Sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Sebuah transformator step up menaikkan tegangan dari 200 volt menjadi 1.000 volt. Daya keluarannya sebesar 20 W, efisiensi 20%, dan jumlah lilitan primernya 400 lilitan, maka: 1) kuat arus primer 0,08 A 2) kuat arus sekunder 0,02 A 3) sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt masukan 16 W 4) jumlah lilitan sekunder 2.000 Pernyataan tersebut yang benar ditunjukkan oleh nomor .

A. 1) dan 3) B. 1), 2), dan 3) C. 1), 2), 3), dan 4) D. 2) dan 4) E. 4) saja Pembahasan : Diketahui : V p = 200 volt V s = 1.000 volt P s = 20 watt η = 20% N p = 400 lilitan Ditanya : Mengechek: I p = 0,08 A ….

? I s = 0,02 A …. ? P p = 16 watt …. ? N s = 2.000 lilitan …. ? Dijawab : SOAL TRANSFORMATOR 1. Sebuah trafo ideal mempunyai tegangan primer dan sekunder 80 volt dan 200 volt, jika arus yang mengalir pada kumparan primer 2 A,maka arus yang mengalir pada kumparan sekunder adalah . A A. 0,4 C. 0,8 E. 1,2 B. 0,6 D. 1,0 Jawab: Dik : V p 4. Perbandingan jumlah lilitan kawat pada kumparan primer dan sekunder sebuah transformator adalah 1 : 4. Tegangan dan kuat arus masukannya masing- masing 10 V dan 2 A.

jika daya rata-rata yang berubah menjadi kalor pada transformator tersebut adalah 4 watt dan tegangan keluarannya adalah 40 volt, maka arus keluarannya bernilai .

= 80 volt V s = 200 volt I p = 2 A A. 0,1 A C. 0,5 A E. 0,8 A Dit : I s B. 0,4 A D. 0,6 A Penyelesaian: Jawab: = Dik: N p = → I s : N s = 1 : 4 V p = 10 volt = 2 x 80 / 200 I p = 0,8 A 2. Sebuah transformator memiliki tegangan primer 220 volt dengan jumlah gulungan 100 lilitan, akan diubah tegangannya menjadi 110 volt.

jumlah lilitan agar sesuai dengan yang diinginkan adalah . lilitan A. 50 C.100 E. 200 B. 75 D. 150 Jawab: Dik : V p = 2 A P = 4 watt V s = 40 volt Dit: I s Penyelesaian: Trafo diatas tidak ideal, karena ada daya yang hilang menjadi kalor sebesar 4 watt, sehingga hubungan daya primer dan sekunder P h = P p – P s → P p = P h + P s I p V p = 4 + I s V s = 220 volt N p = 100 V s = 110 volt 2 x 10 = 4 + I s x 40 Dit : jumlah lilitan (N s ) 20 = 4 + 40 I s Penyelesaian: 20 – 4 =40I s = 16 = 40I s = → N s → I s = 16/40 =0,4 A 5.

Sebuah transformator dengan tegangan primer 220 V, tegangan sekunder 24 V berarus primer 0,2 A. jika = 100 x 110/220 = 11000/220 = 50 efisiensi transformator 80% maka arus sekundernya adalah . Jadi jumlah lilitan agar sesuai dengan yang diinginkan adalah 50 lilitan A. 1,20 A B. 1,47 A Jawab: C. 0,68 A E. 0,055 A D. 0,55 A 3. Sebuah trafo kumparan primernya 1000 lilitan dan Dik: η = 80% V s kumparan sekundernya 200 lilitan. Bila tegangan bolak-balik pada primer 600 volt, maka besar tegangan pada kumparan sekunder adalah .

A. 1200 volt C. 800 volt E. 120 volt B. 1000 volt D. 300 volt Jawab: Dik : N p sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt 24 volt V p = 220 volt I p = 0,2 A Dit: I s Penyelesaian: η = 100% = 1000 lilitan V p = 600 volt N s = 200 lilitan 80% = 24. 220 .0,2 100% Dit : V s I s Penyelesaian = = → V s = 0,8 x 220 x 0,2/244 = 1,466 → 1,47 6. Perbandingan jumlah lilitan kumparan primer dan = 600 x 200 /1000 sekunder sebuah transformator adalah 2 : 1.

Bila efisiensi transformator itu 80% dan arus keluarannya = 120000/1000 8 A, maka arus listtrik pada kumparan primernya = 120 volt adalah . A. 12,8 A C.

5,0 A E. 3,2 A B. 8,8 A D. 4,4 A Jawab: Dik: N p : N s = 2 : 1 η = 80% I s = 8 A Dit: I p Penyelesaian: Jawaban: 5,0 A 7. Sebuah transformator dengan efisiensi 80% digunakan mengubah tegangan 110 volt menjadi 220 volt. apabila kuat arus pada kumparan primer 1 A, maka kuat arus pada kumparan sekundernya adalah . A. 0,2 ampere C.

0,6 ampere E. 2,0 ampere B. 0,4 ampere D. 1,0 ampere Jawab: Dik: η = 80% V s = 220 volt V p = 110 volt I p = 1 A Dit: I s Penyelesaian: Langkah penyelesaiannya sama dengan soal no. 5 8. Sebuah elektromotor digunakan untuk mengangkat beban bermassa 4 kg vertikal ke atas (g = 9,8 m/s2). Bila elektromotor berkerja pada tegangan 20 V, arus yang mengalir 3,92 A, dan dalam waktu 2 detik dapat mengangkat beban tersebut setinggi 2 m, efisiensi elektromotor tersebut adalah .

A. 40% C. 60% E. 90% B. 50% D. 75% Jawab: Dik: m = 4 kg g = 9,8 m/s2 V = 20 volt I = 3,92 A t = 2 detik h sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt 2 m dit: η penyelesaian: - Energi yang digunakan untukmengangkat benda E p = mgh = 4 x 9,8 x 2 = 78,4 Joule - Efisiensi elektromotor adalah W = η v i t Sehingga E p = W 78,4 = η x 20 x 3,92 x 2 78,4 = η x 156,8 η = 78,4/156,8 = 0,5 Jadi η = 0,5 x 100% = 50% 9.

