Tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Tujuanpara pemuda membawa Soekarno –Hatta ke Rengasdengklok adalah • Untuk musyawarah membahas proklamasi • Melantik Soekarno- Hatta sebagai tokoh proklamator • Memaksa Soekarno- Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan • Menjauhkan Soekarno- Hatta dari pengaruh Jepang • Menculik Soekarno-Hatta sebagai tawanan politik Berdasarkan pilihan diatas, jawaban yang paling benar adalah: D. Menjauhkan Soekarno- Hatta dari pengaruh Jepang. Jawaban A. Tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah musyawarah membahas proklamasi menurut saya kurang tepat, karena kalau dibaca dari pertanyaanya jawaban ini tidak nyambung sama sekali.

Jawaban B. Melantik Soekarno- Hatta sebagai tokoh proklamator menurut saya ini 100% salah, karena sudah melenceng jauh dari apa yang ditanyakan. Jawaban C. Memaksa Soekarno- Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan menurut saya ini juga salah, karena dari buku yang saya baca ini tidak masuk dalam pembahasan. Jawaban D. Menjauhkan Soekarno- Hatta dari pengaruh Jepang menurut saya ini yang paling benar, karena kalau dibandingkan dengan pilihan yang lain, ini jawaban yang paling pas tepat, dan akurat.

Jawaban E. Menculik Soekarno-Hatta sebagai tawanan politik menurut saya ini salah, karena setelah saya cari di google, jawaban tersebut lebih tepat digunkan untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa disimpulkan pilihan jawaban yang benar adalah D. Menjauhkan Soekarno- Hatta dari pengaruh Jepang Jika masih punya pertanyaan lain, kalian bisa menanyakan melalui kolom komentar dibawah, terimakasih.

Tujuan para pemuda menculik Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok adalah untuk meminta Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan segera setelah Jepang menyerah pada Sekutu Pembahasan: Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, AM Hanafi dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Muhammad Hatta.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00, dengan membawa kedua tokoh ini ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa ini dilatarbelakangi keinginan para tokoh tua dalam perjuangan kemerdekaan, yaitu Achmad Soebardjo, Soekarno dan Muhammad Hatta, yang ingin agar kemerdekaan diproklamasikan melalui PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia).

Namun golongan muda berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain, dan tidak ingin proklamasi kemerdekaan melalui PPKI yang merupakan bentukan Jepang.

Golongan muda juga menginginkan kemerdekaan diproklamasikan segera setelah Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 kepada Sekutu. Para pemuda khawatir bila menunggu terlalu lama, maka Belanda akan kembali ke Indonesia dengan mebonceng Sekutu yang memenangi Perang Dunia II. Para pemuda membawa Sukarno dan hatta ke Rengasdengklok, dan berharap Soekarno dan Moh. Hatta bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.

Namun Sukarno dan Hatta menolak usul ini. Setelah Ahmad Subarjo datang dan memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945, maka para pemuda bersedia melepaskan Soekarno dan Moh.Hatta beserta rombongannya untuk kembali ke Jakarta.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Akhirnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat, yang saat ini dinamakan Jalan Proklamasi. Tempat ini merupakan kediaman Ir Sukarno. ------------------------------------------------ Pelajari lebih lanjut: Apa hasil kesepakatan pada peristiwa Rengasdengklok?

brainly.co.id/tugas/14329412 Detail Jawaban Kode: 9.10.3 Kelas: IX Mata pelajaran: IPS/Sejarah Materi: Bab 3 - Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan (1945-1949) Kata kunci: Peristiwa Rengasdengklok 14. yang menyebabkan nabi muhammad saw. hijrah ke yasrib adalah. a.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

semakin beratnya tekanan kaum kafir quraisy kepada kaum muslimin b. pendudu … k yatsrib menolak dakwah nabi muhammad saw. c. tidak adanya jaminan keamanan dari penduduk thaif d. kaum kafir quraisy menerima dakwah nabi muhammad saw.
Perburuan hewan liar di hutan merupakan tindakan yang harus dihindari oleh masyarakat karena.

A. Hewan merupakan salah satu sumber pendapatan ma … syarakat. B. Mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan. C. Hewan liar dapat dijadikan koleksi dirumah. D. Dapat membahayakan kehidupan manusia. Pilih mata pelajaran: IPA Hari ini, 16 Agustus pada tahun1945 silam, terjadi peristiwa penting jelang tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah kemerdekaan Indonesia.

