Seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

I. PENGANTAR “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala bintang melata yang merayap di bumi,” firman Allah (Kej.1:26). Allah menjadikan manusia berkuasa tetapi tidak identik dengan eksploitasi dan penghancuran.

Penerjemahan arti berkuasa sedemikian mewarnai rusaknya alam yang kita huni sekarang ini. berkuasa berarti mencintai, menghargai, menggunakan, mengolah bukan semata-mata demi kepentingan sepihak (manusia) tetapi demi kesejahteraan semua baik makhluk human pun seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah human. Hildegarde dari Bingen menulis: “Bahwa bumi sekaligus sebagai ibu, dia adalah ibu dari segala yang alamiah, ibu dari segala kemanusiaan.

Semua ciptaan datang dari bumi….” Saat ini, idealisme itu semakin jauh dari realitas. Dengan bengis manusia menyisakan kegetiran dan kengerian demi kepentingannya saja.

Fransiskus adalah seorang ekolog, cintanya pada lingkungan hidup adalah wujud cintanya terhadap Pencipta. Menjadi pengikutnya, ‘memaksa’ saya untuk meneladani sikapnya yang sarat cinta dan sayang pada lingkungan hidup. Dengan tulisan singkat ini, saya mau berefleksi serentak menumbuhkan sikap dan komitmen atas semangat Bapa Fransiskus. Membahas mengenai lingkungan hidup adalah tema yang menarik, apalagi zaman sekarang yang dilanda isu (atau lebih tepat fakta) semakin minimnya perhatian/keyakinan orang akan kesejatian lingkungan hidup itu sendiri.

II. SEGELINTIR KISAH-KISAH FRANSISKUS 1. Berkotbah kepada burung-burung Dalam Kisah Ketiga Sahabat dikisahkan pengalaman unik St.

Fransiskus. Ketika St. Fransiskus dekat kota Bawangnya, ia pergi kepada burung-burung untuk mengutarakan isi hatinya. Katanya: “Sang Pencipta telah menganugerahkan banyak kebaikan kepadamu. Ia telah memberimu bulu-bulu yang indah dan sayap-sayap supaya kamu boleh melayang dan terbang.

Sang Allah Yang Maha Baik melindungi keluargamu.” Mendengar lentingan suara orang suci itu, burung-burung itu tidak takut. Mereka mendengarkan dia penuh perhatian. 2. Serigala dari Gubbio Ada seekor serigala yang bukan hanya memangsa binatang tetapi juga manusia. Serigala ini amat ditakuti warga setempat. Oleh karena itu, banyak orang melarang sekaligus tidak percaya bahwa Fransiskus begitu nekat ingin berjumpa dengan serigala itu.

Tetapi Fransiskus teguh pada keyakinannya, bahwa serigala itu adalah sahabat. ketika serigala itu melihat ke arah Fransiskus, iapun menyerbunya dengan cakar-cakar terbuka.

Ketika ia mendekat, Fransiskus membuat tanda salib di atasnya seraya menyapa: “Saudara Serigala! Demi nama Kristus aku memerintahkan kepadamu, jangan menyerang aku atau orang lain!” Imannya menang, serigala itu taat. 3. Cacing di tengah jalan Ketika melihat cacing sedang bergeliat di tengah jalan, Fransiskus jadi iba. Lalu, diliputi kasih sayang dia memindahkan cacing tersebut ke tempat seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah aman agar tidak terinjak orang yang lewat. 4. Seekor kelinci yang terperangkap Pada suatu hari dalam perjalanan melintasi Greccio, kota di mana Fransiskus mengikutkan hewan-hewan pada gua Natal pertama di dunia, sang santo berjumpa dengan seekor kelinci yang terperangkap.

Fransiskus membebaskan hewan tersebut dan berkata: “Saudaraku kelinci, kemarilah!” Si kelincipun melompat ke atas tangannya dan tinggal di sana sampai sang santo menyuruhnya untuk kembali ke dalam kandangnya. 5. Benda-benda matipun adalah saudara Fransiskus tidak berhenti pada hewan-hewan hidup dan bernafas saja, ia membuka tangan bagi semua elemen ciptaan Tuhan; di sana juga ia menemukan Tuhan. ia melarang para saudara membuang bara yang setengah membara ke arah angin; ia menghendakinya ditaruh dengan lembut di tanah karena rasa hormatnya pada Dia yang telah menciptakannya.

Bahkan ia menyebut saudara api ketika besi panas yang hendak mengobati kebutaannya itu didekatkan ke matanya. Ketika kematiannya sudah mendekat, ia dengan berani menyapa ‘saudari maut’.

III. MENGAPA FRANSISKUS SEDEMIKIAN CINTA? Manusia modern yang serba kritis bisa saja meragukan ‘kebodohan’ St.

Fransiskus. Perilaku ekstrem; menyapa burung, menyelamatkan cacing, berbicara dengan serigala yang menakutkan, dll tampaknya kurang menyentuh soal kekinian. Apa yang membuat Fransiskus tenggelam begitu dalam pada apa yang dijumpainya? Apa yang membuat dia begitu tergila-gila dengan semua elemen lingkungan hidup itu? Satu hal yang paling mendasar bahwa Fransiskus amat mencintai Allah sedemikian besar sehingga ia menginginkan seluruh ciptaan ikut bersamanya.

Itulah alasan mengapa ia sering berkotbah kepada hadirin seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah. Ia tengah mendorong semua ciptaan Tuhan untuk memuji Allah dengan cara unik masing-masing. Ia tidaklah sinting, primitif, dan kuno dengan berpura-pura bahwa alam ini memiliki karakterisitik manusiawi. Fransiskus berusaha menyangkal diri dengan menyamakan diri dengan ciptaan lain.

Dia merasa hina, rendah, dan tidak berarti. Pengakuan ini selalu dilatarbelakangi suatu keyakinan bahwa semua yang ada di atas bumi berasal dari Pencipta yang sama dan satu. Kepekaan iman sedemikian tinggi membuat ia berani mencinta, hingga menyentuh segala aspek ciptaan paling rendah sekalipun. Tidak menghargai ciptaan berarti tidak menghargai Allah. Tetapi, bukan berarti pula ciptaan dan Pencipta adalah sama (bdk. Kaum pantheis). Allah dan alam adalah terpisah, meski saling terkait.

Ia tidak memuja alam, yang ia pandang tidak sempurna dalam beberapa hal, seperti halnya keadaan manusia yang sangat jelas tidak sempurna. Tetapi, ia memuji Allah melalui alam itu.

IV. ALAM YANG SEMAKIN “DIMILIKI” – Fransiskus pencinta alam berhadapan dengan fenomena hangat zaman sekarang ­- Kalau dibandingkan, zaman Fransiskus memang sudah amat beda dari sekarang.