Ciri-ciri trafo step down adalah . A. R p < R s C. N p > N s E. N p > N s B. I p > I s D. V p < V s Jawaban: B 10. Perhatikan gambar di bawah ini! Bila efisiensi transformator 80%, maka kuat arus I p besarnya adalah .

ampere A. 0,10 B. 0,16 C. 0,25 D. 0,42 E. 2,4 Jawab: - Mencari nilai Is melalui daya keluaran dan tegangan keluaran yaitu P s 120 v input 12 v 24 w output I p I p I s 12 v = 24watt V s = 12 volt Sehingga I s = P s /V s =24/12 = 2 A - Besar I p yaitu η = 100% 80% = 12. 120 2 100% 100% 80% = 120 24 0,8 = 120 24 I p = 24/96 = 0,25 A 11. Perhatikan gambar di bawah! Bila efisiensi 75%, maka besarnya kuat arus I p adalah . A. 0,1 A B. 0,2 A C.

0,3 A input output D. 0,4 A E. 0,5 A Jawab: cara jawab no 11 sama dengan langkah soal no 10. ☺ selamat mencoba Jawaban: B 12.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Sebuah transsformator step-up mengubah tegangan 100 V menjadi 220 V. Efisiensi transformator tersebut 80% dan kumparan sekunder dihubungkan dengan lampu 60 watt, 220 V.

Jika lampu menyala normal, maka kuat arus pada kumparan primer adalah . A. 0,22 A C. 0,60 A E. 2,20 A B. 0,33 A D. 0,75 A Jawab: Dik: V p 160 v 12 v 24 w 12 v = 100 V V s = 220 V η = 80% P lampu = 60 watt I lampu (I s ) = 60/220 V lampu = 220 V Dit: I p Penyelesaian η = 100% 80% = 220 100 60 220 100% I p = 60/80 = 0,75 A 13.

Sebuah transformator step-up menghasilkan daya output 160 watt. Bila efisiensi transformator 80% dan kuat arus input 8 A, maka besar tegangan inputnya adalah . A. 10 V B. 12 V C. 25 V D. 50 V E. 96 V Jawab: Dik: η = 80% P s 8 A 160 w input output = 160 watt I p = 8 A Dit: V p Penyelesaian η = 100% 80% = 160. 8 100% V p = 160/6,4 = 25 volt 14.

Sebuah transformator step-up mengubah tegangan 25 volt menjadi 220 volt. jika efisiensi transformator 80% dan kumparan sekunder dihubungkan dengan lampu 50 W, 220 volt, maka kuat arus kumparan primer adalah . A. 1,00 ampere C. 1,50 ampere E. 2,50 ampere B. 1,25 ampere D. 2,00 ampere Jawab: cara menjawabnya sama dengan langkah no 12. Sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt E 15. Efisiensi trafo dinyatakan dengan persamaan .

A. η = V s /V p x 100% D. η = P p /P s x 100% B. η = P s /P p x 100% E. η = I p /I s x 100% C. η = V p /V s x 100% Jawaban : B 16. Sebuah transformator step-up mengubah tegangan 100 volt menjadi 220 volt.

jika efisiensi transformator 80% dan kumparan sekunder dihubungkan dengan lampu 220 volt 40 watt dan ternyata menyala normal, maka arus yang melalui kumparan primer adalah . A. 0,3 A C. 0,5 A E. 0,7 A B. 0,4 A D. 0.6 A Jawaban: C 17. Sebuah transformator dengan tegangan primer 220 volt, tegangan sekunder 22 volt dan arus primer 0,1 ampere. Jika efisiensi transformator tersebut sebesar 60%, arus sekundernya adalah .

A. 0,06 ampere B. 0,12 ampere C. 0,44 ampere D. 0,6 ampere E. 1,20 ampere Jawaban: D
Daftar Isi • Pengertian Transformator • Bentuk dan Simbol Transformator • one. Prinsip Kerja Transformator • ii. Fluks Transformator • Jenis Transformator • 1. Transformator Footstep Up • 2. Transformator Footstep Downwards • 3. Transformator AutoTransformator • iv.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Transformator Autotransformator Variabel • 5. Transformator Isolasi • 6. Trasnformator Pulsa • 7. Transformator Tiga Fase • Bagian-bagian Transformator • 1. Inti Besi • 2. Kumparan Trafo • three. Minyak Trafo • 4.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Bushing • v. Tangki Konservator • 6. Komponen Pendukung • Kumparan Transformator • Fungsi Transformator • 1. Distribusi dan Transmisi Listrik • two. Rangkaian Kontrol • iii. Rangkaian Pengatur Frekuensi • Rumus Transformator • Rumus Efisiensi Trafo • Transformator Footstep-Up dan Step-Downward • Ciri-ciri transformator step up • Contoh soal transformator Pengertian transformator – Hampir setiap rumah di Kota maupun Desa dialiri listrik yang berarus 220 V di Indonesia.

Dengan adanya kekuatan arus 220 V, sehingga dapat menikmati segala aktivitas baik dalam asyiknya nonton tv, belajar, hingga mengisi baterai handphone dan masih banyak lagi. Arus listrik 220 V merupakan jenis arus yang memiliki sifat bolak-balik (AC atau Alternating Current) yang berasal dari Pembangkit Listrik Nasional (PLN). Tegangan listrik yang diperoleh dari PLN pada dasar mampu mencapai puluhan hingga juta-an kilo Volt.

Kemudian demi kebaikan bersama diturunkan menjadi 220 5, seperti yang kita gunakan sampai sekarang ini. Alat yang kita gunakan untuk menurunkan arus listrik tersebut dinamakan Transformator atau Transformer.

