Mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

2.1 Qada dan Qadar A. Pengertian Qada dan Qadar Pengertian Qadha dan Qadar Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu: hukum, ketetapan, pemerintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan.

Menurut istilah Islam, yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan Qadar arti qadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, dan ukuran. Adapun menurut Islam qadar perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Firman Allah SWT: “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS .Al-Furqan ayat 2).

Untuk memperjelas pengertian qadha dan qadar, berikut ini dikemukakan contoh. Saat ini Abdurofi melanjutkan pelajarannya di SMK. Sebelum Abdurofi lahir, bahkan sejak zaman azali Allah telah menetapkan, bahwa seorang anak bernama Abdurofi akan melanjutkan pelajarannya di SMK. Ketetapan Allah di Zaman Azali disebut Qadha. Kenyataan bahwa saat terjadinya disebut qadar atau takdir.

Dengan kata lain bahwa qadar adalah perwujudan dari qadha. B. Hubungan antara Qadha dan Qadar Pada uraian tentang pengertian qadha dan qadar dijelaskan bahwa antara qadha dan qadar selalu berhubungan erat. Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadi hubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan perbuatan. Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya. Di dalam surat Al-Hijr ayat 21 Allah berfirman, yang artinya sebagai berikut: ”Dan tidak sesuatupun melainkan disisi kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.” Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah, yaitu qadar atau takdir.

Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebut mengatakan, ”sudah takdir”, maksudnya adalah qadha dan qadar. C. Kewajiban beriman kepada dan qadar Diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putihrambutnya sangat hitam.

Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Tentang keimanan Rasulullah menjawab: “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaekat-malaekat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasulnya, hari akhir dan beriman pula kepada qadar(takdir) yang baik ataupun yang buruk.

Lelaki tersebut berkata ‘Tuan benar’. “ (H.R. Muslim) Lelaki itu adalah Malaikat Jibril yang sengaja datang untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jawaban Rasulullah yang dibenarkan oleh Malaikat Jibril itu berisi rukun iman. Salah satunya dari rukun iman itu adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah SWT.

Sebagai orang beriman, kita harus rela menerima segala ketentuan Allah atas diri kita. Di dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman yang artinya: ” Siapa yang tidak ridha dengan qadha-Ku dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana-Ku yang aku timpakan atasnya, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku.” (H.R.Tabrani) Takdir Allah merupakan iradah (kehendak) Allah. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita.

Tatkala takdir atas diri kita sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita beresyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita merimanya dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui atas apa yang diperbuatnya. D. Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar Iman kepada qadha dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluknya.

Berkaitan dengan qadha dan qadar, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: ”Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaekat untuk meniupkan ruh ke dalamnya dan menuliskan empat ketentuan, yaitu tentang rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupny) sengsara atau bahagia.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).

Dari hadits di atas dapat kita ketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan.

Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.

Janganlah sekali-kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan dibawa kehadapan Khalifah Umar.

” Mengapa engkau mencuri?” tanya Khalifah. Pencuri itu menjawab, ”Memang Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri.” Mendengar jawaban demikian, Khalifah Umar marah, lalu berkata, ” Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!.” Orang-orang yang ada disitu bertanya, ” Mengapa hukumnya diberatkan seperti itu?”Khalifah Umar menjawab, ”Ya, itulah yang setimpal.

Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah”. Mengenai adanya kewajiban berikhtiarditegaskan dalam sebuah kisah. Pada zaman nabi Muhammad SAW pernah terjadi bahwa seorang Arab Badui datang menghadap nabi. Orang itu datang dengan menunggang kuda.

Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan langsung menghadap nabi, tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, ”Kenapa kuda itu tidak engkau ikat?.” Orang Arab Badui itu menjawab, ”Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah”. Nabi pun bersabda, ”Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkalah kepada Allah”.

Dari kisah tersebut jelaslah bahwa walaupun Allah telah menentukan segala sesuatu, namun manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar. Kita tidak mengetahui apa-apa yang akan terjadi pada diri kita, oleh sebab itu kita harus berikhtiar.

Jika ingin pandai, hendaklah belajar dengan tekun. Jika ingin kaya, bekerjalah dengan rajin setelah itu berdo’a. Dengan mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama kita kembalikan segala urusan kepada Allah kita kepada Allah SWT.

Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas. Mengenai hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar ini, para ulama berpendapat, bahwa takdir itu ada dua macam : 1.Takdir mua’llaq: yaitu takdir yang erat kaitannya dengan ikhtiar manusia. Contoh seorang siswa bercita-cita ingin menjadi insinyur pertanian. Untuk mencapai cita-citanya itu ia belajar dengan tekun. Akhirnya apa yang ia cita-citakan menjadi kenyataan.

Ia menjadi insinyur pertanian. Dalam hal ini Allah SWT berfirman: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” ( Q.S Ar-Ra’d ayat 11) 2.Takdir mubram; yaitu takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau tidak dapat di tawar lagi oleh manusia.

Contoh. Ada orang yang dilahirkan dengan mata sipitatau dilahirkan dengan kulit hitam sedangkan ibu dan bapaknya kulit putih dan sebagainya. E. Hikmah Beriman kepada Qada dan qadar Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Hikmah tersebut antara lain: 1.Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian Firman Allah SWT : “dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah ( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan.

” ( QS. An-Nahl ayat 53). 2.Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asakarena ia tidak menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah. Firman Allah SWT: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.

Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS.Yusuf ayat 87) Sabda Rasulullah: yang artinya” Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat kesombongan.”( HR. Muslim) 3.Memupuk sifat optimis dan giat bekerja Manusia tidak mengetahui takdir apa yang akan terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung.

Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu. Firman Allah SWT : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al- Qashas ayat 77) 4.Menenangkan jiwa Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya.

Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi Firman Allah SWT : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam sorga-Ku.” ( QS. Al-Fajr ayat 27-30) 2.2 Hari Akhir A. Pengertian / Arti Hari Kiamat (Hari Akhir) Hari Kiamat adalah peristiwa di mana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang membunuh semua makhluk di dalamnya tanpa terkecuali.

Hari kiamat ditandai dengan bunyi terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil atas perintah dari Allah SWT. Setelah semua makhuk yang hidup mati maka Allah SWT akan membali memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup terompet untuk yang kedua kali guna membangunkan orang semua yang telah mati untuk bangkit kembali mulai dari manusia pertama zaman Nabi Adam hingga manusia yang terakhir saat kiamat tiba untuk melaksanakan hari pembalasan.

Mengenai kepastian adanya Hari kiamat itu sendiri Allah menegaskan dalam firman-firmanNya, diantaranya: “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-sekali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkankemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun 64:7). “…serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (As-Syura 42:7) Dan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala yang artinya: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml 27:82).

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari kiamat), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir.” (Al-Anbiyaa’: 96-97).

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

Maka pada hari itu terjadilah kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata : Ambillah, bacalah kitabmu (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab (perhitungan) terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. (Allah berfirman): Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.” (Al-Haaqqah 69:13-34). Masih banyak ayat-ayat lain di dalam Al-Qur’an yang menegaskan tentang hari kiamat. B. Beriman Kepada Hari Akhir Percaya kepada hari akhir adalah merupakan salah satu rukun iman (arkanul iman) dan merupakan bagian utama sekali dari akidah. Bahkan sebagai unsur yang terpenting di samping beriman kepada Allah Taala.

Yang demikian disebabkan karena percaya kepada Allah Taala akan dapat meyakinkan sumber pertama yang daripadanya timbul segala yang ada di alam semesta ini, sedang percaya kepada hari akhir akan dapat meyakinkan bagaimana kejadian yang terakhir bagi segenap benda yang pernah ada itu. Dengan mengetahui di mana pangkal dan di mana ujungnya, juga mengetahui siapa sumber dan bagaimana akhir kelak kejadiannya, maka seseorang dapat mengarahkan tujuan yang harus dicapai, melukiskan ke mana harus menuju untuk dijadikan titik terakhir dari perjalanannya dan bahkan dapat pula menggunakan segala macam alat dan perantaraan guna memperoleh tujuan yang pokok serta dapat menyampaikan dirinya kepada apa yang menjadi cita-cita dan idamannya.

Apabila seseorang tidak mempunyai pengetahuan semacam ini, maka hidupnya tentu sia-sia saja, karena tidak ada tujuan dan tidak ada cita-cita. Di saat manusia sudah demikian keadaannya, pastilah ia kehilangan ketinggian rohaniah, kehilangan keutamaan yang tertinggi nilainya.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Ia hanya hidup sebagaimana hidupnya binatang yang hanya mengikuti instink belaka atau pun semata-mata mengikuti tuntutan fitrahnya belaka. Jika ini terjadi maka manusia benar-benar sudah mengalami semacam kemerosotan dan keruntuhan rohani yang sehebat-hebatnya yang akibatnya akan merusak kepribadian manusia itu sendiri. C. Macam-Macam / Jenis-Jenis Kiamat Kiamat ada dua macam, yakni : 1. Kiamat Sughra/Sughro (Kiamat Kecil) Kiamat Sughra adalah kiamat kecil yang sering terjadi dalam kehidupan manusia yaitu kematian.

