Hipoventilasi adalah

hipoventilasi adalah

Keseimbangan ini dapat terganggu hipoventilasi adalah seseorang bernapas dengan udara yang lebih kadaluwarsa daripada yang dihirup.

Ini dengan cepat memicu pengurangan tingkat karbon dioksida dalam tubuh. Kadar karbon dioksida yang terlalu rendah dalam tubuh menyebabkan penyepitan pembuluh darah yang memasok pembuluh darah hipoventilasi adalah otak.

Berkurangnya pasokan darah ke otak ini menyebabkan gejala seperti sakit kepala dan kesemutan pada jari-jari. Jika kondisinya parah, hiperventilasi dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran.

Hiperventilasi juga dikenal dengan napas yang cepat dan dalam, nafas cepat abnormal, napas hipoventilasi adalah, atau pernapasan yang cepat dan dalam. iperventilasi secara medis didefinisikan sebagai tindakan bernapas yang berlebihan, atau menghirup dan mengembuskan napas dengan cepat dan dangkal. Namun, ada beberapa masalah medis tambahan dan opsi serius yang juga dapat menyebabkan hiperventilasi. Hiperventilasi dapat memiliki sejumlah efek yang mengganggu pada tubuh yang bahkan dapat meningkatkan perasaan panik atau gelisah dan dengan demikian menyebabkan hiperventilasi lebih lanjut.

Dengan mempelajari lebih lanjut tentang penyebab dan gejala hiperventilasi, Anda dapat membantu memulihkan ritme pernapasan alami Anda. Daftar Isi : • Penyebab Hiperventilasi • Gejala Hiperventilasi • Cara Hipoventilasi adalah Hiperventilasi • 1. Bernapas dengan Mengerucutkan Bibir • 2. Hipoventilasi adalah Perlahan dengan Bantuan Kantong Kertas • 3. Bernapas Dalam-dalam • 4.

Akupunktur • 5. Obat-obatan • Diagnosis Hiperventilasi • Pencegahan Hiperventilasi • Share this: • Related posts: Penyebab Hiperventilasi Hiperventilasi jarang terjadi bagi sebagian orang. Terkadang hiperventilasi muncul dari reaksi panik, stres, maupun fobia. Beberapa orang lain mungkin mengalami hiperventilasi karena keadaan emosi tertentu, seperti depresi, kecemasan atau kemarahan.

Ketika hiperventilasi sering terjadi, ini disebut sindrom hipervetilasi. Beberapa penyebab umum hiperventilasi adalah: • Hipoventilasi adalah • Penggunaan stimulan • Overdosis • Hamil • Infeksi paru-paru • Asma atau penyakit paru-paru lainnya • Serangan jantung atau penyakit jantung lainnya • Ketoasidosis diabetik (komplikasi gula darah tinggi pada diabetes tipe 1) • Cedera kepala • Pergi ke ketinggian lebih dari 6.000 kaki • Gejala Hiperventilasi • Serangan panik • Gangguan kecemasan • Olahraga terlalu sulit.

Gejala Hiperventilasi Gejala hiperventilasi terkadang mungkin hipoventilasi adalah disadari. Dilansir dari WebMD, beberapa gejala hiperventilasi adalah sebegai berikut ini: • Napas pendek, merasa tidak bisa mendapatkan udara yang cukup • Detak jantung lebih cepat dari biasanya • Pusing dan tidak sadar • Nyeri atau sesak di dada • Sering menguap atau mendesah • Kesemutan atau bahkan mati rasa di tangan dan kaki.

Cara Mengatasi Hiperventilasi 1. Bernapas dengan Mengerucutkan Bibir Bernafas dengan bibir membantu mengatasi sindrom hiperventilasi. Anda melakukan ini dengan mengerucutkan bibir sama seperti ketika meniup lilin ulang tahun. Tarik napas dari hidung, bukan melalui mulut. Lalu buang napas melalui celah kecil di antara bibir.

Ulangi sampai anda merasa lebih baik. 2. Bernapas Perlahan dengan Bantuan Hipoventilasi adalah Kertas Cara lainnya yang hipoventilasi adalah Anda lakukan untuk mengatasi hiperventilasi adalah bernapas dengan menggunakan kantong kertas.

Metode ini sangat efektif karena udara menumpuk di dalam tas sehingga Anda bisa bernapas lagi. Namun, jika tidak ada kertas atau kantong plastik, Anda juga bisa memegang tangan seperti mangkuk untuk menahan napas.

3. Bernapas Dalam-dalam Untuk membantu diri Anda agar lebih tenang saat mengalami hiperventilasi, cobalah untuk bernapas dalam-dalam.

Cobalah bernapas dalam-dalam melalui hidung dan tahan selama 10 hingga 15 detik sebelum menghembuskan napas melalui mulut.

4. Akupunktur Akupunktur bisa menjadi salah satu pengobatan yang cukup efektif untuk mengatasi sindron hiperventilasi. Jika anda menderita hiperventilasi setiap kali Anda panik, cari ahli hipoventilasi adalah untuk terapi.

Dikutip dari Healthline ada sebuah penelitian yang menemukan bukti bahwa akupunktur membantu mengurangi kecemasan dan keparahan hiperventilasi. 5. Obat-obatan Tergantung pada tingkat keparahannya, dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat untuk mengatasi kekambuhan kondisi ini.

Beberapa obat yang biasanya diresepkan untuk pengobatan hiperventilasi adalah: • Alprazolam (Xanax) • Doxepin (Silenor) • Paroxetine (Paxil) Sebaiknya, coba semua cara dan temukan cara mana yang kira-kira paling efektif untuk Anda.

