Pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

Jawaban: =================== Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit.

Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode. Produk jahit-menjahit dapat berupa pakaian, tirai, kasur, seprai, taplak, kain pelapis mebel, dan kain pelapis jok. Benda-benda lain yang dijahit misalnya layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku.

Di industri garmen, menjahit sebagian besar dilakukan memakai mesin jahit. Di rumah, orang menjahit memakai jarum tangan atau mesin jahit. Pekerjaan ringan yang melibatkan jahit-menjahit di rumah misalnya membetulkan jahitan yang terlepas, menisik pakaian, atau memasang pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut yang terlepas.

Sebagai seni kriya, orang menjahit untuk membuat saputangan, serbet, bordir, hingga boneka isi dan kerajinan perca.
Menguasai keterampilan menjahit memang bisa mendatangkan begitu banyak manfaat, salah satunya bisa dijadikan lahan bisnis rumahan yang menjanjikan.

Asal sudah tahu bagaimana teknik menjahit yang harus diterapkan sesuai karakteristik bahannya maka secara otomatis anda akan lebih mudah untuk membuat berbagai kreasi produk jahit. Definisi Menjahit Menjahit merupakan suatu pekerjaan yang biasa dilakukan untuk menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang.

Kegiatan menjahit ini pada prinsipnya bisa dilakukan dengan tangan atau dengan mesin jahit, sementara orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Menjahit sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebelum masehi. Dengan terus berkembangnya mode khususnya dalam hal busana tidak mengherankan jika belakangan ini mulai banyak orang yang belajar tentang dunia fashion. Karena itulah pelajaran dasar menjahit pun menjadi bekal yang tidak boleh diabaikan. Tertarik untuk mendalami dunia jahit menjahit namun baru sebatas memahami dasar dan teorinya saja?.

Bagi anda yang ingin mencoba belajar menjahit pakaian atau membuat berbagai produk jahit lainnya berikut kami bagikan beberapa teknik menjahit sesuai karakteristik bahannya yang penting untuk diperhatikan. Menjahit Bahan Tipis Teknik menjahit bahan yang tipis seperti halnya kain yang dipakai untuk membuat lingerie, kain chiffon dan semua macam kain microfiber pada prinsipnya memang membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi.

Sebab sedikit saja kesalahan dalam menjahit kain ini bisa menyebabkan masalah yang sangat serius. Permasalahan yang sering terjadi saat menjahit bahan tipis yaitu hasil jahitan bisa jadi mengkerut, benang penyusun kain banyak tertarik atau jahitan meloncat-loncat.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

Untuk mengatasi masalah tersebut sebaiknya selalu gunakan kertas koran atau kertas lain sebagai alat bantu untuk menjahitnya. Cara paling mudah yang bisa anda terapkan untuk menjahit bahan kain yang tipis yaitu: • Letakkan kertas di bawah bahan kain yang akan dijahit. • Setelahnya jahit bahan kain yang tipis seperti biasa dengan menginjak pedal mesin jahit secara perlahan.

• Selesai menjahit lepaskan kertas yang semula dijahit bersama dengan kain dengan cara merobeknya. Selain menerapkan cara tersebut perlu diperhatikan juga tiga hal penting sebagai berikut: • Pilihlah jarum jahit yang kecil dan cukup runcing.

• Gunakan jarum jahit dengan nomor 9 untuk menjahit bahan kain yang halus, tipis, hampir tembus pandang atau kain yang ringan. • Turunkan sedikit pengatur gigi mesin jahit. Sumber : http://soscilla.blogspot.com/ Menjahit Bahan Licin Tidak jauh berbeda dengan bahan kain yang tipis, bahan kain yang licin seperti kain satin dan sutra umumnya juga membutuhkan teknik khusus dalam proses menjahitnya.

Buat anda yang masih suka bingung saat menangani kain satin dan sutra berikut kami bagikan beberapa tips sederhana yang bisa anda terapkan untuk menjahit bahan tersebut. • Lapisi bagian bawah kain dengan kertas atau tisu untuk menjaga kestabilan kain ketika digunting, termasuk ketika menyematkan jarum dan menjahitnya. • Semprotkan produk fabric stabilizer agar kain menjadi lebih sedikit kaku dan lebih mudah ditangani saat dipotong.

• Gunakan jarum pentul sutra dan pemberat pola untuk menahan permukaan kain yang dipotong sehingga tidak bergerak ke mana-mana. • Untuk mengantisipasi timbulnya tepian kain yang berjumbai selalu gunakan gunting yang sangat tajam sehingga potongan yang dihasilkan terkesan lebih rapi.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

• Potong tiap pola satu per satu kemudian gabungkan tiap potongan bahan tersebut dengan menggunakan jarum pentul sutra. • Posisikan jarum pentul pada area kelim kemudian jahit bahan sutra sepertibiasa dengan menggunakan mesin jahit. Sumber : http://fabricforcosplayers.com/ Menjahit Bahan Brokat Kain brokat merupakan jenis kain yang kaya akan dekorasi dan umumnya memiliki struktur yang berjaring.

Berbeda dengan teknik pembuatan busana dari kain katun atau kain lain pada umumnya, dalam pembuatan busana wanita dari kain brokat terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan. • Karena bahan brokat memiliki tekstur berpori dan relatif tipis maka dalam membuat garis rader sebaiknya hindari pengunaan rader yang bergerigi untuk meminimalisir kerusakan kain. • Dalam pembuatan busana dari kain brokat gunakan kampuh balik atau kampuh kostum untuk menjahit bagian-bagian tertentu, sehingga jahitan yang dihasilkan tampak lebih rapi dan indah jika dilihat dari luar.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

• Gunakan alat bantu berupa kertas koran sebagai akas dibagian bawah kain brokat supaya bentuk jahitan yang dihasilkan tidak mengkerut. Untuk menjahit bahan brokat yang memiliki daya mulur cukup tinggi dan membuat baju yang ukurannya pas di badan terapkan cara sederhana sebagai berikut. • Dalam memberikan tanda garis pola atau garis rader sebaiknya pada bagian bahu dan bagian badan dikurangi 1cm dari ukuran pola yang dibuat pada media kertas sebelumnya.

