Cerita cerpen persahabatan

cerita cerpen persahabatan

Bagiku sahabat adalah seseorang yang dapat menghiburku, seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, karena sahabatlah orang yang selalu ada untukku. Aku memiliki banyak teman, hampir semua orang di kelasku, ingin berteman denganku, sayangnya mereka hanya memanfaatkan kepintaran dan kebaikanku, mereka berteman denganku untuk membantu mereka mengerjakan PR.

Tetapi aku cukup beruntung karena masih memiliki 2 orang sahabat yaitu, Serlina dan Jean. "Gwen, aku boleh cerita cerpen persahabatan bukumu yang ensiklopedia tentang hewan?" tanya Jean, "Tentu," jawabku sambil mengeluarkan buku ensiklopedia yang berat dari dalam tasku.

Saat ini adalah waktu istirahat, Jean dan Serlina duduk dan makan bersama aku. "Kukembalikan 5 hari lagi, ya, hari Jumat," kata Jean "Iya, hari apa aja boleh asal jangan rusak, ya," kataku "Iyaa," jawab Jean, "Gwen, kamu mendapat buku itu dari mana?" tanya Serlina "Oh, aku mendapat dari ayahku, sebenarnya buku itu sudah agak lama," jelasku "Ooohh…," seru Serlina.

Sudah 1 minggu berlalu sejak Jean meminjam buku milikku. "Gwen, bukunya kukembalikan waktu istirahat, ya," kata Jean, aku hanya mengangguk mengiyakan. "Jean, temani aku ke ruang guru sebentar, ya!" seruku saat istirahat, "Bagaimana dengan Serlina?" tanyanya "Dia lagi mengerjakan tugas yang belum selesai," jelasku, "Oh, cerita cerpen persahabatan kata Jean. Kami segera berjalan menuju ruang guru.

"Ah…," seru Jean, "Ada apa?" tanyaku dan Serlina, "Bukumu hilang, Gwen!" seru Jean panik, "Kita cari sama-sama, yuk!" ajakku, "Ok," seru Jean dan Serlina. Tiba-tiba datanglah Jessica, "Serlina mungkin ada di dalam tas kamu, atau di dalam tas kamu Gwen," kata Jessica, aku segera mengecek tasku, tidak ada. "Ahh…, bukunya ada di dalam tasku," kata Serlina, "Kamu mengambilnya?" tanya Jean, aku hanya diam terpaku tidak mungkin sahabat yang sangat kupercayai mencuri buku milikku, "Tidak, aku tidak mencurinya, buku ini tiba-tiba ada di dalam tasku," seru Serlina, "Bohong, buktinya sudah cukup bukan, sudah jelas ada buku itu di dalam tas milikmu, tidak mungkin tiba-tiba muncul secara sendirinya," seru Jessica, "Kamu benar mencurinya?" tanyaku masih tidak percaya, Serlina menggeleng, aku sebenarnya berpikir tidak cerita cerpen persahabatan Serlina sahabatku tega melakukannya, "Gwen, sahabat pun dapat berkhianat, apalagi sahabat terdekat, masa kamu masih tidak percaya, sudah ada bukti nyatanya," seru Jessica.

Sejak saat itu, aku dan Jean menjauh dari Serlina, akhirnya ia dijauhi oleh teman-teman yang lain. Suatu hari, ketika aku berjalan melewati ruang ganti putri, aku mendengar Jessica sedang berbicara dengan sahabatnya, Queency. "Sebenarnya, Queen, kalau buku itu yang mecurinya adalah Vera, aku yang memintanya untuk mengambil dan menaruh buku itu di dalam tas Serlina, aku hanya ingin membalas dendam, pada kejadian waktu itu," jelas Jessica "Jadi, bukan dia?" tanya Queency, "Bukan, tapi janji jangan beritahu siapa-siapa, ya!" pinta Jessica, "Balas dendam, kenapa?" tanya Queency, "Yah, waktu TK, dia pernah melaporkan pada guru kalau aku mendorong temanku," jelas Jessica, "Biarlah dia sekarang merasakannya," lanjut Jessica.

BRAK…, kubuka pintu ruang ganti, "Jadi, kamu menfitnah Serlina?" tanyaku pada Jessica "G…Gwenn…," seru Jessica kaget, "Aku tidak akan melapokannya pada guru, tetapi kau harus, meminta maaf pada Serlina, dan menjelaskannya pada teman-teman yang lain," seruku kesal, "Ba…ba…iklah, tapi kau harus janji kalau tidak akan memberitahu kepada guru!" seru Jessica, "Janji," janjiku. Sejak saat itu, Serlina kembali diterima oleh teman-temanku, semua teman meminta maaf atas kejadian itu, termasuk Jessica, aku dan Jean karena telah menyalahkannya.

Setelah kejadian itu, aku, Serlina dan Jean kembali bersahabat, dan ditambah Jessica dan Queency, "Aku ingin memberikan ini," kata Jessica sebagai permintaan maaf, ia memberikan sebuah gelang bertuliskan BFF. Dalam hati aku berjanji tidak akan asal menuduh sembarangan.

Ada seorang anak bernama Fitri, dia merupakan murid kelas 6 SD yang sangat pintar dan baik hati. Di sekolah sangat banyak teman yang menyukainya karena sikapnya tersebut.

Tidak jarang, semua ingin berteman dengan Fitri. Ada lagi anak perempuan bernama Ita, ia berbanding terbalik dengan Fitri. Ia pintar namun sangat sombong.

cerita cerpen persahabatan

Temannya hanya dua yaitu Lisa dan Lily, gadis kembar di sekolahnya. Suatu hari, Ibu guru mengumumkan bahwa akan ada perlombaan membaca pidato dua minggu lagi. Bu Yati selaku wali kelas 6 membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut seleksi. Fitri dan Ita jelas ikut berpartisipasi. Setiap hari mereka selalu latihan membaca pidato agar lolos seleksi. Sampai hari penyeleksian tiba, keduanya memberikan tampilan yang memukau lalu dinyatakan lolos. Saat hari perlombaan tiba, Ita terus saja membanggakan dirinya, menyatakan bahwa pasti ia akan juara.

Sebab sebelumnya dia juga pernah menjadi juara waktu kelas 5 SD di lomba pidato. Berbeda dengan Fitri, ia tidak henti-hentinya berdoa dan berlatih, mencoba menghafal kembali teks pidato.

Ita pun dipanggil lebih dulu, sang juara kelas 5 SD kini mendadak lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

Setelah itu, Fitri maju dan memberikan penampilan yang sangat bagus. Semua juri kagum termasuk Bu Yati yang saat itu datang untuk menemani mereka lomba. Pengumuman pun tiba, Fitri keluar menjadi cerita cerpen persahabatan 1 sedangkan Ita harus menahan air matanya karena dia tidak menang sama sekali. Cerpen pendidikan ini mengajarkan kita bahwa harus menjadi orang yang cerita cerpen persahabatan hati dan jangan sombong.

Tiba-tiba Hana berkata, “ Dara, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun di dunia ini yang terlahir sia-sia. Mungkin kita tidak bisa berdiri tegak layaknya manusia lain. Tapi, kita masih punya hak untuk merasakan bahagia. Cobalah untuk menerima dirimu sendiri, Dara.” Lalu, gadis itu berpamitan pada Dara. Cerpen Persahabatan – Sahabat adalah seseorang yang sangat bermakna dalam kehidupan karena hubungan persahabatan yang tentunya menggambarkan eksistensi kita sebagai mahluk sosial.

Indahnya persahabatan paling cocok di apresasikan dalam berbagai karya sastra seperti cerita pendek maupun syair dan puisi. Berikut ini beberapa cerpen persahabatan yang bisa dibaca untuk meresapi makna persahabatan dalam kehidupan kita.

Silahkan disimak ya! Daftar Isi • Kumpulan Cerpen Persahabatan pilihan • Cerpen Persahabatan – Penyair dan Musisi • Cerpen Persahabatan – Terlambat • Cerpen Persahabatan – Galau Dan Akhirnya • Cerpen Persahabatan – Menunggu Mentari Bersinar • Cerpen Persahabatan – Semalam Meniti Bromo • Cerpen Persahabatan – Persahabatan Sejati • Cerpen Persahabatan – Sahabat Untuk Seterusnya • Cerpen Persahabatan – Biarkan Kita Menjadi Cerita • Cerpen Persahabatan – Sorot Pelangi • Cerpen Persahabatan – My Life Without Sound Kumpulan Cerpen Persahabatan pilihan Cerpen Persahabatan – Penyair dan Musisi Ga banyak yang bisa gua lakuin di sini….

Semua terasa ga berguna bagi gua, hmm apalagi gua, terasa sangat ga berguna buat semua. Hidup gua terasa sangat hampa, “monoton” kalo kata temen gue bilang. Well, malem ini… Kaya malem-malem sebelumnya, semenjak gua belajar megang gitar, gua selalu ngebayangin kalo gua bisa mainin ni gitar di depan temen-temen deket gua, cewe-cewe d kelas gua, temen-temen satu sekolah yang kenal ataupun belum mengenal gua, ampe semua orang di luar sana yang sama sekali belum pernah ngeliat gua… Dan khusus cerita cerpen persahabatan satu itu, kenalin.

Nama gua. Dega a.k.a. D_GhooL. Kenapa? Aneh? Heh. ga usah sambil monyong gitu bacanya. Sini gua jelasin. Kalo ditranskripsi secara fonetis, {dghool} menjadi [d?gul] bukan [d?gol]. Jadi, bacanya pake fonem /u/ bukan /o/. Jadi lo lo semua cerita cerpen persahabatan perlu sampe monyong kaya manggil bemo, ngerti.?! Nah kembali ke topik. Seperti yang udah gua bilang tadi, bahwasanya setiap malam gua selalu ngebayangin jadi rockstar.

Yea yea yea. Kenapa gua bilang tiap malem.? Ya karena ampe malem ini gua belum bisa ngerasain, apalagi bener-bener menjadi seorang bintang rock. Hmm Eits, tunggu.

Gua ini cuma salah satu dari berjuta pemimpi di dunia ini. Dan di daerah tempat gua tinggal, ngejoglog segelintir orang kaya gua, segelintir pemimpi. Kenapa gua bilang gitu? Karena ga dikit di tempat gua ini yang idupnya ga lebih beruntung dari gua.

Dan kalo gua potong lagi segelintir pemimpi di tempat gua tadi menjadi sekelompok pemimpi, itulah kelompak gua. Selain gua, adalah temen deket gua, Ave. Ga jauh berbeda dengan gua, malah lebih parah kali.

Karena dia adalah salah satu orang yang bikin gua mempertahankan mimpi gua dan merupakan pengaruh terbesar dalam kelompok gua ini. Kenapa bisa gitu?? Gua juga ga ngerti, tapi yang gua tahu dia punya mimpi yang tinggi yang dia digantungin di atas langit. Yea. mungkin karena mimpinya yang lebih tinggi dari puncak himalaya itu kali ya, yang ngebuat dia jadi kaya gitu. Tapi ada benernya juga sih yang dipikirin sama dia, intinya adalah memperjuangkan apa yang jadi harapan kita, Mungkin agak sedikit gila kali ya.

kenapa, karna bermimpi menjadi Rockstar yang sukses, sementara kita berada di dalam kenyataan yang bisa dibilang bertolak belakang, it’s really difficult to accepted. tapi gue gak bisa nyangkal bahwa semua mimpi cerita cerpen persahabatan selalu ada di ruang yang berbeda di dalam diri Gue.

Di ruangan khusus yang udah di kunci rapet-rapet dimana ga ada seorang pun atau hal apapun yang bisa ngeganggu.—Hati. Dan gua yakin suatu saat gua bisa nemuin kunci itu dan ngebuka ruang di hati gua itu untuk ngedapetin apa yang ada di dalemnya. ya. mimpi gua. Gue cerita cerpen persahabatan setiap perjuangan pasti akan ada kendalanya, dan takterkecuali dengan perjuangan Gue. Yaitu, memperjuangkan mimpi gue agar gue dapat meraihnya kelak. Kalo kata peribahasa sih. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Hmmmm dari sejak gua sekolah dasar kali gua denger tu peribahasa, tapi baru belakangan ini gua ngerasain bener-bener makna yang ada di dalamnya. Kemana aja gua ya.? Mungkin mimpi inilah jalan kedewasaan gua ya. sekarang gua bener-bener ngerti kalo semua ini sangat berarti buat gua. Jengjengjeng. Tibalah gua di sini. Di mana gua bisa mencapai mimpi-mimpi dan cita-cita gua. I don’t know, but. yea setidaknya dalam bayangan dan imaji gua, di sinilah tempat yang paling bisa buat gua jadiin pelarian.

Hmm pelarian yaa – -“. Mungkin kata yang kurang pas, tapi tetap aja sekilas gua terpikir seperti itu. Lari dari orang-orang yang ga peduli ma gua, orang-orang yang ga percaya ma gua, orang-orang yang ga suka ma gua, dan yang paling penting orang-orang yang benci ma gua dan yang gua benci tentunya. *** Saat ini gua tengah belajar di salah satu perguruan tinggi yang lumayan terkenal yang berada di kota kembang.

Suka ngga suka sih sebenernya. Gua ngerasa salah jurusan. mahasiswa mana yang ngga boring sampe ubun-ubun kepala kalo ngerasa dirinya salah jurusan? Harus belajar bertahun-tahun mempelajari ilmu yang dia tidak minati. Tinggal bertahun-tahun di kota lain untuk mempelajari ilmu yang tidak diminati dan yang paling ngga banget adalah ngabis-ngabisin duit ortu dan ngabisin waktu.

aaaah ironisss! Oke, jalan satu-satunya yang emang paling masuk akal adalah belajar mencintai ilmu tersebut. Sama seperti jatuh cinta kepada sesama manusia. Mungkin kepada ilmu yang gua pelajari ini gua ngga ditakdirkan untuk jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mungkin setelah beberapa bulan atau beberapa semester karena sering ketemu dan bertatap mata dengan halaman demi halaman buku-buku kuliah dan dosen-dosen yang Mpunya ilmu tersebut, gua bisa jatuh cinta. “Woy! Bengong aja lo.” “Eeeeee ee eeeh. sialan lu. jatoh kan kertas gue!” “Hahaha hampura atuh kangmas.” “Aah dasar medok lu.

Jawa ya jawa aja. ga usah ngimpi jadi sinden kembang boled segala lu.” “Kembang mboled? Apaan? Kembang ndesa sih gue tau Gul.” “Bhahaha.

Jawir. jawir. Udah hampir setahun di Bandung masih medok aja lu. Cari cewe pribumi sono! Minta diajarin bahasa sunda.” “Emm bener juga kamu yah. Udah pertengahan semester 2 gini. Aku belum bisa ngobrol pake bahasa sunda.” “Tapi udahlah. lama-lama juga bisa ko. Gua juga bisa ngomong sunda karena emang udah biasa dari kecil.” “Oh. Eh ngomong-ngomong tu kertas apaan Gul?” “Apa? Ini? Ini poster Ten.” “Poster apaan?” “Festival.” “Festival apaan?” “Band.” “Band apaan?” “Band.

Alaah banyak nanya lu!” “Hehehe. Ko pake pusing segala sih?” “Hmmmmmm.” “Bro?” “…….” “Ahh. cerita dong sama gue. kaya habis ngehamilin anak orang aja lu pake rahasia-rahasiaan segala.” “Sialan lu. hmmmm. oke. Ten, lu tau kan minggu depan ada ulangannya Pak Bas?” “Minggu depan?” “Tanggal 16!” “Oh iyah. memangnya kenapa?” “Nah. lu juga tau kan kalo penilaian Pak Baskoro itu paling gede dan paling nentuin adalah di ulangan ahirnya?” “Iyah iyah.

terus kenapa?” “hhhh. ni poster. festival band. tanggal 16. Lu ngerti kan?” “Lu mau ikutan? “Banget.” “Terus ulangan lu gimana?” “Itu dia yang bikin gua pusing Ten.” *** Hidup memang selalu begitu. Selalu ada pilihan. Karena memang kita bertahan hidup itu juga adalah sebuah pilihan yang kita ambil.

Bisa saja kita memilih tidak hidup. Bisa saja kita mengahiri hidup. Itu adalah pilihan. Hidup atau mati. Memang sudah ada takdir kita yang berjajar di depan. Tapi, manusia tetap masih memiliki kebebasan untuk memilih. Yang bisa dilakukan jika dihadapkan pada dua pilihan adalah mengandalkan intuisi. Mempertimbangkan pilihan manakah yang paling bisa mendatangkan keuntungan. Di sini, detik ini. Gua cerita cerpen persahabatan ada dalam situasi tersebut.

Kedua pilihan itu memang memiliki tujuan berbeda. Tapi sama pentingnya. Festival itu mimpi gue. gue harus ikut! Tapi. gimana ulangannya? gimana nilai gue? gimana ortu gue? aah. 16 Agustus. “Dega? Kamu sakit?” Tanya Baskoro. “Mmm. ehh. tidak pak.” “Knapa muka kamu ditekuk seperti itu? Ini soal dan lembar jawabannya. Kerjakan dengan baik.” “Iyah terima kasih pak.” Gua langsung duduk di kursi paling belakang. Gila, ni soal ulangan bahasa indonesia ko tiba-tiba tulisannya jadi kaya huruf arab begini?

Aahhh. Harusnya gua sekarang lagi megang lirik sama kord lagu, bukannya soal sama lembar jawaban. harusnya gua sekarang cerita cerpen persahabatan megang gitar sama mic, bukannya pulpen sama tip-x. Degggggg! Tiba-tiba gua keinget seseorang. Ada bayangan. Ibu. Sedetik napas gua sesak. Gua langsung keinget sama pesannya sebelum gua kuliah dulu. “ A. sing getol kuliahna nya a. Keun bae, wios ulah mikiran biaya na. Keun weh ku si bapak sareng mamah. Aa mah diajar weh nu getol.

cerita cerpen persahabatan

Sing jadi conto pikeun si neng.”1 Hhhhhhh. Sejenak gua tertunduk. Huruf-huruf arab yang ada di soal gue perlahan bertransformasi menjadi huruf alfabet bahasa indonesia. Otak gua mulai jalan. Nah, sekaranglah saatnya. Nyontek!. Ampun dehh! Kirain beneran mau mikir lo Gul! Di kelas. Matakuliah Morfologi. Kursi ini udah kaya ada lemnya. Dari tadi sambil nunggu dosen pantat gua ga ngangkat satu centipun dari dari ni kursi. Gila. masih kepikiran aja gua sama festival.

Gua ngiler setengah mampus ngebayangin gua naik panggung. Gua denger tepuk tangan penonton. Lampu spotlight nyenterin gua. Ada angin yang niup-niup rambut gua. terus—…” “Perhatian!” Anjrit. siapa tuh?! Deni, ketua kelas gua tiba-tiba ngomong di depan. Sialan lu Den. gua lagi ngehayal maen bangunin aja! “Kawan-kawan mohon perhatiannya sebentar.” Mahasiswa-mahasiswa di kelas itu langsung menaruh perhatian. “Hari ini ada mahasiswa baru pindahan dari Jakarta.

Dia masuk kelas kita. Gua juga ga ngerti sih kenapa bisa diizinin, padahal udah deket sama cerita cerpen persahabatan semester. Tapi ya secara otomatis, dia sekarang resmi terdaftar sebagai cerita cerpen persahabatan kelas kita.” Beberapa mahasiswa mengamati rekan baru mereka tersebut dari ujung rambut sampe ujung kaki. Tapi lebih banyak yang tidak mempedulikan. Dan gue. Gue masih sibuk ngehayal, oke?! Gue lagi bawain cerita cerpen persahabatan Escape The Fate – Gorgeous Nightmare.

“Is it the way that you talk That’s causing me to freak? Is it the way that you laugh That’s making my heart beat? Is it the way that you kiss? It’s gotta be the way that you taste, you taste, you taste, you taste You’re such a gorgeous nightmare Old habits never seem to go away You make me feel brand new yeah We resurrect it’s like I’ve come back to life I feel so alive I feel so—……” “Oh ya kawan-kawan.” Aaa. anjrit!

Hhh ni orang ga boleh liat gua seneng dikit apa?!! “Tadi saya mendapat pesan dari Pak Bagus, kita disuruh melanjutkan sendiri diskusi kelompok kita yang minggu lalu.

Hari ini beliau berhalangan hadir. Terima kasih.” Ajritlah tuh dosen. tau gini gua langsung cabut ke tempat festival dari habis ulangan. Sekarang kan hampir selesai kali tu acara. aaaahhhh! “Sorry.” tiba-tiba mahasiswa baru yang dikenalin tadi ngedatengin terus nyapa gue. “Apa?” Cerita cerpen persahabatan gue datar karena masih kesel dan ga mau diganggu.

“Gue Yogi, nama lu siapa?” “Dega.” “Sorry kayaknya gue ganggu nih” Mendengar kalimat tersebut gue langsung tersadar cerita cerpen persahabatan gue udah bersikap kasar sama mahasiswa baru di depan gue ini. “Ehh. Nyantai aja bro. Cuma ya gitulah, biasa.

ada masalah dikit” Kata gua sambil melempar sedikit senyum. “Oh, kirain. hehe.” Dari tampangnya kayaknya anak baik-baik nih. “Masalah apa sih kalo boleh tau? Masalah diskusi kelompok yang tadi diumumin yah?” “Hahaha.

boro-boro. Ga penting.” “Loh. setau gue tugas dari dosen itu selalu penting buat mahasiswa.” “Iya, itu buat lo. mahasiswa yang emang bener-bener mahasiswa.” “Maksudnya? Lo juga mahasiswa kan? Lo kuliah di sini kan?” “Iya. maksud gua, penting buat mahasiswa yang emang bener-bener udah pada tempatnya. Udah duduk di bus tujuan mereka masing-masing yang memang mereka inginkan.” “Maksudnya?” “Gue ga niat kuliah di sini.” “Ga suka sama universitasnya?” “Bukan. Jurusannya.” “Ohh. I see. Kalo lu ga suka sama jurusan bahasa dan sastra indonesia, terus lu sebenernya sukanya apa?” “Gue lebih seneng musik.” “Terus kenapa lu masuk sini?

Orang tua?” “Iya bro. biasalah.” “Lu suka musik?” “Gitu deh.” “Suka bikin lagu?” “Suka” “Puisi?” “Emmm. lumayan.” “Gue heran. Kenapa lo ngerasa salah jurusan?” “Gue kan udah bilang, kalo gue lebih seneng musik.” “Iya. Terus kenapa? Is there something terrible? Lu suka bikin puisi, bikin lirik lagu, bikin musiknya. Itu sama sekali tidak bertolak belakang man.” “Maksud lo?” “Come on. Sastra bahasa indonesia dan musik itu sama-sama seni.

Bisa saling mendukung man. Sebuah lagu itu, kekuatannya bukan hanya pada musik, tapi juga pada maknanya bro. Dan di situlah kemampuan sastra seorang musisi dapat dinilai. Alat musik ibarat pena. Lirik itu ibarat puisi. Dan musisi ibarat penyair. Inget itu bro.” Tiba-tiba ada suatu kehangatan menyundut dada gua setelah mendengarkan kata-kata dari orang yang baru gua kenal ini.

“Iya sih, lu bener bro. Kayanya lu juga tau banyak tentang musik yah?” “Gitu deh. bokap gua kan produser rekaman gitu. Ya sengaja atau ga sengaja, gue tau dikit-dikit tentang musik.” “Wow” “Kenapa?” “Engga.” “Eh lu mau ga ketemu sama bokap gue?

Pasti kalian nyambung. Dan…. siapa tau lu bisa diorbitin sama dia. hehe.” “Ah bisa aja loh haha.” “Mau ga?” “Eh iya mau mau, mau banget.

cerita cerpen persahabatan

Oops. hehehehe.” Lu tau bro? Besoknya gua langsung ketemu sama bokapnya Yogi. Setelah satu minggu gua ngobrol sambil pedekate. hehe, Pak Santo nyuruh gua bikin demo lagu. Jeng jengg. Rasanya kaya ketiban duren mengkel tau ga lo hahaha. Langsung deh gue calling temen gue, Ave.

Buat bantuin bikin sekaligus ngaransemen lagu. Nah, lagu itu yang dibikin demo dan gue kasih ke Pak Santo. Dan lu tau bro? Rasanya kaya ketiban duren mengkel segede nangka dan bijinya emas asli semua.

Demo lagu kita diterima dan. ehem ehem. Kita masuk dapur rekaman bro! Cerpen Persahabatan – Terlambat “terlambat sudah semua kali ini, yang kuinginkan tak lagi sendiri, bila esok mentari sudah berganti, kesempatan itu terbuka kembali akan ku coba lagi” Gue, Tama Nugraha. Gue salah satu mahasiswa universitas swasta di Bandung.

Sekarang gue udah masuk semester terakhir, gue cowo cuek yang selalu ada dikampus tiap hari kuliah mondar mandir kaga karuan, eeem kalo temen temen gue bilang, gue itu cowo ganteng, smart, rajin, dan on-time, yaa wajar aja tiap pagi buta gue selalu ada setiap mereka nyari gue.

Eitsss, bukan ga ada alesan gue jadi anak se on-time ini dikampus gue. Ini semua bertolak belakang sama gue cerita cerpen persahabatan dulu masih SMU, yang selalu terlambat masuk sekolah, dimarahin guru, dan manjat kalo emang udah bener bener kesiangan. Ini semua karena Franda, temen sefakultas gue yang udah gue kenal semenjak lima tahun lalu. Dia cewe pinter, berkacamata, soleh, dan pinter banget gaulnya.

Dan udah tiga tahun kebelakang gue pedekate sama dia. Tapi entaah, gue masih ngerasa diri gue pecundang. Gue ga berani buat ngungkapin perasaan gue ini. Tapi perasaan ini harus gue ungkapin. Kapan? As soon as possible Pagi ini gue ada seminar bareng temen temen fakultas gue, dan seminar ini yaaaa— gue gasuka sama acara acara semacam ini, terlalu tua sebenernya.

Soalnya seminar ini membahas soal korupsi. Sebernya gue males abis buat dengerin seminar ini yang bisa ampe berjam-jam tapi— franda dateng, dan dia paling suka ikutan seminar kaya gini. Jadi, apalah daya. Kejarlah cinta sampai ke negeri cina.

kita semua berkumpul ditaman ini menunggu ketua pelaksananya dateng yaitu gilang. franda duduk disisi pohon tengah taman, ia asyik memainkan handphonenya.

entah sedang apa gue pun ga ngerti. gue yang berdiri jauh dari posisi dia duduk akhirnya menghampirinya. “fran, lu udah sarapan?” Tanya gue ke franda yang dari tadi maen hape. “udah ko tam hehe” jawab franda nyantei dan kembali memainkan handphonenya “oooh” hih dia asik amat sama hapenya. damn, kenapa sih franda bisa sekalem, secantik, se cool ini. tapi gue bingung sama dia bingung sebingung bingungnya.

“eeh, ayo kita berangkat. Seminarnya udah mau dimulai” tiba tiba suara gilang yang keras itu terdengar, gilang sahabat gue yang suaranya tegas ini. Dia tau segala macem soal gue, bahkan soal perasaan gue ke franda pun dia satu satunya yang tau. Gilang itu cowo cuek tapi berisi otaknya wuuu gue kadang iri, kalo dia ngomong pasti semua orang setuju. Karena dia berisi. kita pun berangkat dari taman menuju gedung seminar bersama-sama.

setelah kita tiba didepan gedung yang kokoh dan megah itu gue udah feeling ‘pasti ini acara bakal ngeboringin huuuf yaudahlah ini semua ‘demi cinta’ #eaaaa’ Seminar akhirnya selesai, tanpa henti gue memperhatikan Franda selama berjam-jam diruangan itu.

Kalo boleh dibilang Franda udah bikin gue gila selama ini, parasnya yang cantik, tingkahnya yang menarik, senyumnya yang manis, bikin gue gabisa berpaling kelain hati #eaaa. Udah berkali kali gue berniat buat memberanikan diri nyatain perasaan gue ke franda, gue inget hari itu gue ngesms Franda buat ketemuan. To: Franda “Fran, ada waktu hari ini?

Gue mau balikin headset lu yang kemaren. Sekalian ada yang mau dibicarain” From: Franda “ada kok, boleh boleh” To : Franda “okeey, nanti gue tunggu ditaman kampus ya” From: Franda “sip taaama J” Naah, ini yang gue seneng dari dia.

Dia selalu ngerespon positive omongan gue. Kadang gue suka ngeflyyy tapi yaa—gue juga bingung. Dia ada perasaan yang sama ga sama gue. Gue ga tau. **taman gue masuk ke taman kampus, Franda udah ada ditaman duluan, sore ini emang bener bener sejuk, banyak daun daun yang berjatuhan, tapi langit mendung. dia duduk manis nunggu gue dateng sambil memainkan handphonenya dia tetep terlihat cantik.

Gue tegang banget banget banget. “hai fran! Sorry gue telat. Tadi ada urusan sama dosen” “iya gapapa ko tam J” jawab franda enteng “ohiya, ini makasih ya headsetnya. Sorry baru bisa balikin sekarang” gue bener bener gabisa ngatur degup jantung gue. “iya gapapa kok, ohiya tama. Katanya ada yang mau diomongin. Cerita cerpen persahabatan Tanya franda, yang ngingetin gue akan janji yang gue bilang ke dia “ha?

Yang mau diobrolin? Ooh ga gajadi hehe” gue mengurungkan diri buat ngungkapin perasaan gue #lagi “laah, yaudah” franda heran “hehe, gue juga lupa. Ohya fran gue duluan yaaa mau ada kelas tambahan.

byeee” gue pergi. Lagilagi gue mengurungkan diri buat ngungkapin ini— Keesokan harinya seperti biasa gue ada dilingkungan kampus pagi banget. Padahal jadwal kuliah gue hari ini siang -__- gue iseng berjalan kekantin. Gue nemu franda disana, dia lagi baca buku, menggukan kacamatanya dan terlihat anggung dengan menggunakan rok selutut.

Gue speechless, gue pengen ngungkapin perasaan gue yang kemaren udah gue pendem lamaaaa banget. Akhirnya gue nyamperin Franda. “hai fran” sapa gue ke franda “hai tam, pagi amat datengnya ada kuliah pagi?” Tanya franda ke gue “haa? Engga. Iseng aja dateng pagi” “oooh” franda kembali melihat bukunya “ohiya fran, gue pengen ngobrol” “ngobrol apaan?” “soal yang kemaren pengen gue omongin” gue gugup, jantung gue berdegup lebih cepat dari biasanya “emangnya soal apa?” Tanya franda heran “inin” soal perasaan fra “.

. .” franda terdiam, mungkin dia kaget mendengar ini “maksudnya apa tam?” “iya, sebenernya gue udah lama nyimpen perasaan ini ke lu fran. Tapi gausah dijawab sekarang ko fran, gue siap nunggu” jawab gue gelagapan saat ngejelasin ke franda. “jadi lu suka sama gue tam? Sejak kapan?” Tanya franda masih belum percaya “semenjak tiga tahun yang lalu fran, sorry kalo lu baru tau sekarang” “gue butuh waktu tam” “iya gue ngerti ko” “gue duluan yaa–” franda pergi, membawa bukunya, dan berjalan menjauh.

Gue cuman bisa ngeliatin siluet badannya dari jauh. gue takut, franda seakan pergi karena… entahlah mungkin kaget, bingung atau benci karena gue ngungkapin ini? Gue harus siap dengan jawaban yang diberikan franda nantinya. Keesokan harinya, seperti biasa gue pergi kekampus. Dan seharian gue ga nemu franda, dia gamasuk pelajaran manapun. Gue gatau dia kemana. Dua hari setelah hari itu. Gue gapernah kontek lagi sama franda semenjak hari itu.

Dan hari ini dia masih gamasuk. Gue pun pulang dengan malas. Sekarang udah menunjukkan pukul 9malam. Dan gue gangapa-ngapain. Masih kebayang franda— Tiba tiba hape gue berdering, gue mengambilnya dan membuka isi pesan yang masuk From: Franda “bisa ketemuan sekarang?

Gue ada ditaman deket rumah tama” Gue kaget sekaget kagetnya. Gue langsungmengambil kunci dan langsung bergegas menuju taman deket rumah. Disana gue liat Franda sendirian duduk. Gue menghampirinya. Jantung gue berdegup lebih cepat lagi, gue harus siap denger jawaban dari Franda. “sorry fran, udah lama?” Tanya gue saat udah ada dideket Franda “engga kok” jawabnya “jadi udah ada jawaban?” Tanya gue lagi.

Gue gugup “iya, semoga ini jawaban terbaik”jawab Franda “jadi?” “kamu terlambat tam” Franda menjawab dengan sedikit kecewa “maksudnya?” gue kaget “kenapa kamu ga ngungkapin perasaan cerita cerpen persahabatan dari dulu?” tanyanya “guee. takut, gue tau gue pengecut, gue juga bingung” “tama terlambat. Udah ada yang duluan masuk hati gue sebelum lu ngungkapin”.

kata kata yang terlontar dari mulut franda seakan menjadi tombak balik yang nusuk hati gue. gue spechless– “siapa?” tanya gue dengan nada gugup “gilang” franda menjawab dengan pasti, seakan gilang adalah orang yang tepat untuknya dan udah lama ada dihatinya. “gilang? Kalian selama ini deket, udah berapa lama?” gue bener bener kaget. Gilang? Sahabat gue? “sama, dari tiga tahun yang lalu. Dan dia ngungkapin duluan ke gue.

Sayang tam lu terlambat” “ooh, jadi gitu” jawab gue lemas. Akhirnya gue harus terima jawaban ini. temen gue. yang tau perasaan gue ke franda. yang ngedukung gue saat gue pengen deketin franda. jadi ini yang harus gue terima. desak gue dalem hati “sorry tama, seandainya aja lu duluan dari gilang.

Mungkin ini semua ga akan terjadi. Sekali lagi sorry tam” Franda kembali meminta maaf “iya gapapa kok.” Jawab gue lagi, sedikit kecewa, Franda pergi meninggalkan gue sendiri di taman.

gue duduk di kursi taman. terdiam sejenak, warna langit terlihat sangat gelap, seakan mereka mengerti perasaan gue saat ini. Akhirnya, ini yang gue terima– harus gue terima. Walaupun menyakitkan, ini adalah kenyataannya. Salah gue juga, salah karena gue terlambat Cerpen Persahabatan – Galau Dan Akhirnya Awal gue terinspirasi nulis pengalaman pribadi ini adalah ketika cerita cerpen persahabatan jalan dengan sohib-sohib terbaik gue; Miftah, Hany, en Alvi.

Kita berempat emang janjian jalan untuk nonton film, yang sebenarnya gue dan Miftah ga tertarik sama sekali dengan film itu, tapi apa boleh buat; mau tak mau, kita harus nganterin emak-emak rumpi itu nonton. Hahaha Cerpen Romantis Petang pun tiba, matahari mulai tak terlihat, tapi gue belum juga mandi buat siap-siap.

Haha, emang gue udah bilang ke Hany, gue ga bakal mandi kalau seandainya kita ga jadi nonton. Soalnya gue males, lagian juga dingin. Lo semua pasti mikir kalau gue jorok ya.

Engga sama sekali, gue ga jorok! Pliss jangan mikir yang engga-engga tentang gue, gue tuh masih suci. (ngelantur.

hahaha) Tapi akhirnya gue mandi kok (karena Hany sms, kalau kita jadi nonton, haha). Lepas baju, lepas celana, masuk kamar mandi, dan…………. Lihat sabun, odol, sampo, semuanya abis.

Hadoooh koplak!!! dengan sangat terpaksa gue pakai lagi baju sama celana gue, dan bergegas beli perlengkapan mandi terlebih dahulu.

hmm Oke, pelengkapan mandi sudah ada, sekarang giliran mandi. Galau dan Akhirnya “Masih melingkar, perban di jidad di kaki dan tanganku, pake infus hampir mampus, terbaring di ICU” Nyanyi teriak-teriak.

Nyak gue gedor-gedor pintu kamar mandi, “woyyy…!! berisik udah maghrib, lu kaga tau adat yak?” “yaelah nyak, cuma nyanyi-nyanyi gitu doang, harusnya nyak bangga punya anak berbakat kaya gini” tukas gue. “kebiasaan lu ya, nyanyi-nyanyi di kamar mandi, nanti kesurupan aja lu” ujar nyak. “iye-iye, Yoga ga bakal nyanyi lagi di kamar mandi, tapi bakal nyanyi-nyanyi di dalem sumur, biar kaga kedengeran nyak kalau Yoga lagi nyanyi” ujar gue Setelah mandi, gue langsung pakai baju yang cool abiiiiis dan minyak wangi pemberian ncing gue, yang kaga nahan dah wanginya.

Kalau kata temen-temen gue si wanginya mirip kembang kuburan. Hahaha. Badan wangi, penampilan oke, dan sekarang gue udah siap untuk capcus…!! Ambil kunci motor, pakai jaket, keluarin motor dari garasi, siap jalan….!

Tapi pas mau nyalain motor, cerita cerpen persahabatan gue denger suara langkah kaki yang membuat gue deg-degan, soalnya mistis banget. Ditambah lagi garasi gue gelap, udah gitu sarang laba-labanya banyak, dan kondisi yang paling bikin gue takut adalah di garasi itu konon bekas pembantaian tentara Belanda. Gimana ga mistis coba. Tapi gue berusaha tenang, sedikit demi sedikit gue menengokan kepala ke belakang, dan lu tau siapa yang melangkah di belakang gue??? Ternyata eh ternyata itu adalah langkah kaki nyokap gue sendiri.

Hahaha gue kira apaan. “Woy, mau kemana lu?” Tanya emak gue. “Mau jalan mak” jawab gue. “Orang mah jalan malem minggu, ini malam Jumat, mau ke kuburan lu ya?” ujar emak gue. “yaelah mak, jaman sekarang mah jalan kaga perlu ngeliat hari.

Mau malem minggu kek, malem jumat, atau malem tahun baru monyet kek, kaga jadi masalah” ujar gue sembari menegaskan. Nyak gue lanjut sambutan, “yaudah, gue ga peduli lu mau jalan kapan, yang penting lu belanjain dulu ni buat jualan besok” nyuruh sambil bertolak pinggang. Lo bayangin, gue udah siap capcus buat nonton, dandanan udeh ngalahin James Bond yang lagi akting.

