Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Daftar Isi • Pengertian Pantun • Pengertian Pantun Nasehat • Ciri dan Fungsi Pantun • Pantun Nasehat Paling Bijak • Contoh Pantun Nasehat Pengertian Pantun Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a).

Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Pantun merupakan sastra lisan yang dibukukan pertama kali oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang sastrawan yang hidup sezaman dengan Raja Ali Haji.Antologi pantun yang pertama itu berjudul Perhimpunan Pantun-pantun melayu. Genre pantun merupakan genre yang paling bertahan lama. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara.Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa minangkabau yang berarti “petuntun”.

Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: SAMPIRAN dan ISI. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak.Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pantun Dalam Kamus Ilmiah “Lengkap” Pengertian Pantun Nasehat Pantun Nasehat merupakan sebuah pantun yang isinya berupa petuah-petuah bijak yang sifatnya membangun dan memberi motivasi positif terhadap yang membacanya maupun yang mendengarnya.

Pantun ini digunakan untuk menyampaikan berupa pesan-pesan moral dalam kehidupan manusia. Seperti yang Anda ketahui bahwa di dalam kehidupan ini tentu berjalan dengan berbagai liku kehidupan yang terkadang membuat seseorang jatuh membutuhkan sebuah spiritual mental untuk dapat bangkit kembali menghadapi kenyataan hidup ini.

Pelajaran-pelajaran yang keras terkadang seseorang sulit menerima masukan yang panjang dan berbelit-belit. Nasehat yang disajikan dalam sebuah Pantun akan terdengar lebih simpel dan memiliki unsur seni sehingga akan terdengar asyik dan tidak membosankan dalam mendengarkannya. Penyampaian butir-butir kata dalam pantun ini semuanya berisi anjuran kebaikan untuk saling mengingatkan dalam hal positif yang bernilai luhur.

berikut adalah beberapa contoh Pantun Nasehat yang sering Anda dengar. Pantun nasehat biasanya pantun yang berisi petuah bijak dinamakan dalam menyampaikan setiap pesan kebaikan di tengah pergaulan masyarakat yang heterogen. Contohnya saja tentang pesan untuk selalu berbakti kepada orang tua, guru, atau pemimpin baik itu dilingkungan kecil atau besar seperti lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari kita.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pantun Agama Beserta Maknanya Ciri dan Fungsi Pantun Adapun ciri-ciri dari pantun sebagai berikut: • Pantun terdiri atas 4 baris • Pantun terdiri atas sampiran dan isi • Pada setiap baris pantun terdapat 8-12 suku kata atau sekitar 4-6 kata • Pantun memiliki sajak A-B-A-B atau bisa menggunakan sajak A-A-A-A, namun ada juga yang menggunakan sajak A-A-B-B Pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata. Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Pantun Cinta Paling Lucu Dan Romantis Pantun Nasehat Paling Bijak Berakit-rakit Dahulu, Berenang-renang Ke Tepian, Bersakit-sakit Dahulu, Baru Kemudian Bersenang-senang Arti dari pantun di atas ini sungguh menarik untuk dibahas karena memilki pesan yang begitu bijak dan mendalam. Layaknya sebuah pantun pada umumnya pada bait pertama dan bait kedua tidaklah memilki arti tetapi hanya pembuka kata saja yang harus memenuhi syarat dan prosedur yang berlaku seperti jumlah suku kata tiap bait terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata.

Prosedur ini sudah digunakan dalam pembuatan pantun ini kemudian pada bait kedua dank ke empat barulah masuk pada inti nasehat yang disampaikan yaitu Bersakit-sakit Dahulu, Baru Kemudian Bersenang-senang.

Arti dari bait ketiga dan ke empat isinya adalah berupa nasehat kehidupan bahwa dalam hidup haruslah ada perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Segala sesuatu tidak ada yang terjadi dengan instan tanpa sebuah proses yang harus ditempuh dalam mewujudkannya seperti suatu prestasi, kesuksesan kerja maupun keinginan-keinginan lainnya.

Seseorang yang memilki segudang prestasi pastilah melalui sebuah proses yang panjang dan keras dalam usaha belajarnya. Sama halnya ketika seseorang memilki target kehidupan yang mapan atau berkecukupan tidak mungkin semua itu diraih tanpa kerja keras dan berpangku tangan saja.

Tentunya seseorang akan melakukan segala cara dengan segenap kemampuannya agar meraih cita-cita yang diimpikan. Kalau Ada Sumur Di Ladang Bolehlah Kita Menumpang Mandi, Kalau Ada Umurku Panjang Bolehlah Kita Berjumpa Lagi Anda pasti sering mendengar pantun ini yang berarti menyampaikan bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan pantun ini biasanya digunakan ketika seseorang hendak berpisah dengan temannya karena kepentingan suatu hal. Pantun Nasehat ini dimaksudkan agar seseorang saling berfikir positif ketika mengalami sebuah perpisahan baik dengan teman maupun rekan kerja bahkan sang kekasih.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pantun Teka-Teki Contoh Pantun Nasehat • Banyak sayur dijual di pasar Banyak juga menjual ikan Kalau kamu sudah lapar cepat cepatlah pergi makan • Kalau harimau sedang mengaum Bunyinya sangat berirama Kalau ada ulangan umum Marilah kita belajar bersama • Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah • Manis jangan lekas ditelan Pahit jangan lekas dimuntahkan Mati semut karena manisan Manis itu bahaya makanan.

• Buah berangan dari Jawa Kain terjemur disampaian Jangan diri dapat kecewa Lihat contoh kiri dan kanan • Di tepi kali saya menyinggah Menghilang penat menahan jerat Orang tua jangan disanggah Agar selamat dunia akhirat • Tumbuh merata pohon tebu Pergi ke pasar membeli daging Banyak harta miskin ilmu Bagai rumah tidak berdinding • Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ke tua Ajaran baik jangan diubah • Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan • Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan • Anak ayam turun delapan Mati satu tinggal lah tujuh Hidup harus penuh harapan Jadikan itu jalan yang dituju • Ada ubi ada talas Ada budi ada balas Sebab pulut santan binasa Sebab mulut badan merana • Jalan kelam disangka terang Hati kelam disangka suci Akal pendek banyak dipandang Janganlah hati kita dikunci • Bunga mawar bunga melati Kala dicium harum baunya Banyak cara sembuhkan hati Baca Quran paham maknanya • Ilmu insan setitik embun Tiada umat sepandai Nabi Kala nyawa tinggal diubun Turutlah ilmu insan nan mati • Ke hulu membuat pagar, Jangan terpotong batang durian; Cari guru tempat belajar, Supaya jangan sesal kemudian.

• Tiap nafas tiadalah kekal Siapkan bekal menjelang wafat Turutlah Nabi siapkan bekal Dengan sebar ilmu manfaat • Kayu cendana diatas batu Sudah diikat dibawa pulang Adat dunia pantun yang berisi petuah bijak dinamakan begitu Benda yang buruk memang terbuang • Kemuning ditengah balai Bertumbuh terus semakin tinggi Berunding dengan orang tak pandai Bagaikan alu pencungkil duri • Parang ditetak kebatang sena Belah buluh taruhlah temu Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu • Padang temu padang baiduri Tempat raja membangun kota Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan bertemu dengan jauhari Bagaikan cincin dengan permata • Ngun Syah Betara Sakti Panahnya bernama Nila Gandi Bilanya emas banyak dipeti Sembarang kerja boleh menjadi • Jalan-jalan ke kota Blitar jangan lupa beli sukun Jika kamu ingin pintar belajarlah dengam tekun Posting pada Bahasa Indonesia, Umum Ditag 10 pantun nasehat, 25 pantun jenaka, 25 pantun nasehat, aneka pantun nasehat, apa makna pantun nasehat, apa tujuan dari pantun nasehat, bait ketiga dan keempat pada pantun disebut, buatlah dua pantun berkait, buatlah sebuah pantun bertema musyawarah, ciri ciri pantun, ciri ciri pantun jenaka brainly, ciri ciri syair, contoh pantun agama, contoh pantun cinta, contoh pantun jenaka, contoh pantun lucu, contoh pantun nasehat dan jenaka, contoh pantun nasehat dan maknanya, contoh pantun orang tua adat, contoh pantun pendidikan, contoh pantun teka teki, jelaskan cara membaca pantun yang baik, jelaskan pengertian pantun, jelaskan tujuan dari gurindam, jelaskan yang dimaksud pantun teka-teki, jenis jenis pantun, macam macam pantun, macam macam pantun nasehat, makna pantun nasehat, makna pantun teka-teki, pantun adat istiadat, pantun agama, pantun anak anak, pantun berkasih kasihan, pantun bijak cinta, pantun bijak islami, pantun bijak kehidupan, pantun budi pekerti berisi untuk berbuat baik, pantun cinta, pantun jalan jalan ke batujajar, pantun jenaka, pantun jenaka beserta maknanya, pantun jenaka pendidikan, pantun kanak kanak, pantun kiasan, pantun mengandung, pantun motivasi bijak, pantun motivasi hidup, pantun muda mudi, pantun nasehat 4 bait, pantun nasehat agama, pantun nasehat bahasa jawa, pantun nasehat brainly, pantun nasehat dan balasannya, pantun nasehat dan maknanya, pantun nasehat dan maknanya brainly, pantun nasehat lucu, pantun nasehat orang tua, pantun nasehat pendidikan, pantun nasehat tentang kesehatan, pantun nasehat untuk anak sd, pantun pendidikan, pantun remaja, pantun semangat hidup, pantun teka teki, pantun teka teki adalah, pantun tentang kehidupan sehari hari, pantun tentang moral, pantun tua, pantun yang mengandung nasihat dan makna atau arti pantun, pengertian gurindam dan ciri cirinya, pengertian pantun agama, pengertian pantun jenaka, pengertian pantun kiasan, pengertian pantun menurut para ahli, pengertian pantun teka teki, pengertian pantun tua, pengertian puisi dan pantun, pengertian syair dan ciri cirinya, pengertian syair panji, puisi nasehat, sebutkan pantun yang berisi petuah bijak dinamakan macam pantun berdasarkan isinya, sebutkan isi dari pantun dewasa, sebutkan jenis-jenis pantun, sebutkan persamaan antara pantun dan syair, siapa yang memberikan pantun nasehat, struktur pantun, syair nasehat, syarat pantun dan syair, syarat syarat syair, terangkan fungsi pantun nasehat, tujuan pantun nasihat yaitu, tuliskan ciri ciri pantun nasehat Pos-pos Terbaru • 3 Manfaat Mempelajari Biologi di Bidang Pertanian Lengkap • Pengertian dan Analisis Kelayakan Pembiayaan Bank Syariah • Kumpulan Rumus Matematika Lengkap Dengan Keterangannya • Pengertian, Tujuan dan Jenis Algoritma Kriptografi Lengkap • Reorientasi UUD 1945 Sebagai Pandangan Tokoh Bangsa • Pengertian dan Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan Nuzulul Qur’an • Sejarah dan Biografi Singkat Abu Bakar As-Siddiq • Pengertian dan Ciri Pantun Teka-Teki beserta Contohnya • Pengertian dan Ciri-ciri Puisi • Pengertian dan Unsur Seni Rupa • Pengertian Perekonomian Syariah Beserta Tujuan dan Manfaatnya • 3 Macam Seni di Indonesia Dengan Contohnya • Menghitung Jasa Perantara, Harga Pokok, Jual dan Hasil Usaha • [SEJARAH] Isi Tindak Lanjut Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Lengkap • 60 Soal Essay Biologi Tentang Tumbuhan Dengan Jawaban • 25 Istilah Dalam Internet Yang Perlu Diketahui • Pengertian dan Bentuk Negara Dari Teori Negara Modern • Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara Beserta Contohnya • Cara dan Contoh Daftar Pustaka Yang Baik Dan Benar • Pengertian dan Konsep Dasar Pemrograman Berorientasi Objek MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Promoter • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Pantuan • 1.

