Penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Soal nomor 1 Peranan tanah bagi kehidupan adalah. A.Memelihara populasi hewan dan tumbuhan B.Menjaga iklim bumi C.Menjaga nutrisi yang dibutuhkan hewan D.Tempat hidup berbagai hewan dan bakteri Soal nomor 2 Tumbuhan dapat hidup dengan subur di atas tanah karena. A.Menyerap nutrisi yang terkandung dalam tanah B.Mendapat sinar matahari langsung C.Mendapat asupan nutrisi anorganik D.Melakukan proses fotosintesis Soal nomor 3 Pertandingan sepak bola antar kampung di nagari A dilaksanakan di lapangan sepak bola.

Hal ini merupakan peranan tanah sebagai. A.Penunjang kesehatan B.Penyedia keperluan manusia C.Tempat hidup manusia D.Penyedia air Soal nomor 4 Salah satu peranan organisme tanah adalah. A.Pengurai materi organik tanah B.Pengurai materi anorganik sampah plastik C.Pengasup nutrisi bagi organisme D.Pengasup nutrisi bagi tumbuhan Soal nomor 5 Seorang siswa melakukan pada beberapa jenis tanah dan hasilnya tertera dalam tabel berikut!

Tanah yang mengandung organisme tanah berada pada lokasi. A.C dan D B.B dan D C.A dan D D.A dan B Soal nomor 6 Jasad manusia dan hewan yang dikubur lama kelamaan akan berubah menjadi tanah. Hal ini karena adanya.di dalam tanah. A.Pengurai B.Nutrisi C.Oksigen D.Unsur hara Soal nomor 7 Bakteri yang terlibat dalam reaksi kimia dalam tanah adalah.

A.Nitrobakter dan Asetobakter B.Nitrobakter dan mikoriza C.Mikoriza dan Rizhopus Soal nomor 8 Penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut. A.Tekstur tanah B.Humus tanah C.Komposisi tanah D.Struktur tanah Soal nomor 9 Pergerakan organisme dalam tanah seperti cacing tanah, lipan dan kaki seribu akan membentuk.

A.Ukuran butiran tanah B.Pori-pori tanah CJenis taah D.Komposisi tanah Soal nomor 10 Hal yang mungkin terjadi terhadap keseimbangan lingkungan akibat penggalian bahan tambang adalah.

A.Pendapatan penduduk meningkat B.Jumlah mineral dalam tanah berkurang C.Kehidupan organisme tanah terganggu D.Pelapukan secara fisika dan kimia semakin cepat Soal nomor 11 Lapisan tanah (kemdikbud) Tumbuhan memperoleh nutrisi berupa air dan mineral-mineral terdapat pada.

A.Lapisan D B.Lapisan C C.Lapisan B D.Lapisan A Soal nomor 12 Berdasarkan gambar pada soal nomor 11, lapisan yang tersusun atas batuan yang berperan sebagai penyedia material untuk tanah bagian lapisan paling atas. A.Lapisan C B.Lapisan B C.Lapisan A D.Lapisan D Soal nomor 13 Tanah yang paling banyak terkikis oleh hujan dan air mengalir adalah tanah. A.Miring ditumbuhi semak B.Miring dan tandus C.Datar yang tandus D.Datar dan berumput Soal nomor 14 Perubahan sifat tanah akibat proses alam.

A.Pengikisan akibat hujan B.Pembangunan bendugan C.Penggunaan pestisida D.Aktivitas pertanian Soal nomor 15 Lokasi tanah yang penggolongan tanah lempung cepat mengalami pelapukan adalah. A.Gurun pasir B.Wilayah dengan curah hujan tinggi C.Padang rumput yang kering D.Hutan tropis yang subur Soal nomor 16. Ion-ion yang menjadi nutrisi bagi tumbuhan yang diserap melalui akar adalah.

Soal nomor 17 Salah satu sifat kimia tanah yang menjadi indikator menentukan kesuburan tanah adalah. A.Warna tanah B.Humus tanah C.pH tanah D.Tekstur tanah Soal nomor 18 Tanah yang memiliki ukuran butiran sangat kecil, sulit ditembus air dan tidak mengandung campuran pasir dan batuan disebut.

A.Tanah liat B.Tanah penggolongan tanah lempung berpasir C.Tanah lempung D.Tanah lempung berpasir Soal nomor 19 Pupuk yang berasal dari pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia disebut. A.Organik B.Anirganik C.Kimia D.Buatan Soal nomor 20 Hilangnya lapisan tanah teratas sehingga mengganggu organisme tanah merupakan akibat dari. A.Aerasi B.Erosi C.Abrasi D.Eksarasi Batuan dan Tanah : Pengertian, Macam-macam dan Jenis-Jenis, Proses Pembentukan, Siklus - Pernahkah Anda mengamati peristiwa terjadinya pelapukan batuan?

Mengapa batuan yang besar dapat melapuk? Bagaimana proses terjadinya tsunami di Pantai Selatan Jawa? Mengapa tanah-tanah di pegunungan berwarna hitam dan sangat subur sehingga memungkinkan untuk ditanami dengan berbagai jenis tumbuhan? Itulah beberapa pertanyaan mendasar mengenai dinamika perubahan litosfer dan pedosfer yang mungkin terbayang dalam benak Anda.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Litosfer dan pedosfer merupakan bentang alam paling dinamis perubahannya. Apa sajakah perubahannya? Temukan jawa ban nya pada Bab ini mengenai Batuan dan Tanah. Kerak Bumi dibentuk oleh berbagai jenis batuan dengan kandungan mineral yang berbeda-beda. Pada dasarnya, hampir semua jenis batuan yang membentuk litosfer berasal dari pembekuan magma gunungapi (Gunung Berapi) dikenal dengan batuan beku.

Namun karena adanya proses-proses alamiah yang lebih lanjut berupa pengendapan dan perubahan wujud, terbentuklah berbagai jenis batuan baru yang tergolong ke dalam kelompok batuan sedimen dan batuan metamorfosis. Batuan Beku (Igneous rock) adalah jenis batuan yang terbentuk dari pembekuan magma gunungapi. Proses pembekuan magma ini dapat terjadi di dalam litosfer (dalam tubuh gunung api) atau di permukaan Bumi setelah terjadi letusan Gunung Berapi Batuan beku ini sangat banyak jenisnya.

Untuk memudahkan dalam penelaahan sifat-sifat fisik dan kimiawinya, para ahli ilmu kebumian mencoba mengelompokkan atau mengklasifikasikan batuan beku berdasarkan dasar-dasar tertentu. Gambar 1. Pendinginan Lava. Pembentukan batuan beku diawali oleh pendinginan lava pijar yang ke luar ke permukaan.

(geology.campus.ad.csulb.edu) a) Bentuk Diskordan adalah intrusiva yang strukturnya memotong lapisan-lapisan batuan di tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut.

Bentuk diskordan meliputi antara lain sebagai berikut. β€’ Batolith adalah dapur magma yang telah membeku. β€’ Gang atau Korok adalah intrusiva yang berbentuk tipis dan panjang, dengan arah vertikal atau miring. β€’ Apofisa adalah cabang-cabang dari gang. β€’ Diatrema adalah intrusiva yang mengisi cerobong gunung api atau pipa letusan, mulai dari dapur magma sampai batas kawah. b) Bentuk Konkordan adalah batuan intrusi yang strukturnya searah atau sejajar dengan lapisan-lapisan batuan di sekitarnya, meliputi antara lain sebagai berikut.

β€’ Sill adalah intrusiva yang berbentuk tipis dan pipih, terletak di antara lapisan batuan di sekitarnya. β€’ Lakolit adalah intrusiva yang berbentuk lensa cembung, terletak di antara lapisan-lapisan atau celah batuan di sekitarnya. Batuan beku juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kandungan silikat atau kuarsa dalam magmanya, yaitu sebagai berikut.

β€’ Batuan Beku Asam ( Granitis) adalah batuan beku yang berasal dari magma yang bersifat asam karena banyak mengandung mineral kuarsa (SiO2), sedangkan kandungan Oksida Magnesiumnya (MgO) rendah. β€’ Batuan Beku Intermediet ( Andesitis) adalah bakuan beku yang penggolongan tanah lempung dari magma pertengahan dengan perbandingan mi neral kuarsa (SiO2) dan Oksida Magnesium (MgO) relatif seimbang. β€’ Batuan Beku Basa ( Basaltis) adalah bakuan beku yang berasal dari magma yang bersifat basa karena banyak mengandung mineral Oksida Magnesium (MgO), sedangkan kandungan kuarsanya (SiO2) rendah.

Batuan sedimen terbentuk akibat proses pengendapan. Proses pembentukan batuan sedimen berawal dari adanya pemecahan (detachment) batuan induk menjadi bagian-bagian yang ukurannya lebih kecil. Pecahan batuan tersebut kemudian diangkut atau dipindahkan ke tempat lain oleh zat pengangkut, baik tenaga air yang mengalir, angin, maupun gletser sampai pada akhirnya diendapkan di suatu tempat.

Beberapa contoh jenis batuan sedimen antara lain breksi, konglomerat, batu gamping (kapur), batu pasir, lanau, batu bara, dan rijang. a) Hancur mengendap. Jenis endapannya disebut endapan klastik atau endapan mekanis.

Berdasarkan ukuran butirannya, sedimen klastik terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut. β€’ Tekstur (butiran) kasar, biasanya diendapkan di lingkungan darat, sungai, atau danau.

Contoh jenis ini antara lain breksi, konglomerat, dan batu pasir.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

β€’ Tekstur (butiran) halus, biasanya diendapkan di lingkungan laut. Contohnya antara lain batu lempeng, lanau, serpih, dan napal. (1) Proses langsung. Akibat adanya campuran pengaruh unsur lain, batuan akan melarut dan mengendap dengan cepat membentuk batuan lain. Salah satu bentuknya akan membentuk batuan sedimen evaporit. Batuan sedimen ini terjadi akibat adanya penguapan dari larutan yang mengandung bahan baku dari batuan tersebut. (2) Proses tidak langsung.

Pembentukan batuan baru yang dibentuk dalam waktu yang relatif lama dan mendapat pengaruh dari bahan-bahan organik. Contohnya, sedimen batubara. Batubara adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk atas unsur-unsur organik berupa sisa-sisa tumbuhan terutama sejenis pakis. Pada saat tumbuhan mati, dengan cepat tetumbuhan tidak sampai lapuk. Akibat suhu dan tekanan tinggi dalam waktu yang sangat lama, sisa tumbuhan berubah menjadi endapan batubara.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

c) Endapan glasial adalah Proses pengendapan material-material batuan yang dihasilkan dengan bantuan tenaga es. Proses ini hanya terjadi pada wilayah pegunungan tinggi. Contoh yang paling jelas adalah gletser.

Gletser bergerak sangat lambat karena dipengaruhi oleh gaya beratnya sehingga menimbul kan kekuatan maha besar untuk menggerus sebuah bentang lahan. Hasil penggerusan gletser dapat terlihat dari alur gerakannya, antara lain jalur yang dilaluinya sangat lebar, membentuk huruf V, dan membentuk lubang yang sangat dalam disebut cirques, serta mengiris seluruh lahan yang dilaluinya. Gletser juga membawa reruntuhan batuan dalam jumlah besar yang dipecahakan oleh es dari pegunungan dan mengendapkan material tersebut menjadi bentuk-bentuk besar disebut morains.

d) Endapan marine adalah Proses pengendapan batuan yang dihasilkan dengan bantuan gelombang air laut. Air laut yang sampai ke daratan atau pantai membawa berbagai material hasil pengikisan dalam terjadinya gelombang.

