Istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Pelaksanaan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) sudah semakin dekat. Guru kami di sekolah selalu menasehati agar sungguh-sungguh dalam belajar un … tuk mencapai nilai dan hasil yang memuaskan. Jika tidak sungguhsungguh, maka akan rugi tenaga dan waktu. Hasil yang dicapai juga tidak akan maksimal.Peribahasa yang tepat untuk berdasarkan teks tersebut adalah .A.

Bagai abu diatas tanggulB. Kalah jadi abu, menang jadi arangC. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi D. Maksud hati me​ Di sebuah hutan hiduplah tikus dan beberapa binatang lainnya seperti kadal, ayam, kelinci dan jangkrik.

Tikus itu tubuhnya hanya memiliki beberapa hel … ai bulu saja. Teman-temannya sering memanggilnya botak dan jelek. Tikus sedih sekalimerasa diejek oleh teman-temannya.

Tikus sudah terbiasa hidup di dalam tanah dan jarang keluar karena hanya diejek.Pada suatu hari, pemburu datang ke hutan. Semua binatang lari tunggang langgang.

Namun, dimanapun mereka bersembunyi, selalu dapat ditemukan oleh pemburu. Tikus melihat keadaan tersebut.“Hai, kalian!

Kemarilah! Pemburu tidak akan mengejar kalau kalian bersembunyi di tanah,” ucap tikus.“Tidak apa-apa, aku bisa menggali tanah dengan cepat. Pasti cukup untuk kalian semua,” ucap tikus.Akhirnya binatang-binatang tersebut masuk ke dalam tanah yang sudah digali tikus.

Dengan rambutnya yang hanya beberapa helai, tikus bisa merasakan keberadaan para pemburu. Setelah pemburu pergi dari hutan, tikus menyuruh binatang-binatang itu keluar dari dalam tanah.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Kelinci, ayam, kadal, jangkrik serta binatang lain merasa malu kepada tikus. Selama ini mereka meremehkan dan mengejek tikus. Namun, hari ini tikus telah menyelamatkan mereka. Untung saja tikus baik hati. Dia tidak pernah dendam kepada siapapun yang telah menyakitinya.Prediksi yang terjadi pada tikus jika tikus tidak menolong binatang-binatang dari pemburu adalah .A.

Tikus masih diejek dan dihina oleh binatang lainB. Tikus dendam kepada binatang-binatang di hutanC. Pemburu bisa menangkap binatang-binatang di hutan D. Tikus akan merasa nyaman dan tentram hidup di hutan​ VI. Ciri-ciri Drama Drama adalah jenis karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak dan tingkah laku manusia lewat peran serta dialog yang dipentaskan. Kisah dan juga cerita di dalam drama memuat konflik serta emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater.

Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dipentaskan untuk bisa dinikmati penonton. Pengertian Drama Istilah drama di masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut dengan tonil. Tonil lalu berkembang dan istilahnya diganti menjadi sandiwara oleh P.K.G Mangkunegara VII. Sandiwara sendiri diambil dari bahasa Jawa yakni sandi dan wara. Sandi berarti rahasia, sementara wara berarti pengajaran. Untuk itulah, istilah sandiwara mengandung makna pengajaran yang dilakukan dengan memakai perlambang.

Di dalam drama modern, aktivitas drama memakai naskah dialog, sementara pada drama tradisional memakai improvisasi di dalam dialognya. Pengertian Drama Menurut Para Ahli • Menurut Moulton: Drama merupakan kisah hidup yang digambarkan dalam bentuk gerak dan disajikan langsung dalam tindakan.

• Menurut Balthazar Vallhagen: Drama merupakan seni yang menggambarkan alam serta sifat manusia di dalam gerakan. • Menurut Ferdinand Brunetierre: Drama harus bisa melahirkan keinginan oleh gerakan atau aksi.

• Menurut Budianta dkk: Drama merupakan genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik dan istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah di setiap percakapan atau dialog antara pemimpin. • Menurut Tim Matrix Media Literata: Drama merupakan bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan serta alam manusia lewat perilaku atau akting yang dipentaskan.

• Menurut Seni Handayani: Drama merupakan bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni yakni seni sastra serta seni pertunjukkan. Dengan begitu, drama dibagi menjadi dua bagian yakni drama berbentuk teks tertulis serta drama yang dipentaskan. • Menurut Wildan: Drama merupakan komposisi berdasarkan beberapa cabang seni. Dengan begitu, drama dibagi menjadi dua yakni drama berbentuk teks tertulis serta drama yang dipentaskan.

• Menurut Anne Civardi: Drama merupakan suatu kisah yang diceritakan lewat kata-kata serta gerakan. • Menurut KBBI: Drama mempunya beberapa pengertian.

Pertama adalah komposisi syair atau prosa yang bisa istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah kehidupan serta watak lewat tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Kedua adalah kisah atau cerita yang melibatkan emosi atau konflik yang khusus disusun untuk pertunjukkan teater.

Terakhir adalah kejadian yang menyedihkan. Struktur Drama Drama adalah suatu karya yang memuat nilai artistik tinggi. Suatu drama akan mengikuti struktur alur yang sudah tertata. Struktur yang tertata nantinya bisa membantu penonton menikmati drama yang sedang dipentaskan. Struktur drama akan memuat babak, dialog, adegan, epilog serta prolog. 1. Babak Babak sendiri adalah istilah lain dari episode. Semua babak akan memuat satu keutuhan kisah kecil yang dijadikan keseluruhan dalam drama.

Dengan kata lain, babak adalah bagian naskah drama yang merangkum suatu peristiwa yang terjadi pada sebuah tempat dengan urutan waktu tertentu. 2. Adegan Adegan adalah bagian drama yang menunjukkan perubahan peristiwa. Perubahan peristiwa tersebut ditandai dengan pergantian tokoh atau setting waktu dan tempat.

Contohnya pada adegan pertama dimana tokoh A sedang berbicara dengan tokoh B. Sesudah itu, mereka berjalan ke tempat lainnya dan bertemu dengan tokoh C sehingga ada perubahan adegan. 3. Dialog Dialog adalah bagian naskah drama berbentuk percakapan antara satu tokoh dengan tokoh lain.

