Bentuk perjuangan wage rudolf supratman

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Menguak R e fleksi Sejarah Perjuangan W. R. Soepratman Tidaklah berlebihan jika terdapat slogan bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah bangsanya. Berangkat dari komitmen itulah kita sebagai Bangsa Indonesia merespon positif setiap peristiwa bersejarah untuk memperingatinya. Misalnya dalam kalender tahun 2004 bentuk perjuangan wage rudolf supratman kita mempunyai beberapa hari bersejarah yang cukup penting dan di antaranya masih dianggap sakral, yakni peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945).

Sebenarnya setiap peringatan hari besar nasional tersebut tidak bisa dipisahkan dengan nama besar sang Proklamator “Soekamo Hatta”. Lantas bagaimana dengan keberadaan W.R. Soepratman? Memang di antara sederet pahlawan pejuang kemerdekaan di masa pergerakan tersebut W.R.Soepratman memiliki perbedaan dengan para pahlawan lainnya. Jika pahlawan lain melawan penjajah melalui perjuangan fisik, diplomatik dan tekanan politik, W.R.

Soeprtaman berjuang lebih mengandalkan ketajaman dari gesekan biolanya yang mampu membakar semangat perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah ketika itu.

Di antara improvisasi lagu lewat gesekan biolanya yang kemudian menjadi sebuah karya spektakuler dan membahana di seluruh Nusantara sepanjang masa adalah Lagu Indonesia Raya, yang hingga kini menjadi lagu kebangsaan kita.

Ketenaran lagu ini bukan hanya dalam setiap peristiwa bersejaran di dalam negeri saja, tetapi telah diakui oleh bangsa manca karena syairnya yang mengandung semangat heroisme perjuangan bangsa Indonesia, dan jauh berbeda dengan lagu kebangsaan negara lain di dunia (Ashar, 1996). Lewat daya ciptanya W.R. Soepratman telah membuktikan bahwa perjuangan bisa dilalui lewat sudut mana saja termasuk melalui musik, dan ia memang berjuang dengan caranya sendiri seperti dalam pesan terakhirnya.

Sekiranya untuk memahami daya cipta lagu-lagu perjuangannya itu, tidaklah ideal jika tidak mengetahui siapa sebenarnya W.R. Soepratman sampai dimakamkan di Kota Surabaya, siapa yang merawat makamnya sampai sekarang, dan sampai sejauh mana perhatian pihak pemerintah terhadap orang yang diberi tanggung jawab untuk menjaga tempat bersejarah seperti itu.

Tanpa Istri-Anak Sosok lelaki tampan itu bernama lengkap Wage Rudolf Soepratman, lahir pada hari Senin Wage tanggal 9. Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Di masa kecilnya ia diasuh oleh kakak iparnya bernama W.M.

Van Eldik (Sastrornihardjo). Pemuda Soepratman semasa kecilnya tergolong siswa paling cerdas di sekolahnya namun ia mulai belajar memetik gitar dan menggesek biola ketika diajak kakak iparnya hijrah ke Makasar, Sulawesi Selatan.

Di kota ini ia masuk sekolah guru. Setamat dari sekolah itu ia langsung diangkat menjadi guru. Meski. Seorang guru dan mengajar murid-muridnya di sekolah umum, namun ia pantang meninggalkan musik untuk mengekspresikan hobinya. Guna menyalurkan hobi musiknya di Makasar ia mendirikan kelompok muilk Jazz, namanya Black And White, di bawah binaan W.M. Van Eldik, sampai tahun 1924. Bentuk perjuangan wage rudolf supratman musik jazz inilah ia mulai mencipta lagu-lagu perjuangan yang tersohor dengan ritme heroiknya itu.

Apabila ditelaah secara mendasar memang jenis musik jazz yang masuk ke Indonesia dibawa dan diperkenalkan oleh kebudayaan Barat, khususnya orang-orang Belanda sekitar tahun 1928 (Soepama, 1990).

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Menurut Soepama, musik jazz masuk ke Indonesia ketika itu bukan dalam bentuk perjuangan wage rudolf supratman yang asli, tetapi sudah terpengaruh oleh kebudayaan Belanda. Bahkan yang dibawa masuk ke Indonesia dikatagorkan jenis music jazz kelas dua, sedangkan musik jazz kelas satu tetap dipertahankan di negeri Belanda. Secara spesifik musik jazz yang masuk ke Indonesia cenderung musik dansa yang dipergunakan untuk berkumpul para pejabat dan pedagang Belanda masa itu.

Meski demikian W.R. Soepratman tetap komitmen pada pendiriannya untuk menciptakan lagu lagu perjuangan dan tidak terpengaruh dari berbagai ornamen musik jazz ala Barat itu. Sebagai sosok pejuang yang gigih untuk kemerdekaan bangsanya ia berjuang tidak hanya mealalui musik, tetapi juga terjun langsung ke dunia jurnalistik. Hal ini dapat dibuktikan, pada tahun 1924 ia menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung, kemudian tahun 1926 menjadi wartawan Sin Poo di Jakarta.

Semasa menjadi wartawan ia sangat rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan nasional di Gedung Pertemuan Gang Kenari Jakarta.

Sejak itu ia mulai mencipta berbagai jenis lagu perjuangan, termasuk lagu Indonesia Raya yang diselesaikan tahun 1928.

Sejak itu pula W.R. Soepratman dikejarkejar polisi pemerintah Hindia Belanda. Penghargaan terakhir karya ciptanya pada Kongres Pemuda di Jakarta, 27-28 Oktober 1928.

Waktu itu diputuskan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan. Setelah itu pada tahun 1930 W.R. Soepratman dibawa saudaranya pindah ke Surabaya dalam kondisi sakit. Meski dalam kondisi sakit ia pantang berhenti berjuang untuk kemerdekaan bangsanya.

Pada tanggal 7 Agustus 1938, ketika memimpin Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) dan menyiarkan lagu Mata Hari Terbit di Radio Nirom Jl. Embong Malang Surabaya, ia ditangkap Belanda dan dipenjarakan di Kalisosok Surabaya. Pada Rabu Wage, 17 Agustus 1938, W.R. Soepratman meninggal bentuk perjuangan wage rudolf supratman di Jl. Mangga No 21 Surabaya tanpa istri dan anak karena ia belum menikah. Ia dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.

Dari sejarah singkat biografinya ini bisa dipahami bagaimana kegigihan perjuangan seorang musisi yang mampu menempatkan dirinya sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan, dan gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa di bumi pertiwi. Namun sebelum ajalnya ia sempat meninggalkan pesan terakhirnya sebagai berikut: “Nasipkoe soedah begini.

Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Biar saja meninggal, saja iclas. Saja toh soedah beramal, berdjoang, dengan tjarakoe, dengan biolakoe. Bentuk perjuangan wage rudolf supratman yakin Indonesia pasti merdeka”. Sementara lagu-lagu yang pernah diciptakan antara lain: Kebangsaan Indonesia Raya (1928), Indonesia Ibuku (1928), Bendera Kita Merah Putih (1929), Raden Ajeng Kartini (1929), Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930), Di Timoer Matahari (1931), Mars Parindra (1937), Mars Soerya Wirawan (1937), Matahari Terbit (1938), dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

Sementara buku yang sempat dikarangnya antara lain Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929). Pada tahun 1930 buku Perawan Desa disita oleh Pemerintah Hindia Belanda dan dilarang beredar. Sementara pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Penjaga Situs Kendatipun Pemerintah telah memberikan penghargaan, mengangkat W.R. Soepratman sebagai pahlawan Nasional, dan melakukan renovasi berupa pemugaran makamnya menjadi anggun dan berwibawa, tetapi tidak banyak masyarakat umum di sekitarnya yang memahami makna nilai sejarah perjuangannya. Mereka hanya melihat sebuah makam W.R. Soepratman sang pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan menyaksikan suatu ketika masyarakat berziarah ke makam tersebut, tetapi kurang memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik sebuah makam yang megah itu bagi perjalanan sejarah sebuah bangsa ini.

Pernahkah masyarakat berpikir jika di masa lampau W.R. Soepratman telah mengorbankan harta bendanya, termasuk hidupnya, hanya semata-mata untuk menebus kemerdekaan bangsa ini. Pernahkah masyarakat berpikir untuk mewarisi nilai sejarah perjuangannya untuk diimplementasikan dalam pola hidup bermasyarakat untuk mengisi kemerdekaan ini. Â Semuanya masih serba kurang peduli terhadap nilai sejarah perjuangannya. Fenomena seperti itu dapat tergambar dari kehidupan Matabri (67), penjaga makam W.R.

Soepratman di Jl. Kenjeran Surabaya (31/7). Matabri adalah putra almarhum Sukimin asal Bangkalan, juru kunci di makam tersebut sejak zaman Bung Kamo dan meninggal tahun 1996.

Matabri adalah pesiunan golongan IIIb dari Departeman Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu, terakhir bekerja di Musium Empu Tantular Surabaya, dengan menerima gaji pension Rp 700.000 setiap bulannya. Matabri tinggal serumah dengan seorang anak dan menantu beserta dua cucu perempuan. Mereka menempati sebuah rumah kecil di pojok SISI barat makam tersebut. Meski hidup tak berkecukupan Matabri yang sangat kental dengan bahasa Maduranya ini toh tetap tabah dan bersabar, sambil menunggu uluran tangan masyarakat.

Setidaknya hal itu terlihat dari raut wajahnya yang tetap berusaha senyum ketika menerima tamu. Â Selama menjadi juru kunci makam W.R. Soepratman ia mengaku tidak pernah mendapat tambahan apapun dari pemerintah, kecuali dua buah sabit dan satu cangkul setiap tahunnya.

Apapun yang terjadi pada dirinya, rnisalnya sakit, atau untuk kepentingan keluarga Matabri cukup tidak cukup hanya mengandalkan gaji pensiunnya.

Namun di balik itu ia berharap kelak setelah meninggal bisa digantikan oleh Gufron, menantunya. Realitas seperti yang dialarni Matabri mungkin tidak jauh berbeda dengan juru kunci di tempat makam pahlawan lainnya.

Kondisi ini memang sang at kotradiktif, di satu sisi pemerintah selalu menganjurkan agar masyarakat menghargai dan mewarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai bangsa yang berbudaya adiluhung.

Tetapi di sisi lain kita dihadapkan berbagai permasalahan sosial. Bahkan pemerintah sendiri masih tampak kurang menghargai jasa seseorang yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk menjaga situs bersejarah tersebut. Akankah hal ini akan berlanjut terus? (ar) ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾ Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Teropong, Edisi 18, Juli – Agustus 2004, hlm.

37 Komentar Terbaru • Bambang gunarto pada Tanah Perdikan Pacalan • indra pada Ismanu Soemiran • Muhammad haromain pada Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Kabupaten Tuban • Jejak Walikota dan Bupati Kader PKI / Bentuk perjuangan wage rudolf supratman oleh PKI Yang Tersingkir Pasca G30S 1965 – Perpustakaan Online Genosida 1965-1966 pada Bupati Madiun ke 25 sampai denga ke 34 • Anon pada Ismanu Soemiran Arsip • September 2021 • Desember 2018 • November 2018 • Oktober 2018 • September 2018 • Agustus 2018 • Juli 2018 • Juni 2018 • April 2018 • Maret 2018 • Januari 2018 • September 2017 • Agustus 2017 • November 2016 • Oktober 2016 • September 2016 • Agustus 2016 • Agustus 2015 • Juli 2015 • Maret 2015 • Februari 2015 • Januari 2015 • Desember 2014 • September 2014 • Maret 2014 • Januari 2014 • Desember 2013 • November 2013 • September 2013 bentuk perjuangan wage rudolf supratman Agustus 2013 • Juli 2013 • Juni 2013 • Mei 2013 • April 2013 • Maret 2013 • Februari 2013 • Januari 2013 • Desember 2012 • November 2012 • Oktober 2012 • September 2012 • Agustus 2012 • Juli 2012 • Juni 2012 • Mei 2012 • April 2012 • Maret bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Februari 2012 • Januari 2012 • Desember 2011 • November 2011 • Oktober 2011 • September 2011 • Agustus 2011 • Perpustakaan Prov Jatim • Pusat JDIH Prov Jatim • KPPOD • Perpustakaan Bung Karno • Disbudpar Prov Jatim • EastJava.com • Bakorwil I Madiun • Bakorwil II Bojonegoro • Bakorwil III Malang • Bakorwil IV Pamekasan • Wisataholiday.com • Blitarian.com • D'Travellers: • Bedug "Langgeng" Mojokerto • Seni dan budaya Banyuwangi • Lontar Madura • Wisata Lumajang • Dispobpar Kota Probolinggo • Kediri Raya • MAFA Melansir budi.kemdikbud.go.id, WR Supratman lahir dari pasangan Sersan Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, seorang prajurit Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) dan Siti Senen.

Ada dua pendapat mengenai tanggal dan tempat kelahiran WR Supratman di Jatinegara, 9 Maret 1903, lainnya menyebutkan WR Supratman lahir di Purworejo, 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somogiri, Kecamatan Kaligeseng. WR Supratman pernah menempuh pendidikan dasar di Euoropeesche Lagere School (ELS), sebuah sekolah dasar Belanda.

Untuk memudahkan administrasi pendaftaran sekolah dasar, ditambahlah nama Rudolf untuk nama tengah WR Supratman oleh kakaknya. Ia melanjutkan pendidikan di sekolah guru (Normaal School). Terkenal sebagai pencipta Indonesia Raya, tak banyak yang tahu WR Supratman adalah guru dan jurnalis.

Ia guru di Makassar. Karyanya di antaranya adalah novel Perawan Desa, Darah Muda dan Kaum Fanatik. Ia wartawan di beberapa media, seperti Pemberita Makassar, Pelita Rakyat (Makassar), Kaum Muda, Kaum Kita (Bandung) dan Sin Po (Jakarta) Melansir epositori.kemdikbud.go.id, sepak terjangnya di dunia jurnalisme inilah yang kemudian melahirkan semangat nasionalisme dalam diri WR Supratman. Meninggalkan Makassar, ia melanjutkan perjuangannya di tanah-tanah Jawa pilihannya, yaitu Surabaya, Cimahi, Bandung, dan Jakarta.

Ia yakin bahwa suatu saat perjuangan bangsa Indonesia akan membuahkan kemerdekaan. Idealisme itu yang menjadi dorongannya menciptakan lagu-lagu perjuangan. WR Supratman meninggal dan dimakamkan di Kenjeran, Bentuk perjuangan wage rudolf supratman /> • Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Nama Wage Rudolf Soepratman tentu tidak asing lagi di telinga kita bangsa Indonesia.

Beliau adalah putra bangsa terbaik penggubah lagu Indonesia Raya.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Lagu yang selalu dikumandangkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan RI dan hari-hari besar nasional lainnya. Siapa sosok WR.Soepratman sebenarnya? WR.Soepratman lahir pada tahun 1903 di Somongan, Purworejo. Ibunya bernama Siti Senen dan ayahnya bernama Joemeno Kartodikromo seorang tentara KNIL Belanda. WR.Soepratman merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Kakak sulungnya bernama Roekijem yang menikah dengan keturunan Belanda bernama Willem van Eldik tinggal di Makassar.

Dari kakaknya inilah WR.Soepratman mendapat biaya untuk melanjutkan sekolah dan diboyong serta ke Makassar. Ketika berusia 20 tahun WR.Soepratman diangkat sebagai guru di sekolah Angka 2.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Setelah itu beliau bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian pindah ke Jakarta dan bekerja sebagai wartawan pada harian Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Moeda dan Kaoem Kita. Selama tinggal di Jakarta WR.Soepratman bergabung dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional. Ia juga mulai menulis buku. Sebuah buku berjudul Perawan Desa di sita dan dilarang beredar oleh pemerintah kolonial Belanda karena isinya dianggap menentang pemerintahan Belanda.

Dari sini jiwa nasionalisme WR.Soepratman terus tumbuh. Mulai timbul kebencian dalam dirinya mengenai kesewenangan penjajahan Belanda. WR.Soepratman kembali ke Makassar dan menekuni dunia musik. Dari Willem van Eldik, kakak iparnya, Wr.Soepratman belajar bermain musik khususnya biola. Pada usia 21 tahun WR.Soepratman berhasil menggubah sebuah lagu bernuansa kebangsaan. Lagu ini diberi judul Indonesia Raya dan diperdengarkan pertama kali menggunakan biola pada Kongres Sumpah Pemuda tahun 1928 di Jakarta.

Lagu tersebut ternyata sangat memukau seluruh peserta kongres yang hadir. Sejak saat itu lagu gubahan WR.Soepratman menjadi terkenal dan merupakan satu-satunya lagu yang wajib dikumandangkan pada setiap berlangsung kongres pergerakan nasional. Lagu tersebut dianggap mampu mewujudkan rasa persatuan dan mewakili keinginan seluruh bangsa Indonesia untuk merdeka.

WR.Soepratman terus berjuang melalui gubahan lagu-lagunya yang berisi semangat perjuangan melawan penjajahan Belanda. Akibatnya beliau diburu oleh polisi Belanda dan ditahan di penjara Kalisosok Surabaya. Kelas VIII SMPMTs Edisi Revisi 106 Makin banyaknya organisasi pemuda yang bermunculan seperti Budi Utomo mendorong kaum intelektual pada saat itu untuk membentuk gerakan yang senada dan turut ambil bagian dalam sejarah pergerakan nasional. Berawal dari aktivis Perhimpuan Pelajar di negeri Belanda dan klub belajar Aglemen Studie Club yang dipimpin Soekarno di Bandung, dibentuklah Partai Nasional Indonesia.

Selain itu, ada juga Partai Bangsa Indonesia yang kemudian berubah menjadi Partai Indonesia Raya yang berasal dari Indische Studie Club di Surabaya. Partai Nasional Indonesia PNI didirikan pada tahun 1927. Digawangi oleh tokoh-tokoh besar seperti Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Ir. Anwari, Sartono SH, Budiarto SH, dan Dr. Samsi, PNI tumbuh dan berkembang menjadi salah satu partai politik berpengaruh pada saat itu.

Apabila kita bandingkan tahun berdirinya PNI dan tahun kelahiran Soekarno pada tahun 1901, Soekarno pada pada waktu itu lebih kurang berusia 26 tahun.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Usia 26 tahun merupakan usia yang masih muda dan memiliki semangat muda, yaitu semangat untuk mengubah bangsa ini lebih baik. PNI sebagai partai nasionalis termasuk mampu berkembang dengan sangat pesat karena semua golongan dirangkul untuk bergabung dan bersatu. PNI makin menunjukkan pengaruhnya dalam melawan penjajahan pada saat itu.

Tahun 1927, PNI membentuk sebuah badan koordinasi dari berbagai macam aliran untuk menggalang kesatuan aksi melawan penjajahan. Badan tersebut diberi nama PPPKI atau Pemufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia. Selanjutnya, pada tahun 1929, PNI melakukan kongres dan mencetuskan cita-cita sosialisme dan semangat nonkooperasi.

Berita ini pun mulai memicu reaksi dari pemerintahan kolonial Belanda. Pemerintah Belanda menangkap para pemimpin PNI, yakni Ir. Soekarno, Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Suriadinata.

Kemudian, keempat tokoh tersebut disidangkan di pengadilan Bandung pada tahun 1930. Dalam persidangan itu, Ir. Soekarno mengajukan pembelaan dengan me- nyampaikan pidato yang berjudul Indonesia Menggugat. Hakim pada saat itu adalah Mr. Dr. R. Siegembeek van Hoekelen. Pembela para tokoh Indonesia adalah Sartono SH, Sastromuljono SH, dan Idik Prawiradiputra SH. Namun, karena lemahnya posisi bangsa Indonesia pada saat itu, keempat tokoh itu dinyatakan bersalah dan Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman pidana kepada Ir.

