Sikap kepahlawanan cut nyak dien

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Sikap kepahlawanan Cut Nyak Dien antara lain sebagai berikut. • Cerdas dalam menggunakan strategi perang. • Mahir dalam agama sikap kepahlawanan cut nyak dien mampu menghafal Al Qur’an. • Memiliki keberanian dan ketegasan melawan penjajah. • Disiplin tinggi. • Kecintaan pada tanah air. • Kesetiaan pada tanah dimana dia dilahirkan yakni Aceh. • Memiliki daya juang. • Memiliki kepercayaan diri.

• Dapat menghargai orang lain. • Tidak mudah putus asa. Dengan demikian nilai-nilai kepahlawanan Cut Nyak Dien, yaitu cinta tanah air, memiliki kepercayaan diri, dan tidak mudah putus asa.

Jakarta - Cut Nyak Dien adalah pahlawan nasional wanita asal Aceh. Ia lahir di Lampadang, Aceh, pada 1850 dan dibesarkan dalam keadaan memanas antara Aceh dan Belanda. Menurut buku berjudul 'Cut Nyak Dhien: Ibu Perbu dari Tanah Rencong' karangan Anita Retno Winarsih, Cut Nyak Dien juga dikenal dengan sebutan wanita dari Tanah Rencong atau wanita dari Aceh.

Cut Nyak Dien Lahir dari Keluarga Bangsawan Menurut situs Jabarprov, Cut Nyak Dien merupakan anak dari Teuku Nanta Satia dan ibunya yang keturunan bangsawan. Kakaknya bernama Teuku Rayut. Baca juga: Pattimura Pahlawan Nasional dari Tanah Maluku, Ini Sosoknya Cut Nyak Dien Menikah di Usia Muda Melansir dari situs Jakgo Smartcity Jakarta, Cut Nyak Dien menikah di usia muda dengan Teuku Ibrahim Lamnga.

Saat Lampadang diduduki oleh Belanda pada Desember 1875, Cut Nyak Dien mengungsi ke tempat lain. Suami dan ayahnya berjuang di Lempadang melawan Belanda.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Lamnga tewas dalam perjuangan di Gle Tarum, Juni 1878. Cut Nyak Dien Diperistri oleh Teuku Umar Cut Nyak Dien menikah untuk sikap kepahlawanan cut nyak dien kedua kalinya dengan Teuku Umar, saudara ayahnya. Umar adalah seorang pejuang Aceh yang terkenal dan disegani oleh pihak Belanda. Pada 1893, Teuku Umar bekerja sama dengan Belanda sebagai taktik untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang. Tiga tahun kemudian, ia berbalik berperang melawan Belanda. Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh pada 11 Februari 1899.

Cut Nyak Dien melanjutkan perjuangan di daerah pedalaman Meulaboh dan tidak mau berdamai dengan Belanda. Baca juga: Frans Kaisiepo, Sosok Pahlawan Nasional Asal Papua Cut Nyak Dien Sakit-sakitan hingga Ditangkap oleh Belanda Belanda sikap kepahlawanan cut nyak dien menangkap Cut Nyak Dien, namun tidak berhasil.

Lama kelamaan jumlah pasukannya juga berkurang. Penglihatan Cut Nyak Dien semakin rabun dan penyakit encok mulai pula menyerang. Anak buahnya merasa kasihan melihat keadaan Cut Nyak Dien.

Akhirnya, Pang Laot, seorang panglima perang dan kepercayaan Cut Nyak Dien, menghubungi pihak Belanda. Sesudah itu, pasukan Belanda datang untuk menangkapnya.

Simak sikap kepahlawanan cut nyak dien Cut Nyak Dien selanjutnya di halaman berikutnya.
Nangroe Aceh Darussalam merupakan daerah yang banyak melahirkan pahlawan perempuan yang gigih tidak kenal kompromi melawan kaum imperialis. Cut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan berhati baja yang di usianya yang lanjut masih mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda sebelum ia akhirnya ditangkap.

Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, tahun 1848, ini sampai akhir hayatnya teguh memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Wanita yang dua kali menikah ini, juga bersuamikan pria-pria pejuang.

Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertamanya dan Teuku Umar suami keduanya adalah pejuang-pejuang kemerdekaan bahkan juga Pahlawan Kemerdekaan Nasional. TJOET NJAK DIEN lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang sangat taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, uleebalang VI Mukim, bagian dari wilayah Sagi XXV. Leluhur dari pihak ayahnya, yaitu Panglima Nanta, adalah keturunan Sultan Aceh yang pada permulaan abad ke-17 merupakan wakil Ratu Tajjul Alam di Sumatra Barat.

Ibunda Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang bangsawan Lampagar. Sebagaimana lazimnya putri-putri bangsawan Aceh, sejak kecil Tjoet Njak Dien memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan agama.

Pendidikan ini selain diberikan orang tuanya, juga para guru agama. Pengetahuan mengenai rumah tangga, baik memasak maupun cara menghadapi atau melayani suami dan hal-hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari, didapatkan dari ibunda dan kerabatnya.

Karena pengaruh didikan agama yang amat kuat, didukung suasana lingkungannya, Tjoet Njak Dhien memiliki sifat tabah, teguh pendirian dan tawakal. Tjoet Njak Dien dibesarkan dalam lingkungan suasana perjuangan yang amat dahsyat, suasana perang Aceh. Sebuah peperangan yang panjang dan melelahkan. Parlawanan yang keras itu semata-mata dilandasi keyakinan agama serta perasaan benci yang mendalam dan meluap-luap kepada kaum kafir. Tjoet Njak Dien dinikahkan oleh orang tuanya pada usia belia, yaitu tahun 1862 dengan Teuku Ibrahim Lamnga putra dari uleebalang Lam Nga XIII.

Perayaan pernikahan dimeriahkan oleh kehadiran penyair terkenal Abdul Karim yang membawakan syair-syair bernafaskan agama dan mengagungkan perbuatan-perbuatan heroik sehingga dapat menggugah semangat bagi yang mendengarkannya, khususnya dalam rangka melawan kafir (Snouck Hourgronje, 1985: 107). Setelah dianggap mampu mengurus rumah tangga sendiri, pasangan tersebut pindah dari rumah orang tuanya. Selanjutnya kehidupan rumah tangganya berjalan baik dan harmonis.

Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Jiwa pejuang memang sudah diwarisi Cut Nyak Dien dari ayahnya yang seorang pejuang kemerdekaan yang tidak kenal kompromi dengan penjajahan.

Dia yang dibesarkan dalam suasana memburuknya hubungan antara kerajaan Aceh dan Belanda semakin mempertebal jiwa patriotnya. Ketika perang Aceh meletus tahun 1873, suami Tjoet Njak Dien turut aktif di garis depan sehingga merupakan tokoh peperangan di daerah VI Mukim. Karena itu Teuku Ibrahim jarang berkumpul dengan istri dan anaknya. Tjoet Njak Dien mengikhlaskan keterlibatan suaminya dalam peperangan, bahkan menjadi pendorong dan pembakar semangat juang suaminya.

Untuk mengobati kerinduan pada suaminya yang berada jauh di medan perang, sambil membuai sang buah hatinya ia menyanyikan syair-syair yang menumbuhkan semangat perjuangan. Ketika sesekali suaminya pulang ke rumah, sikap kepahlawanan cut nyak dien yang dibicarakan dan dilakukan Tjoet Njak Dien tak lain adalah hal-hal yang berkaitan dengan perlawanan terhadap kaum kafir Belanda. Begitu menyakitkan perasaaan Cut Nyak Dien akan kematian suaminya yang semuanya bersumber dari kerakusan dan kekejaman kolonial Belanda.

