Memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

tirto.id - Ada banyak teknik pengolahan makanan yang dapat diterapkan untuk mengolah bahan baku menjadi makanan jadi, salah satunya yaitu, teknik pengolahan makanan moist heat. Dikutip dari E-Book Prakarya (Suci Paresti dkk., 2017), teknik pengolahan makanan panas basah ( moist heat) adalah pengolahan bahan makanan dengan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya. Suhu cairan pada teknik pengolahan makanan panas basah tidak pernah lebih dari suhu didih.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Dalam E-Book Prakarya (Ulfa Fauziah, 2020) disebutkan, teknik pengolahan makanan panas basah dilakukan dengan mengolah bahan makanan menggunakan bahan dasar cairan untuk mematangkannya dan teknik tersebut terdiri dari beberapa cara.

Teknik Pengolahan Makanan Moist Heat Berikut beberapa pengolahan makanan dengan teknik moist heat: a. Teknik Merebus ( Boiling) Teknik merebus ( boiling) adalah mengolah bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih.

Cairan yang digunakan dapat berupa air, kaldu, atau susu. b. Teknik Merebus Menutup Bahan Pangan ( Poaching) Teknik poaching ialah cara memasak bahan makanan dalam bahan cair sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92 derajat– 96 derajat celcius).

Bahan makanan yang di- poach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah–buahan, sayuran, telur dan ikan. c. Teknik Merebus dengan Sedikit Cairan ( Braising) Teknik braising adalah teknik teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan (kira–kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan–lahan.

Efek dari braising adalah untuk menghasilkan bahan makanan yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya. d. Teknik Menyetup/Menggulai ( Stewing) Stewing (menggulai/ menyetup) merupakan teknik pengolahan bahan makanan dengan terlebih dahulu menumis bumbunya dan merebusnya dengan cairan berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang. e. Teknik Mengukus (Steaming) Teknik mengukus ( steaming) merupakan teknik memasak bahan makanan dengan uap air mendidih.

Sebelum mengukus bahan makanan, alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada steamer atau pengukus.

f. Teknik Mendidih ( Simmering). Teknik simmering adalah teknik memasak bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, kemudian api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama.

g. Teknik Mengetim Teknik mengetim adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan dua buah panci yang berbeda ukuran, salah satu panci berukuran lebih kecil. Cara ini memang memerlukan waktu yang lama, seperti membuat nasi tim dan cokelat. Teknik poaching ialah cara memasak bahan makanan dalam bahan memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan sebatas menutupi bahan makanan yang direbus dengan api kecil di bawah titik didih (92° - 96°C).

Bahan makanan yang di-poach ini adalah bahan makanan yang lunak atau lembut dan tidak memerlukan waktu lama dalam memasaknya seperti buah-buahan, sayuran, telur, dan ikan. Cairan bisa berupa kaldu, air yang diberi asam, cuka, dan susu. Teknik pengolahan pangan braising adalah teknik merebus bahan makanan dengan sedikit cairan (kira-kira setengah dari bahan yang akan direbus) dalam panci tertutup dengan api dikecilkan secara perlahan-lahan.

Efek dari braising ini sama dengan menyetup, yaitu untuk menghasilkan bahan makanan yang lebih lunak dan aroma yang keluar menyatu dengan cairannya. Stewing (menggulai/menyetup) adalah mengolah bahan makanan yang terlebih dahulu ditumis bumbunya, dan direbus dengan cairan yang berbumbu dan cairan yang tidak terlalu banyak dengan api sedang.

Maksud dari dimasak dengan api sedang dan dalam waktu yang lama agar aroma dari bahan masakan keluar dengan sempurna. Pengolahan dengan teknik ini harus sering diaduk secara hati-hati agar tidak mudah hancur.

Pada proses stewing, cairan yang dipakai yaitu air, susu, santan, dan kaldu. Teknik mengukus (steaming) adalah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Sebelum mengukus bahan makanan alat pengukus yang sudah berisi air harus dipanaskan terlebih dahulu hingga mendidih dan mengeluarkan uap, baru masukkan bahan makanan pada steamer atau pengukus.

Uap air panas akan mengalir ke sekeliling bahan makanan yang sedang dikukus. Efek dari teknik ini ialah menjadikan makanan lebih lunak dan lembut. Nilai gizi bahan makanan tidak banyak yang hilang karena tidak bersentuhan langsung dengan air. Makanan yang diolah dengan cara ini yaitu puding, bolu, maupun sayuran, ikan dan ayam.

Teknik simmering ini adalah teknik memasak / megolah bahan makanan dengan saus atau bahan cair lainnya yang dididihkan dahulu, kemudian api dikecilkan di bawah titik didih dan direbus lama, di mana di permukaannya muncul gelembung–gelembung kecil.

