Apa yang diperhatikan dalam reuse

apa yang diperhatikan dalam reuse

Artikel ini disusun bersama Kathryn Kellogg. Kathryn Kellogg adalah pendiri goingzerowaste.com, sebuah situs web gaya hidup berisi cara menjalani hidup ramah lingkungan dalam bentuk langkah-langkah sederhana yang sarat muatan positif dan cinta. Kathryn adalah penulis 101 Ways to Go Zero Waste dan juru bicara hidup bebas plastik untuk National Geographic.

apa yang diperhatikan dalam reuse

Ada 16 referensi yang dikutip dalam artikel ini dan dapat ditemukan di akhir halaman. Artikel ini telah dilihat 4.666 kali. Anda mungkin pernah mendengar moto gerakan sadar lingkungan, " Reduce, Reuse, Recycle" (kurangi pemakaian, gunakan kembali, dan daur ulang). Tiga tindakan ini berfokus pada pengurangan limbah, baik melalui penghematan bahan mentah dan energi, atau pemakaian dan daur ulang produk.

Anda bisa berpartisipasi dalam mengurangi limbah dengan memperhatikan apa yang dibeli dan mempertimbangkan apa yang akan dilakukan terhadapnya setelah tidak lagi berguna.

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan untuk mengurangi konsumsi air dan listrik. Peduli lingkungan tidaklah memakan waktu, mampu menghemat biaya, dan memberikan kepuasan diri karena turut serta menjaga kelestarian lingkungan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/6a\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-1-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-1-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/6a\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-1-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-1-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Beli produk dengan sedikit kemasan.

Jauhi produk yang dijual tunggal atau dikemas satu per satu. [1] X Teliti sumber Berbelanjalah di toko yang menjual produknya dalam kemasan besar untuk gandum, kacang, buah kering, dan camilan.

Bawalah kantong plastik atau wadah sendiri untuk menampung makanan dalam jumlah banyak. Selain apa yang diperhatikan dalam reuse, cobalah membeli makanan atau produk kebersihan dalam ukuran besar yang akan menghemat kemasan. [2] X Sumber Tepercaya United States Environmental Protection Agency Kunjungi sumber • Saat berbelanja di toko grosir, jangan pilih produk yang dibungkus plastik tambahan kalau tidak diperlukan. Sayuran seperti kentang, bawang, cabai, tomat, bit, dan buah-buahan semacam pisang, apel, plum, dan melon tidak membutuhkan plastik tambahan.

• Alih-alih membeli sup kalengan atau saus pasta, cobalah memasaknya sendiri dengan panduan apa yang diperhatikan dalam reuse di rumah. • Praktikkan “ precycling” (pradaur ulang) dengan membeli produk yang hanya terbuat dari bahan terdaur ulang. [3] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c0\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-2-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-2-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c0\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-2-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-2-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Bawa kantong terdaur ulang saat berbelanja.

Tenteng tas kanvas atau berbahan serat sintetis, ransel, atau keranjang ke toko, yang cukup menampung semua belanjaan. [4] X Teliti sumber Tas-tas ini biasanya bisa dibeli di toko itu sendiri. Anda juga bisa menggunakan kantong plastik kuat yang bisa dipakai beberapa kali. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/2\/2f\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-3-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-3-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/2\/2f\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-3-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-3-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Kurangi penggunaan barang sekali pakai.

Barang sekali pakai ( disposable) berkontribusi dalam sejumlah besar limbah di lingkungan kita. Sampah-sampah ini termasuk garpu, pisau, piring, dan cangkir plastik. Popok dan silet juga termasuk sampah sekali pakai. Oleh karenanya, sebaiknya beli produk yang akan dipakai berulang-ulang, misalnya: [5] X Teliti sumber • Pakailah popok kain atau nappies sebagai pengganti popok sekali pakai. Anda terpaksa membersihkan lebih sering, tetapi limbah yang dihasilkan akan berkurang. • Dapatkan pisau cukur yang bisa diganti alih-alih silet sekali pakai.

Anda masih harus membuang pisau lama, tetapi gagangnya akan dihemat. • Saat berpiknik, sajikan makanan dan minuman dengan piring, cangkir, dan alat makan plastik atau kayu yang bisa dipakai ulang alih-alih yang berbahan kertas atau plastik sekali pakai.

[6] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/9\/99\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-4-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-4-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/9\/99\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-4-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-4-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Kurangi pemakaian listrik.