Eeeh, malah disuruh belanja ke pasar. Hahaha tapi ga papa, karena gue anak yang berbakti kepada orangtua, akhirnya gue belanja dulu dah. Selama gue nyetir motor ke pasar, si Hany sama Alvi smsin gue terus. Cerita cerpen persahabatan hp getar, sebentar-bentar hp getar, getar kok cuma sebentar. Hahaha makin ngablu aja ni tulisan. Oke singkat cerita, setelah ke pasar, gue dan ketiga makhluk itu capcus untuk nonton. Sesampainya di tempat tujuan, lo tau, ternyata film itu GA ada…!!

ngenes banget kan? Kita berempat udah bela-belain dateng, sampai gue juga kena pidato nyak gue di rumah, eeh filmnya malah ga ada. “Gue bilang juga apa, filmnya itu tayang besok” pungkas gue Alvi jawab dengan songong, “gue tuh liat posternya hari ini.” “Mungkin di Cinema XXI ada kali” Hany mencoba menenangkan Alvi.

“Udah kita ke Gramedia aja dah” ajak Miftah. Akhinya kami berempat pergi ke Gramedia. Di Gramedia gue banyak menemukan buku-buku inspiratif dan cocok banget untuk bahan referensi menulis. Nah, tulisan yang sedang kalian baca ini adalah salah satu hasil inspirasi dari buku yang gue baca di Gramedia lho.

J Setelah asyik menikmati buku-buku yang dapat dibaca gratis, akhirnya kita pulang dengan tangan hampa. Di jalan pulang, gue selalu kepikiran tentang pembuatan tulisan yang sedang kalian baca. Semangat gue untuk nulis tulisan ini tuh meledak-ledak setelah gue baca buku di Gramedia. Jadi, sebenarnya di opening ini gue cuma mau ngasih tau asal mula tulisan ini tercipta. Hahaha (sorry udah bikin lo semua muter-muter). Baiklah, kita lanjutkan cerpen ini ke inti permasalahan…!

Coba apa yang terpikir di benak kalian, ketika membaca judul tulisan ini? Ada yang mau berpendapat? Apa lo kata? Gue galau karena diomelin sama nyak gue gara-gara nyanyi di kamar mandi?

Bukan! Gue ga jadi nonton gitu? Bukan juga! Males amat, kan gue udah bilang, gue dan Miftah ga tertarik sama film itu. What? Gue galau karena ditolak cewek?

Sorry boss!!! Ga ada di dalam kamus gue ditolak cewek. *angkat kerah Jadi apa dong? Oke-oke gue kasih tau, gue itu galau karena ditikungin. Paham lo semua?! Kalau lo ada yang ga ngerti apa arti ditikungin, pliss jangan cari di KBBI, soalnya sampai bulu ketek lo keluar pohon kaktus juga kaga bakal ketemu. Jadi, maksud ditikungin itu diduain alias diselingkuhin. Hoho. Coba, gimana perasaan lo, ketika lagi cinta-cintanya sama seseorang; terus lo tau kalau orang itu bermain di belakang lo.

Dan yang lebih parahnya lagi adalah orang itu putusin lo dengan berbagai macam kedustaan yang dibuat-buat. Pasti sakit kan? Rasanya tuh kayak kejatuhan duren dan nancep tepat di uluh hati tau ga!!!

*lebay. hohoho Tapi ini seriusan lho. Saat gue melewati fase galau ga jelas itu, gue ngerasa patah semangat banget, kayak ga punya tempat untuk bersandar. *nyender aje di batu nisan. :p Oke, tanpa berbasabasi lagi, gue mau langsung ke kronologinya… cekidot!! Sebut saja cewek yang gue maksud itu bernama Inem, dan cowok yang jadi orang ketiga itu Paijo. Saat gue kuliah, tiba-tiba hp gue getar, ternyata ada sms masuk. Sms itu dari Inem, yang intinya ngajak putus. Tapi dengan bahasa yang halus.

Inem bilang, kalau dia mau fokus kerja, dan ga mau diganggu dengan urusan cinta. haha sebenernya itu lagu lama banget yaa.

Hallo! Gue ga bego kali, buat apa gue dari kelas 7 SMP sampai kelas 12 SMK selalu peringkat 1, kalau masih bisa dibegoin dalam masalah kayak gini hahaha. *nyombong Udah ketauan kok dari status Fbnya Inem. Jadi, gue itu udah curiga sebelumnya. Kok dia nulis status yang agak romantis, tapi dikomen sama orang dengan sindiran untuk cowok lain yang bukan gue. Dan lo tau cowok itu siapa ?

dia adalah Paijo dari goa hantu. hahahaha :p “Kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku?” tanya gue penasaran. Inem jawab, “aku mau fokus kerja dulu, dan suatu saat aku bakal balik lagi ke kamu.” “kenapa kalau mau fokus kerja, kamu dekat sama Paijo, sampai-sampai punya niat mengunjungi dia di Jombang?” tanya gue.

“Aku cuma mau silaturahim, dan ga lebih. Aku janji bakal balik lagi ke kamu” jawab inem. Alasan cerita cerpen persahabatan dan freak itu terlontar dari mulut busuknya si Inem. Dan lo tau, akhirnya Inem dan Paijo sekarang sudah jadian. Hahahaha, emang awalnya gue galau banget. Belajar ga fokus, organisasi kacau, dan mau ngapa-ngapain tuh mager.

Kayaknya gue kehilangan semangat, dan males untuk hidup. Tapi, lo tau? Gue kembali bangkit, setelah gue dapat pengarahan dan pencerahan dari beberapa teman terbaik gue. Terutama Miftah, Hany, dan Alvi. Mereka memang janji untuk membuat gue move on.

Mungkin karena mereka melihat status gue yang kacau berantakan kayak rumah yang kena angin puting beliung kali ya. Jadi mereka inisiatif untuk itu. “Tar, ngumpul yuk, mau move on kaga lo?” ajak Miftah. Gue jawab, “ngumpul dimana?” “di rumah gue, bareng si Hany ama Alvi.” Tukas Miftah sambil mukul pundak gue. “yaudah jam berapa?” “Jam 7 malem.” jawab Miftah.

“sipp.” Tangan gue mengacungkan jempol. Senja menghilang, petang tiba. Jam menunjukan pukul 19.30 WIB. Biasa, kalau kita ngumpul, pasti gue yang selalu datang telat. Hahaha, maklumlah orang sibuk. Banyak urusan, mau berangkat aja nandatanganin surat-surat cerita cerpen persahabatan.

(tagihan utang. Hoho :D) Gue telat 1 jam. Sampai-sampai makanan udah tinggal bekas-bekasnya. Mereka udah pada pesta, gue baru datang. “Assalammu’alaikum” datang dengan sapa. “Wa’alaikumussalam” jawab serentak. “Mr Galau datang, hahahaha” Hany Meledek. Cerpen Cerita cerpen persahabatan “ah elu, temen lagi galau kayak gini malah diledekin, tega lo yaa?

Mif, bikinin gue makanan!!” Gue kesel. “galau-galau laper juga lo!!” saut Miftah. “yaelah, masa lo pada makan spageti, gue cuma dapet ampas-ampasnya?” Ujar gue. “iye iye gue bikinin” Miftah masuk ke dalam dan membuat makanan buat gue. Setelah makan, gue langsung ceritain semua permasalahan dari awal hingga akhir. Mereka memang sohib yang paling mengerti perasaan gue. Mereka berkali-kali meyakinkan gue, kalau Inem itu ga pantes buat gue.

Terlebih Miftah, rumus yang dia kasih, mujur banget. “udah si Tar, lo tuh pinter, masih banyak cewek yang mau sama lo” tukas Alvi “bener tuh Tar.” Hany menambahkan. “Tapi gue tuh masih mikirin terus gan, gue juga ga tau kenapa bisa segalau ini.” “coba lo makan cokelat deh, cokelat tuh bisa menghilangkan galau tau” Jelas Hany. “Sherina lu??”.

Tanya gue. “iya serius gue. Apalagi kalau makan cokelatnya bareng-bareng, dan lo nraktir kita, 100% galau lo ilang dah, hahaha.” Hany cerita cerpen persahabatan kayak ga punya dosa. “ahh parah lo, temen lagi kayak gini, masih juga diporotin.” Pungkas gue sembari cemberut. Miftah menambahkan, “nih Tar, gue kasih rumus ya, supaya lo bisa lupain Inem.” “rumus apaan?” Tanya gue. “Lo inget-inget keburukan-keburukan Inem dan lo harus lupain masa-masa indah lo bersamanya” tegas Miftah sambil mukul paha gue.

“benar tuh Tar.” Hany mengiyakan. “wah, benar juga bro, gue bakal coba, tapi kalau gue lagi ngumpul sama kalian, galau itu kayak ngilang gitu tau. Eeh pas sampai rumah gue kepikiran lagi.” Jelas gue “yaaa, kan gue bilang kalau lo kepikiran, cerita cerpen persahabatan harus palingkan pikiran lo itu, ke rumus tadi. Paham lo?!” Tukas Miftah. “iya gue paham.” Sambil mengangguk 3 kali.

cerita cerpen persahabatan

Gue langsung menerapkan rumus yang dianjurkan oleh 3 makhluk itu. Dan akhirnya gue bisa kembali move on. Yah, hanya membutuhkan waktu 2 minggu kok. Hingga ending dari semua ini ialah gue dapat pendamping yang jauh lebih baik dari Inem. Thanks God…. J Thanks Miftah, Hany, and Alvi… Kalian udah bikin gue move on.

dari kalian gue belajar arti pertemanan yang sesungguhnya. Ternyata teman memang penenang jiwa yang paling ampuh. Gue ga akan pernah menyia-nyiakan keberadaan kalian. Sekali lagi terimakasih. Cerita cerpen persahabatan CATATAN : Cerpen ini hanya fiktif belaka. Gue mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada di antara kalian yang mengalami kejadian serupa. Atau memiliki kesamaan peran dalam cerita ini. Gue hanya ingin menuangkan kreasi dalam bentuk cerpen dan ga lebih.

Walaupun ini adalah pengalaman pribaditapi sebenarnya cerpen ini gue lebih-lebihkan. Terutama pada percakapan gue dan Nyak. Hahahaha percakapan itu memang pernah terjadi, tapi ga pakai bahasa yang seperti tertulis dalam cerpen lho. Namun, tetap saja esensi cerita dari pengalaman peribadi gue ini, sama sekali ga berkurang. Gue rasa kalian dapat menerjemahkan maksud dari catatan ini. Cerpen Persahabatan – Menunggu Mentari Bersinar Aku bersikap cuek karena aku menganggap dia hanyalah junior ku dan aku adalah seniornya, wajahnya yang begitu polos membuat aku selalu ingin ngerjainnya, kami sering bertemu dalam cerita cerpen persahabatan perkumpulan, ternyata dia lebih tua dari ku bahkan dia adalah dosen ku.

Liburan telah usai dan perkuliahan dimulai, jantung ku berdetak kencang saat mendengar berita dari teman bahwa ada cerita cerpen persahabatan dosen baru yang tampan, pintar dan baik lulusan dari Newzeland yang akan mengajar kami mata kuliah Statistik namanya Pak rino. Aku syok setelah mendengar berita itu “ ini cerita cerpen persahabatan bisa-bisa nilai ku dapat E” ujar ku. Emangnya kenapa??? Kok bisa dapat E proses pembelajaran belum dimulai. “ ya,, panjang ceritanya “ kamu kenal dengan pak rino???

“ ya kenal makanya aku takut karena aku sering ngerjain pak rino melalui sms dan aku tidak tau kalau dia adalah dosen baru di kampus kita. “ itu makanya jangan sering ngerjain orang kamu kena imbas nya. Mereka langsung tertawa. beberapa menit kemudian pak rino masuk dan langsung mengajar statistik, aku pura-pura tidak kenal. Ternyata asik juga belajar dengan pak rino orang nya pintar dan hebat kata teman ku riri.

Aku langsung memukul kepalanya “ Ah biasa saja tidak ada yang spesial, “ mmmm kok kamu ngomong kayak gitu jangan-jangan kamu cemburunya dan kamu suka sama pak rino. Aku hanya terseyum dan kami langsung pergi ke RS untuk mengambil hasil tes pemeriksaan aku kemaren. Ternyata aku di ponis penyakit cerita cerpen persahabatan mematikan dan aku hanya bisa bertahan hidup beberapa tahun lagi.

Tubuhku gemetar setelah mendengar hasil pemeriksaan teman ku riri langsung memeluk tubuh ku dan berkata kamu harus bertahan hidup untuk keluarga dan masa depan mu riri langsung menghapus air mata yang membasahi pipi ku.

Aku berjalan keluar dengan wajah yang nunduk aku tidak bisa menerima semua kenyataan ini, riri selalu mencari cara untuk menghibur ku tetapi tetap tidak berhasil. Beberapa bulan kemudian penyakit ku kambuh, aku tidak suka dirawat di rumah sakit jadi aku hanya berbaring dan dirawat dirumah, kakak via datang menjenguk dia langsung marah karena tidak memberitau dia kalau aku sakit, kakak punya kabar baik untuk kamu?

Ternyata rino ketua anak kerinci itu dosen di kampus kita. Aku hanya cuek dan berkata aku sudah tau. Kok kamu cuek , dia bukan siapa-siapa saya kenal aja hanya selintas ya mungkin dia sudah punya pacar untuk apa nganggu orang sudah punya cewek buang-buang waktu saja, awasnya kalau nanti kamu jatuh cinta. Telpon berbunyi no tidak dikenal,, hallo selamat pagi ini dengan Ami “iya” ini dari pihak rumah sakit mau memberitau bahwa diagnosa penyakit anda kemaren salah karena data anda tertukar dengan orang lain jadi diagnosa anda hanya gejala maaq.

Bearti aku tidak jadi mati sus “ujar ku” sambil tertawa lepas. “ Iya ami “ terima kasih sus atas informasinya. Ami langsung berteriak kencang sambil berkata Aku tidak jadi mati. Tugas mulai numpuk banyak yang harus dikerjakan tugas akhir sudah menunggu.

Aku pusing tidak tau apa yang harus dikerjakan, selintas dibenak ku teringat Rino dosen dikampus, aku langsung menghubungi kak via dan minta no cerita cerpen persahabatan Rino. Untuk apa kamu no kak Rino “ujar Via” aku mau nembak kak Rino jadi cowok aku,, aku langsung tertawa dan bilang tidak……. cuman bercanda… ini mau minta bantuan, sekarang aku sibuk nyusun terus contoh skripsinya tidak ada ya mungkin dia bisa bantu aku untuk cerita cerpen persahabatan skripsi di perpustakaan, kalau mahasiswa tidak diperbolehkan bawa pulang ya harus minta bantuan sama kak Rino mungkin cara itu bisa.

Aku langsung menghubungi kak Rino karena dia seorang dosen aku panggil dengan sebutan Pak Reno, Pak Reno ini Ami anak kerinci, maaf bukan Reno tapi Rino sory no nya tidak di save kemaren. Ya tidak apa-apa pak aku langsung menceritakan maksud dan tujuan, ya nanti Sore saya antar ke rumah kamu “ujar Rino”. Ya pak makasih, jam menunjuk pukul 05:00 wib kak Rino belum juga datang dan sms, aku jadi panik jangan-jangan dia bohong, akhirnya aku sms dan menanya kapan dia mau mengantar skripsi, ya dia Balas sebentar lagi, satu sms masuk, gimana kita jalan-jalan sore, maaf pak sebentar lagi magrib coba tadih siang bapak ngajak pasti kami bisa.

Ya sudah bapak sudah di depan rumah kamu cepat keluar. Aku langsung keluar dan menghampirinya silakan duduk pak. Tidak usah soalnya sudah magrib Rino langsung memberi skripsi dan dia berpesan jangan disimpan tapi dibaca. Rino langsung pamit pulang. Sejak itu aku sering bertemu dia dan smsan, aku tidak tau setan apa yang telah masuk kedalam pikiran ku, aku selalu teringat dengan wajah, seyum dan tawanya di setiap sujud ku aku slalu berdoa yang terbaik karena aku tidak mau disakiti dan menyakiti, aku baru sadar dan teringat janji aku kepada papa kalau kedatangan aku kesini hanya mencari ilmu bukan mencari yang lain.

Aku tidak tau perasaan apa yang telah Allah kirimkan. Aku menangis dalam setiap sujud, cerita cerpen persahabatan ini cobaan untuk ku. Aku tidak mau menyakiti hati seseorang akhirnya aku memutuskan Rino menjadi kakak ku selama aku kuliah di Bandung. Setiap hari aku selalu ngerjain dan menganggu aktivitas pak Rino agar aku tidak merasa kesepian dan sendiri di bandung. Ke esokannya aku duduk di bawah pohon sambil memandang langit yang begitu luas, seorang wanita datang menghampiri ku dengan wajah yang sedih dan kecewa, lalu aku bertanya, kenapa kamu sedih?

Wanita itu hanya terdiam. Kalau ada masalah ceritakan biar perasaan kamu bisa tenang dan lega, berlahan-lahan wanita tersebut langsung memeluk ku dan dia mulai menceritakan masalahnya. Kak saya mencintai orang yang salah, dia tidak mencintai saya, dia hanya menganggap saya sebagai teman. saya begitu berharap dia akan mengatakan kalau dia suka dan cinta.

kami sering bertemu dan jalan berdua. Saya baru tau kalau dia juga cerita cerpen persahabatan jalan dan Cetting dengan teman kuliah, hati saya begitu hancur dan sakit kak. Betapa bodohnya saya mengharap dia menjadi pacar saya, Aku langsung mengusap punggung dan berkata sabar, mungkin dia bukan yang terbaik untuk kamu, jika dia adalah jodoh kamu Insaallah Allah akan mempersatukan kalian dan menunjukan jalan yang terbaik untuk kamu dan dia.

Kalau boleh kakak tau siapa orang yang kamu suka, dengan malu-malu dia menjawab Pak…. Pak Rino,, Apaaaa????? Aku terkejut pak Rino? Ya kak dia orang kerinci dan dosen di kampus kita. Ooo Pak Rino masih satu kampung dengan kakak, kakak sering sms dia bahkan kakak kerjain dia hanya sebatas kakak adek.

Sekarang dia sudah tau, apa belum kalau kamu sayang dan cinta dengan pak Rino. Kalau belum katakan semua perasaan kamu, jika dia menolak tanya apa alasan dia menolak. selesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Maafnya kakak harus pergi soalnya mau ngembali skripsi.

Aku merasa kasian dan sedih apa yang telah terjadi dengan wanita tersebut, Ya Allah apakah aku nanti akan merasakan seperti itu? Cinta tak terbalas itu sangat menyakitkan. Aku langsung sms Rino Ass, kak dimana sekarang? aku mau ngembaliin skripsi, sekarang Aku sudah di depan perpustakaan. “ Wss, kakak di kampus depan.” Aku langsung menghampirinya dan memberi skripsi.

Dalam Hati ku berkata Mungkin ini yang terakhir kali aku melihat kamu, aku tidak ingin mencintai orang yang tidak mencintai ku dan aku takut cinta bertepuk sebelah tangan karena itu sangat menyakitkan, lebih baik aku menghindari bertemu dengannya.

Kakak terima kasih sudah memberi pinjaman skripsi, mungkin lain kali kita tidak akan bertemu lagi. Aku langsung pergi. Rino langsung berteriak “ Tidak mungkin cerita cerpen persahabatan kita akan bertemu lagi “.

Semenjak itu kami tidak pernah bertemu dan sms. 3 bulan menjelang wisuda. aku sibuk dengan tugas dan pekerjaan kuliah, entah kenapa malam itu wajahnya, seyumnya dan candanya terlintas dibenak ku.

Akhirnya aku langsung menghubunginya dan menanyakan kabar. Beberapa hari kemudian bayangannya selalu menghantui ku, aku tidak sanggup kalau seperti ini. Akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dia dilapangan agar bayangannya hilang, “Ass. Kak… nanti sore sekitar jam 04:00 wib kakak sibuk? “wss. Kakak ada rapat “ kalau kakak bisa nanti aku joging di lapangan sepak bola sore nanti, aku ingin bertemu kakak untuk terakhir kali aku janji setelah kita bertemu aku tidak akan ganggu kakak, 3 bulan lagi aku akan pergi dari kota ini dan tidak ada lagi yang ganggu kakak.

? “ Ya, Insaallah ya,, Hati ku lega karena dia bilang insaallah, bearti dia akan datang. Sore harinya sudah berjam-jam aku menunggu dia sambil joging, tetapi batang hidungnya tidak kelihatan, jam menunjuk pukul 06:00 wib dengan menutup mata berlahan-lahan aku melangkah pulang dengan cerita cerpen persahabatan kecewa. Aku merasakan apa yang dirasakan oleh wanita yang aku temui di bawah pohon kemaren. “” Ass. Kakak jahat,, aku sudah menunggu kakak berjam-jam tetapi kakak tidak nongol sedikit pun.

“ Wss. Kakak tadih ada pertemuan dengan keluarga siswa, ngajar juga, terus rapat jadi tidak bisa datang. “ ya kalau Job kakak padat kenapa tidak langsung nolak aja, kan gampang.

Kalau kakak bilang insaalloh bearti kakak berat ke Iya alias kakak datang. Sms ku diabaikan begitu saja, ya mungkin pertemuan itu tidak penting bagi dia tapi pertemuan itu sangat penting bagi aku agar aku bisa lupa dan bisa menghilang bayangannya di pikiran ku supaya rasa suka dan cinta tidak muncul.

Tidak ada kata maaf darinya dan tidak ada rasa bersalah. ? begitu tega dia menyakiti perasaan cewek.

cerita cerpen persahabatan

Aku berusaha sabar dan tegar. Aku langsung menarik nafas dalam dan aku serahkan semua ini kepada sang pencipta mungkin Allah tidak mengizinkan aku dan dia untuk bertemu mungkin ini lebih baik dari yang terbaik. 1 bulan menjelang wisuda,, aku merasa terbebani dengan perasaan ini aku tak sanggub lagi menahan semua ini akhirnya aku memutuskan untuk mengungkap perasaan dan memberanikan diri, iya atau tidak itu terserah agar pikiran aku bisa tenang walaupun aku sudah tau kalau dia tidak menyukai ku tapi aku ingin mendengar dari diri dia sendiri biar mendapat jawaban yang pasti.

aku harus menyiap mental agar tidak syok, aku berusaha mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semua unek-unek. Malam itu sepulang dari kampus aku berbaring sejenak kata demi kata telah aku rangkul menjadi sebuah kalimat. Aku : Ass. aku mau nanya sesuatu, cerita cerpen persahabatan kah kamu menjawab? Rino : Wss. Ya, apa? (dengan cuek dia membalas) Aku : aku sayang kamu, apakah kamu sayang kepada aku? Rino : iya sayang sebatas kita kenal.

Aku : ok,, sip hanya sebatas kita kenal. mungkin kamu sudah tau perasaan aku, kalau aku suka sama kamu, aku mau nanya satu kali lagi apakah kamu punya perasaan kepada aku?

Rino : tidak hanya sebatas kita kenal (“ wow jawabannya begitu tersentuh, aku hanya bisa menarik nafas panjang “) Aku : ok mantap,, hanya sebatas kita kenal (Berlahan-lahan aku mencoba untuk melupakannya dengan melakukan pekerjaan yang sesibuk-sibuknya) semua jawaban telah aku dapat dari kamu ternyata cinta aku bertepuk sebelah tangan.

Aku mencintai orang yang tidak mencintai ku, biarkan waktu ini akan menghapus semua kenangan. Aku mencintai nya karena Allah dan untuk saat ini Aku ingin menghapus rasa itu karena Allah. Mungkin dia bukan terbaik untuk ku dan sebaliknya. Jika dia adalah jodoh ku pasti Alloh cerita cerpen persahabatan mempersatukan kami jika tidak jadikanlah kami kakak adek, Alloh mendengar ucapan itu suatu saat cerita cerpen persahabatan akan terjawab.

Cinta tak harus memiliki dan cinta tak perlu di pendam kalau di pendam rasanya sakit. Cinta tak harus malu mengungkapkan karena cinta adalah fakta bukan fatamargana. cinta bukan mainan karena cinta berhubungan dengan perasaan. Cinta bukan untuk dipendam tapi cinta untuk di ungkap, cinta sebagai kakak adek, cinta sebagai keluarga dan cinta sebagai seorang kekasih.

Cinta ku kepada seseorang adalah tulus dengan ketulusan dan keiklasan cinta akan hilang setelah cerita cerpen persahabatan kalau orang yang kita cintai tidak mencintai kita secara berlahan-lahan.Mungkin dimata manusia, harga diri jatuh gara-gara mengungkapkan perasaan tetapi dimata Alloh kita tidak tau. Dengan berjalannya waktu aku memutuskan untuk melanjukkan study ke New zeland, biarkan semua ini tinggal kenangan, Betapa bodohnya kita ternyata selama ini kita selalu memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan kita, setelah kita mengetahui perasaannya kepada kita baru kita sadar bahwa jangan menyia-nyiakan waktu untuk orang yang tidak mencintai kita.

Ungkapkan dengan jujur apa yang kita rasakan walaupun jawaban menyakitkan. Cerpen Persahabatan – Semalam Meniti Bromo Butir-butir pasir yang keperakan itu membumbung tinggi, diterpa laju roda-roda kendaraan kami yang terseok-seok kala melintasinya. Matahari yang sudah cukup tinggi, setidaknya mampu menormalkan kulit kami yang memucat diterpa udara dingin Tengger sedari malam tadi, yang kala ini tengah berjuang melintasi tebalnya hamparan pasir dan cerita cerpen persahabatan.

Cerpen Cinta Dan gunung itu berdiri kokoh disana, menggoda kami untuk segera menaklukkannya. Cendawan raksasa itu, Bromo, memang adalah alasan kami rela berpayah-payah membelah padang pasir sembari menahan dingin yang menggigit kulit ini. Kami ber-empat belas, dengan mengendarai tujuh motor yang semuanya Matic. Dan jelas, itu bukanlah pilihan kendaraan yang tepat.

Acuk, yang berboncengan dengan marten di depan sana, terlihat menghentikan motornya dan melambaikan tangannya pada kami semua. Nampak Honda Beat yang dikendarai mereka telah lusuh berbalut pasir. Dan mungkin, Yamaha Mio-ku juga tak jauh beda. “istirahat dulu,” katanya singkat. Dan kulihat, roda motornya telah terbenam pasir setidaknya lima senti dalamnya.

“wow, ekstreeeem……!!!” seru viktor sembari membuka kaca helmnya, setelah ia menghentikan motornya di samping motorku. Dan Yuyun, yang diboncengnya, menampakkan ekspresi yang seperti baru saja selamat dari terkaman macan. “gilaaa…….” Timpal Ernest yang menepi beberapa detik kemudian. “curam banget, yang barusan itu!” Aku mengangguk, membenarkan. Kami sebelumnya bertolak dari Penanjakan, sebuah tempat di kawasan Bromo yang biasanya dipakai sebagai tempat untuk menyaksikan matahari terbit.

Dan kini, kami sedang meniti perjalanan menuju kawah. Bukan perjalanan yang mudah memang, apalagi dengan hanya menunggangi empat Beat dan tiga Mio. Kami harus menuruni bukit dengan jalan curam dan berbatu, hingga beberapa kali hampir tergelincir. Di beberapa turunan curam, kami harus menurunkan penumpang atau bahkan menuntun motor kami daripada mengambil resiko terjungkal.

Dan setelah itu pun, kami masih harus melalui hamparan padang pasir yang luas. Semalam Meniti Bromo Dan disini, kami berdecak kagum sendiri kala memandang ke arah bukit di belakang kami, ke tempat yang kami yakini adalah Penanjakan. Itu kami kenali dari beberapa Tower yang berdiri tegak disana. Ada rasa kepuasan tersendiri, kala menengok kembali jalan-jalan yang telah kami tempuh.

Kami tadi bediri di sana, dimana kami dapat melihat dengan jelas hamparan pasir serta puncak-puncak yang tertancap kokoh di atasnya. Kawah Bromo, gunung Batok, hingga puncak Semeru di kejauhan sana. Dan setelah kami ada di tengah padang pasir ini, kami makin menyadari betapa tingginya tempat kami tadi berpijak dan betapa panjangnya jalur yang telah dan yang masih akan kami tempuh. Lelah? Pasti. Namun, rasanya semua terbayarkan, bila kau melihat sambutan dari langit biru yang terhampar tanpa cacat, bila kau mendengar melodi angin berpadu mesra bersama desir pasir, yang menemanimu menjelajahi kecantikan perawan alam ini.

Kini semua motor telah terparkir bergerombol pada hamparan pasir antara kawah dan penanjakan, mungkin saja tepat di tengah-tengahnya. Cerita cerpen persahabatan kami, berdiri sejenak meresapi tiap-tiap suara alam yang tertangkap, merasakan kembali tiap-tiap hela nafas kami, serta kulit kami yang sebelumnya hampir-hampir tak dapat merasa. “dari sini kita kemana?” tanya Friska, dan semua kepala jadi menoleh ke arahku. Aku secara tak resmi menjadi pemandu disini.

Aku mengangkat bahu. “kesana, mungkin?” kataku sembari menunjuk ke kejauhan sana, pada titik mungil yang kalau aku tak keliru, itu adalah sebuah Pura. ******************* Kemarin malam, 14 Juli 2012, pukul 22.00 WIB Kelap-kelip lampu jalanan menjelma bagai ribuan manik-manik yang bertabur di sepanjang jalan, menggantikan butir-butir cerita cerpen persahabatan langit yang masih nyaman bersembunyi dalam selimut gelap.

Cukup terang, untuk membimbing hasrat jiwa-jiwa petualang kami. Kami beriringan melintasi lenggang malam, hendak merealisasikan petualangan yang telah lama kami rencanakan. Sederhana, kami ingin menyaksikan matahari terbit dari puncak Bromo. Dan malam ini, adalah malam yang kami sepakati sebagai waktu perealisasian tersebut. Kira-kira ada tiga jalur yang bisa ditempuh untuk mencapai puncak setinggi dua ribu tiga ratus-an meter diatas permukaan laut tersebut.

Pertama, dari arah utara yaitu melalui kabupaten Probolinggo. Ini adalah jalur utama, dan merupakan jalur yang paling mudah dilalui. Di sepanjang jalan, terdapat banyak penginapan bahkan restoran, serta termasuk jalur yang paling ramai dilalui wisatawan. Masalahnya, karena kami bertolak dari Malang, maka jalur ini bagi kami adalah jalur yang paling jauh. Maka, kami memilih lintasan yang kedua, yaitu melalui Pasuruan. Jalur ini kabarnya lebih terjal dibanding yang pertama, dan juga lebih sepi.

Namun karena kami berangkat bersama-sama, maka kami merasa cukup aman. Sebetulnya masih ada jalur yang ketiga yaitu melalui Tumpang, melewati tempat wisata Coban Pelangi.

Ini sebetulnya adalah jalur yang paling dekat, namun dari yang pernah kudengar, jalur Tumpang adalah jalur yang paling berbahaya. Bukan hanya karena medannya yang paling terjal, sempit dan berbatu, yang nampak mustahil didaki oleh Matic sekelas Mio, namun juga hutan lebat yang konon katanya adalah sarang penyamun yang mana sangat tidak dianjurkan bagi siapapun untuk melintasinya pada malam hari. Maka malam ini, bertolaklah kami dari pelataran kampus Universitas Kanjuruhan Malang, menuju Pasuruan, dengan hanya bermodal papan penunjuk jalan.

Dan, seperti yang kami khawatirkan, perjalanan ini sama sekali bukanlah perjalanan mulus tanpa hambatan. Kami menepi di bawah keremangan lampu jalan, kira-kira lima ratus meter setelah melewati pasar Lawang. Penyebabnya, adalah karena lampu motor yang dikendarai oleh Ejin dan Friska tiba-tiba meredup dan padam. Padahal, setelah dari Pasuruan nanti kami harus melalui jalanan yang sepi dan cerita cerpen persahabatan.

“kenapa sih motornya?” tanya Acuk dengan sedikit nada gusar, ketika Ia dan Ernie yang diboncengnya itu menepi.

“gak tau lah!” jawab Friska sembari mengangkat bahu. “kita cari bengkel!” seru Marten, setelah ia turun dari boncenganku. “bahaya kalau jalan gelap-gelap,” “dimana?” tanyaku, lebih kepada diri sendiri. Dan semua terdiam selama beberapa saat. Aku tidak tahu mereka semua sedang berfikir atau justru membiarkan kepala mereka kosong. “Zal, kamu gak tau kah?…….” “nggak,” jawabku cepat. Menjadi satu-satunya orang asli Malang di rombongan ini, bukan berarti aku yang paling tahu tentang segala cerita cerpen persahabatan tetek bengek seperti bengkel dan semacamnya di sini.

Ingin kutegaskan bahwa aku sama tidak tahunya dengan mereka. “terus gimana dong!?” tanya Bella. Ia dan para wanita yang lain mulai terlihat resah. Kami kembali terdiam sejenak. Sementara, sinar suram lampu jalan yang menerangi kami ini pun entah mengapa turut meredup.

“kita cari bengkel sambil jalan!” usul Alex, dan yang lain mendengarkan. “kita jalan pelan-pelan aja, masih cukup waktu kok!” Sebagian besar mengangguk setuju, sisanya diam. “bener, kita harus lanjut jalan!” sambung Viktor, kemudian Ia menunjuk Ejin.

“kalian di belakangku aja, terus yang cerita cerpen persahabatan kalian……….” “aku!” sahutku, menawarkan diri. “jangan Zal, kamu yang paling depan aja!…….soalnya kamu yang paling ngerti jalan,” Aku mengiyakan saja.

Meskipun, hanya karena pernah melewati Pasuruan bukan berarti aku mengetahui lika-liku jalan menuju Bromo. sekali lagi, kutegaskan bahwa satu-satunya pedoman kami hanyalah papan penunjuk jalan yang biasa ada di persimpangan. Maka, kembali kami beriringan menyusuri malam yang makin larut, meniti jalur utama Malang Surabaya yang nampak tak pernah sunyi. Dan ini hanyalah secuil kecil bongkahan rintangan yang menanti kami.

************** Pukul 23.15 Jalanan semakin lengang, seiring malam yang semakin larut. Lampu jalanan yang tak lagi nampak membuat malam semakin perawan, yang syukurnya bintang gemintang tak lagi disembunyikan awan. Sementara di tengah keremangan ini, kami masih merayapi jalan sunyi, dengan salah satu dari kami telah tak berpenerangan lagi. Sepi oleh hiruk pikuk manusia, namun ramai dengan ditemani mobil-mobli besar yang justru kapasitasnya semakin memadat menjelang tengah malam.

Dalam keadaan begini, susah sekali mempertahankan urutan kendaraan sebagaimana yang telah direncanakan tadi. Kami seringkali diselingi oleh oleh truk ataupun bus malam yang terkenal sering ugal-ugalan, yang mau tak mau memaksa kami untuk menghindari atau kadang menyesuaikan dengan kondisi jalanan.

Terakhir kulihat, motor Ejin yang lampunya mati itu masih beriringan dengan Viktor, sehingga aku cukup tenang berjalan sendiri di depan setelah tadi berhasil mendahului sebuah truk bermuatan penuh pasir. Namun entah apa yang terjadi.

Tiba-tiba, kulihat Fifin yang tengah dibonceng oleh Reno itu seperti memanggil-manggilku dengan panik. Ia memberi isyarat agar kami segera menepi. “Zal, anak-anak suruh kita berhenti!” seru Marten yang tengah kubonceng “ya, tapi jangan di tempat sepi!……….Cari tempat aman dulu!” jawabku agak keras, melawan suara dentuman mesin motorku serta truk di belakangku yang cukup kencang di telinga. Dari kejauhan, aku melihat sebuah depot kecil yang masih buka. Kuisyaratkan pada Reno dan Alex yang masih di jangkauan pandangku untuk menepi.

Lalu, dari sana kami menanti satu per satu teman kami merapat. Ernest dan istrinya nampak syok, dan Acuk pun pucat pasi. Bella bahkan seperti hendak menangis. “ada apa?” tanya Marten begitu semua lengkap. Nampak hanya kami berdua yang tidak tahu apa yang terjadi. “kami tadi mau dicegat……….” Jawab Ernest, yang nampak masih kesulitan mengatur nafasnya. “dicegat siapa?” “orang,……….boncengan……….bawa celurit…………” Dan bulu kudukku seketika meremang, serta malam serasa dua kali lipat senyapnya.

Untuk sesaat, yang kami lakukan hanyalah merasakan denyut jantung kami masing-masing. Merasakan malam yang mulai menampakkan sisi mencekamnya. “gimana ceritanya?” tanyaku. Tak ada yang langsung menjawab, mungkin masih ngeri mengingat apa yang baru saja terjadi.

Friska dan Fifin saling berbisik cepat menggunakan bahasa Kalimantan, sementara Acuk, lebih memilih diam tertunduk. Viktor lah yang menjelaskannya padaku dan Marten. “tadi, waktu kami masih di belakang truk,……….tiba-tiba ada motor yang hadang kami,…….” “dua orang,…….boncengan,” tambah Ernes. “waktu itu, Acuk yang paling dekat sama orangnya,” “mereka ngeluarin celurit,………….trus yang dibelakang tanya,……….” “tanya apa?” Dan Acuk, dengan suara yang masih lemas, menjawab.

“dia tanya………….‘Woi…….anak Malang ya!?’…………gitu” Dan seketika pemahaman menjalari kepalaku yang telah kebas oleh malam yang dingin ini, terutama setelah melihat slayer yang meliliti leher Acuk dan Ernest. Pantas saja!…………. Orang waras mana yang nekat bermotor ke Pasuruan dengan mengenakan slayer A***a (maaf, lebih baik tidak saya tulis)?

Betapa cerobohnya……….!! “cuma dua orang itu yang nyegat?” tanyaku. Mereka mengangguk. “mungkin mereka gak tau kalau kita rombongan,……” Seorang pria paruh baya menghampiri kami. Laki-laki berjaket hitam dan berselempang sarung yang mungkin adalah pemilik depot yang kami singgahi ini, menanyakan perihal dan tujuan kami, dan kamipun menceritakannya.

Syukurlah beliau cukup ramah. Beliau memberi petunjuk jalan pada kami untuk menuju Bromo, dan tentu saja menawarkan kami untuk singgah di depotnya. Dan meskipun nampak sedikit kecewa karena kami memutuskan untuk langsung meneruskan perjalanan, pria itu masih mengingatkan kami untuk behati-hati.

“pokoknya, sekarang jangan sampe’ ada yang pisah dari rombongan!” kata Ernest, mengingatkan. “ya, betul!…….tapi jangan lupa………” Marten memberi isyarat pada leher. “oh, iya……” Ernest buru-buru melepas slayer yang melilit lehernya. Kalau Acuk, slayernya sudah ditanggalkan sedari tadi. “terus, mending kami paling belakang aja, soalnya kan cowok semua!” kata Marten sembari menunjuk dirinya dan aku. Memang, diantara semua rombongan, hanya aku saja yang membonceng laki-laki.

