Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Secara garis besar pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi lima pelaku yaitu rumah tangga konsumsi produksi pemerintahan dan masyarakat luar negeri. Pihak-pihak yang bertindak sebagai pelaku ekonomi adalah rumah tangga perusahaan manufaktur pemerintah lembaga keuangan dan komunitas asing.

Peran Pelaku Ekonomi Dalam Kegiatan Ekonomi Halaman All Kompas Com Tiga kegiatan pokok ekonomi yang dilakukan manusia adalah.

Kegiatan ekonomi yang dilakukan pelaku ekonomi. Pelaku kegiatan ekonomi adalah subjek perorangan maupun kelompok organisasi pemerintah atau swasta yang melakukan kegiatan ekonomi baik itu konsumsi produksi atau distribusi. Kegiatan yang dilakukan untuk mencuiptakan suatu barang di sebut. Seperti pada ilustrasi diatas ketika kamu membeli roti kamu juga telah melakukan kegiatan ekonomi yaitu konsumsi.

Dengan demikian pengertian pelaku ekonomi adalah pihak yang melaksanakan kegiatan ekonomi baik produksi distribusi maupun pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan. Contoh kegiatan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi di sektor luar negeri antara lain. Kegiatan ekonomi adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. Secara umum ini terbagi menjadi beberapa kegiatan produksi distribusi dan konsumsi.

Business Dictionary menyebutkan kegiatan ekonomi diartikan sebagai tindakan yang melibatkan proses produksi distribusi dan konsumsi barang atau jasa pada semua tingkatan dalam masyarakat. Berkat peran pelaku perekonomian ekonomi sebuah negara dapat terus berputar. 1 Ekspor Impor Barang. Kegiatan Ekonomi Pengertian Tujuan Pelaku Jenis Pengaruh Contoh Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kegiatan Ekonomi yang diman dalam hal ini meliputi pengertian tujuan jenis pengaruh dan contoh nah agar lebih dapat.

Pelaku Ekonomi adalah seorang individu kelompok atau lembaga yang terlibat dalam kegiatan perekonomian baik konsumsi distribusi maupun produksi. Secara Umum Pelaku Ekonomi dibagi menjadi lima kelompok besar yaitu Rumah Tangga Keluarga Masyarakat Perusahaan Pemerintah dan Negara.

Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen konsumen atau distributor. Dari beberapa pengertian tersebut kamu bisa menyimpulkan bahwa kegiatan ekonomi merupakan serangkaian tindakan yang mampu menghasilkan memperdagangkan dan. Salah satu yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah. Jenis Pelaku Ekonomi dalam Sebuah Negara.

Pelaku ekonomi adalah pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Pelaku kegaitan ekonomi terdiri dari 4 kelompok yaitu rumah tangga produksi rumah tangga konsumsi pemerintah dan masyarakat luar negeri.

Pengertian Kegiatan Ekonomi Secara teori kegiatan ekonomi adalah segala aktivitas yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengertian Pelaku Ekonomi ini merupakan seluruh pihak yang melakukan aktivitas kegiatan ekonomi produksi distribusi serta konsumsi baik itu untuk perorangan atau pun juga organisasi pemerintah atau swasta.

Secara umum pengertian pelaku ekonomi yang dipahami adalah semua pihak yang melakukan kegiatan ekonomi produksi distribusi dan konsumsi baik perorangan maupun organisasi swasta atau pemerintah. Sedangkan si pemilik warung yang menjual gorengan tadi melakukan kegiatan ekonomi produksi. Sebagian besar masyarakat melakukan kegiatan ini namun banyak yang tidak tahu secara struktural dan sistematisnya. Pelaku tersebut boleh perorangan maupun dalam bentuk organisasi pemerintah atau swasta. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku ekonomi rumah tangga pemerintah sebagai pengatur regulator contohnya adalah subsidi dan pajak.

Pihak yang memiliki peran yakni sebagai pelaku ekonomi ialah rumah tangga perusahaan pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan pemerintah lembaga keuangan serta. Pelaku Ekonomi merupakan semua pihak yang melakukan kegiatan ekonomi produksi distribusi dan konsumsi baik itu perorangan maupun. Hal yang dimaksud pengatur atau regulator merupakan pihak yang mengatur atau membuat peraturan di dalam suatu kegiatan ekonomi sehingga subsidi dan pajak merupakan hal yang paling sering dilakukan oleh pemerintah dalam mengatur ekonomi.

Pak tono adalah pedagang kaki lima menjual majalah pak Tono merupakan pelaku kegiatan. Kegiatan ekspor dan impor barang berlangsung karena sumber daya produksi yang dimiliki antarnegara tidak merata dan terbatas jumlahnya.

Pengertian Jenis Dan Contoh Kegiatan Ekonomi Di Masyarakat Peran Pelaku Ekonomi Dalam Kegiatan Ekonomi Pahamify Kegiatan Ekonomi Pengertian Pelaku Jenis Prinsip Dan Tujuan Peran Pelaku Ekonomi Dalam Kegiatan Ekonomi Pahamify Kegiatan Ekonomi Dan Jenis Kegiatannya Halaman All Kompas Com 4 Pelaku Kegiatan Ekonomi Lengkap Perannya Dalam Kegiatan Ekonomi Markijar Com Siapa Yang Disebut Pelaku Kegiatan Ekonomi Circular Flow Diagram Ekonomi Kelas 10 Circular Flow Diagram Dalam Kegiatan Ekonomi Halaman All Kompas Com Pelaku Ekonomi Pengertian Peran Macam Lengkap Siapa Saja Pelaku Kegiatan Ekonomi Halaman All Kompas Com Greatedu Diagram Interaksi Antar Pelaku Ekonomi Ilmu Ekonomi Id Peran Pelaku Ekonomi Dalam Kegiatan Ekonomi Ppt Download Kegiatan Ekonomi Pengertian Pelaku Jenis Prinsip Dan Tujuan Pelaku Ekonomi Pengertian Dan Peran Pelaku Kegiatan Ekonomi Kegiatan Ekonomi Pengertian Pelaku Jenis Prinsip Dan Tujuan Pelaku Ekonomi Pengertian Macam Peran Badan Usaha Contoh Peranan Pelaku Ekonomi Dalam Kegiatan Ekonomi Pelaku Ekonomi Pengertian Macam Peran Badan Usaha Contoh Categories Bisnis Ekonomi Tags dilakukan, ekonomi, pelaku, yang Post navigation E-Book Analisa Usaha Laundry Kiloan.

Anda mau Bebas Finansial dari Usaha Laundry Kiloan ? Dan Semua Impian Anda dibawah ini Bisa Tercapai ? Usaha Laundry Kiloan semakin tumbuh menjamur di berbagai lokasi mulai dari perumahan, daerah-daerah yang berdekatan dengan kampus, kost-kost an mahasiswa atau perkantoran bahkan sampai perkampungan yang padat sekalipun. Trend mencuci di Laundry Kiloan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini yang ingin serba praktis, tuntutan kesibukan para mahasiswa, pekerja kantoran dan ibu rumah tangga yang tidak memiliki waktu untuk mencuci dan menyetrika pakaian, biasanya mereka menyerahkannya pada jasa laundry kiloan, dan mereka pun rela mengeluarkan uang untuk menggunakan jasa laundry kiloan asal semua pekerjaan cuci mencuci dan menyetrika tertangani dengan baik.

Prosentasi potensi pasar laundry kiloan bisa digambarkan sbb : mahasiswa (48%), Pekerja (32%), Rumah Tangga (16%) dan lain-lain (4%). Keuntungan Usaha Laundry Kiloan minimal 15% ~ 25%.

Hal ini merupakan peluang usaha yang bagus untuk dijalani dan memiliki prospek usaha yang cerah dan selalu dibidik oleh kebanyakan orang baik untuk usaha sampingan maupun sebagai usaha utama. Dari Usaha Laundry Kiloan ini telah menciptakan banyak pengusaha yang sukses, cukup dilakukan dengan manajemen sederhana, modal yang tidak terlalu besar dan tidak membutuhkan tempat yang luas.

Pada umumnya pelaku Usaha Laundry Kiloan tinggal menghitung keuntungan yang didapatkan dengan menghitung volume Laundry Kiloan yang masuk per harinya. Luar biasa … Dengan semua kelebihan Usaha Laundry Kiloan, tidak lah heran bila banyak pelaku usaha baru yang berminat untuk memulai Usaha Laundry Kiloan ini.

Namun sebelumnya ada baiknya Anda melihat hasil riset di bawah ini: Menurut Statistic dari Small Business Administration (SBA) 50% Usaha Baru GAGAL (di Tahun pertama) 47,5% Usaha Baru lainnya GAGAL (dalam kurun 5 Tahun) USAHA yang BERHASIL hanya 2,5% Apa penyebabnya ? Pelaku Usaha Tidak mampu menyelesaikan Permasalahan-permasalahan Usaha karena Sumber Referensi Usaha Mereka Tidak memberikan Informasi yang memadai (Yang Seharusnya mereka butuhkan) Oleh Karena itu : STOP Mengikuti Sumber Referensi Usaha yang Tidak jelas dengan Harga Mahal Yang pada umumnya hanya mengandalkan 4 Informasi Dan Tidak Bisa Membantu Anda dalam menghadapi Permasalahan-permasalahan Usaha seperti disebutkan diatas Lihat Perbandingan Ilustrasi dibawah ini : Jadi, Tidak Heran bila 97,5% Pelaku Usaha Baru Akhirnya GAGAL (Bangkrut) Hanya dalam waktu singkat Semua Modal Habis, Aset mereka Hilang dan Investasi mereka Melayang KAMI TELAH MENGHIMPUN BERBAGAI INFORMASI DARI PARA PELAKU USAHA LAUNDRY KILOAN DAN KAMI MENGULAS JAUH LEBIH LENGKAP DI E-BOOK ANALISA USAHA LAUNDRY KILOAN Versi 6.2 ; (Update : Jan 2021) ; Format File PDF ; 117 Halaman Terbaru & Lebih Lengkap Dibuat & didukung oleh tenaga-tenaga Lulusan terbaik S1 Ekonomi dari Universitas Negeri ternama di Yogyakarta (Rp.

200.000,-) (Rp. 175.000,-) DENGAN KONSEP 10 PILAR INFORMASI, TERDIRI DARI : Seperti pepatah : β€œTak kenal maka tak sayang”. Begitu pula saat sebelum Anda menjalankan usaha terkait, Anda harus mendapatkan gambaran secara global terlebih dahulu tentang Mekanisme Usaha terkait, seberapa besar Prospek Usaha yang bisa dijalankan, gambaran nyata ( Kisah Sukses) dari pelaku usaha terkait yang sudah sukses menjalankannya serta Manfaat Usaha dari sisi Ekonomi & Sosial.

Muncul ditengah persaingan pasar yang sudah mapan bukan perkara mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin Anda bisa masuk dan akhirnya bisa sukses di usaha ini. Anda hanya perlu memahami Bagaimana Karakter Pasar usaha terkaitBerapa Jumlah Permintaan Pasar, Siapa Pesaing Anda, Bagaimana Rencana Penjualan, Strategi Pemasaran, Jalur Pemasaran dan kendala-hambatan yang perlu Anda ketahui untuk Anda taklukkan. Tahapan memulai usaha perlu dilakukan sesuai urutan yang jelas yaitu mulai dari Kegiatan Pra-Operasional yang harus dilakukan, Jadwal Pelaksanaannya, Bagaimana Menentukan Tempat Usaha yang Tepat, Bagaimana Karakter Produk/Jasa yang akan dihasilkan nantinya, Apa saja Bahan Baku yang dibutuhkan, Bagaimana Metode/Resep/Komposisi terbaik yang sudah aplikatif, Berapa Kapasitas Produksi/Usaha yang Optimal serta Bagaimana Membuat Rencana Pengembangan Usaha.

Pembagian Kerja harus rasional/objektif & disesuaikan dengan kemampuan serta keahlian SDM sehingga Pelaksanaan Kerja bisa berjalan efektif & mendukung kesuksesan usaha. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip The Right Man in The Right Place sehingga bisa memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja.

Rencana Kebutuhan SDM yang optimal serta Sistem Pengupahan yang perlu disesuaikan dengan kapasitas & skala usaha yang sedang dijalankan punya andil besar dalam menentukan keberhasilan usaha.

Perhitungan analisa keuangan yang lengkap sangatlah dibutuhkan sebagai referensi untuk mengambil keputusan selanjutnya. Kami sajikan beberapa perhitungan analisa keuangan : BEP Volume, BEP Harga, B/C Ratio, RC Ratio, Pay Back Period serta Proyeksi Arus Kas 1 Tahun & Proyeksi Arus Kas 5 Tahun dari peluang usaha yang akan dijalankan tersebut. Dari semua perhitungan tersebut, Anda akan paham, bagaimana Anda Menentukan Harga Optimal, bagaimana Anda Menentukan Volume Produk pada jumlah yang optimal, Mengetahui Layak/Tidak nya usaha tersebut dijalankan, Berapa Lama Anda Balik Modal, Apa saja yang harus Anda lakukan agar arus kas usaha Anda di tahun 1~5 minimal bisa sesuai panduan Perhitungan Proyeksi Arus Kas yang sudah kami buat sehingga arah jalan menuju kesuksesan bisa Anda tentukan dan perjuangkan dengan tahapan yang jelas.

Pada beberapa segment pasar tertentu, untuk status β€œAda” tidak-lah cukup. Selain β€œAda” tapi harus berkualitas, murah, terjangkau, terpercaya, punya kredibilitas tinggi, dll.

Untuk pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan maju & berkembang memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut, tentunya dibutuhkan Strategi Usaha yang matang, Ide-ide kreatif & inovatifupaya maksimal untuk tetap melakukan Inovasi Usaha serta Pengembangan Usaha dengan Dukungan Teknologi Informasi disetiap Tahap Perkembangan Usaha.

D engan mengetahui lebih awal semua Resiko Usaha terkait, juga Dampak Terhadap Masyarakat Sekitar maupun Dampak Terhadap Lingkungan Sekitar dari usaha yang akan Anda jalankan maka Anda bisa mempersiapkan langkah-langkah tepat untuk antisipasinya. Kesuksesan usaha hanya diraih dengan persiapan yang tepat dalam menghadapi semua tantangan yang telah Anda antisipasi sebelumnya, sehingga sangat dibutuhkan adanya pemahaman & pengetahuan untuk ini agar bisa mempersiapkan & melakukan aktivitas untuk Antisipasi Resiko Usaha terburuk sekalipun.

Setiap individu memiliki kondisi-kondisi spesifik tertentu yang disadari atau tidak, memberikan pengaruh cukup besar dalam proses pengambil keputusan.

Oleh karena itu, penting untuk Anda ketahui kondisi-kondisi apa saja yang bisa memberikan dukungan bagi Elemen Strengths (Kekuatan), Elemen Weakness (Kelemahan), Opportunities (Kesempatan) dan Threats (Ancaman). Perpaduan 2 elemen unggul nantinya akan memberikan rekomendasi Strategi seperti apa yang layak dijalankan untuk menggerakkan usaha terkait agar bisa maju & sukses. Aspek legal akan ikut menentukan sampai seberapa besar skala usaha Anda nantinya sehingga Anda juga harus memahami beberapa aspek terkait Legalitas Usaha, Prosedur Pengurusan SITU & HO, Prosedur Pembuatan No Rek Usaha, Membuat Nama Logo & Merek Usaha, Membuat Akta Pendirian Usaha, Membuat Nomor Wajib Pajak, Membuat Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) serta Membuat Amdal.

Agar usaha Anda nantinya bisa bertahan & terus berkembang, Anda harus mengetahui semua tantangan & hambatan dalam usaha tersebut. Seperti halnya Fenomena Ice Berg (Gunung Es), dimana bagian es yang terlihat hanya 4% saja sementara sekitar 96%volume gunung es berada di bawah permukaan air laut & tidak terlihat dari permukaan. Hal tsb juga bisa kita umpamakan bahwa resiko usaha yg umumnya bisa terlihat hanya 4% saja, sementara resiko usaha 96% yg jauh lebih besar lagi tidak terlihat/ tidak diketahui secara umum.

Itu sebabnya sengaja kami paparkan Faktor-faktor Kritis Usaha secara lebih mendalam (yang tidak diketahui oleh masyarakat pada umumnya), Pembahasan 20 Aspek Usaha serta Tips & Trik Memulai Usaha agar Anda bisa mengambil langkah-langkah tepat untuk mengantisipasi Faktor-faktor Kritis tersebut. Fenomena Ice Berg utk Resiko Usaha Dan untuk membantu Anda menemukan β€œComparative Advantage” yaitu Pertemuan pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan Elemen Kekuatan & Peluang dari Faktor Eksternal & Faktor Internal yang Anda miliki, agar Anda Tahu, Jenis Usaha yang sedang Anda Review ini Sesuai/Cocok atau Tidak Sesuai/Tidak Cocok untuk Anda jalankan nantinya.

Maka, Setiap Paket E-Book Analisa Usaha Kami lengkapi dengan : 1). Tools : Matriks Kualitatif Peluang Usaha 2). File Excel : Laporan Keuangan BEP, B/C Ratio, RC Ratio, Pay Back Period serta Proyeksi Pendapatan 1 Tahun & 5 Tahun Kami menyediakan File Excel Laporan Keuangan : BEP, B/C Ratio, RC Ratio, Pay Back Period serta Proyeksi Pendapatan 1 Tahun & 5 Tahun dari peluang usaha terkait untuk bisa Anda gunakan sebagai simulasi sesuai dengan kondisi keuangan/modal usaha Anda.

Dari sini Anda akan dapat melihat point-point nilai mana saja yang akan berubah & hal apa saja yang perlu Anda follow up. PERBANDINGAN SUMBER REFERENSI USAHA Sejak web www.analisausaha.com berdiri di tahun 2012 ~ 2017 (5 Tahun), sudah Ribuan orang yang merasakan manfaat E-Book Analisa Usaha. Dan berikut adalah sebagian kecil dari mereka yang berbagi testimoninya pada kami : TESTIMONI Muhammad Ramdan, SE ; Purnakarya, 56 Tahun, Jakarta β€œLuar biasa…problematika saya bertahun-tahun dapat dijawab melalui Matriks Kualitatif Peluang Usaha.

Metode yang cerdas, lebih hemat biaya, hemat waktu dan hemat tenaga. E-Book Analisa Usaha sangat tepat untuk dijadikan sebagai referensi usaha.” (Baca selengkapnya, disini) Pientesa Asofa, Pegawai Swasta, 43 Tahun, Sorowako (Sulawesi Selatan) β€œSaya pernah rugi 200 juta karena sumber referensi usaha yang salah. Setelah menemukan E-Book Analisa Usaha dan mengikuti panduan Matriks Kualitatif-nya, tahapan dan konsep yang jelas kini saya selalu menerima pundi-pundi rupiah tiap saat dari usaha Tepung Mocaf.

(Baca selengkapnya, disini) Ahmad Sartono, Pegawai Swasta, 37 Tahun, Yogyakarta β€œAndai saja sejak 8 tahun lalu saya sudah menemukan website analisa usaha ini, maka saya tidak perlu kehilangan modal usaha sampai 2 kali yang membuat saya stress. Berkat E-Book Analisa Usaha, semangat bisnis saya menggebu-gebu karena mengalirnya rupiah ke dompet saya πŸ™‚ ”.

(Baca selengkapnya, disini) Yuliani Nurhastuti, Pegawai Swasta, Jakarta β€œSetuju sekali dengan Matriks Kualitatif Peluang Usaha-nya karena nyata bahwa saat ini pikiran saya sudah terbuka. Konsep materi yang disampaikan jauh lebih aplikatifnyata dan lebih masuk akal dibanding referensi usaha lain yang hanya jual β€œmimpi”.

E-Book Analisa Usaha recomended banget deh buat semua orang yang mencari sumber referensi bisnis terpercaya. (Baca selengkapnya, disini) Triansyah Jaya Saputra, Purnakarya, 56 Tahun, Semarang β€œSekarang saya sangat menikmati masa pensiun saya dengan tetap memiliki aktivitas yang menghasilkan tapi tetap sesuai dengan kondisi saya. E-Book analisa usaha memiliki konsep yang paling jelas dibanding berbagai referensi usaha yang pernah saya dapat yang hanya membahas teoritis saja dan tidak memberikan nilai tambah pada saya.

Saya yakin akan semakin banyak pelaku usaha yang akan berhasil dengan setelah mengikuti konsep E-Book Analisa Usaha ini. (Baca selengkapnya, disini) Risnanto Putra Pratama, Pegawai swasta 46 tahun, Pekanbaru (Riau) β€œHampir saja aset dan investasi saya habis (hilang) karena jenis usaha yang sebetulnya tidak cocok saya jalankan. Tapi berkat E-Book Analisa Usaha, modal dana saya telah β€œdiselamatkan β€œ. Harusnya para pelaku usaha baru menggunakan Matriks Kualitatif terlebih dulu sebelum mulai tahapan usahanya.

(Baca selengkapnya, disini) Dedi Riadi, Mahasiswa, 21 Tahun, Medan β€œE-Book Analisa Usaha memberikan pemahaman pada saya bagaimana konsep usaha sebenarnya harus dipersiapkan, bagaimana pentingnya memahami karakter jenis usaha dan rekomendasi Matriks Kualitatif-nya yang mampu memberikan β€œfeedback” pada kita dan hal ini tidak pernah saya dapat dari seminar, workshop ataupun sumber referensi lain yang pernah saya ikuti.

E-Book Analisa Usaha patut diacungi 2 jempol. Mantap !!. (Baca selengkapnya, disini). Cahyo Adi Prasetyo, Pegawai Swasta, 33 Tahun, Serang (Banten) β€œJangan habiskan waktu menerima informasi bisnis yang hanya asal-asalan yang ternyata hanya mengambil keuntungan dari dana kepesertaan kita pada seminar, workshop dan pelatihan bisnis.

Dari E-Book Analisa Usaha saya melihat konsep yang jelas dan lebih realistis. Alhamdulillah, manfaatnya sudah saya rasakan saat ini. Terima kasih E-Book Analisa Usaha. (Baca selengkapnya, disini) Klik disini untuk melihat testimoni lainnya Kami telah Berhasil membawa mereka ke Gerbang Kesuksesan. . Kini. . saatnya bagi Anda. . untuk Mengukir Cerita Sukses Anda Di Tahun ini.

. Bersama Kami. . Untuk mencapai SUKSES tidak hanya dibutuhkan KERJA KERAS Tapi juga perlu KERJA CERDAS Hal yang pasti ada pada orang SUKSES adalah : β€œMereka melakukan β€œSESUATU” yang tidak dilakukan oleh orang yang GAGAL Tentu Anda tahu bahwa Pengalaman adalah Guru Paling Berharga Dari pengalaman Kami selama ini, Kami Tahu Apa yang Wajib & Tidak Boleh dilakukan Kami akan tunjukkan Bagaimana Nilai Efektifitas Dana Anda untuk membeli E-Book Analisa Usaha Silahkan pelajari Skema berikut : Anda Sudah Keluar Dana Rp.

97.550.000,- Tapi masih Belum Berhasil (Sukses) ? Artinya Anda keluarkan Oh Nooo…. !!!!!! Anda bisa lihat, dengan Metode Analisa Usaha bahkan hanya dengan Rp. 100.000,- Anda bisa terhindar dari Potensi Kebangkrutan ( Modal Habis, Aset Hilang & Investasi Melayang) Bahkan, dengan dana Rp.

500.000,- Anda bisa melakukan Review terhadap 3 – 5 Jenis Usaha Sekaligus Untuk memilih, Jenis Usaha Mana yang Tepat, Sesuai dan Paling Mendekati dengan Kondisi Eksternal dan Internal Anda Tanpa harus melakukan Trial Error, Buang Waktu, Buang Tenaga, Buang Modal,dll Pelaku Usaha ( Pengusaha) selalu mengandalkan β€œIntuisi” dalam Setiap Pengambilan Keputusan. Dan pada saat Anda menjadi Pelaku Usaha, maka Anda akan sering berhadapan dengan keputusan yang melibatkan konsekuensi bernilai Ratusan Ribu…, Jutaan., Puluhan Juta., dst.

Lalu, Bagaimana dengan pilihan berikut : Investasi minimal Rp. 100.000,- s/d Rp. 200.000,- untuk 1 buah E-Book Analisa Usaha yang sedang Anda Tinjau agar Terhindar dari hilangnya Modal Rp.97.550.000,- atau Anda khawatir hilang Rp. 100.000,- s/d Rp. 200.000,- Namun tanpa Anda sadari, pada Akhirnya. . Anda harus kehilangan Rp. 97.550.000,- Masih juga Bingung menentukan Pilihan ? Mari kita bandingkan dengan pengeluaran rutin Anda tiap bulan : *) Biaya Pulsa & Paket Internet Handphone Anda, minimal Rp 150.000,- /Bulan = Rp 1,8 Juta/Tahun *) Biaya Refreshing Makan & Nonton di Bioskop dengan pacar/pasangan, minimal Rp 250.000,- /Bulan = Rp 3 Juta/Tahun *) Biaya Refreshing Jalan2 /Kongkow-kongkow bersama Teman2, minimal Rp 300.000,- /Bulan = Rp 3,6 Juta/Tahun Lalu Berapa Rupiah & Seberapa sering Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan mengeluarkan dana untuk suatu kesempatan yang bisa merubah Hidup Anda ?

100 ribu ? 1 juta? 10 juta? dst … Setiap Hari? Setiap Bulan? Setiap Tahun ? … Dan Saat ini … Ada Kesempatan untuk Merubah Hidup Anda … Ada Kesempatan untuk Menggapai Impian Anda … Ada Kesempatan untuk Membahagiakan Keluarga Anda … Hanya dengan mengeluarkan dana minimal Rp.

100.000,- s/d Rp. 500.000,- untuk 1~3 buah E-Book Analisa Usaha Anda masih merasa Bimbang ? Ya….pada akhirnya Anda menyadari Bahwa sebenarnya Bukan masalah besarnya rupiah yang dikeluarkan Tapi lebih kepada…. Seberapa Besar Komitmen Anda untuk Mau Melakukan Perubahan atas Hidup Anda Seberapa Serius Anda Ingin Merubah Kondisi Hidup Anda saat ini KHUSUS BAGI ANDA yang Punya Komitmen Besar untuk Melakukan Perubahan Kami telah menawarkan Sebuah KUNCI SUKSES Yang Bisa Anda Pergunakan Untuk memasuki GERBANG KESUKSESAN ANDA (Untuk Pemesanan, Silahkan Klik Tombol β€œPesan Sekarang” dibawah ini ) Salam Sukses NB: Bila sekiranya informasi tentang E-Book Analisa Usaha ini menarik & penting, Anda bisa share info halaman ini untuk disampaikan pada rekan Anda melalui media sosial Facebook, Twitter, Email, dll.

Silahkan Klik β€œShare” di kiri bawah August 25, 2015 at 9:02 am Setelah melihat banyak nya pengusaha yang berhasil dengan E-Book Analisa ini, saya menjadi sangat tertarik untuk masuk ke dunia wirausaha.

Setelah mempersiapkan segala kebutuhan akhirnya saya mulai membangun usaha tersebut, dan Alhamdulillah sekarang usaha saya bisa berjalan sejauh ini. E-Book Analisa memang nyata! November 20, 2016 at 5:28 am Mungkin jika sejak duu saya memiliki E-Book Analisa, mungkin saya tidak perlu merasakan hidup susah dikejar hutang selama 4 tahun. Sekitar tahun 2015 saya menemukan e-book ini dan saya paham apa kesalahan saya sehingga usaha saya kemarin bisa gagal.

Dan kini saya telah berhasil membangun usaha tersebut kembali πŸ™‚ July 12, 2018 at 1:26 pm Salam Kenal Pak Jauhar Spt sudah dijelaskan di Menu Ketentuan bahwa produk kmi adalah Ebook (Electronic Book) yg merupakan produk digital berbentuk softfile dlm format PDF yg dikirim ke email pemesan. Jadi otomatis jarak kota tidak menjadi kendala utk pengirimannya Admin http://www.analisausaha.com August 1, 2019 at 6:53 pm Salam kenal Ibu Nely Wilayah Utk pemesanan silahkan di isi form registrasi pemesanan yg ada di Menu Pemesanan atau silahkan klik link berikut ini: http://www.analisausaha.com/form-order/ & ikuti panduannya.

Utk pilihan jenis Ebook, silahkan klik link berikut: http://www.analisausaha.com/paket-ebook/ Admin http://www.analisausaha.com
Nang (X) pada huruf a, b, c atau d! 1. Siswa memakai seragam pramuka a. konsumsi termasuk kegiatan b. produksi a. produksi X distribusi X distribusi d. transportasi C. konsumsi 4. Kegiatan yang dilakukan untuk d. dagang menciptakan dan menambah guna suatu barang disebut 2. Salah satu BUMN yang seluruh a.

konsumsi modalnya berasal dari negara adalah b. produksi a. Perusahaan Umum (Perum) c. distribusi b. Perusahaan Perseroan d. transportasi (Persero) 5. Surat berharga sebagai bukti c. Perusahaan Jawatan (Perjan) menanam modal disebut d. Perusahaan swasta a. saham 3. Pak Tono memiliki usaha laundry. b. cek Pak Tono merupakan pelaku c. uang kegiatan d.

sertifikat​ Secara umum usaha jasa laundry adalah usaha yang bergerak di bidang jasa cuci dan setrika, dalam kegiatan usaha laundry diperlukan adanya pencatatan laporan keuangan.

Pencatatan laporan ini digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan oleh pemilik untuk pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan usahanya. Unsur-unsur atau pos-pos dalam Laporan Keuangan secara umum perusahaan jasa laundry hampir sama.

Namun laporan keuangan pada masing-masing jenis usaha akan nampak pos-pos yang terkait dengan nama jenis usaha tersebut. Laundry adalah bentuk usaha jasa, yakni jasa mencuci, mengeringkan hingga menyetrika pakaian. Daftar Isi β€’ 1 Menilik Prospek Peluang Bisnis Laundry β€’ 2 STOP! Jangan biarkan bisnis Anda terjebak dengan laporan keuangan yang nggak sehat β€’ 2.1 1. Jumlah Mahasiswa Meningkat β€’ 2.2 2.

Banyak Karyawan dari Luar Kota β€’ 2.3 3. Sempitnya Lahan Hunian Rumah Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan β€’ 2.4 4. Meningkatnya Pasutri Baru β€’ 2.5 5. Memungkinkan sistem Kerja sama dengan Bisnis Lain β€’ 2.6 6. Bisnis Laundry dapat Bertransformasi ke Bisnis Lain β€’ 3 Modal Usaha Laundry β€’ 4 Cara Memulai Usaha Laundry β€’ 4.1 1.

Analisis Bisnis Laundry β€’ 4.2 2. Mencari Modal β€’ 4.3 3. Pelajari Pola Bisnis Kompetitor β€’ 4.4 4. Tentukan Harga Jasa β€’ 4.5 5.

Strategi Marketing β€’ 4.6 6. Berikan Pelayanan Terbaik untuk Pelanggan β€’ 4.7 7. Kelola Keuangan dengan Benar β€’ 5 Keuntungan dan Kelemahan Usaha Laundry β€’ 5.1 Keuntungan Bisnis Laundry β€’ 5.1.1 1.

Modal Awal Kecil β€’ 5.1.2 2. Usaha Bertahan Lama β€’ 5.1.3 3. Risiko Kecil β€’ 5.1.4 4. Dibutuhkan Masyarakat β€’ 5.1.5 5. Mudah Dijalankan β€’ 5.2 Kelemahan Usaha Laundry β€’ 6 Perhitungan Laba Rugi Usaha Laundry β€’ 6.1 Contoh Format Neraca Usaha Laundry β€’ 6.2 Contoh Format Laporan Laba Rugi Bisnis Laundry β€’ 7 Kesimpulan β€’ 8 STOP!

Jangan biarkan bisnis Anda terjebak dengan laporan keuangan yang nggak sehat β€’ 8.1 Related posts: Menilik Prospek Peluang Bisnis Laundry Usaha laundry jadi bisnis yang dianggap menguntungkan lantaran permintaan terus meningkat setiap tahunnya.

Peluang usaha bisnis laundry juga tidak terbatas di satu titik, tapi di banyak titik seperti wilayah dekat kampus, wilayah dekat kantor, bahkan wilayah hunian rumah tangga. Berikut lima prospek peluang usaha laundry yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda untuk membuka bisnis laundry: 1. Jumlah Mahasiswa Meningkat Tidak bisa dipungkiri, saat ini minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi meningkat pesat. Hal ini berpengaruh pada jumlah konsumen laundry yang akan berdatangan setiap kali mahasiswa baru diterima.

Beberapa mahasiswa di Indonesia lebih memilih menggunakan jasa laundry karena minimnya fasilitas mesin cuci yang ada di indekos. Baca Juga : Peluang Inovasi Di Masa Krisis Tentu hal ini jadi peluang emas bagi pebisnis laundry.

2. Banyak Karyawan dari Luar Kota Perusahaan besar biasanya terdapat di kota besar, seperti Jakarta. Maka, tak heran jika banyak pendatang pindah ke Jakarta untuk menyambung hidup. Karyawan yang bekerja di ibu kota memiliki jam kerja yang padat sehingga banyak dari mereka memilih jasa laundry daripada mencuci pakaian sendiri. 3. Sempitnya Lahan Hunian Rumah Tangga Jangan salah, konsumen laundry juga bisa datang dari pelaku rumah tangga, walau elemen yang dicuci bukan pakaian.

Melainkan barang-barang berukuran besar, seperti seprai, selimut, dan karpet. Hal ini lantaran lahan menjemur dan mencuci bagi penghuni rumah tangga minim, sehingga menggunakan jasa laundry jadi solusi.

4. Meningkatnya Pasutri Baru Pasangan suami istri yang baru menikah, mungkin mayoritas masih berstatus sebagai ibu dan ayah dengan kondisi aktif bekerja. Keduanya fokus meniti karier untuk masa depan yang lebih terjamin, sehingga tidak ada waktu bagi sang istri atau pun suami untuk mencuci pakaian sendiri lantaran waktu dihabiskan untuk mencari pundi-pundi rupiah.

