Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Hak Asasi Manusia merupakan hak yang dimiliki setiap manusia sejak dia lahir. Sebagai bentuk usaha menjamin pemenuhan hak-hak warganya, pemerintah membuat peraturan yang mengatur tentang hak asasi manusia. Peraturan tersebut dituangkan dalam Udang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang. Berikut ini merupakan 10 jaminan hak asasi manusia yang tertuang dalam UU dan UUD 1945: 1.Hak untuk Hidup Jaminan yang paling dasar yang diatur dalam undang-undang adalah jaminan untuk hidup.

Jaminan hak untuk hidup ini tercantum padapasal 28 A UUD 1945. Pada pasal 28 A disebutkan bahwa “ Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.” Jaminan mengenai hak untuk hidup ini dijabarkan lagi pada UU no 39 Tahun 1999 pasal 9 sebagai berikut: • Pasal 9, setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya.

Setiap orang berhak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin. Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. (baca juga: Dasar Hukum HAM ) 2. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan Jaminan perlindungan HAM mengenai hak untuk membangun keluarga dan melanjutkan keturunan tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 B ayat 1 yang menyebutkan bahwa “ Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah”.

Penjelasan lebih lanjut mengenai jaminan hak warga untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan dapat ditemui pada UU no 39 Tahun 1999 pasal 10 yaitu : • Pasal 10, setiap orang berhak membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Perkawinan yang sah hanya dapat berlangsung atas kehendak bebas calon suami dan calon istri yang bersangkutan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (baca juga: Pengertian Instrumen HAM di Indonesia) Artikel lainnya: • Contoh Kegiatan Memajukan Kesejahteraan Umum • Asas Ius Soli • Pelanggaran Hak Warga Negara • Wewenang Mahkamah Konstitusi • Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi 3.

Hak Mengembangkan Diri Kebebasan untuk mengembangan diri tercantum di beberapa pasal dalam UUD 1945. Pertama tercantum dalam pasal 28C ayat 1 dan 2 yang berbuyi : • Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

• Setiap orang berhap untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (baca juga: Perwujudan Kedaulatan Rakyat) Selain pasal 28 C, kebebasan untuk mengembangkan diri juga tercantum pada pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan bahwa “ Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.” Selanjutnya kebebasan mengembangan diri ini dijabarkan lebih lanjut pada UU no 39 Tahun 1999 pasal 11-16. Berikut ini merupakan pasal-pasal tersebut: • Pasal 11, setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dan berkembang secara layak.

• Pasal 12, setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya, untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggung jawab, berakhlak mulia, bahagia, dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia.

(baca juga: Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945) • Pasal 13, setiap orang berhak untuk mengembangkan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya sesuai dengan martabat manusia demi kesejahteraan pribadinya, bangsa dan umat manusia. • Pasal 14, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia.

• Pasal 15, setiap orang berhak untuk memperjuangkan hak pengembangan dirinya, baik secara pribadi maupun kolektif, untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya. • Pasal 16, setiap orang berhak untuk melakukan pekerjaan sosial dan kebajikan, mendirikan organisasi untuk itu, termasuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, serta menghimpun dana untuk maksud tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(baca juga: Jenis jenis pelanggaran HAM) 4. Hak Memperoleh Keadilan Hak memperoleh keadilan tercantum dalam UUD 1945 pasal 28 D ayat 1 yang menyebutkan bahwa “ Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum”. Peratuan mengenai hak atas keadilan ini tertuang pula dalam UU no 39 Tahun 1999 pasal 17-19 sebagai berikut: • Pasal 17 Setiap orang, tanpa diskriminasi, berhak untuk memperoleh keadilan dengan mengajukan permohonan, pengaduan, dan gugatan, dalam perkara pidana, berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali, maupun administrasi serta diadili melalui proses peradilan yang bebas dan tidak memihak, sesuai dengan hukum acara yang menjamin pemeriksaan yang obyektif oleh hakim yang jujur dan adil untuk memperoleh putusan yang adil dan benar.

(baca juga: Hambatan Penegakan HAM) • Pasal 18 Setiap orang yang ditangkap, ditahan, dan dituntut karena disangka melakukan sesuatu tindak pidana berhak dianggap tidak bersalah, sampai dibuktikan kesalahannya secara sah dalam suatu sidang pengadilan dan diberikan segala jaminan hukum yang diperlukan untuk pembelaannya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setiap orang tidak boleh dituntut untuk dihukum atau dijatuhi pidana, kecuali berdasarkan suatu peraturan perundang-undangan yang sudah ada sebelum tindak pidana itu dilakukannya. Setiap ada perubahan dalam peraturan perundang-undangan, maka berlaku ketentuan yang paling menguntungkan bagi tersangka.

Setiap orang yang diperiksa berhak mendapatkan bantuan hukum sejak saat penyidikan sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Setiap orang tidak dapat dituntut untuk kedua kalinya dalam perkara yang sama atas suatu perbuatan yang telah memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

• Pasal 19 Tiada suatu pelanggaran atau kejahatan apapun diancam dengan hukuman berupa perampasan seluruh harta kekayaan milik yang bersalah. Tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang.

5. Hak Atas Kebebasan Pribadi Terdapat beberapa pasal mengenai kebebasan pribadi ini. Kebebasan pribadi yang diberikan meliputi kebebasan memeluk agama, kebebasan berpendapat, status kewarganegaraan, dan lain-lain.

Pada UUD 1945 kebebasan memeluk agama dijelaskan pada pasal 29 ayat 2 yaitu “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.” Kebebasan untuk berpendapat terdapat pada pasal 28 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “ Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”.

Selain itu juga dijelaskan pada pasal 28 F yaitu “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.” Kebebasan pribadi mengenai agama, berpendapat, dan memilih tempat tinggal juga dijelaskan pada pasal 28 E yang terdiri dari 3 ayat berikut: • Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

• Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini keperjayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. • Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Peraturan yang menjamin hak atas kebebasan pribadi juga terdapat pada pasal 28 I UUD 1945 ayat 1-2 yang menyatakan bahwa : • Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.

• Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.’’’ Jaminan atas hak-hak kebebasan pribadi juga tercantum dalam UU no 39 Tahun 1999 pasal 20-27 sebagai berikut : • Pasal 20, tidak seorangpun boleh diperbudak atau diperhamba.

Perbudakan atau perhambaan, perdagangan budak, perdagangan wanita, dan segala perbuatan berupa apapUn yang tujuannya serupa, dilarang. • Pasal 21, Setiap orang berhak atas keutuhan pribadi, baik rohani maupun jasmani, dan karena itu tidak boleh menjadi obyek penelitian tanpa persetujuan darinya.

• Pasal 22, setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

• Pasal 23, setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politiknya. Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa.

• Pasal 24, setiap orang berhak untuk berkumpul, berapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai. Setiap warga negara atau kelompok masyarakat berhak mendirikan partai politik, lembaga swadaya masyarakat atau organisasi lainnya untuk berperan serta dalam jalannya pemerintahan dan penyelenggaraan negara sejalan dengan tuntutan perlindungan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

• Pasal 25, setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk hak untuk mogok sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. • Pasal 26 • setiap orang berhak memiliki, memperoleh, mengganti, atau mempertahankan status kewarganegaraannya.

Setiap orang bebas memilih kewarganegaraannya dan tanpa diskriminasi berhak menikmati hak-hak yang bersumber dan melekat pada kewarganegaraannya serta wajib melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

• Pasal 27, setiap warga negara Indonesia berhak untuk secara bebas bergerak, berpindah, dan bertempat tinggal dalam wilayah negara Republik Indonesia. Setiap warga negara Indonesia berhak meninggalkan dan masuk kembali ke wilayah negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(baca juga: Ciri-Ciri Konstitusi) 6. Hak Atas Rasa Aman Bentuk dalam mengatur beberapa jaminan perlindungan HAM, yang banyak dipunyai dalam jaminan atas rasa aman diatur pada UUD 1945 tepatnya pada pasal 28 G yaitu: • Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, masyarakat, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

• Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. Dalam UU no 39 tahun 1999 hak atas rasa aman dijelaskan pada pasal 28-35.

Pasal-pasal tersebut adalah sebagai berikut : • Pasal 28, setiap orang berhak mencari suaka untuk memperoleh perlindungan politik dari negara lain. Hak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi mereka yang melakukan kejahatan nonpolitik atau perbuatan yang bertentangan dengan tujuan dan prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa. • Pasal 29, setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan hak miliknya.

Setiap orang berhak atas pengakuan di depan hukum sebagai manusia pribadi di mana saja ia berada. • Pasal 30, setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. • Pasal 31, tempat kediaman siapapun tidak boleh diganggu.

Menginjak atau memasuki suatu pekarangan tempat kediaman atau memasuki suatu rumah bertentangan dengan kehendak orang yang mendiaminya, hanya diperbolehkan dalam hal-hal yang telah ditetapkan oleh Undang-undang. • Pasal 32, kemerdekaan dan rahasia dalam hubungan surat-menyurat termasuk hubungan komunikasi melalui sarana elektronik tidak boleh diganggu, kecuali atas perintah hakim atau kekuasaan lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

• Pasal 33, setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman, atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan martabat kemanusiaannya. Setiap orang berhak untuk bebas dari penghilangan paksa dan penghilangan nyawa. • Pasal 34, setiap orang tidak boleh ditangkap, ditahan, disiksa, dikucilkan, diasingkan, atau dibuang secara sewenang-wenang.

• Pasal 35, setiap orang berhak hidup di dalam tatanan masyarakat dan kenegaraan yang damai, aman, dan tenteram, yang menghormati, melindungi, dan melaksanakan sepenuhnya hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini. (baca juga: Hubungan Demokrasi dan HAM di Indonesia) 7. Hak atas Kesejahteraan Dalam UUD 1945 juga mengatur mengenai hak atas kesejahteraan yang tercantum dalam pasal 28H ayat 1-4 sebagai berikut : • Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.’’ • Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.’’ • Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

• Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.’’ Dalam UU no 39 Tahun 1999 jaminan perlindungan HAM dalam hak mengenai kesejahteraan di jelaskan pada pasal 36-42 sebagai berikut : • Pasal 36, setiap orang berhak mempunyai milik, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain demi pengembangan dirinya, keluarga, bangsa, dan masyarakat dengan cara yang tidak melanggar hukum.

Tidak boleh seorangpun boleh dirampas miliknya dengan sewenang-wenang dan secara melawan hukum. Hak milik mempunyai fungsi sosial. • Pasal 37 pencabutan hak milik atas suatu benda demi kepentingan umum, hanya diperbolehkan dengan mengganti kerugian yang wajar dan segera serta pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabila sesuatu benda berdasarkan ketentuan hukum demi kepentingan umum harus dimusnahkan atau tidak diberdayakan baik untuk selamanya maupun untuk sementara waktu maka hal itu dilakukan dengan mengganti kerugian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kecuali ditentukan lain.

• Pasal 38, setiap orang berhak, sesuai dengan bakat, kecakapan, dan kemampuan, berhak atas pekerjaan yang layak. Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan. Setiap orang, baik pria maupun wanita yang melakukan pekerjaan yang sama, sebanding, setara atau serupa, berhak atas upah serta syarat-syarat perjanjian kerja yang sama.

Setiap orang, baik pria maupun wanita, dalam melakukan pekerjaan yang sepadan dengan martabat kemanusiaannya berhak atas upah yang adil sesuai dengan prestasinya dan dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluarganya. • Pasal 39, setiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh dihambat untuk menjadi anggotanya demi melindungi dan memperjuangkan kepentingannya serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. • Pasal berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali, setiap orang berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan yang layak.

• Pasal 41, setiap warga negara berhak atas jaminan sosial yang dibutuhkan untuk hidup layak serta untuk perkembangan pribadinya secara utuh. Setiap penyandang cacat, orang yang berusia lanjut, wanita hamil, dan anak-anak, berhak memperoleh kemudahan dan perlakuan khusus.

• Pasal 42, setiap warga negara yang berusia berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali, cacat fisik dan atau cacat mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan, dan bantuan khusus atau biaya negara, untuk menjamin kehidupan yang layak sesuai dengan martabat kemanusiaannya, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Artikel lainnya: • Bahaya Akibat Jika Tidak Ada Keadilan Dalam Masyarakat • Hubungan Negara dengan Warga Negara • Sistem Politik Demokrasi • Fungsi Lembaga Swadaya Masyarakat • Pengertian Demokrasi 8.

Hak Turut Serta dalam Pemerintahan Kebebasan bagi seluruh warga untuk berpartisipasi dalam pemerintahan diatur pada pasal 28 D ayat 3 yang menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan”.

Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini diatur dalam UU no 39 Tahun 1999 pasal 43 dan 44 sebagai berikut : • Pasal 43, setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Setiap warga negara berhak turut serta dalam pemerintahan dengan langsung atau dengan perantaraan wakil yang dipilihnya dengan bebas, menurut cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Setiap warga negara dapat diangkat dalam setiap jabatan pemerintahan. • Pasal 44, setiap orang baik sendiri maupun bersama-sama berhak mengajukan pendapat, permohonan, pengaduan, dan atau usulan kepada pemerintah dalam rangka pelaksanaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien, baik dengan lisan maupun dengan tulisan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (baca juga: Hak perlindungan Anak) 9. Hak Wanita Hak wanita diatur dalam UU no 39 Tahun 1999 pada pasal 45-51, yang harus kita ketahui beberapa pasalnya dalam perundang-undangan alkitab sebagai berikut: • Pasal 45, hak wanita dalam Undang-undang ini adalah hak asasi manusia.

• Pasal 46, sistem pemilihan umum, kepartaian, pemilihan anggota badan legislatif, dan sistem pengangkatan di bidang eksekutif, yudikatif, harus menjamin keterwakilan wanita sesuai persyaratan yang ditentukan. • Pasal 47, seorang wanita yang menikah dengan seorang pria berkewarganegaraan asing tidak secara otomatis mengikuti status kewarganegaraan suaminya tetapi mempunyai hak untuk mempertahankan, mengganti, atau memperoleh kembali status kewarganegaraannya.

• Pasal 48, wanita berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran di semua jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. • Pasal 49, wanita berhak untuk memilih, dipilih, diangkat dalam pekerjaan, jabatan, dan profesi sesuai dengan persyaratan dan peraturan perundang-undangan. Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita.

Hak khusus yang melekat pada diri wanita dikarenakan fungsi reproduksinya, dijamin dan dilindungi oleh hukum. • Pasal 50, wanita telah dewasa dan atau telah menikah berhak untuk melakukan perbuatan hukum sendiri, kecuali ditentukan lain oleh hukum agamanya. • Pasal 51, seorang isteri selama dalam ikatan perkawinan mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dengan suaminya atas semua hal yang berkenaan dengan kehidupan perkawinannya, hubungan dengan anak-anaknya, dan hak pemilikan serta pengelolaan harta bersama.

Setelah putusnya perkawinan, seorang wanita mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dengan mantan suaminya atas semua hal yang berkenaan dengan anak-anaknya, dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Setelah putusnya perkawinan, seorang wanita mempunyai hak yang sama dengan mantan suaminya atas semua hal yang berkenaan dengan harta bersama tanpa mengurangi hak anak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(baca juga: Ciri-ciri Negara Demokrasi) 10. Hak Anak Peraturan yang mengatur mengenai hak anak pada UUD 1945 berada pada pasal 28B ayat 2 yang menyatakan bahwa “ Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan diskriminasi.” Peraturan lebih detil mengenai perlindungan hak anak dijelaskan pada UU no 39 tahun 1999 pasal 52-66.

Itulah sekilas artikel tentang jaminan perlindungan dari hak asasi manusia yang bisa kalian ketahui yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dalam Undang-Undang Dasar 1945. PENERBIT ILMU BAKTI SDN. BHD. Kandungan Skim Pentaksiran STPM Pengajian Am ii Jadual Analisis Soalan STPM Pengajian Am Semester 3 (2018 – 2020) iii Ulasan Soalan STPM Pengajian Am Semester 3 (2020) vi PENERBIT ILMU BAKTI SDN.

BHD.BAB 1Bukan Linear kepada Linear 1 BAB 2 Hubungan Diplomatik 19 BAB 3 Penglibatan, Peranan dan Sumbangan Malaysia 29 BAB 4 Isu dan Cabaran 62 BAB 5 Penulisan Esei 110 Kertas Model STPM (Kertas 3) 123 Jawapan 129 Penerbit Ilmu Bakti Sdn.

Bhd. (732516-M) No. 18, Jalan PJS 5/26, Taman Desaria, 46150 Petaling Jaya, Selangor Darul Ehsan. Tel: 03-7783 3233, 7783 5233 Faks: 03-7783 7233 E-mel: [email protected] Laman web: www.penerbitilmubakti.com © Penerbit Ilmu Bakti Sdn.

Bhd. (732516-M) 2021 Pertama kali diterbitkan 2021 ISBN 978-967-2997-85-6 Cetakan: 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Semua hak cipta terpelihara. Sebarang bahagian dalam buku ini tidak boleh diterbitkan semula, disimpan dalam cara yang boleh digunakan lagi, ataupun dipindahkan dalam sebarang bentuk atau cara, baik secara elektronik, mekanik, gambar, rakaman dan sebagainya, tanpa kebenaran terlebih dahulu daripada Penerbit Ilmu Bakti Sdn.

Bhd. (732516-M). Penyunting: Nur Diyana Abd Rahim Pereka kulit buku: Janet Wong Pereka letak: Multitype Graphics Teks diset dalam Arial Regular 10/12 poin Dicetak di Malaysia oleh Herald Printers Sdn. Bhd. Skim Pentaksiran STPM Pengajian Am Semester Kod dan Jenis ujian Markah Masa Pentadbiran pengajian nama kertas (wajaran) 80 (29%) Ujian Bertulis PENERBIT ILMU BAKTI SDN.

BHD.Bahagian A: 15 Soalan aneka pilihan • 15 soalan diberikan (Jawab semua soalan) Semester 900/1 Bahagian B: 15 1 Pengajian Soalan berstruktur 2 jam Pentaksiran berpusat • 4 soalan diberikan Am 1 (Jawab semua soalan) Bahagian C: 50 Soalan esei • 3 soalan diberikan (Jawab 2 daripada 3 soalan) Ujian Bertulis 60 (22%) Bahagian A: 15 Soalan berstruktur • 4 soalan diberikan (Jawab semua soalan) 900/2 Bahagian B: 20 1½ jam Pentaksiran berpusat Pengajian Soalan alih bentuk komunikasi • 2 soalan diberikan Am 2 (Jawab 1 daripada 2 soalan) Semester Bahagian C: 25 2 Soalan esei • 2 soalan diberikan (Jawab 1 daripada 2 soalan) Kerja Kursus 55 (20%) Pentaksiran oleh guru (Kerja Projek) sekolah bagi calon 900/4 Pilih satu tema daripada dua Sepanjang sekolah kerajaan dan Pengajian tema yang diberikan dan Semester calon sekolah bantuan hasilkan satu tugasan daripada kerajaan Am 4 tema yang pilih 2 Pentaksiran oleh Tema adalah berdasarkan tajuk pemeriksa yang dilantik yang terdapat dalam sukatan bagi calon sekolah swasta pelajaran Pengajian Am dan calon persendirian Ujian Bertulis 80 (29%) Semester 900/3 Bahagian A: 15 2 jam Pentaksiran berpusat 3 Pengajian Soalan aneka pilihan 15 • 15 soalan diberikan Am 3 (Jawab semua soalan) Bahagian B: Soalan alih bentuk komunikasi • 2 soalan diberikan (Jawab 1 daripada 2 soalan) Bahagian C: 50 Soalan esei • 3 soalan diberikan (Jawab 2 daripada 3 soalan) ii Jadual Analisis Soalan STPM Pengajian Am Semester 3 (2018 – 2020) Bahagian A: Soalan Aneka Pilihan PENERBIT ILMUNo.

Tajuk 2018 2019 2020 BAKTI SDN. BHD. S1, S2, S3 1 Hubungan luar Malaysia S1, S3 S1 S4, S5, S6 2 Pertubuhan Negara-Negara Asia Tenggara S4, S5, S6, S13 S4, S6 (ASEAN) – – 3 Kerjasama Selatan-Selatan –– S8, S10 – 4 Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) – – S7 – 5 Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) S8, S9, S12 S3, S5, S8 – S9, S11, S12, 6 Kumpulan Lapan Negara Membangun (D8) – – S13, S15 S14 7 Negara-negara membangun – S2 15 8 Negara-negara Komanwel S2 S10 9 Pergerakan Negara-Negara Berkecuali (NAM) – – 10 Isu semasa S7, S10, S11 S7, S9, S13, S14, S15 11 Cabaran S14, S15 S11, S12 Jumlah 15 15 Bahagian B: Alih Bentuk Komunikasi – Mengalih Teks Bukan Linear kepada Bentuk Linear Soalan Jenis Kata kunci Corak soalan Kehendak soalan Kombinasi jawapan Tahun 2018 2+2 16 Jadual Bandingkan Bandingkan enrolmen Calon mestilah dan beri pelajar antarabangsa membandingkan enrolmen alasan yang menuntut di institusi pelajar dan berikan alasan pengajian tinggi tempatan negara tersebut menjadi mengikut negara terpilih pilihan pelajar-pelajar untuk dan jantina pada tahun melanjutkan pelajaran pada 2012 dan tahun 2013 dan peringkat pengajian tinggi berikan alasan negara tersebut menjadi pilihan bagi pelajar-pelajar dari luar negara untuk melanjutkan pelajaran pada peringkat tinggi iii Soalan Jenis Kata kunci Corak soalan Kehendak soalan Kombinasi 17 Jadual jawapan Bandingkan B a n d i n g k a n j u m l a h • Calon dikehendaki jumlah kedatangan pelancong membuat perbandingan 2+2 kedatangan dengan jumlah pendapatan jumlah kedatangan pelancong dari tahun 2012 hingga pelancong dengan jumlah dengan tahun 2016 dan huraikan pendapatan dari tahun jumlah masalah yang boleh 2012 hingga tahun 2016 pendapatan menggugat kehadiran • Calon juga perlu pelancong asing ke negara menghuraikan masalah ini yang boleh menggugat kehadiran pelancong asing ke negara Malaysia PENERBIT ILMU Bahagian C: Soalan EseiBAKTI SDN.

BHD. Soalan Kata kunci Tema Kehendak soalan Tahun 2018 18 Huraikan Jalinan hubungan diplomatik Menghuraikan manfaat hasil hubungan diplomatik 19 Jelaskan dengan negara jiran dan serantau 20 Huraikan Kestabilan politik dan keselamatan Menjelaskan peranan Malaysia untuk di rantau Asia Tenggara mengekalkan kestabilan dan keselamatan di rantau Asia Tenggara Jenayah siber Menghuraikan kesukaran kerajaan Malaysia membendung jenayah siber meskipun telah menggubal beberapa undang-undang siber Tahun 2019 18 Jelaskan Kebanjiran warga asing Menjelaskan ancaman kebanjiran warga asing kepada negara 19 Jelaskan Pendirian bebas, berkecuali dan Menjelaskan kepentingan pendirian ini dalam 20 Jelaskan berprinsip mengadakan hubungan luar 18 Huraikan 19 Huraikan Usaha memesatkan ekonomi negara Menjelaskan pelbagai usaha memajukan bidang 20 Huraikan ekonomi oleh kerajaan di peringkat serantau dan antarabangsa Tahun 2020 Manfaat Malaysia sebagai tuan rumah Membuat huraian tentang manfaat yang bagi acara sukan antarabangsa diperoleh Malaysia hasil daripada menjadi tuan rumah bagi acara sukan antarabangsa Usaha yang dilakukan Malaysia Membuat huraian tentang usaha yang telah bagi menangani perluasan aktiviti dilaksanakan Malaysia bagi menangani keganasan peringkat serantau dan perluasan aktiviti keganasan peringkat serantau antarabangsa dan antarabangsa Faktor yang menyumbang kepada Membuat huraian tentang faktor yang pemanasan global ekoran kepesatan menyumbang kepada pemanasan global ekoran pembangunan tanpa mengambil kepesatan pembangunan tanpa mengambil kira kira alam sekitar dan langkah alam sekitar dan langkah menanganinya pada menanganinya pada peringkat peringkat antarabangsa antarabangsa v Ulasan Soalan STPM Pengajian Am Semester 3 (2020) Bahagian A: Soalan Aneka Pilihan Soalan Cadangan Jawapan dan Ulasan PENERBIT ILMU1 Objektif utama dasar luar C melindungi kepentingan nasional pada peringkat antarabangsa BAKTI SDN.

BHD. Malaysia ialah Melindungi kepentingan nasional pada peringkat antarabangsa adalah objektif utama bagi dasar luar Malaysia. 2 Yang manakah tindakan A Menjalinkan hubungan dengan negara luar tanpa mengira ideologi Malaysia yang menunjukkan Tindakan Malaysia yang mengamalkan dasar berkecuali dapat ditunjukkan amalan dasar berkecuali? dengan menjalinkan hubungan diplomatik dengan negara luar tanpa mengira ideologi. 3 Pilih penyataan yang benar D III dan IV tentang faktor yang berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali III Kedudukan strategik geopolitik berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali kira oleh Malaysia dalam IV Rakyat Malaysia yang berbilang kaum menentukan dasar luarnya.

Antara faktor yang diambil kira oleh Malaysia dalam menentukan dasar luar adalah berdasarkan kepada kedudukan strategik geopolitik negara dan juga penduduk Malaysia yang berbilang kaum. 4 Yang manakah sebab Malaysia C II dan IV menyokong Zon Bebas Senjata II Menjamin keselamatan perairan di Selat Melaka Nuklear Asia Tenggara? IV Mengelakkan kemungkinan persaingan senjata nuklear di rantau ini Antara sebab Malaysia menyokong Zon Bebas Senjata Nuklear Asia Tenggara adalah bagi menjamin keselamatan perairan di selat Melaka dan juga bagi mengelakkan kemungkinan berlakunya persaingan senjata nuklear di rantau Asia Tenggara.

5 Yang manakah fungsi Majlis B Menyelaraskan sistem ejaan dan istilah bahasa Melayu Bahasa Brunei Darussalam- Antara fungsi yang Majlis Bahasa Brunei Darussaalam-Indonesia-Malaysia Indonesia-Malaysia? adalah untuk membuat penyelarasan sistem ejaan dan istilah bahasa Melayu. 6 Asas kerjasama ekonomi B I dan III ASEAN adalah untuk I mewujudkan kerjasama perdagangan bebas serantau III mencapai kebebasan urusan perdagangan Perkara yang menjadi asas kerjasama ekonomi ASEAN adalah bertujuan mewujudkan kerjasama perdagangan bebas serantau.

Kerjasama ini juga adalah untuk mencapai kebebasan dalam urusan perdagangan. 7 Berdasarkan isu di atas, C II dan IV Malaysia mencadangkan II menyemak semula syarat perdagangan negara-negara maju …. IV meningkatkan pelaburan dan kemasukan modal ke negara membangun Pernyataan yang diberi merujuk kepada isu utama ekonomi yang dihadapi oleh negara membangun, iaitu harga komoditi tidak stabil dan sekatan tarif dan bukan tarif.

Berdasarkan isu berkenaan, Malaysia mencadangkan negara-negara maju supaya menyemak semula syarat perdagangan dan meningkatkan pelaburan dan kemasukan modal ke negara membangun. vi Bahagian B: Alih Bentuk Komunikasi – Mengalih Teks Bukan Linear kepada Bentuk Linear Soalan Cadangan Jawapan dan Ulasan 16 • Soalan meminta calon untuk menghuraikan pola kes yang melibatkan warga asing dalam jenayah indeks terpilih di negeri Sarawak dari tahun 2013 hingga tahun 2015.

• Selain itu, calon juga dikehendaki menjelaskan usaha-usaha yang diambil oleh Polis Diraja Malaysia untuk mengatasi masalah jenayah warga asing di Sarawak, Malaysia.

• Calon harus menghuraikan pola perubahan dan pola banding kes yang melibatkan warga asing dalam jenayah indeks terpilih di negeri Sarawak dari tahun 2013 hingga tahun 2015.

• Calon hendaklah melibatkan warga asing dalam jenayah indeks terpilih di negeri Sarawak dari tahun 2013 hingga tahun 2015. PENERBIT ILMU BAKTI SDN. BHD.17 • Soalan meminta calon membandingkan jumlah kedatangan pelancong dengan jumlah pendapatan dari tahun 2012 hingga tahun 2016. • Calon juga dikehendaki menghuraikan masalah yang boleh menggugat kehadiran pelancong asing ke negara ini. • Calon harus menunjukkan perbandingan antara jumlah kedatangan pelancong dengan jumlah pendapatan pelancong asing ke negara ini.

• Calon hendaklah menjelaskan masalah yang boleh menggugat pelancong asing untuk hadir ke negara Malaysia. Bahagian C: Soalan Esei Soalan Ulasan 18 • Soalan ini berkehendakkan calon untuk menghuraikan manfaat yang diperoleh Malaysia hasil 19 daripada menjadi tuan rumah bagi acara sukan antarabangsa.

20 • Calon harus memberikan tumpuan perbincangan kepada perkara-perkara yang boleh membawa manfaat kepada negara Malaysia hasil daripada menjadi tuan rumah bagi acara sukan antarabangsa. • Antaranya ialah memberikan tumpuan kepada peningkatan peluang pekerjaan, menaik taraf prasarana sukan taraf antarabangsa, merapatkan hubungan silaturahim antara atlet dan meningkatkan pendapatan negara. • Soalan ini menguji calon tentang usaha yang telah dilaksanakan oleh Malaysia bagi menangani perluasan aktiviti keganasan peringkat serantau dan antarabangsa.

• Calon hendaklah memberikan tumpuan kepada usaha yang dilaksanakan Malaysia, iaitu meningkatkan kerjasama serantau dan antarabangsa, menggubal dan menguatkuasakan undang- undang pencegahan keganasan antarabangsa dan menyertai misi keselamatan. • Soalan ini menguji calon untuk membuat huraian tentang langkah untuk menangani isu pemanasan global ekoran kepesatan pembangunan tanpa mengambil kira alam sekitar pada peringkat antarabangsa.

• Antara langkah yang diambil oleh Malaysia seperti mengadakan kerjasama menangani isu ini pada peringkat serantau dan antarabangsa, meningkatkan penggunaan teknologi yang mesra alam serta menyertai kempen mengurangkan pemanasan global.

viii BAB Bukan Linear kepada Linear 1 PENERBIT ILMUNota Ekspres BAKTI SDN. BHD. 1.1 Pengenalan 2 Dalam bahagian ini, soalan asal adalah berbentuk bukan linear. Soalan-soalan asal 1 Tajuk ini diuji dalam Bahagian B, Pengajian tersebut terdiri daripada: Am Kertas 3 (900/3) yang membawa 15 (a) Jadual markah dan calon diwajibkan menjawab (b) Carta satu soalan daripada dua soalan yang (c) Graf dikemukakan.

(d) Gambar rajah (rajah) i-THINK Peta Pokok Media Bukan Linear Popular Carta Graf Pai Pai Bar Garis Gabungan berbanding bertingkat Kompaun Kompaun Komponen Komponen Memesong Memesong Piramid Bar Histogram Rajah 1.1 Media bukan linear popular 1.2 Analisis Alih Bentuk Komunikasi Keperluan Minda Alih Komunikasi 1 Menganalisis data. 2 Mengemukakan idea (memberikan punca atau kesan). Jenis Analisis 1 Analisis terbahagi kepada tiga jenis, iaitu: (a) Analisis perubahan – analisis pola perubahan antara tahun (b) Analisis perbandingan – analisis perbandingan data dalam tahun (c) Analisis pengetahuan – analisis sebab/faktor/alasan/kesan/langkah dan lain-lain 2 Jenis-jenis analisis dihuraikan dalam jadual berikut.

1 Jadual 1.1 Jenis analisis, ciri dan persamaannya Jenis analisis Ciri Persamaan Analisis • Pola menaik – perubahan angka yang semakin meningkat • Huraian perlu perubahan dalam tempoh yang dinyatakan membandingkan Analisis perbandingan • Pola menurun – perubahan angka yang semakin menurun angkubah-angkubah dalam tempoh yang dinyatakan dalam tahun yang • Pola tidak konsisten – perubahan angka menaik dan sama.

menurun/menurun dan menaik dalam tempoh yang diberikan • Huraian perbandingan • Pola mendatar – Tidak terdapat apa-apa perubahan pada perlu menyatakan sektor PENERBIT ILMU BAKTI SDN. BHD.nilai angka atau terdapat terlalu sedikit perubahanyang mempunyai nilai • Paling tinggi – tentukan angkubah yang mempunyai nilai yang paling tinggi, sektor paling tinggi dalam tahun yang dipilih yang mempunyai nilai sederhana dan sektor • Paling rendah – tentukan angkubah yang mempunyai nilai yang paling sedikit yang paling rendah nilainya dalam tahun berkenaan.

• Sederhana – tentukan angkubah yang mempunyai nilai antara yang tertinggi dan terendah Analisis Mengemukakan pengetahuan yang dikehendaki oleh soalan • Tulis nilai mutlak dan pengetahuan peratusan bagi setiap seperti: angkubah yang dipilih.

• Sebab/faktor/alasan/faedah • Jumlah besar atau • Kesan/masalah keseluruhan bagi • Cadangan/langkah-langkah/usaha tahun berkenaan perlu dimasukkan dalam huraian. Jadual 1.2 Contoh analisis Sektor paling Pada tahun 2008, sektor yang mencatatkan jumlah kemalangan yang paling tinggi dalam tinggi kalangan negara ASEAN ialah sektor perkilangan, iaitu sebanyak 33 523 kes atau 40.98% berbanding dengan jumlah besar sebanyak 81 810 kes.

Sektor paling Sektor yang paling sedikit mengalami kerugian merupakan sektor elektrik, gas dan air, iaitu rendah/sedikit sebanyak RM416 mgw atau 0.52% daripada jumlah pada tahun berkenaan, iaitu 79 810 kes.

Sektor Sektor yang mencatatkan jumlah kemalangan sederhana dalam kalangan negara ASEAN sederhana ialah sektor pembuatan, iaitu 14 064 kes atau 17.19% daripada jumlah keseluruhan pada tahun tersebut. 1.3 Memahami Kata Kunci Tugasan Soalan Jadual 1.3 Kata kunci tugasan soalan yang perlu diberi perhatian dan tindakan atau idea yang bersesuaian Kata kunci soalan Tindakan/idea calon • Nyatakan aliran… • Nyatakan perubahan… Menyatakan “naik atau turun” atau “tidak menentu” • Huraikan kadar… • Bandingkan nilai… Membuat perbandingan nilai “tertinggi atau terendah” atau • Bezakan nilai… “terbesar atau terkecil” Menyatakan hubung kait… Mengaitkan atau menghubungkan “jadual pertama dengan jadual kedua” • Huraikan pola… Menyatakan pola sama ada “meningkat atau menurun”, • Memberi ulasan, keadaan, aliran… kedudukan: “tertinggi, paling maksimum atau minimum” Tafsirkan perubahan… Menerangkan perubahan data “meningkat, menurun serta pemboleh ubah tertinggi dan terendah” dan sebab • Huraikan faktor, sebab, kesan… • Langkah ditanya secara berasingan Jawapan perlu ditulis secara berasingan dalam soalan 2 1.6 Contoh Soalan dan Jawapan Lengkap Contoh 1 JADUAL Berdasarkan maklumat dalam jadual di bawah, huraikan perubahan pola kehadiran pelancong asing ke Malaysia mengikut negara asal dari tahun 2010 hingga tahun 2013.

Jelaskan sebab kehadiran pelancong dari negara-negara luar rantau ASEAN tersebut mempunyai bilangan yang sedikit. PENERBIT ILMU BAKTI SDN. BHD.MALAYSIA: KEHADIRAN PELANCONG ASING MENGIKUT NEGARA ASAL DARI TAHUN 2010 HINGGA TAHUN 2013 Tahun 2010 2011 2012 2013 Kadar pertumbuhan Negara (‘000) (‘000) (‘000) (‘000) tahunan purata (%) Asia 1 570 1 821 2 500 2 891 21.0 ASEAN 13 239 13 857 15 620 16 637 6.4 Amerika Syarikat 275 312 472 345 6.4 Eropah 618 673 830 1 011 15.9 Afrika 133 163 315 143 1.9 Negara lain 596 719 1 236 1 026 18.0 Jumlah 16 431 17 545 20 973 22 053 8.6 (Disesuaikan daripada Petunjuk Ekonomi EPU, Jabatan Perdana Menteri) CONTOH JAWAPAN Jadual menunjukkan kehadiran pelancong asing ke Malaysia mengikut negara asal bagi tahun 2010 hingga tahun 2013.

Bilangan pelancong asing dari negara-negara Asia, ASEAN dan Eropah mencatatkan peningkatan secara berturut-turut. Bilangan pelancong dari negara ASEAN bertambah seramai 3 398 000 orang daripada 13 239 000 orang kepada 16 637 000 orang, antara tahun 2010 hingga tahun 2013.

Kehadiran golongan ini mengalami kadar peningkatan sebanyak 25.7% dengan kadar pertumbuhan purata tahunan sebanyak 6.4% setahun. Peningkatan berterusan dan mendatar berlaku susulan usaha promosi yang berterusan serta hubungan baik antara Malaysia dengan Singapura turut menyumbang kepada perkembangan ini. Sementara itu, kehadiran pelancong dari Amerika Syarikat dan Afrika pula mengalami aliran tidak konsisten.

Antara tahun 2010 hingga tahun 2012, bilangan pelancong dari Amerika Syarikat meningkat sebanyak 197 000 orang daripada 275 000 orang kepada 472 000 orang, tetapi menjelang tahun 2013, angka tersebut merosot sebanyak 127 000 orang menjadi 345 000 orang sahaja berbanding tahun 2012.

Aliran bercampur-campur, terutamanya kejatuhan ketara menjelang tahun 2013 berlaku akibat krisis ekonomi dan kewangan Amerika Syarikat serta amaran aktiviti keganasan di rantau Asia Tenggara. Menyentuh corak kehadiran pelancong, tidak dinafikan bahawa pelancong yang berasal dari luar ASEAN amat kecil bilangannya. Keadaan ini berlaku kerana faktor geografi dan kekurangan usaha promosi di negara berkenaan. Faktor jarak menyebabkan kos penerbangan tinggi serta jangka masa yang lama menyebabkan para pelancong asing kurang memilih Malaysia sebagai salah satu destinasi pelancongan utama.