Setelah mati roh seseorang akan berada di alam barzah atau alam kubur yang merupakan alam antara dunia dan akhirat. Kiamat sughra sudah sering terjadi dan bersifat umum atau biasa terjadi di lingkungan sekitar kita yang merupakan suatu teguran Allah SWT pada manusia yang masih hidup untuk kembali ke jalan yang lurus dengan taubat.

2. Kiamat Kubra/Kubro (Kiamat Besar) Kiamat kubra adalah kiamat yang mengakhiri kehidupan di dunia ini karena hancurnya alam semesta beserta isinya.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Setelah kiamat besar maka manusia akan menjalani alam setelah alam barzah / alam kubur. Kiamat kubra akan terjadi satu kali dan itu belum pernah terjadi dengan kejadian yang benar-benar luar biasa di luar bayangan manusia dengan tanda-tanda yang jelas dan pada saat itu segala amal perbuatan tidak akan diterima karena telah tertutup rapat.

D. Tanda-Tanda Hari Akhir Adapun tanda-tanda kiamat, Rasulullah SAW menjelaskan dengan beberapa haditsnya. Diantaranya: “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum adanya sepuluh tanda-tanda kiamat, yaitu tenggelam di Timur, tenggelam di Barat, tenggelam di Jazirah Arab, adanya asap, datangnya Dajjal, Dabbah (binatang melata yang besar), Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari sebelah barat, keluar api dari ujung Aden yang menggiring manusia, dan turunnya Nabi Isa.” (Hadits Riwayat Muslim).

“Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah, pen).

Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada kebajikan meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama ahlaamis sibaa’), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.

Dan syetan menjelma pada mereka (manusia) lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala, sedang mereka hidup dalam kesenangan.

Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya).

Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya.

Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari kiamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara kiamat).” (Hadits Riwayat Muslim).

“Wahai manusia, bahwasanya kamu nanti akan dihimpun Allah dalam keadaan telanjang kaki, telanjang bulat, dalam keadaan kulup (tidak dikhitan). Ingatlah bahwa orang yang mula-mula diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Ingatlah bahwa nanti ada di antara umatku yang didudukkan di sebelah kiri. Ketika itu aku berkata: Ya Tuhan, (mereka itu adalah) sahabatku.

Lalu Tuhan berkata: Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sesudah kamu (wafat).” (HR Muslim). E. Pertanggung Jawaban Mengenai pertanggungan jawab perbuatan, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pada hari kiamat, setiap hamba tak akan melangkah sebelum ditanya empat hal, yaitu tentang umur untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan (kesehatan) badannya untuk apa ia pergunakan.” (HR Tirmidzi, hadits hasan shahih, dan teks ini menurut riwayat Muslim).

Tentang dahsyatnya keadaan kiamat sampai manusia tak ingat pada lainnya, adapun penjelasannya: “Dari AisyahBahwa ia teringat Neraka lalu menangis, maka Rasulullah ` bertanya: Apa yang menyebabkan engkau menangis? Aisyah menjawab: Aku teringat pada Neraka, hingga aku menangis. Apakah pada hari kiamat kamu akan ingat pada keluargamu? Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam : Adapun di tiga tempat, orang tidak teringat pada yang lainnya, yaitu ketika ditimbang amalnya sebelum dia mengetahui berat ringannya amal kebaikannya.

Ketika buku catatan amalnya beterbangan sebelum dia mengetahui di mana hinggapnya buku itu, di sebelah kanan, kiri, atau di belakangnya. Dan ketika meniti titian/jembatan (shirath) yang terbentang di punggung neraka Jahannam sebelum dia melaluinya.” (HR Abu Daud, hadits hasan). Itulah peristiwa kiamat yang wajib kita yakini beserta tanda-tandanya. Semuanya itu merupakan hal yang ghaib, hanya Allah yang mengetahui, sedang Nabi SAW mengkabarkan itu dari wahyu Allah.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Maka hal-hal yang tak sesuai dengan penjelasan Allah dan RasulNya mesti kita tolak, meskipun datangnya dari orang yang mengaku intelek, pakar, ataupun mengaku telah menyelidiki bertahun-tahun dengan metode yang disebut ilmiah dan canggih. Sebaliknya, kalau itu datang dari Allah dan RasulNya, maka wajib kita imani. Dan beriman kepada Hari kiamat itu merupakan hal yang termasuk pokok di dalam Islam seperti tersebut di atas. Mengingkarinya berarti rusak keimanannya. F. Hikmat Mengetahui Hari akhir Alquran sangat memperhatikan persoalan hari akhir ini dikarenakan beberapa sebab, seperti: 1.

Bahwa kaum musyrikin Arab, dahulu sangat mengingkarinya dengan penentangan yang hebat sekali. Mereka tidak mempercayai sama sekali akan tibanya hari penghabisan itu.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Dalam Alquran Allah Taala menyebutkan golongan yang demikian ini sebagaimana firman-Nya: “Orang-orang yang mengingkari berkata, ‘Hal itu tidak lain lagi kecuali kehidupan kita di dunia ini saja, di sinilah kita mati dan di sini pula kita hidup.

Tidak akan ada yang merusakkan kita ini kecuali masa’ (yakni karena masa hidup sudah lama dan usia sudah tua, lalu meninggal dunia).” (Q.S.

Al-Jatsiah:24) 2. Bahwa golongan ahlulkitab (pemeluk agama Nasrani dan Yahudi), sekali pun mereka mempercayai adanya hari akhir, tetapi cara penggambaran dan pemikiran mereka terhadap tibanya hari itu sudah boleh dikata rusak dan salah sama sekali. Kaum Nasrani misalnya sama berpegang teguh akan wujudnya Yesus penebus dan penyelamat, yang telah menebus segala dosa manusia dengan dirinya, serta menyelamatkan mereka dari siksa-siksa karena kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.

Kepercayaan semacam ini sesuai benar dengan apa yang dikatakan oleh pemeluk agama Hindu dengan sistem penitisannya. Bahkan juga hampir serupa dengan kepercayaan pemeluk agama Budha. Satu dengan lainnya hampir bersamaan pendapat.

Perihal kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama Yahudi mengenai ketuhanan dan hari akhir tidak kurang rusak dan sesatnya dari kepercayaan kaum Nasrani dan Hindu. 3. Kepercayaan kepada hari akhir menyebabkan kita hidup di dunia ini mempunyai tujuan mulia sertcita-cita luhur.

Di sana ada supuncak yang hendak kita capai dengan sekuat tenaga yang ada pada diri kita. Tujuan yang terutama sekali ialah mengerjakan kebaikan, meninggalkan kemungkaran dan segala bentuk kemaksiatan, menghiasi diri dan jiwa dengan sifat-sifat yang utama serta menghindarkan diri dari kehinaan-kehinaan dan kerendahan-kerendahan yang pasti akan membahayakan dan mencelakakan tubuh dan agama, keperwiraan dan akal pikiran, bahkan juga harta.

Semua ini merupakan kesimpulan dari merealisasikan khilafah yang dibebankan oleh Allah Taala kepada kita umat manusia seluruhnya. Untuk melaksanakan semua, mutlak perlu adanya pendorong semangat dari jiwanya sendiri yang mengajak supaya selalu bergembira untuk melakukan kebaikan-kebaikan itu, juga yang dengan senang menutup seluruh jalan yang menuju ke arah keburukan dan kejahatan.

Pendorong semangat ini tentu tidak akan kokoh dan kuat, melainkan dengan jalan memperbanyak ingatan kepada Tuhan, memberikan peringatan pada siapa saja yang berbuat kesalahan, pandai memberikan gambaran serta membuat perumpamaan dan percontohan yang beraneka ragam, juga mengambil suri teladan dari peristiwa-peristiwa yang pernah ada. Maksud yang terpenting dari upaya ini agar tertanam lebih dalam akar kebaikan dalam kalbu, makin hebat kesannya dalam jiwa, lebih menjamin tercapainya tujuan yang hendak dicapai dan meletakkan segala sesuatu pada bidang atau proporsi yang sewajarnya.

Dengan melaksanakan semua ini, maka setiap pengingkar akan kembali dari kesalahannya, orang yang merasa keliru dapat membetulkan kekeliruannya sendiri dan setiap manusia akan mengarahkan tujuan amalnya yang tertinggi ke jalan yang nyata kebenarannya sehingga ia tidak akan tersesat di jalan dan tidak pula tergelincir dalam kesalahan.

