Jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Pengertian kliring (Clearing) adalah jasa penyelesaian hutang piutang antarbank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah dikliringkan di lembaga kliring. Penyelesaian hutang piutang yang dimaksud adalah penagihan cek atau bilyet giro melalui bank. Sedangkan pengertian warkat-warkat adalah surat berharga seperti cek, bilyet giro, dan surat piutang lainnya. Jika kita memperoleh selembar cek atau bilyet giro (BG) dari seorang nasabah bank, maka otomatis kita akan menguangkan cek atau bilyet giro tersebut ke bank penerbit cek atau bilyet giro.

Masalahnya adalah jika cek atau bilyet giro tersebut berada jauh dari lokasi kita, sehingga kita akan membutuhkan waktu untuk menguangkannya. Masalah lain adalah jika bank yang mengeluarkan cek atau bilyet giro tersebut ternyata banyak, contohnya jika nasabah ingin menguangkan cek atau bilyet giro yang jumlahnya lebih dari 5 lembar dari bank yang berbeda. Di samping faktor waktu, kita juga perlu mempertimbangkan biaya untuk orang yang menagihkannya, belum lagi faktor keamanan uang pada saat ditagihkan.

Untuk mengatasi masalah di atas, bank menyediakan sarana penarikan yang kita kenal dengan nama jasa kliring atau clearing. Melalui jasa kliring (clearing), nasabah cukup menyerahkan cek atau bilyet giro yang dimilikinya ke bank di mana nasabah memiliki rekening. Kemudian jika bank menganggap memenuhi syarat maka bank akan melakukan kliring ke BI pada hari itu juga (waktu kliring).

Nasabah juga dapat langsung menyetor beberapa macam cek atau bilyet giro dari berbagai bank dengan catatan masih dalam satu wilayah kliring. • Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antarbank di seluruh wilayah Indonesia.

• Agar perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilaksanakan dengan lebih mudah, aman, da efisien. • Salah satu pelayanan bank kepada nasabah masing-masingnya, terutama dalam hal keamanan dan biaya yang dikeluarkan. Warkat-warkat yang dikliringkan tidak selamanya tertagih, bahkan setiap kali transaksi kliring (clearing) terdapat beberapa warkat yang dipatok pembayarannya. Ada beberapa alasan penolakan kliring pada saat warkat-warkat kliring (clearing) dalam kliring masuk.

Dalam praktiknya alasan penolakan pembayaran cek atau Bilyet Giro (BG) disebabkan antara lain : • Asal cek atau bilyet giro salah, misalnya cek atau bilyet giro berasal dari luar kota atau luar wilayah kliring atau mungkin dari luar negeri. • Tanggal cek atau bilyet giro belum jatuh tempo, artinya cek atau bilyet giro tanggalnya di atas tanggal ketika cek atau bilyet giro ingin dikliringkan. Misalnya saat cek atau BG ingin dikliringkan tanggal 1 Maret 2016, tetapi di cek atau BG tersebut tertulis tanggal 7 Maret 2016.

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

• Materai tidak ada atau tidak cukup sesuai dengan peraturan yang berlaku. • Jumlah yang tertulis di angka dan huruf berbeda. Sebagai contoh nominal angka tertulis Rp1.000.000,- tetapi di bagian huruf tertulis “seratus juta rupiah”.

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

• Tanda tangan atau cap perusahaan tidak sama dengan specimen (contoh tanda tangan) atau bisa pula tidak lengkap, misalnya harus ditandatangani oleh dua orang, sedangkan di dalam cek hanya ditandatangani oleh satu orang. • Coretan atau perubahan tidak ditandatangani, artinya terdapat coretan atau perubahan, namun di atas coretan atau perubahan tidak ditandatangani.

• Cek atau Bilyet Giro (BG) sudah kadaluarsa. Artinya cek atau BG melewati batas waktu atau umur cek 70 hari dari tanggal penulisan cek.

• Resi belum kembali, artinya nasabah belum mengirim resi (bukti penerimaan cek atau Bilyet Giro) ke bank bahwa nasabah sudah menerima buku cek atau Bilyet Giro. • Endorsment cek tidak benar artinya pemindahtanganan antarnasabah dalan cek tidak benar atau tidak memenuhi syarat.

• Rekening sudah ditutup. Nasabah pemilik cek atau bilyet giro yang dikliringkan ternyata sudah menutup rekeningnya. • Dibatalkan penarik. Artinya, si pemberi cek atau bilyet giro dengan suatu alasan tertentu membatalkan cek yang diberikannya dan melaporkan ke bank di mana rekeningnya berada. • Rekening diblokir oleh pihak berwajib, artinya rekening nasabah yang mengeluarkan cek atau bilyet giro diblokir oleh pihak yang berwajib.

• Kondisi cek ata bilyet giro dalam keadaan tidak sempurna. • Dan alasan-alasan lainnya. Artikel Rujukan • Batuan yang terbentuk saat terjadi letusan gunung berapi adalah …. • Tanah berasal dari ….

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

• Di bumi makhluk hidup tinggal pada lapisan …. • Pencemaran udara disebabkan oleh berbagai polutan. Bahan yang menyebabkan rusaknya lapisan ozon di atmosfer yaitu …. • Zat yang menyebabkan pencemaran udara adalah …. Artikel Pendidikan • Belajar Trading Valuta Asing (2) • Ilmu Biologi Materi dan Soal (184) • Ilmu Ekonomi Materi Dan Soal (51) • Ilmu Fisika Materi Dan Soal (63) • Ilmu Kimia Materi Dan Soal (52) • Ilmu Sosiologi Materi Dan Soal (24) • Introduction Economy (1) • Keuangan + Perbankan (42) • Matematika Contoh Soal Ujian (2) • Materi Pengetahuan Umum (79) Pengertian Kliring: Kliring berasal kata bahasa inggris yaitu Clearing, istilah dalam perbankan dan keuangan yang menunjukkan aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Kliring adalah pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Kliring sebenarnya merupakan transaksi lalu lintas pembayaran yang bertujuan untuk memudahkan penyelesaian hitang piutang antar bank yang timbul dari transaksi giral. Pengertian Kliring Menurut Veithzal. Kliring adalah sarana perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat berharga dan surat dagang antara bank -bank peserta kliring yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral yang mengatur memajukan, memperluas, dan memperlancar arus lalu lintas pembayaran giral serta terselenggara secara mudah, cepat dan aman Pengertian Kliring Menurut Kasmir Kliring adalah jasa penyelesaian hutang pihutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring.

Kliring juga dapat diartikan sebagai suatu proses penyelesaian pembukuan dan pembayaran antar bank dengan memindahkan saldo kepada pihak yang berhak. Pengertian Kliring Menurut Irsyad Kliring adalah penyelesaian hutang piutang antar Bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah yang dikoordinir oleh Bank Indonesia.

Pengertian Kliring Menurut Muhammad dan Dwi Suwiknyo Kliring adalah proses penyelesaian utang piutang antar bank yang diselenggarakan pada suatu tempat dan waktu tertentu.

Pengertian Kliring Menurut Totok Budisantoso dan Sigit Triandaru. Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarbank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Pengertian Kliring Menurut The New Glorier Webster International Dictionary of The English Language. Kliring adalah the act exchanging draft and each other and settling the differences yang dapat diartikan sebagai kegiatan tukar menukar warkat dari bank satu dengan bank lainnya dan menetapkan perbedaan–perbedaannya.

Pengertian Kliring Menurut Peraturan Bank Indonesia Menurut Peraturan Bank Indonesia No.1/3/PBI/ 1999 tanggal 13 Agustus 1999. Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarbank (DKE), baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Menurut Peraturan Bank Indonesia No.7/18/PBI/ 2005 tanggal 22 Juli 2005. Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik – DKE antar bank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu”.

Menurut Peraturan bank Indonesia Nomor 12/5/PBI/ 2010. Kliring adalah pertukaran Data Keuangan Elektronik (DKE) dan/atau warkat antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah yang perhitungannya diselesaikan pada jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah tertentu.

Dengan mengacu pada beberapa pengertian kliring seperti dijelaskan di atas, maka pengertian kliring dapat dirangkum menjadi seperti ini: Kliring adalah jasa penyelesaian hutang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat–warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring. Penyelesaian hutang pihutang yang dimaksud adalah penagihan cek atau bilyet giro melalui bank dengan menggunakan warkat (surat perintah pembayaran/penagihan).

Kliring adalah proses perhitungan, pelunasan, dan pertukaran warkat–warkat kliring antar bank anggota yang dikoordinasi Bank Indonesia. Tujuan Dan Manfaat Kliring Clearing Antar Bank Adapun beberapa tujuan utama dilakukannya kliring diantaranya adalah : a). Mendorong dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antar bank. b). Memperudah perhitungan penyelesaian hutang pihutang antar bank c).

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Menjaga transaksi lalu lintas pembayaran lebih aman dan efisien. d).

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Memberikan pelayanan kepada nasabah bank dengan keamanan dan biaya yang dikeluarkan lebih hemat. e). Mempermudah penarikan bagi nasabah dan penyelesaian inkaso atau transfer bagi bank peserta kliring Adapun manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya kliring adalah sebagai berikut : a).

Efisiensi biaya operasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi b). Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah Jenis Warkat / Nota Kliring Antar Bank Warkat kliring adalah dokumen, surat berharga dan surat dagang yang diperhitungkan dan diselesaikan di lembaga kliring.

Warkat kliring merupakan alat lalu lintas pembayaran giral yang diperhitungkan dalam kliring. Warkat warkat yang dapat dikliringkan atau diselesaikan di Lembaga kliring adalah warkat yang berasal dari dalam kota seperti cek, bilyet giro BG, wesel bank, surat bukti penerimaan transfer dari luar kota dan Lalu Lintas Giral LLG.

a). Warkat Kliring – Cek – Cheque Bank Cek adalah salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau mengambil uang di rekening giro. Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang penyimpan rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalam cek atau kepada pemegang atau pembawa cek tersebut b).