5. Memungkinkan sistem Kerja sama dengan Bisnis Lain Kerja sama bisa dijalin oleh pemilik laundry dengan pihak swasta seperti hotel dan penyewaan dekorasi pernikahan. 6. Bisnis Laundry dapat Bertransformasi ke Bisnis Lain Bukan hanya pakaian, Anda bisa berinovasi mengembangkan bisnis laundry ke cuci sepatu, cuci helm, dan cuci tas.

Modal Usaha Laundry Jika partai konsumen yang ditargetkan besar, maka akan besar pula modal yang dibutuhkan. Jadi perhitungan modal bisa disesuaikan dengan skala bisnis yang akan Anda buat. Berikut gambaran alokasi dana modal untuk bisnis laundry: β€’ Mesin cuci β€’ Mesin pengerin β€’ Setrika uap atau listrik β€’ Timbangan β€’ Sewa tempat β€’ Perlengkapan lain terutama lemari untuk menyimpan laundry dan gantungan pakaian β€’ Iklan β€’ Karyawan β€’ Sepeda motor untuk antar jemput laundry β€’ Komputer atau ATK untuk pencatatan Selain itu, biaya lain yang wajib dikeluarkan dalam kurun waktu singkat, di antaranya: β€’ Bayar listrik β€’ Detergen β€’ Pewangi pakaian β€’ Bayar air β€’ Gaji karyawan β€’ Bensin Cara Memulai Usaha Laundry Sebelum memulai usaha apa pun, bukan hanya laundry, diperlukan pengamatan dan rencana agar bisnis berjalan lancar dan sesuai alur.

Hal ini akan meminimalisasi terjadinya kerugian dalam bisnis lantaran Anda sudah memiliki ilmu dan mempersiapkan segala kemungkinan terburuk. Adapun untuk usaha laundry, berikut cara memulai bisnis laundry: 1.

Analisis Bisnis Laundry Anda tentu perlu melakukan analisa pada bisnis laundry yang telah dijalankan oleh orang lain. Semua hal yang bisa dilihat, diingat kemudian dicatat sebagai bahan pembelajaran bagi bisnis Anda. Bukan hanya melalui observasi, Anda juga bisa bertanya langsung pada pebisnis laundry soal pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan yang harus dikeluarkan, alat, dan persiapan apa yang diperlukan.

Baca Juga : True Story: Hampir Bangkrut Karena Tidak Mengelola Hutang Piutang 2. Mencari Modal Setelah mengetahui apa yang harus dipersiapkan, waktunya mengumpulkan modal agar barang-barang yang diperlukan bisa didapatkan. Modal bisa disesuaikan dengan seberapa besar skala bisnis laundry yang akan Anda buka.

3. Pelajari Pola Bisnis Kompetitor Bisnis laundry tentu tidak hanya dijalankan oleh Anda seorang diri, kompetitor yang telah membangun bisnis laundry terlebih dahulu dari Anda tentu telah memiliki pelanggan tetap.

Tugas Anda mempelajari bagaimana pelayanan kompetitor, kualitas jasa mereka yang akhirnya bisa menarik pelanggan. Ambil yang baik dan perbaiki kekurangan kompetitor di bisnis Anda. 4. Tentukan Harga Jasa Harga tidak bisa ditentukan sembarangan, lakukan penentuan harga menggunakan rumus HPP (Harga Pokok Penjualan).

5. Strategi Marketing Bagaimana Anda mempromosikan bisnis laundry, apakah melalui media sosial, dari mulut ke mulut, menggunakan iklan selebaran, atau memberikan promo dan diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan.

6. Berikan Pelayanan Terbaik untuk Pelanggan Ketika pelanggan datang, pastikan Anda memberikan pelayanan yang memuaskan sehingga pelanggan akan melakukan transaksi berulang. Bisnis laundry akan selalu dicari-cari oleh pelanggan, sehingga lebih mudah bagi Anda menjadikan konsumen sebagai pelanggan tetap.

7. Kelola Keuangan dengan Benar Tak peduli bisnis kecil atau besar, melakukan pencatatan keuangan sangat penting. Hal ini untuk mengetahui seberapa jauh bisnis telah berkembang sejak pertama kali dibangun.

Keuntungan dan Kelemahan Usaha Laundry Setiap bisnis pasti memiliki kekurangan dan kelemahan, termasuk pada bisnis laundry. Bagi Anda yang ingin terjun ke bisnis ini, penting untuk mengetahui hal tersebut.

Karena, dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan sebuah bisnis, Anda dapat merencanakan strategi pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan yang lebih baik, apakah strategi untuk mengembangkan bisnis maupun strategi meminimalisir kegagalan usaha. Berikut beberapa poin terkait kelebihan dan kekurangan bisnis laundry: Keuntungan Bisnis Laundry Usaha laundry memang menawarkan prospek yang baik dan modal untuk memulai bisnisnya terbilang cukup terjangkau.

Ada pun keuntungan dari bisnis laundry adalah sebagai berikut: 1. Modal Awal Kecil Modal untuk bisnis laundry terbilang kecil lantaran selain modal inventaris awal berupa mesin dan alat penunjang lain, pengeluaran rutin bisnis laundry hanya sebatas detergen, pewangi, listrik, dan biaya perawatan mesin.

Hal ini menjadi keuntungan bagi bisnis jasa lantaran yang benar-benar dijual adalah tenaga dan keahlian. 2. Usaha Bertahan Lama Tidak seperti bisnis viral seperti makanan yang biasanya berumur pendek, usaha laundry terjamin bertahan lama karena kebutuhan masyarakat akan laundry tidak berubah tergantung selera atau musim.

3. Risiko Kecil Risiko kerugian bisnis laundry terbilang kecil lantaran pelanggan akan dituntut untuk membayar biaya jasa di muka. Baca Juga : Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana Selain itu, bisnis laundry bisa dikelola dan dipantau sendiri karena belum marak dilakukan sistem franchise. 4. Dibutuhkan Masyarakat Keberadaan laundry seakan jadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, apalagi di tengah wilayah pendidikan dan perkantoran.

5. Mudah Dijalankan Bisnis laundry membutuhkan keahlian, namun jika dijalani dengan telaten maka Anda yang pada mulanya tidak terbiasa akan jadi ahli dalam hal mencuci pakaian. Kelemahan Usaha Laundry Bisnis laundry juga memiliki beberapa kelemahan yang ketika tidak diantisipasi dengan baik dapat merugikan bisnis. Berikut urain beberapa poin kelemahan usaha laundry, yaitu: β€’ Banyak pesaing lantaran bisnis mudah ditiru β€’ Ketika musim hujan tiba, pebisnis laundry harus memutar otak untuk menjemur pakaian hingga kering β€’ Bisnis tergantung pada listrik dan air, sehingga ketika dua sumber tersebut mati, bisnis tidak bisa berjalan β€’ Sulit berkembang β€’ Perputaran uang lambat Perhitungan Laba Rugi Usaha Laundry Dalam Laporan Keuangan Jasa Laundry, pada Neraca akan nampak: β€’ Pos Persediaan bahan-bahan laundry (sabun atau deterjen, bahan pewangi, plastik pengemas dan sebagainya) β€’ Pos Aset Tetap berupa perlatan laundry (mesin cuci, mesin pengering dan sebagainya) Sedangkan pada laporan laba pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan, akan nampak: β€’ Pos pendapatan jasa laundry β€’ Harga pokok pendapatannya berupa pemakain deterjen, bahan pewangi, plastik pengemas, pemakaian listrik, penyusutan peralatan laundry dsb).

Beban listrik dibagi menjadi 2 bagian dengan cara estimasi, beban listrik harga pokok laundry dan beban listrik biaya operasional kantor. Pemakaian listrik dimasukkan ke dalam harga pokok pendapatan karena proses laundry banyak menggunakan beban listrik. Contoh Format Neraca Usaha Laundry Berikut contoh laporan neraca yang dapat digunakan oleh bisnis laundry: Contoh Format Laporan Laba Rugi Bisnis Laundry Untuk detail laporan laba rugi pada bisnis laundry, dapat mengacu pada contoh di bawah ini: Kesimpulan Bisnis laundry adalah bisnis yang saat ini banyak diminati lantaran dianggap minim risiko namun berpeluang mendatangkan banyak pelanggan.

Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mendirikan bisnis laundry, disarankan Anda harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara mendirikan bisnis laundry sebagaimana dibahas di atas. Tentu, bisnis laundry juga tak lepas dari perhitungan keuangan termasuk laporan laba rugi.

Jika Anda awam terhadap perhitungan akuntansi, maka contoh laporan yang telah disuguhkan di atas bisa jadi acuan dasar untuk membantu bisnis Anda. Komentar β€’ rifdah on Beginilah Cara Rekonsiliasi Bank Yang Benar β€’ Ir.

Hasbi Nur on 6 Tips Mengelola Perusahaan yang Mengalami Kerugian β€’ Khairunnisa on Mengenal Jenis – Jenis Standar ISO β€’ Vivi on Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya β€’ Vivi on Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Contohnya
Bagaimana cara menghitung Break Even Point (BEP) baik itu dalam unit produksi atau nilai Rupiah dalam bisnis, pelajari apa saja rumus perhitungan yang digunakan lengkap dengan contoh di Blog Mekari Jurnal.

Sebagai seorang pebisnis, Anda tentu sering membuat keputusan terkait investasi untuk pengembangan pemasaran. Untuk menghitung berapa tahun perusahaan dapat menghasilkan keuntungan atau untuk memastikan kapan usaha Anda mengalami balik modal.

Karena itu Anda harus paham tentang cara menghitung Break Even Point (BEP) dan menganalisanya. Break Even Point atau nama lain dari analisis titik impas diartikan sebagai suatu keadaan atau titik di mana perusahaan dalam kegiatan operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak mengalami kerugian juga.

Jumlah laba dan biaya suatu perusahaan dalam posisi yang sama atau seimbang, sehingga dalam prosesnya tidak mendapatkan keuntungan dan kerugian. 7 Kesimpulan Pengertian Break Even Point (BEP) Break Even Point (BEP) adalah titik dimana pendapatan sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak terjadi kerugian atau keuntungan.

Total keuntungan dan kerugian ada pada posisi 0 (nol). Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka artinya perusahaan menderita kerugian.

Sebaliknya, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan, maka perusahaan tersebut akan memperoleh keuntungan. Break Even Point (BEP) sangat penting bagi sebuah perusahaan karena dapat membantu Anda dalam membuat keputusan, seperti contoh apakah Anda perlu menaikkan harga produk atau mengurangi biaya operasional.

Selain itu, informasi ini juga sering digunakan oleh para pelaku saham. Kalkulasi saham yang dibuat dengan menggunakan metode Break Even Point (BEP) saat seseorang melakukan kegiatan jual beli saham dapat menganalisa kapan saat yang tepat untuk membeli ( call) dan kapan harus menjual ( put). Konsep Titik Impas Perhitungan atau penutupan BEP tergantung pada konsep-konsep yang mendasari atau asumsi yang digunakan didalamnya.

Menurut Susan Irawati dalam bukunya β€œ Manajemen Keuangan”, terdapat beberapa asumsi dasar yang digunakan dalam menghitung Break Even Point (BEP) yaitu adalah sebagai berikut: β€’ Biaya yang terjadi dalam suatu perusahaan harus digolongkan kedalam biaya tetap dan pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan variabel. β€’ Biaya variabel yang secara total berubah sesuai dengan perubahan volume, sedangkan biaya tetap tidak mengalami perubahan secara total.

β€’ Jumlah biaya tetap tidak berubah walaupun ada perubahan kegiatan, sedangkan biaya tetap perunit akan berubah-ubah. β€’ Harga jual per-unit konstan selama periode dianalisis. β€’ Jumlah produk yang diproduksi dianggap selalu habis terjual. β€’ Perusahaan menjual dan membuat satu jenis produk, bila perusahaan membuat atau menjual lebih dari satu jenis produk maka β€œperimbangan hasil penjualan” setiap produk tetap.

Selain itu, ada juga istilah yang disebut Break Even Analysis yang merupakan dasar dari seluruh metode titik impas. Fungsi Break Even Analysis adalah untuk mengetahui volume penjualan akan menghasilkan keuntungan atau kerugian. Manfaat perhitungan Break Even Analysis yaitu: β€’ Memberikan informasi banyaknya investasi yang butuhkan agar dapat mengimbangi pengeluaran awal. β€’ memberi margin sebagai langkah pembatas supaya tidak mengalami kerugian β€’ Digunakan secara luas, baik dalam analisa jual beli saham dan menganalisa budget dari berbagai macam project yang dilakukan perusahaan.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Komponen dalam Perhitungan Break Even Point (BEP ) Sebelum Anda menghitung nilai Break Even Point (BEP), baik itu dalam unit produksi atau Rupiah, terlebih dahulu Anda harus memahami komponen penting di dalamnya: β€’ Biaya Tetap ( Fixed Cost ), baik ketika perusahaan sedang berproduksi maupun tidak berproduksi.

β€’ Biaya Variable ( Variabel Cost ), Komponen ini bersifat dinamis dan bergantung pada tingkat volume produksinya. Jika produksi meningkat, maka biaya variabel juga akan meningkat. β€’ Harga Jual (Selling Price), harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi. β€’ Pendapatan (Revenue), merupakan jumlah pemasukan yang diterima oleh penjual barang.

β€’ Laba (Profit)merupakan sisa penghasilan setelah dikurangi biaya tetap dan biaya variable. Metode Perhitungan dan Rumus Cara Menghitung Break Even Point (BEP) Dalam dunia akuntansi, Break Even Point (BEP) sering digunakan untuk menemukan persamaan dimana biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang sesuai dengan pendapatan yang didapat dalam satu periode.

Ada beberapa rumus yang biasa digunakan sebagai cara untuk menghitung Break Even Analysis (BEP), yaitu adalah sebagai berikut: BEP = Biaya Tetap : (Harga jual per unit – biaya variabel per unit ) Selisih dari pengurangan harga jual per unit dan biaya variabel per unit adalah rumus dari margin kontribusi ( contribution margin). Cara ini bisa digunakan untuk mengetahui titik dimana jumlah beban setara dengan jumlah biaya dan jumlah unit yang dikeluarkan. BEP = Biaya tetap : Margin kontribusi per unit BEP tidak hanya dapat dihitung dalam bentuk unit, jika Anda sudah mengetahui berapa banyak minimal unit yang harus dijual untuk menutup biaya produksi Anda dapat mengalikannya dengan biaya per unitnya.

Apabila diinginkan dalam mata uang Rupiah, maka dari formulasi rumus break even point dalam unit dikalikan dengan harganya, sehingga : BEP dalam bentuk mata uang = harga jual per unit x BEP per unit Setelah mengetahui rumus cara menghitung Break Even Point (BEP) untuk bisnis, Anda juga perlu mengetahui tentang margin kontribusi.

Margin kontribusi dapat mengetahui berapa keuntungan dari suatu produk yang berhasil dijual, dengan mengukur efek dari sales terhadap keuntungan. Rumus cara menghitungnya yaitu: Margin kontribusi : Total sales – Biaya variabel Dalam menghitung margin kontribusi, hal penting yang harus perhatikan adalah biaya variabel yang dikenakan, baik relasinya dengan total biaya ataupu dengan total pennjualan atau sales suatu perusahaan.

Dengan menggunakan margin kontribusi sebuah perusahaan dapat memisahkan biaya tetap produksinya dengan keuntungan yang didapat. Dengan begitu perusahaan mengetahui interval harga produk yang akan dijual.

Anda juga bisa menghitung Break Even Point dengan menggunakan aplikasi akuntansi Jurnal. Klik di sini untuk coba gratis! Cara Menghitung Break Even Point (BEP) dengan Contoh Soal Berikut ini adalah contoh serta rumus cara menghitung atau mencari Break Even Point (BEP) dengan menggunakan sebuah studi kasus dari bisnis UMKM: Contoh 1: Sebuah perusahaan yang diberi nama β€œUsaha Gemilang” memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti berikut ini: Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp140 juta yaitu terdiri dari: β€’ Biaya Gaji Pegawai + Pemilik : Rp75.000.000 β€’ Biaya Penyusutan Mobil : Rp1.500.000 β€’ Biaya Asuransi Kesehatan : Rp15.000.000 β€’ Biaya Sewa Gedung Kantor : Rp18.500.000 β€’ Biaya Sewa Pabrik : Rp30.000.000 Biaya Variable per Unit Rp75.000.00 yaitu terdiri dari : β€’ Biaya Bahan Baku : Rp35.000 β€’ Biaya Tenaga Kerja Langsung : Rp25.000 β€’ Biaya Lain : Rp.15.000 Harga Jual per Unit Rp95.000 Sekarang mari kita hitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah dengan menggunakan rumus Contoh perhitungan BEP β€œUsaha Gemilang” adalah sebagai berikut: Break Even Point (BEP) Unit = Biaya Tetap : (harga/unit – biaya variable/unit) BEP Unit =Rp.140.000.000 : (Rp95.000 – Rp75.000) = Rp140.000.000 : Rp20.000 = 7000 Jadi, dengan rumus ini, nilai BEP dari contoh di atas adalah 7.000 unit Break Even Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan (BEP) Rupiah = Biaya Tetap : (kontribusi margin/unit harga/unit) BEP Rupiah = Rp.140.000.000 : (Rp20.000 Rp95.000) = Rp140.000.000 : 0.2105 = Rp665.083.135 Jadi, dengan rumus perhitungan di atas, BEP dalam nilai Rupiah dari contoh di atas adalah Rp665.083.135.

Baca Juga : Cara Menghitung BreakEvenPoint Coffee Shop Nah, kira kira seperti itu contoh rumus perhitungan Break Even Point (BEP) dalam nilai Rupiah dan Unit. Bisa disimpulkan bahwa untuk memperoleh titik impas dengan harga penjualan sebesar Rp95.000, maka perusahaan harus dapat menjual sebanyak 7.000 unit. Jika jumlah penjualan tidak sampai 7.000 unit, maka tidak akan menutup biaya produksi yang sudah sudah dikeluarkan.

Dengan mengetahui kapan perusahaan melewati tingkat BEP, Anda juga akan dapat menghitung berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang Anda targetkan. Sebagai manager atau pemilik usaha, Anda dapat menambahkan laba yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang anda miliki.

Misalnya target laba sebulan adalah Rp60 juta, maka minimal penjualan yang harus dicapai adalah sebagai berikut: BEP Laba = (biaya tetap + target laba) : (harga/unit- biaya variable/unit) = (140.000.000 + 60.000.000) : (95.000 – 75.000) = 200.000.000 : 20.000 = 10.000 unit Contoh 2 Misalnya ada seorang akuntan manajer perusahaan ABC bertanggung jawab dalam operasional produksi dan persediaan stok barang ingin mengetahui jumlah sales yang diperlukan untuk menutup biaya operasional sebesar Rp.50.000.000,- dan ingin mendapat keuntungan sebesar Rp.20.000.000,- Penjabaran biaya yang dikeluarakan untuk operasional adalah sebagai berikut: Total biaya tetap: 50.000.000 Biaya variabel per unit: 30.000 Harga jual per unit: 50.000 Keuntungan yang diinginkan: 20.000.000 Berikut adalah cara menghitung Break Even Point (BEP) untuk contoh soal ini: BEP = Total biaya tetap : margin kontribusi = 50.000.000 : (50.000 – 30.000) = 50.000.000 : 20.000 = 2,500 Unit Artinya perusahaan harus menjual 2,500 unit agar tidak mengalami kerugian tidak akan memperoleh keuntungan.

Poin penting selanjutnya bagi akuntan manajer yang mengawasi produksi adalah menghitung dalam bentuk rupiah atau mata uang lainya. Kendalanya semua biaya baik itu biaya tetap ataupun variabel harus dalam nilai Rupiah. BEP dalam Rupiah = Harga jual per unit x BEP unit = 50.000 x 2.500 unit = Rp.125.000.000 Selanjutnya yang merupakan point penting dalam perhitungan analisis Break Even Point (BEP) adalah bagaimana penerapan untuk menghasilkan keuntungan yang dinginkan.

N unit yang dibutuhkan = (Keuntungan yang diingankan : Margin kontribusi) + BEP unit = (20.000.000 : 20.000) + 2.500 = 1.000 +2.500 = 3.500 unit Dengan menggunakan korelasi dari metode BEP dan break even analysis, manajer produksi ABC dapat mengetahui berapa banyak unit yang harus terjual agar perusahaan ABC mendapat pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan yang di inginkan.

Dalam contoh kasus ini, Perusahaan ABC harus menjual sebanyak 3.500 unit agar memperoleh keuntungan sebesar Rp.20.000.000. Baca Juga : Mengenal Definisi, Jenis, dan Cara Menghitung Rasio Profitabilitas Perhitungan Break Even Point (BEP) Jadi Lebih Mudah Dengan Aplikasi Mekari Jurnal Jurnal software akuntansi online, membantu usaha Anda untuk permudah melakukan penghitungan break even point (BEP) secara tepat dan akurat. Dengan aplikasi akuntansi Jurnal, Anda juga bisa mendapatkan kemudahan pencatatan untuk keperluan akuntansi perusahaan kapan pun dan di mana pun.

Selain itu, Anda bisa menerima laporan lengkap yang menampilkan daftar kuantitas penjualan per produk, termasuk jumlah retur, net penjualan, dan harga penjualan rata-rata.

Tidak hanya pencatatan transaksi, Jurnal juga menyediakan fitur pembuatan faktur secara otomatis, pelacakan ketersediaan barang, dan manajemen aset yang akan membantu mengembangakan nilai aset bisnis Anda di masa depan. Salah satunya melalui fitur aplikasi stock opname untuk inventarisasi yang lebih efektif. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jurnal, Anda juga dapatkan mengakses free trial coba gratis Aplikasi Jurnal selama 14 hari.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Kesimpulan Break Even Point berguna untuk menganalisis studi kelayakan sebuah aktivitas usaha dalam perencanaan bisnis. Selain itu juga berfungsi sebagai landasaan strategis penjualan misalnya penentuan harga barang, pengambilan keputusan, dan metode produksi. Mengetahui bagaimana cara menghitung ataupun mencari nilai Break Even Point (BEP) atau titik impas yang benar dalam sebuah usaha sangatlah penting.

Terutama untuk menentukan target penjualan yang harus dipenuhi dalam rangka memperoleh keuntungan usaha. Informasi ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mengevaluasi investasi apapun dari marketing campaign yang sudah dilakukan. Hal ini karena berhubungan dengan biaya program marketing, menganalisa kemampuan perusahaan terhadap permintaan konsumen untuk sebuah produk.

Analisis ini menanamkan disiplin ke dalam pembuatan keputusan pemasaran, kemudian melihat peluang seberapa besar kemungkinan untuk berhasil. Nah, sekarang Anda paham tentang bagaimana rumus perhitungan serta cara menghitung dan mencari Break Even Point (BEP) dalam nilai unit produksi maupun Rupiah dalam binis.

Break Even Point (BEP) adalah salah satu istilah yang sering digunakan untuk melakukan analisa apakah perusahaan sudah untung atau belum. Diatas juga dijabarkan bagaimana cara menghitung Break Even Point pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan dengan rumus yang benar. Semoga informasi ini bisa berguna untuk Anda yang memerlukannya, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media Jika Anda membutuhkan aplikasi lain seperti mengelola sumber daya manusia dan perpajakan untuk perusahaan, Anda dapat mencoba menggunakan produk dari Mekari yang sudah saling terintegrasi.
Kunci Jawaban dan Pembahasan Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 1 Halaman Judul 1 Daftar Isi 2 BAB I 2 Pendapatan Nasional A.

B. BAB II Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi A. B. BAB III Konsep Pendapatan Nasional Pendapatan per Kapita Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Permasalahan Ketenagakerjaan dalam Pembangunan Ekonomi A. B. C. Ketenagakerjaan Indonesia Sistem Upah Masalah Pengangguran 3–11 3 6 12–20 12 14 21–30 21 23 24 Ulangan Tengah Semester 31–37 BAB IV 38–49 Indeks Harga dan Inflasi A.

B. C. BAB V Indeks Harga Inflasi Permintaan dan Penawaran Uang Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal A. B. Kebijakan Moneter Kebijakan Fiskal Ulangan Akhir Semester 2 Kunci Jawaban Daftar Isi dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 38 41 43 50–57 50 52 58–63 A.

Konsep Pendapatan Nasional A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto (GDP/PDB) adalah jumlah barang dan/atau jasa yang dihasilkan faktor-faktor produksi di suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam penghitungan Gross Domestic Product (GDP) tetap menghitung pendapatan perusahaan atau warga negara asing yang bekerja di Indonesia. Upah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Jepang tidak dimasukkan penghitungan PDB, tetapi dimasukkan penghitungan Produk Nasional Bruto (PNB).

2. Jawaban: d Pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi atas penyerahan faktor produksinya kepada rumah tangga perusahaan. Komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan adalah balas jasa tenaga kerja berupa upah dan gaji, tanah dan harta tetap lainnya memperoleh pendapatan sewa, modal memperoleh bunga; dan kewirausahaan memperoleh keuntungan/laba.

Pernyataan angka 1) dan 3) merupakan komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. 3. Jawaban: c Ekspor dan impor termasuk komponen yang digunakan dalam menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran.

Dengan pendekatan ini, jika nilai impor lebih besar daripada nilai ekspor akan mengurangi jumlah pendapatan nasional. 4. Jawaban: d Pendapatan nasional dengan metode pendapatan dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

Pendapatan diterima sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi kepada perusahaan. Balas jasa berupa pendapatan sewa, upah atau gaji, bunga, dan laba. 5. Jawaban: b Penghitungan Net National Income (dalam miliar rupiah): GDP 70.000 Produk warga negara di luar negeri 20.000 ––––––– + 90.000 Pendapatan asing di dalam negeri 35.000 ––––––– – GNP 55.000 Penyusutan 2.500 ––––––– – PNN 52.500 Pajak tidak langsung 6.000 ––––––– – NNI 46.500 Jadi, Net National Income (NNI) sebesar Rp46.500 miliar.

6. Jawaban: b Nilai disposable income (pendapatan disposabel/ siap dibelanjakan) dipengaruhi personal income (pendapatan perseorangan). Disposable income diperoleh dari personal income dikurangi pajak penghasilan. Jadi, besar kecil disposable income dipengaruhi personal income. Personal income selalu lebih besar daripada disposable income. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 3 7. Jawaban: c Dengan menggunakan pendapatan nasional harga konstan (tetap), perbandingan pertumbuhan ekonomi antarperiode dapat akurat.

Kondisi ini disebabkan pendapatan nasional harga konstan menghilangkan unsur kenaikan harga (inflasi). produksi baju memerlukan proses produksi yang panjang seperti pembuatan benang, kain, dan baju. Nilai dari kegiatan benang dan kain tersebut tidak dihitung tersendiri, tetapi yang dihitung hanya nilai tambah dari pembuatan benang dan kain atau harga akhir baju. 8. Jawaban: c Produk Nasional Bruto (PNB) diperoleh dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) ditambah selisih antara pendapatan faktor produksi yang dimiliki warga negara asing dan pendapatan faktor produksi yang dimiliki warga negara dalam negeri.

PNB = Rp4.000 triliun PFLN = Rp375 triliun PFDN = Rp800 triliun PNB = PDB + (PFLN – PFDN) 4.000 triliun = PDB + (375 triliun – 800 triliun) 4.000 triliun = PDB – 425 triliun PDB = 4.425 triliun Jadi, Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut sebesar Rp4.425 triliun.

12. Jawaban: d Negara A memiliki pendapatan neto faktor produksi yang bernilai negatif menunjukkan negara A menggunakan lebih banyak faktor produksi dari luar negeri dibandingkan faktor produksi dalam negeri. Akibatnya, pembayaran faktor produksi luar negeri yang ada di dalam negeri lebih besar daripada penerimaan pendapatan faktor produksi domestik sehingga nilai pendapatan neto faktor produksi bernilai negatif. 9. Jawaban: d Transfer payment adalah pengeluaran pemerintah yang bukan merupakan pengeluaran terhadap pembayaran barang dan/atau jasa pada tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu.

Pengeluaran ini disalurkan di luar pembayaran produksi sehingga pemerintah tidak mendapatkan timbal balik dari pengeluaran tersebut. Contoh transfer payment adalah bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), tunjangan pensiunan, dan beasiswa. Pembayaran gaji dan utang luar negeri termasuk dalam belanja pemerintah.

10. Jawaban: d Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (dalam miliar): Y = C + I + G + (X – M) Y = Rp240.000.000 + Rp80.000.000 + Rp150.000.000 + (Rp70.500.000 – Rp50.500.000) Y = Rp470.000.000 + Rp20.000.000 Y = Rp490.000.000 Jika dikonversi ke triliun: Y = Rp490.000 triliun Jadi, pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran negara A sebesar Rp490.000 triliun. 11. Jawaban: b Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi hanya menghitung nilai tambah barang dan/atau jasa serta harga akhir dari suatu barang.

Nilai dari setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk memproduksi satu barang tidak dihitung. Sebagai contoh, untuk mem4 13. Jawaban: d Penghitungan pendapatan perorangan (PI): GNP Rp880 triliun Penyusutan Rp 88 triliun –––––––––– – NNP Rp792 triliun Pajak tidak langsung Rp 85 triliun –––––––––– – NNI Rp707 triliun Laba ditahan Rp15 triliun Jaminan sosial Rp25 triliun Pajak perseroan Rp34 triliun ––––––––– + Rp 74 triliun Pindahan NNI Rp707 triliun Rp 74 triliun –––––––––– – Rp633 triliun Transfer payment Rp 78 triliun –––––––––– + Personal Income (PI) Rp711 triliun Jadi, besar personal income di negara tersebut adalah Rp711 triliun.

14. Jawaban: d Produk Nasional Bruto (PNB) diperoleh dari Produk Domestik Bruto (PDB) ditambah selisih antara pendapatan faktor produksi dalam negeri dan pendapatan faktor produksi luar negeri. Jika pendapatan faktor produksi dalam negeri lebih besar daripada pendapatan faktor produksi luar negeri akan menambah jumlah PNB. Jika pendapatan faktor produksi dalam negeri lebih kecil daripada pendapatan faktor produksi luar negeri akan mengurangi jumlah PNB.

Jika PNB lebih kecil daripada PDB, berarti pendapatan faktor produksi dalam negeri lebih kecil daripada pendapatan faktor produksi luar negeri. Ciri-cirinya investasi asing di negara tersebut lebih besar daripada investasi negara tersebut di negara asing sehingga pendapatan yang diterima juga besar. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 13. Jawaban: b Ciri-ciri penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah melihat jumlah nilai tambahnya atau nilai akhir (harga) sebuah produk agar tidak terjadi penghitungan ganda.

Ilustrasi pada soal dapat diringkas dalam tabel berikut. No. Jenis Kegiatan 1) 2) 3) 4) Mengambil kayu Menggergaji papan Membuat tempat tidur Menjual tempat tidur di toko Jumlah nilai tambah Nilai Produksi (Rp) Nilai Tambah (Rp) 80.000 300.000 700.000 1.000.000 80.000 220.000 400.000 300.000 3. Jawaban: Transaksi yang tidak dimasukkan penghitungan pendapatan nasional sebagai berikut. a. Pembayaran transfer/pindahan, misalnya pembayaran pensiun, subsidi, undian, hadiah, warisan, sumbangan bencana alam, bunga atas utang negara, dan pembayaran atas barang yang dibuat pada tahun sebelumnya.

b. Kenaikan dan penurunan nilai barang-barang modal karena inflasi atau depresi disebut capital gains dan capital loss. c. Kegiatan ilegal, misalnya penyelundupan barang-barang dagang. d. Kegiatan yang tidak dihitung, misalnya jasa ibu rumah tangga yang mencuci dan memasak, kecuali mencucikan pakaian ke tukang cuci atau laundry.

e. Perdagangan barang-barang bekas (berarti tidak ada penciptaan produk baru), misalnya perdagangan komputer bekas, telepon seluler bekas, sepeda motor bekas, dan perdagangan barang bekas lainnya. 4. Jawaban: Manfaat penghitungan pendapatan nasional sebagai berikut. a. Mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. b. Mendapatkan data terperinci mengenai barang dan/atau jasa yang dihasilkan. c. Menggolongkan negara berdasarkan struktur ekonominya. d. Menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional.

e. Membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang akan dilakukan. f. Membandingkan perekonomian antarnegara atau antarwilayah. 5. Jawaban: Penghitungan personal income sebagai berikut (dalam miliar). PDB Rp3.106.000 PFLN Rp2.547.000 ––––––––––– + Rp3.153.000 PFDN Rp2.590.400 ––––––––––– – PNB Rp3.062.600 Penyusutan Rp2.100.300 ––––––––––– – PNN Rp2.962.300 Pajak tidak langsung Rp2.360.900 ––––––––––– – NNI Rp2.901.400 1.000.000 Jadi, besar pendapatan nasional dengan pendekatan produksi adalah Rp1.000.000,00.

B. Uraian 1. Jawaban: Beberapa cara meningkatkan pendapatan nasional sebagai berikut. a. Melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan, terutama bidang ekonomi tanpa meninggalkan aspek ideologi atau kepribadian bangsa. b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (faktor produksi tenaga kerja) melalui perbaikan mutu pendidikan dan pemberian pelatihan sesuai kualifikasi dunia kerja global.

c. Memberikan kesempatan kepada perusahaan swasta (investor swasta) untuk mengembangkan usahanya sehingga timbul persaingan usaha yang sehat dalam rangka menciptakan kemajuan ekonomi.

d. Mendorong dan meningkatkan perkembangan industri kecil dan rumah tangga sebagai pilar perekonomian sekaligus mitra usaha bagi perkembangan industri menengah dan besar.

e. Membuka kesempatan bagi pemilik modal untuk melakukan investasi di dalam negeri, baik melalui penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. 2. Jawaban: Penawaran agregat (aggregate supply) menunjukkan keseluruhan barang dan/atau jasa yang ditawarkan produsen dalam berbagai tingkat harga pada suatu negara. Artinya, jika penawaran agregat naik, pendapatan nasional juga naik karena nilai keseluruhan dari barang dan/atau jasa yang diproduksi juga meningkat.

Nilai dari keseluruhan barang dan/atau jasa yang diproduksi merupakan komponen yang dihitung dalam pendapatan nasional. Begitu pula sebaliknya. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan PI PI = NNI + transfer payment – (laba ditahan + iuran asuransi + pajak perseroan) = 2.901.400 + 150 – (55 + 45 + 266) PI = 2.901.550 – 366 PI = 2.901.184 Jadi, besar pendapatan perorangan (personal income) negara Z adalah Rp2.901.184 miliar.