Diagnosis Hiperventilasi Hiperventilasi dapat didasari oleh beberapa kondisi. Sangat penting untuk dokter memeriksa seluruh gejala untuk mengetahui pemicu dari hiperventilasi yang terjadi. Pemeriksaan dimulai dengan pemeriksaan fisik dan dokter bertanya kepada pasien tentang riwayat kesehatan Anda.

Jika dicurigai penyebab hiperventilasi hipoventilasi adalah infeksi, maka dapat dilakukan pemeriksaan darah atau tes rontgen dada untuk mamastikannya.

Tes gas darah arteri dilakukan untuk mengukur jumlah oksigen dan karbon dioksida dan untuk menentukan apakah hiperventilasi telah mengakibatkan penurunan karbon dioksida dalam darah. Pencegahan Hiperventilasi Hiperventilasi dapat dicegah dengan cara mempelajari beberapa teknik pernapasan dan juga realaksasasi seperti meditasi, latihan pernapasan (latihan pernapasan alternatif, pernapasan perut bagian dalam, pernapasan seluruh tubuh), latihan mental atau fisik (Tai Chi, yoga), dan olahraga teratur.

Jika terkena gejala hiperventilasi, tetaplah tenang dan mulai penanganan dengan melakukan perawatan di rumah lebih dulu. Seperti disebutkan sebelumnya, beberapa penyakit mungkin memerlukan perawatan medis jika hiperventilasi sebenarnya disebabkan oleh kondisi tertentu.

Sekian artikel tentang Hiperventilasiini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih. Baca Juga Artikel Lainnya >>> • Bronchopneumonia Adalah : Faktor Resiko dan Tindakan Pencegahannya • Trigger Finger Adalah : Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Faktor Resiko • Agoraphobia Adalah : Gejala, Penyebab, Faktor Resiko dan Cara Mengatasi Related posts: • Ensefalopati Adalah • Miconazole Adalah • Combivent Adalah Posted in Kesehatan Tagged Akupunktur, Bernapas Dalam-dalam, Bernapas dengan Mengerucutkan Bibir, Bernapas Perlahan dengan Bantuan Kantong Kertas, cara menangani hiperventilasi, Cara Mengatasi Hiperventilasi, Diagnosis Hiperventilasi, Gejala Hiperventilasi, Hiperventilasi, Hiperventilasi adalah, kelelahan otot pernafasan adalah, keletihan otot pernapasan adalah, kondisi yang bagaimana yang akan berakibat hiperventilasi, makalah hiperventilasi, Obat-obatan, pathway hiperventilasi, patofisiologi hiperventilasi, Pencegahan Hiperventilasi, Pengertian Hiperventilasi, Penyebab Hiperventilasi, perbedaan hiperventilasi dan takipnea Post navigation Artikel Terbaru • Ensefalopati Adalah • Ekonomi Makro Adalah • Miconazole Adalah • Hidroponik Adalah • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah • Teks Eksplanasi Adalah • Combivent Adalah • Antalgin Adalah • Pelanggan Adalah • Gutasi Adalah • Epidermis Adalah • Tunjangan Adalah • Teller Adalah Artikel Terbaru • Ensefalopati Adalah • Ekonomi Makro Adalah • Miconazole Adalah • Hidroponik Adalah • Termometer Adalah • Senam Irama Adalah • Typography Adalah • Teks Eksplanasi Adalah • Combivent Adalah • Antalgin Adalah • Pelanggan Adalah • Gutasi Adalah • Epidermis Adalah • Tunjangan Adalah • Teller Adalah
Hiperventilasi adalah suatu kondisi di mana seseorang mulai bernapas dengan sangat cepat.

Pernapasan normal terjadi ketika jumlah oksigen yang dihirup, seimbang dengan karbon dioksida yang dikeluarkan. Saat seseorang menghembuskan lebih banyak karbondioksida dibandingkan dengan oksigen yang dihirup, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan asam-basa dalam tubuh. Pesan Sekarang Jumlah karbon dioksida yang rendah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Berkurangnya pasokan darah ke otak dapat menyebabkan gejala-gejala seperti sakit kepala ringan dan kesemutan.

hipoventilasi adalah

Namun jika hal ini terus menerus terjadi, maka dapat menyebabkan pernapasan cepat sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan oksigen otak yang disebut dengan hiperventilasi.

Hiperventilasi yang parah dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Hiperventilasi juga dapat terjadi sebagai respons panik, atau saat seseorang menghadapi hal yang menakutkan, stres, atau fobia. Hiperventilasi adalah kondisi yang jarang terjadi secara umum. Namun ketika seseorang sering mengalami hiperventilasi maka dapat dikatakan jika seseorang tersebut menderita sindrom hiperventilasi.

Hiperventilasi juga dikenal sebagai: • pernapasan dalam yang cepat (atau cepat) • bernafas berlebihan Apa penyebab seseorang mengalami Hiperventilasi?

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hiperventilasi. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh gangguan cemas, serangan panik, gugup, atau stres. Penyebab lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hiperventilasi, termasuk: • mengalami perdarahan • penggunaan obat-obatan stimulan • overdosis obat (overdosis aspirin, misalnya) • menderita sakit parah • kehamilan • menderita penyakit infeksi paru-paru • penyakit paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau asma • kondisi jantung, seperti serangan jantung • ketoasidosis diabetik (komplikasi gula darah tinggi pada diabetes tipe 1) • cedera kepala • bepergian ke daerah dengan ketinggian lebih dari 6.000 kaki Gejala Hiperventilasi Hipoventilasi adalah bisa menjadi masalah serius.