Teknik ini biasanya digunakan untuk membuat kaldu yang mengeluarkan ekstrak dari daging yang direbus. Pengertian dari deep frying adalah memasak bahan makanan dengan menggunakan minyak/ lemak yang banyak hingga bahan makanan benar–benar terendam sehingga memperoleh hasil yang kering (crispy). Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai bahan makanan termasuk buah, sayuran, daging dan unggas, serta ikan.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Bahan makanan yang dalam keadaan beku dapat langsung dimasak dengan metode ini. Pada metode kering ini, karena dipanaskan dalam suhu tinggi, akan terjadi perubahan tekstur, warna, dan rasanya. Pada proses pengolahan dengan metode deep frying ini beberapa kandungan gizi akan rusak, tetapi kandungan energinya akan tinggi karena mengandung lemak. Proses deep frying juga biasanya lebih sedikit kehilangan kandungan vitamin yang larut dalam air karena dalam proses ini tidak terdapat air yang melarutkan.

Sebagai contoh, keripik kentang lebih banyak mengandung vitamin C dibandingkan kentang rebus. Teknik menumis (sauteing) adalah teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak olahan dan bahan makanan yang telah dipotong kecil atau diiris tipis yang dikerjakan dalam waktu sebentar dan cepat, diaduk-aduk, serta ditambah sedikit cairan sehingga sedikit berkuah/basah.

Biasanya cairan yang ditambahkan adalah saus, cream, dan sejenisnya yang dimasukkan pada saat terakhir proses pemasakan. Sebelum menumis hendaknya potongan/irisan bahan makanan dipersiapkan terlebih dahulu.

Memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan wajan terlebih dahulu, kemudian isi minyak goreng sedikit dan panaskan. Gunakan wajan yang besar agar potongan bahan makanan saat dimasukkan tidak penuh sesak sehingga memudahkan saat melakukan tumis dan dapat matang secara merata. Agar lebih sehat, hindari penggunaan lemak jenuh. Gunakan minyak zaitun atau minyak kanola yang mengandung minyak sehat dan membantu menurunkan kadar kolesterol berbahaya.

Ketika memanggang bahan makanan, masukkan wadah berisi air yang akan mengeluarkan uap air yang masuk ke dalam oven.

Tujuannya agar kandungan air dalam bahan makanan bertambah dan untuk menambah kualitas makanan. Penerapan teknik dasar baking dapat dilakukan pada berbagai bahan makanan, diantaranya kentang, roti, sponge, cake, biskuit, ikan, sayuran. Wadah pertama berisi bahan makanan, dan wadah kedua diberi air.

Wadah pertama dimasukkan ke dalam wadah kedua sehingga panas yang sampai ke bahan makanan lebih lambat. Dengan demikian, tidak akan mengakibatkan panas yang berlebih dan dapat mengurangi kemungkinan makanan terlalu matang.

Contoh puding caramel. Grilling adalah teknik mengolah makanan di atas lempengan besi panas (gridle) atau diatas panci dadar (teflon) yang diletakkan di atas perapian langsung. Suhu yang dibutuhkan untuk grilling sekitar 292°C.

Grill juga dapat dilakukan di atas bara langsung dengan jeruji panggang atau alat bantu lainnya. Dalam teknik ini, perlu diberikan sedikit minyak baik pada makanan yang akan diolah maupun pada alat yang digunakan. Jeruji ini berfungsi sebagai penahan bahan makanan yang sedang dimasak/dipanggang. Selain itu, fungsi lainnya juga untuk membuat bagian yang matang dan gosong berbentuk jeruji pula.

Kegosongan inilah yang menjadi ciri khas dan yang menunjukkan bahwa makanan tersebut adalah di-grilled. Berbagai teknik di atas hanya sebagian teknik pengolahan pagan. Pada umumnya cara mengolah bahan pangan banyak caranya seperti teknik mengasap, mengintim, dan menyangrai.

Perbedaan-perbedaan teknik/cara/metode pengolahan pangan yang ada di Nusantara maupun seluruh dunia mencerminkan faktor-faktor sosial, ekonomi, agama, agrikultur, dan estetika yang mempengaruhinya.
sentralsoal.com - Selamat datang di sentral soal.

Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan kumpulan contoh soal mengolah umbi-umbian dilengkapi dengan kunci jawaban terbaru dalam mata pelajaran Prakarya kelas VIII revisi terbaru. Harapannya, contoh soal yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak, Ibu Guru, dan peserta didik dalam mencari referensi contoh soal mengolah umbi-umbian dilengkapi dengan kunci jawaban terbaru dalam mata pelajaran Prakarya.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Gambar: pixabay.com 1. Organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk (pembengkakan) sebagai perubahan fungsinya merupakan definisi dari . A. serealia B. kacang C. umbi-umbian D. sayuran 2. Bahan serelia yang merupakan bahan utama pembuatan tepung terigu adalah . A. Umbi B. Padi C. Gandum D. Umbili 3. Umbi-umbian digunakan sebagai sumber bahan makanan pokok karena mempunyai kandungan . A. Lemak B. Zat gula C. Protein D. Karbohidrat 4.

