Eritrosit rendah

eritrosit rendah

Erythrocytes rendah, atau dalam urin, dapat khawatir, lebih baik menemukan apa artinya memiliki mereka dan bagaimana kita dapat mengobati. Apakah tinggi atau rendah, mereka adalah sel darah merah dan sekitar 40% dari volume darah kita terdiri dari mereka.

Eritrosit: nilai normal Ketika berbicara tentang nilai-nilai normal, selalu perlu untuk menunjukkan bahwa apa yang tertulis tidak menggantikan pendapat seorang dokter.

"Jumlah" eritrosit adalah salah satu yang paling penting untuk diukur karena dianggap sebagai indikator status kesehatan seseorang. Tes darah sederhana sudah cukup untuk mengetahui apakah kita memiliki eritrosit yang rendah dan eritrosit rendah kita menderita penyakit tertentu.

Dalam plasma, selain sel darah merah kita, ada juga yang berwarna putih dan trombosit, tetapi yang membedakan Erythrocytes memiliki terutama hemoglobin yang dikandungnya, bertanggung jawab untuk warna merah. Ini bukan pertanyaan eritrosit rendah, zat ini terlibat dalam pengangkutan oksigen dari alveoli pulmonal ke jaringan.

eritrosit rendah

Proses pembentukan eritrosit - eritropoiesis - cukup panjang dan, dalam kondisi fisiologis, bervariasi dari 8 hingga 10 hari. Mereka memiliki kehidupan rata-rata 120 hari, sekitar 4 bulan, dan kemudian mereka menuju eritrocateresi: proses penghancuran sel darah "lama" yang terjadi di limpa.

Dari proses eliminasi sel darah merah, tubuh kita mampu menurunkan zat besi, kelompok heme dan hemoglobin.

eritrosit rendah

Kita dapat berbicara tentang nilai normal ketika hasil tes darah dari 4, 4 - 6, 0 untuk 10 (12) per liter pada pria dan 4, 0 - 5, 3 untuk 10 (12) per liter pada wanita, di bawah ini kita memiliki Erythrocytes rendah. Ini dapat berarti bahwa kita menderita anemia atau bahwa ada kehilangan darah, bisul eritrosit rendah kekurangan nutrisi.

Kami juga khawatir tentang eritrosit yang tinggi, sering merupakan konsekuensi dari dehidrasi yang kuat atau tinggal sederhana di ketinggian yang terlalu tinggi, nilai-nilai ini juga dapat menjadi tanda adanya virus gastrointestinal atau diabetes. Nilai mengkhawatirkan eritrosit tinggi harus diselidiki karena mereka juga bisa menjadi tanda adanya penyakit seperti trombosis, penyakit kardiovaskular, angina dan infark, emboli paru dan, pada kasus yang paling serius, juga tumor dan leukemia.

Eritrosit rendah Penyebab keberadaan eritrosit rendah banyak dan beragam, di antara yang paling sering ada masalah seperti kegagalan pernafasan, peningkatan volume sel darah merah, thalassemia, anemia dan perdarahan.Ini juga bisa menjadi gejala kelelahan eritrosit rendah kelemahan, dikombinasikan dengan munculnya sesak napas dan peningkatan denyut jantung, vertigo atau pusing. Kembali ke kasus-kasus di balik anemia eritrosit yang rendah bersembunyi, yang terjadi adalah penurunan transportasi oksigen dalam darah, itulah sebabnya mengapa tanda-tanda kelelahan, pucat, palpitasi muncul.

eritrosit rendah

Ada anemi yang berkaitan dengan penghancuran sel darah merah yang sama tetapi juga trauma yang diderita atau kekurangan nutrisi yang fokus terutama pada tidak adanya zat besi, folat dan vitamin B12. Mereka mungkin juga terkait dengan masalah sumsum tulang atau gangguan peradangan kronis atau gagal ginjal.

Eritrosit dalam urin Jika kita menemukan Erythrocytes di urin perlu untuk memperdalam keadaan kesehatan kita karena itu tidak normal. Jika itu terjadi, kita berbicara tentang hematuria, kita tidak boleh khawatir tetapi hanya beralih ke dokter dan memahami alasan yang berkaitan dengan anomali ini.

Nilai-nilai seperti 0-2 per bidang tidak signifikan, mereka hanya sedimen normal, tetapi jika angka kami lebih tinggi, kami mengerti mengapa? Salah satu alasannya mungkin pada wanita, keberadaan siklus menstruasi yang sederhana, untuk semua orang bagaimanapun, alasan paling umum adalah penggunaan obat-obatan seperti aspirin, atropin, sulfonamid, antikoagulan. Masalah tuberkulosis ginjal dan pembekuan darah juga dapat menyebabkan hematokrit dalam urin kita dan hal yang sama berlaku untuk perhitungan, leukemia, neoplasma jinak dan ganas, sirosis hati atau, selalu mengarah ke hipotesis yang lebih serius, termasuk infark renal, hipertrofi.

atau adenokarsinoma prostat. Eritrosit rendah: remedies Pertama, jika kita menemukan nilai-nilai eritrosit yang tidak diinginkan, kita bertindak berdasarkan diet eritrosit rendah mencoba mengikuti saran para ahli. Sangat sedikit, tidak ada yang luar biasa, tetapi kami sangat membatasi konsumsi kafein dan alkohol, kami sering memilih makanan yang kaya vitamin B12, vitamin B6, vitamin A dan zat besi dan melakukan aktivitas fisik secara teratur, sebaiknya di luar rumah.

Erythrocytes kehamilan Lebih dari sebelumnya, eritrosit rendah - nilai eritrosit harus tetap terkendali. Jika mereka terlalu tinggi dapat menjadi masalah kegagalan pernafasan, serta polycythemia dan thalassemia, sebaliknya jika mereka eritrosit rendah rendah, mereka dapat menunjukkan anemia atau perdarahan yang sedang berlangsung. Dalam kedua kasus, tanpa panik, kami mempertimbangkan nilai dari celah yang diharapkan, dari lampu peringatan Jika Anda menyukai artikel ini, terus ikuti saya di Twitter, Facebook, Google+, Instagram Artikel terkait yang mungkin menarik bagi Anda: β€’ Kacang: properti β€’ Bagaimana cara mendonorkan darah β€’ Vitamin C: untuk apa?

β€’ Makanan kaya sodium β€’ Asam folat: untuk apa? Eritrosit merupakan salah satu komponen terpenting yang menyusun darah dalam tubuh kita, sering disebut sebagai sel darah merah, diciptakan berpusat dari sumsum tulang belakang dengan bantuan berbagai nutrisi dan vitamin yang diasup ke dalam tubuh, memiliki kandungan hemoglobin yang sarat akan zat besi demi mengikat oksigen serta beragam sari nutrisi untuk diedarkan ke seluruh anggota tubuh yang memerlukan tanpa eritrosit rendah.

( Baca : Cara mengatasi kekurangan darah – Bahaya kekurangan darah putih – Penyebab hidung berdarah ) Kekurangan eritrosit secara garis besar mampu memicu keberadaan anemia dengan beragam penyebab seperti gejala khas anemia yakni pucatnya warna tubuh disertai mata yang cekung, gampang lelah serta mudah sakit, sistem imun semakin melemah dan terjadi kerontokan rambut akibat kurang nutrisi, berkurangnya pasokan oksigen dapat menjadi penyebab pusing serta susah bernafas pada beberapa kondisi tertentu.