Gejala dapat berlangsung selama 20 hingga 30 menit. Hiperventilasi dapat disertai oleh gejala penyerta seperti : • nyeri dada • demam • perdarahan • merasa cemas, gugup, atau tegang • detak jantung berdebar dan kencang • masalah dengan keseimbangan, sakit kepala ringan, atau vertigo • mati rasa atau hipoventilasi adalah di tangan, kaki, atau di sekitar mulut • sesak dada Beberapa gejala lain yang tidak spesifik dan mungkin berhubungan dengan hiperventilasi meliputi : • sakit kepala • bersendawa • berkedut • berkeringat • gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur atau lapang pandang yang terganggu • masalah dengan konsentrasi atau memori • kehilangan kesadaran (pingsan) jika Anda memiliki gejala berulang, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Anda mungkin memiliki kondisi yang disebut sebagai sindrom hiperventilasi. Sindrom ini masih belum dipahami dengan baik dan memiliki gejala yang mirip dengan gangguan panik. Kondisi ini sering salah didiagnosis hipoventilasi adalah asma. Apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya Hiperventilasi?

Untuk membantu mencegah terjadinya hiperventilasi, Anda dapat mempelajari teknik pernapasan dan relaksasi dengan cara: • meditasi • melatih pikiran / tubuh, seperti tai chi, yoga, atau qigong • berolahraga secara teratur (berjalan, berlari, bersepeda, dll.) Juga dapat membantu mencegah terjadinya hiperventilasi.

Ingatlah untuk tetap tenang jika Anda mengalami salah satu gejala hiperventilasi. Cobalah metode perawatan di rumah untuk mengatasi gejala dan pastikan untuk memeriksakan diri Anda ke dokter.

Bagaimana pengobatan Hiperventilasi ? Jika Anda mengalami masalah pernapasan, penting untuk segera memeriksakan diri Anda ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap untuk memastikan bahwa kondisi Anda tidak dipengaruhi oleh penyakit yang dapat mengancam nyawa. Penting untuk tetap tenang jika Anda mengalami kasus hiperventilasi akut. Tujuan dari perawatan adalah untuk meningkatkan kadar karbon dioksida dalam tubuh sehingga dapat hipoventilasi adalah keseimbangan asam basa dan hipoventilasi adalah mengembalikan pola pernapasan dengan memperlambat laju pernapasan pada kasus hiperventilasi.

hipoventilasi adalah

Pesan Sekarang Berikut beberapa hal yang dapat Anda coba untuk mengatasi hiperventilasi. Perawatan rumah Anda dapat mencoba beberapa teknik di bawah ini untuk membantu mengobati kasus-kasus hiperventilasi akut: • Bernapaslah melalui bibir yang mengerucut. • Cobalah melakukan pernapasan perut • Tahan napas selama 10 hingga 15 detik setiap kali menarik napas • Mengurangi stres • Akupunktur • Obat Tergantung pada tingkat keparahannya, dokter Anda mungkin juga akan meresepkan obat-obatan.

Contoh obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi hiperventilasi meliputi: • alprazolam (Xanax) • doxepin (Silenor) • paroxetine (Paxil) Ajukan pertanyaan dengan promosi dan dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Anda bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh hipoventilasi adalah kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah hipoventilasi adalah, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di app Lalu, apa itu hipoventilasi dan hiperventilasi?

Depresi pernapasan ( hipoventilasi ) adalah gangguan pernapasan yang ditandai dengan pernapasan lambat dan tidak efektif. Selama siklus pernapasan normal, Anda menghirup oksigen hipoventilasi adalah paru-paru.

Hiperventilasi adalah ketika Anda bernapas terlalu cepat, menurunkan kadar karbon dioksida dalam darah. Juga, apa saja gejala hipoventilasi? Gejalanya meliputi: • Warna kebiruan pada kulit yang disebabkan oleh kekurangan oksigen.

• kantuk di siang hari. • Kelelahan. • Sakit kepala pagi. • Pembengkakan hipoventilasi adalah kaki. • Bangun dari tidur dengan gelisah. • Bangun berkali-kali di malam hari.

Akibatnya, apa itu hipoventilasi? Hipoventilasi (juga dikenal sebagai depresi pernapasan) terjadi ketika ventilasi tidak memadai (hipo berarti "di bawah") untuk melakukan pertukaran gas yang dibutuhkan. Menurut definisi itu menyebabkan peningkatan konsentrasi karbon dioksida (hiperkapnia) dan asidosis respiratorik. Apa yang terjadi pada tubuh selama hiperventilasi? Hiperventilasi adalah suatu kondisi di mana Anda mulai bernapas sangat cepat.

hipoventilasi adalah

Anda mengganggu keseimbangan ini ketika Anda hiperventilasi dengan menghembuskan napas lebih banyak daripada yang Anda hirup. Hal ini menyebabkan pengurangan cepat karbon dioksida dalam tubuh. Kadar karbon dioksida yang rendah menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Pengurangan karbon dioksida dapat menyebabkan banyak gejala fisik, seperti kesemutan dan mati rasa, nyeri dada dan mulut kering.

Hiperventilasi juga dapat berkembang menjadi perasaan pingsan, pusing, kepala terasa ringan, dan kebingungan. Seseorang yang mengalami hiperventilasi mungkin mulai menghirup udara dengan cepat dan keras. Hipoventilasi adalah fatal yang tragis dari hiperventilasi relatif pada manusia dengan penyakit saluran napas obstruktif kronis yang parah, juga mengungkapkan bahwa hiperventilasi pada manusia dapat mengakibatkan hipoksia serebral yang cukup parah untuk menyebabkan kerusakan otak aktual dan kematian otak (Kilburn 1966, Rotheram 1964).

Klaim: Jika Anda HiperventilasiBernapaslah Ke dalam Kantong Kertas. Hipoventilasi adalah perban untuk luka atau kruk untuk kaki yang patah, kantong kertas cokelat adalah simbol hiperventilasi. Hiperventilasi menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak karbon dioksida, dan "menghirup kembali" udara yang dihembuskan membantu memulihkan gas yang hilang itu. Cheyne - Stokes respirasi pola abnormal bernapas ditandai dengan semakin lebih dalam, dan kadang-kadang lebih cepat, bernapas diikuti dengan penurunan bertahap yang menghasilkan berhenti sementara dalam bernapas disebut apnea.