Warkat Kliring – Bilyet Giro (BG) Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada Bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan Namanya, baik pada bank yang sama maupun pada bank yang lainnya.

c).

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Warkat Kliring – Wesel Bank Wesel adalah surat perintah tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada seseorang yang disebut namanya atau kepada orang yang ditunjuknya pada tanggal tertentu sebagaimana disebutkan dalam surat wesel tersebut.

d). Warkat Kliring – Surat Bukti Penerimaan dari Luar Kota Surat bukti penerimaan transfer dari luar kota adalah surat bukti yang menunjukkan perimaan transfer dari luar kota yang dapat ditagihkan kepada bank penerima dana transfer melalui kliring local. e). Warkat Kliring – Lalu Lintas Giral (LLG) / Nota Kredit LLG Nota Kredit adalah warkat atau sarana yang digunakan untuk mengirimkan dana dari suatu bank kepada bank lain dalam suatu wilayah kliring yang sama. f). Warkat Kliring – Nota Debet Nota Debet adalah warkat atau sarana yang digunakan oleh bank untuk menagih dana kepada bank lain atas permintaan nasabah atau bank itu sendiri.

Nota debet harus dikonfirmasi dahulu ke bank yang menerima tagihan. Syarat Warkat Kliring Adapun syarat – syarat warkat yang dapat dikliringkan adalah : • Dinyatakan dalam mata uang rupiah.

• Telah dapat ditagih pada saat dikliringkan. • Telah jatuh tempo pada saat dikliringkan. • Telah dibubuhi cap atau stempel kliring. Jenis Warkat Kliring Warkat Kliring terdiri dari dua jenis, yaitu: a). Warkat Debet Kliring Warkat debet adalah warkat – warkat penagihan piutang uang giral (cek, bilyet giro, wesel, draft L/C, Promes nota, dan lain – lain yang disetorkan nasabah kepada bank peserta kliring untuk ditagihkan kepada bank yang menerbitkannya.

Warkat debit kliring dibedakan menjadi 2 macam yaitu warkat debet masuk dan warkat debet keluar: • Warkat Debet Masuk (Incoming Clearing ) Wakat debet masuk adalah warkat uang giral dari bank bersangkutan yang diterima bank lain.

• Warkat Debet Keluar (Outgoing Clearing ) Warkat debet keluar adalah warkat uang giral dari bank lainnya yang disetorkan pada bank untuk ditagih kepada bank penerbitnya.

b). Warkat Kredit Kliring Warkat kredit yaitu warkat perintah pembayaran yang diberikan nasabahnya untuk membayar kewajibannya melalui kliring. Warkat kredit dibagi kedalam 2 macam yaitu warkat kredit masuk dan warkat krdit keluar.

• Warkat Kredit Masuk (Incoming Clearing) Warkat kredit masuk adalah warkat kredit yang diterima dari bank lain. • Warkat Kredit Keluar (Outgoing Clearing) Warkat kredit keluar adalah warkat kredit yang diterima bank untuk dibayar kepada bank lain melalui kliring.

Jenis Jenis Sistem Kliring Pelaksanaan dari kegiatan kliring dilakukan dengan menggunakan lima macam sistem kliring yaitu system manual, system semi otomatis, system otomatis, system elektronik, dan system kliring nasional Bank Indonesia. a). Kliring Sistem Manual Kliring sistem manual merupakan system penyelenggaraan kliring local yang perhitungan, pembuatan Bilyet Saldo Kliring serta pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta kliring.

Kliring manual dilakukan dengan menghadirkan petugas kliring di suatu tempat yang disediakan oleh penyelenggara kliring dan melakukan pertukaran warkat-warkat kliring secara manual. Kliring system manual dilakukan oleh non-BI yang lokasi wilayahnya jauh dari BI dengan jumlah bank peserta dan jumlah warkatnya sedikit. b). Kliring Sistem Semi Otomasi Kliring sistem semi otomatisasi merupakan system penyelenggaraan kliring local yang perhitungan dan pembuatan Bilyet Saldo Kliring dilakukan secara otomasi, sedangkan pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh peserta kliring.

Perhitungan kliring pada proses Sistem Semi Otomasi mengacu pada DKE yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkannya.

Kliring system semi otomasi umumnya dilakukan oleh BI dengan jumlah bank peserta dan jumlah warkat sedikit melalui system kliring Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL). Informasi catatan kliring diberikan oleh bank dalam format softcopy (CD, Flash disk, dsb) ke penyelenggara kliring yaitu BI atau bank pemerintah yang ditunjuk. c). Kliring Sistem Otomasi Kliring sistem otomasi adalah system pelaksanaan kegiatan kliring lokal yang pelaksanaan perhitungan, pembuatan Bilyet Saldo Kliring dan pemilahan warkat dilakukan oleh penyelenggara secara otomasi.

Perhitungan kliring didasarkan pada warkat yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan oleh peserta kliring. Semua proses perhitungan, rekapitulasi, dan pembuatan laporan kliring dilakukan secara otomasi. Sistem otomasi kliring dimulai dari penerimaan warkat kliring dari semua peserta kliring oleh KBI penyelenggara kliring sebagai input untuk mesin reader/sorter.

d). Kliring Sistem Elektronik Kliring yang dilakukan oleh BI dengan jumlah bank peserta dan jumlah warkat sangat banyak dilakukan dengan system kliring elektronik. Perhitungan, rekapitulasi, dan pembuatan laporan kliring (Bilyet Saldo Kliring) dilakukan secara elektronik melalui terminal elektronik di bank peserta kliring, sehingga tidak perlu datang ke tempat kliring untuk menyampaikan warkat kliring.

Untuk pertukaran warkat dan rekonsiliasi dilakukan secara otomasi melalui computer pusat kliring elektronik. Dengan system ini, proses kliring dapat diselesaikan dengan lebih cepat, akurat, dan aman, serta mengurangi resiko tidak terprosesnya warkat kliring.

Perangkat yang digunakan dalam kliring elektronik adalah MICR Reader Sorter dan MICR Encoder. Dalam pemrosesan data secara elektronik, mesin akan membaca Magnetic Ink Character Renognition atau MICR pada tiap lembar cek nasabah. e). Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, yang selanjutnya disebut SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.

Peserta Kliring Kegiatan kliring melibatkan berbagai anggota dan peserta yang berupa bank. Adapun peserta dalam kliring dibedakan menjadi tiga macam yaitu : a). Peserta Langsung Aktif (PLA) Peserta Langsung Aktif (PLA) adalah bank- bank yang sudah tercatat sebagai peserta kliring dan dapat memperhitungkan warkat atau notanya secara langsung dengan Bank Indonesia selaku lembaga kliring atau dapat juga dengan PT.

Trans Warkat yang berperan sebagai perantara yang ditugasi oleh Bank Indonesia. Peserta langsung aktif memiliki wewenang untuk mengirimkan DKE ke Sistem Pusat Komputer Kliring Elektronik (SPKE) dan menyampaikan warkat kepada penyelenggara. Peserta langsung aktif (PLA) juga menerima hasil perhitungan kliring dan warkatnya dari penyelenggara dengan menggunakan identas peserta dan PLA wajib menyediakan sarana Terminal Peserta Kliring (TPK). b). Peserta Langsung Pasif (PLP) Peserta langsung pasif mempunyai wewenang mengirimkan DKE ke SPKE dan menyampaikan warkat kepada penyelenggara melalui dan menggunakan identitas PLA.

Peserta langsung pasif tidak dapat menerima hasil perhitungan kliring dan warkat dari penyelenggara menggunakan identitasnya. c). Peserta Tidak Langsung (PTL) Peserta tidak langsung adalah peserta kliring yang mempunyai wewenang mengirimkan DKE ke SPKE dan menyampaikan warkat kepada penyelenggara melalui dan menggunakan identitas PLA. Bank Indonesia sebagai lembaga kliring mempunyai kepentingan dan tugas untuk meningkatkan kelancaran sistem pembayaran.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah memberikan berbagai fasilitas kepada para peserta kliring yang secara umum meliputi penyediaan akses informasi dan saran untuk dapat mengikuti proses kliring secara aman, lancar, efisien, dan handal.

Fasilitas Yang Diterima Peserta Kliring Adapun fasilitas–fasilitas yang diterima oleh peserta kliring adalah : a). Informasi Hasil Kliring Informasi hasil kliring merupakan informasi untuk mengetahui posisi perhitungan kliring masing–masing peserta dan selanjutnyadapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan manajemen kas ( cash management) perbankan atau dalam rangka transaksi pasar uang.

b). Laporan Hasil Proses Kliring Penyelenggara menerbitkan berbagai laporan hasil proses kliring yang diperlukan oleh peserta untuk mengetahui perhitungan hasil kliring maupun rincian warkat yang dikeluarkan dan diterima. c). Rekaman Data Warkat Yang Diterima Peserta kliring yang telah melakukan otomasi pada sistem akuntasinya akan mendapatkan informasi data warkat yang diterima dan terekam dalam disket.

d). Salinan Warkat dan Permintaan Ulang atas Laporan Hasil Proses Kliring Salinan warkat adalah reproduksi dari warkat yang telah diproses dalam kliring dan direkam dalam bentuk image atau microfilm. e). Investigasi Selisih Kliring Investigasi selisih adalah fasilitas untuk melakukan penelitian terhadap ketidaksesuaian antara laporan hasil proses kliring dengan warkat jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah diterima dan atau antara laporan hasil proses kliring dengan warkat yang diserahkan.

f). Pengujian Kualitas MICR Code Line Peserta dapat meminta kepada penyelenggara kliring elektronik untuk menguji kualitas MICR code line apabila tingkat penolakan warkatnya dinilai tinggi menurut pandangan peserta kliring elektronik.