Material ini kemudian diendapkan di daratan dan membentuk sebuah bentang lahan baru, misalnya gosong pasir. b) Sedimen marine adalah Jenis batuan sedimen yang diendapkan di laut, pada umumnya banyak mengandung mineral karbonat (kapur). Batuan ini terbentuk dari sisa-sisa cangkang hewan laut, seperti moluska, alga, dan foraminifera.

Batuan karbonat terbentuk di lingkungan laut dangkal. Contoh sedimen karbonat antara lain batu gamping, dolomit, dan kalkarenit. e) Sedimen glasial adalah Batuan sedimen yang diendapkan di ujung pengerjaan sebuah massa es.

Contohnya iceberg. Iceberg merupakan bongkahan es yang besar di ujung sebuah gletser dan mengapung di laut. Es yang pecah tersebut disebut pemahatan.

Fenomena ini sering terjadi ketika ombak atau gelombang meng gerakkan lapisan es naik atau turun, khususnya pada musim panas, ketika bongkahan es melemah. Batuan metamorf merupakan batuan yang mengalami perubahan bentuk oleh faktor tekanan, suhu, dan waktu. Batuan metamorf ini dapat berasal dari batuan beku ataupun berasal dari batuan sedimen. Batuan metamorf yang berasal dari batuan beku misalnya dari granit menjadi gneis, sedangkan yang berasal dari batuan sedimen misalnya batu kapur menjadi batu marmer.

Proses pembentukan batuan metamorf kontak terjadinya berurutan disebabkan oleh suhu yang tinggi akibat berdekatan dengan magma atau intrusi magma sehingga memanasi batuan di sekitranya. Oleh karena itu, terjadi pada wilayah yang tidak begitu luas. Contoh batuan metamorf kontak antara lain adalah batu marmer di Tulung Agung, Jawa Timur, dan batubara di Bukit Asam, Sumatra. Batuan metamorf dinamo merupakan batuan malihan yang terbentuk karena faktor tekanan dan waktu yang lama.

Contoh batuan ini adalah batuan sabak. Batu sabak terbentuk dari sedimen tanah liat yang luas dan tertimbun batuan di atasnya dalam waktu lama. Akibat tekanan dalam waktu yang lama dari timbunan tersebut, sedikit-demi sedikit berubah menjadi batuan yang berlapis-lapis sebagai batu sabak. Batuan metamorf dinamo disebut juga batuan metamorf kinetis. Dalam perubahan batuan metamorf kontak dan metamorf dinamo kadang-kadang terjadi penambahan bahan-bahan lain.

Bahan tersebut dapat berupa gas, cairan, atau bahan padat. Bahan-bahan ini lalu mempengaruhi proses dan hasil perubahan batuan tersebut. Batuan sedimen ini disebut batuan metamorf kontak pneumatalitis. Contohnya kwarsa yang mengandung fluorium akan menjadi topaz, batu permata berwarna kuning. Permukaan Bumi bukanlah merupakan suatu hamparan yang datar, melainkan memperlihatkan adanya bentukan-bentukan yang sangat bervariasi. Di wilayah daratan dapat ditemukan bagian-bagian yang tinggi, seperti perbukitan, dataran tinggi, dan gunung, serta bagian yang rendah, misalnya lembah dan ngarai.

Demikian pula bentuk muka Bumi di wilayah laut terdapat bentukan-bentukan alam berupa paparan, tebing dasar laut (continental slope), palung, penggolongan tanah lempung lubuk laut.

Tinggi rendah muka Bumi ini dinamakan relief. Bentukan-bentukan muka Bumi seperti dijelaskan sebelumnya tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi akibat adanya dinamika litosfer yang mengubah raut muka Bumi. Secara umum, tenaga pembentuk litosfer dibedakan atas proses endogen dan eksogen. Proses endogen merupakan tenaga-tenaga yang bekerja di dalam litosfer, dapat berupa tektonisme, vulkanisme, dan gempa, sedangkan proses eksogen adalah tenaga-tenaga yang bekerja di atas per mukaan Bumi, berupa pelapukan, erosi, masswasting, dan sedimen tasi.

Proses endogen merupakan dinamika di dalam litosfer sebagai akibat proses fisika dan kimia, berupa tekanan terhadap lapisan-lapisan batuan pembentuk litosfer atau aktivitas magma. Tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya vertikal dapat mengakibatkan tonjolan di permukaan Bumi seperti kubah, sedangkan yang arahnya mendatar mengakibatkan lipatan-lipatan muka Bumi (jalur pegunungan lipatan), retakan bahkan pematahan lapisan-lapisan litosfer sehingga terbentuk sesar.

Secara umum, proses endogen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan gempa. Sebenarnya ketiga tenaga tersebut merupakan rangkaian proses alamiah yang saling berhubungan satu sama lain, yang dapat dijelaskan oleh salah satu teori dinamika Bumi yang dikenal dengan Teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic Theory). Tektonisme adalah tenaga yang bekerja di dalam litosfer berupa tekanan dengan arah vertikal maupun mendatar yang mengakibatkan perubahan letak (dislokasi) lapisan-lapisan batuan.

Dilihat dari bentukan-bentukan yang tampak di muka Bumi, tenaga tektonik dibedakan atas morfologi lipatan (folded) dan patahan (fault). Bentuk muka Bumi lipatan terjadi sebagai akibat dari adanya tenaga endogen berupa tekanan yang arahnya mendatar dari dua arah yang berhadapan dalam waktu yang relatif lama, sehingga lapisan-lapisan batuan dalam litosfer mengalami pelipatan, membentuk puncak dan lembah lipatan.

Dalam ilmu kebumian, puncak sebuah lipatan dinamakan antiklin, sedangkan lembah lipatan disebut sinklin. Teori tektonik lempeng merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari teori pembentukan Bumi sebelumnya, yaitu Teori Pergerakan Benua (Continental Drift Theory) yang dikembangkan oleh Alfred Wegener.

Menurut teori tektonik lempeng, kulit Bumi atau litosfer dibentuk oleh lempengan-lempengan batuan yang kaku (solid) dengan bentuk tidak beraturan, dinamakan lempeng tektonik. Ukuran setiap lempeng litosfer ini berbeda-beda. Lempengan litosfer terletak di atas lapisan astenosfer (mantel Bumi bagian atas) yang sifatnya cair, bersuhu tinggi, dan senantiasa bergerak. Akibat gerakan konveksional, astenosfer turut bergerak dengan arah tidak beraturan.

Berdasarkan hasil penelitian geologi, kecepatan gerak litosfer berkisar antara 1-10 cm/tahun. b) Jika lempeng benua dan benua yang relatif sama berat jenisnya saling bertubrukan, pada daerah pertemuannya akan terbentuk pelipatan litosfer arah ke atas sehingga membentuk pegunungan lipatan yang tinggi.

Contohnya adalah rantai Pegunungan Himalaya sebagai akibat tumbukan antara lempeng Benua Eurasia dengan Subbenua India. c) Jika lempeng samudra dengan samudra saling menjauh pada zone pemisahannya akan keluar magma basaltis yang kaya akan mineral besi dan magnesium. Akibat proses pendinginan oleh air laut lava basaltis tersebut akan membeku membentuk litosfer baru. Wilayah perekahan (zone divergen), ditandai dengan: β€’ pematang tengah samudra (oceanic ridge), seperti pematang tengah Samudra Pasifik dan Atlantik; β€’ lava bantal (pillow lava) yang bersifat basaltis.

Pada pembahasan mengenai teori tektonik lempeng telah dijelaskan bahwa salah satu akibat adanya pertemuan dua buah lempeng litosfer yaitu ditemukannya pelipatan kulit Bumi yang dikenal dengan jalur pegunungan lipatan.

Dikenal tiga jalur pegunungan lipatan muda yang terdapat di muka Bumi, yaitu sebagai berikut. Rangkaian pegunungan ini memanjang mulai dari pegunungan Atlas di Maroko Afrika Utara, bersambung dengan Pegunungan Alpen di Swiss Eropa, kemudian masuk ke wilayah Asia membentuk jalur pegunungan Asia Sentral seperti Zagros, Elbruz, Sulaeman, Kunlun, Nan Shan, Altyn Tagh, dan Himalaya.

Akhirnya jalur pegunungan tersebut berbelok ke selatan dan berangkai dengan sistem pegunungan lipatan di Indonesia. (a) Busur Luar bersifat nonvulkanik artinya tidak menampakkan sifat-sifat kegunungapian. Jalur pegunungan busur luar berpangkal di Pulau Simeleu, kemudian bersambung dengan Pulau Nias, Kepulauan Mentawai, dan Pulau Enggano.

Selanjutnya jalur pegunungan nonvulkanik tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut tenggelam penggolongan tanah lempung jalur pegunungan dasar laut di sepanjang pantai barat Pulau Sumatra dan pantai selatan Jawa, kemudian muncul kembali ke wilayah darat sebagai Pulau Sawu, Rote, Timor, Babar, Kepulauan Kei, Pulau Seram, dan berakhir di Pulau Buru.

(b) Busur Dalam bersifat vulkanik artinya memperlihatkan tandatanda kegunungapian. Rangkaian gunung api ini membujur sepanjang Bukit Barisan (Pulau Sumatra), kemudian menyambung dengan jalur Gunung Berapi di Pulau Jawa, Bali, Penggolongan tanah lempung, Sumbawa, Flores, Alor, Solor, Wetar, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Saparua.

Rangkaian pegunungan lipatan muda ini dimulai dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, bersambung dengan Pegunungan Rocky (Rocky Mountains) di Amerika Utara, kemudian berbelok ke Kepulauan Jepang, dan bersambung dengan Pegunungan di Filipina.

Akhirnya, jalur Sirkum Pasifik ini bercabang dua di wilayah Indonesia. Proses tektonik kedua yang membentuk raut muka Bumi adalah tekanan terhadap lapisan-lapisan litosfer yang mengakibatkan pematahan dan dislokasi lapisan batuan. Tenaga tektonik ini dikenal dengan istilah proses patahan (fault process). Tenaga endogen yang bekerja di sini biasanya relatif cepat sehingga lapisan batuan yang terkena tekanan tidak sempat melipat, melainkan retak-retak sampai akhirnya patah.

Akibat pematahan massa batuan tersebut, terdapat bagian muka Bumi yang mengalami penurunan atau pemerosotan membentuk lembah patahan. Bagian yang mengalami pemerosotan ini dinamakan graben (slenk), sedangkan bagian yang tidak mengalami penurunan membentuk punggung (puncak) patahan yang disebut horst.

(1) Patahan akibat dua tekanan yang arahnya bersifat horizontal dan saling menjauh. Pada kasus ini, dua buah tekanan yang arahnya mendatar dan menjauh satu sama lain mengakibatkan adanya retakan yang cukup besar pada lapisan-lapisan batuan. Salah satu massa batuan yang telah retak itu mengalami pemerosotan membentuk lembah patahan atau graben.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

(2) Patahan akibat tekanan yang arahnya vertikal. Adakalanya tenaga endogen yang bekerja pada lapisan litosfer arahnya vertikal dalam waktu yang relatif cepat. Bagian yang mengalami tekanan akan membumbung disertai dengan retakan-retakan. Karena adanya gaya berat, salah satu dari massa batuan akan mengalami penurunan lokasi membentuk graben, sedangkan bagian lainnya membentuk horst. Proses endogenik kedua yang dapat mengubah morfologi atau raut muka Bumi adalah gejala vulkanisme.

