Badan akreditasi nasional perguruan tinggi

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

tirto.id - Selain menyiapkan persyaratan masuk perguruan tinggi dan mempertimbangkan pilihan jurusan, calon mahasiswa hendaknya mengetahui akreditasi universitas jurusan di setiap kampus yang dipilih. Akreditasi tersebut, erat kaitannya dengan standar mutu dan parameter kelayakan dalam menyelenggarakan program-program yang ada di universitas ataupun jurusan sarjana.

Calon mahasiswa yang ingin mengetahui kualitas kampus dapat melihat akreditasi universitas dan akreditasi jurusan. Akreditasi dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri di luar perguruan tinggi.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

Akreditasi universitas bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan patokan akreditasi yang mengacu pada standar nasional (SN-Dikti).

Penilaian akreditasi perguruan tinggi dilakukan oleh Tim Asesor yang terdiri atas dosen dan para pakar dalam berbagai bidang keilmuan yang memahami hakikat penyelenggaraan atau pengelolaan perguruan tinggi. Proses akreditasi melibatkan perguruan tinggi, BAN-PT, asesor dan validator yang difasilitasi oleh program aplikasi SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi On-line). Berdasarkan Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Nomor 3 tahun 2019 tentang Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi, penilaian akreditasi perguruan tinggi berfokus pada dalam 9 kriteria, yaitu: - Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi - Tata Pamong, Tata Kelola, dan Badan akreditasi nasional perguruan tinggi - Mahasiswa badan akreditasi nasional perguruan tinggi Sumber Daya Manusia - Keuangan, Sarana dan Prasarana - Pendidikan - Penelitian - Pengabdian kepada Masyarakat - Luaran dan Capaian Tridharma Selain akreditasi universitas, calon mahasiswa juga harus mengetahui akreditasi jurusan yang ingin dipilih untuk mengetahui standar mutu jurusan tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam Buku II Standar dan Prosedur Akreditasi Program Studi Sarjana, akreditasi jurusan merupakan tolok ukur yang harus dipenuhi oleh institusi program studi sarjana.

Akreditasi ini menjadi komitmen program studi sarjana untuk memberikan layanan prima dan efektivitas pendidikan. Berikut standar penilaian yang menjadi dasar Tim Asesor.

- Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian - Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan mutu - Mahasiswa dan Lulusan - Sumber daya manusia - Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik - Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi - Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan kerja sama Selain penilaian mutu, badan akreditasi nasional perguruan tinggi akreditasi bertujuan untuk mendorong institusi dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu yang tinggi.

Sedangkan hasil akreditasi digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan. Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui akreditasi universitas mengakses laman https://www.banpt.or.id/. Pada laman Direktori Hasil Akreditasi Institusi, terdapat daftar perguruan tinggi beserta status akreditasi dan masa berlaku SK BAN-PT untuk universitas.

Sedangkan untuk mengetahui akreditasi jurusan, calon mahasiwa dapat mengakses laman Direktorat Hasil Akreditasi Program Studi. Calon mahasiswa cukup mengetik nama jurusan pada universitas tertentu, maka akan muncul rincian akreditasi. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Gambaran umum Didirikan 1994 Dasar hukum UU no.

12 tahun 2012 Pendidikan Tinggi Permendikbud no. 59 tahun 2012 Badan Akreditasi Nasional Bidang tugas Akreditasi Perguruan Tinggi Di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kepala BAN-PT Prof.

Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc. Alamat kantor pusat Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Gedung D Lantai 17. Jalan Pintu 1 Senayan, Jakarta, 10270 Website www .banpt .or .id • l • b • s Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan satu-satunya badan akreditasi yang memperoleh wewenang dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkenalkan serta menyebarluaskan "Paradigma Baru dalam Pengelolaan Pendidikan Tinggi", dan meningkatkan relevansi, atmosfer akademik, pengelolaan institusi, efisiensi dan keberlanjutan pendidikan tinggi.

[1] Daftar isi • 1 Sejarah • 2 Pengurus 2021-2025 • 3 Proses akreditasi • 4 Lihat pula • 5 Referensi • 6 Pranala luar Sejarah [ sunting - sunting sumber ] BAN-PT berdiri pada tahun 1994, berlandaskan UU No.

2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan PP No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Sebagai satu satunya badan akreditasi yang diakui oleh pemerintah BAN-PT memiliki wewenang untuk melaksanakan sistem akreditasi pada pendidikan tinggi.

Dalam wewenang ini termasuk juga melaksanakan akreditasi bagi semua institusi pendidikan tinggi (baik untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Agama (PTA) dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK); program-program pendidikan jarak jauh; dan program-program, secara kerjasama dengan insitiusi pendidikan tinggi di dalam negeri, yang ditawarkan oleh institusi pendidikan tinggi dari luar negeri (saat ini institusi pendidikan tinggi dari luar negeri tidak dapat beroperasi, secara legal, di Indonesia).

