Bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

tirto.id - Menurut kamus bahasa indonesia, serat adalah material yang perbandingan panjang dan lebarnya besar serta molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

serat kapas yang memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai 1 sampai dengan 1000. Bahan serat merupakan jenis bahan berupa potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang utuh. Serat juga sering dikaitkan sayur-sayuran, buah-buahan,dan tekstil. Serat pada sayuran dan buah-buahan sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga sebagai bahan baku tekstil, yaitu untuk bahan baku pembuatan benang. Dikutip dari laman Sumber Belajar Kemendikbud, karakteristik bahan serat alam adalah pada permukaan seratnya, seperti kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas.

Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti, terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar. Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Salah satu serat alam paling mahal adalah linen.

Linen dibuat dari tanaman lenan.Linen diproduksi dalam jumlah kecil. Namun kain linen menjadi bernilai karena sangat sejuk dan segar digunakan dalam cuaca panas.

Adapun berdasarkan asal bahan penyusunnya, serat dikelompokkan menjadi dua yaitu serat alam dan serat sintetis. Bahan serat alam adalah bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses dan penambahan bahan kimiawi sehingga keasliannya terjaga dan diutamakan dari alam, dan diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok,yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan bahan tambang. Contoh Kerajinan Bahan Serat Alam Tumbuhan & Hewan Di bawah ini merupakan beberapa contoh kerajinan yang dibuat dari bahan serat alam tumbuhan, seperti dikutip dalam modul Prakarya Kelas VIII (2017).

1. Serat dari Tumbuhan Serat ini mengandung unsur utama berupa selulosa. Bagian tumbuhan yang dijadikan serat antara lain biji, daun, batang, dan buah.

Serat yang berasal dari biji misalnya kapas dan kapuk. Serat yang diambil dari batang misalnya serat jute dan rami. Serat yang diambil dari daun misalnya abaca, sisal, dan daun nanas. Buah yang dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buah. Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu.

Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara dianyam. Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Sedangkan proses persiapan pembuatan bahan baku yang digunakan biasanya dengan cara dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari langsung. Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benzoat atau zat pengawet lainnya sehingga bahan serat alam dapat tahan lama tanpa jamur.

2. Serat dari Hewan Serat ini memiliki tekstur yang lembut dan halus, serta bersifat menghangatkan sehingga orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini. Bagian hewan yang dimanfaatkan seratnya adalah bulu. Bulu hewan paling banyak diolah bahan baku serat produk tekstil di antaranya stapel dan alamen. Berikut penggolongan jenis serat hewan: • Serat stapel,yaitu serat yang berbentuk rambut hewan disebut dengan wol.

Contoh domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna.Dan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba. • Serat filamen, yaitu serat berbentuk jaringan. Contohnya serat yang berasal dari larva ulat sutera untuk membentuk kepomponglalu dipintal menjadi benang.

Bahan-bahan serat hewan dapat diolah dengan berbagai cara dan dilakukan dengan beberapa tahap pengolahan, seperti pencukuran, pembersihan dengan cara pencucian, pengeringan, dan kemudian dipintal. Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jual tinggi. Produk yang dihasilkan dari bulu domba sering diolah dengan teknik tenun.

Serat bulu domba atau wol memiliki kelebihan di antaranya berat, hangat, dan halus. Oleh sebab itu, bahan serat ini cocok dimanfaatkan sebagai produk fesyen, seperti syal dan rompi.

tirto.id - Kerajinan tekstil adalah pemanfaatan bahan baku tekstil hingga menjadi produk layak guna. Kerajinan tekstil ini amat berfaedah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu kerajinan tekstil populer dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia adalah produk kain batik yang sudah punya pasar internasional di mancanegara. Secara definitif, tekstil adalah bahan yang berasal dari serat, diolah menjadi benang, kemudian dirajut atau ditenun menjadi kain.

Biasanya, ia digunakan untuk pembuatan busana atau berbagai produk kerajinan tekstil lainnya. Pada dasarnya, kerajinan tekstil adalah bagian dari seni terapan. Dengan demikian, selain memiliki tujuan fungsional atau berguna bagi kehidupan sehari-hari, kerajinan tekstil juga memiliki nilai keindahan atau estetika tersendiri. Fungsi Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil memiliki berbagai fungsi, mencakup fungsi benda pakai, fungsi hiasan, fungsi kelengkapan ritual, dan fungsi simbolik.

Berikut ini rangkuman fungsi kerajinan tekstil dan penjelasan ringkasnya. 1. Fungsi Penghias Salah satu fungsi kerajinan tekstil adalah untuk hiasan atau sebagai pajangan dalam suatu ruang.

Kerajinan tekstil untuk hiasan ini dapat berupa penghias pada suatu benda agar tampak menarik, misalnya pada tas atau busana, kemudian diberi sulaman bunga agar tampak menarik. Jika ia menjadi pajangan, maka kerajinan tekstilnya dapat berupa hiasan dinding, dan sebagainya. Hiasan ini dapat mengandung makna simbolik tertentu atau untuk bahan hiasan/pajangan belaka, serta tanpa mengandung makna apa pun. 2. Fungsi Benda Pakai Jika kerajinan tekstil digunakan sebagai benda pakai, maka tujuannya adalah untuk kebutuhan sehari-hari.

Contohnya busana, tas, dan aksesoris. 3. Fungsi Kelengkapan Ritual Dalam masyarakat tradisional, kerajinan tekstil kerap kali dijadikan simbol dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan ritual tertentu. Sebagai misal, penggunaan kain ulos yang sakral, serta hanya dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.

4. Fungsi Simbolik Selain sebagai hiasan, kerajinan tekstil tradisional juga melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual, kenangan pada kejadian masa silam, atau simbol-simbol lainnya. Contoh kerajinan tekstil untuk keperluan fungsi simbolik adalah tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik. Prinsip-Prinsip Kerajinan Tekstil Untuk membuat kerajinan tekstil berkualitas tinggi, seorang pengrajin harus memahami prinsip-prinsipnya sesuai dengan fungsi hias dan fungsi pakai berikut ini, sebagaimana dikutip dari buku Prakarya (2017) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

1. Prinsip Keunikan Bahan Kerajinan Salah satu prinsip menghasilkan kerajinan tekstil yang khas adalah dengan menggunakan bahan tekstil yang unik, serta berbeda dari kerajinan-kerajinan sebelumnya. Bahan kerajinan tekstil dapat berasal dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan tekstil ini dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, sampai dengan memanfaatkan bahan limbah dari lingkungan sekitar.

2. Prinsip Keterampilan Tangan Jika seorang pengrajin memiliki keterampilan tangan yang mahir, terlebih jika dibekali dengan ilmu desain dan seni, ia akan berkembang menjadi kerja yang canggih, serta setara dengan seniman dan desainer. Kerajinan tekstil yang berkualitas akan lahir dari seorang pengrajin dengan kesadaran material ( material consciousness). Maksudnya, pengrajin harus memiliki kesadaran bekerja dengan keterampilan tangannya sendiri dan peralatan yang ada di lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, kerajinan tekstil yang dihasilkan menjadi berkualitas, sebab dilakukan dengan kepekaan tinggi, hasil dari kombinasi tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, dan lingkungan sosial sehari-hari.

3. Prinsip Unsur Estetik Unsur estetik dari kerajinan tekstil dapat dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias, dan komposisi yang dihasilkan.

Dari sisi bentuknya, kerajinan tekstil yang dibikin memiliki keanekaragaman bentuk sesuai fungsi atau produk hiasan. Bentuk yang dihasilkan pun bisa jadi dua dimensi atau tiga dimensi. Dalam hal ragam hias dan komposisinya, kerajinan tekstil yang berkualitas bersandar pada prinsip-prinsip seni dan desain, seperti proporsi, keseimbangan dan kesatuan, irama, dan pusat perhatian dari kerajinan tersebut.

4. Unsur Hiasan atau Ornamen Hiasan dalam kerajinan tekstil ini terbagi menjadi dua, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk selesai dibikin atau hiasan yang direncanakan sejak awal pembuatan produk. Jika ornamen itu direncanakan sejak awal, biasanya hiasannya akan menyatu dengan produk itu sendiri.

Pembuatan hiasan pada kerajinan tekstil ini dapat dibikin dengan cara dilukis, diukir, dicetak, dan sebagainya. Teknik dan Karakteristik Kerajinan Tekstil Pembuatan kerajinan tekstil biasanya terdiri dari dua teknik yaitu teknik struktural dan teknik dekoratif. Penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. Teknik Struktural Teknik struktural adalah penyesuaian pembuatan produk tekstil sesuai dengan karakteristik bahannya.

Sebagai misal, jika bahan kerajinan tekstil adalah kain, maka tas dari bahan ini akan dibikin dengan cara dirajut. 2. Teknik Dekoratif Teknik dekoratif adalah perlakuan dalam kerajinan tekstil untuk memberikan efek visual pada suatu karya. Misalnya, pada tas rajut di atas, lalu diberi ornamen dengan sulam pita. Dari sisi karakteristiknya, kerajinan tekstil dapat terlihat dari susunan garis, bentuk, warna dan teksturnya. Selain itu, untuk memperoleh kerajinan tekstil yang berkualitas, perencanaannya memerlukan kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi kerajinan tekstil itu sendiri.

Pertimbangan lain dalam pembuatan kerajinan tekstil adalah kerumitan pengerjaan yang didasarkan pada perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan. Hal-hal ini disesuaikan dengan komposisi estetis agar melahirkan kerajinan tekstil yang berkualitas.
Kerajinan Serat: Jenis, Pengolahan, Proses, Alat & Contoh - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 5.1 Artikel Terkait Indonesia dinyatakan sebagai negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Braail, yaitu negara yang memiliki keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati, dan ekosistem yang ada di daratan dan lautan.

Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Kerajinan serat merupakan salah satu kerajinan yang sangat potensial di Indonesia. Mengapa? Karena Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Biodiversitas tinggi maksudnya adalah memiliki keanekaragaman spesies makhluk hidup, hayati, dan ekosistem sangat beragam baik di daratan maupun lautan.

