Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Hallo Saharudin, saya bantu jawab pertanyaan kamu yaa. Keterampilan yg digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antarfenomena adalah analisis. Analisis adalah kemampuan menganalisis hubungan interaksi dan interelasi antarfenomena. Contohnya, hubungan keterkaitan antara perilaku sosial manusia dan lingkungannya.

Semoga membantu yaa. Jenjang : 10 SMA Topik : Pengetahuan Dasar Geografi Yang dimaksud dengan bahan baku industri adalah . a. bahan baku yang tidak mengalami proses industri yang diolah menjadi bahan jadi b. bahan baku itu dapat diolah dan digunakan sebagai alat produksi di industri c. bahan baku yang tidak diolah d. bahan dari sumber daya alam yang digunakan dalam proses produksi e. proses industri prefabrikasi • Analisis Fenomena Di Masyarakat Menggunakan Teori Pertukaran Sosial hai hai para blogger yang sedang berbahagia kali ini saya akan memposting mengenai tugas pada mata kuliah teori sosiologi modern yang saya tempuh di semester 3 nih.

Dalam tugas ini membahas mengenai fenomena yang ada di masyarakat dan dikaitkan dengan teori pertukaran sosial George Homans. Buat yang udah penasaran yuk langsung aja baca postingan dibawah ini. check it out. A. PENDAHULUAN Pertengahan abad ke-20 disebut sebagai periode krusial bagi keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah ilmu sosial, terutama paradigma fungsional struktural.

Pada abad tersebut menjadi puncak kejayaan teori fungsionalisme struktural sekaligus menjadi titik awal kemerosotannya. Teori Parson bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada teori tindakan menuju ke fungsionalisme struktural. Namun, tidak berselang lama kemudian fungsionalisme struktural mendapatkan serangan yang luar biasa. Puncak serangan terjadi pada 1960-an dan 1970-an.

Banyaj ilmuwan sosial yang gencar melakukan serangan dan menghasilkan teori-teori sosial yang baru sebagai tandingan atas teori Parson. Salah satu tokoh nya adalah George Homans yang bergerak di ranah teori pertukaran sosial. Sebagai koreksi atas fungsionalisme struktural yang fokus pada determinisme struktur sosial dan meremehkan posisi individu sebagai aktor, teori pertukaran sosial justru mengangkat otonomi interaksi individu dengan struktur sosialnya.

Ciri terpenting dari teori pertukaran sosial terletak pada analisisnya mengenai hubungan sosial menurut cost and reward.

Dari beberapa tokoh pencetus teori sosiologi modern ternyata mereka memiliki pemikirannya masing-masing dengan karakter yang berbeda-beda dalam menghadapi kenyataan yang ada di dalam masyarakat. Pandangan dasar Homans ialah bahwa jantung sosiologi terletak di dalam studi perilaku dan interaksi yang terjadi pada setiap idividu. Dia tidak banyak tertarik kepada kesadaran atau kepada berbagai jenis struktur dan lembaga berskala besar yang diperhatikan oleh sebagian besar sosiolog.

Minatnya yang utama yaitu pada pola-pola penguatan, sejarah ganjaran dan kerugian yang membuat individu melakukan hal yang mereka lakukan. Homans menjelaskan bahwa interaksi sosial yang ada di masyarakat terjadi karena pertukaran sosial. Pertukaran sosial menurutnya yaitu suatu keadaan dimana orang-orang terus melakukan apa yang mereka rasakan mendapat penghargaan di masa silam dan sebaliknya, mereka akan berhenti melakukan apa yang terbukti merugikan di masa silam.

Dalam laporan pengamatan ini akan membahas biografi George Homans secara singkat, bagaimana lahirnya teori pertukaran dan menjelaskan salah satu contoh dari adanya teori pertukaran sosial seperti yang telah dijelaskan oleh George Homans di dalam masyarakat sekitar kita, kemudian saya akan mencoba untuk melakukan analisis dengan mengaplikasikan teori tersebut pada kasus.

B. PEMBAHASAN Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan orang lain dalam berinteraksi atau menjalani kehidupannya. Manusia tidak hidup sebagai makhluk individu melainkan manusia merupakan bagian dari masyarakat. Di dalam masyarakat sendiri terdapat berbagai macam suku, adat istiadat, bahasa, dan cara berinteraksi yang berbeda-beda.

Dalam proses interaksi yang dilakukan oleh individu yang satu dengan yang lain merupakan salah satu kajian dalam teori sosiologi modern. Teori adalah suatu kumpulan definisi, pembahasan maupun konsep yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya dan berhubungan dengan fenomena yang ada.

Secara garis besar teori pertukaran sosial menelaah kontribusi individu dalam suatu hubungan yang mempengaruhi kontribusi individu lain dengan mempertimbangkan konsekuensi yang diterimanya khususnya terhadap ganjaran yang akan didapatkan setelah apa yang individu tersebut lakukan.

Homans menjelaskan bahwa interaksi sosial yang ada di masyarakat terjadi karena pertukaran sosial. Pertukaran sosial menurutnya yaitu suatu keadaan dimana orang-orang terus melakukan apa yang mereka rasakan mendapat penghargaan di masa silam dan sebaliknya, mereka akan berhenti melakukan apa yang terbukti merugikan di masa silam. Pada masa silam atau jaman purba mereka melakukan pertukaran dengan cara menukarkan barang yang mereka miliki dengan barang apa yang mereka inginkan atau biasa disebut barter, hanya saja pada masa kini pertukaran yang terjadi tidak selalu dalam bentuk barang yang bisa dilihat, disentuh atau dirasakan namun juga hal-hal yang tidak terlihat seperti jasa, rasa bahagia, rasa bangga, kepuasan rohani, kepuasan batin dan lain sebagainya.

1. Biografi George Homans (1910-1989) George Homans adalah warga Boston yang kaya, dia menerima gelar sarjana muda dari Harvard pada 1932. Depresi besar membuat dia menganggur. Pelukisan Homans mengenai mengapa dia tertarik dan senang dengan Pareto banyak menjelaskan tentang mengapa teori sosiologis Amerika begitu sangat konservatif, begitu anti-Marxis.

Pada 1934 buku Homans yang berjudul An Introduction to Pareto ( ditulis bersama Charles Curties) berhasil diterbitkan. Penerbitan buku itu membuat Homans menjadi sosiolog meskipun karya Pareto nyaris merupakan satu-satunya sosiologi yang pernah dia baca hingga saat ini. Dalam studi nya Homans tidak pernah mendapat gelar Ph.D., meskipun dia menjadi salah seorang tokoh sosiologis utama di zamannya.

Pada 1939, Homans bergabung dengan jurusan sosiologi Harvard, tetapi hubungan itu terputus oleh perang. Meskipun Homans menghargai sejumlah aspek karya Parsons, dia sangat kritis terhadap gaya berteori Parsons. Mulailah terjadi pertukaran yang lama di antara kedua pria itu, hasilnya berupa terbitnya banyak buku dan jurnal. Pada dasarnya, Homans menyatakan bahwa teori Parsons sama sekali bukan teori melainkan suatu sistem kategori intelektual yang sebaagian besar cocok dengan aspek-aspek dunia sosial.

Selanjutnya, Homans percaya bahwa teori harus dibangun dari dasar berbasis pengamatan-pengamatan yang cermat pada dunia sosial.

Dalam karyanya sendiri, Homans menimbun banyak pengamatan empiris selama bertahun-tahun, tetapi baru pada 1950-an dia menemukan pendekatan teoretis yang memuaskan yang dia pakai untuk menganalisis data itu.

Teori itu adalah behaviorisme psikologis, yang terungkap paling baik di dalam ide-ide koleganya di Harvard, psikolog B.F Skinner. Berdasarkan perspektif itu Homans mengembangkan teori tentang pertukaran. 2. Lahirnya Teori Pertukaran George Homans memandang perilaku sosial sebagai pertukaran aktivitas dan kepentingan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Teori pertukaran Homans adalah interaksi antar individu yang melakukan pertukaran kepentingan dengan hukum dasar “imbalan dan keuntungan yang didapat oleh individu yang melakukan pertukaran itu”.

Pertukaran sosial yang terjadi di masyarakat tidak selalu bersifat statis, karena tidak selamanya individu mendapatkan keuntungan dari proses pertukaran sosial maka dari itu perlu dilakukan proposisi.

Dalam bukunya “Social Behavior: Its Elementary Forms”, Homans menegaskan bahwa perilaku sosial individu dapat dijelaskan berdasarkan beberapa proposisi psikologi (kejiwaan) dan motivasi individu tersebut. Proposisi dipandang sebagai dasar pertimbangan rasional atau kalkulasi ekonomis. Dia tidak tertarik kepada kesadaran atau kepada berbagai jenis struktur dan lembaga berskala besar yang diperhatikan oleh sebagian besar sosiolog.

Premisnya ialah bahwa interaksi-interaksi mungkin berlanjut bila ada pertukaran penghargaan dan sebaliknya, interaksi-interaksi yang merugikan bagi salah satu atau kedua belah pihak kecil kemungkinannya untuk berlanjut. 3. Contoh Fenomena yang ada di Masyarakat Beberapa minggu yang lalu saya sedang berbelanja di salah satu toko swalayan yang ada di sekitar banaran. Saat saya sedang memilih-milih barang apa yang akan saya beli, saya bertemu dengan salah satu karyawan perempuan yang sedang merapikan barang yang baru saja di distribusikan dari pabrik.

Lalu dalam jarak yang tidak cukup jauh saat dia sedang melihat ke arah saya, saya mencoba tersenyum untuk sekedar menyapa. Kemudian karyawan tersebut membalas senyuman saya dengan sopan dan menghampiri saya yang sedang kebingungan untuk mencari barang yang saya butuhkan dan membantu saya untuk mendapatkan barang apa saja yang sedang saya cari. Lalu setelah saya mendapatkan barang apa saja yang saya butuhkan saya mengantri di kasir yang pada saat itu antriannya cukup panjang.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya tiba waktunya giliran saya untuk membayar. Penjaga kasir atau yang biasa disebut dengan kassa yang ada di toko tersebut sangat ramah kepada saya, dia menawarkan beberapa produk terbaru dari toko nya yang sedang ada diskon, menanyakan apakah saya mempunyai kartu member, dan menanyakan apakah uang kembalian receh saya boleh disumbangkan untuk anak yatim piatu. Dengan sikap baik yang dimiliki oleh karyawan dan penjaga kasir tersebut membuat saya merasa nyaman berbelanja di salah satu toko swalayan tersebut.

pelayanan yang diberikan memang terkenal baik karena mereka mengedepankan kenyamanan pelanggannya dengan cara bersikap sopan dan ramah kepada setiap pengunjung yang datang untuk berbelanja. Bahkan apabila salah satu dari karyawan atau penjaga kasir tidak tersenyum kepada pembeli maka semua belanjaan yang sedang kita bawa, bisa dibawa pulang dengan potongan harga yang lumayan banyak bahkan bisa diberikan dengan gratis.

4. Analisis Contoh Kasus Menurut Homans ada asumsi dasar untuk saling untung agar perilaku itu menjadi perilaku pertukaran sosial. Dalam contoh kasus diatas merupakan perilaku pertukaran sosial karena mereka saling bertukar senyum antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam konsep Homans, perilaku pertukaran ini sangat dipengaruhi oleh beberapa proposisi yang dapat menentukan apakah perilaku tersebut terus diulangi atau justru dihindari.

Salah satu proposisi sukses yaitu apabila individu mendapat imbalan (reward) berupa senyuman dari karyawan dan penjaga kasir itu, individu akan mendapat kepuasan tersediri yang sesuai dengan apa yang ia lakukan (cost), maka pada kesempatan lainnya individu yang berbelanja tersebut akan melakukan perilaku yang sama ketika datang untuk berbelanja keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah karena ia tahu, bahwa ia tidak akan merugi atau tidak akan takut untuk tidak mendapakan balasan senyuman dari karyawan atau penjaga kasir tersebut.

Sebaliknya, apabila saat individu tersebut mencoba tersenyum kepada karyawan atau kasir tetapi mereka tidak memberikan respon berupa balasan senyuman sebagai bentuk pertukarannya, maka perilaku tersebut tidak bisa disebut sebagai pertukaran sosial karena salah satu pihak merasa akan rugi dalam kasus pertukaran ini.

Seperti apa yang sudah dijelaskan oleh George Homans yaitu premisnya ialah bahwa interaksi-interaksi mungkin berlanjut bila ada pertukaran penghargaan. Sebaliknya, interaksi-interaksi yang merugikan bagi salah satu atau kedua belah pihak kecil kemungkinannya untuk berlanjut.

Dengan kata lain apa yang disebut struktur atau fakta sosial tidak lain merupakan tindakan individu-individu dalam kehidupan sosialnya. C. Kesimpulan Pertengahan abad ke-20 disebut sebagai periode krusial bagi perkembangan ilmu sosial, terutama paradigma fungsional struktural. Pada abad tersebut menjadi puncak kejayaan teori fungsionalisme struktural sekaligus menjadi titik awal kemerosotannya.

Hingga akhirnya teori Parson bergeser dan tergantikan oleh teori pertukaran sosial George Homans. Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah terpenting dari teori pertukaran sosial terletak pada analisisnya mengenai hubungan sosial menurut cost and reward.

Minatnya yang utama yaitu pada pola-pola penguatan, sejarah ganjaran dan kerugian yang membuat individu melakukan hal yang mereka lakukan. Salah satu contoh kasus yang dijelaskan diatas bisa disebut sebagai perilaku pertukaran sosial yang saya alami sendiri yang ada di masyarakat. Mengapa perilaku tersebut bisa dikatakan perilaku pertukaran sosial karena di dalamnya terdapat cost atau reward yang saya dapatkan dari individu lain.

Seperti apa yang sudah dijelaskan oleh George Homans yaitu premisnya ialah bahwa interaksi-interaksi mungkin berlanjut bila ada pertukaran penghargaan.

Sebaliknya, interaksi-interaksi yang merugikan bagi salah satu atau kedua belah pihak kecil kemungkinannya untuk berlanjut. Dengan kata lain apa yang disebut struktur atau fakta sosial tidak lain merupakan tindakan individu-individu dalam kehidupan sosialnya. DAFTAR PUSTAKA Ritzer, George.

