Brebes exit

brebes exit

BREBES, KOMPAS.com - ‎Kemacetan kendaraan terjadi di ruas jalur selatan, seperti di wilayah Kecamatan Songgom dan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada H-3 Lebaran, Jumat (29/4/2022). Akibatnya, petugas sempat melakukan buka tutup exit Tol Pejagan untuk mengurangi kemacetan kendaraan yang datang dari arah Jakarta dan Jawa Barat. ‎Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lantas) Dinas Perhubungan Brebes, Muhamad Reza Prisman mengatakan, penutupan sempat dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di jalur selatan.

"‎Jalur selatan Brebes sejak Jumat pagi terjadi kepadatan karena banyaknya kendaraan pemudik," kata Reza, Jumat. Baca juga: 2 Pemudik Motor dari Jakarta Tabrak Pohon di Brebes, 1 Kritis Menurutnya, kemacetan itu terjadi karena arus kendaraan pemudik yang hendak menuju Purwokerto dan Banyumas membludak. Selain itu, aktivitas warga sekitar yang padat brebes exit menyumbang kepadatan lalu lintas.

brebes exit

Selain di wilayah Songgom, kemacetan juga sempat terjadi di wilayah Linggapura, Kecamatan Tonjong. "Jadi memang terjadi akibat pertemuan arus pemudik dengan aktivitas warga ke pasar," kata Reza. Baca juga: H-3 Lebaran, Jalur Pantura Brebes-Tegal Dipadati Pemudik Sepeda Motor Reza mengatakan, petugas Dinas Perhubungan Brebes dan pihak kepolisian setempat disiagakan brebes exit pengamanan arus di lokasi kemacetan.

"Di Linggapura, Dishub bersama kepolisian mengatur dan mengamankan penyeberangan jalan masyarakat ke Pasar Linggapura," pungkas Reza. Berdasarkan pantauan Kompas.com di gerbang Tol Pejagan Brebes, arus lalu lintas terlihat lengang, Jumat sore sekitar pukul brebes exit WIB.

Tidak terjadi kepadatan antrean kendaraan yang hendak melewati exit tol. Sementara itu, jalur kendaraan yang hendak memasuki gerbang tol tujuan Jakarta ditutup karena masih diberlakukan sistem one way atau satu arah. Berita Terkait 2 Pemudik Motor dari Jakarta Tabrak Pohon di Brebes, 1 Kritis H-3 Lebaran, Jalur Pantura Brebes-Tegal Dipadati Pemudik Sepeda Motor Sopir Mengantuk, Bajaj Pemudik Tabrak Trotoar di Pantura Brebes, 4 Brebes exit Luka-luka Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kabupaten Brebes Hari Ini, 29 April 2022 Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kabupaten Brebes Hari Ini, 25 April 2022 Berita Terkait 2 Pemudik Motor dari Jakarta Tabrak Pohon di Brebes, 1 Kritis H-3 Lebaran, Jalur Pantura Brebes-Tegal Dipadati Pemudik Sepeda Motor Sopir Mengantuk, Bajaj Pemudik Tabrak Trotoar di Pantura Brebes, 4 Penumpang Luka-luka Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kabupaten Brebes Hari Ini, 29 April 2022 Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kabupaten Brebes exit Hari Ini, 25 April 2022 Kronologi Kecelakaan Maut di Bandung Barat, Mobil Terjun ke Jurang, Ibu dan 2 Anaknya Tewas https://bandung.kompas.com/read/2022/04/29/163500078/kronologi-kecelakaan-maut-di-bandung-barat-mobil-terjun-ke-jurang-ibu-dan-2 https://asset.kompas.com/crops/gFsyNuKMio_QtyCgVX_BT9n4sPA=/0x0:0x0/195x98/data/photo/2022/04/29/626b8ca0aef24.jpg Brebes - Jumlah kendaraan yang keluar melalui pintu tol Pejagan, Brebes, Jawa Tengah pada H - 5 terus meningkat.

Mengantisipasi lonjakan kendaraan, pengelola saat ini menyiapkan 5 gate untuk exit toll. Pantauan pada Rabu (27/4/2022), volume kendaraan dari arah Jakarta yang keluar dari exit Tol Pejagan terus mengalami peningkatan. Guna mengantisipasi antrean kendaraan di gerbang tol, polisi telah berkoordinasi dengan pengelola Tol Kanci-Pejagan untuk menambah gate di exit Tol Pejagan.

Gerbang keluar tol yang semula hanya ada tiga unit kini ditambah menjadi lima unit. Baca juga: Maaf Lur! Mudik Kali Ini Tetap Tak Bisa Naik ke Candi Borobudur Kepala Posko Pengamanan Terpadu Pejagan, Ipda Hani Brebes exit mengatakan, untuk mengurangi terjadinya antrean kendaraan di gerbang Tol Pejagan tersebut, pihaknya telah menyiapkan lima gate untuk dioperasikan.

Namun jika kondisi arus lalu lintas tidak terjadi lonjakan, hanya tiga gate yang akan dioperasikan. "Nah kalau sampai terjadi antrean kendaraan di gerbang tol ini, dan panjangnya sudah mencapai sekitar 100 meter, lima gate akan kami buka semua," terangnya. Lebih lanjut dia mengatakan, sejak H-7 Lebaran, volume kendaraan dari arah Jakarta yang keluar gerbang Tol Pejagan memang terus mengalami peningkatan. Namun demikian, kondisi arus lalu lintas masih terkendali. "Meski volume meningkat, tetapi kondisinya masih ramai lancar," ucapnya.

Sementara itu di jalur Pantura Brebes, meski volume kendaraan dari arah Jakarta mengalami peningkatan, tetapi kondisi arus lalu lintas masih lancar. Di jalur itu, kendaraan di dominasi pemudik sepeda motor dan kendaraan barang. Bagi pembaca detikJateng yang memiliki informasi atau cerita menarik seputar mudik Lebaran 2022 silakan kirim ke email infojateng@detik.com.

Mohon sertakan nomor kontak yang bisa dihubungi oleh redaksi detikJateng.
Suara.com - Mudik menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat, terutama pada puncak hari raya seperti Idul Fitri. Masyarakat berbondong-bondong menuju ke kampung halaman menggunakan berbagai moda transportasi, tak terkecuali kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil. Sayangnya, tak jarang pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi membuat kemacetan lalu lintas, salah satunya adalah kemacetan tol Brexit ( Brebes Exit) yang terjadi pada 2016 silam.