Berikut yang bukan ini termasuk golongan tanaman serelia, adalah .

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

A. Padi B. Kacang C. Gandum D. Ketela 5. Jenis umbi yang umumnya dibudidayakan adalah. A. Padi B. Talas C. Jagung D.

Gandum 6. Berikut ini kegunaan karbohidrat dalam tubuh adalah. A. Sumber tenaga B. Melarutkan vitamin dan mineral C. Menghancurkan racun D. Membentuk sel baru 7. Dalam pembuatan aneka bubur manis, bahan yang digunakan untuk memberi aroma pada bubur adalah. A. Gula pasir B.

Gula merah C. Daun pandan D. Garam 8. Bahan serelia yang banyak terdapat di indonesia. A. Beras, padi, dan sorgum B. Jagung, sorgum, dan beras C. Gandum, jagung, dan oat D. Kentang, gandum, dan umbi 9. Tepung yang digunakan untuk membuat klepon adalah . A. Tepung tapioka B. Tepung ketan C. Tepung maizena D. Tepung beras 10. Cara mengawetkan tepung secara sederhana setelah selesai diproduksi adalah. A. Dioven B. Dijemur C. Disangrai D. Digoreng 11. Bentuk kasar dari umbi adalah.

A. Oat B. Tiwul C. Beras D. Tepung roti 12. Pengeringan umbi-umbian dilakukan sebagai upaya. A. Pengawetan B. Pengolahan C. Penyimpanan D. Permentasi 13. Jenis kue dengan proses digoreng adalah. A. Klepon B. Putu ayu C. Bakwan D. Pukis 14. Berdasarkan warna berasnya, beras ketan dapat dibedakan menjadi beras ketan hitam dan beras ketan putih. Karakteristik keduanya hampir sama, yang membedakan secara signifikan adalah . A. Rasa B. Warna C. bentuk D. Bau 15. Hal yang harus diperhatikan dalam penyajian adalah.

A. Kombinasi warna B. Bahan dasar C. Harga makanan D. Proses membuat 16. Daerah di Indonesia sebagai penghasil umbi yang diolah menjadi tepung gaplek adalah . A. Jakarta B. Bandung C. Banten D. Wonogiri 17. Produk yang dihasilkan suatu bahan selain dari produk utamanya disebut. A. produk utama B. produk sekunder C. produk hasil samping D. produk tambahan 18. Teknik pengolahan pangan dapat terbagi dua, yaitu moist heat dan dry heat cooking, maksudnya adalah teknik memasak. A. Memangang dan membakar B.

Menggoreng dan merebus C. Panas basah dan panas kering D. Mengukus dan mendidih 19.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Produk yang dihasilkan suatu bahan selain dari produk utamanya disebut. A. produk utama B. produk sekunder C. produk hasil samping D. produk tambahan 20. Produk bahan olahan setengah jadi dari beras, antara lain. A. Renginang, peyek, dan meizena B. Tepung, bihun, dan rengginang C. Tepung moka, gablek tiwul, dan bihun D. Aneka pasta, kerupuk bawang dan tepung 21.

Kentang termasuk tanaman jenis umbi . A. akar B. batang C. lapis D. jalar 22. Pengertian serealia adalah. A. jenis tumuhan golongan tanaman padian/rumputan (graminea) untuk menghasilkan bulir-bulir berisi biji-bijian sebagai sumber karbohidrat/pati B.

tanaman menghasikan zat sebagai sumber serat C. jenis tumbuhan golongan tanaman yang menghasilkan sari pati kaldu D.

jenis tumbuhan tanaman padian yang dibudidayakan untuk nasi 23. Berikut beberapa bentuk bahan samping kecuali. A. ampas B. kulit C. daun D. umbi 24. Produk setengah jadi dengan bentuk butiran halus dari serealia, seperti . A. tepung beras, tepung jagung/maizena, tepung terigu, dan tepung sorgum B.

kerupuk gender, rengginang, dan emping jagung C. kerupuk gender, rengginang, emping, jagung, kerupuk bawang, dan bihun D. misalnya berbagai macam jenis sagu 25.

Produk hasil samping berikut yang memiliki kandungan protein tinggi adalah. A. daun ubi B. ampas tahu C. bekatul D. kulit kentang 26. Manfaat umbi singkong, antara lain untuk. A. melancarkan pencernaan karena singkong banyak mengandung serat yang tidak larut dalam air B. melancarkan proses pembakaran dalam tubuh C.

melancarkan peredaran darah D. melancarkan buang air karena singkong mengandung banyak air 27. Tajin merupakan hasil samping dari pengolahan. . A. beras B. jagung C. kedelai D. kacang hijau 28. Keuntungan bahan pangan yang diolah menjadi bahan pangan setengah jadi, yaitu .