Keadaan cuaca dan iklim juga turut mempengaruhi p ola kehadiran pelancong dari luar ASEAN. Selain itu, kekurangan pusat atau kawasan peranginan bertaraf dunia di Malaysia serta persaingan dari negara jiran, terutamanya Thailand dan Singapura juga menjadi faktor penting. 7 BAB Hubungan Diplomatik 2 Nota EkspresPENERBIT ILMU Persidangan Islam (OIC), Pergerakan BAKTI SDN. BHD. Negara-Negara Berkecuali (NAM), Negara- 2.1 Pengenalan negara Komanwel dan sebagainya.

1 Penulis buku International Politics: A 2.2 Matlamat Dasar Luar Negara Framework for Analysis, Chamil Wariya (1989) menyatakan dasar luar negara merupakan 1 Chamil Wariya juga menyatakan bahawa satu alat atau instrumen yang diperlukan oleh terdapat tiga jangka masa dalam pengamalan sesebuah negara untuk berinteraksi dengan dasar luar, iaitu: sebuah negara lain sama ada dekat atau (a) Jangka masa pendek – menjaga nilai jauh.

asas nasional sesebuah negara (b) Jangka masa pertengahan – bagi 2 Melalui pelaksanaan dasar luar, sesebuah tujuan ekonomi, memelihara kebajikan negara membenarkan negaranya atau negara dan sosial di peringkat antarabangsa lain untuk mengadakan perhubungan secara (c) Jangka masa panjang – supaya ideologi dua hala. yang diamalkan dalam negara diterima secara menyeluruh oleh seluruh dunia 3 Malaysia sangat aktif dalam pertubuhan antarabangsa seperti Pertubuhan Bangsa- Bangsa Bersatu (PBB), Pertubuhan Mewujudkan Menjamin i-THINK Peta Buih dunia keselamatan Mengekalkan yang lebih nasional keutuhan sejahtera sesebuah wilayah negara Menjaga Matlamat Kebebasan nilai asas Dasar Luar politik nasional sesebuah Negara negara Memelihara Penerimaan Kepentingan kebajikan dan ideologi ekonomi secara sosial menyeluruh Rajah 2.1 Matlamat dasar luar negara 19 2 Prinsip dasar luar Malaysia ialah dan menolak sekeras-kerasnya menyelesaikan sebarang masalah menerusi perdebatan dan paksaan.

(c) Mengamalkan prinsip hidup bersama rundingan. Malaysia juga mengamalkan secara aman dan harmoni. (d) Menyokong perjuangan Pertubuhan perkara-perkara seperti berikut: Pembebasan Palestin, Kerajaan (a) Pendekatan berbaik-baik dengan negara-negara lain di samping bersedia Campuran Demokratik Kampuchea dan menjalin hubungan diplomatik dengan pejuang-pejuang Mujahidin Afghanistan.

mana-mana negara. (b) Memilih untuk menyelesaikan masalah antara negara lain melalui perundingan PENERBIT ILMU BAKTI SDN. BHD.2.3 Faktor Penentu Dasar Luar Faktor penentu dasar luar adalah seperti berikut: i-THINK Peta Dakap   Negara mengadakan hubungan luar untuk  Faktor dalaman  tujuan geostrategik dan mengamalkan   dasar berkecuali.    Negara mempunyai hubungan diplomatik  Faktor luaran  dengan negara lain berdasarkan piagam  PBB.

  Faktor Penentu   Pemimpin yang mempunyai pemikiran terbuka Dasar Luar   dan mahu mengadakan hubungan luar bagi Faktor  kepimpinan  pembangunan negara dari segi ekonomi,   teknologi dan sosial.

     Negara mengadakan hubungan luar dengan   Faktor sejarah  pedagang dari luar seperti India, China, Arab  dan budaya  dan beberapa dengan lain di Asia sehingga  negara ini dijajah. Rajah 2.2 Faktor penentu dasar luar Faktor Dalaman Jadual 2.1 Faktor dalaman Faktor Huraian Sejarah • Malaysia telah mengalami pengalaman pahit apabila dijajah pada suatu masa dahulu.

• Pengalaman tersebut telah membantu negara untuk merangka pelbagai jenis perhubungan dengan negara luar. • Malaysia mengamalkan sikap antikomunis. • Pada mulanya, Malaysia tidak mengadakan hubungan dengan negara komunis seperti Rusia dan China.

Pada tahun 1970-an, negara kita menjalin hubungan dengan negara- negara tersebut. • Malaysia juga turut menjalin hubungan dengan Britain untuk mendapatkan nasihat tentang pentadbiran pada peringkat awal kemerdekaan negara. 20 BAB Penglibatan, Peranan dan Sumbangan Malaysia 3 PENERBIT ILMUNota Ekspres Brunei Darussalam 7 Januari 1984 BAKTI SDN. BHD. Vietnam 28 Julai 1995 3.1 Peringkat Serantau Laos Myanmar 23 Julai 1997 Malaysia dan ASEAN Kemboja 30 April 1999 1 ASEAN merupakan singkatan bagi Association of Southeast Asian Nations atau 8 Sekretariat tetap ASEAN terletak di Jakarta, Indonesia.

dikenali sebagai Pertubuhan Negara-Negara Asia Tenggara dalam bahasa Melayu. 9 Malaysia menjadi pengerusi ASEAN pada 2 ASEAN dibentuk secara rasminya pada 8 tahun 1977, 1997, 2005 dan 2015.

Ogos 1967 selepas sidang kemuncak yang dinamakan Deklarasi Bangkok. Matlamat ASEAN 3 Deklarasi Bangkok telah ditandatangani oleh beberapa pemimpin seperti: Pembentukan ASEAN mempunyai beberapa matlamat sebagaimana yang dinyatakan dalam (a) Tun Abdul Razak (Timbalan Perdana Deklarasi Bangkok, iaitu: 1 Mempercepat pertumbuhan ekonomi Menteri Malaysia) dalam kalangan negara anggota.

(b) Tun Adam Malik (Menteri Luar Indonesia) 2 Menggalakkan kerjasama dalam (c) S. Rajaratnam (Menteri Luar Singapura) pembangunan sosial, ekonomi, kebudayaan, teknikal, saintifik dan pentadbiran. (d) Thanat Khoman (Menteri Luar Thailand) 3 Mengukuhkan keamanan dan kestabilan negara serantau.

(e) N. Ramos (Setiausaha Luar Filipina) 4 Memupuk kerjasama serta semangat bantu-membantu dalam bidang pendidikan, 4 ASEAN ditubuhkan adalah untuk menjalin profesional, teknikal dan pentadbiran.

hubungan dan kerjasama yang lebih 5 Memajukan bidang perdagangan, erat, terutamanya dalam bidang ekonomi, perindustrian dan pertanian dengan kebudayaan dan sosial. bekerjasama dengan negara serantau. 5 Pada awal pembentukannya, ASEAN Prinsip ASEAN diasaskan oleh lima buah negara, iaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura 1 Menyelesaikan pertikaian atau perdebatan dan Thailand.

secara berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dan damai. 6 Dua negara, iaitu Timor Leste dan Papua 2 Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, New Guinea menjadi negara pemerhati untuk kesamarataan, keutuhan wilayah dan identiti menganggotai ASEAN. nasional negara anggota. 7 Keanggotaan negara-negara yang menyertai 3 Tidak campur tangan dalam hal ehwal ASEAN adalah seperti berikut: dalaman negara-negara anggota. Jadual 3.1 Tarikh kemasukan negara-negara 4 Mengelak menggunakan kekerasan, anggota ASEAN menceroboh, mengancam atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Negara Tarikh kemasukan undang-undang antarabangsa.

Malaysia 8 Ogos 1967 Indonesia Filipina Singapura Thailand 29 5 Mematuhi Piagam Bangsa-Bangsa Bersatu 8 Melaksanakan perhubungan ekonomi dengan dan Undang-undang Antarabangsa, termasuk berkesan dan mematuhi peraturan-peraturan Undang-undang Kemanusiaan Antarabangsa. perdagangan pelbagai pihak berasaskan peraturan-peraturan ASEAN.

6 Menghormati kebebasan asasi, menggalakkan dan melindungi hak asasi manusia dan 9 Tidak mengamalkan diskriminasi dan menggalakkan keadilan sosial.

memberikan keutamaan dalam hubungan luar politik, ekonomi, sosial dan budaya secara 7 Tidak mengancam kedaulatan, keutuhan aktif dalam kalangan negara anggota. wilayah atau kestabilan politik dan ekonomi negara-negara anggota. PENERBIT ILMU BAKTI SDN. BHD.MALAYSIA INDONESIA Peta 3.1 Keanggotaan negara-negara ASEAN Kerjasama ASEAN 2 Mesyuarat Menteri Ekonomi ASEAN dikenali sebagai ASEAN Economic Ministers 1 Kerjasama ASEAN dilakukan oleh Menteri Meeting (AEMM) diadakan dua kali setahun.

Luar Negara, Menteri Pelancongan, Menteri Kesihatan, Menteri Pendidikan dan Menteri 3 Mesyuarat AMM (Annual Ministerial Meeting) Ekonomi. dijalankan oleh Menteri Luar ASEAN untuk 30 BAB Isu dan Cabaran 4 PENERBIT ILMUNota Ekspres 2 Berlaku keganasan di Myanmar apabila kaum BAKTI SDN. BHD. Rohingya ditindas dengan kejam. 4.1 Pengenalan 3 Pada 3 Jun 2012, di negeri Arakan, 10 orang 1 Bab ini membincangkan isu-isu sosial Muslim di Taungoo, daerah Tongu berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali di dan budaya, politik, ekonomi dan sains dalam bas oleh kumpulan pengganas etnik dan teknologi.

Para pemimpin Malaysia Rakhine. bersama-sama pemimpin ASEAN melahirkan persetujuan bahawa anggota ASEAN perlu 4 Kekejaman etnik Rakhine menyebabkan mempertingkat usaha bagi menangani ramai orang Rohingya melarikan diri atau cabaran di peringkat dua hala, sama bersembunyi.

ada di peringkat serantau atau peringkat antarabangsa. 5 Dalam Pertubuhan Persidangan Islam (OIC), Malaysia telah menawarkan diri untuk 2 Isu dan cabaran Malaysia meliputi kawasan membantu menyelesaikan masalah yang Asia Tenggara dan dunia sejagat.

dihadapi oleh orang Islam Rohingya di Myanmar. 3 Peranan persatuan, pertubuhan dan organisasi amat penting untuk mencari jalan 6 Hanya dua negara ASEAN dikatakan penyelesaian supaya masalah sosial dan mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk budaya, politik, ekonomi serta sains dan bekerjasama dengan Myanmar dalam usaha teknologi dapat diatasi. mencari jalan penyelesaian, iaitu Thailand dan Malaysia. 4.2 Sosial dan Budaya 7 Walau bagaimanapun, Thailand dikatakan Isu Keganasan agak keberatan untuk menjadi pendamai Kaum Rohingya utama kerana masalah Rohingya terlalu bercampur aduk dengan politik dalaman 1 Kaum Rohingya merupakan satu kaum yang Thailand.

bermastautin di Burma (Myanmar). i-THINK Peta Pokok Kekejaman terhadap Kaum Rohingya Tidak mengiktiraf Menjadi buruh paksa seperti Perampasan Penyembelihan kerakyatan kaum bekerja tanpa gaji di tapak tanah-tanah milik kaum Rohingya Rohingya pembinaan jalan raya, kereta kaum Rohingya secara beramai- api dan bangunan tentera ramai Melancarkan sekatan Golongan wanita dan Sekatan ekonomi, makanan sehingga kaum gadis Rohingya dirogol kemudahan kesihatan Rohingya hidup dalam secara beramai-ramai dan kemudahan asas keadaan kebuluran oleh tentera Myanmar pendidikan Rajah 4.1 Kekejaman terhadap kaum Rohingya 62 BAB Penulisan Esei 5 PENERBIT ILMU Nota Ekspres kemampuan calon.

BAKTI SDN. BHD. 3 Pastikan tajuk yang dipilih mempunyai isi 5.1 Pengenalan yang mencukupi. berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Bab ini diuji dalam Bahagian C, Pengajian 4 Memandangkan soalan karangan adalah Am Kertas (900/3) yang membawa 50 markah. berkaitan dengan isu luar negara, maka isi yang relevan dengan tajuk adalah sangat 2 Bilangan soalan karangan yang dikemukakan penting. pada bahagian ini ialah tiga soalan dan calon 5 Jangan pilih tajuk semata-mata kerana dikehendaki memilih dua soalan dan jumlah mempunyai tema yang pernah dibaca kepanjangan karangan adalah antara 300 sebelumnya.

Misalnya, calon mungkin hingga 350 patah perkataan. telah membaca tentang pemerdagangan manusia dalam majalah atau surat khabar 3 Soalan lebih berbentuk terbuka dan atau merupakan soalan ramalan. Isi yang soalan yang dikemukakan berdasarkan topik calon baca adalah tentang punca dan kesan yang dipelajari semasa Semester 3, iaitu pemerdagangan manusia.

Apabila soalan berdasarkan Malaysia dan Negara Luar. tentang pemerdagangan manusia dikeluarkan dalam soalan peperiksaan, jangan terburu- 4 Soalan berbentuk terbuka bermaksud calon buru menjawab soalan tersebut. Sebaliknya boleh mengemukakan sebarang idea yang calon perlu faham persoalan yang relevan dengan soalan.

ditumpukan dalam tajuk tersebut. Jika soalan menumpukan kepada langkah-langkah Contoh Soalan Bahagian C (Semester 3) mengatasi pemerdagangan manusia, calon perlu berhati-hati menjawabnya. 18 Malaysia mendapat banyak manfaat hasil 6 Pastikan calon mencari kata kunci dan daripada menjadi tuan rumah bagi acara fahami soalan dengan betul agar jawapan sukan antarabangsa.

Huraikan. yang ditulis menepati kehendak tajuk. 7 Melalui kata kunci, calon dapat mengetahui 19 Malaysia telah melaksanakan pelbagai jenis karangan yang perlu ditulis. usaha bagi menangani perluasan aktiviti 8 Gariskan kata kunci dan tema soalan keganasan pada peringkat serantau dan supaya calon dapat menjawab mengikut antarabangsa. Huraikan. kehendak soalan. 20 Kepesatan pembangunan tanpa mengambil Contoh 1 kira alam sekitar telah menyumbang pemanasan global.

Malaysia telah Malaysia mendapat banyak manfaat hasil mengambil pelbagai langkah pada peringkat daripada menjadi tuan rumah bagi acara antarabangsa bagi menangani isu tersebut. sukan antarabangsa. [tema] Huraikan. Huraikan.

[kata kunci] (Sumber: Dipetik daripada Kertas Soalan Sebenar, Majlis Peperiksaan Malaysia, 2020) Cara Menjawab Soalan 5.2 Karangan Pemilihan Soalan 1 Baca dahulu keseluruhan soalan yang diberi. 2 Pilih tajuk berdasarkan pengetahuan dan 110 Latihan Pengukuhan Bahagian A Soalan Aneka Pilihan A I dan II B I dan IV Jawab semua soalan.

C II dan III D III dan IV 1 Yang manakah negara pemerhati yang 5 PENERBIT ILMU menganggotai ASEAN? X BAKTI SDN. BHD. I Singapura Bertujuan menjaga keamanan II Thailand dan kesejahteraan rantau Asia III Timor Leste IV Papua New Guinea X merujuk A Program Tindakan Vientiane A I dan II B Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik B I dan IV C Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN C II dan III D Kawasan Aman, Bebas dan Berkecuali D III dan IV 6 Yang manakah kejayaan kerjasama 2 Yang manakah komitmen Malaysia dalam Pertubuhan Menteri-Menteri Pelajaran Asia KLON Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB)?

Tenggara dalam bidang sains dan budaya? STPM A Menjadi wakil khas ke Myanmar I Penubuhan Pusat Pembaharuan dan B Menjadi ahli tetap dalam Majlis Teknologi Keselamatan II Penubuhan Pusat Kajian Bahasa C Mempengerusikan Majlis Perhimpunan Inggeris Agung III M e n i n g k a t k a n p e n g u r u s a n D Memelihara keamanan negara-negara pendidikan serantau anggota IV Mengadakan hubungan persahabatan 3 • Membasmi kemiskinan dan melalui Sukan SEA merapatkan jurang pendapatan A I dan II • Meningkatkan kualiti hidup di serata B I dan III rantau negara ASEAN C II dan IV D III dan IV Pernyataan di atas merujuk objektif penubuhan 7 Dialog Antarabangsa Langkawi diwujudkan A Komuniti Sosial ASEAN untuk B Komuniti Ekonomi ASEAN A menyelesaikan pertikaian antara negara C Perjanjian Perdagangan Bebas di Asia Tenggara secara rundingan D Pertumbuhan Ekonomi Serantau Utara B menggalakkan perkongsian pintar ke arah meningkatkan ekonomi negara dan Selatan Malaysia C mewujudkan Asia Tenggara berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Zon Bebas Senjata Nuklear 4 Yang manakah matlamat kerjasama D mengukuhkan keamanan dan kestabilan ASEAN+3?

negara serantau I Mewujudkan kestabilan politik II Mewujudkan kerjasama keselamatan III M e r e a l i s a s i k a n k e r j a s a m a perdagangan IV Meningkatkan kerjasama perusahaan Industri Kecil dan Sederhana 60 Latihan Pengukuhan Bahagian C Soalan Esei Pilih dua daripada tajuk di bawah ini dan tulis karangan yang panjangnya antara 300 hingga 350 patah perkataan.

PENERBIT ILMU 1 Pengisytiharan deklarasi menjadi satu mekanisme baharu dalam usaha menjayakan sesuatu BAKTI SDN. BHD.objektif negara serantau. Bincangkan deklarasi-deklarasi yang diisytiharkan yang membawa kebaikan kepada negara Malaysia. KBAT 2 Mempromosikan keamanan melalui platform diplomasi merupakan usaha Malaysia sebagai anggota Pertubuhan Persidangan Islam (OIC).

Bincangkan peranan Malaysia dalam mempromosikan keamanan tersebut. KBAT 3 Malaysia melibatkan diri dalam misi menghantar tentera pengaman di bawah panji-panji KLON Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) di samping usaha-usaha lain. Jelaskan. KBAT STPM 4 Malaysia mempunyai rasional apabila menyuarakan kepada Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) supaya Antartika dijadikan sebagai “Warisan Bersama untuk Faedah Bersama”.

Bincangkan. KBAT 5 Kes wanita Malaysia menjadi isu global disebabkan hak mereka terabai. Bincangkan punca pengabaian wanita dan usaha kerajaan Malaysia dalam menangani isu global tersebut. KBAT 6 Ramai kanak-kanak di negara serantau yang mengalami pergolakan politik telah menjadi tentera muda.

Permasalahan ini jika tidak ditangani dengan segera boleh menimbulkan pelbagai risiko. Bincangkan. KBAT 7 Tonggak Pendidikan Pertubuhan Pelajaran, Sains, dan Kebudayaan Bangsa-Bangsa Bersatu (UNESCO) membawa banyak manfaat kepada Malaysia. Jelaskan.

KBAT 8 Malaysia telah mengamalkan dasar luarnya dengan baik melalui era kepimpinan lima orang KLON Perdana Menteri. Jelaskan. KBAT STPM 122 PENERBIT ILMU KERTAS MODEL STPM BAKTI SDN.

BHD. Kertas 3 (Masa: Dua jam) Bahagian A [15 markah] Jawab semua soalan. 1 Yang manakah menunjukkan dasar luar Malaysia mengambil berat tentang keadaan politik serantau? A Mengamalkan prinsip bebas dan berkecuali B Mengadakan kerjasama ekonomi dengan ASEAN C Menentang keras pencerobohan Sulu di Sabah, Malaysia D Menyertai Misi Pengaman Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu 2 Yang manakah antara perkara berikut yang mengubah dasar luar Malaysia?

I Penghapusan Dasar Aparteid II Kejatuhan Iraq ke tangan Amerika III Hubungan damai Negara-negara Eropah IV Perkembangan hubungan diplomatik antara negara ASEAN A I dan II B I dan IV C II dan III D III dan IV 3 Yang manakah berkaitan dengan penubuhan Zon Bebas Senjata Nuklear Asia Tenggara (SEANWFZ)? I Memiliki, meletak atau menggunakan senjata nuklear II Menggunakan negara ASEAN sebagai pusat pengujian senjata nuklear III Negara kuasa besar tidak boleh menceroboh kedaulatan negara ASEAN IV Kerjasama negara ASEAN dapat dikukuhkan tanpa campur tangan kuasa luar A I dan II B I dan III C II dan IV D III dan IV 4 Pilih pernyataan yang benar tentang penglibatan Malaysia di peringkat serantau.

I Malaysia pernah mengetuai Delegasi Pertubuhan Persidangan Islam II Malaysia menganjurkan World Innovation Forum Kuala Lumpur 2012 III Malaysia menghadiri Mesyuarat Menteri Ekonomi ASEAN setiap dua tahun IV Malaysia mengadakan lawatan ke Jepun sempena Dasar Pandang ke Timur A I dan II B I dan IV C II dan III D III dan IV 123 Bahagian B [15 markah] Jawab satu soalan sahaja dalam bahagian ini. 16 Berdasarkan jadual di bawah, huraikan aliran eksport Malaysia mengikut negara terpilih dari tahun 2014 hingga tahun 2016.

Jelaskan risiko yang akan berlaku jika penurunan eksport berterusan kepada negara. MALAYSIA: NILAI EKSPORT MENGIKUT NEGARA TERPILIH DARI TAHUN 2014 HINGGA TAHUN 2016 PENERBIT ILMU BAKTI SDN.

BHD. Aliran eksport (RM juta) Negara Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Jumlah eksport (RM juta) China 36 574 37 642 47 640 121 856 Amerika Syarikat 21 985 28 322 26 326 76 633 Singapura 30 225 44 406 44 615 119 246 Jepun 23 822 25 834 28 836 78 492 Indonesia 10 182 7 803 6 807 24 792 Thailand 11 582 11 473 13 479 berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali 514 Jumlah 134 370 155 480 167 703 457 533 (Disesuaikan daripada Buku Maklumat Perangkaan Malaysia 2017, Jabatan Perangkaan Malaysia) 17 Berdasarkan jadual di bawah, berikan ulasan anda tentang nilai dagangan Malaysia mengikut sektor terpilih dan aliran dagangan pada tahun 2017.

MALAYSIA: NILAI DAGANGAN MENGIKUT SEKTOR TERPILIH DAN ALIRAN DAGANGAN PADA TAHUN 2017 Sektor Aliran dagangan Jumlah (RM juta) (RM juta) Eksport Import Petroleum dan gas 40 306.58 22 334.44 62 641.02 Elektrik dan elektronik 112 287.80 85 397.29 197 685.09 Produk komoditi 47 464.57 13 503.38 60 967.95 Jumlah 200 058.95 121 235.11 321 294.06 (Sumber: Disesuaikan daripada Ruangan Info, Berita Harian, 21 April 2018) 127 Jawapan PENERBIT ILMU BAB 1 • Daripada 424 700 kes penyakit AIDS yang BAKTI SDN.

BHD. berpunca daripada pemindahan darah, hampir Latihan Pengukuhan separuh dilaporkan berlaku di benua Asia. Soalan Alih Bentuk Komunikasi Idea 4: Ibu-ibu mengandung yang merupakan Soalan 1 penghidap penyakit AIDS atau pembawa virus HIV Pendahuluan juga akan menyebabkan bayi dalam kandungan mereka dijangkiti • Jadual menunjukkan bilangan kes penyakit AIDS • Walaupun bilangan kes penyakit AIDS yang mengikut punca dan benua yang terlibat pada tahun 2013.

berpunca daripada faktor genetik hanya 7% daripada jumlah kes AIDS yang dilaporkan, namun • Penyakit AIDS semakin menular dan merupakan lebih ramai kanak-kanak dan golongan muda akan penyakit yang paling berbahaya pada masa ini. menderita akibat penyakit ini sekiranya masalah ini tidak dibendung dengan segera.

• Sehingga bulan Disember 2013, sejumlah 4 718 894 kes penyakit AIDS telah dikenal pasti di lima Idea 5: Benua yang mencatatkan bilangan kes benua utama di seluruh dunia.

penyakit AIDS yang ketiga terbanyak ialah benua Eropah • Benua Amerika Syarikat mencatatkan angka • Sebanyak 631 151 kes. tertinggi, iaitu sebanyak 1 681 660 kes. • Angka ini ialah 94 376 kes lebih banyak berbanding • Benua yang mencatatkan bilangan kes penyakit dengan bilangan kes yang dilaporkan di benua AIDS yang kedua tertinggi ialah benua Afrika Amerika Utara (kecuali Amerika Syarikat). sebanyak 1 422 120 kes. • Kebanyakan kes penyakit AIDS yang dilaporkan di benua Amerika Utara berpunca daripada amalan Isi-isi Penting hubungan seks rambang.

Idea 1: Benua Afrika dilanda oleh masalah penyakit Penutup AIDS yang serius • Amalan hubungan seks rambang yang tidak Bilangan kes penyakit AIDS selebihnya yang dilaporkan berlaku di benua Asia. Walaupun benua terkawal dalam kalangan penduduknya.

Asia mencatatkan bilangan kes penyakit AIDS yang • Daripada 3 350 415 kes AIDS yang dijangkiti paling sedikit berbanding dengan benua-benua lain, tetapi fenomena ini cukup membimbangkan kerana melalui amalan hubungan seks rambang, ubat bagi penyakit ini masih belum ditemui.

Selagi 1 101 351 kes dilaporkan di benua Afrika. ubat belum ditemui, pakar perubatan seluruh dunia • Selain hubungan seks rambang, penyakit AIDS juga semakin bimbang bahawa penyakit ini lambat-laun berpunca daripada perkongsian jarum suntikan akan melenyapkan tamadun manusia.

oleh penagih dadah, pemindahan darah dan faktor (Kombinasi idea: 4+0) genetik. Soalan 2 Idea 2: Penagih dadah yang berkongsi jarum suntikan Pendahuluan yang dicemari virus HIV juga menjadi punca penyakit ini merebak dengan cepat Carta alir menunjukkan Dasar Teknologi Hijau • Bilangan kes penyakit AIDS yang berpunca daripada Negara (DTHN) serta pengurusan dan penggunaan tenaga secara cekap bagi mencapai matlamatnya.

perkongsian jarum suntikan ialah 613 456 kes. • Kes demikian banyak berlaku di Amerika Syarikat, Isi-isi Penting iaitu 588 581 kes atau 35% daripada jumlah kes Idea 1: Langkah mengurangkan pemanasan global AIDS yang dilaporkan di Amerika Syarikat. • Kerajaan Malaysia telah mengisytiharkan Idea 3: Pemeriksaan dan penyaringan darah untuk pembentukan Dasar Teknologi Hijau Negara tujuan pemindahan darah yang tidak mematuhi peraturan • Menjadi punca penyakit AIDS merebak dengan mudah, terutamanya di negara mundur dan negara membangun.

129
Rencana ini mungkin kurang memberi perhatian atau mungkin tentang lebih daripada satu topik. Sila membantu memperbaiki rencana ini, mungkin dengan mengasingkan/memecahkan rencana dan/atau dengan memperkenalkan laman nyahkekaburan, atau membincangkan isu ini pada laman perbincangan. ( September 2017) ( Ketahui bagaimana dan bila untuk membuang pesanan templat ini) • Lihat versi rencana Inggeris itu yang diterjemahkan oleh mesin. • Terjemahan mesin Google adalah permulaan yang berguna untuk terjemahan, tetapi penterjemah harus membaiki kesalahan-kesalahan mengikut keperluan dan mengesahkan bahawa terjemahan itu adalah tepat, bukan sahaja salin dan tampal teks keterjemahan mesin ke dalam Wikipedia Bahasa Melayu.

• Jangan terjemah teks yang tidak boleh dipercayai atau berkualiti rendah. Jika boleh, sahkan teks dengan rujukan yang disediakan dalam rencana bahasa asing. • Selepas menterjemah, templat {{Laman diterjemahkan-en-Freedom of religion in Malaysia}} hendaklah ditambah pada laman perbincangan untuk memastikan pematuhan kepada hak cipta. • Untuk panduan lebih lanjut, sila lihat Wikipedia:Terjemahan. Rencana ini memerlukan kemas kini dalam Bahasa Melayu piawai Dewan Bahasa dan Pustaka.

Silalah membantu. Anda boleh rujuk: Laman Perbincangannya • Dasar dan Garis Panduan Wikipedia • Manual Menyunting Kehidupan di Malaysia • Budaya • Masakan • Demografi • Ekonomi • Pendidikan • Kumpulan etnik • Filem • Kesihatan • Cuti • Bahasa • Sastera • Bahasa Inggeris Malaysia • Muzik • Politik • Agama • Kebebasan agama • Masyarakat • Sukan • Pengangkutan • Pelancongan • l • b • s Kebebasan beragama di Malaysia adalah tertakluk kepada Perlembagaan Malaysia. Ia merupakan satu prinsip yang mana memberikan kebebasan kepada individu atau komuniti untuk menganut dan mengamalkan agama masing-masing.

Kebebasan beragama ini dikira sebagai salah satu hak asasi yang fundamental kepada manusia sejagat. Di Malaysia, biarpun Islam diiktiraf sebagai agama Persekutuan menurut Perkara 3(1) Perlembagaan Persekutuan, penganut-penganut agama lain masih lagi bebas untuk menganut dan mengamalkan agama mereka.

Hal kebebasan beragama ini diperuntukkan dalam " Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan". Kebebasan agama diabadikan dalam Perlembagaan Malaysia. Pertama, Fasal 11 menetapkan bahawa setiap orang mempunyai hak untuk menyatakan dan menjalankan agamanya dan (tunduk pada undang-undang yang berlaku menyekat penyebaran agama-agama lain untuk umat Islam) untuk menyebarkannya. Kedua, Perlembagaan juga menetapkan bahawa Islam adalah agama persekutuan (Perlembangaan tidak menyatakan Islam sebagai agama rasmi tetapi sebaliknya hanya sebagai agama persekutuan), tetapi agama-agama lain boleh dipraktikkan dalam damai dan harmoni (Perkara 3).

Status kebebasan beragama di Malaysia ialah masalah berkontroversi. Pertanyaan termasuk sama ada Malaysia ialah sebuah negara Islam atau negara sekular tetap tidak dapat diselesaikan.

Dalam beberapa keadaan, ada sejumlah isu dan peristiwa yang telah menguji hubungan antara bangsa-bangsa yang berlainan di Malaysia. Isi kandungan • 1 Demografi agama • 2 Ruang lingkup undang-undang Islam di Malaysia • 3 Status kebebasan agama • 3.1 Usaha antara agama di Malaysia • 4 Penukaran agama ke Islam • 4.1 Perkahwinan dan perceraian • 4.2 Sukarela penukaran agama anak di bawah umur • berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Automatik penukaran agama kanak-kanak di bawah umur mengikut penukaran agama ibu bapa • 4.4 Penukaran agama anak oleh satu ibu bapa • 5 Penukaran agama dari Islam • 5.1 Kemurtadan mengikut undang-undang negara bahagian • 5.2 Lina Joy • 5.3 Nyonya Tahir • 5.4 Revathi Massosai • 5.5 Penindasan • 6 Dakwah Kristian • 6.1 Dakwah • 6.2 Bahan Agama • 6.3 Visa dan sekatan lain • 7 Penindasan Ahmadiyah • 8 Tempat ibadah • 9 Penghancuran kuil Hindu • 10 Azan • 11 Pencukaian • 12 Warisan di bawah undang-undang Syariah • 13 Kebebasan bersuara berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali 13.1 Filem • 13.2 Media cetak • 13.3 Bible dan sastera agama • 14 Protests against religious freedom • 15 Pemusnahan harta tanah agama • 15.1 Serangan terhadap gereja • 15.2 Serangan terhadap surau/masjid • 16 Skop Kebebasan Beragama • 16.1 Perkara 11(1) • 16.2 Hak menganut agama • 16.2.1 Lina Joy v Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia [2007] 4 MLJ 585 - • 16.2.2 Lim Chan Seng v Pengarah Jabatan Agama Islam Pulau Pinang [1996] MLJU 500 - • 16.2.3 Majlis Agama Islam Pulau Pinang lwn Siti Fatimah Tan Abdullah (Mahkamah Rayuan Syariah Pulau Pinang) [2009] JH 27 Bhg II 185 - • 16.2.4 Daud bin Mamat & Ors v Majlis Agama Islam Kelantan [2001]2 MLJ 390 - • 16.2.5 Md Hakim Lee v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur [1997] 4 CLJ Supp 419 - • 16.2.6 Soon Singh a/l Bikar Singh lwn.

Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) [1999] 1 MLJ 489 - • 16.3 Hak mengamalkan agama • 16.3.1 Meor Atiqulrahman bin Ishak & Lain-lain v Fatimah bin Sihi & Lain-lain [2006]4 MLJ 605 - • 16.3.2 Halimatusaadiah v Public Service Comission, Malaysia [1994] 3 MLJ 61 - • 16.3.3 Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara [2001]3 MLJ 385 - • 16.3.4 Muniandy A/L Subramaniam & Ors v Majlis Perbandaran Langkawi Bandaraya Pelancongan & Anor - • 16.3.5 Pedik Busu & Yang Lain v Yang Dipertua Majlis Daerah Gua Musang & Yang Lain - • 16.3.6 Marcel Jude Ms Joseph v Sabah Legislative State Assembly - • 16.4 Penentuan Agama Si Mati • 16.4.1 Re Mohd Said Nabi [1965]MLJ 121 - • 16.4.2 Ng Wan Chan v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan & Anor [1991] 3 MLJ 174 - • 16.4.3 Dalip Kaur v Pegawai Polis Daerah Bukit Mertajam [1992]1 MLJ 1 - • 16.4.4 Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Mohamad Abdullah @ Moorthy a/l Maniam [2006]JH 21 Bhg II 210 - • 16.4.5 Kaliammal Sinnasamy lwn Pengarah Jabatan Agama Islam WP [2006]1 CLJ 753 - • 16.4.6 Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Nyonya binti Tahir [2006]JH 21 Bhg II 221 - • 17 Perkara 11(2) • 18 Perkara 11(3) • 19 Perkara 11(4) • 19.1 PP Dalam lwn Krishnan a/l Muthu - • 19.2 Sulaiman Bin Takrib V Kerajaan Negeri Terengganu, Kerajaan Malaysia, Intervener And Another Application [2009] 2 CLJ 54 - • 19.3 Fathul Bari bin Mat Jahya & Anor v Majlis Agama Islam Negeri Sembilan & Anor [2012] 4 CLJ 717 - • 19.4 Zi Publications Sdn Bhd & Anor lwn Kerajaan Negeri Selangor; Kerajaan Malaysia & Anor (Intervener) [2015]8 CLJ 621 - • 19.5 Menteri Dalam Negeri & Ors V.

Titular Roman Catholic Archbishop Of Kuala Lumpur - • 20 Perkara 11(5) • 21 Limitasi terhadap Hak Kebebasan Beragama • 21.1 Ketenteraman Awam • 21.2 Kesihatan Awam • 21.3 Moral • 22 Takrif Kebebasan Agama • 23 Kebebasan Agama dalam Undang- Undang Antarabangsa • 24 Kebebasan Agama dalam Islam di Malaysia • 24.1 Kebebasan Menganut Agama di Malaysia • 24.1.1 Kebebasan Mengamalkan Agama • 24.1.1.1 Kebebasan Menyebarkan Agama • 25 Tafsiran Peruntukan berkaitan Agama Islam • 25.1 Pandangan Sarjana • 26 Limitasi Kebebasan Beragama • 26.1 Ketenteraman Awam • 27 Hak Berkenaan dengan pendidikan (Perkara 12) • 27.1 Pembahagian kuasa antara Perseketuaan dan negeri terhadap pendidikan • 27.1.1 Kesamarataan dan ketiadaan diskriminasi • 27.1.1.1 Penggunaan bahasa pembelajaran • 28 Isu yang berbangkit terhadap Pendidikan • 29 Isu Terhadap Kebebasan Agama dan Pendidikan • 29.1 Penghakiman Akhir oleh kes tersebut • 30 Pembahagian Penghakiman yang diterima oleh kes tersebut • 31 Rujukan • 32 Rujukan • 33 Lihat juga • 34 Rujukan • 35 Pautan luar Demografi agama [ sunting - sunting sumber ] Malaysia mempunyai penduduk lebih daripada 27 juta.

Pada Penduduk terkini dan Perumahan Banci, 60.4 peratus berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali penduduk beragama Islam; 19.2 peratus Buddha; 9.1 peratus Kristian; 6.3 peratus Hindu, dan 2.6 peratus tradisional agama rakyat Cina. Sisanya direkodkan sebagai agama lain termasuklah Animisme, agama rakyat, Sikhisme dan sistem kepercayaan lain. [1] Beragama Islam ialah syarat untuk menjadi orang Melayu dari segi Perlembagaan Malaysia.

[2] Selain itu, Muslim yang ingin meninggalkan Islam menghadapi disinsentif yang kuat. Lihat di bawah. Ruang lingkup undang-undang Islam di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Bahagian ini memerlukan petikan dan rujukan tambahan untuk pengesahan. Sila bantu memperbaiki bahagian ini dengan menambahkan petikan ke sumber-sumber yang boleh dipercayai.

Bahan yang tidak disahkan mungkin akan dipertikai dan dipadam. Cari sumber: "Kebebasan beragama di Malaysia" – berita · akhbar · buku · sarjana · JSTOR ( April 2011) ( Ketahui bagaimana dan bila untuk membuang pesanan templat ini) Negara ini mempertahankan dua sistem kehakiman selari di negara ini (lihat: Mahkamah Malaysia).

Salah satunya adalah sistem kehakiman sekular berdasarkan undang-undang dikukuhkan oleh Parlimen. Yang lainnya adalah syariah (syariah, undang-undang Islam). Mahkamah Syariah memiliki bidang kuasa mutlak atas orang-orang yang menyatakan diri menjadi muslim.

Bagaimanapun orang bukan Muslim masih boleh memberikan keterangan kepada mahkamah syariah dalam mencari keadilan. Dalam kes Nyonya Tahir, keluarga si mati hadir ke mahkamah memberi keterangan dan bukti yang menunjukkan Nyonya Tahir tidak mengamalkan Islam dan mahkamah syariah mengistiharkan Nyonya Tahir berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali bukan Islam ketika meninggal dunia. [3] [4] Di mana keputusan mahkamah syariah membabitkan bukan-Muslim, ia dapat menempuh jalur di mahkamah sekular yang, dalam teori, menolak mahkamah syariah sebagai mahkamah Syariah terbatas dalam bidang kuasa mereka dengan Pasal 121 dari perlembagaan Persekutuan.