Dalam PP No. 60 tahun 1989 disebutkan bahwa BAN-PT merupakan badan yang mandiri (independen) yang diangkat dan melaporkan tugasnya pada Menteri Pendidikan Nasional. Fungsi utama Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menurut peraturan perundangan yang ada ( UU No.

20 tahun 2003 [ pranala nonaktif permanen], PP No. 60/1999, SK Menteri Pendidikan Nasional No. 118/U/2003), pada dasarnya adalah: membantu Menteri Pendidikan Nasional dalam pelaksanaan salah satu kewajiban perundangannya, yaitu penilaian mutu perguruan tinggi, yaitu Perguruan Tinggi Negeri, Kedinasan, Keagamaan, dan Swasta.

Lebih lanjut, dengan telah diundangkannya UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta telah dikeluarkannya Permendikbud No. 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional, fungsi utama BAN-PT mengalami perubahan yang cukup signifikan terutama dengan adanya pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk ilmu-ilmu serumpun yang merupakan amanat dari undang-undang (UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi).

BAN-PT setidaknya memiliki enam peran dan tugas, yaitu: (1) mengembangkan sistem akreditasi nasional; (2) melaksanakan akreditasi institusi; (3) melaksanakan penilaian kelayakan prodi /PT baru bersama Ditjen Dikti; (4) memberikan rekomendasi dan (5) evaluasi terhadap LAM, serta (6) melaksanakan akreditasi program studi yang belum memiliki LAM serumpun.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

Tata Kelola BAN-PT terdiri atas Majelis Akreditasi yang berkoordinasi dengan Menristekdikti, kemudian Majelis membawahi Dewan Eksekutif yang mebawahi 3 divisi (Divisi Program/Akreditasi, Divisi Pengembangan dan Evaluasi, Divisi Sistem dan Pengelolaan Data) serta Sekretariat.

Menristekdikti bertugas mengukuhkan Dewan Majelis serta Dewan Eksekutif. Pengurus 2021-2025 [ sunting - sunting sumber ] Anggota Majelis Akreditasi BAN-PT: [2] • Prof.

Dr. rer.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

nat. Imam Buchori, S.T • Iman Herwidiana Kartowisastro, Ph.D • Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S • Prof.

Bambang Suryoatmono, Ph.D • Dr. Hendriko, S.T., M. Eng. • Dr. Dra. Retno Widowati, M. Si. • Prof. Drs. T. Basaruddin, M. Sc., Ph.D • Arief Tarunakarya Surowidjojo, S.H., LL.M • Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc. Anggota Dewan Eksekutif BAN-PT: • Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

• Tjokorde Walmiki Samadhi, S.T., M.T., Ph.D. • Prof. Agus Setyo Muntohar, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D • Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph. D • Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT: Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T Ketua Dewan Eksekutif BAN-PT: Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc. Proses akreditasi [ sunting - sunting sumber ] Proses akreditasi program studi dimulai dengan pelaksanaan evaluasi diri di program studi yang bersangkutan.

Evaluasi diri tersebut mengacu pada pedoman evaluasi diri yang telah diterbitkan BAN-PT, namun, jika dianggap perlu, pihak pengelola program studi dapat menambahkan unsur-unsur yang akan dievaluasi sesuai dengan kepentingan program studi maupun institusi perguruan inggi yang bersangkutan. Dari hasil pelaksanaan evaluasi diri tersebut, dibuat sebuah rangkuman eksekutif ( executive summary), yang selanjutnya rangkuman eksekutif tersebut dilampirkan dalam surat permohonan untuk diakreditasi yang dikirimkan ke sekretariat BAN-PT.

Sekretariat BAN-PT akan mengkaji ringkasan eksekutif dari program sudi tersbut, dan jika telah memenuhi semua kompoen yang diminta dalam pedoman evaluasi diri sekertariat BAN-PT akan mengirimkan instrumen akreditasi yang sesuai dengan tingkat program studi setelah instrumen akreditasi diisi, program studi mengirimkan seluruh berkas (intrumen akreditasi yang telah diisi dan lampirannya, beserta copy-nya) ke sekretariat BAN-PT.

Jumlah copy yang harus disertakan untuk program studi tingkat Diploma dan Sarjana sebanyak 3 copy, sedangkan untuk program studi tingkat Magister dan Doktor sebanyak 4 copy.

Penilaian dilakukan setelah seluruh berkas diterima secara lengkap oleh sekretariat BAN-PT. Lihat pula [ sunting - sunting sumber ] • Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) • Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi • Pendidikan Tinggi • Perguruan Tinggi Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ "Situs resmi BAN-PT".

Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-11-18. Diakses tanggal 2021-02-02. • ^ "Pelantikan Dewan Eksekutif dan Majelis BAN-PT Menata Insititusi melalui Penjaminan Mutu PT" Pranala luar [ sunting - sunting sumber ] • Direktori Akreditasi BAN-PT Diarsipkan 2011-04-14 di Wayback Machine. • Portal Resmi BAN-PT Diarsipkan 2015-09-23 di Wayback Machine. • Portal Resmi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Diarsipkan 2020-06-13 di Wayback Machine.

• Portal Resmi Republik Indonesia • Halaman ini terakhir diubah pada badan akreditasi nasional perguruan tinggi Februari 2022, pukul 12.24. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Jakarta - Pendaftaran online CPNS 2021 telah dibuka, Rabu (30/6/2021). Salah satu syarat dalam pendaftaran, peserta harus melampirkan bukti akreditasi perguruan tinggi dan program studi dari BAN-PT.

BAN-PT atau Badan Badan akreditasi nasional perguruan tinggi Nasional Perguruan Tinggi adalah lembaga yang berwenang untuk memberikan penilaian akreditasi terhadap perguruan tinggi dan program studi (prodi). BAN-PT menjalankan kewenangan dari Kemendikbud Ristek. Seperti dilansir dari laman BAN-PT, lembaga ini memiliki visi untuk menjadi lembaga akreditasi perguruan tinggi yang independen, kredibel, dan akuntabel, serta diakui pada tataran global.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BAN-PT mengusung beberapa misi seperti membangun budaya mutu di pendidikan tinggi hingga mengembangkan lembaga akreditasi mandiri yang bermutu. Baca juga: 10 Soal TIU CPNS 2021, Lengkap dengan Kunci Jawabannya Lantas, bagaimana cara mengecek akreditasi di BAN-PT? Pada dasarnya, data akreditasi perguruan tinggi maupun prodi dapat diakses secara terbuka pada laman BAN-PT. Website ini dapat diakses baik menggunakan laptop/PC maupun smartphone.

Berikut cara mengakses akreditasi perguruan tinggi BAN-PT 1. Buka situs BAN-PT di https://www.banpt.or.id/ 2. Pilih menu Data Akreditasi. Lalu, klik Institusi (terkini) 3. Masukkan nama perguruan tinggi pada kolom pencarian yang tersedia (di paling atas tabel) 4. BAN-BT akan menampilkan data akreditasi Cara mengakses akreditasi Prodi BAN-PT 1. Buka situs BAN-PT di https://www.banpt.or.id/ 2. Pilih menu Data Akreditasi.

Lalu, klik Program Studi (terkini) 3. Masukkan nama program studi pada kolom pencarian yang tersedia. 4. BAN-BT akan menampilkan badan akreditasi nasional perguruan tinggi akreditasi Selain kedua cara diatas, pengecekan data akreditasi perguruan tinggi dan program studi juga bisa dilakukan dalam satu waktu.

Berikut caranya: 1. Buka situs BAN-PT di https://www.banpt.or.id/ 2. Pilih menu Data Akreditasi. Lalu, klik Pencarian Data Akreditasi (histori) 3. Masukkan nama perguruan tinggi dan nama program studi 4.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

BAN-PT akan menampilkan data akreditasi Pada laman yang bisa diakses secara umum, BAN-PT hanya memberikan informasi peringkat, No. SK, tahun SK, hingga tanggal kadaluarsa. Untuk SK, hanya dapat diunduh oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Description: The legal basis of NABHE (National Accreditation Board of Higher Education), or BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional â??

Perguruan Tinggi), are Act of Republic of Indonesia Number 20, Year 2003 on National Education System (Chapter XVI, Part Two, Article 60 and 61); Government Regulation Number 19, Badan akreditasi nasional perguruan tinggi 2005 on National Standard for Education (Chapter XIII Article 86, 87, 88, and 92 verse 5); and Education and Culture Ministerial Decree No.

187/U/1998. According to those legal bases NBAHE has four objectives 1. Arrange and manage a system of periodical evaluation (accreditation) for higher education institutions and study programs.

2. Conducts all activities on national wide evaluation and accreditation of higher education institutions and study programs. 3. Give a recommendation to central government and local government on quality and development in higher education.

4. Disseminate accreditation result to the public 5.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

Developing accreditation standard on higher education Reference document(s): a. Act of Republic of Indonesia Number 20, Year 2003 on National Education System b.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

Government Regulation Number 19, Year 2005 on National Standard for Education c. Education and Culture Ministerial Decree No. 187/U/1998 d. Executive Report Of The National Accreditation Board for Higher Education [BAN-PT] 2003 - 2004 Description: In 2002 NABHE conducting self-evaluation to view itâ??s position in Indonesian higher education system.