Pangesti • 2. Sunarti • 3. Wahyuni • 4. Zaidan • 5. Utami • 6. Indrawati • Ciri-Ciri Pantun • 1. Memiliki bait dan isi • 2. Setiap bait terdiri dari 4 larik • 3.

Tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12 • 4. Setiap bait memiliki sampiran dan isi • 5. Bersajak ab ab • Struktur Pantun • 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah • Jenis Pantun • 1.

Pantun anak-anak • 2. Pantun orang muda • 3. Pantun orang tua • 4. Pantun teka-teki • 5. Pantun jenaka • 6. Pantun biasa • 7. Pantun berkait (pantun berantai) • 8.

Pantun kilat • 9. Pantun budi • 10. Pantun Talibun • 11. Pantun kilat • 12. Pantun adat • 13. Pantun agama • 14. Pantun kepahlawanan • 15. Pantun kias • 16. Pantun nasihat • 17. Pantun percintaan • 18. Pantun perpisahan • Contoh Pantun Pengertian pantun – Di Beberapa daerah pantun dijadikan tradisi. Di masa nenek moyang kita, pantun juga sudah sering pantun yang berisi petuah bijak dinamakan. Sayangnya, di era milenial yang serba canggih teknologinya, pantun seolah meredup.

Hanya para sastrawan dan orang yang melek literasi yang mengenal pantun. Sekedar kembali mengingat ilmu tentang pantun. Bagi pelajar SD atau SMP mungkin juga sudah diajarkan di sekolah. Tetapi bagi yang sudah lama tidak bersekolah, apalagi di musim pandemic covid seperti sekarang, menuntut untuk belajar secara mandiri tentang panting.

Pada ulasan kali ini kita akan membahas pengertian panting, ciri-ciri pantun, struktur dan jenis-jenisnya. Pengertian Pantuan Sebelum mengulas tentang ciri, struktur dan jenis pantun, ternyata ada banyak perspektif dan pengertian pantun menurut parah ahli. Langsung aja, kita lihat apa saja sih pendapat para ahli. 1. Pangesti Menurut pangesti pengertian pantun dimaknai sebagai puisi lama yang memiliki cakupan lebih luas dan lebih banyak dikenal dalam bahasa Nusantara.

Pangesti juga menerangkan bahwasanya kata pantun berasal dari Minangkabau yang memilki makna “petuntun”. Sebagai puisi nusantara, pantun juga dikenal di pulau jawa. Jika di Minangkabau terkenal dengan bahasa pantun, di pulau jawa disebut dengan parikan.

Nama istilah pantun berbeda-beda. Misalnya di sunda, disebut dengan paparikan dan di batak disebut dengan pantun yang berisi petuah bijak dinamakan. Meskipun berbeda-beda nama, pada prinsip dan aturan penulisannya sama saja. 2. Sunarti Menurut sunarti, setiap daerah di Nusantara memiliki kekhasannya sendiri-sendiri dalam membuat pantun. Jika di Jawa tengah dan sekitarnya menyebut pantun dengan parikan, maka orang Mandaling pantun disebut dengan ende-ende. Beda lagi di Aceh yang menyebut pantun dengan Rejong atau boligoni.

Disebutkan oleh Sunarti, bahwasanya pantun sebagai puisi rakyat yang mengandalkan kecerdasan alami masyarakat dalam mengelola atau membuat pantun. Atau dalam bahasa psikologi disebut dengan kecerdasan linguistic lokal.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Siapa yang menyangka, tradisi membuat pantun pantun yang berisi petuah bijak dinamakan ini salah satu bentuk kecerdasan alami yang dimiliki Indonesia loh. 3. Wahyuni Sebagai sastra lilsan, pantun mulai berkembang dalam bentuk tulis, hal ini disertai dengan masyarakat yang sudah mengenal dunia tulis menulis.

Menurut Wahyuni pengertian pantun di artikan sebagai puisi lama. Dikatakan lama karena pantun lahir sebelum lahirnya puisi. 4. Zaidan Menurut Zaidan, pantun adalah puisi lama yang memiliki 4 lirik dan memiliki rima a/b/a/b. tidak hanya itu, panting juga memiliki lirik yang terdiri dari 4 kata, lari ke pertama dan kedua sebagai sampiran, dan larik ke tiga dan keempat sebagai isi. Menurut Zidan, hubungan sampiran da nisi pada panting dibagi menjadi dua, yaitu ugenre/jenis, yaitu panting mulia dan pantun tidak mulia.

Mungkin ada yang masih asing dengan istilah pantun mulia dan pantun tidak mulia. Dikatakan sebagai pantun mulia jika sampiran di lari pertama dan kedua berperan sebagai persiapan isi dan sebagai isyarat isi. Sedangkan pantun tidak mulia adalah pantun yang memiliki sampiran lari 1-2 yang berperan sebagai persiapan isi secara fonetis saja, dan tidak ada hubungan semantic apap-apa dengan isi pantun pada larik ke 3-4 (Zaidan, 1994:143).

Baca Juga: Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan Lama: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Lengkapnya 5. Utami Pendapat Wahyuni diiyakan oleh Utami. Jadi pantun adalah puisi lama yang sudah dikenal secara nusantara yang setiap daerah memiliki sebutannya masing-masing. Seperti di Sunda pantun lebih familiar disebut dengan paparikan dan di jawa tengah dan sekitar disebut pantun yang berisi petuah bijak dinamakan parikan.

6. Indrawati Pengertian pantun menurut Indrawati (2008) panting adalah karya sastra melayu yang ditulis sebagai sindiran. Pantun berkembang pada jaman duru sampai sekarang. Itulah beberapa pendapat panting dari para tokoh ahli. Dari ulasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pantun adalah pusi lama atau prosa yang awalnya dikembangkan secara lisan, dan setelah mengenal huruf panting berkembang dikemas dalam bentuk tulisan.

Ciri-Ciri Pantun Buat yang masih sekolah, pastinya sudah tidak asing lagi bahwa di dalam pantun itu terdiri dari sajak, dan berapa baris bukan? Nah, buat Anda yang masih binggung, ciri-ciri pantun seperti apa, berikut adalah ciri-cirinya. 1. Memiliki bait dan isi Bait da nisi pada penulisan pantun memang berbeda dengan penulisan puisi.

Pada pantun cenderung lebi ringkas, berirama dan memiliki esensi pesan yang dalam. Pada dasarnya, manfaat dari bait seperti paragraf yang berperan untuk memisahkan antara topik atau ide yang satu dengan yang lain. 2. Setiap bait terdiri dari 4 larik Aturan umum dalam pembuatan pantun, setiap satu bait memiliki 4 larik atau baris.

Dimana dalam satu bait memiliki pesan atau isi. Jika Anda masih bingung, bisa dilihat di contoh pantun dibagian bawah. 3. Tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12 Mengingat banyak kesalahan umum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dimana banyak yang mengartikan pantun dan puisi itu sama. Padahal, keduanya dua hal yang berbeda. Adapun ciri pantun, yaitu tiap bait memiliki jumlah suku kata 8-12. 4. Setiap bait memiliki sampiran dan isi Ciri selanjutnya yang melekat pada panting, setiap bait memiliki sampiran dan isi.

Nah, barangkali ada yang masih bingung, bagian sampiran itu yang mana sih? Jadi sampiran lokasinya ada di dua baris pertama. Siapa yang tidak kenal Takdir Alisjahbana? Sosok yang cukup familiar di dunia perpantunan.

Menurutnya, sampiran dapat membantu untuk penulis membuat rima atau irama agar lebih enak didengar dan memberikan pemahaman isi lebih sederhana. 5. Bersajak ab ab Ciri unik yang paling menonjol pada pembuatan pantun adalah memiliki sajak.

Sajak panting memiliki pola ab ab. Sedangkan pada puisi sajak tidak diwajibkan. Itulah ciri-ciri dari pantun. Sebenarnya mudah dan singkat bukan? Nah, jika membicarakan antara pantun dan puisi, menurut Anda lebih senang dengan pantun atau puisi?

Jawaban bisa ditulis di komentar di bawah ya. Struktur Pantun Jika sebelumnya sudah dibahas pengertian dan ciri-ciri pantun, maka pantun memiliki struktur. Jadi buat Anda yang ingin membuat pantun yang baik, pastikan menguasai strukturnya. Apa saja sih? Simak ulasannya sebagai berikut. 1. Setiap baris pantun minimal 4 buah pada jenis pantun kilat, jumlah baris dalam satu bait minimal memuat 2 baris.

Sedangkan pada pantun biasa atau pantun berkait memiliki empat baris. Memiliki pola sajak vertical. Pada pantun kilat pola sajaknya adalah a-a.

sedangkan untuk pantun berkait atau pantun biasa polanya a/a/a/a, a/a/b/b, dan a/b/a/b Struktur pantun pada pantun kilat dalam satu baris berstatus sampiran dan baris kedua sudah sebagai isi. Baris satu dan kedua pada pantun biasa dan pantun berkait berstatus sebagai sampiran. Sedangkan baris ketiga dan keempat sebagai isinya. Jenis pantun berkait, ternyata dalam satu pantun bisa berstatus isi semuanya, dan tidak memiliki sampiran sama sekali.

Itulah beberapa struktur tentang pengertian pantun yang sebenarnya mudah-mudah gampang. Bagaimana menurut Anda? apakah lebih mudah membuat pantun atau lebih mudah membuat puisi? Jawabannya boleh dituliskan di kolom komentar. Jenis Pantun Siapa yang menyangka, jika pantun memiliki banyak sekali jenis.

Penasaran, ada berapa sih jenis pantun? Tentu saja ada banyak sekali jenisnya. Bahkan, setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. dan berikut adalah jenis-jenis panting yang dirangkum dari berbagai sumber. 1. Pantun anak-anak Pantun anak adalah pantun yang diperuntukan untuk anak-anak atau yang temanya menyinggung tentang dunia anak. 2. Pantun orang muda Berlaku juga sebaliknya, dikatakan sebagai pantun muda karena segmentasi pantun diperuntukan untuk anak-anak muda.