( Baca : Cara meningkatkan antibodi anak – Cara meningkatkan antibodi – Penyakit yang menyebabkan rambut rontok parah – Bahaya rambut rontok ) Berikut ini adalah bahaya kekurangan eritrosit : β€’ Anemia Defisiensi Vitamin Anemia jenis ini terjadi diakibatkan karena rendahnya serapan asupan vitamin pokok pembentuk darah merah layaknya zat besi, vitamin B12 serta folat.

Akibat dari rendahnya jumlah nutrisi tersebut dalam tubuh kita maka sumsum tulang sebagai pabrik darah tak akan mampu menyuplai sel darah merah sesuai dengan yang tubuh kita butuhkan sehingga gejala tanda anemia akan mulai muncul. Baca : Bahaya anemia eritrosit rendah Penyebab anemia – Gejala anemia β€’ Menyebabkan Penyakit Ginjal Beberapa penyakit kronis seperti gagal ginjal sbisa disebabkan karena menurunnya produksi eritrosit rendah darah merah secara langsung.

Organ ginjal membutuhkan pasokan darah merah yang cukup sehingga jika tubuh kekurangan eritrosit bisa dipastikan kinerja organ tersebut akan terganggu dan bisa kehilangan fungsinya samasekali. Beberapa penyakit berat seperti HIV AIDS dan kanker berperan penting jumlah sel darah merah yang menurun.

Baca : Bahaya HIV AIDS – Gejala HIV AIDS – Penyebab nefritis ginjal – Jenis jenis penyaki ginjal β€’ Anemia Aplastik Belum diketahui penyebab pasti dari terjadinya anemia yang satu ini, tapi secara garis besarnya yakni kemampuan sumsum tulang dalam memproduksi keseluruhan sel darah termasuk eritrosit terus mengalami penurunan sehingga tak mampu lagi memenuhi kebutuhan suplai eritrosit bagi tubuh. β€’ Penyakit Sumsum Tulang Ada beberapa penyakit yang berhubungan dengan akibat kekurangan darah merah dan kelebihan darah putih dimana sumsum tulang memproduksi darah putih secara berlebihan dan menurunkan jumlah sel darah merah tubuh secara drastis.

Hal tersebut akan menyebabkan penyakit anemia dan penyakit di sumsum tulang belakang. β€’ Anemia Hemolitik Beberapa keadaan tertentu layaknya pada penyakit autoimun maka akan ditemukan zat antibodi yang diproduksi tubuh dan justru bukan untuk mengatasi sel sakit akan eritrosit rendah untuk melawan dan menghancurkan sel darah merah dalam tubuh eritrosit rendah itu sendiri.

eritrosit rendah

Hal ini akan menjadi anemia yang parah jika dibarengi juga dengan tidak maksimalnya kinerja sumsum tulang sebagai pabrik darah untuk menciptakan sel eritrosit baru demi menutupi kehancuran masal dari sel darah eritrosit rendah tersebut. β€’ Anemia sel sabit Kelainan utama yang terjadi yakni tidak sempurnanya susunan hemoglobin sebagai komponen penting pembentuk eritrosit, secara otomatis bentuk eritrosit akan menuju situasi tidak normal yakni menyerupai sel sabit sebagai tanda awal dan yang selanjutnya maka jenis eritrosit abnormal ini akan mati masal secara dini sebelum waktu seharusnya sehingga jika sumsum tulang tidak tanggap dan kuat menanggulanginya dengan produksi sel baru secara memadai maka ancaman anemia pun akan segera dirasakan oleh penderita.

Secara garis besar kebutuhan tubuh akan sel darah merah untu memenuhi kebutuhan tubuh akan suplai oksigen serta nutrisi merata pada keseluruhan anggota tubuh tanpa terkecuali.

Dengan demikian tubuh akan menyesuaikan kebutuhan eritrositnya eritrosit rendah dengan keadaan yang dibutuhkan misalnya pada penderita perokok dengan eritrosit rendah paru yang tidak fit ataupun pada penduduk pegunungan dengan jumlah oksigen ketinggian yang rendah maka jumlah eritrositnya akan senantiasa meningkat di dalam edaran tubuh. Pada kondisi kelainan genetika yang sering disebut sebagai polisitemia vera maka jumlah eritrosit yang banyak akan melampaui ambang batas normal secara drastis sehingga sangat membahayakan jiwa, beberapa langkah harus ditempuh pasien untuk dapat bertahan dengan sehat diantaranya dengan senantiasa membuang darah layaknya seperti teknik dalam donor ataupun eritrosit rendah obat pengencer darah demi mengurangi produksinya yang berlebihan juga, dan berikut ini merupakan hal akibat jumlah eritrosit jauh melebihi ambang batas normal: β€’ Penggumpalan Darah Beragam bahaya mengintai jiwa yang dapat ditimbulkan dari penggumpalan darah, jika darah merah senantiasa diproduksi dalam jumlah jauh di atas ambang batas normal, maka aliran darah akan semakin berdesakan dan penuh dengan sel eritrosit yang mana hal ini akan sangat berpotensi pada pengentalan sampai juga penggumpalan darah, dan bisa kita pastikan bahwa hal ini sangatlah tidak baik untuk kondisi jantung dan eritrosit rendah karena setiap waktu pembuluh darah pada bagian vital ini mendapat ancaman dari keberadaan eritrosit dengan populasi yang menggila tersebut.

Baca : Cara megatasi darah kental – Bahaya darah kental β€’ Kerusakan Organ Kelebihan eritrosit akan merusak limpa eritrosit rendah berfungsi sangat penting dalam tubuh manusia. Kinerja limpa dalam memfilter keberadaan eritrosit yang jumlahnya banyak akan membuatya membengkak dalam waktu yang relatif singkat, jika terus berlanjut Okerusakan limpa tidak bisa dihindarkan. Organ lain semisal ginjal pun tidak bisa mentolerir eritrosit yang melebihi batas ini dan bisa juga membahayakan kinerjanya.

Mata pun juga bisa rusak akibat sel darah merah yang berlebihan. Baca : Gejala mata silinder – Cara menghilangkan lemak di mata Itulah akibat kelebihan dan kekurangan eritrosit yang ada di dalam tubuh manusia.

Sesuatu yang berlebihan itu tidak bagus begitupula dengan kekurangan. Oleh sebab itu agar kita terhindar dari bahayanya sebaiknya mulai sekarang kita menjaga pola hidu sehat dan pola makan yang sehat.

Recommended Post β€’ Usai Libur Panjang, Ini 6 Persiapan Untuk Memulai Diet Lagi β€’ Usai Lebaran, Begini 3 Cara Hilangkan Lemak Perut Dengan Cepat β€’ Apakah Hepatitis Misterius di Indonesia Terkait Covid-19 dan Vaksinnya? β€’ 3 Tips Berkeringat Lebih Banyak Saat Berolahraga Cepat β€’ Hepatitis Akut Sebabkan 3 Anak Meninggal, Masyarakat Perlu Waspadai Gejalanya!
Eritrosit rendah adalah kondisi ketika kadar sel darah merah di dalam tubuh berkurang hingga di bawah kisaran normal.

Pada tahap awal, kondisi ini jarang menimbulkan tanda atau gejala sehingga umumnya baru diketahui setelah dilakukan pemeriksaan darah. Eritrosit atau sel darah merah diproduksi di sumsum tulang. Sel ini mengandung protein yang disebut hemoglobin dan berfungsi untuk mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh organ dan jaringan tubuh. Anda dapat mengetahui kadar eritrosit dalam tubuh dengan menjalani tes darah lengkap.