Artinya, terdapat banyak bahan yang unik dan sulit ditemukan di negara lain yang dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi kerajinan di sini. Termasuk kerajinan serat yang terbuat dari serat alam. Namun kemudian, apa itu serat alam sendiri? Berikut adalah penjelasannya. Pengertian Serat Alam Bahan serat alam adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

6). Dalam KBBI serat diartikan sebagai suatu material yang perbandingan panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Contohnya adalah serat kapas yang memiliki perbandingan panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000).

Serat juga dapat dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil. Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan.

Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil. Sebagai bahan baku tekstil, serat merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan benang dan kain. Ya, serat adalah bahan baku yang memegang peranan penting dalam pembuatan tekstil karena sifat serat akan mempengaruhi sifat benang atau kain yang dihasilkan, baik dari pengolahan secara mekanik maupun pengolahan secara kimia.

Bahan serat alam telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Beberapa bukti sejarah mencatat bahwa bahan serat alam sudah dipergunakan sejak tahun 2640 SM. Negara yang pertama kali mengolah bahan serat alam adalah Cina yang dari sejak dahulu sudah menghasilkan serat sutera. Selain serat sutera, bahan serat alam lainnya berupa kapas yang dari sejak tahun 1540 SM telah banyak diproduksi secara industri oleh India.

Dalam perkembangannya, bahan serat alam digunakan di berbagai negara lainnya, seperti serat flax_ yang pertama kali digunakan di Swiss pada tahun 10000 SM, serta serat wol mulai digunakan di Mesopotamia pada tahun 1000 SM.

Selama ribuan tahun, serat flax, wol, sutera, dan kapas telah melayani kebutuhan manusia paling banyak sepanjang masa. Pada awal abad ke-20 mulai diperkenalkan serat buatan (tidak alami). Hingga saat ini semakin banyak jenis serat buatan yang dapat digunakan sebagai bahan kerajinan serat. Serat Buatan VS Serat Alam Produksi bahan serat alam dari tahun ke tahun dapat dikatakan stabil, meskipun persentase terhadap seluruh produksi serat tekstil makin lama makin menurun mengingat kenaikan produksi bahan serat buatan yang semakin tinggi.

Mengapa? Karena serat buatan membutuhkan biaya yang lebih kecil untuk diproduksi karena dapat diproduksi secara massal. Ditambah lagi ketersediaan bahan serat alam sangat terbatas. Produksi bahan serat alam juga membutuhkan iklim yang mendukung. Kondisi musim kemarau ataupun musim penghujan dapat mempengaruhi produksi bahan serat alam.

Sifat bahan serat alam ada yang tahan akan iklim kemarau maupun kondisi musim penghujan. Selain itu, jika bahan serat alam ini diproduksi terus-menerus akan mempengaruhi harga pasar. Semakin langka ketersediaan bahan serat alam maka semakin mahal juga ongkos produksinya. Hal itu juga akan meningkatkan harga jual produk di pasar.

Melihat keadaan tersebut, tidak heran jika Indonesia yang memiliki iklim yang lebih baik dan kondisi alam yang mendukung dapat menghasilkan bahan serat alam dengan efektif. Kerajinan serat menggunakan serat alam juga membuat produk kerajinan menjadi lebih eksklusif karena sulit untuk diproduksi secara massal. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat Bahan serat alam dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral.

Namun pada kesempatan kali ini, yang akan dipelajari hanya pada serat dari dari tumbuhan dan hewan yang akan dipaparkan di bawah ini. Serat dari Tumbuhan Tidak semua tumbuhan memiliki kandungan yang dapat diolah menjadi serat alam. Hal ini karena serat yang diinginkan sebagai bahan baku produk tesktil memiliki persyaratan meliputi: kuat, tahan lama, bentuknya tetap (tidak susut), permukaan yang halus ataupun bertekstur sesuai persyaratan produk. Serat yang berasal dari tumbuhan dapat dilihat berdasarkan bagian-bagian tumbuhan.

Adapun serat yang berasal dari tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yakni sebagai berikut. Serat dari Biji Beberapa biji tumbuhan telah memenuhi persyaratan untuk diolah sebagai bahan serat, contohnya dalah biji dari pohon kapas dan kapuk. Namun saat ini kapas dan kapuk sudah jarang digunakan untuk bahan baku produk tekstil.

Kapas lebih banyak digunakan sebagai bahan kosmetik. Serat dari Batang Jenis batang yang menghasilkan serat alam dapat berupa jenis batang yang berkambium ataupun tidak berkambium. Contoh serat alam dari batang meliputi: bahan pohon anggrek, melinjo/ganemon, mahkota dewa, beringin, yonkori, flax, jute, rosella, henep, rami, urena, kenaf, dan sunn. Serat dari Daun Tumbuhan yang dapat diolah sebagai bahan serat dari daunnya tidaklah banyak. Namun, banyak orang memanfaatkan serat dari daun sebagai bahan baku produk tekstil.

Contohnya adalah: serat daun mendong (purun tikus), daun nanas, daun pandan berduri, daun eceng bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut…., daun abaka, daun sisal, dan daun henequen. Serat Berasal dari Buah Tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat diolah menjadi bahan serat alam tidaklah banyak.

Buah yang sudah dimanfaatkan sebagai bahan serat adalah buah kelapa. Buah kelapa memiliki sabut yang melapisi buahnya, dan sabut tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan serat. Sabut yang digunakan sebagai serat hanyalah yang memiliki potongan-potongan panjang. Serat dari Hewan Serat yang berasal dari hewan banyak disukai oleh negara-negara Eropa. Bahan serat tersebut memiliki tekstur yang lembut dan halus, Sifat serat hewan menghangatkan sehingga orang-orang yang tinggal di daerah musim dingin sangat memanfaatkan serat ini.

Serat dari Stapel Stapel adalah serat yang berbentuk rambut hewan yang disebut dengan wol (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

11). Contoh serat dari stapel adalah dari: domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Rambut hewan yang paling banyak digunakan adalah wol dari bulu domba. Serat dari Filamen Filamen merupakan serat yang berbentuk jaringan. Contohnya adalah serat yang berasal dari larva ulat sutera yang digunakan untuk membentuk kepompong.

Kepompong inilah yang merupakan serat lalu dipintal menjadi benang. Contohnya adalah serat dari kepompong ulat sutra. Karakteristik Bahan Serat Alam Karakteristik bahan serat alam yang menjadi perhatian adalah permukaan seratnya, seperti: • kehalusan, • kekuatan, • daya serap, dan • kemuluran atau elastisitas.

Karakteristik Serat Kapas Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki beberapa karakteristik seperti: bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur, dan mudah terbakar. Karakteristik Serat Sutra Sementara serat sutra mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, tahan terhadap sinar matahari, daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, mudah terbakar, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, serta mudah dihancurkan.

Karakteristik Serat Wol Serat wol mempunyai ciri-ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Berdasarkan karakteristik tersebut, kita dapat melakukan perawatan pada bahan serat alam lebih maksimal.

Hal ini dilakukan agar kualitas bahan serat tetap terjaga dan tahan lama. Pengolahan Bahan Serat Sebelum menggunakan serat alam sebagai bahan kerajinan, tentunya harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Proses pengolahan masing-masing bahan tekstil secara umum sama saja. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin yang langkah-langkahnya dalah sebagai berikut.

• Pemintalan Benang Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan. • Penggulungan Benang Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang. • Pencelupan Warna Benang diproses dengan pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya benang dikeringkan. • Penenunan Benang Menjadi Kain Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.

Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup. Teknik Produksi Kerajinan Bahan Serat Teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Teknik-teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, makrame, dan tapestri yang akan dijelaskan sebagai berikut.

Menenun Bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut…. menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang-benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.

Menjahit Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Teknik menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.

Mengikat Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Teknik mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna. Sementara itu, proses produksi kerajinan bahan serat sesuai dengan bahan dan teknik yang digunakan akan dipaparkan di bawah ini. Produk dan Proses Kerajinan Bahan Serat Alam Sebelumnya, dalam pembuatan produk kerajinan yang baik, kita harus mengetahui terlebih dahulu sebetulnya produk seperti apa yang bagus dan berkualitas baik.

Oleh karena itu, kita perlu memahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas. Syarat Perancangan Kerajinan Serat Alam Berkualitas Baik Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan yang berkualitas tinggi adalah sebagai berikut. • Kegunaan ( Utility) Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh mangkuk untuk wadah sayur. • Kenyamanan ( Comfortable) Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya.

Contoh cangkir didesain ada pegangannya. • Keluwesan ( Flexibility) Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki. • Keamanan ( Safety) Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi aat pelapis/pewarna yang dipakai agar tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan. • Keindahan ( Aesthetic) Benda yang indah mempunyai daya tarik lebih dibanding benda yang biasa-biasa saja.

Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya. Proses Perancangan Kerajinan Serat Alam Selain itu, kerajinan serat yang baik dihasilkan dari proses perancangan yang baik pula. Oleh karena itu, proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal berikut ini. • Tentukan bahan & jenis kerajinan. • Penggalian ide dari berbagai sumber. • Buat beberapa sketsa karya.

• Tentukan sebuah karya terbaik. • Kumpulkan bahan dan alat yang sesuai untuk rancangan karya. • Buat karya sesuai dengan rancangan/sketsa. • Evaluasi karya, apakah layak atau tidak. • Revisi karya, meskipun karya sudah layak, jika ada celah inovasi mengapa tidak. Produk Kerajinan Serat Alam Produk kerajinan yang dihasilkan dari bahan serat tumbuhan dan hewan sangat banyak dan cukup mudah didapat.

Namun ada pula serat buatan yang dihasilkan dari berbagai bahan campuran, yang juga menghasilkan produk kerajinan yang kreatif seperti kain. Berikut adalah beberapa contoh produk dan proses kerajinan serat alam. Produk Kerajinan Serat Tumbuhan Serat alam yang biasa digunakan di antaranya daun eceng gondok, daun pandan, daun jagung, daun pisang atau pelepah pisang, daun kelapa/janur, daun lontar, daun pandan, dan daun pohon gebang.