Vulkanisme terjadi akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer, sampai keluar permukaan Bumi. Magma adalah bahan silikat cair pijar, terdiri atas bahan-bahan padat (batuan dan logam), cairan, dan gas, antara lain uap air (H2O), oksida belerang (SO2), asam khlorida (HCl), dan asam sulfat (H2SO4). Rata-rata suhu magma berkisar antara 900Β°C–1.200Β°C.

Jika tekanan dari berbagai macam gas yang dikandung magma di dalam litosfer sudah sangat kuat, akan keluar ke permukaan Bumi. Media ke luarnya dapat melalui retakan-retakan pada tubuh Gunung Berapi cerobong gunung api (diatrema) ataupun dengan men desak tubuh gunung api sehingga sebagian badan gunung api tersebut hancur. Proses keluarnya magma dinamakan erupsi atau letusan gunung api. Magma yang keluar melalui letusan dinamakan lava.

Selain lava, material Gunung Berapi yang dimuntahkan saat erupsi berupa eflata atau bahan piroklastik. Bahan piroklastik merupakan material-material lepas dengan berbagai ukuran, mulai dari bom (bongkah batuan besar), lapilli, kerikil, pasir vulkanis, sampai ukuran yang sangat halus yaitu debu vulkanis.

Istilah lain yang juga berhubungan dengan material Gunung Berapi adalah lahar. Secara umum, lahar dapat diartikan sebagai campuran lava atau eflata dengan material muka bumi berupa tanah, batuan, pasir, dan air sehingga membentuk lumpur. Berdasarkan kondisi suhunya, kita mengenal lahar panas dan dingin. Gejala alam yang menjadi indikasi Gunung Berapi akan meletus antara lain: β€’ suhu di sekitar kawah mengalami peningkatan dari rata-rata suhu normal; β€’ sumber air yang terletak di sekitar wilayah tersebut banyak yang tiba-tiba kering; β€’ banyak pohon-pohon yang tumbuh di sekitar areal gunung mengering dan mati; β€’ sering terjadi getaran-getaran gempa, baik yang skalanya kecil maupun besar yang kadang-kadang disertai suara gemuruh; β€’ binatang-binatang liar yang hidup di sekitar Gunung Berapi banyak yang mengungsi ke wilayah lain.

(1) Erupsi Linear adalah peristiwa letusan Gunung Berapi ketika magma yang dikandungnya keluar melalui retakan yang memanjang seperti sebuah garis. Fenomena alam yang tampak di muka Bumi akibat erupsi linear adalah deretan gunungapi yang memanjang, seperti terdapat di Laki Spleet (Islandia) dengan panjang rekahan mencapai 30 kilometer. (2) Erupsi Areal adalah jenis erupsi ketika dapur magma letaknya sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga mampu membakar dan melelehkan lapisan batuan di sekitarnya sampai membentuk lubang yang sangat besar.

Lava yang keluar melalui lubang penggolongan tanah lempung yang sangat besar ini kemudian mengalir ke wilayah yang sangat luas di sekitarnya. Contohnya antara lain wilayah antara Argentina sampai Paraguay di Amerika Selatan.

(3) Erupsi Sentral adalah jenis erupsi ketika material gunungapi keluar melalui sebuah lubang atau pusat erupsi sehingga membentuk kerucut gunungapi yang berdiri sendiri (single volcano).

Erupsi sentral merupakan tipe letusan yang paling banyak dijumpai di muka bumi. Hampir semua gunungapi yang ada di Indonesia merupakan hasil erupsi sentral.

Letusan Gunung Berapi berupa eksplosif dapat mengakibatkan terbentuk nya kawah (lubang kepundan) di ujung pipa Gunung Berapi (diatrema) sebagai sisa tempat keluarnya material yang dimuntahkan saat erupsi. Ukuran lubang kepundan ini sangat ber variasi. Ada yang hanya beberapa meter saja, namun ada pula yang diameternya sangat luas dengan dinding kawah yang curam.

Kawah yang ukurannya sangat luas ini dinamakan kaldera. Geografia : Nama Kaldera adalah sebuah sebutan atau nama untuk kawah yang sangat lebar dan cukup datar. Kaldera ini berasal dari bahasa Spanyol yang berarti kawah. Nama tersebut kali pertama dipergunakan untuk suatu lubang yang sangat lebar di kepulauan Kanari yang bergaris tengah kira-kira 5 km dan dikelilingi oleh karang-karang yang menjulang setinggi 900 meter.

Kaldera terjadi dari letusan dan jatuhnya suatu kepundan gunungapi lama, dan menyebabkan kawah menjadi lebih lebar dan lebih dangkal. (Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000) Menurut seorang ahli ilmu kebumian Arthur L. Bloom, panjang diameter suatu kaldera minimal 1,6 kilometer.

Beberapa contoh Gunung Berapi di Indonesia yang memiliki kaldera antara lain sebagai berikut. β€’ Gunung Krakatau (Selat Sunda) dengan diameter kaldera sekitar 7 km.

β€’ Gunung Batur (Bali) dengan diameter kaldera sekitar 10 km. β€’ Gunung Ijen (Jawa Timur) dengan diameter kaldera sekitar 11 km. β€’ Gunung Tambora (Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara) dengan diameter kaldera sekitar 6 km. Gunung Berapi perisai terbentuk jika lava yang keluar dari tubuh Gunung Berapi erasal dari magma yang sangat encer, sehingga erupsi hanya merupakan lelehan lava pijar ke wilayah di sekelilingnya. Oleh karena sifat magma yang dikandungnya sangat encer, aliran lava dapat menempuh jarak yang cukup jauh dan menyebar menutupi wilayah yang luas.

Aliran lava ini pada akhirnya membeku menjadi batuan beku ekstrusif. Gunung Berapi perisai ditandai dengan dinding lereng yang sangat landai, bahkan dapat menyerupai dataran. Contoh tipe ini antara lain pulau-pulau vulkanis yang terletak di Kepulauan Hawaii (Samudra Pasifik), seperti Mauna Loa, Mauna Kea, dan Kilauea. Bentuk Gunung Berapi maar terjadi akibat letusan eksplosif yang hanya terjadi satu kali dengan materi yang dimuntahkan berupa eflata.

Oleh karena dapur magmanya relatif dangkal serta kandungan gas dalam magma tidak terlalu banyak, letusan gunungapi maar tidak begitu kuat. Akibatnya hanya membentuk dinding gunung berupa tanggul di sekitar lubang kawah. Contoh gunungapi maar antara lain Gunung Lamongan (Jawa Timur), Gunung Pinacate (Sonora, Mexico), dan Gunung Monte Nuovo (Naples, Italia). Gunungapi strato terbentuk akibat erupsi yang bergantiganti antara efusif dan eksplosif, sehingga memperlihatkan batuan beku yang berlapis-lapis pada dinding kawahnya.

Batuan yang berlapis ini berasal dari pembekuan lava dan eflata yang silih berganti. Hampir semua gunun gapi di Indonesia merupakan tipe strato. Beberapa contohnya antara tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Krakatau, Gunung Semeru, dan Gunung Tambora.

Ada kalanya gunungapi berada pada fase istirahat dan tidak memperlihatkan tanda-tanda keaktifannya. Fase ini dinamakan pascavulkanik (Postvulcanic). Tanda-tanda alamiah yang dapat diamati sebagai indikasi tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut pasca vulkanik antara lain sebagai berikut.

β€’ Banyak ditemukan sumber air panas seperti terdapat sumber air Cimelati (Jawa Tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut, Pablengan (Jawa Tengah), dan Toleho (Ambon). β€’ Geyser adalah semburan air panas yang menyembur secara berkala dari celah-celah atau retakan lapisan batuan.

Contoh geyser terdapat di Cisolok (Jawa Barat), dan di Taman Nasional Yellow Stone Park (Amerika Serikat). β€’ Dijumpai banyak terdapat mata air makdani adalah mata air berkadar mineral tinggi terutama unsur mineral belerang, misalnya mata air Maribaya (Jawa Barat), Ciater (Jawa Barat), dan Batu Raden (Jawa Tengah).

β€’ Adanya bahan-bahan ekshalasi (gas Gunung Berapi. Yang termasuk bahan ekshalasi antara lain Fumarol (gas uap air dan zat lemas), Solfatar (gas asam belerang), dan Mofet (gas karbondioksida).

Kepulauan Indonesia merupakan wilayah pertemuan beberapa lempeng litosfer, yaitu lempeng Eurasia di utara, Indo-Australia (Hindia) di selatan, Caroline (bagian dari Pasifik) dan Filipina di bagian Timur.

Kondisi ini membawa pengaruh terhadap wilayah Indonesia yang merupakan wilayah paling aktif di muka Bumi. Dalam catatan sejarahnya, Indonesia memiliki 76 Gunung Berapi yang pernah meletus. Gunung Berapi ini sedikitnya telah meletus 1.171 dan menempatkan Indonesia sebagai wilayah kedua setelah negara Jepang yang rawan gempa. Gunung-gunung yang pernah menimbulkan erupsi fatal di antaranya adalah Gunung Galunggung (1982), Gunung Makian (1988), Gunung Kelud (1990), dan Gunung LokoEmpung (1991).

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Beberapa contoh Gunung Berapi yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut. β€’ Gunung Krakatau di Selat Sunda merupakan Gunung Berapi dasar laut.

Gunung ini pernah meletus tahun 1883, mengeluarkan lava dan bahan-bahan piroklastik serta membentuk kaldera dengan diameter sekitar 7 km. Dinding kaldera ini tampak di permukaan laut menjadi 3 buah pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulau Tunggal, dan Pulau Panjang. Letusan Krakatau juga mengakibatkan tsunami. β€’ Gunung Merapi di Jawa Tengah merupakan tipe Gunung Berapiyang meletus secara periodik.

β€’ Gunung Tangkubanparahu di Jawa Barat mempunyai beberapa kawah sisa letusan seperti Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Domas, dan Kawah Pangguyangan Badak. β€’ Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat merupakan jenis gunung kembar. β€’ Gunung Kelud di Jawa Timur merupakan contoh Gunung Berapiyang memiliki danau kawah (danau vulkanis). β€’ Gunung Semeru di Jawa Timur merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. β€’ Gunung Bromo di Jawa Timur terkenal dengan lautan pasir di areal kalderanya.

β€’ Pegunungan Jaya Wijaya di Papua merupakan satu-satunya pegunungan di Indonesia yang sebagian puncaknya tertutup es dan salju. β€’ Gunung Tambora di Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat) pernah meletus tahun 1815.

Erupsi Tambora ini menelan korban jiwa 12.000 orang dan 44.000 orang menderita kelaparan. β€’ Erupsi sebuah Gunung Berapi yang mengeluarkan lava dan eflata dengan suhu tinggi dapat membakar wilayah yang dilaluinya, sehingga mengakibatkan hancurnya daerah permukiman dan fasilitas sosial masyarakat, lahan pertanian, kerusakan hutan, bahkan merenggut jiwa penduduk. β€’ Embusan awan panas dan abu vulkanik ke atmosfer mengakibatkan polusi udara.

β€’ Aliran lahar yang membendung daerah aliran sungai dapat mengakibatkan banjir bandang dengan kandungan lumpur tinggi saat hujan turun dengan intensitas penggolongan tanah lempung tinggi. β€’ Bahan-bahan ekshalasi berupa gas beracun dapat membunuh hewan dan manusia yang tinggal di sekitar Gunung Berapi Misalnya, terjadi pada masyarakat yang tinggal di sekitar Pegunungan Dieng pada 1979.