Dialog merupakan bagian yang sangat dominan di dalam drama. Dialog merupakan hal yang membedakan antar drama dengan jenis karya sastra lainnya. 4. Prolog dan Epilog Prolog serta epilog adalah bingkai dari suatu drama. Prolog adalah pengantar untuk masuk ke suatu drama. Isinya merupakan gambaran umum tentang drama yang akan dimainkan. Sedangkan epilog merupakan bagian terakhir dari pementasan drama. Isinya adalah kesimpulan drama yang dimainkan.

Epilog umumnya akan memuat makna serta pesan dari drama yang dimainkan. Jenis Drama 1. Drama Tragedi Drama Tragedi adalah drama yang menceritakan tentang kisah sedih dari para tokoh mulia. Kisah di dalam drama tragedi tersebut merupakan perjuangan tokoh mulai yang menjadi pahlawan.

Tujuannya adalah untuk menentang segala perlawanan terhadap dirinya. Penentangan tersebut bersifat tidak adil sebab ada perbedaan kekuatan. Cerita yang ada dalam drama tragedi sangat serius sehingga bisa menghasilan rasa takut atau rasa iba.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

2. Drama Komedi Drama komedi adalah drama yang menampilkan cerita tidak terlalu serius namun lucu. Cerita akan berhubungan dengan peristiwa yang kemungkinan terjadi dalam drama. Hal lucu tersebut timbul karena kelakuan para tokoh dan tidak berhubungan dengan situasi cerita.

Tingkah yang lucu juga mengandung kebijaksanaan para tokohnya. 3. Melodrama Melodrama punya kisah yang amat serius. Ketika diceritakan, maka akan muncul banyak kejadian yang terjadi secara kebetulan.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Cerita di dalam melodrama akan menimbulkan rasa kasihan sehingga penonton terbawa suasana. Bentuk-bentuk Drama 1.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Bentuk Drama Berdasarkan Sastra Cakapannya Berdasarkan dari bentuk sastra cakapannya, drama bisa dibedakan menjadi dua, yakni: • Drama puisi: Drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau memakai unsur puisi. • Drama prosa: Drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa. 2. Bentuk Drama Berdasarkan Sajian Isinya • Tragedi atau drama duka: Drama yang menampilkan tokoh yang muram atau sedih yang terlibat di dalam situasi gawat seba sesuatu yang tidak menguntungkan.

Kondisi tersebut membuat tokoh putus asa serta hancur. Atau juga bisa diartikan drama serius yang melukiskan tikaian di antara tokoh utama serta kekuatan yang luar biasa dan berakhir dengan kesedihan atau malapetaka.

• Komedi atau drama ria: Drama ringan bersifat menghibur meski selorohan yang ada didalamnya bisa bersifat menyindir serta berakhir dengan bahagia. • Tragikomedi atau drama dukaria: Drama yang sebetulnya memakai alur dukacita namun berakhir dengan bahagia. 3. Bentuk Drama Berdasarkan Kuantitas Cakapannya • Pantomim: Drama tanpa menggunakan kata-kata.

• Minikata: Drama yang memakai sedikit kata-kata. • Doalogmonolog: Drama yang memakai banyak kata-kata. • Operet atau opera: Drama yang menonjolkan seni musik atau seni suara. • Sendratari: Drama yang menonjolkan seni eksposisi.

• Tablo: Drama yang menonjolkan seni eksposisi. 4. Bentuk Drama Lainnya • Drama absurd: Drama yang secara sengaja mengabaikan atau melanggar konversi penokohan, alur serta tematik. • Drama baca: Naskah drama yang hanya sesuai untuk dibaca dan bukan dipentaskan. • Drama borjuis: Drama dengan tema tentang kehidupan bangsawan yang muncul di abad ke-18. • Drama domestik: Drama yang bercerita tentang kehidupan rakyat biasa. • Drama duka: Drama yang secara khusus menggambarkan kejahatan atau keruntuhan toko utama.

• Drama liturgis: Drama yang pementasannya digabungkan dengan upcara kebaktian gerea di Abad Pertengahan. • Drama satu babak: Lakon yang terdiri dari satu babak dan berpusat di satu tema dengan sedikit pemeran gaya, latar dan pengaluran ringkas.

• Drama rakyat: Drama yang terjadi dan berkembang sesuai festival rakyat yang ada khususnya di pedesaaan. Ciri-ciri Drama • Drama adalah prosa modern yang dihasilkan sebagai naskah untuk dibaca serta dipentaskan. • Naskah drama bisa berbentuk puisi atau prosa.

• Drama terdiri dari dialog yang disusun pengarang dengan watak yang diwujudkan. • Pemikiran serta gagasan pengarang akan disampaikan lewat dialog wataknya. • Konflik merupakan unsur penting dalam drama yang digerakkan oleh watak dalam plot dan menjadi elemen penting di dalam skip drama.

• Skrip tidak didasari konflik yang tidak dianggap sebagai drama yang baik. ABOUT US Adammuiz.com merupakan sebuah website yang ditujukan untuk membagikan informasi pengetahuan. Konten pada website ini dibuat dengan akurat dan benar sejauh pengetahuan penulis dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran formal dan individual dari seorang profesional yang memenuhi syarat.

Website ini dibuat guna memberikan bahan bacaan gratis yang dapat diakses oleh umum.
none Contoh Soal Drama Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban – Drama merupakan genre (jenis) sastra yang menggambarkan gerak kehidupan manusia. Istilah untuk drama di masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut tonil itu. Tonil kemudian diganti dengan istilah-play yang dikembangkan oleh PKG Mangku VII. Drama berasal dari kode dalam bahasa Jawa dan wara. Ciri ciri Drama • Drama merupakan prosa modern yang dihasilkan sebagai naskah untuk dibaca dan di pentaskan.

• Naskah drama boleh berbentuk prosa atau puisi. • Drama terdiri dari pada diaolog yang disusun oleh pengarang dengan watak yang diwujudkan. • Pemikiran dan gagasan pengarang disampaikan melalui dialog-dialog watak-wataknya.

• Konflik ialah unsur-unsur penting dalam drama. Konflik digerakan oleh watak-watak dalam plot, elemen penting dalam skrip drama. • Sebuah skrip yang tidak didasari oleh konflik tidak dianggap sebagai drama yang baik. • Gaya Bahasa dalam sebuah drama juga penting karena istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah latar masa dan masyarakat yang di wakilinya. 1 – 10 Contoh Soal Drama Pilihan Ganda dan Jawaban 1. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan pada saat menyusun teks drama, kecuali….

a. Menentukan tema b. Merancang alur dan setting c. Menyusun ringkasan cerita d. Mengatur akting pelaku Jawaban : D 2. Perhatikan percakapan berikut!