• Dengan cara tersebut maka ukuran badan yang diperoleh secara keseluruhan akan berkurang 4 cm. • Setelah bahan brokat selesai dipotong selanjutnya anda bisa menjahit bahan tersebut seperti biasa dengan menggunakan mesin jahit.

Sumber : https://www.aliexpress.com/ Menjahit Bahan Tulle Kain tulle termasuk ke dalam jenis bahan kain yang cukup unik dan sangat mudah dikenali karena kain ini memiliki ciri yang sangat khas yakni berbentuk seperti layaknya sebuah jaring dengan permukaan berlubang menyerupai pola-pola heksagonal. Karena kain tulle memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kain lainnya maka cara memotong dan menjahitnya pun juga harus hati-hati.

• Pilih tempat kerja yang cukup luas untuk memotong bahan kain tulle. Hal ini penting untuk dilakukan agar anda bisa bergeraklebih leluasa saat memotong bahan kain tulle. • Selalu gunakan gunting yang tajam untukmemotong bahan kain tulle. • Bila anda menemukan kesulitan saat memotong kain tule lantaran kain yang digunting suka bergeser, maka anda bisa melapisinya dengan kertas sebelum memotongnya. • Untuk memudahkan proses menjahit, lapisi kain tulle dengan menggunakan kertas tipis kemudian jahit seperti biasa.

Cara ini penting untuk diperhatikan agar kualitas jahitan tetap bagus. • Setelah proses menjahit selesai dilakukan barulah anda bisa melepaskan kertas tipis yang terjahit pada kain tulle dengan cara merobeknya. Sumber : https://www.fuzzyfabric.com/ Menjahit Bahan “Stretch” (Mulur) Teknik menjahit kain yang memiliki karakteristik stretch alias mulur seperti layaknya kain kaos bisa dikatakan sedikit rumit.

Karena bahan kain kaos ini cenderung lentur dan memiliki tingkat elastisitas yang berbeda-beda, maka anda harus benar-benar mengerti trik menjahitnya agar bentuk jahitan bisa menjadi rapi.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

Permasalahan yang seringkali terjadi saat menjahit bahan kain kaos yang stretch yaitu: • Jahitan loncat-loncat sehingga jarak antar jahitan terlihat tidak rapi. • Pada kain stretch yang licin seperti lycra, spandex sutra bisa jadi kain tidak terjahit. • Jahitan renggang sehingga tampilan benangnya terlihat tidak rapat.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

• Benang menjadi mudah putus. Bila sahabat Fitinline pernah mengalami kendala yang sama seperti yang telah disebutkan di atas saat menjahit kain yang berbahan stretch maka sebaiknya pilihlah benang yang berasal dari bahan sintetis untuk mengimbangi mulurnya bahan. Untuk mendapatkan jahitan yang bagus anda bisa menjahit bahan kain yang stretch dengan menggunakan mesin jahit overdeck yang dibekali dengan kemampuan menjahit sekaligus mengobras kampuh kain.

Perhatikan pula beberapa hal penting sebagai berikut: • Sesuaikan angka pada pengatur setikan agar tusuk mesin tidak menjadi terlalu kecil. • Dapat juga dipilih tusuk zig-zag pada mesin serba-guna.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

• Selalu gunakan jarum jahit yang betul-betul runcing kalau tumpul harus segera diganti. • Dari setiap sisi arah jahitan harus sejalan, untuk menghindari tarikan yang bertentangan setelah pakaian selesai dijahit. Kalau anda ingin menjahit bahan kain kaos yang stretch tapi tidak memiliki mesin yang memadahi maka anda bisa juga menggunakan mesin jahit standar.

• Caranya lapisi bahan kain yang bersifat stretch kemudian jahit kertas dan kain tersebut secara bersamaan. • Selesai melakukan proses menjahit selanjutnya tarik kertas secara perlahan hingga terlepas dari jahitan. Cara lain yang juga bisa anda pakai untuk menjahit bahan stretch yaitu dengan menggunakan jarum jahit khusus bernama ballpoint needle yang ujungnya bulat.

Dengan ujungnya yang membulat, balloint needle akan lebih mudah menembus sela-sela rajutan bahan kain tanpa perlu merusak benang atau serat penyusun bahan kain kaos.

Sumber : https://www.threadsmagazine.com/ Menjahit Dengan Benang Besar Mengaplikasikan garis-garis jahitan atau tusuk hias dengan menggunakan benang besar menjadi salah satu cara paling mudah yang bisa anda lakukan untuk menghias bahan kain atau prdouk pakaian.

Untuk cara pembuatannya sendiri sebenarnya ada dua teknik yang bisa anda terapkan. • Cara pertama ganti jarum jahit anda dengan jarum yang bernomor lebih besar kemudian gunakan pula benang yang bersesuaian.

• Cara kedua isikan benang besar pada spul lalu gunakan untuk menjahit bahan kain. Jangan lupa atur tegangan benang bawah sesuai kebutuhan. Bila anda ingin mencoba cara pertama maka anda harus mengganti jarum jahit anda dengan jarum yang berukuran besar misal yang memiliki nomor 18.

