Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis. Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi. Pengertian diatas adalah? • Evaluasi Usaha • Evaluasi penjualan • Evaluasi keuangan • Evaluasi produksi • Evaluasi pemasaran Jawaban: A. Evaluasi Usaha Dilansir dari Encyclopedia Britannica, suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis.

evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi.

pengertian diatas adalah evaluasi usaha. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasanmaupun karya nyata yang relatip berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya disebut?

beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut? • Evaluasi kegiatan usaha • Analisa Aspek Pasar • Rasio Likuiditas • Target Usaha • Monitoring Usaha Jawaban: A.

Evaluasi kegiatan usaha Dilansir dari Encyclopedia Britannica, suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut evaluasi kegiatan usaha. Post navigation Recent Posts • Nilai moral yang terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah • Dugaan sementara terhadap suatu permasalahan disebut • Sebagian besar permukaan bumi terdiri dari? • Pasar nyata atau pasar yang unsur-unsur pasarnya, seperti penjual, pembeli, dan barang yang diperjualbelikan ada di situ disebut?

• Sebuah Transformator mempunyai tegangan primer sebesar 220 V. Jika kumparan primernya 200 lilitan dan kumparan sekundernya 2. 000 lilitan, maka tegangan sekunder transformator tersebut adalah
40 Contoh Soal Prakarya Kelas 10 Semester 2 Berikut dibawah ini, soal PG Prakarya dan KWU kelas 10 semester genap beserta jawaban dilengkapi dengan pembahasan untuk siswa SMA/MA/Sederajat.

1. Langkah terakhir untuk mengetahui usaha untung atau rugi, diteruskan atau berhenti setelah dilakukan…. a. sasaran b. strategi c. evaluasi d. draf usaha e. tujuan Jawaban: c Pembahasan: evaluasi adalah suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis. Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akir masa produksi.

2. Suatu kegiatan usaha mengenalkan barang hasil produksi kerajinan pada masyarakat luas disebut…. a. proposal b. publikasi c. evaluasi d. pembukuan e. biaya produksi Jawaban: b Pembahasan: publikasi adalah metode paling ampuh untuk berbisnis yaitu menggunakan hasil produksi kerajinan pada khayalak umum.

Usaha tanpa publikasi adalah kerugian. 3. Suatu tindakan untuk mencapai suatu sasaran dalam hal usaha kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal disebut…. usaha a. tujuan b. strategi c. manfaat d. sasaran e. langkah kegiatan Jawaban: b Pembahasan: Business strategy (strategi usaha) adalah perumusan rencana dan kebijakan jangka panjang usaha yang menyesuaikan kegiatan produksi dan pemasaran dalam rangka pencapain tujuan usahanya.

4. Dengan adanya sebuah proposal usaha, pihak manajemen usaha kerajinan akan memperoleh masukan yang dapat menjadi pertimbangan untuk…. a. menambah kapasitas produksi b. perluasan usaha c. mengalahkan saingan usaha d. menambah jenis produksi e.

pembukaan cabang baru Jawaban: b Pembahasan: apabila sebuah usaha kerajinan maju maka selanjutnya adalah melakukan perluasan usaha 5. Dalam pengelolaan sumber daya usaha kerajinan, faktor yang paling menentukan ialah…. a. manusia b. materi c. metode d. uang e. mesin Jawaban: a Pembahasan: manusia adalah pemain utama dalam pembuatan dan suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut usaha kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal, tanpa adanya manusia yang kompeten mustahil usaha akan maju.

6. Menetapkan dan menentukan urut-urutan produksi dan bahan mentah sampai menjadi produk akhir dalam usaha kerajinan disebut….

a. routing b. ispatching c. follop up d. scheduling e. patching Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut e Pembahasan: patching adalah kegiatan penetapan proses produksi sampai menjadi produk akhir dalam wirausaha kerajinan tangan. 7. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan desain proses produksi kerajinan, kecuali….

a. jenis kerajinan b. teknik c. pendistribusian d. manfaat e. pengemasan Jawaban: c Pembahasan: pendistribusian merupakan kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Pendistribusian bukan bagian desain proses produksi kerajinan tapi bagian pemasaran kerajinan.

8. Penciptaan, pengubahaan atau penambahan nilai guna suatu barang disebut…. a. proses produksi b. pengemasan c. analisis gagasan d. teknik produksi e.

penjualan Jawaban: a Pembahasan: proses produksi adalah kegiatan yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi (man, money, material, method) yang ada untuk menghasilkan suatu produk, baik berupa barang atau jasa yang dapat diambil nilai lebihnya atau manfaatnya oleh konsumen. 9. Berikut yang bukan perencanaan proses produksi kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal adalah…. a. proses persiapan b. analisis gagasan c. prosedur kerja d.

penyaringan gagasan e. uji coba produksi Jawaban: c Pembahasan: perencanaan produksi dapat didefinisikan sebagai proses untuk merencanakan sistem produksi sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu penyerahan yang tepat.

10. Berikut yang tidak termasuk dalam kerajinan yang inspirasinya dari artefak/budaya lokal yaitu…. a. ingke b. keris c. golok d. bakul nasi e. lampion Jawaban: e Pembahasan: lampion merupakan kerajinan inspirasinya dari budaya Tiongkok atau Cina 11. Salah satu tujuan kewirausahawan kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal, yaitu…. a. sebagai generator pembangunan ekonomi b.

menciptakan tenaga kerja baru c. mendidik masyarakat agar hidup sederhana d. menumbuhkan wirausaha yang berkualitas dan melestarikan budaya e. melestarikan budaya Indonesia Jawaban: e Pembahasan: kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal dibuat untuk melestarikan budaya nasional Indonesia. 12. Wadah pembungkus produk kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal disebut….

a. tas b. kemasan c. label d. merk e. iklan Jawaban: b Pembahasan: kemasan dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya 13. Perancangan karya kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal melalui konsep dan gambar rencana disebut…. a. pengertian kerajinan b. desain kerajinan c. peluang usaha d. manfaat kerajinan e. perencanaan usaha Jawaban: b Pembahasan: desain kerajinan adalah perancangan karya kerajinan melalui konsep dan gambar rencana, dengan mempertimbangkan nilai fungsi, kenyamanan, keamanan/keselamatan, kesehatan, kepraktisan, keunikan, dan keindahan/estetika, trend pasar (nilai ekonomi) 14.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan desain kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal, kecuali…. a. jenis kerajinan b. teknik c. pendistribusian d. manfaat e. estetika Jawaban: c Pembahasan: pendistribusian masuk dalam bidang pemasaran produk kerajinan fungsi pakai 15. Berikut merupakan prinsip nilai keindahan dalam pembuatan kerajinan, kecuali…. a. kesatuan b. keseimbangan c. kesenangan d. keselarasan e. proporsional Jawaban: c Pembahasan: nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan kontras (contrast).

16. Berikut kepercayaan atau rasa yakin harus dimiliki oleh seorang wirausaha kerajinan, kecuali…. a. kecerdasan sendiri b. kemampuan untuk bekerja secara kreatif dan inovatif c. kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik d. keyakinan dapat menguasai pasar e.

mampu membuat kerajinan disukai masyarakat Jawaban: d 17. Wirausaha kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal adalah…. a. proses dinamis untuk menciptakan tambahan kemakmuran dari kerajinan inspirasi budaya lokal b. sumber daya alam yang dipakai untuk membuat kerajinan tangan c. mereka yang suka ikut-ikutan dalam membuka usaha kerajinan inspirasi budaya lokal d. pegawai dan karyawan yang membuat kerajinan inspirasi budaya setempat e. kegiatan membuat kerajinan yang sangat unik suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut bernilai uang tinggi Jawaban: a Pembahasan: wirausaha kerajinan biasanya mengambil inspirasi dari daerah sekitar yang menarik seperti budaya lokal 18.

