Sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi • Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan • Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • KLASMITING NEW • EVENT Konten Terkait • Kematian dan Kehidupan Setelah Kematian • Diskursus Hardiknas dan Lima Sila Pedagogi John Dawey • Jadikan Ruh "Idul Fitri" sebagai Marwah Dalam Kehidupan Sehari-hari • Pendosa Pertama • Stop Keterbatasan Diri dan Pengucilan dari Pergaulan Sebagai Problem Kehidupan • Kelahiran dan Miskonsepsi Tafsir Sila Pertama Pancasila Sila pertama Pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai fondamen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa yang beriman dan kemudian bertaqwa akan lebih mudah mengamalkan sila sila selanjutnya seperti Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan peerwakilan guna menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ibarat bangunan maka Pancasila itu berbentuk sebuah piramid. Sebagai lantai dasarnya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan selanjutnya pada lapisan kedua ketiga keempat dan terakhir kelima adalah sila sila Pancasila yang lainnya sesuai dengan urutannya. Apabila bangsa ini memiliki keimanan yang kokoh maka akan lebih mudah baginya untuk bersikap kemanusiaan yang adil dan beradab. Tidak ada perlakuan diskriminasi antara sesama rakyat dalam pergaulan sehari hari, semua didasarkan atas persaudaran yang karib dan akrab.

Dengan modal sila pertama dan kedua itu, persatuan Indonesia akan lebih langgeng, mengingat bahwa bangsa ini menyadari bahwa dirinya ditakdirkan dalam perbedaan. Perbedaan agama, suku, ras dan antar golongan akan lebih mudah diterima dan dipahami serta dilaksanakan sehingga tidak akan terjadi pertentangan antar warga. Kemudian dalam pergaulan sehari hari guna menuju kemakmuran masyarakat tidak bisa dipungkiri akan selalu ditemui berbagai perbedaan guna menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itulah diperlukan sila ke empat yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijakansanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Setiap warga apakah dia dalam kelompok atau sebagai diri pribadi dalam menuangkan ide ide cemerlangnya mungkin akan mendapat masukan dari warga lainnya. Perbedaan itu dimusyawarahkan dengan baik dilandasi oleh sila sila pancasila yang lain. Dengan semangat membangun, maka setiap persoalan akan dapat ditemukan titik sama guna kepentingan pembangunan bangsa.

Oleh karena itu diperlukan pemahaman sistematis guna menyerap pesan pesan penting pendiri negara ini. Kenapa Ketuhanan Yang Maha Esa diletakkan pada sila pertama.  Pendidikan Pancasila yang telah diberikan sejak Sekolah Dasar sampai di Perguruan Tinggi tentunya mempunyai tujuan khusus bagi anak didik sesuai dengan tahapan tingakatan pendidikan sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang Bila di SD Pancasila cukup diartikan sebagai hapalan saja, maka tentunya ditingkat pendidikan lanjutan lainnya kompetensi yang diberikan kepada anak anak didik diharapkan sudah mengarah kepada aplikasi kehidupan dimasyarakat.

GridKids.id – Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Oleh sebab itu, kita harus mengetahui arti dan makna dari setiap sila Pancasila. Misalnya saja arti dan makna sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa.

Maksudnya adalah Ketuhanan jadi hal yang paling penting di Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila juga harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, Kids. Pernyataan pancasila sebagai dasar negara tertulis di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republilik Indonesia tahun 1945. Pancasila sebagai dasar negara ini juga dikenal dengan nama philosophische grondslag. Lag artinya norma, grands berarti dasar, dan Philosophisce berarti filsafat. Kamu pasti sudah hafal lima isi Pancasila.

Sila pertama dalam Pancasila berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa". Nah, kira-kira apa arti dan makna yang lebih dalam dari sila pertama Pancasila ini, ya? Yuk, kit acari tahu! Baca Juga: 5 Simbol dari Lambang Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia
Jakarta - Ada lima sila Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Bunyi sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang Esa.

Sila pertama Pancasila disimbolkan dengan lambang bintang dan ditempatkan di tengah-tengah perisai yang tersemat di dada burung Garuda Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Nilai Pancasila merupakan nilai-nilai yang hidup dalam realitas sosial, keagamaan, maupun adat kebudayaan bangsa Indonesia, dan bersifat universal, seperti dikutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Rahmanuddin Tomalili.

Baca juga: Fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa, Begini Penjelasannya Nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila adalah nilai ketuhanan. Secara hierarkis, nilai ketuhanan merupakan nilai tertinggi karena bersifat mutlak. Sebuah perbuatan dikatakan baik apabila tidak bertentangan dengan nilai, kaidah, dan hukum Tuhan. Karena itu perbuatan kepada manusia dan alam yang melanggar nilai, kaidah, dan hukum Tuhan akan berdampak buruk.