2.3 Konsep tentang Usaha/Ikhtiar A. Pengertian Ikhtiar Ikhtiar berasal dari bahasa Arab (إخْتِÙŠَارٌ) yang berarti mencari hasil yang lebih baik. Adapun secara istilah pengertian ikhtiar, yaitu usaha yang dilakukan dengan segala daya upaya dan kemampuan untuk mencapai hasil terbaik. B. Pentingnya Ikhtiar Setiap manusia memiliki keinginan dan cita-cita untuk mendapat kesuksesan, tak ada seorang pun yang menginginkan kegagalan.

Hal ini karena Allah menganugerahkan kehendak kepada manusia. Jika kehendak tersebut mampu dikelola dengan baik, manusia akan menemukan kesuksesannya. Kehendak dan keinginan tidak akan pernah tercapai tanpa ada usaha untuk meraihnya. Allah Swt telah memberikan kepada manusia potensi berikhtiar atau berusaha dalam meraih mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama.

Seorang siswa yang ingin meraih nilai yang terbaik tentu harus berikhtiar. Bentuk ikhtiarnya adalah dengan tekun belajar dan sungguh-sungguh. Nilai yang baik tidak akan tercapai tanpa belajar yang sungguh-sungguh. Sekali lagi, tidak ada kesuksesan tanpa usaha dan kerja keras (ikhtiar). Allah Swt berfirman: Ù„ِÙ…ِØ«ْÙ„ِ Ù‡َØ°َا فَÙ„ْÙŠَعْÙ…َÙ„ِ العَامِÙ„ُÙˆْÙ†َ “Untuk kemenangan seperti ini hendaklah berusaha orang yang berusaha” (Ash-Shaffa t [37]: 61) Tetapi hal yang mesti diingat, tidak boleh kegigihan ikhtiar memperlemah keyakinan kepada Allah Swt.dan tidak boleh keyakinan melemahkan ikhtiar.

Hasil ikhtiar harus senantiasa dikembalikan kepada kehendak Allah Swt, karena Dialah yang Maha Kuasa. Allah Swt berfirman: Ùˆَلاَ تَÙ‚ُÙˆْÙ„َÙ†َّ Ù„ِØ´َÙŠْØ¡ٍ Ø¥ِÙ†ّÙŠِ فَاعِÙ„ٌ Ø°َÙ„ِÙƒَ غَدًا Ø¥ِلاَّ Ø£َÙ†ْ ÙŠَØ´َاءَ اللهُ ÙˆَاذْÙƒُرْ رَبَّÙƒَ إذَا Ù†َسِÙŠْتَ ÙˆَÙ‚ُÙ„ْ عَسىَ Ø£َÙ†ْ ÙŠَÙ‡ْدِÙŠْÙ†َ رَبّÙŠِ Ù„ِØ£َÙ‚ْرَبَ Ù…ِÙ†ْ Ù‡َØ°َا رَØ´َدًا “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok”, kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”.

“Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. (Al-Kahfi [18] 23-24). C. Perilaku Ikhtiar Kita adalah makhluk sempurna, kita diberikan kemampuan memilih dan berusaha tentunya berusaha menjadi lebih baik.

Allah Swt berfirman: Ø¥ِÙ†َّ اللهَ لاَ ÙŠُغَÙŠّرُ Ù…َا بِÙ‚َÙˆْÙ…ٍ Ø­َتىَّ ÙŠُغَÙŠّرُوا Ù…َا بِØ£َÙ†ْفُسِÙ‡ِÙ…ْ “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’du [13]: 11). Makna ayat ini, kita mesti berusaha untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik.

Salah satu bentuk ikhtiar dalam mewujudkan cita-cita diantaranya dengan lima upaya, yaitu: 1. Fokus ke masa depan dan cita-cita kita. Pikirkan apa yang benar-benar kita inginkan, susun rencana, gali potensi dan kelebihan kita, temukan strategi, cara dan segala kemungkinan untuk mewujudkannya.

2. Yakin dan percaya 100% bahwa kita bisa. Keyakinan adalah modal utama untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan. Segala sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini hanya seringkali belum pernah di coba.

3. Lakukan saja sesuai dengan keinginan kita. Ikuti kata hati, tulikan telingga dari orang-orang negatif dan pesimis di sekeliling kita. 4. Selesaikan apa yang telah kita mulai. Berani dan miliki mental Sang Juara. Ingat : The winner never quit, and quitter never win! Jangan pernah memalingkan mata kita sedetikpun dari garis finish.

5. Mulailah sekarang, saat ini juga. Lakukan segera apa yang kita rencanakan, apa saja. Ingat : Action is Power! Sebenarnya orang sukses bukanlah orang yang hebat tetapi mereka adalah orang yang selalu take action dan memulai lebih awal sehingga sering kali satu langkah lebih maju dari kita 2.4 Do’a dan Dosa A.

Arti Doa / Do'a Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman.

Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya. B. Tujuan Berdoa 1. Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT 2. Agar selamat dunia akhirat 3. Untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT 4. Meminta perlindungan Allah SWT dari Setan yang terkutuk C. Waktu-waktu yang tepat untuk berdoa 1.

Ketika membaca AlQuran 2. Setelah Solat wajib 3. Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud 4. Saat melaksanakan ibadah haji 5.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Saat mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama wajib dan sunah D. Adab atau Tata cara Berdoa 1. Menghadap ke Kiblat / Ka'bah 2. Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah.

Kemudian diikuti salawat nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. 3. Mengangkat kedua telapak tangan sebelum berdoa dan mengusap muka dengan telapak tangan setelah doa. 4. Melembutkan suara dan tenang saat berdoa 5. khusyuk, ikhlas dan serius 6. Berharap agar doanya diterima Allah SWT 7. Berdoa berulang-ulang di lain waktu untuk menunjukkan keseriusan kita agar dikabulkan oleh Allah SWT 8.

Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian pada Allah SWT. E. Dosa Di dalam ajaran Islam, dikenal adanya dosa besar dan dosa kecil. Namun tidak didapati rincian dalam al-Qur'an dan Hadis, dua sumber agama Islam, tentang kesalahan apa saja yang dikategorikan dosa besar dan dosa kecil. Dalam al-Qur'an, misalnya surat al-Nisa' ayat 37, dan surat al-Najm ayat 32, disebut kata kaba'ir dan kaba'ir al-ism.

Menurut Muhammad Fuad Abd al-Baqi, hanya 3 ayat dalam al-Qur'an yang mengandung kata kaba'ir atau kaba'ir al-ism. Dalam ayat-ayat itu, yang disebut kaba'ir tidak jelas. Kata kaba'ir atau kaba'ir al-ism, yang biasanya diterjemahkan dengan dosa besar dan muncul dalam al-Qur'an sebanyak 3 kali itu, semuanya tidak menyebut kesalahan apa saja yang disebut dosa besar. Hadis, yang fungsinya antara lain menjelaskan yang masih umum dalam al-Qur'an, tidak banyak membantu kita untuk dapat memahami kesalahan apa saja yang disebut dosa besar.

Dalam Hadis, justru yang terungkap hanya dosa-dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar (akbar al-kaba'ir), yaitu syirik, durhaka kepada kedua orang tua, saksi palsu, mundur dari medan perang melawan orang kafir, dan sihir.

Jika ada dosa paling besar, tentu ada dosa besar dan dosa kecil. Dengan demikian, perincian dosa-dosa besar belum jelas adanya. Bahkan, ungkapan-ungkapan dalam al-Qur'an atau Hadis yang mengacu kepada arti dosa-dosa besar belum jelas. 2.5 Wahyu A. Pengertian Wahyu Makna wahyu secara bahasa ialah sesuatu yang tersembunyi dan cepat, maksudnya ialah pemberitahuan kepada seseorang tentang sesuatu secara tersembunyi dan cepat, serta bersifat khusus bagi dia sendiri dan tersembunyi dari yang lainnya.

Wahyu, yang diterima oleh semua Nabi SAW berasal dari Allah SWT, merupakan sumber pengetahuan yang paling pasti. Namun, Al-Quran juga menunjukkan sumber-sumber pengetahuan lain disamping apa yang tertulis di dalamnya, yang dapat melengkapi kebenaran wahyu. B. Cara penurunan Wahyu Wahyu diturunkan dalam 2 cara, yaitu : 1.

Secara langsung 2. Secara tidak langsung (Kelompok Humaniora 2 Angie Erditha dkk) referensi : www.google.co.id dan wikipedia Jakarta - Iman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman ke lima. Umat muslim pun wajib untuk mengimani dan mengamalkan hal tersebut. Hari akhir pasti datang dan dialami oleh semua umat manusia.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-A'raf ayat 197 mengenai hari akhir (kiamat) yang tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya kecuali Allah SWT. Arab: يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ Latin: yas`alụnaka 'anis-sā'ati ayyāna mursāhā, qul innamā 'ilmuhā 'inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā ta`tīkum illā bagtah, yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun 'an-hā, qul innamā 'ilmuhā 'indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia.

(Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." Baca juga: Kisah dan Foto Memilukan dari Kebakaran Hutan dan Semak di Australia Berikut pengertian iman kepada hari akhir beserta dalilnya: 1.

Pengertian Iman kepada hari akhir artinya mempercayai bahwa hari kiamat suatu hari akan datang. Di mana, seluruh alam semesta hancur dan kehidupan yang kekal (akhirat) akan menanti. Setelah itu, manusia akan dimintai tanggung jawab amal ibadahnya selama di dunia. Dalam Quran ayat 47, Allah SWT berfirman bahwa amal sekecil apa pun akan ikut diperhitungkan. Arab: وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ Latin: wa naḍa'ul-mawāzīnal-qisṭa liyaumil-qiyāmati fa lā tuẓlamu nafsun syai`ā, wa ing kāna miṡqāla ḥabbatim min khardalin atainā bihā, wa kafā binā ḥāsibīn Artinya: Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala).

Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. Baca juga: Audiensi dengan Ormas-ormas Islam, Mahfud Soroti Paham Khilafah 2. Proses Terjadinya Kiamat Contoh iman kepada hari akhir dengan berdoa agar selamat di akhirat.

Selain itu, juga bertanggung jawab atas setiap perilaku yang dilakukan di dunia. Dalam Quran surat Al-Anbiya ayat 104, Allah SWT berfirman proses terjadinya hari akhir kiamat. Allah SWT akan menggulung gunung layaknya sebuah lembaran kertas. Arab: يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِۗ كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗۗ وَعْدًا عَلَيْنَاۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ Latin: yauma naṭwis-samā`a kaṭayyis-sijilli lil-kutub, kamā bada`nā awwala khalqin nu'īduh, wa'dan 'alainā, innā kunnā fā'ilīn Artinya: (Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas.

Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya. 3. Hikmah Hikmah beriman kepada hari akhir, adalah manusia bisa benar-benar memaknai tujuan kehidupan di dunia, yakni beribadah kepada Allah SWT. Sebab, hari akhir merupakan waktu pertanggungjawaban.

Selain itu, iman kepada hari akhir juga bisa membuat manusia semakin semangat menjalankan ibadah. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT ya! (pay/erd)
BAGI AHLI SEJARAH 1.KAPAN RUNTUHNYA UNI SOVIET2.BAGAIMANA JIKA INDONESIA ADALAH DIKTATOR 3.ALASAN PERANG DUNIA 1 DAN PENYEBAB 4.TANK TERBESAR DI NASI … JERMAN5.BAGAIMANA JIKA TIDAK ADA PERANG DUNIA 1 DAN 2 DAN ALASAN TIDAK PERANG DUNIA6.SEBUTKAN NEGARA DIKTATOR ERA PERANG DUNIA 1 DAN 2 7.APA EFEK BAGI LINGKUNGAN SAAT PERANG DUNIA 8.NEGARA YANG KENA NUKLIR9.SEKARANG NEGARA WIBU YAITU JEPANG NAMA ASLI JEPANG DI PERANG DUNIA KE 2 ADALAH10.MENGAPA UNI SOVIET DAN AMERIKA SERIKAT BERMUSUHANITU AJA SOAL SEJARAHHANYA BAGI ORANG PROPERANG DUNIA :V​ AWAS JANGANHAPUS SOAL INI NANTI AKU AKAN HACK YA Iman kepada Hari Akhir merupakan salah satu rukun iman yang enam.

Rukun ini bahkan merupakan salah satu rukun iman paling agung setelah rukun iman kepada Allah Ta’ala. Beriman kepada Hari Akhir sangat sering diiringkan dengan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengingat posisinya yang begitu sentral di dalam syariat, bisa dipastikan ada begitu banyak hikmah dan buah yang agung dari iman kepada Hari Akhir.

Iman kepada Hari Akhir begitu urgen bagi seorang mukmin. Tanpa adanya keimanan kepada Hari Akhir maka runtuhlah kepercayaan seseorang kepada Allah Ta’ala. Pengakuannya tidak dianggap sah secara Syar’i. Tulisan berikut ini akan menjelaskan secara ringkas berdasarkan keterangan para ulama tentang berbagai hal terkait iman kepada Hari Akhir, utamanya adalah tentang buah-buah dari iman kepada Hari Akhir.

Pengertian beriman kepada Hari Akhir menurut Dr. Muhammad Na’im Yasin adalah beriman kepada seluruh perkara yang kabarkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla di dalam kitab-Nya dan dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ mengenai berbagai peristiwa setelah kematian. Peristiwa-peristiwa tersebut berupa fitnah kubur, adzab kubur, nikmat kubur, kebangkitan, pengumpulan manusia (al-Hasyr), lembaran amal, penghitungan amal (hisab), penimbangan amal (mizan), telaga (al-Haudh), jembatan (ash-Shirath), Syafaat, surga, neraka, dan apa saja yang Allah janjikan untuk seluruh penduduk surga dan neraka.

Menurut beliau ini merupakan definisi beriman kepada hari akhir secara global.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

{INSERTKEYS} [i] Sedangkan menurut Dr. Abdul Majid Az-Zindani, yang dimaksud dengan beriman kepada hari akhir adalah beriman kepada tanda-tandanya yang pasti terjadi sebelumnya, kepada kematian dan apa saja yang terjadi setelah kematian.

Hal-hal yang terjadi setelah kematian adalah fitnah kubur (pertanyaan malaikat kepada penghuni kubur), adzab dan nikmat kubur, tiupan sangkakala, keluarnya makhluk dari kubur dan berbagai kondisi yang mengerikan dan menakutkan pada hari kiamat, rincian al-hasyr, pembagian lembaran amalan, diletakkannya timbangan, shirath, al-haudh, syafaat bagi yang diijinkan oleh Allah, surga dan kenikmatannya, neraka dan siksanya dan berbagai perkara lainnya yang diterangkan di dalam Al-Quran atau di dalam sunnah yang shahih.

[ii] Dalil Wajibnya Beriman Kepada Hari Akhir Dalil-dalil wajibnya beriman kepada Hari Akhir dari al-Quran dan As-Sunnah adalah sebagai berikut: Dalil dari al-Quran: الم ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.

(yaitu) Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

[Al-Baqarah: 1-4.] وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

[An-Nisa’: 136] إِنَّ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.

Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. [Yunus: 7-8] إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar. {/INSERTKEYS}

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

{INSERTKEYS} [Adz-dzariyat: 5] وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. [Al-Hajj: 7] Dalil dari As-Sunnah: Dalam hadits Jibril yang panjang disebutkan bahwa Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ, قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ Ia berkata lagi, “Beritahulah aku tentang Iman.” Nabi ﷺ menjawab, “ Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikat-Nya; kitab-kitab-Nya; para Rasul-Nya; Hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.” [Hadits riwayat Muslim] Baca juga: Makna Iman Kepada Malaikat Nama Lain Hari Akhir dalam Al Quran & Hadits Allah menyebutkan Hari akhir dengan berbagai nama lain.

Hal ini disebutkan dalam Al Quran. Begitu juga Rasulullah juga menyebutkan nama lain nya dalam hadits beliau. Nama Lain Hari Kiamat Dalam Al-Quran Hari Akhir memiliki banyak nama di dalam Al-Quran. Di antaranya adalah sebagai berikut: [iii] • Yaumul Qiyamah (Hari Kiamat) Allah Ta’ala berfirman, لَا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ Aku bersumpah dengan hari Kiamat, [Al-Qiyamah: 1] • Yaumul Ba’ts (Hari Kebangkitan) Allah berfirman, وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), “Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit.” [Ar-Rum: 56] • Al-Qari’ah (Hari Kiamat) Allah Ta’ala berfirman, الْقَارِعَةُ * مَا الْقَارِعَةُ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ Hari Kiamat, Apakah hari Kiamat itu?

Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? [Al-Qari’ah: 1-3] • Ath-Thaammah Al Kubra (malapetaka besar) Allah Ta’ala berfirman, فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى Maka apabila malapetaka besar (Hari Kiamat) telah datang, [An-Nazi’at: 34] • Ash-Shaakhkhah (Suara yang memekakkan telinga) Allah berfirman, فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), [‘Abasa: 33] • Al-Azifah (Yang Dekat /hari kiamat) Allah Ta’ala berfirman, أَزِفَتِ الْآزِفَةُ Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.

[An-Najm: 57] • Al-Haqqah (yang pasti terjadi) Allah Ta’ala berfirman, الْحَاقَّةُ * مَا الْحَاقَّةُ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ Hari Kiamat, Apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? [Al-Haqqah: 1-3] • Al-Waqi’ah (Hari kiamat) Allah Ta’ala berfirman, إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ Apabila terjadi hari Kiamat, [Al-Waqi’ah: 1] • As-Sa’ah (Hari kiamat) Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ Wahai manusia!

Bertakwalah kepada Tuhan-mu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. [Al-Hajj: 1] • Yaumul Fashl (Hari keputusan) Allah Ta’ala berfirman, هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ Inilah hari keputusan; (pada hari ini) Kami Kumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.