“jangan,………Rizal tetep di depan aja!” bantah Viktor. Kemudian, Ia menunjuk Acuk. “Cuk, kamu bonceng Marten! Erni dibonceng Rizal aja,………….nanti kamu sama Marten yang paling belakang!” “aduuuh,…….kok paling belakang sih?” bantah Acuk, yang pucat di wajahnya belum juga hilang.

“gak apa-apa,………kan sama Marten!” Setelah diam sejenak, Acuk pun mengangguk setuju. Meskipun, dari ekspresi wajahnya nampak ia masih keberatan. “tenang Cuk, kan ada aku!” seru Marten sembari menepuk bahunya.

“nanti kalau ada apa-apa,…….pasti aku selamatkan,……………motornya!” Dan kami pun tertawa, memecahkan kebekuan malam yang kian memekat ini. **************** Pukul 00.00 Kini malam telah memekat sempurna, dan kami telah ditenggelamkan dalam gelapnya. Meniti jalur sunyi diantara rimbunnya pepohonan yang menjulang tinggi. Bila tadi masih ditemui berbagai macam kendaraan besar yang menemani perjalanan kami, kini semenjak meninggalkan jalur utama dan meniti jalur mendaki dan berliku yang kami yakini—meski tak seratus persen—akan membawa kami menuju Bromo, jalanan sepenuhnya senyap.

Hanya kami yang nampaknya mengisi kekosongan dari titian ini. Beribu titik-titik terang di kejauhan, yang menyerupai bintang gemintang, menandakan kami telah jauh meninggalkan pusat keramaian. Yang ada hanya jajaran tegap pohon-pohon pinus yang makin menenggelamkan kami dalam keperawanan malam.

Di satu jalanan yang lurus dan landai, Viktor menyejajarkan motorku dengan motornya. “masih jauh kah Zal?” tanyanya padaku, dengan pertanyaan yang sama untuk kesekian kalinya.

Dan aku sudah lelah untuk menjawab ‘tidak tahu’, jadi aku mencoba memberi jawaban lain yang memuaskan. “kayaknya,…….” jawabku sekenanya. “nanti di atas ada pom bensin gak?” Nah, itu baru pertanyaan bagus. Sebelumnya aku memang pernah ke Bromo, dan itulah kira-kira yang membuatku seperti mbah kuncen bagi teman-temanku. Padahal, waktu itu jalur yang kulalui adalah jalur dari Probolinggo, dan disana pun aku hanya singgah sebentar.

Kalau melalui jalur itu, dari yang ku ingat, memang masih terdapat stasiun pengisian bahan bakar. Tapi kalau jalur ini, aku tidak tahu sama sekali. “bensinnya siapa yang mau habis?” tanyaku, agak mengalihkan pembicaraan.

“motor Reno,” “mestinya di atas nanti ada,” jawabku, meskipun aku sendiri tak yakin. Dan kembali Viktor menempatkan motornya dibelakangku. Aku tahu, semuanya berharap agar jangan sampai ada motor yang kehabisan bahan bakar di tengah hutan pinus yang lebat ini. Jalanan rasanya semakin terjal menanjak. Meski sudah kuputar penuh gas motorku ini, namun masih saja si Mio terseok-seok meniti lintasan yang entah dimana ujungnya ini. Dan setitik cahaya di ujung jalan, akhirnya membawa sebongkah besar kelegaan.

Kira-kira setelah empat puluh lima menit meniti jalur gelap nan terjal itu, kami pun tiba di pos pertama, dan langsung disambut oleh seorang petugas penjaga. Setelah mencerca kami dengan beberapa pertanyaan formal yang membosankan, kami pun dipersilahkan untuk beristirahat sejenak di area pos itu. Kata sang petugas, setelah ini masih ada satu pos lagi yang harus dilalui dan pos itu baru dibuka pukul tiga pagi. Maka, selama dua jam ke depan, mau tidak mau kami harus menghabiskan waktu di sana.

Syukurnya, selain ada warung kopi untuk kami menghangatkan badan, di pos itu juga terdapat kios yang menjual bensin eceran, sehingga hilanglah kekhawatiran kami. Aku tersenyum, memikirkan ambisi kami yang ingin menyaksikan sunrise dari Bromo sebentar lagi akan terlaksana.

************* Pukul 03.15 Kepalaku serasa ngilu, dan tangan ini sedari tadi telah mati rasa. Terpaan hawa dingin yang membekukan ini serasa makin tak tertahankan lagi, seiring malam yang kian mendekati pagi.

Tubuh ini bahkan tak mampu untuk berhenti menggigil. Saat ini, yang paling kuinginkan hanyalah menepikan motorku di Penanjakan, lalu disana aku dapat mencari warung untuk memesan kembali secangkir kopi panas, sembari menanti tampilnya sang mentari. Dari sang petugas tadi, kami dapat mengetahui seluk beluk rute kawasan Bromo serta tempat-tempat yang dapat dikunjungi. Penanjakan adalah tujuan awal kami, lalu selanjutnya adalah kawah Bromo.

Dan kini kami bejalan beriringan dalam satu rombongan besar, karena selama dua jam menunggu tadi, beberapa rombongan motor lain yang bertujuan sama telah ikut bergabung. Beramai-ramailah kami melintasi jalur asri, dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini. Semestinya sisa perjalanan ini akan jadi sangat menyenangkan, kalau saja hal naas ini tidak terjadi. Aku berdiri dengan perasaan tak menentu, di jalan gelap tanpa penerangan, beberapa ratus meter setelah melintasi pos kedua.

Campur aduk rasanya, meratapi keadaan yang entah mengapa harus motorku yang mengalaminya. “bannya kempes Zal?” tanya Erni, dengan campuran ekspresi antara panik dan pasrah. Aku mengangguk lemas. Menyadari, bahwa hanya kami yang tertinggal di sini. Karena, dengan adanya rombongan yang besar itu, mestinya tak akan ada yang tahu kalau kami tertinggal. Mungkin saja mereka mengira bahwa motorku telah melesat jauh di depan mereka. “trus gimana!?” Aku, selama beberapa saat terdiam, membiarkan kekosongan menjalari pikiranku.

Kutarik nafas dalam dalam, sembari meresapi kebekuan malam yang tak sedikitpun menyembunyikan bintang. Hanya batang-batang kokoh pepohonan yang menjadi selubung gelap di sepanjang jalan. Tidak, aku tidak ingin ambisiku kandas di sini. Masih ada waktu, dan pasti masih akan ada banyak cara. Titik-titik lemah cahaya di kejauhan—yang kami ketahui sebagai pos kedua—yang telah kami lalui barusan, setidaknya menjadi secercah harapan. “ayo, kita tuntun motor balik kesana!” Erni mengangguk.

Bahkan, setelah kami menuntun motor ini kembali, hawa dingin yang menggigiti kulit ini tak jua mau pergi. Tetap menyerang tiap-tiap inci dari indra perasa kami. Dan dengan tubuh yang mengigil ini, kami menghampiri pos kedua, menjumpai petugas disana. “tambal ban ada mas, tapi bukanya jam delapan pagi,” kata sang petugas, yang seketika membuat semangat kami anjlok total. “kalau mau, mas naik ojek aja!

tapi biasanya untuk dua orang, pulang pergi seratus lima puluh ribu,” Kami tertunduk lesu di halaman pos, merenungi kelanjutan perjalanan kami yang tak jelas. Otakku rasanya beku, sebagaimana tanganku yang mati rasa.

Dan kulihat, Erni hampir sama putus asanya. Kulihat jam dinding di dalam pos. Dari waktu yang tertera, mestinya satu setengah jam lagi mentari telah terbit di ufuk timur sana. Artinya, sepanjang itu pula-lah waktu yang tersisa cerita cerpen persahabatan kami untuk menyelesaikan ‘misi’ ini. “telponnya diangkat Er?” tanyaku penuh harap.

Erni menggeleng dengan lesu. “mereka di motor sih,……….” Kami pun kembali membisu, yang lagi-lagi diselingi angin pembeku. “masa sih,………mereka gak ada yang sadar, kalau kita ketinggalan?” keluh Erni, disertai dengan gigilannya. “mereka pasti sadar!” jawabku, semantap yang kubisa. Erni menatapku dengan penuh tanya. “pasti……….soalnya, tiket mereka ada di aku semua,” jelasku, sembari menunjukkan empat belas lembar tiket yang tadi kubeli di pos kedua ini saat hendak berangkat.

“ooo, iya ya………” kata Erni sembari tersenyum pahit. “masalahnya, mereka bisa tepat waktu apa gak?” “berdoa saja,” Benar, yang bisa kami lakukan saat ini hanyalah percaya pada teman-teman kami. Percaya, bahwa mereka akan segera menjemput kami—menjemput ambisi kami—yang akan terlaksana selangkah lagi. Kami hanya bisa menanti. Cerpen Pendidikan ************** Pukul 04.45 Kami serasa berkejaran dengan warna biru yang merambati langit dari ujung timur sana, yang dengan congkaknya coba mengusiri bintang-bintang dan para penghuni malam.

Dua Beat ini ingin kami pacu sekencang-kencangnya, hanya saja terjalnya tanjakan dan tajamnya tikungan jelas tidak mengizinkannya. Ayolah, sedikit lagi!

Rombongan telah tiba di Penanjakan, dan menyadari kami berdua tak ada. Barulah mereka mengecek handphone masing-masing. Dan jemputan pun tiba sekitar tiga puluh menit yang lalu, menyelamatkan kami yang sudah hampir seperti chiken nugget di dalam kulkas.

Acuk dan Marten tampil sebagai pahlawan, dan keahlian mereka dalam ber-ugal-ugalan adalah penentu tercapainya segenap harapan. Aku hampir-hampir tak bisa bernafas, mendapati Marten yang tengah memboncengku ini meniti jalur di tepian tebing tak ubahnya seperti menjoki kuda sumbawa. Padahal, kalau sampai tergelincir kesana, maka jangankan untuk pulang hidup-hidup, untuk menemukan jasadnya saja rasanya susah tak terkira. Tapi yang kulakukan adalah menyemangatinya untuk melaju lebih kencang lagi.

Warna biru tua yang mulai menjalari langit timur menandakan waktu kami tak banyak lagi, semantara kami berlari dan terus berlari, mengejar asa. Acuk yang membonceng Erni agak tertinggal di belakang sana, namun kami meyakini mereka masih dapat mengikuti.

Dan di ujung sana, akhirnya terlihat titik-titik cahaya. Kami disambut dengan teriakan gembira, beserta banyak desahan nafas lega. Mereka menunggu kami, seperti kami menanti mereka.

Kami telah berkumpul di sini, lengkap. Dan sekarang, hanya satu lagi yang harus dilakukan! Penanjakan adalah tempat yang paling tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan kawah maupun gunung Batok.

Dari sini, semuanya tersaji manis dan menakjubkan. Dari deretan hutan pinus, lautan pasir, hingga rerimbunan bunga abadi Edelweis. Rasa takjub yang mengusir dingin dan penat cerita cerpen persahabatan sisa, dan yang ada hanya syahdu dan syukur. Dengan semangat yang meluap-luap, kami meniti anak tangga ini dengan setengah berlari. Di puncak tangga sana, kami akan menjadi saksi terbitnya mentari hari ini.

Semua berduyun-duyun, menyambut sang raja siang kala menduduki tahtanya. “ayo Zal…….!!!” seru Ernes, sembari cerita cerpen persahabatan kecil.

Ia nampak mesra bergandengan dengan istrinya, berlari berdua. “ntar aku nyusul!” Aku menemukannya, bersandar tentram di sisi bukit. Dimana, tasbih angin dapat leluasa menyapanya melalui jendelanya yang tak berkaca. Ujung atapnya yang mengerucut pun seolah tengah menghitung bintang-gemintang, mengkalkulasikan karya cipta-Nya yang berenang-renang di angkasa.

Dan aku pun memenuhi undangan itu. Betapa ruku’ dan sujud ini terasa amat menenteramkan, meski dinginnya air wudhu amat menyengat hingga membuat ngilu sekujur tulang. Hatiku terasa merdu sebagaimana dendang alunan lagu. Dan segenap panorama alam yang terangkai indah ini, seolah menjadi jembatan yang menghantarkan kekhusyu’an pada seisi relung hati. Di musholla yang mungil ini, aku merasakan bahwa hati telah terhantar pada kedamaian.

Dan seuntai benang merah pun akhirnya nampak membentang di kejauhan, menghantarkan segenap mata pada satu ketakjuban. Benang merah yang membaur dengan biru gelapnya langit itu, memikat segenap mata yang tiada mampu mengungkapkan indahnya melalui bahasa.

Karena pada saat ini, segenap mata itu menjadi saksi sang mentari yang tengah menggagahi pagi. *************** Hari ini, 15 Juli 2012, pukul 09.30 Kami ber-empat belas duduk bercengkrama di tepi kawah, pada puncak Bromo.

Menikmati belaian angin, pelukan langit biru, serta dikerumuni hamparan pasir yang luas. Ada rasa kepuasan tak terlukiskan, juga bangga akan diri sendiri. Dan tak ada yang salah dengan itu. “tadi tambal ban habis berapa Zal?” tanya Viktor padaku. “lima ribu,” jawabku. “tapi, aku juga ngasih sepuluh ribu buat yang jaga motorku,” Viktor mengangguk-angguk. “habis ini kita pulang?” tanyanya lagi. “ya,” Aku berdiri, lalu merentangkan tanganku lebar-lebar. Bersamaan dengan itu, angin pun berhembus, seolah ingin membawaku terbang.

“kita pulang lewat Tumpang!” kataku, sembari kemudian menunjuki hamparan pasir yang membentang. “kita nyusuri padang pasir ini ke selatan, setelah itu lewat padang sabana,” “kamu tau jalannya?” “nggak,” “yesss………!!!” *****TAMAT***** Cerpen Persahabatan – Persahabatan Sejati Cassandra Cherly namanya. ia biasa di panggil Cassandra. Cassandra mempunyai sahabat cerita cerpen persahabatan dalam hidupnya namaanya Sarah Wibowo.

Wibowo adalah nama keluarga Sarah. Cassandra dan Sarah berasal dari keluarga yang cukup. sebenarnya Cassandra memiliki banyak teman lain yaitu Kelly, Bunga, Lily, Farhan, Ardhi, Rafi, dan Andra. tetapi Cassandra menganggap Sarahlah yang paling mengerti dirinya. Cassandra dkk sekarang kelas 3 smp. Yup, sebentar lagi mereka SMA.

dan cita-cita mereka semua adalah membuat sebuah Band. karena memang mereka semua bisa memainkan alat music Band kecuali Sarah. Sarah hanya bisa menyanyi. so,mereka memutuskan untuk Sarah yang menyanyi. mereka sering berlatih sepulang sekolah Suatu hari saat di sekolah, ’’Sarah! Sarah! Tunggu!” Panggil Cassandra. cerita cerpen persahabatan Jawab Sarah cukup keras. ”kamu kenapa sih?? jawabnya gitu banget. biasa aja kali, nggak usah sewot!” Ucap Cassandra lumayan keras.

”eh, kok aku yang SEWOT?? Kamu cerita cerpen persahabatan teriak Sarah. ”eh, kok aku?? kamu!” kata Cassandra membela dirinya. “Kamu!” “Bukan, Kamu!” “Kamu!” “Kamu!” Tiba-tiba Kelly, bunga, lily, Farhan, Adhit, Rafi cerita cerpen persahabatan Andra datang. “hei, hei stop kalian ini kenapa sih??” lerai Kelly. ”ini nih, kell si Sarah aku panggil biasa aja jawabnya Sewot banget!” ucap Cassandra. ”Ih, apan sih! Udah ah, pokonya aku males sama dia!

mendingan aku main sama Bunga deh! Ayo bunga!” ucap Sarah sambil berlalu. ”eh,eh I…ii.iyaa” jawab Bunga terbata-bata. ”Sarah kenapa sih kok kayaknya sewot banget hari ini.” Pikir Cassandra.

”Sudah nggak usah di pikirkin Cass, paling bentar lagi baikan” Kata Rafi. ”Iya” Kata Cassandra Esoknya,Cassandra mendapat kabar bahwa Sarah dan keluarganya akan pergi ke Malang.

Cassandra, Kelly, Bunga, Lily mengantarkan Sarah ke bandara. Farhan, Adhit, Rafi dan Andra tidak bisa ikut karena ada Les. Sebelum berangkat, Sarah meminta maaf ke Cassandra karena sudah memarahi Cassandra kemarin.

Cassandra juga meminta maaf kepada Sarah. Setelah itu Sarah pergi ke malang Seminggu kemudian,keluarga Sarah sudah pulang dari malang. Tetapi Sarah belum pulang, ia masih di malang entah kenapa ia tidak mau pulang. Dua hari kemudian pada malam hari ada yang meng-SMS Cassandra dan teman-teman. Ternyata kakaknya Sarah. Bang Robin biasanya Cassandra cs memanggilnya. Saat yang bersamaan mereka semua membaca SMS tersebut. Smsdnya kayak gini : Assalamualaikum To: Cassandra, Kelly, Bunga, Lily, Andra, Rafi, Farhan dan Adhit From: Bang Robin Hey!

maaf Abang SMS malem-malem Tapi, abang punya berita buruk untuk kalian. Sarah kecelakaan di malang saat menyebrang jalan. sekarang, abang mau pergi ke malang menjenguk sarah. kalau dari kalian ada yang mau ikut ke malem datang ke bandara secepatnya! Abang tunggu! Wassalamualaikum Mereka semua pun kaget termasuk Cassandra.

Saking syok nya Cassandra pingsan. Ia di bawa ke rumah sakit dan akhirnya tidak bisuk ikut dengan kawan-kawannya tersebut Saat kawan-kawan tersebut sampai di malang mereka langsung ke rumah sakit.

Di sana mereka menuju kamar Sarah di rawat. sesampai di kamar perawatan, mereka melihat ayah dan ibu Sarah menangis. ternyata sarah sudah di panggil. setelah memakamkan sarah di malang, keluarga sarah memutuskan untuk tinggal di malang. Saat sampai Jakarta ternyata mereka harus berduka lagi.kali sahabatnya Sarah, Cassandra.

Ia meninggal karena ternyata dari dulu ia sudah terkena penyakit tumor otak. kemarin cerita cerpen persahabatan sarah di kubur, Cassandra meninggal. Hari ini Cassandra yang akan di kubur. semoga persahabatan mereka tetap sejati walau sudah tiada. Cerpen Persahabatan – Sahabat Untuk Seterusnya “Sya, cepat kesini!” ucapnya dengan suara tegas, namun masih terdengar lembut.

“Iya Ni, sebentar”. “Cepatlah! nanti kita telat lo!” ucapnya lagi, sambil berlari, ia menggengggam tanganku. Rambut panjangnya yang tergerai menyapu tanganku, mata hitam tegas serta alis mata yang tebal dan rapi. Kulitnya berwarna sawo matang. Namanya Nuni, wajah manis serta tutur katanya, bak putri kraton.

Setelah kereta menuju jakarta itu berhenti, dengan sigap Nuni langsung menarikku menaiki kereta itu. Nafasnya yang tergesa-gesa sembari tubuh yang dibanjiri keringat, tengah diwarnai dengan tawa khasnya. Rasa lelah itupun kini ikut lenyap sembari tawa Nuni yang semakin kuat. Karena Nuni dan aku selalu merasakan hal yang sama.

Memang, hampir setiap bulan kami pulang pergi Jakarta Bandung. Bukan untuk belanja atau shopping, hanya uantuk cuci mata, cari udara segar, serta mencari ribuan tawa lagi dan lagi bersama Nuni, teman sejati, baik hidup atau mati.

TK, SD, SMP, SMA, yang sama. Serta rumah yang berdekatan disertai keluarga yang telah menyatu, sudah cukup untuk aku serta Nuni menjadi sahabat.

Jika hari menjelang malam, baik aku ataupun Nuni akan keluar rumah, duduk di gazebo kayu tempat hansip setempat berkumpul, kami hanyut dalam obrolan, sembari menghitung banyaknya bintang. Jika bulan Ramadhan tiba, aku dan Nuni selalu tarawih bareng, sudah bersiap di depan rumah, memakai sendal jepit, dengan tubuh yang telah dibalut mukena berwarna putih bersih, serta tangan kanan sebagai tempat menggantungakan sajadah kecil.

Intinya seperti orang banyak bilang “Kalo ada Nuni, pasti ada Marsya. Begitupun sebaliknya”. Sabtu, 4 November 2012. Malam itu, adalah malam yang terburuk serta malam terpahit dalam hidupku. Nuni, sang malaikat cilik itu telah dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan maksud menyelamatkan kucing pincang ditengah jalan, iya tertabrak sebuah mobil minibus.

Tragis memang, tapi aku berusaha tabah, dan mengambil sisi baiknya. Aku berpendapat mungkin supir mobil itu tidak sengaja, mengantuk, atau sebagainya. Karana aku tak mau Nuni melihat kami, orang yang dikasihinya tidak ikhlas akan kepergiannya. Felix, itu namanya, nama makhluk kecil berbulu yang telah Nuni selamatkan itu. Setelah ia diobati, Aku memutuskan untuk memeliharanya. Dan aku tahu, tindakanku itu benar. Karena, setiap Felix ada dikatku, rasanya malaikat cilik itu datang lagi, dan berkata “Sya, semuanya akan baik-baik saja, jangan suka telat lagi ya!” Cerpen Persahabatan – Biarkan Kita Menjadi Cerita “tenang.

rumah ini udah siap pakai kok” ucap papa Gea seakan tahu apa yang sedang Gea fikirkan ketika melihat rumah barunya. “oh.” jawab Gea ber-oh pendek Ya, hari ini adalah hari pertama Gea di lingkungan hidup yang baru, Tenggarong. Dulunya, bukan dulu. Mungkin, kemarin, Gea masih tinggal di Jakarta. Tepatnya Jakarta Timur. Gea pindah ketempat ini karena tuntutan pekerjaan orang tuanya.

Jadi mau tidak mau Gea harus mengikuti orang tuanya kesini. Hal ini juga di anggap Gea menyenangkan, karena Gea sudah bosan dengan popularitas yang dia miliki di Jakarta. Bagaimana Gea tidak populer? Gea yang memiliki wajah bagaikan artis, di tambah lagi dia adalah anak dari keluarga yang beruntung, terlalu beruntung mungkin. Hal itu membuat dia menjadi dikenal banyak orang di sana.

Karena Gea terkenal karena dua hal tadi, Gea ingin merasakan hal lain. Mungkinkah dia akan menjadi populer juga kalau tidak ada yang tahu dengan apa yang Gea miliki. Gea mengelap rambutnya dengan handuk saat kekuar dari kamar mandi rumah barunya. Terdengar suara blender dari arah dapur. Gea pun mendatangi asal suara itu. Terlihat mama Gea sedang asik membuat minuman, namun tidak ada sosok papanya disana. Gea pun menanyakan keberadaan papanya itu “ma, papa mana?” ucap Gea spontan.

“papa tadi keluar, tapi ngga tau mau apa” jawab mamanya singkat. “oh, udah lama?” tanyanya menguraikan ke-kepo-an “lumayan sih” lagi, mamanya menjawab singkat.

“ngga mandi?” tanyaku meninggikan volume “ssttt, papa Cuma pakai parfume. Abis Gea mandinya lama sih.” ucap mamanya dengan suara pelan “heheh, maafin Gea deh” ucapnya sambil cengengesan “ting, tong” terdengar suara bel dari luar. Gea pun bergegas menghampiri pintu dan membukanya.

“taraaaaa…”ucap papanya ketika pintu terbuka “iihhh papa, ada-ada aja deh.” Ucap Gea dengan nada manja “liat papa bawa apa? Seragam baru sama perlengkapan sekolah kamu. Besok udah bisa sekolah loh…” ucap papa Gea sambil mengangkat bungkusan yang dia pegang “wwwwwuiiiii. papa keren, makasih ya pa” ucap Gea kesenangan “iya, sama-sama sayang” jawab Papa Gea seraya merangkul badan Gea. “uh, papa bau ih” kata Gea kepada papanya “sssttt, malu ah di dengar tetangga” ucap papa Gea dengan suara pelan sambil mendorong badan Gea masuk kedalam rumah.

“ya udah pa, Gea masuk dulu ya.” ucap Gea saat turun dari mobil. Gea melihat gerbang sekolah barunya, tertlulis SMP Negeri 1 Tenggarong. Tulisan itu sama persis sengan bordiran yang ada di dasi barunya.

Gea pun melangkah masuk, wajah-wajah asing tampak di depannya, sedang melihat Gea kebingungan. Bahkan mungkin ada dari mereka yang terpesona melihat Gea. Karena sekali lagi, Gea adalah anak yang cantiknya luar biasa. Gea berhenti di depan kelas dengan pintu yang bertuliskan ‘Kelas IX c’. Gea melangkah masuk, matanya menerawang sekitar. Tidak terlalu menarik, kecuali seorang anak laki-laki berjambul yang sedang asik berbincang dengan seorang perempuan yang sama sekali tidak bisa di katakan cantik.

“Beruntungnya aku kalau bisa berkenalan dengan cowok itu dan menjadi cewek di sebelahnya” ucap Gea dalam hati. Anak perempuan itu melirik Gea, sempat berpaling, namun kembali lagi matanya melilhat ke arah Gea.

Dia pun tersenyum ke arah Gea, begitu juga Gea yang kemudian membalas senyuman perempuan itu. Lalu, anak laki-laki berjambul tadi berdiri dari kursinya, berdiri, lalu berjalan ke arah Gea.

Gea menelan ludah dengan susah payah, tanpa sadar tangannya menarik kuat tali di ransel yang ia gunakan. “Raka.” cerita cerpen persahabatan laki-laki itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya. “e e e . Gea” jawab Gea gugup kemudian membalas uluran tangan laki-laki tadi. Mereka menjabat tangan beberapa detik, saling menatap.

Namun indahnya suasana di pecah olah suara seseorang “haii” ucap lawan bicara Raka tadi saat berada di antara gea dan Raka. “eh, yaa” jawab Gea terkejut. “Kinan” ucap perempuan tadi mengajak berkenalan “Gea” sahut Gea memberi senyum.

Kinan tidak cantik, tapi entah kenapa benyak anak yang dekat dengannya, mereka merasa nyaman bersama Kinan, termasuk Raka. Hal itu membuat Gea heran dan membuat Gea ingin lebih mengenal siapa itu Kinan. Raka, Raka adalah sahabat Kinan, ada yang mengatakan kalau Raka menyukai Kinan dalam arti lain. Namun, hal itu belum terbukti sampai sekarang. ***** Hari demi hari berlalu, Gea, Raka, dan Kinan semakin dekat dan menjadi sahabat. Rasa penasaran Gea tentang Cerita cerpen persahabatan sudah berkurang, namun tidak dengan rasa suka Gea sejak pandangan pertama dengan Raka.

Semakin Gea mengenal Raka, semakin Gea menyukai Raka. “Gea !!” suara seseorang memecah lamunan Gea “eh, Raka” ucap Gea terkejut “nih.” ucap Raka sambil menyerahkan sebuah flashdisk “buat???” tanya Gea kebingungan “kan kamu udah ketinggalan materi, di dalem sini ada rinkasan materi pelajaran kita. Jadi kamu bisa ngopi isinya” jawab Raka menjelaskan “oh iya, makasih ya” ucap Gea sambil tersenyum “iya sama-sama” jawab Raka membalas senyuman Gea Gea terdiam melihat senyum manis yang tersungging di bibir Raka.

Jantungnya berdetak sangat cepat, cerita cerpen persahabatan terasa sesak, dan tengorokannya terasa tersangkut sesuatu. Karena Gea adala sahabat Raka, wajar apabila dia seudah terbisa melihat senyuman Raka. Namun, yang kali ini berbeda, yang ini, khusus untuknya. “Gea.!!” lagi, suara tu memecah lamunan Gea “ha? Kenapa?” jawab Gea terkejut “aku, lagi suka sama cewek” ucap Raka tiba-tiba. “oh ya? Siapa?” tanya Gea penasaran. “rraaahasiaaaa!!!” jawab Raka tersenyum lebar sambil meninggalkan Gea.

“Raka, Raka !! ih, ngga asik ah kamu” ucap Gea mencoba menghentikan langkah Raka, tapi Raka tetap melangkah kan kakinya keluar kelas.

***** “brukk !!!!” bunyi suara buku Kinan yang berjatuhan dari genggamannya. Kinan lalu memunguti buku-buku itu yang berserakan di jalanan. Tiba-tiba, tangan seseorang membantu Kinan memunguti buku itu, ternyata Raka. Kinan hanya tersenyum melihat Raka yang membantu dirinya.

“kinan.” ucap Raka memanggil nama Kinan pelan “ya? Jawab Kinan tanpa melihat ke wajah Cerita cerpen persahabatan “Kinan, liat aku” ucap Raka sedikit memaksa “kenapa Raka?” Tanya Kinan saat malihat wajah Raka “aku suka sama kamu” cerita cerpen persahabatan Raka spontan “aku tau” jawab Kinan santai sambil tersenyum “jadi?” tanya Raka meminta jawaban “aku lebih suka kalau kita temenan” jawab Kinan singkat Raka terdiam, hatinya sedikit tergores tapi tidak terlalu parah. Karena sebelumnya dia memang ragu akan jawaban Kinan.

Raka hanya menyunggingkan senyum dari bibirnya. ***** “Gea, aku suka sama kamu mulai pertama aku lihat kamu” ucap Raka kepada Gea. Gea terdiam, tidak dapat berkata-kata sama sekali. Inilah yang dia harapkan sejak pertama masuk sekolah. Jantungnya berdetak terlalu cepat, keringat dingin mengalir di tubuhnya. Belum sempat dia menjawab ungkapan Raka, ada seekor kucing yang mendekati Gea. Gea takut kucing, otomatis dia menjauh dari kucing itu.

Namun kucing itu malah semakin mendekat dan tiba melompat ke arah Gea “awww!!!” jerit Gea saat terjatuh dari tempat tidur. Mimpi yang indah sekaligus mengerikan mampir di malam Gea setelah mendengar Raka sedang menyukai seorang perempuan.

Gea penasaran siapa yang di sukai oleh Raka, rasa penasaran itu selalu membayangi Gea sampai kedalam mimpi. Gea melirik jam dinding, jam 3 pagi. Gea merasa tidak sanggup untuk melelapkan matanya lagi. Gea pun teringat dengan flashdisk yang di berikan Raka kepadanya. Gea bergegas menyalakan laptopnya, lalu mengecek data dari flashdisk tadi.

“kinan?” ucap Gea kebingungan melihat nama Flashdisk itu. Ternyata itu adalah flashdisk Kinan. Gea pun mememukan data ringkasan materi yang ia cari-cari “diary?” ucap Gea ketika melihat sebuah file dengan nama diary. Kemudian Gea membuka file itu, dan ternyata, itu adalah catatan harian Kinan. Sempat dia ingin membuka file itu, namun dia masih ingat akan adab kemanusiaan. Diary ini adalah pribadi dan Gea tidak boleh membacanya tanpa mendapat izin dari yang bersangkutan.

Namun rasa penasaran Gea tentang isi diary itu mengalahkan adab kemanusiaan tadi. Dibacanya isi file itu secara berurut. Gea terkejut melihat isinya yang ternyata *tanggal tidak di tampilkan* “check up ke dokter setiap 2 minggu. Ngga tau ini memang kewajiban atau Cuma untuk jaga kesehatan. Mama ngga ngasih tau alasannya =(“ “tervonis penyakit yang ngga pernah ku bayangkan bakal bersarang di badanku. Ternyata inlah jawaban dari setiap check up rutin yang aku jalani.

Biarkan ini menjadi rahasia =-” “terima kasih atas penyakit yang engkau berikan tuhan =’) berkat itu aku selalu bersyukur dengan apa yang telah aku miliki dan apa yang telah aku jalani =”) “hari ini pindah ke Tenggarong. good bye SMP 1 Samarinda =’)” “teman baru, ramah, ganteng, baik, pengertian, perhatian. Tipe cowok sejati =)” “semakin dekat. Bolehkah aku berharap memiliki dia ?” biarkan aku bermimpi sejenak ya tuhan =)” “derita yang aku alami terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Itu berarti semakin sedikit waktu aku bertahan di dunia ini. Ya tuhan. biarkan aku bahagia selama sisa hidupku =)” “seseorang datang lagi, seseorang yang mungkin akan memperjauh jarak di antara kita.

Kuharap itu semua ngga akan terjadi =)” “rasa yang aku rasakan terbalas. Akhirnya dia nyatakan rasa yang sama kepada ku. Tapi maaf, karena aku hatimu terluka. Sungguh aku tak layak bersamamu =(“ “dia suka kamu =) kamu cocok kok sama dia =) aku rela biarkan kamu bersama dia, asalkan kamu bisa ngerasakan cinta dengan orang yang memang cerita cerpen persahabatan untuk kamu =)” Gea terdiam melihat isi bacaan itu.

Di satu sisi, Gea sadar kalau sikap baik Kinan itu memang takdir yang harus dia jalani. Mata Gea sedikit berlinang mengingat isi diary itu. “Apa semua tingkah laku baik teman-teman karena mereka tau tentang keadaan Kinan. Tapi, Kinan kan bilang biar jadi rahasia. Ya ampun, aku harus gimana? Apa aku harus pura-pura ngga tau apa-apa?” ujar Gea bertanya dalam hati. Tidak terasa,waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Geaa pun meninggalakan laptopnya yang dalam keadaan mati dengan sedikit cemas tentang apa yang telah dia ketahui.

***** Pagi hari datang lagi, Kinan melangkah pelan menelusuri sekolah “kinan!!” ucap seseorang yang menghentikan langkah Kinan. Kinan pun membalik badan dan dan berkata “eh, Raka” “Kinan, aku tau kamu ngga suka sama aku. Makanya kemaren kamu nolak aku. Tapi tolong, buat aku merasa special di dekatmu walau cuma sebagai teman” ucap Raka dengan wajah sedikit memelas. Kinan tersenyum, dia hendak berkata.

Tapi ada suara teriakan seseorang yang sudah mendahului ucapan Kinan. “raka!!!” ucap Gea berteriak dengan nada sedikit marah “iya, kenapa Gea??” Tanya Raka kebingungan “aku mau ngomong sama kamu” ucap Gea mengabaikan pertanyaan Raka lalu menarik tangan KInan pergi menjauh dari Raka. “Gea, Gea??” teriak Raka mencoba menghentikan tindakan Gea yang kelihatan sedikit marah. Gea membawa Kinan ke bawah tangga dekat toilet perempuan.

Gea terlihat sangat marah. Kinan ketakutan melihat sikap Gea yang mengerikan. cerita cerpen persahabatan kamu ada sama aku!” ucap Gea memulai pembicaraan “ha? Maksud kamu?” ucap Kinan kebingungan “ya, aku tau kalau kamu lagi ngidap penyakit serius. Itu rahasia kamu kan?” ucap Gea dengan nada sinis “Gea, dari mana kamu tau itu? Ucap Kinan cemas “ngga penting aku tau dari mana.

Yang jelas kalau kamu mau rahasia itu ngga ketahuan siapa-siapa, kamu harus ikuti keinginan aku!” ujar Gea mengancam “mau kamu apa Gea.

Aku bakal ikutin kalau itu bisa menjamin rahasia aku ngga terbongkar” jawab Cerita cerpen persahabatan memohon “kamu harus jauhin Raka. SELAMANYA!” ucap Gea mengakhiri pembicaraan kemudian meninggalkan Kinan dengan ancaman yang telah dia berikan. Kinan menunduk meringis atas apa yang telah ia dapatkan. Kinan berjalan meninggalkan tempat dimana ia di bully oleh Gea. Saat menaiki tangga, tiba-tiba kepala Kinan pusing. Pandangan matanya kabur, lalu hilang.

“bbuuugggkkkk!!!” suara badan Kinan yang terhempas ke lantai bawah ***** “halo? Gea ?!! cepat kerumah sakit A.M Parikesit sekarang ! Kinan tadi pingsan, sampai sekarang belum siuman. Sekarang aku lagi dijalan. Cepat!!” ucap Raka melalui telepon dengan nada cemas “oh iya.

Aku kesana.” Ucap Gea mengiyakan lalu menutup telepon Gea cemas mendengar berita itu, gea teringat akan diary Kinan itu. Apa ini semua karena ancaman yang Gea katakana kepada Kinan tadi.” Kinan, maafin aku. Aku ngga akan maafin diri aku sendiri kalo aku ngga sempat minta maaf secara langsung ke kamu” ucap Gea dalam hati.

Gea mengambil helmnya lalu bergegas mengendarai motornya menuju rumah sakit. Beberapa menit berlalu, Gea sampai di rumah sakit. Dia pun memarkir motornya dan berlari menuju gedung rumah sakit. Tepat di depan lobi, Gea menelepon Raka “halo, Raka. Aku sudah nyampe di rumah sakit, kamu dimana? Aku ngga tau Kinan ada di ruangan mana?” ucap Gea saat teleponnya di angkat.

“halo? Halo?” ucap seseorang dari seberang “loh? Ini siapa? Raka mana? Tanya Gea cemas saat mengetahui cerita cerpen persahabatan bukan di angkat oleh Raka tapi orang lain. Terdengar suara riuh disana “halo mbak. Ini temennya mas cerita cerpen persahabatan pakai motor scoopy putih kah?” Cerita cerpen persahabatan seseorang yang berbicara melalui ponselnya Raka “iya, Rakanya mana?

Ada apa sih?” Tanya Gea semakin cemas “ini mbak, mas yang pakai scoopy putih tadi kecelakaan, helmnya lepas terus hapenya jatoh. Masnya tadi langsung pergi aja.” Ucap orang itu menjelaskan “orangnya luka?” Tanya Gea penasaran “kepalanya tadi berdarah mbak. tuuut tuuuut tuuuuuuuut….” telepon pun terputus tanpa di sengaja. Gea menangis, terduduk di dekat pintu lobby, dia tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Dia takut Raka kenapa-kenapa. Lalu, datang seseorang yang mengangkat badannya berdiri.

Ternyata itu Raka, jaket Raka terkena lelehan darah yang mengucur dari kepalanya. Cerita cerpen persahabatan menahan pedih yang dirasa ketika melihat lelehan darah itu. “Kinan? Kinan gimana? Tanya Raka cemas tarhadap Gea “aku ngga tau Raka” jawab Gea masih dalam keadaan menangis “yaudah, ayo” ucap Raka menarik tangan Gea masuk ke dalam rumah sakit “tapi kepala kamu…” ucap Gea terputus cerita cerpen persahabatan, biarin” ucap raka mengacuhkan perkataan Gea.

Mereka sampai di depan kamar tempat Kinan berada. Terlihat kedua orang tua Kinan menangis. Raka pun langsung masuk kedalam “tante, Kinannya kenapa?” Tanya Raka cemas tapi dengan nada pelan cerita cerpen persahabatan, sudah ngga ada Raka” ucap papanya Kinan menjawab “apa?” ucap Raka terkejut. Gea tak berani berkata apa-apa. Gea takut menanyakan hal apapun kepada orang tuanya Kinan.