Soekarno dengan 4 tahun penjara, Maskun 2 tahun penjara, Gatot Mangkupraja 1 tahun 8 bulan penjara, dan Suriadinata 1 tahun 3 bulan penjara. Dinginnya penjara, kejamnya sipir penjara tidak mengubah asa para pemuda Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan, gerakan perjuangan para pemuda makin gencar dilakukan di seluruh Indonesia. Sejarah mencatat beberapa pejuang nasional yang berjuang dan meninggal di usia muda. Para pahlawan tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Wage Rudolf Supratman Wage Rudolf Supratman lahir pada tanggal 19 Maret 1903, di Purworejo, dan wafat pada tanggal 17 Agustus 1938 ketika berusia 35 tahun. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 107 Wage Rudolf Supratman merupakan sosok pen- ting dalam peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Pada saat penutupan Kongres Pemuda II di Gedung Indonesische Clubhuis. Supratman mem perdengarkan lagu ciptaannya ber- judul ”Indonesia” melalui gesekan biola.

Semua peserta kongres yang hadir menyambut dengan luar biasa serta memberikan ucapan selamat. Hingga saat ini, lagu ciptaan Supratman berjudul ”Indonesia Raya” menjadi lagu kebangsaan negara Indonesia. Sebelum Indonesia merdeka, sangat sulit untuk menyanyikan lagu kebangsaannya sendiri. Pada saat ini, lagu Indonesia Raya terus dipatri dalam jiwa para pemuda karena setiap pagi dinyanyikan sebelum belajar.

Mudah-mudahan semangat lagu Indonesia Raya dapat membangun jiwa dan badan bangsa Indonesia untuk menuju kehidupan yang lebih baik. 2. Chairil Anwar Chairil Anwar adalah penyair Angkatan ‘45 yang terkenal dengan puisinya yang berjudul ”Aku”. Berkat puisinya itu, ia memiliki julukan ‘Si Binatang Jalang’.

Chairil lahir di Medan, 26 Juli 1922. Ia adalah putra mantan Bupati Indragiri, Riau, dan masih memiliki ikatan keluarga dengan Perdana Menteri Pertama Indonesia, Sutan Sjahrir.

Ia bersekolah di Hollandsch- Inlandsche Bentuk perjuangan wage rudolf supratman HIS yang kemudian dilanjutkan di MULO, tetapi tidak sampai tamat. Walaupun latar belakang pendidikannya terbatas, Chairil menguasai tiga bahasa, yaitu Inggris, Belanda, dan Jerman. Ia mulai mengenal dunia sastra di usia 19 tahun. Namanya mulai dikenal ketika tulisannya dimuat di Majalah Nisan pada Tahun 1942. Sebagai seorang penyair, kondisi sosial dan perjuangan bangsa Indonesia mengilhami pembuatan puisinya.

Chairil Anwar menciptakan karya yang sangat terkenal bahkan sampai saat ini seperti ”Krawang Bekasi” dan ”Aku”. Belum genap 27 tahun, Chairil meninggal dunia. Walaupun hidupnya di dunia sangat singkat, Chairil Anwar dan karya-karyanya sangat melekat pada dunia sastra Indonesia. Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Jerman, dan Spanyol. Sebagai tanda penghormatan, dibangun patung dada Chairil Anwar bentuk perjuangan wage rudolf supratman Jakarta.

Sumber: Arsip Nasional Gambar 5.6 W R Supratman Sumber: en.wikipedia.org Gambar 5.7 Chairil Anwar Kelas VIII SMPMTs Edisi Revisi 108 3. Wolter Monginsidi Parts » Kelas VIII PPKn BS. » Arti Kedudukan dan Fungsi Pancasila » Pancasila sebagai Dasar Negara » Pancasila sebagai Pandangan Hidup » Arti Penting Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup » Nilai–Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan Keadilan Sosial bagi Seluruh R » Ketuhanan Yang Maha Esa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Persatuan Indonesia » Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam PermusyawaratanPerwakilan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia » Petunjuk Umum Petunjuk Pengisian Lembar Penilaian Diri Lembar Penilaian Sikap » Kedudukan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bentuk perjuangan wage rudolf supratman DASAR NEGARA » Hubungan Pembukaan dan Proklamasi Kemerdekaan » Pembukaan Memuat Pokok Kaidah Negara yang Fundamental » Alinea Pertama Makna Alinea Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Alinea Kedua Makna Alinea Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Alinea Ketiga Makna Alinea Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Alinea Keempat Makna Alinea Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Kedudukan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Sifat dan Fungsi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Peraturan Perundang-Undangan dalam Sistem Hukum Nasional » Kata Kunci Intisari Materi » Pengertian Peraturan Perundang-undangan Nasional » Kejelasan tujuan bentuk perjuangan wage rudolf supratman bahwa setiap pembentukan peraturan perundang- Kelembagaan atau organ pembentuk yang tepat adalah setiap jenis peraturan Kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan adalah bahwa dalam Dapat dilaksanakan Kedayagunaan dan keh » Pengayoman adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan Kemanusiaan Kebangsaan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang-undangan Kekeluargaan Kenusantaraan adalah bahwa setiap materi muatan peraturan perundang- Bhinneka T » Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 » Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat » Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang » Peraturan Pemerintah PP Peraturan Presiden Perpres Peraturan Daerah Provinsi » Kondisi Bangsa Indonesia Sebelum Tahun 1908 » Perintis Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia » Mewujudkan Persatuan Indonesia Mewujudkan Persatuan dan Kebanggaan sebagai Bangsa Wujud Nilai Kebangkitan Nasional » Kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia » Mandiri: sikap percaya pada kemampuan, kekuatan, bakat dalam Nasionalis: sikap untuk mampu mengapresiasi, menjaga, me ngem- Gotong Royong: kemampuan bekerja sama satu sama lain dalam rangka Integritas: Mampu menyelaraskan pemikiran, perkataan dan perbuata » Peran Perjuangan Pemuda dalam Organisasi Kepemudaan » Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesi » Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. » Wage Rudolf Supratman Chairil Anwar » Wolter Monginsidi Memaknai Semangat Kejuangan Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia » I Gusti Ngurah Rai » Cinta Bangsa dan Tanah Air Persatuan Sikap Rela Berkorban Mengutamakan Kepentingan Bangsa Dapat Menerima dan Menghargai Perbedaan » Semangat dan Komitmen Kebangsaan Pendiri Negara » Bentuk-Bentuk Semangat dan Komitmen Kebangsaan yang Ditunjukkan Pendiri Negara » Indonesia sebagai Satu Kesatuan Politik Indonesia sebagai Satu Kesatuan Wilayah Indonesia sebagai Satu Kesatuan Pertahanan dan Keamanan Indonesia sebagai Satu Kesatuan Ekonomi Show more
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan.

Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Wage Rudolf Soepratman" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR ( Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) Wage Rudolf Soepratman Lahir Wage Rudolf Soepratman ( 1903-03-19)19 Maret 1903 [1] [2] Purworejo, Jawa Tengah, Hindia Belanda [2] [3] Meninggal bentuk perjuangan wage rudolf supratman Agustus 1938 (1938-08-17) (umur 35) Surabaya, Hindia Belanda Kebangsaan Hindia Belanda Pekerjaan Untuk bentuk perjuangan wage rudolf supratman lain, lihat Wage (disambiguasi).

Wage Rudolf Soepratman (19 Maret 1903 – 17 Agustus 1938) [1] [2] [3] adalah guru, wartawan, violinis, dan komponis Hindia Belanda. Ia dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia, " Indonesia Raya", serta merupakan anggota dari grup musik jazz Black and White Jazz Band. [4] Tanggal lahir versi pertamanya, 9 Maret, ditetapkan sebagai hari musik nasional. Atas jasanya, ia diberikan gelar sebagai pahlawan nasional Indonesia.

[5] Daftar isi • 1 Kehidupan pribadi • 2 Indonesia Raya • 3 Penghargaan • 4 Kontroversi • 4.1 Tempat dan tanggal lahir • 5 Karya • 6 Bibliografi • 7 Referensi Kehidupan pribadi [ sunting - sunting sumber ] Wage Rudolf Soepratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara.

Ayahnya bernama Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, seorang tentara KNIL Belanda, dan ibunya bernama Siti Senen. Kakak sulungnya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar.

Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik. Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, lalu melanjutkan ke Normaalschool di Makassar hingga selesai.

Ketika berumur 20 tahun, ia menjadi guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar. Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang.

Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya walaupun ia telah pindah ke Jakarta. Dalam masa tersebut, ia mulai tertarik pada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa.

Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda. Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.

W.R Soepratman adalah penganut Katolik yang taat. Indonesia Raya [ sunting - sunting sumber ] Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu.

Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu.

Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Pada waktu itu ia berada di Bandung dan berusia 21 tahun. Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kondisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito).

Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan.

Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka. Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Soepratman, tidak bentuk perjuangan wage rudolf supratman menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan.

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu bentuk perjuangan wage rudolf supratman oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang terakhir " Matahari Terbit" pada awal Agustus 1938, ia ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya dan ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya.

Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit. Penghargaan [ sunting - sunting sumber ] Soepratman diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia dan Bintang Maha Putera Utama kelas III pada tahun 1971. [6] Kontroversi [ sunting - sunting sumber ] Tempat dan tanggal lahir [ sunting - sunting sumber ] Hari kelahiran versi pertama Soepratman, 9 Maret, oleh Megawati Soekarnoputri saat menjadi presiden RI, diresmikan sebagai Hari Musik Nasional.

Namun tanggal kelahiran ini sebenarnya masih diperdebatkan, karena ada pendapat yang menyatakan Soepratman dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Walaupun kedua tanggal tersebut sama-sama berada pada pasaran Wage, pendapat ini – selain didukung keluarga Soepratman – dikuatkan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.

[3] Karya [ sunting - sunting sumber ] • Indonesia Raya • Ibu Kita Kartini • Matahari Terbit Bibliografi [ sunting - sunting sumber ] • Sekolah Katolik yang mengabadikan nama WR. Soepratman: http://www.smaksoepratman.sch.id/html/profil.php?id=profil&kode=12&profil=Sejarah%20Singkat Diarsipkan 2018-03-27 di Wayback Machine.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

• Komisi Kerasulan Keluarga. 2016. Sekolah Kehidupanku. Jakarta: Keuskupan Agung Jakarta.hlm.31 • Hutabarat, Anthony C.

(2001). Wage Rudolf Soepratman: Meluruskan Sejarah dan Riwayat Hidup Pencipta Lagu Kebangsaan Republik Indonesia "Indonesia Raya" dan Pahlawan Nasional. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

ISBN 978-979-687-037-0. • Sularto, St.; Yunarti, D. Rini (2010). Konflik di Balik Proklamasi: BPUPKI, PPKI, dan Kemerdekaan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-509-3. • Ika Setiaka. (1993). Perjalanan Hidup WR. Supratman Si Pencipta Lagu Kebangsaan. Majalah Senakatha No 17 Oktober 1993. hal 26. Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI http://sejarah-tni.mil.id/wp-content/uploads/2017/04/SENAKATHA-17.pdf Diarsipkan 2020-06-09 di Wayback Machine.

Referensi [ sunting - sunting sumber ] • ^ a b "Mengenal Sang Pencipta Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman". Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2017-02-17. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-03-09.

Diakses tanggal 2021-03-09. • ^ a b c Said, Julinar; Wulandari, Triana (1995). Sutjiatiningsih, Sri, ed. Ensiklopedi Pahlawan Nasional (PDF).

Sub Direktorat Sejarah, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 28. Parameter -url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan ( bantuan) • ^ a b c "Pelurusan Sejarah WR Supratman Harus Dilakukan".

KOMPAS.com. 2008-12-31. Diakses tanggal 2021-03-09. • ^ developer, medcom id (2016-03-10). "Jazz Indonesia, dari WR Supratman ke Joey Alexander". medcom.id. Diakses tanggal 2021-03-09. • ^ "Die indonesische Nationalhymne – Indonesia Raya".

laenderservice.de (dalam bahasa bahasa Jerman). Diakses tanggal 9 Maret 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui ( link) • ^ Sularto & Yunarti 2010, hlm. 176 Abdul Halim Majalengka · Abdoel Kahar Moezakir · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumbantobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara · Kasman Singodimedjo · Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi · Soekarni · Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto · Zainul Arifin Militer Abdul Haris Nasution · Andi Abdullah Bau Massepe · Basuki Rahmat · Tjilik Riwut · Djamin Ginting · Gatot Soebroto · Harun Thohir · Hasan Basry · John Lie · R.E.

Martadinata · Marthen Indey · Mas Isman · Muhammad Yasin · Syam'un · Soedirman · Soekanto Tjokrodiatmodjo · Soeprijadi · Oerip Soemohardjo · Usman Janatin · Yos Sudarso · Djatikoesoemo · Moestopo Kemerdekaan Agustinus Adisucipto · Abdulrachman Saleh · Adisumarmo Wiryokusumo · Andi Djemma · Ario Soerjo · Bagindo Azizchan · Bernhard Wilhelm Lapian · Halim Perdanakusuma · Ignatius Slamet Rijadi · Iswahyudi · I Gusti Ngurah Rai · Muhammad Mangundiprojo · Robert Wolter Mongisidi · Sam Ratulangi · Supeno · Bentuk perjuangan wage rudolf supratman (Bung Tomo) · Tahi Bonar Simatupang · Pakubuwana XII Revolusi As'ad Samsul Arifin · Abdul Wahab Hasbullah · Ahmad Dahlan · Albertus Soegijapranata · Bagoes Hadikoesoemo · Fakhruddin · Haji Abdul Malik Karim Amrullah · Hasjim Asy'ari · Hazairin · Ilyas Yakoub · Kyai Saleh Lateng · Lafran Pane · Mas Mansoer · Masjkur · Mohammad Natsir · Muhammad Zainuddin Abdul Madjid · Noer Bentuk perjuangan wage rudolf supratman · Nyai Ahmad Dahlan · Syech Yusuf Tajul Khalwati · Wahid Hasjim Perjuangan Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyi Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Syaifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Untung Suropati · Zainal Mustafa Kategori tersembunyi: • Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung • Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui • Artikel yang membutuhkan referensi tambahan Maret 2022 • Semua artikel yang membutuhkan referensi tambahan • Articles with hCards • Semua orang yang sudah meninggal • Semua artikel biografi • Artikel biografi Maret 2022 • Templat webarchive tautan wayback • Pages using flagicon template with unknown parameters • Artikel Wikipedia dengan penanda GND • Artikel Wikipedia dengan penanda ISNI • Artikel Wikipedia dengan penanda VIAF • Artikel Wikipedia dengan penanda LCCN • Artikel Wikipedia dengan penanda NTA • Artikel Wikipedia dengan penanda FAST • Artikel Wikipedia dengan penanda MusicBrainz • Artikel Wikipedia dengan penanda SUDOC • Artikel Wikipedia dengan penanda Trove • Artikel Wikipedia dengan penanda WORLDCATID • Halaman ini terakhir diubah pada 22 Maret 2022, pukul 02.48.

• Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Menguak R e fleksi Sejarah Perjuangan W. R. Soepratman Tidaklah berlebihan jika terdapat slogan bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah bangsanya.

Berangkat dari komitmen itulah kita sebagai Bangsa Indonesia merespon positif setiap peristiwa bersejarah untuk memperingatinya. Misalnya dalam kalender tahun 2004 ini kita mempunyai beberapa hari bersejarah yang cukup penting dan di antaranya masih dianggap sakral, yakni peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945). Sebenarnya setiap peringatan hari besar nasional tersebut tidak bisa dipisahkan dengan nama besar sang Proklamator “Soekamo Hatta”. Lantas bagaimana dengan keberadaan W.R.

Soepratman? Memang di antara sederet pahlawan pejuang kemerdekaan di masa pergerakan tersebut W.R.Soepratman memiliki perbedaan dengan para pahlawan lainnya. Jika pahlawan lain melawan penjajah melalui perjuangan fisik, diplomatik dan tekanan politik, W.R.

Soeprtaman berjuang lebih mengandalkan ketajaman dari gesekan biolanya yang mampu membakar semangat perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah ketika itu. Di antara improvisasi lagu lewat gesekan biolanya yang kemudian menjadi sebuah karya spektakuler dan membahana di seluruh Nusantara sepanjang masa adalah Lagu Indonesia Raya, yang hingga kini menjadi lagu kebangsaan kita. Ketenaran lagu ini bukan hanya dalam setiap peristiwa bersejaran di dalam negeri saja, tetapi telah diakui oleh bangsa manca karena syairnya yang mengandung semangat heroisme perjuangan bangsa Indonesia, dan jauh berbeda dengan lagu kebangsaan negara lain di dunia (Ashar, 1996).

Lewat daya ciptanya W.R. Soepratman telah membuktikan bahwa perjuangan bisa dilalui lewat sudut mana saja termasuk melalui musik, dan ia memang berjuang dengan caranya sendiri seperti dalam pesan terakhirnya.

Sekiranya untuk memahami daya cipta lagu-lagu perjuangannya itu, tidaklah ideal jika tidak mengetahui siapa sebenarnya W.R. Soepratman sampai dimakamkan di Kota Surabaya, siapa yang merawat makamnya sampai sekarang, dan sampai sejauh mana perhatian pihak pemerintah terhadap orang yang diberi tanggung jawab untuk menjaga tempat bersejarah seperti itu.

Tanpa Istri-Anak Sosok lelaki tampan itu bernama lengkap Wage Rudolf Soepratman, lahir pada hari Senin Wage tanggal 9. Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Di masa kecilnya ia diasuh oleh kakak iparnya bernama W.M. Van Eldik (Sastrornihardjo). Pemuda Soepratman semasa kecilnya tergolong siswa paling cerdas di sekolahnya namun ia mulai belajar memetik gitar dan menggesek biola ketika diajak kakak iparnya hijrah ke Makasar, Sulawesi Selatan. Di kota ini ia masuk sekolah guru. Setamat dari sekolah itu ia langsung diangkat menjadi guru.

Meski. Seorang guru dan mengajar murid-muridnya di sekolah umum, namun ia pantang meninggalkan musik untuk mengekspresikan hobinya. Guna menyalurkan hobi musiknya di Makasar ia mendirikan kelompok muilk Jazz, namanya Black And White, di bawah binaan W.M.

Van Eldik, sampai tahun 1924. Melalui musik jazz inilah ia mulai mencipta lagu-lagu perjuangan yang tersohor dengan ritme heroiknya itu. Apabila ditelaah secara mendasar memang jenis musik jazz yang masuk ke Indonesia dibawa dan diperkenalkan oleh kebudayaan Barat, khususnya orang-orang Belanda sekitar tahun 1928 (Soepama, 1990). Menurut Soepama, musik jazz masuk ke Indonesia ketika itu bukan dalam bentuk yang asli, tetapi sudah terpengaruh oleh kebudayaan Belanda. Bahkan yang dibawa masuk ke Indonesia dikatagorkan jenis music jazz kelas dua, sedangkan musik jazz kelas satu tetap dipertahankan di negeri Belanda.

Secara spesifik musik jazz yang masuk ke Indonesia cenderung musik dansa yang dipergunakan untuk berkumpul para pejabat dan pedagang Belanda masa itu. Meski demikian W.R. Soepratman tetap komitmen pada pendiriannya untuk menciptakan lagu lagu perjuangan dan tidak terpengaruh dari berbagai ornamen musik jazz ala Barat itu. Sebagai sosok pejuang yang gigih untuk kemerdekaan bangsanya ia berjuang tidak hanya mealalui musik, tetapi juga terjun langsung ke dunia jurnalistik.

Hal ini dapat dibuktikan, pada tahun 1924 ia menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung, kemudian tahun 1926 menjadi wartawan Sin Poo di Jakarta. Semasa menjadi wartawan ia sangat rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan nasional di Gedung Pertemuan Gang Kenari Jakarta. Sejak itu ia mulai mencipta berbagai jenis lagu perjuangan, termasuk lagu Indonesia Raya yang diselesaikan tahun 1928. Sejak itu pula W.R. Soepratman dikejarkejar polisi pemerintah Hindia Belanda.

