Kenapa yesus disebut kristus

kenapa yesus disebut kristus

• Аԥсшәа • Afrikaans • Akan • Alemannisch • አማርኛ • Aragonés • Ænglisc • العربية • ܐܪܡܝܐ • الدارجة • مصرى • অসমীয়া • Asturianu • Atikamekw • Kotava • Aymar aru • Azərbaycanca • تۆرکجه • Башҡортса • Boarisch • Žemaitėška • Bikol Central • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • भोजपुरी • Bislama • Banjar • Bamanankan • বাংলা • བོད་ཡིག • Brezhoneg • Bosanski • Буряад • Català • Mìng-dĕ̤ng-ngṳ̄ • Cebuano • کوردی • Corsu • Qırımtatarca • Čeština • Словѣньскъ / ⰔⰎⰑⰂⰡⰐⰠⰔⰍⰟ • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Dagbanli • Deutsch • Zazaki • Dolnoserbski • ދިވެހިބަސް • Eʋegbe • Ελληνικά • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • Estremeñu • فارسی • Fulfulde • Suomi • Võro • Na Vosa Vakaviti • Føroyskt • Français • Arpetan • Nordfriisk • Furlan • Frysk • Gaeilge • Gagauz • 贛語 • Kriyòl gwiyannen • Gàidhlig • Galego • Avañe'ẽ • गोंयची कोंकणी / Gõychi Konknni • 𐌲𐌿𐍄𐌹𐍃𐌺 • ગુજરાતી • Gaelg • Hausa • 客家語/Hak-kâ-ngî • Hawaiʻi • עברית • हिन्दी • Fiji Hindi • Hrvatski • Hornjoserbsce • Kreyòl ayisyen • Magyar kenapa yesus disebut kristus Հայերեն • Interlingua • Interlingue • Igbo • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • ᐃᓄᒃᑎᑐᑦ/inuktitut • 日本語 • Patois • La .lojban.

• Jawa • ქართული • Taqbaylit • Kabɩyɛ • Kongo • Қазақша • ភាសាខ្មែរ • ಕನ್ನಡ • 한국어 • Перем коми • Ripoarisch • Kurdî • Коми • Kernowek • Кыргызча • Latina • Ladino • Lëtzebuergesch • Лакку • Лезги • Lingua Franca Nova • Luganda • Limburgs • Ligure • Ladin • Lombard • Lingála • ລາວ • Lietuvių • Latgaļu • Latviešu • Basa Banyumasan • Malagasy • Олык марий • Māori • Minangkabau • Македонски • മലയാളം • Монгол • ꯃꯤꯇꯩ ꯂꯣꯟ • ဘာသာ မန် • मराठी • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • مازِرونی • Dorerin Naoero • Nāhuatl • Napulitano • Plattdüütsch • Nedersaksies • नेपाली • Li Niha • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Novial • Nouormand • Sesotho sa Leboa • Diné bizaad • Chi-Chewa • Occitan • Livvinkarjala • Oromoo • ଓଡ଼ିଆ • Ирон • ਪੰਜਾਬੀ • Kapampangan • Papiamentu • Picard • Deitsch • Pälzisch • Norfuk / Pitkern • Polski • Piemontèis • پنجابی • پښتو • Português • Runa Simi • Rumantsch • Ikirundi • Română • Armãneashti • Русский • Русиньскый • Ikinyarwanda • संस्कृतम् • Саха тыла • ᱥᱟᱱᱛᱟᱲᱤ • Sardu • Sicilianu • Scots • سنڌي • Davvisámegiella • Srpskohrvatski / српскохрватски • Taclḥit • සිංහල • Simple English • Slovenčina • Slovenščina • Gagana Samoa • Anarâškielâ • ChiShona • Soomaaliga • Shqip • Српски / srpski • SiSwati • Seeltersk • Svenska • Kiswahili • Ślůnski • தமிழ் • తెలుగు • Тоҷикӣ • ไทย • Türkmençe • Tagalog • Lea faka-Tonga • Tok Pisin • Türkçe • Татарча/tatarça • ChiTumbuka • Twi • Reo tahiti • ئۇيغۇرچە / Uyghurche • Українська • اردو • Oʻzbekcha/ўзбекча • Vèneto • Vepsän kel’ • Tiếng Việt • West-Vlams • Volapük • Walon • Winaray • Wolof • 吴语 • IsiXhosa • მარგალური • ייִדיש • Yorùbá • Vahcuengh • Zeêuws • 中文 • 文言 • Kenapa yesus disebut kristus • 粵語 • IsiZulu • l • b • s Yesus ( bahasa Yunani: Ἰησοῦς Iesous; ca.

4 SM sampai 30–33 M; Arab: يسوع; Ibrani: יֵשׁוּעַ), juga disebut sebagai Yesus dari Nazaret atau Yesus Kristus, adalah tokoh sentral Kenapa yesus disebut kristus.

Menurut sebagian besar denominasi Kristen, Yesus dipandang sebagai Allah Putra ( Allah Anak). Namun, seluruh umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias (atau Kristus/ Almasih, semuanya secara harfiah berarti "Yang Diurapi") yang dinantikan dalam Perjanjian Lama. Hampir semua akademisi setuju bahwa Yesus ada secara historis, [e] dan para sejarawan menganggap Injil Sinoptik ( Matius, Markus, dan Lukas) sebagai sumber terbaik untuk meneliti historisitas Yesus.

[17] Kebanyakan akademisi sepakat Yesus adalah orang Galilea, rabi Yahudi yang mewartakan pesannya secara lisan, dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan disalibkan sesuai perintah Prefek Romawi Pontius Pilatus. [18] Menurut pandangan aliran utama saat ini, Yesus adalah seorang pewarta apokaliptik dan pendiri sebuah gerakan pembaruan di kenapa yesus disebut kristus Yudaisme.

Setelah kematiannya, pengikutnya percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian, dan komunitas yang mereka bentuk kemudian menjadi Gereja Kristen. [19] Era kalender yang paling umum, disingkat "M" ( Masehi) dalam kenapa yesus disebut kristus Indonesia atau disingkat "AD" dari bahasa Latin " Anno Domini" ("dalam tahun Tuhan kita"), didasarkan pada kenapa yesus disebut kristus Yesus.

Kelahiran Yesus dirayakan setiap tahun pada 25 Desember (atau beragam tanggal pada bulan Januari di dalam beberapa gereja timur) sebagai Natal. Umat Kristen percaya bahwa Yesus memiliki suatu "signifikansi yang unik" di dunia. [20] Doktrin-doktrin Kristen mencakup keyakinan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria, melakukan berbagai mukjizat, mendirikan Gereja, mati karena penyaliban sebagai kurban untuk penebusan, bangkit dari kematian dan naik ke Surga, serta akan datang kembali ke bumi.

[21] Sebagian besar umat Kristen percaya bahwa Yesus memungkinkan manusia untuk didamaikan dengan Allah. Pengakuan Iman Nicea menegaskan bahwa Yesus akan menghakimi orang mati baik sebelum atau setelah kebangkitan tubuh mereka, suatu peristiwa yang juga dikaitkan dengan Kedatangan Kedua Yesus di dalam eskatologi Kristen; walaupun beberapa kalangan meyakini peranan Yesus sebagai juru selamat memiliki kepentingan yang lebih sosial atau eksistensial daripada akhirat, dan beberapa teolog terkenal telah mengemukakan bahwa Yesus akan membawa suatu rekonsiliasi universal.

[22] [23] Sebagian terbesar dari kalangan Kristen menyembah Yesus sebagai penjelmaan dari Allah Putra, pribadi kedua dalam satu Trinitas Ilahi. Beberapa kelompok Kristen menolak Trinitarianisme, baik sebagian ataupun seluruhnya, karena mereka menganggapnya tidak selaras dengan kitab suci. Dalam Islam, Yesus (umumnya ditransliterasikan sebagai Isa) dipandang sebagai Al-Masih (Mesias) dan salah satu Nabi Allah yang penting. Menurut umat Muslim, Yesus merupakan seorang pembawa kitab suci dan dilahirkan dari seorang perawan, namun bukan Putra Allah.

Bagi sebagian besar kalangan Muslim, Yesus tidak disalibkan tetapi secara jasmani diangkat ke Surga oleh Allah. Yudaisme menolak keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, dengan alasan bahwa kematian Yesus di kayu salib menandakan bahwa ia ditolak oleh Allah dan kebangkitannya adalah suatu legenda Kristen.

[24] Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Laporan Injil kanonik • 2.1 Injil-Injil kanonik • 2.2 Genealogi dan kelahiran • 2.3 Masa muda, pekerjaan, dan profesi • 2.4 Pembaptisan dan pencobaan • 2.5 Pelayanan publik • 2.6 Para murid dan pengikut • 2.7 Ajaran, khotbah, dan mukjizat • 2.8 Pemakluman sebagai Kristus dan peristiwa Transfigurasi • 2.9 Pekan terakhir sebelum kematian • 2.9.1 Aktivitas di Yerusalem • 2.9.2 Perjamuan Terakhir • 2.9.3 Penderitaan di Taman Getsemani, pengkhianatan, dan penangkapan • 2.9.4 Pengadilan oleh Sanhedrin, Herodes, dan Pilatus • 2.9.5 Penyaliban dan pemakaman • 2.10 Kebangkitan dan kenaikan • 3 Pandangan sejarah • 3.1 Yudea dan Galilea pada abad ke-1 • 3.2 Sumber-sumber • 3.3 Kronologi • 3.4 Historisitas peristiwa-peristiwa • 3.4.1 Keluarga • 3.4.2 Baptisan dan Yohanes Pembaptis • 3.4.3 Pelayanan di Galilea • 3.4.4 Peranan • 3.4.5 Penyaliban • 3.4.6 Pasca penyaliban • 3.5 Potret Yesus • 3.6 Bahasa, etnis, dan penampilan • 3.7 Teori mitos Kristus • 4 Perspektif-perspektif • 4.1 Kristen • 4.2 Yahudi • 4.3 Islam • 4.4 Bahá'í • 4.5 Lain-lain • 5 Penggambaran • 6 Relikui terkait • 7 Lihat pula • 8 Catatan • 8.1 Penjelasan • 8.2 Kutipan • 9 Bibliografi • 10 Pranala luar Etimologi Transkripsi Ibrani, Yunani, dan Latin untuk nama Yesus.

Orang Yahudi biasa pada zaman Yesus hanya memiliki satu nama, terkadang dilengkapi dengan nama ayahnya atau kampung halamannya. [25] Dengan demikian, dalam Perjanjian Baru, Yesus umumnya disebut sebagai "Yesus dari Nazaret" (mis.

Markus 1:9) atau "Yesus orang Nazaret" (mis. Markus 10:47). [f] Para tetangga Yesus di Nazaret mengenalinya sebagai "tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon" ( Markus 6:3), "anak tukang kayu" ( Matius 13:55), atau "anak Yusuf" ( Lukas 4:22).

Dalam Injil Yohanes, Filipus menyebut Yesus sebagai "Yesus anak Yusuf dari Nazaret" ( Yohanes 1:45). Nama "Yesus" berasal dari nama Latin Iesus, transliterasi dari nama Yunani Ἰησοῦς ( Iesous). [26] Bentuk Yunani tersebut merupakan terjemahan dari nama Ibrani ישוע ( Yeshua; "Yesua" dalam bahasa Indonesia), suatu varian dari יהושע ( Yehoshua; "Yosua" dalam bahasa Indonesia) yang adalah nama sebelumnya.

[27] [28] [29] Nama Yesua tampaknya telah digunakan di Yudea pada kenapa yesus disebut kristus kelahiran Yesus. [30] Karya-karya abad pertama dari sejarawan Flavius Yosefus, yang menulis dalam bahasa Yunani Koine, yaitu bahasa yang sama seperti yang digunakan dalam Perjanjian Baru, [31] menyebutkan setidaknya dua puluh orang berbeda dengan nama Yesus (yaitu Ἰησοῦς).

[32] Etimologi dari nama Yesus dalam konteks Perjanjian Baru pada umumnya disampaikan sebagai " Yahweh adalah keselamatan". [33] Sejak awal Kekristenan, umat Kristen telah lazim menyebut Yesus sebagai "Yesus Kristus". [34] Kenapa yesus disebut kristus Kristus ( Christ dalam bahasa Inggris) berasal dari kata Yunani Χριστός ( Christos), [26] [35] yang adalah terjemahan dari kata Ibrani מָשִׁיחַ ( Meshiakh), artinya yang " diurapi" dan biasanya ditransliterasi ke dalam bahasa Inggris sebagai " Messiah" ("Mesias" dalam bahasa Indonesia).

[36] [37] Umat Kristen menetapkan Yesus sebagai Kristus karena mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, dinubuatkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama ( Yohanes 4:25–26). Dalam penggunaan pasca penulisan Alkitab, Kristus menjadi kenapa yesus disebut kristus sebagai sebuah nama—salah satu bagian dari "Yesus Kristus"—tetapi pada awalnya merupakan sebuah gelar.

[38] [39] Istilah "Kristen" atau "Kristiani" (artinya "orang yang terikat kesetiaan kepada pribadi Kristus" atau cukup "pengikut Kristus" saja) telah digunakan sejak abad pertama. [40] [41] Laporan Injil kanonik Lihat pula: Daftar nama tempat dalam Perjanjian Baru Keempat Injil kanonik ( Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes) adalah satu-satunya sumber yang substansial terkait kehidupan dan pesan Yesus.

[42] Bagian-bagian lainnya dalam Perjanjian Baru, seperti surat-surat Paulus, kemungkinan ditulis beberapa dekade sebelum Injil dan menyertakan berbagai referensi terkait peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan Yesus, misalnya Perjamuan Terakhir dalam 1 Korintus 11:23–26. [43] [44] [45] Kisah Para Rasul 10:37–38 dan 19:4 menyebutkan pelayanan awal Yesus yang didahului oleh Yohanes Pembaptis. [46] [47] Kisah Para Rasul 1:1–11 lebih banyak menceritakan perihal Kenaikan Yesus (juga disebutkan dalam 1 Timotius 3:16) daripada Injil kanonik.

[48] Beberapa kelompok Gnostik dan Kristen awal memiliki deskripsi tersendiri mengenai kehidupan dan ajaran Yesus yang tidak termasuk dalam Perjanjian Baru.

Tulisan-tulisan ini meliputi Injil Tomas, Injil Petrus, dan Apokrifon Yakobus, di antara banyak tulisan apokrif lainnya. Kebanyakan akademisi memandangnya sebagai laporan-laporan yang kurang dapat diandalkan dan dituliskan jauh di kemudian hari dibandingkan dengan Injil kanonik.

[49] [50] Injil-Injil kanonik Sebuah papirus Yunani abad ke-3 berisikan Injil Lukas Injil kanonik terdiri atas empat laporan, masing-masing ditulis oleh seorang penulis yang berbeda. Sampai abad ke-18, Injil Matius secara aklamasi diyakini sebagai Injil yang pertama kali ditulis. Menurut prioritas Markus yang muncul pada abad ke-19, yang pertama dituliskan adalah Injil Markus (ditulis tahun 60–75 M), diikuti oleh Injil Matius (65–85 M), Injil Lukas (65–95 M), dan Injil Yohanes (75–100 M).

[51] Di antara keempat laporan tersebut terdapat berbagai perbedaan konten dan urutan peristiwa. [52] [53] Sesuai tradisi, penulisan Injil telah dikaitkan dengan empat penginjil yang memiliki hubungan dekat dengan Yesus: [54] Injil Markus ditulis oleh Yohanes Markus, seorang kolega Petrus; [55] Injil Matius ditulis oleh salah seorang murid Yesus; [54] Injil Lukas ditulis oleh salah seorang rekan Paulus, orang yang disebutkan di dalam beberapa surat; [54] dan Injil Yohanes ditulis oleh murid Yesus lainnya, [54] yang kenyataannya merupakan bagian dari suatu kelompok dalam para murid, bersama dengan Petrus dan Yakobus saudara Yohanes.

[56] Tiga dari keempat laporan tersebut, yaitu Injil Matius, Injil Markus, dan Injil Lukas, dikenal sebagai Injil Sinoptik, dinamakan demikian dari kata Yunani σύν ( syn "bersama") dan ὄψις ( opsis "pandangan"). [57] [58] [59] Ketiganya memiliki keserupaan dalam konten, penataan naratif, struktur paragraf dan bahasa.

[57] [58] Sejumlah akademisi berpendapat bahwa sulit untuk menemukan hubungan literer langsung antara Injil-Injil Sinoptik dan Injil Yohanes. [60] Alur beberapa peristiwa (seperti pembaptisan Yesus, transfigurasi, penyaliban, dan interaksi dengan para rasul) diceritakan dalam semua Injil Sinoptik, namun insiden seperti kenapa yesus disebut kristus tidak tampak dalam Injil Yohanes, yang juga berbeda dalam hal-hal lainnya —misalnya Pembersihan Bait Allah.

[61] Yesus dalam Injil Sinoptik Yesus dalam Injil Yohanes Dimulai dari pembaptisan Yesus atau kelahiran dari seorang perawan. [54] Dimulai dari kisah penciptaan, tidak ada cerita kelahiran. [54] Dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. [54] Diandaikan ada pembaptisan namun tidak disebutkan. [54] Mengajar dengan perumpamaan dan aforisme. [54] Mengajar dengan jalinan percakapan yang panjang.

[54] Mengajar secara khusus mengenai Kerajaan Allah, sedikit tentang diri sendiri. [54] Mengajar secara khusus dan ekstensif tentang diri sendiri. [54] Berbicara bagi orang miskin dan tertindas.

[54] Berbicara sedikit tentang orang miskin atau tertindas. [54] Mengusir setan. [62] Tidak mengusir setan. [62] Pelayanan publik berlangsung selama minimal satu tahun. [54] Pelayanan publik berlangsung selama tiga tahun.

kenapa yesus disebut kristus

{INSERTKEYS} [54] Pembersihan Bait Allah terjadi saat akhir masa pelayanan. [54] Pembersihan Bait Allah terjadi saat awal masa pelayanan. [54] Yesus mengantar ke dalam suatu perjanjian baru melalui Perjamuan Terakhir. [54] Yesus membasuh kaki para murid.

[54] Kebanyakan akademisi sependapat bahwa, mengikuti apa yang dikenal sebagai "hipotesis Markus", [63] para penulis Injil Matius dan Injil Lukas menggunakan Injil Markus sebagai salah satu sumber rujukan untuk penulisan injil mereka. Injil Matius dan Injil Lukas juga memuat beberapa konten yang tidak ditemukan dalam Injil Markus. Untuk menjelaskan hal ini, banyak akademisi yang meyakini bahwa selain Injil Markus kedua penulis tersebut juga menggunakan sumber lain (umumnya disebut " sumber Q").

[64] Menurut suatu konsensus keilmuan umum, Injil Sinoptik, bukan Injil Yohanes, merupakan sumber utama informasi sejarah mengenai Yesus. [65] [66] [25] Namun demikian tidak semua yang terkandung dalam Injil Perjanjian Baru dipandang dapat diandalkan secara historis. [67] Elemen-elemen yang keaslian historisnya diperdebatkan misalnya Kelahiran, Pembantaian Kanak-Kanak Suci, Kebangkitan, Kenaikan, beberapa mukjizat Yesus, dan pengadilan Mahkamah Agama.

[68] [69] [70] Pandangan-pandangan mengenai Injil berkisar dari keberadaannya sebagai deskripsi-deskripsi tanpa salah tentang kehidupan Yesus [71] hingga ketersediaannya akan informasi historis yang sedikit tentang kehidupan Yesus selain yang mendasar. [72] [73] Injil Sinoptik menekankan aspek-aspek berbeda mengenai Yesus. Dalam Injil Markus, Yesus adalah Putra Allah dengan mukjizat-mukjizat yang memperlihatkan adanya Kerajaan Allah. [55] Yesus ditampilkan sebagai seorang pembuat mukjizat yang tak kenal lelah, pelayan Allah sekaligus manusia.

[74] Injil yang singkat ini mencatat beberapa perkataan atau ajaran Yesus. [55] Injil Matius menekankan bahwa Yesus merupakan pemenuhan kehendak Allah sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian Lama, dan adalah Tuhan dari Gereja.

[75] Ia adalah Mesias yang meraja, disebut berulang kali sebagai "raja" dan " Putra Daud." [74] Ciri penting dari Injil ini adalah kelima diskursus, kumpulan ajaran-ajaran terkait tema tertentu, termasuk Khotbah di Bukit. [75] Injil Lukas menyajikan Yesus sebagai juru selamat insani-ilahiah yang menunjukkan kasih sayang kepada yang membutuhkannya.

[76] Ia diperlihatkan sebagai teman orang-orang berdosa dan yang terkucilkan, datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka. [74] Injil ini memuat perumpamaan-perumpamaan favorit Yesus seperti Orang Samaria yang Baik Hati dan Anak yang Hilang.

[76] Injil Sinoptik dan Injil Yohanes memiliki kesesuaian dalam hal garis besar utama kehidupan Yesus. [77] Yohanes Pembaptis mendahului Yesus, dikatakan bahwa pelayanan mereka sempat bersinggungan, dan Yohanes memberikan kesaksian perihal identitas Yesus.

[77] Yesus memberikan pengajaran dan melakukan berbagai mukjizat, paling tidak sebagian terjadi di Galilea. [77] Ia kemudian mengunjungi Yerusalem di mana para pemimpin di sana menyalibkan Yesus, dan kemudian dimakamkan.

[77] Setelah itu makam Yesus ditemukan kosong pada hari Minggu, dan Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para pengikut-Nya. [77] Prolog Injil Yohanes mengidentifikasi Yesus sebagi penjelmaan dari Firman ilahi ( Logos). [78] Sebagai Firman, Yesus hadir dalam kekekalan bersama dengan Allah, beraktivitas dalam seluruh ciptaan, serta sumber kodrat rohani dan moral manusia.

[78] Dengan prolog ini, penginjil tersebut menetapkan bahwa Yesus tidak hanya lebih besar daripada para nabi insani masa lampau tetapi lebih besar daripada semua nabi yang pernah ada. Dijelaskan bahwa Yesus tidak hanya berbicara tentang Firman Allah, tetapi Yesus adalah Firman Allah. [79] Dalam Injil Yohanes, Yesus mengungkapkan peran ilahi-Nya secara terbuka. Di sini Ia menyatakan diri sebagai Roti Hidup, Terang Dunia, Pokok Anggur Yang Benar, dan pernyataan lainnya.

[74] Secara umum, para penulis Perjanjian Baru kurang berminat dalam memberikan penyajian suatu kronologi yang mutlak tentang Yesus atau dalam menyelaraskan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus dengan sejarah sekuler pada zaman itu.

[80] Sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 21:25, Injil tidak mengklaim ketersediaan suatu daftar lengkap perihal peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus. [81] Laporan-laporan tersebut utamanya ditulis sebagai dokumen teologis dalam konteks Kekristenan awal, garis waktunya hanya merupakan salah satu pertimbangan sekunder.

[82] Salah satu perwujudan Injil sebagai dokumen teologis daripada sekadar kronik sejarah yaitu bahwa sekitar sepertiga isi laporan-laporan tersebut mengisahkan tujuh hari atau minggu terakhir kehidupan Yesus di Yerusalem, yang disebut sebagai Kisah Sengsara.

[83] Kendati Injil tidak menyediakan detail yang memadai untuk memenuhi tuntutan para sejarawan modern terkait berbagai kepastian penanggalan, namun dimungkinkan untuk memanfaatkannya sebagai gambaran umum kisah kehidupan Yesus.

[67] [80] [82] Genealogi dan kelahiran Penyembahan Para Gembala karya Gerard van Honthorst, 1622. Injil Matius dan Injil Lukas menyajikan genealogi atau silsilah Yesus. Injil Matius menelusuri garis keturunan Yesus sampai kepada Abraham, melalui Daud.

Injil Lukas menelusuri garis keturunan Yesus melalui Adam sampai kepada Allah. [84] Daftar-daftar tersebut identik antara Abraham dan Daud, tetapi sangat berbeda mulai dari Daud sampai kepada Yesus. Para akademisi Kristen lazimnya (dimulai dengan sejarawan Eusebius [85]) telah mengemukakan berbagai teori yang berupaya menjelaskan perbedaan garis keturunan tersebut, [86] misalnya bahwa laporan Injil Matius didasarkan pada garis keturunan Yusuf sedangkan Injil Lukas didasarkan pada garis keturunan Maria.

Akademisi biblika modern seperti Marcus Borg dan John Dominic Crossan menganggap kedua silsilah tersebut sebagai invensi untuk menyesuaikan dengan konvensi sastra Yahudi. [87] Injil Matius dan Injil Lukas mendeskripsikan kelahiran Yesus, khususnya bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan di Betlehem sebagai pemenuhan nubuat para nabi. Laporan dari Injil Lukas menekankan peristiwa-peristiwa sebelum kelahiran Yesus dan berpusat pada Maria, sementara Injil Matius kebanyakan mencakup peristiwa-peristiwa setelah kelahiran dan berpusat pada Yusuf.

[88] [89] [90] Kedua laporan tersebut menyatakan bahwa Yesus dilahirkan bagi Yusuf dan Maria, tunangannya, di Betlehem, dan kedua laporan tersebut mendukung doktrin kelahiran dari perawan yang menyatakan bahwa Yesus dikandung secara ajaib dari Roh Kudus di dalam rahim Maria dan ia tetap seorang perawan.

[91] [92] [93] Kelahiran dari perawan telah menjadi salah satu ajaran yang konsisten dalam keyakinan Kristen ortodoks, walaupun sejumlah teolog liberal mempertanyakannya selama 150 tahun terakhir ini. [94] Injil Matius berulang kali mengutip Perjanjian Lama untuk mendukung keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan untuk bangsa Yahudi.

[95] Dalam Injil Matius, Yusuf mengalami kegundahan karena Maria, tunangannya, telah hamil ( Matius 1:19–20), tetapi dalam mimpi pertama Yusuf seorang malaikat meyakinkannya agar tidak takut untuk mengambil Maria sebagai istrinya karena anak yang dikandungnya dikandung dari Roh Kudus. [96] Dalam Matius 2:1–12, orang-orang Majus atau Magi dari Timur membawakan hadiah-hadiah bagi bayi Yesus yang dipandang sebagai Raja Orang Yahudi.

Herodes mendengar perihal kelahiran Yesus, dan ia ingin membunuh Yesus sehingga memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki di Betlehem. Tetapi seorang malaikat memperingatkan Yusuf dalam mimpinya yang kedua, dan keluarga tersebut melarikan diri ke Mesir —untuk kemudian kembali dan menetap di Nazaret. [96] [97] [98] Menurut Lukas 1:31–38, Maria mengetahui dari malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak yang disebut Yesus melalui tindakan Roh Kudus.

[89] [91] Pada waktu Maria akan melahirkan, ia dan Yusuf melakukan perjalanan dari Nazaret ke kampung halaman Yusuf di Betlehem untuk mendaftarkan diri dalam sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus. Ketika berada di sana Maria melahirkan Yesus, dan karena mereka tidak mendapat tempat di rumah penginapan, ia menempatkan bayi yang baru dilahirkannya di dalam sebuah palungan ( Lukas 2:1–7). Seorang malaikat mengabarkan kelahiran itu kepada beberapa gembala, selanjutnya mereka pergi ke Betlehem untuk melihat Yesus dan kemudian menyebarkan berita tersebut ( Lukas 2:8–20).

Setelah mempersembahkan Yesus di Bait Allah, Yusuf, Maria, dan Yesus kembali ke Nazaret. [89] [91] Masa muda, pekerjaan, dan profesi Yesus dalam usia 12 tahun ditemukan di Bait Allah, lukisan karya James Tissot.

Rumah masa kecil Yesus diidentifikasi dalam Injil Lukas dan Injil Matius sebagai kota Nazaret di Galilea di mana Yesus tinggal bersama keluarga-Nya. Yusuf ditampilkan dalam deskripsi-deskripsi masa kanak-kanak Yesus, namun tidak disebutkan lagi setelahnya. [99] Anggota keluarga Yesus yang lainnya—ibu-Nya, Maria, saudara-saudara-Nya, Yakobus, Yoses (atau Yusuf), Yudas, Simon, dan saudari-saudari yang tidak disebutkan namanya—tercatat dalam Injil dan sumber-sumber lain. [100] [101] Menurut Stephen L.

Harris, Injil Markus menyampaikan bahwa Yesus terlibat konflik dengan para tetangga dan kaum keluarga-Nya. [102] Saudara-saudara dan ibu Yesus datang untuk menjemput Yesus (Markus 3:31–35) karena orang-orang mengatakan bahwa Ia sudah tidak waras (3:21). Yesus menanggapi bahwa mereka yang melakukan kehendak Allah adalah keluarga-Nya yang sebenarnya.

Dalam Injil Yohanes, Maria mengikuti Yesus sampai saat penyaliban, dan Yesus mengekspresikan kepedulian terhadap sang ibu (19:25–27). Yesus disebut sebagai seorang τέκτων ( tekton) dalam Markus 6:3, menurut tradisi dipahami sebagai tukang kayu tetapi dapat juga mencakup para pembuat benda dalam berbagai bahan, termasuk pembangun.

[103] [104] Injil memperlihatkan bahwa Yesus dapat membaca, memparafrasakan, dan berdebat kitab suci, tetapi belum tentu berarti bahwa Yesus menerima pelatihan menulis secara formal. [105] Pembaptisan dan pencobaan Penggambaran oleh Francesco Trevisani mengenai pembaptisan Yesus, turunnya Roh Kudus dari Surga digambarkan sebagai seekor merpati.

Laporan Injil Sinoptik seputar pembaptisan Yesus didahului dengan informasi mengenai Yohanes Pembaptis. [106] [107] [108] Yohanes Pembaptis digambarkan menyerukan penitensi dan pertobatan demi pengampunan dosa serta mendorong untuk berderma kepada kaum miskin ( Lukas 3:11) ketika ia membaptis orang-orang di daerah Sungai Yordan di sekitar Perea, selain itu juga menubuatkan kedatangan seseorang "yang lebih berkuasa" daripada dia ( Lukas 3:16). [109] [110] Belakangan Yesus mengidentifikasi Yohanes Pembaptis sebagai Elia ( Markus 9:13-14, Matius 11:14), seorang nabi yang diharapkan kedatangannya sebelum "hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu" ( Maleakhi 4:5).

Demikian juga Injil Lukas menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis memiliki roh dan kuasa Elia ( Lukas 1:17). Dalam Injil Markus, Yohanes membaptis Yesus dan setelah keluar dari sungai Yesus melihat Roh Kudus yang berbentuk seperti seekor burung merpati turun ke atas-Nya dan terdengar suara dari Surga yang menyatakan bahwa Yesus adalah Putra Allah (Markus 1:9–11).