• Pasangkan jarum jahit yang memiliki ukuran besar pada mesin jahit anda. • Selanjutnya pasangkan benang jahit besar sesuai yang dikehendaki.

• Tempatkan bahan kain dibawah sepatu jahit dengan posisi bagian baiknya menghadap ke atas lalu jalankan mesin jahit seperti biasa. Bila anda ingin mencoba cara yang kedua maka anda harus mengisi spulnya terlebih dahulu dengan benang besar.

Setelah spul terisi selanjutnya masukkan gulungan benang tersebut pada sekoci. • Supaya bentuk jahitan yang dihasilkan nantinya tetap bagus sebaiknya kendurkan sedikit sekoci anda (putar sekrupnya ke kiri).

• Atur jarak tusukan atau setikan mesin jahit supaya agak besar. • Tempatkan bahan kain dibawah sepatu jahit dengan posisi bagian baiknya menghadap ke bawah lalu jalankan mesin jahit seperti biasa.

• Dibandingkan dengan cara pertama, cara kedua ini memang agak sulit karena pakaian harus dijahit dari bagian buruk. Menjahit Dengan Benang Karet Beralih ke teknik menjahit selanjutnya yakni menjahit dengan benang karet.

Cara menjahit dengan benang karet ini secara umum hampir sama dengan proses menjahit dengan benang besar menggunakan metode yang kedua. • Jadi untuk menjahit dengan benang karet ini anda perlu menggulung karet pada spul terlebih dahulu secara manual dengan menggunakan tangan.

• Perhatikan waktu membeli benang karet. Benang yang sudah lama biasanya telah kehilangan daya mulurnya, sehingga fungsinya tidak ada lagi. • Supaya bentuk jahitan yang dihasilkan nantinya tetap bagus sebaiknya kendurkan sedikit sekoci anda (putar sekrupnya ke kiri).

• Atur jarak tusukan atau setikan mesin jahit supaya agak besar. • Tempatkan bahan kain dibawah sepatu jahit dengan posisi bagian baiknya menghadap ke atas lalu jalankan mesin jahit seperti biasa. • Dengan cara tersebut maka hasil jahitan yang terbentuk akan tampak cantik dan memiliki kerutan-kerutan yang halus. Sumber : https://threadinglightlyblog.com/ Menjahit Bahan Tebal Saat menjahit bahan kain yang tebal seperti kain denim (jeans), kain kanvas dan kain korden permasalahan yang sering terjadi pada saat menjahit diantaranya berupa jarum jahit menjadi putus atau bahkan tidak maju sama sekali.

Untuk mengatasinya dapat diusahakan dengan cara sebagai berikut. • Naikkan sedikit sepatu mesin jahit dengan memutar sekrup di atas bahan mesin yang berhubungan dengan tangkai sepatu. • Gigi penyuap dinaikkan (pengatur gigi). • Ganti jarum jahit dengan nomor yang sesuai. Untuk menjahit bahan yang tebal pilihlah jarum jahit yang bernomor 16. • Bahan dapat digosok dengan sedikit lilin agar licin dan maju mundur. Sumber : https://nl.home-sewing.com/ Menjahit Resleting Resleting merupakan komponen pakaian yang memiliki peran cukup penting.

Selain berfungsi untuk memudahkan seseorang dalam membuka dan menutup pakaian, resleting juga memiliki fungsi dekoratif untuk mempercantik tampilan busana. Untuk menjaga agar jarum tidak mudah putus karena bertabrakan dengan logam gigi resleting anda bisa tarik anda dapat menjahitnya dengan cara sebagai berikut.

• Selalu gunakan sepatu khusus resleting untuk menjahit resleting pada bahan kain. • Bila anda ingin menjahit resleting biasa gunakan Sepatu Menjahit Resleting Biasa (Zipper Foot). • Bila anda ingin menjahit resleting jepang gunakan Sepatu Menjahit Resleting Sembunyi (Concealed Zipper Foot). • Jika sepatu tutup tarik tidak ada, bisa dibantu dengan sepotong karton untuk mengimbangi tingginya gigi resleting.

Dengan cara ini maka sepatu mesin jahit akan sejajar tingginya. Sumber : https://jonag.typepad.com/ Menjahit Bahan Kulit Bahan kulit termasuk ke dalam jenis bahan yang memiliki tekstur cukup unik dan eksklusif. Sangat cocok digunakan untuk membuat produk kerajinan berbentuk tas, dompet dan jaket.

Tapi karena bahan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan bahan kain pada umumnya maka teknik menjahit yang diterapkan juga harus beda. • Untuk menjahit bahan kulit, pu leather, kulit imitasi dan bahan kulit lain yang hampir sama gunakan jarum mesin jahit khusus leather. • Jarum leather ini bisa di gunakan untuk semua merk mesin jahit rumahan. • Ukuran jarum leather sendiri ada tiga macam yakni 14, 16 dan 18. • Ganti sepatu mesin jahit anda dengan sepatu jahit khusus yang dilengkapi fitur seperti roller di bagian depannya.

Tujuannya adalah untuk memegang bahan dengan lebih baik serta memudahkan pergerakan bahan ketika dijahit. Sumber : https://www.kenmore.com/ Menjahit Bahan Berbulu Bahan yang berbulu termasuk ke dalam jenis bahan yang sulit di tangani sebab dalam memotong dan menjahit bahan berbulu seperti misalnya rasfur dan faux fur dibutuhkan teknik dan ketelitian yang cukup tinggi.

