itu • riba: riba • ribed: repot • ribut: ribut, gaduh • ricik: ricik, berguyuran • ridhu: geger, huru-hara • rigen: cekatan, trampil • rigma: rambut • rigol: pintu gerbang • riguh: enggan, segan • rikat: cepat • rikma: rambut • rikuh: segan, sulit • rimang: 1 banjir; 2 melimpah • rimba: rimba, hutan • rimbag: 1 cetakan; 2 bentuk kata • rimpang: akar yang mengembang • rimuk: rayu, bujuk • rina: siang hari • rina-rina: siang, simpan • matahari terbit dari arah rinci detail • rindhik: pelan, lambat • rinèh: sabar, reda • ringa: kira • ringan: ringan, mudah • ringas: ganas, beringas • ringga: ragu-ragu karena takut • ringgit: 1 mata uang; 2 wayang • ringi: dengar • ringin: pohon beringin • ringkel: hari yang tidak baik menurut perhitungan • ringkes: ringkas, singkat • ringkih: lemah, tak kuat • ringkuk: ringkuk, badan melingkar • ringkus: ringkus, tangkap • rini: perempuan, putri • rinjing: wadah dari bambu • rintang: rintang, halangan • rinten: siang hari • rintih: merintih • rintip: berderet-deret • rinto: tidak berdaya karena sakit • ripta: cipta, buat • ripu: musuh, lawan • ririh: pelan, lamban • riris: gerimis, rintik-rintik • ris: perlahan-lahan, halus • risak: rusak • risang: sang, si • risi: geli, kikuk • risig: bersih, cemerlang • risih: risih, tak enak • ritang: yang • riwa-riwa: malu-malu, pura-pura • riwana wulung: nama pohon • riwayat: riwayat, kisah • riweng: putus asa, hilang akal • riwil: rewel • riwit: cabe rawit • riya: riya, pamer • riyak: dahak • riyaya: hari raya, lebaran • riyin: dulu, dahulu • riyom: rindang, teduh, sejuk • riyuh: riuh, membahana • rob: pasang, banjir, menggenang • rodha: roda, lingkaran • rodra: buas, marah sekali, menakutan • roga: badan, tubuh • rogadi: penyakit • rogi: rugi, sakit • rogoh: rogoh, ambil • roh: ruh, arwah; • rohani: ruhani • rohara: prahara, geger • rohot: buruk, rusak • rombak: rombak, ubah, berubah • rombong: rombong; • rombongan: kelompok, grup • ron: daun • roncé: ronce, untaian, rangkaian • rondha: ronda, jaga • rong: rongga, bolongan ditanah • rongèh: lincah • ronggèng: penari kesenian ronggeng • rongkob: lebat daunnya • rongkong: kerangka • rono: ke situ • roro: dua • ros: ruas • rosa: kuat, kokoh • rosan: kekuatan • rota: kuda, andong • rotan: rotan • rowa: tidak rapi • rowang: pembantu, kawan • royo: hijau • ru: 1 panah; 2 sakit • rubaya: saya, aku, -ku • rubed: ribet, rumit, sulit • rubéda: halangan, rintangan • rudah: susah, sedih • ruda peksa, ruda pari peksa: memaksa • rudira: darah • rudita, ruditya: susah, sedih • rugi: rugi • rugol: jatuh, luruh • ruhara: geger, huru-hara • ruhun: dulu, dahulu • ruhur: luhur, tinggi, agung • ruji: jari • rujit: koyak-moyak, sedih, haru • ruju: bungsu • rujuk: bersatu lagi • rukem: buah-buahan • ruket: roket • rukma, rukmi: emas • rukon: rukun, sehati • ruksa: rusak, buruk, hancur • rukti: rawat, pelihara • rukun: bersatu; • rukun gawé: kerja bakti • rum: harum, wangi • rumab: sakit demam, kambu • rumah: rumah • rumaos: (ing.) merasa • rumat: merawat, memelihara • rumeksa: menjaga • rumiyin: dulu, dahulu • rumpak: sumpek, sempit • rumpaka: menyarang • rumpuk: rumpuk, membakar • rumpung: campung, rampung • rumput: rumput • rumuhun: dulu, dahulu • runa: rusak, rintangan • rundha: meronda, berjaga • rundhuk: merunduk • runggéan: bulir • runggut: rimbun, rindang • rungrum: mabuk cinta • rungseb: sulit dilalui, medannya sulit • rungseg: ringsek • rungsit: berbahaya, sulit dilalui, gaib • rungu: dengar • runtik: kecewa, sakit hati; • runtik atiné: sakit hati • runtuh: runtuh, gugur • runtung: runtung, pergi bersama • runtut: runtut, urut • runtyaka: sakit hati, marah • rupa: rupa, bentuk, wujud; • rupa candra: beranjak bulan; • rupa-rupa: bermacam-macam • rupaka: mengarang • rupi: wajah, rupa; • rupini: cantik, molek, rupawan • ruruh: pelan, kalem • rusak: rusak • rusiya: rahasia • rusuh: rusuh • ruwat: ruwat, membebaskan, menyucikan S • saba: berkunjung • sabab: sebab, karena • saben: tiap-tiap • sabet: sabet, sebat; • sabetan: 1 penghasilan sampingan; 2 cara memainkan wayang • sabin: sawah • sabit: pisau, sabit • sabrang: seberang, menyeberang • sabuk: sabuk; • sabuk cotha: ikat pinggang; • sabuk wala: ikat pinggang; • sabuk èpèk: ikat pinggang • sad: enam, keenam • sada: lidi • sadak: perlengkapan makan sirih • sadali: bintang • sadana: dana, harta • sadara: hormat, rendah hati • sadarga: dugaan, kiraan • sadarpa: berani, gagah • sadaya: semua, segala; • sadarum: (ing.) semua, segala • sadé: jual • sadha: musim yang ke-12 • sadhana: dana, harta, uang • sadhang: pohon sebangsa palma • sadhegan: 1 campuran tembakau rokok; 2 dagu • sadhel: tempat duduk di sepeda • sadhéla: sebentar, sekejab • sadhèng: pohon sebangsa palma • sadhéngah: sembarang • sadhépah: sedepa • sadhèrèk: saudara • sadhiya: sedia, siap • sadho: sebangsa dokar • sadi: dari, agak sedikit • sadpada: capung, kumbang • sadran: upacara adat sadran • sadu: sabar • sadulur: saudara • sadur: sadur, kutip • sadya: niat, kehendak • saé: baik, bagus • saékakapti: seia sekata • saékapraya: seia sekata • saéngga: sehingga, maka • saèstu: sebenarnya, sesungguhnya • saga: saga • sagah: sanggup • sagala: segala, semua • sagara: samudra, laut; • saganten: (ing.) samudra, laut • saged: bisa, dapat • sagelar sapapan: sebarisan • sagnyan: tanda baca dalam huruf Jawa • sago: sagu • sagotra, sagotrah: sekeluarga • sagu: sagu • saguh: sanggup • saguna: terutama, kemuliaan • sagung: semua • sah: sah, resmi, beres • saha: serta, dan • sahakarya: pertolongan • sahal: seketika itu juga, pada waktu itu juga • saharsa: suka cita, senang • sahasa: paksaan, dengan pekerja, dengan berani • sahasika: paksaan, dengan pekerja, dengan berani • sahasra: seribu (1000) • sahita: hati, perasaan • sahitya: bersama-sama, beserta • sahya: sahaya, saya, hamba • saiki: sekarang, kini • saingga: sehingga, maka • sairib: seperti, kaya • sais: kusir • saiyeg saekapraya: satu tekad, seia sekata • sajak: sepertinya • sajeg jumbleg: selamanya • sajeng: nira yang direbus • saji, sesaji: sesaji; • tudung saji: penutup makanan; • sajèn: sesajian • sajiwa: sejiwa • sajuga: satu • sak: 1 saku; 2 satu; • saklangkung: lebih-lebih; • sakésuk: sepagi; • sakloron: berdua; • sakwèhning: oleh karena, oleh sebab; • sakwingi: kemarin • saka: 1 dari; 2 tiang; 3 tahun Saka; • sakakala: tahun saka; • sakatambé: dinihari, pagi-pagi sekali • sakabda: tahun Saka • sakadi: sekerja • sakal, sakala: seketika itu • sakala: seketika; • sakalaguna: semua kebajikan • sakalir: semua, segala • sakanti: bersinar, bercahaya • sakareng: sebentar, sekarang • sakat: mulai dari • sakatha: kereta • sakéca: enak, nikmat • saketi: sejuta • sakelar: saklar • saking: dari • sakit: sakit • sakra: terang • saksana: lekas, segera • saksi: saksi • sakta: gemar, senang akan • sakti: sakti, keramat • saku: saku, kantung • sal: bangsal • sala: sendirian, tunggal • salab: letak, tempat • salaba: belalang • salaga: gaya, tingkah laku • salah: salah; • salah cipta: salah cipta; • salah deleng: salah lihat; • salah éndah: salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; • salah gawé: salah kerja; • salah gemèn: suka mencampuri urusan orang lain; • salah graita: salah rasa; • salah ilik: salah lihat; • salah kapti: salah niat, salah tujuan; • salah kardi: salah kerja; • salah karya: salah kerja; • salah kedadèn: salah kejadian, keliru; • salah mangsa: salah iklim, salah musim; • salah pandeleng: salah lihat; • salah siji: salah satu; • salah surup: salah tahu; • salah tampa: salah terima, salah paham; • salah ton, salah tonen: salah lihat; • salah urat: salah urat, kesleo; • salah wèwèng: menyeleweng • salak: buah salak • salaka: perak • salaki rabi: suami istri • salaluné: selanjutnya, berikutnya • salang: tali lekar; • salang gumun: terheran-heran; • salang pikulan: pikulan dan tali lekarnya; • salang sebat: salah sebut, hampir sama; • salang sengguh: salah tanya; • salang siji: salah satu; • salang suduk: bertikam-tikaman; • salang surup: salah lihat; • salang tunjang: bertingkah tak sopan • salap: letak, tempat • salapan: tiga puluh enam hari • salawana: berselisih, bertengkar • salé: jenis sayuran • salécun: banyak sekali • salep: salep, obat gosok • saliku: air • salikur: dua puluh satu • salin: salin, ubah; matahari terbit dari arah salin gagasan: ganti gagasan; • salin swara: berubah bunyi • salingkuh: selingkuh, serong • salinting: segelinting • salintir: segelintir • salira: 1 badan, fisik, jasmani; 2 biawak • saliré: semua, segala • salisih: selisih • salit: dahaga, haus sekali • saloka: seloka; • saloka wedhar: undian, lotre • salong: sebagian • salu: rumah muka, balai-balai • saluku: duduk belunjur • sama: sama; • samahita: kecerdasan, bijaksana; • samakita: bersamadi, bersembahyang • samad: berkat, sawab • samadi: semedi • samadya: seukuran, sekemampuan • samaja: gajah • samak: sampul, kulit • samakta: siap sedia • samana: ketika itu, waktu itu • samang: engkau, kamu • samangké: sekarang, kini; • samangkéyan: sembarangan • samanta: semua, semuanya • samantara: sementara • samanya: biasa • samapta: siap sedia, sanggup • samar: samar-samar • samas: empat ratus • samasta: semua, semuanya • samata: nyata, benar, sama • samatra: sedikit • samaya: menunda janji • sambada: mampu • sambah: sembah, menyembah • sambang: jenguk, kunjung; • sambang suwel: penjahat • sambarana: ceroboh • sambartaka: rusak, kiamat • sambat: mengeluh, berkesah • sambatara: tahun • sambawa: tidak matahari terbit dari arah • sambéga: keinginan, dambaan • sambegana: tajam ingatan • sambékala: halangan • samben: setiap, tiap-tiap • samber: 1 sambar; 2 sebangsa jala; • samber nyawa: sabung nyawa, pandai berperang; • samberan: ayam; • samber lilèn: kumbang padang; • samber mata: sambar mata, hewan kecil yang terbang dan mudah masuk mata • sambet: sambung, sambut; • sambi: sambil • sambilan: sambilan • disambit: dilempar, disebat • sambiwara: sayembara • sambodana: ujar, bicara, perkataan • sambong: sambung • sambrama: penghormatan, sambutan • sambuk: cambuk, cemeti • sambung: sambung • samburat: semburat • sambut: sambut; • sambut damel: bekerja • samèk: alas perut, makan pagi • samekta: siap sedia, sanggup • samené: demikian, sekarang • samengko: nanti • samépa: sekat, bersanding • sami: sama • samida: kayu bakar • samin: minyak samin • samir: daun pisang penutup makanan • samirana: angin • samita: sasmita, tanda-tanda • samoda: senang, suka hati • samodana: kata-kata semu • samodra: samudra, laut; • samodra rob: samudra surut • samoha: semua • sampad: tali sandal, selempang terompak • sampah: sampah • sampak: cepat, rikat • sampaka: lengkap, penuh • sampali: nista, jelek • sampan: sampan, prahu kecil • sampang: pohon sampang • sampar: sampar, tendang • samparan: kaki • sampéka: tipu daya, muslihat, cerdik • samper: sampir, sambar • sampet: sudah teratur, cukup • sampéyan: kamu, anda; • sampéyan dalem: paduka • sampil: paha lembu yang disembelih • sampir: sampir • sampun: sudah • sampur: sampur, matahari terbit dari arah tari • sampurna: sempurna, paripurna • sampyan: engkau, tuan, sampean • sampyoh: mati bersama; • sampyuh: mati bersama • samubarang: segala hal, sembarang; • samudaya: segala, semua • samukawis: segala hal, semua perkara • samudana: kata-kata semu • samuhita: semedi • samudra: samudra, laut • samuha: perkumpulan, persidangan • samun: samar, rahasia • samur: samar • samuwa: dengan upacara resmi • samya: sama, sedang • sana: pohon sana • sanadyan: meskipun, walupun • sanajan: meskipun, walaupun • sanak: saudara, sanak famili • sanalika: seketika • sananta: nama bentuk kata • sancaya: nama windu • sandé: urung, batal, sarung • sandéha, sandéya: ragu-ragu, khawatir • sandékala: gurat merah di langit senja • sandhang: sandang, pakaian; • sandhangan: 1 pakaian; 2 tanda baca, harokat; • sandhang lawé: sejenis bangau; • sandhang wlikat: diselipkan dibawah ketiak • sandhat: tali pengantar, dekat, berdamping • sandhéné: seandainya, seumpama • sandhi: sandi, rahasia • sandhing: dekat, bersanding • sandhung: sandung, terantuk; matahari terbit dari arah sandhung lamur: daging kerbau di dada; • sandhung watang: perkara penting yang tak boleh dilanggar • sandhur: sandur, sejenis seni • sandi: sandi, rahasia; • sandi asma: nama rahasia, nama yang dirahasiakan; • sandilata: nama tumbuhan obat; • sandisastra: sastra sandi; • sandiupaya: sandi rahasia; • sandiwara: sandiwara, drama, teater; • telik sandi: mata-mata, inteligen • sandika: siap, sedia • sandyakala: gurat merah di langit senja • sanéga: bersiap, bersedia • sanèngga: sehingga • sanépa: ibarat, peribahasa • sanès: lain • sang: sang, si • sanga: sembilan • sangadi: 1 baginda; 2 sengaja • sangaji: baginda raja • sangan: bilangan sembilan • sangapa: siapa • sangar: hebat, dahsyat, menakutkan • sangara: mustahil • sangat: sangat, amat • sanget: sangat, amat • sangga: sangga, jinjing; • sangga krama: menjawab dengan