Di mana Soekarno dan Hatta diculik oleh para pemuda ke Rengasdengklok agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, keinginan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan semakin menggelora di bangsa Indonesia. Namun, saat itu terdapat perbedaan pendapat yang tajam antara golongan muda dengan golongan tua soal pelaksanaan proklamasi. Golongan tua yang dimotori Bung Karno dan Hatta saat itu lebih kepada perhitungan politiknya.

Mereka berpandangan untuk memproklamasikan kemerdekaan diperlukan revolusi yang terorganisir dengan baik. Karenanya, kerjasama dengan Jepang masih diperlukan agar tidak terjadi pertumpahan darah. Lantas, seperti apa kronologi dan latar belakang Peristiwa Rengasdengklok? Simak ulasannya yang merdeka.com rangkum dari Liputan6.com: ©2012 Merdeka.com Soekarno dan Hatta bermaksud membahas pelaksanaan proklamasi dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Sebab, dengan demikian pelaksanaan proklamasi tidak akan menyimpang dari ketentuan Jepang. Hal itu sontak mendapat penolakan keras dari golongan muda, yang saat itu dimotori Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana. Mereka menilai PPKI adalah buatan Jepang, sementara mereka menginginkan proklamasi kemerdekaan Indonesia tanpa ada embel-embel negara Sakura itu. Kronologi Peristiwa Rengasdengklok Pertemuan antara golongan muda dengan golongan tua digelar di kediaman Bung Karno, Jl Pegangsaan Timur No 56, Jakarta, pada Rabu, 15 Agustus 1945, sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, terjadi perdebatan 'panas' antara golongan muda dengan Bung Karno mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dalam perdebatan itu, golongan muda tetap bersikeras pelaksanaan proklamasi kemerdekaan harus segera dilakukan, jika perlu saat itu juga. Mereka bahkan mengaku siap melawan tentara Jepang jika terjadi pertumpahan darah.

Namun, Bung Karno saat itu berpandangan kekuatan para pejuang belum cukup untuk melawan kekuatan bersenjata tentara Jepang. Setelah tak juga mendapatkan titik temu, Bung Karno akhirnya berunding kepada sejumlah tokoh dari golongan tua, di antaranya Mohammad Hatta, Soebardjo, Iwa Kusumasomantri, Djojopranoto, dan Sudiro. Namun, hasil perundingan itu ternyata tak sesuai dengan keinginan golongan muda.

Saat itu, Hatta mengatakan, hasil keputusan yang didapat tidak menyetujui keinginan golongan muda. Sebab dinilai kurang perhitungan dan dapat menimbulkan banyak korban jiwa. Tak terima dengan keputusan itu, golongan muda kemudian 'menculik' Bung Karno dan Bung Hatta, pada Kamis 16 Agustus 1945 sekitar pukul 04.00 WIB. BACA JUGA: Peristiwa 30 April: Peringatan Hari Jazz International, Ini Sejarahnya Mengenal Lebih Dekat Gagasan Persatuan Soekarno Lewat Kata 'Isme' Meski kecewa dan marah atas 'penculikan' itu, Bung Karno dan Bung Hatta tetap mengikuti keinginan para pemuda untuk menghindari adanya keributan.

Saat itu, Bung Karno mengikutsertakan sang istri, Fatmawati dan anaknya, Guntut, yang masih balita. Keduanya kemudian dibawa ke sebuah rumah milik salah seorang pimpinan PETA, Djiaw Kie Siong, di sebuah kota kecil di dekat karawang yakni Rengasdengklok. Letak Rengasdengklok yang terpencil menjadi salah satu alasan para pemuda memilih tempat itu agar mudah mendeteksi pergerakan tentara Jepang jika menuju tempat itu. Hasil Peristiwa Rengasdengklok ©2012 Merdeka.com/dok Sejumlah alasan disampaikan oleh Bung Karno soal pemilihan 17 Agustus 1945.

