Nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

NABI Ishaq dan Nabi Ya’qub adalah keturunan Nabi Ibrahim. Nabi Ishaq adalah anak Nabi Ibrahim dari istri pertamanya, yang bernama Sarah. Nabi Ya’qub adalah anak Nabi Ishaq. Mereka dilahirkan dalam masyarakat yang masih berpegang teguh kepada ajaran nenek nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi dan penyembahan berhala. BACA JUGA: Arti Nama Nabi Ishaq Dalam Al-Quran, Allah SWT menyebutkan tentang ketaatan dan kekuatan mereka dalam menyampaikan dakwah kepada masing-masing kaumnya.

Setelah Nabi Ibrahim wafat, Nabi Ishaq meneruskan kenabian dan berdakwah kepada masyarakat. Ia memperolah kenabian bukan dari warisan Nabi Ibrahim, akan tetapi karena Allah menghendakinya berdakwah kepada penduduk di wilayah Hebron. Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub adalah orang-orang mulia yang senantiasa ingat akan kehidupan akhirat. Mereka menyerukan untuk menyembah kepada Allah. Mereka juga bertanggung jawab menbangun masjid-masjid untuk dijadikan tempat beribadah dan menyembah kepada Allah.

Menurut ahli sejarah masjid Al-Aqsa dibangun oleh Nabi Ya’qub. Kisah mereka dipaparkan bukan tanpa maksud dan tujuan, kita dapat meneladaninya dalam hal ketaatan kepada Allah SWT, dan perjuangan dalam menyampaikan dakwah. BACA JUGA: Muhammad, Dia Rasul Allah dan Penutup Nabi-nabi Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub merupakan dua di antara tiga orang yang dipuji oleh Allah, “Dan ingatlah hamba-hama kami; Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.

Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (Menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manuasi) pada negeri akhirat. Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS.

Shaad : 45-47). [] Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2 Nabi Ishaq a.s. melanjutkan tugas dakwah dari Nabi Ibrahim a.s.

Nabi Ishaq As adalah merupakan anak kedua dari Nabi Ibrahim As, dari rahim Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim As. Nabi Ishaq adalah sosok yang cerdas, pandai berbicara, dan baik hati sehingga dapat menjadi modal meraih simpati dalam berdakwah dan memudahkan dalam bergaul dengan sesama manusia. Nabi Ishaq diutus oleh Allah meneruskan perjuangan nabi Ibrahim a.s.

untuk berdakwah pada kaum Kana'an di Palestina yang tidak pernah mengenal Allah. Meskipun begitu, nabi Ishaq tetap bersabar dengan terus berdakwah kepada mereka karena nabi Ishaq sangat menyayangi umatnya dan takut bila Allah menimpakan azab pada kaumnya.

Nabi Ishaq juga selalu mementingkan kepentingan umatnya, keluarganya, dan anak - anaknya. Pelajari lebih lanjut : brainly.co.id/tugas/28623473 tentang soal lain mengenai nabi Ishaq a.s. brainly.co.id/tugas/1495000 tentang nilai teladan nabi Ishaq as.

brainly.co.id/tugas/2252421 tentang sifat nabi Ishaq as. DETAIL JAWABAN MAPEL : AGAMA ISLAM KELAS : V MATERI : KISAH NABI KODE SOAL : 14 KODE KATEGORISASI : 5.14.3 #AyoBelajar Manusia dari sisi perwujudannya sebagai makhluk sosial, bertempat tinggal dan berinteraksi dengan sesamanya dalam waktu yang lama dalam suatu masyarak … at. a. jelaskan pengertian terminologis tentang masyarakat ?

b. jelaskan asal-usul masyarakat menurut fitrah manusia dalam qs. al-hujuraat: 13 dan qs. azzukhruf: 32 c. jelaskan kriteria masyarakat beradab dan sejahtera dari sudut pandang masyarakat madani! d. sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip umum masyarakat beradab dan sejahtera!. jelaskan pengertian terminologis tentang masyarakat ? b. jelaskan asal-usul masyarakat menurut fitrah manusia dalam qs.

al-hujuraat: 13 dan qs. az-z … ukhruf: 32 c. jelaskan kriteria masyarakat beradab dan sejahtera dari sudut pandang masyarakat madani! d. sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip umum masyarakat beradab dan sejahtera! 2. manusia berbeda dengan makhluk lainnya dari segi fisik, non fisik dan tujuan penciptaannya.

namun, kesempurnaan manusia lebih ditekankan kepada asp … ek non fisik dan pencapaian tujuan penciptaan tersebut daripada aspek fisik. hal ini diantaranya diisyaratkan dalam kandungan ayat-ayat q.s. ali-imran (3) : 190-191 dan q.s.

qaaf (50) : 16. a. tuliskan terjemah q.s. ali-imran (3) : 190-191 dan jelaskan secara ringkas hakikat manusia menurut kedua ayat tersebut! b. tuliskan terjemah q.s. qaaf (50) : 16 dan jelaskan secara ringkas hakikat manusia menurut ayat tersebut! c. jelaskan hakikat kesempurnaan manusia menurut ketiga ayat tersebut! 3, manusia dari sisi perwujudannya sebagai makhluk sosial, bertempat tinggal dan berinteraksi dengan sesamanya dalam waktu yang lama dalam suatu masyarakat.

a. jelaskan pengertian terminologis tentang masyarakat ? b. jelaskan asal-usul masyarakat menurut fitrah manusia dalam qs. al-hujuraat: 13 dan qs. az-zukhruf: 32 c. jelaskan kriteria masyarakat beradab dan sejahtera dari sudut pandang masyarakat madani!

d. sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip umum masyarakat beradab dan sejahtera!
Berikut adalah cerita atau kisah dari Nabi Ishaq AS. Semoga cerita super singkat ini dapat memberikan inspirasi bagi Kita semua.

Selain memiliki anak dari Siti Hajar, Nabi ibrahim juga memiliki anak dari istri pertamanya Siti Sarah yang mana anak tersebut diberinama Ishaq. Nah, ishaq ini adalah salah satu nabi dan rosul yang m melanjutkan estafet dakwah menyeru kepada tauhid yakni menyembah Allah sebagaimana dilakukan oleh ayahnya sebelumnya yakni nabi Ibrahim.

Dalam perjalannya, Ishaq tidak nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi jauh dari nabi yang lainnya yakni mengalami banyak masalah umat yang harus segera dia selesaikan. Semuanya dilakukan sebagai salah satu cara tuhan menguji tanggung jawab seorang nabi dan juga rasul untuk membawa umat manusia pada jalan kebenaran.

Kata ‘ishaq’ berasal dari bahasa ibrani yang artinya adalah ‘tertawa’. Adapun nama tersebut diambil ketika siti sarah sang istri pertama dari Nabi Ibrahim tertawa saat dia menerima kabar bahwa dia hamil di usia yang tidak muda lagi. Baca Juga: Kisah Nabi Ya’qub AS. - Kisah Singkat 25 Nabi dan Rasul Salah satu alasan nabi Ibrahim menikahi siti hajar adalah karena agar Ibrahim memiliki keturunan karena selama itu siti sarah istri pertama Ibrahim belum juga mendapatkan anak.

Namun pada usia siti sarah yang ke 90 tahun, nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi Allah mengabulkan doa-doa mereka untuk memiliki anak, dan anak merekapun lahir dengan nama Ishaq. Pembahasan mengenai sejarah nabi Ishaq memang tidak terlalu banyak dibahas dalam al-qur’an. Hanya saja Allah menegaskan bahwa Ishaq adalah salah seorang nabi yang sangat bijaksana dan memiliki akhlak yang tinggi. Akhlak yang tinggi itu bisa dilihat dari kemampuan mereka untuk menyerukan manusia akan adanya dunia akhirat.

Ishaq juga menjadi salah satu nabi yang memiliki memiliki ilmu yang sangat tinggi dan mereka memiliki perbuatan-perbuat besar yang baik dan benar di jalan Allah tanpa melenceng dari aturan yang ada.

Menjelang nabi Ibrahim meninggal, Ishaq belum juga menikah. Sebetulnya dia menyukai seorang wanita yang sangat cantik namun sayang dia bukanlah seorang yang meyakini adanya Allah atua berasal dari kaum kafir, maka dari itu Ibrahimpun mengambil strategi lain untuk memisahkannya dan menikahkan Ishaq dengan wanita yang sholeh dari Irak.

Irak adalah dimana keluarga Ibrahim berada sehingga dengan demikian, Ibrahim ingin agar wanita yang menikah dengan Ishaq adalah yang baik-baik.

