Ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

RADARPAPUA.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) resmi melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Ubedillah mengaku heran terhadap laporan Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer alias Noel itu. “Hal yang dilaporkan Noel itu delik aduan, mestinya yang melaporkan itu korban. Entah Noel ini korban apa ya? Saya tidak pernah berinteraksi dengan Noel sama sekali, kok bisa jadi korban?” kata Ubedillah dalam keterangannya, Sabtu (15/1/2022), sebagaimana dilansir dari detikcom.

Ubedillah menekankan dirinya melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Dia menyebut Noel tidak ada kaitannya sama sekali terkait laporan tersebut. Baca Juga : Proyek Formula E yang Dilapor ke KPK Malah Dipuji Jokowi Lebih lanjut Ubedillah menyebut dirinya melaporkan terkait dugaan korupsi dan TPPU terhadap Gibran dan Kaesang atas dasar Tap MPR No XI Tahun 1998 terkait penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Dia berpendapat apa yang dilakukannya dilindungi oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban, sehingga tak dapat dituntut balik. “Saya menjalankan itu sesuai spirit reformasi 1998. Kebetulan saya adalah aktivis 1998, terpanggil untuk bertanggung jawab secara moral memilih langkah hukum ini.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Maka langkah ini dijamin oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bahwa sebagai pelapor dilindungi dan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata,” ujarnya. Ubedillah memastikan tidak akan mundur terkait laporannya tersebut. “Saya akan terus melangkah melalui cara yang baik ini demi masa depan pemerintahan yang lebih baik,” imbuhnya.

RADARPAPUA.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) resmi melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Ubedillah mengaku heran terhadap laporan Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer alias Noel itu. “Hal yang dilaporkan Noel itu delik aduan, mestinya yang melaporkan itu korban. Entah Noel ini korban apa ya? Saya tidak pernah berinteraksi dengan Noel sama sekali, kok bisa jadi korban?” kata Ubedillah dalam keterangannya, Sabtu (15/1/2022), sebagaimana dilansir dari detikcom.

Ubedillah menekankan dirinya melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Dia menyebut Noel tidak ada kaitannya sama sekali terkait laporan tersebut. Baca Juga : MUI Haramkan Ucap Selamat Natal, Ruhut: Emang Gua Pikirin, Rakyat Tetap. Lebih lanjut Ubedillah menyebut dirinya melaporkan terkait dugaan korupsi dan TPPU terhadap Gibran dan Kaesang atas dasar Tap MPR No XI Tahun 1998 terkait penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Dia berpendapat apa yang dilakukannya dilindungi oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban, sehingga tak dapat dituntut balik. “Saya menjalankan itu sesuai spirit reformasi 1998. Kebetulan saya adalah aktivis 1998, terpanggil untuk bertanggung jawab secara moral memilih langkah hukum ini. Maka langkah ini dijamin oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bahwa sebagai pelapor dilindungi dan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata,” ujarnya.

Ubedillah memastikan tidak akan mundur terkait laporannya tersebut. “Saya akan terus melangkah melalui cara yang baik ini demi masa depan pemerintahan yang lebih baik,” imbuhnya.

BENTENGSUMBAR.COM – Relawan Jokowi Mania (JoMan) resmi melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Ubedillah mengaku heran terhadap laporan Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer alias Noel itu. Lebih lanjut Ubedillah menyebut dirinya melaporkan terkait dugaan korupsi dan TPPU terhadap Gibran dan Kaesang atas dasar Tap MPR No XI Tahun 1998 terkait penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN.

Dia berpendapat apa yang dilakukannya dilindungi oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban, sehingga tak dapat dituntut balik. “Saya menjalankan itu sesuai spirit reformasi 1998. Kebetulan saya adalah aktivis 1998, terpanggil untuk bertanggung jawab secara moral memilih langkah hukum ini. Maka langkah ini dijamin oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Bahwa sebagai pelapor dilindungi dan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata,” ujarnya. “Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu.

Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP. Dengan bunyinya ‘barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun’,” kata Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

“Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik,” tuturnya. ( Manadopost)
Solo - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menanggapi rencana relawan Jokowi Mania (JoMan) melaporkan balik dosen UNJ Ubedillah Badrun.

Gibran justru meminta JoMan mengurungkan niatnya. " Tekne wae (biarkan saja). (Ubedillah Badrun) Lapor tidak ada buktinya kok, tidak usah laporkan balik.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Saya tidak merasa tercemar," kata Gibran di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, Banjarsari, Solo, Jumat (14/1/2022). Menurutnya lebih baik untuk fokus bekerja daripada mengurusi pelaporan tersebut. Gibran juga menegaskan tidak menyiapkan langkah hukum untuk melawan Ubedillah Badrun. Baca juga: Ubedillah Heran Bakal Dipolisikan JoMan Gegara Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK Diberitakan sebelumnya, Relawan Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, ke Polda Metro Jaya.

JoMan menilai Ubedilah telah menyebarkan fitnah dan manipulasi terkait pelaporan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

"Kalau hanya untuk mencari popularitas atas dasar laporan hoax saja, tapi tak mau tanggung jawab ya repot. Dia harus berani pikul beban itu.

Berani tidak di pengadilan Ubed tanggung jawab," kata kata Ketua Umum JoMan, Imanuel Ebenezer, kepada wartawan, hari ini. Pria yang akrab disapa Noel itu menilai Ubedillah membuat laporan 'pesanan' terhadap kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Dia menyebut Ubedillah harus bertanggung jawab. Baca juga: Gibran Sebut Omicron Sudah Pasti Akan Masuk Solo: Harus Siap!

"Ini hanya pesanan saja. Makanya kita laporkan ke Polda. Dia harus tanggung jawab. Kalau perlu dengan bosnya si politisi hitam juga harus dipanggil juga," ucap Noel. Noel yang juga Ketua ikatan aktivis 98 itu, meyakini nanti polisi bisa menelusuri siapa yang memberikan 'pesanan' tersebut. Noel meminta dosen tak asal bicara. "Pasti omong lah itu. Pokoknya dalangnya juga harus diseret.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Masak dosen melantur bicaranya," tandas Noel. Simak Video: Respons KPK atas Pelaporan Gibran-Kaesang: Kami Tak Melihat Bapaknya Siapa [Gambas:Video 20detik] (sip/aku) Untuk diketahui, Relawan JoMan resmi melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah Badrun dilaporkan atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. “Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP.

Dengan bunyinya ‘barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun’,” kata Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Laporan itu kini telah terdaftar di Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022. Laporan kepada Ubedillah Badrun itu merujuk pada saat dosen UNJ itu melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK. JoMan menilai laporan dari Ubedillah Badrun hanya hoaks semata.

“Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” katanya.

Sejumlah bukti telah diserahkan pelapor kepada penyidik. Pelapor kini menyerahkan proses penyelidikan kasus itu kepada penyidik. “Barang buktinya rekaman video kemudian durasi saat dia sampaikan dan itu jadi bukti-bukti kami sampaikan ke penyidik,” jelas Noel.

Noel menyebut berpeluang mencabut laporannya terhadap Ubedillah. Dia bakal mencabut laporan jika Ubedillah Badrun melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. “Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik,” tuturnya.

( detikcom) Untuk diketahui, Relawan JoMan resmi melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah Badrun dilaporkan atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk dan Kaesang Pangarep. “Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP.

Dengan bunyinya ‘barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun’,” kata Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Laporan itu kini telah terdaftar di Ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022.

Laporan kepada Ubedillah Badrun itu merujuk pada saat dosen UNJ itu melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

JoMan menilai laporan dari Ubedillah Badrun hanya hoaks semata. “Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” katanya.