Jika ada anak muda dan anak-anak, maka ada juga panting orang tua. 3. Pantun orang tua Pantun orang tua bisa dikatakan sebagai pantun yang dari segi isinya lebih berbobot, matang dan lebih dewasa dibandingkan pantun orang muda dan pantun orang anak. 4. Pantun teka-teki Dikatakan pantun teka-teki karena pantun tersebut dibuat dengan memasukan unsur teka-teki.

Nah, pantun jenis ini, dari saya pribadi cukup kesulitan membuatnya. Bagaimana dengan Anda? bisa tuliskan komentar kamu di bawah ya. 5. Pantun jenaka Pantun jenaka adalah pantun yang bersifat menghibur pembaca. Sesuai dengan namannya, pantun jenaka juga salah satu pantun yang cukup disukai oleh pembaca loh. karena dari segi isi tidak terlalu kaku ataupun datar. Tentu saja, pantun tersebut bersifat menghibur. 6. Pantun biasa Dikatakan sebagai pantun biasa karena pantun dibuat secara biasa-biasa saja.

Dari segi tema, Anda bisa mengambil tema yang lebih umum. Dikatakan biasa karena pantun secara umumnya dibuat dalam 1 bait yang berisi 4 baris yang memiliki rima ab-ab. 7. Pantun berkait (pantun berantai) Pantun berantai adalah pantun yang dibuat secara berurutan dan saling sambung menyambung. Di era millennial sekarang, kita jarang mleihat seseorang membuat pantun berantai, tetapi beberapa daerah masih ada yang menggunakan budaya ini. Baca Juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi, Apa Saja?

4 Langkah Menulis Puisi Berkualitas 8 Proses Kreatif Menulis yang Harus Diketahui Apa Itu Unsur Intrinsik? Simak Penjelasan dan Contoh Lengkapnya 5 Tahapan Menulis yang Perlu Diketahui 8. Pantun kilat Dikatakan sebagai pantun kilat karena pantun tersebut diinginkan cepat untuk dibuat dan cepat dinikmati.

Jenis pantun ini salah satu pantun yang jarang dipakai. Dari sini menunjukan bahwa, ternyata pantun tidak melulu ditulis alam bentuk 4 baris saja. Bisa juga ditulis versi lebih singkat. 9. Pantun budi Pantun budi adalah pantun yang memberikan pesan-pesan berbudi bersikap baik kepada sesama.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Lebih menekankan sikap kita agar lebih bersikap hangat, ramah kepada orang lain. Umumnya, pantun ini lebih sering digunakan untuk mengedukasi pembaca atau penikmat untuk bisa menghargai sesama atau membangun kesadaran untuk berbudi.

10. Pantun Talibun Pantun talibun adalah panting yang memiliki susunan genap. Jadi tidak seperti pantun pada umumnya. Pantun talibun memiliki susunan genap, yaitu tersusun dari enam hingga sepuluh baris. Karena dikemas dalam bentuk panjang, maka jenis pantun ini juga sering disebut dengan pantun panjang.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

11. Pantun kilat Dikatakan sebagai pantun kilat karena pantun tersebut hanya terdiri dari dua baris. Sebagai pantun yang pendek, pantun kilat memiliki sebutan lain, yaitu panting karmina atau pantun dua seuntai.

Pantun kilat juga dapat diartikan sebagai sastra lisan yang memiliki jumlah dan bentuk yang tetap. Pantun ini sering digunakan untuk lelucon, hiburan atau sendau gurau. Bisa juga digunakan untuk melempar sindiran. 12. Pantun adat Seperti yang kita tahu bahwa dari Sabang sampai Merauke memiliki pantun.

Tiap daerah memiliki bahasa atau gaya pembuatan pantun. Jadi pantun adat adalah pantun yang menggunakan bahasa sesuai daerahnya masing-masing. 13. Pantun agama Berbeda dengan pantun agama, pantun agama adalah panting yang memiliki muatan religius. Dari segi isi, pantun agama memuat nasihat, petuah dan memiliki makna yang memberikan amanat yang yang bersifat ketuhanan.

14. Pantun kepahlawanan Sesuai dengan namannya, pantun kepahlawanan adalah pantun yang memuat perjuangan para pahlawan, atau membangun rasa nasionalisme.

15. Pantun kias Sebagai pantun kiasan memiliki bentuk yang berbeda. jadi isi pantun lebih berbentuk perlambang, kiasan atau perumpaan. Banyak juga yang membuat pantun kiasan ini menggunakan bahasa pribahasa. 16. Pantun nasihat Pantun nasihat dapat diartikan sebagai pantun yang memuat nasihat dan amanat. Pesan yang disampaikan dari pantun ini menonjolkan sisi kebaikan, hikmah dan ajakan yang sifatnya mendorong untuk melakukan hal yang terbaik.

17. Pantun percintaan Sesuai dengan namannya, pantun percintaan adalah pantun yang isinya tidak jauh dengan dunia romansa. Baik itu pantun yang berisi petuah bijak dinamakan yang manis ataupun yang pahit.

18. Pantun perpisahan Sedangkan pantun perpisahan itu sendiri dapat diartikan sebagai pantun yang menceritakan sebuah perpisahan ataupun kesedihan. Jadi pantun perpisahan lebih sering digunakan untuk tujuan yang sedih. Ternyata ada banyak sekali jenis pantun yang bisa Anda buat.

Dari berbagai jenis pantun di atas, kamu bisa memilih berdasarkan selera, dan kesenangan dalam menuliskannya. Jika Anda baru jatuh cinta, bisa membuat pantun tentang percintaan. Baca Juga: Buku Fiksi: Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri hingga Contoh Lengkapnya 7 Cara Menulis Puisi Yang Baik Kelas Profesional Langkah-Langkah Menulis dan Penjelasan Lengkapnya 16 Aplikasi Menulis Buku yang Mudah Digunakan Pengertian Latar Cerita, Macam-Macam dan Contoh Lengkap Oh iya, ternyata penting juga sering digunakan untuk ajang melamar dan pernikahan loh.

Dimana perwakilan pihak mempelai pria dan wanita saling berbalas pantun. Wah, pasti seru. Meskipun Cuma sekedar berbalas pantun, cara ini salah satu budaya yang sebenarnya mencerdaskan otak loh.

karena membuat pantun secara kilat itu tidaklah mudah. Contoh Pantun Jika sebelumnya sudah diketahui apa saja sih jenis-jenis panting, berikut adalah beberapa contoh pantun. Penasaran, seperti apa sih pantunnya. Langsung saja, simak ulasannya sebagai berikut.

Pantun Jenaka Pantun Budi Jalan-jalan ke rawa-rawaJika capai duduk di pohon palmGeli hati menahan tawaMelihat katak memakai helm Apa guna berkain batikKalau tidak dengan sujinyaApa guna beristeri cantikKalau tidak dengan budinya Pantun Kias Pantun Percintaan Kayu tempinis dari kualaDibawa orang pergi MelakaBerapa manis bernama niraSimpan lama menjadi cuka Coba-coba menanam mumbangMoga-moga tumbuh kelapaCoba-coba bertanam sayangMoga-moga menjadi cinta Pantun Peribahasa Pantun perpisahan Ke hulu memotong pagarJangan terpotong batang durianCari guru tempat belajarJangan jadi sesal kemudian Pucuk pauh delima batuAnak sembilang ditapak tanganBiar jauh dinegeri satuHilang dimata dihati jangan Pantun Nasihat Pantun Teka-teki Kemuning di tengah balaiBertumbuh terus semakin tinggiBerunding dengan orang tak pandaiBagaikan alu pencungkil duri Kalau tuan bawa keladiBawakan juga si pucuk rebungKalau tuan bijak bestariBinatang apa tanduk dihidung ?

Itulah beberapa contoh pengertian pantun yang sebenarnya bisa kita pelajari. Dari contoh pantun di atas, sebenarnya sudah dapat dilihat dengan jelas dan memberikan gambaran bagaimana dan seperti apa kita akan membuat pantun.

Nah, setelah kembali bersama-sama mempelajari pengertian pantun di atas, pastinya ada banyak hal menarik yang dapat kita pelajari. Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat. Artikel Terkait: 75 Contoh Pantun Jenaka Teknik Menulis Puisi:Panduan dan Cara Membuat Puisi 15 Jenis Majas Beserta Contoh Lengkapnya Apa Itu Prosa? Kenali Ciri-CiriJenis, dan Contoh Lengkapnya Makna Perluasan Kata: Pengertian Menurut Ahli,Bentuk,dan Contoh Lengkap Pengertian Puisi Rakyat dan Jenis-Jenisnya
Indo-virtual.com – Seperti yang pernah disampaikan bapak Sandiaga Uno bahwa kita sebagai bangsa indonesia seharusnya melestarikan pantun sebagai sebuah karya seni tinggi.

Dari uraian beliau juga dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk membuat sebuah pantun tidaklah sulit asalkan mengikuti koridor aturan main yang ditetapkan dalam pemnuatan sebuah pantun. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI definisi pantun adalah bentuk puisi indonesia melayu dan tiap bait terdiri dari pantun yang berisi petuah bijak dinamakan baris yang bersajak a-b-a-b.

Pantun secara asli berasal dari bahasa daerah Minangkabau dan sekitarnya yaitu patuntun atau penuntun dalam bentuk lisan, namun dalam perkembangannya saat ini, ternyata pantun banyak yang berbentuk tulisan dan suara digital.

Namun demikian pembuatan sebuah pantun tidak boleh asal asalan, selain harus mengandung petuah atau nasehat, juga harus mengikuti aturan bakunya. Kami rangkum dari laman Dosenpendidikan berikut ini tentang berbagai hal yang berkenaan dengan pantun, seperti definisi, ciri khusus Herman Waluyo mengatakan bahwa pantun adalah jenis puisi melayu yang asli dan sudah lama mengakar dalam budaya masyarakat.

Kaswan dan Rita mengatakan bahwa pantun merupakan satu di antara jenis puisi melayu di mana dalam satu baitnya terdiri dari empat larik dan mempunyai sajak a-b-a-b. Untuk larik pertama dan kedua diberi nama sampiran, sedangkan larik ketiga dan keempat dinamakan isi. Alisyahbana menjelaskan bahwa pantun adalah satu di antara jenis puisi lama yang dikenal oleh orang dulu dan telah dikenal masyarakat sejak lama sekali.

Ciri utama pantun adalah setiap baitnya terdiri dari empat baris dan berisikan sampiran serta isi pantun. R.O. Winsted menjelaskan bahwa pantun tidaklah sebatas kalimat yang mempunyai rima serta irama, tetapi sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih sayang serta rindu, benci, penuturnya. Sunarti mendefinisikan bahwa pantun sebagai salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa, yang satu di antara keindahan bahasa dalam pantun ditandai oleh rima a-b-a-b.