Penyelenggaraan / Pelaksanaan Kliring Penyelenggaraan kliring terdiri dari 2 (dua) sub sistem, yaitu kliring debet dan kliring kredit 1). Kliring Debet a). Meliputi kegiatan kliring penyerahan dan kliring pengembalian, digunakan untuk transfer debet antar Bank yang disertai dengan penyampaian fisik warkat debet (cek, bilyet giro, nota debet dan lain-lain).

b). Penyelenggaan kliring debet dilakukan secara lokal di setiap wilayah kliring oleh PKL (Penyelenggara Kliring Lokal). c). PKL akan melakukan perhitungan kliring debet jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah DKE (data keuangan elektonik) debet yang dikirim oleh peserta.

• d). Hasil perhitungan kliring debet secara lokal tersebut selanjutnya dikirim ke Sistem Sentral Kliring (SSK) untuk diperhitungkan secara nasional oleh PKN (Penyelenggara Kliring Nasional. 2). Kliring Kredit a). Digunakan untuk transfer kredit antar bank tanpa disertai penyampaian fisik warkat ( paperless). b). Penyelenggaraan kliring kredit dilakukan secara nasional oleh PKN. c). Perhitungan kliring kredit dilakukan oleh PKN atas dasar DKE kredit yang dikirim peserta.

Contoh Mekanisme Transaksi Kliring Setiap melaksanakan kegiatan kliring terdapat tahap transaksi kliring yaitu pelimpahan dana dari nasabah atau bank satu ke nasabah bank lainnya dan penagihan oleh bank satu terhadap bank lainnya. Mekanisme kliring yang terbentuk dari transaksi jual beli dapat dilihat pada gambar beikut: Contoh Mekanisme Transaksi Kliring a).

Tuan Ardra dan Tuan Razen melakukan transaksi jual beli. Tuan Razen menyerahkan barang beserta faktur penjualannya. b). Tuan Ardra membayar dengan menyerahkan warkat berupa cek atau bilyet giro yang diterbitkan Bank ABC. c). Tuan Razen sebagai nasabah giro bank XYZ menyerahkan warkat kepada Bank XYZ untuk dikliringkan. d). Bank XYZ menyerahkan warkat untuk dikliringkan/ ditagihkan ke lembaga kliring (kliring keluar bagi Bank XYZ). e). Lembaga kliring menyerahkan warkat yang diterima untuk ditagihkan ke Bank ABC (kliring masuk bagi Bank ABC).

f). Bank ABC memeriksa saldo Tuan Ardra. g). Bank ABC mendebet rekening giro Tuan Ardra sejumlah nominal yang tercantum dalam warkat. h). Setelah proses pengecekan dan warkat dinyatakan sah, maka diinformasikan kepada lembaga kliring untuk mendebet rekening Giro Bank ABC di Bank Indonesia. i). Lembaga kliring menginformasikan kepada Bank XYZ bahwa kliring berhasil ditagihkan (kliring efektif).

Kemudian lembaga kliring mengkredit rekening Giro Bank XYZ di Bank Indoneisa. j). Karena kliring efektif maka Bank XYZ mengkredit saldo rekening giro Tuan Razen. Dokumen Kliring Dokumen kliring merupakan dokumen kontrol dan berfungsi sebagai alat bantu dalam proses perhitungan kliring yang terdiri dari a). Bukti penyerahan warkat debet kliring penyerahan (BPWD). b). Bukti penyerahan warkat kredit penyerahan (BPWK). c). Kartu batch warkat untuk kliring debet dan kliring kredit.

• d) Lembar Subsitusi. e). Bukti penyerahan rekaman warkat kliring pengembalian (BPRWKP). Dokumen kliring dalam kliring elektronik, wajib memiliki Magnetic Ink Character Recognition (MICR) code line.

Dokumen kliring harus memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, seperti ukuran dan kualitas dan rancang bangun, serta harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.

Setiap percetakan dokumen kliring untuk pertama kali dan atau perubahannya oleh peserta wajib memperoleh persetujuan secara tertulis dari Bank Indonesia. Tolakan Kliring Beberapa alasan penolakan kliring pada saat penerimaan warkat-warkat kliring dalam kliring masuk diantaranya adalajh a). Asal cek atau Bilyet Giro (BG) salah. b). Tanggal cek atau Bilyet Giro (BG) belum jatuh tempo.

c). Materai tidak ada atau tidak cukup sesuai dengan peraturan yang berlaku. d). Jumlah yang tertulis di angka dan huruf berbeda. e). Tanda tangan dan atau cap perusahaan tidak sama dengan spicemen (Contoh tanda tangan) atau tidak lengkap. f). Coretan atau perubahan tidak ditandatangani. g). Cek atau Bilyet Giro (BG) sudah kadaluwarsa. h). Resi belum kembali. i). Endorsment cek tidak benar. j). Rekening sudah ditutup. k). Dibatalkan penarik. l). Rekening diblokir oleh berwajib m). Kondisi cek atau Bilyet Giro (BG) tidak sempurna Jadwal Kliring Penyelenggaraan kliring di masing-masing wilayah kliring dilaksanakan sesuai dengan dengan jadwal kliring yang berlaku di wilayah tersebut.

Jadwal kliring ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara dengan menbacu pada ketentuan Bank Indonesia. Jadwal kliring ditetapkan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat pengguna uang giral, kondisi berbankan, kuantitas warkat yang akan dikliringkan dalam satu hari, kebijakan waktu penyelesaian akhir ( same day settlement or next day settlement) dan kemampuan teknis penyelenggara dalam memproses warkat kliringsesuai dengan sistem kliring yang digunakan.

Dalam rangka memberikan keleluasaan kepada pelaku ekonomi di seluruh Indonesia yang terdiri dari 3 (tiga) zona waktu untuk dapat melakukan transfer kredit dengan lancar, maka kliring kredit dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus kliring.

Pengiriman DKE kredit pada siklus pertama dilakukan mulai pukul 08.15 s.d. 11.30 WIB sedangkan pengiriman DKE kredit pada siklus kedua dilakukan mulai pukul 12.45 WIB s.d.

15.30 WIB. Untuk kliring debet pengiriman DKE debet ditetapkan oleh masing-masing PKL dengan batas maksimal pengiriman hasil perhitungan kliring lokal ke SSK pada pukul 15.30 WIB Biaya Kliring Dalam penyelenggaraan SKNBI, Bank Indonesia mengenakan biaya proses kepada peserta yang besarnya adalah sebagai berikut : 1). Kliring Debet a). Biaya proses kliring debet untuk wilayah kliring yang pemilahan warkat debetnya dilakukan secara otomasi sebesar Rp1.500,00 (seribu lima ratus rupiah) per transaksi dengan rincian Rp1.000,00 (seribu rupiah) untuk proses DKE debet dan Rp500,00 (lima ratus rupiah) untuk proses warkat debet.

b). Biaya proses kliring debet untuk wilayah kliring yang pemilahan warkat debetnya dilakukan secara manual sebesar Rp1.000,00 per transaksi yang merupakan biaya proses DKE Debet. 2). Kliring Kredit Biaya proses kliring kredit sebesar Rp1.000,00 (seribu rupiah) per transaksi. Istilah Penting Dalam Kliring, Istilah-istilah yang digunakan dalam kliring antara lain: a).

Kliring Kliring adalah pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. b). Data Keuangan Elektronik – DKE Data Keuangan Elektronik (DKE) adalah data transfer dana dalam format elektronik yang digunakan sebagai dasar perhitungan dalam SKNBI. c).

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia – SKNBI Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, yang selanjutnya disebut SKNBI adalah system kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional. d). Wilayah Kliring Wilayah kliring adalah suatu lingkungan tertentu yang memungkinkan kantor, kantor bank memperhitungkan warkat- warkatnya dalam jadwal kliring yang telah di tetapkan oleh Bank Indonesia e).

Lalu Lintas Pembayaran Giral Lalu lintas pembayaran giral adalah kegiatan bayar membayar dengan warkat bank yang di perhitungkan atas beban dan untuk keuntungan rekening nasabah yang bersangkutan. f). Kliring Pengembalian – Tolakan Kliring Kliring pengembalian (tolakan kliring) adalah warkat kliring yang di kembalikan oleh bank tertarik karena dana tidak cukup atau disebabkan oleh hal-hal lain yang menyebabkan warkat tersebut tidak dapat di bayarkan kepada bank penarik.

g). Menang Kliring Menang kliring adalah apabila dalam satu hari transaksi kliring, satu bank peserta kliring menerima dana lebih besar dari pada pengeluaran dana h). Kalah Kliring Kalah kliring adalah apabila dalam satu hari transaksi kliring menerima dana lebih kecil dari pada pengeluaran dana j).

Cross Clearing Cross Clearing adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah dalam bentuk pembelian cek/bilyetgiro bank lain yang disetorkan oleh nasabah dengan maksimum sebesar nilai cek/bilyet giro setoran tersebut. Hal ini terjadi karena warkat kliring yang disetorkan dananya masih belum efektif namun nasabah sudah melakukan penarikan atas dana tersebut sehingga timbul resiko overdraft (cerukan) atas rekening nasabah tersebut k).

Kliring Debet Kliring debet adalah kegiatan dalam SKNBI untuk transfer debet. l). Kliring Debet Pengembalian Kliring debut pengembalian adalah kegiatan dalam SKNBI untuk menolak atau mnegembalikan transfer debet yang telah dilakukan melalui Kliring Debet m).

Kliring Kredit Kliring kredit adalah kegiatan dalam SKNBI untuk transfer kredit. n). Bank Peserta Kliring Bank peserta kliring adalah kantor Bank yang terdaftar untuk mengikuti kegiatan SKNBI. • Reksa Dana: Jenis Reksa Dana Pasar Uang Pendapatan Tetap Reksa Dana Saham Campuran Reksa Dana Indeks • Perhitungan Solvabilitas Bank: Primary Ratio – Risk Asset Ratio – Secondary Risk Ratio – Capital Ratio – CAR – Bank • Perhitungan Eksposur Nilai Tukar Akuntansi Transaksi Operasi Pengertian Contoh Soal, • Pengendalian Sistem Pencatatan Dana Kas Kecil: Pengertian Imprest Fluctuating • 1 • 2 • 3 • 4 • 5 • 6 .• 11 • >> Daftar Pustaka • Ismail, 2010, “Manajemen Perbankan – Dari Teori Menuju Aplikasi” Edisi Pertama, Catakan 5, Prenadamedia Group, Jakarta • Kasmir, 2000, “Manajemen Perbankan”, Edisi Revisi, Cetakan 13, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta.

