Apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang mengandung penjabaran umum atau melaporkan sesuatu sesuai hasil pengamatan. Teks ini berisi klasifikasi tentang jenis-jenis berdasarkan kriteria tertentu. Teks laporan hasil observasi mendeskripsikan suatu objek dalam bentuk, ciri, dan sifatnya umum. Objek yang dimaksud yaitu manusia, benda, tumbuhan, hewan, dan berbagai peristiwa. Teks ini mengandung fakta, objektif, dan sesuai kenyataan.

Sedangkan definisi observasi adalah suatu alat yang dipakai sebagai pengukur tingkah laku individu, atau suatu proses kegiatan yang sedang diamati. Menurut Margono, observasi artinya pengamatan dan pencatatan sistematik terhadap gejala yang ada di objek penelitian.

Catatan tersebut berisi fakta-fakta yang bisa dilihat dan didengar oleh pengamat. Teks laporan observasi hampir mirip dengan teks deskripsi. Persamaannya kedua teks ini sama-sama menyampaikan informasi berdasarkan fakta.

Perbedaan teks laporan observasi dan teks deskripsi terletak dari hasil wawancara. Teks laporan observasi sifatnya lebih universal (umum). Hasil wawancara menghasilkan sifat umum sesuai fakta dan deskripsi. Baca Juga • Pengertian Teks Naratif, Struktur Kalimat, Jenis, dan Contohnya Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Menurut KBBI, teks laporan hasil observasi artinya naskah berupa kata-kata asli dari penulis.

Definisi laporan adalah segala sesuatu yang disampaikan, diadukan, dan dilaporkan. Pengertian observasi yaitu peninjauan secara cermat melalui pengamatan. Jadi, teks laporan hasil observasi adalah catatan atau naskah mengenai sesuatu yang ditulis melalui pengamatan (peninjauan). Jenis teks ini bisa menggambarkan atau deskripsi hewan, benda, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan peristiwa. Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi Mengutip dari buku Teks Laporan Hasil Observasi untuk Tingkat SMP Kelas VII, teks laporan hasil observasi memiliki tujuan untuk membantu peneliti.

Berikut tujuan teksnya: • Informasi tentang klasifikasi Teks laporan hasil observasi memiliki informasi penting sesuai kriteria tertentu, dari hasil pengamatan.

Observasi dilakukan secara sistematis dan objektif sehingga bisa memecahkan suatu persoalan atau hipotesis. Pemecahan masalah ini dari hasil pengamatan. • Berdasarkan fakta Tujuan dari observasi memberikan informasi mengenai suatu hal, sesuai dengan kriteria dan fakta. Sistematis dan objektif bisa digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. • Mengambil kesimpulan Setelah menemukan objek penelitian melalui pengamatan, kemudian diambil kesimpulan.

Hasil akhir ini menjadi penutup untuk sebuah apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta yang bermanfaat dalam pembelajaran dan pengetahuan. Observasi dipakai secara langsung supaya objek penelitian bisa jelas dan sesuai. Observasi ini bisa dilakukan pada anak-anak dan orang dewasa.

Ciri-ciri Umum • Teks laporan ditulis lengkap dan disusun sempurna. • Penulisan sifatnya universal (umum), global, dan objektif. • Objek tunggal adalah objek yang diteliti dan diamati. • Fakta sesuai laporan hasil pengamatan. • Hasil dari laporan berisi informasi yang terbukti benar. • Informasi berhubungan dengan antar kelas dan subkelas. • Penulis teks laporan tidak terlibat dari hasil analisis dan observasi. Mereka hanya menulis dan melaporkan. Ciri-ciri Kebahasaan • Memakai kata frasa nomina Teks laporan hasil observasi memakai frasa nomina atau kelompok kata benda.

Kemudian frasa tersebut diikuti teks deskripsi. Contohnya makanan di dapur. Kalimat tersebut berisi 'makanan' sebagai kata benda dan 'di dapur' sebagai kata penjelas untuk deskripsi sebelumnya.

Jadi, frasa kalimat tersebut adalah semua makanan yang ada di dapur. • Verba relasional Verba relasional dipakai untuk istilah tertentu di bidang tertentu. Kata verba antara lain yaitu, terdiri atas, disebut, termasuk, merupakan, digolongkan. Contoh kalimat verba relasional yaitu 'pensil merupakan salah satu alat tulis'. Selain verba relasional, teks laporan observasi memakai kata verba aktif. Kata-kata tersebut tidak memiliki imbuhan kata, contohnya makan, minum, tidur.

• Memakai kata penghubung Teks laporan observasi memiliki kata penghubung penambahan (dan, serta), kata penghubung persamaan (sedangkan, namun, melainkan, persamaan, tetapi), serta kata penghubung pilihan (atau). • Memakai istilah keilmuan Contoh kalimat keilmuan yaitu degeneratif, mutualisme, simbiosis, karnivora, osteoporosis. • Kalimat Utama Teks laporan observasi memakai kalimat utama sebagai penyusun dan informasi.

Setelah itu diikuti kalimat penjelas berupa perincian informasi yang dilaporkan di beberapa paragraf. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi • Judul Bagian Judul terdapat di bagian depan sebelum paragraf awal.

Judul memunculkan ciri khas dan informasi keseluruhan dari hasil observasi. • Klasifikasi Umum Klasifikasi umum berisi fenomena benda yang sedang dibicarakan atau secara garis besar. Dalam teks laporan observasi, klasifikasi umum berisi bagian pengenalan. • Deskripsi Bagian atau Manfaat Deskripsi bagian menggambarkan fenomena atau benda yang sedang diamati, kemudian ditulis. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Jengkol (1) Jengkol merupakan salah satu tumbuhan yang digemari oleh manusia.

Tetapi ada juga sebagian orang tidak menyukai jengkol karena baunya. Jengkol termasuk salah satu makanan yang diolah dengan cara dimasak. (2) Jengkol atau jering ( archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.

Bijinya digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia sebagai bahan pangan. Di Indonesia jengkol biasa dimasak sambal, rendang, semur dan lain sebagainya. (3) Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretic sehingga baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konversi air di suatu tempat.

(Modul Bahasa Indonesia Kelas X). Kalimat diatas terdiri dari bagian klasifikasi umum, deskripsi bagian, dan manfaat. Teks laporan observasi terdiri dari isi teks pernyataan umum, deskripsi bagian, dan manfaat. Baca Juga • Contoh Teks Laporan Percobaan, Struktur, Ciri dan Fungsinya Berikut analisis kalimat dalam teks observasi: • Pernyataan umum Jengkol merupakan salah satu tumbuhan yang digemari oleh manusia.

Tetapi ada juga sebagian orang tidak menyukai jengkol karena baunya. Jengkol termasuk salah satu makanan yang diolah dengan cara dimasak. • Deskripsi Bagian Jengkol atau jering ( archidendron pauciflorum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara.

Bijinya digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia sebagai bahan pangan. Di Indonesia jengkol biasa dimasak sambal, rendang, semur dan lain sebagainya. • Deskripsi Manfaat Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretic sehingga baik untuk kesehatan jantung.

Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konversi air di suatu tempat. Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri, Langkah, dsb - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 9.1 Artikel Terkait Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memiliki fungsi untuk memberikan informasi mengenai suatu objek atau situasi dan hal lain yang telah diamati, diinvestigasi, atau diteliti secara sistematis.

Pengertian tersebut sejalan dengan pendapat Kosasih (2014, hlm.43) yang menyatakan bahwa laporan apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta observasi adalah teks yang mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan. Teks ini berisi hasil observasi dan analisis secara sistematis.

Artinya, Teks laporan hasil observasi menyajikan informasi tentang suatu hal secara apa adanya, kemudian dikelompokkan lalu dianalisis secara sistematis sehingga dapat menjelaskan suatu hal secara terperinci dari sudut pandang keilmuan. Laporan hasil observasi bisa berupa hasil riset secara mendalam mengenai suatu benda, tumbuhan, hewan, ekosistem, dan konsep-konsep ilmiah lainnya. Biasanya, teks laporan observasi bersisi fakta-fakta yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Terkadang, fakta-fakta dari hasil observasi juga ditampilkan menggunakan gambar yang berupa tabel, grafik, atau bagan agar lebih menarik dan mudah dicermati. Ciri Teks Laporan Hasil Observasi Seperti teks yang lain, teks laporan hasil observasi memiliki ciri khas yang membuat teks ini berbeda dari teks yang lain. Berikut ini adalah beberapa ciri tersebut.

• Isi yang dibahas biasanya berupa ilmu tentang suatu objek atau konsep yang diobservasi. • Objek yang dibahas bersifat sangat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kelompok atau kategori objek yang diobservasi. Contohnya: museum, bukan spesifik salah satu benda yang dipajang di museum.

Pantai, bukan hanya air laut atau pasir saja. • Bertujuan untuk menjelaskan sesuatu dari sudut pandang ilmu (pengetahuan).