Pengertian Transformator Transformator atau yang kita kenal dengan sebutan Trafo adalah alat listrik yang mampu mengubah dari taraf tegangan Air sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt ke taraf yang lain. Maksud dari pengubahan taraf ini adalah seperti contoh ketika kita ingin menurunkan Tegangan AC dari 220VAC ke 12 VAC atau juga ingin menaikkan Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC.

Transformator atau Trafo ini bekerja berdasarkan prinsip Induksi Elektromagnet dan hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik (Ac). Transformator (Trafo) memegang peranan yang sangat penting dalam pendistribusian tenaga listrik. Transformator menaikan listrik yang berasal dari pembangkit listrik PLN hingga ratusan kilo Volt untuk di distribusikan.

Kemudian Transformator lainnya menurunkan tegangan listrik tersebut ke tegangan yang diperlukan oleh setiap rumah tangga maupun perkantoran yang pada umumnya menggunakan Tegangan AC 220 Volt. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa transformator memiliki bentuk dan simbol, yang diantaranya akan saya jelaskan seperti di bawah ini.

ane. Prinsip Kerja Transformator Transformator yang sederhana terdiri atas 2 lilitan atau kumparan kawat yang sudah terisolasi diantaranya seperti kumparan primer dan sekunder. Kebanyakan Transformator atau kumparan kawat terisolasi dan dililitkan di sebuah besi atau yang disebut dengan Inti Besi (Core). Pada saat kumparan primer dialiri arus Air-conditioning / (bolak-balik) maka biasanya akan mampu menimbulkan medan magnet.

Kekuatan Medan magnet (densitas Fluks Magnet) dipengaruhi karena adanya besarnya arus listrik yang dialirkan. Semakin besar arus listrik maka akan semakin besar pula medan magnetnya. Fluktuasi medan magnet yang terjadi di dalam kumparan pertama (primer) umunya akan menginduksi menjadi Gaya Gerak Listrik (GGS). Selanjutnya dalam kumparan kedua (sekunder) biasanya akan terjadi dan mampu melimpakan daya dari kumparan primer ke sekunder.

Dengan demikian, maka akan terjadi sebuah pengubahan pada taraf tegangan listrik baik dari tegangan rendah menjadi tegangan yang tinggi, atau juga bisa dari tegangan tinggi menjadi tegangan rendah. Sedangkan Inti besi pada Transformator (Trafo) umunya adalah berisi kumpulan lempengan besi yang tipis serta sudah terisolasi dan ditempel dengan berlapis-lapis.

Untuk kegunaanya sendiri adalah mempermudah jalannya pada Fluks Magnet yang ditimbulkan karena adanya arus listrik kumparan serta untuk mengurangi suhu panas.

Berikut adalah beberapa bentuk lempengan besi yang membentuk Inti Transformator: • E – I Lamination • E – East Lamination • L – L Lamination • U – I Lamination 2. Fluks Transformator Rasio lilitan pada kumparan sekunder terhadap kumparan primer menentukan rasio tegangan pada kedua kumparan tersebut.

Sebagai contoh: 1 lilitan pada kumparan primer dan x lilitan pada kumparan sekunder, maka akan mampu menghasilkan tegangan degan kekuatan x kali lipat dari pada tegangan input (dalam kumparan primer). Jenis Transformator ini biasa dikenal dengan Transformator Step Up. Begitupun sebaliknya, apabila terdapat 10 lilitan pada kumparan primer dan 1 lilitan pada kumparan sekunder. Maka dengan demikian tegangan yang dapat dihasilkan oleh Kumparan Sekunder adalah 1 – 10 dari tegangan input pada Kumparan Primer.

Transformator jenis ini dikienal dengan Transformator Footstep Down. Jenis Transformator Ada banyak sekali jenis transformator yang pada kali ini akan saya jelaskan secara rinci. Adapun untuk jenis-jenis transformator adalah sebagai berikut ini. 1. Transformator Footstep Upwardly Trafo ini mempunyai lilitan sekunder yang banyak jika di bandingkan dengan lilitan pada primer, trafo ini dapat menaikkan tegangan, biasanya trafo ini dapat untuk pembangkit listrik untuk menaikan tegangan.

2. Transformator Footstep Downward Trafo ini hanya mempunyai julah lilitan sekunder yang sedikit dari jumlah lilitan primernya, dan mempunyai fungsi untuk penurun pada tegangan, three. Transformator AutoTransformator Jenis sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt ini hanya memiliki satu jumlah lilitan, dalam trafo ini sebagian lilitan primer di sebut juga sebagai lilitan sekunder.

Dalam lilitan arus sekunder selalu menghadap ke arus primer. Menggunakan trafo ini mempunyai keuntungan karna mempunyai bentuk yang kecil dan performa yang dihasilkan lebih bagus dari pada yang mempunyai jumlah dua lilitan. Baca juga: Pengertian Listrik Secara Umum 4. Transformator Autotransformator Variabel Trafo jenis ini pada bagian tengahnya dapat diubah yang memungkinkan perubahan pada bagian lilitan primer dan sekundernya.

v. Transformator Isolasi Pada Trafo ini jumlah lilitan primer dan sekunder mempunyai jumlah yang sama, dan mempunyai tegangan primer dan sekunder yang sama pula, 6. Trasnformator Pulsa Trafo ini sebenanya dirancang untuk menghasilkan gelombang atau getaran pulsa, trafo ini biasa menggunakan bahan yang cepat naik sehingga ketika pada titik tertentu arus primer yang di trafo ini akan menghasilkan fluks magnet.

7. Transformator Tiga Fase Trafo jenis biasa pada elektonika dihubungkan secara bersamaan untuk bekerja dengan arus primer dan sekundernya, biasanya lambang pada arus primer adalah (Y) dan arus pada sekundernya ( Δ ). Baca juga: Mengenal Berbagai Fungsi Amperemeter dan Jenisnya Bagian-bagian Transformator Selain memiliki bentuk dan simbol yang berbeda-beda jenis transformator juga memiliki beberapa bagian yang berbeda dan memiliki funggsi lain. Adapun penjelasanya adalah sebagai berikut ini: 1.