Bahkan, kemacetan tol Brexit berhasil mencetak rekor sebagai kemacetan terparah sepanjang sejarah di Indonesia. Kilas balik kemacetan Brexit Pada 2016 silam, kendaraan pemudik memenuhi tol Trans Jawa yang brebes exit pada 2016 silam. Jalur perdana tol Trans Jawa yakni dibuka hingga Brebes Timur.

Hadirnya tol tersebut membuat perjalanan dari Jakarta ke Brebes hanya ditempuh dalam waktu 4 jam saja. Baca Juga: Begini Kondisi Arus Balik Sepeda Motor di Kalimalang pada H+3 Lebaran Brebes exit, tol tersebut menarik ratusan ribu pemudik yang akhirnya menjadi kemacetan terparah sepanjang sejarah negeri.

Macet puluhan kilometer Siapa sangka, pemudik yang awalnya berangkat dengan penuh antusias berujung harus menghadapi kemacetan paling parah yang dinilai mencapai perkiraan 16 kilometer lalu lintas. Bahkan, kendaraan pemudik yang terjebak dalam lalu lintas dekat gerbang keluar Brebes harus menunggu berjam-jam hingga bahan bakar habis. Baca Juga: Ditinggal Mudik, Burung Mahal Milik Warga di Selong Raib Hal tersebut dimanfaatkan oleh beberapa pedagang yang menjual BBM di jalan tol tersebut secara dadakan.

Harga yang mereka patok untuk satu liter BBM adalah Rp 50.000, yakni enam kali harga normal BBM perliter pada waktu itu. IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS This article needs to be updated. Please help update this article to reflect recent events or newly available brebes exit. ( May 2021) Brebes Timur Exit ( Indonesian: Pintu Keluar Brebes Timur) is one of the most famous toll road exits in Indonesia.

It is also known as Brebes Exit or Brexit, a name inspired by the UK political term. It is located in Brebes Regency, Central Java on the 57.5 km Pejagan–Pemalang segment, a continuation of the 35 km Kanci–Pejagan segment of Trans-Java Toll Road network. Construction of Pejagan–Pemalang toll road began in 2014, and prior to 2016 mudik the first of two sections were opened, Pejagan to West Brebes, and West Brebes to East Brebes. It is infamous for multi-thousand vehicle traffic jams and deaths that occurred brebes exit opening the junction prior to the 2016 mudik or homecoming period, at the end of the month of Ramadan and at the beginning of the following month of Syawal, as some population of Jakarta left the city to return to their home village for the Muslim festival of Lebaran ( Eid al-Fitr).

There are in fact two Brebes exits: Brebes Timur (East Brebes) toll booth at KM 268 (from Jakarta) and Brebes Barat (West Brebes) toll booth at KM 263. However, as Brebes Timur was the end of the Trans-Java toll road in brebes exit year, it created a massive tailback as vehicles exited the highway for onward travel.

2016 jams [ edit ] During Lebaran 2016, for example, brebes exit tailback at Brebes Exit reached 16 km. [1] Thirteen people died on a single day. [ citation needed] The deaths and delays at Brexit were primarily caused by payment delays as users pay the tolls, which in 2015 totaled Rp146 500 for the journey from Jakarta to Brexit. [2] There was a railroad crossing and a traffic lamp-equipped junction in the access road to Java Northern Coast Road (National Route 1), making the tailback longer.

As a result of numerous vehicles running out of fuel at Brexit contributing further to delays and congestion, enterprising vendors sold fuel for upwards, of Rp50 000/liter, more than six times of its official price. As a result, at 2017 mudik season, the state petroleum company Pertamina announced that it would set up mobile kiosks, motorbikes with fuel canisters and other facilities to provide fuel to stranded motorists.

brebes exit

{INSERTKEYS} [3] By the end of 2017, the Indonesian government plans to eliminate cash tolls in favor of contact-less charge cards, which will greatly reduce the time taken for a vehicle to pass through toll booths. [4] References [ edit ] • ^ Media, Kompas Cyber. "Tol Brebes Timur Jadi "Neraka" Pemudik, Ini Dia Penyebabnya... - Kompas.com". kompas.com. • ^ "Berikut Biaya Perjalanan Tol Mulai Jakarta Sampai Brebes". Berita Trans. 15 June 2015 .

Retrieved 6 August 2017. • ^ "Pertamina Pastikan Kelangkaan BBM Brexit 2016 Tak Terulang" . {/INSERTKEYS}

brebes exit

Retrieved 6 August 2017. • ^ "Oktober 2017, Semua Jalan Tol Gunakan Pembayaran Non Tunai". Retrieved 6 August 2017. Hidden categories: • Articles with short description • Short description matches Wikidata • Coordinates on Wikidata • Wikipedia articles in need of updating from May 2021 • All Wikipedia articles in need of updating • Articles containing Indonesian-language text • All articles with unsourced statements • Articles with unsourced statements from February 2020 Edit links • This page was last brebes exit on 12 September 2021, at 17:10 (UTC).

• Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License 3.0 ; additional terms may apply. By using this site, you agree to the Terms of Use and Privacy Policy. Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization. • Privacy policy • About Wikipedia • Disclaimers • Contact Wikipedia • Mobile view • Developers • Statistics • Cookie statement • •
Suara.com - Mudik menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat, terutama pada puncak hari raya seperti Idul Fitri.

Masyarakat berbondong-bondong menuju ke kampung halaman menggunakan berbagai moda transportasi, tak terkecuali kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil.

Sayangnya, tak jarang pemudik yang menggunakan brebes exit pribadi membuat kemacetan lalu lintas, salah satunya adalah kemacetan tol Brexit ( Brebes Exit) yang terjadi pada 2016 silam.

brebes exit

Bahkan, kemacetan tol Brexit berhasil mencetak rekor sebagai kemacetan terparah sepanjang sejarah di Indonesia. Kilas balik kemacetan Brexit Pada 2016 silam, kendaraan pemudik memenuhi tol Trans Jawa yang dibuka pada 2016 silam. Jalur perdana tol Trans Jawa yakni dibuka hingga Brebes Timur. Hadirnya tol tersebut membuat perjalanan dari Jakarta ke Brebes hanya ditempuh dalam waktu 4 jam saja.

