Nusantara merupakan konsep

nusantara merupakan konsep

Peta kepulauan Nusantara berlapis emas melambangkan tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia di Ruang Kemerdekaan Monas, Jakarta Nusantara ialah sebuah istilah yang berasal dari perkataan dalam bahasa Kawi (sebuah bentuk bahasa Jawa Kuno yang banyak nusantara merupakan konsep oleh bahasa Sanskerta), yaitu ꦤꦸꦱ ( nusa) terj.

har. "pulau" dan ꦲꦤ꧀ꦠꦫ ( antara) terj. har. "luar". Istilah "Nusantara" secara spesifik merujuk kepada Indonesia ( kepulauan Indonesia), [1] [2] [3] :3 [4] :230 kata ini tercatat pertama kali dalam kitab Negarakertagama untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit; yang kawasannya mencakup sebagian besar Asia Tenggara, terutama pada wilayah kepulauan.

Pada tahun 1900-an istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara [5] sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hindia Belanda. Sekalipun nama " Indonesia" ( terj. 'Kepulauan Hindia') disetujui untuk digunakan sebagai nama resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Nusantara tetap diabadikan sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia.

Penggunaan istilah ini pada zaman kuno dipakai untuk menggambarkan kesatuan geografi- antropologi kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia (termasuk Semenanjung Melayu). Namun pada penggunaan modern, istilah "Nusantara" hanya digunakan untuk merujuk wilayah kepulauan Indonesia secara khusus. Wilayah Majapahit pada puncak terluasnya. Dalam konsep kenegaraan Jawa pada abad ke-13 hingga ke-15, raja adalah "Raja-Dewa": raja yang memerintah adalah juga penjelmaan dewa.

Karena itu, daerah kekuasaannya memancarkan konsep kekuasaan seorang dewa. Kerajaan Majapahit dapat dipakai sebagai teladan. Negara dibagi menjadi tiga bagian wilayah: • Negara Agung merupakan daerah sekeliling ibu kota kerajaan tempat raja memerintah. • Mancanegara adalah daerah-daerah di Pulau Jawa dan sekitar yang budayanya masih mirip dengan Negara Agung, tetapi sudah berada di "daerah perbatasan". Dilihat dari sudut pandang ini, Madura dan Bali adalah daerah "mancanegara".

Lampung dan juga Palembang juga dianggap daerah "mancanegara". • Nusantara, yang berarti "pulau lain" (di luar Jawa) [6] adalah nusantara merupakan konsep di luar pengaruh budaya Jawa tetapi masih diklaim sebagai daerah taklukan: para penguasanya harus membayar upeti. Gajah Mada menyatakan dalam Sumpah Palapa: Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun nusantara merupakan konsep ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.

Terjemahannya adalah: "Dia Nusantara merupakan konsep Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan pulau-pulau lain, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa". Kitab Negarakertagama mencantumkan wilayah-wilayah nusantara merupakan konsep, yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, sebagian Kepulauan Maluku, dan Papua Barat) ditambah wilayah Malaysia, Singapura, Brunei dan sebagian kecil Filipina bagian selatan.

Secara morfologi, kata ini adalah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuno nusa ("pulau") dan antara (lain/seberang). Dwipantara Kebanyakan sejarawan Indonesia nusantara merupakan konsep bahwa konsep kesatuan Nusantara bukanlah pertama kali dicetuskan oleh Gajah Mada dalam Sumpah Palapa pada tahun 1336, melainkan dicetuskan lebih dari setengah abad lebih awal oleh Kertanegara pada tahun 1275. Sebelumnya dikenal konsep Cakrawala Mandala Dwipantara yang dicetuskan oleh Kertanegara, raja Singhasari.

[7] Dwipantara adalah kata dalam bahasa Sanskerta untuk "kepulauan antara", yang maknanya sama persis dengan Nusantara, karena "dwipa" adalah sinonim "nusa" yang bermakna "pulau".

Kertanegara memiliki wawasan suatu persatuan kerajaan-kerajaan Asia Tenggara di bawah kewibawaan Singhasari dalam menghadapi kemungkinan ancaman serangan Mongol yang membangun Dinasti Yuan di Tiongkok. Karena alasan itulah Kertanegara meluncurkan Ekspedisi Pamalayu untuk menjalin persatuan dan persekutuan politik dengan kerajaan Malayu Dharmasraya di Jambi.

Pada awalnya ekspedisi ini dianggap penakhlukan militer, akan tetapi belakangan ini diduga ekspedisi ini lebih bersifat upaya diplomatik berupa unjuk kekuatan dan kewibawaan untuk menjalin persahabatan dan persekutuan dengan kerajaan Malayu Dharmasraya.

Buktinya adalah Kertanegara justru mempersembahkan Arca Amoghapasa sebagai hadiah untuk menyenangkan hati penguasa dan rakyat Malayu. Sebagai balasannya raja Melayu mengirimkan putrinya; Dara Jingga dan Dara Petak ke Jawa untuk dinikahkan dengan penguasa Jawa. Penggunaan modern Pada tahun 1920-an, Ki Hajar Dewantara mengusulkan penggunaan kembali istilah "Nusantara" untuk menyebut wilayah Hindia Belanda.

Nama ini dipakai sebagai salah satu alternatif karena tidak memiliki unsur bahasa asing. Dan juga, alasan lain dikemukakan karena Belanda, sebagai penjajah, lebih suka menggunakan istilah Indie ( terj.

"Hindia"), yang menimbulkan banyak keracuan dengan literatur berbahasa lain yang dapat menunjukan identitas bangsa lain, yakni India. Istilah ini juga memiliki beberapa alternatif lainnya, seperti "Indonesië" (Indonesia) dan "Insulinde" (berarti "Kepulauan Hindia"). Istilah yang terakhir ini diperkenalkan oleh Eduard Douwes Dekker. [5] Ketika akhirnya "Indonesia" ditetapkan sebagai nama kebangsaan bagi negara independen pelanjut Hindia Belanda pada Kongres Pemuda II (1928), istilah Nusantara tidak serta-merta surut penggunaannya.

Istilah ini kemudian tetap lestari dipakai sebagai sinonim bagi "Indonesia", dan dipakai dalam berbagai hal yang utamanya berkaitan dengan kebangsaan, contohnya yakni baik dalam pengertian kebudayaan, antropogeografik, maupun politik (misalnya dalam konsep Wawasan Nusantara).

Nama ibu kota negara baru Indonesia Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, ibu kota baru di Kalimantan Timur akan diberi nama Nusantara. [8] Lihat pula • Wawasan Nusantara • Sejarah Nusantara • Indonesia Raya • Nama Asia Tenggara • Sejarah Indonesia • Sejarah nama Indonesia • Aksara Nusantara • Prasasti Nusantara • Malesia • Sumpah Palapa Referensi • ^ "Nusantara".

Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ke-3). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. • ^ Rais, Mohamed Amien; Ng, Taryn; Irwan, Omar; Najib, Muhammad (2004).

nusantara merupakan konsep

Putra Nusantara: Son of the Indonesian Archipelago [Putra Nusantara: Putra Kepulauan Indonesia] (dalam bahasa Inggris). Singapore: Stamford Press. ISBN 9810499078. • ^ Bowring, Philip (2018). Empire of the Winds: the Global Role of Asia's Great Archipelago (dalam bahasa Inggris).

Bloomsbury. hlm. 3. 'Nusantara' was defined the region of islands and coasts over which Majapahit rule. . Nusantara in Malay today has narrower meaning: 'archipelago', specifically the Indonesian archipelago.

• ^ Avé, J. (1989). " 'Indonesia', 'Insulinde' and 'Nusantara': Dotting the I's and Crossing the T". Bijdragen Tot De Taal- Land- En Volkenkunde (dalam bahasa Inggris). Leiden, the Netherlands. 145 (2/3): 230.

nusantara merupakan konsep

'Nusantara' has been understood and used to refer to the whole, that is, the mosaic of 'nusas' which constitutes an archipelago, specifically the Indonesian archipelago.

Berg's interpretation, however, appears to have been generally accepted. line feed character di -quote= pada posisi 57 ( bantuan) • ^ a b Justus M. van der Kroef (1951). "The Term Indonesia: Its Origin and Usage".

Journal of the American Oriental Society. 71 (3): 166–171. doi: 10.2307/595186. • ^ Jerry H. Bentley, Renate Bridenthal, Kären E. Wigen (éds.), Seascapes: Maritime Histories, Littoral Cultures, and Transoceanic Exchanges, 2007, University of Hawai'i Press, Honolulu, hal.

61 • ^ Indonesia Negara Maritim (in Indonesian) • ^ Ardito Ramadhan (17 Januari 2022). "Kepala Bappenas Umumkan Nama Ibu Kota Baru: Nusantara". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Januari 2022. Pranala luar Kepulauan Nusantara • (Indonesia) Wacana Nusantara • (Indonesia) Pikiran Rakyat: Asal usul nama Indonesia Diarsipkan 2008-01-09 di Wayback Machine. • (Indonesia) Nusantara Bukanlah Wilayah Majapahit?

Diarsipkan 2018-03-03 di Wayback Machine. • (Indonesia) Baru Diketahui, Majapahit Tak Pernah Kuasai Nusantara • Seni • Film • Tari • Sastra • Musik • Lagu • Masakan • Mitologi • Pendidikan • Olahraga • Permainan tradisional • Busana daerah • Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia • Arsitektur • Bandar udara • Pelabuhan • Stasiun kereta api • Terminal • Pembangkit listrik • Warisan budaya • Wayang • Batik • Keris • Angklung • Tari Saman • Noken Simbol • Halaman ini terakhir diubah pada 19 Februari 2022, pukul 03.14.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Intisari - Online.com - Bagi masyarakat Indonesia perlu diketahui mengenai wawasan nusantara, yang merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Tercakup di dalamnya yaitu seluruh aspek kehidupan yang utuh sehingga tidak dapat dipisahkan sesuai dengan kepentingan. Serta, bangsa Indonesia yang majemuk seharusnya bisa membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasional yang baik. Untuk itu, pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa dan negara disusun atas dasar hubungan timbal balik antara semua aspek dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan nasional.