Inti Besi Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, dan hal ini timbul karena adanya arus listrik yang melalui kumparan. Serta inti besi terbuat dari lempengan besi tipis yang berisolasi, guna untuk mengurangi panas pada inti besi tersebut. 2. Kumparan Trafo Kumparan trafo adalah sebuah lilitan kawat berisolasi yang membentuk kumparan.

Kumparan tersebut terdiri atas kumparan primer dan sekunder yang sudah diisolasi dengan baik, dan kumparan tersebut nantinya menjadi alat transformasi tegangan dan arus. 3.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Minyak Trafo Minyak trafo berfungsi sebagai bahan isolasi dan media pendingin dari transformator itu sendiri. 4. Bushing Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah bushing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki trafo. five. Tangki Konservator Berfungsi untuk menampung minyak cadangan dan uap/udara yang di sebabkan oleh pemanasan trafo karena arus beban.

Oleh sabab itulah dipasang silica gel, guna untuk menyerap kelembapan udara. 6. Komponen Pendukung Ada beberapa komponen pendukung yang ada pada transformator seperti relay buchol, pressure relief valve untuk pengaman, juga ada komponen indikasi seperti thermometer untuk temperature judge trafo, juga level sensor untuk ketinggian oli. Ada juga Tap Changer yang kedudukanya sebagai perubah perbandingan transformator dalam mencari /(mendapatkan) tegangan operasi sekunder sesuai dengan keinginan atau kebutuhan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah.

Tap changer juga dapat dilakukan dalam keadaan: • Terbebani (on-load) atau sebaliknya tidak terbebani (off load). • Tap changer juga dillengkapi dengan drain valve atau untuk pergantian oli. • Lifting lug : untuk pengangkatan pada waktu instalasi.

• Dan juga sistem pendingin seperti ONAN (oil natural, air natural), ONAF (oil natural air forced), ODAF (oil directed air forced), OFAF (oil forced air forced) dan OFWF (oil forced water forced) • Serta masih banyak lagi semua tergantung dengan sistem pendinginanya.

Baca juga: Pengertian Induksi Elektromagnetik Kumparan Transformator energilistrik.com Kumparan transformator marupakan beberapa lilitan dari kawat yang berisolasi serta mempunyai bentuk seperti kumparan. Pada kumparan sendiri terdiri atas kumparan primer dan sekunder yang berisolasi baik dari inti besi atau antar kumparan dengan isolasi yang padat dan mirip seperti karton. Kumparan tersebut berfungsi sebagai alat transformasi tegangan pada arus listrik. Fungsi Transformator Selain memiliki bentuk dan jenis yang berbeda, maka selanjutnya transformator juga memiliki fungsi yang sama berbeda.

Adapun fungsi dari transformator terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut ini. 1. Distribusi dan Transmisi Listrik Seperti yang kita ketahui bahwa jarak antara pembangkit listrik dengan beban listrik yang digunakan oleh pelanggan relatif terlalu jauh. Sehingga akan terjadinya drop tegangan. Untuk itu kita harus menaikkan tegangan sebelum distribusi dan transmisi listrik jarak jauh agar drib tegangan tidak terlalu besar serta lebih murah karena kabel yang digunakan lebih kecil.

Atau semakin besar tegangan besar maka arus semakin kecil sesuai dengan Hukum kekekalan energi. Seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN), Tegangan yang di hasilkan oleh pembangkit sebesar thirteen,8 KV lalu di naikkan menjadi 150 KV lalu diturunkan ke 380 V untuk di distribusikan ke rumah – rumah. 2. Rangkaian Kontrol Rangkaian kontrol contoh seperti peralatan elektronik misal komputer, charger, radio, dan masih banyak lagi, transformator biasanya lebih sering digunakan untuk menurunkan tegangan.

Dengan maksud agar dapat digunakan pada tegangan kontrol (5 Volt, 12 Volt, xv Volt dan sebagainya). Begitu juga dengan rangkaian kontrol motor, Trafo pada motor umumnya dipakai untuk mengenergize dan meng dienergize atau guna untuk menghidupkan dan mematikan motor induksi. Baca juga: Fungsi Ohmmeter - Rumus dan Cara Kerjanya 3. Rangkaian Pengatur Frekuensi Dalam dunia radio frekuensi, transformator juga sering kali digunakan untuk mengatur besaran frekuensi yang dihasilkan.

Hanya saja bentuk dan dimensinya sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt lebih kecil di bandingkan trafo yang sering kali digunakan pada rangkaian kontrol apalagi transformator atau trafo transmisi listrik.

Rumus Transformator Keterangan: • Np = Jumlah lilitan (kumparan) primer • Ns = Jumlah lilitan (kumparan) sekunder • Vp = Tegangan pada kumparan primer (masukkan) Vs = Tegangan pada kumparan sekunder (keluaran) • Ip = Arus pada kumparan primer • Is = Arus pada kumparan sekunder Rumus Efisiensi Trafo • Ps = Daya listrik sekunder (Watt) • Pp = Daya listrik primer(Watt) Efisiensi transformator merupakan perbandingan antara daya primer (masukan) dengan daya sekunder (keluaran).

Simbol efisiensi trafo disebut “eta“. Ketika trafo sedang bekerja maka akan menimbulkan panas. Jika terjadi panas, maka ada energi yang hilang kemudian menjadi energi kalor atau panas. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sangat jarang bahkan tidak ada trafo yang memiliki efisiensi 100%.

Transformator Step-Upward dan Step-Downward Transformator Stride-Up memiliki fungsi untuk menaikkan tegangan pada listrik bolak-balik / PLN. Ciri-ciri transformator step up : • Ns > Np (jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs > Vp (tegangan sekunder lebih tinggi daripada tegangan primer) • Is < Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih kecil daripada kuat arus primer) Transformator Pace Down memiliki fungsi tersendiri yakni untuk menurunkan tegangan listrik bolak-balik / PLN.