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

A. menjadi bahan baku yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjut B. menjadi bahan olahan yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjut C. menjadi bahan jadi yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjut D. menjadi bahan yang fleksibel untuk industri pengolahan 29. Teknik pengolahan yang digunakan pada pembuatan puding tajin adalah. A. panas basah (mengukus) B. panas basah (merebus) C. panas kering (mengukus) D. panas kering (merebus) 30.

Olahan bahan pangan setengah jadi adalah. A. mengolah bahan baku pangan dengan proses pengawetan, baik secara kimia, fisika, ataupun mikrobiologi B. mengolah bahan baku pangan dengan proses penjemuran dan asimilasi C. mengolah bahan baku pangan dengan proses permentasi D. mengolah bahan baku pangan dengan proses alakadarnya 31. Memasak bahan makanan dengan uap air mendidih disebut.

A. Boiling B. Steaming C. Sauteing D. Grilling 32. Biji berukuran lebih besar dibandingkan serealia yang digunakan untuk bahan pangan manusia dan hewan ternak adalah. A. kentang B. umbi C. kacang-kacangan D. padi 33. Alat yang digunakan untuk mengolah makanan dengan teknik baking adalah. A. Magicom B. Mixer C. Blender D. Oven 34. Glandir merupakah hasil samping dari tanaman.

A. kacang kedelai B. serealia C. kentang D. ubi jalar 35. Berikut ini yang tidak termasuk bahan makanan jadi adalah. A. Tapioka B. Donat C. Biskuit D. Klepon 36.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Tahapan proses pengolahan yaitu menyiapkan wadah penyajian, estetikannya dan kesehatannya merupakan tahap . A. perencanaan B. pelaksanaan/pembuatan C. penyajian/pengemasan D. evaluasi 37.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Zat gizi yang tidak terkandung dalam limbah hasil samping serealia, kacang-kacangan, dan umbi-umbian adalah. A. Protein B. Mineral C. Karbohidrat D. Amoniak 38. Teknik merebus (boiling) adalah . A. pengolahan bahan makanan dalam microwave yang sudah mendidih B.

pengolahan bahan makanan dalam dandang yang sudah mendidih C. pengolahan bahan makanan dalam cairan yang sudah mendidih D. pengolahan bahan makanan dalam panci yang sudah mendidih 39.

Ampas tahu dapat diolah menjadi produk makanan yaitu. A. kerupuk ampas tahu, nata de coco B. kecap ampas tahu, nata de leri C. kerupuk ampas tahu, tempe gembus D. nata de soya, nata de leri 40. Memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan . A. Poaching B. Braising C. Boilling D. Stewing 41.

Bahan pangan yang bukan merupakan hasil utama dari suatu tanaman disebut. A. Hasil samping B. Hortikultura C. Bahan setengah jadi D. Olahan makanan 42. Teknik pengolahan bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala arah tanpa menggunakan minyak atau air disebut . A. Membakar B. Merebus C. Memanggang D. Menggoreng 43. Tujuan pengolahan sisa hasil samping dari serealia dan umbi adalahkecuali . A. Mengurangi pencemaran B.

Memanfaatkannya menjadi produk non pangan C. Meningkatkan nilai ekonomi D. Mengisi waktu biar bermanfaat 44. Penempatan makanan yang mengandung kadar air tinggi (kuah) baru dicampur pada saat menjelang dihidangkan untuk mencegah makanan cepat rusak. prinsip yang diperhatikan berdasarkan ilustrasi tersebut adalah prinsip. A. wadah B. kadar air C. panas D. alat 45. Olahan makanan yang berbahan dasar tepung adalah. A. Jagung grontol B. Keripik tempe C. Rengginang D.

Biskuit 46. Gethuk berasal dari bahan . A. talas B. kentang C. singkong D. talas 47. Tepung yang dihasilkan dari serealia adalah.

A. Tapioka B. Terigu C. Hunkwe D. Sagu 48. Ada beberapa teknik pengolahan dalam pengolahan setengah jadi. Teknik pengeringan dalam pengolahan setengah jadi adalah . A. Menghilangkan kadar air sampai batas aman B.

Menghaluskan bahan pangan sampai lembut C. Menghilangkan kulit ari dari bahan pangan D. Merendam bahan pangan dalam air panas 49. Tanaman jenis yang tergolong dalam kerabat tanaman polong-polongan tumbuhan dikotil disebut.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

A. Serealia B. Kacang-kacangan C. Umbi D. Sayuran 50. Kandungan kacang-kacangan yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah . A. serat pangan B. antioksidan C. karbohidrat D. protein 51. Saat pembuatan pangan/makanan usahakan agar jangan sampai tangan menyentuh bahan pangan yang diolah karena akan menyebabkan. A. Kontaminasi bakteri B. Makanan membusuk C. Makanan awet D. Kesalahan teknis 52. Organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk sebagai akibat perubahan fungsinya, adalah pengertian dari .