Pada tahun 2006 seorang hakim memutuskan bahawa Perkara 121 terhad mahkamah persekutuan dari hukumnya hal-hal yang diperintah oleh mahkamah Syariah ketika menyentuh masalah-masalah Islam. Hal ini dipandang sebagai salah tafsir rencana oleh beberapa, dan kes ini dalam proses banding di mahkamah rayuan. Peraturan syariah ditetapkan oleh sultan pelbagai negari. Secara sejarah seorang sultan mempunyai kuasa mutlak atas negari.

Sebelum kemerdekaan, Tunku Abdul Rahman berjaya meyakinkan para sultan untuk membahagi kuasa negara-negara ke persekutuan kerajaan. Salah satu syarat perjanjian ini adalah bahawa sultan masih kuasa tertinggi undang-undang Islam di negari-negari masing-masing. Tetapan yang sama lama dipegang bahkan selama pemerintahan kolonial Inggeris. Perlembagaan, salah satu daripada empat ujian untuk menjadi Melayu di Malaysia adalah bahawa seseorang itu harus menjadi seorang Muslim.

Oleh kerana itu, semua Melayu dianggap patuh di bawah undang-undang Islam. Alasan untuk ini adalah bahawa Islam dianggap intrinsik untuk identiti etnik Melayu yang secara kultural dan bersejarah di bawah pemerintahan Sultan yang adalah seorang Muslim. Alasan ini boleh didebatkan kerana sebelum wujudnya yang bernamanya melayu, bahasa sunskrit digunakan yang rapat dengan hinduism, sebagai contoh nama Parameswara adalah dari bahasa sunskrit yang bermaksud "supreme lord".

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Pada tarikh 29 September 2001, Perdana Menteri ketika itu, Tun Dr Mahathir bin Mohamad menyatakan bahawa negara itu adalah negara Islam. Tun Dr Mahathir bin Mohammad tidak memahami maksud agama rasmi, sebaliknya membuat definasi sendiri.

Perkara ini tidak menghairankan keranan asal usul Tun Dr Mahathir bin Mohamad juga diragui sebagai melayu. Pemimpin pembangkang pada masa itu, Lim Kit Siang, sekarang aktif mencari sokongan untuk menyatakan bergerak Mahathir sebagai inkonstitusional dengan berkali-kali menjelaskan bahawa Malaysia adalah sebuah negara sekular dengan Islam sebagai agama rasmi sebagai diabadikan dalam Perlembagaan. Namun, kerajaan campuran yang dipimpin oleh Mahathir pada saat itu digelar lebih dari dua pertiga kerusi di parlimen.

Sebuah suara majoriti dua pertiga di Parlimen diperlukan untuk pindaan perlembagaan di Malaysia. Sekiranya orang islam menduduki parlimen sekurang-kurangnya 66.66% tentu sahaja jumlah majoriti ini senang dicapai. 2 pertiga adalah 66.66%. Status kebebasan agama [ sunting - sunting sumber ] Bahagian ini memerlukan petikan dan rujukan tambahan untuk pengesahan.

Sila bantu memperbaiki bahagian ini dengan menambahkan petikan ke sumber-sumber yang boleh dipercayai. Bahan yang tidak disahkan mungkin akan dipertikai dan dipadam.

Cari sumber: "Kebebasan beragama di Malaysia" – berita · akhbar · buku · sarjana · JSTOR ( April 2011) ( Ketahui bagaimana dan bila untuk membuang pesanan templat ini) Kerajaan secara umum menyokong pendirian agama Islam dan itu adalah dasar rasmi untuk "menanamkan nilai-nilai Islam" ke dalam pentadbiran negara.

Namun, berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Ahad yang merupakan hari cuti tradisional Kristian adalah hari cuti rasmi akhir pekan di Wilayah Persekutuan dan sepuluh daripada tiga belas negara, tidak seperti amalan di negara-negara Islam Timur Tengah.

Pengecualian adalah negara bahagian Kedah, Kelantan dan Terengganu, di mana akhir pekan jatuh pada hari Jumaat dan Sabtu. Sebahagian besar Muslim di Malaysia menerima hal ini, walaupun beberapa telah menyatakan keresahan sejak masa paling suci dalam seminggu Muslim adalah antara Khamis malam dan hari Jumaat petang, ketika solat Jumaat jemaat diadakan.

Amalan memiliki hari Minggu sebagai hari cuti akhir pekan adalah berlepas dari amalan-amalan Islam tradisional, kencan untuk masa kolonial Inggeris ketika Inggeris mula mendatangkan pendatang non-muslim ke negara itu. Pada bulan Mei 2001, kerajaan memutuskan untuk tidak menyetujui aplikasi Falun Gong Jawatankuasa Persiapan untuk mendaftar sebagai organisasi undang-undang. Tindakan ini diyakini akan lebih berkaitan dengan keinginan kerajaan untuk memperbaiki hubungan dengan China bukan usaha untuk merosakkan Falun Gong untuk menyokong Islam.

Kerajaan tidak menghalang ahli Falun Gong dari melakukan kegiatan mereka di depan umum. Untuk kanak-kanak muslim, pendidikan agama sesuai dengan kurikulum yang diluluskan kerajaan adalah wajib di sekolah umum.

Tidak ada sekatan pada homeschooling, walaupun sekolah dasar adalah wajib. Namun, sekolah swasta dan perguruan tinggi memiliki beberapa keperluan undang-undang.

Hari perayaan beberapa agama diiktiraf sebagai hari cuti rasmi, termasuk Hari Raya Puasa (Muslim), Hari Raya Haji (Muslim), Maulidur Rasul (Muslim), Hari Wesak (Buddha), Deepavali (Hindu), Thaipusam (Hindu), Krismas (Kristian), dan, di Sabah dan Sarawak, Jumaat Agung (Kristian).

Usaha antara agama di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Pada bulan April 2002, Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (SUHAKAM) memulakan dialog antara agama yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik dan menghargai antar kelompok yang berbeza negara agama. Peserta terdiri daripada wakil Jabatan Pembangunan Islam Malaysia, Persatuan Ulama Malaysia, dan Dewan Konsultatif Malaysia Buddha, Kristian, Hindu dan Sikh (MCCBCHS).

Pada awal 2005, banyak perdebatan dikacau oleh sebuah Suruhanjaya Antara-Iman dicadangkan diajukan oleh pelbagai individu, beberapa di antaranya termasuk ahli akademik dan peguam dari Dewan Bar. Jawatankuasa pengarah belakang proposal untuk RUU yuran menyelenggarakan persidangan nasional yang melihat sekitar 200 + orang dari semua latar belakang agama menghadiri itu.

Di sana mereka hash luar kerangka untuk yuran yang boleh memberikan nasihat kepada pihak-pihak berkaitan pada isu-isu antara-agama banyak yang timbul di Malaysia pluralistik seperti penukaran dari Islam ke agama lain, yang dianggap sebagai kemurtadan di Malaysia.

Ahli parlimen PAS Dzulkefly Ahmad, menyatakan bahawa ia menentang pluralisme agama mengatakan bahawa ia telah, "relativised" tuntutan kebenaran, dan mengatakan bahawa Islam adalah agama-agama lain yang sama memiliki.

[5] Dr. Dzulkefly meneruskan untuk membuat perbezaan antara relativisme mempromosikan agama dan kerjasama dengan orang-orang dalam sebuah masyarakat "pelbagai-perkauman, pelbagai-agama, pelbagai-budaya, dan pelbagai-bahasa", dan bahawa yang terakhir itu diperlukan untuk membina yang kuat negara.

[6] Setelah liputan yang sangat di akhbar tempatan, RUU itu ditunda oleh Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, kerana kontroversi di sekitarnya. Penukaran agama ke Islam [ sunting - sunting sumber ] Perkahwinan dan perceraian [ sunting - sunting sumber ] Orang non-Muslim yang ingin menikahi seorang muslim harus masuk Islam sebelum perkahwinan boleh diiktiraf sebagai sah mengikut undang-undang. [7] [8] Sebuah perkahwinan antara dua non-Muslim (perkahwinan undang-undang sivil), bagaimanapun, tidak akan tamat selepas satu pasangan kemudian masuk Islam.

Pada tahun 2006, T. Saravanan, seorang mualaf, berusaha untuk membubarkan perkahwinannya dengan isterinya non-Muslim melalui Mahkamah Syariah. Isterinya, R. Subashini, diterapkan ke Kuala Lumpur Mahkamah Tinggi untuk perintah terhadap suaminya mencari perceraian di Mahkamah Syariah.

Mahkamah Tinggi menolak permohonannya. Hal ini ditegaskan dalam Mahkamah Rayuan, di mana mahkamah juga memerintahkan Subashini untuk membawa kes ke Mahkamah Syariah. Pada September, 2007, kes mereka masih menunggu di Mahkamah Persekutuan setelah banding oleh Subashini. [9] Subashini juga sedang berusaha untuk menghentikan atau menyatakan membatalkan penukaran anak-anak mereka.

[10] Pada 27hb Disember 2007, R. Subashini gagal dalam usaha untuk menghentikan suaminya dari menceraikannya di mahkamah Islam. Dia juga gagal meyakinkan mahkamah persekutuan suaminya harus dilarang daripada menukar putra mereka empat tahun untuk Islam. rayuan itu ditolak teknikal, tetapi mahkamah menambah bahawa ia akan dapat cuba lagi dalam beberapa bulan. [11] Sukarela penukaran agama anak di bawah umur [ sunting - sunting sumber ] Penukaran ke agama lain di Malaysia dibenarkan satu kali telah mencapai usia majoriti.

A minor mungkin tidak menukar ke agama lain tanpa kebenaran bertulis daripada wali nya seperti yang dinyatakan dalam Perwalian dari Bayi Act (1961) dan Perlembagaan Persekutuan (Perkara 11 (1) dan 12 (3) dan (4)).

Kes ini diuji oleh Teoh Eng Huat vs mot Kadhi Pasir Mas Kelantan pada tahun 1986. [12] Anak perempuan Teoh Eng Huat merupakan sebuah bangsal negara. Dia berkahwin dengan seorang Muslim. Oleh kerana itu kemudian di bawah umur, masuk Islam. Mahkamah tinggi memutuskan bahawa hak ayah untuk menentukan agama dan membesarkan bayi dibenarkan "tunduk pada keadaan yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip pilihan bayi agama yang dijamin di bawah Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Persekutuan".

Melalui proses, Susie Teoh tidak pernah muncul di mahkamah untuk bersaksi.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Keputusan itu ditolak atas permohonan banding ke Mahkamah Agung, yang memegang "dalam segala keadaan dan kepentingan yang lebih luas bangsa bayi tidak berhak secara automatik untuk menerima arahan yang berkaitan dengan agama lain selain (nya) sendiri tanpa izin dari orang tua atau wali ".

Mahkamah Agung sehingga memegang bahawa ini adalah "hanya kepentingan akademik" sebagai Susie Teoh tidak lagi di bawah umur pada masa pendengaran. Menanggapi beberapa negara (undang-undang Islam tersebut diteruskan oleh masing-masing negara) memberikan undang-undang disahkan untuk penukaran oleh 15 (ditakrifkan sebagai "Baligh" dalam Islam atau usia majoriti).

Undang-undang Persekutuan masih menyediakan untuk usia majoriti sebagai 18. Automatik penukaran agama kanak-kanak di bawah umur mengikut penukaran agama ibu bapa [ sunting - sunting sumber ] Negeri Selangor melewati perubahan undang-undang pada tahun 1989 bahawa jika orang dewasa masuk Islam, setiap anak bayi menjadi ditukar pada masa yang sama.

Laman ini diam-diam dihapuskan oleh non-dimasukkan ke dalam perubahan masa depan bil negara. Penukaran agama anak oleh satu ibu bapa [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes Chang Ah Jbt v Mee.

Hal Ehwal Agama Islam (2003) terdengar di Sabah Mahkamah Tinggi, [12] Ayah masuk Islam dan ditukar anak untuk Islam tanpa persetujuan atau pengetahuan dari ibu, Chang Ah Mee, pada tarikh 28 Julai 1998.

Sang ibu mendapat hak asuh anak pada Nov 13, 1998 dan kemudian dituntut untuk mengisytiharkan void penukaran. Mahkamah memutuskan bahawa sebagai mahkamah negara, mempunyai bidang kuasa atas negara semua hal yang bahkan mereka tentang Islam. Selanjutnya, berdasarkan Perlembagaan Persekutuan (pasal 12), The Perwalian dari Bayi Ordonansi (Sabah) 1999, Reformasi Undang-undang (Perkahwinan dan Perceraian) Act, 1976 dan Pentadbiran Undang-undang Islam pensijilan 1992 (Sabah) menentukan penukaran dua anak berusia tahun yang akan berlaku.

Pada tahun 2003, isu ini menjadi menonjol lagi dalam kes v Shamala Sathiyaseelan Dr Jeyaganesh C. Mogarajah. [12] Dalam sidang pertama sebelum Mahkamah Tinggi, Shamala Sathiyaseelan dicari (1) untuk membawa proses komited terhadap ayah dari bayi atas kesalahan urutan tahanan sementara Mahkamah Tinggi tarikh 17 April 2003, dan (2) untuk menyatakan bahawa dia tidak terikat oleh perintah, keputusan atau proses dari mahkamah syariah.

Sebelumnya Mahkamah Tinggi telah mendapat izin untuk Shamala Sathiyaseelan dengan akses untuk ayah. Dia gagal untuk mengembalikan anak-anak nya pada tarikh 25 Mei 2003. Shamala dan Jeyaganesh menikah dalam upacara Hindu berdaftar di bawah bidang kuasa Reformasi Hukum Undang-Undang.

Suami masuk Islam pada Nov 19, 2002. Pada Nov 25, 2002 ia ditukar anak-anak tanpa pengetahuan ibu atau persetujuan. Mereka masih tidak bercerai pada saat itu. Tanpa pengetahuan tentang Shamala ia kemudian memperoleh order tahanan di mahkamah syariah pada 30 Januari 2003. Mahkamah Tinggi memutuskan bahawa perintah penahanan yang dikeluarkan oleh mahkamah syariah "tidak mengubah urutan interim mahkamah awam".

Mereka memutuskan bahawa perintah mahkamah syariah "tidak mengikat isteri plaintif yang non-Muslim". Urutan tahanan sementara Mahkamah Tinggi dan proses yang mengikat suami sekarang Muslim sebagai hal yang timbul daripada perkahwinan Hindu berdaftar berdasarkan undang-undang Reformasi Undang-undang.

Sebagai isteri Hindu-nya tidak mengajukan cerai, ia tetap "isteri belum bertaubat nya" di bawah undang-undang ini. Pada Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali 13, 2004 Shamala sekali lagi pergi ke mahkamah tinggi. Kali ini untuk mencari arahan bahawa penukaran bayi itu batal. Seperti di Chang Ah Mee, dia mengutip Perlembagaan Persekutuan (Perkara 12), Perwalian dari Bayi UU 1961 dan Pentadbiran Undang-undang Islam (Federal Territories) Act, 1993.

The Perwalian dari Bayi UU untuk Wilayah Persekutuan berbeza dari yang dari Sabah dalam satu aspek seperti menggunakan "orang tua atau wali" panjang dan tidak "kedua-dua orang tua atau wali" seperti dalam AMLE Sabah. Dalam hal ini Mahkamah Tinggi memutuskan bahawa hanya kelulusan daripada satu ibu bapa diperlukan dalam penukaran ke Islam dari seseorang di bawah 18 di Daerah Persekutuan. Perkara 12 (4) Perlembagaan Persekutuan berbunyi "Untuk tujuan cl (3) agama orang di bawah usia lapan belas tahun harus diputuskan oleh orang tua atau walinya ." Mahkamah Tinggi ditafsirkan orang tua istilah yang bererti ayah.

Persamaan hak yang diberikan kepada kedua-dua orang tua di bawah Perwalian dari Bayi Act, 1961, yang diadakan tidak berlaku pada ayah Muslim. Dalam putusannya Mahkamah Tinggi diadakan fatwa atau Mufti Wilayah Persekutuan sebagai persuasif (istilah undang-undang).

Mufti menyatakan bahawa ayah mempunyai hak untuk secara sepihak menukar bayi Islam. Shamala sekali lagi pergi ke mahkamah tinggi pada tarikh 20 Julai 2004 sampai dengan melaksanakan antara lain untuk tahanan, berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dan kawalan bayi. Mahkamah diberikan dengan akses untuk ayah.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Dalam penilaiannya, itu menyatakan bahawa "hak amalan keagamaan dari dua anak bayi harus dilaksanakan sama dengan kedua-dua orang tua" berdasarkan Perwalian dari Bayi UU 1961. Ini terlepas dari keputusan sebelumnya bahawa tindakan ini tidak berlaku untuk Jeyaganesh yang kini seorang Muslim.

Mahkamah juga menyatakan bahawa undang-undang yang berlaku pada saat penukaran adalah undang-undang sivil. Bahkan memutuskan bahawa bayi itu "masih Hindu pada saat penukaran" dan ayah mesti mempunyai ibu berunding sebelum menukar bayi. Namun mahkamah secara jelas mengingatkan ibu dari "mempengaruhi bayi ' keyakinan agama dengan mengajar mereka artikelnya iman atau dengan membuat mereka memakan daging babi "atau dia akan risiko kehilangan anak-anaknya.

Alasan yang diberikan adalah bahawa mahkamah" tidak boleh lari dari kenyataan bahawa kedua-dua anak bayi sekarang muallaf "(menukar ke Islam). Sebagai kes telah memperoleh keunggulan organisasi keagamaan, organisasi hak asasi manusia dan perempuan isu organisasi telah berdaftar menonton seluar. En. Haris Bin Mohamed Ibrahim telah mendaftarkan singkat menonton atas nama Pertubuhan Bantuan Perempuan (WAO), Semua Perempuan Action Society (Awam), Wanita Center for Change, Penang (WCC) dan Sisters Dalam Islam (SIS).

[13] A. Kanesalingam, diadakan menonton singkat untuk Dewan Konsultatif Malaysia agama Buddha, Kristian, Hindu dan Sikh (MCCBCHS). Amnesty International, Human Rights Watch dan Dewan Bar juga memegang menonton seluar untuk kes ini. Berbagai-bagai pertubuhan memegang menonton singkat dalam hal ini sekarang menyebut diri mereka longgar Perkara 11 selepas pasal Perlembagaan Persekutuan menjamin kebebasan beragama.

Penukaran agama dari Islam [ sunting - sunting sumber ] Muslim yang ingin menukarkan dari Islam menghadapi halangan berat. Bagi umat Islam, khususnya etnik Melayu, hak untuk meninggalkan agama Islam dan mengikuti agama lain adalah soalan kontroversi. Proses undang-undang dari penukaran ini juga tidak jelas, dalam prakteknya sangat sulit bagi Muslim untuk menukar agama mereka secara legal.

[14] Pada tahun 1999 Mahkamah Tinggi memutuskan bahawa mahkamah sekular tidak memiliki bidang kuasa untuk mendengar aplikasi oleh Muslim untuk menukar agama. Menurut keputusan itu, penukaran agama Islam semata-mata terletak di dalam bidang kuasa mahkamah Islam. Inilah keistimewaan Malaysia, dua system mahkamah. Masalah kemurtadan Muslim sangat sensitif. Pada tahun 1998 selepas insiden kontroversi penukaran berusaha, Kerajaan menyatakan bahawa murtad (yakni, umat Islam yang ingin meninggalkan atau telah meninggalkan Islam utk agama lain) tidak akan menghadapi hukuman kerajaan selama mereka tidak memfitnah Islam selepas penukaran mereka.

Namun, apakah tindakan yang sangat penukaran adalah suatu "penghinaan terhadap Islam" tidak dijelaskan pada saat itu. Kerajaan menentang apa yang dianggap menyimpang tafsiran Islam, mempertahankan bahawa pandangan ekstrim "menyimpang" kumpulan 'membahayakan keselamatan negara.

Pada tahun 2005 perhatian media Malaysia terfokus pada sekte Kerajaan Langit yang pengasas Ayah Pin menyatakan dirinya sebagai Tuhan, dan yang anggotanya - sebahagian besar orang Melayu - yang sesuai didakwakan dengan "penyimpangan" agama dan "memalukan Islam" [15] Pada masa lalu, kerajaan menguatkuasakan sekatan pada kumpulan-kumpulan Islam tertentu, terutama jumlah kecil Syiah.

Kerajaan terus memantau kegiatan minoriti Syiah. Pada bulan April 2000, negari Perlis mengesahkan undang-undang syariah menundukkan Islam "Deviant" dan murtad untuk 1 tahun "pemulihan" (di bawah Perlembagaan agama, termasuk undang-undang syariah, adalah masalah negara).

Para pemimpin parti pembangkang Islam, PAS, telah menyatakan hukuman untuk murtad - setelah murtad diberikan tempoh masa untuk bertaubat dan mereka tidak bertaubat - adalah kematian. Undang-undang ini tidak terdapat di dalam al-quran.

Menurut al-quran tidak ada tempoh bertaubat sebaliknya terus dihukum, sila rujuk Quran 3:90, Quran 9:66, Quran 16:106, Quran 2:217, Quran 5:54, Quran 4: 137, Quran 2:108, Quran 88:22-24, Quran 9:11-12, Quran dan banyak yang lagi yang boleh bercanggah dari ayat-ayat yang disenaraikan. Banyak Muslim yang telah ditukar ke Kristian, Hindu, Buddhisme, Sikhisme dan agama lain memimpin "kehidupan ganda", menyembunyikan iman baru mereka dari rakan-rakan dan keluarga.

[16] [17] Tafsiran umum tentang kebebasan beragama seperti yang dinyatakan dalam perlembagaan di Malaysia adalah bahawa seseorang mempunyai berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali untuk practice agama atau tidak. Kebebasan ini tidak memberikan seseorang hak untuk menukar agama atau dia "pada kehendak dan mewah".

[18] Sebagai contoh seorang muslim yang ingin menukar ke agama lain harus mendapatkan izin eksplisit dari mahkamah syariah. Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali syariah jarang mengabulkan permintaan tersebut, kecuali dalam kes-kes di mana seseorang telah benar-benar hidup hidupnya utuh dewasa sebagai orang yang berbeza agama, dan hanya ingin menukar dokumen rasmi untuk mencerminkan fakta ini. Penafsiran Islam situasi ini adalah bahawa hanya mahkamah syariah boleh memutuskan siapa adalah seorang Muslim dan siapa yang tidak.

Seseorang tidak mempunyai kebebasan seperti itu, sehingga tidak dapat memiliki suara dalam penilaian yang diberikan dalam mahkamah syariah. The Lina Joy kes mencabar pandangan situasi dengan mengambil masalah murtad kepada Mahkamah Persekutuan pada tahun 2007.

Lina Joy kalah dalam kes tersebut dan ditolak pengenalan sebagai seorang Kristian di kad pengenalan nya. Ini dibersihkan situasi tentang wilayah tumpang tindih bidang kuasa antara Islam dan mahkamah sekular di Malaysia. Kemurtadan mengikut undang-undang negara bahagian [ sunting - sunting sumber ] Seperti Malaysia adalah persekutuan, hal-hal tertentu, seperti agama, dikendalikan oleh kerajaan negara bahagian.

Ada kemudian beberapa jumlah perbezaan antara negara-negara yang berbeza dalam rawatan bertaubat dari Islam. Statistik menunjukkan bahawa Negeri Sembilan mempunyai jumlah terbesar menukarkan, dengan 840 aplikasi yang dibuat untuk secara rasmi meninggalkan agama Islam pada tahun 2005, 62 daripada yang berjaya.

Sebuah akademik telah menyarankan bahawa ini kerana Negeri Sembilan adalah satu-satunya negeri yang (rasmi) izin penukaran. Sebuah menukarkan terlebih dahulu harus mengajukan permohonan kepada Mahkamah Syariah untuk suatu kenyataan bahawa ia tidak lagi seorang Muslim, menukarkan kemudian akan kaunseling selama sekitar satu tahun oleh seorang Mufti.

Jika, selepas tempoh ini, menukarkan masih ingin menukar, hakim boleh membenarkan aplikasi. Proses ini adalah unik untuk negeri, berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali ada negeri lain membolehkan umat Islam untuk secara rasmi ditukar. [ petikan diperlukan] Pada tahun 2006, Mahkamah Negeri Sembilan juga dibenarkan Wong Ah Kiu, yang keluar dari Islam ke agama Buddha undang-undang dikenali sebagai Nyonya binti Tahir, untuk ditanam dengan cara Buddha, walaupun penukarannya belum diakui secara sementara dia masih hidup.

Kes ini menandakan pertama kalinya non-Muslim telah memberi kesaksian di mahkamah Syariah di Malaysia. [19] Dalam lima negeri - Perak, Melaka, Sabah, Terengganu, dan Pahang - penukaran adalah tindak pidana yang boleh dihukum dengan denda atau hukuman penjara. Di Pahang, menukar agama juga boleh dihukum dengan hingga enam pukulan rotan. [20] Lina Joy [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Lina Joy Lina Joy, yang lahir Azalina Jailani, ditukar dari Islam ke Kristian, dengan alasan bahawa hal itu berada di bawah hak untuk kebebasan beragama mengikut Perkara 11 dari Perlembagaan Malaysia.

Dia pertama kali mendekati Jabatan Pendaftaran Negara (NRD) pada bulan Februari 1997, meminta izin untuk menukar namanya menjadi Lina Joy, dan juga status agamanya. Aplikasi ditolak pada bulan Ogos 1997 dengan alasan bahawa Mahkamah Syariah tidak memberikan izin baginya untuk meninggalkan Islam. Pada tahun 1998, NRD mengizinkan pertukaran nama, namun menolak untuk menukar status agama pada dirinya kad pengenalan. Joy mengajukan banding atas keputusan di Mahkamah Tinggi, dengan alasan bahawa dia tidak harus tunduk pada undang-undang syariah, setelah ditukar menjadi Kristian.

Pada bulan April 2001, Hakim Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Faiza Tamby Chik memutuskan bahawa dia tidak boleh menukar identiti agama nya, kerana etnik Melayu ditakrifkan sebagai Muslim di bawah perlembagaan.

Joy kemudian membawa kesnya ke Mahkamah Tinggi. Pada tarikh 19 September 2005, mahkamah memutuskan dalam keputusan majoriti 2-1 melawan Joy. Keadilan Abdul Aziz dan Keadilan Arifin Zakaria bersetuju bahawa NRD adalah benar dalam menolak aplikasi Joy dan mengatakan ia sampai ke Mahkamah Syariah untuk menyelesaikan masalah (Hakim Gopal Sri Ram mengatakan hal itu batal demi hukum.). Joy kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Malaysia, mahkamah tertinggi dan mahkamah terakhir di Malaysia.

[21] Mahkamah Persekutuan mendengar rayuan pada bulan Julai 2006, dan dipimpin oleh Ketua Hakim Negara Malaysia Ahmad Fairuz Abdul Halim, Ketua Hakim dari Sabah dan Sarawak Richard Malanjum, dan Hakim Mahkamah Persekutuan Sheriff Alauddin. Pada 30hb Mei 2007, Mahkamah Persekutuan, dalam keputusan 2-1, diberhentikan banding Joy.

Panel Mahkamah memutuskan bahawa hanya Mahkamah Syariah mempunyai kuasa untuk membolehkan Joy untuk memadam penunjukan agamanya Islam dari kad pengenalan kebangsaan-nya. Hakim Agung Ahmad Fairuz Sheikh Abdul Halim dan hakim Mahkamah Persekutuan Undang-undang Alauddin Mohd Sheriff menyampaikan keputusan majoriti menolak permohonannya. [22] Chief Judge of Sabah and Sarawak Justice Richard Malanjum dissented. Nyonya Tahir [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Wong Ah Kiu Revathi Massosai [ sunting - sunting sumber ] Revathi Massosai adalah wanita Malaysia yang dibesarkan sebagai seorang Hindu tetapi kad identitinya menunjuk dia sebagai seorang Muslim.

Dia telah menyatakan agama dia menjadi Hindu dan mempunyai petisyen gagal untuk memiliki kata "Islam" dihapuskan dari kad pengenalannya. Massosai berkahwin dengan seorang lelaki Hindu, tetapi pernikahannya tidak diakui oleh kerajaan Malaysia kerana masalah agama.

Massosai itu dipenjara selama enam bulan di sebuah kem pendidikan semula Islam kerana usahanya untuk meninggalkan Islam demi agama Hindu. [23] Revathi ditolak perwalian bayi yang baru lahir dan tidak dibenarkan bertemu suaminya Hindu.

Penindasan [ sunting - sunting sumber ] Ada suatu kejadian beberapa profil tinggi dan akaun penganiayaan terhadap orang-orang dari latar belakang malayu cuba untuk menukarkan agama dari Islam. Beberapa kes penting termasuk: • Hilmy Mohd Noor Mohd Hilmy. Noor, dalam bukunya "Hati Disunat", menggambarkan pengalamannya selama penahanannya di berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Akta Keselamatan Dalam Negeri Malaysia di a pa yang dia sebut sebagai akibat dari penganiayaan agama oleh pihak berkuasa Malaysia.

Dalam buku itu, ia juga menyebutkan insiden lobi oleh beberapa umat Islam di tempat kerja, sebuah syarikat minyak multinasional, untuk mendapatkan pekerjaan itu dihentikan. [24] [25] • Nur'aishah Bokhari Nur'aishah Bukhari membuat bertulis daripada habeas corpus dengan pengisytiharan undang-undang mendakwa bahawa dia ditahan tanpa sengaja oleh ahli keluarganya sendiri kerana ingin keluar dari Islam sebelum menikahi teman lelakinya yang Rom Katolik.

Dia kemudian melarikan diri dan sejak meninggalkan negeri. [26] • Abdullah atau Jeffrey Jeffrey juga dikenali sebagai Abdullah dan Or Boon Hua, 36, membuat permohonan dengan alasan bahawa dia tidak memgamalkan ajaran Islam sejak memeluk agama itu 14 tahun yang lepas. [27] Dakwah Kristian [ sunting - sunting sumber ] Dakwah [ berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali - sunting sumber ] Dakwah Muslim oleh ahli agama lain tidak secara teknikal tidak dilarang oleh undang-undang persekutuan, walaupun Muslim mungkin tertarik apda agama Kristian.

Namun itu dilarang di 10 daripada 13 negeri bahagian (iaitu kecuali Pulau Pinang, Sabah, Sarawak dan Wilayah Persekutuan) dan boleh mengakibatkan hukuman penjara panjang dan pukulan rotan (mencambuk). Kebanyakan Kristian dan beberapa kumpulan agama lain di Malaysia meletakkan penafian standard sastera dan iklan yang menyatakan "Untuk bukan Muslim sahaja".

[28] Bahan Agama [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2002 kerajaan melarang Alkitab dalam bahasa Melayu (Alkitab) dan di Iban (BUP Kudus). Para Kudus menggunakan istilah "Allah Taala" untuk Tuhan. Larangan sejak saat itu telah dibatalkan. Abdullah Badawi, ketika di pejabat sebagai Menteri Dalam Negeri, mendakwa itu adalah karya seorang birokrat terlalu bersemangat dan ia larangan dicabut peribadi. Beberapa negeri mempunyai undang-undang yang melarang penggunaan istilah keagamaan Melayu-bahasa seperti penggunaan istilah "Allah" untuk Tuhan oleh orang Kristian, tetapi tidak menegakkan kuasa mereka secara aktif.

Pengedaran bahan lain seperti buku atau kaset diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu (tempatan Melayu) atau Indonesia juga tidak digalakkan. Namun, bahan-bahan Kristian berbahasa Melayu yang sedia.

Sebelum pengharaman BUP Kudus pada tahun 2002, pengedaran bahan Kristian berbahasa Melayu yang dihadapi beberapa sekatan di Malaysia Timur. Visa dan sekatan lain [ sunting - sunting sumber ] Dalam beberapa tahun terakhir, visa bagi pendeta asing tidak lagi terhad, dan sebahagian besar visa diluluskan selama tempoh yang diliputi oleh laporan ini. Bermula pada Mac 2000, wakil bukan Muslim dijemput untuk duduk di jawatankuasa imigresen yang meluluskan permintaan visa tersebut.

Penindasan Ahmadiyah [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: Persecution of Ahmadis Pada bulan April 2009, Majlis Agama Islam Selangor mengeluarkan surat yang melarang ahli Komuniti Islam Ahmadiyah untuk menawarkan solat Jumaat di masjid pusat mereka dengan segera. Selain itu, kegagalan oleh Ahmadiyah untuk mematuhi syarat-syarat order akan mengakibatkan hukuman penjara sehingga satu tahun dan / atau denda sampai Ringgit Malaysia 3000.

Sebuah notis yang besar telah terjadi di luar masjid yang menyatakan Qadiani [[Ahmadiyyah] Bukan Agama Islam [29] [30] Tempat ibadah [ sunting - sunting sumber ] Kerajaan secara umum menghormati hak ibadah bukan-Muslim, namun kerajaan negeri berhati-hati mengawal pembangunan tempat ibadah bukan Muslim dan peruntukan lahan untuk pemakaman bukan Muslim.

Perjanjian untuk izin tersebut kadang-kadang diberikan sangat lambat. Masyarakat Katolik Shah Alam telah melobi kerajaan negeri untuk izin untuk membina sebuah gereja di bandar itu selama lebih dari 10 tahun.

Tidak sampai baru-baru ini bahawa kebenaran tersebut akhirnya dikabulkan. Gereja dibuka pada tarikh 10 September 2005. Modal pra-rancangan baru dari Malaysia, Putrajaya, memiliki masjid agung sebagai ciri-ciri menonjol dari masyarakat yang dirancang. Pada tarikh 16 Februari 2005, Uskup Agung Murphy Pakiam mengumumkan bahawa kerajaan Malaysia telah murah berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali memperuntukkan sebidang tanah di Putrajaya ke Keuskupan Agung Kuala Lumpur untuk membina sebuah pusat pengurusan komuniti gereja Katolik.

Jawatankuasa Bangunan Gereja Katolik Putrajaya ditubuhkan pada tarikh 3 Oktober 2005. Menurut jawatankuasa, "Perancangan seni bina dan reka bentuk akan memenuhi keperluan Liturgi memuji suasana hijau subur Putrajaya dan lanskap. Kami membayangkan gereja Putrajaya menjadi ciri dari masyarakat Katolik di Malaysia dan memaparkan warisan yang kaya Katolik Malaysia." Penghancuran kuil Hindu [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: Hinduisme di Malaysia, Demonstrasi kepala lembu, HINDRAF dan Perhimpunan Hindraf 2007 Sekitar sembilan peratus daripada penduduk Malaysia adalah Tamil India, di antaranya hampir 90 peratus beragama Hindu.

penduduk India datang ke Malaysia dari Tamil Nadu pada akhir abad ke-20 ke-19 dan awal. Setelah konflik kekerasan di Pulau Pinang antara Hindu dan Muslim pada bulan Mac 1998, kerajaan mengumumkan kajian semula kebangsaan candi Hindu dan candi dibina tanpa kebenaran. Namun, pelaksanaannya tidak kuat dan program itu bukan merupakan subjek perdebatan awam.

Pada bulan April 2006, kerajaan tempatan memusnahkan beberapa kuil Hindu untuk membuat jalan bagi projek-projek pembangunan. alasan mereka adalah bahawa candi itu tanpa izin dan berjongkok di atas tanah kerajaan. Antara April sampai dengan Mei 2006, beberapa kuil Hindu dihancurkan oleh pihak berkuasa dewan bandar raya di negara ini, disertai kekerasan terhadap Hindu.

[31] Pada 21hb April 2006, Malaimel Sri Selva Kaliamman Temple di Kuala Lumpur telah diruntuhkan menjadi puing-puing selepas dewan bandar raya menghantar jentolak. [32] Presiden Persatuan Pengguna Subang dan Shah Alam dalam Selangor telah membantu untuk mengorganisir usaha untuk menghentikan pihak berkuasa tempatan di bandar yang didominasi Muslim Shah Alam dari menghancurkan sebuah candi Hindu 107 tahun. Islamisasi yang berkembang di Malaysia adalah punca keprihatinan untuk Malaysia banyak yang mengikuti agama-agama minoriti seperti Hindu.

[33] Pada 11hb Mei 2006, pegawai balai kota bersenjata dari Kuala Lumpur dibongkar paksa sebahagian daripada candi pinggiran bandar 60 tahun yang melayani lebih dari 1,000 umat Hindu. The "Hindu Rights Action Force", sebuah koalisi dari beberapa NGO, telah memprotes pembongkaran ini dengan mengajukan aduan dengan Perdana Menteri Malaysia. [34] Banyak kumpulan Hindu advokasi telah memprotes apa yang mereka menuduh adalah rencana sistematik pembersihan candi di Malaysia.

Alasan rasmi yang diberikan oleh kerajaan Malaysia adalah bahawa candi itu dibangun "haram". Namun, beberapa candi yang berkurun-kurun tua. [34] Menurut seorang peguam untuk Hindu Rights Action Task Force, sebuah kuil Hindu adalah dibongkar di Malaysia sekali setiap tiga minggu.

[35] Muslim Malaysia juga tumbuh lebih anti-Hindu selama bertahun-tahun. Menanggapi usulan pembangunan sebuah kuil di Selangor, Muslim memotong kepala seekor lembu untuk memprotes, dengan para pemimpin mengatakan akan ada darah jika kuil dibina di Shah Alam. [36] Undang-undang di negara, terutama yang menyangkut identiti agama, umumnya condong terhadap paksaan masuk Islam. [37] Azan [ sunting - sunting sumber ] Yang Azan pertama (juga dieja Azan), yang dikenali sebagai "subuh" (atau subuh), terjadi pada sekitar 05:30 dengan waktu yang tepat hanyut sepanjang tahun.

Kebanyakan perniagaan Malaysia mula bekerja pukul 9 pagi. Banyak masjid menguatkan panggilan doa awal dengan cara pembesar suara, dan walaupun dalam beberapa kes rumah jiran hanya sedikit yang terpengaruh, beberapa masjid besar (misalnya Masjid Negara Selangor yang telah speaker di menara-nya) mempunyai panggilan doa yang boleh mendengar di daerah sekitar besar.

Pada tahun 2004 jurnal Badan Peguam Malaysia "Infoline" menerbitkan sebuah artikel yang mempersoalkan keperluan bagi Azan seperti yang mengganggu non-Muslim dan tidak diperlukan. Rencana dikutuk kerana Azan merupakan keperluan agama. Tidak ada keperluan untuk perbesar suara, kerana sekiranya Allah itu ada pasti akan didengar doanya. Penerusan ini untuk mengingati Bilal ibn Ribah, hamba abdi yang dibeli Abu Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dari nabi Muahmmad.