Hati ibu muda yang masih berusia 28 tahun itu bersumpah akan menuntut balas kematian suaminya sekaligus bersumpah hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu usahanya menuntut balas tersebut.

Hari-hari sepeninggal suaminya, dengan dibantu para pasukannya, dia terus melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya atau tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar, kemenakan ayahnya. Sumpahnya yang hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu menuntut balas kematian suami pertamanya benar-benar ditepati.

Teuku Umar adalah seorang pejuang kemerdekaan yang terkenal banyak mendatangkan kerugian bagi pihak Belanda. Perlawanan terhadap Belanda kian hebat. Beberapa wilayah yang sudah dikuasai Belanda berhasil direbutnya. Dengan menikahi Tjoet Njak Dien mengakibatkan Teuku Umar kian mendapatkan dukungan. Meskipun telah mempunyai istri sebelumnya, Tjoet Njak Dien lah yang paling berpengaruh terhadap Teuku Umar.

Perempuan inilah yang senantiasa membangkitkan semangat juangnya, mempengaruhi, mengekang tindakannya, sekaligus menghilangkan kebiasaan buruknya. Sekilas mengenai Teuku Umar. Teuku Umar terkenal sebagai seorang pejuang yang banyak taktik. Pada tahun 1893, pernah berpura-pura melakukan kerja sama dengan Belanda hanya untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang. Setelah tiga tahun berpura-pura bekerja sama, Teuku Umar malah berbalik memerangi Belanda. Tapi dalam satu pertempuran di Meulaboh pada tanggal 11 Pebruari 1899, Teuku Umar gugur.

Sejak meninggalnya Teuku Umar, selama 6 tahun Tjoet Njak Dien mengordinasikan serangan besar-besaran terhadap beberapa kedudukan Belanda. Segala barang berharga yang masih dimilikinya dikorbankan untuk mengisi kas peperangan. Cut Nyak Dien kembali sendiri lagi. Tapi walaupun tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut, dia terus melanjutkan perjuangan di daerah pedalaman Meulaboh. Dia seorang pejuang yang pantang menyerah atau tunduk pada penjajah.

Tidak mengenal kata kompromi bahkan walau dengan istilah berdamai sekalipun. Perlawanannya yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh, sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya tapi sekalipun tidak pernah berhasil.

Keterlibatan Tjoet Njak Dien dalam perang Aceh nampak sekali ketika terjadi pembakaran terhadap Mesjid Besar Aceh. Dengan amarah dan semangat yang menyala-nyala berserulah ia, “Hai sekalian mukmin yang bernama orang Aceh! Lihatlah! Saksikan sendiri dengan matamu mesjid kita dibakarnya! Mereka menentang Allah Subhanahuwataala, tempatmu beribadah dibinasakannya!

Nama Allah dicemarkannya! Camkanlah itu! Janganlah kita melupakan budi si kafir yang serupa itu! Masih adakah orang Aceh yang suka mengampuni dosa si kafir yang serupa itu? Masih adakah orang Aceh yang suka menjadi budak Belanda?” (Szekely Lulofs, 1951:59). Lama-lama pasukan Tjoet Njak Dien melemah. Kehidupan putri bangsawan ini kian sengsara akibat selalu hidup di dalam hutan dengan makanan seadanya.

Usianya kian lanjut, kesehatannya kian menurun, seiring dengan bertambahnya usia, Cut Nyak Dien pun semakin tua. Penglihatannya mulai rabun dan berbagai penyakit orang tua seperti encok pun mulai menyerang. Di samping itu jumlah pasukannya pun semakin berkurang, ditambah lagi situasi yang semakin sulit memperoleh makanan. Tapi, ketika Pang Laot Ali, tangan kanan sekaligus panglimanya, menawarkan untuk menyerah sebagai jalan pembebasan dari kehidupan yang serba terpencil dan penuh penderitaan ini, Tjoet Njak Dien menjadi sangat marah.

Pang Laot Ali tetap tak sampai hati melihat penderitaan pimpinannya. Akhirnya ia menghianatinya. Kepada Belanda ia melaporkan persembunyiannya dengan beberapa syarat, di antaranya jangan melakukan kekerasan dan harus menghormatinya.

Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien sehingga ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap pun dia masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Ketika tertangkap wanita yang sudah tak berdaya dan rabun ini, mengangkat kedua belah tangannya dengan sikap menentang.

Dari mulutnya terucap kalimat, “Ya Allah ya Tuhan inikah nasib perjuanganku? Di dalam bulan puasa aku diserahkan kepada kafir”. Tjoet Njak Dien marah luar biasa kepada Pang Laot Ali.

Sedangkan kepada Letnan Van Vureen yang memimpin operasi penangkapan itu sikap menentang mujahidah ini masih nampak dengan mencabut rencong hendak menikamnya. Tapi walaupun di dalam tawanan, dia masih terus melakukan kontak atau hubungan dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga dia pun akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat.

sikap kepahlawanan cut nyak dien berati mengingkari salah satu butir perjanjiannya dengan Pang Laot Ali. DI SUMEDANG tak banyak orang tahu perempuan ini.

Tua renta dan bermata rabun. Pakaiannya lusuh, dan hanya itu saja yang melekat di tubuhnya. Sebuah tasbih tak lepas dari tangannya, juga sebuah periuk nasi dari tanah liat.

Dia datang ke Sumedang bersama dua pengikutnya sebagai tahanan politik Belanda, yang ingin mengasingkannya dari medan perjuangannya di Aceh pada 11 Desember 1906.

Perempuan tua itu lalu dititipkan kepada Bupati Sumedang Pangeran Aria Suriaatmaja, yang digelari Pangeran Makkah. Melihat perempuan yang amat taat beragama itu, Bupati tak menempatkannya di penjara, tetapi di rumah H.

Ilyas, seorang tokoh agama, di belakang Kaum (masjid besar Sumedang). Di rumah itulah perempuan itu tinggal dan dirawat. Di antara mereka yang datang banyak membawakan makanan atau pakaian, selain karena mereka menaruh hormat dan simpati yang besar, juga karena Ibu Perbu tak bersedia menerima apapun yang diberikan oleh Belanda.

Keadaan ini terus berlangsung hingga 6 November 1908, saat Ibu Perbu meninggal dunia. Dimakamkan secara hormat di Gunung Puyuh, sebuah komplek pemakaman para bangsawan pangeran Sumedang, tak jauh dari pusat kota Sumedang. Sampai wafatnya, masyarakat Sumedang belum tahu siapa sesungguhnya perempuan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat itu, bahkan hingga kemerdekaan Indonesia.

Ketika masyarakat Sumedang beralih generasi dan melupakan Ibu Perbu, pada tahun 60-an berdasarkan keterangan dari pemerintah Belanda baru diketahui bahwa Tjoet Njak Dhien, seorang pahlawan wanita Aceh yang terkenal telah diasingkan ke Pulau Jawa, Sumedang, Jawa Barat.

Pengasingan itu berdasarkan Surat Keputusan No. 23 (Kolonial Verslag 1907:12).

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Akhirnya dengan mudah dapat dipastikan bahwa Ibu Perbu tak lain adalah Tjoet Njak Dhien yang diasingkan Belanda bersama seorang panglima berusia 50 tahun dan seorang kemenakannya bernama Teungku Nana berusia 15 tahun. Perjuangan Tjoet Njak Dien menimbulkan rasa takjub para pakar sejarah asing, sehingga banyak buku yang melukiskan kehebatan pejuang wanita ini.