Ciri-ciri transformator pace upward • Ns < Np (jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs < Vp (tegangan sekunder lebih rendah sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt tegangan primer) • Is > Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih besar daripada kuat arus primer) Contoh soal transformator • Suatu trafo footstep upwardly memiliki jumlah kumparan primer dan sekundernya yang masing yang masing-masing 100 lilitan dan 200 lilitan.

Jika trafo tersebut dihubungkan dengan tegangan listrik PLN sebesar 220 volt. Maka berapakah tegangan pada lilitan sekundernya? Jawaban : Np = 100 : Ns = 200 : Vp = 220 volt • Sebuah transformator footstep downwardly mempunyai tegangan primer yakni 300 volt dan tegangan sekunder 100 volt. Jika kuat arus pada lilitan primer 1 A, maka seberapa kuat arus pada lilitan sekundernya? Jawaban : Vp = 300 Volt : Vs = 100 Volt : Ip = i A • Sebuah trafo dihubungkan dengan tegangan arus listrik sebesar 220 volt.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Jika tegangan yang keluar hanya 110 volt dan kuat arus pada lilitan sekundernya iv A. Maka berapakah kuat arus pada lilitan primernya tersebut? Jawaban : tegangan masukan = Vp = 220 volt ; tegangan keluaran = Vs = 110 volt ; Is = 4 A • Diketahui efisiensi transformator adalah 60%.

Jika daya keluaran pada trafo tersebut 300 Watt, berapakah daya masukannya? Jawaban : efisiensi = 60% ; Ps = 300 West Demikian pembahasan artikel kali ini mengenai pengertian transformator, lengkap dengan penjelasan contoh, fungsi, rumus, teori dan rangkain-rangkain transformator.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang bekerja di bidang teknisi, dan sebagainya. Baca juga: • Unsur Tabel Periodik Kimia dan Cara Menghapalnya dengan Mudah • Pengertian Bahan Kimia - Contoh, Manfaat, dan Bahayanya • Contoh Perubahan Fisika Dan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari Editor: Syahya Rembulan Temukan pilihan rumah seperti pada perumahan Aulia Pasteur Harmoni dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome.

Dapatkan properti idaman melalui programme NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property University by Pinhome.

Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang! Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Sebuah Step Up Transformator Digunakan Untuk Mengubah Tegangan 100 V Source: https://www.pinhome.id/blog/pengertian-transformator/ Terbaru • Untuk Menambahkan Slide Baru Kita Dapat Menggunakan Cara • Cara Minum Susu Prenagen Esensis Folavit Dan Natur E • Seorang Peternak Ayam Mempunyai 100 M Kawat Berduri • Tidak Menyimpan Nomor Tapi Bisa Melihat Status Wa • Kelompok Ternak Kamdomain_7 Di Purwosari Girimulyo Kulon Progo • Cara Memakai Masker Rambut Makarizo Hair Energy • Cara Menghapus Pintasan Di Layar Utama Xiaomi • Nama Kepala Dinas Peternakan Provinsi Di Yogyakarta • Cara Memindahkan Foto Dari Cd Ke Hp Kategori • Aplikasi • Berkebun • Bisnis • Budidaya • Cara • News • Pelajaran • Serba-serbi • SIM Keliling • Soal • Ternak • Uncategorized Soal dan kunci jawaban PTS IPA SMP Kelas 9 Semester Genap (Gambar Canva.com) Soal dan Kunci Jawaban PTS IPA SMP Kelas 9 Semester Genap – Tidak terasa semester genap telah berjalan hampir setengah semester.

Oleh karena itu bapak dan ibu guru harus mempersiapkan kembali Penilaian Tengah Semester (PTS). Pada kesempatan ini kami akan berbagi soal, dan kunci jawaban PTS mata pelajaran IPA SMP Kelas 7 semester genap kurikulum 2013 yang diharapkan dapat membantu bapak dan ibu guru dalam memilih soal-soal yang dianggap sesuai dengan kemampuan peserta didik Anda.

Berikut Soal dan Kunci Jawaban Penilaian Tengah Semester (PAS) IPA SMP Kelas 9 Semester Genap Kurikulum 2013 Tahun Pelajaran 2020/2021 yang dikutip dari Modul PJJ SMP Kelas 9 yang diterbitkan Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia : MATERI KEMAGNETAN DAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK 1.

Perhatikan pernyataan berikut ini. 1) Kuat medan magnet terbesar berada di kutub-kutub magnet. 2) Kutub-kutub magnet senama, bila didekatkan akan menghasilkan gaya tolak. 3) Kutub-kutub magnet, cenderung menghadap sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt barat-timur bumi. Pernyatan yang tepat adalah …. A. 1), 2), dan 3) B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 2. Sifat kutub-kutub magnet yang cenderung menghadap arah tertentu, dimanfaatkan untuk ….

A. pembuatan kompas B. sebagai pemutus dan penyambung arus secara otomatis C. interuptor dari bel listrik D. pembuatan motor listrik 3. Prinsip kerja dari model kereta api levitasi magnetik adalah ….

A. memperbesar gesekan dengan rel kereta dengan cara menambah beban kereta api sehingga stabil B. menggunakan gaya magnet untuk menghasilkan gaya dorong yang besar C. menggunakan listrik sebagai penggerak kereta api, sebagai teknologi yang ramah lingkungan D.

memperkecil gesekan dengan rel dengan cara mengangkat badan kereta menggunakan gaya tolak magnet 4.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Ruang atau daerah yang masih dipengaruhi oleh magnet disebut …. A. kutub magnet B. sudut deklinasi magnet C. garis gaya magnet D. medan magnet 5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut. 1) Menunjukkan besar dari kuat medan magnet. 2) Keluar dari kutub Utara menuju Kutub selatan magnet. 3) Garis yang rapat menunjukkan kuat medan magnet yang besar. Pernyataan yang tepat tentang garis gaya magnet adalah …. A. 1), 2), dan 3) B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 6.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Perhatikan pembuatan magnet berikut. KL adalah batang besi yang akan dibuat sebagai magnet. Teknik pembuatan magnet dan kutub-kutub magnet yang dihasilkan yang tepat adalah ….