Ilustrasi menggambarkan Bilal pada January 630. Pada bulan Disember 2004, Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Datuk Seri Utama Dr Rais Yatim yang disebutkan dalam sebuah wawancara bahawa mungkin Azan mengganggu. Dia menyatakan ". panggilan Muslim untuk Subuh (fajar) doa boleh mengganggu tidur non-Muslim tetapi mereka telah menerima ini sebagai sebahagian fundamental dari Islam Tapi bagaimana kuat kelantangan sistem PA di masjid seharusnya, adalah masalah lain ".

[38] Excessive noise however is common matter of uneasiness among some Malaysians because berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali also often practise rituals that cause much discomfort to others (Muslims and non-Muslims alike).

A weak argument as it only happens on certain days of the week or year, whereas compared to adzan one would hear them 5 times a day. That would be average every 4.8 times in 24 hours times cycle. Among these are Chinese funeral processions that are often accompanied by drums and cymbals, and other rituals not exclusive to the Chinese. Not all chinese can afford such possesion. A berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali daily, The Star reported that a proposal by Kepong MP Dr Tan Seng Giaw to regulate the Azan so that it will not be too loud or disturb non-Muslims caused a stir in the Dewan Rakyat.

[39] Muslim MPs accused him of being insensitive and Minister in the Prime Minister’s Department Datuk Mohamed Nazri bin Abdul Aziz blasted the DAP member for allegedly trying to destroy the multi-religious tolerance in the country.

Muslim MPs only wants their religion to be considered. Whereas the other religion would be void or no need to be sensitive for them. Multi-reliious tolerance in the country only exist is Islam hold the upperhand.(in muslim majority country). Pencukaian [ sunting - sunting sumber ] Di Malaysia, terdapat rebat cukai pendapatan bagi wang yang dibayar kepada kerajaan dalam bentuk " zakat", atau sedekah yang wajib Muslim memberikan kepada orang miskin.

Namun, wang yang dibayar untuk penyebab lain atas nama agama-agama lain dalam keadaan yang sama diberikan keringanan cukai pendapatan saja, dan bantuan tersebut hanya diberikan apabila penerima tertentu telah memperoleh status kelulusan daripada Kerajaan Malaysia, yang sulit dalam prakteknya. Wang disumbangkan untuk penerima diluluskan tersebut hanya dikurangkan dari penghasilan di mana jumlah cukai berdasarkan, sedangkan zakat dikurangkan daripada jumlah cukai itu sendiri.

Misalnya, orang yang produktif RM 50,000 berhutang cukai sebanyak RM 3,000 dan RM 1,000 untuk menyumbangkan zakat, turun RM 1,000 terus dikurangkan dari RM 3,000, sedangkan sumbangan untuk lain penerima diluluskan akan membenarkan hanya dikurangkan RM 1,000 terhadap RM 50,000.

Bekas menjadi kredit cukai dan yang terakhir menjadi pengurangan cukai. Zakat (atau perpuluhan) wang, bagaimanapun, adalah dibayar oleh umat Islam secara langsung kepada organisasi rasmi yang dijalankan oleh kerajaan negara bahagian. Penerimaan yang dikeluarkan keluar dan harus diserahkan untuk mengajukan keringanan cukai.

Organisasi zakat sendiri ditetapkan oleh Peraturan Islam tertentu mendefinisikan kategori orang yang memenuhi syarat untuk menerima zakat serta jumlah yang harus dibayar oleh umat Islam berdasarkan pendapatan mereka. Sebaliknya, amal di Malaysia yang dijalankan secara peribadi oleh pertubuhan-pertubuhan sukarela, mengumpul sumbangan sukarela dari masyarakat umum, tidak perpuluhan wajib - sehingga perbezaan perlakuan oleh kerajaan.

Selain itu, keringanan cukai pendapatan yang diberikan kepada syarikat untuk sumbangan dilakukan untuk membebaskan cukai amal terhad sampai 5% dari pendapatan agggregate syarikat. Tidak semua amal non-Muslim diberikan status bebas cukai, itu hanya diberikan untuk amal berdaftar dan diluluskan, sebahagian untuk mencegah penyalahgunaan.

Ada keperluan ketat untuk mendapatkan keuntungan ini. Setelah mendapat kelebihan amal ini tidak menguntungkan lebih lanjut bahawa calon donor mereka dianjurkan menyumbangkan wang amal ini kerana penderma diberikan keringanan cukai hingga 5% daripada pendapatan agregat mereka sahaja. Warisan di bawah undang-undang Syariah [ sunting - sunting sumber ] Setelah kematian seorang muslim, harta tanahnya perlu diedarkan sesuai dengan hukum syariat. Ini digelar Faraid atau undang-undang Warisan Islam.

Seorang muslim dibenarkan untuk membuat wasiat, tetapi hanya satu pertiga daripada harta warisannya akan diberi sesuai dengan kehendak. Selanjutnya, keperluan di bawah undang-undang syariah adalah bahawa kedudukan sesuai dengan wasiat tidak akan menguntungkan setiap orang menentang Islam sebagai agama. Situasi ini berlaku di seluruh Semenanjung Malaysia dan Sabah. Di Sarawak, seorang pewaris Muslim boleh memberi satu pertiga daripada hartanya kepada sesiapa pun yang dia ingin.

Kebebasan bersuara [ sunting - sunting sumber ] Filem [ sunting - sunting sumber ] Filem yang menggambarkan orang-orang yang merupakan nabi dalam Islam pada umumnya ditapis atau dilarang disebabkan penggambaran nabi hukumnya " haram" (tidak dibenarkan) dalam Islam. Salah satu kes menonjol adalah pelarangan The Prince of Egypt ketika pengeluar yang tidak akan menapis watak Nabi Musa a.s.

Namun, dalam kes yang lebih baruThe Passion of the Christ dibenarkan, selepas campur tangan dari Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, di bawah syarat-syarat yang ketat menyekat penonton untuk orang Kristian dengan penjualan tiket sedang dilakukan oleh pelbagai gereja dan organisasi-gereja.

Kesedaran ini datang setelah kesedaran bahawa Isa dalam quran adalah tidak sama dengan Yeshua (Jesus). Pada tahun 2004,filem Yasmin Ahmad (dirinya seorang Muslim Malaysia) Sepet ditolak oleh sensor yang bertanya bahawa adegan dihapuskan.

10 adegan yang pantas. Di antara bahan-bahan yang mempersoalkan dalam filem itu mengapa filem tidak menggambarkan setiap usaha untuk menukar Jason (watak utama China bukan Muslim) Islam selepas dia jatuh cinta dengan seorang gadis Melayu. Media cetak [ sunting - sunting sumber ] Lihat juga: The Herald Pada tarikh 10 Disember 2007, kerajaan Malaysia melarang bahagian Melayu-Bahasa surat khabar mingguan Katolik, Herald, The Catholic Weekly kerana penggunaannya dari perkataan Allah, nama untuk Tuhan yang orang Kristian telah digunakan selama beratus-ratus tahun di negara ini.

[40] [41] kewarasan mereka adalah bahawa kata Allah oleh orang Kristian akan mengelirukan Muslim Melayu. Herald Sementara itu, mengajukan tuntutan pada awal Disember mengikuti amaran bahawa kebenaran tersebut boleh dicabut jika tidak berhenti menggunakan kata "Allah" dalam bahagian Bahasa Melayu surat kabar tersebut. [42] Melawan Herald sesuai, aparat keamanan Malaysia pada tarikh 30 Disember, amaran izin mencetak tidak akan dikemaskini jika terus menggunakan kata " Allah," yang kerajaan terus mengatakan hanya boleh digunakan oleh umat Islam.

[43] Gereja Katolik mula cabarannya kerajaan melarang gag order dari menggunakan kata "Allah" dalam Surat Herald-The Weekly Katolik-melalui judicial review. Kerajaan dahulu berpendapat bahawa permohonan gereja adalah sembrono dan telah mendesak mahkamah untuk membuangnya keluar, tapi Madam Kehakiman Lau Bee Lan tidak bersetuju dan membiarkan aplikasi oleh tituler Katolik Rom Uskup Agung dari Kuala Lumpur, Datuk Murphy Pakiam, cuti untuk menuntut kerajaan tentang penggunaan kata "Allah" untuk meneruskan.

Tiga mata yang dibesarkan dalam tuntutan. Yang pertama adalah untuk mahkamah untuk menyatakan bahawa tindakan kerajaan dalam melarang The Herald menggunakan kata "Allah" adalah haram dan batal demi hukum. Yang kedua adalah untuk suatu kenyataan mahkamah bahawa Uskup Agung sebagai penerbit The Herald berhak menggunakan kata "Allah" dan terakhir, bahawa mahkamah harus menyatakan bahawa kata "Allah" tidak eksklusif untuk agama Islam.

[44] Bible dan sastera agama [ sunting - sunting sumber ] • Gereja Borneo Evangelical Sabah juga mengambil tindakan undang-undang selepas pihak berkuasa melarang import buku Kristian yang mengandung perkataan Allah. [45] • Pada bulan Januari 2008, buku-buku Kristian anak-anak dengan ilustrasi para nabi disita dari beberapa kedai-kedai buku di seluruh negara [46] • Pada bulan Mei 2008, bea cukai Malaysia disita 3 CD Kristian dengan kata-kata Allah tertulis pada mereka dari seorang wanita Sarawakian Kristian, Jill Ireland Bill Lawrence.

Dia saat ini mencabar rampasan CD di mahkamah. [47] • Pada bulan Mac 2010, Home Malaysia Kementerian 30,000 Bible Melayu disita dari sebuah pelabuhan di Kuching, Sarawak [48] Protests against religious freedom [ sunting - sunting sumber ] On the 5th of November 2006, a group of Muslims gathered outside the Church of Our Lady of Lourdes, Silibin, in the town of Ipoh, Perak to protest an alleged conversion of Muslim Malays out of Islam.

The allegation was spread via a text message that claimed the church would baptize a group of Muslim Malays. The message proved to be false as the church celebrated only a Holy Communion service for 110 Indian children. The message further alleged that a famous Malaysian sportsman Azhar Mansor was leaving Islam to embrace Christianity.

The police had traced the message to a lady who had met Harussani Zakaria, mufti of the state of Perak in a meeting. He has stated that the message was to remain within the confines of the meeting but had made no attempt to verify the authenticity of the message nor report it to the police as converting Muslims is illegal under Malaysian law.

On 17 November, Azhar Mansor declared that he had not renounced Islam, [49] and Umno president Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi said that there should now be an end to the speculation. Pemusnahan harta tanah agama [ sunting - sunting sumber ] Serangan terhadap gereja [ sunting - sunting sumber ] Rencana utama: Serangan terhadap gereja di Malaysia 2010 The Metro Tabernacle, sebuah gereja Assemblies of God di Desa Melawati, Kuala Lumpur dibakar pada 8 Januari 2010.

[50] Manakala di Melaka, cat hitam disimbah pada dinding luar Gereja Baptist Melaka di Durian Daun. [51] Serangan terhadap surau/masjid [ sunting - sunting sumber ] Terdapat juga kejadian serangan terhadap tempat ibadat Muslim. Pada Januari 2010, dua surau berasingan di Muar menjadi sasaran serangan pembakaran sengaja.

[52] Manakala pada 2010, sebuah lagi surau di Seremban menjadi sasaran laku musnah. Surau itu disimbah dengan cat merah dan disepahkan dengan botol arak. [53] Malah masjid juga pernah menjadi sasaran, sembilan kepala babi ditemui di luar pintu sebuah masjid di Johor Bahru dalam dua kejadian berasingan pada akhir 2011.

Skop Kebebasan Beragama [ sunting - sunting sumber ] Menurut Perlembagaan Persekutuan Malaysia; Perkara 11(1) [ sunting - sunting sumber ] Tiap-tiap orang berhak menganuti dan mengamalkan agamanya dan, tertakluk kepada Fasal (4), mengembangkannya Perihal Perkara 11 secara ringkasnya merupakan perkara yang menjamin hak kebebasan beragama bagi setiap individu di Malaysia.

Perkara 11(1) pula memberikan dua jenis hak kepada warga Malaysia iaitu; hak menganut agama dan hak mengamalkan agama. Hak menganut agama [ sunting - sunting sumber ] • Setiap orang diberikan hak kebebasan untuk menganut agama masing – masing di dalam negara Malaysia.

Setiap individu yang telah menganut sebarang agama adalah terikat dan berkewajipan dengan peraturan agamanya. Hak beragama ini bukanlah bersifat mutlak bahkan ianya adalah berdasarkan perinsip agama masing – masing.

• Namun begitu, dalam beberapa keadaan, pihak berkuasa telah mewujudkan keadaan di mana seseorang individu tersebut dihalang daripada menganut agama pilihan mereka masing – masing. Terdapat banyak kes - kes pengisytiharan keluar agama Islam dilaporkan berdasarkan kepada Perkara 11 (1) ini walau pun tafsirannya kepada orang yang menganut agama Islam adalah mereka bebas untuk mempraktikkan agamanya iaitu Islam dan tidak bebas keluar dari agama Islam itu sendiri kerana tertakluk kepada undang-undang jenayah Islam negeri-negeri di Malaysia.

Berdasarkan kes – kes yang telah dibincangkan (1-6) adalah semua Mahkamah Syariah di Malaysia mempunyai bidang kuasa mengisytihar dan mengesahkan status agama seseorang sama ada semasa hidupnya atau selepas kematiannya. Walau bagaimanapun, tiada satu kaedah dan prosedur yang jelas dan seragam mengenai pendekatan yang sewajarnya digunakan oleh Mahkamah bagi menyelesaikan kes-kes permohonan status agama ini. Oleh itu, penambahbaikan perlu dilaksanakan bagi memastikan pengendalian kes-kes permohonan status agama dan perisytiharan keluar agama memenuhi kehendak undang-undang dan selaras dengan kehendak hukum syarak.

Kes-kes berkaitan Lina Joy v Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia [2007] 4 MLJ 585 - [ sunting - sunting sumber ] seorang wanita Islam telah mengaku keluar daripada Islam dan telah membuat rayuan untuk mengeluarkan perkataan ‘Islam’ daripada kad pengenalannya. Beliau mengemukakan permohonan berkanun untuk menyokong permohonan beliau. Kerani kaunter, walau bagaimanapun telah menolak untuk menerima permohonan beliau atas alasan bahawa ianya tidak lengkap tanpa perintah Mahkamah Syariah yang mengesahkan beliau telah meninggalkan Islam.

Melalui saman pemula, perayu memohon relif di Mahkamah Tinggi memohon antara lainnya, untuk beberapa perintah deklarasi terhadap Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan dan Kerajaan Malaysia berkenaan dengan hak beliau kepada kebebasan beragama, keperlembagaan seksyen 2 Akta Pentadbiran Undang-Undang Islam (Wilayah Persekutuan) 1993, keterterapan Enakmen Syariah kepada beliau yang menganut agama Kristian dan keperlembagaan undang-undang negeri dan persekutuan yang melarang keluar daripada Islam.

Hakim Mahkamah Tinggi telah mendengar saman pemula dan menolak secara keseluruhan tanpa memberikan apa-apa remedi yang diminta perayu. Di Mahkamah Rayuan, isu-isu perlembagaan digugurkan dan rayuan difokuskan hanya atas isu undang-undang pentadbiran, ianya adalah, sama ada Ketua Pengarah JPN dengan sebenarnya melaksanakan budi bicara yang diletakkan hak kepadanya di bawah undang-undang.

Secara majoriti, Mahkamah Rayuan menjawab dengan mengesahkannya. Beliau merayu sekali lagi. Namun begitu, Mahkamah Persekutuan telah menolak rayuannya dan menetapkan bahawa orang Islam mestilah menggunakan prosedur Mahkamah Syariah untuk meninggalkan Islam, sekiranya mereka hendak berbuat demikian secara rasmi. Lim Chan Seng v Pengarah Jabatan Agama Islam Pulau Pinang [1996] MLJU 500 - [ sunting - sunting sumber ] kedua-dua plantif di dalam dua kes yang berlainan telah memohon, melalui saman pemula, satu deklarasi bahawa penolakan agama Islam yang dibuat oleh mereka melalui Suratikatan Pol bertarikh 12 Julai 1995 dan 25 Mei 1995 masing-masing adalah mengikut undang-undang dan sah.

Plantif di dalam kes pertama menyatakan bahawa dia memeluk agama Islam pada 22 Febuari 1994 dan menukar namanya kepada Mohamad Alif Lim bin Abdullah. Kemudian pada 12 Julai 1995 dia membuat Suratikatan Pol menolak agama Islam dan menyatakan keinginannya untuk memakai nama Lim Chan Seng. Plantif dalam kes kedua mengatakan bahawa dia memeluk agama Islam pada 25 Mac 1988 dan menggunakan nama Norliza Valarummathy bte Abdullah.

Kemudian pada 25 Mei 1995 berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali membuat Suratikatan Pol menolak kepercayaannya dalam agama Islam dan menyatakan hasratnya untuk menggunakan nama Valarammathy d/o Ngamurthi. Mahkamah telah memutuskan bahawa tidak ada sebarang peruntukan di dalam Enakmen Pentadbiran Hal Ehwal Agama Islam Negeri Pulau Pinang 1993 yang memberi kuasa kepada Mahkamah Syariah untuk membicarakan isu berhubung halperkara murtad ataupun berhubung samada sesuatu peninggalan agama Islam itu sah atau sebaliknya.

Selanjutnya, tidak ada peruntukan bahawa permohonan sepertimana yang dibuat oleh kedua-dua plaintif di sini, sekiranya permohonan sedemikian perlu dibuat, hendaklah dibuat kepada Mahkamah Syariah umpamanya. Adalah jelas bahawa, berdasarkan Enakmen 1993 ini, tiada bidang kuasa diberikan kepada Mahkamah Syariah di Pulau Pinang terhadap perkara yang dibangkitkan, dan oleh sebab itu, Mahkamah Sivil adalah tidak terhalang untuk mendengar dan membicarakan halperkara atau persoalan tersebut.

Perkara ini telah menimbulkan kembali isu percanggahan bidang kuasa mahkamah sivil dan mahkamah syariah. Majlis Agama Islam Pulau Pinang lwn Siti Fatimah Tan Abdullah (Mahkamah Rayuan Syariah Pulau Pinang) [2009] JH 27 Bhg II 185 - [ sunting - sunting sumber ] responden, seorang yang beragama Buddha, telah memeluk Islam apabila berkahwin dengan seorang lelaki rakyat Iran di Pulau Pinang.

Setelah ditinggalkan oleh suaminya, responden ingin kembali ke agama asalnya dan dengan itu telah membuat permohonan ke Mahkamah Tinggi Syariah di bawah s.

61(3)(b) Enakmen Pentadbiran Agama Islam (Negeri Pulau Pinang) 2004 untuk perisytiharan-perisytiharan bahawa beliau bukan lagi seorang yang beragama Islam dan bahawa Majlis Agama Islam Pulau Pinang, iaitu perayu di sini, hendaklah membatalkan Sijil Akuan Memeluk Islam yang telah dikeluarkan untuknya. Mahkamah telah menolak rayuan dan memutuskan bahawa Seksyen 61(3)(b)(x) Enakmen 2004 tidak bertujuan untuk membenarkan seseorang keluar dari Agama Islam. Berdasarkan peruntukan s.

107(1) Enakmen 2004 (mengenai proses pemelukan Islam), perkataan “bukan lagi” di dalam s. 61(3)(b)(x) tidak boleh diambil sebagai memberi kebenaran kepada seorang Islam keluar dari Agama Islam. Peruntukan ss. 61(3)(b)(x), 107(1) dan 108 Enakmen 2004 adalah saling berkaitan. Sementara s. 107(1) menjelaskan mengenai pemelukan sah ke dalam Agama Islam dan s.

108 mengenai saat memeluk Agama Islam di mana sah atau tidaknya adalah bergantung kepada pematuhan kepada kehendak s. 107s. 61(3)(b)(x) memberi kuasa kepada mahkamah untuk mengisytiharkan sesuatu pemelukan Islam dibawah s. 107(1) sah atau sebaliknya. Justeru, memandangkan proses pengIslaman responden tidak sempurna, maka beliau tidak boleh lagi dianggap sebagai orang Islam. Beliau kekal semula sebagai seorang Buddha dan kerana itu tidak boleh dituduh dengan kesalahan murtad.

Daud bin Mamat & Ors v Majlis Agama Islam Kelantan [2001]2 MLJ 390 - [ sunting - sunting sumber ] merupakan kes yang melibatkan pemohon yang ingin keluar daripada agama islam. Pemohon telah membuat permohonan deklarasi bahawa pemohon mempunyai kebebasan mutlak dalam menganut dan mengamalkan agama yang dipililh berdasarkan kepada peruntukan perlembagaan di abwah perkara 11(1). Mahkamah berpendapat bahawa ‘meninggalkan sesuatu agama bukan merupakan suatu agama atau boleh disamakan dengan hak ‘untuk menganut dan mengamalkan agama’.

Mahkamah berpendapat lagi, untuk menerima bahawa tinggalkan suatu agama adalah sama dengan dengan tafsiran tersebut akan terlalu meluaskan skop perkara 11(1).

Md Hakim Lee v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur [1997] 4 CLJ Supp 419 - [ sunting - sunting sumber ] isu yang telah diketengahkan adalah pemohon telah keluar islam melalui ‘deed poll’ dan menyatakan bahawa keputusannya itu adalah selari dengan peruntukan yang telah ditetapkan di bawah Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan. Abdul Kadir Sulaiman J telah memutuskan: ‘This matter of the plaintiff which involves the determination of his status upon his purported renunciation of the Islamic faith by the deed poll and the statutory declaration is berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali the jurisdiction of this court to determine, on account of the ouster of the jurisdiction by art 121 (1A) of the Federal Constitution.

By virtue of para 1 in List 11 of the Ninth Schedule to the Federal Constitution, the jurisdiction lies with the syariah court on its wider jurisdiction over a person professing the religion of Islam even if no express provisions are provided in the Administration of Islam Law (Federal Territories) Act 1993 ("the Act") because under art 74 of the Constitution, it is within the competency of the legislative to legislate on the matter.

Its absent from the express provision in Act would not confirm the jurisdiction in the civil court. To my mind, the language of art 121(1A) used by the legislative is clear and without any ambiguity.

The civil courts, in this case, the High Court, has no jurisdiction in respect of any matter berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali is within the jurisdiction of the syariah court.’ Soon Singh a/l Bikar Singh lwn. Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (PERKIM) [1999] 1 MLJ 489 - [ sunting - sunting sumber ] Dzaiddin FCJ yang memberikan penghakiman untuk Mahkamah Persekutuan telah menyatakan: ‘Therefore, when jurisdiction is expressly conferred on the matters to conversion to Islam, in out opinion, it is logical that matters concerning conversion out of Islam (apostasy) could be read necessarily implied in and falling within the jurisdiction of the Syariah Courts.

One reason we can think of is that the determination of a Muslim convertee, conversion out of Islam involves inquiring into the validity of his purported renunciation of Islam under Islamic law in accordance with hokum syarak (Dalip Kaur).

As in this case of conversion to Islam, certain requirements must be complied with under hokum syarak for a conversion out of Islam to be valid, which only the syariah courts are the experts and appropriate to adjudicate’ • Majlis Agama Islam Negeri Sembilan lwn Hun Mun Meng [1992]2 MLJ 676 • Kamariah Ali lwn Kerajaan Kelantan [2002]3 MLJ 657 • Kamariah Ali dll lwn Kerajaan Negeri Kelantan dan satu lagi [2005]1 MLJ 197 • Priyathaseny & Ors v pegawai Penguatkuasa Agama Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Perak & Ors [2003]2 MLJ 302 • Zubeydah bte Shaik Mohd lwn Kalaichelvan a/l Alagapan dll [2003]2 MLJ 471 • Tongiah Jumali & Anor v Kerajaan Negeri Johor & Ors [2004]5 MLJ 40 Hak mengamalkan agama [ sunting - sunting sumber ] • Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan bahawa setiap orang mempunyai hak untuk menganuti dan mengamalkan agama masing-masing serta berhak untuk mengembangkan ajaran agama masing-masing.

Dalam hal yang berkaitan dengan mengamalkan agama, terdapat beberapa kes yang telah diputuskan oleh mahkamah. Kes-kes berkaitan Meor Atiqulrahman bin Ishak & Lain-lain v Fatimah bin Sihi & Lain-lain [2006]4 MLJ 605 - [ sunting - sunting sumber ] kes ini berkaitan dengan kebebasan hak asasi yang menyentuh tentang hak kebebasan beragama di bawah Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan.

Dalam kes ini, plaintif-plaintif mendakwa bahawa mereka telah dibuang sekolah kerana memakai serban. Oleh itu, pihak plaintif telah memohon kepada mahkamah untuk membuat satu perisytiharan bahawa pembuangan sekolah tersebut adalah tidak sah, terbatal dan tidak berkesan. Mereka juga menuntut agar diterima semula di sekolah tersebut.

Manakala, di pihak defendan pula mereka menegaskan bahawa pembuangan sekolah tersebut adalah sah kerana para plaintiff didakwa telah melanggar peraturan sekolah di mana mereka telah melanggar peraturan di bawah 3(f)(v) Peraturan Sekolah 1997, yang disediakan oleh gurubesar sekolah itu menurutSurat Pekeliling Ikhtisas Bil 9/1975, Kementerian Pelajaran. Surat Pekeliling itu, antara lain, memperuntukkan: 'Gurubesar boleh juga menimbangkan perkara-perkara lain yang tidak ada dalam senarai itu mengikut keadaan sekolah masing-masing'.

Mahkamah memutuskan untuk menerima permohonan para plaintiff kerana: a) Gurubesar tidak mempunyai bidang kuasa untuk melarang semua murid memakai serban. Tindakan gurubesar dikatakan telah melampaui batas kuasanya dalam menentukan polisi mengenai peraturan pakaian seragam sekolah kerana hak itu hanya dimiliki oleh Kementerian sahaja.

Kementerian tidak melarang pemakaian serban ke sekolah seperti yang terkandung di dalam Peraturan Pakaian Seragam Bil 3/1983. Ini menjadikan larangan itu tidak sah, terbatal dan tidak berkesan.

b) Tindakan gurubesar yang tidak memberi notis kepada para plaintiff untuk memberikan tunjuk sebab atau memberi peluang untuk didengar telah menjadikan para plaintif tidak mendapat pertimbangan yang sewajarnya untuk dikenakan hukuman lain selain daripada hukuman buang sekolah.

c) Plaintif-plaintif tidak mendapat keadilan kerana tidak diberi peluang untuk didengar melalui penjaganya. Oleh itu, pem-buangan sekolah mereka tidak sah, terbatal dan tidak berkesan. Mahkamah mengarahkan mereka diterima balik di sekolah itu dan memerintahkan defendan membayar gantirugi dan kos. d) Setiap orang Islam mempunyai hak untuk menganut dan mengamalkan ugamanya kerana hak ini terjamin di bawah Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan.

Tindakan gurubesar melarang para plaintiff memakai serban ke sekolah adalah bercanggah di bawah Perkara 3 dan 11 Perlembagaan Persekutuan. Percanggahan ini telah menyebabkan larangan gurubesar tersebut menjadi menjadi tidak sah dan terbatal. Larangan itu tidak berkaitan dengan undang-undang am mengenai ketenteraman awam, kesihatan awam atau akhlak di bawah perkara 11(5) yang mengatasi perkara 3 dan 11 e) Kes memakai purdah berbeza dengan kes memakai serban. Seorang memakai purdah tidak dapat dicam atau dikenal pasti.

Seorang yang memakai serban boleh dicam. Seorang yang memakai purdah boleh menjejaskan keselamatan awam tetapi tidak bagi seseorang yang memakai serban. f) Memakai serban adalah sah di sisi hukum syarak dan tidak pula tak sah di sisi undang-undang sivil bagi orang Islam mau pun bagi orang bukan Islam. Maka, memakai serban adalah sah menurut Perlembagaan. Halimatusaadiah v Public Service Comission, Malaysia [1994] 3 MLJ 61 - [ sunting - sunting sumber ] perayu yang merupakan seorang kerani di Jabatan Penasihat Undang-Undang Negeri Perak, telah memakai ‘purdah’ semasa waktu pejabat, bertentangan dengan surat pekeliling kerajaan yang melarang pegawai awam wanita daripada memakai pakaian yang menutup muka semasa bekerja.

Lembaga Tatatertib Jawatan Kumpulan ‘C’, Jabatan Peguam Negara (‘lembaga tatatertib itu’) telah membuat keputusan bahawa tindakan tatatertib patut diambil terhadap beliau dengan tujuan memecatnya dan telah memberitahu Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (‘SPA’) tentang keputusannya. Setiausaha SPA telah meminta perayu supaya menunjukkan kausa mengapa beliau tidak seharusnya dipecat. Jawapan perayu telah memberikan sebab-sebab mengapa beliau memakai ‘purdah’ dan memberikan petikan ayat daripada Al-Quran.

SPA telah membuat keputusan untuk memecat perayu daripada perkhidmatan kerajaan di bawah perintah am 26, Perintah-Perintah Am Pegawai Awam (Kelakuan dan Tatatertib) (Bab ‘D’) 1980 (‘PA ‘D’’).

Perayu telah membawa suatu tindakan di Mahkamah Tinggi untuk mencabar keesahan pemecatannya oleh SPA. Tindakan itu telah dibuang. Perayu telah membuat rayuan atas alasan bahawa: a) keputusan untuk memecat beliau sebenarnya telah dibuat oleh lembaga tatatertib itu dan bukannya SPA, yang pada hakikatnya merupakan kuasa tatatertib yang berkenaan di bawah perintah 26 PA ‘D’; b) beliau tidak diwajibkan untuk mematuhi surat pekeliling itu kerana ianya tidak menyatakan perkataan ‘purdah’; c) hak perlembagaan beliau di bawah perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan untuk menganuti dan mengamalkan agamanya telah dilanggar; dan d) beliau terpaksa memakai purdah untuk mengelakkan ‘fitnah’ terhadapnya kerana, menurut Surah 24, seorang wanita Islam mesti sentiasa menutup mukanya, kecuali matanya.

Mahkamah memutuskan untuk menolak rayuan perayu kerana: a) SPA telah mematuhi perintah 24 dan 26 PA ‘D’ dengan ketat prosedur yang digunakan oleh lembaga tatatertib.

Lembaga tatatertib telah memutuskan bahawa tindakan pemecatan terhadap perayu harus diambil dan telah merujuk perkara tersebut kepada pihak SPA. Perayu telah diberikan peluang yang sepenuhnya untuk membela diri apabila diberi surat tunjuk kausa. Setelah mempertimbangkan pembelaan perayu dengan sewajarnya, pihak SPA kemudiannya membuat keputusan untuk memecat beliau. Oleh itu, perayu telah gagagl di alasannya yang pertama.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

b) Surat pekeliling tidak mengandungi sebarang ketaksaan yang melarang pegawai awam wanita memakai sebarang pakaian yang menutup muka. Purdah bermaksud kain atau tirai yang menutup seorang perempuan supaya tidak dapat dilihat atau kain yang untuk menutup muka seseorang perempuan.

Perayu tidak boleh menyatakan bahawa surat pekeliling tersebut tidak jelas kepada perayu ataupun beliau tidak memahami maksud dan tujuannya. c) Kebebasan agama yang dijamin di bawah perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan tidak mutlak kerana perkara 11(1) tidak membenarkan sebarang tindakan yang bertentangan dengan sebarang undang-undang am berkaitan dengan ketenteraman awam, kesihatan awam atau kemoralan.

Larangan terhadap seseorang pegawai awam wanita untuk memakai pakaian yang menutup mukanya semasa bekerja tidak menjejaskan hak perlembagaan perayu untuk mengamalkan agamanya. Pemakaian purdah tidak kena-mengena dengan hak perlembagaan perayu untuk menganuti dan mengamalkan agama Islam.

d) Pentafsiran perayu tentang Surah 24 disalah tanggap. Di dalam keadaan sedemikian, hakim itu bertindak secara betul apabila menolak aspek ini dalam keterangan perayu berkenaan dengan pemakaian purdah. Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara [2001]3 MLJ 385 - [ sunting - sunting sumber ] plaintiff di dalam kes ini, Cif Zakaria Abdul Rahman merupakan seorang kakitangan awam telah memohon kepada pihak defendan iaitu Ketua Polis Negara untuk mengahwini seorang perempuan yang bernama Puziah Ariffin sebagai isteri beliau yang kedua.

Bagaimanapun, permohonan plaintiff telah ditolak oleh defendan dan plaintiff telah dinasihatkan oleh defendan untuk memutuskan hubungannya dengan perempuan tersebut. Plaintiff tidak mengendahkan amaran tersebut dan tetap meneruskan hubungan dengan perempuan tersebut. Oleh itu, plaintiff telah dihadapkan kepada pihak berkuasa disiplin kerana gagal mematuhi arahan pegawai atasannya.

Plaintiff menerima keputusan yang diberikan pihak berkuasa disiplin serta hukuman yang dikenakan. Walau bagaimanapun, plaintiff tetap mengahwini perempuan berkenaan dan hal ini telah menyebabkan plaintiff dihadapkan ke pihak berkuasa disiplin sekali lagi. Dalam prosiding yang kedua ini, plaintiff telah dihadapkan atas dua pertuduhan, iaitu, yang pertama, plaintiff meneruskan hubungannya dengan perempuan berkenaan dan yang kedua plaintiff telah mencemarkan imej perkhidmatan awam melalui tingkah lakunya.

Plaintiff kemudian menghujahkan di mahkamah bahawa hak beliau di bawah Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan telah dicabuli dan hukuman yang dikenakan oleh pihak defendan adalah keterlaluan. Mahkamah memutuskan untuk menolak permohonan plaintiff keran hujah plaintiff mengenai hak kebebasan beragama mengenai perkahwinan poligami dalam kalangan lelaki Islam hanyalah sesuatu yang harus dan bukannya merupakan satu kewajipan agama yang bersifat kemestian.

Oleh itu, tidak salah sekiranya pihak defendan seperti badan berkuasa disiplin polis mewajibkan para anggota polis seperti plaintiff memohon kebenaran untuk berkahwin lagi Muniandy A/L Subramaniam & Ors v Majlis Perbandaran Langkawi Bandaraya Pelancongan & Anor - [ sunting - sunting sumber ] b erkisar tentang satu permohonan injunksi interlukotori yang dimohon oleh para plaintif kepada mahkamah kerana para defendan di dalam kes ini kuil Sri Muniswaran yang terletak di Jalan Kisap, Kuah, Kedah.

Isu yang dibangkitkan di dalam kes ini ialah: a) Sama ada satu pihak berkuasa tempatan adalah satu jabatan kerajaan dan b) jika satu pihak berkuasa tempatan adalah satu jabatan kerajaan, sama ada satu injunksi interim boleh dikeluarkan terhadap mereka di bawah Akta Relief Spesifik 1950.

Keputusan mahkamah terhadap kes ini ialah: a) Berdasarkan Akta Prosiding Kerajaan1956, Akta Tafsiran 1948 dan 1967, sebuah pihakberkuasa tempatan bukan satu jabatan kerajaan dan oleh itu tidak termasuk dalam lingkungan s 54 Akta Relief Spesifik 1950. Secara alternatifnya, jika pihak berkuasa tempatan sememangnya satu jabatan kerajaan, s 54(d) Akta Relief Spesifik 1950 yang terpakai ke atas kedua-dua injunksi muktamad dan interim akan menghalang mahkamah daripada memberikan yang sama (lihat ms 184E-F).

b) Pada asas bahawa pihak berkuasa tempatan bukan satu jabatan kerajaan, apa yang perlu dipertimbangkan adalah sama ada terdapat satu persoalan yang serius yang perlu dibicarakan dan untuk mempertimbangkan persoalan imbangan kemudahan (lihat ms 184G). c) Berdasarkan fakta-fakta kes, kuil tersebut tiada kepentingan atau status sah atas tanah tersebut dan berdasarkan fakta dan undang-undang, ia tidak lebih daripada satu setinggan yang dibenarkan berada di situ oleh defendan kedua sehingga tanah tersebut diperlukan oleh Kerajaan Persekutuan untuk tujuannya.

Kewujudannya yang berterusan adalah satu kesalahan di bawah s 425 Kanun Tanah Negara. Oleh itu tidak terdapat persoalan serius untuk dibicarakan (lihat ms 187D-E). Pedik Busu & Yang Lain v Yang Dipertua Majlis Daerah Gua Musang & Yang Lain - [ sunting - sunting sumber ] berkaitan tentang isu yang dibangkitkan oleh pihak plaintiff mereka telah membina sebuah bangunan untuk tujuan rumah ibadat bagi penduduk yang beragama Kristian.

Pada 11 April 2007, defendan kedua menghantar notis kepada mereka supaya menghentikan pembinaan rumah ibadat itu dan seterusnya merobohkannya dalam tempoh dua minggu. Pada 19 April dan 24 Mei 2007, mereka menerima dua notis lagi daripada defendan pertama supaya merobohkan bangunan itu dalam tempoh 30 hari.

Pada 4 Jun 2007, seramai lebih kurang 20 orang kakitangan defendan pertama yang disertai oleh anggota polis dan RELA telah merobohkan bangunan rumah ibadat itu. Oleh itu, isu yang dibangkitkan dalam kes ini ialah sama ada: a) pihak berkuasa tempatan atau negerimempunyai kuasa yang sah merobohkan bangunan rumah ibadatitu; b) binaan rumah ibadat itu termasuk dalam hak-hak adat danbudaya Orang Asli; c) binaan rumah ibadat itu dibenarkan dibawah peruntukan undang-undang yang sedia ada; Akta Jalan,Parit dan Bangunan 1974 (‘Akta’) dan Kanun Tanah Negara(‘KTN’) terpakai kepada tanah orang-orang Asli; dan d) defendan - defendan mematuhi notis-notis yang diberikan kepada plaintif plaintif.

Keputusan mahkamah berpihak kepada plaintiff-plaintiff. Hal ini demikian kerana: a) Seksyen 1(6) Akta membenarkan pihak berkuasa tempatan seperti defendan pertama menyelia dan memantau tanah Orang Asli jika kawasan itu diwartakan. Defendan ketiga telah mewartakan Mukim Ulu Nenggiri dalam kawasan seliaan defendan pertama.