B. Pendapatan per Kapita A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Bank Dunia merumuskan kriteria dalam mencermati distribusi pendapatan yaitu mengukur ketimpangan distribusi pendapatan suatu negara dengan melihat besarnya kontribusi atau sumbangan dari 40% penduduk termiskin memperoleh pendapatan sebagai berikut. 1) Pendapatan <12% dari keseluruhan pendapatan nasional, negara tersebut mengalami tingkat ketimpangan tinggi dalam distribusi pendapatan.

2) Pendapatan 12–17% dari keseluruhan pendapatan nasional, negara tersebut mengalami tingkat ketimpangan sedang dalam distribusi pendapatan. 3) Pendapatan >17% dari keseluruhan pendapatan nasional, negara tersebut mengalami tingkat ketimpangan rendah dalam distribusi pendapatan. 2. Jawaban: a Bank Dunia (World Bank) mempunyai klasifikasi untuk mengetahui tingkat pendapatan per kapita per 1 Juli 2016 sebagai berikut. 1) Negara berpendapatan rendah (low income) memiliki PDB per kapita US$1.025 atau kurang.

2) Negara berpendapatan menengah rendah (low middle income) memiliki PDB per pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan US$1.026 hingga US$4.035. 3) Negara berpendapatan menengah tinggi (upper middle income) memiliki PDB per kapita US$4.036 hingga US$12.475.

4) Negara berpendapatan tinggi (high income) memiliki PDB per kapita US$12.476 atau lebih. Berdasarkan kriteria tersebut negara yang memiliki pendapatan per kapita menengah rendah adalah Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia. 6 3. Jawaban: d Nilai pendapatan nasional akan berpengaruh terhadap nilai pendapatan per kapita suatu negara.

Pendapatan per kapita akan bertambah jika pendapatan per kapita baik PNB maupun PDB mengalami kenaikan, sementara jumlah penduduk tetap atau persentase bertambahnya lebih sedikit. 4. Jawaban: b Beberapa cara yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional ataupun pendapatan per kapita antara lain memperluas lapangan kerja, meningkatkan ekspor barang dan/atau jasa, meningkatkan produksi tiap perusahaan, dan memberikan perlindungan terhadap industri dalam negeri.

Tindakan meningkatkan penggunaan barang hanya akan menambah pengeluaran negara. 5. Jawaban: b Pendapatan per kapita adalah pendapatan ratarata penduduk suatu negara pada waktu tertentu.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Meskipun dapat digunakan untuk mengukur kemajuan ekonomi suatu negara, pendapatan per kapita tidak digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu negara. Dengan demikian, jawaban yang benar ialah pernyataan angka 1) dan 3). Pernyataan angka 2) dan 4) berkaitan dengan pendapatan nasional. 6. Jawaban: b Analisis data pada tabel sebagai berikut. 1) Ketimpangan distribusi pendapatan Indonesia pada tahun 2011–2015 bersifat sedang.

2) Ketimpangan distribusi pendapatan tahun 2010 lebih rendah daripada tahun 2011. 3) Ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia dari tahun 2008–2015 meningkat. 4) Distribusi pendapatan penduduk Indonesia dari tahun 2008–2015 semakin tidak merata karena nilai koefisien gini semakin meningkat. 5) Ketimpangan distribusi pendapatan Indonesia pada tahun 2013 adalah sedang.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 7. Jawaban: b Penurunan pendapatan per kapita di negara miskin disebabkan pertumbuhan penduduk yang melebihi pertumbuhan output (hasil produksi). Tingginya pertumbuhan penduduk pada negara miskin menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Produktivitas rendah mengakibatkan output dari negara miskin juga rendah.

8. Jawaban: c Penghitungan PNB (dalam jutaan US$) sebagai berikut. GDP 860.000 Penerimaan warga negara di luar negeri 120.000 ––––––– + 980.000 Penerimaan WNA di dalam negeri 230.000 ––––––– – PNB 750.000 Penghitungan pendapatan per kapita = B. Uraian 1. Jawaban: Koefisien gini adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan pendapatan nasional secara agregat atau keseluruhan yang angkanya sekira 0–1.

Jika koefisien gini mendekati angka 0, artinya distribusi pendapatan semakin merata atau ketimpangan pendapatan semakin rendah. Jika koefisien gini menunjukkan atau mendekati angka 1, artinya distribusi pendapatan semakin tidak merata atau ketimpangan pendapatan semakin tinggi.

2. Jawaban: Pendapatan per kapita akan bertambah jika PNB atau PDB mengalami kenaikan, sementara jumlah penduduk tetap atau persentase bertambahnya lebih sedikit. Jika jumlah penduduk suatu negara tetap, sedangkan pendapatan nasional meningkat, pendapatan per kapita akan meningkat. 3. Jawaban: Menurut Bank Dunia, penduduk dikatakan miskin jika pengeluaran per orang di bawah US$1,25 per hari.

Jadi, jika penduduk memiliki pengeluaran kurang dari US$1,25 per hari, penduduk tersebut dinyatakan miskin. 4. Jawaban: Pendapatan nasional berasal dari kegiatan ekonomi tiap-tiap negara seperti tingkat konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan kegiatan ekspor serta impor. Dari kegiatan ekonomi tersebut, setiap negara memiliki perbedaan. Selain itu, jumlah penduduk setiap negara tidak sama sehingga akan memengaruhi pendapatan per kapita yang berbeda-beda.

5. Jawaban: Penghitungan pendapatan nasional menggunakan pendekatan pengeluaran sebagai berikut (dalam miliar US$). Y = C + I + G + (X – M) Y = 180 + 300 + 160 + (70 –150) Y = 640 – 80 Y = 560 Pendapatan per kapita: PNB Tahun ( n ) Jumlah Penduduk Tahun ( n ) 750.000 = 3.750 200 Jadi, pendapatan per kapita negara tersebut sebesar US$3.750. = 9. Jawaban: b Pendapatan per kapita tidak dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu negara.

Untuk melihat tingkat kemakmuran suatu negara salah satunya dapat dilihat dari pembagian (distribusi) pendapatan nasional. Jika pendapatan nasional hanya ditunjang beberapa masyarakat yang kaya, negara tersebut tidak dapat dikatakan makmur walaupun pendapatan per kapitanya tinggi.

Jadi, pendapatan per kapita tidak bisa menggambarkan distribusi pendapatan. 10. Jawaban: e Hasil perhitungan pendapatan per kapita tiap-tiap negara sebagai berikut.

Negara Narutama Kartagama Kuratama Majagama Swatama PNB (triliun) Rp400 Rp525 Rp640 Rp200 Rp440 Jumlah Penduduk (juta jiwa) 80 120 125 50 160 Pendapatan per Kapita (juta) Rp5 Rp4,375 Rp5,12 Rp4 Rp2,75 Urutan pendapatan per kapita dari yang tertinggi ke terendah adalah Kuratama, Narutama, Kartagama, Majagama, dan Swatama.

= US$560 miliar 40 juta jiwa = US$14.000 Pendapatan per kapita negara tersebut sebesar US$14.000. Berdasarkan kriteria pendapatan per kapita Bank Dunia, negara tersebut memiliki pendapatan per kapita tinggi karena lebih dari US$12.476. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 7 A. neto bernilai negatif. Pendapatan faktor produksi neto bernilai negatif akan mengurangi PNB sehingga nilai PDB Indonesia > PNB Indonesia.

Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Pendapatan per kapita merupakan besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara yang diperoleh dari hasil pendapatan nasional pada jumlah penduduk di negara yang bersangkutan. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk suatu negara pada tahun tertentu.

2. Jawaban: b Disposable income atau pendapatan disposabel merupakan pendapatan yang siap dimanfaatkan untuk membeli barang dan/atau ditabung atau digunakan untuk investasi. Disposable income diperoleh dari personal income (PI) dikurangi pajak langsung. 3. Jawaban: d Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (dalam triliun rupiah): Y = C + I + G + (X – M) Y = 253 + 112 + 124 + (197 – 89) Y = 489 + 108 Y = 597 Jadi, besar pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah Rp597 triliun.

4. Jawaban: e Penghasilan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri tidak ikut diperhitungkan dalam GDP, sedangkan penghasilan orang asing yang bekerja di Indonesia ikut diperhitungkan. Kegiatan ekonomi yang dihitung pada PDB/GDP terdapat pada angka 3), 4), dan 5). Angka 1) dan 2) merupakan aktivitas yang akan dicatat dalam penghitungan PNB/GNP. 5. Jawaban: c Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah produk yang dihasilkan unit-unit produksi di daerah selama satu tahun.

Nilai PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro untuk mengukur perkembangan dan struktur perekonomian di daerah. 6. Jawaban: e Ilustrasi pada soal menunjukkan nilai barang dan/ atau jasa yang dihasilkan warga negara asing di Indonesia lebih besar daripada nilai barang dan/ atau jasa yang dihasilkan warga negara Indonesia di luar negeri.

Artinya, pendapatan faktor produksi 8 7. Jawaban: d Pendapatan nasional dapat digunakan untuk mengetahui struktur dan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Data pendapatan nasional menyangkut sektor-sektor kegiatan perekonomian di suatu negara.

Pendapatan nasional juga dibuat setiap tahun agar dapat dibandingkan dari waktu ke waktu sehingga tampak perubahan pertumbuhan ekonomi negara bersangkutan. 8. Jawaban: c Jumlah pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan tambah sama dengan jumlah harga jual produk ban sepeda motor.

Jadi, jumlah nilai tambah pembuatan ban sepeda motor sebesar Rp130.000,00. 9. Jawaban: a Menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan dilakukan dengan menjumlahkan balas jasa atas penggunaan faktor produksi. Salah satu faktor produksi adalah kewirausahaan.

Berdasarkan ilustrasi pada soal, balas jasa yang diterima wirausahawan seperti Doni adalah keuntungan atau laba. 10. Jawaban: b Pembayaran jasa transportasi umum dihitung dalam pendapatan nasional dengan pendekatan produksi. Jasa transportasi termasuk sektor produksi pembentuk pendapatan nasional. 11. Jawaban: c Komponen yang dihitung dalam pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran adalah konsumsi masyarakat (C), belanja pemerintah (G), pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan baik swasta maupun pemerintah (I), dan ekspor neto (ekspor (X) – impor (M).

Penambahan pendapatan nasional terjadi jika ada penambahan nilai C, G, I, dan ekspor neto. Nilai pendapatan nasional akan meningkat jika investasi meningkat. Meningkatnya nilai impor yang melebihi nilai ekspor tidak menambah pendapatan nasional karena nilai ekspor neto bernilai negatif.

12. Jawaban: c Penghitungan GNP (dalam miliar rupiah): GNP = GDP – produk neto terhadap luar negeri GNP = 69.000 + (8.300 – 14.500) GNP = 62.800 Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 Penghitungan PNN (dalam miliar rupiah): PNN = GNP – depresiasi barang modal PNN = 62.800 – 3.000 PNN = 59.800 Jadi, PNN negara tersebut sebesar Rp59.800 miliar. NI = W + R + I + Ο€ 52.000 = 12.000 + 5.000 + 15.000 + Ο€ 52.000 = 32.000 + Ο€ Ο€ = 20.000 Jadi, laba di negara Y sebesar Rp20.000 miliar atau Rp20 triliun.

13. Jawaban: a PNB/GNP adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan faktor-faktor produksi milik warga negara sendiri yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri. Pernyataan yang benar terdapat pada angka 1), 2), dan 3).

Nomor 4) dan 5) merupakan komponen penghitungan Produk Domestik Bruto. 17. Jawaban: c Penghitungan NNI sebagai berikut (dalam miliar rupiah). GNP 4.200 Penyusutan barang modal 500 ______ _ PNN 3.700 Pajak tidak langsung 900 ______ _ NNI 2.800 Jadi, besar NNI adalah Rp2.800 miliar.

14. Jawaban: b Penghitungan pendapatan disposabel: PDB 45.950 PFDN 1.820 ______ + PNB Penyusutan 47.770 6.000 _ ______ NNP Pajak tidak langsung 41.770 3.600 _ ______ NNI Transfer payment 38.170 1.400 ______ + 39.570 Laba ditahan Iuran asuransi Pajak perseroan 18.

Jawaban: e Pada saat krisis hampir semua sektor produksi terkena dampaknya. Nilai ekspor turun karena negara tujuan ekspor mengalami krisis ekonomi. Modal asing yang diinvestasikan di Indonesia ditarik besar-besaran ke negara asalnya.

Penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bernilai positif saat krisis karena besarnya kontribusi sektor konsumsi dalam membentuk pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan walaupun sedang mengalami krisis ekonomi. 1.050 1.100 1.900 –––––– + 19. Jawaban: d Penghitungan nilai investasi masyarakat sebagai berikut (dalam triliun rupiah). Y = C + I + G + (X – M) 8.000 = (25% Γ— 8.000) + I + (20% Γ— 8.000) = + (15% Γ— 8.000) – (10% Γ— 8.000)) 8.000 = 2.000 + I + 1.600 + (1.200 – 800) 8.000 = I + 4.000 I = 8.000 – 4.000 I = 4.000 4.050 ______ _ PI Pajak langsung Disposable Income 35.520 900 –––––– – 34.620 Jadi, pendapatan disposabel negara tersebut sebesar Rp34.620 miliar.

Jadi, nilai investasi di negara A sebesar Rp4.000 triliun. 15. Jawaban: d Pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan dihitung dengan cara menjumlahkan upah dan gaji, sewa, bunga modal, serta laba. Berdasarkan soal Pak Pandu memperoleh laba atas kegiatan ekspor kerajinan rotan ke Eropa. Laba merupakan komponen pendekatan penerimaan. 20. Jawaban: c Pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan diperoleh dengan menjumlahkan balas jasa faktor produksi antara lain upah, sewa, bunga modal, dan laba pengusaha.

Adapun angka 2) dan 4) merupakan komponen penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. 16. Jawaban: d Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan (dalam miliar rupiah): 21.

Jawaban: c Salah satu penyebab penghitungan pendapatan nasional di negara berkembang kurang akurat adalah banyak kegiatan produksi masyarakat Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 9 yang belum dimasukkan penghitungan pendapatan nasional seperti kegiatan ekonomi yang dilakukan sektor informal. 27. Jawaban: b Penghitungan pendapatan per kapita negara X: 22. Jawaban: a Berdasarkan data pada soal negara G termasuk memiliki pendapatan per kapita tinggi (berdasarkan kriteria Bank Dunia lebih dari US$12.476).

Dilihat dari indeks gini, negara G termasuk memiliki ketimpangan tinggi (di atas 0,5). Negara tersebut termasuk negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi karena sebagian besar pendapatan nasional dikontribusikan oleh kelompok pemodal yang jumlahnya sedikit. Ketimpangan pendapatan negara tersebut tinggi karena sebagian besar masyarakat memiliki penghasilan rendah.

3) 4) 5) PNB Jumlah Penduduk Pendapatan per kapita negara A sebesar Rp6.300.000,00. Pendapatan per kapita negara B sebesar Rp5.450.000,00. Pendapatan per kapita negara C sebesar Rp3.220.000,00.

Pendapatan per kapita negara D sebesar Rp5.437.500,00. Pendapatan per kapita negara E sebesar Rp5.525.000,00. 24. Jawaban: c Kriteria Bank Dunia dalam menentukan penduduk miskin adalah jika pengeluarannya kurang dari US$1,25 (berdasarkan asumsi pada soal Rp13.000,00) per hari.

Jadi, berdasarkan kriteria tersebut penduduk miskin menurut Bank Dunia terdapat pada pilihan c. 25. Jawaban: b Arti koefisien gini sebagai berikut.

Nilai Koefisien Gini < 0,4 0,4–0,5 > 0,5 US$550.000 juta 200 juta = PDB Jumlah Penduduk = US$675.000 juta 250 juta Jadi, pendapatan per kapita negara X lebih besar daripada pendapatan per kapita negara Y dengan jumlah pendapatan per kapita negara X US$2.750 dan negara Y US$2.700. Tingkat Ketimpangan Rendah Sedang Tinggi 28. Jawaban: d Pertambahan pendapatan nasional yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk menunjukkan adanya kenaikan pendapatan per kapita.

Pendapatan per kapita tidak dapat digunakan untuk mengukur tingkat distribusi pendapatan. 29. Jawaban: c Analisis jawaban pada soal sebagai berikut. 1) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2016 turun. 2) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2015 sedang. 3) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2016 rendah.

4) Distribusi pendapatan negara A pada tahun 2016 mengalami penurunan. 5) Ketimpangan pendapatan negara A pada tahun 2015 lebih tinggi daripada tahun 2016. Jadi, jawaban yang tepat terdapat pada pilihan c. 30. Jawaban: d Kontribusi 40% penduduk termiskin di negara B sebagai berikut. Jadi, suatu negara memiliki ketimpangan pendapatan sedang jika nilai koefisien gini 0,4–0,5. 26. Jawaban: d Pendapatan per kapita adalah pendapatan ratarata penduduk suatu negara pada waktu tertentu.

Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh produksi baik berupa barang maupun jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang. 10 = = US$2.700 PNB/GNP per kapita = 2) PDB Jumlah Penduduk = US$2.750 Penghitungan pendapatan per kapita negara Y: 23.

Jawaban: c 1) = Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 = Rp270 triliun Γ— 100% Rp3.000 triliun = 9% Berdasarkan kriteria Bank Dunia ketimpangan pendapatan negara B termasuk tinggi karena kontribusi pendapatan 40% penduduk termiskin <12% dari keseluruhan pendapatan nasional.

B. Uraian 1. Jawaban: Penghitungan PDB (dalam triliun): PDB = C + I + G + (X – M) PDB = Rp2.000 + Rp230 + Rp510 + (Rp300 – Rp260) PDB = Rp2.780 Penghitungan Pendapatan Nasional Neto (NNI) (dalam triliun rupiah): PDB 2.780 FPLN 180 ––––– + 2.960 FPDN 260 ––––– – PNB 2.700 Penyusutan 110 ––––– – PNN 2.590 Pajak tidak langsung 200 ––––– – NNI 2.390 Jadi, Pendapatan Nasional Neto (NNI) negara tersebut sebesar Rp2.390 triliun.

2. Jawaban: Nilai Gross Domestic Product (GDP) yang lebih besar daripada nilai Gross National Product (GNP) menggambarkan perekonomian suatu negara yang bersangkutan masih berkembang karena terjadi pendapatan neto ke luar negeri (Net Factor Income to Abroad ). Hal ini berarti pengiriman faktor produksi (tenaga kerja, modal, dan investasi) negara tersebut ke luar negeri lebih kecil daripada faktor produksi (tenaga kerja, modal, dan investasi) asing di dalam negeri.

Perekonomian negara tersebut masih ditopang investasi asing. 3. Jawaban: Koefisien gini lebih akurat untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara daripada pendapatan per kapita. Dalam koefisien gini, dapat diketahui persebaran pendapatan penduduk sehingga dapat diketahui ketimpangan pendapatannya untuk dijadikan ukuran kemakmuran suatu negara. Semakin mendekati 0, pendapatan semakin merata dan semakin mendekati 1 pendapatan semakin tidak merata.

Adapun pendapatan per kapita hanya menghitung pendapatan rata-rata tanpa diketahui distribusi pendapatannya. 4. Jawaban: Saat krisis ekonomi harga barang dan/atau pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan melonjak naik, masyarakat kesulitan membeli kebutuhan pokok. Akibatnya, pendapatan masyarakat menurun karena terjadi kenaikan harga dan investasi pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan.

Sektor perekonomian tidak berjalan lancar sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan nasional. Saat krisis ekonomi, pendapatan nasional suatu negara akan menurun. 5. Jawaban: Penghitungan pendapatan nasional dengan metode pendapatan (dalam miliar rupiah): PN = W + R + I + Ο€ PN = 480.000 + 250.000 + 130.000 + 300.000 PN = 1.160.000 Penghitungan pendapatan per kapita: Rp1.160.000 miliar 100 juta = Rp11.600.000,00 Jadi, pendapatan per kapita negara tersebut sebesar Rp11.600.000,00.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 11 A. Pembangunan Ekonomi A. 1. Jawaban: d Pembangunan ekonomi merupakan usaha menaikkan pendapatan per kapita dalam jangka panjang. Hal ini tidak menunjukkan kenaikan pendapatan per kapita harus terjadi terus-menerus sepanjang tahun. Oleh karena memerlukan jangka waktu lama, munculnya gangguan yang bersifat sementara seperti bencana alam atau kekacauan politik pada waktu tertentu tidak langsung menyebabkan kemunduran pembangunan ekonomi selama rata-rata pendapatan per kapita cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

2. Jawaban: d Pembangunan ekonomi bertujuan mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan makmur. Untuk mencapai kondisi tersebut, pembangunan ekonomi diarahkan pada upaya meningkatkan persediaan dan pemerataan kebutuhan pokok masyarakat, meningkatkan taraf hidup termasuk menambah dan meningkatkan pendapatan, menyediakan lapangan pekerjaan, menyelenggarakan pendidikan yang lebih baik, dan meningkatkan nilainilai budaya.

Pembangunan ekonomi juga bertujuan meningkatkan martabat bangsa dan memperluas jangkauan pilihan ekonomi dan sosial masyarakat dengan membebaskan dari perbudakan, ketergantungan, kebodohan, dan penderitaan.

3. Jawaban: a Pembangunan ekonomi adalah usaha menaikkan dan mempertahankan kenaikan produk domestik bruto (PDB) per kapita dengan tetap memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk disertai perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Ciriciri pembangunan ekonomi antara lain pertumbuh- 12 an PDB meningkat, pendapatan per kapita meningkat, indeks kualitas hidup meningkat, dan indeks pembangunan manusia meningkat secara layak.

Pilihan Ganda 4. Jawaban: e Sumber daya manusia merupakan pelaku utama kegiatan perekonomian. Semakin banyak dan beragam kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia atau masyarakat, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Penggunaan sumber daya manusia yang disertai adanya pembagian kerja dan penentuan skala produksi yang tepat akan berdampak pada efisiensi proses produksi. 5. Jawaban: c Keberhasilan pembangunan ekonomi dipengaruhi faktor ekonomi dan nonekonomi. Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan suatu negara dipengaruhi faktor-faktor ekonomi yaitu sumber daya alam, kewirausahaan, modal, dan sumber daya manusia.

Selain faktor ekonomi, terdapat faktor nonekonomi yang memengaruhi pembangunan ekonomi yaitu sosial budaya, keadaan politik, kelembagaan (birokrasi), kondisi keamanan negara, ser ta etos kerja masyarakat dan pemerintah.

6. Jawaban: c Indeks kualitas hidup (physical quality of life index/ PQLI) digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan penduduk suatu negara. PQLI mengukur tiga indikator antara lain: 1) kematian bayi (jumlah kematian bayi yang berumur di bawah satu tahun per 1.000 yang lahir per tahun); Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 2) 3) angka harapan hidup mulai umur satu tahun; dan tingkat melek huruf (dalam persentase). 7. Jawaban: e Penduduk yang terus bertambah mengakibatkan banyaknya jumlah pengangguran sehingga menurunkan pendapatan per kapita.

Penurunan pendapatan per kapita mencerminkan turunnya kesejahteraan rakyat sehingga mengindikasikan adanya hambatan dalam pembangunan ekonomi. 8. Jawaban: d Beberapa ciri keberhasilan pembangunan ekonomi adalah meningkatnya PDB disertai peningkatan berbagai bidang kehidupan bernegara, meningkatnya PDB disertai peningkatan kualitas hidup masyarakat, perluasan lapangan pekerjaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

9. Jawaban: b Sumber daya alam di Indonesia jumlahnya melimpah. Kekayaan sumber daya alam menjadi penopang kehidupan masyarakat. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak memperhatikan aturan akan menyebabkan kerusakan lingkungan alam. Eksploitasi sumber daya alam secara besarbesaran dapat menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara. Eksploitasi juga akan menyebabkan bencana alam yang dapat merusak hasil-hasil pembangunan.

10. Jawaban: c Dampak tidak langsung dari pengangguran adalah turunnya pendapatan per kapita. Banyaknya jumlah pengangguran menunjukkan belum optimalnya angkatan kerja terserap pembangunan.

Dalam jangka panjang jumlah pengangguran memiliki korelasi negatif dengan pendapatan per kapita yaitu semakin banyak jumlah pengangguran, pendapatan per kapita semakin menurun. 11. Jawaban: e Pelaksanaan pembangunan ekonomi harus mampu mencapai kesejahteraan masyarakat sehingga taraf hidup masyarakat sangat diperhatikan.

Untuk mewujudkan kondisi tersebut, pembangunan ekonomi memiliki tujuan antara lain menaikkan pendapatan nasional (GNP) riil, meningkatkan produktivitas nasional, dan menciptakan pemerataan pendapatan bagi seluruh masyarakat.

12. Jawaban: c Ketimpangan distribusi pendapatan terjadi karena hasil pembangunan tidak dirasakan masyarakat secara adil dan merata. Hasil pembangunan hanya dirasakan sekelompok orang.

Penyebab ke- timpangan ini adalah terjadinya pemusatan pembangunan ekonomi di wilayah tertentu, misalnya wilayah perkotaan. Oleh karena itu, cara untuk mengatasi masalah ketimpangan distribusi pendapatan dengan melaksanakan pembangunan ke seluruh wilayah termasuk wilayah perdesaan, tidak hanya berpusat pada wilayah tertentu.

13. Jawaban: a Jumlah penduduk yang besar dengan kualitas sumber daya manusia yang rendah dapat menyebabkan angka pengangguran tinggi. Pengangguran dapat terjadi karena ketidakseimbangan jumlah angkatan kerja dengan lapangan pekerjaan yang tersedia, serta kualitas sumber daya manusia yang rendah. Angka pengangguran yang tinggi akan menurunkan tingkat pendapatan per kapita masyarakat sehingga menghambat proses pembangunan ekonomi.

14. Jawaban: b Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan per kapita penduduk cenderung meningkat dalam jangka panjang. Hal ini tidak berarti pendapatan per kapita harus mengalami kenaikan terusmenerus.

Seperti pada soal, negara S mengalami bencana alam tetapi kegiatan ekonomi rata-rata dari tahun ke tahun meningkat, pendapatan per kapita negara tersebut tetap naik meskipun muncul gangguan bersifat sementara. 15. Jawaban: d Pemerintah melakukan pembangunan ekonomi secara terencana untuk perubahan ke arah peningkatan taraf hidup masyarakat. Pembangunan ekonomi menggambarkan proses pembangunan secara terus-menerus yang bersifat memperbaiki segala sesuatu menjadi lebih baik.

Pembangunan ekonomi memiliki tujuan mewujudkan kemakmuran masyarakat yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

B. Uraian 1. Jawaban: Kemiskinan adalah keadaan masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan standar dalam hidupnya. Ketimpangan pendapatan terjadi ketika hasil-hasil positif pembangunan ekonomi hanya dirasakan oleh sekelompok orang atau pihak-pihak tertentu, sementara masyarakat lain masih hidup kekurangan.

Ketimpangan pendapatan dapat diukur dengan koefisien gini. Semakin besar angka koefisien gini, semakin terjadi ketimpangan pendapatan. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 13 2. 3. Jawaban: Sumber daya manusia merupakan modal utama bagi proses pembangunan. Pembangunan ekonomi suatu negara memerlukan sumber daya manusia berkualitas. Suatu negara dengan jumlah sumber daya melimpah, tetapi tidak disertai kualitas yang baik akan menghambat pembangunan.

Sumber daya manusia dengan kualitas rendah akan meningkatkan jumlah pengangguran. Oleh karena itu, sumber daya manusia harus didukung dengan penguasaan keterampilan dan ilmu pengetahuan yang baik untuk melaksanakan pembangunan ekonomi. Pengembangan kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan produktivitas pembangunan.

4. Jawaban: Sumber daya alam merupakan faktor penting dalam proses pembangunan ekonomi. Jumlah sumber daya alam yang melimpah disertai pemanfaatan secara bijak akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat mendorong keberhasilan pembangunan ekonomi.

Kerusakan pada sumber daya alam akan menghambat proses pembangunan ekonomi. 5. Jawaban: Strategi yang diterapkan untuk melaksanakan pembangunan nasional sebagai berikut. a. Mengembangkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau. Koridor pembangunan ekonomi Indonesia meliputi empat tahap yaitu identifikasi pusatpusat perekonomian; penentuan kebutuhan penghubung antarpusat ekonomi; validasi untuk memastikan sejalan dengan pembangunan nasional; dan penentuan hubungan lokasi sektor fokus untuk menunjang fasilitas.

b. Memperkuat hubungan nasional, baik pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan lokal maupun internasional.

c. Mempercepat kapabilitas ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Jawaban: Pada zaman dahulu masyarakat masih memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan teknik dan peralatan sederhana seperti sistem pertanian tradisional.

Sistem pertanian tradisional masih menggunakan tenaga kerja manusia dari proses awal hingga proses akhir. Saat ini sistem pertanian sudah maju. Penggunaan mesin-mesin terbaru telah meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi sehingga taraf hidup petani semakin meningkat. Perubahan dalam penggunaan teknologi menunjukkan adanya perubahan dan modernisasi kegiatan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional bersifat kualitatif.

B. Pertumbuhan Ekonomi A. 1. Jawaban: b Pertumbuhan ekonomi yang baik dan tinggi dapat mendorong kelancaran dan keberhasilan pembangunan ekonomi. Meskipun ruang lingkup pertumbuhan ekonomi lebih sempit dibandingkan pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang cenderung meningkat berperan penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian target pembangunan ekonomi. 2. Jawaban: e Joseph A. Schumpeter menuangkan teorinya dalam buku berjudul The Theory of Economic Development.

Teori yang dikemukakan oleh Joseph A. Schumpeter berkaitan dengan peran pengusaha dalam pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan 14 adanya proses inovasi atau penemuan di bidang teknologi produksi.

Inovasi dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, pertumbuhan ekonomi tidak akan terjadi. Pilihan Ganda 3. Jawaban: b David Ricardo beranggapan kelebihan tenaga kerja mengakibatkan tingkat upah menurun. Upah hanya mampu membiayai taraf hidup minimum.

Akibatnya, kegiatan perekonomian stagnan. David Ricardo menuangkan teorinya dalam buku berjudul The Principles of Political and Taxation. 4. Jawaban: d Pertumbuhan ekonomi terfokus pada usaha menaikkan produksi barang dan/atau jasa atau pendapatan per kapita tanpa memperhitungkan adanya perubahan tingkat pertumbuhan penduduk dan perubahan multidimensional lain.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 5. Jawaban: c Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan (dalam rupiah): Y = R+W+I+Ο€ = 5.000 + 1.200 + 300 + 600 miliar = 7.100 miliar Penghitungan laju pertumbuhan ekonomi negara M pada tahun 2016 (dalam rupiah).

r2016 = PDB2016 – PDB2015 –––––––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2015 7.100 – 6.800 miliar = –––––––––––––––––––––– Γ— 100% 6.800 miliar 300 miliar = ––––––––––– Γ— 100 % 6.800 miliar = 4,41% Jadi, laju pertumbuhan ekonomi negara M pada tahun 2016 sebesar 4,41%. 6. Jawaban: a Karl Wilhelm Bucher seorang pakar ekonomi dan sejarawan yang menyatakan pertumbuhan ekonomi dibagi menjadi empat tahap.

Tahap tersebut yaitu rumah tangga tertutup, rumah tangga kota, rumah tangga negara, dan rumah tangga dunia. Dalam tahap rumah tangga kota, perekonomian berperan sebagai perluasan pertukaran produk di pasar.

7. Jawaban: b W.W. Rostow seorang pakar ekonomi dan politik Amerika Serikat yang menyatakan pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui beberapa tahap, salah satunya tahap menuju kedewasaan (the drive to maturity). Pada tahap ini kondisi masyarakat sudah efektif menggunakan teknologi modern di hampir semua kegiatan produksi dan dalam pemanfaatan sumber daya alam. 8. Jawaban: d Penghitungan laju pertumbuhan ekonomi negara Dahlia pada tahun 2016 (dalam triliun rupiah).

r2016 = PDB2016 – PDB2015 –––––––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2015 X – 500 6% = _________ Γ— 100% 500 X – 500 6% = _________ 100% 500 X – 500 0,06 = _________ 500 30 = X – 500 X = 530 Jadi, PDB negara Dahlia pada tahun 2016 sebesar Rp530 triliun. 9. Jawaban: c Aktivitas konsumsi dalam negeri atau rumah tangga negara dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Apabila terjadi penurunan konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi juga menurun. Pada saat konsumsi rumah tangga tahun 2015 sebesar US$18,5 triliun dan tahun 2016 US$15,6 triliun berarti terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar US$2,9 triliun yang diperoleh dari US$18,5 – US$15,6 triliun. 10. Jawaban: c Dalam buku berjudul The Theory of Economic Development, J.A. Schumpeter membahas peran pengusaha dalam pembangunan.

J.A. Schumpeter menyimpulkan proses pertumbuhan ekonomi pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan proses inovasi yang dilakukan para inovator dan wirausahawan (entrepreneurship). 11. Jawaban: e Pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan jika penduduk akan mengalami peningkatan kesejahteraan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Keadaan ini dapat dilihat dari lancarnya distribusi barang dan/atau jasa dari produsen kepada konsumen.

Tingkat kesejahteraan penduduk dapat diketahui dari pendapatan per kapita. 12. Jawaban: d Walt Whitman Rostow menyatakan pertumbuhan ekonomi mencerminkan perubahan orientasi organisasi ekonomi, pandangan masyarakat, cara menabung atau menginvestasikan modal ke sektor produktif dan faktor alam. Menurut W.W. Rostow, pertumbuhan ekonomi berlangsung melalui lima tahap, salah satunya tahap prasyarat lepas landas (the preconditions for take off).

Tahap ini merupakan masa transisi masyarakat untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri. 13. Jawaban: a Pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam persentase. Pertumbuhan ekonomi dapat diukur melalui kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB). PDB merupakan nilai barang dan/atau jasa yang Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 15 dihasilkan pada suatu wilayah negara dalam jangka waktu satu tahun baik oleh warga negara asing yang bekerja di negara tersebut.

