Lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

A. Soal Pilihan Ganda 1. Bahan pewarna yang disarankan untuk dipakai dalam produk makanan dan minuman adalah …. A. Pewarna buatan karena pewarna buatan lebih mudah dibeli di toko B. Pewarna alami karena lebih mudah diperoleh dibandingkan pewarna buatan C. Pewarna alami karena tidak memiliki efek samping dalam penggunaan dengan skala besar D.

Pewarna buatan karena tidak akan menimbulkan penyakit apapun meski dipakai dalam jumlah banyak Jawaban: C 2. Berikut ini yang tidak termasuk bahan pewarna alami adalah ….

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

A. Kunyit D. Tekanan darah tinggi Jawaban: B 4. Pengawet digunakan dalam pembuatan bahan makanan, karena …. A. Mempermudah dalam pengemasan untuk pendistribusian B.

Mencegah reaksi kimia tertentu pada bahan makanan C. Membantu proses penumbuhan berbagai mikroorganisme pada bahan makanan D. Mencegah makanan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu Jawaban: B 5. Monosodium glutamat (MSG) memiliki rasa yang khas dan dapat membuat makanan menjadi lebih sedap, namun penggunaan MSG harus dibatasi.

Bahan campuran yang dapat digunakan untuk menggantikan MSG adalah …. A. Gula dan asam B. Garam dan asam C. Gula dan garam D. Garam dan serbuk lada Jawaban: C 6. Ikan adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan protein tinggi. Tetapi, ikan mudah sekali busuk jika tidak segera diolah. Berikut ini cara pengawetan ikan yang tepat adalah ….

A. Pengeringan, pembekuan, dan penambahan gula B. Pendinginan, pengasapan, dan penambahan enzim C. Pendinginan, pengalengan, dan penambahan garam D.

Pengalengan, pengeringan, dan penambahan enzim 10. Jika kamu mendapati seseorang yang terkena psikotropika, yang dapat kamu sarankan kepada orang-orang disekitarnya adalah …. A. Meminta untuk mengurangi dosis penggunaan psikotropika sesuai keinginan dirinya sendiri B.

Meminta mengantarkannya ke rumah sakit tertentu untuk mendapat terapi penghentian penggunaan psikotropika C. Meminta untuk menggunakan bahan lain identik narkoba tapi tidak berbahaya, sehingga rasa sakit akibat kecanduan akan hilang Tags: contoh soal zat adiktif kumpulan contoh soal zat aditif kumpulan soal ipa kelas 8 smp kunci jawaban soal ipa kelas 8 lampiran analisis butir soal latihan soal ipa zat aditif kelas 8 soal essay zat aditif dan adiktif kelas 8 soal hots tentang zat aditif dan adiktif soal ipa zat adiktif psikotropika Pada dasarnya, obat psikotropika memiliki manfaat yang baik dalam dunia kesehatan dan ilmu pengetahuan.

Namun, penggunaan psikotropika yang tidak sesuai aturan sering kali membawa dampak buruk bagi penggunanya.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

Mulai dari kecanduan hingga yang terparah dapat menyebabkan kematian. Selain berbahaya bagi kesehatan, penyalahgunaan psikotropika juga dapat dikenakan sanksi dan hukuman berupa pidana dan denda.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

Hal tersebut sudah diatur dalam pasal 59 Undang-undang Republik Indonesia No.5 tahun 1997 tentang psikotropika. “Barangsiapa yang menggunakan, memproduksi, mengedarkan, mengimpor, memiliki, menyimpan, membawa psikotropika golongan I dengan tidak semestinya akan dipidana 4-15 tahun penjara dan denda Rp150.000.000-Rp750.000.000.” Sebelum membahas lebih jauh mengenai psikotropika dan dampaknya.

Mari kenali apa yang dimaksud dengan psikotropika.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

Apa itu Psikotropika? Psikotropika adalah kategori obat yang dapat mengobati berbagai kondisi. Psikotropika bekerja dengan menyesuaikan tingkat neurotransmitter atau dengan cara merangsang susunan saraf pusat sehingga menyebabkan perubahan pada aktivitas mental, perilaku yang disertasi halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir seseorang. Selain itu, psikotropika dapat menyebabkan perubahan perasaan secara tiba-tiba dan menimbulkan kecanduan pada penggunanya.