Gea hanya menangis dan berkata “Kinan maafin aku. Sumpah aku ngga niat sampai segininya. Sumpah Kinan, aku minta maaf” Raka mendekati Gea yang cerita cerpen persahabatan menangis.

Gea menatap mata Raka. Gea menarik nafas dalam “Raka, aku yang buat Kinan jadi begini” ucap Gea sedikit ketakutan “Kinan memang sudah ngidap penyakit kanker otak dan dia memang sudah di vonis ngga bisa bertahan lama” ucap Cerita cerpen persahabatan mencoba menenangkan Gea “tapi.

aku yang…” ucapan Gea terpotong “ini, surat dari Kinan cerita cerpen persahabatan kamu. Kata mama sama papanya Kinan, Kinan sempat nulis surat itu pas dia siuman. Tapi habis nulis surat itu, dia langsung kejang-kejang dan meninggal.” jelas Raka memotong ucapan Gea dan memberikan selembar kertas Gea membaca surat itu yang bertuliskan “AKU AKAN MEMENUHI SYARAT YANG KAMU AJUIN KE AKU GEA, AKU AKAN MENJAUH DARI RAKA DAN KAMU SELAMANYA.

AKU HARAP KAMU BISA BAHAGIA. DAN ASAL KAMU TAU, AKU NGGA Cerita cerpen persahabatan SUKA SAMA RAKA” Cerpen Persahabatan – Sorot Pelangi Pagi yang seperti biasa, murid-murid melangkahkan kaki nya dengan senyuman lebar dipipi nya.

Termasuk Rio, kapten basket sekolah yang banyak digandrungi oleh para wanita ini seperti biasa mengawali rutinitas nya bersama Ara, sahabat karib nya yang di kenal sejak ia duduk dibangku sekolah dasar. Rio dan Ara selalu melakukan hal bersama-sama, layaknya seorang kakak dengan adik nya mereka pun selalu berusaha untuk membuat sebuah semangat setiap hari nya dengan bersama-sama. Cerpen Pendidikan Rio yang dikenal sebagai kapten basket sekolah ini adalah salah satu dari sekian banyak orang yang selalu menebarkan senyuman untuk semua orang, seperti pelangi.

sinar mata Rio mampu memancarkan aura positive bagi orang-orang yang melihat nya. Seorang siswa berprestasi ini mampu memikat semua wanita yang ada di sekolah. Tapi sayang, sejak dulu Rio tidak pernah mengerti apa itu “mencintai dan dicintai”. Sangat bertolak belakang dengan Ara, hampir semua wanita pernah menjadi tambatan hatinya. Tidak jauh beda dengan Rio. paras wajah Ara juga mampu membuat wanita jatuh hati pada nya. Hari-hari mereka penuh canda dan tawa, selalu ada lelucon dalam persahabatan mereka.

Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Shilla. gadis cantik dan baik hati ini datang di kehidupan mereka. Seakan mengubah hidup Rio, semenjak mengenal Shilla diam-diam Rio menyimpan rasa pada Shilla. Hanya Ara yang tahu semua cerita Rio tentang Shilla. “Kapan nih lo mulai deketin Shilla? Hati-hati, sob! Keburu di gebet orang”. celetuk Ara saat bel istirahat berbunyi. Jawab Rio dengan santai. “ah! Lo kayak baru kenal gue sehari aja. minder gue bos deketin cewek cantik kayak Shilla.

lo tau sendiri gimana penyakit gue sekarang”. perdebatan mulai panas saat mereka membicarakan wanita ini, satu-satu nya wanita yang bisa membuat jantung Rio seakan berhenti berdetak saat dua mata mereka saling bertatapan. “kapan lagi?! Ayolah tunjukin dan kejar cinta lo itu. Gue yakin lo bisa!”.

Waktu terus berputar, kalimat Ara selalu menjadi cerita cerpen persahabatan dalam ingatan Rio. sebenarnya bukan karena alasan itu yang membuat Rio merasa tidak pantas untuk Shilla. faktor keluarga yang menjadi salah satu alasan kuat Rio, kurang lebih sudah dua tahun Ibu Rio menjadi single parent.

Semenjak itu Rio berjanji hanya ingin membahagiakan wanita tercantik nya itu, yang menurutnya adalah Ibu nya. Alasan lain yang membuat Rio takut adalah Glioma, katagori besar kanker tumor premier cerita cerpen persahabatan berasal dari sel-sel glia. Jenis kanker yang dimulai dari otak atau tulang belakang.

Rio adalah salah satu penderita kanker tulang belakang yang mungkin mempunyai presentase untuk dapat bertahan hidup hanyalah 50%. Walau awalnya merasa bahwa kanker tersebut adalah sebuah tamparan hebat yang membuat hidupnya sama sekali tidak memiliki arti lagi, Rio secara perlahan memulai mencoba untuk cerita cerpen persahabatan sisa cerita cerpen persahabatan dengan ketegaran dan besenang-senang dengan sahabatnya, Ara.

Juga wanita yang di cintainya Shilla. Ara selalu memotivasi dan meyakinkan Rio bahwa ia layak untuk mendapatkan cinta Shilla. singkat cerita cahaya kehidupan Rio mulai hadir kembali, Shilla yang selama ini didambakan nya sudah menjadi kekasih nya. berkat Ara yang selalu meyakinkannya. “Tuh. gue bilang juga apa! Lo tuh cerita cerpen persahabatan deh jangan suka putus asa sebelum mencoba.

Terbukti kan sekarang Shilla bisa lo dapetin!”. Ujar Ara sambil merangkul pundak sahabatnya itu. “Sekarang gue percaya kalau selama berusaha gue pasti bisa dapetin apa yang gue mau.

Makasih banget nih, Sob! Gue coba buat nikmatin hidup gue ini.” Tegas Rio dengan penuh semangat. Seminggu kemudian Rio datang menemui dokter yang rutin ditemui nya setiap minggu untuk mengetahui bagaimana perkembangan Glioma di tubuh Rio, seakan tersambar petir saat Rio mendengar diagnosa tentang penyakitnya yang diutarakan oleh dokter. “sel kanker di tulang belakang kamu makin menebar, harapan hidup penderita glioma mungkin hanya 46,33 bulan dengan rentang waktu 38-55 bulan” ucap dokter.

semua hening, waktu terasa berhenti saat vonis itu di jatuhkan pada Rio. Tapi Rio tidak berhenti disitu saja. Ia lebih menikmati hidup nya mulai hari cerita cerpen persahabatan dengan Ara sahabat karib nya dan Shilla wanita yang di cintainya. Cerpen Cinta Kehadiran kanker dalam hidup Rio telah membuat hubungan antara dirinya dengan kekasihnya, Shilla dan Ibumya menjadi begitu terguncang.

Di sisi lain penyakit kanker tersebut kemudian membawa Rio untuk mengenal beberapa karakter baru dalam kehidupannya yang mampu membuatnya lebih merasa bahagia atas kehidupan cerita cerpen persahabatan telah dijalaninya selama ini. “Promnight tinggal nunggu hari nih, kita jadi dateng bertiga Ara, kan?” tanya Shilla pada Rio.

“jadi dong. kita cerita cerpen persahabatan nanti bareng-bareng ya kesana.” Ujar Rio dengan semangatnya. Malam itu pun datang, semua anak terlihat bahagia saat promnight. Malam ini bisa di sebut sebagai malam perpisahan karena seminggu lagi mereka akan mengadakan hari perpisahan dan kelulusan. Rio lulus dengan nilai yang memuaskan, peringkat pertama dapat diraih nya dalam Ujian Nasional tahun ini. Begitupun dengan Ara. walaupun tidak sama dengan peringkat Rio, namun Ara mendapatkan universitas yang ia idamkan sejak dulu.

Tidak ketinggalan denga Shilla, wanita yang di cintai Rio ini benar-benar lulus dengan hasil memuaskan juga di terima di salah satu universitas kedokteran. “Hai semuanya… gue mau ngomong sesuatu nih.”. tiba-tiba terdengar suara Rio yang berbicara di tengah kerumunan teman-temannya. “gue itu sebenernya mengidap Glioma,lhoooo. kanker tulang belakang dan udah akut banget. hahahahaha” Rio mengutarakan kaliamat itu dengan nada lelucon dan tertawanya yang cukup keras.

Dari sisi lain ada Ara yang menarik Rio dan berkata, “hahahaha lo semua kayak gak tau Rio aja, dia kan biasanya suka bercanda.” Semua hening, antara percaya atau tidak namun semua teman-teman Rio sekejap merasakan khawatir, tidak lain adalah Shilla.

tersentak menangis saat mendengar kalimat Rio tadi. “Gila lo,Yo! Ngomong apasih lo barusan? Mau buat perhatian baru di sekolah?” Tanya Ara dengan sinis. Dan dengan lantang nya Rio menjawab, “gue Cuma bercanda kali, dan seenggak nya biar mereka nanti gak tanda tanya waktu ngeliat gue udah meninggal”. “heh ngomong apa sih lo?!” Tegas Ara. Hari yang di tunggu-tunggu datang. Kelulusan itu sudah didepan mata. Semua siswa antusias dengan hari ini, entah apa yang istimewa hari ini.

tapi tetap saja bagi Rio hari ini masih seperti hari biasanya, tanpa ada yang istimewa kecuali hadir nya Shilla yang ada di sampingnya. Hari yang aneh. tidak biasa-biasanya Rio memeluk Shilla dengan erat, “Shilla. kamu harus jadi dokter. Kelak suatu saat nanti mungkin Cuma kamu satu-satu na dokter yang bisa sembuhin penyakit aku”. Kata-kata Rio yang membuat Shilla bertanda tanya. Mala petaka itu datang, saat semua siswa bahagia mendapatkan kelulusan. Namun tidak untuk Rio… “Yo…bangun!

Rio kenapaa?!”. Suara teriakan itu datang dari belakang panggung. Ternyata Rio sudah terbaring di lantai, dengan darah yang menyelimuti hidung hingga setengah wajah Rio. Semua panik. haru biru pun terasa di hari perpisahan ini. Semua darah penuh di setengah wajah Rio, bahkan mata itu. mata yang mempunyai sorot seperti pelangi seakan redup, habis, dan mati tenggelam merah nya darah itu. Hari perpisahan yang mungkin tidak hanya untuk para siswa. Namun juga untuk Rio… Cerpen Persahabatan – My Life Without Sound Perkenalkan, namaku Theresia Suhandi.

Biasa dipanggil, Theresia atau malah… si tuli? Hidupku penuh warna namun tidak dengan suara. Ya, ibuku baru tahu bahwa indra pendengaranku tidak berfungsi dengan baik saat aku berumur 2 tahun. Aku selalu bersikap acuh tak acuh ketika namaku dipanggil. Karna itulah ibu menaruh curiga pada pendengaranku.

Beliau lalu membawaku ke dokter THT. Alhasil, dokter menyatakan bahwa pendengaranku tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya pada anak normal.

Sedih tentu ada dalam perasaannya. Sejak itulah, ibu mulai memperkenalkanku pada dokter Ichida, dokter asal jepang yang mengajariku bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang normal. Ibu juga banyak belajar darinya. Kalau boleh jujur, sebenarnya, aku adalah bayi premature yang lahir tanpa ayah.

Ayahku tlah lama ‘pergi’ ketika aku baru berusia 4 bulan dalam kandungan. Padahal, aku belum sempat bertemu dan bercanda. Aku cerita cerpen persahabatan pernah tahu setampan apakah wajah ayahku selain dari foto.

Suatu ketika, aku bertanya pada ibu, “Bu, apakah ibu menyesal karna telah mempunyai anak cacat sepertiku?” Dan, kalian tahu apa? Ibuku cerita cerpen persahabatan menjawabnya dengan santai dan tersenyum katanya, “Tidak, Sayang… ibu justru merasa bangga karna tlah melahirkan seorang anak cantik sepertimu! Ayah juga pasti begitu. Kau tidak cacat. Kamu kan masih mempunyai 2 telinga? Hanya saja telingamu itu tidak berfungsi dengan baik.

Itu saja kok…” Jawaban ibu mengenai diriku cukup membuatku merasa percaya diri untuk bermain dengan anak-anak normal di sekitar rumahku. Mereka menyambutku dengan baik dan ramah. Ketika aku berumur 6 tahun. Tibalah saatnya aku untuk disekolahkan. Ibu menyekolahkanku ke SDLB. Sekolah yang dituntut untuk anak penyandang cacat sepertiku. 3 tahun aku bersekolah disana. Hatiku senang karna pada akhirnya aku bisa menemui anak-anak tuli sepertiku. Semuanya berjalan lancar sampai pada akhirnya, ibu memindahkanku ke SD biasa karna Ibu melihat ada bakat dan prestasi nyata dalam diriku.

Pada mulanya, kepala sekolah merasa bimbang untuk menerima seorang anak cacat menjadi siswa di sekolahnya. Setelah ibu melakukan perdebatan yang agak panjang, akhirnya kepala sekolah menerimaku menjadi siswanya dengan terpaksa ke sekolahnya. Ibu bilang bahwa keadaanku akan jadi lebih baik ketika aku bersekolah disana. Namun kali ini, ibu salah cerita cerpen persahabatan. Aku tidak diterima dengan baik disana.

Mereka semua menghujamku dengan perkataan pedas dan menjauhiku. Mereka bilang aku hanyalah seorang anak tuli yang sama sekali tidak dibutuhkan di sekolahanku sekarang. Hanya ada seorang anak yang setia menemaniku, dialah Raisya. Raisya tidak cacat apalagi tuli.

Bodoh ataupun miskin. Akan tetapi, ia juga dijauhi oleh Teman-Teman hanya karna ayahnya dipenjara karna kasus korupsi beberapa waktu lalu. Tidak adil! Yang salah kan ayahnya? Bukan Raisya? Hukum siswa memang aneh dan menyulitkan. *** “Anak-anak, buat kelompok masing-masing 4 orang, ya! Segera kerjakan tugas yang sudah ibu copy kan!” perintah bu Daya.

Anak-anak di kelasku memanggilnya dengan sebutan miss power. Sebagai murid baru, tentu aku tak tahu jelas bagaimana julukan itu bisa terbentuk.

Bu daya adalah guru PKN di sekolah baruku. Meskipun umurnya bukan lagi seumur jagung. Tapi, beliau tetap enerjik dan semangat mengajari murid-muridnya dengan se-abrek materi PKN. Setelah bu Daya memberi perintah, semua anak langsung berpencar mencari kelompoknya masing-masing. Sementara aku dan Raisya malah berdiri mematung di sudut cerita cerpen persahabatan tanpa tahu akan masuk ke kelompok yang mana. Cerita cerpen persahabatan semua terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing.

“Theresia, Raisya, kalian belum dapat kelompok?” tanya bu Daya. Nadanya terdengar mengiba. Beliau berjalan menghampiri kami yang masih berdiri seperti orang bodoh di sudut kelas. “Belum, Bu…” jawab Raisya dengan nada melemah. Matanya menatap cerita cerpen persahabatan lantai putih kelas.

Bu daya menghela napas pendek. Beliau tahu bagaimana posisiku dan Raisya di kelas ini. Selalu dikucilkan dan diejek, “Sekarang, siapa yang kekurangan anggota kelompok?” tanya bu Daya, mengedarkan pandangannya ke seisi kelas. Suasana hening. Tak ada satu anak pun yang mengatakan bahwa mereka kekurangan anggota kelompok atau hanya sekedar mengangkat tangan. Padahal, tak mungkin rasanya jika kelompok mereka pas beranggotakan 4 orang.

Pasti ada yang kekurangan anggota. Jumlah siswa di kelas ini kan 32. Mereka malah sibuk mengobrol dan memandang acak seakan tidak mendengar pertanyaan bu daya.

Aku dan Raisya membuang napas pasrah. Percuma saja. Biarpun 10 kali bu Daya bertanya pun tak akan ada yang mau mengakuinya. Yah, sayangnya, aku dan Raisya sudah tahu akan hal ini. “Sudahlah, Bu. Tidak apa-apa kok kalau kami hanya berdua saja!” Raisya mengalah.

Sesaat, bu Daya merasa tidak yakin pada putusannya. Namun, kemudian, beliau pun menyetujuinya juga. “Kalian jangan sedih ya… Teman kalian bersikap seperti ini karna belum mengenal baik kalian berdua… Itu saja, kok!” bu Daya menenangkan dan membuat rasa kecewaku sedikit terobati. Hari ini, adalah hari yang melelahkan bagi jiwa maupun mental. Tidak hanya hari ini saja tapi juga hari-hari yang sebelumnya.

Mungkin juga bagi hari yang sesudahnya. Ya, aku harap suatu saat nanti, mereka bisa menerima kehadiranku dan Raisnya dengan baik di tengah-tengah mereka.

Ya, semoga saja? *** Hari ini, aku akan bersiap pergi ke rumah Raisya. Untuk mengerjakan tugas kelompok. Lebih baik, aku bersiap-siap sekarang ah… Eh, tunggu-tunggu, sepertinya aku tidak perlu bersiap-siap lagi karna sudah cukup rapi sekarang. Hari ini, aku memutuskan untuk diantar mang Udin saja karna ibu sedang sibuk bekerja sekarang. Sigap, aku langsung turun ke bawah dan menghampiri mang Udin untuk memintanya mengantarkanku ke rumah keluarga Narendra.

Aku memasuki mobilnya dengan anggun. Setelah mesin mobil dinyalakan, mobil pun melesat dengan kecepatan normal. Sepanjang perjalanan, aku hanya diam menatapi awan yang suka berubah-rubah bentuk menurut gerakan angin. Terkadang berbentuk boneka beruang, wajah orang tersenyum dan ada lagi yang membentuk seperti nama ‘Theresia’.

Kok bisa? “Kita sudah sampai, Non…” tutur mang Udin sambil memegang pundakku dengan jari-jarinya yang agak besar. Aku tersadar dari lamunanku. Lalu segera turun dari mobil dan memencet bel rumah. Beberapa waktu kemudian, kamera yang berada di samping kananku menyala, menampakkan wajah Raisya sedang tersenyum kearahku. “Hai, Theresia… Datang juga kau akhirnya! Tunggu sebentar ya, biar kubukakan pintu…” Raisya berkata sambil menyunggingkan senyum selebar pelipis kiri ke pelipis kanan. Terlihat manis dari kamera.

Walaupun aku tidak bisa mendengar, tapi setidaknya aku bisa melihat gerak mulut seseorang. Dibutuhkan kecermatan yang tinggi untuk itu! Raisya melongok melalui kamera ke belakangku. “… biar mobilmu juga diparkirkan kedalam rumahku!” Aku hanya bisa membalas cerita cerpen persahabatan dengan tersenyum.

Tersenyum, tersenyum dan tersenyum. KLIK! Layar berubah menjadi hitam kembali. Aku beranjak masuk ke dalam mobil. Tak lama berselang, aku melihat pintu gerbang terbuka dan dua orang lelaki berbaju satpam saling bekerja sama untuk membukanya.

Mang Udin langsung memasang gigi mobil, melepaskan rem tangan dan mulai menginjak gas. Asal kalian tahu bahwa halaman rumah Raisya hampir sama dengan halaman sekolah Hogwarts. Dari teras rumah, Raisya sudah melambai-lambaikan tangannya untukku.

Aku segera berlari kearahnya dan bersama-sama memasuki rumah Raisya. Didalamnya, terdapat banyak alat musik yang tergeletak malang di dinding-dinding rumah.

Jujur, baru sekali ini aku mampir ke rumah Raisya. Ia mempersilahkanku duduk di ruang tamu dan bertanya, “Ya sudah… Kamu tunggu disini dulu!

Aku mau merapikan kamar tidurku. Kamarnya berantakan sekali… Hehehe… Kamu nggak apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar?” “Nggak apa-apa, kok….” Jawabku tersenyum. Ia langsung pergi meninggalkanku ke lantai dua.

Di depanku cerita cerpen persahabatan ada banyak alat-alat musik. Aku tertarik pada salah satu alat musik yang terpampang di dalam lemari kaca. Penasaran, aku segera berdiri dan berjalan kearahnya. Kebetulan, lemari kaca itu tidak terkunci rapat sehingga aku bisa membukanya. Entah kenapa, jari-jariku rasanya ingin sekali memegang alat music itu. Padahal, aku belum pernah menyentuhnya sebelum ini. Dengan hati-hati, kukeluarkan alat musik itu dari lemari kaca dan mulai memainkannya.

Entah aku memainkannya dengan nada yang benar atau tidak. Yang penting, aku seperti terhanyut dalam permainanku sendiri. Setelah permainan biolaku selesai, seseorang bertepuk tangan riuh di belakangku. Dia adalah, Raisya. Tak kusangka, ternyata, Raisya memperhatikanku saat bermain biola. Saat aku bertanya apa komentarnya, ia bilang bahwa permainanku sangat indah dan membuatnya terhanyut dalam suasana. Aku tak tahu apakah itu benar atau salah.

Yang jelas, komentar itu membuatku bingung sekaligus membekaskan rona merah pada pipi karna Raisya terus memuji permainan biolaku tadi. Hehehe… *** Pagi ini, tak seperti biasanya, pak guru Jim selaku guru kesenianku sedari tadi terlihat sangat cemas. Bukankah seharusnya beliau bergembira ria karna salah satu murid didikannya, Tari berhasil menjuarai lomba bermain biola tingkat provinsi. Dan, minggu depannya lagi, juga akan diadakan lomba bermain biola tingkat Nasional?

“Mmm… Murid-murid, bapak ingin bertanya kepada kalian, apakah ada salah satu murid di kelas ini yang jago bermain biola?” tanyanya kemudian. Kami semua saling bertatapan bingung. Untuk apa ya beliau bertanya seperti itu? “Ada pak!!” teriak Raisya dengan penuh percaya diri. Pak Jim mengernyit. “Siapa?” tanyanya. Raisya langsung menunjuk kearahku.

“Theresia? Apakah cerita cerpen persahabatan benar?” tanya pak Jim lagi, kali ini ia bertanya padaku. Sontak, aku terkejut dan menggeleng-gelengkan kepala. Aku segera meraih bolpoin dan menulis di kertas, “Tidak, Pak… Raisya hanya berbohong!” lalu menyerahkannya pada pak Jim. Alis pak Jim bertaut saat membacanya. “Percayalah, Pak… Aku mendengarnya dengan telingaku sendiri pada saat ia bermain biola di rumahku. Meskipun nadanya agak berantakan, tapi permainannya sangat indah dan mengagumkan.” Raisya meyakinkan pak Jim.

“Baiklah, Theresia… Istirahat nanti tolong kamu kumpul ke ruang musik. Saya ingin mendengar sendiri bagaimana permainan biolamu itu!” *** Prok! Prok! Prok! Pak Jim dan Raisya bertepuk tangan begitu permainan biolaku selesai. Itu tandanya mereka menyukai permainanku. Pak Jim tersenyum puas dan berjalan menghampiriku yang terdiam di atas panggung.

“Hebat, Nak! Apakah kau pernah berlatih biola sebelumnya?” tanya pak Jim. Lantas saja aku menggeleng-gelengkan kepala. “Baiklah… Mulai saat ini, kau akan menggantikan Tari untuk berlomba di tingkat Nasional. Bapak yang akan melatihmu sendiri. Saya tunggu setiap hari Senin sampai Jumat di ruang music sepulang sekolah. Oke?” Seusai mengatakannya, pak Jim langsung meninggalkan ruang musik.

Aku diam membisu, seolah-olah tak percaya pada putusannya. Tingkat Nasional? Memenangkan lomba biola saja belum pernah apalagi tingkat Nasional? Itu pasti akan sangat menyulitkan. “Hebat kau, Theresia… Berjuanglah!

Buktikan pada mereka bahwa kamu punya kelebihan dibalik kekuranganmu!!” *** Sejak saat itulah, aku dan pak Jim sering menghabiskan banyak waktu sepulang sekolah dengan berlatih biola. Dan itu terus berlangsung sampai pada hari dimana aku akan mengikuti lomba bermain biola tingkat Nasional. Tentu saja, Ibuku ikut bersamaku ke tempat perlombaan.

“Lakukanlah yang terbaik, Nak…” cerita cerpen persahabatan Ibuku saat kami masih dalam perjalanan ke Jakarta. Aku hanya membalas. “Aku akan berusaha sekuat tenaga.” Dalam lomba ini, aku mendapat giliran nomor lima belas.

Suasana disini sangat ramai karna banyaknya peserta yang diwakilkan dari provinsinya masing-masing. Aku merasa kecil disini. Saat giliranku tiba, aku segera melangkahkan kaki ke panggung dan disambut dengan pembawa acara dan tepuk tangan meriah dari penonton serta juri. Aku membungkukkan badan, memberi hormat dan langsung berdiri di tengah panggung. Semua lampu menyorot kearahku.

Ketika aku sedang memainkan biola, kulihat ada beberapa orang yang menangis karna terharu dengan permainanku. Ada juga yang tersenyum menikmati lagu pembawaanku. Saat itu, aku memainkan lagu Melly Goeslow yang berjudul Bunda. Setelah selesai, aku bisa melihat banyak orang berdiri dari kursi dan bertepuk tangan riuh. Ada juga yang melempar bunga mawar merah keatas panggung.

Aku merasa senang sekali karnanya. Segera kubungkukkan badan dan kembali lagi ke balik panggung. Akhirnya tiba saat pengumuman. Mereka mengumumkan mulai dari urutan bawah sampai cerita cerpen persahabatan.

Kenapa namaku tidak dipanggil? Aku berharap, aku akan berada di peringkat pertama. “Pemenangnya adalah wakil dari Jawa Tengah, SD Demak, THERESIA SUHANDI!!” Aku tersenyum ketika namaku dipanggil. Rasa senang bercampur bangga pada diriku sendiri. Tanganku gemetar ketika menerima hadiah dari panitia lomba dan bapak presiden Republik Indonesia. Ibuku tersenyum bangga atas keberhasilanku memenangkan lomba ini. Pak Jim dan Raisya pun terlihat senang akan kemenanganku. Dan, sejak saat itu jugalah, aku tidak lagi dijauhi oleh Teman-Temanku.

Mereka semua merubah sikapnya padaku dan juga Raisya. *** Demikianlah kumpulan cerpen persahabatan yang bisa menjadi bacaan pendek menarik yang akan menemati anda melewati waktu istirahat. Semoga bacaan ini bisa memberikan inspirasi terbaik untuk pembaca. Recent Posts • 23 Manfaat Buah Nanas Untuk Kesehatan Kecantikan dan Kebugaran • 28 Drama Korea Kolosal Tentang Kerajaan terbaik Jangan Dilewatkan • 15 Fakta Kerajaan Singasari; Sejarah, Raja, Masa Kajayaan, dan Peninggalannya • 15 Fakta Unik Tentang Korea Selatan Tentang Budaya • 30 Tempat Wisata Di Solo Yang Unik, Berwawasan, Menarik dan Inspiratif • 9 Fakta Unik dan Menarik Buah Apel Yang Menakjubkan • 17 Manfaat Buah Naga Untuk Kecantikan dan Kesehatan Yg Luar Biasa • 35 Lukisan Dan Gambar Pemandangan Alam Terindah • 25 Fakta Unik Tentang Jepang Yang Mengejutkan dan Memukau • 45 Kompilasi Gambar Bunga Terindah Beserta Penjelasannya
• Aplikasi Pendidikan Daftar Aplikasi Pendidikan Bermanfaat • Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita • Biologi Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan • Ekonomi Ekonomi adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya • Fisika Fisika adalah ilmu mengenai alam • Geografi Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang Bumi • Inggris Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan • IPS IPS adalah penyederhanaan dari disiplin ilmu-ilmu sosial • Matematika Matematika adalah ilmu tentang logika • PAI PAI adalah pendidikan mengenai agama Islam • Penjasorkes Penjasorkes adalah Pendidikan Jasmani dan Cerita cerpen persahabatan • PKN PKN adalah pendidikan agar menjadi warga negara yang baik • Sejarah Sejarah adalah ilmu yang mempelajari masa lampau • Seni Budaya Seni budaya adalah keahlian dalam mengekspresikan ide • Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang tentang perilaku sosial • TIK TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi Materi tentang cerita pendek alias cerpen pernah kami bahas secara khusus di artikel sebelumnya, dimana materi tersebut berisi mengenai pengertian, ciri-ciri, struktur cerpen, unsur intrinsik dan ekstrinsik, fungsi.

Sehingga disini kami hanya fokus tentang contoh cerpen persahabatan singkat saja. Untuk menentukan unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik yang ada pada cerita pendek dibawah, perlu diketahui unsur intrinsik cerpen yaitu: • Tema: gagasan utama yang menjadi dasar cerita jalannya cerpen.

• Alur/Plot: tahapan urutan jalannya cerita pendek. Mulai dari perkenalan, konflik, klimaks, penyelesaian. • Setting: meliputi latar/tempat, waktu, suasana yang terlihat cerita pendek. • Tokoh: pelaku yang ada dalam cerita pendek. Setiap tokoh mempunyai watak tersendiri. • Penokohan: sifat dari tokoh yang tercermin dari perilaku, sikap, ucapan, pikiran ,dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita. • Sudut Pandang: cara pandang yang digambarkan oleh pengarang dalam suatu kejadian yang terjadi dalamnya.

Amanat: pesan moral yang disisipkan pengarang dalam cerpen supaya pembaca dapat menyerap pesan di dalamnya. Setelah mengetahui unsur-unsur diatas, kamu bisa menganalisa kumpulan contoh cerpen persahabatan dibawah ini. Cerpen dibawah ini meliputi cerpen persahabatan sejati saat sd, smp dan sma, dan cerpen persahabatan dan cinta, cerpen tentang persahabatan di sekolah.

Saat ini aku berada di kelas 3 SMP, setiap hari kujalani bersama dengan ketiga sahabatku yaitu aris, andri, dan ana. Kita berempat sudah bersahabat sejak kecil. Suatu saat kami menulis surat perjanjian persahabatan di sobekan kertas yang dimasukkan ke dalam sebuah cerita cerpen persahabatan, kemudian botol tersebut dikubur dibawah pohon yang nantinya surat tersebut akan kami buka saat kami menerima hasil ujian kelulusan.

Hari yang kami berempat tunggu akhirnya tiba, kamipun menerima hasil ujian dan hasilnya kita berempat lulus semua. Kami serentak langsung pergi berlari ke bawah pohon yang pernah kami datangi dan menggali tepat dimana botol yang dahulu dikubur berada. Kami berempat membuka botol tersebut dan membaca tulisan yang dulu pernah kami tulis. Kertas tersebut bertuliskan “ Kami berjanji akan selalu bersama untuk selamanya.” Kessokan hari, cerita cerpen persahabatan berencana untuk merayakan kelulusan kami berempat.

Malamnya kami ber 4 pergi bersama ke suatu tempat dan disitulah saat-saat yang tidak bisa aku lupakan karena aris berencana untuk menyatakan perasannya kepadaku. Akhirnya aku dan anis berpacaran. Begitu juga dengan andri, dia pun berpacaran dengan ana. Malam itu sungguh malam yang istimewa untuk kami berempat. Kami pun bergegas untuk pulang. Ketika perjalanan pulang, entah mengapa perasaan ku tidak enak. “Perasaanku ngga enak banget ya?” Ucapku penuh cemas. “Udahlah ndi, santai aja, kita ngga bakalan kenapa-kenapa” jawab andri dengan santai.

Tidak lama setelah itu, hal yang dikhawatirkan nindi terjadi. “Arissss awasss! di depan ada juang!” Teriak nindi. “Aaaaaaaaaa!!!” Bruuukkk. Mobil yang kami kendarai masuk ke dalam jurang. Aku tak kuasa menahan air mata yang terus mengalir sampai aku tidak sadarkan diri.

Perlahan aku buka mataku sedikit demi sedikit dan aku melihat ibu berada di sampingku. “Nindi. kamu sudah sadar nak?” Tanya ibuku. “Ibu. aku dimana? Dimana ana, andri, dan aris?” tanyaku.

“Kamu di rumah sakit nak, kamu yang sabar ya, andri cerita cerpen persahabatan aris tidak tertolong di lokasi kecelakaan” Jawab ibu sambil menitihkan air mata.

Aku terdiam mendengar ucapan ibu dan air mataku menetes, tangisku tiada henti mendengar pernyataan ibu. “Aris, mengapa kamu tinggalkan aku, padahal aku sayang banget ke kamu, aku cinta kamu, tapi kamu ninggalin aku begitu cepat, semua pergi ninggalin aku.” batinku berkata. 2 hari berlalu dan aku berkunjung ke makam mereka, aku berharap kami bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua.

Tetapi sekarang semua itu hanya angan-angan. Aku berjanji akan selalu mengenang kalian. Persahabatan Yang Indah Aku Virda, aku beruntung mempunyai sahabat yang selalu ada untukku, kami melewati suka duka bersama. Suatu ketika aku dan sahabatku bertengkar karena masalah yang kuanggap sepele, semua itu baru kusadari bahwa sahabatku sangat penting bagiku.

Suatu hari aku pergi ke mall bersama sahabatku, aku menyuruhnya membawa belanjaanku, dan ternyata belanjaanku yang dibawanya tertinggal. Saat itu juga aku marahi dia dengan perkataan yang kasar karena keegoisanku. “Vir, tolong pegang belajaan ku ini ya, soalnya berat banget” Kataku. “Iya sini aku bantu bawa belanjaannya, takut kamu keberatan” Katanya.

“Siap, kamu memang sahabatku yang paling pengertian” Jawabku. “Haha iyalah sesama sahabat memang seharusnya saling membantu” Jawabnya sambil tersenyum. Sembari berpelukan. “Kamu lapar ngga?” Tanyanya “Lapar si, mulai keruyukan nih perut” Jawabku. “Makan yuk! sekarang aku yang traktir, aku juga lapar” Sambil menatapku dengan lemas. “Hmm ya sudah ayoo” Jawabku. Lalu sampailah kami di warung seberang mall. “Kamu mau pesan apa vir?” Tanyanya. “Aku ngikut kamu deh” Jawabku.

“Hmm oke deh” Jawabnya. Beberapa menit kemudian kami selesai makan dan mulai berkendara untuk pulang. “Eh. kayaknya ada yang ketinggalan deh, tapi apa ya?” Tanyanya dengan muka yang heran. “Hmm apa ya?” Aku membantu berpikir. “Oh iya belanjaanku mana? Celetukku. “Ya ampun. oh iya aku lupa, ketinggalan di warung tempat kita makan tadi” Jawabnya dengan rasa bersalah “Apa?

Ketinggalan? Yang bener aja, kita kan udah jauh dari warung tempat kita makan tadi” Jawabku dengan kesal. “Duh, maaf banget ya vir, aku benar-benar lupa” Jawabnya dengan berkeringat. “Apa? minta maaf? kamu pikir dengan minta maaf bisa membuat barangku kembali dan masalah selesai?

Enggak kan? Seenaknya aja kamu minta maaf” Jawabku dengan kesal, lalu tanpa basa basi aku pergi meninggalkannya. Keesokan hari, dia datang membawa belanjaanku dan meminta maaf karena kejadian kemarin, tetapi aku tetap menghiraukan nya. Maka setelah beberapa lama lama, aku sadar bahwa hal yang aku cerita cerpen persahabatan adalah sebuah kesalahan, dan aku tersadar betapa egoisnya diriku.

Akupun meminta maaf. Cerpen Singkat Tentang Persahabatan di Sekolah Namaku Sinta Putri, aku sangat senang dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi. Aku mempunyai sahabat yang unik bernama Aulia, dan aku bingung dengannya. Dikarenakan sahabatku orang yang sangat sensitif.

Menurut dia, aku tidak boleh suka dengan kedua pelajaran tersebut. Padahal itu hakku. Suatu waktu disaat pelajaran bahasa inggris, tidak tahu mengapa tiba-tiba aku suka dengan pelajaran tersebut.

Mungkin juga karena guru yang mengajarkan mempunyai cara penyampaian yang baik. Otomatis aku juga mulai aktif di kelas saat pelajaran bahasa inggris. Teng teng teng, bunyi bel sekolah, waktu istirahat tiba. Saat itu aku langsung menghampiri Aulia untuk mengajaknya ke kantin. “Aul, ke kantin yuk?” ajakku. “Ngga, aku ngga mau lagi sahabatan sama kamu!” jawabnya sembari buang muka.

Awalnya kejadian seperti itu hanya sekali dan kita berdua balikan seperti semula. Tetapi lama-kelamaan terjadi hal yang serupa. Sangat aneh. Aulia bukannya mengerti perasaanku, justru bikin aku kesal. Ceritanya begini, waktu Ujian Tengah Semester (UTS) dia kesusahan menjawab soal pelajaran Biologi, disaat itu dia melihat ke arahku. Aku dan Aulia tidak satu bangku, Aulia tepat di depan tempat aku duduk. “Sin, kamu tahu ngga nomor 5 essay? minta jawabannya dong satu aja!” tanya Aulia sembari memohon.

“Udah si, ini kan bukan ulangan biasa!” jawabnku. “Yah kamu.” sembari jengkel. Aku cuek saja akan hal itu dan berharap bahwa dia akan intropeksi diri. Coba bayangkan, dia sudah membuatku sakit hati dan dia ingin meminta jawaban UTS. Beberapa hari kemudian hasil nilai UTS Biologi dibagikan dan diumumkan. Aku mendapat nilai 90 sedangkan Aulia mendapat nilai 75. Aku bisa melihat tatapan iri di sahabatku itu, dan aku sadar bahwa bersahabat dengan orang yang suka iri hati adalah hal yang susah.

Cerpen Persahabatan Singkat Saat SD Judul: Perusak Persahabatan Namaku Adel, sekarang aku duduk di kelas 5 SD. Aku di kelas 5 SD A. Aku memiliki sahabat bernama Jingga, sekarang aku tidak sekelas lagi dengannya. Tetapi aku masih semangat sekolah. Aku memiliki kakak bernama Azmi, dimana dia menjadi guru di sekolahku. Hari ini aku akan berangkat sekolah bersama dengan kakakku itu.

Ketika telah tiba di sekolah, aku bergegas ke kelas karena tidak sabar ingin pergi ke kelasnya Jingga. Aku tiba di kelas 5 SD B dimana itu cerita cerpen persahabatan Jingga, dan dia sudah berada disana. “Hai Jingga!” Aku menyapanya. “Hai juga Del!” Jawab Jingga singkat. Batinku berkata “Jingga terlihat tidak seperti biasanya, ada apa ya.” Saat itu aku merasa sangat bosan karena Jingga dengan sengaja bersikap cuek kepadaku, akhirnya aku kembali ke kelas ku dan menuju ke lapangan. Tuuut Tuuut Tuut.

bel berbunyi dan cerita cerpen persahabatan bergegas ke kelas dan belajar Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah masuk waktu istirahat pertama. Sekarang saatnya sholat dzuhur seperti biasa, aku bersama Jingga tetapi dia tetap saja bersikap cuek sehingga aku lebih memilih menyendiri.