A. biji-bijian B. umbi C. batang D. daun 53. Kegiatan mengubah bahan mentah menjadi bahan makanan siap dikonsumsi atau menjadi bahan setengah jadi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan memperpanjang masa simpan bahan pangan merupakan definisi dari . A. pematangan B. pemasakan C. pengolahan D. pembudidayaan 54. Alasan agar kita tidak hanya mengkonsumsi beras, melainkan umbi-umbian juga adalah agar . A. kecukupan makanan pokok nasional terpenuhi B.

kecukupan gizi masyrakat terpenuhi C. harga bahan pokok bahan pangan stabil D. kita mencintai produk dalam negeri 55. Salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak mengandung isovlavon (antioksidan) dan kaya lesitin serta protein sehingga mencukupi pemenuhan gizi harian adalah kacang . A. hijau B. kedelai C. merah D. tanah 56.

Kandungan utama serealia adalah . A. protein B. karbohidrat C. lemak D. mineral 57. Beta karoten pada ubi jalar memiliki manfaat untuk . A. mencegah sariawan dan radang tenggorokan B.

melindungi dan mencegah kanker pada paru dan mulut C. menguatkan jaringan epitel pada saluran pencernaan D. memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan penampilan dan cita rasa makanan 58. Tanaman umbi yang banyak ditanam di Indonesia adalah . A. ubi jalar, singkong, kentang dan talas B. kentang, talas, singkong dan gembili C.

talas, uwi, gembili dan kentang D. gadung, gembili, ganyong dan uwi 59. Jenis kacang ini biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe, tahu dan kecap. Kacang yang dimaksud adalah kacang . A. tanah B. merah C. kedelai D. hijau 60. Bahan olahan pangan setengah jadi dari jagung adalah . A. tepung tapioka B. tepung maizena C. tepung terigu D. tepung beras ★ SMP Kelas 8 / Pengolahan - Prakarya Semester 2 Genap SMP Kelas 8 Memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan.

. A. Poaching B. Braising C. Boilling D. Stewing Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: UTS Prakarya & Kewirausahaan SMA Kelas 12 Media promosi dengan menggunakan facebook, instagram, situs iklan dan media sosial lainnya dinamakan ….

A. artikel media massa B. media online C. televisi D. billboard E. poster Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Materi Latihan Soal Lainnya: • Ulangan Penjaskes PJOK SMP Kelas 9 • Simulasi Tes Masuk SMP • Ulangan IPA Tema 1 SD Kelas 4 • PPKn Tema 7 SD Kelas 2 • Kewarganegaraan SMP Kelas 8 • Tema 5 Subtema 2 SD Kelas 2 • Bahasa Inggris SD Kelas 6 • Bahasa Indonesia Tema 5 SD Kelas 2 • Penilaian Harian Tema 8 SD Kelas 2 • Ulangan Harian Tema 3 SD Kelas 4 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
• Home • Lokasi Kami • Produk Menu Toggle • Daging dan Makanan Berbahan Dasar Daging • Es Batu dan Makanan Beku • Hasil Pertanian • Kopi dan Minuman Panas Lainnya • Makanan Bakar dan Panggang • Makanan dan Minuman Dingin • Makanan Rebus dan Kukus • Makanan Utama • Mesin Pengemas • Minyak dan Makanan Goreng • Peralatan Dapur • Peternakan • Roti dan Kue • Sayur dan Buah • Blog • Peluang Usaha • Download Katalog Memasak ada banyak secara mengolah makanan, mulai dari menggunakan media minyak, air, dan uap.

Teknik memasakpun sangat banyak yaitu : 1. Teknik Boiling Teknik ini dapat disebut dengan teknik merebus, yaitu teknik memasak dengan media air penuh hingga dapat merendam makanan yang didihkan hingga 100°C. Di aplikasikan untuk air rebus, kaldu, susu, santan dll.

2. Teknik Poaching Teknik ini hampir sama dengan teknik boiling namun yang berbeda media air dengan jumlah yang sebatas menutupi makanan yang menggunakan api kecil sehingga suhu air kisaran 92ºC hingga 96ºC.

Di aplikasin untuk poaching telur 3. Teknik Simmering Pada teknik ini masih menggunakan air, dimana makanan akan direbus terlebih di dalam air yang didihkan hingga 100ºC kemudian api dikecilkan dibawah titik didih dan biarkan hingga dipermukaan makanan keluar gelembung-gelembung.

Di aplikasikan pada kaldu, soto, rawon, kare, dll 4. Teknik Stewing Teknik ini lebih dikenal dengan penyetupan, dimana makanan yang sudah dipotong kecil-kecil terlebih dahulu akan dimasak menggunakan cairan yang sedikit.