Akibat Kawah Si Nila dan Si Timbang yang mengeluarkan gas Karbon monoksida (CO) dan Asam sulfida (H2S). β€’ Material Gunung Berapi yang dikeluarkan saat erupsi sangat kaya akan mineral-mineral penyubur tanah.

Setelah mengalami proses pelapukan secara sempurna, bahan-bahan tersebut berubah menjadi tanah vulkanis yang subur. Jenis tanah ini banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat menjadi areal pertanian atau perkebunan.

β€’ Pembekuan magma menjadi batuan beku intrusif dan ekstrusif sangat bermanfaat bagi manusia sebagai salah satu barang tambang untuk kebutuhan bahan bangunan. β€’ Dalam jumlah yang banyak, endapan belerang di sekitar kawah Gunung Berapi dapat ditambang sebagai bahan baku industri pupuk, obat-obatan, dan mesiu.

β€’ Uap yang dikeluarkan dari gejala panas bumi (geothermal) akibat aktivitas magmatik sering kali dimanfaatkan sebagai pem bangkit tenaga panas Bumi. Contohnya PLTP Kamojang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. β€’ Pada umumnya hampir semua mineral-mineral logam seperti emas, perak, tembaga, dan timah putih sebenarnya berasal dari aktivitas vulkanisme (magma). β€’ Hawa sejuk dan panorama pegunungan yang indah merupakan salah satu daya tarik sektor pariwisata, sehingga banyak penduduk yang datang berekreasi ke kawasan pegunungan.

Gejala alam yang juga sering kali dirasakan sebagai akibat dinamika litosfer adalah gempa. Dalam ilmu kebumian gempa dikenal dengan getaran seismik.

Gempa dapat diartikan sebagai bergetarnya lapisan litosfer dan permukaan bumi karena sebab-sebab tertentu.

Kekuatan getaran gempa diukur oleh alat yang disebut Seismometer atau lebih dikenal dengan Seismograf, sedangkan kertas yang berisi rekaman frekuensi dan intensitas gempa dinamakan Seismogram.

Cabang ilmu kebumian yang secara khusus mempelajari hal ihwal kegempaan dinamakan Seismologi. a) Gempa tektonik adalah getaran gempa yang diakibatkan proses tektonik baik lipatan atau patahan muka Bumi sehingga mengakibatkan pergeseran (dislokasi) lapisan-lapisan batuan pembentuk litosfer.

Pusat gempa tektonik tersebar di sepanjang zona penyusupan (subduksi) lempeng samudra ke bawah lempeng benua. Baru-baru ini serangkaian gempa bumi mengguncang wilayah Pantai Selatan Pulau Jawa khususnya kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Gempa tektonik ini berkekuatan 6,8 skala richter dengan pusat gempa pada kedalaman kurang dari 39 km di titik 9,4Β°LS dan 107,2Β°BT. Pusat gempa Pangandaran berada di sebelah Selatan Pameungpeuk dengan jarak sekitar 100–150 km dan merupakan zona pertemuan dua lempeng benua Indo-Australia dan Eurasia pada kedalaman kurang dari 30 km.

Dr. Cecep Subarya, pakar geodesi dari Badan Koordinasi dan Survei Pemetaan Nasional mengemukakan bahwa pergerakan subduksi lempeng Australia terhadap lempeng Eurasia tergolong aktif yaitu 70 mm per tahun.

Penggolongan gempa juga didasarkan atas karakteristik hiposentrum dan episentrumnya. Hiposentrum (pusat gempa) adalah titik atau garis dalam litosfer yang menjadi tempat terjadinya gempa. Tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut Episentrum adalah titik atau garis di permukaan Bumi sebagai tempat gelombang gempa dirambatkan ke wilayah di sekitarnya. Letak episentrum adalah tegak lurus terhadap hiposentrum. Geografia : Titik di bawah tanah, tepat di tempat bebatuan berguncang dan menyebabkan gempa bumi disebut pusat atau hiposentrum.

Gerakan bebatuan menyebabkan getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang seismik bergerak sangat cepat ke segala arah dari pusat gempa. Gelombang paling kuat terjadi di titik pada permukaan Bumi yang berada tepat di atas pusat, semakin jauh dari pusat maka gelombang seimik akan semakin lemah. (Sumber: Gempa Bumi, 2002). Dari hiposentrum (pusat gempa), gelombang seismik dirambatkan ke permukaan bumi berupa gelombang primer (P) dan gelombang sekunder (S).

Gelombang primer adalah getaran yang kali pertama dirasakan di muka bumi oleh seismograf, sedangkan getaran-getaran yang dirasakan selanjutnya dinamakan gempa sekunder. Setelah sampai ke permukaan bumi, getaran gempa tersebut kemudian dirambatkan ke segala arah dalam bentuk gelombang permukaan dengan cepat rambat antara 3,5–3,9 km/detik.

Gelombang permukaan inilah yang sering kali menghancurkan wilayah yang dilaluinya. Tinggi gelombang laut saat terjadi tsunami dapat mencapai puluhan meter, sehingga dalam waktu sesaat gelombang pasang ini dapat menghancurkan segala sesuatu yang ada di wilayah pantai dan sekitarnya bahkan merenggut jiwa manusia.

Sebagai contoh, tsunami yang menimpa kawasan Nanggroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias tahun 2004. Episentral adalah jarak antara sumber gempa atau episentrum dan stasiun pengamat gempa.

Untuk menentukan posisi sumber gempa dengan metode ini, diperlukan data waktu kejadian gempa minimal dari tiga stasiun pengamatan, sehingga kita dapat menghitung jarak episentral dari setiap stasiun dengan menggunakan Rumus aska, yaitu sebagai berikut. (b) Membuat lingkaran-lingkaran pada peta dengan titik pusat lingkaran setiap lokasi stasiun pengamat, penggolongan tanah lempung A, B dan C.

Panjang jari-jari lingkaran sama dengan jarak episentralnya dan disesuaikan dengan skala peta. Misalnya skala peta adalah 1:100.000.000, artinya jarak 1 cm pada peta sebanding dengan 1.000 km di permukaan Bumi. Maka jari-jari lingkaran A = 2,5 cm B = 25 cm dan C = 30 cm. Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat di permukaan Bumi yang mencatat getaran gempa yang pertama pada waktu yang sama.

Misalnya, seismograf yang terdapat di stasiun D, E, dan F mencatat getaran gempa pada pukul 20:35.15 WIB. Pada peta ketiga stasiun tersebut terletak pada satu garis homoseista. Untuk menentukan lokasi episentrum, buatlah garis DE, dan EF kemudian tariklah sumbu dari kedua garis tersebut. Pertemuan kedua sumbu garis merupakan lokasi episentrum. Berdasarkan data seismometer, para ahli gempa bumi telah mengembangkan berbagai ukuran untuk mengukur kekuatan sebuah gempa. Skala yang terkenal dan banyak digunakan adalah skala yang disusun oleh Charles F.

Richter dan Beno Gutenberg berdasarkan gempa yang terjadi di California pada 1906. Skala ini kemudian terkenal dengan nama skala richter. Selain itu, ada Moment-Magnitude Scale, yang bisa digunakan untuk mengukur gempa berkekuatan luar biasa. Selain itu juga ada Modified Mercalli Intensity Scale. Skala ini, terutama untuk mengukur intensitas gempa atau efek-efeknya pada lokasi yang spesifik. Skala intensitas Mercalli membagi intensitas gempa antara I sampai XII, dan cara mengukurnya cukup dengan observasi langsung pada lingkungan sekitar.

Proses eksogenik bekerja di permukaan Bumi, berupa pelapukan, pengikisan atau erosi, masswasting, dan sedimentasi. Tenaga yang bekerja antara lain perubahan dinamika suhu, massa air, angin, serta aktivitas organisme termasuk manusia. Seperti halnya tenaga endogen, proses eksogenik juga mengakibatkan adanya bentukanbentukan muka Bumi. Gejala perubahan suhu secara tiba-tiba sering terjadi di daerah iklim kering atau gurun.

Pada siang hari, suhu udara sangat tinggi akibat intensitas penyinaran matahari yang kuat, akibatnya massa batuan mengalami pemuaian. Pada malam hari suhu menjadi sangat rendah bahkan di bawah titik beku, sehingga batuan mengalami pengerutan secara tiba-tiba. Proses pemuaian dan pengerutan ini terus-menerus berlangsung. Akibatnya, bongkah batuan dapat pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Proses ini banyak terjadi di daerah iklim dingin atau di gurun. Pada waktu hujan, titik-titik air dapat masuk ke celah-celah atau retakan batuan. Pada malam hari saat udara menjadi sangat dingin, air di celah batuan tersebut membeku menjadi kristal es. Akibat adanya gejala anomali air adalah pada saat membeku, volumenya meningkat sekitar 0,6 m3 dan massa es tersebut akan menekan celah-celah batuan. Proses penekanan itu dapat memecahkan massa batuan. Pelapukan kimiawi atau dekomposisi adalah proses penghancuran massa batuan yang disertai dengan perubahan struktur kimianya.

Pada gejala dekomposisi terjadi reaksi kimia antara massa batuan dengan zat pelapuk, seperti air, karbon dioksida, atau oksigen. Secara umum, pelapukan dibedakan menjadi proses oksidasi, hidrasi (hidrolisa), dan karbonasi. Proses oksidasi adalah reaksi kimiawi antara mineral batuan dan oksigen dan air sebagai zat pelarut. Gejala ini sangat jelas terlihat pada proses pelapukan batuan yang banyak mengandung unsur besi.

Reaksi oksidasi terhadap batuan yang banyak mengandung besi menghasilkan karat besi (oksida besi) yang terlihat sebagai warna merah kecoklatan di sekeliling batuan. Contoh proses oksidasi antara lain sebagai berikut. Hidrasi adalah bentuk reaksi kimia di mana air sebagai zat pelapuk teradsorpsi tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut atau tertangkap) oleh suatu mineral.

Adapun hidrolisa adalah reaksi kimia suatu mineral (batuan) dengan air yang berfungsi sebagai zat pelapuk, di mana air terurai menjadi ion hidrogen (H+) dan hidroksil (OH-). Sebagai contoh, perhatikan proses pelapukan batuan berikut. Geografia : Pengikisan dapat terjadi pada lapisan-lapisan yang lunak dan batu karang yang kehilangan penopangnya pecah sepanjang retakan-retakan dan menjadi karang yang terjal.

Struktur ini terdapat di Niagara Falls (air terjun Niagara) antara negara Kanada dan negara bagian New York. (Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000). 2) Erosi Erosi adalah gejala alam yang sering kita dengar dan baca, baik di media cetak maupun elektronik. Istilah ini kerap kali dihubungkan dengan kerusakan tanah pertanian, hutan, atau meluasnya lahan kritis.

Pernyataan ini tidak seluruhnya benar sebab dalam batas-batas tertentu proses erosi tidak menimbulkan kerusakan alam. Erosi tanah atau dinamakan pula erosi yang dipercepat (accelerated erosion) adalah bentuk erosi yang proses penghancuran tanah (batuan) jauh lebih cepat dibandingkan dengan pem bentukannya.

Erosi tanah biasanya dipercepat oleh aktivitas manusia dalam menge lola lahan tanpa memperhatikan unsur-unsur kelestarian alam.

Erosi jenis inilah yang sering kali menimbulkan permasalahan kerusakan sumberdaya lahan. Massa air yang mengalir, baik gerakan air di dalam tanah maupun di permukaan Bumi berupa sungai atau air larian permukaan selamban apapun pasti memiliki daya kikis. Sedikit demi sedikit, penggolongan tanah lempung yang mengalir itu mengerosi batuan atau tanah yang dilaluinya.

