Pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Elo tau kan kalau tumbuhan paku dan lumut itu termasuk dalam tumbuhan peralihan? Nah, hal tersebut ada hubungannya dengan proses reproduksinya yang bisa terjadi dengan cara haploid dan diploid atau bisa dikenal dengan haplodiplontik. Caranya dengan metagenesis tumbuhan paku dan lumut yang akan dijelaskan di artikel ini. Tantangan bagi tanaman yang berada di darat adalah mengalami kekeringan dan UV berlebih. Nah, ketika suatu tanaman berada pada keadaan tersebut, maka fase diploidnya akan lebih dominan dibandingkan dengan fase haploidnya.

Loh, apa yang dimaksud dengan haploid dan diploid? Jadi gini, makhluk hidup terdiri dari berbagai sel yang di dalamnya terdapat nukleus atau inti sel. Di dalam inti sel ada yang namanya kromosom. Bentuk kromosom kan kurang lebih seperti ini ya. Kromosom (Dok. Nara Getarchive) Nah, kromosom pada gambar di atas selalu berpasang-pasangan, iya kan? Artinya, kromosom itu diploid. Jadi, apa yang dimaksud dengan diploid?

Kalau kita artikan masing-masing, “di” artinya dua dan “ploid” artinya set. Sehingga, pengertian diploid (2n) adalah sebutan untuk sel atau individu dengan dua set genom.

Artinya, haploid (n) itu yang selnya nggak berpasangan alias satu set aja. Jelas ya sampai sini mengenai pengertian haploid dan diploid? Perbedaan haploid dan diploid juga udah jelas ya? Intinya kalau yang selnya berpasangan itu bernama diploid, sedangkan yang selnya hanya satu atau udah terpisah bernama haploid. Baca Juga: Substansi Genetika dan Istilahnya – Materi Biologi Kelas 12 Oke, kita udah punya tabungan istilah mengenai haploid dan diploid.

Sekarang balik lagi ke skema tumbuhan di darat dan di perairan. Perhatikan skema di bawah ini! Skema plantae di darat dan perairan (Arsip Zenius) Elo lihat urutan nomor pada gambar di atas. Nomor 1 merupakan tumbuhan yang berada di perairan, 2 untuk tumbuhan peralihan (paku dan lumut), dan 3 untuk tumbuhan terestrial. Untuk tumbuhan yang hidup di perairan contohnya ada alga.

Mereka akan melakukan fertilisasi eksternal. Sedangkan, untuk tumbuhan yang di darat atau terestrial akan melakukan fertilisasi internal. Lalu, apa hubungannya dengan poin yang akan kita bahas kali ini tentang metagenesis? Dalam biologi, kita mengenal metagenesis sebagai pergiliran keturunan atau pergantian generasi. Ada pergantian fase seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit) dalam siklus hidup suatu organisme.

Jadi, setiap generasi bisa berbeda tergantung dengan kebutuhannya saat itu. Untuk tumbuhan yang hidup di perairan, fase dominannya adalah gametofit atau secara seksual. Dari namanya aja “gamet” yang merupakan sel kelamin dan “fito” yang artinya tumbuhan. Sedangkan, untuk tumbuhan terestrial fase dominan terjadi dengan sporofit, yaitu “sporo” dari kata spora dan “fito” tumbuhan, jadi dilakukan secara aseksual. Elo ingat-ingat aja bahwa semakin ke darat, maka tumbuhan akan mengalami fase sporofit.

Nah, antara tumbuhan perairan dan daratan, ada yang namanya tumbuhan peralihan (di antaranya), yaitu tumbuhan paku dan lumut. Sehingga, tumbuhan paku dan lumut akan mengalami fase gametofit dan sporofit yang seimbang, sehingga ada yang namanya metagenesis. Baca Juga: Berkenalan Dengan Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Meskipun kedua tumbuhan ini sama-sama melakukan metagenesis, tapi keduanya memiliki perbedaan selama prosesnya.