Matikan atau cabut kabel daya peralatan listrik dari stopkontak kalau tidak digunakan, seperti televisi, radio, stereo, komputer, lampu, atau pengisi daya ponsel atau pemutar MP3. Usahakan untuk mencuci pakaian secara manual, dan menjemurnya di luar ruangan. Jika Anda membeli peralatan rumah tangga, seperti alat pencuci piring, mesin cuci, dan mesin pengering, pilihlah yang memiliki Energy Star. [7] X Sumber Tepercaya Energy Star Kunjungi sumber • Ganti semua bola lampu dengan lampu fluoresen kompak (CFL) berperingkat Energy-Star yang akan menghemat biaya sampai Rp100.000 per tahun.

[8] X Teliti sumber • Keringkan rambut dengan handuk alih-alih memakai pengering rambut. • Jika rumah terasa dingin, kenakan jaket atau sweter alih-alih menyalakan pemanas. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/62\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-5-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-5-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/62\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-5-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-5-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/36\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-6-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-6-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/36\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-6-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-6-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"
<\/div>"} Hentikan surat sampah dan tagihan.

Jika Anda menerima surat sampah, hubungi perusahaan pengirim untuk berhenti mengirimkannya. [9] X Teliti sumber • Minta tagihan elektronik alih-alih fisik untuk semua tagihan, keanggotaan, dan pembayaran periodik lainnya. Anda bisa memilihnya saat mendaftar akun. • Jika Anda menerima tagihan kertas, cobalah untuk menggantinya.

Akses akun lewat internet atau hubungi perusahaan dengan telepon dan coba minta perubahan tipe tagihan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/d\/d7\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-7-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-7-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/d\/d7\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-7-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-7-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pertimbangkan transportasi alternatif.

Cobalah untuk berjalan, bersepeda, atau menggunakan kendaraan umum untuk pergi ke sekolah atau tempat kerja. Kalau memungkinkan, belilah kendaraan listrik atau hibrida karena lebih hemat bahan bakar dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan ke atmosfer.

• Aturlah pemakaian carpool dengan tetangga atau rekan kerja untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

apa yang diperhatikan dalam reuse

• Pilih tempat tinggal yang sedekat mungkin dengan tempat kerja demi mengurangi waktu dan energi yang diperlukan untuk pulang balik. [10] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/4\/4c\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-8-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-8-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/4\/4c\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-8-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-8-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Gunakan tangga.

Walaupun praktis, terkadang lift dan eskalator tidak diperlukan, terutama jika hanya naik atau turun 1-2 lantai. Anda tidak hanya akan menghemat listrik, tetapi juga sedikit berolahraga. Anda juga tidak akan perlu mengantre. • Pengoperasian eskalator dan lift memakan banyak uang.

Dengan menggunakan apa yang diperhatikan dalam reuse, Anda akan mengurangi biayanya (jika berada di pusat perbelanjaan) atau meningkatkan penghasilan (jika berada di gedung kantor). • Namun, jangan memaksakan diri jika Anda memang harus memakai lift atau elevator, misalnya karena mengalami cedera, kondisi lutut kurang baik, atau akan naik ke lantai 24.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/eb\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-9-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-9-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/eb\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-9-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-9-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Hemat bahan kemasan.

Simpan kotak, amplop, dan bahan pengemas lainnya dari produk yang dibeli atau diterima lewat pos. Anda bisa memakainya kembali ketika akan membungkus kado, mengirimkan sesuatu, atau mengemas barang, misalnya biji stirofoam. [11] X Teliti sumber • Kotak dapat memakan banyak tempat. Sediakan satu kotak untuk menyimpan semua bahan pengemas, tetapi lipat kotak lainnya sehingga tidak memakan tempat.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8e\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-10-Version-2.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-10-Version-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8e\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-10-Version-2.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-10-Version-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Beli dan sumbangkan pakaian bekas.

Berbelanja di toko barang loak sangat bagus untuk menghemat energi dan bahan karena membeli barang baru. Untuk mendukung kelangsungan toko ini, biasakan membongkar isi lemari, garasi, dan rubanah untuk menemukan barang yang bisa dijual. [12] X Teliti sumber • Anda juga bisa menyumbangkan pakaian ke saudara. Jika ukuran pakaian kalian sama, cobalah untuk saling barter. • Saat menyumbangkan pakaian, pastikan kondisinya masih bagus. Jangan menyumbang pakaian usang, kotor, apa yang diperhatikan dalam reuse sobek.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/8f\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-11-Version-3.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-11-Version-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/8f\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-11-Version-3.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-11-Version-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Beli produk pakai ulang.