Pertumbuhan ekonomi negara S pada tahun 2016 tumbuh 4,51%. Artinya, PDB mengalami kenaikan 4,51% per tahun. 14. Jawaban: c Pertumbuhan ekonomi identik dengan peningkatan PDB dan pembangunan ekonomi identik dengan perubahan menuju perbaikan. Berdasarkan pernyataan pada soal negara X mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, negara Y mengalami perubahan kemakmuran karena kesejahteraan rakyat miskin meningkat.

3. Jawaban: Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan pendapatan nasional yang tecermin dari kapasitas produksi barang dan/atau jasa. Jika suatu perekonomian mengalami pertumbuhan, dibutuhkan lebih banyak sumber ekonomi yang digunakan termasuk tenaga kerja untuk menghasilkan barang dan/atau jasa tersebut.

Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yaitu meningkatnya jumlah tenaga kerja. 4. Jawaban: Pertumbuhan ekonomi adalah suatu keadaan yang berkaitan dengan kenaikan pendapatan nasional yang tecermin dari kapasitas produksi barang dan/atau jasa. Jika perekonomian suatu negara mengalami pertumbuhan, dibutuhkan lebih banyak sumber daya ekonomi termasuk tenaga kerja untuk menghasilkan barang dan jasa. Keadaan inilah yang mendorong perluasan kesempatan kerja sehingga jumlah penganggur berkurang.

5. Jawaban: 15. Jawaban: b r2016 = PDB2016 – PDB2015 ––––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2015 15.600 – 14.350 = –––––––––––––––––––– Γ— 100% 14.350 = 8,71% Jadi, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 negara N adalah 8,71%. B. Uraian 1.

Jawaban: Perkembangan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari pendapatan nasional riil yang menunjukkan output keseluruhan atas barang dan jasa. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika pendapatan nasional riil meningkat. Tingkat pertumbuhan ekonomi dapat dihitung dari pertambahan pendapatan nasional riil yang berlaku dari tahun ke tahun. 2. 16 Jawaban: Pengangguran merupakan salah satu permasalahan dalam pembangunan ekonomi sekaligus dalam pertumbuhan ekonomi.

Pengangguran terjadi karena sumber daya ekonomi berupa angkatan kerja tidak dimanfaatkan secara optimal dalam proses produksi perusahaan sehingga proses produksi berjalan lambat. Akibatnya, tingkat PDB menjadi rendah dan pendapatan negara untuk membiayai pembangunan nasional menjadi rendah/kurang.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 r2014 = PDB2014 βˆ’ PDB2013 Γ— 100% PDB2013 12.700 βˆ’ 11.500 Γ— 100% 11.500 = 10,4% = r2015 = PDB2015 βˆ’ PDB2014 Γ— 100% PDB2014 13.900 βˆ’ 12.700 Γ— 100% 12.700 = 9,4% = r2016 = PDB2016 βˆ’ PDB2015 Γ— 100% PDB2015 15.100 βˆ’ 13.900 Γ— 100% 13.900 = 8,6% = Pertumbuhan ekonomi tertinggi pada negara Seruni terjadi pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 10,4%.

A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Pembangunan ekonomi merupakan usaha untuk menaikkan dan mempertahankan kenaikan produk domestik bruto (PDB) per kapita dengan tetap memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk yang disertai perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Indikator keberhasilan pembangunan ekonomi antara lain pertumbuhan produk domestik bruto, peningkatan PDB per kapita, peningkatan indeks kualitas hidup, dan peningkatan indeks pembangunan manusia.

2. Jawaban: e Pembangunan ekonomi merupakan proses multidimensional yaitu perubahan menuju kebaikan yang dilakukan berbagai dimensi baik ekonomi, sosial, politik, maupun keamanan. Pembangunan ekonomi juga melibatkan semua lapisan masyarakat, baik rakyat, pemerintah, maupun lembaga-lembaga negara.

Pembangunan ekonomi merupakan program jangka panjang suatu negara. 3. Jawaban: e Pembangunan ekonomi dikaitkan dengan upaya meningkatkan dan mempertahankan pendapatan per kapita masyarakat dengan tetap mempertimbangkan tingkat pertambahan penduduk disertai perubahan struktur ekonomi. Pembangunan ekonomi merupakan usaha menaikkan dan mempertahankan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dengan tetap memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk disertai adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi.

4. Jawaban: c Modal diperlukan untuk menunjang proses produksi. Perkembangan teknologi dan modal sangat diperlukan karena meningkatkan pertumbuhan barang dan/jasa melalui efisiensi pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan. Modal dibelanjakan melalui kegiatan investasi dalam bentuk peralatan, mesin, gedung, dan infrastruktur. Modal dapat diperoleh dari tabungan masyarakat, swasta, dan pemerintah. 5. Jawaban: b Ketimpangan pendapatan dapat diukur dengan koefisien gini.

Koefisien gini adalah ukuran ketimpangan pendapatan secara keseluruhan dengan kisaran angka antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan sempurna). Pembangunan ekonomi ditandai dengan naiknya pendapatan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi ditandai dengan naiknya pendapatan nasional. 6. Jawaban: d Keberhasilan pembangunan ekonomi dipengaruhi faktor ekonomi dan nonekonomi. Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan suatu negara dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi yaitu sumber daya alam, kewirausahaan, modal, dan sumber daya manusia.

Faktor ekonomi yang memengaruhi pembangunan ekonomi tampak pada pernyataan angka 2), 3), dan 5). Faktor nonekonomi yang memengaruhi pembangunan ekonomi yaitu sosial budaya, keadaan politik, kelembagaan (birokrasi), kondisi keamanan negara, dan etos kerja masyarakat dan pemerintah. Pernyataan angka 1) dan 4) merupakan faktor nonekonomi yang memengaruhi pembangunan ekonomi.

7. Jawaban: d Pengangguran pada dasarnya terjadi karena tidak seimbangnya pertumbuhan angkatan kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia. Ada banyak angkatan kerja yang siap bekerja, tetapi banyak pula angkatan kerja yang tidak mendapatkan kesempatan kerja. Kondisi ini menyebabkan masyarakat tidak bisa menambah penghasilan sehingga tingkat kesejahteraannya menurun.

8. Jawaban: d Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Selain itu, teknologi digunakan sebagai sarana kegiatan produksi yang efektif dan efisien.

Modal merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menjalankan proses produksi lebih lanjut. Modal dibelanjakan melalui kegiatan investasi dalam bentuk mesin, gedung, pabrik, dan infrastruktur sehingga pelaksanaan produksi lebih efisien dan mendorong pembangunan ekonomi.

9. Jawaban: b Kewirausahaan berkaitan dengan kemampuan seseorang mengombinasikan faktor-faktor produksi dalam proses produksi. Seseorang yang berjiwa kewirausahaan akan berusaha menemukan ide kreatif dalam menghasilkan barang dan/ Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 17 atau jasa.

Dengan jiwa kewirausahaan seseorang dapat menciptakan teknik produksi yang efisien dan produktif. 10. Jawaban: e Pendidikan di Indonesia belum merata terutama pada daerah terpencil. Pendidikan belum dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Memperoleh pendidikan merupakan hak seluruh rakyat. Tujuan pembangunan ekonomi yaitu meningkatkan taraf hidup masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengembangkan mutu pendidikan.

Upaya untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi tersebut dilakukan melalui pemerataan pendidikan. 11. Jawaban: c Investasi asing dapat mendorong pembangunan suatu negara. Investasi asing juga memiliki dampak buruk yaitu dapat menguasai pasar lokal sehingga dikhawatirkan produk dalam negeri tidak mampu bersaing dan kehilangan pasar lokal. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kelangsungan industri lokal.

12. Jawaban: b Pembangunan ekonomi adalah usaha menaikkan dan mempertahankan kenaikan PDB per kapita dengan tetap memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk disertai adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi. Dampak positif pembangunan ekonomi adalah tercapainya tujuan pembangunan ekonomi. Tujuan pembangunan ekonomi antara lain meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, memperluas distribusi barang kebutuhan pokok, memperluas kesempatan kerja, dan memperbaiki kualitas pendidikan.

Pernyataan yang merupakan dampak pembangunan ekonomi yaitu angka 1), 3), dan 4). 14. Jawaban: e Prioritas pembangunan nasional pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan bidang utama yang ingin diperbaiki/ditingkatkan dalam proses pembangunan nasional. Meskipun demikian, terdapat suatu kebijakan yang mengatur tentang penanganan masalah bersifat mendesak seperti penanganan bencana alam. 15. Jawaban: c Indikator pembangunan ekonomi adalah peningkatan pertumbuhan produk domestik bruto, pendapatan per kapita, indikator sosial, indeks kualitas hidup, indeks pembangunan manusia, dan indikator campuran.

Berdasarkan indikator pembangunan ekonomi dapat dilihat dampak pengangguran yang terjadi, yaitu apabila jumlah pengangguran bertambah, sebagian besar anggota masyarakat tidak memiliki penghasilan.

Kondisi ini akan berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan per kapita suatu negara dan meningkatnya angka kemiskinan. Selain itu, ada sebagian anggota masyarakat yang putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah. 16. Jawaban: b Kebijakan jangka panjang dalam mengatasi masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial adalah dengan memberikan bantuan modal produktif dan membekali keterampilan berwirausaha.

Kebijakan ini dapat menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat. 17. Jawaban: c Penghitungan laju pertumbuhan ekonomi negara Haruni pada tahun 2016 (dalam rupiah): r2016 = r2016 540 βˆ’ X 8% = Γ— 100% X 540 βˆ’ X X 1,08X = 540 X = 500 Jadi, PDB negara Rosana tahun 2015 sebesar Rp500 triliun. 0,08 = 18 Γ— 100% PDB2015 850 – 810 triliun = ––––––––––––––––––– Γ— 100% 810 triliun 13. Jawaban: d Perhitungan PDB negara Rosana tahun 2015 (dalam triliun rupiah): PDB2016 βˆ’ PDB2015 = Γ— 100% PDB2015 PDB2016 – PDB2015 ––––––––––––––––––––––––– = 4,93% Jadi, laju pertumbuhan ekonomi negara Haruni pada tahun 2016 sebesar 4,93%.

18. Jawaban: d Pada teori pertumbuhan ekonomi W.W. Rostow proses pembangunan ekonomi dalam masyarakat melalui beberapa tahapan. Pada tahap tinggal landas (the take-off), pertumbuhan ekonomi selalu terjadi.

Selain itu, terjadi kemajuan pesat dalam inovasi atau terbukanya pasar-pasar baru dan penanaman modal. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 19. Jawaban: E Pertumbuhan ekonomi memiliki ciri-ciri antara lain merupakan proses naiknya pendapatan per kapita dalam jangka panjang; tidak memperhatikan pemerataan pendapatan; tidak memperhatikan pertambahan penduduk; dan belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pembangunan ekonomi memiliki ciri-ciri antara lain merupakan proses naiknya pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan per kapita dalam jangka panjang; memperhatikan pemerataan pendapatan; memperhatikan pertambahan penduduk; bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan terjadi perbaikan dalam semua bidang. 20. Jawaban: b Penghitungan laju pertumbuhan ekonomi sebagai berikut (dalam triliun rupiah): 24.

Jawaban: c Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan pendapatan nasional (tecermin dari kapasitas produksi barang dan/atau jasa). Pendapatan nasional dapat dipengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja.

Jika produktivitas tenaga kerja meningkat, pendapatan nasional akan meningkat. 25. Jawaban: b Jumlah penduduk yang besar dan tidak disertai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menghambat pembangunan ekonomi. Penduduk yang besar menyebabkan pendapatan per kapita turun karena tingkat pengangguran semakin tinggi.

Tingkat produktivitas juga akan mengalami penurunan. Jadi, laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 sebesar 8,47%. 26. Jawaban: e Masalah pembangunan ekonomi di Indonesia antara lain kemiskinan, ketimpangan pendapatan, pengangguran, tingkat inflasi yang tinggi, dan kerusakan sumber daya alam. Cara mengatasi hambatan pembangunan ekonomi berkaitan dengan masalah kependudukan ditunjukkan oleh angka 3), 4), dan 5).

Pernyataan angka 1) merupakan cara mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Adapun pernyataan angka 2) merupakan cara untuk mengatasi masalah kerusakan sumber daya alam. 21. Jawaban: e Adam Smith menyatakan cara menganalisis pertumbuhan ekonomi melalui dua faktor yaitu faktor pertumbuhan output total dan faktor pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan output total dipengaruhi tiga komponen yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan stok modal.

Pertumbuhan penduduk berperan dalam menentukan luas pasar dan laju pertumbuhan ekonomi. 27. Jawaban: e Jumlah penduduk yang besar dan tidak terkendali dapat menimbulkan masalah pengangguran. Pengangguran terjadi karena ketidakseimbangan jumlah angkatan kerja dan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.

Akibatnya, pendapatan per kapita pada negara yang bersangkutan rendah sehingga proses pembangunan ekonomi terhambat. 22. Jawaban: a Jumlah penduduk yang besar dan tidak disertai per tumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menghambat pembangunan ekonomi.

Jumlah penduduk yang besar menyebabkan pendapatan per kapita menurun. Tingkat produktivitas tenaga kerja juga akan mengalami penurunan. 28. Jawaban: b Konsumsi pada tahun 2015 sebesar 70%, sedangkan tahun 2016 menurun menjadi 54% berarti terjadi penurunan sebesar 16%, yaitu 70–54%.

Sumbangan konsumsi yang menurun dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi cenderung menurun. r2016 = PDB2016 – PDB2015 –––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2015 320 – 295 triliun = ––––––––––––––––––– Γ— 100% 295 triliun = 8,47% 23. Jawaban: b Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kemiskinan menunjukkan ketidakmampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan disebabkan berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil. 29. Jawaban: a Negara berkembang menghadapi masalah dalam pembangunan menyangkut kepentingan masyarakat untuk mencapai keadilan dalam distribusi pendapatan.

Pemerataan pendapatan merupakan tolok ukur keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara. Perbedaan kelompok masyarakat dengan penghasilan tertentu menimbulkan permasalahan kesenjangan peng- Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 19 hasilan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah dalam penyaluran distribusi pendapatan secara merata.

30. Jawaban: e Indikator pembangunan ekonomi meliputi pertumbuhan pendapatan nasional, pendapatan per kapita, kesejahteraan ekonomi, indeks kualitas hidup dan indeks kualitas pembangunan manusia, ser ta pemenuhan kebutuhan pokok.

Pembangunan ekonomi dari negara berkembang dapat dikatakan berhasil jika terdapat peningkatan pendapatan per kapita dan perubahan struktur ekonomi secara merata dan menyeluruh. B. Uraian 1. Jawaban: Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak. Kemiskinan merupakan akibat dari rendahnya tingkat pendapatan masyarakat karena tidak memiliki pekerjaan atau sumber daya ekonomi.

Kemiskinan dapat menimbukan berbagai permasalahan sosial masyarakat sehingga memengaruhi pembangunan suatu negara. 2. 3. 20 4. Jawaban: Peningkatan pertumbuhan ekonomi harus dapat meningkatkan investasi dan kegiatan produksi. Semakin tinggi tingkat investasi, semakin meningkat kegiatan produksi perusahaan.

Peningkatan investasi dan kegiatan produksi inilah yang menyebabkan pertambahan kesempatan kerja. Dengan demikian, banyak tenaga kerja yang terserap dan tingkat pengangguran berkurang. 5. Jawaban: Pertumbuhan ekonomi negara K tahun 2014–2016 sebagai berikut. Jawaban: Angka harapan hidup merupakan bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan yang bersifat kualitatif karena menunjukkan kualitas hidup masyarakat sebenarnya. Angka harapan hidup tinggi menunjukkan keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Jawaban: Pembangunan ekonomi merupakan usaha untuk menaikkan dan mempertahankan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dengan tetap memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk disertai adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi.

Pengangguran akan menyebabkan pendapatan per kapita menjadi rendah sehingga PDB suatu negara rendah. Oleh karena itu, pengangguran menjadi penghambat pelaksanaan pembangunan ekonomi. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 r2014 = PDB2014 – PDB2013 –––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2013 2.6583475,0 – 2.543.545,1 = –––––––––––––––––––––– Γ— 100% 2.543.545,1 = 4,52% r2015 = = PDB2015 – PDB2014 –––––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2014 2.764.124,2 βˆ’ 2.658.475, 0 Γ— 100% 2.658.475, 0 = 3,97% r2016 = = PDB2016 – PDB2015 –––––––––––––––––––––––––––– Γ— 100% PDB2015 2.980.090,0 βˆ’ 2.764.124, 2 Γ— 100% 2.764.124, 2 = 7,81% Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama tiga tahun = 4,52% + 3,97% + 7,81% = 5,43% 3 Jadi, rata-rata pertumbuhan ekonomi negara K selama tiga tahun sebesar 5,43%.

A. Ketenagakerjaan Indonesia A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: b Angkatan kerja merupakan penduduk baik perempuan maupun laki-laki dalam usia produktif (usia kerja) yang berumur antara 15–64 tahun yang sedang bekerja dan/atau mencari pekerjaan (menganggur). Akan tetapi, tidak semua penduduk yang memasuki usia produktif termasuk angkatan kerja. Wahyu merupakan penduduk usia produktif walaupun ia belum bekerja. Wahyu termasuk kelompok angkatan kerja.

2. Jawaban: b Jumlah angkatan kerja yang berperan aktif dalam kegiatan perekonomian dapat dilihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) merupakan persentase perbandingan jumlah angkatan kerja dengan jumlah seluruh penduduk usia kerja.

untuk terserap pasar kerja atau dapat bekerja sebesar 69,45%. Semakin besar angka TKK, semakin baik kondisi ketenagakerjaan di suatu wilayah atau negara. 5. Jawaban: a Tenaga kerja terlatih (trained labour) membutuhkan pelatihan dan pengalaman terlebih dahulu sebelum melakukan suatu pekerjaan. Contoh tenaga kerja terlatih adalah sopir, masinis, montir, tukang las, juru masak, dan tukang leding.

6. Jawaban: e Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pelatihan secara khusus terkait pekerjaannya. Contoh tenaga kerja tidak terdidik adalah kuli panggul, kuli bangunan, buruh tani, dan buruh pabrik. Adapun pasangan A1), A2), dan B1) termasuk tenaga kerja terlatih.

3. Jawaban: d Tenaga kerja adalah penduduk usia produktif berumur 15–64 tahun yang mampu menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan masyarakat. Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang secara aktif melakukan kegiatan ekonomi. Baik orang yang bekerja maupun yang belum bekerja pada usia produktif disebut tenaga kerja. Adapun pernyataan angka 1) dan 4) termasuk kelompok bukan angkatan kerja. 7. Jawaban: a Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang harus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu sebelum memasuki dunia kerja.

Bu Ria sebagai guru merupakan tenaga kerja terdidik. Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang membutuhkan pelatihan dan pengalaman terlebih dahulu. Pak Eka (sopir taksi) merupakan tenaga kerja terlatih. Tono termasuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Dani bukan angkatan kerja karena sedang menempuh pendidikan. 4. Jawaban: a Peluang angkatan kerja untuk bekerja disebut tingkat kesempatan kerja (TKK). TKK menggambarkan kesempatan seseorang untuk terserap pasar tenaga kerja. Angka 69,45% pada soal dapat diinterpretasikan peluang angkatan kerja 8. Jawaban: a Tenaga kerja bagian umum dan administrasi bertugas mengurus pengelolaan personalia (terkait hak dan kewajiban karyawan), mengurus berkas administrasi perusahaan, dan melakukan perawatan ataupun perbaikan aset perusahaan.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 21 9. Jawaban: d Tingkat pendidikan memengaruhi tinggi rendah kualitas seorang tenaga kerja. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan pendidikan nonformal.

Pendidikan nonformal berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap pendidikan formal. Masyarakat yang tidak mempunyai kesempatan menempuh pendidikan formal dapat memilih pendidikan nonformal yang jenjang pendidikannya lebih singkat.

Contoh pendidikan nonformal yaitu lembaga bimbingan belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), kursus, pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, dan sanggar.

10. Jawaban: b Kondisi perekonomian nasional yang memburuk berdampak pada operasional perusahaan. Perusahaan yang gulung tikar akan menimbulkan banyak pengangguran karena perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). 11. Jawaban: c Permasalahan tenaga kerja yang kurang merata dapat diatasi pemerintah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi tenaga kerja yaitu usaha meratakan persebaran penduduk dari daerah padat ke daerah yang masih sedikit penduduknya dengan membuka lapangan kerja baru.

Program transmigrasi diharapkan dapat menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor informal sehingga persebaran tenaga kerja merata. 12. Jawaban: b Setiap profesi tenaga kerja, guru misalnya, dituntut memiliki standar kompetensi tertentu. Berkaitan dengan kondisi itu, pemerintah melaksanakan program sertifikasi guru. Tujuan sertifikasi guru yaitu meningkatkan kualitas kompetensi guru yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

13. Jawaban: a Pendidikan nonformal diberikan sebagai pelengkap pendidikan formal bagi angkatan kerja. Melalui pendidikan nonformal, angkatan kerja dapat meningkatkan kualitas dirinya seperti penguasaan bahasa asing. Angkatan kerja Indonesia sekurangnya perlu menguasai satu bahasa asing agar dapat bersaing dengan tenaga kerja asing. 14. Jawaban: c Magang adalah bagian dari sistem pelatihan kerja secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan serta bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di suatu perusahaan dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.

22 Program magang membantu calon tenaga kerja belajar secara langsung untuk mengenal pekerjaan yang akan dilakukan. 15. Jawaban: a Kesenjangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja terjadi karena jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja. Kondisi ini bisa menambah jumlah penganggur. Upaya tepat untuk mengatasi masalah ini yaitu mendorong angkatan kerja mengelola sebuah usaha mandiri atau berwirausaha sesuai minat dan keterampilannya.

Selain menguntungkan, usaha yang dikelolanya dapat memperluas kesempatan kerja sehingga mengurangi jumlah penganggur. B. Uraian 1. Jawaban: Perbedaan tenaga kerja dan angkatan kerja sebagai berikut.

a. Tenaga kerja adalah penduduk usia produktif berumur 15–64 tahun yang mampu menghasilkan barang atau jasa untuk kepentingan masyarakat. b. Angkatan kerja merupakan penduduk perempuan maupun laki-laki dalam usia produktif (usia kerja) berumur 15–64 tahun yang sedang bekerja dan/atau mencari pekerjaan (menganggur).

2. Jawaban: Penduduk yang masuk kriteria usia produktif (angkatan kerja), tetapi tidak bekerja dan tidak berniat mencari pekerjaan disebut bukan angkatan kerja. Penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk kelompok angkatan kerja, misalnya pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pengangguran sukarela. 3. Jawaban: Kesempatan kerja yang tersedia bagi Ruli yaitu kesempatan kerja temporer.

Kesempatan kerja temporer yaitu kesempatan kerja yang hanya memungkinkan orang bekerja dalam waktu relatif singkat. Contoh kesempatan kerja temporer antara lain karyawan kontrak, pekerja musiman, dan pekerja proyek. 4. Jawaban: Tenaga kerja yang memiliki tingkat/kualitas kesehatan kurang baik tidak dapat bekerja secara optimal. Tingkat kesehatan dapat memengaruhi produktivitas tenaga kerja. Peningkatan kualitas kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja agar bekerja secara optimal.

Kunci Jawaban dan Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan Ekonomi Kelas XI Semester 1 5. Jawaban: Kebijakan pemberian bonus (reward) dan sanksi (punishment) dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Bonus dapat berupa kenaikan upah, tambahan upah, maupun kenaikan jabatan. Sanksi dapat berupa pemberian surat peringatan, pemotongan gaji, pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan pemecatan.

Dalam jangka panjang, kebijakan ini menciptakan persaingan kerja antarpekerja secara sehat. B. Sistem Upah A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: e Penentuan upah pada suatu perusahaan didasarkan pada kontribusi tenaga kerja dalam operasional perusahaan bersangkutan. Penentuan upah juga memperhatikan faktor-faktor lain seperti biaya keperluan hidup minimal pekerja beser ta keluarganya; peraturan undang-undang tentang upah minimum pekerja; produktivitas marginal tenaga kerja; kekuatan serikat pengusaha dan serikat pekerja; serta perbedaan jenis pekerjaan.

2. Jawaban: a Dalam penentuan upah, pemerintah berperan sebagai mediator (perantara) antara pihak pengusaha dan pihak pekerja (buruh). Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak buruh serta kemampuan perusahaan dalam memberi upah pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan menghindari kebangkrutan. Koordinasi pengusaha, buruh, dan pemerintah diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi negara guna mencapai pembangunan ekonomi yang merata bagi kesejahteraan rakyat.

3. Jawaban: b Bu Erna memperoleh upah Rp1.500.000,00 per bulan. Upah nominal merupakan jumlah nominal gaji yang diterima oleh pekerja. Jadi, uang sejumlah Rp1.500.000,00 merupakan upah nominal yang diterima Bu Erna. 4. Jawaban: b Teori upah alami dikemukakan oleh David Ricardo. Besar upah alami bergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar.

Upah alami digunakan sebagai acuan agar pekerja hidup layak atau dasar batas minimum dari upah tenaga kerja. 5. Jawaban: c Teori upah besi dikemukakan oleh Ferdinand Lasalle. Teori upah besi yaitu upah yang diterima pekerja merupakan upah minimal sehingga pengusaha dapat meraih laba sebesar-besarnya. Oleh karena pekerja berada dalam posisi lemah, pekerja terpaksa menerima upah tersebut.

6. Jawaban: d Upah menurut waktu merupakan upah yang jumlahnya dihitung berdasarkan waktu lamanya bekerja. Penghitungan upah menurut waktu bisa dilakukan berdasarkan satuan jam, hari, atau bulan.

Nomor 1) merupakan sistem upah borongan. Nomor 4) merupakan sistem upah bonus. 7. Jawaban: d Sistem upah borongan ditentukan berdasarkan kesepakatan nilai proyek (biaya pembangunan hingga siap huni) sebelum pekerjaan dimulai.

Dengan sistem ini Pak Wawan sebagai pemborong akan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan antara Pak Rido dan Pak Wawan sebesar Rp250.000.000,00. 8. Jawaban: b Dalam sistem upah mitra, balas jasa tidak dibayarkan dalam bentuk uang tunai, tetapi diberikan dalam bentuk saham. Saham tidak diberikan kepada perorangan, tetapi serikat pekerja di perusahaan tersebut. Dengan pemberian saham, perusahaan mengharapkan pekerja lebih tekun dan semangat bekerja karena pekerja menjadi salah satu pemegang saham atau pemilik perusahaan.

9. Jawaban: b Bonus biasanya diberikan kepada para pekerja di bidang marketing. Bonus dapat memotivasi pekerja untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan bertanggung jawab. Pekerja berusaha memperoleh bonus tinggi jika mampu menjual produk sesuai target atau lebih. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 23 10.

Jawaban: e 1) Upah menurut waktu adalah upah bulanan yang diberikan kepada karyawan tetap atau pegawai yang mempunyai ikatan kerja dalam waktu lama. Bagi pegawai negeri, upah yang diterima setiap bulan dikenal dengan istilah gaji.

2) Upah borongan digunakan untuk pekerjaan yang sulit dihitung dengan upah satuan seperti pekerja pembangunan rumah dan jalan raya.

3) Contoh upah menurut hasil adalah seorang pemetik teh atau penjahit baju. 4) Contoh upah sistem bonus adalah tenaga penjualan (salesman). d. e. f. g. h. Jumlah keuntungan perusahaan. Besar kecilnya usahanya perusahaan.

Tingkat efisiensi dan manajemen perusahaan. Keberadaan serikat pekerja. Kelangkaan tenaga kerja dan risiko kerja. 3. Jawaban: Upah nominal yaitu sejumlah uang yang diterima para pekerja secara rutin.

Upah nominal yang diterima Bu Lasita merupakan upah bonus sebesar Rp2.500.000,00. Upah riil yaitu kemampuan upah nominal yang diterima para pekerja jika ditukar dengan barang dan/atau jasa. Upah riil Bu Lasita adalah pembelian telepon seluler atas penerimaan uang bonus. B. Uraian 4. 1. Jawaban: Dalam penentuan upah, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan dan hak-hak buruh. Pemerintah juga perlu memperhatikan kemampuan perusahaan dalam memberi upah untuk menghindari kebangkrutan.

Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan pengusaha, buruh, dan pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi sebuah negara guna mencapai pembangunan ekonomi yang merata bagi kesejahteraan rakyat. Jawaban: Penghitungan sistem upah menurut waktu bisa dilakukan berdasarkan satuan jam, hari, atau bulan.

Kelebihan upah dengan sistem ini adalah pekerja dapat menghitung jumlah upah yang diterima secara pasti. Kelemahan sistem upah ini adalah kurang mendorong pekerja meningkatkan prestasi kerja karena tidak ada perbedaan jumlah upah yang diterima pekerja yang rajin dan pekerja yang tidak rajin. 5. Jawaban: Di Indonesia pemerintah menetapkan upah minimum yang harus dibayar perusahaan dengan mempertimbangkan komponen kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja dan keluarganya.

Penetapan upah minimum di tiap daerah akan berbeda-beda. Faktor penyebabnya antara lain perbedaan sumber daya, adat istiadat dan kebudayaan, aspek kewilayahan, serta struktur ekonomi dan kinerjanya. 2. Jawaban: Faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan upah sebagai berikut.

a. Perbedaan tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki. b. Perbedaan pengalaman kerja. c. Perbedaan jenis pekerjaan. C. Masalah Pengangguran A. 1. Jawaban: a Pengangguran terbuka (open unemployment) merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan, baik bagi orang yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah pernah bekerja; sedang mempersiapkan suatu usaha; orang yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan; dan orang yang 24 sudah memiliki pekerjaan, tetapi belum memulai melakukan pekerjaan.

Pengangguran terbuka ditunjukkan oleh pernyataan angka 1), 2), dan 3). Pilihan Ganda 2. Jawaban: d Setengah menganggur sukarela (voluntary under unemployment) adalah orang yang bekerja di bawah jam kerja normal, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain. Oleh karena sudah berusia tua, Bu Siti dengan sukarela memutuskan mengurangi jam mengajar di sekolahnya.

Ia merasa tidak optimal jika harus mengajar dengan jumlah jam normal. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 3. Jawaban: b Pengangguran terselubung atau tersembunyi (disguised unemployment) adalah tenaga kerja yang bekerja secara tidak optimal karena lembaga atau perusahaan tempat ia bekerja kelebihan tenaga kerja. Sebagai contoh, dalam proses produksi bisa dilakukan satu tim dengan jumlah anggota lima orang.

Jika satu tim terdiri atas tujuh orang, dua orang anggota termasuk pengangguran terselubung. 4.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Jawaban: b Permasalahan ketenagakerjaan pada soal menunjukkan pengangguran siklikal. Pengangguran siklikal disebabkan adanya gelombang konjungtur atau perubahan naik turunnya perekonomian.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Jika terjadi kelesuan ekonomi, permintaan barang dan jasa oleh masyarakat akan menurun. Ketika permintaan masyarakat lesu, jumlah produksi akan dikurangi.

Berkurangnya jumlah produksi menyebabkan banyak tenaga kerja tidak terpakai.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Tenaga kerja yang tidak terpakai tersebut termasuk jenis pengangguran siklikal. Banyak perusahaan mengalami bangkrut karena dampak pengangguran siklikal. 5. Jawaban: c Pengangguran musiman terjadi secara berkala karena pengaruh musim.

Pengangguran musiman biasanya terjadi pada sektor pertanian dengan masa tunggu antara musim tanam dan musim panen. Selain itu, pengangguran musiman bisa terjadi pada sektor bangunan/properti. Ketika permintaan meningkat, pekerja tersebut mendapat pekerjaan. Ketika proyek selesai mereka tidak lagi dibutuhkan dan kembali menganggur.

6. Jawaban: e Pernyataan yang sesuai pada soal sebagai berikut. 1) Pengangguran siklikal disebabkan adanya Perubahan naik turunnya perekonomian. 2) Pengangguran musiman disebabkan adanya masa tunggu antara musim tanam dan musim panen. 3) Pengangguran friksional disebabkan adanya perpindahan tenaga kerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. 4) Pengangguran teknologi disebabkan adanya penggunaan mesin modern dan canggih.

5) Pengangguran struktural disebabkan adanya perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi akibat perkembangan ekonomi. 7. Jawaban: c Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menyebabkan perusahaan berpeluang menggunakan teknologi modern dan canggih secara besar-besaran. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta biaya produksi menjadi lebih irit dan efisien dalam jangka panjang. 8. Jawaban: d Sulitnya mendapat pekerjaan dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mendorong seseorang untuk mendapatkan uang dengan menghalalkan segala cara.

Pemerintah harus menyiapkan anggaran lebih untuk menanggulangi gejala sosial atau disebut biaya sosial guna memberi kenyamanan kepada masyarakat. 9. Jawaban: e Risa termasuk pengangguran friksional. Pengangguran friksional disebabkan adanya keinginan dari pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik, menantang, dan menunjang karier.

Upaya mengatasi pengangguran friksional adalah menyediakan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja. Upaya lain untuk mengatasinya adalah membuat regulasi dengan mewajibkan perusahaan menciptakan suasana kerja yang membangun sehingga pekerja dapat meningkatkan (gaji dan karier) tanpa berpindah ke perusahaan lain.

10. Jawaban: a Pengangguran siklikal disebabkan kegiatan ekonomi yang menurun sebagai akibat terjadinya resesi dan krisis ekonomi dalam suatu negara. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran siklikal antara lain mengadakan pameran-pameran produk barang dan/atau jasa untuk menarik dan meningkatkan permintaan barang dan/atau jasa oleh masyarakat. 11. Jawaban: e Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin tergusur perannya akibat tingkat pertumbuhan ekonomi yang naik sehingga mendorong besarnya peran industri besar.

Inilah yang menyebabkan tenaga kerja di sektor UMKM tidak terpakai dan menganggur. Pengangguran struktural disebabkan perubahan struktur dan kegiatan ekonomi sebagai akibat perkembangan ekonomi.

12. Jawaban: c Pada pengangguran konjungtur atau siklikal, kondisi ekonomi mengalami kelesuan atau menurun sehingga daya beli masyarakat menurun. Kondisi ini menyebabkan perusahaan mengurangi jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang berdampak pada pemakaian tenaga kerja. Berkurangnya kapasitas produksi menyebabkan produsen mengurangi jumlah tenaga kerja.

