Sitinjau lauik berada dimana

sitinjau lauik berada dimana

Koropak.co.id - Sitinjau Lauik merupakan sebutan untuk ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer pada jalan lintas Sumatera dengan rute Kota Padang - Arosuka - Solok. Rute Sitinjau Lauik ini juga menjadi salah satu rute nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.

Disebut dengan nama Sitinjau lauik, karena dari sejumlah titik di jalan tersebut, para pengendara bisa dengan leluasa memandang laut sepanjang pantai barat dan keindahan Kota Padang dari atas ketinggian.

Menjadi jalur nasional, membuat rute Sitinjau Lauik ini sangat padat, tampak setiap harinya seluruh jenis kendaraan seperti bus, truk, mobil pribadi, hingga kendaraan roda dua melintasi jalur ini. Meskipun memberikan suguhan keindahan alam hutannya yang dibalut dengan udara sejuk, akan tetapi jalur Sitinjau Lauik sendiri memberikan ancaman yang sangat besar. Sepanjang jalur tersebut, terdapat sitinjau lauik berada dimana titik yang berpotensi longsor terutama ketika curah hujan tinggi membuat jalannya pun menjadi licin.

Baca : Indonesia Dijadikan Laboratorium Kajian Bencana Selain longsor, ancaman lainnya adalah kecelakaan karena terdapat tikungan tajam yang disambut dengan tanjakan tinggi menjadi momok yang menakutkan bagi setiap pengendara yang melintas.

Tidak sedikit kendaraan besar bermuatan banyak mengalami rem blong hingga memicu terjadinya tabrakan bahkan terjun bebas ke dalam jurang sedalam puluhan meter. Banyaknya jumlah kecelakaan yang sering terjadi di jalur Sitinjau Lauik ini membuatnya dikenal sebagai rute maut dan paling ekstrim di Sitinjau lauik berada dimana Barat. Meskipun demikian, pengendara juga tidak perlu takut untuk melintasi rute ini.

pasalnya, untuk meminimalisir tingkat kecelakaan, di beberapa tikungan tajam, ada beberapa anak muda yang sudah diberdayakan yang disebut dengan istilah Pak Ogah. Baca : Tanjakan Emen- Kembali Telan Korban Selama 24 jam, mereka secara bergantian berjaga dan mengatur arus lalu lintas di sejumlah tikungan tajam, seperti di panorama satu dan panorama dua pada rute Sitinjau Lauik.

Tentunya keberadaan Pak Ogah ini sangat menguntungkan bagi pengendara, karena mereka dengan sigap akan menyetop kendaraan dari arah berlawanan, ketika ada truk besar yang hendak melintas. Pasalnya, di jalur Panorama Satu dan Dua, kendaraan yang melaju dari arah Solok harus menahan diri dan memberikan ruang bagi truk yang akan melintas dari arah Padang. Karena jalur di kedua titik ini sangat curam dan truk besar sampai harus membuang badan kendaraannya ke arah kanan agar dapat melintas dengan lebih mudah.

Selain itu, pak Ogah juga akan segera melakukan upaya penahanan kendaraan dengan memberikan bantuan penyangga ban dari batu besar apabila ada truk besar atau kendaraan yang mati mendadak ketika mendaki jalur ini.* Baca pula : Teka-Teki Kecelakaan Maut di Tol Cipali Koropak.co.id - Gubernur Riau, Syamsuar secara resmi membuka festival lampu colok dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan di Riau, Kamis malam 28 April 2022.

Tercatat, untuk di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, festival lampu colok tersebut dilakukan pada masing-masing kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dilansir dari berbagai sumber, Gubernur Riau, Syamsuar pun berharap, agar budaya lampu colok bisa terus di lestarikan ke depannya di seluruh kabupaten dan kota di Riau. "Saat ini kita telah memasuki malam ke-27 Ramadan, dan sebagaimana adat dan budaya melayu yang selalu dilaksanakan secara turun temurun, kita juga mulai memasang lampu colok," kata Syamsuar.

Syamsuar menjelaskan bahwa, saat ini lampu colok tersebut telah masuk sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) nasional. Oleh karena itulah, budaya yang dilaksanakan turun temurun ini perlu dijaga dan lestarikan. Baca : Pemprov Riau Siap Gelar Festival Lampu Colok Kreatif "Salah satu upaya untuk melestarikan budaya lampu colok ini, di tahun 2022 ini Pemprov Riau menggelar festival lampu colok kreatif.

Hal ini juga dilaksanakan dengan tujuan agar tumbuh anak-anak Riau yang kreatif dalam rangka membudayakan dan melestarikan budaya lampu colok di bumi Riau yang kita cintai ini," ujarnya. Nantinya, Lanjut Sitinjau lauik berada dimana, festival lampu colok kreatif ini akan dinilai atau diperlombakan. Hal tersebut tentunya dilakukan agar peserta bisa lebih bersemangat lagi. "Jadi nanti kita akan melihat daerah mana yang paling kreatif. Kemudian setelah itu kita akan menentukan pemenangnya, sekaligus untuk pemberian hadiahnya akan diumumkan pada hari raya Idul Fitri mendatang," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan, ada makna yang terkandung dalam budaya lampu colok ini sendiri, yaitu ikut bergembira dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di samping itu juga, alasan mengapa lampu colok ini harus dipasang di malam ke-27 Ramadan? Karena banyak orang yang berpendapat bahwa malam lailatul qadar itu jatuh pada malam ke-27 Ramadan. "Maka dari itulah, kami juga berharap semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut sepanjang masa, dan tidak hanya digelar di Pekanbaru dan Bengkalis saja, akan tetapi juga diseluruh daerah di Riau.

Karena, ini juga merupakan bagian dari kebudayaan Riau yang tidak boleh kita lupakan," pungkasnya.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia 2022, pada September 2022 mendatang, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan memimpin Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20 atau G20 Culture Ministers' Meeting (CMM).

Diketahui, sebagai rangkaian awal kegiatan G20 Bidang Kebudayaan menuju G20 CMM, Kemendikbud Ristek pun menggelar 1st Senior Officials Meeting (SOM) G20, pada Jumat 22 April 2022 lalu. Dilansir dari laman indonesia.go.id, pertemuan tersebut diikuti oleh para delegasi anggota G20, negara undangan sitinjau lauik berada dimana, dan organisasi internasional secara daring.

Selain itu, rangkaian kegiatan G20 Bidang Kebudayaan tersebut mengusung tema "Kebudayaan untuk Hidup yang Berkelanjutan". Dalam kaitan tema SOM G20 itu, Kemendikbud Ristek melakukan refleksi tentang situasi pasca pandemi. "Pandemi telah mengungkapkan kerentanan laten dalam gaya hidup modern kita. Saat ini, kita tidak lagi berbicara tentang kemiskinan, ketidaksetaraan dan ketidakadilan, akan tetapi tentang kelangsungan hidup sitinjau lauik berada dimana sebagai spesies.

Untuk pulih bersama dan pulih lebih kuat, maka kita membutuhkan gaya hidup baru yang lebih berkelanjutan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid.

Tercatat, ada dua tujuan utama Kemendikbud Ristek sebagai pengampu G20 Bidang Kebudayaan.

sitinjau lauik berada dimana

Tujuan pertama, yakni untuk membangun konsensus global normal baru yang berkelanjutan. Sementara yang kedua, menginisiasi agenda pemulihan global melalui pembentukan jaringan aksi bersama di bidang kebudayaan. Tak hanya itu saja, pertemuan perdana SOM G20 Bidang Kebudayaan itu fokus membahas peran budaya dalam mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan. Pertemuan kali ini juga turut mengeksplorasi kemungkinan normal baru, yaitu transisi menuju kebijakan pembangunan yang lebih berorientasi pada keadilan sosial-ekologis berdasarkan sitinjau lauik berada dimana keragaman sumber daya budaya.

Lima Agenda Dalam kesempatan itu, Hilmar Farid menyebutkan bahwa ada lima isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertama, mengenai peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan.

Kedua, tentang dampak ekonomi, lingkungan dan sosial dari kebijakan berbasis budaya. Baca : Ketika Delegasi G20 Jadi Orang Jawa Sehari Kemudian yang ketiga, tentang cultural commoning atau pengelolaan bersama atas sumber daya budaya yang mempromosikan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal. Keempat, akses yang berkeadilan untuk peluang ekonomi budaya dan yang kelima tentang mobilisasi sumber daya internasional yang mengarus utamakan pemulihan berkelanjutan dengan menginisiasi suatu sitinjau lauik berada dimana pendanaan untuk pemulihan seni dan budaya yang sangat terpukul selama pandemi.

Hilmar Farid menjelaskan satu hal bahwa dalam mempromosikan gaya hidup baru ini, budaya tentunya memainkan peran penting khususnya dalam menawarkan jalan kebudayaan sebagai solusi pasca pandemi. Inilah yang menjadi jalan kebudayaan yang ditawarkan Presidensi Indonesia di G20 tahun ini. "Berbagai pengetahuan, institusi, ekspresi budaya, dan praktik yang kita warisi juga telah melewati ujian waktu, sehingga terus dibawa ke zaman modern. Jika berbagai sumber budaya ini dikonsolidasikan, maka kita akan memiliki sarana untuk menciptakan gaya hidup yang lebih berkelanjutan," tutur doktor ilmu sejarah itu.

Sementara itu, diketahui puncak Puncak dari G20 Bidang Kebudayaan adalah CMM yang diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 12 dan 13 September 2022 mendatang. Pada pertemuan para Menteri Kebudayaan ini, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemenristekdikbud akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan, antara lain kirab budaya, rapat raksasa, konser G20, dan ruwatan bumi.

Kirab budaya dan rapat raksasa itu juga rencananya akan dihadiri oleh tidak kurang dari 2.000 pelaku budaya, masyarakat adat, dan komunitas budaya. Sedangkan untuk konser G20 akan melibatkan kolaborasi musisi dari negara-negara G20. Selain itu, untuk Ruwatan Nusantara, Student Festival, Indonesia Bertutur, Konferensi Internasional Kebudayaan Indonesia, dan beragam kegiatan lainnya pun akan diselenggarakan untuk menyukseskan G20 Bidang Kebudayaan.

Semarak kegiatan G20 Kebudayaan ini tentunya menandakan Indonesia mampu mendorong kehidupan keragaman dan perilaku budaya Nusantara sebagai jalan keluar dari krisis yang terjadi akibat pandemi maupun kerusakan ekologi sebagai dampak eksploitasi sumber daya alam.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu secara resmi menetapkan enam koleksi museum sebagai Benda Cagar Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Sitinjau lauik berada dimana, Iwan Henry Wardhana, mengatakan bahwa penetapan ini dilakukan setelah melalui proses kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta yang kemudian merekomendasikan enam koleksi dari Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, serta Museum Joang '45.

"Objek yang ditetapkan sebagai benda cagar budaya ini, tentunya merupakan koleksi unggulan dari masing-masing museum yang memiliki nilai penting.

Mulai dari segi kesejarahan dan kesenian serta memenuhi kriteria sebagai Benda Cagar Budaya," kata Iwan sebagaimana dilansir dari laman InfoPublik, Kamis 28 April 2022. Iwan mengungkapkan bahwa keenam objek Benda Cagar Budaya tersebut meliputi Lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh, Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan, Lukisan Prambanan Seko karya S. Sudjojono, Lukisan Dewi karya Agus Djaya, Meriam Si Jagur, dan Mobil Rep-1 yang merupakan kendaraan dinas presiden pertama Republik Indonesia, Ir.

Soekarno. Diketahui, Lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh Sjarif Boestaman merupakan koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 334 Tahun 2022. Dilukis di atas kanvas dengan menggunakan media cat minyak, lukisan bergaya realisme romantis Eropa ini juga merupakan bagian dari khasanah pertama aliran realisme dalam perkembangan seni lukis modern. Pada lukisan ini, tergambar potret Raden Aria Kusumahningrat sebagai Bupati Cianjur ke-9 saat menjabat pada tahun 1834-1862 ini dibuat pada tahun 1852.

Sedangkan untuk Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan yang dilukis pada tahun 1955, ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 333 Tahun 2022.

Lukisan tersebut merupakan salah satu karya terbaik Hendra Gunawan yang mengangkat tema revolusi. Hendra Gunawan membuat lukisan ini setelah dirinya terinspirasi dari rekaman peristiwa pernikahan di suatu tempat di Karawang, Jawa Sitinjau lauik berada dimana yang tidak biasa. Alih-alih memakai baju pengantin, pengantin pria justru mengenakan jaket tentara dan mendorong sepeda yang dinaiki pengantin perempuan dengan diikuti arak-arakan sekelompok orang dan pemain tanjidor.

Lukisan beraliran realisme ini juga merekam kehidupan sosial dan tradisi yang berkembang di masyarakat pada masa perang revolusi kemerdekaan tahun 1945-1949. Selain sitinjau lauik berada dimana, ada juga koleksi lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik lainnya yang juga resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya.

Ia adalah Lukisan Dewi karya Agus Djaya, yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya melalui Kepgub Nomor 366 Tahun 2022. Lukisan yang dibuat pada tahun 1962 ini mewakili gaya seni lukis modern Indonesia pada tahun 1960-an yang mengungkapkan tradisi mitologi Jawa.