A. pembuatan magnet dengan cara digosok, L kutub Utara magnet B. pembuatan magnet dengan cara digosok, L kutub Selatan magnet C. pembuatan magnet dengan cara induksi, K kutub Utara magnet D. pembuatan magnet dengan cara induksi, K kutub Selatan magnet 7. Perhatikan pembuatan magnet dengan cara induksi berikut ini.

Dua buah batang besi K-L dan M-N didekatkan pada sebuah magnet yang kuat. Kutub-kutub magnet yang tepat adalah … K L M N A. Kutub Utara Kutub Selatan Kutub Utara Kutub Selatan B. Kutub Selatan Kutub Utara Kutub Selatan Kutub Utara C. Kutub Selatan Kutub Utara Kutub Utara Kutub Selatan D. Kutub Utara Kutub Selatan Kutub Selatan Kutub Utara 8. Perhatikan pernyataan berikut ini.

1) Benda tersusun atas magnet elementer. 2) Benda bukan magnet memiliki magnet elementer yang susunannya teratur. 3) Membuat benda jadi magnet artinya mengubah susunan magnet elementer benda menjadi teratur. Pernyataan yang tepat adalah …. A. 1), 2), dan 3) B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 9. Perhatikan pembuatan magnet berikut ini. Interaksi kutub-kutub magnet yang dihasilkan yang tepat adalah . A. K dan N saling tarik B. L dan M saling tolak C.

L dan N saling tolak D. M dan K saling tolak SOAL LATIHAN 1. Pernyataan berikut yang tepat tentang gaya Lorentz adalah…. A. gaya Lorentz dihasilkan oleh penghantar berarus listrik B. gaya Lorentz dihasilkan oleh kawat yang terletak dalam medan magnet C. penghantar berarus listrik dalam medan magnet akan menghasilkan gaya Lorentz D. medan magnet batang dapat menghasilkan gaya Lorentz 2. Faktor-faktor berikut ini yang tidak mempengaruhi besar gaya Lorentz yang dialami oleh suatu penghantar adalah….

A. hambatan jenis penghantar B. panjang penghantar dalam medan magnet C. kuat arus listrik dalam penghantar D. kuat medan magnet 3. Perhatikan gambar berikut. Sebuah kawat dialiri arus ke arah sumbu z+. Kawat tersebut terletak dalam medan magnet yang arahnya menuju sumbu x+. Arah gaya Lorentz yang dialami oleh kawat adalah menuju sumbu …. A. x B. y+ C. y D.

z 4. Sebuah kawat panjangnya 40 cm terletak dalam medan magnet homogen 0,8 tesla. Bila pada kawat tersebut diberi kuat arus 5 ampere dan arah arus listrik tegak lurus dengan arah medan magnet, maka gaya yang dialami oleh kawat adalah…. A. 1,6 newton B. 3,2 newton C. 160 newton D. 250 newton 5. Sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt kawat berarus listrik berikut. Agar dihasilkan gaya pada kawat yang arahnya ke atas (sumbu y+), maka arah medan magnet yang tepat adalah….

A. x+ B. y C. z D. z+ 6. Sebuah kawat lurus 50 cm yang dipasang saling tegak lurus dengan arah medan magnetik 2 tesla mengalami gaya Lorentz sebesar 4 newton. Kuat arus yang melalui kawat tersebut adalah….

A. 4 ampere B. 3 ampere C. 2 ampere D. 1 ampere 7. Rudi melakukan percobaan dengan meletakkan kawat horisontal yang dialiri arus dari arah barat ke timur. Kawat tersebut berada dalam medan magnet yang arahnya dari utara ke selatan. Arah gaya yang dialami kawat adalah…. A. ke utara B. ke barat C. ke atas D. ke bawah 8. Motor listrik merupakan salah satu penerapan dari gaya Lorentz. Peralatan berikut ini yang tidak menggunakan motor listrik sebagai komponen utama adalah….

A. kipas angin listrik B. setrika listrik C. blender D. air conditioner 9. Perhatikan motor listrik sebagai berikut. Kumparan berarus listrik berbentuk persegi panjang terletak dalam medan magnet. arah gaya Lorentz yang dialami oleh bagian kumparan PQ dan arah perputaran kumparan yang benar adalah….

A. ke bawah, kumparan berputar searah jarum jam B. ke bawah, kumparan berputar berlawanan jarum jam C. ke atas, kumparan berputar berlawanan jarum jam D. ke atas, kumparan berputar searah jarum jam 10. Hewan berikut yang tidak memanfaatkan peta magnet dalam proses bermigrasi adalah ….

A. burung merpati B. ikan salmon C. gajah D. ikan paus SOAL LATIHAN 1. Induksi elektromagnetik terjadi pada peristiwa-peristiwa berikut ini, kecuali….

A. memutar magnet di dekat kumparan B. menggerakkan magnet mendekati atau menjauhi kumparan C. mengalirkan arus listrik pada penghantar dalam medan magnet D. memutar kumparan di dekat magnet batang 2. Perhatikan faktor-faktor berikut ini. 1) Jumlah lilitan. 2) Kecepatan gerak magnet relatif terhadap penghantar.

3) Kuat medan magnet. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi pada ujung-ujung kumparan adalah…. A. 1), 2), dan sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 3. Perhatikan langkah-langkah berikut. 1) Menambah jumlah lilitan. 2) Mengurangi kecepatan putaran magnet. 3) Mengganti magnet permanen dengan medan magnet yang lebih kuat.