• Darmawi, Herman, 2011, “Manajemen Perbankan”, Cetakan 4, PT Bumi Aksara, Jakarta. • Suhardjono, M.K., 2012, “Manajemen Perbankan – Teori dan Aplikasi”, Edisi Kedua, Cetakan 2, BPFE, Yogyakata. • Taswan, 2010, “Manajemen Perbankan – Konsep Teknik dan Aplikasi”, Edisi Kedua, UPP STIM YKPN Yogyakarta. • Kasmir, 2012, “Dasar Dasar Perbankan”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta.

• Djumhana, Muhamad, 2006, “Hukum Perbankan di Indonesia”, Cetakan Kelima, PT Citra Aditya Bakti, • Kasmir, 2015, “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi Revisi, Rajawali Pers, Jakarta. • Mangani, Silvanita, Ktut, 2009, “Bank dan Lembaga Keuangan Lain”, Penerbit Erlangga, Jakarta. • Mishkin, S., Frederic, 2008’ “Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Uang”, Edisi Kedelapan, Salemba Empat, Jakarta.

• Joesoef, Jose Rizal, 2008, “Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing”, Salemba Empat, Jakarta. • Djamil, Fathurrakman, 2012, “Penerapan Hukum Perjanjian dalam Transaksi di Lembaga Keuangan Syariah”, Cetakan Pertama, Sinae Grafika, Jakarta. • Fuady, Munir, 2004, “Hukum Perbankan Modern”, Buku Kedua, Citra Aditya Bakti, Bandung.

• Machmud, A. Rukmana, H., 2010, “Bank Syariah, Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia”, Penerbit Erlangga, Jakarta. • Mekanisme Kliring: Pengertian Tujuan Fungsi Jenis Syarat Sistem Lembaga Kliring Dokumen Warkat Nota Kliring Cek Bilyet Giro Wesel Jadwal Biaya Kliring, Peserta Kliring Peserta Langsung Aktif (PLA) Peserta Langsung Pasif (PLP) Peserta Tidak Langsung (PTL), • Fasilitas Yang Diterima Peserta Kliring Informasi Hasil Kliring Laporan Hasil Proses Kliring Rekaman Data Warkat Yang Diterima Salinan Warkat dan Permintaan Ulang atas Laporan Hasil Proses Kliring Investigasi Selisih Pengujian Kualitas MICR Code Line, • Jenis Jenis Sistem Kliring: Kliring Sistem Manual Kliring Sistem Semi Otomasi Kliring Sistem Otomasi Kliring Sistem Elektronik Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, Warkat / Nota Kliring Cek Bilyet Giro Wesel Bank Surat Bukti Penerimaan dari Luar Kota Lalu Lintas Giral (LLG) / Nota Kredit Nota Debet, Diposkan pada - - Penulis ardra.biz, 2022 Kategori Keuangan + Perbankan Tag Asset Utilization Bank, Cara Menghitung Non Operating Income Interest Income Interest Expense Bank, Contoh Soal Perhitungan Asset Utilization, Contoh Soal Perhitungan Gross Profit Margin, Contoh Soal Perhitungan Interest Margin on Earning Assets - Assets Utilization - Rate Return on Loans – Interest Margin on Loans, Contoh Soal Perhitungan Interest Margin on Earning Assets – Bank, Contoh Soal Perhitungan Interest Margin on Loans – Bank, Contoh Soal Perhitungan Net Profit Margin, Contoh Soal Perhitungan Rasio Bank: GPM - NPM - ROE – ROA, Contoh Soal Perhitungan Rasio Rentabilitas – Profitabilitas Bank, Contoh Soal Perhitungan Rate Return on Loans – Bank, Contoh Soal Perhitungan Return on Equity Capital – ROE – Bank, Contoh Soal Perhitungan Rumus Return on Assets – ROA – Bank, Gross Profit Margin, Interest Margin on Earning Assets – NIM – Bank, Interest Margin on Loans, Manfaat Menghitung Interest Margin on Earning Assets Bank, Menentukan Data Gross Profit Margin, Menentukan Data Keuangan Return on Assets – ROA – Bank, Menentukan Data Net Profit Margin Bank, Net Interest Margin– NIM – Bank, Net Profit Margin, Nilai Standar Gross Profit Margin, Nilai Standar Rasio Rentabilitas: ROA ROE GMP, Nilai Standar Return on Assets - ROA – Bank, Nilai Standar Return on Equity - ROE – Bank, Pengertian Contoh Soal Perhitungan Ratio Rentabilitas Bank: GPM - NPM - ROE – ROA - Interest Margin on Earning Assets - Assets Utilization - Rate Return on Loans – Interest Margin on Loans, Pengertian Fungsi Rumus Interest Margin on Loans, Pengertian Kegunaan Rumus Asset Utilization, Pengertian Manfaat Rumus Net Interest Margin– NIM – Bank, Pengertian Manfaat Rumus Rate Return on Loans – Bank, Pengertian Rasio Keuangan Bank, Pengertian Rasio Rentabilitas – Profitabilitas Bank, Pengertian Ratio Rentabilitas Bank: GPM - NPM - ROE – ROA, Pengertian Rentabilitas Bank, Pengertian Rumus Gross Profit Margin, Pengertian Rumus Interest Margin on Earning Assets - Assets Utilization - Rate Return on Loans – Interest Margin on Loans, Pengertian Rumus Net Profit Margin, Pengertian Rumus Return on Assets - ROA – Bank, Pengertian Rumus Return on Equity Capital - ROE – Bank, Rate Return on Loans – Bank, Return on Assets – ROA – Bank, Return on Equity Capital – ROE – Bank, ROA, ROE, ROE – Bank, Rumus Mencari Nilai Operating Income Operating Expense Net Income Bank, Tujuan Manfaat Perhitungan Rasio Rentabilitas Bank Navigasi pos
Jasa Bank adalah semua aktivitas bank, baik yang secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan tugas dan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi, yaitu lembaga yang memperlancar terjadinya transaksi perdagangan, sebagai lembaga yang memperlancar peredaran uang serta sebagai lembaga yang memberikan jaminan kepada nasabahnya.

Berikut jenis jasa-jasa bank : 1. Inkaso Inkaso adalah pemberian kuasa pada bank oleh nasabah (baik perusahaan maupun perorangan) untuk melakukan penagihan terhadap surat-surat berharga (baik yang berdokumen maupun yang tidak berdokumen) yang harus dibayar setelah pihak yang bersangkutan (pembayar atau tertarik) berada ditempat lain (dalam atau luar negeri) menyetujui pembayarannya.

– Warkat inkaso tanpa lampiran y aitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampirkan dengan dokumen-dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga. – Warkat Inkaso dengan lampiran yaitu warkat-warkat inkaso jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah dilampirkan dengan dokumen-dokumen lainnya seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen-dokumen penting. Jenis -jenis Inkaso : • Inkaso keluar Merupakan kegiatan untuk menagih suatu warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain.

Di sisi bank menerima amanat dari nasabah untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah bank lain di kota lain. • Inkaso Masuk Merupakan kegiatan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri.

Dalam kegiatan inkaso masuk, bank hanya memeriksa kecukupan dari nasabah yang telah menerbitkan warkat kepada pihak ketiga. 2. Transfer Transfer adalah jasa pelayanan bank untuk mengirimkan sejumlah uang(dana) dalam rupiah atau valuta asing kepada pihak lain (Perusahaan,lembaga atau perorangan) disuatu tempat(dalam/luar negri) sesuai dengan permintaan pengirim Jenis –jenis Transfer : • Transfer Masuk (Incoming Transfer), yaitu kiriman uang dari bank lain atau dari bank yang sama cabang yang berbeda yang akan diteruskan kepada pihak nasabah penerima (beneficiary).Incoming Transfer,apabila kiriman uang berasal dari bank lain,akan menambah saldo dana bank di Bank Indonesia(Giro pada Bank Indonesia).

• Transfer Keluar (Outgoing Transfer), yaitu pengiriman uang oleh bank atas permintaan nasabah atau bagian bank tertentu untuk keuntungan pihak lain pada bank yang sama atau bank sendiri kepada bank lain.Dalam Outgoing Transfer,dana bank yang terdapat pada Bank Indonesia (giro pada Bank Indonesia) akan dikurangi sejumlah dana yang ditransfer kepada jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah lain. Pihak-pihak yang Terlibat Dalam Transfer Dalam proses transfer,terdapat empat pihak yang terlibat,yaitu : • Remitter: Merupakan sebagai pihak pemilik/pengirim yang memberi amanah kepada Bank untuk memindahkan dananya ke pihak penerima.

• Beneficiary: Yaitu pihak akhir yang menerima pengiriman uang dari remitter. • Remitting Bank: Merupakan bank pelaku transfer yang menerima dana dan amanat dari nasabah untuk ditransfer kepihak Bank Tertarik yang pada akhirnya bank tertarik akan menyerahkan kepada penerima dana akhir. • Paying Bank: Yaitu bank yang melakukan pembayaran uang kepada beneficiary. 3. Safe Deposit Box Safe Deposit Box (SDB) adalah jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau suratsurat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh dan tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan dan memberikan rasa aman bagi penggunanya.

Biasanya barang yang disimpan di dalam SDB adalah barang yang bernilai tinggi dimana pemiliknya merasa tidak aman untuk menyimpannya di rumah. Pada umumnya biaya asuransi barang yang disimpan di SDB bank relatif lebih murah. Hal-hal yang Jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah Diperhatikan • Adanya biaya yang dibebankan kepada penyewa, antara lain uang sewa, uang agunan kunci dan denda keterlambatan pembayaran sewa.