Diaplikasikan pada opor, rendang, dll 5. Teknik Braising Teknik ini hampir sama dengan teknik stewing hanya saja pada teknik ini makanan akan direndam terlebih dahulu didalam bumbu baru dimasak. Di aplikasikan pada iga sapi 6.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

Teknik Steaming Teknik steaming atau pengukusan dimana makanan akan dimasak menggunakan uap air yang mendidih. Diaplikasikan pada roti, puding, ikan, dll. 7. Teknik Bain Marie Teknik Pengetiman ini menggunakan 2 panci dengan ukuran yang berbeda, pada panci pertama yang lebih besar di isi dengan air dan di biarkan mendidih. Sedangkan panci kedua yang lebih kecil di isi dengan bahan makanan yang di aka diolah kemudian di masukkan kedalam panci besar.

Dapat diaplikasin pada coklat, mentega, dll 8. Deep Frying Teknik memesak menggunakan minyak yang banyak, sehingga semua bahan makanan yang akan diolah akan terendam di semua di dalam memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan.

Alat atau wajan penggorengannya disebut dengan Deep Fryer. Di aplikasikan untuk kentang goreng, ayam goreng, nugget, dll. 9. Teknik Shallow Frying Teknik ini menggunakan media minyak yang dilumuri diatas wajan yang datar. Diaplikasikan pada roti bakar, telur goreng, dll 10. Teknik Baking Makanan akan dipanaskan atau dimasak didalam oven tanpa media air ataupun minyak. Diaplikasikan pada pizza, cake, dll. 11. Teknik Roasting Roasting adalah teknik memasak menggunakan minyak atau lemak di dalam oven teknik ini disebut dengan pemanggangan yang menghasilkan makanan kering dan matang.

Diaplikasikan untuk kalkun, ayam, dll. 12. Teknik Grilling Teknik ini akan memasak makanan yang sudah dipotong kecil-kecil langsung diatas bara api atau disebut dengan gril. Diaplikasian untuk barberque dan steak 13. Teknik Saute Teknik ini disebut dengan mengumis, dimana makanan akan dimasak menggunakan minyak yang sedikit dengan wajan yang datar. Diaplikasikan pada makanan tumis • Alat Prasmanan Pesta 10 10 products • Asesoris Dapur 102 102 products • Beer Cooler 5 5 products • Cabinet Penyimpan Mayat 1 1 product • Dehumidifier 8 8 products • Dispenser 19 19 products • Display Cooler 29 29 products • Freezer 61 61 products • Hard Ice Cream 11 11 products • Humidifier 3 3 products • Kompor 33 33 products • Kompor Gas Biomas 4 4 products • Kulkas 36 36 products • Lain-Lain 170 170 products • Lain-lain 29 29 products • Lain-lain 21 21 products • Lain-Lain 13 13 products • Mesin Bakery 28 28 products • Mesin Es Cream 45 45 products • Mesin Kopi 1 1 product • Mesin Medis 51 51 products • Mesin Oven 37 37 products • Mesin Pemajang (ShowCase) 49 49 products • Mesin Pemajang Bunga 4 4 products • Mesin Pemajang Es 18 18 products • Mesin Pemajang Kue 30 30 products • Mesin Pemajang Makanan 39 39 products • Mesin Pemajang Sushi 7 7 products • Mesin Pemanas 15 15 products • Mesin Pemanas Makanan 29 29 products • Mesin Pemanggang 53 53 products • Mesin Pembersih Sisik 2 2 products • Mesin Pembuat Memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan Susu 1 1 product • Mesin Pembuat Es Lolly 5 5 products • Mesin Pembuat Soft 9 9 products • Mesin Pemeras 3 3 products • Mesin Pemipil Jagung 2 2 products • Mesin Pemisah Tulang 1 1 product • Mesin Pemotong 13 13 products • Mesin Pencetak Bakso 3 3 products • Mesin Pencetak Cone 2 2 products • Mesin Pencetak Pelet 2 2 products • Mesin Pencuci 27 27 products • Mesin Pendingin 412 412 products • Mesin Pendingin 47 47 products • Mesin Penetas Telur 17 17 products • Mesin Pengaduk 25 25 products • Mesin Pengemas 42 42 products • Mesin Pengembang 4 4 products • Mesin Pengepres Adonan 9 9 products • Mesin Penggiling 22 22 products • Mesin Penggoreng 12 12 products • Mesin Penghalus 12 12 products • Mesin Penghangat 13 13 products • Mesin Pengolah Biomas 36 36 products • Mesin Pengolah Es 89 89 products • Mesin Pengolah Ikan 5 5 products • Mesin Pengolah Makanan 641 641 products • Mesin Pengolah Mie 10 10 products • Mesin Penyaring 9 9 products • Mesin Penyimpan Obat 14 14 products • Mesin Pertanian 36 36 products • Mesin Peternakan 28 28 products • Mesin Produksi 54 54 products • Mesin Roaster 9 9 products • Mesin Steamer 9 9 products • Minimarket 31 31 products • Pemasak Mie 7 7 products • Pembuat Es Batu 80 80 products • Pembuat Es Salju 6 6 products • Pembuat Mie 4 4 products • Peralatan Pertanian 14 14 products • Ruang Pendingin 20 20 products • Supermarket 34 34 products • Tepat Guna 23 23 products • Wine Cooler 4 4 products
Merdeka.com - Memasak dikatakan sebagai salah satu seni yang membutuhkan keahlian dalam mengolah makanan yang baik.