Semakin cepat gerakan air mengalir, semakin tinggi pula daya kikisnya. Oleh karena itu, sungai-sungai di wilayah perbukitan atau pegunungan yang alirannya deras memiliki lembah yang lebih curam dan dalam dibandingkan dengan sungai di wilayah dataran yang alirannya relatif tenang. Pada tahap ini alur-alur erosi berkembang menjadi parit-parit atau lembah yang dalam berbentuk huruf U atau V.

Erosi parit banyak terjadi di wilayah yang memiliki kemiringan tinggi dengan tingkat penutupan vegetasi (tetumbuhan) sangat sedikit. Untuk mengem balikan kesuburan tanah kritis yang telah mengalami erosi parit diperlukan biaya yang sangat mahal. (3) Erosi Badan Sungai adalah erosi yang berlangsung ke arah dasar sungai (badan sungai) sehingga lembah sungai menjadi semakin dalam. Jika erosi badan sungai ini berlangsung dalam waktu geologi yang sangat lama maka akan terbentuk ngarai-ngarai yang sangat dalam, seperti Grand Canyon di Sungai Colorado (Amerika Serikat).

Erosi oleh pengerjaan angin (deflasi) banyak terjadi di daerah gurun beriklim kering yang sering terjadi badai pasir yang dikenal dengan istilah penggolongan tanah lempung atau chamsina. Pada saat kejadian penggolongan tanah lempung kencang tersebut, butiran-butiran kerikil dan pasir yang terbawa angin akan mengikis bongkah batuan yang dilaluinya.

β€’ Kekerasan batuan, semakin keras jenis batuan yang ada di pantai, semakin tahan terhadap erosi. β€’ Gelombang laut, semakin besar gelombang yang bergerak ke arah pantai, semakin besar kemungkinannya untuk mengerosi wilayah pantai. β€’ Kedalaman laut di muka pantai, jika laut yang terletak di muka pantai merupakan laut dalam, gelombang laut yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan laut yang dangkal, sehingga kekuatan erosi akan lebih besar.

β€’ Jumlah material yang dibawa gelombang terutama kerikil dan pasir, semakin banyak material yang diangkut semakin kuat daya abrasinya.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Erosi glasial adalah bentuk pengikisan massa batuan oleh gletser adalah massa es yang bergerak. Gletser terdapat di wilayah kutub atau di pegunungan tinggi yang puncaknya senantiasa tertutup oleh lembaran salju dan es, seperti Pegunungan Jayawijaya, Rocky, dan Himalaya.

Massa gletser yang bergerak menuruni lereng pegunungan akibat gaya berat maupun pencairan es akan mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Massa batuan hasil pengikisan yang diangkut bersamasama dengan gerakan gletser dinamakan morain. Ciri khas bentang alam akibat erosi glasial adalah adanya alur-alur yang arahnya relatif sejajar pada permukaan batuan sebagai akibat torehan gletser.

Jika erosi gletser ini terus-menerus berlangsung dalam waktu yang sangat lama, akan terbentuk lembah-lembah yang dalam, memanjang, dan searah dengan tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut gletser.

Geografika : Gletser gunung telah menghasilkan Fyord besar di pantai-pantai Norwegia, Alaska, Cili bagian selatan dan Selandia Baru. Palung-palung Fyord berbentuk huruf U yang sangat dalam dihasilkan oleh erosi gletser, dan telah bersatu dengan laut.

Dinding karangnya membentuk pantai mirip pita, panjangnya 10-60 km. (Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000) Proses terakhir dari tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut eksogenik adalah pengendapan massa batuan atau tanah di suatu tempat setelah mengalami erosi dan transportasi.

Proses ini dikenal dengan sedimentasi, baik terjadi di wilayah darat maupun perairan, seperti danau, sungai dan sekitar pantai. Sedimentasi dapat terjadi jika massa zat yang mengangkut batuan atau tanah mengalami penurunan kecepatan atau bahkan berhenti sama sekali. Proses pengendapan yang terjadi di sepanjang aliran sungai memperlihatkan sifat yang khas, yaitu perbedaan butiran secara horizontal. Pada bagian hulu sungai, batuan yang diendapkan adalah bongkah-bongkah ukuran besar.

Semakin ke hilir, semakin kecil ukuran butiran batuan yang diendapkan. Bahkan di daerah muara, material yang diendapkan biasanya berupa pasir halus dan lumpur. (1) Delta adalah Endapan di muara sungai baik sungai yang bermuara ke danau ataupun laut. Delta dapat terbentuk jika material yang diendapkan cukup banyak, serta arus air tidak terlalu cepat.

Berdasarkan bentuknya, kita mengenal beberapa macam delta, yaitu delta runcing, cembung, pengisi estuarium, dan delta Sedimentasi eolin adalah proses pengendapan material yang dibawa oleh angin. Proses pengendapan ini banyak terjadi di wilayah gurun. Bentang alam yang sering kali kita jumpai sebagai akibat sedimentasi angin antara lain guguk pasir (sand dunes), yaitu gundukan pasir yang terdapat di wilayah gurun atau di pantai.

Bentuk dan ukuran sand dunes bermacam-macam. Ada yang berukuran kecil, namun ada pula yang sangat besar menyerupai bukit pasir. Dilihat dari dari bentuknya, kita mengenal guguk pasir yang menyerupai bulan sabit yang dinamakan Barchan, dan memanjang menyerupai punggung paus (Whale Back).

Di negara kita, sand dunes dalam ukuran cukup besar banyak kita jumpai di pantai Parang Tritis (Yogyakarta) dan Pameungpeuk (Jawa Barat). Tanah adalah bagian paling atas dari lapisan kerak Bumi.

Tubuh tanah terdiri atas batuan yang telah mengalami pelapukan, kemudian bercampur dengan sisa-sisa bahan organik, air, dan udara, serta mengalami proses fisika dan kimia membentuk lapisan tanah. Menurut N.C. Brady (1974), dalam bukunya yang berjudul The Nature and Properties of Soils.

Tanah adalah suatu tubuh alam atau gabungan tubuh alam sebagai hasil perpaduan proses, yaitu gaya perusakan dan pembangunan. Proses perusakan meliputi pelapukan dan pembusukan bahan-bahan organik, sedangkan proses pembangunan meliputi pembentukan mineral-mineral baru dari batuan induk, misalnya unsur hara dan lempung. b.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Tanah Organik adalah tanah yang kandungan bahan organiknya lebih dari 65% atau dengan kata lain masih mengandung bahan organik hingga kedalaman 1 meter, jika tanah belum diolah. Untuk keperluan analisis tanah seperti penelaahan tingkat kesuburan, kelembapan, porositas, dan kandungan mineral unsur hara, kita memerlukan gambaran yang jelas mengenai kondisi fisika dan kimia lapisan-lapisan tanah.

Gambaran tersebut dapat diperoleh melalui cara membuat penampang atau profil tanah yang merupakan irisan melintang dari tubuh tanah yang memperlihatkan lapisan atau horizon-horizon tanah. Profil dibuat dengan cara menggali tanah yang ukurannya sekitar satu meter persegi sampai kedalaman tertentu, sesuai dengan ketebalan tanah dan tingkat kebutuhan analisisnya.

Geografia : Warna tanah disusun oleh tiga variabel yaitu hue, value, dan kroma. Hue adalah warna spektum yang dominan, sesuai dengan panjang gelombangnya. Value menunjukkan gelap terangnya warna, sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. Khroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum.

Warna tanah ditentukan dengan membandingkan warna baku pada buku Munsell Soil Color Chart dengan warna tanah. (Sumber: Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis, 1993) a. Horizon O adalah lapisan bahan organik dengan ketebalan hanya beberapa centimeter saja dari permukaan. Lapisan organik ini sangat kaya akan humus penyubur tanah.

Ciri khas horizon O adalah warnanya yang gelap (coklat sampai kehitam-hitaman) dan terdiri atas sisa-sisa mahluk hidup, seperti ranting-ranting dan daun yang telah membusuk.

b. Horizon A adalah lapisan tanah bagian atas (top soil) dengan rata-rata ketebalan antara 20–35 cm. Horizon A masih relatif subur jika dibandingkan dengan lapisan-lapisan lain di bawahnya. Horizon A sering dinamakan pula zone eluviasi yaitu wilayah pencucian partikel-partikel tanah oleh air hujan, terutama partikel debu dan liat yang butirannya sangat halus. c. Horizon B atau sering disebut subsoil adalah zone iluviasi artinya tempat pengendapan partikel tanah yang mengalami pencucian dan terlarut dalam air dari horizon A.

Lapisan subsoil ditandai dengan warnanya yang lebih terang, karena bahanbahan organiknya sangat kurang bahkan tidak ada. Oleh karena itu, subsoil merupakan lapisan tanah dangan tingkat kesuburan rendah. Kesuburan adalah faktor yang sangat penting dalam upaya mengoptimalkan sumber daya lapisan tanah, khususnya bagi sektor agraris (pertanian dan perkebunan).

Beberapa komponen yang berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah antara lain warna, tekstur, struktur, keasaman, bahan organik dan mineral hara, serta kandungan air tanah. Salah satu sifat fisik yang dapat kita amati dan relatif tidak terlalu sulit untuk membedakan tingkat kesuburan tanah adalah warna. Pada umumnya, tanah-tanah yang berwarna gelap (cokelat kehitam-hitaman) memiliki tingkat kesuburan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang berwarna terang atau pucat.

β€’ Persenyawaan besi (Fe) dalam tanah mengakibatkan warna tanah bervariasi, antara lain merah, merah kecokelatan, merah kekuning-kuningan, kuning, bahkan sampai kelabu.

β€’ Kuarsa dan feldspar mengakibatkan warna tanah menjadi terang atau pucat. Selain kandungan mineral tersebut, faktor lain yang mengakibatkan warna tanah menjadi pucat adalah adanya proses pencucian di daerah horizon A oleh air hujan yang kemudian diendapkan di horizon B.

β€’ Persenyawaan mangan (Mn) mengakibatkan adanya bercakbercak pada tubuh tanah terutama pada lapisan B. β€’ Bahan-bahan organik menyebabkan warna tanah menjadi gelap. Faktor kedua yang berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah adalah derajat keasaman atau pH tanah. Tinggi-rendahnya keasaman tanah sangat bergantung pada kepekatan ion Hidrogen tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut dan Hidroksil (OH-).

Tanah yang perbandingan ion hidrogennya lebih banyak dibandingkan ion hidroksil dikatakan bersifat asam. Sebaliknya, jika ion hidroksilnya lebih tinggi dibandingkan dengan ion hidrogen, tanah bersifat basa atau alkalis. Tanah yang paling baik untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian adalah yang sifatnya netral (pH-nya berkisar antara 6 sampai 7). Agar tanah-tanah yang kondisinya sangat asam kembali menjadi netral, kita dapat mengupayakannya dengan pemberian kapur.

Demikian pula tanah-tanah yang terlalu basa dapat kita netralkan kembali dengan menam bahkan unsur belerang. Tekstur adalah besar kecilnya ukuran partikel (fraksi) yang terkandung dalam massa tanah sehingga menggambarkan tingkat kekasaran butirannya.

Tekstur tanah ditentukan oleh perbandingan di antara partikel kerikil, pasir, debu, dan liat. Jenis-jenis tanah yang banyak mengandung kerikil dan pasir tentunya memiliki tekstur yang lebih kasar dibandingkan tanah yang lebih banyak mengandung debu dan liat.