Baca Juga: Begini Kondisi Arus Balik Sepeda Motor di Kalimalang pada H+3 Lebaran Sontak, tol tersebut menarik ratusan ribu pemudik yang akhirnya menjadi kemacetan terparah sepanjang sejarah negeri. Macet puluhan kilometer Siapa sangka, pemudik yang awalnya berangkat dengan penuh antusias berujung harus menghadapi kemacetan paling parah yang dinilai mencapai perkiraan 16 kilometer lalu brebes exit.

Bahkan, kendaraan pemudik yang terjebak dalam lalu lintas dekat gerbang keluar Brebes harus menunggu berjam-jam hingga bahan bakar habis. Muncul penjaja BBM dadakan Kendaraan para pemudik terpaksa harus brebes exit bahan bakar (BBM) karena terlalu lama terjebak kemacetan.

Alhasil, kendaraan yang kehabisan bahan bakar tersebut juga ikut memperparah kemacetan.

brebes exit

Baca Juga: Ditinggal Mudik, Burung Mahal Milik Warga di Selong Raib Hal tersebut dimanfaatkan oleh beberapa pedagang yang menjual BBM di jalan tol tersebut secara dadakan. Harga yang mereka patok untuk satu liter BBM adalah Rp 50.000, yakni enam kali harga normal BBM perliter pada waktu itu.

brebes exit

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS Denial of responsibility! The World News is a platform for publishing news. Any user can add any publication.

In each material the author and a hyperlink to the primary source are specified. All trademarks belong to their rightful owners, all materials to their authors. If you are the owner of the content and do not want us to publish your materials, please contact us by email abuse@theworldnews.net. The content will be deleted within 24 hours.

Ratusan Sepeda Motor Peserta Mudik Gratis Tiba di Terminal Pulogadung 0:0 Comments 4 Faktor yang Bikin Perempuan Berisiko Terkena Kanker Payudara, Apa Saja? 0:0 Comments Jangan Main di Jalan Raya, Brebes exit Roda Jakarta Bisa Meluncur ke Sini 0:0 Comments Libur Lebaran Usai, Ganjil Genap Kembali Berlaku di Jakarta 0:0 Comments Libur Lebaran: Ratusan Jip, Ribuan Pengunjung, dan Rezeki Tukang Ojek 0:0 Comments 5 Fakta Menarik Usai Manchester City Gilas Newcastle 5-0 0:0 Comments Gubernur Sumsel ke PNS: Jalan Mulus, Jangan Cari Alasan Tambah Libur 0:0 Comments Cerita Kepala Terminal Merak Hadapi Mudik Lebaran 2022 0:0 Comments Rekayasa Lalin Diakhiri, Kakorlantas Sebut Operasi Mudik Sukses 0:0 Comments Jokowi Berangkatkan Tim ke SEA Games Vietnam: Berharap Masuk Peringkat Pertama 0:0 Comments Tak Ada Cerita WFH, PNS DKI Jakarta Tetap Masuk Kantor Usai Libur Lebaran 0:0 Comments 26 SMA Terbaik di Riau dan Kepulauan Riau Versi LTMPT 0:0 Comments Sepeda motor peserta mudik gratis tiba di Terminal Pulogadung 0:0 Comments Lepas Tim Indonesia ke SEA Games 2021, Jokowi: Raihlah Prestasi yang Setinggi-tingginya 0:0 Comments MPR: Fokus tingkatkan produktivitas usai libur Idul Fitri 0:0 Comments Jadwal KRL Yogyakarta Solo Kembali Dioperasikan 24 Perjalanan Tiap Hari 0:0 Comments Cek Perbedaan iPhone 13 Mini, 13 Pro, dan 13 Pro Max Sebelum Ganti Gadgetmu 0:0 Comments Dituding Nyabu saat Live TikTok, Caisar YKS: Saya Enggak Pakai Barang Haram 0:0 Comments Asnawi Mangkualam Latihan Terpisah usai Tiba di Vietnam, Bisa Main Lawan Timor Leste?

0:0 Comments Sekjen PBB Terkejut atas Laporan Serangan ke Sekolah 0:0 Comments ID Food Siapkan Pencegahan Wabah PMK Ternak 0:0 Comments Wagub Kalteng: Kebijakan WFH pasca libur Lebaran dilakukan situasional 0:0 Comments Sonny Septian Tak Terima Galih Ginanjar Sebut King Faaz Tumbuh Jadi Bocah Genit: Kita Didik Jadi Anak Soleh 0:0 Comments 5 Cara Ampuh Turunkan Kolesterol Usai Santap Hidangan Lebaran 0:0 Comments GP Ansor DIY Berang dengan Berita Miring Soal Menag Yaqut, Ada Apa?

0:0 Comments BMKG Tegaskan Panas Terik Beberapa Hari Terakhir Bukan Gelombang Panas 0:0 Comments Anies Baswedan Dapat Gelar Tuan Penata Negara saat Kunjungi Lampung 0:0 Comments Boling Indonesia Target Tiga Emas di SEA Games 2021 0:0 Comments Heboh Kasus Hepatitis Misterius, Biaya Perawatan Ditanggung Pemerintah? 0:0 Comments Ambisius! Elon Musk Targetkan Dongkrak 4 Kali Brebes exit Pengguna Twitter pada 2028< Begini Strateginya 0:0 Comments Thailand akan Mulai Suntikkan Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri 0:0 Comments Sentil Atlet Sepatu Roda Viral di Jalan, Dishub DKI: Silakan di Lokasi yang Sesuai 0:0 Comments Pemerintah Siapkan Skenario Hadapi Potensi Lonjakan Covid-19 hingga Hepatitis Akut 0:0 Comments Sempat Diamankan Usai Bawa 12 Wisatawan, Sopir Ambulans Dibebaskan 0:0 Comments Nekat Mandi di Sungai Berarus Deras, Remaja di Sumatera Utara Tewas Tenggelam 0:0 Comments Kabar Baik!