Terlepas dari berubahnya zaman dan alam juga karena sudah sulit ditemukan pribadi-pribadi seperti Fransiskus yang cinta pada lingkungan hidup. Saat ini manusia menghancurkan beberapa tahun saja karya agung yang dikerjakan berabad-abad lamanya.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Tanpa sadar, manusia menggali kebinasaannya sendiri. Anthony Mille, S.J. dalam bukunya “ Dunia di Ambang Kepunahan” memaparkan seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah yang kita huni ini tidak berumur panjang.

Indikasi ke arah itu banyak sekali: banjir, gelombang panas, lubang ozon, el nino, dan la nina. Ia di ambang kepunahan andaikata para penghuninya tidak cepat mengambil sikap konstruktif dan terpadu secara global.

Pada kesempatan ini, ada 2 hal yang menjadi sorotan dan refleksiku yakni: pemanasan global (global warming) dan pembalakan hutan (alam) secara liar. Saya tidak mau mengulasnya sampai tuntas, cukuplah sekilas. Dua fenomena in menjadi bahan diskusi hangat yang mencuat akhir-akhir ini di planet bumi kita. a. Global Warming (pemanasan global) Para ilmuwan sepakat, pemanasan bumi disebabkan peningkatan CO2 di atmosfer. Konsentrasi CO2 meningkat 25% setelah Revolusi Industri di Inggris.

Pusat pemantau cuaca Amerika di Mauna Loa, Hawaii, memperlihatkan kenaikan CO2 18 % dari tahun 1958-2002 dan kenaikan suhu dari 0,5 hingga 2 derajat Celcius. Menarik menyimak artikel KOMPAS rubrik opini, Selasa, 11 September 2007 berjudul “Pemanasan Bumi dan Dosa Arsitek.” Di sana coba dipaparkan dampak negatif dan penyebab pemanasan global. Badai laut, topan tornado, bencana alam, dan cuaca ekstrem adalah indikasi dari pemanasan global.

Situasi demikian mengancam ‘ketenangan’ es di Kutub Utara dan Selatan. Dikatakan bahwa arsitek berperan besar dalam memanaskan bumi sebab mereka merancang kota, mengubah wajah kota, dan mengukir permukaan tanah kota.

Kekeliruan tangan arsitek dalam memanaskan bumi lebih berpotensi membinasakan manusia ketimbang para teroris. Namun bagi saya pribadi, kita tidak boleh hanya menyudutkan para arsitek. Dalam arti tertentu mereka tidak boleh disalahkan seorang diri; setiap orang bertanggung jawab menyelamatkan bumi dengan menanam pohon (dan tanaman lain) mengimbangi penyebab polusi udara.

Diskusi akan semakin problematis jika peran arsitek dikaitkan dengan tuntutan zaman modern sekarang. b.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Pembalakan alam (hutan) secara liar TEMPO edisi……….menyorot khusus mengenai hutan di Kalimantan……. Tentu belum lekang dari ingatan kita beberapa waktu lalu (dan mungkin sampai sekarang) perihal ekspor asap dari hutan Indonesia ke negara tetangga, Malaysia.

Di daerah kita ini, PT TOBA-PULP LESTARI yang amat meresahkan warga setempat masih tetap beroperasi, masih aktif. Alam yang semakin genting ini adalah buah dari kerakusan dan sifat loba manusia yang terlibat di dalamnya. Padahal, alam sebagai ciptaan dalam dirinya adalah baik adanya. Meniru ucapan J.J. Rouseau (1756):”Alam tidak pernah membangun rumah yang runtuh menimpa penghuninya.” Melihat fenomena ini, lingkungan hidup tampaknya tinggal yang buram saja dan tidak menampakkan kepada kita nilainya yang sejati karena dieksploitasi dan digunakan secara paksa.

Alam kini dipandang sebagai ‘milik.’ Inilah biang keburaman itu. Memprihatinkan bahwa pada zaman kita ini orang tidak lagi percaya akan peranan pelayanan alam bagi manusia. Begitu diharapkan munculnya jiwa seperti Fransiskus di zaman ini; jiwa yang penuh perhatian pada lingkungan hidup.

Jiwa sedemikian akan membuat alam tidak lagi yang membinasakan melainkan berfungsi menyembuhkan, menghibur, mengajar, dan menjadi sumber hidup yang takkan pernah layu. V. PENUTUP Bapa Fransiskus adalah seorang pencinta lingkungan hidup (ekologi). Dalam dan melalui ciptaan dia dapat sampai kepada permenungan mendalam kepada Pencipta.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Dengan menghormati alam, dia berkuasa atasnya. Fransiskus menjadi pionir yang bertindak sebagai tuan dengan me makhlukkan alam; ke- kuasa-annya terletak di situ.

Ia jadi tuan sekaligus abdi yang butuh alam sehingga menaati hukum alam. meneladani hidup Fransiskus, secara bersama-sama kita membaca jejak penghargaan atas ciptaan sebagai tindak penghormatan kepada Sang Pencipta. Fransiskus yang merasa hina itu menyebut dan menyapa bumi sebagai Ibu Pertiwi.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Dari uraian-uraian di atas kita dapat seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah dan mengetahui tindakan-tindakan Bapa Fransiskus terhadap lingkungan hidup; bagaimana keikhlasan dan kemurnian hatinya melihat realitas Allah dalam makhluk dan alam ciptaanNya. Kita mengiyakan tindakan Fransiskus tersebut karena yakin juga bahwa seluruh alam menyembunyikan rahasia agung, yang tidak mau menyatakan dirinya kalau kita tidak mau mendengarkannya dengan sabar dan penuh perhatian. Lantas, dari balik tembok biara, apa yang dapat kita buat dalam melestarikan keutuhan ciptaan?

Apa reaksi spontan yang muncul di hati kita selaku pengikut Fransiskus, melihat banyaknya penindasan terhadap alam di sekitar kita?

Saya kira kita semua sekata untuk memulai segelintir dari lingkungan kita: menanam pohon, memelihara tumbuhnya tanam-tanaman, mengolah kompos, dll. Serentak dengan itu mari mewartakan cinta lingkungan hidup dilandasi semangat St. Fransiskus dalam setiap bentuk pewartaan kita. Kita berdoa agar semua umat manusia makin insaf bahwa alam pertama-tama bukanlah milik yang harus digunakan melainkan anugerah yang harus diterima dengan penuh syukur dan terima kasih. Dengan demikian, alam akan berubah dari yang buram menjadi transparan sehingga menyatakan maknanya yang sesungguhnya.

Maka, sejatinya kita semakin berkuasa. Mauliate, sdr.bennymanurung. By sanyospwt on 31 Oktober, 2017 • ( Tinggalkan komentar ) Motto: ———————- LAHIRNYA LINGKUNGAN SANTO YOSAFAT Lingkungan Yosafat merupakan pemekaran dari Lingkungan Santo Petrus yang berdiri pada seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah Agustus 1994, pada saat Dewan Pastoral Paroki diketuai oleh Bapak A.M. Atmo Soegondo. Pemilihan nama Santo Yosafat dikarenakan sebagian besar warga lingkungan adalah pengajar atau karyawan yang berkarya di SMP, SMA dan Balai Pengobatan Yos Sudarso.

