Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Ingin tahu nama-nama pahlawan nasional Indonesia? Berikut ini 16 nama pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia yang paling dikenal sepanjang masa. Kemerdekaan Indonesia tidak dapat nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya dari perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam mengusir penjajah dari tanah air tercinta.

Atas jasa-jasanya, negara mengangkat para pejuang tersebut sebagai pahlawan nasional. Nah, untuk mengenang jasa-jasa mereka, Tokopedia akan mengingatkan Toppers dengan berbagai sosok pahlawan perintis kemerdekaan yang telah amat sangat berjasa terhadap bangsa dan negara Indonesia. Yuk, lihat daftarnya berikut ini! Baca Juga: Film Terbaik untuk Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia Daftar Pahlawan Indonesia Perintis Kemerdekaan Tidak luput dari sejarah, mengetahui berbagai sejarah tentang Indonesia merupakan salah satu cara menghargai jasa para pahlawan kita.

Untuk itu, yuk simak daftar pahlawan Indonesia perintis kemerdekaan berikut ini! 1. Jenderal Soedirman Sumber gambar: pedomanbengkulu Soedirman tidak hanya tercatat sebagai Panglima Tentara dan Jenderal Republik Indonesia pertama, tetapi juga menjadi yang termuda dalam sejarah.

Pada usia 31 tahun, dia sudah bergabung dengan para pahlawan kemerdekaan yang lain untuk berjuang mengusir penjajah Jepang, Belanda dan sekutu. 2. Hasyim Asyari Sumber gambar: intisarionline Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyarie merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Hasyim Asyari juga dikenal sebagai intelektual muslim yang mewarnai perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan gagasan-gagasannya yang lestari hingga sekarang.

Beli voucher game permainan favoritmu dan naikkan levelmu ke tingkat yang lebih tinggi. 3. Pangeran Diponegoro Sumber gambar: wartamuslimin Pangeran Diponegoro berperan besar dalam memimpin Perang Jawa yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun, yaitu pada tahun 1825 hingga 1830.

Perang ini berkobar di hampir seluruh daerah di Pulau Jawa dan merupakan salah satu perang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah perjuangan melawan Belanda. Walaupun berakhir dengan kemenangan Belanda, Pangeran Diponegoro sempat membuat Belanda mengalami kesulitan dan kerugian akibat gugurnya ribuan serdadu Belanda.

4. Ki Hadjar Dewantara Sumber gambar: wikimedia Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara merupakan salah satu aktivis pergerakan kemerdekaan. Sepanjang hidupnya, Ki Hadjar Dewantara telah berperan besar dalam pendidikan Indoensia. Perguruan Taman Siswa adalah salah satu hasil jerih payahnya dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia yang waktu itu hanya bisa dinikmati oleh masyarakat Belanda dan kalangan elit saja.

5. Bung Tomo Sumber gambar: detiknews Sutomo alias Bung Tomo, adalah salah satu pahlawan nasional asal Surabaya. Bung Tomo dikenal dengan aksi heroiknya saat membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo dalam melawan kembali tentara Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA) Belanda dalam pertempuran 10 November.

Bung Tomo, yang juga merupakan seorang jurnalis asal Surabaya ini juga dikenal dengan semboyan “Merdeka atau Mati” dalam pertempuran berdarah di Surabaya tersebut. Pertempuran Surabaya kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tokopedia 11.11 ada Cashback 90%, Kejutan Undian Belanja & Kejar Diskon spesial hanya di Tokopedia Gopay KEBUT 9-11 November 2021!

Baca Juga: Mengingat Kembali Jasa Para Pahlawan Lewat Tempat Bersejarah di Kota Pahlawan 6.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Sutan Sjahrir Sumber gambar: histori.id Sutan Sjahrir merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang dikenal karena jasanya dalam mengorganisasi kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Bung Karno dan Bung Hatta, ketiganya disebut dengan triumvirat kemerdekaan republik. Pada awal berdirinya republik, Sjahrir juga sempat menjabat sebagai perdana menteri.

7. R.A. Kartini Sumber gambar: majalah suara pendidikan Sebagai salah satu pahlawan wanita, Raden Adjeng Kartini telah berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan hak kaum perempuan semasa hidupnya. Latar belakang bangsawan tidak lantas membuatnya tunduk kepada para penguasa dan nilai-nilai mereka yang konservatif. Malah, Kartini dinilai telah memelopori bangkitnya perempuan pribumi dengan pemikirannya yang lebih moderat. 8. Kapitan Pattimura Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan Pattimura adalah pahlawan bangsa yang berperan sebagai panglima perang dalam perlawanan rakyat Maluku dengan tentara VOC Belanda.

Dengan wibawa dan kepemimpinannya, Pattimura berhasil menyatukan kerajaan Nusantara, tepatnya Ternate dan Tidore untuk menghadapi penjajah pada tahun 1817. 9. Tjoet Nyak Dien Sumber gambar: sukita Merupakan pahlawan nasional perempuan yang berasal dari Aceh. Pada masa Perang Aceh, Cut Nyak Dien ikut melakukan perlawanan dengan memimpin rakyat Aceh untuk menyerang Belanda. Kematian Ibrahim Lamnga yang merupakan suami pertamanya dalam perang tersebut telah mengobarkan tekad dan semangat Cut Nyak Dien untuk menghentikan penjajahan Belanda.

10. Raden Dewi Sartika Sumber gambar: wikimedia Satu lagi pahlawan perintis kemerdekaan wanita Indonesia. Pendidikan yang diterimanya sebagai keturunan ningrat menginspirasi Raden Dewi Sartika untuk memperjuangkan hak pendidikan kepada rakyat pribumi dengan membangun sekolah khusus wanita.

Baca Juga: Arti di Balik Lomba 17 Agustusan 11. Sultan Hasanuddin Sumber gambar: lensaindonesia Dijuluki sebagai Ayam Jantan dari Timur, Sultan Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya adalah salah satu pahlawan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Setelah naik takhta menjadi sultan dari Kerajaan Gowa, ia berupaya menggabungkan kerajaan-kerajaan kecil Indonesia Timur dan memberikan perlawanan yang cukup sengit kepada pihak Kompeni Belanda.

12. Tan Malaka Sumber gambar: goodnewsforindonesia Salah satu pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia yang sering dilupakan jasanya. Beliau berperan besar dalam nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya terhadap kolonialisme bangsa Belanda. Pemikirannya, yang tertuang dalam berbagai tulisan, telah menginspirasi Soekarno, Hatta, Sjahrir dan tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari para penjajah. 13. Martha Christina Tiahahu Sumber gambar: goodnewsforindonesia Pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia berikutnya merupakan anak dari Kapitan Paulus Tiahahu yang turut membantu Kapitan Pattimura dalam perlawanan terhadap Belanda pada tahun 1817.

Martha Tiahahu adalah satu dari segelintir perempuan yang terjun ke medan perang secara langsung. Usianya yang masih muda tidak membuatnya gentar dan takut dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

14. Mohammad Hatta Sumber gambar: wikimedia Mohammad Hatta atau yang biasa dikenal sebagai Bung Hatta adalah salah seorang pahlawan nasional yang berperan besar dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Semangat patriotisme Bung Hatta telah tumbuh sejak ia masih muda dengan partisipasinya sebagai aktivis, anggota dari organisasi pergerakan nasional hingga menjadi negarawan yang turut mendampingi Soekarno untuk memperjuangkan Indonesia dari penjajahan Belanda.

15. Soekarno Sumber gambar: wikimedia Berbicara tentang pahlawan kemerdekaan nasional Indonesia tidak bisa dilakukan tanpa sang proklamator kemerdekaan itu sendiri. Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang juga berperan sebagai pencetus dasar negara Pancasila yang kita gunakan hingga saat ini. Bersama dengan Mohammad Hatta, Soekarno merupakan tokoh penting yang telah menginspirasi masyarakat Indonesia dalam perjuangan mencapai gerbang kemerdekaan.

16. Agus Salim Sumber gambar: faisalbasri01 Di awal bedirinya republik, Agus Salim memegang peran yang tidak kalah penting dibandingkan tokoh-tokoh pergerakan kebangsaan lainnya. Namun, kiprah Agus Salim di pentas politik kemerdekaan sudah jauh ada sebelum era kemerdekaan. Agus Salim merupakan salah seorang pimpinan organisasi Islam terbesar kala itu yakni Serikat Islam. Agus Salim yang dikenal menguasai berbagai macam bahasa asing ini juga dikenal sebagai seorang diplomat yang ulung.

Baca Juga: Ide Lomba Unik untuk Memeriahkan 17 Agustus, Wajib Kamu Coba! Itulah daftar tokoh pahlawan kemerdekaan Indonesia paling dikenang nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya amat berjasa dalam memerdekakan bangsa dan negara. Semangat mereka memang patut dijadikan contoh dan teladan bagi anak cucu kita agar Indonesia tak pernah lagi menjadi tanah jajahan, serta menjadi negara maju di masa depan seperti yang diinginkan para pahlawan.

Nah, mengenang jasa pahlawan akan semakin lengkap dengan membaca lebih lanjut tentang perjuangan mereka. Toppers bisa mendapatkan beragam buku sejarah pahlawan kemerdekaan nasional hanya di Tokopedia!

Temukan berbagai perlengkapan gaming terbaikmu dengan harga terbaik di sini! Sejak tahun 1959, Presiden menetapkan gelar pahlawan Nasional Indonesia pada beberapa orang.

Seiring waktu berlalu, nomenklaturnya selalu berubah. Namun, kini, telah diselaraskan dengan peraturan termutakhir melalui Undang Undang Nomor 20 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa gelar pahlawan Nasional mencakup semua gelar yang pernah diberikan sebelumnya.

Nah, definisi dari pahlawan Nasional sendiri adalah Warga Negara Indonesia atau seseorang yang berjuang dalam melawan penjajahan pada wilayah yang saat ini jadi wilayah dari NKRI yang gugur dalam perjuangan membela bangsa dan negara. Ataupun yang data hidup melakukan tindakan kepahlawanan serta menghasilkan prestasi dan karya luar biasa untuk pembangunan serta kemajuan bangsa dan negara ini.