Apa aja sih perbedaan metagenesis lumut dan paku? • Pada tumbuhan lumut, proses gametofitnya lebih lama dan dominan dibandingkan dengan sporofit.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Gametofitnyalah yang akan mendukung kehidupan sporofit. • Sebaliknya, pada tumbuhan paku, proses sporofit lebih dominan daripada gametofit. Jadi, gametofit hanya untuk mendukung kehidupan awal bagi sporofit. • Tumbuhan paku merupakan hasil pertemuan dua sel kelamin dari tumbuhan itu sendiri.

Sedangkan pada tumbuhan lumut merupakan hasil perkembangan spora secara pembelahan meiosis. • Tumbuhan paku menghasilkan spora dalam bentuk dan ukuran yang berbeda (mikrospora dan makrospora). Pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan lumut nggak menghasilkan spora yang berbeda.

• Spora dari tumbuhan paku akan bergerak hogroskopik hingga kotak spora pecah dan menyebar dengan bantuan angin.

Sedangkan lumut akan berkembang secara aseksual dengan membentuk tunas dan fragmen talus. Skema metagenesis lumut dan paku bisa elo lihat pada gambar di bawah ini. Skema metagenesis paku dan lumut (Arsip Zenius) Jadi, ada pergerakan dari tumbuhan akuatik (perairan) ke tumbuhan terestrial, yaitu dominan fase gametofit menjadi sporofit. Buat elo yang mau tau lebih detail penjelasan dari skema di atas bisa langsung meluncur ke video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini ya.

Pada metagenesis tumbuhan, yang menghasilkan sel sperma dan ovum adalah …. a. Sporofit b. Gametofit c. Sporofit dan gametofit bersamaan d. Sporofit dan gametofit bergantian e. Tidak ada jawaban yang benar Jawab: b. Gametofit Pembahasan: Dari namanya aja udah jelas ya, kalau “gamet” itu sel kelamin dan “fito” atau “phyto” artinya tumbuhan. Gametofit ini menghasilkan pollen dan ovula yang setara dengan sperma dan ovum pada hewan.

Contoh Soal 2 Berikut ini merupakan pernyataan yang salah terkait perbandingan antara gamet dan spora, yaitu …. a. Spora dihasilkan oleh sporofit, sedangkan gamet dihasilkan oleh gametofit b. Spora bersifat multiseluler, sedangkan gamet bersifat uniseluler c. Gamet memiliki dua bentuk sel yang berbeda, sedangkan spora nggak d. Baik spora dan gamet sama-sama bersifat haploid e.

Gamet dan spora dihasilkan pada fase metagenesis yang berbeda Jawab: b. Spora bersifat multiseluler, sedangkan gamet bersifat uniseluler Pembahasan: Baik spora dan gamet sama-sama merupakan sel tunggal reproduktif yang digunakan untuk berkembangbiak.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Bedanya, pada spora nggak ada jenis kelamin atau bentuk yang berbeda. Jadi, bisa dibilang bahwa spora itu relatif sama semua. ***** Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang metagenesis tumbuhan paku dan lumut? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya! Baca Juga: Karakteristik Bioma Beserta Jenis dan Contohnya – Materi Biologi Kelas 10 Tumbuhan lumut KOMPAS.com - Metagenesis adalah proses reproduksi tumbuhan yang tidak memiliki biji.

Sebagian tumbuhan berkembang biak dengan biji. Pada tumbuhan yang tidak memiliki biji akan bereproduksi dengan metagenesis. Metagenesis disebut juga dengan pergiliran keturunan. Pergiliran ini maksudnya adalah setiap generasi akan menjadi generasi yang berbeda untuk keperluannya.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Terdapat dua macam generasi pada proses metagenesis, yaitu gametofit dan sporofit. Fase gametofit adalah fase untuk menghasilkan gamet atau sel kelamin. Sel ini yang akan melangsungkan reproduksi seksual. Sedangkan proses sporofit adalah untuk menghasilkan spora. Proses ini untuk reproduksi aseksual. Contoh tumbuhan yang mengalami metagenesis adalah tumbuhan paku dan lumut.