Berikut bukan informasi yang penting bagi seorang wirausahawan kerajinan… a. jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan b. keinginan para konsumen terhadap suatu produk c.

keadaan persaingan dalam dunia bisnis d. lingkungan usaha yang dihadapi e. budaya lokal yang bisa dibuat kerajinan tangan Jawaban: b 19. Berikut bukan termasuk kepekaan seorang wirausaha kerajinan inspirasi artefak/budaya lokal terhadap lingkungannya, yaitu…. a. pandai dalam bergaul b. pengenalan terhadap arti lingkungan c.

memiliki keinginan yang besar untuk menggali dan mendayagunakan sumber daya alam setempat. d. rasa kurang syukur atas segala yang diperoleh dari hasil wirausaha kerajinan inspirasi budaya lokal e.

memahami adat dan budaya serta kekahasan budaya setempat Jawaban: a 20. Teknik yang dipakai untuk untuk membuat kerajinan piring lidi (Ingke) yaitu…. a. makrame b. mengukir c. merajut d. menenun e. menganyam Jawaban: e Pembahasan: teknik pembuatan ingke adalah dianyam berbentuk lingkaran 21. Berikut faktor-faktor tentang keberhasilan dalam usaha produk grafika, kecuali…. a. perencanaan yang tepat dan matang b. dedikasi yang tinggi c. banyak dana d.

SDM handal dan teknologi tinggi e. kebutuhan konsumen yang terpuaskan Jawaban: c 22. Saat cetak sablon artwork yang telah dibuat lalu dilakukan afdruk di…. a. rakel b.

gleserin c. tinta sablon d. hair dryer e. screen Jawaban: e Pembahasan: cetak sablon sering disebut screen printing. Cetak jenis ini menggunakan screen/saring.

Artwork yang telah dibuat lalu dilakukan afdruk di screen. Dari hasil afdruk itu kemudian dituang tinta dan disaput dengan rakel. Tinta yang disaput akan keluar dari screen ke media yang disablon. Cetak sablon bisa diaplikasikan di banyak media, semisal: kertas, plastik, kain, besi, aluminium. 23. Sebelum dilakukan cetak ke mesin percetakan artwork/desain yang dibuat dengan software olah digital yaitu….

a. corel draw b. notepad c. pagemaker d. indesign e. flash Jawaban: a Pembahasan: cetak offset biasanya digunakan untuk peretakan kertas. Sebleum dilakukan cetak ke mesin percetakan, artwork/desain yang dibuat dengan software olah digital seperti coreldraw, photoshop, freehand dan lainnya lalu selanjutnya dibuat plat filmnya. Dengan pita film tersebut kemudian dilakukan pencetakan melalui mesin offset.

Hasil percetakan offset biasanya untuk buku, nota, kemasan promosi, iklan dan sebagainya. 24. Berikut ini faktor eksternal dalam pemunculan ide usaha percetakan/produk grafika, kecuali…. a. masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan b.

kesulitan yang dihadapi sehari-hari c. kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain d. pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru e. pengetahuan yang dimiliki Jawaban: e 25. Cetak yang hanya dipakai untuk peretakan kertas yaitu…. a. cetak offset b.

cetak dalam c. cetak tinggi d. cetak air brush e. digital printing Jawaban: a Pembahasan: cetak offset biasanya digunakan untuk peretakan kertas, sebelum dilakukan cetak ke mesin percetakan, artwork desain dibuat filmnya. Dengan film itu kemudian dilakukan pencetakan melalui mesin. Hasil peretakan offset biasanya untuk buku, nota, kemasan promosi, iklan dan sebagainya. 26. Berikut yang tidak dievaluasi dalam usaha produk grafika…. a.

keuntungan b. penguasaan teknis c. pemasaran d.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

bahan baku e. devisa Jawaban: e Pembahasan: devisa merupakan pendapatan negara dari pembelian souvenir/cenderamata turis asing. 27. Buku produksi, buku penjualan, kuitansi, faktur penjualan dalam usaha produk grafika termasuk pada…. a. administrasi usaha besar b. administrasi usaha kecil c. perangkat administrasi usaha d. administrasi umum suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut.

pembukuan Jawaban: e Pembahasan: dalam usaha kerajinan terdapat sistem pembukuan yang terencana supaya keuangan dapat dihitung dan terlihat untung dan ruginya. 28. Berikut yang bukan termasuk ke dalam risiko menjalankan usaha produk grafika adalah….

a. analisis aspek risiko keuangan b. analisis aspek risiko SDM c. analisis aspek potensi besar d. analisis aspek pelanggan e. analisis aspek keuntungan Jawaban: e Pembahasan: analisis aspek keuntungan bukan masuk ke dalam resiko usaha tetapi penghitungan laba rugi akhir produksi dan pemasaran.

29. Adanya biaya-biaya produksi, adanya pinjaman-pinjaman dan utang-utang usaha produk grafika yang besar, termasuk pada analisis aspek….

a. risiko SDM b. risiko potensi pasar c. risiko keuangan d. risiko pelanggan e. risiko aspek produk Jawaban: c Pembahasan: aspek resiko keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan usaha secara keseluruhan. 30. Sebelum kegiatan membuat usaha produk grafika hal pertama dimulai terlebih dahulu harus….

a. mengurus IMB b. melakukan evaluasi c. melakukan promosi d. membuat biaya produksi e. mengurus izin usaha Jawaban: e Pembahasan: agar kegiatan usaha lancar, maka setiap wirausahawan wajib untuk mengurus dan memiliki izin usaha dari instansi pemerintah yang sesuai dengan bidangnya.

31. Informasi yang dibutuhkan dalam kreativitas berwirausaha produk grafika diantaranya…. a. macam-macam badan usaha b. saingan usaha yang dihadapi c. trand mode d. cara mendirikan usaha e. kebijaksanaan pemerintah Jawaban: b 32. Cetak offset merupakan jenis cetak hanya akan menerima cetak dalam media… a. besi b.

kayu c. kaos d. kertas e. plastik Jawaban: d 33.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

Alat yang digunakan untuk membersihkan atau menghapus screen dalam cetak sablon yaitu…. a. meja adfruk b. rakel c. screen d. soda api e. kaporit Jawaban: e 34. Seni cetak atau produk grafika paling terbaru dalam mendesain mobil atau motor disebut cetak….

a. photocopy b. brush c. flexografi d. rotogravure e. painting Jawaban: b 35. Berikut karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, kecuali…. a. mudah bergaul dan pandai berkomunikasi b. bersemangat dan tidak mudah putus asa c. jujur dan bertanggung jawab d. berfikir prestatif, kreatif, dan inovatif e.

tidak berani mengambil risiko Jawaban: e 36. Berikut yang menjadi biaya utama dalam penentuan harga produk dalam usaha produk grafika adalah…. a. biaya bahan baku dan suplai b. biaya administrasi kantor c.

biaya gaji karyawan d. biaya alat tulis kantor e. biaya pengiriman bahan Jawaban: a 37. Suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan usaha produk grafika disebut dengan…. a. kreatif b. prestatif c. inovatif d. efektif e. efisien Jawaban: c 38. Di dalam menganalisis aspek pelanggan, dalam perencanaan usaha seorang wirausaha harus menitik bratkan pada hal berikut, kecuali….

a.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

manfaat produk yang disukai pelanggan b. keuangan pelanggan c. jarak tempuh pelanggan d. strategi pemasaran e. membayar mahal Jawaban: e 39. Perhatikan suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut dibawah ini! Gambar tersebut merupakan pembuatan produk grafika berupa spanduk dengan teknik cetak…. a. offset b. saring c. dalam d. tinggi e. digital Jawaban: e 40. Proses cetak yang dimulai dengan membuat desain terlebih dulu yang kemudian dicetak dengan menggunakan printer disebut….

a. digital printing b. cetak rotogravure c. cetak flexografi d. cetak sablon e. cetak air brush Jawaban: a ★ SMA Kelas 12 / Ulangan Prakarya SMA Kelas 12 Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut……. A. Evaluasi kegiatan usaha Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut.

Analisa Aspek Pasar C. Rasio Likuiditas D. Target Usaha E. Monitoring Usaha Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Prakarya - SMP Kelas 9 Penjelasan tentang makanan setengah jadi berbahan baku daging ayam atau ikan yang tepat adalah ….

A. olahan makanan yang berbahan dasar daging ayam atau ikan dan tidak memerlukan proses pengolahan lebih lanjut B. olahan makanan dalam bentuk setengah jadi yang berbahan dasar daging ayam atau ikan dan masih memerlukan proses pengolahan lebih lanjut C.

olahan makanan dalam bentuk setengah jadi dan siap dikonsumsi D. olahan makanan yang tidak memerlukan proses pengolahan lebih lanjut dan siap dikonsumsi Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia.