Setelah sholat dzuhur selesai, terdengar bel waktu pulang telah tiba. Padahal biasanya pulang jam 4. Ternyata para guru sedang mengadakan rapat. Akupun pulang ke rumah. Setelah sampai rumah, aku segera membuka handphone dan mengeceknya.

Saat aku buka BBM, terdapat sebuah pesan dari Cika, teman sekelas Jingga. Cika: “Del, mulai sekarang dan seterusnya, kamu ngga usah dekat-dekat dengan jingga lagi! karena Jingga sudah menjadi teman deketku” Aku: “Memangnya kenapa? ya sudahlah aku mengalah saja.” Chattinganku dan Cika berakhir. Aku duduk sembari merenung di atas kasur dan berkata “Kenapa jadi seperti ini? Hiks. Hiks.” tangisku.

Akhirnya mulai saat itu, aku sudah tidak dekat lagi dengan Jingga. Cerpen tentang persahabatan saat SD diatas memang terkesan alay, tetapi memang kami sengaja menulisnya. Kami menulis ulang dari tulisan asli seorang anak SD di salah satu situs. Cerpen Persahabatan dan Cinta SMA Judul: Persahabatanku Hancur Karena Cinta Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu Cinta.

Cinta membuat kita rela berkorban apapun yang kita miliki. Cerita cerpen persahabatan wanita, menurutku lebih baik mencintai daripada dicintai. Jangan berharap seseorang yang belum tentu mencintai kita, tetapi terima orang yang mencintai kita apa adanya.Karena mencintai tanpa dicintai seperti olahraga dengan jangka waktu lama tetapi tidak membuat kurus.

Karena itu belajarlah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Itu sedikit basa-basi dariku. Aku Amel, siswa kelas XI.

Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadaku. Tetapi sekarang justru aku yang selalu diabadikan oleh orang yang aku cintai.

Aku suka dengan teman sekelasku, namanya Ferdindia merupakan sahabat dekatku sejak lama. Awal diriku suka dengannya berawal saat aku kenalan dengannya dan berteman cukup akrab dan lama-lama dekat, sehingga sekarang diriku jatuh cinta. Oh iya, aku punya teman bernama Afni, dia temanku sejak SMP.

Sedangkan Aku, Afni, dan Ferdin sudah berteman dekat sejak masuk SMA. Suatu waktu aku melihat Afni dan Ferdin bercanda bersama dan mereka terlihat akrab seperti orang pacaran. Jujur, akupun cemburu melihatnya tetapi aku masih menyembunyikan kecemburuan itu didepan Afni. Tetapi lama-lama rasa yang terpendam ini ingin dikeluarkan, akhirnya aku memutuskan untuk cerita ke Afni tentang perasaanku ke Ferdin.

“Af, aku mau ngomong sesuatu nih, tapi jangan ngomong ke siapa-siapa ya” “Kamu mau ngomong apa mel?” tanya Afni. “Jujur aku suka dengan Ferdin sejak lama, dan aku cemburu saat kamu dekat sama Ferdin!” Jawabku. “Kamu suka sama Ferdin? Serius mel?” Tanya Afni.

“Iya, tapi kamu jangan bilang ke Ferdin ya” Ucapku. “Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu cemburu” Jawab Afni. “Oke” Jawabku. Semakin lama aku semakin dekat dengan Ferdin, tetapi aku perhatikan bahwa Ferdin tidak akan pernah jatuh cinta denganku.

Walau seperti itu, aku tetap berjuang sepenuh hati. Dan ternyata Afni juga suka dengan Ferdin. Aku mengetahui kalau Afni suka dengan Ferdin ketika aku membaca buku diary Afni. Disana tertulis curhatan Afni tentang perasaannya ke Ferdin. Akupun merasa kecewa setelah membaca buku diary tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka dengan cowok yang sama denganku.

Tetapi aku berfikir, rasa suka itu berhak untuk siapapun. Saat di taman sekolah, aku melihat Afni dan Ferdin sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada biasanya, akupun penasaran dan menguping percakapan mereka dibalik pohon.

“Afni, aku suka sama kamu, kamu mau ngga jadi pacarku?” Tanya Ferdin. Afni kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan itu.

Tetapi pada akhirnya Afni menerima tawaran itu dan mulai cerita cerpen persahabatan pacar Ferdin tanpa memikirkan perasaanku, sahabatnya sendiri. “Iya aku mau” Jawab Afni. Aku yang mendengarkan jawaban Afni langsung kaget dan keluar dari balik pohon, karena aku tak menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu.

“Af, kamu pacaran sama Ferdin? Selamat ya kamu udah bikin aku sakit hati” Afni dan Ferdin kaget karena aku keluar dari balik pohon secara tiba-tiba dan langsung berkata seperti itu. “Maafin aku mel, tapi aku jujur cinta banget sama Ferdin” Jawab Afni.

“Yaudahlah”, aku pergi meninggalkan Afni dan Ferdin. Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal itu. Padahal afni tahu kalau diriku sudah lama mengejar Ferdin.

Maka persahabatanku dengan mereka berdua hancur karena cinta. Disini aku memberi amanat bahwa utamakanlah sahabatmu daripada pacarmu, karena orang yang selalu hadir disaat kamu senang dan susah itu sahabat. Jakarta - Membaca cerita pendek atau cerpen memiliki kepuasan tersendiri bagi para pecintanya. Bahkan, tema tentang persahabatan menjadi salah satu yang favorit.

Nah, apa saja contoh cerpen singkat tentang persahabatan? Dikutip dari buku 'Menggagas Sebuah Cerpen' karya E. Heri, cerpen adalah tulisan yang menggambarkan tentang kehidupan manusia di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu. Adapun, cerita maksimal berisi 20.000 karakter bila lebih panjang tidak bisa disebut sebagai cerpen. Baca juga: Kisah-Kisah Suram yang Jenaka Berikut contoh cerpen singkat tentang persahabatan sejati dikutip dari buku 'Persahabatan' terbitan Logika Galileo: Berteman dengan siapa saja boleh, mau dia kaya, miskin, jelek tampan, lelaki, wanita, tua, atau muda.

Semua boleh saja karena tidak ada aturan yang menghalangi seseorang untuk berteman dengan siapapun, baik Presiden sekali pun. Dalam berteman, kita harus mempunyai tata krama, sopan santun, dan etika. Jika tidak, mungkin berawal dari teman kita bisa menjadi musuh atau bahkan menjadi seorang penjahat. Itu lah gunanya tata krama, sopan santun, dan etika dalam berteman agar pertemanan berjalan dengan baik dan dapat saling membantu.

Hal-hal itu harus diperhatikan dalam memilih teman baik atau sahabat karena teman baik dapat menentukan arah tujuan hidup kita juga. Misalnya, jika kita berteman baik dengan para pengedar narkoba, secara tidak langsung kita dapat menjadi pecandu narkoba ataupun pengedar narkoba. Berteman baik dengan orang yang lebih pintar, secara tidak langsung kita akan mendapat ilmu yang bermanfaat darinya. Hati-hati lah memilih teman baik dalam hidupmu. Harus bisa memilih dan menyaring, mana yang baik dan mana yang buruk.

Seperti Romi yang terlena dengan kata-kata Doni dan Cerita cerpen persahabatan. Romi menjadikan mereka teman baik. Doni dan Lio adalah anak yang nakal, suka merokok, dan tawuran. Mereka menghasut Romi untuk ikut merokok dan hasilnya Romi berada di rumah sakit dengan perban di kepala dan memar di tubuhnya.

Teman baik bukan teman biasa, melainkan teman yang selalu berada di samping kita ketika "Temanmu adalah yang berkata benar bukan yang membenarkan kamu!" Kata-kata itu terus membayangi pikiranku, menyesali atas apa yang telah terjadi kepadaku.

Kalimat itu adalah ucapan ayahku. Ayah selalu mengingatkannya kepadaku agar selalu memilih teman baik yang jujur. Hal ini karena teman yang menentukan arah hidup kita. Misalnya, temanmu adalah pemain gitar, dia akan mengajak kamu untuk bermain musik dan membentuk sebuah band. ya, aku harus membayangi kata-kata itu agar selalu mengingatnya. Saat aku makan, berangkat ke sekolah, bermain, dan ketika akan tidur aku selalu mengingatnya, mengingatnya, dan mengingatnya.

tapi aku bodoh, aku tidak memegang teguh amanat ayahku itu. Hasilnya, aku mengalami suatu musibah karena salah dalam bergaul. Kejadian itu berawal ketika aku tidak sengaja membuang sampah sembarangan di dalam kelas. "Siapa yang membuang sampah di sini?" tanya Pak Kusni, guru pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. Sebelum memulai pelajaran, Pak Kusni selalu memeriksa kebersihan kelas. Aku menyadari bahwa itu adalah bekas bungkusan makananku.

Aku tidak mau mengaku, aku takut dimarahi, walaupun jika jujur tidak akan dihukum, tapi aku tetap tidak mau mengaku. Teman sebangkuku, Wahyu, menyenggol tubuhku. "Tidak ada yang mengaku?" tanya Pak Kusni dengan nada lantang.

"Lebih baik jujur dan mengaku saja, daripada nanti ketahuan, akan Bapak hukum," lanjut Pak Kusni sambil memegang kumisnya yang lebat. Wahyu terus menyenggol tubuhku, mengisyaratkan agar aku mengaku. "Siapa?" suaranya kencang menggelegar. Wahyu menyenggolku lagi dan berbisik, "Sudah Rom, mengaku saja, kalau jujur tidak akan dihukum," Wahyu memperingatkanku.

Brakk! Pak Kusni, memukul meja. "Kalau tidak ada yang berbicara, semua akan Bapak jemur di lapangan!" "Rom, ngaku saja, masa kamu tega teman-teman kamu dihukum gara-gara ulah kamu," Wahyu berbisik kepadaku. "Sudah diam saja, Way" aku menggubris usulannya.

"Tapi Rom." Belum sempat Wahyu Berbicara, aku memotongnya, "Berisik kamu!" aku mulai geram dengannya. "Wahyu, siapa yang buang sampah di depan kelas?" tanya Pak Kusni kepada Wahyu dengan suara lantang. "R, r, r," Wahyu gagap dan tubuhnya menyenggolku. Aku langsung menginjak sepatunya. "Romi, Pak" Wahyu membeberkan semuanya.

Aku lebih keras lagi menginjakkan kakiku. "Romi, benar kamu pelakunya?" tanya Pak Kusni kepadaku. "Bu. bukan Pak," jawabku dengan gemetar. Keringat cerita cerpen persahabatan mulai mengucur dari setiap pori-pori kulitku, wajahku pucat pasi dan ketakutan. "Jangan bohong kamu," ucap Pak Kusni lebih keras. "I. iya Pak, bukan aku," aku berbohong. "Bukan Romi Pak pelakunya, tadi ada anak kelas sebelah yang bermain di dalam kelas dan dia buang sampah sembarangan," ucap Doni.

"benar Pak, bukan Romi pelakunya. Tadi ada anak cerita cerpen persahabatan lain yang bermain di dalam kelas kamu Pak," Lio menambahkan. Doni adalah teman sekelasku, tubuhnya tinggi sedang, kulitnya hitam, dan sedikit gemuk. Sebelumnya aku tidak begitu dekat dengan Dni karena perilakunya yang nakal. Doni tidak naik kelas sewaktu dia kelas dua. Lio juga temen sekelasku, dia teman akrabnya Doni. Lio sangat jahil, sering berbuat ulah cerita cerpen persahabatan kelas dan terkadang suka tidur di kelas.

Aku berteman dengannya tapi tidak begitu akrab. Tapi mengapa mereka tiba-tiba membelaku? Ah biarkan saja kecurigaanku ini yang penting aku selamat dari hukuman Pak Kusni. Sebenarnya aku cerita cerpen persahabatan tahu alasan Wahyu berbicara jujur kepada Pak Kusni. Ayahku selalu meminta Wahyu untuk berkata jujur atas semua hal yang berkaitan denganku dan aku pun dituntut agar selalu berkata jujur. Ketika dia berkata jujur kepada Pak Kusni, dia sebenarnya ingin membelaku, ingin mengawasiku, dan ingin menjalankan amanat dari ayahku.

"Tapi biar lah, aku sudah kesal dengan Wahyu. Ternyata Wahyu yang kukenal sejak SD dengan mudah mencelakakan aku," ucapku dalam hati. "Oke kalau begitu, pelajaran dilanjutkan, asalkan tidak ada lagi sampah yang berserakan di bawah meja kalian," ucap Pak Kusni sebelum memulai pelajaran PKn. Kami sekelas melihat sekeliling.

Jika ada sampah, kami langsung membuangnya ke tempat sampah. Setelah pelajaran Pak Kusni selesai, aku menghampiri Doni dan Lio. Aku ingin mengucapkan terima kasih pada mereka. "Lio, Doni, terima kasih ya, kalian sudah menyelamatkan aku," ucapku kepada Lio dan DOni yang duduk di bangku paling belakang.

cerita cerpen persahabatan

"Santai aje Rom," ucap Lio dengan nada santai. "Bilangin tuh, si Wahyu, jangan bawel" ucap Doni. "Tau tuh anak, songong banget, mau nyelakain temen sendiri.

Padahal aku sama Wahyu sudah berteman lama dan duduk satu bangku, masih saja mau nyelakain temen sendiri," aku merasa kesal dengan Wahyu. "Mangkanya jangan berteman sama dia, berteman saja sama kita. Kita orangnya asik, santai, dan solidaritasnya kuat," Doni membusungkan dada. "Iya-iya," aku mengangguk.

"Biarin saja, aku nggak akan negor Wahyu lagi," lanjutku. Semenjak kejadian itu, aku mulai berteman dengan Lio dan Doni yang terkenal sebagai preman di sekolah. Aku sudah jarang dan cerita cerpen persahabatan tidak pernah pulang bersama Wahyu karena kecewa padanya. Kali ini aku pulang sekolah bareng Doni dan Lio. Kami tidak langsung pulang ke rumah. Kami memilih untuk duduk-duduk atau nongkrong terlebih dahulu di pinggir jalan. Baca juga: Mengenal Monika dan Cindy, Dua Penulis Muda Pilihan Sunsilk Berbeda seperti biasanya, sepulang sekolah aku pulang bersama Wahyu dan langsung pulang ke rumah.

Sudah beberapa hari aku seperti itu, nongkrong di pinggir jalan. Suatu saat Doni membeli sebuah rokok di warung dan dia menghisap rokok itu bersama Lio dan teman-teman lainnya. Aku ditawari juga, "Rom, mau nggak kamu?" Doni menyodorkan rokoknya. "Nggak Don, makasih," tolakku dengan halus "Yaelah Rom, santai saja!

Kita ini bukan di sekolah lagi, tapi di luar sekolah, nggak akan ada yang ngomelin kita," ucap Lio sambil memegang pundakku. "Udah nih," Doni memaksaku. "Rasanya enak Rom," Doni merayuku. "Nggak Don," aku menggelengkan kepala. "Ah, nggak metal lu, nggak gaul," nampaknya Lio mulai marah kepadaku. "Au lu! Mana solidaritas lu?" ucap Doni dengan nada tinggi. "Emang harus ngerokok dulu ya, baru namanya solidaritas?" tanyaku.

"Iya, kalau nggak mau lu nggak usah main sama kita-kita lagi. Gue nggak nyangka cerita cerpen persahabatan lu itu orangnya nggak asik, nggak gaul, dan cemen!" ucap Doni dengan nada tinggi tepat di depan wajahku.

"Boleh deh, kayaknya sih emang enak," aku mulai tergiur. "Nah, itu baru anak gaul," ucap Lio. "Nih!" Doni memberikan rokok kepadaku. Aku menghisap racun itu, tapi sekali hisap aku langsung batuk-batuk.

"Pertamanya emang begitu. Coba lagi, nanti juga enak," ucap Lio. Aku menghisap dan batuk-batuk lagi, dadaku sesak. "Sekali lagi," Doni meminta. Aku hisap dengan napas panjang dan batuk-batuk lagi. Saat aku batuk-batuk, Lio dan Doni berlari, "Rom, lari ada Pak Kusni," ucap Doni.

Aku masih batuk-batuk. Kami pun berlari entah ke mana menghindari dari kejaran Pak Kusni. Semua yang nongkrong di pinggir jalan lari semua/ Kira-kira ada empat orang yang bersama kami. Kami berlari masuk dan keluar gang mencari tempat persembunyian. Setelah aman, kami keluar. Sial, aku masih terbatuk-batuk, dadaku nyesak sekali, ditambah dengan lari, lengkap sudah penderitaanku. Aku mempunyai riwayat penyakit asma dan sebenarnya tidak boleh merokok apalagi berlari secara tiba-tiba, takut asmaku kambuh.

Aku ngos-ngosan dan terbatuk- batuk, mencoba bernafas panjang, tapi dadaku terasa nyesak. Aku merasa tersiksa. Kami pun meneruskan perjalanan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Malang bagi kami. Saat kami keluar dari persembunyian dan berjalan pulang ternayat kami salah jalan. Tepat di depan kami ada anak SMP lain yang sedang nongkrong. Kami terkejut ketika mereka tiba-tiba berlari mengejar kami. Niat kami ingin berjalan cerita cerpen persahabatan, malah diserbu oleh SMP lain. Kami berlari menghindari karena jumlah mereka puluhan orang. AKu cerita cerpen persahabatan tidak bisa berkata apa-apa, napasku sesak, dan aku masih harus berlari, aku tidak sanggup!

Aku pun berusaha berlari, aku berlari sambil batuk dan terjatuh. Saat aku terjatuh, temanku Agung membangunkan tubuhku. "Bangun, Rom," kata Agung. Aku berlari dan terjatuh lagi.

Kulihat Doni dan Lio sudah kabur menjauh berada di garis paling depan. Aku tersungkur, tidak ada yang menolongku lagi.

Tubuhku tidak sanggup untuk berdiri, bernapas saja sulit apalagi berlari. Aku pasrah. Kulihat mereka semakin mendekat. Aku hanya berdoa saja, berharap aku tidak mati di tempat. "Tolong!" aku menjerit. Mereka semakin dekat, tidak ada orang di sekelilingku yang dapat menolongku. Tiba-tiba ada sesuatu menimpa kepalaku, rasanya sakit sekali. Setelah kulihat itu adalah batu yang mengenai kepalaku.

Sekit sekali, beberapa detik kemudian, ada lagi batu yang mengenaiku, dan terus mengenaiku. Mereka sudah ada di depanku dan langsung mengeroyokku. AKu tidak bisa berbuat apa-apa karena pingsan.

Aku tidak sadarkan diri selama dua jam. Kubuka mataku dan samar-samar aku melihat bayangan tubuh besar. Kukedipkan mataku lagi untuk melihat lebih jelas, setelah kutegaskan itu ternyata Pak Kusni. "Jangan banyak bergerak," Pak Kusni memegang kepalaku. Aku menyadari ada perban di kepalaku dan luka memar di seluruh tubuhku. Rasanya sakit dan ngilu. Pakaian putih biruku sudah tidak berbentuk, robek-robek, dan ada bercak darah.

ternyata kepalaku bocor dan luka memar akibat pukulan dari anak-anak itu. Beruntung Pak Kusni datang tepat waktu, kalau tidak aku sudah berada di tempat pemakaman umum. Tak lama, kedua orang tuaku datang dan langsung memelukku. Mereka memelukku erat, ibuku memelukku sambil menangis.

Aku tidak bisa bergerak dan hanya tersenyum simpul. Nah, contoh cerpen tentang persahabat yang sedih di atas bisa mengajarkan kepada kita agar tidak bergaul dengan orang yang salah. (pay/pal) MOST POPULAR • Begini Nasib Penyiar Radio yang nge-Prank Orang Sampai Bunuh Diri • Berlian Biru Langka Terjual Hampir Rp 1 Triliun Setelah 'Perang' 8 Menit • Serba-serbi Diet IU Korea, Turun 4 Kg Dalam 4 Hari Tapi Tidak Sehat • Hari Ibu, Priyanka Chopra dan Nick Jonas Unggah Foto Perdana Bersama Anak • 10 Foto Transformasi Artis Sebelum dan Setelah Photoshop, Madonna Bikin Kaget • Viral Kisah Sedih Anak Bupati Istrinya Meninggal Dunia Usai Melahirkan • Ramalan Zodiak 9 Mei: Cancer Kesempatan Terbuka, Sagitarius Lebih Semangat • Ramalan Zodiak 9 Mei: Aries Lakukan Pengetatan, Libra Main Aman Saja • Sinopsis Woori the Virgin, Drakor Diadaptasi dari Serial AS, Tayang di Viu • Kontroversi Influencer yang Berhubungan Intim 5 Kali Sehari, Sampai Pingsan
Cerpen Tentang Persahabatan – Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang cukup banyak ditemui dibuku-buku terutama dalam buku pelajaran bahasa Indonesia.

Meskipun demikian, namun kebanyakan orang atau siswa masih bingung dalam mendefinisikan apa itu cerpen. Sering kali, jika orang atau siswa diberi pertanyaan apa itu Cerpen?

pasti sebagai besar akan menjawab cerita pendek. Memang cerpen adalah kependekan dari cerita pendek. Lalu apa itu cerpen sebenarnya? Definisi cerpen yang terdapat dalam beberapa buku dapat dimaknai sebagai sebuah karya prosa fiksi yang dapat selesai dibaca sekali duduk dan ceritanya dapat membangkitkan efek atau perasaan tertentu dalam diri pembacanya. Pengertian cerpen atau cerita pendek adalah sebuah karangan pendek berbentuk prosa, cerita cerpen persahabatan didalamnya mengisahkan sepengah cerita kehidupan seorang tokoh, baik berupa pertikaian, peristiwa, da pengalaman hidup yang tidak bisa dilupakan bagi tokohnya dan biasanya diakhir cerita akan ada solusi dari permasalan tersebut.

Tokoh dalam cerpen sendiri tidak mengalami sebuah perubahan nasib. Sesuai dengan namanya, cerita pendek menggunakan ciri bahasa yang serba pendek, baik itu dalam peristiwa yang diceritakan, isi, dan kata yang digunakan.

Cerita pendek mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata. Selain itu ciri khusus dari sebuah cerpen adalah hanya memberikan sebuah kesan tuggal serta memusatkan diri pada salah satu tokoh cerita dan hanya satu situasi saja. Cerpen sendiri mempunyai banyak sekali tema, dari semua tema tersebut mungkin yang paling banyak dicari adalah mengenai tema persahabatan. Karena persahabatan atau pertemanan adalah suatu istilah yang mengambarkan mengenai kerja sama yang baik, saling mendukung antara dua orang atau lebih dalam interaksi sosial.

Daftar Isi • 7 Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan Terbaik • Kepergian Sahabatku • Persahabatan Yang Hancur Karena Cinta • Kado Terakhir Untuk Sahabat • Cerpen Sahabat Selamanya • Hari Ini Esok Dan Selamanya • Persahabatan 3 Serangkai Yang Mulai Memudar • Sahabatku 7 Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan Terbaik Nah, berikut 7 contoh cerita pendek atau cerpen tentang persahabatan yang bisa Anda kutip atau jadikan referensi.

Kepergian Sahabatku Dia sering mengajakku kerumah-nya, dan aku pun sering mengajak nya kerumahku. Ia bernama Dinda dan aku bernama Dita. Aku suka bercerita tentang hidupku kepadanya, itu karna ia bisa memberiku nasihat dan membuatku semangat, biarpun di ejek teman-temanku. Dinda adalah tipe orang peceria, ia cerita cerpen persahabatan ceria biar ada yang nakal kepada-nya ataupun jail,tidak cerita cerpen persahabatan aku Cuma di ejek aja aku sudah merasa… eeeeehhhhmmmm. Pada suatu hari Dinda mengajakku jalan-jalan ke tempat bermain, aku saaaangat senang, kami bermain sepuas-nya,semua permainan kami coba,mulai dari komedi putar hingga rollkoster.

Sampai-sampai kami lupa waktu. Sekarang sudah sore, akhirnya kami pulang kerumah masing-masing. Selama aku tetap bersamanya,hidupku akan terasa senang dan bahagia, biar diejek teman-temanku, karena ada dinda yang selalu menghiburku. Tapi, pada suatu hari ia tak hadir ke sekolah, sehabis pulang sekolah aku kerumah-nya. Tapi apaa? dirumahnya pun kosong, aku sangat bingung, kenapa hari ini dinda tak ada, biasanya kalau ia mau pergi ia selalu memberi tahuku, tapi kali ini tidak.

Aku bingung sekali. Besok harinya, disekolah dinda masih tidak hadir. Aku pun kembali lagi kerumah-nya, dan masih tidak ada orang-nya. Besok hari nya lagi disekolah ia tetap tidak hadir, kambali lagi aku kerumah-nya dan masih tidak ada.

Setiap hari aku menunggnya di sekolah tapi ia tak kunjung hadir. setiap hari pun aku kerumahnya.dan dirumah-nya masih tak ada orang-nya. Akhirnya, hari-hariku ku lewati sendirian, tidak lagi bersamanya,hari-hari pun berjalan dengan buruk.Teman-temanku tak ada yang mau menjadi temanku, mungkin…itu karna hidupku yang miskin.

Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/1916984 (Oleh: Arum Nadia Hafifi) Cinta itu memang kadang membuat orang lupa akan segalanya. Karena cinta kita relakan apapun yang kita miliki. Bagi kaum wanita mencintai itu lebih baik daripada dicintai. Jangan terlalu mengharapkan sesorang yang belum tentu mencintai kita tapi terimalah orang yang sudah mencintai kita apa adanya. Mencintai tapi tak dicintai itu seperti olahraga lama-lama supaya kurus tapi hasilnya nggak kurus-kurus.

Belajarlah mencintai diri sendiri sebelum anda mencintai orang lain. Gue Amel siswa kelas X. Dulu gue selalu menolak dan mengabaikan orang yang mencintai gue, tapi sekarang malah tebalik gue selalu diabaikan sama orang yang gue cintai. Gue suka sama teman sekelas gue dan plus dia itu teman dekat gue, udah lumayan lamalah. Cowok itu namanya Nino anak cerita cerpen persahabatan. Gue suka sama dia berawal dari perkenalan terus berteman lama-lama dekat dan akhirnya gue jadi jatuh cinta gini.

Oh iya gue punya temen namanya Arum, dia temen gue dari SMP. Arum gue dan Nino itu berteman dekat sejak masuk SMA. Suatu hari gue ngeliat Arum sama Nino itu bercanda bareng dan mereka akrab banget seperti orang pacaran. Jujur gue cemburu, tapi gue nyembunyiinn itu dari Arum. Lama-lama capek juga mendam rasa suka kayak gini. Akhirnya gue mutusin untuk cerita sama Arum. cerita cerpen persahabatan gue mau ngomong sesuatu, tapi jangan bilang siapa-siapa” “Ngomong apa?” tanya Arum “Jujur gue suka sama Nino udah lama, dan gue cemburu kalo lo dekat sama Nino!” Jawab Amel “Lo suka Nino?

Serius?” Tanya Arum “Iya, tapi lo jangan bilang Ninonya” gertak Amel “Iyaiya maaf ya kalo gue udah buat lo cemburu” “Okee” Amel makin lama makin dekat dan Amel susah untuk ngelupain Nino. Amel berfikir Nino nggak akan pernah jatuh cinta sama Amel. Walau Amel udah ngerasa seperti itu tapi dia tetap berjuang.

Tanpa disadari Arum ternyata juga suka sama Nino. Amel mengetahui kalo Arum suka sama Nino. Nggak disengaja Amel membaca buku diary Arum. Disitu tertulis curhatan Arum tentang perasaannya kepada Nino. Setelah Amel membaca buku diary Arum, dia merasa kecewa karena temen sendiri juga suka sama cowok yang sama.

Tapi Amel berfikir rasa suka itu datangnya tiba-tiba jadi siapa pun berhak untuk suka sama Nino. Amel tetap terus berjuang mengambil hati Nino, walau harapanya kecil. Di taman sekolah Amel melihat Arum dan Nino sedang berincang-bincang, tapi ini beda mereka terlihat serius. Amel penasaran dan akhirnya ia nguping dibalik pohon. “Ruummm gue suka sama lo, lo mau nggak jadi pacar gue?” Tanya Nino Arum kaget dia bingung harus jawab apa, tapi akhirnya Arum menerima Nino jadi pacarnya tanpa memikirkan perasaan Amel sahabatnya sendiri.

“Iya aku mau” Jawab Arum Amel yang mendengar jawaban Arum dibalik pohon kaget, dia tak menyangka sahabatnya akan tega. Tanpa berfikir Amel keluar dari belakang pohon. “Rumm lo pacaran sama Nino? Congrast ya lo udah bikin gue sakit hati” Arum dan Nino kaget tiba-tiba Amel muncul dari belakang pohon dan bilang sperti itu.

“Maafin gue Mell, tapi gue cinta sama Nino” “Yaudahlah” Amel langsung pergi meninggalkan Arum dan Nino. Perasaanya campur aduk nggak karuan, dia masih bingung kenapa temannya tega melakukan hal itu. Padahal Arum tau kalo Amel udah lama ngejar-ngejar Nino. Persahabatan bisa hancur begitu saja karena cinta. Utamakan sahabat mu daripada pacarmu karena orang yang bakal selalu ada disaat kamu senang dan susah itu sahabat. Persahabatn yang dijalin cukup lama bisa hancur seketika karena masalah cinta.

Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/90048 (Oleh: Dimas Bagus Dewantara) Lima hari sebelum kawanku pindah jauh disana. Selepas makan siang, aku langsung kembali beranjak ketempat aku bermain dengan sahabatku. “hei, kemana saja kamu? Daritadi aku nungguin” Tanya sahabatku yang bernama Alvi. “tadi aku makan siang dulu” jawabku sambil menahan perut yang penuh dengan makan siang “ah ya sudah, ayo kita lanjutkan saja mainnya” sahut Alvi.

Tidak lama saat aku & Alvi sedang asyik bermain congklak, Rafid adiknya Alvi datang menghampiri kami berdua. “kak, aku pengen bilang” kata Rafid “bilang apa?” sahut Alvi penasaran “kata bapak, sebentar lagi kita pindahan” jawab Rafid “hah? Pindah kemana?” tanyaku memotong pembicaraan mereka “ke Bengkulu” jawab Rafid dengan singkatnya “ya udah kak, ayo disuruh pulang sama ibu buat makan siang dulu” ajak Rafid ke Alvi “iya deh.

ehm. Alma, aku pulang dulu ya aku mau makan siang” ujar Alvi “eh, iya deh aku juga mau pulang kalau gitu” sahutku tak mau kalah. Sesampainya dirumah aku langsung masuk kedalam kamar & entah kenapa perkataan Rafid yang belum pasti tersebut, terlintas kembali ke pikiranku. “Andai perkataan tersebut benar, tak terbayang bagaimana perasaanku nanti” ujarku pada cermin yang menatapku datar “sudahlah daripada aku memikirkan yang belum pasti lebih baik aku mendengarkan musik saja” ujarku kembali sambil beranjak mengambil mp3.

Tak lama kemudian aku mendengar sebuah pembicaraan, yang aku tau cerita cerpen persahabatan sudah tak asing lagi bagiku yaitu orang tuaku & orang tua Alvi sahabatku. Aku mencoba mendekati pintu kamar untuk mendengarkan pembicaraan itu. Tak lama tanganku keringat dingin, aku sudah mendapatkan inti pembicaraan ternyata benar apa yang dikatakan Rafid pada Alvi tadi siang bahwa mereka akan pindah kurang lebih sebulan lagi. Lemas sudah tubuhku setelah mendengar kabar itu, tiba-tiba ibu mengetuk kamarku & mengagetkanku yang sedang bingung itu.

*Tok3X… “Alma, kamu mengunci pintu kamarmu ya” Tanya ibu sambil mencoba membuka pintu “enggak kok” jawabku dengan lemasnya “kamu kenapa. ayoo buka kamarmu!!” teriak ibu “iya. sebentar” sahutku sambil membuka pintu. “ngapain kamu mengunci kamar?” Tanya ibu. “gak knapa2… tadi aku memang lg duduk didepan pintu” jawabku sambil menoleh keruang tamu yang berhadapan dengan kamar tidurku.

“ya sudah, tadi orang tuanya Alvi bilang kalau mereka ingin pindah bulan depan” “iya, aku sudah tau” sahutku kembali ke kamar tidur. “oh kamu tidak sedih kan?” Tanya ibu yang menghampiriku. “…” tak kujawab pertanyaan ibu. “hm. sudahlah tak usah dibahas dulu. sana tidur siang dulu biar nanti malam bisa mengerjakan PR” ujar ibu sembari mengelus elus rambutku.

“iya…” jawabku singkat. Esoknya tepat dihari Minggu, matahari pagi menyambutku. Suara ayam berkokok dan jam beker menjadi satu. Tetapi, aku tetap saja masih ingin ditempat tidur. Sampai sampai ibuku memaksaku untyk tidak bermalas malasan. “Alma, ayoo bangun. perempuan gak baik bangun kesiangan” ujar ibu sambil melipat selimutku.

“sebentar dulu lah. aku masih ngantuk” sahutku sambil menarik selimut ditangan ibu. “itu Alvi ngajak kamu main. ayoo bangun!!” ujar ibu kembali sambil mengeleng gelengkan kepala. “oh oke oke” sahutku semangat karena ingat bahwa Alvi akan pindah sebulan lagi. Lalu, aku langsung beranjak dan segera lari keluar kamar tidur untuk mandi & sarapan.

Setelah itu Alvi tiba-tiba menghampiri rumahku “Assalamualaikum, Alma!!” panggil Alvi dari depan rumah. “walaikumsallam, iya!!” sahut ibuku yang beranjak keluar rumah. “oh ibunya Alma, ada Alma nya gak?” Tanya Alvi. “Alma nya lagi sarapan, sebentar ya tunggu dulu aja. Sini masuk” jawab ibuku. “iya, terimakasih” sahut Alvi. Ketika aku sedang asyik asyiknya sarapan, Alvi mengagetkanku. “Alma, makan terus kau ini” ujar Alvi sambil tertawa.

“yee, ngagetin saja kamu ini. Aku laper tau” sahutku sambil melanjutkan sarapan. “kok gak bagi-bagi aku cerita cerpen persahabatan Tanya Alvi sambil menyengir kuda.

“kamu mau, nih aku ambilin ya” jawabku sambil mengambil piring. “hahaha. tidak, aku sudah makan, kau saja sana gendut” sahut Alvi sambil tertawa terbahak bahak. “ ya sudah” jawabku kembali sambil membuang muka. Tak berapa lama kemudian, sarapanku habis lalu Alvi mengajakku bermain games. “sudah kan, ayoo main sekarang” ajak Alvi semangat. “aduh, sebentar dong.

Perutku penuh sekali ini” sahutku lemas karena kebanyakan makan. “ah ayolah, makanya jangan makan banyak-banyak. Kalau gitu kapan mau dietnya” ujar Alvi menyindirku. “ya sudah ya sudah.

ayoo mau main apa?” ajakku masih malas. “Vietcong yuk tempur tempuran” jawab Alvi semangat seperti pahlawan jaman dulu. “hah, okedeh” sahutku sambil menyalakan laptop milik ayah. Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/8939085 Cerpen Sahabat Selamanya Hai namaku Michael Alyesha. Aku masih duduk di bangku kelas tiga SD. Aku mempunyai seorang sahabat ia bernama: Chika jessi, namun aku seiring memanggilnya dengan sebutan chika. Hari-hariku selalu penuh dengan canda dan tawa bersamanya.

Hari kamis pun tiba saatnya aku sekolah dengan giat. Michael pun segera bangun dari tempat tidurnya. “Umm. pagi yang sangat cerah” kata Michael “Michael ayo bangun ini sudah jam 06.30, kamu bangun terlambat lagi?” ujar sang mamah “oke mah” ujar Michael dengan santai Michael pun segera membereskan tempat tidurnya dan segera mandi.

Setelah itu Michael dihampiri oleh salah seorang sahabatnya yang bernama chika. “Michael cepat kamu sudah ditunggu chika didepan” ujar sang mamah dengan agak marah, karena Michael bangun terlambat lagi.Michael dan chika pun tiba sampai sekolah. Bell sekolah pun sudah berbunyi. kami berdua pun duduk, untuk mengikuti pelajaran. Tiba-tiba ada seoarang cewek yang masuk keruang kelas kami. “Oh iya anak-anak kita kedatangan tamu dari panitia lomba membuat cerpen.

Anak-anak bu guru mau menyampaikan sebuah pengumuman” kata bu guru “iya bu…” seru murid-muridnya “ini ada lomba membuat cerpen tingkat kota yang diselenggarakan pada hari minggu 02 april 2013, tempatnya di SMP 2 JAKARTA jika ada yang mau ikut lomba ini, segera mendafatarkan diri ke kak nita itu panitia lomba membuat cerpen” kata buguruMichael sangat antusias untuk mengikuti lomba itu.

“kak aku mau ikutan lomba membuat cerpen” ujar Michael dengan semangat “baik… nama adek siapa, kelas berapa dan umurnya berapa?” kata kak nita dengan suara yang sangat lembut “namaku Michael Alyesha, aku kelas tiga SD, umurku 9 tahun kak, oh iya kak berarti lombanya tinggal 2 hari lagi ya?” kata Michael “iya dek, lombanya tinggal 2 hari lagi” jawab kakak nita “apakah ada yang mau ikut lagi, selain Michael?” Tanya bu guru “Tidak ada bu…” seru para muridBell pulang sekolah pun telah berbunyi.

Saat di perjalanan mau pulang chika bertanya kepada Michael. “Michael kamu benar mau ikut lomba membuat cerpen?” Tanya chika “iya aku mau ikut lomba membuat cerpen, emang kenapa chik?” jawab chika “iya tidak papa sih… oke deh nanti waktu kamu lomba aku pasti bakal datang deh. Buat nyemangatin kamu hehe…” kata chika “makasih ya chika. Kamu memang sahabat aku yang paling oke deh” ujar Michael Keesokan harinya.

aku dan chika main sore disebuah taman “chika aku udah buat cerpen nih… judulnya SAHABAT SELAMANYA, tapi bagus nggak ya chik?” tanya Michael dengan wajah pesimis “coba aku lihat ceritanya… tapi dari judulnya si udah bagus. kayaknya isinya juga bagus deh” kata chika Setelah chika membaca cerpen yang dibuat oleh Michael. “wahh… Michael kamu hebat, kamu bisa buat cerpen sebagus ini” ujar chika “makasih atas pujiannya chik.