• Untuk memotong material berbulu gunakan silet atau pisau cukur bermata tajam sehingga akan diperoleh permukaan yang terkesan lebih rapi dan bersih. • Hindari penggunaan gunting untuk memotong material kain yang memiliki karakteristik berbulu. • Untuk membuat dua buah potongan kain dalam bentuk dan ukuran yang sama maka pemotongan bahan sebaiknya dilakukan satu persatu.

• Selesai dipotong sematkan jarum pentul untuk menahannya agar tidak bergeser kemudian jelujur sepanjang garis penanda yang telah dibuat menggunakan jarum jahit tangan.

• Buat jahitan lurus menggunakan bantuan mesin jahit dengan mematikan bagian awal dan akhir jahitannya supaya terkesan lebih kuat. • Selesai proses menjahit bongkar kembali jahitan jelujur dan lihat hasilnya. Sumber : https://www.shannonfabrics.com/ Demikian pembahasan singkat mengenai teknik menjahit beberapa jenis bahan sesuai kakteristiknya yang dapat kami bagikan untuk anda.

Selamat mencobanya di rumah sahabat Fitinline. Semoga bermanfaat. Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, atau bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Menjahit tiga dimensi merupakan kegiatan menjahit yang hasilnya berbentuk benda tiga dimensi.

Benda tiga dimensi adalah adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Teknik menjahit tiga dimensi. pada dasarnya sama dengan teknik menjahit pada umumnya, yang membedakan adalah hasil jahitannya yang beberntuk tiga dimensi. Bentuk tiga dimensi ini diperoleh dengan cara memasukan bahan lain ke dalam hasil jahitan. Sebelum melakukan kegiatan menjahit tiga dimensi sebaiknya sediakan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperluka. Alat jahit merupakan aalat-alat yang digunakan untuk mempermudah kegiatan menjahit.

Beberapa alat yang dibutuhkan dalam menjahit antara lain adalah pensil atau pena yang digunakan untuk mengambar desain barang yang akan dijahit. Alat ukur berupa meteran kain yang digunakan untuk menentukan umuran bahan yang akan dijahit. Alat potong berupa guning yang digunakan untuk memotong kain yang akaan dijahit. Jarum digunakan untuk memasukan benang ke dalam kain. Benang digunakan untuk menyatukan potongan-potongan kain. Mesin jahit merupakan alat utama dalam nenbuat jahit tiga dimensi.

Bahan atau tekstil mempunyai aneka ragam jenis dan sifatnya. Akibat proses pembuatan yang berlainan dan bahan mentah (asal bahan) serta zat pelarutnya yang berbeda, menyebabkan ciri-ciri dan sifat bahan berbeda pula, ada yang kaku, ada yang melansai, yang lembut, lemas, berat, ringan, tebal, tipis, transparan dan sebagainya. Bahan yang digunakan dalam menjahit tiga dimensi terdiri dari bahan utama berupa kain perca dan bahan tambahan berupa kertas koran bekas, kapuk, kapas atau bahan lain yang berfungsi sebagai pengisi hasil jahit tiga dimensi.

• Pola dasar dibuat berdasarkan model karya jahit yang akan dibuat, dan ukurannya disesuaikan. Perhatikan pola gambar hewan yang ada. • Sebelum pola dilepas dari bahan, garis-garis dan tanda-tanda pada pola dijiplak ke atas kain dengan bantuan kapur jahit. • Alat potong/gunting yang digunakan adalah gunting yang tajam dan jangan dipakai gunting yang tumpul. Guntinglah bagian tersebut mengikuti pola yang sudah dibuat.

Tujuan pemotongan ini adalah untuk memisahkan bagian- bagian lapisan kain sesuai dengan pola pada rancangan bahan. Hasil pemotongan yang baik, adalah pemotongan yang tepat pada tanda-tanda pola dan tidak terjadi perobahan bentuk. Hal ini akan memudahkan dalam menjahit dan menghasilkan jahitan yang sesuai dengan kebutuhan/ukuran. 2. Menjahit Setelah kain digunting, potongan kain disambung dengan memakai jarum tangan atau mesin jahit. Dalam menjahit dikenal sejumlah teknik jahitan, misalnya tusuk balik (setik balik), tusuk rantai, dan tusuk tangkai.

Sebelum menjahit lakukan kegiatan sebagai berikut. • Jepitlah dua lembar pola tersebut menggunakan jepitan rambut atau jepitan jemuran. • Pastikan jepitan tersebut kuat, sehingga kedua kain perca tidak bergeser.

• Jahitlah mengikuti titik-titik yang telah dibuat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana suatu benda dapat terbentuk, dan bagaimana seseorang dapat merasakan keindahannya. Lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris dan kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Dalam proses pembuatan pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut jahit tiga dimensi, pilihan warna, kilau, tingkat kehalusan, serta ketebalan benang menjadi salah satu hal paling penting yang harus dipertimbangkan saat memilih benang untuk tujuan dekoratif.

Beberapa faktor lain yang berpengaruh terhadap nilai estetika dari sebuah benang dan jahitan yang dihasilkan meliputi kesesuaian rona dan warna benang, pemilihan setik jahitan, dan keseragaman formasi jahitan.
Menjahit dapat didefinisikan sebagai pekerjaan menyambung kain maupun bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang.

Untuk menghasilkan produk jahit yang berkualitas, dalam melakukan kegiatan menjahit sendiri setidaknya dibutuhkan berbagai macam peralatan yang memiliki fungsi dan peranan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sumber : https://www.amazon.com/ Tertarik untuk menekuni dunia jahit menjahit dan menjadikannya sebagai salah satu sumber penghasilan tapi masih bingung apa saja alat-alat yang harus disiapkan?. Sebelum mulai menjahit cari tahu dulu yuk apa yang dimaksud dengan alat jahit dan jenis-jenis alat jahit yang diperlukan untuk menunjang kelancaran kegiatan menjahit itu sendiri.