Materi Latihan Soal Lainnya: • PTS Bahasa Jawa SD Kelas 1 • Hangeul (Bahasa Korea) • Bahasa Arab MI Kelas 4 - Part 2 • Materi Himpunan - Matematika SMP Kelas 7 • Sepak Bola - Penjaskes PJOK SMP Kelas 7 • PAS IPS Semester 1 Ganjil SMP Kelas 8 • Matematika Tema 4 SD Kelas 1 • Ulangan Harian Bahasa Inggris SMA Kelas 11 • FPB & KPK - Matematika SD Kelas 4 • PAT PAI SMA Kelas 10 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •
PENGERTIAN EVALUASI USAHA Evaluasi Usaha adalah Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis.

Evaluasi usaha prinsip dasar utamanya adalah membandingkan rencana usaha yang telah dibuat sebelum kegiatan dimulai dengan apa yang telah dicapai pada akhir masa produksi. Suatu usaha dikatakan berhasil apabila usaha tersebut dapat memenuhi kewajiban membayar bunga modal, alat - alat luar yang digunakan, upah tenaga kerja luar serta sarana produksi yang lain dan termasuk kewajiban pada pihak ketiga.

Bagi pelaku usaha baik itu Usaha Kecil, Usaha Mikro atau Usaha menengah mengalami kemandegan dalam sebuah usaha tentu merupakan sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki.

Tentu setiap orang menginginkan selalu mengalami kemajuan Usaha dari waktu ke waktu. Akan tetapi kemandegan dan stagnasi usaha terkadang menjadi sesuatu hal yang tidak bisa dihindarkan, bahkan terkadang harus mundur beberapa tahap.

Banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi usaha kita, pasar yang mulai lesu, persaingan yang makin ketat, produktifitas menurun, biaya produksi yang meningkat dan lain-lain. Bagaimana agar usaha selalu mengalami kemajuan, atau paling tidak tidak surut ke belakang? Setelah rencana bisnis yang kita buat dengan baik apakah sudah cukup? tentu tidak kita perlu melakukan evaluasi dan monitoring usaha.

Kuci untuk menuju sukses usaha adalah melakukan evaluasi terhadap usaha yang sudah dilaksanakan. Melakukan evaluasi kemajuan usaha merupakan proses yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Evaluasi berangkat dari kegiatan montoring setiap proses dalam usaha yang dijalankan, dari hasil monitoring dapat dibuat analisis kemajuan, kemunduran dan pencapaian apa yang sudah dilaksanakan. Evaluasi dan monitoring bagi seorang enterpreneur sekaligus menjadi sarana belajar dan proses mengupgrade diri.

dalam proses inibisa jadi ditemukan hal-hal baru dan strategi baru mencapai sukses bisnis. II. ANALISIS SOSIAL Adalah analisis untuk melakukan kajian secara mendalam tentang dampak sosial yang ditimbulkan usaha tersebut. Evaluasi Lingkungan • Biaya dan manfaat sosial • ANDAL Evaluasi sosial masyarakat • Hubungan dengan suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut • Hubungan dengan pemerintah ETIKA Keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah dan tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya PERILAKU ETIS Perilaku yang sesuai dengan norma norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan tindakan yang bermanfaat dan yang membahayakan PERILAKU TIDAK ETIS Perilaku yang tidak sesuai dengan norma norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat dan yang membahayakan ETIKA BISNIS Perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh seorang manajer atau majikan suatu organisasi TANGGUNG JAWAB SOSIAL Usaha suatu bisnis menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, yang meliputi konsumen,bisnis lain, karyawan dan investor SIKAP OBSTRUKTIF Pendekatan terhadap tanggung jawab sosial yang melibatkan tindakan seminimal mungkin dan mungkin melibatkan usaha-usaha menolak atau menutupi pelanggaran yang dilakukan SIKAP DEFENSIF Pendekatan tanggung jawab sosial yang ditandai dengan perusahaan, hanya memenuhi persyaratan hukum secara minimum atas komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungansosialnya SIKAP AKOMODATIF Pendekatan tanggung jawab sosial yang diterapkan suatu perusahaan, dengan melakukannya, apabila diminta, melebihi persyaratan hukum minimum, dalam komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.

SIKAP PROAKTIF Pendekatan tanggung jawab sosial yang diterapkan suatu perusahaan, yaitu secara aktif mencari peluang untuk menyumbang demi kesejahteraan kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya Tujuan Evaluasi Kelayakan Usaha Evaluasi kelayakan usaha merupakan suatu usaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan proyek, apakah proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Terdapat beberapa kegunaan dari studi kelayakan, yaitu: (1) Memandu pemilik dana untuk mengoptimalkan penggunaan dana yang dimilikinya, (2) Memperkecil resiko kegagalan investasi dan bisa memperbesar peluang keberhasilan investasi yang bersangkutan.

(Umar : 2003) Tahap-tahap Evaluasi Kelayakan Usaha Secara umum studi kelayakan usaha akan mencakup beberapa aspek yaitu: aspek pemasaran, aspek teknis, aspek finansial, aspek legal dan aspek lingkungan. Dalam kenyataan tidak semua aspek harus diteliti, hanya aspek yang dibutuhkan saja yang perlu dianalisis lebih lanjut. Untuk kasus ini hanya meneliti aspek pasar, aspek teknis dan aspek finansial saja. III. Monitoring Dan Evaluasi Usaha Hal yang menjadi dasar setiap pelaku usaha untuk maju adalah keyakinan diri bahwa ia mampu untuk maju dan sukses dalam bisnis, jika cara berfikir ini cukup kuat maka satu tiket untuk sukses sudah didapat.

Langkah selanjutnya adalah melaksanakan dan belajar dengan melakukan (learning by doing). Apa saja yang perlu dievaluasi dalam sebuah bisnis? 1. Posisi Keseluruhan Usaha Posisi keseluruhan Usaha digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha. Dengan begitu bisa diketahui berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha), berapa jumlah hutang-hutang pada pihak lain, Berapa rata-rata pengeluaran dalam sebulan, dan berapa pendapatan bersih yang diperoleh setiap bulannya.

Apakah ada penyimpangan dalam masalah keuangan? Jadi, biasakanlah untuk melakukan pengecekan posisi keuangan usaha setiap saat. Evaluasi Usaha secara menyeluruh memberikan gambaran utuh kondisi usaha yang sebenarnya. 2. Apakah Ada kemajuan atau Kemunduran usaha Posisi keuangan biasanya menjadi patokan utama dalam Evaluasi kemajuan atau kemunduran sebuah usaha, meski bukan yang segala-galanya.

Setelah mengetahui posisi keuanganselanjutnya melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha. Apakah usaha mengalami kemajuan atau kemunduran? Cara mudahnya adalah dengan membandingkan pada saat awal anda menjalankan usaha dengan setelahnya (biasanya dengan jangka waktu pembanding yang waktunya dapat ditentukan sendiri, misalnya seperti 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan).

3. Lakukan langkah perbaikan atau pengembangan Hasil evaluasi usaha yang menunjukkan beberapa parameter dipergunakan sebagai bahan untuk melakukan langkah selanjutnya. Caranya, berikanlah perhatian pada penjualan yang menurun. Dimana kira-kira letak kesalahannya, sehingga Anda bisa melakukan langkah-langkah efektif untuk mengatasinya, dan bisa segera melakukan ‘penyehatan’ agar usaha Anda kembali berjalan baik.

Tetapi apabila kondisi keuangan dan penjualan Anda telah sehat dan mengalami peningkatan, usahakan janglah ‘cepat puas’ dulu. Karena masih banyak sekali yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan usaha Anda lebih tinggi dari pencapaian hasil yang diperoleh pada periode kemarin.

Setelah menerima laporan keuangan, Anda harus bersikap tenang dan berpikir melakukan perbaikan (apabila diketahui bahwa usaha mengalami kemunduran) dengan tujuan agar usaha Anda tidak semakin terpuruk. Sedini mungkin Anda harus mencoba mencari langkah yang tepat suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut memperbaiki usaha Anda.

4. Pikirkan target usaha Anda selanjutnya Evaluasi sebuah usaha juga bisa dimanfaatkan sebagai baha untuk mencapai merencanakan target pertumbuhan usaha selanjutnya. Jika hasil usaha sudah menunjukkan pertumbuhan usaha yang mengalami kenaikan, tentu bukan sebagai bahan berbuas diri, justru menjadi bahan untuk mencapai target dan strategi yang baru.