sesuka hati; • sangga langit: tumbuhan sulur-suluran; • sangga runggi: halangan, rintangan; • sangga uwang: bertopang dagu • sanggah: sanggah, sangkal • sanggama: hubungan intim • sanggap: sanggup • sanggar: gingsul • sanggem: janji, kewajiban • sanggi: sangga • sanggit: dramatika, penjiwaan • sanggraha: persediaan, jamuan, hidangan • sanggrama: perang, berperang • sanggrekan: halangan, rintangan, aral • sanggul: sanggul, kundai • sanggup: sanggup, bersedia • sanggya: segala, semua • sanghara: rusak, hancur; • sangharakalpa: hari kehancuran, hari kiamat • sangi: janji, berjanji, nazar • sangit: bau hangit • sangiwèn: dahulu, zaman dahulu • sangka: dari; • sangka déné: makanya, oleh karena itu • sangkal: tangkai kapak; • sangkal putung: pijat urat bagi orang yang patah tulang • sangkala: angka tahun yang disusun dalam kata-kata bernilai angka; • candrasangkala: sangkala yang berdasarkan pada perhitungan tahun bulan; • suryasangkala: angka tahun yang didasarkan pada perhitungan tahun matahari • sangkan: asal, dari; • sangkan paran: asal dan tujuan • sangkar: sangkar, kurungan • sangké: asal, dari • sangkèng: asal, dari • sangkep: lengkap • sangkèt: nama tetumbuhan obat • sangkéta: sengketa, berselisih, bertengkar • sangkin: makin • sangking: dari • sangkrah: ranting bambu • sangku: panah, bokar, mudam • sangkuh: sangkur, mata sangkur • sangkut: sangkut, libat • sangkya: asal, dari • sangsang: sangga • sangsara: sengsara, kesulitan; • sangsara désa: uang kas desa • sangsaya: semakin • sangu: saku, bekal • sangut: beliung, kampak • saniki: sekarang • saningga: sehingga • saniskara: segala hal, sembarang • sanityasa: senantiasa, selalu • sanja: menengok, menjenguk • sanjang: berkata • sanmata: baik, bening • santa: baik, bening • santak: benda, harta • santan: santan • santana: saudara • santen: santan • santer: keras, cepat • santi: semboyan, motto; • santiaji: petunjuk pelaksanaan; • santika: mutiara; • sesanti: semboyan, kata mutiara • santosa: sentosa, kuat • santun: sopan • santya: 1 larangan; 2 pujian, terpuji • sanubari: sanubari, hati • sapa: siapa • sapah: ubi kayu • sapala: sedikit, sepatah kata • sapandurat: sekejap mata, sebentar • sapata: berjanji, bersumpah • sapeket: karib • sapélé: sepele • sapet: sampai pada • sapi: sapi • sapih: pisah, cerai • sapir: shafir, batu intan • sapit: sepit, penjepit; • sapit urang: taktik dan strategi perang dengan membuat susunan barisan seperti • sapit urang saplak: serupa botol, hampir sama • saprantu: nama tanaman obat • sapta: tujuh; • saptadarma: tujuh darma, tujuh pengabdian; • saptamarga: tujuh doktrin • sapu: sapu; • sapu udhar: terurai, terlepas; • sapu dhendha: hukuman; • sapu jagat: merata ke seluruh jagat; • sapu lebu: pembersihan total, sweeping; • sapu tangan: sapu tangan • sapucapan: satu cerita, satu perkataan • sapuluh: sepuluh • sapunika: sekarang, kini • saput: dilimputi, ditutupi; • saput dhengkul: sampai ke lutut; • saput pranti: selengkapnya dengan alat-alat; • saput lemah: terang tanah, mulai remang-remang di pagi hari • sara: 1 berkaitan dengan; 2 sengsara; • sarabasa: rusak; • sarabuta: kusir, sais; • saradula: harimau; • saranangga: tikus; • sarasidya: bunga tunjung; • saraswati: bidadari Dewi Rarasati; • sarawèdi: rahasia; • sarayuda: pesuruh • sarab: nama penyakit anak, sawan • saraba: sebangsa kijang • saraga: asyik, gemar • sarah: sampah • sarampangan: serampangan • sarana: sarana • sarandu: sekujur, seluruh • sarang: sarang • sarangan: sarangan • saranta: sabar • sarap: sarap, makan pagi • saras: sembuh, waras • sarasa: makna, arti • sarasati: cipta • sarati: pawang gajah • sarawungan: sahabat, kenalan • saraya: bantuan, pertolongan • sardana: kaya • sardula: harimau • saré: tidur, istirahat • sarèh: sabar, tenang, pelan • sarem: garam • sarèn: darah yang dimasak • sareng: bersama • sarenti: tidak bersama-sama • saresmi: bersenggama • saréyan: berbaring • sarga: bab, pasal • sari: inti; • sari kuning: zat pewarna kuning dalam membuat kain batik; matahari terbit dari arah sari kurung: bunga nagasari; • saripati: inti, pati, saripati; • sari wosé: bunga, nagasari • sarika: ia, orang kepercayaan • sariki: ini, sekarang • sarimbit: sekalian, bersama-sama • sarimpi: serimpi, jenis tali • saring: saring • sarira: badan • saritim: bunga rejasa • sarjana: sarjana, ahli • sarju: setuju, cocok • sarkara: manis, dandanggula • saroja: bunga tunjung • saron: saron, bagian dari gamelan • sarong: sarung • sarpa: ular • sarta: serta • saru: saru, jorok; • saru siku: tata sila, tata krama • sarujuk: sepakat, setuju • sarung: sarung; • sarung kaki: sarung kaki; • sarung tangan: sarung tangan • saruni: serunai • saruwé: menyapa, menangani • sarwa: serba, semua; • sarwa-sarwi: serba-serbi; • sarwi: serba; • sarwya: serba • sarya: bantuan, pertolongan • sasa: kelinci matahari terbit dari arah sasab: tutup, selimut • sasadara: rembulan; • sasadhara: rembulan; • sasalancana: rembulan • sasag: sasak, telusur • sasak: sasak, telusur • sasama, sasami: sesama • sasana: sasana, tempat • sasangka: bulan • sasangkan: bulab-bulanan • sasanti: puji-pujian • sasar-susur: sangat keliru • sasat: seperti • sasati: tunggal kehendak • sasawa: bangkai • sasi: bulan • sasikantha: suryakantha, kaca pembesar • sasmaka: sinar, cahaya • sasmaya: baik, indah • sasmita: lambang, tanda • sasra: seribu; • sasrabahu, bahusasra: seribu tangan; • sasrawarsa: milenium, seribu tahun • sasrahan: pemberian, persembahan • sasrangan: menyerbu dengan cepat • sasrawungan: kenalan, sahabat, handai taulan • sasti: enam puluh (60) • sastra: sastra, tulisan; • sastra banyu: nama bentuk keris; • sastra cetha: ajaran luhur; • sastra daksa: ahli ilmu, mahir; • sastra harjéndra, sastra jéndra: ajaran luhur • sastrika: senjata, pedang • sata: tembakau • satak: benda, harta • satata: sesuai dengan aturan, tertata • satéja: cahaya, sinar, pelangi • satemah: akhirnya, akibatnya • sathithik: sedikit • satiti: teliti • satmaka: senyawa, sejiwa • satmata: kasat mata, dapat dilihat • sato: satwa, hewan, binatang • satorasih: terkenal, termasyhur • satriya: satria • satru: musuh; • satru bebuyutan: musuh turun-temurun; • satru ati: musuh hati; • satru batin: musuh batin • satu: 1 satu; 2 acuan, cetakan; • satu budi: kebulatan tekad • satuhu: sebenarnya • satus: seratus • satwa: binatang, hewan • satwika: utama, terutama • satya: setia; • satyalencana: lencana/penghargaan untuk tanda kesetiaan, pengabdian; • satyawada: memegang teguh kata-katanya • saudara: saudara • sauga: asal, asalkan • saulon: satu telan • saur: saur, makan akhir; • saur manuk: cerewet, ribut, banyak suara • sausap: sedikit • saut: disambar, disebut • sawa: ular sawah • sawab: wibawa, pengaruh gaib • sawah: sawah • sawala: menolak, menyanggah • sawan: 1 ketakutan, cemas; 2 jenis penyakit • sawana: menyucikan diri, mandi • sawanan: ketakutan, cemas • sawang: rumah laba-laba • sawangan: pandangan • sawarga: surga • sawarna: 1 satu warna; 2 emas • sawastu: sesungguhnya, sebenarnya, sebetulnya • sawat: lempar; • sawatgata: hidangan, jaminan • sawé: 25 rupiah • sawed: selempang • saweg: baru, lagi, sedang • sawéga: siap, sedia • sawegung: semua, segala • sawenang-wenang: sewenang-wenang • sawer: ular • sawi: tanaman sawi • sawidak: enam puluh (60) • sawiji: satu, bersatu • sawismaya: keran • sawita: mengabdi • sawiyah: 1 sewenang-wenang; 2 anak cicak • sawo: buah sawo; • sawo matang: warna kulit orang Jawa, coklat muda seperti buah sawo matang • sawung: jago, ayam jantan; • sawunggaling: ayam jantan aduan • sawur: sebar, tabur • saya: semakin • sayab: sayap • sayabara: sayembara • sayaga: sudah siap • sayah: payah, letih, capai • sayaka: panah • sayakti: sesungguhnya, sebetulnya • sayana: tempat istirahat, tempat tinggal • sayang: 1 sayang; 2 tukang tembaga • sayarda: bertambah sangat • sayekti: sungguh, benar; • sayektos: sungguh, benar • sayem: ayem, senang, bahagia • sayembara: sayembara • sayogya: sebaiknya • sayub: basi • sayuk: rukun, bersatu • sayur: sayuran • séba: menghadap, hadir • sébak: sibak, belah, pecah • sebandar: syahbandar • sebar: sebar, tebar, tabur • sebawa: wibawa, pengaruh • sebda: sabda, kata • sebel: sebal, kecewa, tak rela • sebit: sabit, lempar; • sebit runting: rusak • secang: pohon secang (bahan cat warna merah) • seda: cipta, sabda, firman • séda: mati, meninggal • sedaya: semua, segala; • sedanten, sedarum: (ing.) semua, segala • sedhah: sirih, kinang; • sedhahan: 1 suruhan; 2 utusan • sedhakep: sedekap • sedheku: duduk bersila • sedhéla: sebentar • sedheng: muat; • sedhengan: cukupan, sedang-sedang • sedhèngah: semua, segala, sembarang • sedhep: sedhap; • sedhep malem: bunga sedap malam • sedhèrèk: saudara • sedhih: sedih, susah • sedhiya: sedia, siap • sedhuh: aduk • sedulur: saudara • sedya: niat, kehendak, keinginan • sega: nasi; • sega kebuli: nasi bercampur daging; • sega golong: nasi dibulat-bulat; • sega lutut: nasi dicampur ketan; • sega mas: nasi kuning; • sega penak: nasi pulan; • sega pondhoh: bubur jagung; • sega thiwul: nasi thiwul, nasi dari ketela • seganu: kemarin dulu • segara: samudra, laut; • seganten: (ing.) samudra, laut • segawon: anjing, serigala • segung: semua, segala • séhat: sehat • seja, sedya: sengaja, tuju, yang dituju • sejati: sejati • sekar: kembang, tembang; • sekar kedhaton: bunga istana, putri raja; • sekar mayang: bunga mayang • sekati: sekali • sekawan: empat (4) • sekeb: sekap • sekéca: enak, nikmat • sekèci: sekoci, perahu kecil • sekedhap: sebentar • sekedhik: sedikit • sekoci: perahu kecil • sekong: serabut akar • seksi: seksi, bagian • sekti: sakti • sekul: nasi • sekung: selabut, akar enau • sela: waktu luang, tempat luang • selak: lekas, cepat-cepat • selan: sisipan, tempat yang matahari terbit dari arah • selang: pipa plastik; • selang sebat: pinjam nama; • selang gumun: mudah kagum; • selang seling: selang-seling, warna-warni; • selang silih: meminjam apa-apa; • selang surup: keliru, salah • selangkung: dua puluh lima, 25; • selapan: tiga puluh lima hari • selarik: selarik, sebaris • selasih: bunga selasih • matahari terbit dari arah seling; • seling surup: keliru, salah • selip: mogok, terselip • selir: selir • sélog: sebangsa ubi hutan • selok: pisau raut • selon: tabung tempat menaruh rempah-rempah • selop: selop • selot: semakin • selup: selop • selur: berduyun-duyun • selut: pembungkus rangka • sema: kuburan, perkuburan • semada: sedikit, agak • semadi: semedi, bertapa • sémah: istri • semana: segitu • semandan: sedikit, agak • semandi: dibanding dengan • semangat: semangat, motivasi • semanger: baik, indah, bagus • semanggi: semanggi, jenis tumbuhan • semanten: demikian, begitu, segitu • semaput: pingsan • semat: derajat, pangkat • sembada: mampu • sembaga: mashur, mujur benar • sembagi: kain cita, cita • sembah: sembah; • sembah bekti: sembah bekti; • sembah sungkem: sembah sungkem; • sembahyang: sembahyang, sholat • sembarangan: sembarangan, semaunya • sembari: sembari, matahari terbit dari arah • sembawa: harimau • sembèr lèwèr: mudah bosan • sembet: sambung • sembir: rabit, koyak • semboja: samboja, jenis bunga • sembok: ibu, simbole • sèmbong: kain seperti dodot bagi wanita istana • sembrama: penghormatan, sambutan • sembrana: sembrono, ceroboh • sembrani: berani; • kuda sembrani: kuda tunggangan dewa • sembuh: sembuh, waras • sembung: kayu sambung • sembur: sembur • semburat: menciprat, bersirat • semèdi: semedi, tapa • semekta: siap, sedia • semendhi: semedi, bertapa • semené: istirahat • semengko: sekarang, kini • semerep: melihat, mengetahui • semi: bersemi, tumbuh • semil: sedikit sekali • semilih: banyak pilihan • semingi: berbaring dengan badan dan kepala lebih tinggi • semir: semir • semita: sasmita, lambang, tanda • semono: segitu, itu • sempal: sempal, lepas • sempana: sempana, macam bentuk keris • semprul: tembakau kasar • semu: 1 semu; 2 agak • semur: semur, jenis masakan • semut: semut; • semut gatel: semut gatal • séna: kuat, gagah; • sénapati: pemimpin perang, jendral • senajan: meskipun, walaupun • sendari: gadis cantik • sendawa: sejenis burung layang-layang • sendhal: tarik; • sendhal mayang: pencabut nyawa • sendhang: sendang, kolam, mata air • sendheng: tali busur • sendhul: tatap, sendal • sendika: setuju, cocok • seneng: senang • senéngga: jikalau, seumpama • senénjong, seninjong: campur-aduk • sengadi: dalih, berdalih • sengados: dalih, berdalih • sengaja: sengaja • sengak: bau menusuk hidung • sengap: bentak • sengara: mustahil, tak mungkin • sengéngé: matahari • séngga: sehingga, sampai, seperti • sengganèn: nama gamelan • senggang: senggang, renggang • senggata: hidangan, suguhan • sengguh: angkuh, tinggi hati • senggung: sebangsa musang yang punya senjata kentut yang baunya luar biasa • senggutru: bakal capung (masih dalam air) • sengir: bau anyir • sengit: sengit, benci • sengka: asal, dari • sengkala: bilangan tahun berupa sandi • sengkalang: lingkar