Sumber : https://www.sewforlife.com.au/ Pengertian Alat Jahit Alat jahit merupakan sejumlah alat yang diperlukan untuk menjahit, baik untuk membuat busana, lenan rumah tangga, atau benda lain yang dibuat dengan cara dijahit.

Berdasarkan desain dan tujuan pemakaiannya secara keseluruhan alat jahit tersebut dapat diklasifikasikan kedalam dua kategori, yakni berupa alat jahit pokok dan alat jahit tambahan. 1. Alat Jahit Pokok Alat jahit pokok merupakan alat jahit yang memiliki fungsi sangat penting dan harus ada dalam kegiatan jahit menjahit, alat jahit pokok tersebut umumnya terdiri dari berbagai macam-macam mesin jahit ditambah dengan alat-alat jahit lain yang dipergunakan untuk menjahit sederhana.

2. Alat Jahit Tambahan Alat jahit tambahan merupakan alat jahit yang dibutuhkan untuk menunjang alat jahit pokok. Tergantung pada model busana dan banyaknya jahitan yang dikerjakan, alat-alat menjahit tambahan yang diperlukan dalam kegiatan menjahit umumnya sangat bervariasi. Sampai disini sudah jelas kan yang dimaksud dengan alat jahit pokok dan alat jahit tambahan itu seperti apa. Kalau alat jahit pokok itu umumnya harus ada dalam kegiatan jahit menjahit, maka alat jahit tambahan fungsinya untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan menjahit.

Sekarang coba kita bahas satu persatu mengenai jenis-jenis alatnya. Jenis-Jenis Alat Jahit Pokok Alat jahit pokok merupakan peralatan menjahit utama yang pertama kali harus dipersiapkan karena digunakan secara langsung pada proses menjahit. Peralatan menjahit tersebut meliputi mesin jahit dan peralatan pendukung lainnya seperti mesin obras, mesin neci, serta mesin bordir. 1. Mesin Jahit Mesin jahit merupakan peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit.

Dilihat dari cara pengoperasiannya alat jahit ini dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam-macam mesin jahit yakni berupa mesin jahit mekanik atau manual, mesin jahit listrik, dan mesin jahit komputer. Sumber : pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut 2.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

Mesin Obras Mesin obras merupakan mesin yang digunakan untuk membuat jahitan pada tepian pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut agar kain atau bahan tidak mudah terurai sehingga pakaian lebih tahan lama dan terlihat lebih indah.

Dalam industri garmen dikenal beberapa jenis mesin jahit obras diantaranya mesin obras benang 3, benang 4, benang 5, dan benang 6. Sumber : http://www.qualitysewingmachines.com/ 3. Mesin Wolsum Mesin wolsum merupakan salah satu jenis mesin jahit jahit yang dapat dimanfaatkan untuk menjahit tepi kain dengan teknik wolsum.

Mesin ini umumnya dapat dijumpai pada berbagai bidang industri yang bergerak dalam bidang pembuatan jilbab, mukena, seprei, sarung bantal, serta gaun bridal dan sejenisnya. Sumber : http://www.precisionsewingmachines.com/ 4.

Mesin Bordir Mesin bordir merupakan salah satu jenis mesin jahit yang berperan penting untuk membuat bordiran dalam pola tertentu pada selembar kain dengan sulaman benang. Dari segi fungsional bordir ini dapat diaplikasikan pada kaos, seragam perusahaan, maupun pakaian sehari-hari.

Sumber : http://www.sewmepretty.zoomshare.com/ Jenis-Jenis Alat Jahit Tambahan Seperti yang sudah dijelaskan di awal, alat jahit pendukung merupakan semua peralatan menjahit yang secara tidak langsung membantu proses jahit menjahit. Beberapa beberapa alat jahit yang dimaksud diantaranya berupa alat untuk mengukur, alat membuat pola, alat memindahkan tanda-tanda pola, alat pemotong, pelengkap menjahit serta alat-alat mengepres.

1. Alat Untuk Mengukur Alat untuk mengukur merupakan sebuah alat yang diperlukan untuk mengambil ukuran badan dalam pembuatan busana. Alat pengukur tersebut umumnya sering disebut sebagai pita ukuran atau metlin/meteran.

Untuk mengambil ukuran badan tersebut diperlukan pula veterban yang berfungsi untuk menandai tempat mengambil ukuran serta alat tulis untuk mencatat hasil pengukuran.

a. Pita ukur atau metlin adalah alat berbentuk pita, dengan panjang biasanya 150 cm. Dalam proses pembuatan busana alat ini umumnya biasa digunakan untuk melakukan pengukuran badan. Dengan desainnya yang fleksibel metlin ini mampu mengikuti bentuk lekuk tubuh orang yang diukur. Sumber : https://www.banggood.com/ b.

Veterban merupakan alat jahit yang berfungsi untuk mengetahui letak bagian-bagian tertentu seperti pinggang, panggul dan badan. Cara kerja dari alat ini yaitu diikatkan pada pinggang, panggul dan lingkar badan secara pas (tidak terlalu longgar dan tidak terlalu kencang). Sumber : https://www.pikdo.me/ c.

Alat tulis diperlukan untuk mencatat hasil pengukuran badan yang diperoleh saat mengambil ukuran. 2. Alat Untuk Membuat Pola Alat membuat pola merupakan alat yang diperlukan untuk membuat pola baju atau pakaian pakaian. Peralatan untuk membuat pola baju diantaranya terdiri dari skala, buku kostum, penggaris pembentuk, pensil merah biru, kertas kopi atau kertas koran, kertas dorslag merah biru, serta boneka jahit untuk pengepasan busana.

a. Skala merupakan alat yang berfungsi penting dalam proses penggambaran pola baju ukuran kecil seperti ukuran skala 1:4,1:6, 1:8.