Anda dituntut untuk memikirkan ‘target’ selanjutnya dengan upaya Anda melakukan perbaikan atau pengembangan usaha. Coba pikirkan secara cermat, apakah dengan kondisi saat ini Anda ingin mendongkrak penjualan usaha Anda karena angka penjualan mengalami kerugian yang cukup besar? Coba Anda cari peluang target apa yang kira-kira tepat untuk Anda lakukan. Misalnya seperti, Apakah ini saatnya Anda melakukan promosi lebih gencar? Apa sudah waktunya Anda melakukan ekspansi usaha ke tempat lain yang lebih ramai?

•Menjalankan usaha tanpa melakukan evaluasi, seperti anda berpergian ketempat asing tanpa peta atau petunjuk jalan. •Anda tidak akan pernah tau perkembangan usaha atau tujuan anda tanpa adanya evaluasi. •Evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui posisi usaha anda sekarang ataupun untuk menjad ipatokan dalam mengembangkan usaha. •Pengembangan Evaluasi usaha dengan Kelayakan Usaha Investasi adalah pengeluaran dana sejumlah tertentu pada saat sekarang untuk memungkinkan penerimaan manfaat di masa mendatang.

Dikarenakan investasi berkaitan dengan pengeluaran dana di saat sekarang dan manfaatnya baru akan diterima di masa mendatang, maka investasi berhadapan dengan resiko dan diperlukan suatu penilaian kelayakan terhadap pelaksanaan investasi tersebut, yang dapat dilakukan sebelum maupun saat investasi sedang berjalan.

Penilaian kelayakan investasi dalam periode sedang berjalan (proyek sedang berlangsung) disebut dengan evaluasi kelayakan investasi. 1. Analisa Aspek Pasar Evaluasi aspek pasar sangat penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis pasar bertujuan untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar dari produk yang bersangkutan.

a. Penentuan Pasar Pasar merupakan kimpulan seluruh pembeli aktual dan potensial dari suatu produk. Dalam penentuan pasar ada beberapa kriteria pasar yang harus diukur untuk mempermudah penentuan pasar sasaran, yaitu : a. Pasar potensial adalah sejumlah konsumen atau pelanggan yang mempunyai minat terhadap suatu penawaran pasar.

b. Pasar tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses penawaran pasar tertentu c. Pasar sasaran adalah bagian dari pasar yang memenuhi syarat dan juga bersedia untuk dimasuki perusahaan kita. (Chumaidiyah : 2004a) b. Peramalan Permintaan Metode peramalan permintaan dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu : 1. Metode Kuantitatif Metode yang menggunakan data kuantitatif untuk peramalan, yaitu metoda rata dan metoda eksponensial smoothing. 2. Metoda Kualitatif Metode ini tidak menggunakan data berupa angka, metode-metode yang digunakan yaitu metode eksploratori dan metode normatif.

Metode eksploratori menggunakan asumsi titik asal pada saat ini dan masa lalu untuk proyeksi masa datang. Metode normatif bermula dari kondisi ideal dan melihat kemungkinan-kemungkinan dengan kondisi saat ini. 3. Peramalan Tanpa Data Statistik a. Peramalan analisis menurut sektor pemakai b. Memperhatikan faktor-faktor politik c.

Evaluasi akhir ukuran pasar 2. Analisa Aspek Teknis Analisis aspek teknis antara lain menentukan jenis teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha yang dikaji. Beberapa faktor yang dipertimbangan dalam pemilihan jenis teknologi antara lain: 1. Jenis teknologi yang diajukan harus memenuhi standard mutu yang sesuai dengan keinginan pasar atau konsumen. 2. Teknologi harus sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk mencapai skala produks yang ekonomis.

3. Pilihan jenis teknologi yang diusulkan sering dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, pengadaan bahan baku, dan bahan penunjang yang diperlukan untuk penerapannya. Seringkali keterbatasan pengadaan salah satu bahan baku, baik dalam kualitas maupun kuantitas akan membatasi perencanaan proyek, serta berpengaruh pada biaya.

4. Pemilihan teknologi hendaknya dikaitkan dengan memperhatikan jumlah dana yang diperlukan untuk pembelian mesin serta peralatan yang dibutuhkan. 5. Perlu juga meninjau pengalaman penerapan teknologi yang bersangkutan oleh pihak lain di tempat lain, sehingga dapat diketahui apakah teknologi tersebut telah dapat disetarakan dengan baik.

Dengan pertimbangan faktor diatas, sehingga bisa disimpulkan untuk kebutuhan teknis pada Saboten Shokudo dipengaruhi oleh variasi produk yang ditawarkan, pelayanan pelanggan, kenyamanan rumah makan, dan kemudahan akses. (Chumaidiyah : 2004a) 3. Analisis Aspek finansial Analisis aspek finansial dipergunakan untuk mengetahui karakteristik finansial dari suatu perusahaan melalui data-data akuntansinya.

Karena dari data-data finansial tersebut dapat ditentukan bagaimana prospeknya dimasa depan. Untuk menentukan suatu investasi layak atau tidak dan untuk memilih alternatif investasi yang ditawarkan, diperlukan suatu dasar bagi pihak pengambil keputusan untuk melakukan evaluasi investasi.

Dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan evaluasi investasi diantaranya adalah aliran kas (cash flow), yakni pendapatan pengeluaran yang terjadi sebagai akibat pengadaan dan pengoperasian suatu proyek dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang Selain itu untuk menganalisa investasi yang ada, harus memperhatikan nilai depresiasi. Depresiasi atau penyusutan merupakan proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaat dengan cara yang rasional dan sistematis.

Aktiva tetap yang dipakai dalam suatu perusahaan dari waktu ke waktu, kemampuan untuk menghasilkan barang atau jasa cenderung akan semakin menurun baik secara fisik maupun fungsinya.

Pentingnya Evaluasi : - Mengetahui Posisi Usaha Anda. 50% - Mengetahui Kemajuan Usaha anda. 24% - Mengambil langkah Perbaikan/ Pengembangan Usaha 16% - Target Usaha andaSelanjutnya. 10% Metoda Evaluasi Usaha Menggunakan daftar pertanyaan untuk menganalisis masalah.

2. Menggunakan laporan kinerja organisasi. 3. Menyusun flow-chart untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinanterjadi resiko pada masing-masing tahap. 4.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

Inspeksi langsung. 5. Melakukan interaksi intensif dengan unit-unit. 6. Mengadakan benchmarking dengan pihak luar untuk berbagi pengalaman.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

7. Melakukan analisis terhadap bentuk-bentuk kerjasama. 8. Melakukan analisis lingkungan (ansos) Aspek Evaluasi : Umum : Strategi, Disain organisasi - Operasional : Pemasaran,SDM, Operasi, Keuangan Level Evaluasi : National Adalah batas atas (upper level) besarnya masalah. 2. Sensitivitas Adalah kepekaan variable target akibat pergerakan variable yang ada berkolerasi.

3. Volatilitas Adalah variasi/naik turunnya variable target. 4. Penyimpangan Bawah 5. Adalah penyimpangan negatif/kasus terburuk (worstcase) dari variable target. Dalam melakukan evaluasi banyak istilah – istilah yang harus dipahami : 1. Produksi total (Y) yaitu jumlah produksi per usaha dengan satuan kg. 2. Harga Produksi (P) yaitu Harga produksi per unit dengan satuan Rp/kg.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

3. Penerimaan atau nilai produksi ( R atau S ) yaitu jumlah produksi dikalikan harga produksi dengn satuan Rp. 4. Biaya varibel (VC) yaitu biaya yang digunakan untuk membeli atau menyediakn bahan baku yang habis dalam satu kali produksi. 5. Biaya variabel per unit ( AVC ) yitu total biaya variabel dibagi dengan total produksi dengan satuan ( Rp/Kg ).

6. Biaya tetap (FC) yaitu biaya sewa lahanpajak lahan, biaya bunga, penyusutan per usaha dengan satuan Rp. 7. Biaya total (TC atau C) yaitu jumlah biaya variabel dan biaya tetap per usaha dengan satuan Rp.

8. Pendapatan (I) yaitu selisih antara penerimaan dengan total biaya per usaha dengan satuan Rp. 9. Keuntungn ( л ) yaitu pendapatan dikurangi upah tenaga kerja keluarga (w) dan bunga modal sendiri per usaha dengan satuan Rp. Evaluasi Kinerja, yang memberikan majikan dengan kesempatan untuk menilai kontribusi karyawan mereka untuk organisasi, sangat penting untuk mengembangkan tim kerja yang kuat.