Karena digolongkan dalam puisi lama, pantun memiliki aturan berkenaan dalam pembuatannya. Sebuah pantun dapat dikenal dari ciri-ciri pantun itu sendiri. Ciri-ciri pantun tersebut antara lain: • Terdiri dari empat baris setiap baitnya Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris.

Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik. Setiap baris terdiri dari minimal delapan kata dan maksimal 12 kata. • Memiliki pola Ciri-ciri khas pantun yang mudah dikenali adalah pola. Ada dua pola yang biasanya terdapat dalam pantun, yakni pola a-b-a-b dan a-a-a-a. • Memiliki sampiran dan isi Dalam pantun terdiri atas dua bagian, yaitu sampiran dan isi. Dua baris pertama disebut dengan sampiran.

Sampiran biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud, selain untuk mengantarkan rima sajak. Sementara isi berada pada baris ketiga dan keempat, yang berisi pesan atau makna utama dari sebuah pantun. • Tidak ada nama penulis Pada pantun tidak terdapat nama penulis, berbeda dengan puisi atau karya sastra lainnya.

Hal ini dikarenakan dahulu penyebaran pantun dilakukan secara lisan. Struktur pantun terdiri dari bait, baris, kata, suku kata, rima, sampiran dan isi. Berikut ini penjelasannya: • Bait, Bait (dibaca “ba-it”), adalah banyaknya baris dalam sebuah pantun, misalnya (dua baris, empat baris, enam baris, delapan baris, dst) • Baris/larik adalah kumpulan beberapa kata yang memiliki arti dan bisa membentuk sampiran atau isi dalam sebuah pantun.

• Kata adalah gabungan dari suku kata yang memiliki arti, meski begitu, ada kata-kata tertentu yang hanya terdiri dari satu suku kata. • Suku kata adalah penggalan-penggalan bunyi dari kata dalam satu ketukan atau satu embusan napas.

• Rima adalah pola akhiran atau huruf vocal terakhir yang ada pada pantun. • Sampiran adalah bagian pantun yang terletak pada baris 1-2 yang merupakan awal dari sebuah pantun atau sampiran merupakan unsur suasana yang mengantarkan menuju isi atau maksud pantun tersebut.

• Isi adalah bagian pantun yang terletak pada baris tiga-empat yang merupakan isi kandungan/pokok atau tujuan dari pantun tersebut. Berdasarkan isinya, pantun terdiri dari berbagai jenis sebagai contoh adalah Pantun umum keagamaan Pantun ini dibuat untuk memeberi nasehat untuk selalu berbuat baik dan melakukan amalan baik.

Kalau Tuan membeli halia Beli sekali sebungkus kari Hari Jumaat hari yang mulia Jadi Penghulu segala hari Pergi pekan di tengah malam Berteman dengan cahaya bulan Bangun pagi bawa bersenam Sholat subuh jangan diabaikan Kalau tuan pergi Kemboja Belikan saya limau Kasturi Selesai solat kembali bekerja Cari rezeki untuk anak isteri Berbagai jenis bunga di taman Ada Melati, Mawar dan Kemboja Solat Jumaat satu kewajipan Tapi untuk yang lelaki sahaja Pantun nasihat Pantun nasihat memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan pendidikan.

Pantun nasihat biasanya memiliki pesan-pesan yang bijak dan mengajak untuk berbuat baik. Contoh: Jalan-jalan ke Kota Binjai jangan lupa beli sukun Jika kamu ingin pandai belajarlah dengan tekun Pantun jenaka Pantun jenaka merupakan pantun yang dibuat untuk tujuan hiburan dan kadangkala dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi makin riang. Contoh: Duduk manis di bibir pantai Lihat gadis, aduhai tak da dua Masa muda kebanyakan santai Sudah renta sulit tertawa Pantun teka-teki Ciri-ciri pantun teka-teki adalah kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun.

Pantun ini berisi teka-teki untuk para pendengarnya. Contoh: Kalau tuan muda teruna Pakai seluar dengan gayanya Kalau tuan bijak laksana Biji di luar apa buahnya Pantun cinta Pantun cinta merupakan jenis pantun yang isinya berisi pesan yang berhubungan dengan cinta, romantisme, rindu antara dua insan. Hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan pantun cinta untuk mengungkapkan perasaan. Contoh: Walaupun hanya sebatang tebu Tetapi bisa diramu Walaupun jarang ketemu Cintaku hanya untukmu Pantun peribahasa Seperti namanya, pantun peribahasa merupakan pantun yang di dalamnya terdapat kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.

Contoh: Berakit-rakit kita ke hulu Berenang kita ke pantun yang berisi petuah bijak dinamakan Bersakit-sakit kita dahulu Bersenang-senang kemudian Pantun kiasan Pantun kiasan berisi bahasa atau kalimat kiasan. Hal ini berarti, pesan yang ada pada pantun ini disampaikan secara tersirat. Contoh: Berburu ke padang datar Dapatkan rusa belang kaki Berguru kepalang ajar Bagaikan bunga kembang tak jadi Conoth pantun nasehat contoh pantun Contoh pantun cinta contoh pantun jenaka contoh pantun teka teki definisi pantun jenis jenis pantun pengertian pantun struktur pantun Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama Indonesia yang memiliki kaidah penulisan atau syarat penulisan tertentu.

Syarat penulisan yang dimaksud adalah berkaitan dengan jumlah baris dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap baris, persajakan tiap akhir baris, dan fungsi tiap baris dalam pantun tersebut. Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 1 SMP Kelas VII yang ditulis oleh Dra. Idda Ayu (2008: 17), pantun dapat dibagi menjadi lima jenis berdasarkan isi pantun, yaitu pantun anak-anak, pantun muda-mudi, pantun nasihat atau orang tua, pantun jenaka, dan pantun teka-teki.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang pantun nasihat dan contoh pantun yang mengandung nasihat. Seperti namanya, pantun di atas memuat nasihat, petuah, serta pelajaran hidup. Tentunya, banyak pesan dan wejangan positif yang bisa kita dapatkan dari contoh pantun nasihat. Pantun nasihat dan saran cenderung dibacakan dari orang tua kepada anak, guru kepada siswanya, sesama teman, dan sebagainya.

Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)
Pada mulanya, Pantun adalah sebuah kebudayaan sastra yang disebarkan secara lisan. Namun, semakin berkembangnya zaman yang kemudian mengenal budaya tulisan hingga saat ini, pantun juga dijumpai dalam bentuk tertulis.

Selain pantun, bentuk lain yang mirip dengan pantun adalah Karmina dan Talibun. Singkatnya, Karmina adalah pantun versi pendek karena hanya dua baris saja sedangkan untuk talibun adalah pantun panjang karena terdiri dari minimal enam baris dengan sajak yang tidak beraturan. Daftar Contoh Surat • Pengertian Pantun Menurut KBBI dan Para Ahli • Pengertian Pantun Menurut KBBI • Pengertian Pantun Menurut Dr.

R. Brandstetter • Pengertian Pantun Menurut Surana (2010:31) • Pengertian Pantun Menurut R.O. Winstedt • Pengertian Pantun Menurut Sunarti (2005:11) • Pengertian Pantun Menurut Hidayat (2010:1) • Pengertian Pantun Menurut Alisjahbana (2004:1) • Pengertian Pantun Menurut Edi dan Farika (2008:89) • Pengertian Pantun Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (2008:77) • Pengertian Pantun Menurut Herman J Waluyo (2005:32) • Sejarah Pantun • Ciri-Ciri Pantun • Jenis – Jenis Pantun • Pantun Berdasarkan Kelompok Usia • Pantun anak-anak • Pantun remaja • Pantun orang tua • Pantun Berdasarkan Isinya • Pantun suka cita • Pantun duka cita • Pantun cinta • Pantun jenaka • Pantun agama • Pantun nasehat • Pantun adat istiadat • Pantun nasib • Pantun peperibahasa • Pantun perkenalan • Pantun persahabatan • Pantun kiasan • Pantun teka-teki • Pantun Kepahlawanan • Pantun Berbalas • Pantun perpisahan • Struktur Pantun • Sampiran • Isi • Fungsi Pantun • Pantun berfungsi sebagai penjaga fungsi kata dan alur berpikir • Pantun melatih orang untuk berpikir asosiatif • Di kehidupan sosial, pantun bisa menjaga pergaulan yang kuat • Pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk mengenalkan dan menaga nilai-nilai masyarakat • Pantun masuk ke dalam upacara adat • Syarat-Syarat Pantun • Kaidah Bahasa Pantun • Cara Membuat Pantun • Contoh Pantun • Contoh Pantun Anak-Anak • Contoh Pantun Orang Muda • Contoh Pantun Orang Tua • Contoh Pantun Jenaka • Contoh Pantun Teka-Teki • Contoh Pantun Nasehat / Nasihat • Contoh Pantun Kiasan • Contoh Pantun Berkasih-Kasihan • Contoh Pantun Agama • Contoh Pantun Nasib • Contoh Pantun Adat • Contoh Pantun Kepahlawanan • Contoh Pantun Suka Cita • Contoh Pantun Duka Cita • Contoh Pantun Pendidikan • Contoh Pantun Lucu • Contoh Pantun Cinta Pengertian Pantun Menurut KBBI dan Para Ahli Selain memahami makna dan pengertian pantun secara umum dan bahasa, pengertian pantun menurut para ahli juga sangat penting untuk diketahui.

Ada dua sumber yang paling sering digunakan untuk mencari tentang pengertian pantun yaitu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan juga Wikipedia. Selain kedua sumber itu, beberapa ahli juga memberikan tanggapannya mengenai pengertian pantun yang akan dibahas juga pada bab ini.

• Pengertian Pantun Menurut KBBI Di dalam KBBI juga diberikan penjelasan tentang pantun itu sendiri. Dikutip dari KBBI pengertian pantun adalah pan .tun (n) bentuk puisi Indonesia (Melayu). Lebih jelasnya lagi, KBBI memberikan keterangan bahwa panting tersebut terdiri atas bait atau yang disebut juga dengan kuplet.

Tiap bait umumnya terdiri atas empat baris yang memiliki sajak tetap dengan bentuk a-b-a-b. pantun yang berisi petuah bijak dinamakan baris atau larik pantun umumnya memiliki empat kata dengan baris pertama dan kedua berupa tumpuan atau sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi pantun. Selain itu, KBBI juga menyebutkan jika pantun merupakan sebuah peribahasa sindiran. • Pengertian Pantun Menurut Dr. R. Brandstetter Berbeda dari beberapa ahli yang hanya menyebutkan bahwa pantun adalah salah satu dari bentuk puisi lama, Dr.

R. Brandsetter melihat pantun melalui akar kata yang dimilikinya. Menurut Dr. R. Brandstetter pantun berasal dari akar kata atau kata dasar tun yang ternyata terdapat di berbagai bahasa di Nusantara atau secara luas dalam bahasa Melayu. Contoh pertama dari bahasa Pampanga, akar kata tun ini terdapat pada kata tuntunyang bermakna teratur.