Selain itu, memasak juga membutuhkan kemampuan untuk memadukan beragam bumbu dengan takaran yang pas sehingga bisa menghasilkan cita rasa yang lezat dan nikmat. Tak hanya itu, memasak juga perlu memperhatikan teknik pengolahan makanan yang tepat sehingga bisa menonjolkan sisi keunikan dari bahan makanan yang dimasak. Dalam hal ini, terdapat beberapa teknik pengolahan makanan yang sering dilakukan.

Mulai dari teknik masak panas kering seperti grilling, roasting, baking, hingga teknik masak panas basah seperti boiling dan steaming. Masing-masing teknik pengolahan makanan ini memiliki karakteristik unik yang berbeda dari satu teknik dengan teknik lainnya. Ini dapat dilihat dari alat hingga suhu panas yang digunakan.

Setiap teknik pengolahan makanan ini pun tidak bisa diterapkan pada semua jenis makanan. Terdapat kriteria kelompok makanan tertentu yang dinilai cocok dengan masing-masing teknik pengolahan. BACA JUGA: Jadi Ikon Pariwisata Jogja, Begini Keramaian Pantai Parangtritis Selama Libur Lebaran Polres Semarang Ungkap Kasus 'Pembunuhan Sebelum Salat Ied', Ternyata Ini Motifnya Bagi Anda yang hobi memasak, beberapa teknik pengolahan makanan ini perlu dipahami dengan baik.

Ini menjadi dasar pengetahuan yang dapat diterapkan dalam keseharian. Dengan begitu, Anda bisa mengolah makanan dengan teknik yang tepat sehingga bisa menghasilkan hidangan yang lezat dan menggugah selera. Melansir dari Webstaurant Store, berikut kami merangkum beberapa teknik pengolahan makanan dan berbagai karakteristiknya yang perlu Anda ketahui. BACA JUGA: Berkunjung ke Makassar, Ini Momen Hangat Ganjar Pranowo Bertemu Raja Gowa Ruas Jalan Ajibarang-Bumiayu Macet, Petugas Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Ini Teknik pengolahan makanan yang pertama, yaitu menggunakan metode panas kering.

Metode ini tanpa adanya uap air, kaldu, atau air. Sebaliknya, itu bergantung pada sirkulasi udara panas atau kontak dengan lemak untuk mentransfer panas ke makanan.

Temperatur 300 derajat atau lebih panas dapat menciptakan reaksi di mana asam amino dan gula dalam makanan berubah menjadi cokelat dan menciptakan aroma dan rasa yang berbeda. Berikut beberapa jenis teknik masak panas kering dan berbagai karakteristiknya. Broiling Broiling adalah cara memanggang dengan mentransfer panas yang sangat tinggi ke makanan, biasanya diarahkan dari pancaran suhu panas yang terletak di atas makanan. Ini termasuk metode masak yang cepat sehingga perlu menggunakan timer agar bisa matang sesuai keinginan dan tidak berlebihan.

Jenis makanan yang cocok untuk metode ini seperti daging, daging ayam, ikan, buah-buahan, dan sayur. BACA JUGA: Ratusan Penumpang Arus Balik Terlantar di Terminal Kudus, Ini Faktanya Kata-kata Kehilangan Seseorang yang Kita Sayangi Bahasa Inggris, Penuh Makna Bijak Grilling Grilling adalah memanggang yang menggunakan alat perapian terbuka dengan sumber panas yang terletak di bawah makanan.

Dalam prosesnya, makanan perlu dibalik setiap sisinya agar matang dan bisa mendapatkan tampilan cokelat sempurna. Jenis makanan yang cocok diolah dengan teknik ini adalah burger, daging, daging ayam, dan ikan.

Roasting Roasting adalah memanggang yang dilakukan di dalam oven dengan suhu panas yang tidak langsung. Metode memasak ini bekerja lebih lambat, untuk mengeluarkan rasa dari daging dan sayuran. BACA JUGA: Resep Cireng Kerupuk Gurih, Cocok untuk Camilan Sehari-hari Manfaat Puasa Media Sosial bagi Kesehatan Mental, Efektif Meningkatkan Suasana Hati Memanggang dapat dilakukan pada suhu yang sangat rendah antara 200 derajat dan 350 derajat Fahrenheit untuk potongan daging yang lebih keras, atau suhu yang lebih tinggi hingga 450 derajat Fahrenheit untuk potongan yang lebih empuk.