Baca Juga: Jadi Pembuka Celah Penjajahan Bangsa Eropa di Nusantara, Inilah Alfonso de Albuquerque, Penjelajah Portugal yang Ngebet Taklukan Umat Islam, Wafat dengan Sangat Menderita Dikutip dari kemhan.go.id, konsepsi wawasan nusantara menganut filosofi dasar geopolitik Indonesia yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai hasil perenungan filsafat tentang diri dan lingkungannya, wawasan nusantara mencerminkan dimensi pemikiran mendasar bangsa Indonesia yang mencakup dimensi kewilayahan sebagai suatu realitas serta dimensi kehidupan, bermasyarakat, nusantara merupakan konsep dan bernegara sebagai suatu fenomena hidup.

Kedua dimensi nusantara merupakan konsep tersebut merupakan keterpaduan pemikiran dalam dinamika kehidupan pada seluruh aspek kehidupan nasional yang berlandaskan Pancasila.

Pada wawasan nusantara terdapat beberapa hakikat yang perlu diketahui. Baca Juga: Sesuai dengan Jati Diri Bangsa Indonesia, Inilah Mengapa Dipilih Burung Garuda sebagai Lambang Negara dan Sejarah Pembuatannya Nusantara merupakan konsep TERKAIT • 93 Tahun Sumpah Pemuda: Kronologi dan Isi Teks Sumpah Pemuda 1928 • Kesaktian Ramuan Ini Masih Dipercaya hingga Kini, Terkuak Inilah Bahan Alami Sejuta Umat yang Digunakan Firaun untuk Melawan Penyakit • Catat, Ini 7 Contoh Pengamalan Sila ke-3 di Lingkungan Sehari-hari • Hakikat Wawasan Nusantara: Pandangan Bangsa Mengenai Kehidupan Persatuan dan Kesatuan, Begini Lengkapnya
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang diakui.

Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui Deklarasi Djuanda 13 Nusantara merupakan konsep 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia. Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana ia memandang tanah airnya beserta lingkungannya.

nusantara merupakan konsep

Cara pandang itu biasa dinamakan wawasan nasional. Sebagai contoh, Inggris dengan pandangan nasionalnya berbunyi: “Brittain rules the waves”. Ini berarti tanah Inggris bukan hanya sebatas pulaunya, tetapi juga lautnya.

Tetapi cukup banyak juga negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti: Thailand, Perancis, Myanmar dan sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalah wawasan nusantara yang disingkat wasantara.

Wasantara ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu.

Pengertian Wawasan Nusantara Nusantara adalah sebuah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuno yakni nusa yang berarti pulau, dan antara artinya lain. Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya. Beberapa teori paham kekuasaan dan teori geopolitik.

Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan pemikiran mengenai sejauh mana konsep operasionalnya dapat diwujudkan dan dipertanggungjawabkan. Teori Wawasan Nusantara a. Paham Machiavelli (Abad XVII) Dalam bukunya tentang politik yang diterjemahkan kedalam bahasa dengan judul “The Prince”, Machiavelli memberikan pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat berdiri dengan kokoh.

Didalamnya terkandung beberapa postulat dan cara pandang tentang bagaimana memelihara kekuasaan politik. Menurut Machiavelli, sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil berikut: pertama, segala cara dihalalkan dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan; kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba (divide et impera) adalah sah; dan ketiga, dalam dunia politik (yang disamakan dengan kehidupan binatang buas ), yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

Semasa Machiavelli hidup, buku “The Prince” dilarang beredar oleh Sri Paus karena dianggap amoral. Tetapi setelah Machiavelli meninggal, buku tersebut menjadi sangat dan banyak dipelajari oleh orang-orang serta dijadikan pedoman oleh banyak kalangan politisi dan para kalangan elite politik. b. Paham Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII) Kaisar Napoleon merupakan tokoh revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut baik dari Machiavelli.

Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan merupakan perang total yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Kekuatan ini juga perlu didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah negara-negara disekitar Prancis. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan nusantara merupakan konsep oleh Napoleon, namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingg akhir kariernya dibuang ke Pulau Elba.

c. Paham Jendral Clausewitz (XVIII) Pada era Napoleon, Jenderal Clausewitz sempat terusir oleh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia.

Clausewitz akhirnya bergabung dan menjadi penasihat militer Staf Umum Tentara Kekaisaran Rusia. Sebagaimana kita ketahui, invasi tentara Napoleon pada akhirnya terhenti di Moskow dan diusir kembali ke Perancis.

Clausewitz, setelah Rusia bebas kembali, di angkat menjadi kepala staf komando Rusia. Di sana dia menulis sebuah buku mengenai perang berjudul Vom Kriege (Tentara Perang). Menurut Clausewitz, perang adalah kelanjutan politik dengan cara lain.

Baginya, peperangan adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa. Pemikiran inilah yang membenarkan Rusia berekspansi sehingga menimbulkan perang Dunia I dengan kekalahan di pihak Rusia atau Kekaisaran Jerman. d. Paham Feuerbach dan Hegel Paham materialisme Feuerbach dan teori sintesis Hegel menimbulkan dua aliran besar Barat yang berkembang didunia, yaitu kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak yang lain.

Pada abad XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang marak. Saat itu orang-orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan emas.

Paham ini memicu nafsu kolonialisme negara Eropa Barat dalam mencari emas ke tempat yang lain. Inilah yang memotivasi Columbus untuk mencari daerah baru, kemudian Magellan, dan lain-lainnya. Paham ini juga yang mendorong Belanda untuk melakukan perdagangan (VOC) dan pada akhirnya menjajah Nusantara selama 3,5 abad. e. Paham Lenin (XIX) Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz.

Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Bagi Leninisme/komunisme, perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh dunia adalah sah dalam kerangka mengkomuniskan nusantara merupakan konsep bangsa di dunia.

Karena itu, selama perang dingin, baik Nusantara merupakan konsep Soviet maupun RRC berlomba-lomba untuk mengekspor paham komunis ke seluruh dunia. G.30.S/PKI adalah salah satu komoditi ekspor RRC pada tahun 1965.

Sejarah selanjutnya menunjukkan bahwa paham komunisme ternyata berakhir secara tragis seperti runtuhnya Uni Soviet. f. Paham Lucian W.Pye dan Sidney Dalam buku Political Culture and Political Development (Princeton University Press, 1972 ), mereka mengatakan :”The political culture of society consist of the system of empirical believe expressive symbol and values which devidens the situation in political action can take place, it provides the subjective orientation to politics….The political culture of society is highly significant aspec of the political system”.

Para ahli tersebut menjelaskan adanya unsur-unsur sebyektivitas dan psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa, kemantapan suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.

Fungsi Wawasan Nusantara Berikut ini terdapat beberapa fungsi wawasan nusantara, terdiri atas: • Wawasan nusantara sebagai konsepsi pertahanan nasional, yaitu wawasan nusantara konsep yang digunakan dalam pembangunan nasional, pertahanan dan keamanan, dan teritorial. • Wawasan nusantara sebagai memiliki cakupan wawasan pengembangan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kohesi sosial dan kesatuan ekonomi, sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.

• Wawasan wawasan nusantara sebagai pertahanan dan keamanan nasional merupakan pandangan geopolitik lingkup tanah air Indonesia di Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan semua kekuasaan negara. • Wawasan nusantara sebagai wawasan regional, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga.

Keterbatasan dan tantangan Republik Indonesia adalah: Risalah sidang BPUPKI 29 Mei-1 Juni, 1945 dari Republik Indonesia dari beberapa pendapat para pejuang nasional. Dr Supomo mengatakan Indonesia meliputi batas Hindia Belanda, Muh. Yamin mengatakan, Indonesia termasuk Sumatera, Jawa, Sunda, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Ambon, Semenanjung Malaya, Timor, Papua, Ir. Sukarno menyatakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ordonantie (UU Belanda) pada tahun 1939, yaitu penentuan laut sepanjang 3 mil laut luas dengan menarik garis dasar oleh garis pasang surut atau countour pulau / tanah. Ketentuan ini membuat Indonesia bukan negara kesatuan, karena di setiap wilayah laut terdapat laut yang berada di luar wilayah yurisdiksi nasional. Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957 pengumuman pemerintah Indonesia dari wilayah perairan Republik Indonesia, yang berisi : Bagaimana batas penarikan laut teritorial tidak lagi berdasarkan garis pasang surut (garis air rendah), tetapi sistem penarikan garis lurus (garis nusantara merupakan konsep lurus) diukur dari garis yang menghubungkan titik – titik ujung terluar pulau-pulau yang termasuk dalam RI.

Penentuan lebar wilayah nusantara merupakan konsep dari 3 mil laut sampai 12 mil laut. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sebagai rezim hukum internasional, yang membatasi nusantara 200 mil yang diukur dari garis pangkal laut teritorial Indonesia. Dengan Deklarasi Juanda, secara yuridis formal, Indonesia menjadi utuh dan tidak terpecah lagi.

Tujuan Wawasan Nusantara Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu: • Tujuan Keluar (nasional), dapat dilihat dalam UUD 1945, menjelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah “untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan negara Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam pembentukan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

• Tujuan Kedalam adalah untuk membawa kesatuan ke dalam semua aspek kehidupan baik alam dan sosial, dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan daerah untuk mengatur dan kemakmuran rakyat, perdamaian dan bangsa dan martabat manusia di seluruh dunia.