Selain daun ada juga akar, biji, dan batang. Bahan Kerajinan Serat Tumbuhan Serat alam dari tumbuhan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan. Beberapa bahan kerajinan serat tumbuhan meliputi beberapa jenis di bawah ini.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

• Serat pelepah pisang • Serat daun pepaya • Bahan serat eceng gondok Pengolahan Bahan Kerajinan Serat Tumbuhan Proses persiapan pembuatan bahan baku yang digunakan biasanya dengan cara dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari langsung. Untuk menghindari jamur, bahan serat alam harus direndam dahulu dalam waktu tertentu dengan larutan natrium benaoat atau aat pengawet lainnya sehingga bahan serat alam dapat tahan lama tanpa jamur.

Alat Produksi Kerajinan Serat Tumbuhan Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak. Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan daun atau serat alam. Ada pula peralatan berat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan tertentu, seperti mesin jahit, mesin tenun, mesin pemisah sabut kelapa, dan aneka mesin lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan bahan serat alam.

Contoh Hasil Produk Kerajinan dari Serat Tumbuhan Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan produk kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, dan tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara dianyam.

Namun, ada juga yang menggunakan teknik tempel atau jahit. Bahan serat alam yang berasal dari serat/sabut kelapa dapat diproduksi sebagai keset, atau bahkan sebagai isi bantal. Bahan serat alam dari daun/pelepah pisang, pandan, atau eceng gondok dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan juga fungsi hias dengan menggunakan teknik anyam.

Produk Kerajinan Serat Hewan Serat hewan yang biasa dibuat untuk bahan dasar kerajinan adalah bulu domba, serat ulat sutra, bulu biri-biri, dan kulit hewan. Bulu domba memiliki ketebalan yang cukup untuk dibuat kerajinan fashion seperti syal, baju hangat, kaos kaki, rompi, topi, sepatu, dan tas.

Ada pula yang dibuat menjadi sarung bantal kursi, dan taplak. Masih banyak lagi produk kerajinan dari bahan serat hewan ini sudah digeluti oleh perajin di beberapa daerah, melihat semakin variatifnya minat masyarakat. Berikut adalah pemaparan mengenai produk-produk kerajinan dari serat hewan.

Bahan Kerajinan dari Serat Hewan Berikut adalah beberapa bahan serat dari hewan yang dapat diolah menjadi produk kerajinan serat hewan. • Serat wol dari bulu domba • Serat sutra dari kepompong ulat sutra • Bahan serat dari bulu alpaca Pengolahan Bahan Kerajinan Serat Hewan Bahan-bahan serat hewan dapat diolah dengan berbagai cara dan dilakukan dengan beberapa tahap pengolahan, seperti: • pencukuran, • pembersihan dengan cara pencucian, • pengeringan, • dan kemudian dipintal.

Hasil dari pemintalan diperoleh benang yang dapat dijadikan sejumlah produk yang bernilai jual tinggi. Produk yang dihasilkan dari bulu domba sering diolah dengan teknik tenun. Serat bulu domba atau wol memiliki kelebihan di antaranya berat, hangat, dan halus. Oleh sebab itu, bahan serat ini cocok dimanfaatkan sebagai produk fashion atau pakaian karena nyaman di kulit. Alat Produksi Kerajinan Serat Hewan Alat yang digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat alam cukup banyak.

Peralatan digunakan sesuai kebutuhan. Peralatan di bawah ini hanya sebagian saja dari aneka peralatan yang dapat digunakan untuk membuat produk kerajinan dari bahan serat hewan. Ada pula peralatan berat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan tertentu, seperti alat pintal dan alat penggulung benang. Alat tersebut dapat dibuat dalam bentuk tradisional.

Contoh Hasil Produk Kerajinan dari Serat Hewan Pembuatan produk kerajinan bahan serat hewan, baik yang dibuat sebagai bahan baku tekstil ataupun yang dibuat sebagai fungsional memiliki prosedur yang berbeda.

Misalnya, Bahan serat hewan dari sutra dapat diproduksi menjadi kain sutra. Selanjutnya, kain sutra sendiri masih dapat diolah kembali menjadi berbagai produk kerajinan lainnya, misalnya batik, kain ikat celup, busana, dan syal. Bahan serat hewan dapat diproduksi menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki fungsi pakai dan fungsi hias dengan menggunakan teknik jahit, tenun, dan rajut. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Serat Penyajian sebuah produk kerajinan disebut juga dengan kemasan.

Kemasan telah menjadi bagian penting dari sebuah karya. Saat ini kemasan sebuah produk turut menentukan apakah produk tersebut layak dikatakan memiliki kualitas lebih atau biasa saja.

Bentuk kemasan sangat membantu sebuah produsen mengenalkan produk. Bentuk kemasan juga sangat membantu para perajin atau produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki empat fungsi utama, yakni: • menjual produk, • melindungi produk, • memudahkan penggunaan produk, dan • memperindah penampilan/penyajian produk. Penting untuk dipahami bahwa produk yang diperuntukkan dijual, maka kemasan harus lebih berguna untuk melindungi keamanan karya dari kerusakan, sedangkan jika untuk dipamerkan maka kemasan lebih berfungsi sebagai penunjang atau penyaji produk utama.

Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan • Budaya Organisasi : Pengertian, Dimensi, Indikator, Contoh, dsb Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam (33) • Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (9) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

• Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan Daftar Isi Artikel • 40 Contoh Soal Prakarya • Sebarkan ini: • Posting terkait: Berikut di bawah ini, soal prakarya kelas 7 semester ganjil kurtilas dilengkapi kunci jawaban dengan pertanyaan dimulai dari soal nomor 1.

1. Serat sutra dimanfaatkan oleh manusia sehingga menjadi benang yang berasal dari…. a. Tumbuhan b. Hewan c. Pandang d. Ulat Jawaban : d 2. Kapas lebih banyak digunakan orang sebagai bahan…. a. Rumah tangga b. Tekstil c. Kerajinan d. Kosmetik Jawaban : b 3.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Serat yang berbentuk jaringan disebut…. a. Bulu b. Wol c. Filament d.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Sistem jaringan Jawaban : c 4. Untuk memperoleh warna yang kuat benang harus melalui proses…. a. Pemintalan d. Penggulungan c. Pencelupan d. Penenunan Jawaban : c 5. Bahan serat alam dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu….

a. Tumbuhan,Hewan,udara b.Tumbuahn,hewan,mineral c. Biji kopi, kedelai, dan semangka d. Tanah,batu, dan krikil Jawaban : b 6. Produk kerajinan dari kayu di katakan memiliki nilai keindahan yang tinggi yaitu terletak pada…. a. jenis kayunya b. serat kayunya c. warna kayunya d.

ukiran kayunya jawaban : d 7. Seorang yang berkerja dengan membuat benda-benda kerajinan umumnya disebut…. a. terampil b. pengrajin c. pelukis d. penganyam jawaban : b 8.

Teknik yang digunakan pada pembuatan makrame adalah…. a. pilin b. anyam c. simpul d. membatik jawaban : c 9. Benda kerajinan memiliki fungsi dalam pembuatannya dan fungsi tersebut adalah…. a. sebagai benda pakai dan benda hias b. sebagai benda hias c. sebagai benda pakai d. ergonomis karya seni jawaban : a 10.

Kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berkaitan dengan nilai…. a. seni b. etnis c. sepiritual d. kekuatan jawaban : c 11. Agar produk yang dihasilkan dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi penggunanya, produk limbah ini haruslah memperhatikan, yaitu….

a. kebersihan dan kerapihan produk b. keindahan dan keunikan produk c. keindahan dankerapihan produk d. kualitas dan daya Tarik produk jawaban : d 12. Berdasarkan jenis bahannya, serat dapat dibagi menjadi…. a. serat filamen dan benang b.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

serat alami dan buatan c. serat putih dan berwarna d. serat sintetis dan filament jawaban : b 13. Suatu jenis bahan yang berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh disebut….

a. kain b. benang c. serat d. pita jawaban : c 14. Berikut ini yang merupakan serat alami dari hewan adalah…. a. enceng gondok b. kulit kayu c. bulu domba d. tali plastic jawaban : c 15. Contoh kerajinan tekstil dari serat alami adalah…. a. tas dari kulit b. tas dari kain percah c. tas dari eceng gondok d. tas dari plastic jawaban : c 16. Bahan di bawah ini yang termasuk bahan serat alam alami…. a. plastik b. bubur kertas c.

kain perca d. eceng gondok jawaban : d 17. Teknik menggabungkan atau menjalin bagian-bagian menjadi struktur yang lebih kuat merupakan…. a. teknik quilting b. teknik aplikasi perca c. teknik anyaman teknik d. teknik tiga dimensi jawaban : c 18. Teknik yang digunakan pada pembuatan makrame adalah…. a. pillin b. anyaman c.

membatik d. simpul jawaban : d 19. Bahan yang dapat digunakan dengan teknik anyaman adalah…. a. eceng gondok b. daun pandan c. kain perca d. gedebong pisang jawaban : b 20. Bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut…. a. tekstiluat b. gerabah c. keramik d. tenun jawaban : a 21.