Penghargaan terakhir karya ciptanya pada Kongres Pemuda di Jakarta, 27-28 Oktober 1928. Waktu itu diputuskan lagu Indonesia Bentuk perjuangan wage rudolf supratman sebagai lagu kebangsaan. Setelah itu pada tahun 1930 W.R. Soepratman dibawa saudaranya pindah ke Surabaya dalam kondisi sakit. Meski dalam kondisi sakit ia pantang berhenti berjuang untuk kemerdekaan bangsanya. Pada tanggal 7 Agustus 1938, ketika memimpin Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) dan menyiarkan lagu Mata Hari Terbit di Radio Nirom Jl.

Embong Malang Surabaya, ia ditangkap Belanda dan dipenjarakan di Kalisosok Surabaya. Pada Rabu Wage, 17 Agustus 1938, W.R. Soepratman meninggal dunia di Jl. Mangga No 21 Surabaya tanpa istri dan anak karena ia belum menikah. Ia dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya. Dari sejarah singkat biografinya ini bisa dipahami bagaimana kegigihan perjuangan seorang musisi yang mampu menempatkan dirinya sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan, dan gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa di bumi pertiwi.

Namun sebelum ajalnya ia sempat meninggalkan pesan terakhirnya sebagai berikut: “Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Biar saja meninggal, saja iclas. Saja toh soedah beramal, berdjoang, dengan tjarakoe, dengan biolakoe. Saja yakin Indonesia pasti merdeka”.

Sementara lagu-lagu yang pernah diciptakan antara lain: Kebangsaan Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Raya (1928), Indonesia Ibuku (1928), Bendera Kita Merah Putih (1929), Raden Ajeng Kartini (1929), Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930), Di Timoer Matahari (1931), Mars Parindra (1937), Mars Soerya Wirawan (1937), Matahari Terbit (1938), dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

Sementara buku yang sempat dikarangnya antara lain Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929). Pada tahun 1930 buku Perawan Desa disita oleh Pemerintah Hindia Belanda dan dilarang beredar. Sementara pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Penjaga Situs Kendatipun Pemerintah telah memberikan penghargaan, mengangkat W.R.

Soepratman sebagai pahlawan Nasional, dan melakukan renovasi berupa pemugaran makamnya menjadi anggun dan berwibawa, tetapi tidak banyak masyarakat umum di sekitarnya yang memahami makna nilai sejarah perjuangannya. Mereka hanya melihat sebuah makam W.R. Soepratman sang pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan menyaksikan suatu ketika masyarakat berziarah ke makam tersebut, tetapi kurang memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik sebuah makam yang megah itu bagi perjalanan sejarah sebuah bangsa ini.

Pernahkah masyarakat berpikir jika di masa lampau W.R. Soepratman telah mengorbankan harta bendanya, termasuk hidupnya, hanya semata-mata untuk menebus kemerdekaan bangsa ini. Pernahkah masyarakat berpikir untuk mewarisi nilai sejarah perjuangannya untuk diimplementasikan dalam pola hidup bermasyarakat untuk mengisi kemerdekaan ini.

Semuanya masih serba kurang peduli terhadap nilai sejarah perjuangannya. Fenomena seperti itu dapat tergambar dari kehidupan Matabri (67), penjaga makam W.R. Soepratman di Jl. Kenjeran Surabaya (31/7). Matabri bentuk perjuangan wage rudolf supratman putra almarhum Sukimin asal Bangkalan, juru kunci di makam tersebut sejak zaman Bung Kamo dan meninggal tahun 1996. Matabri adalah pesiunan golongan IIIb dari Departeman Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu, terakhir bekerja di Musium Empu Tantular Surabaya, dengan menerima gaji pension Rp 700.000 setiap bulannya.

Matabri tinggal serumah dengan seorang anak dan menantu beserta dua cucu perempuan. Mereka menempati sebuah rumah kecil di pojok SISI barat makam tersebut. Meski hidup tak berkecukupan Matabri yang sangat kental dengan bahasa Maduranya ini toh tetap tabah dan bersabar, sambil menunggu uluran tangan masyarakat. Setidaknya hal itu terlihat dari raut wajahnya yang tetap berusaha senyum ketika menerima tamu.

Selama menjadi juru kunci makam W.R. Soepratman ia mengaku tidak pernah mendapat tambahan apapun dari pemerintah, kecuali dua buah sabit dan satu cangkul setiap tahunnya.

Apapun yang terjadi pada dirinya, rnisalnya sakit, atau untuk kepentingan keluarga Matabri cukup tidak cukup hanya mengandalkan gaji pensiunnya. Namun di balik bentuk perjuangan wage rudolf supratman ia berharap kelak setelah meninggal bisa digantikan oleh Gufron, menantunya.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Realitas seperti yang dialarni Matabri mungkin tidak jauh berbeda dengan juru kunci di tempat makam pahlawan lainnya. Kondisi ini memang sang at kotradiktif, di satu sisi pemerintah selalu menganjurkan agar masyarakat menghargai dan mewarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai bangsa yang berbudaya adiluhung.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Tetapi di sisi lain kita dihadapkan berbagai permasalahan sosial. Bahkan pemerintah sendiri masih tampak kurang menghargai jasa seseorang yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk menjaga situs bersejarah tersebut. Akankah hal ini akan berlanjut terus? (ar) ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾ Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Teropong, Edisi 18, Juli – Agustus 2004, hlm.

37 • Museum Huruf (Font Museum): Jember Punya Destinasi Wisata Literasi dan Sejarah Baru • Asal Usul Nama Ponorogo • Asal Usul Nama Bondowoso • KH. Askandar: Kiai Pejuang Kemerdekaan dari PP. Mambaul Ulum • K.H. Mahrus Aly: Ulama Pejuang • Upacara Temanten Kucing Ds. Pelem Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung • Emha Ainun Nadjib: Nurani Bangsa, Pelayan Massa • KH. M. Kholil Bangkalan • Tradisi Nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek • Adat Perkawinan Masyarakat Samin di Ds.

Tapelan Kec. Ngraho Kab. Bojonegoro • Sejarah Batik Jombang • Tari Jaran Goyang, Kabupaten Banyuwangi • Industri Kerajinan Batik Sayu Wiwit di Kelurahan Temenggungan • Batik Gajah Oling, Kabupaten Banyuwangi • Batik Khas Kota Probolinggo • Batik “Manggur” kota Probolinggo • Motif Batik Pada “Pusat Batik Majapahit Kabupaten Mojokerto • Batik Mangrove Rungkut Surabaya • Batik Tulis Citaka Dhomas, Kediri • Batik Mojokerto • Batik Suminar, Kabupaten/Kota Kediri • Nama dan makna corak Kain Batik Tuban • Bentuk dan Tata pemakaian Kain Tradisional Tuban • Teknik Menenun Di daerah Tuban • Pengembangan Desain Motif Batik Anjuk Ladang, Nganjuk • Batik Situbondo, Ds.

Selowogo Kec. Bungatan • Cak dan Ning Sapaan Akrab Arek Suroboyo • Berbagi Jenis Lurik Tuban • Lurik Tuban • Motif Batik Khas Madiun • Batik Sendang Lamongan • Batik Suminar, Kabupaten/Kota Kediri • Tenun Ikat “Ud. Al-Arif” Desa Wedani Gresik • Motif Batik Daun Singkong, Batik Kabupaten Bondowoso • Sego Becek, Nganjuk • Batik Ndulit Sisik Bandeng Khas Gresik.

• Batik Jonegoroan • KH. Abdurrahman Syamsuri (1925 – 1997) Lamongan • Batik Kediren • BATIK LOROG PACITAN • Batik Malangan • BATIK JETIS SIDOARJO • Masjid Qawiyudin, Wonokromo-Surabaya • Masjid Tiban Bentuk perjuangan wage rudolf supratman, Kabupaten Tulungagung • Masjid Rahmat, Surabaya • Masjid Tiban Dalam Tanah, Kabupaten Mojokerto • Masjid Rahmat Surabaya, Masjid Tiban • Masjid Agung Bangil bentuk perjuangan wage rudolf supratman Masjid Jamik Kota Malang • MASJID MUJAHIDIN SURABAYA • Masjid Agung Al-Fattah di Kota Mojokerto • Masjid Al Akbar Surabaya • Masjid Jamik Sunan Giri • Masjid Al Arfiyah atau Masjid Mojoduwur, Kabupaten Nganjuk • Masjid Cheng Hoo, Surabaya (3) • MASJID JAMI’ PENELEH Surabaya • MASJID AGUNG BANGKALAN • MASJID AGUNG ASY- SYUHADA’ Kabupaten Pamekasan • MASJID SUNAN GIRI • Masjid Tiban Temenggung, Kabupaten Blitar • MASJID AL BIRRU PERTIWI BOJONEGORO • Museum dan Perpustakaan Bank Indonesia • Masjid Babus Salam (Masjid Tiban), Probolinggo • MASJID JAMI’ BAITURRAHMAN NGRONGGI KABUPATEN NGAWI • MASJID JAMIK AL BAITUL AMIN JEMBER • MASJID AGUNG BAITUR-RAHMAN, Kabupaten Ngawi • MASJID AULIYA’ SETONO GEDONG, Kota Kediri • MASJID Bentuk perjuangan wage rudolf supratman K.H ANAS MAHFUDZ LUMAJANG • MASJID BAITUR ROHMAN, (Masjid Munder) Kabupaten Lumajang • LEPET JAGUNG, Kabupaten Kediri • Gethuk Gedang, Kediri • TAJIN SOBIH – Bubur Khas Bangkalan • MASJID AGUNG BANGKALAN • MASJID AGUNG AT TAQWA BONDOWOSO • MASJID AGUNG DARUSSAALAM BOJONEGORO • SOTO BOK IJO – LEGENDA KULINER KEDIRI • Biografi Bung Tomo.

• K. ABDOELLAH ISKANDAR, Lamongan • KH. M. Hasyim Asy’ari pendiri pesantren Tebuireng • Perpustakaan Tebuireng • KH. Abdul Karim Hasyim, Pengurus PP. Tebuireng Periode Ketiga • KH. Ahmad Baidhawi Asro pengasuh Tebuireng Periode Keempat • Makam Tebuireng, Makam Wali ke-10 • Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Tebuireng • Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyyah (MASS), Tebuireng • Orkes Gambus el-Fataa, Tebuireng • Unit Penerbit Tebuireng • Madrasah Mu’allimin Hasyim Asy’ari, Tebuireng • Pondok Pesantren Putri Wali Songo, Tebuireng • Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng • SMP A.

Wahid Hasyim, Tebuireng • SMA. A. Wahid Hasyim, Tebuireng • Pondok Pesantren Salafiyyah Seblak, Tebuireng • Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyyah (MTSS), Tebuireng • Yayasan Hasyim Asy’ari, Tebuireng • Pondok Pesantren Putri Al-Farros, Tebuireng • RS.

Citra Medika • Pondok Pesantren Darul Hakam, Tebuireng • Pantai Gua Cina, Kabupaten Malang • Mengenal Tebuireng • PERAJIN ROTAN MALANG • Perdagangan Batik Lewat Web • Latar Belakang Sejarah Pondok Pesantren Gontor • Babad Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Tegalsari / Awal Mula Pondok Tegal Sari • Belimbing Kota Blitar • Manik-manik Kaca, Kabupaten Jombang • USAHA setir mobil • AYAM lodho, Kabupaten Tulungagung • Kerajinan Kuningan, Kabupaten Bondowoso • Bisnis Mawar, Kota Batu • PELABUHAN Muncar, Kabupaten Banyuwangi • Makam Temenggung Kopek, Kabupaten Nganjuk • Museum Angkut, Kota Batu • TAS Pelepah Palem • Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep • Pelabuhan Muncar Kabupaten Banyuwangi • Soto Branggahan • Kue Pia Kering, Kediri • Kerupuk Nadya Kaya Rasa, Kediri • Seribu (1000) Barong • Konveksi Mukena dan Aneka Bordir “Amanah” • Telur Asin, Kabupaten Kediri • Lontong Rumo Gresik • Pengrajin Bedug dan Alat Musik Rebana Kediri • Dahlan Iskan • Rudi Isbandi • Soemiran Karsodiwirjo • Thalib Prasojo • Ria Enes • Toeti Adhitama • Ismanu Soemiran • Kasni Gunopati • Amang Rahman Jubair • Ita Purnamasari • Trimarjono • Sunarto Sumoprawiro • Panut Darmoko • Basofi Soedirman • Mohammad Noer • KARTOLO • Imam Oetomo • Andiyanto • Dr.

Akhmad Sukardi, M.M • Legenda Makam Sunan Drajat • PROVIL OMAH MUNIR • KERAJAAN MAJAPAHIT • Legenda Beberapa Kampung yang Ada di kota Surabaya • Situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto • GLIPANG, Kabupaten Probolinggo • Kampung-Kampung di Surabaya pada Masa Kolonial • Asal Usul Desa Manduro, Kabupaten Jombang • Petik Laut Warga Pandean-Situbondo • MOHAMMAD NUH • Kampung-Kampung Kuno pada Masa Kerajaan Surabaya • Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker ) • Raden Panji Soeroso • Dr.

Sutomo • Jenderal. TNI. ANM. Basuki Rachmat • Djanatin alias Osman bin Mohammad Ali • M.T. Harjono • Marsda TNI. ANM. Abdul Halim Perdanakusuma • MARSMA TNI ANM R. ISWAYUDI • Dr. KRT. RADJIMAN WEDIODININGRAT • Sukarni Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • HARI JADI KABUPATEN NGANJUK: • Pemetaan Kawasan Risiko Bencana Gunung Kelud • Pulau Bawean 1 • Ojung di Situbondo • To’-oto’ • DR.

Soetrisno R., M.Si. • Aduan Sapi • MAYJEN TNI (PURN) Prof. Dr. Moestopo • Ngekak Sangger • Kawin Ngeleboni • Kawin Colongan • Kawin Angkat- Angkat, Kabupaten Banyuwangi • Arak-arakan Kamantan Madura • Kamanten Madura, Tata Rias • Prosesi Pra Perkawinan, Madura • Adat Perkawinan Madura • Bubak Temanten • TUMURUNING KEMBAR MAYANG • Loro Pangkon • PENGANTIN JADUR, KABUPATEN GRESIK • Busana Pengantin Mojokerto • Trenggalek Masa Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Perdikan • Trenggalek di Gabungkan • Ny.

Djohar Insiyah Suharso • Kabupaten Trenggalek Awal • Said Kelana, Musikus • Kusbini, Kabupaten Mojokerto • Lambang Daerah Kabupaten Trenggalek • Museum Rajekwesi Bojonegoro • Candi Tritis di Gunung Budek, Kabupaten Tulungagung • Goa Margo Trisno, Kabupaten Nganjuk • Masjid Tiban Temenggung, Kabupaten Blitar • Petilasan Anglingdharma • Masjid Rahmat Surabaya (Masjid Tiban) • Museum Dan Perpustakaan Bank Indonesia • Masjid Babus Salam (Masjid Tiban), Probolinggo • Masjid Tiban Dalam Tanah, Kabupaten Mojokerto • Masjid Rahmat, Surabaya • Sari Apel, Kota Batu • Cuka Malang/Batu • Sari buah apel, Kota Malang/Batu • Keripik Apel dari Malang/Batu • Jenang Apel dari Malang/Batu • Nasi Goreng Apel, Kota Malang/Batu • Kampung Ilmu Surabaya • Soto Wawan • Mie Setan VS Mie Iblis • Destanasi Wisata Surabaya • Taman Hiburan Pantai Kenjeran • Monumen Kapal Selam Surabaya (Monkasel) • Mangrove Gunung Anyar • Kapal Wisata Artama 3 • Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya • 6 Wisata Air di Surabaya • Wisata Perahu Kalimas, Surabaya • Rumah Sakit Berprestasi di Surabaya • DCC [Darmo Children’s Center] • Rumah Sakit Premier, Surabaya • Wayang Thengul, Kabupaten Bojonegoro • Pemerintahan Wiraraja Dan Pembangunan Kota Majapahit • Panembahan Ronggo Sukawati • Riwayat Jokotole • Berakhirnya Pemerintahan Jokotole (tahun 1460).

• Musik pengiring Kesenian glipang • Adipoday dipulau Sepudi. • Ke’ Lesap • Kesenian Glipang 2 • Adipati Sendang sedayu • Pemerintahan Wiraraja Dan Pembangunan Kota Majapahit • Ponpes Menara Al Fattah, Kabupaten Tulungagung • Permulaan Sejarah Jawa Dan Madura • Kesenian Glipang, Kabupaten Probolinggo • Kuliner Kabupaten Pacitan • Goa-goa di Kabupaten Pacitan • Pantai di Kabupaten Pacitan • Pantai Puger – Pantai Kucur • Pulau Galang Jadi Kawasan Konservasi • Mbah Bonto • Sang Bajul Mati • Pasuruan Kota Tua • TP Pagi, Tugu Pahlawan Pagi • Pantai Klayar, Kabupaten Pacitan • Rumah Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Mata, Undaan Surabaya • Batik Jonegoroan, Kabupaten Bojonegoro 2 • Cungkup • Rumah Sakit Islam Jemursari, Surabaya • Batik Selingkuh, Kabupaten Bojonegoro • Masjid di Jawa Timur • Rumah Sakit Darmo,Surabaya • Rumah Sakit Bedah, Surabaya • Batik Jonegoroan, Kabupaten Bojonegoro • Putri Cempo • Makam Panjang di Leran Kabupaten Gersik • Siti Fatimah binti Maimun • Kanjeng Sepuh Sedayu • Sedekah Bumi Dusun Mlanggeng, Kabupaten Lamongan • Payung Siti Hinggil • Tradisi Nyusuk, Kabupaten Gresik • Mas Isman • Kentrung Kampung Cempluk • Batik Gunung Welirang • Aroma Purba Batik Ngawi • Dramatari Topeng JabungPembinaan Dan Pengembangan • Sate Klopo Ondomohen • Topeng Jabung (Lakon- lakon yang Sering Dipentaskan) • Tradisi Lamaran di Kabupaten Lamongan • Ikan Patin Aroma Bambu Bakar ala Jawatimuran • Dramatari Topeng Jabung (Bentuk Pentas) • RM Soemo­sewoyo ayah angkat Bung Karno (BK) • Rujak Cingur • Dramatari Topeng Jabung (Ragam, Koreografis dan Formasi Tari) • Sejarah Tari Topeng di Jawa Timur • Topeng Jabung (Gaya Tari) • Pabrik Uang di Surabaya • Legenda tradisi melamar, di Kabupaten Lamongan • Topeng Jabung Teater Tradisional Jawa Timur • Dramatari Topeng Jabung • Arca Parwati • Boneka Rara Bengok • Batik Banyubiru • Pengantin Bekasri • Pengantin Bekasri, Tradisi pernikahan di Lamongan • Pesantren Miftachussunnah, Surabaya • Rumah Manusia Wajakensis • Legenda Rawa Pening, Kabupaten Tulungagung • Prasasti Hering.