Ukuran skala yang dipakai dalam pembuatan pola bisa dipilih sesuai kebutuhan. Sumber : https://www.tokopedia.com/ b. Buku kostum merupakan buku yang biasa dipakai untuk menggambar pola kecil. Buku ini umumnya terdiri atas bagian lembar bergaris untuk catatan/keterangan pola baju dan bagian lembar kosong untuk menggambar pola.

c. Penggaris pembentuk atau penggaris pola baju (dress marker ruler) merupakan jenis penggaris yang diperlukan untuk mempermudah proses pembuatan pola pada busana. Sumber : http://www.duniakonveksi.com d. Pensil merah biru merupakan alat yang berfungsi untuk mewarnai pola baju agar dapat membedakan pola depan dan belakang. Sumber : https://www.etsy.com/ e. Kertas kopi atau kertas koran merupakan kertas yang yang digunakan untuk membuat pola besar sesuai ukuran asli pakaian yang ingin dibuat.

Sumber : https://www.tokopedia.com/ f. Kertas dorslag merah biru dibutuhkan untuk menjiplak pola baju. Kertas merah untuk bagian muka dan biru untuk bagian belakang.

Sumber : https://www.lazada.co.id/ g. Boneka jahit atau dressform merupakan perwujudan tiga dimensi dari ukuran standar tubuh manusia. Setelah pakaian selesai dijahit, boneka jahit dipakai untuk mengepas pakaian dan melihat jatuhnya jahitan pada boneka jahit. Sumber : https://clothhabit.com/ 3. Alat Pemotong Alat pemotong adalah peralatan menjahit yang digunakan untuk memotong kain atau bahan lain pada saat membuat pakaian.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

Contoh alat pemotong yang biasa dipakai saat membuat pakaian salah satunya yaitu berupa gunting yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. a. Gunting kain merupakan jenis gunting yang didesain khusus untuk menggunting kain. Gunting kain yang baik biasanya sedikit lebih berat dari pada gunting kertas.

Sumber : http://news.cision.com/ b. Gunting kertas merupakan jenis gunting yang berfungsi untuk untuk memotong semua kertas dalam membuat pola. Sumber : https://sewitwithlove.com/ c. Gunting bebek berfungsi untuk memotong kain tambahan dalam proses pekerjaan menjahit. Gunting ini memiliki pisau berbentuk dayung (yang menyerupai paruh bebek). Sumber : http://www.gilmor.co.uk/ d. Gunting zig zag merupakan jenis gunting yang biasa dipergunakan untuk menyelesaikan tepi bahan atau kampuh bahan yang tidak bertiras.

Dengan tepiannya yang berbentuk zig zag gunting ini sangat efektif untuk memotong tepi kain agar lebih rapi. Sumber : https://sites.google.com/ e. Gunting bordir berfungsi untuk membersihkan benang pada aplikasi bordiran supaya lebih rapi.

Gunting bordir tersedia dalam dua jenis yakni berupa gunting bordir melengkung single dan gunting bordir melengkung ganda.

Sumber : https://sewguide.com/ Sumber : https://www.sewingmachinesplus.com/ f. Gunting benang merupakan gunting khusus yang dipergunakan untuk menggunting benang atau bagian-bagian yang sulit digunting dengan gunting besar. Sumber : https://www.theobor.com/ g. Gunting listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pemotongan bahan kain dalam jumlah dan ukuran yang sangat banyak.

Gunting listrik banyak digunakan oleh industri skala besar. Sumber : https://www.aliexpress.com/ 4. Alat Untuk Memindahkan Tanda-Tanda Pola Alat pemberi tanda adalah semua peralatan menjahit yang digunakan untuk memindahkan garis-garis pola pada kain.

Alat-alat untuk memberi tanda tersebut di antaranya adalah rader, karbon jahit, kapur jahit, pensil kapur, dan skirt marker. a. Rader merupakan salah satu perlengkapan menjahit yang berfungsi untuk memberi tanda jahitan sesuai garis pola pakaian yang diinginkan.

Dalam pembuatan tanda jahitan atau garis pola tersebut, rader biasa dipasangkan dengan karbon jahit. Berdasarkan jenisnya rader bisa dibagi menjadi dua macam, pertama berupa rader polos dan yang kedua berupa rader bergerigi. - Rader Polos Rader polos sangat sesuai jika dipakai untuk memberi tanda pola pada kain yang berbahan halus sampai sedang seperti sifon, sutera, katun, georgete, dan tetoron.

Sumber : http://grosirperlengkapanaksesoris.blogspot.co.id/ - Rader Bergerigi Rader bergerigi dapat digunakan untuk memberi tanda pada kain yang bertekstur tebal seperti corduray, jeans, linen, atau wol. Sumber : http://honey-honeysweety.blogspot.co.id/ b.

Karbon jahit (tracing paper) diperlukan saat merader kain/bahan. Sebagai alat yang biasa dipasangkan dengan rader jahit, karbon jahit ini biasanya lebih sering digunakan untuk memberi tanda pola pada bahan yang bertekstur sedang dan tebal. Sumber : https://www.bukalapak.com/ c.

Kapur jahit berfungsi untuk memberi garis tanda pada kain. Kapur jahit ini ada yang berbentuk segitiga, persegi, namun ada juga yang didesain dalam bentuk pensil jahit dengan bermacam-macam pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan warna bahan kain. Sumber : http://www.blueprintsforsewing.com/ d. Skirt marker merupakan alat pemberi tanda untuk panjang rok yang memiliki bentuk seperti layaknya tongkat berstandar (berkaki).