Baca juga: Tumbuhan Berbiji Terbuka: Ciri, Klasifikasi, dan Contohnya Walaupun sama-sama tumbuhan yang bermetagenesis, proses yang terjadi pada keduanya berbeda. Berikut perbedaannya kedua prosesnya.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Pertama, proses gametofit pada tumbuhan lumut lebih lama dan dominan daripada sporofit. Gametofitnya akan mendukung kehidupan sporofitnya.

Sedangkan pada tumbuhan paku, proses yang dominan adalah proses sporofitnya. Gametofit hanya untuk mendukung kehidupan awal sporofit saja. Kedua, tumbuhan paku yang kita kenal adalah hasil dari pertemuan dua sel kelamin dari tumbuhan itu sendiri. Sedangkan tumbuhan lumut yang tampak adalah berasal dari perkembangan spora secara miosis.

Miosis adalah proses pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan yang memungkinkan menghasilkan spora haploid untuk pergiliran keturunan. Baca juga: Tumbuhan Berbiji Tertutup: Ciri, Klasifikasi, dan Contohnya Bagaimana pandangan teori humanistik terhadap guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar? Halo Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya?

Semoga selalu sehat dan tetap semangat mengajarnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berencana membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di tahun ajaran baru . Apa yang dimaksud standar komunikasi data dan apa saja organisasi yang mengatur dan membuat standar komunikasi data?

By Dg. Tutu October 04, 2019 apologiku - Dunia teknologi selalu mengalami perkembangan setiap saat. Hal tersebut merupakan upaya untuk menjadikan manusia sebagai pemegang kendali dunia. . • Afrikaans • العربية • Asturianu • Azərbaycanca • Беларуская • Bosanski • Català • Čeština • Deutsch • Ελληνικά • English • Español • فارسی • Suomi • Français • Gaeilge • Galego • עברית • Magyar • Հայերեն • Italiano • 日本語 • ქართული • 한국어 • Кыргызча • Bahasa Melayu • Nederlands • Norsk bokmål • Polski • Português • Русский • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Српски / srpski • Svenska • Türkçe • Українська • 吴语 • 中文 Diagram pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.

Pergiliran keturunan atau metagenesis adalah daur hidup yang dialami oleh organisme,baik tumbuhan maupun hewan yang untuk setiap fase/tahapnya melibatkan individu dengan kandungan genetik berbeda: biasanya tahap haploid ( n) dan tahap diploid ( 2n). Istilah ini umumnya dipakai pada konteks organisme yang termasuk Archaeplastida ( tumbuhan hijau, alga merah, dan Glaucophyta.) Meiosis merupakan bagian penting pergiliran keturunan karena memungkinkan sporofit, individu multiseluler pembentuk spora, menghasilkan spora yang haploid.

Spora selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi gametofit, individu multiseluler dan haploid baru yang bertugas membentuk gamet atau sel kelamin (seksual).

Gamet yang berbeda tipe (biasa disebut betina dan jantan) akan melebur dalam pembuahan, yang pada gilirannya akan tumbuh dan berkembang menjadi sporofit. Pergiliran keturunan (metagenesis) dibedakan dari metamorfosis berdasarkan kandungan genetiknya ini: metamorfosis hanya melibatkan perubahan bentuk yang disebabkan perubahan pada ekspresi gen-gen, semetara individunya sendiri tidak berubah identitas genetiknya.

Metagenesis melibatkan dua individu yang berbeda karena identitas genetiknya tidak sama antara individu pada satu fase dengan fase yang lain. [1] Tumbuhan darat [ sunting - sunting sumber ] Tumbuhan lumut, paku-pakuan, dan tumbuhan berbiji mengalami pergiliran keturunan yang secara umum terbagi menjadi dua tahap: tahap/fase sporofit dan gametofit. Sporofit menghasilkan spora, sedangkan gametofit membentuk sel-sel kelamin ( gamet) dan melangsungkan reproduksi seksual.