Tenaga kerja yang tidak terpakai seperti Dimas diberhentikan dari pekerjaannya sehingga menganggur. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 25 13. Jawaban: a Penerapan industri padat modal di negara maju dapat menggantikan peran tenaga kerja sehingga menimbulkan pengangguran struktural. Penggunaan mesin berteknologi tinggi di suatu perusahaan industri padat modal berguna untuk mencapai produksi yang efektif dan efisien sehingga tenaga kerja yang tidak kompeten tidak dibutuhkan.

14. Jawaban: e Tingkat pengangguran tinggi menunjukkan banyak angkatan kerja yang tidak dapat terserap dunia kerja. Angkatan kerja yang bekerja berperan dalam penerimaan negara melalui pembayaran pajak penghasilan. Semakin banyak angkatan kerja yang bekerja, penerimaan negara melalui sektor pajak meningkat. Jika tingkat pengangguran tinggi, artinya terdapat banyak angkatan kerja yang tidak bekerja sehingga penerimaan negara melalui pajak penghasilan menurun.

masyarakat miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan atau belum memiliki penghasilan atau pekerjaan tetap. Penerapan program padat karya dapat mengurangi angka pengangguran. 3. Jawaban: Jika terjadi krisis ekonomi, permintaan barang dan jasa oleh masyarakat akan menurun. Ketika permintaan masyarakat lesu, jumlah produksi perusahaan akan pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan. Di satu sisi berkurangnya jumlah produksi menyebabkan banyak tenaga kerja tidak terpakai.

Di sisi lain pencari kerja baru muncul ikut bertanding dalam memperebutkan lapangan kerja. Kondisi ini menyebabkan jumlah pengangguran meningkat, sementara daya serap lapangan kerja sangat minim karena tidak adanya pembukaan usaha baru.

4. Jawaban: Persamaan setengah menganggur terpaksa dan sukarela adalah sama-sama bekerja kurang dari 35 jam seminggu. Perbedaannya sebagai berikut. a. Setengah menganggur terpaksa masih bersedia menerima pekerjaan lain karena upah yang diperoleh tidak sesuai harapan pencari kerja. b. Setengah menganggur sukarela tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain. 5. Jawaban: Pengangguran menunjukkan masyarakat tidak mempunyai pekerjaan sehingga masyarakat tidak memiliki penghasilan untuk membeli barang dan/ atau jasa.

Kondisi ini akan menurunkan permintaan barang dan/atau jasa secara agregat. Jika permintaan agregat menurun, perusahaan akan mengantisipasinya dengan mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Kondisi ini menyebabkan turunnya penawaran barang dan/ atau jasa secara agregat. 15. Jawaban: c Salah satu penyebab jumlah penganggur bertambah adalah kualitas angkatan kerja masih rendah. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah dapat menyelenggarakan pelatihan kerja.

Upaya ini dimaksudkan untuk mendidik calon tenaga kerja agar bekerja sesuai keahlian atau kompetensinya. B. Uraian 1. Jawaban: Hubungan antara jumlah penduduk dan angkatan kerja berbanding lurus atau positif. Semakin tinggi jumlah penduduk, semakin tinggi pula jumlah angkatan kerja, begitu pula sebaliknya. Angkatan kerja yang tidak terserap dalam lapangan kerja akan menimbulkan pengangguran. 2. Jawaban: Padat karya merupakan kegiatan ekonomi yang menggunakan lebih banyak tenaga manusia jika dibandingkan tenaga mesin.

Tujuan utama program padat karya adalah membuka lapangan kerja bagi A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Penduduk bukan angkatan kerja merupakan penduduk berusia produktif (15–64 tahun), tetapi tidak bekerja dan tidak sedang mencari pekerjaan. Penduduk yang termasuk bukan angkatan kerja (nonlabour force) antara lain penduduk yang masih 26 Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 sekolah, ibu rumah tangga, pensiunan, orang yang lumpuh total, serta orang yang tidak mau dan tidak mampu bekerja.

Berdasarkan tabel pada soal kelompok yang termasuk penduduk bukan angkatan kerja yaitu Fitri, Rosa, dan Tono. Dimas sebagai karyawan swasta dan Andi sebagai pengusaha termasuk angkatan kerja.

2. Jawaban: a Indikator untuk mengukur angkatan kerja dibandingkan dengan penduduk usia 15 tahun ke atas disebut tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). TPAK bermanfaat untuk mengetahui keterlibatan penduduk yang aktif dalam kegiatan menciptakan barang dan/atau jasa di suatu negara.

Jika diketahui TPAK suatu negara sebesar 70,3%, keterlibatan penduduk yang aktif dalam kegiatan menciptakan barang dan/atau jasa di suatu negara sebesar 70,3%.

3. Jawaban: e Barang dan/atau jasa yang dihasilkan sebuah perusahaan perlu dipasarkan. Dalam memasarkan produk, sebuah perusahaan membutuhkan tenaga kerja di bidang pemasaran. Tenaga kerja di bidang pemasaran bertugas mempromosikan dan mendistribusikan barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 4. Jumlah penduduk di negara A sangat besar. Besarnya jumlah penduduk menyediakan jumlah tenaga kerja. Sayangnya, besarnya jumlah penduduk di negara A tidak diikuti dengan kualitas tenaga kerja yang tinggi.

Padahal jumlah lapangan kerja tetap. Permasalahan yang timbul terkait ilustrasi tersebut adalah. a. tingginya jumlah pengangguran sehingga menghambat proses pembangunan ekonomi b. terbatasnya ketersediaan sumber daya akibat penggunaan secara terus-menerus c. terbatasnya pemenuhan kebutuhan pokok sehingga harga-harga tinggi d.

berkurangnya pendapatan masyarakat dan meningkatnya kemiskinan e. hilangnya pekerjaan masyarakat akibat terjadinya inflasi Jawaban: a Jumlah penduduk yang besar dan tidak terkendali dapat menimbulkan masalah pengangguran. Pengangguran terjadi karena ketidakseimbangan jumlah angkatan kerja dan jumlah lapangan kerja yang tersedia serta rendahnya kualitas sumber daya manusia. Akibatnya, pendapatan per kapita pada negara tersebut rendah sehingga proses pembangunan ekonomi terhambat.

5. Jawaban: d Penghitungan tingkat kesempatan kerja: Jumlah orang yang bekerja Γ— 100% Angkatan kerja 1) Tingkat kesempatan kerja negara A 78,28%, artinya tingkat pengangguran sebesar 21,72%.

2) Tingkat kesempatan kerja negara B 67,23%, artinya tingkat pengangguran sebesar 32,77%. = 3) Tingkat kesempatan kerja negara C 87,71%, artinya tingkat pengangguran sebesar 12,29%. Angka tingkat kesempatan kerja diinterpretasikan peluang angkatan kerja pada suatu negara untuk terserap pasar kerja atau dapat bekerja. 6. Jawaban: e Pemerintah setiap tahun memperbarui standar upah minimum regional (UMR) yang berbeda-beda pada tiap-tiap daerah. Pemerintah menetapkan upah minimum yang harus dibayar perusahaan dengan mempertimbangkan komponen kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja dan keluarganya.

Penetapan upah minimum di tiap daerah akan berbeda-beda. Faktor penyebabnya antara lain adanya perbedaan sumber daya, adat istiadat dan kebudayaan, aspek kewilayahan, serta struktur ekonomi dan kinerjanya. 7. Jawaban: e Tingkat kesehatan memengaruhi produktivitas tenaga kerja. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dengan memberdayakan program peningkatan gizi dan kesehatan.

Dengan pemenuhan gizi yang tercukupi, kesehatan tenaga kerja akan meningkat sehingga berdampak pada produktivitas kerja. 8. Jawaban: b Salah satau upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja yaitu dengan menyiapkan tenaga ahli melalui pendidikan formal. Peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan formal antara lain: 1) pemerintah menggalakkan program wajib belajar dua belas tahun; 2) menyediakan infrastruktur dan fasilitas belajar; 3) menyalurkan beasiswa pendidikan; 4) mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia; 5) mendirikan sekolah menengah kejuruan; serta 6) merintis pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi.

9. Banyak tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja ke Jawaban: c Ilustrasi pada soal menunjukkan banyak TKI yang tidak memiliki dokumen resmi sehingga berstatus tenaga kerja ilegal. Kondisi ini terjadi karena lemahnya pengawasan dan aturan tentang tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar negeri. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pemerintah Indonesia memperketat aturan bagi tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri agar kasus tenaga kerja ilegal di luar negeri tidak terulang.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 27 10. Jawaban: e Pemberian bonus kepada Pak Hadi merupakan reward yang diberikan perusahaan.

Surat peringatan dari perusahaan merupakan sanksi (punishment) untuk Pak Hadi agar lebih disiplin bekerja. Pemberian bonus (reward) dan sanksi (punishment) secara konsisten dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja. Jika penerapan reward dan punishment dilakukan secara konsisten, pekerja akan termotivasi bekerja sebaik-baiknya. Dalam jangka panjang, cara ini akan menciptakan suasana kerja yang kondusif.

Perusahaan akan diuntungkan dengan persaingan antarpekerja secara sehat. 11. Jawaban: b Permasalahan gaji/upah buruh dapat diatasi dengan memperbaiki hubungan kontrak kerja antara pekerja dan pengusaha. Penentuan upah yang telah disepakati antara buruh dan pengusaha memberikan manfaat sebagai penentu upah. 12. Jawaban: c Upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam meningkatkan mutu dirinya sebagai tenaga kerja adalah membekali diri mengenai berbagai hal yang dibutuhkan perusahaan.

Dalam mencari pekerjaan, seseorang harus membekali diri dengan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang disyaratkan perusahaan secara umum seperti keterampilan komputer, bahasa Inggris, dan keahlian khusus sesuai pekerjaan yang ditawarkan. Upaya lainnya dengan menanamkan jiwa wirausaha. Jika belum atau tidak bekerja pada instansi atau perusahaan, seseorang dapat bekerja secara mandiri dengan berwirausaha seperti berdagang.

13. Jawaban: c Upah menurut satuan adalah cara pembayaran upah berdasarkan jumlah hasil produksi yang dilakukan oleh pekerja dalam waktu tertentu. Satuan hasil dihitung per potong barang, per satuan panjang, atau per satuan berat. Seperti pemberlakuan upah pada penjahit dihitung per potong baju atau pakaian yang dijahitnya. Dengan sistem upah demikian, penjahit akan menerima upah sesuai jumlah produk yang dihasilkan atau pakaian yang selesai dijahit untuk siap digunakan oleh pelanggan. 14.

Jawaban: d Pembentukan MEA untuk meningkatkan daya saing ASEAN dan menarik investasi asing sehingga mampu bersaing dengan Tiongkok dan India. Kerugian yang akan dihadapi MEA adalah terancamnya daya saing tenaga kerja Indonesia.

Pada pemberlakuan MEA, pelaku ekonomi secara 28 tidak langsung menghadapi banyak permasalahan tenaga kerja. Terbatasnya modal kerja; rendahnya kualitas SDM; serta minimnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa asing merupakan sebagian permasalahan yang dihadapi.

15. \Jawaban: e Di Indonesia pemerintah menetapkan upah minimum yang harus dibayar perusahaan dengan mempertimbangkan komponen kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja dan keluarganya. Penetapan upah minimum di tiap-tiap daerah akan berbeda-beda. Contoh upah menurut waktu adalah upah bulanan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil dan karyawan tetap atau pegawai yang mempunyai ikatan kerja dalam waktu lama.

Upah borongan sering diterapkan untuk pekerjaan yang sulit dihitung dengan upah satuan seperti pembangunan rumah, gedung, dan jalan raya. Contoh upah menurut hasil adalah seorang pemetik teh atau penjahit baju.

16. Jawaban: e Upah dengan sistem bonus merupakan upah tambahan yang diterima pekerja selain upah tetap. Upah dengan sistem bonus bertujuan memotivasi pekerja agar bekerja lebih baik dengan harapan perusahaan memperoleh keuntungan lebih tinggi.

Semakin tinggi keuntungan perusahaan, semakin besar bonus yang diberikan kepada pekerja. Pada sistem upah mitra usaha, pekerja memperoleh upah dan tambahan upah berupa saham.

Saham tersebut diberikan kepada organisasi pekerja di perusahaan tersebut. Pada sistem ini pekerja merupakan mitra usaha perusahaan. 17. Jawaban: d Sistem upah menurut hasil produksi atau upah satuan dihitung berdasarkan besarnya produk yang dihasilkan.

Semakin besar produk yang diproduksi atau dihasilkan, semakin tinggi upah yang diterima pekerja. Sistem ini mendorong pekerja untuk bekerja lebih produktif agar memperoleh upah yang besar. 18. Jawaban: a Menurut teori upah etika, upah yang diberikan kepada pekerja seharusnya sepadan dengan beban pekerjaan yang telah dilakukan pekerja dan mampu membiayai pekerja sehingga hidup dengan layak. Tindakan pengusaha yang memberikan upah hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan minimum merupakan tindakan tidak ”etis”.

Oleh karena itu, pengusaha sebaiknya memberikan upah layak dan memberikan tunjangan keluarga. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 19. Jawaban: e Upah nominal yaitu sejumlah uang yang diterima pekerja secara rutin. Seperti pada soal, Pak Broto menerima upah sebesar Rp480.000,00 per minggu atau Rp80.000,00 per hari. Uang sejumlah Rp80.000,00 per hari merupakan upah nominal.

Pak Broto belum tentu menerima upah sebesar Rp2.400.000,00 per bulan karena upah yang diterima Pak Broto merupakan upah harian. Besarnya uang untuk membeli sepeda, sepatu, dan tas untuk anaknya merupakan upah riil. 20. Jawaban: e Cintya bekerja di pabrik dengan sistem upah menurut waktu yaitu upah dibayar per bulan.

Upah menurut waktu didasarkan pada waktu lama bekerja. Kelemahan sistem upah ini adalah kurang mendorong pekerja untuk meningkatkan prestasi kerja. Jika kualitas hasil pekerjaan kurang bagus, pekerja tetap memperoleh upah sama dengan pekerja dengan kualitas hasil kerja lebih baik.

21. Jawaban: d Renata bekerja selama 6 jam sehari atau 6 jam Γ— 5 hari = 30 jam per minggu sehingga termasuk setengah pengangguran. Setengah menganggur adalah pekerja yang jam kerjanya di bawah jam kerja normal. Jika dihitung dalam minggu, jumlah jam kerjanya kurang dari 35 jam seminggu. Renata tidak akan mencari pekerjaan sehingga termasuk setengah menganggur sukarela.

Setengah menganggur sukarela (voluntary under unemployment) adalah orang yang bekerja di bawah jam kerja normal, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain. 22. Jawaban: b Bu Yani termasuk pengangguran musiman. Pada saat masa tunggu antara masa tanam dan masa panen, Bu Yani akan menganggur. Upaya mengatasi masalah tersebut adalah mengembangkan kegiatan sampingan selain menjadi buruh tani.

Bu Yani dapat mengikuti pelatihan atau kursus keterampilan lain sehingga memiliki pilihan pekerjaan lain. 23. Jawaban: d Berkurangnya pendapatan masyarakat atau adanya pemutusan hubungan kerja secara besarbesaran dapat mengganggu kegiatan produksi barang dan/atau jasa di suatu negara. Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan kondisi menganggur, masyarakat tidak memiliki penghasilan untuk membeli barang dan/atau jasa.

Kondisi ini akan menurunkan permintaan barang dan/atau jasa secara agregat. Jika permintaan agregat menurun, perusahaan mengantisipasinya dengan mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Hal ini menyebabkan turunnya penawaran barang dan/atau jasa secara agregat. 24. Jawaban: a Pengangguran struktural muncul akibat perubahan struktur dan corak kegiatan ekonomi sebagai dampak perkembangan ekonomi, misalnya dari agraris menjadi industri.

Akibatnya, banyak tenaga kerja tidak memenuhi kriteria yang disyaratkan perusahaan. Keterangan angka 4) merupakan pengangguran friksional. Keterangan angka 5) merupakan pengangguran sukarela. 25. Jawaban: d Jika permintaan tenaga kerja tidak sebesar penawarannya akan menimbulkan pengangguran.

Masalah tersebut diantisipasi dengan memberikan latihan kewirausahaan. Pelatihan kewirausahaan dapat dilakukan pemerintah agar lulusan tersebut menciptakan usaha mandiri dan mampu menyerap tenaga kerja. Akhirnya, permintaan tenaga kerja bertambah dan jumlah penganggur berkurang. 26. Jawaban: a Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan kesenjangan waktu, informasi lowongan, dan kondisi geografis, serta keinginan pencari kerja memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Pengangguran friksional dapat diatasi dengan cara berikut. 1) Memperluas kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri baru, terutama bersifat padat karya. 2) Menggalakkan pengembangan sektor informal seperti home industry. 3) Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lain. 4) Memberikan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja.

5) Menciptakan suasana kerja yang membangun sehingga pekerja dapat meningkatkan gaji dan karier. Keterangan angka 4) merupakan cara mengatasi pengangguran musiman dan angka 5) merupakan cara mengatasi pengangguran struktural. 27. Jawaban: c Pasangan yang tepat cara mengatasi pengangguran sebagai berikut.

No. Pengangguran No. Cara Mengatasi 1) Konjungtur A Meningkatkan jumlah uang beredar. 2) Musiman B Pelatihan di bidang keterampilan lain. 3) Struktural C Memindahkan tenaga kerja dari tempat yang kurang membutuhkan ke tempat yang membutuhkan. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 29 28. Jawaban: a Pengangguran di kawasan industri besar baru disebut pengangguran struktural atau teknologi. Pengangguran struktural disebabkan ketidakmampuan tenaga kerja untuk menyesuaikan penerapan teknologi baru yang didirikan perusahaan baru.

Cara mengatasi pengangguran struktural adalah mendirikan pusat pelatihan kerja di daerah tersebut agar tenaga kerja mempunyai keterampilan yang dibutuhkan industri. 29. Jawaban: c Dampak pengangguran dari segi lingkungan sosial antara lain menimbulkan gangguan keamanan dalam masyarakat karena tingkat kriminalitas meningkat; meningkatnya kemiskinan; munculnya pengemis, anak jalan, dan pengamen; tingginya anak-anak putus sekolah; meningkatnya kegiatan ekonomi ilegal; serta lingkungan hidup yang kurang sehat.

Pilihan selain A2), B1), dan C1) merupakan dampak pengangguran di bidang ekonomi. 30. Jawaban: a Jika tingkat pengangguran tinggi, penerimaan negara atas pemungutan pajak penghasilan akan menurun sehingga proses pembangunan nasional terhambat. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran rendah, penerimaan negara atas pemungutan pajak meningkat.

Pengangguran menyebabkan pendapatan nasional secara riil lebih rendah daripada pendapatan nasional potensial. Dengan demikian, pengangguran dapat menurunkan penerimaan pajak penghasilan. B. Uraian 1. Jawaban: Dalam konsep ketenagakerjaan, Nando termasuk tenaga kerja. Tenaga kerja menurut BPS adalah seluruh penduduk yang berada dalam usia kerja yaitu penduduk berumur antara 15–64 tahun. 30 Nando berusia 25 tahun dan mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dengan demikian, Nando termasuk tenaga kerja. 2. Jawaban: Tingkat pengangguran merupakan persentase perbandingan jumlah penduduk yang tidak bekerja atau menganggur dengan jumlah angkatan kerja. Maksud tingkat pengangguran 15% dari angkatan kerja adalah perbandingan orang yang menganggur dengan angkatan kerja adalah 100:15, artinya setiap 100 penduduk angkatan kerja terdapat 15 orang yang menganggur. 3. Jawaban: Berwirausaha menjadi upaya dalam mengatasi pengangguran.

Wirausahawan berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja sehingga dapat menyerap banyak angkatan kerja. Semakin tinggi perkembangan wirausaha, semakin cepat pula masalah pengangguran dapat diatasi. 4. Jawaban: Tingkat pendidikan memungkinkan individu mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang dapat meningkatkan produktivitas serta pendapatan. Tingkat produktivitas masyarakat tinggi menyebabkan pertumbuhan ekonomi meningkat sehingga tingkat kemiskinan dapat berkurang, begitu pula sebaliknya.

5. Jawaban: Dinamika jumlah penduduk di suatu negara akan berpengaruh terhadap jumlah angkatan kerja. Jika jumlah penduduk di suatu negara bertambah, akan menambah jumlah angkatan kerja. Besarnya jumlah angkatan kerja merupakan modal untuk pelaksanaan pembangunan. Jika jumlah angkatan kerja yang besar tidak diimbangi kesempatan kerja yang luas akan menambah jumlah penganggur. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 A.

Pilihan Ganda 1. Jawaban: d Penghitungan pendapatan nasional dengan metode pendekatan pendapatan yaitu dilakukan dengan menjumlahkan balas jasa yang diperoleh dari penyerahan faktor produksi alam/tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Penghitungan dengan metode pendekatan pendapatan dirumuskan sebagai berikut. NI = Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan + R + I + Ο€ Keterangan: NI = National Income (pendapatan nasional) W = Wages (upah pekerja) R = Rent (sewa) I = Interest (bunga modal) Ο€ = Profit (laba pengusaha) 2.

Jawaban: c Kontribusi 40% penduduk termiskin terhadap pendapatan nasional di negara B sebagai berikut. = Rp700 miliar Γ— 100% Rp5.000 miliar = 14% Berdasarkan kriteria Bank Dunia ketimpangan pendapatan negara B termasuk kategori sedang karena kontribusi pendapatan 40% penduduk termiskin yaitu 12–17% dari keseluruhan pendapatan nasional.

3. Jawaban: d Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan unit produksi di suatu negara selama satu tahun termasuk produksi asing di suatu negara.

Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan penduduk suatu negara dalam waktu satu tahun. GNP yang lebih besar daripada GDP menunjukkan perekonomian negara B mengalami kemajuan karena investasi atau pendapatan negara B di luar negeri lebih besar daripada investasi asing atau pendapatan negara asing di negara B.

4. Jawaban: c Penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) dilakukan dengan menjumlahkan produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan unit-unit produksi dalam suatu negara selama satu tahun.

Jika jumlah PDB riil lebih besar dibandingkan jumlah pertambahan penduduk (populasi), negara yang bersangkutan mengalami kemajuan perekonomian.

Kenaikan jumlah penduduk dapat dimanfaatkan sebagai penyumbang PDB riil. Kondisi tersebut menunjukkan jumlah penduduk ikut berkontribusi (sebagian besar terserap dalam dunia kerja) terhadap pembentukan PDB riil. 5. Jawaban: b Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (dalam triliun): NI = C + G + I + (X – M) = Rp780 + Rp1.080 + Rp1.320 + Rp170 = Rp3.350 Jadi, pendapatan nasional negara A dengan pendekatan pengeluaran sebesar Rp3.350 triliun.

6. Jawaban: e Tinggi rendahnya pendapatan per kapita suatu negara ditentukan jumlah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk negara yang bersangkutan.

Pendapatan per kapita berfungsi untuk mengetahui pendapatan rata-rata penduduk. Pendapatan per kapita juga berfungsi sebagai data pembanding keberhasilan pembangunan ekonomi. 7. Jawaban: d Penghitungan Net National Income (NNI) (dalam miliar rupiah): GNP = GDP + (PFLN – PFDN) = 75.000 + (30.500 – 28.500) = 77.000 PNN = GNP – penyusutan = 77.000 – 13.500 = 63.500 NNI = PNN – pajak tidak langsung = 63.500 – 15.000 = 48.500 Jadi, besar NNI adalah Rp48.500 miliar.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 31 8. Jawaban: c Pendapatan per kapita adalah pendapatan ratarata penduduk suatu negara pada waktu tertentu. Pendapatan per kapita = Rp30.000.000,00 = PDB atau PNB Jumlah Penduduk PDB 50 juta jiwa PDB = Rp30.000.000,00 Γ— 50 juta PDB = Rp1.500 triliun Jadi, Produk Domestik Bruto (PDB) negara A sebesar Rp1.500 triliun. 9. Jawaban: b Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan sebagai berikut (dalam miliar rupiah).

NI = W + R + I + Ο€ 3.250 = 750 + R + 400 + 100 3.250 = R + 1.250 R = 2.000 Jadi, pendapatan sewa tanah pada negara tersebut sebesar Rp2.000 miliar. 10. Jawaban: c Pernyataan angka 2), 4), dan 5) merupakan komponen penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan karena merupakan balas jasa atas faktor produksi tenaga kerja, tanah, bunga modal dan kewirausahaan. Pernyataan angka 1) merupakan komponen pendekatan pengeluaran (investasi). Pernyataan angka 3) merupakan komponen pendekatan pengeluaran (ekspor).

11. Jawaban: c Penghitungan pendapatan per kapita dapat dilakukan dengan data PDB (GDP) dan PNB (GNP) dibagi jumlah penduduk. Pada soal jika penghitungan menggunakan PDB (GDP) tidak ada jawabannya. Penghitungan dapat menggunakan PNB. Penghitungan PNB (dalam triliun rupiah): GDP 6.000 Penerimaan warga negara di luar negeri 1.000 ––––– + 7.000 Penerimaan WNA di dalam negeri 1.300 ––––– – PNB 5.700 Penghitungan pendapatan per kapita = 32 5.700 triliun = 38.000.000 150 juta Jadi, pendapatan per kapita negara tersebut sebesar Rp38.000.000,00.

= 12. Jawaban: e Penghitungan disposable income (dalam triliun rupiah): GNP 380 Penyusutan 55 ––– – PNN 325 Pajak tidak langsung 80 ––– – NNI 245 Transfer payment 25 ––– + 270 Laba ditahan 4 Pembayaran asuransi 11 Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan perseroan 35 ––– + 50 ––– – Personal income 220 Pajak langsung 10 ––– – Disposable income 210 Jadi, disposable income sebesar Rp210 triliun.

13. Jawaban: b Salah satu faktor penyebab naiknya pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya kapasitas produksi. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, barang dan/atau jasa yang dihasilkan perusahaan di suatu negara akan meningkat.

Nilai barang dan/atau jasa suatu negara merupakan penentu besar kecilnya pertumbuhan ekonomi. 14. Jawaban: b Berdasarkan data pada soal, pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi nasional tetap tumbuh.

Pertumbuhannya naik (melaju 0,14%) dibandingkan data tahun 2015. Data pertumbuhan ekonomi tersebut sulit mengukur tingkat konsumsi.

15. Jawaban: a Menurut teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan Adam Smith, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi pertambahan penduduk dan pertambahan output. Pertambahan output dipengaruhi sumber daya alam, tenaga kerja (pertumbuhan penduduk), dan jumlah persediaan.

PNB tahun (n) Jumlah penduduk tahun Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 16. Jawaban: d r2016 βˆ’ r2015 r2016 = Γ— 100% r2015 = 4.250 βˆ’ 4.000 Γ— 100% 4.000 = 6,25% Jadi, pertumbuhan ekonomi negara A pada tahun 2016 sebesar 6,25%.

17. Jawaban: d Perbedaan utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi sebagai berikut. 1) Pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan nasional atau pendapatan per kapita tanpa memedulikan pemerataan pendapatan dan kemakmuran masyarakat. Pada pembangunan ekonomi, kenaikan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita harus disertai pemerataan pendapatan dan peningkatan kemakmuran masyarakat.

2) Pada pertumbuhan ekonomi, kenaikan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita tidak memperhatikan perubahan struktur perekonomian yang lebih maju. Pada pembangunan ekonomi, kenaikan pendapatan nasional dan pendapatan per kapita ditandai dengan adanya perubahan struktur perekonomian menjadi lebih maju, misalnya dari struktur pertanian ke struktur industri. 18. Jawaban: b Ketimpangan pendapatan terjadi karena akses ekonomi dikuasai pemodal besar dan pembangunan industri terkonsentrasi di kota-kota besar.

Akibatnya, pendapatan masyarakat yang kaya dan miskin sangat timpang. Begitu pula dengan pendapatan masyarakat di perdesaan dan perkotaan tidak merata.

Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain memberi bantuan permodalan bagi masyarakat, pembangunan industri padat karya di daerah, serta pelatihan kewirausahaan agar dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat di daerah.

19. Jawaban: c Pembangunan ekonomi mengisyaratkan terjadinya kenaikan pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, dan pendapatan per kapita disertai perubahan mendasar dalam struktur perekonomian dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Meningkatnya nilai koefisien gini justru memperburuk perekonomian karena ketimpangan pendapatan semakin meningkat. Peningkatan investasi asing pendapatan per kapita, GDP belum tentu menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 20. Jawaban: d Produksi barang di negara berkembang berorientasi pada barang-barang kebutuhan primer (pokok) dan berorientasi pada pasar domestik.

Hal tersebut disebabkan teknologi yang digunakan pada negara berkembang belum canggih sehingga sulit bersaing di pasar internasional. Laju pertumbuhan penduduk di negara berkembang juga tinggi karena tingkat pendidikan masyarakatnya masih rendah.

Angka 1) dan 4) merupakan ciri-ciri negara maju. 21. Jawaban: b Tingkat inflasi 600% disebut hiperinflasi (inflasi sangat tinggi).

Hiperinflasi menunjukkan kondisi perekonomian yang terlalu parah karena kenaikan harga barang dan/atau jasa sangat tinggi. Akibatnya, rakyat tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok sehingga kesejahteraan rakyat menurun drastis. Kondisi tersebut sangat menghambat pembangunan ekonomi di negara Indonesia pada waktu itu.

22. Jawaban: b Dampak negatif atas berlangsungnya proses pembangunan nasional antara lain pemanfaatan tenaga manusia berkurang, perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih bersikap konsumtif, serta nilai-nilai kebudayaan yang mulai memudar. Keberhasilan pembangunan ekonomi pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan meratakan distribusi pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan masyarakat.

Tingkat kriminalitas menurun merupakan dampak positif pembangunan ekonomi. 23. Jawaban: c Dilihat dari ciri-ciri yang telah dicapai Indonesia, Indonesia telah memasuki tahap tinggal landas (the take off). Ciri-ciri tahap ini antara lain terjadinya kenaikan investasi atau penanaman modal; berkembangnya sektor industri; serta mulai terbentuknya kelembagaan politik, ekonomi, sosial, dan keamanan.

Indonesia belum sampai tahap menuju kedewasaan (maturity) karena pada tahap ini industri telah berkembang pesat dan mulai mendominasi perekonomian dunia. 24. Jawaban: e Pembangunan ekonomi merupakan usaha menaikkan dan mempertahankan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dengan tetap memperlihatkan tingkat pertumbuhan penduduk disertai adanya perubahan mendasar dalam struktur ekonomi.

Keberhasilan pembangunan ekonomi dipengaruhi faktor sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, serta teknologi dan kewirausahaan. Angka 1) dan 2) termasuk faktor nonekonomi yang memengaruhi pembangunan ekonomi.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 33 25. Jawaban: c Analisis penghitungan pertumbuhan ekonomi sebagai berikut. Pertumbuhan ekonomi negara A : r2015 = = r2016 r2015 βˆ’ r2014 Γ— 100% r2014 Rp53.000 βˆ’ Rp50.000 miliar Γ— 100% Rp50.000 miliar = 6% r2016 βˆ’ r2015 = Γ— 100% r2015 = Rp60.000 βˆ’ Rp53.000 miliar Γ— 100% Rp53.000 miliar = 13,20% Pertumbuhan ekonomi negara B: r2015 = = r2016 r2015 βˆ’ r2014 Γ— 100% r2014 Rp64.000 βˆ’ Rp60.000 miliar Γ— 100% Rp60.000 miliar = 6,67% r2016 βˆ’ r2015 = Γ— 100% r2015 = Rp70.000 βˆ’ Rp64.000 miliar Γ— 100% Rp64.000 miliar = 9,37% Pertumbuhan ekonomi negara C: r2015 = 27.

Jawaban: c Dampak pengangguran sebagai berikut. 1) Meningkatnya angka kemiskinan karena pengangguran tidak memiliki penghasilan. 2) Menurunnya kegiatan perekonomian karena perusahaan mengurangi kapasitas produksi. 3) Menurunnya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita karena pendapatan nasional yang seharusnya diterima lebih rendah akibat produksi perusahaan berkurang.

4) Meningkatnya angka kriminalitas karena pengangguran yang tidak dapat menahan diri berbuat kriminal untuk memenuhi kebutuhan. 5) Menurunnya penerimaan negara karena salah satu penerimaan negara dari pajak penghasilan berkurang. 28. Jawaban: d Permasalahan ketenagakerjaan yang diprioritaskan untuk diatasi adalah ketidakseimbangan antara jumlah kesempatan kerja dan jumlah angkatan kerja.

Ketidakseimbangan ini merupakan penyebab utama meningkatnya jumlah penganggur di Indonesia. Jumlah penganggur yang terus bertambah dapat meningkatkan jumlah kemiskinan dan tindak kriminalitas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat, swasta, dan pemerintah untuk menciptakan kesempatan kerja agar angkatan kerja yang ada dapat terserap dunia kerja.

29. Jawaban: b Penghitungan tingkat kesempatan kerja: r2015 βˆ’ r2014 Γ— 100% r2014 = 1) Rp33.000 βˆ’ Rp30.000 miliar = Γ— 100% Rp30.000 miliar r2016 2) = 10% r βˆ’ r2015 = 2016 Γ— 100% r2015 = 3) Rp38.000 βˆ’ Rp33.000 miliar Γ— 100% Rp33.000 miliar 34 Tingkat kesempatan kerja negara A mencapai 76,95%, artinya tingkat pengangguran sebesar 23,05% Tingkat kesempatan kerja negara B mencapai 74,07%, artinya tingkat pengangguran sebesar 25,93% Tingkat kesempatan kerja negara C mencapai 87,36%, artinya tingkat pengangguran sebesar 12,64% Interpretasi data tingkat kesempatan kerja adalah peluang angkatan kerja di suatu negara untuk diserap dunia kerja atau bekerja.

= 15,15% 26. Jawaban: e Cahyono tidak dapat meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi sehingga memilih mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan sebagai tukang reparasi elektronik. Berdasarkan keterangan pada soal Cahyono termasuk kategori angkatan kerja. Angkatan kerja merupakan bagian dari penduduk usia kerja (15–64 tahun) yang sudah bekerja ataupun yang masih mencari pekerjaan. Jumlah orang yang bekerja Γ— 100% Angkatan kerja 30.