• Prasasti Kinawe • Prasasti Anjuk Ladang • Hari Jadi Kabupaten Nganjuk • Sejarah Pembentukan Kabupaten Sidoarjo • Sejarah Sekolah Lanjutan di Jawa Timur • Cublak cublak suweng • Museum Trinil • Sarip Tambakyoso • Banteng Surontanu (Joko Sendhang) • Pengertian Ludruk • Ludruk dan Perkembangan • Bubur Madura, Surabaya • Nasi Mawut Arema, Kota Malang • Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo • Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang • Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), Kabupaten Probolinggo • Taman Nasional Meru Betiri, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember • Nasi Becek, Khas Kabupaten Nganjuk • Ledre Padangan, Kabupaten Bojonegoro • Lupis Jajanan Tradisional Jawatimuran • Pantai Watu Gedeg, Kabupaten Lumajang • Pantai Bambang, Kabupaten lumajang • Arboretum Sumber Brantas, Kota Batu • Pantai Jolosutro, Kabupaten Blitar • Monumen Dokter Soetomo, Kabupaten Nganjuk • Sate Lala Khas Kabupaten Pamekasan, Madura • Paciran, Kabupaten Lamongan • Wisata Bahari Lamongan (WBL), Kabupaten Lamongan • Klepon, Jajanan Tradisional Jawatimuran • Wana Wisata dan Situs Bukit Geger, Kabupaten Bangkalan • Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi • Wonosalam Rafting, Kabupaten Jombang • Ditemukan Goa Kristal, Kabupaten Nganjuk • Rafting di Sungai Boro, Wonosalam-Kabupaten Jombang • Wana Wisata Grajagan, Kabupaten Banyuwangi • Goa Tetes, Kabupaten Lumajang • Goa Bima, Kabupaten Lumajang • Goa Wonoarum, Kabupaten Tuban • Nasi Ikan Wader, Kolam Segaran, Kabupaten Mojokerto • Pantai Selatan Kabupaten Blitar • Pantai Suka Made, : Kabupaten Jember • Pantai Teleng Ria (3), Kabupaten Pacitan • Pantai Papuma (2), Kabupaten Jember • Pantai Teleng Ria (2), Kabupaten Pacitan • Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember • Pantai Papuma, Kabupaten Jember • Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek • Pantai Plengkung, Kabupaten Banyuwangi • Pantai Pasir Putih, Kabupaten Situbondo • Pantai Popoh, Kabupaten Tulungagung • Pantai Tanjung Papuma, Kabupaten Jember • Pantai Tambakrejo, Kabupaten Blitar • Pantai Segoro Indah Dalegan, Kabupaten Gresik • Pantai Grajagan, Kabupaten Banyuwangi • Pantai Plengkung, Kabupaten Banyuwangi • Pantai Sukamade,Kabupaten Banyuwangi • Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek • Pantai Telengria (2), Kabupaten Pacitan • Pantai Kenjeran, Surabaya • Pantai Balekambang, Kabupaten Malang • Pantai CamplongKabupaten Sampang • Pantai Kucur Puger, Kabupaten Jember • Pantai Dalegan, Kabupaten Gresik • Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang • Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek • Pantai Puger, Kabupaten Jember • Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep • Pantai Tlepuk, Kabupaten Lumajang • Pantai Sukamade, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember • Upacara Tradisional Labuhan di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang • Pantai Klayar Kabupaten Pacitan • Pantai Serang, Kabupaten Blitar • Nasi Kebuli & Jus Kurma, Ampel Surabaya • Bendungan Wonorejo, Kabupaten Tulungagung • Bendungan Wonorejo Eksotisnya Wisata Tulungagung • Bendungan Karet (Rubber Dam), Kabupaten Jombang • Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya • Terowongan Neyama, Kabupaten Tulungagung • Wisata Mangrove, Kota Probolinggo • Taman Hutan Raya R.

Soerjo bentuk perjuangan wage rudolf supratman Kare Rajungan Paciran, Kabupaten Tuban • Kare Rajungan, Kuliner Kabupaten Tuban • Campus Resto, Kuliner Kabupaten Jember • Jajanan Khas Surabaya Berburu Kuliner Ngangeni • Sate Emprit, Kabupaten Kediri • Rujak cingur, Kota Surabaya • Gua Lowo, Kabupaten Trenggalek • Goa Selomangleng, Kota kediri • Gua Lowo, Kabupaten Trenggalek • Gua Sigolo-golo, Kabupaten Jombang • Gua Putri Asih, Kabupaten Tuban • Gua Gembul, Kabupaten Tuban • Gua Akbar, Kabupaten Tuban • Gua Ngerong, Kabupaten Tuban • Gua Suci, Kabupaten Tuban • Gua Lowo, Kabupaten Tuban • Wisata Gua, Provinsi Jawa Timur bentuk perjuangan wage rudolf supratman Gua Lueng Jaran, Kabupaten Pacitan • Gua Wonoarum, Kabupaten Tuban • Potensi Wisata Madura, Jawa Timur • Pariwisata Kota Probolinggo, Jawa Timur • Wana Wisata Ubalan, Kabupaten Kediri • Objek wisata Gunung Kawi, Kabupaten Malang • Gunung Kawi, Kabupaten Malang • Wisata Bahari, Kabupaten Bangkalan • Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya • Ciputra Golf & Family club, Surabaya • Bukit Darmo Golf dan Graha Family Club, Surabaya • Araya Golf and Family Club, Malang • Taman Dayu Golf Course, Pandaankabupaten Pasuruan • Finna Golf & Country Club, Surabaya • Wisata Kebun Teh Jamus, Kabupaten Ngawi • Brawijaya Golf, Surabaya • Sejarah Museum Negeri Propinsi Jawa Timur Mpu Tantular, Surabaya, Kab.

Sidoarjo • Museum Negeri mpu Tantular, Surabaya • Museum Kambang Putih, Kabupaten Tuban • Museum Kambang Putih • Bendung Gerak Waru Turi, Kabupaten Kediri • Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang • Bendungan Bening, Kabupaten Madiun • Pantai pangi, Kabupaten Blitar • Candi Lor, Kabupaten Nganjuk • Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu • Wisata Golf, Jawa Timur • Desa Agrowisata Bumiaji, Kota Batu • Jawa Timur Surganya Rafting • Berpetualang di Kapubaten Jember, • Rafting, Kabupaten Blitar • Boro Rafting, Kabupaten Jombang • Songa Rafting, Kabupaten Probolinggo • Rafting, Kasembon, Kabupaten Malang • Tubing, Kota Batu • Peyek Kerang Kukur, Kabupaten Gresik • Krupuk Pecel, Kabupaten Nganjuk • Bandeng Tandu, Kabupaten Sidorajo • Gulai Ubus, Kabupaten Gresik • Lontong Tahu, Kabupaten Nganjuk • Bakso Bakar Ngrajek, Kabupaten Nganjuk • ES jenang, Kabupaten Nganjuk • Kepiting Cak Gundul, Kabupaten Pasuruan • Bebek Madura, Kabupaten Bangkalan • Sego Romo, Kabupaten Gresik bentuk perjuangan wage rudolf supratman Sup Kimlo, Kabupaten Nganjuk • Pusat Makanan di Alun-Alun Kabupaten Jember • Rawon Ikan Sembilang • Soto Ayu di Kabupaten Jember • Angkringan Merambah Kota Surabaya • Kedung Cinet Wisata Air Sekaligus Hutan Wisata • LSS (Lesehan Stadion Semeru), Kabupaten Lumajang • Pemandian Sumberboto, Jombang • Makam Mbah Sayyit Sulaiman, Mojoagung, Jombang • Candi Rimbi, Kabupaten Jombang • Air Terjun Tretes, Kabupaten Jombang • Candi Surowono, Kabupaten Kediri • Pemandian Ubalan, Kabupaten Jombang • Warung Apung Pondok Asri, Kabupaten Lumajang • Tirta Wisata, Kabupaten Jombang • Aroma Tape Sampai Makah • Candi Wringin Lawang, Kabupaten Mojokerto • Jajan Rangin, Surabaya • Ayam Jago Bakar Menganti – Gresik • Abon Lele Menganti bentuk perjuangan wage rudolf supratman Gresik • Gunung Banyak, Kota Batu • Warung “Waru Doyong”Surabaya • Ikan Wader Goreng, Kedai Kincir Surabaya • Tahu Kuning Kediri • Air Terjun Dolo, Kabupaten Kediri • Museum Daerah Bhagawanta Bhari, Kabupaten Kediri • Kerupuk Ketela Pace, Kabupaten Nganjuk • Jenang Ketan, Kabupaten Nganjuk • Keripik Singkong, Kabupaten Nganjuk • Bajangratu, Kabupaten Mojokerto • Air Merambat “Roro Kuning” dan Pacoban • Keripik Ikan Kunir, Ikan Bakar Asap • Garang Asem Ekstra Pedas Ponorogo • Sedapnya Nasi Punel Khas Bangil • Janggelan, Kabupaten Nganjuk • Gado-Gado Lontong Kikil Jarakan, Kabupaten Nganjuk • Kacang Goreng, Kabupaten Nganjuk • Mata Air Tiga Rasa, Kabupaten Madiun • Air Terjun Sedudo, Kabupaten Nganjuk • Museum Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk • Pasar Senggol, Kota Batu • Masjid Qawiyudin Wonokromo • Ekowisata mangrove di Surabaya utara • Sambal Pecel Blitar • Wisata Arung Jeram, Kabupaten Probolinggo • Candi Ngetos, Kabupaten Nganjuk • Pesarean Agung Kesambongan, Surabaya • Taman Wisata Selorejo, Kabupaten Malang • Alun-alun, Kota Mojokerto • Brem Madiun bentuk perjuangan wage rudolf supratman Candi Pari, Kabupaten Sidoarjo • Dermaga Sungai Brantas, Kota Mojokerto • Duri Ikan Bandeng, Kabupaten Sidoarjo • Pudak, Kabupaten Gresik • Kikil, Kabupaten Lamongan • Legen Khas Kabupaten Tuban • Pasar Bong, Surabaya • Tape Sumber Madu, Jember • Tahu Campur, Kabupaten Lamongan • Oleh-oleh Khas Tuban • Wisata Wendit, Kota Malang • Museum Mpu Tantular, Kabupaten Sidoarjo • Wisata Kuliner di Surabaya • Wisata Mangrove Surabaya • Menikmati Eksotisme Surabaya • Watu Godek, Kabupaten Lumajang • Air Terjun Roro Kuning, Kabupaten Nganjuk • BOSAMBA, BOndowoso SAMpean BAru • Samplok, Kabupaten Nganjuk • Krupuk Sermier, Kabupaten Nganjuk • Telaga Wurung, Kabupaten Magetan • Telaga Wahyu, Kabupaten Magetan • Pasar Bunga Kayoon, Surabaya • Istana Gebang, Kota Blitar • Candi Penataran, Kabupaten Blitar • Museum P4 di Kabupaten Blitar • Pasar Ampel, Surabaya • Pasar Anggrek, Surabaya • Pasar Atom, Surabaya • Hi – Tech Mall, Surabaya • Air Terjun Tirtosari, Kabupaten Magetan • Air Terjun Tirtosari, Kabupaten Magetan • Pasar Blauran Surabaya • Super Mall Pakuwon Indah (SPI), Surabaya • Pasar Genteng, Surabaya • Bukit Bowongan, Kabupaten Pacitan • Pasar Khusus di Surabaya • Ondomohen, Surabaya • Masjid Tiban Macanbang, Kabupaten Tulungagung • Kayangan Api, Wisata Bojonegoro • Air Blukutuk, Kabupaten Bojonegoro • Wanawisata Watublorok, Kabupaten Mojokerto • Desa Wisata Osing di Kemiren, Kabupaten Banyuwangi • Wisata Bhakti Alam, Kabupaten Pasuruan • Wisata Belanja di Surabaya • Madakaripura, Kabupaten Probolinggo • Danau Alam Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan • Masjid Cheng Hoo, Sebagai Obyek Wisata dan Multifungsi • Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo • Candi Mleri, Kabupaten Blitar • Wisata Toga “Dayang Sumbi” • Ekowisata Mangrove Wonorejo (EMW), Surabaya • Pesona Timur Tengah, di Kampung Ampel, Surabaya • Eyang Kumitir penguasa gaib Gunung Kelud, Kabupaten Blitar • Darmo Trade Centre (DTC) • Festival Layang-layang, Surabaya • Gumitir Cafe and Rest Area, Kabupaten Jember • Bothok Telor Asin RUTH, Kabupaten Nganjuk • Telor Asin RUTH, Kabupaten Nganjuk • Alun-alun Kota Lumajang • Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), Surabaya • Nostalgia Naik Lori Keliling Kebun Tebu, Kabupaten Pasuruan • Sumber Air Panas Nganget, Kabupaten Tuban • Sumber Air Panas Prataan, Kabupaten Tuban • Taman Prestasi, Surabaya • BG Junction, Surabaya • Museum Jalesveva Jayamahe, Surabaya • Museum Trowulan, Kabupaten Mojokerto • Water Park Kabupaten Lumajang • Taman Botani Sukorambi Jember • Riwayat Singkat Museum Tirtoyoso dan Erlangga, Kota Kediri • Taman Remaja Surabaya • Toko Kerajinan Mirota • Pulau Gilyang, Kabupaten Sumenep, Madu­ra • Es Degdur, Kabupaten Jombang • Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep • Kuliner Ramadan di Kawasan Ampel, Surabaya • Sari Tebu Rasa Herbal, Surabaya • Pantai Batu, Surabaya • Galaxy Mall, Surabaya • Jembatan Merah Plaza (JMP), Surabaya • Selecta, Kota Batu • ITC Mangga Dua, Surabaya • G-Walk, Surabaya • Ladu, Kota Batu • Keripik Apel Batu • Jawa Timur Park 2, Museum Satwa Kota Batu • Tlekung, Kota Batu • Desa Bunga – Desa SidomulyoKota Batu • Selecta, Kota Batu • Kelinci Gapit, Kota Batu • Abon Kelinci, Kota Batu • Tari Barongan, Kabupaten Blitar • Gunung Kelud, Kabupaten Kediri • Kisah Gunung Kelud (1), Kabupaten Kediri • Eyang Kumitir penguasa gaib Gunung Kelud, Kabupaten Blitar • Petik Laut, Kota Pasuruan • Lomba kerapan sapi di kota Pasuruan • hari jadi Kota Pasuruan ke 327 • Kota Mojokerto 1918-1999 • Upacara Ruwat, Kabupaten Bondowoso • Upacara Khitanan, Kabupaten Bondowoso • R.

Bagus Assrah Pendiri Bondowoso • Upacara Selapan, Kabupaten Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Upacara Tingkeban di Kabupaten Bondowoso • Pemerintahan Bondowoso 1854 – 2007 • Pemberontakan Ario Gledak Ditumpas, Kabupaten Bondowoso • Eyang Subur, Kabupaten Jombang • Dr.

H. Mashoed MSi, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bondowoso • Sejarah Dusun Djengkol, Desa Ploso Kidul, Kecamatan Ploso Klaten, Kabupaten Kediri • Dari Pamekasan ke Besuki • Bupati Sidoarjo Era Kolonial • Bondowoso Menjelang Akhir Abad ke-18 • Lontong Kupang, Kabupaten Sidoarjo • Semanggi Suroboyo • Sidoarjo di Masa Pancaroba Sejarah • Pakaian Tradisi Adat Jawa, Kabupaten Ponorogo • Pakaian Tradisi Adat Madura, Kabupaten Bangkalan • Pakaian Adat Tradisi Jawa, Kabupaten Ponorogo • Pakaian Adat Tradisi Jawa, Kabupaten Ponorogo • Pakaian Adat Tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan • Pakaian Adat Tradisional Madura, Kabupaten Bangkalan • Pakaian Upacara Khitanan Adat Tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan • Jihad di Gedangan, Kabupaten Sidoarjo • Dewi Kilisuci Dan Kesunyian Selomangleng • Mitologi Candi Pari, Kabupaten Sidoarjo • Sejarah Bangkalan • Sejarah Pendidikan Sekolah Dokter, di Jawa Timur • Upacara Boyongan, Kabupaten Blitar • Upacara Saat Mendirikan Bangunan, Kabupaten Blitar • Upacara sebelum mendirikan rumah, Kabupaten Blitar • Sejarah, Kabupaten Bangkalan • Cak Sidik; H.M.

Sidik Wibisono • Pakaian Adat Tradisional Madura, Kabupaten Bangkalan • Pakaian Adat Tradisional Madura, Kabupaten Bangkalan • Adipati Jayenggrana Sang Pemberontak, Kabupaten Sidiarjo • Jayenggrana Adipati Pembangkangan, Surabaya • Pakaian adat tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan • Pondok Pesantren Tertua,Kota Batu • Pakaian Adat Tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan • Pakaian adat tradisi Madura, Kabupaten Bangkalan.

Pria remaja • Pakaian tradisi adat madura, Wanita Remaja, Kabupaten Bangkalan • Pakaian TradisionalPria Dewasa, Madura, Kabupaten Bangkalan • Singo Ulung, Tradisi Kabupaten Bondowoso • Sejarah Lahirnya Sesanti Lambang Daerah, Kabupaten Bondowoso • Lambang Daerah Kabupaten Bondowoso • Pakaian Adat Tradisional Daerah Jawa Timur • Boomerang, Surabaya • Sarip Tambak Oso, Kabupaten Sidoarjo • Pusat Militer Jenggala • Wayang Timplong, Kabupaten Nganjuk • Sejarah Sidoarjo, Sorban Putih Kyai Hasim • Ijo dan Abang, Menjadi JOMBANG • Etnis Madura, Mataraman Dan Tionghoa Di Sidoarjo • Grup musik rock AKA, Surabaya • Jenggala di Sidoarjo • Pasar Besar Bernama Jenggala, Kabupaten Sidoarjo • Kota Malang di Jaman Penjajahan Jepang • Kota Malang di Jaman Penjajahan Belanda • Asal Mula Kota Malang • Sejarah Singkat Kota Malang • Sejarah Kabupaten Jombang • Masjid Agung Baitus Salam, Kabupaten Nganjuk • Kesenian Sandhur, Kabupaten Nganjuk • Kesenian atau tari Mung Dhe, Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Nganjuk • Desa Perdikan Pakuncen dan Masjid Baitur Rohman, Kabupaten Nganjuk • Asal Nama Nganjuk • Omprok Gandrung, Kabupaten Banyuwangi • Tahapan Upacara perkawinan Ngekak Sangger • Masjid Al Mubaarok, Kabupaten Nganjuk • Omprok Seblang, Kabupaten Banyuwangi • Hari Jadi Kota Probolinggo • Pemerintah Kota Probolinggo Diawal Indonesia Merdeka • Gemente ( Kota ) Probolinggo • Probolinggo Menjadi Tanah Partikelir • Banger Dan Probolinggo,Kota Probolinggo • Airlangga Menjadi Raja • Legenda Telaga Ngebel, Kabupaten ponorogo • Legenda Pusaka Gong Kyai Pradah, Kabupaten Blitar • Upacara Siraman Gong Kyai Pradah (2), Kabupaten Blitar • Pakaian penganten adat Kabupaten Bangkalan – Madura, rakyat biasa/ masyarakat umum • Pakaian penganten adat masyarakat menengah, Kabupaten Bangkalan – Madura • Pakaian penganten adat Kabupaten Bangkalan – Madura (bangsawan) • Perjuangan Airlangga Mempersatukan Negara • Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya • Tradisi Maulid Hijau dan Larung, Kabupaten Lumajang • Airlangga, Memindahkan Keraton Wotan Mas ke Kahuripan • Siapa Airlangga?