Tina : Hei, semua berhenti! (Sambil menggberka meja) Anwar : Tidak usah ikut campur! Bagian yang ditulis dalam kurung penggalan dialog di atas disebut…. a. Epilog b. Prolog c. Petunjuk pementasan d. Kramagung Jawaban : D 3. Berikut ini termasuk persiapan pementasan drama, kecuali….

a. Menghafal teks b. Memahami cerita c.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Bloking dan ekspresi d. Meditasi dan mediasi Jawaban : D 4. Kalimat dalam teks drama yang ditulis dalam kurung, tidak didialogkan, melainkan diaktingkan disebut… a. Monolog b. Pantomim c. Prolog d. Kramagung Jawaban : D 5. Perhatikan percakapan berikut! Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa? Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon? Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda….nasihat-nasihat berharga.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi….juga ada kelemahannya. Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu.

Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan? Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya? Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi) Rosana : Maaf, Pak. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang.

Habis terjual! Dahlan : Ya…., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi! Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah…. a. Sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur b. Istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah manusia ditentukan oleh Tuhan c. Sifat buruk menurun pada anak d. Manusia berusaha untuk sempurna Jawaban : A Simak Juga : Soal Aspek Sosial Penggunaan Komputer Pilihan Ganda dan Jawaban 6.

Perhatikan percakapan berikut! Sukro : Sudahlah, Min! Suatu saat pasti berhasil. Jangan mudah putus asa! Jasmin : Tapi, saya sudah keluar modal banyak. Kapan sepeda motorku bisa kembali? Penggalan dialog di atas menggambarkan watak tokoh secara… a. Mutlak b. Lengkap c. Lahir d. Batin Jawaban : D 7.

Kesenian berikut yang tidak termasuk drama tradisional adalah…. a. Opera b. Ketoprak c. Lenong d. Ludruk Jawaban : A 8. Bagian alur yang ditandai dengan pertentangan antartokoh dikenal dengan istilah…. a. Eksposisi b. Pelukisan awal c. Konflik d. Klimaks Jawaban : C 9. Bagian eksposisi suatu alur berisi hal-hal berikut, kecuali….

a. Penggambaran setting b. Kehadiran tokoh c. Tokoh mulai berakting d. Tokoh-tokoh mulai berdialog Jawaban : A 10. Pokok persoalan yang dikembangkan dalam suatu drama disebut…. a. Tema b. Amanat c. Pesan d. Konflik Jawaban : D 11 – 20 Contoh Soal Drama Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban 11. Perhatikan percakapan berikut! Perempuan : Aneh! Penyair : Kedengarannya memang aneh, akan tetapi begitulah. Perempuan : Lalu apa yang Bung kagumi? Penyair : …… Perempuan : Aku tidak mengerti, coba jelaskan yang aneh padaku itu!

Penyair : Maksudku, pernyataan yang mana? Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang penggalan drama di atas adalah…. a. Kecantikan Saudari itu b. Ya, keanehan karya sastra itu c. Itulah yagn aku kagumi d. Pernyataan Saudari tadi. Jawaban : C 12. Peristiwa mulai terjadinya permasalahan antartokoh sampai pada puncaknya disebut bagian….dalam alur drama. a. Pengenalan b. Komplikasi c.

Klimaks d. Katastrof Jawaban : C 13. Seperti halnya karya sastra bentuk lain, sebuah drama memiliki unsur estetis… Estetis artinya… a. Merupakan karya rekaan b. Mengupas masalah sosial c. Mengandung unsur keindahan d. Memiliki nilai moral Jawaban : D 14. Perhatikan penggalan drama berikut! Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang Siska : Sudahlah Yu, tenang saja toh ini baru jam sembilan lebih sedikit.

Jalanan masih ramai Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam. Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini. Penggalan drama di atas mengandung nilai… a. Agama b. Pendidikan d. Budaya Jawaban : D 15. Perhatikan penggalan drama berikut! Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya! Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa!

(Samin menyusul dan menariknya mundur.) Samin : Kita berhenti dulu! Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik! Samin : Ingat yang aku bawa surat penting! Fredi : Justru itu! Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.

Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando. Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah…. a. Terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fredi b. Keinginan berhenti untuk beristirahat c. Perebutan pemegang komando tugas d. Kekhawatiran aka keselamatan surat penting Jawaban : D Lihat Juga : Contoh Soal Algoritma dan Pemrograman Pilihan Ganda dan Jawaban 16. Suasana yang tergambar dalam drama di atas adalah….

a.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Sepi b. Tegang c. Terburu-buru d. Takut Jawaban : B 17. Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut. Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang? Yanti : (Tidak menjawab.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.) Penggalan drama tersebut memuat latar…. a. Tempat b. Waktu c. Suasana d. Alat Jawaban : B 18. Perhatikan percakapan berikut! Fenita : Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga! Verri : Beri aku kesempatan sekali lagi…. Fenita : Tidak perlu basa-basi, kalau tidak aku yang memutuskan, titik! Penggalan dialog di atas menunjukkan drama sampai pada bagian…. a. Pemaparan b. Konflik c.

Klimaks d. Resolusi Jawaban Soal Drama : B 19. Perhatikan percakapan berikut! Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum. Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku. Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah…. a. Pemarah b. Pembual c.

Pemberani d. Sombong Jawaban : A 20. Salah satu alasan perlunya berlatih pernapasan dalam memerankan drama adalah…. a. Membantu pengaturan dan pertahanan vokal selama pentas berlangsung b. Membantu pengaturan dan pertahanan nada selama pentas berlangsung c. Memperlancar dialog antarpemain d. Memperjelas ekspresi dan gerak anggota tubuh dalam mendukung peran Jawaban : A 21 – 27 Soal Drama Pilihan Ganda dan Jawaban 21.

Watak atau karakter tokoh dalam drama dapat ditampilkan mellaui beberapa hal berikut, kecuali… a. Gerak b. Bloking c. Dialog d. Ekspresi Jawaban : B 22. Sifat dasar yang harus diperankan pemain dalam drama sehingga memungkinkan untuk bertentangan dengan sifat yang dimiliki disebut….

a. Akting b. Laku c. Perwatakan d. Ekspresi Jawaban : A 23. Berikut ini termasuk unsur yang harus ada dalam pementasan drama, kecuali… a. Panggung b. Pemain c. Penonton d. Naskah Jawaban : C 24. Setting sebuah drama mengandung unsur… a. Tempat terjadinya peristiwa b.