[Al-Mursalat: 38] • Yaumud Din (Hari pembalasan) Allah Ta’ala berfirman, مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ Pemilik hari pembalasan [Al-Fatihah: 4] • Yaumul Hasrah (Hari penyesalan) Allah Ta’ala berfirman, وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, [Maryam: 39] • Yaumul Khuruj (Hari keluar) Allah Ta’ala berfirman, يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ (Yaitu) pada hari (ketika) mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenarnya.

Itulah hari keluar (dari kubur). [Qaf: 42] • Al-Ghasyiyah (Hari yang menyelubungi) Allah Ta’ala berfirman, هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ Sudah sampaikah kepadamu, berita tentang hari yang menyelubungi (hari kiamat)?

{/INSERTKEYS}

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

{INSERTKEYS} [Al-Ghasyiyah: 1] • Yaumul Khulud (Hari yang abadi) Allah Ta’ala berfirman, ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ Masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi.” [Qaf: 34] • Yaumul Jam’i (Hari berhimpun) Allah Ta’ala berfirman, يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah Mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, [At-Taghabun: 9] • Yaumul Wa’id (Hari yang diancamkan) Allah Ta’ala berfirman, وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ Dan ditiuplah sangkakala.

Itulah hari yang diancamkan. [Qaf: 20] • Yaumul Hisab (Hari perhitungan) Allah Ta’ala berfirman, وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ Dan (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan-ku dan Tuhan-mu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari perhitungan.” [Ghafir: 27] • Yaumut Taghabun (Hari dibukanya kesalahan-kesalahan) Allah Ta’ala berfirman, يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ (Ingatlah) pada hari (ketika) Allah Mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan.

[At-Taghabun: 9] • Yaumut Tanaad (Hari saling memanggil) Allah Ta’ala berfirman, وَيَا قَوْمِ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ يَوْمَ التَّنَادِ Dan wahai kaumku! “Sesungguhnya aku benar-benar khawatir terhadapmu akan (siksaan) hari saling memanggil, [Ghafir: 32] • Yaumut Talaaq (Hari pertemuan) Allah Ta’ala berfirman, رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ (Dia-lah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang Memiliki Arasy, yang Menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia Kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat), [Ghafir: 15] • Yaumul Mau’ud (Hari yang dijanjikan) Allah Ta’ala berfirman, وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ * وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan demi hari yang dijanjikan.

[Al-Buruj: 1-2] • Yaumun Masyhud Allah Ta’ala berfirman, ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk).

[Hud: 103] • Yaumun ‘Asir (Hari yang serba sulit) Allah Ta’ala berfirman, فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ maka itulah hari yang serba sulit, [Al-Mudatstsir: 9] • Yaumun ‘abusun qamtharir (hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan) Allah Ta’ala berfirman, إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan.” [Al-Insan: 10] Dan masih ada nama-nama yang lainnya yang menunjukkan atas besarnya hari tersebut.

Baca juga: Hikmah Beriman Kepada Perkara Ghaib Nama Lain Hari Akhir Dalam hadits Sedangkan nama Hari Akhir di dalam hadits yang paling sering dipakai adalah yaumul qiyamah dan As-Sa’ah. Hal ini sebagaimana dalam hadits berikut ini dan yang lainnya. Kami sengaja hanya memberikan dua contoh saja karena yang lain begitu banyak jumlahnya.

Dari Jarir bin Abdillah dia berkata, – خَرَجَ عَلَيْنَا رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لَيْلَةَ البَدْرِ، فَقالَ: إنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ يَومَ القِيَامَةِ كما تَرَوْنَ هذا، لا تُضَامُونَ في رُؤْيَتِهِ.

”Rasulullah ﷺ keluar menuju kepada kami pada malam bulan purnama. Kemudian beliau bersabda, “ Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian pada Hari Kiamat sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Kalian tidak mengalami kesusahan dalam melihat-Nya.” [Hadits riwayat Al-Bukhari no. 7436.] Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا.

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda as-Sa’ah (hari Kiamat) adalah diangkatnya ilmu, kebodohan semakin kuat, diminumnya khamr, dan perzinaan merajalela.” [Hadits riwayat Al-Bukhari: 80] Baca juga: Makna Iman Kepada Kitab-Kitab Tanda-Tanda Hari Akhir Allah merahasiakan waktu terjadinya kiamat terhadap hamba-hamba-Nya, tetapi Allah memberitahu mereka akan tanda-tanda yang menunjukkan kiamat sudah dekat.

Al-Quran menamakan tanda-tanda itu dengan Asyrath As-Sa’ah. Allah Ta’ala berfirman, فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً فَقَدْ جَاء أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ -١٨ Maka apa lagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang.

Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila (hari Kiamat) itu sudah datang? [Muhammad: 18] [iv] Tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam hadits-hadits dapat diklasifkasikan menjadi dua: yaitu tanda tanda kecil dan tanda -tanda besar.

Tanda – tanda kecil dapat dibagi menjadi dua yaitu yang telah terjadi dan belum terjadi. Yang telah terjadi ada yang telah berakhir, ada yang kemunculannya tidak sekaligus tetapi nampak sedikit-sedikit, ada yang terjadi berulang-ulang dan ada yang di masa datang lebih banyak dari yang telah terjadi di masa lampau.

[v] Tanda-tanda kecil dari Hari Kiamat Tanda-tanda kecil dari Hari Kiamat sangatlah banyak. Yang kami tuliskan ini hanyalah sebagian kecil saja.

Berdasarkan hadits-hadits yang shahih, di antaranya adalah sebagai berikut: [vi] • Diutus dan wafatnya Rasulullah ﷺ [Dalam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Sahal bin Sa’ad] • Terbelahnya bulan.

[dalam hadits riwayat Muslim no. 2159 dan 2802 dari Anas bin Malik radhiayllahu ‘anhu] • Api Hijaz menerangi punuk unta di Bashrah. [Hadits riwayat Al-Bukhari di dalam Fathul Bari XIII, hal. 78 dan Muslim no. 2902 dan 2227.] • Terhapusnya jizyah dan pajak. {/INSERTKEYS}

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

{INSERTKEYS} [Shahih Muslim no. 2220 dan 2896 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.] • Peperangan dan penaklukan oleh kaum Muslimin. [Haditsnya sangat banyak. Salah satu di antaranya hadits dari Adi bin Hatim riwayat Al-Bukhari no.

3595 Bab Manaqib.] • Munculnya dajjal-dajjal yang mengaku Nabi. [Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim] • Diangkatnya ilmu, • Banyaknya kebodohan, • Banyak perzinaan, • Banyaknya konsumsi khamr, • Sedikitnya lelaki dan banyaknya wanita sampai perbandingannya 50:1. [Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim] • Banyak terjadi pembunuhan. [Hadits riwayat Ahmad dengan sanad shahih dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu] • Banyaknya fitnah dan Perpecahan umat.

[Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Hudzaifah Ibnul Yaman] Dan masih banyak lagi yang lainnya yang tidak disebutkan di sini. Mudah-mudahan penyebutan sebagian tanda-tanda kecil kiamat ini bisa memberikan sedikit gambaran.

Tanda-tanda besar dari Hari Kiamat Sedangkan tanda-tanda besar Hari Kiamat ada 10 sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Hudzaifah bin Asid Al Ghifari. Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, “Nabi ﷺ mendatangi kami saat kami sedang berbincang-bincang. Nabi ﷺ bertanya, “ Kalian sedang membicarakan apa?” Para sahabat menjawab, “Kami sedang berbicara tentang kiamat.” Maka Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya kiamat itu tidak akan pernah terjadi sampai kalian melihat sebelumnya ada 10 tanda.” Lalu Nabi menyebutkan ﷺ asap, Dajjal, binatang (yang keluar dari bumi /Dabatul ardhi) , terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga penenggelaman bumi (khasf) yaitu di timur, di barat dan di Jazirah Arab dan yang terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya.” • Asap, • Dajjal, • Binatang (yang keluar dari bumi /Dabatul ardhi) , • Terbitnya matahari dari barat, • Turunnya Nabi Isa bin Maryam, • Ya’juj dan Ma’juj, • Tiga penenggelaman bumi (khasf) yaitu di timur, • di barat dan • di Jazirah Arab • dan yang terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya.

Baca juga: Hikmah Iman Kepada Para Rasul Buah Iman Kepada Hari Akhir Iman kepada Hari Akhir memiliki buah yang banyak nan agung, di antaranya menurut Syaikh Abdullah bin Shalih al-Qushayyir adalah sebagai berikut: • Pahala dan ganjaran yang besar.