Tapi apa benar chik cerpen buatanku bagus?” tanya chika dengan wajah heran melihat chika yang senang saat membaca cerpennya “iya benar masa aku bohong sama kamu hehe…” ujar chika “hufftt… besok lomba membuat cerpennya lagi. Aku kok jadi takut gini ya chik” ujar Michael “nggak usah takut, kamu harus tetap semangat jangan putus asa oke… besokkan ada aku dan keluargamu datang kesana buat nyemangatin kamu… oke” ujar chika kepada Michael “oke deh… makasih ya chik, kamu udah nyemangatin aku” kata Michael “iya sama-sama Michael” cerita cerpen persahabatan chikaKeesokan harinya, perlombaan pun hampir dimulai “heyy… Michael semangat ya!!!

Semoga kamu menjadi juara oke” kata chika “oke chik… doa’in aja biar aku jadi juara ya” kata Michael “eh tuh… lombanya udah mau dimulai kesana gih.

Semangat ya Michael Alyesha !!!” ujar chika “ya udah aku kesana dulu ya mah, papah, chika” ujar Michael “Semangat!!!” seru mamah, papah Michael dan chika sahabatnyaDan perlombaan pun telah selesai. Saatnya para juri mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan membuat cerpen.

“Inilah saat-saat yang kita tunggu yaitu mengumumkan siapa pemenang dari perlombaan ini” kata juri “Dan pemenang juara pertama adalah… Michael Alyesha… cerpen yang berjudul SAHABAT SELAMANYA” ujar sang juri dengan suara yang seru “horee… aku menang” ujar Michael dengan semangat “Michael kamu hebat, selamat ya sahabatku…” ujar chika “makasih ya chika… makasih juga atas dukunganmu selama ini. Kamu emang sahabat aku yang paling setia hehehe…” kata michael “Iya sama-sama Michael.

Oh iya walupun kamu sudah menjadi juara, kamu tidak boleh sombong ya hehe…” kata chika “pasti chik, aku akan selalu tetap menjadi Michael yang selalu ceria dan tidak pernah sombong hehe…” kata Michael kepada chika “oh iya buat mamah sama papahku, aku juga mau berterimakasih kepada kalian. tanpa adanya kalian disini aku tidak bisa sehebat ini. Terima kasih ya mah, pah :D” ujar Michael kepada mamah papahnya Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/1111913 Hari Ini Esok Dan Selamanya Waktu seakan cepat berlalu, langkah kaki kini tak lagi sama.

Aku selalu bingung dan selalu ingin bertanya pada tuhan. Apa arti dari sebuah persahabtan yang indah dan abadi? Adakah sahabat sejati itu? “hai ri?” sebuah suara memecahkan lamunanku. Pemilik suara itu adalah, milik sahabatku seli. Tetapi bagiku cerita cerpen persahabatan hanyalah seorang yang ada ketika aku tertawa, namun pergi ketika aku menangis.

“ada apa sel?” “mmmm kamu udah ngerjain pr matematika belum?” “udah, emangnya kenapa?” “boleh dong?” Ya, aku tau sebab mengapa dia bertanya seperti itu. Dia datang karena dia sedang membutuhkanku. Kriiinngg… Suara bel pulang sekolah. Terlihat anak-anak smp negri 1 pangkalan berhamburan keluar kelas. Laangkahku masih terasa lesu dengan pertanyaan pertanyaan yang belum satu orang pun bisa menjawabnya.

Bahkan aku sendiri yang membuat pertanyaan itu. Tuhan adakah sahabat sejati itu? “aku berharap hari ini aku dapat menemukan dia. Dia sahabat sejatiku. Bukan dia yang sudah lama di sampingku namun pergi ketika tangisan membasuhi pipiku. Walau singkat pertemuan, tapi aku ingin selamanya dia ada dalam setiap tangisan, tawa, duka, suka yang akan menghiasi hari hariku.

Tuhan aku mohon.” gumamku dalam langkah yang tak lagi sama Tanpa sadar “bruuukkk” Semua isi tas ku berhamburan keluar, secara bersamaan orang yang ku tabrak pun membantuku untuk berdiri. Setelah bola mataku menatap wajah dia yang membantuku berdiri, heningan serta sepenggal kenangan terlintas dalam benakku.

Flashback “dian, perginya berapa lama?” tanyaku dengan wajah mungil 5 tahun “aku berangkatnya cuma segini, kok.

Riri gak usah takut, kita kan punya janji sahabat hari ini esok dan selamanya” jawab dian sambil menunjukan 7 jarinya, entah itu tujuh hari, tujuh bulan atau bahkan tujuh tahun. Karena saat itu wajah wajah polos masih terpasang dalam wajahku dan dian sahabat kecilku. Diam, hening, haru kini terpadu dalam sanubariku ketika aku berhadapan kembali dengan sahabat kecilku dian. Ya, sekarang aku tau jawabannya, tujuh tahun dia pergi meninggalkanku.

Terima kasih tuhan, pertanyaan itu kini terjawab oleh kenangan “sahabat hari ini esok dan selamanya” janji itu dia balas hari ini. Mungkin waktu telah aku buang percuma dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat waktuku terbuang. Di dekatku.

Di hatiku ada sepenggal memori yang akan selalu ku simpan yaitu “sahabat hari ini esok dan selamanya” Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/2040 Persahabatan 3 Serangkai Yang Mulai Memudar Namaku Lintang, aku punya 2 sahabat yang bernama Dewi dan Wulan.

Kami sudah sangat lama menjalin hubungan persahabatan. Bahkan, kami mempunyai grup untuk persahabatan kami yang bernama “3 Serangkai”. Setiap hari, kami selalu bersama. Namun, karena kami masing masing masih belajar, pertemuan kami pun jadi terbatas. Hanya malam minggu kita ketemuan. Saking jarangnya, Ada salah satu dari kami yang mengkhianati grup persahabatan kami. Dialah Dewi, Sahabat yang sudah aku dan Wulan anggap BFF, ternyata mengkhianati persahabatan kami.

Dewi mempunyai teman selain aku dan Wulan. Namanya Indah. Entah kenapa setelah kami jarang bertemu dan berkumpul, Dewi malah main terus sama Indah. Bukan itu saja, mereka juga membuat grup “2 Kembaran”. Saat liburan, kami kembali berkumpul. Namun, ada yang aneh. Dewi sangat erat dengan Indah. Dewi pun, berubah drastis setelah bertemu Indah. Contohnya saja, Dewi cuek terhadap aku dan Wulan.

Sontak aku dan Dewi sakit hati. Aku dan Wulan sering chatting bersama mengenai Dewi. Lintang: Kenapa ya sekarang Dewi berubah sama kita? Wulan: Iya, aku juga ngrasa aneh sama Dewi, mungkin karena kita jarang ketemu kali ya? Ternyata oh Ternyata, Dewi dihasut oleh Indah temtang hal hal yang tidak faktual.

Aku dan Wulan langsung sakit hati. Setelah kami klarifikasi, semua kembali normal. Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/7840091 Sahabatku Hari hari penuh kegembiraan yang kulalui bersama sahabat baikku. Aku sangat senang bisa bersamamu. Ulima, dia adalah sahabatku.

Umurnya sama denganku yaitu 13 tahun. Dia manis,hidungnya mancung, dan rambutnya panjang. Dia juga pintar,rendah hati,dan baik kepada semua orang. Aku sangat dekat dengannya ketika kelas 1 smp.Kami selalu bercerita dan bercanda bersama. Sangat mengasyikkan mempunyai sahabat seperti dia. Dikala aku sedih dia selalu menghiburku dan memberiku semangat. Dia selalu ada untukku.Saat aku mendapat masalah aku selalu cerita kepadanya dan dia memberiku bantuan,dia juga mengajariku pelajaran yang menurutku sulit.

Dia adalah sahabat yang baik dan aku tidak akan melupakannya. Dikutip dari: https://brainly.co.id/tugas/2236913#readmore Nah, itulah 7 contoh cerita pendek (cerpen) mengenai persahabatan yang dapat saya bagikan, yang tentunya bisa Anda kutip untuk tugas Anda. Cerita pendek tersebut saya kutip dari situs Brainly yang sudah terverifikasi kebenarannya, dan untuk yang lainnya bisa Anda cari sendiri di situs Brainly.co.id.

Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai cerita pendek dan semoga bermanfaat.
Mungkin kalian sudah sering membaca contoh cerpen. Entah itu yang bercerita tentang persahabatan, percintaan, legenda, fabel ataupun yang lainnya. Tapi sebelum itu, apakah kalian masih ingat apa yang dimaksud dengan cerpen? Materi tentang cerpen ini biasanya selalu diajarkan baik pada jenjang SD, SMP maupun SMA.

Dan jika ada yang masih belum tahu, sebelum membahas contoh cerpen persahabatan. Mari kita mulai dengan membahas pengertian cerpen beserta ciri-ciri dan unsurnya berikut ini. • Pengertian Cerpen • Ciri-Ciri Cerpen • Unsur Cerpen • 1. Unsur Intrinsik • 2.

Unsur Ekstrinsik • Contoh Cerpen Persahabatan • 1. Sore Hari di Pantai Kuta • 2. Persahabatan Hancur Karena Cinta • 3. Sahabat Sejati • 4. Indahnya Persahabatan • 5. My Diary • 6. Sahabat dan Cinta • 7. Sahabat yang Tak Terlupakan • 8. Sahabat Sekolah • 9. Mendadak Miskin • 10. Persahabatan Waktu SD • 11. Jaga Dirimu Sahabatku • 12.

Kebaikan Seorang Sahabat • 13. Tragedi • 14. Cerita cerpen persahabatan Impian • 15. Sahabat Terbaik Pengertian Cerpen Cerpen sendiri merupakan kependekan dari cerita pendek. Salah satu karya sastra berbentuk prosa yang berisi kisah-kisah fiktif. Dan seperti namanya, cerpen ini tidak akan terlalu panjang, biasanya terdiri kurang dari 10.000 kata.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa perbedaan cerpen dengan novel? Jika dilihat keduanya sama-sama mengisahkan cerita fiktif. Secara mendasar, perbedaan antara cerpen dan novel ada pada panjang ceritanya. Seperti yang dikatakan diatas bahwa cerpen cenderung memiliki kisah yang pendek.

Umumnya ia hanya menceritakan satu kejadian saja. Sedangkan novel akan memiliki cerita yang panjang dengan beberapa kejadian yang terjadi secara berurutan. Ciri-Ciri Cerpen Agar lebih mudah untuk membedakan antara cerpen denggan karya sastra lainnya, mari lihat beberapa ciri berikut ini : • Cerita terdiri kurang dari 10.000 kata. • Berisi cerita fiktif (khayalan). • Dapat diselesaikan dalam sekali baca. • Hanya terdiri dari 1 alur saja. • Bercerita tentang kehidupan sehari-hari.

• Karakter dengan penokohan yang sederhana. • Memiliki masalah beserta penyelesaiannya. • Memiliki sebuah amanat di dalam ceritanya.

2. Unsur Ekstrinsik Adalah unsur yang mempengaruhi sebuah cerpen dari cerita cerpen persahabatan. Hal ini cenderung berkaitan dengan diri si pengarang dan lingkungannya.

Berikut ini beberapa unsur ekstrinsik cerpen : 1. Latar Belakang Pengarang Salah satu faktor utama yang menjadi pendorong bagi si pengarang untuk menulis cerpen tersebut. Hal ini juga termasuk dengan kondisi psikologis, keadaan ekonomi dan juga aliran sastranya. Contoh Cerpen Persahabatan Setelah mengenal apa itu cerpen lewat penjelasan diatas, maka sekarang kita beralih ke pembahasan utama tentang contoh cerpen bertemakan persahabatan.

Dimana tema seperti ini umumnya sangat populer di kalangan para remaja. Cerita yang seringkali mengisahkan tentang pertemanan antara anak-anak muda dengan segala problematikanya yang mampu memberikan nspirasi. Jika kalian sudah penasaran, silahkan cek kumpulan contoh cerpennya di bawah ini. 1. Sore Hari di Pantai Kuta Hai!

Namaku Malika Nattaya. Orang asli Bali. Sekarang aku sedang cerita cerpen persahabatan Pantai Kuta. Menikmati angin sore. Sore ini sangat cerah.

Aku menulis sesuatu di pasir menggunakan kayu. ‘Malika dan Erin’ itu yang kutulis. Erin adalah sahabatku. Nama lengkapnya adalah Erina Matthew. Sekarang dia sudah menemui sang kuasa. Aku teringat kejadian itu. Mataku mengalir. cerita cerpen persahabatan Erin berteriak saat aku sedang menangis di pantai ini. Aku tidak menghiraukannya. “Hey! Kenapa kau menangis?” Tanyanya.

“Baju ibu hanyut di laut” kataku. Aku takut dimarahi ibu. “Akan aku ambilkan!” Erin melepas bajunya. Dengan leging dan kaus ia berenang ke laut, padahal waktu itu sudah hampir malam. Aku terus menunggu dengan cemas. Sampai seorang nelayan datang menghampiriku. “Adek ngapain malam-malam disini?” Tanyanya. “Bapak akan melaut? Tolong carikan teman saya, dia dari sore belum kembali” aku dengan gelisah menjelaskan.

Bapak itu mengangguk. Aku disuruh menunggu di rumahnya. Esok pagi bapak itu kembali dengan Erin. Aku sangat senang. Tapi raut wajah bapak itu tidak senang. “Maaf dek, teman adek sudah ditemukan mengambang di air. Dan dia sudah pergi” bapak itu berkata dengan wajah tertunduk. Aku tak percaya akan hal ini. Sahabatku pergi karena aku!.

cerita cerpen persahabatan

Aku menyesali perbuatanku untuk tidak melarangnya. Aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Kini pantai ini adalah saksi bisu persahabatan kami, dan untuk pengorbanan Erin. Semoga kau tenang disana Erin! SELAMAT JALAN ERIIN!!!

2. Cerita cerpen persahabatan Hancur Karena Cinta Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu Cinta. Cinta membuat kita rela berkorban apapun yang kita miliki. Untuk wanita, menurutku lebih baik mencintai daripada dicintai. Jangan berharap seseorang yang belum tentu mencintai kita, tetapi terima orang yang cerita cerpen persahabatan kita apa adanya.

Karena mencintai tanpa dicintai seperti olahraga dengan jangka waktu lama tetapi tidak membuat kurus. Karena itu belajarlah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Itu sedikit basa-basi dariku. Cerita cerpen persahabatan Amel, siswa kelas XI. Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadaku. Tetapi sekarang justru aku yang selalu diabadikan oleh orang yang aku cintai. Aku suka dengan teman sekelasku, namanya Ferdindia merupakan sahabat dekatku sejak lama.

Awal diriku suka dengannya berawal saat aku kenalan dengannya dan berteman cukup akrab dan lama-lama dekat, sehingga sekarang diriku jatuh cinta. Oh iya, aku punya teman bernama Afni, dia temanku sejak SMP. Sedangkan Aku, Afni, dan Ferdin sudah berteman dekat sejak masuk SMA. Suatu waktu aku melihat Afni dan Ferdin bercanda bersama dan mereka terlihat akrab seperti orang pacaran.

Jujur, akupun cemburu melihatnya tetapi aku masih menyembunyikan kecemburuan itu didepan Afni. Tetapi lama-lama rasa yang terpendam ini ingin dikeluarkan, akhirnya aku memutuskan untuk cerita ke Afni tentang perasaanku ke Ferdin. “Af, aku mau ngomong sesuatu nih, tapi jangan ngomong ke siapa-siapa ya” “Kamu mau ngomong apa mel?” tanya Afni.

“Jujur aku suka dengan Ferdin sejak lama, dan aku cemburu saat kamu dekat sama Ferdin!” Jawabku. “Kamu suka sama Ferdin? Serius mel?” Tanya Afni. “Iya, tapi kamu jangan bilang ke Ferdin ya” Ucapku. “Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu cemburu” Jawab Afni. “Oke” Jawabku. Semakin lama aku semakin dekat dengan Ferdin, tetapi aku perhatikan bahwa Ferdin tidak akan pernah jatuh cinta denganku. Walau seperti itu, aku tetap berjuang sepenuh hati.

Cerita cerpen persahabatan ternyata Afni juga suka dengan Ferdin. Aku mengetahui kalau Afni suka dengan Ferdin ketika aku membaca buku diary Afni. Disana tertulis curhatan Afni tentang perasaannya ke Ferdin. Akupun merasa kecewa setelah membaca buku diary tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka dengan cowok yang sama denganku.

Tetapi aku berfikir, rasa suka itu berhak untuk siapapun. Saat di taman sekolah, aku melihat Afni dan Ferdin sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada biasanya, akupun penasaran dan menguping percakapan mereka dibalik cerita cerpen persahabatan. “Afni, aku suka sama kamu, kamu mau ngga jadi pacarku?” Tanya Ferdin. Afni kaget sekaligus cerita cerpen persahabatan mendengar pertanyaan itu. Tetapi pada akhirnya Afni menerima tawaran itu dan mulai menjadi pacar Ferdin tanpa memikirkan perasaanku, sahabatnya sendiri.

“Iya aku mau” Jawab Afni. Aku yang mendengarkan jawaban Afni langsung kaget dan keluar dari balik pohon, karena aku tak menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu.

“Af, kamu pacaran sama Ferdin? Selamat ya kamu udah bikin aku sakit hati” Afni dan Ferdin kaget karena aku keluar dari balik pohon secara tiba-tiba dan langsung berkata seperti itu.

“Maafin aku mel, tapi aku jujur cinta banget sama Ferdin” Jawab Afni. “Yaudahlah”, aku pergi meninggalkan Afni dan Ferdin. Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal itu. Padahal afni tahu kalau diriku sudah lama mengejar Ferdin.

Maka persahabatanku dengan mereka berdua hancur karena cinta. Disini aku memberi amanat bahwa utamakanlah sahabatmu daripada pacarmu, karena orang yang selalu hadir disaat kamu senang dan cerita cerpen persahabatan itu sahabat.

3. Sahabat Sejati Pagi itu di sekolah bersama 7 orang sahabatku yaitu Najla, Dian, zahawwa, Nadiya, Nisrina, Fevi dan Alfiyah sedang baris di lapangan upacara bendera 17 Agustus, Kami selalu bersama-sama kemanapun. Walaupun kami tidak satu kelas tapi kami selalu bermain bersama-sama. Setelah libur panjang sekolah kami jarang komunikasi sehingga saat masuk sekolah kami seperti tidak peduli satu sama lain, aku juga bingung, Batinku mengucapkan “lah kok hari ini kayak gini yah?” Aku ingin menyapa cerita cerpen persahabatan tapi… Cerita cerpen persahabatan saat aku ingin menyapa Bell masuk berbunyi “Kriingggggg”.

Yahh udah Bell nanti aja deh Setelah selesai PBM aktif aku ingin mengajak mereka bermain, “hai!!!” Ucapku kepada Nadiya “Hai juga” Jawab Nadiya Batinku berkata lagi “lah kok gak kayak biasanya sih, cerita cerpen persahabatan langsung main atau gak ke perpustakaan tapi kok dia kayak gak ingat gitu, kenapa yah?” 7 orang sahabatku menjadi bisu seperti tidak mengenal satu sama lain, aku pun sedih, hingga pulang sekolah aku masih terpikir sampai ke rumah kenapa yahhh tadi gak kayak biasanya yang selalu ceria, ketawa-ketawa, senyum-senyum.

Aku pun menangis sambil menulis di buku diaryku air mataku menetes ke buku diary itu. 4. Indahnya Persahabatan Aku Virda, aku beruntung mempunyai sahabat yang selalu ada cerita cerpen persahabatan, kami melewati suka duka bersama. Suatu ketika aku dan sahabatku bertengkar karena masalah yang kuanggap sepele, semua itu baru kusadari bahwa sahabatku sangat penting bagiku.

Suatu hari aku pergi ke mall bersama sahabatku, aku menyuruhnya membawa belanjaanku, dan ternyata belanjaanku yang dibawanya tertinggal. Saat itu juga aku marahi dia dengan perkataan yang kasar karena keegoisanku.

“Vir, tolong pegang belajaan ku ini ya, soalnya berat banget” Kataku. “Iya sini aku bantu bawa belanjaannya, takut kamu keberatan” Katanya. “Siap, kamu memang sahabatku yang paling pengertian” Jawabku. “Haha iyalah sesama sahabat memang seharusnya saling membantu” Jawabnya sambil tersenyum. Sembari berpelukan. “Kamu lapar ngga?” Tanyanya “Lapar si, mulai keruyukan nih perut” Jawabku. “Makan yuk! sekarang aku yang traktir, aku juga lapar” Sambil menatapku dengan lemas.

“Hmm ya sudah ayoo” Jawabku. Lalu sampailah kami di warung seberang mall. “Kamu mau pesan apa vir?” Tanyanya. “Aku ngikut kamu deh” Jawabku. “Hmm oke deh” Jawabnya. Beberapa menit kemudian kami selesai makan dan mulai berkendara untuk pulang. “Eh. kayaknya ada yang ketinggalan deh, tapi apa ya?” Tanyanya dengan muka yang heran.

“Hmm apa ya?” Aku membantu berpikir. “Oh iya belanjaanku mana? Celetukku. “Ya ampun. oh iya aku lupa, ketinggalan di warung tempat kita makan tadi” Jawabnya dengan rasa bersalah “Apa? Ketinggalan? Yang bener aja, kita kan udah jauh dari warung tempat kita makan tadi” Jawabku dengan kesal. “Duh, maaf banget ya vir, aku benar-benar lupa” Jawabnya dengan berkeringat.

“Apa? minta maaf? kamu pikir dengan minta maaf bisa membuat barangku kembali dan masalah selesai? Enggak kan? Seenaknya aja kamu minta maaf” Jawabku dengan kesal, lalu tanpa basa basi aku pergi meninggalkannya.

Keesokan hari, dia datang membawa belanjaanku dan meminta maaf karena kejadian kemarin, tetapi aku tetap menghiraukan nya. Maka setelah beberapa lama lama, aku sadar bahwa hal yang aku lakukan adalah sebuah kesalahan, dan aku tersadar betapa egoisnya diriku.

Akupun meminta maaf. 5. My Diary Hari ini pikiranku jenuh. Terbayang bayang perkataan Morie tadi pagi. “ahhahahaha… Tas apaan tuh? Jelek!” “hiks. Hiks!” aku memilih diam supaya tidak diganggu.

Ugh…! Aku sungguh kesaaaal.! Kucurahkan isi hatiku ke sebuah diary yang merupakan satu-satunya teman. Dear diary… Morie menginjak nginjak tasku! Aku dendam padanya…! Pokoknya! Aku kesal! Kesal!

Sashalia putri I love my diary Keesokan harinya… “hai!!! Selamat pagi…” sapaku pada seluruh penghuni kelas. Hening. Tak ada jawaban. Apa mereka dihasut morie dan genknya?. Ugh… Kesalnya! Pulang sekolah segera kucurahkan isi hatiku pada Diary. Dear Diary… Aku sunggyh kesal pada Morie. Dia menghasut teman teman kelasku untuk menjauhiku.

Sashalia putri I love you diary Suatu ketika… “ahahaha! Cerita cerpen persahabatan sepatumu dulu sebelum sekolah! Jelek Sekali!” ucap Sisil, teman genk Morie. Aku mendiami mereka yang membenciku. “hei! Stoop! Jangan mengatainya!” ucap seseorang. Siapa itu?. Oh… Ternyata itu Feryana. Dia dari kelas V A sementara aku kelas V B. “apa apaan kamu?” bentak Morie. Terjadi adu mulut antara Feryana dan Morie. Aku memilih diam. “t. Terimakasih Feryana… Kau sungguh baik!” ucapku.

Mulai sekarang aku punya 2 sahabat My Diary dan Feryana. Dear diary. Aku sekarang punya 2 sahabat yaitu kamu dan Feryana.

Aku menyayangi kalian semua! I miss you friend 6. Sahabat dan Cinta Aku memiliki sahabat mereka riza, muna, dan dewi. Pada suatu hari kami didalam kelas setelah bel jam pergantian pelajaran berbunyi kami ngobrol sementara, dewi dan muna selalu ngomongin cowok sampai-sampai riza jengkel dengan mereka taulah sifat riza ia tak suka mikirin pacaran apa lagi cowok, diantara kami berempat yang masih lajang aku dan riza, dan muna, dewi sudah punya pacar dan sudah beberapa kali ia putus jadian dengan cowok yang berbeda.

“mun tau gak cowok gue itu ganteng banget” kata dewi “kalau gue biar pu n kurang ganteng tapi kaya lho”sahut muna “hello jadi kita gak dianggap nih?”tanya riza aku hanya diam saja “emang kenapa sih riz?, coment aja, bilang aja elo sirik”kata muna “oh ya?, dew!, pacar elo itu yang keberapa?”rindir riza “apa elo bilang?”kata dewi tiba-tiba guru masuk “selamat cerita cerpen persahabatan guru cerita cerpen persahabatan pun bubar dan menun da percakapan kami.

Setelah kejadian itu hubunga kami semakin buyar, biasanya kami menyantap makan siang bersama kini hanya kita aku dan riza, sedangkan muna dan dewi makan siang dengan cowok mereka “riz kelihatanya jarak kita semakin jauh”kataku “biarkan saja mereka, ir makasih ya elo masih mau denganku!”katanya sambil matanya berkaca Aku pun memeluknya Hingga pada suatu hari muna diduakan oleh cowoknya, dan dia minta tolong kami “plizz, bantu gue ya!”kata muna riza diamsaja dan meninggalkan kami begitu saja “riz!,”kata muna Akupun menjelaskan alasan kenapa riza tidak menjawabnya “mun asal elo tau kenapa riza tidak menjawab permintaan elo, elo pikir ya!, elo telah menyakiti gue dan riza, gue masih bisa memaafkan elo tapi riza?, gue saranin elo harus minta maaf dengan riza, pikirkan itu!”kataku Aku pun meninggalkanya, dan air mata muna yang semakin deras keluar.

Setelah itu muna mencoba untuk minta maaf kepada riza, “riz!, maafin ya?”kata muna “elo minta maaf?, apa tujuan elo?”kata riza aku berusaha untuk membujuk riza agar ia mau untuk maafin muna, “riz maafin ya?, gue yakin muna minta maaf hanya untuk kembalinya persahabatan kita yang dulu”kataku “bener begitu mun?”tanya riza muna pun mengangguk mantap dengan mata berkaca, merereka berpelukan aku pun ikut terharu dengan kejadian itu. Setelah kejadian itu kami semakin dekat, pada suatu hari teman sekelas kami yaitu ifa ia mengirim pesan singkat yang berisi tentang dewi sahabat kami, membutuhkan do’a dari kami semua untuk kesembuhanya dari penyakitnya yaitu kelainan saraf otak, kami pun kaget, keesokan harinya kelas kami ramai dengan suara tangisan, “riz maafin gue!, gue salah telah mengingkari janji kita untuk menjadi sahabat slamanya”kata dewi “iya wi!, gue maafin”kata riza “nah ginilah yang gue mau”kataku kamipun berpegang tangan dan saling bersumpah untuk menjadi sahabat selamanya “Kami berjanji untuk menjadi sahabat untuk selama-lamanya”kata kami bersamaan, tiba-tiba tawa kami meledak bersamaan.

7. Sahabat yang Tak Cerita cerpen persahabatan Hari yang cerah saat tersenyum bersamanya. Dia yang selalu ada bersamaku, menemaniku di saat saat yang paling penting dalam hidupku. Aku mengambil ponsel di saku bajuku “Jel ayo pulang udah sore!! Kan besok sekolah”.

“Iya tunggu din!” Beberapa saat kemudian “kamu kemana aja sih jel? Aku nunggu di sini udah lama lohh”. “iya maaf maaf tadi kan aku pergi ke perpustakaan”. “Ahh kamu kebiasaan dehh kalo ke perpustakaan ga bilang bilang dulu. Yaudah yuk pulang besok kan sekolah” “Iya”.

Aku pun pergi menunggu angkutan umum dan kembali pulang ke rumah masing masing. Keesokan harinya “Asalamualaikum… dinaaaa…” “iya, waalaikum salam jelita tunggu sebentar ya pake sepatu dulu.

“Iya”. Aku pun pergi seperti biasa ke sekolah, belajar seperti biasa. Dan kembali pulang ke rumah seperti biasanya. Hari weekend tiba aku pergi bermain bersama jelita ke bioskop. Saat perjalan Pulang… “Jelitaaaa?” “Iya apa din?” “Kamu gak lupakan minggu depan hari apa?” “emang minggu depan hari apa??” “Ihhhhh… Masa kamu gak inget sih, minggu depan itu hari ultah aku!!!” “oh iyaaa aku lupaaa. CIE yang mau ultah ummm… Bahagia pasti karna mau dapet kado.

Iyaaaaa kaan…?” “hehehe. Kamu tau aja Jangan lupa ya kadonya aku tunggu minggu depan”. “Iya. Iya. Kalo aku gak lupa Hehehee…” “ahhh kamu mah gitu.” “iya. iya. dehh. Jangan marah dong”. “hahaha… makasih ya jel kamu tuh emang sahabat aku yang paling baik”. Beberapa hari kemudian H-3 hari jumat, Tiga hari sebelum ultah dina. Seperti biasa jelita datang ke rumah untuk pergi sekolah bareng. “assalamualakum… Dianaaaa!” “Waalaikum salam.” “eh jelita. Jel titip Surat ya ke walikelas nya dina, Dina gak akan sekolah sakit”.

“Oh gitu ya tan. Yaudah deh jelita pergi sekolah dulu yaa. Assalamualaikum” “Waalaikum saalam”. Keesokan harinya aku masih tak bisa sekolah karena sakit. Sampai akhirnya waktu yang ditunggu tunggu tiba Nanti kan jam 12 malem hari ultahku, aku gak akan tidur sebelum jam 12 malem”.

Tinggg. Tingggg… Tinggggg Cerita cerpen persahabatan dentingan jam yang terus melaju sampai Saatnya 5 menit sebelum jam 12 “Aku cerita cerpen persahabatan gak sabar nihhh” Ting ting ting… suara alarm yang berbunyi Dan menunjukan tepat pukul 12 malem. Tiba tiba… “Happy birthday… Happy birthday…” “Happy birthday to you”. Kejutan ulangan tahun Dari mama Dan teman teman semua, aku sangat senang Dan bahagia.

“Makasih ya mah udah buat ini semua”. “Mah jelita mana ya mah Kok aku belum liat sih?” “Mama juga ga tau”. Tiba tiba Ada suara bel pintu berbunyi “Eh jelita akhirnya kamu dateng juga. Kenapa telat? Aku udah Nuggu kamu tau Dari tadi”. “ah massa aku kan cuma telat 5 menit aja Kok. Happy birth day ya semoga kamu selalu bahagia. Nih kado Dari aku but kamu, maaf aku gak bisa lama-lama disini, aku Ada perlu dah. aku Pulang dulu yah”. “Kenapa Pulang? Ya udah deh Kalo kamu mau Pulang tapi besok ke rumah aku yah Jangan lupa!” “iya, tapi pasti kamu yang bakal ke rumah aku”.

“Ya udah deh. dah… Hati-hati di Jalan yah”. Keesokan harinya Saat aku menunggu jelita, aku menerima kabar bahwa jelita mengalami kecelakaan Saat akan pergi ke rumahku pada malam hari. Penyebabnya adalah karena Dia buru buru ingin pergi ke rumahku sehingga tidak melihat mobil yang Ada di depannya sehingga kecelakaan pun terjadi. Sekarang jelita sedang dirawat di rumah sakit. Itu lah yang dikatakan ibu jelita kepadaku. “Apa jelita kecelakaan!!!. Tatapiii Dia kan semalem ke rumahku Dan ngasih kado katanya Dia Ada urusan sehingga tidak bisa merayakan ulang tahunku”.

Setelah itu aku langsung pergi ke rumah sakit dengan yang lain. menunggu jabar Dari dokter. Waktu berlalu begitu cepat sehingga tidak terasa sudah sore. Tiba-tiba dokter datang Dan mengatakan “Maaf bu, kamu tidak bisa menyelamatkan putri ibu karna dia kehilangan banyak darah”. Setelah mendengar itu kakiku terasa lemas, aku menangis sampai Saatnya aku melihat keadaannya. Aku sangat dirundung duka yang amat mendalam karena sahabat yang aku sayangi Dia sudah pergi meninggalkanku ke tempat yang lebih baik.

Aku mencoba untuk ikhlas. Keesokan harinya Saat pemakaman selesai aku diberi kado olah ibu jelita. “Din ini mungkin kado terakhir untuk kamu”. Aku pun menangis haruu “Terimakasih bu”. “Iya sama-sama”.

Aku pun Pulang ke rumah, Dan Saat itu aku sadar bahwa kado yang diberikan oleh ibu jelita sama seperti yang jelita beri kepadaku. Tapi Saat aku melihat tempatku menyimpan kado Dari jelita ternyata kadonya hilang. Aku tersadar mungkin itu adalah kata kata terakhir yang ia ucapkan sebelum meninggalkanku. SELAMAT JALAN SAHABATKU KAU AKAN SELALU MENJADI SAHABAT YANG TAK TERLUPAKAN. 8. Sahabat Sekolah Namaku Sinta Putri, aku sangat senang dengan pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi.

Aku mempunyai sahabat yang unik bernama Aulia, dan aku bingung dengannya. Dikarenakan sahabatku orang yang sangat sensitif. Menurut dia, aku tidak boleh suka dengan kedua pelajaran tersebut.

Padahal itu hakku. Suatu waktu disaat pelajaran bahasa inggris, tidak tahu mengapa tiba-tiba aku suka dengan pelajaran tersebut. Mungkin juga karena guru yang mengajarkan mempunyai cara penyampaian yang baik. Otomatis aku juga mulai aktif di kelas saat pelajaran bahasa inggris. Teng teng teng, bunyi bel sekolah, waktu istirahat tiba.

Saat itu aku langsung menghampiri Aulia untuk mengajaknya ke kantin. “Aul, ke kantin yuk?” ajakku. “Ngga, aku ngga mau lagi sahabatan sama kamu!” jawabnya sembari buang muka.

Awalnya kejadian seperti itu hanya sekali dan kita berdua balikan seperti semula. Tetapi lama-kelamaan terjadi hal yang serupa. Sangat aneh. Aulia bukannya mengerti perasaanku, justru bikin aku kesal. Ceritanya begini, waktu Ujian Tengah Semester (UTS) dia kesusahan menjawab soal pelajaran Biologi, disaat itu dia melihat ke arahku.

Aku dan Aulia tidak satu bangku, Aulia tepat di depan tempat aku duduk. “Sin, kamu tahu ngga nomor 5 essay? minta jawabannya dong satu aja!” tanya Aulia sembari memohon.

“Udah si, ini kan bukan ulangan biasa!” jawabnku. “Yah kamu.” sembari jengkel. Aku cuek saja akan hal itu dan berharap bahwa dia akan intropeksi diri. Coba bayangkan, dia sudah membuatku sakit hati dan cerita cerpen persahabatan ingin meminta jawaban UTS. Beberapa hari kemudian hasil nilai UTS Biologi dibagikan dan diumumkan. Aku mendapat nilai 90 sedangkan Aulia mendapat nilai 75.

Aku bisa melihat tatapan iri di sahabatku itu, dan aku sadar bahwa bersahabat dengan orang yang suka iri hati adalah hal yang susah. 9. Mendadak Miskin Dylan seolah hanya terpaku pada majalah yang ia baca dan bawa ke sekolah. Dia tak memperhatikan teman-temannya yang ribut. Terganggu sih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia kaum minoritas di kelasnya.

Begitu juga dengan yang lain. Mungkin yang ribut hanya kelompoknya Nina. Sebenarnya bila ada kesempatan, sungguh ia ingin melempar bibir salah satu temannya(sebenarnya orang yang tidak sengaja disatukan dalam kelas yang sama) yang bernama Nina dengan bangku kayu.

Tapi ia tahu, segalanya dilindungi hukum. Begitu juga dengan yang lain, malah saat doa malam salah satu temannya, Glory, berdoa agar karma selalu bersama Nina setiap saat. Kalau bisa, cepat-cepat almarhumah. Nina anak brandal yang sok high class, ditaktor kelas, dan umm… sulit dikategorikan sebagai manusia karena tidak memiliki akal budi. Dia memang seorang yang kaya dan wajahnya cukup cantik.

Tetapi karena kelakuannya membuat siapapun merasa berdosa bila menyebutnya cantik. “Bisa kalian hening sebentar? Pak Heru sebentar lagi ke sini! Berisik sekali!” seru Belinda, ketua kelas. Saking kesalnya, tak heran dia sering mengumpat Nina dalam hati. Dan, tak jarang Linda disindir dan dimaki Nina karena Nina sirik dengan Linda. Entahlah bagaimana jadinya bila Nina jadi ketua kelas.

Pak Heru tiba di kelas dengan setumpuk kertas latihan. Dylan segera memasukkan majalahnya ke dalam loker. Pak Heru memanggil Dylan untuk membagikan latihan matematika itu ke teman-temannya.

Setelah dibagikan, tentu saja dikerjakan. Dylan mengerjakannya dengan santai, tetapi dia mendengar desisan dan ternyata itu Nina. Biasalah, minta cerita cerpen persahabatan dengan berbisik-bisik. Tetapi Dylan pura-pura tidak mengerti dan melupakannya. Ia tetap fokus ke latihannya. Akhirnya jam terakhir, matematika yang membosankan itu usai dan artinya saatnya pulang!

Tumben sekali Dylan lemas. Dia merebah di kamarnya dan kakak perempuannya, Diana. Dylan berbeda dengan Diana. Dylan lebih sembrono, tomboy, tapi lebih sabar. Tapi apapun itu, mereka sama-sama hobi tidur. Sebuah sms masuk ke ponsel Dylan, ternyata dari Wendy, teman sekelasnya. “Entalah semua. Berita buruk bukan, gembira juga jahat sekali.

Intinya, Nina kecelakaa!

cerita cerpen persahabatan

WOW! Kabarnya sih besok tidak masuk sekolah! :D” lalu Dylan membalas, “O.” Esoknya, semua heboh menceritakan Nina. “Katanya sih Nina shock dengar ayahnya bangkrut trus mau bunuh diri. Eh, nggak taunya nggak jadi ko-it!

Katanya tulang ekornya patah otomatis dia nggak di sini lagi dan pindah ke SLB kalau dia sudah membaik.” Jelas Danish, orang yang terpaksa menjadi teman se-gank Nina. “Terus kalian mau nyumbang berapa nih untuk Nina?” tanya Bu Henny. Semua saling menoleh, “Um… sebenarnya saya mau nabung, Bu.” kata Dylan.