Konsep Wawasan Nusantara Berikut ini terdapat beberapa konsep wawasan nusantara, terdiri atas: • Aspek Historis Dari segi sejarah, bahwa bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh adalah karena dua hal yaitu : • Kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah, kehidupan sebagai bangsa yang terjajah adalah penederitaaan, kesengsaraan, kemiskinan dan kebodohan.

Penjajah juga menciptakan perpecahan dalam diri bangsa Indonesia. Politik Devide et impera. Dengan adanya politik ini orang-orang Indonesia justru melawan bangsanya sendiri. Dalam setiap perjuangan melawan penjajah selalu ada pahlawan, tetapi juga ada pengkhianat bangsa. • Kita pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah, secara historis wilayah Indonesia adalah wialayah bekas jajahan Belanda. Wilayah Hindia Belanda ini masih terpisah0pisah berdasarkan ketentuan Ordonansi 1939 dimana laut territorial Hindia Belanda adalah sejauh 3 (tiga) mil.

Dengan adanya ordonansi tersebutlaut atau perairan yang ada diluar 3 mil tersebut merupakan lautan bebas dan berlaku sebagai perairan internasional. Sebagai bangsa yang terpecah-pecah dan terjajah, hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.Keadaan tersebut tidak mendudkung kita dalam mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat.Untuk bisa nusantara merupakan konsep dari keadaan tersebut kita membutuhkan semangat kebangsaan yang melahirkan visi bangsa yang bersatu.

Upaya untuk mewujudkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang utuh tidak lagi terpisah baru terjadi 12 tahun kemudian setelah Indonesia merdeka yaitu ketika Perdana Menteri Djuanda mengeluarkan pernyataan yang selanjutnya disebut sebagai Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Isi pokok dari deklarasi tersebut menyatakan bahwa laut territorial Indonesia tidak lagi sejauh 3 mili melainkan selebar 12 mil dan secara resmi menggantikam Ordonansi 1939. Dekrasi Djuanda juga dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun 1960 tenatang perairan Indonesia yang berisi : • Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia • Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut • Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar.

Keluarnya Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi wawasan Nusantara dimana laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai penghubung.UU mengenai perairan Indonesia diperbaharui dengan UU No.6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.

Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan dalam forum internasional. Melalui perjuangan panjanag akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April menerima “ The United Nation Convention On The Law Of the Sea”(UNCLOS). Berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut Indonesia diakui sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan (Archipelago State). • Aspek Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan Sosial Budaya, Indonesia meruapakan negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen.

Keunikan wilayah dan dan heterogenitas menjadikan bangsa Indonesia perlu memilikui visi menjadi bangsa yang satu dan utuh.

Keunikan wilayah dan heterogenitas itu anatara lain sebagai berikut : • Indonesia bercirikam negara kepulauan atau maritim • Indonesia terletak anata dua benua dan dua sameudera(posisi silang) • Indonesia terletak pada garis khatulistiwa • Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim • Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu sirkumpasifik dan Mediterania • Wilayah subur dan dapat dihuni • Kaya akan flora dan fauna dan sumberdaya alam • Memiliki etnik yang banyak sehingga memiliki kebudayaan yang beragam • Memiliki jumlah penduduk dalam jumlah yang besar, sebanyak 218.868 juta jiwa Berdasarkan Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHNWawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelengarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Isi Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara mencakup : 1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti : • Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa. • Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari nusantara merupakan konsep suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam nusantara merupakan konsep yang seluas-luasnya.

• Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. • Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.

• Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. • Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional. • Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.

2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti : • Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air. • Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangankehidupanekonominya.

• Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi nusantara merupakan konsep diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti : • Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.

• Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Nusantara merupakan konsep Keamanan, dalam arti : • Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

• Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Implementasi Wawasan Nusantara Terdiri atas: A. Kehidupan politik Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan wawasan nusantara, yaitu: • Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur oleh undang-undang, seperti UU tentang Partai Politik, UU Pemilu, dan UU Pemilihan Presiden.

Pelaksanaan hukum harus sesuai dengan hukum dan pentingnya persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus mengikuti prinsip demokrasi dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan bangsa. • Pelaksanaan kehidupan masyarakat dan negara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku.

Seluruh bangsa Indonesia harus memiliki dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa kecuali. di Indonesia, ada banyak undang-undang yang bisa dikeluarkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum nasional yang berlaku.

• Mengembangkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai etnis, agama dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi Penguatan komitmen nusantara merupakan konsep terhadap partai politik dan lembaga pemerintah untuk meningkatkan semangat nasional, persatuan dan kesatuan.

• Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik sebagai penjaga Indonesia, terutama pulau-pulau terluar dan pulau-pulau sepi.

B. Kehidupan ekonomi • Wilayah kepulauan memiliki potensi ekonomi tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis, pertambangan dan minyak yang besar, dan memiliki porsi yang cukup besar dari populasi. Oleh karena itu, pelaksanaan kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor publik, pertanian, dan industri. • Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antar wilayah. Oleh karena itu, kehadiran otonomi daerah dalam upaya menciptakan keadilan ekonomi.

Pembangunan nusantara merupakan konsep harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro untuk pengembangan usaha kecil. C. Kehidupan Sosial Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu: • Mengembangkan kehidupan yang harmonis bangsa antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, dan daerah.

Misalnya, distribusi pendidikan di segala bidang dan wajib belajar harus menjadi nusantara merupakan konsep untuk daerah tertinggal. • Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, dan dapat digunakan sebagai kegiatan wisata yang menyediakan sumber pendapatan nasional dan lokal. Sebagai contoh, pelestarian budaya, pengembangan museum, dan warisan budaya.

D. Kehidupan Pertahanan dan Keamanan • Membangun militer yang professional merupakan implementasi nusantara merupakan konsep keamanan dan pertahanan hidup.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membela kehidupan dan keamanan, yaitu: • Pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan bagi setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan ini merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan hidup, meningkatkan disiplin, melaporkan hal-hal yang mengganggu aparat keamanan dan belajar militer.

• Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan dapat dibuat dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga berbagai daerah dengan pasukan keamanan. • Membangun militer profesional dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan keamanan Indonesia, khususnya pulau-pulau dan wilayah terluar Indonesia.

Kedudukan Wawasan Nusantara • Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang nusantara merupakan konsep kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai serta mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

• Wawasan nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut: • Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil. • Undang-undang dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional. • Wawasan nusantara sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan visional.

• Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional atau sebagai kebijaksanaan nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional. Demikianlah pembahasan mengenai Wawasan Nusantara adalah – Konsep, Kedudukan, Teori, Fungsi, Tujuan, Isi dan Implementasi semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga : • Pasar Monopoli adalah • 91 Contoh Konjungsi Temporal • Spam adalah • Elektabilitas adalah • Preventif dan Represif • Sektor Nusantara merupakan konsep adalah Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Kewarganegaraan Ditag 3 konsep wawasan nusantara, 4 karakteristik konsep wawasan nusantara, apa manfaat wawasan nusantara, apa yang dimaksud dengan trigatra, arah pandang wawasan nusantara, arti wawasan nusantara sangat penting untuk, asas wawasan nusantara, aspek trigatra ditunjukkan pada nomor, aspek trigatra wawasan nusantara, aspek wawasan nusantara, bagan wawasan nusantara, buku tentang wawasan nusantara, contoh kasus wawasan nusantara, contoh konsep wawasan nusantara, contoh wawasan nusantara, fungsi dan tujuan wawasan nusantara, Fungsi Wawasan Nusantara, gambarkan konsepsi ketatanegaraan indonesia, geopolitik dan geostrategi, geostrategi indonesia, hakikat wawasan nusantara, hakikat wawasan nusantara adalah, isi konsep wawasan nusantara, jelaskan fungsi dan tujuan wawasan nusantara, jelaskan fungsi wawasan nusantara secara umum, jelaskan hakikat wawasan nusantara, jelaskan mengenai ideologi, jelaskan secara singkat arti kesadaran gender, jelaskan wadah wawasan nusantara, kedudukan wawasan nusantara, kedudukan wawasan nusantara pancasila sebagai landasan, kedudukan wawasan nusantara sebagai wawasan nasional mengandung konsekuensi bahwa nusantara menjadi, kemukakan fungsi wawasan nusantara, kemukakan tujuan wawasan nusantara, kesimpulan kedudukan wawasan nusantara, kliping wawasan nusantara, konsep kesatuan politik, konsep konsep pertahanan ekonomi, konsep wawasan nusantara, konsep wawasan nusantara brainly, konsep wawasan nusantara pdf, konsepsi wawasan nusantara aspirasinya, lagu wawasan nusantara, landasan wawasan nusantara, latar belakang konsep wawasan nusantara, latar belakang wawasan nusantara, makalah geopolitik indonesia, makalah implementasi wawasan nusantara, makalah konsep wawasan nusantara, makalah unsur-unsur wawasan nusantara, makalah wawasan nusantara, makalah wawasan nusantara gunadarma, manfaat wawasan nusantara, mengapa wawasan nusantara diperlukan, mengapa wawasan nusantara sebagai wawasan nasional indonesia, pengertian asas kejujuran, pengertian asas wawasan nusantara, pengertian kedudukan wawasan nusantara, pengertian wawasan kebangsaan, pengertian wawasan nasional, pentingnya wawasan nusantara, peranan konsepsi wawasan nusantara, pertanyaan tentang geopolitik, pertanyaan tentang kedudukan fungsi dan tujuan wawasan nusantara, pertanyaan tentang wawasan nusantara, pertanyaan wawasan nusantara, peta konsep nusantara merupakan konsep nusantara, presentasi wawasan nusantara, sasaran wawasan nusantara, sebutkan konsep konsep wawasan nusantara, tahapan implementasi wawasan nusantara, tannas sebagai strategi, tantangan implementasi wawasan nusantara, Tujuan Wawasan Nusantara, tuliskan 6 asas wawasan nusantara, tuliskan unsur-unsur wawasan nusantara, unsur unsur geopolitik, unsur-unsur wawasan nusantara, uraikan keunggulan yang dimiliki nkri, urutan yang tepat mengenai kedudukan wawasan nusantara adalah, wajah wawasan nusantara, wawasan nasional adalah, Wawasan Nusantara, wawasan nusantara adalah brainly, wawasan nusantara menurut para ahli, wawasan nusantara sangat penting untuk Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Hosting adalah • Bercerita adalah • Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK) • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Nusantara merupakan konsep Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Nusantara merupakan konsep • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Com tirto.id - Secara umum, Wawasan Nusantara diartikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara, hakikat Wawasan Nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia. Selain itu, pemahaman Wawasan Nusantara selalu berkaitan dengan konsep kesatuan. Bangsa Indonesia menganut konsep kesatuan dengan memperhatikan aspek alamiah yang meliputi konsep kewilayahan dan aspek sosial yang nusantara merupakan konsep unsur politik, sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.