Usai Libur Lebaran, Pasien Covid-19 Di RSDC Wisma Atlet Kini Tersisa 3 Orang Saja 0:0 Comments Resmi Dilepas Jokowi, Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 Langsung Berangkat ke Vietnam 0:0 Comments Sejarah Lebaran Ketupat dan Makna Empat Sisi Ketupat 0:0 Comments Bumi Serpong Damai (BSDE) Raih Laba Rp347,90 Miliar di Kuartal I-2022 0:0 Comments Wali Kota Surabaya Beri Peringatan Pengelola Kenpark 0:0 Comments Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Terbaru Setelah Libur Lebaran 2022 0:0 Comments Alamak, Ruben Onsu Curhat Ketinggalan Pesawat Sepulang dari Eropa 0:0 Comments Masih Berlanjut, Inggris Tambah Sanksi untuk Rusia 0:0 Comments Chani dan Jaeyoon SF9 dinyatakan positif COVID-19 0:0 Comments 4 Momen Liburan Christian Sugiono dan Brebes exit Kamal di Dubai, Dinner Romantis Hingga Nyetir Mobil F1 0:0 Comments Hari Pertama Kerja, KPK Gelar Apel Pagi Secara Hybrid 0:0 Comments Lebaran Ketupat, Tradisi Syukuran Warga Sasak di Lombok 0:0 Comments Ogah Patuhi Kapolri, Lembaga yang Dipimpin Firli Kerja Maksimal di Kantor Hari Ini 0:0 Comments Andai Hancurkan Timor Leste, Timnas Indonesia U-23 Bisa Lolos ke Semifinal SEA Games 2021 Lewat Status Juara Grup 0:0 Comments Cuma di Mister Aladin, Liburan Jadi Lebih Asyik dan Menarik dengan Promo May Day Fun Day 0:0 Comments PNS di DKI Tetap Masuk Kantor Usai Libur Lebaran, Kapasitas 75 Persen 0:0 Comments Tren Hepatitis Misterius Terus Bermunculan, Pakar Sebut Enam Gejala yang Mendominasi 0:0 Comments Wanti-wanti DPR Untuk ASN: Jangan Jadikan WFH Alasan Tambah Libur Dan Berleha-leha 0:0 Comments WhatsApp Luncurkan Pembaruan dan Fitur Baru, Reaksi Emoji Salah Satunya 0:0 Comments Sosok Pj Kepala Daerah Harus Punya Kapasitas dan Kapabilitas terkait Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi 0:0 Comments Kebijakan Satu Arah di Tol dan Izin WFH, Seberapa Efektif Urai Kemacetan?

0:0 Comments Wabah Penyakit Menyerang Hewan Ternak, Industri Peternak Nasional Terdampak 0:0 Comments Beda Pernyataan Pengelola dan Penjaga Wahana Soal Usia Perosotan Kenpark 0:0 Comments AS Mulai Kembangkan Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir 0:0 Comments Kiriman kedua bantuan obat dan alkes Indonesia tiba di Sri Lanka 0:0 Comments Potret Kece Anak Konglomerat Mantan Boy William, Karen Vendela Liburan di Luar Negeri 0:0 Comments Habis Libur Lebaran, PNS dan Non PNS Pemkot Depok Jalani Tes COVID-19 0:0 Comments Daftar 4 Pemain yang Bertahan di PSM, Siapa Saja Mereka?

0:0 Comments RJ Lino Tetap Divonis 4 Tahun Penjara oleh Pengadilan Tinggi Jakarta 0:0 Comments Bacaan Niat Mengganti Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab-Latin 0:0 Comments Ribuan Militer AS Dipecat, Termasuk 36 Jenderal karena Menolak Divaksin 0:0 Comments Presiden Somalia Calonkan Diri untuk Masa Jabatan Brebes exit 0:0 Comments Lepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021, Jokowi Targetkan Tembus Peringkat 3 Besar 0:0 Comments Arus Balik Lebaran 2022, Jumlah Kendaraan Melonjak 159 Persen 0:0 Comments Jadwal KRL Yogyakarta-Solo kembali 24 perjalanan per hari 0:0 Comments Imam Darto: Covid-19 Mengambil Sesuatu yang Sangat Berharga dari Gue 0:0 Comments Sejarah Hari Kemenangan Rusia, Putin Diduga akan Deklarasikan Perang Total Tepat di Victory Day 0:0 Comments Arti Hari Kemenangan Rusia 9 Mei bagi Putin, Berikut Hal yang Mungkin Dilakukan Terkait Ukraina 0:0 Comments Jokowi Resmi Lepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 0:0 Comments Kawasan Monas Sepi Usai Ditinggal Libur Lebaran 0:0 Comments Usai Libur Lebaran, 25 Persen Pegawai KPK Bekerja brebes exit Rumah 0:0 Comments Arus Balik Masih Ramai, Maskapai Tambah Jadwal Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin 0:0 Comments Ganjil-Genap Diterapkan di 13 Ruas Jalan DKI Jakarta Hari Ini 0:0 Comments Felix Siauw Komentari Konten Deddy Corbuzier Bareng Ragil : Kampanye Negatif Jauh dari Agama 0:0 Comments Caisar YKS Dapat Gift dari BNN usai Live Tiktok Berjam-jam: Panik Nggak Tuh?

0:0 Comments 10 Serial dan Film Netflix Favorit Jungkook BTS 0:0 Comments 5 Potret Mahalini dan Rizky Febian Serasi Pakai Busana Adat Bali 0:0 Comments Jelang Lawan Timnas Indonesia U-23, Pelatih Timor Leste Keluhkan Jadwal Pertandingan 0:0 Comments Thomas Cup 2022 Hari ini: Indonesia vs Tuan Rumah Thailand, LIVE di iNews dan MNCTV 0:0 Comments Pakai Baju Tahanan No 23, Briptu HSB Dirilis Jadi Tersangka Pemilik Tambang Ilegal di Sekatak 0:0 Comments 7 Potret Keluarga Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu Jalan-jalan di Dubai, Seru Banget!

0:0 Comments H+5 Lebaran, 8.805 Pemudik Tiba di Terminal Kalideres 0:0 Comments Putin Diduga Punya Pacar yang Diincar Sanksi Barat, Siapa Alina Kabaeva? 0:0 Comments G7 Brebes exit Sanksi Baru, Larang Anggotanya Impor Minyak dari Rusia 0:0 Comments Stefano Lilipaly Resmi Berseragam Borneo FC 0:0 Comments Iwan Fals Sebut Kekalahan Timnas di SEA Games Karena Santan 0:0 Comments Rupiah dibuka melemah dibayangi kenaikan suku bunga bank sentral AS 0:0 Comments Akui Pernah Minta Tolong ke Anies, Zein Assegaf: Apa Salahnya, Saya Berteman 0:0 Comments Lima tempat di dunia yang penduduknya panjang umur 0:0 Comments Presiden Jokowi resmi berangkatkan Tim Indonesia ke SEA Games Vietnam 0:0 Comments Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Panjang Golden Week, Pemerintah Jepang Ingatkan Serangan Cyber 0:0 Comments China Kembali Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan 0:0 Comments BTS umumkan detail untuk Track CD1 album "Proof" 0:0 Comments Rekomendasi 7 Destinasi Wisata Edukatif di Bali, Bisa Liburan Sambil Nambah Wawasan!