2012. Teori Sosiologi dari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wardana, Amika. 2014. Perilaku Sosial (Teori Pertukaran Homans). Tesis. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. terima kasih buat kalian yang udah baca postingan saya kali ini. kalo ada yang mau memberikan komentar terkait postingan saya ini silahkan tulis komentar kalian dibawah ini yaa.

semoga bermanfaat and see you 🙂 Categories: Kumpulan Tugas Sosiologi dan Antropologi Analisis Fenomena Konflik Kopi Maut Sianida Menggunakan Teori Georg Simmel Hubungan Patron-Klien Antara Pengusaha Keripik Dan Petani Ketela Di Kecamatan Pacet Mojokerto Recent Posts • Seminar Internasional (Minggu ke 8) • Menikmati Malam Di Padang (Minggu ke 7) • Kecerdasan Majemuk • Gender dan Agama • Civil Society • Diskusi Mengenai Teori Belajar • Mengkaji Permasalahan Pendidikan Melalui Diskusi Kelompok • Mengajar Baris-Berbaris (Minggu ke 6) • Budaya Sebagai Sistem Adaptif, Ideasional dan Simbolik • Mendidik Diri Menjadi Indonesia: Memanusiakan Orang Lain Di Depan Kita
Mapel: Geografi Kategori: Pengetahuan Dasar Geografi Kata kunci: geografi, pendekatan, konsep Kode mapel: 10.8.1 [kelas 10 – Pengetahuan Dasar Geografi] Pembahasan: Keterampilan yg digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antarfenomena adalah analisis.

Analisis adalah kemampuan menganalisis hubungan interaksi dan interelasi antarfenomena. Contohnya, hubungan keterkaitan antara perilaku sosial manusia dan lingkungannya.

Selain analisis, ketrampilan dasar geografi lainnya yg harus dimiliki utk memahami konsep geografi adalah observasi, deskripsi, mengelompokkan (klasifikasi), dan pemetaan. Untuk mengetahui jawaban dari soal lain tentang Pengetahuan Dasar Geografi teman-teman bisa klik di sini brainly.co.id/tugas/16412561 Pertanyaan Untuk mempelajari masalah banjir selain mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir perlu juga mengidentifikasi gagasan dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.

Pendekatan yang sesuai untuk kasus tersebut adalah. a. pendekatan keruangan b. pendekatan ekologi c. pendekatan korologi d. pendekatan kewilayahan e. pendekatan kompleks wilayah Menggambarkan proses terbentuknya gunung api termasuk keterampilan memahami konsep geografi yaitu keterampilan.

a. pengklasifikasian b. pemetaan c. observasi d. analisis e. deskripsi Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah.

a. pengklasifikasian b. pemetaan c. observasi d. analisis e. deskripsi Hallo Sheren, saya bantu jawab pertanyaan kamu yaa.

1. Pendekatan yang sesuai untuk kasus pada soal tersebut adalah pendekatan ekologi. Pendekatan ekologi mengkaji fenomena geosfer seperti interaksi organisme hidup dengan lingkungannya. Dalam pendekatan ini, manusia memiliki peran yang penting dalam proses interaksi. Jadi, jawaban yang benar adalah B. 2. Menggambarkan proses terbentuknya gunung api termasuk keterampilan memahami konsep geografi yaitu keterampilan deskripsi. Deskripsi adalah kemampuan menjelaskan gejala geosfer yang terdapat di permukaan bumi secara detail dan optimal sehingga orang lain bisa membaca dan menginterpetasikannya dengan baik.

Jadi, jawaban yang benar adalah E. 3. Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah analisis. Seorang ahli geografi harus mampu menganalisa hubungan interaksi dan interalasi antara satu fenomena dengan fenomena lainnya yang ada di muka bumi. Jadi, jawaban yang benar adalah D.

Semoga membantu yaa. Jenjang : 10 SMA Topik : Pengetahuan Dasar Geografi Peta tematik : (1) Peta jaringan jalan; (2) Peta tata guna lahan; (3) Peta persebaran penduduk; (4) Peta topografi; (5) Peta kemiringan lahan. Jenis peta yang digunakan untuk menentukan lokasi pusat perbelanjaan ditunjukkan angka ….

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

A. (1), (2), dan (3) B. (1), (2), dan (4) C. (2), (3), dan (4) D. (2), (3), dan (5) E. (3), (4), dan (5) Masyarakat suku Dayak Meratus, Kalimantan Selatan melakukan sistem ladang berpindah dengan terencana. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membuat sekat api selebar 4-5 m untuk menahan api agar tidak lari dan bekas pembakaran dapat digunakan untuk menyuburkan tanah sehingga tidak perlu lagi diberi pupuk. Pendekatan geografi yang berkaitan dengan kasus tersebut adalah pendekatan.

A. Keruangan B. Kelingkungan C. Kewilayahan D. Interelasi E. Korologi Pada perekaman objek suatu daerah digunakan kamera yang memiliki panjang fokus 20 mm (f). Jika tinggi terbang pesawat 2.000 meter di atas permukaan laut (H) dan ketinggian objek 200 meter di atas permukaan laut (h), skala foto udara tersebut adalah . a. 1:70.000 b. 1:80.000 c. 1:90.000 d. 1:100.000 e. 1:50.000
A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini kalian diharapkan mampu menjelaskan prinsip dan pendekatan geografi dengan teliti dan dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

B. Uraian Materi 1. Prinsip Geografi Setiap bidang ilmu mempunyai konsep dan prinsip tersendiri, meskipun terkadang ada kesamaan prinsip antara beberapa bidang ilmu. Prinsip suatu ilmu digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dengan memahami karakteristik yang dimiliki dan keterkaitan fenomena tersebut dengan permasalahan lain. Adapun prinsip-prinsip yang dipegang dalam geografi sebagai berikut. 1) Prinsip Penyebaran Geografi menganut prinsip ini karena adanya persebaran fenomena geografi yang tidak merata di muka Bumi ini.

Misalnya, penyebaran potensi air yang berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya, penyebaran limbah cair dalam tanah, penyebaran polusi udara, dan sebagainya.

2) Prinsip Interelasi Permasalahan yang terjadi di alam dengan manusia saling terkait. Interelasi ini dapat terjadi antara alam dengan alam itu sendiri maupun alam dengan manusia. Misalnya, fenomena banjir yang terjadi akibat penebangan hutan di wilayah hulu atau kekeringan yang berkepanjangan sebagai dampak adanya La Nina. 3) Prinsip Deskripsi Seperti sudah kamu ketahui bahwa alam dan manusia saling berkaitan.

Bentuk keterkaitan ini dapat digambarkan dalam bentuk deskripsi seperti halnya awal kemunculan ilmu geografi yang dimulai dari deskripsi yang dituangkan dalam catatan perjalanan. 4) Prinsip Korologi Prinsip ini menganut kerterpaduan antara ketiga prinsip sebelumnya. Diterapkan dengan mengkaji persebaran, interelasi, dan deskripsi suatu wilayah. Kondisi wilayah akan memberikan ciri khas pada kesatuan gejala, fungsi, dan bentuk. 2. Pendekatan Geografi Dalam geografi modern yang dikenal dengan geografi terpadu (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan atau hampiran.

Ketiga pendekatan tersebut, yaitu analisis keruangan, kelingkungan atau ekologi, dan kompleks wilayah. Pendekatan Geografi 1) Pendekatan Keruangan Pendekatan keruangan menekankan pada keruangan. Ruang adalah seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah, hewan dan manusia.

Pendekatan keruangan menganalisis gejalagejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Pendekatan ini mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses.

Struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Sedangkan pola keruangan berkaitan dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi elemen geografi ini akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang.

Ahli geografi berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar.

Analisis keruangan mempelajari perbedaan karakteristik suatu wilayah, baik yang menyangkut kondisi maupun manusianya. Dalam analisis keruangan perlu diperhatikan: - penyebaran penggunaan ruang yang telah ada; - penyebaran ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang direncanakan.

Nah, dengan cara seperti ini kalian bisa menganalisis suatu gejala alam yang terjadi di sekitar wilayah kalian. Bahkan bencana alam yang akhir-akhir ini mendera bangsa kita. 2) Pendekatan Kelingkungan/Ekologis Ekologi adalah ilmu yang mepelajari inetraksi antara organisme hidup dan lingkungannya. Pendekatan ini tidak hanya mendasarkan pada interaksi organisme dengan lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang ada dan juga perilaku manusia.

Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yaitu perilaku dan fenomena lingkungan. Sisi perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan gagasan dan kesadaran lingkungan.

Interelasi keduanya inilah yang menjadi ciri khas pendekatan ini. Menggunakan keenam pertanyaan geografi, analisis dengan pendekatan ini masih bisa dilakukan. Nah, perhatikan contoh analisis mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan kamu akan menemukan perbedaannya dengan pendekatan keruangan. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.

a. Identifikasi kondisi fisik yang mendorong terjadinya bencana ini, seperti jenis tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu.

b. Identifikasi sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. c. Identifikasi budi daya yang ada kaitannya dengan alih fungsi lahan.

d. Menganalisis hubungan antara budi daya dan dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan banjir. e. Menggunakan hasil analisis ini mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah ini. 3) Pendekatan Komplek Wilayah Analisis ini mendasarkan pada kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Analisis ini menekankan pengertian ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan ini mendorong suatu wilayah dapat berinteraksi dengan wilayah lain. Perkembangan wilayah yang saling berinteraksi terjadi karena terdapat permintaan dan penawaran.

Contoh analisis kompleks wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan permukiman. Langkah awal, dilakukan identifikasi wilayah potensial di luar Jawa yang memenuhi persyaratan minimum, seperti kesuburan tanah dan tingkat kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek untuk pengembangan kawasan tersebut.

3. Keterampilan Dasar Geografi Sebagai seorang geograf, kalian harus memiliki keterampilan yang dapat menunjang kalian dalam memahami pengetahuan dasar geografi. Keterampilanketerampilan tersebut meliputi: a) Observasi adalah kemampuan utama dalam memahami konsep geografi. Hal-hal yang diamati dalam prinsip observasi geografi adalah segala fenomena geosfer yang meliputi atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan antroposfer.

Contohnya melakukan pengamatan fenomena hujan. b) Deskripsi adalah kemampuan untuk menjelaskan fenomena geosfer yang terdapat di muka bumi secara detail dan optimalsehingga orang lain yang mendengarkan atau membacanya seolah-olah melihat fenomena alam itu secara langsung. Contohnya mendeskripsikan proses terbentuknya gunung api. c) Mengelompokkan (klasifikasi) adalah kemampuan mengelompokkan fenomena-fenomena geosfer berdasarkan syarat-syarat tertentu digunakan untuk melakukan analisis terkait interaksi antarfenomena.

Contohnya pengklasifikasian jenis tanah, lahan dan curah hujan. d) Pemetaan, seorang ahli geografi harus mampu membuat dan membaca peta dengan baik. Contohnya membuat peta pengunaan lahan, persearan barang tambang, dan lain-lain e) Analisis dalah kemampuan menganalisis hubungan interaksi dan interelasi antarfenomena geosfer.

Contohnya hubungan keterkaitan antara perilaku manusia dengan kondisi lingkungannya. C. Rangkuman Berdasarkan uraian materi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. • Dalam ilmu geografi trdapat empat prinsip utama yang digunakan untuk memahami karakteristik dan keterkaitan fenomena dengan permasalahan lainnya, yaitu prinsip penyebaran, printip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi • Pendekatan geografi digunakan untuk memahami berbagai masalah dan gejala geosfer.

Ada tiga pendekatan geografi yaitu pendekatan analisis keruangan, pendekatan analisis ekologi (kelingkungan) dan pendekatan analisis kompleks wilayah (kewilayahan).

• Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang ahli geografi adalah keterampilan observasi, deskripsi, klasifikasi, pemetaan dan analisis. D. Tugas Mandiri Setelah kalian mempelajari tentang pendekatan geografi, saatnya kalian mengaplikasikan kemampuan kalian dalam menganalisis fenomena geosfer yang terjadi di sekitar kita.

Untuk itu lakukanlah hal berikut. 1. Amatilah gambar berikut, apakah jelas terlihat? Sumber : https://www.solopos.com 2. Fenomena apakah yang terjadi pada gambar tersebut? 3. Termasuk ke dalam aspek apakah fenomena tersebut? 4. Pendekatan apa yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut? Jelaskan alasan kalian! Kerjakan tugas di keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah dalam kolom komentar disertai identitas Nama, Nomor dan Kelas.

Bagi peserta didik yang mampu berdiskusi dengan memberikan komentar tugas temannya pada kolom komentar dengan sopan akan mendapat nilai tambahan.

Selamat bekerja dan terima kasih. putu.anjani134@gmail.com 12 Agustus 2021 20.56 Sebelumnya maaf Perkenalkan : nama saya Ratna Anjani. Saya ingin berkomentar kepada swanitarias /ingin mendiskusikan tugas di atas: Dari hasil pengamatan gambar di atas fenomena tersebut adalah. Tanah longsor.

Dari aspek tersebut termasuk bencana alam. Yang disebabkan karena pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga atau karena curah hujan tinggi.

Pendekatan yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah:tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga.

. maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Hapus putu.anjani134@gmail.com 12 Agustus 2021 21.00 Tugas 3 Nama:Ni Putu Ratna Anjani No:31 Kls:X IPS 1 Mapel: Geografi Hari tgl: Jumat,13agustus 2021 1.jelas/mudah dipahami 2.Dari hasil pengamatan gambar di atas fenomena tersebut adalah. Tanah longsor. 3.Dari aspek tersebut termasuk bencana alam.

Yang disebabkan karena pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga atau karena curah hujan tinggi. 4.Pendekatan yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah:tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga. . maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Balas Hapus NI KETUT NOVIANTARI 12 Agustus 2021 21.00 NAMA:NI KETUT NOVIANTARI NO:26 KLS:X IPS 1 1.Jelas 2.Tanah longsor.