Kementerian Sosial Indonesia memberikan tujuh kriteria yang perlu dimiliki oleh seorang individu untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional ini. kriteria tersebut yaitu: WNI (Warga Negara Indonesia) yang sudah meninggal dan selama hidupnya: • Memimpin serta melakukan perjuangan bersenjata ataupun perjuangan dalam bidang politik atau lainnya dengan mencapai atau merebut atau mempertahankan serta mengisi kemerdekaan dan mewujudkan persatuan kesatuan bangsa, • Melahirkan beberapa gagasan ataupun pemikiran yang besar dan dapat menunjang pembangunan negara dan bangsa.

• Menghasilkan karya besar serta mendatangkan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat luas serta meningkatkan harkat martabat bangsa ini.

• Perjuangan serta pengabdiannya untuk Indonesia berlangsung seluruh masa hidupnya serta melebihi tugas yang sedang diembannya. Perjuangan yang dilakukan tidak bersifat sementara dan sesaat saja. • Perjuangan yang dilakukan individu tersebut memiliki jangkauan yang luas serta berdampak secara nasional. • Mempunyai konsistensi jiwa serta semangat nasionalisme yang sangat tinggi. • Mempunyai moral dan akhlak yang tinggi. • Tak menyerah kepada lawan di dalam melakukan perjuangannya.

• Selama hidupnya tidak punya riwayat melakukan perbuatan yang tercela yang bisa merusak nilai dari perjuangannya. Daftar Isi • 1 Daftar Pahlawan Nasional Indonesia • 1.1 Ahmad Yani • 1.2 As’ad Syamsul • 1.3 Cut Mutia • 1.4 Cut Nyak Dhien • 1.5 Ir.

Soekarno • 1.6 Kartini • 1.7 Idham Chalid • 1.8 Jenderal Soedirman • 1.9 John Lie • 1.10 KH Ahmad Dahlan • 1.11 Ki Hajar Dewantara • 1.12 Lafran Pane • 1.13 Laksamana Mala • 1.14 Mohammad Hatta • 1.15 Pangeran Antasari • 1.16 Pangeran Diponegoro • 1.17 Patimura • 1.18 Sultan Hassanudin • 1.19 Sultan Mahmud Baharudin • 1.20 Tan Malaka • 1.21 Martha Christina Tiahahu • 1.22 Tuanku Imam Bonjol • 1.23 Ahmad Soebardjo • 1.24 Sultan Iskandar Muda • 1.25 Panglima Polim • 1.26 Teuku Umar • 1.27 I Gusti Ngurah rai • 1.28 Bung Tomo • 1.29 Sultan Ageng Tirtayasa • 1.30 KH.

Hasyim Asy’ari • 1.31 Wolter Monginsidi • 1.32 Halim Perdana Kusuma • 1.33 Pierre Tendean • 1.34 Bau Massepe • 1.35 Iswahyudi Daftar Pahlawan Nasional Indonesia Setidaknya ada 35 nama pahlawan Nasional Indonesia yang perlu Anda ketahui, sebab, tanpa jasa dari para pahlawan ini, sekarang Anda masih menjadi bangsa yang terjajah.

Para pahlawan berikut ini telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi bangsa dan negara. Berikut ulasannya. Ahmad Yani en.wikipedia.org Pahlawan Nasional yang satu ini lahir di jenar, Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 19 Juni 1922. Mulanya, semua anggota keluarga dari Ahmad Yani bekerja di sebuah pabrik gula kepunyaan orang Belanda. Di tahun 1927, ia dan keluarga pindah ke Batavia. Sedangkan ayahnya bekerja menjadi General Belanda.

Dari situ, Ahmad Yani menjalani wajib militer di tahun 1940 bersama tentara Hindia-Belanda dengan meninggalkan sekolah tingginya. Lalu, ia belajar topografi di Malang, Jawa Timur. Di tahun 1942, datanglah pasukan Jepang sehingga proses belajarnya terganggu. Di waktu yang sama, Ahmad Yani sekeluarga pindah ke Jawa Tengah lagi.

Di tahun 1943, Beliau bergabung dengan tentara Peta (Pembela Tanah Air) yang disponsori Jepang dan beliau melanjutkan latihan di Magelang. Setelah pelatihan ini selesai, ia dilantik sebagai komandan peleton Peta lalu pindah ke Bogor, Jawa Barat.

Setelah itu, beliau kembali ke Magelang sebagai instruktur.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

As’ad Syamsul damniloveindonesia.com K.H.R As’ad Syamsul Arifin yang lahir di tahun 1897 ini merupakan seorang ulama besar dan tokoh Nahdlatul Ulama’. Beliau lahir di kota Mekah dan wafat di Situbondo tepat di usia 93 tahun pada tanggal 4 Agustus 1990.

Terakhir kali beliau menjabat sebagai Dewan Penasehat (Musytasyar) NU hingga akhir hayat. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syaf’iyah yang berlokasi di Desa Sukorejo, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Pahlawan Nasional ini merupakan penyampai pesan atau isyarah berupa Ayat Al-Qur’an serta tongkat dari Kyai Kholil Al-Bangkalani untuk KH.

Hasyim Asy’ari yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya NU. Cut Mutia www.hipwee.com Cut Mutia lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara di tahun 1970. Beliau wafat pada tanggal 24 Oktober 1910. Cut Mutia merupakan tokoh pahlawan Nasional yang berasal dari Aceh. Awalnya, beliau melawan Belanda bersama dengan suaminya yaitu Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Ketika Teuku Muhammad wafat, beliau menikah lagi dengan Pang Nanggroe dan bergabung dengan pergerakan yang dipimpin oleh teuku Muda Gantoe.

Dalam pertempuran yang terjadi di Paya Cicem, para wanita yang dipimpin oleh Cut Mutia melarikan diri ke tengah hutan. Sedangkan Pang Nanggroe tetap melawan Belanda hingga tewas di tanggal 26 September 1910.

Cut Nyak Dhien tirto.id Salah satu tokoh pahlawan Nasional Indonesia perempuan yang diabadikan namanya menjadi Bandar udara di Meulaboh adalah Cut Nyak Dhien. Belau adalah pahlawan yang lahir pada tahun 1984 di Kerajaan Aceh, Lampadang.

Semangatnya yang tinggi melawan penjajah membuatnya harus wafat di usia yang masih sangat muda yaitu 24 tahun, tepatnya di tanggal 6 November 1908. Ia juga berjuang bersama suaminya yaitu Teuku Umar. Suaminya gugur di tanggal 11 Januari 1899. Cut Nyak Dhien dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat.

Ir. Soekarno geotimes.co.id Soekarno merupakan Presiden pertama Indonesia dan menjadi tokoh proklamator kemerdekaan. Soekarno adalah orang yang mengusulkan dasar negara Pancasila.

Hal ini disampaikan dalam Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945. Rumusan Pancasila ini diterima sebagai dasar negara dan dicantumkan di dalam Pembukaan UUD 45. Beliau terkenal sebagai orator handal yang dapat menggetarkan hati bagi pendengarnya.

Selain jiwa patriotik, beliau juga politikus yang sangat cerdas. Beliau mampu menguasai delapan bahasa. Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Beliau pernah mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari universitas di dalam dan luar negeri, serta nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya bintang kelas satu The Order of The Supreme Companions of or Tambo.

Kartini www.cosmopolitan.co.id Meskipun ia adalah seorang perempuan ningrat, tapi Kartini mempunyai pemikiran yang moderat. Hidupnya sebagian besar dihabiskan untuk memperjuangkan kesetaraan gender bagi kaum wanita.

Perjuangannya dimulai dengan mendirikan sekolah Kartini di tahun 1912 di kota Semarang. Kartini berupaya merubah paradigma masyarakat Indonesia terhadap gender. Raden Ajeng Kartini lahir di jepara di tanggal 21 April 1879. Kartini menikah dengan Bupati Rembang Singgih Djojo Adhiningrat di tanggal 12 November 1903, ia merupakan seorang yang telah mempunyai tiga orang istri. setelah itu, beliau hijrah ke Rembang dan diberikan kebebasan untuk mendirikan sekolah bagi para wanita di daerah kompleknya.

Sekarang, bangunan ini menjadi Gedung Pramuka. Kartini meninggal di usia 25 tahun tepatnya pada tanggal 17 September 1879. Untuk mengenang jasanya, maka hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini. Idham Chalid www.nu.or.id Beliau merupakan Pahlawan Nasional yang lahir di tanggal 27 Agustus 1921 di Kalimantan Selatan, tepatnya di Satui.

Beliau wafat di tanggal 11 Juli 2010 saat usianya mencapai 88 tahun. beliau adalah pahlawan yang berpengaruh pada ma situ. Idham Chalid adalah tokoh termuda saat memimpin ormas dan menjabat paling lama. Beliau terkenal sebagai tokoh terkemuka di masa orde lama dan orde baru. ormas yang dipimpinnya berlogo bola dunia bertabur bintang Sembilan. Beliau melewati kariernya dengan cemerlang hingga di puncak impian. Jenderal Soedirman makassar.tribunnews.com Pahlawan Nasional Indonesia yang satu ini mempunyai jabatan sebagai jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman.

Gelar tersebut diperolehnya pada usia 31 tahun. beliau berjasa saat revolusi Nasional Indonesia. beliau berperan nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya dalam perang gerilya serta serangan tanggal 1 Maret 1949.

Beliau diangkat menjadi Panglima Besar di tanggal 18 Desember 1948. Belanda melancarkan agresi militer II demi menduduki Kota Yogyakarta. Beliau dengan kelompok kecil tentara dan dokter pribadi selama tujuh bulan melakukan gerilya ke arah selatan. Sudirman melakukan serangkaian kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk diantaranya serangan 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang dipimpin oleh Soeharto.

Sudirman meninggal tanggal 29 Januari 1950 di Magelang pada usia 34 tahun. John Lie John lie adalah pahlawan nasional yang lahir di manado, 9 Maret 1911 dari keluarga Tionghoa.