Lukisan Dewi itu juga mengekspresikan sitinjau lauik berada dimana Nyi Roro Kidul, sang ratu penguasa pantai selatan dengan aliran impresionisme. Baca : Pulau Penyengat Akan Dijadikan Pusat Budaya di Kepri Sedangkan untuk koleksi lukisan lainnya adalah Lukisan Prambanan/Seko karya S. Sudjojono yang ditetapkan melalui Kepgub Nomor 367 Tahun 2022. Lukisan beraliran realisme pada masanya yang dibuat pada tahun 1949 ini merekam suasana setelah agresi militer kedua.

Dalam Lukisan Prambanan itu, terdapat beberapa baris tulisan tangan penulis di antaranya berbunyi, "Toko-toko tjina terpaksa kita bakar, apa boleh buat, untuk kemenangan, Prambanan, yang pertema menjeberang djalan". Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati mengungkapkan kebahagiaannya atas penetapan 4 koleksi lukisan milik Museum Seni Rupa dan Keramik. Sri pun berharap ke depannya, sitinjau lauik berada dimana ada lebih banyak lagi koleksi UP Museum lainnya yang ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya guna meningkatkan upaya pelestarian terhadap koleksi-koleksi museum itu sendiri.

"Kami tentunya sangat berharap koleksi-koleksi ini selanjutnya akan dapat ditetapkan juga sebagai Benda Cagar Budaya Nasional. Hingga ada lebih banyak lagi koleksi UP Museum Seni lainnya yang ditetapkan baik sebagai Benda Cagar Budaya Daerah maupun Benda Cagar Budaya Nasional," ungkap Sri. Sementara itu, Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta, Esti Utami juga turut menyampaikan harapannya atas penetapan Meriam si Jagur dan Mobil REP 1 sebagai Benda Cagar Budaya.

Ia berharap dengan penetapannya itu, dapat meningkatkan upaya pelestarian terhadap koleksi-koleksi museum. "Penetapan status Cagar Budaya ini tentunya akan semakin memacu kami untuk bisa meningkatkan upaya pelestarian, perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan terhadap koleksi museum," ujar Esti.

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta juga telah menetapkan Meriam Si Jagur, dari koleksi Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Taman Fatahillah sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 351 Tahun 2022.

Meriam yang dibuat pada tahun 1625 ini, berhasil memperoleh rekomendasi dari TACB sesuai Berita Acara Rekomendasi Nomor 171/TACB/Tap/Jakbar/XI/2021 pada 10 November 2021. Berdasarkan sejarahnya, dahulu meriam ini digunakan sebagai senjata oleh Portugis dan Belanda. Meriam ini mmiliki banyak hiasan khas, utamanya berbentuk kepalan tangan dengan posisi ibu jari yang diapit oleh jari telunjuk dan jari tengah di bagian pangkal meriam. Posisi tangan yang dikenal sebagai Mano In Fica ini juga memiliki arti sebagai simbol untuk menangkal kejahatan.

Selain itu, pada bagian pergelangan tangan juga terdapat hiasan berupa gelang mutiara dan di bagian penutup pangkal meriam terdapat ukiran tulisan dari bahasa Latin yang berbunyi eX me Ipsa renata sVm yang berarti dari diriku sendiri aku dilahirkan kembali. Kemudian ada juga Mobil Rep-1 yang merupakan koleksi dari Museum Joang ’45 yang secara resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui Kepgub Nomor 365 Tahun 2022.

Mobil yang diproduksi pada tahun 1939 dan memiliki gaya mobil Amerika tahun 1930-an ini memiliki arti khusus bagi sejarah Indonesia. Mobil ini diketahui pernah digunakan oleh Ir Soekarno sebagai kendaraan dinas pertamanya ketika menjabat sebagai Presiden. Setelah tidak lagi digunakan oleh Bung Karno, mobil ini pun akhirny disimpan di garasi istana. Akan tetapi, pada tahun 1979 diserahkan kepada Dewan Harian Nasional oleh pihak istana dan pihak keluarga Bung Karno untuk kemudian diabadikan di Museum Joang ’45 sebagai koleksi museum.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Sitinjau lauik berada dimana Koropak.co.id - Telur asin merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia sampai dengan saat ini.

Tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, telur asin juga kerap diolah kembali menjadi berbagai sajian makanan. Dilansir dari Michelin Guide, biasanya telur asin itu dibuat dengan menggunakan tiga metode tradisional yakni merendam telur dengan larutan garam, melapisi telur dengan garam kasar, atau melapisi telur dengan pasta pasir, lumpur, atau tanah liat. Biasanya, telur asin sendiri dibuat dari telur bebek yang memiliki kandungan kolesterol dua kali lebih banyak dibandingkan dengan telur ayam.

Kendati demikian, telur asin itu mengandung lebih banyak protein, lemak, kalsium dan potasium dibandingkan dengan telur bebek segar. Hanya saja, telur asin ini mengandung zat besi dan vitamin yang lebih rendah. Tercatat, berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, telur asin mengandung 179 kalori. Tak hanya itu saja, makanan ini juga mengandung 13,6 gram protein, 13,3 gram lemak, dan 4,4 gram karbohidrat. Selain itu, sitinjau lauik berada dimana lainnya yang juga terkandung dalam telur asin adalah 120 miligram kalsium, 157 miligram fosfor, dan 438 miligram natrium.

Selain memiliki rasa yang gurih dan kaya akan nutrisi yang terkandung di dalamnya, telur asin juga memiliki beberapa fakta menarik. Berikut Koropak telah merangkum dari berbagai sumber 4 fakta menarik seputar telur asin.

1. Ditetapkan sebagai warisan budaya Tak sekedar menjadi oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah, kini telur asin tersebut diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 6 hingga 9 Oktober 2020 lalu. Tercatat, ada beberapa alasan mengapa telur asin Brebes masuk dalam daftar WBTb Indonesia.

Menurut Direktur Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud, Fitra Arda Sambas mengatakan bahwa telur asin memiliki nilai akulturasi bagi masyarakat Brebes.

Selain itu, pola pewarisan telur asin juga sudah lebih dari dua generasi. Baca : Hikayat Telur Asin, Oleh-Oleh Khas Brebes 2. Pembuatan yang praktis Memiliki cita rasa yang unik, ternyata proses pembuatan telur asin sendiri terbilang cukup praktis. Hanya dengan bermodalkan air, garam, dan wadah, telur asin yang gurih pun sudah bisa tersaji di meja makan.

Telur cukup direndam dalam wadah berisi air yang kemudian dicampur dengan garam. Agar proses pengasinan semakin optimal, maka kamu juga bisa mengampelas telur tersebut agar pori-porinya terbuka, sehingga rasa asin dari garam pun akan lebih mudah meresap. Setelah itu, diamkan selama 10 hingga 12 hari lamanya. Pastikanlah telur itu tidak terkena cahaya matahari dan jangan lupa juga untuk merebus telur dengan api kecil selama kurang lebih 1,5 jam.

3. Bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan Tidak hanya disajikan sebagai telur utuh, telur asin juga dapat diolah menjadi ragam menu lainnya. Sebut saja ayam telur asin, udang telur asin, spagheti telur asin, keripik telur asin, hingga kulit ikan telur asin yang merupakan aneka makanan dengan rasa telur asin yang tengah digandrungi saat ini.

4. Menjadi makanan kekinian Sudah tidak asing lagi rasanya mendengar nama makanan yang dilengkapi dengan bumbu telur asin. Berawal dari tren kekinian yang digemari banyak orang, kini menu santapan berbumbu telur asin itu pun sudah menjadi salah satu menu andalan praktis yang mudah ditemui. Bahkan kini, santapan yang dipadukan dengan telur asin juga dapat mudah ditemukan. Contohnya seperti bakpao telur asin, sate taichan saus telur asin, hingga cah brokoli telur asin.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI Roma) menghadirkan kegiatan bertajuk Paviliun Indonesia sebagai upaya dalam rangka menyemarakkan Sitinjau lauik berada dimana dell'Oriente yang dilaksanakan di Fiera Nuova Roma pada 23 hingga 25 April 2022 lalu.

Diketahui, Festival dell'Oriente sendiri merupakan festival budaya Asia terbesar di Italia yang menampilkan pameran dan bazaar produk makanan dan barang kerajinan dari Timur, rangkaian pertunjukan seni dan budaya, serta pertemuan dan seminar mengenai berbagai topik perdagangan, gastronomi, kesehatan dan lain sebagainya dengan peserta dari berbagai negara di Asia.

Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri RI, kali ini, Paviliun Indonesia menampilkan berbagai macam produk hortilkultura seperti kopi, bawang goreng, keripik pisang dan jamu serta aneka macam makanan dan minuman ringan kemasan Indonesia seperti 'Teh Botol', 'Fruit tea', 'Pop Mie', dan kacang atom.

Tak hanya itu saja, ada juga produk aksesoris dan kerajinan tangan dari Bali, produk cindera mata dari berbagai daerah di Indonesia, jasa pijat tradisional Indonesia, serta pertunjukan seni dan budaya Indonesia seperti musik angklung, tari Betawi, dan tari Bali.

Baca : Semarak Pekan Seni Budaya Korea di LRT Jakarta Dalam kegiatan itu, Grup Angklung KBRI Roma memainkan medley lagu tradisional khas Indonesia yakni Gambang Suling, Bolelebo dan Apuse, kemudian dilanjutkan dengan lagu pop 'I Have A Dream'.

Sementara penari muda berbakat sekaligus pelajar Indonesia di Italia, Zayna Waskito menampilkan tari Betawi 'Lenggang Nyai'. Dikutip dari KBRI Roma, selama tiga hari penyelenggaraan Festival dell'Oriente, Diaspora Indonesia, Tia Margi Rini juga menampilkan tari Pendet dari Bali, baik itu di panggung pertunjukan maupun di Paviliun Indonesia.

Suguhan kudapan seperti teh, jamu dan makanan ringan Indonesia ternyata sangat disukai oleh para pengunjung yang hadir. Selain itu, pertunjukan musik dan seni tari budaya Indonesia juga turut memukau publik yang hadir pada Festival dell'Oriente. Keikutsertaan Indonesia dalam Festival dell'Oriente kali ini tentunya berhasil dalam mempromosikan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Italia serta mendorong pemasaran dan peningkatan ekspor produk Indonesia ke Italia. Diketahui, Paviliun Indonesia ini terselenggara atas kerja sama KBRI Roma, Atase Pertanian, Atase Perdagangan, ITPC Milan, perusahaan Importir produk Indonesia "CFS International Market" dan "Balinesia", serta perusahaan jasa pijat tradisional Indonesia "Wonderful Indonesia Benessere".* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyayangkan peristiwa perusakan tembok Benteng Keraton Kartasura dengan cara dijebol menggunakan alat berat.

Menurutnya, peristiwa dirusaknya tembok situs peninggalan Keraton Kartasura yang ada di Kampung Krapyak Kulon RT/RW 02/10, Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo itu pun menjadi peringatan keras untuk pemerintah. "Itu merupakan peringatan buat kita, dan itu juga kritik keras buat pemerintah dan juga buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dihimpun Koropak, Rabu 27 April 2022. Ganjar mengungkapkan bahwa terkadang apabila ada bangunan cagar budaya yang tidak terawat, orang akan menganggapnya seperti onggokan sampah yang tidak berguna.

Sehingga pada akhirnya, kerap terjadi perusakan dan tindakan merugikan lainnya.

sitinjau lauik berada dimana

Padahal, cagar budaya itu memiliki nilai historis yang tinggi. "Tapi begitu ada kejadian seperti ini, semuanya menjadi geger. Ya, kejadian ini menjadi bahan koreksi buat pemerintah yang harus diperbaiki," tegasnya. Baca : Enam Fakta Ironis Dibalik Pembongkaran Tembok Eks Keraton Kartasura Ganjar juga mengatakan bahwa terkait dengan kepemilikan bangunan atau benda cagar sitinjau lauik berada dimana juga harus jelas agar kedepannya tidak terjadi persoalan yang merugikan.

"Seperti kasus ini, saya khawatir itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau gitu, memang ada hak per datanya, tapi kan ada pelanggaran juga yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini," ujarnya. Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga saat ini sudah menerjunkan tim yang terdiri dari polisi dan dinas terkait untuk melakukan identifikasi. Pihaknya menuturkan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui siapa pihak yang terkait dengan kejadian itu.

"Siapa yang jual dan siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, maka kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjual belikan, karena ini merupakan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu," ucapnya. Sementara itu, Dirjen Kebudayaan juga akan terus berkoordinasi dan bekerja sama terkait penanganan kasus itu.

Bahkan hingga saat ini pihaknya tengah menunggu proses berikutnya. Di sisi lain lokasi kejadian juga sudah dipasangi police line.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Apakah kamu penikmat atau pencinta seni sekaligus budaya Korea?

Hmm, Tampaknya acara ini bisa menjadi rekomendasi buat kamu yang dapat dikunjungi juga bersama keluarga. Ya, diketahui baru-baru ini dikabarkan PT LRT Jakarta dengan menggandeng Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) melaksanakan kegiatan bertajuk "Pekan Seni & Budaya Korea Bersama LRT Jakarta" yang diisi dengan berbagai rangkaian acara.