3.Bencana alam. 4.:tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga. . maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Balas Hapus Ni Kadek Emik Rismawati 12 Agustus 2021 21.11 Nama:Ni Kadek Emik Rismawati No:23 Kls:X IPS 1 Tanggal:13-08-2021 1.Jelas 2.Tanah longsor. 3.Bencana Alam. 4.tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga.

. maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Balas Hapus NI KETUT NOVIANTARI 12 Agustus 2021 21.27 Nama:Ni Kadek Julianti No.

:24 Kls. :X IPS 1 1. Jelas/mudah dipahami 2. Tanah longsor 3. Bencana alam 4. Tanah longsor disebabkan karena pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karena tidak adanya hutan sebagai penyangga.maka solusi untuk tanah longsor tersebut menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Balas Hapus I Komang Endi Pradipta 12 Agustus 2021 22.58 Nama : I Komang Endi Pradipta No : 09 Kelas : X IPS 2 Mapel : Geografi Tgl : 13 Agustus 2021 1). Jelas / Mudah dipahami.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

2). Dari hasil pengamatan saya fenomena yang terdapat dari gambar diatas adalah Tanah Longsor. 3). Termasuk ke dalam aspek Bencana Alam. 4. Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah yang sesuai untuk fenomena diatas adalh Pendekatan Ekologi/Kelingkungan.

Karena tanah longsor disebabkan karena pergeseran tanah, sebab tanah bergeser karena tidak adanya hutan sebagai penyangga. Berarti ada ulah tangan manusia yang merusak hutan. Balas Hapus Ni Ketut Wirawati 13 Agustus 2021 00.06 Nama:Ni Ketut Wirawati No:22 KLS:X IPS 2 Tgl: 13 Agustus 2021 Jawaban 1. Jelas 2. Fenomena alam yakni tanah longsor 3.Bencana alam 4.

Ekologis/kelingkungan. Alasannya karena tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, penyebab pergeseran tanah karena tidak adanya hutan/pepohonan sebagi penyangga penyangga. Balas Hapus Ni Ketut Wirawati 13 Agustus 2021 00.13 Nama: ni Luh Fitriani No:24 Kls: X IPS 2 Maple: geografi Tgs :13 Agustus 2021 1.jelas 2.tanah longsor 3.bencana alam.

4Pendekatan yang sesuai untuk fenomena diatas adalh Pendekatan Ekologi/Kelingkungan. Karena tanah longsor disebabkan karena pergeseran tanah, sebab tanah bergeser karena tidak adanya hutan sebagai penyangga. Berarti ada ulah tangan manusia yang merusak hutan. Balas Hapus Kadekjuli 13 Agustus 2021 00.57 Nama:Ni Kadek Juliantari No:24 KLS:X IPS 1 Tgl: 13 Agustus 2021 Jawaban 1. Jelas 2. Fenomena alam yakni tanah longsor 3.Bencana alam 4. Ekologis/kelingkungan.

Alasannya karena tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, penyebab pergeseran tanah karena tidak adanya hutan/pepohonan sebagi penyangga penyangga. Balas Hapus NI PUTU DINAR SARI DEWI 13 Agustus 2021 01.15 Nama: NI PUTU DINAR SARI DEWI No :30 Kls :X IPS 1 Tanggal:13-08-2021 1.Jelas 2.Tanah longsor.

3.Bencana Alam. 4.tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga. . maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan.

Balas Hapus Kadek sani artana 13 Agustus 2021 01.29 Nama:I Kadek Sani Artana No:8 Kls:X IPS 3 Tgl: 13 Agustus 2021 Jawaban 1. Jelas 2. Fenomena alam yakni tanah longsor 3.Bencana alam 4. Ekologis/kelingkungan. Alasannya karena tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, penyebab pergeseran tanah karena tidak adanya hutan/pepohonan sebagi penyangga penyangga. Balas Hapus Ni Ketut Wirawati 13 Agustus 2021 01.57 NAMA : NI PUTU ARYA SWARI OKA VANY NO : 26 KELAS : X IPS 2 Jawaban 1.

Jelas 2. Fenomena alam yakni tanah longsor 3.Bencana alam 4. Ekologis/kelingkungan. Alasannya karena tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, penyebab pergeseran tanah karena tidak adanya hutan/pepohonan sebagi penyangga penyangga.

Balas Hapus I Gusti Ngurah Rai 13 Agustus 2021 03.13 Nama:I Gusti Ngurah Rai No:06 Kls:X IPS 1 Tanggal:13-08-2021 1.Jelas 2.Tanah longsor. 3.Bencana Alam. 4.tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga.

. maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Balas Hapus NAMA. :I KADEK ARYA SUDIATANA WAHYU PUTRA NO. :08 KLS. :X IPS 1 MAPEL. :GEOGRAFI 1).Bagaimana perkembangan geografi pada masa pertengahan? Jawaban: Geografi pada abad pertengahan ini d 13 Agustus 2021 04.12 Nama: I Kadek Arya Sudiartana Wahyu Putra No absen: 08 Kelas: X IPS 1 Mapel: Geografi 1.Kurang jelas. 2.Tanah longsor. 3.Bencana Alam. 4.Menjaga Keseimbangan alam menjaga kelestarian hutan Balas Hapus Diah Pitarini 13 Agustus 2021 04.54 Nama : Luh Putu Adi Diah Pitarini No : 20 Kls : X IPS 2 Mapel : Geografi 1.

Jelas.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

2. Tanah longsor. 3. Bencana alam. 4. Tanah longsor disebabkan oleh perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor diakibatkan oleh air yang meresap ke dalam tanah dan akan menambah bobot tanah. Balas Hapus Unknown 13 Agustus 2021 04.57 Nama : putu hili styawan No : 30 Kls : X IPS 2 mapel : geografi Jawaban 1. Jelas 2. Fenomena alam yakni tanah longsor 3.Bencana alam 4.

Ekologis/kelingkungan. Alasannya karena tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, penyebab pergeseran tanah karena tidak adanya hutan/pepohonan sebagi penyangga penyangga. Balas Hapus Unknown 13 Agustus 2021 05.00 Nama : putu wili styawan No : 30 Kls : X IPS 2 mapel : geografi Jawaban 1. Jelas 2. Fenomena alam yakni tanah longsor 3.Bencana alam 4. Ekologis/kelingkungan.

Alasannya karena tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, penyebab pergeseran tanah karena tidak adanya hutan/pepohonan sebagi penyangga penyangga. Maaf nama nya salah ketik:) Hapus Ni Ketut Wirawati 13 Agustus 2021 05.58 Nama: ni made dian pratiwi No:25 Kls: X IPS 2 Maple: geografi Tgs :13 Agustus 2021 1.jelas 2.tanah longsor 3.bencana alam.

4Pendekatan yang sesuai untuk fenomena diatas adalh Pendekatan Ekologi/Kelingkungan. Karena tanah longsor disebabkan karena pergeseran tanah, sebab tanah bergeser karena tidak adanya hutan sebagai penyangga. Berarti ada ulah tangan manusia yang merusak hutan. Balas Hapus Unknown 19 Agustus 2021 21.56 Nama : Kadek Sukrawan No : 10 Kelas X IPS 1 Mapel : geografi Tugas : 13 Agustus 2021 1.jelas/mudah dipahami 2.Dari hasil pengamatan gambar di atas fenomena tersebut adalah.

Tanah longsor. 3.Dari aspek tersebut termasuk bencana alam. Yang disebabkan karena pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga atau karena curah hujan tinggi.

4.Pendekatan yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah:tanah longsor disebabkan karna pergeseran tanah, sebabnya tanah bergeser karna tidak adanya hutan sebagai penyangga.

. maka solusi utk tanah longsor tsb menggunakan pendekatan ekologi atau dilingkungan. Balas Hapus
Modul Geografi Kelas X SEMESTER GANJIL 2020/2021 PENYUSUN: PARAMITA IKA SARI, S.Pd SMAN 61 JAKARTA PPG GEOGRAFI ANGKATAN 1 BAB 1 UNIVERPSEINTGAESRMTUAHHAUMANADGIEYOAGHRMAFAITARAM 2021 DAFTAR ISI DAFTAR ISI PETA KONSEP PENDAHULUAN A.

Identitas Modul Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah. Kompetensi Dasar C. Deskripsi Singkat Materi D. Petunjuk Penggunaan Modul E. Materi Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 RUANG LINGKUP GEOGRAFI A.

Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi C. Rangkuman D. Penugasan Mandiri E. Latihan Soal F. Penilaian Diri KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 OBJEK, ASPEK, DAN KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi C. Rangkuman D. Penugasan Mandiri E. Latihan Soal F. Penilaian Diri KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PRINSIP DAN PENDEKATAN GEOGRAFI A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi C. Rangkuman D. Penugasan Mandiri E. Latihan Soal F.

Penilaian Diri EVALUASI KUNCI JAWABAN DAFTAR PUSTAKA Atmosfer GLOSARIUM Antroposfer topologi : lapisan udara yang menyelimuti bumi : lapisan manusia dan juga kehidupannya di permukaan bumi Aspek Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah abiotik : aspek yang berkaitan dengan bentuk muka bumi (morfologi), Aspek biotik letak atau lokasi suatu wilayah, luas dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri khas tertentu Biosfer : aspek yang berkaitan dengan unsur kondisi tanah, hidrologi, Ekologi iklim dari suatu wilayah : aspek yang berkaitan dengan unsur tumbuhan, hewan dan Geosfer manusia (penduduk).

Hidrosfer : lapisan tumbuhan dan hewan yang hidup di permukaan bumi Litosfer : iIlmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia Morfologi dengan lingkungannya Pendekatan Keruangan : objek material yang dikaji dalam geografi : lapisan air yang ada di bumi : lapisan batuan dan tanah pembentuk bumi : bentuk permukaan bumi secara keseluruhan : pendekatan yang menganalisis gejala-gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang PETA KONSEP Ruang Lingkup Perkembangan Pengetahuan Geografi Geografi Definisi Geografi Pengetahuan Dasar Objek dan Aspek Objek Geografi Geografi Geografi Aspek-Aspek Geografi Konsep Esensial Geografi Prinsip Geografi Pendekatan Geografi PENDAHULUAN A.

Identitas Modul Mata Pelajaran : Geografi Kelas :X Alokasi Waktu : 3 Pertemuan (3 x 3 JP) Judul Modul : Pengetahuan Dasar Geografi B. Kompetensi Dasar 3.1 Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari- hari. 4.1 Menyajikan contoh penerapan pengetahuan dasar geografi dalam kehidupan sehari- hari dalam bentuk tulisan. C. Deskripsi Singkat Materi Anak-anak hebat diseluruh Indonesia, selamat datang di modul geografi. Ini adalah modul pertama dalam kegiatan pembelajaran geografi.

Geografi sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno, yang dikenal dengan geografi klasik. Pengetahuan tentang bumi pada masa itu masih dipengaruhi oleh mitologi atau kepercayaan yang beranggapan bahwa segala fenomena atau gejala yang terdapat di permukaan bumi merupakan kehendak dewa-dewa. Namun lambat laun anggapan tersebut berubah seiring dengan perkembangan zaman.

Dalam modul ini kalian akan mempelajari sejarah perkembangan geografi, definisi atau pengertian geografi, objek kajian geografi, aspek-aspek geografi, serta ilmu-ilmu yang mendukung geografi. Selain itu, modul ini akan menuntun kalian untuk mempermudah memahami konsep esensial, prinsip dan pendekatan geografi terkait dengan gejala atau fenomena geografi sehingga kalian dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

D. Petunjuk Penggunaan Modul Bacalah modul ini hingga tuntas dan paham Ikuti petunjuk kegiatan pembelajaran yang ada pada modul Belajarlah secara mandiri, jika kalian membutuhkan bantuan, hubungi guru Kerjakan latihan soal dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman kalian Cocokkan hasil kerja kalian dengan kunci jawaban Jika nilaimu sudah mencapai 75 silahkan lanjut ke modul berikutnya, jika masih di bawah 75 pelajari kembali modul ini E.

Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi tiga kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Pertama : Ruang lingkup pengetahuan geografi, meliputi sejarah perkembangan geografi, pengertian geografi serta ilmu bantu geografi Kedua : Objek, aspek dan konsep geografi, meliputi objek formal dan material geografi, aspek-aspek geografi dan konsep esensial geografi Ketiga : Prinsip dan pendekatan geografi, meliputi prinsip penyebaran, interelasi, deskripsi dan korologi, dan pendekatan keruangan, kelingkungan dan kewilayahan KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 RUANG LINGKUP GEOGRAFI A.

Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini kalian diharapkan mampu menjelaskan perkembangan sejarah geografi, pengertian geografi dan ilmu bantu geografi secara cermat dan teliti serta mampu memberikan contoh penerapan geografi dalam kehidupan sehari-hari. B. Uraian Materi A.

Sejarah Perkembangan Geografi Sebagai ilmu pengetahuan, geografi berkembang dari masa ke masa, di mana dalam hal ini dikategorikan ke dalam 5 tahap perkembangan. Sejarah geografi itu dimulai dari geografi klasik yang berkembang di sekitar abad VI – I SM; geografi abad pertengahan dan renaissance; geografi modern; geografi akhir abad XIX dan awal abad XX; dan geografi mutakhir.

1) Geografi Klasik Pada masa ini, pengetahuan tentang bumi masih dipengaruhi oleh mitologi dan cerita rakyat. Bangsa Romawi memberi sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri, dan menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada pelabuhan, keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai.

Beberapa tokoh geografi klasik antara lain: Amaximandaros, Thales, Herodotus, Eratosthenes, Ptolomeus. 2) Geografi Abad Pertengahan dan Renaissance Pada masa ini, bangsa Arab seperti Al-Idrisi, Ibnu Battuta, dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan yang ditinggalkan bangsa Yunani dan Romawi di masa Geografi Klasik.

Lewat perjalanan Marcopolo, geografi menyebar ke seluruh Eropa. Saat itu, tujuan perjalanan para penjelajah sudah meliputi gold, glory, dan gospel. Pada akhir abad pertengahan perkembangan geografi banyak dipengaruhi oleh bangsa-bangsa di dunia.

