Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini ! Berikut penjelasan mengenai sel pembentuk sperma disertai jenis pembelahan sel, hingga menjadi sel sperma yang matang / spermatozoa. Pada gambar di soal menanyakan tentang spermatogenesis atau proses pembentukan sel sperma.

Pada skema terdapat 2 pertanyaan utama, yaitu (1) jenis sel, dan (2) cara pembelahan sel. Jenis sel ada pada bentuk bulat-bulat di gambar. Sedangkan pembelahan sel ada pada tanda panah ke bawah tersebut. Jadi, beginilah urutannya: • Spermatogonium. Sel spermatogonium itu adalah sel induk sperma yang dihasilkan dari tubulus seminiferus, yang ada dalam testis. • Mitosis. Sebab pembelahan yang dilakukan lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini spermatogonium memiliki bentuk yang identik.

Ibarat difotocopy lah. • Spermatosit Primer. Jadi sel spermatogonium yang telah mengalami pembelahan atau pembentukan tadi menjadi sel spermatosit primer. • Meiosis tahap I Sebab pembelahan dari sel spermatosit primer menghasilkan dua anakan yang masing-masing anakannya memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah sel induk. Ibaratnya semangka di belah jadi 2.

• Spermatosit Sekunder. Jadi setelah spermatosit primer di belah, hasilnya membentuk 2 sel spermatosit sekunder. • Meiosis tahap II. Dari dua sel spermatosit sekunder tadi dibelah lagi dengan masing-masing anakan krimosomnya setengah dari spermatosist sekunder makanya termasuk pembelahan meiosis, karena ini pembelahan meiosis yang ke 2 maka tahap 2. • Spermatid. Tadi spermatosit sekunder kan ada 2, kemudian masing-masing dibelah secara meiosis, maka menghasilkan 4 sel, maka bentuknya dinamakan spermatid.

• Berdiferensiasi. Spermatid yang jumlahnya 4 tadi mengamali perkembangan sel, atau diferensisasi. • Spermatozoa. Hasil perkembangan dari sel / diferensiasi tersebut, jadilah sperma yang sudah matang yang disebut spermatozoa. Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini ! Skema proses spermatogensesis / pembentukan sperma yaitu: • Spermatogonium. • Mitosis. • Spermatosit Primer. • Meiosis tahap I. • Spermatosit Sekunder. • Meiosis tahap II. • Spermatid. • Berdiferensiasi.

• Spermatozoa. Itulah urutan pembentukan sel-sel sperma dari sel induk menjadi sel sperma yang matang / spermatozoa. Jawabannya Rekomendasi • Ovarium adalah tempat terjadinya (C) • Pernyataan yang benar mengenai oogenesis adalah (B) • Tahap oogenesis pada bayi perempuan yang baru lahir telah sampai pada fase (C) • Hormon yang memicu berkembangnya folikel dan penebalan dinding rahim secara berturut-turut adalah (C) • Uterus atau rahim merupakan bagian dari sistem reproduksi pada mamalia, Sebutkan salah satu fungsi uterus !

(Jawabannya) • Bagaimanakah cara penularan HIV AIDS Jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular HIV AIDS ! (Jawabannya) Kategori Kelas IX, SMP Tag Brainly, IPA Navigasi Tulisan Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma. Spermatogenesis pada manusia terjadi di testis. Pembentukan sperma dipengaruhi oleh hormon testosteron. Pembahasan Berikut ini keterangan proses pada gambar secara urut dari atas ke bawah: 1.

Spermatogonium 2.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Mitosis (pendewasaan) 3. Spermatosit primer 4. Meiosis 1 5. Spermatosit sekunder 6. Meiosis 2 7. Spermatid 8. Diferensiasi (spermiogenesis) 9. Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma pada pria dengan cara pembelahan mitosis dan meiosis.