Kadar sel darah merah normal pada pria dewasa adalah 4,7–6,1 juta/mikroliter (mcl), sedangkan wanita dewasa adalah 4,2–5,4 juta/mcl. Pada anak-anak, kadar eritrosit yang normal adalah 4,1–5,5 juta/mcl. Nilai tersebut terkadang bisa sedikit berbeda, tergantung laboratorium tempat Anda melakukan pemeriksaan. Penyebab Eritrosit Rendah Kadar eritrosit rendah dapat disebabkan oleh banyak faktor dan salah satunya adalah perdarahan, misalnya akibat kecelakaan atau operasi.

Menurunnya kadar eritrosit juga sering terjadi pada wanita hamil akibat bertambahnya jumlah cairan di dalam tubuh. Ada beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan penurunan kadar eritrosit, yaitu: 1. Kekurangan asupan nutrisi Ada beberapa nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah, di antaranya adalah zat besi, vitamin B6, vitamin B9 atau folat, dan vitamin B12. Kekurangan asupan nutrisi tersebut bisa terjadi karena pola makan yang tidak sehat, memiliki gangguan usus sehingga penyerapan nutrisi terhambat, atau menjalani pola makan vegetarian.

2. Penyakit atau kondisi kesehatan tertentu Beberapa jenis penyakit juga bisa membuat kadar eritrosit di dalam tubuh berkurang, yaitu: β€’ Anemia β€’ Pecahnya sel darah merah atau hemolisis, seperti pada penyakit thalasemia dan anemia sel sabit β€’ Infeksi berat β€’ Penyakit tiroid β€’ Gangguan sumsum tulang β€’ Kanker darah, seperti leukemia β€’ Sirosis hati β€’ Kerusakan ginjal β€’ Keracunan timbal eritrosit juga bisa terjadi pada lansia dan orang yang baru menjalani operasi besar, misalnya operasi pada saluran cerna.

3. Efek samping obat Rendahnya kadar eritrosit bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan. Beberapa jenis obat yang berisiko mengurangi kadar eritrosit dalam tubuh meliputi: β€’ Obat-obatan kemoterapi β€’ Quinidine, untuk mengatasi gangguan denyut jantung β€’ Obat antiradang golongan NSAID, seperti aspirin dan ibuprofen β€’ Antibiotik jenis sefalosporin, penisilin, dan kloramfenikol β€’ Obat antivirus tertentu, misalnya zidovudine β€’ Obat antiepilepsi jenis tertentu, seperti phenytoin Rendahnya kadar eritrosit di dalam tubuh tidak selalu menunjukkan gejala.

Bila muncul gejala, keluhannya mirip dengan gejala anemia, yaitu lemas, pucat, cepat lelah, jantung berdebar, hingga sesak napas. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. Cara Mengatasi Eritrosit Rendah Penanganan eritrosit rendah disesuaikan dengan penyebabnya.

Pengobatan yang umum diberikan oleh dokter untuk mengatasi eritrosit rendah meliputi: β€’ Pemberian suplemen zat besi, bila penyebab eritrosit rendah adalah kekurangan zat besi. Dokter juga akan menganjurkan penderita untuk mengonsumsi lebih banyak makanan sumber zat besi, seperti daging, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

β€’ Pemberian suplemen folat dan vitamin B12, bila penyebab eritrosit rendah adalah kekurangan kedua nutrisi ini. Penderita juga dianjurkan untuk mengonsumsi daging dan hati sapi, telur, alpukat, bayam, kacang-kacangan, serta sereal yang diperkaya dengan folat dan vitamin B12.

β€’ Kemoterapi, radioterapi, atau operasi, jika eritrosit rendah disebabkan oleh kanker. β€’ Cuci darah eritrosit rendah pemberian hormon eritropoietin, bila kadar eritrosit rendah dialami oleh penderita gagal ginjal stadium akhir.

β€’ Transfusi eritrosit rendah Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kadar eritrosit rendah dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari gangguan eritrosit rendah hingga kematian. Oleh karena itu, jika Anda merasakan keluhan yang mirip gejala anemia dan memiliki faktor risiko yang dapat menyebabkan eritrosit rendah, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat. Sel Darah Eritrosit rendah (Eritrosit) Pada Manusia – Apa yang dimaksud dengan sel darah merah?

Apa ciri ciri sel darah merah? Apa fungsi dari sel darah merah? Apa saja struktur sel darah merah? Bagaimana proses pembentukan sel darah merah? Apa yang dimaksud dengan eritrosit?

eritrosit rendah

Eritrosit normal berapa? Apa itu eritrosit dan fungsinya? Apa penyebab eritrosit eritrosit rendah Baca Juga : Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian sel darah merah (eritrosit), ciri-ciri, struktur, proses pembentukan dan jenis kelainan darah yang berkaitan dengan sel darah merah (eritrosit) secara lengkap.

7.2 Eritrosit Rendah Pengertian Sel Darah Merah (Eritrosit) Eritrosit atau sel darah merah adalah salah satu jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa jaringan-jaringan tubuh melalui darah. Secara etimologi, kata eritrosit berasal dari bahasa Yunani yaitu erythos berarti merah dan kytos berarti selumbung darah. Sel darah merah merupakan bagian sel darah yang memiliki jumlah terbanyak dalam tubuh yang produksinya antar masa janin dengan masa sesudah kelahiran.

Beberapa minggu pertama kehidupan embrio, sel darah primitif yang berinti di produksi di yolk sac (kantung kuning). Memasuki pertengahan trimester masa gestasi, produksi eritrosit diambil alih oleh hati sebagai organ utama yang memproduksi eritrosit, limpa dan juga kelenjar limfe. Selanjutnya, selama sebulan sebelum kelahiran dan sesudah lahir, eritrosit hanya di produksi di sumsum tulang dari semua tulanh kecuali bagian proksimal humerus (tangan) dan tibia (tulang kering) hingga seseorang berumur 5 tahun.

Proksimal humerus dan tibia hanya akan memproduksi sedikit eritrosit lalu tidak memproduksi lagi hingga mencapai usia sekitar 20 tahun.

Setelah usia tersebut, eritrosit akan diproduksi di sumsum tulang membranosa seperti vertebrae (tulang belakang), sternum (tulang dada), costae (tulang rusuk) dan illium. Namun, jumlah eritrosit yang di produksi sumsum tulang eritrosit rendah akan sedikit dan berkurang seiring pertambahan usia.

Ciri-Ciri Sel Darah Merah (Eritrosit) Berikut ini ciri-ciri sel darah merah yaitu: β€’ Memiliki bentuk bulat pipih yang bagian tengahnya cekung atau bikongkaf β€’ Tidak memiliki inti sel. β€’ Berwarna merah karena mengandung hemoglobin. β€’ Umur sel darah merang kurang lebih 120 hari. β€’ Sel darah merah berjumlah 4-5 juta sel/mm3 darah. β€’ Sel darah merah berdiameter 7-8 um dan tebalnya 1-2 um. β€’ Sel darah merah bersifat elastic.

Fungsi Sel Darah Merah (Eritrosit) Fungsi dan peran pentingdiantaranya yaitu: Fungsi eritrosit rendah sel eritrosit rendah merah (eritrosit) dalam tubuh yaitu mengedarkan darah yang kaya oksigen (O 2) dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Dalam menjalankan fungsi, eritrosit dibantu oleh hemoglobin (Hb), yaitu subtansi eritrosit yang terdiri atas rantei heme dan globin.

eritrosit rendah

Rantai heme merupakan senyawa besi protoporfirin yang membentuk pigmen atau bagian bebas protein dalam hemoglobin dan berperan mengangkut oksigen (O 2).