• Terbang, alat musik Banyuwangi • Sejarah Sekolah Pertukangan, di Jawa Timur • Sejarah Sekolah guru di Jawa Timur • Sejarah Lembaga pendidikan madrasah, di Jawa Timur • Sejarah Pendidikan Dasar, di Jawa Timur • Sejarah Pendidikan Pondok Pesantren di Jawa Timur • Langgar • Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Kabupaten Gresik • Sunan Giri, Gresik • Sunan Ampel, Surabaya • Pengembangan Pondok pesantren • Sejarah Pondok Pesantren Salafiiyah Syafi’iyah, Kabupaten Situbondo • Dwi Sasono, Surabaya • Sartono, Madiun • Batik Sumberpakem,Kabupaten Jember • Pusara Raja, Blitar • Etos Kerja Sub-Etnik Surabaya • Pandangan Hidup Sub-Etnik Surabaya • Tebaran Wilayah Keberadaan Sub-Etnik Surabaya • Identifikasi Sub-Etnik Surabaya • Beberapa Produk Kesenian Masyarakat Pandalungan • Budaya Masyarakat Pandalungan • Masyarakat Pandalungan, Pola Hibridisasi Budaya • Pertumpahan Darah di Majapahit • Kebo-Keboan, Kabupaten Banyuwangi • Andra Junaidi Ramadhan, Surabaya • Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Kabupaten Tuban • Kusbini, Kabupaten Mojokerto • Makam Syekh Subakir, Kabupaten Tuban • Ramuan Madura • Pondok Pesantren Langitan, Kabupaten Tuban • Kepulauan Kangean Madura, Jawa Timur • Budaya Madura • Zaman Perkembangan Islam di Madura, Jawa Timur • Kentrung, Menghindari Cap Primitif • Legenda Madura 2, Jawa Timur • Legenda Madura 1, Jawa Timur • Situs Jati Gembol, Kabupaten Tuban • Perubahan Sosial-Budaya Masyarakat Samin • Identitas Simbolik Masyarakat Samin • Seni dan Kerajinan, orang Samin • Bahasa Masyarakat Samin • Religi dan Kegiatan Ritual, masyarakat Samin • Kekerabatan/Pertalian Kekeluargaan, masyarakat Samin • Tatacara Kematian Orang Samin • Adat Perkawinan Masyarakat Samin • Adat-Istiadat dan Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Samin • Persebaran Masyarakat Samin • Perkembangan Paham Samin • Biografi Samin Surosentiko • Situs Watu Gajah, Kabupaten Tuban • Situs Mpu Supo, Kabupaten Tuban • Situs Dadung Awuk, Kabupaten Tuban • Situs Gua Gembul, Kabupaten Tuban • Albert Christiadi Sutanto, Surabaya • Sejarah Bangkalan • Arie Koesmiran, Kabupaten Sidoarjo • DR.

Muhammad A.S. Hikam, MA., APU, Kabupaten Tuban • Didi Petet, Surabaya • Trio Macan • Ervinna, Surabaya • Sejarah Kota Pasuruan • Sejarah Kabupaten Trenggalek • Makam Mbah Punjul, Kabupaten Tuban • Tuban Dibawah Kekuasaan Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Sejarah Politik Kabupaten Tuban • Bi Ba’a Fadlrah Turen, Kabupaten Malang • Sejarah dan Legenda, Kabupaten Tuban • Batik Selowogo, Kabupaten Situbondo • Prof.

Dr. Riswandha Imawan, Kabupaten Bangkalan • Lokalisasi Tambakasri disebut Kremil Resmi Tutup, Surabaya • Munali Fatah, Kabupaten Sidoarjo • Agus Kuprit, Kabupaten Sidoarjo • Indah Kurnia, Surabaya • Verlita Evelyn, Surabaya • Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma, Kabupaten Banyuwangi • Riwayat Hidup Sunan Bejagung, Kabupaten Tuban • Makam Ploso (Medalem), Kaupaten Tuban • Makam Mbah Kartowijoyo, Kabupaten Tuban • A.Tee, Surabaya • Makam Sunan Bejagung, Kabupaten Tuban • Makam SyekhMaulana Ishaq al-Maghrobi, Kabupaten Tuban • Makam Syekh Achmad Kholil, Kabupaten Tuban • Makam Puncul (Kenduruan), Kabupaten Tuban • Makam Pangeran Purboyo, Kabupaten Tuban • Makam Kyai Madyani Ishak, Kabupaten Tuban • Makam Nyai Ageng Manyuro, Kabupaten Tuban • Riwayat Hidup Mbah Jabbar, Kabupaten Tuban • Makam Mbah Jabbar, Kabupaten Tuban • Makam Andong Wilis, Kabupaten Tuban • Makam Syekh Gentaru, Kabupaten Tuban • Makam Sunan Geseng, Kabupaten Tuban • Masjid Karomah Winong • Makam Ranggalawe, Kabupaten Tuban • Makam Aria Teja, Kabupaten Tuban • Makam Sunan Bonang, Kabupaten Tuban • Makam Syekhlbrahim Asmoroqondi, Kabupaten Tuban • Riwayat Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi • Makam Dowo, Kabupaten Tuban • Makam Syekh Abdullah Mliwang, Kabupaten Tuban • Makam Tundung mungsuh, Kabupaten Tuban • Djokolelono, Wlingi-Blitar • Dwi Sasono, Surabaya, Jawa Timur • Prijanto, Ngawi, Jawa Timur • Ram Soraya, Surabaya • Makam Bathara Katong, Kabupaten Ponorogo • Makam Agung, Kabupaten Bangkalan • Panembahan Ronggo Sukowati, Pa­mekasan • Wayang Timplong, Kabupaten Nganjuk • Log Zhelebour, Surabaya, Jawa Timur • Drs.

Suyadi, Pak Raden, Kabupaten Jember, Jawa Timur • Yuki Kato, Kota Malang, Jawa Timur • Marini, Kota Malang, Jawa Timur • Renia, Kota Madiun • Venna Melinda, di Surabaya, Jawa Timur • Eko Patrio, Kabupaten Nganjuk • Lembunandini, Kabupaten Mojokerto • Kanjeng Sepuh-Gresik • Rebab, Instrumen Gamelan Jawatimuran • Kendang, Instrumen Gamelan Jawatimuran • Asta Gumuk, Sumenep • Asta Juruhan, Sumenep • Nuansa Tiongkok Kuno di Kota Pasuruan • Alena, Malang • Makam Ki Ageng Gribig Kota Malang • Ria Enes, Surabaya Jawa Timur • Kisah Gunung Kelud (2), Kabupaten Kediri, Jawa Timur • Jejak Kadipaten Terung di Krian – Sidoarjo, Jawa Timur • Jaranan, Kota Kediri, Jawa Timur • Riwayat Tionghoa di Surabaya, Jawa Timur • Batik Tulis, Pondok Pesantren, Kabupaten Pamekasan • Upacara Nadar, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur • Upacara Adat Perkawinan, Kabupaten Pacitan Jawa Timur • Thongthong, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur • Asal-Usul Desa Sawoo, Kabupaten Pacitan • Asal Usul Desa Kedungsalam, Kabupaten Malang, Jawa Timur • Panjak Hore, Kabupaten Tuban, Jawa Timur • Petik Laut di Muncar, Kabupaten Banyuwangi • Labuh, Upacara Tradisional Jawa Timur • Ngurit, Upacara Adat Jawa Timur • Undur–undur, Upacara Adat Jawa Timur • Ngubeng-ubengi • Bersih Desa, Desa Sawoo dan Grogol, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur • Istilah Kekerabatan Masyarakat Jawa Timur • 13425 • Kenthongan Alat Komunikasi Tradisional di Jawa Timur • Kerajaan Singasari, Malang, Jawa Timur • Kedatangan R.

Qasim di Banjaranyar dan Drajat, Kabupaten Lamongan • Dayung dan Ikan Talang, Kabupaten Lamongan • Sunan Drajat dan Sunan Sendang • Perlambang Sumur Persegi Empat, Kabupaten Lamongan • Sumur Lengsanga dan Sendang Brumbung, Kabupaten Lamongan • Ojung, Kabupaten Sumenep – Madura • Tuah Kiai Pradah, Kabupaten Blitar • Larung Sesaji, Kabupaten Blitar • Embul Tuk, Kabupaten Blitar • Tiban, Kabupaten: Kediri, Trenggalek, Tulungagung dan Blitar • Ginggung, Kabupaten Bangkalan • Topeng Monyet, Kabupaten Madiun • Wonocoyo Surga bagi Penyu, Kabupaten Trenggalek • Gaun Batik Busana Pengantin Nasional, Surabaya • Pamekasan Membatik • Klanthung, Kabupaten Ngawi • Tuah Kiai Pradah, Kabupaten Blitar • Totta’an Dara, Kebupaten Bandawasa • Sandur Ronggo Budoyo, Kabupaten Tuban • Musium Prasejarah, Kabupaten Pacitan • Kenalkan Koleksi Batik, Kabupaten Lumajang • Bersih Desa, Kabupaten Magetan • Batik Pring Sedapur, Kabupaten Magetan • Batik Banyubiru, Kabupaten Ngawi • Batik Papringan, Kabupaten Magetan • Sampyong, Kabupaten Lumajang • Gedhogan atau Gendhongan, Kabupaten Banyuwangi • Akik, Kabupaten Pacitan • Ajam sap-sap, Kabupaten Sumenep • Agutta, Kabupaten Jember • Patrol, Kabupaten Banyuwangi • Orang Tengger Gemar Memakan Bawang • Leran Mengukir Sejarah Besar, Kabupaten Gresik • Tedhak Siten, Kabupaten Blitar • Upacara Tingkeban, Kabupaten Blitar • Upacara Ruwahan • Reog Bulkiyo, Kabupaten Blitar • Berbagai Jenis Lurik Tuban • Corak Kain Batik Tuban • Tata pemakaian kain Tuban • Teknik menenun pakaian tambahan Lurik Tuban • Upacara Petik Kopi, Kabupaten Blitar • Adheg Omah.

Kabupaten Blitar • Lampet Bendungan, Kabupaten Blitar • Mondreng, Kabupaten Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Berbagai Jenis Lurik Tuban • Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Ellena, Surabaya • Fokker, Anthony Herman Gerard Fokker (Tony), Blitar • Prof.

Ir. R. Goenarso, Kabupaten Ponorogo • Terjadinya Pohon Kapuk Randu • Widodo Budidarmo, Surabaya • Legenda Kasada • Gerilya di Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi bentuk perjuangan wage rudolf supratman Randy Pangalila, Surabaya • Sawung Jabo, Mochamad Djohansyah, Surabaya bentuk perjuangan wage rudolf supratman Romy Tunggul Widodo, Surabaya • Sentra Ikan Bulak, Surabaya • Minarni Soedaryanto, Kabupaten Pasuruan • Mang Udel, Drs.

R. Panji Poernomo Tedjokusumo, Kabupaten Pasuruan • Frank Rorimpandey, Surabaya • Menunggu Dolly Ditutup, Surabaya • KH. Hasan Abdullah Sahal, Kabupaten Ponorogo • Jenis Bentuk Instrumen Gamelan • Batik Tanjung Bumi, Madura • Batik Kota Probolinggo • KH.

Ahmad Sahal, Kabupaten Ponorogo • KH Zaenuddin Fanani, Kabupaten Ponorogo • KH. Imam Zarkasyi, Kabupaten Ponorogo • K.H.

Abdullah Syukri Zarkasyi, Kabupaten Ponorogo • Joshua Suherman, Surabaya • Batik Madura • Boy Bolang, Surabaya • Raam Punjabi, Surabaya • Marlupi Sijangga, Surabaya • Anneke Puteri, Kabupaten Banyuwangi • Memalu • Manjeni • Panji • Badhan, Kabupaten Trenggalek • Komantan Korong, Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Situbondo • Mantan Temmo, Madura • Nina Tamam, Surabaya • Pande Gamelan, Kabupaten Magetan • Thuk-thuk, Madura • Ukiran Topeng Madura • Filosofis Topeng Madura • Asal Mula Topeng Madura • Amak Baldjun, Surabaya • Dolly, Surabaya • Seni Lukis Kain • Annie Carera, Madiun • Rahma Sarita, Surabaya • Batik Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Rudy Choirudin, Surabaya • Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Suzan, Kabupaten Lamongan • Syam Kamaruzzaman, Kabupaten Tuban • Syaharani, Kota Batu • Dara Puspita, Surabaya • Nyonya Meneer, Kabupaten Sidoarjo • Soehardi, Blitar • Abu Bakar Ba’asyir, Kabupaten Jombang • Tukar Kue Apem, Kabupaten Sumenep • Gerabah, Kabupaten Pacitan • Tari Sorong Kasereng, Kabupaten Sampang • Pesta Petasan, Kabupaten Jombang • Syiar Islam dengan Bubur, Kabupaten Tuban • Pawai Obor, Kabupaten Situbondo • Karim Suweileh, Surabaya • Fitri Carlina, Kabupaten Banyuwangi • Gebluk, Kabupaten Pasuruan • Megengan, Kabupaten Magetan, Bangkalan, Gresik, Tulungagung • Pr.

Dr. Samaun Samadikun, Kbupaten Magetan • Astrid Sartiasari, Surabaya • Andy Noya, Surabaya • Hary Tanoesoedibjo, Surabaya • Buto-Butoan, Kabupaten Jem­ber • Pusaka Tradisi Batik Madura • Sejuta Inspirasi dari Pamekasan • Aktualisasi Bumi Ronggolawe • Bangga Prestasi Batik Jatim • Harga Batik Tulis dan Cap, Batik Madura • Marsekal Madya TNI Suharnoko Harbani, Kab. Banyuwangi • Dullah Suweileh, Surabaya • Ritual Khusus Batik Gentongan • Prof. Dr. Boediono, Bentuk perjuangan wage rudolf supratman, Blitar • Inul Daratista, Kabupaten Pasuruan • Timur Pradopo, Kabupaten Jombang • Muhaimin Iskandar, Kabupaten Jombang • R.

Himawan Soetanto, Kabupaten Magetan • Opick, Kabupaten Jember • Roekmini Koesoemo Astoeti, Kabupaten Bojonegoro • Titie Said, Kabupaten Bojonegoro • Marsda Anumerta Iswahyudi, Surabaya • Didik Junaidi Rachbini, Kabupaten Pamekasan • Anas Urbaningrum, Kabupaten Blitar • KH As’ad Umar, Kabupaten Jombang • KH M. Wahib Wahab, Kabupaten Jombang • Ir KH Salahuddin Wahid, Kabupaten Jombang • Prof.

H. Soedarto, dr., DTM&H., Ph.D, Surabaya • Prof. Abdoel Gani, SH., Kabupaten Pamekasan • Uut Permatasari, Kabupaten Sidoarjo • Juni Arcan, Surabaya • Sudomo, Malang • Sunan Drajat dan Sunan Sendang, Kabupaten Lamongan • Kedatangan R.

Qasim, Kabupaten Lamongan • Jenderal Basuki Rahmat, Kabupaten Tuban • Jenderal TNI Purnawirawan Rudini, Malang • Chintya Sari, Surabaya • Netty Herawaty, Surabaya • Upacara Dhaupan, Kabupaten Bojonegoro • Jidhor Sentulan, Kabupaten Jombang • Kesenian Damarulan, Kabupaten Banyuwangi • Kesenian patrol, Kabupaten Banyuwangi • Tari Gandrung Banyuwangi • Gisella Anastasia, Surabaya • Prof. Dr. Moestopo, Kabupaten Kediri • Misye Arsita, Kediri • Tessa Kaunang, Surabaya • Umar Kayam, Kabupaten Ngawi • Sri Edi Swasono, Kabupaten Ngawi • JB.

Sumarlin, Kabupaten Blitar • Tari Padangulan, Kabupaten Banyuwangi • Sejarah Gedung Kampus A, UNAIR • Sejarah Singkat Universitas Airlangga (Unair) • Ranu Lumajang • Harmoko, Kabupaten Nganjuk • Organisasi Sosial, Masyarakat Using • Upacara Adat Pertanian, Masyarakat Using • Upacara Adat Kematian.

Masyarakat Using • Upacara Perkawinan, Masyarakat Using • Upacara Kelahiran, Masyarakat Using • Hodo, Kabupaten Situbondo • Hadrah Kuntul, Kabupaten Banyuwangi • Tari Jaran Goyang, Kabupaten Banyuwangi • Tari Seblang Olehsari, Kabupaten Banywangi • Prof.

Mr. A.G. Pringgodigdo, Presiden Universitas (UNAIR: 1954 -1961) • George Rudy, Kabupaten Jember • Nini Carlina, Kabupaten Banyuwangi • Lucky Perdana, Kabupaten Banyuwangi • Anneke Puteri, Kabupaten Banyuwangi • Cahyono, Kabupaten Banyuwangi • Bentuk perjuangan wage rudolf supratman / Ali Gufron, Kabupaten Lamongan • Pramono Anung, Kota Kediri • Tarzan – Srimulat, Kabupaten Malang • Sudjiwo Tedjo, Kabupaten Jember • Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kabupaten Pacitan • Alim Markus alias Lim Wen, Surabaya • August Melasz, Surabaya • Tessy / Kabul Basuki, Srimulat, Kabupaten Banyuwangi • Soedharmono, Kabupaten Gresik • Vihara Sejarah dan Kekhasan Avalokitesvara, Kabupaten Pamekasan • Pesona Batik Tulis Madura • Kulit Kerang Menjadi uang, Kabupaten Gresik • Sejarah Masyarakat Madura • Batik Jatim Kolaborasi dengan Paradise Batik • Maia Estianty, Surabaya • Tahu Pentol Cinta, Kabupaten Sumenep • Bung Tomo, Surabaya • Kaldu Sumsum Super, Kabupaten Sampang • Budaya Pulau Pagerungan Kecil, Kabupaten Sampang • Budaya Dasar Masyarakat Madura • Budaya Taretan Dhibi, Madura • Budaya To’oto Madura • Budaya Carok Madura • Batik Khas Gresik • Seblangan, Kabupaten Banyuwangi • Petik Laut Muncar, Kabupaten Banyuwangi • Helen Sparingga, Kabupaten Sidoarjo • Neno Warisman, Kabupaten Banyuwangi • Ratno Timoer, Surabaya • Supeni, Kabupaten Tuban • Spookhuis (ru­mah setan), Surabaya • Wongso Suseno, Kota Malang • Irjen Pol.

(Purn) Dr. Bibit Samad Bentuk perjuangan wage rudolf supratman, MM, Ph.D., Kediri • Krisdayanti (KD), Batu • Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Haryono, Surabaya • Harun alias Tohir bin Mandar Kopral Anumerta KKO, Bawean Gresik • Sejarah Pendidikan TNI Angkatan Laut • Sejarah Kobangdikal • Surabayaku Tinggal Cerita • H. Roeslan Abdulgani, Surabaya • Mbah Surip, Kota Mojokerto • Herman Cornelis Hartevelt, GubernurJawa Timur (9 Juli 1941-1942) • Charles Olke van der Plas (Ch.

O. van der Plas), Gubernur Jawa Timur (18 Mei 1936 – 30 Juni 1941) • JHB Kuneman, Gubernur Jawa Timur (1 Juli 1933-30 April 1936) • Parsanga, Perguruan Agama Islam di Kabupaten Sumenep • Sumber Omben, Kabupaten Sampang • Adipoday, Kabupaten Sumenep • G.H.

de Man, Gubernur Jawa Timur (14 April 1931 – 21 Juni 1933) • W.Ch Hardeman, Gubernur Jawa Timur (1 Juli 1928 – 31 Maret 1931) • Dewi Perssik, Kabupaten Jember • Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo • Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura • Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura • Try Sutrisno, Surabaya • K.H.

Mas Mansur, Surabaya • Khofifah Indar Parawansa, Surabaya • Kreasi Kertas Semen, Kabupaten Tuban • Drs. Saifullah Yusuf, Kota Pasuruan • Egrang, Kabupaten Jember • Permulaan Jadinya Pulau Madura • Batik Tulis Madura, Kabupaten Pameksan • Sri Bintang Pamungkas, Kabupaten Tulungagung • Priyo Budi Santoso, Kabupaten Trenggalek • Shuttlecock, Kabupaten Nganjuk Tembus Luar Negeri • Utami Dewi Kenard, Surabaya • Asal-Usul Desa Bentuk perjuangan wage rudolf supratman, Kabupaten Lamongan • Ki Terik.1, Kabupaten Lamongan • Ki Terik 2, Kabupaten Lamongan • Sony Dwi Kuncoro, Surabaya • Surabaya Tahun 1850 Belum Ada Penerangan Jalan • Muso, Tokoh Pemberontakan Madiun • Franky Sahilatua, Arek Suroboyo • Jane Sahilatua, Surabaya • Soemarsono, Tokoh Kunci dalam Pertempuran Surabaya (1) • Kompleks Makam Kembang Kuning, Surabaya • Prof.

Dr. Mohammad Mahfud MD. SH. SU, Sampang Madura • Prof. Dr. J.E. Sahetapy • H. Imam Utomo Gubernur Jawa Timur, 1998-2003 dan 2003-2008 • H.