Ini merupakan salah satu dari dua peristiwa dalam Injil yang menuliskan adanya suara dari Surga yang menyebut Yesus "Putra" atau "Anak", peristiwa lainnya yaitu Transfigurasi. [111] [112] Roh tersebut kemudian mengantar Yesus ke padang gurun di mana Yesus dicobai oleh Iblis (Markus 1:12–13). Yesus kemudian memulai pelayanan setelah Yohanes ditangkap (Markus 1:14). Pembaptisan Yesus dalam Injil Matius dikisahkan serupa, di mana sebelum pembaptisan Yesus, Yohanes memprotes dengan mengatakan, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu" (Matius 3:14).

Yesus menanggapinya dengan permintaan untuk melaksanakan pembaptisan tersebut demi "menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Matius 3:15). Injil Matius juga merinci ketiga godaan yang ditawarkan Iblis kepada Yesus di padang gurun (Matius 4:3–11). Dalam Injil Lukas, Roh Kudus turun seperti seekor burung merpati setelah semua orang di sana dibaptis dan Yesus sedang berdoa ( Lukas 3:21–22). Yohanes secara implisit mengenali Yesus dari penjara setelah ia mengirim para pengikutnya untuk bertanya tentang Yesus (Lukas 7:18–23).

{/INSERTKEYS}

kenapa yesus disebut kristus

Pembaptisan dan pencobaan yang dialami oleh Yesus berfungsi sebagai persiapan untuk melakukan pelayanan publik. [113] Injil Yohanes tidak menceritakan pembaptisan dan pencobaan yang dialami Yesus. [114] Dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa ia melihat Roh yang turun ke atas Yesus ( Yohanes 1:32).

[110] [115] Yohanes menyatakan di depan publik bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menjadi kurban, dan beberapa pengikut Yohanes menjadi pengikut Yesus. [66] Dalam Injil Yohanes, Yohanes menyangkal bahwa ia adalah Elia ( Yohanes 1:21). Sebelum Yohanes dipenjarakan, Yesus juga turut membaptis orang-orang (Yohanes 3:22-24) dan membaptis lebih banyak orang daripada Yohanes (Yohanes 4:1). Pelayanan publik Sebuah lukisan abad ke-19 yang menggambarkan Khotbah di Bukit, karya Carl Kenapa yesus disebut kristus.

Injil Sinoptik menggambarkan dua lingkungan geografis yang berbeda dalam pelayanan Yesus. Yang pertama bertempat di utara Yudea di Galilea, di mana pelayanan Yesus mengalami suatu kesuksesan; dan yang kedua memperlihatkan ditolak dan dibunuhnya Yesus ketika mengadakan perjalanan ke Yerusalem. Secara khusus Yesus melarang mereka yang mengenali identitas-Nya untuk berbicara tentang hal itu, termasuk orang-orang yang disembuhkan Yesus dan setan-setan yang diusir-Nya.

[116] Injil Yohanes menggambarkan pelayanan Yesus lebih banyak berlangsung di dan sekitar Yerusalem daripada di Galilea. Dalam Injil ini, identitas ilahi Yesus dinyatakan secara terbuka di hadapan publik dan segera diakui oleh mereka. [79] Para akademisi membagi pelayanan Yesus ke dalam beberapa tahap. Pelayanan di Galilea dimulai ketika Yesus kembali ke Galilea dari Gurun Yudea kenapa yesus disebut kristus penolakan atas semua godaan Setan.

Yesus berkhotbah di seluruh Galilea dan Matius 4:18–20 mengisahkan bahwa murid-murid pertama Yesus, yang pada akhirnya membentuk inti dari Gereja perdana, bertemu dengan Yesus dan mulai bepergian dengan-Nya. [108] [117] Periode ini meliputi peristiwa Khotbah di Bukit, yaitu salah satu pengajaran utama Yesus, [117] [118] meredakan badai, memberi makan 5.000 orang, berjalan di atas air, serta sejumlah mukjizat dan perumpamaan.

[119] Periode ini berakhir dengan Pengakuan Petrus dan peristiwa Transfigurasi. [120] [121] Seiring perjalanan Yesus menuju Yerusalem, dalam pelayanan di Perea, Yesus kembali ke daerah di mana Ia dibaptis, sekitar sepertiga perjalanan turun dari Danau Galilea di sepanjang Yordan ( Yohanes 10:40–42).

[122] [123] Periode pelayanan terakhir di Yerusalem dimulai dengan masuknya Yesus ke kota tersebut pada hari Minggu Palma. [124] Dalam Injil Sinoptik, selama minggu tersebut Yesus mengusir para penukar uang kenapa yesus disebut kristus Bait Allah dan Yudas melakukan tawar-menawar untuk mengkhianati Yesus. Periode ini berpuncak dalam Perjamuan Terakhir dan Amanat Perpisahan. [106] [124] [125] Para murid dan pengikut Yesus berbicara kepada 12 murid-Nya, sebagaimana digambarkan oleh James Tissot.

Menjelang awal pelayanan Yesus, Ia menetapkan dua belas rasul. Dalam Injil Matius dan Markus, kendati Yesus hanya sekilas saja meminta mereka untuk bergabung dengan-Nya, empat rasul pertama Yesus yang adalah nelayan dideskripsikan segera menyetujui permintaan Yesus serta meninggalkan jala dan perahu mereka untuk melakukannya ( Matius 4:18–22, Markus 1:16–20).

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa dua rasul pertama Yesus adalah murid-murid Yohanes Pembaptis. Saat itu Yohanes Pembaptis melihat Yesus dan menyebut-Nya Anak Domba Allah; kedua murid itu mendengarnya dan menjadi pengikut Yesus. [126] [127] Terlepas dari Kedua Belas Rasul, bagian pembukaan Khotbah di Tempat Datar mengidentifikasi sekelompok besar orang sebagai murid-murid ( Lukas 6:17).

Dalam Lukas 10:1–16 juga dikisahkan Yesus mengutus tujuh puluh atau tujuh puluh dua pengikut-Nya secara berpasangan untuk mempersiapkan kota-kota yang akan dikunjungi Yesus. Mereka diperintahkan untuk menerima keramahtamahan pemilik rumah yang bersedia menampung mereka, menyembuhkan orang sakit, dan menyebarkan berita datangnya Kerajaan Allah.

[128] Dalam Injil Markus, para murid pada saat itu masih bebal. Mereka belum memahami makna dari mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus (Markus 4:35–41, 6:52), perumpamaan-perumpamaan-Nya (Markus 4:13), atau arti "bangkit dari antara orang mati" (Markus 9:9–10). Ketika kemudian Yesus ditangkap, mereka berlari meninggalkan Yesus (lihat di bawah).

[116] Ajaran, khotbah, dan mukjizat Kristus dan Penguasa Muda yang Kaya karya Heinrich Hofmann, 1889 Dalam Injil Sinoptik, Yesus mengajarkan secara luas, sering kali dengan perumpamaan, mengenai Kerajaan Allah (atau, dalam Injil Matius, Kerajaan Surga). [129] Kerajaan itu dideskripsikan telah dekat ( Markus 1:15) dan telah ada dalam pelayanan Yesus (Lukas 17:21).

Yesus menjanjikan keikutsertaan dalam Kerajaan itu bagi mereka yang menerima pesan-Nya (Markus 10:13–27). [129] Yesus berbicara tentang "Anak Manusia" (atau "Putra Manusia"), sebagai seorang sosok apokaliptik yang akan datang untuk mengumpulkan orang-orang terpilih. [130] Yesus memanggil orang-orang untuk bertobat dari dosa mereka dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah.

[25] Yesus mengatakan kepada para pengikut-Nya untuk berpegang teguh pada hukum Yahudi, kendati oleh beberapa kalangan Yesus sendiri dianggap melanggar hukum tersebut, misalnya mengenai Sabat.

[25] Ketika ditanya mengenai apa perintah terbesar, Yesus menjawab: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. . Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" ( Matius 22:37–39). Ajaran-ajaran etika yang lain dari Yesus misalnya mengasihi musuh, menjauhkan diri dari kebencian dan hawa nafsu, serta memberi pipi yang lain jika ditampar orang ( Matius 5:21–44).

[131] Injil Yohanes menyajikan ajaran-ajaran Yesus bukan hanya sebagai pewartaan-Nya sendiri, tetapi sebagai wahyu ilahi. Sebagai contoh, Yohanes Pembaptis dalam Yohanes 3:34 menyatakan: "Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas." Dalam Yohanes 7:16 Yesus mengatakan, "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku." Ia menegaskan hal yang sama dalam Yohanes 14:10: "Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?

Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya." [132] kenapa yesus disebut kristus Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta – mosaik abad pertengahan dari Katedral Monreale. Dalam Injil, kira-kira tiga puluh perumpamaan merupakan sekitar sepertiga ajaran Yesus yang tercatat. [132] [134] Perumpamaan-perumpamaan tersebut diperlihatkan dalam khotbah-khotbah yang lebih panjang dan di bagian lain dalam rupa narasi.

[135] Perumpamaan Yesus sering kali mengandung simbolisme, dan biasanya mengaitkan dunia kenapa yesus disebut kristus dengan rohani. [136] [137] Tema-tema umum dalam kisah-kisah ini misalnya kebaikan dan kemurahan hati Allah serta bahaya-bahaya pelanggaran. [138] Beberapa perumpamaan Yesus, seperti Anak yang Hilang (Lukas 15:11–32), relatif sederhana, sementara yang lainnya seperti Benih yang Tumbuh (Markus 4:26–29) termasuk kompleks, mendalam, dan sulit dipahami.

[139] Dalam laporan-laporan Injil, Yesus memberikan porsi besar dalam pelayanan-Nya dengan melakukan berbagai mukjizat, terutama penyembuhan. [140] Mukjizat-mukjizat tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama: mukjizat penyembuhan dan mukjizat alam. [141] Mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus yaitu menyembuhkan penyakit fisik, eksorsisme (pengusiran setan), dan membangkitkan orang mati. [142] Mukjizat alam memperlihatkan kuasa Yesus atas alam, misalnya mengubah air menjadi anggur, berjalan di atas air, dan meredakan badai.

Yesus menyatakan bahwa mukjizat yang dilakukan-Nya berasal dari sumber ilahi. Sementara para lawan Yesus menuduh-Nya melakukan eksorsisme dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan, Yesus menanggapi mereka dengan mengatakan bahwa Ia melakukan mukjizat dengan "Roh Allah" (Matius 12:28) atau "kuasa Allah" (Lukas 11:20).

[25] [143] Dalam Injil Yohanes, mukjizat-mukjizat Yesus dideskripsikan sebagai "tanda-tanda", dilakukan untuk membuktikan misi dan keilahian Yesus. [144] [145] Namun, dalam Injil Sinoptik, ketika diminta untuk memberikan tanda-tanda ajaib untuk membuktikan otoritas-Nya, Yesus menolak. [144] Dalam Injil Sinoptik juga dikisahkan bahwa orang banyak secara berkala menanggapi mukjizat-mukjizat Yesus dengan rasa kagum dan memaksa-Nya untuk kenapa yesus disebut kristus penyakit mereka.

Dalam Injil Yohanes, Yesus tampak tidak tertekan oleh orang banyak tersebut, mereka sering menanggapi mukjizat Yesus dengan keyakinan dan iman.

[146] Satu karakteristik yang terlihat di antara semua mukjizat yang dilakukan Yesus dalam laporan-laporan Injil yaitu bahwa Yesus melakukannya dengan bebas dan tidak pernah meminta pembayaran materiil dalam bentuk apa pun. [147] Episode-episode dalam Injil yang memuat deskripsi terkait mukjizat Yesus juga sering mencakup ajaran-ajaran, dan mukjizat itu sendiri mengandung elemen pengajaran.

[148] [149] Banyak dari mukjizat yang dibuat Yesus mengajarkan pentingnya iman. Misalnya dalam peristiwa disembuhkannya sepuluh orang kusta dan dibangkitkannya anak perempuan Yairus para penerima manfaat mukjizat-mukjizat tersebut diberitahu bahwa kesembuhan mereka terjadi karena iman mereka.

[150] [151] Pemakluman sebagai Kristus dan peristiwa Transfigurasi Transfigurasi Yesus, penggambaran oleh Carl Bloch.

Di sekitar bagian tengah masing-masing ketiga Injil Sinoptik, dua episode yang berkaitan menandai suatu titik balik dalam kisah tersebut: Pengakuan Petrus dan Transfigurasi Yesus. [121] [152] Peristiwa-peristiwa ini menandai awal mula penyingkapan secara bertahap atas identitas Yesus kepada para murid-Nya dan nubuat Yesus terkait penderitaan dan kematian-Nya.

[111] [112] [121] Kedua peristiwa ini tidak diceritakan di dalam Injil Yohanes. [77] Dalam Pengakuannya, Petrus berkata kepada Yesus, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" [153] [154] [155] Yesus menegaskan bahwa pengakuan Petrus merupakan kebenaran yang diungkapkan secara ilahi.

[156] [157] Dalam peristiwa Transfigurasi ( Matius 17:1–9, Markus 9:2–8, dan Lukas 9:28–36), [111] [112] [121] Yesus mengajak Petrus dan dua rasul lainnya ke atas suatu gunung yang tidak disebutkan namanya, di mana "Yesus berubah rupa di depan mata mereka, wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang." [158] Kemudian awan terang muncul menaungi mereka, dan terdengar suara dari awan tersebut yang mengatakan, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia" ( Matius 17:1–9).

[111] Dalam 2 Petrus 1:16-18, Petrus sendiri menegaskan bahwa ia menyaksikan Transfigurasi Yesus, dan menyatakan bahwa tradisi apostolik didasarkan pada kesaksian dari saksi mata. [159] Pekan terakhir sebelum kematian Artikel utama: Pekan Sengsara Deskripsi pekan terakhir kehidupan Yesus (sebagian kalangan menyebutnya Pekan Sengsara) diceritakan dalam sekitar sepertiga narasi pada Injil Kanonik, [83] dimulai dengan masuknya Yesus ke Yerusalem dan berakhir dengan Penyaliban Yesus.

[106] [124] Aktivitas di Yerusalem Sebuah lukisan yang menggambarkan masuknya Yesus ke Yerusalem, karya Jean-Léon Gérôme, 1897. Dalam Injil Sinoptik, pekan terakhir di Yerusalem adalah akhir dari perjalanan menjelajahi Perea dan Yudea yang Yesus awali di Galilea. [124] Yesus mengendarai seekor keledai muda untuk masuk ke Yerusalem, mencerminkan suatu nubuat dari Kitab Zakharia di mana tertulis bahwa seorang raja Yahudi yang rendah hati memasuki Yerusalem dengan cara demikian (Zakharia 9:9).

[55] Orang-orang di sepanjang jalan menghamparkan jubah mereka dan ranting-ranting kecil dari pohon (dikenal sebagai daun palem) di depan Yesus dan menyanyikan bagian dari Mazmur 118:25–26. [160] [161] [162] Selanjutnya Yesus mengusir para penukar uang dari Bait Allah, menuduh mereka telah mengubahnya menjadi sarang penyamun karena aktivitas komersial yang mereka lakukan. Yesus kemudian bernubuat tentang kehancuran yang akan datang, termasuk nabi-nabi palsu, peperangan, gempa bumi, penganiayaan terhadap orang-orang beriman, tampilnya seorang "pembinasa keji", dan berbagai kesengsaraan yang tak tertahankan (Markus 13:1–23).

Kata Yesus, "Anak Manusia" akan mengutus para malaikat untuk mengumpulkan orang beriman dari seluruh bagian bumi (Markus 13:24–27). Menurut Stephen L. Harris, Yesus memperingatkan bahwa hal-hal ini akan terjadi pada masa hidup mereka yang mendengarnya (Markus 13:28–32). [116] Dalam Injil Sinoptik juga dikisahkan bahwa Yesus terlibat konflik dengan para tua-tua Yahudi, misalnya pada saat kenapa yesus disebut kristus mempertanyakan otoritas Yesus, dan Ia mengkritik mereka serta menyebut mereka orang-orang munafik.

[160] [162] Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas rasul, secara diam-diam melakukan tawar-menawar dengan tua-tua Yahudi, setuju untuk melakukan pengkhianatan dengan menyerahkan Yesus kepada mereka demi tiga puluh keping perak.

[163] [164] Injil Yohanes menceritakan dua perayaan lain di mana Yesus mengajar di Yerusalem sebelum Pekan Sengsara ( Yohanes 7:1–10:42). [102] Yesus kembali dekat Yerusalem, di Betania, di mana Ia membangkitkan Lazarus dari kematian sehingga membuat ketegangan meningkat antara Yesus dan otoritas Yahudi.

[124] Pihak otoritas tersebut kemudian bersekongkol untuk membunuh Yesus ( Yohanes 11). [102] Membangkitkan Lazarus dipandang sebagai tanda paling ampuh yang pernah dibuat Yesus.

kenapa yesus disebut kristus

{INSERTKEYS} [79] Di Betania, Maria dari Betania meminyaki kaki Yesus dan menjadi pertanda penguburan Yesus. [165] Yesus kemudian memasuki Yerusalem sebagai Mesias.

[102] Orang banyak yang bersorak-sorai menyambut Yesus saat Ia memasuki Yerusalem menambah kebencian otoritas Yahudi. [124] Dalam Injil Yohanes, peristiwa Yesus menyucikan Bait Allah dikisahkan terjadi saat kunjungan Paskah Yahudi yang sebelumnya di Yerusalem.

Injil Yohanes selanjutnya menceritakan Perjamuan Malam Terakhir yang diadakan Yesus bersama dengan para murid. [102] Perjamuan Terakhir Perjamuan Terakhir, digambarkan dalam lukisan abad ke-16 karya Juan de Juanes. Perjamuan Terakhir merupakan terakhir kalinya Yesus bersantap bersama 12 rasul di Yerusalem sebelum Ia disalibkan. Perjamuan Terakhir disebutkan dalam keempat Injil kanonik; Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus (11:23–26) juga menyebutkannya.

[44] [45] [166] Selagi bersantap, Yesus memprediksikan bahwa salah seorang rasul akan mengkhianati-Nya. [167] Meskipun setiap rasul menyatakan diri tidak akan mengkhianati-Nya, Yesus menegaskan kembali bahwa yang akan berkhianat itu ada di antara mereka yang hadir.

Matius 26:23–25 dan Yohanes 13:26–27 secara spesifik mengidentifikasi Yudas sebagai pengkhianat tersebut. [44] [45] [167] Dalam Injil Sinoptik, Yesus mengambil roti, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada murid-murid, sambil mengatakan, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu." Yesus kemudian meminta mereka semua minum dari suatu cawan, dengan mengatakan, "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu" ( Lukas 22:19–20).

[44] [168] Ordinansi atau Sakramen Perjamuan Kudus (Ekaristi) Kristen didasarkan pada peristiwa-peristiwa ini. [169] Meskipun Injil Yohanes tidak menyertakan deskripsi ritual roti dan anggur tersebut selama Perjamuan Terakhir, kebanyakan akademisi sepakat bahwa Yohanes 6:22–59 memiliki karakter ekaristis dan menggemakan narasi kelembagaannya dalam Injil Sinoptik dan dalam tulisan-tulisan Paulus tentang Perjamuan Terakhir.

[170] Dalam keempat Injil, Yesus memprediksi bahwa Petrus akan menyangkal telah mengenal-Nya sebanyak tiga kali sebelum ayam jantan berkokok keesokan paginya. [171] [172] Dalam Injil Lukas dan Yohanes, prediksi tersebut disampaikan selama Perjamuan Terakhir berlangsung ( Lukas 22:34, Yohanes 22:34). Dalam Injil Matius dan Markus, prediksi tersebut disampaikan setelah Perjamuan Terakhir selesai; Yesus juga memprediksi bahwa semua murid akan lari meninggalkan Dia ( Matius 26:31–34, Markus 14:27–30).

[173] Injil Yohanes merupakan satu-satunya laporan yang menyajikan peristiwa Yesus membasuh kaki para murid setelah bersantap. [97] Injil Yohanes juga memuat suatu khotbah panjang Yesus untuk mempersiapkan para murid (sekarang tanpa Yudas) menghadapi kepergian Yesus.

Bab 14–17 dari Injil Yohanes dikenal sebagai Amanat Perpisahan dan merupakan salah satu sumber konten Kristologis yang penting. [174] [175] Penderitaan di Taman Getsemani, pengkhianatan, dan penangkapan Penggambaran ciuman Yudas dan penangkapan Yesus, lukisan abad ke-17 karya Caravaggio. Setelah Perjamuan Terakhir, Yesus pergi untuk berdoa, kemudian Yudas dan pihak otoritas Yahudi datang untuk menangkap Yesus. • Dalam Injil Markus, Yesus dan para murid pergi ke Taman Getsemani, [173] di mana Yesus berdoa agar terhindar dari siksaan yang akan dialami-Nya kelak.

Para murid tertidur pada saat mereka seharusnya berjaga (Markus 14:37–41). Kemudian Yudas datang dengan sekelompok orang bersenjata yang dikirim oleh para imam kepala, ahli kitab, dan tua-tua Yahudi. [116] Ia mencium Yesus untuk mengidentifikasi diri-Nya kepada rombongan orang banyak tersebut, dan mereka lalu menangkap Yesus. [173] Dalam upaya untuk menghentikan mereka, salah seorang murid Yesus menggunakan pedang untuk memotong telinga salah seorang laki-laki dalam rombongan itu.

[173] Setelah penangkapan Yesus, para murid pergi bersembunyi, dan Petrus, ketika ditanya-tanya, tiga kali menyangkal kalau dirinya mengenal Yesus. [173] Setelah penyangkalan ketiga, ia mendengar kokok ayam dan mengingat prediksi Yesus sebelumnya ketika Ia menatapnya. Petrus kemudian menangis dengan kesedihan mendalam. [171] • Dalam Injil Matius, Yesus mengkritik serangan dengan pedang yang dilakukan oleh seorang murid, memerintahkan mereka untuk membiarkan diri-Nya ditangkap.

Yesus mengatakan, "Barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang" ( Matius 26:52). • Dalam Injil Lukas, Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa, [173] dan Yesus secara ajaib menyembuhkan telinga orang yang dipotong oleh seorang murid (Lukas 22:51). • Dalam Injil Yohanes, Yesus tidak berdoa agar terhindar dari penyaliban-Nya, [176] sebagaimana juga Injil ini hampir-hampir tidak menggambarkan Yesus memiliki kelemahan manusiawi seperti demikian. [176] Orang-orang yang menangkap Yesus adalah para prajurit dan perwira Yahudi (Yohanes 18:3).

Kisah ciuman pengkhianatan tidak diceritakan dalam Injil ini, sebagai gantinya Yesus menyatakan identitas diri-Nya; ketika Yesus melakukannya, para prajurit dan perwira tersebut jatuh ke tanah (Yohanes 18:4–7).

Injil ini mengidentifikasi Petrus sebagai murid yang menggunakan pedang, dan Yesus menegurnya karena hal itu (Yohanes 18:10–11). Pengadilan oleh Sanhedrin, Herodes, dan Pilatus Lihat pula: INRI dan Ecce homo Setelah ditangkap, Yesus dibawa ke Sanhedrin (atau Mahkamah Agama), yaitu badan peradilan Yahudi.

[177] Terdapat beberapa perbedaan detail seputar peradilan atas Yesus di dalam laporan-laporan Injil. [178] Dalam Matius 26:57, Markus 14:53, dan Lukas 22:54, Yesus dibawa ke rumah imam besar, Kayafas, di mana Yesus diejek dan dipukuli pada malam itu. Keesokan paginya para imam kepala dan ahli kitab membawa Yesus keluar dari pengadilan mereka.

[179] [180] [181] Yohanes 18:12–14 menyatakan bahwa Yesus pertama kali dibawa kepada Hanas, mertua Kayafas, dan selanjutnya kepada sang imam besar. [179] [180] [181] Ecce homo! karya Antonio Ciseri tahun 1871, menggambarkan Pontius Pilatus sedang memperlihatkan Yesus kepada publik.

Selama persidangan Yesus sangat sedikit berbicara, tidak ada pembelaan diri, serta memberikan jawaban-jawaban secara tidak langsung dan hanya sesekali saja atas pertanyaan-pertanyaan para imam, menyebabkan seorang petugas menampar Yesus. Dalam Matius 26:62, ketidakacuhan Yesus membuat Kayafas bertanya kepada-Nya, "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" [179] [180] [181] Dalam Markus 14:61 imam besar lalu bertanya kepada Yesus, "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Yesus menjawab, "Akulah Dia", dan kemudian memprediksi akan datangnya Putra Manusia (Anak Manusia).

[25] Hal ini mengakibatkan Kayafas merobek jubahnya sendiri dalam kemarahan dan menuduh Yesus melakukan penghujatan. Dalam Injil Matius dan Lukas, jawaban Yesus lebih ambigu: [25] [182] dalam Matius 26:64 Yesus menjawab, "Engkau telah mengatakannya", dan dalam Lukas 22:70 Yesus menjawab, "Kamu sendiri mengatakan bahwa Akulah Anak Allah." [183] [184] Mereka membawa Yesus ke pengadilan Pilatus, dan Pilatus tampak sangat enggan untuk menghukum Yesus; menurut Robert W.

Funk, adalah tua-tua Yahudi yang harus disalahkan atas penyaliban Yesus. [185] Agustinus dari Hippo mengatakan bahwa Pilatus tidaklah bebas dari kesalahan, karena ia menggunakan kekuasaannya untuk mengeksekusi Yesus.

[186] Para tetua Yahudi meminta gubernur Romawi Pontius Pilatus untuk mengadili dan menghukum Yesus, menuduh-Nya mengklaim sebagai Raja orang Yahudi. [181] Penggunaan kata "raja" dipandang sebagai pokok diskusi antara Yesus dan Pilatus. Dalam Yohanes 18:36 Yesus menyatakan, "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini", tetapi Yesus tidak membantah secara tegas sebutan Raja orang Yahudi.

[187] [188] Dalam Lukas 23:7–15 Pilatus menyadari bahwa Yesus adalah orang Galilea, dan dengan demikian berada di bawah yurisdiksi Herodes Antipas. [189] [190] Pilatus mengirimkan Yesus kepada Herodes untuk diadili, [191] tetapi Yesus tidak mengatakan apapun dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan Herodes. Herodes dan prajuritnya mengejek Yesus, mengenakan sebuah jubah mahal pada Yesus untuk membuat-Nya terlihat seperti seorang raja, dan mengembalikan Yesus kepada Pilatus, [189] yang kemudian memanggil para tetua Yahudi dan mengumumkan bahwa ia "tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya".

[191] Dengan pertimbangan kebiasaan Paskah Yahudi pada zaman itu, Pilatus mengizinkan seorang tahanan dipilih oleh orang banyak untuk dibebaskan. Ia memberikan mereka pilihan antara Yesus dan seorang pembunuh bernama Barabas. Karena bujukan para tetua Yahudi (Matius 27:20), massa memilih untuk melepaskan Barabas dan menyalibkan Yesus. [192] Pilatus menulis pada sebuah papan dengan bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani yang berbunyi "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi" (disingkat INRI dalam penggambaran-penggambaran) untuk ditempelkan di atas kayu salib Yesus (Yohanes 19:19–20), [193] menyuruh orang untuk mendera Yesus, dan mengirim Yesus untuk disalibkan.

Para prajurit menempatkan Mahkota duri di kepala Yesus dan mengolok-olok-Nya sebagai Raja orang Yahudi. Mereka memukuli dan mengejek Yesus sebelum membawa-Nya ke Kalvari, [194] yang juga disebut Golgota, untuk disalibkan. [179] [181] [195] Penyaliban dan pemakaman Penggambaran Penyaliban oleh Pietro Perugino sebagai Stabat Mater, tahun 1482. Penyaliban Yesus dideskripsikan dalam keempat Injil kanonik.

Setelah proses persidangan, Yesus memanggul salib menuju Kalvari; menurut tradisi, rute yang dilalui Yesus selama memanggul salib dikenal sebagai Via Dolorosa.

Ketiga Injil Sinoptik mengindikasikan bahwa Simon dari Kirene membantu Yesus setelah dipaksa oleh prajurit Romawi untuk melakukannya. [196] [197] Dalam Lukas 23:27–28 Yesus mengatakan kepada para perempuan di antara orang banyak yang mengikuti-Nya agar tidak menangisi-Nya melainkan agar mereka menangisi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.

[196] Di Kalvari, Yesus ditawarkan semacam ramuan yang biasa ditawarkan sebagai obat penghilang rasa sakit. Menurut Injil Matius dan Markus, Yesus menolaknya.

[196] [197] Para prajurit kemudian menyalibkan Yesus dan membuang undi atas pakaian Yesus. Di atas kepala Yesus di kayu salib terdapat inskripsi tulisan Pilatus, "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi"; para prajurit dan orang-orang yang lewat di sana mengejek Yesus terkait hal tersebut. Yesus disalibkan di antara dua penyamun yang telah dinyatakan bersalah, salah seorang di antaranya menghardik Yesus, sedangkan seorang yang lainnya membela Yesus.

[196] [198] Para prajurit Romawi mematahkan kaki kedua penyamun tersebut (suatu prosedur yang digunakan untuk mempercepat kematian dalam suatu penyaliban), tetapi mereka tidak mematahkan kaki Yesus karena saat itu Yesus telah wafat.

Dalam Yohanes 19:34, salah seorang prajurit menikam lambung Yesus dengan tombak sehingga darah dan air mengalir keluar. [199] Dalam Matius 27:51–54, ketika Yesus wafat, tirai besar di Bait Allah terkoyak dan terjadi gempa bumi yang mengakibatkan makam-makam terbuka. Karena sangat ketakutan menyaksikan peristiwa-peristiwa tersebut, seorang perwira Romawi menyatakan bahwa Yesus adalah Putra Allah.

[196] [200] Pada hari yang sama, Yusuf dari Arimatea, dengan izin Pilatus dan dengan bantuan Nikodemus, menurunkan jenazah Yesus dari kayu salib, membungkus-Nya dengan kain bersih, dan membaringkan Yesus di dalam makamnya dari bukit batu yang dipahat.

[196] Dalam Matius 27:62–66, pada hari berikutnya para imam kepala Yahudi meminta Pilatus supaya makam tersebut diamankan, dan atas izin Pilatus para imam tersebut menyegel batu besar yang menutupi pintu masuk makam serta menempatkan penjaga. [196] [201] Kebangkitan dan kenaikan Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena setelah kebangkitan-Nya dari antara orang mati, digambarkan oleh Alexander Andreyevich Ivanov. Dalam keempat Injil, Maria Magdalena pergi mengunjungi makam Yesus pada hari Minggu pagi dan terkejut karena menemukan makam tersebut kosong.