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1997, psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Jenis-Jenis Psikotropika Psikotropika merupakan jenis obat-obatan yang bisa ditemukan di apotek, namun penggunaan obat ini harus menggunakan resep dokter karena jika obat ini disalahgunakan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya seperti merusak organ tubuh, hingga menyebabkan kematian.

Psikotropika memiliki beberapa jenis sebagai berikut: • Sedatin • Rohypnol • Valium • Amphetamine • Metakualon • Phenobarbital • Shabu-shabu • Ekstasi Golongan psikotropika Penggunaan psikotropika yang tidak sesuai resep dokter dapat menyebabkan penggunanya mengalami kecanduan. Berdasarkan tingkat risiko kecanduan yang dihasilkan, psikotropika dibagi menjadi empat golongan, yaitu: Obat psikotropika golongan 1 Psikotropika golongan satu merupakan obat-obatan dengan daya adiktif, yang memiliki potensi tinggi menyebabkan kecanduan.

Selain itu, obat-obatan psikotropika golongan ini masuk dalam obat terlarang yang penyalahgunaannya bisa dikenakan sanksi hukum. Psikotropika golongan satu contohnya adalah ekstasi, STP, dan LSD.

Obat psikotropika golongan 2 Psikotropika golongan dua merupakan obat-obatan yang memiliki risiko ketergantungan di bawah psikotropika golongan satu.

Obat yang masuk dalam golongan ini biasa digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit, sehingga jika penggunaan psikotropika golongan dua tidak sesuai dengan resep dokter dapat menimbulkan kecanduan. Psikotropika golongan dua contohnya adalah sabu, amfetamin, ritalin, dan metilfenidat. Obat psikotropika golongan 3 Psikotropika golongan lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal merupakan obat-obatan dengan daya adiktif sedang dan umumnya digunakan untuk penelitian dan pengobatan.

Psikotropika golongan tiga contohnya adalah pentobarbital, flunitrazepam, buprenorsina, dan lumibal. Obat psikotropika golongan 4 Psikotropika golongan empat merupakan obat-obatan dengan daya adiktif ringan yang biasanya digunakan untuk pengobatan. Psikotropika golongan empat contohnya adalah diazepam, nitrazepam, lexotan, pil koplo, obat penenang, dan obat tidur. Kelas dan Nama Psikotropika Kelas Contoh Antipsikotik yang khas chlorpromazine (Thorazine) fluphenazine (Prolixin) haloperidol (Haldol) perphenazine (Trilafon) thioridazine (Mellaril) antipsikotik atipikal aripiprazole (Abilify) clozapine (Clozaril) iloperidone (Fanapt) olanzapine (Zyprexa) paliperidone (Invega) quetiapine (Seroquel) risperidone (Risperdal) ziprasidone (Geodon) Antikecemasan alprazolam (Xanax) clonazepam (Klonopin) diazepam (Valium) lorazepam (Ativan) Stimulan amphetamine (Adderall, Adderall XR) dexmethylphenidate (Focalin, Focalin XR) dextroamphetamine (Dexedrine) lisdexamfetamine (Vyvanse) methylphenidate (Ritalin, Metadate ER, Methylin, Concerta) Antidepresan serotonin reuptake inhibitor selektif (SSRI) citalopram (Celexa) escitalopram (Lexapro) fluvoxamine (Luvox) paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft) Serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI) antidepresan atomoxetine (Strattera) duloxetine (Cymbalta) venlafaxine (Effexor XR) desvenlafaxine (Pristiq) Antidepresan monoamine oksidase inhibitor (MAOI) isocarboxazid (Marplan) phenelzine (Nardil) tranylcypromine (Parnate) selegiline (Emsam, Atapryl, Carbex, Eldepryl, Zelapar) Antidepresan trisiklik amitriptyline amoxapine desipramine (Norpramin),imipramine (Tofranil) nortriptyline (Pamelor), protriptyline (Vivactil) Mood Stabilisator carbamazepine (Carbatrol, Tegretol, Tegretol XR) divalproex sodium (Depakote) lamotrigine (Lamictal) lithium (Eskalith, Eskalith CR, Lithobid) Efek Obat Psikotropika Penggunaan psikotropika dalam dunia kesehatan selama sesuai dengan resep dokter masih terbilang aman dan diperbolehkan.

