Surat al-fatihah kita baca ketika

surat al-fatihah kita baca ketika

Ulama ahli tafsir Al-Qur'an asal Rembang Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) menjelaskan manfaat membaca Surat Al-Fatihah 100 Kali.

Seperti diketahui, Surat Al-Fatihah dijuluki Ummul Qur'an (induk Al-Quran) karena mencakup semua isi kandungan Al-Qur'an. Dalam satu Hadis yang masyhur, Nabi Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… pernah bersabda: "Tiada sholat yang sah tanpa membaca Surat Al-Fatihah ".

Dalam satu kajiannya yang dilansir dari tafsiralquran.id, Gus Baha menjelaskan fadhilah dan manfaat membaca Surat Al-Fatihah 100 kali. Berikut penjelasan Gus Baha: "Ketika kita mendapatkan ijazah dari para kiyai dan ulama yakni ijazah membaca wirid Surat Al-Fatihah 100 kali, hal ini sebagai bentuk rutinitas.

Akan tetapi jika dilakukan surat al-fatihah kita baca ketika dari 100 kali malah itu lebih baik. Selain dijadikan wirid, kita juga perlu mengetahui kenapa Surat Al-Fatihah dijadikan surat Ummul Kitab, dan diulang-ulang dalam bacaan sholat. Berikut riwayat hadis dari Imam Muslim tentang keistimewaan Al-Fatihah yang dijadikan Ummul Kitab. ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ูููŠู‡ูŽุง ุจูุฃูู…ู‘ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ููŽู‡ู’ู‰ูŽ ุฎูุฏูŽุงุฌูŒ โ€“ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง โ€“ ุบูŽูŠู’ุฑู ุชูŽู…ูŽุงู…ู ยป.

ููŽู‚ููŠู„ูŽ ู„ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฅูู†ู‘ูŽุง ู†ูŽูƒููˆู†ู ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽ ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูู‡ูŽุง ููู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูู‰ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠูŽู‚ููˆู„ู ยซ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู‚ูŽุณูŽู…ู’ุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูู‰ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ ู†ูุตู’ููŽูŠู’ู†ู ูˆูŽู„ูุนูŽุจู’ุฏูู‰ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ( ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ). ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุญูŽู…ูุฏูŽู†ูู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ (ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู ). ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽุซู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูู‰.

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ (ู…ูŽุงู„ููƒู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู). ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุฌู‘ูŽุฏูŽู†ูู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ โ€“ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ููŽูˆู‘ูŽุถูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ โ€“ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ (ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ู ). ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูู‰ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏูู‰ ูˆูŽู„ูุนูŽุจู’ุฏูู‰ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽ.

ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ (ุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุงู„ุตู‘ูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ ุตูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู†ูŽ ). ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูุนูŽุจู’ุฏูู‰ ูˆูŽู„ูุนูŽุจู’ุฏูู‰ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ยป. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qurโ€™an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali- maksudnya tidak sempurna.โ€ Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami sholat di belakang imam.

Abu Surat al-fatihah kita baca ketika berkata, "Bacalah Al-Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah Taโ€™ala berfirman: Aku membagi salat (makudnya Al-Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan Alhamdulillahi robbil โ€˜alamin (segala puji hanya milik Allah)โ€™, Allah berfirman: "Hamba-Ku telah memuji-Ku". Ketika hamba tersebut mengucapkan Arrahmanir Rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), Allah berfirman: "Hamba-Ku telah menyanjung-Ku." Ketika hamba tersebut mengucapkan Maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan), Allah berfirman: "Hamba-Ku surat al-fatihah kita baca ketika mengagungkan-Ku".

Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan Iyyaka naโ€™budu wa iyyaka nasta'in (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), Allah berfirman: "Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta." Jika ia mengucapkan Ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootholladzina anโ€™amta 'alaihim, ghoiril magdhuubi 'alaihim wa laaddhoollin (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: "Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta." (HR Muslim 395) Manfaat Membaca Surat Al-Fatihah 100 Kali Terkait makna penjelasan Al-Fatihah, Gus Baha mengatakan bahwa Al-Fatihah memiliki kepakeman (ketetapan) kata yaitu memuji Allah 'Azza wa Jalla.

Maka dengan begitu Allah akan memberikan kenikmatan bagi hambanya yang memujiNya. Seperti halnya Al-fatihah yang diawali dengan kalimat hamid (alhamdulillah) ini membuktikan bahwa Al-Fatihah adalah pujian kepada Allah. Bagi yang membaca Al-Fatihah akan diberikan kenikmatan oleh Allah. Dan kenikmatan ini memiliki bentuk macam-macam, bisa dari dasar kenikmatan yaitu iman, qodo' dan qodar.

Sebab, nikmat itu adalah bentuk rasa percaya kita kepada Allah, memuji Allah adalah tanda kita percaya bahwa kita bersama Allah.

Maka jika terjadi musibah pada kita dan kita ikhlaskan dengan hati yang lapang, percaya bahwa itu kehendak Allah, sehingga kenikmatan akan muncul, dengan dibuktikannya hilangnya keresahan.

Beberapa ulama yang mengamalkan dan mengajarkan wirid Al-Fatihah 100 kali di antaranya KH Abdurrahman Wahid, KH Hamim Jazuli (Gus Miek), KH Achmad Shidiq (salah satu perumus Pancasila), KH Abdul Hamid, KH Dalhar, KH Mundzir, dan sebagainya.

Mereka dikenal memiliki spiritualitas tinggi. Beberapa bergelar Waliyullah atau kekasih Allah yang makamnya selalu dibanjiri para peziarah.

Bahkan Gus Miek mengajarkan jika ingin mendapat manfaat membaca Surat Al-Fatihah 100 kali, merumuskan tata caranya. Dengan membangun sebuah tradisi berzikir yang bernama Dzikrul Ghofilin, dimana inti ajarannya adalah mendekatkan diri kepada Allah lewat zikir. Menurut Gus Miek, wirid Al-Fatihah itu diniatkan murni untuk kebahagiaan dan ketenangan hati, baik di dunia maupun di akhirat. Insya Allah kebahagiaan dan keselamatan akan kita raih.

Yuk amalkan! Wallahu A'lam Baca Juga: Manfaat Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara.

Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. (QS. Fussilat Ayat 12) โ€ข membaca surat al-fatihah 100 kali โ€ข surat al fatihah โ€ข al fatihah โ€ข keutamaan al fatihah โ€ข gus baha โ€ข Mengenal Allah Lebih Dekat agar Taubat Diterima โ€ข Inilah Hikmah dan Manfaat Puasa 6 Hari di Bulan Syawal โ€ข Inilah 5 Keutamaan Puasa Syawal Menurut Hadis โ€ข Kisah Rasulullah SAW Dibelah Dadanya, Tak Ada Darah dan Rasa Sakit โ€ข Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menghidupkan Tulang Belulang Ayam โ€ข Gus Baha Sebut Ada Amalan Idul Fitri yang Pahalanya Setara Ikut Perang Badar โ€ข Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Anjurkan yang Luput Sholat Id Berjamaah, Sholat Sendiri Empat Rakaat REKOMENDASI โ€ข Ahzami Samiun Jazuli, Kiai Ahli Tafsir itu Meninggalkan Kita โ€ข Kiamat Tidak Tiba-tiba, Tunggu Imam Mahdi Datang โ€ข Nabi Adam Saat Wafat Dikafani dan Dikubur Malaikat โ€ข Bisa Ngomong Kebenaran tapi Tak Mengerjakan, Haruskah Diam Saja?

โ€ข Ibu Kaum Mukmin, Gus Baha: Kita Berutang Banyak kepada Sayyidah Aisyah โ€ข Pena Allah Telah Menulis Semua Takdir dan Ketentuan Ini Membaca Surat al-Fatihah Benarkah ketika shalat kita berdialog dengan Allah?

Lalu bagaimana itu bs terjadiโ€ฆ Jawab: Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, wa baโ€™du, Kita akan simak hadis berikut. Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ู‚ูŽุณูŽู…ู’ุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏููŠ ู†ูุตู’ููŽูŠู’ู†ูุŒ ูˆูŽู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู: {ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ} ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ุญูŽู…ูุฏูŽู†ููŠ ุนูŽุจู’ุฏููŠุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: {ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู}ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ุฃูŽุซู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏููŠุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: {ู…ูŽุงู„ููƒู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู}ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽุฌู‘ูŽุฏูŽู†ููŠ ุนูŽุจู’ุฏููŠ โ€“ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ููŽูˆู‘ูŽุถูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏููŠ โ€“ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: {ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ู} ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏููŠุŒ ูˆูŽู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: {ุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุงู„ุตู‘ูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ ุตูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู†ูŽ} ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ูˆูŽู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ Allah berfirman, โ€œSaya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua.

Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.

surat al-fatihah kita baca ketika

Apabila hamba-Ku membaca, โ€œ Alhamdulillahi rabbil โ€˜alamin.โ€ Allah Taโ€™ala berfirman, โ€œHamba-Ku memuji-Ku.โ€ Apabila hamba-Ku membaca, โ€œAr-rahmanir Rahiim.โ€ Allah Taโ€™ala berfirman, โ€œHamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.โ€ Apabila hamba-Ku membaca, โ€œ Maaliki yaumid diin.โ€ Apabila hamba-Ku membaca, โ€œHamba-Ku mengagungkan-Ku.โ€ Dalam riwayat lain, Allah berfirman, โ€œHamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.โ€ Apabila hamba-Ku membaca, โ€œ Iyyaka naโ€™budu wa iyyaaka nastaโ€™in.โ€ Allah Taโ€™ala berfirman, โ€œ Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.โ€ Apabila hamba-Ku membaca, โ€œ Ihdinas-Shirathal mustaqiimโ€ฆ.dst.

sampai surat al-fatihah kita baca ketika surat.โ€ Allah Taโ€™ala berfirman, โ€œIni milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.โ€ (HR. Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya) Keterangan hadis: [1] Hadis ini menunjukkan bahwa al-Fatihah adalah rukun Shalat, karena Allah menyebut al-Fatihah dengan kata shalat.

[2] Al-Fatihah disebut shalat, karena surat ini dibaca saat shalat. Dan seorang hamba yang membaca surat ini ketika shalat, dia hakekatnya sedang melakukan dialog dengan Rabnya. [3] Allah membagi bacaan al-Fatihah dalam shalat menjadi 2, setengah untuk Allah dan setengah untuk hamba.

Setengah untuk Allah ada di bagian awal, bentuknya adalah pujian untuk Allah. Mulai dari ayat, โ€˜ Alhamdulillahi rabbil โ€˜alaminโ€™ sampai โ€˜ Maliki yaumiddin.โ€™ Sementara setengahnya untuk hamba, yaitu doa memohon petunjuk agar seperti orang yang telah mendapat nikmat.

[4] ada satu ayat yang dibagi dua, yaitu ayat iyyaaka naโ€™budu wa iyyaka nastaโ€™in. setengah untuk hamba, setengah untuk Allah. Iyyaka naโ€™budu, ini untuk Allah, dan iyyaka nastaโ€™in, ini untuk hamba. Itulah dialog antara hamba dengan Allah saat dia membaca surat al-Fatihah. Semoga semakin meningkatkan rasa khusyuโ€™ kita ketika menjalani ibadah shalatโ€ฆ Mengenai pertanyaan, bagaimana itu bias terjadi?

surat al-fatihah kita baca ketika

Bukankah yang membaca surat al-Fatihah itu ribuan manusia? Lalu bagaimana cara Allah berdialog dengan mereka semuaโ€ฆ Pertanyaan ini bukan urusan kita. Allah Maha Kuasa untuk melakukan apapun sesuai yang Dia kehendaki. Dan tidak semua surat al-fatihah kita baca ketika Allah, bisa dinalar oleh logika manusia. Kewajiban kita adalah meyakini bahwa itu terjadi secara hakiki, sementara bagaimana prosesnya, Allah yang Surat al-fatihah kita baca ketika Tahu.

Demikian, Allahu aโ€™lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com) Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.

Download Sekarang !! KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. โ€ข SPONSOR hubungi: 081 326 333 328 โ€ข DONASI hubungi: 087 882 888 727 โ€ข REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK ๐Ÿ” Hadits Tentang Orang Sombong, Ibadah Yang Bisa Dilakukan Saat Haid, Cara Melihat Roh Orang Yang Sudah Meninggal, Doa Agar Dicintai Banyak Orang, Berprasangka Buruk Dalam Islam, Pernikahan Jawa Sunda, Surat Al A'la Dan Artinya POPULAR CATEGORIES โ€ข FIKIH 1490 โ€ข AQIDAH 931 โ€ข Ibadah 790 โ€ข Sholat 599 โ€ข Halal Haram 552 โ€ข Pernikahan 517 Recent Posts โ€ข Bolehkah Ayah Mencium Anak Perempuannya yang Sudah Dewasa?

โ€ข Apakah Jual Beli Kurma Secara Online Termasuk Riba? โ€ข Hukum Shalat di Antara Tiang-tiang dalam Shalat Jamaโ€™ah โ€ข Hukum Meminjam Uang di Pinjaman Online (Pinjol) โ€ข Apa yang Dilakukan Masbuk ketika Masuk ke Shaf? โ€ข Sembuh Sakit karena Bersedekah
โ€ข Hukum Bacaan al-Fatihah Dalam Solat โ€ข Syarat Sah Bacaan al-Fatihah โ€ข Hukum Membaca Basmallah Dalam al-Fatihah โ€ข Tasydid Dalam al-Fatihah โ€ข Hukum Mengucapkan โ€œAminโ€ Selepas Selesai Baca Fatihah โ€ข Membaca Surah Lain Selepas al-Fatihah โ€ข Menguatkan Bacaan al-Fatihah Pada Solat Tertentu โ€ข Soal Jawab Berkaitan Bacaan Fatihah Dalam Solat โ€ข Adakah perlu membaca bismillah ketika membaca surah al-Fatihah dalam solat?

โ€ข Bolehkah menggantikan surah al-Fatihah dengan mana-mana surah yang lain? โ€ข Saya baru memeluk Islam. Saya tidak pandai membaca al-Quran dan sukar menhafal surah al-Fatihah. Bagaimana saya mahu solat? โ€ข Bacaan al-Quran mempunyai qiraat yang pelbagai.

Adakah harus membaca surah al-Fatihah dalam solat dengan mana-mana qiraat yang disukai? โ€ข Sekiranya sebutan huruf dhod dalam surah al-Fatihah dibaca zho, adakah sah solat? โ€ข Apakah hukum baca al-Fatihah tergesa-gesa. Misalnya, ketika masih menyebut waladhdholin, kita sudah mula membongkokkan badan untuk sujud.

Apakah hukumnya? โ€ข Apakah hukum sering menghentikan bacaan al-Fatihah kerana batuk ataupun semput? Kadangkala lama diam sebelum kembali menyambung bacaan. โ€ข Ketika solat tarawih,saya mendapati imam sering membaca surah al-Fatihah dengan pantas. Kadangkala dengan hanya senafas. Bolehkah begitu? Pengenalan Ini adalah bab 4 dari siri panduan solat sempurna. Untuk bab ini, saya akan menerangkan mengenai rukun solat berkaitan bacaan al-Fatihah dalam solat secara spesifik.

Matlamat panduan ini adalah agar kita semua tahu dan faham mengenai bacaan al-Fatihah dalam solat secara sempurna seterusnya solat kita diterima Allah. Mari kita mulakan. Dalil kewajipan al-Fatihah: Hadis daripada Ubadah bin ash-Shamit, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Tidak sah orang yang tidak membaca surah al-Fatihah.

โ€” Riwayat Bukhari dan Muslim Rasulullah bersabda: Sesiapa yang solat suatu solat, tidak membaca di dalamnya surah al-Fatihah, maka ia dikira cacat, ia cacat, ia cacat, iaitu tidak sempurna (tidak sah). โ€” Riwayat Muslim Syarat Sah Bacaan al-Fatihah โ€ข Membaca dengan tertib susunan ayat surah Al-Fatihah.

โ€ข Dibaca dengan muwalat iaitu dibaca terus-menerus. Jika berhenti lebih daripada waktu sekadar untuk menarik nafas lalu mengeluarkannya lagi, maka batal bacaannya dan hendaklah diulang semula daripada awal.

โ€ข Membaca semua ayat surah al-Fatihah termasuklah basmallah dan memelihara harakat dan tajwidnya. โ€ข Membaca semua tasydid (bacaan bersabdu) yang ada dalam surah al-Fatihah [ 1] โ€ข Tidak berhenti lama ketika membaca ayat-ayat surah al-Fatihah lebih daripada waktu sekadar untuk menarik nafas lalu mengeluarkannya lagi.

