Tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

BANDUNG – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menentang tuntutan hukuman mati dan kebiri terhadap Herry Wirawan, terdakwa pemerkosa 13 santri di Bandung, Jawa Barat.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Mengomentari sikap Komnas HAM, Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid melayangkan kritikan. HNW, sapaannya, mengingatkan agar Komnas HAM menghormati dan melaksanakan prinsip konstitusi bahwa Indonesia adalah Negara Hukum sesuai Pasal 1 ayat (3) UUD 1945.

“Ini bukti keseriusan dan komitmen untuk memberantas kekerasan dan kejahatan seksual, apalagi ketika anak-anak yang menjadi korbannya.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Sanksi hukuman mati itu diakui dalam sistem hukum di Indonesia, melalui UU Perlindungan Anak, yang malah dikuatkan Presiden Jokowi dengan Perppu yang menjadi UU Nomor 17/2016 tentang Perubahan Kedua UU Perlindungan Anak,” ujar HNW kepada wartawan, Senin (17/1).

“Apalagi berdasarkan prinsip hukum dan HAM di Indonesia, ada Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa pemberlakuan hak asasi manusia di Indonesia harus tunduk pada pembatasan yang dibuat oleh undang-undang, seperti UU Perlindungan Anak di atas,” tambahnya.

HNW menambahkan bahwa meski UUD 1945 memberikan jaminan terhadap hak hidup sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 28I, tetapi pelaksanaan hak hidup itu dibatasi oleh Pasal 28J ayat (2) tersebut. “Artinya, sanksi hukuman mati itu tetap sah diberlakukan selama diatur melalui undang-undang yang berlaku di Indonesia,” katanya.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Ia melanjutkan, seharusnya norma hukum yang dijadikan acuan oleh Komnas HAM adalah hukum yang berlaku di Indonesia, karena kasusnya terjadi di Bandung, Indonesia.

Maka, mestinya Komnas HAM juga mendukung pemberlakuan hukum yang berlaku di Indonesia tersebut, bukan malah merujuk norma hukum berlaku di negara lain, seperti Inggris dalam kasus Reinhard Sinaga yang hanya dipenjara seumur hidup dengan mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Baca Juga : PLN Rampungkan Proyek Tegangan Ekstra Tinggi Senilai Rp 262 Miliar “Semoga dengan demikian anak-anak, para korban kejahatan atau kekerasan seksual dapat merasakan hadirnya hukum yang adil yang melindung mereka, dan semoga dengan hakim mengabulkan tuntutan hukuman mati itu juga bisa hadirkan efek jera juga.

Agar Indonesia lekas selamat dari kedaruratan kejahatan dan kekerasan seksual,” tuturnya. Lebih lanjut, HNW mengatakan bahwa UU Perlindungan Anak telah dengan jelas mencantumkan beberapa ketentuan hukuman mati terhadap kejahatan serius terhadap anak. Ia juga mendukung tuntutan hukuman mati dan kebiri terhadap Herry Wirawan. “Memang ada pihak yang berdalih tidak ada korelasi antara hukuman mati dan efek jera, dengan argumen bahwa kejahatan toh masih ada.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Ini logika yang sesat dan tak sesuai dengan prinsip negara hukum seperti yang berlaku di Indonesia. Kalau cara berpikirnya seperti itu, maka semua sanksi pidana yang ringan sekalipun akan bisa dianggap tidak diperlukan, karena dianggap tidak memiliki efek jera, karena masih terjadinya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan pihaknya menolak dengan tuntutan hukuman mati terhadap Herry Wirawan tersebut. Hal ini karena bertentangan dengan prinsip HAM. “Komnas HAM tidak setuju penerapan hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM. Hak hidup adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apapun ( non derogable rights),” ujar Beka.