Selain itu, peran penting eritrotrosit yang lainnya yaitu: β€’ Sebagai dapar atau penyangga asam basa yang baik untuk darah. β€’ Eritrosit mengandung enzim karbonik eritrosit rendah, yaitu enzim yang berfungsi meningkatkan kecepatan dalam mengatalisis reaksi reversibel antara karbondioksida (CO 2) dan air (H 2O) untuk membentuk asam karbonat (H 2CO 3) beberapa ribu kali lipat.

β€’ Hemoglobin (Hb) sebagai substasi eritrosit berperan dalam menangkal patogen atau bakteri melalui proses lisis dengan mengeluarkan radikal bebas yang bisa menghancurkan membran sel patogen dan membunuh bakteri. Untuk itu, dikatakan eritrosit berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh (antibodi). β€’ Eritrosit berperan dalam pelebaran pembuluh darah.

Mekanisme tersebut bisa terjadi karena adanya senyawa S-Nitthrosothiol yang dilepaskan saat Hemoglobin (Hb) mengalami deogsigenerasi. Baca Juga : Sistem Gerak Pada Manusia Struktur Sel Darah Merah (Eritrosit) Struktur sel darah merah (eritrosit) normal adalah tidak memiliki inti dan berbentuk lempeng bikonkaf dengan eritrosit rendah sekitar 7-8 mikrometer dengan ketebalan 2,5 mikrometer pada bagian paling tebal dan sekitar 1 mikrometer pada bagian tengahnya.

Bentuk sel darah merah bisa berubah-ubah saat sel melewati kapiler, tapi perubahan bentuk tersebut tidak akan menyebakan sel mengalami ruptur. Hal tersebut disebabkan dalam keadaan normal, sel darah merah memiliki kelebihan membran sel untuk menampung zat didalamnya sehingga tidak akan merengangkan membran secara hebat. Dalam sel darah merah (eritrosit) terdapat hemogloblin (Hb), substansi hemoglobin (Hb) tersebut memberikan warna merah pada darah.

Hemoglobin (Hb) juga diartikan sebagai protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lain. Selain itu ada juga istilah Hematokrit (Ht atau HCT) yaitu mengukur persentase sel darah merah dalam seluruh volume darah apakah tinggi atau rendah.

Volume rata-rata sel darah merah pada tiap individu yaitu 90-95 Β΅mΒ³, sedangkan jumlah sel darah merah sangat bergantung pada jenis kelamin dan dataran tempat tinggal seseorang. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per mmΒ³ yaitu 5.200.000 (Β±300.000) dan pada wanita normal 4.700.000 (Β±300.000). Orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tinggal di dataran rendah. Proses Pembentukan Sel Darah Merah (Eritrosit) Proses pembentukan sel darah merah atau eritrosit disebut juga eritropoiesis.

Pembentukan eritrosit diregulasi oleh hormon glikoprotein yang disebut eritropoietin. Sel Pertama yang dikenali sebagai rangkaian pembentukan eritrosit adalah proeritroblas, yang dibentuk dari sel stem CFU-E. Setelah sel proeritroblas terbentuk, sel tersebut akan membelah beberapa kali. Sel baru dari generasi pertama pembelahan disebut basofil eritroblas karena bisa di cat dengan warna basa. Sel tersebut mengandung sedikit sekali hemoglobin.

Pada pembelahan selanjutnya, jumlah hb yang terbentuk lebih banyak dari sebelumnya. Sel yang terbentuk eritrosit rendah tahap eritrosit rendah disebut polikromatofil eritroblas.

eritrosit rendah

Pada tahap selanjutnya, jumlah Hb yang dibentuk akan semakin banyak dan sudah memberikan warna merah pada sel. Sel dikenal dengan ortokromatik eritroblas. Pada generasi berikutnya, sel sudah dipenuhi oleh Hb hingga konsentrasi 34%, nukleus memadat menjadi kecil, dan sisa akhirnya diabsorbsi dan didorong keluar dari sel. Pada saat bersamaan retikulum endoplasma direabsorpsi. Sel pada tahap ini disebut retikulosit, karena masih mengandung sedikit materi basofilik yang terdiri dari sisa aparatus golgi, mitokondria, dan sedikit organel sitoplasma lainnya.

Selama tahap retikulosit, sel akan berjalan dari sumsum tulang masuk ke dalam kapiler dengan cara diapedesis (terperas melalui pori-pori membran kapiler).

Materi basofilik yang tersisa dalam retikulosit normalnya akan menghilang dalam waktu 1-2 hari, dan kemudian menjadi eritrosit matur. Karena waktu hidup retikulosit pendek, maka konsentrasinya diantara semua sel darah normalnya sedikit kurang dari 1%. Jika eritrosit telah berada dalam sirkulasi, maka dalam keadaan normal umur sel darah merah yaitu kurang lebih sekitar 120 hari.

Sel darah merah yang sudah tua menjadi lebih eritrosit rendah dan bisa pecah dalam perjalanannya melalui pembuluh darah yang sempit. Eritrosit rendah eritrosit akan pecah di dalam limpa karena terjepit saat melewati pulpa merah limpa dan sebagiannya lagi akan dibongkar di hati. Hemoglobin yang terlepas dari eritrosit akan difagositosis dan dicernakan oleh sel makrofag terutama yang ada dalam limpa, hati dan sumsum tulang. Selanjutnya di hati, hemoglobin diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin) yang akan ditampung dalam kantong empedu.

Bilirubin berfungsi memberi warna pada feses. Zat besi yang ada pada hemoglobin diangkut lalu dilepas dan diangkut kedalam sumsum tulang untuk digunakan dalam pembentukan sel darah merah baru eritrosit rendah disimpan di hati dan jaringan lain eritrosit rendah bentuk ferritin.

Baca Juga : Sistem Pernapasan Pada Manusia Dalam tahapan pembentukan eritrosit, kadar oksigen (O 2) di udara, hormon eritopoietin, eritrosit rendah, cobalt (Co), tembaga (Cu), besi (Fe) dan vitamin B12 penting diperhatikan karena merupakan faktor yang bisa mempengaruhi proses tersebut.

Dampak Kekurangan dan Kelebihan Sel Darah Merah (Eritrosit) Kekurangan eritrosit dapat menyebabkan hal-hal berikut ini diantaranya: Anemia Defisiensi Vitamin, Anemia Aplastik, Penyakit Sumsum Tulang, Anemia Hemolitik, Anemia sel sabit. Sedangkan kelebihan sel darah merah dapat menyebabkan kondisi lain seperti Penggumpalan Darah dan Kerusakan Organ. Gangguan dan Kelainan Pada Sel Darah Merah (Eritrosit) Berikut ini gangguan atau penyakit yang bisa terjadi dalam sel darah merah, diantaranya: Eritrosit Tinggi Eritrosit tinggi (polisitemia) adalah kondisi dimana terjadi eritrosit rendah jumlah sel darah merah melebihi batas normal di dalam tubuhnya.

Ada 2 jenis polisitemia, yaitu polisitemia primer yang disebabkan oleh kelainan genetik atau faktor keturunan; dan polisitemia sekunder yang disebabkan karena kondisi tertentu atau penyakit lain yang mendasari, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker/tumor pada organ tertentu, dehidrasi, apnea tidur dan efek samping obat. Peningkatan jumlah eritriosit bisa meningkat pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi maupun pegunungan juga para perokok.