• Objek atau sesuatu hal yang diobservasi dijelaskan secara sistematis, terperinci, dan mengulas bagian-bagiannya, dan objektif (sesuai dengan kenyataan, tidak kurang dan tidak lebih). • Merinci objek atau hal yang diobservasi secara sistematis dari sudut pandang ilmu (saintifik) yang biasanya membagi penjabaran menjadi: definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek.

Laporan observasi berisi rincian objek atau hal yang diobservasi secara sistematis dari sudut pandang ilmu atau secara saintifik yang penjabarannya terdiri dari: definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek/hal yang di observasi.

Selanjutnya, menurut Nurhanifah (2014) teks laporan hasil observasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. • Harus mengandung fakta • Bersifat objektif • Harus ditulis sempurna dan lengkap • Tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan • Disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi Nurhanifah (2014, hlm.

19) mengemukakan bahwa teks laporan hasil observasi bertujuan untuk memberikan informasi umum tentang berbagai kelas benda atau sesuatu yang dicermati, seperti hewan, pepohonan, batu-batuan, telepon genggam, dsb. Melalui penjabaran ciri laporan observasi yang sebelumnya telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa laporan hasil observasi disajikan dengan tujuan untuk menjelaskan sesuatu dari sudut pandang ilmu, memerinci objek atau hal yang diobservasi secara sistematis, terperinci dan mengulas bagian-bagiannya dengan objektif.

Objek Laporan Hasil Observasi bersifat sangat umum, sehingga menjelaskan ciri umum secara keseluruhan yang termasuk dalam kategori atau kelompok objek yang diobservasi. Laporan hasil observasi seharusnya disusun ketika kita telah melakukan pengamatan atau observasi. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan observasi secara umum terdiri dari: pernyataan umum, deskripsi bagian, dan simpulan.

Berikut adalah penjelasannya. • Pernyataan Umum/Definisi Umum Bagian ini memuat definisi, kelompok/kelas, keterangan umum dan berbagai informasi tambahan mengenai subjek yang telah diobservasi. Pernyataan umum dapat berisi informasi umum mengenai nama latin hewan, asal-usul tanaman, apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta kelompok, dsb.Ciri kebahasaan yang digunakan pada bagian ini biasanya menggunakan istilah khusus dalam bidang tertentu.

Sementara itu, definisi akan banyak menggunakan kata “adalah” dan “merupakan”. Penggunaan kata “yang” sebagai pembeda juga akan banyak ditemukan dalam kalimat definisi. • Deskripsi Bagian Merupakan perincian bagian-bagian yang membentuk kesatuan hal yang dilaporkan. Misalnya, jika binatang mencakup ciri fisik, habitat, makanan dan perilaku.

Sementara itu, perincian bagian-bagian tumbuhan dapat berupa ciri fisik bunga, akar, buah, dsb. Perincian manfaat seperti kandungan nutrisi pada buah dapat dipaparkan juga pada bagian ini.Jika yang dilaporkan berupa objek, maka deskripsi bagian berisi klasifikasi objek dari berbagai segi dan deskripsi manfaat suatu objek hingga sifat-sifat khusus objek.Ciri bahasa bagian ini menggunakan kata khusus dan kalimat-kalimat yang menjelaskan (merinci).

Deskripsi bagian juga banyak menggunakan istilah dalam bidang ilmu seperti: fotosintesis, simbiosis, dsb. Kalimat wajib menggunakan kata baku dan kalimat efektif. Kata sambung yang sering digunakan adalah: yaitu, dan, selain itu, di samping itu, dari segi. • Simpulan Berisi ringkasan umum mengenai hal yang dilaporkan (opsional). Perbedaan Laporan Hasil Observasi dengan Teks Deskripsi Apakah struktur di atas terdengar familiar? Ya, struktur yang dijabarkan di atas mirip dengan teks deskripsi.

Teks laporan sering dianggap sama dengan teks deskripsi, padahal berbeda. Perbedaan utama yang paling menonjol di antara keduanya terletak pada sifatnya.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Teks laporan bersifat global dan universal, sedangkan teks deskripsi bersifat unik dan individual. Selain itu, sebetulnya teks laporan observasi akan memiliki struktur teks yang tersusun secara baku dan lengkap, yakni mencakup: pendahuluan, pembahasan, dan simpulan.

Teks itu dapat pula dilengkapi dengan kata pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka (Kosasih, 2013, hlm. 49). Idealnya, laporan observasi itu akan berbentuk makalah sempurna (lengkap). Namun demikian, makalah sempurna seperti itu sebetulnya tidak dapat dikategorikan menjadi teks laporan hasil observasi pula, karena akan memuat banyak jenis teks lain. Laporan observasi yang dimaksud di sini adalah salah satu bagian dari makalah sempurna saja, berupa deskripsi dan penjabaran dari observasi yang merupakan salah satu kegiatan penelitian ilmiah.

Apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta Kebahasaan Laporan Hasil Observasi Secara umum, laporan hasil observasi harus ditulis dengan menggunakan kalimat efektif, bahasa baku, ejaan dan tanda baca yang tepat. Laporan hasil observasi akan banyak memuat kata peristilahan khusus seperti dalam biologi: fotosintesis, mikroba, simbiosis, dsb. Selain itu, menurut Tim Studi Edukasi (2015, hlm.19) teks laporan hasil observasi juga akan banyak memuat beberapa jenis kalimat di bawah ini.

• Kalimat Definisi kalimat yang mengandung pembatasan cakupan pengertian mengenai suatu hal, sehingga menjadi jelas dan nyata. Contohnya, Sapi adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. • Kalimat deskripsi Kalimat yang berisi gambaran sifat-sifat benda yang dideskripsikan.

Contohnya: Sapi adalah herbivora atau pemakan tumbuhan. • Referensi Jika dalam teks terdapat referensi dari tulisan lain, maka sumber tulisan tersebut harus dimuat di dalam laporan tersebut.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Misalnya, jika kita mengambil beberapa istilah dari buku, maka buku sumber tersebut harus kita cantumkan. Kata Baku Kata baku adalah kata yang seusai dengan perbendaharaan kata formal yang sesuai dengan panduan ejaan bahasa Indonesia (PUEBI).

Kesalahan kata yang tidak baku sering terjadi karena penyerapan yang tidak tepat dari bahasa lain. Terkadang, campuran bahasa daerah juga menjadi penyebabnya. Berikut adalah contoh kata yang tidak baku, dilengkapi dengan kata yang seharusnya digunakan (baku). Kata Tidak Baku Kata Baku (Seharusnya) Ngeliat Melihat Mempengaruhi Memengaruhi Merubah Mengubah Hipotesa Hipotesis Ngelihat Melihat Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang berdasarkan kaidah dan struktur bahasa Indonesia, dengan pilihan kata yang baku, efektif (tidak boros), paralel (senada), dan cermat sehingga penjelasannya tidak apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta tafsir yang berbeda.

Kalimat efektif dapat dicapai dengan beberapa unsur dibawah Ini. • Keparalelan Keparalelan adalah kesamaan bentuk atau harmonisasi kata yang digunakan dalam kalimat. Contoh: Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang surutnya air, dan cara memanfaatkan.

(kurang paralel) Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang surutnya air, dan cara pemanfaatan. (paralel) • Kehematan Penghematan dapat dilakukan dengan cara pengulangan subjek. Contoh: Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. (tidak hemat) Karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu.

(hemat)Penghematan kata dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. Contoh: Sejak dari pagi dia bermenung.

(tidak hemat) Sejak pagi dia bermenung. (hemat)Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Contoh: Ia memakai baju warna merah. (tidak hemat) Ia memakai baju merah. (hemat)Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Contoh: Para tamu-tamu datang tepat waktu.

(tidak hemat) Para tamu datang tepat waktu. (hemat) • Kecermatan Kecermatan berarti membuat kalimat yang tidak bermakna ganda, sehingga kalimat tidak akan menimbulkan tafsiran lain yang dapat membuat pembacanya salah paham. Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. (salah, makna ganda) Mahasiswa perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. (benar) Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kosasih (2013, hlm. 81) memaparkan, langkah-langkah sistematis untuk menulis laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.

• Melakukan observasi atau pengamatan lapangan dengan kriteria objek menarik dan sebisa mungkin dikuasai atau memungkinkan untuk dilakukan. • Membuat daftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi laporan. • Menyusun kerangka laporan, yakni dengan menomori topik-topik itu sesuai dengan urutan yang dikehendaki. • Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi suatu teks yang padu. Dalam tahap ini, kita harus menjadikan topik-topik itu menjadi kalimat yang jelas.

Kita pun bisa saja membuat kalimat tambahan yang fungsinya sebagai pengikat sehingga kalimat-kalimat yang ada menjadi padu. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Contoh teks laporan hasil observasi beserta strukturnya dengan berbagai tema (binatang, tumbuhan, sampah, dsb) dapat dilihat pada artikel di bawah ini.