Waktu peristiwa bergulir c. Suasana cerita d. Tempat, waktu, dan suasana cerita Jawaban : D 25. Pada tahap persiapan pementasan drama, seorang sutradara melakukan seleksi untuk memilih pemeran yang sesuai dengan peran aka dimainkan.

Tahapan ini disebut… a. Akting b. Casting c. Bloking d. Editing Jawaban : B Baca Juga : Contoh Soal Adobe Photoshop Pilihan Ganda dan Jawaban 26. Agar istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah bermuka jahat, pemeran antagonis memerlukan jasa….

a. Seni tata rias b. Seni tata busana c. Seni lukis d. Seni vokal Jawaban Soal Drama : A 27. Perhatikan percakapan berikut! Romeo : Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya.

Tapi……aku seorang Montague…. Juliet : Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!

Tema yang tersirat dari penggalan drama di atas adalah…. a. Kepercayaan b. Persahabatan c. Permusuhan d. Percintaan Jawaban : D
• Afrikaans • Alemannisch • العربية • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Azərbaycanca • Boarisch • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • বাংলা • Bosanski • Català • Čeština • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Dolnoserbski • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Frysk • Gaeilge • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • Gaelg • עברית • हिन्दी • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Արեւմտահայերէն • Ido • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • 한국어 • Kurdî • Latina • Lietuvių • Latviešu • Македонски • മലയാളം • Bahasa Melayu • မြန်မာဘာသာ • नेपाली • नेपाल भाषा • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • ਪੰਜਾਬੀ • Polski • پنجابی • Português • Română • Русский • Русиньскый • سنڌي • Srpskohrvatski / српскохрватски • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Shqip • Српски / srpski • Sunda • Svenska • தமிழ் • Тоҷикӣ • ไทย • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • მარგალური • ייִדיש • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 [1] Drama merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak.

[2] [3] [4] Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan.

[2] Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater. [2] Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton. [5] Drama memerlukan kualitas komunikasi, situasi dan aksi. [6] Kualitas tersebut dapat dilihat dari bagaimana sebuah konflik atau masalah dapat disajikan secara utuh dan dalam pada sebuah pementasan drama.

[6] Daftar isi • 1 Pengertian • 2 Struktur • 3 Elemen • 4 Jenis • 4.1 Drama tragedi • 4.2 Drama komedi • 4.3 Melodrama • 5 Rujukan Pengertian [ sunting - sunting sumber ] Istilah untuk drama pada masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut dengan istilah tonil. [6] Tonil kemudian berkembang diganti dengan istilah sandiwara oleh P.K.G Mangkunegara VII. [6] Sandiwara berasal dari kata dalam bahasa Jawa sandi dan wara.

[6] Sandi artinya rahasia, sedangkan wara (warah) artinya pengajaran. [6] Maka istilah sandiwara mengandung makna pengajaran yang dilakukan dengan perlambang. [6] Sementaran itu, pengertian drama modern dan tradisional harus dibedakan. Dalam drama modern, aktivitas drama menggunakan naskah dialog, sedangkan drama tradisional menggunakan improvisasi dalam dialognya. [7] Struktur [ sunting - sunting sumber ] Drama merupakan sebuah karya yang memuat nilai artistik yang tinggi.

[5] Sebuah drama mengikuti struktur alur yang tertata. [5] Struktur yang tertata akan membantu penonton menikmati sebuah drama yang dipentaskan. Struktur drama memuat babak, adegan, dialog, prolog dan epilog. [5] Babak merupakan istilah lain dari episode. [5] Setiap babak memuat satu keutuhan kisah kecil yang menjadi keseluruhan drama. [5] Dengan kata lain, babak merupakan bagian dari naskah drama yang merangkum sebuah peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.

[5] Adegan merupakan bagian dari drama yang menunjukkan perubahan peristiwa. [5] Perubahan peristiwa ini ditandai dengan pergantian tokoh atau setting tempat dan waktu. [5] Misalnya, dalam adegan pertama terdapat tokoh A sedang berbicara dengan tokoh B.

[5] Kemudian mereka berjalan ke tempat lain lalu bertemu dengan tokoh C, maka terdapat perubahan adegan di dalamnya. [5] Dialog merupakan bagian dari naskah drama yang berupa percakapan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

{INSERTKEYS} [5] Dialog adalah bagian yang paling dominan dalam drama. [5] Dialog adalah hal yang membedakan antara drama dengan jenis karya sastra yang lain. [5] Prolog dan epilog merupakan bingkai dari sebuah drama. [5] Prolog merupakan pengantar untuk masuk ke dalam sebuah drama. [5] Isinya adalah gambaran umum mengenai drama yang akan dimainkan. [5] Sementara epilog adalah bagian terakhir dari pementasan drama. [5] Isinya merupakan kesimpulan dari drama yang dimainkan.

Epilog biasanya memuat makna dan pesan dari drama yang dimainkan. [5] Elemen [ sunting - sunting sumber ] Ada tiga elemen penting dalam drama, diantaranya: • Tokoh, pelaku yang mempunyai peran yang lebih dibandingkan pelaku-pelaku lain, biasanya dikategorikan dalam sifat protagonis atau antagonis. • Wawacang, dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh tokoh cerita.

• Kramagung, petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oelh tokoh. Dalam naskah drama, kramagung dituliskan dalam tanda kurung (biasanya dicetak miring).

[8] Jenis [ sunting - sunting sumber ] Drama tragedi [ sunting - sunting sumber ] Drama tragedi merupakan drama yang menceritakan kisah-kisah sedih dari para tokoh mulia. Kisah di dalam drama tragedi adalah perjuangan tokoh mulia yang menjadi pahlawan untuk menentang berbagai perlawanan terhadap dirinya.

Penentangan ini bersifat tidak adil karena adanya perbedaan kekuatan. Cerita di dalam drama tragedi sangat serius sehingga menimbulkan rasa kasihan dan rasa takut. [9] Drama komedi [ sunting - sunting sumber ] Drama komedi merupakan drama yang menampilkan cerita-cerita yang tidak terlalu serius tetapi lucu.