Spermatogenesis terjadi di tubulus semeniferus atau testis. Adapun tempat menyimpan sperma sementara terjadi lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini epididimis. Pelajari lebih lanjut tentang organ reproduksi manusia di: brainly.co.id/tugas/7439629. Proses pembentukan sperma atau spermatogenesis pada manusia adalah sebagai berikut: 1 spermatogonium ----> 1 spermatosit primer ----> 2 spermatosit sekunder ----> 4 spermatid ----> 4 spermarozoa 1. Spermatogonium Spermatogonium merupakan sel induk sperma yang akan mengalami pembelahan secara mitosis sampai akhir hayat.

Spermatogonium terdiri dari 46 kromosom bersifat 2n/diploid (kromosom berpasangan). 2. Spermatosit primer Spermatosit primer merupakan hasil mitosis dari spermatogonium. Spermatosit primer akan mengalami pembelahan meiosis untuk membentuk sperma.

Spermatosit primer terdiri 46 kromosom dan bersifat 2n. 3. Spermatosit sekunder Spermatosit sekunder merupakan hasil meiosis satu dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi reduksi kromosom yaitu pengurangan jumlah kromosom dari induknya.

Spermatosit sekunder terdiri dari 23 kromosom dan bersifat n/haploid (kromosom tidak berpasangan). 4. Spermatid Spermatid merupakan hasil meiosis kedua dari spermatosit sekunder.

Spermatid terdiri dari 23 kromosom yang bersifat n / haploid (kromosom tidak berpasangan). 5. Sperma / spermatozoa Sperma merupakan hasil diferensiasi atau spermiogenesis dari spermatid. Pada tahap ini terjadi perubahan pada spermatid menjadi sperma yang memiliki kepala, leher dan ekor. Sperma terdiri dari 23 kromosom dan bersifat n / haploid dan merupakan tahap sperma yang telah matang. Pelajari lebih lanjut tentang proses oogenesis di: brainly.co.id/tugas/13770092.

Sperma yang sudah matang memiliki bagian-bagian seperti kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Bagian kepala sperma terlindungi suatu badan yang disebut akrosom berfungsi saat proses menembus lapisan dinding sel telur. Pada bagian tengahnya (leher sperma) terdapat banyak mitokondria yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma. Pelajari lebih lanjut tentang hormon reproduksi di: brainly.co.id/tugas/23226116. Detil jawaban Kelas: 9 Mapel: Biologi Bab: Sistem Reproduksi Pada Manusia Kode: 9.4.3 #AyoBelajar
Berikut ini keterangan proses pada gambar secara urut dari atas ke bawah:.

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma pada pria dengan cara pembelahan mitosis dan meiosis. Adapun tempat menyimpan sperma sementara terjadi di epididimis. Proses pembentukan sperma atau spermatogenesis pada manusia adalah sebagai berikut:. Spermatogonium merupakan sel induk sperma yang akan mengalami pembelahan secara mitosis sampai akhir hayat.

Spermatosit primer akan mengalami pembelahan meiosis untuk membentuk sperma. Sperma yang sudah matang memiliki bagian-bagian seperti kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Bagian kepala sperma terlindungi suatu badan yang disebut akrosom berfungsi saat proses menembus lapisan dinding sel telur. 4. Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini!​ Spermatogonium merupakan tahap pertama pada spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis.

Spermatosit primer merupakan mitosis dari spermatogonium.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Pada tahap ini tidak terjadi pembelahan. Spermatosit primer terbentuk dari 46 kromosom dan 4N kromatid. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 2N kromatid. Spermatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis yang kedua. Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid.

Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini ! (Jawabannya) Pada gambar di soal menanyakan tentang spermatogenesis atau proses pembentukan sel sperma. Sedangkan pembelahan sel ada pada tanda panah ke bawah tersebut. Sebab pembelahan dari sel spermatosit primer menghasilkan dua anakan yang masing-masing anakannya memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah sel induk. Dari dua sel spermatosit sekunder tadi dibelah lagi dengan masing-masing anakan krimosomnya setengah dari spermatosist sekunder makanya termasuk pembelahan meiosis, karena ini pembelahan meiosis yang ke 2 maka tahap 2.