Sejumlah bukti telah diserahkan pelapor kepada penyidik. Pelapor kini menyerahkan proses penyelidikan kasus itu kepada penyidik. “Barang buktinya rekaman video kemudian durasi saat dia sampaikan dan itu jadi bukti-bukti kami sampaikan ke penyidik,” jelas Noel.

Noel menyebut berpeluang mencabut laporannya terhadap Ubedillah. Dia bakal mencabut laporan jika Ubedillah Badrun melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. “Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik,” tuturnya.

( detikcom)
Ubedillah Heran Bakal Dipolisikan JoMan Gegara Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK Otoritasnews.id - Relawan Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah heran dan mempertanyakan apa maksud pelaporan tersebut.

"Isi laporan dia apa, tentang apa? Iya apa, pake data apa? Laporannya laporan apa? Kan saya harus lihat apa yang dilaporkan dulu," kata Ubedillah saat dihubungi, Jumat (14/1/2022). Ubedillah pun mempertanyakan apa yang akan dilaporkan JoMan terhadap dirinya. Dia mengaku enggan berkomentar lebih jauh lantaran rencana laporan JoMan tersebut belum jelas. "Iya coba dibaca deh, itu yang dia laporkan apa? Supaya saya komentar juga nggak kemana-mana, akan saya jawab kalau dia sudah jelas nanti laporannya apa isinya apa baru saya komentar," ucapnya.

Ubedillah juga bakal menunggu terkait rencana pelaporan JoMan terhadap dirinya. Dia pun meminta agar JoMan menjelaskan maksudnya melaporkan dirinya ke polisi gegara melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK. "Iya, isinya apa laporannya, coba tanya sama dia yang dilaporkan apanya," tuturnya.

Untuk diketahui, Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, siang ini ke Polda Metro Jaya. Mereka dijadwalkan tiba pukul 13.00 WIB. JoMan menilai Ubedilah telah menyebarkan fitnah dan manipulasi terkait pelaporan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK. "Kalau hanya untuk mencari popularitas atas dasar laporan hoax saja, tapi tak mau tanggung jawab ya repot.

Dia harus berani pikul beban itu. Berani tidak di pengadilan Ubed tanggung jawab," kata kata Ketua Umum JoMan, Imanuel Ebenezer kepada wartawan, Jumat (13/1/2022). Pria yang akrab disapa Noel itu menilai Ubedillah membuat laporan 'pesanan' terhadap kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Dia menyebut Ubedillah harus bertanggung jawab. "Ini hanya pesanan saja. Makanya kita laporkan ke Polda.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Dia harus tanggung jawab. Kalau perlu dengan bosnya si politisi hitam juga harus dipanggil juga," ucap Noel. Noel yang juga Ketua ikatan aktivis 98 itu, meyakini nanti polisi bisa menelusuri siapa yang memberikan 'pesanan' tersebut.

Noel meminta dosen tak asal bicara. "Pasti omong lah itu. Pokoknya dalangnya juga harus diseret. Masak dosen ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk bicaranya," tandas Noel. Diberitakan sebelumnya, dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK. Dalam laporannya, Ubedillah juga menyebut dirinya sebagai aktivis mahasiswa reformasi '98. Selain itu, Ubedillah menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu. Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya.

[detik] Berita Terpopuler • Pasar Ngadiluwih Kediri Terbakar, Sejumlah Lapak Rata Dengan. • Budaya Lengkeng Trebung Yang Musnah • Disambangi Prabowo Subianto, Kiai Sepuh Ponpes Buntet Titipk. • Media Intelijen Projamin Semakin Menaikkan Extabilitas Proj.