Namun dalam beberapa praktek, praktek dokter dan manajer menempatkan evaluasi kinerja di bagian belakang kompor, sering karena waktu yang terlibat dan kesulitan mengkritisi karyawan dengan siapa mereka bekerja sama.

Manfaat dari evaluasi kinerja lebih besar daripada tantangan ini, meskipun. Ketika dilakukan sebagai bagian dari sistem evaluasi kinerja yang mencakup bentuk evaluasi standar, tolok ukur kinerja standar, pedoman untuk memberikan umpan balik, dan prosedur disiplin, evaluasi kinerja dapat menegakkan batas-batas yang dapat diterima kinerja, mempromosikan pengakuan staf dan komunikasi yang efektif dan memotivasi individu untuk melakukan mereka terbaik bagi diri mereka sendiri dan praktek.

Tujuan utama dari sistem evaluasi kinerja adalah untuk memberikan pengukuran adil kontribusi karyawan untuk tenaga kerja, menghasilkan dokumentasi penilaian yang akurat untuk melindungi karyawan dan majikan, dan memperoleh tingkat tinggi kualitas dan kuantitas kerja yang dihasilkan. Untuk membuat sistem penilaian kinerja dalam praktek Anda, ikuti lima langkah: 1. Mengembangkan bentuk evaluasi. 2. Identifikasi pengukuran kinerja.

3. Set pedoman untuk umpan balik. 4. Buat disiplin dan pemutusan prosedur. 5. Atur jadwal evaluasi. Hal ini juga dianjurkan untuk menjalankan sistem selesai dengan pengacara Anda untuk mengidentifikasi potensi masalah hukum yang harus tetap.

POIN KUNCI · Sebuah sistem penilaian kinerja dapat memotivasi staf untuk melakukan yang terbaik untuk diri mereka sendiri dan praktek dengan mempromosikan pengakuan staf dan memperbaiki komunikasi. · Evaluasi harus dilakukan secara adil, konsisten dan obyektif untuk melindungi karyawan Anda dan praktek Anda. Sebuah sistem penilaian kinerja yang efektif memiliki bentuk evaluasi standar, tolok ukur suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut, pedoman umpan balik dan prosedur disiplin.

1. Mengembangkan bentuk evaluasi. Evaluasi Kinerja harus dilakukan secara adil, konsisten dan obyektif untuk melindungi kepentingan karyawan Anda dan untuk melindungi praktek Anda dari tanggung jawab hukum. Salah satu cara untuk memastikan konsistensi adalah dengan menggunakan formulir evaluasi standar untuk evaluasi masing-masing. Bentuk yang Anda gunakan harus fokus hanya pada bidang kinerja pekerjaan penting.

Membatasi area fokus membuat penilaian lebih bermakna dan relevan dan memungkinkan Anda dan karyawan untuk mengatasi isu-isu yang paling penting. Anda tidak perlu menutup setiap detail kinerja seorang karyawan dalam evaluasi. Untuk posisi staf kebanyakan, area kinerja pekerjaan yang harus disertakan pada formulir evaluasi kinerja adalah pengetahuan pekerjaan dan keterampilan, kualitas kerja, kuantitas kerja, kebiasaan kerja dan sikap.

Di setiap daerah, penilai harus memiliki berbagai deskriptor untuk memilih dari (misalnya, jauh di bawah persyaratan, di bawah persyaratan, memenuhi persyaratan, melebihi persyaratan, jauh melebihi kebutuhan). Tergantung pada bagaimana deskripsi yang spesifik, sering kali penting bahwa penilai juga memiliki ruang pada bentuk untuk memberikan alasan di balik rating-nya.

2. Identifikasi pengukuran kinerja.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

Standar pengukuran kinerja, yang memungkinkan Anda untuk mengevaluasi kinerja karyawan secara obyektif, dapat mengurangi jumlah waktu dan stres yang terlibat dalam mengisi formulir evaluasi.

Meskipun mengembangkan langkah-langkah ini dapat menjadi salah satu bagian memakan waktu lebih banyak untuk menciptakan sistem evaluasi kinerja, itu juga salah satu yang paling kuat. Jika Anda memiliki deskripsi pekerjaan saat ini untuk tiap posisi dalam latihan Anda, Anda telah mengambil langkah pertama menuju menciptakan tolok ukur kinerja standar, yang pada dasarnya jumlah tertentu dan tujuan kualitas yang melekat pada tugas-tugas yang tercantum dalam deskripsi pekerjaan.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

Sebuah uraian pekerjaan sendiri dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam evaluasi jika, misalnya, Anda sedang menilai apakah keterampilan karyawan sesuai dengan kebutuhan posisi. Namun ukuran kinerja standar mengambil deskripsi pekerjaan satu langkah lebih lanjut. Sebagai contoh, satu tugas yang tercantum dalam uraian pekerjaan resepsionis mungkin memasuki pendaftaran pasien baru dan diperbarui ke dalam komputer. ukuran kinerja standar dapat bahkan objektif mengukur beberapa daerah kerja yang lebih subyektif kinerja, seperti kebiasaan kerja.

Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan ukuran yang obyektif untuk pertemuan dengan mendefinisikan jumlah kali diterima seorang karyawan bisa lambat atau tidak selama jangka waktu tertentu. Namun, ukuran kinerja standar tidak selalu bekerja untuk daerah subyektif lainnya, seperti sikap. Dalam kasus ini, itu masih penting untuk seobjektif mungkin dalam evaluasi Anda.

Jangan mencoba untuk menggambarkan sikap, misalnya, melainkan menggambarkan perilaku karyawan, yang adalah apa yang menyampaikan sikap, dan konsekuensi dari perilaku untuk berlatih. Sebagai contoh: "karyawan ini telah gagal untuk mendukung rekan kerja. Ketika anggota lain dari departemennya tidak ada, ia menolak untuk mengambil tugas-tugas tambahan yang diperlukan untuk memproses pasien secara tepat waktu .” Perilaku ini menyebabkan backlog pasien, tempat beban pada staf dan kompromi kerja sama tim yang efektif.

" Untuk mulai mengembangkan ukuran kinerja standar dalam praktek Anda, meninjau deskripsi pekerjaan untuk setiap posisi dan pilih komponen-komponen kunci dari pekerjaan yang secara khusus dapat diukur.

Kemudian, kerja dengan karyawan di setiap posisi untuk mengumpulkan data kuantitatif, meneliti pola-pola historis volume dan menentukan pengukuran kualitatif yang mencerminkan praktek misi dan tujuan.

Tergantung pada seberapa besar latihan Anda dan berapa banyak posisi perlu tolok ukur kinerja standar, Anda mungkin ingin memilih sebuah komite untuk mengembangkannya. Kemudian, dengan bantuan dari karyawan di setiap posisi, supervisor harus menjaga mereka. Ini penting untuk menjaga deskripsi pekerjaan dan standar ukuran kinerja lancar mungkin. Jika tidak, ketika pekerja tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, Anda tidak dapat memastikan apakah ia memiliki masalah kinerja atau apakah harapan Anda dari posisi menjadi tidak realistis berdasarkan volume meningkat atau perubahan keadaan.

Menghargai KINERJA DENGAN MEMBAYAR Jika kenaikan gaji praktek Anda didasarkan pada prestasi, mungkin tepat dan efisien untuk meninjau gaji karyawan pada saat penilaian kinerja. Seperti hubungan langsung antara kinerja dan membayar bisa membuat Anda dan karyawan Anda mengambil evaluasi kinerja bahkan lebih serius daripada yang mungkin Anda miliki sebaliknya.

Namun, jika kenaikan gaji Anda hanya didasarkan sebagian pada prestasi dan sebagian pada perubahan tahunan dalam Indeks Harga Konsumen, mungkin tidak cukup mudah untuk meninjau dan perubahan gaji individu pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Apakah Anda berencana untuk memasukkan review dari gaji karyawan selama setiap evaluasi kinerja harus dikomunikasikan kepada seluruh karyawan secara lisan dan tertulis ketika mereka dipekerjakanAdalah penting bahwa karyawan memahami ini sehingga harapan mereka yang realistis dan suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut tidak kecewa.