Jika dibuat demikian maka batal bacaannya dan hendaklah diulang semula daripada awal. โ€ข Membaca ayat-ayat surah al-Fatihah dalam keadaan berdiri (untuk solat fardu jika mampu berdiri). โ€ข Sekurang-kurangnya mendengar sendiri bacaan al-Fatihah yang dibaca sendiri [ 2] โ€ข Membaca ayat-ayat surah al-Fatihah dan tidak diselang-seli dengan kalimah (perkataan) lain yang bukan sesuatu yang menjadi kemaslahatan solat.

โ€ข Membaca surah al-Fatihah dengan niat melaksanakan rukun solat. โ€ข Membaca surah al-Fatihah dengan bahasa arab, Nota Kaki 1 Jika tidak dibaca tasdidnya, maka bacaan lafaz tersebut batal. Jika tidak diulang kembali, maka batal solatnya rukun surah al-Fatihahnya sudah batal. Jika membaca tasydid pada huruf yang tidak ada tasydid, tidak membatalkan solat atau bacaan jika tidak mengubah makna.

Jika mengubah makna, batal bacaannya sama ada sengaja atau tidak. Batal solatnya jika tahu dan sengaja 2 Dikecualikan bagi orang pekak. Hukum Membaca Basmallah Dalam Surah Al-Fatihah Basmallah adalah salah satu ayat daripada surah al-fatihah. Menurut mazhab Syafiโ€™e, basmallah merupakan satu sayat daripada surah al-Fatihah, maka tidak sah solat jika tidak membacanya. Allah berfirman: Dan sungguh Kami telah berikan kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang berulang-ulang dan al-Quran yang agung.

โ€” Surah al-Hijr ayat 87 Menurut ulama, โ€œtujuh ayat yang berulang-ulangโ€ dalam ayat ini merujuk kepada surah al-Fatihah kerana surah ini mengandungi 7 ayat yang sentiasa dibaca berulang-ulang pada tiap-tiap rakaat solat sama ada fardu atau sunat.

Dan ayat yang pertama dalam surah al-Fatihah ialah basmallah. Kabulkan permintaan kami, ya Allah! Dalil mengenai perkara ini disebutkan dalam satu hadis: Adalah Nabi SAW, ketika selesai daripada pembacaan al-Fatihah, Baginda membaca: Amin(perkenankanlah ya Allah), Baginda menyaringkannya dan memanjangkan suaranya ketika membacanya. โ€” Riwayat Bukhari dan Abu Dawud Hendaklah menyaringkan dan memanjangkan suara ketika menyebut โ€œAminโ€ dan sunat makmum bersama-sama imam mengucapkan โ€œAminโ€.

Rasulullah bersabda: Apabila imam mengucapkan โ€œAminโ€, maka kamu bacalah โ€œAminโ€ kerana sesiapa yang berbetulan sebutan Aminnya dengan Aminya para malaikat, diampunkan dosanya yang telah lalu โ€” Muttafaq โ€˜Alaih Rasulullah juga bersabda: Sebutlah kamu semua: โ€œAminโ€, nescaya Allah akan menyayangi kamu โ€” Riwayat Muslim dan Abu Awanah Membaca Surah Selepas Membaca al-Fatihah Setelah selesai membaca surah al-Fatihah, maka bacalah surah atau ayat al-Quran pada dua rakaat pertama bagi imam dan bagi orang yang solat bersendirian.

Hukumnya adalah sunat haiah. Dalilnya daripada al-Barraโ€™ katanya: Aku mendengar Rasulullah SAW membaca surah at-Tin ketika solat Isyak dan aku tidak pernah mendengar seorang pun yang lebih bagus suaranya atau bacaannya daripada Baginda.

โ€” Muttafaq โ€˜Alaih Surat al-fatihah kita baca ketika diperlahankan bacaan-bacaan tersebut pada solat yang lain. Hukumnya juga sunat haiah. Dalilnya adalah daripada Abu Hurairah; beliau berkata: Adalah Nabi SAW membaca ketika Solat Subuh pada hari Jumaat Alif Lam Mim, Tanzil as-Sajadah dan Hal ata โ€˜alal Insan โ€” Muttafaq โ€˜Alaih Hadis daripada Abu Hurairah; beliau berkata: Adalah bacaan Nabi SAW pada waktu malam kadang-kadang Baginda merendah suaranya dan kadang-kadang meninggikannya.

โ€” Riwayat Abu Dawud Soal Jawab Berkaitan Bacaan al-Fatihah Dalam Solat Berikut adalah beberapa persoalan yang berkaitan dengan al-Fatihah dalam solat 1. Adakah perlu membaca bismillah ketika membaca surah al-Fatihah dalam solat? Terdapat perbezaan pendapat dalam menentukan sama ada bismillah sebahagian daripada surah al-Fatihah ataupun sebaliknya.

Mazhab Syafiโ€™e berpendapat ia sebahagian daripada surah al-Fatihah. Oleh itu, ia wajib dibaca ketika membaca al-Fatihah dalam solat. Ini berdasarkan kepada hadis yang dilaporkan daripada Abu Hurairah: Sekiranya kamu membaca Alhamdulillah, hendaklah kamu membaca bismillahir rahmanir rahim.

Ia (al-Fatihah) adalah Ummul Quran dan Ummul Kitab, dan ia mempunyai tujuh ayat. Bismillahir rahmanir rahim adalah salah satu ayatnya. โ€” Dilaporkan oleh al-Darquthni 2. Bolehkah menggantikan surah al-Fatihah dengan mana-mana surah yang lain? Membaca surah al-Fatihah termasuk rukun solat. Oleh itu, tidak sah solat sekiranya menggantikan surah al-Fatihah dengan surah yang lain. Ini berdasarkan hadis yang direkodkan oleh al-Bukhari dan Muslim, Nabi SAW pernah berkata: Tidak sah solat siapa yang tidak membaca al-Fatihah โ€” direkodkan oleh Muslim dalam kitab Sahih Muslim pada bab Solat; Wajib Membaca Al-Fatihah pada Setiap Rakaat 3.

Saya baru memeluk Islam. Saya tidak pandai membaca al-Quran dan sukar menghafal surah al-Fatihah. Bagaimana saya mahu solat? Anda boleh membaca sebahagian daripada surah al-Fatihah yang diingati dan menggantikan baki ayat yang tidak diingati dengan surah lain yang sama jumlah ayatnya ataupun lebih. Anda juga boleh menggantikan baki ayat-ayat yang tidak diingatinya dengan zikir atau selawat sebanyak selawat ayat ayat yang tertinggal.

Ini berdasarkan kaedah fekah yang menyatakan apa yang tidak dapat dilakukan semuanya dengan sempurna, jangan ditinggalkan semuanya. Tetapi sekiranya anda belum menghafal satu pun aya daripada surah al-Fatihah, dia boleh membaca surah-surah lain yang mempunyai surat al-fatihah kita baca ketika ayat yang sama ataupun lebih.

Sekiranya surah-surah al-Quran yang lain juga tidak dapat dihafaz, dia boleh berzikir dan berselawat pada anggaran kebiasaan masa yang diambil untuk membaca al-Fatihah. 4. Bacaan al-Quran mempunyai qiraat yang pelbagai. Adakah harus membaca surah al-Fatihah dalam solat dengan mana-mana qiraat yang disukai? Berdasarkan muzakarah jawatankuasa fatwa ke-16 yang dijalankan pada 18 Febuari 1986, qiraat yang boleh digunakan adalah bacaan yang masyhur di dunia dan di Asia, iaitu bacaan riwayat Hafsun 5.

Sekiranya sebutan huruf dhod dalam surah al-Fatihah dibaca zho, adakah sah solat? Membaca surah al-Fatihah dengan betul adalah rukun solat yang tidak boleh diabaikan. Menyebut setiap perkataan dan huruf dengan sempurna dan betul adalah antara syarat bacaan al-Fatihah yang sempurna. Sekiranya seseorang itu menyebut salah satu daripada huruf-huruf dalam surah al-Fatihah dengan sebutan yang tidak tepat, maka solat tidak sah. 6.

Apakah hukum baca al-Fatihah tergesa-gesa. Misalnya, ketika masih menyebut waladhdholin, kita sudah mula membongkokkan badan untuk sujud. Apakah hukumnya? Antara syarat sah bacaan al-Fatihah dalam solat adalah seluruh ayat surah ini hendaklah dibaca ketika sedang berdiri (qiam). Mereka membaca al-Fatihah ketika rukuk ataupun rukuk ketika belum sempurna membaca al-Fatihah menyebabkan surat al-fatihah kita baca ketika tidak sah kerana mengabaikan rukun membaca al-Fatihah.