Bahasa Tagalog juga memiliki akar kata tun pada kata tonton yang memiliki makna bercapak sesuai dengan aturan tertentu. Sedangkan dalam bahasa Jawa Kuno, kata tun terdapat pada kata tuntun yang memiliki arti benang dan juga atuntun yang artinya teratur, juga terdapat pada kata menuntun yang berarti pemimpin. Dalam bahasa Toba, pantun memiliki arti kesopanan atau kehormatan. Sedangkan dalam bahasa Melayu sendiri, pantun berarti quatrainyang artinya suatu sajak berbaris empat dengan rima a-b-a-b.

Dalam bahasa Sunda, pantun memiliki arti sebuah cerita panjang yang bersajak dengan diiringi musik. • Pengertian Pantun Menurut Surana (2010:31) Surana memberikan penjelasan yang lebih mengarah ke struktur pantun. Selain ia juga menyebutkan jika pantun adalah sebah puisi lama, pantun juga terdiri atas empat baris dengan sajak silang a-b-a-b. Menurutnya, baris pertama dan kedua yang disebut sebagai sampiran ini merupakan bagian objektis yang umumnya berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja yang memiliki suatu kiasan.

Sedangkan, pada baris ketiga dan keempat dinamakan dengan isi atau bagian pantun yang berisi petuah bijak dinamakan subketif. • Pengertian Pantun Menurut R.O. Winstedt Bernama lengkap Ricard Olaf Winstedt adalah salah satu dari sekian banyak orang asing yang tertarik dengan kebudayaan Melayu. Bersumber dari Wikipedia, ia adalah salah seorang direktur pendidikan di British Malaya yang membuat pendidikan di Melayu. Tidak hanya itu, ia juga memiliki tulisan-tulisan mengenai kebudayaan Melayu yang salah satunya memuat tentang pengertian pantun.

Daripada menyebutkan pantun sebagai salah satu puisi lama, Winstedt menjelaskan jika pantun tidak sekedar susunan kalimat yang memiliki rima serta irama saja. pantun lebih dari sekedar rangkaian kata indah yang digunakan untuk melukiskan suatu ungkapan yang bisa berupa kehangatan cinta, kasih sayang, rindu, hingga dendam penuturnya. • Pengertian Pantun Menurut Sunarti (2005:11) Selanjutnya adalah pengertian pantun menurut Sunarti. Dirinya menjelaskan jika pantun yang juga adalah salah satu bentuk lain dari puisi lama ini memiliki keindahan tersendiri.

Keindahan pantun ini terletak pada segi bahasanya. Tepatnya, keindahan tersebut ada dan ditandai dalam rima pantun. Umumnya rima pantun ini beraturan dan bersajak a-b-a-b. • Pengertian Pantun Menurut Hidayat (2010:1) Salah seorang penulis buku pendidikan bahasa Indonesia, Hidayat pada salah satu buku yang diterbitkan pada tahun 2010 memberikan pendapatnya mengenai pengertian tentang pantun.

Hidayat menyebutkan jika pantun adalah jenis puisi melayu lama yang telah tersebar dan dikenal secara luas di tanah air Indonesia. • Pengertian Pantun Menurut Alisjahbana (2004:1) Sutan Alijahbana adalah salah seorang dari budayawan, sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia yang sangat terkenal.

Tidak hanya karya sastra saja yang ia persembahkan tetapi juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kebudayaan dan bahasa Indonesia itu sendiri. Menurutnya, pantun adalah sebuah puisi lama yang telah dikenal lama oleh orang dulu atau telah melekat erat di kehidupan masyarakat lama. Ia juga menyebutkan ciri-ciri umum yang terdapat di sebuah pantun yaitu: setiap bait pantun terdiri dari empat baris atau larik, tiap barisnya terdiri dari 4-6 kata dan memiliki 8-12 suku kata.

Baris pertama dan kedua adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat berupa isi pantun. • Pengertian Pantun Menurut Edi dan Farika (2008:89) Edi dan Farika melihat pantun melalui arti dari beberapa bahasa yang ada di Indonesia. Mereka juga menyebutkan jika pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang telah dikenal luas dalam berbagai bahasa di Nusantara.

Beberapa contohnya adalah pantun dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama parikan, sedangkan alam bahasa Sunda, pantun disebut sebagai paparikan.Meskipun pantun memiliki nama lain dalam beberapa bahasa tetapi inti dari pantun tersebut adalah sama. • Pengertian Pantun Menurut Kaswan Darmadi dan Rita Nirbaya (2008:77) Kedua orang tersebut adalah penulis buku untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Di dalam salah satu bukunya memberikan pengertian tentang apa itu pantun. Tidak jauh berbeda dengan pengertian dari KBBI. Kaswan dan Rita berpendapat bahwa pantun merupakan puisi melayu lama yang memiliki bait. Setiap bait di dalam pantun terdapat empat larik dengan sajak tetap a-b-a-b. Pada larik pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan larik ketiga dan keempat merupakan isi dari pantun tersebut.

Lebih lengkapnya, kedua orang tersebut menjelaskan lebih lanjut jika sampiran pada pantun tersebut tidak berisi maksud yang ingin disampaikan melalui pantun. Sampiran ini hanya untuk menyamakan rima persajakannya saja. Jadi saat membuat pantun, akan lebih mudah untuk menentukan isi pantun terlebih dahulu barulah membuat kemudian membuat sampirannya.

• Pengertian Pantun Menurut Herman J Waluyo (2005:32) Bergelar Prof. Dr. Herman J Waluyo, MPd, ia pantun yang berisi petuah bijak dinamakan berkontribusi dalam penulisan berbagai macam buku tentang sastra Indonesia. Di salah satu bukunya yang ia terbitkan pada tahun 2005, Herman J Waluyo memberikan tanggapannya mengenai pengertian pantun.

Menurutnya, pantun adalah sebuah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Baca Juga : Ukuran Kertas A4 dalam cm, mm, inci, & pixel yang Benar Tidak hanya mengakar di beberapa kebudayaan Melayu, khususnya Indonesia menjadikan berbalas pantun sebagai salah satu adat istiadat yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Dari kesepuluh pengertian menurut KBBI dan beberapa ahli tersebut bisa disimpulkan jika : “ Pantun Merupakanbentuk dari puisi lama yang telah melekat di kebudayaan masyarakat Melayu yang terdiri dari 4 baris dengan sajak a-b-a-b. Setiap baris pantun terdapat 4 kata yang terdiri dari 8-12 suku kata.

Baris pertama dan kedua merupakan sampiran yang berupa kiasan, sedangkan baris ketiga dan keempat berupa isi.” Sejarah Pantun Sebenarnya tidak banyak yang tahu awal mula dari munculnya pantun di kalangan masyarakat Melayu pada saat itu karena pantun adalah budaya tentang bertutur kata dengan aturan-aturan tertentu dan sudah ada di kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, jika melihat perkembangan yang signifikan, hal berpantun telah dimulai sangat lama bahkan sebelum abad ke-17.

Pada jaman dahulu pantun ini lebih dikenal dengan sajak ayat yang dinyanyikan atau diucapkan. Karya awal adalah milik Abul Jamal yang seorang penyair dan juga Sufi Melayu yang tinggal di abad ke 17 masehi di Barus.

Ia juga seorang pemuja Seikh Syamsudin Pasai. Sajak ini kemudian diartikan sebagai ayat yang dinyanyikan secara otomatis untuk menghibur, menyindir, hingga sebagai lelucon. Lebih luas lagi, sejak abad ke-18 pantun sudah diakui dan semakin berkembang ketika organisasi Islam mulai berkembang. Pengertian sajak adalah ayat yang dinyanyikan juga dilakukan di daerah kepulauan lainnya seperti Sasak di Lombok dan Madura di Jawa Timur.

Pada sebuah buku yang ditulis oleh salah seorang sarjana bernama De Hollander pada abad ke-19 dengan judul Handleideing bij de beofening der Maleische taal en letterkunde (1893)juga mengatakan bahwa sajak adalah ayat yang dinyantikan. Ia juga menuliskan bahwa saat itu sajak yang ada mayoritas adalah bermotif asmara yang di nyanyikan secara spontan.

Berkembangnya organisasi Islam juga mempengaruhi motif sajak yaitu dengan adanya penyampaian pesan sosial atau spiritual. Kebudayaan ini kemudian berkembang dengan cepat dan sekarang kita lebih mengenalnya sebagai sebuah pantun.

Ciri-Ciri Pantun Terkadang muncul beberapa pertanyaan di Soal Sekolah mengenai “Sebutkan Ciri-ciri Pantun”, maka kita perlu tahu mengenai ciri-ciri pantun. Mengetahui ciri-ciri pantun ini akan membantu dalam pembuatan pantun yang baik. Saat ingin membuat pantun, pastikan pantun yang dibuat sudah memiliki seluruh ciri-cirinya.

Pada bagian sebelumnya telah disinggung mengenai beberapa ciri-ciri yang terdapat pada suatu pantun yang berisi petuah bijak dinamakan. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut ciri-ciri pantun yang bisa dilihat: Contoh 1: Anak kecil bermain bol a ……………………. (1)terdiri dari 9 suku kata. Bola di tending jauh ke bara t ……………………. (2)terdiri dari 10 suku kata.

Sungguh tersenyum aku dibuatny a ……………………. (3)terdiri dari 11 suku kata. Ada bunga mawar yang ku dapa t ……………………. (4)terdiri dari 10 suku kata. Contoh 2: Pergi ke pasar membeli bu ah ……………………. (1)terdiri dari 10 suku kata. Melihat banyak orang tersenyum ram ah ……………………. (2)terdiri dari 12 suku kata. Jangan sampai kamu terperang ah ……………………. (3)terdiri dari 10 suku kata. Karena penampilannya yang mew ah ……………………. (4) terdiri dari 11 suku kata. Agar lebih memahaminya, gunakan pantun di atas sebagai contoh untuk mengetahui benarkah sebuah pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.

• Setiap bait puisi memiliki empat baris/larik Di dalam bahasa Indonesia ada berbagai macam bentuk dan jenis karya sastra seperti prosa dan puisi.

Jika di dalam prosa lebih mengenal tentang paragraf untuk satu rangkaian satu kalimat, puisi tidak menyebutnya paragraf tetapi dinamakan bait. Pada suatu bait puisi berisi tentang suatu gagasan yang terdiri dari untaian-untaian kata yang saling terkait dengan ciri khas tersendiri tergantung dari jenis puisinya. Berkali-kali sudah disebutkan jika pantun masuk ke dalam jenis puisi lama.

Oleh karena itu, di dalam pantun memiliki satu bait. Setiap bait pantun ini terdiri dari 4 (empat) baris atau empat larik. Pada kedua contoh di atas terlihat jelas apabila setiap bait pantun benar terdiri dari empat larik. Apabila menemukan pantun dengan jumlah 2 larik pantun yang berisi petuah bijak dinamakan baris atau satu baitnya terdiri lebih dari empat baris, maka tidak bisa disebut dengan pantun.