Bagian barat Wilayah-wilayah baru juga banyak ditemukan pada masa ini. Adapun beberapa tokoh geografi pada masa ini adalah Marcopolo, Bartholomeus Diaz, Vasco Da Gama, Columbus, Amerigo Vespucci dan Copernicus, Ibnu Khaldun. 3) Geografi Modern Pada masa ini, geografi mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang lengkap, dan menjadi bagian dari kurikulum di universitas di Eropa, terutama yang ada di Perancis dan Jerman.

Adapun beberapa tokoh geografi modern lainnya adalah Immanuel Kant, Alexander Van Humbolt, Karl Ritter, Charles Darwin.

4) Geografi Akhir Abad XIX Ciri pandangan geografi akhir abad ke 19 adalah terhadap iklim, tumbuhan, hewan serta terhadap bentang alam. Kebanyakan ahli geografi pada periode ini memperdalam geologi pada penelitiannya dan kajian geografi manusia semakin berkurang. Beberapa tokoh geografi zaman ini adalah Fiederich Ratzel, Ferdinand Von Ritchoften, Hartshorne, Vidal De la Blache, Preston E.

James, Frank Debenham. 5) Geografi Mutkahir Perkembangan geografi saat ini lebih mengarah pada upaya pemecahan masalah yang dihadapi manusia. Geografi tidak bisa lepas dari ilmu lainnya dan sudah menggunakan metode kuantitatif dan peranti komputer dalm penyelidikannya.

Tokohnya antara lain Wrigley, Peter Hagget. B. Pengertain Geografi Pemahaman geografi terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu seiring kemajuan pemikiran penelaahan manusia. Kata geografi berasal dari geo yang artinya bumi, dan graphein yang artinya gambaran. Ungkapan itu pertama kali dikemukakan oleh Eratosthenes (276-194 SM) seorang ilmuwan Yunani memperkenalkan pengertian geografi dalam bukunya yang berjudul “Geographica”.

Kata itu berakar dari geo yang artinya bumi dan graphika yang artinya lukisan atau tulisan. Eratosthenes berpendapat bahwa Bumi berbentuk bulat.

Berikut adalah beberapa pengertian tentang geografi yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yaitu: 1) Bernahadus Varenius (1622-1650) Bernahadus Varenius dalam bukunya, Geographia Generalis, ia mengatakan bahwa geografi adalah campuran dari matematika yang membahas kondisi Bumi beserta bagian-bagiannya juga tentang benda-benda langit lainnya.

Ia membagi bidang kajian geografi menjadi dua, yaitu geografi umum dan geografi khusus. Geografi umum membahas tentang karakteristik Bumi mencakup tiga bagian yaitu: a) Terestrial, merupakan pengetahuan tentang Bumi secara keseluruhan, bentuk, dan ukurannya.

b) Astronomis, membicarakan hubungan Bumi dengan bintang-bintang yang merupakan cikal bakal ilmu Kosmografi. c) Komparatif, menyajikan deskripsi lengkap mengenai Bumi, letak, dan tempat- tempat di permukaan Bumi. Sedangkan geogrfai khusus mendeskripsikan tentang wilayah yang terdiri dari tiga aspek, yaitu: a) Atmosfer, yang secara khusus membicarakan iklim. b) Litosfer, yang secara khusus menelaah permukaan Bumi meliputi relief, vegetasi, dan fauna dari berbagai negeri.

c) Manusia, yang membicarakan keadaan penduduk, perniagaan, dan pemerintahan dari berbagai negeri. 2) Immanuel Kant (1724–1821) Selain sebagai seorang geograf, Kant juga seorang filsuf.

Kant tertarik pada geografi karena menurutnya ilmu itu dekat dengan filsafat. Semua gagasan Kant tentang hakikat geografi dapat ditemukan dalam buku Physische Geographie yang ditulisnya.

Menurutnya, geografi adalah ilmu yang objek studinya adalah benda- benda, hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan Bumi. 3) Alexander von Humboldt (1769–1859) Pada mulanya Humboldt adalah seorang ahli botani.

Ia tertarik geografi ketika ia mulai mempelajari tentang batuan. Ia diakui sebagai peletak dasar geografi fisik modern.

Ia menyatakan geografi identik atau serupa dengan geografi fisik. Ia menjelaskan bagaimana kaitan Bumi dengan Matahari dan perilaku Bumi dalam ruang angkasa, gejala cuaca dan iklim di dunia, tipe-tipe permukaan Bumi dan proses terjadinya, serta hal-hal yang berkaitan dengan hidrosfer dan biosfer. 4) Bintarto (1977) Bintarto mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.

5) Daldjoeni Nama Daldjoeni dikenal karena buku-bukunya yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan geografi. Menurutnya, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia mencakup tiga hal pokok, yaitu spasial (ruang), ekologi, dan region (wilayah).

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Dalam hal spasial, geografi mempelajari persebaran gejala baik yang alami maupun manusiawi di muka Bumi. Kemudian dalam hal ekologi, geografi mempelajari bagaimana manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Adapun dalam hal region, geografi mempelajari wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya. 6) Hasil Seminar Semarang (1988) Seminar Lokakarya Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Semarang menyepakati rumusan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.

Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang. C. Ruang Lingkup Geografi Karl Ritter berpendapat bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia.

Berdasarkan konsep itu, bumi sebagai tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia.

Selain itu konsep “tempat tinggal manusia” tidak hanya terbatas pada permukaan bumi yang ditempati oleh manusia, tetapi juga wilayah- wilayah permukaan bumi yang tidak dihuni oleh manusia sepanjang tempat itu penting artinya bagi kehidupan manusia. Menurut Huntington (Bintarto, 1977), geografi terbagi menjadi empat cabang, yaitu: a. Phisical Geography yang mempelajari faktor fisik alam; b.

Pitogeography yang mempelajari tanaman; c. Zoogeography yang mempelajarai hewan; d. Antropogeography yang mempelajari manusia. Menurut Muller dan Rinner (Bintarto, 1977), cabang-cabang geografi terdiri atas: (1) Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan; (2) Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian; geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik; (3) geografi regional.

Luasnya ruang lingkup geografi menimbulkan kebutuhan spesialisasi. Oleh karena itu muncul cabang-cabang ilmu geografi pendukung, yaitu sebagai berikut. 1) Geologi adalah ilmu yang mempelajari kejadian, struktur, komposisi, sejarah, dan proses perkembangan bumi. 2) Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk permukaan bumi dan proses pembentukannya.

3) Klimatologi adalah imu yang mempelajari tentang iklim dan faktor-faktor pembentuknya serta pengklasifikasian dalam sutau kelompok iklim. 4) Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lautan. 5) Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari pesrsebaran hewan dan tumbuhan.

6) Kartografi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses pembuatan peta. 7) Penginderaan jauh adalah ilmu yang mempelajari tentang teknik memperoleh informasi tentang suatu objek dengan alat tanpa kontak langsung dengan objek tersebut.

C. Rangkuman Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa: 1. Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan 2. Sejarah geografi itu dimulai dari geografi klasik yang berkembang di sekitar abad VI – I SM; geografi abad pertengahan dan renaissance; geografi modern; geografi akhir abad XIX dan awal abad XX; dan geografi mutakhir.

3. Geografi umum membahas tentang karakteristik Bumi mencakup tiga bagian yaitu Terestrial, Astronomis, dan Komparatif. Sedangkan Sedangkan geografi khusus mendeskripsikan tentang wilayah yang terdiri dari tiga aspek, yaitu Atmosfer, Litosfer, dan Manusia. 4.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Cabang-cabang geografi terdiri atas: (1) Geografi Fisik; (2) Geografi Manusia; dan (3) Geografi Regional. D. Penugasan Mandiri Nah, anak-anak hebat, setelah kalian mempelajari tentang pengertian geografi, cobalah kalian mencari 10 pengertian geografi menurut para ahli, kemudian analisislah pengertian tersebut.

Buatlah tabel dan tuliskan kelemahan dan keunggulan pengertian tersebut E. Latihan Soal Kerjakan soal berikut secara mandiri dan percaya diri, jika mengalami kesulitan berdiskusilah dengan teman sejawat. 1. Bagaimana perkembangan geografi pada masa pertengahan? 2. Apa perbedaan studi geografi klasik dan geografi nodern?

3. Bagaimana pembagian geografi menurut Varensius? 4. Bagaimana definisi geografi yang dikemukakan oleh Bintarto? 5. Apa saja yang dikaji dalam geografi fisik? Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 1 No Jawaban Skor 1. Pada masa pertengahan perkembagan geografi dipengaruhi 4 2 oleh hubungan bangsa-bangsai di dunia, antara bangsa barat dan bangsa timur.

Penjelahan yang dilakukan Lewat 4 3 perjalanan oleh Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah menyebabkan geografi menyebar 4 ke seluruh Eropa. Saat itu, tujuan perjalanan para penjelajah 4 sudah meliputi gold, glory, dan gospel 4 5 Perbedaan geografi klasik dengan geografi modern : 4 Geografi klasik didasarkan pada penemuan (penjelajahan) 20 wilayah dan pengenalan konsep geografi sedangkan geigrafi modern menekankan pada objek kajian dan mencari solusi terhadap permasalahan fenomena-fenomena alam Varensius membagi geografi ke dalam Geografi umum (terestrial, astronomis, komparatif) Geografi khusus (atmosferis, litosferis) Bintarto mengemukakan bahwa geografi lebih menekankan pada analisis fenomena alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.

Yang dikaji dalam geografi fisik adalah atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer Total Skor Nilai kalian: (Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100 F. Penilaian Diri Setelah kalian mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 1 ini, isilah penilaian diri ini dengan jujur dan bertanggung jawab yang berisi tentang pemahaman materi dengan memberikan tanda centang (√) pada tabel berikut.

No. Pernyataan Ya Tidak 1. Saya mampu memahami tentang sejarah perkembangan geografi 2. Saya mampu menjelaskan pengertian geografi dari beberapa ahli 3. Saya mampu menganalisis persamaan dan perbedaan pengertian geografi dari beberapa Ahli 4. Saya mampu membedakan pembagian geografi umum dan geografi khusus 5. Saya dapat memberikan contoh kajian dari geografi fisik, geografi manusia dan geografi regional 6. Saya mengerjakan tugas mandiri secara cermat dan teliti 7.

Saya mengerjakan latihan soal dengan jujur Jika kamu menjawab “Ya”, maka kamu dapat belajar lebih dengan mempertahankannya dan dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya dan sebaliknya bila kamu menjawab "Tidak", maka segera lakukan pembelajaran ulang (review). KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 OBJEK, ASPEK, DAN KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI A.

Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini kalian diharapkan mampu menjelaskan objek, aspek dan konsep esensial geografi serta menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari dengan penuh semangat dan percaya diri. B. Uraian Materi Pada kegiatan pembelajaran kali ini ada tiga materi yang akan kalian pelajari, yaitu objek geografi, aspek geografi dan konsep esensial geografi yang ketiganya merupakan materi penting dalam kompetensi dasar ini.

Untuk itu, pelajarilah dengan seksama dan cermat. 1. Objek Geografi Setiap disiplin ilmu memilki objek yang menjadi bidang kajiannya.

Objek bidang ilmu tersebut berupa objek material dan objek formal. Objek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan objek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (objek material) tersebut.

a) Pada objek material Antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi objek yang sama atau hampir sama. Objek material ilmu geografi berkaitan dengan bentang lahan fisik dan bentang lahan manusia. Objek material geografi adalah fenomena geosfer yang, dan antroposfer. Objek material yang berkaitan dengan bentang lahan fisik atau lingkungan alam meliputi litosfer (geologi, geomorfologi dan pedologi), hidrosfer (aseanografi dan hidrologi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi), biosfer (botani dan zoologi).

Objek material yang berkaitan dengan bentang lahan budaya atau lingkunga manusia meliputi geografi sosial, geografi penduduk, geografi kota, geografi ekonomi dan lain sebagainya.

Gambar 1. Objek Material Geografi b) Objek formal Objek formal geografi berupa pendekatan (cara/sudut pandang) yang digunakan dalam memahami objek material. Dalam konteks itu geografi memilki sudut pandang spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain: 1) Sudut pandang keruangan Melalui sudut pandang keruangan, objek formal ditinjau dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan.

Dari hal ini kita bisa mempelajari tentang letak, jarak, keterjangkauan (aksesibilitas), dan sebagainya. 2) Sudut pandang kelingkungan Sudut pandang ini diterapkan dengan cara mempelajari suatu tempat dalam kaitannya dengan keadaan suatu tempat beserta komponen- komponen di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah.

Komponen- komponen tersebut terdiri atas komponen abiotik dan biotik. 3) Sudut pandang kewilayahan Pada sudut pandang ini, objek formal dipelajari kesamaan dan perbedaannya antarwilayah serta wilayah dengan ciri-ciri khas. Dari sudut pandang ini kemudian muncul pewilayahan seperti kawasan gurun, yaitu daerah-daerah yang mempunyai ciri-ciri serupa dalam komponen atmosfer. 4) Sudut pandang waktu Objek formal dipelajari dari segi perkembangan dari periode ke periode waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu.

Contoh: perkembangan wilayah dari tahun ke tahun dan kondisi garis pantai dari waktu ke waktu. Nah, salah satu contoh hubungan antar sudut pandang dalam studi objek formal dapat kalian cermati pada bagan di bawah ini.

Gambar 2. Contoh bagan studi objek formal geografi Sumber: www.e-dukasi.net Berdasarkan cara pandang objek formal, maka muncullah enam pertanyaan pokok sebagai ciri khas geografi yang dikenal dengan istilah 5W 1H, yaitu: a. Pertanyaan What (apa), untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi. b. Pertanyaan When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam. c. Pertanyaan Where (di mana), untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung. d. Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam.

e. Pertanyaan Who (siapa), untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam.

f. Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam. Salah satu contoh kasus fenomena atau gejala alam adalah gempa bumi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada tanggal 27 Mei 2006. Gempa bumi merupakan suatu fenomena alam yang sangat merugikan manusia.

Analisis peristiwa gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, dilakukan dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan berikut. a. Apa fenomena alam yang terjadi? Tsunami b. Kapan terjadinya? 26 Desember 2004. c. Di mana terjadi gempa bumi tersebut?