Tumbuhan lumut yang biasa dikenal adalah fase gametofit. Gametofitnya akan menjadi penyokong kehidupan sporofitnya. Pada tumbuhan paku, gametofit tumbuh seperti lumut dan menyokong kehidupan awal sporofitnya, sebelum gametofit akhirnya mati dan sporofit tumbuh menjadi bentuk yang biasa dikenal orang.

Tumbuhan berbiji tidak memiliki gametofit yang hidup bebas karena kehidupannya tergantung dari struktur reproduktif yang dihasilkan sporofit (strobilus atau bunga). Tumbuhan berbiji yang kita kenal adalah sporofit, lalu menghasilkan spora pada organ reproduksi. Spora akan tumbuh menjadi gametofit (serbuk sari serta kantung embrio) yang kehidupannya sepenuhnya dibantu oleh sporofit. Pembuahan pada tumbuhan berbiji berlangsung pada tempat yang jelas, sehingga tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga disebut sebagai "Phanerogamae" (perkawinannya terlihat).

Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 7 Oktober 2021, pukul 09.49. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Pergiliran keturunan yang fase gametofit lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah pergiliran keturunan pada lumut. Pergiliran keturunan pada lumut yaitu spora - ptotonema - tumbuhan lumut (gametofit) - ovum & sperma - zigot - sporogonium (sporofit) - sporangium - spora. Gametofit lumut berupa tumbuhan lumut itu sendiri, lebih dominan, dapat dilihat sehari-hari dan hidup lebih lama.

Sedangkan sporofit berupa sporogonium, tumbuh di atas gametofit, berwarna hijau serta ridak dapat melakukan fotosintesis. Metagenesis tumbuhan lumut dan paku. Apakah kalian tahu istilah “metagenesis” pada tumbuhan? Metagenesis merupakan salah satu bentuk siklus hidup tumbuhan maupun hewan.

Secara sederhana, Metagenesis adalah suatu proses pergiliran keturunan, dimana terjadi dua cara reproduksi dalam siklus hidupnya melalui fase generative (seksual) dan fase vegetative (aseksual). Setiap generasi mengalami pergiliran keturunan (metagenesis), yaitu mulai dari generasi gametofit (generasi penghasil gamet) ke generasi sporofit (generasi penghasil spora). Adapun hal ini terjadi pada metagenesis tumbuhan paku dan lumut.

Meski sama-sama mengalami proses metagenesis, namun ada perbedaan yang terdapat pada metagenesis tumbuhan paku dan lumut. Metagenesis Lumut Lumut merupakan tumbuhan autotrof fotosintetik, tidak berpembuluh, tetapi sudah memiliki batang dan daun yang jelas dapat diamati meskipun akarnya masih berupa rizoid.

Lumut dianggap sebagai peralihan antara tumbuhan talus ke tumbuhan berkormus karena memiliki ciri talus berupa rizoid dan kormus yang telah menampakan adanya bagian batang dan daun. Dalam metagenesis lumut mengalami dua fase kehidupan yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid).

Pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan perkembangbiakan jantan berupa anteridium dan alat perkembangbiakan betina berupa arkegonium. Daur hidup lumut contohnya terjadi pada lumut daun, dimana generasi gametofit (haploid) merupakan generasi yang dominan, sedangkan generasi sporofitnya lebih kecil dan hidup lebih pendek.

(Baca juga: Mengenal Kingdom Plantae, Ada Apa Saja?) Generasi sporofit (diploid) menghasilkan spora haploid melalui pembelahan meiosis dalam suatu struktur yang disebut spongarium.