Raden Panji Mohammad Noer, Kabupaten Sampang • Gembyangan Waranggono, Kabupaten Nganjuk • Legenda Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto • Samodramanthana. • Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, Kabupaten Magetan • Monumen di Kembang Kuning, Surabaya • Ny. Everdina Soetomo, Surabaya • G. Cosman Citroen, Arsiteknya Kota Surabaya • Godfried Hariowald von Faber, Surabaya • Rambaldo, Pasuruan • Tino Kerdijk, Surabaya • Pande Besi “Jimbir”, Kabupaten Nganjuk • Episode Perang Kemerdekaan, Kabupaten Lamongan • Peristiwa Kakat Penjalin, Kabupaten Lamongan • Peristiwa Pertempuran di Parengan, Kabupaten Lamongan • Pemerintahan Militer, Kabupaten Lamongan • Doyok, Kabupaten Sidoarjo • Lamongan Kota Garis Depan • Ahmad Dhani, Surabaya • Njoo Kiem Bie Pahlawan Thomas Cup, Surabaya • Pendudukan Jepang di Kabupaten Lamongan • Atiek CB, Kabupaten Kediri • Puntuk Gereng, Kabupaten Mojokerto • Riwayat Joko sambang, Kabupaten Mojokerto • Kadet Soewoko, Kabupaten Lamongan • Penyerbuan Belanda ke Kota Lamongan • Pertempuran di Kedungpring, Kabupaten Lamongan • Ita Purnamasari, Surabaya • Peristiwa (Gerakan) Bedewang, Kabupaten Banyuwangi • Ki Buyut Jaksa Tukang Rumput Bupati Mas Alit, Kabupaten Banyuwangi • Kadir, Kabupaten Lumajang • Ludruk Sebagai Media Perjuangan (1945—1949) • Prastowo Roro Kuning, Kabupaten Nganjuk • Enny Haryono, Kediri • Ari Lasso, Madiun • Jalannya Upacara, Parkawinan Adat Suku Jawa di Daerah Jawa Timur • Waktu Pelaksanaan, Upacara Parkawinan Adat Suku Jawa di Daerah Jawa Timur • Upacara Parkawinan Adat Suku Jawa di Daerah Jawa Timur • Satyagraha Hoerip (Oyik), Kabupaten Lamongan • Ida Laila, Surabaya • Perlengkapan upacara Parkawinan, Adat Suku Jawa di Daerah Jawa Timur • Parkawinan Adat Suku Jawa di Daerah Jawa Timur • Pretty Asmara, Kabupaten Lumajang • Riwayat Situs Tempat Keramat Gunung Kawi, Kabupaten Malang • Pembuatan Bantal Sofa dan Springbed, Kabupaten Nganjuk • Prof.

Dr. K.H. Mohammad Nuh, Surabaya • Ahmad Albar, Surabaya • Anang Hermansyah, Kabupaten Jember • Kesenian Lerok, Kabupaten Nganjuk • Petrus Setijadi Laksono, Tinju • Bobby Tutupoly, Surabaya • Titi Qadarsih, Pare-Kabupaten Kediri • Liem Keng, Pelukis Surabaya • Cak Kancil, Ludruk RRI Surabaya • Mus Mujiono, Surabaya • Emilia Contesa, Kabupaten Banyuwangi • Mus Mulyadi, Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Kabupaten Lamongan di Masa Penjajahan Belanda • Masa Kekuasaan VOC di Kabupaten Lamongan • Masa Pemerintahan Hindia Belanda di Kabupaten Lamongan • Padepokan Badu Wanar, Penyebaran Agama Islam di Kabupaten Lamongan • Kekuasaan Mataram, Kabupaten Lamongan • Pembuatan Alat-alat Dapur, Kabupaten Sampang • Kurun Prasejarah, Kabupaten Lamongan • Masa Perkembangan Hindu, di Kabupaten Lamongan • Awal Penyebaran, Agama Islam di Kabupaten Lamongan • Ronggo Hadi, Penyebaran Agama Islam Kabupaten Lamongan • Krupuk lele Yosowilangun, Kabupaten Lumajang • Raden Nur Rahmat, Masjid Sendang Duwur, Penyebar Agama Islam di Kabupaten Lamongan • Sunan Drajat, Penyebar Agama Islam di Kabupaten Lamongan • Sejahtera di Tengah Gunung Sampah • Sejarah Pemerintahan Kabupaten di Nganjuk • Nganjuk pada Masa Penjajahan (Perjanjian Gianti) • Nganjuk pada Periode Indonesia Madya • Nganjuk dalam Lintasan Sejarah Nasional • Hari Jadi Kabupaten Nganjuk • Pondok pesantren Tegalsari, Penjaga Mataraman • Kunir Wedoro, Kabupaten Gresik • Meracik Kopi, Lebih Bergengsi • Plastik Goreng ITS • Kreasi Enceng Gondok, Surabaya • Krupuk Rambak, Kabupaten Tulungagung • Kerajinan Clay, Mojokerto • Aisy Craft Evita Diana Sari, S.Psi, Kabupaten Sidoarjo • Desa Poreh Pusat Tikar Rakara, Kabupaten Sumenep • Pelabuhan Internasional Kalimireng, Kabupaten Gresik • Sejarah Kabupaten Nganjuk • Batik dan Tari Gandrung Banyuwangi • Aneka Ayam Panggang Bu Setu, Kabupaten Magetan • Egrang, Permaianan di Kabupaten Jember • Berpetualang di Kapubaten Jember, Wisata Pilihan • Sebuah Rumah untuk Kenong • Teguh Slamet Rahardjo (Kho Tjien Tiong) • Ayub Abdul Djalal • Kamantan Toddu, Khitan dan Ebakalaghi • Menhir dan Batu Kenong di Kabupaten Jember • Sertifikat Hak Cipta Batik Khas Jatim • Upacara Brobosan, Tradisi Kematian Daerah Jawa Timur • Upacara penglepasan jenazah, Tradisi Kematian Daerah Jawa Timur • Upacara sembahyang,Tradisi Kematian Daerah Jawa Timur • Mengkafani, Tradisi Kematian Daerah Jawa Timur • Memandikan Jenazah, Tradisi Kematian Daerah Jawa Timur • Merawat Jenazah, Tradisi Kematian Daerah Jawa Timur • Osing dan Banyuwangi • Asal-Usul Gandrung Banyuwangi • Finna dan Taman Dayu Golf, Kabupaten Pasuruan • Tretes Prigen, Kabupaten Pasuruan • Ski Lot Lekok, Kabupaten Pasuruan • Air Terjun Rambut Moyo, Kabupaten Pasuruan • Sentra Perak Pulo • Saronen • Bangunan Peninggalan Jepang di Kabupaten Lumajang • Proyek PLTA di Pegunungan Gajah Mungkur, Kabupaten Lumajang • Jejak Kota di Bebatuan di Kabupaten Jember • Pura Mandara Giri Semeru Agung • Larung Sesaji Papuma, Tradisi Masyarakat Jember • Batik Lumajangan • Balapan Sapi di Kabupaten Jember • Gempuran, Permainan Masyarakat Madura • Cu-Cuan, Permainan Masyarakat Madura • Upacara Mantenan Tebu, Upacara Tradisi Kabupaten Lumajang • Upacara Unan-Unan, Upacara Tradisi Kabupaten Lumajang • Upacara Melasti, Upacara Tradisi Kabupaten Lumajang • Rusdy Bahalwan • Upacara Ruwatan Desa / Sedekah Desa • Upacara Suroan, Upacara adat Kabupaten Lumajang • Upacara Selamatan Desa/Ongge’en • Upacara Karo di Kabupaten Lumajang • Upacara Dlewer, Tradisi di Kabupaten Lumajang • Petik Laut, Upacara Tradisi Kabupaten Lumajang • Sejarah Reyog Ponorogo • Jaka Jumput • Joko Jumput • Sejarah Jawa Timur • Hoggy Art • Budaya Jatim Dikemas Jadi Objek Wisata • Tuban Mencetak Pembatik Muda • Candi Minakjingga • Sumenep • Panjat tebing, Lembah Kera, Kabupaten Malang • Ludruk • Makam Proklamator • Telonan, Tradisi Jawa Timur • Tedhak Siten, Upacara Tradisi Jawa Timur • Nyataun, Upacara Tradisi Jawa Timur • Sarang Anak, Tradisi Jawa Timur • Neloni, Tradisi Jawatimur • Sikap Untung Surapati • Nahkoda Jembatan Suramadu • Jejak Kota di Bebatuan, Kabupaten Jember bentuk perjuangan wage rudolf supratman Batu – Batu Terkubur di Kabupaten Jember • Ritual Larung Sesaji di Papuma, Kabupaten Jember • Tota’an, Tradisi Budaya Kabupaten Jember • Reog di Pendalungan, Kabupaten Jember • Reog Tulungagung • Historis Kabupaten Sumenep • Cheng Hoo • Sejarah Kediri • Upacara Tingkeban, Tradisi Jawatimur • Surya Wonowidjojo (Gudang Garam) • Madakaripura, Kabupaten Probolinggo • Upacara Pa’polo Area, Tradisi Masyarakat Madura • Sepasaran (Puputan), Tradisi Budaya Jawatimuran • Rachman Halim (Tjoa To Hing) • Eka Tjipta Wijaya, Oei Ek Tjhong • Selapanan, Tradisi Budaya Jawatimuran • Upacara Ruwatan Kelahiran Pancasila, Kabupaten Lumajang • Ceritera Agung Sulung dan Sulung Agung • Neloni, Upacara Tradisi Jawa Timur • Kapat, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger • Asal mula upacara Karo, Legenda Tengger • Pujan Karo, Upacara Tradisi Masayarakat Tengger • “Entas-entas”, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger • Mengantar ke Tanah Arwah, Uapacara Tradisi Masyarakat Tengger • Pujan Kasanga, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger • Pujan Kawolu, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger • Megeng dan Patigeni, Upacara pada Bulan Kapitu, Masyarakat Tengger • Sejarah Rumah Sakit Umum Daerah Dr.

Saiful Anwar, Kota Malang • Peduli Batik di Alun-alun, Kabupaten Lumajang • Pemandian Selokambang, Kabupaten Lumajang • Ranu Semeru, Kabupaten Lumajang • Puncak Maha Meru, Kabupaten Lumajang • Musik Patrol, Kabupaten Lumajang bentuk perjuangan wage rudolf supratman Tari Glipang dari Kabupaten Lumajang • Kanya Puspita, Tarian Khas Kabupaten Lumajang • Jalur Bromo – Bali, Kabupaten Lumajang • Batik Jawa Timur • Segi Tiga Ranu di Kabupaten Lumajang • Batik Jawa Timur • Batik Jawa Timur • Pemberontakan Patih Nambi, Sejarah Kabupaten lumajang • Tari Topeng, Kabupaten Lumajang • Banker peninggalan Jepang di Lumajang • Jaran Kencak, Kabupaten Lumajang • Tari Kopyah • Sejarah Lumajang • Upacara Masa kelahiran dan Masa Bayi, Tradisi Jawa Timur • Brokohan, Tradisi Jawa Timur • Mapag Tanggal, Tradisi Jawa Timur • Menanam Ari-Ari, Upacara Tradisional Jawa Timur • Masdjid Bawah Tanah di Pekukuhan • Dari Partai NU 38 Tahun Hingga Islam yang Selalu Modern • Mrocoti, Upacara Tradisi Jawa Timur • Ngandhangake, Upacara Tradisi Jawa Timur • Upacara Papar – Giri • Upacara Khitan • Upacara Toron Tana • Upacara Colpak Ko-pangko • Upacara Menanam Tembuni • Upacara Mesae, Adat Madura • Upacara Haid, Adat Madura • Nan’ dai, Upacara Kehamilan adat Madura • Upacara Kelahiran • Upacara Menanam Tembuni • Le-alle Bengko • Pe-sapean • Untung Surapati • Dukka Ronjangan • Surabaya, Masa Pemerintahan Hindia Belanda • Hari Jadi Kota Surabaya 2 • Hari Jadi Kota Surabaya • Pendopo Agung • Pidato Bung Karno: Lahirnya Pancasila • Pondok Gontor • Adat Kemanten Malang • Gempuran, Permainan Rakyat Madura-Jawa Timur • Cik Kecikan, Permainan Rakyat Madura-Jawa Timur • Penteng, Permainan Rakyat Madura-Jawa Timur • Putri Sedah Merah • Musik Banyuwangi • Musik Patrol Banyuwangi • Batik Mangrove • Riwayat Singkat Lahirnya Kabupaten Jember • Dharmawangsa • Daya Tarik Wisata Kota, Kota Malang • Upacara Tugel Kuncung • Upacara waktu Mengandung Masyarakat Tengger • Upacara Khitanan Masyarakat Tengger • Untung Sebagai Letnan V.O.C.

• Upacara Cuplak Pusar Masyarakat Tengger • Upacara Among among Masyarakat Tengger • Historis Untung Surapati • Sejarah Pemerintahan, Daerah Tingkat II Kotamadya Malang • Sejarah Singkat, Kotamadya Daerah Tingkat II Malang • Upacara Perkawinan Masyarakat Tengger • Untung Suropati, Penempaan Kyai Embun • Shri Aji Jayabaya • Mpu Sindhok • Daerah Madyaning Kadang (Perang Saudara) • Dhandang Gendhis • Erlangga • Pura Agung Jagat Karana • Taman Hutan Raya R.

Soerjo • Upacara Tradisi (Bersih Desa) Sinongkelan • Kanjeng Sinongkel • Panji Seputra Kawin • Panji Laras • Panji Wuyung • R.

Soerjo • Terjadinya Desa dan Kampung di Sekitar Ngerit • Kanjeng Ratu Maduretna • Legenda Gua Ngerit • Bambang Widayaka • Jaka Sumilir • Jigang Jaya • Untung Surapati • Reog Kedhiri • Pembuat Ide, Pembangunan Masjid Cheng Hoo • Cheng Hoo, Penjelajah Dunia • Perjalanan Sunan Bonang, ke Kediri • Masjid Muhammad Cheng Ho • Mengenai Panggilan Cheng Hoo “Sam Poo” Mao Peiqi • Rudy Hartono, Sang Maestro • Makam Mbah Sunan Kuning, Tulungagung • Rudy Wiliam Keltjes • Bubi Chen.

Pianis Jezz • Haul Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng • Terjadinya Reog Panaraga, Versi Kelana – Sanggalangit • lr. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia • Abdul Hadi WM, Penulis • Bolet, Pencipta Tari Remo • Dahlan Iskan • Dr.H. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur • Haji Oemar Said Tjokromaninoto, Tokoh Pergerakan Nasional • Munir, Pembela hak-hak orang yang dihilangkan • Soeprijadi, Pemberontak PETA • Akhudiat, Penulis • Kartolo, Pelawak • Ki Ageng Putu Surya Alam • Bupati Madiun Dari 1568 Sampai Dengan 1980 • Kotapraja Madiun, Berdiri 1918 • Berdirinya Madiun • Bupati Madiun ke 25 sampai denga ke 34 • Pangeran Raden Ronggo Prawirodirdjo III, Bupati Madiun ke 16 • Bupati Madiun ke 22 sampai dengan ke 24 • Bupati Madiun Ke 17 sampai dengan ke 21 • Raden Ronggo Prawirodirdjo I – Ra­den Mangundirdjo, Bupati Madiun ke 14 – ke 15 • Bupati Kabupaten Madiun ke 3 sampai dengan ke 13 • Raden Ayu Retno Djumilah, Bupati ke 2 Kabupaten Madiun • Pengeran Timoer, Bupati Pertama Kabupaten Madiun • Kekeramatan Gunung Kelud Kediri • Alan Budi Kusuma, Surabaya • Monumen Kapal Selam (Monkasel) • Kampung Wisata Lingkungan Jambangan • Al’Quran Mini Peninggalan Cheng Hoo • Siapa Cheng Hoo….

? • Reog Panaraga: Versi Asmarabangun – Rahwanaraja • Reog Panaraga: Versi Jathasura – Kilisuci – Bujanggalelana dan Kelana – Candrakirana • Reog Panaraga: Versi Wijaya – Kilisuci • Kerajaan Kediri • Petrus Setijadi Laksono • Gendam Smaradhana • Raden Panji dan Dewi Sekartaji • Prabu Klanasewandana • Raden Panji Kudarawisrengga • Ranggalawe • Rara Jonggrang • Terjadinya Desa Gurah, Desa Nyaen dan Patung Thotok Kerot • Pertempuran Mas TRIP di Ngadirejo 4 • Pertempuran Mas TRIP di Ngadirejo 3 • Pertempuran Mas TRIP di Ngadirejo 2 • Pertempuran Mas TRIP di Ngadirejo 1 • Sumur Upas • Sumbangsih Mas TRIP • Situs Klinterejo • Pendapa Agung, Trowulan • Palagan Ngadirejo, Dasar Pemikiran Pembangunan Tetenger • Gerabah Tegaldlimo Nyaris Mendunia • Candi Minak jingga • Makam Putri Cempa • Kompleks Makam Tralaya • Kolam Segaran • Candi Brahu • Jaka Pegadung • Kinom (Ki Supa-anom) (2) • Kinom (Ki Supa-anom) • Kyai Pandanarang • Perkutut Mertengsari • Prabu Brawijaya II • Prabu Brawijaya IV • Ki Pitrang • Sunan Geseng • Raden Pulunggana.

• Meneladani Jejak Sang Laksamana • Candi Bajangratu • Candi Tikus • Kultus Dewi Sri • Pertirtaan Dewi Sri • KH. Bisri Syansuri • Mas Trip di Blitar • Prasasti Masjid Cheng Hoo (ZHENG HE) • Pendiri Kerajaan Majapahit • Chandra Kirana • Cak Durasim (2) • Jaka Bereg • Pemerintahan Majapahit Antara Tahun 1309—1350 • TRIP dan Blitar Sulit Dipisahkan • Teluh Condong-campur • Ki Jaka Sura • Perkelahian tiga Suksma • Raden Sahid • Seh Ibrahim • Sunan Lawu • Sunan Ngampel • Prabu Murdaningkung • Prabu Brakumara • Patih Gajah Premada • Laskar Tikus dan Lebah • Ki Supa • Seh Lemah-abang • Raden Jaka Dilah • Jaka Bandung • Jaka Tarub • Dewi Rasawulan • Darmakusuma • Adipati Natapraja • Kemelut Kelud • Perahu Slopeng • Hutan Nepa Dihuni Kera Nyentrik • Anak Gunung Kelud • KH.

