Pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Jawaban: sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 itu pun berlangsung dengan lancar dan menghasilkan keputusan sebagai berikut: Mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Undang-Undang Dasar 1945. Memilih Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil presiden. Penjelasan: maaf kalo salah ya : ) .

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Cr : Goggle tirto.id - Republik Indonesia lahir dari kesepakatan orang-orang dengan pandangan hidup dan cita-cita politik berbeda bahkan terkadang bertentangan. Pada 18 Agustus 1945, tepat hari ini 75 tahun lalu, dua puluh tujuh orang anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dari berbagai kepulauan, termasuk keturunan Tionghoa, Arab, dan Belanda, berkumpul di gedung Chuo Sangi In (sebelumnya gedung Volksraad).

Mereka mengadakan musyawarah untuk mengesahkan konstitusi negara baru yang baru satu hari diproklamasikan. Sebelumnya, ada hari-hari panjang yang telah mereka lewati dalam perdebatan sengit dan tajam mewakili nilai, norma, pandangan hidup, dan ideologi politik masing-masing.

Titik tolaknya dimulai sejak 29 Mei sampai 1 Juni 1945 ketika Sukarno menyampaikan pidato tentang Pancasila sebagai philosophische grondslag (landasan falsafah) bagi negara Indonesia merdeka. 18 Agustus 1945 menjadi klimaks dari seluruh rangkaian peristiwa.

Sebagai ketua sidang, ia menyadari bahwa setiap hadirin memiliki cara pandang dan pemikiran politik berbeda yang melandasi perdebatan mereka. Baca juga: Sejarah Hari Lahir Pancasila: Peran BPUPKI dan PPKI Sukarno membuka rapat yang dimulai tepat pukul 11.30 dengan meminta yang hadir untuk membahas persoalan dengan “ketjepatan kilat” dan tidak tenggelam dalam “kehendak jang ketjil-ketjil tetapi menuruti garis-besar sadja jang mengandung sedjarah”.

Seperti diharapkan, pembahasan pokok sidang hari itu selesai kurang dari dua jam, sesuai dengan harapan Sukarno. Keputusan paling pentingnya: mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional negara republik yang baru. Sidang-sidang selanjutnya dilanjutkan pada sore hari dengan hal teknis terkait pemilihan presiden dan wakil presiden. Mereka juga memutuskan pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bertindak sebagai parlemen sementara bagi Republik Indonesia.

Sidang itu adalah peluit panjang pemberangkatan kereta sejarah republik yang baru. Dua puluh tujuh orang yang hadir di gedung itu adalah penumpang pertama yang membuka “pintu gerbang” menuju cita-cita ideal emansipasi warga negara republik.

Tidak ada stasiun akhir kereta itu. Setiap generasi sebagai penumpang berikutnya memiliki hak yang sama untuk melihat arah perjalanan mereka dengan cara baru sesuai laku zamannya. Baca juga: Sidang Pertama PPKI dan Detik-Detik Pengesahan Undang Undang Dasar Kesepakatan Pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah Setiap negara di dunia memiliki kisah sendiri tentang kesepakatan agung dalam sejarahnya.

Inggris melahirkan Magna Carta pada abad ke-13 dan Amerika Serikat menghasilkan konstitusi pada 1776. Di sisi lain, kebuntuan menciptakan kesepakatan agung dalam kehidupan bernegara membuka jalan bagi penyelesaian lain yang bersifat revolusioner seperti yang terjadi di Perancis (1789) dan Rusia (1918). Kereta sejarah hanya mengenal dua jalur tersebut dalam perjalanannya.

18 Agustus 1945 memiliki kesejajaran sejarah dengan pengalaman setiap negara dalam melahirkan kesepakatan agung tersebut. UUD 1945 memiliki arti penting karena ia memengaruhi kehidupan rakyat banyak. Namun, lebih penting lagi, karena ia juga mewakili bagaimana orang-orang Indonesia memandang diri sendiri dan dunia luarnya.

Kita bisa membayangkan apabila para pemimpin politik Islam menolak kompromi mengubah beberapa penggal kalimat yang tercantum dalam konstitusi Republik—kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta.

Bisa jadi kita akan mendapatkan wajah Indonesia yang berbeda dengan yang kita kenal sekarang. Atau Indonesia sebagai sebuah komunitas politik memang tidak pernah lahir sama sekali. Kemungkinan seperti itu bisa saja terjadi mengingat republik yang baru lahir segera menghadapi ancaman militer dari Sekutu dan Belanda yang datang pada akhir September 1945. Infografik Mozaik Jejak sukarno dalam piagam jakarta. tirto.id/Nauval Persoalannya adalah apakah mentalitas yang pernah melahirkan kesepakatan agung tersebut terus bertahan sepanjang zaman?