Santo Yosafat adalah seorang pemimpin yang dinamis yang mendidik iman umatnya untuk lebih mengenal Yesus. Santo Yosafat sebagai pelindung lingkungan belum banyak dipahami sejarah dan perjuangannya, namun secara tidak langsung sebagian warga sudah meniru sikap Santo Yosafat. Misalnya para guru yang berkarya di SMP dan SMA Yos Sudarso tersebut, yang saat ini banyak diisi oleh para murid yang berbeda keyakinan, namun mereka tetap membina iman anak didiknya dengan pelajaran Agama Katolik dan keteladanan hidup menggereja, seperti aktif dalam kegiatan Gereja.

Walaupun jumlah kepala keluarganya sedikit, namun semangat warga dalam menghadiri kegiatan lingkungan cukup tinggi, hal ini didukung pula oleh letak rumah yang saling berdekatan.

NAMA DAN PENGURUS LINGKUNGAN I. Nama Lingkungan • Nama Santo Pelindung : SANTO YOSAFAT • Pesta Nama Lingkungan : 12 November • Alamat Sekertariat : Perumahan Guru Yos Sudarso Pamijen • Wilayah : V (lima) • Ketua Wilayah : FX. Sukardi II. Pengurus Lingkungan • Ketua Lingkungan : Albertus Agung Harianto • Sekertaris : Edi Susanta • Bendahara : Stefani Mawartini • Sie Liturgi : Mariana • Sie Usaha : Theresia Retno Masa Jabatan : KETELADANAN HIDUP SANTO YOSAFAT Santo Yosafat sendiri adalah seorang pemimpin yang terkenal dengan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas iman umat.

Ia membantu umat mengenal dan mencintai Iman Katolik dan mengorganisir perayaan doa dan kelas-kelas agama bekerja sama dengan para imam untuk memberlakukan peraturan-peraturan yang dapat membantu umat beriman hidup lebih dekat dengan Yesus. WILAYAH LINGKUNGAN • Secara Geografis : Wilayah Lingkungan St.

Yosafat seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah adalah sebagai berikut : • Utara : Lingkungan St. Yakobus dan Markus • Selatan : Lingkungan St Paulus • Timur : Lingkungan St Maria Lukas Sokaraja • Barat : Lingkungan St. Lucia • Secara Pemerintahan : Kecamatan Sokaraja Wetan. • Secara Sosial Kemasyarakatan : – DATA UMAT • Jumlah Kepala Keluarga 22, Jumlah Jiwa 68 • Kehidupan Sosial Ekonomi : Pegawai Swasta, Tenaga Pendidik (Guru, Dosen), Pelajar.

PROGRAM KEGIATAN • Kegiatan Rutin • Tugas koor, lektor dan pemazmur di Gereja • Kegiatan tahun liturgi seperti Pendalaman APP, Bulan Kitab Suci Nasional, Adven, Rosario. • Iuran warga untuk kas kegiatan lingkungan • Beberapa warga terlibat dalam anggota Dewan Pastoral (Ign Sumantyara, R.Indradjati, Th. Dwi Harganing), Pengurus Kategorial (WK) dan Prodiakon • Doa dan Kunjungan untuk orang melahirkan, sakit. • Kegiatan Jangka Menengah dan Jangka Panjang KEGIATAN LIMA (5) BIDANG GEREJA • Kerygma : Pendalaman Iman Adven, APP, Bulinas, BKSN • Liturgia : Tugas Koor • Koinonia : – • Diakonia : – • Martyria : – USUL DAN SARAN Pastor Paroki hendaknya tidak sibuk menggunakan telpon seluler saat ada kegiatan dengan umat.

Dewan Paroki perlu membuat kegiatan yang dibutuhkan lingkungan seperti rekoleksi lingkungan, atau retret yang dapat meningkatkan semangat dan kualitas hidup beriman warga.

Proses regenerasi yang terhambat karena usia warga hampir sebaya dan anak-anak yang pergi belajar dan bekerja di luar kota sehingga pada 2000-2005 jumlah kaum muda yang aktif di St Yosafat jumlahnya hampir 20, namun saat ini hanya tersisa 2-5 orang. KESAN UMUM Lingkungan ini yang dominan adalah pendidik di Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) yang dikelola oleh Kongregrasi OMI, yang tinggal saling berdekatan tentu mempermudah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan di antara warganya.

Setiap ada hajatan yang diadakan, hampir semua warga lingkungan ikut membantu minimal dalam bentuk tenaga.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Hal ini juga berpengaruh pada warga yang tinggalnya agak jauh dari lingkungan karyawan YSBS, mereka termotivasi untuk ikut berkumpul karena selain suasana yang akrab, warganya juga humoris. PENUTUP Rasa persaudaraan yang erat juga meningkatkan identitas orang Katolik yang seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah dengan keteladanan Yesus yang penuh cinta kasih Purwokerto, 15 Februari 2014 Flora Novika Widyasusanti • PELETAKAN BATU PERTAMA, PEMBERKATAN AULA DAN MISA BERSAMA BAPA USKUP: Kamis, 23 Juli 2020, pkl.

17.00 • MISA MINGGU BIASA XVII: Sabtu, 18 Juli pkl 18.00; Minggu, 19 Juli, pkl. 07.00 dan 18.00 WIB. • MISA HARIAN (terbatas): Senin, Rabu, Jumat (20, 22 dan 24 Juli, pkl. 05.30 WIB) di gereja dan live streaming di IG @parokisanyos_pwt dan youtube: https://www.youtube.com/c/ParokisanyosPurwokerto/live) • DI GEREJA PAROKI: Ibadat Harian/Laudes: Senin-Sabtu: 05.00; Misa Harian : Senin-Sabtu 05.30; Hora Sancta dan Adorasi : setiap Kamis pertama pkl.

19.00; Misa Jumat Pertama : Pagi 05.30 - Sore 18.00; Misa Sabtu Imam: Sabtu pertama, 05.30; Misa Sabtu Sore : 18.00; Misa Hari Minggu : Pagi 07.00 - Sore 18.00; DI GEREJA STASI SOKARAJA: Misa Jumat Pertama: 18.00; Misa Minggu: 07.00
Katolikpedia.id – St.

Fransiskus Asisi adalah salah satu orang kudus yang sangat populer. Ia dikagumi banyak orang pada zamannya. Hingga sekarang, kekaguman akan dirinya masih melekat di hati umat Katolik. Mungkin kamu bertanya, mengapa St. Fransiskus begitu spesial di mata umat Katolik? Berikut ada beberapa fakta yang bisa menjawab rasa penasaranmu!