Spermatid yang jumlahnya 4 tadi mengamali perkembangan sel, atau diferensisasi. lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini! Jawaban. A : Spermatogonium. B : Spermatosit primer. C : Spermatosit sekunder. D : Spermatid. E : Spermatozoa. Itulah tadi jawaban dari lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini, semoga membantu. Kemudian, Buk Guru sangat menyarankan siswa sekalian untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu pemasukan udara pernapasan pada manusia terjadi jika dengan penjelasan jawaban dan pembahasan yang lengkap.

Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 9 Halaman 47, 48, 49 Uji Kompetensi 1 Sistem Reproduksi pada Manusia - Ringtimes Bali Kunci Jawaban: AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Seseorang dapat tertular virus HIV apabila melakukan kontak dengan penderita AIDS seperti berhubungan seksual dengan orang lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini memiliki HIV/AIDS atau menerima transfusi darah dari orang yang memiliki HIV/AIDS.

Baca Juga: Apa Perbedaan Monera dan Protista, Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 7 Halaman 79. HIV/AIDS dapat menular apabila seseorang terkontaminasi dengan cairan yang berasal dari tubuh penderita seperti air mani, darah, dan air liur. Cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS adalah hindari hubungan seks di luar nikah, hindari penggunaan jarum suntik secara bersama atau lebih dari satu kali pemakaian, melakukan hubungan badan hanya jika sudah menikah, dan setia pada pasangan.

Baca Juga: Kunci Jawaban IPA SMP Kelas 7 Halaman 91 Uji Kompetensi BAB 2 Semester 1. Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sel Sperma pada Testis Pria Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini tahap meiosis kedua, spermatosit sekunder membelah diri lagi menjadi empat spermatid yang sama bentuk dan ukuran.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Spermatid merupakan tahap akhir sebelum akhirnya berubah menjadi sel sperma yang matang (spermatozoa) dan siap dikeluarkan bersama dengan air mani ketika seorang pria mengalami ejakulasi. Sayangnya, lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini jumlah sebanyak itu, hanya ada sekitar 100 juta sel sperma yang berhasil matang dengan sempurna pada proses akhir.

Sperma tidak bisa dilihat dengan mata telanjang karena sel ini berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 0,05 milimeter dari kepala hingga ekor. Di bagian tengah akrosom terdapat mitokondria kecil yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

Jika Anda dan pasangan berencana lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini memiliki momongan, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah salah satu resepnya. Spermatogonesis dan Oogenesis, Proses Pembuatan Manusia Spermatogenesis adalah awal dari proses pembentukan sel spermatozoa yang biasa kita kenal sebagai sperma. Dari epididimis, sperma bergerak ke bagian lain yang dinamakan vas deferens dan duktus ejakulatorius.

Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau terlalu lama melakukan kegiatan dengan kondisi panas yang berlebihan, bisa menyebabkan berkurangnya pergerakan dan jumlah sperma, serta meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen. Penggunaan obat-obatan, seperti simetidin, spironolakton dan nitrofurantoin, atau pemakaian ganja, dapat memengaruhi jumlah sperma yang dihasilkan. Pembentukan sel telur pada perempuan dimulai sejak di dalam kandungan ibu, ketika masih berbentuk janin yang sudah memiliki organ reproduksi.

Sama seperti pembentukan sperma, sel telur juga mengalami proses pembelahan yang disebut mitosis dan meiosis. DI akhir bulan ketiga usia janin, semua oogonia telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel sperma yang terjadi pada laki – laki tepatnya di bagian tubulus seminiferus.