0:0 Comments Hepatitis Akut Diduga Brebes exit karena Anjing yang Terpapar Adenovirus 0:0 Comments
tirto.id - Juli 2016, Gerbang Tol Brebes Timur yang dikenal dengan Brebes Exit (Brexit) merupakan mimpi buruk bagi para pemudik yang melewati jalur Pantai Utara atau Pantura.

Mereka terjebak macet berjam-jam. Penyebab utama mengularnya roda empat ini yakni kendaraan dari jalur Pantura dan kendaraan yang keluar jalan tol, yang sama-sama mengarah ke Semarang, berebut masuk ke jalur yang lebih sempit.

Sehingga situasi ‘leher botol’ tak terhindari. Menurut data resmi yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 17 orang meninggal di wilayah Pejagan-Brebes pada mudik lebaran kala itu. Medio 29 Juni-5 Juli 2016, 6 orang meninggal karena kecelakaan, sementara 11 orang meninggal karena terjebak macet yang memakan waktu 20 hingga 36 jam itu.

Parahnya kemacetan di Brebes exit Tol Pejagan dan Brebes Timur ini dibenarkan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang sidak ke lokasi. “Dari udara kami pantau, ada dua titik sumbatan. Di tol exit Pejagan dan Brebes Timur. Setelah keluar tol itu, relatif landai," kata dia pada Senin, 4 Juli 2016. Puluhan pemudik yang kelelahan pun dievakuasi ke rumah sakit atau ke posko-posko kesehatan yang ada di sepanjang jalur mudik.

Kebanyakan pemudik yang dievakuasi adalah bayi yang mengalami step karena demam tinggi, brebes exit, dan pemudik yang terkena serangan jantung. Mei brebes exit, ketika Indonesia masih dalam situasi pandemi COVID-19, pemerintah melarang masyarakat mudik.

Aturan peniadaan mudik ini diterapkan demi mengurangi angka penularan virus Corona. Pembatasan perjalanan mudik lebaran 2021 terbagi dalam tiga periode, yang berlangsung sejak pekan keempat April hingga pekan ketiga Mei 2021.

Pemudik yang nekat pulang kampung pun, nekat pula ‘menjebol’ pos yang dijaga oleh aparat. Pos pemantauan di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pun akhirnya ditembus oleh ribuan pemotor. Mereka tak mau diputarbalikkan oleh petugas. Imbasnya, rombongan pengendara roda dua itu bisa melanjutkan perjalanan.

Calon pemudik tak habis akal, bahkan beredar informasi dalam grup Facebook perihal rute dan cara masyarakat jika ingin mudik tanpa perlu bertemu dengan aparat penjaga posko-posko pemantauan lalu lintas. Baca juga: • Libur Panjang Lebaran & Potensi Corona: Apa yang Perlu Dilakukan? • Mengkaji Dampak Kebijakan Larangan Ekspor CPO & Minyak Goreng Mudik Diperbolehkan Lagi Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk pertama kalinya pada 2020 sebagai pencegahan penyebaran virus Corona.

Kebijakan yang berlangsung selama 38 hari atau 24 April–31 Mei 2020 ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, yang berisi tentang larangan sementara penggunaan sarana transportasi untuk kegiatan mudik pada masa angkutan lebaran 2020.

Sarana transportasi ini berlaku untuk transportasi darat, perkeretaapian, laut, dan udara. Hal ini pun berdampak pada penurunan arus lalu lintas.

Misalnya, Pemprov Jawa Barat mendirikan 50 titik penyekatan untuk mengawasi masyarakat yang ingin keluar-masuk kawasan tertentu, seperti wilayah PSBB, zona merah penyebaran COVID-19, dan wilayah aglomerasi yang telah ditetapkan PSBB, misalnya Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang.

Imbasnya arus lalu lintas menurun 77 persen pada periode mudik lebaran. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyatakan, berdasarkan data yang diperolehnya dari pantauan terhadap empat gerbang tol arah keluar Jakarta yakni GT Cikampek Utama 1, GT Kalihurip Utama 1, GT Cikupa, dan GT Ciawi, terdapat penurunan sebesar 44,71 persen pada 7 Mei 2021. Total kendaraan yang melintas pada keempat gerbang tol tersebut arah keluar Jakarta di hari itu mencapai 87.275 kendaraan.

Sementara arah masuk Jakarta di hari yang sama, menurun 35,09 persen atau 84.638 kendaraan yang melintas, kemudian jalur lintas penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni juga berkurang 54 persen untuk kategori roda empat campur dan penurunan penumpang mencapai 80 persen.

Pada Idulfitri 2022, Kementerian Perhubungan melakukan survei lanjutan ( survei 3) perihal brebes exit perjalanan, usai Presiden Joko Widodo mengumumkan diperbolehkannya mudik Idulfitri 1443 Hijriah. Hasil survei yakni 85,5 juta orang brebes exit Indonesia akan mudik alias naik 8 persen dari survei 2; dan 14,3 juta orang brebes exit Jabodetabek bakal pulang kampung alias naik 10 persen dari hasil survei sebelumnya.

Selanjutnya, provinsi asal pemudik tahun ini, paling atas ditempati oleh Jawa Timur (17 persen), disusul Jabodetabek (16 persen), Jawa Tengah (14 persen), Jawa Barat non Bodebek (11 persen), Sumatera Utara (5 persen), Sulawesi Selatan, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, dan Sumatra Barat (masing-masing 3 persen).

Sedangkan provinsi tujuan pemudik yakni Jawa Tengah (28 persen), Jawa Timur (20 persen), Jawa Barat non Bodebek (17 persen), Jabodetabek (7 persen), Daerah Istimewa Yogyakarta (5 persen), Lampung dan Sumatra Utara (3 persen), ditutup oleh Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Selatan (masing-masing 2 persen).