Jenis makanan yang cocok untuk teknik ini adalah daging, daging ayam, buah dan sayur. Baking Baking adalah memanggang dengan panas tidak langsung yang mengelilingi semua sisi makanan. Baking biasanya digunakan untuk mengolah roti, pizza, dan kue kering. Secara teknis, metode masak ini dilakukan dengan suhu lebih rendah daripada roasting.

Sautering BACA JUGA: Dibuka Tiga Menteri Sekaligus, Begini Penerapan Sistem "One Way" di Tol Jateng Cegah Hepatitis Akut, Dirut RSI Banjarnegara Imbau Ini pada Masyarakat Sautering adalah mengolah makanan dengan cara menumis di dalam wajan yang panas dan dangkal dengan sedikit minyak atau lemak untuk melapisi makanan agar kecokelatan.

Ini termasuk metode masak cepat di mana Anda harus menjaga makanan tetap bergerak dengan cara dibolak-balik. Hindari mengisi wajan dengan bahan makanan terlalu banyak sehingga sulit diaduk, serta jangan terlalu sering mengaduk makanan karena bisa merusak tekstur makanan. Jenis bahan makanan yang cocok dengan metode ini adalah daging, daging unggas, dan sayuran.

Teknik Pengolahan Makanan: Panas Basah Shutterstock/paichoom Teknik pengolahan makanan selanjutnya, yaitu masak dengan panas basah. Sesuai dengan namanya, metode masak ini dilakukan dengan menggunakan cairan atau uap panas yang bisa mengolah makanan hingga matang. Cara ini bisa digunakan untuk membuat masakan sehat tanpa tambahan lemak atau minyak. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk melunakkan serat keras pada potongan daging tertentu, seperti beef chuck atau brisket.

Saat memasak sayuran berserat dan kacang-kacangan, memasak panas lembap melembutkan makanan hingga mencapai kelembutan yang sempurna. Tidak seperti metode memasak panas kering, memasak panas lembap tidak akan menghasilkan kerak kecoklatan. Berikut beberapa teknik pengolahan makanan dengan panas basah atau lembap dan berbagai karakteristiknya perlu Anda ketahui. Poaching Poaching adalah metode masak di mana makanan direndam dalam cairan panas antara 140 derajat dan 180 derajat Fahrenheit.

Panas rendah bekerja sangat baik untuk bahan makanan bertekstur halus, di mana kelembapan dapat dipertaankan tanpa perlu tambahan minyak atau lemak. Jenis bahan makanan yang cocok untuk metode ini adalah telur, daging unggas, ikan, dan buah. Simmering Simmering adalah metode masak yang menggunakan suhu lebih tinggi daripada poaching, biasanya antara 180 derajat dan 205 derajat Fahrenheit.

Kisaran suhu ini terletak di bawah titik didih dan menghasilkan gelembung-gelembung kecil. Jika air terlanjur mendidih dengan suhu panas, Anda bisa menurunkan suhu terlebih dahulu untuk mendapatkan panas yang lebih sedang.

Jenis makanan yang cocok dengan metode ini adalah daging, beras, sup dan kaldu, sayuran, biji-bijian, dan kacang polong. Boiling Boiling adalah merebus makanan di dalam air yang telah mencapai titik didih titik didih 212 derajat Fahrenheit. Air mendidih menghasilkan gelembung besar, yang membuat makanan tetap bergerak saat dimasak. Selain itu, metode masak ini juga sering mengeluarkan uap dari air yang sangat mendidih.

Jenis makanan yang cocok untuk metode ini adalah pasta, telur, dan sayuran. Steaming Steaming adalah mengukus makanan dengan air yang direbus terus menerus hingga menghasilkan uap panas yang stabil. Makanan yang diletakkan di atas uap panas ini perlahan akan matang dengan sempurna. Mengukus bisa dilakukan dengan alat khusus seperti steamer atau bisa juga dengan menggunakan kertas timah yang dimasukkan memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan dalam oven.

Jenis makanan yang cocok dengan metode ini adalah sayuran, ikan dan kerang, serta makanan penutup seperti panna cotta, crème brulee, dan lain sebagainya.

memasak bahan makanan dengan menggunakan cairan sebatas penutupi bahan makanan adalah teknik pengolahan

{INSERTKEYS} [ayi] 1 Kisah Kehidupan Seks Tentara Belanda di Indonesia 2 6 Potret Terbaru Aisyahrani Hamil Anak Ketiga, Penampilannya Mencuri Perhatian 3 Barisan Prajurit Kopaska TNI Menangis di Hutan, Alasannya Bikin Haru 4 Misteri Penembak Arief Rahman Hakim: Pengawal Presiden atau Polisi Militer Jakarta? 5 Mantan Kasad ke Prabowo: Mas Bowo harus Jadi Presiden Selengkapnya{/INSERTKEYS}

Teknik Pengolahan, Tahapan Pengolahan, Penyajian dan Pengemasan Bahan Pangan Setengah Jadi (Part 2)




2022 www.videocon.com