Polanya berulang, dengan setiap siklus biasanya memakan waktu 30 detik hingga 2 menit. Ada peningkatan yang signifikan dalam denyut nadi hipoventilasi adalah dengan perubahan minimal pada tekanan darah selama hipoventilasi. Tekanan darah dan denyut nadi sebagai respons terhadap adrenalin berkurang secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kompensasi refleks kardiovaskular mungkin terganggu selama hipoventilasi. Cara yang baik untuk melatih pernapasan yang seimbang adalah dengan menarik napas dalam-dalam, menghitung sampai empat, lalu melepaskan napas dalam-dalam dengan hitungan yang sama.

Jika Anda tidak yakin apakah pernapasan Anda dangkalletakkan telapak tangan di perut di bawah tulang rusuk dan buang napas. Ambil napas dalam-dalam dan ikuti gerakan tangan Anda.
Pernahkah Anda mengalami pernapasan yang lambat atau terjadi secara perlahan-lahan?

Jika pernah merasakannya, Anda perlu mewaspadai hipoventilasi. Pengertian hipoventilasi adalah gangguan pernapasan yang ditandai dengan laju napas berlangsung terlalu lambat dan dangkal sehingga oksigen tidak terhirup dengan cukup dan karbon dioksida menumpuk di dalam tubuh. Advertisement Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida dan kekurangan oksigen pada darah karena pertukaran udara yang tidak efektif pada paru-paru.

Penumpukan kadar karbon dioksida dalam darah disebut sebagai hiperkapnia. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar asam darah meningkat sehingga menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan berisiko memicu gagal napas.

Maka dari itu, hipoventilasi harus segera ditangani untuk mencegah berbagai komplikasinya yang bisa mengancam jiwa. Kemungkinan penyebab hipoventilasi Gangguan pernapasan hipoventilasi atau depresi pernapasan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang bisa menyebabkan laju pernapasan per menit menjadi terlalu lambat atau terlalu dangkal (napas pendek).

Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab hipoventilasi yang perlu Anda waspadai. 1. Penyakit neuromuskuler Berbagai penyakit neuromuskuler dapat menyebabkan otot-otot yang mengontrol pernapasan menjadi melemah.

Impuls pernapasan memang masih utuh, tapi kontrol otot pernapasan menjadi terganggu. Hasilnya, pola pernapasan Anda menjadi lemah dan dangkal. 2. Kelainan bentuk dinding dada Kelainan bentuk dinding dada berpotensi mengganggu kemampuan fisik yang terkait dengan laju pernapasan dan fungsi paru-paru sehingga bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti hipoventilasi.

3. Obesitas parah Obesitas parah dapat menyebabkan napas pedek, tepatnya ketika tubuh bekerja lebih keras untuk bernapas tapi hasilnya kurang efektif. Hipoventilasi akibat obesitas disebut dengan obesity hypoventilatory syndrome (OHS). Jika dibiarkan, gangguan pernapasan ini dapat menimbulkan komplikasi berupa apnea tidur, yaitu kondisi yang menyebabkan henti napas sementara saat penderitanya sedang tidur.

4. Penyakit saraf atau cedera kepala Penyakit saraf atau cedera kepala juga berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan hipoventilasi akibat hilangnya kemampuan otak dalam mengontrol fungsi pernapasan.

5. Apnea tidur obstruktif Hipoventilasi dapat disebabkan oleh apnea tidur obstruktif. Kondisi ini merupakan gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan henti napas selama beberapa saat. 6. Penyakit paru-paru kronis Gangguan paru-paru kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau fibrosis kistik, juga dapat menyebabkan saluran udara tersumbat sehingga mengakibatkan terjadinya hipoventilasi.

Selain dikarenakan kondisi medis, hipoventilasi juga bisa hipoventilasi adalah sebagai efek samping dari obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, yakni obat antidepresan sistem saraf pusat yang dikonsumsi dalam dosis besar, alkohol, obat penenang, opioid, benzodiazepine, dan sebagainya.

hipoventilasi adalah

Baca Juga • 10 Penyebab Dada Sakit Saat Batuk yang Harus Tidak Boleh Diremehkan • Masalah Kesehatan yang Disebabkan Naik Motor Malam Hari • Nitrogen Narcosis, Saat Penyelam Seakan “Mabuk” dalam Air Gejala hipoventilasi Gejala awal hipoventilasi umumnya ringan dan tidak ada yang spesifik, seperti kelelahan dan napas pendek.

Namun, jika penyebab gangguan pernapasan ini tidak ditangani, berikut adalah sejumlah gejala yang bisa terjadi. • Napas pendek atau sesak saat beraktivitas atau sedang beristirahat • Pernapasan lambat dan dangkal • Meningkatnya kecemasan • Mengalami depresi.

• Gangguan tidur dan apnea tidur. • Kantuk terus-menerus sepanjang siang hari, bahkan sulit untuk tetap terjaga • Kesulitan untuk tetap fokus secara kognitif dan menanggapi orang lain • Gangguan penglihatan dan sakit kepala.

• Bibir, jari tangan, atau kaki berwarna kebiruan • Kejang. Napas cepat biasanya tidak terjadi pada hipoventilasi. Namun, saat terjadi hiperkapnia, beberapa orang mungkin mengalami pernapasan yang lebih cepat. Kondisi ini dikarenakan tubuh sedang berusaha mengeluarkan kandungan karbon dioksida yang berlebihan. Jika tidak ditangani, hipoventilasi dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk gagal napas yang menyebabkan kematian.