Baca juga: Contoh Teks Laporan Hasil Observasi beserta Strukturnya Referensi • Kosasih, E. (2014). Jenis-jenis Teks (Analisis Fungsi, Struktur, dan Kaidah serta Langkah Penulisannya). Bandung: Yrama Widya. • Kosasih. (2013). Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X Berdasarkan Kurikulum 2013.

• Nurhanifah (2014). Jenis-jenis Teks. Yogyakarta : Gava Media. • Tim Studi Edukasi. (2015). Mangkus Berbahasa Indonesia.

Bandung: Yrama Widya. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel.

• Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Discovery Learning: Pembahasan Lengkap Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah diadakannya penelitian secara sistematis.

Teks laporan hasil observasi menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis sehingga dapat mejelaskan suatu hal secara rinci dan dari sudut pandang keilmuan. Dengan begitu, laporan ini menyajikan informasi-informasi dari suatu objek secara keseluruhan.

Objek yang dimaksud bisa keadaan alam, perilaku sosial, kondisi budaya, benda, dan sejenisnya. Bandingkan dengan teks laporan hasil pengamatan pada artikel ini: Ciri Teks Laporan Hasil Pengamatan. Jadi, semua objek di alam, baik makhluk hidup maupun benda mati, dapat kita amati atau observasi.

Tidak hanya berupa benda, tetapi juga interaksi dan peristiwa tertentu dapat menjadi objek observasi. Teks ini berisi hasil observasi dan analisis secara sistematis. Laporan hasil observasi bisa berupa hasil riset secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan, konsep/ekosistem tertentu. Teks laporan hasil observasi biasanya berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Laporan hasil pengamatan adalah tulisan, gambar, tabel, grafis apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta foto yang dibuat sebagai hasil pengamatan terhadap objek tertentu, seperti sebuah tempat atau suatu proses pekerjaan, baik secara langsung maupun melalui gambar.

Identifikasi Informasi dalam Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi berisi penjelasan mengenai objek observasi. Objek observasi yang dilaporkan dapat berupa benda atau peristiwa. Melaporkan hasil observasi dalam bentuk teks berarti menuliskan hal-hal yang terjadi pada objek observasi sesuai kenyataan di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa teks laporan ditulis berdasarkan fakta. Oleh karena itu, informasi dalam teks laporan hasil observasi bersifat faktual.

Seperti halnya mengidentifikasi informasi dalam berbagai jenis teks, informasi dalam teks laporan dapat dilakukan dengan mengetahui unsur-unsur apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Selain itu, informasi dalam bentuk teks laporan biasanya terdapat pada gagasan pokok setiap paragraf. Dengan demikian, kita dapat menentukan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks laporan terlebih dahulu untuk mengetahui informasi penting dalam teks tersebut.

Langkah-langkah Membuatnya Kegiatan pelaporan jenis ini digunakan untuk menyajikan informasi faktual yang padat dan akurat dan tidak mencantumkan hal-hal yang tidak terkait dengan topik tulisan. Tulisan semacam ini disusun dalam urutan fakta secara logis. Observasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan fakta-fakta tentang apa yang dilaporkan. Berikut ini langkah-langkah membuat laporan hasil informasi: Membuat kerangka laporan Sebelum melakukan observasi perlu dibuat kerangka laporan.

Kerangka laporan berguna sebagai panduan mengadakan observasi dan sekaligus sebagai panduan untuk menulis laporannya Menentukan topik Langkah awal menulis adalah menentukan topik yang akan ditulis. Topik laporan hasil observasi bersifat faktual dan ilmiah sehingga perlu menentukan topik-topik yang sekiranya bisa dicari sumber rujukannya.

Objek bisa berupa tumbuhan, hewan, fenomena alam sekitar, objek buatan manusia, dan lainnya. Menyusun kerangka laporan Kerangka laporan disusun dengan mempertimbangkan hal apa saja yang akan dilaporkan berkaitan dengan objek atau peristiwa tertentu. Bentuk kerangka laporan tersebut terdiri atas bab, sub-bab, dan subsub-bab. Menentukan informasi yang diperlukan dan cara mencari informasi Kemudian, yang dilakukan adalah menyususun kembali suatu karangan berdasarkan data-data yang ada dalam teks dan kerangka yang telah disusun.

Menata informasi yang diperoleh sesuai struktur teks hasil observasi Setiap siswa menata dan memadukan informasi yang diperoleh sesuai struktur teks laporan hasil observasi.

Laporan akan lebih menarik dan baik jika ditambahkan dengan diagram, gambar, foto, dan lain-lain. Memvariasikan kalimat dan pengembangan paragraf pada teks DISKUSI, PERTANYAAN DAN JAWABAN Mengapa dikatakan laporan hasil observasi?

Karena memuat hal-hal berikut ini: 1. Isi yang dibahas adalah ilmu tentang suatu objek/ konsep. 2. Objek yang dibahas bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum 3. Semua yang termasuk kategori/ kelompok itu (judul bersifat umum: 4. Bertujuan menjelaskan dari sudut pandang ilmu.

5. Objek atau hal dibahas secara sistematis, dirinci bagian-bagiannya, dan objektif. 6. Memerinci objek atau hal secara sistematis dari sudut ilmu (definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek). Pos terkait • Karakter Bangsa Indonesia beserta Contohnya, Begini Penjelasannya • Dampak Positif Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan dalam Berbangsa dan Bernegara • Menyusun Sistematika Penulisan Laporan Hasil Observasi • Konsep Menyiapkan Pemimpin Masa Depan • Tiga Dampak Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Bermasyarakat • Dalam Laporan Pengamatan Harus Ada Apa Saja?

Ini Jawabnya Bola.com, Jakarta - Teks laporan hasil observasi merupakan satu di antara materi yang ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memberikan informasi secara umum tentang sesuatu berdasarkan fakta dari hasil pengamatan secara langsung.

Jadi, pengamatan atau biasa disebut observasi itu dilakukan oleh si pengamat dengan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui sebuah informasi yang ada. Informasi itu bisa meliputi objek tentang keadaan alam, keadaan lingkungan, hewan, tumbuhan, sosial, sebuah peristiwa, kesenian dan kebudayaan.

Adapun teks laporan hasil observasi bersifat informatif, komunikatif, dan objektif. Hal itu berarti isi teks laporan hasil observasi tersebut harus memberikan sebuah informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Setiap informasi yang didapat juga harus disajikan atau ditulis secara objektif dan sesuai fakta yang sebenarnya, tidak dibuat-buat atau tidak menurut opini sang penulis, serta dapat dibuktikan kebenarannya.

Itulah gambaran atau pengertian teks Laporan hasil observasi secara umum. Adapun untuk detailnya, berikut ini ciri-ciri, tujuan, struktur hingga contoh teks laporan hasil observasi, seperti dirangkum dari Buku Siswa Bahasa Indonesia dan Istiqomahalmaky.blogspot, Senin (26/7/2020). Ciri – Ciri Teks Laporan Hasil Observasi 1. Ditulis secara lengkap dan sempurna. 2. Bersifat objektif, global, dan universal. 3. Objek yang akan dibicarakan atau dibahas adalah objek tunggal.

4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai pengamatan yang telah dilakukan. 5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya. 6. Tidak mengandung prasangka/dugaan yang menyimpang atau tidak tepat.

7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya. 8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis.

Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya. 9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum. 10. Disajikan secara menarik, baik kata, bahasa, isinya berbobot maupun susunannya logis. 11. Teks laporan hasil observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta fakta, tanpa adanya opini penulis.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi Tujuan utamanya, yaitu untuk memberikan informasi secara objektif dan fakta yang ada di lapangan sesuai hasil pengamatan yang didapatkan. Tujuan yang lainnya yaitu : 1. Untuk penelitian. 2. Untuk memberikan informasi terbaru. 3. Untuk mengatasi suatu persoalan. 4. Untuk menemukan teknik atau cara terbaru. 5. Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif. 6. Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan. 7. Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan observasi memiliki fungsi atau manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, fungsinya: 1. Sebagai bahan penelitian 2. Sebagai sumber yang dapat dipercaya 3. Sebagai laporan tugas dan kegiatan pengamatan 4. Sebagai apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta 5. Sebagai ilmu pengetahuan 6. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi secara umum memiliki tiga struktur di antaranya: 1. Pernyataan Umum, yaitu terdapat pembukaan, berisi pembuka atau informasi secara umum hal yang akan disampaikan.

Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut. 2. Deskripsi Bagian, yaitu terdapat isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan secara lebih detail. 3. Deskripsi Manfaat, yaitu berisi fungsi atau manfaat setiap objek yang diamati dalam kehidupan. Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi sangat berkaitan dengan penelitian dan pengetahuan, maka hal ini termasuk ke dalam jenis teks formal yang mengharuskan bahasa yang baku atau sesuai kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, serta mudah dipahami.

Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi di antaranya: 1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi. 2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).