Kedua jenis itu merupakan bentuk pengembangan dari pantun yang disebut sebagai karmina (jenis puisi lama atau pantun singkat) dan talibun (jenis puisi lama atau pantun panjang). • Setiap larik terdiri dari 8-12 suku kata Pada mulanya pantun muncul dan berkembang sebagai kebudayaan secara lisan. Oleh karenanya, pantun bisa dikatakan relatif singkat.

Meski saat ini karya sastra pantun juga ditemukan dalam bentuk tulisan, pantun tetap dibuat singkat. Jika pantun terlalu panjang, saat dibacakan akan terlalu panjang dan kehilangan ciri khas dari pantun itu sendiri. Bisa-bisa banyak yang akan mengira sedang membaca prosa daripada membaca pantun. Satu baris pantun hanya memiliki 8-12 suku kata saja. Umumnya bahkan pantun hanya memiliki 4 kata saja. Namun jumlah kata pada satu pantun yang berisi petuah bijak dinamakan tidak bisa menjadi ciri yang khas karena beberapa pantun memiliki 3 hingga 6 kata.

Berapapun jumlah katanya, yang menjadi pokok utama adalah jumlah suku kata di satu lariknya. Coba perhatikan contoh 1 dan contoh 2 yang memiliki minimal 9 suku kata di satu lariknya dan maksimal 12 suku kata.

Coba hitung jumlah suku katanya untuk memastikan! • Memiliki sampiran dan isi Meski pantun termasuk ke dalam jenis puisi tetapi ada yang membedakan pantun ini dengan puisi pada umumnya yaitu pantun memiliki sampiran dan isi. Sampiran ini merupakan pengantar pantun yang berbentuk kiasan sedangkan bagian selanjutnya merupakan isi yang merupakan ungkapan inti dari pantun tersebut. Pada bagian ini akan dijelaskan lebih rinci lagi di pembahasan mengenai struktur pantun.

• Berima/bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a Ciri yang selanjutnya adalah mengenai rima ataupun saja di dalam pantun itu sendiri. Rima dan sajak ini tidak pantun yang berisi petuah bijak dinamakan di dalam bentuk puisi pada umumnya, hanya terdapat di pantun saja. Ada dua versi rima yang ada di dalam sebuah pantun yaitu a-b-a-b atau juga a-a-a-a.

Mudahnya, pengertian sajak atau rima adalah bunyi akhir setiap larik pada bait pantun. Jika merujuk pada contoh di atas akan ditemukan kedua jenis rima tersebut.

Bersajak a-b-a-b bisa disebut pantun yang berisi petuah bijak dinamakan bersajak selang-seling, yaitu sajak sampiran larik pertama sama dengan sajak isi larik pertama. Begitu juga dengan sajak pada lampiran larik kedua, sama dengan sajak isi larik kedua. Pada contoh di atas memiliki rima a-t-a-t. Lalu jenis yang kedua merupakan pantun dengan sajak yang sama yaitu a-a-a-a atau satu bunyi. Di dalam pantun, sajak seperti ini diperbolehkan. Seperti pada contoh kedua pantun di atas memiliki saja yang berbunyi sama yaitu ah-ah-ah-ah.

Kelima ciri ini harus ada saat akan membuat pantun. Selain menyebutnya sebagai ciri, bisa juga disebut sebagai syarat pantun. Ciri manakah yang menurutmu paling sulit untuk ditemui? Jenis – Jenis Pantun Ternyata, pantun memiliki beberapa macam. Pantun yang sering muncul dan dipelajari mulai saat sekolah dasar ini bisa dibedakan menjadi dua jenis pantun, yaitu: pantun berdasarkan kelompok usia dan pantun berdasarkan isinya.

Di dalam kedua jenis pantun tersebut masih terdapat beberapa macam lagi pantun. Simak penjelasannya! Pantun Berdasarkan Kelompok Usia Pantun ini digolongkan berdasarkan kelompok usia yang ada di masyarakat, seperti pantun anak-anak, pantun remaja, dan pantun orang tua.

• Pantun anak-anak Seperti namanya, pantun anak-anak ini merupakan salah satu jenis pantun yang menggambarkan atau ada kaitannya dengan masa kanak-kanak.

Meskipun pantun ini ada hubungannya dengan masa kanak-kanak, tidak hanya menggambarkan tentang kegemibaraan atau suka cita saja tetapi juga tentang duka cita. • Pantun remaja Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan dengan namanya, pantun remaja ini lebih banyak memberikan gambaran yang ada kaitannya dengan kehidupan pada masa remaja.

Masa remaja bisa dikatakan masa yang memiliki banyak kenangan karena hal-hal baru ditemui pada masa ini. Proses menuju dewasa ini kerap kali mempertemukan kepada kisah yang tidak pernah ditemui pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, pantun remaja akan lebih banyak memiliki tema tentang pantun yang berisi petuah bijak dinamakan, hubungan asmara, perasaan, nasib, hingga hubungan dengan keluarga. • Pantun orang tua Lain halnya dengan pantun orang tua ini yang sangat erat kaitannya dengan hubungan orang tua atau orang dewasa.

Hal-hal yang menjadi tema pada pantun ini bukan lagi soal cerita kekanakan atau perkenalan menuju dewasa, melainkan lebih ke arah tema yang lebih serius lagi.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Banyak pantun orang tua yang lebih memilih tema tentang budaya, agama, dan nasihat. Baca Juga : Macam-Macam Gaya Renang dan Pengertiannya Pantun Berdasarkan Isinya Sedangkan, untuk jenis pantun ini dikelompokkan berdasarkan dengan isinya, yaitu: • Pantun suka cita Sesuai dengan namanya, pada pantun suka cita ini akan berisi tentang uangkapan kebahagiaan ataupun suka cita.

Apabila digabungkan dengan kelompok pantun sesuai dengan umur maka pantun suka cita ini lebih sering ditemukan untuk pantun kanak-kanak maupun remaja.

• Pantun duka cita Selain ada pantun yang mengungkapkan rasa senang atau suka cita, ada juga jenis pantun yang memberikan ungkapan mengenai duka cita.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Umumnya pantun ini akan menceritakan sesuatu yang sedih atau perasaan kecewa terhadap sesuatu hal. Misalnya karena nilai ulangan buruk, dimarahi orang tua, kehilangan, patah hati, bertengkar dengan teman dan masih banyak lagi. • Pantun cinta Sebelumnya telah dibahas mengenai pantun berdasarkan kelompok usia salah satunya adalah pantun remaja. Umumnya, pantun remaja ini akan memiliki isi berupa cinta atau romantisme kegembiraan antara dua insan seperti sedang kasmaran. Meski demikian pantun cinta ini bermakna lebih luas, bisa juga ungkapan cinta kepada saudara, adik, sahabat, dan lain-lain.

• Pantun jenaka Selanjutnya adalah pantun jenaka. Pantun ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menghibur pembaca.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Kadang-kadang, pantun jenaka juda digunakan sebagai alat sindiram secara halus melalui lelucon. Sehingga orang yang disindir tidak merasa terlalu sakit hati dan tetap bisa tertawa bersama. Pantun jenaka juga digunakan untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu kaku. • Pantun agama Sesuai dengan namanya, pantun agam ini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang sifatnya religius.

Sehingga umumnya pantun agama ini berisikan dakwah-dakwah yang memiliki tujuan agar para pendengarnya melakukan tindakan-tindakan baik sesuai dengan ajaran agama atau memiliki nilai-nilai relijius. Pantun agama ini digunakan agar terkesan tidak terlalu menggurui dan disampaikan dengan cara yang santai.

Pantun jenis ini tentu tidak hanya digunakan untuk berdakwah di satu agama saja.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Tetapi agama apapun bisa. • Pantun nasehat Untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan budi pekerti yang baik tidak selalu dengan cara kekerasan atau hukuman fisik. Beberapa cara menggunakan cara yang baik dan sederhana agar maksudnya tersampaikan dengan baik, salah satunya menggunakan pantun.

Oleh karena itu, pantun nasehat berisi tentang ungkapan yang memiliki nilai moral serta budi pekerti baik yang ingin disampaikan kepada para pembaca.

• Pantun adat istiadat Hampir sama dengan pantun nasehat, pantun adat istiadat juga mengungkapkan tentang nilai moral yang baik sesuai dengan hukum dan kebiasaan yang berlaku. Umumnya pantun adat istiadat ini berupa pepatah atau petuah nasehat untuk menjunjunh tinggi nilai adat istiadat • Pantun nasib Sesuai namanya, pantun nasib ini menceritakan tentang keadaan diri atau nasib yang sedang dihadapi.

Umumnya, pantun nasib ini dibuat untuk mengungkapkan apa yang terjadi atau apa yang dirasakan saat sedang berada di perantauan dan jauh dari rumah serta keluarga. Bisa menceritakan tentang suka duka saat berada diperantauan, kerinduan, atau semangat pantang menyerah.

• Pantun peperibahasa Selain pantun yang bisa dibuat untuk menceritakan ungkapan keadaan dan juga terdapat beberapa golongan umur, ada juga pantun yang berisi tentang petuah yang terdapat pada suatu peribahasa. umumnya, pantun jenis ini memiliki susunan yang tepat dan diketahui oleh banyak orang. • Pantun perkenalan Untuk mencairkan suasana dan tidak terlihat canggung, di beberapa kesempatan seseorang bisa menggunakan pantun untuk awal mula topik pembicaraan terhadap seseorang yang baru dikenal.

Pantun inilah disebut dengan pantun perkenalan. Selain untuk memperkenalkan diri, pantun ini bisa digunakan untuk memberikan umpan pertanyaan keapada lawan bicara yang baru dikenal. • Pantun persahabatan Sebelumnya sudah disebutkan mengenai pantun yang berisikan tentang perasaan cinta, ada juga pantun yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan persahabatan yang erat kepada orang terdekat, teman, atau sahabat.

Meski tidak semua pantun persahabatan memiliki unsur gembira, pantun persahabatan juga bisa digunakan untuk mengungkapkan kesedihan akan sahabat seperti karena perpisahan atau bertengkar dengan sahabat.

• Pantun kiasan Jenis pantun kiasan ini memiliki ungkapan yang menceritakan tentang sebuah makna yang tersirat atau sering disebut dengan kiasan. Hal yang disampaikan bisa apa saja entah itu sedih, gembira, atau ingin menyindir seseorang secara halus dan tidak langsung. • Pantun teka-teki Ini adalah salah satu pantun yang cukup sulit dibuat namun banyak disukai karena di dalam pantun ini terdapat teka-teki yang tersembunyi agar para pembaca dan pendengar memiliki kesempatan untuk berpikir dan menebak jawaban dari teka-teki tersebut.

Pantun ini bisa digunakan sebagai permainan untuk meramaikan suasana. Akan lebih bagus jika di pantun tersebut memberikan petunjuk mengenai jawabannya. • Pantun Kepahlawanan Ada juga jenis pantun kepahlawanan. Pantun ini memiliki ungkapan tentang perjuangan para pahlawan, semangat kebangsaan serta jiwa patriotism. Jika diterapkan pada zaman sekarang, pantun kepahlawanan ini juga bisa pantun yang berisi petuah bijak dinamakan tentang nasionalisme dan perjuangan untuk tetap memperjuangkan keutuhan bangsa dan tanah air.