Pemakaian Akta adalah menyeluruh dan mengatasi Akta Orang Asli 1954. Ini bererti defendan pertama mempunyai kuasa merobohkan sesuatu bangunan yang dibina dalam bidang kuasanya jika bangunan itu tidak mematuhi keperluan yang ditetapkan oleh undang-undang. b) Rumah ibadat tidak termasuk dalam hak adat dan budaya Orang Asli kerana memeluk agama Kristian adalah amalan baru dan bukan amalan turun temurun nenek moyang mereka.

c) Pembinaan rumah ibadat adalah dibenarkan di bawah undang undang, namun ia perlu mematuhi peruntukan undang-undang yang sedia ada. Perkara 11(3)(c) Perlembagaan Persekutuan memperuntukkan dengan jelas bahawa “Every religious group has the right berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali acquire and own property and administer it in accordance with law”. Namun dalam kes ini plaintif-plaintif tidak membuat permohonan untuk kelulusan bangunan tersebut. d) Menurut s.

5 KTN ia jelas bahawa tanah-tanah masih tanah Kerajaan. Hak milik tanah itu masih belum diberikan atau dikeluarkan kepada plaintif-plaintif, dan mereka tidak mengemukakan bukti yang tanah itu dikeluarkan hak milik kepada mereka. Mahkamah Rayuan dalam kes Kerajaan Negeri Selangor & Ors v. Sagong Tasi & Ors memutuskan bahawa KTN tidak terpakai ke atas tanah adat Orang Asli berdasarkan s.

4(2) KTN. Isunya ialah sama ada hartanah yang dipertikaikan itu tanah adat Orang Asli, dan jawapannya ialah tidak. Kawasan itu masih tanah RPS (Rancangan Penempatan Semula) yang belum diberi hak milik. Ia bukan tanah adat. Namun begitu, Akta adalah terpakai kepada tanah yang dipertikaikan dalam kes ini seperti yang dijelaskan dalam isu pertama di atas. e) Defendan pertama tidak mematuhi notis-notis yang diberikan olehnya.

Ia tidak menunggu tempoh masa 30 hari yang diberikan kepada plaintif-plaintif dalam notis-notis itu tetapi sebaliknya merobohkan bangunan rumah ibadat itu sebelum tempoh notis tamat. Ini tidak wajar dilakukan. Jika notis diberi dalam tempoh yang ditetapkan, notis itu hendaklah dilaksanakan dalam tempoh yang ditetapkan seandainya plaintif-plaintif tidak mematuhi notis yang diarahkan.

Defendan kedua mengarahkan plaintif merobohkan rumah ibadat itu dalam tempoh dua minggu dari tarikh notis 11 April 2007. Namun terdapat juga dua notis lagi yang memberi tempoh 30 hari, dan defendan pertama bertindak bersama dengan defendan kedua, maka adalah wajar, “benefit” notis 30 hari diberikan kepada plaintif-plaintif.

Hak plaintif-plaintif sepatutnya dihormati. Marcel Jude Ms Joseph v Sabah Legislative State Assembly - [ sunting - sunting sumber ] plaintiff telah menyaman pihak defendan atas alasan bahawa Dewan Perundangan Negeri Sabah tidak menghormati hak beliau sebagai seorang Kristian apabila pihak DUN Sabah telah meminda Holiday Ordinance in Sabah pada tahun 1978.

Pemindaan tersebut berkaitan dengan pemansuhan Hari Easter dan Boxing Day. Menurut beliau, pemindaan ini telah mengancam hak kebebasan beragama beliau di bawah Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan. Plaintiff menghujahkan bahawa pemindaan itu merupakan suatu tindakan yang menyalahi undang-undang. Oleh itu, antara isu yang dibangkitkan ialah sama ada: a) Pemindaan terhadap Ordinan tersebut adalah tidak bertentangan dengan Perlembagaan Persekutuan dan Perlembagaan Negeri; b) Pemindaan tersebut mempunyai konflik dengan Perlembagaan Persekutuan dan Perlembagaan Negeri itu sendiri; • Keputusan mahkamah adalah seperti berikut: a) Defendan mempunyai hak untuk melakukan pemindaan terhadap Ordinan tersebut.

Perkara ini adalah selaras dengan peruntukan di bawah Perkara 74 Perlembagaan Persekutuan. Item 8 Jadual Kesembilan pula berkaitan dengan cuti negeri. Hal ini bermakna perkara pokok yang berkaitan dengan cuti negeri adalah di dalam bidang kuasa defendan. b) Perlembagaan Negeri dan Perlembagaan Persekutuan tidak mengisytiharkan apa-apa cuti keagamaan sebagai cuti umum. Oleh itu, adalah tidak relevan untuk berkata bahawa pemansuhan cuti umum keagamaan berkonflik dengan Perlembagaan Persekutuan dan juga Negeri.

c) Perkara 11 tidak memperuntukkan apa-apa hak yang berkenaan dengan cuti umum upacara keagamaan. Hak untuk menganuti dan mengamalkan sesuatu agama itu tidak termasuk dalam cuti hari upacara kegamaan kecuali disahkan oleh kenyataan undang-undang. Hak di bawah Perkara 11 tidak boleh diperluaskan sehingga melanggar batas Penentuan Agama Si Mati [ sunting - sunting sumber ] Re Mohd Said Nabi [1965]MLJ 121 - [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes ini.

Ahli keluarga si mati inginkan deklarasi bahawa si mati bukanlah seorang yang beragama islam memandangkan si mati telah memakan khinzir dan meminum minuman beralkohol semasa masih hidup. Menurut Chua H di Mahkamah tinggi Singapore, satu ujian yang dilakukan ialahsekiranya Said Nabi masih hidup, soalan yang akan ditanya ialah apakah agama yang sedang dianutinya.

Dan jawapan kepada soalan tersebut adalahSaid Nabi sentiasa mengaku bahawa dirinya merupakan seorang yang beragama Islam. Pada masa tersebutmasih belum ada pindaan artikel 121(1A) perlembagaan persekutuan yang membolehkan mahkamah tinggi Singapore yang membuat keputusan dan pada masa tersebut juga, singapore masih lagi menjadi sebahagian daripada Malaysia.

Ng Wan Chan v Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan & Anor [1991] 3 MLJ 174 - [ sunting - sunting sumber ] Kes ini mempunyai fakta kes yang lebih kurang sama dengan kes Dalip Kaur. Namun, hakim menganggap kelakuan si mati dalam kes ini sebagai faktor penentu dalam memutuskan bahawa si mati bukan lagi seorang Muslim.

Hakim memutuskan bahawa Murtad bermaksud seorang muslim yang melepaskan ikatan terhadap agamanya (Islam) sama ada dengan jelas mengisytiharkan bahawa dia bukan lagi seorang Islam atau dengan kelakuannya yang jelas menunjukkan bahawa dia bukan seorang Muslim.

Dalip Kaur v Pegawai Polis Daerah Bukit Mertajam [1992]1 MLJ 1 - [ sunting - sunting sumber ] Pemohon ingin memohon deklarasi bahawa anaknya iaitu Gurdev Singh s/o Guruvak Singh iaitu si mati adalah seorang yang bukan beragama Islam dan ingin menuntut mayat anaknya dari Hospital Daerah Bukit Mertajam.

Si mati dilahirkan beragama Sikh dan dibesarkan dengan cara hidup orang Sikh. Si mati tinggal bersama ibunya di Kulim, Kedah. Mayat si mati ditemui di Kubang Semang, Bukit Mertajam. Si mati mempunyai teman wanita yang bernama Siti Noraini yang berkerja di tempat yang sama dengan si mati. Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Mohamad Abdullah @ Moorthy a/l Maniam [2006]JH 21 Bhg II 210 - [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes ini, si mati telah meninggal dunia pada 20 Disember 2005.

Pemohon telah mengahadapi masalah dalam urusan untuk mengebumikan si mati kerana kedudukan agama si mati memerlukan perintah mahkamah. Dua isu penting dalam permohonan ini adalah mengena bidangkuasa mhkamah syariah dan yang kedua sama ada si mati beragama islam atau sebaliknya.

Mahkamah telah memutuskan bahawa si mati merupakan seorang yang beragama islam dan perlulah dikebumikan mengikut hukum syarak. Si mati dikatakan tidak menukar agama ke agama Islam pada 1 Jun 1991 di hadapan kadi di Kulim. Pendaftaran penukaran si mati juga tidak dikatakan berdaftar dengan Majlis Agama Islam Kedah menurut seksyen139 Enakmen Pentadbiran Islam 1962 negeri Kedah.si mati telah keluar dari agama Islam menurut buti yang dikemukakan iaitu dokumen bertandatangan.

Amalan si mati sebelum meninggal berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali adalah menurut kepercayaan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Sikh.

Si mati telah dibaptiskan oleh paderi Sikh di sebuah kuil Sikh di Kulim kira-kira sebulan sebelum kematian si mati. Si mati juga telah menghadiri kuil Sikh secara kerap dan makan daging khinzir.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Mahkamah memutuskan bahawa dokumen ataupun deed poll yang wujud adalah bukan hasil tandatangan si mati. Hakim juga rayuan adik si mati dan menolak bukti yang diberi paderi Sikh tersebut berkatian penbaptisan si mati. Hakim telah menolak rayuan ini atas sebab-sebab yang berbeza. Persoalannya adalah sama ada si mati telah murtad ketika beliau masih hidup. Murtad adalah seseorang yang tidak lagi patuh kepada agama Islam dan melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyebabkan beliau jatuh ke dalam kekufuran.

Tidak ada perbezaan murtad yang boleh diwujudkan sama ada beliau murtad dengan sengaja atau tanpa niat. Kaliammal Sinnasamy lwn Pengarah Jabatan Agama Islam WP [2006]1 CLJ 753 - [ sunting - sunting sumber ] Dalam kes ini, pemohon, iaitu isteri si mati ingin meminta deklarasi yang mengesahkan bahawa si mati merupakan seorang yang beragama Hindu dan bukannya beragama islam.

Pemohon telah membawa beberapa bukti penting seperti cara hidup si mati dan sebagainya dan ingin membuktikan bahawa si mati bukanlah seorang yang beragama Islam. Menurut Hakim Raus Sharif, memandangkan Mahkamah Tinggi Syariah Kuala Lumpur telah membuat keputusan bahawa simati adalah seorang Islam, maka mahkamah sivil tidak mempunyi bidangkuasa untuk menyemak dan membatalkan perintah Mahkamah Syariah atau tidak menghiraukan sama sekali perintah tersebut.

Di sini dapat kita lihat bahawa bidangkuasa penentuan agama sesorang itu Islam ataupun tidak adalah bidangkuasa Mahkamah Syariah dan bukannya mahkamah sivil. Permohonan Perisytiharan Status Agama Simati Nyonya binti Tahir [2006]JH 21 Bhg II 221 - [ sunting - sunting sumber ] Nyonya Tahir atau nama asalnya Wong Ah Kiu adalah seorang wanita yang dilahirkan Islam tetapi dibesarkan dalam agama Buddha. Selepas kematian beliau, cara pengebumian telah menjadi isu yang dibangkitkan di mahkamah sama ada beliau patut dikebumikan secara Islam atau mengikut pengebumian agama Buddha.

Hal ini telah membangkitkan isu kebebasan beragama di negara Malaysia. Menurut anak-anak Nyonya Tahir, ibu mereka mengamalkan amalan dan kepercayaan agama Buddha. Beliau makan hidangan daging khinzir dan mengamalkan budaya hidup bangsa Cina. Kad pengenalan anak-anak beliau direkodkan sebagai berbangsa Cina tetapi kad pengnalan beliau sendiri merekodkan bangsa Melayu.

Beliau telah memohon untuk menukar nama dan agama beliau dalam kad pengenalan pada tahun 1986. Kematian beliau pada tahun 2006 telah menyebabkan anak-anak beliau menuntut untuk mengebumikan beliau mengikut agama Buddha tetapi telah dihalang oleh Jabatan Agama Islam Negeri Sembilan. Namun, mahkamah telah mendengar testimony oleh anak-anak beliau yang mengatakan bahawa beliau hidup dan mati sebagai seorang Buddha, diikutu dengan agama beliau yang bukan beragama Islam ketika beliau meninggal.

Mahkamah memutuskan untuk membenarkan keluarga beliau mengebumikan beliau mengikut upacara pengebumian agama Buddha. Kes ini merupakan kes pertama yang membicarakan seorang bukan Islam di mahkamah Syariah di Malaysia. Walaupun seorang yang bukan beragama Islam tidak boleh untuk memohon untuk membuka kes di mahkamah Syariah, mereka masih boleh dibicarakan di situ. Keputusan ini menerima kritikan di mana ianya telah menyalahi Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan iaitu menyalahi hak kebebasan beragama.

Kes ini juga telah menjadi penanda aras tentang kepentingan bertanyakan kepada keluarga sama ada si mati beragama Islam ataupun tidak semasa kematian dan melalui cara hidup beliau. Perkara 11(2) [ sunting - sunting sumber ] Tiada seorang pun boleh dipaksa membayar apa-apa cukai yang hasilnya diuntukkan khas kesemuanya atau sebahagiannya bagi maksud sesuatu agama selain agamanya sendiri • Perkara 11(2) memperuntukkan bahawa seseorang tidak boleh dipaksa untuk membayar cukai sekiranya pendapatan yang diperolehi daripada cukai tersebut akan digunakan semua atau sebahagian daripadanya untuk maksud agama yang lain daripada agamanya.

• Peruntukan berkenaan seperti yang ternyata dalam Perlembagaan adalah jelas bahawa hak kebebasan agama ini dinyatakan untuk berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali perasaan orang-orang bukan Islam; yakni kedudukan Islam sebagai agama persekutuan tidak akan mengancam hak mereka untuk menganut dan mengamalkan kepercayaan beragama.

Selain itu wujudnya perlindungan dari paksaan untuk membayar cukai yang sebahagiannya akan digunakan untuk agama yang lain dari agama anutan seseorang, perlembagaan bagaimanapun menyebut bahawa pihak berkuasa boleh menggunakan wang awam untuk tujuan-tujuan agama Islam. • Dengan kata lain Islam diberikan kedudukan yang lebih istimewa; yang tentunya berdasarkan kepada kenyataan sejarah negara ini.

Namun, harus diingati bahawa tidak wujud sebarang paksaan untuk membayar sebarang cukai untuk kepetingan agama lain selain agama yang dianuti. Sebagai contoh, pembayaran zakat adalah terhad kepada umat Islam sahaja memandangkan ianya adalah rukun Islam yang wajib dipatuhi apabila sesorang itu beragama Islam.

Perkara 11(3) [ sunting - sunting sumber ] Tiap-tiap kumpulan agama berhak— (a) menguruskan hal ehwal agamanya sendiri ; (b) menubuhkan dan menyenggarakan institusi-institusi bagi maksud agama atau khairat; dan (c) memperoleh dan mempunyai harta dan memegang dan mentadbirkannya mengikut undang-undang Perihal • Terdapat variasi kumpulan agama di Malaysia dan setiap daripadanya diberikan hak-hak spesifik di bawah peruntukan 11(3) di mana mereka adalah berhak untuk menguruskan hal ehwal agama sendiri, menubuh dan menyenggarakan institusi atau persatuan keagamaan tersendiri di samping mentadbir harta perolehan institusi menurut undang-undang.

• Antara hak-hak yang lain yang turut diperuntukkan adalah berkenaan hak untuk membina rumah ibadat; menggunakan kitab suci; berkumpul ramai-ramai; menubuhkan institusi pendidikan; memiliki harta dan menubuhkan institusi kebajikan.

• Kes-kes berkaitan • Titular Roman Archbishop of Kuala Lumpur lwn Menteri Dalam Negeri & Anor [2010] 2CLJ 208 • Pedik Busu & Yang Lain lwn Yang Dipertua Majlis Daerah Gua Musang & Yang Lain [2010] 4CLJ 868 Perkara 11(4) [ sunting - sunting sumber ] Undang-undang Negeri dan berkenaan dengan Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Labuan dan Putrajaya, undang-undang persekutuan boleh mengawal atau menyekat pengembangan apa-apa doktrin atau kepercayaan agama di kalangan orang yang menganuti agama Islam • Perihal • Di samping melindungi kebebasan beragama, peruntukan dalam Perkara 11 juga turut membezakan antara mengamalkan dan mengembangkan agama.

Ini menampakkan kebebasan beragama seperti yang diperuntukkan dalam Perlembagaan Persekutuan tidak bersifat mutlak • Perkara 3 Perlembagaan Persekutuan telah menjelaskan bahawa agama Islam adalah agama rasmi namun agama-agama lain masih boleh dianuti dan diamalkan sebagai sebahagian daripada hak asasi manusia disisi perlembagaan negara. Namun begitu berbanding agama lain, agama Islam boleh dikatakan diberi keistimewaaan dan perlindungan yang tersendiri. • Perkara 11(4) menegaskan bahawa penyebaran agama selain daripada agama Islam kepada orang Islam adalah dilarang sama sekali terutamanya dari segi penyebaran dakwah.

Selain itu,peruntukan ini juga secara tidak langsung memberi kuasa kepada kerajaan negeri atau kerajaan persekutuan untuk mengubal undang-undang bagi mengawal atau menyekat penganut agama bukan Islam menyebarkan atau mengembangkan ajaran serta kepercayaan mereka kepada orang Islam. • Berdasarkan kuasa tersebut, maka kerajaan-kerajaan negeri boleh meluluskan undang-undang untuk mengawal pengembangan agama bukan Islam kepada orang Islam.

Hampir kesemua negeri di Malaysia mempunyai Enakmen khas yang mengawal penyebaran dakwah kepada orang Islam, kecuali Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Sabah, Sarawak, Melaka dan Pulau Pinang. • Antara Enakmen yang digubal oleh kerajaan negeri ialah Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Terengganu, 1980 (Enakmen No 1/1980); Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Selangor, 1988 (Enakmen No 1/1998); dan Enakmen Kawalan dan Sekatan (Pengembangan Agama Bukan Islam) Johor, 1991 (Enakmen No 2 /1991).

Perkataan ‘Agama bukan Islam’ yang digunakan didalam enakmen ini ditafsirkan sebagai meliputi agama-agama seperti Kristian, Hindu, Buddha, Sikh atau apa-apa variasi, versi, bentuk atau cabang mana-mana agama tersebut. • Antara kesalahan yang tertakluk di bawah Enakmen Ugama Bukan Islam (Kawalan Pengembangan di kalangan orang Islam) 1988 ialah; • Seseorang yang memujuk, mempengaruhi, atau menghasut orang beragama Islam supaya mengubah keimanan.Kesalahan ini merujuk kepada apa-apa aktiviti yang boleh mempengaruhi atau menghasut atau memujuk orang Islam supaya cenderung atau mengubah kepercayaan kepada agama yang bertentangan dengan agama Islam atau meninggalkan agama Islam.

Apa-apa aktiviti ini boleh ditafsirkan secara umum, iaitu sama ada secara lisan atau bertulis dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran agama bukan Islam; seksyen 4 • Seseorang yang menyuruh, menyebabkan, memujuk, mempengaruhi, menghasut, menggalakkan atau membiarkan seseorang beragama Islam di bawah umur 18 tahun supaya berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali ajaran agama bukan Islam, atau supaya dia menyertai apa-apa istiadat, perbuatan menyembah, atau aktiviti keagamaan agama bukan Islam atau aktiviti yang dianjurkan untuk faedah suatu agama bukan Islam, maka ia adalah satu kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM10,000 atau penjara selama tempoh satu tahun atau kedua-duanya; seksyen 5 • Seseorang yang mendekati orang Islam bertujuan mendedahkannya kepada apa-apa ucapan, pertunjukan, mengunjungi, mengatur, berusaha mengadakan suatu perjumpaan dengannya, atau menghubungi dengan telefon, bagi maksud mendedahkan orang itu kepada apa-apa ucapan atau pertunjukan mengenai agama bukan Islam, juga adalah kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM5,000 atau penjara selama tempoh enam bulan atau kedua-duanya; seksyen 6 • Seseorang yang menghantar, menyerahkan, menyebabkan dihantar, diserahkan kepada seorang lain yang beragama Islam di dalam atau di luar negeri, atau dari luar negeri, menghantar atau menyerahkan kepada seorang yang beragama Islam di dalam negeri, apa-apa terbitan mengenai agama bukan Islam, atau bahan iklan bagi terbitan itu, yang mana tidak diminta oleh orang itu, juga adalah melakukan kesalahan yang boleh dikenakan denda RM3,000 atau penjara selama tempoh tiga bulan atau kedua-duanya; seksyen 7 • Seseorang yang membahagi-bahagikan di berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali tempat awam, apa-apa terbitan mengenai agama bukan Islam, menyerahkan salinan terbitan itu kepada seorang Islam, juga adalah melakukan kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM1,000; seksyen 8 • Seseorang yang membuat apa-apa tulisan yang diterbitkan dalam apa-apa ucapan atau pernyataan terbuka, atau dalam suatu perhimpunan yang dirancang, atau dalam pernyataan yang diterbit atau disiarkan, menggunakan mana-mana perkataan yang khusus untuk umat Islam sebagaimana disenaraikan dalam Bahagian I (Jadual) Enakmen itu, atau terbitan atau virasinya, menyatakan atau memperihalkan sesuatu fakta, kepercayaan, idea, konsep, perbuatan, aktiviti, perkara, atau hal mengenai atau berkaitan dengan sesuatu agama bukan Islam adalah suatu kesalahan yang boleh dikenakan denda sebanyak RM1,000; seksyen 9 • Semua kesalahan-kesalahan di bawah Enakmen ini hendaklah disifatkan sebagai kesalahan-kesalahan boleh tangkap (seizable offence) bagi maksud Kanun Prosedur Jenayah, yakni pegawai yang diberi kuasa boleh menyiasat kesalahan di bawah undang-undang ini dan boleh menangkap tanpa waran mana-mana orang yang disyaki telah melakukan mana-mana kesalahan itu.

Kes-kes berkenaan akan dibicarakan oleh seorang Majistret. • Undang-undang kawalan pengembangan agama bukan Islam tersebut bukan sahaja boleh dikenakan terhadap bukan Islam, tetapi juga boleh dikenakan ke atas orang Islam yang bersekongkol dengan bukan Islam menyebarkan dakyah agama mereka. Orang Islam juga boleh didakwa menurut Seksyen 10 Enakmen Jenayah Syariah negeri, iaitu kesalahan menghina atau menyebabkan agama Islam dipandang hina, yang jika disabitkan boleh didenda tidak melebihi RM5000.00 atau dipenjarakan selama tempoh tidak melebihi tiga tahun atau kedua-duanya.

Kes-kes berkaitan PP Dalam lwn Krishnan a/l Muthu - [ sunting - sunting sumber ] mangsa seorang wanita Melayu telah berkenalan dan bercinta selama tujuh tahun dengan tertuduh yang sudah pun beristeri. Apabila mangsa tidak mempunyai tempat tinggal, beliau memohon kepada tertuduh dan isteri untuk tinggal bersama.

Semasa tinggal dengan tertuduh dan isterinya itu, mangsa pernah diugut supaya keluar dari agama Islam dan memeluk agama Hindu. Mangsa juga pernah disuruh bersumpah dengan kuil Hindu dan dilarang mendirikan solat. Tertuduh yang dihadapkan ke mahkamah di bawah seksyen 4(2)(i) Enakmen Kawalan dan Sekatan Pengembangan Agama-agama Bukan Islam Negeri Pahang 1989 kemudian disabitkan kesalahan dan dikenakan hukuman denda RM1,500 dan penjara 20 hari.

Sulaiman Bin Takrib V Kerajaan Negeri Terengganu, Kerajaan Malaysia, Intervener And Another Application [2009] 2 CLJ 54 - [ sunting - sunting sumber ] pempetisyen, seorang Muslim didakwa dengan kesalahan di bawah seksyen 10 dan seksyen 14 Jenayah Syariah Kesalahan (Takzir) (Terengganu) 2001 (Terengganu Enakmen).

Dia didakwa mengikut Seksyen 10 adalah bertindak menghina pihak berkuasa agama dengan mengingkari fatwa mengenai pengajaran dan kepercayaan Ayah Pin yang telah dinyatakan dalam Warta Kerajaan Negeri Terengganu pada 1997/04/12. Pertuduhan itu telah dirangka di bawah seksyen 14 kerana memiliki VCD, yang mengandungi kandungan bertentangan dengan Hukum Syariah. Fathul Bari bin Mat Jahya & Anor v Majlis Agama Islam Negeri Sembilan & Anor [2012] 4 CLJ 717 - [ sunting - sunting sumber ] pempetisyen pertama didakwa di Mahkamah Rendah Syariah Negeri Sembilan bagi kesalahan di bawah seksyen 53 (1) Enakmen Jenayah Syariah (Negeri Sembilan) 1992 kerana mengadakan ceramah agama tanpa "tauliah", manakala pempetisyen kedua didakwa bersubahat dengan kesalahan itu.

Kedua-dua pempetisyen mencabar kesahihan dan perlembagaan bahagian seksyen 53. Ia telah berhujah bahawa seksyen 53 tidak sah kerana melanggar Perkara 74 (2) dan item 1 Senarai Negeri, Jadual Kesembilan Perlembagaan Persekutuan dan Seksyen 53 tidak termasuk dalam item 1, oleh itu Mahkamah Syariah Negeri Sembilan tidak mempunyai bidang kuasa untuk membicarakan kesalahan di bawah seksyen tersebut.

Mereka juga berhujah bahawa mengajar ajaran agama Islam tanpa "tauliah" bukan suatu kesalahan terhadap rukun-rukun atau ajaran Islam dan Badan Perundangan Negeri melebihi telah kuasa perundangan apabila ia mengubal seksyen 53 dan menjadikan ia seperti ini suatu kesalahan. Arifin Zakaria CJ, bercakap bagi pihak Mahkamah Persekutuan mengatakan bahawa tujuan seksyen 53 Enakmen Negeri Sembilan adalah untuk melindungi integriti "aqidah", "syariah" dan "Akhlak" yang menjadi asas ajaran agama Islam.

Keperluan tauliah adalah perlu untuk memastikan bahawa hanya orang yang berkelayakan untuk mengajar agama sahaja dibenarkan untuk berbuat demikian.

Ini adalah langkah yang untuk menghentikan penyebaran ajaran sesat di kalangan orang Islam. Ia adalah diterima umum bahawa ajaran sesat di kalangan orang islam adalah kesalahan terhadap ajaran Islam.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Oleh itu, Badan Perundangan Negeri Sembilan telah bertindak dalam kuasa perundangannya dalam menggubal seksyen 53 Enakmen Negeri Sembilan itu. Zi Publications Sdn Bhd & Anor lwn Kerajaan Negeri Selangor; Kerajaan Malaysia & Anor (Intervener) [2015]8 CLJ 621 - [ sunting - sunting sumber ] pempetisyen pertama ialah penerbit kepada ZI Publications Sdn Bhd. Pempetisyen kedua, bernama Mohd Ezra Mohd Zaid merupakan pemegang saham majoriti syarikat itu. Pada bulan Mei 2012, pempetisyen pertama menerbitkan sebuah buku "Allah, Kebebasan memberi Cinta "(Kitab), terjemahan buku Melayu “Allah, Cinta dan Liberty " ditulis oleh penulis Kanada, Irshad Manji.

Pada 29 Mei 2012, Bahagian Penguatkuasa Islam Selangor, Jabatan Hal Ehwal menyerbu pejabat pempetisyen pertama dan merampas 180 naskhah kitab kerana disyaki melakukan kesalahan di bawah seksyen yang dipersoalkan. Oleh itu pada 7 Mac 2013, pempetisyen kedua didakwa Mahkamah Syariah Selangor di bawah Akta Kesalahan Dengan seksyen menjadi persoalan. Oleh itu, petisyen telah difailkan oleh para Pemohon memohon satu deklarasi bahawa seksyen yang dipersoalkan adalah tidak sah kerana SSLA tidak mempunyai kuasa untuk menggubal undang-undang tersebut.

Pemohon mempersoalkan isu-isu berikut kepada Mahkamah: - a) Adakah SSLA mempunyai kuasa untuk menggubal undang-undang yang menyekat atau mempunyai potensi untuk menyekat kebebasan bersuara (Isu Pertama); b) Sebagai alternatif, Sama ada SSLA boleh menggubal seksyen yang dipersoalkan berlawanan dengan Bahagian II Perlembagaan Persekutuan (Isu Kedua) c) Sama ada kuasa Parlimen untuk menggubal undang-undang berhubung dengan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dalam Senarai Negeri hanya boleh dilaksanakan dalam Keadaan di dalam Perkara 76 (1) (a) (b) dan (c) Perlembagaan Persekutuan (Isu Ketiga).

[2] Menteri Dalam Negeri & Ors V. Titular Roman Catholic Archbishop Of Kuala Lumpur - [ sunting - sunting sumber ] Pada tahun 2009, 16 Feb; Gereja Roman Katolik diketuai Ketua Paderi Murphy Pakiam memfailkan permohonan semakan semula kehakiman di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur bagi mendapatkan perisytiharan bahawa keputusan Kementerian Dalam Negeri melarangnya menggunakan kalimah 'Allah' dalam majalah mingguan itu adalah bercanggah dengan undang-undang. The Herald, yang diterbitkan dalam empat bahasa, menggunakan kalimah 'Allah untuk merujuk kepada Tuhan dalam edisi bahasa Malaysianya untuk bacaan penganut Katolik di Sabah dan Sarawak.

Gereja Roman Katolik, antara lain, memohon perisytiharan bahawa: a) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald kerana adalah menjadi haknya, seperti agama selain Islam, untuk mengamalkan agama masing-masing secara aman.

b) Perkara 3(1) Perlembagaan Persekutuan tidak memberi kuasa kepada responden untuk melarang pemohon daripada menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald. c) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan mingguan itu, sama seperti ia mempunyai hak untuk bebas bersuara dan memberi pendapat. d) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald, sama seperti hak untuk bebas beragama dan mengurus hal ehwal agama sendiri.

e) Ia mempunyai hak di sisi perlembagaan untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald, sama seperti hak untuk memberi pendidikan tentang Katolik dan Kristian f) Akta Mesin Cetak dan Penerbitan 1984 tidak memberi kuasa kepada responden untuk melarang pemohon menggunakan kalimah 'Allah' dalam The Herald. g)Kalimah 'Allah' bukan eksklusif untuk Islam. Pada 31 Dis; Mahkamah Tinggi, ketika meluluskan permohonan semakan semula kehakiman oleh Gereja Roman Katolik itu, mengisytiharkan bahawa keputusan Kementerian Dalam Negeri melarang The Herald menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan bahasa Malaysianya, yang khusus untuk bacaan penganut Kristian di Sabah dan Sarawak, adalah salah di sisi undang-undang, batal dan tidak sah Pada tahun 2010, 4 Jan; Kementerian Dalam Negeri dan kerajaan memfailkan rayuan di pejabat pendaftar Mahkamah Rayuan untuk mengetepikan keputusan Mahkamah Tinggi itu.

Kemudiannya pada 6 Jan; Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur menangguhkan pelaksanaan perintah terdahulu yang membenarkan majalah itu menggunakan kalimah 'Allah' berikutan persetujuan Kementerian Dalam Negeri dan Ketua Paderi Roman Katolik atas alasan untuk kepentingan negara. Pada tahun 2013, 10 Sept; Mahkamah Rayuan mendengar rayuan Kementerian Dalam Negeri dan kerajaan berhubung keputusan Mahkamah Tinggi.

Pada 14 Okt; Mahkamah Rayuan diketuai Hakim Mahkamah Persekutuan Datuk Seri Mohamed Apandi Ali sebulat suara meluluskan rayuan kerajaan untuk melarang The Herald daripada menggunakan kalimah 'Allah'. Mahkamah itu mengetepikan keputusan Mahkamah Tinggi pada 2009 yang membenarkan The Herald menggunakan kalimah 'Allah'.

Hakim Mohamed Apandi, yang mengetuai panel tiga anggota, berkata mahkamah mendapati kalimah 'Allah' tidak pernah menjadi bahagian penting dalam amalan kepercayaan agama Kristian. Katanya berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali mengambil fakta sejarah dan keagamaan, beliau tidak menemukan sebarang sebab munasabah kenapa Ketua Paderi Roman Katolik Kuala Lumpur "berkeras" untuk menggunakan kalimah 'Allah' dalam penerbitan mingguan itu.

Manakala Abdul Aziz Rahim HMR pula menyatakan bahawa Fasal 11(4) adalah bagi melindungi Islam sebagai agama Persekutuan serta melindunginya dari ancaman kegiatan-kegiatan dakwah oleh agama-agama lain terhadap pengikut-pengikut agama Islam.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Kedudukan Islam sebagai agama Persekutuan telah meletakkan obligasi ke atas pihak berkuasa untuk mengembang dan melindungi Islam serta kesuciannya.

Oleh itu, tiada apa pun yang tidak munasabah atau tidak relevan bagi Menteri untuk mengambilkira Islam sebagai agama Persekutuan di bawah fasal 3(1) dan sekatan terhadap pendakwahan di bawah fasal 11(4) apabila mengenakan syarat yang dipertikai terhadap penerbitan the Herald.

Tiada apa yang tidak berperlembagaan mengenainya. Larangan oleh Menteri hanya menyentuhi penggunaan perkataan 'Allah' untuk Tuhan di dalam the Herald. Perkataan 'Allah' bukanlah bahagian penting dan isi agama Kristian. Larangan dengan itu tidak boleh dikata tidak berperlembagaan atau melarang responden, yang mewakili masyarakat Kristian, dari mengamalkan agama mereka. Larangan adalah konsisten dengan obligasi Menteri untuk mengambilkira Islam sebagai agama Persekutuan di bawah fasal 3(1) dan perlindungannya di bawah fasal 11(1).

Bagi Mohd Zawawi Salleh HMR pula berpendapat jika perkataan 'Allah' digunakan dalam versi Bahasa Melayu the Herald bagi merujuk kepada Tuhan, akan wujud risiko salahnyata mengenai Tuhan dalam agama Kristian sendiri, kerana konsep Tuhan dalam agama Kristian seperti yang terlambang oleh konsep triniti adalah secara mutlak dan sepenuhnya berbeza dari konsep 'Allah' dalam Islam.

Dengan lain perkataan, kemungkinan wujudnya kekeliruan bukan terhad kepada orang-orang Islam sahaja tetapi mencakupi juga penganut-penganut Kristian sendiri. Perkara 11(5) [ sunting - sunting sumber ] Perkara ini tidaklah membenarkan apa-apa perbuatan yang berlawanan dengan mana-mana undang-undang am yang berhubungan dengan ketenteraman awam, kesihatan awam atau prinsip moral.

Limitasi terhadap Hak Kebebasan Beragama [ sunting - sunting sumber ] Biarpun telah diperuntukkan dalam undang-undang tertinggi di negara iaitu Perlembagaan Persekutuan, masih terdapat beberapa limitasi terhadap kebebasan beragama.

Kebebasan beragama adalah terhad kepada ketenteraman awam, kesihatan awam dan juga moral; perkara 11(5) Ketenteraman Awam [ sunting - sunting sumber ] • Selagi sesuatu kelakuan atau perbuatan yang dilakukan dengan alasan bahawa ianya termaktub dalam kebebasan beragama tersebut tidak memudharatkan ketenteraman awam dan menjejaskan keamanan, maka kelakuan atau perbuatan tersebut boleh terus dipraktikkan.

• Ketenteraman awam didefinasikan sebagai; "keamanan dan keselamatan yang dirasai oleh semua orang yang berada di bawah perlindungan undang-undang" ; Re Tan Boon Liat [1976] 2MLJ 83 " securing public order covers suppression of crimes which endanger the safety of the people and cause harm to society.it is notorious fact that the trafficking in drugs causes serious harm and destroys the body politic not only nationally but also internationally"; Re P.E Long & Ors lwn Menteri Hal Ehwal salam Negeri [1976] 2MLJ 133 • Seseorang yang ditahan di bawah ISA adalah bertujuan untuk menghalangnya daripada melakukan sesuatu yang mengugat keselamatan negara.

Namun begitu, seseorang itu tidak boleh dihalang daripada memeluk dan mengamalkan agamanya; Jamaluddin bin Othman lwn Menteri Hal Ehwal dalam Negeri Malaysia [1989] 1MLJ 368 • Kes-kes lain yang berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dirujuk adalah; kes Su Yu Min lwn Ketua Polis Negeri (Sarawak) [2005] 6MLJ 768 berkenaan kegiatan loteri 4 digit yang dihujahkan bahawa tidak menjejaskan ketenteraman awam dan kes Hjh Halimatussaadiah bte Hj Kamaruddin lwn Public Services Commision & Anor [1994] 3MLJ 61 membabitkan kakitangan kerajaan yang memakai purdah ke tempat kerja.

• Antara kesalahan yang menjejaskan ketenteraman awam disenaraikan di bawah Kanun Keseksaan; a)Memusnahkan atau merosakkan rumah ibadat bagi tujuan menghina agama tersebut; seksyen 295 b)Menganggu perhimpunan agama dengan sengaja; seksyen 296 c)Menceroboh ke dalam rumah ibadat atau tapak perkuburan dengan niat untuk menyinggung perasaan atau dengan niat menghina agama mana-mana individu; seksyen 297 d)Mengucapkan perkataan, mengeluarkan bunyi atau gerak badan dengan niat sengaja menyinggung perasaan penganut agama lain; seksyen 298.

Kesihatan Awam [ sunting - sunting sumber ] • Selagi sesuatu kegiatan atau perbuatan yang dilakukan dengan alasan bahawa ianya termaktub dalam kebebasan beragama tersebut tidak membabitkan keterjejasan terhadap kesihatan awam, maka ianya boleh dilaksanakan. • Kesihatan awam seperti yang dedifinasikan dalam The Untitled Fields of Public Health [1920] Science 51 (1306): 23–33 ; " sains dan seni pencegahan penyakit, pelanjutan hayat dan pempromosian kesihatan melalui usaha teratur dan pilihan termaklum bagi masyarakat, pertubuhan, pihak awam dan pihak swasta, komuniti dan individu." • Peruntukan dalam Kanun Keseksaan yang membabitkan kesalahan-kesalahan berkaitan kesihatan awam; a) Perbuatan cuai yang berkemungkinan menyebabkan penyakit berjangkit tersebar; seksyen 269.

b) Perbuatan sengaja melakukan sesuatu menyebabkan penyakit berjangkit tersebar; seksyen 270 c) Ketidakpatuhan kepada peraturan kuarantin; seksyen 271 d) Menjual minuman atau minuman yang membahayakan kesihatan; seksyen 273 Moral [ sunting - sunting sumber ] • Selagi mana sesuatu kegiatan atau perbuatan yang dilakukan dengan alasan bahawa ianya termaktub dalam kebebasan beragama tersebut tidak berlawanan dengan undang-undang membabitkan moral, maka ianya boleh dilaksanakan.