3. Menggunakan verba aktif alam, hal ini untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

4. Menggunakan kata penghubung, untuk menyatakan : -Tambahan: dan, serta -Perbedaan: berbeda dengan -Persamaan: sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama -Pertentangan: sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik -Pilihan: atau 5.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks. 6. Penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi. 7. Menggunakan kata keilmuan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain. Langkah-langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi Untuk menyusun teks laporan hasil observasi ada langkah-langkahnya, yaitu: 1.

Tentukan objek yang akan kamu amati. 2. Susunlah jadwal observasi yang akan kamu kamu lakukan. 3. Lakukanlah observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu. 4. Catatlah hasil observasimu dengan memerhatikan ketepatan isi, struktur dan kaidah kebahasaannya. Bila memungkinkan ambil foto dan videokan observasimu.

5. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali. WAYANG Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, bisa berupa kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang.

Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar. Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal.

Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit. Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti 'orang') adalah satu di antara pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang.

Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian.

Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur. Apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu.

Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek.

Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen. Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket.

Disebut wayang suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket).

Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa. Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna.

Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-warni penuh.

Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus. Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan.

Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan ajran-ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat dari pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan. Sumber: Buku Siswa Bahasa Indonesia, Istiqomahalmaky.blogspot
• Aplikasi Pendidikan Daftar Aplikasi Pendidikan Bermanfaat • Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita • Biologi Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan • Ekonomi Ekonomi adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya • Fisika Fisika adalah ilmu mengenai alam • Geografi Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bumi • Inggris Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan • IPS IPS adalah penyederhanaan dari disiplin ilmu-ilmu sosial • Matematika Matematika adalah ilmu tentang logika • PAI PAI adalah pendidikan mengenai agama Islam • Penjasorkes Penjasorkes adalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan • PKN PKN adalah pendidikan agar menjadi warga negara yang baik • Sejarah Sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lampau • Seni Budaya Seni budaya adalah keahlian dalam mengekspresikan ide • Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang tentang perilaku sosial • TIK TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi Daftar Isi • Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi • Struktur Teks Laporan Hasil Observasi • Kaidah Kebahasaan Teks LHO • Jenis Teks Laporan Hasil Observasi • Bagaimana Langkah Menyusun Teks LHO?

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Menggambarkan ciri, bentuk, atau sifat umum seperti benda, hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta.

Teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada. Tujuan teks ini • Mengatasi suatu persoalan. • Menemukan teknik atau cara terbaru. • Mengambil keputusan yang lebih efektif. • Melakukan pengawasan dan/atau perbaikan. • Mengetahui perkembangan suatu permasalahan. Fungsi teks ini: • Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan. • Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan. • Sarana untuk pendokumentasian.

• Sebagai sumber informasi terpercaya. • Bersifat objektif, global, universal. • Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal. • Ditulis secara lengkap dan sempurna. • Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan. • Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya. • Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat. • Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.

• Bersifat Informatif. • Bersifat Komunikatif. • Bersifat Objektif. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Terdapat 3 struktur utama yang membangun teks LHO sehingga menjadi satu kesatuan, struktur teks nya yaitu: • Pernyataan umum; mengandung keterangan umum mengenai subjek yang dilaporkan. Pernyataan umum mengandung informasi umum (nama latin, kelas, asal usul, informasi tambahan tentang hal yang dilaporkan). • Deskripsi bagian; mengandung rincian hal-hal yang dilaporkan. Jika binatang bisa berupa ciri fisik, makanan, habitat, perilaku.

Jika tumbuhan bisa berupa ciri fisik akar, bunga, buah atau perincian bagian yang lain. Tidak jarang manfaat dan nutrisi juga dipaparkan pada bagian ini.

Kalau yang dilaporkan apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta objek, deskripsi bagian berisi klasifikasi objek dari berbagai segi dan deskripsi manfaat suatu objek, sifat-sifat khusus objek. • Simpulan; mengandung ringkasan umum hal yang dilaporkan. Kaidah Kebahasaan Teks LHO Ciri bahasa atau kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks ini: • Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi. • Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain • Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.

• Menggunakan kata penghubung yang menyatakan tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya), pertentangan (tetapi, sedangkan, namun), pilihan (atau).

• Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf. • Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain. Jenis Teks Laporan Hasil Observasi Advertisement Teks observasi mempunyai berbagai macam tergantung pada objek yang diamati, tujuan pembuatan, dan lainnya.

Misalkan objek yang diamati adalah: • Observasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, politik • Observasi mengenai kondisi lingkungan dan ekosistem • Observasi mengenai keadaan yang sedang terjadi (acara HUT RI) • Dan sebagainya. Misal juga tujuan pembuatan nya: • Teks observasi eksposisi. • Teks observasi identifikasi. • Teks observasi klasifikasi. • Dan sebagainya. Jenis hasil teks observasi dibagi menjadi 2 yaitu: 1. Laporan Observasi Formal Yaitu laporan hasil observasi mengenai objek yang diamati dengan memakai kaidah format dalam menyusun laporan (struktur lebih rinci, ragam bahasanya baku, terdapat header/kop).

Umumnya diajukan untuk acara resmi seperti kepentingan politik, laporan berita, dan lainnya. 2. Laporan Observasi Non Formal Yaitu laporan hasil observasi yang mempunyai struktur lebih sederhana dan umumnya ditulis secara popular. Bagaimana Langkah Menyusun Teks LHO? Langkah-langkahnya: • Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan. • Membuat kerangka teks yang condong ke pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.

• Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi. Setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah berikutnya yaitu menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan • Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.

Nah kamu juga harus memenuhi syarat atau kriteria teks laporan hasil observasi agar dianggap baik dan benar serta ideal, berikut ini syaratnya: • Mempunyai susunan struktur teks yang urut dan lengkap. • Dalam struktur teks tidak mempunyai kesimpulan/penutup.

• Di dalam teks tidak ada opini dari penulis. • Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Berhubung tulisan di artikel ini sudah cukup banyak, maka dari itu contoh teks ini akan kami sambung di artikel berikutnya.
Yuk, kita pelajari mengenai teks laporan hasil observasi, meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur teks, beserta contohnya di artikel ini! -- Pernahkah kamu ditugaskan oleh guru untuk melakukan kegiatan pengamatan atau observasi?

Misalnya, ditugaskan untuk mengamati pertumbuhan kacang hijau, nih. Biasanya, setelah kamu melakukan kegiatan observasi, kamu harus menuliskan teks laporan observasi. Lalu, apa yang dimaksud dengan teks laporan observasi?

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi atau sering disingkat menjadi teks LHO adalah teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah diadakannya investigasi atau penelitian secara sistematis. Nah, laporan hasil observasi dapat berupa hasil riset secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan, sosial, budaya, atau ekosistem tertentu.

Aku, yang mencoba mengamati gerak-gerik teman ambis sekelasku. (sumber: apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta Teks laporan hasil observasi biasanya berisi tentang fakta-fakta yang dapat dibuktikan secara ilmiah. Tujuannya untuk mendapatkan informasi dan penjelasan rinci mengenai suatu hal dari sudut pandang keilmuan kepada pembaca.

Selain itu, teks laporan hasil observasi juga bertujuan untuk menyampaikan segala hal yang diperlukan berdasarkan hasil pengamatan secara rinci, sistematis, faktual, dan cermat kepada pembaca. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Disusun secara sistematis Maksudnya, teks ini disusun secara berurutan sesuai dengan struktur teks laporan hasil observasi.

Lho, struktur teksnya seperti apa? Tenang, penjelasannya ada di bawah ini, kok! Jadi, pahami dulu ciri-ciri teksnya, ya. 2. Penjelasan dari sudut pandang keilmuwan Teks laporan hasil observasi menyajikan data dari hasil pengamatan yang benar-benar ada atau sesuai fakta.

Nah, data-data yang ada pada teks tersebut harus bisa dibuktikan secara ilmiah, teman-teman. Jadi, saat kamu membuat teks laporan hasil observasi, nggak boleh ngasal ya, apalagi tipu-tipu. 3. Berisi pembahasan objek atau situasi tertentu Teks laporan hasil observasi berisi informasi mengenai suatu objek atau situasi tertentu yang dibahas secara umum.

Objeknya ini bisa beraneka ragam, misalnya makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, atau hal lainnya, seperti ekosistem, sosial, dan budaya. 4. Terdapat perincian bagian suatu objek Perincian bagian atau objek yang ditulis dalam teks laporan hasil observasi ini berupa klasifikasi dan informasi ciri-ciri objek. Misalnya, kamu sedang mengamati pertumbuhan kacang hijau, nih. Maka, ciri-ciri objeknya itu bisa berupa tumbuhan jenis polong-polongan yang hidup di wilayah tropis, batangnya berbulu, berwarna hijau dan kecoklatan.

5. Teks disusun dengan bahasa baku dan jelas Teks laporan hasil observasi harus ditulis menggunakan bahasa yang baku ya, soalnya merupakan tulisan ilmiah. Jadi, pembaca bisa lebih mudah untuk memahaminya. Jangan pakai bahasa gaul, eaaaa.