Lalu, aspek kesatuan wilayah meliputi darat, laut, dan udara. Karakteristik Indonesia Berdasarkan Konsep Wawasan Nusantara Berikut ini adalah karakteristik Indonesia berdasarkan konsep Wawasan Nusantara, seperti dikutip dalam modul PKN Kelas VIII (2017). • Indonesia sebagai negara kepulauan. Artinya wilayah Indonesia dikenal sebagai suatu wilayah lautan yang ditaburi pulau-pulau besar dan kecil.

• Karakteristik wilayah Indonesia terletak pada manunggalnya wilayah laut, darat, dengan wilayah udara. • Sebagai negara dengan karakteristik wilayah lautan, laut atau perairan Indonesia merupakan wilayah pokok, bukan merupakan pelengkap. • Laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari daratan, bukan pemisah antara daratan dan pulau yang satu dengan yang lainnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, konsep wawasan nusantara juga meliputi aspek sosial.

Lalu, bagaimana perwujudan konsep kesatuan bangsa dalam aspek sosial? Negara kepulauan Indonesia dipersatukan bukan hanya dari aspek kewilayahannya saja, tetapi juga aspek sosial yang meliputi: • Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik. • Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. • Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya. • Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan.

Wawasan nusantara bagi Indonesia merupakan suatu politik kewilayahan bangsa dan negara Indonesia. Sebagai politik kewilayahan, wawasan nusantara mempunyai sifat manunggal dan utuh menyeluruh. Bersifat manunggal artinya Wawasan Nusantara diharapkan dapat mendorong terciptanya keserasian dan keseimbangan yang dinamis dalam segenap aspek kehidupan, baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

Adapun utuh menyeluruh dimaksudkan menjadikan wilayah Nusantara dan rakyat Indonesia nusantara merupakan konsep satu kesatuan yang utuh dan bulat serta tidak dapat dipecah.

nusantara merupakan konsep

Hal ini selaras dengan asas satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan Indonesia. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara Secara khusus, Wawasan Nusantara memiliki kedudukan sebagai visi bangsa yang berkaitan dengan masa depan. Visi yang dimaksud adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh pula. Mengutip modul PKN Kelas X (2017), Konsep Wawasan Nusantara ini didasarkan pada dasar hukum bela negara yang tertuang dalam Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional.

1) Kedudukan Kedudukan Wawasan Nusantara sebagai salah satu konsepsi ketatanegaraan Republik Indonesia. Selain itu, Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia dalam upaya mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Berdasarkan pengertian itu, Wawasan Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional.

2) Fungsi Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 3) Tujuan Tujuan dari Wawasan Nusantara adalah untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia.

Nasionalisme disini dimaksudkan mengutamakan sebagai bentuk mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan individu, kelompok golongan, suku bangsa atau nusantara merupakan konsep /> Nusantara adalah istilah yang paling sering didengar oleh masyarakat Indonesia.

Kata Nusantara sering dipakai untuk menggambarkan wilayah Indonesia diantara Sumatra dan Papua. Nusantara Adalah Pengertian, Sejarah, Konsep dan Wilayah Sebagai masyarakat yang tinggal di negara kepulauan, apakah kamu sudah yakin telah mengenal lebih dalam mengenai istilah nusantara?

Atau hanya sekedar tahu istilah tersebut, akan tetapi tidak tahu mengenai pengertian, konsep, dan wilayah nusantara? Kali ini, mari kita bahas semua hal mengenai istilah ‘nusantara’ agar nilai kebangsaan yang ada didalam diri kita masing-masing semakin tinggi.

DAFTAR ISI • Pengertian Nusantara • Sejarah Nusantara • Konsep Nusantara • Wilayah Nusantara • Ayo Bagikan Sekarang • Terkait Pengertian Nusantara Apa itu nusantara?

pengertian nusantara adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan Indonesia, istilah ini sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak abad ke-12 sampai abad ke-16 yang pertama kali dicatat dalam sebuah literatur nusantara merupakan konsep Jawa Pertengahan menggambarkan sebuah konsep kenegaraan yang telah dianut oleh kerajaan Majapahit.

Nusantara saat itu digunakan dalam konteks politik, lalu secara politis kawasan nusantara terdiri dari rangkaian pulau yang terdapat diantara benua Asia dan benua Australia dan termasuk juga Semenanjung Malaya. Secara morfologi, kata nusantara diambil dari Bahasa Jawa Kuno yang terdiri dari kata “Nusa” yang artinya “pulau atau kepulauan” dan kata “Antara” yang artinya “lain atau seberang”.

Jika berdasarkan wawasan nusantara, definisi atau pengertian nusantara merupakan konsep merupakan sebuah sudut pandang atau cara pandang, dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri, orang lain dan lingkungannya yang sangat beragam, berbeda dan bernilai yang juga mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, wawasan nusantara tersebut juga tercantum dalam Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 serta ada pula di ketetapan MPR yang berusaha mencapai tujuan nasional.

Sejarah Nusantara Kata Nusantara pertama kali diucapkan oleh Gajah Mada, seorang Patih dari Kerajaan Majapahit yang pada saat itu mengucapkan sumpah ketika upacara pengangkatan Gajah Mada menjadi Patih Amangkubumi Majapahit, saat ini dikenal dengan nama Sumpah Palapa.

nusantara merupakan konsep

Sumpah Palapa tersebut, berisi “Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran. Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa.” artinya adalah “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya baru akan melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya baru akan melepaskan puasa.” Pada masa tersebut, Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak masuk dalam istilah Nusantara yang dimaksudkan oleh Gajah Mada karena kerajaan-kerajaan di tanah Jawa sudah berada langsung dibawah pemerintahaan Kerajaan Majapahit.

Ada tujuh kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa yang telah memberlakukan aturan Majapahit, seperti Kerajaan Singasari, Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Matahun, Kerajaan Pajang, Kerajaan Daha, Kerajaan Lasem, dan Kerajaan Wengker. Maka dari itu, Nusantara digunakan untuk menyebut daerah diluar Kerajaan Majapahit yang ingin ditaklukan.

Setelah Kerajaan Majapahit telah bubar, istilah Nusantara terlupakan dan baru kembali digunakan pada abad ke-20 yang dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu kekeliruan satu nama alternatif untuk negara merdeka yang melanjutkan Hindia Belanda atau Nederlandsch Oost-Indie yang belum terwujud.

Saat nama “Indonesia” digunakan dan telah disetujui untuk dipakai, maka kata Nusantara akhirnya dipakai sebagai sinonim untuk menggambarkan kepulauan Indonesia yang luas.

Pengertian ini juga yang hingga kini masih dipakai di Indonesia. Setelahnya nusantara merupakan konsep adanya dampak perkembangan politik di indonesia, maka istilah ini dipakai juga untuk menggambarkan kesatuan geografi dan antropologi kepulauan Indonesia yang terletak di selang benua Asia dan Australia, termasuk Semenanjung Malaya namun biasanya tidak mencakup negara Nusantara merupakan konsep.

nusantara merupakan konsep

Saat ini, istilah “nusantara” adalah istilah untuk Kepulauan Melayu ( Malay Archipelago), yang juga merupakan suatu istilah yang telah populer pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 ditambah lagi dalam literatur berbahasa Inggris juga sering digunakan.

Konsep Nusantara Jika berdasarkan konsep kenegaraan Jawa pada abad ke-13 sampai abad ke-15, raja dianggap sebagai Raja Dewa oleh masyarakat atau dalam artian lain, raja adalah seseorang yang memerintah adalah titisan dari dewa.

Maka dari itu, daerah kekuasaan yang diperintah atau dikepalai oleh seorang raja mencerminkan konsep kekuasaan seorang dewa, seperti Kerajaan Majapahit yang dijadikan sebagai teladan oleh tiga bagian wilayah, seperti : • Negara Agung : Daerah yang berada di sekeliling ibu kota kerajaan tempat raja untuk memerintah para pengabdi dan rakyatnya.

• Mancanegara : Cakupan seluruh wilayah atau daerah di Pulau Jawa dan Sekitarnya. Seringkali, budaya di daerah mancanegara ini masih memiliki budaya yang serupa dengan Negara Agung akan tetapi berada di daerah perbatasan. Bagian dari mancanegara pada nusantara merupakan konsep itu adalah Pulau Madura dan Pulau Bali. • Nusantara : Pulau lain yang berada di luar Pulau Jawa dan merupakan pulau yang ingin ditaklukan oleh Pulau Jawa.