Jawaban: e Pengangguran konjungtur atau pengangguran siklikal merupakan jenis pengangguran yang disebabkan menurunnya kegiatan ekonomi seperti menurunnya permintaan barang dan/atau jasa dan krisis atau resesi ekonomi.

Produksi barang dan/ atau jasa akan berkurang sehingga perusahaan akan mengurangi karyawan. Pilihan a merupakan Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 contoh pengangguran sukarela.

Pilihan b bukan contoh pengangguran karena menempuh pendidikan disebut bukan angkatan kerja. Pilihan c merupakan contoh pengangguran struktural. Pilihan d merupakan contoh pengangguran friksional.

31. Jawaban: d Dampak negatif kegiatan demonstrasi buruh yang paling dirasakan perusahaan adalah terhentinya kegiatan produksi yang menyebabkan kerugian. Demonstrasi menyebabkan perusahaan mengorbankan waktu dan biaya produksi sehingga dapat memengaruhi kelangsungan usahanya.

32. Jawaban: c Pengangguran yang terjadi di kawasan industri baru disebut pengangguran struktural atau pengangguran teknologi. Pengangguran struktural disebabkan ketidakmampuan tenaga kerja untuk menyesuaikan penerapan teknologi baru. Cara untuk mengatasi pengangguran struktural adalah mendirikan pusat pelatihan kerja di daerah tersebut agar tenaga kerja mempunyai keterampilan yang dibutuhkan industri.

33. Jawaban: b Kesempatan kerja permanen menggunakan tenaga kerja untuk bekerja terus-menerus sampai karyawan tersebut pensiun atau tidak mampu lagi bekerja. Pegawai negeri sipil (PNS), karyawan tetap, dan Tentara Pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan Indonesia (TNI) merupakan jenis pekerjaan yang mempekerjakan seseorang sampai tiba masa pensiun. Pekerja proyek dan kepala desa termasuk kesempatan kerja temporer.

34. Jawaban: d Permasalahan yang dihadapi PT Jaya Sejahtera adalah jumlah tenaga kerja terampil sedikit. Jawaban paling tepat untuk mengatasi masalah pada PT Jaya Sejahtera adalah pilihan d. Dengan melakukan pelatihan dan pembinaan tenaga kerja yang belum terampil diharapkan jumlah tenaga terampil di perusahaan tersebut meningkat sehingga dapat meningkatkan kualitas produk. Dengan meningkatnya kualitas produk, produk akan digemari konsumen sehingga pendapatan perusahaan meningkat.

35. Jawaban: d Tingkat pengangguran merupakan persentase perbandingan jumlah penduduk yang tidak bekerja atau menganggur dengan jumlah angkatan kerja. Maksud tingkat pengangguran 10% dari angkatan kerja adalah perbandingan orang yang menganggur dengan angkatan kerja adalah 1:10, artinya setiap sepuluh penduduk angkatan kerja terdapat satu orang yang menganggur dan sembilan orang yang bekerja.

36. Jawaban: d Pernyataan pada soal adalah penyebab timbulnya pengangguran friksional. Pengangguran friksional atau transisional (peralihan) terjadi karena adanya perpindahan tenaga kerja dari satu sektor ke sektor lain atau dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain.

Pengangguran ini biasanya bersifat sementara yang disebabkan kesenjangan waktu, letak geografis, dan informasi lowongan kerja. Pengangguran friksional juga disebabkan adanya keinginan dari pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

37. Jawaban: b Upah minimum regional (UMR) Jakarta yang lebih besar dibandingkan daerah lain disebabkan biaya hidupnya tinggi. UMR ditetapkan dengan beberapa kriteria salah satunya biaya untuk dapat hidup layak. Semakin tinggi biaya hidup yang dibutuhkan di suatu daerah, semakin tinggi pula UMR.

38. Jawaban: d Salah satu kelemahan sistem upah menurut satuan hasil adalah hasil pekerjaan kurang optimal karena hanya mengejar jumlah. Keselamatan kerja kurang diperhatikan karena patokan pekerja dan pengusaha/pemilik kebun adalah jumlah atau hasil. Sistem penghitungan upah yang tidak transparan merupakan kelemahan upah menurut sistem borongan. Kurang mendorong pekerja untuk meningkatkan prestasi kerja merupakan kelemahan sistem upah menurut waktu.

39. Jawaban: a Di satu sisi pengusaha menginginkan tingkat upah rendah untuk bertahan dalam persaingan usaha yang semakin ketat. Di sisi lain buruh menganggap upah yang diberikan pengusaha kurang layak sehingga kesejahteraan buruh sulit tercapai. Oleh karena itu, pemerintah dapat berperan dalam mediasi antara pihak pengusaha dan pihak buruh. Pemerintah harus netral dan tidak memihak salah satu pihak agar keputusan yang ditetapkan diterima kedua belah pihak.

40. Jawaban: a Pengangguran struktural disebabkan perpindahan struktur atau corak perekonomian, misalnya dari sektor agraris ke sektor industri. Cara menanggulangi pengangguran struktural antara lain dengan menggalakkan industri padat karya dan mengadakan pelatihan untuk membekali tenaga kerja sesuai keterampilan pada struktur ekonomi yang baru.

Kegiatan mengadakan pameran produk merupakan upaya mengatasi masalah pengangguran siklikal. Kegiatan menyediakan informasi lowongan kerja yang lengkap merupakan cara mengatasi pengangguran friksional. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 35 B. 1.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Jawaban: Agar pendapatan nasional meningkat, pemerintah dapat melakukan berbagai cara berikut. a. Melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan, terutama bidang ekonomi tanpa meninggalkan aspek ideologi atau kepribadian bangsa.

b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (faktor produksi tenaga kerja) melalui perbaikan mutu pendidikan dan pemberian pelatihan sehingga produktivitas tenaga kerja meningkat. c. Memberikan kesempatan kepada perusahaan swasta (investor swasta) untuk mengembangkan usahanya sehingga timbul persaingan usaha yang sehat. d. Mendorong dan meningkatkan perkembangan industri kecil dan rumah tangga sebagai pilar perekonomian sekaligus mitra usaha bagi perkembangan industri menengah dan besar.

e. Membuka kesempatan bagi pemilik modal untuk melakukan investasi di dalam negeri. 2. Jawaban: Ketimpangan distribusi pendapatan ditandai dengan tidak merata atau tidak optimalnya penggunaan dan penyebaran pendapatan tiap-tiap individu. Ada individu yang memiliki pendapatan sangat besar misalnya pemodal. Ada pula individu yang memiliki pendapatan sangat rendah, misalnya buruh tani.

Semakin tinggi ketimpangan pendapatan, semakin besar pula munculnya potensi masalah kemiskinan. Ketimpangan distribusi pendapatan merupakan awal munculnya masalah kemiskinan. 3. Jawaban: Penghitungan pendapatan atau personal income (dalam triliun): Produk Domestik Bruto (GDP) Rp2.250 Pendapatan perusahaan asing di dalam negeri Rp 200 ––––––– – Rp2.050 Pendapatan perusahaan domestik di luar negeri Rp 120 ––––––– + Produk Nasional Bruto Rp2.170 Depresiasi Rp 175 ––––––– – Produk nasional neto Rp1.995 Pajak tidak langsung Rp 200 ––––––– – Pendapatan nasional neto Rp1.795 36 Pajak perseroan Jaminan sosial Uraian Pembayaran transfer Pendapatan perorangan Rp70 Rp30 –––– + Rp 100 ––––––– – Rp1.695 Rp 65 ––––––– + Rp1.760 Jadi, pendapatan perorangan negara A sebesar Rp1.760 triliun.

4. Jawaban: Tujuan pembangunan ekonomi antara lain: a. meningkatkan kesejahteraan masyarakat; b. meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup; c. meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi; d.

memperluas distribusi barang kebutuhan pokok; e. memperluas kesempatan kerja; serta f. memperbaiki kualitas pendidikan. 5. Jawaban: Pengangguran menunjukkan kondisi masyarakat yang tidak memiliki penghasilan sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan hidupnya. Masalah pengangguran dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jika taraf hidup masyarakat menurun, negara tersebut dapat dikatakan tingkat pertumbuhan ekonominya lambat.

6.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan

Jawaban: Suatu negara mengalami keberhasilan pembangunan ekonomi jika indikator pembangunan ekonomi meningkat baik indikator moneter maupun indikator nonmoneter.

Pembangunan ekonomi dikatakan berhasil jika jumlah PDB dan pendapatan per kapita meningkat, indikator sosial mengalami perubahan perbaikan, indeks kualitas hidup meningkat, indeks pembangunan manusia meningkat, serta terjadi perubahan perbaikan pada berbagai macam indikator campuran. 7. Jawaban: Serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia dapat menambah jumlah angkatan kerja sehingga dapat mengurangi kesempatan kerja bagi angkatan kerja Indonesia.

Akibatnya, lapangan pekerjaan yang tersedia diperebutkan banyak tenaga kerja sehingga persaingan untuk memperoleh pekerjaan semakin ketat. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 8. Jawaban: Pengangguran yang disebabkan krisis ekonomi adalah pengangguran siklikal. Pada saat krisis ekonomi terjadi penurunan kegiatan ekonomi karena ekonomi sedang lesu.

Oleh karena permintaan barang dan/atau jasa dari masyarakat menurun, perusahaan mengurangi produksi barang dan/atau jasa kondisi yang demikian berdampak pada pengurangan karyawan. 9. Jawaban: Masyarakat yang menganggur tetap memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tidak jarang masyarakat yang menganggur merasa frustasi dan kebingungan mencari uang karena tidak memiliki pekerjaan. Hal tersebut dapat berakibat buruk karena tidak jarang melakukan tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Akhirnya, kesenjangan sosial dan tingkat kriminalitas dapat meningkat. Hal tersebut dapat menciptakan kekacauan kehidupan masyarakat. 10. Jawaban: Kualitas pendidikan suatu negara berpengaruh terhadap kualitas tenaga kerja. Semakin tinggi kualitas pendidikan, semakin tinggi pula kualitas pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan daya manusia. Pendidikan membekali siswa dengan keterampilan, keahlian, dan wawasan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Dengan demikian, kualitas tenaga kerja meningkat yang berdampak pada tingkat produktivitas kerja.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 37 A. Indeks Harga A. 1. Jawaban: a Indeks harga digunakan oleh pakar statistik dan ekonomi untuk mengukur perubahan harga dari waktu ke waktu. Ciri-ciri indeks harga sebagai berikut. 1) Indeks harga sebagai alat pengukur harga dari waktu ke waktu. 2) Indeks harga ditetapkan berdasarkan data yang relevan.

3) Indeks harga ditetapkan berdasarkan sampel bukan populasi atau pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan barang. 4) Indeks harga dihitung saat kondisi ekonominya stabil atau waktu normal.

5) Indeks harga dihitung dengan metode yang sesuai dan tepat. 6) Indeks harga dihitung dengan membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar dikalikan 100.

Keterangan nomor 4) dan 5) merupakan tujuan penghitungan indeks harga secara umum. 2. Jawaban: e Indeks harga yang diterima petani mengukur ratarata perubahan harga dalam suatu periode atas jenis barang hasil produksi pertanian pada tingkat harga produsen di petani pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan dasar periode tertentu. Indeks harga ini digunakan untuk mengetahui fluktuasi harga barang yang dihasilkan petani.

Indeks harga ini juga digunakan sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sektor pertanian. Indeks harga yang diterima petani dipengaruhi faktor harga beli obat-obatan pertanian, jumlah hasil produksi, dan musim. 3. Jawaban: c Indeks harga konsumen (IHK) merupakan indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dalam 38 suatu periode atas kumpulan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi penduduk dalam jangka waktu tertentu.

Ciri-ciri IHK antara lain: 1) mengukur harga barang dan/atau jasa yang dibeli konsumen; 2) meliputi barang dan/jasa domestik dan barang impor; pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan 3) komponen biaya bunga dalam IHK mewakili biaya perumahan.

Pilihan Ganda 4. Jawaban: a Indeks harga produsen (IHP) atau indeks harga pedagang besar (IHPB) menggambarkan tingkat perubahan harga barang di tingkat produsen. Bagi pedagang besar, dengan adanya IHPB dapat memperkirakan keadaan harga pada masa mendatang.

5. Jawaban: b Indeks paasche merupakan angka indeks yang tertimbang dengan faktor penimbang kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya (Qn).

Angka indeks paasche memiliki kelemahan yaitu hasil penghitungan lebih rendah karena dengan naiknya harga menyebabkan permintaan turun. Kondisi ini memungkinkan perubahan tingkat konsumsi masyarakat tidak dapat diketahui.

6. Jawaban: e Indeks harga konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang menginformasikan harga barang dan/atau jasa yang dibayar oleh konsumen. Bagi pemerintah, IHK digunakan untuk mengukur laju inflasi. IHK juga digunakan sebagai dasar penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya.

7. Jawaban: e Untuk mengetahui kualitas hidup petani dapat dihitung nilai tukar petani (NTP). NTP merupakan Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib). Jika NTP >100 berarti petani mengalami surplus, NTP = 100 berarti petani mengalami impas, dan NTP <100 berarti mengalami defisit.

No. Nama Daerah 1) 2) 3) 4) 5) Suka Makmur Suka Maju Pariangan Tanjung Kahuripan 105 108 106 102 101 110 110 105 102 110 95% 98% 101% 100% 92% 8. Jawaban: b 2015 2016 Pn Γ— Qn PDB Nominal IP = βˆ‘P βˆ‘P β‹… Qn Γ— 100% P0 Γ— Q0 9.900.000 10.500.000 23.400.000 4.900.000 9.450.000 10.200.000 21.600.000 4.550.000 48.700.000 45.800.000 βˆ‘P βˆ‘P n β‹… Qo o β‹… Qo Γ— 100% 48.700.000 Γ— 100% = 106,33% 45.800.000 Jadi, besar indeks harga dengan metode laspeyres adalah 106,33%.

12. Jawaban: b 9. Jawaban: c Pn Γ— Qo Harga 2017 Rp16.000,00 Rp32.000,00 Rp26.000,00 Rp19.000,00 Rp36.000,00 Rp29.000,00 Rp74.000,00 Rp84.000,00 Penghitungan indeks harga tidak tertimbang (IHTT): Γ— 100% 0 84.000 Γ— 100% 74.000 = 113,51% Jadi, indeks harga bawang sebesar 113,51%. = 0 IL = 588.000 = Γ— 100% 490.000 = 120% Jadi, PDB deflator sebesar 120%.

n β‹… Qn Penghitungan dengan metode laspeyres: IL = 2016 n Pn Γ— Qo PDB nominal = PDB riil βˆ‘P βˆ‘P 116.100.000 126.100.000 Γ— 100% 116.100.000 = 108,61% Jadi, indeks harga barang pada tabel tersebut dengan metode paasche sebesar 108,61%.

Penghitungan PDB deflator tahun 2015: = 126.100.000 11. Jawaban: b Penghitungan PDB riil tahun 2016 dengan tahun dasar 2015 adalah: = (50 Γ— 5.000) + (60 Γ— 4.000) = 250.000 + 240.000 = 490.000 Bawang merah Bawang putih Bawang bombay 47.500.000 48.000.000 4.500.000 16.100.000 = (40 Γ— 5.000) + (50 Γ— 4.000) = 400.000 (50 Γ— 6.000) + (60 Γ— 4.800) = 588.000 Jenis Bawang P0 Γ— Qn 52.500.000 52.000.000 4.800.000 16.800.000 Indeks Harga Nilai Tukar Petani It Ib Kesimpulan berdasarkan data yaitu petani daerah Suka Maju memiliki tingkat kesejahteraan lebih rendah daripada petani daerah Pariangan.

Tahun 10. Jawaban: d Penghitungan dengan metode paasche: P0 Γ— Q0 8.400000 3.600.000 3.600.000 4.800.000 7.600.000 3.500.000 3.300.000 4.600.000 20.400.000 19.000.000 Penghitungan dengan metode laspeyres: IL = βˆ‘P βˆ‘P n β‹… Qo o β‹… Qo Γ— 100% IL = 20.400.000 Γ— 100% = 107,37% 19.000.000 Jadi, besar indeks harga dengan metode laspeyres adalah 107,37%. Berdasarkan penghitungan tersebut dapat disimpulkan harga barang bulan Februari mengalami kenaikan 7,37% dibandingkan harga bulan Januari.

Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 39 13. Jawaban: a Indeks harga merupakan ukuran yang menunjukkan perubahan harga dari waktu ke waktu. Peran indeks harga dalam perekonomian antara lain: 1) pedoman dalam membuat kebijakan ekonomi seperti kebijakan fiskal dan moneter; 2) dasar menentukan kebijakan harga sehingga tidak merugikan konsumen dan produsen; 3) alat mengukur tingkat kemajuan ekonomi; serta 4) alat menyelidiki faktor-faktor yang mendorong atau menghambat kemajuan ekonomi.

Adapun pernyataan angka 4) dan 5) merupakan pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan indeks harga bagi produsen (IHP).

14. Jawaban: b Indeks harga yang dibayar petani digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga dalam satu periode atas jenis barang dan/atau jasa, biaya produksi dan penambahan barang modal, serta konsumsi rumah tangga di perdesaan dengan dasar periode tertentu. Indeks harga yang harus dibayar petani ditunjukkan pasangan X1) dan Y2). Adapun X2) berkaitan dengan indeks harga yang diterima petani, X3) berkaitan dengan indeks harga implisit (PDB deflator), Y1) berkaitan dengan indeks harga produsen (IHP), dan Y3) berkaitan dengan indeks harga konsumen.

c. d. 2. Jawaban: Indeks harga konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang menginformasikan tentang harga barang dan/atau jasa yang dibayar konsumen. Ciri-ciri IHK antara lain mengukur harga barang dan/atau jasa yang dibeli konsumen; IHK meliputi barang dan/atau jasa domestik dan barang impor; serta komponen biaya-biaya bunga dalam IHK mewakili biaya perumahan.

3. Jawaban: a. Penghitungan indeks harga dengan metode paasche: Pn Γ— Qn IP = n b. Γ— 100% 0 16.500 Γ— 100% 15.000 = 110% Jadi, indeks harga barang dengan metode agregat sederhana sebesar 110%. = B. Uraian 1. Jawaban: Tujuan penghitungan indeks harga antara lain: a.

mengetahui perkembangan harga barang dan/ atau jasa yang termuat dalam diagram timbangan indeks harga konsumen (IHK); b. sebagai pedoman menentukan kebijakan ekonomi pada masa depan; 40 βˆ‘P βˆ‘P P0 Γ— Qn 50.000.000 35.000.000 155.000.000 46.000.000 30.000.000 142.600.000 240.000.000 218.600.000 n β‹… Qn 0 β‹… Qn Γ— 100% 240.000.000 Γ— 100% 218.600.000 IP = 109,79% Harga ketiga jenis ikan pada tahun 2016 mengalami kenaikan 9,79% dibandingkan harga pada tahun 2015.

IP = 15. Jawaban: d Penghitungan indeks agregat sederhana: βˆ‘P = βˆ‘P sebagai data acuan dalam menentukan penyesuaian upah minimum; serta memudahkan pemantauan penawaran dan permintaan barang kebutuhan. 4. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 Jawaban: Penghitungan PDB nominal tahun 2015: = (3.000 Γ— 8.000) + (6.500 Γ— 11.000) = 95.500.000 Penghitungan PDB nominal tahun 2016: = (3.400 Γ— 10.000) + (7.000 Γ— 13.000) = 125.000.000 Penghitungan PDB riil tahun 2016 dengan tahun dasar 2015: = (3.000 Γ— 10.000) + (6.500 Γ— 13.000) = 30.000.000 + 84.500.000 = 114.500.000 Penghitungan PDB deflator: 125.000.000 Γ— 100% = 141,24% 114.500.000 Jadi, PDB deflator sebesar 141,24%.

= 5. Jawaban: Penghitungan dengan metode laspeyres: Pn Γ— Q0 P0 Γ— Q0 IL = 750.000 2.880.000 650.000 2.755.000 700.000 2.752.000 598.000 2.610.000 7.035.000 6.660.000 βˆ‘P βˆ‘P n β‹… Q0 0 β‹… Q0 Γ— 100% 7.035.000 Γ— 100% = 105,63% 6.660.000 Jadi, indeks harga dengan metode laspeyres sebesar 105,63%. = B. Inflasi A. 4) Pilihan Ganda 1. Jawaban: c 1) Domestic inflation adalah inflasi yang terjadi karena penerbitan uang baru oleh pemerintah atau penerapan anggaran defisit.

Inflasi ini juga terjadi karena kegagalan panen (puso) menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan berkurang. 2) Cost push inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh kenaikan ongkos atau biaya produksi.

3) Demand pull inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh bertambahnya permintaan yang dilakukan masyarakat, investor, atau pemerintah terhadap suatu barang tertentu. 4) Imported inflation adalah inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang impor di luar negeri yang dipengaruhi oleh naiknya biaya produksi di luar negeri atau tarif impor barang.

5) Closed inflation adalah kenaikan tingkat harga secara umum berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu secara berkelanjutan. 2. Jawaban: d Pihak-pihak yang mengalami kerugian akibat inflasi sebagai berikut. 1) Konsumen karena harus membayar lebih mahal, barang yang diperoleh konsumen lebih sedikit daripada sebelum terjadi inflasi.

2) Kelompok masyarakat berpenghasilan tetap karena inflasi menyebabkan pendapatan riil menurun, contohnya pegawai negeri sipil dan karyawan. 3) Pemborong atau kontraktor karena harus mengeluarkan tambahan biaya agar dapat menutup pengeluaran akibat terjadi inflasi.

5) Kreditur karena nilai riil pinjaman yang telah diberikan kepada debitur menjadi lebih rendah akibat inflasi. Penabung, inflasi menyebabkan nilai uang yang ditabung lebih rendah dibandingkan nilai uang sebelum terjadi inflasi. 3. Jawaban: a Naiknya biaya produksi disebabkan adanya kenaikan biaya bahan baku, biaya upah tenaga kerja, biaya transportasi, dan biaya produksi lain. Dalam konsep ekonomi, naiknya biaya produksi dapat menyebabkan terjadinya inflasi atau disebut cost push inflation.

4. Jawaban: d Inflasi yang dialami negara eksportir berdampak terhadap negara importir. Kondisi ini disebabkan tingkat harga barang impor mengalami kenaikan sehingga negara importir harus mengeluarkan banyak uang untuk membayarnya.

Devisa yang digunakan untuk membayar semakin besar sehingga mengurangi jumlah cadangan devisa. 5. Jawaban: a Inflasi menyebabkan harga barang ekspor mengalami kenaikan sehingga berdampak terhadap volume penjualan. Naiknya harga barang ekspor bisa jadi masyakarat luar negeri mengurangi jumlah barang ekspor yang dibeli.

Kondisi inilah yang dapat mengurangi kinerja ekspor suatu negara. 6. Jawaban: d Inflasi menyebabkan harga barang kebutuhan mengalami kenaikan sehingga masyarakat sulit memenuhi kebutuhan dengan sumber dana yang ada. Jika naiknya harga barang tidak diikuti naik- Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 41 nya pendapatan, secara riil akan mengurangi daya beli masyarakat.

Kondisi ini direspons produsen dengan mengurangi jumlah barang yang ditawarkan agar tidak mengalami kerugian. 7. Jawaban: b Kebijakan menjual surat berharga disebut kebijakan pasar terbuka kepada masyarakat dan bank. Contoh surat berharga yang dijual Bank Indonesia yaitu Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat utang negara (SUN). Semakin banyak jumlah surat berharga yang terjual, jumlah uang beredar semakin berkurang sehingga inflasi terkendali. 8. Jawaban: a Kebijakan menaikkan suku bunga bank dilakukan untuk mendorong masyarakat menabung uangnya di bank.

Semakin banyak uang masyarakat yang tersimpan di bank, jumlah uang beredar dapat berkurang. Dengan demikian, laju inflasi dapat dikendalikan. 9. Jawaban: b Inflasi menggambarkan kondisi kenaikan harga barang umum secara terus-menerus. Inflasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut. 1) Meningkatnya permintaan agregat (demand aspect). 2) Kesenjangan antara jumlah uang beredar dan jumlah barang dalam masyarakat. 3) Rendahnya produksi barang dan/atau jasa (supply aspect) sehingga pasokan barang terhambat.

4) Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). 5) Jumlah uang beredar dalam masyarakat bertambah karena penerbitan uang baru oleh otoritas moneter.

6) Adanya desakan kelompok tertentu untuk memperoleh kredit dengan bunga ringan. 7) Fluktuasi sektor luar negeri (ekspor/impor), investasi, tabungan, pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan pendapatan negara.

10. Jawaban: e Sebagai pelaku ekonomi, rumah tangga konsumen atau masyarakat hendaknya melakukan kegiatan ekonomi bermoral dan bertanggung jawab. Sebagai contoh, saat terjadi inflasi, masyarakat dapat menjual mata uang asing terutama dolar Amerika untuk menguatkan nilai rupiah.

Jika rupiah menguat, laju inflasi dapat terkendali. Selain itu, tindakan menjual mata uang asing memperoleh keuntungan besar. beredar dalam masyarakat bertambah. Inflasi menyebabkan perusahaan menghemat pengeluaran, misalnya menekan biaya produksi.

Perusahaan akan mengurangi jumlah tenaga kerja sehingga menambah jumlah pengangguran. 12. Jawaban: b Penghitungan laju inflasi bulan Desember 2016 46.000 Γ— 100% = 103,37% 44.500 Jadi, laju inflasi bulan Desember 2016 yaitu 3,37%. Penggolongan inflasi meliputi inflasi ringan (0–10%), inflasi sedang (10–30%), inflasi berat (30–100%), dan hiperinflasi (di atas 100%). = 13. Jawaban: b Laju inflasi pada tahun 2016 lebih rendah daripada inflasi tahun 2015.

Kondisi ini menunjukkan tingkat harga barang tahun 2016 lebih rendah sehingga mendorong meningkatnya daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. 14. Jawaban: c Inflasi ditandai dengan banyaknya jumlah uang beredar dalam masyarakat. Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat menerapkan kebijakan moneter yaitu menaikkan cadangan kas (giro) wajib minimum bank umum. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah uang beredar sehingga laju inflasi terkendali.

15. Jawaban: a Inflasi diatasi dengan memberlakukan kebijakan fiskal yaitu menaikkan tarif pajak penghasilan sehingga tingkat konsumsi masyarakat berkurang. Jika konsumsi masyarakat berkurang, tingkat harga barang stabil. Kebijakan lainnya yaitu mengurangi pengeluaran pemerintah sehingga harga barang stabil.

B. Uraian 1. Jawaban: Peristiwa inflasi akan direspons produsen dengan menaikkan harga jual barang. Dengan menaikkan harga jual, produsen masih memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Inflasi memungkinkan produsen memperoleh keuntungan lebih besar daripada kenaikan biaya produksi.

2. Jawaban: Inflasi tarikan permintaan terjadi karena bertambahnya jumlah barang dan/atau jasa yang diminta masyarakat, investor, atau pemerintah. Dilihat dari segi masyarakat, bertambahnya jumlah barang dan/atau jasa yang tidak diikuti kapasitas produksi menyebabkan kelebihan permintaan. Dilihat dari segi investor, bertambahnya investasi sektor swasta karena memperoleh 11.

Jawaban: a Laju inflasi dipengaruhi tingkat suku bunga bank. Jika tingkat suku bunga bank diturunkan, laju inflasi mengalami kenaikan karena jumlah uang 42 Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 a. kredit lunak juga memicu inflasi. Dilihat dari segi pemerintah sebagai pelaku ekonomi, inflasi terjadi karena bertambahnya pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru.

3. 4. Jawaban: Berdasarkan cakupan pengaruh kenaikan harga, inflasi dibedakan sebagai berikut. a. Inflasi tertutup (closed inflation), yaitu kenaikan harga secara umum yang berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu secara berkelanjutan. b. Inflasi terbuka (open inflation), yaitu kenaikan harga barang yang terjadi secara keseluruhan atau agregat.

c. Inflasi tidak terkendali (hyperinflation), yaitu inflasi yang tinggi sehingga harga barang terus berubah dan mengalami kenaikan. Keadaan ini menyebabkan nilai uang rupiah terus merosot.

Jawaban: Laju inflasi yang tinggi perlu dikendalikan karena membawa dampak negatif bagi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Berikut dampak negatif inflasi. b. c. 5. Laju inflasi yang tinggi menyebabkan tingkat pendapatan riil terus menurun sehingga standar hidup masyarakat menurun. Laju inflasi yang tinggi menciptakan ketidakpastian bagi para pelaku ekonomi dalam pengambilan keputusan. Laju inflasi dalam negeri yang lebih tinggi daripada inflasi di negara lain menyebabkan tingkat bunga domestik riil tidak kompetitif.

Jawaban: Harga eceran tertinggi (HET) merupakan salah satu kebijakan nonmoneter dan nonfiskal yang diterapkan oleh pemerintah untuk mengendalikan laju inflasi. Dengan kebijakan HET diharapkan harga di pasar menjadi stabil. Bagi konsumen, HET dianggap menguntungkan karena adanya kepastian tingkat harga yang wajar. Kestabilan harga memungkinkan daya beli konsumen tetap terjaga sehingga taraf hidupnya meningkat. C. Permintaan dan Penawaran Uang A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Uang sebagai satuan hitung (unit of count) berfungsi menentukan tingkat harga barang dan/atau jasa sehingga memudahkan kegiatan pertukaran atau jual beli.

Masyarakat dapat mengetahui besarnya uang yang harus dibayarkan untuk memperoleh barang dan/atau jasa tertentu. Adanya satuan hitung masyarakat juga dapat membandingkan harga suatu barang dengan harga barang lain. 2. Jawaban: a Motif spekulasi (speculative motive) dimaksudkan untuk mendapat keuntungan besar meskipun dengan risiko tinggi.

Alasan motif spekulasi timbul karena adanya keinginan memperoleh keuntungan berdasarkan prediksi dan penghitungan pada masa depan. 3. Jawaban: e Uang diartikan suatu benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di suatu wilayah tertentu. Uang memiliki fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli uang antara lain sebagai alat tukar yang sah dan alat satuan hitung. Fungsi turunan antara lain uang sebagai alat pembayaran, alat pembayaran utang (tertunda), alat penyimpan kekayaan (menabung), alat pemindah kekayaan, dan alat penunjuk harga.

4. Jawaban: c Motif spekulatif dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan besar pada masa depan. Alasan inilah yang mendorong sebagian orang berinvestasi dalam bentuk kekayaan seperti saham dan emas batangan. Tindakan menukar rupiah dengan mata uang asing juga termasuk pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan spekulatif dengan asumsi kurs mata uang asing lebih tinggi daripada nilai rupiah pada masa depan.

5. Jawaban: e Menurut teori moneter klasik, uang tidak mempunyai pengaruh terhadap sektor riil (misalnya sektor industri) ataupun terhadap pendapatan nasional. Pengaruh uang hanya terhadap harga barang. Bertambahnya jumlah uang beredar menyebabkan kenaikan harga, sedangkan tingkat upah dan jumlah output tidak berubah. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 43 6. Jawaban: d Diketahui V = 50 kali P = Rp75.000,00 T = 1.000 + (20% Γ— 1.000) = 1.200 Penghitungan jumlah uang beredar: MΓ—V=PΓ—T M Γ— 50 = 75.000 Γ— 1.200 M Γ— 50 = 75.000 Γ— 1.200 M = 90.000.000 50 M = 1.800.000 Jadi, pada saat produktivitas sepatu bertambah 20% jumlah uang yang beredar Rp1.800.000,00.

7. Jawaban: a Uang kuasi merupakan bentuk kekayaan finansial yang dapat segera diuangkan. Secara langsung uang kuasi tidak berfungsi sebagai alat tukar atau pembayaran, tetapi dapat diubah menjadi uang kartal atau uang giral.

Contoh uang kuasi adalah deposito berjangka pendek dan rekening simpanan di bank umum. 8. Jawaban: e Fungsi turunan uang meliputi uang sebagai alat penunjuk harga, alat pembayaran, alat penyimpan uang, alat penyimpan nilai (kekayaan), standar (ukuran) pembayaran masa depan, alat pembentuk dan pemindah kekayaan, alat pendorong kegiatan ekonomi, serta alat pencipta kesempatan kerja.

Pernyataan angka 1) menunjukkan fungsi uang sebagai alat pemindah kekayaan. Pernyataan angka 4) menunjukkan fungsi uang sebagai alat pembayaran utang. Pernyataan angka 5) menunjukkan fungsi uang sebagai alat pembayaran.

Adapun pernyataan angka 2) dan 3) menunjukkan fungsi uang sebagai alat tukar. 9. Jawaban: b Kenaikan harga barang secara umum berkaitan dengan laju inflasi. Jika tingkat harga semakin tinggi, masyarakat harus mengeluarkan uang tunai dalam jumlah besar. Akibatnya, permintaan uang tunai akan bertambah untuk membeli barang yang harganya mahal. 10. Jawaban: d Penawaran uang diartikan sebagai jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

Penawaran uang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ditunjukkan angka 2), 3), dan 5). Adapun pernyataan angka 1) dan 4) merupakan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan uang. ini bertujuan meningkatkan permintaan agregat sehingga iklim usaha kembali positif.

Kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat sehingga dapat menggerakkan perekonomian. 12. Jawaban: d Sapi termasuk aset yang dimiliki Pak Asep. Dilihat dari tindakan yang dilakukannya, Pak Asep telah memindahkan kekayaannya (sapi) menjadi sebuah usaha. Inilah yang menunjukkan uang sebagai alat pemindah kekayaan. 13. Jawaban: a Diketahui V = 40 kali P = Rp30.000,00 T = 500 unit Penghitungan jumlah uang beredar: MΓ—V=PΓ—T M Γ— 40 = 30.000 Γ— 500 M Γ— 40 = 30.000 Γ— 500 M = 15.000.000 40 M = 375.000 Pada saat harga Rp30.000,00, jumlah uang yang beredar sebesar Rp375.000,00.

14. Jawaban: b John Maynard Keynes menyatakan motif seseorang memegang uang tunai antara lain motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.

1) Motif transaksi diasumsikan bahwa tujuan seseorang memegang uang tunai sebagai alat tukar untuk melakukan transaksi sehari-hari. 2) Motif berjaga-jaga diasumsikan bahwa uang berfungsi sebagai alat menghadapi ketidakpastian ekonomi pada masa mendatang. 3) Motif spekulasi diasumsikan bahwa uang dipergunakan untuk memperoleh keuntungan pada masa datang.