3. 3. Set pedoman untuk umpan balik. Umpan balik apa evaluasi kinerja semua tentang. Jadi sebelum Anda menerapkan sistem evaluasi kinerja Anda, pastikan bahwa setiap orang yang akan melakukan evaluasi tahu apa umpan balik untuk memberikan, bagaimana memberi dan bagaimana mendapatkannya dari karyawan kembali.

Berikan umpan balik seimbang. Jangan membuat kesalahan umum glossing atas karyawan sebuah kekurangan dan hanya berfokus pada atau dia kekuatannya. Hal ini dengan memahami kelemahan mereka bahwa karyawan dapat mengambil kepemilikan kinerja dan peran mereka dalam praktek.

Dan ketika mengingat dukungan yang mereka butuhkan untuk melakukan perbaikan di wilayah ini, karyawan belajar untuk mengambil kebanggaan dalam pekerjaan mereka dan bersedia untuk menghadapi tantangan baru dengan percaya diri. Garis Besar harapan untuk perbaikan. Bila Anda menangani bidang-bidang perbaikan yang diperlukan, garis besar harapan Anda untuk perbaikan dan bagaimana Anda berniat untuk membantu karyawan menemui mereka.

Sebagai contoh, jika seorang karyawan berbicara kasar dengan karyawan lain dan tampaknya tidak toleran dengan pasien, memberikan karyawan beberapa contoh perilaku nya dan menawarkan beberapa saran untuk mengatasi masalah ini, seperti sesi role-playing atau keterampilan komunikasi / layanan pelanggan workshop atau seminar.

Tentukan batas-batas dengan membiarkan karyawan tahu apa yang dapat diterima dan apa yang tidak akan ditoleransi, dan kemudian menetapkan rencana untuk suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut kinerja dan re-evaluasi karyawan.

Mendorong umpan balik dari karyawan. Setelah Anda telah mendiskusikan hasil evaluasi dengan karyawan mendorong dia untuk memberikan Anda beberapa umpan balik nondefensive. Mintalah karyawan apakah dia setuju dengan penilaian Anda, dan / atau mengundang saran untuk perbaikan. Sebagai contoh: "Anda tampaknya menjadi tidak sabar dan pendek dengan pasien ketika dokter terlambat. Karena ada kalanya terlambat tidak bisa dihindari, bagaimana Anda menyarankan kita menangani hal ini untuk menghindari reaksi seperti itu "Hal ini harus mengarah untuk pertukaran informasi terbuka yang akan memungkinkan Anda dan karyawan untuk lebih memahami sudut pandang masing-masing?.

4. Disiplin dan pemutusan prosedur. Dalam beberapa kasus, bahkan setelah evaluasi kinerja menyeluruh dan diskusi perbaikan yang diharapkan, seorang karyawan akan terus berkinerja buruk. Anda harus siap untuk menangani situasi seperti itu dengan memiliki yang jelas, prosedur tertulis disiplin dan pemutusan hubungan di tempat. Prosedur ini perlu menguraikan tindakan yang akan diambil jika kinerjanya memburuk - peringatan lisan, peringatan tertulis jika tidak ada perbaikan atau kambuh, dan pengakhiran jika situasi tidak akhirnya diselesaikan.

Ini harus diberikan secara pribadi, dengan perilaku atau alasan untuk disiplin jelas. Sebagai contoh: "Aku mengamati Anda berbicara tidak hormat kepada karyawan lain di meja depan. Kau bilang dia mati otak dan melemparkan grafik padanya.

Kami tidak akan mentolerir hormat di tempat kerja. Selain itu, ledakan ini bisa mendengar dari ruang resepsi. Jika hal ini terjadi lagi, laporan akan ditulis dan ditempatkan dalam file Anda. Apakah Anda memahami pentingnya "Setelah diberikan peringatan lisan?, Memungkinkan karyawan untuk menanggapi, tetapi membiarkan singkat tukar. Teguran tertulis. Bagaimana Anda menangani peringatan tertulis memainkan suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut penting dalam keberhasilan disiplin dan pemutusan prosedur Anda.

Ini adalah waktu untuk membuat jelas kepada karyawan seberapa serius masalah kinerja nya. Sayangnya, banyak praktek gagal untuk melakukan ini dan / atau untuk menindaklanjuti dengan pemutusan jika perlu.

Setelah peringatan tertulis adalah kesalahan penanganan dengan cara ini, tidak lagi memiliki manfaat apapun. Standar A, ditulis, bentuk peringatan harus mencakup sebagai berikut: · Penjelasan mengenai perilaku atau masalah yang mencakup temuan obyektif, · Para terukur tindakan dan perubahan yang diharapkan karyawan, · Dukungan majikan akan memberikan untuk perbaikan, · Penjelasan tentang apa yang akan terjadi (misalnya, waktu off dibayar atau terminasi) dan ketika (misalnya, setelah satu kejadian lebih atau dua) jika peringatan tersebut tidak diperhatikan, · Tanda tangan dari karyawan dan penilai dan tanggal peringatan.

Pemutusan. Jelaskan alasan pemutusan tetapi melakukannya sebentar dan obyektif untuk menghindari masuk ke sebuah diskusi yang rumit yang menempatkan Anda dalam posisi defensif. Validasi karyawan sebagai pribadi, mungkin dengan memberikan suatu pandangan yang positif potensi karyawan dalam pasar kerja.

Sebagai contoh, meskipun seorang karyawan mungkin telah menjadi petugas file buruk untuk Anda karena dia tidak memperhatikan detail, karyawan mungkin memiliki kepribadian ramah yang akan membuatnya atau operator telepon yang baik. Juga, membiarkan karyawan tahu apa yang akan terjadi dari setiap liburan yang masih harus dibayar atau cuti sakit, tunjangan pensiun, dll undang-undang negara Anda Ketahui tentang masalah ini. Akhirnya, tanyakan apakah karyawan memiliki pertanyaan lebih lanjut dan kemudian membantu karyawan dalam mengambil semua harta nya dan meninggalkan dengan sebagai martabat sebanyak mungkin.

Jika Anda menangani pemutusan baik, Anda cenderung tidak memiliki karyawan yang ingin "membalas dendam" dengan badmouthing Anda dalam komunitas atau membalas dendam hukum. 5. 5. Atur jadwal evaluasi. Setelah Anda telah membangun sistem evaluasi kinerja Anda - formulir evaluasi, pengukuran kinerja, pedoman umpan balik dan prosedur disipliner - Anda hanya perlu memutuskan kapan untuk melakukan evaluasi kinerja.

Beberapa praktek melakukan semua evaluasi karyawan pada saat yang sama tahun, sementara yang lain melakukan mereka dalam waktu 30 hari ulang tahun masing-masing karyawan kerja (yang terakhir mungkin bekerja lebih baik karena menyebar karya evaluasi keluar untuk majikan dan karyawan). Namun Anda memutuskan untuk jadwal evaluasi, pastikan bahwa setiap penilai konsisten memenuhi batas waktu evaluasi tunggakan.

Mengabaikan karyawan akan membuat mereka merasa mendevaluasi dan dapat melukai moral dan kinerja. Analisis terakhir Sistem evaluasi kinerja harus merupakan komponen kunci dari struktur latihan Anda. Bila diterapkan secara efektif, hal ini menjamin keadilan dan akuntabilitas, mendorong pertumbuhan dan pembangunan dan mendorong rasa bangga kontribusi karyawan Anda 'untuk latihan.

IV. Kapan Melakukan Evaluasi Usaha Evaluasi memiliki periode yang dapat dilakukan, waktu yang tepat dalam melakukan evaluasi.Evaluasi terhadap perkembangan usaha dapat dilakukan dalam beberapa kondisi yaitu : 1.

Secara rutin/berkala. Anda bisa melakukan evaluasi bulanan, triwulan, ataupun tahunan. Biasanya yang paling sering dilakukan adalah evaluasi triwulan menyangkut evaluasi kegiatan sehari-hari (seperti pendapatan dan pengeluaran), dan tahunan untuk evaluasi secara lengkap yang mencakup laporan keuangan, persaingan usaha, SDM, dan lain sebagainya. Evaluasi berkala sangat baik manfaatnya, karena dengan adanya evaluasi secara rutin maka masalah-masalah yang timbul bisa lebih cepat diatasi dan peluang untk pengembangan bisa lebih cepat dimanfaatkan.

2. Secara Insidental Evaluasi secara insidental dilakukan setiap saat apabila (umumnya) terjadi masalah yang dirasakan cukup signifikan pada usaha Anda. Evaluasi seperti ini biasanya dilakukan apabila terjadi masalah atau kemunduran pada usaha.