Struktur tanah menggambarkan susunan atau agregasi gumpal tanah menjadi bentuk-bentuk tertentu. Kondisi struktur berhubungan dengan tingkat kegemburan atau keremahan tanah. Anda tentu sering menemui di lingkungan sekitar tempat tinggal, jenis-jenis tanah yang kondisinya gembur sehingga sangat mudah dicangkul atau dibajak untuk ditanami.

Sebaliknya, tidak jarang kita jumpai tanah-tanah yang sifatnya padat, keras dan sangat sulit diolah. Sifat fisik tanah tersebut pada dasarnya merupakan kondisi struktur tanah. β€’ Tidak beragregat (bergumpal) adalah ejal (jika berkoherensi dan butir tunggal) atau lepas-lepas (jika tidak berkoherensi).

β€’ Derajat strukturnya lemah adalah jika tersentuh akan mudah hancur. β€’ Derajat strukturnya cukup adalah agregat atau gumpalnya sudah jelas terbentuk dan masih dapat dipecah-pecah. β€’ Derajat strukturnya kokoh adalah agregatnya mantap dan jika dipecahkan agak liat (terasa ada ketahanannya). Bahan organik adalah unsur pembentuk dan penyubur tanah yang berasal dari sisa-sisa organisme seperti ranting dan daundaun tanaman yang jatuh ke permukaan tanah serta jasad renik yang mati.

Bahan-bahan tersebut kemudian membusuk atau melapuk dan bercampur dengan lapisan tanah bagian atas membentuk serasah atau humus yang sangat subur. Pada saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, para petani telah mampu membuat pupuk bahan organik buatan yang dikenal dengan nama kompos.

Bahan dasar kompos biasanya terdiri atas kotoran hewan ternak (sapi, kambing, ayam dan sebagainya) yang tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut dengan jerami dan kulit gabah padi. β€’ Unsur hara makro, meliputi Karbon (C), Hidrogen (H), Nitrogen (N), Posfat (P), Kalium atau Potasium (K), Kapur (CaCO3), Magnesium (Mg), Belerang (S), dan Oksigen (O).

β€’ Unsur hara mikro, meliputi Khlor (Cl), Barium (Ba), Kuningan, Besi (Fe), Mangan (Mn), Molybden (Mo), Seng (Zn), Silisium (Si), Natrium (Na), dan Kobalt (Co). Jenis tanah yang tersebar di muka Bumi banyak sekali ragam dan karakternya. Terdapat tanah yang berwarna hitam, gembur dan sangat subur.

Di lain tempat dijumpai tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan yang terdiri atas kerikil dan pasir yang masih lepas-lepas, tapi ada pula jenis tanah yang sangat lengket karena mengandung mineral liat sangat tinggi.

Berbagai jenis tanah dengan variasi sifat fisika-kimia masing-masing tentunya memiliki namanama tersendiri. Tanah laterit adalah jenis tanah yang telah banyak mengalami pencucian oleh air hujan sehingga warnanya pucat dan kemerah-merahan atau kekuning-kuningan, serta kondisinya sangat tidak subur. Kadar bahan organiknya juga rendah akibat proses erosi dan pencucian yang berlangsung dalam waktu yang lama. Vegetasi yang biasa tumbuh di atas tanah laterit, antara lain rumput dan alang-alang.

Jenis tanah ini tersebar di daerah Banten, Kalimantan Barat, dan Pacitan. Tanah Aluvial adalah jenis tanah yang terbentuk dari proses sedimentasi baik di wilayah darat maupun di perairan, kemudian mengalami proses pelapukan. Ciri khas tanah aluvial adalah butirannya lepas-lepas. Tingkat kesuburan tanah aluvial sangat bervariasi, bergantung dari bahan dasar dan mineral hara pembentuknya. Tanah aluvial banyak dimanfaatkan penduduk sebagai daerah pertanian pesawahan, perkebunan, kelapa dan tanaman palawija, seperti tanaman jagung, kedelai, ketela pohon, dan umbi-umbian.

Tanah gambut adalah tanah yang dibentuk oleh bahan-bahan organik seperti sisa-sisa ranting, daun, dan batang tetumbuhan yang belum melapuk secara sempurna dan sering terendam air sehingga tingkat kesuburannya sangat rendah. Sifat lain dari gambut adalah tingkat keasamannya yang tinggi sehingga sangat sulit untuk dibudidayakan sebagai lahan pertanian. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan gambut dapat dilakukan dengan mengeringkan lahan gambut dan dilakukan pengapuran sampai pH-nya menjadi netral.

Jenis tanah gambut tersebar di pantai timur Sumatra, pantai Kalimantan Barat dan Selatan, serta pantai Papua. Tanah Margalit adalah jenis tanah yang dibentuk oleh batuan dasar yang terdiri atas batu gamping (kapur), pasir, dan lempung (liat). Sifat tanah margalit adalah subur dan terdapat di sekitar perbukitan dataran rendah.

Daerah persebaran tanah margalit antara lain Kediri, Madiun, Tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara. Jenis tanah ini banyak dimanfaatkan oleh penduduk sebagai areal pertanian lahan kering, perkebunan tebu, dan hutan jati.

Tanah vukanis terbentuk dari material-material gunungapi seperti pasir dan debu vulkanis. Material vulkanis tersebut mengalami pelapukan dan membentuk tanah vulkanis yang sangat subur karena banyak mengandung mineral hara yang dibutuhkan tanaman. Termasuk ke dalam jenis tanah ini adalah tanah andosol (tanah pegunungan) yang berwarna hitam, gembur, serta mudah diolah dengan tingkat kesuburan tinggi. Tanah ini tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia yang terpengaruh oleh aktivitas vulkanisme.

Oleh karena tingkat kesuburannya relatif tinggi, tanah vulkanis banyak dimanfaatkan sebagai areal pertanian dan perkebunan, terutama pertanian hortikultur dan pertanian lahan kering. Tanah humus adalah tanah dibentuk oleh sisa-sisa tumbuhan (serasah) yang mengalami pembusukan secara alamiah.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Jenis tanah ini banyak dijumpai di kawasan hutan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Ciri khas humus adalah tingkat kesuburannya tinggi serta warnanya yang gelap karena banyak mengandung bahan organik.

Tanah grumusol adalah jenis tanah yang terdapat di wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan tahunan tinggi (antara 1.000– 2.000 milimeter per tahun), ketinggian wilayahnya lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, serta topografinya landai sampai bergelombang. Batuan dasar yang membentuk grumusol antara lain abu vulkanik dan tanah liat. Warna tanah grumusol umumnya kelabu kehitamhitaman.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Kandungan bahan organiknya relatif rendah. Tanah ini cukup baik untuk dijadikan lahan pertanian padi, jagung, dan kedelai. Daerah persebaran grumusol, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Sulawesi Selatan. Perbedaan jenis tanah sebagai ruang lingkup kajian pedosfer yang terdapat di muka Bumi berpengaruh terhadap tingkat kesuburan lahan. Adanya perbedaan tingkat kesuburan lahan tersebut pada akhirnya memberikan implikasi terhadap tingkat produktivitas dari suatu lahan.
Tekstur tanah merupakan penggolongan tanah berdasarkan besar kecilnya ukuran partikel yang menyusun tanah.

Setiap jenis tanah memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda, oleh karenanya tekstur tanah dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain : β€’ Tanah lempung, adalah jenis tanah yang sangat baik untuk berkebun. Tanah ini merupakan perpaduan antara tanah liat, tanah berpasir, dan lumpur. Tanah lempung terdiri dari partikel-partikel yang sangat halus, tidak mengandung banyak bahan organik, dan memiliki tekstur yang lengket.

Tanah lempung bisa mempertahankan kelembabannya dengan baik, sehingga lebih kaya akan nutrisi dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. β€’ Tanah Lumpur, merupakan jenis dengan ukuran partikel yang kecil, jauh lebih kecil dari tanah berpasir, namun lebih besar dari tanah liat / lempung.

Lumpur juga cukup baik dalam menahan air. Jenis tanah ini biasa digunakan untuk lahan pertanian dan untuk meningkatkan kesuburan tanah.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

β€’ Tanah Berpasir. Tanah ini terdiri dari partikel kecil batuan lapuk. Tanah jenis ini paling tidak cocok untuk ditanami tumbuhan, dikarenakan unsur hara atau nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat rendah, selain itu daya tampung airnya juga buruk.

Hal itu akan membuat akar tanaman sulit untuk menyerap air. Namun, tanah berpasir merupakan tanah yang baik untuk sistem drainase. β˜… SMP Kelas 9 / UAS IPA SMP Kelas 9 Penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut.

A. Tekstur tanah B. Humus tanah C. Komposisi tanah D. Struktur tanah Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Tema 6 Subtema 2 SD Kelas 4 Makna Proklamasi dari Aspek Sosiologis Proklamasi menjadikan perubahan dari bangsa yang merdeka.

Proklamasi memberikan rasa bebas dan merdeka bagi rakyat Indonesia. Rakyat yang bebas dari belenggu penjajahan. Setelah proklamasi, jiwa rakyat Indonesia menjadi terbebas. Semua rakyat bebas membangun kembali bangsa yang telah lama dijajah.

Rakyat Indonesia bebas mengisi kemerdekaan dengan kegiatan ya ng bermanfaat. Informasi penting yang sesuai dengan paragraf kedua adalah …. A. Proklamasi memberi rasa bebas bagi penduduk B. Jiwa rakyat Indonesia terbebas setelah adanya proklamasi C. Proklamasi membawa perubahan besar bagi bangsa Indonesia D. Pelajar harus mengisi kemerdekaan Indonesai dengan belajar Materi Latihan Soal Lainnya: β€’ Menafsirkan Data dari Diagram - Matematika SMA Kelas 10 β€’ Bahasa Jerman SMA Kelas 10 β€’ Vektor - Matematika SMK Kelas 11 β€’ Pendekatan, Konsep dan Prinsip Geografi - SMA Kelas 10 β€’ Kuis IPA SMP Kelas 8 β€’ Ulangan IPA SD Kelas 3 β€’ UTS Sosiologi Semester 1 Ganjil SMA Kelas 11 β€’ UH IPS SMP Kelas 7 β€’ Allah Maha Pencipta - PAI SD Kelas 2 β€’ Statistik Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan β€’ Hubungi Kami β€’ Kirim Soal β€’ Privacy Policy β€’ Follow us: Facebook β€’ Instagram β€’ Twitter
Jenis Jenis Tanah – Tanah merupakan salah satu material yang di dalamnya mengandung butiran mineral padat yang tersedimentasi dan berasal dari pelapukan bahan organik serta berisi zat cair dan gas yang mengisi ruang – ruang Pada partikel padat.

Secara umum, tanah terbagi atas dua bagian, yaitu tanah berkohesif dan tanah tidak berkohesif. Tanah berkohesif contohnya adalah tanah lempung, sedangkan tanah tak berkohesif adalah tanah berpasir.

Berikut ini penjelasan singkat tentang Jenis jenis tanah berdasarkan proses terbentuknya, jenis jenis tanah berdasarkan asalnya, jenis jenis tanah berdasarkan ke suburannya, jenis jenis tanah di Indonesia, dll. Jenis Jenis Tanah Berdasarkan Proses Terbentuknya Tanah berdasarkan proses terbentuknya adalah sebagai berikut: 1. Tanah Humus Tanah Humus Tanah humus adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan daun dan batang pohon.

Tanah ini sangat subur dan sangat cocok untuk digunakan sebagai lahan untuk menanam tanaman. Salah satu contohnya adalah anda dapat menjumpai tanah tersebut pada daerah hutan hujan tropis. Karakteristik tanah humus adalah sebagai berikut : 1. Tanah berwarna gelap, sangat subur dan gembur 2. Memiliki daya serap yang bagus sehingga cocok untuk lahan bagi tumbuhnya tanaman 3.