• Tidak menyimpan barang barang yang dilarang dalam SDB. • Menjaga agar kunci yang disimpan nasabah tidak hilang atau disalahgunakan pihak lain. • Memperlihatkan barang yang disimpan bila sewaktu-waktu diperlukan oleh bank. • Jika kunci yang dipegang penyewa hilang, maka uang agunan kunci akan digunakan sebagai biaya penggantian kunci dan pembongkaran SDB yang wajib disaksikan sendiri oleh penyewa. • Memiliki daftar isi dari SDB dan menyimpan foto copy (salinan) dokumen tersebut di rumah untuk referensi.

• Penyewa bertanggung jawab apabila barang yang disimpan menyebabkan kerugian secara langsung maupun tidak terhadap bank dan penyewa lainnya. Bank tidak Bertanggungjawab Atas : • Perubahan kuantitas dan kualitas, hilang, atau rusaknya barang yang bukan merupakan kesalahan bank. • Kerusakan barang akibat force majeur seperti gempa bumi, banjir, perang, huru hara, dan sebagainya. 4. Letter Of Credit(L/C) Letter of Credit (L/C) adalah suatu pernyataan dari bank atas permintaan nasabah (biasanya importir) untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (penerima Letter of Credit (L/C) atau eksportir.

Letter of Credit sering disebut dengan kredit berdokumen atau documentary credit. Jenis-jenis Letter of Credit (L/C) Penyelesaian transaksi antara eksportir dan importir sangat tergantung dari jenis Letter of Credit-nya.

Adapun jenis-jenis Letter of Credit (L/C) antara lain sebagai berikut : • Revocable Letter of Credit (L/C), merupakan Letter of Credit yang setiap saat dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh bank pembuka (opening bank) tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada benefeciary. • Irrevocable Letter of Credit yaitu Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan atau diubah tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat.

• Sight Letter of Credit, adalah Letter of Credit yang syarat pembayarannya langsung pada saat dokumen diajukan oleh ekportir kepada advise bank. • Usance Letter of Credit (L/C) adalah L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu tertentu, misalnya satu bulan dari pengapalan barang atau satu bulan setelah penunjukkan dokumen.

• Restricted Letter of Credit (L/C) merupakan L/C yang pembayarannya atau penerusan L/C hanya dibatasi kepada bank-bank tertentu saja yang namanya tercantum dalam Letter of Credit (L/C). 5. Travellers Cheque Travellers Cheque adalah kertas berharga dalam mata uang yang dikeluarkan oleh suatu bank dimana bank tersebut akan membayarkan sejumlah uang yang tertera didalamnya kepada orang yang tanda tangannya tertera pada travellers cheque atau cek perjalanan tersebut.

Karena Cek Wisata / Cek Perjalanan (Travellers Cheque) sangat mudah dibawa kemana-mana, pemilik uang tidak perlu membawa uang tunai dalam perjalanan.

Untuk menguangkannya pemilik Cek Wisata / Cek Perjalanan (Travellers Cheque) dapat menunjukan KTP, SIm dan atau paspornya. Pada umumnya Traveller Cheque : 1. Diterbitkan oleh bank-bank terkemuka di dunia 2. Bank Devisa selaku Selling Agent dan’atau Paying Agent) 3. Dalam mata uang yang kuat (hard Currency) seperti : US Dollar, Poundsterling, Yen, Euro 4. Membayar biaya penginapan, restoran, belanja, tiket pesawat 5. Dapat ditukar dengan uang tunai, disimpan dalam rekening giro, dapat diwariskan.

SUMBER : http://bankernote.com/jasa-perbankan-transfer-kliring-inkaso-bi-rtgs/ diakses pada hari sabtu 5 maret 2017 jam 21.00 WIB. http://lenthoshare.blogspot.co.id/2013/09/materi-transfer-dan-rtgs.html diakses pada hari sabtu 5 maret 2017 jam 21.00 WIB. http://www.bi.go.id/id/iek/produk-jasa-perbankan/jenis/Contents/tab3.aspx diakses pada hari sabtu 5 maret 2017 jam 21.00 WIB. http://www.ensikloblogia.com/2016/05/pengertian-letter-of-credit-lc-dan.html diakses pada hari sabtu 5 maret 2017 jam 21.30 WIB.

http://bankernote.com/jasa-bank-bank-draft-cek-perjalanan-sdb/ diakses pada hari sabtu 5 maret 2017 jam 21.30 WIB. Jenis-Jenis Warkat, Apa Saja Sih? Yuk Simak! 4 menit membaca Oleh Rezta Effendi pada October 11, 2021 Melakukan transaksi pembayaran secara non tunai saat ini sudah bukan hal asing lagi. Bentuk pembayaran non-tunai pun semakin banyak bermunculan. Tetapi, tahu tidak, ternyata sejak dahulu sudah ada loh cara transaksi secara non-tunai, yaitu warkat.

Apa saja sih jenis-jenis warkat? Yuk simak bahasan berikut! Warkat Warkat adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu bank, dan menjadi instrumen penarikan dana nasabah yang memiliki fasilitas rekening giro atau rekening koran.

Warkat merupakan alat pembayaran tanpa uang yang diperhitungkan melalui kliring. Kliring sendiri merupakan jasa penyelesaian utang antar bank yang saling menyerahkan warkat-warkat yang dikliringkan di lembaga kliring. Maksud dari penyelesaian utang adalah penagihan cek atau bilyet giro melalui bank. Sedangkan, pengertian dari warkat-warkat yang dimaksud adalah surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro, dan surat piutang lainnya.

Proses kliring dikoordinasikan dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) dengan menggunakan Sistem Kliring Nasional (SKN).

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Umumnya, warkat berbentuk kertas yang berisi keterangan suatu peristiwa untuk dipakai sebagai bukti. Warkat yang digunakan dalam kegiatan kliring ini wajib memenuhi spesifikasi teknis, berupa kualitas kertas, ukuran, rancang bangun (format) dan mutu cetakan.

Warkat yang diperhitungkan dalam kliring juga harus memenuhi beberapa syarat ini loh, yaitu sebagai berikut : • Warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah • Bernilai nominal penuh • Telah dibubuhi “cap kliring” • Warkat dikeluarkan oleh bank peserta listing • Warkat tersebut telah jatuh tempo ketika diperhitungkan dalam penyelenggara kliring • Wajib memenuhi spesifikasi teknis sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) Nah, itu dia warkat secara garis besar warkat, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis warkat, yuk simak apa saja ya!

Jenis-jenis warkat Terdapat jenis-jenis warkat yang sah untuk digunakan sebagai alat transaksi tanpa menggunakan uang, seperti berikut ini : 1.

Cek Jenis warkat yang pertama adalah cek. Secara umum, pengertian cek yaitu surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu sesuai dengan jumlah nominal yang tertera, kepada pemegang cek tersebut.

Cek yang dapat dikliringkan, diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) termasuk cek deviden, cek perjalanan, cek cinderamata dan jenis cek lainnya yang penggunaannya dalam kliring disetujui oleh Bank Indonesia (BI).

2. Wesel Bank untuk Transfer Wesel bank merupakan surat perintah pembayaran tanpa syarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada pemegang atau pengantinnya pada waktu dan tempat tertentu. Dalam wesel terdapat beberapa syarat-syarat formal yang terdapat dalam Kitab Undang Undang Hukum Dagang (KUHD), yaitu : • Nama surat-wesel yang dimuat di dalam teksnya sendiri dan diistilahkan dalam bahasa yang digunakan dalam surat • Berupa perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu • Tertera nama orang yang harus membayar • Tertera keterangan hari bayarnya (hari jatuh tempo) • Tertera keterangan lokasi tempat dimana pembayaran harus dilakukan • Tertera nama orang atau penggantinya kepada siapa pembayaran harus dilakukan • Tertera tanggal dan tempat surat wesel diterbitkan • Tertera tanda tangan orang yang menerbitkan (Baca Juga : Jenis Uang Elektronik di Indonesia) 3.

Bilyet Giro Bilyet Giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada Bank penyimpanan dana untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya, baik nasabah pada bank yang sama maupun nasabah bank lainnya, termasuk Bilyet Giro Bank Indonesia (BGBI). 4. Surat Bukti Penerimaan Transfer Jenis-jenis warkat selanjutnya adalah surat bukti penerimaan transfer. Surat ini merupakan surat bukti penerimaan transfer uang dari luar kota.

Surat ini dapat digunakan untuk menagih sejumlah dana kepada bank dari pihak penerima transfer dana melalui kliring lokal. 5. Nota Debet Nota debet ini berguna untuk menagih dana kepada bank lain untuk bank atau nasabah bank yang mendapatkan nota tersebut. Nota debet yang dikliringkan harus sudah dikonfirmasi terlebih dahulu oleh bank yang menyampaikan nota debet kepada bank yang akan menerima nota debet tersebut. Nota debet juga bisa digunakan untuk keperluan transaksi antar kantor, baik nota debet dengan surat, maupun nota debet dengan telegram.

Nota debet terdiri atas 2 jenis jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah : Nota Debet Masuk Nota debet masuk merupakan warkat yang diterima oleh suatu bank atas cek sendiri yang telah ditarik oleh nasabahnya Nota debet keluar Sedangkan nota debet keluar merupakan warkat yang disetorkan oleh nasabah pada Bank lain 6.

Nota Kredit Jenis-jenis warkat yang terakhir adalah nota kredit. Nota kredit merupakan warkat yang dipergunakan untuk mengirimkan atau memindahkan dana bank lain untuk keuntungan bank atau nasabah yang akan menerima warkat tersebut. Nota kredit terdiri atas 2 jenis, yaitu : Nota Kredit Masuk Nota kredit masuk merupakan warkat yang diterima oleh suatu bank untuk keuntungan rekening nasabah bank tersebut Nota Kredit Keluar Nota kredit keluar ini merupakan warkat dari nasabah sendiri untuk disetorkan kepada nasabah bank lain.