Sementara itu, kesepakatan terjadi di Jakarta antara golongan tua yang diwakili Ahmad Soebardjo dengan golongan muda yang diwakili Wikana. Saat itu keduanya sepakat proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan di Jakarta. BACA JUGA: Peristiwa 29 April: Hitler Menikah dengan Braun di Tengah Invasi Musuh Peristiwa 28 April: Meninggalnya Chairil Anwar, Sastrawan Besar Asal Medan Berbekal kesepakatan itu, Bung Karno dan Bung Hatta kemudian dijemput Ahmad Soebardjo untuk kembali ke Jakarta.

Saat itu, Ahmad Soebardjo menjanjikan kepada para pemuda yang berada di Rengasdengklok bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945 p[aling lambat pukul tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah WIB.

Atas jaminan itu, kedua proklamator itu kemudian diizinkan kembali ke Jakarta. Singkat cerita, proklamasi kemerdekaan Indonesia akhirnya diproklamirkan Bung Karno dengan didampingi Hatta pada Jumat 17 Agustus 1945. 1 Oplas Dinilai Berhasil, 5 Potret Lucinta Luna di Malaysia Dipuji Bak Boneka Barbie 2 4 Cara Mudah untuk Mengawali Hari dengan Lebih Bugar dan Bertenaga 3 Dibegal 9 Orang di Jalan, 2 Prajurit TNI Lakukan Perlawanan 1 Pelaku Diamankan 4 Innalillahi Waina Ilaihi Rajiun, Sang Raja Dangdut Rhoma Irama Berduka 5 Selamat!

Jessica Iskandar Melahirkan Anak Kedua, Wajah Sang Bayi Bikin Penasaran Selengkapnya
Perjuangan proklamasi di mulai sejak pertama kali bangsa asing masuk ke Indonesia. Bangsa Indonesia sudah berusaha mempertahankan tanah miliknya sejak masuknya bangsa Portugis di Maluku. Sampai beberapa puluh tahun kemudian ketika Bangsa Belanda masuk ke Indonesia. Memasuki awal abad 20, perjuangan Bangsa Indonesia berubah cara perjuangan.

ini seiring dengan politik balas budi atau politik etis yang didengungkan banyak tokoh Belanda yang memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang Indonesia untuk berpendidikan. Belanda menduduki Indonesia dan bertahan menghadapi segala jenis perjuangan dan perlawanan Bangsa Indonesia selama sekitar 3,5 abad. Waktu yang sangat panjang, karena berarti penjajahan berlangsung sekitar 6 generasi.

Peristiwa Menjelang Proklamasi Di awal tahun 1940-an pecah Perang Dunia II yang melibatkan banyak negara Asia yang saat itu sebagian besar diliputi penjajahan Bangsa Eropa. Tahun-tahun yang berlangsung banyak peristiwa dengan cepat. Tahun yang sangat bersejarah bagi banyak bangsa di dunia. Terkait dengan Indonesia, tahun ini di bagi menjadi beberapa periode, yaitu : • Pendudukan Jepang Perang Dunia merambah sampai Asia Pasifik.

Ini ditandai dengan ikut sertanya Jepang sebagai bagian dari pihak Jerman. Di awal perang, Jepang mengalami kemenangan di banyak wilayah Asia Pasifik. Tak lama sejak kemenangannya, Jepang memasuki wilayah Indonesia.

Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang sekitar bulan Maret 1942, di Kalijati, Jawa Barat. Dengan menyerahnya Belanda, berakhir masa penjajahan Belanda dan pertanda dimulainya pendudukan Jepang di Indonesia. Jepang masuk ke indonesia dengan mengaku sebagai saudara tua. Bangsa Indonesia diperkenankan mengibarkan merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Jepang sangat memahami arti dan makna merah putih bagi Bangsa Indonesia.

Banyak rakyat Indonesia yang kemudian direkrut dan dilatih sebagai tentara rakyat, seperti Keibodan, Fujinkai (laskar wanita), sampai terakhir PETA (pasukan Pembela Tanah Air). Namun, penjajah tetaplah sama. Di bawah pendudukan Jepang, rakyat Indonesia semakin menderita.

Banyak rakyat ikut dilibatkan dalam perang Jepang dan tidak kembali.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

• Dibentuknya BPUPKI Tiga tahun setelah masuk Indonesia, Jepang mulai banyak mengalami kekalahan. Kebutuhan perang juga banyak. Sementara di Indonesia, Jepang juga mendapat banyak perlawanan. Untuk mengambil hati Bangsa Indonesia, dibentuklah BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau Dokoritsi Junbi Inkai pada bulan Maret 1945. Dengan BPUPKI, Jepang menjanjikan akan memberi kemerdekaan pada Indonesia selama membantu perang Jepang.