• Mou Dewan Pers & Polri Resmi Diterbitkan Sebagai Pedoman Pel. • Saudi: Musim Umrah Untuk Jemaah Asing Berakhir 31 Mei • Brigade Dan Srikandi Pekat Ib Ambon Berbagi Takjil
Jakarta - Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi ( HMI MPO) pimpinan Affandi Ismail mendukung langkah dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Mereka juga mendukung KPK segera menindaklanjuti laporan Ubedillah. "Kami mendukung penuh langkah hukum yang dilakukan oleh Ubedilah Badrun, yaitu dengan melaporkan anak Presiden, Gibran dan Kaesang, atas dugaan KKN untuk memastikan komitmen dalam pemberantasan korupsi dan demi tegaknya hukum di negeri ini," kata Ketua Umum PB HMI MPO Affandi Ismail Hasan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Ubedillah Heran Bakal Dipolisikan JoMan Gegara Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK Menurut Affandi, justru ini adalah momentum KPK untuk tegak kembali di tengah terpaan kritik. HMI MPO akan membantu mengawal kerja-kerja KPK. Organisasi kemahasiswaan itu berharap proses laporan Ubedillah bisa transparan sehingga dapat dikawal publik. "Menurut saya, laporan dugaan TPPU yang berkaitan KKN yang menyeret anak Presiden bisa ditangani KPK secara cepat, tepat, dan transparan," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LBHMI) PB HMI Muhammad Aldiyat Syam Husain.

Baca juga: JoMan Akan Polisikan Ubedillah Badrun yang Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK Diberitakan sebelumnya, dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Dalam laporannya, Ubedillah juga menyebut dirinya sebagai aktivis mahasiswa reformasi '98. Selain itu, Ubedillah menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu.

Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya.

Baca juga: Pesan Legislator ke Pimpinan KPK yang Tak Pandang Bapak Gibran-Kaesang Lantas, di sisi lain, grup bisnis itu disebut Ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk mengucurkan investasi ke perusahaan yang dimiliki Kaesang dan Gibran. Ubedillah pun mengaitkan antara urusan bisnis itu dengan perkara perusahaan yang pengusutan hukumnya tidak jelas karena adanya konflik kepentingan atau conflict of interest. Selain itu, dia mengaitkan dengan sosok yang berkaitan dengan grup bisnis itu yang menjadi duta besar RI.

(dnu/aik)DEMOCRAZY.ID - Relawan Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah heran dan mempertanyakan apa maksud pelaporan tersebut. "Isi laporan dia apa, tentang apa?

Iya apa, pake data apa? Laporannya laporan apa? Kan saya harus lihat apa yang dilaporkan dulu," kata Ubedillah saat dihubungi, Jumat (14/1/2022). Ubedillah pun mempertanyakan apa yang akan dilaporkan JoMan terhadap dirinya.

Dia mengaku enggan berkomentar lebih jauh lantaran rencana laporan JoMan tersebut belum jelas. "Iya coba dibaca deh, itu yang dia laporkan apa? Supaya saya komentar juga nggak kemana-mana, akan saya jawab kalau dia sudah jelas nanti laporannya apa isinya apa baru saya komentar," ucapnya. Ubedillah juga bakal menunggu terkait rencana pelaporan JoMan terhadap dirinya.

Dia pun meminta agar JoMan menjelaskan maksudnya melaporkan dirinya ke polisi gegara melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK. "Iya, isinya apa laporannya, coba tanya sama dia yang dilaporkan apanya," tuturnya. Untuk diketahui, Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, siang ini ke Polda Metro Jaya.

Mereka dijadwalkan tiba pukul 13.00 WIB. JoMan menilai Ubedilah telah menyebarkan fitnah dan manipulasi terkait pelaporan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK. "Kalau hanya untuk mencari popularitas atas dasar laporan hoax saja, tapi tak mau tanggung jawab ya repot.

Dia harus berani pikul beban itu. Berani tidak di pengadilan Ubed tanggung jawab," kata kata Ketua Umum JoMan, Imanuel Ebenezer kepada wartawan, Jumat (13/1/2022). Pria yang akrab disapa Noel itu menilai Ubedillah membuat laporan 'pesanan' terhadap kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Dia menyebut Ubedillah harus bertanggung jawab.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

"Ini hanya pesanan saja. Makanya kita laporkan ke Polda. Dia harus tanggung jawab. Kalau perlu dengan bosnya si politisi hitam juga harus dipanggil juga," ucap Noel. Noel yang juga Ketua ikatan aktivis 98 itu, meyakini nanti polisi bisa menelusuri siapa yang memberikan 'pesanan' tersebut.