Iman kepada hari Akhir termasuk bagian dari iman kepada yang ghaib. Allah telah memberikan janji kepada orang yang beriman kepada yang ghaib dengan memberikan petunjuk dan pahala yang besar, rezeki yang mulia dan kemenangan yaitu berhasil mendapatkan apa saja yang disukai dan selamat dari segala yang ditakuti di dunia dan akhirat. • Bersungguh-sungguh dalam memperbanyak dan menambah amal shalih sesuai syariat dengan harapan agar memperberat timbangan, memperbesar pahala, meninggikan derajatnya dan menghapus dosa-dosanya.

• Bersikap waspada terhadap segala maksiat dan pelanggaran syariat serta membiasakan bertaubat nasuha dari segala kesalahan karena berhati-hati dari sanksi di akhirat.

• Menghibur orang beriman terhadap hilangnya sesuatu dari dunia ini karena mengharapkan ganti dan hasil yang baik dan balasan pahala yang besar di akhirat nanti. • Melakukan sebab-sebab yang mengantarkan kepada husnul khatimah berupa berpegang teguh dengan amal shalih yang Allah bukakan untuknya.

Sesungguhnya setiap hamba dibangkitkan sesuai dengan keadaan ketika dia meninggal dunia. Selain itu juga dengan berdoa untuk mendapatkan husnul khatimah. Juga bersikap waspada dari kezhaliman dan pelanggaran syariat karena khawatir meninggal saat melakukan hal tersebut. • Memperhatikan persoalan kubur dan keadaan barzakh dengan melakukan sebab-sebab untuk bisa teguh saat ditanya oleh Malaikat kubur dan apa saja yang bisa menghasilkan keteguhan seperti ikhlas kepada Allah dalam bertauhid, istiqamah di atas syariat, ittiba’ kepada Nabi ﷺ dalam semua hal tersebut.

Juga bersikap waspada terhadap segala yang menyebabkan kesesatan dalam menghadapi ujian dan mendapatkan siksa setelahnya seperti keraguan dan taklid buta serta menyimpang dari al-Quran, terjerumus ke dalam berbagai bid’ah dan syirik.

Demikian juga, menjauhi segala hal yang telah jelas ditetapkan oleh nash nash syar’i bahwa hal itu merupakan sebab adzab kubur seperti meninggalkan shalat, tidak bersuci dari kencing, melakukan ghibah dan namimah dan seterusnya. • Mencintai apa yang Allah cintai baik berupa orang, tempat, perkataan, perbuatan dan keadaan karena hal itu akan membantu untuk beramal shalih dan akan diberi pahala di akhirat.

{/INSERTKEYS}

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Juga membenci apa yang Allah Ta’ala benci serta menjauhinya karena hal itu merupakan sebab-sebab pelanggaran dan akan mendapatkan sanksi di akhirat nanti. [vii] Urgensi Iman Kepada Hari Akhir Urgensi Iman Kepada Hari Akhir menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al Munajid secara ringkas adalah sebagai berikut: • Iman kepada Hari Akhir merupakan salah satu rukun iman yang besar yang menjadi pondasi keimanan seorang hamba, dan aqidahnya menjadi lurus dengannya, serta tidak akan sah agamanya tanpanya dan merupakan amal kebajikan tertinggi yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

• Mengingkari rukun iman ini merupakan asas kesesatan dan pintu kerugian, wal-‘iyadzu billah. Oleh karenanya, iman kepada Hari Akhir diiringkan dengan iman kepada Allah. • Iman kepada Hari Akhir merupakan asas yang kokoh bagi bangunan akidah wal-wala’ wal bara’ (kesetiaan – pembelaaan dan permusuhan-kebencian) seorang mukmin.

wala’ (kesetiaan dan pembelaan) seorang mukmin hanyalah kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. • Iman kepada Hari Akhir merupakan perkara yang bersifat darurat agar bisa mendapatkan manfaat dari pesan-pesan syar’i (mauizhah syariyyah). • Iman kepada Hari Akhir merupakan asas yang mendorong seorang hamba untuk mengikhlaskan agama hanya untuk Allah Ta’ala dan meninggalkan semua agama dan idiologi orang musyrik dan atheis. • Iman kepada Hari Akhir mendorong manusia menuju sikap ikhlash untuk Allah Ta’ala karena dia mengetahui bahwa pada hari kiamat Allah tidak akan menerima sekutu.

• Iman kepada Hari Akhir merupakan asas berhukum kepada syariat Allah dan merasa lapang dada terhadap hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya baik berupa perintah, larangan, adab dan akhlak. • Iman kepada hari akhir merupakan asas yang kokoh untuk merubah persoalan berhukum kepada syariat dari sekedar keridhaan hati dan pengakuan lisan menuju realitas praktis dengan anggota badan dan pelaksanaan perintah Allah serta berhenti dari apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

[viii] Baca juga: Makna Iman Kepada Qadha’ dan Qadar Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Qushayyir mengatakan bahwa datangnya Hari Akhir itu memiliki banyak hikmah yang terang di sebagian ayat-ayat yang muhkamat, seperti firman Allah Ta’ala: لِيُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ كَفَرُواْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَاذِبِينَ -٣٩- Agar Dia Menjelaskan kepada merekaapa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang yang berdusta.

[An-Nahl: 39] لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ -٤- وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِّن رِّجْزٍ أَلِيمٌ -٥- وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ -٦ agar Dia (Allah) Memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.

Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih. Dan orang-orang yang diberi ilmu (ahli kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhan-mu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji.

[Saba’: 4-6] Secara global hikmah-hikmah tersebut adalah sebagai berikut: • Menegaskan kebenaran apa yang telah diberitakan oleh Rasulullah ﷺ dan keterangan yang ada di dalam kitab-kitab tentang persoalan hari kiamat dan apa saja yang terjadi di dalamnya. • Menjelaskan pembenaran terhadap para ahli ilmu dan iman yang membenarkan Hari Akhir dan beramal untuknya serta menyeru kepadanya berdasarkan metode (Minhaj) para Nabi dan Rasul.

• Terlihat jelas kedustaan orang-orang kafir dalam apa saja yang mereka ingkari dan mereka berpaling darinya serta kerugian mereka di dalamnya. • Memberikan keputusan hukum di antara para makhluk dengan kebenaran serta mengembalikan hak-hak kepada yang memilikinya.

• Memberikan balasan kebaikan kepada orang-orang yang berbuat baik dan memberikan balasan setimpal kepada orang-orang yang telah berbuat keburukan. [ix] Contoh Perilaku yang mencerminkan Iman Kepada Hari Akhir Ada begitu banyak contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Hari Akhir.

Di sini hanya diberikan satu contoh yang bisa dijadikan teladanyaitu Sikap seorang sahabat ‘Umair mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama Humam radhiyallahu ‘anhu yang menggambarkan imannya yang kuat terhadap surga dan balasan yang besar di Hari Akhir nanti.

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata, “Rasulullah ﷺ mengutus Busaisah sebagai mata-mata untuk mengintai pergerakan kafilah Abu Sufyan. Busaisah lalu datang sedangkan di rumah tidak ada seorang pun selain saya dan Rasulullah ﷺ. Anas berkata, “Saya tidak tahu apakah beliau mengecualikan sebagian dari isterinya (untuk mendengar berita rahasia) atau tidak.” Anas melanjutkan, “Lantas Busaisah menyampaikan laporannya.

Kemudian Rasulullah ﷺ keluar dan bersabda, “Kita berangkat sekarang untuk suatu tujuan, siapa yang telah siap kendaraannya maka berangkatlah bersama kami.” Lantas beberapa orang laki-laki meminta izin kepada beliau untuk mengambil kendaraannya di luar kota Madinah, namun beliau bersabda, “Tidak, hanya orang-orang yang kendaraanya telah siap saja.” Kemudian Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya berangkat sehingga mereka lebih dahulu tiba di Badar daripada kaum musyrikin. Tidak lama kemudian kaum musyrikin tiba, maka Rasulullah ﷺ bersabda, “ Kalian jangan melakukan tindakan apa pun sebelum ada perintah dariku.” Ketika kaum musyrikin semakin dekat, maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Majulah kalian menuju surga, yang luasnya seluas langit dan bumi.” Anas berkata, “Tiba-tiba ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata, “Wahai Rasulullah, surga yang luasnya seluas langit dan bumi?” Beliau menjawab: “Ya.” ‘Umair berkata, “Wah, wah!” Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Mengapa kamu berkata demikian?” Umair menjawab, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, saya tidak mengucapkannya kecuali karena saya mengharap semoga saya menjadi penghuninya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya kamu termasuk penghuninya.” Kemudian dia mengeluarkan beberapa butir kurma dari dalam sakunya dan memakannya sebagian.

Sesudah itu dia berkata, “Jika aku hidup sampai aku menghabiskan semua kurmaku ini, itu adalah kehidupan yang lama.” Lalu dia membuang kurma yang masih tersisa di tangannya kemudian dia menyerang orang-orang musyrik tersebut hingga gugur.” [Hadits riwayat Muslim no.