BPUPKI ditugaskan melakukan berbagai persiapan kemerdekaan Indoneisa. BPUPKI dipimpin oleh Wardjiman Widiodoningrat. BPUPKUI dua kali bersudang. Sidang pertama, 30 Mei sampai 1 Juni 1945 menjadi sejarah disusunnya Pancasila. Panitia 9 yang dibentuk pada sidang ini berhasil menyusun rumusan Pancasila yang kita kenal sekarang.

Sementara, sidang kedua BPUPKI berhasil menyusun rumusan Undang-Undang Dasar. Rumusan yang kemudian diresmikan menjadi konstitusi Indonesia merdeka. • Dibentuknya PPKI Setelah sidangnya yang kedua, BPUPKI belum sempat bersidang lagi. Sejarah BPUPKI kemudian dibubarkan dengan berbagai alasan, di antaranya banyaknya tokoh BPUPKI yang bergerak sendiri.

BPUPKI dibubarkan dan dibentuk PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI atau Dokoritsu Junbi Cosakai dalam Bahasa Jepang, diresmikan 9 Agustus 1945 dengan dipanggilnya Ir Soekarno dan Hatta ke Dalat, Vietnam oleh Komandan laut Jepang, Jendral Terauchi.

Indonesia dijanjikan kemerdekaan, 24 Agustus 1945. • Jepang Kalah PPKI belum sempat bersidang, Jepang mengalami kekalahan dari sekutu setelah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki, dijatuhi bom atom.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah kalah dan Indonesia dalam staus quo atau tanpa kekuasaaan. Tugas PPKI banyak berperan setelah kemerdekaan Indonesia.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

• Peristiwa Rengasdengklok Ketika Jepang mengalami kekalahan, para pemuda mendesak agar para tokoh bangsa segera memproklamirkan kemerdekaan. Desakan khususnya diberikan kepada Ir Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Ketua dan Wakil ketua PPKI.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Karena keduanya menolak, maka para pemuda “menculik” dan membawa keduanya ke Rengasdengklok, sebuah wilayah jauh dari Jakarta, tepatnya di Karawang, sekarang. Peristiwa ini menandai sejarah kemerdekaan Indonesia. Alasan dan tujuan peristiwa Rengasdengklok yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. Tujuan Peristiwa Rengasdengklok Ketika terjadi Status quo di Indonesia, para pemuda mendesak segera diproklamsikan kemerdekaan Indonesia.

Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta menolak. Kedua tokoh ingin menunggu proklamasi yang dijanjikan jepang. Sementara menurut para pemuda, janji tersebut tidak akan terbukti. Janji proklamasi dianggap hanya akal-akalan Jepang untuk mempertahankan kekuasannya di Indonesia. Cudanco Singgih memimpin golongan pemuda. Pemuda lain yang ikut serta dalam kelompok ini, yaitu : • Chaerul Saleh • Darwis • Subadio • Sukarni • Wikana • Suroto • Kunto • Johan Nur • Aidit • A.M.

Hanafie • Sidik Kertapati Dibantu dan dikawal oleh beberapa pasukan PETA yang tersisa, para pemuda membawa Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta, diikuti Ahmad Subardjo ke Rengasdengklok. Para pemuda membawa kedua tokoh ke tempat terpencil ini, dengan tujuan: 1. Mendesak Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta Para pemuda yang kemudia disebut golongan muda, semangatnya sedang membara.

Mereka berkeinginan proklamasi segera diumumkan saat tidak ada kekuasaan di Indonesia. Untuk itu mereka membawa Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Di tempat yang jauh dan tidak ada pengaruh siapapun mereka mendesak Sukarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Selain keduanya adalah Ketua dan Wakil Ketua PPKI, saat itu Sukarno dan Hatta merupakan tokoh yang sangat disegani kawan dan lawan.

2. Menjauhkan dari Pengaruh Jepang Sukarno dan Hatta bersikeras untuk menunggu proklamasi kemerdekaan Indonesia sesuai janji Jepang. Meskipun diketahui pada saat itu Jepang sudah tidak lagi berkuasa di Indonesia.