Tahap awal yang dilakukan ketika merancang kerajinan tekstil adalah…. a. mencari ide b. membuat seketsa c. perencanaan produksi d. pembutan kerajinan jawaban : a 22. Suatu cara penerapan corak diatas permukaan kain dengan canting/cap melalui proses tutup celup dana tau colet dengan lilin batik sebagai perintang pewarnaan disebut….

a. merajut b. membatik c. menenun d. menganyam jawaban : b 23. Kain yang terbuat dari serat tumbuh-tumbuhan mempunyai sifat antara lain…. a. tahan panas, daya serapnya tinggi b. tahan panas, kelenturannya rendah c. tahan panas, kelenturannya tinggi d. tidak tahan panas, kelenturannya rendah jawaban : a 24. Jenis kain yang digunakan untuk membatik yang bermutu atau berkualitas tertinggi adalah….

a. mori biru b. mori blaco c. prima d. primissima jawaban : d 25. Kain yang terbuat dari serat binatang atau protein mempunyai sifat antara lain…. a. daya serapnya tinggi, tahan panas b. daya serapnya rendah, kelenturannya rendah c. daya serapnya baik, kurang tahan panas d. kurang tahan panas, kelenturannya rendah jawaban : c 26. Kain yang umum dipakai sebagai bahan dasar batik adalah kain yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan antara lain….

a. mori b. sutera c. paris d. sivon jawaban : b 27. Menghias permukaan dengan cara melapisi/mengisi dengan bahan pelapis/pengisi kemudian dijahit tindas pada permukaan kain, merupakan teknik…. a. border b. sulam c. jahit perca d. jahit tindas jawaban: d 28. Hasil kerajinan kriya dengan teknik simpul yang menggunakan tali/benang disebut…. a. tenun b. sulam c. sablon d. makrame jawaban : d 29. Ragam hias yang bersifat artifisial dan biasanya merupakan penggabungan dari beberapa inspirasi ragam hias disebut….

a. ragam hias makhluk hidup b. ragam hias dekoratif c. ragam hias geometris d. ragam hias tumbuh tumbuhan jawaban : b 30. Proses pembuatan biji kapas, kemudian dibersihkan, lalu dicampur dan hasilnya berupa lap disebut…. a. blowing b. carding c. drawing d. roving jawaban : a 31. Berikut beberapa fungsi dari bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut…. teknik, kecuali….

a. penyampaian informasi b. pengawetan dan penyimpanan c. penuangan gagasan dan pengembangan d. meminimalisir kesalahan dalam menggambar jawaban :d 32. Teknologi yang memudahkan masyarakat dalam berpergian ke tempat tujuannya disebut…. a. teknologi produksi b. teknologi transportasi c. teknologi produksi d. teknologi industry jawaban : b 33.

Proyek konstruksi diawasi oleh orang yang berada dikantor disebut dengan…. a. pembangkit listrik b. proyek jalan raya c. rel kereta api d. proyek rumah sakit jawaban : d 34. Kegiatan kostruksi diawasi oleh orang yang berada dikantor disebut dengan…. a. mandor proyek b. polisi c. manager proyek d. sistem analist jawaban : c 35. Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia adalah….

a. konstruksi b. teknologi c. transportasi d. komunikasi jawaban : b 36. Dalam membuat produk konstruksi miniature rumah dapat menggunakan media…. a. stik eskrim b. gunting c. kuas d. keramik jawaban : a 37. Pernyataan yang tepat mengenai fungsi gambar adalah…. a. menerangkan rangkaian yang akan dirakit b. menyuplai komponen yang pernah dibuat c. menyimpan komponen yang pernah diproduksi d. sebagai media penyampai informasi jawaban : d 38. Jangka adalah alat untuk menggambar….

a. angka b. garis lurus c. huruf d. lingkaran jawaban : d 39. Sifat utama dari pensil HB adalah…. a.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

keras b. lunak c. hitam d. lunak dan hitam jawaban : d 40. Jenis gambar yang mengilustrasikan tentang teknik disebut…. a. isyarat b. ilustrasi c. gambar teknik d. rencana kerja jawaban : c Posting terkait: • Sinopsis Novel Dream Of The Red Chamber • Apa Yang Dimaksud Dengan Reformasi • soal tema 3 kelas 1 Posting pada Tak Berkategori Ditag contoh soal prakarya kelas 7, contoh soal prakarya kelas 7 semester 1, contoh soal prakarya kelas 7 semester 2 bab 4, download kisi-kisi soal prakarya kelas 7 semester 1, soal essay prakarya kelas 7 semester 1, soal essay prakarya kelas 7 semester 2, soal pas prakarya kelas 7, soal pas prakarya kelas 7 semester 1, soal pat prakarya kelas 7 semester 2, soal prakarya kelas 7 bab 1, soal prakarya kelas 7 budidaya tanaman sayuran dan kunci jawaban, soal prakarya kelas 7 essay, soal prakarya kelas 7 kerajinan serat, soal prakarya kelas 7 kerajinan serat dan tekstil, soal prakarya kelas 7 pengolahan, soal prakarya kelas 7 pengolahan sayuran, soal prakarya kelas 7 semester 1, soal prakarya kelas 7 semester 2 kerajinan limbah lunak, soal pts prakarya kelas 7 semester 2, soal uas prakarya kelas 7 semester 1, soal uas prakarya kelas 7 semester 1 dan kunci jawaban, soal uts prakarya kelas 7 semester 1, soal uts prakarya kelas 7 semester 2 Post Terbaru • Program Kerja Osis • 16 Prospek Kerja Agribisnis • √ Larutan Non Elektrolit : Pengertian, Contoh dan Penjelasannya • Motto OSIS • Prospek Kerja Teknik Industri dan Gajinya • Sinopsis Novel Dia Adalah Kakakku • Sinopsis Novel Sepotong Hati yang Baru • Sinopsis Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah • Sinopsis Novel Sunset Bersama Rosie • Sinopsis Novel Selamat Tinggal
Daftar Isi • Apa Itu Pengertian Serat?

• Apa Pengertian dari Serat? • Bagaimana Jenis-Jenis Serat? • Jenis Bahan Serat Alami • 1. Serat Kapas • 2. Serat Jute • 3. Serat Flax • 4. Serat Rami • 5. Serat Wol • 6. Serat Sutera • 7. Serat Hewan • 8. Serat Kayu Jati • 9. Serat Daun • 10. Serat Biji • Jenis Bahan Serat Buatan • 1. Serat Rayon Asetat • 2. Serat Poliuretan • 3. Serat Rayon Kupramonium • 4. Serat Poliester • 5. Serat Nilon • 6. Serat Mineral • 7. Serat Logam • Pengertian dan Serat juga Sifat Serat Campuran • Sifat Serat Buatan (Sintetis) Pengertian s erat merupakan jenis bahan baku yang biasa digunakan untuk pembuatan benang dan kain.

Selain itu serat sendiri terbagi menjadi dua jenis diantaranya yakni serat alami dan serat buatan. Pinhome – Sedangkan untuk manfaatnya sendiri, di antara kedua serat tersebut memiliki manfaat yang sama yakni sebagai bahan baku untuk pembuatan pakain dan lainya.

Baca Juga: • Serat Fiber Adalah? • Pengertian Nilon Lengkap Beserta Jenisnya Apa Itu Pengertian Serat? Apa itu serat? Mungkin sebagian dari kamu sudah mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan serat. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa serat adalah suatu jenis bahan untuk pembuatan seperti, pakaian, benang, tali, dan bahan-bahan lainya.

Selain itu jenis serat sendiri terbagi menjadi dua macam diantaranya yakni jenis serat alami dan jenis serat buatan yang dibuat dari bahan tekstil. Apa Pengertian dari Serat? (Tribunnews) Menurut para peneliti pengertian dari serat adalah suatu jenis bahan yang berupa potongan panjang dan menyerupai jaringan. Berguna untuk membuat suatu bahan baku yang bermanfaat, salah satunya pakaian, tali, dan masih banyak lagi.

Selain itu menurut para ahli serat sendiri terbagi menjadi dua jenis, diantaranya serat alami yang berasal dari suatu hewan tertentu dan serat buatan yang berasal dari bahan tekstil. Semua itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, lantas apa saja jenis-jenis serat. Berikut penjelasannya tentang jenis-jenis serat yang perlu kamu ketahui.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Baca Juga: • Pengertian Tekstil • 7 Contoh Kerajinan Bahan Lunak Bagaimana Jenis-Jenis Serat? Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ada banyak sekali jenis-jenis serat, selain itu jenis serat sendiri terbagi menjadi dua jenis.

Yakni jenis serat alami dan jenis serta buatan, adapun untuk lebih jelasnya berikut penjelasanya. Jenis Bahan Serat Alami (Fabaloo.com) Jenis serat yang pertama yakni jenis serat alam, yang terbagi menjadi beberapa jenis serat. Adapun jenis-jenis serat alam tersebut adalah sebagai berikut ini. 1. Serat Kapas Serat kapas merupakan jenis serat alami yang mudah didapat dan memiliki sifat yang nyaman ketika dipakai.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Selain itu peran serat kapas sangat penting bagi industri tekstil karena bahannya yang mudah didapat, serta memiliki sifat yang kuat, namun kekurangannya mudah kusut. Baca Juga: • 12+ Contoh Kerajinan Tekstil dan Cara Membuatnya • Pengertian dan Contoh Kerajinan Tekstil di Indonesia 2. Serat Jute Serat jute merupakan jenis serat alami, umumnya banyak digunakan sebagai salah satu kebutuhan hidup manusia.

Serat jute terbuat dari kulit batang pohon, selain itu serat jute juga dapat digunakan untuk sebagai bahan pembuatan seperti tali tambang, kertas, karpet, gorden,dan pelapis kursi mebel. 3. Serat Flax Serat flax merupakan jenis serat alami, biasanya serat flax diolah menjadi industri linen. 4. Serat Rami Serat rami merupakan jenis serat alami yang berasal dari tanaman rami. Selain itu serat rami dapat diolah menjadi sebuah benang atau kain yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan pakain, dan masih banyak lagi.

Ternyata serat rami mempunyai sifat yang kuat, berkilau, dan mampu menyerap air dengan baik. 5. Serat Wol Serat wol merupakan jenis serat alami yang dihasilkan dari hewan domba. Serat wol sudah dikenal sejak zaman belanda, selain itu serat wol sangat bermanfaat dalam pembuatan jaket atau pakaian lainnya, karena serat wol memiliki sifat yang sangat hangat ketika dipakai. Baca Juga: • Perkembangan Revolusi Industri Tekstil • 5 Merek Kain Sofa yang Bagus dan Nyaman 6. Serat Sutera Serat sutera merupakan jenis serat alami yang berasal dari kepompong ulat, selain itu serat sutera memiliki sifat yang sangat halus, berkilau, dan sangat nyaman ketika dipakai.

Jenis serat sutera sendiri biasa digunakan untuk bahan pakaian yang berkelas atas, sehingga harga dan kualitas sangat nyaman digunakan. 7. Serat Hewan Serat hewan merupakan jenis serat yang berasal dari hewani, contoh seperti domba, sapi, buaya, kambing, ulat kepompong, dan masih banyak lagi. Yang semua itu dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan bahan sandang dan hiasan seperti pakaian, tas, sepatu, dompet dan masih banyak lagi.