Skema proses spermatogenesis yaitu 1. Spermatogonium (diploid) 2. Spermatosit primer (diploid) 3. Spermatosit sekunder (haploid) 4. Spermatid (haploid) 5. Sel sperma (haploid) PEMBAHASAN LEBIH LANJUT : Proses spermatogenesis berasal dari bakal sel kelamin yang aktif membelah menjadi sel sperma. Proses spermatogenesis dibantu oleh hormon gonadotropin dan hormon testosteron. Tahap pada proses spermatogenesis yaitu : Tahap 1 : Spermatogonium diploid asli pada tubulus seminiferus memiliki dua kali jumlah kromosom yang mereplikasi secara mitosis saat interfase sebelum meiosis 1 agar membentuk 46 pasang kromatid.

Tahap 2: Pada tahap ini Kromatid akan bertukar informasi genetik dengan proses sinapsis melalui meiosis menjadi spermatosit haploid. Tahap 3: Tahapan selanjutnya adalah tahap divisi meiosis yaitu dua anak sel baru lebih lanjut akan membagi diri menjadi empat spermatid yang memiliki kromosom unik, memiliki setengah jumlahnya dengan spermatogonium asli. Tahap 4: Pada tahap ini sel-sel akan bergerak melalui lumen testis ke epidimis, dimana sel tersebut akan tumbuh menjadi empat sel sperma.

Fungsi dari spermatogenesis yaitu untuk menciptakan gamet jantan dewasa yang secara efektif dapat membuahi gamet betina untuk membentuk organisme bersel tunggal yang disebut dengan zigot, yang akan mengarah ke proses pembelahan dan perbanyakan sel untuk membentuk janin. Spermatogenesis juga berfungsi untuk memiliki keturunan.

Faktor yang mempengaruhi proses spermatogenesis yaitu seperti perubahan suhu, perubahan kadar hormon, adanya penyakit dan lain sebagainya. Semoga penjelasan diatas dapat dipahami dan membantu kalian mempelajari materi ini. Nah untuk contoh soal lainnya bisa dilihat pada link berikut : brainly.co.id/tugas/3392094 brainly.co.id/tugas/759226 brainly.co.id/tugas/2680251 Mata pelajaran : IPA Biologi Kelas : IX SMP Kategori : Sistem Reproduksi pada manusia Kata Kunci : sel sperma, spermatid, spermatogenesis Kode kategori berdasarkan kurikulum KTSP : 9.4.3
Apa itu spermatogenesis?

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma di dalam testis pria. Spermatogenesis sendiri berasal dari kata ‘spermato’ yang memiliki arti benih dan ‘genesis’ yang berarti pembelahan. Sel sperma diproduksi pada bagian tubulus seminiferus di dalam testis. Di dalam dinding tubulus, banyak sel yang tersebar secara acak yang disebut sel sertoli. Sel ini berfungsi untuk memberikan makanan untuk sel sperma yang belum matang. Ketika sel sperma telah matang (spermatogonia), lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini (sel induk sperma) memperbanyak diri dengan cara mitosis dan meiosis atau pembelahan sel.

Memahami proses spermatogenesis Dari spermatogonium atau sel induk sperma, sel akan berubah menjadi spermatosit primer secara mitosis. Setelah itu, spermatosit primer membelah secara meiosis menjadi spermatosit sekunder yang berukuran sama. Pada tahap meiosis kedua, s permatosit sekunder membelah diri lagi menjadi empat spermatid dengan bentuk dan ukuran yang sama. Spermatid merupakan hasil pembelahan sel tahap akhir sebelum akhirnya berubah menjadi sel sperma yang matang (spermatozoa).

Spermatozoa akan bergerak ke dalam epididimis, tabung penyimpan sperma yang terhubung dengan testis. Spermatozoa akan siap dikeluarkan bersama dengan air mani ketika seorang pria mengalami ejakulasi. Selama proses spermatogenesis, lebih dari 300 juta spermatozoa akan diproduksi setiap harinya.