Ada pepatah lama negeri Tiongkok yang menyatakan kekayaan tidak bertahan sampai generasi ketiga. Generasi pertama menciptakan kekayaan. Generasi kedua mengembangkannya. Generasi ketiga menghabiskannya.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Setelah 75 tahun kemerdekaan Indonesia, pertanyaan yang sama pun muncul: Apakah kutukan generasi ketiga berlaku juga dalam perjalanan sebuah negara-bangsa? Kemerdekaan Indonesia memang telah menciptakan putaran jam yang tidak lagi bisa ditarik mundur.

Semua orang Indonesia dewasa sepertinya tidak dapat membayangkan untuk mengundang penguasa kolonial lama kembali berkuasa. Menempatkan lagi Ratu Belanda atau Tenno Heika sebagai junjungan tertinggi negeri ini sudah pasti berada di luar bayangan banyak orang. Namun, bagaimana mengorganisasi kehidupan bersama dalam sebuah republik adalah persoalan lain.

Kita telah melihatnya dalam beragam peristiwa, seperti tergambar pada gerakan separatisme yang mewakili rasa tidak puas satu kelompok terkait cara bagaimana kehidupan bersama diatur. Baca juga: Christian Soumokil dan RMS: Sejarah Pelik Separatisme Maluku Yang Abadi Hanya Perubahan Kehidupan politik Indonesia masa kini sepertinya membenarkan peribahasa Tiongkok lama tentang pudarnya kejayaan keluarga dalam waktu tiga generasi. Kompromi di kalangan pemimpin politik sekadar mengatur berapa banyak pundi kekayaan bertambah dan kursi kekuasaan bertahan.

Meminjam pernyataan Sukarno dalam pidatonya pada 18 Agustus 1945, dengan cara berbeda, sekarang ini memang kita hidup dalam "kehendak jang ketjil-ketjil" dan melupakan "garis-besar jang mengandung sedjarah". Mengatakan bahwa Indonesia akan abadi selamanya adalah seperti mengulang sejarah lama orang-orang Romawi yang menganggap imperium mereka akan terus bertahan selamanya.

Sekarang semua kejayaan itu tinggal puing-puing dan sekadar hidup dalam drama Hollywood yang mengemasnya sebagai barang dagangan. Diktum klasik ini memang benar: yang abadi hanyalah perubahan.

========== Andi Achdian adalah sejarawan dan pengajar di Universitas Nasional. Menyelesaikan doktor ilmu sejarah di Universitas Indonesia dengan disertasi tentang ras, kelas, dan bangsa dalam politik antikolonial di Surabaya awal abad ke-20.
Hasil sidang PPKI 1, 2, 3 – PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah badan khusus yang dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Tugas-tugas PPKI memang untuk melakukan persiapan kemerdekaan. Wujudnya bisa dilihat dari hasil sidang PPKI yang menghasilkan berbagai keputusan, seperti mengesahkan UUD 1945 dan membentuk komite nasional. Awalnya PPKI dibentuk sebagai pengganti dari BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang dibubarkan karena dianggap sudah menyelesaikan tugasnya.

Dalam bahasa Jepang, PPKI disebut Dokuritsu Junbi Iinkai. Umumnya tugas PPKI yang paling utama adalah untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno, sedangkan wakil ketuanya adalah Drs. Mohammad Hatta. Terdapat 21 anggota awal PPKI yang kemudian bertambah 6 anggota lagi, sehingga total ada 27 anggota yang bergabung dengan PPKI.

Di antara anggota PPKI juga meliputi Achmad Soebardjo, Otto Iskandardinata, Dr. Soepomo dan Radjiman Widyodiningrat. Usai pembacaan teks proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, PPKI melaksanakan sidang di hari berikutnya. Sidang PPKI dilaksanakan sebanyak 3 kali yakni: • Sidang pertama PPKI dilaksanakan tanggal 18 Agustus 1945 • Sidang kedua PPKI dilaksanakan tanggal 19 Agustus 1945 • Sidang ketiga PPKI dilaksanakan tanggal 22 Agustus 1945 Hasil sidang PPKI menghasilkan banyak keputusan penting, di antaranya adalah pengesahan undang-undang dasar 1945, pengangkatan presiden dan wakil presiden Indonesia yang pertama, pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi serta pembentukan komite nasional Indonesia pusat.