8. Serat Kayu Jati Serat kayu jati merupakan serat yang berasal dari bahan alami, dan biasanya jenis serat kayu jati ini biasa digunakan untuk bahan kerajinan seperti meja, kursi, dan hiasan lainnya. Selain itu serta kayu jati sendiri dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk pembuatan rumah, contoh seperti rumah adat tradisional dan masih banyak lagi.

Baca Juga: • Batik Gemawang dan Strategi Pemasarannya • Mengkaji Arti Bisnis dari Pandangan Berbagai Ahli 9. Serat Daun Serat daun merupakan serat yang berasal dari bahan alami contoh seperti daun pelepah pisang, kelapa, manila, nanas, indigo, eceng gondok, dan lainya.

Yang semua dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk kerajinan dan warna alami. 10. Serat Biji Serta Biji merupakan serat yang berasal dari biji-bijian alam, contoh seperti kapuk, jagung, gandum, kacang, melinjo, apel, jeruk, alpukat, dan masih banyak lagi. Yang semua itu memiliki manfaat sebagai salah satu bahan kerajinan terutama pada pernak pernik lainya.

Jenis Bahan Serat Buatan (Textilinfomedia.com) Untuk selanjutnya yakni jenis serat buatan yang memiliki manfaat yang sama yakni sebagai bahan sandang pakaian dan kerajinan. Akan tetapi setiap jenis serat memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Lantas, apa saja jenis serat buatan yang biasa dipakai oleh manusia. Berikut jenis-jenis serat buatan, diantaranya adalah sebagai berikut ini. Baca Juga: • Kain Bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

• Motif Batik Indonesia yang Populer Dari Berbagai Daerah 1. Serat Rayon Asetat Jenis serat rayon asetat, merupakan jenis serat buatan semi sintetis yang biasa digunakan untuk salah satu bahan pakaian.

Contoh seperti Daster, rok, kemeja dan masih banyak lagi. Jenis serat ini memiliki sifat yang cukup hangat serta baik buat jenis pakaian lainya. Akan tetapi jenis serat rayon asetat memiliki kekurangan salah satunya yakni mudah kusut ketika sering dipakai.

2. Serat Poliuretan Jenis serat poliuretan merupakan jenis serat buatan, yang dibuat dengan polimerisasi adisi dengan teknik pemintalan basah dan kering. Biasanya jenis serat poliuretan digunakan untuk campuran bahan pembuatan busa dan lem. 3. Serat Rayon Kupramonium Jenis serat rayon kupramonium merupakan jenis serat selulosa yang memiliki sifat yang mudah melar, dan halus.

Biasanya jenis serat buatan ini, biasa digunakan untuk bahan sandang pakaian contoh seperti pakaian, kaos kaki, pakaian dalam, serta memiliki sifat yang halus. 4. Serat Poliester Jenis serat poliester merupakan jenis serat buatan yang berasal dari bahan serat sintetis atau bahan zat kimia. Biasa digunakan untuk sebagai salah satu bahan pakaian, bantal, jok, dan masih banyak lagi.

Selain itu jenis serta tersebut memiliki sifat yang baik yakni tidak mudah basah, melar, dan kusut. Akan jenis serat poliester sendiri memiliki kekurangan yang mungkin kurang enak yakni tidak bisa menyerap keringat, sehingga bahan dapat dikatakan sedikit panas ketika dipakai.

5. Serat Nilon Jenis serat nilon merupakan jenis serat buatan yang berasal dari bahan sintetis yang sudah tercampur dengan minyak bumi. Serat nilon sendiri biasa dipakai untuk bahan pembuatan seperti parasut, rompi anti peluru dan ban kendaraan.

Selain itu serat nilon juga memiliki sifat yang licin, berkilau, kuat, tidak mudah kusut, dan kuat dengan kondisi apapun. Sehingga perusahaan maupun industri banyak yang menggunakan bahan dari serat nilon ini. 6. Serat Mineral Jenis serat mineral merupakan jenis serat buatan atau yang dibuat dari bahan asbestos. Atau yang biasa digunakan untuk bahan pembuatan seperti Botol, kaca, fiberglass, dan lainnya. 7. Serat Logam Jenis serat logam merupakan jenis serat yang biasa digunakan untuk salah satu bahan pembuatan kerajinan.

Contoh seperti kabel tembaga, emas, dan perak. Baca Juga: • Cara Menggunakan Batik Untuk Dekorasi Rumah • Macam-Macam Motif Batik Indonesia dan Maknanya Pengertian dan Serat juga Sifat Serat Campuran (Simconblog) Kombinasi dari dua atau lebih serat yang berbeda. Biasanya serat yang menampilkan persentase yang tinggi yang mendominasi bahannya.

Namun suatu campuran yang tepat akan menunjukkan keseluruhan dari mutu yang diinginkan. Bentuk panjang serat dapat dibedakan dalam kategori diantaranya sebagai berikut: • Serat stapel. adalah serat-serat bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

yang dipilin menjadi benang, memiliki permukaan berbulu. Katun, linen dan wol, relatif memiliki serat-serat pendek yang dinamakan staple (kira-kira 2 – 50 cm). • Serat filamen adalah serat yang panjang. Serat sutera adalah serat filamen dari serat alam. Serat sutera digunakan sebagai benang untuk membuat bahan lembut halus dengan kilau yang tinggi, kuat, memiliki daya lenting yang membuat tahan kusut. Serat sutera yang diuraikan dari kepompong ulat sutera ke dalam untaian panjang yang berkesinambungan 300–600 m.

• Serat tow adalah multifilamen yang terdiri dari puluhan atau ratusan ribu filamen dalam bentuk berkas seperti silver, kadang- kadang dengan antihan sedikit. • Serat monofilament artinya satu filamen. Benang monofilamen adalah benang yang terdiri dari satu helai filamen. Sifat Serat Buatan (Sintetis) • Keseluruhannya dibuat dari bahan kimia, seperti fenol (batu bara), udara dan air yang menghasilkan serat poliamida misalnya nylon, brinilon, enkalon, ban-lon, taslan dan sebagainya.

• Asam tereftalat, etilen glikol (bahan bakar minyak) menghasilkan serat polyester, misalnya terilen, dakron, trevira, tetoron dan sebagainya. • Gabungan gas alam dan udara disebut akrilonitril, menghasilkan serat akrilik, misalnya dralon, orlon, courtelle dan sebagainya. • Serat-serat buatan bersifat termoplastik, sehingga mudah terlipat atau menekuk ketika dipanasi dan tetap bentuknya ketika di-set. Nah, itu dia penjelasan mengenai pengertian serat beserta jenis-jenis serat. Bagaimana sudah paham kan tentang pengertian serta jenis serat?

Baca Juga: • 8 Contoh Gambar Batik Untuk Tugas Sekolah Anak • Mengenal Lebih Dalam Mengenai Motif Batik Kawung Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif.

Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome.

Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang! Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.
Daftar Isi • Sejarah Tekstik • Pengertian Tekstil • Pengertian Tekstil Menurut Para Ahli • Pengertian Kerajinan Tekstil • Tekstil Dikelompokan Menurut Jenisnya • Fungsi Bahan Tekstil • Nama Jenis Bahan Tekstil • Serat Alami • 1.

Kapas • 2. Linen • 3. Wol • 4. Sutera • Serat Buatan • 1. Rayon • 2. Nilon • 3. Polyester • 4. Spandeks • 5. Akrilik • Jenis Bahan Pewarna Tekstil Pengertian Tekstil juga bidang ini memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari kita, sehingga setiap orang harus mengetahui dasar-dasar pengetahuan mengenai serat atau bahan.

Serat tekstil dapat digunakan untuk berbagai macam hal dan kerajinan. Pinhome – Untuk selengkapnya yuk simak terus ulasan dibawah ini yang akan kita bahas dengan seksama, adapun penjelasanya adalah sebagai berikut ini. Baca Juga: • 12+ Contoh Kerajinan Tekstil dan Cara Membuatnya • Pengertian dan Contoh Kerajinan Tekstil Indonesia Sejarah Tekstik Menurut para peneliti tekstil sudah ada sejak zaman Neolitikum atau sejak zaman Batu Baru tahun 2000-8000 SM.

Bukti sejarah ini adalah penemuan alat tenun, misalnya gelondong benang atau alat tenun batu, penemuan tersebut, membuktikan ada pemintalan pada zaman tersebut. Penyebaran tekstil dari timur kebarat, dimulai pada tahun 300 SM. Saat balatentara Iskandar agung membawa pulang ke Eropa benda-benda katun dari wilayah Pakistan.

Mereka lantas mengembangkan perdagangan kain secara besar-besaran. Pengertian Tekstil Tekstil dapat diartikan sebagi pembuatan penenunan. Secara umum tekstil diartikan sebagai barang atau benda yang bahan bakunya berasal dari serat yang melalui pemprosesan sehingga dapat menjadi benang.

Selain itu tekstil juga dapat diartikan sebagai jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan. Pengertian Tekstil Menurut Para Ahli Pengertian tekstil menurut para ahli : kerajinan tekstil merupakan suatu jenis kerajinan tangan yang mampu menghasilkan bentuk kain ataupun hasil penenunan.

Baca Juga: • Perkembangan Revolusi Industri Tekstil • 5 Merek Kain Sofa yang Bagus dan Nyaman Pengertian Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil merupakan salah satu jenis karya seni atau kerajinan yang dibuat dengan menggunakan bahan tekstil.

Sedangkan tekstil sendiri adalah suatu bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain, dan benang tersebut yang nantinya sebagai bahan untuk pembuatan busana, baju, dan berbagai produk kerajinan tangan lainya. Tekstil Dikelompokan Menurut Jenisnya • Tekstil berdasarkan jenis produk dan bentuknya diantaranya seperti : serat staple, serat filamen, dan benang kain produk jadi.