Di Samudera Hindia tepatnya di Pantai Selatan Sumatera, sekitar 149 km Meulaboh, Naggroe Aceh darussalam. d. Mengapa terjadi peristiwa itu? Peristiwa tersebut terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. e. Siapa atau apa yang menyebabkannya? Adanya tumbukan antara dua lempeng tektonik. f. Bagaimana tsunami itu dapat terjadi? Gempa yang terjadi di perairan barat Aceh, Nicobar, dan Andaman, merupakan akibat dari interaksi lempeng Indo- Australia dan Eurasia.

Gempa-gempa besar yang mempunyai magnitudo 9,0 berpusat di dasar laut pada kedalaman 10 kilometer-tergolong gempa dangkal- itu telah menimbulkan gelombang tsunami yang menerjang wilayah pantai di Asia Tenggara dan Asia Selatan, yang berada di sekeliling tiga pusat gempa tersebut. Pergeseran batuan secara tiba-tiba yang menimbulkan gempa itu disertai pelentingan batuan, yang terjadi di bawah pulau dan dasar laut.

Dasar samudra keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah naik di atas palung Sunda ini mengubah dan menaikkan permukaan air laut di atasnya sehingga permukaan datar air laut ke arah pantai barat Sumatera ikut terpengaruh berupa penurunan muka air laut. Proses ini juga akan menggoyang air laut hingga menimbulkan gelombang laut yang disebut tsunami.

Ukuran gelombang ini bisa hanya beberapa puluh sentimeter hingga puluhan meter. 2. Aspek Geografi Keterkaitan geografi dengan disiplin ilmu lain dapat dibedakan berdasarkan aspek-aspek geografi. Aspek geografi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu aspek fisik dan aspek sosial.

a. Aspek Fisik Aspek fisik geografi mengkaji segala fenomena geosfer yang mempengaruhi kehidupan manusia, meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis dan semua fenomena alam yang dapat diamati langsung. Contohnya sebagai berikut: 1) Aspek topologi Aspek topologi adalah aspek yang berkaitan dengan bentuk muka bumi (morfologi), letak atau lokasi sutua wilayah, luas dan batas-batas wilayah yang mempunyai ciri khas tertentu.

2) Aspek abiotik Aspek abiotik adalah aspek yang berkaitan dengan unsur kondisi tanah, hidrologi, iklim dari suatu wilayah 3) Aspek biotik Aspek biotik adalah aspek yang berkaitan dengan unsur tumbuhan, hewan dan manusia (penduduk).

b. Aspek Non Fisik/Sosial Aspek sosial meliputi aspek antropologis, politis, ekonomis, dan aspek yang berhubungan dengan aktivitas dan pola hidup manusia (kebudayaan).

Pada aspek sosial, manusia berperan sebagai fokus utama dari kajian geografi dengan memperhatikan pola penyebaran manusia dalam ruang dan kaitan perilaku manusia dengan lingkungannya.

Aspek sosial terdiri dari: a) Aspek sosial Aspek sosial adalah aspek yang berkaitan dengan unsur tradisi, adat- istiadat, komunitas, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga sosial. b) Aspek ekonomi Aspek ekonomi meliputi pertanian, perkebunan, pertambangan, industri, perdagangan, transportasi, pasar dan kegiatan ekonomi lainnya. c) Aspek budaya dan politik Aspek budaya adalah adalah aspek yang berkaitan dengan unsur pendidikan, agama, bahasa dan kesenian, sedangkan aspek politik berkaitan dengan unsur kepemerintahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Kedua aspek dalam geografi ini menjadi dasar pembagian ilmu geografi menjadi dua cabang utama. Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Geografi fisik Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia, misalnya gunung, dataran rendah, sungai, dan pesisir.

Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu. 2) Geografi Sosial Geografi sosial disebut juga geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia.

Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang- cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial Antara geografi fisik dan geografi manusia sangat berkaitan.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Lingkungan fisik membatasi dan mengatur kondisi yang berpengaruh terhadap perilaku manusia dan budaya. Sebagai contoh, iklim tertentu cocok untuk pertumbuhan jenis tanaman tertentu. Tanaman seperti padi, tumbuh subur di daerah yang banyak menerima curah hujan. Akan tetapi, agar manusia tetap dapat menanam padi di daerah kurang hujan, mereka melakukan modifikasi lahan dengan membuat saluran pengairan dan kadangkadang mengeksplorasi lingkungan fisik.

Penebangan hutan untuk memperluas lahan pertanian dan permukiman adalah contoh eksplorasi lingkungan fisik lainnya. Keingintahuan tentang interaksi antara lingkungan fisik dan manusia yang kompleks menjadi alasan penting dalam mempelajari geografi. 3. Konsep Esensial Geografi Konsep merupakan pengertian yang merujuk pada sesuatu. Konsep esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu.

Oleh karena itu, konsep esensial merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi.Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut. 1) Lokasi Lokasi adalah letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi. Konsep lokasi dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

a. Lokasi Absolut Lokasi absolut adalah letak atau tempat yang dilihat dari garis lintang dan garis garis bujur (garis astronomis). Lokasi absolut keadaannya tetap dan tidak dapat berpindah letaknya karena berpedoman pada garis astronomis bumi. Contoh: Indonesia terletak antara 6O LU sampai 11O LS dan 95O BT sampai 141O BT b.

Lokasi Relatif Lokasi relatif adalah letak atau tempat yang dilihat dari daerah lain di sekitarnya. Lokasi relatif dapat berganti-ganti sesuai dengan objek yang ada di sekitarnya.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Contoh: Kota Magelang terletak di sebelah Utara Kota Yogyakarta 2) Jarak Jarak adalah ruang atau sela yang menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek dan dihitung melalui hitungan panjang maupun waktu. Konsep Jarak memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Konsep jarak dibagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif.

a. Jarak Mutlak Jarak mutlak adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukuran panjang dalam satuan ukuran meter, kilometer, dan sebagainya. Jarak mutlak merupakan jarak yang tetap dan tidak dapat berubah- ubah.

Contoh: Jarak Kota Palembang ke Bandar Lampung sejauh 400 km. b. Jarak Relatif Jarak relatif adalah ruang atau sela antara dua lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau waktu. Contoh: Jarak tempuh Jakarta ke Surabaya selama 12 jam melalui perjalan darat.

3) Morfologi Morfologi adalah konsep yang berkaitan dengan bentuk permukaan bumi secara keseluruhan misalnya dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dan sebagainya. Contoh; dieng merupakan daerah dataran tinggi di Jawa Tengah 4) Keterjangkauan Keterjangkauan adalah jarak yang mampu dicapai dengan maksimum dari satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung pada jarak tetapi juga tergantung pada sarana dan prasarana penunjang.

Contoh: harga tanah di daerah yang dekat jalan raya lebih tinggi dibandingkan harga tanah di daerah yang jaub dari jalan raya. 5) Pola Pola adalah bentuk, struktur, dan persebaran fenomena atau kejadian di permukaan bumi baik gejala alam maupun gejala sosial.

Contoh: pemukiman penduduk yang berada di sekitar aliran sungai akan mengikuti pola aliran sungai 6) Aglomerasi Aglomerasi adalah adanya suatu fenomena yang mengelompok menjadi satu bentuk atau struktur. Contoh: Tangerang merupakan daerah kawasan Indiustri yang dikenal dengan sebutan kota 1000 pabrik. 7) Nilai Kegunaan Nilai kegunaan adalah konsep yang berkaitan dengan nilai guna suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah. Contoh: Dataran aluvial dimanfaatkan untuk daerah pertanian karena tanahnya subur.

8) Interaksi/Interpendensi Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah dengan daerah lain untuk keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah memenuhi kebutuhannya. Contoh: Pasar di kota membutuhkan pasokan bahan mentah seperti sayuran dan buah-buahan dari desa.

9) Diferensiasi Area Diferensiasi areal adalah konsep yang membandingkan dua wilayah untuk menunjukkan adanya perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain karena tiap-tiap wilayah memiliki karakteristik khas masing-masing. Contoh: masyarakat di daerah pegunungan cenderung menggunakan pakaian yang tebal, bebeda dengan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai lebih sering menggunakan pakaian yang tipis.

10) Keterkaitan Ruang Keterkaitan ruang adalah konsep yang menunjukkan tingkat keterkaitan antar wilayah dan mendorong terjadinya interaksi sebab-akibat antarwilayah. Contoh: Jakarta sering digenangi banjir akibat hujan di daerah Bogor. C. Rangkuman Berdasarkan uraian materi di atas, dapat disimpulkan bahwa: 1. Objek kajian geografi meliputi objek material dan objek formal. Objek formal meliputi semua fenomena geosfer, sedangkan objek formal adalah cara pandang yang digunakan untuk menganalisis objek material tersebut.

2. Aspek geografi terdiri dari aspek fisik yang mengkaji tentang gelaja yang terdapat pada bentang alam meliputi aspek topologi, aspek abiotik dan aspek biotik 3.

Aspek sosial (manusia) yang mengkaji tentang gejala yang terdapat pada bentang budaya meliputi aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek budaya dan politik. 4. Konsep esensial geografi merupakan ungkapan atau gambaran abstrak mengenai fenomena esensial dari objek kajian geografi, diantaranya yaitu, konsep lokasi, jarak, morfologi, keterjangkauan, pola, aglomerasi, nilai kegunaan, interaksi/interdependensi, diferensiasi area dan keterkaitan ruang.

D. Penugasan Mandiri Setelah kalian mempelajari konsep esensial geografi, buatlah sebuah kliping dengan langkah-langkah berikjut: 1. Carilah 10 gambar atau berita dari koran bekas yang ada di rumah kalian tentang fenomena geosfer 2. Kemudian tempelkan setiap gambar atau berita tersebut di kertas HVS atau folio 3. Analisislah gambar atau berita tersebut dengan menggunakan konsep esensial geografi.

4. Tulislah komentar atau pendapat kalian di bawah gambar atau berita tersebut. 5. Gabungkan jadi satu setiap gambar tersebut dan dijilid, kemudian kumpulkan kepada guru kalian. E. Latihan Soal Kerjakan soal berikut secara mandiri dan percaya diri, dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang benar.

1. Dalam sebuah analisis geografi, untuk mengetahui penyebab terjadinya suatu gejala alam, pertanyaan yang harus diajukan adalah …. A. apa B. siapa C. kapan D. mengapa E. bagaimana 2. Perhatikan pernyataan berikut. (1) kriminalitas yang meningkat di kota besar; (2) rusaknya lahan pertanian oleh hama; (3) letusan gunung api merusak lahan pertanian; (4) terjadi kebakaran rumah warga akibat ledakan gas; (5) terjadi musim kemarau panjang.

Aspek sosial dari fenomena tersebut terdapat pada angka . A. (1), (2), dan (4) B. (1), (3), dan (4) C. (1), (3), dan (5) D. (2), (3), dan (5) E. (2), (4), dan (5) 3. Aspek geografi yang mengkaji segala fenomena geosfer yang mempengaruhi kehidupan manusia termasuk aspek kimiawi, biologis dan astronomis yang dapat langsung diamati disebut aspek ….

A. topologi B. abiotik C. biotik D. sosial E. fisik 4. Di Jakarta kita mengenal adanya Kampung Ambon dan Kampung Melayu. Penamaan wilayah semacam ini juga terjadi di daerah lain. Konsep geografi yang sesuai dengan deskripsi tersebut adalah konsep …. A. aglomerasi B. keterjangkauan C. nilai kegunaan D. pola E. diferensiasi area 5. Jika ingin membangun rumah sebaiknya menghindari daerah sekungan karena dapat terdampak banjir pada saat musim hujan.

Hal tersebut merupakan contoh dari konsep …. A. pola B. morfologi C. aglomerasi D. nilai kegunaan E. keterkaitan ruang Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 2 No Jawaban Pembahasan 1. D Untuk mengetahui penyebab terjadinya sebuah fenomena ataupun gejala kata tanya yang digunakan adalah “mengapa” 2D Aspek sosial adalah aspek yang berkaitan hubungan manusia dengan fenomena yang terjadi di geosfer.

3E Aspek fisik adalah aspek yang mengkaji segala fenomena geosfer yang mempengaruhi kehidupan manusia termasuk aspek kimiawi, biologis dan astronomis yang dapat langsung diamati 4A Konsep aglomerasi adalah konsep yang membahas tentang adanya suatu fenomena yang mengelompok menjadi satu bentuk atau struktur.

Kampung Ambon dan kampung Melayu adalah sebuah fenomena pengelompokkan yang terdiri dari orang bersuku Ambon dan Melayu 5B Morfologi berkaitan dengan bentuk muka bumi secara keseluruha. Daerah cekungan berkaitan dengan bentuk permukaan bumi Total skor Nilai kalian: (Jawaban benar / jumlah soal) x 100 F. Penilaian Diri Setelah kalian mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 2 ini, isilah penilaian diri ini dengan jujur dan bertanggung jawab yang berisi tentang pemahaman materi dengan memberikan tanda centang (√) pada tabel berikut.

No. Pernyataan Ya Tidak 1. Saya mampu menjelaskan objek material geografi 2. Saya mampu menjelaskan objek formal geografi 3. Saya mampu menjelaskan aspek fisik geografi 4. Saya mampu menjelaskan aspek sosial geografi 5. Saya dapat menjabarkan konsep esensial geografi 6. Saya dapat memberi contoh tentang 10 konsep esensial geografi 7. Saya mengerjakan latihan soal dengan jujur 8. Saya mampu menyusun kliping tentang konseo geografi dengan penuh tanggung jawab Jika kamu menjawab “Ya”, maka kamu dapat belajar lebih dengan mempertahankannya dan dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya dan sebaliknya bila kamu menjawab "Tidak", maka segera lakukan pembelajaran ulang (review).

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 PRINSIP DAN PENDEKATAN GEOGRAFI A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini kalian diharapkan mampu menjelaskan prinsip dan pendekatan geografi dengan teliti dan dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari- hari.

B. Uraian Materi 1. Prinsip Geografi Setiap bidang ilmu mempunyai konsep dan prinsip tersendiri, meskipun terkadang ada kesamaan prinsip antara beberapa bidang ilmu.