Cerita berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang kemungkinan terjadi di dalam drama. Hal-hal lucu timbul dari kelakuan para tokoh dan tidak berkaitan dengan situasi cerita. Kelakuan yang lucu juga mengandung kebijaksanaan para tokoh. [9] Melodrama [ sunting - sunting sumber ] Melodrama memiliki kisah yang sangat serius. Dalam penceritaannya, muncul berbagai kejadian secara kebetulan.

Cerita di dalam melodrama memunculkan rasa kasihan yang membuat penontonnya terbawa suasana. [9] Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • ^ "•́ ‿ ,•̀Reza乁༼☯‿☯✿༽ㄏ👑 di TikTok".

TikTok . Diakses tanggal 2021-04-28. • ^ a b c Depdiknas (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. hlm.

342-343. ISBN 978-979-22-3841-9. • ^ Rene Wellek dan Austin Warren (2013). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-602-03-0126-6. • ^ Tetti Melawati (2011). "Peningkatan Kemampuan Memahami Drama dan Menulis Teks Drama melalui Model Pembelajaran SAVI". UPI. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Suwardi Endraswara (2011).

Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: CAPS. hlm. 11-31. ISBN 978-602-9324-02-0. • ^ a b c d e f g Harymawan (1988). Dramaturgi. Bandung: Rosda. • ^ "Mencari Kedudukan Drama Modern di Indonesia". www.sastra.xyz. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-07-28 . Diakses tanggal 2018-07-28. • ^ Suherli, dkk. (2017). Bahasa Indonesia Kelas XI. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ISBN 978-602-427-098-8.

Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c Kosasih, E. (2008). Apresiasi Sastra Indonesia (PDF). Jakarta: Nobel Edumedia. hlm. 86. ISBN 978-602-8219-57-0. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • Halaman ini terakhir diubah pada 25 April 2022, pukul 17.56. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
MENU • Home • SMP • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • IPS • IPA • SMA • Agama • Bahasa Indonesia • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • IPA • Biologi • Fisika • Kimia • IPS • Ekonomi • Sejarah • Geografi • Sosiologi • SMK • S1 • PSIT • PPB • PTI • E-Bisnis • UKPL • Basis Data • Manajemen • Riset Operasi • Sistem Operasi • Kewarganegaraan • Pancasila • Akuntansi • Agama • Bahasa Indonesia • Matematika • S2 • Umum • (About Me) Pengertian Drama Menurut Para Ahli, Bentuk, Unsur, Ciri Dan Contohnya – Drama adalah genre (jenis) sastra yang menggambarkan gerak kehidupan manusia.

Drama menggambarkan realitas kehidupan, karakter dan perilaku manusia melalui partisipasi dan dialog yang dipentaskan. Cerita dan kisah-kisah dalam drama konflik dan beban emosional yang secara khusus ditujukan untuk teater. Memainkan dibuat dengan cara yang akan dipentaskan untuk dinikmati oleh penonton.

Drama membutuhkan kualitas komunikasi, situasi dan tindakan. Kualitas dapat dilihat dari bagaimana konflik atau masalah dapat disajikan secara keseluruhan dan dalam drama pemenasan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Kata Sapaan : Pengertian, Kalimat, Jenis, Ciri [ LENGKAP ] Pengertian Drama 4.3. Sebarkan ini: Drama adalah genre (jenis) sastra yang menggambarkan gerak kehidupan manusia.

Istilah untuk drama di masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut tonil itu. Tonil kemudian diganti dengan istilah-play yang dikembangkan oleh PKG Mangku VII. Drama berasal dari kode dalam bahasa Jawa dan wara.

Sandi berarti rahasia, sementara wara (warah) berarti mengajar. Maka istilah menyiratkan ajaran teater yang dilakukan oleh simbol. Pengertian Drama Menurut Para Ahli • Moulton,Drama adalah kisah hidup digambarkan dalam bentuk gerak (disajikan langsung dalam tindakan). • Balthazar Vallhagen,Drama adalah seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam gerakan. • Ferdinand Brunetierre, Menurut drama harus melahirkan keinginan oleh aksi atau gerakan.

• Budianta dkk (2002), Drama adalah genre sastra yang menunjukkan penampilan fisik secara lisan setiap percakapan atau dialog antara pemimpin di sana. • Tim Matrix Media Literata, Drama adalah bentuk narasi yang menggambarkan kehidupan dan alam manusia melalui perilaku (akting) yang dipentaskan. • Seni Handayani, Drama adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.

• Wildan, Drama adalah komposisi berdasarkan beberapa cabang seni, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan. • Anne Civardi, Drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui kata-kata dan gerakan.

• Menurut KBBI : drama memiliki beberapa pengertian. Pertama, drama diartikan sebagai komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Kedua, cerita atau kisah terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Ketiga, kejadian yan menyedihkan.

BENTUK-BENTUK DRAMA • Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama dibedakan menjadi dua • • Drama puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi.

• Drama prosa, yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa. • Berdasarkan sajian isinya • • Tragedi (drama duka), yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan. Keadaan tersebut mengantarkan tokoh pada keputusasaan dan kehancuran.

Dapat juga berarti drama serius yang melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yang luar biasa, yang berakhir dengan malapetaka atau kesedihan. • Komedi (drama ria), yaitu drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan di dalamnya dapat bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia.

• Tragikomedi (drama dukaria), yaitu drama yang sebenarnya menggunakan alur dukacita tetapi berakhir dengan kebahagiaan. • Berdasarkan kuantitas cakapannya • • Pantomim, yaitu drama tanpa kata-kata • Minikata, yaitu drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata. • Doalogmonolog, yaitu drama yang menggunakan banyak kata-kata. • Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya • • Opera/operet, yaitu drama yang menonjolkan seni suara atau musik.

• Sendratari, yaitu drama yang menonjolkan seni eksposisi. • Tablo, yaitu drama yang menonjolkan seni eksposisi. • Bentuk-bentuk lain • • Drama absurd, yaitu drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur, penokohan, tematik.

• Drama baca, naska drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan. • Drama borjuis, drama yang bertema tentang kehidupan kam bangsawan (muncul abad ke-18). • Drama domestik, drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa. • Drama duka, yaitu drama yang khusus menggambarkan kejathan atau keruntuhan tokoh utama • Drama liturgis, yaitu drama yang pementasannya digabungkan dengan upacara kebaktian gereja (di Abad Pertengahan).