• Moral didefinasikan sebagai; " ajaran atau pegangan berkenaan baik buruk sesuatu perbuatan,sikap atau cara kelakuan yang berasaskan atau yang diukur dari segi ketentuan tentang baik buruk sesuatu akhlak"; Kamus Dewan • Bagi orang Islam, undang-undang berkaitan moral adalah terkandung dalam Enakmen atau Akta Kesalahan Jenayah Syariah misalnya; a) Berkenaan sumbang mahram; seksyen 20 b) Berkenaan pelacuran; seksyen 21 c) Berkenaan persetubuhan luar nikah; seksyen 23 d) Berkenaan liwat (gay); seksyen 25 e) Berkenaan Musahaqah (lesbian); seksyen 26 f) Berkenaan lelaki yang berlagak seperti perempuan (transgender); seksyen 28 g) Berkenaan perbuatan tidak sopan di tempat awam; seksyen 29 • Bagi orang bukan Islam, kebanyakkan undang-undang berkenaan moral terkandung dalam Kanun Keseksaan Perkara 11 Perlembagaan Persekutuan menyentuh rapat mengenai Kebebasan Beragama di Malaysia.

Dalam memahami Perkara 11 ini, perkara yang wajar diketahui ialah :- • Takrif Kebebasan Agama. • Kebebasan Agama dalam Undang-Undang Antarabangsa • Kebebasan Agama dalam Islam di Malaysia. • Tafsiran peruntukan perlembagaan berkaitan Islam.

• Skop kebebasan beragama di Malaysia. • Limitasi kebebasan beragam di Malaysia. Takrif Kebebasan Agama [ sunting - sunting sumber ] Perkataan 'Kebebasan' dapat ditakrifkan sebagai ketiadaan elemen yang menghalang. Contohnya seperti keadaan yang bebas memerlukan kemampuan untuk memilih. Kebebasan ini sememangnya perlu sama rata antara penganut atau agama lain.

Namun begitu, kebebasan tidak wajar diamalkan sehingga menjejaskan hak orang lain. Perkataan 'Agama' bermaksud kepercayaan kepada tuhan, sifat-sifat, kekuasaannya, menerima ajaran dan perintahnya. [54] Agama pada kebiasaanya dikaitkan dengan 4C, kepercayaan (creed), tatacara bertindak (code of action), ibadat (cult) dan struktur masyarakat (community structure).

[55] Dalam islam sendiri, konsep agama merupakan satu cara hidup berpandukan islam yakni, • Menyucikan jiwa daripada kejahatan. • Membebaskan akal daripada syak wasangka.

• Memperteguh peribadi dan akhlak. • Memperbetul cara pemikiran dan kepercayaan. Agama juga diketahui secara tidak rasmi ('secara' ""umum"") Diklasifasikan dengan struktur-struktur yang kompleks berikut sebagai inisiatif "pemudah" juga turut sebagai langkah-langkah pemudah cara inisiatif langkah pro-aktif "istimewa" untuk melancarkan proses-proses kaedah-kaedah khas mahupun amatur didalam urusan-urusan berkenaan "'sistem''' perangka cara-cara kerja mengikuti seperti dan sebagaimana juga telah ditakrifkan secara "'tersirat'" turut juga termasuk berikut lalu terkandung didalam isi-isi jisim-jisim yang utama didalam pekara-pekara yang berwajib bersama-sama telahpun tersusun tersimpul "tersurat" "tersirat" merujuk kepada dasar-dasar yang bedasarkan perjanjian antarabangsa serta negara-negara yang memasukkan frasa hak-hak kompleks bagi kebebasan didalam urusan beragama didalam mengikut peruntukan-peruntukan sedia ada disamping dari keperluan Nya terjelas didalam kaedah-kaedah sistem-sistem perlembagaan masing-masing kerana maksudnya yang kompleks berbanding hak asasi lain yang turut sama terjamin dan juga dijamin.

Kebebasan Agama dalam Undang- Undang Antarabangsa [ sunting - sunting sumber ] Bagi Undang-Undang Antarabangsa, terdapat Deklarasi Hak Asasi Manusia Sejagat yang dinyatakan pada Artikel 18 bahawa setiap orang mempunyai hak kebebasan berfikir, kepercayaan dan agama. Perjanjian Antarabangsa mengenai Hak-hak Sivil dan Politik (ICCPR) juga mengandungi beberapa peruntukan mengenai hak kebebasan beragama iaitu Artikel 2, 4, 18, 20, 24, 26 dan 27.

Kebebasan Agama dalam Islam di Malaysia berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali sunting - sunting sumber ] Berdasarkan kes Che Omar Che Soh v. Public Prosecutor(1988)tidak dinafikan bahawa Islam merupakan agama Perseketuaan dan bukannya undang-undang asas dan bagi Perkara 3 telah memberikan hak terhadap badan legislatif untuk membuat undang-undang.

Selain ituundang-undang Islam bukannya dan tidak pernah menjadi Undang-undang asas bagi Perseketuaan mahupun bagi taraf sesebuah negeri. Ia juga hanya terlibat atas bidang kuasannya terhadap orang Islam sahaja dan berkenaan di Jadual kesembilansenarai II-Senarai Negeriperkara 1 yang di bawah bidang kuasa undang-undang agama Islam terhadap mereka yang berkenaan • ^ http://www.statistics.gov.my/ Department of Statistics, Malaysia. • ^ Perlembagaan Malaysia di Wikisource • ^ Selasa Januari 24, 2006 Mahkamah putuskan mayat Nyonya Tahir dikebumi ikut cara Buddha.

• ^ Peguam Syarie Menulis: Cara baik selesai status agama. • ^ Ahmad, Dzulkefly. [The religious pluralism debate "The religious pluralism debate"] Check -url= value ( bantuan). The Malaysian Insider. Dicapai pada 10 April 2011. • ^ ibid. • ^ Marriage Procedures Between Muslim and Non-muslim Diarkibkan 2011-07-22 di Wayback Machine, Malaysia Government Official Portal.

Accessed September 23, 2007. • ^ Marriage in Malaysia Diarkibkan 2007-10-14 di Wayback Machine, British High Commission, Kuala Lumpur.

Accessed 23 September 2007 • ^ "Federal Court needs time over Subashini appeal", The Star, September 24, 2007. • ^ "Lawyer: Syariah Court has no jurisdiction over Subashini", The Star, September 19, 2007. • ^ "Malaysia court rejects Hindu bid". BBC News.

December 27, 2007. Dicapai pada May 2, 2010. • ^ a b c "A view on infant conversions to Islam", Aliran Monthly. Accessed 23 September 2007. • ^ "Safeguard Rights Of Wives And Children Upon Conversion Of Husbands To Islam" Diarkibkan 2007-09-22 di Wayback Machine, Women's Aid Organisation, February 5, 2007.

• ^ For a recent case history, see: Perlez, Jane (2006-08-24). "Once Muslim, Now Christian and Caught in the Courts". New York Times. Dicapai pada 2006-08-25. Cite has empty unknown parameter: -coauthors= ( bantuan) • ^ "Malaysian sect members arrested". BBC News. July 4, 2005. Dicapai pada March 27, 2010. • ^ Pressly, Linda (Nov. 15, 2006). Life as a secret Christian convert. BBC News. • ^ Arnholz, Katrin (Jun. 28, 2006).

Muslim women who share a secret love Diarkibkan 2008-10-15 di Wayback Machine. sydneyanglicans.net. • ^ Boston News about Lina Joy conversion case/ • ^ "Syariah Court Decides Nyonya Tahir Not A Muslim". Bernama. 2006-01-23. Diarkibkan daripada yang asal pada 2007-09-29. Dicapai pada 2007-05-02. • ^ Selvarani, P.

(Nov. 19, 2006). Very few have abandoned the faith Diarkibkan 2008-01-04 di Wayback Machine. New Straits Times. • ^ "Lina Joy's Case: Court Will Give Decision As Fast As Possible" Diarkibkan 2007-05-18 di Wayback Machine, Bernama, July 4, 2006. • ^ "Lina Joy Loses Appeal". theStarOnline. Dicapai pada 2007-05-30. • ^ "Malaysia 'convert' claims cruelty". BBC News.

2007-07-06. Dicapai pada 2007-07-06. • ^ Nor, Hilmy: "Circumcised Heart", Petaling Jaya: Kairos Research Centre, 1999, ISBN 983-9506-05-6 • ^ Interlit Magazine: Synopsis of Circumcised Heart by Miriam Adeney Diarkibkan 2007-06-04 di Wayback Machine, berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali.

23; Vol. 41 No. 2, Colorado Springs: Cook Communications Ministries International, June 2004 (URL last accessed on May 21, 2007) • ^ Isu Murtad Nur'aishah Bokhari: Statutory Declaration by Nur'aishah Bokhari (URL last accessed on May 21, 2007) • ^ News from www.TheStar.com.my: [1] (URL last accessed on Aug 18, 2008) • ^ "Religious row flares in Malaysia". BBC News. 2009-07-15. Dicapai pada 2009-07-15. • ^ "MAIS forbids Ahmadiyya worship".

thenutgraph. Dicapai pada 26 October 2010. • ^ "ISLAMIC COUNCIL IN MALAYSIA ISSUES NOTICE TO AHMADIYYA MUSLIM JAMAAT PREVENTING USE OF CENTRAL MOSQUE". thepersecution. Dicapai pada 26 October 2010. • ^ Temple row - a dab of sensibility please, malaysiakini.com • ^ Muslims Destroy Century-Old Hindu Temple, gatago.com • ^ Pressure on multi-faith Malaysia, BBC • ^ a b Hindu group protests 'temple cleansing' in Malaysia, Financial Express • ^ Malaysia ethnic Indians in uphill fight on religion Reuters India - November 8, 2007 • ^ Malaysia Muslims protest proposed Hindu temple Associated Press - August 28, 2009 • ^ Malaysia strips Hindus of rights Daily Pioneer - January 19, 2010 • ^ New Strait Times, 20 Disember 2004 • ^ 28-Sep-2005 issue • ^ Company News Story • ^ Richard Lloyd Parry (January 16, 2010).

"Security increased at Christian churches as Allah row divides Malaysia". The Times. Dicapai pada July 11, 2010. • ^ Malaysia Christians challenge ban on word 'Allah' • ^ http://news.yahoo.com/s/afp/20071230/wl_asia_afp/malaysiareligioncatholicislammedia_071230080713 • ^ "Court Allows Archbishop To Sue Govt".

Sin Chew. 2008-05-05. Dicapai pada 2008-05-05. • ^ "Malaysian church, weekly newspaper sue government for banning use of word 'Allah '". Associated Press. 2007-12-28. Diarkibkan daripada yang asal pada 2008-01-17. Dicapai pada 2007-12-28. • ^ "Confiscating of Christian Literature - Council of Churches of Malaysia". Diarkibkan daripada yang asal pada 2008-03-02. Dicapai pada 2017-09-04. • ^ Malaysia – “No” To Christian Allah • ^ "Christians say fed up with Najib administration".

Diarkibkan daripada yang asal pada 2011-03-12. Dicapai pada 2017-09-04. • ^ Mariner Azhar: I have not renounced Islam, theSun, November 17, 2006 • ^ "M'sian church fire-bombed". Straits Times. 2010-01-08.

Dicapai pada 2010-01-08. • ^ "New cases of attempted arson and vandalism being probed". The Star Online.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

• ^ "Two surau in Muar firebombed". Malaysiakini. Dicapai pada 2013-09-09. • ^ "Surau attacked with red paint". Dicapai pada 2013-09-09. • ^ Kamus Dewan • ^ Leonard Swindler.

1986. Religious Liberty and Human Rights in Nations and Religions. Philadelphia: Springer. Kebebasan Menganut Agama di Malaysia [ sunting - sunting sumber ] Bagi orang yang beragama Islam, mereka tidak dibenarkan keluar dari agama Islam sesuka hati. Keluar agama Islam sesuka hati dipanggil murtad. Hal ini merupakan satu jenayah hudud. Murtad dari segi Bahasa bermaksud seorang mukallaf yang keluar daripada Islam atas pilihan sendiri secara terang-terangan (melalui perkataan ataupun perbuatan) mahupun secara batin.

Abdul Aziz Bari menyatakan bahawa: “Perbuatan murtad adalah barah yang boleh merosakkan umat Islam dan kesalahan ini tidak boleh dibiarkan kerana orang yang meninggalkan Islam dianggap mencabar kedudukan Islam. Inisiatif untuk mengawal perbuatan murtad adalah urusan dalaman umat Islam yang tiada kaitan dengan kebebasan beragama kerana tindakan berkenaan bukan bertujuan untuk memaksa orang bukan Islam untuk menerima Islam.” Kes yang menunjukkan hak kebebasan menganut agama ini antaranya ialah Daud bin Mamat & ors v.

Majlis Agama Islam (2001) dan Lina Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007). Dalam kes Daud bin Mamat & ors v. Majlis Agama Islam (2001), pemohon ingin keluar daripada agama islam. Pemohon telah membuat permohonan deklarasi dengan membangkitkan perkara 11(1) bahawa pemohon mempunyai kebebasan mutlak dalam menganut dan mengamalkan agama. Mahkamah memutuskan meninggalkan sesuatu agama tidak boleh disamakan dengan hak ‘untuk menganut dan mengamalkan agama’.

Mahkamah berpendapat lagi, perbuatan untuk menerima bahawa meninggalkan sesuatu agama adalah sama dengan dengan tafsiran tersebut dan akan meluaskan skop perkara 11(1). Dalam kes Lina Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007) pula, perayu yang telah pun keluar dari agama Islam telah memohon untuk menukarkan agama Islam yang tertulis dalam kad pengenalan beliau.

Peguam perayu telah membangkitkan isu perkara 11(1) dan menyatakan bahawa perayu mempunyai hak untuk menganut mana-mana agama dan perkataan Islam dalam kad pengenalan perayu wajar ditukar. Kebebasan Mengamalkan Agama [ sunting - sunting sumber ] Perkara 11(3) ada menyentuh setiap kumpulan agama mempunyai hak mereka tersendiri dalam menguruskan hal ehwal agamanya. Hak yang dimaksudkan adalah seperti: I.

Hak berkumpul beramai-ramai II. Hak menubuhkan persatuan keagamaan III. Hak untuk menguruskan sendiri hal ehwal agama IV. Hak untuk membina rumah ibadat V. Hak untuk menggunakan kitab suci VI. Hak untuk menubuhkan institusi pendidikan VII. Hak untuk menubuhkan institusi kebajikan VIII. Hak untuk memilik harta Selain itu, perkara 12(2) dalam Perlambagaan Persekutuan juga menyatakan bahawa: “Tiap-tiap kumpulan agama mahupun secara setrata melalui induvidu-induvidu yang telahpun ditauliahkan secara tersirat untuk mengalas tugas-tugas '"yang khas"' berdasarkan: Menurut suatu riwayat Nabi Isa ,setelah turun dari langit akan menetap di bumi sampai wafatnya selama 40 tahun.

Ia akan memimpin dengan penuh keadilansebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut : Demi yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil, melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mahu menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR.

Bukhari,Muslim,Ahmad,Nasa’I,Ibn Majah dari Abi Hurairah) Wahai seluruh kaum muslimin, bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri telah menghancurkan musuhmu. (HR. Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hiban dan Hakim dari Abu Sa’id) Turunnya Nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama ,baginda akan bekerjasama dengan "'Imam Mahdi''' Marhalah dakwah Muhammad Marhalah dakwah baginda boleh dibahagikan mengikut fasa: • Fasa Makkah: hampir 13 tahun • Dakwah rahsia: 3 tahun • Dakwah terbuka di Makkah: hampir 7 tahun • Dakwah kepada semua: 3 tahun • Fasa Madinah: 10 tahun Perjuangan dakwah Muhammad juga boleh diringkaskan sebagai berikut: • Pertama: Marhalah Tasqif - tahap pembinaan dan pengkaderan untuk melahirkan individu-individu yang menyakini pemikiran ( fikrah) dan metod ( thariqah) parti politik guna membentuk kerangka gerakan.

• Kedua: Marhalah Tafa’ul ma’al Ummah - tahap berinteraksi dengan umat agar umat turut sama memikul kewajiban dakwah Islam, sehingga umat akan menjadikan Islam sebagai panduan utama dalam hidupnya serta berusaha untuk menerapkannya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

• Ketiga: Marhalah Istilamil Hukmi - tahap pengambilalihan kekuasaan, dan penerapan Islam secara utuh serta menyeluruh, lalu mengembangkannya sebagai risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. membanteras semua musuh-musuh Allah yakni sesuai sekali teramat molek untuk diklasifasikan serta ditakrifkan sejak • 22 Mei 2019 - kini: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong ke-16, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah • Jawi: کباوه دولي يڠ مها موليا سلطان ڤهڠ السلطان عبد الله رعاية الدين المصطفى بالله شاه ابن سلطان حاج أحمد شاه المستعين بالله Nama gelaran rasmi baginda bermaksud Al-Sultan Abdullah Pembela Agama yang Terpilih oleh Allah.

Gelaran penuh baginda ialah: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, D.K.P., D.K.M, D.K., D.M.N.S.S.A.P., S.I.M.P., D.K.(Terengganu)., D.K.(Johor)., S.P.M.J., D.K.M.B.(Brunei)., D.K.(Kedah)., D.K.(Perlis)., D.K.(Perak)., D.K (Selangor). Telah memberikan asas-asas khusus-khusus telah diperuntukan tersirat bersama-sama kelebihan-kelebihan daripada hasil usaha-usaha permohonan mendapatkan perkenan-perkenan sendiri secara pribadi mahupun berkumpulan untuk memohon secara terus mahupun langsung secara terbuka mahupun secara tertutup bergantung kepada mana-mana medium sedia ada sebagai penghubung berkomunikasi dengan Yang Teramat Arif Yang Mulia Barisan-Barisan delegasi-delegasi perwakilan-perwakilan institusi Legasi Kaum-kaum Kerabat Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali Di-Pertuan Agong Bersama-sama Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Raja Permainsuri Yang Di-Pertuan Agong Disamping Bimbingan Nasihat-nasihat Pernilaiaan Pemarkahan Perutusan-perutusan "'khas"' (Secara Rasmi dan juga secara tidak rasmi) persetujuan pengusulan usul-usul "kompetitif kompleks'" daripada Bangsawan-Bangsawan Kerabat-Kerabat Yang Mulia Tuan Kesatria-Kesatria Jeneral-Jeneral Angkatan Bersenjata "'Swasta'" "'Ranger'" Semboyan Diraja Batalion10th dan juga lain-lain Batalion daripada setiap Division-Division sedia 'wujud' berkhidmat didalam perkhidmatan rahsia Kerajaan Imperialis Empayar Diraja Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Maharaja bersama-sama Ke-bawah Duli Yang Maha Mulia Maharani Yang Mulia Ratu Nya Ibunda Kepada kerabat Diraja kerajaan Imperialis Empayar Koloni-Koloni Jajahan Mahkota Nya Sendiri berhak menubuhkan dan menyenggarakan institusi-institusi bagi menyelengarakan pendidikan kanak-kanak dalam agama kumpulan itu sendiri, dan tidak boleh ada diskriminasi semata-mata atas alasan agama dalam mana-mana undang-undang yang berhubungan dengan institusi-institusi itu atau dalam pentadbiran mana-mana undang-undang itu; tetapi adalah sah bagi Persekutuan atau sesuatu Negeri menubuhkan atau menyenggarakan atau membantu dalam menubuhkan atau menyenggarakan institusi-institusi Islam atau mengadakan atau membantu dalam mengadakan ajaran dalam agama Islam dan melakukan apa-apa perbelanjaan sebagaimana yang perlu bagi maksud itu.” Antara kes yang boleh digunapakai dalam isu ini ialah Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara Malaysia & Anor (2001).

Dalam kes ini, plaintif yang merupakan seorang pegawai polis telah meminta kebenaran daripada pihak defendan untuk berkahwin lagi satu. Pihak defendan bagaimanapun tidak meluluskan permohonan plaintif. Plaintif tetap meneruskan hasratnya untuk berpoligami sehingga beliau dikenakan tindakan tatatertib. Pihak plaintif berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali mencabar tindakan tersebut atas dasar bertentangan dengan perkara 11.

Mahkamah memutuskan walaupun Islam membenarkan umatnya untuk berpoligami, ia bukanlah sesuatu yang diwajibkan. Oleh itu, tidak menjadi kesalahan apabila pihak berkuasa mengenakan syarat ke atas mana-mana anggota polis untuk mendapatkan kebenaran daripada pegawai kanan sebelum berpoligami. Kebebasan Menyebarkan Agama [ sunting - sunting sumber ] Kebebasan menyebarkan agama bermaksud seseorang itu diberikan kebebasan untuk menyebarkan pengetahuan agamanya dengan memberitahu orang lain tentang prinsip-prinsipnya.

Hal ini dilakukan tanpa paksaan, pujukan atau penipuan. Kawalan penyebaran agama bukan Islam kepada orang Islam ada disebutkan dibawah perkara 11(4); “Undang-undang Negeri dan berkenaan dengan Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Labuan dan Putrajaya, undang-undang persekutuan boleh mengawal atau menyekat pengembangan apa-apa doktrin atau kepercayaan agama di kalangan orang yang menganuti agama Islam.” Perkara 11(4) secara amnya menegaskan bahawa penyebaran agama selain daripada agama Islam kepada orang Islam adalah dilarang terutamanya dari segi penyebaran dakwah.

Hal ini telah memberi kuasa kepada kerajaan negeri dan kerajaan persekutuan untuk mengubal undang-undang bagi berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali penganut agama bukan Islam dari menyebarkan ajaran serta kepercayaan mereka kepada orang Islam. Antara kes-kes yang boleh digunapakai ialah kes Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983) dan Menteri Dalam Negeri v Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur (2011).

Dalam kes Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983), tertuduh telah dituduh di bawah seksyen 163(1) Enakmen Pentadbiran Undang-undang Islam Kedah kerana mengedar risalah berkaitan ajaran Ahmadi atau dikenali dengan nama Qadiani. Tertuduh memohon writ untuk menghalang tindakan mahkamah syariah dikenakan ke atasnya atas alasan fatwa yang dikeluarkan menyatakan bahawa sesiapa yang menganut ajaran Qadiani dikira murtad.

Oleh kerana tertuduh adalah pengikut ajaran Qadiani, maka dia dikira bukan Islam dan tidak tertakluk di bawah bidang kuasa mahkamah syariah. Tafsiran Peruntukan berkaitan Agama Islam [ sunting - sunting sumber ] Pandangan Sarjana [ sunting - sunting sumber ] Dari Sheridan Groves, Limitasi Kebebasan Beragama [ sunting - sunting sumber ] Ketenteraman Awam [ sunting - sunting sumber ] Sesuatu kelakuan itu boleh dilakukan selagi ianya tidak menjejaskan dan memudaratkan ketenteraman awam.

Re Tan Boon Liat [1976]: ‘ketenteraman awam’ bermaksud keamanan dan keselamatan yang dirasai oleh semua orang yang berada di bawah perlindungan undang-undang' Antara kes yang boleh digunapakai ialah Hajah Halimatussaadiah bte Hj Kamaruddin v Public Services Commission & Anor [1994].

Dalam kes ini, perayu merupakan seorangan kakitangan kerajaan yg bekerja di pejabat Penasihat Undang-undang Negeri Perak. Beliau telah memakai purdah ke tempat kerja dan ini melanggar pekeliling kerajaan yang menegah pakaian yang menutup muka dalam waktu pejabat.

Beliau telah dibuang kerja atas alasan enggan menanggalkan purdah semasa bekerja. Perayu mencabar pemecatannya. Mahkamaha Agung telah memutuskan bahawa larangan pakaian yang menutup muka ke atas kakitangan kerajaan tidak menjejaskan hak perayu mengamalkan agama. Kesihatan Awam Selagi sesuatu kegiatan yang dilakukan itu tidak menjejaskan kesihatan penduduk awam, maka ianya boleh dilaksanakan.

Peruntukan dalam Kanun Keseksaan bab 14 yang menyatakan kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan kesihatan awam, keselamatan, keselesaan, kesusilaan dan moral termasuklah: •Seksyen 269 – perbuatan cuai yang berkemungkinan menyebabkan penyakit berjangkit tersebar •Seksyen 270 – perbuatan sengaja melakukan sesuatu yang berkemungkinan menyebabkan penyakit berjangkit tersebar •Seksyen 271 – ketidakpatuhan kepada peraturan kuarantin •Seksyen 273 – menjual minuman atau makanan yang membahayakan kesihatan Moral Sesuatu kelakuan itu boleh dilaksanakan selagi ianya tidak menjejaskan moral seseorang dan orang awam.

Moral bermaksud ajaran atau pegangan berkenaan baik buruk sesuatu perbuatan,sikap atau cara kelakuan yang berasaskan atau yang diukur dari segi ketentuan tentang baik buruk sesuatu akhlak. Undang-undang berkaitan moral dan kesusilaan bagi orang Islam terkandung dalam Enakmen ataupun Akta Kesalahan Jenayah Syariah seperti berikut: •Seksyen 20 – sumbang mahram •Seksyen 21 – pelacuran •Seksyen 22 – muncikari •Seksyen 23 – persetubuhan luar nikah •Seksyen 25 – Liwat •Seksyen 26 – Musahaqah •Seksyen 28 – lelaki yang berkelakuan seperti perempuan •Seksyen.

29 – Perbuatan tidak sopan di tempat awam Undang-undang berkaitan akidah bagi orang Islam terkandung dalam enakmen yang sama adalah seperti berikut: •Seksyen 3 – pemujaan salah •Seksyen 4 – mengajar doktrin palsu •Seksyen 5 – mengembangkan doktrin atau kepercayaan agama selain daripada kepercayaan agama Islam •S.

6 – mendakwa diri sebagai nabi atau rasul atau Imam Mahdi atau wali Hak Berkenaan dengan pendidikan (Perkara 12) [ sunting - sunting sumber ] Kementerian yang mempunyai obligasi untuk menjalankan Sistem pendidikan di Malaysia. Berdasarkan Perlembagaan Persekutuan Perkara 12 yang menjelaskan hak berkenaan sektor-sektor juga kaedah-kaedah didalam sistem sesebuah bidang pembelajaran iaitu sektor-sektor pendidikan: • (1) Tanpa menjejaskan keluasan Perkara berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali, tidak boleh ada diskriminasi terhadap mana-mana warganegara semata-mata atas alasan agama, ras, keturunan atau tempat lahir— (a) dalam pentadbiran mana-mana institusi pendidikan yang disenggarakan oleh suatu pihak berkuasa awam, dan, khususnya, kemasukan murid-murid atau pelajarpelajar atau pembayaran fi; atau (b) dalam memberikan bantuan kewangan daripada wang sesuatu pihak berkuasa awam bagi penyenggaraan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali pendidikan murid-murid atau pelajar-pelajar di 9 mana-mana institusi pendidikan (sama ada diselengarakan dari suatu pihak berkuasa awam atau tidak dan sama ada di dalam atau di luar Persekutuan).

(2) Tiap-tiap kumpulan agama berhak menubuhkan dan menyenggarakan institusi-institusi bagi pendidikan kanak-kanak dalam agama kumpulan itu sendiri, dan tidak boleh ada diskriminasi semata-mata atas alasan agama dalam mana-mana undang-undang yang berhubungan dengan institusi-institusi itu atau dalam pentadbiran mana-mana undang-undang itu; tetapi adalah sah bagi Persekutuan atau sesuatu Negeri menubuhkan atau menyenggarakan atau membantu dalam menubuhkan atau menyenggarakan institusi-institusi Islam atau mengadakan atau membantu dalam mengadakan ajaran dalam agama Islam dan melakukan apa-apa perbelanjaan sebagaimana yang perlu bagi maksud itu.

• (3) Tiada seorang pun boleh dikehendaki menerima ajaran sesuatu agama atau mengambil bahagian dalam apa-apa upacara atau upacara sembahyang sesuatu agama, selain agamanya sendiri. • (4) Bagi maksud Fasal (3) agama seseorang yang di bawah umur lapan belas tahun hendaklah ditetapkan oleh ibu atau bapanya atau penjaganya. Perkara 12 Perlembagaan Persekutuan Malaysia jelas menunjukkan bahawa tidak boleh wujud sebarang diskriminasi terhadap mana-mana warganegara semata-mata atas alasan agamarasketurunan atau tempat lahir.

Tafsiran "pendidikan" daripada Kamus Dewan telah mengatakan definisinya sebagai perihal atau perbuatan mendidik atas seseorang yang berhak ke atas mana-mana warganegara Malaysia: Antara jabatan yang mempunyai tanggungjawab untuk melaksanakan pembelajaran bagi warganegara adalah Kementerian Pelajaran Malaysia yang boleh dilihat beransur daripada sekolah yang berada di bawah tanggungan kerajaan, swasta dan secara tersendiri dengan cara pelaksanaan institusi tersebut.

Pembahagian kuasa antara Perseketuaan dan negeri terhadap pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Tertera di seksyen 13(a) di bawah jadual kesembilan Perlembagaan Perseketuaan terletaknya kuasa untuk menggubal Undang-undang terletaknya kepada Parlimen Persekutuan dan seksyen tersebut telah mengatakan pendidikan haruslah digolongkan bersama pendidikan sekolah rendah, menengah dan juga universiti.

Disertakan sekali dengan pendidikan vokasional dan teknik latihan guru serta pendaftaran dan pengawalan guru. Pengurusan sekolah juga tergolong dan pemajuan pengajian khas dan juga penyelidikan terhadap subjek sains dan juga sastera. Seksyen 13(b) di bawah jadual yang sama juga meletakkan sama Perpustakaanmuziummonumern dan rekod purba-kala serta tapak peninggalan zaman purba sebagai tempat yang terlibat dalam skop pendidikan bagi seksyen tersebut.

Antara akta yang diguna pakai sebagai asas bagi penubuhan sesuatu Universiti adalah merupakan akta universiti dan kolej universiti 1971 pindaan 2009(AUKU) dan juga akta lain seperti Akta Universiti Teknologi Mara 1976 sebagai rujukan dengan perlaksanaan sesebuah Universiti Kerajaan.

Bagi sesebuah Universiti Swasta pulamereka haruslah mematuhi Akta Pendidikan Swasta 1996. Kesamarataan dan ketiadaan diskriminasi [ sunting - sunting sumber ] Berdasarkan Perkara 12(1)(a)telah dinyatakan bahawa tanpa menjejaskan keluasan Perkara 8tiada sebarang diskriminasi boleh dilakukan terhadp apa yang telah dinyatakan dalam Perkara tersebut dan berdasarkan regulasi 5 Jadual Pertama AUKU menerangkan tentang penaklukan terhadap Perkara 153 Perlembagaan Perseketuaan di mana sama ada sebagai pegawai, guru atau pelajar, adalah terbuka kepada semua orang tidak kira jantina, ras,agama, bangsa atau kelas; dan tiada apa-apa ujian mengenai kepercayaan atau penganutan agama boleh dilakukan atau diadakan untuk menge-hakkan (beri hak-hak) seseorang menjadi anggota atau untuk mengurniakan kepada seseorang apa-apa ijazah atau diploma Universiti, dan juga tiada apa-apa jua fellowship, biasiswa, bantuan, dermasiswa, pingat, hadiah atau kepujian atau kurniaan lain berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dihadkan kepada orang daripada sesuatu ras, agama, bangsa atau kelas yang tertentu jika belanja baginya dibayar daripada wang am Universiti.

Penggunaan bahasa pembelajaran [ sunting - sunting sumber ] Di bawah Perkara 152(1)penggunaan Bahasa Melayu telah didklerasikan sebagai bahasa penggunaan seluruh negara tetapi walhal itutiada seorang akan dihalang untuk daripada perkara yang merupakan perkara yang rasmitiada seorang akan dihhalang untuk mempelajari dilarang ataupun dihindari daripada daripada menggunakanmempelajari mahupun mengajar bahasa lain di Perseketuaan tersebut.

Berdasarkan juga di seksyen 2 Akta Pendidikan (1999) Akta 550 telah mengatakan bahawa ) di mana kemudahan bagi pengajaran— i. bahasa Cina atau Tamil hendaklah diadakan jika ibu bapa sekurang--kurangnya lima belas orang murid di sekolah itu memintanya serta bahasa-bahasa kaum asli hendaklah diadakan jika didapati munasabah dan praktik berbuat sedemikian dan jika ibu bapa sekurang-kurangnya lima belas orang murid di sekolah itu memintanya; dan bahasa Arab, Jepun, Jerman atau Perancis atau mana-mana bahasa asing lain boleh diadakan jika didapati munasabah dan praktik berbuat sedemikian; dan menyediakan murid bagi apa-apa peperiksaan sebagaimana yang ditetapkan.

Tetapi di kes seperti Merdeka Universiti v. Kerajaan Malaysia (1982) telah mengatakan bahawa di bawah Perkara 160(2) Perlembagaan Perseketuaan mengatakan bahawa semua universiti dan tidak kira jikanya swasta mahupun kerajaan akan dinyatakan sebagai sesuatu badan awam dan perlulah menggunakan bahasa melayu di bawah Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan.

Terdapat juga pengecualian di mana penggunaan Bahasa Inggeris boleh diguna pakai di dalam semua aspek rasmi tetapi terdapat limitasinyaantaranya adalah : • Yang Di-Pertua Agong boleh memberikan kebenaran menggunakan bahasa tersebut jikanya ianya dianggap sesuai untuk sesuatu majlis tersebut • Di bawah seksyen 17(1) mengatakan bahawa s17(1) Bahasa kebangsaan hendaklah menjadi bahasa pengantar utama di semua institusi pendidikan dalam Sistem Pendidikan Kebangsaan kecuali sekolah jenis kebangsaan yang ditubuhkan di bawah seksyen 28 atau mana-mana institusi pendidikan lain yang dikecualikan oleh Menteri daripada subseksyen ini (2) Jika bahasa pengantar utama di sesuatu institusi pendidikan adalah selain daripada bahasa kebangsaan, maka bahasa kebangsaan hendaklah diajarkan sebagai mata pelajaran wajib di institusi pendidikan itu., Maka tersebut telah memberi ruang untuk menggunakan bahasa Inggeris di tempat pengajaran tersebut: Isu yang berbangkit terhadap Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] • Berdasarkan isu kes Merdeka University Berhad v.

Government Of Malaysia(1982) tentang Perkara 12(1) Perlembagaan Perseketuaan yang telah berkait dengan Perkara 152(1) tentang penggunaan bahasa kebangsaan serta Perkara 160 tentang pentafsiran bahawasanya Merdeka University tersebut merupakan sebuah badan awam yang beratoriti untuk menjalankan kewajipannya sebagai sebuah universiti.

Selain itupenghakiman juga telah mengatakan bahawa Perkara 12(1) hanya tertakluk kepada Universiti Awam sahaja. • Isu terhadap penggunaan kalimah "Allah" dalam penerbitan majalah "Herald - The Catholic Weekly" di mana berlakunya pelanggaran permit yang diberikan yang memberi batasan terhadap apa yang boleh dicetak • (i) Permohonan penerbitan dalam Bahasa Melayu adalah dibenarkan, namun demikian, penggunaan kalimah "ALLAH" adalah dilarang sehingga mahkamah membuat keputusan mengenai perkara tersebut.

• (ii) Di halaman hadapan penerbitan ini, tertera perkataan 'TERHAD' yang membawa maksud penerbitan ini adalah terhad untuk edaran di gereja dan kepada penganut Kristian sahaja" ("the impugned decision") Isu Terhadap Kebebasan Agama dan Pendidikan [ sunting - sunting sumber ] Pendidikan terhadap Perkara yang berkaitan dengan keagamaan Di bawah Perkara 12(2) Perlembagaan Perseketuaan telah dinyatakan bahawa setiap kumpulan agama mendapat hak untuk menubuhkan dan menjalankan sebuah institusi pembelajaran terhadap pendidikan kepada kanak-kanak yang menganut ajaran agamanya tersendiri.

Tetapi di bawah Perkara 3(1) Perlembagaan PerseketuaanUndang-undang Perseketuaan dan Negeri berhak menubuhkanmenjalankan serta membantu Institusi yang beragama Islam semata-mata. Selain itudi bawah Perkara 12(3) Perlembagaan Perseketuaan menerangkan bahawa seseorang boleh dikehendaki menerima ajaran sesuatu agama atau mengambil bahagian dalam apa-apa upacara sembahyang agama lain selain agamanya tersendiri. Di dalam kes Teoh Eng Huat v. Khadi di Pasir Mas(1986)adalah dipersetujui bahawa Perkara 12(3) hanya terpakai jika dipaksan dan manakalaa jika ianya dilakukan dengcan cara sukarela menerima arahan dalam sesuatu yang berasaskan daripada agama lain yang dianutinya.

Selain itukes di bawah menerangkan lebih lanjut berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali bertenglingkahan antara Perkara 11 dan Perkara 12 Perlembagaan Perseketuaan Menteri Dalam Negeri v Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur Kes tersebut telah menyatakan tentang isu penggunaan "Allah" di dalam majalah yang berjudul “Herald – The Catholic Weekly” di mana pihak penerbit yang merupakan Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur telah menghantar Semakan Kehakiman (Judical Review) terhadap mahkamah tinggi.

Semakan Kehakiman tersebut dilakukan untuk larangan yang telah dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri terhadap penggunaan "Allah" di dalam majalah mingguan. Isu tersebut telah dibicarakan di tiga mahkamah di mana isu yang dibangkitkan di mahkamah merupakan berbeza-beza.

• Mahkamah Tinggi • Isu utama merupakan meminta semakan kehakiman terhadap larangan penggunaan "Allah" dalam majalah mereka iaitu “Herald – The Catholic Weekly” • Pihak perayu(Menteri Dalam Negeri) membangkitkan isu bahawa kerajaan telah melaksanakan tugasnya dalam skop undang-undangseperti yang telah dicetak di s.7(1) Akta Mesin Cetak Dan Penerbitan 1984 : • Jika Menteri berpuas hati bahawa apa-apa hasil penerbitan mengandungi apa-apa makalah, karikatur, fotograf, laporan, nota, tulisan, bunyi, muzik, kenyataan atau apa-apa perkara lain yang mengikut apa-apa jua cara memudaratkan atau mungkin memudaratkan ketenteraman awam, kemoralan, keselamatan, atau yang mungkin menggemparkan fikiran orang ramai, atau yang berlawanan atau mungkin berlawanan dengan mana-mana undang-undang atau yang selainnya memudaratkan atau mungkin memudaratkan kepentingan awam atau kepentingan negara, dia boleh menurut budi bicara mutlaknya melalui perintah yang disiarkan dalam Warta melarang, sama ada secara mutlak atau tertakluk kepada apa-apa syarat yang ditetapkan, pencetakan, pengimportan, penghasilan, penghasilan semula, penerbitan, penjualan, pengeluaran, pengelilingan, pengedaran atau pemilikan hasil pengeluaran itu dan hasil pengeluaran masa hadapan penerbit yang berkenaan.