Ia kemudian mengetahui bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Kendati Yesus telah memberitahukannya, para murid saat itu belum memahami bahwa Yesus akan bangkit kembali. [202] Setelah peristiwa penemuan makam kosong, Yesus melakukan serangkaian penampakan kepada para murid. [48] • Dalam Injil Markus, Salome dan seorang Maria lainnya ada bersama Maria Magdalena saat mengunjungi makam Yesus (Markus 16:1).

Seorang pemuda berjubah putih (seorang malaikat) mengatakan kepada mereka bahwa Yesus akan menemui para murid di Galilea, sebagaimana telah dikatakan oleh Yesus kepada mereka (merujuk pada Markus 14:28). [55] Tidak lama setelah kisah tersebut, Injil Markus berakhir. [116] • Dalam Injil Matius, terjadi gempa bumi ketika para perempuan itu mengunjungi makam, dan seorang malaikat Tuhan turun dari surga sehingga membuat para penjaga sangat ketakutan.

[202] Yesus menampakkan diri kepada kesebelas murid yang tersisa di Galilea dan mengutus mereka untuk membaptis semua bangsa dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

[97] • Dalam Injil Lukas, Maria Magdalena dan para perempuan lainnya bertemu dengan dua orang malaikat, dan kesebelas murid tidak mempercayai cerita mereka (Lukas 24:1–12).

[202] Yesus menampakkan diri pada hari yang sama kepada para murid di Yerusalem (Lukas 24:13–43). Meskipun Yesus memperlihatkan diri dan menghilang secara misterius, Yesus juga makan dan membiarkan mereka menyentuh-Nya untuk membuktikan bahwa Ia bukan hantu. Yesus mengulangi perintah-Nya untuk mewartakan ajaran-Nya kepada semua bangsa ( Lukas 24:47). [203] • Dalam Injil Yohanes, Maria Magdalena pada awalnya sendirian, namun Petrus dan murid yang dikasihi Yesus datang dan mengunjungi makam juga.

Yesus lalu menampakkan diri kepada Maria di makam kosong tersebut. [202] Selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada para murid, mengembuskan napas kepada mereka, dan memberi mereka kuasa untuk mengampuni maupun menahan dosa orang.

[79] Dalam kunjungan kedua, Yesus membuktikan kepada seorang murid yang ragu-ragu (" Tomas yang ragu-ragu") bahwa Ia berwujud daging dan darah. [79] Peristiwa penangkapan 153 ekor ikan merupakan suatu mukjizat di Laut Galilea, di mana setelah itu Yesus membesarkan hati Petrus untuk melayani para pengikut-Nya.

[48] [204] Kenaikan Yesus ke Surga dideskripsikan dalam Lukas 24:50-53, Kisah Para Rasul 1:1–11, dan disebutkan dalam 1 Timotius 3:16. Dalam Kisah Para Rasul, empat puluh hari setelah Kebangkitan, "terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka." 1 Petrus 3:22 menyatakan bahwa Yesus telah "duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke surga." [48] Kisah Para Rasul mendeskripsikan beberapa penampakan Yesus dalam berbagai visiun atau penglihatan setelah Kenaikan Yesus.

Kisah Para Rasul 7:55 mendeskripsikan suatu penglihatan yang dialami oleh Stefanus sesaat menjelang kematiannya. [205] Dalam perjalanan menuju Damaskus, Rasul Paulus mengonversikan diri ke dalam Kekristenan setelah melihat cahaya yang menyilaukan dan mendengar suara yang mengatakan, "Akulah Yesus yang kauaniaya itu" ( Kisah Para Rasul 9:5).

[206] Dalam Kisah Para Rasul 9:10–18, Yesus memerintahkan Ananias dari Damaskus untuk menyembuhkan Paulus. Peristiwa ini merupakan percakapan terakhir dengan Yesus yang dilaporkan dalam Alkitab sampai Kitab Wahyu, [206] di mana seorang laki-laki bernama Yohanes dikisahkan menerima wahyu dari Yesus mengenai hari-hari terakhir, [207] ketika Yesus diprediksi kembali dalam kemenangan (Wahyu 19:11–21).

Pandangan sejarah Lihat pula: Kritik teks (Alkitab) Sebelum Abad Pencerahan, laporan-laporan Injil biasanya dipandang sebagai catatan sejarah yang akurat, tetapi sejak saat itu para akademisi mengangkat pertanyaan-pertanyaan mengenai keandalan Injil serta menarik suatu perbedaan antara Yesus yang dideskripsikan di dalam Injil dan Yesus dalam sejarah.

[208] Sejak abad ke-18, tiga pencarian keilmuan yang terpisah atas Yesus historis telah berlangsung, masing-masing memiliki karakteristik berbeda dan didasarkan pada kriteria penelitian berbeda, yang sering kali dikembangkan selama pencarian yang menerapkannya. [209] [210] Meskipun terdapat kesepakatan keilmuan tentang keberadaan Yesus, [211] [212] dan suatu konsensus dasar tentang garis besar umum kehidupannya, [213] potret Yesus yang dibangun dalam pencarian-pencarian tersebut sering berbeda satu sama lain serta dari citra yang digambarkan dalam laporan-laporan Injil.

[214] [215] Pendekatan-pendekatan untuk rekonstruksi sejarah tentang kehidupan Yesus bervariasi dari pendekatan-pendekatan "maksimalis" abad ke-19 yang menerima laporan-laporan Injil sebagai bukti tepercaya sejauh memungkinkan, sampai dengan pendekatan-pendekatan "minimalis" abad ke-20 yang nyaris tidak menerima satu pun mengenai Yesus sebagai sejarah. [216] Pada tahun 1950-an, seiring dengan kecepatan laju pencarian kedua akan Yesus historis, pendekatan-pendekatan minimalis memudar, dan pada abad ke-21, minimalis seperti Price termasuk dalam kaum minoritas yang sangat kecil.

[217] [218] Meskipun keyakinan bahwa Injil tidak dapat salah (ineransi) tidak dapat didukung secara historis, banyak akademisi sejak tahun 1980-an berpandangan bahwa, di luar beberapa fakta yang dianggap pasti secara historis, elemen-elemen tertentu lainnya dari kehidupan Yesus "besar kemungkinan terjadi secara historis".

[217] [219] [220] Penelitian keilmuan modern mengenai Yesus historis dengan demikian berfokus pada identifikasi elemen-elemen yang paling besar kemungkinannya. [221] [222] Yudea dan Galilea pada abad ke-1 Yudea, Galilea, dan daerah sekitarnya pada zaman Yesus.

Pada tahun 6 M, Yudea, Idumea, dan Samaria mengalami transformasi dari kerajaan klien Kekaisaran Romawi menjadi provinsi kekaisaran. Seorang prefek Romawi, bukannya seorang raja klien, memerintah daratan tersebut. Sang prefek memerintah dari Kaisarea, membiarkan Yerusalem dikelola oleh imam besar. Sebagai pengecualian, sang prefek datang ke Yerusalem pada saat festival-festival keagamaan, yang terkadang antusiasme patriotik dan keagamaan menginspirasi terjadinya kerusuhan atau pemberontakan.

Tanah milik kaum non-Yahudi mengelilingi Yudea dan Galilea yang adalah wilayah Yahudi, tetapi praktik dan hukum Romawi memungkinkan kaum Yahudi untuk tetap terpisah secara hukum dan kultural. Galilea merupakan daerah yang makmur, dan kemiskinan relatif terbatas sehingga tidak mengancam tatanan sosial.

Agama Yahudi dipandang tidak biasa dalam hal kaum Yahudi hanya mengakui satu Allah, mereka menganggap diri sebagai pilihan Allah, dan mereka menginginkan bangsa-bangsa lain untuk menerima Allah mereka sebagai satu-satunya Allah. Kaum Yahudi mendasarkan iman dan praktik keagamaan mereka pada Taurat, yaitu lima kitab yang dikatakan diberikan oleh Allah kepada Musa. Tiga kelompok keagamaan terkemuka mereka adalah Farisi, Eseni, dan Saduki.

Ketiga kelompok ini hanya mewakili sebagian kecil populasi Yahudi. Kebanyakan orang Yahudi menantikan waktu saat Allah akan membebaskan mereka dari para penguasa pagan, kemungkinan melalui perang melawan bangsa Romawi. [223] Sumber-sumber Sebuah edisi tahun 1640 dari karya Yosefus, seorang sejarawan Yahudi-Romawi abad ke-1 yang menyebutkan mengenai Yesus.

[224] Para sejarawan menghadapi suatu tantangan yang berat ketika mereka menganalisis Injil kanonik. [225] Injil tidak dipandang sebagai biografi dalam pengertian masa kini; para penulis Injil menjelaskan signifikansi teologis Yesus dan menceritakan kembali pelayanan Yesus kepada publik tanpa mencantumkan banyak detail mengenai kehidupannya.

[225] Peristiwa-peristiwa supranatural yang berkaitan dengan kematian dan kebangkitan Yesus menjadikan tantangan tersebut lebih sulit lagi. [225] Para akademisi menggunakan sejumlah kriteria, seperti kriteria beberapa pengesahan, kriteria koherensi, dan kriteria ketidaksamaan, untuk menilai historisitas setiap peristiwa.

[226] Historisitas suatu peristiwa juga tergantung pada keandalan sumber rujukan; pada hakikatnya Injil merupakan catatan kehidupan Yesus yang tidak independen ataupun konsisten. Injil Markus, yang kemungkinan besar merupakan Injil yang paling awal ditulis, selama beberapa dekade telah dipandang sebagai yang paling akurat secara historis. [227] Injil Yohanes, Injil yang terakhir ditulis, cukup berbeda dengan Injil Sinoptik, dan dengan demikian secara umum dianggap kurang dapat diandalkan.

Namun saat ini semakin banyak akademisi yang juga mengakui bahwa Injil Yohanes dapat saja mengandung suatu inti dari materi yang lebih lama dengan nilai sejarah sebagaimana tradisi Injil Sinoptik, atau bahkan lebih darinya. [228] Injil Tomas, suatu Injil nonkanonik, merupakan salah satu saksi independen atas banyak aforisme dan perumpamaan Yesus.

[229] Sebagai contoh, Injil Tomas mengonfirmasikan bahwa Yesus memberkati kaum miskin dan bahwa ekspresi ini tersebar luas secara independen sebelum dikombinasikan dengan ekspresi-ekspresi serupa dalam dokumen Q.

[229] Teks Kristen nonkanonik tertentu lainnya mungkin juga memiliki nilai sejarah. [66] Sumber-sumber non-Kristen yang digunakan untuk membangun keberadaan Yesus secara historis misalnya karya-karya sejarawan abad pertama seperti Yosefus dan Tasitus.

[230] [224] [231] Louis Feldman, seorang sejarawan yang mengkhususkan diri dalam karya-karya Yosefus, menyatakan bahwa "sedikit orang yang meragukan keaslian" referensi Yosefus tentang Yesus dalam Antiquitates Iudaicae buku 20, dan hanya dibantah oleh sejumlah kecil akademisi. [232] [233] Tasitus menyebut Kristus dan eksekusinya oleh Pilatus dalam buku 15 karyanya yang berjudul Annales.

Para akademisi umumnya menganggap referensi Tasitus mengenai eksekusi Yesus adalah otentik, dan sebagai suatu sumber Romawi yang independen memiliki nilai historis. [234] Sumber-sumber non-Kristen dipandang berharga dalam dua hal. Pertama-tama, sumber-sumber tersebut memperlihatkan kalau pihak-pihak netral ataupun seterunya tidak pernah menunjukkan keraguan bahwa Yesus benar-benar ada. Kedua, sumber-sumber tersebut menyajikan suatu gambaran kasar mengenai Yesus yang kompatibel dengan yang ditemukan dalam sumber-sumber Kristen: bahwa Yesus adalah seorang guru, memiliki reputasi sebagai seorang pembuat mukjizat, memiliki saudara bernama Yakobus, dan mengalami kematian yang kejam.

[235] Arkeologi membantu para akademisi untuk lebih memahami dunia sosial Yesus. [236] Penelitian arkeologis belakangan ini, misalnya, menunjukkan bahwa Kapernaum—sebuah kota penting dalam pelayanan Yesus—adalah kota yang miskin dan kecil, bahkan tidak terdapat satu pun ruang terbuka publik (forum) atau agora. [237] [238] Penemuan arkeologis ini bergema baik dengan pandangan keilmuan bahwa Yesus menganjurkan saling berbagi di antara kaum miskin di daerah Galilea tersebut.

[237] Kronologi Lihat pula: Anno Domini Sebagian besar akademisi sepakat bahwa Yesus adalah seorang Yahudi Galilea, lahir sekitar awal abad pertama, meninggal antara tahun 30 dan 36 M di Yudea. [239] [240] Konsensus keilmuan yang umum adalah bahwa Yesus hidup pada zaman yang sama dengan Yohanes Pembaptis dan disalibkan oleh gubernur Romawi bernama Pontius Pilatus yang menjabat dari tahun 26 sampai 36 M.

[241] Injil memberikan beberapa petunjuk mengenai tahun kelahiran Yesus. Matius 2:1 menghubungkan kelahiran Yesus dengan pemerintahan Herodes Agung yang wafat sekitar tahun 4 SM, dan Lukas 1:5 menyebutkan bahwa Herodes berada di atas takhta sesaat sebelum kelahiran Yesus, [242] [243] kendati Injil ini juga menghubungkan kelahiran Yesus dengan Sensus Kirenius yang diadakan sepuluh tahun kemudian.

[244] [245] Lukas 3:23 menyatakan bahwa Yesus "berumur kira-kira tiga puluh tahun" saat mengawali pelayanan, yang menurut Kisah Para Rasul 10:37–38 didahului dengan pelayanan Yohanes yang tercatat dalam Lukas 3:1–2 telah dimulai pada tahun ke-15 pemerintahan Tiberius (28 atau 29 M). [243] [246] Dengan menyatukan laporan-laporan Injil dan data sejarah serta menggunakan berbagai metode lainnya, sebagian besar akademisi menyimpulkan tahun kelahiran Yesus antara tahun 6 dan 4 SM, [246] [247] tetapi beberapa kalangan mengajukan perkiraan dalam kisaran yang lebih luas.

[g] Tahun-tahun pelayanan Yesus diperhitungkan menggunakan beberapa pendekatan berbeda. [248] [249] Salah satu pendekatan menerapkan referensi dalam Lukas 3:1–2, Kisah Para Rasul 10:37–38, dan tahun pemerintahan Tiberius yang telah diketahui secara luas, sehingga menghasilkan perkiraan tahun 28–29 M sebagai awal pelayanan Yesus.

[250] Pendekatan lainnya menggunakan pernyataan tentang bait dalam Yohanes 2:13–20, yang menyatakan bahwa bait di Yerusalem memasuki tahun ke-46 pembangunannya pada awal pelayanan Yesus, bersama-sama dengan pernyataan Yosefus bahwa pembangunan kembali bait tersebut dimulai oleh Herodes pada tahun ke-18 pemerintahannya, sehingga menghasilkan perkiraan tahun 27–29 M. [248] [251] Suatu metode lanjutan menggunakan tahun kematian Yohanes Pembaptis dan perkawinan Herodes Antipas dengan Herodias, yang didasarkan pada tulisan-tulisan Yosefus, serta menghubungkannya dengan Matius 14:4 dan Markus 6:18.

[252] [253] Mengingat bahwa kebanyakan akademisi menarikhkan 28–35 M sebagai tahun perkawinan Herodes dengan Herodias, maka dihasillkan perkiraan tahun 28–29 M. [249] Sejumlah pendekatan telah digunakan untuk memperkirakan tahun penyaliban Yesus. Kebanyakan akademisi sepakat bahwa Yesus wafat antara tahun 30 dan 33 M. [6] [254] Injil menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi selama pemerintahan Pilatus, gubernur Romawi di Yudea dari tahun 26 sampai 36 M.

[255] [256] [257] Tahun konversi Paulus (diperkirakan tahun 33–36 M) berfungsi sebagai batas atas untuk penetapan tahun Penyaliban.

Tahun konversi dan pelayanan Paulus dapat ditentukan dengan menganalisis surat-surat Paulus dan Kisah Para Rasul. [258] [259] Para astronom sejak Isaac Newton telah berupaya untuk memperkirakan tahun Penyaliban dengan menganalisis pergerakan bulan dan menghitung tahun historis Paskah Yahudi, suatu perayaan yang didasarkan pada kalender Yahudi suryacandra.

Berdasarkan metode ini, tarikh yang paling banyak diterima adalah 7 April, 30 M, dan 3 April, 33 M (keduanya menurut kalender Julian).

[260] Historisitas peristiwa-peristiwa Tasitus, seorang sejarawan dan senator Romawi, menulis tentang penyaliban Kristus (Yesus) dalam Annales yang berisi sejarah Kekaisaran Romawi pada abad pertama.

Para sejarawan telah mencapai konsensus tertentu seputar dasar-dasar kehidupan Yesus. [53] Keluarga Yesus adalah orang Yahudi dan dilahirkan dalam keluarga Maria dan Yusuf. Ia dibesarkan di Nazaret di Galilea. [261] Kebanyakan akademisi modern, seperti E. P. Sanders dan Géza Vermes, umumnya menganggap Yusuf sebagai ayah Yesus. [262] [263] Mereka menyatakan bahwa doktrin kelahiran Yesus dari perawan berasal dari pengembangan teologis, bukan peristiwa sejarah. [262] Para akademisi lainnya memandang bahwa kelahiran dari perawan dapat dibuktikan oleh dua injil berbeda kendati terdapat variasi detail.

[264] [265] [266] [267] [268] Dalam pandangan ini, F. Dale Bruner mengatakan bahwa kelahiran dan konsepsi dari perawan merupakan suatu tradisi yang sesuai dengan kriteria beberapa pengesahan karena laporan dari Injil Matius dan Lukas berfungsi sebagai dua kesaksian yang independen dari tradisi tersebut.

{/INSERTKEYS}

kenapa yesus disebut kristus

{INSERTKEYS} [269] Baptisan dan Yohanes Pembaptis Sebagian besar akademisi modern memandang pembaptisan Yesus sebagai suatu fakta sejarah yang definitif, dan juga penyalibannya. [7] James D.G. Dunn menyatakan bahwa kedua peristiwa itu "mendapatkan persetujuan yang nyaris universal" dan "diberikan peringkat yang sedemikian tinggi dengan skala yang 'hampir tidak mungkin untuk diragukan atau ditolak' sebagai fakta sejarah" sehingga sering menjadi titik awal penelitian tentang Yesus historis.

[7] Para akademisi mengemukakan kriteria permaluan, dengan mengatakan bahwa kaum Kristen awal tidak akan menciptakan suatu peristiwa baptisan yang dapat mengisyaratkan bahwa Yesus berbuat dosa dan ingin bertobat. [270] [271] Pelayanan Yohanes merupakan salah satu dari banyak gerakan pembaruan yang berupaya untuk memperkuat Yudaisme dalam menghadapi tekanan pengaruh Helenistik.

[272] Gerakan yang dilakukannya dipandang tidak biasa karena menentang kepemimpinan Yahudi, bukan pendudukan Romawi. [272] Ia adalah orang pertama dari banyak nabi abad ke-1 yang membesarkan harapan akan campur tangan ilahi. [272] Yesus dianggap terinspirasi oleh Yohanes dan mengambil alih banyak elemen pengajarannya. [273] Namun pengajaran Yesus lebih menekankan rahmat dan pengampunan daripada penghakiman. [273] Pelayanan di Galilea Sebagian besar akademisi berpendapat bahwa Yesus hidup di Galilea dan Yudea serta tidak berkhotbah atau belajar di tempat lain.

[274] Mereka sepakat bahwa Yesus berdebat dengan otoritas Yahudi mengenai subjek Allah, melakukan beberapa penyembuhan, mengajar dengan berbagai perumpamaan, dan mengumpulkan pengikut. [241] Perumpamaan Yesus mengenai Kerajaan Allah menggunakan penggambaran orisinal dan mencolok, sebagai contoh, menyamakannya dengan sebuah biji sesawi atau ragi.

[54] Mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus sesuai dengan konteks sosial pada zaman itu, namun ia mendefinisikannya secara berbeda. Pertama, Yesus mengaitkannya dengan iman dari mereka yang disembuhkan. Kedua, ia menghubungkannya dengan nubuat akhir zaman. [275] Penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus telah lama dipandang benar secara harfiah dan terkadang dianggap sebagai penipuan, tetapi saat ini suatu pemahaman mengenai terapi psikosomatik mengarahkan lebih banyak orang untuk percaya bahwa penyembuhan iman adalah mungkin.

[276] Para kritikus Yahudi menganggap pelayanan Yesus dipenuhi skandal karena ia berpesta dengan orang-orang berdosa, bergaul akrab dengan kaum perempuan, dan mengizinkan para pengikutnya untuk memetik gandum pada hari Sabat. [54] Yesus adalah seorang pengusir setan, sebagaimana ditunjukkan oleh Graham Twelftree. [62] Kisah-kisah mengenai Yesus mengusir setan terdapat dalam tradisi-tradisi paling awal dan bukan penambahan oleh para penulis di kemudian hari.

[62] [277] Peranan Yesus mengajarkan bahwa seorang sosok apokaliptik, yaitu "Putra Manusia" ("Anak Manusia"), akan segera datang dalam awan-awan kemuliaan untuk mengumpulkan orang-orang yang terpilih, atau orang-orang pilihan (Markus 13:24-27, Matius 24:29-31, Lukas 21:25-28). [278] Ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang " putra manusia" dalam pengertian sehari-hari "seorang pribadi", tetapi para sejarawan tidak tahu apakah Yesus juga merujuk pada dirinya sendiri ketika ia menyebut "Putra Manusia" surgawi.

[278] Paulus dan kaum Kristen awal lainnya menafsirkan "Putra Manusia" sebagai Yesus yang telah bangkit. [278] Gelar Kristus, atau Mesias, menunjukkan bahwa para pengikut Yesus meyakininya sebagai pewaris takhta Raja Daud yang diurapi, yang diharapkan beberapa kalangan Yahudi untuk menyelamatkan Israel.

[278] Injil merujuk Yesus bukan hanya sebagai seorang Mesias tetapi dalam bentuk mutlak sebagai "Mesias", atau dipersamakan dengan "Kristus". [279] Dalam Yudaisme awal, bentuk mutlak gelar ini tidak ditemukan, tetapi hanya terdapat frasa seperti "Mesiasnya".

[279] Tradisi tersebut dianggap cukup ambigu sehingga memberikan ruang untuk perdebatan mengenai apakah Yesus mendefinisikan peran eskatologisnya sebagai Mesias yang dimaksud. [279] Tradisi mesianik Yahudi meliputi berbagai bentuk yang berbeda, beberapa di antaranya berfokus pada seorang sosok Mesias dan yang lainnya tidak. [280] Berdasarkan pada tradisi Kristen, Gerd Theissen melanjutkan dengan hipotesis bahwa Yesus melihat dirinya sendiri dalam hal-hal mesianik tetapi tidak mengklaim gelar "Mesias".

[280] Bart Ehrman berpendapat bahwa Yesus menganggap dirinya sebagai Mesias, walaupun dalam arti bahwa ia akan menjadi raja tatanan politik baru yang akan dimulai oleh Allah, [281] bukan dalam pengertian yang dipegang oleh kebanyakan orang saat ini tentang istilah tersebut.

[282] Penyaliban Sebagian besar akademisi menganggap penyaliban Yesus adalah faktual [7] karena kaum Kristen awal tidak akan menciptakan kematian yang menyakitkan untuk pemimpin mereka. [283] Sangat mungkin bahwa para pemimpin keimaman besar Saduki dari Bait Allah menjadikan Yesus dieksekusi karena alasan-alasan politik daripada karena pengajarannya.

[114] Mereka mungkin telah menganggap Yesus sebagai suatu ancaman terhadap stabilitas, terutama setelah ia menyebabkan suatu gangguan di Bait Allah. [114] [284] [285] Faktor-faktor lain, sebagai contoh masuknya Yesus ke Yerusalem, mungkin juga berkontribusi terhadap keputusan ini. [286] Pilatus kemungkinan besar melihat penyebutan Kerajaan Allah oleh Yesus sebagai suatu ancaman terhadap otoritas Romawi dan karenanya bekerja sama dengan para elite Bait Allah untuk mengeksekusi Yesus.

[287] Pasca penyaliban Kebangkitan Kristus, salinan abad ke-16 dari La Passion de Nostre Seigneur Setelah kematian Yesus, para pengikutnya mengatakan bahwa ia bangkit dari kematian, walaupun rincian yang tepat mengenai pengalaman mereka tidak jelas. Referensi tertulis yang paling awal mengenai kebangkitan Yesus adalah 1 Korintus 15, diperkirakan ditulis pada pertengahan tahun 50-an M.

[288] Surat Paulus kepada jemaat di Roma dimulai dengan beberapa baris yang bercirikan sebagai suatu kredo pra-penulisan surat-surat Paulus. [289] Kalimat tersebut merujuk pada kebangkitan Yesus, dan pernyataan puitis ini mungkin berasal dari tahun 30-an. [289] Beberapa dari mereka yang mengklaim menyaksikan kebangkitan Yesus kemudian wafat karena keyakinan mereka. [290] Menurut E. P. Sanders, laporan-laporan Injil saling bertentangan sehingga, menurutnya, memberi kesan adanya persaingan di antara mereka yang mengklaim telah melihat Yesus untuk pertama kalinya sehingga bukan suatu penipuan yang disengaja.

[291] Di sisi lain, L. Michael White mengemukakan bahwa inkonsistensi dalam Injil mencerminkan perbedaan-perbedaan dalam agenda para penulisnya. [53] Para pengikut Yesus membentuk suatu komunitas untuk menantikan kembalinya dan pendirian kerajaannya.

[292] Potret Yesus Artikel utama: Yesus sebagai tokoh dalam sejarah Penelitian modern seputar Yesus historis belum menghasilkan suatu gambaran seragam mengenai Yesus sebagai figur historis, sebagian dikarenakan adanya beragam tradisi akademik yang direpresentasikan oleh para akademisi. [293] Mengingat kelangkaan sumber-sumber sejarah, umumnya masing-masing akademisi mengalami kesulitan untuk membangun suatu potret Yesus yang dapat dianggap valid secara historis selain daripada elemen-elemen dasar kehidupannya.

[72] [73] Potret Yesus yang dibangun dalam pencarian-pencarian ini sering kali berbeda satu sama lain, dan dari gambaran yang terlukis dalam Injil. [294] [295] Keilmuan kontemporer, yang merepresentasikan "pencarian ketiga", menempatkan Yesus secara tegas dalam tradisi Yahudi. Para akademisi terkemuka dalam "pencarian ketiga" ini misalnya E. P. Sanders, Geza Vermes, Gerd Theissen, Christoph Burchard, dan John Dominic Crossan. Menurut E. P. Sanders, Yesus dipandang sebagai pendiri suatu "gerakan pembaruan dalam Yudaisme".

Keilmuan ini mengisyaratkan suatu kesinambungan antara kehidupan Yesus sebagai figur karismatik yang berkelana dan gaya hidup yang sama diteruskan oleh para pengikutnya setelah kematiannya. Kriteria utama yang digunakan untuk membedakan detail historis dalam "pencarian ketiga" adalah kriteria kemasukakalan secara historis, relatif terhadap konteks Yahudi Yesus dan pengaruhnya pada Kekristenan. Ketidaksepakatan utama dalam penelitian kontemporer yaitu mengenai apokaliptik.

Sebagian besar akademisi menyimpulkan bahwa Yesus adalah seorang pengkhotbah apokaliptik, sama seperti Yohanes Pembaptis dan Rasul Paulus. Sebaliknya, beberapa akademisi terkemuka Amerika Utara, seperti Burton L. Mack dan John Dominic Crossan, mengadvokasi seorang Yesus yang non eskatologis, seseorang yang lebih menyerupai seorang bijak yang Sinis daripada seorang pengkhotbah apokaliptik.

[296] Selain menggambarkan Yesus sebagai seorang nabi apokaliptik, seorang penyembuh yang karismatik atau seorang filsuf sinis, beberapa akademisi menggambarkan Yesus sebagai Mesias sejati atau seorang nabi perubahan sosial yang egaliter. [297] [298] Namun, atribut-atribut yang dideskripsikan dalam potret-potret tersebut terkadang tumpang tindih, dan para akademisi yang berbeda pendapat dalam beberapa atribut terkadang sependapat dalam yang lainnya.

[299] Sejak abad ke-18, para akademisi kadang-kadang mengemukakan bahwa Yesus adalah seorang mesias nasional yang politis, tetapi bukti atas potret ini dipandang tidak signifikan. [114] Demikian pula, pengemukaan bahwa Yesus adalah seorang Zelot tidak sesuai dengan strata tradisi Injil Sinoptik yang paling awal. [114] Bahasa, etnis, dan penampilan Representasi etnis Yesus telah dipengaruhi oleh berbagai lingkungan budaya.

[300] [301] Yesus dibesarkan di Galilea dan banyak dari pelayanannya dilakukan di sana. [302] Bahasa yang digunakan di Galilea dan Yudea selama abad pertama Masehi meliputi bahasa Aram Palestina Yahudi, Ibrani, dan Yunani Koine, dengan didominasi bahasa Aram.

[303] [304] Terdapat konsensus kuat bahwa Yesus menyampaikan sebagian besar ajarannya dalam bahasa Aram. [305] Sebagian besar akademisi modern bersepakat bahwa Yesus adalah seorang Yahudi dari Palestina abad pertama, [306] [307] [308] Ioudaios dalam bahasa Yunani Perjanjian Baru [h] adalah sebuah istilah yang dalam konteks saat itu dapat merujuk pada agama ( Yudaisme Bait Kedua), etnis (dari Yudea), atau keduanya.

[310] Dalam sebuah tinjauan mengenai status keilmuan modern, Amy-Jill Levine menuliskan bahwa keseluruhan pertanyaan tentang etnis adalah "penuh dengan kesulitan", dan "melampaui pengakuan bahwa 'Yesus adalah Yahudi', jarang terjadi keilmuan membahas apa artinya menjadi 'Yahudi'". [311] Perjanjian Baru tidak memberikan uraian terkait penampilan fisik Yesus sebelum kematiannya—secara umum tidak memedulikan penampilan rasial dan tidak menyinggung ciri-ciri dari orang yang disebutkannya.

[312] [313] [314] Yesus mungkin tampak seperti seorang Yahudi tipikal pada zamannya dan menurut beberapa akademisi cenderung memiliki penampilan kekar karena gaya hidupnya yang asketis dan senantiasa mengembara.

[315] Teori mitos Kristus Artikel utama: Teori mitos Yesus Teori mitos Kristus adalah hipotesis bahwa Yesus dari Nazaret tidak pernah ada; atau seandainya pun Yesus ada, ia tidak ada kaitannya dengan Kekristenan dan laporan-laporan dalam Injil.