(baca juga hasil sidang BPUPKI) Hasil Sidang PPKI Sidang PPKI dilaksanakan 3 (tiga) kali, yakni pada tanggal 18, 19 dan 22 Agustus 1945. Tiap sidang menghasilkan ide, gagasan dan keputusan berbeda yang dibahas, meliputi pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah konstitusi, struktur pemerintahan, komite nasional dan pasukan negara. Hasil Sidang PPKI Tanggal 18 Agustus 1945 Berikut merupakan beberapa keputusan dan hasil sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 atau hasil sidang PPKI yang pertama.

1. Mengesahkan UUD 1945 Hasil sidang PPKI pertama adalah mengesahkan undang-undang dasar sebagai konstitusi negara.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

PPKI mengesahkan Undang-Undang Dasar (UUD 1945). Adapun rancangan batang tubuh UUD 1945 sudah dibuat oleh BPUPKI sebelumnya. Selain itu juga dilakukan revisi Piagam Jakarta dimana kalimat ‘Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ diganti menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

2. Mengangkat Soekarno sebagai Presiden dan Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden Hasil sidang pertama PPKI berikutnya adalah memilih dan mengangkat presiden serta wakil presiden Indonesia. Atas usulan Otto Iskandardinata secara aklamasi, Ir.

Soekarno terpilih sebagai presiden Indonesia pertama didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil presidennya. 3. Membentuk Komite Nasional Sidang PPKI juga memutuskan pembentukan sebuah komite nasional. Fungsi komite nasional ini adalah untuk sementara membantu tugas tugas Presiden sebelum dibentuknya MPR dan DPR.

Hasil Sidang PPKI Tanggal 19 Agustus 1945 Berikut merupakan beberapa keputusan dan hasil sidang PPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 atau hasil sidang PPKI yang kedua. 1. Membentuk pemerintah daerah yang terdiri dari 8 provinsi Hasil sidang PPKI kedua salah satunya adalah pembentukan pemerintah daerah.

Indonesia dibagi menjadi 8 provinsi, dimana tiap provinsi dipimpin oleh seorang gubernur sebagai kepala daerah. Adapun 8 provinsi yang dibentuk beserta nama gubernurnya adalah : No Provinsi Nama Gubernur 1 Sumatra Teuku Mohammad Hassan 2 Jawa Barat Sutarjo Kartohadikusumo 3 Jawa Tengah R. Panji Suroso 4 Jawa Timur R.

A. Suryo 5 Sunda Kecil I Gusti Ketut Puja Suroso 6 Kalimantan Ir. Pangeran Mohammad Nor 7 Sulawesi Mr. J. Ratulangi 8 Maluku Dr G. S. S. J. Latuharhary 2. Membentuk komite nasional daerah Setelah membagi wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi, selanjutnya juga dibentuk komite nasional di tingkat daerah di tiap-tiap provinsi, mulai dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

No Nama Menteri Departemen 1 R.A.A. Wiranata Kusumah Departemen Dalam Negeri 2 Mr. Achmad Soebardjo Departemen Luar Negeri 3 Prof. Dr. Mr. Soepomo Departemen Kehakiman 4 Ki Hajar Dewantara Departemen Pengajaran 5 Abikusno Tjokrosujoso Departemen Pekerjaan Umum 6 Abikusno Tjokrosujoso Departemen Perhubungan 7 A.A. Maramis Departemen Keuangan 8 Ir. Surachman Tjokroadisurjo Departemen Kemakmuran 9 Dr. Buntaran Martoatmojo Departemen Kesehatan 10 Mr.

Iwa Kusuma Sumantri Departemen Sosial 11 Soeprijadi Departemen Keamanan Rakyat 12 Mr. Amir Syarifudin Departemen Penerangan 13 Wachid Hasjim non-departemen 14 Dr. M. Amir non-departemen 15 Mr. R. M. Sartono non-departemen 16 R. Otto Iskandardinata non-departemen 4. Membentuk Tentara Rakyat Indonesia Usai sidang PPKI kedua dilakukan rapat kecil yang menghasilkan keputusan untuk segera membentuk Tentara Rakyat Indonesia.

Atas usulan Adam Malik, pembentukan pasukan tentara nasional ini berasal dari tentara Heiho dan PETA. Selain itu anggota kepolisian dimasukkan dalam departemen dalam negeri. Keputusan ini dihasilkan dari buah pikiran Otto Iskandardinata. Kemudian Otto Iskandardinata, Abdul Kadir dan Kasman Singodimerjo ditunjuk untuk mempersiapkan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian negara. Hasil Sidang PPKI Tanggal 22 Agustus 1945 Berikut merupakan beberapa keputusan dan hasil sidang PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945 atau hasil sidang PPKI yang ketiga.

1. Menetapkan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Di sidang pertama telah pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah untuk membentuk komite nasional, namun baru di sidang ketiga Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP resmi terbentuk.