Hipoventilasi akibat overdosis obat juga bisa mengakibatkan gangguan pernapasan yang bisa berakibat fatal. Selain itu, kondisi ini bisa menyebabkan hipertensi pulmonal, yang berpotensi memicu gagal jantung kanan. Cara mengobati hipoventilasi Hipoventilasi yang disebabkan obesitas memerlukan perubahan gaya hidup Perawatan untuk hipoventilasi dapat bervariasi, tergantung pada penyebab gangguan pernapasan. Berikut adalah bentuk-bentuk perawatannya.

• Jika hipoventilasi disebabkan oleh obat, dokter dapat menghentikan penggunaan obat dan meresepkan obat lain yang tidak mengganggu fungsi pernapasan. • Gangguan pernapasan yang disebabkan oleh kondisi obesitas kemungkinan memerlukan diet dan perubahan gaya hidup untuk mengatasinya. Hal ini dapat hipoventilasi adalah memulihkan kondisi pernapasan kembali normal.

• Prosedur pembedahan kemungkinan diperlukan untuk mengatasi kelainan bentuk dinding dada. • Obat-obatan, termasuk obat hirup yang berfungsi membuka saluran udara, mungkin diberikan pada penderita hipoventilasi yang disebabkan oleh penyakit paru-paru kronis.

• Terapi oksigen dapat bermanfaat untuk membantu pernapasan. • Penggunaan mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) atau Bilevel Positive Airway Pressure (BiPAP) dapat digunakan untuk menjaga jalan napas tetap terbuka saat tidur.

Cara ini dapat digunakan jika apnea tidur menjadi penyebab hipoventilasi. Perawatan untuk gangguan pernapasan juga dapat dibantu dengan pelatihan ulang teknik pernapasan. Cara ini bermanfaat untuk melatih kontrol laju pernapasan, melatih pernapasan diafragma, mengontrol atau mengurangi volume napas, serta melatih pernapasan relaksasi. Jika Anda punya pertanyaan seputar gangguan pernapasan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis.

Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play. Penyakit 10 Jenis Asma dengan Ciri-Cirinya yang Berbeda Terdiagnosis menderita asma, tidak cukup hanya sampai di situ. Memahami jenis asma yang diderita membuat proses penanganan bisa lebih akurat.

Terlebih, hipoventilasi adalah seseorang terhadap asma bisa berbeda-beda. Untungnya, rata-rata cara penanganannya mirip satu dengan lainnya.
Sindrom Hipoventilasi Obesitas (OHS), atau umum disebut Obesity Hipoventilasi adalah Syndrome, atau sindrom Pickwickian, adalah kondisi yang mempengaruhi darah.

Hal ini terjadi ketika darah tidak memiliki cukup banyak oksigen dan mengandung terlalu banyak karbon dioksida. Sindrom Pickwickian adalah tipe gangguan pernafasan yang terjadi pada saat tidur yang menyebabkan perubahan jangka panjang pada kesehatan tubuh. Meso Slimming merupakan teknik non-bedah hipoventilasi adalah dimana mikroskopis kecil hipoventilasi adalah obat-obatan kelas medis, vitamin, mineral dan asam amino disuntikkan ke dalam lapisan kulit.

Penyuntikan dilakukan pada bagian atas dan tengah untuk mengatasi berbagai jenis masalah penumpukan lemak. Suntikan akan diberikan ke dalam mesoderm, yaitu lapisan lemak dan jaringan di bawah kulit.

Befungsi untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan dan selulit. Gejala Sindrom Hipoventilasi Obesitas Kebanyakan hipoventilasi adalah sindrom Pickiwickian berhubungan dengan kekurangan oksigen di dalam darah Anda. Hal ini dapat memberi efek pada tubuh Anda ketika Anda Anda terbangun dan saat Anda tidur. Selama tidur, pernafasan Anda akan menjadi pendek dan akan berhenti untuk beberapa menit sekali atau lebih lama.

hipoventilasi adalah

Gejala sindrom Pickwickian antara lain: • Merasa sesak nafas • Memiliki tidak berenergi • Merasa mengantuk atau lelah pada pagi hari • Pembengkakan atau warna kebiruan pada jari tangan, jari kaki atau telapak kaki (disebut juga dengan sianosis) • Sakit kepala hipoventilasi adalah pagi hari karena kadar karbon dioksida pada darah • Gejala depresi seperti merasa sedih, kehilangan ketertarikan kepada aktivitas yang biasanya disenangi, dan pemikiran bunuh diri Ada juga gejala sindrom Pickwickan yang lebih serius.

Periksakan diri ke dokter Anda segera setelah Anda mengalami: • Apnea tidur obstruktif, yang terjadi ketika Anda memiliki periode tidak bernafas sama sekali ketika tidur • Tekanan darah tinggi • Cor pulmonale, sebutan untuk apa yang terjadi ketika kadar oksigen di dalam darah rendah sehingga menyebabkan jantung bagian kanan Anda merasakan tekanan yang terlalu besar. Penyebab Sindrom Hipoventilasi Obesitas Tidak terdapat penyebab khusus dan langsung dari sindrom Pickwickian yang diketahui oleh dokter atau peneliti.

Tetapi, kombinasi faktor diperkirakan menjadi penyebab sindrom Hipoventilasi adalah, antara lain: • Obesitas, yang terukur menggunakan Body Mass Index (BMI), yaitu seseorang yang memiliki BNI lebih dari 30 disebut dengan orang obesitas • Otak Anda tidak mampu mengontrol pernafasan Anda dengan benar • Fungsi sistem pernafasan yang tidak sesuai karena berat ekstra di sekitar dada Anda, yang menyebabkan paru-paru Anda sulit menghirup oksigen dari udara • Oksigen yang tidak cukup untuk dialirkan ke otak, jantung dan organ penting lainnya • Kadar oksigen yang secara kronis rendah, yang mengubah fungsi tubuh Anda Hubungan antara Sindrom Pickwickian dan Osteoartritis Obesitas dan kadar oksigen darah yang rendah dapat secara langsung mempengaruhi sendi Anda.