#1 Berubah nama Santo Fransiskus lahir di Italia, pada 5 Juli 1182. Ibunya, Pica de Bourlemont, menamainya Yohanes, diambil dari nama St. Yohanes Pembaptis. Tak berlangsung lama.

Saat ayah Fransiskus, Pietro Bernardone dei Moriconi, kembali dari sebuah perjalanan bisnis, ia mengubah nama putranya menjadi Francesco. Hal ini karena, Pietro Bernardone sangat menyukai budaya Perancis. Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti “Orang Perancis”.

Nama ini diturunkan dari kata “Francus” (yang berarti : “Seorang Franc”, atau “Seorang bebas”). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno “Franc” yang berarti “Bebas”. #2 Suka berpesta Fransiskus adalah anak orang kaya yang berparas tampan. Ayahnya seorang pedang kain yang berduit.

Dengan kekayaan ayahnya, Fransiskus hidup berfoya-foya, berpesta pora dan suka bersenang-senang dengan wanita malam. #3 Pernah Dipenjara Fransiskus muda punya mimpi yang besar untuk menjadi seorang prajurit yang andal.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Dua kali ia ikut berperang. Yang pertama, saat perang saudara di Asisi, Italia. Dan yang kedua, saat berumur 20 tahun. Kala itu, ia tampil sebagai prajurit berkuda saat menyerang kota Perugia di Italia bagian tengah. Dalam pertempuran kedua inilah, dia ditangkap dan menjadi tawanan perang selama lebih dari setahun. #4 Memilih hidup miskin Saat dalam tawanan perang, Fransiskus sempat jatuh sakit. Dari sinilah, titik balik hidupnya dimulai. Kebiasaan hidup lama mulai ditinggalkan dan Fransiskus totalitas menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

Hingga suatu hari, ia bermimpi mendengar sebuah suara yang berkata, “layanilah majikan dan bukannya pelayan.” Maka, setelah bebas dari tawanan, Fransiskus memilih untuk hidup miskin. Ia berangkat ke Roma, lalu menukar baju-bajunya yang mahal dengan pakaian pengemis. Fransiskus benar-benar hidup miskin. Setiap hari ia mengemis kepada orang-orang, dan hasilnya dipersembahkan kepada gereja. Di samping itu, dia juga rutin mendaraskan doa dan terus mendekatkan diri kepada kepada Tuhan.

Pilihan hidup ini memang bukan pilihan mudah. Apalagi, Fransiskus berasal dari keluarga kaya, dan pernah menjalani kehidupan serba mewah.

Namun, Fransiskus berhasil melewati itu. Ingatan tentang kenikmatan duniawi benar-benar musnah dari kehidupannya. Baca Juga: 12 Pesan Bijak Padre Pio Ini Sangat Inspiratif bagi Umat Katolik #5 Dibenci ayahnya Pilihan hidup miskin ini ditentang keras oleh ayahnya. Pietro Bernardone dei Moriconi geram dan berjanji tak akan memberikan sepeser pun harta warisan untuk Fransiskus. Mendengar amarah ayahnya, Fransiskus dengan rendah hati mengumpulkan sisa-sisa barang pemberian ayahnya, dan mengembalikannya.

#6 Pengkotbah yang ajaib Hidup Fransiskus amat kudus. Dia banyak mendapat karunia luar biasa dari Allah. Tidak sebatas dikenal sebagai orang yang hidupnya suci, St. Fransiskus pandai menenangkan hati orang banyak dengan kotbahnya. Maka, tak butuh waktu lama, cerita tentang kisah hidup St.

Fransiskus mulai tersebar ke berbagai sudut kota. Banyak orang penasaran dan berbondong-bondong mendatanginya untuk melihat dan mendengarkan kotbah orang suci ini. Lebih ajaib lagi, Fransiskus tidak hanya berkotbah kepada manusia. Ia juga berkotbah kepada binatang-binatang dan burung-burung di udara. Itulah mengapa, St. Fransiskus ditetapkan sebagai santo pelindung hewan, pedagang, dan lingkungan. #7 Dijuluki “Sahabat alam semesta” Sejak merubah cara hidupnya, St.

Fransiskus, memandang semua yang ada di muka bumi ini sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna. Yang miskin, yang kaya, yang sakit bahkan cacat sekalipun, selalu mendapat tempat khusus di hatinya.

Bukan saja itu, Fransiskus juga sangat mencintai alam beserta isinya. Karena itu ia kerap dijuluki “Sahabat alam semesta”. #8 Penjinak Serigala Salah satu cerita yang sering seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah dengar tentang orang kudus ini adalah, keberaniannya menjinakkan seekor serigala. Diceritakan bahwa, suatu hari ada seekor serigala yang menyerang warga kota Gubbio, salah satu kota di Umbria, Italia.

Beberapa orang menjadi korban serangan binatang buas ini. Maka datanglah Fransiskus untuk menolong penduduk kota Gubbio. Saat St. Fransiskus tiba, serigala ini berubah menjadi jinak dan patuh kepadanya. Orang kudus ini justru memeluk serigala itu, dan berbincang dengannya. (Foto:dioceseofchalottetown.com) #9 Pendiri OFM Berbagai mukjizat yang dilakukan St.

Fransiskus Asisi menjadikannya sangat populer. Bisa dibilang, ia punya banyak fans. Banyak umat terinspirasi dan ingin mengubah hidup mereka seperti dirinya. Kabar ini juga sampai kepada Paus. Pada tahun 1209, Fransiskus resmi mendapat izin dari Paus untuk mendirikan Ordo Fratrum Minorum (OFM), atau yang saat ini kita kenal sebagai imam-imam Fransiskan.

Meski Seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah. Fransiskus Asisi adalah pendiri tarekat OFM, nyatanya ia bukanlah seorang imam. Dirilis dari Aleteia.org, St. Fransiskus sendiri yang memilih untuk tidak menerima tahbisan imamat, dan tetap menjadi diakon. Sepanjang hidupnya Fransiskus sangat menghormati para imam.

Thomas de Celano, imam Fransiskan yang menulis biografi St. Fransiskus, menjelaskan bahwa St. Fransiskus sering mencium tangan para imam yang ditemuinya “dengan iman yang besar”, untuk menghormati pentahbisan khusus yang mereka terima di tangan mereka pada hari pentahbisan. #10 Santo pertama penerima stigmata Dalam sejarah, stigmata yang disahkan pertama kali oleh Gereja Katolik ialah yang diterima St Fransiskus Asisi pada abad XIII. Stigmata adalah suatu kondisi di mana luka-luka Yesus secara supernatural muncul di tubuh seseorang.

(Foto: Catholic Online) St. Fransiskus Asissi menerima stigmata, pada September 1224, saat sedang berpuasa 40 hari untuk menyambut Michaelmas, atau Pesta Malaikat Agung yang jatuh pada 29 September. Seorang Fransiskan yang bersamanya kemudian menceritakan, “Tiba-tiba dia melihat penampakan serafim, malaikat bersayap enam di kayu salib. Malaikat ini memberinya hadiah lima luka Kristus.” #11 Hanya butuh dua tahun untuk ditetapkan sebagai santo Santo Fransiskus meninggal dunia pada 3 Oktober 1226.