Baca juga: Mengenal Teks Prosedur, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contohnya Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Nah, setelah mengetahui ciri-ciri teks laporan hasil observasi, kita lanjut ke bahasan berikutnya, yaitu struktur teks laporan hasil observasi.

Ada apa aja, sih? 1. Pernyataan umum Berisi definisi atau keterangan umum tentang subjek yang dilaporkan. Pernyataan umum berisi informasi umum (nama Latin, asal usul, kelas, informasi tambahan tentang hal yang dilaporkan).

2. Deskripsi bagian Berisi perincian hal-hal yang dilaporkan. Kalau binatang, mencakup ciri fisik, habitat, makanan, dan perilaku.

Kalau tumbuhan, berupa perincian ciri fisik bunga, akar, buah, atau perincian bagian yang lain. 3. Deskripsi manfaat Berisi manfaat dari adanya laporan tersebut. Kalau yang dilaporkan berupa objek, deskripsi manfaat akan berisi klasifikasi objek dari berbagai segi manfaat dan sifat-sifat khusus objek.

Oh iya, seringkali penulis juga memberikan kesimpulan pada laporan. Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi 1. Menggunakan istilah dalam bidang ilmu tertentu.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Misalnya, pada definisi menggunakan kata adalah atau merupakan. 2. Menggunakan kata khusus dan kalimat-kalimat yang menjelaskan (memerinci). Pada bagian deskripsi, digunakan istilah dalam bidang ilmu, kata baku, dan kalimat efektif. Kata sambung yang digunakan, seperti yaitu, dan, selain itu, di samping itu, dari segi ., rincian jenis kelompok pertama, kedua, dan lain-lain. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Biota Laut Biota laut adalah seluruh makhluk hidup yang berkembang biak di laut.

Biota laut yang ada di perairan Indonesia merupakan salah satu kekayaan yang sangat berlimpah. Biota laut itu di antaranya ada terumbu karang, ikan, dan tumbuh-tumbuhan laut yang menjadi bagian dari ekosistem laut. Terumbu karang di Taman Nasional Bunaken sangat banyak jenisnya. Terumbu karang ini hidup di pantai atau daerah yang terkena cahaya matahari dan hidup di perairan yang berada kurang lebih lima puluh meter di bawah permukaan laut dengan suhu tertentu, serta di air jernih yang tidak terkena polusi.

Di samping terumbu karang, Taman Nasional Bunaken juga dihuni beragam jenis ikan, seperti ikan kuda gusumi, oci putih, lolosi ekor kuning, dan goropa. Ikan lain di laut indonesia yang sudah dijadikan industri, antara lain ikan tuna, tngkol, tenggiri, kerapu, dan baronang. Di samping terumbu karang dan ikan, laut Indonesia juga memiliki tumbuhan laut. Di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, misalnya dibudidayakan rumput laut dan penanaman bakau.

Rumput laut di sini sangat beragam bentuknya, ada yang bulat seperti tabung, pipih dan gepeng, ada yang bulat seperti kantong, dan ada juga yang terurai seperti rambut.

Semua dapat hidup karena perawatannya dipantau secara berkala untuk melihat perkembangannya. Ketiga biota laut tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti ikan dan rumput laut yang bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung gizi.

Terumbu karang juga berguna bagi ekologi dan ekonomi. Di samping itu, biota laut Indonesia juga bermanfaat bagi perkembangan pariwisata, seperti Raja Ampat di Papua, Pulau Wangi-Wangi di Sulawesi Tenggara, dan Bunaken di Manado. Keragaman biota ini juga bermanfaat bagi lingkungan, terutama bakau yang telah menahan abrasi dari besarnya hantaman gelombang dan ombak laut.

(Diadaptasi dari Buku Siswa Kemdikbud) Bagaimana? Sudah paham bukan? Nah, dalam melakukan kegiatan observasi, biasanya kita tidak sendirian, melainkan mengerjakannya secara berkelompok.

Sekian pembahasan mengenai teks laporan hasil observasi. Semoga artikel ini cukup jelas untuk menjawab rasa bingung kamu terhadap materi, ya.

Oh iya, jika kamu ingin belajar lebih lengkap mengenai materi lainnya, yuk, bergabung di ruangbelajar. Di sini kamu akan belajar bersama para Apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta Teacher berpengalaman yang bikin kamu lebih mudah memahami konsep pelajaran.

Ada rangkuman dan latihan soalnya juga, loh! Lengkap banget, kan? Referensi: Harsiati, Titik dkk. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Sumber gambar: GIF 'Orang Menggunakan Kaca Pembesar' [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/RATP-ratp-loupe-chercher-JeEXgepOSWaPZCMsut (Diakses pada 5 November 2021). Artikel diperbarui 5 November 2021.MENU MENU • Home • About • Profil Usaha • Sejarah • Contact • Service • Daftar Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Kerjasama Net Apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta • Jasa Pengurusan HAKI • Konsultasi Menulis • Cek Progess Buku • Testimony • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Artikel • Informasi • Dasar Menulis • Cara Menerbitkan Buku • Inspirasi • Memasarkan Buku • Tutorial • Teknik Menulis • Writing Advice • Writing Tools • Free Ebook • Ebook Panduan Buku Ajar (Versi Cepat Paham) • Ebook Premium Gratis • Ebook Menulis Buku Monograf • Ebook Menulis Buku Referensi • Ebook Rahasia Menulis Buku Ajar • Ebook Panduan Menulis Tanpa Plagiarisme • Ebook Self Publishing • FAQ • Promo • Karir Menu • Mulai Dari Sini • Motivasi Menulis • Dasar Menulis • Cara Menulis Buku • Cara Menerbitkan Buku • Panduan Menulis • Menulis Buku • Buku Pendidikan • Buku Ajar • Menulis Karya Ilmiah • Buku Referensi • Buku Teks • Novel • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Book Marketing • Succes Story • Toko Buku Menu • Home • About • Profil Usaha • Profil An Nur Budi Utama • Sejarah • Karir • Service • Menerbitkan Buku • Kirim Naskah • Jasa Pengurusan Haki • Konsultasi Menulis • Pengadaan Buku • Kerjasama Workshop • Program Reseller • Kerjasama Net Promoter • Promo • Contact Us • FAQ • Artikel • Panduan Menulis • Inspirasi • Writing Advice • Writing Tools • Succes Story • Book Marketing • Toko Buku Daftar Isi • Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Menurut Para Ahli • 1.

Kosasih • 2. Nawawi dan Martini • 3. Prof. Heru • 4. Sugiyono • 5. Hanna Djumhana • 6. Sudjana • 7. Sutrisno Hadi • 8. Suharsimi Arikunto • 9. Gibson dan Mitchel • 10. Supriyati • 11. Margono • 12. Bungin • 13. Alwasih • Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi • 1. Bertujuan untuk mengatasi suatu persoalan • 2.

Menemukan teknik atau cara terbaru • 3. Mengambil keputusan yang lebih efektif • 4. Melakukan pengawasan atau perbaikan • 5.

Mengetahui perkembangan suatu permasalahan • Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi • 1. Melaporkan tanggung jawab terhadap tugas atau kegiatan yang diamati • 2. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan pemecahan masalah dalam pengamatan. • 3. Sebagai Pendokumentasian • 4. Sumber informasi terpercaya • Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi • 1.

Universal • 2. Objek Tunggal • 3. Berdasarkan Fakta • 4. Tidak Berdasar Prasangka • Struktur Teks Laporan Hasil Observasi • 1. Membuat pernyataan umum • 2. Diperlukan deskripsi bagian • 3. Membuat kesimpulan • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Bentuk Singkat • Contoh Teks Hasil Observasi 1 • Contoh Teks Hasil Observasi 2 Teks laporan hasil observasi adalah hasil dari penelitian yang telah dilakukan.

Dimana perolehan data didapatkan menggunakan teknik observasi. Dari hasil data yang diperoleh itulah yang nantinya akan dijabarkan ke dalam sebuah teks dan dituangkan dalam sebuah laporan. Dimana laporan tersebut mencantumkan hasil. Secara teknis, pembuatan teks laporan hasil observasi dapat Anda lihat dalam metodologi penelitian. jadi kesempatan kali ini tidak akan membahas metodologi penelitian. Melainkan akan fokus pada pengertian, tujuan, fungsi dan ciri-ciri dari teks laporan hasil observasi.

Untuk mempersingkat waktu, dapat dilihat sebagai berikut. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Menurut Para Ahli Teks laporan hasil observasi (LHO) dapat diartikan sebagai pelaporan hasil penelitian secara observasi yang telah dilakukan peneliti atau penulis. Teks laporan observasi memuat beberapa kriteria tertentu. Berikut beberapa pengertian teks laporan hasil observasi menurut para ahli: Sedikit membantu, berikut adalah pengertian teks hasil observasi menurut para ahli yang ada di dunia: 1.