Usaha memperbesar GGL induksi ditunjukkan oleh…. A. 1), 2), dan 3 B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 4. Perhatikan percobaan berikut. Ketika magnet batang berputar, jarum amperemeter bergerak ke kanan dan ke kiri secara periodik. Bergeraknya jarum amperemeter menunjukkan hal-hal berikut ini, kecuali…. A. timbul arus induksi pada kumparan B.

arus induksi yang dihasilkan merupakan arus AC (bolak-balik) C. pada ujung-ujung penghantar timbul beda potensial (GGL induksi) D. kumparan berubah menjadi elektromagnet 5. Berikut ini adalah alat-alat yang bekerja dengan menggunakan prinsip induksi elektromagnetik, kecuali…. A. generator B. dinamo sepeda C. kipas angin D. transformator 6. Transformator mengubah tegangan 50 volt menjadi 220 volt, Jumlah lilitan sekunder transformator tersebut adalah 1.100 lilitan.

Jumlah lilitan primer yang benar adalah…. A. 500 lilitan B. 250 lilitan C. 50 lilitan D. 40 lilitan 7. Sebuah transformator mengubah tegangan 40 V menjadi 50 V. Bila jumlah lilitan primer adalah 160 lilitan, maka jenis transformator dan jumlah lilitan sekunder yang tepat adalah…. A. step up, 200 lilitan B. step down, 200 lilitan C. step up, 500 lilitan D. step down, 500 lilitan 8. Perhatikan pernyataan berikut ini.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

1) Efisiensi transformator menunjukkan perbandingan daya sekunder dan daya primer. 2) Efisiensi transformator kurang dari 100 %, karena sebagian energi listrik berubah menjadi panas.

3) Transformator dengan efisiensi rendah, artinya tidak banyak energi listrik yang terbuang menjadi panas. Pernyataan yang tepat adalah…. A. 1), 2), dan 3) B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 9. Daya primer dan sekunder transformator tersebut adalah 50 watt dan 40 watt. Efisiensi tansformator tersebut adalah….

A. 40 % B. 60 % C. 75 % D. 80 % 10. Perhatikan gambar transformator yang dihubungkan dengan sebuah lampu berikut ini.

EVALUASI A. Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang paling benar. 1. Perhatikan beberapa benda berikut ini. 1) Baja. 2) Magnesium 3) Kobalt 4) Litium 5) Emas Benda yang ditarik magnet dengan kuat adalah….

A. 1) dan 2) B. 1) dan 3) C. 2) dan 4) D. 2) dan 5) 2. Perhatikan beberapa perlakuan berikut ini terhadap magnet. 1) Didekatkan magnet lain. 2) Dibakar.

3) Disimpan dalam ruang tertutup. 4) Dipukul-pukul terus menerus. Penyebab hilangnya sifat kemagnetan ditunjukkan oleh…. A. 1) dan 2) B. 1) dan 2) C. 2) dan 3) D. 2) dan 4) 3. Perhatikan pembuatan magnet sebagai berikut.

sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt

Batang besi PQ diinduksi dengan cara didekatkan pada elektromagnet KL Kutubkutub magnet buatan yang tepat adalah…. K L P Q A. Kutub Selatan Kutub Utara Kutub Selatan Kutub Utara B. Kutub Selatan Kutub Utara Kutub Utara Kutub Selatan C. Kutub Utara Kutub Selatan Kutub Utara Kutub Selatan D.

Kutub Utara Kutub Selatan Kutub Selatan Kutub Utara 5. Perhatikan berbagai pernyataan berikut. 1) Sudut inklinasi dibentuk oleh sumbu magnet jarum dengan arah horisontal. 2) Sudut inklinasi semua tempat di bumi adalah sama. 3) Sudut deklinasi dibentuk oleh sumbu magnet jarum dengan arah utara-selatan bumi.

Pernyataan yang tepat adalah…. A. 1), 2), dan 3) B. 1) dan 2) C. 1) dan 3) D. 2) dan 3) 6. Perhatikan gambar percobaan sebagai berikut. Sebuah kawat horisontal berada dalam medan magnetik vertikal. Bila kawat dialiri arus listrik ke arah selatan, maka gaya Lorentz yang dialami oleh kawat menuju arah…. A. atas B. utara C. timur D. barat sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt.

Kawat lurus panjangnya 2 meter dialiri arus 400 mA. Kawat tersebut berada dalam medan magnet homogen 8 tesla. Bila arah arus listrik tegak lurus dengan arah medan magnet, besar gaya Lorentz yang dialami kawat adalah….

A. 3,2 newton B. 6,4 newton C. 320 newton D. 840 newton 8. Perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder suatu transformator adalah 14:5. Bila tegangan primer transformator adalah 70 volt, maka besar tegangan sekunder adalah.

A. 25 volt B. 126 volt C. 145 volt D. 196 volt 9. Sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt. Jumlah lilitan pada kumparan sekunder trafo adalah 400 lilitan. Jumlah lilitan pada kumparan primer adalah…. A. 1.600 lilitan B. 400 lilitan C. 300 lilitan D.

100 lilitan 10. Sebuah transformator memiliki perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder 2:5. Transformator dianggap ideal dengan efisiensi 100 %.

Bagian primer dihubungkan pada tegangan tertentu sehingga pada kumparan primer mengalir arus 0,2 A. Kuat arus pada kumparan sekunder adalah. A. 80 mA B. 100 mA C. 400 mA D. 500 mA
Pengertian Trafo atau transformator adalah alat untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik menjadi lebih besar atau menjadi lebih kecil.

Contoh trafo bisa kita lihat pada tiang listrik. Pada tiang listrik biasanya terdapat trafo yang berbentuk kotak atau yang bulat. Di dalam rumah kita juga terdapat trafo pada lampu neon. Kalau trafo pada lampu neon berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik dari PLN. Pada umumnya, transformator dibagi menjadi dua, yaitu transformator step-up (untuk menaikkan tegangan) dan transformator step down (untuk menurunkan tegangan listrik). Bagian-bagian transformator : • Kumparan primer yang dihubungkan dengan tegangan masukan • Kumparan sekunder yang dihubungkan dengan tegangan keluaran • Inti besi Pada transformator tidak dapat digunakan untuk menaikan daya listrik (satuannya watt).