Kecenderungan untuk membeli barang mewah dan kecenderungan untuk menyimpan uang merupakan faktor yang memengaruhi permintaan uang.

15. Jawaban: c Diketahui P = Rp25.000,00 T = 100 juta unit M = Rp50 miliar Penghitungan kecepatan peredaran uang: MΓ—V=PΓ—T 50 miliar Γ— V = 25.000 Γ— 100 juta 50 miliar Γ— 40 = 2.500 miliar 11. Jawaban: c Adakalanya tingkat produksi dan pendapatan nasional rendah.

Untuk mengatasi kondisi ini, bank sentral menambah jumlah uang beredar. Kebijakan 44 Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 2.500 miliar 50 miliar M = 50 Jadi, kecepatan peredaran uang di negara A mencapai 50 kali.

M= 4. B. Uraian 1. Jawaban: Perubahan tingkat suku bunga bank berpengaruh terhadap motif seseorang dalam memegang uang tunai.

Jika suku bunga bank naik, seseorang lebih memilih menabung uangnya di bank sehingga permintaan terhadap uang berkurang.

Sebaliknya, jika suku bunga bank rendah, permintaan uang semakin bertambah untuk membiayai konsumsi dan investasi. 2. Jawaban: Nilai uang berpengaruh terhadap tingkat investasi dalam perekonomian. Jika pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan uang stabil, masyarakat diharapkan menggerakkan kegiatan investasi.

Dengan adanya investasi, kegiatan ekonomi semakin meningkat. 3. Jawaban: Uang elektronik (e-money) merupakan salah satu produk bank yang memberikan kemudahan dan kepraktisan bagi masyarakat untuk bertransaksi tanpa uang tunai. Dampak pemakaian e-money yaitu permintaan uang tunai semakin berkurang. A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Indeks harga konsumen (IHK) menghitung ratarata perubahan harga dalam suatu periode atas jenis barang dan/atau jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu.

Sumber data IHK berasal dari empat kelompok meliputi kelompok makanan, pakaian, perumahan, serta aneka barang dan jasa. IHK digunakan pemerintah untuk mengukur laju inflasi.

2. Jawaban: d Indeks harga yang diterima petani mengukur ratarata perubahan harga dalam suatu periode atas jenis barang hasil produksi pertanian pada tingkat harga produsen di petani dengan dasar periode tertentu. Pilihan a, b, c, dan e berkaitan dengan indeks harga yang harus dibayar petani. Jawaban: Diketahui: V = 40 kali P = Rp125.000,00 T = 7.000 + (25% Γ— 7.000) = 8.750 Penghitungan jumlah uang beredar: MΓ—V = PΓ—T M Γ— 40 = 125.000 Γ— 8.750 M Γ— 40 = 1.093.750.000 M = 1.093.750.000 40 M = 27.343.750 Jadi, saat produktivitas tas bertambah 25% jumlah uang yang beredar sebesar Rp27.343.750,00.

5. Jawaban: Penerbitan uang pecahan rupiah baru oleh Bank Indonesia menunjukkan adanya penawaran uang semakin bertambah. Apalagi pecahan uang lama tidak dicabut dan ditarik sehingga jumlah uang beredar dalam masyarakat semakin bertambah. Jika kondisi ini tidak dicari solusinya, akan menimbulkan masalah inflasi. Semakin banyak jumlah uang beredar, semakin berpotensi terjadinya inflasi.

3. Jawaban: a Penghitungan angka indeks agregat sederhana: = βˆ‘P βˆ‘P n Γ— 100% 0 = 30.000 Γ— 100% 25.000 = 120% Jadi, angka indeks agregat sederhana adalah 120%. 4. Jawaban: b Penghitungan upah sebenarnya: IHK = X UMR 2016 X 3.045.000 X = 3.045.000 Γ— 115% X = 3.501.750 Jadi, upah sebenarnya sebesar Rp3.501.750,00. 115% = Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 45 5. Jawaban: e Indeks harga agregatif tahun 2016 sebesar 115% dibandingkan tahun 2015 menunjukkan telah terjadi kenaikan harga barang secara umum sebesar 15%.

Dua angka terakhir menunjukkan laju inflasi yang selama satu periode tertentu. 9. Jawaban: a Pn Γ— Qo 6. Jawaban: b Penghitungan laju inflasi bulan Maret 2016: IL = PDB Nominal (40 Γ— 10.500) + (40 Γ— 12.000) = 900.000,00 (50 Γ— 11.000) + (60 Γ— 13.000) = 1.330.000,00 Penghitungan PDB riil tahun 2016 dengan tahun dasar 2015: = (50 Γ— 10.500) + (60 Γ— 12.000) = 525.000 + 720.000 = 1.245.000 Penghitungan PDB deflator tahun 2015 = 8.

Jawaban: d Jenis barang yang dibandingkan dalam indeks harga produsen (IHP) dibagi beberapa sektor dan pada setiap sektornya terdapat subsektor berikut.

1) Sektor pertanian, subsektor bahan makanan, tanaman perdagangan, perkayuan, kehutanan, dan perikanan. 2) Sektor pertambangan dan penggalian, subsektor batu bara, aspal, batu kali, pasir, kerikil, dan garam. 3) Sektor industri, subsektor tekstil, pakaian jadi, barang-barang kulit, makanan, minuman, kertas, barang logam dasar, barang cetakan, karet, plastik, mesin-mesin, semen, kapur, barang dari tanah liat, barang kimia, hasil pengilangan minyak, hasil industri logam, dan tembakau.

Laporan pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan harga produsen diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara periodik.

Laporan tersebut meliputi sektor bahan ekspor, impor, dan bangunan. 46 2.155.000 2.037.500 βˆ‘P βˆ‘P n β‹… Q0 0 β‹… Q0 Γ— 100% 10. Jawaban: c Jumlah harga tahun 2015: Rp37.000,00. Jumlah harga tahun 2016: Rp40.200,00. Penghitungan indeks harga tidak tertimbang (IHTT) tahun 2016: IHTT = βˆ‘P βˆ‘P n Γ— 100% 0 PDB nominal PDB riil = 1.330.000 Γ— 100% 1.245.000 = 106,83% Jadi, PDB deflator sebesar 106,83%. 1.160.000 112.500 315.000 450.000 IL = 2.155.000 Γ— 100% = 105,77% 2.037.500 Jadi, besar indeks harga dengan metode laspeyres adalah 105,77%.

7. Jawaban: c 2015 2016 1.200.000 125.000 350.000 480.000 Penghitungan indeks harga dengan metode laspeyres: 123 βˆ’ 119 Γ— 100% 119 = 3,36% Jadi, laju inflasi bulan Maret 2016 dibandingkan bulan Maret 2015 sebesar 3,36%. = Tahun P0 Γ— Q0 = 40.200 Γ— 100% = 108,65% 37.000 Jadi, indeks harga tidak tertimbang (IHTT) adalah 108,65%. 11. Jawaban: a Perubahan tingkat harga pada masa depan akan berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta konsumen pada saat tingkat harga belum mengalami kenaikan.

Jika jumlah barang yang diminta konsumen bertambah, sedangkan jumlah barang yang ditawarkan tidak berubah akan direspons produsen dengan menaikkan harga. Fenomena inilah yang menunjukkan terjadinya inflasi. 12. Jawaban: a Demand pull inflation adalah inflasi yang terjadi karena bertambahnya jumlah barang dan/atau jasa yang diminta oleh masyarakat, investor, atau pemerintah.

Dilihat dari segi masyarakat, bertambahnya jumlah barang dan/atau jasa yang tidak diikuti bertambahnya kapasitas produksi menyebabkan kelebihan permintaan. 13. Jawaban: c Di satu sisi inflasi menimbulkan kerugian bagi kelompok masyarakat tertentu. Di sisi lain inflasi membawa keuntungan bagi kelompok masyarakat berikut. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 1) 2) 3) 4) Pengusaha, yang pada saat sebelum inflasi telah memiliki persediaan produksi barang yang siap dijual dalam jumlah besar.

Pedagang, adanya inflasi memungkinkan pedagang untuk menaikkan harga jual untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Spekulan, yaitu orang atau badan usaha yang menimbun banyak barang sebelum terjadinya inflasi, kemudian menjualnya kembali barang tersebut pada saat inflasi. Debitur (orang yang meminjam uang), peristiwa inflasi akan menguntungkan karena saat pembayaran utang, nilai riil uang lebih rendah daripada saat meminjam uang.

14. Jawaban: d Inflasi tarikan permintaan (demand full inflation) terjadi karena bertambahnya jumlah barang dan/ atau jasa yang diminta masyarakat, investor, atau pemerintah. Dilihat dari segi masyarakat, faktor kenaikan tingkat upah atau gaji karyawan yang mendorong naiknya jumlah barang yang diminta. Bertambahnya jumlah barang dan/atau jasa yang tidak diikuti kapasitas produksi menyebabkan kelebihan permintaan.

Kondisi inilah yang menunjukkan terjadinya inflasi tarikan permintaan. 15. Jawaban: a Penghitungan laju inflasi bulan Maret 2016: 123, 75 βˆ’ 123, 51 = Γ— 100% 123, 51 = 0,19% Jadi, laju inflasi bulan Maret 2016 adalah 0,19%. 16. Jawaban: b Jumlah harga tahun 2014: Rp36.000,00 Jumlah harga tahun 2015: Rp39.000,00 Jumlah harga tahun 2016: Rp40.500,00 Penghitungan indeks harga agregatif sederhana: = βˆ‘P βˆ‘P n Γ— 100% 0 = 40.500 Γ— 100% 39.000 = 103,85% Nilai indeks harga 103,85% mengindikasikan terjadinya inflasi sebesar 103,85% – 100% yaitu 3,85%.

Angka 3,85% termasuk inflasi ringan yaitu inflasi yang terjadi di bawah 10% per tahun. 17. Jawaban: a Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani harus dihitung indeks petani (IP).

Penghitungan indeks petani: = indeks yang diterima petani (It) Γ— 100% indeks yang dibayar petani (Ib) No. Daerah Indeks Petani 1) 2) 3) Karangjati Kahuripan Sukamakmur 98,15% 104,43% 103,13% Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan tingkat pendapatan petani Kahuripan lebih besar daripada pengeluarannya. Jika dibandingkan dengan petani Karangjati dan Sukamakmur, tingkat pendapatan petani Kahuripan juga lebih besar. 18. Jawaban: c Diketahui: M = 5.000.000 P = 50.000 T = 500 Penghitungan perputaran uang: MV = PT 5.000.000 Γ— V = 50.000 Γ— 500 5.000.000V = 25.000.000 V = 25.000.000 5.000.000 V = 5 Jadi, kecepatan perputaran uang sebanyak 5 kali.

19. Jawaban: b Diketahui: M = 200 miliar V =4 T = 8 juta Penghitungan tingkat harga: MV = PT 200.000.000.000 Γ— 4 = 8.000.000P 800.000.000.000 = 8.000.000P 800.000.000.000 8.000.000 P = 100.000 Jadi, tingkat harga barang sebesar Rp100.000,00. P = 20. Jawaban: c Seseorang yang memiliki kekayaan dalam bentuk lain dapat memindahkannya dalam bentuk kekayaan lain melalui uang. Pernyataan ini sesuai dengan tindakan Pak Tatang menjual tanah di Kota Surabaya kemudian uang hasil penjualannya digunakan untuk membeli tanah di Kota Salatiga.

Dengan demikian, uang berfungsi sebagai pemindah kekayaan berupa tanah. 21. Jawaban: b Inflasi menggambarkan banyaknya jumlah uang beredar dalam masyarakat. Untuk mengendalikan atau mengurangi jumlah uang beredar, pemerintah Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 47 dapat menerapkan kebijakan yang ditunjukkan oleh angka 1), 3), dan 4). Adapun kebijakan pada angka 2) dan 5) justru menambah jumlah uang beredar untuk menggerakkan kegiatan ekonomi.

harga tahun dasar dikalikan 100. 2. Jawaban: Penghitungan indeks harga: Pn Γ— Qo 22. Jawaban: d Motif spekulasi (speculative motive) dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan besar melalui investasi uang di sebuah usaha. Motif ini didorong keinginan memperoleh keuntungan berdasarkan prediksi dan penghitungan pada masa depan. 39.000.000 44.000.000 52.000.000 57.000.000 24.500.000 23. Jawaban: b Kebijakan moneter berkaitan dengan upaya mengendalikan jumlah uang beredar.

Secara umum, inflasi juga dipengaruhi oleh banyaknya jumlah uang beredar dalam masyarakat. Untuk mengurangi jumlah uang beredar, pemerintah melalui Bank Indonesia menerapkan kebijakan menjual surat berharga berupa Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Surat Utang Negara (SUN).

Dengan kebijakan ini, diharapkan laju inflasi dapat terkendali. B. Uraian 1. Jawaban: Ciri-ciri indeks harga antara lain: a. indeks harga ditetapkan berdasarkan data yang relevan; b. indeks harga dihitung berdasarkan sampel bukan populasi atau seluruh barang; c. indeks harga dihitung saat kondisi ekonomi stabil atau waktu normal; d. indeks harga dihitung dengan metode yang sesuai atau tepat; serta e. indeks harga dihitung dengan membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan 48 Pn Γ— Qn Po Γ— Qn 30.000.000 41.250.000 48.000.000 52.250.000 17.500.000 45.500.000 48.000.000 58.500.000 60.000.000 28.000.000 35.000.000 45.000.000 54.000.000 55.000.000 20.000.000 216.500.000 189.000.000 240.000.000 209.000.000 a.

Penghitungan indeks laspeyres IL = βˆ‘P βˆ‘P n β‹… Q0 0 β‹… Q0 Γ— 100% 216.500.000 Γ— 100% 189.000.000 = 114,55% Artinya pada tahun 2016 terjadi kenaikan harga sebesar 14,55%. IL = 24. Jawaban: c Kebijakan menaikkan tingkat suku bunga bank berkaitan dengan upaya mengendalikan jumlah uang beredar dalam masyarakat.

Banyaknya jumlah uang beredar mengindikasikan terjadinya inflasi. Untuk mengatasi inflasi tersebut, Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga bank agar jumlah uang beredar berkurang. Jika jumlah uang beredar berkurang, daya beli pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan akan menurun sehingga berdampak terhadap tingkat harga barang di pasar (harga menurun). 25. Jawaban: c Kebijakan menjual surat berharga dimaksudkan agar jumlah uang beredar dalam masyarakat dapat berkurang.

Semakin banyak jumlah uang terserap oleh Bank Indonesia atas penjualan surat berharga, daya beli masyarakat menurun sehingga harga barang menjadi stabil. Dengan demikian, masalah inflasi dapat dikendalikan. Po Γ— Qo b. Penghitungan indeks paasche IP = βˆ‘P βˆ‘P n 0 β‹… Qn β‹… Qn Γ— 100% 240.000.000 Γ— 100% 209.000.000 = 114,83% Artinya, pada tahun 2016 terjadi kenaikan harga sebesar 14,83%.

= 3. Jawaban: Penghitungan laju inflasi bulan Maret 2016: 119 βˆ’ 115 Γ— 100% 115 = 3,48% Jadi, laju inflasi bulan Maret 2016 adalah 3,48% = 4. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 Jawaban: Dampak inflasi sebagai berikut. a. Bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tetap, inflasi menimbulkan dampak negatif. Pada saat inflasi, tingkat pendapatan riil kelompok masyarakat ini akan menurun sehingga daya belinya juga menurun.

Jika kenaikan harga tidak diikuti kenaikan pendapatan, kualitas hidup kelompok masyarakat ini juga menurun. b. Bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap seperti pedagang, inflasi akan membawa dampak positif.

Inflasi yang ditandai naiknya harga barang secara umum justru menguntungkan kelompok ini karena akan memperoleh keuntungan besar. Saat inflasi, harga jual barang dagangan mengalami kenaikan sehingga pedagang menambah jumlah barang yang ditawarkan dengan harapan memperoleh keuntungan besar.

5. Jawaban: Diketahui V = 8 kali P = Rp114.000,00 T = 12.000 + (40% Γ— 12.000) = 16.800 Penghitungan jumlah uang beredar: M.V = P.T 8M = 114.000 Γ— 16.800 8M = 1.915.200.000 1.915.200.000 8 M = 239.400.000 Jadi, saat kapasitas produksi kaus bertambah 40% jumlah uang yang beredar Rp239.400.000,00. M= Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 49 A. Kebijakan Moneter A. 1. Jawaban: b Kebijakan moneter untuk menambah jumlah uang beredar disebut kebijakan moneter ekspansif. Kebijakan tersebut diterapkan saat jumlah uang beredar dalam masyarakat berkurang.

Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga untuk menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat. Langkah ini akan mendorong masyarakat menarik dana dari bank dan menggunakannya untuk kegiatan ekonomi yang menguntungkan. 2. Jawaban: a Pemerintah dapat mengambil kebijakan dengan menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri.

Kebijakan ini disebut devaluasi. Pada kondisi tertentu, devaluasi dilakukan untuk meningkatkan nilai ekspor. Peningkatan nilai ekspor akan berpengaruh positif terhadap neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Kebijakan moneter mendorong perbaikan posisi neraca perdagangan luar negeri melalui peningkatan nilai ekspor. 3. Jawaban: b Jumlah uang beredar dalam masyarakat menyesuaikan tingkat perputaran uang dengan tingkat pertumbuhan arus barang dan/atau jasa.

Jika jumlah uang beredar dalam masyarakat sesuai pertumbuhan arus barang dan/atau jasa, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan perekonomian dapat tercapai. 4. Jawaban: c Kenaikan harga terhadap hampir sebagian besar kebutuhan pokok menyebabkan naiknya laju inflasi.

Inflasi mengakibatkan menurunnya nilai 50 mata uang karena daya beli akan menurun. Pemerintah melalui Bank Indonesia mengambil kebijakan moneter agar tingkat harga relatif stabil. Dengan tingkat harga yang stabil, daya beli masyarakat akan terjaga. Daya beli masyarakat yang stabil dapat mewujudkan ekonomi yang kondusif dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Pilihan Ganda 5.

Jawaban: d Kebijakan moneter mengatur kestabilan perekonomian melalui pengendalian jumlah uang beredar dalam masyarakat. Kebijakan moneter dilakukan untuk mempertahankan, mengurangi, atau menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat.

Kesesuaian jumlah uang beredar dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat akan menciptakan kestabilan perekonomian. Pernyataan yang merupakan kebijakan moneter untuk menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat terdapat pada pasangan A2), B3), dan C2). Adapun pasangan A1), A3), B1), B2), C1), dan C3) merupakan kebijakan moneter untuk mengurangi jumlah uang beredar dalam masyarakat. 6. Jawaban: a Masalah sistem logistik di beberapa daerah di Indonesia menyebabkan tingginya laju inflasi.

Laju inflasi yang tinggi memengaruhi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Bank Indonesia mengambil kebijakan moneter yaitu kebijakan diskonto. Kebijakan diskonto dilakukan Bank Indonesia dengan menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga. Untuk mengurangi tingkat inflasi Bank Indonesia mengambil kebijakan dengan menaikkan tingkat BI rate. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 7.

Jawaban: c Menurut pernyataan pada soal Bank Indonesia telah mengambil kebijakan diskonto. Kebijakan diskonto, yaitu kebijakan yang diambil Bank Indonesia dengan menaikkan dan menurunkan tingkat suku bunga. Kebijakan Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga untuk menambah jumlah uang beredar dalam masyarakat. Masyarakat akan menarik dana dari bank dan menggunakan dana untuk kegiatan perekonomian yang lebih menguntungkan. 8. Jawaban: b Kebijakan moneter yang dapat dilakukan pemerintah yaitu menaikkan suku bunga bank.

Dengan menaikkan suku bunga bank diharapkan menarik minat masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank berupa deposito atau tabungan. Dengan bertambahnya minat masyarakat untuk menyimpan uang di bank, investasi bank akan membaik sehingga apresiasi rupiah terhadap mata uang asing juga membaik.

9. Jawaban: b Berdasarkan ilustrasi pada soal, Pak Dani memenuhi prinsip kredit yaitu capacity dan character. Capacity (kemampuan) adalah kemampuan debitur dalam mengembalikan pinjaman sesuai perjanjian. Capacity dapat dibuktikan dengan kemampuan Pak Dani berhasil mengelola usaha selama delapan tahun.

Character berkaitan dengan kepribadian debitur. Pak Dani memiliki kepribadian baik, jujur, dapat dipercaya, dan disiplin. Karakater tersebut dapat terlihat dari kedisiplinan Pak Dani dalam membayar pinjaman setiap bulan. 10. Jawaban: c Tindakan bank dengan memperketat peraturan mengenai pinjaman atau kredit merupakan penerapan kebijakan kredit selektif. Kebijakan ini dilakukan dengan peraturan persyaratan kredit yang ketat untuk memperoleh pinjaman dari bank.

Dana yang dipinjamkan bank kepada masyarakat menambah jumlah uang beredar. Jika dana tersebut tidak digunakan untuk kegiatan yang produktif dapat menyebabkan inflasi. Oleh karena itu, BI perlu mengambil kebijakan moneter berupa kebijakan kredit selektif. B. Uraian 1. Jawaban: Perekonomian yang stabil menimbulkan dampak positif bagi investasi. Para investor akan tertarik berinvestasi di negara tersebut. Pertumbuhan investasi secara signifikan membuka kesempatan kerja, misalnya melalui pendirian pabrik ataupun perusahaan baru.

Pendirian pabrik atau perusahaan baru membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga kesempatan kerja bagi penduduk usia produktif semakin luas. Semakin banyak jumlah pabrik atau perusahaan, jumlah produksi nasional semakin bertambah. Kondisi tersebut menyebabkan taraf hidup masyarakat semakin meningkat.

2. Jawaban: Revaluasi adalah kebijakan yang diberlakukan otoritas moneter dengan cara menaikkan kurs mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Kebijakan revaluasi diberlakukan pada saat kurs mata uang rupiah dianggap terlalu rendah terhadap mata uang asing.

Kebijakan ini diambil ketika pemerintah ingin mendorong tingkat impor dan menurunkan ekspor. Dengan revaluasi harga barang-barang dalam negeri menjadi mahal dan harga barang impor menjadi murah sehingga terjadi peningkatan impor. Peningkatan impor mengakibatkan peningkatan permintaan mata uang asing dan penurunan cadangan mata uang asing di dalam negeri. 3. Jawaban: Jumlah uang beredar yang terkendali dan sesuai kebutuhan akan mendorong kestabilan ekonomi. Perekonomian yang stabil mampu menciptakan iklim investasi atau iklim usaha yang kondusif sehingga investor tertarik berinvestasi.

Pertumbuhan investasi yang signifikan membuka kesempatan kerja melalui pendirian pabrik ataupun perusahaan. 4. Jawaban: Kebijakan cadangan kas minimum berkaitan dengan penentuan cadangan kas bank umum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan ini akan berpengaruh terhadap jumlah uang beredar. Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, Bank Indonesia pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan cadangan kas minimum Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 51 bank umum.

Kenaikan cadangan kas minimum mendorong bank umum menambah cadangan uang tunai dan mengurangi penyaluran dana kepada masyarakat. Akibatnya, jumlah uang beredar dalam masyarakat berkurang. 5. ekonomi. Nilai tukar yang stabil dapat menstabilkan harga dan inflasi. Dengan kondisi tersebut, kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, dan rumah tangga pemerintah dapat berjalan dengan baik.

Kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap produktivitas produksi barang dan/atau jasa di berbagai sektor ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi dapat mencapai target. Jawaban: Kebijakan moneter yang dilakukan untuk menjaga kestabilan nilai rupiah berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada berbagai sektor B. Kebijakan Fiskal A. 1. Jawaban: a Pendapatan negara berpengaruh pada usaha pemerataan pendapatan masyarakat. Penerimaan negara yang optimal mengindikasikan tercukupinya sumber dana untuk melakukan pembangunan.

Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan dalam pemungutan pajak. Dana dari sektor pajak mampu mencukupi pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di daerah terpencil. Dengan dibangunnya infrastruktur dan berbagai fasilitas publik di daerah tersebut, kondisi perekonomian masyarakat sekitar akan meningkat sehingga kesenjangan pendapatan antara masyarakat di daerah satu dan daerah lain dapat berkurang.

2. Jawaban: e Berdasarkan soal penerapan kebijakan fiskal yang paling tepat yaitu menambah pembelian barang dan/atau jasa saat perekonomian mengalami resesi.

Penambahan belanja pemerintah tersebut bertujuan meningkatkan permintaan agregat masyarakat. Kestabilan jumlah permintaan agregat mampu mendorong kestabilan produksi rumah tangga produsen (perusahaan) sehingga jumlah output dalam perekonomian tetap terjaga.

3. Jawaban: c Subsidi merupakan pemberian insentif dari pemerintah untuk menciptakan keterjangkauan harga barang bagi masyarakat. Tujuan utama pemberian subsidi yaitu menjaga daya beli masyarakat, khususnya masyarakat berpendapatan rendah.

Pemberian subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan memelihara pertumbuhan ekonomi. Seperti pada 52 soal, pemerintah memberikan subsidi untuk elpiji 3 kg agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan elpiji.

Pilihan Ganda 4. Jawaban: d Penyediaan sarana sosial dan ekonomi bertujuan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan usaha produktif. Pemerintah dapat mendorong industri rumah tangga melalui pemberian modal atau pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar pengangguran dan kemiskinan berkurang. Pemerintah juga harus mengatasi laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.

Jika jumlah penduduk tidak dapat dikendalikan, kesempatan kerja akan semakin berkurang. 5. Jawaban: b Kebijakan yang tepat untuk mencegah dan mengendalikan inflasi yaitu kebijakan anggaran surplus. Penyusunan kebijakan anggaran surplus dilakukan dengan menetapkan anggaran penerimaan lebih besar daripada pengeluaran negara.

Kebijakan ini dijalankan dengan mengurangi belanja negara sehingga permintaan terhadap barang dan/ jasa tidak bertambah. 6. Jawaban: b Pemerintah mengambil keputusan untuk menambah belanja pemerintah (government spending) dengan cara menambah pembelian barang dan/atau jasa bagi kebutuhan operasional pemerintah.

Penambahan anggaran belanja tersebut digunakan untuk mendorong laju pertumbuhan output produksi yang dihasilkan perusahaan. Pajak bertujuan untuk membiayai kebijakan fiskal dengan tujuan menyejahterakan masyarakat. Subsidi bertujuan untuk menjaga Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 pemerintah tidak hanya memberikan subsidi bagi masyarakat.

Subsidi juga diberikan pemerintah kepada perusahaan atau UMKM untuk mencapai tujuan agar perusahaan meningkatkan jumlah produksi dan kualitas hasil produksi. Peningkatan hasil produksi membuat produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk impor. daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Pinjaman publik bertujuan untuk mengatasi kekurangan dana untuk membiayai APBN. 7. Jawaban: e Pada kebijakan anggaran surplus, penerimaan lebih besar daripada pengeluaran.

Kelebihan anggaran surplus diterapkan untuk mencegah dan mengendalikan inflasi. Cara yang dilakukan dengan mengurangi jumlah pengeluaran sehingga diharapkan jumlah barang dan/atau jasa yang diminta tidak bertambah. 8. Jawaban: a Fungsi alokasi bertujuan mendorong terciptanya efisiensi perekonomian dan stimulasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fungsi alokasi digunakan untuk mengalokasikan faktorfaktor produksi yang tersedia dalam masyarakat secara maksimal. 9. Jawaban: a Instrumen kebijakan fiskal terdiri atas pajak, subsidi, dan pinjaman publik yang terdapat pada pernyataan angka 1), 2), dan 3).

Instrumen kebijakan moneter terdiri atas operasi pasar terbuka, politik diskonto, politik cadangan kas, kebijakan kredit selektif, dan imbauan moral. Adapun kebijakan devaluasi dan revaluasi terdapat pada angka 4) dan 5). 10. Jawaban: b Jika terjadi resesi terus-menerus, total produksi nasional bruto dan tingkat pertumbuhan ekonomi negara akan menurun sehingga diperlukan penambahan anggaran belanja pemerintah. Penambahan anggaran belanja pemerintah berperan mendorong kelangsungan produksi perusahaan sehingga total produksi nasional terus bertambah dan pertumbuhan ekonomi meningkat dari waktu ke waktu.

B. Uraian 1. Jawaban: Subsidi merupakan pemberian insentif dari pemerintah untuk menciptakan keterjangkauan harga barang bagi masyarakat. Akan tetapi, 2. Jawaban: Pemerintah menutup defisit dengan cara meminjam dana luar negeri atau dalam negeri. Sumber pinjaman dalam negeri diperoleh dalam bentuk pinjaman perbankan dan nonperbankan yang mencakup penerbitan obligasi negara dan privatisasi. Pinjaman luar negeri pemerintah diperoleh dari lembaga-lembaga internasional seperti IMF atau Bank Dunia dan pinjaman dari negara lain.

3. Jawaban: Pemerintah akan mengambil kebijakan dengan menambah jumlah anggaran belanja untuk membeli barang dan/atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan pada saat terjadi resesi.

Anggaran yang telah ditambahkan pemerintah dapat meningkatkan produksi suatu perusahaan sehingga Produksi Nasional Bruto (PDB) juga ikut meningkat. Apabila PDB meningkat, pertumbuhan ekonomi juga terus meningkat. 4.

Jawaban: Apabila pemerintah menurunkan tarif pajak, pengaruhnya terhadap kebijakan fiskal yaitu daya beli masyarakat akan meningkat sehingga sektor perekonomian lain seperti industri juga akan mengalami kenaikan.

Risiko penurunan pajak adalah pendapatan negara akan turun. Akan tetapi, jika pajak dinaikkan akan menyebabkan semakin mahalnya harga di pasar. 5. Jawaban: Kebijakan fiskal dalam APBN dan APBD memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, dan pendapatan masyarakat. Pada saat pemerintah meningkatkan pengeluarannya dalam bentuk investasi, subsidi, maupun transfer, pertumbuhan ekonomi semakin meningkat sehingga pendapatan nasional tinggi. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 53 A.

Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Imbauan moral adalah cara yang diupayakan Bank Indonesia dalam mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara mengarahkan atau mengimbau bank dan masyarakat.

Imbauan moral dapat dilakukan melalui media massa, pengumuman, atau pidato pejabat yang berwenang. Pada soal Bank Indonesia menerapkan kebijakan imbauan moral dengan menyarankan bank syariah memiliki standar operasional prosedur (SOP) sebelum menyelenggarakan bisnis gadai emas. 2. Jawaban: d Krisis ekonomi menyebabkan dunia usaha terpuruk karena menurunnya daya beli dan ekspor.

Keadaan ini diperparah dengan bangkrutnya bankbank di Indonesia sehingga dilikuidasi oleh Bank Indonesia. Untuk mengatasi keadaan ini, Bank Indonesia selaku otoritas moneter akan memberlakukan kebijakan melonggarkan syarat penyaluran kredit. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan investasi sehingga dunia usaha dan daya beli masyarakat meningkat. Jika dunia usaha meningkat, kinerja ekspor dapat ditingkatkan.

3. Jawaban: d Kebijakan kredit selektif berkaitan dengan upaya mengurangi jumlah uang beredar melalui pengetatan penyaluran kredit.

Bank Indonesia dapat memperketat syarat kredit yaitu karakter (character), kemampuan (capacity), jaminan (collateral), modal (capital), dan kondisi ekonomi (condition of economy). Syarat kredit yang ketat akan mengurangi keinginan masyarakat dan bank umum untuk meminjam uang.

Akibat kebijakan ini, jumlah uang beredar dalam masyarakat berkurang. 4. Jawaban: a Kebijakan moneter merupakan kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar. Kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen dari kebijakan moneter berupa operasi pasar terbuka, kebijakan diskonto, penentuan cadangan kas, kebijakan kredit selektif, dan imbauan moral.

Instrumen kebijakan moneter berupa pajak, subsidi, dan pinjaman publik. 54 5. Jawaban: c Besarnya jumlah uang beredar akan menimbulkan inflasi yang tinggi. Harga barang akan mengalami kenaikan terus-menerus. Kondisi ini akan menyebabkan krisis sehingga Bank Indonesia selaku otoritas moneter perlu menetapkan kebijakan di bidang moneter.

Kebijakan yang dapat diberlakukan untuk mengurangi jumlah uang beredar ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). 6. Jawaban: b Devaluasi berkaitan dengan kebijakan menurunkan kurs atau nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing.

Kebijakan ini bertujuan memperbaiki neraca pembayaran internasional. Pemberlakuan kebijakan devaluasi akan mendorong kinerja ekspor karena harga barang ekspor yang lebih murah. 7. Jawaban: c Kebijakan moneter bersifat ekspansif berkaitan dengan upaya pemerintah menambah jumlah uang beredar. Upaya yang dilakukan adalah membeli kembali surat-surat berharga yang telah dijual kepada masyarakat sehingga jumlah uang beredar bertambah. Pertambahan jumlah uang beredar meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memengaruhi kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen.

Keadaan ini mengindikasikan kegiatan perekonomian kembali baik. 8. Jawaban: b Imbauan moral (moral suasion) adalah upaya Bank Indonesia dengan mengarahkan atau mengimbau bank umum untuk melakukan kebijakan tertentu. Imbauan moral dapat dilakukan melalui media massa, pengumuman, atau pidato pejabat yang berwenang. 9. Jawaban: a Modal (capital) berkaitan dengan penilaian tentang modal, meliputi kepemilikan modal dan alokasi pemakaian modal. Syarat ini memungkinkan suatu perusahaan bermodal besar lebih mudah memperoleh kredit.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki jaminan sumber dana untuk membayar pinjaman. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 10. Jawaban: e Pasangan yang benar mengenai kebijakan moneter sebagai berikut. No. Instrumen 1) Operasi pasar terbuka 2) Kebijakan diskonto. terbuka 3) Penentuan cadangan kas 4) Kebijakan kredit selektif 5) Imbauan moral Karakteristik Kebijakan Moneter Menjual atau membeli surat berharga di pasar uang.