Zentgraaff mengatakan, para wanita lah yang merupakan de leidster van het verzet (pemimpin perlawanan) terhadap Belanda dalam perang besar itu. Aceh mengenal Grandes Dames (wanita-wanita besar) yang memegang peranan penting dalam berbagai sektor. sumber : http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=22593 • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di sikap kepahlawanan cut nyak dien yang baru) • Klik untuk mengirim ini lewat surel kepada seorang teman(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) • saya sangat kagum akan perjuangan sang ibu perbu…tidak ada seorangpun wanita yang setara/melebihi dia dibidang perjuangan merdeka.tertangkap hanya akibat penghianatan dan kondisi yang sudah tua dengan penyakit didalam dirinya.

pantang menyerah…sungguh membuat saya terharu…jiwa patriotisme sang ibu perbu tiada tandingan…selamat jalan ibu perbu…pahlawanku !!!

cut nyak dhien peujuang kamoe,nyan mak ureung aceh,ureung aceh ken ureung bangai,ureung aceh sikap kepahlawanan cut nyak dien ureung tegas,hana goyang ngen ancaman bangsa laen,ureung aceh nyan adalah ureung yang siap matee,nanggroe aceh nyan adalah nanggroe para syuhada dan pahlawan.

bek na ureung yang peugah droe ureung aceh meunye jih hana setia ngen bangsa aceh. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain semoga tuhan mempercepat kebangkitan kaum Muslim, memulihkan kejayaan kaum Muslim, melindungi kaum Muslim dari kesesatan – terutama kemurtadan, memberi kaum Muslim tempat yang mulia diakhirat (khususnya Cut Nyak Dien)– terutama mempertemukan kita di surga dengan Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassalaam, juga bertemu dengan keluarga besar beliau, serta bertemu dengan para sahabat beliau.

Aamiin yaa rabbal ‘alamiin. Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah A’udzubillaahiminasysyaithaanirrajiim Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, Arrahmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin, Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin, Ihdinashirratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin Aamiin Bismillaahirrahmaanirrahiim Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu.

Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika. Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin. Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya. Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.

Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat. Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan dan pemimpin sikap kepahlawanan cut nyak dien Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.

Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar.

‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih. Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.

Allaahumma shalli shalatan kaamilah.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Wa sallim salaaman taamman ‘alaa Sayyyidina wa Maulaana Muhammadanil-ladzii tanhallu bihil-‘uqad. Wa tanfariju bihil-kuruub. Wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul-khawaatim. Wa yustasqal-ghamaamu biwajhihil-kariim. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.

Ya Allaah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salaam yang sempurna pula, kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad, yang dengan beliau itu Engkau lenyapkan kesusahan, Engkau tunaikan segala kebutuhan, dan diperoleh segala keinginan dan akhir hidup yang baik, serta diberi minum dari awan berkat wajahMu yang mulia.

Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan umatnya dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki. Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammadinil-habiibil-mahbuub. Syaafil ‘ilali wa mufarrijil-kuruub. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi wa baarik wa sallim.

Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad, kekasih dan yang dikasihi, (dengan izin Allah) penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya. Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaanaa Muhammadin fil-awwaliin.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaanaa Muhammadin fil-aakhirin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaanaa Muhammadin fin-nabiyyiin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaanaa Muhammadin fil-mursaliin.

Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaanaa Muhammadin fil mala-il a’laa ilaa yaumid-diin. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.

Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang kemudian. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para nabi. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para rasul.

Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para arwah hingga hari kemudian, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya. Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi sikap kepahlawanan cut nyak dien ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah nikmat Allah dan karuniaNya. Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut.

Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab. Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati.

Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab. Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah. Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk. Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka. Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

Yaa Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya. Allaahumma ahlkil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Yaa Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik. Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Yaa Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka. Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa. Yaa Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

——(doa khusus untuk khususnya Cut Nyak Dien, semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada beliau). ALLAAHUMMAGHFIRLAHA WARHAMHA WA’AAFIHA WA’FU ‘ANHA ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHA WA LAA TAFTINNAA BA’DAHA WAGHFIRLANAA WALAHA ——————— Laa ilaaha sikap kepahlawanan cut nyak dien, subhaanal ‘aziizil jabbaar Laa ilaaha illallaah, subhaanar ra-uufirrahiim Laa ilaaha illallah, subhaanal ghafuurirrahim Laa ilaaha illallaah, subhaanal kariimil hakiim Tiada tuhan selain Allaah, maha suci raja yang maha suci Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha bijaksana Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mahya pengasih lagi maha penyayang Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang Tiada tyuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha bijaksana Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil wafiyy Laa ilaaha illallaah, subhaanal lathiifil khabiir Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ma’buud Sikap kepahlawanan cut nyak dien ilaaha illallaah, subhaanal ghafuuril waduud Laa ilaaha illallaah, subhaanal wakiilil kafiil Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi Tiada tuhan selain Allaah, yang maha halus lagi maha mengetahui Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi yang disembah Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha pencinta Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung Laa ilaaha illallaah, subhaanar raqiibil hafiizh Laa ilaaha illallaah, subhaanad daa-imil qaa-im Laa ilaaha illallaah, subhaanal muhyil mumiit Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil qayyuum Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaaliqil baari’ Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi mengurus ciptaannya Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menghidupkan lagi mematikan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ciptaannya Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi menjadikan Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliyyil ‘azhiim Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil ahad Laa ilaaha illallaah, subhaanal mu’minil muhaimin Laa ilaaha illallaah, subhaanal habiibisy syahiid Laa ilaaha illallaah, subhaanal haliimil kariim Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi lagi maha besar Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi tunggal Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memberi keamanan lagi maha memelihara Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang maha mencintai lagi maha menyaksikan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil qadiim Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil aakhir Laa ilaaha illallaah, subhaanazh zhaahiril baathin Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril muta-‘aal Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadhil haajat Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang pertama lagi terdahulu Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang awal dan yang akhir Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang nyata lagi yang rahasia Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha tinggi Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memenuhi semua keperluan Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘arsyil ‘azhim Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanir rahiim Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbiyal a’laa Laa ilaaha illallaah, subhaanal burhaanis sulthaan Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il bashiir Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menguasai ‘singgasana yang besar Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang Tiada tuhan selain Allaah, sikap kepahlawanan cut nyak dien suci tuhan yang maha tinggi Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki bukti kekuasaan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang aha mendengar lagi maha melihat Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil qahhaar Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil hakiim Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ghaffaar Laa ilaaha illallaah, subhaanar ramaanid dayaan Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril akbar Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi maha mengalahkan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha bijaksana Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha pengampun Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha besar Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil ‘allaam Laa ilaaha illallaah, subhaanasy syaafil kaafi Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil baaqii Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ahad Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ardhi was samaawaati Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menyembuhkan lagi mencukupi Tiada tuhan selain Allaah, maha suci sikap kepahlawanan cut nyak dien yang maha besar lagi maha kekal Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi esa Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuurisy syakuur Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil ‘aliim Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil mulki wal alakuut Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ‘izzati wal ‘azhamah Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil haibati wal qudrah Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha membalas Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempnyai pengaruh dan kekuasaan Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘azhiim Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aalimil ghaiib Laa ilaaha illallaah, subhaanal hamidil majiid Laa ilaaha illallaah, subhaanal hakiimil qadiim Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kebesaran dan kekuasaan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menegtahui hal ghaib Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan ang maha bijaksana lagi maha terdahulu Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadiris sattaar Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il ‘aliim Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil ‘azhiim Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamis salaam Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikin nashiir Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuasa lagi maha mnutupi kesalahan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar sikap kepahlawanan cut nyak dien maha mengeahui Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha besar Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahi lagi maha damai Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha raja lagi maha penolong Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyir rahmaan Laa ilaaha illallaah, subhaanal qariibil hasanaat Laa ilaaha illallaah, subhaana waliyyil hasanaat Laa ilaaha illallaah, subhaanash shabuuris sattaar Laa ilaaha illallaah, subhaana khaaliqin nuur Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha pengasih Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha dekat kebaikannya Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha menguasai kebaikan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha penyabar lagi menutupi kesalahan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan menciptakan cahaya Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil mu’jiz Laa ilaaha illallaah, subhaanal faadhilisy syakuur Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil qadim Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil jalaalil mubiin Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaalishil mukhlish Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha utama lagi maha berterima kasih Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya keluhuran lagi maha menjelaskan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha murni lagi memurnikan Laa ilaaha illallaah, subhaanash shaadiqil wa’di Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil quwwatil matiin Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil ‘aziiz Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil ladzii laa yamuut Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang benar janjinya Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang mha benar lagi maha menjelaskan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya kekuatan lagi maha kokoh.

Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha hidup lagi tidak mati Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamil ghuyuub Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘uuyuub Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘aalamiin Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanis sattaar Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui yang ghaib Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan maha menutupi semua cacat Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan semesta alam Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha menutupi Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahiimil ghaffaar Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil wahhaab Laa ilaaha illallaah, subhaana qaadiril muqtadir Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil haliim Laa ilaaha illallaah, subhaana malikil mulk Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha pemurah Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yangmaha kuasa lagi maha memberi kekuasaan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki semua kerajaan Laa ilaaha illallaah, subhaanal baari-il mushawwir Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar Laa ilaaha illallaah, subhaanallaahi ‘amma yashifun Laa ilaaha illallaah, subhaanal jabbaaril mutakabbir Laa ilaaha illallaah, subhaanal qudduusis shubbuuh Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha perkasa Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha membangga Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dari apa yang dianggap oleh orang kafir Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dalam sosok dan sifat Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil malaa-ikati war ruuh Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil aalaa-I wanna’maa-i Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil maqshuud Laa ilaaha illallaah, subhaana hannaanil mannaan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan para malaikat dan ruh Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan pemilik tanda-tanda tinggi dan nikmat Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan raja yang menjadi tujuan Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih dan pemberi Laa ilaaha illallaah, sayyidina aadamu ‘alaihis salaam shafiyyullaah Laa ilaaha illallaah, sayyidina nuuhun ‘alaihis salaam najiyyulaah Laa ilaaha illallaah, sayyidina ibraahiimu ‘alaihis salaam khaliilullaah Sikap kepahlawanan cut nyak dien ilaaha illallaah, sayyidina ismaa-‘iilu ‘alaihis salaam dzabiihullaah Laa ilaaha illallaah, sayyidina muusaa ‘alaihis salaam kaliimullaah Laa ilaaha illallaah, sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam khaliifatullaah Laa ilaaha illallaah, sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam ruuhullaah Laa ilaaha illallaah, sayyidina sikap kepahlawanan cut nyak dien nabiyyina wa maulaana muhammadur rasuulullaah shallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was salaam Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Aadam AS pilihan Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Nuuh AS diselamatkan Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ibraahiim AS teman dekat Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ismaa-‘iil AS yang disembelih Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Muusaa AS yang diajak bicara oleh Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sikap kepahlawanan cut nyak dien Daawuudu AS salaam khalifah Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina ‘Iisaa AS ruh Allaah Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was salaam utusan Allaah Allaahummarhamnaa bibarakati tauraati sayyidina muusaa ‘alaihis salaam wa injiili sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam wa zabuuri sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam wa furqaani sayyidina wa nabiyyina wa maulaana muhammad shallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was salaam, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

Ya Allaah, kasihilah kami dengan berkah Taurat Sayyidina Muusaa AS, Injil Sayyidina ‘Iisaa AS, Zabuur Sayyidina Daawuud AS dan al-Furqaan / al-Qur-an sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallaam utusan Allaah, dengan kasihmu, yang maha penyayang.

Dan segala puji bagi Allaah, tuhan semesta. Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami. Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassalaam.

Ya Allaah, percepatlah kebangkitan kaum Muslim. Pulihkanlah kejayaan kaum Muslim, Lindungilah sikap kepahlawanan cut nyak dien Muslim dari kesesatan terutama kemurtadan. Berilah kaum Muslim tempat mulia di akhirat. Ya Allaah, jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim tetap dimiliki kaum Muslim.

Jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah dunia non Muslim dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan orang Islam. Ya Allaah, terimalah amal saleh, ampunilah amal salah, berilah tempat yang mulia di akhirat bagi para pahlawan – baik Muslim maupun anti imperialis Barat.

Ya Allaah, terimalah amal saleh, ampunilah amal salah, berilah tempat yang mulia di akhirat bagi para korban imperialis Barat maupun kaum Muslim yang tewas akibat aksi non Muslim. Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

Ya Allah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik2nya dzat yang mewarisi. ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

Ya Allah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR. Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku. Ya Allaah, dengan hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy, Asmaa’ul Husna, dan shalawat, salam dan berkah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassalaam, kami mohon segala hal yang terbaik, segala hal yang terindah bagi semesta – khususnya kami, keluarga kami dan seluruh kaum Muslim.

Yaa Allaah, dengan segala hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy, Asmaa’ul Husna, dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was salaam, kabulkanlah yaa Allaah segala doaku – yang lisan maupun tulisan. Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia sikap kepahlawanan cut nyak dien kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik. Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim.

Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassalaam. Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang.

Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya. HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘alamiin.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin. Indra Ganie – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten Org2 siapapun krn ktulusanya,dsb mnjadi pilihan2Nya utk perang melawan braneka mcm pnjajahan yg dilakukn manusia2 bangsa2 pnjajah n anteknya. Perang mulut,perang pena,perang ‘gaib’,perang adu fisik,perang brsnjata n aneka jnis prang lainya. Silahkn pilih jenis perangnya yg ssuai dimampukn olehNya, memilih smua jenis perang juga boleh. Para pnjajah n antek2nya, mereka manusia2 prusak smua tatanan khdupan pun juga sikap kepahlawanan cut nyak dien menerus mmbinasakn siapapun yg mncinta tulus kbnaran n keadilan, dgn trus menerus mmbangun pradaban2 yg tdk bradab yg menumbalkn langsung n tdk langsung puluhn ratusan ribuan jutaan nyawa khususnya di nusantara,’indonesia’ dlm kurun wkt yg sangat lama bahkn slamanya mereka gemar mentumbalkn nyawa.

Kekecewaan dan kesedihan sebagai akibat ditinggal suaminya dan darah kepahlawanan yang mengalir dari keluarganya menjadi dasar yang kuat bagi perjuangan Cut Nyak Dhien, bahkan ia pernah berjanji akan bersedia kawin dengan laki-laki yang dapat membantunya untuk menuntut bela terhadap kematian suaminya (Hazil, 1952: 43). Adalah suatu hal yang tepat apabila kemudian datang laki-laki yang bersedia, membantu Cut Nyak Dhien membalaskan dendamnya kepada Belanda dengan melakukan perjuangan dalam peperangan.

Setelah beberapa bulan menjanda, ia dipinang oleh Teuku Umar yang kebetulan adalah cucu dari kakek Sikap kepahlawanan cut nyak dien Nyak Dhien sendiri. Teuku Umar yang berjiwa muda, keras dan jalan pikirannya yang tidak mudah diduga-duga, berbeda dengan Cut Nyak Dhien yang lembut, agung, bijaksana, tabah dan sabar.

Dua pribadi yang bertolak belakang. Mulanya Cut Nyak Dhien menolak pinangan itu, tetapi karena Teuku Umar memberi restu apabila Cut Nyak Dhien ikut dalam peperangan secara langsung, ketimbang di rumah saja. Bersatunya dua kesatria ini mengobarkan kembali semangat juang rakyat Aceh. Kekuatan yang telah terpecah kembali dipersatukan. Belanda di Kutaraja mendengar juga pernikahan antara Teuku Umar sikap kepahlawanan cut nyak dien Cut Nyak Dhien. Uleebalang yang memihak Belanda merasa kecut juga mendengar pernikahan mereka.