Beliau bekerja pada pelayaran niaga yang dimiliki oleh Pemerintahan belanda, KPM (Koninklijke Pakertvaart Maatchappij). Akhirnya beliau bergabung dengan ALRI.

Kiprah John sangat besar saat membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghalau pasukan sekutu. Atas jasa ini, pangkat beliau dinaikkan menjadi Mayor. John dengan gagah berani menembus blokade laut menggunakan kapal motor di sekitar perairan Selat Malaka oleh Angkatan Laut Belanda.

Setidaknya tercatat kurang lebih 15 kali John berhasil menembus blokade Belanda. Di tahun 1947-1949, John berhasil memasok amunisi, senjata, serta obat-obatan dalam jumlah besar pada perjuangan di Sumatera.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

KH Ahmad Dahlan KH Ahmad Dahlan atau yang memiliki nama asli Muhammad Darwis adalah pahlawan nasional Indonesia yang juga merupakan pendiri ormas Islam Muhammadiyyah. Beliau lahir tanggal 1 Agustus 1868 di Yogyakarta. Kh. Ahmad Dahlan adalah putera keempat dari tujuh saudara keluarga KH. Abu Bakar. Beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta untuk mengadakan pembaharuan pemikiran berpikir dan beramal sesuai dengan tuntunan Agama Islam. Beliau berusaha untuk mengajak Umat islam kembali hidup sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadist.

KH. Ahmad Dahlan wafat di tanggal 23 Februari 1923 di usia 54 tahun. Ki Hajar Dewantara kaltim.tribunnews.com Ki Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya Dewantara atau yang bernama asli Raden Soewardi Soerjaningrat merupakan pahlawan nasional yang juga seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, serta pelopor di bidang pendidikan di masa penjajahan Belanda.

Beliau merupakan pendiri dari Perguruan Tinggi Taman Siswa Yogyakarta. Lembaga pendidikan ini memberi kesempatan bagi masyarakat pribumi untuk mendapat hak dalam pendidikan seperti priyayi maupun orang Belanda. Beliau lahir di tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dan tutup usia di tanggal 26 April 1959.

Setelah meninggal, Ki Hajar Dewantara dinobatkan menjadi pahlawan Nasional yang ke-2 oleh Presiden Soekarno. Lafran Pane Lafran Pane – pahlawan nasional Lahir di Padang Sidempuan, pada tanggal 5 Februari 1922, dan memulai pendidikan di Pesantren Muhammadiyah Sipirok lalu berlanjut ke Pesantren KH.

Ahmad Dahlan di Kampung Setia. Beliau adalah tokoh pendiri HMI atau Himpunan Mahasiswa Islam di tanggal 5 Februari 1957. Pada kongres XI HMI di tahun 1974, Lafran Pane ditetapkan sebagai pemarkarsa HMI. Beliau wafat pada tanggal 24 Januari 1991. Laksamana Mala Perempuan yang berasal dari Kesultanan Aceh ini memiliki nama lengkap Laksamana Mala hayati.

Di dalam berbagai catatan, beliau adalah laksamana laut wanita pertama yang ada di dunia. beliau merupakan panglima perang yang berasal dari Aceh dan sangat masyhur karena keberaniannya dalam melawan armada laut Belanda serta Portugis di abad ke-16. Laksamana Mala hayati selain cakap di medan perang, juga ahli dalam bernegosiasi dan melakukan perundingan, terbukti beliau mewakili Sultan Aceh dalam perundingan damai dengan pihak Belanda.

Beliau juga salah seorang yang menerima Lancaster, atau duta utusan Ratu Elizabeth 1 di tanah Inggris. Mala hayati lahir pada tahun 1550 serta wafat di tahun 1615. Beliau kemudian dimakamkan di Desa Lamreh, Kecamatan Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar. Mohammad Hatta Mohammad Hatta adalah salah seorang tokoh proklamator dan menjadi wakil Presiden pertama di Indonesia. beliau kerap dipanggil dengan sebutan Bung Hatta. Tanggal kelahirannya adalah 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Beliau adalah seorang pejuang bangsa, negarawan serta, ekonom handal. Beliau berperan penting dalam Kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda. Lalu memproklamasikan Kemerdekaan RI di tanggal 17 Agustus 1945. Saat menduduki jabatan sebagai wakil Presiden, beliau menuliskan buku mengenai koperasi. Sehingga, beliau juga mendapat julukan sebagai “Bapak Koperasi”.

Pangeran Antasari tirto.id Pangeran Antasari berjuang melawan penjajahan Belanda di daerah Banjar, Kalimantan Selatan. Beliau lahir di tahun 1797 di Banjar.

Di masa mudanya, Pangeran Antasari memiliki nama Gusti Inu Kartapati. Di tanggal 14 Maret 1862, beliau diangkat menjadi Sultan Banjar serta menyandang gelar “Panembahan Amirudin Mukminin” atau pemimpin pemerintahan, panglima perang, dan pemuka agama tinggi. beliau dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional di tanggal 27 Maret 1968.

Beliau wafat di Tanah kampung Bayan Begok, Sampirang, pada tanggal 11 Oktober 1862. Pangeran Diponegoro hello-pet.com Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan nasional keturunan Keraton Yogyakarta. Beliau membersamai rakyat Indonesia dalam melawan pemerintah Belanda di tahun 1825 hingga 1830. Pangeran Diponegoro lahir di tanggal 25 November 1785 di Yogyakarta serta wafat pada 8 Januari 1855 di Makassar. Beliau merupakan putra pertama Sultan Hamengkubuwana III dan menjabat sebagai Raja Kesultanan yang ke tiga.

Saat ini, nama Diponegoro diabadikan menjadi nama jalan, serta nama stadion dan Universitas, beliau mendapat gelar Pahlawan Nasional di tanggal 6 November 1973.

Patimura style.tribunnews.com Pahlawan nasional ini mempunyai nama asli Thomas Matulessy. Orang yang juga dikenal dengan nama kapiten Patimura ini lahir di tanggal 8 juni 1783 di Maluku. Beliau merupakan pimpinan pasukan dalam peperangan yang besar.

Salah satunya yang terjadi di tahun 1817. Patimura juga merupakan orang yang bisa menyatukan semangat rakyat Kerajaan ternate dan Tidore. Perang yang paling ganas dan terkenal adalah perang Patimura. Sebelum melawan VOC Belanda, beliau adalah mantan sersan militer Inggris. Sebagai panglima, beliau amat cakap dalam mengatur strategi perang dengan prajuritnya. Hingga akhirnya, beliau diberi gelar kapiten di tanggal 16 Mei 1817. Sultan Hassanudin bionfo.wordpress.com Pahlawan nasional Hassanudin lahir pada nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya 12 Januari 1631 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Beliau adalah penguasa kerajaan Islam Gowa sampai masa kejayaannya dan menjadi kerajaan yang paling besar di Timur pada abad 16. Sultan Hassanudin gugur di tanggal 12 Juni 1670 di Makassar pada usia 39 tahun. semenjak pemerintahan dari Sultan Alaudin sampai Hassanudin, Kerajaan ini memiliki pendirian untuk menolak keras monopoli perdagangan VOC Belanda. Sultan Mahmud Baharudin pesonawisataindonesia.com Beliau merupakan pemimpin kesultanan di Palembang-Darussalam di dalam 2 periode.

Sejak tahun 1803 hingga 1821. Sebelumnya, kesultanan dipimpin oleh ayahnya yaitu Sultan Muhammad Baharudin di tahun 1776 hingga 1803. Nama asli Sultan Mahmud Baharudin adalah Raden Pangeran Ratu. Perlawanan terhadap Belanda dan Inggris semakin gencar pada masa pemerintahannya. Beliau memimpin sendiri pertempuran melawan Belanda dan Inggris, salah satunya pada Perang Menteng.

Saat Batavia diduduki oleh Belanda di tahun 1811, Sultan Mahmud justru berhasil membebaskan Palembang dari cengkeraman tangan jahat Belanda. Sebab, sebelumnya Palembang sangat diincar karena penemuan penambangan timah di Kota Bangka. Di tanggal 13 Juli 1821, Sultan bersama keluarga diangkut dalam kapal Dageerad ke Batavia.

Dari situ, beliau diasingkan ke Ternate hingga akhir hayat di Ternate. Beliau nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya pada tanggal 26 September 1825. Tan Malaka pekanbaru.tribunnews.com Tan Malaka adalah aktivis kemerdekaan Indonesia dan menjadi pemimpin Partai Komunis Indonesia, Parta Murba dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Tan Malaka dilahirkan pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang, Siliki, Provinsi Sumatera Barat. Penobatannya sebagai pahlawan nasional di tanggal 28 Maret 1963.

Nama lengkap Tan Malaka adalah Ibrahim dan bergelar Datuk Sultan Malaka. Nama Tan Malaka diambil dari garis bangsawan sang ibu. Martha Christina Tiahahu biografi.kamikamu.net Perjuangan dari seorang gadis desa bernama Martha Christina Tiahahu ini memang patut untuk dikenang.

Pasalnya, ia berani mengangkat senjata bahkan pada usianya yang baru menginjak 17 tahun. beliau lahir pada 4 Januari 1800 dan berasal dari Nusa Laut, Maluku. Tuanku Imam Bonjol www.sukita.info Beliau adalah pahlawan nasional dan ulama dari Sumatera barat.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Tuanku Imam Bonjol mempunyai beberapa gelar yaitu Peto Syarif dan malin Basa. Beliau adalah tokoh yang memimpin Perang Padri (1803-1838). Lahir di tahun 1772 dan wafat pada 6 November 1864 di Minahasa. Beliau wafat pada masa pengasingannya. Ahmad Soebardjo Nama lengkap dari pahlawan nasional ini adalah Mr.

Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Beliau lahir di Karawang, Jawa Barat tanggal 23 Maret 1896 dan wafat pada usia 82 tahun pada tahun 1978. Ahmad Soebardjo pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Gelar Meester pernah didapatkannya dari Universitas Leiden Belanda tahun 1993. Sultan Iskandar Muda tirto.id Seperti Cut Nyak Dhien dan Cut Nyak Meutia, Sultan Iskandar Muda juga berasal dari Aceh. Beliau merupakan sultan terbesar selama masa Kesultanan Aceh di tahun 1607 sampai 1636.