Mulai dari penampilan aksi seni beladiri Taekwondo, Buchaechum atau tari kipas tradisional Korea, K-Pop Cover Dance dan pameran karya peserta kelas budaya KCCI sesi 1 tahun 2022. Tak hanya itu saja, para pengunjung juga bisa mengajak keluarga ataupun teman, sahabat maupun orang tersayang untuk bergaya manis pada spot foto Hanbok anak yang begitu memikat mata dengan warna khas Koreanya.

sitinjau lauik berada dimana

Selain itu, ada juga sederet Kerajinan Tradisional khas Korea dan Kaligrafi yang terpajang rapi. Disana, kalian juga bisa mencoba Pengalaman K-Traditional dalam sajian snack, games, dan photo challenge dengan hadiah yang menarik. Dilansir dari berbagai sumber, kegiatan pekan seni dan budaya Korea tersebut dilaksanakan mulai 23 hingga 29 April 2022 mendatang di Stasiun LRTJ Boulevard Utara Lantai 2, Kelapa Gading, Jakarta yang setiap harinya digelar mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Direktur Korean Cultural Center Indonesia, Kim Yong-woon mengharapkan, dengan diselenggarakan kegiatan pagelaran seni dan budaya Korea tersebut, pihaknya berharap dapat memberikan pengalaman baru untuk para pengunjung yang hadir.

Baca : Cara Unik Chi Heritage Lestarikan Budaya Sambil Berbagi "Yaitu, dengan menikmati seni dan budaya Korea di tempat umum atau di area stasiun LRT Jakarta. Kemudian juga mempromosikan Korea kepada masyarakat Indonesia secara khusus yang berada di Jakarta," kata Kim Yong-woon dalam keterangan resminya, Senin 25 April 2022. Sementara itu, diketahui seremoni pembukaan acara tersebut, turut dihadiri oleh Direktur Operasi dan Pengembangan PT LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara.

Pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut dan mengatakan Selain tingginya antusias masyarakat, menurutnya hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan ekstra kepada seluruh pengguna jasa.

"Ke depannya, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan yang prima, kami juga akan sangat terbuka dalam menerima kolaborasi seperti ini," kata Aditia. Aditia menambahkan, terlebih lagi yang berkaitan dengan pertunjukan seni, budaya, dan aktivasi hiburan lainnya. Hal itu dilakukan guna mewadahi minat masyarakat Indonesia serta memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung. "Terutamanya untuk para penumpang LRTJ dalam berwisata sambil menggunakan transportasi publik.

Hal ini tentunya sejalan dengan peran pelayanan LRTJ yang bukan hanya sebagai transportasi, akan tetapi juga sebagai salah satu wadah interaksi masyarakat,"paparnya. Diketahui, kolaborasi yang dilakukan kali ini juga merupakan upaya dari PT LRT Jakarta untuk menjadikan stasiun-stasiun LRTJ sebagai salah satu destinasi menarik khususnya bagi warga Jakarta.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Menjelang akhir Bulan Ramadan, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak berbagi keberkahan bersama para pegiat seni di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Arumi menyampaikan secara langsung jalinan tali asih dari Mitra Seni Indonesia kepada Komunitas Ludruk Irama Budaya Surabaya. Ketua Ludruk Irama Budaya Surabaya, Deden Irawan pun menerima amanat tersebut di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Timur, Senin 25 April 2022.

Dilansir dari kominfo.jatimprov.go.id, Ludruk Irama Budaya menerima aliran dana bantuan dari Mitra Seni Indonesia sebesar Rp 10 sitinjau lauik berada dimana. Jumlah ini pun nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sitinjau lauik berada dimana pelatihan, serta penunjang bagi para seniman ludruk yang terdampak pandemi Covid-19. "Di pertemuan hari ini, saya bertemu dengan langsung dengan Pak Deden dari Ludruk Sitinjau lauik berada dimana Budaya.

Saya juga di sini menyampaikan amanat langsung dari Mitra Seni untuk menyampaikan Tali Asih," ungkap Arumi. Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Provinsi Jawa Timur itu menyebutkan bahwa perhatian yang diberikan ini berangkat dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda para pekerja seni. Dimana, banyak pertunjukan besar akhirnya harus ditiadakan dan pelaku seni pun harus menerima imbas yang besar dari segi ekonomi dan profesi. "Selama pandemi, kita tahu sekali bahwa pertunjukan-pertunjukan besar tentu ditiadakan.

Ludruk ini merupakan salah satu pertunjukan yang termasuk besar karena melibatkan banyak orang dan banyak penonton. Sehingga tentunya selama dua tahun terakhir ini pasti sangat berdampak baik dari sisi ekonomi dan juga pekerjaannya," katanya. Baca : Ketika Iklan Sido Muncul Tampilkan Wayang Dalam kesempatan itu, Arumi juga mengapresiasi para seniman yang tetap teguh dalam melestarikan kesenian daerah dalam keadaan dan kondisi apapun.

Selain itu, pihaknya juga turut berterima kasih kepada Mitra Seni Indonesia yang senantiasa mendukung kiat-kiat seniman Jawa Timur. "Jadi saya atas nama pribadi dan atas nama pemprov juga, ingin mengucapkan terima kasih kepada seniman di Jawa Timur dan kepada Mitra Seni Indonesia untuk diberikannya Tali Asih ini.

Selain itu, saya juga berharap agar bantuan yang diberikan ini sitinjau lauik berada dimana menjadi pemicu semangat para pegiat seni di Surabaya," ucapnya. Ketua Ludruk Irama Budaya Surabaya, Deden Irawan mengungkapkan bahwa dirinya merupakan generasi kedua yang memimpin Ludruk Irama Budaya. Ia juga mengatakan bahwa anggotanya pun dibedakan menjadi senior dan junior. "Diketahui, total anggotanya saat ini berjumlah 45 orang. Sementara itu, untuk anggota seniornya merupakan seniman ludruk asli yang sudah lawas bergabung.

Sedangkan untuk anggota juniornya adalah rekrutan baru yang juga tengah menjalani pelatihan," ungkap Deden. Dalam kesempatan itu, Deden juga turut mengapresiasi Pemprov Jatim dan Mitra Seni Indonesia atas saluran Tali Asih kepada komunitas ludruk yang berdiri pada 10 November 1987 itu.

"Kami mengucapkan terima kasih atas bentuk kepeduliannya terhadap para seniman di Jawa Timur. Semoga dengan ini kesenian tradisional dapat kian diminati oleh berbagai kalangan dan tetap lestari," pungkasnya.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Tak terasa, bulan suci Ramadan sudah hampir berakhir dan tersisa hanya dalam hitungan hari lagi.

Para umat Islam seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia pun kini tengah bersiap-siap menyambut datangnya bulan Syawal dan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tak jarang, masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam pun merayakannya hari lebaran ini dengan penuh suka cita. Di sisi lain, di setiap negara, masyarakat Muslim tentunya merayakan Lebaran ini dengan cara dan tradisi yang berbeda-beda.

Nah, begitu pula di Indonesia yang tentunya memiliki kekhasannya tersendiri dalam merayakan hari kemenangan ini, salah satunya adalah dengan melaksanakan tradisi mudik hingga menimbulkan beragam fakta menarik seputar mudik tersebut.

1. Mudik berasal dari bahasa Jawa Dilansir dari berbagai sumber, sebenarnya Mudik berasal dari bahasa jawa yaitu "Mulih Dhilik" yang berarti "pulang dulu".

Lalu, kemudian diangkat menjadi bahasa nasional untuk mendeskripsikan kegiatan para perantau untuk kembali ke kampung halamannya. 2. Setengah penduduk Jakarta meninggalkan kota Saat mudik, Jakarta pun menjadi lebih lengang dari hari biasanya.

Mungkin bagi masyarakat yang tidak melaksanakan mudik lebaran atau tidak memiliki kampung halaman, pastinya pernah merasakan Jakarta yang sepi bagaikan kota tanpa penduduk. Kemacetan tinggi yang biasanya terjadi seketika lenyap begitu saja dalam beberapa hari.

Hal tersebut dikarenakan penduduk Jakarta dan sekitarnya kebanyakan berasal dari daerah. Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, jumlah masyarakat yang mudik meninggalkan DKI Jakarta biasanya hingga mencapai lebih dari 500 ribu jiwa.

Sehingga dari jumlah tersebut, bisa dikatakan bahwa hampir setengah dari penduduk Jakarta meninggalkan ibukota Indonesia. 3. Mudik mengalirkan sektor ekonomi ke daerah Selain sebagai peristiwa sosial budaya dan religi, Mudik itu juga menjadi sebuah momentum untuk saling berbagi dengan sanak saudara yang ada di kampung halaman. Kebanyakan masyarakat daerah yang merantau ke kota, akan kembali dengan membawa uang ke daerah, sehingga mereka pun tercatat memberikan manfaat ekonomi yang berimbas pada bergeraknya sektor riil.

Baca : Begini Sejarah Mudik Pertama di Indonesia 4. Sampah Jakarta berkurang 25 persen Apabila kita perhatikan kebersihan rumah kita, semakin banyaknya orang yang berada di dalam rumah itu tentunya sampah yang dihasilkan pun akan semakin banyak. Hal inilah yang berlaku juga dalam hukum mudik di Jakarta, jika arus mudik tiba, warga Jakarta pun berhasil mengurangi produksi sampah per harinya sebanyak 25 persen.

Biasanya, volume sampah yang normalnya itu sebanyak 5.681,02 ton setiap hari dan di akhir bulan Ramadan biasanya volume sampah tersebut akan berkurang hingga 25 persen. 5. Tradisi mudik tak hanya di Indonesia Tradisi mudik ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Tercatat, beberapa negara juga memiliki tradisi mudik.

Jangan salah, mudik tersebut juga sudah menjadi bagian dari budaya negara lain seperti di Malaysia yang masyarakatnya mempersiapkan mudik pada saat lebaran dan imlek. Salah satu contoh negara lainnya adalah Tiongkok. Tradisi mudik di Tiongkok itu biasanya terjadi pada saat Tahun Baru Imlek. Sama halnya dengan di Indonesia, stasiun kereta api disana juga akan sangat penuh karena dipadati oleh pemudik yang ingin merayakan Imlek di kampung halamannya. 6. Meningkatnya angka kecelakaan Tingginya arus lalu lintas pada saat musim mudik itu ternyata berujung juga pada meningkatnya angka kecelakaan.

Bahkan tidak jarang juga di berbagai pemberitaan media, dapat disaksikan bagaimana padatnya arus lalu lintas ketika mudik lebaran. Selain itu juga, banyak pula peristiwa kecelakaan kendaraan, baik sepeda motor, mobil, truk, hingga transportasi umum yang terjadi saat musim mudik tersebut.

Sementara itu di sisi lain, tingkat mobilitas yang tinggi saat arus mudik dan arus balik itu juga membuat jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan. 7. THR dan makanan menjadi hal yang tak bisa terpisahkan Mendekati lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, biasanya akan banyak jasa-jasa penukaran uang receh di pinggir jalan khusus bagi kamu yang belum sempat menukarkan uang di Bank. Buat Kamu yang sudah bekerja, tentunya jangan lupa juga untuk mempersiapkan angpao atau amplop lebaran untuk diberikan kepada keponakan, saudara dan lainnya.

Jika tentang makanan lebaran, pastinya tidak akan jauh dari yang namanya ketupat, rendang, opor ayam, dan berbagai kue kering.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Tragedi bersejarah baru saja terjadi dan menghampiri Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pasalnya, Tembok eks Keraton Kartasura baru-baru sitinjau lauik berada dimana dibongkar oleh 'pemilik barunya' untuk dibangun kos-kosan.

Aksi ini pun tentunya memicu kemarahan berbagai pihak, mulai dari publik, pemerintah maupun pemerhati sejarah yang berharap peninggalan Amangkurat II tersebut tetap dilestarikan sebagai cagar budaya. Kejadian itu pun pada akhirnya menimbulkan sejumalg fakta ironis di balik pembongkaran tembok eks Keraton Kartasura ini.

Berikut Koropak telah merangkum dari berbagai sumber, sejumlah fakta tembok eks Keraton Kartasura yang dirobohkan pemilik barunya: 1. Cikal Bakal Keraton Solo Sebelum berada di Desa Sala, diketahui Pemerintahan Mataram berada di Keraton Kartasura yang berada di Desa Krapyak Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Keraton Kartasura itu didirikan Amangkurat II sekitar tahun 1.600-an setelah meletusnya pemberontakan Trunajaya di Plered.

Kala itu, dirinya memindahkan Keraton Mataram dari Plered ke Wonokarto yang kemudian disebut sebagai Kartasura. Beberapa puluh tahun Keraton Kartasura berdiri, mengalami pasang surut dengan terjadinya perang saudara.

Pada tahun 1740-an meletus geger pecinan di Batavia yang kemudian merembet ke Semarang dan Solo. Kemudian pada tahun 1743, terjadi geger pecinan yang melanda Keraton Kartasura. Sebenarnya pada waktu itu Susuhunan Paku Buwono (PB) II mendukung pasukan-pasukan China yang dipimpin Kapiten Sepanjang. Pada 17 Februari 1745, penanggalan Masehi atau 14 Suro 1670 terjadi Boyong Kedhaton atau perpindahan keraton dari Kartasura ke Surakarta. Dalam Boyong Kedhaton tersebut, rombongan melewati Jalan Slamet Riyadi kemudian Laweyan.