Baca juga: • Mencegah Terulangnya Tragedi Mudik di "Brexit" • Dana Pemda Parkir di Bank, Bukti Tidak Optimalnya Belanja Daerah? Cermat Strategi, Selamat Nyawa Selain menuntut para pemudik untuk mematuhi protokol kesehatan dan vaksinasi dua dosis dan satu dosis booster, pemerintah melakukan rekayasa lalu lintas agar tak ada lagi penumpukan kendaraan ketika arus mudik dan arus balik pada lebaran tahun ini.

Korps Lalu Lintas Polri akan memberlakukan sistem ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek saat arus mudik dan arus balik Idulfitri 2022. Para pengendara yang melanggar aturan itu akan diminta keluar dari jalan bebas hambatan tersebut, tidak ada penilangan.

“Ketika menemukan ada kendaraan brebes exit tidak sesuai tanggal, maka akan kami keluarkan ke pintu tol terdekat," ucap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, di Polda Metro Jaya, Senin, 18 April 2022. Polda Metro Jaya pun memastikan tak ada penyekatan lalu lintas pada arus mudik dan arus balik seperti tahun sebelumnya, tapi para pemudik diwajibkan menaati protokol kesehatan.

Polisi juga akan mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan. Nantinya di pos-pos itu, pemudik bisa mendapatkan vaksin. "Di pos pelayanan Polri kami siapkan vaksin booster, antara lain di area peristirahatan jalan tol, jalur arteri sepeda motor, itu banyak (pos)," sambung Sambodo.

Polri pun memperkirakan puncak arus mudik sejak 29 April-1 Mei. Pada Kamis, 28 April, pukul 17.00-24.00 WIB, mulai dari KM 47 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, pengendara yang ingin menuju ke timur, ketika tiba di KM 47 segera mengambil lajur kanan. “Silakan memanfaatkan Jalur B, tol yang biasa digunakan ke Jakarta, untuk menuju arah timur,” tutur Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, 13 April 2022.

Hal ini juga berimbas kepada penggunaan area peristirahatan di Jalur B. Para pengendara dapat menggunakan area peristirahatan seperti biasa. Sementara, yang akan brebes exit ke Bandung, kala mendekati KM 47, tetap menggunakan rute normal sehingga di KM 66 bisa langsung keluar menuju Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu. Polri membutuhkan dua jam untuk sterilisasi pengendara di Jalur B guna memastikan sistem satu arah bisa berlangsung aman.

“Kepada masyarakat yang nanti masih di area peristirahatan akan kami berikan pengumuman, untuk segera meninggalkan area peristirahatan,” kata Firman. Selanjutnya, pada 29-30 April sistem satu arah berlaku pukul 07.00-24.00 WIB, brebes exit KM 47 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung.

Untuk 1 Mei 2022, sistem satu arah berlangsung pukul 07.00-12.00 WIB di jalur yang sama. Kemudian pada arus balik, cara bertindak yang sama tetap berlaku, namun untuk arah sebaliknya atau tol menuju Jakarta. Sistem satu arah arus balik dimulai pada 6 Mei, pukul 14.00-24.00 WIB, dimulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung menuju KM 47 Tol Jakarta-Cikampek. Lantas puncak arus balik pada 7 dan 8 Mei, maka Polri memperpanjang rute satu arah yakni dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 3+500 Gerbang Tol Halim.

Pada kebijakan ini pun, polisi bakal sterilisasi kendaraan dua jam sebelum pelaksanaan sistem satu arah berlaku. Baca juga: • Prediksi Arus Mudik Lebaran 2022 & Daftar Titik Rawan Macet • Perlintasan Ilegal dalam Kecelakaan KRL: Pemkot Bisa Dituntut?

Macet adalah Sebuah Keniscayaan “Kalau kemacetan itu sudah pasti, ya. Kemacetan dimulai pekan lalu. Dalam sepekan ini, lalu lintas dari Jakarta mengarah ke timur akan sangat ramai,” kata Darmaningtyas, Brebes exit Institut Studi Transportasi, kepada Tirto, Selasa, 26 April 2022.

Dia menduga kemacetan saat ini karena banyak pemudik yang menghindari puncak arus mudik pada 29 April-1 Mei. Bahkan ia menduga Kamis sore, 28 April, pekerja langsung berangkat mudik usai hari terakhir kerja. Para petugas pun harus mengantisipasi hal tersebut. “Tapi kalau tol, Insya Allah tak akan terjadi seperti Brebes Exit. Karena tol ini (diterapkan ganjil-genap) hingga Probolinggo, jadi orang bisa melaju. Pintu keluar tol juga banyak, area peristirahatan juga makin banyak.

Jadi saya kira, tidak horor seperti Brebes Exit.” Darmaningtyas mencontohkan perubahan pengaturan pemudik di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Para pengantar pemudik tidak diperbolehkan untuk menemani pemudik hingga ke bus, serta ada petugas yang mengecek data diri penumpang. Begitu juga dengan cara-cara rekayasa lalu lintas di jalur tol dan jalur arteri, itu juga bukti kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan pemudik.

Bagaimana dengan jalur arteri? Dia berpendapat jika sistem satu arah berlaku di jalan tol, maka jalur arteri, yang pasti brebes exit jalur utama pengendara motor, akan terdampak pula. Umpamanya jalur Pantura. “Di Pantura, perlu penjagaan lebih serius karena kendaraan dari timur ke barat saat arus mudik, akan berpapasan dengan pemudik yang mengendarai motor.

Jadi, potensi kecelakaan lalu lintas tinggi,” jelas dia. Hal ini pun juga berlaku untuk arus balik. Problem lainnya ialah jalan-jalan daerah di kabupaten/kota/provinsi. Yang ia sebut jalan berkategori sempit dan rusak, namun berlimpah kendaraan. Kemungkinan lancar di jalan bebas hambatan, tapi begitu keluar dari tol para pengendara harus menghadapi kemacetan di jalan daerah.

Begitu juga dengan potensi macet di sekitar lokasi wisata, lantaran pemudik pun bisa berlibur ke tempat liburan. “Yang paling penting adalah keselamatan. Keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran, bukan hanya ketertiban dan kelancaran, tapi juga aman dari tindak kriminalitas dan selamat dari kecelakaan,” Darmaningtyas. Baca juga: • Ambisi Jokowi di Balik Target TKDN 100% Lewat Holding Defend ID • Menilik Usaha Parsel & Kue Kering Kala Tak Ada Lagi Pembatasan Sementara Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Adinda Tenriangke Muchtar berpendapat, pengelola jalan tol harus memastikan kesiapan infrastruktur dan diperlukan kesadaran pengendara ihwal disiplin berlalu lintas.