Pada kepemimpinannya, Aceh berhasil mencapai masa kejayaan. Aceh berkembang dengan cepat hingga menjadi pusat perdagangan serta pembelajaran Agama Islam. Nama beliau diabadikan dalam Bandar Udara Internasional yang ada di Nangroe Aceh Darussalam. Panglima Polim indonesiatoempodoloe.blogspot.com Satu lagi pahlawan nasional yang berasal dari Aceh yaitu Panglima Polim.

Beliau memiliki nama lengkap Sri Muda Perkasa Muhammad Daud. Hingga kini, belum ada keterangan yang jelas mengenai tanggal lahirnya, tapi yang paling jelas adalah asalnya dari kaum bangsawan Aceh.

Ayah beliau memiliki nama Panglima Polem VIII yang menjadi Raja Kuala. Kakeknya adalah seseorang bernama Cut Banta. Teuku Umar www.youtube.com Beliau adalah pahlawan nasional yang asalnya dari Meulaboh. Sedangkan tahun lahirnya adalah pada 1854. Beliau wafat pada tanggal 11 Februari 1899. Beliau berjuang dengan cara berpura-pura bekerjasama dengan Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya, lalu melawannya setelah mengumpulkan uang dan senjata yang banyak.

I Gusti Ngurah rai bali.tribunnews.com Bukan hanya menjadi pahlawan nasional saja, I Gusti Ngurah Rai juga merupakan Kolonel TNI Anumerta I. beliau lahir di Desa Carangsari, Petang, Badung, bali pada tanggal 30 Januari 1917.

Sedangkan wafatnya pada tanggal 20 November 1946 di Marga, Tabanan, Bali di usia yang masih sangat muda yaitu 29 tahun. Bung Tomo style.tribunnews.com Tokoh yang mencetuskan semboyan “Merdeka atau Mati” dalam pertempuran yang berdarah di Surabaya ini adalah seorang Jurnalis.

Beliau merupakan pahlawan yang membangkitkan semangat nasionalisme Indonesia saat melawan tentara NICA (Nederlandsch Indie Civil Administratie) Belanda pada pertempuran tanggal 10 November. Sampai saat ini, pertempuran tersebut diperingati sebagai hari pahlawan. Sultan Ageng Tirtayasa tibuku.com Pahlawan yang saat kecil diberi gelar Pangeran Surya ini lahir di Banten di tahun 1631 dan meninggal tahun 1683. Beliau merupakan putra dari Sultan Abdul Ma’ali Ahmad serta Ratu Martakusuma.

Beliau memimpin Banten di periode 1640 hingga 1650. KH. Hasyim Asy’ari www.nu.or.id Beliau merupakan pemimpin pesantren tebu ireng, Jombang, Jawa Timur. Lahir di tanggal 30 April 1875. Hasyim Asy’ari adalah pendiri dari organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama. Saat pasukan Belanda menduduki Kota Malang dan Belanda melancarkan agresi militer ke-I, maka Kyai Hasyim Asy’ari bertindak dengan mengumumkan resolusi jihad.

Sejarah mencatat bahwa KH Hasyim Asy’ari adalah tokoh modernisasi pesantren. Atas jasanya, Pemerintah RI menganugerahinya dengan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional di tanggal 17 November 1964. Wolter Monginsidi jabartribunnews.com Pahlawan Nasional yang berasal dari Sulawesi Selatan ini lahir pada 14 Februari 1925 di Malalayang, Manado.

Beliau merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia yang melakukan pemberontakan dengan membentuk LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi). Beliau akhirnya meninggal pada 5 September 1949 karena tertangkap Belanda dan dieksekusi mati. Kini, ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.

Halim Perdana Kusuma tirto.id Tokoh awal yang berjuang pada Angkatan Udara RI ini merupakan seorang perwira operasi. Beliau bertugas untuk menembus blokade udara belanda, operasi menerjunkan pasukan di luar Jawa, mengatur siasat serangan udara di daerah lawan, menyelenggarakan operasi penerbangan dalam rangka membina wilayah, membangun AURI di Sumatera, dan sebagainya.

Pahlawan yang lahir di Jawa Timur, 18 November 1922 ini akhirnya gugur saat pesawatnya kembali dari usaha dalam mencari bantuan ke luar negeri di tanggal 14 Desember 1947.

Pierre Tendean Nama lengkap dari pahlawan ini adalah Kapten CSI. Pierre Andreas tendean. Beliau berasal dari DKI Jakarta. beliau meninggal dalam usia yang masih sangat muda yaitu 26 tahun dalam Gerakan 30 September. Kini, jenazahnya terkubur di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Bau Massepe merahputih.com Letjen. Andi Abdullah Bau Massepe lahir di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan di tahun 1918. Beliau merupakan seorang pejuang heroik serta panglima pertama dari divisi Hassanuddin Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya.

Bau Massepe merupakan pewaris tahta dari Kerajaan Bone, Gowa, Sawito, Sidenreng Rappang, Alita, dan Suppa. Di usianya yang ke 29, beliau harus tewas dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Iswahyudi Marsma. R. Iswahjoedi berasal dari Jawa Timur dan lahir di Surabaya tanggal 15 Juli 1918. Beliau gugur saat perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tanggal 14 Desember 1947 di Tanjung Hantu, Malaysia.

Iswahyudi merupakan salah satu tokoh awal Angkatan Udara Indonesia. Kini, untuk mengenang jasanya, Anda bisa berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Itulah 35 pahlawan nasional Indonesia yang tidak pernah takut memperjuangkan kemerdekaan negara ini. berkat beliau-lah, Anda bisa menghirup napas merdeka dari tanah ibu pertiwi ini, sudah selayaknya bagi Anda mengenang jasa-jasanya, serta ikut serta dalam membangun bangsa ini hingga menjadi bangsa yang maju dan merdeka sepenuhnya.

14 Pahlawan Nasional Indonesia: Nama, Asal, Gambar dan Penjelasan 10 Pahlawan Revolusi Indonesia: Nama, Asal, Gambar dan Penjelasan Sejarah Indonesia beserta Gambar Dan Penjelasannya Suku Di Indonesia Berdasarkan Provinsi beserta Penjelasan dan Gambarnya Nama-Nama Planet : Ciri-Ciri, Gambar dan Penjelasannya 22 Urutan Pangkat Polisi beserta Gambar dan Penjelasan
Setiap tanggal 10 November bangsa kita Indonesia selalu memperingati Hari Pahlawan Nasional.

Momentum ini sangat penting untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan Indonesia dalam melawan penjajah negara asing dnegan taruhan harta dan nyawa.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka, maka kita perlu mengetahui sejarah perjuangannya dan di mana mereka dilahirkan. Berikut ini sepuluh pahlawan Nasional Indonesia yang harus anda ketahui meliputi daerah asal dan sejarah perjuangannya. Nama Pahlawan Indonesia dan Sejarah Perjuangannya 1. Ir. Soekarno Soekarno atau yang lebih sering disebut Sukarno merupakan presiden pertama di Indonesia. Beliau mendapa sebutan sebagai bapak proklamator kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sukarno lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901. Dikenal sebagai orator terbaik nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya cerdas, Sukarno mampu menciptakan semangat nasional. Selama masa-masa penting Indonesia, Sukarno pernah mencetuskan negara Pancasila, sehingga terciptalah konsep dasar negara bernama Pancasila yang digunakan Indonesia sampai saat ini. Baca Juga : Biografi Singkat Ir. Soekarno – Presiden Pertama RI 2. Mohammad Hatta Mohammad Hatta adalah salah satu pahalawan Indonesia yang juga dipanggil sebagai Bung Hatta.

Bung Hatta adalah seorang wakil presiden Ir. Sukarno yang lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 tepatnya di kota Bukittinggi. Bersama Bung Karno, Mohammad Hatta mendapat gelar sebagai Pahlawan Proklamator. Selama menjabat sebagai wakil presiden, Mohammad Hatta banyak menulis tentang ilmu koperasi. Sehingga perannya tersebut mendapat julukan ‘Bapak Koperasi’. Baca Juga : Biografi Mohammad Hatta Singkat 3.

Jenderal Sudirman Pahlawan Nasional berikutnya adalah Jenderal Sudirman. Beliau adalah panglima tentara pertama Republik Indonesia dengan jabatan Jenderal Besar TNI Anumerta Sudirman yang sudah memperoleh gelar Jenderalnya pada usia 31 tahun. Jenderal Sudirman sangat berjasa dalam perjuangan di masa penting Revolusi Nasional Indonesia. Pahlawan yang terkenal akan perang gerilya dan Serang Umum 1 Maret tahun 1949 ini lahir di Purbalingga provinsi Jawa tengah pada tanggal 24 Januari di tahun 1916.

Baca Juga : Biografi Jendral Sudirman – Pengorbanan Sang Jendral 4.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Pangeran Diponegoro Pangeran Diponegoro adalah putra pertama dari Raja Mataram, Sultan Hamengkubuwono III. Nama asli Pangeran Diponegoro adalah Mustahar yang lahir di Yogyakarta tepatnya pada tanggal 11 November 1785. Beliau mendapat julukan Pangeran Diponegoro karena telah memimpin perang Diponegoro yang terjadi pada tahun 1825 hingga 1830 antara rakyat Indonesia dengan pemerintah Hindia-Belanda.

Cut Nyak Dhien adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang dilahirkan di Lampadag, Kerajaan Aceh pada tahun 1848. Merupakan salah satu pahlawan wanita yang memiliki semangat perjuangan untuk melawan penjajah Belanda. Cut Nyak Dhien adalah istri seorang pahlawan Indonesia bernama Teuku Umar yang gugur di medan perang tepatnya pada tanggal 11 Januari 1899.