Para pengusaha di daerah tersebut harus membayar sejumlah upeti. Seperti yang dikatakan pada bagian Sejarah Nusantara, bahwa dalam Kitab Negarakertagama wilayah Nusantara mencakup seluruh wilayah modern di Indonesia termasuk nusantara merupakan konsep Negara Malaysia, Brunei, Singapura dan sebagian kecil Filipina bagian Selatan.

Diketahui bahwa konsep nusantara pertama kali diucapkan oleh Gajah Mada ketika mengucapkan Sumpah Palapa pada saat upacara di tahun 1336. Akan tetapi, tidak sedikit sejarawan menduga bahwa konsep nusantara berawal sejak abad sebelumnya oleh Kertanegara pada tahun 1275 karena cakrawala konsep yang dikenal sebagai Mandala Dwipantara ini dipelopori oleh Kertanegara, seorang raja dari Kerajaan Singasari. Dwipantara adalah istilah yang berasal dari Bahasa Sansekerta yang identik dengan nusantara, sedangkan kata “dwipa” identik dengan arti atau istilah tanah air yang juga dapat diartikan sebagai pulau atau kepulauan.

Jika pada abad ke-20, Ki Hajar Dewantara yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional ini sempat memperkenalkan istilah nusantara yang mengacu pada Hindia Belanda, tapi dipilihnya istilah tersebut juga sebagai alternatif karena memiliki unsur bahasa asing, yaitu bahasa India. Alasan lainnya diperkenalkan kata nusantara adalah karena pada masa tersebut, Belanda sebagai penjajah lebih menyukai menggunakan istilah Indie atau Nusantara merupakan konsep yang menyebabkan kekeliruan atau kebingungan literatur dalam bahasa lain.

Tapi tentu saja, definisi ini sangat berbeda dengan definisi pada abad ke-14. Konsep nusantara juga sangat sering digunakan dalam literatur luar misalnya literatur Eropa yang ditulis dalam Bahasa Inggris dan kemudian juga diikuti oleh literatur bahasa lainnya kecuali Belanda.

Nusantara juga dapat diartikan sebagai gugusan pulau dari Sumatra hingga Maluku yang kemudian disebut “Malay Archipelago” atau dapat diaetikan juga sebagai “Kepulauan Melayu”. Hal tersebut dicetuskan pada abad ke-19 hingga abad ke-20 yang kemudian semakin populer dan mendunia sebagai nama geografis setelah Alfred Russel Wallace menyebutkannya dalam karya monumentalnya. Sementara Papua dan daerah sekitarnya tidak termasuk kedalam konsep Kepulauan Melayu karena hanya pribumi yang menempati wilayah tersebut dan tidak ada cabang ras Mongoloid seperti Kepulauan melayu dan alasan lainnya adalah penduduk Papua yang memiliki budaya yang sangat berbeda, hal tersebutlah yang memunculkan konsep Kepulauan Melayu atau Malay Archipelago sebagai antropogeografis atau geografis budaya.

Selain itu, ada dua aspek yang menjadikan latar belakang konsep nusantara turut berpengaruh hingga saat ini, seperti : • Aspek Historis : Sebelumnya, Indonesia merupakan negara yang dijajah dan bangsa Indonesia sangat menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh.

Deklarasi Djuanda menjadi salah satu pengaruh lahirnya konsep nusantara melalui aspek historis karena laut tidak lagi dianggap sebagai pemisah tetapi penghubung. Selain itu, Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan ketika forum internasional yang akhirnya pada Konferensi PBB menerima The United Nation Convention on The Law of The Sea atau dikenal dengan singkatan UNCLOS.

Berdasarkan konvensi tersebut, Indonesia diakui sebagai negara dengan asas negara kepulauan. • Aspek Geografis dan Sosial Budaya : Indonesia yang juga disebut sebagai bangsa heterogen memiliki keunikan tersendiri yang menjadikan bangsa Indonesia harus memiliki visi yang kuat dan tepat agar menjadi bangsa yang utuh. Ketetapan MPR tahun 1993 dan tahun 1998 tentang GBHN, wawasan nusantara dianggap sebagai wawasan nasional yang merupakan cara pandang serta sikap bangsa Indonesia yang mengenai diri dan lingkungan serta diikuti pula dengan mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional secara bersama-sama.

Baca Juga : Pengertian Budaya Adalah Wilayah Nusantara Dalam sejarah, wilayah nusantara masuk kedalam kawasan utama dari daratan dibentuk dari dua ujung Superbenua Pangaea di Era Mesozoikum sekitar nusantara merupakan konsep juta tahun yang lalu.

Namun bagian dari lempeng benua tersebut berbeda. Tapi, pada Zaman Es yang terakhir wilayah nusantara sudah terbentuk selat luhur dari selang Paparan Sunda di barat dan Paparan Sahul dari timur. Pulau Sulawesi dan pulau sekitarnya terdapat dua benua nusantara merupakan konsep berseberangan. Kepulauan ini pertama kali dipopulerkan oleh sejarawan dan ilmuwan biologi berbakat yang sekarang dinamakan sebagai Wallacea, suatu kawasan yang memiliki flora dan fauna yang unik serta fosil-fosil hewan laut ditemukan di kawasan ini.

Nusantara terletak di kawasan tropik, yang memiliki manfaat laut hangat dan mendapat penyinaran cahaya matahari sambung-menyambung sepanjang tahun dengan intensitas yang tinggi.

Keadaan ini mendorong terbentuknya ekosistem yang sangat kaya dengan keanekaragaman baik tumbuhan maupun hewan. Lautnya yang hangat dan menjadi titik pertemuan dua samudera yang sangat kaya akan sumber daya laut. Terumbu karang di kawasan nusantara merupakan tempat dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi. Banyak penduduk asli yang hidup dengan mengandalkan kekayaan laut dan penduduk setempat juga memahami navigasi pelayaran landasan.

Pada masa kejayaan Majapahit, setidaknya ada sekitar 30an kerajaan Hindu-Budha dan 50an kerajaan islam yang sudah ditaklukan oleh kerajaan Majapahit. Kitab Negarakertagama, menjelaskan atau sudah mencantumkan wilayah-wilayah Nusantara, yang pada masa sekarang bisa mencakup beberapa wilayah modern di Indonesia, seperti daerah Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan pulau disekitarnya, Kepulauan Maluku, dan Papua Barat, serta wilayah di luar Indonesia seperti, Negara Malaysia, Singapura, Brunei dan beberapa kecil Filipina bagian selatan.

Sekarang ini, wilayah Nusantara sendiri adalah semua wilayah di bawah negara Indonesia dari sabang sampai merauke. Maka dari itu, istilah nusantara saat ini digunakan untuk menggambarkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Itulah beberapa hal mengenai nusantara, mulai dari pengertian, sejarah, konsep dan wilayah yang harus kamu ketahui.

Setelah membaca semuanya, semoga kamu lebih memahami lebih mendalam mengenai istilah nusantara, ya! Cari untuk: Pos-pos Terbaru • Resonansi Bunyi : Pengertian, Syarat, Sifat, Struktur dan Contoh • Operasional Adalah : Pengertian, Ciri, Tujuan, Manfaat dan Contoh • Ijtihad Adalah : Pengertian, Fungsi, Syarat, Jenis dan Contoh • Mitigasi : Pengertian, Jenis, Tujuan, Manfaat dan Contoh • Pengertian Angin : Jenis, Fungsi, Manfaat dan Proses Terjadinya
tirto.id - Wawasan Nusantara adalah paradigma bangsa Indonesia untuk meyakini sebuah tujuan nasional dalam kesatuan wilayah kepulauan Indonesia.

Secara etimologi wawasan nusantara berasal dari kata wawas yang berarti 'melihat', serta nusa yang berarti 'kepulauan'. Menurut Lembaga Ketahanan Nasional Tahun 1999, Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Pada praktiknya wawasan nusantara juga dipakai sebagai konsep bangsa Indonesia dalam melihat keutuhan nasional bangsa. Secara historis, Indonesia pernah mengalami penjajahan oleh sejumlah bangsa asing. Salah satu cara yang digunakan penjajah untuk menguasai Nusantara adalah politik devide et impera, yang lantas memicu konflik sesama bangsa.

Sejarah panjang Nusantara memperlihatkan bahwa perpecahan wilayah pada akhirnya justru merugikan bangsa Indonesia sendiri. Oleh karenanya muncul suatu kebutuhan ‘persatuan’, yang lantas digunakan sebagai konsep Wawasan Nusantara untuk menyatukan cara pandang nasional.

Pasca kemerdekaan, tepatnya pada 13 Desember 1957 lahirlah Deklarasi Djuanda yang mengusung konsep Wawasan Nusantara. Usaha untuk memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara ditempuh melalui forum regional dan internasional. Hingga pada nusantara merupakan konsep konsep tersebut diterima secara konsensus oleh seluruh bangsa di dunia lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mengutip nusantara merupakan konsep kemdikbud.go.id, konsep Wawasan Nusantara kemudian juga dipakai sebagai hukum internasional baru yang tercantum dalam United Nations Nusantara merupakan konsep on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Dengan demikian menurut Hasim DJalal, laut tidak boleh lagi dianggap sebagai pemisah antara pulau atau wilayah di Indonesia, melainkan media yang menyatukan pulau dan wilayah Indonesia (Djalal 2007:4). Sementara secara aspek geografis, UUD 1945 pasal 25A menjelaskan bahwa: “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang”.

Baca juga: Isi Pasal 25A UUD 1945 Setelah Amandemen Tentang Wilayah Indonesia Hakikat Wawasan Nusantara Hakikat wawasan nusantara adalah kesatuan dan keutuhan nasional negara Indonesia. Hal tersebut secara luas dapat diartikan sebagai cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara, demi kepentingan nasional.