Spora yang kecil apabila menyebar dan menemukan tempat yang sesuai akan berkembang menjadi tumbuhan gametofit yang baru. Metagenesis Tumbuhan Paku Tumbuhan paku adalah jenis tumbuhan yang multiseluler eukariotik, berukuran besar dan selnya memiliki organel bermembran. Dapat berfotosintesis menghasilkan glukosa (organisme autotrof), serta sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati, sekaligus memiliki spora.

Seperti halnya lumut, tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis. Gametofitnya dinamakan protalium yang merupakan hasil perkecambahan spora haploid. Bentuk protalium menyerupai jantung, berwarna hijau, melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid dengan ukuran yang kecil. Protalim menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Generasi sporofit berupa tumbuhan paku. Dalam suatu protalium akan dibentuk arkegonium (badan penghasil ovum) dan anteridium (badan penghasil spermatozoid).

Ovum dan spermatozoid dengan media air akan bertemu lalu melebur menjadi zigot. Selanjutnya zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan paku yang merupakan sporofit. Pada daun fertile dibentuk sporangium (kotak spora), di dalamnya terdapat sel induk spora yang akan membelah secara meiosis membentuk spora haploid.

Akhirnya sporangium pecah dan spora-spora keluar. Jika jatuh di tempat yang sesuai spora akan berkecambah membentuk protalium dan siklus hidup berulang kembali. freepik Tumbuhan lumut KOMPAS.com - Metagenesis adalah proses reproduksi tumbuhan yang tidak memiliki biji. Sebagian tumbuhan berkembang biak dengan biji. Pada tumbuhan yang tidak memiliki biji akan bereproduksi dengan metagenesis. Metagenesis disebut juga dengan pergiliran keturunan.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Pergiliran ini maksudnya adalah setiap generasi akan menjadi generasi yang berbeda untuk keperluannya. Terdapat dua macam generasi pada proses metagenesis, yaitu gametofit dan sporofit. Fase gametofit adalah fase untuk menghasilkan gamet atau sel kelamin. Sel ini yang akan melangsungkan reproduksi seksual. Sedangkan proses sporofit adalah untuk menghasilkan spora. Proses ini untuk reproduksi aseksual. Contoh tumbuhan yang mengalami metagenesis adalah tumbuhan paku dan lumut.

Baca juga: Tumbuhan Berbiji Terbuka: Ciri, Klasifikasi, dan Contohnya Walaupun sama-sama tumbuhan yang bermetagenesis, proses yang terjadi pada keduanya berbeda. Berikut perbedaannya kedua prosesnya. Pertama, proses gametofit pada tumbuhan lumut lebih lama dan dominan daripada sporofit. Gametofitnya akan mendukung kehidupan sporofitnya. Sedangkan pada tumbuhan paku, proses yang dominan adalah proses sporofitnya. Gametofit hanya untuk mendukung kehidupan awal sporofit saja.

Kedua, tumbuhan paku yang kita kenal adalah hasil dari pertemuan dua sel kelamin dari tumbuhan itu sendiri. Sedangkan tumbuhan lumut yang tampak adalah berasal dari perkembangan spora secara miosis.

Miosis adalah proses pembelahan yang memungkinkan menghasilkan spora haploid untuk pergiliran keturunan. Baca juga: Tumbuhan Berbiji Tertutup: Ciri, Klasifikasi, dan Contohnya Elo tau kan kalau tumbuhan paku dan lumut itu termasuk dalam tumbuhan peralihan?

Nah, hal tersebut ada hubungannya dengan proses reproduksinya yang bisa terjadi dengan cara haploid dan diploid atau bisa dikenal dengan haplodiplontik. Caranya dengan metagenesis tumbuhan paku dan lumut yang akan dijelaskan di artikel ini.

Tantangan bagi tanaman yang berada di darat adalah mengalami kekeringan dan UV berlebih. Nah, ketika suatu tanaman berada pada keadaan tersebut, maka fase diploidnya akan lebih dominan dibandingkan dengan fase haploidnya. Loh, apa yang dimaksud dengan haploid dan diploid?