Untuk memudahkan pemakainya tongkat ini diberi ukuran sentimeter mulai dari bawah dan dilengkapi pula dengan alat penyemprot kapur yang dinaik turunkan. Sumber : https://www.strima.com/ 5. Alat-Alat Pelengkap Menjahit Dalam proses menjahit alat pelengkap menjahit ini diperlukan agar pekerjaan jahit menjahit tidak terhambat atau lancar.

Alat-alat pelengkap menjahit di antaranya adalah jarum tangan, jarum mesin jahit, jarum pentul, bidal, pendedel, needle threader, dan pinchusion.

a. Jarum tangan merupakan jenis jarum yang digunakan untuk pekerjaan menjahit yang menggunakan tangan, misalnya pekerjaan mengelim atau menjelujur. Jenis jarum tangan yang baik adalah yang berkepala kuning emas pada lubangnya. Sumber : https://www.thisisinsider.com/ b. Jarum mesin jahit merupakan jenis jarum yang biasa dipasang pada berbagai macam-macam mesin jahit.

Secara umum jarum mesin jahit ini dapat dibedakan menjadi beberapa varian, diantaranya: • Jarum universal bisa digunakan secara umum untuk hampir semua jenis kain.

• Jarum ballpoint and stretch bisa digunakan untuk kain yang berjenis berat, sweater rajut, kain elastis seperti spandex atau lycra. • Jarum microtex and sharp bisa digunakan untuk kain berserat kecil, kulit sintetis, pinggiran kain yang harus dijahit tepat. • Jarum leather bisa digunakan untuk menjahit kulit asli. • Jarum denim (jeans) bisa digunakan untuk menjahit jeans tebal, kanvas, pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut pelapis, kulit palsu, vinyl.

• Jarum handicap/self-threading khusus digunakan untuk penjahit yang punya masalah dengan penglihatan. Sumber : http://blagoevgrad-news.com/ c. Jarum pentul dalam kegiatan jahit menjahit berfungsi untuk menyemat kain. Jarum pentul yang berkualias baik adalah jarum yang bagian kepalanya berbentuk bulat besar, memiliki logam jarum yang panjang dan berujung tajam. Sumber : https://ru.aliexpress.com/ d. Bidal atau tudung jari merupakan alat bantu menjahit, menyulam, dan quilting yang terbuat dari plastik atau logam.

Fungsi utamanya adalah untuk melingungi jari tangan agar tidak terasa sakit atau terluka karena menekan jarum. Sumber : https://id.aliexpress.com/ e. Pendedel merupakan alat yang biasa digunakan untuk membuka jahitan yang salah serta memotong lubang kancing yang dibuat dengan mesin. Sumber : https://www.aliexpress.com/ f. Needle threader atau sering disebut sebagai mata nenek merupakan salah satu perlengkapan menjahit yang dibutuhkan untuk membantu memasukkan benang ke dalam lubang jarum yang kecil.

Sumber : https://www.maxiaids.com/ g. Pinchusion atau bantalan jarum merupakan alat yang diperlukan untuk meletakkan jarum pentul agar tidak tercecer.

Bantalan jarum ini biasanya diisi dengan dakron sehingga mudah untuk ditusuk jarum pentul. Sumber : http://www.loganberryhandmade.com/ 6.

pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut

Alat-Alat Mengepres Alat mengepres adalah alat yang digunakan untuk memberikan bentuk yang tetap pada bagian-bagian busana dengan cara diseterika. Alat yang dibutuhkan untuk pengepresan ini secara keseluruhan terdiri dari setrika, meja setrika dan alat bantu setrika. a. Setrika berfungsi sebagai alat pengepresan busana supaya makin rapi dan menarik.

Seterika yang digunakan dalam proses ini biasanya berupa seterika biasa maupun setrika uap. Bila menggunakan seterika uap hasilnya lebih licin dan rapi.

Sumber : https://www.ebay.com.au/ b. Meja setrika merupakan alat yang dibutuhkan sebagai alas saat menyetrika. Alat ini biasanya berbentuk papan datar yang dilapisi kain yang tidak mudah terbakar.

Sumber : https://www.strima.com/ c. Alat bantu setrika merupakan alat yang diperlukan untuk memudahkan pegepresan pada bagian yang sulit dijangkau seperti contohnya lengan baju dan bagian lain. Satu set alat bantu setrika umumnya terdiri dari seam roll, tailor ham, pekerjaan menyambung kain dengan bahan-bahan lain yang dapat dilewati jarum jahit dan benang disebut point presser dan wooden clapper, sleeve board, serta pressing mit.

• Seam roll atau rol kampuh dapat digunakan untuk menyeterika semua jahitan kampuh yang terbuka di atas bagian-bagian pakaian yang panjang dan berbentuk silinder, misal lengan maupun kampuh pada kaki celana.

• Tailor’s ham atau bantalan tailor berguna untuk menyetrika bagian-bagian kurva pakaian seperti kupnat, kampuh garis princess, lingkaran kerah, serta kepala lengan baju/caps. • Point presser berguna untuk membuka kampuh yang berujung lancip, runcing, atau menyiku sebelum dibalik.

Kampuh yang dimaksud diantaranya berupa kampuh kerah, manset, lapisan singkap, serta ujung siku saku. • Wooden clapper merupakan alat bantu setrika yang dibuat dari kayu yang sudah dihaluskan. Fungsi utamanya untuk menstabilkan bahan yang sudah dimampat tanpa perlu terlalu lama melakukan proses penyetrikaan.