Kosasih Pendapat yang pertama adalah disampaikan oleh Kosasih. Dijelaskan bahwa teks hasil observasi adalah teks yang menyuguhkan informasi yang membahas mengenai hasil analisis yang sistematis dan menyeluruh berdasarkan sudut pandang keilmuan. Sehingga di dalam teks hasil observasi tidak hanya mencantumkan sebuah atau beberapa informasi saja. Melainkan juga memaparkan hasil analisis terhadap seluruh informasi (data) yang didapatkan dari kegiatan pengamatan (observasi).

2. Nawawi dan Martini Pengertian teks hasil observasi menurut para ahli selanjutnya disampaikan oleh Nawawi dan Martini. Keduanya menjelaskan bahwa teks hasil observasi adalah jenis teks atau tulisan yang berisi hasil kegiatan mengamati dan pencatatan secara urut. Sehingga teks jenis ini berisi seluruh data hasil pengamatan yang kemudian disusun atau dicatat secara urut.

Mulai dari hasil pengamatan hari pertama, hari kedua, dan seterusnya, sampai dirasa semua pengamatan sudah selesai dilakukan.

3. Prof. Heru Pendapat berikutnya datang dari Prof. Heru, menjelaskan bahwa teks hasil observasi adalah catatan yang isinya merupakan pengamatan yang sebuah studi kasus atau pembelajaran yang dilakukan dengan sengaja, terarah, urut, dan sesuai pada tujuan. Hasil pengamatan atau hasil observasi kemudian dijelaskan perlu disusun sedemikian rupa. Yakni disusun secara rinci, tepat, akurat, teliti, objektif, dan bermanfaat.

Sehingga isinya adalah data valid bukan hasil imajinasi. 4. Sugiyono Pendapat selanjutnya datang dari Sugiyono, yang menjelaskan bahwa teks hasil observasi adalah sebuah catatan atau tulisan yang isinya mengenai seluruh proses penelitian mengamati situasi dan kondisi. Sehingga isi dari teks hasil observasi adalah hasil dari pengamatan situasi dan kondisi tertentu selama melakukan penelitian.

Isi teks berupa data yang sifatnya valid sesuai dengan hasil pengamatan yang sudah dilakukan. 5. Hanna Djumhana Ahli berikutnya yang menjelaskan pengertian teks hasil observasi adalah Hanna Djumhana. Oleh Hanna dijelaskan bahwa teks hasil observasi merupakan tulisan yang berisi hasil dari metode ilmiah yang masih menjadi acuan dalam ilmu pengetahuan empiris sebagai cara yang apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta digunakan untuk mengumpulkan data.

6. Sudjana Sudjana juga menjelaskan definisi observasi sekaligus definisi dari teks hasil observasi. Menurutnya observasi adalah metode penelitian untuk mengukur tindakan dan proses individu dalam sebuah peristiwa yang diamati. Sehingga teks hasil observasi menurutnya merupakan catatan atau tulisan yang berisi metode penelitian untuk mengukur tindakan dan proses individu dalam sebuah peristiwa yang diamati.

7. Sutrisno Hadi Sutrisno Hadi juga menjadi salah satu ahli yang menjelaskan definisi dari teks hasil observasi. Menurutnya, kegiatan observasi adalah proses yang kompleks, terdiri dari berbagai macam proses biologis maupun proses psikologis. Sehingga teks hasil observasi adalah jenis tulisan yang isinya menjelaskan berbagai macam proses biologis dan proses psikologis dari suatu hal yang sedang diamati.

Isi teks adalah data-data dari proses-proses tersebut. 8. Suharsimi Arikunto Pengertian teks hasil observasi menurut para ahli selanjutnya disampaikan oleh Suharsimi Arikunto. Menurut beliau, observasi adalah pengamatan langsung terhadap suatu objek yang ada di lingkungan yang sedang berlangsung meliputi berbagai aktivitas perhatian terhadap kajian objek dengan menggunakan penginderaan.

Sehingga teks hasil observasi adalah sebuah tulisan yang berisi hasil pengamatan langsung terhadap suatu objek yang ada di lingkungan tertentu. Aktivitas dan perubahan apapun pada objek kemudian dicatat, catatan inilah yang merupakan teks hasil observasi. 9. Gibson dan Mitchel Gibson apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta Mitchel juga mengemukakan pendapatnya terkait observasi dan teks hasil observasi.

Observasi menurut keduanya adalah teknik untuk menyeleksi dalam penentuan keputusan dan konklusi terhadap orang lain yang diamati. Teks hasil observasi adalah tulisan yang menjelaskan teknik untuk menyeleksi dalam penentuan keputusan dan konklusi terhadap orang lain yang diamati. Semua hasil pengamatan akan dicatat dan catatan ini adalah teks hasil observasi tersebut. 10. Supriyati Ahli berikutnya yang menjelaskan pendapatnya terkait pengertian teks hasil observasi adalah Supriyati.

Supriyati menjelaskan bahwa teks hasil observasi adalah sebuah tulisan yang isinya menjelaskan suatu metode untuk mengumpulkan data penelitian dengan sifat dasar naturalistik yang berlangsung dalam konteks natural.

11. Margono Pendapat selanjutnya adalah dari Margono, dijelaskan bahwa teks hasil observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala yang tampak pada objek yang diteliti. Sehingga catatan inilah yang kemudian disebut sebagai teks hasil observasi.

12. Bungin Bungin merupakan seorang ahli yang juga mendefinisikan teks hasil observasi. Menurutnya observasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian lewat pengamatan dan pengindraan. Daya yang dikumpulkan ini kemudian menjadi teks hasil observasi yang perlu dipaparkan secara urut dan sistematis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sehingga tulisan yang berisi data yang dikumpulkan merupakan teks hasil observasi. 13. Alwasih Terakhir adalah definisi yang dikemukakan oleh Alwasih, menurutnya observasi adalah suatu penelitian atau pengamatan yang sistematis dan terencana yang tujuannya untuk perolehan data yang dikontrol validitas dan reabilitasnya. Tulisan yang menyusun laporan hasil penelitian inilah yang disebut teks hasil observasi, karena penelitian pasti melakukan observasi atau pengamatan.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata observasi memiliki arti sebagai pengamatan atau peninjauan secara cermat. Sehingga teks hasil observasi adalah tulisan yang isinya berupa hasil pengamatan atau peninjauan secara cermat tersebut.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Melalui sejumlah pengertian teks hasil observasi menurut para ahli yang dipaparkan di atas. Maka bisa disimpulkan bahwa teks hasil observasi adalah jenis tulisan yang pada umumnya berisi data hasil pengamatan atau hasil observasi. Teks laporan hasil observasi dapat diartikan sebagai teks yang menyuguhkan informasi yang membahas dan dianalisis secara sistematis dan menyeluruh berdasarkan dengan sudut pandang keilmuan.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi Dilihat dari tujuannya, LHO memiliki banyak peranan. Berikut beberapa tujuan 1. Bertujuan untuk mengatasi suatu persoalan Maka dari itu, tidak heran jika laporan hasil observasi lebih tepat digunakan untuk mengobservasi masalah yang sedang terjadi. Jadi, apabila ada yang mengobservasi tanpa ada masalah yang terjadi, hanya akan sia-sia dan buang-buang waktu. 2. Menemukan teknik atau cara terbaru Sebenarnya ini masih ada korelasi dengan alasan yang pertama.

Dari persoalan yang ada itulah dicari solusi yang tepat. Dari solusi yang diperoleh, diharapkan akan menemukan cara baru sehingga ada sesuatu hal yang bersifat terbarukan dan solutif. 3. Mengambil keputusan yang lebih efektif Hal dapat diterapkan di banyak hal. Secara tidak langsung, hasil observasi sebagai sarana pengumpulan data.

Dari data-data yang terkumpul inilah yang membantu kita untuk mengambil keputusan secara tepat dan minim resiko. 4. Melakukan pengawasan atau perbaikan Salah satu kasus pentingnya laporan hasil observasi dibidang kedokteran. Seorang dokter menangani pasien yang menderita penyakit berkepanjangan. Mereka tidak bisa langsung memfonis secara cepat. Tentu saja mereka membutuhkan waktu untuk observasi terlebih dahulu, sebelum membuat keputusan akhir pada pasiennya. 5.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Mengetahui perkembangan suatu permasalahan Contoh sederhananya, setiap kali meneliti, sebelum dilakukan penelitian terjun di lapangan, seorang peneliti akan melakukan observasi kecil-kecilan.

Tentu saja cara atau tekniknya berbeda-beda. Itulah beberapa tujuan penting yang akan kita rasakan dalam teks laporan hasil observasi. Baca Juga: Contoh Teks Prosa Lengkap dengan Penjelasannya Contoh Teks Anekdot yang Lucu Contoh Teks Prosedur yang Bisa Dijadikan Referensi Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi Fungsi teks laporan hasil observasi sebenarnya cukup besar. Sayangnya, tidak banyak orang yang menyadari akan pentingnya fungsi ini.

berikut adalah fungsi LHO. 1. Melaporkan tanggung jawab terhadap tugas atau kegiatan yang diamati Jadi setiap hasil penelitian observasi, peneliti atau penulis memiliki tanggung jawab terhadap data yang dilaporkan. 2. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan pemecahan masalah dalam pengamatan.