• Tekstil berdasarkan jenis bahannya diantaranya seperti : serat alam, serat sintetis dan serat campuran. • Tekstil berdasarkan jenis warna dan motif diantarnya seperti : putih, berwarna, bermotif, atau bergambar. • Tekstil Berdasarkan jenis konstruksinya diantaranya seperti : tenun, rajut, renda, kempa, benang tunggal, benang ginti. Fungsi Bahan Tekstil Bahan tekstil dapat dibuat menjadi pakaia, tas, sepatu dan lain sebagainya.

Fungsi bahan tekstil adalah sebagai bahan utama busana dan berbagai produk kerajinan tangan lainnya. Contoh lain fungsi bahan tekstil adalah sebagai berikut: • Keperluan busana contoh untuk pakaian, celana, kemeja, sepatu, kaos kaki dan masih banyak lagi.

• Keperluan militer contoh untuk pakaian tempur, ransel, parasut, tenda dan lainya. • Keperluan medis contoh untuk pakaian dokter atau perawat ketika bekerja, baju pasien, perban dan lainya. • Keperluan penyangga struktur tanah menggunakan geotextile, yaitu sejenis serat poliester dengan pembuatan yang khusus. • Keperluan industri contoh untuk kemasan produk seperti, belt, tali, conveyor, pakaian kerja dan lainnya. bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Keperluan olahraga contoh untuk pakaian olah raga seperti sepak bola, tenis, net pingpong, dan masih banyak lagi. Baca Juga: • 17 Pengertian Serat Alam, Buatan, dan Jenisnya • 29+ Jenis Bahan Serat Alam dan Buatan Nama Jenis Bahan Tekstil bahan tekstil umumnya adalah bahan yang terbuat dari serat yang sudah di masak menjadi sebuah benda benang atau kain.

Setelah menjadi benang atau kain, selanjutnya bahan tersebut digunakan sebagai bahan pembuatan busana dan macam-macam bahan produk kerajinan lainnya.

Contoh bahan tekstil terbagi menjadi dua macam yaitu serat alami dan serat buatan: Serat Alami (Bahankain.com) Adapun untuk nama dan jenis-jenis serta adalah sebagai berikut ini. 1. Kapas Kapas merupakan jenis serat alami yang banyak digunakan dalam pembuatan pakaian yang asalnya dari biji tanaman kapas. Serat tunggalnya berstruktur datar, selain itu mempunyai rongga, berbengkok dan mirip seperti pita.

Sedangkan untuk bahan kapas berkarakteristik kuat, halus, dan daya serapnya sangat baik, namun kekuranganya mudah berkerut dan mudah rusak. 2. Linen Jenis serta linen yang asalnya dari tanaman rami, karakteristik serat linen mempunyai nilai harga yang tinggi.

Sehingga pada industri hanya dapat memproduksi dalam skala kecil. Jenis bahan ini terdiri dari selulosa, pektin, abu dan jaringan kayu menjadikan bahan ini memberikan rasa sejuk dan segar ketika cuaca panas. 3. Wol Serat wol berasal dari kulit domba yang sifatnya kasar dan berkerut. Jenis domba mempengaruhi variasi seratnya. Jenis serat wol memiliki sifat yang lembut dan hangat selain itu terdapat sisik yang banyak di permukaannya.

Baca Juga: • Batik Gemawang dan Strategi Pemasarannya • Pilihan Kerajinan Dari Serat Bahan Alam 4. Sutera Bahan sutera terdiri dari benang halus yang berasal dari ulat ngengat atau ulat sutera yang komposisinya berupa protein. Sutera berstruktur prisma yang dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut sehingga terlihat mengkilap.

Bahan ini bersifat tidak licin, lembut, ringan, kuat, elastisitas sedang, mudah rusak karena paparan sinar matahari atau serangga. Serat Buatan (PXfuel.com) Adapun untuk serat berdasarkan buatanya adalah sebagai berikut ini.

1. Rayon Rayon terbuat dari polimer alami, sedangkan polimer itu sendiri terbuat dari serat selulosa, sehingga tidak disamakan dengan serat sintetis maupun serat alami. Selain itu meiliki sifat yang lembut, halus, dan daya serapnya sangat tinggi serta berkilau. Dalam penggunanya bahan ini biasa digunakan untuk pakaian seperti blus, gaun, jaket, pelapis jas. sprei, handuk, dan selimut. Baca Juga: • Kayu Jati Belanda • Pengertian Nilon Lengkap Dengan Jenisnya 2.

Nilon Nilon merupakan jenis poliamida sintetis rantai panjang yang terdiri dari sebuah unsur karbon, nitrogen, oksigen dan hidrogen. Selanjutmya dari gabungan tersebut dibentuklah menjadi serat. Dan serat tersebut memiliki karakteristik yang kuat, tangguh, elastisitas tinggi, termoplastik, serta mempunyai sifat kilau hingga kusam, selain itu juga tahan terhadap jamur dan serangga.

3. Polyester Polyester terbentuk dari polimer sintetik rantai panjang terdiri dari unsur dasar karbon, oksigen dan hirogen yang dipolimerisasikan. Selain itu sifatnya yang termoplastik, kuat dan tidak menyerap, maka dengan demikian jenis bahan tersebut digunakan untuk pembuatan kemeja, jaket dan topi.

Selain itu, dapat juga dipakai untuk perabot rumah tangga seperti furnitur berlapis, seprai, selimut, dan sabuk pengaman. 4. Spandeks Spandeks terbuat dari poliuretan tersegmentasi yang unsur dasarnya terdiri dari nitrogen, hidrogen, karbon dan oksigen yang kemudian membentuk rantai panjang. Untuk sifatnya memang sangat elastis, nyaman dan retensi yang tinggi sehingga mampu bertahan lama.

Bahan spandeks umumnya lebih banyak digunakan untuk pembuatan kaos kaki, pakaian renang, pakaian aerobik, legging, dan masih banyak lagi. 5. Akrilik Akrilik terbentuk dari akrilonitril, akrilik memiliki rantai panjang dari proses campuran unsur karbon, hidrogen dan nitrogen yang rumit.

Selain itu memiliki karakteristik mirip dengan kain wol yang lembut sehingga disebut dengan imitasi wol. Bentuknya retentif dan daya elastistasnya sangat tinggi. Jenis bahan akrilik umunya lebih banyak digunakan sebagai bahan pelapis sofa dan kursi karena sifatnya yang tahan sobek dan tahan lama. Baca Juga: • Bahan Kain Katun • Kain Polyester Mulai Dari Jenis, Kekurangan, Serta Kelebihannya Jenis Bahan Pewarna Tekstil (Tradeindia.com) Ada 2 jenis bahan pewarna tekstil yaitu : • Zat pewarna Alam yaitu bahan pewarna alami yang bisa dibuat sendiri dan berasal dari alam.

Contoh: Kulit soga, kayu secang, kunyit,nila, mengkudu, daun jati. • Zat pewarna Sintetis yaitu bahan pewarna buatan yang umumnya dibuat oleh pabrik dan berbahan dasar kimia. Sehingga warnanya cenderung lebih mencolok.

Contoh: Naptol, benzena, naftalena, rhodamin A, rhodamin B. Demikianlah pembahasan artikel kali ini mengenai pengertian tekstil, sejarah tekstik, contoh bahan tekstil, dan fungsi tekstil beserta lengkap dengan penjelasanya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda terutama dalam mengenai jenis-jenis tekstil yang baik, sekian Terima Kasih.

Baca Juga: • Cara Menggunakan Batik Untuk Dekorasi Rumah • 5 Kerajinan Dari Kain Perca Temukan pilihan rumah terlengkap seperti pada perumahan Kana Park di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif.

Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang! Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti.

Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.Jawaban: Jawaban. Bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain adalah Wol serat yang diperoleh dari rambut hewan dari keluarga Caprinae, terutama domba dan kambing, tetapi bisa juga berasal dari rambut mamalia lainnya seperti alpaca Penjelasan: Maaf Kalo Salah Jadikan jawaban Tercerdas ya:)
Kerajinan Tekstil: Pengertian, Fungsi, Prinsip & Proses - serupa.id Tutup • Donasi Pencarian untuk: Cari • Beranda • Seni • Fundamental Seni • Teori Seni • Praktik Seni • Desain • Sejarah • Aliran Seni Rupa • Sejarah Seni • Pendidikan • Filsafat • Informatika • Semua Kategori • Semua Artikel • Tentang • Kebijakan Privasi • Kontak Tutup 5.1 Artikel Terkait Pengertian Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil adalah produk yang memanfaatkan bahan baku tekstil yang tersedia dan dikerjakan secara manual dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana dalam jumlah yang terbatas (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

87). Lalu apa tekstil itu sendiri? Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang lalu dirajut atau ditenun menjadi kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan tekstil lainnya. Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman motif, bentuk, bahan, serta teknik pada karya kerajinan Indonesia. Budaya Indonesia yang unik dan memiliki ciri khas kedaerahan menjadi acuan yang dapat menjadi inspirasi dalam mengolah sumber daya tersebut sebagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis tinggi.

Contohnya, banyak kerajinan Indonesia yang telah dikenal di mancanegara, seperti Batik. Batik menjadi andalan sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia di dunia Internasional sebagai warisan budaya nenek moyang yang patut dilestarikan, dipelajari, dan terus dikembangkan oleh setiap generasi Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, rasanya adalah suatu keharusan kita untuk mempelajari kerajinan tekstil sebagai salah satu produk yang dapat diandalkan di negeri ini.

Berikut ini adalah berbagai pemaparan mengenai kerajinan tekstil mulai dari prinsip, fungsi, jenis, alat, bahan, dan proses membuat kerajinan tekstil. Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil Kerajinan sejatinya dalah bagian dari seni, tepatnya seni terapan. Artinya, kerajinan adalah proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.

Fungsi Kerajinan Tekstil Oleh karena itu, Produk kerajinan tentunya memiliki fungsi dan tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan tekstil juga dibuat untuk berbagai fungsi lainnya. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 38) fungsi dari produk kerajinan tekstil adalah sebagai berikut.

• Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan dinding. • Fungsi benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya busana, tas, dan asesoris.

• Fungsi kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat lainnya.

• Fungsi simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik.