Prinsip suatu ilmu digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dengan memahami karakteristik yang dimiliki dan keterkaitan fenomena tersebut dengan permasalahan lain. Adapun prinsip- prinsip yang dipegang dalam geografi sebagai berikut. 1) Prinsip Penyebaran Geografi menganut prinsip ini karena adanya persebaran fenomena geografi yang tidak merata di muka Bumi ini.

Misalnya, penyebaran potensi air yang berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya, penyebaran limbah cair dalam tanah, penyebaran polusi udara, dan sebagainya. 2) Prinsip Interelasi Permasalahan yang terjadi di alam dengan manusia saling terkait. Interelasi ini dapat terjadi antara alam dengan alam itu sendiri maupun alam dengan manusia. Misalnya, fenomena banjir yang terjadi akibat penebangan hutan di wilayah hulu atau kekeringan yang berkepanjangan sebagai dampak adanya La Nina.

3) Prinsip Deskripsi Seperti sudah kamu ketahui bahwa alam dan manusia saling berkaitan. Bentuk keterkaitan ini dapat digambarkan dalam bentuk deskripsi seperti halnya awal kemunculan ilmu geografi yang dimulai dari deskripsi yang dituangkan dalam catatan perjalanan.

4) Prinsip Korologi Prinsip ini menganut kerterpaduan antara ketiga prinsip sebelumnya. Diterapkan dengan mengkaji persebaran, interelasi, dan deskripsi suatu wilayah. Kondisi wilayah akan memberikan ciri khas pada kesatuan gejala, fungsi, dan bentuk.

2. Pendekatan Geografi Dalam geografi modern yang dikenal dengan geografi terpadu (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan atau hampiran. Ketiga pendekatan tersebut, yaitu analisis keruangan, kelingkungan atau ekologi, dan kompleks wilayah.

1) Pendekatan Keruangan Pendekatan keruangan menekankan pada keruangan. Ruang adalah seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang menjadi tempat hidup tumbuhan, hewan dan manusia. Pendekatan keruangan menganalisis gejala- gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Pendekatan ini mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan area.

Sedangkan pola keruangan berkaitan dengan lokasi distribusi ketiga elemen tersebut. Distribusi elemen geografi ini akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah keruangan sendiri berkenaan dengan perubahan elemen pembentuk ruang. Ahli geografi berusaha mencari faktor-faktor yang menentukan pola penyebaran serta cara mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, dan wajar.

Analisis keruangan mempelajari perbedaan karakteristik suatu wilayah, baik yang menyangkut kondisi maupun manusianya. Dalam analisis keruangan perlu diperhatikan: - penyebaran penggunaan ruang yang telah ada; - penyebaran ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang direncanakan.

Nah, dengan cara seperti ini kalian bisa menganalisis suatu gejala alam yang terjadi di sekitar wilayah kalian. Bahkan bencana alam yang akhir-akhir ini mendera bangsa kita. 2) Pendekatan Kelingkungan/Ekologis Ekologi adalah ilmu yang mepelajari inetraksi antara organisme hidup dan lingkungannya. Pendekatan ini tidak hanya mendasarkan pada interaksi organisme dengan lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang ada dan juga perilaku manusia.

Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yaitu perilaku dan fenomena lingkungan. Sisi perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan gagasan dan kesadaran lingkungan.

Interelasi keduanya inilah yang menjadi ciri khas pendekatan ini. Menggunakan keenam pertanyaan geografi, analisis dengan pendekatan ini masih bisa dilakukan. Nah, perhatikan contoh analisis mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan kamu akan menemukan perbedaannya dengan pendekatan keruangan.

Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut. a. Identifikasi kondisi fisik yang mendorong terjadinya bencana ini, seperti jenis tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu. b. Identifikasi sikap dan perilaku masyarakat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.

c. Identifikasi budi daya yang ada kaitannya dengan alih fungsi lahan. d. Menganalisis hubungan antara budi daya dan dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan banjir. e. Menggunakan hasil analisis ini mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah ini.

3) Pendekatan Komplek Wilayah Analisis ini mendasarkan pada kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Analisis ini menekankan pengertian ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan ini mendorong suatu wilayah dapat berinteraksi dengan wilayah lain. Perkembangan wilayah yang saling berinteraksi terjadi karena terdapat permintaan dan penawaran.

Contoh analisis kompleks wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan permukiman. Langkah awal, dilakukan identifikasi wilayah potensial di luar Jawa yang memenuhi persyaratan minimum, seperti kesuburan tanah dan tingkat kemiringan lereng.

Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil identifikasi ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek untuk pengembangan kawasan tersebut. 3. Keterampilan Dasar Geografi Sebagai seorang geograf, kalian harus memiliki keterampilan yang dapat menunjang kalian dalam memahami pengetahuan dasar geografi. Keterampilan- keterampilan tersebut meliputi: a) Observasi adalah kemampuan utama dalam memahami konsep geografi.

Hal- hal yang diamati dalam prinsip observasi geografi adalah segala fenomena geosfer yang meliputi atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan antroposfer. Contohnya melakukan pengamatan fenomena hujan. b) Deskripsi adalah kemampuan untuk menjelaskan fenomena geosfer yang terdapat di muka bumi secara detail dan optimalsehingga orang lain yang mendengarkan atau membacanya seolah-olah melihat fenomena alam itu secara langsung.

Contohnya mendeskripsikan proses terbentuknya gunung api. c) Mengelompokkan (klasifikasi) adalah kemampuan mengelompokkan fenomena- fenomena geosfer berdasarkan syarat-syarat tertentu digunakan untuk melakukan analisis terkait interaksi antarfenomena. Contohnya pengklasifikasian jenis tanah, lahan dan curah hujan.

d) Pemetaan, seorang ahli geografi harus mampu membuat dan membaca peta dengan baik. Contohnya membuat peta pengunaan lahan, persearan barang tambang, dan lain-lain e) Analisis dalah kemampuan menganalisis hubungan interaksi dan interelasi antarfenomena geosfer.

Contohnya hubungan keterkaitan antara perilaku manusia dengan kondisi lingkungannya. C. Rangkuman Berdasarkan uraian materi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut. 1. Dalam ilmu geografi trdapat empat prinsip utama yang digunakan untuk memahami karakteristik dan keterkaitan fenomena dengan permasalahan lainnya, yaitu prinsip penyebaran, printip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi 2.

Pendekatan geografi digunakan untuk memahami berbagai masalah dan gejala geosfer. Ada tiga pendekatan geografi yaitu pendekatan analisis keruangan, pendekatan analisis ekologi (kelingkungan) dan pendekatan analisis kompleks wilaayah (kewilayahan). 3. Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang ahli geografi adalah keterampilan observasi, deskripsi, klasifikasi, pemetaan dan analisis. D. Penugasan Mandiri Setelah kalian mempelajari tentang pendekatan geografi, saatnya kalian mengaplikasikan kemampuan kalian dalam menganalisis fenomena geosfer yang terjadi di sekitar kita.

Untuk itu lakukanlah hal berikut. 1. Amatilah gambar berikut. Sumber : https://www.solopos.com 2. Fenomena apakah yang terjadi pada gambar tersebut? 3. Termasuk ke dalam aspek apakah fenomena tersebut? 4. Pendekatan apa yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut? Jelaskan alasan kalian! E. Latihan Soal Kerjakan soal berikut secara mandiri dan percaya diri, jika mengalami kesulitan berdiskusilah dengan teman sejawat. 1. Tuliskan 3 contoh permasalahan yang dapat dikaji dengan menggunakan prinsip penyebaran!

2. Mengapa prinsip korologi menjadi prinsip geografi yang paling komprehensif? 3. Apa perbedaan antara pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi? 4. Mengapa pendekatan keruangan menjadi metode khas geografi? 5. Mengapa seorang ahli geografi harus memiliki keterampilan observasi? Berilah 1 contoh keterampilan observasi! Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 3 No Jawaban Skor 1.

Prinsip penyebaran berkatan dengan penyebaran fenomena 4 atau gejaja alam karena ketidak merataannya. Contoh: 2 Persebaran Flora dan fauna di Indonesia 4 Persebaran barang tambang Persebaran gunung api Persebaran penduduk Prinsip korologi menjadi prinsip yag kompehensif karena mencakup semua prinsip penyebaran, interelasi dan prinsip deskripsi 3 Perbedaan pendekatan keruangan denagn pendekatan 4 ekologi: Pendekatan keruangan hanya berdasarkan satu aspek saja aspek fisik atau aspek sosial yang terjadi di suatu ruang (daerah/wilayah) Sedangkan pendekatan ekologi berdasarkan interaksi antara aspek sosial dengan aspek fisik di suatu ruang (daerah/wilayah) 4 Ciri dari geografi adalah ruang.

Dalam ruang dapat terjadi 4 sebuah fenomena yang dapat dianalisis dengaan pertanyaan 5W 1 H, sehingga pendekaatn keruangan menjadi metode khas dalam geografi 5 Pengetahuan geografi diawali dengan adaya observasi 4 terhadap sebuah fenomena baik alam maupun sosial.

20 Contoh: obsrvasi terhadap penyebab perubahan iklim. Total skor Nilai kalian: (Skor yang kalian diperoleh / jumlah total skor) x 100 F. Penilaian Diri Setelah kalian mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 3 ini, isilah penilaian diri ini dengan jujur dan bertanggung jawab yang berisi tentang pemahaman materi dengan memberikan tanda centang (√) pada tabel berikut.

No. Pernyataan Ya Tidak 1. Saya mampu menjelaskan prinsip geografi 2. Saya mampu memberikan contoh prinsip geografi 3.

Saya mampu menjelaskan pendekatan geografi 4. Saya mampu memberikan contoh pendekatan geografi 5. Saya dapat membedakan pendekatan keruangan dan pendekatan ekologis 6. Saya dapat menganalisis fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari menggunakan pendekatan geografi 7. Saya dapat menjabarkan keterampilan dasar geografi 8. Saya mampu mengerjakan soal latihan dengan jujur dan penuh tanggung jawab Jika kamu menjawab “Ya”, maka kamu dapat belajar lebih dengan mempertahankannya dan dapat melanjutkan pembelajaran berikutnya dan sebaliknya bila kamu menjawab "Tidak", maka segera lakukan pembelajaran ulang (review).

EVALUASI Pilihlah satu jawaban yang tepat. 1. Bernhardus Varenius (1622-1650) mengemukakan pendapat bahwa pada dasarnya kajian geografi dibedakan menjadi dua, yaitu …. A. regional dan fisik B. umum dan khusus C. fisik dan sosial D. biotik dan abiotik E. klasik dan modern 2. Ruang lingkup geografi yang mempelajari fenomena alam terutama yang terkait dengan segala proses fisik yang mempengaruhi kehidupan manusia termasuk ke dalam kajian geografi ….

A. umum B. fisik C. sosial D. regional E. teknik 3. Cabang ilmu geografi yang secara khusus mempelajari bentuk permukaan bumi dan proses pembentuknya adalah …. A. oseanografi B. geologi C. geomorfologi D. klimatologi E. kartografi 4. Cabang ilmu geografi yang mengkaji peta dan pemetaan adalah …. A. klimatologi B. kartografi C. geologi D. meteorologi E.

oseanografi 5. Pernyataan: (1) banjir bandang melanda dearah Lebak, Banten; (2) pembangunan permukiman baru di daerah rawan bencana; (3) efek rumah kaca berpengaruh terhadap perubahan keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah global; (4) permukiman liar berkembang cepat di daerah perkotaan akibat urbanisasi; (5) pertumbuhan angkatan kerja berkembang pesat di negara berkembang. Fenomena geosfer yang termasuk aspek sosial di tunjukan oleh angka .

A. (1), (2), dan (3) B. (1), (3), dan (5) C. (1), (3), dan (4) D. (2), (4), dan(5) E. (3), (4), dan (5) 6. Perhatikan gambar berikut. Sumber: https://www.twisata.com Dalam kajian geografi, gambar tersebut termasuk ke dalam aspek …. A. sosial B. topologi C. abiotik D. biotik E. politik 7. Fenomena berikut yang menunjukkan aspek topologi adalah ….

A. daerah pulogadung disebut sebagai kawasan industri B. seorang petani menanam sayur dan buah berdasarkan musim C. tingkat urbanisasi yang terjadi di DKI Jakarta sangat tinggi D. pertambangan batubara tersebar di pulau Kalimantan E. komodo adalah salah satu hewan endemik di Indonesia 8.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Perhatikan gambar berikut. Sumber : https://id.pinterest.com Fenomena yang tersaji pada gambar tersebut dapat dikaji dalam objek material geografi, yaitu …. A. litosfer dan atmosfer B. hidrosfer dan biosfer C. atmosfer dan biosfer D. litosfer dan biosfer E. antroposfer dan hidrosfer 9. Menurut data yang dilansir Basarnas, sebuah kapal klotok yang memuat batubara telah hilang di koordinat 0.21’408” LS dan 117.20’467” BT.

Konsep geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah konsep …. A. pola B. lokasi C. aglomerasi D. morfologi E. keterjangkauan 10. Daerah hilir mengalami banjir akibat adanya pembangunan industri yang dilakukan di daerah hulu. Konsep yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah konsep …. A. aglomerasi B. diferensiasi area C. keterkaitan ruang D. nilai kegunaan E. interaksi/interdependensi 11. Daerah pegunungan mempunyai suhu lebih rendah daripada daerah dataran rendah, sehingga hanya tanaman-tanaman tertentu yang tumbuh di daerah tersebut.

Konsep geografi yang berkaitan dengan fenomena tersebut adalah konsep …. A. lokasi B. aglomerasi C. nilai kegunaan D. diferensiasi area E. keterkaitan ruang 12. Perhatikan pernyataan berikut. (1) pegunungan Bukit Barisan terdapat di Pulau Sumatera; (2) penduduk nelayan tersebar di sepanjang pesisir pantai; (3) kepulauan Raja Ampat dapat ditempuh dengan pesawat kecil; (4) daerah pedalaman Badui dapat ditempuh setelah melalui dua bukit; (5) untuk menemui pemukiman suku anak dalam harus berjalan kaki sejauh 7 km.