Tekanan yang diberikan oleh berat tubuh hipoventilasi adalah besar dirasakan oleh sendi diketahui menjadi penyebab osteoartritis.

hipoventilasi adalah

Hal ini terjadi ketika kartilago dan tulang pada sendi Anda mulai rusak atau tidak berfungsi seutuhnya. Obesitas juga dapat menyebabkan sel lemak Anda, atau jaringan Adiposa, untuk menyerang jaringan sendi. Hal ini dapat menyebabkan inflamasi hipoventilasi adalah panjang yang dapat menyebabkan kerusakan pada sendi Anda, dan menyebabkan osteoartritis. Komplikasi Sindrom Hipoventilasi Obesitas Komplikasi dari Sindrom Pickwickian antara lain: • Hipertensi pulmonari, atau tekanan darah tinggi • Edema, atau penumpukan cairan pada kaki Anda • Eritrositosis sekunder, atau jumlah sel darah merah yang tidak normal pada aliran darah Anda Segera periksakan ke dokter jika Anda merasakan komplikasi di atas.

Pengobatan Sindrom Hipoventilasi Obesitas • Menurunkan berat badan • Terapi menggunakan mesin Continuous Positive Airway Pressure ( CPAP) • Mesin ventilator • Operasi pengurangan berat badan • Pemberian dosis medroxyprogesterone (memiliki efek samping seperti disfungsi ereksi dan pendarahan uterus pada wanita) Pencegahan Sindrom Hipoventilasi Obesitas Jika Anda menurunkan berat badan untuk mengatasi sindrom Pickwickian, menjaga berat badan agar tidak obesitas merupakan langkah yang terbaik untuk menghindari sindrom.

Makan makanan yang sehat, diet yang seimbang, dan berolahraga 30 menit sehari. Hal ini dapat membuat Anda menyerap hipoventilasi adalah yang tepat untuk tubuh Anda dan menghindari penumpukan lemak dan menambah berat badan. Menggunakan mesin CPAP secara tepat dapat mencegah gejala dan komplikasi sindrom Pickwickian. Jika Anda mengalami apne tidur, segera periksakan dan sembuhkan. Tanyakan pada dokter tentang pemilihan mesin yang terbaik untuk Anda.

Penyedia peralatan medis dapat membantu Anda mengatur dan mengoperasikan mesin. Jika Anda mengalami komplikasi hipoventilasi adalah sindrom Pickwickian, seperti hipertensi atau eritrositosis, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan rencana pengobatan untuk membuat kondisi teratasi atau mencegah terjadinya komplikasi yang lebih lanjut.

Harapan Diagnosis sindrom Pickwickian awal akan mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat kadar oksigen yang rendah dan karbon dioksida yang tinggi di dalam darah.

Bisa terjadi konsekuensi yang serius ketika otak dan organ vital tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan. Segera periksakan diri ke dokter jika apnea tidur semakin memburuk.

Jika Anda merasa Anda mengalami sindrom Pickwickian, periksakan diri Anda ke dokter segera. Ajukan pertanyaan dengan promosi hipoventilasi adalah dapatkan jawabannya dalam 60 menit 40.000 HealthCoins Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 60 menit dan Anda akan menerima pemberitahuan secepatnya melalui email Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam waktu 60 menit, kami akan mengembalikan 20.000 HealthCoins dan pertanyaan Anda akan diturunkan ke Pertanyaan Reguler.

Pertanyaan Anda akan dijawab dalam waktu 24 jam sebagai gantinya. Jika pertanyaan Anda tidak terjawab dalam 24 jam, kami akan mengembalikan semua HealthCoins. (gratis) Pertanyaan Anda akan diprioritaskan bagi dokter, perawat, dan apoteker yang terverifikasi dalam waktu 2 hari agar Hipoventilasi adalah bisa mendapatkan jawaban yang lebih banyak Standar Pemeriksaan Konten HonestDocs Konten ini ditulis atau ditinjau oleh praktisi kesehatan dan didukung oleh setidaknya tiga referensi dan sumber yang dapat dipercaya.

Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk mengirimkan konten yang akurat, komprehensif, mudah dipahami, terbaru, dan dapat ditindaklanjuti. Anda dapat membaca proses editorial lengkap di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel kami, Anda dapat memberi tahu kami melalui WhatsApp di 0821-2425-5233 atau email di [email protected] Buka di appHipoventilasi, atau yang juga dikenal sebagai sindrom hipoventilasi atau depresi pernapasan, adalah retensi abnormal karbon dioksida dalam darah sebagai akibat dari buruknya pertukaran karbon dioksida dan oksigen dalam paru-paru.

Pernapasan lambat dan dangkal menjadi ciri dari gangguan pernapasan ini.

hipoventilasi adalah

Pada pernapasan yang normal, darah membawa oksigen yang dihirup ke seluruh jaringan tubuh hipoventilasi adalah mengeluarkan karbon dioksida melalui paru-paru sebagai produk limbah. Namun, pada hipoventilasi, tubuh tidak dapat mengeluarkan karbon dioksida secara efisien.