Jadi gini, makhluk hidup terdiri dari berbagai sel yang di dalamnya terdapat nukleus atau inti sel. Di dalam inti sel ada yang namanya kromosom. Bentuk kromosom kan kurang lebih seperti ini ya. Kromosom (Dok. Nara Getarchive) Nah, kromosom pada gambar di atas selalu berpasang-pasangan, iya kan? Artinya, kromosom itu diploid. Jadi, apa yang dimaksud dengan diploid? Kalau kita artikan masing-masing, “di” artinya dua dan “ploid” artinya set. Sehingga, pengertian diploid (2n) adalah sebutan untuk sel atau individu dengan dua set genom.

Artinya, haploid (n) itu yang selnya nggak berpasangan alias satu set aja. Jelas ya sampai sini mengenai pengertian haploid dan diploid? Perbedaan haploid dan diploid juga udah jelas ya? Intinya kalau yang selnya berpasangan itu bernama diploid, sedangkan yang selnya hanya satu atau udah terpisah bernama haploid. Baca Juga: Substansi Genetika dan Istilahnya – Materi Biologi Kelas 12 Oke, kita udah punya tabungan istilah mengenai haploid dan diploid.

Sekarang balik lagi ke skema tumbuhan di darat dan di perairan. Perhatikan skema di bawah ini! Skema plantae di darat dan perairan (Arsip Zenius) Elo lihat urutan nomor pada gambar di pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Nomor 1 merupakan tumbuhan yang berada di perairan, 2 untuk tumbuhan peralihan (paku dan lumut), dan 3 untuk tumbuhan terestrial. Untuk tumbuhan yang hidup di perairan contohnya ada alga. Mereka akan melakukan fertilisasi eksternal.

Sedangkan, untuk tumbuhan yang di darat atau terestrial akan melakukan fertilisasi internal. Lalu, apa hubungannya dengan poin yang akan kita bahas kali ini tentang metagenesis? Dalam biologi, kita mengenal metagenesis sebagai pergiliran keturunan atau pergantian generasi. Ada pergantian fase seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit) dalam siklus hidup suatu organisme. Jadi, setiap generasi bisa berbeda tergantung dengan kebutuhannya saat itu.

Untuk tumbuhan yang hidup di perairan, fase dominannya adalah gametofit atau secara seksual.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Dari namanya aja “gamet” yang merupakan sel kelamin dan “fito” yang artinya tumbuhan. Sedangkan, untuk tumbuhan terestrial fase dominan terjadi dengan sporofit, yaitu “sporo” dari kata spora dan “fito” tumbuhan, jadi dilakukan secara aseksual. Elo ingat-ingat aja bahwa semakin ke darat, maka tumbuhan akan mengalami fase sporofit.

Nah, antara tumbuhan perairan dan daratan, ada yang namanya tumbuhan peralihan (di antaranya), yaitu tumbuhan paku dan lumut. Sehingga, tumbuhan paku dan lumut akan mengalami fase gametofit dan sporofit yang seimbang, sehingga ada yang namanya metagenesis. Baca Juga: Berkenalan Dengan Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Meskipun kedua tumbuhan ini sama-sama melakukan metagenesis, tapi keduanya memiliki perbedaan selama prosesnya. Apa aja sih perbedaan metagenesis lumut dan paku? • Pada tumbuhan lumut, proses gametofitnya lebih lama dan dominan dibandingkan dengan sporofit.

Gametofitnyalah yang akan mendukung kehidupan sporofit. • Sebaliknya, pada tumbuhan paku, proses sporofit lebih dominan daripada gametofit. Jadi, gametofit hanya untuk mendukung kehidupan awal bagi sporofit. • Tumbuhan paku merupakan hasil pertemuan dua sel kelamin dari tumbuhan itu sendiri. Sedangkan pada tumbuhan lumut merupakan hasil perkembangan spora secara pembelahan meiosis. • Tumbuhan paku menghasilkan spora dalam bentuk dan ukuran yang berbeda (mikrospora dan makrospora).