Pada waktu itu, dipilihlah perempuan bernama rafkah binti batuwael bin nahur. Nah, nahur sendiri adalah saudara dari nabi Ibrahim sendiri sehingga tidak salah kalau yang dinikahi oleh Ishaq adalah kemenangkan dari nabi ibrahim. Lalu kemudian ishaq-pun menikah dan selama 20 tahun pernikahannya, Ishaq dikaruniai dua anak kembar yang bernama Al-aish dan juga Ya’qub. Kemudian yang nantinya mengikuti jejak langkah seorang ayah sebagai nabi adalah Ya’qub. Baca Juga: Related posts: • Kumpulan Cerita Pendek Lucu Yang Bikin Ngakak, Penuh Hikmah • 35+ Contoh Cerita Fabel Hewan Pendek Terbaru - Dongeng Anak • 11 Cerita Rakyat Indonesia dari Berbagai Daerah - Legenda Nusantara • 3 Contoh Cerita Humor Lucu Bikin Ngakak • 70+ Cerita Lucu Pendek dan Panjang yang Bikin Ngakak • 10 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur (Pendek, Menarik dan Edukatif) Postingan Aplikasi Trading Saham Forex • 3 Forum Forex Indonesia – Diskusi Trading Robot Tidak Berbayar • Jenis Jenis Broker Forex yang Perlu Anda Tahu • Penjelasan Mengenai Belajar Forex Trading Bagi Para Pemula • Belajar Forex Trading Adalah Sebuah Investasi di Era Globalisasi • Belajar Forex Gratis Bagi Pemula, Berikut Penjelasannya • Berbagai Macam Cara Belajar Forex yang Mudah dan Tepat • Tips Ajaib Belajar Forex Untuk Pelaku Bisnis Perdagangan Valas • Cara Main Saham Online Bagi Para Pemula • Apa itu Forex?

Berikut Penjelasan Lengkapnya • Cara Main Forex Agar Selalu Profit Saat Trading Online Making money online is a good topic now. Many people around the world are looking for ways to make nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi on the web.

There are many ways to make money through the web. However, making money through e-commerce is certainly a productive method. Stock market: In addition to the complexities associated with making money online, there are still many success stories. If you know the techniques, you can sell the right way to improve. The stock market is not a new place for money makers.

The only difference is that people today have time to make money from this resource through the web. Three tricks to follow: For those who have questions about how to make money online, there are three ways. These techniques will bring their absolutely productive results: 1. Read the charts Reading is one of the best ways people have learned and understood things for a long time.

This also applies to the stock market. Evaluating the tables and their key details is a key step to success in this business. If you become efficient at reading charts, you can easily make money online. That’s why institutions that teach online trading first learn to read charts. There are reliable online resources for finding charts. If you know how to read charts, you can understand the market trend. You can invest to get a better return on your business.

2. Select the correct material If you want to make money trading online, it is important that you choose the right stocks to buy. Compared to old stocks, it is better to shop for new ones. You will feel that old reputable stocks will bring you a better return. However, old stocks are often more likely to have a lower value than new ones. You need to choose stocks that always bring better returns. 3. Work independently Of course, to first know how to make money trading online, you need to learn from a stockbroker.

However, if you understand the tricks, you have to work independently. This is because the broker’s decision can affect your income. Agents are really well informed and give good advice about buying stocks. However, trusted agents are always poor. You have to decide for yourself when buying and selling shares. If you can achieve better results from your own decisions, it can improve your level of confidence.

Taking a risk requires confidence. Although you may lose first, but your mistakes will help you in the long run. So follow these tips to get a good income from online trading. With these tips from experts you can be a successful online entrepreneur. Enjoy trading! Daftar isi • 1 Ayat • 2 Nama • 3 Kisah • 3.1 Latar belakang • 3.2 Tamu Ibrahim • 3.3 Pengorbanan • 3.4 Keluarga • 3.5 Hari tua • 3.6 Wafat • 4 Kedudukan • 4.1 Islam • 4.2 Yahudi • 4.3 Kristen • 5 Lihat pula • 6 Catatan • 7 Rujukan • 7.1 Daftar pustaka • 8 Pranala luar Ayat [ sunting - sunting sumber ] "Katakanlah (Muhammad), 'Kami beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, dan yang diberikan kepada Musa dan 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka.

Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.'" — Ali 'Imran (03): 84 "Tuhan memperhatikan Sara seperti yang nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.

Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya." — Kejadian 21: 1-3 Nama [ sunting - sunting sumber ] Nama Ishaq berasal dari bahasa Ibrani Yiṣḥāq yang berarti tertawa/tersenyum. Kata itu didapatkan dari ibunya, Sarah yang tersenyum tidak percaya ketika mendapatkan kabar gembira dari malaikat.

[4] Kisah [ sunting - sunting sumber ] Dalam Al-Qur'an (kitab suci Islam), nama Ishaq disebutkan tujuh belas kali. [a] Kisahnya yang disebutkan dalam Al-Qur'an hanya berkisar mengenai berita kelahirannya yang disebutkan pada surah Hud (11): 69-73, Al-Hijr (15): 51-56, dan Adz-Dzariyat (51): 24-30, sedangkan kisah mengenai kehidupannya biasanya disadur dari sumber Yahudi dan Kristen. Dalam Tanakh (kitab suci Yahudi) dan Alkitab (kitab suci Kristen), kisahnya disebutkan pada Kitab Kejadian pasal 17, 18, 21, 22, 24-28.

Latar belakang [ sunting - sunting sumber ] Ishaq adalah anak kedua Ibrahim (disebut Abraham dalam Yahudi dan Kristen). Ibunya adalah Sarah yang merupakan istri pertama Ibrahim. Ishaq memiliki kakak tiri, Isma'il, yang merupakan putra Ibrahim dan Hajar, juga adik-adik tiri, yang merupakan putra Ibrahim dan Ketura.

Tamu Ibrahim [ sunting - sunting sumber ] Al-Qur'an menjelaskan bahwa suatu hari Ibrahim kedatangan tamu-tamu asing, jumlahnya tiga orang menurut sebagian tafsir ulama, kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi panggang. Namun mereka sama sekali tidak menjamah hidangan tersebut sehingga perbuatan tidak lazim mereka ini membuat Ibrahim takut. Para tamu tersebut kemudian menenangkan Ibrahim dan menyatakan bahwa mereka adalah para malaikat yang diutus untuk membinasakan kaum Luth.

Selain itu, mereka juga datang untuk mengabarkan bahwa Ibrahim dan Sarah akan dikaruniai anak laki-laki yang bernama Ishaq. Mendengar hal tersebut, Sarah tercengang sembari menepuk mukanya sendiri lantaran merasa heran karena dia adalah wanita mandul yang sudah tua. Ibrahim juga merasa keheranan dan bertanya, "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut? Maka dengan cara bagaimanakah terlaksananya berita gembira yang kamu kabarkan ini?" Para malaikat menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang yang berputus asa." Ibrahim menjawab, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat." [5] [6] [7] [8] Dalam versi Alkitab disebutkan bahwa saat Ibrahim sedang duduk-duduk di pintu kemahnya saat panas terik, tiga tamu asing datang dan Ibrahim bersujud pada mereka sebagaimana tradisi penghormatan pada zaman itu.

Ibrahim kemudian menghidangkan anak lembu, roti, dan susu, dan para tamu tersebut menyantapnya. Setelahnya, mereka mengabarkan bahwa pada tahun depan, Ibrahim dan Sarah akan memiliki anak laki-laki. Sarah tertawa mendengar kabar tersebut, kemudian Tuhan menanyakan alasan Sarah tertawa, padahal tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Sarah kemudian menyangkal bila tadi tertawa karena takut. [9] Alkitab menyebutkan bahwa saat Ishaq lahir, Ibrahim berusia seratus tahun [10] dan Sarah berusia sekitar 91 tahun.

[b] Pengorbanan [ sunting - sunting sumber ] Dalam surah Ash-Shaffat disebutkan bahwa dalam mimpi, Ibrahim melihat dirinya menyembelih putranya dan hal ini ditafsirkan sebagai wahyu. Ibrahim bertanya pada anaknya, "Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu." Anaknya menjawab, "Wahai bapakku, kerjakanlah yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Maka keduanya kemudian melaksanakan mimpi tersebut.

Saat Ibrahim membaringkan putranya tersebut dan siap menyembelihnya, ada sebuah suara menyeru, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu." Kemudian putranya tersebut diganti dengan hewan sembelihan yang besar.

[11] Al-Qur'an tidak menyebutkan mengenai nama anak yang disembelih dan para ulama berbeda pendapat terkait masalah tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa anak tersebut adalah Isma'il dan ini juga menjadi keyakinan umat Muslim pada umumnya, sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa Ishaq adalah anak yang dimaksud dalam Al-Qur'an.

Ibnu Katsir berpendapat bahwa anak tersebut adalah Isma'il berdasarkan redaksi Al-Qur'an bahwa setelah mengisahkan mengenai penyembelihan, baru disebutkan bahwa Allah kemudian memberi kabar gembira dengan kelahiran Ishaq.

Pendapat ini sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid, Said, Asy-Sya'bi, Yusuf bin Mihran, Atha', dan ulama lain yang meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas. Sedangkan ulama yang berpandangan bahwa anak yang dimaksud adalah Ishaq di antaranya adalah As-Suhaili, Ibnu Qutaibah, dan Ath-Thabari. As-Suhaili berpendapat bahwa dalam Al-Qur'an disebutkan "maka tatkala anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim," padahal Isma'il sudah diungsikan ke gurun sejak kecil bersama Hajar sehingga tidak mungkin dia hidup berdampingan dan berusaha bersama-sama Ibrahim.

[12] [13] Sumber Yahudi dan Kristen pada umumnya sepakat bahwa Ishaq adalah putra yang hendak disembelih Ibrahim. Disebutkan dalam Alkitab bahwa Allah berfirman kepada Ibrahim, "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Namun saat hendak disembelih, malaikat menyerunya dan Allah berfirman, "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Allah memberikan seekor domba jantan sebagai kurban.