Adapun Tgk Chik di Tiro dan kawan-kawan seperjuanganya amat mendukung pernikahan mereka. Apalagi mereka berdua terjun langsung ke dalam medan peperangan. Bukti dari ampuhnya persatuan kedua pejuang Aceh ini adalah dapat direbut kembali wilayah VI mukim dari tangan Belanda. Cut Nyak Dhien dapat pulang ke kampung halamannya lagi.

Ketika itu ayah Cut Nyak Dhien, Nanta, sudah sangat tua. Oleh karena itu, Cut Rayut diangkat menjadi uleebalang pengganti Nanta. Namun sesungguhnya, pengangkatan ini hanya sekedar kamuflase saja. Dengan diangkatnya Cut Rayut sebagat uleebalang, Cut Nyak Dhien akan bebas menjalankan politik dalam perjuangan Aceh. Kemudian, Cut Nyak Dhien kembali membangun rumah tangganya dengan Teuku Umar di Lampisang.

Rumah ini menjadi markas pertemuan para tokoh pejuang dan alim ulama yang mengobarkan semangat jihad fisabilillah. Rumah peninggalan Cut Nyak Dhien Selama Cut Nyak Dhien mendampingi Teuku Umar banyak hal yang dapat dijadikan sebagai sebuah pengalaman yang menarik.

Teuku Umar adalah sosok pejuang rakyat yang unik, ia dicintai rakyat tetapi la pernah dibenci juga. Taktik Teuku Umar di dalam peperangan menghadapi Betanda tergolong “aneh” bagi orang lain dan juga Cut Nyak Dhien. la pernah membantu Belanda, atas permintaan Gubernur Aceh Loging Tobias, untuk membebaskan Kapal Inggris yang terdampar kemudian disita oleh Teuku Imam Muda Raja Tenom.

Namun pada saat itu terjadi penyerangan terhadap awak kapal yang dilakukan oleh anak buah Teuku Umar. Sesudah peristiwa tersebut Teuku Umar kembali ke Lampisang dan ia tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Karena itu Belanda kembali bersatu dengan pejuang Aceh, tetapi pejuang Aceh tidak yakin tekad baik Teuku Umar. Persoalan ini selesai setelah kapal Nisiero baru dapat diselesaikan setelah Belanda membayar tebusan sebesar 100.000 dollar kepada Raja Tenom (Reid, 1969: 218-249).

Kejadian lain adalah ketika pada tanggal 14 Juni 1886 Teuku Umar kembali mengadakan serangan terhadap kapal Hok Canton. Kapal ini berlabuh di pantai Rigaih. Waktu itu Hansen beserta istrinya dan juru mudi Faya ditawan. Karena Hansen meninggal, maka istrinya dan Faya dibawa ke gunung. Belanda berusaha untuk mencari kontak dengan Teuku Umar, tetapi tidak ada hasilnya. Sekali lagi Gubemur Aceh menyerahkan tebusan sebesar 25.000 dollar (Sartono Kartodirdjo, 1977: 219-220).

Kali ini uang itu diberikan kepada Teuku Umar. Oleh Teuku Umar, uang itu dibagi-bagikan kepada para pejuang Aceh sebagai bukti kesetiannya kepada Aceh.

Namun kemudian ada hal yang membuat pejuang Aceh tercengang kembali. Pada tanggal 30 September 1893 Teuku Umar beserta pasukannya yang berkekuatan 250 orang secara resmi menyatakan tunduk kepada gubenur Belanda di Kutaraja.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Teuku Umar bersedia membantu Belanda untuk mengamankan Aceh. Karena itu Pasukannya diberi perlengakapan yang cukup. Teuku Umar sendiri diangkat sebagai panglima dengan gelar Teuku Umar Johan Pahlawan.

Rumahnya di Lampisang dibangun oleh pemerintah Belanda. Bentuknya disesuaikan dengan bentuk rumah seorang pejabat, lengkap dengan taman dan kebun serta fasilitas lainnya (Ibrahim, 1996: 51). Teuku Umar kemudian menjalankan tugas dari Belanda untuk merebut daerah-daerah yang masih dikuasai oleh pejuang Aceh, yang berhasil dijalankan dengan baik oleh Teuku Umar.

Namun dalam kenyataannya, apa yang dilakukan oleh Teuku Umar tersebut merupakan sebuah sandiwara besar yang dibuatnya bersama dengan istrinya, Cut Nyak Dhien.

Oleh karena itu, setelah tidak beberapa lama kemudian (kurang lebih 3 tahun), Teuku Umar pada tanggal 29 Maret 1896 ia kembali membawa pasukannya untuk bergabung kembali dengan pejuang Aceh beserta perlengkapan persenjataan pemberian Belanda. Mengetahui tindakan pengkhianatan yang dilakukan oleh Teuku Umar, Belanda mencabut jabatan sebagai panglima perang, gelar kebesaran “Johan Pahlawan” dan menyatakan perang terhadap Teuku Umar.

Rumahnya di Lampisang dibakar dan dihancurkan oleh Belanda. Akhirnya, Teuku Umar beserta Cut Nyak Dhien pergi ke daerah Barat Aceh dan bertempur habis-habisan melawan Belanda. Selama itu pula Belanda terus mengejar keberadaan pasukan Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien. Pada tanggal 11 Februari 1899 Teuku Umar berniat menyerang kedudukan Belanda di Meulaboh.

Ternyata rencana Teuku Umar ini telah diketahui oleh pihak Belanda. Belanda menanti pasukan Teuku Umar di daerah Suak Ujung Kalak Meulaboh. Di daerah ini kemudian menjadi daerah pertempuran. Teuku Umar sahid tertembak peluru dari pihak Belanda. Jenazahnya dibawa sikap kepahlawanan cut nyak dien pasukan Aceh ke daerah lain (Ibrahim, 1996: 68).

Kematian Teuku Umar didengar oleh Cut Nyak Dhien. Walaupun Teuku Umar telah sahid, Cut Nyak Dhien tidak menyerah kepada Belanda.

la bertekad untuk melanjutkan perjuangan Teuku Umar. Cut Nyak Dhien dan para pengikutnya Sejak terjunnya Cut Nyak Dhien ke arena peperangan secara langsung, bukan hanya ratusan korban yang timbul, tetapi ribuan jiwa dan jutaan uang. Sebagai pemimpin ia tidak pernah merasa lelah dan takluk. la seorang yang fanatik dan tabah. Mampu merasakan pahit perjuangan bersama-sama dengan pengikutnya. Masuk dan keluar belantara, naik dan turun gunung hingga ia uzur dan rabun tetap rencong terselip di pinggangnya dan siap terhunus untuk musuhnya.

Cut Nyak Dhien juga mendapat dukungan yang begitu besar dari teman-teman seperjuangan, setiap saat ia selalu memberikan semangat untuk memerangi kaphe kompeni melalui fatwa yang dikeluarkannya.

Senandung syair-syair perang sabil selalu dikumandangkannya. Cut Nyak Dhien didukung oleh uleebalang Meulaboh, Datuk-datuk, penghulu dan lain-lain. Mulai dari yang tinggi sampai rakyat biasa dapat dipengaruhi oleh Cut Nyak Dhien supaya memihaknya. Tulisan C. Van der Pal (Said, 1961) menyatakan bahwa: “Apa yang mereka lakukan adalah pada pokoknya karya Cut Nyak Dhien sendiri.