Wahid Hasyim • Prof. Dr. Nurcholish Madjid • KH. Wahab Hasbullah • KH Hasyim Asy’ari • Tanah Perdikan Pacalan • Mbok Rara Kembang Sore • Entit • Dongeng Puncak Lawu • Babad Magetan • Madura Pasca Suramadu • Sesaji Gunung Kelud, Kediri • Garap Gerak Sabet dan Iringan, Wayang Jombangan • Garap Dialog/Antawacana, Wayang Jombangan • Garap “PAKELIRAN” Wayang Jombangan • Tundung Mediyun • Khasanah Wayang Jombangan • Corak Pertunjukan Wayang Kulit di Jombang • Babad Madiyun • Rangga Pesu • Kebudayaan Masyarakat Jombang • Seni Pertunjukan Masyarakat Jombang • Trunajaya • Pakeliran Wayang Kulit, Gaya Surakarta di Jombang • Gaya Pakeliran Wayang Jombangan • Gaya Jawatimuran Pakeliran Wayang Kulit di Jombang • Candi Penataran: Uraian Bangunan – bangunan • Kentrung Kesenian Tradisional Sastra Lisan • Candi Panataran • Prabu Girindrawardhana • Bathara Katong • Sandyakalaning majapahit • Majapahit, Persatuan dan Kesatuan • Puncak Kebesaran Kerajaan Majapahit • Beberapa Jenis Megalitik di Jawa Timur • Prabu Hayam Wuruk • Sumpah Palapa • Patih Gajah Mada • Mendung di Langit Majapahit bentuk perjuangan wage rudolf supratman Raja Jayanegara Gugur • Gajah Mada Sang Perkasa • Suramadu Bukan Sekedar Jembatan Penghubung • Suramadu Bukan Sekadar Jembatan • Membangun Madura • Suramadu Butuh Banyak Baja • Suramadu, Jembatan Terpanjang • Suramadu, Jangan Tertunda Lagi • Wayang Timplong, Kabupaten Nganjuk • Manten Kucing Untuk Memanggil Hujan • Motif Batik Mojopahit • Rakuti Sang Pendedam • AJBS Home Improvement Center • Surabaya Plaza • Adipati Ranggalawe • Raden Wijaya • Suramadu Segera Rampung • Pemeliharaan Jembatan Suramadu • Biola untuk Pencipta Hymne Guru • Giri Kedaton, Kabupaten Gresik • Pura Mandaragiri Semeru Agung • Monumen Jenderal Soedirman di Pacitan • Pengrajin Tas dan Souvenir dari Kain • Pulau Sempu di Malang Selatan • Persatuan Hotel Restauran Indonesia (PHRI) Jatim Lakukan Sertifikasi • Jeruk Pame­lo • SOERA – ING – BAJA • Pemeliharaan Jembatan Suramadu Jadi Perhatian • Finalisasi Suramadu Diwarnai Unjuk Rasa • Langkah Konkret Pengembangan Kawasan Suramadu • Massa Demo di Jembatan Suramadu • Puspa Agro Jalin Kerja Sama Bisnis dengan China • Pengembangan Suramadu Dianggarkan Rp 32,28 T • Pemkot Batal Dapat Uang Tol Suramadu • Nasib Pansus BPWS Dipastikan Tamat • Finalisasi Pengembangan Wilayah Suramadu • Pansus Pembubaran BPWS Terus Bergulir • TKR Gajah Mada, Genie P.

Don Bosco • Monumen H.R Mangoendiprojo • ITC Mangga Dua • Pengelola Wilayah Suramadu • Perajin Patung Trowulan • MobiI Digdaya Karya SMK • Kerajinan Kuningan Bondowoso • Gelora Bung Tomo • Bunga Krisan, Pasuruan • Batik Pamekasan • Titik Terang Suramadu • Miniatur Kapal • Krisis Manik-manik Gudo Tetap Eksis • Ludruk Irama Budaya, Bertahan di Metropolitan • Batik Jawa Timur • Istana Gebang Masih Diminati • Durian “Repto”, Kabupaten Trenggalek • Brosem, Supaya Ekonomi Mapan • Nasib angkutan feri pasca-Suramadu • Pemprov Jatim Talangi Proyek Suramadu • Pengembangan Suramadu Terganjal RTRW dan Pipa Kodeco • Suramadu, Pipa Kodeco • Monumen H.R.

Mangoendiprojo, Kabupaten Sidoarjo • ‘Laras Madya’, Macapat Sawotratap Sidoarjo • Jatim Teruskan Lobi Proyek Suramadu • Bangun Pusat Rekreasi, Suramadu • Pembentukan Pansus BPWS Dianggap Sia-sia • Pemprov, Prioritaskan Suramadu • Puspa Agro, Pasar Agrobisnis Terbesar di RI • Ranu-Lumajang • Sampang Tagih Bagi Hasil Suramadu • Melongok Daerah Pacitan • Pembelian Rumah Bung Karno • Pariwisata dan Seni Budaya, Kabupaten Kediri • Industri Perhiasan di Jawa Timur • Gubernur Desak Menteri Cairkan Dana Suramadu • Air Terjun Coban • 10 Nopember 1945 • H.R.

Mohamad Mangoendiprojo • Pelaporan Gubernur Jawa Timur, Tentang Kejadian 10 Nopember 1945 • Ruang Rapat DPRD Jawa Timur • Pameran Purbakala di Kabupaten Kediri • Pengantin Gagrag Blitar • Surabaya International Jewellry Fair 2010 • Reog Ponorogo • Rumah Sakit Haji • Koleksi Gedung induk Museum Erlangga • Penyerbuan Gudang senjata Don Bosco • Kawah Ijen Berwarna-warni • Keduk Beji di Desa Tawun, Ngawi, Jawa Timur • Nyadran, Kabupaten Sidoarjo • Tari Geleng Ro’om Asal Madura • Lestarikan Batik dan Dolanan Tradisional • Bambang Supali, Cak Alex Supali • Ayam Bekisar dan Bunga Teratai, Icon Jatim • Menyibak Dolly • Dongeng, Gending, Tembang dan Dolanan • Batik Pamekasan • Bersih Desa, Kota Blitar • Peristiwa 10 November 1945, dalam Lukisan Karya: Sochieb • Keramik Dinoyo, Kota Malang • Surabaya Lahir dari Sebuah Kuti • Ceprotan, Upacara Tradisional Pacitan • Bangkalan, Pintu Gerbang Wisata Madura • Akik Pacitan • Mengenal Warok dan Reog Ponorogo • Masmundari, Pelukis Damar Kurung • Keramik Bermutu dari Kaibon, Kabupaten Madiun • Keripik Nangka, Kabupaten Madiun • 5 Ritual Grebeg Pancasila • Ramayana (Hanoman Duto) • Tradisi Megalitik di Jawa Timur bentuk perjuangan wage rudolf supratman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Provinsi Jawa Timur • Kelurahan Bangkingan • Desa Patoman, Kec.

Rogojampi, Kab. Banyuwangi • Candi Jawi • Batik Kenongo Sidoarjo • Imlek di Surabaya • Mainan Anak Tempo Dulu • Mendulang Emas di Blauran • Petirtaan Watu Gede • Batik Jawa Timur • Raja Dharmawangsa dari Ponorogo? • Sastra Jawa Harus Dilestarikan • Serba Apel dari Malang dan Batu • Telogo Ngebel, Kabupaten Ponorogo • Situs Kedaton • Visit East Java 2011 Jatim • Taman Brantas Indah (TBI), Kota Mojokerto • Kerajinan Reog • Remo Simbol Semangat Arek Suroboyo • Nyadran di Makam Ibunda Sunan Giri, Kabupaten Sidoarjo • Patung-Patung Perjuangan, Kota Surabaya • Gunung Ijen, perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso • Desa Patoman, Nuansa Bali • Tempat Peristiwa Perjuangan Arek Surabaya, Agustus-Nopember 1945 • 168 Corak Batik, Jawa Timur • Air Terjun Madakaripura, Kabupaten Probolinggo • Batik Madura • Waduk Saradan • Makam Proklamator, Kota Blitar • Bubuksah-Gagang Aking • Kresnayana (Noroyono Maling) • Bentuk perjuangan wage rudolf supratman yang sombong • Lembu dan Buaya • Pemburu yang tertipu • Sang Setyawan • Sri tanjung • Makam Sunan Sendang Duwur (3) • Makam Sunan Sendang Duwur (2) • Makam Sunan Sendang Duwur (1) .

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

• Pura Mandara Giri di Lereng Semeru • Wisata Religi Madura • Reog • Cokhor Duchen di Joko Dolog • Warok dan Reog Ponorogo • Joko Dolog, Aksobhya Buddha di Kota Vira • Jatim Park 2 (2) • House of Sampoerna • Batik Pacitan • Kesenian hadrah BerjanjiKabupaten Banyuwangi • Kuntulan, Kabupaten Banyuwangi • Kesenian kundharan, Kabupaten Banyuwangi • Kesenian bernafaskan Islam, Kabupaten Banyuwangi • Suramadu, Harapan Masyarakat Madura • Suramadu Dipercepat • Pembangunan Jembatan Suramadu, Gubernur Minta Dukungan DPR-RI • Kabupaten Sumenep Mengembangkan Beragam Potensi Kelautan • Menyiapkan Industri Kerajinan, Menjadi Obyek Wisata • Sapi Sonok’, Aset Wisata Madura • Perkawinan Adat Jawa, Gresik • Suramadu, Jembatan • Batik, Motif Jawa Timur • Candi Sumber Awan, Kec.

Singasari, Kab. Malang • Syeh Jumadil Kubro, Trowulan-Mojokerto • Perlunya Jembatan Suramadu Tak Terbantah • Suramadu Jangan Grusa-grusu • Suramadu, Penyangga Perekonomian Jawa Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Suramadu Dilengkapi Monitor • Masjid Cheng Hoo, Peresmian • Batik Tanjung Bumi, Bangkalan Madura • Sastra Ludruk • Bubur Ayam, Surabaya • Boneka Kattok Khas Bondowoso • Suramadu, Bukan Sekedar Jembatan Penghubung • Arsitektur Khas Kota Surabaya • Batik Gentongan, Madura • Pacitan, Keindahan Alamnya • Reog, Kerajinan • Sastra Jawa Harus Dilestarikan • Situs Kedaton • Suramadu, Pengungkit Ekonomi • Onde-onde, Kota Mojokerto • Sepatul Sandal, Produksi Kota Mojokerto • Miniatur Kapal, Kota Mojokerto • Kaligrafi dari Serbuk Kayu, Produksi Kelurahan Wates • Cetakan Kue, Produksi Kota Mojokerto • Gereja Protestan, Kota Mojokerto • Klenteng Hok Siang Kiong • Masjid Agung AI Fattah, Kota Mojokerto • Masakan Jawa Timurke Istana Negara • Gedung DPR Propinsi Jawa Timur • Anyaman Bambu, Kota Mojokerto • Batik Tulis, Kota Mojokerto • Kampung Ndersmo, Kawasan Pesantren Tua Surabaya • Kentrung Seni Siar Kebajikan Regenerasi Macet, Terancam Punah • BaLLey Merr Bentuk perjuangan wage rudolf supratman MERR (Middle East Ring Road) II • Makanan Jawa Timur, ke Istana Negara • Klenteng Hong Tiek Hian • Makam Sayyid Machmud atau Syech Machmud • Waduk Cinandang, Kabupaten Mojokerto • Situs Lantai Segi Enam, Kabupaten Mojokerto • Situs Alun-alun Umpak Sentonorejo • Situs Makam Tumenggung Prawirosono • Situs Makam Ki Ageng Jabung • Situs Kubur Panjang • Situs Petilasan Raja Hayam Wuruk • Kota Lama Lawang, Malang • Situs Petilasan Gajah Mada • Situs Makam Mendhek, Kabupaten Mojokerto • Situs Makam Jago Panjilaras • Situs Kemasantani, Kabupaten Mojokerto • Candi Sumur Gantung, Kabupaten Mojokerto • Kenjeran, Debur Harapan • Badan Pengelola Wilayah Suramadu • meeting incentive conference exhibition, Sokoguru Pariwisata Kota Surabaya, • Candi Minakjinggo, Kabupaten Mojokerto • Candi Kedaton, Kabupaten Mojokerto • Candi Kesimantengah, Kabupaten Mojokerto • Candi Jedong, Kabupaten Mojokerto • Candi Bentuk perjuangan wage rudolf supratman, Kabupaten Mojokerto • Candi Genting, Kabupaten Mojokerto • Candi Bangkal, Kabupaten Mojokerto • Pemulangan PSK • Pasar Lelang, Puspa Agro • Kue Basah, Hj.

Mariamah Surabaya • Puspa Agro, Steril dari Produk Impor • Puspa Agro, Pasar Agrobisnis Kelas Dunia • Pengembangan, Kabupaten Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Jaran Kencak, Lumajang • Puspo Agro, Raih Dua Rekor MURI • Puspa Agro, Dekati Daerah Sentra • Puspa Agro, Kembangkan Jaringan Bisnis • Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST), Kabupaten Mojokerto • Situs Reco Lanang, Kabupaten Mojokerto • Pendopo Agung, Kabupaten Mojokerto • Wayang Beber, Kabupaten Pacitan • Pemandian Ubalan • Situs Lantai Segi Enam • Kolam Segaran, Kabupaten Mojokerto • Candi Bajang Ratu • Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Kelud, Mysterious Road • Wisata Religi, Madura • Wana Wisata Air Panas • Tahura, Taman Hutan Raya Kabupaten Mojokerto • Museum Trowulan, Kabupaten Mojokerto • Siti Inggil, Kabupaten Mojokerto • Makam Troloyo, Kabupaten Mojokerto • Makam Putri Campa • Maha Vihara, Patung Budha • Kerajinan Enceng Gondok • Candi Tikus, Kabupaten Mojokerto.

• Candi Jolotundo, Kabupaten Mojokerto • Candi Brahu, Kebuten Mojokerto • Air Terjun Coban Canggu, Kabupaten Mojokerto • Air Terjun Dlundung, Kabupaten Mojokerto • Ponpes Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, Turen Kabupaten Malang • Sri Aji Joyoboyo • Kerajinan Alat Musik Drum Band, Kota Pasuruan • Seni Lesung Seni Tradisional • Bangunan Kuno, Cagar Budaya Kota Pasuruan • Batik Khas Kota Pasuruan • Wisata Sumenep, Madura • Wisata Sejarah, Madura • Kawah Gunung Kelud, Kabupaten Kediri • Penutupan Kawasan Merah, di Jatim • Kebesaran Jawa Timur • Gitar Listrik, Sidoarjo • Dahlan Iskan • Kerajaan Majapahit • Megalitikum, Bondowoso • Museum Kesehatan • Wayang Gedebok • Paralayang, Gunung Banyak • Sarung Tenun Tradisional, Gresik • Skimboarding, Sampang • Masjid Ampel dan Masjid Rahmat • Sampah yang Menghasilkan Rupiah • Jamur Champignon, Bromo-Probolinggo • Sape sono’, Makin Digemari • Gunung Kawi, Oleh–oleh Makanan Tradisional dari Lereng Gunung • Kampung Ilmu, Surabaya • Gunung Kawi, Memuja Mengalap Berkah • Ludruk, Yang Kusayang Yang Kunanti • Kebun Teh Wonosari • Cheng Ho, Penyebar Islam dari China • Suramadu, Implikasi Beroperasinya • Suramadu, Mendulang Emas • Suramadu, Menyambung Nadi • Suramadu, Merasakan ‘Nikmatnya’ • Suramadu, Meningkat Geliat Wisata Sumenep • Suramadu, Menanti Mimpi Metropolitan Madura • SURAMADU, Peresmian • Suramadu, Rekomendasi BPP Jatim • Suramadu, Jembatan Pengungkit Ekonomi Jawa Timur • Trimarjono • Prof.

Soetandyo Wignjosoebroto • Mantu Kucing, Kabupaten Malang • Manten Kucing, Tulungagung • Batik Jawa Timur • Batik Mangrove, Surabaya • Pesarean Aer Mata, Sendang Kesedihan Sang Ratu • Puspa Agro, Pasar Agrobis Berkelas Dunia • Padepokan Indrakila, Kabupaten Pasuruan • Klenteng Hong San Kiong • Sunan Ampel • W.R.

Soepratman, Sejarah Perjuangan bentuk perjuangan wage rudolf supratman Ciputra, Waterpark • Ciputra, Waterball • Munjungan, Trenggalek • Candi Kidal: Kisah Pahatan Sarat Pesan Moral • Candi Singosari Lambang Kejayaan Tak Selesai • Candi Singosari, Kabupaten Malang • Puspa Agro, Dilengkapi Kios Baca • Puspa Agro, Melepaskan ‘Kutukan’ kepada Petani • Puspa Agro, Pendobrak Sektor Agrobisnis • Puspa Agro Pertama dan Modern • Puspa Agro, Diminati China • Moroseneng, yang Kian Redup • 11 Jenis Buah Unggulan Jatim, Saingi Luar Negeri • Puspa Agro, Dilengkapi Fasilitas Lelang, Siap Go Internasional • Puspa Agro, Menjadikan Jatim Sebagai Pusat Agrobisnis • Puspa Agro, Pakde Larang Jual Buah Impor • Kampung Jajan, Keputran Panjunan • Kerajinan Tempurung (batok kelapa), Kabupaten Blitar • Okolan, Sambikereb, Surabaya • Keripik Pisang, Lumajang • Makam Agung, Makam Raja-Raja Bangkalan • Puspa Agro Sentra Buah dan Palawija • Puspa Agro, Menuju Pasar Hortikultura Kelas Dunia • Anyaman Pandan, Bawean • Studio Rekaman, Surabaya • Pasar Bunga dan Pasar Burung Bratang, Surabaya • Tayub Jawa Timur • Pisang Agung Semeru dan Pisang Mas Kirana, Lumajang • Mawar, Desa Karangpring, Jember • Lele Phyton, Pamekasan • Kangkung Kosmetik, Kabupaten Mojokerto • Kacang Goreng, Tulungagung • Gerabah Tondowulan, Kabupaten Jombang • Galeri Lukisan • Batik Nilo dari Pacitan • Ayam Arab, Desa Suko, Kabupaten Probolinggo • Pulau Karang Jamuang • Masjid Cheng Hoo, Surabaya (2) • Batik Sumenep • Entas-entas, Upacara Adat Suku Tengger • Legen, Tuban • Wayang Potehi • Candi Singosari, Singosari-Malang • Sumenep, Sejuta Pesona Wisata • Petirtaan Watugede: Singosari, Malang • Makam Giri, Gresik • Kondang Merak, Malang • Keraton Sumenep • Kaliandra, Pasuruan • Aer Mata; Pasarean • Masjid AR-Fachruddin, Unmuh Malang • Sumber Penganten, Jombang • Masjid An-Nur, Pare Kediri • Masjid Tegalsari, Ponorogo • Tlogo Pasir, Legenda Sarangan • Gunung Kelud: Legenda • Kawah Gunung Kelud, Kabupaten Kediri • Sarangan, Menghantar Labuh Sesaji • Masjid Agung, Surabaya • Masjid Agung, Sumenep • Dam Jagir • Kampung Kemasan, Gresik • Mebel Ukir, Karduluk, Sumenep • Suramadu, Wisata Apung • Kakap Gulung Udang Rambutan • Pemandian Tamansuruh, Banyuwangi • Laras Food, Gresik • Bakso Rasa Kakap dan Udang • Ceprotan, Budaya Pacitan • Topeng, Jawa Timur • Teh Hitam Rolas, Lawang-Malang • Soerabaia Post, Gedung Tua • Kendang Jimbe, Blitar • Rawa Bayu, Banyuwangi • Polo Agung, Bondowoso • Kerajinan Kuningan Cindogo • Sop Buntut dan Wedang Jahe Khas Elmi • Kaldu Kikil, Sumenep • Es Dawet Siwalan • Bukit Surowiti • Balai Kota Surabaya • Gedung Rumah Sakit Darmo, Surabaya • Pecel, Madiun • Prol Tape, Jember • Lodo Ayam Panggang, Tulungagung • Tape Bondowoso • Gereja Tua Puh Sarang • Tancak Kembar, Bondowoso • Gunung Raung, Bondowoso • Revitalisasi Ampel • Telaga Ngebel, Ponorogo • Selokambang, Pemandian Alam di Lumajang • Sarangan, Telaga Wisata di Magetan • Bong Ampel • Desa Bandung, Asal-usul Nama Desa Daerah Tulungagung • Kalangbret, Asal-usul Nama Desa Daerah Tulungagung • Candi Lontar, Mengenal Kampung Surabaya • Gununganyar, Mengenal Kampung Surabaya • Mulyorejo, Mengenal Kampung Surabaya • Manukan, Mengenal Kampung Surabaya • Taman Wisata Tawun, Ngawi • Jembatan Petekan, Surabaya • Candi Sangrahan, Tulungagung • Cungkup Kapasan • Cekong Emas, Makam Kyai Mas • Gunung Kawi, Klenteng Eng An Kiong • Pesanggrahan Eyang Djugo • Desa Wisata Tambaksari: Dusun Sumur Ampelsari, Desa Tambaksari, Kec.