Mengapa tidak bisa digunakan untuk menaikkan daya? Karena daya masukan dan daya keluaran pada trafo relatif sama. Trafo juga tidak dapat digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan pada listrik searah (DC) yang bersumber dari aki ataupun baterai. Is = Arus pada kumparan sekunder Rumus Efisiensi Trafo Ps = Daya listrik sekunder (Watt) Pp = Daya listrik primer(Watt) Efisiensi transformator merupakan perbandingan antara daya primer (masukan) dengan daya sekunder (keluaran).

Simbol efisiensi trafo disebut “ eta“. Ketika trafo sedang bekerja maka akan menimbulkan panas. Jika terjadi panas, maka ada energi yang hilang kemudian menjadi energi kalor atau panas.

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat jarang trafo yang memiliki efisiensi 100%. Transformator Step-Up Transformator Step-Up berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik bolak-balik (PLN). Ciri-ciri transformator step up : • Ns > Np (jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs > Vp (tegangan sekunder lebih tinggi daripada tegangan primer) • Is < Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih kecil daripada kuat arus primer) Transformator Step-Up Transformator Step-Up berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik bolak-balik (PLN).

Ciri-ciri transformator step up : • Ns > Np (jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs > Vp (tegangan sekunder lebih tinggi daripada tegangan primer) • Is < Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih kecil daripada kuat arus primer) Transformator Step-Down Transformator Step Down berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik bolak-balik (PLN).

Ciri-ciri transformator step up : • Ns < Np (jumlah lilitan sekunder lebih sedikit dibandingkan jumlah lilitan primer • Vs < Vp (tegangan sekunder lebih rendah daripada tegangan primer) • Is > Ip (Kuat arus listrik sekunder lebih besar daripada kuat arus primer) Contoh soal transformator 1.

Suatu trafo step up memiliki jumlah kumparan primer dan sekundernya yang masing yang masing-masing 100 lilitan dan 200 lilitan. Jika trafo tersebut dihubungkan dengan tegangan masukan dari listrik PLS sebesar 220 volt. Berapakh tegangan pada lilitan sekundernya? Jawab : Np = 100 ; Ns = 200 ; Vp = 220 volt Vs = …. 2. Sebuah transformator step down memiliki tegangan primer 300 volt dan tegangan sekunder 100 volt. Jika kuat arus pada lilitan primer 1 A, berapakah kuat arus pada lilitan sekundernya?

Jawab : Vp = 300 volt ; Vs = 100 volt ; Ip = 1 A Is = …. 3. Sebuah trafo dihubungkan dengan tegangan listrik 220 volt. Jika tegangan keluarnya 110 volt dan kuat arus pada lilitan sekundernya 4 A. Berapakah kuat arus pada lilitan primernya? Jawab : tegangan masukan = Vp = 220 volt ; tegangan keluaran = Vs = 110 volt ; Is = 4 A Ip = ….

4. Perhatikan gambar berikut ini! Berapakah jumlah lilitan primer pada trafo tersebut? Ns = 250 ; Ip = 2 A ; Is = 4 A Np/Ns = Is/Ip Np = Ns. Is / Ip Np = 250. 4 / 2 Np = 1000 / 2 Np = 500 lilitan 5. Diketahui efisiensi transformator adalah 60%. Jika daya keluaran pada trafo tersebut 300 Watt, berapakah daya sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt Jawab : efisiensi = 60% ; Ps = 300 W Ps = …. jadi daya primer pada trafo tersebut adalah 50 watt. Terbaru • Menghitung panjang gelombang dan cepat rambat gelombang transversal • Latihan soal grafik hubungan v dan t pada GLB dan GLBB • Contoh soal rangkaian listrik: mencari hambatan pengganti dan arus listrik • Cara menghitung jarak dan perpindahan benda • Menentukan grafik kecepatan terhadap waktu pada ticker timer dan tetesan oli Materi • Alat Ukur • Atom Molekul Unsur • Dinamika • Energi dan Usaha • Fisika di sekitar kita • Fluida Statis • Gelombang • Gerak Lurus sebuah transformator mengubah tegangan 200 volt menjadi 50 volt Kalor • Kinematika Gerak • Listrik • Magnet • Matematika Dasar • Optik • Pembahasan UN • Penerapan Matematika • Rumus Bangun Datar • Rumus Bangun Ruang • SMP Kelas 7 • Tata Surya • Tips Gatgets • Zat dan WUjudnya
Soal Pilihan Ganda IPA Kelas 9 Semester 2 Bab Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik + Kunci Jawabannya ~ sekolahmuonline.com.

Pembaca Sekolahmuonline berikut ini Sekolahmuonline sajikan contoh soal pilihan ganda mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas IX SMP/MTs Semester 2 atau Semester Genap lengkap dengan kunci jawabannya. Soal-soal berikut ini berisi pembahasan materi Bab Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik.

Selain soal-soal pilihan ganda, sekolahmuonline beri bonus soal essay atau uraian juga. Soal dirujuk dari modul PJJ IPA Kelas 9. Silahkan dibaca dan dipelajari,semoga bermanfaat. Soal Pilihan Ganda IPA Kelas 9 Semester 2 Bab Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik + Kunci Jawabannya A. Soal Pilihan Ganda IPA Kelas 9 Semester 2 Bab Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik Arah arus listrik adalah dari P menuju Q.

Sedangkan arah medan magnet dari kutub Utara menuju kutub Selatan Magnet yaitu ke kanan. Dengan kaidaha tangan kiri maka ibu jari menunjuk ke bawah. Arah ibu jari adaah arag gaya yang dialami oleh kawat PQ. Maka efek putaran terhadap kumparan adalah berlawnan arah jarum jam. Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan contoh Soal Pilihan Ganda dan essay atau urain mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas 9 Semester 2 Bab Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik lengkap dengan kunci jawabnnya.

Silahkan baca-baca postingan sekolahmuonline yang lainnya. Selamat dan semangat belajar.

Dua soal efisiensi trafo transformator step up 80% mencari arus primer lampu 250 v 50 w output 240w




2022 www.videocon.com