Sebanyak 137 anggota KNIP dilantik terdiri dari golongan muda dan masyarakat. Pada sidang KNIP, ditunjuk Kasman Singodimerjo sebagai ketua. Sementara terdapat tiga wakil ketua, yakni M. Sutarjo sebagai wakil ketua pertama, Latuharhary sebagai wakil ketua kedua serta Adam Malik sebagai wakil ketua ketiga. 2. Membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI) Hasil sidang PPKI ketiga salah satunya adalah membentuk Partai Nasional Indonesia atau PNI yang diketuai oleh Ir.

Soekarno. Pembentukan PNI awalnya ditujukan sebagai satu-satunya partai di Indonesia. Tujuannya untuk mewujudkan negara Republik Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan kedaulatan rakyat. Rancangan awal PNI sebagai partai tunggal di Indonesia kemudian ditolak. Pada akhir Agustus 1945, rencana ini pun dibatalkan dan sejak itu gagasan yang hanya ada satu partai di Indonesia tidak pernah dimunculkan lagi.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Hasil sidang ketiga PPKI juga menghasilkan keputusan untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat atau BKR. Fungsi BKR adalah untuk menjaga keamanan umum bagi masing-masing daerah. Berkaitan dengan pembentukan BKR, maka PETA, Laskar Rakyat dan Heiho resmi dibubarkan. Pembentukan tentara kebangsaan Indonesia harus dilakukan segera demi kedaulatan negara Republik Indonesia. Nah itulah referensi sejarah Indonesia mengenai hasil sidang PPKI pertama, kedua dan ketiga mulai tanggal 18, 19 dan 22 Agustus 1945.

Hasil sidang PPKI memiliki fungsi dan peranan penting dalam keberlangsungan dan kedaulatan Republik Indonesia sampai saat ini. Di buku sejarah saya sidang ppki ada 4 kali… Tanggal 18,19,20, dan 22.

Yg di atas tanggal 20 nya gak ada. Di buku sejarah saya, tanggal 20 isinya membahas tentang badan penolong pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah keluarga korban perang (bpkkp) dan menghasilkan 8 pasal ketentuan salah satunya berisi tentang pembentukan badan keamanan rakyat (bkr) Balas • Bener kok, memang ada sidang PPKI tanggal 20, cuma pada umunya sekolah memberi tau kalau sidang PPKI diadakan 3x.

Sebenranya banyak sejarah Indonesia yang tersebunyi, dan jarang diberitahukan kepada masyarakat :).Buku sejarah anda pasti sangat bagus, sehingga memberikan detail yang jarang diberitau oleh buku lain.

Kalau saya boleh tau apa ya judul bukunya? Trimakasih Balas • Guys gw entar aku bikin aku kangen kamu yang ingin kamu lakukan saat ini saya kirimkan ke alamat yang di dalamnya terdapat berbagai macam penyakit seperti ini tidak ada yang pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah di kmpul yang rangkuman halaman 44-73 di Indonesia yang ke dua kalinya dalam sejarah Indonesia yang ke dua kalinya dalam sejarah Indonesia yang ke dua kalinya dalam sejarah Indonesia tuyul aja ya mas dijawab pada saat itu juga kalo ada yg mau di ajak ke dalam hati saya akan coba untuk ubah menjadi lebih tidur Balas • Bener kok, memang ada sidang PPKI tanggal 20, cuma pada umunya sekolah memberi tau kalau sidang PPKI diadakan 3x.

Sebenranya banyak sejarah Indonesia yang tersebunyi, dan jarang diberitahukan kepada masyarakat :).Buku sejarah anda pasti sangat bagus, sehingga memberikan detail yang jarang diberitau oleh buku lain.

Kalau saya boleh tau apa ya judul bukunya? Trimakasih Balas • Artikel Terbaru • 50+ Contoh Tumbuhan Monokotil Beserta Nama Latinnya [Lengkap] • 30+ Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Pengertiannya • 4+ Fungsi Sosiologi Bagi Masyarakat Beserta Peran dan Manfaatnya • Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli & Secara Umum • 8+ Unsur Intrinsik Novel Beserta Pengertian dan Contohnya [Lengkap] Artikel Pilihan KOMPAS.com - Sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pertama diselenggarakan pada 18 Agustus 1945.

Dalam pelaksanaan tugasnya, PPKI mengadakan sidang sebanyak tiga kali, yakni 18 Agustus 1945, 19 Agustus 1945, dan 22 Agustus 1945. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tujuan utama diadakannya sidang PPKI pertama ialah membahas perubahan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945.