Evaluasi ini sebenarnya kurang baik, karena masalahnya sudah terjadi dan tindakan pencegahan pun sudah tidak bisa dilakukan. Yang terpenting adalah tindakan koreksi. Dengan adanya evaluasi rutin yang baik, diharapkan masalah yang mungkin timbul bisa ditekan sehingga evaluasi insidental ini pun bisa dikurangi.

Hal-Hal yang Perlu Dievaluasi : Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha. 1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik 2. Membuat visi dan misi bisnis 3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses 4.

Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan. 5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen. 6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil. 7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting? 8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan 9. Pemasaran, pelayanan dan product brand Kesimpulan: Lakukan Evaluasi Usaha sebelum Usaha berada dalam titik yang mengkhawatirkan, sedini mungkin evaluasi dapat dilakukan maka ini merupakan tindakan mencegah dari kegagalan usaha.

Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis.

Evaluasi adalah melihat apa yang telah dilakukan,apa yang telah dicapai dan bagaimana mencapainya.Evaluasi adalah perbandingan antara dampak nyata dari proyek dengan perencanaan strategis yang disepakati. Evaluasi bisa bersifat formatif yaitu dilakukan ditengah berlangsungnya proyek atau organisasi agar tejadi perbaikan.

Evaluasi juga bersifat sumatif yaitu mengambil pelajaran dari suatu proyek yang sudah selesai Tujuan evaluasi ada 2 yaitu : a) Untuk pembelajaran dan pengembangan Ini tentang apa yang terjadi dan mengapa, apa yang bisa dan tidak bisa dikerjakan,serta apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan proyek.

b) Sebagai bentuk pertanggung jawaban (untuk menunjukkan kepada pihak lain bahwa kita telah bekerja dengan baik).
★ SMA Kelas 12 / Ulangan Prakarya SMA Kelas 12 Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut……. A. Evaluasi kegiatan usaha B. Analisa Aspek Pasar C. Rasio Likuiditas D. Target Usaha E. Monitoring Usaha Pilih jawaban kamu: A B C D E Soal Selanjutnya > Soal / jawaban salah? klik disini untuk mengoreksi melalui kolom komentar Preview soal lainnya: Ujian Nasional Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMA Kelas 12 Tahun 2017 (Paket 2) Budaya politik yang dicirikan dengan masyarakat yang secara potensial terlibat dalam pembuatan keputusan adalah… a.

budaya politik subjek b. budaya politik partisipan c. budaya politik parokial d. budaya politik kaula e. budaya politik campuran Cara Menggunakan : Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Materi Latihan Soal Lainnya: • SKB CPNS 2019 • UTS PAI SD Kelas 3 • PPKn Semester 2 Genap SMP Kelas 9 • UTS Seni Budaya SD Kelas 3 • PAT Bahasa Indonesia Tema 8 SD Kelas 4 • Pengukuran dan Luas Bangun Datar - Matematika SD Kelas 4 • UTS Seni Budaya SD Kelas 4 • UTBK Sosiologi SMA Kelas 12 • Bahasa Arab MTs Kelas 8 • PTS IPA SMP Kelas 9 Tentang LatihanSoalOnline.com Latihan Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum.

Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia. Halaman Depan • Hubungi Kami • Kirim Soal • Privacy Policy • •Setiap aktivitas keuangan usaha sudah pasti harus dibuatkan pertanggungjawaban sebagai bentuk evaluasi kegiatan usaha dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan untuk keberlangsungan usaha bisnis.

Salah satu bentuk pertanggungjawaban yang dibuat adalah dengan cara menyusun laporan kinerja usaha. Agar lebih memahami bagaimana evaluasi hasil kegiatan usaha mari kita simak materi berikut ini. Sebuah usaha dapat dikatakan berhasil jika usaha tersebut bisa memenuhi kewajiban membayar bunga modal, upah tenaga kerja luar, alat-alat luar yang digunakan, serta sarana produksi yang lainnya dan juga termasuk kewajibannya pada pihak ketiga.

Melakukan evaluasi kemajuan usaha merupakan proses yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Evaluasi berangkat dari kegiatan montoring setiap proses dalam usaha yang dijalankan, dari hasil monitoring dapat dibuat analisis kemajuan, kemunduran dan pencapaian apa yang sudah dilaksanakan. Evaluasi dan monitoring bagi seorang wirausaha sekaligus menjadi sarana belajar dan proses mengupgrade diri.

dalam proses inibisa jadi ditemukan hal-hal baru dan strategi baru mencapai sukses bisnis. Tujuan evaluasi usaha adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan usaha, apakah usaha tersebut sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan memberikan hasil seperti apa yang diharapkan.

Selain itu evaluasi kegiatan usaha dilakukan dengan tujuan u ntuk memperkecil resiko kegagalan investasi dan dapat memperbesar peluang keberhasilan investasi yang bersangkutan. Evaluasi kegiatan usaha juga dapat memandu pemilik dana untuk dapat mengoptimalkan penggunaan dana yang dimiliki. Evaluasi aspek pasar sangat penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut.

Tujuan analisis pasar adalah untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar dari produk yang bersangkutan. Adapun kegunaan dari analisa aspek pasar adalah untuk melakukan peramalan permintaan dan penentuan pasar. Pasar merupakan kumpulan seluruh pembeli aktual dan potensial dari suatu produk.

Kriteria yang diukur dalam penentuan pasar sasaran, yaitu: • Pasar potensial adalah sejumlah konsumen atau pelanggan yang mempunyai minat terhadap suatu penawaran pasar.

• Pasar tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses penawaran pasar tertentu • Pasar sasaran adalah bagian dari pasar yang memenuhi syarat dan juga bersedia untuk dimasuki perusahaan kita. Analisis aspek teknis antara lain menentukan jenis teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha yang dikaji.

Beberapa faktor yang dipertimbangan dalam pemilihan jenis teknologi, antara lain: • Jenis teknologi yang diajukan harus memenuhi standard mutu yang sesuai dengan keinginan pasar atau konsumen.

• Teknologi harus sesuai dengan suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut yang diperlukan untuk mencapai skala produk yang ekonomis.

suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut

• Pilihan jenis teknologi yang diusulkan sering dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, pengadaan bahan baku, dan bahan penunjang yang diperlukan untuk penerapannya. • Pemilihan teknologi hendaknya dikaitkan dengan memperhatikan jumlah dana yang diperlukan untuk pembelian mesin serta peralatan yang dibutuhkan.

• Perlu juga meninjau pengalaman penerapan teknologi yang bersangkutan oleh pihak lain di tempat lain, sehingga dapat diketahui apakah teknologi tersebut telah dapat disetarakan dengan baik. 3. Analisis Aspek finansial Analisis aspek finansial yaitu untuk mengetahui karakteristik finansial dari suatu perusahaan melalui data-data akuntansinya. Analisis aspek finansial/ keuangan selalu melibatkan berbagai laporan keuangan diantaranya neraca dan laporan laba/rugi.

Neraca berisikan sktiva meliputi harta lancar, harta tetap, pasiva meliputi utang, dan kewajiban. Laporan laba rugi berisi pendapatan dan biaya selama periode tertentu. Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya.

Rasio inilah yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa llikuidnya suatu perusahaan. Jika perusahaan mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut likuid, sedangkan jika perusahaan tidak mampu memenuhi kewajibannya berarti perusahaan tersebut ilikuid.

Cara mengukur perusahaan itu likuid atau tidak, Anda dapat membandingkan komponen yang ada pada neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total pasiva lancar (utang jangka pendek). Pengukuran ini dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.

Current Ratio (Rasio Lancar). Dalam rasio ini akan diketahui sejauh mana aktiva lancar perusahaan dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang lancarnya. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar maka artinya semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban utang lancarnya. Tingginya Rasio lancar dapat menunjukkan adanya uang kas berlebih yang bisa berarti dua hal yaitu besarnya keuntungan yang telah diperoleh atau akibat tidak digunakannya keuangan perusahaan secara efektif untuk berinvestasi.

• Quick Ratio (Rasio Cepat). Rasio ini akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar atau tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan akan membutuhkan waktu yang lama untuk diuangkan dibanding dengan aset lainnya. Quick Ratio ini terdiri dari piutang dan surat-surat berharga.