[14] Akan tetapi, para penafsir modern memandang identitas putra Ibrahim yang hendak disembelih ini tidak begitu penting bila dibandingkan pelajaran moral yang termuat dalam kisah tersebut. [15] Narasi Al-Qur'an terkait penyembelihan ini menjadikan putra Ibrahim yang bersangkutan sebagai percontohan bagi tindakan keikhlasan dan kepatuhan, karena sang anak sepenuhnya sadar akan upaya Ibrahim untuk mengorbankannya dan tetap menyetujuinya.

Persetujuannya menjadi keteladanan terkait penyerahan diri pada kehendak Allah yang merupakan karakteristik penting dalam Islam. [16] Keluarga [ sunting - sunting sumber ] Alkitab menyebutkan bahwa Ishaq tidak juga menikah meski Sarah sudah wafat dan Ibrahim berusia lanjut lantaran masyarakat Palestina saat itu tidak beriman kepada Allah, juga asing dengan keluarga Ibrahim.

Ibrahim kemudian memerintahkan kepala pelayannya untuk pergi ke tanah kelahiran Ibrahim di Iraq agar mencarikan gadis dari keluarga Ibrahim di sana untuk diperistri Ishaq.

Pelayan Ibrahim tersebut kemudian pergi ke kediaman keluarga Ibrahim dan meminangkan Ribka (Rifqah, Rafiqah) untuk Ishaq. Ribka adalah putri Betuel bin Nahor. Nahor sendiri adalah saudara Ibrahim, sehingga Ribka adalah anak dari sepupunya Ishaq secara silsilah.

Ribka dan keluarga besarnya menerima pinangan tersebut dan akhirnya dia ikut ke Palestina bersama pelayan Ibrahim dan menikah dengan Ishaq. [17] Saat itu Ishaq berusia empat puluh tahun. [18] Disebutkan bahwa ternyata Ribka adalah seorang wanita mandul. Maka Ishaq berdoa pada Allah agar dikaruniai anak sehingga Ribka dapat mengandung.

Ribka nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi melahirkan dua putra kembar. Putra pertama dinamai Esau (Aishu), tubuhnya berwarna merah dan seperti jubah berbulu. Putra kedua dinamai Ya'qub dan saat lahir memegang tumit kakaknya. Mereka lahir saat Ishaq berusia enam puluh tahun. Saat besar, Esau menjadi pemburu handal dan suka tinggal di padang, sedangkan Ya'qub lebih suka tinggal di kemah. Ishaq lebih menyayangi Esau, sementara Ribka lebih menyayangi Ya'qub. Ibnu Katsir juga menuliskan kisah ini dalam karyanya, menyadur dari Alkitab.

[19] [20] Pada saat Ishaq berusia 75 tahun, Ibrahim meninggal. Isma'il dan Ishaq kemudian bersama-sama mengebumikan jasad ayah mereka di Gua Makhpela di Hebron, tempat Sarah dimakamkan. [21] Hari tua [ sunting - sunting sumber ] Setelah tua, pandangan Ishaq mulai melemah. Takut bahwa dia dapat meninggal sewaktu-waktu, Ishaq kemudian memerintahkan Esau berburu dan membuatkan makanan kesukaannya dari buruan itu, sehingga Ishaq dapat mendoakan keberkahan bagi putra sulungnya tersebut.

Ribka yang mengetahui niatan Ishaq kemudian memerintahkan Ya'qub agar menghidangkan makanan tersebut kepada Ishaq sebelum Esau pulang berburu. Ribka kemudian memakaikan pakaian Esau pada Ya'qub, juga membalutkan kulit domba pada tangan dan leher Ya'qub karena Esau adalah orang yang berburu lebat. Saat Ya'qub menghidangkan makanan tersebut, Ishaq meraba tubuh Ya'qub dan berkata, "Kalau suara, suara Yakub, kalau tangan, tangan Esau." Setelah menyantap hidangan tersebut, Ishaq mendoakan Ya'qub, yang dia kira adalah Esau, agar dia dikaruniai kebaikan, rezeki yang banyak, dan dia menjadi tuan bagi saudaranya, dan begitu juga keturunannya.

[22] [23] Setelah Ya'qub keluar, Esau mendatangi Ishaq, menghidangkan makanan yang ayahnya minta. Namun Ishaq mengatakan kalau tadi telah menyantap hidangannya dan telah mendoakannya.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Ishaq dan Esau kemudian tahu bahwa tadi yang datang adalah Ya'qub. Esau meraung-raung pada ayahnya, tapi Ishaq mengatakan kalau doanya tidak bisa ditarik kembali. Esau kemudian berjanji untuk membunuh Ya'qub bila Ishaq telah meninggal. Mengetahui ancaman Esau, Ribka memerintahkan agar Ya'qub pergi menuju rumah saudara Ribka, Laban, yang ada di Mesopotamia.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

{INSERTKEYS} [24] [25] Sebelum pergi, Ishaq mendoakan Ya'qub dan melarang Ya'qub memperistri wanita-wanita Palestina karena penduduk kawasan tersebut kebanyakan tidak beriman, sehingga Ishaq memerintahkan Ya'qub mencari istri dari keluarga besar Ibrahim yang ada di Mesopotamia.

Setelahnya, Ya'qub pergi meninggalkan Palestina. Esau mendengar bahwa ayahnya tidak menyukai perempuan Palestina, padahal dia sendiri sudah memperistri dua orang perempuan Palestina, sehingga dia mencari istri lagi. Istri ketiganya adalah Mahalat, putri Isma'il. [26] Wafat [ sunting - sunting sumber ] Foto tugu makam Ishaq di dalam Masjid Ibrahimi, sekitar 1911 Terlepas dari perselisihan Esau dan Ya'qub, mereka pada akhirnya berdamai.

Setelah tinggal di Mesopotamia selama beberapa belas tahun, Ya'qub kembali ke Palestina dan memiliki dua belas putra dan seorang putri dari dua istri dan dua selirnya. Setelahnya, Ishaq wafat pada usia 180 tahun. Esau dan Ya'qub memakamkannya di Gua Makhpela bersama Ibrahim, Sarah, dan Ribka. [27] [28] Setelah menjadi wilayah kekhalifahan, didirikanlah sebuah masjid di tempat itu yang bernama Masjid Ibrahimi.

[29] Kedudukan [ sunting - sunting sumber ] Islam [ sunting - sunting sumber ] Ishaq dipandang sebagai nabi dalam Islam. Meski namanya cukup banyak disebutkan bila dibandingkan nabi yang lain, kisahnya yang termaktub dalam Al-Qur'an hanyalah berita mengenai kelahirannya atau dan penyembelihannya menurut sebagian ulama. Bagian kehidupannya yang lain biasanya disadur dari sumber Yahudi dan Kristen.

Dalam Al-Qur'an tidak dikisahkan mengenai Ishaq yang berdakwah kepada kaum tertentu, tetapi disebutkan bahwa dia selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat. [30] Namanya dalam Al-Qur'an kerap dirangkaikan bersama Ibrahim dan Ya'qub, juga dengan beberapa nabi yang lain, menegaskan kedudukannya sebagai nabi, orang saleh, dan sosok beriman yang diberi wahyu dan petunjuk oleh Allah. [31] [32] [33] [34] [35] [36] [37] Ishaq juga dinyatakan memiliki kekuatan yang besar dan ilmu yang tinggi.

[38] Disebutkan pula bahwa Allah menganugerahi kitab dan kenabian pada keturunannya. [39] Umat Islam juga diperintahkan untuk beriman kepada wahyu Allah, baik yang diturunkan kepada Muhammad maupun kepada nabi-nabi yang lain, di antaranya adalah Ishaq, juga diperintahkan untuk tidak membeda-bedakan para nabi dan berserah diri kepada Allah. [40] [41] Yahudi [ sunting - sunting sumber ] Umat Yahudi memandang Ishaq sebagai nabi. Bersama Ibrahim dan Ya'qub, nama Ishaq juga disebutkan bersama dengan Tuhan, sebagaimana Tuhan dalam Yahudi disebut Elohei Abraham, Elohei Yitzchaq ve Elohei Ya`aqob (Tuhannya Abraham, Tuhannya Ishaq, dan Tuhannya Ya'qub) dan tidak pernah disebut Tuhannya yang lain.

[42] Kesediaan Ishaq untuk dikorbankan menjadi teladan bagi banyak Yahudi untuk lebih memilih kemartiran daripada harus melanggar hukum Yahudi. [43] Dalam Tanakh disebutkan beberapa kali bahwa Allah menjanjikan Ibrahim akan menjadi ayah bagi banyak bangsa dan keturunannya melalui Ishaq akan dikaruniai seluruh tanah Kan'an (Palestina).

Perjanjian ini dilangsungkan bahkan sejak sebelum Ishaq dilahirkan. [44] [45] Kristen [ sunting - sunting sumber ] Gereja Kristen awal melanjutkan dan mengembangkan tema Perjanjian Baru tentang Ishaq yang menjadi perumpaan bagi Kristus dan Gereja sebagai "putra yang dijanjikan" dan "bapa orang beriman". Tertulianus menyamakan antara Ishaq yang membawa kayu untuk api pengorbanan dengan Yesus yang memikul salibnya.