Beka menuturkan, seharusnya jaksa penuntut umum bisa memberikan tuntutan hukuman seumur hidup terhadap Herry Wirawan, ketimbang tuntutan hukuman mati. Selain itu, Beka juga menegaskan Komnas HAM tidak setuju terhadap tuntutan hukuman kebiri terhadap Herry Wirawan.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Hal ini karena terlalu kejam dan tidak sejalan dengan prinsip HAM. BANDUNG – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menentang tuntutan hukuman mati dan kebiri terhadap Herry Wirawan, terdakwa pemerkosa 13 santri di Bandung, Jawa Barat. Mengomentari sikap Komnas HAM, Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid melayangkan kritikan.

HNW, sapaannya, mengingatkan agar Komnas HAM menghormati dan melaksanakan prinsip konstitusi bahwa Indonesia adalah Negara Hukum sesuai Pasal 1 ayat tolak hukuman mati herry wirawan UUD 1945. “Ini bukti keseriusan dan komitmen untuk memberantas kekerasan dan kejahatan seksual, apalagi ketika anak-anak yang menjadi korbannya. Sanksi hukuman mati itu diakui dalam sistem hukum di Indonesia, melalui UU Perlindungan Anak, yang malah dikuatkan Presiden Jokowi dengan Perppu yang menjadi UU Nomor 17/2016 tentang Perubahan Kedua UU Perlindungan Anak,” ujar HNW kepada wartawan, Senin (17/1).

“Apalagi berdasarkan prinsip hukum dan HAM di Indonesia, ada Pasal 28J ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa pemberlakuan hak asasi manusia di Indonesia harus tunduk pada pembatasan yang dibuat oleh undang-undang, seperti UU Perlindungan Anak di atas,” tambahnya. HNW menambahkan bahwa meski UUD 1945 memberikan jaminan terhadap hak hidup sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 28I, tetapi pelaksanaan hak hidup itu dibatasi oleh Pasal 28J ayat (2) tersebut.

“Artinya, sanksi hukuman mati itu tetap sah diberlakukan selama diatur melalui undang-undang yang berlaku di Indonesia,” katanya. Ia melanjutkan, seharusnya norma hukum yang dijadikan acuan oleh Komnas HAM adalah hukum yang berlaku di Indonesia, karena kasusnya terjadi di Bandung, Indonesia.

Maka, mestinya Komnas HAM juga mendukung pemberlakuan hukum yang berlaku di Indonesia tersebut, bukan malah merujuk norma hukum berlaku di negara lain, seperti Inggris dalam kasus Reinhard Sinaga yang hanya dipenjara seumur hidup dengan mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Baca Juga : TNI Bantu Rachel Vennya, Kodam Jaya Adakan Evaluasi Menyeluruh “Semoga dengan demikian anak-anak, para korban kejahatan atau kekerasan seksual dapat merasakan hadirnya hukum yang adil yang melindung mereka, dan semoga dengan hakim mengabulkan tuntutan hukuman mati itu juga bisa hadirkan efek jera juga.

Agar Indonesia lekas selamat dari kedaruratan kejahatan dan kekerasan seksual,” tuturnya. Lebih lanjut, HNW mengatakan bahwa UU Perlindungan Anak telah dengan jelas mencantumkan beberapa ketentuan hukuman mati terhadap kejahatan serius terhadap anak. Ia juga mendukung tuntutan hukuman mati dan kebiri terhadap Herry Wirawan.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

“Memang ada pihak yang berdalih tidak ada korelasi antara hukuman mati dan efek jera, dengan argumen bahwa kejahatan toh masih ada. Ini logika yang sesat dan tak sesuai dengan prinsip negara hukum seperti yang berlaku di Indonesia.

Kalau cara berpikirnya seperti itu, maka semua sanksi pidana yang ringan sekalipun akan bisa dianggap tidak diperlukan, karena dianggap tidak memiliki efek jera, karena masih terjadinya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan pihaknya menolak dengan tuntutan hukuman mati terhadap Herry Wirawan tersebut. Hal ini karena bertentangan dengan prinsip HAM. “Komnas HAM tidak setuju penerapan hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM.