• Pantun Berbalas Ada juga yang disebut dengan pantun berbalas. Pada pantun berbalas ini secara umum adalah pantun yang isinya dibuat sengaja untuk membalas pantun lainnya atau dibuat agar orang lain bisa membalas pantun tersebut.

Pantun jenis ini biasanya dibuat secara lisan dan spontan. Karena pantun ini memerlukan improvisasi yang banyak. Pantun berbalas ini bisa ditemukan di suatu acara-acara yang salah satu tradisinya adalah berbalas pantun. • Pantun perpisahan Terakhir merupakan pantun perpisahan. Pantun ini mengungkapkan perasaan saat harus berpisah. Meski pada perpisahan lebih banyak mengandung ungkapan kesedihan, pantun perpisahan juga bisa digunakan untuk mengungkapkan doa serta harapan untuk suatu pertemuan kembali.

Ternyata, pantun memiliki banyak jenis dan macam. Setelah mengetahui jenis dari pantun ini, manakah menurutmu yang paling sulit untuk di buat? Struktur Pantun Setelah memahami berbagai macam jenis pantun, pembahasan selanjutnya adalah mengenai struktur yang ada pada pantun.

Pada dasarnya, di dalam pantun tidak terlalu memiliki ciri-ciri ataupun struktur. Bahkan bisa dikatakan ciri-ciri dan struktur dari pantun ini memuat hal yang tidak jauh berbeda. Meski demikian, di dalam pantun terdapat dua struktur utama yaitu sampiran dan isi.

Sampiran Seperti yang telah diketahui jika sampiran di dalam pantun ada dua baris pertama yang umumnya berisikan hal-hal yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Pada sampiran ini berfungsi untuk menyiapkan rima dan irama pada pantun atau mudahnya bunyi terakhir dari setiap baris pantun. Hal ini bertujuan agar si pendengar lebih mudah untuk pantun yang berisi petuah bijak dinamakan isi pantun yang akan disampaikan nanti.

Dipertegasnya bunyi rima ini mengartikan jika pantun merupakan sastra lisan yang seringnya spontan di lakukan. Adanya rima dan irama dari pantun ini memberikan pesan eksplisit dan menegaskan sifat kelisanan pantun di budaya Melayu dahulu. Isi di dalam rima ini tidak selalu berkaitan langsung dengan bagian isi, namun akan lebih baik jika membuat sampiran yang juga tidak jauh dari bagian isi yang ingin disampaikan.

Isi Isi pantun bisa disebut juga dengan jantung pantun. Sebuah pantun dibuat untuk menyampaikan isinya dan bunyi rima dan irama pada pantun ini akan mengikuti sampiran yang ada di atasnya. Bagian isi ini terletak di dua baris terakhir sebuah pantun berisi pesan utama yang ingin disampaikan oleh si pemantun. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan jika rima pantun ini umumnya berbentuk silang yaitu a-b-a-b atau juga berbunyi sama yaitu a-a-a-a.

Meski demikian ternyata di dalam pantun sendiri juga kerap ditemukan pola rima dengan bunyi a-a-b-b. Fungsi Pantun Sebagai salah satu karya sastra lisan, pantun ini berkembang dengan sangat dekat di kehidupan masyarakat melayu termasuk Indonesia. Adanya pantun ini sangat berperan besar terhadap beberapa adat dan pola kehidupan masyarakat. Beberapa fungsi dari pantun itu sendiri seperti: • Pantun berfungsi sebagai penjaga fungsi kata dan alur berpikir Karena berpantun adalah salah satu budaya yang dipraktekan secara lisan, maka penutur pantun akan terbiasa untuk berpikir cepat sehingga membiasakan proses alur berpikir yang bekerja di dalam otak.

Pemilihan diksi di dalam pantun sangat penting dan tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu, orang yang melakukan atau terbiasa berpantun akan mudah untuk berpikir mengenai makna kata itu sendiri sebelum mengucapkannya.

• Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan melatih orang untuk berpikir asosiatif Ingatkan jika pantun memiliki isi dan sampiran di dalam strukturnya? Meskipun sampiran dan isi cenderung tidak memiliki kaitan cerita yang kuat, namun pantun memberitahukan bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lainnya.

Jika tidak, di dalam pantun tidak akan perlu memperhatikan tentang rima ataupun sajak. • Di kehidupan sosial, pantun bisa menjaga pergaulan yang kuat Pantun ada tidak hanya di kalangan masyarakat secara luas tetapi juga berkembang di kehidupan sosial lingkup sederhana seperti pertemanan atau persahabatan hingga pasangan, lalu juga ikatan orang tua kepada anak, kedekatan sanak-saudara dan juga lingkungan tengga.

Baca Juga : Contoh Penutup Makalah Pantun ini bisa digunakan sebagai media untuk menjaga pergaulan agar tetap kuat. Beberapa jenis pantun akan memberikan warna pergaulan dengan cara yang unik seperti berbalas pantun, menasehati dengan cara yang halus, serta seperti permainan teka-teki yang membuat semua orang bisa saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. • Pantun sebagai penjaga dan media kebudayaan untuk mengenalkan dan menaga nilai-nilai masyarakat Pantun tidak hanya sekedar dibuat sebagai hiburan saja tetapi juga sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Di dalam pantun, penyampaian pesan cenderung tersembunyi sehingga jauh lebih merasuk ke dalam kehidupan bermasyarakat tanpa pantun yang berisi petuah bijak dinamakan hati dengan sengaja.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Pantun memiliki filosofi yang sangat lekat yaitu, ‘Adat berpantun, pantang melantun’ adalah peribahasa yang memberikan arti jika pantun sangat erat dengan nilai-nilai sosial dan bukan sekedar imajinasi saja. Oleh karena itu, pantun digunakan sebagai media penyampaian pesan karena memang hakikat pantun itu untuk menjadi penuntun.

• Pantun masuk ke dalam upacara adat Jangan salah! Pantun juga masuk ke dalam upacara adat. Umumnya, pantun dalam upacara adat ini adalah pantun berbalas. Salah satu upacara adat yang masih melestarikan adat berpantun ini adalah di kebudayaan suku Minangkabau. Di dalam beberapa acara adat suku Minangkabau masih melestarikan adat berpantun seperti pada upacara manjapuik marapulai (menjemput mempelai pria), batagak gala (upacara penobatan gelar), batagak penghulu (upacara penobatan penghulu), atau di dalam pidato-pidato upacara adat lainnya.

Syarat-Syarat Pantun Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan dan dijelaskan pada bagian sebelumnya, apakah sebuah pantun masih memiliki syarat-syarat? Sebenarnya, syarat dari pembuatan pantun dan juga ciri-ciri pantun ini hampir mirip. Namun, tidak masalah jika dibahas sekali lagi secara singkat.

Selain itu, langsung saja dipraktekan syaratnya dalam membuat pantun! • Satu bait pantun terdiri dari 4 baris • Baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran, baris ke-3 dan ke-4 berupa isi • Satu baris pantun berisi 8-12 suku kata • Pantun bersajak silang a-b-a-b atau sama a-a-a-a Contoh 1: Sampiran Per-gi ke ta-man mem-ba-wa bu-ng a …………… 10 suku kata bersajak a Ter-du-duk a-ku di ba-wah lam-p u …………… 10 suku kata bersajak u Isi Rin-du a-ku ten-tang a-din-d a …………… 9 suku kata bersajak a Ter-ba-yang sla-lu se-nyum in-dah-m u …………… 10 suku kata bersajak u Contoh 2: Sampiran Per-gi ke pa-sar mem-beli kur-m a …………… 10 suku kata bersajak a Kur-ma di-ma-kan ma-nis ra-sany a …………… 10 suku kata bersajak a Isi Hi-dup pe-nuh su-ka ci-t a …………… 9 suku kata bersajak a Ting-gal ber-sa-ma a-yah dan i-bun-d a …………… 11 suku kata bersajak a Kaidah Bahasa Pantun Pantun tidak sembarang dibuat tanpa memperhatikan kaidah kebahasaan.

Meski terlihat sederhana dan singkat, pantun tidak hanya sekedar berjumlah empat baris dengan rima yang sesuai dan jumlah suku kata sesuai dengan syarat yang berlaku. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang ada di dalam pantun: • Diksi Diksi adalah pemilihan kata.

Pemilihan kata pada sebuah pantun tidak bisa asal dan sembarangan. Karena jika diksi yang dipilih salah atau kurang tepat maka maksud ungkapan dari pantun tersebut juga menjadi kurang dan tidak tersampaikan dengan baik.

Salah satu cara untuk memperbanyak diski adalah dengan membaca. • Bahasa Kiasan Selain diksi yang langsung menunjukkan maksud dari ungkapan yang ingin disampaikan, juga terdapat diksi yang memperlihatkan kiasan atau makna sebenarnya tersembunyi atau makna tidak langsung.

Bahasa kiasan ini juga digunakan saat membuat pantun agar pantun terdengar lebih indah. Bahasa kiasan ini umumnya berupa beribahasa. Jenis pantun yang menggunakan bahasa dengan ungkapan makna tidak langsung ini adalah pada pantun kiasan atau juga pantun berkasih-kasihan. • Imaji Imaji ini seperti penggambaran yang dibuat oleh si pelantun pantun yang akan membuat pendengar seperti mampu membayangkan gambaran dari pantun tersebut secara visual atau bisa dilihat (imaji visual), juga pantun tersebut didengar (imaji auditif), dan dirasa (imaji taktil).

Imaji pantun yang berisi petuah bijak dinamakan tidak akan sempurna atau sampai kepada pembaca/pendengar apabila pemilihan diksinya keliru atau tidak tepat. Oleh karena itu, untuk memperkuat kemampuan dalam berpantun diperlukan latihan yang cukup dan juga banyak-banyak pantun yang berisi petuah bijak dinamakan karya.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

• Bunyi Ingatkan jika di dalam pantun ini harus memperhatikan bunyi akhir setiap larik atau yang disebut dengan sajak atau rima? Bunyi yang muncul ini akan sangat berpengaruh terhadap keindahan pantun itu sendiri. Selain memperhatikan rima pantun, saat melantunkan pantun juga harus diperhatikan ritme pengucapan agar pantun tersebut lebih hidup dan mudah dicerna oleh para pendengarnya.

Dengan tambahan pengetahuan kaidah kebahasaan dalam pantun ini bisa membuatmu lebih mudah untuk membuat pantun yang baik sesuai dengan keinginanmu! Cara Membuat Pantun Saat pertama kali membuat pantun mungkin akan mengalami beberapa kesulitan seperti terlalu panjang atau terlalu pendek saat membuat kalimat, bunyi rima yang sulit untuk diselaraskan.