Tiap warga negara tanpa kecuali harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh dan menyeluruh semata-mata demi kepentingan nasional.

nusantara merupakan konsep

Karena itulah hakikat wawasan nusantara juga dapat diartikan sebagai keutuhan serta kesatuan wilayah nasional, atau persatuan bangsa dan wilayah. Sedangkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) menjelaskan jika hakikat wawasan nusantara diwujudkan dengan pernyataan bahwa kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, politik, sosial budaya, serta ketahanan keamanan.

Wawasan Nusantara juga memiliki landasan hukum yang tercantum dalam Tap MPR, sebagai berikut: • Tap MPR. No. IV/MPR/1973 pada tanggal 22 maret 1973. • Tap MPR. No IV/1978/22/Maret/1978/ tentang GBHN.

• Tap MPR. No. II/MPR/1983/12/Maret/1983. Baca juga: Muslihat Kompeni Memecah belah Kerajaan-kerajaan di Nusantara Asas Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara wajib dijaga, dipatuhi, serta diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Terdapat 6 asas Wawasan Nusantara yang perlu untuk dipahami. • Asas Kepentingan Bersama Bangsa Indonesia memiliki tujuan dan kepentingan yang sama.

Hal ini terlihat dalam proses perjuangan mengusir penjajah untuk meraih kemenrdekaan. Kini asas kepentingan bersama juga dapat diterapkan dalam masa pembangunan. • Asas Keadilan Bangsa Nusantara merupakan konsep tanpa terkecuali mempunyai hak yang sama dalam segala aspek kehidupan.

Oleh karenanya kepentingan umum atau nasional harus di atas kepentingan pribadi maupun golongan. • Asas Kejujuran Kejujuran dalam bertindak maupun berpikir merupakan hal yang sangat penting. Lantaran itu, kehendak dan tindakan harus sesuai fakta dan tidak melanggar ketentuan hukum, demi kemajuan bersama.

• Asas Solidaritas Solidaritas bisa disebut sebagai kepedulian terhadap orang lain, serta rela berkorban untuk kepentingan yang lebih luas.

Solidaritas diterapkan dengan tetap mengusung sikap saling memahami dan menghargai tanpa memandang perbedaan. • Asas Kerja sama Kesadaran tentang tujuan dan kepentingan yang sama tentu dapat dapat menumbuhkan kesadaran untuk bekerjasama.

Kerja sama dapat diwujudkan dengan koordinasi antar elemen masyarakat, maupun menerapkan sifat gotong-royong dan saling membantu. • Asas Kesetiaan Kesetiaan menjadi salah satu pilar utama dalam asas Wawasan Nusantara.

Persatuan dan kesatuan tak bisa terwujud tanpa dilandasi kesetiaan. Hal itu dapat diwujudkan dengan kesetiaan untuk melaksanakan segala keputusan bersama demi kemajuan bangsa dan negara.19. Sebarkan ini: Pengertian Wawasan Nusantara Wawasan nusantara berasal dari 2 kata yakni “wawasan” dan “nusantara.

Secara harfiah kata wawasan artinya pandangan, penglihatan, tinjauan atau tanggap inderawi. Sedangkan, kata nusantara adalah sebuah kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang ada di antara Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia serta antara Benua Asia dan Australia. Konsep Wawasan Nusantara 1. Konsep Persatuan Dan Kesatuan Konsep tersebut mengandung makna bahwa adanya wawasan nusantara bertujuan guna memperkuat nilai persatuan dan kesatuan antar suku banga di Indonesia.

Warga Indonesia tidak usah mempermasalahkan perbedaan daerah, bahasa, serta suku untuk menjaga persatuan Indonesia juga demi mencapai tujuan nasional. 2. Konsep Kebangsaan Konsep tersebut mengandung makna bahwa negara ini terdiri dari bermacam komponen bangsa nusantara merupakan konsep suku. Terbentuknya negara kesatuan Indonesia ini juga sebab adanya kehendak serta perjuangan dari berbagai komponen warga Indonesia.

Oleh karena itu kita perlu untuk mengetahui tentang hal itu serta berusaha untuk menjaga persatuan nusantara merupakan konsep dengan meningkatkan nilai persatuan lewat wawasan nusantara. Lihat Juga: Perjanjian Kalijati 3. Konsep Bhineka Tunggal Ika Bhineka Tunggal Ika mengandung makna bahwa Indonesia memiliki beragam budaya dan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Semboyan itu bukan hanya suatu kata yang mudah dan ringan diucapkan tapi pada dasarnya harus diwujudkan dengan baik. nusantara merupakan konsep. Konsep Negara Kepulauan 5. Konsep Geopolitik Geopolitik mengandung makna mengajak semua komponen warga Indonesia untuk mempunyai pengetahuan dan persepsi tentang letak geografis Indonesia yang strategis. Letaknya yang strategis membuat Indonesia mendapat keuntungan dan beberapa ancaman dari luar.

Oleh karena itu semua komponen warga Indonesia harusnya memiliki rasa persatuan untuk menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Asas Wawasan Nusantara 1.

nusantara merupakan konsep

Kepentingan Yang Sama Penyelenggaraan wawasan nusantara mesti didasari dengan rasa kepentingan yang sama untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional.

2. Keadilan Untuk mewujudkan tujuan serta cita-cita nasional tidak boleh merugikan pihak tertentu ataupun mengutamakan kepentingan kelompok atau golongan sendiri.

Seperti halnya itu mesti tercermin saat kita melakukan pergaulan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 3. Kejujuran Dalam menjalankan wawasan nusantara mesti didasari sifat dan sikap yang jujur. Berarti untuk mencapai sebuah tujuan nasional semua komponen bangsa Indonesia harus berani berpikir, berkata, serta bertindak sesuai dengan kenyataan yang ada serta sesuai dengan ketentuan yang benar adanya.

4. Solidaritas Rasa setia kawan atau solidaritas dapat menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional. Seperti halnya rela berkorban serta saling memberi antar sesama menjadi contoh sikap solidaritas dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.

Lihat Juga: Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif 5. Kerjasama Asas tersebut sangat penting untuk menjalankan wawasan nusantara jadi dapat mewujudkan tujuan bersama dan cita-cita nasional. Karena kebersamaan dan gotong royong ini akan memudahkan serta meringankan sebuah pekerjaan termasuk dalam menghadapi tantangan pada implementasi wawasan nusantara. 6. Kesetiaan Asas tersebut sangat penting saat kita sudah membuat kesepakatan bersama untuk mencapai tujuan nasional yang menjadi dasar untuk memenuhi kesepakatan itu dengan bermacam usaha.

Unsur Wawasan Nusantara 1. Nusantara merupakan konsep Wawasan nusantara menjadi wadah kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara yang meliputi segala wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam serta penduduk yang beragam. Indonesia sebagai negara memiliki lembaga dan organisasi kenegaraan yang menjadi wadah warga untuk bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2. Isi Wawasan nusantara adalah menjadi aspirasi bagi bangsa Indonesia serta nusantara merupakan konsep cita-cita juga tujuan nasional suatu bangsa dan negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

Untuk mencapai cita-cita dan tujuan itu bangsa Indonesia mesti bisa menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah keragaman budaya, sosial, politik, dan ekonomi sampai hankam.

Demikian unsur wawasan nuasantara yang itu berupa isi aspirasi bangsa untuk nusantara merupakan konsep tujuan nasional. 3. Tingkah Laku Kedua unsur wawasan nusantara di atas lalu digabungkan menjadi sebuah tingkah laku untuk mewujudkan cita-cita serta tujuan nasional. Secara umum tingkah laku dalam wawasan nusantara terdiri dari 2 hal yaitu laku batiniyah dan laku lahiriyah.

Laku batiniyah adalah cerminan jiwa, semangat, serta mentalitas yang baik dari sebuah bangsa untuk mencapai tujuan dan cita-cita. Sementara itu, laku lahiriyah adalah cerminan tindakan, perilaku, serta perbuatan sebuah bangsa untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Demikian, kedua laku itu harus bisa berjalan dengan baik secara bersama-sama supaya tercipta keseimbangan dalam pengamalan wawasan nusantara.