Prioritaskan produk makanan dengan kemasan stoples dan botol pakai ulang, dan ember plastik daur ulang. Bahan-bahan ini masih berguna untuk menyimpan barang. [13] X Teliti sumber Anda juga akan mengurangi limbah baterai jika memakai baterai nickel-metal-hydride (NiMH) yang bisa diisi ulang. [14] X Teliti sumber • Alih-alih membeli air botolan, isi botol plastik pakai ulang atau stoples kaca untuk menampung air minum. Jika Anda membeli air botolan dengan alasan kesehatan, pilih dengan kemasan terbesar untuk mengurangi limbah.

• Gunakan saputangan dan lap kain yang dapat dicuci sebagai pengganti tisu. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/8\/83\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-12.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-12.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/8\/83\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-12.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-12.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pilihlah mobil bekas.

Dibutuhkan banyak energi dan bahan baku untuk membuat kendaraan baru. Belilah kendaraan kompak dan hemat bahan bakar untuk mengurangi limbah dan polusi yang dihasilkan. Kendaraan ini juga akan lebih hemat bahan bakar serta tidak memakan banyak ruang di jalan dan tempat parkir. • Carilah mobil dari tahun 1990 atau awal 2000, misalnya Honda CRX HF, Toyota Tercel atau Corolla, atau Mazda Protege.

[15] X Teliti sumber • Membeli motor atau sepeda bekas juga akan menghemat sumber daya.

apa yang diperhatikan dalam reuse

{INSERTKEYS} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/b\/ba\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-13.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-13.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/b\/ba\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-13.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-13.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Hemat kantong plastik dan kertas.

Anda bisa memakainya kembali untuk membawa belanjaan atau bahkan sebagai kantong sampah. Kantong ini juga bagus untuk menyimpan produk setengah pakai di kulkas, melindungi barang rapuh atau berpotensi bocor di dalam koper, atau sekadar untuk membawa-bawa barang. • Pakai kantong plastik belanja sebagai tempat sampah kecil, alih-alih membeli tempat sampah baru. • Beberapa toko menjual kantong pakai ulang yang bagus. Pertimbangkan untuk membeli dan menyimpannya di mobil supaya bisa digunakan saat berbelanja.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/14\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-14.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-14.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/14\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-14.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-14.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Ubah bahan bekas menjadi karya seni.

Kain, kertas, kardus, dan plastik semuanya bisa disulap menjadi kerajinan seni. Sebagian barang dapat menjadi dekorasi murni, misalnya kolase, dan sebagian lagi bisa serbaguna, misalnya dompet koin. Beberapa contoh di antaranya: • Majalah foto bekas menjadi kolase.

• Botol plastik menjadi dompet koin. • Pakaian dan kemasan bekas menjadi orang-orangan sawah. • Kaleng stoples mason menjadi pot herba. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/7\/7f\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-15.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-15.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/7\/7f\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-15.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-15.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Beli produk daur ulang.

Cek label kertas, plastik, dan produk logam untuk melihat apakah terbuat dari bahan daur ulang. Carilah tulisan semacam “ This product was made from 50% post-consumer recycled material” (produk terbuat dari 50% bahan daur ulang) di kemasan. {/INSERTKEYS}

apa yang diperhatikan dalam reuse

{INSERTKEYS} [16] X Teliti sumber • Sebagian barang terbuat dari bahan biodegradable (teruraikan hayati). Sebagai contoh, sebagian plastik dan sedotan terbuat dari jagung biodegradable. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/fa\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-16.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-16.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/fa\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-16.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-16.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Sortir barang-barang daur ulang.

Sediakan tempat sampah terpisah di dekat tempat sampah biasa khusus untuk membuang kaca, plastik, dan logam daur ulang. Sediakan satu tempat sampah lagi untuk koran dan kardus, jika kota Anda mengharuskan keduanya dibuang secara terpisah.