Dimana, setiap proses pengamatan seorang penulis tidak bisa mengobservasi secara serampangan.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Harus mengobservasi sesuai kode etik penelitian. 3. Sebagai Pendokumentasian Selain memiliki pertanggungjawaban dan sebagai dasar penyusunan pertanggungjawaban, ternyata berfungsi sebagai sarana untuk pendokumentasian hasil penelitian. Pendokumentasian itu penting, karena dari hasil dokumentasi tersebut sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kajian penelitian bagi regenerasi.

4. Sumber informasi terpercaya Bagaimanapun juga, teks laporan hasil observasi diperoleh melalui proses pengamatan yang cukup lama. Sehingga kredibilitas atau hasil laporan memiliki kekuatan tersendiri. Hal lain karena observasi juga salah satu teknik penelitian, dimana setiap hasil penelitian dituntut untuk dapat dipertanggungjawabkan.

Dari beberapa fungsi di atas, poin manakah yang pernah kamu rasakan? Kamu boleh komen di kolom komentar. Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi Barangkali Anda bingung bagaimana cara mengetahui laporan hasil observasi dengan laporan hasil penelitian yang lain. Ada beberapa ciri spesifik yang memperlihatkan hasil observasi. Berikut ciri-cirinya. 1. Universal Hasil laporan bersifat universal, objektif dan global. Jadi hasil laporan justru tidak menunjukan kefokusan spesifik. 2. Objek Tunggal Teks laporan hasil observasi juga dapat dilihat dari objek yang dibicarakan atau yang akan dibahas haruslah objek tunggal.

Penulisan objek tunggal membantu dalam menentukan objek juga. Ketiga, umumnya penulisan hasil observasi ditulis lebih lengkap dan menuntut kesempurnaan dalam penulisannya. 3. Berdasarkan Fakta Sebagai hasil laporan penelitian observasi, maka pesan yang dilaporkan berdasarkan fakta dan data yang sudah ditemukan selama pengamatan. Kelima, hasil laporan atau tema yang diangkat harus bersifat terbarukan. Maksudnya, hasil penelitian mengangkat isu-isu yang baru hangat dan masih relevan dengan kehidupan sehari-hari.

4. Tidak Berdasar Prasangka Hasil laporan tidak memuat prasangka ataupun dugaan yang belum jelas kebenarannya. Jadi, objek yang diobservasi, haruslah yang sudah memiliki kejelasan kebenaran.

Ciri yang terakhir hasil laporan harus berkesinambungan antara kelas dan sub kelas yang dilaporkan dibagian dalamnya. Itulah keenam ciri-ciri teks laporan hasil observasi. Terdapat tambahan informasi yang tidak kalah penting, Pastikan laporan hasil observasi memenuhi tiga sifat, yaitu harus bersifat informatif, komunikatif dan objektif. Ketiga sifat tersebut wajib melekat, karena laporan hasil observasi bukanlah karya fiktif ataupun karya imajinatif.

Baca Juga: Contoh Lengkap Teks Berita Contoh Teks Biografi yang Bisa Dijadikan Referensi Contoh Teks Persuasif yang Baik dan Benar Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Sulit menyusun laporan observasi yang baik? Ternyata dalam penyusunan LHO memiliki tiga struktur yang wajib dikuasai. 1. Membuat pernyataan umum Sesuai dengan namanya, pernyataan yang dituliskan masih ada kaitannya dengan subjek yang akan dilaporkan.

Adapun Unsur yang perlu ada dalam membuat pernyataan umum, misalnya memuat informasi umum seperti nama latin, catatan tambahan yang sekiranya perlu ditambahkan dan asal-usul. 2. Diperlukan deskripsi bagian Adapun yang dimaksud deskripsi bagian yaitu membuat rincian hal-hal yang perlu dilaporkan. Untuk memudahkan pemahaman, contoh deskripsi bagian untuk observasi tentang dunia tumbuh-tumbuhan, bisa melaporkan morfologi tanaman bisa batang, bunga, atau buah. Bisa juga fokus menuliskan pada cara budidayanya, misalnya cara menyemai, sampai proses panen.

Jadi, di poin ini tergantung dari fokus yang akan dibahas. 3. Membuat kesimpulan Kesimpulan cukup dibuat berdasarkan garis besar dan inti dari hasil laporan hasil observasi. Cukup ditulis menggunakan kalimat yang mudah dipahami dan singkat saja. Ketiga struktur di atas cara sederhana dalam memetakan teks laporan hasil observasi. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Bentuk Singkat Barangkali Anda masih bingung bagaimana sih bentuk dari teks laporan hasil observasi? Nah, berikut adalah contoh teks laporan hasil observasi dalam bentuk singkat, yang pernah saya lakukan.

Observasi akan membahas tentang salah satu tanaman Sukulen. Berikut contohnya. Contoh Teks Hasil Observasi 1 Sukulen salah satu tanaman yang menyimpan air. Meskipun dalam kondisi media tanah kering, sukulen masih bisa bertahan hidup lama, karena tanaman hias satu ini menyimpan sumber makanan di bagian batang dan daun mereka. Sukulen salah satu tanaman imut dan cantik, karena bentuknya lucu inilah, banyak orang yang tertarik merawatnya.

Sayangnya, banyak yang mengeluhkan tanaman sukulen mudah mati. Rata-rata sukulen mati karena busuk. Sedikit orang yang mengeluhkan sukulen mati karena kekeringan. Setelah melakukan observasi selama 2 tahun, Anda juga bisa melihat hasil observasi di channel youtube “Irukawa Elisa” ternyata Sukulen salah satu tanaman yang tidak suka dengan air.

Dibalik kelucuan dan kecantikan tanaman hias satu ini, dari segi perawatan bagi pemula cukup sulit. Ada banyak hal yang harus diperhatikan buat yang ingin merawat sukulen tumbuh subur. Diantaranya, memperhatikan bagaimana cara menyiram yang tepat, penting juga mengetahui media tanam yang baik untuk sukulen agar tidak mudah terserang jamur dan tidak mudah mengalami pembusukan.

Meskipun sukulen salah satu tanaman yang mudah mati dengan air, berdasarkan observasi, sukulen juga butuh air jika media tanamnya benar-benar kering. Ada fakta yang menarik, meskipun sukulen mudah mati ketika mendapat perlakuan salah, sukulen salah satu jenis tanaman yang mudah dikembangbiakan hanya menggunakan stek batang ataupun menggunakan potekan daun. Jadi, daun sukulen dapat disimpulkan bahwa tanaman sukulen jika tahu cara perawatan dan perlakuannya mudah untuk dikembangbiakan dan mudah hidup.

Contoh Teks Hasil Observasi 2 Buah Manggis Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman buah asli Indonesia. Manggis adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Buah pohon manggis juga disebut manggis. Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur. Manggis menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan atau biasa disebut sebagai pangan fungsional.Pohon dan daun manggis memiliki ciri khas.

Tinggi pohon manggis rata-rata mencapai 6-25 m. Manggis memiliki ciri daun rapat (rimbun), duduk daun berlawanan, dan tangkai daun pendek. Daun manggis tebal serta lebar.Manggis juga memiliki ciri khusus pada bunganya. Bunga manggis disebut bunga berumah dua. Pada pohon manggis bunga betina yang dijumpai, sedangkan bunga jantan tidak berkembang sempurna.

Bunga jantan tumbuh kecil kemudian mengering dan tidak dapat berfungsi lagi. Oleh karena itu, buah manggis dihasilkan tanpa penyerbukan. Bunga manggis termasuk bunga sendiri atau berpasangan di ujung ranting, bergagang, dan pendek tebal.

Bunga manggis berdiameter 5,5 cm. Daun kelopak dua pasang, daun mahkota dua pasang, tebal dan berdaging, berwarna hijau – kuning dengan pinggir kemerah-merahan.

Benang sari semu dan biasanya banyak. Buah manggis memiliki beberapa manfaat. Di kalangan masyarakat tradisional sendiri, buah manggis dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti sariawan, disentri, amandel, abses, dengan kemampuan anti peradangan atau anti inflamasi.

Hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kulit buah manggis sangat kaya akan antioksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat maupun antosianin.Manggis buah asli Indonesia yang khas. Selain rasa yang manis dan penampilannya yang enak dilihat, buah manggis juga memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Sumber Contoh : Menyingkap Ilmu Pengetahuan di Sekitar Kita : Bahasa Indonesia Paket C Setara SMA/MA.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan kesetaraan Tahun 2017. Itulah beberapa pembahasan tentang teks laporan hasil observasi.