• Antara perkara yang dibangkitkan oleh Mahkamah Tinggi adalah pembatasan yang diberikan bercanggah dengan dengan Perkara 3(1) Perlembagaan Perseketuaan dan Perkara 10 terhadap kebebasan bercakapberhimpun dan berpersatuaan. • Mahkamah Rayuan • Di mahkamah rayuan pula pihak perayu(Menteri Dalam Negeri) telah merayu daripada penghakiman yang diajtuhkan yang memihak kepada Titular • Rayuan yang dilakukan tersebut hanyalah berdasarkan penyemakan semula penghakiman dan bukan terhadap merit kes tersebut serta budi bicara Menteri tersebut berkaitan Akta 1984 tersebut • · Asas lain yang dipergunakan bagi menjustifikasikan rayuan tersebut adalah larangan penggunaan “Allah” adalah untuk kepentingan rakyat sejagat serta kepentingan awam dan larangan yang dilakukan merupakan perbuatan yang sah dari segi undang-undang serta patut dilaksanakan Terdapat juga isu Perlembagaan diperbangkitkan di mana Perkara 3(1) Perlembagaan Perseketuaan harus dibacakan bersama berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali jelas memperkatakan bahawa Islam merupakan agama rasmi Perseketuaan.

Hakim juga menjelaskan lagi terhadap bagaimana perungkaian yang berlaku dalam Perkara tersebut dalam Kertas Putih atau lebih dikenali sebagai cadangan Perlembagaan Federasi Malaysia 1957 dan pernyataan bahawa Perlembagaan Perseketuaan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali undang-undang pertama bagi Perseketuaan ·Rujukan juga dibuat terhadap Perkara 11(4) yang dibuat oleh Profesor Dr Shad Saleem Faruqi yang mengatakan orang bukan Islam adalah dilarang untuk berdakwah agama mereka terhadapa orang Islam.

·Sebagai asas yang digunakan oleh Menteri untuk menyentuh perkara yang memerlukan sebuah semakan kehakiman(judicial review) terhadap perkara yang berkaitan hal-hal yang melibatkan keselamatan awam dan melibatkan perkara yang berada dalam skop kepentingan pihak responden(Titular).

Sebagai amnya penghakiman yang dilaksanakan oleh mahkamah amat penting bagi perkara yang berkaitan dengan keselamatan awam serta pelaksanaanya terhadap badan eksekutif. • Juga ingin dinyatakan bahawa isu terhadap penggunaan kalimah tersebut hanyalah terhenti di Mahkamah Rayuan dan aspek yang dibangkitkan di Mahkamah Perseketuaan adalah perkara lain sama sekali. Mahkamah Perseketuaan • Pihak pemohon(Titular) telah meminta agar sesuatu permohonan untuk meminta kebenaran untuk merayu di Mahkamah Perseketuaan.

• Di Mahkamah Perseketuaan pulapihak pemohonan(Titular) teleh memohon terhadap penghakiman yang telah dilaksanakan di Mahkamah Rayuan yang telah menolak penghakiman terhadap penggunaan “Allah” dalam majalah tersebut.

• Pihak perayu telah melontarkan sebanyak 28 soalan yang terbahagi kepada 3 bahagian iaitu A : Soalan Pendadbiran B: Soalan Perlembagaan C: Soalan am • Soalan-soalan yang dibentangkan memberi kebenaran untuk memberi kebenaran membicarakan keputusan Mahkamah Rayuansoalan yang dibentangkan haruslah melepasi syarat dan batasan yang ditetapkan dalam s.96(a) Akta Mahkamah Kehakiman 1964 • Dalam penghakiman yang dilakukan kesemua bahagian dari A ke C gagal untuk memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh s.96(a) tersebut • Sesebuah ujian juga dibangkitkan di Mahkamah Perseketuaan iaitu ujian Subjekti dijalankan yang merupakan perspektif defendanberhubung dengan niat seorang ia akan berkenaan hanya dengan sama ada defendan melakukan meramalkan tahap kebarangkalian hasil yang berlaku dari tindakannya.

Ujian objektif melihat perspektif seseorang yang munasabah. Ie Adakah seseorang yang munasabah jangkakan tahap kebarangkalian hasil yang berlaku daripada tindakan defendan. Penghakiman Akhir oleh kes tersebut [ sunting - sunting sumber ] Pada penghakiman ini, telah didapati bahawa keputusan majoriti telah dicapai di mana 4 orang hakim, diketuai oleh Ketua Hakim Negara, Ariffin Zakaria, telah menolak permohonan perayu mengenai kes ini.

Walau bagaimanapun, terdapat 3 orang hakim yang menentang penolakan permohonan itu.Antara 4 orang hakim yang menolak keputusan ini ialah, Ariffin Zakaria KHN, disokong oleh Raus Sharif HMR, Zulkefli Makinudin KH (Malaya) dan Suriyadi Halim Omar HMP .Manakala 3 orang hakim yang menentang ialah Richard Malanjum KH (Sabah & Sarawak), Zainun Ali HMP dan Jeffrey Tan HMP Pembahagian Penghakiman yang diterima oleh kes tersebut [ sunting - sunting sumber ] Hakim Penghakiman Yang Diberi Richard Malanjum KH (Sabah & Sarawak) Richard Malanjum telah menentang akan keputusan ini.

Pada penghakiman beliau, pemohon telah lepasi syarat di Seksyen 96(a) dan (b) Akta Mahkamah Kehakiman 1964. Oleh itu, kebenaran harus diberi bagi semua persoalan yang dicadangkan dalam bahagian A, B, C.Selain itu, Terdapat merit pada hujah pemohon bahawa keputusan Menteri seperti yang disahkan oleh Mahkamah Rayuan melanggar fasal 11(1) dan (3) Perlembagaan dan menjejaskanhak penganut-penganut Kristian berbahasa Melayu di Sabahdan Sarawak. Tambahan lagi, ujian "essential dan integral part of religion" yang diguna pakai pada Mahkamah Rayuan, tiada sebab mengapa hak-hak di bawah fasal 11 Perlembagaan harus dibataskan kepada bahagian bahagian penting dan dalaman ataupun teras agama sahaja.

Kecuali diputuskan selanjutnya oleh mahkamah ini, interpretasiinterpretasi terhadap fasal Perlembagaan oleh Mahkamah Rayuan ini akan diterima sebagai betul, sebagai undang-undang dan sebagai mengikat mahkamah-mahkamah di bawah. Zainun Ali HMP Zainun ali juga telah menentang akan keputusan kes ini. Dalam penghakiman beliau, isu sumber kuasa nampaknya diliputi oleh ketidaktentuan. Menteri sendiri bertegas mengenai sumber kuasanya sementara Mahkamah Rayuan pula berbelah bagi.

Mengambilkira ketidaktentuan ini, adalah penting bahawa sumber kuasa diperjelaskan dan diselesaikanBerkenaan kepada isu ujian "subjective objective", adanya kekeliruan kerana penggunaan label 'subjective objective' adalah 2 konsep yang saling menolak satu sama lain.

Kekeliruan ini boleh dirungkai jika pihak - pihak diberikan peluang untuk berhujah.Zainun Ali tidak mahu menjawab persoalan pada bahagian B kerana beliau mengatakan jawapan pada bahagian A telah cukup dijawab seperti mana pada Seksyen 96(a) AMK(Akta Mahkamah Kehakiman 1964) Jeffrey Tan HMP Jeffrey Tan juga antara hakim yang menentang akan keputusan ini. Antara penghakiman beliau, tugas mahkamah hanyalah untuk menentukan sama ada kehendak perenggan kecil (a) dan (b) Seksyen 96 AMK dipenuhi.

Tanggungjawab mahkamah ini tidak lebih dari setakat itu sahaja.(2) Persoalan-persoalan perlembagaan harus dijawab olehMahkamah Persekutuan. Persoalan-persoalan ini terlalu pentinguntuk dijawab oleh selain darinya. Kebenaran harus diberi supaya keperlembagaan syarat boleh dibangkitkan dalam satu rayuan ke Mahkamah Persekutuan. Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • • Perlembagaan Perseketuan (Perkara 11 dan 12) • Perlembagaan Perseketuaan • Che Omar Che Soh v.

Public Prosecutor (1998) 2 MLJ 55 • Daud bin Mamat & ors v. Majlis Agama Islam (2001) dan Lina Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan 2 MLJ 390 • Joy v. Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (2007) 4 MLJ 585 • Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara Malaysia & Anor (2001) 3 MLJ 385 • Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983) • Menteri DalaTitular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur v Menteri Dalam Negeri & Orsm Negeri v Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur (2014) [2014] 4 LRC 1 • Titular Roman Catholic Archbishop of Kuala Lumpur v Menteri Dalam Negeri & Ors (2014) 4 MLJ 765 • Abdul Rahim Haji Bahaudin v Ketua Kadi Kedah (1983) • Akta Universiti dan Kolej Universiti 1971 pindaan 2009(AUKU) • Akta Universiti Teknologi Mara 1976 • Akta Pendidikan Swasta 1996.

• Akta Mahkamah Kehakiman 1964 • AKTA PENDIDIKAN 1996 (Akta 550) • Merdeka University Berhad v. Government Of Malaysia(1982) 2 MLJ 356 • Re Tan Boon Liat [1976]2 MLJ 83 • Hajjah Halimatussaadiah v. PSC (1992) 1 MLJ 513 • Teoh Eng Huat v. Khadi di Pasir Mas(1990) 2 MLJ 300 • Zakaria Abdul Rahman v Ketua Polis Negara [2001]3 MLJ 385 • Marcel Jude v Sabah State Legislative Assembly [2013]10 CLJ 461 • Meor Atiqulrahman bin Ishak & Lain-lain v Fatimah Sihi & Lain-lain [2006]4 MLJ 605 • An Indroduction To The Constitution of Malaysia ( Third Edition) oleh Tun Mohamed Suffian • AZIZ, BASRI.

"HAK ASASI DALAM PERLEMBAGAAN MALAYSIA" • ABDUL AZIZ, BASRI. "Hak Asasi Dalam Perlembagaan Malaysia • Document Of Destiny oleh Shad Saleem Faruqi • http://www.moe.gov.my/ • https://www.mohe.gov.my/ms/ Rujukan [ sunting - sunting sumber ] • Astro Awani “Kronologi kes gereja Roman Katolik guna kalimah Allah”, 21 Januari 2015, http://www.astroawani.com/berita-malaysia/kronologi-kes-gereja-roman-katolik-guna-kalimah-allah-52487 • Helwa Mohammad Zainal dan Jasri Jamal, Kedudukan Murtad dan Penyebaran Agama Bukan Islam Menurut Perspektif Undang-Undang di Malaysia: Satu Analisa Isu dan Cabaran, (2013) 17 JUUM 13 -36 • Andrew Harding (1996), Law, Government and the Constitution in Malaysia, Kluwer Law International, h.

201 • Dr. Juanda, Fahami Enakmen Agama Bukan Islam, Utusan Online, 19 Januari 2013 http://ww1.utusan.com.my/utusan/Dalam_Negeri/20130119/dn_14/Fahami-Enakmen-Agama-Bukan-Islam---Dr-Juanda-Jaya [ pautan mati kekal] • Laporan Kebebasan Beragama Malaysia 2014, 14 Oktober 2015 http://photos.state.gov/libraries/bahasa/99931/bm/irf2014_oct2015.pdf • Sinar HarianEmpat Ditahan Cuba Sebar Ajaran Bukan Islam, 30 Mac 2016 http://www.sinarharian.com.my/edisi/melaka-ns/empat-ditahan-cuba-sebar-ajaran-bukan-islam-1.503875 • http://www.malaysianbar.org.my/members_opinions_and_comments/article_1211a_what_does_it_really_mean_.html Diarkibkan 2014-08-25 di Wayback Machine • https://caselaws.wordpress.com/2011/10/29/dalip-kaur-v-pegawai-polis-1992-1-mlj-1/ • http://www.esyariah.gov.my/JurnalHukumSearch/htdocs/jurnalhukumsearch/JurnalHukumSearchDetailsPageBM.jsp • http://www.malaysianbar.org.my/selected_judgements/moorthys_casekaliammal_sinnasamy_lwn._pengarah_jabatan_agama_islam_wilayah_persekutuan_yang_lain_2005_hckl.html • http://www.kehakiman.gov.my/directory/judgment/file/1-12-2012(B).pdf • Perlembagaan Persekutuan; Perkara 11 Lihat juga [ sunting - sunting sumber ] • Kartika Sari Dewi Shukarnor • Kontroversi majalah al Islam 2009 Rujukan [ sunting - sunting sumber ] Perkara 5 – 13 Perlembagaan Malaysia • "International Religious Freedom Report 2006 - Malaysia".

U.S. Department of State. Dicapai pada 2022-03-23. Cite has empty unknown parameters: -month= dan -coauthors= ( bantuan) • Apostates in Malaysia • Kumar, R. Surenthira (Apr. 13, 2006). Woman can appeal against NRD's refusal to remove 'Islam' on her NRIC Diarkibkan 2008-06-27 di Wayback Machine. Malaysia Today. • Imran Imtiaz Shah Yacob, Asia Sentinel (27 April 2007) "Doing the Impossible: Quitting Islam in Malaysia" Diarkibkan 2013-03-30 di Wayback Machine • DALAM MAHKAMAH PERSEKUTUAN MALAYSIA(Malaysia government) • Malaysia at the Crossroads • List of Islamisation Diarkibkan 2008-09-24 di Wayback Machine • Oh God!

Malaysian Christians barred from saying `Allah' by Venkatesan Vembu, Daily News & Analysis, 25 December 2007no • INTERNAL SECURITY ACT FOR WAYWARD CHINESE CONVERTS Diarkibkan 2012-02-07 di Wayback Machine • Afghanistan • Arab Saudi • Armenia • Azerbaijan • Bahrain • Bangladesh • Bhutan • Brunei • China • Cyprus • Emiriah Arab Bersatu • Filipina • Georgia • India • Indonesia • Iran • Iraq • Israel • Jepun • Jordan • Kazakhstan • Kemboja • Korea Utara • Korea Selatan • Kuwait • Kyrgyzstan • Laos • Lubnan • Malaysia • Maldives • Mesir • Mongolia • Myanmar • Nepal • Oman • Pakistan • Qatar • Rusia • Singapura • Sri Lanka • Syria • Tajikistan • Thailand • Timor Leste • Turki • Turkmenistan • Uzbekistan • Vietnam • Yaman Senarai negara-negara dengan pengiktirafan terhad Sejarah Gangga Negara - Srivijaya - Kesultanan Melaka - Kesultanan Johor - Raja Putih - Malaya British - Perang Dunia II - Malayan Union - Hari Merdeka - Konfrontasi Indonesia-Malaysia - Operasi Lalang - Krisis perlembagaan Malaysia 1988 - Krisis Kewangan Asia - MH370 - MH17 - Kemelut politik 2020 - Pandemik COVID-19 Geografi Bandar - Bukit - Gunung - Pulau - Sungai - Tasik - Taman Negara Kerajaan Johor - Kedah - Kelantan - Pahang - Perak - Selangor - Terengganu - Negeri Sembilan - Perlis - Melaka - Pulau Pinang - Sabah - Sarawak - Wilayah Persekutuan - Putrajaya - Kuala Lumpur - Labuan - Hubungan luar - Ketenteraan - Undang-undang - Jabatan kerajaan - Parlimen - Pilihan raya - Yang di-Pertuan Agong Politik Parti politik - Pakatan Harapan - Perikatan Nasional - Barisan Nasional - Muafakat Nasional - Gabungan Parti Sarawak - Gagasan Sejahtera - Barisan Alternatif - BERSATU - BERJASA - DAP - PAS - PBB - PEJUANG - PKR - PRM - PBS - SAPP - STAR - PBRS - UMNO - WARISAN - Pilihan raya Ekonomi Syarikat - Pelancongan - Pengangkutan - Bursa saham Demografi Kelompok etnik - Penduduk - Pertubuhan - Identiti - Islam Budaya Seni bina - Filem - Masakan - Pendidikan - Kesusasteraan - Muzik - Hari kelepasan - Media - Sukan Lain-lain Darjah kebesaran Malaysia Kategori-kategori tersembunyi: • CS1 errors: URL • Pautan wayback templat webarchive • CS1 errors: empty unknown parameters • Laman menggunakan pautan ajaib ISBN • Rencana dengan parameter tarikh tidak sah dalam templat • Rencana dengan pelbagai masalah penyelenggaraan • Rencana untuk dikembangkan dari September 2017 • Semua rencana untuk dikembangkan • Rencana yang memerlukan terjemahan dari Wikipedia bahasa asing • Rencana yang memerlukan kemaskini berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali BM • Rencana yang memerlukan rujukan tambahan dari April 2011 • Semua rencana yang memerlukan rujukan tambahan • Semua rencana dengan kenyataan tidak bersumber • Rencana dengan parameter tarikh tak sah dalam templat • Semua rencana dengan pautan luar mati • Rencana dengan pautan luar mati dari September 2021 • Rencana dengan pautan luar mati kekal Sunting pautan • Laman ini kali terakhir disunting pada 01:31, 23 Mac 2022.

• Teks disediakan dengan Lesen Creative Commons Pengiktirafan/Perkongsian Serupa; terma tambahan mungkin digunakan. Lihat Terma Penggunaan untuk butiran lanjut. • Dasar privasi • Perihal Wikipedia • Penafian • Paparan mudah alih • Pembangun • Statistik • Kenyataan kuki • • Kelebihan Syaaban SAIDATINA Aishah r.a ada berkata, Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Semua manusia dalam kelaparan pada hari kiamat kecuali nabi-nabi dan keluarga mereka, juga orang yang berpuasa pada Rejab, Syaaban dan Ramadan.

Sesungguhnya mereka dalam keadaan kenyang, tidak lapar dan tidak haus." Bulan yang dinyatakan dalam hadis terbabit adalah antara yang disebut-sebut banyak kelebihan, sehingga hadis berkenaan menyatakan mereka yang berpuasa tidak akan lapar dan haus pada hari kiamat kelak. Dalam memberikan penjelasan berkaitan tiga bulan yang berturut-turut itu, ada pihak membuat perumpamaan tahun dengan pohon, iaitu Rejab umpama waktu keluarnya daun, Syaaban diumpamakan keluarnya bunga dan Ramadan umpama buahnya.

Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya Rejab bulan Allah dan Syaaban itu bulanku, manakala Ramadan itu bulan umatku." (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim). Ketiga tiga bulan disebut Nabi s.a.w itu adalah bulan rahmat, kasih sayang dan kesejahteraan.

Bulan yang penuh keberkatan dan keampunan. Sesetengah ulama menyatakan bulan Rejab adalah kesempatan untuk meminta ampun daripada segala dosa manakala bulan Syaaban untuk memperbaiki diri daripada segala macam cela dan Ramadan adalah waktu menyucikan hati dan jiwa. Syaaban bermaksud berpecah atau bercerai-berai. Ia dinamakan demikian kerana pada bulan itu masyarakat Arab dulu bertempiaran ke serata tempat untuk mencari air, sehingga ada yang mencarinya sampai ke gua.

Ia juga diertikan demikian kerana menjadi 'bulan pemisah' iaitu memisahkan antara bulan Rejab dan Ramadan. Nabi s.a.w menjelaskan Syaaban mengandungi keutamaan dan kebaikan yang banyak, dengan nilai berganda bagi mereka melaksanakan kebaikan dan ibadat dengan ikhlas dan bersungguh.

Baginda bertanya kepada sahabat, maksudnya: "Tahukah kamu sekalian mengapa bulan ini dinamakan Syaaban?" Mereka menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Baginda menjawab: "Kerana pada bulan ini bercabang banyak kebaikan." Dengan keutamaan yang ada pada Syaaban ini, Baginda memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan prestasi ibadat dan amal kebaikan sehingga seolah-olah Baginda tidak pernah melakukan sedemikian pada bulan lain.

Nabi s.a.w sendiri sering berpuasa pada bulan ini. Daripada Saidatina Aishah, beliau berkata maksudnya: "Adalah Rasulullah s.a.w sering berpuasa hingga kami menyangka yang Baginda berpuasa berterusan dan Baginda sering berbuka sehingga kami menyangka yang Rasulullah akan berbuka seterusnya.

"Aku tidak pernah melihat Baginda berpuasa sebulan penuh kecuali pada Ramadan dan aku tidak pernah melihat Baginda berpuasa sunat dalam sebulan yang lebih banyak di bulan Syaaban." (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim) Hadis ini menerangkan kepada umat Islam sekalian, Syaaban memang bulan sangat digalakkan beramal ibadat selain bulan lain, sesuai dengan statusnya sebagai gerbang Ramadan.

Rasulullah s.a.w pernah mengumpamakan bulan Syaaban dengan keutamaan diri Baginda sendiri ke atas nabi lain. Sabda Baginda bermaksud: "Keutamaan Syaaban ke atas bulan yang lain adalah seperti keutamaan saya di atas semua nabi lain sedangkan keutamaan bulan Ramadan ke atas semua bulan yang lain adalah seperti keutamaan Allah Taala ke atas makhluk-Nya." Antara amalan yang digalakkan pada bulan Syaaban ialah memperbanyakkan ibadat sunat termasuk puasa, doa, zikir, selawat dan bertaubat daripada kesalahan yang dilakukan.

Walaupun amalan ini sukar, ganjaran yang menanti adalah berganda. Ibadat sunat pada Syaaban juga sebagai persediaan untuk lebih cergas beribadat siang dan malam pada Ramadan. Syaaban juga adalah bulan di mana setiap doa orang beriman akan dimakbulkan Allah, sebagaimana dinyatakan Abdullah Umar dalam riwayatnya mengenai hadis Nabi iaitu Rasulullah bersabda yang bermaksud: "Antara solat lima waktu yang doanya tidak ditolak ialah sewaktu malam Jumaat, pada malam 10 Muharam, pada malam pertengahan bulan Syaaban dan pada dua malam raya iaitu malam hari raya Aidilfitri dan Aidiladha." Rasulullah s.a.w bersabda: "Itulah bulan Syaaban di mana manusia lalai mengenainya iaitu berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali bulan Rejab dan Ramadan, ia adalah bulan di mana segala amalan diangkat kepada Tuhan pemilik sekalian alam.

Maka aku sangat suka sekiranya amalanku diangkat sedangkan pada masa itu aku dalam keadaan berpuasa." (Hadis Riwayat Ahmad) Dalam sejarah umat Islam, bulan Syaaban juga menyaksikan beberapa peristiwa penting seperti perubahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa di Baitulmaqdis ke arah Masjidil Haram di Makkah.

Pada bulan ini juga berlaku peperangan Bani Mustaliq iaitu pada Isnin hari kedua Syaaban tahun ke-5 Hijrah, Rasulullah s.a.w bersama 700 tentera pejalan kaki dan 30 tentera berkuda menuju ke wilayah Bani al-Mustaliq.

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang memuliakan Syaaban, bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya serta menahan diri daripada perbuatan maksiat, Allah mengampuni semua dosanya dan menyelamatkan dia pada satu tahun itu daripada semua bencana dan penyakit." Ganjaran Amalan Digandakan Pada Jumaat JUMAAT adalah hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Ia adalah hari untuk melipatgandakan ibadah kepada Allah.

Umat Islam bukan saja melakukan ibadat harian wajib seperti solat fardu, bahkan Nabi Muhammad saw menganjurkan beberapa ibadat sunat yang dapat menambahkan ketakwaan kepada Allah. Antara ibadah itu adalah: Membaca surah as-Sajdah pada sembahyang Subuh yang diiringi pula sujud tilawah ke hadrat Allah.

Tiada ganjaran yang lebih besar bagi mereka yang melakukan ibadat ini melainkan syurga Allah. Hal ini seperti sabda Rasulullah bermaksud: “Apabila anak cucu Nabi Adam membaca surah as-Sajdah kemudian mereka sujud kepada Allah, syaitan mengasingkan dirinya dari majlis itu dalam keadaan menangis sambil berkata: "Celakalah aku, anak cucu Nabi Adam diperintah untuk sujud kepada Allah, lantas mereka sujud kepada Allah. Maka, bagi mereka itu balasannya syurga, sedangkan aku juga disuruh untuk sujud kepada Allah, tetapi aku ingkar.

Oleh itu, untukku api neraka." (Hadis riwayat Abu Daud) Membaca surah al-Kahfi. Ganjaran bagi orang yang membacanya adalah mendapat petunjuk dan pimpinan daripada Allah sepanjang minggu itu. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah bermaksud: “Barang siapa yang membaca surah al-Kahfi pada Jumaat, nescaya Allah akan menyinari dirinya dengan cahaya antara dua Jumaat." (Hadis riwayat Baihaqi) Membanyakkan membaca selawat ke atas Nabi.

Ganjaran bagi mereka yang memperbanyakkan selawat ke atas Nabi pada Jumaat adalah kasih sayang dari Rasulullah. Sabda Baginda bermaksud: ”Sesungguhnya antara hari kamu yang paling mulia adalah Jumaat, perbanyakkan berselawat ke atasku, kerana selawat kamu itu disampaikan kepada ku." Jumaat adalah hari yang Allah gandakan ganjaran amalan baik hamba-Nya yang soleh.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Umat Islam digalakkan mengisi malam Jumaat dengan memperbanyakkan ibadat dan pada siangnya, bersegera ke masjid seawal waktu yang mungkin untuk merebut ganjaran pahala yang besar. Mereka yang mendengar khutbah Jumaat dengan khusyuk dan bersedekah kepada orang miskin pada Jumaat, itulah orang yang mendapat ganjaran besar daripada Allah. Keistimewaan itu bertambah menyerlah apabila Allah mensyariatkan sembahyang Jumaat yang wajib dilaksanakan secara berjemaah.

Antara kepentingannya adalah: Mengukuhkan ikatan kasih sayang antara sesama Islam, yang mana ia adalah unsur terpenting bagi menjamin kekuatan umat Islam. Memberi ilmu, tunjuk ajar serta nasihat kepada umat Islam melalui khutbah. Ia adalah peluang terbaik untuk memperbaiki kualiti diri. Pentingnya sembahyang Jumaat, Nabi memberi amaran keras kepada mereka yang tidak hadir ke masjid untuk menunaikan solat Jumaat. Rasulullah bersabda bermaksud : “Barang siapa secara mudah meninggalkan sembahyang Jumaat sebanyak tiga kali berturut-turut, Allah akan menjadikan hatinya keras untuk menerima kebenaran.” Sembahyang Jumaat ini terlalu penting.

Oleh itu, bagi memastikan umat Islam berada di atas landasan yang membawa kecemerlangan dan kejayaan, Baginda meletakkan garis panduan kepada mereka yang menghadirinya. Perkara itubagi memastikan ibadat Jumaat itu benar-benar dapat mendidik jiwa orang yang menghadirinya. Antaranya adalah: Mengemas diri dengan sebaik-baiknya dan mandi membersihkan dirinya. Ia agar jemaah lain, terutama yang berhampiran dengannya tidak terganggu oleh bau badan atau pakaiannya yang busuk.

Nabi bersabda bermaksud: ”Apabila seseorang kamu menghadiri sembahyang Jumaat, maka hendaklah dia mandi." (Hadis riwayat Muslim) Segera ke masjid dengan penuh ketenangan. Mendapatkan saf yang paling depan, berzikir, membaca al-Quran serta berpeluang mendengar khutbah dengan jelas.

Baginda bersabda bermaksud: “Barang siapa yang mandi pada Jumaat, kemudian pergi ke masjid pada awal waktu, maka seolah-olah dia berkorban seekor unta." (Hadis riwayat Bukhari) Pahala Mentaati Ibu Bapa Melebihi Jihad Fisabilillah Ramai tak sedar jarang bertanya khabar kepada orang tua di kampung dikira menderhaka RAMAI anak yang tidak mengaku apabila dituduh menderhaka kepada ibu bapa. Namun, siapa yang dapat menafikan kebenaran ayat Allah dan hadis Rasulullah SAW yang menyimpulkan bahawa termasuk dosa besar yang kedua selepas syirik ialah apabila seseorang melupakan tanggungjawab menjaga kedua orang tua.

Allah SWT berfirman yang bermaksud: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya, apabila salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu." a33; (Surah Al-Isra' ayat 23) Rasulullah SAW lebih jelas menegaskan mengenai dosa besar ini di dalam sabdanya yang bermaksud: Mahukah kamu aku khabarkan tentang dosa besar?

Kami (sahabat menjawab: Ya, tentu wahai Rasulullah. Beliau bersabda: "Ada tiga, iaitu menyekutukan Allah, derhaka kepada kedua ibu bapa dan ucapan dusta dan kesaksian dusta, Baginda mengulanginya berkali-kali sehingga kami berkata mudah-mudahan baginda diam." a33; (Hadis riwayat Imam Al-Bukhari) Semua anak mengaku mereka sudah memenuhi hak kedua ibu bapanya walaupun hati tak merindu, jauh sekali khuatir, sedih dan pilu mengenang keuzuran kedua orang, pemegang kunci syurga mereka di akhirat nanti.

Bahkan anak dunia itu seolah-olah tidak mahukan akhirat. Lantas mereka lalai dan lupa akibat mengejar cita-cita dunia sehingga tak tersisa sedikit pun ruang untuk ayah dan ibu di dalam hati. Hati yang sentiasa sibuk, memberi kesan pada wajah mereka yang kian suram apabila berdepan dengan ayah dan ibu.

Mereka lebih rela menjadi tanda-tanda dekatnya kiamat dengan berlaku derhaka daripada harus menanggung beban hidup bersama orang tua. Pelbagai alasan dicipta untuk menghalalkan keuzuran mereka daripada menjaga ibu bapa, tetapi di sudut hati nurani anak-anak manusia siapakah kiranya yang boleh melepaskan diri daripada kenangan kasih sayang ibu bapa ketika kecilnya.

Mereka juga berselindung di sebalik amal salih yang lain, sebahagiannya ahli tahajjud, setia membaca al-Quran, ahli masjid, istiqamah mengerjakan haji dan umrah, ahli sedekah dan puasa.

Tetapi, mereka membuat hati ibu bapa menangis, jiwa mereka terdera dan impian hari tua yang indah bagi mereka hancur berkecai. Padahal keutamaan berkhidmat kepada orang tua melebihi pahala jihad fisabilillah seperti sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: Daripada Abu Abdul Rahman Abdullah bin Mas'ud beliau berkata: "Saya bertanya kepada Nabi SAW.

"Amalan apakah yang paling disukai oleh Allah SWT? Baginda bersabda: "Solat pada waktunya, saya bertanya lagi: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berbuat baik kepada kedua orang tua. Saya bertanya: Kemudian apa lagi? Baginda bersabda: Berjihad di jalan Allah." a33; (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim) Ironinya mereka mengejar pahala ibadat sunat tetapi berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali wajib ditinggalkan.

Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali berkhidmat kepada ibu bapa mereka dianggap bukan ibadat melainkan hanya adat kehidupan manusia. Maka jika mereka lalai mengingati kedua-duanya, tidak ada kekesalan di dalam hati, tidak rasa berdosa dan bermaksiat kepada Allah SWT. Sungguh penyelewengan yang tidak disedari, melainkan apabila keduanya kembali ke rahmatullah.

Lalu anak-anak itu secara tabienya menjadi ibu dan bapa generasi baru. Dia merasai sakit menjaga dan mendidik anak seperti ibu bapa dulu. Akhirnya dia sedar betapa seksa diderhaka dan dibuang bagaikan al-Quran usang.

Bukan hanya ibu bapa yang terguris hati, Rasulullah SAW pun pernah menitiskan air mata mendengar pengaduan seorang lelaki tua mengenai anaknya yang menderhaka.

"Wahai Rasulullah, anakku telah aku didik tetapi setelah dewasa dia menzalimiku. Lelaki itu kemudian menyatakan kesedihannya dengan untaian syair yang memilukan: "Ketika engkau masih kecil, tangan ini yang memberimu makan.

"Engkau minum juga aku yang tuangkan. Apabila dirimu sakit, aku berjaga semalaman. "Kerana sakitmu itu aku mengeluh kerisauan.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Tetapi, di saat engkau dewasa dan mencapai tujuan. "Kulihat pada dirimu apa yang tak ku harapkan. Kau balas aku dengan kekasaran. "Seakan-akan nikmat dan anugerah engkau yang berikan." Mendengar bait-bait syair lelaki tua itu, berlinanganlah air mata Rasulullah SAW seraya bersabda yang bermaksud: Kamu dan hartamu milik ayahmu." a33; (Ditakhrij oleh Ibnu Majah 2357, Imam Ahmad dalam al-Musnad 6883, Ibnu Hibban dalam sahihnya 409, 4182. Al-Baihaqi dalam al-Sunan 16054) Pelbagai takrifan diberi ulama mengenai tanda-tanda derhaka kepada orang tua seperti memutuskan hubungan dengan tidak mahu menziarahi mereka, tidak memberi nafkah, tidak memenuhi hak-hak mereka dan tidak mentaati mereka pada hal yang bukan bermaksiat kepada Allah SWT.

Sesungguhnya kasih sayang yang paling ikhlas tanpa syarat hanyalah kasih sayang ibu bapa. Anak yang salih dituntut untuk membalas jasa mereka dengan adab dan akhlak yang baik. Kadang-kadang seulas senyuman dan kata-kata yang lembut lebih berharga daripada wang ringgit serta barangan berharga.

Namun tidak dinafi juga kepentingan hadiah sebagai pengikat jiwa. Sikap mementingkan diri sehingga membiarkan ibu bapa hidup susah di sebalik kemewahan seorang anak sememangnya menunjukkan sifat tidak mengenang budi. Jika boleh dihitung berapa juta ringgit yang mesti dibayar, sudah tentu jasa ibu bapa tak akan terbayar dengan sebarang jenis mata wang pun di dunia ini.

15 tanda kematian mulia KEMATIAN Micheal Jackson (MJ) mengejutkan dunia. Dunia menangis kerana kehilangan seorang insan seni yang hebat. Begitulah resam dunia akan mengenang selepas ketiadaan seseorang. Lagi banyak jasa yang ditinggalkan lagi ramai orang merasakan kehilangan kita. Kali ini bukan kita nak bincangkan jasa MJ tetapi kita perkatakan mengenai kematian mengejut.

Itu yang patut kita tanya diri kita, bagaimana ketika kita mengakhiri kehidupan kita nanti dalam 'husnul khatimah' ataupun 'su'ul khatimah.' Katanya, kematian MJ masih lagi menjadi teka-teki. Mati ketika yang tiada bekalan dan persediaan adalah amat menakutkan. Pernahkah kita meminta supaya kita dimatikan dengan penutup yang baik 'husnul khatimah'? Sebenarnya bukan kena minta sahaja tetapi kena buru dan kena cari. Kali ini kita bincangkan tanda-tanda mati husnul khatimah.

Antara tanda mati husnul khatimah ialah: 1. Mengucapkan kalimah syahadah ketika wafat. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang pada akhir kalimahnya mengucapkan La ilaaha illallah maka ia dimasukkan ke dalam syurga." (Hadis Riwayat Hakim) 2.

Ketika wafat dahinya berkeringat. Ini berdasarkan hadis dari Buraidah Ibnul Khasib. Adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, melihat saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia sudah wafat dan terlihat pada jidatnya (dahi) berkeringat, kemudian dia berkata: "Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya." (Hadis Riwayat Ahmad, an-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas'ud) 3.

Wafat pada malam Jumaat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w bermaksud: "Tidaklah seorang Muslim yang wafat pada hari Jumaat atau pada malam Jumaat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari seksa kubur." (Hadis Riwayat Ahmad) 4. Mati syahid di dalam medan perang. 5. Mati dalam peperangan fisabilillah. Rasulullah bersabda, maksudnya: "Apa yang kalian kategorikan sebagai orang yang mati syahid di antara kalian?

Mereka menjawab: "Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa saja yang mati terbunuh di jalan Allah. Baginda bersabda: "Kalau begitu umatku yang mati syahid sangatlah sedikit." Kalangan sahabat kembali bertanya: berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah?" Baginda menjawab: "Sesiapa yang terbunuh di jalan Allah, yang mati sedang berjuang di jalan Allah dan yang mati kerana penyakit kolera, yang mati kerana penyakit perut (iaitu disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar atau sejenisnya), dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam, dialah syahid."(Hadis riwayat Muslim, Ahmad dan al-Baihaqi) 6.

Mati disebabkan penyakit kolera. Mengenai ini banyak hadis Rasulullah s.a.w meriwayatkan antaranya sebagai berikut: Rasulullah bersabda, maksudnya: "Penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap Muslim." (Hadis riwayat Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad) 7. Mati kerana tenggelam. 8. Mati kerana tertimpa runtuhan/tanah.

Dalil dari dua perkara di atas adalah berdasarkan sabda Rasulullah bermaksud: "Kalangan syuhada itu ada lima ; orang yang mati kerana wabak kolera, kerana sakit perut, tenggelam, tertimpa runtuhan bangunan dan syahid berperang di jalan Allah." (Hadis riwayat Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan Ahmad) 9. Perempuan yang meninggal kerana melahirkan anak.

10. Mati terbakar. 11. Mati kerana penyakit busung perut. Mengenai kedua perkara ini banyak sekali riwayat dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara marfu': "Kalangan syuhada ada tujuh: Mati terbunuh di jalan Allah, kerana penyakit kolera adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, kerana busung lapar adalah syahid, kerana penyakit perut keracunan adalah syahid, kerana terbakar adalah syahid dan yang mati kerana tertimpa runtuhan (bangunan atau tanah gelongsor) adalah syahid serta wanita yang mati ketika hamil adalah syahid." (Hadis riwayat Imam Malik, Abu Daud, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad) 12.

Mati kerana penyakit Tubercolosis (TBC). Ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w, maksudnya: "Mati di jalan Allah adalah syahid dan perempuan yang mati ketika melahirkan adalah syahid, mati kerana terbakar adalah syahid, mati kerana tenggelam adalah syahid, mati kerana penyakit TBC adalah syahid dan mati kerana penyakit perut adalah syahid." (Hadis riwayat Thabrani) 13.