Sebarkan ini: • Facebook • Twit • WhatsApp Posting pada S1, SMA, SMP Ditag 6 asas wawasan nusantara, arah pandang wawasan nusantara, arti wawasan kebangsaan, asas wawasan nusantara, asas wawasan nusantara brainly, aspek pancagatra, aspek wawasan nusantara, bagaimana kedudukan wawasan nusantara, berikut fungsi dari wawasan nusantara kecuali, contoh implementasi wawasan nusantara, contoh kasus wawasan nusantara, contoh wawasan nusantara, faktor wawasan nusantara, fungsi dan tujuan wawasan nusantara, fungsi wawasan nusantara, geopolitik adalah, geostrategi indonesia, hakikat wawasan nusantara, hakikat wawasan nusantara adalah, hakikat wawasan nusantara menurut para ahli, hakikat wawasan nusantara menurut sumarsono, jelaskan asas keadilan dari wawasan nusantara, jelaskan hakikat wawasan nusantara brainly, kaitan pancasila dengan wawasan nusantara, kasus wawasan nusantara, kedudukan fungsi dan tujuan wawasan nusantara, kedudukan wawasan nusantara, ketahanan nasional adalah, konsep dasar wawasan nusantara, konsep kesatuan politik, konsep wawasan nusantara brainly, konsep wawasan nusantara pdf, landasan idiil wawasan nusantara, landasan wawasan nusantara, makalah wawasan nusantara, manfaat wawasan nusantara, mengapa bangsa indonesia perlu mempelajari wawasan nusantara, mengapa wawasan nusantara penting, penerapan ketahanan nasional di indonesia, pengertian kedudukan wawasan nusantara, pengertian wawasan kebangsaan, pengertian wawasan nusantara brainly, pentingnya wawasan nusantara, pertanyaan tentang wawasan nusantara, sebutkan asas wawasan nusantara, sebutkan dan jelaskan asas wawasan nusantara, sebutkan fungsi wawasan nusantara, tujuan wawasan nusantara, unsur pembentuk identitas nasional, unsur wawasan nusantara, unsur-unsur wawasan nusantara merupakan konsep, wawasan kebangsaan adalah, wawasan nasional adalah, wawasan nusantara adalah brainly, wawasan nusantara berfungsi sebagai, wawasan nusantara bertujuan untuk, wawasan nusantara pdf, yang merupakan hakikat wawasan nusantara adalah Artikel Terbaru • Iman Kepada Allah • Struktur Kulit • Norma Kesopanan • Pengertian Kedaulatan • Letak Astronomis Indonesia • √Flowchart adalah : Pengertian, Jenis, Perbedaan, Tujuan dan Fungsi Secara Lengkap • Momen Inersia • √ Manusia Purba Di Indonesia : SejarahPengertian dan Jenisnya • Manajemen Pemasaran Adalah • Kompetensi Adalah • Implementasi Adalah • Manajemen Operasional Adalah • E-book Adalah • Talak Adalah • Senyawa Adalah
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pengertian Nusantara – Konsepsi, Isi Wawasan, Geopolitik, Geostrategi, Hakikat : Nusantara adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah kepulauan yang membentang dari Sumatera hingga Papua, yang sekarang sebagian besar Indonesia.

Kata pertama kali tercatat dalam literatur bahasa Jawa Tengah (abad ke-12 sampai ke-16) untuk menggambarkan sebuah negara mengadopsi konsep Majapahit.

6.1. Sebarkan ini: Nusantara adalah istilah yang digunakan nusantara merupakan konsep menggambarkan sebuah kepulauan yang membentang dari Sumatera hingga Papua, yang sekarang sebagian besar Indonesia.

Kata pertama kali tercatat dalam literatur bahasa Jawa Tengah (abad ke-12 sampai ke-16) untuk menggambarkan sebuah negara mengadopsi konsep Majapahit. Setelah dilupakan, pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk penerus Nusantara merupakan konsep Belanda negara merdeka yang belum terwujud. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Teknologi Informasi Dan Komunikasi Ketika penggunaan nama “Indonesia” (yang berarti Kepulauan India) telah disetujui untuk digunakan untuk nusantara merupakan konsep, kata nusantara terus digunakan sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia.

Pemahaman ini sampai sekarang digunakan di Indonesia. Indonesia adalah perspektif negara kepulauan itu pada diri mereka sendiri dan tanah air mereka sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

• Kelompok Kerja Wawasan Nusantara cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang berseragam nusantara merupakan konsep bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelengarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

• Berdasarkan Ketetapan MPR wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Nusantara Dalam Konsep Kenegaraan Jawa Majapahit Dalam konsep negara Jawa di abad ke-13 untuk tanggal 15, raja adalah “Raja-Dewa”: raja memerintah juga merupakan inkarnasi dari dewa. Oleh karena itu, konsep wilayah memancarkan kekuatan dewa. Majapahit dapat digunakan sebagai contoh. Negara ini dibagi menjadi tiga bidang: Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komunikasi Sosial – Pengertian, Hubungan, Sistem, Jenis, Perubahan • Negara Agung merupakan daerah sekeliling ibukota kerajaan di mana raja memerintah.

• Mancanegara adalah daerah-daerah di Jawa dan sekitar yang budayanya mirip dengan Pengadilan Negeri, tapi sudah di “perbatasan wilayah”. Dilihat dari sudut pandang ini, Madura dan Bali adalah “asing”. Lampung dan Palembang juga dianggap daerah yang “asing”. Kepulauan, yang berarti “pulau lain” (di luar Jawa) adalah daerah di luar pengaruh budaya Jawa tapi masih diklaim sebagai daerah menaklukkan: otoritas harus membayar upeti.

• Nusantara, yang berarti “pulau lain” (di luar Jawa) adalah daerah di luar pengaruh budaya Jawa tapi masih diklaim sebagai daerah menaklukkan: otoritas harus membayar upeti.

Gajah Mada dinyatakan dalam Sumpah Palapa: Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan amukita ayunan palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah cincin Desert, cincin Seram, Tanjungpura, cincin Haru, cincin Pahang, Dompo, cincin Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.

nusantara merupakan konsep

Nusantara merupakan konsep adalah: “Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan dia Gajah Mada.” Jika Anda telah mengalahkan pulau-pulau lain, saya (akan) melepaskan puasa.

Jika Desert mengalahkan, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, jadi saya (akan) melepaskan puasa “. Kitab Negarakertagama termasuk “Nusantara”, yang pada saat ini dapat dikatakan untuk menutupi sebagian besar wilayah Indonesia modern (Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, bagian dari Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, sebagian Maluku dan Papua Barat) ditambah Malaysia, Singapura, Brunei dan sebagian kecil Filipina bagian selatan.

Morfologis, kata ini adalah kata majemuk yang berasal dari tanah air Jawa kuno (“pulau-pulau”) dan antara (lainnya / berlawanan). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 15 Cara Menggunakan Kata, Bentuk Kata, Serta Kalimat Dalam Berkomunikasi Dwipantara Hari ini sebagian besar sejarawan percaya bahwa konsep kepulauan Indonesia bersatu tidak pertama kali dibuat oleh Gajah Mada di Sumpah Palapa di 1336, tapi awal dari lebih dari setengah abad sebelumnya oleh Kertanegara di 1275.

cakrawala nusantara merupakan konsep Sebelumnya dikenal Mandala Dwipantara dipicu oleh Kertanegara, Raja Singhasari. Dwipantara adalah kata Sanskerta untuk “nusantara antara”, yang berarti identik dengan nusantara, karena “dwipa” identik dengan “tanah air” yang berarti “pulau”.

Kertanegara memiliki serikat wawasan Asia Tenggara kerajaan di bawah kekuasaan Singhasari dalam menghadapi kemungkinan ancaman yang menyerang Dinasti Yuan Mongol di Cina membangun. Untuk itu Kertanegara Pamalayu Ekspedisi diluncurkan untuk membangun persatuan dan aliansi politik dengan kerajaan Melayu Dharmasraya di Jambi. Pada awal ekspedisi dianggap sebagai penaklukan militer, tapi akhir-akhir ini diduga ekspedisi upaya lebih diplomatis dalam bentuk unjuk kekuatan dan kewenangan untuk membangun persahabatan dan aliansi dengan kerajaan Melayu Dharmasraya.

Buktinya justru Nusantara merupakan konsep Arca Amoghapasa hadir sebagai hadiah untuk menyenangkan para penguasa Melayu dan orang-orang. Sebagai imbalannya raja Melayu mengirimkan putrinya; Dara dara Orange dan plot untuk menikah penguasa Jawa ke Jawa. Penggunaan modern Pada tahun 1920, Ki Hajar Dewantara memperkenalkan nama “Nusantara” untuk merujuk pada Hindia Belanda. Nama ini digunakan sebagai alternatif karena memiliki unsur bahasa asing (“India”). Alasan lain untuk Belanda, sebagai penjajah, lebih suka menggunakan istilah Indie nusantara merupakan konsep, yang menyebabkan banyak kebingungan dengan literatur bahasa lain.

Definisi ini jelas berbeda dari definisi di abad ke-14. Pada tahap ini proposal ini, istilah “bersaing” dengan alternatif lain, seperti “Indonesië” (Indonesia) dan “Insulinde” (yang berarti “pulau-pulau India”). Istilah yang terakhir diperkenalkan oleh Multatuli. Ketika akhirnya “Indonesia” didirikan sebagai sebuah negara merdeka dengan nama penerus Hindia Belanda kebangsaan Kongres Pemuda (1928), pulau-pulau dari istilah ini tidak selalu digunakan surut.

Di Indonesia, digunakan sebagai sinonim untuk “Indonesia”, baik dari segi antropo-geografis (beberapa iklan untuk menggunakan makna ini) dan politik (misalnya konsep Nusantara). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komunikasi Verbal Dan Nonverbal (Contoh, Ciri, Faktor Juga Fungsinya) Nusantara dan Kepulauan Melayu Literatur Eropa dalam bahasa Inggris (yang diikuti oleh literatur bahasa lain, kecuali Belanda) pada abad ke-19 ke abad ke-20 pertengahan untuk merujuk Nusantara dari Sumatera ke Kepulauan Rempah (Maluku) sebagai Malay Archipelago (“Kepulauan Melayu”).

Istilah ini populer sebagai nama geografis setelah Alfred Russel Wallace menggunakan istilah ini untuk karya monumentalnya. Pulau Papua (New Guinea) dan daerah sekitarnya tidak termasuk dalam konsep “Malay Archipelago” karena pribumi tidak ditempati oleh cabang ras Mongoloid seperti Kepulauan Melayu dan budaya terlalu berbeda.

Hal ini jelas bahwa konsep “Malay Archipelago adalah antropogeografis (geografi budaya), Belanda, sebagai pemilik koloni terbesar, lebih memilih untuk menggunakan istilah” East Indian Archipelago “(Oost-Indische Archipel) atau tanpa embel-embel timur. Ketika “Nusantara” yang dipopulerkan kembali tidak digunakan sebagai nama politik sebagai nama sebuah negara baru, istilah ini masih digunakan oleh Indonesia untuk menelepon Indonesia.