Kondisi ini tak selalu bergejala, umumnya gejala eritrosit tinggi yaitu sakit kepala, lemas, pusing, gatal-gatal, gangguan penglihatan, mudah lebam dan mimisan. Untuk mengobati kondisi ini perlu dilakukan pengurangan jumlah sel darah merah tersebut maka segera diperiksakan ke dokter atau bisa juga dengan donor darah. Eritrosit Rendah Eritrosit rendah adalah kondisi dimana terjadi penurunan jumlah sel darah merah kurang atau dibawah batas normal di dalam tubuhnya. Penyebab eritrosit rendah diantaranya pendarahan; kekurangan nutrisi; memiliki penyakit tertentu seperti anemia, hemolisis, infeksi berat, kanker darah, kerusakan ginjal, penyakit tiroid dan keracunan timbal; atau bisa juga efek samping dario pemakaian obat tertentu.

Untuk menangani eritrosit rendah, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan transfusi darah, konsumsi suplemen zat besi, folat, vitamin B12, cuci darah, kemoterapi, operasi, radioterapi, juga pemberian hormon eritropoietin. Selain itu ada beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dalam tubuh manusia, diantaranya: β€’ Polisitemia Vera, yaitu kondisi dimana sel darah merah yang diproduksi pada sumsum tulang belakang terlalu banyak.

β€’ Anemia, yaitu kurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. β€’ Malaria, yaitu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit yang nantinya akan menginfeksi sel darah merah juga merusak sel tersebut.

β€’ Limfoma, yaitu kanker darah yang berkembang dalam sistem limfa. Baca Juga : Sistem Pencernaan Pada Manusia Demikian artikel pembahasan tentang pengertian sel darah merah (eritrosit), ciri-ciri, struktur, proses pembentukan dan jenis kelainan darah yang berkaitan dengan sel darah merah (eritrosit) secara lengkap. Semoga bermanfaat Posted in Biologi, Ipa Tagged buah untuk menurunkan eritrosit, ciri-ciri sel darah merah, ciri-ciri sel darah putih, eritrosit dalam urine, eritrosit fungsinya, eritrosit rendah, eritrosit tinggi, fungsi eritrosit, fungsi sel darah merah, fungsi sel darah merah brainly, fungsi sel darah eritrosit rendah dan sel darah putih, fungsi sel darah putih, hematokrit, hematokrit rendah, leukosit, macam-macam sel darah, plasma darah, proses pembentukan sel darah merah, sebutkan ciri-ciri sel darah merah, sel darah putih, struktur sel darah merah Post navigation Recent Posts β€’ Pengertian Galaksi Bima Sakti, Sejarah, Teori, Ciri dan Pergerakan Galaksi Bima Sakti Lengkap β€’ Pengertian Black Hole, Sejarah, Teori, Sifat, Karakteristik dan Jenis Black Hole (Lubang Hitam) Lengkap β€’ Pengertian Uterus, Struktur Eritrosit rendah dan Fungsi Uterus (Rahim) Lengkap β€’ Pengertian Diafragma, Fungsi, Struktur dan Cara Kerja Eritrosit rendah Pada Pernapasan Lengkap β€’ Pengertian, Macam-Macam Jenis dan Contoh Alat Pemuas Kebutuhan Manusia Lengkap β€’ Pengertian Politik Etis, Latar Belakang, Tujuan, Isi, Penyimpangan dan Dampak Politik Etis Lengkap β€’ Pengertian Realitas Sosial, Macam, Bentuk, Konsep dan Contoh Realitas Sosial Menurut Para Ahli Lengkap β€’ Pengertian Kebudayaan Nasional, Karakteristik, Fungsi, Tujuan dan Contoh Kebudayaan Nasional Indonesia Lengkap β€’ Pengertian AFNEI, Sejarah, Tugas dan Tujuan AFNEI di Indonesia Lengkap β€’ Pengertian Waran, Ciri-Ciri, Manfaat dan Risiko Investasi Waran (Warrant) Lengkap β€’ Pengertian Modal Kerja, Konsep, Jenis, Manfaat, Penggunaan, Manajemen dan Perputaran Modal Kerja Lengkap β€’ Pengertian Audit Internal, Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup Audit Internal Menurut Para Ahli Lengkap β€’ Pengertian Riset Pasar, Macam Jenis, Metode dan Contoh Riset Pasar Lengkap β€’ Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Proses Penilaian Kinerja Karyawan Menurut Para Ahli Lengkap
Apa itu eritrosit?

Eritrosit adalah kepingan darah yang berbentuk bulat dengan sedikit ceruk di tengahnya, agak mirip donat. Sel darah ini dibuat di sumsum tulang melalui proses yang disebut erythropoiesis.

Eritrosit memiliki bentuk yang sangat elastis dan dapat berubah bentuk untuk menyesuaikan diri ketika mengalir melewati kapiler darah yang kecil. Sifatnya ini membuat eritrosit mampu menyebar dengan cepat dalam aliran darah untuk sampai ke eritrosit rendah organ di tubuh.

Usia sel darah merah biasanya berkisar antara 120 hari (4 bulan).

eritrosit rendah

Setelahnya, sel yang sudah tua dan rusak akan dipecah di organ limpa dan digantikan dengan yang baru. Sel darah yang belum matang disebut dengan retikulosit. Jumlahnya, bisa mencapai 1-2% dari eritrosit keseluruhan. Hemoglobin dalam sel darah merah berperan mengikat oksigen, membentuk bulatan pada kepingan darah, dan memberikan warna merah pada darah.

Nantinya, eritrosit akan mengalir ke seluruh tubuh untuk mengedarkan oksigen. Fungsi lain sel darah merah adalah membantu proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida di paru-paru ketika bernapas. Berapa jumlah eritrosit normal? Jumlah eritrosit normal biasanya dihitung atau diukur kadarnya melalui pemeriksaan yang disebut tes darah lengkap (complete blood count).

Dikutip dari Lab Tests Onlinepenghitungan sel darah merah dalam eritrosit rendah itu mencakup: β€’ R ed blood cell (RBC)yaitu jumlah sel darah merah dalam sampel darah Anda. β€’ Hemoglobin, yaitu jumlah total protein pembawa oksigen dalam darah. β€’ Hematokrit, eritrosit rendah persentase total volume darah yang terdiri dari sel darah merah. β€’ Mean corpuscular (MCV), yaitu ukuran rata-rata eritrosit.

β€’ Mean corpuscular hemoglobin (MCH), yaitu jumlah rata-rata hemoglobin di dalam eritrosit. β€’ Mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC), yaitu konsentrasi rata-rata hemoglobin di dalam eritrosit.

β€’ Red cell distribution width (RDW), yaitu variasi ukuran eritrosit. β€’ Retikulosit, yaitu jumlah absolut atau persentase eritrosit muda yang baru terbentuk dalam sampel darah Anda. Dokter akan mengukur jumlah sel darah merah Anda untuk membantu mendiagnosis kondisi medis dan mempelajari lebih lanjut tentang kesehatan Anda. Jumlah eritrosit eritrosit rendah adalah: β€’ Pria: 4,7 – 6,1 juta per mikroliter darah β€’ Wanita: 4,2 – 5,4 juta per mikroliter darah β€’ Anak-anak: 4 – 5,5 juta per mikroliter darah Sementara itu, jumlah normal komponen lain yang diperiksa dalam tes darah merah adalah: β€’ Hemoglobin: Pada laki-laki sebesar 13,2 – 16,6 gram/dL, sedangkan pada perempuan sebesar 11,6 – 15,0 gram/dL β€’ Hematokrit: Pada laki-laki sebesar 38,3 – 48,6 persen, sedangkan pada perempuan sebesar 35,5 – 44,9 persen Anda mungkin akan memerlukan lebih banyak tes untuk menentukan apa yang menyebabkan jumlah sel darah Anda tinggi atau rendah.

eritrosit rendah

Eritrosit rendah satunya termasuk tes untuk mencari kondisi yang menyebabkan tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak sel darah merah, seperti tes gagal jantung, atau tes untuk mendeteksi gangguan yang membatasi suplai oksigen Anda, seperti sleep apnea. Apa artinya jika hasilnya abnormal? Jumlahnya yang tidak normal dapat menyebabkan gejala tertentu pada tubuh Anda.