Hak hidup adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apapun ( non derogable rights),” ujar Beka. Beka menuturkan, seharusnya jaksa penuntut umum bisa memberikan tuntutan hukuman seumur hidup terhadap Herry Wirawan, ketimbang tuntutan hukuman mati. Selain itu, Beka juga menegaskan Komnas HAM tidak setuju terhadap tuntutan hukuman kebiri terhadap Herry Wirawan. Hal ini karena terlalu kejam dan tidak sejalan dengan prinsip HAM. Penulis : Vidi Batlolone - Editor : Hariyanto Kurniawan Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi.

(Sumber: Tribunnnews.com) JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) setuju terdakwa kasus pemerkosaan 12 santri Herry Wirawan mendapat hukuman berat jika terbukti bersalah.

Namun Komnas HAM tidak setuju, jika Herry dihukum mati ataupun kebiri karena jenis hukuman tersebut bertentangan dengan Hak Asasi Manusia.

Sikap ini disampaikan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, di Jakarta, Jumat (14/1/2022). "Dalam kasus menyangkut Herry Wiryawan Komnas HAM mendorong supaya pelaku dihukum berat, tetapi bukan hukuman bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya ataupun kebiri Kimia." Baca Juga: Bukan Cuma Hukuman Mati, Komnas HAM Juga Tolak Kebiri Kimia terhadap Herry Wirawan Dia menegaskan hukuman mati maupun kebiri kima bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM.

Sebab Beka menyebut hak hidup adalah hak yang paling mendasar karena menjadi landasan perlindungan dan penghormatan hak asasi lainnya. "Hak hidup adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apapun," tutur Beka. Sementara mengenai hukuman kebiri kimia, Komnas HAM pun juga menolak. Hukuman tersebut, kata Beka, merupakan perlakuan yang tidak manusiawi. Dia mengatakan Indonesa sudah merativikasi konvensi antipenyiksaan PBB dan perlakuan tidak manusiawi.

LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021 PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021 SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021 SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19
none Penulis : Edwin Zhan KOMPAS.TV - Komisi III DPR RI menyayangkan sikap Komnas HAM yang menolak hukuman mati terhadap terdakwa kasus pemerkosaan belasan santriwati di Bandung, Herry Wirawan.

Menurut DPR, sikap Komnas HAM itu terkesan mengabaikan korban. Terdakwa kasus perkosaan belasan santriwati di Bandung, Herry Wirawan, telah dituntut hukuman mati dan kebiri kimia sebagai pertanggungjawaban atas perbuatan bejatnya.

Dalam rapat kerja tolak hukuman mati herry wirawan digelar hari Kamis (13/1), anggota Komisi III DPR, Habiburokhman, menilai sikap Komnas HAM terlalu membabi buta. Menanggapi kritikan dari Komisi III DPR, Komnas HAM menyatakan, sangat mengapresiasi tuntutan maksimal jaksa terhadap Herry Wirawan. Namun, bagi Komnas HAM, hukuman maksimal bukanlah hukuman mati.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Sebelumnya, Herry Wirawan, oknum guru dan pemilik pondok pesantren yang memerkosa belasan santriwatinya dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum. Selain itu, jaksa juga meminta hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa kebiri kimia kepada terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum menyebut, perbuatan heri digolongkan sebagai kejahatan sangat serius. LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI Tolak hukuman mati herry wirawan LOGISTIK BANTUAN BANJIR MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021 PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021 SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021 SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19
Jakarta - Legislator Komisi III DPR RI mencecar sikap resmi Komnas HAM yang menolak hukuman mati dalam kasus predator seksual Herry Wirawan.

Komnas HAM menegaskan mereka menolak hukuman mati. "Kita menghargai posisi Komnas HAM terkait hukuman mati, yang menolak, namun juga kami berharap Komnas HAM itu tidak membabi buta dalam merespons kasus-kasus hukuman mati dari penegak hukum," kata anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam rapat kerja di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Pimpinan-Anggota Komisi III Debat soal Pengusiran Komnas Perempuan Contoh awal yang dibicarakan Habiburokhman adalah dalam kasus tuntutan hukuman mati terhadap kasus ASABRI. Bagi Habiburokhman, beda pendapat boleh saja, tapi dia minta Komnas HAM jangan menyerang kinerja aparat penegak hukum. "Juga terkait kasus Herry Wirawan, Pak, ini monster predator seksual yang di Jawa Barat.