7. Apakah hukum sering menghentikan bacaan al-Fatihah kerana batuk ataupun semput? Kadangkala lama diam sebelum kembali menyambung bacaan. Disyaratkan dalam solat al-Fatihah hendaklah dibaca secara terus-menerus tanpa diam yang lama. Tetapi dalam keadaan tertentu, seperti batuk ataupun menangis atau sesak nafas, harus berhenti.

Solat yang dilakukan tetap sah.

surat al-fatihah kita baca ketika

8. Ketika solat tarawih,saya mendapati imam sering membaca surah al-Fatihah dengan pantas. Kadangkala dengan hanya senafas. Bolehkah begitu? Bacaan surah al-Fatihah yang paling sempurna adalah dengan berhenti pada waqaf-waqaf yang ditetapkan.

Bagaimanapun, harus seseorang itu membacanya dengan menyambung sebahagian atau seluruh ayat-ayatnya. Tetapi, bacaan bersambung ini hendaklah dibaca dengan menyambungkan setiap hujung ayat dengan ayat berikutnya. Sebahagian daripada imam membaca keseluruhan ayat dengan satu nafas tetapi mawaqafkan pada setiap akhir ayat.

surat al-fatihah kita baca ketika

Ini cara yang salah. Nota Rujukan Rujukan panduan ini adalah: โ€ข Praktikal Solat Sempurna, Ustaz Muhadir Haji Joll โ€ข Anda Bertanya Ustaz Menjawab Mengenai Solat, Ustaz Rohidzir Rais โ€ข Ensiklopedia Solat A-Z Tentang Solat, Dr.

Nik Yusri Musa โ€ข Indahnya Hidup Bersyariat, Modul Fardu Ain Diri, Keluarga dan Masyarakat Sepanjang Hayat, Datoโ€™ Ismail Kamus dan Mohd Azrul Azlen Ab.

Hamid. Hal ini menjadi perdebatan surat al-fatihah kita baca ketika menjadi perdebatan oleh para ulama. Meski begitu kita perlu berlapang dada untuk menerima perbedaan ini.

Dengan adanya perbedaan ini sebagai muslim dan muslimah yang berakal tidak menjadikan hal ini sebagai perbedaan yang memecahkan. Dan marilah simak lebih lanjut mengenai hukum membaca al-fatihah saat shalat berjamaah ini. Allah telah berfirman dalam Al-Quran surah Al Aโ€™rof : surat al-fatihah kita baca ketika ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูุฑูุฆูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ููŽุงุณู’ุชูŽู…ูุนููˆุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุตูุชููˆุง ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œDan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.โ€ Ini berlaku umum untuk setiap surah dalam al-Quran kecuali Al-Fatihah.

Sebagai makmum kita harus diam, kecuali ketika makmum membaca surah Al Fatihah. Kewajiban membaca Al-Fatihah termuat dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim. Dari Ubรขdah bin ash-Shรขmit dia berkata, โ€œRasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€˜Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca al-Fรขtihah.โ€™ [HR.

al-Bukhรขri, no. 723 ; Muslim, no. 394; dll] Sedangkan ada pula dalil yang menyatakan bahwa ketika imam membaca surah Al-Fatihah kita harus diam. Kemudian kita baru membaca surah Al-Fatihah antara selesainya imam membaca Al-Fatihah. Meskipun imam sudah membaca surah yang lain kita tetap membaca Al-Fatihah.

Berbeda urusannya jika kita merupakan makmum masbuk. Kita tinggal mengikuti gerakan imam. Dari keterangan ini sudah jelas bahwa hukum membaca al-fatihah saat shalat berjamaah itu wajib agar shalat kita sah.

Baca juga : โ€ข Keutamaan Shalat Subuh Di Masjid Secara Berjamaah โ€ข Cara Shalat Berjamaah Dua Orang โ€ข Hukum Shalat Dhuha Secara Berjamaah โ€ข Cara Merapatkan Shaf Saat Berjamaah โ€ข Keutamaan Shalat Tarawih Berjamaah Pendapat para ulama mengenai membaca Al-Fatihah ketika shalat adalah sebagai berikut : โ€ข Makmum tidak perlu membaca Al-Fatihah ketika shalat (Imam Abu Hanifah rahimahullah) โ€ข Makmum perlu membaca Al-Fatihah dalam shalat ketika imam tidak mengeraskan bacaan surah Al-Fatihah.

(Pendapat imam Zuhri, Mรขlik, asy-Syรขfiโ€™i dalam qaul qadรฎm (pendapat beliau yang lama), Muhammad murid Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syaikh al-Albรขni, -rahimahumullรขh- dan lainnya) โ€ข Makmum wajib membaca Al-Fatihah ketika shalat (imam asy-Syรขfiโ€™i dalam qaul jadรฎd (pendapat beliau yang baru), al-Bukhรขri, Ibnu Hazm, asy-Syaukani, Syaikh al-โ€˜Utsaimin, Syaikh Bin Baaz, Syaikh Abdul Muhsin al-โ€˜Abbad, dan lainnya) Dari ketiga pendapat tersebut pendapat yang surat al-fatihah kita baca ketika kuat adalah pendapat ketiga dengan dalih membaca Al-Fatihah termasuk ke dalam rukun shalat.

Dengan begitu membaca Al-Fatihah wajib di setiap shalat. Hal ini diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, (823) dari Ubadah bin Shomit radhiallahu anhu berkata; ูƒูู†ูŽู‘ุงุฎูŽู„ู’ููŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑูุŒ ููŽู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ููŽุซูŽู‚ูู„ูŽุชู’ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุŒ ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ููŽุฑูŽุบูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ( ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุกููˆู†ูŽุฎูŽู„ู’ููŽ ุฅูู…ูŽุงู…ููƒูู…ู’ !

ู‚ูู„ู’ู†ูŽุง : ู†ูŽุนูŽู…ู’ ุŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽุงุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูู‡ูŽุง โ€œDahulu kami shalat dibelakang Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam shalat fajar. Maka Rasulullah sallalalhu alaihi wa sallam membacanya sehingga berat bagi beliau (ada) bacaan (lain). Ketika selesai, beliau bersabda, โ€œKayaknya anda semua membaca di belakang imam.

Kami menjawab, โ€œYa wahai Rasulullah. Beliau bersabda, โ€œJangan lakukan kecuali Fatihatul Kitab (surat Al-Fatihah) karena tidak ada shalat bagi orang yang tidak membacanya.

Ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa mkmum membacasurah Al Fatihah ketika imam selesai membaca surah Al-Fatihah. Hal ini dipertegasdengan penjelasan dari imam Ramli.

ูˆูŽูŠูุณูŽู†ูู‘ ู„ูู„ู’ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ุฑูŽุงุนู ุจูุฏูุนูŽุงุกู ุงู„ูุงูู’ุชูุชูŽุงุญู ุฅุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉูŽ ุฅู…ูŽุงู…ูู‡ู ุง ู‡ู€ ุดูŽุฑู’ุญู ู… ุฑ Artinya: โ€œDan disunnahkan bagi makmum mempercepat membaca doa iftitah, jika ia mendengar bacaan imamnya.โ€ Demikian penjelasan Imam Ramli. (Zakaria al-Anshari, Hasyiyah al-Jamal, Beirut, Ihyaโ€™ at-Turats al-Arabiy, Juz 1, halaman 351) Baca juga : โ€ข Hukum Berdoa Berjamaah Setelah Shalat Fardhu โ€ข Hukum Tidak Sengaja Mendahului Imam Ketika Shalat Berjamaah โ€ข Keutamaan Sholat Berjamaah Bersama Istri โ€ข Hukum Shalat Berjamaah Dengan Pacar โ€ข Hukum Shalat Berjamaah dengan Wanita yang Bukan Muhrim Makmum mempercepat bacaain iftitah kemudian mendengarkan imam membaca surah Al-Fatihah setelah selesai barulah makmum membaca surah Al-Fatihah sebelum imam mulai pada surah pendek.

Namun, ada baiknya kita memperhatikan waktu yang diperlukan.

surat al-fatihah kita baca ketika

Kita dapat memperkirakan dengan tepat waktu yang dibutuhkan untuk membaca doa iftitah dan membaca Al Fatihah. Lalu bagaimana jika kita dalam posisi menjadi makmum masbuq? Makmum masbuq adalah ketika ketika makmum akan bergabung degan shalat ketikaimam sedang berdiri tetapi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca Al-Fatihah. Dengan begitu diniatkan untuk mengikuti shalat berjamaah tanpa mengganti rakaat setelah salam.