Serangan-serangan kelewang yang hebat-hebat dialami oleh Belanda umumnya digerakkan oleh pejuang-pejuang atas perintah Cut Nyak Dhien sendiri. Untuk selanjutnya segala perjuangan yang ada di Aceh, terutama di Aceh Besar adalah menurut petunjuknya”. Tokoh-tokoh besar yang mendampingi perjuangan Cut Nyak Dhien diantaranya Teuku Ali Baet menantunya, merupakan orang yang aktif membantu Cut Nyak Dhien, baik dengan uang maupun senjata.

Teuku Raja Nanta, adik dari Cut Nyak Dhien, yang selalu bersama-sama bergerilya mengarungi rimba. Namun kemudian berpisah karena keadaan semakin sulit akibat kepungan-kepungan Belanda. Teuku Raja Nanta terus bergerilya di pedalaman Meulaboh, dan akhimya mati Syahid pada saat kepergok dengan pasukan Belanda. Pendukung Cut Nyak Dhien lainnya yaitu Sultan Muhammad Daud Syah dan Panglimn Polim yang terus mengobarkan perang sabil di daerah Pidie.

Teuku Mayet di Tiro dan Cut Gambang anak dan menantunya yang hingga Cut Nyak Dhien berada dalam pembuangan tetap melakukan gerilya di hutan belantara Tangse dan mati syahid dalam pernyerbuan Betanda dibawah komando Schmidt di bulan Agustus 1910. Banyak lagi pejuang-pejuang lainnya yang menjadi Pendukung perjuangan Cut Nyak Dhien. Sebaliknya Belanda juga tidak henti-hentinya mengejar kemanapun gerilyawan Cut Nyak Dhien dan pengikutnya diperkirakan berada serta, terus diadakan penggerebekan dan penyerbuan-penyerbuan.

Cut Nyak Dhien berusaha keras untuk menghindarkan diri dan setiap usaha tentara Belanda untuk menangkapnya dengan cara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Tempat persembunyiannya tidak pernah diketahui oleh masyarakat biasa, banyak ketentuan-ketentuan yang diberlakukan, diantaranya penyamaran dan memakai anak-anak kecil sebagai mata-mata.

Persembunyiannya hanya terbuat dari gubuk yang ditutupi dedaunan, dilarang pemakaian api karena dapat memberikan petunjuk dengan adanya kepulan asap. Tempat menuju ke persembunyiannya dibuat menyesatkan, untuk menjaga keselamatan diadakan penjagaan oleh pengikut-pengikutnya secara bergantian.

Sebagai seorang yang telah terbiasa oleh suasana perang mulai dari pengalaman orang tua dan suaminya Teuku Cik Ibrahim dan Teuku Umar, dan juga beberapa orang saudaranya yang lain, memberikan rasa dendam dan ketegaran yang cukup mengakar di dalam batinnya.

Cut Nyak Dhien adalah seorang ibu dan seorang pemimpin di mata rakyat, memberikan ketenteraman dan harapan¬-harapan di dalam hati rakyat untuk sebuah kemerdekaan dan kedamaian. Ada dua orang Belanda yang cukup terkenal pada masa perjuangan Cut Nyak Dhien yaitu Van Heutsz sikap kepahlawanan cut nyak dien Van Daalen. Banyak sudah korban berjatuhan, selama Van Heutsz memimpin tentara di Aceh (1898-1904), kerugian yang diderita oleh rakyat Aceh telah berjumlah 20.600 orang.

Pada tanggal 8 Februari 1904 Van Daalen melakukan perjalanan panjang (long march) selama 163 hari ke pedalaman Aceh. la disertai 10 brigade marsose. Tujuannya untuk menumpas habis perlawanan rakyat Aceh yang masih aktif di Tanah Gayo (Aceh Tengah dan Aceh Tenggara). Selama perjalanan itu beberapa daerah pejuang Aceh berhasil ditaklukan.

Akibatnya ruang gerak gerilyawan semakin terbatas, meskipun demikian semangat perlawanan Cut Nyak Dhien tidak pernah padam, tetapi pendukungnya semakin melemah kekuatannya, baik secara fisik maupun mental. Secara fisik terlihat dengan situasi yang serba kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Untuk memperoleh makanan gerilyawan tidak lagi bebas berkeliaran di desa-desa karena setiap gerak-gerik yang mencurigakan ditangkap oleh marsose.

Mereka hanya memakan daun dan umbi-umbian yang ada di dalam hutan, dan berteduh pada gubuk-gubuk darurat yang siap untuk ditinggalkan guna menghindari pengejaran kompeni. Mental mereka juga mengendur dengan adanya penghacuran-penghacuran yang dilaksakan oleh kompeni terhadap kubu-kubu pertahanan tanpa meninggalkan satu manusia pun tersisa.

Selain itu, sering pula dilakukan penyandraan terhadap istri dan anak-anak mereka agar, gerilyawan itu menyerahkan diri, dan mop seperti ini tampanya sangat mengena. Cut Nyak Dhien menderita bersama pengikut-pengikutnya tanpa apapun yang dialaminya.

Harta benda habis pada suatu penyerbuan yang tiba-tiba dari pihak Belanda di bulan April 1905. Seharusnya Belanda dapat menemukan Cut Nyak Dhien di tempat persembunyiannya, tetapi karena ketangkasannya Cut Nyak Dhien dapat melarikan diri, tetapi barang- barang perbekalan dan perhiasan tidak sempat dibawa.

Hal ini mengakibatkan berkurangnya alat-alat pembantu yang dibutuhkan setiap gerilyawan. Selama enam tahun Cut Nyak Dhien memimpin perjuangan bersama pengikutnya. Kerentaan karena usia, penyakit encok, dan rabun melemahkan tubuhnya. Sumber makanan yang tidak pasti karena benar-benar telah habis. Penderitaan yang begitu berat membuat iba Pang Laot selaku panglimanya. Suatu saat pernah disampaikannya perasaan ini kepada Cut Nyak Dhien untuk menghentikan perlawanan.

Kemarahan, kemurkaan, dan caci maki yang diterima oleh Pang laot dari Cut Nyak Dhien, dengan suara keras dan murka Cut Nyak Dhien berkata: Lebih baik aku mati sikap kepahlawanan cut nyak dien rimba ini daripada menyerah kepada kafir. Walaupun demikian Pang Laot dengan berat hati mengkhianati Cut Nyak Dhien. la memutuskan untuk melapor kepada Belanda.

Pang Laot memunculkan diri di bivak Belanda yang dipimpin oleh Letnan Van Vuuren. Kehadirannya memunculkan kecurigaan, tetapi karena Pang Laot datang untuk berunding dan menyerahkan Cut Nyak Dhien, maka Letnan Van Vuuren menyambut baik kedatangannya.

Van Vuuren membawa Pang Laot kepada atasannya Van Veltman. Perundingan sikap kepahlawanan cut nyak dien, Pang Laot bersedia menyerahkan Cut Nyak Dhien dengan syarat Cut Nyak Dhien harus dijaga sebaik-baiknya, perundingan pun disepakati.

Atas kesepakatan bersama Pang Laot mencari Cut Nyak Dhien ke Pameue. Pada tanggal, 23 Oktober 1905 Van Veltman mengerahkan pasukannya sebanyak 6 brigade (satu brigade sebanyak 20 bayonet). Pencariaan pertama masih mengalami kegagalan. Pada suatu tempat di dalam rimba yang diperhitungkan gubuk milik Cut Nyak Dhien diadakan penyergapan. Walaupun kedatangan pasukan marsose yang mengejutkan pasukan Cut Nyak Dhien yang tinggal sedikit jumlahnya masih sempat melakukan perlawanan.