Sedangkan lumut nggak menghasilkan spora yang berbeda. • Spora dari tumbuhan paku akan bergerak hogroskopik hingga kotak spora pecah dan menyebar dengan bantuan angin.

Sedangkan lumut akan berkembang secara aseksual dengan membentuk tunas dan fragmen talus. Skema metagenesis lumut dan paku bisa elo lihat pada gambar di bawah ini. Skema metagenesis paku dan lumut (Arsip Zenius) Jadi, ada pergerakan dari tumbuhan akuatik (perairan) ke tumbuhan terestrial, yaitu dominan fase gametofit menjadi sporofit.

Pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan elo yang mau tau lebih detail penjelasan dari skema di atas bisa langsung meluncur ke video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini ya. Gimana, udah paham kan sama uraian di atas? Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo setelah membaca uraian di atas, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Soal 1 Pada metagenesis tumbuhan, yang menghasilkan sel sperma dan ovum adalah …. a.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Sporofit b. Gametofit c. Sporofit dan gametofit bersamaan d. Sporofit dan gametofit bergantian e. Tidak ada jawaban yang benar Jawab: b. Gametofit Pembahasan: Dari namanya aja udah jelas ya, kalau “gamet” itu sel kelamin dan “fito” atau “phyto” artinya tumbuhan. Gametofit ini menghasilkan pollen dan ovula yang setara dengan sperma dan ovum pada hewan. Contoh Soal 2 Berikut ini merupakan pernyataan yang salah terkait perbandingan antara gamet dan spora, yaitu ….

a. Spora dihasilkan oleh sporofit, sedangkan gamet dihasilkan oleh gametofit b. Spora bersifat multiseluler, sedangkan gamet bersifat uniseluler c. Gamet memiliki dua bentuk sel yang berbeda, sedangkan spora nggak d.

Baik spora dan gamet sama-sama bersifat haploid e. Gamet dan spora dihasilkan pada fase metagenesis yang berbeda Jawab: b. Spora bersifat multiseluler, sedangkan gamet bersifat uniseluler Pembahasan: Baik spora dan gamet sama-sama merupakan sel tunggal reproduktif yang digunakan untuk berkembangbiak. Bedanya, pada spora nggak ada jenis kelamin atau bentuk yang berbeda. Jadi, bisa dibilang bahwa spora itu relatif sama semua.

***** Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang metagenesis tumbuhan paku dan lumut? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!

Baca Juga: Karakteristik Bioma Beserta Jenis dan Contohnya – Materi Biologi Kelas 10
Hai Falco kakak bantu jawab ya Jawabannya adalah E.

Kita bahas bersama yuk Lumut atau Bryophyta merupakan tumbuhan yang belum memiliki akar sejati. Lumut memiliki pergiliran keturunan yang generasi dominannya adalah generasi gametofit. Hal ini dikarenakan generasi gametofitnya hidup lebih lama daripada generasi sporofitnya.

pergiliran keturunan yang fase gametofitnya lebih dominan dibandingkan fase sporofit adalah tumbuhan

Pergiliran keturunan lumut terdiri atas: 1. Spora akan tumbuh menjadi protonema atau tumbuhan lumut muda. 2. Protonema akan tumbuh menjadi generasi gametofit berupa tumut dewasa. 3. Lumut akan melakukan pembelahan secara meiosis menghasilkan anteridium (penghasil gamet jantan) dan arkegonium (penghasil gamet betina). 4. Anteridium akan menghasilkan sperma dan arkegonium akan menghasilkan ovum 5. Terjadi fertilisasi antara ovum dan sperma menghasilkan zygot 6. Zygot akan tumbuh menjadi generasi sporofit.

7. Generasi sporofit akan menghasilkan sporangium. 8. Spora yang sudah matang di dalam sporangium akan jatuh dan membentuk protonema. Semoga jawabannya membantu ya.

TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU (PLANTAE PART 2)




2022 www.videocon.com