1901] Demikian tadi pembahasan tentang iman kepada Hari Akhir dan berbagai hal yang terkait dengannya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dan menjadi pemberat timbangan amal shaleh bagi penulisnya.

Apabila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu karena rahmat Allah semata. Dan bila ada kesalahan dan kekeliruan maka itu dari kami dan dari setan. Semoga Allah Ta’ala berkenan mengampuni semua kesalahan kami. [i] Al-Iman, Dr. Muhammad Na’im Yasin, hal. 43. [ii] Al-Iman, Dr. Abdul Majid Az-Zindani, hal. 111. [iii] https://www.alukah.net/sharia/0/99441/ [iv] Ensiklopedia Kiamat, Dr.

Umar Sulaiman Al-Asyqar, PT. Serambi Ilmu Semesta, cetakan ke 3, Ramadhan 1426/ Oktober 2005, Jakarta. Hal. 124. [v] Ibid, hal. 132. [vi] Ibid, hal.

133-156 secara ringkas. [vii] https://www.alukah.net/sharia/0/115681/ [viii] https://almunajjid.com/courses/lessons/361 [ix] https://www.alukah.net/sharia/0/112501/
Iman kepada hari akhir merupakan suatu yang wajib kita imani sebagai umat muslim, walaupun kita tidak mengetahui kapan akan datangnya hariakhir tetapi di Al-Qur’an sudah dituliskan diwajibkan untuk semua kaum muslimin untuk mengimaninya, mengimani hari akhir adalah satu satu cara agar kita biasa selalu meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, Karena dari kita sudah banyak yang terlena dengan kehidupan duniawi, yang hanya mengedepankan kehidupan duniawi dan membelakangkan dunia akhirat.

Beriman kepada hari akhir merupakan ciri mukmin dan muttaqin (orang-orang yang bertaqwa). Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: Yang dimaksud dengan Hari Akhir adalah kehidupan yang kekal sesudah kehidupan dunia yang fana ini berakhir termasuk proses dan peristiwa yang terjadi pada Hari itu, mulai dari kehancuran alam semesta dan seluruh isinya serta berakhirnya seluruh kehiduan (Qiyamah), kebangkitan seluruh umat manusia dari alam kubur (Ba’ats), dikumpulkannya seluruh umat manusia di padang Mahsyar (Hasyr), perhitungan seluruh amal perbuatan tersebut untuk mengetahui perbandingan amal baik dan amal buruk (Wazn), samapai kepada pembalasan dengan surge atau neraka (Jaza’).

Akan tetapi pembahasan tentang Hari Akhir dimulai dari pembahasan tentang alam kubur karena peristiwa kematian sebenarnya sudah merupakan kiamat kecil (Al-Qiyamah As-Sughra), dan juga karena orang-orang yang sudah meninggal dunia telah memasuki bagian dari proses transisi dari kehidupan di dunia menuju kehidupan di akhirat.

Alam transisi tersebut dinamai dengan alam Barzakh. Beriman kepada hari akhir berarti meyakini dengan sepenuh hatiadanya pembalasan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Hari akhir itu abadi dan tidak berakhir hari-hari di dunia ini.

Ada tiga golongan manusia dalam menanggapi adanya hari akhir.

mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama

Ketiga golongan mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama adalah sebagai berikut : 1. Golongan pertama adalah kelompok manusia yang mengingkari atau tidak percaya akan adanya hari akhir. Mereka mempunyai anggapan bahwa manusia mati tídak ada lagi kehidupan.

Satu-satunya kehidupan adalah kehidupan di dunia ini setelah manusia mati habislah perkara. Golongan ini disebut ateis atau mulhid (tidak memercayai adanya Tuhan ). 2. Golongan kedua adalah kelompok manusia yang memercayai akan adanya Reinkarnasi. Reinkarnasi adalah penjemaal roh manusia yang telah mati. Apabila selama hidup beramal baik, ia akan lahir kembali menjadi manusia yang lebih baik atau lebih mulia, sebaliknya apabila selama hidupnya beramal buruk, ia akan lahir dalam bentuk yang buruk.

Kepercayaan ini banyak dianut oleh pemeluk agama ardi (agama buatan manusia) 187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.

kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”. Tidaklah kiamat terhadi sehingga matahari terbit dari tempat tenggelamnya (barat).

Maka apabila matahari telah terbit dari barat, berimanlah semua manusia. (namun) tidaklah berguna imannya itu, kecuali apabila telah beriman sebelum peristiwa itu dan telah berbuat baik atas dasar keimanannya itu (HR.

Muslim) Ada tiga perkara, apabila telah keluar tidaklah bermanfaat iman seseorang, kecuali apabila telah beriman sebelumnya dan telah beramal baik dengan keimanannya tesebut (Tiga perkara tersebut) ialah terbitnya matahar idari arah barat, keluarnya dajal, dan keluarnya hewan yang aneh dari dalam bumi (HR. Muslim) Beriman pada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima oleh karena itu sebagai umat islam kita wajib mempercayai akan datangnya hari akhir tersebut.

Beriman pada hari akhir mempunyai beberapa manfaat antara lain selalubertindak hati-hati dan penuh pertimbangan, selalu berada dalam kebenaran, dan memanfaatkan waktu hidup untuk berlomba mencari kebaikan “Fastabiqul Khoirot“.
MENU • Home • SMP • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Kewarganegaraan • IPS • IPA • Penjas • SMA • Matematika • Agama • Bahasa Indonesia • Pancasila • Biologi • Akuntansi • Matematika • Kewarganegaraan • IPA • Fisika • Biologi • Kimia • IPS • Sejarah • Geografi • Ekonomi • Sosiologi • Penjas • SMK • Penjas • S1 • Agama • IMK • Pengantar Teknologi Informasi • Uji Kualitas Perangkat Lunak • Sistem Operasi • E-Bisnis • Database • Pancasila • Kewarganegaraan • Akuntansi • Bahasa Indonesia • S2 • Umum • About Me 3.3.

Sebarkan ini: Iman Kepada Hari Akhir – Pengertian, Makna, Dalil, Nama & Fungsi – DosenPendidikan.Com – Iman kepada hari akhir adalah sesuatu yang wajib kita imani sebagai umat muslim, walaupun kita tidak mengetahui kapan akan datangnya hari akhir tetapi di al-Qur’an sudah dituliskan di wajibkan untuk semua kaum muslimin untuk mengimaninya, mengimani hari akhir adalah salah satu cara agar kita bias selalu meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, karena dari kita sudah banyak yang terlena dengan kehidupan duniawi, yang hanya mengedepankan kehidupan duniawi dan membelakangkan dunia akherat, inilah yang melatarbelakangi dibuatnya makalah ini.

Pengertian Iman kepada Hari Akhir Yaumul akhir atau hari akhir menurut bahasa adalah kehancuran atau kebangkitan. Sedangkan menurut istilah hari akhir adalah hari kehancuran alam semesta beserta seluruh isinya. Iman kepada hari kiamat atau hari akhir merupakan rukun iman yang kelima, tidak ada yang tahu kapan hari kiamat itu akan datang, tetapi kita sebagai muslim sudah seharusnya kita untuk mengimani dan mempercayainya.

Hari kiamat diawali dengan tiupan sangkakala oleh malaikat isrofil, dimana tiupan sasangkala ini adalah untuk mematikan semua makhluk yang ada di bumi beserta isinya. Dijelaskan bahwa pada hari itu semua benda yang di langit sudah tidak beraturan lagi. Baik bintang, planet, maupun bulan saling bertabrakan. Gunung-gunung meletus, hancur, dan bertaburan. Badai, ombak sangat dahsyat, manusia pontang-panting tidak dapat mengenali sanak saudaranya, yang akhirnya semua kehidupan hancur dan mati.

Kejadian mengenai hari kiamat digambarkan oleh Allah SWT begitu dahsyat, sebagaimana tertuang dalam surah Al Qariah dan surat Az Zalzalah berikut. Artinya : “Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” Artinya : “Apabila mempercayai dengan sepenuh hati tentang adanya hari akhir dan semua peristiwa yang terjadi pada hari akhir merupakan kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,” Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.: Bahwa Nabi saw.

bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini.

Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh?

Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ [رواه البخاري ومسلم] Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “ Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya”.

(Riwayat Bukhori Muslim) Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bergerak-gerak di dalam tidurnya, maka kami bertanya: Wahai Rasulullah, ketika engkau tidur, engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan? Beliau menjawab: Mengherankan! Ada sekelompok manusia dari umatku yang datang menuju Baitullah karena seorang lelaki Quraisy yang berlindung di Baitullah, sehingga ketika mereka telah tiba di suatu padang sahara mereka dibenamkan.

Kami bertanya: Wahai Rasulullah, di jalan itu banyak berkumpul manusia? Beliau menjawab: Benar! Di antara mereka terdapat orang yang pintar, orang yang terpaksa dan ada juga orang yang dalam perjalanan mereka seluruhnya binasa dalam satu waktu lalu mereka akan dibangkitkan oleh Allah di tempat yang berbeda – beda sesuai dengan niat mereka masing-masih mahluk Tuhan.