• Drama satu babak, yaitu lakon yang terdiri dari satu babak, berpusat pada satu tema dengan sejumlah kecil pemeran gaya, latar, serta pengaluran yang ringkas. • Drama rakyat, yaitu drama yang timbul dan berkembang sesuai dengan festival rakyat yang ada (terutama di pedesaan). Hakikat Drama Drama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, dan sebagainya. Kata drama dapat diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan.

Secara umum, pengertian drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.

Pementasan naskah drama dapat dikenal dengan istilah teater. Drama juga dapat dikatakan sebagai cerita yang diperagakan di panggung dan berdasarkan sebuah naskah. Pada umumnya, drama memiliki 2 arti, yaitu drama dalam arti luas serta drama dalam arti sempit. Pengertian drama dalam arti luas adalah semua bentuk tontonan atau pertunjukkan yang mengandung cerita yang ditontonkan atau dipertunjukkan di depan khalayak umum.

Sedangkan pengertian drama dalam arti sempit ialah sebuah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan di atas panggung. Ciri ciri Drama • 1.Drama merupakan prosa modern yang dihasilkan sebagai naskah untuk dibaca dan di pentaskan. • 2.Naskah drama boleh berbentuk prosa atau puisi. • 3.Drama terdiri dari pada diaolog yang disusun oleh pengarang dengan watak yang diwujudkan. • 4.Pemikiran dan gagasan pengarang disampaikan melalui dialog-dialog watak-wataknya.

• 5.Konflik ialah unsur-unsur penting dalam drama. Konflik digerakan oleh watak-watak dalam plot,elemen penting dalam skrip drama. • 6.Sebuah skrip yang tidak didasari oleh konflik tidak dianggap sebagai drama yang baik. • 7.Gaya Bahasa dalam sebuah drama juga penting karena menunjukkan latar masa dan masyarakat yang di wakilinya,sekaligus drama ini mencerminkan sosiobudaya masyarakat yang digambarkan oleh pengarang.

Contoh Naskah Drama Anak Pemeran: 1.Katrin Yustina 2.Nurjanah 3.Puri 4.Nisya 5.Linda (pembaca prolog). Prolog Seorang murid baru (Nisya) pindahan dari Jakarta sedang memasuki gerbang sekolah,tiba-tiba datanglah Katrin. Katrin : hai kamu anak baru ya? Nama kamu siapa? Nisya : ya,…..namaku Nisya,,. Fury : (Sambil mengulurkan tangan) namaku Fury! Emang kamu pindahan dari mana dan masuk kelas apa..???? Nisya : aku dari Jakarta …………disini Aku tonggal di Jalan Surapati.

Kata kepala Sekolah aku masuk kelas V1-D.Kalau kamu siapa ? (Nisya mengulurkan tangan kepada Katrin). Katrin : aku Katrin…. wah kebetulan kita juga murid kelas V1-D. Tak lama tampak Nurjanah datang mendekat sambil menyapa ketiganya. Nurjanah: siapa ini Fur..??? Fury : Oh ini namanya Nisya..!! Katrin : Kenalan sendiri dong,.. (sambil menggangkat tangan Nisya ke tangan Nurjanah).

Nurjanah menyodorkan tangannya ke arah Nisya mereka berdua bersalaman. Nurjanah : eh Nisya……..Entar di kelas kamu duduk disebelahku aja gimana??? Soalanya bangku disebelahku kosong.

Nisya : Oh iya deh… Fury : Iya sekalian aja gabung sama kita. Katrin : Ya kan kalau belajar kelompok hanya 3 orang kalau sama kamu kan jadi pas Empat orang,..!!!!! Nisya : Aku sih asyik aja,…..aku malah seneng punya temen baru yang baik dan Asyik seperti kalian. Mereka berempat tertawa menuju kelas.

Perbedaan Drama dengan Teater Teater dan drama, memiliki arti yang sama, tapi berbeda uangkapannya.Teater berasal dari kata yunanikuno “theatron” yang secara harfiah berarti gedung/tempat pertunjukan. Dengan demikian maka kata teater selalu mengandung arti pertunjukan/tontonan. Drama juga dari kata yunanai ‘dran’ yang berarti berbuat, berlaku atau beracting. Drama cenderung memiliki pengertian ke seni sastra. Didalam seni sastra, drama setaraf denagn jenis puisi, prosa/esai.

Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa tentang manusia. Apalagi peristiwa atau cerita tentang manusia kemudian diangkat kesuatu pentas sebagai suatau bentuk pertunjukan maka menjadi suatu peristiwa Teater.

Kesimpulan teater tercipta karena adanya drama. Struktur Drama • Tema, tema merupakan gagasan sentral yang menjadi dasar disusunya atau dibuatnya drama; • Plot atau alur, merupakan jalinan cerita dari awal sampai akhir cerita. Jalinan cerita ini berupa jalannya cerita dalam drama yang berupa permasalahan, konflik, klimaks cerita atau permasalahan, dan akhir atau penyelesaian permasalahan; • Penokohan dan perwatakan, penokohan atau perwatakan merupakan jati diri seorang tokoh.

Apakan seoarang tokoh itu baik, jahat, buruk, pendengki atau memiliki watak lainya. Perwatakan atau penokohan dalam pementasan drama dapat dilihat secara langsung oleh penonton pementasan tersebut dari sikap, ucapan, tingkah laku, suara serta tingkah laku lainya. Namun secara teori, drama sendiri mengungkapkan penokohan atau perwatakan yang dimiliki seorang tokoh yang dilakukan secara eksplisit dan implisit.

Eksplisit dari pendapat atau komentar tokoh lain dalam cerita, dan implisit dari tingkah polah tokoh itu sendiri; • Dialog, dialog atau percakapan merupakan unsure utama yang membedakan drama dengan cerita lain.

Dialog dalam drama merupakan dialog yang digunaknan dalam kehidupan sehari-hari sesuai hakikat drama yang merupkan tiruan kehidupan masyarakat.

Dialog merupakan hal yang sangat vital bagi sukses tidaknya sebuah drama yang dipentaskan, apabila pemeran tokoh dapat menyampaikan dialog dengan penuh penghayatan niscaya keindahan dan tujuan pementasan dapat tercapai; • Setting, setting merupakan latar terjadinya cerita.

Setting meliputi setting waktu, setting waktu tempat, dan setting ruang; • Amanat, merupakan pesan yang hendak disampaikan pengarang lewar drama yang diciptakan.