Mati kerana mempertahankan harta dari perompak. "Sesiapa yang mati kerana mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Sesiapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid." (Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, an-Nasa'i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 14.

Mati dalam membela agama dan jiwa. "Sesiapa mati terbunuh dalam membela hartanya, dia mati syahid; siapa saja yang mati dalam membela keluarganya, dia mati syahid; sesiapa mati dalam membela agama (keyakinannya), dia mati syahid dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) dia syahid." 15. Mati dalam berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (solat) pada malam harinya.

Apabila dia mati, mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari seksa kubur (fitnah kubur)." 16. Orang yang meninggal ketika mengerjakan amal soleh. Semoga kematian kita dalam husnul khatiimah. Luasnya Neraka Allah YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, lindunglilah dan peliharakanlah kami,kedua ibubapa kami, isteri kami, anak-anak kami, kaum keluarga kami &semua orang Islam dari azab seksa api nerakaMu YA ALLAH. Sesungguhnya kami tidak layak untuk menduduki syurgaMu YA ALLAH,namun tidak pula kami sanggup untuk ke nerakaMu YA ALLAH.

Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami dan terimalahsegala ibadah dan amalan kami dengan RAHMATMU YA ALLAH.AMIN. .: Luasnya Neraka :. Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibrail datangkepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaanberubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawabnya: "Ya Muhammad, akudatang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orangyg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itubenar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasaaman dari padanya." Lalu nabi s.a.w.

bersabda: "Ya Jibrail, jelaskan padaku sifatJahannam." Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakanselama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahunsehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitamgelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yg mengutusengkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakarpenduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahlineraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan matipenduduk bumi kerana panas dan basinya.

Demi Allah yg mengutus engkaudengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalamAl-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawahbumi yg ke tujuh. Demi Allah yg mengutus berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dengan hak, andaikan seorang dihujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujungtimur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi,dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potonganapi.

Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannyayang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan." Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pinturumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dibawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun,tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman:iaitu yg lebih bawah lebih panas) Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?" Jawab Jibrail: "Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang ygkafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s.

serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusibernama Ladha, Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir." Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?" Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat." Maka nabi s.a.w.

jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu,sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sedar nabi saw bersabda: "Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat kuyang akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya: "Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu." Kemudian nabi s.a.w.

menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyangkemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah. (dipetik dari kitab "PeringatanBagi Yg Lalai") Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiatsedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu: 1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat 2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah 3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung 4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah 5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik 6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak 7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum 8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular 9.

Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat. 10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai 11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kitasemua. Wallahua'lam. Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159 Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kamiterangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.

Amalan Yang Dibawa Selepas Mati Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: " Apabila seorang manusia mati, putuslah (tulisan pahala) amalan (setakat itu) Kecuali tiga perkara (yang akan berlanjutan tulisan pahalanya) iaitu sedekah jariah atau ilmu memberi kepada yang faedah orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya." (Hadith Sahih - Riwayat Imam Ahmad) Pertama " Sedekah jariah" ialah harta benda yang diwaqafkan kerana Allah Taala, seperti: (1) Mewaqafkan sebuah kebun bersama hasil tanamannya untuk kebajikan umum.

Atau mewaqafkan sebidang tanah untuk menjadi tapak masjid, surau, rumah anak yatim, madrasah, sekolah dan sebagainya. (2) Mendirikan - atau berkhairat ala kadarnya untuk mendirikan masjid surau, rumah anak yatim, madrasah, sekolah dan sebagainya.

(3) Mendirikan rumah waqaf untuk kaum kerabat sahaja atau umum untuk orang-orang miskin yang memerlukan tempat berteduh atau untuk disewakan dan hasilnya dikhairatkan untuk kebajikan umum. (4) Mendirikan rumah "musafir khanah" untuk persinggahan orang-orang musafir yang memerlukannya. (5) Dan lain-lain lagi yang termasuk dalam amalan yang diredhai Allah seperti mendirikan hospital dan kutub khanah, mencetak al-Qur'an dan kitab-kitab Islam serta buka-buka pengetahuan yang berguna dan sebagainya.

Amalan "waqaf" dalam Islam ini telah bermula semenjak zaman Rasulullah s.a.w.(3) dan telah berkembang di negara-negara Islam hingga hari ini dan seterusnya, malah ada yang datang membentuk "Kementerian Waqaf di negara masing-masing.

Selagi harta benda yang diwaqafkan itu masih wujud dan dinikmati faedahnya olah umum maka tuan punya harta itu akan mendapat pahalanya berterusan semasa ia hidup dan sesudah ia mati. Kedua: " Ilmu yang berguna atau bermanfaat kepada orang lain," yang tersebut dalam hadith ini ialah ilmu yang berhubung dengan agama Islam secara khusus dan juga yang berhubung dengan kemajuan di dunia secara umum, sama ada melalui syarahannya kepada murid-muridnya dan orang ramai, atau melalui kitab-kitab dan buku-buku karangannya.

Selagi ilmu yang diajarkannya atau kitab-kitab dan buku-buku karangannya masih wujud dan dinikmati faedahnya oleh umum maka ia akan mendapat pahalanya berterusan semasa ia hidup dan sesudah ia mati. Ketiga: " Anaknya yang soleh yang berdoa untuknya" Doa anak kepada kedua ibu bapanya, sama ada anak itu orang yang soleh atau sebaliknya adalah baik dan berguna. Tetapi doa anak yang soleh lebih diharap tentang makbulnya. Sebab itulah Rasulullah s.a.w.

menarik perhatian tentang kelebihan anak yang soleh dalam hadithnya ini, supaya ibu bapa mendidik anak-anak masing-masing dengan sebaik-baiknya sehingga anak itu menjadi orang yang berjaya di dunia dan berjaya di akhirat.

Serentak dengan itu kedua ibu bapa akan mendapat rahmat disebabkan usahanya mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya dan mendapat rahmat pula disebabkan doa anaknya yang soleh itu. Petua Murah Rezeki dan Dijauhi Kesulitan Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut.Dengan murung lelaki itu mengadu,"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah.

Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?" Sang Guru menjawab sederhana, "Perbaiki penampilanmu dan rubahlah roman mukamu.

Kau tahu, Rasulullah SAW adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah SAW, salah satu tanda penghuni neraka ialah berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali masam yang membuat orang curiga kepadanya." Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya. Mulai hari itu, wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh.

Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga. Sikapnya ramah,wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Rupa mukanya berseri. Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum.Bahkan Rasulullah SAW menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya.

Demikian pula seorang suami atau seorang isteri. Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun persoalannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang. 6 Perkara Yang Mendorong Seseorang Itu Mengumpat Menurut Imam Al Ghazali SIKAP suka mengumpat atau menceritakan keburukan dan kelemahan orang lain dilaknat oleh Allah.

Mereka yang bersikap demikian, secara disedari atau tidak mencela dan mengaibkan orang lain yang hukumnya berdosa besar. Ketika berbual, sama ada secara sengaja atau tidak, mereka menceritakan keburukan ketuanya, jiran, saudara mara dan orang yang lalu di hadapan mereka. Firman Allah bermaksud: "Hai orang yang beriman, kalau datang kepada kamu orang jahat membawa berita, periksalah dengan saksama supaya kamu jangan sampai mencelakakan suatu kaum yang tidak diketahui, kemudian kamu menyesal di atas perbuatanmu itu." (Surah al-Hujurat, ayat 6) Sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Al-Thabrani daripada Abu Hurairah bermaksud: "Yang paling dikasihi Allah antara kamu ialah mereka yang baik akhlaknya, merendah diri, suka pada orang dan disukai orang.

Dan yang paling dimarahi Allah ialah mereka yang membawa fitnah, mencerai beraikan di antara sesama saudara dan mencaci orang yang tidak bersalah." Imam al-Ghazali ada menyebut enam perkara yang mendorong seseorang itu mengumpat; 1.

Ingin memuaskan hati disebabkan kemarahan yang memuncak hingga sanggup mendedahkan keaiban dan kesalahan orang lain. Jika kemarahan tidak dapat dikawal, ia boleh menimbulkan hasad dan dendam; 2. Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi dan kehormatan seseorang; 3. Mahu bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh dan rendah; 4.

Disebabkan dengki, dia iri hati dengan orang lain yang lebih beruntung dan berjaya, seperti dinaikkan gaji dan pangkat; 5.

Bergurau dan suka melawak untuk mencela dan mengatakan kelemahan dan kecacatan hingga mengaibkan orang lain; dan 6. Sikap suka mengejek dan mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong kerana memandang rendah orang lain. Sehubungan itu, Imam al-Ghazali menyarankan lima perkara untuk menghentikan sikap suka mengumpat, antaranya ialah; Harus sedar dan insaf mengumpat dan memburuk-burukkan orang lain itu berdosa besar; #Sedar dan membetulkan kesalahan sendiri daripada menyalahkan orang; dan #Hendaklah berasa malu apabila memperli kecacatan orang lain.

Ini kerana mencela kecacatan fizikal seolah-olah mencerca Tuhan yang menciptakan. Siapakah Yang Rugi Dan Siapakah Pula Yang Untung ? Siapakah orang yang sibuk? Orang yang paling sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Siapakah orang yang manis senyuman nya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku reda dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman. Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta. Siapakah orang yang rugi?

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan. Siapakah orang yang paling cantik? Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya. Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak kerana telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari seksa neraka.

Kala Jengking Neraka Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi. Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy!

Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari? "Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang:- Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang. Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat. Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya.

Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid. Kelima, orang yang suka minum arak." Tiga Cahaya Di Hari Kiamat Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan: * Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang. * Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan. * Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari. Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu dijawab : "Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.

Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air sembahyang sebelum azan. Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari. Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi." Pesanan Iman Al-Ghazali Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al-Ghazali bertanya. 1 - Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghazali menjelaskan semua jawapan itu benar.

Tetapi yang berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali dekat dengan kita adalah "mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati. "Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu.

Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke syurga maka sesungguhnya ia telah berjaya. Dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya." ( Surah Ali Imran 185 ) 2 - Lalu Imam Ghazali meneruskan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali yang kedua. " Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab negara China, bulan, matahari dan bintang-bintang.

Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

3 - Lalu Imam Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. "Apa yang paling besar di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi dan matahari. Semua jawapan itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu" Justeru nafsu yang menguasai dirimenyebabkan manusia gagal menggunakan aqalmatatelinga dan hati yang dikurniakan oleh Allah swt.

untuk hidup berlandaskan kebenaran. Fenomena ini menyebabkan mereka terjerumus ke dalam Api neraka Jahanam. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam banyak dari jin dan manusia yang mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat); mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi; mereka itulah orang-orang yang lalai." ( Surah Al A'araaf 179 ) Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

4 - Pertanyaan keempat adalah, " Apa yang paling berat di dunia ini?" Ada yang menjawab baja, besi dan gajah. Semua jawapan hampir benar, kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah "memegang amanah" "Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya), maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya); dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya.

(Ingatlah) sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan." ( Surah Al Ahzaab 72 ) Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.

Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka kerana ia tidak bisa memegang amanahnya. 5 - Pertanyaan yang kelima adalah, " Apa yang paling ringan di dunia ini?".

Ada yang menjawab kapas, angin, debu dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan solat.

Gara-gara pekerjaan, kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan solat. 6 - Lantas pertanyaan ke enam adalah, " Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia".

Kerana melalui lidah, manusia dengan begitu mudah menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Jadikanlah Dirimu Orang Alim Dari Abu Bakrah ra., Dari Nabi s.a.w., sabdanya: " Jadikanlah dirimu orang alim atau orang yang menuntut ilmu atau orang yang selalu mendengar pelajaran agama, atau pun orang yang mencintai (tiga golongan yang tersebut); dan janganlah engkau menjadi (dari) golongan yang kelima, yang dengan sebabnya engkau akan binasa." (Al-Bazzar) Hadis ini menyuruh supaya tiap-tiap seorang menentukan sikapnya terhadap ilmu berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali.

Huraiannya: Tiap-tiap seorang dikehendaki menentukan sikapnya terhadap ilmu pengetahuan agama dengan salah satu dari empat cara, iaitu menjadikan dirinya orang alim yang mengajar atau orang yang belajar atau orang yang mendengar syarahan-syarahan agama atau pun orang yang mencintai dan menghargai salah satu dari tiga golongan yang tersebut dengan menurut jejak langkahnya.

Dengan sikap yang demikian, seseorang itu terjamin untuk mendapat keselamatan dan kebahagiaan, sama ada dalam perkara jasmaninya mahu pun rohaninya, kerana ia sentiasa dalam jagaan ilmu pengetahuan yang memimpinnya ke jalan yang benar dan memberinya kesedaran untuk memilih yang baik dari yang buruk dan yang hak dari yang batil.

Ada pun golongan yang kelima, iaitu yang tidak termasuk dalam salah satu dari empat golongan yang tersebut, maka mereka adalah golongan yang binasa, kerana mereka tidak ada pimpinan yang dengannya mereka dapat membezakan di antara yang benar dengan yang salah. Imam Mawardi menyatakan: Bahawa orang yang menganggap ilmu syarak itu tidak ada faedahnya dipelajari dan lebih baik sahaja ditinggalkan, sebenarnya orang itu tenggelam dalam kesesatan dan jauh dan mendapat hidayat pertunjuk, serta ia termasuk dalam golongan yang kelima yang binasa.

Air Mata Nabi Adam Tahukah saudara semenjak Nabi Adam terkeluar dari syurga akibat tipu daya iblis, beliau menangis selama 300 tahun. Nabi Adam tidak mengangkat kepalanya ke langit kerana terlampau malu kepada Allah swt.

Beliau sujud di atas gunung selama seratus tahun. Kemudian menangis lagi sehingga air matanya mengalir di jurang Serantip. Dari air mata Nabi Adam itu Allah tumbuhkan pohon kayu manis dan pokok cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum air mata beliau. Burung itu berkata, "Sedap sungguh air ini." Nabi Adam terdengar kata-kata burung tersebut. Beliau menyangka burung itu sengaja mengejeknya kerana perbuatan derhakanya kepada Allah. Ini membuatkan Nabi Adam semakin hebat menangis.

Akhirnya Allah telah menyampaikan wahyu yang bermaksud, "Hai Adam, sesungguhnya aku belum pernah menciptakan air minum yang lebih lazat dan hebat dari air mata taubatmu itu." Dosa Mungumpat Hanya Boleh Diampun Oleh Mangsa Mengumpat ialah menceritakan atau menyebut keburukan atau kekurangan seseorang kepada orang lain. Rasullah S.A.

W. menjelaskan mengenai mengumpat seperti sabdanya bermaksud "Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya"(Hadis Riwayat Muslim) Mengumpat berlaku sama ada disedari atau tidak.

Perbuatan berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali termasuk apabila menyebut atau menceritakan keburukan biarpun tanpa menyebut nama pelakunya tetapi diketahui oleh orang yang mendengarnya. Memandangkan betapa buruk dan hinanya mengumpat, ianya disamakan seperti memakan daging saudara seagama. Manusia waras tidak sanggup memakan daging manusia, inikan pula daging saudara sendiri. Dosa mengumpat bukan saja besar, malah antara dosa yang tidak akan diampunkan oleh Allah biarpun pelakunya benar-benar bertaubat.

Dosa mengumpat hanya layak diampunkan oleh orang yang diumpatkan. Selagi orang yang diumpatnya tidak mengampunkan, maka dosa itu akan kekal dan menerima pembalasannya diakhirat. Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: "Awaslah daripada mengumpat kerana mengumpat itu lebih berdosa daripada zina.

Sesungguhnya orang melakukan zina, apabila dia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya. Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat" (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad) Disebabkan mengumpat terlalu biasa dilakukan, maka ia tidak dirasakan lagi sebagai satu perbuatan dosa.

Hakikat inilah perlu direnungkan oleh semua. Mengumpat dan mencari kesalahan orang lain akan mendedahkan diri pelakunya diperlakukan perkara yang sama oleh orang lain. Allah akan membalas perbuatan itu dengan mendedahkan keburukan pada dirinya. Sabda Rasulullah S.A.W. "Wahai orang yang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum muslim, dan janganlah kamu mengintip-intip keaibannya.

Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaibannya, dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri" (Hadis riwayat Abu Daud) Orang yang mengumpat akan mendapat kerugian besar pada hari akhirat. Pada rekod amalan mereka akan dicatatkan sebagai perbuatan menghapuskan pahala. Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud : "Perbuatan mengumpat itu samalah seperti api memakan ranting kayu kering". Pahala yang dikumpulkan sebelum itu akan musnah atau dihapuskan seperti mudahnya api memakan kayu kering sehingga tidak tinggal apa-apa lagi.

Diriwayatkan oleh Abu Ummah al-Bahili, di akhirat seorang terkejut besar apabila melihat cacatan amalan kebaikan yang tidak pernah dilakukannya didunia. Maka, dia berkata kepada Allah "Wahai Tuhan ku, dari manakah datangnya kebaikan yang banyak ini, sedangkan aku tidak pernah melakukan".

Maka Allah menjawab : "Semua itu kebaikan (pahala) orang yang mengumpat engkau tanpa engkau ketahui". Sebaliknya, jika pahala orang yang mengumpat tidak ada lagi untuk diberikan kepada orang yang diumpat, maka dosa orang yang diumpat akan dipindahkan kepada orang yang mengumpat. Inilah dikatakan orang muflis diakhirat nanti. Memandangkan betapa buruknya sifat mengumpat, kita wajib berusaha mengelakkan diri daripada melakukannya.

Oleh itu perbanyakkanlah zikir supaya dapat menghindarkan diri daripada mengumpat. Kemanakah Arah Kita Selepas Dibangkitkan Dari Alam Kubur? Telah bersabda Rasullullah S.A.W: "Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:- 1. Orang-orang yang mati syahid. 2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan. 3. Orang berpuasa di hari Arafah." Semuga tuhan terus memberi kita petunjuk dan hidayah untuk kita berjaya di dunia dan akhirat.

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin. 2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus. 3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina. 4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung disyurga mengikut kehendak mereka. 5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung diudara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat. 6.

berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali

Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik. 7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali hingga sampai hari Kiamat." Bila Azan Berkumandang Kematian itu pasti menjelma.

Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'. Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "HENDAKLAH KAMU MENDIAMKAN DIRI KETIKA AZAN, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.

Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?

Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

"Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin. amin. amin Yarobbal a'lamin." Tujuh Kalimah Sabda Rasulullah S.A.W " Barang siapa hafal tujuh kalimat, iaterpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat sertadiampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buihlaut " 1.

Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu. 2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu. 3. Mengucap Astagfirullah jika lidah tersilap perkataan yang tidak patut 4.

Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok. 5. Mengucap La haula wala kuwwata illabillah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini. 6. Mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah. 7.

Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya dari tafsir hanafi. Sinar Cahaya Ayat Kursi Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah.

Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis: 1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh. 2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain. 3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya. 6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya. Wuduk Sabda Rasulullah (s.a.w) " Apabila seseorang hamba muslim atau mukmin berwuduk, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap dosa yang ia lihat(yg haram) bersamaan dengan air atau bersama titisan air terakhir, bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dosa2 yang dilakukan kedua kakinya bersamaan dengan air atau bersamaan dengan titisan air terakhir hingga ia keluar dlm keadaan bersih dari dosa" Hadith Riwayat Muslim Beberapa Penemuan Saintifik Melalui Berwuduk: 1.Apabila air dingin melalui tubuh yg letih ia mampu melancarkan peredaran darah membuatkan tubuh lebih segar.

2.Air dingin meningkatkan keupayaan sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan virus. 3.Berwuduk di waktu pagi meningkatkan produktivit hormon estrogen sekaligus meningkatkan tahap kesuburan. 4.Boleh memperbaiki jaringan kulit dan buat kuku lebih sihat dan kuat. 5.Air dingin pada waktu pagi mampu menghasilkan ion2 negatif yang boleh meneutralkan darah dan membantu menyerap oksigen dengan lebih optimal sehingga wajah kelihatan lebih cerah dan berseri Bacalah Yassin RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: " Bacalah surah Yassin kerana ia mengandungi keberkatan", iaitu: 1.

Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi kenyang. 2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian. 3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh. 4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut. 5. Jika terpenjara akan dibebaskan. 6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.

7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya. 8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.

9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya. 10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya. 11. Rasulullah s.a.w bersabda: " Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al-Quran itu ialah Yassin.

Sesiapa membaca surah Yassin,nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali. " 12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, " Apabila datang ajal orang yang suka membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat Maut.

Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya". 13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang malaikat Redwan dari syurga membawa minuman untuknya.Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil. 14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: " Sesiapa bersembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya.

" Orang Yang Telah Memperbanyakkan Amal-amal Kebajikan Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sesiapa yang melakukan dua atau lebih dari jenis-jenis amal kebajikan untuk mencapai keredhaan Allah, ia akan diseru oleh Malaikat dari pintu-pintu Syurga, katanya: "Wahai hamba Allah!

Pintu ini lebih baik bagimu memasukinya. Maka sesiapa yang membanyakkan jenis sembahyang: ia tetap diseru dari pintu sembahyang dan sesiapa yang membanyakkan jenis perjuangan: ia tetap diseru dari pintu perjuangan, dan sesiapa yang membanyakkan jenis puasa: ia diseru dari pintu puasa yang bernama: Rayyan, dan sesiapa yang membanyakkan jenis sedekah: ia tetap diseru dan pintu sedekah.

" Mendengarkan yang demikian, Abu Bakar r.a., berkata: "Ayah dan ibuku menjadi galang gantimu Ya Rasulullah (dalam saat kecemasan). Tidaklah menjadi sebarang kesusahan kepada orang yang dijemput masuk dari setiap pintu itu bahkan satu kemuliaan kepadanya, maka adakah sesiapa yang dijemput masuk dari semua pintu itu?" Nabi s.a.w.

menjawab: "Ia, ada. Dan aku harap engkau seorang dari mereka yang berbahagia itu."(Bukhari dan Muslim) Dalam hadis ini, Rasulullah s.a.w., menerangkan tentang kemuliaan dan penghormatan yang tinggi yang diberikan oleh Malaikat pada berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali akhirat kepada orang yang membanyakkan jenis-jenis amal kebajikan yang dilakukannya. Sesiapa yang melakukan dua atau lebih dari jenis-jenis amal kebajikan, sangatlah dihormati oleh Malaikat Syurga sehingga masing-masing berebut-rebut menjemputnya masuk dari pintu yang dijagainya.

Maksud mengerjakan dua atau lebih dari jenis-jenis amal kebajikan itu ialah: Misalnya seseorang mengerjakan sembahyang fardu ia juga mengerjakan berbagai-bagai sembahyang sunat. Demikian halnya pada amal-amal kebajikan yang lain. Mendengarkan tentang kemuliaan yang besar yang akan di dapati oleh orang yang berbahagia itu, Sayidina Abu Bakar As-Siddiq, r.a., merasa gembira dan meminta penjelasan dari Rasulullah s.a.w., lalu Baginda s.a.w. menerangkannya dan menyatakan harapannya semoga Sayidina Abu Bakar termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung itu.

Wajib Bersikap Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu Dan Amal Ibadah Dari Abu Umamah r.a., katanya: "Seorang lelaki telah datang mengadap Rasulullah s.a.w., lalu bertanya: "Ya Rasulullah! Bagaimana hukum seseorang yang pergi berperang untuk mencari pahala dan nama yang terpuji, apa yang akan didapatinya?" Maka Rasulullah s.a.w.

(menyatakan kepadanya dengan) bersabda: "Orang itu tidak beroleh sebarang pahala"; Si penanya mengulangi pertanyaannya tiga kali dan Rasulullah s.a.w. pula tetap menjawab: "Orang itu tidak beroleh sebarang pahala"; akhirnya Baginda bersabda: "Sesungguhnya Allah `Azza wa Jalla tidak menerima sebarang amal melainkan yang dikerjakan untukNya semata-mata dan dengan tujuan untuk mendapat keredhaanNya." ( Abu Daud dan An-Nasa'i) Hadis ini menerangkan bahawa: Sebarang amal yang dikerjakan bukan kerana Allah, tidak ada nilainya di sisi Allah.

Huraiannya: Sesuatu amal yang dikerjakan, walau seberapa besar dan tinggi nilainya pada anggapan manusia, belum tentu ada nilainya di sisi Allah untuk mendapat balasan pahala pada hari akhirat kelak. Dalam hadis ini, Rasulullah s.a.w. menyatakan hukum perkara itu kepada orang yang bertanya mengenai seseorang yang berjuang di medan perang dengan tujuan untuk mendapat pahala dan nama berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali terpuji sebagai pahlawan yang gagah berani; Baginda menyatakan bahawa orang itu tidak beroleh sebarang pahala.

Baginda menegaskan jawapannya itu sebanyak tiga kali, sambil menerangkan sebabnya amal itu yang pada zahirnya dipandang tinggi nilainya tetapi pada hakikatnya tidak mendapat sebarang pahala kerana ia dikerjakan bukan kerana Allah semata-mata, sedang Allah Subhanahu wa Taala tidak menerima melainkan amal bakti yang dikerjakan dengan ikhlas kepadaNya.

Kata-kata Nasihat Ibnu Quyyim Di dalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai kecuali menerima kehendak Allah swt. Di dalam hati manusia ada keganasan dan tidak akan hilang kecuali berjinak dengan dengan Allah swt Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak akan hilang kecuali seronok mengenali Allah swt Di dalam hati manusia ada kegelisahan dan tidak akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu dan berjumpa denganNya Di dalam hati manusia ada penyesalan dan tidak akan padam kecuali redha dengan suruhan dan laranganNya serta qadha dan qadarNya serta kesenantiasaan sabar sehingga menemuiNya Di dalam hati manusia ada hajat dan tidak akan terbendung kecuali kecintaan kepadaNya dan bermohon kepadaNya.

Kesentiasaan berzikir kepadaNya adalah keikhlasan sebenar kepadaNya. Andai dunia dan isinya diberikan kepada manusia masih tidak lagi dapat membendunghajat hati sihamba itu.

Perihal Doa Doa-doa Yang Makbul: 1. Orang yang terdesak. 2. Orang yang teraniaya/dizalimi. 3. Anak yang berbuat baik terhadap kedua ibubapanya. 4. Doa seorang Muslim yang tidak berbuat zalim & tidak memutuskan silaturrahim.

Tanda-tanda Doa Yang Makbul: 1. Terasa sesuatu yang menakutkan. 2. Menangis tatkala berdoa. 3. Terasa menggeletar. Cara-cara Berdoa: 1. Bersungguh-sungguh semasa berdoa. Rasulullah s.a.w pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah amat menyukai orang yang bersungguh-sungguh semasa ia berdoa" 2. Menghadirkan diri kpd Allah dengan penuh kekhusyukkan kerana Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai.

3. Hendaklah makanan, minuman, pakaian dan sebagainya dari harta yang halal kerana sesungguhnya Allah itu baik & menerima melainkan yang baik belaka. 4. Doa itu bukan bertujuan untuk melakukan dosa, khianat, memutuskan silaturrahim & jangan sesekali memohon SEGERA dimakbulkan doa tersebut.

5. Digalakkan memperbanyakkan menyebut Asmaul Husna, dimulai dengan bertaubat, istighfar, hamdalah serta selawat ke atas Rasulullah s.a.w & para sahabat.

6. Sebelum berdoa, bersedekahlah terlebih dahulu (al-fatihah dan sebagainya). Lidah Tergaman Apabila Tangan Bertutur Kehidupan didunia ibarat sebuah madrasah pengajian, segala ilmu diajar untuk memberi peluang kepada manusia bagi melengkapkan perbendaharaan ilmu masing-masing. Allah SWT menyediakan tenaga pengajar yg cukup mahir terdiri daripada para anbiya dan juga rasul a.s dan kemudiannya disambung pula tugas mulia itu oleh para ulama sehingga kiamat.

Justeru Tuhan telah melengkapkan segala keperluan untuk manusia melepaskan diri dari kejahilan, sehingga tidak seorang pun didataran Mashyar kelak boleh berdalih untuk menyatakan bahawa tidak ada kemudahan untuk menimba ilmu, dan tidak mungkin dapat menafikan bahawa para rasul telah melaksanakan tugasnya dengan sempurna, kerana setiap rasul itu memiliki sifat tabligh yakni menyampaikan setiap wahyu yang dikurniakan oleh Allah SWT.

Para rasul sudah menyediakan garis panduan yg selengkapnya, dan menunjukkan jalan-jalan lurus dan selamat yg mesti dilalui oleh manusia. Setelah dibentangkan dihadapan mereka jalan yg lurus, para rasul juga memberikan beberapa amaran adanya bahaya jalan yg berliku dan bersimpang-siur itu agar manusia waspada kerana jalan yg bersimpang-siur itu boleh menyebabkan manusia tersesat jalan. Firman Allah SWT didalam surah al-An’aam ayat 153 yang bermaksud; “ Dan bahawa inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu tempuhi jalan yang lain, kerana jalan yang bersimpang-siur itu akan mencerai-beraikan (menyesatkan)kamu dari jalan –Nya.

Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (al-An’aam :153) Setelah dibentangkan dihadapan mereka jalan yg lurus andainya masih ada juga yg menyimpang ke jalan yg membawa mereka ke arah kesesatan, tiada siapa yang patut dipersalahkankecuali mereka patut menyalahkan diri sendiri serta mengakui bahawa mereka tidak mematuhi setiap petunjuk arah yang telah disediakan di sepanjang jalan itu.

Ketika manusia terdampar didataran Mashyar jutaan tahun (menurut ukuran masa dunia), dikala mengharungi kesengsaraan yg amat dashyat, ramai dikalangan penghuni Mashyar yg terkenangkan kampung halaman. Mereka menyesali diri kerana memandang sepi seruan para Rasul dahulu. dan bersikap dingin keraan seruan dakwah oleh para ulama terhadap para penyeru ke jalan Allah.

Setelah mereka menyaksikan setiap perkara di Mashyar teringatlah dia kebenaran hari Qiamat yg diberitahu oleh para Rasul dahulu.Dalam ratapan ahli Mashyar, merintih merayu kepada tuhan agar memberi peluang mereka kembali ke dunia walau sejenak untuk memperbaiki keimanan dan melakukan amal soleh, seperti yang digambarkan didalam Al-Quran surah As-Sajadah ayat 12;yang bermaksud…….

“Dan (alangkah ngerinya ) jika sekiranya kamu melihat orang-oranng yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata:Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengarmaka kembalikanlah kami (ke dunia),kami akan mengerjakan amal solehsesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As-Sajadah:12) Kesedaran yg terlewat hanyalah penyesalan yang tidak berfaedah, kerana planet bumi untuk berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali kembali seperti yg dirayu oleh ahli Mashyar itu sudah hancur.

Manusia ingin pulang ke dunia, tetapi tidakkah mereka datang dari dunia? Apakah yang menyebabkan mereka abai terhadap kesempatan yang tuhan berikan untuk hidup didunia dahulu? Rasulullah s.a.w bersabda yg bermaksud : " Dihari akhirat Tuhan akan bertanya kepada setiap manusia :Hai manusia, bukankah Aku telah kurniakan kepada engkau kemeriahan masa remaja?

Untuk apakah kamu habiskan masa remajamu? Tidakkah Aku telah kurniakan umur yang panjang? Untuk apa umurmu itu kamu pergunakan?

Bukankah telah Aku kurniakan rezeki yang melimpah? Tetapi untuk apa kamu habiskan harta itu? Bukankah Aku telah berikan kamu ilmu? Tetapi untuk apa ilmu itu kamu gunakan." Empat soalan penting yg di kemukakan oleh Allah SWT diakhirat ialah yg pertamanya mengenai alam remaja, suatu lembaran hidup selepas bermulanya taflik syarak. Tuhan tidak menanyakan seseorang tentang alam kanak-kanak kerana usia kanak-kanak belum diberi beban atau tanggungjawab memikul suruhan dan larangan yg terkandung didalam syariat.

Alam remaja merupakan zaman kejutan kepada suatu perubahan emosi, saat remaja mulai terdedah dengan persoalan kejantinaan. Suatu cabaran baru mengenai panduan ,kawalan dan kejayaan dalam menghadapi masa remaja bergantung kepada sejauh mana kefahaman supaya mampu mengendalikan kehidupan yang lurus. Runtunan masa remaja akan menjadi asas yang kukuh untuk menghadapi cabaran usia yang berikutnya, tetapi kegagalannya akan menjadi titik hitam yang merumitkan, terutama ketika menyediakan jawapan terhadap soalan yang bakal dikemukakan oleh Allah SWT dihari Mashyar kelak.

Apabila menempuh usia dewasa dan hari tuabererti Tuhan telah mengurniakan umur yg panjang. Mengharungi kehidupan yg panjang bererti lebih banyak peranan yang harus di pikul. Sebagai individu insan, berbagai kelengkapan perlu disediakan, iaitu iman yg berasaskan ilmu wahyu, amal soleh merupakan buah kepada ilmu. Sebagai ketua keluarga dia adalah ‘murabbi’, yang memikul peranan dan tanggungjawab memimpin rumahtanggamengasuh keluarga dengan didikan berasas ketaqwaan.

Sebagai anggota masyarakat, dia mempunyai peranan sebagai pemimpin yang mengajak manusia ke arah mematuhi ajaran Islam, atau menjadi manusia yang sedia dipimpin dalam suatu wadah perjuangan Islam. Terlaksanakah semua beban kewajipan itu?

Selain itu, Tuhan menjanjikan rezeki kepada setiap hamba-Nya yang diciptakan dimuka bumi ini. Manusia yg mempunyai peranan sebagai khalifah, adalah makhluk istimewa yg dikurniakan berbagai kekayaan dunia, samada kekayaan yg terpendam diperut bumi, kekayaan dilautan, kekayaan didaratan dan juga kekayaan di udara. Tetapi semua itu hanyalah merupakan alat-alat yg mesti dipergunakan untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT.

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan harta tersebut,samada dgn cara betul dan halal atau cara yg terlarang.Untuk apa pula dipergunakan harta yg melimpah ruah, adakah utk menjadi penghimpun kekayaan dan lupa daratan seperti Qarun, samada Qarun klasik atau Qarun moden. Segala yg bersangkutan dengan harta kekayaan Allah kurniakan itu, adalah diantara soalan yg mesti dijawab didataran Mashyar kelak. Harta halal yang terhimpun banyak, akan melambatkan seseorang masuk syurga sebaliknya harta yang diperoleh dengan cara haram, akan menjadi api pembakar untuk dirinya sendiri didalam neraka (wal iyazu billah) Persoalan ke empat didalam hadith Nabi s.a.w itu ialah mengenai ilmu.Tuhan bertanya `Bukankah Aku telah kurniakan engkau ilmu?

Bagaimanakah ilmu itu dimanfaatkan'? Sesungguhnya Allah SWT menjadikan manusia sebagai makhluk istimewa mengatasi makhluk yang lain hatta malaikat sekalipun, tidak lain kerana manusia dikurniakan ilmu pengetahuan. Berikut ini merupakan alasan kita harus menghormati guru kecuali itu manusia adalah makhluk sejak dari manusia pertama iaitu Adam a.s. Firman Allah didalam surah al-Baqarah ayat 31; ”Dan Dia mengajarkan kepada Adam (ilmu) nama-nama (benda)seluruhnya, kemudian mengemukakan kepada Malaikat lalu berfirman “Sebutkanlah kepada –Ku nama benda –benda itu jika kamu memang dari golongan yang benar”.

(Al-Baqarah:31) Ternyata cabaran Allah SWT terhadap para Malaikat tentang kelebihan ilmu pengetahuan yang dikurniakan kepada Nabi Adam a.s itu tidak dapat disahut oleh Malaikat, sebagaimana pengakuan Malaikat yang dinyatakan oleh Al-Quran surah al-Baqarah ayat 32; yang bermaksud. “Mereka menjawab :Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Bijaksana”.

(Al-Baqarah:32) Allah SWT mengiktiraf orang-orang yang berilmu kerana dengan ilmu itu Allah telah mengangkatnya ke satu martabat yang tinggi, sebagaimana firman Allah didalam surah Al-Mujaadilah ayat 11; yang bermaksud….

‘Nescaya Allah akan meninggikan darjat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa darjat”. (Al-Mujaadilah:11) Di samping itu,Allah SWT juga menyifatkan orang yang jahil itu sebagai seteru-Nya seperti yang di perjelaskan oleh sebuah hadith Rasulullah s.a.w; yang bermaksud. “Orang alim itu adalah kekasih Allah sekalipun dia fasiq, sementara orang yang jahil itu adalah seteru Allah meskipun dia seorang ‘abid’." Meskipun demikian Tuhan akan persoalkan juga tentang ilmu yg di kurniakan oleh Allah SWT terhadap hamba-Nya, kerana ilmu juga boleh digunakan untuk kebaikan yang memberi manfaat dan mengangkat darjat manusia.

Sebaliknya ilmu juga boleh disalah gunakan, hingga mendatangkan malapetaka dan kebinasaan terhadap manusia sendiri. Terlalu banyak contoh manusia binasa oleh ilmu. Demikianlah diantara beberapa perkara yang akan ditanya oleh Allah SWT di hari Mashyar kelak, malah perilaku dan amalan baik atau sebaliknya tidak akan terkecuali walau sedikitpun.

Firman Allah SWT didalam surah AL-Hijr ayat 92-93 yang bermaksud; "Maka demi Tuhanmu Kami pasti akan menyoal mereka semuanya tentang apa yang telah mereka kerjakan dulu." (Al-Hijr:92-93) Soalan dihari Mashyar bukanlah soalan bertaraf ijazah yang bagaimana sulit pun pasti akan dijawab oleh mereka yang menguasai ilmu.

Sesungguhnya soalan di dataran Mashyar tidak akan terjawab oleh lidah, lantaran itu lidah yang petah tidak mendatangkan manfaat lagi. Sebaliknya yang bakal menjawab adalah setiap inderaiaitu tangan-tangan merekasementara kaki pula akan menjadi saksi bagi mengesahkan pengakuan yang telah mereka lakukan.

Firman Allah SWT didalam surah Yasin ayat 65; yang bermaksud "Pada hari Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki-kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (Yasin:65) Sesungguhnya tergamamlah lidah apabila tangan dan anggota lain saling membuat pengakuan terhadap berbagai dosa yang telah dilakukan semasa di dunia dahulu. 10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim) Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya : 1.

Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu. 2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat. 3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4. Orang lelaki yang melarikan diri. 5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat). 6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya. 7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung. 8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya. 9. Orang-orang yang suka makan riba'. 10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar." Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah." Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat.

Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."

Hormat dan Patuh kepada Guru-PAI Kelas I




2022 www.videocon.com