Akibatnya, terjadi penumpukan karbon dioksida dengan sedikit oksigen yang tersedia untuk fungsi tubuh. Dirangkum dari Medical News Today dan Verywell Health, inilah informasi penting seputar hipoventilasi yang perlu diketahui agar kamu bisa mewaspadainya. ilustrasi merasa lelah (freepik.com/freepic.diller) Gejala hipoventilasi bermacam-macam, tergantung pada tingkat keparahan hipoventilasi adalah. Pada mulanya, gejala hipoventilasi ringan dan tidak spesifik, seperti: • Merasa lelah dan lesu • Mengantuk di siang hari • Pernapasan lambat dan pendek • Depresi • Sesak napas Apabila gejala awal tidak ditangani, maka kondisi dapat menjadi makin parah dan gejala berkembang menjadi sebagai berikut: • Kebingungan • Disorientasi • Penglihatan terganggu dan sakit kepala • Merasa sesak napas, baik saat beraktivitas maupun tidak aktif hipoventilasi adalah Bibir, jari tangan, dan kaki berwarna kebiruan • Peningkatan kantuk dan kelelahan di siang hari • Tidur lama di malam hari • Sleep apnea • Mual • Suara napas tidak normal • Menurunnya kesadaran dan kognisi ilustrasi asma (freepik.com/freepik) Sejumlah kondisi kesehatan dapat menyebabkan hipoventilasi, yang berdampak pada perubahan laju pernapasan.

Ketika ini terjadi, paru-paru tidak dapat mengedarkan udara sepenuhnya. Penyebab paling umum dari sindrom hipoventilasi meliputi: • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): ini berkembang sebagai akibat dari pola pernapasan yang tidak normal dan kelemahan otot dada. • Obesity hypoventilatory syndrome (OHS): bertambahnya berat secara signifikan yang bertumpu pada rongga dada menyebabkan kinerja pernapasan menjadi lebih sulit dan kurang efisien.

Dalam jangka hipoventilasi adalah, gangguan ini dapat menyebabkan apnea yang sangat umum terjadi saat tidur. • Hipoventilasi alveolus sentral: ini terjadi saat dorongan sistem saraf pusat dasar untuk bernapas terganggu. Hal ini dapat terjadi akibat penyakit saraf atau cedera kepala. • Deformitas dinding dada: ini menyebabkan keterbatasan fisik sehingga menghambat pernapasan normal dan fungsi paru-paru. Baca Juga: Mudah & Ampuh, Ini 5 Teknik Latihan Pernapasan untuk Hilangkan Stres ilustrasi hasil rontgen (pexels.com/Anna Shvets) Diagnosis hipoventilasi harus dilakukan oleh dokter.

Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Saat melakukan diagnosis, pada awalnya dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala dan obat apa pun yang sedang kamu konsumsi.

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian tes untuk menentukan penyebabnya. Tes ini dapat mencakup: • Rontgen dada • Tes fungsi paru-paru • Skrining obat • Skrining alkohol dan racun lainnya • Tes gas darah, untuk mengetahui kadar karbon dioksida dan oksigen dalam darah, serta rasio asam dan basa • Tes darah hematokrit dan hemoglobin untuk mengukur jumlah sel darah merah pembawa oksigen • Tes oksimetri nadi mengukur tingkat oksigen dalam aliran darah • Pemindaian CT dan MRI untuk memeriksa stroke atau tumor • Studi tidur untuk mendiagnosis gangguan terkait tidur • Tes fungsi tiroid • Tes elektrokardiografi untuk menentukan tanda-tanda gangguan jantung • Hipoventilasi adalah kadar amonia untuk mengetahui kadar amonia dalam darah.

ilustrasi penggunaan terapi oksigen CPAP (rudrakshahealthcare.com) Pengobatan hipoventilasi bervariasi tergantung pada penyebabnya. Pilihan pengobatan seharusnya bertujuan untuk memperbaiki gangguan yang mendasari dan meningkatkan kemampuan pernapasan.

hipoventilasi adalah

Perawatan yang sering dipilih untuk mengatasi hipoventilasi meliputi: • Terapi oksigen, dengan pemberian gas oksigen untuk meningkatkan pernapasan • Mesin continuous positive airway pressure (CPAP) atau bi-level positive airway pressure (BiPAP) agar saluran udara tetap terbuka saat tidur • Pembedahan untuk memperbaiki deformitas dada • Penurunan berat badan • Obat yang dihirup untuk membuka saluran udara • Terapi cairan intravena atau oral ilustrasi minum obat (pexels.com/Ron Lach) Tidak semua penyebab hipoventilasi dapat dicegah, seperti yang disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit mendadak.

Namun, ada cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejadian hipoventilasi, yang meliputi: • Memantau anak-anak hipoventilasi adalah mengonsumsi obat resep • Menghindari hipoventilasi adalah penenang atau narkotika • Menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan Hipoventilasi dapat mengganggu kehidupan normal.

Namun, dengan deteksi dan pengobatan dini, kondisi ini dapat dikelola untuk membantu mencegah komplikasi lebih lanjut terhadap kesehatan. Baca Juga: Mudah Dilakukan, Ini 5 Manfaat Dahsyat Melakukan Pernapasan Dalam Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • Menko Muhadjir: Biaya Pasien Hepatitis Akut Ditanggung BPJS Kesehatan • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan
Bernapas merupakan suatu proses atau kegiatan yang vital untuk bertahan hidup karena oksigen hipoventilasi adalah oleh setiap sel tubuh.

Itulah sebabnya, saat kekurangan oksigen, proses metabolisme dan berbagai proses fisiologis organ dapat terganggu. Akibatnya, hal ini dapat memicu kerusakan perlahan pada organ kardiovaskuler, terutama jantung. Kekurangan oksigen yang dihirup dapat terjadi jika seseorang mengalami gangguan hipoventilasi. Apa itu hipoventilasi? Hipoventilasi didefinisikan sebagai gangguan ketika seseorang bernapas terlalu pendek atau terlalu lambat sehingga pemenuhan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh terjadi sangat lambat.