Amanat sebuah drama dapat kita ketahui setelah kita mengapresiasi drama tersebut; • Petunjuk teknis, petunjuk teknis merupakan petunjuk mementaskan atau mengaudiovisualkan naskah drama. Petunjuk teknis juga biasa disebut teks samping; • Drama sebagai interpretasi kehidupan, unsur ini bukan merupakan unsure fisik melainkan lebih pada unsure idea atau pandangan dasar dalam menyusun drama yang merupakan tiruan kehidupan manusia atau miniature kehidupan manusia yang dipentaskan.

UNSUR UNSUR PEMENTASAN DRAMA • Dalam pentas drama sekurang-kurangnya ada 6 unsur yang perlu dikenal, yaitu (1) naskah drama, (2) sutradara, (3) pemeran, (4) panggung, (5) perlengkapan panggung : cahaya, rias, bunyi, pakaian, dan (6) penonton. • Naskah drama. Adalah bahan pokok pementasan. Secara garis besar naskah drama dapat berbentuk tragedi (tentang kesedihan dan kemalangan), dan komedi (tentang lelucon dan tingka laku konyol), serta disajikan secara realis (mendekati kenyataan yang sebenarnya dalam pementasan, baik dalam bahasa, pakaian, dan tata panggungnya, serta secara simbolik (dalam pementasannnya tidak perlu mirip apa yang sebenarnya terjadi dalam realita, biasanya dibuat puitis, dibumdui musik-koor-tarian, dan panggung kosong tanpa hiasan yang melukiskan suatu realitas, misalnya drama karya Putu Wijaya.

Naskah yang telah dipilih harus dicerna atau diolah, bahkan mungkin diubah, ditambah atau dikurangi disinkronkan dengan tujuan pementasan tafsiran sutradara, situasi pentas, kerabat kerja, peralatan, dan penonton yang dibayangkannya.

• Setelah naskah, faktor sutradara memegang peranan yang penting. Sutradara inilah yang bertugas mengkoordinasikan lalu lintas pementasan agar pementasannya berhasil. Ia bertugas membuat/mencari naskah drama, mencari pemeran, kerabat kerja, penyandang dana (produsen), dan dapat mensikapi calon penonton.

• Pemeran inilah yang harus menafsirkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Memang sutradaralah yang menentukannya, tetapi tanpa kepiawaian dalam mewujudkan pemeranannya, konsep peran yang telah digariskan sutradara berdasarkan naskah, hasilnya akan sia-sia belaka.

• Secara garis besar variasi panggung dapat dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, panggung yang dipergunakan sebagai pertunjukan sepenuhnya, sehingga semua penonton dapat mengamati pementasan secara keseluruhan dari luar panggung. Kedua, panggung berbentuk arena, sehingga memungkinkan pemain berada di sekitar penonton. • Cahaya (lighting) diperlukan untuk memperjelas penglihatan penonton terhadap mimim pemeran, sehingga tercapai atau dapa mendukung penciptaan suasana sedih, murung, atau gembira, dan juga dapat mendukung keratistikan set yang dibangun di panggung.

• Bunyi (sound effect). Bunyi ini memegang peran penting. Bunyi dapat diusahakan secara langsung (orkestra, band, gamelan, dsb), tetapi juga dapat lewat perekaman yang jauh hari sudah disiapkan oleh awak pentas yang bertanggung jawab mengurusnya. {/INSERTKEYS}

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

• Sering disebut kostm (costume), adalah pakaian yang dikenakan para pemain untuk membantu pemeran dalam menampilkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Dengan melihat kostum yang dikenakannya para penonton secara langsung dapat menerka profesi tokoh yang ditampilkan di panggung (dokter, perawat, tentara, petani, dsb), kedudukannya (rakyat jelata, punggawa, atau raja), dan sifat sang tokoh trendi, ceroboh, atau cermat).

• Berkat rias yang baik, seorang gadis berumur 18 tahun dapat berubah wajah seakan-akan menjadi seorang nenek-nenek. Dapat juga wajah tampan dapat dipermak menjadi tokoh yang tampak kejam dan jelek.

Semua itu diusahakan untuk lebih membantu para pemeran untuk membawakan perwatakan tokoh sesuai dengan yang diinginkan naskah dan tafsiran sutradara. • Penonton. Dalam setiap pementasan faktor penonton perlu dipikirkan juga. Jika drama yang dipentaskan untuk para siswa sekolah sendiri, faktor mpenonton tidak begitu merisaukan. Apabila terjadi kekeliruan, mereka akan memaafkan, memaklumi, dan jika pun mengkritik nadanya akan lebih bersahabat. Akan tetapi, dalam pementasan untuk umum, hal seperti tersebut di atas tidak akan terjadi.

Oleh karena itu, jauh sebelum pementasan sutradara harus mengadakan survei perihal calon penonton. Jika penontonnya ”ganas” awak pentas harus diberi tahu, agar lebih siap, dan tidak mengecewakan para penonton. PEMBAGIAN TUGAS DALAM PEMENTASAN DRAMA • Sebelum sampai pada penggarapan naskah untuk pementasan, terlebih dahulu perlu kita kenal beberapa fungsi atau peran dalam pementasan.

Pada dasarnya kerja pementasan adalah kerja kelompok atau tim. Tim terbagi menjadi dua, yaitu tim penyelenggara dan tim pementasan. Yang dimaksud tim penyelenggara pementasan adalah orang-orang yang bekerja untuk melaksanakaan “acara” pementasan. Tim penyelenggara meliputi ketua panitia (pimpinan produksi), sekretasis, bendahara, sie dana, sie publikasi, sie perlengkapan, sie dokumentasi, si konsumsi, dam masih banyak lagi.

Tim ini berperan dalam “menjual” karya seni (drama). Sukses tidaknya acara pementasan (dengan indikasi jumlah penonton yang banyak, keuntungan finansial minimal balik modal, apresiasi penonton, soundsistem, lighting yang bagus) bergantung pada tim ini. • Tim kedua adalah tim pementasan.

Yang dimaksud tim pementasan adalah sekelompok orang yang bertugas menyajikan karya seni (drama) untuk ditonton. Tim pementasan terdiri dari sutradara, penulis naskah, tim artistik, tim tata rias, tim kostum, tim lighting, dan aktor. Sebenarnya tim pementasan ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu tim on stage (di atas panggung) atau aktor, dan tim behind stage (belakang panggung). Kedua tim ini memiliki peran yang sama dalam mensukseskan pertunjukan/pementasan.