Hadis riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw. menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan. Baca Juga : Hukum Dan Rukun Wakaf Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum sungai Euphrat menyingkap gunung emas, sehingga manusia saling membunuh (berperang) untuk mendapatkannya.

Lalu terbunuhlah dari setiap seratus orang sebanyak sembilan puluh sembilan dan setiap orang dari mereka berkata: Semoga akulah orang yang selamat Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw.

bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan.

Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan.

Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw.

bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan?

Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.

Baca Juga : Hari Besar Agama Islam Nama-Nama Lain Hari Akhir Adapun nama-nama lain dari Hari Akhir adalah sebagai berikut: • Hari akhir : hari penghabisan • Yaumul hisab : hari perhitungan • Yaumul fashli : hari keputusan • Yaumul jami’ : hari berkumpul • Yaumul tholaq : hari pertemuan • Yaumul hasroh : hari penyesalan • Yaumul qooriah : hari peristiwa besar • Yaumul fath : hari kemenangan • Yaumul ba’ats : hari kebangkitan • Yaumul bukka’ : hari tangisan Tanda-tanda kiamat atau hari akhir sudah dekat • Terbitnya matahari dari arah barat dan terbenam dari arah timur.

Hal ini terjadi karena perubahan besar dalam susunan alam semesta. • Keluarnya suatu binatang yang sangat aneh. Binatang ini dapat bercakap-cakap kepada semua orang dan menunjukkan kepada manusia bahwa kiamat sudah sangat dekat. • Datangnya Al-Mahdi. Beliau termasuk keturunan dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu, beliau serupa benar akhlak dan budi pekertinya dengan Rasulullah SAW. • Munculnya Dajal. Dajal adalah seorang yang muncul sebagai tanda semakin dekat datangnya kiamat. Dajal bermata buta sebelah dan mengaku sebagai “Tuhan”.

• Hilang dan lenyapnya Al-Qur’an dan mushaf, hafalan dalam hati. Bahkan lenyap pulalah yang ada di dalam hati seseorang.

• Berkumpulnya manusia, seperti selamatan kelahiran, khitanan, perkawinan, ulang tahun, dll. Akan tetapi tidak pernah sedikit pun dijalankan perintah-perintah-Nya serta dijauhi larangan-Nya. • Turunnya Nabi Isa as. Beliau akan turun ke bumi ini di tengah-tengah merajalela pengaruh Dajal.

Baca Juga : Pengertian Islam Peristiwa yang terjadi pada hari akhir Alam barzah, yaitu batas antara alam dunia dengan alam akherat dan dapat disebut dengan alam kubur. Di alam barzah manusia sudah dapat merasakan balasan amal baik dan buruk. Firman Allah SWT : Artinya : “Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzah (dinding pemisah) sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS.

Al-Mukmin : 100) Yaumul Ba’at, yaitu dibangkitkannya manusia dari alam kubur, setelah malaikat Isrofil meniupkan sangkakala yang kedua. Firman Allah SWT : Artinya : “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, agar kepada mereka itu dapat diperlihatkan amalan-amalannya yang sudah-sudah.” (QS. Az-Zalzalah : 6) Yaumul Mahsyar, yaitu tempat manusia berkumpul setelah bangkit dari alam kubur untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatanya.

Firman Allah SWT : Artinya : “……. Dan kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak kami tinggalkan seorang pun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi : 47) Yaumul hisab, yaitu dihitungnya amal manusia tentang kebaikan dan keburukannya. Firman Allah SWT : Artinya : “Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” (QS.

Al-Mukmin : 17) Yaumul mizan, yaitu hari penimbangan amal baik dan amal buruk yang dilakukan manusia selama hidupnya. Firman Allah SWT : Artinya : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya : 47) Sirattalmustaqim Ash-shiraath secara bahasa (etimologi) berarti jalan, sedangkan menurut syar’i (terminologi) adalah jembatan yang dibentangkan di atas Neraka Jahannam yang akan dilewati ummat manusia menuju Surga sesuai dengan amal perbuatan mereka.

Baca Juga : Nama Malaikat Dan Tugasnya Surga dan Neraka • Surga Surga adalah tempat bagi orang-orang yang ikhlas beribadah, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Surga merupakan tempat di akhirat yang berisi penuh dengan kesenangan dan kegembiran.

Jika keindahan di dunia bersifat sementara maka keindahan dan kesenangan di akhirat bersifat kekal. • Neraka Neraka adalah suatu tempat di akhirat yang sangat tidak menyenangkan, tempat ini diperuntukkan bagi orang-orang kafir, munafik dan orang-orang yang melanggar perintah Allah. Di Neraka orang yang berbuat dosa melebihi amalnya akan mendapat siksa.

Fungsi Iman kepada Hari Akhir • Menambah iman serta ketaqwaan kepada Allah SWT • Lebih taat kepada Allah dan Rasulullah SAW dengan menghindarkan diri dari perbuatan maksiat • Senantiasa hidup dengan hati-hati, waspada, dan selalu meminta ampunan kepada Allah SWT • Memberi motivasi untuk beramal dan beribadah karena segala perbuatan baik akan mendapat balasan di akhirat • Selalu menghiasi diri dengan berzikir kepada Allah SWT sehingga jiwa menjadi tenang.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang Iman Kepada Hari Akhir – Pengertian, Makna, Dalil, Nama & Fungsi semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia DosenPendidikan.Com Sebarkan ini: • • • • • Posting pada Agama Ditag 10 hikmah mengimani hari akhir, beriman kepada hari akhir brainly, beriman kepada qada dan qadar, contoh beriman kepada hari akhir, contoh iman kepada hari akhir, dalil hari kiamat dalam al quran, dalil iman kepada hari akhir, fungsi beriman kepada hari akhir, fungsi iman kepada hari akhir, hadits tentang iman kepada hari akhir, hikmah beriman kepada hari akhir, hikmah beriman kepada hari akhir brainly, hikmah beriman kepada takdir, hikmah beriman pada qada dan qadar, hikmah berinfak, hikmah gemar membaca, hikmah iman kepada qada dan qadar, hikmah kepada qada dan qadar, iman kepada hari akhir adalah rukun iman yang ke, iman kepada hari akhir pdf, iman kepada hari kebangkitan, jelaskan manfaat dari iman kepada hari akhir, keimanan kepada kitab kitab allah, keimanan kepada qadha dan qadar, macam macam hari akhir, makalah hikmah beriman kepada hari akhir, makalah iman kepada hari akhir, makna beriman kepada qada dan qadar, makna iman kepada hari akhir, manfaat iman kepada qada dan qadar, materi iman kepada hari akhir kelas xii, pengertian iman kepada hari akhir beserta dalilnya, pentingnya beriman kepada takdir, perilaku beriman kepada hari akhir, sebutkan 6 manfaat beriman kepada hari akhir, tanda tanda beriman kepada hari akhir, tanda-tanda beriman kepada rasul-rasul allah, terjemahan surah al baqarah ayat 136, tuliskan 2 hikmah dari bersedekah Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Logam adalah • Asam Asetat – Pengertian, Rumus, Reaksi, Bahaya, Sifat Dan Penggunaannya • Linux adalah • Teks Cerita Fiksi • Catatan Kaki adalah • Karbit – Pengertian, Manfaat, Rumus, Proses Produksi, Reaksi Dan Gambarnya • Dropship Adalah • Pengertian Dialektologi (Dialek) • Asam Oksalat : Pengertian, Msds, Rumus, Sifat, Bahaya & Kegunaannya • Contoh Tabloid • Contoh Teks Editorial • Contoh Teks Laporan Hasil Observasi • Teks Negosiasi • Teks Deskripsi • Contoh Kata Pengantar • Kinemaster Pro • WhatsApp GB • Contoh Diksi • Contoh Teks Eksplanasi • Contoh Teks Berita • Contoh Teks Negosiasi • Contoh Teks Ulasan • Contoh Teks Eksposisi • Alight Motion Pro • Contoh Alat Musik Ritmis • Contoh Alat Musik Melodis • Contoh Teks Cerita Ulang • Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol • Contoh Karangan Eksposisi • Contoh Pamflet • Pameran Seni Rupa • Contoh Seni Rupa Murni • Contoh Paragraf Campuran • Contoh Seni Rupa Terapan • Contoh Karangan Deskripsi • Contoh Paragraf Persuasi • Contoh Paragraf Eksposisi • Contoh Paragraf Narasi • Contoh Karangan Narasi • Teks Prosedur • Contoh Karangan Persuasi • Contoh Karangan Argumentasi • Proposal • Contoh Cerpen • Pantun Nasehat • Cerita Fantasi • Memphisthemusical.Comnone

Bacaan Harian




2022 www.videocon.com