• Tidak semua kota mengharuskan Anda menyortir barang daur ulang. Cek peraturan daerah perihat tata cara penyortiran, waktu pengambilan, dan lain-lain. • Tidak semua plastik itu sama. Sebagian bisa didaur ulang sedangkan lainnya tidak. Cek angka di dasar benda plastik, lalu rujuk ke aturan pendauran ulang kota Anda. Perhatikan isi kotak sampah Anda untuk menemukan benda-benda apa yang masih bisa dikurangi pemakaiannya, digunakan kembali, dan didaur ulang. Kathryn Kellogg, penulis 101 Ways to Go Zero Waste, mengatakan, "Saya selalu menyarankan audit sampah untuk menemukan tempat terbaik untuk memulai proses menggunakan kembali karena barang-barang yang dibuat oleh masing-masing orang bisa sangat berbeda.

Saat saya mengaudit isi bak sampah, saya baru tahu kalau saya membuang banyak tisu, sampah makanan, dan kemasan makanan. Oleh karena itu, membuat kompos adalah pilihan tepat untuk mengurangi sampah saya." {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c3\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-17.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-17.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c3\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-17.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-17.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Manfaatkan pusat daur ulang lokal.

Apabila tidak ada fasilitas pengangkatan barang daur ulang tidak tersedia di area Anda, carilah fasilitas daur ulang terdekat dari tempat tinggal Anda. Pastikan untuk mencatat waktu operasionalnya karena sebagian fasilitas memiliki waktu akses terbatas. • Sebagai contoh, coba masukkan kalimat kunci “pusat daur ulang di (nama kota atau negara)” untuk menemukan tempat daur ulang di daerah Anda. • Sebagian pusat daur ulang membayar mereka yang membawa barang-barang daur ulang.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ae\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-18.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-18.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ae\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-18.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-18.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Periksa aturan daerah.

Lihatlah bagian FAQ ( frequently asked questions alias pertanyaan yang sering ditanyakan) pada situs web fasilitas daur ulang kota atau negara Anda. Seharusnya Anda bisa menemukan daftar bahan yang bisa dan dilarang didaur ulang. Bahan-bahan seperti stirofoam, dan sebagian plastik biasanya ditolak oleh pusat pendauran ulang. • Di dasar wadah plastik, cari angka yang dikelilingi tiga panah (simbol universal untuk daur ulang). Angka ini adalah Kode Identifikasi Resin SPI, yang mengindikasikan jenis plastik.

[17] X Sumber Tepercaya United States Environmental Protection Agency Kunjungi sumber Semakin rendah angkanya, kemungkinan besar plastik bisa didaur ulang. [18] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/3\/3d\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-19.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-19.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/3\/3d\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-19.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-19.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Daur ulang perangkat eletronik bekas.

Komputer, ponsel, tablet, perlengkapan stereo, microwave, dan perangkat serupa lainnya mengandung logam beracun dan zat kimia lain. Sebaiknya daur ulang perangkat ini untuk mengurangi dampak lingkungannya.

Cek kebijakan daur ulang perlengkapan elektronik dengan pusat fasilitas daur ulang, atau sumbangkan ke yayasan, misalnya panti asuhan atau panti jompo. [19] X Teliti sumber • Sebagian perusahaan komputer, misalnya Dell, menawarkan untuk menjemput komputer bekas, bebas biaya, untuk didaur ulang. {/INSERTKEYS}

apa yang diperhatikan dalam reuse

{INSERTKEYS} [20] X Teliti sumber Hewlett-Packard mendaur ulang cartridge tinta, baterai laptop, ponsel, dan lain-lainnya. [21] X Teliti sumber Apple menawarkan gift card sebagai ganti komputer bekas. [22] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/62\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-20.jpg\/v4-460px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-20.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/62\/Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-20.jpg\/v4-728px-Reduce%2C-Reuse%2C-and-Recycle-Step-20.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Komposkan sisa makanan dan limbah halaman.

Alih-alih membuang makanan yang tidak habis, dan menyingkirkan hasil pemangkasan halaman, lebih baik komposkan menjadi pupuk. Dengan demikian Anda memperoleh pupuk secara cuma-cuma dan mengurangi limbah rumah tangga. Anda bisa membeli plastik kompos di pusat perlengkapan kebun. • Bahan yang biasanya dikomposkan termasuk sisa sayuran dan buah-buahan, cangkang telur, rambut dan bulu, kantong teh, kotoran kuda, potongan rumput dan tanaman, serta dedaunan.