Cut Nyak Dhien wafat akibat sakit yang dideritanya dan karena usia. Beliau dimakamkan di Sumedang pada tanggal 6 November tahun 1908.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Baca Juga : Biografi Cut Nyak Dien Singkat 6. Martha Christina Tiahahu Seorang gadis desa yang berasal dari Nusa Laut, Maluku ini merupakan salah satu pahlawan nasional yang patut dikenang karena perjuangannya. Martha Christina Tiahahu yang lahir pada tanggal 4 Januari di tahun 1800 ini dikenal sebagai sosok perempuan yang berani karena saat usia 17 tahun ia sudah berani mengangkat senjata dan mengambil bagian dalam perlawanan dengan para penjajah Belanda.

Baca Juga : Biografi Martha Christina Tiahahu Singkat 7. Tuanku Imam Bonjol Seorang ulama yang berasal dari Sumatera Barat ini dikenal karena beberapa gelar seperti Peto Syarif dan Malin Basa. Beliau adalah pemimpin perang Padri (1803-1838).

Tuanku Imam Bonjol dilahirkan di Bonjol Sumatera Barat pada 1772 yang ditunjuk sebagai pemimpun kaum Padri di kota Bonjol sehingga ia dijuluki Tuanku Imam Bonjol. Semasa perjuangannya, beliau pernah nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya hingga wafat lalu dimakamkan di Minahasa pada tanggal 6 November tahun 1864. Baca Juga : Biografi Tuanku Imam Bonjol Singkat 8. Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara yang mempunyai nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat ini lahir pada tanggal 2 Mei 1889.

Beliau adalah pahlawan dari Yogyakarta yang merupakan salah satu aktivis pergerakan kemerdekaan, politisi, maupun pelopor di bidang pendidikan hingga dikenal dengan semboyan Tut Wuru Handayani.

Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai pendiri lembaga Pendidikan untuk Pribumi yang benama Taman Siswa. Baca Juga : Biografi Ki Hajar Dewantara – Pahlawan Pendidikan 9. Bung Tomo Seorang pahlawan yang berasal dari Surabaya ini bernama Sutomo atau dikenal dengan panggilan Bung Tomo. Beliau terkenal dengan semangat membara pada pertempuran sengit di Surabaya tanggal 10 November 1945. Semboyannya yang sangat terkenal dan berhasil mengobarkan semangat pejuang lain adalah “ Merdeka atau mati”.

Pertempuran tanggal 10 November tersebut hingga kini dijadikan sebagai Hari Pahlawan Nasional. Pattimura atau dikenal dengan Kapitan Pattimura mempunyai nama asli Thomas Matulessy.

Kapitan Pattimura lahir di Maluku pada tanggal 8 Juni tahun 1783. Ia dikenal sebagai pemimpin pasukan pada peperangan-peperangan besar salah satunya perang tahun 1817. Pattimura juga mampu menyatukan semangat dari kerajaan Ternate hingga Tidore. Perang yang paling terkenal adalah perang Pattimura yang sangat ganas.

Baca Juga : Biografi Pattimura Singkat 11. Achmad Soebardjo Pahlawan Indonesia ini memiliki nama lengkap Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Beliau lahir pada tanggal 23 Maret 1896 di Karawang, Jawa Barat dan meninggal pada umur 82 tahun pada bulan Desember 1978. Achmad Soebardjo merupakan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, seorang diplomat dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia.

Ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama kali. Gelarnya didapat dari Universitas Leiden Belanda pada tahun 1993 dengan gelar Meester. Baca Juga : Biografi Achmad Soebardjo 12. Sultan Iskandar Muda Pahlawan yang berasal dari Aceh, sama seperti Cut Nyak Meutia. Sultan Iskandar Muda adalah salah sultan terbesar dalam masa Kesultanana Aceh, dimana masa berkuasanya adalah dari tahun 1607 hingga 1636. Aceh sendiri mencapai masa kejayaannya pada masa kepemimpinan beliau, dimana Aceh berkembang menjadi besar dan reputasi nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya dijadikan sebagai pusat perdagangan dan pembelajaran tentang agama Islam.

Namanya saat ini diabadikan menjadi nama Bandar Udara Internasional di Aceh. Baca Juga : Biografi Sultan Iskandar Muda Singkat 13. Panglima Polim Pemilik nama lengkap Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud ini adalah seorang panglima dari Aceh. Sampai saat ini belum ditemukannya keterangan secara jelas kapan tanggal beliau lahir, yang jelas beliau berasal dari keturunan kaum bangsawan Aceh.

Ayahnya bernama Panglima Polem VIII yang merupakan Raja Kuala. Kakek dari Panglima Plem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud bernama Teuku Panglima Polem Sri Imam Muda Mahmud Arifin atau biasa dikenal sebagai Cut Banta. Baca Juga : Biografi Panglima Polem IX Singkat 14.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Teuku Muhammad Hasan Pahlawan Teuku Muhammad Hasan merupakan Gubernur wilayah Sumatera yang pertama kali setelah Indonesia merdeka. Beliau juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 sampai 1949 di Kabinet Darurat.

Disamping itu, beliau juga seorang pejuang kemerdekaan dan juga pahlawan Indonesia. Mungkin ketika SD kita sering mendengar namanya dengan nama belakang Meulaboh. Sebenarnya Meulaboh adalah nama tempat beliau lahir. Teuku Umar lahir pada tahun 1854 dan wafat pada tanggal 11 Februari 1899 di Meulaboh juga. Teukur Umar berjuang melawan Belanda dengan cara berpura pura bekerjasama dengan Belanda dan kemudian melawannya setelah berhasil mengumpulkan senjata dan uang cukup banyak.

Baca Juga : Biografi Teuku Umar Singkat 16. Teuku Chik di Tiro Seorang pahlawan sekaligus seorang kolonel TNI Anumerta I ini bernama I Gusti Ngurah Rai. Beliau lahir pada tanggal 30 Januari 1917 di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Bandung, Bali dan meninggal pada tanggal 20 November 1946 di Marga, Tabanan, Bali pada umur yang masih mudah yaitu 29 tahun. Beliau merupakan pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Bali dan terus dikenang hingga saat ini.

Baca Juga : Biografi I Gusti Ngurah Rai – Perjuangan di Pulau Bali 18. Sultan Ageng Tirtayasa Sultan Ageng Tirtayasa lahir di Banten pada tanggal tahun 1631 dan meninggal pada tahun 1683. Beliau adalah putra dari Sultan Abdul Ma’ali Ahmad dan Ratu Martakusuma. Sultan Ageng Tirtayasa menjadi sultan Banten yaitu pada periode 1640 sampai 1650.

Saat kecil beliau di beri gelar Pangeran Surya. 19. Raden Dewi Sartika Raden Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884 di Bandung dan meninggal di Tasikmalaya pada tanggal 11 September 1947 pada umur 62 tahun.

Beliau merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita dan diakui sebagai pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1966. Masih banyak pahlawan pahlawan nasional Indonesia lainnya yang tidak sempat ditulis. Baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal seperti para pejuang yang gugur bahkan namanya tidak kita sempat kita ketahui saat ini.

Sepatutnya kita berterimakasih atas jasa mereka dengan cara menjaga keutuhan NKRI agar tetap bersatu dan berpartisipasi membangun negera menjadi lebih baik lagi. Daftar nama pahlawan nasional Indonesia – Indonesia adalah negara yang memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945. Terdapat banyak pahlawan nasional di Indonesia, baik pahlawan di era penjajahan Belanda dan Jepang, pahlawan di era proklamasi, pahlawan revolusi serta pahlawan di era setelah proklamasi.

Gelar pahlawan nasional Indonesia diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik yang didefinisikan sebagai perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya atau berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara.

Gelar ini merupakan penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia. Sebagai bangsa yang besar, kita harus menghargai para pahlawan nasional di Indonesia. Tanpa jasa dan perjuangan mereka tentu Indonesia tidak akan bisa merdeka dan mungkin masih akan terjajah oleh bangsa lain. Para pahlawan nasional juga memberi kontribusi yang besar bagi bangsa Indonesia, baik sebelum merdeka atau setelah kemerdekaan.

Warga yang nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya menjadi pahlawan adalah warga asli Indonesia, tidak terbatas pada agama, suku, etnis, ras dan golongan tertentu. Yang dipilih menjadi pahlawan pun berasal dari beragam profesi dan pekerjaan, mulai dari pejuang, tokoh politik, perdana menteri, presiden, jurnalis, pemuka agama, tokoh masyarakat, tentara, gerilyawan, pejabat pemerintahan, bangsawan dan lain-lain.

Salah satu bentuk apresiasi bagi para pahlawan adalah banyaknya nama jalan, bandara, daerah atau tempat umum lain yang diberi nama sesuai nama pahlawan tersebut. Ada juga pecahan mata uang rupiah Indonesia yang memajang gambar pahlawan nasional. Siswa dan pelajar pun diajari untuk menghargai jasa para pahlawan yang telah wafat dan meninggal.

Berikut ini akan kami bagikan info daftar nama pahlawan nasional dan asal daerahnya. List berikut menampilkan nama-nama para pahlawan beserta tahun lahir dan tahun wafatnya serta provinsi asal daerahnya terlengkap. (baca juga biografi Soekarno) No Nama Pahlawan Lahir Wafat Asal Daerah 1 Abdul Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya 1911 1988 Sumatera Barat 2 Abdul Halim Majalengka 1887 1962 Jawa Barat 3 Abdul Haris Nasution 1918 2000 Sumatera Utara 4 Abdul Kadir 1771 1875 Kalimantan Barat 5 Abdul Malik Karim Amrullah 1908 1981 Sumatera Barat 6 Abdul Muis 1883 1959 Sumatera Barat 7 Abdul Rahman Saleh 1909 1947 D.I.

Yogyakarta 8 Abdul Wahab Hasbullah 1888 1971 Jawa Timur 9 Andi Abdullah Bau Massepe 1918 1947 Sulawesi Selatan 10 Achmad Subarjo 1896 1978 Jawa Barat 11 Adam Malik 1917 1984 Sumatera Utara 12 Adnan Kapau Gani 1905 1968 Sumatera Barat 13 Nyi Ageng Serang 1752 1828 Jawa Tengah 14 Agus Salim 1884 1954 Sumatera Barat 15 Agustinus Adisucipto 1916 1947 D.I. Yogyakarta 16 Ahmad Dahlan 1868 1934 D.I.