[316] Bruno Bauer (1809–1882) mengemukakan bahwa Injil pertama adalah sebuah karya sastra yang menghasilkan sejarah, bukan mendeskripsikannya. [317] Menurut Albert Kalthoff (1850–1906), suatu gerakan sosial menghasilkan Yesus ketika berhadapan dengan harapan-harapan mesianis Yahudi.

[317] Arthur Drews (1865–1935) melihat Yesus sebagai bentuk konkret dari suatu mitos yang telah ada sebelum Kekristenan. [317] Terlepas dari argumen-argumen yang dikemukakan oleh para penulis yang mempertanyakan keberadaan seorang Yesus historis, tetap ada suatu konsensus kuat dalam keilmuan biblika kritis-historis bahwa seorang Yesus historis memang pernah hidup di daerah itu dan dalam periode waktu tersebut. [318] [319] [320] [321] [322] [323] [324] Perspektif-perspektif Artikel utama: Perspektif keagamaan tentang Yesus Terlepas dari para murid dan pengikut Yesus, orang-orang Yahudi pada zaman tersebut umumnya menolak Yesus sebagai Mesias, sebagaimana juga sebagian besar orang Yahudi masa kini.

Para teolog Kristen, konsili ekumenis, dan kalangan lainnya telah banyak menghasilkan tulisan ekstensif mengenai Yesus selama berabad-abad. Berbagai aliran dan skisma Kristen sering kali didefinisikan atau dicirikan melalui deskripsi mereka tentang Yesus. Sementara kalangan Manikean, Gnostik, Muslim, Baha'i, dan lainnya memberikan tempat penting bagi Yesus di dalam agama mereka. [325] [326] [327] Yesus juga memiliki para pencela atau pengkritik, baik dahulu maupun sekarang.

Kristen Yesus digambarkan dengan huruf-huruf Alfa dan Omega di dalam katakomba Roma dari abad ke-4. Yesus adalah figur utama dalam Kekristenan. [328] Pandangan-pandangan Kristen tentang Yesus bervariasi, namun dimungkinkan untuk meringkas keyakinan-keyakinan kunci yang dipegang oleh denominasi-denominasi besar, sebagaimana dinyatakan dalam teks-teks pengakuan iman atau katekismus mereka.

[329] [330] [331] Pandangan-pandangan Kristen tentang Yesus berasal dari berbagai sumber, termasuk Injil kanonik dan surat-surat Perjanjian Baru seperti surat-surat Paulus dan tulisan-tulisan Yohanes. Semua dokumen ini menguraikan keyakinan-keyakinan kunci yang dipegang oleh umat Kristen mengenai Yesus, termasuk kehidupan duniawi, kemanusiaan, dan keilahian-Nya, dan bahwa Ia adalah Kristus dan Putra Allah.

[332] Kendati banyak keyakinan bersama di antara mereka, tidak semua denominasi Kristen sependapat atas semua doktrin; terdapat perbedaan-perbedaan besar maupun kecil seputar ajaran-ajaran dan keyakinan-keyakinan tersebut sepanjang sejarah Kekristenan selama berabad-abad.

[333] Perjanjian Baru menyatakan bahwa kebangkitan Yesus adalah dasar dari iman Kristen (1 Korintus 15:12–20). [334] Umat Kristen percaya bahwa melalui wafat-Nya sebagai kurban dan kebangkitan-Nya, manusia dapat didamaikan dengan Allah serta karenanya ditawarkan keselamatan dan janji akan kehidupan kekal. [335] Mengingat perkataan Yohanes Pembaptis pada hari setelah pembaptisan Yesus, doktrin-doktrin ini terkadang menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah, yang disalibkan untuk memenuhi peran-Nya sebagai pelayan atau hamba Allah.

[336] [337] Dengan demikian Yesus dilihat sebagai Adam baru dan terakhir, yang ketaatan-Nya bertolak belakang dengan ketidaktaatan Adam. [338] Umat Kristen memandang Yesus sebagai seorang panutan, umat beriman Kristiani yang berfokus pada Allah diminta untuk meniru-Nya.

[328] Kebanyakan kalangan Kristen percaya bahwa Yesus adalah manusia sekaligus Putra Allah. Terdapat perdebatan teologis terkait kodrat Yesus, [i] beberapa kalangan Kristen awal memandang Yesus sebagai subordinat Bapa, dan kalangan lainnya memandang Yesus lebih sebagai salah satu aspek dari Bapa daripada pribadi yang berbeda.

[25] [339] Gereja menyelesaikan isu-isu tersebut dalam konsili-konsili kuno, yang menetapkan Tritunggal Mahakudus, dengan pengakuan bahwa Yesus adalah sepenuhnya manusia sekaligus sepenuhnya Allah. [25] Kalangan Kristen Trinitarian pada umumnya meyakini bahwa Yesus adalah Logos, penjelmaan Allah, dan Allah Putra, yang sepenuhnya ilahi sekaligus sepenuhnya manusia.

Namun, doktrin Tritunggal atau Trinitas tidak diterima secara universal dalam semua kalangan Kristen. [340] [341] Seiring dengan Reformasi Protestan, kalangan Kristen seperti Michael Servetus dan kaum Socinian mulai mempertanyakan pengakuan-pengakuan iman kuno yang menetapkan dua kodrat Yesus. [25] Kelompok Kristen nontrinitarian meliputi Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, [342] Unitarian, [339] dan Saksi-Saksi Yehuwa. Umat Kristen tidak hanya menjunjung tinggi figur Yesus, tetapi juga Nama-Nya.

Devosi kepada Nama Yesus Yang Tersuci dapat ditelusuri kembali ke masa awal Kekristenan. [343] [344] Devosi dan perayaan ini terdapat dalam Kekristenan Timur maupun Barat. [344] Pada abad ke-20, kelompok-kelompok Protestan menjadi terbagi-bagi secara nyata dalam hal seberapa jauh mereka mendukung penelitian kritis dan historis terkait pribadi Yesus.

Denominasi-denominasi Protestan mengizinkan sejumlah penyelidikan tersebut tetapi berbeda dalam hal seberapa jauh penyelidikan tersebut dapat dilakukan. {/INSERTKEYS}

kenapa yesus disebut kristus

Gereja Katolik Roma memberikan batasan-batasan yang jelas, dan para akademisi Katolik telah terlibat dalam studi kritis yang cukup signifikan di dalam batasan-batasan tersebut. [25] Yahudi Lihat pula: Yesus dalam Talmud Yudaisme arus utama menolak gagasan bahwa Yesus adalah Allah, atau seorang perantara dengan Allah, ataupun bagian dari Trinitas. [345] Mereka berkeyakinan bahwa Yesus bukanlah Mesias, dengan alasan bahwa Yesus tidak memenuhi nubuat Mesianik yang tertulis di dalam Tanakh dan juga tidak memenuhi kualifikasi personal Mesias.

[346] Menurut tradisi Yahudi, tidak ada nabi lagi setelah Maleakhi, [347] yang menyampaikan nubuat-nubuatnya pada abad ke-5 SM. [348] Kritik Yahudi seputar Yesus telah ada sejak dahulu. Talmud, yang ditulis dan disusun dari abad ke-3 hingga ke-5 M, [349] memuat kisah-kisah yang sejak abad pertengahan telah dianggap sebagai laporan-laporan yang memfitnah Yesus.

[350] Mayoritas sejarawan masa kini menganggap materi ini tidak memberikan satu pun informasi mengenai Yesus historis.

[351] Mishneh Torah, suatu karya hukum Yahudi dari abad ke-12 yang ditulis oleh Moshe ben Maimon, menyatakan bahwa Yesus adalah suatu "batu sandungan" yang membuat "mayoritas dunia ini berbuat salah dan melayani seorang allah selain Tuhan". [352] Islam Nama Yesus putra Maria ditulis dalam kaligrafi Islam diikuti dengan Damai besertamu Sebagai salah satu figur penting dalam Islam, Yesus (umumnya ditransliterasi sebagai ʾĪsā) dipandang sebagai salah seorang utusan Tuhan ( Allah) dan Mesias ( al-Masih) yang diutus untuk membimbing Kaum Keturunan Israel ( Bani Isra'il) dengan suatu kitab suci baru, yaitu Injil.

[353] [354] Kaum Muslim menganggap kitab-kitab injil dalam Perjanjian Baru tidak autentik, serta meyakini bahwa pesan asli Yesus telah diubah atau hilang dan bahwa Muhammad datang kemudian untuk memulihkannya. [355] Keyakinan akan Yesus (dan semua utusan Allah yang lain) adalah salah satu syarat untuk menjadi seorang Muslim. [356] Al-Qur'an menyebutkan nama Yesus sebanyak 25 kali—lebih sering daripada Muhammad [357] [358]—dan menekankan bahwa Yesus adalah seorang manusia fana yang, sebagaimana semua nabi lainnya, telah dipilih secara ilahiah untuk menyebarluaskan pesan Allah.

[359] Al-Qur'an mengakui kelahiran Yesus dari perawan, namun Yesus tidak dianggap sebagai penjelmaan ataupun putra Allah. Teks-teks keislaman menekankan suatu keyakinan yang sangat ketat akan monoteisme ( tauhid) dan melarang pertalian sekutu dengan Allah, yang adalah pemberhalaan.

[360] Al-Qur'an menyatakan bahwa Yesus sendiri tidak pernah mengklaim ketuhanan atau keilahian, [361] dan memprediksi bahwa saat Pengadilan Terakhir, Yesus akan menyangkal pernah membuat klaim seperti itu (Quran 5:116). [362] Seperti halnya semua nabi dalam Islam, Yesus dianggap sebagai seorang Muslim. [363] Al-Qur'an menguraikan pemberitaan kabar gembira kenapa yesus disebut kristus Maria ( Maryam) oleh seorang malaikat bahwa ia akan melahirkan Yesus sementara ia tetap seorang perawan.

Kelahiran dari perawan disebut sebagai suatu mukjizat yang terjadi karena kehendak Allah. [364] [365] Al-Qur'an (21:91 dan 66:12) menyatakan bahwa Allah meniupkan Roh-Nya ke Maria sementara ia tetap suci. [364] [365] Yesus disebut "Roh dari Allah" karena ia terlahir kenapa yesus disebut kristus perbuatan dari Roh, [364] tetapi keyakinan tersebut tidak diartikan sebagai pra eksistensinya.

[366] Untuk mendukung pelayanannya kepada orang-orang Yahudi, Yesus diberikan kemampuan untuk melakukan mukjizat dengan izin Allah dan bukan dengan kuasanya sendiri. [361] Melalui pelayanannya, Yesus dipandang sebagai seorang pendahulu Muhammad.

[359] Menurut Al-Qur'an, Yesus tidak disalibkan tetapi sekadar dibuat terlihat seperti demikian oleh Allah untuk kaum yang tidak percaya, [367] sementara Allah mengangkat Yesus secara jasmani ke dalam surga. [368] Bagi kaum Muslim, kenaikan tersebut lebih merupakan suatu peristiwa besar dalam kehidupan Yesus daripada penyaliban. [369] Kebanyakan kaum Muslim meyakini bahwa Yesus akan kembali ke bumi pada akhir zaman dan mengalahkan Antikristus ( ad-Dajjal) dengan membunuhnya di kota Lud.

[353] Jemaat Muslim Ahmadiyah memiliki beberapa ajaran berbeda mengenai Yesus. Kaum Ahmadi meyakini bahwa Yesus adalah seorang manusia fana yang selamat dari penyalibannya dan meninggal dunia secara wajar pada usia 120 tahun di Kashmir, India dan dikuburkan di Roza Bal. [370] Bahá'í Ajaran-ajaran Baha'i memandang Yesus sebagai manifestasi Allah, suatu konsep Bahá'í tentang para nabi [371]—perantara antara Allah dengan manusia, berfungsi sebagai utusan serta mencerminkan kualitas dan sifat Allah.

[372] Konsep Bahá'í menekankan kualitas-kualitas bersama kemanusiaan dan kenapa yesus disebut kristus [372] karena itu mirip dengan konsep Kristen mengenai penjelmaan (inkarnasi). [371] Pemikiran Bahá'í menerima Yesus sebagai Putra Allah. [373] Dalam kenapa yesus disebut kristus Bahá'í, Yesus adalah penjelmaan sempurna dari sifat-sifat Allah, tetapi ajaran-ajaran Bahá'í menolak gagasan bahwa "esensi yang tak terlukiskan" dari Keilahian terkandung di dalam suatu tubuh tunggal manusia karena keyakinan-keyakinan mereka berkenaan " kemahahadiran dan transendensi esensi Allah".

[371] Bahá'u'lláh, pendiri Kepercayaan Bahá'í, menuliskan bahwa karena setiap perwujudan atau manifestasi Allah memiliki sifat-sifat ilahi yang sama maka dapat dipandang sebagai "kembalinya" secara rohani semua manifestasi Allah yang sebelumnya, dan timbulnya setiap manifestasi baru Allah meresmikan suatu agama yang menggantikan agama sebelumnya.

Konsep tersebut dikenal sebagai wahyu progresif. [372] Kaum Bahá'í meyakini bahwa rencana Allah terungkap secara bertahap melalui proses ini seiring dengan kematangan umat manusia, dan bahwa beberapa manifestasi sampai pada pemenuhan spesifik dari misi-misi yang sebelumnya. Dengan demikian, kaum Bahá'í meyakini bahwa Bahá'u'lláh adalah kembalinya Kristus sebagaimana dijanjikannya. [374] Ajaran-ajaran Bahá'í mengonfirmasi banyak aspek mengenai Yesus, namun tidak semua, seperti yang digambarkan dalam kitab-kitab injil.

Kaum Bahá'í percaya akan kelahiran dari perawan dan Penyaliban, [375] [376] tetapi melihat Kebangkitan dan mukjizat-mukjizat Yesus sebagai hal simbolis.

[373] [376] Lain-lain Gambar Yesus bertakhta pada sebuah panji kuil Manikean dari Qocho pada sekitar abad ke-10. Dalam Gnostisisme Kristen (sekarang merupakan gerakan keagamaan yang telah hampir punah), [377] Yesus diutus dari alam ilahi dan memberikan pengetahuan rahasia ( gnosis) yang diperlukan untuk keselamatan. Sebagian besar kaum Gnostik percaya bahwa Yesus adalah seorang manusia yang dirasuki oleh roh "Kristus" pada saat pembaptisannya.

Roh tersebut meninggalkan tubuh Yesus pada saat penyaliban, namun bergabung dengannya lagi ketika ia dibangkitkan dari kematian. Namun beberapa kaum Gnostik merupakan doketis yang mempercayai bahwa Yesus tidak memiliki tubuh jasmani, tetapi hanya tampak seolah-olah memilikinya. [378] Manikeisme, salah satu sekte Gnostik, menganggap Yesus sebagai seorang nabi, di samping mengagumi Buddha Gautama dan Zoroaster. [379] [380] Beberapa penganut Hindu menganggap Yesus sebagai awatara atau seorang sadhu serta menekankan kemiripan antara ajaran-ajaran Kresna dan Yesus.

[381] [382] Paramahansa Yogananda, seorang guru India, mengajarkan bahwa Yesus adalah reinkarnasi dari Elisa dan seorang murid dari Yohanes Pembaptis, reinkarnasi dari Elia. [383] Beberapa kaum Buddhis, termasuk Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14, memandang Yesus sebagai seorang bodisatwa yang mendedikasikan hidupnya untuk kesejahteraan masyarakat. [384] Para penganut agama Cao Đài memuja Yesus sebagai seorang pengajar agama besar. [385] Ia disingkapkan pada saat komunikasi dengan Sosok-Sosok Ilahi sebagai roh dari Sosok Tertinggi mereka (Allah Bapa) bersama dengan pengajar dan pendiri agama besar lainnya seperti Buddha Gautama, Laozi, dan Kong Hu Cu.

[386] Gerakan Zaman Baru memiliki berbagai pandangan mengenai Yesus. [387] Kaum Teosofis, yang merupakan asal mula banyak ajaran Zaman Baru, [388] menyebut Yesus sebagai Master Yesus dan percaya bahwa Kristus, setelah berbagai inkarnasi, merasuki tubuh Yesus. [389] Kaum Scientologis mengakui Yesus (bersama dengan figur keagamaan lainnya seperti Zoroaster, Muhammad, dan Buddha) sebagai bagian dari "warisan keagamaan" mereka.

[387] [390] Kaum Ateis menyangkal keilahian Yesus, namun tidak semuanya memegang pandangan negatif terhadapnya; Richard Dawkins, contohnya, menyebut Yesus sebagai "seorang guru moral besar", [391] sementara menyatakan dalam bukunya The God Delusion bahwa Yesus patut dipuji karena ia tidak memberikan ajaran-ajaran etikanya dari ayat-ayat kitab suci.

[392] Yesus juga memiliki para penentang, baik di masa lalu maupun saat ini. Kritikus-kritikus awal Yesus dan Kekristenan meliputi Celsus pada abad kedua dan Porfirio pada abad ketiga. [393] [394] Pada abad ke-19, Nietzsche sangat mengkritik Yesus, yang ajaran-ajarannya ia anggap sebagai "antikodrat" dalam perlakuan mereka terhadap topik-topik seperti seksualitas.

[395] Kritikus modern lainnya yang terkenal misalnya Sita Ram Goel, Christopher Hitchens, Bertrand Russell, dan Dayananda Saraswati. Pada abad ke-20, Russell menulis dalam Why I Am Not a Christian bahwa Yesus "tidak begitu bijaksana sebagaimana beberapa tokoh lainnya, dan tentu saja Ia tidaklah bijaksana secara superlatif". [396] Russell menyebut sifat pendendam Yesus merupakan suatu cacat dalam karakter moralnya dalam hal Yesus menurut Injil meyakini adanya hukuman kekal di neraka, yang Russell rasakan tidak ada satupun orang yang "benar-benar humanis secara mendalam dapat mempercayainya".

[397] Russell juga mengemukakan pengulangan sikap "amarah balas dendam terhadap orang-orang yang tidak mau mendengarkan khotbah-Nya" yang ia rasakan "mengurangi keunggulan superlatif". [397] Penggambaran Yesus menyembuhkan orang lumpuh dalam salah satu penggambaran Yesus yang pertama diketahui dari Dura-Europos pada abad ke-2.

Beberapa penggambaran yang paling awal mengenai Yesus di gereja Dura-Europos secara tegas ditarikhkan sebelum tahun 256. [398] Setelah itu, kendati kekurangan referensi kitab suci ataupun catatan sejarah, sejumlah besar penggambaran Yesus muncul pada dua milenium terakhir yang sering kali dipengaruhi oleh latar belakang budaya, keadaan politik, dan konteks teologis. [300] [301] [313] Sebagaimana dalam seni rupa Kekristenan awal lainnya, penggambaran-penggambaran paling awal berasal dari akhir abad kedua atau awal abad ketiga, dan gambar-gambar yang masih ada hingga sekarang utamanya ditemukan di Katakomba Roma.

[399] Penggambaran Yesus dalam rupa gambar sangat kontroversial pada masa Gereja perdana. [400] [401] [402] Sejak abad ke-5 dan seterusnya, ikon-ikon bercat dalam bentuk datar menjadi populer dalam Gereja Timur. [403] Ikonoklasme Bizantium menjadi penghalang perkembangannya di dunia Timur, namun pada abad kesembilan seni rupa tersebut diijinkan kembali.

[300] Transfigurasi merupakan salah satu tema utama dalam seni rupa Kristen Timur, dan setiap rahib Ortodoks Timur yang telah terlatih dalam melukis ikon harus dapat membuktikan keahliannya dengan cara melukis suatu ikon yang menggambarkan peristiwa tersebut.

[404] Ikon-ikon menerima tanda-tanda penghormatan eksternal, seperti ciuman dan sujud, serta dipandang sebagai saluran rahmat ilahi yang memiliki kuasa. [403] Sebelum Reformasi Protestan, crucifix (umumnya disebut "salib" saja) merupakan hal umum dalam Kekristenan Barat.

[405] Crucifix merupakan suatu model salib yang terdapat tubuh Yesus tersalib, [405] menjadi ornamen utama altar pada abad ke-13 yang penggunaannya telah nyaris universal di dalam bangunan-bangunan gereja Katolik Roma sampai masa sekarang.

[405] Yesus ditampilkan sebagai seorang bayi dalam sebuah palungan (tempat pakan ternak) di kandang atau gua Natal yang menggambarkan adegan Kenapa yesus disebut kristus. [406] Ia biasanya disandingkan dengan Maria, Yusuf, berbagai hewan, para gembala, para malaikat, dan orang-orang Majus. [406] Fransiskus dari Asisi (1181/82–1226) dianggap sebagai orang yang mempopulerkan gua Natal, meskipun ia kemungkinan tidak memprakarsainya.

[406] Gua Natal mencapai puncak ketenarannya pada abad ke-17 dan ke-18 di selatan Eropa. [406] Masa Renaisans melahirkan sejumlah seniman yang berfokus pada penggambaran Yesus; Fra Angelico dan seniman lainnya mengikuti Giotto dalam hal pengembangan sistematis gambar-gambar yang tidak memiliki banyak detail.

[300] Reformasi Protestan membawa pembaruan perlawanan terhadap penggambaran, namun pelarangan secara total sangatlah jarang, dan keberatan Protestan terhadap gambar-gambar cenderung menurun sejak abad ke-16. Meskipun gambar-gambar besar umumnya dihindari, beberapa kalangan Protestan saat ini berkeberatan atas ilustrasi-ilustrasi buku yang menggambarkan Yesus.

[407] [408] Penggunaan penggambaran Yesus dianjurkan oleh para pemimpin denominasi seperti Anglikan dan Katolik [409] [410] [411] serta merupakan suatu elemen utama dalam tradisi Ortodoks Timur.

[412] [413] Relikui terkait Artikel utama: Relikui yang berhubungan dengan Yesus Kristus Penghancuran total yang terjadi saat pengepungan Yerusalem oleh bangsa Romawi pada tahun 70 Masehi menyebabkan langkanya peninggalan dari Yudea abad pertama dan nyaris tidak ada catatan langsung yang terselamatkan mengenai sejarah Yudaisme dari paruh akhir abad pertama sampai abad kedua.

[414] [415] [j] Margaret M. Mitchell menuliskan bahwa meskipun Eusebius melaporkan ( Sejarah Gereja III 5.3) kalau kaum Kristen awal meninggalkan Kenapa yesus disebut kristus menuju Pella sesaat sebelum Yerusalem akhirnya diisolasi, perlu diakui bahwa tidak ada peninggalan Kristen tangan pertama dari Gereja Yerusalem awal yang terselamatkan. [417] Namun, sepanjang sejarah Kekristenan, sejumlah relikui yang dikaitkan dengan Yesus telah diklaim meskipun terdapat keraguan-keraguan atasnya.

Erasmus, seorang teolog Katolik abad ke-16, menulis secara sinis mengenai maraknya relikui-relikui dan sejumlah bangunan kayu yang diklaim terbuat dari salib yang digunakan dalam Penyaliban. [418] Demikian pula, sementara para ahli memperdebatkan apakah Yesus disalibkan dengan tiga atau empat paku, setidaknya tiga puluh paku suci tetap dihormati di seluruh Eropa sebagai relikui. [419] Beberapa relikui, seperti peninggalan yang diklaim sebagai Mahkota Duri, hanya dikunjungi peziarah dalam jumlah sedang, sedangkan Kain Kafan Turin (yang dikaitkan dengan devosi Katolik yang telah disetujui terhadap Wajah Kudus Yesus) telah dikunjungi oleh jutaan peziarah, [420] termasuk Paus Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI.

[421] [422] Tidak ada konsensus keilmuan yang mendukung keaslian relikui apapun yang dikaitkan dengan Yesus. [423] [k] Lihat pula • Daftar buku tentang Yesus • Daftar orang yang mengaku sebagai Yesus • Daftar orang yang dianggap sebagai tuhan • Daftar pendiri tradisi keagamaan Catatan Penjelasan • ^ John P. Meier menulis bahwa tahun kelahiran Yesus adalah ca. tahun 7 atau 6 SM. [1] Karl Rahner menyatakan bahwa konsensus di kalangan sejarawan adalah kr.

tahun 4 SM. [2] E. P. Sanders juga cenderung setuju dengan kr. 4 SM, mengacu pada konsensus umum. [3] Jack Finegan menggunakan studi dari tradisi Kristen awal untuk mendukung pendapat bahwa tahun kelahiran Yesus adalah kr. 3 atau 2 SM. [4] • ^ Sebagian besar akademisi memperkirakan tahun 30 atau 33 M sebagai tahun penyaliban Yesus. [6] • kenapa yesus disebut kristus James Dunn menulis bahwa pembaptisan dan penyaliban Yesus disepakati hampir secara universal dan "menempati peringkat yang sedemikian tinggi pada skala yang 'hampir mustahil untuk diragukan atau disangkal' kenapa yesus disebut kristus fakta-fakta sejarah" sehingga sering kali menjadi titik awal bagi penelitian Yesus historis.

[7] Bart Ehrman menyatakan bahwa penyaliban Yesus atas perintah Pontius Pilatus merupakan elemen yang paling pasti terkait Yesus. [8] John Dominic Crossan dan Richard G. Watts menyatakan bahwa penyaliban Yesus jelas sebagaimana fakta sejarah lainnya.

[9] Paul R. Eddy dan Gregory A. Boyd mengatakan bahwa konfirmasi tentang penyaliban Yesus dari kalangan non-Kristen sekarang telah "ditetapkan dengan tegas". [10] • ^ Menurut tradisi, kaum Kristen meyakini bahwa Maria mengandung putranya secara ajaib melalui Roh Kudus. Kaum Muslim meyakini bahwa ia mengandung putranya secara ajaib melalui perintah Allah. Dari pandangan-pandangan ini, Yusuf berperan sebagai ayah angkat. • ^ Dalam sebuah ulasan tahun 2011 tentang status keilmuan kenapa yesus disebut kristus, Bart Ehrman menuliskan, "Dia tentu ada, karena hampir semua akademisi antikuitas yang kompeten menyetujuinya, baik dari kalangan Kristen ataupun non-Kristen." [11] Richard A.

Burridge menyatakan: "Ada yang berpendapat bahwa Yesus adalah suatu khayalan dari imajinasi Gereja, bahwa Yesus sama sekali tidak pernah ada. Saya harus mengatakan bahwa saya tidak tahu apa ada akademisi kritis yang dihormati yang mengatakan hal itu lagi." [12] Robert M.

Price tidak percaya bahwa Yesus ada, tetapi setuju bahwa perspektif ini bertentangan dengan pandangan kebanyakan akademisi. [13] James Dunn menyebut teori-teori noneksistensi Yesus sebagai "suatu tesis yang sepenuhnya mati".

[14] Michael Grant (seorang ahli klasika) menulis pada tahun 1977, "Dalam beberapa tahun terakhir, 'tidak ada akademisi yang serius telah berkelana untuk mendalilkan nonhistorisitas Yesus' atau pada tingkat yang sangat sedikit, dan mereka belum berhasil melepaskan bukti yang jauh lebih kuat—yang memang sangat banyak—untuk sebaliknya." [15] Robert E.

Van Voorst menyatakan bahwa kenapa yesus disebut kristus akademisi biblika dan sejarawan klasik menganggap teori-teori noneksistensi Yesus telah secara efektif disanggah.

[16] • ^ Artikel ini menggunakan kenapa yesus disebut kristus dari Alkitab versi Terjemahan Baru. • ^ Sebagai contoh, John P. Meier menyatakan bahwa tahun kelahiran Yesus ca. 7/6 SM, [1] sementara Finegan merasa ca. 3/2 SM lebih tepat. [4] • ^ Dalam Perjanjian Baru, Yesus dideskripsikan sebagai orang Yahudi / Yudea ( Ioudaios sebagaimana ditulis dalam bahasa Yunani Koine) pada tiga peristiwa: oleh orang-orang Majus dalam Matius 2, yang menyebut Yesus kenapa yesus disebut kristus "Raja orang Yahudi" ( basileus ton ioudaion); oleh perempuan Samaria di sumur Yakub dan Yesus sendiri dalam Yohanes 4; dan (dalam keempat Injil) selama Kisah Sengsara, yang juga menggunakan frasa "Raja orang Yahudi".

[309] • ^ Setelah Zaman Apostolik, terdapat perdebatan sengit dan sering kali dipolitisasi dalam Gereja mula-mula seputar banyak isu terkait. Kristologi merupakan fokus utama perdebatan ini, dan dibahas dalam masing-masing dari tujuh Konsili Ekumenis pertama. • ^ Tulisan Flavius Josephus (sekitar 5 tahun kemudian, ca.

75 Masehi) dalam The Jewish War (Buku VII 1.1) menyatakan bahwa Yerusalem telah diratakan hingga "tidak meninggalkan apapun yang dapat membuat orang-orang yang datang ke sana meyakini bahwa tempat tersebut pernah dihuni." [416] Dan ketika yang masih tersisa dari reruntuhan Yerusalem dijadikan pemukiman Romawi Aelia Capitolina, tidak ada orang Yahudi yang diijinkan untuk menjejakkan kaki di sana. [415] • ^ Kesimpulan-kesimpulan mengenai Kain Kafan Turin masih terpolarisasi.

[424] Menurut mantan editor Nature Philip Ball, "Adalah adil untuk mengatakan bahwa, terlepas dari beragam pengujian pada tahun 1988 yang tampaknya definitif, status Kain Kafan Turin menjadi lebih suram daripada sebelumnya.

Selain itu, sifat gambar dan bagaimana terbentuknya pada kain tersebut masih sangat membingungkan". [425] Kutipan • ^ a b Meier, John P. (1991). A Marginal Jew: The roots of the problem and the person. Yale University Press. hlm. 407. ISBN 978-0-300-14018-7. • ^ Rahner 2004, hlm. 732. • ^ Sanders 1993, hlm. 10–11. • ^ a b Finegan, Jack (1998). Handbook of Biblical Chronology, rev.

ed. Hendrickson Publishers. hlm. 319. ISBN 978-1-56563-143-4. • ^ Brown, Raymond E. (1977). The birth of the Messiah: a commentary on the infancy narratives in Matthew and Luke. Doubleday. hlm. 513. ISBN 978-0-385-05907-7. • ^ a b Humphreys, Colin J.; Waddington, W. G. (1992). "The Jewish Calendar, a Lunar Eclipse and the Date of Christ's Crucifixion" (PDF). Tyndale Bulletin. 43 (2): 340. Diarsipkan dari versi asli (PDF) kenapa yesus disebut kristus 2018-09-30.

Diakses tanggal 2015-04-30. • ^ a b c d Dunn 2003, hlm. 339. • ^ Ehrman 1999, hlm. 101. • ^ Crossan & Watts 1999, hlm. 96. • ^ Eddy & Boyd 2007, hlm. 173. • ^ Ehrman, Bart (2011).