Contoh pelanggaran nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yaitu pelanggaran akan kaidah Tuhan tentang menjalin hubungan kasih sayang antarsesama seperti konflik dan permusuhan. Contoh pelanggaran nilai ketuhanan pada alam yaitu pelanggaran pada pelestarian alam, yang berdampak pada bencana alam dan kerusakan lingkungan. Nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila dan butir-butir pengamalannya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah atau kelas, seperti dikutip dari laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berikut: 7 butir pengamalan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yaitu sebagai berikut: - Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

- Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. - Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. - Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. - Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. Contoh pengamalan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila di sekolah Selain di lingkungan rumah atau keluarga, pengamalan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa juga dapat diterapkan di sekolah atau di dalam kelas. Contoh pengamalan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila di sekolah yaitu sebagai berikut: - Menghormati teman atau guru yang berbeda agama.

- Menunjukkan sikap toleran kepada semua warga sekolah. - Selalu rukun dengan semua warga sekolah yang berbeda agama. - Menjalankan perintah agam masing-masing. - Tidak menjadikan perbedaan agama sebagai halangan untuk berteman. - Menghormati dan menghargai hari-hari besar keagamaan teman yang berbeda agama. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 29 Ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa (1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa; serta (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.

Dengan demikian, UUD 1945 dan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila memberikan ruang untuk mewujudkan kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia. Gimana detikers, sudah bisa dong ya jelaskan nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila?

Ketuhanan Yang Maha Esa Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sila pertama Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” merupakan sila yang menjadi acuan dari sila pertama hingga sila kelima. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menunjukkan bahwa sebegitu kuatnya dimensi ketuhanan dalam pemikiran para founding fathers dalam mendirikan negara.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Menurut catatan sejarah, rumusan Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sebuah rumusan yang didapatkan oleh Soekarno saat berkunjung ke Syekh Abbas Abdullah. Syekh Abbas Abdullah merupakan seorang ulama pejuang di Padang Japang, Kab. Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada masa transisi dari era penjajahan Belanda ke penjajahan Jepang. Rumusan sila Ketuhanan yang Maha Esa kemudian disepakati dan ditempatkan sebagai sila pertama Pancasila.

Sebagai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan nafas sekaligus ruh bagi keseluruhan sila yang di dalam butir-butir Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sesuatu yang abadi, kekal, tidak berubah-ubah, tidak dapat dipengaruhi oleh manusia, dan tidak pula tunduk pada kemauan dan keinginan manusia. Oleh karenanya, rumusan ini dijadikan sebagai landasan yang paling kokoh dan utama bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Ketuhanan Yang Maha Esa, Source: Photo by Lensa Indonesia Makna Ketuhanan Yang Maha Esa Kandungan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” merupakan sebuah pengakuan yang tegas akan adanya eksistensi Tuhan sebagai Sang Pencipta langit dan bumi.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Nilai sila pertama dalam Pancasila menunjukan bahwa eksistensi sebuah negara, bangsa, dan manusia Indonesia merupakan wujud dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini merupakan dasar moral yang menentukan pola dasar bagi seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam Pancasila, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dimaknai sebagai nilai tertinggi karena menyangkut nilai-nilai yang bersifat mutlak. Seluruh nilai-nilai kebaikan, merupakan turunan dari nilai ini.

Pada bacaan Pancasila juga disebutkan bahwa ketuhanan merupakan suatu prinsip yang harus dipegang teguh dalam mewujudkan paham kemanusiaan yang adil dan beradab sebagai watak kebangsaan Indonesia. Drs. Mohammad Hatta yang merupakan seorang negarawan serta ekonom Indonesia dan menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pertama, mengatakan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan pemimpin.

Sila ketuhanan ini menjadi dasar yang memimpin kepada jalan kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran, dan persaudaraan.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Bung Hatta juga mengatakan bahwa, sila ketuhanan mengajak bangsa Indonesia untuk senantiasa menjaga dan mengembangkan etika sosial dalam kehidupan publik-politik dengan memupuk rasa kemanusiaan dan persatuan, serta mengembangkan permusyawaratan dan keadilan sosial.

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Ketuhanan Yang Maha Esa, Source: Photo by Lonely Planet Selain itu, beberapa ahli juga mengemukakan pandangannya tentang makna Ketuhanan Yang Maha Esa dalam tubuh Pancasila. Berikut ini beberapa pandangan para ahli tentang makna sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”: 1. Hazairin Hazairin juga mengemukakan pandangannya terkait rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama Pancasila.