Beberapa ulama berpendapat bahwa makmum tersebut tidak perlu mengganti bacaan Al-Fatihahnya karena Al-Fatihahnya telah ditangguhkan kepada imam sebagai keringannnya. Kesimpulan Hukum membaca al-fatihah saat shalat berjamaah adalah wajib bagi setiap yang melakukan shalat sesuai dengan hadist di atas.

Kemudian surat al-fatihah kita baca ketika Al-Araf ayat 204 berlaku untuk setiap bacaan shalat kecuali surah Al Fatihah. Dipertegas dengan hadist yang diriwayatkan Abu Daud (823). Meski begitu dengan adanya perbedaan ini tidak membuat kita saling membenci dan saling menyalahkan.
Sudah kita ketahui bersama bahwa Al Fatihah adalah surat yang agung yang dibaca setiap Muslim dalam shalatnya.

Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana hukum membaca Al Fatihah dalam shalat dan tata caranya. Hukum Membaca Al Fatihah Jumhur ulama menyatakan membaca Al Fatihah adalah termasuk rukun shalat.

Tidak sah shalat tanpa membaca Al Fatihah.

surat al-fatihah kita baca ketika

Diantara dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam ู„ุง ุตู„ุงุฉูŽ ู„ู…ู† ู„ู… ูŠู‚ุฑุฃู’ ุจูุงุชุญุฉู ุงู„ูƒุชุงุจู โ€œ tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaabโ€ (HR.

Al Bukhari 756, Muslim 394) didukung juga sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam: ูƒู„ู‘ู ุตู„ุงุฉู ู„ุง ูŠูู‚ุฑูŽุฃู ููŠู‡ุง ุจุฃู…ู‘ู ุงู„ูƒุชุงุจู ุŒ ููŽู‡ูŠูŽ ุฎูุฏุงุฌูŒ ุŒ ููŽู‡ูŠูŽ ุฎูุฏุงุฌูŒ โ€œ setiap shalat yang di dalamnya tidak dibaca Faatihatul Kitaab, maka ia cacat, maka ia cacatโ€ (HR. Ibnu Majah 693, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah). Jadi, membaca Al Fatihah adalah rukun shalat dan inilah yang benar insya Allah. Adapun Abu Hanifah, beliau berpendapat bahwa membaca Al Fatihah itu bukan rukun shalat, tidak wajib membacanya.

Beliau berdalil dengan ayat: ููŽุงู‚ู’ุฑูŽุกููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู โ€œ maka bacalah ayat-ayat yang mudah dari Al Qurโ€™anโ€ (QS. Al Muzammil: 20) Jawabannya, kata ููŽุงู‚ู’ุฑูŽุกููˆ (bacalah) di sini adalah lafadz muthlaq, sedangkan terdapat qayd-nya dalam hadits-hadits Nabi yang sudah disebutkan bahwa di sana dinyatakan bacaan Al Qurโ€™an yang wajib di baca dalam surat al-fatihah kita baca ketika adalah Al Fatihah.

Sesuai kaidah ushul fiqh, yajibu taqyidul muthlaq bil muqayyad, wajib membawa makna lafadz yang muthlaq kepada yang muqayyad. Al Fatihah wajib di baca pada setiap rakaโ€™at. Berdasarkan penjelasan Abu Hurairah radhiallahuโ€™anhu berikut: ููŠ ูƒู„ู‘ู ุตู„ุงุฉู ู‚ุฑุงุกุฉูŒ ุŒ ูู…ุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุนูŽู†ูŽุง ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽุณู’ู…ูŽุนู’ู†ุงูƒู… ุŒ ูˆู…ุง ุฃุฎูู‰ ู…ู†ุง ุฃูŽุฎู’ููŽูŠู’ู†ุงู‡ ู…ู†ูƒู… ุŒ ูˆู…ูŽู† ู‚ุฑูŽุฃูŽ ุจุฃู…ู‘ู ุงู„ูƒุชุงุจู ูู‚ุฏ ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽุชู’ ุนู†ู‡ ุŒ ูˆู…ูŽู† ุฒุงุฏูŽ ูู‡ูˆ ุฃูุถู„ู โ€œ dalam setiap rakaโ€™at ada bacaan (Al Fatihah).

Bacaan yang diperdengarkan Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam kepada kami, telah kami perdengarkan kepada kalian. Bacaan yang Rasulullah lirihkan telah kami contohkan kepada kalian untuk dilirihkan. Barangsiapa yang membaca Ummul Kitab (Al Fatihah) maka itu mencukupinya. Barangsiapa yang menambah bacaan lain, itu lebih afdhalโ€ (HR.

surat al-fatihah kita baca ketika

Muslim 396) Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: โ€œmembaca Al Fatihah adalah rukun di setiap rakaat, dan telah shahih dari Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bahwa beliau membacanya di setiap rakaโ€™atโ€ ( Al Mulakhash Al Fiqhi, 1/127). Hukum Membaca Al Fatihah Bagi Makmum Apakah status rukun dan hukum wajib membaca Al Fatihah itu berlaku untuk semua orang yang shalat?

Para ulama sepakat wajibnya membaca Al Fatihah bagi imam dan orang yang shalat sendirian ( munfarid). Namun bagi makmum, hukumnya di perselisihkan oleh para ulama.

surat al-fatihah kita baca ketika

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Majmuโ€™ Fatawa war Rasail (13/119) mengatakan: โ€œpara ulama berbeda pendapat mengenai hukum membaca Al Fatihah menjadi beberapa pendapat: โ€ข Pendapat pertama: Al Fatihah tidak wajib baik bagi imam, maupun makmum, ataupun munfarid.

Baik shalat sirriyyah 1 maupun jahriyyah 2. Yang wajib adalah membaca Al Qurโ€™an yang mudah dibaca. Yang berpendapat demikian berdalil dengan ayat (yang artinya) โ€œ maka bacalah ayat-ayat yang mudah dari Al Qurโ€™anโ€ (QS. Al Muzammil: 20) dan juga dengan sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam kepada seseorang: โ€˜ bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Qurโ€™anโ€˜โ€ (HR.

Al Surat al-fatihah kita baca ketika 757, Muslim 397). โ€ข Pendapat kedua: membaca Al Fatihah adalah rukun bagi imam, makmum, maupun munfarid. Baik shalat sirriyah maupun jahriyyah. Juga bagi orang yang ikut shalat jamaโ€™ah sejak awal. โ€ข Pendapat ketiga: membaca Al Fatihah itu rukun bagi imam dan munfarid, namun tidak wajib bagi makmum secara mutlak, baik dalam shalat sirriyyah maupun jahriyyah. โ€ข Pendapat keempat: membaca Al Fatihah adalah rukun bagi imam dan munfarid dalam shalat sirriyyah dan jahriyyah.

Namun rukun bagi makmum dalam shalat sirriyyah saja, jahriyyah tidak.โ€ [selesai nukilan] Ada beberapa pendapat lain dalam masalah ini, namun khilafiyah dalam masalah ini berporos pada 3 hal: Pertama: Adanya surat al-fatihah kita baca ketika untuk membaca Al Fatihah serta penafian shalat jika tidak membacanya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata, โ€œmembaca Al Fatihah adalah rukun bagi semua orang yang shalat, tidak ada seorangpun yang dikecualikan, kecuali makmum masbuq yang mendapati imam sudah rukuโ€™, atau mendapat imam masih berdiri namun sudah tidak sempat membaca Al Fatihah bersama imam.

Dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam ู„ุง ุตู„ุงุฉูŽ ู„ู…ู† ู„ู… ูŠู‚ุฑุฃู’ ุจูุงุชุญุฉู ุงู„ูƒุชุงุจู โ€œ tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaabโ€ sabda beliau โ€˜ tidak ada shalatโ€˜ merupakan penafian.

Asal penafian adalah menafikan wujud (keberadaan), jika tidak mungkin dimaknai penafian wujud maka maknanya penafian keabsahan.

Dan penafian keabsahan itu artinya penafian wujud secara syarโ€™i. Jika tidak mungkin dimaknai penafian keabsahan maka maknya penafian kesempurnaan. Inilah tingkatan penafianโ€ ( Syarhul Mumthi, 3/296).

Syaikh Al Utsaimin melanjutkan, โ€œsabda Nabi โ€˜ tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaabโ€˜ jika kita terapkan pada tiga jenis penafian tadi, maka kita dapati ada orang yang shalat tanpa membaca Al Fatihah.