Sesampainya di Pagelaran Surakarta, PB II pun mengucapkan maklumat. Dipindahkannya Keraton Kartasura ke Surakarta, bukan hanya membuat kondisi Keraton Kartasura rusak. Akan tetapi ternyata dulu sudah pernah diduduki musuh, dalam arti pamor atau wahyunya sudah hilang. 2. Beli Tanah dari Warga Lampung Pembongkaran tersebut ternyata berawal pada saat MKB, 45, warga Pucangan, Kartasura, membeli tanah di kawasan bekas Keraton Kartasura seluas 682 meter persegi dari seorang warga Lampung pada Maret 2022 lalu dengan harga sekitar Rp850 juta.

Baca : Pulau Penyengat Akan Dijadikan Pusat Budaya di Kepri Pada Senin 18 April 2022, MKB mulai melakukan pembongkaran tembok keraton dengan excavator untuk membuat akses truk pengangkut material, termasuk juga sitinjau lauik berada dimana melakukan pembersihan lahan. 3. Tembok Barat Ambrol Pembongkaran tembok sisi barat keraton itu diketahui mulai dilakukan pada 21 April 2022. Panjang pembongkarannya sendiri 6,4 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 3,25 meter. Kejadian itu pada akhirnya diketahui Kabid Kebudayaan Pemkab Sukoharjo pada Jumat 22 April 2022 kemarin.

Mengetahui kejadian itu, Pemkab pun selanjutnya mengadakan pengecekan dan berkoordinasi dengan kepolisian terkait kejadian pembongkaran tersebut. 4. Untuk Membangun Kos-kosan Usut punya usut, ternyata pemilik baru itu nekat membongkar tembok Keraton Kartasura dengan menggunakan alat berat karena alasannya ingin membangun kos-kosan.

Bangunan situs bersejarah itu dibongkar untuk kepentingan pembuatan jalan menuju ke rumah kos. Pemilik juga mengklaim upaya pembongkaran sudah diketahui RT setempat. 5. Bupati Sukoharjo Geram Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyayangkan tindakan sembrono yang dilakukan pemilik baru hingga mengakibatkan kerusakan tembok Keraton Kartasura.

Pihaknya juga menilai pemilik lahan itu seharusnya terlebih dahulu mempelajari status tembok tersebut sebelum membongkarnya. Etik juga menyebut alasan pemilik yang sebatas membersihkan agar lebih menarik tak masuk akal. 6. Kepolisian Memeriksa 6 Saksi Tim Reskrim dan INAFIS dengan dibantu Reskrim Polsek Kartasura juga diketahui langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Setidaknya polisi telah memeriksa enam saksi atas kejadian tersebut. Tak hanya itu saja, pihaknya juga sudah melaksanakan gelar perkara di lokasi.

sitinjau lauik berada dimana

Adapun untuk kewenangan penyidikan itu ada pada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Selanjutnya perkara itu juga dilimpahkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Bulan suci Ramadan menjadi kesempatan yang baik bagi banyak kalangan untuk saling berbagi.

Tak terkecuali organisasi sosial Chi Heritage yang sampai dengan saat ini terus berpartisipasi aktif dalam melestarikan budaya Indonesia sembari berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Diketahui, Chi Heritage sendiri merupakan bagian dari Yayasan Al-Mar yang berkontribusi dengan memberikan santunan berupa kebutuhan rumah tangga kepada sejumlah yayasan sosial di Jakarta mulai dari Panti Asuhan Putra Setia, Panti Asuhan Griya Asih, Wisma Sahabat Baru (Panti Werdha) Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah (panti Jompo) hingga Panti Asuhan Tebet.

"Chi Heritage ini merupakan bagian dari yayasan yang bergerak dalam bidang sosial, budaya, dan pendidikan," kata Pendiri dan Inisiator Chi Heritage, Wiwit Ilham Panjaitan dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dihimpun Koropak, Sabtu 23 April 2022. Ini juga bukan kali pertamanya Chi Heritage berpartisi dalam melestarikan budaya Indonesia. Pasalnya, pada tahun 2018, Wiwit beserta Board Executive Chi Heritage yang terdiri dari Tri Sudwikatmono, Dian Muljadi, Rika Thohir, Insana Habibie, Nanny Chandra, Dewi Makes dan Ayu Dyah Pasha secara berkesinambungan memiliki program pemberian penghargaan pada tokoh pelestari budaya Indonesia dalam kategori seni lainnya.

Adapun untuk beberapa penghargaan yang telah diberikan kepada beberapa tokoh pelestari budaya Indonesia, diantaranya penghargaan kategori pelestari (Pengrajin Malam, Pengrajin Canting Cap dan Pengrajin Canting Tulis). Kemudian ada juga penghargaan kategori penerus, penghargaan kategori inovator dan penghargaan khusus.

Namun sayangnya, kegiatan penghargaan berikutnya yang sedianya akan diselenggarakan dalam 2 tahun itu pun kemudian terkendala adanya pandemi Covid-19. Baca : Indonesia-Iran Sepakat Berkolaborasi Bentuk Ekspedisi Bersama Selain itu, diketahui bahwa budaya sendiri merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar budaya tersebut tidak hilang.

Tak hanya itu saja, budaya juga merupakan warisan bagi anak cucu kelak dan penghargaan yang diberikan tersebut dinilai sangat penting dilakukan untuk mengingatkan kepada generasi penerus bangsa agar nantinya mereka bisa menghargai tokoh pelestari budaya bangsa Sitinjau lauik berada dimana secara khusus.

"Menyalurkan bantuan secara kaitan dengan budaya salah satunya adalah dengan mengembangkan pelestari canting melalui kerjasama dgn CSR perusahaan. Sesuai dengan penghargaan yang diterima, sang penerima penghargaan pun tentunya membutuhkan bantuan disalurkan ke CSR perusahaan-perusahaan,” kata Wiwit. Aksi Chi Heritage dalam menebar kebaikan di bulan Ramadan tersebut ternyata mendapat apresiasi dari pengrajin canting tulis asal Pekalongan, Chuzazi yang juga sebagai penerima penghargaan Chi Award kategori Pelestari dan Pengrajin Canting Tulis.

"Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan dari Chi Heritage, Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk sitinjau lauik berada dimana kerajinan canting," kata Chuzazi.* Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Koropak.co.id - Dimulai sejak tahun 1950 silam, hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Islam Iran pun kini telah berlangsung selama 72 tahun lamanya.

sitinjau lauik berada dimana

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengatakan bahwa dalam rangka memperingati hubungan bilateral yang erat antara kedua negara tersebut, Iran ingin berkolaborasi dengan membuat ekspedisi bersama. "Tentunya hal ini kita sambut dengan baik, dikarenakan ini juga dalam rangka memperingati hubungan bilateral Indonesia-Iran yang selama ini berjalan dengan baik," kata Menkominfo selepas menerima kedatangan Duta Besar (Dubes) Iran Mohammad Azad di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat 22 April 2022.

Johnny juga menututrkan, Pemerintah Iran juga berkeinginan untuk membuat film dokumenter bersama. Dalam hal ini, Iran pun akan mengirimkan tim yang sebut dengan tim Soraya untuk sitinjau lauik berada dimana ekspedisi di berbagai titik penting yang sudah di survei dan di cek di Indonesia. "Tim Soraya itu nantinya akan bekerja untuk membuat satu film dokumenter dan membangun hubungan Indonesia dengan baik," tuturnya Dilansir dari Laman InfoPublik, menurutnya, pembuatan film dokumenter tersebut secara tidak langsung menunjukkan keinginan Iran untuk membangun hubungan bilateral yang lebih baik dengan Indonesia.

Terlebih lagi, lanjut Johnny, Iran optimistis bahwa Indonesia nantinya akan menjadi negara ekonomi keempat terbesar di dunia. Sehingga negara sahabat ini juga berkeinginan untuk lebih mengenal kelebihan dan kekuatan Indonesia melalui film dokumenter tersebut. Baca : Ketika Iklan Sido Muncul Tampilkan Wayang "Tentunya kita akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan berbagai Kementerian yang berwenang tentang ini," katanya.

sitinjau lauik berada dimana

Sementara itu, Dubes Iran, Mohammad Azad menambahkan, pembuatan joint stand dan flm dokumenter bersama itu seperti pepatah di Indonesia yakni Tak Kenal Maka Tak Sayang.

Meskipun kedua negara memiliki hubungan diplomatik yang sangat baik dalam 72 tahun terakhir, akan tetapi masyarakat Iran harus mengetahui pembangunan-pembangunan baru di Indonesia, sebagai calon pemain besar ekonomi dunia pada 2050 mendatang. "Rencana pembuatan film dokumenter ini akan menunjukkan pada masyarakat Iran mengenai kapasitas ekonomi di Indonesia, sehingga bisa menarik perhatian pelaku usaha untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateralnya," tambah Dubes Iran.

Selain membahas penjajakan joint stand dan pembuatan film dokumenter, Menteri Kominfo dan Dubes Iran juga turut mendiskusikan dua subjek internasional dan enam bilateral. Subjek internasional tersebut diketahui terkait dengan forum Internationa Telecommunication Union (ITU), yakni kesepakatan untuk saling memberikan dukungan atas calon-calon pejabat dua negara yang nantinya akan menempati posisi-posisi di managemen ITU.

Sedangkan untuk enam subjek bilateral, diantaranya yang berkaitan dengan cybersecurity, kerjasama di bidang aerospace corporation, digital ekonomi, super aplikasi, postal, dan layanan logistik. "Ini diantaranya untuk bisnis e-commerce antara Indonesia dan Iran," tandas Menkominfo.* Sitinjau lauik berada dimana juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini Sitinjau Lauik menjadi salah sitinjau lauik berada dimana destinasi favorit dan menantang di Kota Padang yang menarik dijelajahi.

Jalur ekstrim yang dihiasi pepohonan, bukit-bukit dan pemandangan laut dari ketinggian. Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Jl.

Selayo-Padang, Indarung, Kec. Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat; Map: Cek Lokasi Sitinjau Lauik adalah sebuah lintasan jalan di Sumatera Barat. Lintasan tersebut merupakan salah satu dari 4 jalur ekstrim di Sumatera. Lintasan jalan itu berupa belokan tajam yang dibarengi dengan tanjakan yang cukup tinggi. Jalan tersebut cukup berbahaya bagi driver atau pengendara pemula. Dimana jalan berbahaya tersebut sering memakan korban jiwa. Meski begitu, lintasan jalan berbahaya ini cukup unik dan menarik.

View yang disajikan dari jalan tersebut sangat indah dan dapat memanjakan mata. Banyak para pengendara turun dari kendaraannya hanya untuk menikmati keindahan panorama alam yang spektakuler itu. Beberapa orang juga sering mengambil foto dan berselfi di lokasi ini. Lintasan Sitinjau Lauik itu adalah satu-satunya jalan yang menghubungi Padang dengan Arosuko atau dengan Kota Solok.

Daftar Konten • Sejarah Sitinjau Lauik • Fakta Menarik dari Sitinjau Lauik • 1. Jalur Seram dan Ekstrem yang Tidak Pernah Sepi • 2. Ruas Jalan Lebih Lebar dari Jalan Raya Lainnya • 3.

Sitinjau Lauik Sering Memakan Korban • 4. Jalan Utama Penghubung Kota • 5. Rute Nasional • Daya Tarik yang Dimiliki Sitinjau Lauik • 1. Berada di Ketinggian 220 mdpl • 2. Pesona Keindahan Alam • 3. Panorama Alam yang Memukau • Kejadian Unik di Sitinjau Lauik • Tips Melewati Tanjakan Sitinjau Lauik • Fasilitas yang Tersedia di Sitinjau Lauik Padang Sejarah Sitinjau Lauik Image Credit: Twitter.com @infosumbar Sejarah pemberian nama Sitinjau Lauik ini adalah karena setiap para pengendara yang melewati jalan terjal itu, Anda dapat menikmati keindahan alam yang mengagumkan.

Pemandangan alam dan pemandangan kota Padang yang terlihat dari ketinggian.

sitinjau lauik berada dimana

Hal ini membuat terpukau para pengendara dan menjadikan orang-orang zaman dahulu memberikan nama Sitinjau Lauik untuk destinasi ektrem ini. Tempat ini dikelilingi banyak pepohonan dan bukit-bukit. Ada aliran sungai yang juga menghiasi keelokan alam itu. Aliran sungai mengalir mengikuti panjang jalan tersebut. Jalan Raya yang menjadi lintasan utama bagi pengendara yang ingin berkendara ke luar kota ini memiliki sejarah yang singkat. Dahulu sebelum menjadi seindah dan semulus sekarang.

Jalan itu adalah sebuah jalan sederhana yang berbatu. Jalan ini berupa tanah biasa yang becek dan licin saat hujan. Selain becek, saat hujan bisa saja terjadi longsor dan jalanan di tutup.

Selain itu jalanan ini juga bisa berdebu saat musim panas. Karena kering dan jarang hujan. Namun dengan keindahan alam yang disajikan di tempat ini membuat orang-orang bertahan untuk melalui jalan tersebut. Karena semakin hari semakin banyak pengendara yang berlalu lalang di jalan tersebut, kemudian jalan diperbaiki. Kini jalan Sitinjau Lauik telah dirubah menjadi jalan aspal cantik yang memiliki pesona yang indah di sepanjang jalannya. BACA: Air Terjun Jumog, Mengintip Keindahan Air Terjun Kembar di Karanganyar Lambat laun, lokasi seram bagi pengendara tersebut menjadi pusat wisata.