Sidang PPKI pertama dilakukan di Gedung Tyuuoo Sangi In atau yang sekarang dikenal dengan Gedung Pancasila. Awalnya sidang tersebut hendak diselenggarakan pada 16 Agustus 1945. Namun, karena terjadi perbedaan pendapat di antara golongan muda dan tua, akhirnya sidang diadakan sehari setelah Indonesia merdeka.

Berikut hasil sidang PPKI pertama (18 Agustus 1945): Pembentukan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) Dikutip dari buku Pengantar Hukum Indonesia (2019) karangan Rahman Amin, hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, antara lain menetapkan bahwa untuk sementara waktu, presiden akan dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Pusat. Baca juga: PPKI: Pembentukan, Tokoh, Sidang, dan Tugasnya Fungsi utama KNIP adalah membantu tugas presiden dan wakil presiden untuk sementara waktu, sebelum dibentuknya DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).

Mengesahkan UUD 1945 Menurut Rosmawati dan Hasanal Mulkan dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan (2020), hasil sidang PPKI pertama adalah pengesahan UUD 1945. Dalam sidang tersebut, juga dilakukan revisi Piagam Jakarta, tepatnya pada kalimat " Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya". Kalimat tersebut kemudian diganti menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Memilih Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Hasil sidang PPKI pertama adalah memilih Ir.

Soekarno sebagai presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.
Mengutip buku Konstitusi dan Konstitusionalisme oleh Jimly Asshiddiqie, naskah UUD 1945 pertama kali dipersiapkan oleh BPUPKI. Sidang BPUPKI yang diselenggarakan pada 10 – 17 Juli 1945 tersebut menghasilkan panitia kecil yang diketuai Soepomo dan anggota yang terdiri dari Wongsonegoro, R. Soekardjo, A.A. Maramis, Panji Singgih, H.

Agus Salim, dan Sukiman. Meski telah direvisi berulang kali, ternyata rapat tersebut juga membahas perubahan UUD 1945. Pasalnya, sebelum rapat tersebut resmi bergulir, berkembang isu yang sangat krusial terkait bunyi sila pertama Pancasila yang termasuk bagian Pembukaan UUD. Anggota PPKI dari wilayah Indonesia Timur merasa keberatan dengan beberapa pasal yang kalimatnya cenderung Islamisentris.
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI adalah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Sebelumnya sudah dibentuk BPUPKI, kemudian dibubarkan oleh Jepang dan dibentuk PPKI pada tanggal 7 Agustus 1945 yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Izin pembentukan badan ini diberikan oleh Hisaichi Terauchi, seorang marsekal Jepang yang berada di Saigon.

PPKI mengadakan sidang selama tiga kali. Sidang PPKI yang pertama yang dilaksanakan tanggal 18 Agustus hasilnya antara lain: • Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945. • Memilih dan mengangkat Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden. • Tugas Presiden sementara dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Pusat sebelum dibentuknya MPR dan DPR. Dengan demikian, berdasarkan sidang PPKI yang pertama, tugas Presiden sementara dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Pusat sebelum dibentuknya MPR dan DPR.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.Tahukah Anda hasil sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945? Untuk Anda ketahui, sidang tersebut merupakan sidang PPKI yang pertama yang dilaksanakan tepat sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sidang ini diprakarsai oleh Ir. Soekarno dan Drs.

Moh. Hatta, selaku Ketua dan Wakil Ketua PPKI yang menyarankan untuk segera dilaksanakan sidang pertama PPKI dalam rangka melengkapi berbagai kekurangan dalam syarat terbentuknya sebuah Negara. Serangkaian agenda kemudian disusun untuk memenuhi kekurangan tersebut. Akhirnya, dilaksanakanlah Sidang I PPKI yang sukses menghasilkan beberapa keputusan penting bagi kelanjutan bangsa dan Negara Indonesia.

Nah, hasil sidang inilah yang akan kami informasikan dalam materi kali ini, selamat membaca. Suasana Sidang PPKI 18 Agustus 1945 Sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 tersebut dilaksanakan di Pejambon, Gedung Kesenian Jakarta (sekarang gedung Departemen Luar Negeri) yang dihadiri oleh semua anggota PPKI yang berjumlah 27 orang.

Pada saat itu, suasana kebatinan dan situasi politik Indonesia telah berubah secara dramatis, menyusul proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Sekitar pukul 11.30 sidang ini dibuka di bawah pimpinan Ir.

Soekarno. Dalam sidang tersebut dihasilkan 3 keputusan penting tentang kehidupan ketatanegaraan serta landasan politik Negara Indonesia yang merdeka, yaitu: 1. Mengesahkan UUD 1945 Mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa Indonesia adalah salah satu keputusan sidang PPKI saat itu. UUD disusun dan digunakan sebagai alat untuk mengatur dan menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada saat itu, UUD 1945 terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut: • Pembukaan atau mukadimah • Batang Tubuh atau isi yang terdiri atas 16 bab, 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan.