Yogyakarta 17 Ahmad Rifa’i 1786 1870 Jawa Tengah 18 Ahmad Yani 1922 1965 Jawa Tengah 19 Alimin 1889 1964 Jawa Tengah 20 Amir Hamzah 1911 1946 Sumatera Utara 21 Antasari 1809 1862 Kalimantan Selatan 22 Arie Frederik Lasut 1918 1949 Sulawesi Utara 23 As’ad Syamsul Arifin 1897 1990 Jawa Timur 24 Bagindo Azizchan 1910 1947 Sumatera Barat 25 Basuki Rahmat 1921 1969 Jawa Timur 26 Bernard Wilhelm Lapian 1892 1977 Sulawesi Utara 27 Teungku Chik di Tiro 1836 1891 Aceh 28 Cilik Riwut 1918 1987 Kalimantan Tengah 29 Cipto Mangunkusumo 1886 1943 Jawa Tengah 30 Cokroaminoto 1883 1934 Jawa Timur 31 Ernest Douwes Dekker 1879 1950 Jawa Timur 32 Dewi Sartika 1884 1947 Jawa Barat 33 Cut Nyak Dhien 1850 1908 Aceh 34 Diponegoro 1785 1855 D.I.

Yogyakarta 35 Donald Izacus Panjaitan 1925 1965 Sumatera Utara 36 Eddy Martadinata 1921 1966 Jawa Barat 37 Fakhruddin 1890 1929 D.I. Yogyakarta 38 Fatmawati 1923 1980 Bengkulu 39 Ferdinand Lumbantobing 1899 1962 Sumatera Utara 40 Frans Kaisiepo 1921 1979 Papua 41 Gatot Mangkupraja 1896 1968 Jawa Barat 42 Gatot Subroto 1907 1962 Jawa Tengah 43 Halim Perdanakusuma 1922 1947 Jawa Timur 44 Hamengkubuwono I 1717 1792 D.I. Yogyakarta 45 Hamengkubuwono IX 1912 1988 D.I. Yogyakarta 46 Harun Bin Said 1947 1968 Jawa Timur 47 Hasan Basri 1923 1984 Kalimantan Selatan 48 Hasanuddin 1631 1670 Sulawesi Selatan 49 Hasyim Asy’ari 1875 1947 Jawa Timur 50 Hazairin 1906 1975 Sumatera Barat 51 Herman Johannes 1912 1992 Nusa Tenggara Timur 52 Ida Anak Agung Gde Agung 1921 1999 Bali 53 Idham Chalid 1921 2010 Kalimantan Selatan 54 Ilyas Yakoub 1903 1958 Sumatera Barat 55 Tuanku Imam Bonjol 1772 1864 Sumatera Barat 56 Radin Inten II 1834 1856 Lampung 57 Iskandar Muda 1593 1636 Aceh 58 Ismail Marzuki 1914 1958 DKI Jakarta 59 Iswahyudi 1918 1947 Jawa Timur 60 Iwa Kusumasumantri 1899 1971 Jawa Barat 61 Izaak Huru Doko 1913 1985 Nusa Tenggara Timur 62 Jamin Ginting 1921 1974 Sumatera Utara 63 Janatin 1943 1968 Jawa Tengah 64 Jatikusumo 1917 1992 Jawa Tengah 65 Andi Jemma 1935 1965 Sulawesi Selatan 66 Johannes Abraham Dimara 1916 2000 Papua 67 Johannes Leimena 1905 1977 Maluku 68 Juanda Kartawijaya 1911 1963 Jawa Barat 69 Karel Satsuit Tubun 1928 1965 Maluku 70 Kartini 1879 1904 Jawa Tengah 71 Ignatius Joseph Kasimo 1900 1986 D.I.

Yogyakarta 72 Katamso Darmokusumo 1923 1965 Jawa Tengah 73 I Gusti Ketut Jelantik Tidak diketahui 1849 Bali 74 I Gusti Ketut Puja 1904 1957 Bali 75 Ki Bagus Hadikusumo 1890 1954 D.I. Yogyakarta 76 Ki Hajar Dewantara 1889 1959 D.I. Yogyakarta 77 Ki Sarmidi Mangunsarkoro 1904 1957 Jawa Tengah 78 Kiras Bangun 1852 1942 Sumatera Utara 79 Kusumah Atmaja 1898 1952 Jawa Barat 80 La Maddukelleng 1700 1765 Sulawesi Selatan 81 Lafran Pane nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya 1991 D.I.

Yogyakarta 82 Lambertus Nicodemus Palar 1900 1981 Sulawesi Utara 83 John Lie 1911 1988 Sulawesi Utara 84 Mahmud Badaruddin II 1767 1852 Sumatera Selatan 85 Sultan Mahmud Riayat Syah 1760 1812 Kepulauan Riau 86 Malahayati Abad ke-15 1604 Aceh 87 Mangkunegara I 1725 1795 Jawa Tengah 88 Andi Mappanyukki 1885 1967 Sulawesi Selatan 89 Maria Walanda Maramis 1872 1924 Sulawesi Utara 90 Martha Christina Tiahahu 1800 1818 Maluku 91 Marthen Indey 1912 1986 Papua 92 Mas Isman 1924 1982 Jawa Timur 93 Mas Mansur 1896 1946 Jawa Timur 94 Mas Tirtodarmo Haryono 1924 1965 Jawa Timur 95 Maskun Sumadireja 1907 1986 Jawa Barat 96 Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya Nyak Meutia 1870 1910 Aceh 97 Mohammad Hatta 1902 1980 Sumatera Barat 98 Mohammad Husni Thamrin 1894 1941 DKI Jakarta 99 Mohammad Natsir 1908 1993 Sumatera Barat 100 Teuku Muhammad Hasan 1906 1997 Aceh 101 Muhammad Mangundiprojo 1905 1988 Jawa Tengah 102 Muhammad Yamin 1903 1962 Sumatera Barat 103 Mohammad Yasin 1920 2012 Sulawesi Tenggara 104 Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1898 1997 Nusa Tenggara Barat 105 Mustopo 1913 1986 Jawa Timur 106 Muwardi 1907 1948 Jawa Tengah 107 Nani Wartabone 1907 1986 Gorontalo 108 I Gusti Ngurah Made Agung 1876 1906 Bali 109 I Gusti Ngurah Rai 1917 1946 Bali 110 Nuku Muhammad Amiruddin 1738 1805 Maluku Utara 111 Noer Alie 1914 1992 Jawa Barat 112 Teuku Nyak Arif 1899 1946 Aceh 113 Opu Daeng Risaju 1880 1964 Sulawesi Selatan 114 Oto Iskandar di Nata 1897 1945 Jawa Barat 115 Pajonga Daeng Ngalie 1901 1958 Sulawesi Selatan 116 Pakubuwono VI 1807 1849 Jawa Tengah 117 Pakubuwono X 1866 1939 Jawa Tengah 118 Pattimura 1783 1817 Maluku 119 Pierre Tendean 1939 1965 DKI Jakarta 120 Pong Tiku 1846 1907 Sulawesi Selatan 121 Raja Ali Haji 1809 kr.

1870 Kepulauan Riau 122 Raja Haji Fisabilillah 1727 1784 Riau 123 Rajiman Wediodiningrat 1879 1952 D.I. Yogyakarta 124 Ranggong Daeng Romo 1915 1947 Sulawesi Selatan 125 Rasuna Said 1910 1965 Sumatera Barat 126 Robert Wolter Monginsidi 1925 1949 Sulawesi Selatan 127 Saharjo 1909 1963 Jawa Tengah 128 Sam Ratulangi 1890 1949 Sulawesi Utara 129 Samanhudi 1878 1956 Jawa Tengah 130 Silas Papare 1918 1978 Papua 131 Sisingamangaraja XII 1849 1907 Sumatera Utara 132 Siswondo Parman 1918 1965 Jawa Tengah 133 Siti Hartinah 1923 1996 Jawa Tengah 134 Siti Walidah 1872 1946 D.I.

Yogyakarta 135 Slamet Riyadi 1927 1950 Jawa Tengah 136 Sudirman 1916 1950 Jawa Tengah 137 Albertus Sugiyapranata 1896 1963 Jawa Tengah 138 Sugiyono Mangunwiyoto 1926 1965 D.I. Yogyakarta 139 Suharso 1912 1971 Jawa Tengah 140 Sukarjo Wiryopranoto 1903 1962 Jawa Tengah 141 Sukarni 1916 1971 Jawa Timur 142 Sukarno 1901 1970 Jawa Timur 143 Sultan Agung 1591 1645 D.I. Yogyakarta 144 Andi Sultan Daeng Radja 1894 1963 Sulawesi Selatan 145 Supeno 1916 1949 Jawa Tengah 146 Supomo 1903 1958 Jawa Tengah 147 Suprapto 1920 1965 Jawa Tengah 148 Supriyadi 1925 1945 Jawa Timur 149 Suroso 1893 1981 Jawa Timur 150 Suryo 1896 1948 Jawa Timur 151 Suryopranoto 1871 1959 D.I.

Yogyakarta 152 Sutan Syahrir 1909 1966 Sumatera Barat 153 Soetomo 1888 1938 Jawa Timur 154 Sutomo 1920 1981 Jawa Timur 155 Sutoyo Siswomiharjo 1922 1965 Jawa Tengah 156 Syafruddin Prawiranegara 1911 1989 Banten 157 Syarif Kasim II 1893 1968 Riau 158 Tahi Bonar Simatupang 1920 1990 Sumatera Utara 159 Tuanku Tambusai 1784 1882 Riau 160 Tan Malaka 1884 1949 Sumatera Barat 161 Thaha Syaifuddin 1816 1904 Jambi 162 Tirtayasa 1631 1683 Banten 163 Tirto Adhi Suryo 1880 1918 Jawa Tengah 164 Teuku Umar 1854 1899 Aceh 165 Untung Surapati 1660 1706 Jawa Timur 166 Urip Sumoharjo 1893 1948 Jawa Tengah 167 Wage Rudolf Supratman 1903 1938 DKI Jakarta 168 Wahid Hasyim 1914 1953 Jawa Timur 169 Wahidin Sudirohusodo 1852 1917 D.I.