Lokasi tersebut didatangi para pengunjung dari berbagai asal. Sehingga di dua pos pemberhentian, kini dibuatkan tempat untuk istirahat dan sekaligus tempat untuk menikmati sitinjau lauik berada dimana alam di sekitar lintasan menantang tersebut. Pos tersebut berada di sebelum pembelokan tajam. Kemudian satunya lagi tidak jauh dari belokan tajam Sitinjau Lauik. Tanjakan maut ini berada di Padang, Sumatera Barat. Lokasi tepatnya di jalan raya menuju Arosuko, Solok.

Pintu masuk menuju jalan yang menjadi lokasi wisata ini yaitu berjarak 1 jam dari lokasi Kota Padang. Sitinjau Lauik adalah sebuah jalan yang memiliki jarak sitinjau lauik berada dimana km dari pusat kota Fakta Menarik dari Sitinjau Lauik Image Credit: Twitter.com @zackey454ss 1.

Jalur Seram dan Ekstrem yang Tidak Pernah Sepi Fakta unik dari tempat hit yang merupakan lintasan berbahaya ini adalah tidak pernah sepi dari pengunjung. Selain itu lokasi yang kini menjadi tempat wisata ini juga tidak pernah sepi dari pengendara. Jalan ekstrem itu selalu diramaikan oleh kendaraan yang berlalu lalang. Menurut beberapa pengamat yang mengamati lintasan Sitinjau Lauik, jalan tersebut diperkirakan dilewati oleh lebih dari Sembilan ribu kendaraan.

Tidak hanya kendaraan roda empat, sepeda motor, bus dan truk pun silih berganti melalui jalan tersebut. Sehingga lintas jalan utama tersebut sering macet di waktu-waktu tertentu. Selain itu, penyebab kemacetan lainnya yaitu karena beberapa truk yang mengangkut barang sering berhenti tiba-tiba di pinggir jalan.

Truk tersebut biasanya membawa barang yang banyak dan melampaui batas maksimal. Sehingga terjadi kemacetan di lokasi. 2. Ruas Jalan Lebih Lebar dari Jalan Sitinjau lauik berada dimana Lainnya Sebab sering terjadinya macet di lintasan ini, pemerintah melakukan perluasan jalan yang lebih lebar dari jalan raya lainnya. Hal ini dilakukan supaya kemacetan di jalan tersebut dapat berkurang. Namun fakta membuktikan bahwa, meski sudah sering diperlebar, jalan tersebut masih sering memunculkan kemacetan.

Kemacetan tersebut sering menyebabkan beberapa kejadian dan peristiwa yang tidak diinginkan. 3. Sitinjau Lauik Sering Memakan Korban Selain macet, jalan ekstrim tersebut juga sering memakan korban.

Dimana jalan yang curam tersebut memiliki kisah misteri yang membuat pengendara selalu berhati-hati di lokasi ini. Kecelakaan mobil sering terjadi, dimana hal ini diakibatkan karena jalanan yang licin. Penyebab lainnya yaitu adanya tumpahan minyak CPO. Selain itu, penyebab lainnya yaitu adanya masalah dengan rem pada kendaraan pengendara. Image Credit: Twitter.com @tmcpoldametro 4. Jalan Utama Penghubung Kota Sitinjau lauik berada dimana berbahaya Sitinjau tersebut uniknya adalah jalan utama di Kota Pandang.

Jalur tersebut menghubungkan kota dengan kota lainya. Jalan utama tersebut hanya ada satu di Sumatera Barat. Jalan tersebut hanya satu yang bisa dilewati bagi orang-orang yang ingin melintasi kota atau provinsi. BACA: 35 Tempat Wisata di Padang Terbaru & Lagi Hits Dikunjungi Jalan ini dijadikan sebagai rute Nasional. Dimana lintasan tersebut adalah jalan yang dipenuhi pohon-pohon dan hutan di sepanjang perjalanan. Daya Tarik yang Dimiliki Sitinjau Lauik Image Credit: Twitter.com @aviatourtwit 1.

Berada di Ketinggian 220 mdpl Karena berada di ketinggian 220 mdpl, Lokasi Sitinjau Lauik yang kini menjadi lokasi wisata tersebut memiliki udara yang sejuk. Selain itu, suhu yang dingin dan adem. Hal ini membuat para pengunjung betah dan berlama-lama di lokasi wisata itu.

2. Pesona Keindahan Alam Meski menjadi salah satu lokasi yang berbahaya, jalur ini adalah salah satu lokasi favorit bagi beberapa orang yang sering berkunjung di lokasi tersebut. Selain itu lokasi idaman ini juga menjadi idam-idaman bagi beberapa orang yang belum pernah mengunjungi tempat tersebut. Kawasan wisata yang memiliki keindahan alam tersebut menjadi salah satu pilihan tempat wisata. Dimana lokasinya yang dingin, suasana dan suhu yang sejuk.

Bukit-bukit yang indah disaksikan dari kejauhan. Selain itu, dari ketinggian jalan tersebut Anda dapat menikmati keindahan laut. Luasnya lautan Samudra Hindia yang menakjubkan. Ini tidak akan Anda temui di lokasi lainnya. 3. Panorama Alam yang Memukau Kawasan jalan Sitinjau Lauik tidak hanya memberikan keindahan alam perbukitan dan laut yang indah. Namun, saat pagi hari lokasi wisata ini menyimpan panorama alam yang memukau.

Saat pagi hari, embun menyelimuti dengan biasan cahaya mulai menerangi menjadi hal yang menarik. Tidak hanya saat pagi, saat sore mulai menjemput, lokasi ini akan dipenuhi oleh pasangan-pasangan kekasih yang menanti indahnya senja. Jika senja terlewat, malam hari dari ketinggian jalan ini juga akan terlihat sangat menakjubkan.

Ribuan lampu perumahan di Kota yang terlihat dari ketinggian ini menjadi pemandangan yang tidak terlupakan. Di lokasi tersebut terdapat gazebo yang dibuat untuk singgah dan menikmati keindahan kota Padang. Gazebo berbentuk rumah adat khas Minang itu selalu ramai didatangi para pengunjung. lokasi ini dinamakan dengan Padang Scenic Point.

Dimana dari gazebo tersebut Anda dapat melihat view Kota Padang dari kejauhan. Padang Scenic Point tersebut tidak hanya ramai saat liburan tiba, namun di hari-hari biasa lokasi tersebut akan tetap ramai. Lubuk Paraku adalah sebuah lokasi wisata yang berada di dekat lintasan seram tersebut. Tempat wisata ini adalah sebuah pemandian. Pemandian tersebut memiliki aliran air yang segar dan sejuk.

Sumber airnya berasal langsung dari sumber air pegunungan. BACA: Rowo Jombor, Tempat Rekreasi Hits Menikmati Sunset di Klaten THR atau Taman Hutan Raya Bung Hatta adalah sebuah taman yang berada di dekat jalan Sitinjau Lauik. Taman Hutan tersebut sama dengan taman-taman Hutan lainnya. dimana di Taman tersebut menyimpan beberapa tanaman langka dan ada pula tanaman yang keberadaannya dilindungi.

Kejadian Unik di Sitinjau Lauik Image Credit: Google Maps (Lang Praba Wasista) Beberapa kejadian dan peristiwa sering terjadi di jalan utama Sitinjau Lauik tersebut. Ada kecelakaan Mobil yang terjadi dimana driver mobil hilang kendali untuk menjalankan kendaraan. Kecelakaan ini terjadi pada tahun 2020. Mobil tersebut masuk dan terjebak ke dalam jurang. Syukurnya para penumpang dari mobil itu selamat semua.

Tidak ada korban jiwa. Para korban luka-luka kecil karena terperosot saat mobil masuk ke dalam jurang. Kejadian unik ada juga sebuah bus bertingkat yang lewat di jalan tersebut. Bus bertingkat tersebut melewati jalur Sitinjau Lauik yang berkelok dan terjal tersebut dengan santai. Menurut beberapa orang yang mengamati, supir bus tersebut terlihat terlatih saat mengendarai bus bertingkat tersebut. Diyakini bahwa supir bus tersebut sudah biasa melewati jalur jalan tersebut.

Tips Melewati Tanjakan Sitinjau Lauik Image Credit: Google Maps (Bambang Albadri) Supaya tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan, Anda perlu menyiapkan kendaraan sebelum berangkat.

Cek keganjilan yang ada di kendaraan Anda. Seperti rem, ban motor dan lainnya. Pastikan tidak ada masalah di kendaraan. Yang terpenting yaitu pastikan kendaraan sudah diservis supaya tidak rewel saat menaiki tanjakan terjal tersebut. Saat berada di jalan Sitinjau Lauik, pastikan Anda berhati-hati, tidak mendahului kendaraan yang ada di depan. Ikuti jalur Anda sendiri. Selain itu usahakan untuk mengurangi kecepatan Anda saat berkendara. Fokuslah saat berkendara. Jika Anda mulai merada lelah dan mengantuk, mintalah teman Anda untuk menggantikan sebagai driver.

Jika tidak ada pengganti, Anda bisa istirahat sejenak menghilangkan lelah lalu kemudian lanjutkan kembali perjalanan. Pengendara dapat menikmati keindahan alam di pinggir sebelum melanjutkan perjalanan.

Fasilitas yang Tersedia di Sitinjau Lauik Padang Image Credit: Google Maps (Herdanis Gallery) Destinasi wisata ramai dan tidak pernah sepi tersebut tidak memiliki fasilitas yang lengkap, bahkan sangat kurang.

Masyarakat sekitar dan pemerintah setempat belum memperhatikan lokasi wisata itu. Di sekitar lokasi wisata, belum ada tempat membuang sampah. Selain itu, tidak ada kamar mandi bahkan tempat mencuci tangan. Beberapa warung yang menjajakan makanan ringan di sekitar lokasi hanya buka dan berjualan pada hari libur saja.

Pada hari kerja para penjual tidak akan terlihat berjualan meski pengunjung tetap ramai. Jualan yang dijajakan pun masih kurang lengkap dan masih sangat terbatas. Itulah beberapa informasi tentang Sitinjau Lauik yang hits di Kota Padang.

Saat bepergian dan melewati tanjakan ektrem ini, diharapkan untuk berhati-hati dan jangan lupa mengabadikan momen saat berada di tanjakan hits ini.
Foto : news.koropak.go.id Sumatera Barat adalah salah satu Provinsi yang menurut Penulis topografinya sangat indah.

Mulai dari dataran rendah yang membentang pesisir barat hingga bukit – bukit bergelombang yang membentang pada gugusan Pegunungan Bukit Barisan. Karena topografi tersebut beberapa jalan antar Provinsi yang berada di Wilayah Sumatera Barat cukup berliku serta menanjak dan menurun saking banyaknya perbukitan yang berada di Wilayah tersebut.

Sumber Foto : solopos.com Salah satu tikungan menanjak yang cukup fenomenal di Wilayah Provinsi Sumatera Barat adalah Sitinjau Lauik, Yang berarti meninjau laut. Seperti apa tikungan ini? Mari Kita Bahas Sitinjau Lauik adalah julukan tikungan yang berada di Jalan lintas Kota Padang – Solok.

Karena ini Salah satu Jalur utama yang berada di Sumatera Barat, maka Jalan Raya tersebut selalu padat setiap harinya.

Tentang “meninjau laut”ternyata benar kita bisa melihat lautan dari tikungan ini serta Kota Padang yang berada sitinjau lauik berada dimana bawah Bukit. Sumber Foto : Pemandangantop30.blogspot.com Jalan Raya ini masih memiliki Pepohonan yang sangat rindang dan suasana yang sangat sejuk sehingga Para Pengemudi yang melewati jalur ini Pertama kali sangat takjub karena melihat keindahan suasana sekitar tikungan ini. Foto : news.koropak.go.id Namun bagi Pengendara Bus dan truk yang bermuatan besar akan sulit melewati, dan akan ada ancaman kecelakaan karena tikungan ini cukup tajam hingga membentuk kemiringan 30 derajat.

Maka dari itu sebelum melakukan Perjalanan Padang – Solok ada baiknya kita memeriksa kendaraan kita, apakah rem masih bagus atau sudah kurang bagus, Karena tikungan ini sangat rawan kecelakaan.

Tapi jangan khawatir !, ada Tim PKJR (Pos Kamling Jalan Raya) yang siap memandu para pengemudi untuk melewati tikungan ini. Biasanya Tim PKJR selalu memandu kendaraan – kendaraan besar seperti Bus atau Truk – truk bermuatan besar atau banyak, yang dilakukan biasanya mengganjal ban jika muatan di dalam truk sangat banyak atau sekedar memandu maju – mundurnya kendaraan. Sumber Foto : jarbatnews.com Ada juga Penunggu tikungan ini, tapi bukan berbentuk Makhluk halus melainkan monyet – monyet liar yang berkeliaran di area tikungan ini, dan monyetnya juga cukup banyak.