• Penjelasan UUD yang terdiri atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. 2. Memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Hasil sidang selanjutnya dari PPKI adalah memilih pemimpin negara (Presiden dan wakilnya).

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Pemilihan umum tidak diselenggarakan karena saat itu negara dalam situasi darurat. Soekarno dan Moh. Hatta secara aklamasi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama. Terpilihnya Soekarno-Hatta tidak lepas dari peran Otto Iskandardinata. Dialah yang mengusulkan agar Soekarno dan Moh. Hatta dipilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Usul itu kemudian disetujui oleh PPKI dan dengan suara bulat semua peserta sidang menyetujuinya. 3. Sebelum MPR terbentuk, tugas Presiden dibantu oleh Komite Nasional Secara organisasi, Komite Nasional dalam sidang ini belum terbentuk. Jadi, hasil sidang ini merupakan bentuk rekomendasi untuk ditindaklanjuti pada sidang-sidang berikutnya. Berdasarkan hasil-hasil sidang PPKI di atas, maka secara ketatanegaraan berdirinya Negara Republik Indonesia sudah memenuhi persyaratan utama, yaitu rakyat, wilayah, dan pemerintahan, yakni Presiden dan Wakil Presiden.

Demikianlah uraian tentang 3 Hasil Sidang PPKI 18 Agustus 1945, semoga bermanfaat.
Apa saja hasil sidang PPKI Pertama, Kedua dan Ketiga? – PPKI adalah organisasi pada masa awal-awal kemerdekaan republik Indonesia. Organisasi ini dibentuk setelah BPUPKI resmi dibubarkan oleh pemerintah Jepang. Tujuan dari pembentukan PPKI adalah untuk melanjutkan dan menjalankan tugas-tugas dari BPUPKI. Tugas tersebut berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia, yaitu mempersiapkan sekaligus menyegerakan terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Selain untuk persiapan kemerdekaan, PPKI juga dibentuk untuk merumuskan dasar negara sampai lembaga negara. Hal-hal praktis yang menyangkut negara akan menjadi tugas PPKI. Setelah Jepang kalah dari peperangan pasifik pada tanggal 14 Agustus 1945, PPKI akhirnya berhasil diangkat menjadi badan nasional yang anggotanya pun jadi ikut bertambah 6 orang, tanpa sepengetahuan Jepang.

Dengan demikian, PPKI bukan lagi milik Jepang, melainkan badan nasional yang asli adalah milik Indonesia. Dalam mempersiapkan kemerdekaan, banyak berbagai peristiwa penting yang menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Buku berjudul Bunga Rampai Sejarah Indonesia oleh Moehkardi merangkum kejadian-kejadian besar yang menjadi perjalanan kemerdekaan Indonesia hingga saat ini.

Selain ditugaskan untuk menyelesaikan, sekaligus mengesahkan rancangan undang-undang dan falsafah negara, PPKI juga harus bermusyawarah untuk menentukan cara penyampaian dan pelaksanaan kemerdekaan Indonesia.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

• A. Hasil Sidang Pertama PPKI • 1. Disahkannya UUD 1945 • Anda Mungkin Juga Menyukai • 2. Pengangkatan Ir. Soekarno dan Drs.

Moh. Hatta • 3. Pembentukan Komite Nasional • B. Hasil Sidang Kedua PPKI • 1. Pembagian Provinsi di Indonesia • 2. Membentuk Komite Nasional Daerah • 3.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Pembentukan Departemen dan Menteri • C. Hasil Sidang Ketiga PPKI • 1. Pembentukan Komite Nasional Pusat • 2. Dibentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI) • 3. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) A. Hasil Sidang Pertama PPKI Sehari setelah proklamasi, PPKI berhasil mengadakan sidang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945 dan mengesahkan beberapa hal.

Sidang pertama ini difokuskan untuk membahas pemimpin negara dan dasar negara. Berikut adalah hasil sidang pertama PPKI: 1.

Disahkannya UUD 1945 Hasil pertama dari sidang PPKI yang diadakan pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah mengesahkan UUD 1945. UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengandung landasan idealisme haruslah disahkan. Maka dari itu, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan menjadi acuan dalam peraturan-peraturan yang berlaku di negara Indonesia.

Sebelum disahkan, rancangan batang tubuh UUD 1945 dibuat oleh organisasi BPUPKI. Rp 52.000 Selain mengesahkan UUD 1945, sidang ini juga melakukan revisi bagian dari Piagam Jakarta. Revisi dilakukan dengan perubahan kalimat “Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya”.