Konsep geografi berkaitan dengan keterjangkauan ditunjukkan oleh nomor …. A. (1), (2), dan (3) B. (1), (2), dan (4) C. (1), (4), dan (5) D. (2), (3), dan(5) E. (3), (4), dan (5) 13. Prinsip utama geografi yang berkaitan dengan fakta ketidakmerataan sebuah fenomena atau gejala adalah prinsip …. A.

penyebaran B. interelasi C. interaksi D. deskripsi E. korologi 14. Seorang kepala daerah ingin membangun daerahnya agar berkembang. Pembangunan tersebut meliputi segala aspek, baik aspek fisik maupun aspek sosial.

Prinsip geografi yang tepat untuk digunakan oleh kepala daerah tersebut adalah prinsip …. A. korologi B. deskripsi C. interaksi D. interelasi E. persebaran 15. Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala disebabkan oleh pergerakan sesar Palu- Koro yang memanjang dari Teluk Bone sampai dengan Teluk Palu. Sebagian segmen sesar menjorok ke lautan di Teluk Palu. Ketika gelombang gempa menjalar sepanjang sesar, maka bagian yang menjorok ke laut ikut bergetar dan memicu tsunami karena terjadi longsoran di bawah laut.

Prinsip geografi yang sesuai fenomena tersebut adalah prinsip . A. distribusi B. interelasi C. deskripsi D. korologi E. kronologis 16. Banjir yang sering terjadi di sekitar pemukiman penduduk di daerah perkotaan akibat semakin dangkal dasar sungai. Pendangkalan sungai terjadi akibat adanya penduduk yang membuang sampah ke sungai. Pendekatan geografi untuk mengkaji hal tersebut adalah .

A. pendekatan keruangan B. pendekatan ekologi C. pendekatan korologi D. pendekatan kewilayahan E. pendekatan kompleks wilayah 17. Danau Toba merupakan danau vulkanik besar dengan sebuah pulau di tengahnya. Danau ini terbentuk akibta letusan gunung api raksasa sekitar 70.000 tahun lalu. Kawasan ini cocok dikembangkan menjadi kawasan pariwisata kelas dunia. Untuk mengkaji fenomena ini dapat menggunakan pendekatan ….

A. pendekatan keruangan B. pendekatan ekologi C. pendekatan korologi D. pendekatan kelingkungan E. pendekatan kompleks wilayah 18. Untuk mempelajari masalah banjir, selain mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir perlu juga mengidentifikasi gagasan dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut.

Pendekatan yang sesuai untuk kasus tersebut adalah …. A. pendekatan keruangan B. pendekatan ekologi C. pendekatan korologi D. pendekatan kewilayahan E. pendekatan kompleks wilayah 19. Menggambarkan proses terbentuknya gunung api termasuk keterampilan memahami konsep geografi, yaitu keterampilan ….

A. pengklasifikasian B. pemetaan C. observasi D. analisis E. deskripsi 20. Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antarfenomena adalah …. A. pengklasifikasian B. pemetaan C. observasi D. analisis E. deskripsi KUNCI JAWABAN No Jawaban 1.

B 2B 3C 4B 5D 6A 7D 8B 9B 10 C 11 D 12 E 13 A 14 A 15 B 16 B 17 E 18 B 19 E 20 D Nilai kalian: (jawaban benar / jumlah soal) x 100 DAFTAR PUSTAKA Shindu P, Yashinto. 2016. Geografi untuk SMA/MA Kelas X.

Jakarta: Erlangga Somantri, Lili dan Nurul Huda. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kratif Belajar Geografi 1 untuk SMA/MA Kelas X.

Bnadung: Grafindo Media Pratama Sutanto. 1986. Penginderaan Jauh. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Wardiyatmoko. 2014. Geografi untuk SMA/MA Kelas XII.

Jakarta : Erlangga Aska F.I, Sugeng Utaya, Syamsul Bachri. 2019. Majalah Geografi Indonesia Vol. 33, No.1, Maret 2019 (43-47) https://id.pinterest.com/pin/405042560223800957/?nic_v2=1a5NmRq0v https://www.twisata.com/objek-wisata-pasar-terapung-tempat-andalan-di- banjarmasin https://www.solopos.com/kerusakan-lingkungan-hidup-jumlah-bahasa- menyusut- BAB ii PENGETAHUAN DASAR PEMETAAN DAFTAR ISI PENYUSUN DAFTAR ISI GLOSARIUM PETA KONSEP PENDAHULUAN A.

Identitas Modul B. Kompetensi Keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah C. Deskripsi Singkat Materi D. Petunjuk Penggunaan Modul E. Materi Pembelajaran KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 DASAR-DASAR PEMETAAN A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi C. Rangkuman D. Penugasan Mandiri E.

Latihan Soal F. Penilaian Diri KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 DASAR-DASAR PENGINDERAAN JAUH A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi C. Rangkuman D. Penugasan Mandiri E. Latihan Soal F. Penilaian Diri KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 DASAR-DASAR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi C. Rangkuman D. Latihan Soal E. Penilaian Diri EVALUASI KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN DAFTAR PUSTAKA GLOSARIUM Citra :Gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera atau hasil penginderaan yang telah dicetak Data :Sekumpulan informasi atau juag keterangan-keteranagn dari suatu hal yang diperoleh melalui pengamatan atau juga pecarian ke sumber-sumber tertentu Foto Udara :Hasil pemotretan suatu daerah dari ketinggian tertentu dalam ruang lingkup atmosfer menggunakan kamera Interpretasi :Kegiatan menganalisa citra foto udara dengan maksdu untuk mengidentifikasi dan menilaimobjek pada citra Penginderaan Jauh :Pegukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena dengan menggunakan saat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung dari objek atau fenomean yang dikaji Peta :Gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu Proyeksi :Cara memindahkan permukaan bumi yang melengkung ke bidang datar Raster :Informasi keruangan dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel Skala :Perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan Sistem Informasi Geografi (SIG) ; Sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengatur, mengelola, menyimpan, dan menyajikan segala jenis data (informasi) yang berkaitan dengan kondisi geografis suatu wilayah Vektor : Informasi atau data yang direkam dalam bentuk koordinat titik, garis atau poligon PETA KONSEP PENGETAHUAN DASAR PEMETAAN PEMETAA PENGINDERAAN SISTEM N JAUH INFORMASI GEOGRAFIS Pengertian peta (SIG) Komponen peta Pengertian penginderaan Pengertian Sistem Jenis-jenis peta jauh (PJ) Informasi Geogrfais Proyeksi peta (SIG) Komponen-komponen keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah jauh Subsistem dalam mengelola SIG Jenis-jenis citra penginderaan jauh Komponen-komponen SIG Interpretasi citra PENDAHULUAN A.

Identitas Modul Mata Pelajaran : Geografi Kelas :X Alokasi Waktu : 3 x pertemuan (3 x 3 JP) Judul Modul : Dasar-Dasar Pemetaan, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis B. Kompetensi Dasar 3.2 Memahami dasar-dasar pemetaan, pengindraan jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) 4.2 Membuat peta tematik wilayah provinsi dan/atau salah satu pulau di Indonesia berdasarkan peta rupa bumi C.

Deskripsi Singkat Materi Halo anak-anak hebat di seluruh Indonesia, kali ini kita akan mempelajari tentang dasar-dasar pemetaan, penginderaan jauh dan sistem informasi geografis.

Dalam kehidupan sehari-hari peta sangat dibutuhkan sebagai penunjuk arah atau sebagai alat bantu untuk mengetahui letak suatu lokasi atau tempat. Bahkan, fenomena yang terjadi di permukaan bumi tidak terlepas dari penggunaan peta. Selain peta, alat bantu yang dapat kita gunakan untuk melihat suatu kenampakan objek atau fenomena adalah foto udara. Nah, pada materi kali ini kita akan bahas secara mendetail tentang dasar- dasar pemetaan, dasar-dasar penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi atau yang biasa disebut dengan SIG.

Selain itu, dengan mempelajari modul ini kalian dapat mengetahui perbedaan antara peta dengan citra penginderaan jauh berserta komponen-komponennya. Dalam modul ini juga dijelaskan langkah-langkah membuat peta, sehingga kalian nanti dapat mempraktekan cara membuat peta. Untuk itu silahkan kalian pelajari modul ini hingga tuntas, jika kalian mendapati kendala, kalian bisa menanyakan kepada guru kalian atau berdiskusi dengan teman kalian.

Selamat belajar, semangat! D. Petunjuk Penggunaan Modul Bacalah modul ini hingga tuntas dan paham Ikuti petunjuk kegiatan pembelajaran yang ada pada modul Belajarlah secara mandiri, jika kalian membutuhkan bantuan, hubungi guru Kerjakan latihan soal dan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman kalian Cocokkan hasil kerja kalian dengan kunci jawaban Jika nilaimu sudah mencapai 75 silahkan lanjut ke modul berikutnya, jika masih di bawah 75 pelajari kembali modul ini E.

Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi 3 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Pertama : Dasar-Dasar Pemetaan, meliputi pengertian peta, komponen-komponen peta, jenis-jenis peta, dan fungsi peta Kedua : Dasar-Dasar Penginderaan Jauh, meliputi pengertian penginderaan jauh, komponen-komponen penginderaan jauh, jenis-jenis citra penginderaan jauh dan interpretasi citra foto udara Ketiga : Dasar-Dasar Sistem Informasi Geografis (SIG), meliputim pengertian SIG, subsistem dalam SIG dan komponen-komponen SIG KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 DASAR-DASAR PEMETAAN A.

Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini kalian diharapkan mampu menguraikan tentang dasar- dasar pemetaan serta cara memperbesar dan memperkecil peta dengan teliti dan penuh tanggung jawab B.

Uraian Materi Apa yang terlintas di pikiran kalian ketika melihat gambar ini? Komponen apa saja yang ada pada peta ini? 1. Pengertian Peta Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil sesuai kenampakkannya dari atas. Peta umumnya digambarkan dalam bidang datar dan dilengkapi dengan skala, orientasi, dan simbol-simbol. Dengan kata lain, peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil sesuai dengan skala.

Supaya dapat dipahami oleh pengguna atau pembaca, peta harus diberi tulisan dan simbol-simbol. Menurut RM. Soetardjo Soerjonosoemarno peta merupakan suatu lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala.

Sedangkan Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL 2005) Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan. 2. Komponen Peta Komponen-pet disebut juga disebut sebagai kelengkapan peta. Komponen- komponen peta dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Komponen Peta Sumber: https://bulukumbakab.go.id/peta-bulukumba Komponen peta terdiri dari: a.

Judul Peta Judul peta memuat informasi yang ada di peta, karena itu judul peta merupakan hal pertama yang dilihat oleh pembaca. Judul peta berguna untuk menggambarkan isi dan jenis peta yang ditulis dengan huruf kapital. b.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Garis Tepi Garis tepi adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang lain.

Garis tepi berguna untuk membantu dalam pembuatan peta agar terlihat lebih rapi. c. Garis Astronomi atau Koordinat berguna untuk menentukan lokasi suatu tempat yang terdapat pada tepi peta berbentuk angka – angka koordinat dalam satuan derajat, menit dan detik d. Legenda dan simbol Legenda Legenda adalah keterangan dari simbol-simbol yang merupakan kunci untuk memahami peta. Sedangkan simbol adalah tanda atau gambar yang mewakili ketampakan yang ada di permukaan bumi yang terdapat pada peta ketampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain: 1) Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat ata data posisional.

Simbol titik dapat dilihat pada gambar berikut.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Gambar 2. Simbol Titik Sumber: https://santossalam.blogspot.com 2) Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak. Gambar simbol garis dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3. Simbol Garis Sumber: https://santossalam.blogspot.com 3) Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu. Gambar simbol area dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 4. Simbol Area Sumber: https://santossalam.blogspot.com e. Inset menunjukan kedudukan daerah yang dipetakan terhadap daerah sekitarnya yang berfungsi untuk menjelaskan antara wilayah pada peta utama dengan wilayah lain di sekelilingnya.

Misalnya : Peta Pulau Jawa sebagai peta utama, sehingga untuk melihat posisi pulau sumatera dengan pulau-pulau lainnya di buat peta Indonesia sebagai insetnya. f. Skala Skala dapat diartikan sebagai perbandingan (rasio) antara jarak dua titik pada peta dan jarak sesungguhnya kedua titik tersebut di permukaan bumi atau di lapangan, dan pada satuan yang sama. 1) Jenis-jenis skala a) Skala Angka: Skala angka adalah skala yang menunjukkan perbandingan antara jaka di peta dan jarak yang sebenarnya dengan angka, contohnya 1:500.000 dibaca setiap 1 cm pada peta mewakili 500.000 cm di lapangan.

b) Skala Garis: Skala garis/grafis adalah skala yang ditunjukkan dengan garis lurus yang dibagi dalam beberapa ruas, dan setiap ruas menunjukkan dalam satuan panjang yang sama. c) Skala Verbal Skala verbal adalah skala yang dinyatakan dengan kalimat atau secara verbal. Skala yang sering ada di peta-peta tidak menggunakan satuan pengukuran matrik, misalnya peta-peta di Inggris, contoh 1 inchi to 1 mile, artinya adalah bahwa 1 inchi di peta menyatakan jarak 1 mil di lapangan.

Skala verbal biasanya digunakan oleh orang-orang Amerika dan Eropa. 2) Memperbesar dan Memperkecil Skala a) Menghitung Skala Untuk mengetahui skala pada suatu peta yang tidak tercantum, dapat dilakukan dengan cara berikut: (1) Membandingkan dengan peta lain dengan syarat cakupan wilayahnya sama. Keterangan : d1 : Jarak pada peta yang sudah diketahui skalanya d2 : jarak pada peta yang akan dicari P1 : penyebut skala peta yang belum diketahui P2 : penyebut skala peta yang akan dicari Contoh soal: Perhatikan dua peta berikut.

Jika diketahui jarak peta dan skala peta 1 seperti pada gambar, berapakah skala peta 2? Penyelesaian: Diketahui : P1 = 50.000 d1 = 4 cm d2 = 2 cm Ditanyakan : P2? Jawab: P2 = (d1/d2) x P1 = ( 4/2) x 50.000 = (2) x 50.000 = 100.000 Jadi Skala Peta 2 adalah 1 : 100.00 (2) Membandingkan suatu jarak horizontal di peta dengan jarak di lapangan Contoh: Jarak X dan Y pada peta adalah 8 cm, sedangkan jarak X dan Y di lapangan adalah 4 km.