Forged: writing in the name of God – Why the Bible's Authors Are Not Who We Think They Are. HarperCollins.

hlm. 285. ISBN 978-0-06-207863-6. • ^ Burridge, Richard A.; Gould, Graham (2004). Jesus Now and Then. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 34. ISBN 978-0-8028-0977-3. • ^ Price, Robert M. (2009). "Jesus at the Vanishing Point". Dalam Beilby, James K.; Eddy, Paul R. The Historical Jesus: Five Views. InterVarsity. hlm. 55, 61. ISBN 978-0-8308-7853-6. • ^ Sykes, Stephen W. (2007). "Paul's understanding of the death of Jesus". Sacrifice and Redemption. Cambridge University Press.

hlm. 35–36. ISBN 978-0-521-04460-8. • ^ Grant, Michael (1977). Jesus: An Historian's Review of the Gospels. Scribner's. hlm. 200. ISBN 978-0-684-14889-2. • ^ Van Voorst 2000, hlm. 16. • ^ Funk & Hoover 1993, hlm. 3; Sanders 1993, hlm. 73; Theissen & Merz 1998, hlm. 25. • ^ Hezser 1997, hlm. 59; Dunn 2013, hlm. 290–291; Levine 2006, hlm.

4. • ^ Sanders 1993, hlm. 11, 14. • ^ Woodhead, Linda (2004). Christianity: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford University Press. hlm. n.p. • ^ Grudem 1994, hlm. 568–603. • ^ Wilhelm 1911; Metzger & Coogan 1993, hlm. 649; Hoekema 1994, hlm. 88–89; Garrett 2014, hlm. 766; Erickson 2001, hlm. 95. • ^ Richard Bauckham, "Universalism: a historical survey", Themelios 4.2 (September 1978): 47–54. • ^ Jacobs, Joseph; Kohler, Kaufmann; Gottheil, Richard; Krauss, Samuel.

"Jesus of Nazareth". Jewish Encyclopedia. • ^ a b c d e f g h i j k Sanders, Ed P.; Pelikan, Jaroslav J. "Jesus Christ". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal June 10, 2015.

• ^ a b Maas, Anthony J. (1913). " Origin of the Name of Jesus Christ". Dalam Herbermann, Charles. Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. • ^ Wycliffe Bible Dictionary. entry HEBREW LANGUAGE: Hendrickson Publishers. 1975. • ^ Ehrman, Bart D. (2012).

Did Jesus Exist?: The Historical Argument for Jesus of Nazareth. HarperOne. hlm. 29. ISBN 978-0-06-208994-6. • ^ "Joshua". Merriam-Webster. Diakses tanggal August 4, 2013. • ^ Hare, Douglas (2009). Matthew. Westminster John Knox Press. hlm. 11. ISBN 978-0-664-23433-1. • ^ Rogers, Cleon (1999). Topical Josephus. Zondervan. hlm. 12. ISBN 9780310230175. • ^ Eddy & Boyd 2007, hlm. 129. • ^ France 2007, hlm. 53. • ^ Doninger 1999, hlm. 212. • ^ Heil, John P. (2010). Philippians: Let Us Rejoice in Being Conformed to Christ.

Society of Biblical Lit. hlm. 66. ISBN 978-1-58983-482-8. • ^ Gwynn, Murl E. (2011). Conflict: Christianity's Love Vs. Islam's Submission. iUniverse. hlm. 92. ISBN 978-1-4620-3484-0. • ^ Vine 1940, hlm. 274–275. • ^ Pannenberg 1968, hlm.

30–31. • ^ Bultmann, Rudolf K. (2007). Theology of the New Testament. Baylor University Press. hlm. 80. ISBN 1-932792-93-7. • ^ Mills & Bullard 1998, hlm.

142. • ^ "G5546 Χριστιανός". Strong's Greek Lexicon. Diakses tanggal July 22, 2013. • ^ Sanders, E. P. "Jesus Christ." Encyclopedia Britannica Online. Retrieved 17 Dec 2015. • ^ Blomberg 2009, hlm. 441–442. • ^ a b c d Fahlbusch, Erwin (2005). The Encyclopedia of Christianity. 4. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 53–56. ISBN 978-0-8028-2416-5.

• ^ a b c Evans 2003, hlm. 465–477. • ^ Bruce, Frederick F. (1988). The Book of the Acts. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 362. ISBN 978-0-8028-2505-6. • ^ Rausch 2003, hlm. 77. • ^ a b c d Evans 2003, hlm. 521–530. • ^ Brown 1997, hlm. 835–840. • ^ Chilton & Evans 1998, hlm. 482. • ^ Roberts, Mark D. (2007). Can We Trust the Gospels?: Investigating the Reliability of Matthew, Mark, Luke, and John. Crossway. hlm. 58. ISBN 978-1-4335-1978-9. • ^ Humphreys, Colin J. (2011). The Mystery of the Last Supper: Reconstructing the Final Days of Jesus.

Cambridge University Press. hlm. 7–8. ISBN 978-1-139-49631-5. • ^ a b c White, L. Michael (2010). Scripting Jesus: The Gospels in Rewrite. HarperOne. • ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v Funk & Hoover 1993, hlm. 3. • ^ a b c d e May, Herbert G. and Bruce M. Metzger.

The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha. 1977. "Mark" p. 1213-1239 • ^ "John, St." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ a b Haffner, Paul (2008). New Testament Theology. hlm. 135. ISBN 978-88-902268-0-9. • ^ a b Scroggie, W. Graham (1995). A Guide to the Gospels. Kregel Publications. hlm. 128. ISBN 978-0-8254-9571-7. • ^ "synoptic". Oxford English Dictionary. Oxford University Press.

2nd ed. 1989. • ^ Moloney, Francis J.; Harrington, Daniel J. (1998). The Gospel of John. Liturgical Press. hlm. 3. ISBN 978-0-8146-5806-2. • ^ Ladd, George E. (1993). A Theology of the New Testament. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 251. ISBN 978-0-8028-0680-2. • ^ a b c d Witherington 1997, hlm. 113. • ^ Stoldt, Hans-Herbert, History and Criticism of the Marcan Hypothesis, Hardcover, 302 pages, Mercer Univ Pr; First Edition (October 1980), ISBN 978-0-86554-002-6 • ^ Licona 2010, hlm.

210–21. • ^ Sanders 1993, hlm. 71. • ^ a b c Theissen & Merz 1998, hlm. 17–62. • ^ a b Sanders 1993, hlm. 3. • ^ Crossan & Watts 1999, hlm. 108. • ^ Dunn 2003, hlm. 779–781. • ^ Funk, Robert W. (1998). The acts of Jesus: the search for the authentic deeds of Jesus.

Harper. hlm. 449–495. ISBN 978-0-06-062979-3. • ^ Grudem 1994, hlm. 90–91. • ^ a b Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 117–125. • ^ a b Ehrman 1999, hlm. 22–23. • ^ a b c d Thompson, Frank Charles. The Thompson Chain-Reference Bible. Kirk bride Bible Co & Zondervan Bible Publishers.

1983. p. 1563–1564. • ^ a b May, Herbert G. and Bruce M. Metzger. The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha. 1977. "Matthew" p. 1171–1212. • ^ a b Kenapa yesus disebut kristus, Herbert G. and Bruce M. Metzger.

The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha. 1977. "Luke" p. 1240-1285. • ^ a b c d e f "John, Gospel of." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ a b May, Herbert G. and Bruce M. Metzger. The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha.

1977. "John" p. 1286-1318. • ^ a b c d e Harris 1985, hlm. 302–310. • ^ a b Rahner 2004, hlm. 730–731. • ^ O'Collins, Gerald (2009). Christology: A Biblical, Historical, and Systematic Study of Jesus.

OUP Oxford. hlm. 1–3. ISBN 978-0-19-955787-5. • ^ a b Wiarda, Timothy (2010). Interpreting Gospel Narratives: Scenes, People, and Theology. B&H Publishing Group. hlm. 75–78. ISBN 978-0-8054-4843-6.

• ^ a b Turner, David L. (2008). Matthew. Baker Academic. hlm. 613. ISBN 978-0-8010-2684-3. • ^ Brown, Raymond E. (1978). Mary in the New Testament. Paulist Press. hlm. 163. ISBN 978-0-8091-2168-7. • ^ Eusebius Pamphilius, Kenapa yesus disebut kristus history, Life of Constantine §VII. • ^ R. T. France, The Gospel According to Matthew: An Introduction and Commentary (Eerdmans, 1985) page 71-72. • ^ Marcus J. Borg, John Dominic Crossan, The First Christmas (HarperCollins, 2009) page 95.

• ^ Mills & Bullard 1998, hlm. 556. • ^ a b c Marsh, Clive; Moyise, Steve (2006). Jesus and the Gospels. Clark International. hlm. 37. ISBN 978-0-567-04073-2. • ^ Morris 1992, hlm. 26. • ^ a b c Jeffrey, David L. (1992). A Dictionary of biblical tradition in English literature. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 538–540. ISBN 978-0-85244-224-1.

• ^ Cox & Easley 2007, hlm. 30–37. • ^ Brownrigg, Ronald (2002). Who's Who in the New Testament. Taylor & Francis. hlm. 96–100. ISBN 978-0-415-26036-7. • ^ "Virgin Birth of Christ." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ Harris 1985, hlm. 275. • ^ a b Talbert, Charles H. (2010). Matthew. Baker Academic. hlm. 29–30. ISBN 978-0-8010-3192-2.

kenapa yesus disebut kristus

• ^ a b c Harris 1985, hlm. 272–285. • ^ Schnackenburg, Rudolf (2002). The Gospel of Matthew. Wm.B. Eerdmans Publishing. hlm. 9–11. ISBN 978-0-8028-4438-5. • ^ Perrotta, Louise B. (2000). Saint Joseph: His Life and His Role in the Church Today. Our Sunday Visitor Publishing. hlm. 21, 110–112.

ISBN 978-0-87973-573-9. • ^ Aslan, Reza (2013). Zealot: The Life and Times of Jesus of Nazareth. Random House. hlm. 756. • ^ Josephus (2012). Antiquities of the Jews. Acheron Press. hlm. 21247. • ^ a b c d e Harris 1985, hlm. 270–272. • ^ Liddell, Henry G.; Scott, Robert (1889).

An Intermediate Greek–English Lexicon: The Seventh Edition of Liddell and Kenapa yesus disebut kristus Greek–English Lexicon. Clarendon Press. hlm. 797. • ^ Dickson 2008, hlm. 68–69. • ^ Evans, Craig A. (2001). "Context, family and formation". Dalam Bockmuehl, Markus N. A. Cambridge companion to Jesus. Cambridge University Press. hlm. 14, 21. ISBN 978-0-521-79678-1. • ^ a b c Blomberg 2009, hlm.

224–229. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 141–143. • ^ a b McGrath 2006, hlm. 16–22. • ^ Dunn, James D.G.; Rogerson, John W. (2003). Eerdmans commentary on the Bible.

kenapa yesus disebut kristus

Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 1010. ISBN 978-0-8028-3711-0. • ^ a b Zanzig, Thomas (2000). Jesus of history, Christ of faith. Saint Mary's Press. hlm. 118. ISBN 978-0-88489-530-5. • ^ a b c d Lee 2004, hlm. 21–30. • ^ a b c Harding, Mark; Nobbs, Alanna (2010). The Content and the Setting of the Gospel Tradition. Wm. B. Eerdmans Kenapa yesus disebut kristus. hlm. 281–282. ISBN 978-0-8028-3318-1. • ^ Sheen, Fulton J. (2008). Life of Christ. Random House. hlm. 65. ISBN 978-0-385-52699-9. • ^ a b c d e "Jesus Christ." Cross, F.

L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ Boring & Craddock 2004, hlm. 292. • ^ a b c d e Harris 1985, hlm. 285–296. • ^ a b Redford 2007, hlm. 117–130. • ^ Vaught, Carl G.

(2001). The Sermon on the mount: a theological investigation. Baylor University Press. hlm. xi–xiv. ISBN 978-0-918954-76-3. • ^ Redford 2007, hlm. 143–160. • ^ Nash, Henry S. (1909). "Transfiguration, The". Dalam Jackson, Samuel M. The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Thought: Son of Man-Tremellius V11. Funk & Wagnalls Company.

hlm. 493. ISBN 978-1-4286-3189-2. • ^ a b c d Barton, Stephen C. The Cambridge companion to the Gospels. Cambridge University Press. hlm. 132–133.

ISBN 978-0-521-80766-1. • ^ Cox & Easley 2007, hlm. 137.

kenapa yesus disebut kristus

kenapa yesus disebut kristus ^ Redford 2007, hlm. 211–229. • ^ a b c d e f Cox & Easley 2007, hlm. 155–170. • ^ Redford 2007, hlm. 257–274. • ^ Brown 1988, hlm. 25–27. • ^ Boring & Craddock 2004, hlm. 292–293. • ^ Patella, Michael F. (2009). "The Gospel According to Luke".

Dalam Durken, Daniel. New Collegeville Bible Commentary: New Testament. Liturgical Press. hlm. 255. ISBN 978-0-8146-3260-4. • ^ a b "Kingdom of God." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ 'Jesus himself apparently anticipated the arrival of a heavenly figure whom he called "the Son of Man," who would come on clouds of glory and gather the elect.' Sanders, E.

P. "Jesus Christ." Encyclopedia Britannica Online. Retrieved 29 Dec 2015. • ^ Stassen, Glen H.; Gushee, David P. (2003). Kingdom Ethics: Following Jesus in Contemporary Context. InterVarsity Press. hlm. 102–103, 138–140, 197–198, 295–298.

ISBN 978-0-8308-2668-1. • ^ a b Osborn, Eric F. (1993). The emergence of Christian theology. Cambridge University Press. hlm. 98. ISBN 978-0-521-43078-4. • ^ Köstenberger, Andreas J. (1998). The missions of Jesus and the disciples according to the Fourth Gospel. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 108–109. ISBN 978-0-8028-4255-8. • ^ Kenapa yesus disebut kristus, J. Dwight (1998). The parables of Jesus: lessons in life from the Master Teacher.

Kregel Publications. hlm. 10. ISBN 978-0-8254-9715-5. • ^ Howick, E. Keith (2003). The Sermons of Jesus the Messiah. WindRiver Publishing. hlm. 7–9. ISBN 978-1-886249-02-8. • ^ Lisco, Friedrich G. (1850). The Parables of Jesus. Daniels and Smith Publishers. hlm. 9–11. • ^ Oxenden, Ashton (1864). The parables of our Lord?. William Macintosh Publishers. hlm.

6. • ^ Blomberg, Craig L. (2012). Interpreting the Parables. InterVarsity Press. hlm.

kenapa yesus disebut kristus

448. ISBN 978-0-8308-3967-4. • ^ Boucher, Madeleine I. "The Parables". BBC. Diakses tanggal June 3, 2013. • ^ Green, McKnight & Marshall 1992, hlm. 299. • ^ Twelftree 1999, hlm. 350. • ^ Green, McKnight & Marshall 1992, hlm. 300. • ^ Hindson, Edward E.; Mitchell, Daniel R. (2010). Zondervan King James Version Commentary: New Testament.

Zondervan. hlm. 100. ISBN 978-0-310-25150-7. • ^ a b Achtemeier, Paul J.; Green, Joel B.; Thompson, Marianne M. (2001). Introducing the New Testament: Its Literature and Theology. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 198. ISBN 978-0-8028-3717-2. • ^ Ehrman, Bart D. (2009). Jesus, Interrupted: Revealing the Hidden Contradictions in the Bible (And Why We Don't Know About Them).

HarperCollins. hlm. 84. ISBN 978-0-06-186328-8. • ^ Twelftree 1999, hlm. 236. • ^ van der Loos, Hendrik (1965). The Miracles Of Jesus. Brill. hlm. 197. • ^ Pentecost, J. Dwight (1981). The words and works of Jesus Christ. Zondervan. hlm. 212. ISBN 978-0-310-30940-6. • ^ Twelftree 1999, hlm. 95. • ^ Donahue & Harrington 2002, hlm. 182. • ^ Lockyer, Herbert (1988). All the Miracles of the Bible. Zondervan. hlm. 235. ISBN 978-0-310-28101-6. • ^ Kingsbury, Jack D.

(1983). The Christology of Mark's Gospel. Fortress Press. hlm. 91–95. ISBN 978-1-4514-1007-5. • ^ Karris, Robert J. (1992). The Collegeville Bible Commentary: New Testament. Liturgical Press. hlm. 885–886. ISBN 978-0-8146-2211-7. • ^ Kingsbury, Jack D.; Powell, Mark A.; Bauer, David R.

(1999). Who do you say that I am? Essays on Christology. Westminster John Knox Press. hlm. xvi. ISBN 978-0-664-25752-1. • ^ Donahue & Harrington 2002, hlm. 336. • ^ Yieh, John Y.

H. (2004). One teacher: Jesus' teaching role in Matthew's gospel. Walter de Gruyter. hlm. 240–241. ISBN 978-3-11-018151-7. • ^ Pannenberg 1968, hlm. 53–54. • ^ Lee 2004, hlm. 72–76. • ^ May, Herbert G. and Bruce M. Metzger. The New Oxford Annotated Bible with the Apocrypha.

1977. p. 1481. • ^ a b Boring & Craddock 2004, hlm. 256–258. • ^ Majerník, Ponessa & Manhardt 2005, hlm. 133–134. • ^ a b Evans 2003, hlm. 381–395. • ^ Lockyer, Herbert (1988).

All the Apostles of the Bible. Zondervan. hlm. 106–111. ISBN 978-0-310-28011-8. • ^ Hayes, Doremus A. (2009). The Synoptic Gospels and the Book of Acts. HardPress. hlm. 88. ISBN 978-1-313-53490-1. • ^ Funk, Robert W., Roy W. Hoover, and the Jesus Seminar. The five gospels. HarperSanFrancisco. 1993. "John" p. 401–470 • ^ Cox & Easley 2007, hlm. 180–191. • ^ a b Cox & Easley 2007, hlm. 182. • ^ Cross, F. L.; Livingstone, E.

A. (2005). "Eucharist". Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-280290-3. • ^ Pohle, Joseph (1913). " The Blessed Eucharist as a Sacrament". Dalam Herbermann, Charles. Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. • ^ Freedman 2000, hlm. 792. • ^ a b Perkins, Pheme (2000). Peter: apostle for the whole church. Fortress Press.

hlm. 85. ISBN 978-1-4514-1598-8. • ^ Lange, Johann P. (1865). The Gospel according to Matthew, Volume 1. Charles Scribner Co. hlm. 499. • ^ a b c d e f Walvoord & Zuck 1983, hlm. 83–85. • ^ O'Day, Gail R.; Hylen, Susan (2006).

John. Westminster John Knox Press. hlm. 142–168. ISBN 978-0-664-25260-1. • ^ Ridderbos, Herman (1997). The Gospel according to John. Wm. B. Eerdmans Publishing.

hlm. 546–576. ISBN 978-0-8028-0453-2. • ^ a b "Jesus." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press.

2005 • ^ Brown 1997, hlm. 146. • ^ Bromiley, Geoffrey W. (1988). International Standard Bible Encyclopedia: E–J. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 1050–1052. ISBN 978-0-8028-3782-0. • ^ a b c d Evans 2003, hlm. 487–500. • ^ a b c Blomberg 2009, hlm. 396–400. • ^ a b c d e Holman Concise Bible Dictionary. B&H Publishing Group. 2011. kenapa yesus disebut kristus.

608–609. ISBN 978-0-8054-9548-5. • ^ Evans 2003, hlm. 495. • ^ Blomberg 2009, hlm. 396–398. • ^ O'Toole, Robert F. (2004). Luke's presentation of Jesus: a christology. Editrice Pontificio Istituto Biblico. hlm. 166. ISBN 978-88-7653-625-0. • ^ Funk, Robert W. and the Jesus Seminar. The acts of Jesus: the search for the authentic deeds of Jesus. HarperSanFrancisco.

1998. "Mark," p. 51-161 • ^ Elowsky, Joel C. (2007). John 11-21. Volume 4, Part 2 of Ancient Christian Commentary on Scripture. InterVarsity Press. hlm. 303. ISBN 9780830810994. • ^ Binz, Stephen J. (2004). The Names of Jesus. Twenty-Third Publications. hlm. 81–82. ISBN 978-1-58595-315-8. • ^ Ironside, H.

A. (2006). John. Kregel Academic. hlm. 454. ISBN 978-0-8254-9619-6. • ^ a b Niswonger 1992, hlm. 172. • ^ Majerník, Ponessa & Manhardt 2005, hlm. 181. • ^ a b Carter 2003, hlm. 120–121. • ^ Blomberg 2009, hlm. 400–401. • ^ Brown 1988, hlm. 93. • ^ Senior, Donald (1985). The Passion of Jesus in the Gospel of Matthew. Liturgical Press.

hlm. 124. ISBN 978-0-8146-5460-6. • ^ Blomberg 2009, hlm. 402. • ^ a b c d e f g Evans 2003, hlm. 509–520. • ^ a b Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 211–214. • ^ Doninger 1999, hlm. 271. • ^ Doninger 1999, hlm. 271. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm.

213–214. • ^ Morris 1992, hlm. 727. • ^ a b c d Harris 1985, hlm. 308–309. • ^ Harris 1985, hlm. 297–301. • ^ Cox & Easley 2007, hlm. 216–226. • ^ Frederick F., Bruce (1990). The Acts of the Apostles. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 210. ISBN 978-0-8028-0966-7. • ^ a b Johnson, Luke T.; Harrington, Daniel J.

(1992). The Acts of the Apostles. Liturgical Press. hlm. 164–167. ISBN 978-0-8146-5807-9. • ^ Van den Biesen, Christian (1913). " Apocalypse". Dalam Herbermann, Charles. Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. • ^ Levine 2006, hlm. 5. • ^ Witherington 1997, hlm. 9–13. • ^ Powell 1998, kenapa yesus disebut kristus. 19–23. • ^ In a 2011 review of the state of modern scholarship, Bart Ehrman (who is a secular agnostic) wrote: "He certainly existed, as virtually every competent scholar of antiquity, Christian or non-Christian, agrees" B.

Ehrman, 2011 Forged : writing in the name of God ISBN 978-0-06-207863-6. page 285 • ^ Michael Grant (a classicist) states that "In recent years, 'no serious scholar has ventured to postulate the non historicity of Jesus' or at any rate very few, and they have not succeeded in disposing of the much stronger, indeed very abundant, evidence to the contrary." in Jesus: An Historian's Review of the Gospels by Michael Grant 2004 ISBN 1-898799-88-1 page 200 • ^ Amy-Jill Levine in The Kenapa yesus disebut kristus Jesus in Context edited by Amy-Jill Levine et al.

Princeton University Press ISBN 978-0-691-00992-6 page 4: "There is a consensus of sorts on a basic outline of Jesus' life. Most scholars agree that Jesus was baptized by John, debated with fellow Jews on how best to live according to God's will, engaged in healings and exorcisms, taught in parables, gathered male and female followers in Galilee, went to Jerusalem, and was crucified by Roman soldiers during the governorship of Pontius Pilate" • ^ The Quest for the Plausible Jesus: The Question of Kenapa yesus disebut kristus by Gerd Theissen and Dagmar Winter (Aug 30, 2002) ISBN 0-664-22537-3 page 5 • ^ Jesus Research: An International Perspective (Princeton-Prague Symposia Series on the Historical Jesus) by James H.

Charlesworth and Petr Pokorny (Sep 15, 2009) ISBN 0-8028-6353-1 pages 1-2 • ^ Keener, Craig S. (2012). The Historical Jesus of the Gospels. William B. Eerdmans Publishing. hlm. 163. ISBN 978-0-8028-6292-1. • ^ a b Chilton & Evans 1998, hlm. 27. • ^ Evans 2012, hlm. 4–5. • ^ Borg, Marcus J.

(1994). Jesus in Contemporary Scholarship. Continuum. hlm. 4–6. ISBN 978-1-56338-094-5. • ^ Theissen & Winter 2002, hlm. 142–143. • ^ Anderson, Paul N.; Just, Felix; Kenapa yesus disebut kristus, Tom (2007). John, Jesus, and History, Volume 1: Critical Appraisals of Critical Views. Society of Biblical Lit. hlm. 131. ISBN 978-1-58983-293-0. • ^ Meier 2006, hlm. 124. • ^ Sanders, E.P. " Jesus Christ." Encyclopedia Britannica Online. Retrieved September 16, 2015. • ^ a b Blomberg 2009, hlm. 431–436.

• ^ a b c Harris 1985, hlm. 263. • ^ Rausch 2003, hlm. 36–37. • ^ Anderson, Paul N.; Just, Felix; Thatcher, Tom (2007). John, Jesus, and History, Volume 2. Society of Biblical Lit. hlm. 291. ISBN 978-1-58983-293-0. • ^ Anderson, Paul N.; Just, Felix; Thatcher, Tom (2007). John, Jesus, and History, Volume 2. Society of Biblical Lit. hlm. 292. ISBN 978-1-58983-293-0. • ^ a b Funk, Robert W., Roy W. Hoover, and the Jesus Seminar. The five gospels. HarperSanFrancisco. 1993. "The Gospel of Thomas," p 471-532.

• ^ Tuckett, Christopher (2001). "Sources and methods". Dalam Bockmuehl, Markus N. A. Cambridge Companion to Jesus.

Cambridge University Press. hlm. 123–4. ISBN 978-0-521-79678-1. All this does at least render highly implausible any far-fetched theories that even Jesus’ very existence was a Christian invention. The fact that Jesus existed, that he was crucified under Pontius Pilate (for whatever reason) and that he had a band of followers who continued to support his cause, seems to be part of the bedrock of historical tradition.

If nothing else, the non-Christian evidence can provide us with certainty on that score. • ^ Van Voorst 2000, hlm. 39–53. • ^ Van Voorst 2000, hlm. 83. • ^ Maier, Paul L. (1995). Josephus, the essential works: a condensation of Jewish antiquities and The Jewish war. hlm. 285. ISBN 978-0-8254-3260-6.

• ^ Evans, Craig A. (2001). Jesus and His Contemporaries: Comparative Studies. Brill. hlm. 42. ISBN 978-0-391-04118-9. • ^ Theissen & Merz 1998. • ^ Reed 2002, hlm. 18. • ^ a b Gowler, David B.

(2007). What are they saying about the historical Jesus?. Paulist Press. hlm. 102. ISBN 978-0-8091-4445-7.

• ^ Charlesworth, James H., ed. (2006). "Jesus and Archaeology". Jesus and archaeology. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 127. ISBN 978-0-8028-4880-2. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 114. • ^ Maier 1989, hlm. 124. • ^ a b Levine 2006, hlm. 4. • ^ Maier 1989, hlm.

115–118. • ^ a b Niswonger 1992, hlm. 121–122. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 137–138. • ^ Niswonger kenapa yesus disebut kristus, hlm. 122–124. • ^ a b Vermes, Géza (2010). The Nativity: History and Legend. Random House Digital. hlm. 81–82. ISBN 978-0-307-49918-9. • ^ Dunn 2003, hlm. 324. • ^ a b Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm.

140. • ^ a b Freedman 2000, hlm. 249. • ^ Maier 1989, hlm. 120–121. • ^ Maier 1989, hlm. 123. • ^ Evans, Craig (2006). "Josephus on John the Baptist". Dalam Levine, Amy-Jill; Allison, Dale C.; Crossan, John D. The Historical Jesus in Context. Princeton University Press. hlm. 55–58. ISBN 978-0-691-00992-6. • ^ Gillman, Florence M.

(2003). Herodias: at home in that fox's den. Liturgical Press. hlm. 25–30. ISBN 978-0-8146-5108-7. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 398. • ^ Theissen & Merz 1998, hlm. 81–83. • ^ Green, Joel B. (1997). The gospel of Luke: New International Commentary on the New Testament Series. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 168. ISBN 978-0-8028-2315-1. • ^ Carter 2003, hlm. 44–45. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm.

398–400. • ^ Barnett, Paul (2002). Jesus & the Rise of Early Christianity: A History of New Testament Times. InterVarsity Press.

hlm. 21. ISBN 978-0-8308-2699-5. • ^ Pratt, J. P. (1991). "Newton's Date for the Crucifixion". Journal of the Royal Astronomical Society. 32: 301–304. Bibcode: 1991QJRAS.32.301P. • ^ Sanders, E.P. Jesus Christ. Encyclopedia Britannica Online. Retrieved September 20, 2015. • ^ a b Vermes, Geza (1981). Jesus the Jew: A Historian's Reading of the Gospels. Philadelphia: First Fortress. hlm. 283. ISBN 0-8006-1443-7. • ^ Sanders, E. P. (1995). The Historical Figure of Jesus. London: Penguin. hlm.

333. ISBN 978-0-140-14499-4. • ^ Bromiley, Geoffrey (1995) International Standard Bible Encyclopedia, Eerdmans Publishing, ISBN 978-0-8028-3784-4, p. 991. • ^ Craig S. Keener, The Gospel of Matthew (Eerdmans 2009 ISBN 978-0-8028-6498-7), p. 83 • ^ Donald A. Hagner, Matthew 1-13 (Paternoster Press 1993 ISBN 978-0-8499-0232-1), pp. 14-15, cited in the preceding • ^ Millard Erickson, Christian Theology (Baker Academic 1998 ISBN 978-0-8010-2182-4), p.

761 • ^ Fritz Allhoff, Scott C. Lowe, Christmas – Philosophy for Everyone: Better Than a Lump of Coal (Wiley-Blackwell 2010 ISBN 978-1-4443-3090-8), p. 28 • ^ Frederick Dale Bruner, Matthew: The Christbook (Eerdmans 2004 ISBN 978-0-8028-1118-9), p.

41 • ^ Powell 1998, hlm. 47. • ^ Murphy, Catherine (2003). John the Baptist: Prophet of Purity for a New Age. Liturgical Press. hlm. 29–30. ISBN 978-0-8146-5933-5. • ^ a b c Theissen & Merz 1998, hlm. 144-147. • ^ a b Theissen & Merz 1998, hlm. 235.

• ^ Borg, Marcus J. (2006). "The Spirit-Filled Experience of Jesus". Dalam Dunn, James D.G.; McKnight, Scot. The Historical Jesus in Recent Research. Eisenbrauns. hlm. 303. ISBN 978-1-57506-100-9. • ^ Theissen & Merz 1998, hlm. 310. • ^ "Jesus of Nazareth." Encyclopedia of World Biography.

2004. Retrieved 29 Dec 2015. • ^ Theissen & Merz 1998, hlm. 298. • ^ a b c d Sanders, E. P. "Jesus Christ." Encyclopedia Britannica Online. Retrieved 15 February 2016. • ^ a b c "Messiah." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ a b Theissen & Merz 1998, hlm.

533-540. • ^ Ehrman, Bart. "Judas and the Messianic Secret". The Bart Ehrman Blog. Retrieved 15 February 2016 • ^ Ehrman, Bart. "Jesus' Claim to be the Messiah". The Bart Ehrman Blog. Retrieved 15 February 2016.