Perlawan yang tidak berimbang dan tergesa-gesa mengakibatkan banyaknya timbul korban. Panglima Habib Panjang yang saat itu ditugaskan Cut Nyak Dhien menjaga disitu tewas ketika hendak menyelamatkan anak buahnya (Said, 1961). Perjalanan untuk pencarian Cut Nyak Dhien dilanjutkan, Pang laot dan Van Sikap kepahlawanan cut nyak dien memutuskan untuk mencarinya ke hutan-¬hutan Beutong.

Untuk menempuh tempat ini tidaklah mudah harus naik turun gunung dan melewati hutan-hutan besar. Tiga hari lamanya perjalanan baru mencapai Beutong. Itu pun Van Veltman dan pasukannya tidak menemukan apa-apa, semua jejak telah dihapus. Pang Laot mengusulkan untuk menunggu hingga bekal habis.

Pada 7 Nopember 1905, di saat seorang anak kecil kurir Cut Nyak Dhien tertangkap oleh Pang laot, maka terungkaplah dimana pondok persembunyian Cut Nyak Dhien. Gerak cepat Van Veltman memerintahkan anak buahnya untuk menyerang pondok tersebut.

Saat itu Cut Nyak Dhien sedang bersama Cut Gambang. Perlawanan tetap dilakukan, Cut Gambang sempat melarikan diri dengan luka di dadanya (Said, 1961). Cut Nyak Dhien sudah begitu uzur, matanya rabun, berjalan pun hanya ditandu oleh pengawalnya.

Amarahnya begitu memuncak kepada Pang Laot dan Kompeni. Caci maki dan sumpah serapah dilontarkan Cut Nyak Dhien kepada keduanya.

sikap kepahlawanan cut nyak dien

Van Sikap kepahlawanan cut nyak dien menberikan rasa hormat kepada Cut Nyak Dhien, tetapi Cut Nyak Dhien merasa ini tidak ada artinya sama sekali, karena ia merasa lebih baik mati dari pada harus tunduk kepada kompeni. Sesuai dengan kesepakatan antara Pang Laot, Letnan Van Vuuren dan Kapten Van Veltman maka Cut Nyak Dhien dibawa ke Sikap kepahlawanan cut nyak dien.

Cut Nyak Dhien diperlakukan sebagaimana layaknya seorang Puteri bangsawan dengan makanan, pakaian, dan pelayanan yang baik. Simpati rakyat tidak pernah berkurang kepadanya. Dalam tahanan di Kutaradja berganti-gantian rakyat menjenguknya. Hal ini pula yang menimbulkan kecemasan kepada pemerintah kolonial.

Van Daalen yang saat itu sebagai Gubernur Belanda di Kutaradja tidak menghendaki suasana ini karena dianggap akan membahayakan, karena kemungkinan antara rakyat dengan Cut Nyak Dhien masih dapat dilakukan. Disebabkan hal di atas pada tahun 1907 Cut Nyak Dhien diasingkan ke Sumedang.

Pada tanggal 6 November 1908 Cut Nyak Dhien meninggal dalam pengasingan jauh dari keluarga dan rakyat yang dicintainya.
Mata pelajaran: IPS Sejarah Kelas: XI SMA Kategori: Perang Melawan Kolonialisme Kata kunci: sikap kepahlawanan Cut Nyak Dien Pembahasan: sikap kepahlawanan Cut Nyak Dien antara lain: a.cerdas dalam menggunakan strategi perang b.mahir dalam agama karena mampu menghafal al qur’an c.

Memiliki keberanian dan ketegasan melawan penjajah d.disiplin tinggi e.kecintaan pada tanah air f.kesetiaan pada tanah dimana dia dilahirkan yakni Aceh.

g.Memiliki daya juang h.Memiliki kepercayaan diri i.Dapat menghargai orang lain j.tidak mudah putus asa Cut Nyak Dhien berasal dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Lampadang, wilayah VI Mukim pada tahun 1848.

Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia, seorang Ulebalang VI Mukim. Ayahnya merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke-18, di mana Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir.

Karena itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien adalah keturunan Minangkabau. Sedangkan Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri Uleebalang Lampagar. Cut Nyak Dhien merupakan perempuan yang gagah berani mengangkat rencong untuk melawan VOC Belanda. Kepemimpinannya Cut Nyak Dien didasari oleh tekad, jiwa, dan semangat baja tak kenal menyerah serta keteguhan iman terhadap Allah S.W.T Cut Nyak Dien telah berhasil pula menampilkan keteladanannya yang terpuji, selaku wanita dalam kedudukan dan peranannya sebagai istri dan pendidik utama putranya.

dia memiliki bakat yang terpendam yaitu dalam berperang. Sewaktu kecil, ia memperoleh pendidikan pada bidang agama dan pendidikan dalam rumah tangga seperti memasak, melayani suami. Pada tahun 1881 hingga 1896) perang meletus Cut Nyak Dhien melakukan gerilya dan dikobarkan semangat perang fi’sabilillah. Hal buruk itu terjadi untuk Aceh, karena Teuku Umar diduga berhianat kepada rakyat Aceh, dia menjadi agen Belanda dan bergabung dengan tentara Belanda.

Teuku Umar mengikuti perintah Belanda dengan merebut daerah pejuang Aceh. Kepercayaan dan penghargaan Belanda dimanfaatkan dengan sebaik–baiknya sehingga Belanda makin lebih percaya. Tapi di balik itu Teuku Umar hanya berpura-pura saja. Pada akhirnya, Teuku Umar menunjukkan bahwa dia hanya menipu Belanda dalam sandiwara untuk mendapatkan senjata-senjata dengan mengkhianati Belanda saat ia dan pasukannya diberi senjata oleh Belanda.

Penghianatan ini disebut Het Verraad van Teukoe Oemar (penghianatan Teuku Umar). Karena Teuku Umar berkhianat pada Belanda ,maka gelar Teuku Umar dicabut Belanda Belanda mencabut gelarnya dan membakar rumahnya.

Belanda terus mengejar dan bertempur dengan Teuku Umar. Teuku Umar gugur tertembak peluru. Cut Nyak Dhien memimpin pasukan pada usianya yang ke 50 tahun melawan Kapke Ulanda. Pada tahun 1896 hingga tahun 1910, Cut Nyak Dhien memimpin perlawanan melawan Belanda di daerah pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya.

Mata Cut Nyak Dhien mulai rabun dan sering encok.Jumlah pasukannya terus berkurang, ditambah dengan sulitnya memperoleh makanan. Hal ini membuat iba para pasukannya, sehingga salah satu pasukannya bernama Pang Laot melaporkan lokasi markas Cut Nyak Dhien pada Belanda.

Lalu, segeralah Belanda menyerang markas Cut Nyak Dhien. Sebelum, Cut Nya Sikap kepahlawanan cut nyak dien ditangkap sempat mengambil rencong dan hendak membunuh Pang Laot dengan rencong, namun aksinya berhasil dihentikan oleh Belanda. Setelah tertangkap, ia dibawa ke Banda Aceh dan dirawat. Penyakitnya berangsur-angsur sembuh. Namun, Belanda khawatir kehadirannya membuat semangat perlawanan rakyat Aceh akan semakin tumbuh.

Selain itu karena terus berhubungan dengan pejuang yang belum tunduk, akhirnya Belanda kesal dan membuangnya ke Sumedang, Jawa Barat.