Namun, jika zat psikotropika disalahgunakan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan resep dokter, maka hal tersebut dapat berakibat buruk pada kesehatan. Selain memberikan efek kecanduan, psikotropika juga memiliki efek samping lainnya jika digunakan secara berlebihan, yaitu: Depresan Zat psikotropika dapat memberikan efek tenang karena psikotropika bekerja dengan menekan sistem saraf pusat. Jika psikotropika digunakan secara berlebihan, maka penggunanya dapat tidur lama, tidak sadarkan diri, hingga menyebabkan kematian.

Salah satu psikotropika yang memberi efek depresan adalah putaw. Stimulan Psikotropika dapat membuat fungsi tubuh bekerja lebih tinggi dan bergairah, sehingga penggunanya lebih terjaga. Hal ini mengakibatkan kerja organ tertentu menjadi lebih berat. Apabila si pengguna tidak memakai obat-obatan tersebut dapat menyebabkan badan menjadi lemah. Untuk mengembalikan kondisi tubuh agar tetap prima, biasanya ia akan menggunakan lagi.

Hal ini menyebabkan pengguna mengalami kecanduan. Contoh psikotropika yang memberi efek stimulan adalah sabu-sabu dan ekstasi.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

Halusinogen Efek halusinogen mengakibatkan penggunanya merasakan halusinasi yang berlebihan. Salah satu contoh psikotropika yang dapat mengakibatkan halusinogen adalah ganja.
FelixBenaya21 May 2021 - 0 Replies Kerjakan semua pertanyaan di bawah ini dengan benar beserta penjelasannya!

1. Apa saja unsur-unsur cuaca? Apa perbedaan antara iklim dan cuaca?

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

2. Sebanyak 1 m³ udara pada suhu 20°C mengandung 14,6 g uap air. Uap jenuh pada suhu itu tercapai jika udara mengandung 24 g/m³. Berapa besar kelembapan nisbinya? 3. Jelaskan proses terbentuknya awan hingga mendatangkan hujan di Bumi. (TOLONG CEPETAN DIJAWAB MAU DIKUMPULIN SOALNYA DAN DIJAWAB SEMUANYA YA! DAN DIBERI PENJELASANNYA YA! SERTA TERIMA KASIH BANYAK BAGI YANG SUDAH MENJAWAB PERTANYAAN BIOLOGI TERSEBUT DENGAN JELAS DAN BENAR) Golongan psikotropika yang memberikan efek khayal disebut dengan kelompok halusinogen.

P e m b a h a s a n : Zat adiktif adalah zat yang bila digunakan akan menimbulkan efek ketergantungan dan ketagihan pada pengguna. Zat psikotropika adalah zat yang bilamana dikonsumsi akan menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan dan perilaku pengonsumsi.

Berdasarkan pengaruh yang ditimbulkan terhadap fisiologis dan perilaku pada pangonsumsi, zat adiktif dan psikotropika dibagi menjadi : 1). Stimulan • Stimulan membuat memberikan efek penggiat yang membuat reaksi tubuh menjadi lebih aktif dan seakan-akan memiliki energi tak terbatas.

• Contoh stimulan lemah adalah kopi, teh dan minuman bersoda. Contoh stimulan kuat adalah kokain, amfetamin, preludin, dll. • Stimulan dapat berguna jika dikonsumsi sesuai porsi yang pas, namun jika disalahgunakan akan menyebabkan denyut jantung tak beraturan yang memicu perdarahan di otak.

2). Depresan • Merupakan zat yang dalam pemakaiannya menimbulkan penurunan fungsi kinerja tubuh. Depresan juga membawa pengaruh menghilangkan rasa nyeri pada tubuh. • Contoh depresan yaitu : Alkohol, opiar, Morfin, Demerol, dll. • Penyalahgunaan depresan dapat menyebabkan kemunduran fisiologis tubuh yang hebat dan ketagihan. Gejala ditandai dengan rasa mual, muntah-muntah, nyeri pada lambung, berkeringat dingin hingga demam.