Gangguan ini dapat muncul bersamaan dengan penyakit pada sistem saluran pernapasan yang menyebabkan seseorang memperoleh oksigen yang terlalu sedikit dan juga disertai kondisi hiperkapnia atau peningkatan kadar karbon dioksida dalam sistem pernapasan. Gangguan hipoventilasi dapat bersifat akut maupun kronis bergantung kondisi atau gangguan apa yang menyebabkannya.

hipoventilasi adalah

Kondisi hipoventilasi dapat dialami siapa saja yang memiliki faktor risiko. Gangguan ini dapat terjadi pada individu usia muda maupun usia lanjut. Rentang umur paling hipoventilasi adalah untuk mengalami hipoventilasi adalah sekitar 20-50 tahun. Individu laki-laki lebih mungkin mengalami hipoventilasi karena gangguan yang menyebabkan hipoventilasi lebih banyak ditemukan pada laki-laki.

Jenis gangguan hipoventilasi berdasarkan penyebabnya Secara spesifik, terdapat lima kemungkinan penyebab seseorang mengalami hipoventilasi, diantaranya: • Central alveolar hypoventilation – atau hipoventilasi alveolar pusat merupakan jenis hipoventilasi adalah yang disebabkan oleh gangguan sistem saraf pusat, baik karena penyakit, faktor genetik, pengaruh obat terhadap saraf pusat, trauma kecelakaan, ataupun adanya neoplasma. Jenis hipoventilasi ini ditandai dengan otak tidak memberikan sinyal kepada otot saluran pernapasan hipoventilasi adalah bernapas lebih dalam dan lebih cepat meskipun kadar oksigen sudah tidak mencukupi.

• Sindroma hipoventilasi obesitas hipoventilasi adalah kondisi berat badan berlebih atau obesitas diketahui sebagai faktor penyebab hipoventilasi karena dapat mengganggu sistem pernapasan pusat yang menyebabkan hiperkapnia dan gangguan tidur obstruktif sleep apnea. • Hipoventilasi akibat gangguan neuromuskular – terjadi karena adanya gangguan koordinasi sistem saraf dengan otot saluran pernapasan yang menyebabkan otot saluran bernapasan bekerja secara abnormal dan menghambat proses pertukaran oksigen.

Jenis hipoventilasi ini dapat dialami oleh penderita gagguan neuromuskular seperti myasthenia gravis, amyotrophic lateral sclerosis, sindroma Guillain-Barré, dan distrofi otot. • Hipoventilasi akibat deformitas sekitar dada – kondisi hipoventilasi yang disebabkan berbagai gangguan deformitas seperti kyphoscoliosis (deformitas tulang belakang), fibrothorax (kelainan jaringan fibrosa sekitar paru) dan efek samping akibat operasi.

• Penyakit obstruksi paru kronis ( PPOK) – hipoventilasi merupakan gangguan yang umum pada penderita PPOK, namun hal ini juga dipengaruhi oleh faktor lainnya pada penderita seperti kemampuan bernapas, genetik, dan kondisi otot saluran pernapasan. Hal yang dapat terjadi jika seseorang mengalami hipoventilasi Gejala hipoventilasi dapat bervariasi bergantung faktor atau penyakit yang mempengaruhinya. Pada hipoventilasi yang disebabkan gangguan saraf pusat dan obesitas, gejala dari kekurangan oksigen dapat bertambah parah ketika penderita tertidur namun cenderung normal ketika terjaga pada waktu siang hari.

Beberapa gejala yang khas dari hipoventilasi adalah sebagai berikut: • Rasa lelah • Sering mengantuk • Sakit kepala pada pagi hari • Pembengkakkan pada kaki, khususnya area tumit • Tidak merasa bertenaga setelah bangun dari tidur • Sering terbangun saat tidur malam • Perubahan warna kulit menjadi kebiruan akibat hipoksia • Perubahan warna kulit menjadi kemerahan pada penderita obesitas Hipoventilasi juga dapat menyebabkan komplikasi, berupa: • Penurunan kemampuan kognitif • Depresi dan gangguan emosi • Hipertensi • Gagal jantung bagian kanan (cor pulmonale) Pencegahan dan penanggulangan Hipoventilasi yang berkaitan dengan gangguan atau penyakit tertentu dapat dicegah dengan menghilangkan faktor risiko seperti obesitas dan gangguan paru.

Namun, pada hipoventasi yang berkaitan dengan gangguan koordinasi sistem saraf pusat dan otot saluran pernapasan tidak terdapat pencegahan yang spesifik, terutama jika gangguan salah satu diantara keduanya bersifat genetik. Meskipun demikian, jika gangguan hipoventilasi cenderung muncul saat tertidur maka hal tersebut dapat diminimalisir dengan menghindari penggunaan obat yang membuat Anda mengantuk.

Penanganan hipoventilasi dapat bervariasi bergantung dengan kondisi yang menyebabkannya. Untuk mensitimulasi kerja sistem saluran pernapasan, jenis obat tertentu mungkin dapat digunakan tetapi tidak selalu dapat bekerja. Jenis hipoventilasi adalah lebih banyak berperan sebagai membantu bernapas seperti: • Ventilasi mekanik seperti alat bantu bernapas berupa masker yang membantu bernapas melalui mulut dan hidung.

• Terapi oksigen • Pembuatan lubang disekitar leher untuk bernapas ( trakeostomi) pada kasus hipoventilasi yang serius. Fayyaz, J. 2016. Hypoventilation Syndromes. Online: http://emedicine.medscape.com/article/304381-overview#showall (Accessed 18 May 2017) Hadjiliadis, D.

2015. Obesity hypoventilation syndrome (OHS). Online: https://medlineplus.gov/ency/article/000085.htm (Accessed 18 May 2017) Hadjiliadis, D. & Harron, PF. 2016. Primary alveolar hypoventilation. Online: https://medlineplus.gov/ency/article/000078.htm (Accessed 18 May 2017)

Patofisiologi Sindrom Metabolik




2022 www.videocon.com