Untuk mempermudah dalam membuat pantun, coba ikuti langkah-langkah di bawah ini: • Pahami syarat, ciri, dan struktur pantun Pertama kali yang harus dilakukan adalah memahami syarat, ciri, dan struktur dari pantun tersebut sehingga apapun yang akan teman-teman tulisan tidak akan melenceng terlalu jauh dari ketiga hal itu.

Kamu harus memahami bahwa membuat pantun tidak sekadar menuliskan sebuah kalimat biasa saja. • Menentukan tema pantun Setelah benar-benar memahami syarat, ciri, dan juga struktur dari pantun ini tentukan terlebih dahulu tema pantun apa yang ingin kamu buat.

Sebelumnya sudah dijabarkan dengan sangat jelas dan rinci mengenai jenis-jenis pantun. Untuk berlatih, tentukan tema yang menurutmu paling mudah dan realitanya dekat dengan kehidupan sehari-hari. • Membuat isi pantun Pantun memang terdiri dari dua bagian, yaitu sampiran dan isi.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Sampiran memang muncul lebih dahulu daripada isi, tetapi untuk membuat pentun akan jauh lebih mudah apabila kamu menentukan isi pantun itu terlebih dahulu. Isi pantun ini sangat berkaitan erat dengan tema karena pesan yang ingin kamu sampaikan pasti sesuai dengan tema yang kamu ambil. • Membuat sampiran pantun Setelah berhasil menentukan isi pantun, lalu buatlah sampiran yang sesuai dengan isi pantun tersebut.

Membuat sampiran jauh lebih mudah dikarenakan sampiran tidak perlu memiliki pesan atau makna bahkan tidak memiliki keterkaitan erat dengan isi pun tidak masalah karena yang paling penting adalah memenuhi jumlah suku kata dan bunyi rimanya. Contoh Pantun Setelah penjelasan yang sangat lengkap mengenai pantun, jangan sampai malas untuk berlatih membuat pantun.

Agar dari seluruh pejelasan tadi mudah untuk dimengerti, perhatikan berikut beberapa contoh pantun sesuai dengan jenis-jenis pantun yang ada. • Contoh Pantun Anak-Anak Permen gulali di atas meja Adik membawa sambil tertawa Kita harus tetap bersahaja Kepada siapapun teman kita • Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan Pantun Orang Muda Senyum-senyum di tepi sawah Sambil terbayang ayu wajahmu Sungguh senang saat di rumah Adinda membalas surat cintaku • Contoh Pantun Orang Tua Mendayung perahu sampai di sana Ayo bergegas sebelum lelah Jangan malas, ayo bekerja Bekerja demi masa depan cerah • Contoh Pantun Jenaka Ikan dipancing masuk telaga Telaga jernih tidak beriak Sungguh bahagia aku dibuatnya Sudah botak pandai melawak • Contoh Pantun Teka-Teki Duduk bersantai di bangku panjang Melihat sekeliling kandang hewan Telinganya lebar berhidung panjang Hewan apakah gerangan?

• Contoh Pantun Nasehat / Nasihat Bunga-bunga ditepi jalan Diterpa angin hempasan kendaraan Tetap tegar dalam perjuangan Sedang menunggu buah keberhasilan • Contoh Pantun Kiasan Bunga Dahlia mekar di taman Baunya semerbak menjadi candu Wajahmu teduh bagaikan rembulan Semakin ditatap semakin mengingatmu • Contoh Pantun Berkasih-Kasihan Bunga mawar tumbuh di taman Ditanam dekat bangku panjang Ada rindu yang ku simpan Hanya untuk adinda seorang • Contoh Pantun Agama Duduk di serambi sambil mengingat Mengingat usia semakin renta Meski berdosa tetaplah sholat Agar makin dekat dengan surga-Nya • Contoh Pantun Nasib Termenung aku di bangku taman Melihat kemilau lampu kota Rindu aku kampung halaman Kapan kita bisa berjumpa jua • Contoh Pantun Adat Pergi ke kota naik delman Delman melaju senangkan hati Kain batik adalah peninggalan Wajib dijaga agar lestari • Contoh Pantun Kepahlawanan Berbaju perang mengangkat pedang Melawan musuh dalam berperang Tetap semangat dalam berjuang Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan masih berdiri menghadang • Contoh Pantun Suka Cita Jalan-jalan ke pantai Marina Duduk santai minum kelapa muda Sungguh hati merasa bahagia Melihat Ibu tersenyum ceria • Contoh Pantun Duka Cita Langit mendung pagi buta Hujan turun tiada terkira Nasib manusia siapa sangka Akhirnya ia berpulang juga • Contoh Pantun Pendidikan Kain dijahit jadilah baju Bukan menjadi nisan jenazah Sekolah untuk mencari ilmu Bukan sekadar dapat ijazah • Contoh Pantun Lucu Kancil cari undur-undur Mencarinya muter-muter Ada anak suka tidur Sambil ngorok sambil ngiler • Contoh Pantun Cinta Kertas baru dipukul batu Dicampur jamu di atas tungku Cinta suciku cukuplah satu Untuk kamu sepanjang waktu Demikian Artikel mengenai Pengertian Pantun, Sejarah, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis beserta Contoh-Contoh pantun.

Semoga bermanfaat bagi Anda. Contoh Surat Terbaru • 1 Penetapan Formasi Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Bali • 2 5 Cara Mempercepat Windows 10 yang Lemot • 3 Kumpulan Doa Sebelum Tidur, Bangun Tidur dan Susah Tidur Sesuai Sunnah Paling Bermanfaat Terlengkap • 4 Penetapan Formasi Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tasikmalaya • 5 Penetapan Formasi Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tanah Laut • 6 Bacaan Sholawat Nariyah Dan Artinya Beserta Sejarah, Mp3, Khasiat, Video Paling Lengkap • 7 Niat Puasa Tarwiyah • 8 Niat Puasa Tasu’a 9 Muharram
Jenis-Jenis Pantun Jenis-Jenis Pantun Berdasarkan Isi Dan Contohnya – Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari empat baris.

Baris pertama dan kedua disebut sampiran, sedangkan baris ketiga dan ke empat dinamakan isi. Pada artikel ini akan dibahas mengenai apa saja jenis-jenis pantun berdasarkan isi dan contohnya.

Secara umum, pantun dibedakan berdasarkan isi dan usianya. Berdasarkan isinya, ada jenis pantun jenaka, pantun nasehat, pantun agama, pantun teka-teki, pantun peribahasa, dan pantun percintaan.

pantun yang berisi petuah bijak dinamakan

Sedangkan berdasarkan usianya, terdapat jenis pantun anak-anak, pantun remaja, dan pantun orang tua. Dari berbagai jenis pantun yang ada, ciri-ciri pantun secara umum yaitu terdiri dari empat baris, tiap barisnya memiliki 8-12 suku kata, memiliki sajak a-b-a-b, dua baris pertama merupakan sampiran dan baris dua baris terakhir merupakan isi.

Berikut merupakan jenis-jenis pantun berdasarkan isi dan contohnya masing-masing. Jenis-Jenis Pantun Berdasarkan Isi Dan Contohnya 1. Pantun Kiasan Pantun kiasan merupakan pantun yang ditulis menggunakan bahasa kiasan. Sehingga pesan yang disampaikan tidak langsung terbaca, melainkan secara tersirat. Contoh Pantun Kiasan Naik perahu dekat kemudi Betapa harum bunga selasih Elok nian resminya padi Makin tunduk makin berisi Kayu jati dibuat papan Burung puyuh jauh menghilang Padi kutanam dengan harapan Tumbuh pula rumput ilalang 2.

Pantun Cinta Pantun cinta merupakan jenis pantun yang berisi pesan tentang cinta, keromantisan, perasaan rindu antara dua insan. Pantun ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau isi hati orang yang sedang dilanda asmara. Contoh Pantun Cinta Pantun nasihat merupakan pantun yang berisi tentang pesan moral atau pesan bijak yang mengajak kepada pembacanya untuk berbuat kebaikan.

Contoh Pantun Nasihat Pinang muda dibelah dua Manik-manik mati dirempuh Dari muda sampai ke tua Pengajaran baik jangan diubah Kayu bakar dibuat arang Arang dibakar memanaskan diri Jangan mudah menyalahkan orang Cermin muka lihat sendiri 4.

Pantun Jenaka Pantun jenaka merupakan jenis pantun yang memiliki isi jenaka atau lelucon menarik. Tujuan dari pantun ini yaitu memberikan hiburan, namun pantun ini juga sering digunakan untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban. Contoh Pantun Jenaka Pagi-pagi makan kuaci Jangan dimakan dengan kulitnya Bagaimana pula kau ini Satu tambah satu masa tak bisa Pohon ara dibuat gubuk Pasang pasak biar tegak Risiko asmara dunia facebook Cinta ditolak blokir bertindak Baca Lainnya: Penyajian Data Statistik Dalam Bentuk Tabel Dan Diagram Pantun agama merupakan jenis pantun yang memiliki tujuan hampir sama dengan pantun nasihat.

Tujuannya tak lain memberikan pesan moral yang bersifat keagamaan. Jenis pantun ini mengungkap mengenai hubungan manusia dengan pencipta-Nya. Contoh Pantun Agama Ketika peniti patah Jangan gantikan dengan busa Ketika hati melemah Jangan lupa pada Yang Maha Esa Jalan-jalan ke Kolaka Sungguh kelak-kelok jalannya Syariat Islam jalan kita Hadits Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan sebagai petunjuknya 7.

Pantun Peribahasa Pantun peribahasa adalah jenis pantun yang memuat kalimat peribahasa, yang pada umumnya memiliki susunan tetap. Umumnya peribahasa yang ada di dalam pantun dapat dijadikan petuah. Contoh Pantun Peribahasa Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Kalau ada sumur di ladang Bolehkah kita menumpang mandi Kalau ada umurku panjang Bolehkah kita berjumpa lagi 8.

Pantun Adat Pantun adat adalah jenis pantun yang memuat hal-hal yang berkaitan dengan ada istiadat dan kebudayaan masyarakat. Umumnya pantun ini digunakan untuk menjunjung tinggi nilai adat.

Contoh Pantun Adat Manis madu semanis gula Madu dimakan enak rasanya Seribu pulau seribu budaya Jadi kebanggaan Pantun yang berisi petuah bijak dinamakan Jalan-jalan ke toko bunga Setangkai bunga untuk sang mama Ragam budaya kekayaan kita Sudah sepatutnya harus dijaga Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis pantun berdasarkan isi dan contohnya. Semoga bermanfaat. Baca Juga : • Jenis-Jenis Puisi Lama Beserta Ciri-Cirinya • Jenis-Jenis Puisi Baru Beserta Ciri-Ciri Dan Contohnya • Macam – Macam Alat Musik Tradisional Dan Gambarnya • Macam – Macam Sudut Pandang Dan Contohnya • Macam – Macam Sudut Pengambilan Gambar Potografi

#BiarAllahSayang




2022 www.videocon.com