Selain itu, kerajinan tekstil yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis. Kerajinan juga dapat menambah nilai jual suatu produk. Kemudian, kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut. • Untuk memenuhi kebutuhan, Produk kerajinan tekstil fungsi pakai digunakan sesuai kebutuhan. Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis interior.

• Kerajinan tekstil hasil pengembangan, Para perajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan. Salah satu cara yang dilakukan dengan menambahkan hiasan pada sebagian karya agar terlihat lebih unik dan menarik. Prinsip Kerajinan Tekstil Lantas bagaimana caranya agar kerajinan yang kita buat memiliki berbagai fungsi dan tujuan dari kerajinan tekstil.

Apa saja yang menjadi tumpuan atau patokan agar kerajinan tekstil yang kita buat memiliki kualitas yang baik? Prinsip kerajinan tekstil adalah jawabannya. Prinsip kerajinan tekstil adalah berbagai unsur dan patokan yang dapat membuat suatu kerajinan tekstil memiliki kualitas tinggi dan sesuai dengan fungsinya.

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 43) prinsip kerajinan tekstil berdasarkan fungsi hias dan fungsi pakai adalah sebagai berikut.

1. Keunikan Bahan kerajinan Salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam menciptakan kerajinan tekstil adalah keunikan bahan yang digunakan. Bahan dasar yang digunakan sebagai kerajinan dapat berasal dari bahan alam bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.

Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam, memberi inspirasi bagi perajin Indonesia untuk memanfaatkan bahan alam sebagai media atau bahan berkreasi. Banyak bahan unik yang sulit ditemukan di Negara lain dapat dimanfaatkan sebagai penambah nilai daya saing di dunia internasional.

Oleh karena itu, selalu pilihlah bahan kerajinan unik yang inovatif, ramah lingkungan, dan berbeda dari yang lain. 2. Keterampilan Tangan Dalam sejarahnya, istilah “ketukangan” (keahlian tukang) atau perajin, dahulunya merupakan proses kerja para tukang yang kemudian berkembang menjadi “kekriyaan” (craftmanship).

Pekerjaan yang dilakukan dengan tubuh dan tangan yang dahulu dianggap rendahan sekarang dibekali ilmu desain dan seni hingga berkembang menjadi kerja yang bersifat canggih, dan dapat setara dengan seorang seniman atau desainer. Keahlian tukang atau perajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja tetapi tetap dengan dasar kesadaran material.

Kesadaran material, (material consciousness) maksudnya adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Kesadaran material ini sangat bergantung pada jam terbang dari masing-masing tukang. Tinggi rendahnya kesadaran material atau keterampilan tangan seseorang akan menentukan hasil kerajinan yang dibuatnya.

Artinya kepekaan terhadap tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, lingkungan sosial, dan sebagainya akan berpengaruh langsung pada hasil kerajinan yang dibuat dan menjadi prinsip penting yang harus diperhatikan. 3. Unsur Estetik Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi.

Dari segi bentuk disuguhkan keberanekaragam bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan tekstil harus dibentuk berdasarkan pada prinsip-prinsip seni dan desain yang meliputi proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis.

Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan, sehingga sangat penting untuk diperhatikan. 4. Unsur Hiasan ( Ornament) Unsur hiasan atau ornament adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan dicetak.

Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan, yakni: • hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat, • hiasan terstruktur yaitu pembuatan hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri.

Ragam hias dapat menjadi identitas suatu daerah yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari daerah satu dengan lainnya.

Selain memberikan hiasan yang membuat kerajinan tekstil lebih indah, ragam hias juga dapat memiliki atau diselipi makna simbolik, sehingga perajin perlu memahami tujuan dari pembuatan produk kerajinan dan memaknai ragam hias yang terkandung pada produk kerajinan tersebut.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil Jenis rancangan suatu kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam berbagai kesatuan bahan dan teknik.

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Oleh karena iur, sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan karakteristik dari kerajinan tekstil. Rancangan dalam pembuatan kerajinan tekstil juga perlu diperhatikan yaitu berupa cara menentukan: • susunan dari garis, • bentuk, • warna, dan • tekstur.

Dalam mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat: • kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat, • kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut. Selanjutnya terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu struktural dan dekoratif, yakni sebagai berikut.

• Structural Technique Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut. • Decorative Technique Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita.

Proses Produksi Kerajinan Tekstil Setiap jenis kerajinan tekstil memiliki bahan, alat, dan cara membuat atau produksi yang berbeda. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa proses produksi kerajinan tekstil mulai dari kerajinan tekstil tapestri, batik, sulam, dan jahit aplikasi.

Kerajinan Tekstil Tapestri Tapestri atau tenun banyak di temukan di Indonesia sebagai salah satu kearifan budaya kerajinan tekstil. Banyak kekayaan tenun menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hias yang beraneka ragam di nusantara.

Kerajinan tenun dibuat dengan menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), dalam pembuatan hiasan tenun serat ini pun mengikuti kebiasaan dalam pembuatan tenun pada umumnya. Secara tradisional, menenun bagi orang Indonesia merupakan suatu perwujudan upacara yang dimulai dari tahapan kerja yang jelas, tata tertib yang harus dipatuhi, dan menjelma menjadi suatu kebiasaan. Adat istiadat, agama, dan lingkungan telah mempengaruhi para penenun dalam mengungkapkan jiwa pada selebar kain hasil tenunan mereka.

Dari proses tersebut pula tercipta hiasan tenun serat yang indah, menawan, dan memiliki harmonisasi dari warna dan tekstur. Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri Bahan yang digunakan untuk membuat hiasan tapestri sebagai berikut.

• Benang tipis untuk lungsi • Benang tebal untuk pakan Alat Pembuat Hiasan Tapestri Alat yang digunakan dalam pembuatan hiasan tapestri sebagai berikut. • Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi • Batang kayu Proses Pembuatan Tapestri Membuat tapestri sebetulnya membutuhkan suatu keahlian dan keterampilan khusus yang harus dilatih dan ditekuni. Namun, secara umum, proses pembuatan tapestri dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut.

• Membuat lungsi pada pemidangan tenun. • Memasukkan benang pakan pada lungsi. • Mengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkan. • Mengoperasikan alat tenun dengan cara menyesuaikan dan mengganti warna benang, lalu menarik bagian alat yang akan merapatkan benang. Kerajinan Tekstil Batik Dari sejak dulu Indonesia telah menggunakan produk batik sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mulai dari pakaian hingga kebutuhan ritual budaya. Dalam sejarahnya, secara magis pemilihan teknik rintang warna ( resist dyeing) pada batik ditujukan untuk mengundang keterlibatan roh pelindung guna menolak pengaruh roh jahat.

Berdasarkan penelitian para ahli pada lukisan-lukisan yang ada pada dinding goa-goa di Indonesia, kegiatan merintang warna ini sudah dilakukan oleh manusia purba. Gambar yang paling sering muncul adalah gambar tapak tangan yang dibubuhi pigmen merah. Jadi, dapat digambarkan bahwa teknik perintangan warna pada pembuatan kain batik ini dipengaruhi oleh konsep kepercayaan.

Dari teknik perintang warna tersebut, sejak dahulu pula masyarakat Indonesia telah mengenal kain jumputan atau ikat pelangi atau sasirangan atau ikat celup (tie dye). Dalam perkembangannya batik menjadi kegiatan berkarya dengan teknik yang sama yaitu bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

kain. Teknik membatik merupakan media yang dapat mempresentasikan bentuk yang lebih lentur, rinci, rajin, tapi juga mudah. Teknik batik tepat untuk mempresentasikan bentuk-bentuk flora, fauna, serta sifat-sifat bentuk rumit lainnya. Pada batik terdapat ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias batik merupakan ekspresi yang menyatakan keadaan diri dan lingkungan penciptanya. Ragam hias diciptakan atas dasar imajinasi perorangan ataupun kelompok.

Apabila ragam hias yang diciptakan dipakai berulang-ulang dan terus-menerus maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang lama kelamaan pula akan terbentuk tradisi dari sekelompok masyarakat tertentu. Seiring dengan perkembangannya, ragam hias batik dipengaruhi oleh budaya luar pula, sehingga dihasilkan corak batik yang beraneka ragam.

Berdasarkan wilayah penyebaran motif pada kain batik dan dilihat juga dari periode perkembangan batik di Indonesia, batik dapat dibagi menjadi dua, yaitu batik pedalaman atau sering disebut dengan klasik dan batik pesisir.

Batik Pedalaman (Klasik) Batik pedalaman adalah pengkategorian batik yang berkembang di masa lalu dimana pada masa itu, pembatik-pembatik hanya ditemui di daerah pedalaman (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

58). Selain itu, tidak sembarang orang dapat melakukan proses pembatikan, sehingga jarang dijumpai di lingkungan masyarakat umum. Pada masa kejayaan kerajaan di Indonesia seperti Majapahit, kain batik hanya ditemui di kalangan raja-raja saja dan hanya petinggi kraton yang boleh mengenakan kain batik. Oleh karena itu pembatik hanya dapat dijumpai di lingkungan keraton.

Batik keraton adalah batik yang tumbuh dan berkembang di atas dasar-dasar filsafat kebudayaan Jawa yang mengacu pada nilai-nilai spiritual. Batik tersebut terdapat harmonisasi antara alam semesta yang tertib, serasi, dan seimbang.

Para pembatik keraton membuat batik dengan cara yang tidak biasa, yaitu menggunakan banyak proses dan ritual pembatikan. Para pembatik kraton ibarat ibadah, suatu seni tinggi yang patuh pada aturan serta arahan arsitokrat Jawa. Istilah-istilah batik pun mulai dikenal sejak jaman ini dan hampir semuanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa. Ragam hias yang diciptakan pun bernuansa kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna terbatas seperti hitam, biru tua (wedelan), dan soga/coklat.