Namun, dari sebanyak itu hanya ada sekitar 100 juta sel sperma yang berhasil matang dengan sempurna pada proses pembentukan akhir. Menurut National Institutes of Health, proses pembentukan spermatozoa menjadi sel sperma matang, yang mampu membuahi sel telur, membutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan.

Faktor-faktor yang memengaruhi spermatogenesis Menurut sebuah ulasan terbitan Seminars in cell & developmental biology (2016), beberapa faktor berikut dapat memengaruhi proses pembentukan sperma. 1.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Pengaruh lingkungan Semenjak zaman Kekaisaran Romawi, paparan bahan kimia seperti timbal diduga dapat memengaruhi spermatogenesis. Saat ini, hasil studi in vitro pada sel tumbuhan dan uji pada hewan memperlihatkan efek negatif paparan bahan kimia tersebut pada sistem reproduksi pria.

Namun, penelitian yang dilakukan pada manusia belum menunjukkan bukti yang kuat mengenai dampak paparan zat kimia pada proses reproduksi pria. 2.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Faktor genetik Kelainan genetik menyumbang 15 – 30% kasus ketidaksuburan (infertilitas) pria. Ketidaksuburan pria memang tidak diturunkan secara genetik.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Namun, ada sejumlah kondisi genetik yang bisa menjadi penyebab kemandulan. Kondisi ini seperti gangguan kromosom yang bisa memengaruhi spermatogenesis seperti sindrom klinefelter, infertilitas kromosom Y, dan masalah genetik lainnya. 3. Obesitas Obesitas bisa mengakibatkan hiperestrogenisme yakni kelebihan hormon estrogen.

Kondisi ini bisa memengaruhi proses produksi sperma. Hormon estrogen yang meningkat menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron.

Kadar testosteron yang rendah bisa menghambat spermatogenesis. 4. Diabetes Diabetes mellitus menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh, termasuk testis.

Kerusakan testis akan memengaruhi proses spermatogenesis, terutama pembentukan sperma yang sehat. Gangguan yang berkaitan spermatogenesis Penelitian sebelumnya juga menyebutkan sejumlah gangguan yang berkaitan dengan spermatogenesis, di antaranya sebagai berikut. 1. Sindrom klinefelter Sindrom Klinefelter merupakan salah satu gangguan kromosom lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini yang dapat terjadi saat masa kehamilan.

Kondisi ini menyebabkan testis menjadi berukuran lebih kecil. Produksi testosteron pun menjadi lebih rendah.

Beberapa orang bahkan tidak menghasilkan sperma sama sekali. 2. Infertilitas kromosom Y Infertilitas kromosom Y menyebabkan pria menghasilkan sel sperma yang lebih sedikit, sel sperma yang berbentuk tidak normal, atau tidak memproduksi sel sperma yang matang. Kelainan spermatogenesis ini dapat mengakibatkan ketidaksuburan pada pria. Pria yang menderita kondisi ini kesulitan atau tidak bisa memiliki anak. Cara meningkatkan kualitas sperma Gaya hidup sehat dapat melancarkan proses pembentukan sperma dan menentukan produksi sperma yang sehat.

Jika Anda dan pasangan berencana untuk memiliki momongan, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut untuk meningkatkan lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini sperma.

• Berhentilah merokok.Kebiasaan merokok bisa menurunkan jumlah sperma dan meningkatkan risiko cacat morfologis spermatozoa. • Perbanyak konsumsi makanan penyubur sperma, yakni sumber vitamin E, vitamin C, vitamin A, folat, dan seng.

• Jaga berat badan tetap ideal dengan olahraga rutin untuk menghindari obesitas yang bisa menghambat proses pembentukan sperma. • Jaga kebersihan penis. Selalu bersihkan penis Anda sebelum dan sesudah berhubungan intim. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma di dalam testis. Faktor genetik, masalah kesehatan seperti obesitas, dan gaya hidup bisa memengaruhi k ualitas dan kuantitas sperma yang dihasilkan dari proses tersebut.