Mereka ingin menepati janji pada Jenderal Terauchi. Untuk itu, Sudanco Singgih dan kawan-kawan membawa Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Mereka ingin membuka pikiran kedua tokoh dari Jepang. Membebaskan keduanya dari pengaruh Jepang, hingga akhirnya bersedia memproklamsikan kemerdekaan tanpa menunggu tanggal yang dijanjikan Jepang. 3. Proklamasi Segera Proklamasi sesegera mungkin, itu menjadi tujuan banyak tokoh Indonesia saat mendengar kekalahan Jepang.

Saat itu dianggap waktu yang paling tepat setelah perjuangan ratusan tahun. Indonesia sedang tidak dalam kekuasaan siapa pun. Itu akan mempermudah pelaksanaan proklamasi. Status quo mungkin hanya bertahan beberapa hari atau beberapa jam saja. jadi, Sukarno dan Hatta harus setuju dengan pendapat mereka agar tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah mendeklarasikan kemerdekaan.

4. Menunjukkan Proklamasi Merupakan Perjuangan Bangsa Indonesia Rakyat Indonesia sejatinya telah ratusan tahun berusaha melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Beberapa generasi turun temurun memperjuangkannya dan belum berhasil.

Mulai dari perjuangan angkat senjata per daerah, sampai perjuangan nasional, dan dibentuknya berbagai organisasi yang kemudian dikenal dengan sebutan perjuangan melalui pergerakan nasional. Makna teks Proklamasi adalah puncak perjuangan rakyat Indonesia. Dengan menjauhkan Sukarno dan Hatta dari Jepang, mereka ingin menunjukkan bahwa proklamasi adalah hasil perjuangan rakyat Indonesia. Proklamasi menjadi bagian dari air mata, darah, dan harta yang telah disumbangkan banyak rakyat Indonesia berabad-abad.

Proklamasi bukan hadiah dari jepang. Jika saat itu, proklamasi dilaksanakan sesuai dengan janji Jepang atau dengan meminta ijin pada Jepang atau dipengaruhi Jepang, maka dapat dikatakan proklamasi menjadi hadiah dari Jepang.

Para pemuda tidak ingin ada kesan demikian. Proklamasi harus datang dari keinginan dan kerja bangsa Indonesia sendiri. 5. Indonesia Tidak Jatuh ke Tangan Sekutu Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, meskipun status Indonesia menjadi tanpa kekuasaan, pasukan Jepang tidak langsung menarik diri. Mereka merasa belum mendapat perintah dari pemerintah Kepang untuk menarik diri. Selain itu, pasukan jepang juga terikat dengan perjanjian penyerahan kekuasaan Jepang kepada sekutu.

mereka ada di Indonesia sampai sekutu datang.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Semantara, Belanda merupakan bagian dari pasukan sekutu. Belanda menyerah kalah kepada Jepang 3 tahun sebelumnya, karena kekalahan sekutu di Asia Pasifik. Jika sekutu datang ke Indonesia, sama artinya dengan mengembalikan Indonesia kepada Belanda.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Para pemuda tidak ingin hal tersebut terjadi. Kemerdekaan yang seharusnya sudah di depan mata akan gagal. Mereka berkeyakinan, jika proklamasi kemerdekaan Indonesia sudah terlaksana, dunia akan mengakuinya.

Makna kemerdekaan Indonesia di dunia internasional berarti tidak ada negara mana pun yang kemudian berhak datang ke Indonesia dengan alasan apa pun. Mendesak Sukarno dan Hatta memproklamsikan kemerdekaan Indonesia berarti mencegah jatuhnya Indonesia ke tangan sekutu yang membonceng Belanda. Sebuah pandangan yang sangat visioner atau jauh ke depan dari pemuda Indonesia saat itu.

Akhirnya, dengan bantuan Ahmad Subardjo, Sukarno dan Hatta berhasil diyakinkan untuk segera memproklamasikan Indonesia. Ahmad Subardjo menjamin kepada para pemuda bahwa Sukarno dan Hatta akan segera memenuhi tuntutan mereka. Pada tanggal 16 Agustus 1945, malam hari, Soekarno dan Hatta dikembalikan ke Jakarta.