• ^ Meier 2006, hlm. 126–128. • ^ E. P. Sanders considers this explanation to be "likely." Sanders, E. P. The historical figure of Jesus. Penguin, 1993, pages 269-273 • ^ Theissen and Merz state that the Temple elites sought to avoid unrest. Theissen, Gerd and Annette Merz. The historical Jesus: a comprehensive guide. Fortress Press. 1998.

translated from German (1996 edition). p. 466 • ^ Sanders 1993, hlm. 269-273. • ^ Theissen & Merz 1998, hlm.

465–466. • ^ Chilton, Bruce (2014). "Simon, Peter". The Routledge Encyclopedia of the Historical Jesus. hlm. 573. Diakses tanggal 7 February 2016. • ^ a b Ehrman, Bart. How Jesus became God.

HarperOne. ISBN 978-0-06-177818-6. Chapter 7. • ^ Sanders 1993. • ^ Sanders 1993, hlm. 276-281. • ^ Sanders 1993, hlm. 11. • ^ Theissen & Winter 2002, hlm. 4–5. • ^ Theissen & Winter 2002, hlm. 5. • ^ "Historical Jesus, Quest of the". Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford University Press. hlm. 775. ISBN 978-0-19-280290-3. • ^ Theissen & Merz 1998, hlm. 1–15. • ^ Mitchell, Margaret M.; Young, Frances M. (2006). The Cambridge History of Christianity.

1. Cambridge University Press. hlm. 23. ISBN 978-0-521-81239-9. • ^ Köstenberger, Kellum & Quarles 2009, hlm. 124–125. • ^ Brown, Colin (2011). "Why Study the Historical Jesus?". Dalam Holmen, Tom; Porter, Stanley E.

Handbook for the Study of the Historical Jesus. Brill. hlm. 1416. ISBN 978-90-04-16372-0. • ^ a b c d Houlden 2006, hlm. 63–99. • ^ a b Erricker, Clive (1987). Teaching Christianity: a world religions approach. James Clarke & Co. hlm. 44. ISBN 978-0-7188-2634-5. • ^ Green, McKnight & Marshall 1992, hlm. 442. • ^ Barr, James (1970). "Which language did Jesus speak". Bulletin of the John Rylands University Library of Manchester. 53 (1): 9–29. • ^ Porter, Stanley E. (1997).

Handbook to exegesis of the New Testament. Brill. hlm. 110–112. ISBN 978-90-04-09921-0. • ^ Dunn 2003, hlm. 313–315. • ^ Ehrman 1999, kenapa yesus disebut kristus. 96. • ^ Stoutzenberger, Joseph (2000). Celebrating sacraments. St Mary's Press. hlm. 286. • ^ Murphy, Frederick (1991). The religious world of Jesus: an introduction to Second Temple Palestinian Judaism.

Abingdon Press. hlm. 311. • ^ Elliott, John (2007). "Jesus the Israelite Was Neither a 'Jew' nor a 'Christian': On Correcting Misleading Nomenclature". Journal for the Study of the Historical Jesus. 5 (119): 119.

doi: 10.1177/1476869007079741. • ^ See for example: • Daniel R. Schwartz (2014). Judeans and Jews: Four Faces of Dichotomy in Ancient Jewish History. University of Toronto Press. ISBN 9781442648395. • Garroway, Rabbi Joshua (2011). "Ioudaios ". Dalam Amy-Jill Levine, Marc Z. Brettler. The Jewish Annotated New Testament. Oxford University Press. hlm. 524–526. ISBN 9780195297706. Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting ( link) • Miller, David M.

(2010). "The Meaning of Ioudaios and its Relationship to Other Group Labels in Ancient 'Judaism '". Currents in Biblical Research. 9 (1): 98–126.

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-01. Diakses tanggal 2016-04-11. • Mason, Steve (2007). "Jews, Judaeans, Judaizing, Judaism: Problems of Categorization in Ancient History" (PDF). Journal for the Study of Judaism. 38: 457–512. doi: 10.1163/156851507X193108. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2015-03-25. Diakses tanggal 2016-04-11. • ^ Levine 2006, hlm. 10. • ^ Jensen, Robin M. (2010). "Jesus in Christian art". Dalam Burkett, Delbert. The Blackwell Companion to Jesus.

John Wiley & Sons. hlm. 477–502. ISBN 978-1-4443-5175-0. • ^ a b Perkinson, Stephen (2009). The likeness of the king: a prehistory of portraiture in late medieval France. University of Chicago Press. hlm. 30. ISBN 978-0-226-65879-7. • kenapa yesus disebut kristus Kidd, Colin (2006). The forging of kenapa yesus disebut kristus race and scripture in the Protestant Atlantic world. Cambridge University Press.

hlm. 48–51. ISBN 978-1-139-45753-8. • ^ Gibson, David (February 21, 2004). "What Did Jesus Really Look Like?". New York Times. • ^ Bart Ehrman, Did Jesus Exist? Harper Collins, 2012, p. 12, ""In simpler terms, the historical Jesus did not exist. Or if he did, he had virtually nothing to do with the founding of Christianity." further quoting as authoritative the fuller definition provided by Earl Doherty in Jesus: Neither God Nor Man.

Age of Reason, 2009, pp. vii-viii: it is "the theory that no historical Jesus worthy of the name existed, that Christianity began with a belief in a spiritual, mythical figure, that the Gospels are essentially allegory and fiction, and that no single identifiable person lay at the root of the Galilean preaching tradition." • ^ a b c Theissen & Merz 1998, hlm. 90. • ^ James D. G. Dunn "Paul's understanding of the death of Jesus" in Sacrifice and Redemption edited by S.

W. Sykes (December 3, 2007) Cambridge University Press ISBN 0-521-04460-X pages 35-36 • ^ Jesus Now and Then by Richard A.

Burridge and Graham Gould (April 1, 2004) ISBN 0-8028-0977-4 page 34 • ^ Jesus by Michael Grant 2004 ISBN 1-898799-88-1 page 200 • ^ The Gospels and Jesus by Graham Stanton, 1989 ISBN 0-19-213241-5 Oxford University Press, page 145 • ^ Robert E. Van Voorst Jesus Outside the New Testament: An Introduction to the Ancient Evidence Eerdmans Publishing, 2000.

ISBN 0-8028-4368-9 page 16 • ^ Did Jesus Exist?:The Historical Argument for Jesus of Nazareth. HarperCollins, USA. 2012. ISBN 978-0-06-220460-8. • ^ B. Ehrman, 2011 Forged : writing in the name of God ISBN 978-0-06-207863-6. page 285 • ^ Watson, Francis (2001). "The quest for the real Jesus". Dalam Bockmuehl, Markus N. A. Cambridge companion to Jesus. Cambridge University Press. hlm. 156–157. ISBN 978-0-521-79678-1. • ^ Evans, C. Stephen (1996). The historical Christ and the Jesus of faith.

Oxford University Press. hlm. v. ISBN 978-0-19-152042-6. • ^ Delbert, Burkett (2010). The Blackwell Companion to Jesus. John Wiley & Sons. hlm. 1. ISBN 978-1-4443-5175-0. • ^ a b McGrath 2006, hlm. 4–6. • ^ Jackson, Gregory L. (1993). Catholic, Lutheran, Protestant: a doctrinal comparison.

Christian News. hlm. 11–17. ISBN 978-0-615-16635-3. • ^ McGuckin, John A. (2010). The Orthodox Church: An Introduction to Its History, Doctrine. John Wiley & Sons. hlm. 6–7. ISBN 978-1-4443-9383-5. • ^ Leith, John H. (1993). Basic Christian doctrine. Westminster John Knox Press. hlm. 1–2. ISBN 978-0-664-25192-5. • ^ Schreiner, Thomas R. (2008). New Testament Theology: Magnifying God in Christ.

Baker Academic. hlm. 23–37. ISBN 978-0-8010-2680-5. • ^ "Great Schism". Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford University Press. 2005. ISBN 978-0-19-280290-3. • ^ "The Letter of Paul to the Corinthians". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal June 26, 2013. • ^ Metzger, Bruce M.; Coogan, Michael D. (1993). Oxford Companion to the Bible. Oxford Kenapa yesus disebut kristus Press. hlm. 649. ISBN 978-0-19-974391-9. • ^ Cullmann, Oscar (1959). The Christology of the New Testament.

Westminster John Knox Press. hlm. 79. ISBN 978-0-664-24351-7. • ^ Deme, Dániel (2004). The Christology of Anselm of Canterbury. Ashgate Publishing. hlm. 199–200. ISBN 978-0-7546-3779-0. • ^ Pannenberg, Wolfhart (2004). Systematic Theology. 2. Continuum. hlm. 297–303. ISBN 978-0-567-08466-8. • ^ a b "Antitrinitarianism." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ Friedmann, Robert. "Antitrinitarianism". Global Anabaptist Mennonite Encyclopedia.

Diakses tanggal October 24, 2012. • ^ Joyce, George H. (1913). " Blessed Trinity". Dalam Herbermann, Charles. Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. • ^ "Mormonism 101: What is Mormonism", MormonNewsroom.org, LDS Churchdiakses tanggal October 21, 2014 • ^ Hunter, Sylvester (2010). Outlines of dogmatic theology. 2. Nabu Press. hlm. 443. ISBN 978-1-177-95809-7. • ^ a b Houlden 2006, hlm. 426.

• ^ Kessler, Ed. "Jesus the Jew". BBC. Diakses tanggal June 18, 2013. • ^ Norman, Asher (2007). Twenty-six reasons why Jews don't believe in Jesus. Feldheim Publishers. hlm. 59–70. ISBN 978-0-9771937-0-7.

• ^ Simmons, Shraga (March 6, 2004). "Why Jews Do not Believe in Jesus". Aish.com. • ^ "MALACHI, BOOK OF". Jewish Encyclopedia. Diakses tanggal July 3, 2013. • ^ "TALMUD". Jewish Encyclopedia. Diakses tanggal July 3, 2013. • ^ Jesus • ^ Theissen & Merz 1998, hlm. 74–75. • ^ Jeffrey, Grant R. (2009). Heaven: The Mystery of Angels. Random House Digital.

hlm. 108. ISBN 978-0-307-50940-6. • ^ a b Glassé, Cyril (2008). Concise Encyclopedia of Islam. Rowman & Littlefield. hlm. 270–271. ISBN 978-0-7425-6296-7. • ^ Esposito, John L. (2003). The Oxford Dictionary of Islam. Oxford University Press. hlm. 158. ISBN 978-0-19-975726-8. • ^ Paget, James C. (2001). "Quests for the historical Jesus".

Dalam Bockmuehl, Markus N. A. Cambridge companion to Jesus. Cambridge University Press. hlm. 183. ISBN 978-0-521-79678-1. • ^ Ashraf, Irshad (Director) (August 19, 2007). The Muslim Jesus (Television production). ITV Productions. • ^ "Jesus, Son of Mary".

Oxford Islamic Studies Online. Diakses tanggal July 3, 2013. • ^ Aboul-Enein, Youssef H. (2010). Militant Islamist Ideology: Understanding the Global Threat. Naval Institute Press. hlm. 20. ISBN 978-1-61251-015-6. • ^ a b Fasching, Darrell J.; deChant, Dell (2001). Comparative Religious Kenapa yesus disebut kristus A Narrative Approach.

John Wiley & Sons. hlm. 241, 274–275. ISBN 978-0-631-20125-0. • ^ George, Timothy (2002). Is the Father of Jesus the Kenapa yesus disebut kristus of Muhammad?: Understanding the Differences Between Christianity and Islam. Zondervan. hlm. 150–151. ISBN 978-0-310-24748-7. • ^ a b Morgan, Diane (2010). Essential Islam: A Comprehensive Guide to Belief and Practice.

ABC-CLIO. hlm. 45–46. ISBN 978-0-313-36025-1. • ^ Understanding Islam: Basic Principles. Garnet & Ithaca Press. 2000. hlm. 71–73. ISBN 978-1-85964-134-7. • ^ Shedinger, Robert F. (2009). Was Jesus a Muslim?: Questioning Categories in the Study of Religion. Fortress Press. hlm. ix. ISBN 978-1-4514-1727-2. • ^ a b c Burns, Robert A. (2011). Christianity, Islam, and the West. University Press of America. hlm. 32. ISBN 978-0-7618-5560-6.

• ^ a b Peters, F. E. (2003). Islam: A Guide for Jews and Christians. Princeton University Press. hlm. 23. ISBN 978-0-691-11553-5. • ^ Cooper, Anne; Maxwell, Elsie A. (2003).

Ishmael My Brother: A Christian Introduction To Islam. Monarch Books. hlm. 59. ISBN 978-0-8254-6223-8. • ^ The Quranic Arabic Corpus - Translation • ^ Qur'an An-Nisa’:157 • ^ Khalidi, Tarif (2001). The Muslim Jesus: Sayings and Stories in Islamic Literature. Harvard University Press. hlm. 12. ISBN 9780674004771. • ^ Religions of the World: A Comprehensive Encyclopedia of Beliefs and Practices. ABC-CLIO. hlm. 55. ISBN 978-1-59884-203-6. • ^ a b c Stockman, Robert (1992). "Jesus Christ in the Bahá'í Writings".

Bahá'í Studies Review. 2 (1). • ^ a b c Cole, Juan (1982). "The Concept of Manifestation in the Bahá'í Writings". Bahá'í Studies.

9: 1–38. • ^ a b Smith, Peter (2000). "peace". A concise encyclopedia of the Bahá'í Faith. Oneworld Publications. hlm. 214. ISBN 978-1-85168-184-6. • ^ Smith, Peter (2008). An Introduction to the Baha'i Faith. Cambridge University Press. hlm. 128. ISBN 978-0-521-86251-6. • ^ Lepard, Brian D. (2008).

In the Glory of the Father: The Bahai Faith and Christianity. Bahai Publishing. hlm. 118. ISBN 978-1-931847-34-6. • ^ a b Cole, Juan R. I. (1997). "Behold the Man: Baha'u'llah on the Life of Jesus". Journal of the American Academy of Religion. 65 (1): 51, 56, 60. • ^ McManners, John (2001). The Oxford Illustrated History of Christianity. Oxford University Press. hlm. 27. ISBN 978-0-19-285439-1. • ^ Ehrman, Bart D. (2003). Lost Christianities: The Battles For Scripture And The Faiths We Never Knew.

Oxford University Press. hlm. 124–125. ISBN 978-0-19-518249-1. • ^ Bevan, A. A. (1930). Hastings, James, ed. Manichaeism. Encyclopaedia of Religion and Ethics. 8. Kessinger Publishing. ISBN 978-0-7661-3666-3. • ^ Brown, Peter R. L. (2000). Augustine of Hippo: A Biography. University of California Press. hlm. 43. ISBN 978-0-520-22757-6. • ^ Rishi Das, Shaunaka (24 Maret 2009). "Jesus in Hinduism". BBC. • ^ Lal Goel, Madan. "RELIGIOUS TOLERANCE AND HINDUISM" (PDF).

University of West Florida. Diakses tanggal June 4, 2013. • ^ Yogananda, Paramahansa (2008). Autobiography of a Yogi. Diamond Pocket Books. ISBN 978-81-902562-0-9. • ^ Beverley, James A. (11 Juni 2011). "Hollywood's Idol". Christianity Today. • ^ Janet 2012, hlm. 3. • ^ Janet 2012, hlm.

9. • ^ a b Hutson, Steven (2006). What They Never Taught You in Sunday School: A Fresh Look at Following Jesus. City Boy Enterprises. hlm. 57. ISBN 978-1-59886-300-0. • ^ Pike, Sarah M. (2004). New Age and neopagan religions in America. Columbia University Press. hlm. 56. ISBN 978-0-231-12402-7. • ^ Bailey, Alice; Khul, Djwhal (2005). A Treatise on Cosmic Fire. Lucis Publishing Company. hlm. 678, 1150, 1193. ISBN 978-0-85330-117-2.

• ^ "What Is Scientology's View of Moses, Jesus, Muhammad, The Buddha and Other Religious Figures of the Past?". Church of Scientology International.

Diakses tanggal 13 Juni 2013. • ^ Hallowell, Billy (25 Oktober 2011). "Richard Dawkins: 'Jesus Would Have Been an Atheist if He Had Known What We Know Today '". TheBlaze. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-06-29. Diakses tanggal 2016-04-21. • ^ Richard Dawkins. "The God Delusion". Houghton Mifflin Harcourt. hlm. 284. Diakses tanggal December 13, 2014. • ^ Chadwick, Henry, ed. (1980). Contra Celsum. Cambridge University Press.

hlm. xxviii. ISBN 978-0-521-29576-5. • ^ Stevenson, J. (1987). Frend, W. H. C., ed. A New Eusebius: Documents illustrating the history of the Church to AD 337. SPCK. hlm. 257. ISBN 978-0-281-04268-5. • ^ Nietzsche, Friedrich (2010). Twilight of the Idols, Morality as Anti-nature. Digireads.com Publishing. ISBN 978-1-4209-3717-6. • ^ Russell, Bertrand (2004).

Why I am Not a Christian: And Other Essays on Religion and Related Subjects. Routledge Classics. hlm. 13. ISBN 978-0-671-20323-8. • ^ a b Russell on Religion: Selections from the Writings of Bertrand Russell. Routledge. 1999. hlm. 86. • ^ Gutmann, Joseph (1992). "Early Christian and Jewish Art". Dalam Attridge, Harold W.; Hata, Gohei. Eusebius, Christianity, and Judaism. Wayne State University Press. hlm. kenapa yesus disebut kristus. ISBN 0814323618. • ^ Benedetto, Robert (2006). The New Westminster Dictionary of Church History.

Westminster John Knox Press. hlm. 51–53. ISBN 978-0-664-22416-5. • ^ Schaff, Phillip (1 Juli 2006). History of the Christian Church,8 volumes, 3rd edition. Massachusetts: Hendrickson Publishers. ISBN 9781565631960. • ^ Philip Schaff commenting on Irenaeus, wrote, 'This censure of images as a Gnostic peculiarity, and as a heathenish corruption, should be noted'. Footnote 300 on Contr. Her. .I.XXV.6. ANF • ^ Synod of Elvira, 'Pictures are not to be placed in churches, so that they do not become objects of worship and adoration', AD 306, Canon 36 • ^ a b "Icons." Cross, F.

L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New Kenapa yesus disebut kristus Oxford University Press. 2005 • ^ Bigham, Steven (1995). The image of God the Father in Orthodox theology and iconography.

St Vladimir's Seminary Press. hlm. 226–227. ISBN 978-1-879038-15-8. • ^ a b c "Crucifix." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005 • ^ a b c d "Creche." Encyclopædia Britannica Online.

Diakses pada 16 Maret 2015. • ^ Michalski, Sergiusz (1993). Reformation and the Visual Arts. Routledge. hlm. 195. ISBN 978-1-134-92102-7. • ^ Payton, James R. (2007). Light from the Christian East: An Introduction to the Orthodox Tradition. InterVarsity Press. hlm. 178–179. ISBN 978-0-8308-2594-3. • ^ Williams, Rowan (2003). The Dwelling of the Light: Praying with Icons of Christ. Wm. B.

Eerdmans Publishing. hlm. 83. ISBN 978-0-8028-2778-4. • ^ Wojtyła, Karol J. "General audience 29 October 1997". Vatican Publishing House. Diakses tanggal 20 April 2013. • ^ Ratzinger, Joseph A. "General audience 6 May 2009". Vatican Publishing House. Diakses tanggal 20 April 2013. • ^ Doninger 1999, hlm. 231. • ^ Casiday, Augustine (2012). The Orthodox Christian World.

kenapa yesus disebut kristus

Routledge. hlm. 447. ISBN 978-0-415-45516-9. • ^ Levine 2006, hlm. 24-25. • ^ a b Helmut Koester Introduction to the New Testament, Vol. 1: History, Culture, and Religion of the Hellenistic Age.

Berlin: de Gruyter Press, 1995 p 382 • ^ Flavius Josephus, The Jewish War Book VII, section 1.1" • ^ Margaret M. Mitchell "The Cambridge History of Christianity, Volume 1: Origins to Constantine" Cambridge University Press 2006 p 298 • ^ Dillenberger 1999, hlm.

5. • ^ Thurston, Herbert (1913). " Holy Nails". Dalam Herbermann, Charles. Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. • ^ Delaney, Sarah (24 Mei 2010). "Shroud exposition closes with more than 2 million visits". Catholic News Service. • ^ Wojtyła, Karol J. (24 Mei 1998). "Pope John Paul II's address in Turin Cathedral". Vatican Publishing House. • ^ Squires, Nick (3 Mei 2010). "Pope Benedict says Shroud of Turin authentic burial robe of Jesus". Christian Science Monitor.

• ^ Nickell, Joe (2007). Relics of the Christ. University Press of Kentucky. hlm. 191. ISBN 978-0-8131-3731-5. • ^ Habermas, Gary R. "Shroud of Turin." The Encyclopedia of Christian Civilization (2011).

doi: 10.1002/9780470670606.wbecc1257 • ^ Ball, P. (2008). "Material witness: Shrouded in mystery". Nature Materials. 7 (5): 349. doi: 10.1038/nmat2170. PMID 18432204. Bibliografi • Blomberg, Craig L. (2009). Jesus and the Gospels: An Introduction and Survey. B&H Publishing Group.

ISBN 978-0-8054-4482-7. • Boring, M. Eugene; Craddock, Fred B. (2004). The people's New Testament commentary. Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-22754-8. • Brown, Raymond E. (1988). The Gospel and Epistles of John: A Concise Commentary. Liturgical Press. ISBN 978-0-8146-1283-5. • Brown, Raymond E. (1997). An Introduction to the New Kenapa yesus disebut kristus. Doubleday. ISBN 978-0-385-24767-2. • Carter, Warren (2003). Pontius Pilate: portraits of a Roman governor.

Liturgical Press. ISBN 978-0-8146-5113-1. • Chilton, Bruce; Evans, Craig A. (1998). Studying the Historical Jesus: Evaluations of the State of Current Research. Brill. ISBN 978-90-04-11142-4. • Cox, Steven L.; Easley, Kendell H (2007). Harmony of the Gospels. B&H Publishing Group. ISBN 978-0-8054-9444-0. • Kenapa yesus disebut kristus, John D.; Watts, Richard G. (1999). Who Is Jesus?: Answers to Your Questions About the Historical Jesus.

Kenapa yesus disebut kristus John Knox Press. ISBN 978-0-664-25842-9. Crossan is a prominent figure in contemporary historical Jesus research, particularly in advancing the unorthodox view that Jesus was more of a Cynic sage than an apocalyptic prophet. [1] • Dickson, John (2008). Jesus: A Short Life. Kregel Publications.

ISBN 978-0-8254-7802-4. • Dillenberger, John (1999). Images and Relics : Theological Perceptions and Visual Images in Sixteenth-Century Europe: Theological Perceptions and Visual Images in Sixteenth-Century Europe. Oxford University Press.

ISBN 978-0-19-976146-3. • Donahue, John R.; Harrington, Daniel J. (2002). The Gospel of Mark. Liturgical Press. ISBN 978-0-8146-5804-8. • Doninger, Wendy (1999). Merriam-Webster's Encyclopedia of World Religions. Merriam-Webster. ISBN 978-0-87779-044-0. • Dunn, James D.G. (2003). Jesus Remembered. Wm. B. Eerdmans Publishing. ISBN 978-0-8028-3931-2. • Dunn, James D. G. (2013). The Oral Gospel Tradition. Wm. B. Eerdmans Publishing.

hlm. 290–291. • Eddy, Paul R.; Boyd, Gregory A. (2007). The Jesus legend: a case for the historical reliability of the synoptic Jesus tradition. Baker Academic. ISBN 978-0-8010-3114-4. • Erickson, Millard J. (2001). The Concise Dictionary of Christian Theology. Baker Books. hlm. 95. • Ehrman, Bart (1999). Jesus: Apocalyptic Prophet of the New Millennium. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-983943-8.

• Evans, Craig A. (2003). The Bible Knowledge Background Commentary: Matthew-Luke. David C. Cook. ISBN 978-0-7814-3868-1. • Evans, Craig A. (2005). The Bible Knowledge Background Commentary: John's Gospel, Hebrews-Revelation. David C. Cook. ISBN 978-0-7814-4228-2. • Evans, Craig A. (2012). Jesus and His World: The Archaeological Evidence.

Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-23413-3. • France, R. T. (2007). The Gospel of Matthew. Wm. B. Eerdmans Publishing. ISBN 978-0-8028-2501-8. • Freedman, David N. (2000). Eerdmans Dictionary of the Bible. Amsterdam University Press.

ISBN 978-0-8028-2400-4. • Funk, Robert W.; Hoover, Roy W. (1993). The Five Gospels. Harper. • Garrett, James L. (2014). Systematic Theology, Volume 2, Second Edition: Biblical, Historical, and Evangelical. Wipf and Stock Publishers. hlm. 766. • Green, Joel B.; McKnight, Scot; Marshall, I. Howard (1992). Dictionary of Jesus and the Gospels. InterVarsity Press. hlm. 442. ISBN 978-0-8308-1777-1. • Grudem, Wayne (1994). Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine.

Grand Rapids, MI: Zondervan. ISBN 978-0-310-28670-7. • Harris, Stephen L. (1985). Understanding the Bible. Mayfield. • Hezser, Catherine (1997). The Social Structure of the Rabbinic Movement in Roman Palestine. • Houlden, J. Leslie (2006). Jesus: the complete guide.

Continuum. ISBN 978-0-8264-8011-8. • Hoekema, Anthony A. (1994). The Bible and the Future. Eerdmans Publishing. • Köstenberger, Andreas J.; Kellum, L. Scott; Quarles, Charles L (2009). The Cradle, the Cross, and the Crown: An Introduction to the New Testament. B&H Publishing Group. ISBN 978-0-8054-4365-3. • Lee, Dorothy A. (2004). Transfiguration. Continuum. ISBN 978-0-8264-7595-4. • Levine, Amy-Jill (2006). "Introduction".

Dalam Levine, Amy-Jill; Allison, Dale C.; Crossan, John D. The Historical Jesus in Context. Princeton Univ Press. ISBN 978-0-691-00992-6. • Licona, Michael R. (2010). The Resurrection of Jesus: Kenapa yesus disebut kristus New Historiographical Approach. InterVarsity Press. ISBN 978-0-8308-2719-0.

• Maier, Paul L. (1989). "The Date of the Nativity and Chronology of Jesus". Dalam Finegan, Jack; Vardaman, Jerry; Yamauchi, Edwin M. Chronos, kairos, Christos: nativity and chronological studies. Eisenbrauns. ISBN 978-0-931464-50-8. • Majerník, Ján; Ponessa, Joseph; Manhardt, Laurie W. (2005). The Synoptics: Matthew, Mark, Luke. Emmaus Road Publishing. ISBN 978-1-931018-31-9.

• McGrath, Alister E. (2006). Christianity: An Introduction. John Wiley & Sons. hlm. 4–6. ISBN 978-1-4051-0899-7. • Meier, John P. (2006). "How do we decide what comes from Jesus".

Dalam Dunn, James D.G.; McKnight, Scot. The Historical Jesus in Recent Research. Eisenbrauns. ISBN 978-1-57506-100-9. • Mills, Watson E.; Bullard, Roger A. (1998). Mercer dictionary of the Bible. Mercer University Press. ISBN 978-0-86554-373-7. • Morris, Leon (1992). The Gospel according to Matthew. Wm. B. Eerdmans Publishing. ISBN 978-0-85111-338-8. • Niswonger, Richard L. (1992). New Testament History. Zondervan. ISBN 978-0-310-31201-7.

• Pannenberg, Wolfhart (1968). Jesus—God and Man. S.C.M. Press. ISBN 978-0-334-00783-8. • Powell, Mark A. (1998). Jesus as a Figure in History: How Modern Historians View the Man from Galilee. Westminster John Knox Press.

ISBN 978-0-664-25703-3. • Rahner, Karl (2004). Encyclopedia of theology: a concise Sacramentum mundi. Continuum. ISBN 978-0-86012-006-3. • Rausch, Thomas P. (2003). Who is Jesus?: an introduction to Christology. Liturgical Press. ISBN 978-0-8146-5078-3. • Redford, Douglas (2007). The Life and Ministry of Jesus: The Gospels. Standard Publishing. ISBN 978-0-7847-1900-8. • Reed, Jonathan L.

(2002). Archaeology and the Galilean Jesus: a re-examination of the evidence. Continuum. ISBN 978-1-56338-394-6. • Sanders, Ed P. (1993). The Historical Figure of Jesus. Allen Lane Penguin Press. ISBN 978-0-7139-9059-1. Sanders is a prominent scholar in contemporary historical Jesus research, particularly for contributing to the mainstream view that Jesus founded a renewal movement within Judaism. [1] • Stanton, Graham (2002).

The Gospels and Jesus. Oxford University Press. ISBN 978-0-521-00802-0. • Theissen, Gerd; Merz, Annette (1998). The Historical Jesus : a Comprehensive Guide. Fortress Press. ISBN 978-1-4514-0863-8. • Theissen, Gerd; Winter, Dagmar (2002). The Quest for the Plausible Jesus: The Question of Criteria. Westminster John Knox Press.

kenapa yesus disebut kristus

ISBN 978-0-664-22537-7. • Twelftree, Graham H. (1999). Jesus the miracle worker: a historical & theological study. InterVarsity Press. ISBN 978-0-8308-1596-8. • Van Voorst, Robert E (2000). Jesus Outside the New Testament: An Introduction to the Ancient Evidence. Eerdmans Publishing. ISBN 978-0-8028-4368-5. • Vine, William E. (1940). Expository Dictionary of New Testament Words.

Fleming H. Revell Company. ISBN 978-0-916441-31-9. • Vermes, Geza (1981). Jesus the Jew: A Historian's Reading of the Gospels. Philadelphia: First Fortress. ISBN 0-8006-1443-7. • Vermes, Geza (2003). The Authentic Gospel of Jesus. London: Penguin. ISBN 014100360X. • Walvoord, John F.; Zuck, Roy B. (1983). The Bible Knowledge Commentary: New Testament. David C. Cook. ISBN 978-0-88207-812-0. • Wilhelm, Joseph (1911). "The Nicene Creed". The Catholic Encyclopedia.