Dia mencontohkan potensi kemacetan, yakni tidak ada petugas tol yang membantu pengendara yang kehabisan saldo uang elektronik, misalnya. Dikaitkan dengan penumpukan kendaraan di jalan bebas hambatan, Adinda menilai pemudik bisa menggunakan jalur alternatif. “Lagi-lagi pengelola dan penyelenggara jalan tol bisa mengantisipasi (membludaknya kendaraan) dengan menginformasikan (situasi jalan) secara waktu nyata. Ini perlu bekerja sama dengan kementerian dan pihak terkait,” kata dia kepada Tirto, Senin, 25 April 2022.

Transparansi informasi jalan raya, apalagi dalam masa mudik seperti ini, sangat dibutuhkan para pemudik. Tragedi Brebes tak boleh terulang, salah satu penyebabnya adalah kekurangan informasi situasi dan kondisi jalan tol saat itu.

“Orang meninggal karena jalanan macet, bukan karena kecelakaan. Ada alternatif, orang bisa putar balik jika jalur itu sudah terlalu padat.” Kesiapan area peristirahatan dan kesadaran pengendara agar tak paksa diri berkendara ketika lelah, juga diperlukan. Adinda melanjutkan, jalur buka-tutup, sistem satu arah dan lawan arah.

Polri, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan pihak lainnya yang bersinggungan, bisa memastikan kelancaran pemudik. Terakhir, perihal mudik dan pandemi. Adinda mengingatkan agar pemerintah juga mengantisipasi agar tak ada penyebaran virus Corona dalam rangkaian mudik atau ledakan virus usai mudik.

Apalagi ada kelonggaran aturan untuk mudik. “Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya infrastruktur dan kemacetan, tapi bagaimana bersama-sama mencegah COVID-19 selama perjalanan, juga fasilitas dan tenaga kesehatan di titik-titik tertentu juga (untuk) mengantisipasi.”Koordinat: 6°53′32″S 109°03′53″E  /  6.8921°S 109.0646°E  / -6.8921; 109.0646 Pintu Keluar Brebes Timur juga dikenal sebagai Brexit ( Brebes Exit) adalah salah satu persimpangan tol di Indonesia.

Kata "Brexit" sendiri merujuk pada tren kata serupa di dunia bagian barat saat Kerajaan Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa. [1] Persimpangan tol ini terkenal karena angka kematian dan volume kemacetan hingga ribuan kendaraan yang terjadi setelah pembukaan persimpangan ini pada arus mudik dan arus balik tahun 2016; yakni pada akhir bulan Ramadhan dan pada awal bulan Syawal esoknya. [2] Daftar isi • 1 Deskripsi • 2 Lebaran 2016 • 2.1 Buntut kejadian • 3 Referensi Deskripsi [ sunting - sunting sumber brebes exit Brexit terletak di Jawa Tengah pada kilometer 57,5 Jalan Tol Pejagan–Pemalang, kelanjutan dari kilometer 35 Jalan Tol Kanci–Pejagan, yang merupakan kelanjutan dari kilometer 26 Jalan Tol Palimanan–Kanci, yang melanjutkan kilometer 116 Jalan Tol Cikopo–Palimanan, yang bersambung dari kilometer 73 Jalan Tol Jakarta–Cikampek.

Pembangunan Jalan Tol Pejagan–Pemalang dimulai pada 2014, dan sebelum 2016 mudik dibuka dua bagian pertama, Pejagan ke Brebes Barat, dan Brebes Barat ke Brebes Timur. [3] Sebenarnya ada dua pintu keluar Brebes, pintu tol Brebes Timur (Brebes Timur) di kilometer 268 (dari Jakarta), dan pintu tol Brebes Barat (Brebes Barat) di kilometer 263. Namun, karena pada saat itu Brebes Timur menjadi ujung dari jalan tol Trans-Jawa, sehingga kendaraan para pemudik keluar dari Brexit untuk melanjutkan perjalanan mereka.

brebes exit

{INSERTKEYS} [4] Lebaran 2016 [ sunting - sunting sumber ] Selama Lebaran 2016, panjang antrian kendaraan di Brexit mencapai 16 km. [5] Lima belas orang meninggal dalam satu hari. [6] Kematian dan kemacetan di Brexit terutama disebabkan oleh lambatnya pembayaran tol. Total pembayarannya sendiri untuk tahun 2015 berjumlah Rp146.500 untuk perjalanan dari Jakarta ke Brexit.

[7] Banyaknya kendaraan yang kehabisan bahan bakar di Brexit menambah parah kemacetan disana. Penjaja bahan bakar pun berseliweran, mereka mematok harga mulai Rp50.000 per liter, enam kali lipat dari harga resmi.

Selain itu, adanya pasar tumpah dan lampu lalu lintas yang berdekatan dengan pintu keluar tol menambah parah kemacetan di Brexit. [8] Buntut kejadian [ sunting - sunting sumber ] Akibatnya, Pertamina pada musim mudik 2017 mengumumkan bahwa mereka akan mendirikan kios keliling [9] dan sepeda motor dengan tabung bahan bakar [10] untuk menyediakan suplai bahan bakar bagi pengendara yang terjebak kemacetan.

Pada akhir 2017, pemerintah Indonesia berencana untuk mengganti pembayaran tol secara tunai dengan pembayaran kartu elektronik.

Ini diharapkan akan mengurangi waktu yang dibutuhkan kendaraan untuk melewati pintu tol. [11] Seiring dengan rampungnya pembangunan tol Trans Jawa mulai dari Banten hingga Surabaya, persimpangan tol ini sudah tidak lagi menjadi pusat kemacetan pada waktu mudik.

[12] [13] Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ Okezone. "KALEIDOSKOP 2016: Tragedi Brexit Telan Belasan Korban Jiwa : Okezone News". Okezone.com . Diakses tanggal 2019-07-01. • ^ "Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh pada 6 Juni". Republika Online . Diakses tanggal 2019-07-01. • ^ Faiz, Muhammad Irsyam (16 Juni 2016). "Jokowi Resmikan Tol Pejagan-Brebes Timur". Tempo . Diakses tanggal 25 Februari 2017.