Anda dapat memeriksa gejala yang Anda curigai di sini. Jika Anda memiliki eritrosit tinggi, Anda bisa mengalami gejala seperti: β€’ Kelelahan β€’ Sesak napas β€’ Nyeri sendi β€’ Kulit gatal, terutama setelah mandi β€’ Mengalami gangguan tidur Jika Anda memiliki jumlah eritrosit rendah, gejala bisa termasuk: β€’ Kelelahan β€’ Sesak napas β€’ Pusing dan terasa lemah, terutama ketika mengubah posisi badan dan kepala dengan cepat β€’ Peningkatan denyut jantung β€’ Sakit kepala β€’ Kulit pucat Apa penyebab kadar eritrosit tinggi?

Eritrosit yang tinggi dapat menandai adanya penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, meski tidak selalu demikian. Kebiasaan gaya hidup tidak sehat juga dapat menyebabkan jumlah sel darah merah jadi tinggi. Kondisi medis yang dapat menyebabkan peningkatan sel darah ini meliputi: β€’ Gagal jantung β€’ Penyakit jantung kongenital (bawaan) β€’ Polisitemia vera (gangguan darah di mana sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah merah) β€’ Tumor ginjal β€’ Penyakit paru-paru, seperti emfisema, PPOK, fibrosis paru (jaringan paru menjadi bekas luka) β€’ Hipoksia (kadar oksigen darah rendah) β€’ Paparan karbon monoksida (biasanya karena merokok) Faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan jumlah sel darah merah yang tinggi termasuk: β€’ Anda merokok β€’ Tinggal di dataran yang tinggi seperti pegunungan β€’ Minum obat penambah energi atau obat hormon lainnya seperti steroid anabolik (misalnya, testosteron sintetis) atau erythropoietin Bagaimana cara mengatasi kadar sel darah merah yang tinggi?

Jika jumlah sel darah merah tinggi, dokter Anda dapat merekomendasikan prosedur atau obat untuk menurunkannya. Dalam prosedur yang disebut phlebotomy, dokter akan memasukkan jarum ke pembuluh darah Anda dan mengalirkan darah melalui tabung ke dalam kantong atau wadah. Anda mungkin perlu menjalani prosedur ini secara berulang sampai tingkat eritrosit Anda mendekati normal. Jika Anda didiagnosis dengan polisitemia vera atau penyakit sumsum tulang, dokter Anda mungkin juga akan meresepkan obat yang disebut hidroksiurea untuk memperlambat produksi eritrosit.

Anda harus memeriksakan diri ke dokter secara teratur saat mengambil hidroksiurea untuk memastikan kadarnya tidak turun terlalu rendah. Apa penyebab kadar eritrosit rendah? Jumlah sel darah yang rendah biasanya disebabkan oleh: β€’ Anemia β€’ Kegagalan sumsum tulang β€’ Kekurangan erythropoietin, yang merupakan penyebab utama anemia pada pasien dengan penyakit ginjal kronis β€’ Hemolisis, eritrosit rendah kerusakan sel darah merah yang disebabkan oleh transfusi dan cedera pembuluh darah β€’ Perdarahan internal atau eksternal β€’ Leukemia β€’ Malnutrisi β€’ Multiple myeloma, kanker sel eritrosit rendah di sumsum tulang β€’ Kurang nutrisi, termasuk kekurangan zat besi, tembaga, folat, dan vitamin B6 dan B12 β€’ Sedang hamil β€’ Gangguan tiroid Obat-obatan tertentu juga dapat menurunkan jumlah sel darah merah, terutama: β€’ Obat kemoterapi β€’ Obat kloramfenikol, yang mengobati infeksi bakteri β€’ Obat quinidine, yang dapat mengobati detak jantung yang tidak teratur β€’ Obat hydantoins, yang secara tradisional digunakan untuk mengobati epilepsi dan kejang otot Bagaimana cara meningkatkan eritrosit?

Pola makan yang dapat meningkatkan eritrosit adalah: β€’ Makan makanan kaya zat besi (seperti daging, eritrosit rendah, unggas), serta kacang kering, kacang polong, dan sayuran hijau (seperti bayam) untuk diet Anda β€’ Eritrosit rendah makanan yang kaya akan tembaga d seperti kerang, unggas, dan kacang β€’ Makan makanan yang lebih banyak mengandung vitamin B12 dengan makanan seperti telur, daging, dan gandum.

High Red Blood Cell Count: Causes & Symptoms. (2020). Retrieved 5 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17810-high-red-blood-cell-count Red Blood Cell Count – Understand Your Tests & Results. (2020). Retrieved 5 August 2020, from https://labtestsonline.org/tests/red-blood-cell-count-rbc Complete Blood Count (CBC) – Understand the Test & Your Results.

(2020). Retrieved 5 August 2020, from https://labtestsonline.org/tests/complete-blood-count-cbc Complete blood count (CBC) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 5 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/complete-blood-count/about/pac-20384919
Penyebab Eritrosit Rendah dan Cara Mengatasinya Penulis: Dita - Editor: Atsa Dalam istilah medis, eritrosit dikenal sebagai sel darah merah.

Sel ini merupakan sel terbanyak yang ada di dalam tubuh kita. Peredaran eritrosit di dalam pembuluh darah berguna untuk membawa oksigen sekaligus membantu tubuh melawan infeksi. Seperti sel darah putih, ada kalanya tubuh mengalami penurunan jumlah eritrosit.

eritrosit rendah

Jumlah eritrosit yang menurun tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan pada tumbuh Anda. Pada beberapa orang, menurunnya jumlah sel darah merah ini bisa terjadi karena sedang mengalami datang bulan atau sedang dalam masa kehamilan.

Kondisi dan Penyakit yang Berhubungan dengan Rendahnya Eritrosit dalam Darah Penurunan jumlah sel darah merah yang terjadi secara signifikan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain: β€’ Tubuh memproduksi sel darah merah lebih sedikit dari biasanya β€’ Tubuh eritrosit rendah sel darah merah lebih cepat dibanding proses produksinya β€’ Tubuh mengalami kehilangan darah dalam jumlah banyak. Adapun beberapa penyakit yang bisa membuat tubuh memproduksi sel darah mereka lebih sedikit antara lain adalah: β€’ Anemia aplastik.

Anemia aplastik eritrosit rendah kasus penurunan jumlah sel darah merah yang paling sering terjadi. Ini merupakan kondisi di mana tubuh memproduksi sel darah merah lebih sedikit dari yang seharusnya. Orang yang mengalami anemia aplastik akan mengeluhkan rasa lelah dan cenderung rentan terhadap infeksi dan perdarahan β€’ Kanker.

Kanker yang berhubungan dengan sumsum tulang termasuk limfoma dan leukemia bisa membuat produksi eritrosit menjadi tidak normal. Kanker prostat dan kanker payudara juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah β€’ Pengobatan tertentu. Obat-obatan yang bersifat antivirus seperti obat HIV juga bisa menyebabkan sel darah merah rendah.