Saya melihat, kerasnya pernyataan Komnas HAM terkait hukuman mati ini seolah-olah mengabaikan korban," ujar Habiburokhman. "Tapi jangan seolah-olah membabi buta menentang hukuman mati. Jadi kayak Herry Wirawan, kalau saya dalam posisi tertentu menyetujui hukuman mati, terutama terhadap orang-orang seperti Herry Wirawan ini, bila perlu ditembak kepalanya," ujarnya. Anggota Komisi III Arteria Dahlan juga mempersoalkan sikap Komnas HAM menolak hukuman mati. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan memang isu hukuman mati selalu selalu menuai kontroversi.

"Saya katakan Komnas sangat mengapresiasi, pertama, kerja cepat kejaksaan, bandingkan dengan kasus-kasus lain yang pada hari ini belum, tapi ini cepat," kata Ahmad Taufan Damanik.

Baca juga: Komnas HAM Tolak Hukuman Mati-Kebiri bagi Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santri Komnas HAM, kata Taufan Damanik, mengapresiasi tuntutan maksimal jaksa terhadap Herry Wirawan.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Namun, bagi Komnas HAM, hukuman maksimal tersebut bukan hukuman mati. "Yang kedua, niat menghukum secara maksimal itu kami apresiasi, saya nyatakan resmi, tapi tentu sebaiknya tidak hukuman mati, tetap dengan sikap Komnas HAM di mana pun bahwa hukuman mati itu diabolisi, meskipun harus ada tahapan-tahapan, tidak mungkin, sekarang RKHUP sudah cukup baik, dan itu kita sampaikan di konferensi internasional," katanya.

Di sisi lain, menurut Taufan Damanik, hukuman mati seolah tanggung jawab negara hilang. Padahal, menurutnya, ada tanggung jawab negara juga dalam kasus Herry Wirawan.

"Yang kedua, kami sampaikan juga adalah perhatian terhadap korban, jadi restitusi yang diajukan jaksa, itu kita hormati sangat bagus, namun kita katakan kenapa tidak menjadi tanggung jawab negara, seolah-olah ini tanggung jawab pelaku saja, diambil dari hartanya," imbuhnya. (rfs/gbr)
Penulis : Natasha Ancely KOMPAS.TV - Komnas HAM menolak hukuman mati dan hukuman kebiri kimia kepada Herry Wiryawan terdakwa pemerkosa 13 santri di Bandung, Jawa Barat. Komnas HAM beralasan hukuman mati dan kebiri kimia bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia dan hukuman yang tidak manusiawi.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Meski demikian Bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya HAM tetap meminta Herry Wiryawan dihukum berat dan meminta negara fokus terhadap pemulihan kondisi korban dan menjamin hak para korban.

Baca Juga: Tolak Hukuman Mati Herry Wirawan, Bagaimana Sikap Komnas HAM Soal Para Korban? Ini Komentarnya Anggota Komisi III fraksi Gerindra Habiburokhman mengkritisi sikap Komnas HAM yang menolak hukuman mati dan kebiri kima dalam kasus pemerkosaan 13 santriwati oleh Herry Wiryawan.

Habiburokhman menganggap Herry Wirawan merupakan predator seksual sehingga perlu ditindak tegas. Selain itu, Habiburokhnman menilai Komnas HAM juga dianggap tak memiliki empati lantaran tidak mengutamakan pihak korban beserta keluarganya.

LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021 PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021 SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021 SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menolak hukuman mati dan kebiri kimia bagi pemerkosa 12 santriwati di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Penolakan itu disampaikan Komnas HAM dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/1/2022). Menanggapi ini, anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengkritik sikap Komnas HAM tersebut. Dia meminta Komnas HAM tidak membabi buta dalam merespons hal ini.