Sehingga tidak mungkin maksudnya penafian wujud (keberadaan). Sehingga jika ada orang yang shalat tanpa membaca Al Fatihah, maka shalatnya tidak sah, karena tingkatan penafian yang kedua adalah penafian keabsahan, sehingga tidak sah shalatnya, Dan hadits ini umum, tidak dikecualikan oleh apapun.

Maka pada asalnya, nash yang umum tetap pada keumumannya. Tidak bisa dikhususkan kecuali dengan dalil syarโ€™i, yaitu nash lain, ijma, atau qiyas yang shahih. Dan tidak ditemukan satu dari 3 macam dalil ini yang mengkhususkan keumuman hadits โ€˜ tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaabโ€˜โ€ ( Syarhul Mumthi, 3/297). Kedua: Adanya perintah untuk diam ketika mendengarkan bacaan Al Qurโ€™an Diantaranya firman Allah Taโ€™ala: ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูุฑูู‰ุกูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ููŽุงุณู’ุชูŽู…ูุนููˆุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุตูุชููˆุง ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œ Dan apabila dibacakan Al Qurโ€™an, maka dengarkanlah baik-baik, dan diamlah agar kamu mendapat rahmatโ€ (QS.

Al Aโ€™raf: 204). Imam Ahmad mengomentari ayat ini, beliau berkata: โ€œpara ulama ijma bahwa perintah yang ada dalam ini maksudnya di dalam shalatโ€ ( Syarhul Mumthi, 3/297). Juga sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahuโ€™anhu: ุฅู†ู…ุง ุฌูุนู„ ุงู„ุฅู…ุงู…ู surat al-fatihah kita baca ketika ุจู‡ ุŒ ูู„ุง ุชูŽุฎุชู„ููˆุง ุนู„ูŠู‡ ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุจู‘ูŽุฑ ููƒุจู‘ูุฑูˆุง ุŒ ูˆุฅุฐุง ู‚ุฑูŽุฃ ูุฃู†ุตูุชูˆุง โ€œ sesungguhnya dijadikan seorang imam dalam shalat adalah untuk diikuti, maka jangan menyelisihinya.

Jika ia bertakbir, maka bertakbirlah, jika ia membaca ayat, maka diamlahโ€ (HR. An Nasa-i 981, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan An Nasa-i, ashl hadits ini terdapat dalam Shahihain) Tambahan ูˆุฅุฐุง ู‚ุฑูŽุฃ ูุฃู†ุตูุชูˆุง ( jika ia membaca ayat, maka diamlah), diperselisihkan oleh para ulama.

Sebagian ulama mengatakan ini adalah tambahan yang syadz, Abu Daud berkata: โ€œtambahan ini โ€˜ jika ia membaca ayat, maka diamlahโ€˜ adalah tambahan yang tidak mahfuzh, yang masih wahm (samar) bagi saya adalah Abu Khalidโ€.

Sebagian ulama mengatakan tambahan tersebut adalah tambahan yang tsabit (shahih). Yang rajih, tambahan tersebut tsabit, karena โ€ข Abu Khalid perawi hadits tersebut adalah Sulaiman bin Hayyan Al Jaโ€™fari, ia statusnya shaduq. Abu Hatim berkata: โ€œia shaduqโ€, Ibnu Hajar berkata โ€œ shaduq yukhthiโ€™โ€.

โ€ข Tambahan tersebut memiliki jalan lain dari Abu Musa Al Asyโ€™ari Radhiallahuโ€™anhu yang menguatkannya. โ€ข Tambahan pada matan bisa menjadi syadz jika matannya menyelisihi periwayatan lain yang lebih banyak dan lebih tsiqah. Adapun tambahan tersebut tidak mengandung penyelisihan atau pertentangan terhadap periwayatan lain yang lebih tsiqah.

Sehingga menurut dalil-dalil ini, sebagian ulama mengatakan bahwa makmum wajib diam mendengarkan imam membaca Al Fatihah dan ayat Al Qurโ€™an. Ketiga: Dalam shalat sirriyyah makmum wajib membaca Al Fatihah Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan, โ€œadapun dalam shalat sirriyyah, para sahabat telah menetapkan bahwa mereka biasa membaca Al Qurโ€™an ketika itu.

Jabir radhiallahuโ€™anhu berkata: ูƒู†ุง ู†ู‚ุฑุฃ ููŠ ุงู„ุธู‡ุฑ ูˆุงู„ุนุตุฑ ุฎู„ู ุงู„ุฅู…ุงู… ููŠ ุงู„ุฑูƒุนุชูŠู† ุงู„ุฃูˆู„ูŠูŠู† ุจูุงุชุญุฉ ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุณูˆุฑุฉ ูˆููŠ ุงู„ุฃุฎุฑูŠูŠู† ุจูุงุชุญุฉ ุงู„ูƒุชุงุจ โ€œkami biasa membaca ayat Al Qurโ€™an dalam shalat zhuhur dan ashar di belakang imam di dua rakaat pertama bersama dengan Al Fatihah, dan di dua ayat terakhir biasa membaca Al Fatihah (saja)โ€ (HR.

Ibnu Maajah dengan sanad shahih dan terdapat dalam Al Irwaโ€™ (506))โ€ ( Ikhtiyarat Fiqhiyyah Imam Al Albani, 120). Sehingga dalam shalat sirriyyah makmum tetap wajib membaca Al Fatihah secara lirih dan dalam hal ini masuk dalam keumuman hadits : ู„ุง ุตู„ุงุฉูŽ ู„ู…ู† ู„ู… ูŠู‚ุฑุฃู’ ุจูุงุชุญุฉู ุงู„ูƒุชุงุจู โ€œ tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaabโ€ (HR.

surat al-fatihah kita baca ketika

Al Bukhari 756, Muslim 394) Tarjih Pendapat Syaikh Al Albani memaparkan masalah ini dengan penjelasan yang bagus. Beliau mengatakan, โ€œawalnya, Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam membolehkan makmum untuk membaca Al Fatihah di belakang imam dalam shalat jahriyyah. Suatu ketika saat mereka shalat subuh, para sahabat membaca ayat Al Qurโ€™an dalam shalat hingga mereka merasa kesulitan. Ketika selesai shalat subuh Nabi bersabda: ู„ุนู„ู‘ูŽูƒู… ุชู‚ุฑุคููˆู† ุฎู„ููŽ ุฅู…ุงู…ููƒู… ุŒ ู‚ู„ู†ุง: ู†ุนู… ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ู‚ุงู„ : ูู„ุง ุชูุนู„ูˆุง ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุงุชุญุฉู ุงู„ูƒุชุงุจู ูุฅู†ู‘ูŽู‡ ู„ุง ุตู„ุงุฉูŽ ู„ู…ู† ู„ู… ูŠู‚ุฑุฃู’ ุจู‡ุง โ€œ mungkin diantara kalian ada surat al-fatihah kita baca ketika membaca Al Quโ€™ran dibelakangku?

Ubadah bin Shamit menjawab: iya, saya wahai Rasulullah. Nabi bersabda: jangan kau lakukan hal itu, kecuali Al Fatihah. Karena tidak ada shalat bagi orang yang tidak membacanyaโ€œ (HR. Al Bukhari dalam Juz-nya, Abu Daud, Ahmad, dihasankan oleh At Tirmidzi dan Ad Daruquthni) Namun kemudian Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam surat al-fatihah kita baca ketika mereka membaca semua ayat Al Qurโ€™an dalam shalat jahriyyah.

Hal ini sebagaimana suatu ketika mereka selesai mengerjakan shalat jahriyyah (dalam suatu riwayat disebutkan itu adalah shalat shubuh), Nabi bersabda: ู‡ู„ ู‚ุฑุฃูŽ ู…ุนูŠ ู…ู†ูƒู… ุฃุญุฏ ุขู†ูู‹ุง ุŸ ูู‚ุงู„ูŽ ุฑุฌู„ูŒ : ู†ุนู… ุฃูŽู†ูŽุง ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡. ู‚ุงู„ูŽ : ุฅู†ู‘ููŠ ุฃู‚ูˆู„ู : ู…ุง ู„ูŠ ุฃู†ุงุฒุนู ุŸ ู‚ุงู„ูŽ ุฃุจูˆ ู‡ุฑูŠุฑุฉ : ูุงู†ุชู‡ู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนู†ู ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉู ู…ูŽุนูŽ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนู„ูŠู‡ู ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŠู…ุง ุฌู‡ุฑูŽ ููŠู‡ู ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ู ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจุงู„ู‚ุฑุงุกุฉู ุญูŠู†ูŽ ุณู…ุนูˆุง ุฐู„ูƒูŽ ู…ูู† ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ูˆู‚ุฑูŽุคูˆุง ูููŠ ุฃู†ูุณูู‡ู…ู’ ุณุฑู‘ู‹ุง ููŠู…ุง ู„ู… ูŠุฌู‡ูŽุฑู’ ููŠู‡ู ุงู„ุฅู…ุงู…ู โ€œ apakah diantara kalian ada yang membaca Al Qurโ€™an bersamaku dalam shalat barusan?