[46] Ishaq dinyatakan sebagai santo dalam Gereja Ortodoks Timur dan Katolik. [47] Perayaan liturginya dilangsungkan pada hari ahad kedua sebelum natal. [48] [49] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • 25 Nabi, di antaranya: • Ibrahim • Luth • Isma'il • Ya'qub • Sarah • Ishak (Alkitab) Catatan [ sunting - sunting sumber ] • Al-Baqarah (02): 133, 136, 140 • Ali 'Imran (03): 84 • An-Nisa' (04): 163 • Al-An'am (06): 84 • Hud (11): 71 (2 kali) • Yusuf (12): 6, 38 • Ibrahim (14): 39 • Maryam (19): 49 • Al-Anbiya' (21): 72 • Al-'Ankabut (29): 27 • Ash-Shaffat (37): 112, 113 • Shad (38): 45 • ^ Dari Kejadian 17:17 dan Kejadian 17:24 diketahui bahwa Sarah berusia sembilan puluh tahun ketika Ibrahim berusia 99 tahun.

Jadi usia mereka selisih 9 tahun. Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Nabi Ishaq". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-04-02 . Diakses tanggal 2008-01-18. • ^ "Nabi-Nabi di Semenanjung Arab". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-29 . Diakses tanggal 2007-12-19. • ^ Kisah 25 Nabi dan Rasul, hal 141 • ^ Ginzberg, Louis (1909). The Legends of the Jews (Translated by Henrietta Szold) Philadelphia: Jewish Publication Society.

• ^ Hud (11): 69-73 • ^ Al-Hijr (15): 51-56 • ^ Adz-Dzariyat (51): 24-30 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 237-240. • ^ Kejadian 18: 1-15 • ^ Kejadian 21: 5 • ^ Ash-Shaffat (37): 101-107 • ^ At-Ta'rif wal I'lam, hlm.

274-275 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 233-236. • ^ Kejadian 22: 1-19 • ^ Glasse, C., "Ishmael", Concise Encyclopedia of Islam • ^ Akpinar, Snjezana (2007).

"I. Hospitality in Islam". Religion East & West. 7: 23–27. • ^ Kejadian 24: 1-67 • ^ Kejadian 25: 20 • ^ Kejadian 25: 21-28 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 323-324. • ^ Kejadian 25: 7-9 • ^ Kejadian 27: 1-29 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm.

324. • ^ Kejadian 27: 30-45 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm. 324-325. • ^ Kejadian 28: 1-9 • ^ Kejadian 35: 28-29 • ^ Ibnu Katsir 2014, hlm.

330. • ^ Mann, Sylvia (January 1, 1983). "This is Israel: pictorial guide & souvenir". Palphot Ltd. – via Google Books. • ^ Shad (38): 46 • ^ Al-Baqarah (02): 133 • ^ Al-Baqarah (02): 140 • ^ An-Nisa' (04): 163 • ^ Al-An'am (06): 84 • ^ Maryam (19): 49 • ^ Al-Anbiya' (21): 72 • ^ Ash-Shaffat (37): 112 • ^ Shad (38): 45 • ^ Al-'Ankabut (29): 27 • ^ Al-Baqarah (02): 136 • ^ Ali 'Imran (03): 84 • ^ Ginzberg 1909, Vol.

I: Joy and Sorrow in the House of Jacob. • ^ The New Encyclopedia of Judaism, Isaac. • ^ Kejadian 17: 2-8 • ^ Kejadian 26: 3-4 • ^ Cross and Livingstone, Oxford Dictionary of the Christian Church, 1974, art Isaac • ^ The patriarchs, prophets and certain other Old Testament figures have been and always will be honored as saints in all the Church's liturgical traditions. – Catechism of the Catholic Church 61 • ^ "Sunday of the Forefathers - OrthodoxWiki".

• ^ Liturgy > Liturgical year >The Christmas Fast – Byzantine Catholic Archeparchy of Pittsburgh Daftar pustaka [ sunting - sunting sumber ] • Ibnu Katsir (2014). Kisah-Kisah Para Nabi. Diterjemahkan oleh Muhammad Zaini. Surakarta: Insan Kamil Solo. ISBN 978-602-6247-11-7. Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Kisahmuslim: Kisah Nabi Ishaq • Halaman ini terakhir diubah pada 31 Oktober 2021, pukul 09.26. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Keteladanan Nabi Ishaq AS adalah pelajaran yang dapat kita implementasikan dalam hidup kita. Setidaknya ada 4 tauladan dari kisah serta mu’jizat yang beliau dapatkan. Namun bagaimana kisahnya mulai dari keluarga hingga wafat?

Beritaku.id,- Kisah Para nabi dan Rosul_ Tuhan memberagamkan bumi menjadi dunia yang sangat menyenangkan dan berwarna. Membuat para ummat manusia terlena akan gemerlapnya. Hingga turunlah Nabi dan Rosul yang mulai membenarkan mereka ke jalan-Nya.

Nabi Ishaq, mahluk istimewa-Nya yang turun dan mulai bersuara untuk-Nya. Oleh: Ayu Mesaroh (Penulis Kisah Nabi dan Rosul) Dalam dunia ini, terdapat begitu banyak jenis makhluk yang Allah ciptakan untuk memperlihatkan bagaimana keberagaman dunia. Dari yang kecil hingga besar.

Yang memiliki kuasa hingga yang menjadi budak belaka. Mereka tercipta untuk satu tujuan. Yakni menyembah Allah. Melakukan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Baca juga beritaku: Sejarah Singkat Dzulkifli AS, Keteladanan & 2 Godaan Iblis Hingga bermanifestasi menjadi salah satu tolak ukur mereka, dan menjadi barometer dalam memantaskan diri, apakah layak nantinya mereka berada pada sisi Allah yang baik, atau buruk saat akhirat tiba.

Makhluk tersebut terbagi atas 2 jenis makhluk Allah. Yakni makhluk Allah yang bertakwa, memiliki kekuatan iman yang sangat luar biasa, selalu taat pada Allah. Dan makhluk-makhluk tersebut, sering kita kenal sebagai para Nabi dan Rosul. Mereka yang memiliki iman dan ketakwaan, serta keteladanan yang luar biasa, dan berbeda dari makhluk Allah yang lainnya.

Termasuk dengan salah satu Nabi yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. {/INSERTKEYS}

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Ialah, keteladanan dari Nabi Ishaq AS. Mari kita bahas. Daftar Isi • Keluarga Nabi Ishaq • Kelahiran Nabi Ishaq • Wafatnya Nabi Ishaq • Nama Kaum Nabi Ishaq • Seruan Nabi Ishaq • Keteladanan dan Mukjizat • Urutan Nabi Ishaq (Kenabian) • Kesimpulan Keteladanannya Keluarga Nabi Ishaq Nabi Ishaq merupakan anak dari Nabi Ibrahim dan Sayyidina Sarah (foto: sekolahnesia.com) Nabi Ishak merupakan anah bungsu dari Nabi Ibrahim dan istri pertamanya yakni Sarah.

Sebelumnya beliau telah mendambakan seorang anak yang lahir dari istri pertamanya, begitu juga dengan sebaliknya sebelum pada akhirnya Nabi Ibrahim memperistri Siti Hajar. Setelah sekian lama, dan Nabi Ismail sudah semakin tumbuh besar, tibalah kabar gembira dari Allah lewat tiga malaikat yang datang kepada Nabi Ibrahim dan istri pertamanya, bahwa mereka akan mendapatkan karunia dari Allah berupa seorang bayi yang akan tumbuh dalam rahim Sayyidina Sarah.

Peristiwa ini telah ada dalam firman Allah, yang artinya: ketika tangan mereka tidak menjamah tangannya, Ibrahim memandangi dan merasa takut kepada mereka. Maka malaikat-malaikat itu berkata: janganlah takut, sebab kami adalah (malaikat) yang diutus dari kaum Luth. (Qs. Hud: 70) Yang mana notaben dari keduanya, merupakan sudah berusia lanjut. Sarah yang merupakan istri beliau, telah menginjak pada usia 90 tahun. Padahal kita tahu bahwa usia-usia tersebut sangat rentan dengan resiko keguguran, dan sebagainya.

Nabi Ishak juga merupakan golongan dari keturunan Nabi Yakub, yang garisnya sampai dengan kepada Nabi Isa AS. Nabi Ishaq memiliki Keteladanan yang dapat kita contoh dan aplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Kelahiran Nabi Ishaq Keteladanan dari Nabi Ishak AS, memang bisa kita pelajari, dengan tujuan bermanifestasi pada kehidupan sehari-hari. Beliau sendiri merupakan anak dari Istri pertama Nabi Ibrahim yakni Sarah. Nabi Ishaq lahir pada tahun 1897 sebelum tahun Masehi.

Beliau merupakan adik dari Nabi Ismail yang terlebih dahulu lahir ke dunia. Walaupun mereka berdua nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi keturunan dari Nabi Ibrahim, namun mereka lahir dari rahim wanita yang berbeda. Ada begitu banyak alaasan mengapa Allah memberikan karunia yang terindah kepada keluarga dari Nabi Ibrahim. Namun yang paling utama adalah, karena beliau selalu menyerukan agama Allah, dan tidak ikut untuk menyembah yang bukan harusnya beliau sembah.