Teman – teman yang mau melewati rute ini agar tetap berhati-hati ya ! Saya mau cerita tentang tajamnya tikungan Sitinjau Lauik yang berada di daerah Sumatra Barat tepatnya di Solok. Sebelum lanjut cerita, enaknya kita kenalan dulu ya kan.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan "Tak Kenal Maka Tak Sayang". Sudah sayang malah ditinggalin wkwkwk. Kok jadi curhat yah? Tanpa lama basa basi nama saya Salsabil biasa dipanggil Abil, asal dari Padang dan sekarang saya tinggal di Jawa. Di sin saya mau sedikit cerita tentang tikungan sitinjau lauik.

Meskipun memberi pemandangan alam yang indah, jalan sitinjau lauik adalah jalan yang sangat rawan dan terdapat beberapa titik yang berpotensi terjadinya longsor terutama saat curah hujan yang tinggi dan bisa menyebabkan jalan menjadi licin. Dan terdapat tikungan yang tajam seperti pacar yang ditikung teman dan disambut dengan tanjakan yang tinggi seperti yang sedang berjuang memiliki dia yang diincarkan oleh orang lain.

Malah curhat lagi, Lanjut. Banyak terjadinya kecelakaan yang merenggut banyak nyawa di tikungan sitinjau lauik makanya dikenal sebagai tikungan ekstrem di Sumatera Barat. Tapi jangan khawatirdi beberapa tikungan terdapat ada anak muda dan bapak-bapak sekitar sana dan mereka berganti-gantian berjaga ada waktunya masing-masing. Untuk menjaga lalu lintas dan jika terdapat kecelakaan mereka siap membantu 24 jam. Yang pertama yaitu sitinjau lauik merupakan jalur yang seram dan tidak pernah sepi.

Sitinjau lauik berada dimana tidak pernah sepi? karena bisa menjadi suatu tempat wisata dan kita bisa melihat bukit yang tinggi, pohon-pohon yang lebat dan ada sungai yang airnya jernih. Dan pernah dilewati lebih dari sepuluh ribu kendaraan. Gila, banyak banget. Banyak kendaraan seperti motor, becak motor, sepeda, mobil, bus dan truk.

Makanya tidak heran kalau jalur itu sering dengan kata macet. Yang terakhirPanorama alamnya yang memukau. Memiliki keindahan alam perbukitan dan laut yang indah. Oh iya mau cerita sedikitSaya balik kampung. Waktu itu jam 18.15, saya lihat betapa bagusnya matahari terbenam atau biasa disebut SunSet.

Dan bagus banget Sunset nya dan itu berada di jalur sitinjau lauik. Makanya tidak heran banyak yang pengunjung yang suka melihat SunSet atau SunRise. Dan di sana terdapat gazebo yang berbentuk rumah adat minang yaitu rumah gadang dan selalu ramai pengunjung ke sana melihat keindahan kota padang.

Gazebo itu dinamai dengan Padang Scenic Point. Dan gue pernah dengar ada tempat pemandian yang dinamai yaitu Lubuk Paraku. Pemandian di sana airnya bersih, segar dan sejuk karena airnya bersumber langsung dari air pegunungan Oh iyasaya kasih tips dan trik nih agar melewati jalur sitinjau lauik dengan aman, nyaman sampai tujuan.

Siapa tahu ada yang mau jalan-jalan ke kota Padang dan sekitarnya. Siapkan kendaraan sebelum berangkat dan cek keganjalan kendaraan kalian seperti rem, ban, mesin, dan lain lain. Dan yang paling penting itu diservis dulu kendaraannya ya sebelum berangkat biar nanjak dan menurunnya aman. Dan saat di sitinjau lauik, jangan mendahului kendaraan yang ada di depan, apalagi truk dan bus soalnya panjang kendaraannya.
ARASYNEWS.COM – Sitinjau Lauik merupakan sebutan untuk ruas jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer pada jalan lintas Sumatera dengan rute Kota Padang – Arosuka – Solok.

Rute Sitinjau Lauik ini juga menjadi salah satu rute nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan sejumlah provinsi lainnya di pulau Sumatera, Indonesia. Jalur ini merupakan satu dari empat jalur ekstrem yang terkenal di Sumatera, tiga lainnya adalah Kelok Sembilan, Kelok 44, dan Silaiang Kariang.

Lintasan jalan itu berupa belokan tajam yang dibarengi dengan tanjakan yang cukup tinggi. Disebut dengan nama Sitinjau lauik, karena dari sejumlah titik di jalan tersebut, para sitinjau lauik berada dimana bisa dengan leluasa memandang laut sepanjang pantai barat dan keindahan Kota Padang dan Samudra Hindia dari atas ketinggian. Hingga saat ini, jalur ini menjadi destinasi favorit bagi para pengendara, karena pemandangan yang terlihat dari jalur ini dapat menentramkan hati. Karena setiap harinya seluruh jenis kendaraan seperti bus, truk, mobil pribadi, hingga kendaraan roda dua melintasi jalur ini.

Meskipun memberikan suguhan keindahan alam hutannya yang dibalut dengan udara sejuk, akan tetapi jalur Sitinjau Lauik sendiri memberikan ancaman yang sangat besar. Sepanjang jalur tersebut, terdapat belasan titik yang berpotensi longsor terutama ketika curah hujan tinggi membuat jalannya pun menjadi licin Jalan tersebut cukup berbahaya bagi driver atau pengendara pemula. Dimana jalan berbahaya tersebut sering memakan korban jiwa.

Banyaknya jumlah kecelakaan yang sering terjadi di jalur Sitinjau Lauik ini membuatnya dikenal sebagai rute maut dan paling ekstrim di Sumatera Barat. Meskipun demikian, pengendara juga tidak perlu takut untuk melintasi rute ini. pasalnya, untuk meminimalisir tingkat kecelakaan, di beberapa tikungan tajam, ada beberapa pemuda setempat yang sudah diberdayakan yang akan mengatur arus lalu lintas dari bawah dan dari atas. Di jalur Panorama Satu dan Dua, kendaraan yang melaju dari arah Solok harus menahan diri dan memberikan ruang bagi truk yang akan melintas dari arah Padang.

Karena jalur di kedua titik ini sangat curam dan truk besar sampai harus membuang badan kendaraannya ke arah kanan agar dapat melintas dengan lebih mudah. Selain itu, pak Ogah (sebutan bagi mereka yang mengatur arus lalu lintas) juga akan segera melakukan upaya penahanan kendaraan dengan memberikan bantuan penyangga ban dari batu besar apabila ada truk besar atau kendaraan yang mati mendadak ketika mendaki jalur ini.

Selain jalannya yang ekstrim, ancaman lainnya adalah kecelakaan karena banyak terdapat tikungan tajam dan tanjakan yang curam.

sitinjau lauik berada dimana

Ini menjadi momok yang bagi setiap pengendara yang melintas. Tidak sedikit kendaraan besar bermuatan banyak mengalami rem blong hingga memicu terjadinya tabrakan bahkan terjun bebas ke dalam jurang sedalam puluhan meter. Meski begitu, lintasan jalan berbahaya ini cukup unik dan menarik. Banyak para pengendara turun dari kendaraannya hanya untuk menikmati keindahan panorama alam yang spektakuler itu. Beberapa orang juga sering mengambil foto dan berselfie di lokasi ini, terutama pada panorama Sitinjau Lauik dua.

Sitinjau lauik berada dimana Sitinjau Lauik Sejarah pemberian nama Sitinjau Lauik ini adalah karena setiap para pengendara yang melewati jalan terjal itu, Anda dapat menikmati keindahan alam yang mengagumkan. Pemandangan alam dan pemandangan kota Padang yang terlihat dari ketinggian. Hal ini membuat terpukau para pengendara dan menjadikan orang-orang zaman dahulu memberikan nama Sitinjau Lauik untuk destinasi ektrem ini.

Tempat ini dikelilingi banyak pepohonan dan bukit-bukit. Ada aliran sungai yang juga menghiasi keelokan alam itu. Aliran sungai mengalir mengikuti panjang jalan tersebut. Jalan yang menjadi lintasan utama bagi pengendara yang ingin berkendara ke luar kota ini memiliki sejarah yang singkat.

Dahulu sebelum menjadi seindah dan semulus sekarang, jalan ini adalah sebuah jalan sederhana yang berbatu. Jalan ini berupa tanah biasa yang becek dan licin saat hujan. Selain becek, saat hujan bisa saja terjadi longsor dan jalanan di tutup. Selain itu jalanan ini juga bisa berdebu saat musim panas. Karena kering dan jarang hujan. Namun dengan keindahan alam yang disajikan di tempat ini membuat orang-orang bertahan untuk melalui jalan tersebut. Karena semakin hari semakin banyak pengendara yang berlalu lalang di jalan tersebut, kemudian jalan diperbaiki.

Kini jalan Sitinjau Lauik telah dirubah menjadi jalan aspal cantik yang memiliki pesona yang indah di sepanjang jalannya. Lambat laun, lokasi seram bagi pengendara tersebut menjadi pusat wisata. Lokasi tersebut didatangi para pengunjung dari berbagai asal.

Sehingga di dua pos pemberhentian, kini dibuatkan tempat untuk istirahat dan sekaligus tempat untuk menikmati keindahan alam di sekitar lintasan menantang tersebut. Pos tersebut berada di sebelum pembelokan tajam. Kemudian satunya lagi tidak jauh dari belokan tajam Sitinjau Lauik. Tanjakan maut ini berada di Padang, Sumatera Barat. Lokasi tepatnya di jalan raya menuju Arosuko, Solok. Pintu masuk menuju jalan yang menjadi lokasi wisata ini yaitu berjarak sekitar 1 jam dari lokasi Kota Padang.

Sitinjau Lauik adalah sebuah jalan yang memiliki jarak 15 km dari pusat kota Fakta unik dari tempat hits yang merupakan lintasan berbahaya ini adalah tidak pernah sepi dari pengunjung. Selain itu lokasi yang kini menjadi tempat wisata ini juga tidak pernah sepi dari pengendara. Jalan ekstrem itu selalu diramaikan oleh kendaraan yang berlalu lalang. Menurut beberapa pengamat yang mengamati lintasan Sitinjau Lauik, jalan tersebut diperkirakan dilewati oleh lebih dari Sembilan ribu kendaraan.

Tidak hanya kendaraan roda empat, sepeda motor, bus dan truk pun silih berganti melalui jalan tersebut. Sehingga lintas jalan utama tersebut sering macet di waktu-waktu tertentu. Selain itu, penyebab kemacetan lainnya yaitu karena beberapa truk yang mengangkut barang sering berhenti tiba-tiba di pinggir jalan. Truk tersebut biasanya membawa barang yang banyak dan melampaui batas maksimal. Sehingga terjadi kemacetan di lokasi. Daya Tarik yang Dimiliki Sitinjau Lauik • Berada di Ketinggian 220 mdpl Karena berada di ketinggian 220 mdpl, Lokasi Sitinjau Lauik yang kini menjadi lokasi wisata tersebut memiliki udara yang sejuk.

Selain itu, suhu yang dingin dan adem. Hal ini membuat para pengunjung betah dan berlama-lama di lokasi wisata itu. • Pesona Keindahan Alam Meski menjadi salah satu lokasi yang berbahaya, jalur ini adalah salah satu lokasi favorit bagi beberapa orang yang sering berkunjung di lokasi tersebut. Selain itu lokasi idaman ini juga menjadi idam-idaman bagi beberapa orang yang belum pernah mengunjungi tempat tersebut. Kawasan wisata yang memiliki keindahan alam tersebut menjadi salah satu pilihan tempat wisata.

Dimana lokasinya yang dingin, suasana dan suhu yang sejuk. Bukit-bukit yang indah disaksikan dari kejauhan. Selain itu, sitinjau lauik berada dimana ketinggian jalan tersebut Anda dapat menikmati keindahan laut. Sitinjau lauik berada dimana lautan Samudra Hindia yang menakjubkan. Ini tidak akan Anda temui di lokasi lainnya. • Panorama Alam yang Memukau Kawasan jalan Sitinjau Lauik tidak hanya memberikan keindahan alam perbukitan dan laut yang indah. Namun, saat pagi hari sitinjau lauik berada dimana wisata ini menyimpan panorama alam yang memukau.

Saat pagi hari, embun menyelimuti dengan biasan cahaya mulai menerangi menjadi hal yang menarik. Tidak hanya saat pagi, saat sore mulai menjemput, lokasi ini akan dipenuhi oleh pasangan-pasangan muda mudi dan tua yang menanti indahnya senja. Jika senja terlewat, malam hari dari ketinggian jalan ini juga akan terlihat sangat menakjubkan.

Ribuan lampu perumahan di Kota yang terlihat dari ketinggian ini menjadi pemandangan yang tidak terlupakan. Di lokasi tersebut terdapat gazebo yang dibuat untuk singgah dan menikmati keindahan kota Padang. Gazebo berbentuk rumah adat khas Minang itu selalu ramai didatangi para pengunjung. lokasi ini dinamakan dengan Padang Scenic Point. Dimana dari gazebo tersebut Anda dapat melihat view Kota Padang dari kejauhan.

Padang Scenic Point tersebut tidak hanya ramai saat liburan tiba, namun di hari-hari biasa lokasi tersebut akan tetap ramai. Lubuk Paraku adalah sebuah lokasi wisata yang berada di dekat lintasan seram tersebut. Tempat wisata ini adalah sebuah pemandian.