Tanggal 6 November 1908, Cut Nyak Dien meninggal pada umur 50 tahun Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Gujarat (India) ! * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Persia (Iran) ! … * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Mekah (Arab) ! * 20 points Jelaskan isi, bukti dasar, dan kelemahan dari teori Cina ! * 20 points Menurut anda manakah teori Islam yang paling akurat kebenarannya terkait proses masuknya Islam di Indonesia (pilih salah satu), dan tuliskan alasan anda memilih teori tersebut secara singkat dan jelas !

sikap kepahlawanan cut nyak dien

* 20 points
Cut Nyak Dhien (ejaan lama: Tjoet Nja’ Dhien, Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 – Sumedang, Jawa Barat, 6 November 1908; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional lndonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh.

Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda. Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880.

Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Cut Gambang. Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, ia bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda. Namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan memiliki penyakit encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh.

Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, keberadaannya menambah semangat perlawanan rakyat Aceh. Ia juga masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap.

Akibatnya, Dhien dibuang ke Sumedang. Tjoet Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang. Tanggal 2 Mei 1964 (Keppres No.

106 Tahun 1964) ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.Mata pelajaran: PPKN Kelas: IX SMP Kategori: Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme Barat Kata kunci: Sikap kepahlawanan yang dimiliki cut nyak meutia Pembahasan: Sikap kepahlawanan yang dimiliki cut nyak meutia 1.Tjut Meutia adalah orang yang taat beribadah.

Perempuan Aceh sikap kepahlawanan cut nyak dien zaman dahulu hanya memakai selendang tipis menutupi sebagian sikap kepahlawanan cut nyak dien dan tidak berjilba. Perempuan Aceh mulai berhijab mulai tahun 1990-an. 2.Tegas karena suaminya telah menyerah pada Belanda dan bekerjasama dengan Belanda. Oleh karena itu dia minta cerai kepada suaminya.

Suaminya membujuk agar tidak minta cerai. Tetapi karena berbeda prinsip maka Cut Meutia minta cerai. Suami Cut Meutia (Teuku Syamsarif) mengantarkan Cut Meutia ke PIrak utnuk dikembalikan kepada ayahnya. Cut Mutia dengan suka rela meninggalkan kesenangan dan kemewahan hidupnya sebagai seorang istri uleebalang, begitu mengetahui suaminya menjalin kerja sama dengan Belanda. Setelah suaminya bersedia menandatangani korte verklaring yang diajukan Belanda, Cut Nyak Meutia memilih berpisah dengan suaminya dan mengembara untuk berjuang melawan penjajahan Belanda.

Teuku Syamsarif bersedia bekerja sama dengan Belanda, sehingga Teuku Syamsarif mendapat kehormatan dan kedudukan dengan berbagai fasilitas dari Belanda. 3. Berjuang hingga titik darah penghabisan. 4. pemberani 5. pantang menyerah Cut Nyak Meutia lahir di daerah Uleebalang Keureutoe pada tahun 1870. Cut Nyak Meutia adalah putri dari Teuku Ben Daud, uleebalang Pirak yang masuk dalam wilayah Keureutoe.

Ibu Cut Nyak Meutia bernama Cut Jah putri dari Ben Seuleumak. Ibu Cut Nyak Meutia juga dipanggil Cut Mulieng karena berasal dari Gampong Mulieng. Dari kedua orang tuanya itu, Cut Nyak Meutia mempunyai empat orang saudara laki-laki, yaitu Teuku Cut Brahim, Teuku Cut Hasan, Teuku Cut Muhammad Syah dan Teuku Cut Muhammad Ali. Masa kecil Cut Nyak Meutia hidup dalam didikan agama yang diajarkan oleh para ulama yang didatangkan oleh ayahnya sebagai tenaga pengajar, sebagaimana lazimnya dilakukan oleh keluarga uleebalang di Aceh.

Hal itu membuat Cut Nyak Meutia menjadi pribadi yang taat dan teguh memegang prinsip. Ia rela berkorban apa saja baik harta benda, kedudukan dan nyawanya untuk membela agama dan bangsanya. Untuk melawan Belanda, rakyat Keuretoe dan Pirak dipersiapkan melalui pendidikam di dayah-dayah.

Di Keuereutoe saat itu terdapat sebuah dayah yang sangat terkenal yakni Dayah Teungku Beuringen. Ayah Cut Nyak Meutia, Teuku Ben Daud terus menggalakkan peperangan untuk melawan Belanda. Teuku Be Daud merupakan pengikut setia Sulthan Aceh, Muhammad Sikap kepahlawanan cut nyak dien Syah, yang saat itu sudah memindahkan pusat pemerintahan dan pertahanan ke Keumala, Pidie.

Bantuan yang diberikan Teuku Ben Daud kepada sulthan semakin besar ketika sebagian Aceh Utara sudah dikuasai Belanda. Ia mengkoordinasi rakyatnya untuk mengumpulkan perbekalan serta membentuk angkatan perang. Teuku Ben Daud yang dibantu oleh anak-anaknya, para ulama dan pengikutnya, tetap menolak untuk bekerja sama dengan Belanda. Ia tidak bersedia menandatangani Korte Verklaring yang ditawarkn Belanda meskipun beberapa uleebalang yang ada disekitarnya sudah melakukannya.

Maka perang pun berlanjut dan Belanda akhirnya bisa menuasai darah kekuasaan Teuku Ben Daud. Walaupun daerah kekuasaannya telah dikuasai Belanda, Teuku Ben Daud terus melakukan perlawanan. Teuku Ben Daud melarikan diri ke daerah hulu Krueng Jambo Aye, dari sana ia terus mengkoordinir pasukannya untuk menyerang Belanda, hingga ia syahid di sana.

Sejak tahun 1905, daerah itu pula yang digunakan Cut Nyak Meutia sebagai pusat pertahanan. Cut Nyak Meutia kemudian meninggalkan Keureuto kembali ke Pirak ke tempat ayahnya, Teuku Syamsyarif tidak pernah menjenguknya, dan bahkan tidak pernah mengirim nafkah. Karena tidak dijemput dan menafkahi istrinya sampai beberapa lama, maka Teuku Syamsyarif dinyatakan dipasah (diceraikan) dari istrinya.

Setelah bercerai, Cut Nyak Meutia terbebas dari penderitaan batin. Ia kemudian menyatakan keinginannya pada ayahnya untuk ikut berperang melawan Belanda. Tapi keinginan itu tidak dikabulkan oleh ayahnya karena Cut Nyak Meutia baru menjadi janda. Cut Meutia Memimpin Pergerakan Walaupun Pang Nanggroe suami kedua sekaligus pemimpin perlawanan telah syahid menghadap Ilahi Cut Meutia tetap melanjutkan perjuangan dan perlawanan bersenjata bersama-sama sahabat setia pejuang muslimin dan terus bergerilya naik gunung turun gunung melakukan penyerangan dan penyergapan.

Mereka tidak mau menyerah kepada Belanda. Untuk melaksanakan perjuangan yang berlanjut tersebut diperlukan seorang pemimpin yang tangguh dipercayai, serta disegani oleh lawan maupun kawan oleh karena itu, atas kesepakatan dan saran pejuang muslim pimpinan pergerakan diserahkan kepada Cut Meutia.

Jiwa semangat pejuang dan kearifannya muncul tatkala ia diminta untuk memimpin pergerakan dengan rasa haru dan senyum. Rani Rio dan Beni berteman sejak kecil Rani berasal dari suku Jawa Riau berasal dari suku Sunda dan Beni dari suku Betawi meskipun berbeda suku bangsa … mereka selalu kompak dan tidak pernah mengejek suku bangsa satu sama lain rumah mereka berdekatan sehingga sering bermain bersama suatu ketika mereka ingin jalan-jalan ke monumen sikap kepahlawanan cut nyak dien di sana ada petunjuk ondel-ondel manfaat keberagaman karakteristik individu dalam cerita tersebut adalah.​

Pahlawan dan Sikap Kepahlawanan




2022 www.videocon.com