Purwodadi, Kab. Pasuruan • Desa 1000 Tahun • Candi Pasetran • Candi Jedong • Perajin Bedug Asal Kemlagi, Mojokerto • Candi Watu Payung, Mojokerto • Begagan Lima, Surga Wisata di kabupaten Mojokerto • Upacara Jalani Dhipuja bentuk perjuangan wage rudolf supratman Sendang Made • Air Terjun Blawan, Pemandian Air Panas dan Pemandian Damar Wulan • Asal mula pembuatan garam di Madura • Nyadar: bentuk perjuangan wage rudolf supratman tradisional Madura • Dolly: Perempuan-perempuan mesin uang yang selalu terhimpit kepedihan • Tacceggan: permainan anak Madura • Tari Reng Majang • Tari Potre Koneng • Kripik Tempe, Khas Trenggalek • Larung Sembonyo • Candi Tegawangi • Candi Belahan atau Petirtaan Sumber Tetek • Sesaji Sri Aji Jayabaya • Kebun Raya Purwodadi: Pasuruan, Jawa Timur • Candi Jawi: Prigen, Pasuruan, Jawa timur • Taman Safari Indonesia II: Prigen, Pasuruan Jawa Timur • Candi Surowono • Air Terjun Irenggolo • Budha Empat Muka (Four Faces Budha) • Remo Boletan • Besutan • Candi Kidal • Prasasti: Kabupaten Kediri • Sesaji Ki Ageng Boto Putih • Tiban: Upacara Tradisi • Legenda Sumber Baru Klinting • Iro Manggolo: Legenda • Legenda Tiban • Legenda Gunung Kelud • Babad Mas Sepuh • Jarak: Kawasan Merah Surabaya • Larung Sesaji Gunung Kelud • Situs Sumbercangkring, Kabupaten Kediri • Watu gajah, Situs Kabupaten Kediri • Situs Calonarang; Kabupaten Kediri • Benda Cagar Budaya, Kabupaten Kediri • Gandrung, Sejarah dan Perkembangannya • Gandrung, Tari Banyuwangi • Anyaman Gintangan, Bertahan dalam Kelesuan • Kesenian, Kabupaten Kediri • Jaranan, Kabupaten Kediri • Ul-Daul • Batik Srianna: Bermodal Kain Mori Tembus Luar Negeri • Sapè Sono’: Asal-usul Kesenian • Aksesoris Jilbab hingga Gelang Kristal • Sape Sono’ • Klenteng Kwan Sing Bio • Makam Ibrahim Asmoro Qondi, Bentuk perjuangan wage rudolf supratman • Makam Sunan Bejagung • Makam Sunan Bonang • Sandal Batik Magetan • Sepatu dan Sandal, Selosari Tetap Ngetren • Tas Anyaman Plastik Ngawi • Kebo-keboan/Keboan, upacara adat Osing • Komantan Soddu’ • Gereja Kepanjen, Surabaya • Peninggalan Sejarah: Kabupaten Bondowoso • Sentono Boto Putih, Pesarean Agung • Masjid Al Falah, Surabaya • Masjid Rahmat/Masjid Kembang Kuning, Surabaya • Bung Tomo, Pejuang Kemerdekaan • Soepeno, Menteri • Kapten Kasihin, Pejuang Kemerdekaan • Cagar Budaya Kabupaten Tulungagung • Masjid Cheng Hoo, Surabaya (1) • Sodoran • Hotel Mojopahit (2) • Museum Daerah Tulungagung • Kisah gerbong maut • Monumen Gerbong Maut • Taman Budaya: Sejarah Singkat • Kentrung Bondowoso • Jamasan Pusaka: Upacara Adat Kabupaten Nganjuk • Cak Durasim • Dr.H.

Soekarwo, Gubernur Jawa Timur • Drs.H.Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur • Tony Koeswoyo, Seniman • Museum Cakraningrat. Kabupaten Bangkalan • Raja-Raja yang Memerintah di Majapahit (1293-1519 M) • Reca THOTHOKKEROT • Asal Mula Ngremo • Kantor Gubernur • Kantor Gubernuran Lama • Hotel Majapahit (1) • Gedung Nasional Indonesia • Telaga Ngebel • SIOLA, White A way • Monumen Bambu Runcing • Gedung Don Bosco • Politik Nusantara Gajah Mada: Persatuan Nusantara di Bawah Panji Majapahit • Situs Tondowongso • Klenteng Makam Mbah Ratu • Gedung Balai Pemuda • Jembatan Merah • Patung Joko Dolog • Monumen Kapal Selam (MONKASEL) • Umar Kayam: Budayawan • Kuweh Dollar Tjap Masin Jajanan Khas Surabaya • Bikang Peneleh • Leo Kristi: pemusik • Syeikh Maulana Malik Ibrahim • Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Taman Arum Magetan • Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Sendang Duwur, Lamongan • Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Agung Sumenep • Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Donopuro Madiun • Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Agung Tuban • Masjid Kuno Jawa Timur: Masjid Sunan Ampel, Surabaya • Provinsi Batik • Sunan Ampel • Soto Lamongan Rajanya Soto • Wingko Babat Si Bulat Pipih yang Manis Gurih • Lily Chadijah Wachid, Politisi PKB yang Adik Kandung Gus Dur : Berjuang demi rakyat Malah Disingkirkan • Kiling, Status Sosial di Using • Sunan Giri • Reog Ponorogo, Seni Tradisional yang Magis • Bingkai Suci dari Losari • Cantiknya Batik Suroboyo • Gedung Negara Grahadi : Dirk Van Hogendorp yang Ingin Kemewahan • Ludruk : Pengertian dan Sejarah Perkembangan • Perjalanan Asmara Pengantin Tebu • Menanti Tradisi Kediri • Menjala Emas di Brondong • Ekspos ODTW Secara Total : Duet JTV-Disparta Jatim • Carok : Harga Diri dalam Keluarga Madura Tradisional • Taman Bungkul Surabaya • Profil Mbah Bungkul : Sifat Kedermawanannya Sawabi Rezeki Melimpah • Pandangan Hidup Sub-Etnik Surabaya • Tebaran Wilayah Keberadaan Sub-Etnik Surabaya • Kibaran Warna warni Selendang Jangan Sembunyi Kartini • Etos Kerja Sub-Etnik Surabaya • Investasi di Waduk Klampis Menguntungkan • Paralayang Mahal, tapi Nikmat • Festival Bulan Purnama Tong Cu Pia • Ranu Lumajang : Eloknya Panorama Segitiga Danau • Malang, Warisan Sejarah dan Kultur • Quiksilver Australia Merajai Plengkung • Yang Khas dari Banyuwangi : Tudung Saji dan Pisau Hias • Menyiapkan Industri Kerajinan Menjadi Objek Wisata • Perajin Gitar Elektrik Kota Mojokerto : Beradu dengan Buatan Pabrik Tetap Eksis di Tengah Hantaman Krisis • Batik Tuban • Batik Madura • Batik Ponorogo • Batik Pasuruan • Batik Surabaya • Batik Sidoarjo • Batik Mojokerto • Museum NU • Museum dan Pusat Kajian Etnografi • Museum WR Soepratman • Museum Tugu Pahlawan • Museum Loka Jala Srana • Museum Kesehatan • Museum Seni Rupa • Museum House of Sampoerna • Turangga Yaksa: Menghentak Nggalek • Mbah Bungkul Surabaya: Pembuat Pusaka Majapahit • Batik Khas Probolinggo • Labas Samya, Tari Baru Suroboyoan • Jatim Punya Griya Wisata Pusat Batik • Jaran Kencak Probolinggo: Bertahan dalam Kebersamaan Kolaborasi • Cinderamata Ukir Kayu : Etnik Nusantara Made In Lamongan • Kerapan Sapi: Bertahap Hentikan Bentuk perjuangan wage rudolf supratman dan Penyiksaan • Kerapan Sapi, Budaya Nenek Moyang • Karapan Sapi Tingkat Nasional: Pasangan Sapi “Jet Metik” Raih Trofi Presiden RI • Meriah, Penyelenggaraan Lomba Kerapan Sapi • Wayang Timplong: Tradisi yang Terbenam dalam Gemerlapnya Hiburan Modern, Dalangnya Hanya Lima Orang di Seluruh Dunia • Kerajinan Kerang Pantai Prigi: Memburu Kreasi, Dihimpit Pemasaran • Tari Seblang, Banyuwangi : Menari Bersama Roh Halus • Kekumuhan Kenjeran: Imbas Pariwisata • Investasi di Taman Nasional Prospektif • Ngojek ke Puncak Kelud • Bathara Kathong Membumikan Reog • Bejijong: Desa Wisata Cor Logam • Batik Gajah Uling: Siap Bersaing dengan Batik Lain • Ah, Sayang: Candi-candi Sidoarjo • Banyuwangi Lahan Subur Investasi • Poh sarang obyek wisata paskah • Sendang Made • Sedekah Bumi, Tembelang • Sandur Manduro • GENUK WATU • Wayang Topeng Jatiduwur • Semarak lebaran di Sengkaling • Selamatkan Lingkungan Hidup Jawa timur : Mulai Dari Rehabilitasi Hutan • Telasan Topak di Madura : Lebih Meriah dari Idul Fitri • Mendesak, Upaya Konservasi Hutan Mangrove : di Surabaya jadi obyek wisata baru • Malangnya Wisata Malang • Batik Gedog Tuban • Jembatan Suramadu : Jiwai Semangat Cheng Hoo, Mendorong Keharmonisan Masyarakat • Festival Cak Durasim Bangkitkan Wisata Pertunjukan Budaya • Mencari Makna Gajah Uling, Salah Satu Motif Batik Produk Unggulan Kabupaten Dati II Banyuwangi • Menelusuri Jejak Pahlawan di Nganjuk • Napak Tilas Peristiwa 10 Nopember • Wisata Suramadu : Membuai Saujana • Community – based Tourism : Isu Strategis Pembangunan Pariwisata • Surabaya Peduli : di Mangrove Pamurbaya • Ramai lalu lalang kendaraan di poros selatan Kota Surabaya, menjadi asri kala pandangan jatuh Ke Taman Pelangi.

• Lelang Bandeng di Sidoarjo • Sensasi Muda Arena Ketabang • Suramadu : Jembatan Terpanjang di Indonesia • Liang-liong Kya-kya di Kembang Jepun • BUS Sungai SUSIGER : Terobosan Inovatif • Komuter : Berwisata Murah Meriah • TAHUN KUNJUNGAN MUSEUM • Panen Raya di Made • Taman Wisata Selorejo : Naik Perahu, Petik Jambu dan Makan Ikan • melintas Kota Tua ……. • Legitnya Nagasari: Kampung Plemahan • Harta Karun: yang Tersembunyi • Ah, Madura: Sayang Susah Warung • Tips Mengikuti Kasada • Tengger Tegar dalam Diam • Kawah Ijen: Sensasinya, Bagai Negeri di Atas Awan • Flaminggo :Imigran Tanpa Paspor, di Segara Anakan • Yadnya Kasada 2003 : Reformasi di Dunia Pari Wisata • Berkah Ritual Rambut Monte • Wanawisata Kakek Bodo: Keindahan Area Makam di Hutan Terawat • Khidmat Ampel Ramadhan • Museum Brawijaya • Grand Desain Madura Pasca Suramadu • Festival Kalimas, Ajang Kreativitas Kaum Muda Surabaya • Meraup Rezeki: dari Kerajinan Enceng Gondok • Bromo Gunung Suci Suku Tengger • Batik Sidoarjo • Pameran batik : Mencari yang Khas Jawa Timur • Kiprah Batik Jatim : di Jogjakarta • Pameran Batik Khas Jatim : untuk Gebrak Masyarakat • Ayam Bekisar dan Bunga Teratai, Motif Batik Khas Jawa Timur • Batik Menyebar di Seluruh Jawa Timur • Batik Jawa Timur • Roti Maryam dan Gule Merah, Wah!

• Batik gedog, batik unik dari tuban • Batik Jetis, Batik Tulis Khas Sidoarjo • Kuningan Sanan Kidul :Tembus Eropa • Semanggi yang, Tak Ada Matinya • Kerajinan Bambu Trenggalek, Khas Sukatno • Nasib aset wisata Surabaya: berkesan terabaikan • House of Sampoerna • NYEPI di Kampung Madura • Sentra Andalan yang Seperti Disiakan • Menandai Madiun dari Brem Desa Kaliabu • ber “KYA-KYA” di Kembang Jepun Surabaya • Wisata Sejarah Surabaya • Kebun Binatang Surabaya, Paru-paru Kota yang Butuh Kepedulian • Upacara Undhuh-Undhuh di Mojowarno, Jombang • Pokok-pokok pikiran yang mendasari penetapan Tanggal 18 Desember 1771 sebagai Hari Jadi Banyuwangi • Puji-Pujian Banyuwangen • Sejengkal Pantai Banyuwangi Dipertahankan dengan Darah dan Nyawa oleh Pasukan ALRI 0032 • Ceritera Menakjinggo-Damarwulan Ternyata Bertentangan dengan Fakta Sejarah Blambangan • Sekilas Perang Puputan Bayu, Kabupaten Banyuwangi • Kota Banyuwangi di Jaman Regentschap • Upacara Siraman Gong Kyai Pradah • Album Peralatan Tradisional Jawa Timur • Tentang Pusaka Jawatimuran • Monumen Tugu Pahlawan di Surabaya • – • Tim Pusaka Jawatimuran • Jumlah artikel Jumlah artikel • Online • Perpustakaan Prov Jatim • Pusat JDIH Prov Jatim • KPPOD • Perpustakaan Bung Karno • Disbudpar Prov Jatim • EastJava.com • Bakorwil I Madiun • Bakorwil II Bojonegoro • Bakorwil III Malang • Bakorwil IV Pamekasan • Wisataholiday.com • Blitarian.com • D'Travellers: • Bedug "Langgeng" Mojokerto • Seni dan budaya Banyuwangi • Lontar Madura • Wisata Lumajang • Dispobpar Kota Probolinggo • Kediri Raya • MAFA • • meta • Daftar • Masuk • Feed entri • Feed Komentar • WordPress.com • Komentar Tahir hamma pada Shuttlecock, Kabupaten Nganjuk… Tahir hamma pada Shuttlecock, Kabupaten Nganjuk… Nur Chozin pada Pondok Pesantren Ash-Shomadiya… Hidrochin Sabarudin pada Batik Madura ISTI pada Istilah Kekerabatan Masyarakat… putut sayoga pada Babad Magetan yanto moker pada Asal Usul Desa Manduro, Kabupa… Sumari pada Wingko Babat Si Bulat Pipih ya… Agus Bentuk perjuangan wage rudolf supratman pada Sarip Tambak Oso, Kabupaten… Sarwo Edi pada Bentuk perjuangan wage rudolf supratman Pangeran Purboyo, Kabupa…TRIBUNNEWS.COM - Sejarah mencatat, bahwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran seniman ikut andil di dalamnya.

Salah satunya adalah komponis Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya. Lewat bahasa musik yang ia tuangkan dalam lagu Indonesia Raya, WR Supratman menunjukkan kepada kita semua akan arti kemerdekaan, akan arti kecintaan dan pengorbanan kepada tanah air, serta akan arti persatuan dan kesatuan. Begitupun setiapkali memperingati Hari Sumpah Pemuda – 28 Oktober, kita diingatkan kembali pada kenangan peristiwa bersejarah Konggres Pemuda Indonesia II, 28 Oktober 1928, yang melahirkan Sumpah Pemuda; bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu – Indonesia.

Momentum historis lainnya tak kalah pentingnya terlahir dari peristiwa tersebut yaitu lahirnya lagu Indonesia Raya, untuk kali pertama diperdengarkan dihadapan publik peserta konggres oleh WR Supratman yang dimainkan secara instrumentalis hanya dengan gesekan biola.

bentuk perjuangan wage rudolf supratman

Keikutsertaan WR Supratman di ajang konggres pemuda ini adalah satu-satunya perserta yang hadir bukan dari kalangan tokoh pergerakan, ia mewakili dirinya atas nama sebagai seorang seniman musik, seorang komponis.

Kalau perserta konggres yang didaulat maju semuanya tampil bicara menyampaikan pidato politiknya, tidak halnya dengan WR Supratman. Ia memilih berpidato versi gayanya sendiri mewakili kapasitas pribadinya sebagai seorang seniman musik yaitu melantunkan lagu Indonesia Raya dengan gesekan biolanya. Siapa sangka, hanya dengan gesekan biola ternyata resonansi nada-nada; ‘ Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya ’bagai magnet yang memancarkan semangat kebangsaan peserta konggres.

Baru pada saat pembubaran panitia Konggres Pemuda Indonesia kedua, Desember 1928, lagu Indonesia Raya dinyanyikan secara koor diiringi biola.

Lagu ini kembali dikumandangkan di pembukaan Konggres Partai Nasional Indonesia (PNI) kedua, 18 – 20 Desember 1929, sekaligus Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan bangsa Indonesia. Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, lagu Indonesia Rayatelah dinyatakan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Siapa sangka Indonesia Raya yang saat itu dimainkan hanya dengan instrumentalis gesekan biola tanpa disertai lirik bentuk perjuangan wage rudolf supratman vokal, resonansi nada-nada lagu tersebut mampu menggetar jiwa dan membangkitkan semangat rasa kebangsaan.

Bahkan bisa jadi saat itu sang komponis tidak membayangkan bahwa lagu ciptaannya, Indonesia Raya di kemudian hari menjadi lagu kebangsaan, lagu pemersatu bangsa Indonesia. Disini mencatat bahwa sejarah perjuangan bangsa ini juga tidak bisa dilepaskan dari peran seniman musik yang telah ikut andil menyumbangkan karya-karyanya yang dipersembahkan sebagai ungkapan rasa kebangsaan, kecintaan kepada tanah air.

Spirit ini yang harus kita jaga hingga kini, dan kapanpun. Kehadiran musik memberi peran dan pengaruh cukup kuat dalam kehidupan manusia, masyarakat dan bangsa. Bahkan musik berfungsi sebagai medium yang bisa menjadi media perjuangan. Musik sebagai ekspresi jiwa, menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang kesadaran penciptanya akan nilai-nilai kehidupan dan realitas sosial kondisi masyarakatnya.

Sebagaimana dicontohkan lagu Indonesia Raya yang mampu membangkitkan semangat dan membangun kesadaran rakyat Indonesia bahwa di depan kita ada bangsa, ada negara, dan ada kedaulatan yang harus direbut, digenggam dan dipertahankan. Lagu, pada dasarnya tak ubahnya seperti bahasa, suatu artikulasi bunyi yang bermakna lebih dari sekadar instrumentasi bunyi yang didalamnya bisa mengungkapkan pesan-pesan, gagasan-gagasan, harapan-harapan, atau penyataan sikap, sebagaimana terartikulasikan dalam lirik lagu tersebut.

Disini menunjukkan kepada kita bahwa musik memiliki peran cukup penting di tengah kehidupan, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Justru disini bentuk perjuangan wage rudolf supratman kini jadi pertanyaan, masih relevankah spirit ‘Indonesia Raya’ yang terlahir dari peristiwa kebudayaan Sumpah Pemuda untuk saat ini? Lalu, sebegitu pentingkah peran musik terutama dalam memainkan fungsi dan perannya di tengah kehidupan sebagai bagian dari gerak kebudayaan?

Lalu, adakah komitmen seniman musiknya itu sendiri menyikapi persoalan ini? Semoga momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011, sebagai “Hari Musik Indonesia” yang akan menjadi kebangkitan semangat dan kesadaran baru bagi musisi muda akan arti benang merah ‘WR Supratman, Sumpah Pemuda, dan Indonesia Raya’, dalam menyikapi keberadaannya.

Atau malah pilih tetap pasrah terbuai oleh alunan menye-menye gaya Malaysia, hip hip hura-huranya Smash dan ala Korea, atau Salah Alamat-nya Ayu Ting Ting sebagai fenomena yang kini menggejala dalam budaya musik pop Indonesia saat ini?

Kisah Pahlawan Indonesia : Wage Rudolf Supratman dan Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia




2022 www.videocon.com