Menurut Hazairin, sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sila yang mempunyai posisi paling istimewa dibandingkan dengan sila-sila yang lainnya.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Hal ini dikarenakan Ketuhanan Yang Maha Esa bukan merupakan hasil dari kebudayaan manusia. Hazairin berpendapat bahwa, Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sesuatu yang abadi, kekal, tidak dapat berubah dan dirubah, tidak dapat dipengaruhi, dan tidak pula dapat ditundukkan pada kemauan dan keinginan manusia.

2. Jimly Asshiddiqie Menurut Jimly, sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” merupakan sila pertama dan utama yang menerangi keempat sila lainnya.

Dorongan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi penentu derajat dan kualitas kemanusiaan seseorang di antara sesama manusia. Sehingga, perikehidupan bermasyarakat dan bernegara dapat tumbuh sehat dalam struktur kehidupan yang adil, dan kualitas peradaban bangsa dapat berkembang secara terhormat di antara bangsa-bangsa lain di bawah “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila menunjukkan bahwa agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia adalah agama Islam. Namun adanya sila pertama ini bangsa Indonesia dituntut untuk mewujudkan kesatuan Republik Indonesia tanpa menyampingkan agama-agama selain Islam yang ada di Indonesia.

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Ketuhanan Yang Maha Esa, Source: Photo by Gizem Mat from Pexels Makna Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Perspektif Islam Ketuhanan Yang Maha Esa dalam perspektif islam dimaknai sebagai wujud tauhid dan pengesaan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, yaitu satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini sejalan dengan firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā di dalam Alquran yang berbunyi, وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (163) Artinya: “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, Dialah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Al-Baqarah [02]: 163) Selain itu, sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam perspektif Islam juga memiliki peranan penting dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang menjadikan agama sebagai landasan utamanya. Sebagai bangsa yang mayoritasnya beragama Islam maka landasan Ketuhanan Yang Maha Esa dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Meski demikian, sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” juga harus mampu menjadi tonggak persatuan seluruh bangsa, tanpa mengesampingkan agama-agama lain.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Sehingga, terwujudlah “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghaffur”, yaitu negara yang mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Thumbnail Source: Photo by Wallpaper Cave Artikel Terkait: Nilai-nilai Pancasila
Jakarta - Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa. Nah, apakah kamu bisa jelaskan makna sila pertama Pancasila ini? Sebelumnya, kamu perlu tahu dulu apa itu makna kata 'maha' dan 'esa' dalam sila pertama Pancasila.

Kata 'maha' berasal dari bahasa Sanskerta atau Pali.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Makna kata 'maha' dalam sila pertama Pancasila yaitu mulia atau besar. Sementara itu, kata 'esa' memiliki makna keberadaan yang mutlak. Sila pertama Pancasila, yaitu 'Ketuhanan yang Maha Esa' memiliki makna bahwa bangsa Indonesia mempunyai kebebasan untuk menganut agama dan menjalankan ibadah yang sesuai dengan ajaran agamanya, mewujudkan kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang antar sesama manusia Indonesia, antar bangsa, maupun dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya.

Baca juga: Teks Pancasila 1-5 dan Makna Lambangnya yang Perlu Siswa Tahu Sila pertama Pancasila membahas sifat-sifat luhur atau mulia yang harus dimiliki segenap bangsa Indonesia. Sila pertama Pancasila menganjurkan pemeluk agama masing-masing untuk menaati norma-norma kehidupan beragama yang dianutnya. Ketuhanan dalam sila pertama Pancasila menjadi salah satu prinsip dasar dan penyatu bangsa Indonesia.

Pemahaman tentang sila pertama Pancasila juga bertautan dengan keempat sila Pancasila lainnya. Di samping itu, sila pertama Pancasila juga mengandung nilai makna bahwa negara juga wajib menjamin kemerdekaan setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya.

Perwujudan kewajiban negara tersebut salah satunya dengan menciptakan suasana yang baik, memajukan toleransi dan kerukunan agama, serta menjalankan tugas untuk meningkatkan kesejahteraan umum sebagai tanggung jawab yang suci. Gimana detikers, sudah bisa jelaskan makna sila pertama Pancasila ya?
tirto.id - Butir sila pertama Pancasila “Ketuhanan yang Maha Esa” mengandung 7 butir pengamalan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara butir-butir Pancasila sila ke-1 memiliki makna bahwa negara menjamin setiap warga negara memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya tersebut. Soekarno memperkenalkan 5 sila pada hari terakhir sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945. Bung Karno dalam pidatonya melontarkan secara spontan mencetuskan nama Pancasila yang nantinya memuat isi dan penjelasan butir-butir pengamalannya.