Masyarakat Indonesia tidak semua menganut agama Islam, maka dari itu kalimat tersebut direvisi menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. UUD 1945 Lengkap Dengan Pahlawan Nasional & Revolusi 2. Pengangkatan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta Hasil sidang pertama PPKI selanjutnya adalah perihal pengangkatan Ir. Soekarno menjadi presiden dan Drs. Moh Hatta menjadi wakil presiden.

Usulan ini awalnya diajukan oleh Otto Iskandardinata yang merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Usulan tersebut diajukan secara aklamasi. Setelah itu terjadi pelantikan Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai presiden dan wakil presiden secara sah. Selama menjabat Ir. Soekarno telah melakukan banyak hal bagi bangsa Indonesia.

Buku berjudul The Remarkable Story Of Soekarno yang ditulis oleh Adimitra Nursalim menceritakan perjalanan Soekarno semasa hidup dan kepemimpinannya. 3. Pembentukan Komite Nasional Hasil ketiga dari sidang pertama PPKI adalah dibentuknya komite nasional. Komite nasional akan dibentuk untuk membantu presiden, beserta wakil presiden. Hal itu dikarenakan belum dibentuknya DPR maupun MPR, yang akhirnya akan memiliki peran penting hingga saat ini.

Baca juga : Sejarah dan Latar Terbentuknya PPKI B. Hasil Sidang Kedua PPKI Sidang kedua diadakan sehari setelah sidang pertama. Pada tanggal 19 Agustus 1945, PPKI mengesahkan beberapa hal kembali pada sidang kedua. Fokus pembahasan pada sidang kedua ini adalah membahas mengenai wilayah di Indonesia serta mengatur pemerintahannya.

1. Pembagian Provinsi di Indonesia Hasil pertama dari sidang kedua PPKI adalah, PPKI memutuskan untuk membagi wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi. Setiap provinsi akan memiliki kepala daerah yang berupa gubernur. Berikut ini adalah pembagian provinsi beserta gubernur untuk mengepalai provinsi tersebut: No Provinsi Nama Gubernur 1.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Sunda Kecil I Gusti Ketut Pudja Suroso 2. Jawa Barat Sutarjo Kartohadikusumo 3. Jawa Tengah R. Panji Suroso 4. Jawa Timur R. A. Suryo 5. Sumatra Teuku Mohammad Hassan 6. Kalimantan Ir. Pangeran Mohammad Nor 7. Maluku Dr G. S. S. J. Latuharhary 8. Sulawesi Mr. J. Ratulangi 2. Membentuk Komite Nasional Daerah Hasil kedua pada sidang kedua PPKI yang diadakan pada tanggal 19 Agustus 1945 adalah membentuk komite nasional daerah.

Komite nasional daerah ini akan berada di tiap-tiap provinsi yang sudah dibagi menjadi 8 provinsi, pada putusan sebelumnya. Komite Nasional ini dibentuk untuk menjalankan tugasnya, yaitu membantu presiden.

Politik Lokal di Indonesia 3. Pembentukan Departemen dan Menteri Hasil ketiga pada sidang kedua adalah PPKI merancang pembentukan departemen yang terbagi menjadi 12 bagian, beserta menteri-menterinya yang akan membantu.

Ada 12 kementrian kabinet pada setiap departemen yang akan menjalankan tugasnya. Serta dibentuk juga 4 menteri negara non-departemen. Berikut adalah nama-nama departemen beserta menteri yang memimpinnya pada kabinet Negara Republik Indonesia yang pertama: No Nama Menteri Departemen 1. A.A. Maramis Departemen Keuangan 2. Abikusno Tjokrosujoso Departemen Perhubungan 3. Prof. Dr. Mr. Soepomo Departemen Kehakiman 4. Ki Hajar Dewantara Departemen Pengajaran 5. Abikusno Tjokrosujoso Departemen Pekerjaan Umum 6.

Mr. Achmad Soebardjo Departemen Luar Negeri 7. R.A.A. Wiranata Kusumah Departemen Dalam Negeri 8. Mr. Iwa Kusuma Sumantri Departemen Sosial 9. Dr. Buntaran Martoatmojo Departemen Kesehatan 10. Ir. Surachman Tjokroadisurjo Departemen Kemakmuran 11. Soeprijadi Departemen Keamanan Rakyat 12. Mr. Amir Syarifudin Departemen Penerangan 13. R. Otto Iskandardinata non-departemen 14.

Wachid Hasjim non-departemen 15. Mr. R. M. Sartono non-departemen 16. Dr. M. Amir non-departemen 1. Pembentukan Komite Nasional Pusat Hasil sidang pertama dalam sidang ketiga yang dilakukan oleh PPKI adalah pembentukan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat).