Dia tidak mau nyumbang, begitu dengan yang lain. Semua langsung mendadak miskin. “Yang penting ikhlas kan? Nah, kita nggak ada yang cerita cerpen persahabatan tambah Danish. “Astaga… kalau begitu kapan kalian jenguk?” tanya Bu Henny lagi. “Yah, kita sibuk banyak ulangan. Mau belajar.” jawab Tere. Semua mendadak rajin belajar. Segitu bencinya mereka dengan Nina.

Nina juga merasa tersinggung karena tidak ada yang menyumbang. Mungkin yang menyumbang hanya kelas 7 dan 8. Seluruh kelas 9 tidak ada yang menyumbang. Biayanya kurang cerita cerpen persahabatan menyebabkan penyembuhan Nina tidak optimal. Itu tidak menyebabkan kelas 9 kasihan ataupun menyesal.

Malah kelas 9A sampai 9D tentram tanpa Si Buas, Nina. Nina akhirnya sekolah di SLB. Dia sudah berubah. Dia sadar semua temannya membencinya sehingga tak ada satupun yang mau membantunya.

Tapi, kenapa dia sadarnya setelah matanya tak dapat melihat lagi? Bukankah lebih mudah memahami saat bisa melihat? Pain makes people change. 10. Persahabatan Waktu SD Namaku Adel, sekarang aku duduk di kelas 5 SD. Aku di kelas 5 SD A. Aku memiliki sahabat bernama Jingga, sekarang aku tidak sekelas lagi dengannya. Tetapi aku masih semangat sekolah. Aku memiliki kakak bernama Azmi, dimana dia menjadi guru di sekolahku. Hari ini aku akan berangkat sekolah bersama dengan kakakku itu.

Ketika telah tiba di sekolah, aku bergegas ke kelas karena tidak sabar ingin pergi ke kelasnya Jingga. Aku tiba di kelas 5 SD B dimana itu kelasnya Jingga, dan dia sudah berada disana. “Hai Jingga!” Aku cerita cerpen persahabatan. “Hai juga Del!” Jawab Jingga singkat. Batinku berkata “Jingga terlihat tidak seperti biasanya, ada apa ya.” Saat itu aku merasa sangat bosan karena Jingga dengan sengaja bersikap cuek kepadaku, akhirnya aku kembali ke kelas ku dan menuju ke lapangan.

Tuuut Tuuut Tuut. bel berbunyi dan aku bergegas ke kelas dan belajar Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah masuk waktu istirahat pertama. Sekarang saatnya sholat dzuhur seperti biasa, aku bersama Jingga tetapi dia tetap saja bersikap cuek sehingga aku lebih memilih menyendiri.

Setelah sholat dzuhur selesai, terdengar bel waktu pulang telah tiba. Padahal biasanya pulang jam 4.

cerita cerpen persahabatan

Ternyata para guru sedang mengadakan rapat. Akupun pulang ke rumah. Setelah sampai rumah, aku segera membuka handphone dan mengeceknya.

Saat aku buka BBM, terdapat sebuah pesan dari Cika, teman sekelas Jingga. Cika: “Del, mulai sekarang dan seterusnya, kamu ngga usah dekat-dekat dengan jingga lagi!

karena Jingga sudah menjadi teman deketku” Aku: “Memangnya kenapa? ya sudahlah aku mengalah saja.” Chattinganku dan Cika berakhir. Aku duduk sembari merenung di atas kasur dan berkata “Kenapa jadi seperti ini? Hiks. Hiks.” tangisku. Akhirnya mulai saat itu, aku sudah tidak dekat lagi dengan Jingga. 11. Jaga Dirimu Sahabatku Hari jumat putri mengajakku untuk pergi ke rumah temannya, putri masih sekolah di Madrasah Aliyah, aku menjemputnya di sekolahan. Saat itu aku menyuruhnya untuk di depan naik motor dan aku di belakang karena aku gak tau jalan rumah temannya itu.

cerita cerpen persahabatan kamu aja yang depan ya soalnya aku gak tau rumah temen kamu” Setelah di jalan putri nyuruh aku bawa hpnya “beb bawain hp aku dong tolong chat temen aku, tanyain dia ada dimana ini aku udah otw gitu ya” aku bilang “iya.” pas aku megang hp tiba tiba hp putri diambil orang dari sebelahku orang itu berdua membawa motor beat putih, aku kira orang itu temanku yang iseng ngambil hp ternyata mereka adalah seorang jambret.

“beb itu hp kamu diambil sama itu orang gimana nih” putri gugup dan dia ngebut banget naik motor “hah kok bisa aduh gimana beb aku takut kalo dimarahin nenek” secara itu hp juga baru, hpnya mahal dibeliin neneknya. “Beb gak usah ngebut tu orang gak bakalan bisa dikejar” kataku.

Kami pun teriak Jambreeet jambreet dan banyak orang yang mengikuti jambret itu. Aku cerita cerpen persahabatan ada jembatan beton di depan “beb pelan pelan ada jembatan” tapi putri sudah hilang kendali karena yang dia pikirkan saat itu adalah hpnya bukan keselamatan kami. Dan tiba tiba dyarrr aku jatuh di bawah jembatan itu, posisiku jatuh di sungai bawah jembatan dadaku terpental tembok, alhamdulillah aku masih bisa sadar, saat itu aku merasa dadaku sulit untuk bernafas kaki dan tanganku berdarah.

Putri terpental di tengah jalan, mulutnya yang sudah banyak darah keluar dikerubungi banyak orang, kakinya sebealah kiri patah, tangannya pun juga. Motorku pun hancur belah menjadi 2 sekaligus, ban depan posisinya teselip ke belakang. (busyet dah itu motor kayak barang rongsok aje kalo diliat). Kami berdua segera dilarikan ke rumah sakit, setelah di rumah sakit aku melihat putri yang menjerit menangis aku juga menangis melihat keadaannya yang seperti itu.

Sebelum kami dilarikan ke rumah sakit aku sempat memberi kabar dengan teman temanku yang lain dan mereka orang pertama yang datang. Setelah kejadian itu putri sudah tidak bisa melanjutkan sekolahnya, karena keadaannya seperti itu dia dirawat di rumah sakit selama berbulan bulan dan proses kesembuhan kakinya pun membutuhkan waktu cukup lama.

Karena kejadian itu dia cacat fisik, aku sangat merasa bersalah karena kejadian itu dia kehilangan cerita cerpen persahabatan. Tapi dibalik itu semua kami bisa merasakan mana teman yang baik dengan yang munafik, Karena setelah kejadian itu teman teman yang pertama kali menjenguk kami di rumah sakit sekarang sangat peduli dengan kami mereka yang selalu memberi semangat, selalu ada disaat keadaan kami seperti ini, dan teman yang lain malah sebaliknya.

Hubungan keluargaku dengan putri pun bertambah baik bukan sebaliknya, “dek kalo masalah motor kamu gak usah khawatir, pihak keluarga putri pasti mengganti, yang terpenting kesehatan kalian berdua” ujar kakaknya putri. putri pernah bilang dengan neneknya “nek, masalah hp gak usah minta ganti ya, kasian dhawii juga gak punya bapak ikhlasin aja hpnya aku gak papa” putri seorang yatim ibunya telah meninggal dan ayahnya pergi meninggalkannya dan cerita cerpen persahabatan dengan wanita lain.

Dan aku juga yatim aku sudah tidak punya orangtua laki laki maka dari itu kami saling mengerti satu sama lain. 12. Kebaikan Seorang Sahabat Di suatu siang yang cerah, dua orang gadis bernama Rara dan Tina tengah mengerjakan tugas sekolah di rumah Rara.

Mereka mengerjakan dengan serius dan suasana nampak hening. Kemudian, seorang perempuan yang tidak lain adalah teman mereka berdua bernama Sinta. Namun, Rara seolah tidak mempedulikan kehadiran Sinta tersebut. “Ra, itu di depan ada Sinta sedang nyariin kamu. Buruan kamu temui dia. Sudah sejak tadi dia nungguin kami di sana.” Ujar Tina yang tengah mengerjakan tugas di rumah Rara. “Bi, bilang saja ke Sinta yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi kemana atau gak ada gitu ya.” Pinta Rara kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Iya Non. Bibi sampaikan.” “Ra, kenapa kamu seperti itu sama Sinta. Dia pastinya sudah datang jauh-jauh. Kenapa kamu usir. Gak enak cerita cerpen persahabatan. Kasihan dia. Dia juga anak yang baik Ra.” Ujar Tina menasihati Rara. “Dari luarnya dia memang orang yang baik, ramah dan juga manis. Tapi masa kamu mengukur sifat seseorang hanya dengan itu saja. Dia itu manis di luar namun di dalamnya pahit tahu.” Jawab Rara setengah sinis.

“Pahit gimana Ra?” Ujar Tina kembali bertanya. “Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan di belakang ia sering membicarakan temannya sendiri. Pokoknya banyak yang tidak dapat aku jelaskan Tin. Lihat saja diri kamu. Kamu memang judes, ceplas ceplos denganku. Namun setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Tin.

Bukan sahabat yang dari luarnya baik namun dalamnya busuk. Dalam berteman, aku tidak membutuhkan tampilan luar seseorang Tin.” Jelas Rara kepada Tina. 13. Tragedi “Lihatlah, bagaimana menurutmu?” ucapmu antusias. “Aku terlihat cantik, bukan?” “Ya, kau selalu terlihat cantik.” “Lantas apa lagi yang kau tunggu?

Ayo, bantu aku berdandan sekarang.” Kau menyodorkan peralatan make-up, juga sisir yang sebelumnya tertata rapi di atas meja rias. Memintaku agar membantumu merias diri di hari yang sudah kau nantikan selama ini. Sebagai calon pengantin kau terlihat sangat bahagia. Senyuman manis bahkan selalu tersungging di wajahmu. Mungkin kau sudah tidak sabar untuk melewati setiap cerita cerpen persahabatan acara yang akan menjadi bukti penyatuan cinta kalian berdua.

Saling mengucapkan janji suci untuk setia sehidup semati. Menjalani hari-hari cerita cerpen persahabatan keadaan suka maupun duka. Andai saja aku bisa merasakan juga kebahagiaan itu, pasti sudah kulakukan apa yang kau inginkan.

Tapi pada kenyataannya, justru kesedihanlah yang kurasakan saat ini. “Ah, sepertinya warna ini terlalu terang. Aku tidak suka.” Aku terpatung. Menatap wajahmu dari cermin dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu kau masih saja meracau tanpa menyadari sesuatu cerita cerpen persahabatan hatiku semakin sakit mendengar apa yang kau ucapkan. “Hey, apa yang kau lakukan?” katamu membuyarkan lamunanku. “Cepatlah, atau aku akan terlambat nanti.” “Lis….” “Ah, kau ini benar-benar lamban.

Berikan padaku!” “Hentikan, Lis!” Kau terhenyak. Menatap wajahku dengan tubuh yang gemetar usai aku membentakmu. Sebenarnya aku tidak bermaksud demikian, cerita cerpen persahabatan aku tidak punya pilihan selain melakukan hal itu. Trauma yang kau rasakan sudah cukup menyedihkan, dan aku tidak ingin melihatmu semakin terluka. “Sadarlah,” bisikku sambil memelukmu dengan erat. “Kumohon jangan seperti ini lagi.” Seketika keheningan menyergap di antara kita.

Tak ada lagi yang terdengar selain isak tangis yang mendera. Saat itu mungkin kau sudah mengingat apa yang telah menimpa Roni calon suamimu, di hari pernikahan kalian.

Kita sama-sama tahu bahwa takdir telah merenggutnya darimu, tapi terpuruk dalam waktu yang lama bukanlah sebuah jawaban. Hidup terus berjalan, dan masa lalu yang kelam seharusnya tidak menjadi penghalang bagimu untuk merasakan kebahagiaan. Apalagi sampai membuatmu berputus asa. “Cobalah untuk mengikhlaskan kepergiannya,” bisikku. Kau mengangguk sambil terus terisak. Setelah puas menumpahkan air mata, aku menyuruhmu duduk di tepian ranjang.

Di saat kau mulai tenang, aku bergegas merapikan gaun pengantin dan peralatan make up yang berserakan. Sejurus kemudian, kamarmu sudah rapi seperti sedia kala. “Aku ambilkan minum dulu, ya. Tidak apa-apa kan, kutinggal sebentar?” Kau mengangguk, menyetujui ucapanku.

Tak ingin membuatmu menungggu terlalu lama, aku segera menuju dapur. Mengambil segelas air minum dan semangkuk sup hangat sesuai permintaan ibumu. Kata beliau, beberapa hari ini kau tidak bersemangat saat makan. Suka mengurung diri di kamar, dan tiba-tiba saja kau bersikap aneh sejak tadi pagi.

Karena itulah aku datang menemuimu usai perempuan paruh baya itu meneleponku. “Bangunlah, Lis. Aku membawakan ini untukmu,” ujarku sambil meletakkan nampan di atas meja. Tak ada jawaban. Khawatir makanan yang kubawa menjadi dingin, aku membangunkanmu.

Menggoyang tubuhmu perlahan sampai akhirnya menyadari sesuatu. “Aaaa!!!” Ibumu datang begitu mendengar teriakanku. Menangis tersedu-sedu di samping tubuh anaknya yang sudah terbujur kaku. Sedangkan aku masih sibuk menyumpal darah yang keluar dari pergelangan tanganmu. “Bangun, Lis!” jeritku dengan suara parau. “Banguuun!!!” Aku termangu saat kau tak kunjung membuka mata, juga setelah aku menyadari bahwa kau telah pergi. Menyusul Roni yang telah meninggalkanmu sebelum pernikahan kalian terjadi, seminggu yang lalu.

Kenyataan pahit itulah yang akhirnya membuatku kehilanganmu – sahabat tercinta, untuk selamanya 14. Sebuah Impian Malam ini adalah malam yang indah, langit bertabur bintang. Di bawah bulan yang bersinar terang tepatnya di lapangan desa warga berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit. Penonton merasa senang dan terhibur, tetapi tidak untuk anak yang sedang duduk di pinggir jalan samping lapangan. Anak itu menunduk, butiran air mata mulai menetes membasahi pipi kanan dan kirinya yang kini terlihat merah menyala.

Nampaknya anak itu terlihat sedih karena dua hari yang lalu dia telah kehilangan sesosok ayah yang sangat dia cintai. Panggil saja anak itu Jono. Dia lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Jono mempunyai dua adik yang bernana Eva dan Nia. Eva saat ini baru menginjak kelas 2 SD dan Nia baru memasuki TK.

Saat itu Jono bingung, bagaimana cara dia untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi Jono masih tetap kuat dan bersemangat. Jono memang anak yang sabar, di saat Jono akan berdiri untuk menyaksikan Wayang, Jono dipanggil oleh seseorang.Ternyata itu adalah Pak Tono, dia terlihat sangat tergesa-gesa.

“Pak ada apa?” tanya Jono. “Itu, ibu kamu!” jawab Pak Tono gugup. “Kenapaibu saya kenapa?” tanya Jono lagi. “Ibu kamu pingsan, Jono!” kata Pak Tono lagi. “Ibu saya pingsan pak?” “Iya, ayo cepat pulang!” Lalu Jono berlari menuju rumahnya. Jono sangat kaget dengan perkataan Pak Tono tadi, dia takut jika terjadi sesuatu dengan ibunya, di sepanjang jalan Jono hanya memikirkan ibunya.

Setelah berjalan cukup jauh Jono sampai di rumahnya dan disusul oleh Pak Tono. “Eva, Nia, ibu kenapa?” tanya Jono “Tadi ibu pingsan, Mas!” jawab Eva Jono bergegas pergi ke kamar ibunya untuk melihat keadaan ibunya. Jono membelai rambut ibunya. Di kamar ibu ternyata telah ada ibu Tias. Sambil melihat keadaan ibunya tak terasa air mata tak dapat dibendung lagi. “Sudah Jono, jangan menangis lagi!” hibur bu Tias.

“Iya, Jono, jangan menangis, ibu sudah sembuh!” kata ibu Jono. “Iya Bu, Jono tidak akan cerita cerpen persahabatan lagi !” “Ya sudah, lebih baik kamu istirahat dulu !”suruh ibu. “Baiklah, Bu!” Jono bergegas ke kamar, lalu dia merebahkan tubuhnya di ranjang kusam miliknya.

Di saat dia akan memejamkan matanya dia teringat pada ibunya lagi. Jono terbangun, lalu duduk di pinggir tempat tidurnya.

Jono sangat ingin memeriksakan keadaan ibunya ke dokter tapi cerita cerpen persahabatan caranya? Saat Jono melihat jam ternyata waktu telah menunjukkan pukul 10.00. Jono bergegas tidur mengistirahatkan lelah. Tak terasa hari telah pagi dan waktu telah menunjukkan pukul 05.00. Jono bergegas mandi lalu segera berangkat ke sekolah. Tetapi sebelum berangkat, Jono berpamitan kepada ibunya. “Bu, Jono berangkat ke sekolah dulu!” kata Jono sambil menyodorkan secangkir teh hangat untuk ibunya “Iya, kamu hati hati di jalan ya!” balas ibu.

“Baik bu!” Jono bergegas berangkat ke sekolah bersama kedua sahabatnya Tino dan Paijo. Mereka berangkat selayaknya sahabat yang tak akan pernah terpisahkan. Setelah mereka sampai di sekolah, mereka masuk ke kelas masing masing. Mereka menyelesaikan pelajaran pada hari ini. Pada akhirnya bel pulang sekolah berbunyi dan para siswa pulang menuju rumah masing masing begitu juga dengan Jono, Tino, dan Paijo. Saat mereka sampai di tengah perjalanan, Pak Tono, tetangga Jono menghampiri mereka bertiga.

“Jono, Pujo, Tino!” teriak Pak Tono “Iya, ada apa pak ” “Ayo sini, kalian duduk sebentar saja saya traktir minum es cendol ini,” kata Pak Tono memesankan es cendol untuk mereka.

“Begini. bapak mau mengajari kalian cerita cerpen persahabatan jadi dalang. Biar budaya wayang ini tidak punah. Kalian tahu kan, kalau kalian menjadi sangat piawai, bahkan beberapa dalang bisa keliling dunia dan makmur hidupnya.

Bagaimana? Kalian bertiga kan anak cerdas dan sering membanggakan, jadi kalau kalian bersedia, anak-anak lain juga akan tertarik untuk ikut belajar?” Tino menunjukkan binar matanya.

“Wah, senengnya bisa ikut mendalang, pakai blankon dan baju jawa dan menceritakan berbagai kisah pewayangan dengan nama-nama unik dan kisah-kisah menarik!” Ia berdiri dan kedua tangannya menepuk satu sama lain.

“Oh, kau tertarik untuk belajar Tino? Bagaimana dengan yang lain?” “Mau.mau!” Jono meyakinkan. “Kalau begitu. kita mulai Jumay sore bagaimana? Di rumah bapak!” “Iya, Pak! Baik Pak Tono!” Pujo kali ini menyahut.

Sehabis mereka meminum es cendol traktiran Pak Tono, mereka berpamitan untuk pulang dengan perasaan yang sangat senang. Mereka tak sabar jumat depan belajar menjadi dalang. Mereka boleh menyentuh seperangkat cerita cerpen persahabatan milik Pak Tono dan juga mungkin memainkan beberapa alat musik Jawa di rumah joglo besar tersebut. Pak Tono selalu baik sama siapa saja, tetapi rasanya menyentuh semua benda benda di rumah joglo Pak Tono merupakan kesempatan emas.

Tak sembarang orang diperbolehkan melakukannya. Pada saat kebahagiaan melanda dua temannya, terlihat Jono masih menyimpan kemurungan. “Kamu kenapa Jono, kamu masih sedih ?” tanya Pak Tono “Saya memikirkan keadaan ibu saya!” jawab Jono “Jono, kamu harus sabar!” “Iya Pak, saya akan berusaha!” Setelah sampai di rumah, Jono demikian tak sabar untuk ketemu ibunya.“Bu, maaf Jono pulang terlambat!” “Iya. ayo masuk. Segeralah makan. Tapi maaf, ibu hanya memasak apa adanya!” “Iya, Bu!” Setelah makan, Jono membantu adiknya menyapu halaman.

Jono melakukan tugasnya itu dengan senang hati, dan tetap bersabar, lalu Jono meminta untuk adiknya agar istirahat cerita cerpen persahabatan, karena Jono tidak mau adiknya kecapekan.

Tetapi adik Jono menolaknya karena adik Jono; Eva dan Nia juga adik yang baik. Sore itu, saat Jono tengah asyik menyapu, Jono tak menyangka akan kedatangan Tino. “Ada apa Tino? Tumben sore sore begini kamu ke rumahku?” “Begini, tadi saat aku sampai di rumah Joglo, Pak Tono memberi kabar bahwa akan diadakannya lomba menjadi Dalang!“ “Wah, itu kesempatan yang bagus.

Kapan dilaksanakannya?” “Tiga bulan lagi!” “Oh, jadi begitu? Terus, berarti kita akan latihan lebih sering?” “Iya, betul. Dua kali seminggu. Nanti malam cerita cerpen persahabatan kita latihan juga!” “Baiklah, aku siap.” Joko bisa merasakan semangat Tino demikian besar dari gerak tubuhnya saat ia meninggalkan kebun rumahnya. Penglihatannya mengikut kepergiannya di atas sadel sepeda. Demikian pula di relung hatinya, ia berharap dan berandai andai, mungkin ini adalah jalan Jono mencapai cita-citanya menjadi seorang dalang yang trampil dan dibutuhkan banyak orang untuk pentas.

Setelah Jono selesai menyapu karena hari juga sudah petang Jono memutuskan untuk masuk ke dalam rumah untuk segera mandi. Ia menjelaskan pada ibu dan kedua adiknya mengenai lomba mendalang dan kebaikan hati Pak Tono yag akan melatih mereka dua kali seminggunya.

Dengan sangat sabar Jono menjelaskan semua kepada adiknya mengenai kemungkinan jalan prestasi untuknya. Untung saja adik Cerita cerpen persahabatan juga adik yang bisa menerima impiannya mendalami seni budaya tradisional yang sudah kian ditinggalkan orang orang muda belakangan ini.

Tapi dari penjelasan Pak Tono yang kini ditirukannya dalam penjelasannya pada kedua adiknya, keduanya ikut menaruh harapan atas impian Jono. Bahkan juga dalam diri ibunya. Di saat Jono akan menuju kamarnya Jono melihat ibunya yang sedang duduk di ruang tengah. Ibu Jono terlihat sangat sedih. Jono menghampiri ibunya. Ibunya memulai berbicara.“Kau boleh memiliki cita-cita yang bagaimana pun tingginya, tapi sungguh ibu minta maaf tidak bisa memberi dukungan sebaik baiknya.” “Ibu tidak usah berfikir begitu.

Pak Tono tidak meminta jasa apa pun dari kami. Beliau orang kaya yang baik hati. Apalagi beliau hanya memiliki harapan mengenai lestarinya dunia pewayangan saja. Nah, jika salah satu dari kami menang, itu sudah membahagiakan beliau. Saya akan berusaha, Bu.” Ibunya mengusap-usap pundak Jono memberi semangat. * Pagi itu, persis pada hari Sumpah Pemuda, Sang Fajar telah bersinar menampakkan kecerahannya. Seperti biasa, keluarga Jono bergegas beraktivitas seperti biasa.Adik adiknya berangkat sekolah.

Tetapi ada yang beda bahwa hari ini ibunya mengantarkannya mengikuti lomba mendalang di kabupaten. “Jono, jangan lupa, nanti sebelum kamu main, kamu baca basmalah dahulu!” “Baik, Bu!” Mereka berangkat,wajah ibu masih terlihat pucat.

Meski begitu ia berusaha memberikan kekuatan semangat untuk anak mbarepnya yang selalu berperangai menyenangkan. Hampir tengah hari, nomor undian Jono membawanya melangkahkan kaki menuju panggung tempatnya berpentas. Pujo dan Tino cerita cerpen persahabatan melewati gilirannya agakawal.“Bu Pujo hebat sekali ya!” celetuk Jono usai temannya itu pentas tadi.

“Iya, jika kamu mau berusaha pasti kamu akan lebih baik darinya!” “Iya, Bu, Jono pasti akan berusaha membanggakan ibu!” Sekarang saatnya Jono membuktikan kemampuannya.

Ia mencoba memainkan sebuah bagian perang Baratayudha antara Pandhawa dan Kurawa. Di hitungan sepertiga pentas Jono memainkan pertunjukan, ibu Jono pingsan.

Bergegas Jono meninggalkan pertunjukan itu. Ia tak lagi peduli dengan sebuah iming-iming kemenangan. Beberapa orang mengantarkan keduanya ke rumah sakit dengan mobil panitia. Untunglah, hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa Ibu Jono boleh rawat jalan sembari menunggu rujukan yang dapat digunakannya ke rumah sakit di kota. Bahkan ibunya membujuknya untuk kembali ke tempat lomba tersebut demi mengetahui dan menyemangati teman-temannya.

Tiba di sana, sudah sangat sore. Jono demikian perhatian terhadap suara dewan juri yang mengumumkan peraih juaranya. “Yang menjadi juara pertama adalah …!” Seperti biasa, Sang Juri memberi jeda untuk memberikan efek rasa penasaran dan kejutan.“Ia bernama Pujo Satriyo!” Seketika Pujo melonjak dan Jono memeluknya erat dari belakang hingga keduanya hampir jatuh bersamaan.“Pujo, selamat ya!” “Iya, Jono aku berhasil!

Ini semua berkat Pak Tono.” “Kau memang layak mendapatkannya, Pujo!” Tino menepuk nepuk pipi Pujo. “Kemenangan ini aku persembahkan buat pak Tono cerita cerpen persahabatan buat kalian!” muka Pulo bersemu merah, hendak menangis karena kebahagiaan itu. Entah dari mana, Pak Tono tiba tiba sudah berada dekat dengan ketiganya. Roman muka Pak Tono demikian bahagia. Ketulusan dari kerja kerasnya menghasilkan buah kemenangan. “Pak Tono, uang itu nanti saya akan berikan separuh buat ibu Jono untuk membeli beras,” Pujo langsung saja menyatakan keinginannya.

Memang di antara ketiga sahabat tersebut, Jono lah yang hidupnya sering berkekurangan. “Kamu memang berhati mulia, Pujo. Kalian semua memang anak-anak yang bersedia untuk belajar. Bapak membanggakan kalian.“ Jono terkejut mendengar perkataan Pujo.“Terima kasih Pujo!” Sekali lagi ia memberi pelukan pada temannya tersebut. “Iya, sama sama!” Pada cerita cerpen persahabatan perlombaan itu, ternyata bukan saja kemenangan yang berarti, tetapi sebuah nilai persahabatan dan kepedulian sesama teman.

15. Sahabat Terbaik “Persahabatan bukan hanya hanyalah kata, yang ditulis pada sehelai kertas tak bermakna,tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci, yang ditoreh diatas dua hati, ditulis bersama dengan tinta kasih sayang, dan suatu sementara akan dihapus bersama dengan tetesan darah dan barangkali nyawa”. “Key… sini dech cepetan, saya cerita cerpen persahabatan sesuatu buat kamu”, panggil Nayra suatu sore.

“Iya, sebentar, sabar dikit kenapa sich?, kamu kan tau saya gak sanggup melihat”, jawab seorang gadis yang dipanggil Key dari balik pintu. Keynaya Wulandari, begitulah nama gadis tadi, walaupun lahir bersama dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, semangatnya menekuni bahtera motto hidup tak pernah padam. Lahir bersama cerita cerpen persahabatan kondisi buta, tidak membuatnya berkecil hati, secara fisik matanya tidak sanggup melihat warna-warni dunia, tapi mata hatinya sanggup melihat jauh ke dalam kehidupan seseorang.

Mempunyai hoby melukis sejak kecil, bersama dengan keterbatasannya, Key selalu mengasah bakatnya. Tak pernah sedikitpun dia menyerah. Duduk di bangku kelas XII di sebuah Sekolah Luar Cerita cerpen persahabatan di kotanya, Keynaya tidak pernah absen capai peringkat dikelas, apalagi guru-gurunya termotivasi bersama dengan pembawaan pantang menyerah Key.

Sejak baru berusia 3 tahun, Keynaya sudah bersahabat bersama dengan anak tetangganya yang bernama Nayra Amrita, Nayra anak seorang direktur bank swasta di kota mereka. Nayra cantik, pinter dan secara fisik Nayra nampak sempurna. Seperti sore ini, Nayra sudah nangkring di tempat tinggal Key.

Dia berbincang-bincang bersama dengan Key, sambil menemani sahabatnya itu melukis. “Key, lukisan kamu bagus banget, nanti kamu ngadain pameran tunggal ya, biar seluruh orang tau bakat kamu”, kata Nayra terhubung pembicaraan.

“Hah”, Key mendesah pelan selanjutnya terasa bicara, “Seandainya saya sanggup Nay, pasti sudah saya lakukan, tapi apa daya, saya ini gak sempurna, jika saya mendapat donor kornea, dan saya sanggup melihat, barangkali saya puas dan akan mengadakan pameran lukisan-lukisanku ini” ucap Keynaya bersama dengan kepedihan. “Suatu hari nanti Tuhan akan memberi tambahan anugrahnya kepadamu, sahabat, pasti akan ada yang mendonorkan korneanya untuk seorang anak sebaik kamu,” timpal Nayra akhirnya.

Berbeda secara fisik, tidak pernah jadi kendala di dalam hubungan persahabatan antara Nayra dan Keynaya, kemana pun Nayra pergi, dia selalu mengajak Key, jikalau sekolah tentunya, sebab cerita cerpen persahabatan mereka berdua kan berbeda.

Sedang asik-asiknya dua kawan akrab ini bersenda gurau, tiba-tiba saja Nayra mengeluh, “aduuh, kepala ku” “Kamu kenapa Nay, sakit??” bertanya Keynaya.

“Oh, ngga saya gak apa-apa Key, Cuma sedikit pusing saja”, ucap Nayra sambil tersenyum. “Minum obat ya Nay, saya gak senang kamu kenapa-napa, nada berkata Key terdengar begitu khawatir. “aku ijin pulang pernah ya Key, senang minum obat” ujar Nayra sambil berpamitan pulang. Di kamarnya yang terkesan terlalu elegan, nuansa coklat mendominasi di tiap-tiap sudut ruangan, Nayra terduduk lemas di atas ranjangnya, “Ya Tuhan, cerita cerpen persahabatan lama kembali usiaku di dunia ini??

Berapa lama kembali malaikatmu akan menjemputku untuk menghadapmu?” erang hati Nayra. Di vonis menderita leukimia sejak 7 bulan selanjutnya dan tidak akan berumur lama kembali sungguhCerita Pendek Tentang Persahabatan – Selamat datang kembali di web sederhana Senipedia.

Pada kesempatan kali ini, saya akan coba membagikan beberapa cerpen pendek, yang dirangkum untuk pembaca semua, yakni tentang Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan.

Namun sebelum lanjut ke poin inti mengenai Contoh Cerpen sahabat terbaik, ada baiknya kamu tehaui dahulu apa itu cerpen dan beserta ciri-cirinya. Karena jika kamu ingin menulis cerpen sendiri, maka ada ketentuan dan cerita cerpen persahabatan yang harus diketahui serta dipenuhi. Pengertian Cerpen secara umum adalah penggalan cerita yang memiliki dasar dan tujuan, disusun dengan kalimat bebas, yang pembahasannya langsung pada tujuan, tidak panjang layaknya Novel / cerpan.

( Wikipedia). Cerpen berasal dari teks Anekdot, yakni sebuah situasi yang dideskripsikan secara cepat menuju tujuan tulisan. Isi sebuah cerpen pendek umumnya hanya berkisar beberapa paragraf saja, tergantung si pembuat. Tema cerita yang dibuat juga bebas dan berbagai jenis. FYI, kumpulan Cerita Pendek Tentang Persahabatan di bawah ini saya tulis berdasarkan pemikiran sendiri, karena kebetulan saya juga suka membaca cerpen tentang sahabat sejak kecil dulu.

Daftar Isi • Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan • Cerpen Sahabat Terbaik • Cerpen tentang Persahabatan di Sekolah • Contoh Cerpen Persahabatan yang Indah • Cerpen Persahabatan Lucu • Cerpen Persahabatan Singkat Masa Kecil • Cerita Pendek Perpisahan dengan Sahabat • Cerita Pendek tentang Persahabatan dan Cinta • Cerita Pendek Tentang Persahabatan Sedih • Cerpen Tanggung Tawab Sahabat • Cerita Pendek Tentang Persahabatan Islami Anak SD • Cerita Pendek Tentang Kejujuran Sahabat • Penutup Cerita Pendek Tentang Persahabatan • Related posts: Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, kita sejatinya telah disuguhkan materi mengenai cerpen, tepatnya dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Bukan hanya soal teori semata, namun juga mempraktekkan sesuai teknis penulisan beserta alurnya. Bahkan bisa dibilang, setiap individu yang pernah mengenyam dunia pendidikan, pasti parnah membuat Cerita Pendek Tentang Persahabatan baik karangan pribadi, baik bertema sekolah, persahabatan, cinta, lingkungan dan lainnya, misalnya adalah Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan anak SD.

Nah, jika kamu sedang mencari berbagai contoh cerpen persahabatan, di artikel ini telah saya rangkum beberapa contoh, dari tema dan latar belakang berbeda, kamu bisa memilih mana yang cocok dan sesuai dengan apa yang kamu butuhkan. Check this out…. Cerpen Sahabat Terbaik Judul Cerpen : Perjalanan Menuju Sekolah Pagi itu, cuaca amat cerah, Sinar Surya menampar jendela kaca kamarku, cahayanya menepis pelupuk mata hingga memaksaku untuk membukanya.

Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 06.00. Perlahan berdiri menuju kamar mandi, kulihat ibu sedang menyiapkan perbekalan yang akan aku bawa ke sekolah. Selesai mandi dan mempersiapkan diri, tidak lupa berpamitan dengan ibu, bapak dan adik, sembari meminta do’a agar diberi keselamatan serta kelancaran hingga kembali ke rumah. Terakhir kuucapkan salam setelah mencium kedua tangan mereka.

Aku menuju rumah Tika, seorang teman baikku yang telah berbagi sejuta kisah denganku sejak kecil. Jarak antara rumahku dan rumahnya hanya puluhan meter, kulihat dia telah siap dan kamipun berangkat bersama dengan berjalan kaki.

Sedangkan jarak rumahku dengan sekolah hanya sekitar 200 meter, namun karena beberapa hari terakhir turun hujan yang amat deras, jalanan dan trotoar dipenuhi genangan air dan becek, sehingga perjalanan sedikit terhambat karena harus berhati-hati.

Benar saja. Di tengah perjalanan, mobil angkutan umum melintas dan berpaspasan dengan kami. Tiba-tiba mobil tersebut melindas genangan air yang letaknya antara kami dan mobil. Posisiku yang mengarah ke jalan akhirnya menjadi korban lindasan air dan membasahi seragamku sebelah kanan. Sontak aku dan Tika kaget, kulihat jam menunjukkan pukul 06.45, artinya tidak lama lagi bel masuk kelas akan berbunyi, sehingga tidak memungkinkan kembali ke rumah untuk mengganti seragam.

Aku sedih, begitu juga dengan Tika saat melihatku. Namun, tiba-tiba saja, Tika mengeluarkan selembar kain dari dalam tasnya, dan memberikannya kepadaku.

“Nih, kamu pakai kain ini aja buat lap-in baju kamu, gapapa kok, pakai aja, biar baju kamu kering dan bersih lagi” ujar Tika dengan senyumnya. Akhirnya kain tersebut aku pakai, hingga bersihlah seragamku, namun kain yang diberikan tika menjadi kotor. Aku merasa sangat bersalah dan benar-benar memberatkan dia. Karena kain bersih tersebut akan digunakan untuk menutupi mulutnya karena ternyata dia juga dalam keadaan batuk dan flu.

“Makasih banyak ya ka, kamu memang teman terbaik yang pernah aku kenal, aku gak bakal ngelupain semua kebaikanmu. Semoga kita tetap bersahabat sampai kapanpun” ujarku sambil menatapnya.

“Udahlah Rin, kamu sahabat baikku sejak kecil, kita telah melalui semuanya bersamaan, enggak mungkin dong aku biarin kamu ke sekolah dengan pakaian kotor seperti tadi. Yuk, berangkat lagi” ujarnya sambil tersenyum. Setelah selesai mengobrol, aku dan Tika melanjutkan perjalanan dengan lebih hati-hati lagi. *** *** *** Cerpen tentang Persahabatan di Sekolah Judul Cerpen : Kejutan Ulang Tahunku Namaku Indri, saat ini aku duduk di bangku kelas 8 (2 SMP), di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Jakarta Selatan.

Di cerpen ini, aku akan bercerita mengenai kisah pribadiku saat ulang tahun yang ke-13. Satu Minggu sudah, teman-teman sekelas yang selama ini sangat akrab denganku, menjauhiku tanpa alasan apapun. Satu-persatu bersikap cuek, acuh, tidak peduli, bodo amat, bahkan ada yang terkesan membenciku.

Benar-benar hal yang tak pernah aku duga sebelumnya, juga tak pernah aku inginkan. Mereka semua teman baikku, bahkan beberapa diantaranya teman dari kecil. Namun kini, tak satupun dari mereka yang ingin mendekatiku untuk sekadar mengobrol sekalipun. Tentu saja, kenyataan ini amat sangat menyakitkan, menghujam batin dengan keras, menusuk hati bak belati cadas.

Jujur, aku cerita cerpen persahabatan keadaan ini sembari bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya terjadi?” Gumamku. Memasuki hari ke 8 sejak mereka semua menjauh.

Jiwa kian frustasi dan galau, berangkat ke sekolah biasanya berbarengan, kini seorang diri. Begitu juga saat di sekolah, yang biasanya berbondong-bondong pergi ke kantin, kini terasa bak sebatang kara. Siang itu, ketika istirahat sebelum memasuki jam pelajaran terakhir, aku melihat kantin yang biasa dipenuhi teman sekelas tiba-tiba kosong. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke dalam kelas sembari menunggu bel masuk berbunyi. Namun rasa heran bertambah besar, karena di dalam kelas ternyata juga tidak ada orang.

Aku memilih duduk di kursiku sembari kembali bermenung jauh, bersedih bahkan menangis tanpa suara. “Kenapa nasibku begini, Tuhan? Apa salahku?” Ucapku dalam hati. Tidak cerita cerpen persahabatan setelah itu, bel masuk berbunyi, namun sudah 5 menit masih belum ada satupun yang memasuki kelas. Tiba-tiba saja… “Duarrrrrrr….” Suara balon meletus diiringi hentakan-gempuran telapak kaki, dan sorakan bersambut-sambut dari balik pintu menuju kelas.