"Kita menghargai posisi Komnas HAM terkait hukuman mati, yang menolak, namun juga kami berharap Komnas HAM itu tidak membabi buta dalam merespons kasus-kasus hukuman mati dari penegak hukum," kata Habiburokhman dalam Rapat Kerja tersebut.

Baca Juga: Pemerkosa Santriwati Dituntut Hukuman Mati, Menko PMK: Biar Jera Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman di rapat kerja DPR dengan Komnas HAM, Kamis (13/1/2022). (youtube.com/Komisi III DPR RI Channel) Menurut Habiburokhman, Herry Wirawan adalah monster dan predator seksual.

Pernyataan Komnas HAM, menurut dia, terkesan mengabaikan korban. Jika memang tidak sepakat dengan hukuman mati, kata Habiburokhman, narasi yang disampaikan Komnas HAM bisa dikemas dengan bahasa yang tak membabi buta dan menentang hukuman mati. "Kalau saya dalam posisi tertentu menyetujui hukuman mati, terutama terhadap orang-orang seperti Herry Wirawan ini, bila perlu ditembak kepalanya," kata dia.

tolak hukuman mati herry wirawan, bagaimana sikap komnas ham soal para korban? ini komentarnya

Habiburokhman melanjutkan, apa pun pendapat pada hukum jangan sampai tak berempati kepada korban dan bisa berbahaya bagi Komnas HAM. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufik Damanik di rapat kerja DPR dengan Komnas HAM, Kamis (13/1/2022). (youtube.com/Komisi III DPR RI Channel) Menjawab hal ini, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya tetap memberikan apresiasi pada penetapan hukum maksimal bagi Herry Wirawan, namun tidak hukuman mati.

"Niat menghukum secara maksimal itu kami apresiasi. Tapi tentu sebaiknya tidak hukuman mati, tetap dengan sikap Komnas HAM, di mana pun bahwa kita hukuman mati itu diabolisi, walaupun harus ada tahapan-tahapan, tidak mungkin, sekarang RKHUP sudah cukup lumayan baik, dan dalam konferensi internasional kita sampaikan," katanya dalam kesempatan yang sama. Herry Wirawan, pemerkosa 12 santriwati di Bandung (dokumen-humas Kejati Jabar) Menurut Taufan, dengan hukuman mati terkesan negara hilang tanggung jawab, seolah menjadi tanggung jawab pelaku saja.

Perhatian pada korban jadi hal yang diperlukan. "Kami sampaikan juga adalah perhatian terhadap korban, jadi restitusi yang diajukan jaksa, itu kita hormati sangat bagus, namun kita katakan kenapa tidak menjadi tanggung jawab negara, seolah-olah ini tanggung jawab pelaku saja, diambil dari hartanya, padahal sebenarnya tanggung jawab negara, bagaimana sikap komnas ham soal para korban?

ini komentarnya perhatian kepada korban sebetulnya kita sampaikan," ujarnya. Baca Juga: Menteri PPPA Berharap Hakim Kabulkan Tuntut Hukuman Mati Herry Wirawan Berita Terpopuler • Hamas Mulai Bangkit, Menkeu Israel: Ini Semua Kesalahan Netanyahu • 10 Potret Liburan Ayu Ting Ting dan Keluarga ke Jogja, Ayah Rozak Hits • Kamu Workaholic?

Waspadai 7 Tanda Kamu Terlalu Keras ke Diri Sendiri • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • Kemenag Sebut Kriteria Jemaah Haji Reguler yang Berangkat Tahun Ini • 10 Potret Baby Ameena dalam Berbagai Ekspresi, Gemasnya Kebangetan • BMKG: Waspada, Suhu Panas Terik Terjadi hingga Pertengahan Mei • Libur Lebaran Usai, Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap Hari Ini • 9 Potret Atta Halilintar di Singapura, Berlibur sambil Momong Anak!

Pemerkosa Dituntut Hukuman Mati, Komnas HAM: Tidak Harus Dihukum Mati




2022 www.videocon.com