Seorang sahabat berkata: iya, saya wahai Rasulullah. Nabi bersabda: saya bertanya kepadamu, mengapa bacaanku diselingi?โ€ Lalu Abu Hurairah mengatakan: โ€œsemenjak itu orang-orang berhenti membaca Al Qurโ€™an bersama Nabi Shallallahuโ€™alahi Wasallam dalam shalat yang beliau Shallallahuโ€™alaihi Wasallam mengeraskan bacaannya, yaitu ketika para makmum mendengarkan bacaan dari Nabi tersebut.

Dan mereka juga membaca secara sirr (samar) pada shalat yang imam tidak mengeraskan bacaannyaโ€โ€ (HR Malik, Al Humaidi, Al Bukhari dalam Juz-nya, Abu Daud, Ahmad, dan Al Mahamili, dihasankan oleh At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Abu Hatim Ar Razi dan Ibnu Hibban dan Ibnul Qayyim) Beliau Shallallahuโ€™alahi Wasallam menjadikan sikap diam mendengarkan bacaan imam sebagai bentuk iโ€™timam yang sempurna terhadap imam.

Beliau Shallallahuโ€™alahi Wasallam bersabda: ุฅู†ู…ุง ุฌูุนู„ ุงู„ุฅู…ุงู…ู ู„ูŠุคุชู…ู‘ูŽ ุจู‡ ุŒ ูู„ุง ุชูŽุฎุชู„ููˆุง ุนู„ูŠู‡ ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุจู‘ูŽุฑ ููƒุจู‘ูุฑูˆุง ุŒ ูˆุฅุฐุง ู‚ุฑูŽุฃ ูุฃู†ุตูุชูˆุง โ€œ sesungguhnya dijadikan seorang imam dalam shalat adalah untuk diikuti, surat al-fatihah kita baca ketika jangan menyelisihinya. Jika ia bertakbir, maka bertakbirlah, jika ia membaca ayat, maka diamlahโ€ (HR.

Ibnu Abi Syaibah, Abu Daud, Muslim, Abu โ€˜Awanah, Ar Ruyani dalam Musnad-nya) Sebagaimana Nabi Shallallahuโ€™alahi Wasallam juga menganggap istimaโ€˜ (mendengarkan bacaan imam) itu sudah mencukupi tanpa perlu membaca.

Sebagaimana sabdanya: ู…ูŽู† ูƒุงู† ู„ู‡ ุฅู…ุงู…ูŒ ูู‚ุฑุงุกุฉู ุงู„ุฅู…ุงู…ู ู„ู‡ ู‚ุฑุงุกุฉูŒ โ€œ barangsiapa yang memiliki imam, maka bacaan imam itu adalah bacaan baginyaโ€ (HR. Ibnu Abi Syaibah, Ad Daruquthni, Ibnu Majah, Ath Thahawi, Ahmad, dari jalan yang banyak secara musnad maupun mursal.

Ibnu Taimiyah menganggap hadits ini kuat dalam kitab Al Furuโ€˜ karya Ibnu โ€˜Abdil Hadi, dan hadits ini dishahihkan sebagian jalannya oleh Al Bushiri)โ€ (selesai nukilan perkataan Al Albani, dinukil dari Ikhtiyarat Fiqhiyyah Imam Al Albani, 119-120).

Maka, pendapat ke empat adalah yang nampaknya lebih kuat. Membaca Al Fatihah adalah rukun bagi imam dan munfarid dalam shalat sirriyyah dan jahriyyah, namun rukun bagi makmum dalam shalat sirriyyah saja, jahriyyah tidak. Dalam shalat jahriyyah, makmum cukup diam mendengarkan bacaan imam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: โ€œdalam masalah apakah makmum membaca bacaan shalat (ketika imam sedang membaca secara jahr ), pendapat yang paling pertengahan adalah: jika makmum mendengar imam sedang membaca (secara jahr ), maka ia wajib mendengarkan dan diam.

Makmum tidak membaca Al Fatihah ataupun bacaan lain. Jika makmum tidak mendengarkan imam membaca (karena dibaca secara sirr ), maka ia wajib membaca Al Fatihah dan bacaan tambahan lainnya. Inilah pendapat jumhur salaf dan khalaf.

Ini juga merupakan pendapat Imam Malik dan murid-muridnya, Imam Ahmad bin Hambal dan mayoritas muridnya, juga salah satu pendapat dari Imam Asy Syafiโ€™i yang dikuatkan oleh sebagian muhaqqiq dari kalangan murid-murid beliau, juga pendapat Muhammad bin Al Hasan serta murid-murid Imam Abu Hanifah yang lainnyaโ€ ( Majmuโ€™ Fatawa18/20).

surat al-fatihah kita baca ketika

Namun perlu kami tekankan bahwa ini adalah masalah khilafiyah ijtihadiyyah yang seharusnya kita mengormati pendapat yang menyatakan bahwa makmum tetap wajib membaca Al Fatihah dalam semua shalat. Adapun pendapat yang menyatakan bahwa membaca Al Fatihah hukumnya tidak wajib sama sekali secara mutlak atau bahkan makruh bagi makmum, maka ini pendapat yang bertentangan dengan banyak dalil yang ada, sehingga tidak bisa kita toleransi.

(bersambung insya Allah) โ€” Kata para ulama, jika imam membaca Al Fatihah dengan cepat maka makmum (yang berpegang pada pendapat wajib baca Al Fatihah) mesti membacanya hampir berbarengan dengan imam.

Contoh, ketika imam selesai membaca โ€œAlhamdulillahirabbil โ€˜alaminโ€ makmum langsung membaca โ€œAlhamdulillahirabbil โ€˜alaminโ€, dst. mau tanya ustadz. kata imam di mesjid saya, antara (shalat jahriyyah ) waktu baca alfatihah sama baca surat al quran diberi tenggang waktu pada makmum untuk baca alfatihah.

surat al-fatihah kita baca ketika

jadi maksudnya si imam bakal diam beberapa saat sebelum membaca surat dengan tujuan memberi waktu untuk makmum membaca alfatihah. apa ini dibenarkan?. Afwan ustadz, hadits : โ€œbarangsiapa yang memiliki imam, maka bacaan imam itu adalah bacaan baginyaโ€ itu adalah hadits dhoif, sehingga tidak bisa dijadikan acuan. Ini penjelasan takhrijnya: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=222139 Hadits Ubadah di atas mengecualikan Al-Fatihah dari larangan membaca atau diam di belakang imam meskipun imam membaca jahr.

Dalam hadits Anas dalam Bukhari ada tambahan โ€œbagi dirinya sendiriโ€, maksudnya membacanya pelan saja. (penjelasan tentang hadist di atas secara lengkap ada disini: http://abul-jauzaa.blogspot.coโ€ฆ Dan perkataan Abu Hurairah ra โ€œsemenjak itu orang-orang berhenti membaca Al Qurโ€™an bersama Nabi Shallallahuโ€™alahi Wasallam dalam shalat yang beliau Shallallahuโ€™alaihi Wasallammengeraskan bacaannyaโ€, maksudnya adalah โ€œberhenti membaca dengan kerasโ€.

Kesimpulannya, makmum tetap wajib membaca al-fatihah di belakang imam meskipun imam membaca jahr. Memang hadits tersebut diperselisihkan keshahihannya.

Terdapat jalan yang mursal dan musnad. Syaikh Al Albani dan juga Ibnu Taimiyah menguatkan bahwa jalan-jalan yang musnad bisa saling menguatkan. Dan Al Albani ketika membahas masalah di atas pun beliau menyebutkan hadits surat al-fatihah kita baca ketika terakhir, sebagai isyarat bahwa ini bukan dalil utama.