Pemandian tersebut memiliki aliran air yang segar dan sejuk. Sumber airnya berasal langsung dari sumber air pegunungan. Taman Hutan Raya Bung Hatta adalah sebuah taman yang berada di dekat jalan Sitinjau Lauik. Taman Hutan tersebut sama dengan taman-taman Hutan lainnya. dimana di Taman tersebut menyimpan beberapa tanaman langka dan ada pula tanaman yang keberadaannya dilindungi. [] Pos-pos Terbaru • Festival Perahu Baganduang Sukses Terselenggara • Tentang Perpanjangan Libur Sekolah, Disdik Riau Tunggu Surat Resmi Kemendikbudristek • ASN Wajib Masuk, Dipastikan Tidak Ada WFH Usai Libur Lebaran • Akhirnya Ditemukan, Sempat Hilang Saat Bermain Paralayang, Begini Kondisinya • Senin Esok, Usai Libur Lebaran, ASN Wajib 100 Persen Masuk
VIVA – Sitinjau Lauik, adalah sebutan untuk ruas jalan sepanjang lebih kurang 15 kilometer pada jalan lintas Sumatera rute Kota Padang - Arosuka - Solok.

Rute Sitinjau Lauik ini, juga merupakan salah satu rute nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dengan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia. Disebut dengan Sitinjau lauik, karena dari sejumlah titik di jalan itu, para pengendara dapat dengan leluasa memandang laut sepanjang pantai barat dan keindahan Kota Padang dari atas ketinggian.

Selain longsor, ancaman lain yang menghantui pengendara yang melintas adalah kecelakaan. Tikungan tajam yang disambut dengan tanjakan tinggi, menjadi momok bagi setiap pengendara yang melintas. Tak sedikit kendaraan besar bermuatan mengalami rem blong hingga memicu terjadinya tabrakan bahkan terjun bebas ke dalam jurang sedalam puluhan meter.Jika melihat jalan di perkotaan hanya dihiasi dengan jalanan yang lurus dan datar, beda halnya jika kamu melalui jalanan di daerah pegunungan. Jalannya akan lebih menantang, dengan jalanan nanjak atau turunan curam atau bahkan berkelok-kelok.

Seperti halnya jalur Puncak di Bogor atau Tanjakan Panganten di Tasikmalaya. Di Sumatera Barat pun terdapat sebuah jalan yang penuh dengan tantangan dan tanjakan yang sangat curam. Jalan tersebut biasa disebut Sitinjau Lauik. Sitinjau Lauik berada di Jalan Lintas Sumatera dengan rute Kota Padang-Arosuka-Solok dan panjang jalurnya kurang lebih sejauh 15 kilometer. Sitinjau Lauik termasuk kedalam salah satu rute nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Barat dengan sejumlah Provinsi lainnya di Indonesia.

Sehingga jalurnya selalu padat dipenuhi kendaraan setiap harinya. Sitinjau Lauik. Sumber: news.koropak.co.id Kamu penasaran kenapa disebut Sitinjau Lauik? Hal itu dikarenakan para pengendara dapat dengan mudah memandang laut di sepanjang barat jalur Sitinjau Lauik. Selain itu juga dapat menatap keindahan Kota Padang dari atas ketinggian. Jalur Sitinjau Lauik masih diselimuti hutan dengan pepohonan yang rindang sehingga udara disekitarnya menjadi sejuk, pemandangannya pun menyimpan keindahan yang luar biasa.

Jadi, bisa sedikit meringankan ketegangan ya. Keindahan Alam Sitinjau Lauik. Sumber: www.boombastis.com Karena jalur Sitinjau Lauik berada diantara pepohonan dan bahkan ada aliran sungai di pinggir jalannnya meskipun kecil namun cukup deras apalagi kalau sedang musim hujan, maka terdapat belasan titik yang berpotensi longsor terutama ketika curah hujan tinggi.

Jadi untuk kamu yang melewati jalur ini saat musim hujan mesti waspada tingkat tinggi. Curamnya Tanjakan Sitinjau Lauik. Sumber: www.boombastis.com Jalur Sitinjau Lauik memiliki tikungan tajam yang kemudian disambut dengan tanjakan tinggi, ini merupakan jalur yang sitinjau lauik berada dimana menakutkan bagi setiap pengendara yang melintas.

Sitinjau Lauik dihiasi jurang dengan kedalaman puluhan meter. Itulah sebabnya mengapa Sitinjau Lauik disebut rute maut dan paling ekstrim di Sumatera Barat karena banyak kecelakaan yang sudah terjadi. Sitinjau Lauik memiliki dua jalur, apabila ada truk atau kendaraan besar yang akan lewat maka kendaraan lainnya dari arah berlawanan harus menahan diri dan memberikan ruang bagi truk atau kendaraan besar yang akan melintas.

Hal tersebut terjadi di Panorama I dan Panorama II, karena tikungannya yang sangat curam. Namun kamu jangan terlalu khawatir apabila terjadi sesuatu dengan kendaraamu, ada yang selalu siap sedia beberapa warga sekitar yang biasa disebut “Pak Ogah” untuk berjaga di beberapa tikungan tajam. Dan “Pak Ogah” selalu standby selama 24 jam nonstop. Pak Ogah Yang Membantu Mengawasi Tanjakan Sitinjau Lauik.

Sumber: donialsiraj.wordpress.com Kejadian atau Peristiwa di Sitinjau Lauik Ada beberapa kejadian atau peristiwa di Sitinjau Lauik beberapa bulan belakangan ini. Diantaranya : 1. Kecelakaan Mobil Pada tanggal 16 April 2020 pukul 06.00 WIB terjadi kecelakaan di Sitinjau Lauik Panorama II. Tepatnya di Kelurahan Indarung, kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Kejadian tersebut terjadi pada kendaraan Daihatsu Xenia dengan nomor polisi B 1847 NKJ yang berisikan lima orang penumpang, terjun bebas ke dalam jurang sedalam 30 meter.

Mobil tersebut datang dari arah Timur atau dari arah Solok menuju Panorama I. Mobil tersebut diduga kehilangan kendalinya karena jalanan yang licin diakibatkan tumpahnya minyak CPO. Namun bersyukurnya tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

Pengemudi dan penumpangnya hanya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Semen Padang. Mobil Masuk Jurang. Sumber: www.sumbarfokus.com 2. Bus Tingkat Masuk Jalur Sitinjau Lauik Kejadian selanjutnya merupakan kejadian yang paling menegangkan. Karena untuk pertama kalinya ada bus tingkat datang melewati tanjakan Sitinjau Lauik beberapa bulan yang lalu.

Bus tingkat tersebut membawa rombongan keluarga pemilik P.O. Pelita Paradep yang hendak menuju Kota Padang. Ajaibnya bus tingkat tersebut berhasil melewati tanjakan dengan sangat mulus, tanpa ada kendala yang berarti. Hal itu dikarenakan sopir bus tersebut sudah terbiasa lewat jalur Sitinjau Lauik, jadi beliau sudah faham betul tentang kondisi jalannya. Bus Tingkat Masuk Jalur Sitinjau Lauik.

Sumber: otomotif.kompas.com Lokasi Sitinjau Lauik Lokasi Sitinjau Lauik berada di Jalan Lintas Sumatera dengan rute Kota Padang-Arosuka-Solok. Tips Melewati Sitinjau Lauik • Supaya perjalananmu melewati Sitinjau Lauik aman, kamu ada baiknya ikuti tips berikut ini : • Siapkan kendaraanmu sebaik mungkin, pastikan semuanya aman dan tidak ada yang bermasalah.

• Saat kamu melewati Sitinjau Lauik menggunakan kendaraan kecil, alahkah baiknya hati-hati saat berdekatan dengan kendaraan yang lebih besar. • Jika kamu menggunakan kendaraan besar saat melewati Sitinjau Lauik, kamu harus hati-hati dan pastikan langkah yang kamu ambil benar.

sitinjau lauik berada dimana

• Untuk kamu yang membawa kendaraan besar sebaiknya kamu hafal betul keadaan jalurnya. • Lajukanlah kecepatan kendaraan kamu dengan sebaiknya. • Selalu fokus saat berkendara.

Penutup Zaman sekarang ini penggunaan jalan raya sangat dibutuhkan oleh kita semua. Tak terbayangkan apa yang terjadi jika jalan raya tidak ada. Tentu saja semua proses sendi kehidupan akan terkendala. Begitu pentingnya fungsi jalan, kita bahkan membelah hutan supaya terciptanya jalan raya.

Bagaimana pun kondisi jalannya pasti kita akan lalui, untuk memudahkan segala urusan kita. Pada dasarnya Sitinjau Lauik memudahkan kita. Hanya karena berada di tengah sitinjau lauik berada dimana jalan yang tercipta pun cukup terjal dan curam. Namun selama kita tetap waspada dan hati-hati maka hal-hal yang tidak diinginkan dipastikan tidak terjadi.

Termasuk kondisi kendaraan juga harus dalam keadaan prima. Lihatlah keindahan alam yang dihadirkan Sitinjau Lauik. Siapkan kondisi kamu sama kendaraan saat memasuki jalur Sitinjau Lauik, ya! Artikel lainnya • Pantai Air Manis; Pantai Indah Dengan Legenda Malin Kundang • Wisata Mandeh, Pesona Puncak Jokowi, Hingga Pulau Setan • Pulau Pasumpahan, Pemandangannya Mirip Film Jurassic Park • Panorama Ampangan, Wisata Di Kampung Bambu Payakumbuh • Review Biaya Masuk, Lokasi, Dan Rute Wisata Puncak Gagoan • Air Terjun Lubuak Rantiang, Harta Terpendam di dalam Hutan
Sitinjau Lauik: Tanjakan Ekstrem Dengan Pemandangan yang Indah – Padang memang kaya akan tempat wisatanya mulai dari wisata alam, wisata sejarah, dan lebih banyak lagi.

Dikesempatan kali ini Menatapnegeri.com akan mengulas salah satu tempat wisata unik yang ada di Padang, yaitu Sitinjau Lauik mari simak ulasan berikut. Sitinjau Lauik Sitinjau Lauik merupakan sebuah jalan raya yang berlatakkan di Sumatera Barat. Jalur ini merupakan salah satu dari 4 jalur ekstrim yang ada di Sumatera.

Trek jalannya berbelok tajam disertai tanjakan yang cukup tinggi. Jalan tersebut cukup berbahaya bagi pengemudi atau pengendara pemula. Dimana jalan berbahaya seringkali memakan korban jiwa. Meski begitu, jalur jalan berbahaya ini terbilang unik dan menarik. Pemandangan yang disuguhkan dari jalan sangat indah dan bisa memanjakan mata. Banyak pengemudi yang turun dari kendaraannya hanya untuk menikmati keindahan panorama alam yang spektakuler.

Beberapa orang juga sering berfoto dan berfoto selfie di lokasi ini. Rute Sitinjau Lauik merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan Padang dengan Arosuko atau dengan Kota Solok. Lokasi Sitinjau Lauik Lantas, di manakah letak tanjakan Sitinjau Lauik Ini? Tanjakan Sitinjau Lauik ini berada tepat di Alamat: Jl. Selayo-Padang, Indarung, Kec. Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat. Bagi yang belum mengetahui lokasi ini maka bisa mengetik di google maps nama tempat wisata ini dan tentunya akan terlihat keberadaannya.

Daya Tarik Sitinjau Lauik Daya tarik apa saja yang ada Sitinjau Lauik? Mari simak pembahasan berikut. 1. Berada di Ketinggian 220 mdpl Karena berada di ketinggian 220 mdpl, maka lokasi Sitinjau Lauik yang kini menjadi lokasi wisata ini memiliki udara yang sejuk. Selain itu, suhunya sejuk dan sejuk. Hal tersebut membuat pengunjung betah dan berlama-lama di lokasi wisata tersebut. 2. Pesona Keindahan Alam Meski termasuk lokasi yang berbahaya, namun jalur ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi sebagian orang yang sering berkunjung ke lokasi ini.

Selain itu, lokasi yang ideal ini juga menjadi idaman bagi sebagian orang yang belum pernah berkunjung ke tempat tersebut. Kawasan wisata yang memiliki keindahan alam menjadi salah satu daya tarik wisatanya. Dimana lokasinya sejuk, suasana dan suhunya sejuk. Bukit-bukit indah disaksikan dari jauh. Selain itu, dari ketinggian jalan raya Anda bisa menikmati keindahan laut. Samudra Hindia yang sangat menakjubkan. Anda tidak akan menemukannya di lokasi lain.

3. Panorama Sitinjau lauik berada dimana yang Memukau Kawasan jalan Sitinjau Lauik tidak hanya menyuguhkan keindahan alam berupa perbukitan dan laut yang indah. Namun, pada pagi hari lokasi wisata ini memiliki panorama alam yang menakjubkan. Di pagi hari, embun yang menyelimuti cahaya biasa mulai menyinari hal itu menjadi hal yang menarik. Tidak hanya di pagi hari, saat sore hari mulai menjemput Anda, lokasi ini akan dipenuhi oleh para pecinta yang menunggu indahnya matahari terbenam.