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

(Baca Juga : Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Kartu Kredit) Nah itu dia jenis-jenis warkat yang sudah kamu ketahui. Warkat sendiri merupakan alat pembayaran tanpa uang yang sudah ada sejak lama. Untuk saat ini kamu gak perlu lagi menggunakan warkat, nota, atau cek sejenisnya itu.

Tetapi, kamu bisa langsung memakai kartu kredit dalam transaksi non-tunai sehari-harimu.

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Kartu kredit dapat mempermudahkan kamu dalam bertransaksi, terlebih terdapat banyak promo yang ditawarkan. Saat ini sudah banyak bank menawarkan kartu kredit dengan fitur-fitur promo yang menarik. Tentunya kamu harus teliti dalam memilih kartu kredit yang akan kamu gunakan.

Pastikan kamu memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Banyaknya penawaran fitur menarik dari berbagai jenis kartu kredit tentunya akan membuatmu sedikit bingung dalam memilih. Tetapi, sekarang kamu gak perlu bingung lagi, karena CekAja.com punya berbagai rekomendasi kartu kredit yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu. Jika ingin mengajukan kartu kredit juga kamu bisa lakukan secara online di CekAja.com.

Proses pengajuannya sangat mudah, cepat, dan aman. Selain itu CekAja.com juga sudah tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan kartu kredit pilihanmu di CekAja.com, dan dapatkan banyak promonya! Mau Kartu Kredit Banyak Keuntungan? Dapat Diskon, Reward Belanja, Cicilan 0% Cek Aja di Sini Lebih seperti ini • Edukasi Kartu Kredit • Semua Kartu Kredit • Kartu Kredit Terbaik Pinjaman • Pinjaman Terbaik • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Kendaraan Bermotor • Kredit Dengan Agunan • Pinjaman Online • Pinjaman Cepat Investasi • Tabungan Layanan Skor Kredit • Skor Kredit Kredit UKM • Usaha Kecil Menengah • Small Business Banking Informasi Produk • Mitra Produk Perbankan • Mitra Produk Multifinance • Mitra Pinjaman Online Kalkulator • Kalkulator KTA • Kalkulator KPR • Kalkulator Modal • Kalkulator UKM Info & Blog • Tanya Ahli • Berita & Tips • Asuransi • Promo Cekaja Tentang Kami • Tentang Cekaja.com • Pusat Bantuan • Press Release • Publikasi Media • Lembar Fakta CekAja.com adalah Financial Marketplaces dibawah naungan PT Puncak Finansial Utama dan jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah di Grup Inovasi Keuangan Digital (“GIKD”) dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan Nomor S-77/MS.72/2019.

Selain GIKD - OJK, CekAja.com juga diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia (“BI”) dan Asosiasi FinTech Indonesia (“AFTECH”).

jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah

Layanan penilaian kredit atau Credit Scoring yang tersedia di CekAja.com adalah layanan penilaian kredit dengan merek “CekSkor”. CekSkor adalah Innovative Credit Scoring dibawah naungan PT Puncak Akses Finansial dan tercatat di GIKD – OJK dengan Nomor S-274/MS.72/2019. Selain GIKD - OJK, CekSkor juga diatur dan diawasi oleh AFTECH. Disclaimer: CekAja.com berusaha menyediakan informasi terkait produk Lembaga Jasa Keuangan dan layanan CekSkor secara akurat dan terkini, namun apabila terdapat perbedaan informasi maka tetap mengacu pada informasi yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan.

Harap untuk melakukan verifikasi informasi produk sebelum Anda mengambil keputusan finansial di CekAja.com. Kartu Kredit • Semua Kartu Kredit • Kartu Kredit Terbaik Fitur kartu kredit • Kartu Kredit Air Miles • Kartu Kredit Belanja • Kartu Kredit Perjalanan • Kartu Kredit Cashback • Kartu Kredit Promosi • Kartu Kredit Tanpa Biaya Tahunan • Kartu Kredit Promo Isi Bensin • Kartu Kredit Rewards • Kartu Kredit Wanita Manajemen Utang • Solusi Masalah Utang Dapatkan Profil Skor Kredit • Cek Skor Kredit Mitra Cekaja • Mitra Produk Perbankan Promo • Promo CekAja Kredit dan Pinjaman • Pinjaman Terbaik • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Kendaraan Bermotor • Kredit Dengan Agunan • Pinjaman Pendidikan • Pinjaman Online • Pinjaman Cepat Manajemen Utang • Solusi Masalah Utang Kredit UKM • Usaha Kecil Menengah • Small Business Banking Dapatkan Profil Skor Kredit • Cek Skor Kredit Mitra Cekaja • Mitra Produk Perbankan • Mitra Produk Multifinance • Mitra Pinjaman Online Promo • Promo CekAja Kalkulator • Kalkulator KTA • Kalkulator KPR • Kalkulator Modal • Kalkulator UKM Info dan Tips • Tips Finansial • Info Kartu Kredit • Info Kredit dan Pinjaman • Info Pinjaman Online • Info Asuransi • Info Syariah • Info Investasi • Berita OJK • UKM • Tanya Ahli Promo • Promo CekAja Pahami Skor Kredit • Mengenal Skor Kredit • Tingkatkan Skor Kredit • Tentang Skor Kredit Tentang Kami • Tentang Cekaja.com • Press Release • Publikasi Media • Lembar Fakta Jelajahi Produk • Kartu Kredit • Kredit dan Pinjaman • Kredit UKM • Investasi dan Tabungan Informasi Produk • Mitra Produk Perbankan • Mitra Produk Multifinance • Mitra Pinjaman Online • Skor Kredit • Promo CekAja Info & Blog • Tanya Ahli • Berita & Tips • Promo Cekaja Tentang Kami • Tentang Cekaja.com • Press Release • Publikasi Media • Lembar Fakta • Pusat Bantuan • Semua Kartu Kredit • Kartu Kredit Terbaik • Kartu Kredit Belanja • Kartu Kredit Rewards • Kartu Kredit Cashback • Kartu Kredit Promosi • Kartu Kredit Perjalanan • Kartu Kredit Wanita • Kartu Kredit Air Miles • Kartu Kredit Promo Isi Bensin • Kartu Kredit Tanpa Biaya Tahunan • Solusi Masalah Utang • Promo CekAja
• Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Reksa Dana Baru • Simpanan • Tabungan • Tabungan Berjangka • Tabungan Syariah • Deposito • Deposito Syariah • E-Money • Semua • Kartu • Aplikasi • Artikel • Promo • Lainnya • Daftar Pusat Service • Daftar Bengkel Asuransi • Lembaga Keuangan • Daftar Istilah • Ruang Edukasi • Blog • Masuk - Daftar • Kartu Kredit • Semua • Welcome Bonus • Dining • Cashback • Reward • Travel • No Fee • Premium • Gasoline • First Card • Pinjaman • Kredit Tanpa Agunan • Kredit Multiguna • Kredit Mobil Baru • Kredit Mobil Bekas • Kredit Motor • Kredit Pemilikan Rumah • Asuransi • Asuransi Mobil • Asuransi Kesehatan & Telemedicine • Asuransi Perjalanan • Bantuan Darurat Jalan Baru • Top-up & Tagihan Baru • Pulsa • Listrik PLN • Paket Data • Voucher Game • BPJS Baru • PDAM • Telkom • Pascabayar • Data Roaming Internasional • Internet & TV Kabel Baru • Angsuran Kredit Baru • Zakat Baru • Masuk Daftar Jika mendengar kata cek, pasti yang terbayang adalah seseorang yang menuliskan sesuatu pada selembar kertas yang berisi nama penerima jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah nominal angka.

Kemudian orang tersebut memberikannya kepada orang lain untuk bisa ditukarkan dengan uang di bank. Sementara istilah bilyet giro, meskipun Anda jarang mendengarnya, nyatanya banyak masyarakat yang menggunakannya dalam transaksi perbankan untuk berbagai keperluan.

Secara sederhana, Bilyet giro merupakan istilah yang digunakan seorang nasabah bank untuk memberikan perintah pada bank agar memindahbukukan sejumlah uang kepada penerima dana. Cek dan Bilyet Giro merupakan instrumen pembayaran nontunai di Tanah Air. Berikut ulasan lengkap tentang persamaan dan perbedaan dari cek dan bilyet giro: Baca Juga: Mengenal Kartu Kredit Syariah dan Bank-Bank yang Menerbitkannya Pengertian dan Sejarah Cek Menandatangani Cek via usnews.com Cek merupakan perintah tertulis dari nasabah pada bank untuk menarik dananya dalam jumlah tertentu atas namanya atau yang ditunjuk.

Dengan kata lain, cek menjadi surat perintah tanpa syarat dari nasabah pada bank di mana nasabah tersebut menyimpan uangnya. Dalam cek tersebut, terdapat nama penerima uang atau pemegang cek. Artinya, jika seseorang memiliki cek yang ditujukan atas nama dirinya, bank harus membayar sejumlah uang sesuai dengan nominal yang disebutkan di dalam cek.

Pembayaran uang dari pihak bank kepada pemegang cek bisa berupa uang tunai atau pemindahbukuan uang ke rekening pemegang cek. Pencairan cek bisa dilakukan di bank yang bukan mengeluarkan cek tersebut. Caranya dengan melakukan kliring.

Hanya saja prosesnya tidak dapat selesai saat itu juga. Kliring biasanya memakan waktu satu hari. Pembayaran menggunakan cek pertama kali dilakukan pada zaman Romawi tahun 352 SM.

Akan tetapi, baru sekitar tahun 1500 ditemukan bukti nyata pembayaran via cek di Belanda dan kemudian berkembang ke Inggris tahun 1700-an. Sebelum itu, para pedagang muslim sudah terkenal dengan kebiasaannya dalam menggunakan sistem saqq (yang menjadi serapan cheque atau check) pada masa pemerintahan Raja Harun al-Rashid pada era Khalifah Abbasiyah.