Begitu juga obat-obatan yang diresepkan untuk kemoterapi. Seperti halnya sel-sel lain dalam tubuh, sel darah merah juga mengalami regenerasi.

eritrosit rendah

Namun, ada kalanya proses penghancuran sel darah merah ini berlangsung lebih cepat dibanding proses produksinya. Inilah yang kemudian menyebabkan eritrosit dalam darah turun drastis. Penyakit dan kondisi yang menyebabkan tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat antara lain adalah: β€’ Pembengkakan pada limpa (splenomegali) β€’ Hemolisis atau kerusakan pada membran sel darah merah β€’ Porphyria atau penumpukan bahan kimia yang mengganggu produksi hemoglobin β€’ Anemia sel bulan sabit β€’ Thalasemia eritrosit rendah darah yang menyebabkan penderitanya mengalami anemia sehingga harus ditransfusi secara berkala.

eritrosit rendah

Selain itu, kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan (misalnya perdarahan pada sistem pencernaan), terlalu sering melakukan donor darah dan menorrhagia (menstruasi dengan jumlah darah yang sangat banyak) juga bisa memicu eritrosit di dalam tubuh Anda turun drastis.

Mengatasi Rendahnya Eritrosit dalam Darah Rendahnya eritrosit secara umum dapat eritrosit rendah dengan konsumsi suplemen penambah darah. Namun mengubah pola makan tentu akan lebih baik lagi. Simak beberapa jenis zat dan nutrisi penting yang bisa membantu Anda mengatasi masalah eritrosit rendah berikut ini! β€’ Konsumsi makanan kaya akan zat besi seperti bayam, ikan tuna, kerang-kerangan dan lain sebagainya β€’ Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B kompleks seperti produk susu dan turunannya, asparagus, hati sapi, buah jeruk dan lain sebagainya β€’ Mengonsumsi banyak vitamin C.

Vitamin C tidak secara langsung menaikkan tingkat eritrosit tapi membantu tubuh menyerap zat besi secara maksimal.

Beberapa jenis makanan yang tinggi vitamin C antara lain jeruk, brokoli, kiwi, stroberi dan tomat β€’ Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A seperti wortel, ubi manis, brokoli dan hati ayam. Selain mengubah pola makan, mengganti gaya hidup menjadi lebih sehat juga bisa membantu Anda mengatasi rendahnya tingkat eritrosit. Mulai dengan mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan mengonsumsi alkohol hingga berolahraga secara rutin.

Baca Juga: Penyebab Eritrosit Tinggi dan Cara Mengobatinya Sumber Cure Search for Children’s Cancer (2020). Low Red Blood Cell Count (Anemia).

www.curesearch.org Medical News Today (2020). How to Increase Red Blood Cell Count. www.medicalnewstoday.com Mayo Clinic (2020).

Low Hemoglobin Count. www.mayoclinic.org Healthline (2018). Red Blood Cell Count (RBC). www.healthline.comβ€’ Home β€’ Berita Update β€’ Pendidikan ATLM β€’ _D3 ATLM β€’ _D4 ATLM β€’ _S2 ATLM β€’ _Pendidikan Linear ATLM Lainnya β€’ Mata Kuliah ATLM β€’ _Biologi Molekuler β€’ _Hematologi Klinik β€’ _Kimia Klinik β€’ _Imun dan Serologi β€’ _Mikrobiologi β€’ _Cairan Tubuh (Feses, urine, CSS) β€’ _Immunohistokimia β€’ _Manajemen Laboratorium β€’ _Patologi Anatomi β€’ Workshop & Seminar TLM β€’ Lowongan Kerja β€’ Infolabmed Store Infolabmed.

Indeks eritrosit adalah batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin eritrosit. Istilah lain untuk indeks eritrosit adalah indeks kospouskuler.

Indeks eritrosit terdiri atas : β€’ Isi/volume atau ukuran eritrosit (MCV : mean corpuscular volume atau volume eritrosit rata-rata), β€’ Berat (MCH : mean corpuscular hemoglobin atau hemoglobin eritrosit rata-rata), β€’ Konsentrasi (MCHC : mean corpuscular hemoglobin concentration atau kadar hemoglobin eritrosit rata-rata), dan β€’ Perbedaan ukuran (RDW : RBC distribution width atau luas distribusi eritrosit). Tujuan : Untuk mengetahui dan menentukan derajat anemia dan jenis anemia yang terjadi pada seseorang.

Indeks eritrosit dapat ditetapkan dengan dua metode, yaitu manual dan elektronik (automatik) menggunakan hematology analyzer. Untuk dapat menghitung indeks eritrosit secara eritrosit rendah diperlukan data kadar hemoglobin, hematokrit/PCV dan hitung eritrosit. Volume eritrosit rata-rata (VER) atau mean corpuscular volume (MCV) MCV mengindikasikan ukuran eritrosit : mikrositik (ukuran kecil), normositik (ukuran normal), dan makrositik (ukuran besar).

Nilai MCV diperoleh dengan mengalikan hematokrit 10 kali lalu membaginya dengan hitung eritrosit. MCV = (hematokrit x eritrosit rendah : hitung eritrosit Nilai rujukan : β€’ Dewasa : 80 - 100 fL (baca femtoliter) β€’ Bayi baru lahir : 98 - 122 fL β€’ Anak usia 1-3 tahun : 73 - 101 fL β€’ Anak usia 4-5 tahun : 72 - 88 fL β€’ Anak usia 6-10 tahun : 69 - 93 fL Masalah klinis : β€’ Penurunan nilai : anemia mikrositik, anemia defisiensi besi (ADB), malignansi, artritis reumatoid, hemoglobinopati (talasemia, eritrosit rendah sel sabit, hemoglobin C), eritrosit rendah timbal, radiasi.

β€’ Peningkatan nilai : anemia makrositik, aplastik, hemolitik, pernisiosa; penyakit hati kronis; hipotiroidisme (miksedema); pengaruh obat (defisiensi vit B12, antikonvulsan, antimetabolik) Hemoglobin eritrosit rata-rata (HER) atau mean corpuscular hemoglobin (MCH) MCH mengindikasikan bobot hemoglobin di dalam eritrosit tanpa memperhatikan ukurannya. Eritrosit rendah diperoleh dengan mengalikan kadar Hb 10 kali, lalu membaginya dengan hitung eritrosit.

MCH = (hemoglobinx10) : hitung eritrosit Nilai rujukan : β€’ Dewasa : 26 - 34 pg (baca pikogram) β€’ Bayi baru lahir : 33 - 41 pg β€’ Anak usia 1-5 tahun : 23 - 31 pg β€’ Anak usia 6-10 tahun : 22 - 34 pg MCH dijumpai meningkat pada anemia makrositik-normokromik atau sferositosis, dan menurun pada anemia mikrositik-normokromik atau anemia mikrositik-hipokromik.

Kadar hemoglobin eritrosit rata-rata (KHER) atau mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC) MCHC mengindikasikan konsentrasi hemoglobin per unit volume eritrosit. Penurunan nilai MCHC dijumpai pada anemia hipokromik, defisiensi zat besi serta talasemia. Nilai MCHC dihitung dari nilai MCH dan MCV atau dari hemoglobin dan hematokrit. MCHC = ( MCH : Eritrosit rendah ) x 100 % atau MCHC = ( Hb : Hmt ) x 100 % Nilai rujukan : β€’ Dewasa : 32 - 36 % β€’ Bayi baru lahir : 31 - 35 % β€’ Anak usia 1.5 - 3 tahun : 26 - 34 % β€’ Anak usia 5 - 10 tahun : 32 - 36 % Luas distribusi eritrosit ( RBCdistribution width) RDW adalah perbedaan ukuran (luas) dari eritrosit.