• Pertama-tama kita bahas dulu tim pementasan beserta tugas dan kewenangannya. • Seperti kita ketahui bersama, sutradara adalah pimpinan pementasan. Ia bertugas melakukan casting (memilih pemain sesuai peran dalam naskah), mengatur akting para aktor, dan mengatur kru lain dalam mendukung pementasan.

Pada dasarnya seorang sutradara berkuasa mutlak sekaligus bertanggung jawab mutlak atas pementasan. • Penulis Naskah. Sebenarnya ketika sebuah naskah dipilih untuk dipentaskan, penulis naskah sudah “mati”. Artinya, ia tidak memiliki hak lagi untuk mengatur visualisasi atas naskahnya. Tanggung jawab visualisasi ada pada sutradara. Biasanya, dalam perencanaan akting, seorang penulis naskah hanya diminta sebagai komentator.

istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah

• Penata Panggung. Tugas utama penata panggung adalah mewujudkan latar (setting panggung) seperti yang diinginkan oleh sutradara. Biasanya sutradara akan berdiskusi dengan penata panggung untuk mewujudkan setting panggung yang mendukung cerita. • Penata Cahaya.

Tugas utama penata cahaya adalah merencanakan sekaligus memainkan pencahayaan pada saat pementasan sehingga pencahayaan mendukung penciptaan latar suasana panggung. Jelas bahwa penata caha perlu berkoordinasi dengan penata panggung. Seorang penata cahaya harus memiliki pengetahuan memadai dalam hal mixer cahaya. • Penata Rias dan Busana. Tugas utama penata rias dan busana adalah mewujudkan rias dan kostum para aktor sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut oleh sutradara.

Biasanya, penata rias dan busana berkoordinasi erat dengan sutradara. • Penata Suara. Tugas utama penata suara adalah mewujudkan sound effect yang mendukung pementasan. Bersama dengan penata busana, penata panggung, dan penata cahaya, penata suara menciptakan latar yang mendukung pementasan. Jelas bahwa prasyarat untuk menjadi penata suara adalah memiliki kemampuan mengelola soundsistem dan soundeffect.

• Tugas utama aktor adalah memerankan tokoh yang ditugaskan kepadanya oleh sutradara. • Tim penyelenggara dan kewenangannya adalah sebagai berikut. • Ketua Panitia • Sekretaris • Bendahara • Sie Acara • Sie Dana • Sie Dokumentasi • Sie Perlengkapan • Sie Konsumsi • Sie Tempat Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Drama Menurut Para Ahli Berserta Unsurnya Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀 Sebarkan ini: • • • • • Posting istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah S1, SMA, SMK Ditag 15 pengertian drama menurut istilah untuk drama pada masa penjajahan belanda di indonesia disebut dengan istilah ahli, 15 pengertian seni teater menurut para ahli, aspek kajian drama, ciri ciri drama, Contoh Drama, definisi drama, drama adalah, Drama Komedi, drama modern adalah, Drama sekolah, fungsi drama, fungsi seni drama, jelaskan pengertian drama baru, jurnal pengertian drama menurut para ahli, kaidah kebahasaan drama, karakteristik drama, Nakah drama, pengertian bermain drama menurut para ahli, Pengertian Drama, pengertian drama menurut kbbi, pengertian teater menurut para ahli indonesia, sebutkan kriteria menentukan tokoh utama, sebutkan struktur drama, sebutkan unsur unsur pementasan drama, struktur cerita drama, Struktur drama, teori tentang drama, tuliskan tujuan drama, Unsur-unsur drama Navigasi pos Pos-pos Terbaru • Pengertian Mahasiswa Menurut Para Ahli Beserta Peran Dan Fungsinya • “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan ) • Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya • Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya • Pengertian Saraf Parasimpatik – Fungsi, Simpatik, Perbedaan, Persamaan, Jalur, Cara Kerja, Contoh • Higgs domino apk versi 1.80 Terbaru 2022 • Pengertian Gizi – Sejarah, Perkembangan, Pengelompokan, Makro, Mikro, Ruang Lingkup, Cabang Ilmu, Para Ahli • Proses Pembentukan Urine – Faktor, Filtrasi, Reabsorbsi, Augmentasi, Nefron, zat Sisa • Peranan Tumbuhan – Pengertian, Manfaat, Obat, Membersihkan, Melindungi, Bahan Baku, Pemanasan Global • Diksi ( Pilihan Kata ) Pengertian Dan ( Fungsi – Syarat – Contoh ) • Contoh Soal Psikotes • Contoh CV Lamaran Kerja • Rukun Shalat • Kunci Jawaban Brain Out • Teks Eksplanasi • Teks Eksposisi • Teks Deskripsi • Teks Prosedur • Contoh Gurindam • Contoh Kata Pengantar • Contoh Teks Negosiasi • Alat Musik Ritmis • Tabel Periodik • Niat Mandi Wajib • Teks Laporan Hasil Observasi • Contoh Makalah • Alight Motion Pro • Alat Musik Melodis • 21 Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran • 69 Contoh Teks Anekdot • Proposal • Gb WhatsApp • Contoh Daftar Riwayat Hidup • Naskah Drama • Memphisthemusical.ComJawaban: Istilah untuk drama pada masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut dengan istilah tonil.

Tonil kemudian berkembang diganti dengan istilah sandiwara oleh P.K.G Mangkunegara VII. Sandiwara berasal dari kata dalam bahasa Jawa sandi dan wara. Sandi artinya rahasia, sedangkan wara (warah) artinya pengajaran. Maka istilah sandiwara mengandung makna pengajaran yang dilakukan dengan perlambang. Penjelasan: trima kasih Nama : . Kelas : . Hari/tgl : Sen … in, 09 Mei 2022 Soal latihan Sautin pitakén ring sor antuk pesaut sané patut!

1. Tegarang tulis 4 sané rumasuk soroh penganggé ardasuara! 2. Tegarang salin kruna ring sor antuk aksara Bali! a. Puseh b. Pucung c. Bangku d. Cah-cah 3. Tegarang tulis 2 conto ané dadi orahang abungkul ! 4. Tegarang tulis 2 conto kruna sané nganggé tengenan bisah ! 5. I Mémé meli biu aijas aji setiman. Kruna setiman yang tulis baan angka!

Teks Drama




2022 www.videocon.com