• Sleeve board atau papan lengan baju berguna untuk menyetrika bagian sempit pada pakaian yang tidak bisa dilakukan di atas papan setrika seperti keliman lengan baju. • Press mit merupakan alat bantu setrika berbentuk fleksible dengan pelindung tangan yang biasa digunakan untuk memudahkan seseorang saat menyetrika pakaian.

Sumber : https://www.etsy.com/ Setelah menyimak pembahasan di atas sekarang sahabat Fitinline jadi makin tahu kan apa saja alat yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran proses menjahit.

Semoga bermanfaat.
• العربية • বাংলা • Bosanski • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Frysk • Gaeilge • Avañe'ẽ • עברית • हिन्दी • Magyar • Italiano • 日本語 • Taqbaylit • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Latina • Lëtzebuergesch • മലയാളം • मराठी • Nederlands • Norsk nynorsk • Occitan • Polski • Português • Runa Simi • Русский • Sicilianu • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • Tagalog • Українська • Oʻzbekcha/ўзбекча • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Wanita sedang menjahit dengan mesin jahit.

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit.

Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode. Produk jahit-menjahit dapat berupa pakaian, tirai, kasur, seprai, taplak, kain pelapis mebel, dan kain pelapis jok.

Benda-benda lain yang dijahit misalnya layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku. Di industri garmen, menjahit sebagian besar dilakukan memakai mesin jahit. Di rumah, orang menjahit memakai jarum tangan atau mesin jahit. Pekerjaan ringan yang melibatkan jahit-menjahit di rumah misalnya membetulkan jahitan yang terlepas, menisik pakaian, atau memasang kancing yang terlepas.

Sebagai seni kriya, orang menjahit untuk membuat saputangan, serbet, bordir, hingga boneka isi dan kerajinan perca. Wanita sedang menggunting pola jahitan. Foto pada tahun 1936. Pekerjaan menjahit pakaian terdiri dari tahap pembuatan pola, pemotongan bahan, dan menjahit. • Pembuatan pola Dalam istilah desain busana, pola adalah bagian-bagian pakaian yang dibuat dari kertas untuk dijiplak ke atas kain sebelum kain digunting dan dijahit.

Pola dasar dibuat berdasarkan model pakaian, dan ukurannya disesuaikan dengan ukuran badan pemakai. Ada dua teknik utama dalam membuat pola dasar: [1] konstruksi datar yang menggambar pola di atas kertas dengan memakai pengukuran-pengukuran yang akurat, dan konstruksi padat (pola draping) yang membuat pola memakai kain muslin atau belacu di atas boneka jahit.

Metode menggambar pola sesuai nama pencipta metode, misalnya Dressmaking dan So-En dari Jepang, atau Danckaerts dan Cuppens Geurs dari Belanda. Majalah wanita juga sering memuat pola siap pakai (pola jadi) berikut instruksi cara menjahitnya.

• Pemotongan bahan Setelah pola disematkan ke kain dengan jarum pentul, kain digunting sesuai pola yang dijadikan contoh. Dalam produksi pakaian secara massal, kain dipotong dengan mesin potong. Sebelum pola dilepas dari bahan, garis-garis dan tanda-tanda pada pola dijiplak ke atas kain dengan bantuan rader, karbon jahit, dan kapur jahit.

• Pekerjaan menjahit Setelah kain digunting, potongan kain disambung dengan memakai jarum tangan atau mesin jahit. Dalam menjahit dikenal sejumlah teknik jahitan, misalnya tusuk balik (setik balik), tusuk rantai, dan tusuk tangkai. Selain itu dikenal jahitan kampuh untuk menyambung dua helai kain menjadi satu, dan teknik menjahit kelim. Walaupun jahitan mesin lebih rapi daripada jahitan tangan, tidak semua teknik jahitan dapat dilakukan dengan mesin.

Setelah pakaian selesai dijahit, bagian tepi kampuh yang bertiras dirapikan dengan mesin obras agar benang-benang kain tidak terlepas. • Penyelesaian akhir Setelah selesai, pakaian sering perlu dilicinkan dengan setrika di atas papan setrika.

Penyetrikaan bagian-bagian yang sulit seperti lengan baju dilakukan dengan bantuan bantal setrika. Jenis jenis menjahit [ sunting - sunting sumber ] Benang dan jarum ditusukkan ke kain untuk membuat berbagai bentuk jahitan sehingga dikenal berbagai jenis tusuk atau setik. Tusuk jelujur dan setik jelujur misalnya, mengacu kepada teknik menjahit dan menyulam yang sama.

Tusuk dasar [ sunting - sunting sumber ] • Tusuk jelujur • Tusuk rantai • Tusuk tangkai • Tusuk balik • Tusuk piquer • Tusuk som • Tusuk feston • Tusuk flanel • Tusuk balut Kampuh dasar [ sunting - sunting sumber ] • Kampuh terbuka • Kampuh balik • Kampuh kostum • Kampuh Prancis • Kampuh pipih • Kampuh sarung • Kampuh geser Peralatan untuk menjahit [ sunting - sunting sumber ] Alat jahit-menjahit [ sunting - sunting sumber ] • Benang • Gunting • Jarum pentul • Jarum jahit • Bantalan jarum • Mesin jahit • Spul • Pendedel (pembuka jahitan) • Bidal (topi jari) • Sekoci • Sepatu jahit • Mesin obras • Mesin rumah kancing • Mesin pasang kancing • Mesin som • Mesin plisket Referensi [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 2 November 2021, pukul 12.01.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

Part 2 materi prakarya kelas 7 tentang kerajinan serat




2022 www.videocon.com