11. Robert Appleton Company. • Witherington, Ben (1997). The Jesus Quest: The Third Search for the Jew of Nazareth. InterVarsity Press. ISBN 978-0-8308-1544-9. Pranala luar • Peta interaktif pelayanan Yesus • Yesus di Curlie (dari DMOZ) • (Latin) (Inggris) Perkataan Lengkap Yesus Kristus • (Inggris) Karya atau profil mengenai Yesus di perpustakaan (katalog WorldCat) • Kelahiran • Natal • Maria • Yusuf • Saudara-saudara Yesus • Masa kanak-kanak • Tahun-tahun tak diketahui • Baptisan • Pencobaan • Rasul • pemilihan • Pelayanan • Hukum Kasih • Mukjizat • Transfigurasi • Tunawisma • Doa • Sengsara • Perjamuan Malam • Penangkapan • Pengadilan • Yesus memanggul salib • Penyaliban dan kematian • Tujuh Perkataan Salib • Penguburan • Penurunan dari salib • Kebangkitan • Paskah • Penampakan • Kenaikan • Amanat Agung Pengajaran • Injil • Matius • Markus • Lukas • Yohanes • Harmoni Injil • Tradisi Injil kenapa yesus disebut kristus • Yesus dalam PB • Kenapa yesus disebut kristus belakang sejarah PB • Tempat-tempat terkait • Lima amanat/khotbah Yesus dalam Injil Matius • Kotbah di Bukit • Kotbah tentang penginjilan • Kotbah dalam bentuk perumpamaan • Kotbah tentang gereja • Kotbah di atas Bukit Zaitun Budaya Kelahiran Yesus · Yesus · Pemberitahuan kepada Maria · Maria · Mimpi Yusuf · Yusuf · Malaikat Gabriel · Pemberitahuan kepada para gembala · Penyembahan para gembala · Orang majus · Penyembahan para majus · Bintang Natal · Raja Herodes · Pembunuhan anak-anak di Betlehem · Santo Nikolas · Epifani · Adven · Puasa Natal Cerita rakyat Yesus Kristus ( Minggu Sengsara · Perjamuan Malam · Penangkapan · Penyaliban/Kematian · Penguburan) · Masa Prapaskah ( Rabu Abu) · Masa Prapuasa Agung · Puasa Agung · Pekan Suci · Minggu Palma · Triduum Paskah ( Kamis Putih · Jumat Agung · Doa Jumat Agung · Sabtu Suci · Kebaktian Malam Paskah) · Masa Paskah · Pekan Paskah ( Minggu Paskah · Senin Paskah · Selasa Paskah · Rabu Paskah · Kamis Paskah · Jumat Paskah · Sabtu Paskah) · Oktaf Paskah · Pertengahan Pentakosta · Asensi · Pentakosta · Minggu Trinitas · Puasa Para Rasul · Salam Paskah Tradisi • Alfeus • Barabas • Bartimeus • Hana • Hanas • Kayafas • Kleopas • Iblis • Elisabet • Gabriel • Lazarus • Malkhus • Markus • Marta • Maria Magdalena • Maria ibu Yesus • Maria saudari Marta • Maria (isteri Klopas) • Nikodemus • Nikodemus ben Gurion • Salome (murid Yesus) • Simeon • Simon dari Kirene • Simon orang Farisi • Simon ( saudara Yesus) • Simon si kusta • Susana • Teofilus • Yairus • Yakobus Muda ( saudara Yesus) • Yohana (isteri Khuza) • Yohanes Pembaptis • Yusuf ( saudara Yesus) • Yudas ( saudara Yesus) • Yusuf (suami Maria) • Yusuf Arimatea • Zakheus • Zakharia • Zebedeus Tidak bernama • Portal Kristen • Buku • Kategori Portal Akses topik terkait • Portal Kristen • Portal Islam • Portal Agama Temukan informasi lain di proyek saudari Wikimedia • Berkas dan media dari Commons • Definisi dari Wiktionary • Buku teks dari Wikibooks • Kutipan dari Wikiquote • Teks sumber dari Wikisource • Sumber pembelajaran dari Wikiversity • Data dari Wikidata Kategori tersembunyi: • Artikel yang memuat teks dari 1913 Catholic Encyclopedia dengan rujukan Wikisource • Pemeliharaan CS1: Menggunakan parameter penyunting • Halaman yang menggunakan pranala magis ISBN • Halaman Wikipedia yang dilindungi sebagian tanpa batas waktu • Articles with hCards • Artikel mengandung aksara Yunani • Artikel mengandung aksara Yunani Kuno • Artikel mengandung aksara non-Indonesia • Artikel mengandung aksara Ibrani • Artikel berpranala Curlie • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda BNE • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda LNB • Artikel Wikipedia dengan penanda NDL • Artikel Wikipedia dengan penanda NKC • Artikel Wikipedia dengan penanda NLA • Artikel Wikipedia dengan penanda NLG • Artikel Wikipedia dengan penanda NLI • Artikel Wikipedia dengan penanda NSK • Artikel Wikipedia dengan penanda PLWABN • Artikel Wikipedia dengan penanda RSL • Artikel Wikipedia dengan penanda SELIBR • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz • Artikel Wikipedia dengan penanda RISM • Artikel Wikipedia dengan penanda RERO • Artikel Wikipedia dengan penanda SNAC-ID • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda TDVİA • Artikel Wikipedia dengan penanda Trove • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Artikel Wikipedia dengan penanda ganda • Artikel pilihan • Semua artikel pilihan • Halaman ini terakhir diubah pada 18 April 2022, pukul 02.05.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • • Yesus Kristus, Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia. Setelah kita melihat pembuktian tentang keberadaan Tuhan yang Satu, maka sekarang kita akan meneliti tentang Tuhan, seperti yang diimani oleh agama-agama yang percaya akan satu Tuhan, yaitu: Kristen, Islam, dan agama Yahudi adalah tiga agama yang percaya akan satu Tuhan.

Yang paling membedakan antara kedua agama monotheism yang lain dengan Kristen adalah figur “Yesus”. Dapat dikatakan, bahwa agama Kristen bukanlah agama yang berdasarkan buku, namun berdasarkan sosok Pribadi, yaitu Yesus Kristus. Untuk menjawab mengapa orang Kristen percaya kepada Yesus Tuhan, kita tidak bisa hanya mendasarkan argumen pada filosofi yang berdasarkan atas pemikiran manusia, sebab pikiran manusia itu terbatas sifatnya. Yesus, Tuhan yang dilahirkan sebagai manusia, tidak dapat diterangkan dengan pemikiran manusia semata, namun harus digabungkan dengan iman.

((Trinitas, inkarnasi, surga, dll., adalah sesuatu di luar kemampuan dan jangkauan manusia. Manusia dapat mengetahui semua ini, karena Tuhan sendiri yang memberikan pengetahuan kepada manusia. Tanpa pemberitahuan Tuhan, tidak mungkin manusia menjangkau hal-hal ini.)) Filosofi dapat membantu untuk menerangkan bahwa iman itu adalah “hal yang sudah selayaknya”.

Di sini kita dapat menggunakan “ argument of fittingness“, maksudnya adalah untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang dinyatakan oleh Tuhan adalah memang sudah seharusnya atau selayaknya terjadi. Membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan: Argumen dari prinsip kesempurnaan mahluk berakal budi. Yesus Kristus hanya dapat dijelaskan dalam hubungan-Nya dengan Allah, yaitu Allah yang mempunyai tiga Pribadi. Allah adalah Pribadi yang Maha sempurna, sedangkan manusia disebut sempurna karena turut mengambil bagian di dalam kesempurnaan Allah.

Kesempurnaan manusia disebabkan karena manusia adalah juga mahluk pribadi atau “ personal being,” yang mempunyai kemampuan untuk mengasihi, memberikan dirinya kepada orang lain, dan juga mempunyai kemampuan untuk berkumpul dengan sesama. Kalau hal ini benar untuk manusia di tingkat kodrati, maka di tingkat adikodrati, juga ada kebenaran yang sama di dalam tingkatan yang paling sempurna. Dengan demikian, Tuhan tidak mungkin adalah Tuhan yang sendirian, namun “keluarga Tuhan”, di mana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud dengan sempurna.

Argumen dari definisi kasih Kasih tidak mungkin berdiri sendiri, sebab kasih selalu melibatkan dua pihak, yaitu pihak yang mengasihi dan pihak yang dikasihi. Sebagai contoh, kasih suami istri barulah lengkap jika suami-istri “ saling” mengasihi. Karena Tuhan adalah kasih yang paling sempurna, maka tidak mungkin Ia tidak mempunyai seseorang yang dapat menjadi saluran kasih-Nya dan juga dapat membalas kasih-Nya dengan derajat yang sama.

Jadi Tuhan itu harus satu, namun Ia bukan Tuhan yang terisolasi sendirian. Orang mungkin berargumentasi, bahwa Tuhan bisa saja satu dan Ia dapat menyalurkan kasih-Nya dan menerima balasan kasih dari manusia.

Namun, hal ini tidaklah mungkin; karena Tuhan tidak mungkin tergantung dari manusia yang kasihnya tidaklah berarti dibandingkan dengan kasih Tuhan. Dengan demikian, sangatlah logis, kalau Tuhan mempunyai “ kehidupan di dalam kenapa yesus disebut kristus interior life,” di mana Ia dapat memberikan cinta-Nya yang sempurna.

Di dalam kehidupan di dalam Diri-Nya inilah ada Yesus Kristus, Allah Putera, yang mempunyai derajat kasih yang sama dengan Allah Bapa. Kegiatan dari Allah Bapa dan Allah Putera adalah mengasihi secara kekal, sempurna, dan tak terbatas, dan buah dari kasih timbal balik ini adalah Roh Kudus. ((Roh Kudus adalah buah dari pertukaran kasih antara Allah Bapa dan Allah Putera. Inilah sebabnya, Pentakosta (diutusnya Roh Kudus) terjadi setelah Yesus wafat, bangkit dan naik ke surga.

Allah Bapa mengasihi Putera-Nya, dan Putera-Nya menunjukkan kasih-Nya dengan sempurna di kayu salib. Buah dari pertukaran dan kasih yang mengorbankan diri inilah yang menghasilkan Roh Kudus. Dalam syahadat iman yang panjang (Nicene Creed), kita melihat pernyataan “….Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera….“)) Dan dengan kematian Yesus di kayu salib, Allah menunjukkan akan adanya bukti kasih yang sempurna, yaitu pemberian diri kepada orang lain.

((John Paul II, Encyclical Letter on The Redeemer Of Man: Redemptor Hominis (Pauline Books & Media, 1979), no. 10 – Paus Yohanes Paulus II menekankan bahwa kasih yang sempurna adalah kasih yang dapat memberikan diri sendiri kepada orang lain. Dengan demikian, adalah “ sesuai atau fitting” bahwa Tuhan, melalui Putera-Nya menjadi contoh yang sempurna tentang bagaimana menerapkan kasih. Hal ini juga membuktikan bahwa Tuhan bukanlah Allah yang sendirian.)) Yesus adalah Tuhan – dibuktikan melalui empat pilihan Salah satu cara untuk membuktikan ke-Allahan Yesus adalah dengan meninjau empat pilihan pandangan sehingga akhirnya kita dapat menentukan pilihan secara logis.

Ketiga pilihan pandangan ini disarikan dari pembuktian menurut C.S. Lewis dalam bukunya “ Mere Christianity“, ((C. S. Lewis, Mere Christianity (Harper One: 2001, p.52: C.S.

Lewis mengatakan bahwa tidaklah mungkin bagi seseorang untuk menjadi Kristen dan menerima semua ajaran moral dari Yesus, tanpa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab dasar kekristenan adalah pengakuan iman akan Yesus Tuhan)).

Maksud pembuktian ini adalah untuk memberikan penjelasan kepada orang-orang – termasuk yang bukan Kristen – yang mungkin berkata, “Saya percaya kepada Yesus hanya sebagai nabi, atau orang yang yang baik, atau sebagai guru moral yang besar, namun saya tidak mau mempercayai Yesus sebagai Tuhan.” Padahal, percaya kepada Yesus tidak bisa setengah-setengah. Mari kita lihat penjabaran CS Lewis berikut ini, yang mungkin terjemahannya dalam bahasa Indonesia terdengar kasar, namun penjabaran ini dibuat agar kita dapat memilih pilihan pandangan yang paling logis: bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan.

Pilihan 1 – Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia Di dalam sejarah manusia, tidak ada manusia yang pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan dan juga mempunyai kemampuan dan kuasa Tuhan. Para nabi dari berbagai agama tidak pernah mengaku bahwa mereka adalah satu ( hypostatic union) dengan Tuhan seperti yang dikatakan dan ditunjukkan oleh Yesus sendiri.

Juga dapat dibuktikan bahwa di masa hidupnya, Yesus melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, sebagai contoh: 1) Yesus mengampuni dosa manusia, seperti yang ditunjukkan dalam cerita penyembuhan orang yang lumpuh (Mat 9:2-8), 2) Yesus menempatkan diri sebagai Pemberi dan Penentu hukum moral, seperti yang ditunjukkan dalam khotbah di bukit (Mat 5:27-28), 3) Yesus juga memberikan peneguhan bahwa Ia dan Allah adalah satu (Yoh 10:30), 4) Yesus juga mengatakan bahwa segala kuasa di bumi dan di surga diberikan kepada-Nya (Mat 28:18); 5) Yesus melakukan banyak mukjizat, dan mukjizat yang terbesar adalah Ia dapat bangkit dari mati (Kis 10:41; 2 Tim 2:8).

Pilihan 2 – Yesus adalah seorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “ madman“) Pilihan ini terdengar ngawur, tetapi C.S Lewis menggunakan istilah demikian untuk menggambarkan keadaan yang bertolak belakang dengan pilihan yang pertama. Kalau yang dikatakan Yesus tidak benar, maka pilihannya adalah Ia tidak waras. Namun di dalam Kitab Suci tidak pernah ada yang mengindikasikan bahwa Yesus adalah seseorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat.

Adalah sangat tidak mungkin, kalau para rasul, para santa dan santo mau mengorbankan nyawa mereka untuk seseorang yang tidak waras. Jadi pilihan ini sebetulnya sangatlah tidak mungkin. Pilihan 3 – Yesus adalah seorang yang lebih buruk dari itu (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “something worse”) Kalau Dia mengaku bahwa diri-Nya adalah Tuhan – padahal bukan – maka dapat disimpulkan bahwa Dia adalah seseorang yang jahat.

Namun untuk mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah seorang yang jahat juga adalah tidak mungkin, karena semua yang dilakukan Kristus adalah hal- hal yang baik, dan ajaran moral yang disampaikan kepada manusia adalah begitu sempurna dan tidak ada duanya dibandingkan dengan ajaran agama manapun. Mahatma Gandhi-pun begitu mengagumi Yesus, terutama ajaran-Nya tentang khotbah di bukit. Jadi pilihan ini juga tidak mungkin.

Pilihan 4 – Cerita tentang Yesus adalah kebohongan belaka Ada beberapa pandangan dari agama lain yang mengatakan bahwa Yesus dijadikan Tuhan oleh manusia – yaitu oleh para murid dan pengikut-Nya dan juga pada zaman Konstantinopel, di Konsili Niceae (325). Pandangan ini sesungguhnya merupakan pandangan di abad- abad ini, yang bermaksud memisahkan antara Yesus menurut sejarah ( Jesus of History) dan Kristus menurut iman ( Christ of faith), seolah keduanya tidak sama. Namun pernyataan ini sangatlah tidak mendasar, sebab tidak sesuai dengan pernyataan para murid Kristus yang menjadi para saksi langsung akan kehidupan Kristus, penderitaan, wafat, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga.

Padahal adalah lebih logis jika kita mempercayai kesaksian mereka yang hidup pada zaman Kristus; daripada perkiraan mereka yang hidup berabad- abad sesudah zaman Yesus. Pernyataan para murid, termasuk St.

Paulus, dibuat sekitar beberapa tahun setelah Yesus wafat, sehingga dapatlah diyakini kebenarannya. [Bayangkan kalau misalkan ada banyak tulisan bahwa di Jakarta tidak pernah terjadi banjir.

Dan berita ini terus diberitakan di dalam koran, televisi, dll. Tentu saja ini berita yang tidak benar, dan orang-orang yang mengalami kebanjiran akan protes dan membuat surat pernyataan, demo, yang menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar]. Nyatanya, pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan, yang disaksikan oleh banyak orang – yang mengalami kehidupan Yesus – tidak mengundang protes atau tulisan yang menyanggahnya pada masa itu.

Sejarah tidak menemukan tulisan asli abad awal yang menyanggah tentang kebangkitan Kristus. Jadi, kesimpulannya: Yesus sungguh bangkit; dan kebangkitan-Nya adalah sesuatu yang nyata dan bukan karangan para murid-Nya. Jadi kemungkinan bahwa Yesus adalah kebohongan belaka, juga sangatlah tidak mungkin.

Kalau pilihan yang ke- 2,3, dan 4 adalah tidak mungkin, maka hanya pilihan yang pertama saja yang mungkin, yaitu “ Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia.” Pembuktian indah dari seorang kepala Rabi Yahudi yang menjadi Katolik Pembuktian yang indah tentang ke-Tuhan-an Yesus ditulis juga di dalam buku autobiografi Eugenio Zolli, kepala rabi Yahudi pada masa Perang Dunia ke-2.

Zolli kemudian menjadi Katolik pada tahun 1945. Di Polandia, dia sering kenapa yesus disebut kristus rumah teman sekolahnya yang bernama Stanislaus, yang beragama Katolik. Di dinding rumah itu tergantung salib kayu yang sederhana. Eugenio mengatakan dalam bukunya: “Sering – aku tidak tahu kenapa – aku akan menatap salib itu dan memandang cukup lama pada “seseorang” yang tergantung di salib itu. Sejujurnya, permenungan ini selalu diikuti oleh gejolak di dalam jiwaku.

Mengapa orang ini disalibkan? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Apakah dia orang jahat? …. Mengapa banyak orang mengikuti dia, kalau dia jahat dan mengapa temanku dan ibunya yang juga mengikuti dia adalah orang-orang yang baik? Bagaimana bahwa Stanislaus dan ibunya begitu baik dan mereka menyembah dia yang disalibkan ini?

Dia tidak mengeluh, dia tidak melawan. Di wajah-nya tidak ada ekspresi kebencian ataupun kemarahan….Tidak. Dia, Yesus, orang itu – sekarang menjadi “ Dia” untukku dengan huruf besar “ D.” Dia tidak jahat. Dia tidak mungkin jahat…. Satu hal yang kutahu dengan pasti: “ Dia sungguh baik“.

((Eugenio ZolliBefore the Dawn (New York: Sheed and Ward, 1954) p.24-25)) Pembuktian Gamaliel, dari Kisah Para Rasul. Di Kisah Para Rasul (Kis 5:26-42), Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati, menasehati orang banyak agar mempertimbangkan perbuatan terhadap pengikut Yesus (Petrus dan rasul-rasul lainnya).

Sebab, di waktu yang lalu, setelah kematian Teudas yang mengaku sebagai orang yang istimewa, 400 pengikutnya tercerai berai dan kemudian lenyap. Jadi jika perbuatan para murid Kristus hanya berasal dari manusia, mereka pasti akan lenyap dengan sendirinya.

Namun jika dari Allah, semua itu tidak dapat dilawan. Kenyataan bahwa sampai sekarang, setelah 2000 tahun dari kejadian itu, para pengikut Kristus masih bertahan di dalam Gereja Katolik, membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan ajaran-Nya adalah dari Allah. Yesus adalah Tuhan – melalui “Motif yang meyakinkan / Motive of credibility” Motif 1: Nubuat Motif pertama adalah nubuat.

Artinya kedatangan Kristus telah diberitakan sebelumnya yaitu beribu-ribu tahun sebelum kedatangan-Nya, melalui masa persiapan yang panjang. ((Kita bisa melihat bahwa Tuhan mempersiapkan perjanjian yang mengarah kepada Inkarnasi Yesus Kristus. Perjanjian Allah dengan manusia dimulai dari: 1) Adam dan Hawa (tingkatan pribadi), 2) Nabi Nuh (tingkatan keluarga), 3) Abraham (pada tingkatan suku), 4) Israel (pada tingkatan bangsa); 5) dan kemudian mencapai puncaknya dengan kedatangan Yesus yang mengikat perjanjian Allah dengan seluruh bangsa manusia.

Jadi, bangsa Yahudi adalah menjadi bukti persiapan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini.)) Adalah sangat logis, kalau kedatangan Yesus untuk misi keselamatan seluruh umat manusia dipersiapkan dengan matang, dan dengan tanda-tanda, sehingga orang tidak sampai salah mengerti.

Kita bisa mengambil contoh: Kalau beberapa orang di tingkat direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi – semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, dan ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan kenapa yesus disebut kristus para pembuat mobil tersebut.

Kita dapat menerapkan prinsip ini kepada hal persiapan Yesus datang ke dunia ini, yang sudah diberitakan beribu-ribu tahun sebelumnya. Bahkan kitab Yesaya yang ditulis sekitar 700 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, dapat secara persis menggambarkan tentang Kristus yang menderita (lih. Yes 53). Nabi Yesaya dapat menggambarkan secara persis apa yang akan dialami oleh Kristus, karena dia mendapatkan pengetahuan dari Tuhan sendiri.

Bahwa di dalam sejarah, semua nubuat itu terpenuhi di dalam diri Yesus, menjadi bukti akan kebenaran bahwa yang dinubuatkan adalah benar, yaitu: Yesus sungguh- sungguh datang dari Allah dan Yesus adalah Allah. Juga, Tuhan ingin memberitahukan kepada manusia tentang Mesias jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saat penggenapannya, manusia dapat mengenali Mesias yang dijanjikan.

Inilah yang membedakan antara Yesus dengan tokoh-tokoh dalam agama yang lain. Tokoh-tokoh dalam agama lain tidak pernah dinubuatkan sebelumnya, namun Yesus telah dinubuatkan secara konsisten oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 1500 tahun.

Motif 2 – Mukjizat Motif ke-2 adalah mukjizat. Kita kenapa yesus disebut kristus melihat di dalam Alkitab, bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjizat, yang membuktikan bahwa Dia adalah sungguh Putera Allah, sekaligus juga yang memberikan konfirmasi akan kebenaran semua ajaran-Nya. Yesus menyembuhkan orang buta (Mat 9:27-31), orang bisu (Mat 9:32-35), orang tuli (Mk 7:31-37), orang lumpuh (Mat 9:1-8), bahkan membangkitkan orang mati (Yoh 11:1-46).

Yesus juga mengatakan, “ …. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:37-38). Di atas semua itu, mukjizat terpenting adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mar 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8).

Mungkin ada banyak orang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Namun orang tersebut pada akhirnya wafat dan tidak dapat bangkit dengan kekuatan sendiri. Namun Yesus menunjukkan bahwa Ia mempunyai kuasa di atas segalanya, termasuk kematian. Hanya Tuhanlah yang dapat melakukan hal ini. Motif 3 – Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus Keberadaan Gereja Katolik, Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri, menjadi bukti akan janji-Nya sebagai Allah untuk melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (lih.

Mat 16:18) di bawah kepemimpinan Rasul Petrus dan juga para penerusnya, yaitu para paus. Sudah begitu banyak percobaan yang dialami oleh Gereja Katolik, baik dari dalam maupun dari luar Gereja. Namun sesuai dengan janji Kristus, Gereja Katolik tetap bertahan dalam mengajarkan kebenaran yang penuh, dan ditandai dengan ciri-ciri: satu, kudus, katolik, dan apostolik.

(lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan – Bagian 1 – silakan klik). Kesimpulan Dari semua pembuktian tersebut di atas, secara filosofis – yaitu dengan “ argument of fittingness,” kita dapat menyimpulkan bahwa adalah sudah sepantasnya bahwa Yesus menjelma menjadi manusia untuk keselamatan seluruh umat manusia.

Pembuktian “ empat pilihan” membuat kita melihat bahwa kemungkinan yang paling logis adalah Yesus adalah sungguh Putera Allah. Kisah Eugenio Zolli membuktikan bahwa seseorang yang tadinya tidak mengenal Kristus, akan dapat mengenal dan menjadi pengikut Kristus, kalau ia melihat kesaksian hidup dari para pengikut Kristus, dalam hal ini adalah Stanislaus dan ibunya.

Gamaliel semakin memperkuat argumen “ motive of credibility“, karena fakta menunjukkan bahwa pengikut Kristus ada dan berkembang terus sampai saat ini, sehingga tidak mungkin Kristus dan ajaran-Nya hanya semata dari manusia. Pembuktian dari “ motive of credibility” semakin meyakinkan kita bahwa Yesus adalah Putera Allah yang sudah dijanjikan, yang mampu melakukan mukjizat-mukjizat, dan keberadaan Gereja Katolik selama 2000 tahun menjadi tanda mukjizat yang terbesar setelah mukjizat kebangkitan Tuhan Yesus.

Semoga Tuhan sendiri menuntun mereka, yang belum mengenal dan percaya kepada Kristus dan yang sedang mencari kebenaran, agar dapat menemukan kebenaran itu sendiri, yaitu Kristus Yesus (lih. Yoh 14:6). Bagi yang sudah mengenal Kristus, mari kita mencontoh kehidupan para kudus, dan juga Stanislaus dan ibunya. Kekudusan akan membuat kita menjadi saksi Kristus yang hidup dan membawa orang untuk mengenal dan mengasihi Kristus. Dan di dalam proses pencarian kebenaran untuk mengikuti Kristus, silakan membaca artikel: Mengapa kita memilih Gereja Katolik.

Saya akan menjawab pertanyaan dari manusia manusia yang tidak percaya bahwa Yesus adalah sungguh sungguh Allah dan sungguh sungguh manusia, tanpa menggunakan dasar Alkitab, tetapi dari realita dan juga terkait kenapa yesus disebut kristus yang begitu maju dan pesat….

Ada satu kesamaan antara Allah dengan manusia,…., dan munusia dengan robot…. yaitu Jika robot dapat memahami manusia secara utuh dan sempurna maka dia bukanlah manusia, Santo Agustinus mengatakan bahwa jika manusia bisa memahami Allah secara utuh maka dia bukanlah Allah…. katakanlah 50 – 100 tahun kemudian robot bisa melakukan pekerjaan yang di lakukan oleh manusia dan kemampuan otak robot yang begitu canggih….

kemudian robot … Read more » @hamba Allah, Saya hanya ingin Anda konsisten dengan keyakinan Anda. Anda dan umat Islam selalu bilang bahwa Allah itu maha besar (Allahhu akbar). Kemahabesaran Allah itu tidak terhingga, juga tidak dibatasi oleh pola pikir manusia (manusia berpikir dangkal bahwa Allah tidak mungkin jadi manusia).

Karenanya sangat masuk akal dengan tabik Allah maha besar, kalau Allah yang maha besar dan maha kasih itu mau menjadi manusia, agar bisa menebus dosa manusia. Karena yang bisa menebus dosa manusia hanyalah Allah yang sekaligus manusia karena Ia dapat mewakili manusia dan sekaligus mewakili Allah.

Dosa manusia melawan Allah yang tidak terbatas itu menjadikan dosa … Read more » terserah kalian “agamamu unukmu dan agamaku untuku” tapi janganlah mencomot ayat AL-QUR’AN sana sini dan dicocokan dengan agamamu.disaat kalian bilang “jesus adalah ALLAH” maka kalian suduh keluar dari agama TAUHID (ALLAH itu ESA) “katakanlah: dia lah ALLAH,Yang Maha Esa,ALLAH Tuhan Bergantung Segala Sesuatu,DIA tiada beranak dan tidak pula diperanakan,dan tiada zatpun yang setara dengan DIA” inilah dalil dari KITABku “jesus/isa.As hanya manusia utusanNYA” sedangkan dalil kitabmu sudah tidak bisa diabsah kan lagi (82% bukan dari ISA.AS) Submitted on 2014/11/17 at 4:21 am pakar kriten/kristolog berkumpul untuk mengkaji injil dan hasilnya 82% isi injil bukan dari jesus/isa.as tapi kenapa kalian masih … Read more » Ini kesaksian saya : Saya dilahirkan dari keluarga Muslim yang taat.

Ayah & Ibu saya keduanya telah menunaikan Ibadah Haji ditanah suci. Saudara-saudara saya semuanya Muslim. Sampai usia 52 tahun, saya seorang Muslim yang telah mengamalkan 4 dari 5 Rukun Islam (1 Rukun Islam yang belum sempat saya laksanakan : saya belum menunaikan ibadah haji). Dulu saya kenapa yesus disebut kristus yang sangat “Antrikrist” yang menganggap agama saya yang paling baik dan paling benar, disamping itu saya sering menghalangi orang untuk pergi beribadah ke gereja, bahkan saya pernah menyobek-nyobek Al Kitab dihadapan pemeluk Kristen.

. Itu dulu !!! Saya heran, pada 2 tahun … Read more » Romo pembimbing: Rm. Prof. Kenapa yesus disebut kristus. B.S. Mardiatmadja SJ. - Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. - Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD - Bidang OMK: Rm.

Yohanes Dwi Harsanto, Pr. - Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. kenapa yesus disebut kristus Pembimbing teologis: Dr.

Lawrence Feingold, S.T.D. - Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.- Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL - Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC -Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti - Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S. @Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved.

Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus.
Jawaban: Ada beberapa alasan mengapa Yesus Kristus layak disebut sebagai Tuhan. 1. Karena Yesus sudah ada sejak kekekalan. * Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Yohanes 1:1-3). * Anak Manusia (Yesus Kristus) telah turun dari sorga (Yoh.

3:13). * Yesus sudah ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia (Kolose 1:17). 2. karena Yesus berkuasa di bumi dan di sorga. * Kepada Yesus telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius 28:17-18). * Yesus diatas semuanya (Yohanes 3:31). * Yesus kepala segala sesuatu baik yang di sorga maupun di bumi (Efesus 1:10).

* Yesus telah menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia baik di bumi maupun di sorga (Kolose 1:16). * Yesus memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga (Kolose 1:20).

3. Karena Yesus melakukan dan memiliki berbagai tindakan keilahian, misalnya: * Dalam PL, Allah Mengampuni dosa (Yeremia 31:34; Mikha 7:18; Markus 1:4; Markus 2:7; Lukas 5:21). Dalam PB, Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa (Matius 9:6; Markus 2:10; Lukas 5:24; Lukas 7:49). * Dalam PL, Allah mentahirkan segala kesalahan mereka (Yeremia 33:8), Dalam PB, Yesus menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9).

* Dalam PL, Allah adalah hakim yang adil dan setia (Kejadian 31:53; Mazmur 7:11), Allah sendiri hakim (Mazmur 50:6; 75:7; 82:1,8; Yezkhiel 34:20) Allah menghakimi orang yang hidup dan mati (Ibr.12:23).

Dalam PB, Yesus datang kedua kedua kalinya sebagai hakim baik bagi orang hidup maupun orang mati (Yohanes 9:39; Kis. 10: 42; Roma 2:16; 2 Timotius 4:1; Yohanes 5:27). * Dalam PL, Allah menciptakan alam semesta (Kejadian 1:1).