Oleh karenanya, Allah memberikan kepadanya karunia seorang anak, yang akhirnya tersematkan nama “Ishaq” dalam diri anak tersebut sebagai namanya. Nabi Ishak sendiri lahir di kota Palestina. Nabi Ishak lahir dan tumbuh menjadi sesosok yang Allah muliakan dan mendapatkan sisi yang paling istimewa bersama-Nya kelak. Hingga Maut pun menjemput Nabi Ishak Untuk bertemu dengan-Nya. Nabi Ishak di makamkan di tanah Palestine tepatnya berada di gua Makfilah, Palestin bersama dengan kedua orang tuanya, yakni Sayyidina Sarah serta Nabi Ibrahim.

beliau wafat pada usia 180 tahun. Wafatnya Nabi Ishaq Nabi Ishaq dimakamkan bersamaan dengan ayah dan ibunya di Palestina (foto: id.wikishia.net) Seperti pada Nabi-nabi yang lain, Nabi Ishaq juga Allah panggil untuk menghadap-Nya, serta menikmati atas janji yang Allah berikan kepada Nabi Ishaq. Yang mana beliau selalu menegakkan keadilan, menyerukan ajaran agama Allah sebagai pedoman hidup manusia, dan terhindar dari celaka serta api neraka yang sangat dahsyat.

Seperti yang sudah kita bahas, bahwasannya Nabi Ishaq meninggal pada umur 180 tahun. Yang mana kala itu Nabi Ishaq sudah sangat nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi. Serta sebelumnya ada salah satu peristiwa tentang perselisihan antara pelayannya yang satu dengan yang lain. Umurnya saat menikah pun terbilang cukup usia. Nabi Ishaq menikah dengan salah satu saudara dari Nabi Ibrahim (ayahnya) yang bernama Ribka (Rifkah, Rafiqah)yang merupakan anak dari keluarga Betuel Nahon.

Meski wafat, beliau meninggalkan banyak pelajaran untuk ummatnya sampai detik ini.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Beliau tidak pernah menyerah untuk terus meluaskan ajaran agama Allah, agar mereka bisa menjadikan agama Allah sebagai pedoman hidup mereka. Tapi, siapakah kaum dari Nabi Ishaq AS tersebut? Mari kita bahas bersama. Nama Kaum Nabi Ishaq Kana’an, adalah kaum Nabi Ishaq yang sangat ingkar terhadap Allah (foto: darunnajah.com) Dalam berbagai surah Al-Qur’an, ada begitu banyak ayat yang menjelaskan tentang bagaimana Nabi Ishaq berkorban untuk menegakkan kebenaran atas agama Allah, yang mana hal tersebut bermanifestasi pada keberuntungan, keselamatan, dan kebahagiaan saat hari kiamat datang pada ummat manusia.

Ialah Kaum Kana’an dari Palestina. Merupakan sebuah kaum yang sangat tidak kenal dengan Allah. Mereka adalah orang yang tidak tahu dan tidak mau beriman kepada Allah. Mereka adalah kaum penyembah berhala. Yang mana mereka tidak percaya bahwa ada Tuhan lain selain yang mereka sembah dapat mengabulkan semua permintaan mereka. Kaum ini sangat percaya, bahwa berhala yang mereka buat, merupakan Tuhan yang Agung, pemberi segala hal apapun yang mereka inginkan.

Allah pun menjelaskan dalam firman-Nya tentang berhala ini, yang artinya: Sesungguhnya berhala yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (lemah) serupa denganmu.

Maka serulah berhala itu, dan biarkan mereka memperkenankan doamu, jika kamu adalah orang yang benar. (Qs Al-A’raf:194) Seruan Nabi Ishaq Bahkan sebelum Nabi Ishaq dan Nabi ismail lahir ke dunia, Nabi Ibrahim telah terlebih dahulu merasakan siksaan dari pada kaum ini. Yang paling kita ingat adalah peristiwa kaum Kana’an yang membakar Nabi Ibrahim hidup-hidup. Namun karena kehendak Allah, dan Nabi Ibrahim tidak bisa menolaknya. Allah mengutus kedua anaknya untuk meneruskan jejaknya agar terus menyerukan agama Allah pada mereka.

Namun layaknya bayi yang sedang berproses, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, serta berjalan bahkan sampai berlari. Ada beberapa fase yang harus bayi tersebut lewati untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Begitu juga dengan Nabi Ishaq yang juga harus melewati berbagai rintangan yang sudah menyapanya sejak memutuskan bahwa beliau akan meneruskan jejak sang ayah.

Baca juga beritaku: Sifat Khusus Dan Keteladanan Ali Bin Abi Thalib, Khulafaurrasyidin Maka atas kesudian dan kemauan beliau yang meneruskan jejak ayahnya, Allah mengabulkan doa-doa dari NAbi Ishaq untuk memiliki keturunan. Maka segera Allah kabulkan doa beliau. Allah pun mengaruniai mereka dua keturunan sekaligus, serta kembar.

Lalu mereka sematkan nama “Ishuu” dan “Ya’qub”. Ishuu sendiri banyak yang mengatakan bahwa beliau adalah nenek moyang dari bangsa Romawi. Sedangkan Ya’qub yang merupakan cucu dari Nabi Ibrahim, mendapatkan tugas untuk melanjutkan perjalanan dakwah dari sang ayah, serta menjadi salah satu Nabi yang Allah angkat. Keteladanan dan Mukjizat Mukjizat Nabi Ishaq ialah doanya nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi dikabulkan oleh Allah (foto: thegrbalsla.com) Berbagai tauladan yang ada pada Nabi dan Rosul Allah, adalah pelajaran yang begitu berharga bagi manusia, yang mana nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi mereka akan mendapatkan keselamatan dunia serta akhirat nantinya.

Begitu juga keteladanan dari Nabi Ishaq. Beliau mengajarkan banyak hal mengenai apa dan bagaimana kita sebagai manusia dalam hidup bersama dengan makhluk lain di dunia ini. Maka ada beberapa tauladannya, antara lain: 1 Memiliki sifat yang ramah kepada orang lain, bahkan kepada kaumnya yang sudah jelas menghina dan memaki beliau.

2 Nabi Ishaq sangat menyayangi orang tuanya, istri dan anaknya, serta kaumnya. Sehingga beliau terus menyeru kebaikan kepada para kaumnya. 3 Selain ramah, Nabi Ishaq juga memiliki sifat yang dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara damai, sopan, santun, tidak ada tindakan kekerasan, dan sebagainya. Hal tersebut tergambar pada saat peristiwa adu mulut antara pelayan satu dan yang lain, yang mana pada saat itu mereka berkelahi karena berebut memberikan sesuatu kepada anaknya.

4 Beliau juga mementingkan keselamatan orang-orang yang ada di sekitarnya. Seperti keluarga, istri dan anaknya, serta kaumnya. Dari hal-hal itu, membuat Allah terketuk hatinya. Pada akhirnya Allah memberikan satu karunia kepada Nabi Ishaq atas keteladanan yang beliau terus aplikasikan dalam kehidupannya, sert tidak menyerah untuk terus berjuang dalam jalan Allah.

Yakni mu’jizat setiap doa yang Nabi Ishaq panjatkan, Allah akan dengan segera mengabulkannya. Hal tersebut tergambar saat Nabi Ishaq berdoa kepada Allah untuk mengaruniainya seorang keturunannya. Maka Allah memberikan dua buah hati untuk melengkapi hidup Nabi Ishaq dan istrinya. Yakni dua anak laki-laki bernama “Ishuu” dan “Ya’qub”.

Urutan Nabi Ishaq (Kenabian) Nabi Ishaq merupakan Nabi Allah yang urutan ke-9 (foto: m.kapanlagi.com) Kita tahu bahwa terdapat 25 Nabi serta 10 Rosul yang harus ummat muslim pahami, dan bukan hanya hafal semata. Yang menjadi pembuka Nabi adalah Nabi Adam, Ayah dari semua Nabi adalah Nabi Ibrahim, bayi yang bisa berbicara sebelum waktunya adalah Nabi Isa, Membelah laut hanya dengan tongkatnya adalah Nabi Musa.

Serta yang menjadi penutup dari semua Nabi adalah Nabi Muhammad SAW. Lalu, bagaimana dengan Nabi Ishaq? Jawabannya adalah beliau merupakan Nabi yang termasuk dalam makhluk istimewanya Allah.

Doanya selalu terkabul atas kehendak-Nya. Beliau berada dalam urutan ke-9 dari urutan Nabi yang ada. Kesimpulan Keteladanannya Dari beberapa penjelasan tadi, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa Nabi Ishaq merupakan makhluk istimewanya Allah, yang mempunyai kesabaran luar biasa untuk menegakkan kebenaran setelah ayahnya.

Beliau juga menjadi anugerah dari kedua orang tuanya. Memberi warna dalam kehidupan mereka, serta menjadi generasi pejuang jalan kebenaran, mengajak para kaum Kana’an untuk bisa sadar. Bahwa apa yang mereka lakukan merupakan hal yang menyesatkan, bahkan tidak dibenarkan oleh Allah. Sekian ulasan kali ini, semoga menginspirasi. Akhir Tahun 2020, Beritaku.id Di Bawah PT Kaishar Mandiri Telah Melakukan Pembenahan Manajemen.