Mereka merasa lebih aman menggunakan sistem saqq ini daripada membawa uang dalam jumlah besar selama perjalanan dagang. Jenis-Jenis Cek dan Aturan Penggunaannya Cek yang kita kenal di Indonesia terbagi dalam lima jenis, yaitu: 1.

Cek Atas Nama Cek Atas Nama adalah cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum tertentu yang tertulis dengan jelas di dalam cek tersebut. Contohnya, apabila di dalam sebuah cek tertulis perintah “bayarlah kepada saudara Rafi sejumlah Rp5.000.000” atau “bayarlah kepada Jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah Makmur Jaya senilai Rp25.000.000“ maka cek inilah yang disebut sebagai Cek Atas Nama.” Namun, ada catatan bahwa kata-kata seperti “atau pembawa” di belakang nama yang disebutkan harus dicoret.

2. Cek Atas Unjuk Cek Atas Unjuk merupakan kebalikan dari Cek Atas Nama. Di dalam Cek Atas Unjuk, tidak terdapat nama penerima atau badan hukum yang ditunjuk sehingga siapa saja yang membawa cek tersebut dapat menguangkannya. Contohnya, di dalam cek tersebut hanya tertulis “bayarlah cash atau tunai” atau tidak ditulis kata-kata apa pun.

3. Cek Silang Cek Silang merupakan cek yang di bagian pojok kiri atas diberi dua tanda silang. Cek Silang atau Cross Cheque ini sengaja diberi tanda silang agar fungsinya berubah dari tunai menjadi nontunai atau pemindahbukuan. 4. Cek Mundur Cek Mundur merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal sekarang.

Misalnya, hari ini tanggal 7 September 2016. Namun, di dalam cek tersebut tertulis tanggal 12 September 2016. Jenis yang seperti inilah yang disebut sebagai cek mundur. Hal ini terjadi karena ada kesepakatan antara pemberi dan penerima cek. Yang salah satu sebabnya mungkin belum ada dana pada saat itu.

5. Cek Kosong Cek Kosong atau blank cheque merupakan cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro. Misalnya, Tuan Joko ingin mencairkan cek sejumlah Rp70 juta. Namun, jumlah uang di dalam rekening gironya hanya Rp50 juta.

Ini berarti ada kekurangan dana sebesar Rp20 juta apabila ingin menariknya. Sangat jelas bahwa dana dalam cek jumlahnya kurang dibandingkan dengan jumlah dana yang ada.

Agar cek bisa digunakan untuk transaksi maka cek harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang-Undang Hukum Dagang Pasal 178. Dilansir dari Bank Indonesia, berikut syarat formal cek: 1. Nama "Cek" harus termuat dalam teks; 2.

Perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu; 3. Nama pihak yang harus membayar (tertarik); 4. Penunjukan tempat dimana pembayaran harus dilakukan; 5.

Pernyataan tanggal beserta tempat Cek ditarik; 6. Tanda tangan orang yang mengeluarkan Cek (penarik). Pengertian Bilyet Giro dan Aturan Penggunaannya Ilustrasi Bilyet Giro via bankovnictvionline.cz Dilansir dari Bank Indonesia (BI), bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah rekening giro kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekeningnya ke rekening penerima dana yang disebutkan.

Sistem Giro pertama kali muncul pada masa Kerajaan Ptolemaik Mesir sekitar abad ke-4 SM. Pembayaran giro menjadi sistem pembayaran yang diterima pada awal-awal sistem perbankan di Alexandria, Mesir. Sistem pembayaran menggunakan giro pada masa itu telah umum dilakukan pada sistem perbankan.

Syarat bilyet giro sesuai dengan aturan BI agar bisa digunakan yakni: • Nama bilyet giro dan nomor bilyet giro yang bersangkutan. • Nama tertarik. • Perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan dana atas beban rekening penarik.

• Nama dan nomor rekening pemegang. • Nama bank penerima. • Jumlah dana yang dipindahkan, baik dalam angka maupun dalam huruf selengkap-lengkapnya. • Tempat dan tanggal penarikan. • Tanda tangan, nama jelas, dan/atau dilengkapi dengan cap/stempel dengan persyaratan pembukaan rekening. Baca Juga: Kode Bank Indonesia Terlengkap Dengan terbitnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro, ada sejumlah hal yang patut menjadi perhatian oleh penarik (pemberi bilyet giro), di antaranya: • Bilyet giro bukanlah surat berharga.

• Penarik (pemberi) harus memenuhi syarat formal bilyet giro. • Penarik wajib menyediakan dana yang cukup. • Penarik harus menginformasikan pada bank tertarik kalau bilyet giro akan diblokir.

Berbagai alasan ditolaknya bilyet giro yang perlu diketahui: • Tidak memenuhi syarat formal. • Pencantuman tanggal efektif tidak dalam tenggang waktu pengunjukan. • Terdapat koreksi yang tidak sesuai dengan ketentuan. • Diunjukkan tidak dalam Tenggang Waktu Efektif. • Syarat formal diisi orang lain atau bukan penarik. • Bilyet giro diblokir pembayarannya. • Tanda tangan tidak sesuai dengan spesimen. • Bilyet giro diduga palsu atau dimanipulasi. • Rekening giro penarik telah ditutup.

• Dana yang tersedia tidak cukup. Persamaan Cek dan Bilyet Giro Bentuk fisik kedua jenis alat pembayaran ini mirip. Dan keduanya memiliki persamaan sebagai berikut: • Cek dan bilyet giro sama-sama alat pembayaran giral.

• Cek dan giro memiliki waktu kedaluwarsa yang sama, yaitu 70 hari. • Keduanya, baik cek maupun giro, dapat dijadikan bahan perhitungan pada lembaga kliring. • Keduanya merupakan perintah kepada bank untuk melaksanakan mutasi pembayaran pada rekening nasabah. Perbedaan Cek dan Bilyet Giro Selain persamaan di atas, cek dan giro memiliki beberapa perbedaan sesuai dengan tujuan penggunaan alat bayar ini. Cek • Cek bisa langsung diuangkan secara tunai di bank.

• Pembayaran dari bank bisa dilakukan atas unjuk. • Penarikan cek akan dikenakan biaya materai. • Cek memiliki fungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar dengan uang tunai kepada orang yang ditunjuk kepada pemegang cek tersebut. • Cek tidak dapat diuangkan pada bank yang bersangkutan sebelum diberi tanggal penerbitannya. • Hanya tercantum tanggal penerbitan karena dikenal adanya cek mundur. • Sumber hukum Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Bilyet Giro • Bilyet giro tidak bisa langsung diuangkan secara tunai. • Pemindahbukuan yang dilakukan bank hanya dapat dilakukan atas nama. • Pihak penarik akan dibebaskan dari biaya materai. • Bilyet giro memiliki fungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan dananya kepada orang yang ditunjuk dan mempunyai rekening yang jelas pada bank tertentu.

• Bilyet giro dapat diserahkan bank sebelum tanggal efektif jika tanggal efektif tersebut lebih awal dari tanggal penerbitanya • Tercantum tanggal penerbitan dan tanggal efektif. • Sumber hukum Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Gunakan Cek dan Giro dengan Benar dan Dapatkan Kemudahannya Jika digunakan dengan benar, cek dan giro sangat membantu proses pembayaran ataupun transfer. Banyak transaksi bisnis lebih mudah, aman, dan nyaman dengan menggunakan jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah bayar ini. Namun, Anda perlu waspada. Kasus yang sering muncul terkait penyimpangan cek dan giro adalah cek atau giro kosong. Artinya, saat cek dan giro akan dicairkan, ternyata saldonya tidak ada. Mencari informasi atau bertanya pada pihak bank akan lebih menjamin keamanan dalam menggunakan alat bayar ini.

Baca Juga: Biaya Transfer Antar Bank, Berapa yang Mesti Dibayar? Kategori • Asuransi • Asuransi Jiwa • Asuransi Kendaraan • Asuransi Kesehatan • Asuransi Perjalanan • Asuransi Umum • BPJS • Belanja • Berita • Bisnis • Deposito • Dokumen Anda • Emas • Fintech • Gaya Hidup • Info Umum • Inspirasi • Investasi • Karir • Kartu Kredit • Keluarga • Kredit HP • Kredit Mobil • Kredit Motor • Kredit Multiguna • Kredit Pemilikan Rumah • Kredit Tanpa Agunan • Kuis • Liburan dan Kuliner • Otomotif • Pajak • Peluang Usaha • Pendidikan • Perbankan • Pernikahan • Pinjaman • Properti • Quotes Motivasi • Ragam • Reksadana • Review Handphone • Saham • Seputar Ramadan • Siaran Pers • Tabungan • Tips Bisnis • Tips Kesehatan • Tips Keuangan • Unit Link • Wawancara Khusus • Wirausaha Selengkapnya
Pengertian kliring (Clearing) adalah jasa penyelesaian hutang piutang antarbank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring.

Penyelesaian hutang piutang yang dimaksud adalah penagihan cek atau bilyet giro melalui bank. Sedangkan pengertian warkat-warkat adalah surat berharga seperti cek, bilyet giro, dan surat piutang lainnya. Jika kita memperoleh selembar cek atau bilyet giro (BG) dari seorang nasabah bank, maka otomatis kita akan menguangkan cek atau bilyet giro tersebut ke bank penerbit cek jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah bilyet giro. Masalahnya adalah jika cek atau bilyet giro tersebut berada jauh dari lokasi kita, sehingga kita akan membutuhkan waktu untuk menguangkannya.

Masalah lain adalah jika bank yang mengeluarkan cek atau bilyet giro tersebut ternyata banyak, contohnya jika nasabah ingin menguangkan cek atau bilyet giro yang jumlahnya lebih dari 5 lembar dari bank yang berbeda. Di samping faktor waktu, kita juga perlu mempertimbangkan biaya untuk orang yang menagihkannya, belum lagi faktor keamanan uang pada saat ditagihkan.