3). Halusinogen • Adalah zat yang mampu memberikan efek halusinasi pada penggunanya dan mempunyai pengaruh kuat menghancurkan persepsi penglihatan, pendengaran dan respon emosional. • Contoh halusinogen yaitu : LSD, PCP, STP dan Meskalin. • Efek berlebihan dalam konsumsi menyebabkan halusinasi berkepanjangan dan bahkan menimbulkan efek rasa teraniaya sehingga menimbulkan tingkah laku kekerasan, agresif dan gangguan pada kejiwaan.

4). Euforia • Adalah zat yang memberikan efek gembira pada penggunanya. Salah satu jenia euforia adalah ganja. • Zat ini dapat mengakibatkan efek halusinasi dosis berat, ketidakpedulian, hilang perhatian dan kemauan serta memicu tindakan antisosial dan merusak tubuh sendiri.

D e t i l J a w a b a n : Mapel : Biologi Kelas : VIII Bab : Zat adiktif dan psikotropika Kode : - Kata kunci : Adiktif, Psikotropika, Stimulan, Depresan, Halusinogen, Euforia. Jerry sedang duduk santai di teras rumahnya malam hari itu. Tiba-tiba, datang sebuah mobil dengan sorot lampu yang menyilaukan.

Jerry langsung menyemp … itkan matanya untuk mengurangi efek menyilaukan yang ditimbulkan oleh sorotan lampu mobil tersebut. Bagian mata yang menyempit akibat rangsangan sinar yang sangat terang itu adalah… a.

iris b.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

retina c. kornea d. pupil UIUuuu13, Hubungan manusia dengan Allah antaralain diwujudkan terutama dalam ibadah yang dilakukanmanusia. Relasi ini tampak dalam setiap praktik keag … amaan baik yang sederhana maupun yang lebihkompleks. Hal ini merupakan pendapat dari.a.Frankl b. Victor Emildc. Yewangoe(1983) d. ThomasGroome14 Cara hid​
LSA (Lisergik Amida) dan LSD (Lisergik Dietilamida) merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata disebut sebagai halusinogen.

Kelompok obat-obatan yang termasuk halusinogen juga menyebabkan pemakai curiga berlebihan dan menjadi lebih agresif. Pembahasan Narkoba termasuk di dalamnya narkotika dan psikotropika merupakan obat terlarang yang secara umum dapat menyebabkan terganggunya pikiran, perasaan dan tingkah laku dari pemakai.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

Selain itu, pemakaian obat terlarang ini juga dapat merusak saraf pusat hingga dapat menyebabkan kematian. Narkotika merupakan obat yang menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa (termasuk rasa nyeri) dan memiliki efek ketergantugan. Narkotika terbagi menjadi 3 golongan berdasarkan kuat lemahnya potensi ketergantungan. • Narkotika Golongan I Narkotika jenis ini sebenarnya hanya digunakan dalam penelitian atau pegembngan IPTEK karena memiliki potensi ketergantungan yang sangat tinggi.

Beberapa jenis narkotika golongan I adalah Opium, Koka, Kokain dan Ganja. • Narkotika Golongan II Narkotika jenis ini juga memiliki potensi ketergatungan tetapi masih digunakan sebagai pilihan terakhir terapi. Beberapa jenis narkotika golongan II adalah Morfin, Fentanil, Petidin.

• Narkotika Golongan III Narkotika jenis ini digunakan untuk pengobatan dan terali karena mempunyai potensi ringan dalam mengakibatkan ketergantungan. Jenis narkotika golongan III meliputi Kodein (hasil sintesis morfin) yang digunakan sebagai analgesik dan Etil morfin/ dionin (semisintesis dari morfin) yang digunakan sebagai obat batuk. Berbeda dengan narkotika, psikotropika merupakan jenis obat atau zat yang mempengaruhi mental atau tingkah laku pemakai.

Akan tetapi sama dengan narkotika, psikotropika juga mengakibatkan ketergantungan pada pemakainya. Berdasarkan tingkat atau potensi ketergantungan, psikotropika dibagi menjadi 4 golongan. • Psikotropika Golongan I meliputi, Ekstasi, Psilosibina dan Psilolina, LSD dan LSA, Meskalina (peyot).