Jadi semakin besar rasio, semakin baik juga posisi keuangan perusahaan. Jika hasilnya mencapai 1:1 atau 100%, maka ini akan berakibat baik jika terjadi likuidasi karena perusahaan akan mudah untuk membayar kewajibannya. • Cash Ratio (Rasio Kas). Rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya uang kas yang tersedia untuk melunasi kewajiban jangka pendek yang ditunjukan dari tersedianya dana kas atau setara kas, contohnya rekening giro.

Jika hasil rasio menunjukkan 1:1 atau 100% atau semakin besar perbandingan kas dengan utang maka akan semakin baik. • Cash Turnover Ratio (Rasio Perputaran Kas). Rasio ini akan menunjukkan nilai relatif antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar. Rasio ini dihitung dengan cara suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut nilai penjualan bersih dengan modal kerja.

Rasio ini menunjukkan seberapa besar penjualan untuk modal kerja yang dimiliki perusahaan. Rasio Solvabilitas atau sering juga disebut dengan Rasio Leverage (Leverage Ratio) adalah suatu rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya seperti pembayaran bunga atas hutang, pembayaran pokok akhir atas hutang dan kewajiban-kewajiban tetap lainnya.

Hutang Jangka Panjang biasanya didefinisikan sebagai kewajiban membayar yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Rasio Rentabilitas juga sering dikenal dengan istilah rasio profitabilitas adalah rasio untuk mengukur tingkat perolehan keuntungan dibandingkan penjualan atau aktiva.

Rasio rentabilitas bisa menilai kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba yang berkaitan erat dengan kelangsungan perusahaan.

Rasio rentabilitas berkaitan erat dengan kelangsungan hidup perusahaan. Angka rentabilitas berupa angka laba sebelum atau sesudah pajak, laba investasi, pendapatan per saham, dan laba penjualan. Kondisi atau tingkat kesehatan perusahaan juga terlihat dari rasio ini sehingga tujuan laporan keuanganbisa tercapai.

Hal yang perlu dievaluasi dalam sebuah bisnis: 1. Posisi Keseluruhan Usaha Posisi keseluruhan Usaha digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha. Dapat diketahui berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha), hutang-hutang pada pihak lain, rata-rata pengeluaran dalam sebulan, dan pendapatan bersih setiap bulannya. Biasakan untuk melakukan pengecekan posisi keuangan usaha setiap saat. 2. Evaluasi kemajuan dan kemunduran usaha Posisi keuangan biasanya menjadi patokan utama dalam evaluasi kemajuan atau kemunduran sebuah usaha melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha (mengalami kemajuan atau kemunduran).

Cara mudahnya adalah membandingkan pada saat awal menjalankan usaha dengan setelahnya (biasanya dengan jangka waktu yang waktunya ditentukan sendiri, misalnya 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan).

3. Lakukan langkah perbaikan atau pengembangan Misalnya memberikan perhatian pada penjualan yang menurun, untuk mengetahui letak kesalahannya s ehingga dapat dilakukan langkah-langkah efektif agar usaha kita kembali berjalan baik. Tetapi bila kondisi keuangan dan penjualan telah sehat dan mengalami peningkatan, jangan cepat puas. 4. Pikirkan target usaha Jika hasil evaluasi sebuah usaha sudah menunjukkan pertumbuhan usaha yang mengalami kenaikan.

Selanjutnya memikirkan target perbaikan atau pengembangan usaha. Misalnya: Apakah ini saatnya melakukan promosi lebih gencar? Apa sudah waktunya Anda melakukan ekspansi usaha ke tempat lain yang lebih ramai?

Waktu Melakukan Evaluasi Usaha Waktu yang tepat melakukan evaluasi terhadap perkembangan usaha yaitu: 1. Secara rutin/berkala. Evaluasi bulanan, triwulan, ataupun tahunan. Paling sering dilakukan adalah evaluasi triwulan menyangkut evaluasi kegiatan sehari-hari (seperti pendapatan dan pengeluaran), dan tahunan untuk evaluasi secara lengkap yang mencakup laporan keuangan, persaingan usaha, SDM, dan lain sebagainya.

Evaluasi berkala sangat baik manfaatnya, karena dengan adanya evaluasi secara rutin maka masalah-masalah yang timbul bisa lebih cepat diatasi dan peluang untk pengembangan bisa lebih cepat dimanfaatkan. 2. Secara Insidental Evaluasi secara insidental dilakukan setiap saat apabila (umumnya) terjadi masalah yang dirasakan cukup signifikan pada usaha Anda.

Evaluasi seperti ini biasanya dilakukan apabila terjadi masalah atau kemunduran pada usaha. Evaluasi Insidental kurang baik, karena masalahnya sudah terjadi dan tindakan pencegahan pun sudah tidak bisa dilakukan. Intinya adalah tindakan koreksi. Dengan adanya evaluasi rutin yang baik, diharapkan masalah yang mungkin timbul bisa ditekan sehingga evaluasi insidental ini pun bisa dikurangi.

Agenda (3) Bahas Tugas (5) Daftar Hadir (1) Kuis (12) Kuis Pajak (7) Kuis PAL (1) Kuis PKK (1) Kuis Spreadsheet (3) Kumpulan Soal (4) Materi (37) Materi Pajak (21) Materi PAL (4) Materi PKK (7) Materi Spreadsheet (13) Power Point (4) Power Point Pajak (3) Power Point Spreadsheet (1) Tugas (30) Tugas Pajak (11) Tugas PAL (4) Tugas Spreadsheet (19) Ulangan (4) Ulangan Pajak (2) Ulangan Spreadsheet (2) Video (14) Video Pajak (6) Video Spreadsheet (9) Ni Kadek Ayu Mega Adiyani, S.Pd Halo kawan blogger perkenalkan saya Ni Kadek Ayu Mega Adiyani, S.Pd.

Saat ini saya adalah guru di SMK Negeri 2 Denpasar, mengampu mata pelajaran Produktif Akuntansi. Mengajar adalah salah satu suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut yang membanggakan bagi saya.

Karena bisa belajar tentang karakter banyak orang dan berbagi ilmu serta memiliki banyak waktu untuk mengembangkan diri. Blog ini adalah salah satu wadah yang saya gunakan untuk berbagi dan belajar mengembangkan diri.

Berbagi materi, soal, media dan belajar menulis. Astungkara blog ini dapat bermanfaat untuk kawan blogger semuanya.

View my complete profile
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut evaluasi kegiatan usaha.

Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar dari produk yang bersangkutan maka yang harus diperhatikan dalam analisis kegiatannn usaha adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Supaya dapat jawab latihan masalah ini kamu harus dapat mengerti Pertanyaan dibawah : Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut?

• Evaluasi kegiatan usaha • Analisa Aspek Pasar • Rasio Likuiditas • Target Usaha • Monitoring Usaha Berdasarkan opsi di atas, Kunci Jawabnya yakni A. Evaluasi kegiatan usaha 1876 Orang setuju dengan Jawaban dari Pendidikangratis.com Team Pendidikangratis.com sudah melakukan pencarian di berbagai suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut media online untuk menjawab pertanyaan Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut?

Beberapa sumber media yang dipakai sebagai referensi seperti, blog, ensiklopedia, artikel, jurnal yang ada di internet. sehingga ditemukanlah jawaban yang tepat yaitu A. Evaluasi kegiatan usaha Kesimpulan Dikutip dari ensiklopedia, Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut?

A. Evaluasi kegiatan usaha Kamu tidak perlu khawatir akan salah menjawab lagi, karena Jawaban yang betul untuk Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut? adalah A. Evaluasi kegiatan usaha Jawaban A. Evaluasi kegiatan usaha Berasal dari sumber terpercaya dan sudah divalidasi ulang oleh tim editor kami. Itulah Penjelasan mengenai Suatu aktivitas untuk melakukan analisis kinerja suatu usaha bisnis disebut?

semoga dapat membantu teman-teman semua. Kemudian kami menyarankan untuk membaca juga pertanyaan Dengan dijalinnya hubungan internasional dengan Negara-negara lain, maka bangsa Indonesia bisa memperoleh pasar bagi industri nasionalnya. Keuntungan ini termasuk pada bidang? Beserta kunci jawaban dan pembahasan lengkapnya. Jika Masih ada Pertanyaan kalian bisa juga untuk langsung bertanya di box comment dibawah yah - Pendidikangratis.com

ALK & SPT Pertemuan 4




2022 www.videocon.com