Berapakah skala peta tersebut? Penyelesaian: Skala = jarak di peta /jarak sebenarnya Berarti: Skala = 8 cm / 4 km (samakan satuannya menjadi cm) = 8 cm / 400.000 cm (masing-masing dibagi 8) = 1 cm / 50.000 cm = 1 / 50.000 Jadi skala peta nya adalah 1 : 50.000 (3) Menghitung interval kontur Untuk mengetahui skala peta pada peta topografi yang belum diketahui skalanya kita juga bisa menghitungnya dengan cara berikut: Keterangan: Ci keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah Contour Interval (selisih antara dua garis kontur) Contoh soal: Diketahui peta kontur sebagai berikut: Berapakah skala peta tersebut?

Penyelesaian: Diketahui : Ci (selisih antara dua garis kontur) = 40 Ditanyakan : skala peta? Jawab: Ci = (1/2000) x penyebut skala (pindah ruas) Penyebut skala = 2000 x Ci = 2000 x 40 = 80.000 Jadi skala peta tersebut adalah 1 : 80.000 b) Memperbesar dan Memperkecil Skala Memperbesar dan memperkecil skala peta dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan sistem grid, menggunakan alat pantograf atau dengan cara fotokopi 1) Sistem grid Sistem grid digunakan untuk mempermudah penghitungan luas area dalam peta.

Sistem grid disajikan dengan cara membuat petak-petak persegi dengan luas area yang sama. Contoh: Gambar 5 Perbesar dan perkecil peta dengan sistem grid Sumber: https://portalgeograf.blogspot.com 2) Menggunakan Pantograf Pantograf adalah alat untuk memperbesar atau memperkecil sebuah peta atau gambar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur anhka yang tertera pada pantograf. Angka ini menunjukkan kelipatan perbesaran atau pengecilan yang diinginkan.

Gambar 6. Pantograf Sumber: https://dkemalasari.blogspot.com/2013/09/pantograf.html 3) Menggunakan mesin fotokopi Mesin fotokopi dapat digunakan untuk memperbesar atau memperkecil peta. g. Orientasi Orientasi merupakan petunjuk arah pada peta yang menunjukan posisi dan arah suatu titik atau wilayah, biasanya berbentuk tanda panah uang menunjuk ke arah utara.

Gambar 7. Orientasi Arah Utara Sumber: http://rianmeigiana.blogspot.com h. Sumber Data dan Tahun Pembuatan Sumber peta menunjukkan sumber data yang digunakan dalam pembuatan peta. Sementara itu tahun pembuatan peta dapat membantu pembaca peta untuk menganalisis berbagai kecenderungan perubahan dari waktu ke waktu dan dapat memberikan informasi keakuratan keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah yang digunakan per tahun pembuatan.

i. Lettering Dan Warna Peta Lettering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi huruf kapital-kecil, tegak dan miring. Penggunaan huruf pada peta: 1) Huruf Kapita tegak untuk nama Benua, Provinsi. 2) Huruf kapital miring untuk nama samudera atau lautan 3) Huruf kapital-kecil tegak untuk nama Kota/Kabupaten dan nama wilayah.

4) Huruf kapital-kecil miring untuk nama sungai, danau dan/atau rawa Warna peta lazim digunakan untuk menonjolkan perbedaan objek pada peta. Penggunaan warna berbeda itu antara lain terlihat pada hal-hal berikut: 1) Warna cokelat menggambarkan kenampakan relief permukaan bumi 2) Warna biru menggambarkan kenampakan wilayah perairan (laut, sungai, danau dan rawa) 3) Warna hijau menggambarkan kenampakan vegetasi (hutan, perkebunan) 4) Warna merah dan hitam menggambarkan kenampakan hasil budaya manusia (misal jalan kota, pemukiman, batas wilayah, pelabuhan) 5) Warna putih menggambarkan kenampakan permukaan bumi.

3. Jenis Peta dan Fungsi Peta a. Jenis peta berdasarkan skala Berdasarkan skalanya, peta diklasifikasikan: 1) Peta kadaster, berskala 1:100 – 1:5000 dipakai untuk membuat peta dalam sertifikat pembuatan tanah 2) Peta skala besar: berskala 1:5.000 – 1:250.000 dipakai untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit seperti peta kabupaten 3) Peta skala sedang: berskala 1: 250.000 – 1: 500.000 digunakan untuk menggambarkan wilayah yang agak luas seperti peta provinsi 4) Peta skala kecil: berskala 1:500.000 – 1: 1.000.000 digunakan untuk menggambarkan daerah yang cukup luas seperti Indonesia 5) Peta skala geografis berskala lebih besar dari 1:1.000.0000 b.

Jenis peta berdasarkan isi 1) Peta umum Peta umum/peta ikhtisar : peta yang menggambarkan segala sesuatu yang ada dalam suatu wilayah seperti sungai, danau, jalan Peta umum dibedakan menjadi dua yaitu : a) Peta topografi, adalah peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi.

Peta topografi dapat digolongkan menjadi - Peta planimetrik, peta yang menyajikan beberapa jenis unsur permukaan bumi tanpa penyajian informasi ketinggian. - Peta kadaster, peta yang menyajikan data mengenai kepemilikan tanah, ukuran, dan bentuk lahan serta beberapa informasi lainnya.

- Peta bathimetrik, peta yang menyajikan informasi kedalaman dan bentuk dasar laut. Gambar 8. Peta Topografi Sumber: https://www.edufunia.com b) Peta chorografi, adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian kenampakan permukaan bumi.

2) Peta khusus Peta khusus biasa disebut juga dengan peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan – kenampakan tertentu seperti peta kepadatan penduduk, peta transportasi, peta tanah dll. Contoh peta tematik adalah: - Peta diagram, pada peta ini subyek tematik disajikan dalam bentuk diagram yang proporsional.

- Peta distribusi, pada peta ini menggunakan simbol titik untuk menyajikan suatu informasi yang spesifik dan memiliki kuantitas yang pasti. - Peta isoline, pada peta ini menyajikan harga numerik untuk distribusi yang kontinu dalam bentuk garis yang terhubung pada suatu nilai yang sama c.

Jenis peta berdasarkan bentuk Peta berdasarkan bentuk digolongkan menjadi 3, yaitu: 1) Peta timbul, peta jenis ini menggambarkan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya, misalnya peta relief. 2) Peta datar (peta biasa), peta umumnya yang dibuat pada bidang datar, misalnya kertas, kain atau kanvas. 3) Peta digital, peta digital adalah peta yang datanya terdapat pada suatu pita magnetik atau disket, sedangkan pengolahan dan penyajian datanya menggunakan komputer.

Peta digital dapat ditayangkan melalui monitor komputer atau layar televisi. Peta digital ini hadir seiring perkembangan teknologi komputer dan perlatan digital lainnya. d. Jenis peta berdasarkan sumber data Peta berdasarkan sumber datanya dibedakan menjadi: 1) Peta Induk (Basic Map) Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.

2) Peta Turunan (Derived Map) Peta turunan yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan. Peta turunan ini tidak bisa digunakan sebagai peta dasar. e. Fungsi Peta Fungsi dan tujuan pembuatan peta adalah: 1) Menunjukkan posisi atau lokasi relatif suatu tempat di permukaan bumi. 2) Memperlihatkan ukuran, luas daerah, dan jarak di permukaan bumi.

3) Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk pada permukaan bumi (misalnya bentuk benua, negara, atau gunung). 4) Menyajikan data tentang potensi suatu daerah. 5) Mengomunikasikan informasi keruangan. 6) Menyimpan informasi keruangan. 7) Membantu pekerjaan teknis, misalnya konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan. 8) Membantu pembuatan desain, misalnya desain jalan dan bahan analisis spasial.

4. Proyeksi Peta Permukaan bumi yang melengkung jika digambarkan pada bidang datar, maka sulit untuk melakukan perhitungan dari hasil ukuran, dan juga akan menghasilkan kesalahan. Untuk menghindari atau memperkecil kesalahan, dipilihlah cara menggambarkan peta dengan proyeksi. Proyeksi peta adalah cara memindahkan permukaan bumi yang melengkung ke bidang datar. Di dalam melakukan kegiatan proyeksi peta, ada beberapa hal yang tidak boleh terabaikan, yaitu: a. Peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala.

b. Peta harus equidistance, yaitu peta harus mempunyai jarak-jarak yang sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala. c. Peta harus conform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.

Jenis-jenis proyeksi peta dibredakan menjadi 3 jenis, yaitu: a. Proyeksi zenithal (azimuthal) Proyeksi zenithal adalah proyeksi pada bidang proyeksi berupa bidang datar yang menyinggung bola bumi. Berdasarkan arah sinar, proyeksi b. Proyeksi silinder Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder, Proyeksi seperti ini sangat baik untuk memetakan daerah yang berada di daerah khatulistiwa, dan tidak sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di sekitar kutub.

c. Proyeksi kerucut Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut.

keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah

Proyeksi seperti ini sesuai digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada pada lintang tengah pada negar-negara di Eropa. Jenis proyeksi peta dapat diamati pada gambar berikut: C. RangkumanSebagai sebuah ilmu pengetahuan yang memiliki peran yang penting dalam kehidupan, geografi memang memiliki banyak hal yang penting untuk dipelajari. Mulai dari aspek geografi, prinsip geografi, objek studi geografi dan yang terakhir adalah ketrampilan geografi.

Hal ini dikarenakan semua hal tersebut menjadi suatu kesatuan utuh di dalam ilmu geografi itu sendiri. Untuk aspek geografi, prinsip geografi, dan juga objek studi geografi pasti sudah banyak dari Anda yang mengetahuinya atau bahkan mempelajarinya.

Namun, untuk bagian keterampilan geografi mungkin masih banyak orang yang belum memahami serta mengetahui fungsi dan macam dari keterampilan ilmu geografi itu sendiri. Maka ulasan informasi ini akan sangat berguna untuk Anda. Keterampilan geografi menjadi suatu hal wajib yang harus dikuasai dan dimiliki bagi orang yang mengakui dirinya sebagai seorang geograf. Geograf sendiri memiliki arti sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia geografi, atau ilmuwan geografi.

Ini merupakan sebuah keterampilan dasar atau basic skill dari seorang geograf. Kemudian, keterampilan geografi yang kedua adalah keterampilan deskriptif. Keterampilan ini merupakan keterampilan yang menitik beratkan kemampuannya untuk menjelaskan terjadinya segala fenomena yang terjadi di permukaan bumi. Memiliki keterampilan ini berarti sebagai seorang geograf Kita harus mampu untuk menjelaskan setiap fenomena geosfer yang terjadi secara detail dan maksimal.

Selanjutnya, keterampilan geografi yang keempat adalah keterampilan pemetaan. Bagi seorang geograf untuk memetakan sebaran atau distribusi dari fenomena-fenomena geosfer yang terjadi merupakan suatu hal yang sangat penting. Maka dari itulah kemampuan atau keterampilan pemetaan ini menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, perlu disadari bahwa setiap pengelompokan fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi, sudah pasti tergambar di dalam konteks lingkungan hidupnya.

Dan karena berada dalam konteks lingkungan itulah berarti fenomena tersebut juga sudah pasti menempati ruang. Ruang inilah yang akan dan harus dipetakan oleh seorang geograf. Dan keterampilan geografi yang terakhir adalah kemampuan untuk melakukan analisis relasional dan rasional. Analisis relasional-rasional merupakan suatu keterampilan untuk melakukan analisis keterkaitan antara suatu komponen fenomena geosfer yang satu dengan fenomena yang lain dan harus didasarkan dari pola pikir yang jelas.

Keterampilan semacam ini sangat dibutuhkan oleh seorang geograf. Hal ini dikarenakan dalam prosesnya nanti, seorang geograf harus mampu untuk mencari, melihat, dan menemukan benang merah atau kaitan antara sebuah perilaku atau aktivitas manusia yang terkait dengan karakteristik lingkungannya.

{-CATATAN- Kami yakin Anda juga membutuhkan beberapa artikel terkait berikut ini: 1) Ruang Lingkup Pengetahuan Geografi 2) Objek Studi Geografi dan Aspek Geografi 3) Mengetahui Prinsip Dasar Geografi 4) 3 Macam Pendekatan Geografi} Dengan menguasai keterampilan geografi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka diharapkan seorang geograf mampu untuk memenuhi lapangan pekerjaan bagi seorang lulusan geografi.

Ada banyak prospek pekerjaan bagi lulusan geografi. Prospek pekerjaan tersebut diantaranya adalah peluang untuk menjadi seorang wartawan yang didasarkan pada kemampuan analisis, kemudian menjadi seorang pengacara lingkungan yang didasarkan pada kemampuan melihat akibat atau keterkaitan antara manusia dan lingkungan.

Kemudian, sebagai pembuat model bencana alam yang didasarkan atas kemampuan untuk melihat dan keterampilan yang digunakan untuk melakukan analisis terkait dengan interaksi antar fenomena adalah sebuah karakteristik dan seluk beluk bencana alam yang terjadi, dan juga bisa menjadi seorang arsitek lanskap.

Semua peluang pekerjaan tersebut merupakan prospek kerja yang sangat menarik dan menggiurkan bagi seorang lulusan geografi. Untuk itulah diharapkan setiap lulusan geografi harus memiliki ketrampilan geografi yang mumpuni dan berkompeten di bidangnya agar mampu bersaing dengan jurusan lain yang juga berkompeten di bidangnya masing-masing.
15.

Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala disebabkan oleh pergerakan sesar Palu-Koro yang memanjang dari Teluk Bone sampai dengan Teluk Palu. Sebagian segmen sesar menjorok ke lautan di Teluk Palu. Ketika gelombang gempa menjalar sepanjang sesar, maka bagian yang menjorok ke laut ikut bergetar dan memicu tsunami karena terjadi longsoran di bawah laut. Prinsip geografi yang sesuai fenomena tersebut adalah prinsip .

R4_KELOMPOK 2_IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA MULTIMODAL DI SD




2022 www.videocon.com