Terbentuk dari hasil pelapukan bagian tumbuhan seperti daun dan batang 4. Banyak ditemukan pada daerah yang memiliki iklim tropis Banyak sekali manfaat tanah humus yang dapat anda temukan, diantaranya adalah sumber nutrisi bagi tanaman, mampu mengikat zat – zat yang bersifat toksik, membantu meningkatkan kandungan air tanah, mencegah tanah tergerus, meningkatkan aerasi tanah serta dapat digunakan sebagai pupuk alami. 2. Tanah Pasir Tanah Pasir Tanah pasir adalah tanah tanah yang berasal dari batuan beku dan batuan sedimen yang terdiri atas butiran kasar dan ada juga yang seperti kerikil.

Ada penggolongan tanah lempung ciri – ciri tanah berpasir adalah sebagai berikut: 1. Mengandung banyak butiran pasir 2. Sangat mudah dalam menyerap air 3. Sangat jarang dijumpai tumbuhan karena tanah pasir sulit untuk ditanami tumbuhan 4. Tanah pasir pada umumnya banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, tempat beribadah dan lain – lain. Tanah pasir kurang baik untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Hal ini dikarenakan pada tanah pasir tidak dijumpai adanya nutrisi untuk pertumbuhan tanaman.

Selain itu, pada tanah pasir juga kurang baik untuk menyimpan air. Jenis jenis tanah berdasarkan proses terbentuknya, jenis jenis tanah berdasarkan asalnya, jenis jenis tanah berdasarkan ke suburannya, jenis jenis tanah di Indonesia, dll. 3.

Tanah Aluvial Tanah Aluvial Tanah aluvial adalah tanah yang terbentuk dari pengendapan lumpur sungai dan terletak di dataran rendah.

Tanah ini sangat cocok untuk lahan pertanian karena tanah ini juga sangat subur. Tanaman yang dapat anda tanam pada jenis tanah tersebut adalah padi, palawija, tebu, kelapa, buah – buahan dan lain – lain. Anda dapat menjumpai tanah jenis ini di daerah Penggolongan tanah lempung bagian timur, jawa dan papua. Manfaat jenis tanah aluvial adalah sebagai berikut: melancarkan irigasi, berfungsi sebagai lahan pertanian, dapat menyimpan cadangan air, memudahkan dalam mengolah tanah untuk ditanami dan bercocok tanam.

Ciri – ciri tanah aluvial adalah sebagai berikut: 1. Berwarna cokelat 2. Banyak mengandung mineral sehingga 3. Mudah untuk menyerap air 4. Berbentuk seperti tanah liat 5. pH tanah dibawah 6. 6. Jumlah fosfor dan kalium sangat rendah pada daerah dengan curah hujan rendah 7.

Sangat mudah untuk proses pengolahannya sehingga dapat menekan biaya produksi. 8. Memiliki tekstur tanah liat 9. Epipedon tanah aluvial tidak memiliki struktur 10. Terdiri atas beberapa bahan induk, yaitu tanah aluvial pasir, lempung, kapur, basa dan asam.

Tanah podzolit adalah tanah yang terdapat di daerah pegunungan yang memiliki curah hujan tinggi serta bersuhu rendah. Pada umumnya tanah ini subur.

Tanah jenis ini dapat dijumpai di daerah Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Pada tanah ini memiliki ciri khas, yaitu mengandung sedikit unsur hara, tidak subur, tanah berwarna merah hingga kuning. Tanah ini juga dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman seperti jambu mete. Selain itu, tanah ini tidak cocok untuk menanam tanaman semusim karena kandungan unsur K, Ca dan Mg rendah. Bahan – bahan organik dalam tanah ini rendah dan hanya dijumpai di permukaan tanah saja.

Bahkan, tanah ini pun hanya dapat menyimpan sedikit air sehingga penggolongan tanah lempung kekeringan. 5. Tanah Vulkanis Tanah Vulkanis Tanah vulkanik adalah tanah yang terbentuk akibat letusan gunung berapi sehingga tanah tersebut sangat subur dan memiliki zat hara yang banyak. Berikut ini adalah ciri – ciri tanah vulkanik: 1. Memiliki banyak unsur hara seperti N, P, K, Fe dan Al. Sumber unsur hara tersebut adalah lava gunung berapi.

2. Pada lapisan atas berwarna hitam pekat dan pada lapisan bawah berwarna cokelat, kemerahan dan kuning. Lapisan tersebut terbentuk dari larva yang berpijar akibat etusan gunung berapi yang telah mengalami pendinginan sehingga terbentuk lapisan yang berwarna – warni. 3. Struktur tanah rentan terhadap erosi 4. Sangat bagus digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan karena tanah tersebut emngandung banyak unsur hara. 5. pH tanah 4 – 7. 6. Tanah ini juga bersifat gembur dan mudah untuk menguraikannya 7.

Tanah ini tersebar di sekitar permukaan pada gunung berapi. Tanah vulkanik terdiri atas dua jenis yang berbeda yaitu tanah vulaknik regosol dan tanah vulkanik latosol.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Tanah vulkanik regosol adalah tanah vulkanik yang memiliki warna abu – abu hingga kuning. Kandungan bahan organik pada tanah ini sangat sedikit. Oleh karena itu, jenis tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam buah – buahan, palawija dan tembakau. Sedangkan tanah Latosol adalah salah satu jenis tanah vulkanik yang memiliki warna merah sampai kuning.

Mengandung bahan organik yang lebih banyak jika dibandingkan dengan tanah vulkanik regosol dan memiliki sifat asam. Hal ini menyebabkan tanah ini sangat bagus untu ditanami tanaman kopi, karet, kelapa, padi, dan palawija.

Tanah vulkanik juga memiliki banyak manfaat dalam bidang pertanian, yaitu: 1. Menyuburkan tanah Tanah yang subur mengandung banyak unsur hara yang dapat menutrisi tanaman yang anda tanam. Anda sangat direkomendasikan untuk melakukan penanaman di area tanah vulkanik. Selain tanahnya subur, tentu anda akan mendapatkan hasil panen yang bagus pula. 2. Meningkatkan hasil panen Pada lahan yang subur anda dapat menanam tanaman dengan mudah.

Sumber nutrisinya yang banyak menjadikan tanaan yang anda tanam subur dan menghasilkan panenan yang banyak dan melimpah. 3. Sebagai tempat wisata alam Daerah di sekitar gunung berapi tentu di sana terdapat tanah vulkanik dengan karakteristik yang beragam. Oleh karena itu, anda dapat mengolah dan membuat inovasi baru. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan daerah tersebut sebagai obyek wisata alam. Jenis jenis tanah berdasarkan proses terbentuknya, jenis jenis tanah berdasarkan asalnya, jenis jenis tanah berdasarkan ke suburannya, jenis jenis tanah di Indonesia, dll.

Tanah laterit adalah tanah yang kehilangan kesuburan dan unsur – unsur hara karena larut terbawa air hujan dengan intensitas yang tinggi. Ada pun ciri – ciri dan karakteristik dari tanah laterit adalah sebagai berikut: 1. Memiliki pH netral sehingga kadar asamnya tidak tinggi 2. Mengandung bahan organik Tanah ini termasuk dalam tanah yang tidak subur. Mengapa? Hal ini dikarenakan kandungan senyawa organik pada tanah jeni ini sedang.

Kandungan organik berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah. 3. Mudah menyerap air Setiap tanah tentu memiliki kemampuan yang dan karakteristik yang berbeda – beda sehingga dapat memiliki kemampuan yang berbeda pula dalam menyerap air. Jenis tanah ini termasuk dalam tanah yang sangat baik dalam menyerap air. 4. Tanah berumur tua Tanah pun dapat diukur usianya, apakah tanah tersebut termasuk dalam tanah tua, atau tanah muda. Setiap tanah memiliki umur yang berbeda – beda.

Tanah laterit ini termasuk dalam tanah yang berumur tua. 5. Hanya dapat ditanami oleh tanaman tertentu Antara lain adalah jagung, singkong, kopi, coklat, kelapa sawit dan palawija Setelah mengetahui karakteristik dari tanah ini, kini apa saja sih manfaat yang dapat anda peroleh? Tanah tersebut dapat anda jumpai di Kalimantan Barat daN Lampung.

Berikut ini adalah manfaat dari tanah laterit bagi kehidupan di sekitar kita: 1. pH tanah normal 2. Menyerap air dengan baik 3. Dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan 4. Sebagai lahan perkebunan 5. Sebagai bahan campuran untuk suatu komponen 6. Dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan 7. Sebagai cadangan air 8. Membantu mengelola air buangan sampah 9. Sebagai bahan bangunan dan jalan 10.

Sebagai lahan perkebunan 7. Tanah Mediteran Tanah Mediteran Tanah mediteran adalah tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan terbentuk dari proses pelapukan batuan kapur.

Anda dapat menjumpai jenis – jenis tanah tersebut di daerah Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ciri – ciri dari tanah penggolongan tanah lempung adalah sebagai berikut: batuan induk berbentuk batuan beku berkapur, mengandung banyak senyawa karbonat yang tinggi. Warna dari tanah ini adalah merah kekuningan dan ada juga yang berwarna abu – abu.

Jenis tanah ini dapat di jumpai di hutan dan banyak mengandung air. Tekstur tanahnya lempung dan memiliki sifat asam. Tanah ini juga mengandung banyak mineral seperti besi, air, aluminium, dan senyawa organik lainnya yang membantu menyuburkan tanah. Selain itu, pada umumnya tanah tersebut dimanfaatkan untuk menanam padi. Tanah ini memiliki bahan induk batuan kapur dengan pH yang tinggi. Tingginya pH tersebut dipengaruhi oleh pengendapan bahan induk tanah, adanya tumbuhan yang tumbuh disekitar tanah, vegetasi alam, kedalaman tanah, pupuk nitrogen dan lain – lain.

Tanah ini memiliki pH diatas 7 sehingga termasuk golongan tanah yang alkalis dan dapat mengikat fosfat. Fosfat memiliki banyak manfaat bagi pertumbuhan tanaman. Namun, tidak semua jenis tanaman dapat tumbuh baik pada tanah ini. Beberapa tanaman yang dapat tumbuh antara lain adalah jati, tembakau, palawija dan jambu mete.

Jenis jenis tanah berdasarkan proses terbentuknya, jenis jenis tanah berdasarkan asalnya, jenis jenis tanah berdasarkan ke suburannya, jenis jenis tanah di Indonesia, dll. Baca : Limbah 8. Tanah Organosol Tanah Organosol Tanah organosol adalah tanah yang kurang subur untuk ditanami tanaman.

Tanah tersebut terbentuk dari pelapukan tumbuhan rawa. Tanah organosol terbagi atas dua jenis tanah, yaitu tanah humus dan tanah gambut. Ciri khas dari tanah humus adalah tanahnya subur dan baik untuk lahan pertanian.

Selain itu, mengandung banyak senyawa organik. Tanah gambut adalah tanah yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut: memiliki kandungan unsur hara yang rendah, kurang subur dan bersifat sangat asam.

Selain itu, tanah gambut memiliki warna gelap, cokelat kemerah – merahan atau cokelat tua. Berikut ini adalah manfaat tanah gambut bagi kehidupan: 1. Sebagai lahan pertanian Meskipun tanah jenis ini tidak sebagus tanah humus, namun masih dapat dimanfaatkan untuk tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut tanam. Jenis tanaman yang dapat tumbuh pada tanah gambut ini adalah kopi, kelapa sawit, karet dan lain – lain.