Mereka dibawa ke Rengasdengklok tidak sampai 24 jam. Selanjutnya, Sukarno dan Hatta sempat datang kepada penguasa Jepang di Indonesia dan sempat membicarakan tentang proklamasi Indonesia. Karena tanggapan yang kurang positif dari pihak Jepang, maka keduanya sepakat untuk memenuhi tuntutan pemuda dan segara menyusun naskah proklamasi malam itu juga.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan segera, keesokan harinya. Makna proklamasi ini sangat dalam bagi bangsa Indonesia. Sebagai generasi yang hidup saat ini dan baru saja merayakan kemerdekaan Indonesia ke 73, hendaknya memahami semangat proklamasi. Memahami dan menjiwai semangat tersebut untuk mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang lebih baik.

Mempertahankan Indonesia dari segala bentuk dan jenis penjajahan. Semangat untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagai tujuan pembangunan nasional. Salah satunya adalah dengan terus memelihara upaya menjaga keutuhan NKRI. Sekian artikel tentang tujuan peristiwa Rengasdengklok. Salam merdeka!
Bobo.id - Menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok.

Mengapa begitu dan bagaimana sejarahnya? Berikut adalah alasannya. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 dini hari, kelompok pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Namun, Soekarno, Hatta, dan para tokoh golongan tua masih ragu.

Karena perbedaan pendapat inilah, para pemuda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari. Dikutip dari artikel Kompas.com yang berjudul “Hari Ini dalam Sejarah: Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok”, pada 15 Agustus 1945 golongan muda melakukan rapat di Ruang Laboratorium Mikrologi di Pegangsaan Timur membicarakan pelaksanaan proklamasi tanpa menunggu pihak Jepang.

Ketegangan antara golongan tua tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah golongan muda muncul dalam menyikapi peristiwa kekalahan Jepang dari Sekutu. Baca Juga: Simak Kisah Bung Karno, Putra Sang Fajar yang Berjuang Memerdekakan Indonesia di Video Ini ARTIKEL TERKAIT • Kisah Presiden Soekarno dan Burung Nuri, Diberi Burung Nuri Sebagai Hadiah tapi Lalu Dilepas dari Sangkarnya • Ikut Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Google Tampilkan Google Doodle Bertema Indonesia, Lihat Gambarnya dari Tahun ke Tahun, yuk!

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

• Merayakan Kemerdekaan dari Rumah, Ini Keseruan Acara Semangat 17-an Bersama Bobo! • Tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah Berbagai Hal yang Bisa Dilakukan untuk Ikut Mengisi KemerdekaanKompas/JB SuratnoBung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam) Jumat siang kemarin.

Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok.

KOMPAS.com - Pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat membuat posisi Jepang terpojok. Pada 14 Agustus 1945, Jepang mengirimkan surat ke kedutaannya di Swiss dan Swedia menyatakan menyerah pada Sekutu.

Kekalahan Jepang dari Sekutu ini membuat golongan muda Indonesia mendorong Soekarno dan Hatta untuk mempersiapkan kemerdekaan RI. Upaya itu dilakukan dengan menculik kedua tokoh itu dan membawanya ke Rengasdengklok, Kawarang. Tujuannya, mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

"Penculikan" Soekarno-Hatta Pada 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita kekalahan Jepang dari sekutu dari pemberitaan sebuah radio luar negeri. Saat itu, Syahrir membangun jaringan gerakan bawah tanah yang tak mau bekerja sama dengan Jepang. Yang terlibat dalam gerakan ini adalah kader-kader PNI baru yang tetap meneruskan pergerakan serta kader muda yaitu mahasiswa.

Setelah mendengar berita tersebut, Syahrir menghubungi rekan seperjuangannya untuk meneruskan berita tersebut kepada golongan pemuda yang pro terhadap kemerdekaan untuk segera bertindak. Pada 15 agustus 1945, golongan muda melakukan rapat di Ruang Laboratorium Mikrologi di Pegangsaan Timur membicarakan pelaksanaan proklamasi tanpa menunggu pihak Jepang.

Para pemuda ini beranggapan, Jepang hanya menjaga situasi dan kondisi Indonesia karena mereka telah menyerah kepada Sekutu. Keputusan dari pertemuan di Pegangsaan yaitu mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan paling lambat 16 Agustus 1945. Setelah selesai bermusyawarah, golongan muda yang diwakili oleh Darwis dan Wikana menghadap Soekarno dan Hatta dan menyampaikan isi keputusan tersebut.