Berikut daftar karyawan, kategori penulis tetap dan Editor, hasil rekruitmen akhir tahun 2020: Novianti, Jakarta Riska Putri, Kaltim,  Sri Damara, NAD Tika Yanti, Djogjakarta Ulfiana, Jawa Timur Sofyani, Jawa Timur Veronika, Jakarta  Elsa, Djogjakarta Luluk, Jawa Barat Umu Latifah, Jawa Barat Nur Rahma, Jawa Barat Retno, Jawa Barat Annisa, Jawa Tengah Editor Utama: Ayu Maesaroh, Jawa Tengah Editor: Luthfi Dan May
Kisah Nabi Ishaq – Nabi Ishaq merupakan sorang putra yang kedua dari Nabi Ibrahim AS (yang disebut Abraham dalam Kristen dan Yahudi).

dan dilahrikan oleh seorang ibu yang bernama Sarah, beliau adalah istri pertama dari Nabi Ibrahim AS. Nabi Ishaq mempunyai seorang Kakak tiri yang juga seorang Nabi yaitu Nabi Isma’il, beliau adalah putra dari Hajar dan Nabi Ibrahim AS. selain itu juga mempunyai beberapa adik tiri yang juga merupakan Putra dari Nabi Ibrahim dan Ketura.

Daftar Isi • Kisah Nabi Ishaq : Kelahiran • Kisah Nabi Ishaq Menikah • Kisah Nabi Ishaq : Berdakwah • Kisah Nabi Ishaq Meninggal Kisah Nabi Ishaq : Kelahiran Didalam al-Qur’an diceritakan tentang kisah nabi ishaq tentang kelahiran beliau sebagai putra Nabi Ibrahim dan sarah, dan juga sebagai saudara Nabi Ismail as. Suatu hari Nabi Ibrahim dan sarah kedatangan tamu yang akan memberikan kabar gembira kepada keduanya, yaitu kabar tentang kehamilan sarah, Malaikat yang berkunjung kepada Nabi Ibrahim sebelum melanjutkan ke Nabi Luth antara lain: Malaikat Jibril, Malaikat Mikail dan Malaikat Isrofil.

Malaikat bertamu dalam bentuk laki-laki tampan, mengucapkan salam kepada kemudian beliau menyuruh siti sarah untuk memasak daging yang enak. Setelah para malaikat masuk ke rumah Nabi Ibrahim dan di jamu dengan makanan yang enak berupa daging, nabi Ibrahim makan dahulu supaya para tamu nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi juga ikut makan bersama, tetapi para malaikat itu tidak menjamah makanannya sedikitpun, Nabi Ibrahim heran dan takut melihat para tamu itu, kemudian Nabi Ibrahim bertanya, kenapa makanannya tidak di makan dan siapa kalian sebenarnya, malaikat menjawab kami adalah malaikat yang di utus oleh Allah untuk menghancurkan kaum Nabi Luth yang sudah melampui batas dengan menimpakan kepada kaum luth yang durhaka, selain itu kami juga memberikan kabar gembira kepada mu wahai Nabi Ibrahim, bahwa sarah akan hamil dan melahirkan keturunan yaitu ishak yang akan menjadi orang saleh, sarah yang mendengar kabar tersebut tidak percaya karena, umur siti sarah sudah tua sekitar 90 tahun dan umur Nabi Ibrahim sekitar 100 tahun, namun malaikat menjawab ini adalah ketetapan Allah yang maha kuasa.

Firman Allah SWT. إِذۡ دَخَلُوْا عَلَيۡهِ فَقَالُوْا سَلَٰمًاۖ قَالَ سَلَٰمٌ قَوۡمٌ مُّنْكَرُوْنَ ﴿25﴾ فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجۡلٍ سَمِيْنٍ ﴿26﴾ فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيۡهِمۡ قَالَ أَلَا تَأۡكُلُوْنَ ﴿27﴾ فَأَوۡجَسَ مِنۡهُمۡ خِيفَةًۖ قَالُوْا لَا تَخَفۡۖ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيْمٍ ﴿28﴾ فَأَقۡبَلَتِ امۡرَأَتُه‘فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتۡ وَجۡهَهَا وَقَالَتۡ عَجُوزٌ عَقِيْمٌ ﴿29﴾ قَالُوْا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِۖ إِنَّه‘هُوَ الۡحَكِيْمُ الۡعَلِيْمُ ﴿30﴾ Artinya : (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”.

Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”. (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”. Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

(Q.S. Ad Dzariyat ayat 25-30) Baca juga : Kisah nabi ismail (biografi, mukjizat dll) Ketika Nabi Ibrahim Mendengar tentang berita sarah akan hamil dan keturuannya akan menjadi orang yang saleh, beliau pun menjadi tenang dan sangat bahagia, apa yang selama ini dinanti dan nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi yaitu anak dari sarah akan tiba dan terwujud, setelah beberapa waktu dari kabar dari malaikat, maka sarah melahirkan seorang anak yang diberi nama Ishaq, Nabi Ismail adalah kakak Nabi Ishaq, jarak kelahiran Nabi Ishaq terpaut kira-kira 14 tahun.

Kisah tentang Nabi Ishaq tidak terlalu banyak diceritakan dalam al-Qur’an, tetapi Allah memuji Nabi ishaq tentang ilmu dan akhlaknya: وَاذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ إِبۡرَٰهِيْمَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوْبَ أُوْلِي الۡأَيۡدِيْ وَٱلۡأَبۡصَٰرِ. إِنَّآ أَخۡلَصۡنَٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكۡرَى الدَّارِ.

وَإِنَّهُمۡ عِنْدَنَا لَمِنَ الۡمُصۡطَفَيۡنَ الۡأَخۡيَارِ Artinya : “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.–Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.–Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (QS. Shaad: 45-47) Nabi Muhammad SAW bersabda tentang Nabi Ishaq, الكَرِيمُ، ابْنُ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ، ابْنِ الكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ Artinya “Yang mulia putera yang mulia, putera yang mulia dan putera yang mulia adalah Yusuf putera Ya’qub, putera Ishaq, putera Ibrahim.” (HR.

Bukhari dan Muslim) Kisah Nabi Ishaq Menikah Kisah Nabi Ishaq yang sedang menikah menurut ahli kitab pada usia 40 tahun, pada waktu Nabi Ibrahim sudah berusia senja nabi Ishaq belum juga menikah itu membuat Nabi Ibrahim hawatir menikah dengan wanita yang tidak seiman dengan Nabi Ishaq, hingga akhirnya Nabi Ibrahim menikahkan dengan Rafiqah Binti Batuwael bin Nahur yaitu wanita yang masih berasal dari keluaraganya Namun cobaan yang menimpa Nabi Ibrahim dan sarah yaitu lama tidak mempunyai keturunan, juga menimpa istri Nabi Ishaq, Rafiqah merupakan wanita yang mandul juga, Nabi Ishaq dan istrinya terus berdoa memohon kepada Allah untuk dikaruniakan keturuanan.

Setelah penantian yang sangat panjang, Allah mengabulkan do’a mereka keajaiban, Rafiqah hamil dan anak kembar yaitu ‘Iish atau Esau dan Ya’qub yang nanti Ya’qub akan menjadi seorang Nabi dan Rasul serta keturunan dari Nabi Ya’qub akan menjadi bangsa yang besar yaitu Yahudi.

Dan salah satu putra dari Nabi Ya’qub juga menjadi Nabi dan Rasul yaitu Nabi Yusuf as. إِنَّآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ كَمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّيْ‍ۧنَ مِنْۢ بَعۡدِهِۦۚ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡمَٰعِيْلَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوْبَ وَالۡأَسۡبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهَٰرُوْنَ وَسُلَيۡمَٰنَۚ وَءَاتَيۡنَا دَاوٗدَ زَبُورًا Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman.

Dan Kami berikan Zabur kepada Daud” (QS. An-Nisa : 163).

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Nabi Ishaq diangkat menjadi Nabi dan Rasul pada umur nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi tahun di kan’an palestina tepatnya berada di kota hebron Dalam Kisah Nabi Ishaq, beliau meninggal dunia pada usia 180 tahun, Beliau dimakamkan di Makfilah Hebron Palestina bersama ayah dan ibunya yaitu Nabi Ibrahim dan Sayyidah Sarah.

Di makfilah dibangun masjid yang bernama Masjid Ibrahim. Nah itulah ulasan lengkap tentang kisah nabi ishaq mulai dari beliu dilahirkan, beliua berdakwah, beliau menikah hingga beliau meninggal.

mudah-mudahan kita sebagai umat muslim bisa mengambil hikmah yang ada pada ulasan artikel ini. silahkan dishare namun harus tetap disebutkan sumbernya: www.sekolahnesia.com. Trimakasih Alhamdulillah, والله اعلم بالصواب wallahu a’lam bishshawab, ALLAH YANG MAHA TAHU DENGAN SEBENAR-BENARNYAKisah Nabi Ishaq – Tentu saja sejak di bangku sekolah dasar kita sudah diajarkan mengenai perbedaan antara Nabi dan Rasul, jumlah keseluruhan Nabi dan Rasul, nama Nabi dan Rasul yang wajib diketahui, hingga sekilas mengenai kisah para Nabi dan Rasul tersebut.

Fakta bahwa sejak dini kita telah dididik untuk mengetahui mengenai Nabi dan Rasul adalah bukti jika sangat penting bagi kita sebagai umat muslim untuk mengimani adanya Nabi dan Rasul. Beriman kepada Nabi dan Rasul merupakan rukun iman yang ke-empat. Bagi umat muslim, rukun iman adalah hal yang wajib untuk diamalkan. Sebelum menumbuhkan rasa iman kepada Nabi dan Rasul, hal pertama yang harus dilakukan yakni memahami dan mempelajari mengenai kisah, mukjizat, sejarah, dan perjalanan dakwah dari masing-masing 25 Nabi dan Rasul tersebut.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Hikmah yang didapatkan dari beriman kepada Nabi dan Rasul adalah dapat memotivasi diri untuk lebih giat dalam beribadah kepada Nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi Ta’ala, membuat diri kita menjauhi nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi larangan Allah Ta’ala, meneladani dan mencontoh perilaku baik para Nabi dan Rasul, serta memiliki akhlak dan akidah yang lurus dan benar.