Menerapkan pola makan sehat, aktif bergerak, dan menjauhi kebiasaan merokok membantu menjaga sistem reproduksi dan kesehatan pria secara keseluruhan. Bundhun, P.K., Janoo, G., Bhurtu, A. et al. Tobacco smoking and semen quality in infertile males: a systematic review and meta-analysis. BMC Public Health 19, 36 (2019). https://doi.org/10.1186/s12889-018-6319-3 Neto, F. T., Bach, P. V., Najari, B. B., Li, P. S., & Goldstein, M. (2016). Spermatogenesis in humans and its affecting factors.

Seminars in cell & developmental biology5910–26. https://doi.org/10.1016/j.semcdb.2016.04.009 SF, Gilbert. (2000). Developmental Biology. 6th ed. Sunderland (MA): Sinauer Associates. NBK10095. Klinefelter syndrome.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

(2018). Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD) – an NCATS Program Retrieved April 25, 2022 from, https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/8705/klinefelter-syndrome Testes. National Institutes of Health. Retrieved April 25, 2022 from, https://training.seer.cancer.gov/anatomy/reproductive/male/testes.html Spermatogenesis.

University of Wyoming.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Retrieved April 25, 2022 from, http://www.uwyo.edu/wjm/repro/spermat.htm Spermatogenesis. Encyclopedia Britannica.

lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini

Retrieved April 25, 2022 from, https://www.britannica.com/science/spermatogenesis Klinefelter syndrome. MedlinePlus. Retrieved April 25, 2022 from, https://medlineplus.gov/genetics/condition/klinefelter-syndrome/ Y chromosome infertility. MedlinePlus. Retrieved April 25, 2022 from, https://medlineplus.gov/genetics/condition/y-chromosome-infertility/
• Spermatositogenesis, pada fase ini spermatogonium membelah melalui tahap pembelahan mitosis menghasilkan generasi sel baru berupa spermatosit.

• Meiosis, pada fase ini spermatosit mengalami 2 kali pembelahan secara berturutan dengan mereduksi sampai ½ jumlah kromosom dan jumlah DNA per sel dan menghasilkan spermatid. • Spermiogenesis, pada fase ini spermatid mengalami proses sitodiferensiasi sehingga menghasilkan spermatozoa.

Sel sperma yang terbentuk tersebut bersifat haploid (n). Sepermatogenesis tidak berlangsung secara serentak dalam semua tubulus seminiferus tetapi secara bergelombang, siklus spermatogenesis berlangsung selama kurang lebih 64 hari. Oogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang disebut oogonium.

Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari fetus perempuan. Pada akhir bulan ketiga usia fetus, semua oogonium yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan.

Pada pembelahan pertama, semua oogonium membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer. Selanjutnya, semua oosit primer membelah secara meiosis, tetapi hanya sampi fase profase I. Pembelahan meiosis tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan, ovariumnya mampu menghasilkan sekitar 200 ribu hingga 2 juta oosit primer, namun hanya sekitar 40 ribu yang tersisa saat anak perempuan pubertas dan hanya 400 yang akan matang atau berkembang sempurna.

Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan meiosis II. Pada saat itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yaitu atu sel berkuran normal disebut ootid dan satu sel lagi yang berkuran lebih kecil disebut badan polar sekunder. Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder.

Ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur).Breaking News • Sumber daya alam unggulan brunei darussalam adalah • teknik menggambar arsir lebih menekankan pada kekuatan • Pidato presiden pada tanggal 16 agustus merupakan bentuk hukum • Kapal laut dapat terapung dipermukaan air karena • Tuliskan tiga contoh dari gejala kapilaritas • Kegiatan menyalurkan barang dari produsen lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini konsumen disebut • Bagaimana perkembangan komputer jelaskan jawabanmu • Nada do mi berjarak • Jelaskan pola penyajian teks biografi • Jelaskan pola pola penyajian teks negosiasi

Proses Spermatogenesis pada Pria




2022 www.videocon.com