Dinamika politik sebelum akhir Perang Pasifik (berakhir pada tahun 1945) menyebabkan wilayah Indonesia Raya yang juga mencakup British Malaya (sekarang Malaysia Barat) dan Kalimantan Utara. Istilah “Nusantara” menjadi populer di kalangan Semenanjung Melayu, mengikuti semangat latar belakang kesamaan asal (Melayu) di antara penduduk pulau dan semenanjung. Pada saat Malaysia (1957) berdiri, semangat kebersamaan dalam hal “Archipelago” di Indonesia digantikan oleh permusuhan dibungkus oleh konfrontasi politik Sukarno.

Ketika permusuhan nusantara merupakan konsep, rasa dari pulau-pulau di Malaysia masih membawa semangat dari keluarga yang sama. Sejak itu, gagasan “Archipelago” tumpang tindih dengan “Malay Archipelago”.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Ilmu Komunikasi: Teori, Pengertian, Macam Dan Jenisnya Konsepsi Wawasan Nusantara Latar belakang yang mempengaruhi tumbuhnya konsespi wawasan nusanatara adalah sebagai berikut : Aspek Historis Dari segi sejarah, bahwa bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa yang bersatu dengan wilayah yang utuh adalah karena dua hal yaitu : • Kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan terpecah, kehidupan sebagai bangsa yang terjajah adalah penederitaaan, kesengsaraan, kemiskinan dan kebodohan.

Penjajah juga menciptakan perpecahan dalam diri bangsa Indonesia. Politik Devide et impera. Dengan adanya politik nusantara merupakan konsep orang-orang Indonesia justru melawan bangsanya sendiri. Dalam setiap perjuangan melawan penjajah selalu ada pahlawan, tetapi juga ada pengkhianat bangsa. • Kita pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah, secara historis wilayah Indonesia adalah wialayah bekas jajahan Belanda. Wilayah Hindia Belanda ini masih terpisah0pisah berdasarkan nusantara merupakan konsep Ordonansi 1939 dimana laut territorial Hindia Belanda adalah sejauh 3 (tiga) mil.

Dengan adanya ordonansi tersebutlaut atau perairan yang ada diluar 3 mil tersebut merupakan lautan bebas dan berlaku sebagai perairan internasional. Sebagai bangsa yang terpecah-pecah dan terjajah, hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.Keadaan tersebut tidak mendudkung kita dalam mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu dan berdaulat.Untuk bisa keluar dari keadaan tersebut kita membutuhkan semangat kebangsaan yang melahirkan visi bangsa yang bersatu.

Upaya untuk mewujudkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang utuh tidak lagi terpisah baru terjadi 12 tahun kemudian setelah Indonesia merdeka yaitu ketika Perdana Menteri Djuanda mengeluarkan pernyataan yang selanjutnya disebut sebagai Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Isi pokok dari deklarasi tersebut menyatakan bahwa laut territorial Indonesia tidak lagi sejauh 3 mili melainkan selebar 12 mil dan secara resmi menggantikam Ordonansi 1939. Dekrasi Djuanda juga dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun 1960 tenatang perairan Indonesia yang berisi: • Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan pedalaman Indonesia • Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut • Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar.

Keluarnya Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi wawasan Nusantara dimana laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai penghubung.UU mengenai perairan Indonesia diperbaharui dengan UU No.6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.

Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan dalam forum internasional. Melalui perjuangan panjanag akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April menerima “ The United Nation Convention On The Law Of the Sea”(UNCLOS). Berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut Indonesia diakui sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan (Archipelago State). Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Peranan Media Massa Dalam Komunikasi Politik Beserta Proses Dan Modelnya Aspek Geografis dan Sosial Budaya Dari segi geografis dan Sosial Budaya, Indonesia meruapakan negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang heterogen.

Keunikan wilayah dan dan heterogenitas menjadikan bangsa Indonesia perlu memilikui visi menjadi bangsa yang satu dan utuh. Keunikan wilayah dan heterogenitas itu anatara lain sebagai berikut: • Indonesia bercirikam negara kepulauan atau maritim • Indonesia terletak anata dua benua dan dua sameudera(posisi silang) • Indonesia terletak pada garis khatulistiwa • Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim • Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan yaitu sirkumpasifik dan Mediterania • Wilayah subur dan dapat dihuni • Kaya akan flora dan fauna dan sumberdaya alam • Memiliki etnik yang banyak sehingga memiliki kebudayaan yang beragam • Memiliki jumlah penduduk dalam jumlah yang besar, sebanyak 218.868 juta jiwa Berdasarkan Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHNWawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelengarakan kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Media Komunikasi Menurut Para Ahli Beserta Jenis Dan Fungsinya Isi Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara mencakup : Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti : • Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa. • Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.

• Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.

• Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya. • Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

• Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional. • Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti : • Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.

• Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangankehidupanekonominya. • Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti : • Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa. • Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai – nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.

Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Nusantara merupakan konsep Keamanan, dalam arti : • Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. • Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

Konsep Geopolitik dan Geostrategi Bila diperhatikan lebih jauh kepulauan Indonesia yang duapertiga wilayahnya nusantara merupakan konsep laut membentang ke utara dengan pusatnya di pulau Jawa membentuk gambaran kipas.

Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jangka Sorong : Cara Menghitung, Membaca, Menggunakan, Contoh Soal, Fungsi, Jenis dan Gambarnya sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut.

Implementasi dari strategi maritim nusantara merupakan konsep mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman. Hakikat Wawasan Nusantara Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara indonesia.

Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia, tanpa menghilangkan kepentingan lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tabel Periodik Unsur Kimia : Pengertian, Makalah, Sistem Dan Gambar Sebarkan ini: • • • • • Posting pada IPA, Sejarah, SMA, SMK, SMP Ditag arti kata indonesia, arti kata nusantara menurut kbbi, arti kata santara, arti nama indo, arti negara indonesia, arti nusantara, arti nusantara brainly, arti nusantara kbbi, arti nusantara secara etimologi, bunyi sumpah palapa adalah, cikal bakal nusantara merupakan konsep indonesia adalah kerajaan, gajah mada, hakikat wawasan nusantara, hakikat wawasan nusantara adalah, implementasi wawasan nusantara, indonesia atau nusantara, islam nusantara, jelaskan arti paham kebangsaan, kedudukan wawasan nusantara, makalah wawasan nusantara, makna sumpah palapa, manfaat wawasan nusantara, menjelaskan arti paham kebangsaan, nusantara adalah brainly, nusantara secara etimologis, nusantara zaman majapahit, palapa artinya, pengertian budaya nusantara menurut para ahli, pengertian indonesia menurut para ahli, pengertian kepulauan dan nusantara, pengertian negara determinis, Pengertian Nusantara, pengertian nusantara pdf, pengertian sastra nusantara, Pengertian Wawasan Nusantara, penggunaan nama indonesia, peta nusantara, sebutkan empat tahap persatuan, sejarah nusantara, sejarah nusantara pdf, sejarah singkat nama indonesia, sumber wawasan nusantara, Tujuan Wawasan Nusantara, unsur wawasan nusantara, wawasan nusantara adalah, wilayah nusantara, wilayah nusantara adalah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi • Pengertian Kata Berimbuhan • Pengertian Coelentarata – Ciri, Habitat, Reproduksi, Klasifikasi, Cara Hidup, Peranan • Pengertian Gerakan Antagonistic – Macam, Sinergis, Tingkat, Anatomi, Struktur, Nusantara merupakan konsep • Pengertian Dinoflagellata – Ciri, Klasifikasi, Toksisitas, Macam, Fenomena, Contoh, Para Ahli • Pengertian Myxomycota – Ciri, Siklus, Klasifikasi, Susunan Tubuh, Nusantara merupakan konsep Hidup, Contoh • “Panjang Usus” Definisi & ( Jenis – Fungsi – Menjaga ) • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.Com
Konsep wawasan nusantara merupakan suatu konsep di dalam cara pandang dan pengaturan yang mencakup segenap kehidupan bangsa, yang meliputi aspek trigatra dan pancagatra.

Yang merupakan salah satu aspek trigatra adalah? • sosbud • hankam • geografis • ekonomi • Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: C. geografis. Baca juga: Perhatikan pernyataan dibawah ini: berobat kepada dukun, bertanya kepada orang pintar, berdoa dengan tekun, berharap kepada Tuhan, berobat kepada dokter. sikap yang benar ketika kita sakit terdapat pada nomor?

Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. sosbud adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. hankam adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain.

Baca juga: Factor internal yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis peluang usaha bagi suatu usaha adalah? Menurut saya jawaban C. geografis adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.

Menurut saya jawaban D. ekonomi adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Baca juga: Riwayat Hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, yang di dalamnya disajikan sejarah hidup, pengalaman-pengalaman, sampai kisah sukses orang yang sedang diulas, disebut?

Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah C.

geografis. Postingan Terbaru • 10+ Investasi Nusantara merupakan konsep Terbaik Untuk Masa Depanmu • Sebagai suporter yang baik maka kalian harus mendukung Tim yang kalian dukung dengan segenap pengorbanan dan keikhlasan, hal ini dapat dibuktikan dengan sikap, kecuali? • Anda bekerja sebagai juru masak di sebuah restoran besar di ibu kota.

nusantara merupakan konsep

Ketika restoran sedang ramai, tiba-tiba saudara anda datang meminta tolong kepada anda untuk mengantarkan ke bandara, karena tidak ada yang bisa mengantarkannya, Sikap anda,? • Salah satu kelebihan usaha perseorangan adalah? • Bentuk interaksi sosial yang tercipta pada gambar diatas adalah?

KELAS X BAB VII WAWASAN NUSANTARA DALAM KONTEKS NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA




2022 www.videocon.com