Jika Anda melewatkan senja, malam dari sitinjau lauik berada dimana jalan ini juga akan terlihat sangat menakjubkan. Ribuan lampu hunian di Kota dilihat dari ketinggian ini adalah pemandangan yang tak terlupakan. Di lokasi tersebut terdapat gazebo yang dibuat untuk singgah dan menikmati keindahan Kota Padang. Gazebo berbentuk rumah adat Minang ini selalu ramai dikunjungi pengunjung. lokasi ini disebut Padang Scenic Point. Dimana dari gazebo tersebut Anda bisa melihat pemandangan Kota Padang dari kejauhan.

The Padang Scenic Point tidak sitinjau lauik berada dimana ramai saat liburan tiba saja, namun di hari biasa lokasi akan tetap ramai. Lubuk Paraku merupakan lokasi wisata yang berada di dekat jalur seram. Tempat wisata ini adalah pemandian. Bak mandi memiliki aliran air yang segar dan sejuk. Sumber air berasal langsung dari sumber air pegunungan.

THR atau Taman Hutan Raya Bung Hatta ialah sebuah taman yang terletak di dekat jalan Sitinjau Lauik. Taman Hutan sama dengan taman Hutan lainnya. dimana di dalam Taman tersebut terdapat beberapa tumbuhan langka dan ada juga tumbuhan yang keberadaannya dilindungi. Tips Melewati TanjakanSitinjau Lauik Agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan, Anda perlu mempersiapkan kendaraan Anda sebelum berangkat.

Periksa anomali di kendaraan Anda. Seperti rem, ban motor dan lain-lain. Pastikan tidak ada masalah pada kendaraan. Yang terpenting adalah memastikan kendaraan sudah diservis agar tidak rewel saat mendaki tanjakan terjal. Saat berada di Jalan Sitinjau Lauik, berhati-hatilah agar tidak menyalip kendaraan di depan. Ikuti jalanmu sendiri. Coba juga kurangi kecepatan Anda saat berkendara. Fokus saat mengemudi. Jika Anda mulai merasa lelah dan mengantuk, mintalah teman Anda untuk menggantikannya sebagai pengemudi.

Jika tidak ada penggantinya, Anda bisa beristirahat sejenak untuk melepas penat lalu melanjutkan perjalanan. Pengendara bisa menikmati keindahan alam di sampingnya sebelum melanjutkan perjalanan. Itulah sedikit ulasan tentang Sitinjau Lauik: Tanjakan Ekstrem Dengan Pemandangan yang Indah dari Menatapnegeri.com, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi liburan Anda selanjutnya. Related posts: • Benteng Marlborough : Benteng Bersejarah di Bengkulu • Gentala Arasy : Menara Jam Ikonik di Jambi • Makam Bung Karno : Mengenang Perjuangan Presiden Soekarno Posted in Uncategorized Tagged jalan sitinjau lauik, sitinjau lauik, sitinjau lauik daerah mana, sitinjau lauik dimana, sitinjau lauik jaman dulu, sitinjau lauik terkini, sitinjau lauik truck video, tanjakan sitinjau lauik, tikungan sitinjau lauik Post navigation Recent Posts • Tangkahan Langkat : Pesona Wisata Alam Eksotis Nan Asri • Pantai Lampuuk : Sebagai Saksi Sejarah Tsunami Aceh • Pantai Kesirat : Spot Camping Favorit di Gunung Kidul Jogja • Pesona Keindahan Pantai Sepanjang Gunung Kidul Jogja • Pantai Ngandong Dengan Pemandangan Bukit Karang yang Eksotis
MENU • Home • Jawa • Banten • DKI Jakarta • Jawa Barat • Jawa Tengah • Jawa Timur • Yogyakarta • Kalimantan • Kalimantan Barat • Kalimantan Selatan • Kalimantan Timur • Sumatera • Bengkulu • Riau • Lampung • Sumatera Utara • Sumatera Selatan • Sumatera Barat • Bali • Papua • Pasang Iklan • Disclaimer • Lowongan 1 Artikel upto Rp.50.000 • Tutup Menu 4.4/5 - (8 votes) Lokasi: Padang – Arosuko – Solok, Sumatera Barat Map: Klik Disini HTM: Gratis Buka Tutup: 24 Jam Topografi Pulau Sumatera yang berbukit-bukit, membuat pulau ini memiliki cukup banyak ruas jalan yang ekstrim berupa tanjakan dan turunan yang sitinjau lauik berada dimana serta kelokan-kelokan yang berbahaya.

Setidaknya ada 4 ruas jalan ekstrim yang cukup akrab di telinga masyarakat Sumatera dan membuat mereka harus ekstra hati-hati saat melintas di keempat ruas jalan tersebut.

Keempat ruas jalan ekstrim tersebut adalah: Kelok 9 yang jaraknya sekitar 70 km dari Bukittinggi ke arah Pekanbaru, Kelok 44 yang berada di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Silaing atau Silayiang yang berada di daerah perbukitan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar dan Sitinjau Lauik yang merupakan jalan penghubung utama dan satu-satunya antara Padang – Arosuko – Solok.

foto by instagram.com/abrarsuryadi Meski memiliki lintasan yang ekstrim, keempat ruas jalan tersebut cukup menarik perhatian, karena dibalik bahaya yang dihadirkannya tersuguh pemandangan alam yang spektakuler dan menakjubkan. Karena itulah banyak foto-foto dan gambar video yang memotret keindahan alam di keempat ruas jalan ekstrim tersebut menghiasi linimasa facebook, twitter, youtube, instagram dan situs-situs pariwisata. Tidak terkecuali keindahan pemandangan alam yang ada di Sitinjau Lauik.

foto by instagram.com/iqbaldevandra Sitinjau Lauik merupakan jalan utama dan satu-satunya yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Solok, dan berbatasan dengan Jalan Raya Indarung, Padang.

Pintu masuk jalan ini jaraknya sekitar 15 menit dari PT Semen Padang atau sekitar 1 jam dari pusat Kota Padang. Karena berada pada ketinggian 220 meter dari atas permukaan laut, selain membuat udara di sekelilingnya berhawa dingin, juga membuat jalan yang terbentang di sepanjang ruas jalan antara Padang – Arasuko – Solok ini penuh dengan kelokan-kelokan tajam dalam bentuk tanjakan dan turunan yang ekstrim.

Meski Sitinjau Lauik terbilang jalur ekstrim, namun jalur ini tidak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan selama 1 x 24 jam, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat sampai dengan truk-truk besar yang memiliki belasan roda. foto by instagram.com/ridwanhr Dalam sehari semalam, diperkirakan sebanyak sembilan ribu lebih kendaraan yang melintas, karena jalur ini memang jalur utama dan satu-satunya yang menghubungkan Padang dengan Solok.

Ironisnya, ruas jalan yang tidak pernah tidur ini hampir setiap hari terjebak kemacetan. Penyebab pertama karena seringnya terjadi longsor, terutama di musim hujan.

Penyebab kedua karena banyaknya truk-truk besar yang berhenti di pinggir jalan disebabkan karena mengangkut beban yang melebihi tonase sehingga tidak kuat saat harus berjalan menanjak atau disebabkan rem yang putus.

foto by instagram.com/iqbaldevandra Jika sudah terjadi longsor atau saat ada truk besar yang menutup separuh badan jalan, kemacetanpun tidak dapat dihindari meskipun ruas jalan ini sudah beberapa kali diperlebar. Tidak hanya kemacetan, kecelakaan di sepanjang ruas jalan Sitinjau Lauik juga kerap terjadi, bahkan bisa dibilang hampir setiap hari yang tidak jarang memakan korban jiwa.

Sehingga banyak beredar cerita-cerita misteri yang membuat siapapun akan semakin berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang ekstrim ini.

Karena seringnya terjadi kemacetan dan kecelakaan itulah membuat para petinggi daerah berupaya untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di area tersebut. Mulai dari pembangunan terowongan bawah tanah di perut bumi Gantuang Ciri (Solok) hingga Limau manih (Padang), menerapkan sistem buka – tutup pada saat-saat tertentu seperti pada musim hujan, berkoordinasi dengan perusahaan angkutan agar mereka mematuhi ketentuan muatan yang berlaku dan berbagai cara lain.

foto by instagram.com/iqbaldevandra Namun sayang, hanya beberapa upaya yang dapat direalisasikan dan itupun tidak dilaksanakan dengan maksimal, sehingga kondisi maccet dan seringnya terjadi kecelakaan masih terus berlangsung di sepanjang ruas jalan Sitinjau Lauik.

Keindahan Alam Meski terbilang ekstrim dan cukup berisiko bagi pengendara yang melintas di sepanjang ruang jalan ini, namun bagi sebagian orang Sitinjau Lauik merupakan lokasi idaman. Hal tersebut disebabkan karena kawasan perbukitan ini memang menyuguhkan pemandangan yang spektakuler dan tidak ditemui di tempat-tempat lain. foto by instagram.com/trucksumbar32 Disebut Sitinjau Lauik karena dari kawasan ini siapapun akan dapat menikmati pemandangan laut yang menjadi bagian dari Samodra Hindia dari atas ketinggian serta Kota Padang dan kota-kota lain yang ada di sekitarnya.

Kawasan yang juga akrab disebut Padang Scenic Point ini tidak hanya menyajikan panorama alam yang memukau pada pagi – sore hari, tapi juga pemandangan yang romantis pada malam hari, berupa kerlap-kerlip lampu-lampu gedung-gedung dan rumah-rumah penduduk yang ada di Kota Padang.

Kerlap-kerlip lampu tersebut laksana kunang-kunang yang berpadu dengan gemerlap bintang di angkasa, sehingga membuat suasana terkesan romantis. Apalagi ditambah dengan udara sekeliling yang dingin menggigit tulang. foto by instagram.com/ridwanhr Terdapat dua pos di kawasan Sitinjau Lauik yang dapat digunakan untuk menikmati view yang terhampar di kejauhan. Pos pertama lokasinya tidak terlalu tinggi namun lebih dari cukup untuk dapat menikmati pemandangan perbukitan.

Pos kedua ditandai dengan bangunan gazebo berbentuk Rumah Adat Minang dan tempat inilah yang dikenal dengan sebutan Padang Scenic Point, karena dari sini akan tersuguh pemandangan Kota Padang di kejauhan berhias hijaunya bebukitan dan birunya lautan. Tidak hanya pada saat liburan saja, pos kedua ini dipenuhi oleh pengunjung, tapi juga pada hari-hari biasa. Namun sayang, banyaknya pengunjung tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat setempat dan kurang begitu mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

foto by instagram.com/sutan_mudo.88 Hal tersebut dapat dilihat dari tidak adanya fasilitas apapun di sekitar Padang Scenic Point. Bahkan, untuk sekedar membasuh muka dan buang air sitinjau lauik berada dimana tidak tersedia kamar mandi dan WC.

Sementara para pedagang yang berjualan makanan dan minuman ringan, hanya dapat ditemui pada saat liburan. Itupun jumlahnya dapat dihitung dengan jari dan dengan jenis dagangan yang serba terbatas. Karena itu, bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan perbukitan yang berada di lereng Gunung Talang ini dalam waktu yang relatif lama, disarankan untuk membersihkan badan atau buang air terlebih dahulu sebelum menyusuri ruas jalan Sitinjau Lauik, atau jika ingin buang air saat di Pos kedua, tahanlah sejenak hingga turun dari kawasan tersebut.

Setidaknya ada dua tempat yang dapat dipakai untuk membersihkan badan dan buang air karena menyediakan fasilitas kamar mandi dan WC, saat akan berangkat serta meninggalkan Sitinjau Lauik.

foto by instagram.com/trucksumbar32 Kedua tempat tersebut juga berfungsi sebagai objek wisata, sehingga bisa dijadikan sebagai pembuka sitinjau lauik berada dimana penutup kunjungan ke Padang Scenic Point. Tempat pertama adalah Lubuk Peraku atau Lubuk Paraku yang dapat dijumpai sebelum melewati Sitinjau lauik jika berangkat dari Kota Padang. Tempat ini berupa pemandian air dingin yang memanfaatkan sumber air alam sehingga airnya terasa segar.

Kedua adalah Taman Hutan Raya (THR) Bung Hatta yang memiliki sejumlah titik masuk, salah satunya berada diantara Pos Pertama dan Pos Kedua Sitinjau Lauik, namun pintu masuk utama yang berukuran besar dapat dijumpai setelah melewati Pos Kedua. THR Bung Hatta yang diresmikan pada tahun 1980an tidak berbeda jauh dengan kebun raya yang memiliki berbagai jenis koleksi tanaman pegunungan, beberapa diantaranya tergolong ke dalam tanaman langka dan dilindungi.

Di tempat ini sejumlah fasilitas umum sitinjau lauik berada dimana bagi para pengunjung, mulai dari mushollah, kamar mandi dan toilet sampai dengan rumah makan yang menyediakan berbagai macam menu makanan. Punya rekomendasi lain?? Komen dibawah ya gaes! Catatan: Semua data di atas adalah data terakhir pada saat artikel ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami untuk segera diperbaiki. Bagi Anda pemilik Bisnis dan ingin masuk dalam artikel diatas, silahkan mengisi kolom komentar.

Lengkap dengan informasi: Alamat, Nomer Telepon, WhatsApp dan informasi pendukung lainnya. Posting pada Padang Navigasi pos

PARAH !!! BELUM PENGALAMAN LEWAT SITINJAU LAUIK !!!




2022 www.videocon.com