Setelah melihat pembahasan dan uraian di atas, sebenarnya melakukan observasi tidak sulit kok. Justru menantang dan menyenangkan. Nah, bagaimana dengan Anda? Semoga pembahasan ini bermanfaat. (Irukawa Elisa) Artikel Terkait: Apa Itu Teks? Simak Jenis-Jenis dan Contohnya Teks Prosedur: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Anekdot: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Narasi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Berita: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Editorial : Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Biografi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Persuasi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Lengkap Teks Argumentasi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menulis Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menulis Teks Eksposisi: Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, dan Sturkturnya Teks Eksplanasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh Lengkap
Bola.com, Jakarta - Teks laporan hasil observasi adalah jenis teks yang berisi informasi secara umum tentang sesuatu berdasarkan fakta dari hasil pengamatan secara langsung.

Sesuai namanya, teks observasi ditulis berdasarkan observasi atau pengamatan. Hal ini berarti teks laporan observasi berisi fakta di lapangan dan tidak boleh ditulis secara asal-asalan. Adapun objek pengamatan yang bisa diangkat dalam teks laporan hasil observasi, antara lain keadaan alam, keadaan lingkungan, hewan, tumbuhan, sosial, sebuah peristiwa, kesenian, dan kebudayaan. Teks laporan hasil observasi bersifat informatif, komunikatif, dan apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta.

Hal itu berarti isi teks laporan hasil observasi harus memberikan sebuah informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Setiap informasi yang didapat juga harus disajikan atau ditulis secara objektif dan sesuai fakta yang sebenarnya, tidak dibuat-buat atau tidak menurut opini sang penulis, serta dapat dibuktikan kebenarannya. Bagi yang masih bingung tentang penjelasan singkat teks laporan hasil observasi, bisa mencari tahu ciri-cirinya.

Ada beberapa ciri-ciri teks laporan hasil observasi yang perlu diketahui. Berikut ini rangkuman tentang ciri-ciri teks laporan hasil observasi beserta struktur dan contohnya, seperti dilansir dari Buku Siswa Bahasa Indonesia dan Serupa.id, Selasa (30/3/2021). Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi Ilustrasi menulis teks. Credit: pexels.com/Vlada Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi: 1.

Ditulis secara lengkap dan sempurna. 2. Bersifat objektif, global, dan universal. 3. Objek yang akan dibicarakan atau dibahas adalah objek tunggal. 4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai pengamatan yang telah dilakukan.

5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya. 6. Tidak mengandung prasangka/dugaan yang menyimpang atau tidak tepat. 7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya. 8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis.

Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya. Lanjutkan membaca 9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.

10. Disajikan secara menarik, baik kata, bahasa, isinya berbobot maupun susunannya logis. 11. Teks laporan hasil observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi Ilustrasi menulis teks. Credit: unsplash.com/foto Teks laporan hasil observasi secara umum memiliki tiga struktur, yakni: 1. Pernyataan Umum, yaitu terdapat pembukaan, berisi pembuka atau informasi secara umum hal yang akan disampaikan.

Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut. 2. Deskripsi Bagian, yaitu terdapat isi, perincian, apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta, dan penjelasan secara lebih detail. 3. Deskripsi Manfaat, yaitu berisi fungsi atau manfaat setiap objek yang diamati dalam kehidupan. Contoh Teks Laporan Hasil Apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta Ilustrasi menulis teks. (Image by Free-Photos from Pixabay) Bunga Melati • Pernyataan Umum (Definisi Umum) Bunga melati adalah tumbuhan yang hanya tumbuh di sebagian Asia Tenggara dan Australia.

Bunga ini ditetapkan sebagai bunga bangsa bagi Indonesia atau tepatnya Puspa Bangsa. Hal ini berarti, bunga ini diakui sebagai satu di antara bunga ciri khas negara Indonesia. • Deskripsi Bagian (Batang) Pohon ini tingginya sedang, sekitar setengah tinggi rata-rata orang dewasa atau setelah diukur tinggi tepatnya sekitar 83 cm. Batangnya bulat berkayu dengan tinggi 4-60 cm. Batang tumbuhannya bercabang dan berwarna cokelat di bagian pangkal kemudian cokelat muda di bagian ujungnya.

• Deskripsi Bagian (Daun) Letak daunnya saling berhadapan dalam sebuah tangkai atau batang. Helai daunnya berbentuk bulat telur dan menjorong ke bagian tepi. Namun, ujungnya runcing, sementara itu pangkalnya membulat, tepiannya rata, dan tulang daunnya menyirip. Warnanya hijau tua untuk daun yang besar.

Hijau muda untuk yang muda/kecil. Beberapa daun permukaannya berkerut atau tidak mulus. • Deskripsi Bagian (Bunga) Bunganya tumbuh di antara daunnya. Jumlahnya terbatas, hanya ada satu hingga tiga bunga untuk setiap kumpulan daun.

Setiap bunga memiliki antara empat hingga sembilan kelopak, empat ovula, dan dua lokulus. Sementara itu benang sarinya sangat pendek jika dibandingkan dengan bunga lainnya.

Ukuran bunganya rata-rata berdiameter 2,5 cm. Warnanya putih cerah dengan aksen putih lilin atau sedikit kekuningan. Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet, namun pendek.

• Deskripsi Bagian (Aroma) Jika dicium dengan saksama, bunga ini menghasilkan wewangian. Aromanya segar dan berbau manis. Konon bunga melati lebih banyak melepaskan aromanya di malam hari, namun pada masa observasi berlangsung di siang hari, bunga ini tetap beraroma kuat jika diendus dari dekat.

• Deskripsi Manfaat Bunga melati adalah satu di antara kekayaan tumbuhan negara yang telah ditetapkan sebagai bunga bangsa. Aromanya yang memikat membuat bunga ini sering dijadikan teh bunga melati yang biasa dicampurkan dengan daun teh muda. Mari kita turut melestarikannya dengan cara ikut menanamnya atau sesederhana mencicip tehnya yang terkenal harum dan menyegarkan. Sumber: Buku Siswa Bahasa Indonesia, Serupa Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait insiden ambrolnya papan seluncuran kolam renang Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Sabtu (7/5) siang.

Sejumlah saksi pun dimintai keterangan terkait dengan insiden yang menyebabkan 9 orang anak-anak itu terluka lantaran terjatuh dari ketinggian 10 meter.

apa maksud bahwa teks hasil observasi ditulis sesuai fakta

Penyelidikan terhadap insiden itu dibenarkan oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto. Ia menyatakan, Subdit Reskrim Polres Pelabuhan Tanjun
Jakarta - Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari definisi umum, deskripsi bagian, dan simpulan. Selain itu teks laporan hasil observasi memiliki ciri khas yaitu penggunaan istilah, kalimat definisi, dan strukturnya. Sebelumnya, observasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah peninjauan secara cermat.

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi sebuah laporan dari hasil pengamatan terhadap suatu objek secara objektif. Objek tersebut dapat berupa fenomena alam, sosial, ataupun budaya yang disusun berdasarkan fakta secara sistematis, runtut, dan logis. Berikut adalah penjelasan struktur teks observasi yang dikutip dari buku Teks Laporan Hasil Observasi untuk Tingkat SMP Kelas VII karya Suhailasari Nasution, Nurbaiti, Arfannudin: Struktur Teks Laporan Hasil Observasi: Berikut adalah struktur teks laporan hasil observasi: 1.

Definisi Umum Pernyataan umum berisi definisi atau keterangan umum tentang subjek yang dilaporkan. Definisi umum berisi informasi umum (nama latin, asal usul, kelas, informasi tambahan tentang hal yang dilaporkan. 2. Deskripsi Bagian Bagian ini berisikan rincian hal-hal yang dilaporkan. Hal tersebut berisi ciri-ciri fisik atau perilaku yang menunjukkan ciri khas dari objek yang dilaporkan oleh penulis.

3. Simpulan Simpulan berisi ringkasan umum hal yang dilaporkan. Baca juga: Contoh Teks Biografi dan Cara Menulisnya Sifat Teks Laporan Hasil Observasi 1.

Bersifat informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca. 2.

Bersifat komunikatif, yaitu teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut. Tujuannya agar isi laporan dalam teks mudah dimengerti.

3. Bersifat objektif, berisikan informasi faktual dan berpatokan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi. Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi Agar Lebih Mudah 1. Melakukan observasi objek penelitian yang akan dijadikan judul laporan. 2. Menentukan judul laporan yang baik dan benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan.

3. Menyusun kalimat pembuka. 4. Menyusun isi laporan yang berisi gagasan atau ide pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan. 5. Menulis kalimat penutup. Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi Agar Menarik 1.

Objek yang diamati harus menarik 2. Objektif 3. Disusun secara sistematis 4. Dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya 5. Menggunakan bahasa yang efektif dan logis Kriteria Teks Laporan Hasil Observasi 1. Mempunyai susunan struktur teks yang urut dan lengkap. 2. Tidak memiliki kesimpulan/ penutup. 3. Di dalam teks tidak ada opini dari penulis. 4. Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta. Demikianlah penjelasan mengenai struktur teks laporan hasil observasi. Mudah dipahami kan detikers?

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI




2022 www.videocon.com