roda • sengkan: asal, dari • sengkang: kosong • sengkel: sedih, susah • sengkelat: memasang, mengenakan; • sengkelit: membawa keris dengan diselipkan di pinggang • sengker: pingit, simpan • sengsem: terpikat, tertarik • seni: kesenian, keindahan • senik: bakul • seninjong: campur aduk, gado-gado • senjata: senjata; • senjata pitulung: senjata penolong • sentak: bentak • sentani: saudara, famili • sentheng: tali yang direntang • senthir: lampu • senthot: berotot, kuat • sentika: pandai olah senjata dalam perang • sentolo: tonggak, galangan perahu • sentosa: sentosa, kuat, kokoh • sentul: nama pohon buah • senuk: senuk, tapir • sepa: tawar, tak berasa • sepada: 1 sepeda; 2 awas, luas pada • sepah: sepah, ampas • sepala: sedikit • sepana: nama bentuk keris • sepang: sepang, nama pohon (bahan cat merah) • sepat: sepat, jenis ikan • sepata: berjanji, berujar • sepen: sepi • seper: singgah istirahat • sepet: 1 sepit, pahit; 2 sabut kelapa; • sepet madu: manis sekali • sepi: sepi, sunyi • septa: tujuh • sepura: maaf, ampun • serat: tulis, surat • serwa: serba, semua • séta: putih • setal: kandang kuda • setengah: ½, separo; • setengah tuwuh: setengah matang • sétra: padang, lapangan • setrèn: sawah, ladang yang diairi • setri: istri, perempuan • setu: sabtu • setuju: setuju, sepakat • setunggal, setunggil: satu, tunggal • setya: setia • séwaka: menghadap • sèwu: seribu • sida: jadi, berhasil; • sida wurung: batal, gagal; • sidaguri: seleguri; • sidarsi: pendita yang mulia; • sidawayah: nama pohon • sidheku: duduk tegap tangan bersedekap di meja • sidhem: sunyi, senyap; • sidhem premanem: sunyi, hening • sidi: sempurna, bulat • sidik: benar • sidikara: dipupu, dikenakan mantra • sigar: pecah, belah; • sigar semangka: belah dua sama persis • sigeg: berhenti; • sigeg wacana: berhenti bercerita • sigi: ujung tenunan • sigit: cakap, tampan • sigra: segera • sigrak: semangat • sih: sih; • asih: kasih, cinta • siji: satu • sika: ujung, cula, gombak • sikara: menganiaya, menyiksa; • gendhak sikara: aniaya • sikarini: nama tembang gedhe • sikep: siap, sedia, sikap • siki: satu, merak, burung merak • siksa: siksa • sila: 1 dasar; 2 duduk bersila; • silakrama: menikah, kawin; • silaning akrama: menikah, kawin; • siladri: gunung batu • silah: pecah, kelompok • silang: silang • silat: silat • silih: saling; • silih asih: berkasih-kasihan • siling: dituang • siluman: siluman • sima: macam, harimau • simah: istri • simbah: kakek, nenek • simbar: rambut di dada • simbok: ibu • simpen: simpan • simping: jajar, sunting • simpir: simpir • sinar: sinar, cahaya • sinarawèdi, sedulur sinarawèdi: sahabat karib • sinartan: disertai • sinatriya: dianggap sebagai ksatria • sinau: belajar • sindap: ketombe • sindhèn: sinden, penyanyi tembang • sindhung riwut: angin besar • sindhutan: petani • sindikara: dipuja, puji • sindir: sindir • sindu upaka: air, sungai • sindur: 1 merah muda; 2 tandak • sindura: merah muda • singa: singa; • singabarong: pertunjukan tari tradisional cina; • singanegara: algojo kerajaan, pemenggal kepala • singat: tanduk • singha: singa; • singhasana: singgasana; • narasingha: singgasana raja • singid: rahasia, sembunyi, misterius • singkrih: disingkiri • singkur: belakang, dibelakang • singlar: belah, pecah • singset: erat, kuat • singub: sempit, pengap • singunen: cemas, kuatir • sinidikara: dicipta, dipuja • sinjang: pakaian, jarik • sinom: 1 daun asam muda; 2 tembang sinom; • sinoman: pelayan pemuda • sinta: 1 terpuji; 2 nama wuku yang pertama • sinten: siapa • sintru: sunyi • sinuba-suba: dihormati • sinudarsana: diteladani, dicontoh • sinuhun: yang dijunjung, yang dimuliakan • sinukarta: dimuliakan, dihormati • sinungan: kedapatan • sinungga-sungga: dijunjung-junjung • sinuwun: yang dijunjung, yang dimuliakan • sipat: 1 sifat; 2 benang yang dicelup warna untuk menggaris kayu; • sipat kandel: pusaka, kesaktian; • sipat matahari terbit dari arah cepat sekali; • sipat wong: sifat manusia • sira: kamu, engkau • sirah: kepala • siram: 1 sinar; 2 mandi • sirap: sirap, genting papan • sirep: tidur, diam; • sirep bocah;: jam tidur anak (± jam 20.00); • sirep jalma: jam tidur manusia (± jam 22.00) • slira: badan, anda; • slira-sliri: mondar-mandir • sirih: suruh, sirih • sirna: sirna, hilang • siru: suatu • sisih: sebelah, sis, bagian • sisik: sisik; • sisik melik: tanda-tanda untuk membantu pelacakan suatu kasus • sisil: dikupas dengan mulut; • sisilan: kupasan • siswa: siswa, murid • sisya: siswa, murid • sita: 1 sita, ambil; 2 baik, bagus; • sitakara: dipuja, dicipta; • sitangsu: bulan; • sitaresmi: bulan • siti: tanah, bumi; • siti hinggil, sitinggil: tanah/tempat yang ditinggikan untuk balai penghadapan; • siti payah: rezeki, penghidupan; • tedhak siti: upacara turun tanah untuk bayi • siwa: uwa, kakaknya ayah/ibu • siwakan: kolam ikan • siwalan: pohon rontal, lontar • siwamba: air penghidupan • siwi: anak • siya: menyengsarakan, menganiaya, sia-sia • siyaga: siaga, siap • siyos: menjadi, jadi • siyub: rindang, sejuk • slaka: 1 perak; 2 seloka, syair; • slaka wedhar: syair bebas • slambu: kelambu, tirai, sekat kain • slamet: selamat, aman • slangsang: tempat bunga (sirih, dsb.) • slasih: bunga selasih • sléndhang: selendang • sléndro: slendro, laras musik gamelan • slenthem: slentem, jenis alat musik • slepa: tempat sirih • slepèn: tempat tembakau • slepi: wadah tembakau • slintru: sunyi, tampak puaka • sloka: seloka • slomprèt: selompret • slop: slop, sandal • slumpring: kulit bambu • smara: asmara, cinta; • smaradana: tembang asmarandana • smita: tanda, lambang, sasmita • sobita: indah sekali • sodhok: tekan, desak • soga: warna merah untuk batik • sogat: jamuan, hidangan • sogata: jamuan, hidangan • sogèl: padi yang lekas berbuah • sogok: sogok, suap • sogolan: taruk, tunas • sojah: pembicaraan • sojar: kata-kata • sok: 1 tumpah; 2 kadang-kadang • soka: suka, gembira • soklat: coklat matahari terbit dari arah sokong: sokong, dukung • sol: sol • solah: tingkah laku; • solah bawa: tingkah laku, tabiat; • solah tenaga: mengeluarkan tenaga; • solah tingkah: tingkah laku • solèd: oles, sudip • solo: solo, enggan, segan • solor: 1 sukur; 2 akar tunjang • solot: sulut, nyala • solung: sulung • som: berjalan dengan langkah-langkah panjang • soma: 1 bulan; 2 hari senin • somah: keluarga, istri • sombèng: rabit, robek, sobek • sombong: sombong, congkak • sompèl: rompes, gompel • sompèt: sumpet, tertutup • sompit: siput, kecil kece • sompok: lemas, habis tenaga • sona: anjing • sondher: tanpa • sondhèr: sebai untuk menari • sondhol: sundul, tatap • sondhong: galah yang ujungnya diberi bakul untuk menjolak buah • song: geronggang, tua, relung • songa: sembilan • matahari terbit dari arah sombong, congkak • songkok: peci, mahkota • songkop: galak yang ujungnya diberi bakul untuk penjolok bambu • songkro: 1 gerobak dorong; 2 sudah renta, rusak • songol: songol, pemarah • songot: tegap, cegak • songsong: songsong, payung • sontak: hancur, remuk • sonten: sore, petang • sontong: serotong • sonya: sepi, sunyi • sonyaruri: senyap, sunyi, sepi • sopal: cincin hiasan tombak • sopan: sopan • sopana: tangga, tumpuan, lantaran • sor: bawah, rendah • sora: keras • sorah: amanat, ajaran • matahari terbit dari arah sore, petang • sorèng: kuat; • sorèngpati: prajurit yang gagah berani, panglima perang • sori: maaf, ampun • sorog: anak kunci • soroh: serah, pasrah, beri • sorok: dorong, dukung • sorot: cahaya, sinar • soso: kasar, gagap • sosog: anyaman bambu diujung galak untuk menjalak buah • sosoh: lembut • sosol: gagap, menganggap, kasar • sosor: makan langsung dengan mulut • sosoran: tempat untuk menyosor • sosot: bentukan, makian • sot: kutuk, maki • sotya: hiasan, emas • sowak: rusak, robek • sowan: menghadap • sowang: sendiri; • sowangan: sendirian; • sowang-sowang: sendiri-sendiri • srabat: dua penangkal • srabédan: keinginan, kegemaran yang buruk • srah: serah, pasrah; • srah-srahan: pemberian, persembahan, menyerahkan • srakah: 1 serakah, loba, tamak; 2 uang ongkos matahari terbit dari arah dari pihak laki-laki yang diserahkan kepada pihak perempuan • srama: asrama • srambi: serambi • srambu: kelambu • srampad: sengkelit • srana: sarana, usaha, usada • srandhal: sandal • srandhul: jenis pertunjukan rakyat • sranta: sabar • sranthal: jalan cepat • sranthil: bergantungan, tak teratur • sranti, srantèn: sabar • srapat: sekejab • srasah: lapisan, saluran, dasar, lantai • srat: serat, tulis • srati: pawang gajah; • disratini: dilayani dengan baik • sraton: buas, pemarah • srawa: suara • srawana: musim yang pertama • srawung: pergaulan, hubungan sosial • sraya: bantuan, pertolongan • sreba: serba, semua • sreban: serban, surban • srebat: serbat • srebèt: lap, kain pembersih • sreda: percaya, sudi • sredu: setuju • sreg: pas, cocok • sregep: rajin, tekun • srèi: iri, dengki • srékal: menjegal • srempal: sempal, patah, putus • srémpang: selempang, serampang • srèmpèd: serempet, menyenggol • srempeng: kerja keras cepat • sremplah: bergantungan hampir patah • sreng: keras, tegang • srengen: marah, murka • srengéngé: matahari • srenggala: ujung, pucak, tanduk • srenggi: gunung, lembu • srengkara: kerusakan, kerusuhan • srenteg: keinginan kuat, maksud • srenti: tidak serempah • srep: sejuk • srepan: 1 pendinginan; 2 pengetahuan • srepegan: cepat, lekas • srèpèt: serempet, senggolan • srèsèh: manis tutur katanya • sresep: meresap, masuk • srèwèh: tampak mengalir di sana-sini • sri: cemerlang; • sribombok: sribombok, jenis burung; • sridanta, srigadhing: bunga srigading; • srigunggu: nama tanaman; • srigunting: srigunting, jenis burung; • srikata: bunga srikaya; • srikawin: mas kawin, mahar; • srigak: tangkas; • srilara: bangkai mayat yang tergeletak di seberang tempat; • srimala: sangat indah; • srimanganti: jenis gedung dikraton; • srinata: tembang sinom; • srisakit: bangkai mayat yang tergeletak di sembarang tempat • sriging: tangkas • srimbit: serimbit, berduaan • srimpak: ambang pintu • srimpi: srimpi, jenis tarian • srindhitan: burung serindit • sring: sering, kerap • sringah: terang, cerah, senang • srinthil: tahi kambing/ kelinci/domba • sripah: bela sungkawa, berduka • sriping: criping, keripik • srisig: pagar dinding • sriti: sriti, jenis burung • sriya: makmur, sejahtera • sru: seru, sengit • srumbung: agar tanaman • srundhèng: serundeng, jenis lauk • srunggan: sistem tumpang sari • sruni: 1 seruni, melati; 2 seruling • sruti: hemat • srutu: cerutu • sruwa: dengki, iri hati • sruwag: bolong, lubang • sruwal: bertumpukan tak teratur • sruwé: lama • sruwèk: lubang • sruweng: bolongan bundar • suba: sopan, santun • subada: kukuh, kokoh, kuat • subaga: masker, untung, bagus • subagya: bahagia, untung sekali • subakti, subaktya: berbakti • subal: jejal, campuran • subasita: sopan santun, tatakrama • subuh: subuh • subur: subu, makmur • suci: suci, bersih • suda: berkurang, susut • sudagar: saudagar, pedagang • sudama: dermawan, murah hati • sudana: dermawan • sudara: saudara; • sudarawèdi: sahabat karib • sudarma: bapak • sudarsana: contoh, teladan • sudha: susut, berkurang • sudhah: bedah, pecah • sudhang: tabung/perian, bambu • sudhèt: bedah, pecah, coblos • sudhi: sejenis basung • sudhing: tidak sudi, enggan • sudhiya: bersedia, siap • sudhung: kandang rumah • sudi: sudi, mau • sudibya: mulia, terhormat, sakti • suding: tunjuk, penunjuk • sudira: berani, gagah; • sudiradraka: nama tembang gedhe • sudra: bawah, rendah, hina • suduk: coblos, tusuk; • suduk jiwa: bunuh diri; • suduk maru: pisau bermata dua; • suduk slira: bunuh diri • sugal: ugal-ugalan, kasar • sugata: jamuan, hidangan • sugèh: kaya • sugeng: selamat • sugih: kaya; • sugih bala: banyak kawan • sugoh: suguh, hidangan • sugreng: puaka, mukertasyam • sugri: semua, seluruh • sugu: alat pertukangan untuk menghaluskan kayu • suguh: suguh, hidangan • suh: simpati • suhun: minta, mohon • sujalma, sujanma: manusia, orang • sujana: orang pintar, ahli • sujèn: tusukan • suji: tikam, tusuk saji • suka: suka, gembira, senang; • suka lila: sukarela • sukan: permainan • sukara: babi hutan • sukarsa: niat yang baik, keinginan mulia • sukarta: pekerjaan yang baik • sukci: suci, bersih • suker: kotor • sukerta: bermasalah • suket: rumput • sukla: putih, bersih • matahari terbit dari arah sukma, roh • sukmana: ruh, nyawa • sukra: hari jum’at • sukreta: bermasalah • suksma: suksma, roh • suku: kaki • sukun: sukun, jenis buah • suk un: sebangsa timun • sukup: penuh sesak • sula: tombak, senjata tajam • sulah: tingkah laku • sulak: sulak, pembersih • sulaksana: pilihan, lebih, cemerlang • sulam: sulam, tambal • sulang: tunas tebu yang kedua • sulap: sulap • sulaya: bertengkar • sulek: sesak, sempit • suligi: seligi • sulih: wakil, ganti • suling: suling • sulistya: indah, antik • sulit: sulit • suluh: suluh, terang • suluk: suluk, suara indah • sulung: sulung • sulur: sulur, mengulur, merambat • suma: bunga • sumadhiya: sedia, siap • sumadi: semedi, bertapa • sumaguh: sanggup, siap • sumahab: tampak menggerombol banyak • sumaji: sudah disediakan, tersedia • sumakawis: segala hal, semua persoalan • sumakéyan: angkuh, sangar, payah • sumanak: ramah, akrab • sumanasa: nama bunga • sumandhing: bersanding, berdekatan • sumangga: mempersilahkan, silakan • sumanta: bicara, pertimbangan • sumantali: pawang gajah • sumapala: rendah hati • sumaput: matahari terbit dari arah • sumar: semerbah, merata • sumarah: pasrahm menyerah matahari terbit dari arah sumaré: 1 tidur; 2 meninggal • sumarsana: bunga cempaka • sumawah: bersawah, bercocok tatam • sumawana: dan, serta • sumaya: berjanji, menyanggupi • sumba: kesumba • sumbaga: mashur, termashur • sumbalinga: terlaksana, dapat dipegang kata-katanya • sumbang: sumbang; • sumbang surung: dorongan, dukungan • sumbar: sumbar, bicara keras • sumbat: sumbat, tutup • sumber: sumber • sumbit: galah bercabang untuk menjolok buah • sumbon: bahan untuk sumbu • sumbu: sumbu • sumbul: bakul tertutup, tempat seperti bakul untuk upacara • sumbung: sombong, congkak • sumbut: cocok, sesuai • sumèh: ramah, murah senyum • sumelang: was-was, kuatir • sumèlèh: pasrah, menyerah • sumeni: istirahat • sumerep: mengetahui, melihat • sumet: menyalakan, menyulut • sumpah: sumpah, janji • sumpek: sempit, berdesakan • sumpel: ganjal • sumpena: bermimpi • sumpet: sumpet, sumbat • sumpil: siput kecil • sumping: sumping • sumpit: kembal, tempat rokok • sumrah: segar, nyaman • sumringah: cerah • sumuk: panas, sumuk • matahari terbit dari arah demam, panas • sumunu: beranak, berkembang • sumur: sumur; • sumur gumuling: terusan air dalam tanah • sumurup: mengetahui, melihat • sumyah: senang, kenyang, ceria • sun: 1 cium; 2 ingsun, saya • sunar: sinar, cahaya • sundari: perempuan yang cantik • sundawa: sundawa • sundek: sempit sesak • sundel: pelacur; • sundel laut: kuda laut; • sundel bolong: nama hantu • sundep: sundep, jenis hama • sundha: dua kali; • sundha mandha: permainan anak • sundhang: tanduk, sronggot • sundhul: sundul, tatap; • sundhul langit: tinggi sekali • sundhung: pikulan rumput • sunduk: tusuk • sung: beri, persembahan • sunga: benang sutra • sungapan: kuala, muara • sungar: bermegah-megah • sungga: ranjau • sunggal: serakah • sunggan: ranjau • sunggar: sisir, gingsul • sunggata: jamuan, hidangan • sunggi: sunggi, junjung • sungging: sungging, tatah • sungkan: sungkan, segan • sungkawa: sedih, duka • sungkem: sungkem, berbakti • sunglon: teluk • sungsang: saling silang • sungsum: sumsum • sungsung: pemberian, persembahan • sungu: tanduk • sungut: sangat, rambut • suntak: tumpah, jatuh • sunthi: gadis kecil; • prawan sunthi: gadis remaja yang belum haids • sunting: sunting, pilih • suntrut: sedih, muram • sunu: anak • sunya: sepi, sunyi; • sunyaruri: sunyi senyap, sepi • sunyata: benar, sungguh • supada: binatang buas • supadi: supaya, agar • supadya: supaya, agar • supak: sesak, sempit • supaos: supaya, agar • supata: berjanji, maki • supatni: indah, cantik • supaya: supaya, agar; • supados: supaya, agar • supé: lupa, alpa • supena: mimpi • supit: supit, jepit; • supit urang: strategi perang dengan mengatur barisan membentuk supit udang • supraba: cahaya indah • supranata: aturan yang baik • suprandéné: meskipun demikian • suprih: harapan • sura: berani; • suraduhita: bidadari; • suragana: para dewa; • suralaya, suraloka: tempat para dewa; • suranata: raja dewa; • suranggakara: berani sekali, sangat berani; • suranggana: bidadari; • surapada: keinderaan, kahyangan; • surapana: minuman keras; • surapati: raja dewa; • surapsara: raja bidadara; • surapsari: ratu bidadari; • suréndra: raja dewa; • surèngpati: 1 raja dewa; 2 nama keris; • surèngrana: berani, pemberani; • surawadu: bidadari • suraga: bantal • surak: sorak, ramai • surakah: serakah, tamak, loba • suraksa: menjaga, menguasai • surambi: serambi • surasa: makna, arti; • suraos: (ing.) makna, arti • surastri: bidadari • surat: surat • surata: keberanian • surem: suram, gelap • surèn: pohon durian • suretna: emas, logam mulia • surga: surga • suri: 1 sisir rapat; 2 teladan • surjan: jenis gaya baju • suroh: suruh, sirih • surtanah: doa selamatan pada orang yang meninggal dunia • surti: hemat-hemat, cermat • suru: suru, sendok daun • surud: surut • suruh: sirih • surung: dorong • surup: melihat, petang hari • surya: surya, matahari; • suryakantha: kaca pembesar • susah: susah, sedih • susetya: kesetiaan • susila: kesopanan, tata krama • susra: terkenal, kondang • susrasa: patuh • susrawa: masyur, terkenal • susu: susu • susuh: sarang • susuhunan: junjungan • susuk: 1 susuk; 2 uang kembalian; • susuk kondhé: tusuk sanggul • susun: susun • susung: songsong, menyongsong • susup: masuk, menyisip • susur: tembakau susur • susut: berkurang • suta: anak • sutapa: semedi, bertapa • sutéja: pelangi, cahaya, sinar • suthik: menolak, tak mau • suthing: enggan, segan • suthup: balut • sutikna: jeli, cermat; • sutiksna: jeli, cermat • sutra: sutera • sutrepta: senang, puas sekali • suwa: segar (untuk kalam) • suwadi: sesungguhnya, sewajarnya • suwak: robek, sobek • suwal: celana pendek • suwala: menolak, tak sanggup; • matahari terbit dari arah surat • suwan: sowan, menghadap • suwanda: badan, tubuh; • suwandagni: matahari • suwangan: muara, kuala • suwap: suap, uang sogokan • suwara: suara, bunyi; • suwanten: suara, bunyi; • suwaos: suara, bunyi • suwarga: surga • suwari: kasuari matahari terbit dari arah burung) • suwarna: emas; • suwarna dwipa: pulau Sumatra • suwasa: emas • suwau: tadi, dahulu • suwawa: ayo, mari • suwé: lama • suwéda: jari • suweg: nama tumbuhan • suweng: subang, kosong • suwidak: enam puluh • suwing: tergiang-ngiang di telinga • suwingya: cerdas, bijaksana • suwita: mengabdi, berguru • suwiwi: sayap • suwuk: berhenti • suwul: pasak besi pada beliung • suwun: 1 minta, mohon; 2 terima kasih • suwung: kosong, hampa • suwur: warta, kabar, berita • suwut: tempurung untuk menghasilkan benang yang ditenun • suyasa: rumah, gedung • suyud: suka memberi • swa: mandiri, kepala; • swabawa: tabiat, perangai; • swabretya: prajurit; • swadaya: mandiri; • swadésa: desa yang mandiri; • swagata: hidangan, jaminan, jamuan; • swagotra: turun, keturunan; • swagreha: rumah pribadi; • swasana: suasana, keadaan; • swasembada: mencukupi kebutuhan diri; • swasta: swasta, mandiri; • swayambara: sayembara • swah: langit • swana: anjing • swandana: kereta • swanita: darah • swara: suara; • swanten: suara • swarga: surga; • swargaloka: tempat surga; • swargi: almarhum • swasa: emas T • taberi: rajin, hemat • tabon: rumah/kebun warisan orang tua yang telah meninggal • tabrak: tabrak • tabuh: 1 jam; 2 tabuh, pemukul; • ditabuh: dipukul • tabur: tabur, tebar • tadhah: makan; • tadhah eluh: tempat mengadu; • tadhah kringet: baju dalam, tadah keringat; • tadhah sih: tempat kasih sayang; • tadhah udan: sawah yang tergantung air hujan; • tadhah arsa: burung kedasih • tagyana: tunangan, kekasih • taha: kira, sangka, barangkali • tahan: tahan • tahen: 1 batang, pohon; 2 derita • taju: mahkota • tajug: tajuk, bentuk rumah adat • taker: takar, ukur • takir, takir ponthang: limas dari daun pisang • taksaka: ular • taksih: masih • takura: kiri • tal: pohon lontar, rontal • tala: rumah lebah • talad: tidak tergesa-gesa • talaga: telaga • talang: talang, jalan air • taleran: jalannya cerita, alur • tales: talas, umbi • tali: tali; • tali goci: cara mengikat layang-layang; • tali mati: simpul mati; • tali wangsul: tali yang bisa dibuka dengan mudah • talika: mata-mata, pengintai • talinga, talingan: telinga • talok: pohon talok • talu: tiga, jenis gending • talub: balut (mata) • taluh: sudah biasa, bosan, jemu • talun: ladang, huma • tama: utama, baik • tamah: keinginan rakus, tamak, serakah • taman: taman, kebun; • taman keputrèn: taman keputrian; • taman sari: taman sari • tamara: gamelan, bunyi-bunyian • tamat: tamat, selesai • tamba: obat, jamu; • nambani: mengobati • tambah: tambah • tambak: tambak; • tambak baya: pencegah bahaya • tambal: tambal; • tambal sulam: menambal di sana sini, memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil • tambana: bendera, panah • tambang: 1 tambang; 2 tali tambang; • tambang parantian: tempat kediaman, asal • tambar: tawar, hilang kekuatan, hilang kesaktian • tambara: bendera • tambas: jalir, tiris • tambat: tambat, ikat • també: sedang, jadi • tambeh: tambah, bertambah • tambel: tombok; • tambel butuh, tambel sepi: mencukupi kebutuhan • tambeman: penyangga, penopang • tambeng: keras kepala, tak mau dinasihati • tambet: tidak kenal, tidak peduli • tambi: akar yang tumbuh pada batang sebagai penyangga pohon • tambilutan: nama tumbuhan • tambing: sisih, tepi • tambir: 1 nama wuku yang ke-19; 2 alat dapur • tambra: ikan tambra • tambuh: tidak kenal, tidak tahu • tambung: samar, kabur, tidak kenal • tambur: sejenis genderang • tamèng: tameng, pelindung senjata; • tamèng mata: pelupuk (kelopak mata) • tami: utama, baik • tamih: dupa, perdupaan • tamina: melihat • tamisra: gelap • tamolah: tak bergerak • tampa: tanpa, tidak dengan • tampah: wadah dari bambu • tampak: kelihatan • tampan: bagus, ganteng • tampang: wajah, muka • tampar: tali, tampar • tamper: tampar • tamping: pinggir, tepi, batas daerah • tampir: niru • tampuh: menempuh; • tampuh awang: nahkoda • tamtama: tamtama, tentara • tamtu: tentu, pasti • tamu: tamu • tamyang: perisai • tan: tidak; • tan antara: tidak antara • tanah: tanah; • tanah manca: luar negeri; • tanah sabrang: luar negeri; • tanah wutah rah: tanah tumpah darah • tanak: matang sekali • tanana: tak ada • tanaya: anak, putra • tanbara: duda • tanbuh: tidak tahu/mengerti • tanceb: tancep; • tanceb kayon: selesai pertunjukan • tandang: bergerak, bekerja; • tandang gawe: bekerja, mengerjakan; • tandang tanduk: tingkah laku • matahari terbit dari arah tanda; • tandha mata: tanda mata, kenang-kenangan; • tandha tangan: tanda tangan • tandhak: penari, waranggana tayub • tandhan: tandan, ukuran untuk pisang • tandhana: bendera • tandhes: tandas • tandhing: 1 tanding, bertarung; 2 imbang • tandhu: tanda • tandra, tandya: lalu, segera • tanduk: 1 tambah lagi; 2 kalimat aktif • tandur: tanam • tanek: utuh, sempurna • tanem: tanam; • tanem tuwuh: tanaman, tumbuhan • tang: tang, kunci • tangan: tangan • tangara: tanda, lambang • tangèh: mustahil, tak mungkin • tangga: tangga, tetangga; • tangga désa: tangga desa, desa sebelah; • tangga teparo: tetangga kanan kiri • tanggah: palang, tahan, cegah • tanggal: tanggal; • tanggalan: tanggalan, kalender; • alisé nanggal sepisan: alisnya seperti bulan tanggal satu • tanggap: tanggap, pasif; • tanggap sabda: wawancara, rembugan; • tanggap tanduk: pasif-aktif; • tanggap wacana: pidato penyambutan; • tanggap wacucal: pementasan wayang kulit; • tanggap warsa: ulang tahun • tanggel: sedang, tanggung, canggung; • tanggel jawab: tanggung jawab • tanggi: tetangga • tanggor: tetap, tabrak • tangguh: tangguh, hebat • tanggul: tanggul, bendung; • tanggul angin: pelindung • tanggulang: kayu palang pada bendungan, penopang, penyangga • tanggulun: nama buah • tanggun: agak baik, cukupan, sedang • tanggung: tanggung; • tanggung jawab: tanggung jawab • tanggwa: kukuh, kuat • tanghulun: hamba, sahaya • tangi: bangun, bangkit • tangkar: berkembang • tangké: tangkai, gagang • tangkèk: pembesar, kepala biara • tangkep: tangkap • tangkil: hadap • tangkuwèh: sejenis manisan • tangled: tanya • tangsel: sebangsa baji • tangsu: bulan; • sitangsu: bulan • tangsul: tali • tangun: agak baik juga, cukupan • tani: tani • tanja: 1 mantap, puas; 2 batang kayu runcing untuk menanam kedelai • tanjak: tanjak, naik • tanjidhur: tanjidor, bedug besar • tanpa: tanpa • tansah: selalu, senantiasa; • tansaya: semakin • tantang: tantang • tantara: tentara, prajurit • tantas: tuntas • tantra: ajaran tentang yoga dan seks • tantya: amat, sangat, sekali • tanu: makhluk halus • tanya: tanya • tapa: bertapa, bersemedi • tapak: bekas, kesan, jejak; • tapak asta: tanda tangan; • tapak dara: bunga tapak dara; • tapak liman: tanaman tapak kuda; • tapak tangan: tanda tangan • tapas: bengkong, kulit pembalut pokok tangkai daun nyiur • tapel: bedak perut; • tapel wates: tapal batas, perbatasan • tapih: jarik, kain • tapir: tapir, tenuk • taplak: taplak • tara: antara; • tara mangsa: musim pancaroba • tarab: datang bulan, melihat bulan • taragnyana: tenung, pelet • tarak: berpuasa; • tarak brata: bersemedi, bertapa • tarambuja: semangka • tarangan: tempat bertelur (ayam), sarang • taranggana: bintang, rasi bintang • taranjana: tenung, pelet • tarantara: antara • tarbuka: terbuka • tari: tari • tarima: terima • taring: taring • tarkadhang: kadang-kadang • tarmolah: tak bergerak • taros: tanya, bertanya • tarpa: terpa • tarpana: terpana, heran • tarsandha: tanda, alamat • taru: daun; • tarulata: daun-daunan; • tarwa: pepohonan • tarub: teratak, deklit, tenda • taruk, tarok: ditaruh, diletakkan • tarum: tarum • taruna: taruna, muda (laki-laki); • taruni: muda, taruna (perempuan) • tarung: tarung, berkelahi • tarwéla: nampak nyata, jelas sekali • tasih: masih, misih • tasik: samudra, laut • taskara: pencuri, penyamun • tata: tata; • tata basa: tata bahasa; • tata cara: tata cara; • tata krama: tata krama; • tata lair: etika lahiriah; • tata prenah: menurut alur persaudaraan; • tata tentrem: tentrem, teratur; • tata-titi: teratur • tatab: tatap, tabrak; • tataban: tatapan, tabrakan • tatag: tegar, teguh hati • tatah: tatah, pahat • tatal: tatal, serpihan kayu • tatanan: tatanan, aturan • tataran: tingkatan, tahapan • tatarpa: tanpa, tidak dengan • tatkala: ketika, tatkala, sewaktu • tatrap: tepat, kena benar, sesuai benar • tatu: luka • tatur: dipangku sedemikian rupa agar buang air (bayi) • tatwa: keadaan yang sesungguhnya • tatya: nyata, kenyataan • taun: tahun; • taun raja: tahun raja, hari besar kelahiran raja; • taun wastu: tahun biasa (354 hari); • taun wuntu: tahun kabisat (355 hari) • tawa: tawar, menawarkan • tawan: tawan, tahan • tawang: angkasa, langit • tawar: tawar, tak berasa; • tawaren: bengkak kakinya • tawas: 1 tawas, obat jentik-jentik; 2 upah lelah • tawing: dinding papan di tepi perahu • tawon: tawon, lebah; • tawon gumana: lebah berdengung; • tawon gung: tawon besar, tawon raja • tawu: menguras air • tawung: tutup dinding papan (di tepi perahu) • tawur: berkelahi, bertengkar • taya: 1 hilang, kosong; 2 tari • tayub: tayub, seni tradisional • tayuh: mencari firasat lewat mimpi • tayum: lapuk, layu • teba: tanah lapang, lapangan • tebah: pukul, tinju, tendang; • tebah jaja: pukul dada, menantang; • tebah tembung: pukul rata, hantam kromo • tebak: pukul, tinju • tebal: tebal • tebas: tebas, borong • tebek: tangkap • tebela: keranda, peti mati • tebeng: tebing jendela, tebeng • teberi: rajin, hemat, sederhana • tebus: tebus; • tebus weteng: selamatan untuk hamil tujuh (7) bulan • tedah: tunjuk, pedoman • tedha: makan • tedhak: turun; • tedhak loji: datang ke loji; • tedhak siti: kenduri/ selamatan ketika anak mulai turun tanah; • tedhak sungging: berfoto • tedhan: makanan • tedhas: mempan • tedhasih: burung kedasih • tèdhèng: sekat, halang, tirai • tèdhès: habis sama sekali, tandas • matahari terbit dari arah makan • tegal: tegal, ladang • tegar: tegar, tanpa beban, bebas • tegayuh: berubah-ubah, berganti-ganti • tegel: tega, sampai hati • tegen: kokoh, kukuh, kuat • tegeng: teguh, kukuh • tegep: tegap, kokoh • teger: kukuh, tak berubah-ubah • tegerak: tandus, tanah mati • tegerang: kayu untuk memberi warna kuning pada kain batik • tegerat: nama bunga • teges: makna, arti • tegil: tegal, ladang • teguh-timbul: kebal, sakti • tegyan: tega, sampai hati • téja: pelangi, cahaya, sinar; • téja bathang: pelangi tanda duka cita; • téjamaya: nama kahyangan Batara Guru • tèji: teji (kuda) • teka: datang, tiba • tekan: tekan, desak • tékang: sang, si • tekap: sampai, hingga, oleh karena • teken: teken, tongkat • tèken: teken, tanda tangan • tekèng: sampai di • téko: teko, porong, poci • teksaka: ular • teksih: masih • tekuk: tekuk, lekuk; • tikel tekuk: berlipat ganda • tekwan: tanya • tela: terang, jelas • telag: kehabisan, tidak musimnya • telaga: telaga • telah: nama, sebut • telak: kerongkongan • telar: lapangan, tanah lapang • telas: habis • telat: telat, tertinggal • telenan: landasan • telih: tembolok (pada unggas) • telik: sandi, lambang, rahasia; • telik sandi: mata-mata, intelijen • telu: tiga; • majutelu: segitiga; • telon: bertiga; • telu belah: menjadi tiga bagian; • telu juru: berkeping tiga; • telung puluh: tiga puluh • teluh: tenung, penyakit; • teluh braja: bintang beralih; • teluh tragnyana: tenung, penyakit • teluk: 1 teluk; 2 takluk, tunduk • temaha: akibatnya, sehingga, akhirnya • temangga: enak menjadi tetangga • temangsang: tersangkut • temantèn: penganten • tembaga: tembaga; • tembagan: tempat membuat tembaga • tembako: tembakau • tembalo: pohon trembalo • tembang: tembang, lagu; • tembaruk: berhak, berkat • tembaya: kumpul; • patembayan: perkumpulan • tembayat: janji, kumpul; • patembayatan: perkumpulan, organisasi • témbok: tembok • tembon: perahu kecil • témbong: belang hitam pada kulit muka, dsb • témbor: dulang, talam • témbré: tidak berharap, hina, remeh • tembung: kata • temeka, temekan: tiba, sampai • temen: sungguh, benar • temenggung: tumenggung, pangkat kebangsawanan • tempaling: sungsang balik, baling-baling • tempaos: nama pohon untuk ramuan rokok • témpé: tempe, jenis lauk pauk • tempélang: cara membungkus nasi dengan daun pisang • témpong: pangkal paha (kuda, dsb) • tempuh: tempuh • tempuk: temu, jumpa, menjadi satu • temtu: tentu, pasti • temu: temu, jumpa; • temu gelang: lingkaran yang tidak putus; • temu lawak: tumbuhan temu lawak, jenis tanaman obat; • temu rosé: bertemu pada ruas-ruasnya • tèn: lubang jala • tenaga: tenaga, energi • tenan: sungguh, benar • tenang: tenang, santai • tenapi: tetapi, akan tetapi, namun • tenaya: anak, putra • tengah: tengah; • tengah wengi: tengah malam • tengan: kanan • tengangé: tengah hari • tengara: tanda, lambang, perlambang • tengen: kanan • tenger: tanda, prasasti, nama • tengga: tunggu • tenggak: 1 leher; 2 telan langsung • tenggar: lapang, luas • tenggarèng: terang cuaca • tenggenah: jelas, terang, kepala, tengah-tengah pertahanan • tenggèrèng: terang cuaca • tengger: bukit, tanah tinggi • tengginas: trampil, cekatan • tengging: ujungnya mencuat ke atas • tenggirang: senang hatinya • tenggok: leher atas, tengkuk • ténggor: memindahkan padi dari persemaian ke sawah • tenggulang: bendung, cegah • tenggun: agak baik juga, cukupan, sedang • tengran: tanda, lambang, nama • tengu: tengu, jenis kutu; • satengu: kecil sekali • teni: pakaian dinas • ténja: tinja, tahi, cirit • ténong: wadah makanan dari bambu • tenta, ketenta: terjebak, terpaksa tanpa kesadaran • tèn-atèn: bagian bambu sebelah dalam (tanpa kulit) • tentrem: tentram, tenang • tenun: tenun • tenung: tenung, santet • tepa: tepa, ukur; • tepa selira: mengukur diri, tenggang rasa • tepak: mapan, cocok • tépak: sisa, bekas, telapak • tépang: sepak, tendang • tepas: serambi rumah, sengkuap; • tepas wangi: tempat tidur • tépas: 1 tepas, kipas; 2 balai • tepet: bekas, sisa; • tepet loka: alam baka, alam kekal; • tepet suci: hari akhir, akhirat • tepi: tepi, pinggir • tepis: tepi; • tepis iring, tepis liring: perbatasan, tapal batas • téplok: teplok, lampu • tepung: kenal, tahu; • tepung becik: bersahabat baik; • tepung gelang: melingkar, berkeliling; • tepung kebo: hanya tahu saja; • tepung pager: tetangga sebelah rumah yang bersatu pagar; • tepung rukun: bersatu; • tepung wates: perbatasan, tapal batas • terah: darah, turun, turunan • terang: terang, jelas • teras: terus • terbang: 1 terbang; 2 rebana; • terbangan: bermain rebana • terbil: kayu penyangga • terbis: jurang, curam • terbuka: terbuka • teres: takut, ngeri; • diteresi: dikelupas kulitnya (pohon) • terganca: selisih, bersalah, berbeda • terkadang: kadang-kadang • tersandha: berdasarkan pada • tertamtu: tentu, pasti • teruna: pemuda; • teruni: pemudi • terwaca, terwéla: terang, jelas • terwèlu: kelinci • tesih: masih • tetah: tutuh • teteg: kokoh, kuat, kukuh • tètèg: merontokkan • tètèh: fasih, bicara lancar • tètèk: puting susu • tetel: tekan, desak • tétéla: terang, jelas • tetep: tetap • teter: sikat, sisir, penggaruk • tètèr: ujian • tetes: tetas • tètès: tetes • tiba: jatuh • tibra: susah, sedih, marah • tidha-tidha: ragu-ragu, bimbang • tidhem: sunyi, sepi, diam • tiga: tiga; • tigawaja: nama ikan; • tigawarna: tiga warna • matahari terbit dari arah 1 bertiga; 2 telur • tigas: pangkas, potong; • tigas gagang: habis diketam lalu dijual (padi); • tigas kawuryan: baru tampak, baru muncul; • tigas pancing: dipangkas miring sekali putus • tika: itu; • tikang: yang itu • tikbra: susah, sedih; • tiké: ini • tikel: lipat, banyak, ganda; • tikel alis: berkerut kening; • tikel balung: nama tumbuhan; • tikel tekuk: berlipat ganda; • tikel wosen: kejang-kejang pada jari matahari terbit dari arah • tikep: dekap • tiki, tiking: ini, di sini • tiksa: tajam, senjata tajam; • tiksna: tajam, cerdas, jeli; • tikswa: tajam, cerdas, jeli • tikta: pahit, empedu • tiktak: sejenis meriam kecil • tiku: itu • tikung: tikung • tikus: tikus • tilak: bekas jejak • tilam: tilam, kasur, tempat tidur; • tilam rum: tempat tidur; • tilam sari: tempat tidur • tilap: bujuk • tilar: tinggal • tilas: bekas, sisa • timang: timang, gesper • timba: timba, tali timba • timbal: panggil, perintah; • ditimbali: diperintah, dipanggil; • timbal balik: saling menerima dan memberi • timbang: timbang, imbang; • timbang sih: pertimbangan • timbel: timah • timbreng: redup, berawan • timbrung: menimbrung • timbun: timbun • timen: sangat, amat • timpal: timpal, setimpal • timpang: timpang • timpuh: timpuh, duduk bersila • timpung: timpang, pincang • timun: mentimun; • timun wungkuk: timun bungkuk • timur: 1 muda, kecil; 2 timur • tindak: pergi, berangkat • tindhes: tindas, gilas • ting: lentera, jenis lentera • tinggal: tertinggal • tinggar: senapan yang berlaras kuningan • tinggeng: tetap, tidak berubah-ubah • tingi: kulit kayu untuk mencelup kain batik • tingkah: tingkah laku • tingkas: subur • tingkeb: selamatan kehamilan usia 7 bulan • tingkem: bakul kecil bertutup • tinimbang: daripada • tinjo: tengok, jenguk • tintrim: sepi, sunyi • tipak: bekas, sisa • tipar: ladang, tegal • tipu: tipu, bohong • tipung: ketipung • tira: tepi, pinggir • tirah: berlebih, sisa • tirem: tiram • tirep: redup, berawan • tirta: air; • tirtamarta: air kehidupan; • tirta prawita sari: air sari kehidupan; • tirta sinduretna: air mani, sperma; • tirtayatra: berziarah ke pemandian suci; • patirtan: pemandian • tiru: tiru, contoh • tisaya: sangat, amat, terlebih • tisma: tajam • tisna: cinta, kasih sayang • titah: makhluk, ciptaan • titèn: 1 ilmu titen; 2 teliti, ingat; 3 daun kacang kering • titi: teliti; • titi mangsa: perhitungan musim; • titi priksa: memeriksa, meneliti • titih: keras, padat (keris); • titihan: kendaraan • titik: titik, tanda, ciri, noktah; • titik iyik: jaman masih kecil; • titik melik: barang bukti • titir: dipukul terus-menerus (kentongan) • titis: titis, tepat • tiwas: 1 mati; 2 terlanjur • tiwikrama: marah • tiyang: orang • tiyasa: kuasa, pandai • tobat: taubat • toblok: keranjang • toblos: coblos, tusuk • tobong: matahari terbit dari arah pembakaran; • tobong gamping: tempat pembakaran batu menjadi gamping • togari: malam • togog: nama wayang • tomara: tombak (belantam) • tomprangan: bertengkar, cek-cok • tonggari: malam hari • torana: pintu gerbang • tos: keras, berharga • tosan: besi; • tosan aji: pusaka • totog: 1 tabrak, mentok; 2 ilmu totog • totoh: taruh • totos: kepala, pemimpin • towang: selang, sela • toya: air; • toyanta: awan, mendung • trabas: 1 terabas, terobos; 2 pemboros • tracak: telapak kaki binatang • trah, gotrah: keturunan; • trahing kusuma: darah biru, bangsawan • trajeg: pancang, tonggak, pagar • traju: neraca; • traju mas: timbangan emas • trampil: terampil, cekatan • tranggana: bintang • trantan: berdiri pakai penyangga • trantang: bersinar • trap: terap, pasang; • trap sirap: diatur serba baik, rapi; • trapsila: tata krama, susila • trapas: boros, lekas habis • tratag: panggung • traté: teratai • trawang: terawang, pandang, lihat • trebis: jurang, curam; • jurang trebis: jurang yang curam • trembalo: pohon trembalo • trembayak: burung angsa • trembayun: sulung • trena: rumput • trengga: bintang • trenggalung: musang akar • trenggana: bintang • trengginas: terampil, cekatan • trenyuh: trenyah, kasihan • trep: trep, cocok, sesuai; • trepsila: susila, sopan, tatakrama • très: sulaman benang emas pada lengan baju • trèsèh: ramah-tamah, cakap • tresna: cinta, kasih, sayang • treteg: jembatan • trewélu: kekunci • tri: tiga; • tribawana: tiga dunia; • triguna: tiga kegunaan; • trikaya: tiga kekayaan; • trikona: segitiga, bersudut tiga; • trilocana: bermata tiga; • triloka: tiga dunia; • trimurti: tiga dewa; • trinétra: mata ketiga; • trisula: senjata tombak bermata tiga • trima: terima; • trima kasih: terima kasih • tris: cinta, kasih sayang • trisig: pagar anyaman bambu • trisik: pantai berpasir, berbatu-batu kecil • trisna: cinta, sayang • triwi: putih • triwikrama: marah besar • truka: membuka tanah untuk tempat tinggal • trukah: dusun baru • truna: muda, remaja matahari terbit dari arah truntum: nama batikan • trup: 1 permainan truff; 2 kelompok, regu • trus: terus, langsung • trustha: senang, suka, puas; • trusthi: senang • truwaca: jelas, terang • truwéla: jelas, terang • truwèlu: kelinci • tuba: racun • tuban: jeram, air terjun • tubar: akar yang mengembang ditanah • tubi: tuba • tubruk: tubruk, tabrak • tubug: bengkak kakinya, cacat • tubungen: telor, pelat • tudhuh: petunjuk, pedoman • tudhun: turun, ke bawah • tudhung: kudung, tutup kepala • tuding: 1 tuduh, dakwa; 2 jari telunjuk • tuduh: petunjuk, pedoman • tugar: 1 tugar; 2 mencangkok • tugel: patah, putus • tugi: bulu padi • tugu: tugu, monumen • tugur: jaga • tuha: tua • tuhu: sungguh, benar • tuhun: sebenarnya, semestinya • tujah: diterjang dengan kaki diinjak; • tujah bumi: kaki bagian depan putih (kuda, dsb) • tuju: tuju, sengaja • tuk: sumber, mata air • tukang: tukang • matahari terbit dari arah tukar, ganti; • tukar cincin: upacara tukar cincin, peningset; • tukar maru: nama ikan; • tukar padu: bertengkar mulut • tukung: menjejak bahu (rambut) • tuladha: teladan, contoh • tulak: tolak; • tulak balik: penangkal bahaya; • tulak sawan: penangkal penyakit • tulalé: belalai • tulang: tulang • tular: tular, menular • tulèk: lalu, segera • tulèn: tulen, asli • tuli: tuli, tidak dapat mendengar • tulis: tulis • tulung: tolong • tulup: 1 alat berburu burung; 2 kerangkeng • tulus: tulus, ikhlas • tulya: kemudian, lalu • tuma: kutu • tumama: 1 mengenai, mempan; 2 puas • tuman: tergantung, ketagihan • tumang: bibir dapur • tumat: buah tomat • tumbak: tombak, jenis senjata • tumbal: tumbal • tumbar: tumbar, jenis bumbu • tumbas: beli • tumbeng: kayu yang dipasang pada gamelan (gambang) agar lebih sempit lubangnya untuk mengatur nada • tumbruk: tubruk • tumbu: tumbu, wadah dari bambu • tumbuk: tumbuk • tumenggèng tawang: ujungnya mencuat ke atas (bulu mata) • tumenggung: tumenggung • tumok: tahu, melihat • tumon: menonton, melihat • tumpak: naik, numpang • tumpal: kapar, kekat • tumpang: tumpang, numpang; • tumpang sari: tanaman berjenis-jenis; • tumpang suh: bertumpangan, berserakan; • tumpang tindih: tumpang tindih • tumpek: jatuh-tumpah • tumpeng: nasi untuk selamatan • tumper: puntung (kayu bakar) • tumpes: tumpas, gilas, musnah • tumplak: jatuh, tumpah • tumplek: tumpah, bertumpuk; • tumplek bleg: tumpah-ruah • tumpu: tumpu, alas, landasan • tumpuk: tumpuk; • tumpuk timbun: bertimbun-timbun; • tumpuk undhung: bertumpukan • tumrah: berkembang, beranak • tumrap: terhadap, kepada • tumus: 1 terkuras, 2 tembus • tumut: ikut, turut • tuna: 1 tidak punya; 2 rugi; • tuna dungkap: sering keliru; • tuna karya: menganggur; • tuna kisma: petani yang tak punya tanah; • tuna netra: buta; • tuna susila: nakal, lacur • tunangan: tunangan, kekasih • tunas: tunas, taruk • tundha: tumpuk, tangga, ditunda • tundhes: tandas • tundhuk: takluk, menunduk • tundhun: setangkai • tundhung: matahari terbit dari arah • tung: ujung, puncak • tungan: ujung, puncak • tungga: remuk, terkemuka • tunggak: tunggak, pangkal, pokok • tunggal: tunggal, satu • tunggang: tunggang, naik • tunggara: tenggara (mata angin) • tunggil: tunggal, satu • tunggir: punggung gunung • tunggu: tunggu • tunggul: tunggul, yang tertinggi • tungkak: pucuk telapak kaki, tumit • tungkas: pesan, amanat • tungkat: tongkat, setik • tungku: tungku • tungkul: tungkul, takluk • tungtum: berkumpul kembali • tungtun: tuntun • tuni: kurang, tidak punya, rugi • tunjang: tunjang, tabrak • tunjel: tonjok, tusuk • tunjem: tonjok, tusuk • tunjung: bunga tunjung, teratai, seroja • tuntas: tuntas, selesai • tuntum: berkumpul kembali, pulih • tuntun: tuntun, bimbing • tuntung: ujung, puncak • tuntut: tuntut, gugat • tunu: api, nyala • tup: tutup; • entup: sengat • tupiksa: periksa, cek • tur: lagi pula, dan • turah: lebih, sisa • turangga: kuda; • katuranggan: ciri-ciri • turas: kencing, buang air • turi: turi, jenis tanaman • turida: susah, sedih • turon: tiduran, berbaring-baring • turu: tidur • turuh: bocor, tiris • turun: 1 turun, ke bawah; 2 anak keturunan • turung: belum • turut: turut, patuh, tertib • tus: serius, benar-benar • tusara: embun • tusih: mengawasi • tuskara: lebah, tawon • tustha, tusthi: senang, puas, asyik • tusuk: tusuk, tonjok; • tusuk kondé: tusuk sanggul • tut: ikut, turut; • tut wuri: ikut di belakang • tutas: tuntas selesai • tuter: bel, peluit, terompet, klakson • tutu: tumbuk; • nutu pari: menumbuk padi • tutug: selesai, tamat, tuntas • tutuh: tunduk, dakwa, potong, pangkas • tutuk: mulut • tutul: tutul, bintik, noda; • macan tutul: harimau kumbang • tutup: tutup; • tutup dhahar, tutup saji: tudung saji; • tutup kendhang: pembukaan dan penutupan; • tutup kéyong: bagian rumah berupa segitiga disebelah atap; • tutup kuping, tutup mulut: membisu dan tuli; • tutup liwet: cara menggunakan ikat kepala • tutur: tutur, kata, sabda • tutus: 1 tutus, pukul; 2 tali dari bambu; • tutus kajang: jahitan yang selanya jarang-jarang • tutut: jinak, kejar, sisil • tutuwa: ketua, pemimpin • tuwa: 1 tua; 2 sudah masak; • kamituwa: kepada desa; • tuwa bangkong: tua bangka; • tuwa buru: pemburu; • tuwagana, tuwanggana: ketua, peminjam, pemuka; • tuwah: tumbuh, timbul, terbit • tuwi: tengok, jengok • tuwin: dan, serta, lagi • tuwu: burung hantu • tuwuh: tumbuh • tuwuk: kenyang, puas • tyas: hati; • tyas mami: hatiku U • uba rampé: piranti, alat-alat • ubaya: janji, prasetia • ubed: 1 belit; 2 banyak akal • ubek: aduk • ubel-ubel: ikatan, belitan • ubeng: keliling, putaran • uber: kejar, buru • ubin: ubin, tegel • ublek: 1 aduk; 2 bergerak di sekitar • ubon-ubon: abdi perempuan di pertapaan • ubral: obral • ubur: ramai sekali, bingar • ucal: ajar • ucap: ucap, ujar • ucek: tekan • uceng: ikan kecil; • uceng-uceng: sumbu • uda: telanjang; • ngudarasa: mengutarakan perasaan; • udakara: kira-kira; • udamamah: tepat suaranya (dalam memerankan tokoh-tokoh wayang); • udanagara: sopan-santun; • udapati: sumpah-serapah; • udarati: laut, lautan; • udasmara: pikiran • udadi: laut, lautan • udaka: air, mata air • udama: hina, keji, nista • udan: hujan; • udan ampèl: nama bentuk keris; • udan barat: hujan bercampur angin kencang; • udan tangis: berduka cita, menangis keras • udani: tahu, mengetahui • udara: 1 angin; 2 tinggi, luhur • udata: keras, sangat, sombong • udaya: upaya, usaha • udel: pusar, pusat • udhadhi: laut, samudra • udhal: bedah, pecah, jebol • udhang: udang; • udhang-udheng: pergi ke sana-ke mari untuk suatu urusan • udhar: bebas, lepas • udhaya: laut, samudra • udheg-udheg: nenek moyang • udhek: aduk, campur • udhel: hampir menjadi kepompong (fase perubahan ulat menjadi kepompong) • udheng: ikat kepala; • udheng gilig: ikat kepala yang ada bundarannya di belakang • udhèt: cacing • udhil: kikir, bakil • udrasa: tangis, air mata • udrata: mahkota • udu: bukan, lain • udud: merokok • uduk: nasi uduk • udun: benjolan, bengkak • udur: berselisih, bertengkar • udwani: ingat, waspada • udyana: taman • udyani: taman • uga: juga, pun • ugag-ugeg: bergerak-gerak • ugah: agak, enggan • ugal: ugal, urakan • ugat-uget: bergerak-gerak • ugeg: bergerak • ugel-ugel: sendi • ugem: menepati, mematuhi • ugeng: giat, bersemangat, rajin • uger: 1 pedoman, patokan; 2 ikatan; • diuger: dikurung; • uger-uger lawang: anak tunggal; • paugeran: hukum, undang-undang • ugung: manja, belum • ujana: taman; • ujani: tahu, waspada, ingat • ujar: kata, sabda • uji: uji, tes • ujubriya: curiga, prasangka buruk • ujud: wujud, nyata • ujung: ujung; • ujungan: daun • ujur: 1 mujur, membujur; 2 beruntung; • ujuran: bagian yang membujur • ukara: kalimat; • ukanten: (ing.) kalimat • ukir: ukir • ukur: ukur • ula: ular • ulab: beruntung sekali • ulad: muka, wajah • ulah: gerak, tingkah laku; • ulah raga: olah raga; • ulah semu: melakukan apa-apa dengan isyarat, pasemon, sindiran; • ulah kridhaning asta: mengemis; • ulah-ulah: memasak • ulam: ikan • ulang: ulang • ulan-ulan: sejenis ulat pemakan kayu • ulap: silau • ulat: wajah, muka • ulem: undangan • uleng: oling, miring • uler: ulat; • uler kagèt: selimpat (pada tulang); • uler kambang: jenis tembang, gending • ules: 1 warna; 2 sampul, selongsong, sarung, kain • ulet: ulet, liat • ulu: 1 telan; 2 tangkai; • ulu ati: ulu hati, dapur susu; • ulu-ulu: ulu-ulu, pamong desa pengatur air; • ulu wetu: penghasilan • ulun: saya, hamba • ulung: ulung, unggul; • ulung ati: hulu hati, dapur susu • ulur: ulur, tarik • uma: biji, benih • umba: luas, lebar • umbang: congkak, besar mulut • umbar: umbar, bebas, lepas • umbara: mengembara, berkelana • umbel: ingus • umbul: 1 terbang, melayang; 2 mata air, sumber air; 3 kepala desa; • umbul muncar: mata air yang memancur; • umbul-umbul: bendera panjang yang ditegakkan • umbut: rebung rotan • umet: nyala; • umet-umetan: berkeliling-keliling; • nyumet: menyalakan • umis: mengalir • umpak: 1 cepat, lekas; 2 batu landasan • umpama: umpama, kalau, jika • umpang: lebih dari beratnya • umpeng: pipa, saluran air • umpet: sembunyi • umpling: matahari terbit dari arah tanah, lampu kecil, tempat madat • umpluk: busa, buih • umpon: empang ikan • umus: bocor, merembes • una-uni: bicara, perkataan • unakara: kira-kira, kurang-lebih • unandika: berkata • unang: sedih (gila) karena asmara, mabuk cinta • unar: onar, gaduh, geger • uncal: lempar • uncek: penggerek, alat penusuk • uncet: ujung nasi (tumpeng) yang berbentuk kerucut • uncit: buncit, bungsu, bontot, terakhir • uncung: anak merak • uncuwi: pipa tembakau • undang: mengundang, memanggil • undar: gelendong, tika-tika, likas • under: pokok perkara, mata bisul, pusat lingkaran • undha: tumpuk, tangga; • undhamana: diungkit, disebut-sebut; • undha-undhi: kurang lebih; • undha-usuk: bersusulan • undhag: bertingkat, bertangga • undhagi: ahli tembaga, pikiran • undhak: bertingkat, bertangga • undhuh: menuai, memetik • undhung: tumpuk • undur: mundur, ke belakang; • undur-undur: binatang sejenis rayab tanah yang jalannya mundur • unem: nama rempah-rempah • ungal: bunyi; • mungal: berbunyi • ungap: bimbang, tertimbang-timbang, agak takut • ungapan: kala • ungel: suara, bunyi • ungga: atau • unggah: naik, ke atas; • unggah-ungguh: tata krama, sopan-santun; • ungguh: tempat, letak • unggul: unggul, utama • ungkal: asah, batu pengasah • ungkara: kalimat, pujian, doa • ungsi: ungsi, pindah • ungsum: musim • uni: bunyi, suara • uninga: tahu, mengerti • unjal: menarik; • unjal ambekan: menarik nafas • unjuk: minum • unta: unta matahari terbit dari arah untap: marah, murka • untar: nyala • untara: 1 utara; 2 kiri; 3 antara, sela • unting: ikatan • untu: gigi; • untu gelap: gigi roda; • untu walang: cara menyambung (seng, dll) • untul: pengikut • untung: untung, laba; • untung-untungan: berspekulasi, untung-untungan • unu: (padi) yang berceceran di tanah • unur: 1 rumah anai-anai; 2 bukit, tanah membukit • unus: hunus, keluar • unyar: ikatan padi; • unyar-unyur: mondar-mandir, ke sana kemari • unyer: putar, keliling • unyur: datang begitu saja • upa: sebutir nasi; • upaboga: mencari makan, kelezatan, kenikmatan; • upadamel: pekerjaan, kegiatan; • upadana: pemberian; • upadrawa: kesusahan kesengsaraan; • upagawé: pekerjaan, kegiatan; • upajati: nama tembang gedhe; • upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; • upajiwana: nafkah, rezeki; • upakara: merawat, memelihara; • upakarti: 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; • upakarya: hasil kerja, karya; • upakawis, dipun-upakawis: (ing.) dipelihara, dirawat; • upaksama: ampun, maaf; • upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; • upalamba: pendapat, pengertian, pemilikan; • uparengga: perhiasan, hiasan; • uparukti: pasang rakit, merakit; • upasadana: penghormatan, penghargaan; • upasaka: calon pendita; • upasama: sabar, rendah hati; • upasanta: sabar, rendah hati; • upasantwa: penghibur; • upasraya: minta pertolongan, bantuan; • upasuba: hiasan untuk penghormatan; • upawada: kemarahan, celaan • upacanten, upacara: upacara, seremoni; • upadi: mencari, berusaha, upaya; • upados: mencari, berusaha, upaya • upah: upah, ongkos, gaji • upaka: sungai • upakyana: cerita, dongeng • upala: batu • upama: umpama, tamsil, ibarat • upaos: sumpah, janji • upas: 1 bisa, racun; 2 pesuruh, kurir • upati: upeti, persembahan • upat-upat: 1 talu cemeti/cambuk; 2 bersumpah tak akan melakukan lagi • upaya: upaya, usaha; • upayasandi: perkakas, piranti • upekti: upeti, persembahan • upeti: upeti, persembahan • upetya: upeti, persembahan • upih: upih, kelopak, pangkal daun • upiksa: teliti, periksa, lihat • ura-ura: lagu, dendang, nyanyian • uragapati: raja ular • urang: udang; • urang ayu: nama bentuk subang • urik: licin, akal bulus • uring: marah, kecewa • urip: hidup • urmat: hormat • urna: mahkota • uruk: 1 rendam, uruk; 2 ajar; • diwulang uruk: diberi pelajaran • urun: urun, iuran • urung: gagal, belum; • urungan: perhitungan hari yang ke-3 • urup: nyala • usada, usadi: obat • usah: usah • usaha: usaha, upaya • usana: jaman dahulu kala • usap: usap; • usap tangan: sapu tangan • usar: tentara berkuda • usara: embun • usar-asir: polisi rahasia • usim: musim, masanya • usir: usir, suruh pergi • usna: baik, bagus • usnisa: surban, sanggul ikat kepala • usreg: 1 bertengkar; 2 banyak gerak • ustra: unta • usuk: penyangga atap • usul: usul, saran, pendapat • usum: musim • usung: usung, gotong • usus: usus • utah: muntah • utak: otak, benak • utama: utama, baik • utamangga: kepala • utami: utama, baik • utang: hutang; • utang budi: hutang budi; • utang pati: hutang pati, membunuh; • utang urip: hutang nyawa • utara: 1 utara; 2 kiri • utawa: atau; matahari terbit dari arah utawi: atau • utawaha: api • utawis: kira-kira, kurang lebih • utek: otak, benak • uter: putar, keliling • util: colong, curi, copet • utpala: teratai biru, tunjung biru • utri: utri, jenis makanan dari pati ketela • utsaha: usaha, upaya • utu: gigi • utuh, utoh: utuh, lengkap, sempurna • utus: utus, suruh, duta • uwa: pakde, budhe • uwal: lepas, bebas • uwar: lepas, bebas, copot • uwas: khawatir, wasangka • uwi: ubi jalar • uwong: orang, manusia • uwuh: 1 tambah; 2 sampah • uwung-uwung: awang-awang • uwur: 1 tombok, iuran; 2 tabar, sebar W • waca: baca; • maca: membaca; • wacan: bacaan • wacucal: kulit, belulang; • ringgit wacucal: pentas wayang kulit • wada: cacat, cela • wadaka: halangan, gangguan • wadana: pemuka, pembesar • wadari: taman bunga • wadat: selibat, tak menikah • wadata: molek, kegemaran • wader: ikan sungai • wadhag: tubuh • wadhah: wadah, tempat • wadi: rahasia; • wewadi: 1 rahasia; 2 kemaluan • waditra: gamelan, bunyi-bunyian • wadwa: prajurit, tentara; • wadwan, wadon: perempuan • wadya: bala, anggota; • wadyabala: bala tentara • waé: saja, cuma • wagal: nama ikan • wagata: sungguh, nyata • wagadi, wagati: perbuatan baik • wagé: Wage, hari pasaran • waged: 1 bisa, mampu; 2 batas • wagiswara: tempat semedi raja • wagita: 1 sungguh, nyata; 2 syair, puisi • wagra: harimau • wagu: tak pantas • wagugen: sedih, susah • wagus: bagus, baik • wahana: kendaraan, sarana • wahiri: cemburu, iri hati • wahita: tipuan, muslihat • wahya: wahyu, bintang kebahagiaan; • wahyu: ilham, anugerah • wahyaka: lahiriyah, badan • waita: 1 tipuan, muslihat; 2 perahu • waja: gigi • wajah: muka • wajar: lumrah • waji: kuda • wajir: menteri • wajra: petir • wak: badan, tubuh • waka: panas, api • waksa: dada, susu • waksudha: bumi • waktan: bercerita, berbicara • wakul: wakul, wadah nasi • wakya: badan • wala: gagang gugus kelapa • walak: larangan, balak • walaka: berterus terang • walang: belalang; • walangati: khawatir • walanjar: janda muda • walat: kualat, terkutuk • walaya: berkelana, mengembara • waled: 1 endapan; 2 gaji rapel • walèh: bosan, jemu • walek: melulu, semata-mata • walépa: kurang ajar, congkak, pongah; • ardha walépa: membantah, ditanya balas bertanya • waler: atur; • wewaler: peraturan, aturan • wales: balas; • walesan: balasan • walgita: buku, surat, tulisan • walih: lagi • walik: balik • walika: ular • waling: sangkaan, pikiran • walira: belera • walirang: belirang • waliwis: belibis • walkali: pendita, pertapa • waluh: jenis buah • waluka: pasir • waluku: nama rasi bintang • walulang: kulit, belulang • walur: walur • waluya: sembuh, sehat, selamat • walya: sehat, selamat, aman • wama: kiri • wamana: murka, marah • wamsa: wangsa, keluarga; • wamsa Syailendra: dinasti Syailendra • wana: hutan, alas; • wanadèsa: daerah hutan dan desa; • wanadri: hutan belantara; • wanantara: hutan lebat, pusat hutan; • wanawasa: hutan lebat • wanah, waneh: lagi • wanara: kera jantan; • wanari: kera betina • wancahan: singkatan • wancak: belalang; • wancak suji: pagar besi • wancana: wacana, bacaan, tema • wanci: waktu, saat • wanda: 1 suku kata; 2 badan • wandawa: sanak saudara • wandé: warung, toko • wandira: pohon beringin • wandu: banci, waria • wang: uang • wangan: selokan di sawah • wangbang: kesatria muda • wangen: dicampuri bau yang harum • wangga: berani • wangi: wangi, harum • wangkang: perahu jangkang • wangkawa: pelangi, bianglala • wangkingan: 1 keris; 2 pinggang • wanglu: mata hati • wangon, kauban: dilindungi rumah, atap • wangsa: keluarga • wangsalan: syair sandi • wangsi: seruling • wangsit: isyarat gaib, wahyu • wangsul: kembali, pulang • wangun: pantas, bagus; • wewangunan: 1 bangunan; 2 sosok • wanguntur: tempat duduk raja, dampar • wangur: dengu, kancing • wangwa: dipandang, diawasi • wani: berani; • wani angas: berani lalat, berani tai • wanita: perempuan • wantah: apa adanya • wantawis: antara, kira-kira • wantèg: kukuh, kokoh • wanter: wanter, cat • wantèr: panas terik • wantu: 1 nanti; 2 air panas untuk mengukus nasi • wantun: berani • wantya: pesan, amanat • wanu, wano: perempuan • wanua: desa, penduduk desa • wanudya: wanita • waos: (ing.) baca; • maos: 1 membaca; 2 buah maja; • maospait: Majapahit • wara: anggun, lembut, cantik; • warabrata: latihan keras; • waracethi: pembantu putri; • waradwija: pendita, brahmana; • waraduhita: permaisuri; • waramerta: pengampunan, ampunan; • warapsara: bidadara, bidadari; • warasana: dampar, kursi, tahta; • warasayaka: panah; • wara wirasmi: bulan; • warataruna: jejaka, pemuda, remaja; • warataruni: gadis, perawan; • waratomara: panah; • wara-wara: pengumuman; • warawidya: pendita, brahmana; • wara-wiri: mondar-mandir • warada: kasih, cinta, sayang • waradin: 1 merata; 2 biaya • waragad: biaya, ongkos • warah: ajar, babi tahu • waraha: babi hutan • warak: badak • warana: tirai, sekat • warandha: janda • warang: cuci, mandi (keris) • waranggana: sinden, penyanyi • warangka: 1 sarung; 2 kerangka • waras: sehat; matahari terbit dari arah waras-wiris: sembuh, sehat, tak kurang satu apa; • ora waras: 1 sakit; 2 gila • warastra: senjata, panah • warata: rata • warayang: angin, udara • warda: belas kasih, cinta • wardah: tua • wardaya: hati • wardi: arti, makna, keterangan • wardu: lintah; • wardugangga: lintah • wareg: kenyang; • maregi: mengenyangkan • warèh: air • warga: anggota; • kulawarga: keluarga • wari: air; • warigagung: nama wuku yang ke-8; • warigalit: nama wuku yang ke-7; • warigaluh: nelayan • wariga: kejang • waring: jaring halus, kain kasa • waringin: beringin • waris: keluarga, saudara; • warisan: harta peninggalan orang meninggal dunia • warna: warna, rupa, macam; • warni: warna, rupa • warok: 1 berhati suci, hidup secara spiritual; 2 sakti, tangguh; 3 pemimpin, pelindung • warsa: tahun; • warsaka: tahun; • warsaya: tahun; • warsi: tahun • warsiki: bunga gambir • warsita: ajaran, nasihat • warta, warti: warta, berita; • wartos: (ing.) warta, berita • waru: waru, jenis pohon • waruju: bungsu • warung: warung, kedai • was: awas; • was-was: khawatir • wasa: wewenang, kuasa; • wasantatilaka: nama tembang gedhe; • wasata: kekuasaan • wasana: akhir, penutup, penghabisan • wasésa: kekuasaan, wewenang • wasi: pendita, pertapa, biksu • wasis: pintar, ahli • wasistha: bijaksana, pintar • wasita: ajaran, nasihat • waskitha: pintar, bijaksana • waspa: air mata • waspada: waspada, hati-hati • wasta: nama • wastra: kain • wastu: sungguh-sungguh nyata • wastuti: pujian, doa • wasuh: basuh, cuci • wasundari: 1 bumi; 2 air bening • waswa: pasti, tentu • waswita: cemas, kuatir • wata: angin • watak: watak, sifat, tabiat • watang: batang, galah, tombak • watara: kira-kira; • watawis: kira-kira • watek: watak, sifat, tabiat • wates: 1 batas; 2 semangka • watgata: luka, terluka • wati: 1 dunia, jagat; 2 putri • watir: kuatir, sumelang; • watos: kuatir, sumelang • waton: 1 asal; 2 pedoman • watsa, watsya: ikan • watu: batu; • watu beras: batu pasir, pasir; • watu brani: besi berani, batu magnetik; • watu geni: batu api; • watu item: batu hitam; • watu kambang: batu apung; • watu karang: batu karang; • watu kumalasa: batu besar dan rata; • watu lintang: batu bintang; • watu sumbul: batu yang runcing-runcing; • watu gunung: nama wuku • watuk: batuk • watun: cabut rumput • watyagya: perselisihan, pertengkaran • wau: tadi • waudadi: samudra, lautan • wawa: 1 api; 2 bawa • wawah: rubah, ubar, geser • wawal: sakti • wawan: saling; • wawan catur, wawan rembag: saling bermusyawarah, berunding • wawang: lihat, pandang, tonton • wawar: belah, pecah • wawi: bawa, dengan • wawoh: berbuah • wawrat: beban, berat • wawu: wawu, nama tahun yang ke-7 • wawuh: berdamai, tegur sapa • way: air • wayah: 1 waktu; 2 cucu • wayang: pertunjukan wayang • wayoh: wayuh, madu, rangkap • wayu: angin, udara • wayuh: madu, rangkap • wé: 1 saja, cuma, hanya; 2 air • wecana: wacana, bacaan, tema • wecucal: kulit, belulang • wéda: weda, aturan, pedoman • wédaka: tahu, mengetahui • wedaka: kalangan, gangguan, kerugian • wedal: 1 keluar; 2 waktu • wedana: 1 wedana, pangkat kraton; 2 mulut, muka • wédana: sakit • wédang: air putih • wedani: nama tetumbuhan • wedari: taman bunga • wedèn: penakut • wédha: ajaran, pedoman • wedhak: bedak • wedhar: jelas, terang, saran, nasihat • wedhi: pasir; • wedhi krosok: pasir krosok, pasir kasar; • wedhi maléla: pasir hitam berkilau; • wedhi kèngser: menari melompat-lompat • wedhung: pisau besar bersarung (pakaian kebesaran istana) • wedhus: kambing, domba; • wedhus prucul: kambing yang tak bertanduk • wedi: takut; • wèdi: nyata, benar, sungguh; • wedi-asih: berbakti, sayang • wedidang: antara lutut dan tapak kaki, betis • wedya: pengetahuan, ilmu • wédya: pengetahuan, ilmu • wédyarini: ajaran kewanitaan; • wédyata: sinar, cahaya; • wédyatama: pengetahuan yang baik • wegah: malas, enggan, tidak mau • wegang: enggan, tak mau • wegig: cerdik, lincah, trampil • wèh: beri • wejag: licin sebab sering dilalui • wejah: obat nebus bagi orang yang habis bersalin • wejang: ajaran, nasihat • wejani: upah kepada dukun • weka: anak • wekan: tahu, mengerti • wekas: 1 akhir; 2 pesan • wekdal: waktu • wektu: waktu, saat • wela: 1 matahari terbit dari arah, selang, luang, lowong; 2 jelas • welad: sembilu • welagar: terbakar, menjalar • welah: kayuh, pengayuh • welahan: bilahan • welak: kutukan • welan: uang denda karena terlambat membayar • wélan: nampak nyata • welang: 1 jenis ular; 2 belang • welar: lebar, bidang (dada) • welas: belas; • welas arep: kasih sayang; • welas asih: belas kasih • weling: amanat, pesan, saran • welit: 1 belut; 2 belit • wéloh: waluh • welon: tegar hati, kuat pendirian • welug: jagoan, kepala rampok, penjahat besar • welut: belut • wenang: kuasa, berhak • wendéra, wendira: pohon beringin • wéndra: matahari terbit dari arah ikan laut • wenèh: lagi • wènèh: beri • wenes: bersih mukanya, centil • wenga: terbuka, menganga • wengi: malam • wengis: bengis, kejam • wengkelan: betis • wengku: pangku • wengur: dengu, kancing • wèni: rambut, sanggul • wening: bening; • weninga: mengetahui, mengerti • wentala: tega, sampai hati • wentar: kondang, terkenal • matahari terbit dari arah antara; • sawentara: sementara • wèntèh: jelas, terang • wènten: ada • matahari terbit dari arah wenter, cat • wentis: betis • wéra: lapang, lega • werat: berat • wercita: cacing • werda, werdha: tua • werdaya: hati, perasaan • werdi: makna, arti, maksud • werdu angga: lintas • wereh: buih, busa, mabuk • wereng: wereng, hama padi • werga: warga, anggota • wergul: anjing liar • werhaspati: kamis • weri: pencuri, penjahat • wèri: musuh • werit: buas, susah diatur, susah ditangkap • werjit: cacing • werna: warna, rupa, bentuk • wersa: 1 hujan; 2 tahun • werta: warta, berita; • werti: warta, berita; • wertos: warta, berita • weru: nama pohon • weruh: tahu, mengerti, melihat • werut: mengerut, mengedut • wésa: waisya, golongan pedagang, bercocok tanam • wesana: akhirnya, sehingga, maka • wesi: besi; • wesi aji: senjata (keris, tombak, dll); • wesi bang: besi yang dibakar manyala; • wesi brani: besi berani, besi magnetik • wespada: waspada, hati-hati • westa: nama • wèstu: lestari, sungguh • wèsthi: bahaya, larangan • wéswa: susah, sedih • wésya: waisya, golongan pedagang, petani • wetah: utuh, lengkap, sempurna • wétan: timur • wetara: sementara • weteh: terang, jelas • weteng: perut • wetu: keluar, lahir • wewah: 1 berubah; 2 tambah • wèwèh: memberi, mempersembahkan • wéwéka: hati-hati, waspada • wewer: gulung, gulungan, rol • weweg: tambun, gemuk • wi: 1 ubi, umbi; 2 lebih • wiba: sentausa, kuat • wibawa: wibawa, pengaruh • wibi: bibi • wibisana: bijaksana, sentausa • wibrama: kalut, kacau, bingung, marah • wibuh: kuat, sentausa • wibuti: kemuliaan, kekuasaan • wicaksana: bijaksana; • wicaksuh: bijak, bijaksana; • wicaktala: dasar bumi • wicara: bicara; • wicanten: (ing.) bicara; • wicarita: cerita, lomba bercerita • wicitra: citra, rupa • wida: siksa; • gandawida: wewangian; • widadara: bidadara, dewa; • widadari: bidadari, dewi; • widasari: nama tumbuhan; • widayaka: bidadara, dewa • widada: selamat, sejahtera; • widagda: pintar, mahir • widara: pohon bidara; • widara gepak: nama bentuk rumah; • widaran: nama makanan dan tepung ubi kayu • widhala: kucing • widheng: ketam ranjung • widhungan: anak binatang yang masih dalam kandungan • widi: 1 izin, restu; 2 aturan, takdir; 3 tahu; • hyang widi: Tuhan; • widigraha: tempat semedi, pemujaan • widigda: pintar, ahli • widita: termashur, terkenal • widu: biduan, penyanyi • widura: pandai, bijaksana; • widuri: 1 baiduri, batu permata; 2 nama tumbuhan sejenis kapas • widya: pengetahuan, ilmu; • widyadara: dewa; • widyadari: bidadari, dewi; • widyastuti: pengetahuan tentang doa, berbakti, pujian; • widyatmaka: kilat, cahaya; • widyawati: banyak ilmu dan cantik; • widyuta: petir, kilat, halilintar; • widyutmala: mata petir, kilat • wigar: gagal, kandas • wigati: sungguh, nyata, penting • wigena, wigna: tahu, mengerti, bijaksana • wigih: enggan, malas • wignya: tahu, mengerti, bijaksana; • wignyan: 1 pengetahuan, ilmu; 2 tanda baca dalam huruf Jawa; • wignyana: pengetahuan, ilmu • wigraha: rumah, wisma • wiguh: segan, enggan • wiguna: berguna, bermanfaat • wigung: berguna, cakap • wihaga: burung • wihang: enggan, segan, tak sudi • wihanggama: burung • wihara: wihasa, tempat semedi; • wihanten: biara, tempat beribadah • wihaya: udara, langit • wihikan: tahu, mengerti • wija: buah • wijah: biasa, umum • wijana: 1 berdasar bangsawan; 2 tempat beribadah • wijang: jelas, terang, paham • wijaya: unggul, menang; • wijayanti: kemenangan, unggul • wiji: biji, bibit • wijil: keluar, lahir; • mijil: 1 lahir; 2 tembang mijil • wijuk: membasuh tangan, kaki • wijung: babi hutan besar • wika: tahu • wikalpa: percakapan, perbincangan • wikan: tahu, mengerti • wikana: entah, tidak tahu • wikara: berubah keadaan • wiki: kuti-kuti • wikrama: menikah, kawin • wiku: pendita, resi, brahmana • wil: raksasa • wilmuka: pimpinan pra raksasa • wilaba: wahyu • wilada: nama tumbuhan • wilah: bagian, belahan • wilaja: hamba sahaya • wilang: hitung; • wilangan: hitungan, bilangan • wilangun: gemar, suka • wilapa: syair sedih, syair keluhan • wilasa: bersenang-senang, menghibur hati, bermain-main • wilasita: bersenang-senang, menghibur hati, bermain-main • wilatikta: Majapahit • wilet: licin, licik, akal bulus • wilis: hijau • wilisan: bilangan, hitungan • wilujeng: selamat, sejahtera • wiluma, wiloma: keliru, gagal • wilwa: buah maja; • wilwatikta: Majapahit • wima: mirip, seperti, menyerupai • wimala: bersih, suci • wimana: kereta, kendaraan; • wimanasara: panah sakti • wimardana: perang, berperang • wimba: 1 keluar, terbit; 2 tiruan, seperti, serupa • wimbasara: pesuruh, polisi • wimbuh: 1 menambah; 2 gelap pikiran, bingung • wimoha: gelap pikiran, bingung • wimohita: gelap pikiran, bingung • wimurcita: pingsan • winadi: dirahasiakan; • winardi: diberi makna; • winarna: diceritakan • winata: 1 utama; 2 bunga tunjung, teratai • winda: harum, wangi, semerbak • windasa: rusak, musnah • windraya: mulia, bagus • windu: windu, delapan tahun; • windutirta: air endapan • windura: mustika, perhiasan • windya: kenyang, puas • winèh: diberi • wingi: dulu, kemarin • wingit: angker, keramat • wingka: wingko, jenis kue • wingking: belakang • wingkisan: bingkisan • wingsati: 20, dua puluh • wingsilan: buah pelir • wingwang: berbeda, lain • wingwing: kecil, langsing perawakannya • wingwrin: takut, ketakutan • winong: diorangkan, dianggap orang • winor: dicampur, diaduk • winot: dibuat jembatan • wintang: bintang • winter: winter, cat kain • winursita: diajari, dinasihati, diceritakan • wipala: banyak sekali, lebar, luas • wiparita: susah, sedih • wipata: salah, keliru, buruk, jatuh • wipati: celaka • wipra: pendita, pertapa • wipula: banyak sekali, luas, lebar • wira: perwira, pahlawan; • wiraboga: makanan; • wiralalita: nama tembang besar; • wiratara: berani, pemberani; • wira-wiri: mondar-mandir; • wirotama: wira utama, pemberani • wiraga: gerak tubuh • wiraha: pisah, berpisah, bercerai • wirahsa: olah rasa • wirama: berirama • wirandhungan: perlahan-lahan, bimbang, ragu • wirang: malu, mendapat aib • wirangrong: tembang wirangrong • wirasa: dirasakan, isi; • wiraos: dirasakan, isi • wiring: biring; • wiring kuning: biring kuning, ayam jantan yang kakinya kuning • wiroda, wirodra: sangat marah, berselisih • wiron: kain lipatan, diwiru • wirong: sedih, susah; • mirong kampuh jingga: memberontak • wirta: marah sekali, bengis, kejam • wiru: 1 wiru, lipatan kain; 2 biru; 3 sarung jagung • wiruda: bertengkar, berkelahi • wiruh: tahu, mengerti • wirun: penengah • wirya: wirya, kedudukan; • wiryawan: kedudukan, pejabat • wis: sudah • wisa: bisa, racun • wisada: obat • wisala: luas, lebar • wisama: kendala, rintangan • wisana: 1 akhir, penghabisan, penutup; 2 cula, tanduk • wisangsaya: tidak dengan hati-hati, tidak khawatir • wisapaha: penawar bisa • wisarga: berhenti, istirahat, penghabisan • wisarja: mengusir, menghalau • wisata: wisata, piknik, rekreasi • wisaya: alat panca indra, maksud • wiséka: nama, gelar • wisésa: kekuasaan, wewenang • wisik: bisik, isyarat gaib • wiskira: itik • wisma: wisma, rumah, tempat peristirahatan; • wismaka: mahkota, topi, tutup kepala; • wismaya: menakjubkan; • tuna wisma: tidak punya rumah • wismreti: sungai • wistara: uraian, cerita • wisthi: 1 halangan, rintangan; 2 pekerjaan • wisudha: wisuda, penobatan • wisuna: suka mengadu, panjang lidah • wisya, wiswa: bisa, racun • wit: pohon • wita: pengetahuan; • witadésa: pindah tempat tinggal, urbanisasi; • witaradya: pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan; • witaraga: terlepas dari kesenangan duniawi, suci; • witareja: pengetahuan tentang birokrasi, ilmu pemerintahan • witaka: air • witana: bangsal, tempat penghadapan • witing: keturunan darah biru • withangka: kandang merpati • wiwaha: pesta • wiwaksa: berbicara, bertutur; • wiwaksita: berbicara, bertutur • wiwal: lepas, terurai, bercerai • wiwandha: halangan, rintangan, kendala, masalah • wiwang: berbeda, lain • matahari terbit dari arah pintu, gapura • wiwarjita: hilang musnah, tak ditemukan mayatnya • wiwarna: berwarna • wiwaswan: matahari • wiwéka: hati-hati, waspada, berakal • wiwi: sayap, kepak • wiwing: lemah, lembek • wiwit: mulai, mula-mula • wiwrin: takut, ketakutan • wiwuda: dewa • wiya: alpa, lalai, lengah • wiyadi: sedih, susah • wiyaèr: bertingkah, bercanda, tak mau menurut • wiyaga: pemain, pemukul gamelan • wiyagon: baru, masih baru • wiyagra: harimau • wiyah: biasa, sebarang; • sewiyah-wiyah: sia-sia, sewenang-wenang • wiyak: belah, buka • wiyana: tetap • wiyang: pergi • wiyangga: katak; • wiyanggi: bumbu • wiyar: luas, lebar • wiyara: biara, tempat bertapa • wiyarta: kaya; • wiyarti: pintar • wiyasa: membuat, membangun • wiyat: udara, langit, angkasa • wiyata: pendidikan, pengetahuan, pengajaran • wiyati: udara, langit, angkasa • wiyoga: susah, sedih, pemisahan • wiyos, miyos: keluar, lahir • wlagang: cepat besar, gembur, subur • wlagar: terbakar, kobar • wlaha: telanjang, tidak memakai apa-apa • wlahar: 1 lahan; 2 tanah pecah • wlaka: terbuka, jujur, terus-terang • wlakang: selangkangan, lipat paha • wlangat: liang kubur • wlanjar: janda muda belum beranak • wlija: pedagang • wlikat: tulang berikat • wlingi: sejenis rumput • wlingsang: anjing liar • wlira: belera, alat tenun • wlirang: belirang • wluku: bajak • wungkal: asah • wo: kata seru menyatakan heran, takjub • wod: 1 satu suku kata; 2 jembatan • wodha: menasehati • wodhana: menjagakan • wogan: sangkut, kait • woh: buah • wolu: delapan, 8 • wong: orang, manusia • wongwa: bara api menyala • wonten: ada • wor: campur • wora-wari: bunga sepatu • wos: beras • wot: jembatan • wowog: berambut tebal • wowohan: buah-buahan • wowor: bercampur • wowotan: jalan di jembatan • wradin: merata, tersiar • wragad: ongkos, biaya • wragang: 1 lekas besar; 2 tuak • wragil: bungsu • wrah: ajaran, nasihat • wraha: celeng, babi hutan • wrahas: 1 rejeki; 2 binatang buas sejenis babi hutan • wrahaspati: hari Kamis • wraksa: pohon • wran: orang • wrandha: janda • wrangas: anai-anai berwarna merah • wranggana: pesinden • wrangka: warangka, sarung keris • wrasan-wrasan: membicarakan orang lain • wrat: berat, beban • wrata: rata • wratsangka, wratsari: bunga cempaka • wrayang: angin, udara • wré: kera • wrecita: cacing • wreda, wredha: tua • wredaya: hati • wredi: makna, arti • wredu: halus, sabar, rendah hati • wregu: sejenis rotan • wregul: anjing liar • wrehaspati: hari Kamis • wrejit: cacing • wreka: ulat • wreksa: pohon, kayu • wrena: warna • wrenda: janda • wrenget: renget, hama kertas, kutu kayu • wrengkang: tegar hati, keras kepala, sulit diatur • wresaba: sapi, lembu, banteng • wresah: nama tumbuhan • wresni: ipar, biras • wresthi: hujan; • wresthipatha: hujan lebat • wreta: warta, berita • wrin: takut, ketakutan, mengetahui, mengerti • wringin: beringin • matahari terbit dari arah tahu, mengerti • wruju: bungsu • wruyung: asmara, cinta • wuda: telanjang • wudel: pusat • wudhar: lepas, bebas • wugu: nama wuku yang ke-26 • wuh: 1 segan, serba sulit; 2 tambah • wuhaya: buaya • wujang: bujang, jejaka, belum kawin • wujil: kerdil • wukir: gunung, bukit • wuku: 1 wuku; 2 buku • wulakan: jeram, air terjun • wulan: bulan; • nawang wulan: melihat rembulan; • wulandari: rembulan terbit; • wulanjari: bulan terbit; • wulan purnama: bulan purnama; • wulansari: rembulan • wulang: ajaran, saran, nasihat; • wulang wuruk: ajaran, petuah • wulangun: asmara, cinta • wulanjar: janda muda yang belum beranak • wulat: muka, wajah • wuled: liat, alot, kuat • wuli: bulir-bulir padi • wulinga: birahi, suka-ria, asyik • wulu: bulu; • wulu kalong: bulu kalong; • wulu wetu: penghasilan; • wulu sétan: bulu yang tumbuh menyendiri • wuluh: wuluh, jenis blimbing; • wuluh gading: bambu gading • wungkal: asah, batu pengasah • wungkuk: bungkuk • wungsu: bungsu • wungu: 1 bangun tidur; 2 ungu • wungwang: sepi, kosong • wungwung: atap puncak bubungan rumah • wuni: 1 bunyi; 2 dulu; • wuninga: mengetahui, mengerti • wuntat: bontot, pantat, belakang • wuntel: bungkus • wuntit: bontot, paling belakang • wuntu: buntu, tak berlanjut • wunuh: bunuh, menewaskan • wunut: nama pohon • wunwunan: ubun-ubun • wur: campuran rokok • wuragil: bungsu • wurandhungan: 1 perlahan-lahan; 2 bimbang, ragu • wuri: belakang • wurik: hitam berselang-seling putih • wursita, wurcita: ajaran, nasihat • wuru: mabuk; • wuru getih: mabuk darah • wuruh: buih, busa • wuruk: ajaran, nasihat • wurukung: nama hari naas yang ke-7 • wurus: teratur dengan baik, tahu adat • wurwur: nama binatang laut • kawuryan: tampak, kelihatan • wus: sudah; • wusana: akhirnya, sehingga, maka; • wusanten: (ing.) akhir, penghabisan, penutupan; • wusdéné: sedang, padahal • wusu: busar, pemusar, bungkuk (punggung) • wuta: buta • wutah: tumpah; • wutah ati: suka berderma, suka memberi; • wutah getih: tanah kelahiran; • wutah rah: tanah tumpah darah • wutuh: utuh, lengkap, sempurna; • wutuh ayam: sangat utuh, tak ada luka • wutun: tekun, asli • wuwu: penangkap ikan • wuwuh: tambah Y • yadu: keluarga • yaga: penabuh gamelan • yaiku: yaitu • yaksa: raksasa; • yaksi: raksasa perempuan • yakti: sungguh, benar • yakut: mutiara, intan • yama: Batara Yama, sang matahari terbit dari arah nyawa dalam pewayangan • yamani: neraka; • yamaniloka: tempat neraka • yan: kalau, jika • yana: kereta, kendaraan • yanak: anak • yani: sungai • yantra: kendaraan dewa • yapa: puja, puji • yasa: membuat; • yasan: buatan, hasil karya; • yasadarma: ayah • yasih: kasih, asih • yata: yaitulah; • yatanyan: supaya • yati: pendita, biksu; • yatindra: pendita yang termasyur; • yatiwara: pendita yang termasyur • yatma, yatmaka: nyawa, ruh • yatna: hati-hati, waspada • yatra: arta, uang • yawa: luar, di luar • yawat: meskipun begitu • yayah: seperti, ibarat; • yayah réna: bapak ibu; • yayah wibi: bapak ibu • yayan: umpama, seperti • yayi: adik • yeksa, yeksi: raksasa • yekti: sungguh; • yektos: (ing.) sungguh benar • yitma: nyawa • yitna: hati-hati, waspada; • yitna yuwana: yang berhati-hati akan selamat • yoda, yodha: perang, prajurit • yoga: 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi • yogi: pendita; • yogiswara: pendita termasyhur • yogya: baik, pantas • yojana: 1 penglihatan; 2 ukuran, panjang jalan • yoni: kekuatan gaib, sakti • yuda: perang • yudhaka: tentara, prajurit • yuga: 1 jaman; 2 anak; 3 meditasi • yugala: istri, suami • yugya: baik, indah • yujana: ukuran panjang jalan • yukti: sesungguhnya, nyata • yumana: selamat matahari terbit dari arah • yungyun: asmara, cinta • yuswa: umur • yuta: juta • yutun: asli, sederhana • yuti: baik, selamat • yuwana: selamat, muda • yuwaraja: putra mahkota • yuwati: gadis, perawan Sumber ALANG ALANG KUMITIR “Mulat Sarira Tansah Eling lan Waspada” KAMUS SANSEKERTA – INDONESIA Oleh: Dr.

Purwadi, M.Hum Eko Priyo Purnomo, SIP • https://alangalangkumitir.wordpress.com/kamus-sansekerta-indonesia Lihat pula • Indeks:Bahasa Jawa • Indeks:Aksara Jawa • Lampiran:Daftar Swadesh bahasa Jawa • Lampiran:Kamus bahasa Jawa – bahasa Inggris • Lampiran:Kamus bahasa Jawa – bahasa Indonesia • Lampiran:Kamus bahasa Indonesia – bahasa Jawa Tambah pranala • Halaman ini terakhir diubah pada 12 Januari 2021, pukul 20.26.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wiktionary • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

GELAP GULITA ! Keadaan MEnjelang Detik Detik Matahari Akan Terbit Dari Barat




2022 www.videocon.com