Namun, keduanya menolak desakan itu.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Soekarno dan Hatta mengatakan, memproklamirkan kemerdekaan tak bisa dilakukan secara gegabah. Harus menunggu Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI) yang telah terbentuk. Mengingat tak ada titik temu, golongan pemuda mengadakan rapat lanjutan pada hari itu juga di Asrama Baperpi (Kebun Binatang Cikini).

Hasilnya, golongan pemuda sepakat untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta agar tak mendapat pengaruh Jepang. Pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, golongan muda yang terdiri dari Soekarni, Wikana, Aidit, Chaerul Saleh, dan lainnya melakukan misinya untuk membawa Soekarno-Hatta ke luar kota agar tak mendapat pengaruh Jepang. Sudanco Singgih terpilih menjadi pimpinan penculikan tersebut.

Akhirnya, Rengasdengklok, Karawang menjadi tujuan utama golongan muda bersama Soekarno-Hatta. Akhirnya Soekarno dan Hatta singgah di sebuah rumah milik Djiauw Kie Siong, seorang petani keturunan Tionghoa.

Dipilihnya rumah Djiaw karena tertutup rimbunan pohon dan tak mencolok. Selama sehari penuh Soekarno-Hatta berada di Rengasdengklok. Tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah muda kembali menyampaikan desakan yang sama, proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Setelah yakin desakan itu dipenuhi, Achmad Soebardjo kemudian menjemput Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dan memberikan jaminan proklamasi akan dilakukan selambat-lambatnya pada 17 Agustus 1945. Dengan adanya jaminan itu, Soekarno-Hatta kembali ke kota Jakarta. Setelah kembali ke Jakarta, mereka melakukan perumusan teks proklamasi kemerdekaan di rumah Laksamana Maeda. Awalnya, proklamasi kemerdekaan akan dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 di Lapangan IKADA (kini lapangan Monas) atau di rumah Soekarno di Jl Pegangsaan Timur 56.

Akhirnya, proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di rumah Soekarno, karena Lapangan Ikada masih diduduki tentara Jepang. Teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Soekarno diketik oleh Sayuti Melik.
Pertanyaan Tujuan dibawanya Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok adalah .

a. Mengamankan kedua tokoh bangsa Indonesia dari pengaruh Jepang b. Mendesak dan mengancam Soekarno agar secepatnya menjadikan Indonesia menjadi negara yang merdeka c. Mengungsikan Soekarno dan Moh. Hatta dari keamanan militer Jepang d. Memberi kesempatan kepada Soekarno dan Moh. Hatta agar dapat berpikir di luar Jakarta e. Agar tidak dimanfaatkan Jepang untuk kembali menjajah Indonesia Jawaban: A. Halo Rahmat, kakak bantu jawab yaa :) Jika berbicara tentang peristiwa Rengasdengklok, tentu akan ada kaitannya dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Setelah mendengar kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, para Golongan Muda meminta Golongan Tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Karena menurut Golongan Muda, proklamasi kemerdekaan harus dilaksanakan sesegera mungkin tanpa campur tangan Jepang.

Namun, Golongan Tua berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan melalui PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 24 Agustus 19454.

tujuan dibawanya bung karno dan bung hatta ke rengasdengklok adalah

Selain itu, proklamasi tanpa seizin Jepang dikhawatirkan akan mengakibatkan pertumpahan darah. Sehingga, permintaan Golongan Muda ditolak oleh Golongan Tua. Akhirnya, Golongan Muda memutuskan untuk menjauhkan Soekarno dan Moh. Hatta dari pengaruh Jepang dengan membawa mereka ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Pada masa awal kemerdekaan Belanda melakukan blokade ekonomi terhadap Indonesia tujuan belanda melakukan aksi tersebut adalah A.

memberikan semua hasil produksi dan komunitas Indonesia B. menyatukan Indonesia melalui permasalahan ekonomi C.menguasai Indonesia kembali melalui kekuatan ekonomi D.

menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk menanamkan modal yang E. menghalangi Indonesia agar tidak berhubungan dengan negara lain

PJJ, MAPEL IPS, KELAS 9




2022 www.videocon.com