Menaikkan atau menurunkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Menaikkan atau menurunkan cadangan minimum yang harus dipenuhi oleh bankbank umum. Menentukan syaratsyarat yang ketat untuk memperoleh pinjaman (kredit). Mengarahkan atau mengimbau lembaga perbankan dan masyarakat. 11. Jawaban: c Pada operasi pasar terbuka, pemerintah dapat menjual atau membeli surat berharga, misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Apabila terjadi kelebihan jumlah uang beredar, Bank Indonesia akan menjual SBI sehingga memengaruhi cadangan kas bank umum dan menarik uang beredar. Apabila bank swasta membeli SBI dari Bank Indonesia, berarti ikut membantu upaya pemerintah mengatasi inflasi yaitu mengurangi jumlah uang beredar dalam masyarakat. 12. Jawaban: c Kondisi yang ditandai dengan naiknya harga barang kebutuhan secara terus-menerus menunjukkan inflasi.

Pemerintah dapat mengatasi permasalahan ini dengan cara menetapkan kebijakan moneter yaitu menaikkan tingkat suku bunga bank. Jika tingkat suku bunga bank naik, masyarakat akan tertarik menyimpan uang di bank dengan harapan memperoleh pendapatan bunga.

Akibatnya, jumlah uang beredar dalam masyarakat berkurang sehingga tingkat harga dapat terkendali. 13. Jawaban: b Tingkat stabilitas ekonomi dapat diketahui dari bidang moneter. Ketidakstabilan ekonomi diatasi pemerintah melalui kebijakan moneter dengan cara menyalurkan kredit untuk menambah jumlah uang beredar.

Kebijakan ini juga dapat meningkatkan investasi sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi meningkat. 14. Jawaban: a Kebijakan membeli surat-surat berharga milik bank umum oleh Bank Indonesia dimaksudkan untuk memengaruhi jumlah uang beredar.

Dengan melakukan pembelian surat berharga, jumlah uang beredar akan bertambah sehingga kondisi perekonomian dapat kembali stabil.

Kestabilan ekonomi akan berdampak pada meningkatnya daya beli dan bergairahnya dunia usaha. 15. Jawaban: d Krisis ekonomi menyebabkan sektor usaha terpuruk karena daya beli masyarakat dan kinerja ekspor menurun. Permasalahan ini dapat diatasi pemerintah dengan cara meningkatkan investasi di dalam negeri melalui pemberian kredit dengan bunga ringan. Selain itu, pemerintah dapat melonggarkan syarat kredit bagi pengusaha dalam negeri. Dengan kebijakan ini diharapkan sektor usaha dapat bergairah sehingga mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi.

16. Jawaban: b Ditinjau dari aspek teorinya kebijakan fiskal dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu kebijakan anggaran pembiayaan fungsional, kebijakan pengelolaan anggaran, dan kebijakan stabilisasi anggaran otomatis. Kebijakan stabilisasi anggaran otomatis merupakan kebijakan pengaturan pengeluaran pemerintah dengan memperhatikan biaya dan manfaat dari program yang dijalankan.

17. Jawaban: c Fungsi distribusi meliputi berbagai sarana distribusi kemakmuran, mengurangi kesenjangan, ser ta mewujudkan keadilan ekonomi dan pembangunan. Distribusi kemakmuran dapat dicapai melalui pemerataan distribusi pendapatan. Upaya pemerataan distribusi pendapatan akan mengurangi kesenjangan antara masyarakat golongan ekonomi atas dan masyarakat golongan ekonomi bawah.

18. Jawaban: e Kebijakan anggaran seimbang menyebabkan negara tidak perlu berutang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Kebijakan anggaran dinamis merupakan kebijakan dengan cara menambah jumlah penerimaan dan pengeluaran yang semakin besar (tidak statis). Anggaran dinamis diperlukan karena semakin besar pengeluaran rutin dan pembangunan yang dibiayai negara. 19. Jawaban: a Kebijakan anggaran defisit merupakan kebijakan dengan menyusun pengeluaran lebih besar daripada penerimaan. Dari ilustrasi pada soal diketahui pengeluaran Rp512 triliun dan Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 55 penerimaan ditambah hibah Rp313 triliun.

Kebijakan ini dapat diterapkan ketika tingkat pertumbuhan ekonomi rendah, terjadi inflasi, dan daya beli masyarakat menurun. untuk mencegah inflasi. Kebijakan yang dapat diambil pemerintah yaitu kebijakan anggaran surplus. Kebijakan anggaran surplus yaitu kebijakan fiskal yang menyusun penerimaan lebih besar daripada pengeluaran. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengurangi pengeluaran sehingga permintaan barang dan/atau jasa tidak bertambah.

20. Jawaban: b Untuk melaksanakan program pemerintah dan pembangunan yang berkelanjutan, penerimaan negara harus lebih besar daripada pengeluaran negara. Jika penerimaan lebih kecil daripada pengeluaran, pemerintah harus meminjam dana kepada pihak lain. Pinjaman publik diperoleh dengan menerbitkan dan menjual SUN serta obligasi ke masyarakat. Pinjaman publik juga dapat mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap pinjaman dari pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan lain.

25. Jawaban: d Pengeluaran pemerintah yang tepat sasaran seperti pengeluaran untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial ekonomi berdampak pada distribusi pendapatan yang meningkat. Kebijakan fiskal perlu diperhatikan agar kegiatan ekonomi tetap stabil dan tidak memicu krisis ekonomi.

21. Jawaban: a Proyek pembangunan berbagai fasilitas publik terus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Salah satu tujuan pemerintah melakukan proyek tersebut adalah memperluas kesempatan kerja.

Sebagian besar pekerja hanya dipekerjakan ketika ada proyek pembangunan infrastruktur tertentu. Jika proyek tersebut tidak dilakukan secara berkelanjutan, para pekerja akan menjadi pengangguran.

26. Jawaban: a Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan tujuan memengaruhi jalannya perekonomian. Kebijakan fiskal digunakan untuk meningkatkan dan menurunkan nilai pajak pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan meningkatkan dan mengurangi pengeluaran pemerintah.

Kebijakan tersebut diterapkan pemerintah agar stabilitas perekonomian tetap terjaga. 22. Jawaban: d Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara untuk memengaruhi perekonomian nasional. Instrumen kebijakan fiskal terdiri atas pajak, subsidi, dan pinjaman publik. Pernyataan angka 2), 4), dan 5) termasuk penerapan kebijakan fiskal. Pernyataan angka 1) dan 3) termasuk penerapan kebijakan moneter.

27. Jawaban: d Resesi mengakibatkan penurunan produksi perusahaan. Jika resesi berlangsung terusmenerus, total produksi nasional bruto dan tingkat pertumbuhan ekonomi negara akan menurun. Penambahan anggaran belanja pemerintah berperan mendorong keberlangsungan produksi perusahaan sehingga total produksi nasional terus bertambah dan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat dari waktu ke waktu. 23. Jawaban: b Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara untuk memengaruhi perekonomian nasional.

Kebijakan fiskal berhubungan erat dengan pendapatan dan pengeluaran negara atau APBN. Dengan kebijakan fiskal pemerintah dapat mengupayakan terhindarnya perekonomian dari masalah-masalah ekonomi seperti pengangguran, inflasi, dan neraca pembayaran internasional yang terus-menerus.

Kebijakan fiskal mengupayakan pemerintah untuk mencapai dan mempertahankan kestabilan ekonomi. Instrumen kebijakan fiskal terdiri atas, pajak, subsidi, dan pinjaman publik.

Angka 3) dan 5) merupakan pernyataan mengenai kebijakan moneter. 24. Jawaban: a Kenaikan harga-harga barang kebutuhan pokok dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil kebijakan 56 28. Jawaban: e Pemerintah akan menaikkan tarif pajak untuk mengendalikan jumlah uang beredar. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah pembelian barang dan/atau jasa yang dilakukan masyarakat.

Penurunan jumlah pembelian akan mengurangi tingkat konsumsi masyarakat sehingga jumlah uang beredar akan berkurang. 29. Jawaban: b Untuk mengatasi kenaikan dan ketidakstabilan harga-harga barang dalam negeri, pemerintah menurunkan pajak yang ditanggung importir untuk meningkatkan impor.

Keberadaan barang impor yang disesuaikan dengan aturan dan kebutuhan masyarakat akan mendorong kestabilan hargaharga barang di dalam negeri. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 30. Jawaban: b Penyusunan kebijakan anggaran surplus dilakukan dengan menetapkan anggaran penerimaan lebih besar daripada pengeluaran negara. Kebijakan ini diberlakukan dengan mengurangi belanja negara sehingga permintaan terhadap barang/atau jasa tidak bertambah. B. Uraian 1.

Jawaban: Kebijakan operasi pasar terbuka diberlakukan untuk mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara membeli atau menjual surat-surat berharga sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi. Pada saat jumlah pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan beredar berlebih, pemerintah akan menjual surat-surat berharga. Pada saat jumlah uang beredar kurang mencukupi, Bank Indonesia akan membeli surat berharga. Tujuannya untuk menambah jumlah uang beredar.

2. Jawaban: Revaluasi merupakan kebijakan menaikkan kurs mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Dengan adanya revaluasi nilai produk dalam negeri menjadi lebih mahal daripada produk luar negeri sehingga nilai impor akan meningkat.

Dampak revaluasi terhadap perekonomian adalah peningkatan permintaan terhadap mata uang asing sehingga dapat menurunkan cadangan mata uang asing di dalam negeri akibat peningkatan impor. Selain itu, barang-barang impor akan membanjiri pasar dalam negeri karena rupiah mengalami penguatan sehingga harga barang-barang impor murah.

3. Jawaban: Kebijakan moneter menjaga stabilitas perekonomian. Kestabilan perekonomian mendorong pertumbuhan investasi di dalam negeri. Pertumbuhan investasi yang berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan membuka banyak kesempatan kerja baru. Peningkatan jumlah lapangan pekerjaan akan menyerap angkatan kerja dan mengurangi jumlah pengangguran. Berkurangnya jumlah pengangguran akan meningkatkan kesejahteraan dan terwujudnya pemerataan distribusi pendapatan masyarakat.

4. Jawaban: Kelesuan perekonomian mengindikasikan kegiatan ekonomi tidak bergairah karena jumlah uang beredar yang sedikit dalam masyarakat. Kebijakan fiskal yang dapat dilakukan adalah mengurangi tarif pajak, menambah belanja pemerintah, dan menambah subsidi. Diharapkan dengan kebijakan tersebut jumlah uang beredar akan meningkat. 5. Jawaban: Pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di daerah terpencil atau tertinggal dianggarkan dari APBN.

Kondisi perekonomian masyarakat akan mengalami kenaikan sehingga kesenjangan pendapatan antara masyarakat daerah satu dengan daerah lainnya berkurang. Dana pajak dioptimalkan sehingga dapat digunakan untuk biaya pelaksanaan pembangunan daerah-daerah terpencil atau tertinggal. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 57 A. Pilihan Ganda 1. Jawaban: c Menurut pendekatan pengeluaran (expenditure approach), pendapatan nasional dihitung dengan cara menghitung pengeluaran untuk semua produk akhir dalam jangka waktu tertentu.

Komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran meliputi konsumsi (C), investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X), dan impor (M). Adapun angka 2) dan 4) merupakan komponen pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan.

2. Jawaban: c Penghitungan Net National Income (dalam miliar): Produk Nasional Bruto (PNB) Rp7.000 Penyusutan Rp1.000 ––––––– – Product National Netto (PNN) Rp6.000 Pajak tidak langsung Rp1.500 ––––––– – Net National Income (NNI) Rp4.500 Penghitungan transfer payment (dalam miliar) PI = NNI – (jaminan sosial + asuransi) + transfer payment (TP) Rp4.000 = Rp4.500 – (Rp500 + Rp200) + TP Rp4.000 = Rp3.800 + TP TP = Rp200 Jadi, transfer payment sebesar Rp200 miliar.

3. Jawaban: e Penghitungan Net National Income NNI (dalam miliar): GNP Rp125.000 Depresiasi Rp 1.500 ––––––––– – Product National Netto (PNN) Rp123.500 Pajak tidak langsung Rp 4.500 ––––––––– – Rp119.000 58 Subsidi Rp 2.500 ––––––––– + Rp121.500 Jadi, Net National Income sebesar Rp121.500 miliar.

4. Jawaban: d Penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (dalam miliar): Y = C + I + G + (X – M) Y = Rp12.500.000 + Rp21.000.000 + Rp12.000.000 + (Rp9.700.000 – Rp8.000.000) Y = Rp45.500.000 + Rp1.700.000 Y = Rp43.800.000 Jika dikonversi menjadi triliun pendapatan nasional sebesar Rp43.800 triliun.

5. Jawaban: a Penghitungan pendapatan per kapita: PNB tahun (n) = Jumlah penduduk tahun (n) Pendapatan terendah sampai tertinggi (dalam jutaan) 1) Madagaskar = US$449,30 2) Mali = US$704,51 3) Chad = US$1.029,59 4) Kamerun = US$1.407,55 5) Sudan = US$1.875,73 6. Jawaban: b Tindakan merintis usaha merupakan upaya menggerakkan sektor ekonomi produktif. Tindakan ini membawa dampak positif bagi pelakunya dan orang lain. Bagi orang lain, keberadaan sebuah usaha dapat memperluas kesempatan kerja sehingga berpotensi memperoleh pendapatan.

Dengan demikian, pengelolaan usaha produktif mendukung peningkatan pendapatan nasional secara agregat. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 7. Jawaban: c Pembangunan ekonomi fisik yaitu pembangunan yang diukur secara fisik dan juga dapat dilikuidasi atau diganti dengan sejumlah kas jika diperdagangkan, misalnya infrastruktur jalan atau sarana transportasi, jembatan, dan bendungan. Pembangunan nonfisik lebih mengarah pada kualitas sumber daya manusia (SDM), struktur kebudayaan, dan pendidikan.

Contoh wujud pembangunan nonfisik antara lain perbaikan struktur ekonomi, pendidikan pegawai, pelayanan birokrasi, dan usaha menerapkan keadilan. 8. Jawaban: e Faktor ekonomi terdiri atas modal fisik/berwujud yang dimiliki suatu negara dan digunakan sebagai alat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi. Modal fisik yang termasuk faktor ekonomi adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, dan kewirausahaan (entrepreneurship). Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada dalam masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, sistem yang berlaku, serta etos kerja pemerintah dan masyarakat.

9. Jawaban: e Pertumbuhan ekonomi dapat digunakan untuk mengukur perkembangan perekonomian suatu negara. Perkembangan ini ditandai kenaikan PDB suatu negara tanpa memandang kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari pertumbuhan penduduk, tanpa memandang ada tidaknya perubahan dalam struktur perekonomian. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses naiknya pendapatan per kapita dalam jangka panjang tanpa memperhatikan pemerataan pendapatan ataupun pertambahan penduduk. Adapun pernyataan angka 1) dan 2) menunjukkan indikator pembangunan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi tidak selalu disertai pembangunan ekonomi. 10. Jawaban: b Keberhasilan pembangunan ekonomi dilihat dari indikator moneter antara lain meningkatnya PDB dari tahun ke tahun dan pertumbuhan pendapatan per kapita secara terus-menerus. Indikator nonmoneter untuk mengetahui keberhasilan pembangunan ekonomi dilihat dari aspek sosial (pendidikan dan kesehatan), indeks kualitas hidup yang meningkat, indeks pembangunan manusia (IPM), dan indikator susenas inti.

11. Jawaban: d Pembangunan ekonomi diartikan sebagai proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan per kapita dengan memperhitungkan pertambahan penduduk dan disertai perubahan fundamental dalam struktur ekonomi dan pemerataan tingkat pendapatan bagi penduduk suatu negara. Namun demikian, pembangunan ekonomi di negara berkembang masih terhambat karena faktor-faktor yang ditunjukkan oleh angka 2), 4), dan 5). Adapun pernyataan angka 1) dan 3) merupakan faktor pendorong pembangunan ekonomi.

12. Jawaban: b Faktor kemajuan teknologi dan sumber daya modal sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi. Pemanfaatan kemajuan teknologi yang didukung ketersediaan sumber daya modal melimpah dapat meningkatkan efisiensi produksi.

Dengan demikian, kuantitas dan kualitas produk hasil produksi semakin tinggi. 13. Jawaban: b Kualitas tenaga kerja Indonesia yang masih rendah tidak lepas dari tingkat pendidikan dan penguasaan keterampilan di bidang pekerjaannya. Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, pemerintah dapat memberdayakan balai latihan kerja melalui penyelanggaraan pelatihan di bidang pekerjaan tertentu. 14. Jawaban: a Jika banyak sektor industri dalam negeri bangkrut atau gulung tikar, banyak tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Kondisi ini akan menimbulkan masalah ketenagakerjaan yaitu jumlah pengangguran bertambah. 15. Jawaban: a 1) Pengangguran siklikal atau konjungtur merupakan pengangguran yang terjadi akibat gelombang konjungtur atau perubahan naik turunnya gelombang ekonomi, misalnya pengangguran karena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat resesi ekonomi. 2) Pengangguran friksional merupakan pengangguran karena angkatan kerja lebih memilih pekerjaan yang lebih baik atau bermutu sesuai tingkat kualifikasi pendidikannya.

3) Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang disebabkan perkembangan/ pergantian teknologi. Perubahan ini dapat menyebabkan pengurangan tenaga kerja karena pemanfaatan mesin produksi modern. 4) Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat fluktuasi siklus ekonomi karena pergantian musim. 5) Pengangguran sukarela adalah pengangguran yang terjadi karena seseorang yang sebenarnya mampu bekerja, tetapi secara sukarela tidak mau bekerja. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 59 16.

Jawaban: d Pengangguran menyebabkan banyak tenaga kerja yang tidak memperoleh penghasilan. Kondisi ini berdampak terhadap pendapatan negara dari sektor pajak yang terus menurun.

Semakin besar angka pengangguran, semakin rendah penerimaan pajak penghasilan. 17. Jawaban: c Pengangguran dapat menimbulkan dampak dilihat dari aspek ekonomi dan sosial. Dilihat dari aspek ekonomi, dampak pengangguran ditunjukkan oleh angka 2), 3), dan 4). Dilihat dari aspek sosial, dampak pengangguran ditunjukkan oleh angka 1) dan 5). 18. Jawaban: c Pengangguran musiman sering muncul di sektor pertanian yang produktivitasnya dipengaruhi siklus tanam.

Masalah yang terjadi pada pengangguran musiman adalah saat melewati masa sedang tidak musim bekerja, misalnya ketika menunggu musim panen. Pengangguran musiman dapat diatasi dengan mengembangkan kegiatan sampingan selain bidang pertanian, misalnya mengembangkan pusat kerajinan tradisional atau pariwisata berbasis pertanian (agrowisata).

Dengan demikian, pengangguran musiman ini memiliki keterampilan di bidang lain. Selain itu, pengangguran musiman dapat dilibatkan dalam proyek padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja seperti proyek pembangunan jembatan dan jalan raya. menunjukkan adanya kelebihan lima orang tenaga kerja. Akibat kondisi ini, tenaga kerja di bagian produksi menjadi bekerja secara tidak optimal. 22.

Jawaban: c Penghitungan laju inflasi: = 125.000 βˆ’ 120.000 Γ— 100% 120.000 = 4,16% Jadi, inflasi bulan Desember 2016 sebesar 4,16%. = 23. Jawaban: d Penghitungan laju inflasi bulan Februari 2017: = 21.

Jawaban: c Pengangguran terselubung adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal kondisi tertentu, misalnya kelebihan tenaga kerja dalam satu bidang pekerjaan tertentu. Kondisi ini dialami usaha pembuatan tahu dan tempe yang 60 IHK Februari βˆ’ IHK Januari Γ— 100% IHK Januari 125 βˆ’ 115 Γ— 100% 115 = 8,69% Jadi, inflasi bulan Februari 2017 sebesar 8,69%.

= 24. Jawaban: b Jumlah harga tahun 2014 = Rp48.000,00 Jumlah harga tahun 2015 = Rp54.000,00 Jumlah harga tahun 2016 = Rp58.000,00 IA2016 = 19. Jawaban: e Banyaknya pengangguran menyebabkan tingkat pendapatan penduduk semakin menurun.

Dalam ruang lingkup lebih luas, tingkat pendapatan penduduk menurun akan berdampak pada berkurangnya tingkat pendapatan per kapita daerah Y. 20. Jawaban: a Mutu lulusan lembaga pendidikan dipengaruhi oleh kurikulum yang digunakan.

Agar mutu lulusan lembaga pendidikan bersinergi dengan dunia usaha, sebaiknya pemangku kepentingan menyediakan kurikulum yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kebijakan ini menghasilkan lulusan yang bermutu sesuai kebutuhan dunia usaha. Dengan pengetahuan dan keterampilan, lulusan lembaga pendidikan akan siap masuk dunia usaha. harga Desember βˆ’ harga November Γ— 100% harga November βˆ‘P βˆ‘P 2016 Γ— pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan 2015 58.000 Γ— 100% 54.000 = 107,41% Indeks harga dengan metode agregatif sederhana adalah 100 sehingga tingkat inflasinya: = 107,41% – 100 = 7,41%.

Data ini menunjukkan tingkat inflasi sebesar 7,41% yang termasuk inflasi ringan. = 25. Jawaban: c Diketahui: V = 4 kali M = Rp150.000.000,00 T = 10.000 unit Penghitungan tingkat harga: MΓ—V = PΓ—T 150.000.000 Γ— 4 = P Γ— 10.000 600.000.000 = 10.000P Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 600.000.000 10.000 P = 60.000 Jadi, tingkat harga barang sebesar Rp60.000,00.

P = 26. Jawaban: d Inflasi tarikan permintaan (demandpull inflation) bersumber dari jumlah permintaan masyarakat yang tinggi. Tarikan permintaan menyebabkan output bertambah, tetapi tidak sebanyak pertambahan permintaan dan disertai peningkatan harga. Dalam inflasi tarikan permintaan tidak selalu berarti penawaran agregat tidak bertambah. Jika terjadi pertambahan penawaran, jumlahnya lebih kecil dibandingkan peningkatan permintaan agregat.

31. Jawaban: c Tingkat kesejahteraan petani dapat diukur dengan nilai tukar petani (NTP), yaitu rasio antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang dinyatakan dalam persentase. Berdasarkan data pada soal diketahui NTP daerah Tegal Asri (100,88%), Karang Jati (101,74%), dan Jatipuro (99,05%). Dari data tersebut petani yang memiliki tingkat kesejahteraan paling tinggi yaitu petani daerah Karang Jati, diikuti petani Tegal Asri dan petani Jatipuro.

27. Jawaban: e Jika jumlah uang yang beredar dalam masyarakat bertambah, akan menyebabkan jumlah barang yang diminta bertambah pula. Jika permintaan tidak diikuti penawaran barang, menyebabkan tingkat harga barang mengalami kenaikan. Bahkan, jika fenomena kenaikan harga secara umum berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu lama akan menimbulkan inflasi.

32. Jawaban: a Kebijakan diskonto dilakukan Bank Indonesia untuk menambah dan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga bank. Jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga berarti bertujuan mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan naiknya suku bunga diharapkan masyarakat menyimpan uangnya di bank.

Dengan demikian, jumlah uang yang beredar berkurang. Kebijakan untuk menaikkan suku bunga tersebut digunakan untuk menekan terjadinya inflasi.

28. Jawaban: c Inflasi menyebabkan nilai tingkat pendapatan riil masyarakat menurun. Kondisi ini akan memengaruhi daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibat inflasi, taraf hidup masyarakat semakin menurun karena harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli barang dan/atau jasa. 29. Jawaban: a Diketahui V = 25 kali P = Rp100.000,00 T = 5.000 unit Penghitungan tingkat harga: MΓ—V = PΓ—T M Γ— 25 = 100.000 Γ— 5.000 25M = 500.000.000 500.000.000 25 M = 20.000.000 Jadi, jumlah uang beredar dalam masyarakat sebesar Rp20.000.000,00.

M = 30. Jawaban: a Penghitungan laju inflasi bulan Februari 2017: harga Februari – harga Januari = __________________________ Γ— 100% harga Januari 11.000 βˆ’ 10.500 Γ— 100% 10.500 = 4,76% Jadi, inflasi bulan Februari 2017 sebesar 4,76%.

pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan 33. Jawaban: e Uang sebagai alat penimbun kekayaan diartikan uang digunakan pemilik atau pemegang uang untuk mengumpulkan aset seperti tanah atau properti lainnya. Seperti aktivitas ekonomi yang dilakukan Lusi, yaitu mengalokasikan sebagian uangnya untuk membeli tanah di dua daerah, uang berfungsi sebagai alat penimbun kekayaan.

34. Jawaban: a Permintaan uang dalam masyarakat dipengaruhi keinginan bertransaksi (transaction motive), keinginan berjaga-jaga (precautionary motive), dan keinginan berspekulasi (speculative motive). Aktivitas ekonomi Dewi dalam membeli buku dengan uang saku menunjukkan contoh motif transaksi. Sementara itu, pilihan b dan d merupakan contoh motif spekulasi.

Adapun pilihan c dan e merupakan contoh motif berjaga-jaga. 35. Jawaban: b 1) Kebijakan diskonto yaitu kebijakan menaikkan suku bunga bank agar masyarakat menabung di bank. Semakin banyak uang yang ditabung di bank, jumlah uang beredar dalam masyarakat akan semakin berkurang. 2) Kebijakan fiskal yaitu kebijakan untuk mengendalikan laju inflasi dengan menekan pengeluaran pemerintah dan menaikkan tarif pajak.

3) Kebijakan kredit selektif yaitu kebijakan memperketat persyaratan kredit. Kebijakan ini bertujuan mengurangi jumlah uang beredar dalam masyarakat. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 61 4) 5) Kebijakan pasar terbuka yaitu kebijakan menjual surat berharga, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) misalnya, kepada masyarakat.

Dengan menjual SBI, bank sentral akan menerima uang dari masyarakat sehingga jumlah uang beredar berkurang. Kebijakan cadangan kas minimum yaitu kebijakan menaikkan persentase cadangan kas minimum di bank umum. 36. Jawaban: c Rasio cadangan wajib minimum di bank umum menggambarkan upaya pengaturan jumlah uang beredar dengan menentukan dana cadangan bank umum yang ditahan.

Untuk menambah jumlah uang, Bank Indonesia menurunkan rasio cadangan wajib minimum bank umum. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio cadangan wajib.

37. Jawaban: d Kebijakan moneter berkaitan dengan pengaturan jumlah uang beredar dalam masyarakat. Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, Bank Indonesia dapat menurunkan tingkat suku bunga bank agar masyarakat mengalokasikan uang untuk kegiatan konsumsi.

Dengan kebijakan ini daya beli masyarakat semakin meningkat karena jumlah uang beredar sangat besar. 38. Jawaban: a Kebijakan mengurangi tarif pajak penghasilan diharapkan mendorong daya beli masyarakat. Dengan kebijakan ini masyarakat tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membayar pajak.

Uang dapat dialokasikan untuk melakukan transaksi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup secara optimal. 39. Jawaban: d Inflasi terjadi karena jumlah uang beredar dalam masyarakat tinggi.

Untuk mengatasi inflasi dapat dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan moneter kontraktif yaitu mengurangi jumlah uang beredar. Kebijakan moneter kontraktif yang dapat diberlakukan Bank Indonesia yaitu menaikkan tingkat suku bunga, menjual surat berharga, menaikkan giro wajib minimum/cadangan kas, dan memberlakukan kredit ketat.

40. Jawaban: e Masalah modal yang berkurang dan investasi masyarakat yang menurun diatasi oleh pemerintah dengan menyalurkan kredit bunga ringan atau melonggarkan pengajuan kredit.

Kebijakan ini diharapkan mendorong masyarakat meminjam uang di bank untuk kegiatan produktif. Jika kebijakan ini berjalan lancar, sektor usaha produktif menggeliat sehingga krisis ekonomi dapat teratasi. 62 B. Uraian 1. Jawaban: Konsep pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran menggambarkan jumlah pengeluaran secara nasional dalam membeli barang dan/atau jasa selama satu periode. Penghitungan dilakukan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran tiaptiap pelaku ekonomi meliputi konsumsi rumah tangga (consumption/C), pengeluaran pemerintah (government expenditure/G), investasi (I), dan ekspor neto (X – M).

Pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran dirumuskan sebagai berikut. Y = C + I + G + (X – M) Keterangan: Y = Pendapatan Nasional C = Consumption pak tono memiliki usaha laundry pak tono merupakan pelaku kegiatan rumah tangga) I = Investasi G = Government (pengeluaran pemerintah) X = Ekspor M = Impor 2.

Jawaban: Manfaat pendapatan per kapita antara lain: a. mengetahui tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dari tahun ke tahun; b. mengetahui tingkat produktivitas suatu negara; c.

menjadi pedoman pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi; d. menjadi bahan perencanaan pembangunan pada masa depan; serta e. membandingkan standar hidup beberapa negara. 3. Jawaban: Indikator nonmoneter keberhasilan pembangunan ekonomi sebagai berikut. a. Indikator sosial. Publikasi Bank Dunia pada tahun 2003 menyatakan indikator sosial untuk mengukur keberhasilan pembangunan suatu negara meliputi tingkat pendidikan dasar, kesamaan gender, menurunnya kematian bayi dan balita, menurunnya kematian ibu melahirkan, dan kesehatan reproduksi.

Perubahan perbaikan dalam bidang tersebut mengindikasikan keberhasilan pembangunan ekonomi. b. Indeks kualitas hidup meningkat. Indeks kualitas hidup (physical quality of life index/ PQLI) adalah indeks nonekonomi untuk mengukur kesejahteraan masyarakat.

PQLI merupakan gabungan dari tiga indikator yaitu: 1) kematian bayi (jumlah kematian bayi berumur di bawah satu tahun per 1.000 yang lahir per tahun); Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 2) c. d. angka harapan hidup mulai umur satu tahun; dan 3) persentase tingkat melek huruf. Indeks pembangunan manusia (IPM). IPM merupakan indeks gabungan dari indeks harapan hidup, indeks pendidikan, dan indeks standar hidup layak.

Indikator campuran. Pada tahun 1992 Badan Pusat Statistik (BPS) mengembangkan indikator kesejahteraan rakyat yang disebut indikator susenas inti (Core Susenas). Indikator susenas inti meliputi aspek pendidikan, kesehatan, perumahan, angkatan kerja, keluarga berencana dan fertilitas, tingkat konsumsi per kapita, kriminalitas, perjalanan swasta, serta akses terhadap media massa.

Keberhasilan pembangunan ekonomi dapat dilihat dari peningkatan dan perbaikan pada bidang tersebut. 4. Jawaban: Kemiskinan diartikan sebagai ketidakmampuan masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.

Kemiskinan umumnya disebabkan ketidakmampuan masyarakat dalam memperoleh pendapatan cukup atau layak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perekonomian yang terpusat di daerah tertentu menimbulkan ketidakmerataan (ketimpangan) distribusi pendapatan masyarakat. Terpusatnya perekonomian pada suatu daerah mengindikasikan hasil pembangunan ekonomi yang belum dirasakan semua wilayah/ masyarakat.

Sebagai contoh, terpusatnya pembangunan sarana dan prasarana perekonomian di perkotaan menyebabkan masyarakat di daerah terpencil belum merasakan hasil pembangunan secara merata. 5. Jawaban: Pertumbuhan ekonomi menunjukkan kapasitas produksi suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi diukur melalui indikator berikut. a. Pendapatan nasional riil meningkat. Pendapatan nasional riil menunjukkan output keseluruhan atas barang dan/atau jasa suatu negara.

Meningkatnya pendapatan nasional riil menunjukkan pertumbuhan ekonomi. b. Pendapatan riil per kapita meningkat. Pertumbuhan ekonomi dinilai dari pendapatan riil per kapita dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi meningkat saat pendapatan riil per kapita terus bertambah dari tahun ke tahun.

c. Kesejahteraan penduduk meningkat. Tingkat kesejahteraan penduduk dapat dihitung melalui pendapatan per kapita. Meningkatnya pendapatan per kapita penduduk mencerminkan adanya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dikatakan berhasil jika tingkat kesejahteraan penduduk meningkat dari tahun ke tahun. 6. Jawaban: Tingkat pengangguran yang tinggi menunjukkan sebagian besar angkatan kerja tidak mempunyai pekerjaan.

Dalam kondisi menganggur, masyarakat tidak memiliki penghasilan untuk membeli barang dan/atau jasa sehingga permintaan barang dan/atau jasa secara agregat mengalami penurunan.

Jika permintaan agregat menurun, perusahaan akan mengantisipasi dengan mengurangi jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan. Kondisi ini menyebabkan turunnya penawaran barang dan/ atau jasa secara agregat. 7. Jawaban: Teori kuantitas menekankan bahwa inflasi dipengaruhi pertambahan jumlah uang beredar dan anggapan masyarakat terhadap kenaikan harga. Inflasi hanya bisa terjadi jika ada penambahan volume jumlah uang beredar.

Harapan masyarakat mengenai kenaikan harga, ada tiga kemungkinan antara lain bila masyarakat belum meramalkan harga-harga untuk naik pada waktu mendatang, masyarakat menyadari akan adanya inflasi dan meramalkan harga barang akan naik pada masa mendatang, dan tahap hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap nilai mata uang. 8. Jawaban: Bagi kreditur, inflasi akan merugikan karena nilai riil uang akan menurun dibandingkan saat sebelum terjadi inflasi.

Meskipun secara nominal uang yang dikembalikan sama saat dipinjam debitur, nilai riil uang akan menurun. Dilihat dari nilai ekonomis, kreditur akan mengalami kerugian. 9. Jawaban: Dalam upaya mengatasi laju inflasi, pemerintah dapat mengatur pengeluaran negara. Pemerintah akan mengurangi permintaan barang dan/atau jasa agar tingkat harga barang di pasar menjadi stabil. 10. Jawaban: Pemerintah menerapkan kebijakan nonmoneter dan nonfiskal untuk mengendalikan laju inflasi.

Berkaitan dengan kebijakan tersebut, upaya yang dilakukan pemerintah antara lain: a. menambah kapasitas produksi; b. menetapkan harga eceran tertinggi; c. melarang impor barang dari negara yang sedang mengalami inflasi; d.

menjaga kestabilan tingkat upah; e. melakukan pengaturan distribusi barang; serta f. mempermudah masuknya barang impor di pasar dalam negeri. Kunci Jawaban dan Pembahasan Ekonomi Kelas XI Semester 1 63 Related Documents

BENGKEL FURNITURE SETYAWAN, FROM HOBBY TO MONEY




2022 www.videocon.com