• Hindari mengomposkan produk olahan susu, daging dan ikan, masakan, potongan ilalang, tisu, kertas terproses atau berwarna, dan abu arang. [23] X Teliti sumber Artikel ini disusun bersama Kathryn Kellogg.

Kathryn Kellogg adalah pendiri goingzerowaste.com, sebuah situs web gaya hidup berisi cara menjalani hidup ramah lingkungan dalam bentuk langkah-langkah sederhana yang sarat muatan positif dan cinta. Kathryn adalah penulis 101 Ways to Go Zero Waste dan juru bicara hidup bebas plastik untuk National Geographic.

Artikel ini telah dilihat 4.666 kali. Di Surabaya, tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah terletak di Benowo. Lokasinya berdekatan dengan Gelora Bung Tomo. di TPA Benowo itu, jumlah sampah yang dikirim rata-rata sekitar 1500 – 1600 ton/hari. Luasnya 37 hektar. 200-250 orang pemulung beroperasi di sana. 300-350 truk sampah / hari. Produksi listrik 500.000 – 1.000.000 kwh/bulan (DKRTH Surabaya, 2019).

Penduduk Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah setiap harinya. Dari semua sampah yang dihasilkan tersebut, 24% mengotori ekosistem, hanya 7% yang didaur ulang, dan 69% di antaranya berakhir di TPA (CNN Indonesia, 2018).

Kecilnya jumlah sampah yang didaur ulang dan tingginya jumlah sampah yang menumpuk di TPA sampah ini menimbulkan banyak masalah sosial maupun lingkungan. Salah satunya adalah ancaman TPA-TPA di Indonesia yang tak lagi bisa beroperasi karena kelebihan kapasitas. Contohnya TPA/TPST Bantar Gebang di wilayah Bekasi, Jawa Barat yang memiliki luas 110,3 hektar dengan ketinggian gundukan sampah mencapai 30 meter disinyalir hanya mampu menampung masuknya 7000-7500 ton sampah penduduk DKI Jakarta hingga maksimal 3 tahun lagi.

Hal yang hampir serupa juga terjadi di TPA lainnya seperti TPA Suwung di Bali, dan TPA Piyungan di Jogjakarta. … Reuse (gunakan kembali) adalah langkah kedua dari prinsip pengolahan sampah 3R (Reduce – Reuse – Recycle) yang dikenal oleh masyarakat global. Reuse adalah upaya untuk menggunakan kembali sampah yang dihasilkan, setelah upaya reduce (pengurangan) sudah dilakukan.

Reuse (gunakan kembali) biasanya identik dengan menggunakan barang tersebut untuk fungsi yang lain tanpa merubah bentuknya. Contoh upaya yang termasuk reuse adalah pemanfaatan gelas plastik yang sudah rusak atau tidak layak lagi digunakan untuk wadah minum digunakan untuk pot/polibag tanaman. Piring yang rusak setelah berulang kali pakai juga bisa digunakan untuk alas pot tanaman. Reuse juga bisa diterapkan pada kantong plastik atau kresek yang biasanya hanya digunakan sekali oleh masyarakat.

Caranya dengan menggunakan kresek yang ada di rumah berulang kali. Bungkus produk kemasan besar juga bisa digunakan untuk pot tanaman. Tentunya, masih banyak contoh yang lainnya yang termasuk reuse (gunakan kembali). Bagaimana menurutmu? Tantangannya perlu cara khusus agar setiap individu mau menerapkan reuse dalam kehidupan sehari-harinya.

Penulis: Mochamad Zamroni Maret 29, 2020 pada 22:19 Permalink Nama : Sabrina Khanza Dewi No. Peserta : 410 Asal sekolah : SDN Kaliasin 1 Surabaya Proyek : Penghijauan Di Lahan Sempit Dari saya membaca hal ini saya akan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, membuat botol plastik yang sudah tidak layak minum menjadi pot tanaman sudah saya lakukan, dengan hal itu kita bisa mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Saya akan lebih mencari tahu cara mendaur ulang sampah supaya sampah yang dihasilkan akan lebih berkurang, saya akan berusaha melakukan ini bersama dengan keluarga saya untuk mengurangi sampah yang dihasilkannya. Sekian dulu dari saya. Balas • Maret 29, 2020 pada 22:27 Permalink Semoga sampah plastik terkurangi karena sampah plastik bisa mencemari alam disekitar.