Ragam hias ini memiliki makna simbolik yang beragam. Oleh karena itu batik dikenal masyarakat sebagai kebudayaan nenek moyang dari daerah Jawa. Batik pedalaman sering disebut juga sebagai batik klasik. Namun akibat perkembangan masyarakat, maka batik dapat keluar dari kalangan keraton dan menyebar ke seluruh pelosok tanah air, sejalan dengan adanya integrasi budaya. Batik Pesisir Batik pesisir adalah batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budaya daerah di luar Pulau Jawa (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

59). Selain itu, adanya pengaruh budaya asing seperti Cina dan India, termasuk agama Hindu dan Budha, hal ini menyebabkan batik tumbuh dengan berbagai corak yang beraneka ragam di pesisir pantai nusantara. Para pembatik daerah pesisir merupakan rakyat jelata yang membatik sebagai pekerjaan sambilan (pengisi waktu luang) yang sangat bebas aturan, tanpa patokan teknis. Oleh sebab itu, ragam hias yang diciptakan cenderung bebas, spontan, dan kasar dibandingkan dengan batik keraton.

Para pembatik pesisir lebih menyukai cara-cara yang dapat mengeksplorasi batik seluas-luasnya sehingga banyak ditemui warnawarna yang tidak pernah dijumpai pada batik pedalaman/klasik.

Warna-warna yang digunakan mengikuti selera masyarakat luas yang bersifat dinamis, seperti merah, biru, hijau, kuning, bahkan ada pula yang oranye, ungu, dan warna-warna muda lainnya. Bahan Produksi Batik Bahan utama yang digunakan dalam membatik adalah: • kain katun putih, • malam, dan • zat pewarna sintetis atau alami. Alat Produksi Batik Peralatan batik terdiri dari berbagai macam, namun yang utama adalah: • kompor, • wajan, dan • canting.

Proses Pembuatan Batik Proses pembuatan batik tulis terdiri dari berbagai versi sesuai kebiasaan dan kebutuhan perajin di masing-masing daerah. Istilah yang digunakan dalam pembatikan biasanya menggunakan istilah dalam bahasa Jawa.

Proses pembatikan dapat diuraikan sebagai berikut. • Nganji, yakni pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan. • Ngemplong, penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna. • Nyungging, membuat pola di atas kertas.

• Njaplak, menjiplak pola dari kertas ke kain. • Nglowong, memberi lilin/malam pada kain sesuai pola.

• Ngiseni, memberi isian motif ke dalam pola besar. • Nembok, penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat dilorot. • Nyolet, memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon. • Nyelup, memberi warna pada kain dengan pencelupan. • Mopok, memberi isian pada latar belakang pola. • Nglorod, membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat.

• Nanahi, memberi isian dengan malam pada latar belakang pola. • Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan. Kerajinan Tekstil Sulam Sulam biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

68). Dahulu, sulam lebih banyak menggunakan bahan dasar benang katun. Saat ini sulam telah dikembangkan dengan pita dan benang nilon yang tebal dan kaku. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau benang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.

Pada umumnya sulaman dengan benang menggunakan beberapa jenis tusuk dasar seperti tusuk, jelujur, tikam jejak, silang, flanel, feston, rantai,melekat benang, batang, dan sebagainya. Hasil Akhir Sulaman Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi berikut ini.

• Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan kain. • Sulam terawang (kerawang), hasil sulaman berlubang-lubang seperti menerawang.

• Hasil sulam timbul, adalah hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat. Pada masyarakat Melayu, khususnya masyarakat Sumatera Barat, sulaman telah mempengaruhi kehidupan masyarakat kaum perempuan.

Perempuan Minang diharuskan memiliki keterampilan menyulam sejak anak-anak sebagai bekal keterampilan di masa datang. Meskipun dikerjakan dengan teknik yang tidak mudah, para perempuan tersebut tidak merasa menjadi beban.

Oleh karena itu, di daerah ini banyak berkembang aneka jenis sulaman dengan nama dan gaya pembuatan yang unik dan khas. Beberapa jenis sulaman yang berkembang kini sebagai berikut. • Sulam kepala peniti Sulam kepala peniti merupakan sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran kecil. Di Sumatra Barat, jarum pentul tanpa kepala warna tersebut dinamai peniti.

• Sulam bayang Jenis sulam bayang merupakan sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian atas kain dasar. • Sulam renda bangku Sulam renda bangku merupakan jenis sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan lainnya.

Di buat di atas bangku kecil berukuran bulat, maka disebutlah sulaman renda bangku. Benang yang digunakan cenderung halus dan kecil. • Sulam pita Sulam pita menggunakan pita-pita dengan berbagai ukuran dan ketebalan yang bervariasi. Sulaman ini menggunakan jarum sulam atau jarum kasur yang memiliki lubang benang dengan berukuran besar.

Jahit Aplikasi Menjahit adalah sebuah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunakan benang dan jarum. Menjahit selalu dikatakan identik dengan pekerjaan perempuan. Padahal menjahit banyak juga diminati oleh kaum pria, karena menjahit merupakan kegiatan yang mengasyikkan, bahkan dapat menjadi mata pencaharian. Seperti halnya pekerjaan lain, misalnya polisi, tidak hanya ditekuni kaum pria, namun juga wanita.

Penjahit biasanya disebut dengan tailor, meskipun menggunakan bahasa asing, namun istilah tailor ini sudah menjadi familiar di masyarakat kita. Jahit aplikasi merupakan bagian dari teknik menjahit. Jahit aplikasi adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan guntingan kain pada kain yang berbeda warna dengan dasar kain, selanjutnya diselesaikan dengan jahit tangan teknik sulam yang menggunakan tusuk hias feston (Tim Kemdikbud, 2017, hlm.

71). Jenis-Jenis Jahit Aplikasi Adapun jenis-jenis jahit aplikasi di antara lain adalah sebagai berikut. Jahit aplikasi standart (onlay) Jahit aplikasi standard (onlay) adalah teknik membuat benda kerajinan tekstil yang dikerjakan dengan cara membuat gambar pada kain,kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan teknik sulam.

Fungsi jahit aplikasi adalah untuk menghias permukaan kain. Jahit aplikasi pada potong sisip (inlay) Jahit aplikasi potong sisip adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif sesuai dengan rencana. Kain yang sudah berlubang itu pada bagian belakang ditempel kain yang berbeda warna dan diselesaikan dengan tusuk hias festoon dapat juga dengan mesin bordir. Jahit aplikasi pada potong motif Jahit aplikasi potong motif adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain.

Teknik penyelesaiannya sama dengan jahit aplikasi yang lain. Jahit aplikasi pada lipat potong Jahit aplikasi lipat potong adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan tangan atau mesin. Caranya melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai dengan rencana sehingga hasilnya simetris kemudian ditempel pada dasar kain dan diselesaikan dengan tusuk feston. Teknik aplikasi biasanya dikombinasikan dengan sulam datar.

Jahit aplikasi pengisian Jahit aplikasi dengan pengisian adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan secara manual atau mesin. Caranya sama seperti pada jahit tindas, bedanya pada penambahan potongan kain yang berbeda warna. Pengisi susulan dapat juga ditambahkan dengan penambahan renda dan pita penyelesaian sama dengan teknik aplikasi yang lain.

Alat Produksi Jahit Aplikasi Dalam pembuatan jahit aplikasi, alat yang dibutuhkan hampir sama dengan jahit pada umumnya. Alat tersebut di antaranya adalah: • jarum jahit tangan, • gunting, • jarum pentul, • bantalan jarum, • tudung jari, • alat pemasuk benang, • pemidangan, • pensil/kapur jahit, • cukil/pendedel, dan • seterika.

Bahan Produksi Jahit Aplikasi Bahan yang biasa digunakan dalam menjahit aplikasi terdiri dari: • benang jahit atau sulam, • kain bermotif atau polos, dapat pula digunakan kain perca.

Saat ini sedang menjamur penggunaan kain felt atau flanel yang memiliki ratusan ragam warna sebagai bahan aplikasi. Proses Pembuatan Jahit Aplikasi Sebetulnya proses pembuatan jahit aplikasi sangat tergantung dari desain yang dibutuhkan. Namun gambaran umum dalam proses pembuatan jahit aplikasi dalam kerajinan tekstil meliputi beberapa prosedur di bawah ini. • Buat desain terlebih dahulu dengan menggunakan pensil dan jika diperlukan menggunakan pensil warna pula.

• Buat pola sesuai desain yang artinya menggunting pola sesuai bentuk dan tempelkan pada kain dasar yang akan diolah. Kemudian jahitlah satu persatu dengan tusuk Preston. • Mulai tempelkan dan jahit ornamen-ornamen lain yang diperlukan sesuai dengan desain. • Buatlah pita atau asesoris lain sesuai dengan desain. • Buat motif kerutan sesuai dengan rancangan.

• Tempelkan bahan lain seperti kancing jika diperlukan. Referensi • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Artikel Terkait Batalkan balasan Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai * Komentar * Nama * Email * Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Beritahu saya akan tindak lanjut komentar melalui surel. Beritahu saya akan tulisan baru melalui surel. • Motivasi/Motivation dalam Manajemen (Teori-Praktik) • Directing (Pengarahan) – Pengertian, Prinsip-Prinsip & Jenis • Controlling, Pengendalian, atau Pengawasan & Evaluasi • Kepemimpinan: Pengertian, Unsur, Prinsip, Tingkat & Gaya • Staffing dan Actuating dalam Manajemen • Perilaku Organisasi: Pengertian, Sifat, Karakteristik & Pengembangan Trending • Model Pembelajaran Inquiry Learning (Penjelasan Lengkap) Semua Kategori • Aliran Seni Rupa (13) • Bahasa Indonesia (75) • Biografi (8) • Budaya (4) • Desain (20) • Filsafat (8) • Fundamental Seni (15) • Ilmu Pengetahuan Alam bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

• Ilmu Pengetahuan Sosial (37) • Informatika (29) • Inspirasi (21) • Linguistik (10) • Manajemen (10) • Metode Penelitian (11) • Pendidikan (73) • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (37) • Prakarya dan Kewirausahaan (19) • Praktik Seni (10) • Sastra (33) • Sejarah (16) • Sejarah Seni (25) • Seniman Indonesia (5) • Seniman Mancanegara (3) • Teori Seni (86) Langganan

bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan sebagai produk kerajinan lainnya disebut….

Jenis dan Karakteristik tekstil




2022 www.videocon.com