Hanya butuh dua tahun untuk diakui sebagai orang kudus. Ia dinyatakan sebagai santo oleh Paus Gregorius IX pada 16 Juli 1228. Itulah sejumlah fakta Santo Fransiskus Asisi yang perlu kamu tahu.

Kita memperingati pesta orang kudus ini setiap tanggal 4 Oktober. Sumber: Aleteia.org, churchpop.com dan katakombe.org MATA INDONESIA, JAKARTA – Tiap tahunnya, pada tanggal 1 November 2020, Gereja Katolik merayakan hari raya Orang Kudus. Merunut pada sejarahnya, peringatan ini pertama kali dirayakan oleh Paus Bonifasius IV pada tahun 610. Hari raya ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja disebut ‘Pesekutuan Para Kudus atau Santa dan Santo’. Berikut ini 5 orang Kudus yang akan disajikan oleh team redaksi minews berikut ini : 1.

Santo Laverius (312) Santo Laverius adalah seorang tentara Romawi yang dimartirkan karena imannya dan dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik. Kisah kehidupan orang kudus ini tertulis dalam ‘ Gesta Sancti Laverii‘, sebuah biografi yang ditulis oleh Robert de Romana. Dijelaskan bahwa St. Laverius berasal dari keluarga Sergia di kota Teggiano. Ia melakukan karya pewartaan di kotanya dengan memberitakan injil-injil di antara keluarga dan teman-temannya.

Ketika ia tiba di kota Acerenze, Ia seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah karena memberitakan injil di kota tersebut. Ia kemudian disiksa sepanjang malam dengan direntangkan di papan penyiksaan dan ditusuk-tusuk, kemudian dibiarkan tergantung di alun-alun kota Acerenza. Tapi dia tidak kehilangan semangat, dia terus mengajarkan cinta kepada Tuhan dan mewartakan Injil Yesus.

Setelah dibebaskan, ia melanjutkan pewartaan injil dari kota ke kota sampai akhir hidupnya. St. Laverius dihormati sebagai santo pelindung bagi kota Acerenza (Italia), Grumento Nova (Italia), Laurignano (Italia), Ripacandida (Italia), Teggiano (Italia), dan Tito (Italia, sejak 1465). Dia biasanya digambarkan sebagai seorang prajurit atau dengan ranting palma. Namanya tercantum dalam Martirologi Roma untuk diperingati pada tanggal 27 Nopember. 2. Santo Petrus Nama aslinya adalah Simon bin Yunus.

Dia dinamakan Petrus atau “batu karang”, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus. Petrus adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus dan menjadi Paus pertama umat Kristiani.

Awalnya Ia merupakan seorang nelayan dari Galilea yang kemudian dipanggil dan diberi posisi pemimpin oleh Yesus. Setelah kematian Yesus, Petrus melanjutkan pewartaan Injil ke sebagia daratan Asia dan Eropa.

Ia menyembuhkan orang-orang sakit selama dijumpainya.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Ia juga mewartakan injil dengan menulis surat-surat dan dikirimkan ke berbagai tempat. Dua surat yang paling terkenal yaitu Surat-surat Am, yaitu Surat 1 Petrus dan 2 Petrus yang termasuk dalam kanon Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Tradisi awal mengatakan bahwa Petrus disalibkan di Bukit Vatikan di pertengahan tahun 60-an di masa pemerintah Kaisar Nero.

Dia mati sebagai martir karena iman pengajaran Kristennya. 3. Santo Gregorius Agung Santo Gregorius Agung merupakan paus dari tahun 590 sampai tahun 604 dan adalah Paus kedua yang disebut “Agung” setelah Leo. Ia sangat berpengaruh dalam Gereja Katolik dan dianggap sebagai salah satu orang kudus terbesar sepanjang masa.

Selama menjabat sebagai paus, Ia dikenal sebagai Gregorius Sang Dialogis dalam Gereja Ortodoks Timur karena karya tulisnya yang berjudul “Dialog-dialog”. Untuk alasan ini, terjemahan namanya dalam bahasa Inggris dari teks Gereja Ortodoks adalah “Gregorius Dialogus”. Dia adalah paus pertama dengan latar belakang biarawan. Gregorius adalah seorang Doktor Gereja dan salah satu dari enam Bapa Gereja Latin. Selain karya tulisnya yang terkenal, ia merupakan sosok yang dikenal kesederhanaanya dan amal kasihnya.

Ia sering menyumbang makanan bagi orang-orang miskin di Roma serta mengundang orang-orang miskin untuk makan bersama dia setiap hari. St. Gregorius dianggap sebagai orang suci di Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Anglikan, dan beberapa gereja Lutheran. Segera setelah kematiannya, Gregorius dikanonisasi atas dasar pengakuan mayoritas. 4. Santo Pius X Santo Pius X adalah Paus yang ke-257. Ia dikenal sebagai orang yang memperkenalkan kesalehan yang lebih besar di antara umat beriman, ia mendorong umat untuk sering menerima Sakramen Tobat dan Ekaristi, serta dengan tegas meminta agar bersikap sopan selama Misa.

Ia menyoroti keindahan dan kelayakan lagu Gregorian, menentang penggunaan gaya musik popular serta mendorong upaya-upaya untuk memastikan bahwa umat beriman bisa berpartisipasi aktif dalam Misa dengan menyanyi.

Ketika pecah Perang Dunia I, Paus merasa amat menderita. Ia tahu bahwa aka ada banyak orang terbunuh. Ia mengatakan, “Aku akan dengan senang hati menyerahkan nyawaku demi menyelamatkan anak-anakku yang malang dari penderitaan yang mengerikan ini,”. Paus Pius X wafat pada 20 Agustus 1914, dikanonisasikan oleh Paus Pius XII pada tahun 1954. 5. Santa Teresa dari Kalkuta Bagi umat Katolik tidak asing lagi dengan Santa Teresa atau yang sering dikenal Bunda Teresa ini.

Ia dikenal sebagai bunda yang penuh cinta kasih, seorang yang kudus, dan peduli terhadap kaum papa seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah abad modern ini.

Kisahnya bermula pada tahun 1982 saat puncak pengepungan Beirut, Bunda Teresa menyelamatkan 37 anak yang terjebak di garis depan sebuah rumah sakit. Ia menengahi sebuah gencatan senjata sementara antara Israel dan gerilyawan Palestina. Ditemani oleh para pekerja Palang Merah, Ia melakukan perjalanan melalui zona perang ke rumah seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah yang hancur untuk mengevakuasi para pasien muda. Selama lebih dari 45 tahun Bunda Teresa berkarya. Ia melayani mereka yang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sambil membimbing ekspansi Konggregasi Misionaris Cinta Kasih.