Untuk mengatasi masalah di atas, bank menyediakan sarana penarikan yang kita kenal dengan nama jasa kliring atau clearing. Melalui jasa kliring (clearing), nasabah cukup menyerahkan cek atau bilyet giro yang dimilikinya ke bank di mana nasabah memiliki rekening. Kemudian jika bank menganggap memenuhi syarat maka bank akan melakukan kliring ke BI pada hari itu juga (waktu kliring).

Nasabah juga dapat langsung menyetor beberapa macam cek atau bilyet jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah dari berbagai bank dengan catatan masih dalam satu wilayah kliring. • Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antarbank di seluruh wilayah Indonesia. • Agar perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilaksanakan dengan lebih mudah, aman, da efisien. • Salah satu pelayanan bank kepada nasabah masing-masingnya, terutama dalam hal keamanan dan biaya yang dikeluarkan.

Warkat-warkat yang dikliringkan tidak selamanya tertagih, bahkan setiap kali transaksi kliring (clearing) terdapat beberapa warkat yang dipatok pembayarannya. Ada beberapa alasan penolakan kliring pada saat warkat-warkat kliring (clearing) dalam kliring masuk. Dalam praktiknya alasan penolakan pembayaran cek atau Bilyet Giro (BG) disebabkan antara lain : • Asal cek atau bilyet giro salah, misalnya cek atau bilyet giro berasal dari luar kota atau luar wilayah kliring atau mungkin dari luar negeri.

• Tanggal cek atau bilyet giro belum jatuh tempo, artinya cek atau bilyet giro tanggalnya di atas tanggal ketika cek atau bilyet giro ingin dikliringkan. Misalnya saat cek atau BG ingin dikliringkan tanggal 1 Maret 2016, tetapi di cek atau BG tersebut tertulis tanggal 7 Maret 2016.

• Materai tidak ada atau tidak cukup sesuai dengan peraturan yang berlaku. • Jumlah yang tertulis di angka dan huruf berbeda. Sebagai contoh nominal angka tertulis Rp1.000.000,- tetapi di bagian huruf tertulis “seratus juta rupiah”.

• Tanda tangan atau cap perusahaan tidak sama dengan specimen (contoh tanda tangan) atau bisa pula tidak lengkap, misalnya harus ditandatangani oleh dua orang, sedangkan di dalam cek hanya ditandatangani oleh satu orang. • Coretan atau perubahan tidak ditandatangani, artinya terdapat coretan atau perubahan, namun di atas coretan atau perubahan tidak ditandatangani. • Cek atau Bilyet Giro (BG) sudah kadaluarsa.

Artinya cek atau BG melewati batas waktu atau umur cek 70 hari dari tanggal penulisan cek. • Resi belum kembali, artinya nasabah belum mengirim resi (bukti penerimaan cek atau Bilyet Giro) ke bank bahwa nasabah sudah menerima buku cek atau Bilyet Giro. • Endorsment cek tidak benar artinya pemindahtanganan antarnasabah dalan cek tidak benar atau tidak memenuhi syarat.

• Rekening sudah ditutup. Nasabah pemilik cek atau bilyet giro yang dikliringkan ternyata sudah menutup rekeningnya. • Dibatalkan penarik.

Artinya, si pemberi cek atau bilyet giro dengan suatu alasan tertentu membatalkan cek yang diberikannya dan melaporkan ke bank di mana rekeningnya berada. • Rekening diblokir oleh pihak berwajib, artinya rekening nasabah yang mengeluarkan cek atau bilyet giro diblokir oleh pihak yang berwajib. • Kondisi cek ata bilyet giro dalam keadaan tidak sempurna. • Dan alasan-alasan lainnya.Jasa Perbankan atau Jasa Bank adalah semua aktivitas bank, baik yang secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan tugas dan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi, yaitu lembaga yang memperlancar terjadinya transaksi perdagangan, sebagai lembaga yang memperlancar peredaran uang serta sebagai lembaga yang memberikan jaminan kepada nasabahnya.

Berbagai jenis Jasa Perbankan 1. Transfer Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Dalam arti lain, transfer adalah kiriman uang yang diterima bank termasuk hasil inkasoyang ditagih melalui bank tersebut yang akan diteruskan kepada bank lain untuk dibayarkan kepada nasabah (trasfer).

Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit. Jenis Transfer: a. Transfer Keluar Salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar. Media untuk melakukan transfer ini adarlah secara tertulis ataupun melalui kawat. Pembatalan transfer keluar.: Bila terjadi pembatalan transfer, haruslah diperhatikan bahwa pembatalan tersebut hanya dapat dilakukan bila transfer keluar belum dibayarkan kepada si penerima uang dan untuk itubank pemberi amanat harus meberi perintah berupa “stop payment” kepada cabang pembayaran.

Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank pemberi amanat kepada nasabah pemberi amanat hanya apabila telah diterima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang transfer dimaksud belum dibayarkan. b. Transfer Masuk Transfer masuk, dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang beneficiary. Dalam hal ini bank pembayar akan membukukan hasil transferkepada rekening nsabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar.

Transfer masuk tidak dikenakan lagi komisi karena si nasabah pemberi amanat telah dibebankan sejumlah komisi pada saat memberikan amanat transfer. Pembatalan Transfer Masuk: Jika terjadi pembatalan, pertama – tamayang harus dilakukan adalah memeriksa apakah hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficiary.

Bila ternyatra belum, akan diblokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalkikan kepada cabang pemberi amanat melalui pemindahbukuan. 2. Inkaso Inkaso adalah pemberian kuasa pada bank oleh nasabah (baik perusahaan maupun perorangan) untuk melakukan penagihan terhadap surat-surat berharga (baik yang berdokumen maupun yang tidak berdokumen) yang harus dibayar setelah pihak yang bersangkutan (pembayar atau tertarik) berada ditempat lain (dalam atau luar negeri) menyetujui pembayarannya.

Jasa penyelesaian penagihan cek atau bilyet giro melalui bank adalah arti lain, Inkaso merupakan kegioatan jasa bank untuk melakukan amanat dari pihak ke tiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh pemberi amanat. a. Warkat Inkaso 1. Warkat inkaso tanpa lampiran Yaitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampirkan dengan dokumen-dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga.

2. Warkat Inkaso dengan lampiran Yaitu warkat-warkat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen-dokumen lainnya seperti kwitansi, faktur, polis asuransi dan dokumen-dokumen penting.

b. Jenis Inkaso 1. Inkaso keluar Merupakan kegiatan untuk menagih suatu warkiat yang telah diterbitkan oleh nasabah bank lain. Di sisi bank menerima amanat dari nasabahnya sendiri untuk menagih warkat tersebut kepada seseorang nasabah bank lain di kota lain. 2. Inkaso Masuk Merupakan kegiatan yang masuk atas warkat yang telah diterbitkan oleh nasabah sendiri.

Dalam kegiatan inkaso masuk, bank hanya memeriksa kecukupan dari nasabahnya yang telah menerbitkan warkat kepada pihak ketiga. 3. Kliring Kliring adalah suatu cara penyelesaian utang – piutang antara bank-bank peserta kliring dalam bentuk warkat atau surat-surat berharga disuatu tempat tertentu. Warkat kliring antara lain: cek, bilyet giro, CD, nota debet dan nota kredit. Warkat harus dinyatakan dalam mata uang rupiah, bernilai nominal penuh, dan telah jatuh tempo. a. Kliring dibagi 2 (dua), yaitu: 1) Kliring Manual 2) Kliring Elektronik b.

Bank Peserta Kliring Bank yang termasuk sebagai peserta kliring adalah bank umum yang berada dalam wilayah tertentu dan tidak dihentikan kepesertaanya dalam kliring oleh Bank Indonesia. Sebuah bank dapat dilarang untuk mengikuti kliring karena berbagai alasan. Jika salah satu peserta kliring karena suatu hal tidak dapat turut serta dalam kliring, peserta tersebut wajib mengajukan permohonan pada penyelenggara kliring sepuluh hari sebelumnya.

c. Pertemuan Kliring Dilakukan dalam dua Tahap yaitu: 1. Kliring Penyerahan Pada saat ini hanya penyerahan warkat debet/CEK/BG yang masih dilakukan secara hardcopy, sedangkan warkat kredit sudah dalam bentuk softcopy, dengan mencantumkan stempel “kliring” dan nomor kode kelompok peserta, poersetujuan penyelenggara dan peserta lain. 2. Kliring Retur Setelah warkat dikembalikan kemudian dikelompokan menurut peserta dan dicatat dalam daftar kliring retur lengkap dengan nilai nominalnya.

Penyelenggara selanjutnya menyusun neraca gabungan pserta. d. Kliring Elektronik Kliring elektronik adalah kliring lokal dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring yang didasarkan pada data keuangan elektronik disertai penyampaian warkat surat berharga.

Tujuan diselenggarakannya kliring elektronik ini adalah: 1. Meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan sistem pembayaran cepat, akurat, andal, aman dan lancar. 2. Meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keamanan pelaksanaan dan pengawasan proses. 4. Jasa Perbankan : Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement ( BI-RTGS) Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement selanjutnya disebut sistem BI-RTGS, adalah sistem transfer dana elektronik antar peserta dalam mata uang Rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara indovidual.

Mengenai Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement ( BI-RTGS) ini akan di jelaskan pada modul selanjutnya. Dengan mempelajari artikel ini pengunjung diharapkan mengerti tentang macam-macam jasa perbankan Browse by Category • Accounting • Artikel • Audit dan Hukum Perbankan • Consumer Banking • Deposito • E-Banking • Featured • Giro • investasi • Jasa Bank • Kalkulator Keuangan • Kepatuhan • Kredit • Manajemen Risiko • Marketing • Operasional Perbankian • Peluang Usaha • Pengantar Perbankan • Peraturan BI • Peraturan OJK • Peraturan RI • Perbankan Lainnya • Pinjaman Online • review bank • SHL • Soal Perbankan • Tabungan • Tip Bisnis • Tip Perbankan • Tips Lamaran Kerja • Trade Service • Treasury • Video Motivasi • Wealth Management

Bilyet giro




2022 www.videocon.com