Nah, untuk pembahasan kali ini akan dijelaskan secara detail dan lengkap kisah mengenai salah satu dari 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui, yaitu Nabi Ishaq. Table of Contents • Sejarah Singkat Nabi Ishaq • Anda Mungkin Juga Menyukai • Tamu Nabi Ibrahim yang Mengabarkan Berita Akan Lahirnya Nabi Ishaq • Perjalanan Dakwah Nabi Ishaq • Pernikahan Nabi Ishaq dengan Gadis Iraq • Kelahiran Putra dari Nabi Ishaq • Putra Kembar Nabi Ishaq: Esau dan Ya’qub • Mukjizat Allah Ta’ala kepada Nabi Ishaq • Mukjizat yang Dimiliki oleh Nabi Ishaq • Kisah Nabi Ishaq yang Dimaktubkan di dalam Al-Qur’an • • Kategori Ilmu Berkaitan Agama Islam • Kisah Nabi Sejarah Singkat Nabi Ishaq Nama Ishaq atau Ishak berasal dari bahasa Ibrani Yi???q dengan arti tersenyum atau tertawa.

Kata Ishaq sendiri terinspirasi dari ibunda Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Di mana Sarah yang merupakan ibunda Ishaq pada saat itu tersenyum dengan lebar karena tidak percaya kabar gembira akan hadirnya Ishaq sebagai buah hatinya yang disampaikan oleh malaikat Jibril. Rp 195.000 Nabi Ishaq ‘alaihis salam dilahirkan di Kota Kan’an pada tahun 1761 SM.

Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah putra kedua dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan Sarah setelah lahirnya Nabi Ismail ‘alaihis salam. Pada saat Nabi Ishaq ‘alaihis salam terlahir di dunia, usia Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sudah terbilang sangat tua yaitu berumur 100 tahun. Nabi Ishaq ‘alaihis salam dilahirkan 14 tahun setelah Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Semasa hidupnya, Nabi Ishaq ‘alaihis salam memiliki keturunan yang juga diangkat sebagai seorang nabi, yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Nabi Ishaq ‘alaihis salam merupakan nabi nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi yang ditugaskan berdakwah di wilayah Palestina menggantikan ayahnya yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang pada saat itu telah menginjak usia senja. Wilayah dakwah Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah di daerah Kan’an dan Syam.

Kisah lengkap dari Nabi Ishaq juga bisa Grameds temukan pada buku Nabi Ishaq dibawah ini. Nabi Ishaq Tamu Nabi Ibrahim yang Mengabarkan Berita Akan Lahirnya Nabi Ishaq Diceritakan dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 69-73 bahwa suatu ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis salam kedatangan tamu. Tamu-tamu tersebut menurut Usman Ibnu Muhaisin berjumlah empat orang, yaitu malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Rafail.

Tamu tersebut memberi selamat kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Setelah itu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang kepada mereka. Namun tangan mereka sama sekali tidak menjamah makanan tersebut. Melihat hal tersebut Nabi Ibrahim ‘alaihis salam merasa curiga dan takut. Ternyata tamu-tamu asing tersebut adalah Malaikat utusan Allah Ta’ala yang datang untuk membinasakan kaum Luth. Selain memiliki tujuan kepada kaum Luth, tamu tersebut juga bertujuan memberi kabar gembira kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam akan kelahiran seorang putra yang bernama Ishaq.

Sesuai yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 71. “Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub.” (Q.S. Hud ayat 71). Mengetahui kabar yang disampaikan tersebut, Sarah sangat tercengang sekaligus bahagia. Pasalnya Sarah pada saat itu sudah tua (ketika itu berusia 90 tahun) dan memiliki kondisi mandul. Namun sungguh kuasa Allah Ta’ala tiada bandingnya dan selalu memberi rahmat kepada hamba-Nya yang beriman.

“Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Adz-Dzariyat ayat 30). Kelahiran Ishaq sendiri merupakan sebuah berkah dan karunia bagi Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Karena Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berharap kelak ketika dewasa Ishaq dapat diangkat sebagai nabi utusan Allah Ta’ala dan membantu dalam memerangi para penyembah berhala di Palestina.

Sejarah Nabi Ibrahim Perjalanan Dakwah Nabi Ishaq Ilustrasi kota Syam tempat Nabi Ishaq berdakwah Nabi Ishaq, ayahnya (Nabi Ibrahim ‘alaihis salam), dan anaknya (Nabi Ya’qub ‘alaihis salam) adalah orang-orang yang diberkahi dan dipuji oleh Allah Ta’ala seperti yang difirmankan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Shaad ayat 45-47.

“Dan ingatlah hamba-hamba kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) pada negeri akhirat.

Sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (Q.S. Shaad ayat 45-47). Selain Allah Ta’ala yang memberikan pujian secara langsung kepada Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub melalui ayat Al-Qur’an, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam pun memuji mereka melalui sabdanya: “Yang mulia putra yang mulia, putra yang mulia dan putra yang mulia adalah Yusuf putra Ya’qub, putra Ishaq, putra Ibrahim.” (HR.

Al Bukhari dan Muslim). Nabi Ishaq ‘alaihis salam ditugaskan untuk meneruskan dakwah Nabi Ibrahim di tanah Palestina.

Beliau menyeru kepada kaum di sana untuk menyembah dan mengesakan Allah Ta’ala, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta mengerjakan kebajikan-kebajikan lainnya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala.

Pernikahan Nabi Ishaq dengan Gadis Iraq Ketika sang ibunda telah tiada dan ayahanda-nya yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sudah sangat tua, Nabi Ishaq ‘alaihis salam tak kunjung menikah. Hingga akhirnya Nabi Ibrahim ‘alaihis salam meminta kepada salah satu pelayannya untuk pergi ke Irak guna mencarikan calon istri dari keluarga Ibrahim untuk anaknya tersebut. Pelayan tersebut lalu meminangkan seorang putri Betuel bin Nahor yaitu Ribka (Rifqah, Rafiqah) untuk Ishaq.

Diketahui bahwa Nahor adalah saudara kandung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Sehingga secara silsilah, Ribka adalah anak perempuan dari saudara sepupu Ishaq.

Akhirnya pada saat Nabi Ishaq berusia empat puluh tahun, menikahlah Ia dengan Ribka yang selanjutnya ikut dengan Nabi Ishaq untuk menetap di Palestina. Kelahiran Putra dari Nabi Ishaq Selepas menikahi seorang gadis Irak keturunan Ibrahim yang bernama Ribka, Nabi Ishaq ‘alaihis salam mengetahui jika Ribka ternyata memiliki kondisi mandul seperti sang ibunda terdahulu. Namun Nabi Ishaq ‘alaihis salam dan Ribka tak pernah menyerah untuk berusaha dan memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan keturunan guna melanjutkan riwayat dakwah.

Nabi Ishaq ‘alaihis salam selalu berdo’a dengan lembut dan penuh keyakinan kepada Allah Ta’ala agar Ribka dapat mengandung. Dengan kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala maka Ribka dapat hamil dan Nabi Ishaq ‘alaihis salam memperoleh keturunan saat beliau menginjak usia enam puluh tahun.

Ribka melahirkan bayi laki-laki kembar. Bayi laki-laki pertama diberi nama Esau (Aishu). Bentuk fisik Esau ketika pertama kali dilahirkan adalah memiliki tubuh berwarna merah dan seperti jubah berbulu (memiliki banyak bulu di sekujur tubuhnya).

Sedangkan bayi laki-laki kedua diberikan nama Ya’qub yang mana ketika dilahirkan dalam posisi memegang tumit kakaknya. Allah Ta’ala juga mengabadikan kisah kelahiran Ya’qub dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya’ ayat 72.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

“Dan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh.” (Q.S. Al-Anbiya’ ayat 72). Saat bertumbuh dewasa, Esau dan Ya’qub memiliki ketertarikan yang cenderung bertolak belakang.

Esau lebih suka mengasah kemampuannya dalam hal berburu hingga menjadi pemburu yang handal, maka ia lebih suka tinggal di padang. Sedangkan Ya’qub lebih berperangai lemah lembut. Ia lebih suka tinggal di rumah untuk membantu ibunya memasak. Ya’qub juga suka berkemah di sekitar rumahnya. Esau lebih disayang oleh ayahnya karena mereka memiliki kegemaran yang sama, yaitu berburu.