Ia berkarya dari India ke seluruh dunia. Kongregasi yang didirikannyanya terus berkembang dan pada akhir hidupnya, Santa Teresa telah menjalankan 610 misi di 123 negara, yang menjalankan berbagai karya amal seperti Panti jompo, Rumah penampungan para penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Bunda Teresa menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 September 1997. Ia dikanonisasikan pada 4 September2016 di Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan oleh Paus Fransiskus.

Pada tahun yang sama Bunda Teresa juga mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian. Reporter: Amatus Meo UPDATE TERBARU • Beberapa Hari Ini Merasakan Cuaca Panas Terik? Ini Penjelasan BMKG 8 Mei 2022, 22:00 • Taman Mini Indonesia Indah, Salah Satu Destinasi Wisata Favorit di Jakarta 8 Mei 2022, 21:29 • Rasa Pedas Berasal dari Vitamin C yang Berlebihan, Apa Benar?

8 Mei 2022, 21:13 • Tak Hanya Sekedar Rasa, Ini Alasan Kita Suka Makan Pedas 8 Mei 2022, 21:00 • Catat! Besok Jalanan Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap, Berikut Titiknya 8 Mei 2022, 21:00 • Liburan ke Blitar, Ini Kuliner yang Wajib Kamu Cobain 8 Mei 2022, 20:27 • Viral! Dua Sejoli Diarak Gegara Kepergok Berzina, Netizen: Yang Lain Belum Ketahuan Aja 8 Mei 2022, seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah • Perusahaan Asal Kanada Dilibatkan untuk Investigasi di Kenpark Surabaya 8 Mei 2022, 20:00 • Makam Bung Karno di Blitar yang Tak Pernah Sepi Peziarah 8 Mei 2022, 19:45 • Masuk Rumah Sakit, Kesehatan Raja Salman Kembali Menurun 8 Mei 2022, 19:38
• Afrikaans • Alemannisch • Aragonés • العربية • مصرى • Asturianu • Aymar aru • Azərbaycanca • Boarisch • Žemaitėška • Беларуская • Беларуская (тарашкевіца) • Български • Bislama • Brezhoneg • Bosanski • Català • کوردی • Čeština • Kaszëbsczi • Чӑвашла • Cymraeg • Dansk • Deutsch • Ελληνικά • English • Esperanto • Español • Eesti • Euskara • فارسی • Suomi • Võro • Français • Frysk • Gaeilge • Galego • Avañe'ẽ • עברית • Hrvatski • Magyar • Հայերեն • Ido • Íslenska • Italiano • 日本語 • Jawa • ქართული • Kabɩyɛ • 한국어 • Kernowek • Latina • Ligure • Lombard • Lietuvių • Latviešu • Malagasy • മലയാളം • Монгол • Bahasa Melayu • Malti • Mirandés • မြန်မာဘာသာ • Эрзянь • Nāhuatl • Nederlands • Norsk nynorsk • Norsk bokmål • Nouormand • Occitan • Kapampangan • Polski • Piemontèis • Português • Runa Simi • Română • Русский • Sardu • Sicilianu • Srpskohrvatski / српскохрватски • Simple English • Slovenčina • Slovenščina seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah Shqip • Српски / srpski • Svenska • Kiswahili • தமிழ் • ไทย • Tagalog • Türkçe • Українська • اردو • Vèneto • Tiếng Việt • Winaray • 吴语 • 中文 • 粵語 Lukisan oleh Jusepe de Ribera Santo, Diakon, Biarawan, Dan Pendiri Salah Satu Ordo Gereja Katolik.

Lahir Pada tanggal 5 Juli 1182 di Kota Assisi Wafat Pada tanggal 3 Oktober 1226 (Usia 44), di Kota Assisi, Italia Dihormati di Gereja Katolik, dan Gereja Anglikan [1] [2] Tempat zairah Basilica of San Francesco d'Assisi Pesta 4 Oktober Atribut Salib, Burung Merpati, Pax et Bonum, Poor Franciscan habit, dan Stigmata.

Pelindung Binatang, Lingkungan, dan Saudagar. Santo Fransiskus dari Assisi (Lahir di Kota Assisi, Italia, Pada tanggal 5 Juli 1182), Telah mendirikan Ordo Fratrum Minorum Pada Tahun 1209.

Pengikutnya disebut Fransiskan. Beliau adalah Santo pelindung Hewan, Pedagang, dan Lingkungan. Daftar isi • 1 Masa Kecil • 2 Masa Remaja • 3 Awal Mula terbentuknya Ordo Fratrum Minorum • 4 Pekerjaan dan pengembangan Ordo Fratrum Minorum • 5 Santo Pelindung bagi Lingkungan Hidup • 6 Pengikutnya yang Lain • 7 Galeri Masa Kecil [ sunting - sunting sumber ] Santo Fransiskus Terlahir dengan nama Giovanni Bernardone.

Ayahnya, Pietro Bernardone, merupakan seorang pedagang yang Sangat Kaya Raya. Sewaktu Kecil, Santo Fransiskus Sering menghabiskan waktunya dengan membaca Buku-buku. Masa Remaja [ sunting - sunting sumber ] Pada Tahun 1201, Beliau mengikuti Sebuah Peraturan dari Pemerintah Kota Assisi, Yakni, Peraturan Wajib Militer, Untuk Berperang melawan Kerajaan Perugia. Beliau Pun ditawan, dan menghabiskan Waktunya setahun didalam Penjara. Sewaktu Beliau dibebaskan dari Penjara, Beliau pun lebih banyak menghabiskan waktunya menyendiri dan meminta penerangan kepada Tuhan.

Setelah Ziarah ke Kota Roma, Beliau mendapatkan penggilan dari Tuhan untuk memulihkan Sebuah Gereja di Kota Assisi, Yakni, Gereja St.

Damianus yang telah Rusak akibat "Dimakan Usia". Beliau Pun menjual Semua kuda dan Semua Pakaian dari Toko Ayahnya, lalu memberikan hasilnya kepada Pastor untuk memperbaiki Gereja tersebut. Pietro Bernardone, Yang merupakan Ayah dari Santo Fransiskus, Marah besar, Setelah mengetahui bahwa Seluruh barang barang yang ada di Tokonya habis.

Beliau mencoba untuk menyadarkan anaknya tersebut dengan ancaman dan hukuman badan. Akhirnya, Sang Ayah mengajukan Permohonan kepada Uskup Agung Kota Assisi, Supaya Santo Fransiskus mengembalikan Semua barang barang tersebut.