Komite nasional pusat dibentuk dengan tujuan pemilu yang akan dilaksanakan mendatang. Fungsinya sebagai pusat dari Dewan Perwakilan Rakyat. Jumlah anggota komite nasional pusat yang dilantik adalah 137 anggota, yang terdiri dari golongan muda dan masyarakat Indonesia. Selain itu, hasil dari sidang komite nasional pusat ini adalah ditunjuknya Kasman Singodimedjo sebagai ketuanya.

pada tanggal 18 agustus 1945 ppki mengadakan sidang antara lain hasilnya adalah

Wakil dari komite nasional pusat ini ada tiga, yaitu M. Sutardjo (wakil ketua pertama), Latuharhary (wakil ketua kedua), dan Adam Malik (wakil ketua ketiga). 2. Dibentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI) Salah satu hasil sidang pada sidang ketiga PPKI adalah perencanaan pembentukan PNI, Partai Nasional Indonesia. PNI dirancang untuk membantu menjadikan negara Indonesia yang adil, Makmur, dan berdaulat yang berdasarkan pada kedaulatan rakyat.

PNI akan diketuai oleh Ir. Soekarno. Namun, Pantai Nasional Indonesia (PNI) yang dirancang sebagai Partai Tunggal Negara Indonesia pembentukannya akan dibatalkan pada akhir Agustus 1945. Pada akhirnya rancangan ini tidak jadi terlaksana.

3. Pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Hasil sidang lain pada sidang ketiga PPKI adalah membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR dibentuk untuk menjalankan fungsinya, yaitu sebagai penjagaan umum untuk setiap daerah di Indonesia. Ketika BKR resmi dibentuk, organisasi-organisasi lain seperti Heiho, Laskar Rakyat dan PETA dibubarkan. Selanjutnya, pada tanggal 23 Agustus sejumlah organisasi, seperti BKR (Badan Keamanan Rakyat), PNI (Partai Nasional Indonesia), KNIP (Komite Nasional Indonesia) dibentuk dengan tujuan baik.

Pengumuman tersebut dipimpin oleh Ir. Soekarno, sekaligus sidang yang dilaksanakan pada gedung pusat kebaktian Jawa yang berlokasi di Gambir untuk membentuk KNI. PPKI akhirnya dibubarkan dan pelantikan KNI dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 1945. Ketuanya adalah Kasman Singodimedjo, ditemani Sutardjo sebagai wakil ketua satu, Latuharhary sebagai wakil ketua dua, dan Adam Malik sebagai wakil ketua tiga.

Anggotanya berjumlah 136 orang. Itulah beberapa informasi mengenai PPK beserta hasil sidangnya. Jika Grameds masih tertarik untuk mempelajari sejarah-sejarah negara Indoneis, Grameds bisa menemukannya di www.Gramedia.com karena Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan menyajikan beragam buku menarik.

Baca juga artikel terkait “Hasil Sidang PPKI” : • Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka • Sejarah Pancasila • Memaknai Pancasila Sebagai Sumber Nilai • Arti dan Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara • Pengertian Demokrasi Pancasila • Sejarah Lambang Garuda Pancasila • Pengertian Wawasan Nusantara • Makna Pancasila Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum • Makna Sumpah Pemuda • Pengamalan Nilai Pancasila Sumber: dari berbagai sumber Kategori • Administrasi 5 • Agama Islam 126 • Akuntansi 37 • Bahasa Indonesia 95 • Bahasa Inggris 59 • Bahasa Jawa 1 • Biografi 31 • Biologi 101 • Blog 23 • Business 20 • CPNS 8 • Desain 14 • Design / Branding 2 • Ekonomi 152 • Environment 10 • Event 15 • Feature 12 • Fisika 30 • Food 3 • Geografi 62 • Hubungan Internasional 9 • Hukum 20 • IPA 82 • Kesehatan 18 • Kesenian 10 • Kewirausahaan 9 • Kimia 19 • Komunikasi 5 • Kuliah 21 • Lifestyle 9 • Manajemen 29 • Marketing 17 • Matematika 20 • Music 9 • Opini 3 • Pendidikan 35 • Pendidikan Jasmani 32 • Penelitian 5 • Pkn 69 • Politik Ekonomi 15 • Profesi 12 • Psikologi 31 • Sains dan Teknologi 30 • Sastra 32 • SBMPTN 1 • Sejarah 84 • Sosial Budaya 98 • Sosiologi 53 • Statistik 6 • Technology 26 • Teori 6 • Tips dan Trik 57 • Tokoh 59 • Uncategorized 31 • UTBK 1

UAS SPK Kelompok 5




2022 www.videocon.com