“Happy Birthday Indri, Happy Birthday Indri, Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Indriiii…” Aku hanya terdiam, rasa bercampur aduk muncul, senang, gembira, heran, kaget, sedih bercampur menjadi satu. Tak ada kata yang terucap dan tak bisa berbicara sepatah katapun.

Kemudian Vera, teman dekatku sejak kecil berkata : “Selamat ulang tahun yang ke-13 Indri sahabatku. Maafkan aku dan kami semua telah membuatmu hancur seminggu terakhir ini. Ini semua adalah bagian dari rencana kami untuk memberi kejutan paling spesial di hari ulang tahunmu.”.

Semua tertawa terbahak-bahak, sedangkan mulutku masih terkunci sembari tersenyum simpul, dan akhirnya mereka semua aku peluk dengan erat. Kuucapkan terima kasih yang tulus diiringi air mata. “Terima kasih sahabat-sahabatku tersayang, ternyata kalian tidak lupa dengan hari ulang tahunku. Dari keadaanku seminggu terakhir ini, aku benar-benar menyadari bahwa hidupku tak berguna tanpa adanya kalian semua”.

Ucapku. Setelah obrolan panjang, kue tar kami nikmati bersama sambil bercanda gurau penuh kebahagiaan. Dan ternyata, guru pengajar di jam tersebut memang tidak masuk dikarenakan ada urusan mendadak. *** *** *** Contoh Cerpen Persahabatan yang Indah Judul Cerpen : Kejutan di Hari Lebaran Namaku Meri, asal Surabaya. Aku adalah mahasiswi semester 4 jurusan Manajemen Keuangan. Di masa SMA dulu, aku memiliki seorang teman baik yang setia berbagi suka dan duka selama 3 tahun di SMA tersebut, namanya Tia.

Sebenarnya, dia memang sahabatku sejak Sekolah Dasar, hanya saja ketika masuk tingkatan menengah, kami berpisah sementara sebab berbeda sekolah. Namun ketika SMA kami bersama kembali. Tetapi, kebersamaan yang indah tak pula bertahan lama.

Aku dan Tia kembali dipisahkan karena berbeda perguruan tinggi. Dia melanjutkan studi ke ibukota, sedangkan aku bertahan dan melanjutkannya cerita cerpen persahabatan kampung halaman. Singkat cerita, 2 tahun berlalu tanpa bertemu sekalipun. Meski selalu tersambung telepon dan media sosial, rasa rindu yang telah melimpah ruah takkan terbayar hanya lewat media maya saja, baik aku maupun dia.

Bulan Ramadhan 2019 telah sampai ke penghujung. Tia tetap melanjutkan kuliahnya karena waktu itu, bertepatan dengan KKN, sehingga tidak bisa pulang untuk menikmati bulan puasa dengan keluarganya di Surabaya. “Mer, kayaknya Lebaran kali ini aku masih belum bisa pulang deh, bakal lebaran disini.

Tugas numpuk dan KKN udah hampir sampe ke penghujung. Semoga kita bertemu di tahun depan / setelah KKN usai aku bakalan usahain pulkam”. Ucapnya. “Yaudah Tia, gapapa. Selesaikan aja dulu tugasmu, nanti kita pasti bakal ketemu lagi kok.” Ucapku. Tak banyak kata yang bisa terucap, karena bercampur rasa sedih dan kecewa, soalnya aku sangat berharap bisa bertemu dengannya Lebaran ini.

Setelah shalat Ied, aku dan Ayah mengunjungi rumah paman dan nenek, sedangkan ibu tinggal di rumah karena tetangga berkumpul di rumah. Tiba-tiba Handphoneku berdering. “Assalamualaikum Bu.” Bukaku. “Waalaikumsalam Mer.” sabut ibu. “Mery, ayah mana? Masih lama di rumah nenek? Ini bibi Hayati mau ngasih sesuatu sama kamu, cerita cerpen persahabatan THR deh…” Sambung ibu sambil sedikit tertawa. Bibi Hayati adalah ibunya Tia, sahabatku itu.

“Wah, apa ya kira-kira? Baiklah bu, ini aku udah mau balik sama ayah, tunggu sebentar ya.” tuntasku. Sesampainya di rumah, tetangga dan family masih berkumpul. Belum sempat duduk, ibu langsung menyuruhku dapur mengambil sisa kue lebaran. Aku masih penasaran hadiah apa yang akan diberikan bibi Hayati untukku. Setelah duduk sejenak, ibu berkata. “Mer, kamu tadi kelamaan baliknya, ibu udah narok hadiah dari bibi Hayati di kamarmu, coba liat dulu.” ucap ibu.

“Baik bu, sebentar ya.” gumamku. Sesampainya di kamar, betapa kaget dan terkejutnya hati. Tak disangka dan terduga sedikitpun, aku melihat Tia dikamarku. “Surpriseeeeeee…” Teriak Tia sambil tertawa terbahak.

Belum sempat menyambung kata, aku langsung memeluknya dengan erat. Hati senang bukan kepalang karena cerita cerpen persahabatan seketika hilang, sebab hal yang paling aku inginkan pada lebaran itu adalah kepulangan Tia dari Jakarta, dan akhirnya terwujud dengan kejutan super istimewa.

Aku mengobrol panjang lebar dengannya, bercerita pengalaman dan perjalanan kuliah masing-masing, ditambah lagi setelah 2 tahun tidak bertemu. Kami cerita cerpen persahabatan berkumpul di rumah. Keluargaku, family, tetangga dan keluarganya Tia semuanya bercerita dan bercanda gurau dengan lepas.

*** *** *** Cerpen Persahabatan Lucu Judul Cerpen : Antara Senter dan Setan Malam ini malam Minggu, dan di kampung kebetulan sedang musim durian. Dua sahabat Ridwan dan Feri berencana akan begadang malam ini di bawah rumpun durian.

Kebetulan keluarga Feri memiliki 3 batang durian yang berbuah dan sedang masa panen. “Rid, nanti malam kita begadang ya, durian di belakang rumahku lagi musim panen nih, udah lama gak makan durian bareng kamu lagi.” tawar Feri. Oke Fer, nanti malam jam 22.00 aku OTW rumah kamu, sekalian siapin kopi yah, biar aku yang bawain cemilan.” jawab Ridwan. “Siappp Rid.” tuntas Feri. Hari sudah menunjukkan pukul 22.30, Feri dan Ridwan pun telah sampai di tepi kebun membawa perbekalan serta perlengkapan lain seperti anti nyamuk, korek, cerita cerpen persahabatan sarung, senter dan tikar.

Lokasi pohon durian dan posisi mereka berjarak sekitar 50 meter, rencana ini dikemukakan Ridwan untuk menghindari bahaya tertimpa buah durian.

Tiba-tiba saja… “Buhhh…” Suara durian jatuh yang bunyinya agak jauh di ujung kebun. Feri yang sedang tertidur cerita cerpen persahabatan mendengar bunyi cerita cerpen persahabatan jatuh, akhirnya Ridwan memutuskan untuk mengeceknya sendiri. Namun cerita cerpen persahabatan di bawah pokok durian, dia baru sadar ternyata lupa membawa senter. “Fer… Fer… Senterrr….” Mendengar teriakan Ridwan, Feri pun terbangun.

Sayangnya, dia salah mendengar ucapan Ridwan. “Apa Rid, ada setann.?” Tanya Feri sambil kaget dan takut cerita cerpen persahabatan mati. Sayangnya lagi, Ridwan juga salah mendengar Kata “setan” yang diucapkan Feri. Dia mengira Feri mengatakan “Senter”. Sontak saja Ridwan menyahut.

“Iya Fer, setann…” Sambung Ridwan. Mendengar sahutan Ridwan, Feri pun berlari terbirit-birit dan tunggang langgang menuju pintu belakang rumah karena ketakutan, dan langsung berlari menuju kamar dengan geregetan. Karena Feri yang tak kunjung datang setelah beberapa menit, Ridwan pun kembali ke posisi semula dan mendapati Feri yang sudah tidak ada di situ lagi. Ridwan melihat pintu belakang rumah yang terbuka dan menujunya. “Fer, Fer…? Kamu dimana ? Eh Fer, ngapain masuk kamar kayak orang yang lagi sikharatul mau aja ??” Tanya Ridwan penuh keheranan.

“Rid, mana Rid? Mana setannya…?” Tanya Feri sembari menggigil. “Ha, setann.? Setan apaan sih Fer.?” Ridwan berbalik bertanya. “Loh, bukannya tadi kamu teriak setan ya.?” Sambung Feri. “Astaghfirullah Ferrr. Fer… Aku tu teriak Senter, bukan Setann…” Tuntas Ridwan. Mereka berdua seketika terdiam beberapa saat, kemudian serentak tertawa terbahak karena peristiwa tersebut. *** *** *** Cerpen Persahabatan Singkat Masa Kecil Judul : Video Kenangan Indah Aku, Tia, Dina, Reni dan Putri adalah 5 orang yang sudah bersahabat sejak kecil.

Kami berlima telah banyak melewati masa-masa suka dan duka secara bersama. Di sisi lain, kami semua memang satu kampung dengan rumah yang berdekatan. Sampai sekarang, persahabatan kami semua tetap terjaga dan terjalin dengan indah.

Kini kami telah duduk di bangku sekolah kelas XI (12), di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Bogor, meskipun berbeda kelas. Hari Rabu, kami bersama-sama pulang sekolah berjalan kaki. Ketika tiba di suatu tempat yang sewaktu kecil menjadi lokasi tempat bermain sehari-hari, sontak aku kembali teringat masa-masa indah tersebut.

“Eh, temen-temen, kalian masih ingat gak, tempat ini sering jadi denah bermain kita sewaktu kecil.” Ucapku. “Iya nih, setiap lewat di tempat ini, aku kadang merasa sedih, apalagi cerita cerpen persahabatan indah seperti dulu tidak akan terulang lagi.” sambung Putri. Tiba-tiba saja, Reni memotong pembicaraan aku dan Putri, sambil berkata. “ Eh.eh. Kemaren ayahku baru saja membuat sebuah video yang isinya foto-foto masa kecil kita semua, kan banyak tuh waktu itu yang di foto sama ayahku.” gumam Reni.

“Wahh, bener tuh, aku juga masih ingat.” sambung Tia. “Yaudah, kalo gitu, nanti habis makan siang, kalian semua dateng ke rumah aku yah, kita barengan nonton video itu di laptop ayahku.” jawab Reni. Dan semuanya setuju. Setelah kami semua berkumpul di rumah Reni, video tersebut pun diputar. Videonya benar-benar koleksi foto kenangan masa kecil kami semua, diiringi backsound lagu Sheila on 7 yang berjudul “Sahabat Sejati”. Cerita cerpen persahabatan seluruh foto di video tersebut benar-benar membuat rasa dalam hati dan pikiran kami bercampur aduk, antara sedih, rindu, lucu dan tentunya bahagia.

Setelah video tersebut selesai, kami semua berpelukan dan saling berjanji satu sama lain, untuk senantiasa menjaga persahabatan yang sekarang terjalin, hingga kapanpun dan dalam keadaan apapun. *** *** *** Cerita Pendek Perpisahan dengan Sahabat Judul Cerpen : Janji Setia Satu minggu menuju acara perpisahan sekolah, hari-hari terasa semakin buram.

Aku cerita cerpen persahabatan terus-menerus membayangkan, bagaimana jadinya bila aku dan semua teman di sekolah berpisah dalam waktu yang lama. Sudah 2 minggu libur ujian nasional, detik-detik acara perpisahan semakin menggema. Rasanya hati dan jiwa belum siap untuk mengusaikan semua kisah panjang, yang terjalin selama 3 tahun di sekolah yang sama. Hari ini, Senin (25 Oktober 2019), tibalah saat dimana hal yang aku takutkan terjadi.

Semua siswa/i dikumpulkan di halaman sekolah, beserta semua orangtua mereka. Acara berjalan begitu meriah dan menyenangkan. Dari awal dimulai hingha selesai, diisi dengan berbagai kegiatan, baik itu pidato, pembacaan puisi, selingan hingga acara salam-salaman dengan para guru dan orangtua murid. Setelah acara selesai, aku bersama 5 orang teman dekatku sejak kelas 1 SMA dulu, Tina, July, Rika dan Yanti, bertemu dan berkumpul di sudut sekolah. Suasana saat itu memang sedikit berbeda. Biasanya, jika kami berlima telah berkumpul, keadaan akan pecah dan meriah, penuh canda gurau dan tawa satu sama lain.

Namun saat itu, perlahan semuanya membisu, tak banyak kata yang terucap. Wajah masing-masing dipenuhi kemurungan dan kesedihan.

cerita cerpen persahabatan

Raut wajah mendeskripsikan ketidaksiapan untuk berpisah. Aku dan mereka merasa 3 tahun tersebut berlalu begitu cepat. Hingga pada akhirnya, tibalah di penghujung masa. Momen ini, merupakan salah satu momen paling haru dalam hidupku. Aku sadar, perpisahan ini memang pasti akan terjadi. Hanya saja, entah kenapa kebersamaan berlalu begitu cepat. Akhirnya, kami semua mengukir janji setia, untuk senantiasa menjaga persahabatan ini sampai kapanpun, dalam keadaan apapun dan bagaimanapun, karena kita semua akan berpisah dalam waktu yang tidak ditentukan.

Terima kasih, sahabat-sahabat terbaikku. *** *** *** Cerita Pendek tentang Persahabatan dan Cinta Judul Cerpen : Demi Persahabatan Liputan6.com Namaku Bayu, seorang siswa SMA di salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di Jakarta Selatan.

Aku memiliki seorang teman dekat bernama Hendi, yang telah menjadi sahabatku sejak masih SD, SMP hingga kini di bangku SMA. Beberapa hari terakhir, ada yang aneh dari sikap Hendi, yang dingin dan sedikit cuek. Padahal, dia orangnya sangat heboh, suka ribut tidak jelas, bar-bar bahkan terkesan sedikit gila jika sedang berada didekatku.

Hal ini tentu membuatku bingung dan bertanya-tanya. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menegurnya langsung. Ketika perjalanan pulang sekolah, aku menghampirinya dan bertanya. “Eh Hen, bentar deh, aku mau nanya sesuatu yang serius sama kamu…” Bukaku. “Eh, Indra, mau tanya apa ya.?” Jawabnya.

“Gini Hen, aku lihat beberapa hari terakhir ini kamu kok agak cuek dan cerita cerpen persahabatan gitu sama aku, benar-benar berbeda dengan sifat dan sikapmu yang aku kenal selama ini.

Kamu punya masalah ya? Atau aku punya salah…?” Tanyaku menjelaskan. Hendi sempat terdiam dan terus melanjutkan perjalanan. Namun aku tetap mengikutinya sambil diam dan tidak melanjutkan omongan. Kemudian dia menghela nafas panjang, kemudian berkata… “Gini Ndra, aku sebenarnya gak mau ngomongin ini, soalnya gak enak aja, tapi aku juga gak mau jika hal ini terus berlanjut, hubungan cerita cerpen persahabatan kita bisa terancam.” Jawabnya.

Mendengar ungkapan Hendi, cerita cerpen persahabatan semakin penasaran. “Udahlah Hen, gapapa, bilang aja, aku janji gak bakal bersikap kekanak-kanakan, kita udah gede kok.” Tuturku. Kemudian Hendi menghentikan langkahnya dan menjawab.

“Oke, aku bakal ceritain masalahnya. Jadi gini Ndra, kamu kan seminggu terakhir ini lagi deket (PDKT) sama Mira, aku tahu kabar ini dari Susan teman sekelasnya Mira…” Gumam Hendi.

“Wah, iya Hen, aku emang lagi deket sama Mira, terus kenapa Hen…?” Tanyaku sambil heran dan sedikit tertawa. Kemudian Hendi pun menjawab. “Ndra, Mira itu mantan pacarku pas kelas 2 dulu. Kamu masih ingat gak, pas dulu aku rahasiain siapa pacarku?

Nah, yang aku rahasiain itu Mira.” Sambung Hendi dengan nada pelan. Sontak aku kaget, terkejut dan diam sejenak. Namun setelah berpikir dua kali. Akupun langsung mengambil keputusan, dan berkata… “Hen, jujur aku benar-benar gak tahu sama sekali soal ini. Aku memang suka sama Mira, namun jika memang begitu kenyataannya, Oke, mulai detik ini aku akan menjauhinya. Aku gak mau lagi ngeliat sikap kamu yang kek gini, aku juga gak mau persahabatan kita hancur hanya karena seorang wanita…” Tuntasku.

Setelah selesai berbicara, aku langsung meminta maaf dan memeluk Hendi. Akupun menyambung perkataanku. “Hen, kamu sahabat terbaikku sejak kecil, aku tidak akan pernah menyakiti hatimu walau sekecil apapun, apalagi hanya karena wanita…” Ucapku.

Setelah berbincang sekian lama, Hendi kembali tersenyum dan sikap gila serta hobi ngerusuhnya kumat lagi. Persahabatan aku dan Hendi kembali seperti semula. *** *** *** Cerita Pendek Tentang Persahabatan Sedih Judul Cerpen : Berbagi Kasih dengan Sahabat Namaku Riko, seorang Siswa SMP kelas IX asal Bogor.

Aku memiliki sahabat bernama Andre, yang merupakan teman setia dan sekelas sejak di bangku sekolah dasar. Hari ini adalah hari Sabtu, dimana mata pelajaran hanya 3 mapel. Pada mapel terakhir, yakni Bahasa Inggris. Semua berjalan seperti biasa.

Hari telah cerita cerpen persahabatan pukul 13.20, tandanya sebentar lagi akan pulang. Tiba-tiba pintu kelas ditotok oleh seseorang. Ketika bu guru membukanya, ternyata yang datang adalah Pak Imron, yang tidak lain yakni Pamannya Andre, adek kandung dari ibunya.

“Tok.tok.tok.” suara ketukan pintu berbunyi. “Iya, silakan masuk.” sambut Bu guru. “Permisi bu, saya izin menjemput Andre untuk membawanya pulang.” ucap Pak Imron. “Ada persoalan apa ya pak…?” Tanya bu guru. “Begini bu, keluarga Andre baru saja mengalami musibah, rumahnya kebakaran dan semuanya habis dimakan api. Untungnya tidak ada korban jiwa sedikitpun.” sambung Pak Imron. Tiba-tiba seisi kelas panik bercampur sedih, dan aku melihat wajah Andre tampak kesedihan yang begitu mendalam.

Kemudian bu guru mengizinkan Andre untuk pulang. Ketika bel pulang berbunyi, aku menghimbau seluruh teman sekelas untuk jangan pulang dulu. Aku mengajak mereka semua untuk melakukan penggalangan dana kepada seluruh lapisan guru dan siswa/i di sekolah mulai besok. Sepulangnya dari sekolah besok, aku juga mengajak mereka untuk melakukan penggalangan di tepi jalan raya.

Tanpa pikir panjang, semua teman sekelas setuju. Setelah penggalangan di sekolah dan tepi jalan raya selesai. Aku dan teman-teman sangat bersyukur karena dana yang terkumpul cukup banyak, yakni 16 juta rupiah.

Aku dan teman-teman langsung menuju kediaman Andre dan keluarganya. Sesampainya disana, cerita cerpen persahabatan melihat kesedihan Andre dan keluarganya begitu mengiris hati, mengingat semua isi rumah habis dilalap api. Assalamualaikum bu, pak, nde, aku dan teman-teman mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang kalian hadapi.

Ini, ada sedikit bantuan dari teman-teman dan saudara, semoga bisa meringankan beban kamu dan keluarga ya ndre.” ucapku. Andre tampak sedikit senang dan kemudian langsung memeluk kami semua, seraya berkata… “Terima kasih banyak teman-teman atas bantuannya. Terima kasih juga atas kehadiran dan ucapan belasungkawanya. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan kalian dan para penyumbang.” tuntas Andre. Kamipun berkumpul dan mencoba menghibur Andre dan keluarganya hingga menjelang sore.

Yuk, simak juga : Cerita Malin Kundang Terlengkap. *** *** Cerpen Tanggung Tawab Sahabat Judul Cerpen : Sahabat yang (hampir) Mengecewakanku Namaku Wira, seorang siswi SMP di salah satu Sekolah cerita cerpen persahabatan Yogyakarta. Aku duduk di bangku sekolah kelas 9.

Ibuku keturunan Jawa Asli, namun bapakku asal Sumatera, tepatnya dari Bangka Belitung. Aku mempunyai seorang sahabat baik dari Serang, namanya Lisa, yang telah bersama denganku sejak kelas 7 dulu. Dia adalah sahabat terbaikku semenjak duduk di bangku SMP.

Banyak hal yang telah kami lewati bersama, baik suka maupun duka. Hari ini hari Senin, ada tugas sekolah yang harus dikumpulkan pada jam ke-3 pembelajaran, tepatnya setelah istirahat. Malam harinya, Lisa mengunjungi rumahku untuk meminjam buku LKS yang baru aku beli di toko buku, hari Sabtu kemaren. Sesampainya di sekolah, Lisa tiba-tiba mendatangiku sambil tergesa-gesa, sepertinya ada hal penting yang ingin ia katakan.

Sesampainya didekatku, Lisa berkata. “Ra, aku benar-benar minta maaf ya ra sama kamu…” Katanya. “Emang kenapa Lis.?” Tanyaku. “Buku LKS yang aku pinjam sama kamu tadi malam, hilang Ra, aku lupa naroknya dimana tadi pas pelajaran pertama berakhir. Aku udah coba nanya ke semua teman di kelas, tapi gak ada yang tau.” jawabnya. Aku langsung kaget dan panik.

Karena cerita cerpen persahabatan itu buku baru saja aku beli, tugas sekolah yang akan dikumpulkan nanti semuanya ada di LKS itu. “Aduh Lis, kok bisa ilang sih?

Kamu salah tarok kali, siapa tau aja kebawa pas kamu keluar kelas, terus tertinggal deh…” Ungkapku. Tapi Lisa benar-benar yakin kalau dia tidak salah tarok. Dia hanya yakin bahwa ada orang lain yang mengambil / meminjam bukunya tanpa sepengetahuannya.

Aku hanya bisa merenung, cemberut dan sedikit kecewa terhadap Lisa. “Terus sekarang gimana dong Lis, semua tugasku masih ada di buku itu, dan belum satupun aku salin ke buku pelajaran.” Sambungku.

Saking kecewa akan kecerobohannya, akupun langsung pergi menjauh darinya menuju kelasku, dan dia pun beranjak dari tempat tersebut sambil terus-menerus mencari buku itu. Setelah jam istirahat selesai, bel masuk pun berbunyi. Aku melihat Lisa masih belum datang untuk menghantarkan buku itu. Aku hanya bisa pasrah, jika nanti guru memarahiku.

Baru sampai pintu kelas, tiba-tiba ada suara yang meneriaki namaku. “Raa…Raa…Raa…” Terdengar dari kejauhan. Ketika kubalikkan badanku, ternyata yang memanggil itu adalah Lisa, dan aku melihat dia membawa sebuah buku yang ternyata adalah bukuku tersebut. “Ra, ini buku milikmu. Ternyata benar, aku memang salah tarok. Aku menemukan buku ini di samping WC. Maafin aku ya Ra, aku udah bikin kamu panik dan cemberut.” Ungkapnya dengan nafas yang belum stabil.

Akupun langsung memaafkannya dan meminta maaf kembali, karena telah keterlaluan membuat dia panik dan tergesa-gesa seperti itu. *** *** Cerita Pendek Tentang Persahabatan Islami Anak SD Judul Cerpen : Puasa Pertama Namaku Rehan, aku berusia 10 tahun dan duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Aku memiliki banyak teman dan salah satunya adalah Budi, yang tidak lain merupakan tetangga dan sahabatku sejak kecil.

Budi orangnya lucu dan ramah serta pandai bergaul. Namun di sisi lain, dia juga merupakan anak yang hobi makan, mulai dari cemilan hingga makanan pokok. Selain itu, hidupnya serba berkecukupan jika dilihat dari segi materi. Ketika bulan Ramadhan tiba, aku berniat untuk memulai puasa pertamaku sehari penuh, karena sebelum-sebelumnya hanya setengah hari saja. Namun kini, aku merasa sudah cukup kuat dan mampu menahannya hingga mentari terbenam.

Malam harinya sebelum tidur, aku berpesan kepada ibu supaya membangunkanku untuk makan sahur nanti. “Bu, nanti subuh bangunin aku ya, aku mau puasa besok hari sampai sehari penuh.” ucapku. Ibu kaget dan bercampur senang. “Alhamdulillah. Baiklah, nanti ibu akan bangunin kamu. Tapi kalau rasanya tidak kuat, sampai setengah hari aja ya seperti tahun sebelumnya.” jawab ibu.

“Iya bu, Insya Allah akan aku usahakan untuk menahannya sampai magrib tiba.” Tuntasku. Keesokan harinya, aku berangkat ke sekolah dengan Budi untuk mengikuti pesantren ramadhan di sekolah. Di perjalanan, aku bertanya kepadanya. “Bud, kamu puasa nggak.?” Tanyaku. “Alhamdulillah puasa Han, ini pertama kalinya aku berpuasa, semoga kuat.” jawabnya. “Aamiin, ini juga kali pertama aku puasa Bud, kita sama.” jawabku.

Hari sudah menunjukkan jam 12.30, Adzan Dzuhur pun berkumandang. Kami semua melaksanakan sholat Dzuhur di musholla Sekolah, setelah itu pulang ke rumah masing-masing. Di perjalanan, aku memang merasa sudah cukup haus, namun tetap aku coba untuk menepis segala pemikiran yang bisa membatalkan puasa. Namun, wajah Budi aku lihat sepertinya sangat lemas. Aku pun bertanya. “Bud, kalo memang udah gak tahan lagi, batalkan aja, kita masih anak-anak kok, belum diwajibkan.

Soalnya aku lihat wajah kamu udah benar-benar pucat.” ucapku. “Enggak apa-apa Han, Insya Allah aku masih kuat kok.” jawabnya. Aku dan Budi kemudian cerita cerpen persahabatan perjalanan. Namun aku melihat wajahnya semakin pucat saja, bahkan suaranya hampir tak terdengar lagi ketika aku ajak berbicara. Oleh karena itu, aku menawarkan kembali apa yang aku katakan sebelumnya, namun dia tetap menolak karena yakin kalau dia masih kuat.

Karena ungkapan itu, aku semakin menyemangatinya untuk bertahan. Jarak sekolah dengan rumah kami sekitar 500 meter. Di hari lain, biasanya kami berlarian sambil berlomba siapa yang paling cepat sampai. Namun di hari pertama puasa ini, kami bahkan rehat hingg 5 kali di jalan untuk berhenti sejenak, kebetulan cerita cerpen persahabatan juga cukup panas. Sesampainya di rumah, setelah mengganti baju, aku langsung menuju rumahnya, dan tidur siang di sana hingga adzan Ashar.

Setelah itu aku pulang ke rumah membantu ibu mempersiapkan menu buka puasa. Jam 17.30 setelah mandi, aku ke rumah Budi lagi dan melihat dia masih terkulai lemas di sofa rumahnya sambil menonton TV. Kami mengobrol sejenak hingga waktu berbuka tiba. Alhamdulillah, puasa hari pertama pun lancar dan diikuti hari-hari berikutnya. *** *** Cerita Pendek Tentang Kejujuran Sahabat Judul Cerpen : Memaklumi Kesalahpahaman Perkenalkan, nama saya Andre, seorang murid kelas VIII SMP di salah satu Sekolah Menengah Pertawa Swasta di Kota Malang.

Aku memiliki 2 teman baik bernama Indra dan Ikhsan. Hari ini adalah hari pertama ujian semester ganjil dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Malam harinya, aku sudah mempersiapkan semua peralatan ujian dari rumah, seperti pensil, penghapus, nomor ujian dan belajar. Sesampainya di sekolah, ujian akan segera di mulai. Tapi aku melihat Ikhsan sepertinya sedikit panik, seperti sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya. Kemudian akupun bertanya. “San, kamu lagi nyari apa? Ini ujian udah mau dimulai loh.” tanyaku. “Ini Ndre, pensilku hilang, padahal perasaan tadi malam udah aku siapin semua deh, tapi kok gak ada.” jawabnya.

Melihat ujian akan segera dimulai, aku langsung meminjamkan pensil cadanganku kepadanya. “Ya udah, nih pake pensil aku aja, kebetulan aku bawa 2 pensil kok sebagai cadangan.” tawarku.

“Syukurlah, makasih Ndre, hampir aja aku gak ikut ujian.” tambahnya. “Oke San, santai.” tuntasku. Setelah ujian selesai dan di tengah jam istirahat, aku melihat Ikhsan masih sibuk dengan pensilnya yang belum ketemu. Dia terus mengobrak-abrik seluruh isi tas namun tetap tidak ada hasil. Tiba-tiba saja Indra datang dan langsung menyodorkan sebuah pensil sambil berkata. “San, nih pensil kamu, terima kasih banyak yah, tadi aku enggak sempat minjam karena terdesak, soalnya ujian akan segera dimulai.” tutur Indra.

Sontak Ikhsan kaget dan sedikit marah. “Yaelah Ndra, kok kamu gak bilang-bilang sih? Aku kan cuman punya pensil 1, hampir aja aku yang gak ikut ujian, untung tadi si Andre bawa 2 pensil…” Jawab Ikhsan. “ Waduhh San, aku benar-benar minta maaf ya, aku pikir tadi kamu punya 2 pensil, ternyata cuman 1, jujur aku benar-benar gak tahu, cerita cerpen persahabatan aku yah…” Pasrah Indra. Melihat wajah Ikhsan yang sedikit kecewa, akupun memberanikan diri untuk mengenengahkan mereka berdua. “Udahlah San, maklumin aja, ini kan cuman salah paham, lagian kamu juga udah aku pinjamin pensil kan?.

kamu juga Ndra, kalo minjam itu bilang dulu, jangan main ambil trus diam aja.” Gumamku. Kemudian Indra meminta maaf kepada Ikhsan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sementara Ikhsan juga meminta maaf kembali karena telah membentak Indra sebelumnya. Yuk, simak juga : Cerita Pendek Tentang Pendidikan *** *** Penutup Cerita Pendek Tentang Persahabatan Demikianlah, ulasan kali ini mengenai Contoh Cerita Pendek Tentang Persahabatan.

Semoga bisa membantu kamu yang suka membaca cerpen singkat tentang sahabat, cerita cerpen persahabatan tugas sekolah dan sejenisnya. Terima kasih. Image by Pixabay. Related posts: • 7+ Cerpen Tentang Ibu Tercinta, Menyentuh, Bikin Sedih • 7+ Cerita Pendek Motivasi : Bikin Semangatmu Bangkit Lagi • 7+ Cerita Pendek Tentang Jujur dan Adil : Paling Menginspirasi Posted in Cerpen Tagged Cerita Pendek Tentang Persahabatan, Cerpen Persahabatan Singkat, Cerpen Sahabat Singkat, Cerpen Tentang Sahabat Tulisan Terbaru • CARA DOWNLOAD DRAMA KOREA + SUBTITLE INDO • Pantun Malam Minggu • Pantun Selamat Berbuka Puasa • 30+ ANIME 3D TERBAIK, TAMPAK SEPERTI ASLINYA • Pantun Hari Raya Idul Fitri • Pantun Selamat Malam • Pantun Motivasi Hidup • Situs Freelancer Indonesia • Pantun Motivasi Sukses • Pantun Motivasi Kerja
Cerpen Persahabatan Berikut ini cerita cerpen persahabatan kumpulan Cerpen Persahabatan terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 3287 cerita pendek untuk kategori ini.

Untuk mencari cerita pendek (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kamu bisa gunakan Kotak pencarian di bawah ini! Aku Ingin Sendiri Cerpen Kiriman: Shofa Nur Annisa Deas - Lolos Moderasi Pada: 2 May 2022 Sebagai manusia yang berarti makhluk sosial, aku percaya bahwa kita semua diciptakan untuk saling membutuhkan. Tapi itu tidak berlaku untukku, sejak kecil aku selalu merasa bahwa aku tidak layak menjadi seorang manusia itu bukan berarti aku menolak takdir yang » Baca lanjutan ceritanya.

Botol Hijau Cerpen Kiriman: Shofa Nur Annisa Deas - Lolos Moderasi Pada: 28 April 2022 “Kau tidak ingin menikah” Tanya wanita tua itu ke Losya. “Belum mau” Jawabnya santai Wanita tua itu melihat seseorang yang sedang berjalan menuju kearah Losya.

“Tidak lama lagi tentu saja” Kata wanita tua itu sembari tertawa. Losya tidak mengerti, » Baca lanjutan ceritanya. Kunang Kuning Cerpen Kiriman: Shofa Nur Annisa Deas - Lolos Moderasi Pada: 28 April 2022 Losya sedang terduduk di ruangannya. Lagi-lagi saat ini dirinya sedang mencari inspirasi untuk lukisannya, dari pintu temannya Kugi masuk sembari membawakan sesuatu untuk Losya lebih tepatnya pesanannya.

“Terimakasih, sekarang kau bisa pergi” Losya yang ingin sendiri segera menyuruh Kugi » Baca lanjutan ceritanya. Rewrite The Stars Cerpen Kiriman: Arunika Wardani - Lolos Moderasi Pada: 26 April 2022 Rewrite The Stars No one can rewrite the stars How can you say you’ll be mine? Everything keeps us apart And I’m not the one you were meant to find It’s not up to cerita cerpen persahabatan It’s not up to » Baca lanjutan ceritanya.

Pena Merah Cerpen Kiriman: Shofa Nur Annisa Deas - Lolos Moderasi Pada: 23 April 2022 Di dalam hidup warna dipercaya hadir sebagai hal yang penting dalam hidup, itulah hal yang selalu dipercayai oleh Losya sebagai seorang seniman di negaranya. Saat ini Losya sedang duduk di meja belajarnya sembari memandang jendela untuk mencari inspirasi, dari » Baca lanjutan ceritanya. Hear Cerpen Kiriman: Fitri Dwiyanti - Lolos Moderasi Pada: 19 April 2022 Mulailah menerima orang-orang orang yang cerita cerpen persahabatan disekitarmu.

Kamu tidak akan tahu seseorang itu berhati baik atau jahat, sebelum kamu menemukannya. “Kei, ayo ke kantin,” menarik tangan Keina “Gua mau beli air mineral, ayo keburu ada kelas nih.” Ucap Lily » Baca lanjutan ceritanya. Cookies Cerpen Kiriman: Adzra Afifah - Lolos Moderasi Pada: 15 April 2022 cerita cerpen persahabatan, hari ini cerita cerpen persahabatan ada jadwal ekskul kan?” “Masa nggak ingat?” “Hehehe!” Konnichiwa, minnasan.

Namaku, Kaoru Amamura desu. Aku kelas 11, di sekolah Meitoku Gijuku Senior High-School. Di sekolah tersebut–atau disekolah sebelumnya, aku memiliki satu-satunya sahabat yang masih tetap » Baca lanjutan ceritanya.

Key Cerpen Kiriman: Xiuzeen - Lolos Moderasi Pada: 13 April 2022 Seulas senyum ramah pemilik bibir merah muda menghidupkan hati Rendy yang telah mati akan rasa cinta. Seolah terhembus angin harapan saat melihat kedua mata sipit lentik yang berbinar memancarkan masa depan. Mungkin, sudah saatnya Rendy kembali menyelami indahnya berjuang » Baca lanjutan ceritanya. Anindira Dirgantara (Part 3) Cerpen Kiriman: Tanty Angelina - Lolos Moderasi Pada: 9 April 2022 Anindira Angelina “I’m here, Nin.” Kata-kata Tara barusan memberiku banyak kekuatan.

Cukup terkejut aku mendapatinya disini. Namun jauh dilubuk hatiku, rasa syukurku membuncah dengan sangat. Melihat Tara, aku merasa bisa menghadapi waktu sulit ini dengan cepat.

Tanpa sadar aku » Baca lanjutan ceritanya. Anindira Dirgantara (Part 2) Cerpen Kiriman: Tanty Angelina - Lolos Moderasi Pada: 9 April 2022 Anindira Angelina Entah kenapa sejak pagi perasaanku tidak enak. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Aku berusaha mengingat-ingat, namun tak kutemukan akar penyebabnya. Pekerjaanku tak tertata dengan baik jadinya. Bahkan sarapanku tadi tak kuhabiskan, benar-benar tak berselera. Disela waktu luangku, » Baca lanjutan ceritanya.

Kategori Cerpen • Cerpen Anak (2,468) • Cerpen Bahasa Daerah (26) • Cerpen Bahasa Inggris (124) • Cerpen Bahasa Jawa (104) • Cerpen Bahasa Sunda (50) • Cerpen Budaya (92) • Cerpen Cinta (4,698) • Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam) (1,132) • Cerpen Cinta Islami (855) • Cerpen Cinta Pertama (350) • Cerpen Cinta Romantis (1,082) • Cerpen Cinta Sedih (2,465) • Cerpen Cinta Segitiga (970) • Cerpen Cinta Sejati (163) • Cerpen Covid 19 (Corona) (31) • Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat) (154) • Cerpen Fabel (Hewan) (255) • Cerpen Fantasi (Fiksi) (1,854) • Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction) (95) • Cerpen Galau (1,094) • Cerpen Gokil (177) • Cerpen Horor (Hantu) (1,173) • Cerpen Inspiratif (359) • Cerpen Islami (Religi) (889) • Cerpen Jepang (359) • Cerpen Kehidupan (1,722) • Cerpen Keluarga (3,305) • Cerpen Kisah Nyata (472) • Cerpen Korea (293) • Cerpen Kristen (53) • Cerpen Liburan (171) • Cerpen Lingkungan (153) • Cerpen Lucu (Humor) (613) • Cerpen Malaysia (9) • Cerpen Mengharukan (190) • Cerpen Misteri (1,043) • Cerpen Motivasi (657) • Cerpen Nasihat (561) • Cerpen Nasionalisme (85) • Cerpen Olahraga (32) • Cerpen Patah Hati (1,575) • Cerpen Penantian (318) • Cerpen Pendidikan (381) • Cerpen Pengalaman Pribadi (501) • Cerpen Pengorbanan (475) • Cerpen Penyesalan (1,283) • Cerpen Perjuangan (350) • Cerpen Perpisahan (672) • Cerpen Persahabatan (3,287) • Cerpen Petualangan (142) • Cerpen Ramadhan (108) • Cerpen Remaja (4,071) • Cerpen Renungan (10) • Cerpen Rindu (49) • Cerpen Rohani (62) • Cerpen Romantis (672) • Cerpen Sastra (123) • Cerpen Sedih (2,519) • Cerpen Sejarah (24) • Cerpen Slice Of Life (202) • Cerpen Terjemahan (9) • Cerpen Thriller (Aksi) (297)

Cerita Pendek (Sahabat Sejati)




2022 www.videocon.com