Menurut buku Pancasila dalam Pusaran Globalisasi (2017) suntingan Al Khanif menyebutkan, Pancasila harus dikemukakan isi dan artinya secara kontekstual sehingga nilai-nilainya bisa ditemukan dalam semua kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila inilah yang akan digali sebagai jalan keluar untuk menghadapi segala tantangan. Selain sebagai dasar negara, Pancasila juga menjadi pilar ideologis bagi segenap bangsa Indonesia.

Berasal dari bahasa Sanskerta, Pancasila terdiri dari kata panca yang berarti "lima", dan sila yang bermakna "prinsip" atau "asas".

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Dengan demikian, Pancasila bisa dimaknai sebagai rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Baca juga: Butir-Butir Sila Ke-5 Pancasila: Pengamalan, Isi, Makna, dan Nilai Butir-Butir Pancasila Sebagai dasar negara Republik Indonesia, Pancasila memuat 5 sila yang dijadikan rumusan dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat negeri ini.

Setiap sila dalam Pancasila mengandung butir-butir pengamalan dengan isi dan penjelasannya untuk diterapkan di kehidupan bermasyarakat. Adapun isi 5 sila dalam Pancasila yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa; (2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; (3) Persatuan Indonesia; (4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; dan (5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurut P.J. Soewarno dalam Pancasila Budaya Bangsa Indonesia (1993), meskipun ke-5 sila itu merupakan satuan yang tidak terpisahkan, tetapi dalam pelaksanaannya tetap dapat ditelusuri perbedaan intensitas masing-masing sila.

Walaupun satu tetap lima, masing-masing sila tidak sama asasinya. Maka, dijabarkanlah butir-butir pengamalan Pancasila yang terkandung di setiap sila tersebut.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Butir-Butir Pengamalan Pancasila pertama kali diatur melalui Ketetapan MPR No.II/MPR/1978. Setelah era reformasi, Butir-Butir Pengamalan Pancasila disesuaikan kembali berdasarkan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003. Baca juga: Butir-Butir Sila Ke-2 Pancasila: Pengamalan Isi, Nilai, Penjelasan Makna Butir Sila Pertama Pancasila "Ketuhanan Yang Maha Esa" Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 29 Ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa (1) Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa; serta (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu.

Rumusan tersebut, menurut Weinata Sairin dalam tulisan “Berbagai Dimensi Kerukunan Hidup Umat Beragama” yang terhimpun dalam Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa: Butir-Butir Pemikiran (2002), menegaskan bahwa peranan negara sangat penting dalam memberikan jaminan bagi setiap penduduk untuk memeluk agamanya dan untuk beribadah menurut agama masing-masing.

sila ketuhanan yang maha esa merupakan sila pertama dan utama yang

Negara, lanjutnya, berfungsi untuk menjamin, memperjuangkan, mengupayakan, dan membantu agar tiap-tiap penduduk memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk memeluk agamanya erta mengekspresikan keberamannya itu. Jaminan negara tidak hanya terletak pada “memeluk agamanya masing-masing” tapi juga mencakup kepada “beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu”. Negara tidak mengatur dan mencampuri ibadah dari agama-agama dan kepercayaan, melainkan negara menjamin agar pemeluk agama dan peribadatan berjalan dengan baik.

Dengan demikian, Sila ke-1 dalam Pancasila yaitu "Ketuhanan Yang Maha Esa" memberikan peluang yang amat besar bagi terwujudnya kerukunan hidup antarumat beragama yang bernaung di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baca juga: Pengamalan Sila Ke-3 Pancasila: Makna, Isi Butir-Butir, Penjelasan Pengalaman Butir-Butir Pancasila Sila ke-1 Sila ke-1 yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” disimbolkan dengan lambang bintang dan ditempatkan di tengah-tengah perisai yang tersemat di dada burung Garuda Pancasila mengandung 7 butir pengamalan, yaitu sebagai berikut: • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

• Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

• Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.SOAL 1 Pancasila sebagai dasar negara yang tercantum dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan jiwa seluruh rakyat Indonesia. … Jelaskan mengapa Pancasila disebut sebagai jiwa seluruh rakyat Indonesie: SOAL 2 Jelaskan sikap sikap yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia agar dapat mempertahankan persatuan dalam keberagaman

Penerapan nilai-nilai dari Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa", dalam kehidupan sehari-hari (SAA-B1)




2022 www.videocon.com