Noel meminta dosen tak asal bicara. "Pasti omong lah itu.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Pokoknya dalangnya juga harus diseret. Masak dosen melantur bicaranya," tandas Noel. Diberitakan sebelumnya, dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK. Dalam laporannya, Ubedillah juga menyebut dirinya sebagai aktivis mahasiswa reformasi '98.

Selain itu, Ubedillah menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu. Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya. [ Democrazy/ dtk]
BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Ubedillah Badrun heran dengan langkah Relawan Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Dan apa maksud dari pelaporan itu? "Isi laporan dia apa, tentang apa? Iya apa, pake data apa? Laporannya laporan apa? Kan saya harus lihat apa yang dilaporkan dulu," kata Ubedillah saat dihubungi, Jumat (14/1/2022). Ubedillah pun mempertanyakan apa yang akan dilaporkan JoMan terhadap dirinya. Dia mengaku enggan berkomentar lebih jauh lantaran rencana laporan JoMan tersebut belum jelas. "Iya coba dibaca deh, itu yang dia laporkan apa?

Supaya saya komentar juga nggak kemana-mana, akan saya jawab kalau dia sudah jelas nanti laporannya apa isinya apa baru saya komentar," ucapnya. Ubedillah juga bakal menunggu terkait rencana pelaporan JoMan terhadap dirinya. Dia pun meminta agar JoMan menjelaskan maksudnya melaporkan dirinya ke polisi gegara melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK. "Iya, isinya apa laporannya, coba tanya sama dia yang dilaporkan apanya," tuturnya.

Untuk diketahui, Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, siang ini ke Polda Metro Jaya. Mereka dijadwalkan tiba pukul 13.00 WIB. JoMan menilai Ubedilah telah menyebarkan fitnah dan manipulasi terkait pelaporan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

"Kalau hanya untuk mencari popularitas atas dasar laporan hoax saja, tapi tak mau tanggung jawab ya repot. Dia harus berani pikul beban itu. Berani tidak di pengadilan Ubed tanggung jawab," kata kata Ketua Umum JoMan, Imanuel Ebenezer kepada wartawan, Jumat (13/1/2022). Pria yang akrab disapa Noel itu menilai Ubedillah membuat laporan 'pesanan' terhadap kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Dia menyebut Ubedillah harus bertanggung jawab. "Ini hanya pesanan saja. Makanya kita laporkan ke Polda.

Dia harus tanggung jawab. Kalau perlu dengan bosnya si politisi hitam juga harus dipanggil juga," ucap Noel. Noel yang juga Ketua ikatan aktivis 98 itu, meyakini nanti polisi bisa menelusuri siapa yang memberikan 'pesanan' tersebut.

Noel meminta dosen tak asal bicara. "Pasti omong lah itu. Pokoknya dalangnya juga harus diseret.

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Masak dosen melantur bicaranya," tandas Noel. Diberitakan sebelumnya, dosen UNJ Ubedillah Badrun melaporkan Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep ke KPK. Dalam laporannya, Ubedillah juga menyebut dirinya sebagai aktivis mahasiswa reformasi '98. Selain itu, Ubedillah menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu.

Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya Sumber: detikcom Editor: Ari
Jakarta - Relawan Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya.

Ubedillah heran dan mempertanyakan apa maksud pelaporan tersebut. "Isi laporan dia apa, tentang apa? Iya apa, pake data apa? Laporannya laporan apa? Kan saya harus lihat apa yang dilaporkan dulu," kata Ubedillah saat dihubungi, Jumat (14/1/2022). "Iya coba dibaca deh, itu yang dia laporkan apa?

ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk

Supaya saya komentar juga nggak kemana-mana, akan saya jawab kalau dia sudah jelas nanti laporannya apa isinya apa baru saya komentar," ucapnya. Ubedillah juga bakal menunggu terkait rencana pelaporan JoMan terhadap dirinya. Dia pun meminta agar JoMan menjelaskan maksudnya melaporkan dirinya ke polisi gegara melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK. "Iya, isinya apa laporannya, coba tanya sama dia yang dilaporkan apanya," tuturnya.

Untuk diketahui, Jokowi Mania (JoMan) bakal melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, siang ini ke Polda Metro Jaya. Mereka dijadwalkan tiba pukul 13.00 WIB. Simak selengkapnya alasan JoMan laporkan Ubedillah Badrun ke polisi di halaman berikutnya. Simak Video: Respons KPK atas Pelaporan Gibran-Kaesang: Kami Tak Melihat Bapaknya Siapa [Gambas:Video 20detik]
Tanggapan Ubedillah Badrun Ubedillah Badrun buka suara soal laporan JoMan ini. Ubedillah mempertanyakan dasar pelaporan JoMan ke polisi.

"Isi laporan dia apa, tentang apa? Iya apa, pake data apa? Laporannya laporan apa? Kan saya harus lihat apa yang dilaporkan dulu," kata Ubedillah saat dihubungi, Jumat (14/1).

Ubedillah pun mempertanyakan apa yang akan dilaporkan JoMan terhadap dirinya. Dia mengaku enggan berkomentar lebih jauh lantaran rencana laporan JoMan tersebut belum jelas. "Iya coba dibaca deh, itu yang dia laporkan apa? Supaya saya komentar juga nggak kemana-mana, akan saya jawab kalau dia sudah jelas nanti laporannya apa isinya apa baru saya komentar," ucapnya. Seperti diketahui, Ubedillah Badrun melaporkan dua putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

Ubedilah melapor ke KPK dengan klaim dugaan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) relasi bisnis Gibran dan Kaesang dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan. Baca juga: Ubedillah Heran Bakal Dipolisikan JoMan Gegara Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK Ubedillah turut menyertakan dokumen yang memaparkan dugaannya itu.

Dia menghubungkan tentang adanya perusahaan PT BMH yang dimiliki grup bisnis PT SM terjerat kasus kebakaran hutan tetapi kasusnya tidak jelas penanganannya. Lantas di sisi lain grup bisnis itu disebut Ubedillah mengucurkan investasi ke perusahaan yang dimiliki Kaesang dan Gibran.

Ubedillah pun mengaitkan antara urusan bisnis itu dan perkara perusahaan yang pengusutan hukumnya tidak jelas karena adanya konflik kepentingan atau conflict of interest. Selain itu, dia mengaitkan dengan sosok yang berkaitan dengan grup bisnis itu yang menjadi duta besar RI. Tanggapan Gibran soal Laporan JoMan Gibran Rakabuming Raka yang juga Wali Kota Solo telah menanggapi laporan JoMan terhadap dosen Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun.

Gibran justru meminta JoMan mengurungkan niatnya. " Tekne wae (biarkan saja). (Ubedillah Badrun) Lapor tidak ada buktinya kok, tidak usah laporkan balik. Saya tidak merasa tercemar," kata Gibran di Ubedillah heran bakal dipolisikan joman gegara laporkan gibran-kaesang ke kpk Ibu Fatmawati Soekarno, Banjarsari, Solo, Jumat (14/1). Menurutnya lebih baik untuk fokus bekerja daripada mengurusi pelaporan tersebut.

Gibran juga menegaskan tidak menyiapkan langkah hukum untuk melawan Ubedillah Badrun. "Fokus nyambut gawe (fokus bekerja), tidak menyiapkan langkah selanjutnya, koyo ra duwe gawean wae (seperti nggak punya kerjaan saja), sibuk," ujar dia.

Pelaporan Dua Putra Presiden ke KPK, Ketua Umum Relawan Joman: Ancam Lapor Balik Ubedilah Jika Hoax




2022 www.videocon.com