โ€˜Ala kulli haal, ini masalah khilaf ijtihadiyyah sebagaimana kami sudah sebutkan di atas. Terimakasih banyak atas para penyusun ilmu. pertama, sudah jelas diawal bahwa โ€œtidak dihitung shalat jika tidak membaca Al-Fatihahโ€ bagaimana mungkin seorang makmum masbuq surat al-fatihah kita baca ketika hanya mendapat rukuโ€™ nya imam sedangkan dia sama sekali tidak membaca Al-Fatihah itu sudah dihitung satu rakaat?

ini adalah pernyataan yg bertentangan. tolong diperjelas. kedua, bagi yang memahami โ€˜bolehโ€™ membaca Al-Fatihah ketika imam membaca ayat Al-Quran (setelah Al-Fatihah) penjelasan diatas hanya pendapat para Ulama yang membolehkannya, adakah riwayat atau contoh dari Rasulullah saw? sedangkan Rasulullah saw dalam keterangan diatas menegur makmum yang membaca ayat ketika Imam membaca Jahr.

*sebagai hamba yang harus memilih tentu kami akan mengikuti yang sudah jelas riwayatnya. terima kasih Karena yang bicara demikian adalah Nabi sendiri. Dalam hadits Abu Bakrah Nafiโ€™ bin Al Harits radhiallahuโ€™anhu: ุฃู†ู‘ูŽู‡ู ุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆู‡ูˆ ุฑูŽุงูƒูุนูŒุŒ ููŽุฑูŽูƒูŽุนูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃู†ู’ ูŠูŽุตูู„ูŽ ุฅู„ู‰ ุงู„ุตู‘ูŽูู‘ูุŒ ููŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุฐู„ูƒูŽ ู„ู„ู†ุจูŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ุงู„ูŽ: ุฒูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูุฑู’ุตู‹ุง ูˆู„ูŽุง ุชูŽุนูุฏู’ โ€œIa mendapati Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam dalam keadaan rukuk, maka ia pun rukuk sebelum ia berjalan masuk ke shaf.

Maka hal ini pun disampaikan kepada Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam, beliau bersabda: semoga Allah menambahkan semangat kepadamu wahai Abu Bakrah, namun shalatmu tidak perlu diulangโ€ (HR. Bukhari no.783). Bismillah assalaamuโ€™alaikum ustadz afwan izin bertanya, bagaimana jika bacaan imam salah dalam alfatihah, apa makmum harus mengulang, dan bagaimana jika shalat jumโ€™at apa harus mengulangi dan mengganti dengan shalat dhuhur karena imam bacaan alfatihahnya salah, dan saya jadi ragu kalau kemasjid ustadz, takut bacaan imam salah dan nanti mengulang shalat, kemudian saya jadinya malah kadang shalat di rumah tdk kemasjid karena itu ustadz, itu gimana solusinya ustadz?

Assalamualaikum Ana mengikuti imam dari awal takbir shalat yaitu dalam shalat sirriyyah. Akan tetapi ana gak bisa tuntaskan bacaan alfatihah ( sampai di ihdinassirotholโ€ฆ) karena imam sdh keburu rukuk Apa yg harus ana lakuin, ikut imam atau selesaikan bacaan alfatihah?

Karena ana menguatkan akan wajibnya bacaan alfatihah baik jahr dan sir. Apakah terhitung sah shalatnya ya ustadz? Klw bacaan alfatihah tdk tuntas, karena mengikuti imam yg sdh rukuk. Syukran
Surah Al-Fatihah dikenali sebagai ummul kitab; pembuka surah. Majoriti orang Islam pasti sudah menghafal surah ini kerana membacanya termasuk dalam salah satu rukun dalam solat.

Begitu juga setiap kali kita ingin membaca Al-Quran, pasti dimulakan dengan ummul kitab Al-Fatihah. Tapi percayakah anda kalau saya katakan tidak semua yang menghafal Al-Fatihah dapat membacanya dengan betul?

Bahkan ramai antara kita seakan terlupa untuk mengambil berat soal pembacaan ummul kitab yang betul. Asal sudah hafal, kira bagus. Untuk ayat kedua surah Al-Fatihah: ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูฐู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูฐู„ูŽู…ููŠู†ูŽ Untuk bacaan kalimah โ€˜Alaminโ€™ sepatutnya dibaca dengan sebutan huruf ุน; tempat keluar huruf ini di tengah kerongkong.

Tapi ramai yang membuat kesilapan dengan membaca kalimah tersebut seolah ia ditukar kepada huruf ุฃ; tempat keluar huruf ini di pangkal kerongkong. Walaupun anda sudah menghafal surah Al-Fatihah dengan baik, jangan sesekali ambil mudah soal makhraj setiap huruf.

Silap sedikit, boleh mengubah maksud sesebuah ayat yang indah menjadi buruk. Lagi-lagi bacaan Al-Fatihah ini merupakan rukun dalam solat. Sia-sia saja sekiranya apa yang anda ulang beberapa belas kali dalam solat seharian membawa maksud yang berlainan. Mudah-mudahan perkongsian ringkas ini boleh membawa manfaat. Mari kita sama-sama memperbaiki bacaan surah ini. Sebaiknya kita berguru dengan mereka yang mahir dalam bidang berkaitan bagi menyemak surat al-fatihah kita baca ketika kita.โ€ข โ€ข Menu โ€ข Info Utama โ€ข Info Pemerintahan โ€ข Info Pembangunan โ€ข Info Kegiatan โ€ข Hukum & Kriminal โ€ข Info Hukum โ€ข Info Kriminal โ€ข Info Budaya โ€ข Info Budaya โ€ข Info Kuliner โ€ข Tokoh Kitek โ€ข Sumsel โ€ข Nasional โ€ข Info Nasional surat al-fatihah kita baca ketika Info Internasional โ€ข Info Hiburan โ€ข Info Unik โ€ข Opini โ€ข Hot News โ€ข Info Unik โ€ข Info Hukum โ€ข Info Kriminal โ€ข Info Pemerintahan โ€ข Info Olahraga Rindu itu kan anugerah dari Allah, insan yang berhati nurani pasti akan rasa rindu itu kerana ia dah jadi fitrah manusia.

Tidak salah kalau kita rindukan seseorang yang jauh nun disana. Takut jadi zina hati? Kita perlu faham apa yang dimaksudkan dengan zina hati ni.

surat al-fatihah kita baca ketika

Zina hati ini sebenarnya apabila kita teringatkan seseorang ajnabi sambil membayangkan atau berniat untuk melakukan zina bersamanya.tapi setakat rindu itu lumrah. Manusia kan ada perasaan. Dan tidak ada dosa bagi kamu tentang apa yang kamu bayangkan (secara sindiran),untuk meminang perempuan (yang kematian suami dan masih dalam `iddah),atau tentang kamu menyimpan dalam hati (keinginan berkahwin dengan mereka).Allah mengetahui bahawa kamu akan menyebut-nyebut (atau mengingati) mereka, yang demikian itu tidaklah salah), akan tetapi janganlah kamu membuat janji dengan mereka di dalam sulit,selain dari menyebutkan kata-kata (secara sindiran yang sopan.Dan janganlah kamu menetapkan dengan bersungguh-sungguh (hendak melakukan) akad nikah sebelum habis `iddah yang ditetapkan itu.Dan ketahuilah,sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kamu,maka beringat-ingatlah kamu akan kemurkaanNya,dan ketahuilah,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyabar.
ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ุตูุจู’ุญูŽ, ุซูŽู‚ูู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุงูู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูู†ูู‘ูŠ ุงูŽุฑูŽุงูƒูู…ู’ ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุคูู†ูŽ ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽ ุงูู…ูŽุงู…ููƒูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงููŠ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽุงุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ุงูู„ูŽู‘ุง ุจูุฃูู…ูู‘ ุงู„ู‚ูุฑู’ุงูŽู†ู, ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูู‡ูŽุง [ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุชูุฑู…ูุฐููŠ].

Dari โ€˜Ubadah (diriwayatkan) ia berkata, pernah Rasulullah saw shalat subuh, beliau merasa terganggu dengan bacaan (nyaring) makmum. Setelah selesai shalat lalu beliau menegur, aku kira kalian membaca yang sama di belakang imam kalian? โ€˜Ubadah berkata, kita sama-sama menjawab, ya Rasulullah, demi Allah benar begitu.

Lalu Nabi surat al-fatihah kita baca ketika bersabda, janganlah kalian melakukan demikian kecuali bacaan ummul-Qurโ€™an (al-Fatihah). Sesungguhnya tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca al-Fatihah [HR.

at-Tirmidzi No. 311].

Cara benar membaca Al-fatihah (Tahsin Al-fatihah)




2022 www.videocon.com