Esau juga sering membawa hasil buruannya ke rumah untuk dimasak dan dimakan bersama keluarganya. Sedangkan sang ibunda yaitu Ribka lebih menyayangi Ya’qub karena memiliki sifat dan sikap yang mirip dengannya, yaitu pecinta damai dan tenang. Ketika usia Esau dan Ya’qub menginjak 15 tahun, kakek mereka yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam meninggal dunia. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam meninggal dunia pada saat usia Nabi Ishaq ‘alaihis salam 75 tahun.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Selanjutnya jasad beliau dikebumikan di Gua Makhpela di wilayah Hebron (tempat yang sama dengan makam Sarah). Putra Kembar Nabi Ishaq: Esau dan Ya’qub Ketika merasakan bahwa fisiknya mulai melemah yang berpengaruh pula pada kemampuannya melihat, maka Nabi Ishaq ‘alaihis salam mendatangi anak kesayangannya yaitu Esau. Ia berpesan kepada anaknya tersebut agar pergi berburu dan memasakkan makanan kesukaan Nabi Ishaq ‘alaihis salam.

Hal tersebut bertujuan agar Nabi Ishaq ‘alaihis salam dapat mendoakan keberkahan bagi Esau dan anaknya tersebut dapat meneruskan dakwah yang dilakukan oleh sang ayah. Nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi niatan Nabi Ishaq ‘alaihis salam tersebut didengar oleh Ribka. Ribka pun menginginkan Ya’qub lah yang memperoleh doa keberkahan dari Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Ia pun meminta Ya’qub untuk segera menghidangkan makanan kesukaan Nabi Ishaq ‘alaihis salam sebelum Esau tiba di rumah.

Karena secara fisik Esau dan Ya’qub terlihat berbeda meskipun mereka kembar, maka Ribka memakaikan pakaian Esau ke Ya’qub.

Ia juga membalutkan hamparan kulit domba yang berbulu lebat ke leher dan tangan Ya’qub agar benar-benar terlihat mirip dengan Esau. Karena memang Esau memiliki bulu yang lebat di sekujur tubuhnya. Tidak seperti Ya’qub. Setelah masakannya matang, Ya’qub yang berdandan menyerupai Esau pun datang menghadap Nabi Ishaq ‘alaihis salam.

Lalu berkatalah Nabi Ishaq ‘alaihis salam. “Kalau suara, suara Ya’qub, kalau tangan, tangan Esau.” Setelah berkata demikian, Nabi Ishaq tidak menaruh curiga apapun akan keanehan tersebut. Ia tetap memakan dengan lahap makanan yang disajikan oleh Ya’qub. Setelah itu, Nabi Ishaq ‘alaihis salam mendoakan Ya’qub, yang Ia kira adalah Esau, agar Ia selalu diberkahi, dilingkupi dengan kebaikan, dikaruniai nikmat melimpah, diberikan rezeki yang banyak, serta menjadi tuan bagi saudara dan keturunannya.

Tidak lama setelah Nabi Ishaq selesai berdoa, Esau pun pulang kembali ke rumah. Nabi Ishaq pun kebingungan. Hingga akhirnya diketahui oleh Nabi Ishaq ‘alaihis salam dan Esau bahwasanya Ya’qub telah berpura-berpura menjadi Esau.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Esau pun sangat marah dan meminta ayahandanya membatalkan doa untuk Ya’qub. Namun doa tersebut tidak dapat ditarik kembali. Akhirnya dalam keadaan penuh emosi Esau bersumpah untuk membunuh Ya’qub apabila kelak sang ayah telah meninggal. Mendengar sumpah Esau tersebut, Ribka pun takut dan panik.

Ia bergegas menyuruh Ya’qub untuk segera pergi ke daerah Laban, Mesopotamia. Di sana Ya’qub akan tinggal bersama dengan saudara Ribka. Ya’qub sempat berpamitan dengan sang ayah ketika hendak pergi ke Mesopotamia.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Sang ayah berpesan agar Ya’qub tidak menikahi perempuan Palestina karena pada saat itu mereka adalah golongan yang tidak beriman. Sebagai solusi, Nabi Ishaq menyarankan Ya’qub untuk mencari istri dari keluarga besar Ibrahim di Mesopotamia.

Peta wilayah Mesopotamia Nabi Ishaq ‘alaihis salam meninggal dunia pada usia 180 tahun dan dimakamkan di Gua Makhpela bersama keluarga besarnya, yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, Sarah, dan Ribka yang telah pergi terlebih dahulu.

nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi

Selepas kepergian sang ayah, Ya’qub kembali lagi ke Palestina setelah belasan tahun tinggal di Mesopotamia. Ia mengajak serta keluarganya yang terdiri dari dua orang istri, dua selir, dua belas anak lelaki, dan satu orang anak perempuan. Pada saat itu Ya’qub dan Esau telah berdamai kembali dan saling memaafkan. Cerita lebih lengkap mengenai Rasul yang kesalehannya dipuji oleh Allah SWT ini juga bisa ditemukan pada buku Nabi Ishaq AS dibawah ini.

Nabi Ishaq: Rasul yang Kesalehannya Dipuji Allah Mukjizat Allah Ta’ala kepada Nabi Ishaq Secara etimologi, mukjizat berasal dari bahasa arab yaitu kata “Mukjiz”. Mukjiz artinya “mengalahkan”. Sehingga Mukjizat adalah peristiwa atau luar biasa di luar akal sehat manusia yang terjadi atau dimiliki pada diri Nabi dan Rasul Allah Ta’ala.

Masing-masing dari Nabi dan Rasul memiliki mukjizatnya sendiri-sendiri sebagai bukti bahwa mereka merupakan orang istimewa pilihan Allah Ta’ala yang menerima tugas untuk menyebarkannya ajaran Allah Ta’ala.

Sihir dan mukjizat adalah dua hal yang sangat berbeda. Mukjizat hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul sehingga tidak dapat ditiru oleh manusia biasa.

Sedangkan sihir dapat dipelajari oleh manusia biasa. Mukjizat nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi Dimiliki oleh Nabi Ishaq Berikut dijelaskan mengenai mukjizat yang dianugerahkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Ishaq guna membantu beliau dalam menjalankan dakwah di Palestina: 1) Atas seizin Allah Ta’ala, Nabi Ishaq ‘alaihis salam yang pada saat itu telah berusia sangat tua yakni 100 tahun dapat memiliki keturunan dengan istrinya Ribka yang memiliki kondisi mandul.

2) Keturunan dari Nabi Ishaq ‘alaihis salam adalah pencetus dari munculnya Kaum Bani Israil. Kaum Bani Israil terlahir dari para keturunan Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. Nabi Ya’qub ‘alaihis salam memiliki nama lain Israil dan Ia merupakan keturunan dari Nabi Ishaq ‘alaihis salam. Sehingga dari garis keturunan tersebut lahirlah kaum Bani Israil dimana total telah ada 12 nabi yang diutus oleh Allah Ta’ala kepada kaum Bani Israil tersebut.

Salah satu dari 12 nabi tersebut adalah Nabi Isa ‘alaihis salam. Kisah Nabi Ishaq yang Dimaktubkan di dalam Al-Qur’an Dalam kitab suci Al-Qur’an, nama Nabi Ishaq ‘alaihis salam disebutkan cukup banyak yakni tujuh belas kali. Diantaranya pada surat: • Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 133, 136, dan 140 • Al-Quran surat Al-Imran ayat 84 • Al-Quran surat An-Nisa’ ayat 163 • Al-Quran surat Al-An’am ayat 84 • Al-Quran surat Hud ayat 71 (disebutkan sebanyak dua kali) • Al-Quran surat Yusuf ayat 6 dan 38 • Al-Quran surat Ibrahim ayat 39 • Al-Quran surat Maryam ayat 49 • Al-Quran surat Al-Anbiya’ ayat 72 • Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 27 • Al-Quran surat Ash-Shaffat ayat nabi ishaq melanjutkan tugas dakwah nabi dan 113 • Al-Quran surat Shaad ayat 45 Nah, apakah kisah mengenai Nabi Ishaq ‘alaihis salam yang meliputi sejarah singkat, perjalanan dakwah, dan mukjizat Nabi Ishaq ‘alaihis salam cukup mudah untuk dicerna dan dipahami?

Apabila ingin mengetahui kisah nabi lainnya dan memperdalam pengetahuan tentang agama Islam, tetapi bingung mencari referensi yang tepat, jangan khawatir! Karena Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas senantiasa menghadirkan buku-buku yang berkualitas sehingga kalian bisa membaca buku terkait ilmu agama Islam lebih dalam lagi.

Kalian bisa kunjungi http://Gramedia.com. Semoga Bermanfaat! Biografi Keluarga Nabi Kisah Teladan dan Inspiratif 25 Nabi & Rasul Penulis: Rizka Rifdatus Safitri Recent Post • Cara Mengirim Artikel Ke Koran Tribun yang Perlu Kamu Tahu Mei 6, 2022 • Cara Membuat Contoh Proposal Bisnis Plan yang Baik dan Benar Mei 6, 2022 • 8 Rekomendasi Spidol Kain Terbaik untuk Melukis Mei 6, 2022 • Tips Membangkitkan Semangat Kerja & Penyebab Semangat Kerja Menurun Mei 6, 2022 • 70 Ucapan Selamat Idul Fitri Lengkap Mei 6, 2022 • Menu Sahur Enak, Mudah, dan Praktis Mei 6, 2022 • 5 Contoh Surat Pengunduran Diri Mei 6, 2022 • 11 Cara Menghilangkan Ngantuk Secara Efektif Mei 6, 2022 • Menghilangkan Bau Ketiak Secara Efektif Mei 6, 2022 • Rekomendasi Buku Hijrah Muslimah Mei 6, 2022

KISAH NABI ISHAQ A.S. : Termasuk Orang-orang Pilihan yang Paling Baik




2022 www.videocon.com