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

• Psikotropika Golongan II meliputi Amfetamin, Methamfetamina (turunan Amfetamin, Metakualon, Metil fenidat. • Psikotropika Golongan III meliputi Amobarbital, Flunitrazepam, Katina.

lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal

• Psikotropika Golongan IV Barbiturat, Bromazepam, Diazepam, Estazolam, Fenobarbital, Klobazam, Lorazepam, Nitrazepam. Selain itu, baik narkotika maupun psikotropika juga dikelompokkan menjadi depresan, stimulan dan halusinogen berdasarkan efek atau akibat terhadap pemakai. • Depresan Obat yang temasuk dalam kelompok ini mengakibatkan depresi baik secara fisik maupun psikis.

Secara psikis, tenang sementara kemudian akan apatis→mengantuk→tidak sadar. Secara fisik mata sayu, sistem peredaran darah terganggu. Beberapa jenis obat yang termasuk pada kelompok ini adalah Heroin, Morfin, Barbiturat, Diazepam, Nitrazepam.

• Stimulan Obat jenis lsa dan lsd merupakan obat psikotropika yang dapat memberikan efek khayal merangsang atau memberikan stimulus pada pemakai sehingga pemakai dapat merasa segar dan percaya diri.

Akan tetapi efek tersebut hanya bersifat sementara dan diikuti dengan denyut jantung yang lebih cepat, sulit tidur bahkan hiperaktif dan agresif sehingga mudah tersinggung. Obat yang termasuk dalam kelompok ini meliputi Kokain, Amfetamin, Ekstasi • Halusinogen Obat jenis ini menyebabkan halusinasi pada pemakai, seperti mendengar suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Obat yang termasuk dalam kelompok ini adalah LSD dan LSA, Ganja. Dampak negatif dari penggunaan narkotika dan psikotropika tanpa pengawasan dokter dan tidak sesuai aturan adalah tubuh mengalami resistensi (efek kebal) terhadap dosis tertentu dan dapat mengalami keracunan jika berlebihan.

Selain itu dampak negatif lainnya adalah efek ketagihan (addiction) kemudian berlanjut menjadi ketergantungan (dependence). Pemakai obat-obatan ini yang telah masuk pada taraf ketergantungan disebut pecandu dan akan melakukan apapun untuk memakai kembali.

Apabila pecandu tidak dapat menggunakan obat-obatan tersebut akan mengalami sakaw Pelajari Lebih Lanjut • Pemanfaatan narkotika dan psikotropika, brainly.co.id/tugas/1768528 • Kandungan pada rokok, brainly.co.id/tugas/8839877 • Dampak negatif rokok, brainly.co.id/tugas/7410623 • Dampak negatif alkohol Detil Jawaban Kelas : 8 Mapel : Biologi Bab : 7 - Sistem Pencernaan pada Manusia (Zat aditif dan psikotropika) Kode : 8.4.7 Kata Kunci : Psikotropika, Halusinogen 8.

Letusan gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Salah satu dampak pencemaran udara akibat bencana alam tersebut adalah . a. … terjadinya hujan asam karena emisi gas SO 2 b. terjadinya pemanasan global karena meningkatnya gas CO2 c. menipisnya lapisan ozon karena konsentrasi senyawa CFC di atmosfer meningkat d. meningkatnya suhu bumi karena konsentrasi gas metana di atmosfer makin tinggi 9. Upaya berikut yang dapat mengurangi emisi gas CFC adalah . a. tidak menggunakan pendingin ruangan b.

membuat biogas dari sampah organik c. tidak menumpuk sampah organik d. menggalakkan reboisasi 10. Menurut Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN), beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami kondisi yang disebut kemarau basah sepanjang Juli-Oktober 2021.

Terjadinya kemarau basah menunjukkan adanya anomali musim yang menyebabkan musim hujan terjadi lebih lama. Fenomena kemarau basah merupakan dampak dari pemanasan global yang disebabkan oleh . a. perubahan iklim b. adanya badai siklon menipisnya c. lapisan ozon d. adanya gelombang tsunami bantuin jawab yaa​besok di kumpulin

25 Soal Ulangan Biologi Kelas 11 Bab Psikotropika




2022 www.videocon.com