In the final self-evaluation report, NABHE has formulated itâ??s vision and mission, as describe below. Vision: â??Acknowledge as national independent body in accreditation and evaluation of higher education in Indonesiaâ? Mission: â??Protecting public interest through quality assurance in higher education by means of valid and reliable instrument, and accompanied by clear, sound and feasible accreditation norm for higher education institutions and study programs in Indonesia, and make accreditation result as accountable information for the publicâ? Reference document(s): a.

NABHE Self-Evaluation Report Year 2002 b. Executive Report Of The National Accreditation Board for Higher Education [BAN-PT] 2003 - 2004 Description: NABHE Staff profile: 1.

Board Member of NABHE â?¢ Appointed by Minister of National Education â?¢ Number of board members : 9 2. Expert Team â?¢ Number of expert team members: 3 â?¢ Expert Team main task is to help NABHE chairperson and board member in conducting accrediting process 3.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

Secretariat Staff â?¢ Number of secretariat staff: 30 â?¢ Secretariat Staff main task is to administer accreditation process and make report to NABHE board through NABHE chairperson 4. Assessor (reviewers) â?¢ Selected from various higher education institution in Indonesia â?¢ Number of assessors (reviewers) : around 900 persons â?¢ Conducting evaluation to study programs in accreditation process Reference document(s): a.

NABHE Self-Evaluation Report Year 2002 b. Executive Report Of The National Accreditation Board for Higher Education [BAN-PT] 2003 - 2004 Description: NABHE Staff profile: â?¢ Currently there are about 900 reviewers that NABHE has recruited â?¢ NABHE reviewers came from various higher education institution and educational background (depending on the level of study program that reviewer being evaluated) â?¢ The reviewers are grouped into 11 discipline/field of study (religion, education, social science, engineering, natural science, health science, etc.) Reference document(s): a.

badan akreditasi nasional perguruan tinggi

NABHE Self-Evaluation Report Year 2002 b. Guideline on Assessor (Reviewer) Recruitment, year 2000 Description: NABHE independency is stated in the Government Regulation Number 19, Year 2005 on National Standard for Education (Chapter XII; Article 85; verse 1, 2, and 3); as stated below, Chapter XII Article 85 Reference document(s): a.

Government Regulation Number 19, Year 2005 on National Standard for Education b. General Guideline For Accreditation Of Higher Education Institution Description: Up until August 2004, NABHE had accredited 6.283 study programs. In the year 2005 NABHE expected 1.500 study programs to be accredited, this number is quite significant changes due to the acknowledgment of NABHE role in Indonesian higher education as describe in Government Regulation Number 19, Year 2005. At the end of 2007, NABHE are expected to conduct accreditation for higher education institution in Indonesia.

The number of higher education institutions expected to be accredited is around 2.400 institutions. Reference document(s): a. NABHE Self-Evaluation Report Year 2002 b. Executive Report Of The National Accreditation Board for Higher Education [BAN-PT] 2003 â?? 2004 c. NABHE higher education institution database Description: The NABHE accreditation criteria and processes are published in printed and electronic documents.

Theses documents can be access through NABHE website (http://www.ban-pt.or.id). Every study programs are expected to read the General Guideline For Accreditation Of Higher Education Institution, before continuing to focus on accreditation instrument according to their level of education.

Reference document(s): a. General Guideline For Accreditation Of Higher Education Institution b. All accreditation instruments witch are use by NABHE Description: In 2002 NABHE conducting self-evaluation to assure that the accreditation process had done properly, beside to overview itâ??s position on Indonesian higher education system. On the other hand NABHE always review accreditation instrument periodically. For example, the S1 (Sarjana level/undergraduate level) and S2 (Master badan akreditasi nasional perguruan tinggi level) instruments each had undergone 2 major reviews, the review lead to major changes in the instruments meet higher education demand new paradigm.

Reference document(s): a. NABHE Self-Evaluation Report Year 2002 b. Executive Report Of The National Accreditation Board for Higher Education [BAN-PT] 2003 â?? 2004 c. All accreditation instruments witch are use by NABHE Associate Member Criteria: Measure:Associate Members are organisations with a major badan akreditasi nasional perguruan tinggi and active involvement in evaluation, accreditation and quality assurance in higher education, but without the responsibility for assuring the quality of institutions, education programs, or external quality assurance agencies Criterion For Observers: Measure: APQN accepts as Observers organisations outside the Asia-Pacific region, including: external quality assurance agencies; institutions with a major interest in evaluation, accreditation and quality assurance in higher education; other regional networks that have major interests in and strong links with the region

Badan Akreditasi Perguruan Tinggi Dengarkan Penjelasan Amir Tomagola Dalam Asesmen Lapangan Daring




2022 www.videocon.com