Yogyakarta 170 Wilhelmus Zakaria Johannes 1895 1952 Nusa Tenggara Timur 171 Yos Sudarso 1925 1962 Jawa Tengah 172 Yusuf Tajul Khalwati 1626 1699 Sulawesi Selatan 173 Zainal Mustafa 1907 1944 Jawa Barat 174 Zainul Arifin 1909 1963 Sumatera Utara Nah itulah referensi nama pahlawan nasional beserta tahun lahir, wafat dan asal nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya daerahnya lengkap terbaru.

Saat ini ada sekitar 174 warga negara yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia, termasuk dua pahlawan proklamator (Soekarno & M. Hatta) serta 10 pahlawan revolusi yang tewas akibat Gerakan 30 September. Artikel Terbaru • 50+ Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Nama Latinnya [Lengkap] • 30+ Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Pengertiannya • 4+ Fungsi Sosiologi Bagi Masyarakat Beserta Peran dan Manfaatnya • Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli & Secara Umum • 8+ Unsur Intrinsik Novel Beserta Pengertian dan Contohnya [Lengkap] Artikel Pilihan
Biografi 10 Pahlawan Nasional Indonesia & Asal Daerahnya – Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.

Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia atas tindakan yang dianggap heroik atau didefinisikan sebagai ‘perbuatan nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga masyarakat lainnya’ atau juga didefinisikan sebagai ‘berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan bangsa dan negara’.

Berikut adalah Pahlawan Nasional yang patut diteladani jasa-jasanya: Biografi 10 Pahlawan Nasional Indonesia & Asal Daerahnya Daftar Isi • Biografi 10 Pahlawan Nasional Indonesia & Asal Daerahnya • 1. Pahlawan Nasional: Ahmad Yani • 2. Pahlawan Nasional: Agus Salim • 3.

Pahlawan Nasional: Diponegoro • 4. Pahlawan Nasional: Fatmawati • 5. Pahlawan Nasional: Tuanku Imam Bonjol • 6. Pahlawan Nasional: Ki Hajar Dewantara • 7. Pahlawan Nasional: Malahayati • 8. Pahlawan Nasional: I Gusti Ngurah Rai • 9. Pahlawan Nasional: Oto Iskandar di Nata • 10.

Pahlawan Nasional: Pierre Tendean Daftar Isi • Biografi 10 Pahlawan Nasional Indonesia & Asal Daerahnya • 1. Pahlawan Nasional: Ahmad Yani • 2. Pahlawan Nasional: Agus Salim • 3. Pahlawan Nasional: Diponegoro • 4. Pahlawan Nasional: Fatmawati • 5. Pahlawan Nasional: Tuanku Imam Bonjol • 6. Pahlawan Nasional: Ki Hajar Dewantara • 7.

Pahlawan Nasional: Malahayati • 8. Pahlawan Nasional: I Gusti Ngurah Rai • 9. Pahlawan Nasional: Oto Iskandar di Nata • 10. Pahlawan Nasional: Pierre Tendean Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 1922 dan meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 pada umur 43 tahun.

Ia adalah komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, dan dibunuh oleh anggota Gerakan 30 September saat mencoba untuk menculik dia dari rumahnya. Setelah Kemerdekaan Yani bergabung dengan tentara republik yang masih muda dan berjuang melawan Belanda. Selama bulan-bulan pertama setelah Deklarasi Kemerdekaan, Yani membentuk batalion dengan dirinya sebagai Komandan dan memimpin kepada kemenangan melawan Inggris di Magelang. Yani kemudian berhasil mempertahankan Magelang melawan Belanda ketika ia mencoba untuk mengambil alih kota, mendapat julukan ‘Juru selamat Magelang’.

Sorot lain yang menonjol karier Yani selama periode ini adalah serangkaian serangan gerilya yang diluncurkan pada awal 1949 untuk mengalihkan perhatian Belanda sementara Letnan Kolonel Soeharto dipersiapkan untuk Serangan Umum 1 Maret yang diarahkan pada Yogyakarta.

2. Pahlawan Nasional: Agus Salim Haji Agus Salim, lahir dengan nama Masyhudul Haq, lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 dan meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun. Ia adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961. Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S.

Tjokroaminoto. Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain: • Anggota Volksraad (1921-1924) • Anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945 • Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947 • Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947 • Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947 • Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949 Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari “Orang Tua Besar” (The Grand Old Man).

Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan pada tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

Bendara Pangeran Harya Dipanegara (lebih dikenal dengan nama Diponegoro, lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785 dan meninggal di Makassar, Hindia Belanda, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah Hindia Belanda.

Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia. 4. Pahlawan Nasional: Fatmawati Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya yang bernama asli Fatimah lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923 dan meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980 pada umur 57 tahun. Ia adalah istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Presiden Pertama Indonesia, Soekarno.

Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945. Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat, Indonesia, 1772 dan wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864 adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838.

Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Shahab, yang lahir di Bonjol pada 1 Januari 1772. Dia merupakan putra dari pasangan Bayanuddin Shahab (ayah) dan Hamatun (ibu). Ayahnya, Khatib Bayanuddin Shahab, merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota.

Sebagai ulama dan pemimpin masyarakat setempat, Muhammad Shahab memperoleh beberapa gelar, yaitu Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam.

Tuanku nan Renceh nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya Kamang, Agam sebagai salah seorang pemimpin dari Harimau nan Salapan adalah yang menunjuknya sebagai Imam (pemimpin) bagi kaum Padri di Bonjol. Ia akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol. 6. Pahlawan Nasional: Ki Hajar Dewantara Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara atau Ki Hajar Dewantara, lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 dan meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun, selanjutnya disingkat sebagai ‘Soewardi’ atau ‘KHD’.

Ia adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. 7. Pahlawan Nasional: Malahayati Keumalahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

Ayahnya bernama Laksamana Mahmud Syah.

nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya

Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530–1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513–1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. Pada tahun 1585–1604, dia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

Saat meninggal dunia, jasad Malahayati dikebumikan di bukit Krueng Raya, Lamreh, Aceh Besar. Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai (lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, 30 Januari 1917 dan meninggal di Marga, Tabanan, Bali, Indonesia, 20 November 1946 pada umur 29 tahun) adalah seorang pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali.

Ngurah Rai memiliki pasukan yang bernama pasukan ‘Ciung Wanara’ yang melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana. (Puputan, dalam bahasa bali, berarti ‘habis-habisan’, sedangkan Margarana berarti ‘Pertempuran di Marga’, Marga adalah sebuah desa ibu kota kecamatan di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali) Di tempat puputan tersebut lalu didirikan Taman Pujaan Bangsa Margarana.

9. Pahlawan Nasional: Oto Iskandar di Nata Raden Otto Iskandardinata lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 dan meninggal di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun. Ia adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia mendapat nama julukan si Jalak Harupat. Dalam kegiatan pergerakannya pada masa sebelum kemerdekaan, Otto pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Bandung pada periode 1921-1924, serta sebagai Wakil Ketua Budi Utomo cabang Pekalongan tahun 1924.

Ketika itu, ia menjadi anggota Gemeenteraad (‘Dewan Kota’) Pekalongan mewakili Budi Utomo. Oto juga aktif pada organisasi budaya Sunda bernama Paguyuban Pasundan. Ia menjadi Sekretaris Pengurus Besar tahun 1928, dan menjadi ketuanya pada periode 1929-1942. Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. 10. Pahlawan Nasional: Pierre Tendean Kapten Czi. (Anumerta) Pierre Andries Tendean lahir 21 Februari 1939 dan meninggal 1 Oktober 1965 pada umur 26 tahun.

Ia adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965. Mengawali karier militer dengan menjadi intelijen dan kemudian ditunjuk sebagai Ajudan Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution menggantikan Kapten Kav Adolf Gustaf Manullang ajudan Pak Nas, yang gugur dalam misi perdamaian di Kongo Afrika tahun 1963.

Dengan pangkat Letnan Satu Czi, ia dipromosikan menjadi Kapten Anumerta setelah kematiannya. Tendean dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan bersama enam perwira korban Gerakan 30 September lainnya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965. Klik dan dapatkan info kost di dekatmu: Kost Jogja Harga Murah Kost Jakarta Harga Murah Kost Bandung Harga Murah Kost Denpasar Bali Harga Murah Kost Surabaya Harga Murah Kost Semarang Harga Murah Kost Malang Harga Murah Kost Solo Harga Murah Kost Bekasi Harga Murah Kost Medan Harga Murah
Yahoo fait partie de la famille de marques Yahoo.

En cliquant sur Accepter tout, vous consentez à ce que Yahoo et nos partenaires stockent et/ou utilisent des informations sur nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya appareil par l’intermédiaire de cookies et de technologies similaires, et traitent vos données personnelles afin d’afficher des annonces et des contenus personnalisés, d’analyser les publicités et les contenus, d’obtenir des informations sur les audiences et à des fins de développement de produit.

Données personnelles qui peuvent être utilisées • Informations sur votre compte, votre appareil et votre connexion Internet, y compris votre adresse IP • Navigation et recherche lors de l’utilisation des sites Web et applications Yahoo • Position précise En cliquant sur Refuser tout, vous refusez tous les cookies non essentiels et technologies similaires, mais Yahoo continuera à utiliser les cookies essentiels et des technologies similaires.

Sélectionnez Gérer les paramètres pour gérer vos préférences. Pour en savoir plus sur notre utilisation de vos informations, veuillez consulter nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya Politique relative à la vie privée et notre Politique en matière de cookies.

Vous pouvez modifier vos choix à tout moment en consultant vos paramètres de vie privée.Gambar pahlawan nasional dan biografinya lengkap dalam artikel ini meliputi Jendral Ahmad Yani, Jendral Soedirman, Cut Nyak Dhien, Idham Chalid, Mohammad Hatta, dan masih banyak lagi.