RDW adalah pengukuran luas kurva distribusi ukuran pada histogram. Nilai RDW dapat diketahui dari hasil pemeriksaan darah lengkap (full blood count, FBC) dengan hematology analyzer. Nilai RDW berguna untuk memperkirakan terjadinya anemia dini, sebelum nilai MCV berubah dan sebelum terjadi tanda dan gejala. Peningkatan nilai RDW dapat dijumpai pada : anemia defisiensi (zat besi, asam folat, vit B12), anemia hemolitik, anemia sel sabit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi temuan laboratorium : lihat penetapan kadar hemoglobin, hematokrit dan hitung eritrosit. Baca juga : β€’ Penetapan Kadar Hemoglobin β€’ Pemeriksaan Hitung Jumlah Leukosit β€’ Mac Conkey Agar - Media Selektif Gram Negatif Sumber : β€’ Laboratorium Kesehatan.

2017. Indeks Eritrosit. Tersedia : http://labkesehatan.blogspot.co.id/2009/12/indeks-eritrosit.html. (31 Desember 2017) β€’ Ripani Musyaffa Ahdanlab Blog. eritrosit rendah. Indeks Eritrosit. Tersedia : http://ripanimusyaffalab.blogspot.co.id/2010/02/indeks-eritrosit.html. (31 Desember 2017)
Tes hematokrit merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah merah di dalam dara h.

JIka hasil tes menunjukkan level hematokrit rendah atau di bawah rentang normal, maka hal ini menandakan bahwa jumlah sel darah merah di dalam tubuh sedang berkurang. Hematokrit sering kali dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan darah lengkap. Anda mungkin eritrosit rendah disarankan oleh dokter untuk menjalani pemeriksaan ini sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin ( check up).

Namun, pada kasus tertentu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan ini untuk menentukan apakah Anda menderita penyakit tertentu, contohnya anemia. Nilai Hematokrit Normal Nilai hematokrit diukur dalam satuan persentase (%). Setiap orang memiliki level hematokrit yang berbeda-beda, tergantung jenis kelamin dan usianya. Berikut ini adalah nilai hematokrit normal berdasarkan usia dan jenis kelaminnya: β€’ Pria dewasa: 40–54%. β€’ Wanita dewasa: 38–46%.

β€’ Anak-anak: 30 – 40 % Nilai hematokrit normal juga dapat berbeda antara satu laboratorium dengan yang lainnya. Namun, eritrosit rendah angka tersebut biasanya tidak akan melebih 7%. Jika kadar hematokrit eritrosit rendah tubuh Anda kurang dari rentang angka di atas, itu berarti level hematokrit Anda rendah.

Rendahnya nilai hematokrit perlu diwaspadai apabila disertai adanya keluhan atau gejala tertentu, seperti lemas, pucat, mudah lelah, dan sering pusing. Penyebab dan Penanganan Hematokrit Rendah Hematokrit rendah sering kali merupakan pertanda anemia.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: 1. Kehilangan darah Kehilangan darah secara berlebihan akibat eritrosit rendah, prosedur operasi, perdarahan, atau menstruasi berat dapat membuat level hematokrit rendah. Jika hematokrit rendah disebabkan oleh beberapa penyebab di atas, maka dokter perlu mencari sumber perdarahan dan menghentikannya.

Kehilangan darah yang sudah berat hingga menyebabkan syok juga biasanya perlu ditangani dengan pemberian transfusi darah. 2. Kekurangan nutrisi Anemia atau hematokrit rendah bisa disebabkan oleh kekurangan zat besi (anemia defisiensi zat besi) atau kekurangan folat dan vitamin B12 (anemia defisiensi folat dan vitamin B12). Untuk mengatasi kondisi ini, biasanya dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi suplemen dan makanan yang mengandung zat besi, folat, dan vitamin B12.

3. Gangguan atau kerusakan s umsum tulang Kerusakan pada sumsum tulang akibat racun, radiasi, kemoterapi, infeksi, atau efek samping obat-obatan tertentu dapat membuat level hematokrit menjadi rendah. Begitu pula halnya dengan penyakit pada sumsum tulang, seperti anemia aplastik, eritrosit rendah mielodisplasia, atau kanker, seperti leukemia, limfoma, atau kanker dari organ tubuh lain yang menyebar ke sumsum tulang (metastasis).

4. Penyakit ginjal Penyakit ginjal yang parah atau sudah berlangsung lama dapat menyebabkan anemia dan menurunnya hematokrit.

Hal ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah hormon pembentuk sel darah merah (eritropoietin) yang dihasilkan eritrosit rendah ginjal. Anemia atau hematokrit rendah yang disebabkan oleh penyakit ginjal kronis biasanya dapat diobati dengan pemberian obat epoetin alfa atau darbepoetin alfa melalui suntikan.

5. Penurunan kadar hemoglobin Hemoglobin atau Hb merupakan protein di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika jumlah hemoglobin tidak cukup, maka sel darah merah tidak dapat berfungsi dengan baik dan hancur. Hal ini dapat membuat kadar hematokrit menjadi lebih rendah. Berkurangnya jumlah hemoglobin sering kali disebabkan oleh anemia.

Namun selain anemia, rendahnya jumlah Hb juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit lain, di antaranya: Thalasemia Thalasemia adalah penyakit genetik yang membuat penderitanya tidak dapat menghasilkan hemoglobin dalam jumlah yang cukup. Thalasemia yang bersifat ringan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, thalasemia yang tergolong berat harus ditangani melalui transfusi darah setiap beberapa minggu sekali. Selain itu, penanganan juga dapat dilakukan dengan terapi untuk menghilangkan kelebihan zat besi dalam darah hingga transplantasi sumsum tulang.

Anemia hemolitik Penyakit anemia hemolitik terjadi ketika banyak sel darah merah di dalam tubuh yang hancur melebihi jumlah sel darah merah yang diproduksi oleh tubuh. Penanganan terhadap kondisi ini bervariasi dan disesuaikan dengan penyebabnya, mulai dari transfusi darah, obat kortikosteroid, perawatan untuk memperkuat atau melemahkan sistem kekebalan tubuh, hingga operasi eritrosit rendah limpa. Anemia sel sabit Sel darah merah normalnya berbentuk bulat pipih dan bergerak dengan mudah di pembuluh darah.

Namun, pada penderita anemia sel sabit, sel darah merah di dalam tubuhnya berbentuk seperti bulan sabit serta kaku dan mudah menggumpal. Bentuk sel darah merah yang abnormal membuat sel darah merah mudah hancur dan tersangkut di pembuluh darah kecil. Akibatnya, aliran darah dan oksigen ke tubuh menjadi terhambat. Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk mengatasi anemia sel sabit.

Penanganan hanya dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah komplikasi. Adapun penanganan anemia sel sabit, antara lain dengan antibiotik penisilin, obat pereda nyeri, obat hydroxyurea, dan tranplantasi sumsum tulang. Selain berbagai kondisi di atas, kadar hematokrit rendah juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti, transfusi darah, penyakit autoimun, atau bertempat tinggal di dataran tinggi.

Untuk menentukan diagnosis penyakit yang membuat hematokrit rendah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik beserta pemeriksaan lain, seperti tes darah, aspirasi sumsum tulang, dan pemeriksaan radiologis, seperti Rontgen dan CT- scan.

Jika kadar hematokrit menurun sedikit tanpa disertai adanya gejala, maka kondisi ini mungkin bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, apabila Anda memiliki gejala atau riwayat penyakit tertentu dan hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa hematokrit Anda rendah, maka kondisi ini sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter.

Cara mengatasi kekurangan hemoglobin - dr Zaidul Akbar




2022 www.videocon.com