Tetapi, Santo Fransiskus menolak semua keinginan Ayahnya, Bahkan Menanggalkan Pakaian yang diterima dari Sang Ayah. Dan untuk sementara waktu, Beliau menjadi Pengemis di sekitar Kota Assisi. Beliau Pun memulihkan beberapa Gereja yang telah runtuh, Seperti Kapel Santa Maria Para Malaikat.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Awal Mula terbentuknya Ordo Fratrum Minorum [ sunting - sunting sumber ] Pada Suatu Hari, Beliau mendengar sebuah Khotbah dari Kitab Matius Pasal 10:9. Dalam Khotbah tersebut, Yesus Kristus mengajarkan pengikutnya, Bahwa mereka harus pergi dan memberitakan Injil Ke Seluruh Dunia, dan mereka dilarang seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah Uang, Tongkat, ataupun memakai sepatu. Santo Fransiskus Pun memutuskan untuk menyerahkan dirinya ke dalam kehidupan Kemiskinan dan Kerasulan.

Dengan memakai Pakaian kumul, Bertelanjang kaki, Tidak membawa Uang, tongkat ataupun bekal. Beliau mulai mengajarkan tentang Pertobatan. Seorang temannya, Yang bernama Bernardo di Quintavalle, Segera bergabung dengan Ordo tersebut. Beliau Pun menyumbangkan segala miliknya untuk Pekerjaan tersebut. Begitu pula rekan-rekannya yang lain. Anggota Ordo Persaudaraan ini tinggal di Sebuah Rumah Sakit kusta, Yang sudah tidak digunakan lagi, Di Kota Rivo Torto. Akan tetapi, Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkeliling di Sekitar pegunungan Umbria.

Hidup mereka sangat mirip dengan Pertapa. Pada Tahun 1209, Santo Fransiskus memimpin pengikutnya ke Kota Roma, Dan meminta izin Sri Paus untuk mendirikan sebuah Ordo Gereja Katolik yang baru. Awalnya, Izin mereka telah ditolak oleh Sri Paus sebelumnya, Akan tetapi, Mereka sukses dalam mendapatkan persetujuan dari Sri Paus berikut nya, Yakni, Paus Innocent III.

Pekerjaan dan pengembangan Ordo Fratrum Minorum [ sunting - sunting sumber ] Fioretti - Buku riwayat hidup Santo Fransiskus dari Kota Assisi yang ditulis pada akhir abad ke-14 Masehi. Pekerjaan mereka adalah memberikan tempat tinggal dan Makanan bagi orang Sakit dan orang Miskin.

Mereka berkumpul bersama setiap Tahun, Tepatnya, Pada hari Pentakosta di Sebuah Gereja kecil di Kota Assisi, Untuk mempererat hubungan Persaudaraan. Santo Fransiskus memulai perjalanannya ke Kerajaan Mesir dan ke Kerajaan Filistin ( Palestina), pada Perang Salib Kelima. Pada kesempatan itu, Beliau berusaha meng-Kristenkan Sultan Al-Kamil. Santo Pelindung bagi Lingkungan Hidup [ sunting - sunting sumber ] Menurut Tradisi Gereja Katolik, Santo Fransiskus bukan Hanya berkhotbah Kepada Manusia.

Tetapi, Beliau Juga berkhotbah seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah Burung-burung, Anjing, Tupai, dan Kelinci. Kini, Beliau, dikenal sebagai Santo pelindung bagi Binatang dan Lingkungan hidup.

Patungnya sering kali diletakkan di taman untuk menghormati minatnya terhadap alam. Pestanya Sering dirayakan pada Tanggal 4 Oktober. Pengikutnya yang Lain [ sunting - sunting sumber ] Santa Clara dari Assisi adalah Seorang Biarawati yang tertarik akan pemberitaan dan kehidupan Santo Fransiskus.

Beliau Juga mendirikan sebuah Ordo Gereja Katolik yang mirip dengan Ordo Fransiskan, Yakni, Ordo Santa Klara atau para Klaris. Galeri [ sunting - sunting sumber ] • Halaman ini terakhir diubah pada 16 Februari 2022, pukul 08.23. • Teks tersedia di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa; ketentuan tambahan mungkin berlaku.

Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya. • Kebijakan privasi • Tentang Wikipedia • Penyangkalan • Tampilan seluler • Pengembang • Statistik • Pernyataan kuki • •
Jawaban : >> a. Santo Fransiskus dari Asisi Penjelasan: Santo Fransiskus dari Asisi adalah seorang Santo yang sangat mencintai lingkungan,sehingga St Fransiskus dari Asisi adalah Santo pelindung hewan dan lingkungan.

Selain itu, St Fransiskus dari Asisi juga sering berkhotbah kepada ikan dan serigala.Pada waktu itu, di kota Gubbio hiduplah seekor serigala yang amat besar, lagi mengerikan dan ganas.

Ia bukan saja memakan binatang-binatang, tetapi juga manusia. Semua penduduk kota itu hidup dalam ketakutan dan tidak berani pergi sendirian. Melihat situasi yang demikian St. Fransiskus merasa kasihan, sehingga ia ingin mendamaikan serigala itu dengan penduduk kota Gubbio, sekalipun mereka melarangnya pergi.

Ketika Fransiskus memasuki daerah serigala itu bersama-sama sahabatnya, ia membuat tanda salib dan menaruh kepercayaan sepenuh-penuhnya pada Allah. Ketika saudara-saudara lain tidak mau pergi lebih jauh lagi, St.

Fransiskus berjalan terus menuju tempat serigala itu bersarang. Ketika serigala itu melihat Fransiskus, maka ia pun menyerbu ke arahnya dengan cakar-cakar yang terbuka. Ketika ia mendekat, St.

Fransiskus membuat tanda salib di atasnya dan menyapanya, “Kemarilah saudara Serigala. Demi nama Kristus aku memerintahkan kepadamu jangan menyerang aku”. Dan aneh bin ajaib, begitu St. Fransiskus membuat tanda salib, serigala yang ganas itu pun memasukkan cakar-cakarnya kembali. Ia menaati perintah St. Fransiskus dan datang membaringkan diri di kaki St. Fransiskus dengan lembut seperti seekor anak domba. Kemudian St. Fransiskus mengajak Serigala itu membuat suatu perjanjian dengan penduduk kota Gubbio.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Dari pihak Serigala, ia harus berjanji bahwa ia takkan mengganggu dan melakukan kejahatan dengan penduduk kota Gubbio lagi. Dari pihak penduduk kota Gubbio, mereka berjanji, akan menyediakan makanan yang dibutuhkan serigala itu setiap hari. Dan sebagai jaminan bahwa perjanjian itu akan dilaksanakan dan ditepati, maka St.

Fransiskus mengulurkan tangannya, dan serigala itu mengangkat kaki depannya dan menempatkannya dengan lembut dalam tangan St. Fransiskus, sebagai bukti kesetiaannya. Bahwa St. Fransiskus dikenal luas sebagai pencinta damai dapat dibuktikan dalam pertemuan para pemimpin agama sedunia yang diadakan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 27 Oktober 1986.