Pahlawan Nasional adalah sebuah gelar tertinggi yang ada di Indonesia. Gelar ini diberikan oleh pemerintah Indonesia karena jasa-jasanya dan tindakannya dalam memajukan negara sehingga patut untuk dikenang dan diteladani sepanjang massa oleh seluruh rakyat Indonesia.

Daftar Isi • Ahmad Yani • Jendral Soedirman • Cut Nyak Dhien • Idham Chalid • KH. Hasyim Asyari • RA. Kartini • Ki Hajar Dewantara • Ahmad Dahlan • Raden Dewi Sartika • Sutan Sjahrir • Pangeran Antasari • Pangeran Diponegoro • Pattimura • Ir. Soekarno • Mohammad Hatta • Sultan Hassanudin • Agus Salim • Tan Malaka • Cut Mutia • Bung Tomo Ahmad Yani Pahlawan nasional yang pertama kita bahas adalah Jendral Ahmad Yani.

Beliau lahir pada tanggal 19 Juni 1922 di Jenar, Purworejo, Jawa Tengah. Beliau mengawali karir militernya dengan pangkat Sersan dengan mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang dan nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya lebih intensif di Bogor. Torehan prestasi telah diraihnya di masa perang kemerdekaan. Ahmad Yani berhasil menyita senjata Jepang di Magelang.

Setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, Dia diangkat menjadi Komandan TKR Purwokerto. Ia memimpin/mengkomandoi penumpasan pemberontakan PRRI. Pada tahun 1962, Jenderal Ahmad Yani diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat. Ahmad Yani gugur sebagai pahlawan Revolusi, setelah ditembak di depan kamar tidurnya pada tanggal 1 Oktober 1965. Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur bersama dengan jasad 6 perwira lainnya.

Jendral Soedirman Jendral Soedirman tercatat sebagai Panglima tentara sekaligus Jendral Republik Indonesia pertama termuda yang ada dalam sejarah. Menginjak usia yang ke 31, dia sudah bergabung dengan para pahlawan kemerdekaan untuk berjuang melawan para penjajah Belanda dan Jepang. Cut Nyak Dhien Cut Nyak Dhien lahir di Lampadag, kerajaan Aceh pada tahun 1984 dan merupakan pahlawan wanita yang memiliki semangat juang tinggi dalam melawan penjajah.

Beliau memiliki suami bernama Teuku Umar dan juga sebagai pahlawan nasional yang gugur di medan perang pada tahun 1899 sedangkan Cut Nyak Dhien wafat pada tanggal 6 November 1908. Idham Chalid Dr. KH. Idham Chalid merupakan salah satu politisi yang berpengaruh pada massanya, dimana beliau pernah menjabat Wakil Perdana Menteri Indonesia dan juga pernah menjabat sebagai ketua MPR dan DPR.

Tepatnya pada tanggal 19 Desember 2016, sebagai penghargaan atas jasa beliau bagi negara. Pemerintah Republik Indonesia mengabadikan beliau dalam uang kertas pecahan Rp.

5000. KH. Hasyim Asyari Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyarie adalah pahlawan nasional yang mendirikan organisasi massa islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama. Beliau dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 atau menurut penanggalan arab pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287H di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Raden Ajeng Kartini adalah salah satu pahlawan wanita yang berjasa dalam memperjuangkan kesetaraan hak kaum perempuan atau dikenal sebagai gerakan emansipasi wanita di masa hidupnya.

Meskipun berlatar belakang bangsawan tak lantas membuat ia tunduk kepada para penguasa dan nilai-nilai mereka yang konservatif. Alhasil, Kartini bisa melopori perempuan pribumi bangkit menuju pemikiran yang lebih moderat. Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889 dan meninggal pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara atau nama sebelumnya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat diganti sejak tahun 1922.

Beliau adalah pahlawan nasional Indonesia sekaligus sebagai seorang aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, politisi dan juga seorang pelopor dalam bidang pendidikan kaum pribumi di masa penjajahan belanda.

Beliau mendirikan Perguruan Tinggi Taman Siswa di Yogyakarta yang merupakan lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan pada masyarakat pribumi untuk mendapatkan hak pendidikan seperti halnya para bangsawan dan orang-orang belanda. Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis adalah salah satu pahlawan nasional sekaligus sebagai pendiri organisasi islam yaitu Muhammadiyah.

Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 dan beliau mengadakan pembaharuan dalam berfikir berdasarkan ajaran agama islam, mengajak umat islam kembali sesuai tuntunan Al-Quran dan Hadist. Beliau sudah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi organisai ini bersifat sosial dan bergerak dalam bidang pendidikan. Raden Dewi Sartika Salah satu Pahlawan nasional Indonesia yang berjuang untuk melawan penjajahan Belanda di daerah Banjar, Kalimantan Selatan.

Pangeran Antasari lahir pada tahun 1797 di Banjar. Pada tanggal 14 Maret 1862, Pangeran Antasari diangkat sebagai Sultan banjar menyandang gelar Panembahan Amirudin Mukminin yaitu sebagai pemimpin pemerintah, pemuka agama tinggi dan panglima perang. Untuk menghargai jasanya, pada tanggal 27 Maret 1968, beliau dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Pangeran Diponegoro Baca juga: Jaringan Epitel – Penjelasan, Gambar dan Contohnya Perang ini disebut sebagai Perang Jawa karena berkobar di hampir seluruh daerah di Pulau Jawa dan menjadi salah satu perang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah perjuangan melawan Belanda. Meskipun akhirnya dimenangkan pihak Belanda, Pangeran Diponegoro sempat membuat Belanda mengalami kesulitan dan kerugian akibat gugurnya ribuan serdadu Belanda.

Pattimura Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal dengan Pattimura adalah pahlawan bangsa yang berperan sebagai panglima perang dalam perlawanan rakyat Maluku dengan tentara VOC Belanda. Dengan wibawa dan kepemimpinannya, Pattimura berhasil menyatukan kerajaan Nusantara, tepatnya Ternate dan Tidore untuk menghadapi penjajah pada tahun 1817. Ir. Soekarno Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya dan meninggal di dunia pada tanggal 14 Maret 1980 pada usia 77 tahun.

Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia bersama wakilnya Drs. Mohammad Hatta. Ir. Soekarno menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia bersama Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1954. Beliau juga berperan sebagai pencetus dasar negara Pancasila yang kita gunakan hingga saat ini. Mohammad Hatta atau dikenal dengan nama Bung Hatta adalah salah satu seorang pahlawan nasional yang berperan besar dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Bung Hatta adalah seorang pejuang, beliau mendapat gelar sebagai pahlawan proklamator, negarawan, ekonom dan juga menjabat sebagai wakil presiden.

Beliau bersama dengan Soekarno berperan penting dalam kemerdekaan republik Indonesia dari penjajahan Hindia Belanda dan kemudian memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sultan Hassanudin Sultan Hassanudin dijuluki sebagai Ayam Jantan dari Timur dan menjadi salah satu pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan. Setelah dia diangkat tahta menjadi sultan dari Kerajaan Gowa, Dia kemudian berupaya menyatukan kerajaan-kerajaan kecil Indonesia Timur dan memberikan perlawanan sengit ke pihak Belanda.

Agus Salim Pada awal berdirinya Republik Indonesia, Agus Salim sudah memberikan peranan penting dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini. Jejak Agus Salim kacah politik sudah ada sebelum kemerdekaan. Beliau adalah pimpinan organisasi Islam terbesar saat itu yaitu Serikat Islam. Agus Salim menguasai beberapa Bahasa asing dan merupakan diplomat yang ulung. Tan Malaka Tan Malaka adalah salah satu pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia yang mana sering dilupakan jasa-jasanya.

Beliau sudah berjuang dalam melawan penjajahan Pemerintah Belanda. Dia memiliki pemikiran dan tulisan yang telah menginspirasi tokoh-tokoh lainnya seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Cut Mutia Bung Tomo atau Sutomo adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Surabaya.

Aksi heroiknya membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo dalam melawan kembali tentara Nederlandsch Indie Civil Administratie (NICA) Belanda pada pertempuran 10 November. Selain itu, Bung Tomo juga merupakan seorang jurnalis asal Surabaya ini dikenal dengan semboyannya “Merdeka atau Mati” dalam pertempuran tersebut.

Nah, pertempuran Surabaya ini di peringati sebagai hari Pahlawan. Demikianlah, penjelasan mengenai 20 Gambar dan Biografi Pahlawan Nasional Indonesia. Semoga Bermanfaat!
Daftar pahlawan nasional indonesia dan asal daerahnya lengkap – Apakah kamu tahu nama-nama pahlawan nasional beserta asalnya?

Pahlawan yang berjasa untuk memerdekakan tanah air sudah sepatutnya kita hargai dan kita kenang. Salah satu cara mengenal mereka adalah dengan mencari tahu asal daerah beserta kisah hidup dan kontribusinya. Baca Juga : Mengenal Biografi Ir.Soekarno Sebagai Bapak Proklamator Indonesia Tokoh nasional Indonesia yang mendapatkan predikat sebagai pahlawan memiliki kontribusi besar untuk kemerdekaan bangsa.

Mereka berkorban dengan tenaga, harta benda, bahkan keluarganya. Untuk mengenang sekaligus menghargai jasa para pahlawan, kamu bisa mencari tahu nama-nama pahlawan dan daerah asalnya. Daftar Pahlawan Nasional Baca Juga : Sejarah Singkat, Makna dan Fakta Hari Pahlawan 10 Nama-nama pahlawan dan asal daerahnya beserta fotonya Demikian informasi nama-nama pahlawan nasional beserta daerah asalnya lengkap sebagai referensi.

Apakah kamu tertarik untuk mengetahui kisah para pahlawan dan kontribusinya lebih dalam? Biasanya terdapat biografi pahlawan nasional yang dijual secara khusus. Dengan membaca biografi pahlawan nasional, kamu akan mengetahui kehidupan dan perjuangan mereka lebih dalam. Semoga bermanfaat. Baca Juga : 7 Pahlawan Nasional Indonesia Paling Populer dan Sejarah Singkatnya Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu: Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta

10 NAMA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA (PEJUANG KEMERDEKAAN)




2022 www.videocon.com