• ^ "Insiden 'Brexit' Tahun Depan Tidak Akan Terulang Jika Proyek Tol Batang-Pemalang-Semarang Kelar". Tribunnews.com . {/INSERTKEYS}

brebes exit

Diakses brebes exit 2019-07-01. • ^ Media, Kompas Cyber. "Tol Brebes Timur Jadi "Neraka" Pemudik, Ini Dia Penyebabnya. - Kompas.com". kompas.com. • ^ "Is this the world's worst traffic jam? Fifteen people die at junction". Diakses tanggal 6 August 2017. • ^ "Berikut Biaya Perjalanan Tol Mulai Jakarta Sampai Brebes". Berita Trans. 15 June 2015. Diakses tanggal 6 August 2017.

• ^ Media, Kompas Cyber. "Exit Tol di Brebes Jadi Titik Krusial Saat Arus Mudik". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-01.

brebes exit

• ^ "Pertamina Pastikan Kelangkaan BBM Brexit 2016 Tak Terulang". Diakses tanggal 6 August 2017.

brebes exit

• ^ "Pertamina Kerahkan Pasukan Motor Antar BBM di 'Brexit '". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2019-07-01. • ^ "Oktober 2017, Semua Jalan Tol Gunakan Pembayaran Non Tunai".

Diakses tanggal 6 August 2017. • ^ BeritaSatu.com. "Tak Lagi Horor, GT Brexit Kini Lancar dan Ramah Bagi Pemudik". beritasatu.com. Diakses tanggal 2019-07-01.

• ^ Purnomo, Herdaru. "Bye Brexit!

brebes exit

Yuk Merasakan Mulusnya Tol Pejagan-Pemalang". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-01. • Halaman ini terakhir diubah pada 5 April 2022, pukul 06.56. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Brebes exit • Pernyataan kuki • •
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Indonesia memiliki mudik tradisi yang melekat saat hari raya Idul Fitri atau Lebaran.

Setiap tahunnya, saat musim mudik tiba akan menjadi ritual untuk pulang ke kampung halaman. Bahkan, meski kegiatan mudik tahunan ini identik dengan kemacetan lalu lintas, tidak menghalangi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Terkait budaya mudik tahunan, sekilas mengenang tragedi kemacetan sering menjadi topik yang ramai diperbincangkan saat musim Lebaran tiba. Baca juga: Mudik via Tol Trans Jawa, Pastikan Ketersediaan BBM Cukup Salah satu kejadian kemacetan arus mudik yang fenomenal yaitu yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur atau yang disebut sebagai Tragedi Brebes Exit Toll ( Brexit).

Tol yang digadang-gadang akan mempersingkat waktu tempuh dari Jakarta menuju Brebes tersebut justru menimbulkan tragedi brebes exit yang parah. Bahkan, tragedi Brexit menelan banyak korban jiwa pada arus mudik Lebaran 2016. Padahal, pintu tol tersebut juga diresmikan di tahun yang sama, yaitu pada 2016.

Namun, setelah peresmiannya, Brexit justru menjadi sorotan karena menuai kemacetan panjang. KRISTIANTO PURNOMO Rumah Darsiti di dalam areal Tol Pejagan-Brebes Timur, Brebes, Jawa Tengah (13/7/2015). Hingga kini pembebasan lahan rumah Darsiti belum selesai akibat tidak terjadi kesepakatan harga ganti rugi tanah. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Banyak faktor yang menjadi penyebab kemacetan di Brexit, tetapi penyebab yang pasti adalah brebes exit mampu menampung jumlah kendaraan.

Brexit berada di Kilometer 57,5 Jalan Tol Pejagan–Pemalang, Jawa Tengah. Jalur ini merupakan kelanjutan dari Kilometer 35 Jalan Tol Kanci–Pejagan yang merupakan kelanjutan dari Kilometer 26 Jalan Tol Palimanan–Kanci. Sebenarnya terdapat dua pintu keluar Brebes, yaitu pintu tol Brebes Timur di Kilometer 268 dari Jakarta dan pintu tol Brebes Barat di Kilometer 263.

Baca juga: 2 Lokasi Pemilahan Kendaraan Saat Uji Coba Ganjil Genap di Tol Japek Akan tetapi, tahun ketika tragedi tersebut terjadi, pintu Brebes Timur masih menjadi ujung dari jalan tol Trans-Jawa. Maka dari itu, para pemudik akan keluar dari Brexit guna melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah, Yogyakarta, atau Jawa Timur. Buntut dari kejadian tersebut, tercatat 17 pemudik meninggal dunia selama arus mudik Lebaran sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2016 di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Jumlah tersebut diperoleh dari data resmi Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes. Korban meninggal disebabkan oleh beberapa faktor. Ada yang karena sakit, kelelahan, dan kecelakaan lalu lintas. Banyaknya kendaraan yang kehabisan bahan brebes exit di Brexit menambah parah kemacetan di sana, kala itu. KRISTIANTO PURNOMO Rumah Darsiti di dalam areal Tol Pejagan-Brebes Timur, Brebes, Jawa Tengah (13/7/2015). Hingga kini pembebasan lahan rumah Darsiti belum selesai akibat tidak terjadi kesepakatan harga ganti rugi tanah.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Penjual bahan bakar dadakan juga berseliweran, mereka mematok harga mulai Rp 50.000 per liter. Harga tersebut enam kali lipat dari harga bahan bakar resmi kala itu. Selain itu, adanya pasar tumpah dan lampu lalu lintas yang berdekatan dengan pintu keluar tol menambah parah kemacetan di Brexit. Baca juga: Masih Ada Kuota Kirim Motor Gratis Pakai Kereta Api, Begini Caranya Pengendara yang mengantre dan menyerobot di SPBU juga kian memperparah kemacetan.

Warga sekitar juga turut membuat toilet dadakan untuk para pengendara. Kemacetan panjang juga membuat banyak pemudik memilih untuk shalat di bahu jalan. Namun, saat ini infrastruktur dari jalan tol di Indonesia kian mengalami pertumbuhan untuk lebih maju.

Oleh karena itu, tragedi dari Brexit diharapkan menjadi pembelajaran dan tidak terulang kembali.

Apa Penyebab Kemacetan di Pintu Keluar Brebes Timur?




2022 www.videocon.com