Pada waktu itu pertemuan tidak diadakan di kota Roma ataupun kota besar yang lain, melainkan di kota Assisi. Di sana pertama kalinya semua pemimpin agama sedunia bersatu dalam doa untuk perdamaian dunia.

Mengapa kota Assisi yang dipilih? Karena mereka tahu bahwa St. Fransiskus Assisi adalah pelopor perdamaian bagi semua agama. St. Fransiskus Assisi juga dikenal sebagai pelindung kelestarian alam, terbukti dengan dikukuhkannya beliau oleh Paus Yohanes Paulus II, sebagai “Pelindung Pemeliharaan Kelestarian Lingkungan Hidup”, pada tanggal 29 November 1979. Melihat kehidupan St. Fransiskus yang dipenuhi dengan damai dan cinta akan lingkungan hidup, mungkin timbul pertanyaan di hati kita. Bagaimana St.

Fransiskus sungguh dapat hidup damai dengan semua orang dan semua makhluk? Sumber-sumber inspirasi manakah yang ia gali sehingga ia dapat hidup seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah dengan seluruh ciptaan?

Ketiga, Fransiskus tentunya dipengaruhi oleh Sabda Bahagia yang berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Mat 5:9).

Orang yang membawa damai ini oleh Fransiskus ditafsirkan sebagai “orang yang dalam segala penderitaannya di dunia ini tetap memelihara kedamaian dalam jiwa dan raganya demi cinta kasih kepada Tuhan kita Yesus Kristus” (Pth XV). Kalau St. Fransiskus dikenal sebagai pelindung kelestarian lingkungan hidup, maka gelar ini dikenakan kepadanya karena selama hidupnya ia sungguh-sungguh bersikap sebagai Saudara terhadap seluruh alam ciptaan. Dan puncak dari doa dan semua tulisan St.

Fransiskus, nampak dalam “Kidung Saudara Matahari”, di mana semua makhluk ciptaan, ia undang untuk bersyukur dan memuji Allah. Bahwa Fransiskus dapat hidup bersaudara dengan seluruh alam ciptaan ini: matahari, bulan. Bintang, angin, air, api dan ibu pertiwi (tanah), semua itu karena Fransiskus dapat melihat kehadiran Kristus dalam seluruh ciptaan.

seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah

Kehadiran Kristus dalam ciptaan ini sudah ditegaskan oleh Paulus, “Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah di angkasa maupun di bumi: baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan, singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia” (Kol 1:16). Jika seluruh ciptaan bersaudara, maka itulah hasil karya penyelamat yang memperdamaikan segala-galanya dalam diri-Nya. Kalau makhluk-makhluk dilihat sebagai saudara-saudari yang disatukan secara akrab, hal itu terjadi, karena Kristus menerima semua makhluk ke dalam cinta-Nya yang tak kenal batas.

Walaupun ciptaan amat besar dan luas, namun dalam pandangan Fransiskus semua disatukan dalam cinta yang sama, “karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia telah nyata.” (Tit 2:11). Di bidang lingkungan hidup, kita juga tahu, bahwa Laju kerusakan hutan periode 1985-1997 tercatat 1,6 juta hektar per tahun, sedangkan pada seorang santo yang mencintai lingkungan hidup adalah 1997-2000 menjadi 3,8 juta hektar per tahun.

Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu tempat dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia. Di Indonesia berdasarkan hasil penafsiran citra landsat tahun 2000 terdapat 101,73 juta hektar hutan dan lahan rusak, diantaranya seluas 59,62 juta hektar berada dalam kawasan hutan.

[ Badan Planologi Dephut, 2003].” Di tengah situasi yang mengancam perdamaian dan kelestarian lingkungan ini, baik dalam skala kecil dalam rumah tangga kita masing-masing, di komunitas kita, maupun dalam lingkungan masyarakat kita, kita sebagai orang beriman diundang menjadi pembawa damai dan pencipta kelestarian lingkungan.

Bagaimana tugas perutusan ini dapat kita wujudkan? Pertama, kita sendiri harus mengalami diri kita didamaikan dengan Tuhan. Artinya dalam kehidupan kerohanian kita, kita sendiri harus mengalami bahwa aku dikasihi Tuhan; bahwa dosa-dosaku telah ditebus oleh-Nya di kayu salib; bahwa Dia selalu menyertai aku dalam seluruh hidupku.

Sehingga dalam hidupku aku merasa aman dalam tangan Tuhan. Dan untuk dapat mencapai pengalaman iman yang menyembuhkan, mengutuhkan dan mendamaikan ini, kita harus sungguh berserah diri kepada Tuhan. Kedua, kita harus mendengarkan apa yang dikatakan St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” (Rm 12:18). Apa artinya kata-kata Paulus ? Artinya Paulus menyadari, bahwa hidup dalam perdamaian bersama orang lain itu tidaklah mudah.

Kita memang ingin hidup dalam damai, tetapi selalu ada saja hal yang membuat kita kemudian menjadi jengkel, marah, dan kemudian mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati, dan kemudian kita menjadi menyesal lagi. Namun di tengah kesulitan untuk menciptakan perdamaian ini kita tidak boleh menyerah. Dalam situasi apapun sedapat-dapatnya kita diminta berjuang untuk hidup berdamai dengan orang lain. Prinsip di sini yang dapat kita pegang – menurut Paulus adalah – “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Rm 12:21) Ketiga, untuk bisa hidup menghargai sesama ciptaan, baik binatang maupun tumbuhan, kita harus mampu seperti St.

Fransiskus melihat makhluk ciptaan dari sudut pandang Allah sendiri. Chesterton ketika mengomentari “Kidung Saudara Matahari“ karya St. Fransiskus mengatakan kepada kita, “Fransiskus dalam pengalaman mistik telah membuat “salto” dengan memandang semua ciptaan dari pihak Allah, dan sesudahnya, ia kembali ke dunia ini dan sejak saat itu, ia melihat dan mengalami semua makhluk dalam bentuk abadi dan sempurna.” Marilah bersama St.

Fransiskus, kita ciptaan perdamaian di rumah kita, tempat kita bekerja, dan di manapun kita berada; marilah kita hormati juga segala makhluk ciptaan lain, kita pelihara lingkungan hidup kita, sehingga dunia kita semakin menjadi harmonis dan indah, karena kita semua memantulkan keindahan pencipta kita, yakni Yesus Kristus Tuhan kita.

Semoga. Kami, Team Media Sosial dan Informasi dari Ordo Kapusin Pontianak, mengucapkan limpah terima kasih atas sumbangan artikel/tulisan dari saudara-saudari sekalian, para kontributor dalam website ini. Benih-benih yang ditaburkan pasti tidak akan pernah jatuh sia-sia, akan selalu ada yang tumbuh dan berbuah.

Jalan santai 13 Juli 2019 SMPK ST FRANSISKUS ASSISI SAMARINDA




2022 www.videocon.com