2. Dimanfaatkan untuk usaha peternakan Peternakan yang banyak dijumpai di lahan gambut salah satunya adalah peternaan unggas dan sapi. 3. Sebagai sumber air Tanah gambut dapat menampung air hujan dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai sumber air yang banyak dimanfaatkan.

4. Mencegah global warming. Hal ini dikarenakan lahan gambut dapat menahan gas – gas rumah kaca sehingga lahan tersebut mampu meminimalisir terjadinya global warming. 5. Sumber energi Banyak sekali manfaat dari lahan gambut. Bahkan tanah gambut sendiri dapat dibuat menjadi briket sehingga dapat berfungsi sebagai bahan bakar. Selain itu, gambut ternyata juga dapat digunakan untuk tenaga listrik. Bahkan kini tanah gambut juga dapat digunakan untuk pupuk yang dapat menyuburkan tanaman.

9. Tanah Andosol Tanah Andosol Tanah andosol adalah tanah yang mengandung mineral dan bahan organik yang tinggi. Selain itu tanah ini juga memiliki karakteristik khusus yaitu tanahnya gembur, licin, daya absorbsi sedang, memiliki kelembaban yang tinggi, berwarna cokelat hingga hitam dan lain – lain.

Selain itu, tanah tersebut juga kaya akan unsur hara dan air sehingga bagus untuk tempat tumbuh tanaman. Jenis tanah tersebut banyak tersebar di seluruh wilayah yang dekat dengan gunung berapi. 10. Tanah Entisol Tanah Entisol Tanah entisol merupakan tanah yang berasal dari pelapukan material yang berasal dari letusan gunung berapi.

Material itu antara lain adalah debu, pasir, lahar dan lapili. Hal inilah yang menjadikan tanah ini sangat subur. Tanah ini hanya dapat ditemukan pada area di sekitar gunung berapi. Tanah ini termasuk tanah muda. Tanah entisol ini juga dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk pertanian dan perikanan. Baca : Efek Rumah Kaca Jenis Jenis Tanah Berdasarkan Asalnya Jenis – jenis tanah berdasarkan asalnya penggolongan tanah lempung menjadi tanah organik dan tanah anorganik.

Tanah organik adalah tanah yang berasal dari pelapukan dan sisa tanaman serta juga dapat berasal dari kulit organisme yang telah mati. Sedangkan tanah anorganik adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan baik secara kimiawi maupun secara fisik.

Tanah organik dapat memiliki ciri – ciri sebagai berikut: bertekstur lunak, warnanya tua, mudah berubah bentuk saat dilakukan penekanan. Selain itu, tanah organik ini juga memiliki sifat plastisitas yang rendah.

Contohnya dapat anda temukan pada tanah gambut. Contoh tanah anorganik antara lain adalah seperti pada tanah liat, tanah entisol, oxisol, ultisol dan lain – lain. Tanah anorganik ini memiliki beragam warna, yaitu hitam pekat, kecoklatan, merah bata, kuning, putih. Warna pada tanah tersebut bergantung pada kandungan mineral yang terkandung di dalamnya. Jenis Jenis Tanah Berdasarkan Kesuburannya Jenis – jenis tanah berdasarkan kesuburannya dapat dibedakan menjadi empat, yaitu: 1.

Tanah Muda. Tanah ini mengandung unsur hara sedikit sehingga kurang subur. 2. Tanah Dewasa. Tanah ini sangat subur dan bagus untuk dimanfaatkan untuk pertanian. Hal ini dikarenakan tanah ini mengandung banyak unsur hara dan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan tanaman.

3. Tanah Tua. Tanah ini sudah mulai berkurang kesuburannya. Hal ini dikarenakan jumlah unsur hara di dalam tanah tersebu sudah mulai berkurang. 4. Tanah Sangat Tua. Pada tanah ini sudah tidak subur lagi karena unsur hara yang terkandung di dalamnya tinggal sedikit dan hampir habis.

Jenis jenis tanah berdasarkan proses terbentuknya, jenis jenis tanah berdasarkan asalnya, jenis jenis tanah berdasarkan ke suburannya, jenis jenis tanah di Indonesia, dll. itulah penjelasan mengenai jenis jenis tanah semoga bermanfaat, dan jika ingin bertanya tentang jenis tanah karena kurang paham bisa di tulis di komentar.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih Jenis Jenis Tanah
Jawaban: TEKSTUR TANAH Penjelasan: Tekstur tanah merupakan penggolongan tanah berdasarkan besar kecilnya ukuran partikel yang menyusun tanah. Setiap jenis tanah memiliki ukuran partikel yang berbeda-beda, penggolongan tanah lempung karenanya tekstur tanah dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain : Tanah lempung, adalah jenis tanah yang sangat baik untuk berkebun.

Tanah ini merupakan perpaduan antara tanah liat, tanah berpasir, dan lumpur. Tanah lempung terdiri dari partikel-partikel yang sangat halus, tidak mengandung banyak bahan organik, dan memiliki tekstur yang lengket. Tanah lempung bisa mempertahankan kelembabannya dengan baik, sehingga lebih kaya akan nutrisi dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. Tanah Lumpur, merupakan jenis dengan ukuran partikel yang kecil, jauh lebih kecil dari tanah berpasir, namun lebih besar dari tanah liat / lempung.

Lumpur juga cukup baik dalam menahan air. Jenis tanah ini biasa digunakan untuk lahan pertanian dan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tanah Berpasir. Tanah ini terdiri dari partikel kecil batuan lapuk. Tanah jenis ini paling tidak cocok untuk ditanami tumbuhan, dikarenakan unsur hara atau nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat rendah, selain itu daya tampung airnya juga buruk. Hal itu akan membuat akar tanaman sulit untuk menyerap air. Namun, tanah berpasir merupakan tanah yang baik untuk sistem drainase.

Angga baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke 5. Angga adalah siswa kelas B di PAUD β€œMelati”. Saat ini Angga sudah mampu mengelompokkan benda-benda … menurut ukuran besarnya. Ketika ia berada di kelas A, Angga belum mampu melakukannya. Di rumah, kedua orangtua Angga sering mengajak Angga dan adiknya bermain bentuk-bentuk dan ukuran benda.

penggolongan tanah lempung, tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut

Sedangkan di sekolah, Angga dan temantemannya bermain aneka bentuk geometri berbagai ukuran. Dari wacana singkat di atas, jawablah pertanyaan berikut ini: a. Identifikasilah 2 prinsip dasar perkembangan manusia yang terjadi pada Angga b. Jelaskan ke 2 prinsip dasar tersebut ​ tolong di bantu jam 11 di kumpul nnti saya kasi jawaban terbaik 1. Perasaan untuk mengabdi, memelihara, membela dan melindungi tanah air dari segala g … anggun dan ancaman disebut ….

2. Tertib membayar pajak merupakan …. sebagai warga negara. 3. Sumber daya alam harus bisa dimanfaatkan dan diolah dengan …. 4. Narasumber yang tepat untuk memberikan informasi tentang virus dan penyakit adalah …. 5. Daftar pertanyaan sebaiknya disusun …. melakukan kegiatan wawancara.

6. Kegiatan wawancara bertujuan untuk mendapatkan …. yang tepat dari ahlinya. 7. Penggunaan kipas angin merupakan contoh perubahan energi …. menjadi energi ….8. Nama lain dari energi kalor adalah energi …. 9. Perubahan energi yang terjadi pada pemakaian oven adalah dari energi listrik menjadi energi …. 10. Kopi, coklat dan kelapa sawit termasuk sumber daya alam hasil ….​ Teman-teman mahasiswa pada pertemuan 4 kita telah mempelajari tentang strategi persuasif, yaitu Strategi Dinamika Psikis, strategi Sosial Budaya dan s … trategi Rekonstruksi makna.

Terkait dengan tiga strategi tersebut, jika pemerintah harus melakukan penggusuran hunian liar yang berada di tanah (asset) negara yang rencanaya akan digunakan untuk membangun jalan tol, maka menurut teman-teman strategi apa yang paling tepat digunakan pemerintah untuk mengubah sikap negatif public atas keputusan pemerintah ini?

Silahkan berdiskusi, dan berikan argument yang tepat dalam menyampaikan pendapat SKOM4332.06 Keefektifan komunikasi organisasi bisa dilihat dari tercapainya tujuan komunikasi.

Hal ini tergantung dari penyusunan pesan dan pilihan media yang tep … at. Teman-teman tuton, coba diskusikanlah bagaimana jika kita bermaksud untuk menggerakkan orang mengerjakan tugas-tugasnya sesuai dengan bagiannya di organisasi, jenis pesan apa yang menurut Anda cocok? SKOM4329.10Tanah lempung, tanah liat, dan pasir digolongkan berdasarkan tekstur tanah (A).

Tekstur tanah menggambarkan kondisi kehalusan tanah karena pengaruh perbedaan komposisi yang terkandung. Pembahasan Tanah merupakan bagian penyusun kerak bumi yang terdiri dari mineral dan bahan organik. Tanah dapat dibedakan berdasarkan teksturnya.

Tekstur tanah merupakan ukuran besar kecilnya partikel tanah. Berdasarkan teksturnya tanah dibedakan menjadi tiga yaitu: β€’ Pasir Pasir memiliki ukuran partikel 2,0 – 0,05 mm. Ukuran partikel pasir tergolong besar dengan luas permukaan kecil. Pasir memiliki ciri-ciri mudah kering atau kemampuan untuk mempertahankan kelembapan sangat kecil. Pasir juga memiliki aktivitas kimia yang sedikit sehingga sulit untuk mendapatkan nutrient.

β€’ Tanah lempung Ukuran partikel tanah lempung ialah 0,05 – 0,002 mm. Tanah lempung termasuk dalam kategori partikel lumpur yang memiliki luas permukaan terbatas.

Aktivitas kimia tanah lempung juga tergolong sedikit sehingga sangat minim kandungan nutrisi. Namun, tanah lempung dapat saling melekat dalam jumlah yang banyak karena dipengaruhi sirkulasi udara yang buruk dengan pergerakan air yang banyak. β€’ Tanah liat Tanah liat memiliki ukuran partikel < 0,002 mm. Partikel dalam tanah liat sangat kecil dengan luas permukaan besar.

Hal ini menyebabkan air dapat melekat dengan baik pada tanah liat karena faktor kemampuan mempertahankan kelembapan yang tinggi. Namun, tanah liat sulit untuk ditanami vegetasi. Tanah liat juga tergolong memiliki bnayak kadungan nutrisi karena ikatan kimiannya yang aktif. Humus tanah tanah liat dan pasir atau pun campuran ketiganya disebut kondisi tanah yang memiliki kandungan organik sebagai habitat mikroorganisme penyubur tanah. Komposisi tanah merupakan komponen penyusun tanah yang terdiri dari bahan padatan (mineral), bahan organik, air, penggolongan tanah lempung udara.

Sedangkan, struktur tanah adalah sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan partikel-partikel dalam tanah yang bergabung satu dengan yang lain untuk membentuk gumpalan kecil. Pelajari lebih lanjut β€’ Materi tentang perbedaan tekstur tanah dan struktur tanah brainly.co.id/tugas/14208702 β€’ Materi tentang persentase komposisi penyusun tanah brainly.co.id/tugas/26349215 β€’ Materi tentang jenis-jenis tanah brainly.co.id/tugas/357093 Detail jawaban Kelas: 10 Mapel: Geografi Bab: Dinamika Litosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Kode: 10.8.4 #AyoBelajar

Mengenal 3 jenis tanah (Humus, Liat dan Pasir)




2022 www.videocon.com