Dalam PB, Yesus ikut ambil bagian juga dalam penciptaan alam semesta (Kolose 1:16-17). 4. Yesus memiliki karakter ilahi seperti tidak bercacat dan tidak bercela. Perkataannya tergenapi misalkan perkataan Yesus tentang Petrus yang akan menyangkal Yesus. 5. Karena Yesus sendiri menyebut diriNya adalah Allah (Yoh. 13:13-14). 6. Karena Yesus menyamakan diriNya dengan Allah (Yoh. 10:30; Tulisan Terakhir • EDISI PASKAH : JAM BERAPA YESUS DISALIBKAN?

1 Mei 2022 • Apakah Yesus itu Isa Al-Masih? 30 April 2022 • Bukti-bukti Yesus Kristus sungguhan disalib, mati dan dikuburkan? 29 April 2022 • kok cuma manusia aja dan jadi manusia aja Tuhan di turunkan? apa karna manusia berdosa? bicara dosa maka iblis setan pun kenapa yesus disebut kristus (Bambang Aura Kinasi) 29 April 2022 • Teologi Salib 25 April 2022 Setelah menyebut Yesus Kristus sebagai Penasihat Ajaib dan Allah Yang Perkasa, Yesaya menyebut Yesus Kristus sebagai Bapa Yang Kekal.

Hal itu dinyatakan Yesaya dalam sebuah nubuatan mengenai kelahiran Yesus Kristus yang tercatat dalam Yesaya 9:5. Mengapa Yesus disebut sebagai Bapa Yang Kekal? Apa pentingnya bagi iman orang percaya sehubungan dengan Yesus yang disebut sebagai Bapa Yang Kekal itu?

Sebutan Yesus Kristus sebagai Bapa Yang Kekal sedikit membuat bingung. Sebab kita mengenal Yesus Kristus sebagai Anak dalam konsep Tritunggal.

Yesus bukanlah Bapa yang dimaksud dalam Tritunggal. Oleh karena itu sebutan Yesus sebagai Bapa Yang Kekal bukanlah dimaksudkan bahwa Yesus adalah Bapa dalam konsep Tritunggal sehingga Bapa dan Yesus Kristus itu merupakan satu pribadi yang sama.

Bapa, Yesus dan Roh Kudus merupakan Allah Tritunggal yang merupakan tiga pribadi berbeda, namun satu dalam hakikat keilahian seperti yang kita ketahui. Lalu apa makna bahwa Yesus adalah Bapa Yang Kekal? Sebutan ini sebenarnya ingin menegaskan bahwa Yesus adalah Allah yang sudah ada dari kekekalan. Yesus Kristus Adalah Bapa Dari Kekekalan Yesus Kristus adalah Kekal adanya. Dialah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir. Bapa yang Kekal dimaksudkan bahwa Yesus adalah sumber kekekalan itu sendiri.

Dari mulanya Yesus Kristus sudah ada dan bersama dengan Bapa serta Roh Kudus menciptakan segala yang ada. Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Yohanes 1:14a Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, Yesus Kristus Memberikan Kehidupan Yang Kekal Kita patut bersyukur karena Yesus Kristus sang Bapa Yang Kekal itu mau mengambil rupa menjadi manusia yang terbatas agar kita mengenal Allah yang tak terbatas itu.

Kelahiran Yesus dalam peristiwa Natal merupakan kenapa yesus disebut kristus dimana Allah yang kekal itu bersedia untuk tinggal diantara manusia yang terbatas, agar manusia dapat mengenal sifat dan karakter Allah yang sejati.

Bahkan lebih dari itu Yesus datang kedunia agar kita manusia dapat mengambil bagian dalam kekekalan. Yesus Kristus disebut sebagai Bapa Yang Kekal juga karena hanya Dialah satu-satunya yang bisa memberikan kehidupan kekal kepada manusia. Yesus Kristus datang kedunia, mati bagi dosa manusia dan bangkit kembali pada hari yang ketiga. Hal itu menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas kehidupan dan kematian. Kebangkitan-Nya juga menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah kekal adanya, kematian tidak dapat membelenggu-Nya.

Kematian dan kebangkitan-Nya juga membuka jalan bagi manusia untuk mendapat bagian dalam kehidupan yang kekal bersama dengan Yesus Kristus sang Bapa yang Kekal itu. Firman Tuhan juga menegaskan bahwa Yesus tidak hanya memberikan kehidupan yang kekal, tetapi Dia juga berjanji akan menjaga setiap orang percaya dan memastikan bahwa mereka tidak akan direbut kembali dan jatuh dalam kebinasaan. Yohanes 10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Ibrani 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Oleh sebab itu, kita patut bersyukur bahwa kita menyembah Allah yang kekal. Meskipun dunia terus berubah, tetapi kita dapat terus mengandalkan Tuhan Yesus yang tidak pernah berubah. Pemeliharaan dan kasih Allah dalam diri Yesus Kristus tidak pernah berubah sebab Dialah Bapa yang Kekal.

Selamat merenungkan, Tuhan Yesus memberkati.
Apa itu Kristus? ini adalah misteri kebenaran yang gagal dipahami oleh kita yang percaya kepada Tuhan. Meskipun kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, tidak ada dari kita yang memiliki pemahaman tentang esensi Kristus.

Kita hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, tetapi kita tidak dapat menjelaskan detailnya dengan jelas. Jadi apa itu Kristus? Mari kita membaca dua bagian dari firman Tuhan, dan kemudian kita akan mengerti.

" Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging.

Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah daging dan darah, melainkan inkarnasi Roh. Ia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap.

Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri. Baik kemanusiaan-Nya maupun keilahian-Nya, keduanya berserah kenapa yesus disebut kristus kehendak Bapa surgawi. Substansi Kristus adalah Roh, yaitu keilahian. Oleh karena itu, substansi-Nya adalah substansi Tuhan sendiri.

Substansi ini tidak akan menyela pekerjaan-Nya sendiri, dan Ia tidak mungkin melakukan apa pun yang merusak pekerjaan-Nya sendiri, ataupun mengucapkan perkataan yang bertentangan dengan kehendak-Nya sendiri." " Tuhan yang menjadi daging adalah Kristus, dan karena itu, Kristus yang bisa memberikan kebenaran kepada orang-orang adalah Tuhan.

Tidak ada yang berlebihan dalam hal ini, karena Ia memiliki substansi sebagai Tuhan, dan memiliki watak Tuhan, serta hikmat dalam pekerjaan-Nya yang tidak bisa dicapai oleh manusia.

Mereka yang menyebut dirinya Kristus, tetapi tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan, adalah para penipu. Kristus bukan sekadar manifestasi Tuhan di dunia, tetapi juga merupakan daging khusus yang dimiliki Tuhan selagi Ia menjalankan dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di antara manusia.

Daging ini bukan sesuatu yang bisa digantikan oleh sembarang manusia, tetapi yang mampu kenapa yesus disebut kristus pekerjaan Tuhan di dunia, dan mengungkapkan watak Tuhan, mewakili Tuhan, dan memberikan kehidupan bagi manusia.

Cepat atau lambat, para Kristus palsu itu akan jatuh, karena walau mereka mengaku sebagai Kristus, mereka tidak memiliki substansi Kristus." Dari firman Tuhan, kita dapat melihat bahwa Kristus mengacu pada Roh Tuhan yang menjadi daging sebagai manusia biasa untuk membawa firman dan pekerjaan-Nya di bumi dan menampakkan diri kepada umat manusia.

Artinya, Tuhan di surga telah menjadi manusia untuk berbicara dan bekerja di antara manusia untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Dia memiliki kemanusiaan yang normal dan keilahian yang lengkap. Dari luar, Kristus terlihat seperti manusia biasa dan normal. Dia memiliki aturan hidup yang sama dan berpartisipasi dalam aktivitas yang sama seperti manusia normal lainnya, dan memiliki kemanusiaan yang normal. Tetapi esensi dari Kristus adalah keilahian.

Dia bisa memulai zaman baru dan mengakhiri zaman tua. Dia dapat mengungkapkan watak Tuhan dan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia. Berdasarkan dengan kebutuhan umat manusia, Dia mengungkapkan kebenaran untuk membekali dan menyelamatkan kenapa yesus disebut kristus, dan Dia dapat melakukan pekerjaan Tuhan sendiri.

Tidak ada makhluk ciptaan yang mampu melakukan ini. Misalnya, Tuhan Yesus kenapa yesus disebut kristus Tuhan yang berinkarnasi—Dia adalah Kristus. Tuhan Yesus tampak seperti manusia biasa dan normal dari luar, tetapi Dia memiliki esensi ilahi.

Dia bisa mengungkapkan kebenaran, memberi orang jalan pertobatan, melakukan pekerjaan menebus seluruh umat manusia melalui penyaliban-Nya. Dia juga bisa melakukan tanda dan keajaiban, seperti menenangkan angin dan laut, memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, dan menghidupkan kembali orang mati.

Semua pekerjaan dan perkataan Tuhan Yesus mengungkapkan watak hidup Tuhan dan apa yang Dia miliki dan siapa Dia. Ini adalah hal-hal yang tidak dapat dicapai oleh makhluk ciptaan. Semua ini cukup membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Tuhan yang berinkarnasi. Meskipun Dia memiliki kemanusiaan yang normal, esensi-Nya adalah ilahi.

Dengan demikian, Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan Tuhan dalam identitas Tuhan. Pada titik ini, saya percaya bahwa Anda telah mengetahui apa arti Kristus. Kristus adalah sebutan untuk Tuhan yang berwujud manusia. Kristus adalah penampakan Tuhan, dan merupakan Roh Tuhan yang menjadi daging sebagai Anak manusia untuk melakukan pekerjaan Tuhan sendiri; Dia mampu memberi orang kebenaran dan kehidupan. Hanya daging seperti itu yang memiliki kemanusiaan yang normal dan keilahian yang sempurna yang dapat disebut Kristus.

Sebenarnya, mengetahui apa arti Kristus sangat penting bagi kita untuk menyambut Tuhan. Kenapa yesus disebut kristus Yesus bernubuat, " Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" (Matius 24:27). " Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13).

" Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). " Karena Bapa tidak menghakimi siapa pun, tetapi telah menyerahkan seluruh penghakiman itu kepada Anak" (Yohanes 5:22). "Dan Dia juga sudah memberikan kepada-Nya otoritas untuk mengadakan penghakiman, karena Dia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27). " Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan: dan kenapa yesus disebut kristus itu pertama kali dimulai pada kita, apakah kesudahan dari mereka yang tidak menaati Injil Tuhan?" (1 Petrus 4:17).

Dan Yohanes 17:17, " Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran." Nubuatan ini menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan di akhir zaman adalah inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia yang melaksanakan penghakiman-Nya. Semua referensi tentang "Anak" atau "Anak Manusia" tentu saja mengacu pada Kristus dalam daging. Jika Dia adalah Roh, maka Dia tidak bisa disebut Anak Manusia. Misalnya, Tuhan Yahweh adalah Roh dan oleh karena itu tidak bisa disebut Anak Manusia. Tubuh rohani Tuhan Yesus setelah kebangkitan-Nya bukanlah tubuh Tuhan yang berinkarnasi, jadi Ia juga tidak dapat disebut sebagai Anak Manusia.

Jadi, sesuai dengan nubuatan Tuhan Yesus, kita dapat yakin secara mutlak bahwa Tuhan Yesus harus kembali dalam daging sebagai Anak manusia untuk mengucapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman.

Jadi, jika kita mendengar seseorang bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali dalam daging dan bahwa Dia mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, maka kita harus mencari dan menyelidiki secara proaktif. Dengan cara ini kita bisa menyambut penampakan Kristus di akhir zaman. Catatan Editor Jika Anda merasa artikel ini berguna untuk Anda, bagikan dengan orang lain.

Jika Anda memiliki kenapa yesus disebut kristus lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami menggunakan tombol obrolan online di bagian bawah. Kami online 24 jam sehari siap menjawab pertanyaan Anda. Menjelajahi "Tritunggal", saya memahami 1 hubungan antara "Bapa dan Anak" (I) Trinitas Menjadi Misteri Pribadi Pada Mei 2018, terdorong oleh seorang teman, aku menemukan iman Kristen untuk pertama kalinya.

Dengan membaca Alkitab, aku mengetahui bahwa langit, bumi, dan segala sesuatu semuanya diciptakan oleh Tuhan dengan firman-Nya, dan kita manusia secara langsung diciptakan oleh Tuhan dari debu. Kita sama sekali tidak berevolusi dari primata. Bahwa kita dapat […] Apa Arti dari Matius 24:24 Tercatat dalam Matius 24:24, "Karena akan bangkit Kristus-Kristus palsu dan nabi-nabi palsu, dan mereka akan membuat tanda-tanda dan mukjizat yang dahsyat; jadi, jika mungkin, mereka akan menyesatkan orang-orang pilihan." Menurut ayat ini, beberapa orang percaya bahwa akan ada Kristus palsu yang menipu orang di akhir zaman, jadi setiap kali mereka mendengar seseorang berkhotbah bahwa Tuhan […] Akhirnya saya mengerti bahwa Tuhan tidak memiliki perbedaan gender Apakah Tuhan benar-benar memiliki jenis kelamin tertentu?

Tuhan Yesus datang menjadi daging sebagai manusia, tetapi apakah ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah laki-laki? Tak seorang pun bisa menerangkan pertanyaan ini dengan jelas. Dan itu karena aku tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan sarat dengan gagasan tentang jenis kelamin Tuhan sehingga aku hampir melewatkan kesempatan untuk menyambut […] 2 prinsip untuk Membedakan Kristus Benar dari Kristus Palsu Hari-hari ini, bencana sedang berlangsung dalam skala yang semakin besar.

Nubuat tentang kedatangan kembali Tuhan secara dasarnya telah tergenapi dan Tuhan Kenapa yesus disebut kristus telah datang kembali. Pada saat penting menyambut kedatangan Tuhan ini, seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Jadi, jika ada orang yang berkata kepada engkau: Lihat, Kristus ada di sini, atau Kristus ada di sana; […]
Pada zaman Perjanjian Lama juga menceritakan bahwa 3 jabatan di atas sudah ada.

Tokoh-tokohnya antara lain Nabi Musa, Imam Harun, Raja Daud, dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya. Mereka ini adalah orang-orang yang dipilih Allah untuk menjalankan suatu tugas khusus. Sebelum menjalankan tugas yang diberikan, Allah mengurapi mereka. Pengurapan kenapa yesus disebut kristus menunjukkan bahwa mereka diutus oleh Allah dan juga menunjukkan penyertaan Allah. Yesus juga mengalami hal yang sama, Ia diutus oleh Allah dan diurapi oleh Allah.

Kristus sebagai raja memiliki tugas untuk memerintah dan memberi kedamaian kepada manusia. Ia juga melindungi umat-Nya dari kuasa maut. Dan Aku memberikan kenapa yesus disebut kristus yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku, (Yoh. 10:28). Tiga jabatan ini menyatakan bahwa Kristus datang karena diutus oleh Bapa. Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Yohanes 7:28-29.

- Nabi PL hanya menyampaikan seberapa wahyu yang dinyatakan atau mereka terima. Sedangkan Kristus bukan hanya sekedar menyaksikan dan memberitakan kebenaran firman Allah, melainkan Ia sendiri adalah firman.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, Yohanes 1:1.

- Tokoh PL hanya sekedar perantara umat Allah dan manusia, melalui persembahan korban dari darah binatang. Sedangkan Kristus bukan hanya kenapa yesus disebut kristus perantara tapi Ia juga mempersembahkan dirinya sebagai korban perantara tersebut. Ibrani 10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. Pengorbanan-Nya sekali untuk selamanya. - Kerajaan di dunia tidak kekal sedangkan kerajaan Kristus tidak berkesudahan.

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Luk. 1:32-33). Ketiga jabatan yang dimiliki oleh Kristus tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Kristus memangku ketiga jabatan ini sebagai mediator bagi manusia supaya dapat berelasi dengan Allah. Kejatuhan Adam telah merusak hubungan Allah dengan manusia.

Kasih Bapa yang begitu luar biasa kepada manusia sehingga Ia menyediakan mediator bagi manusia. Hanya Kristus yang dapat melakukan hal ini, karena Ia adalah suci dan tidak berdosa. Manusia yang berdosa tidak mungkin dapat menebus sesamanya yang berdosa.

kenapa yesus disebut kristus

Hukuman terhadap dosa ialah maut. Kejatuhan Adam dalam dosa telah merusak hubangan Allah dengan manusia. Dosa Adam diturunkan kepada semua manusia.

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah kenapa yesus disebut kristus kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa(Roma 5:12). Kematian kekal telah menanti manusia. Manusia yang telah dikuasai oleh dosa memerlukan penyelamat. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari maut tersebut karena manusia pada hakekatnya adalah berdosa.

Siapakah yang dapat menyelamatkan manusia? Yohanes 3: 16 berkata Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Di dalam ketiga jabatan inilah kasih Allah dinyatakan. Ia menyediakan mediator yaitu Kristus bagi manusia yang berdosa. Kristus telah menjalankan ketiga jabatan tersebut dengan sempurna.

Kristus sebagai nabi telah menyatakan kehendak Allah bagi kita. Ia bahkan memberi ajaran-ajaran kepada umat-Nya supaya imannya tetap kuat. Kristus sebagai Imam telah memperdamaikan manusia dengan Allah. Ia menyelamatkan umat-Nya dari kuasa dosa dan bahkan Ia juga menjadi pendoa syafaat bagi manusia.

Kristus sebagai raja menunjukkan bahwa Ia adalah penguasa hidup ini. Kristus sendirilah yang memerintah atas hidup umat tebusan-Nya. Ia memberikan kedamaian dan perlindungan. Ia melindungi dan membebaskan manusia dari kenapa yesus disebut kristus kuasa dosa. Inilah anugerah Allah bagi manusia, manusia tidak dapat melakukannya dengan usaha atau kerja kerasnya sendiri. • ► 2012 (4) • ► September (3) • ► Sep 13 (2) • ► Sep 14 (1) • ► Oktober (1) • ► Okt 19 (1) • ▼ 2013 (22) • ► Februari (1) • ► Feb 11 (1) • ► Maret (1) • ► Mar 27 (1) • ► April (1) • ► Apr 23 (1) • ▼ Mei (1) • ▼ Mei 05 (1) • YESUS disebut KRISTUS yang berarti "YANG DIURAPI" • ► Agustus (1) • ► Agu 04 (1) • ► Oktober (9) • ► Okt 15 (2) • ► Okt 16 (5) • ► Okt 23 (1) • ► Okt 26 (1) • ► November (2) • ► Nov 25 (2) • ► Desember (6) • ► Des 02 (1) • ► Des 17 (1) • ► Des 18 (2) • ► Des 22 (1) • ► Des 23 (1) • ► 2014 (20) • ► Januari (2) • ► Jan 20 (1) • ► Jan 21 (1) • ► April (1) • ► Apr 10 (1) • ► Juli (1) • ► Jul 10 (1) • ► Agustus (7) • ► Agu 05 (1) • ► Agu 11 (3) • ► Agu 18 (1) • ► Agu 26 (1) • ► Agu 28 (1) • ► September (5) • ► Sep 01 (1) • ► Sep 02 (1) • ► Sep 04 (1) • ► Sep 10 (1) • ► Kenapa yesus disebut kristus 28 (1) • ► Oktober (3) • ► Okt 01 (1) • ► Okt 13 (2) • ► November (1) • ► Nov 20 (1) • ► 2015 (6) • ► Februari (1) • ► Feb 04 (1) • ► Juli (1) • ► Jul 29 (1) • ► Agustus (4) • ► Agu 03 (2) • ► Agu 04 (1) • ► Agu 05 (1) • ► 2016 (10) • ► Februari (6) • ► Feb 23 (1) • ► Feb 25 (1) • ► Feb 28 (3) • ► Feb 29 (1) • ► Maret (3) • ► Mar 22 (1) • ► Mar 27 (1) • ► Mar 31 (1) • ► Juni (1) • ► Jun 27 (1) • ► 2017 (1) • ► Mei (1) • ► Mei 23 (1)• العربية • Беларуская • বাংলা • Català • کوردی • Čeština • Cymraeg • Emiliàn e rumagnòl • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Français • Galego • Interlingua • Ilokano • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • Қазақша • 한국어 • Кыргызча • Latina • Napulitano • Português • Runa Simi • Русский • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ไทย • Українська • 中文 • Bân-lâm-gú • 粵語 Ikon tertua yang pernah ditemukan bergambar Kristus Pantokrator - Biara Santa Katarina, Sinai.

Ada dua ekspresi wajah pada kedua sisi yang menekankan hakikat ganda Kristus sebagai ilahi dan manusia. [1] [2] Kristus ( bahasa Yunani Koine: Χριστός, Kenapa yesus disebut kristus, berarti 'yang diurapi') adalah terjemahan untuk bahasa Ibrani מָשִׁיחַ (Māšîaḥ), Mesias, dan dipakai sebagai gelar untuk Yesus di dalam Perjanjian Baru. [3] Pengikut Yesus disebut sebagai orang Kristen (dari kata sifat bahasa Belanda Christen, pengikut Kristus) pertama kalinya di dalam Kisah 11:26, karena mereka percaya bahwa Yesus adalah sang Mesias yang dinubuatkan di dalam Alkitab Ibrani – oleh karena itu pengikut Yesus menyebut Yesus sebagai Yesus Kristus, yang berarti Yesus, "sang Khristós", berarti "Yesus, Yang Diurapi".

[4] Dalam pemakaian umum – bahkan di kalangan sekuler – "Kristus" biasanya disinonimkan dengan Yesus orang Nazaret. [5] Oleh kebanyakan orang Yahudi (Yesus sendiri adalah seorang rabi Yahudi), Yesus tidak dianggap sebagai Mesias mereka. [6] Bahkan Injil Kanonikal mencatat tentang beberapa peristiwa "Penolakan atas Yesus. Walaupun demikian orang-orang Kristen Nicea menunggu Kedatangan Kedua Yesus Kristus yang akan menggenapi sisa nubuatan Mesias Kristen.

Bidang teologi Kristen yang mempelajari tentang hakikat dan kehidupan Yesus Kristus disebut sebagai Kristologi, seperti yang tercatat dalam keempat Injil dan surat-surat di dalam Perjanjian Baru. [7] Daftar isi • 1 Etimologi • 2 Penggunaan Kristus dalam keempat Injil • 2.1 Yesus yang disebut Kristus • 2.2 Pengakuan murid-murid Yesus • 2.3 Pengakuan lain • 2.4 Kesaksian Yesus tentang diri sendiri • 2.5 Kesaksian setelah kebangkitan Yesus • 3 Penggunaan Kristus dalam surat-surat Rasul • 4 Simbol • 5 Lihat pula • 6 Referensi Etimologi [ sunting - sunting sumber ] Kata Kristus berasal dari bahasa Yunani "Christos" (Χριστός) yang berarti "yang diurapi", artinya dituangi minyak di kepalanya.

Pengurapan biasa dilakukan di kalangan bangsa Israel sebagai tanda bahwa orang yang diurapi itu mendapatkan jabatan atau kedudukan khusus. Misalnya, Saul dan Daud masing-masing diurapi menjadi raja Israel oleh Samuel ( 1 Samuel 10:1, 16:13). Kristus adalah salah satu gelar yang diberikan kepada Yesus, karena orang Kristen perdana percaya bahwa Yesus adalah sang Juru Selamat ( Mesias) yang dijanjikan sejak masa Perjanjian Lama.

Dalam versi-versi Alkitab bahasa Indonesia, istilah Christos pernah diterjemahkan menjadi: Almaseh (BABA); Almasih (KL1870, SB); Elmesehh (LDKR); Kristoes (KL1863), dan Kristus (TB, BIS, TL, FAYH, WBTC, ENDE). Sedangkan kata Messias pernah diterjemahkan menjadi al-Masih (KL1863); Almasih (KL1870); Djoeroe-Slamat (KL1863); Elmesehh (LDKR); Masehi (SB); Masiha (BABA); Mesias (TB, BIS, FAYH, WBTC, ENDE); Messias (TL); dan Raja Penyelamat (BIS).

Penggunaan Kristus dalam keempat Injil [ sunting - sunting sumber ] Pada waktu itu orang Yahudi mengetahui Yesus diberi julukan Kristus, namun mereka tidak mempercayainya, dan bahkan mengolok-olok Yesus: Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?" — Matius 26:67-68 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan!

Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga. — Markus 15:31-32 Yesus yang disebut Kristus [ sunting - sunting sumber ] Matius, dalam Silsilah Yesus Kristus, menyebut bahwa " Yesus kenapa yesus disebut kristus yang disebut Kristus" Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

— Matius 1: 16 Sementara Yohanes menuliskan bahwa Kristus berasal dari keturunan Daud dan dilahirkan di Betlehem Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." (Isa anak Maryam dilahirkan di kampung Betlehem) — Yohanes 7: 42 Kenapa yesus disebut kristus Pilatus, ketika mengadili Yesus, ketika berbicara dengan kumpulan orang banyak, menyinggung tentang gelar Yesus "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" — Matius 27: 17b Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" — Matius 27: 22 Perempuan Samaria di sumur Yakub berbincang-bincang dengan Yesus tentang sosok Mesias yang dinubuatkan, dan akhirnya mengundang orang-orang sekotanya untuk melihat Yesus "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." — Yohanes 4: 25 "Mari, lihat!

Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" — Yohanes 4: 29 Pengakuan murid-murid Yesus [ sunting - sunting kenapa yesus disebut kristus ] Ketika Andreas bertemu dengan Simon Petrus, ia menyampaikan bahwa ia telah menemukan Kristus.

Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." — Yohanes 1:41 Petrus, mewakili keduabelas rasul, mengakui bahwa Yesus adalah Kristus Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." — Lukas 9:20 Selain keduabelas rasul, pengikut Yesus yang lain juga mengakui bahwa Yesus adalah Kristus Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." — Yohanes 11:27 Orangtua orang buta yang matanya disembuhkan oleh Yesus takut mengakui bahwa Yesus adalah Kristus karena ancaman orang-orang Yahudi Orang tuanya berkata demikian, [8] karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.

— Yohanes 9:22 Pengakuan lain [ sunting - sunting sumber ] Pemberitaan para malaikat tentang kelahiran Yesus kepada para gembala Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. — Lukas 2: 11 Tidak sedikit orang yang bertanya-tanya satu sama lain apakah Yesus benar-benar Kristus Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.

Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya." — Yohanes 7: 26-27 Tetapi di antara orang banyak itu ada banyak yang percaya kepada-Nya dan mereka berkata: "Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan mengadakan lebih banyak mujizat daripada yang telah diadakan oleh Dia ini?" — Yohanes 7: 31 Ketika Yesus mengusir setan-setan, mereka keluar sambil mengaku bahwa Yesus adalah Kristus.

Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. — Lukas 4: 41 Kesaksian Yesus tentang diri sendiri [ sunting - sunting sumber ] Dalam beberapa kesempatan, Yesus mengaku sebagai Kristus, dan satu kali ia menyebut dirinya sendiri dengan frasa "Yesus Kristus" Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau." — Yohanes 4: 25-26 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

— Yohanes 17: 3 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." — Lukas 23: 2 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Kenapa yesus disebut kristus Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." — Markus 14: 61-62 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." — Matius 11: 2-6 Kesaksian setelah kebangkitan Yesus [ sunting - sunting sumber ] Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, Yesus masih menampakkan diri kepada keduabelas rasul dan murid-murid yang lain: Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati kenapa yesus disebut kristus hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem." — Lukas 24:46 Penggunaan Kristus dalam surat-surat Rasul [ sunting - sunting sumber ] Bagian ini memerlukan pengembangan.

Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. Kis 2:31,36; Kis 3:18; Kis 5:42; Rom 5:8; Rom 9:5; Rom kenapa yesus disebut kristus Rom 14:9; 1Ko 1:23-24; 1Ko 2:16; 1Ko 3:23; 1Ko 12:27; 2Ko 2:17; Gal 3:13; Efe 5:21,23-25,29,32; Fili 1:21; Kol 3:15; File 1:6; Ibr 3:6; Ibr 9:15; 1Pe 5:10,14; 1Yo 5:1; Wah 11:15elctonic123الاردن436x328_47511_186245.jpg128815102500995 ديفد عبدالمحسن الشيخى117msrطب d/n/a 117(side)00 mepivacinesection Simbol [ sunting - sunting sumber ] Simbol Khi-rho.

Penggunaan simbol " Χ," diturunkan dari huruf Yunani Khi, sebagai inisial Khristós, terutama dalam bahasa Inggris, sering dijumpai dalam bentuk Χmas ( Christmas; Natal) dan Xtian ( Christian; Kristen), dan dibedakan dari huruf Latin " X" maupun dari simbol salib. [9] Kristogram yang paling awal adalah simbol Khi-rho yang dibentuk dari dua huruf Yunani " Χ (khi)" dan " ρ (rho)" untuk menghasilkan simbol ☧.

[10] Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Gelar Yesus • Tubuh Kristus • Kedatangan Kedua Yesus Kristus • Antikristus Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ God's human face: the Christ-icon by Christoph Schoenborn 1994 ISBN 0-89870-514-2 page 154 • ^ Sinai and the Monastery of St. Catherine by John Galey 1986 ISBN 977-424-118-5 page 92 • ^ Jesus of history, Christ of faith by Thomas Zanzig 2000 ISBN 0-88489-530-0 page 33 • ^ Pannenberg, Wolfhart (1968). Jesus God and Man. hlm. 30–31.

ISBN 0-664-24468-8. • ^ "Etymology Online: Christ". Etymonline.com. Diakses tanggal November 19, 2010. • ^ The nine questions people ask about Judaism by Dennis Prager, Joseph Telushkin 1981 ISBN 0-671-42593-5 page 87 • ^ Christology: A Biblical, Historical, and Systematic Study of Jesus by Gerald O'Collins 2009 ISBN 0-19-955787-X pages 1-3 • ^ Yohanes 9:1-41 • ^ "X". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2nd ed. 1989. • ^ Symbols of the Christian faith by Alva William Steffler 2002 ISBN 0-8028-4676-9 page 66 • Ensiklopedia Alkitab: Yesus Kristus, Gelar • Kamus Alkitab: Kristus • Elwell, Kiasan, Gelar, dan Nama-nama Kristus: Kristus • Elwell, Kiasan, Gelar, dan Nama-nama Kristus: Kristus Yesus • Elwell, Kiasan, Gelar, dan Nama-nama Kristus: Yesus Kristus • Elwell, Kiasan, Gelar, dan Nama-nama Kristus: Tuhan Yesus Kristus • Elwell, Nubuat-nubuat tentang Kristus kenapa yesus disebut kristus Penggenapannya: Keadaan dan Peristiwa yang Berkenaan dengan Pelayanan Kristus: Kristus Menjadi Mesias • Walter A.

Elwell, Analisis Topikal terhadap Alkitab • Halaman ini terakhir diubah pada 6 Agustus 2021, pukul 04.29. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

• Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •

LOGIKA ! Kisah Awal Mula Nabi Isa Dianggap Tuhan




2022 www.videocon.com