Semoga semua orang dapat mendaur ulang sampah menjadi barang yang lebih berguna. Atau saya mau sampah plastik bisa dijadikan tas atau yang lain (barang berguna) supaya ramah lingkungan. Balas • Maret 30, 2020 pada 19:49 Permalink Nama=Nesya Indah Sasi Kirana Sekolah=SDN NGAGEL 1 No.peserta=454 Proyek=Simol Membaca artikel tentang tumpukan sampah sangat mengerikan. Kalau di biarkan sampah-sampah ini akan menutupi bumi. Marilah jaga bumi kita dari tumpukan sampah dengan cara memilahnya.

Kita awali dengan memilah sampah dirumah dengan memisahkan sampah organik dan onorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk sedangkan onorganik bisa di daur ulang SALAM BUMI……PASTI LESTARI🌏🌱 ZERO…ZERO…ZERO WASTE 👌👌👌 Balas • Maret 29, 2020 pada 22:20 Permalink Nama:Filzah Putri Naraya Sekolah:SDN Kaliasin 7 Surabaya No.

Peserta 68 Proyek Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna. Sangat menginspirasi sekali karena dengan mengolah sampah menjadi barang yang berguna,unik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Aku jadi ingin membuat nya. Salam Bumi Pasti Lestari 🌏🌱 Sekali Zero Waste….. tetap Zero Waste 👌👌 Balas • Maret 30, 2020 pada 07:25 Permalink .Nama: Hening hidayah No. Peserta:396. Proyek: ecobrick Asalamualaikum ……….. Kakak dan teman teman kalau menurut saya apa yang sudah di paparkan di atas memang masih belum maksimal dengan banyaknya sampah dengan yang bisa di daur ulang Menurut saya yaitu pencegahan awal dengan cara yang memakai bahan plastik di ubah dengan bahan organik yang bebas plastik Dan untuk mengurangi sampah plastik seperti botol mineral yang sudah saya buat meja dan kursi yang sekarang saya lakukan bersama keluarga Dan dangan botol mineral bekas kalau di isi dengan bukus kemasan plastik sudah dapat lumayanbanyak mengurangi limbah plastik.

Semoga bermanfaat 🙏 Salam bumi ” PASTI LESTARI.🌍🏝 Balas • Maret 29, 2020 pada 22:24 Permalink sakya anindya sdn dukuh menanggal 1 no 38 saat ini banyak sekali orang yg kreatif untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yg bermanfat dan bahkan memiliki nilai jual .. untuk reuse saya memakai botol kemasan besar bekas super sol untuk wadah menyiram tanaman jadi berguna untuk menyiram tanaman agar airnya pas ke pot … di rumah ada berberapa botol refill isi ulang jadi bisa di pakai untuk isi sabun cair .

sabun cuci piring . detergen dll jadi bisa di gunakan berulang2 dan lebih hemat tanpa beli kemasan kecil atau sachet. Balas • Maret 29, 2020 pada 22:29 Permalink Nama : Zaky Afrizal Prastyawan Asal Sekolah : SMPN 12 SURABAYA No. Peserta : 231 Saya sangat setuju dengan adanya kegiatan mengolah kembali sampah yang dapat digunakan. Namun upaya ini, masih belum dapat dikatakan sebagai cara yang tepat mengurangi sampah. Karena pada dasarnya, jika kita ingin mengurangi sampah, harus terlebih dahulu meminimalisir penggunaan sampah tersebut, sebut saja sampag plastik.

Misalnya dengan selalu membawa tumblr kesekolah dan lebih memilih produk dengan kemasan vesar dari pada memilih produk berukuran kecil. Jika, kita telah meminimalisir, maka langkah berikutnya ialah mengolah atau menggunakan kembali sampah plastik yang ada. Kalau sudah begini, jadi sampah bisa berkurang dan sampah yang telah dihasilkan tidak mencemari lingkungan, melainkan dapat menjadi sebuah manfaat apabila kita sendiri pandai dalam pengolahan dan penggunaannya kembali.

Terima kasih Balas • Maret 29, 2020 pada 22:47 Permalink Nama : Dimas Dwi Pangestu Sekolah : SDN RANGKAH 1 SBY No peserta :169 Proyek : Budidaya Pandan Wangi Kebetulan di rumah banyak jerigen bekas ,maka untuk mewujudkan prinsip olah sampah 3R saya akan membuat pot dari jerigen bekas yang sudah tidak di pakai ( reuse).

Balas • Maret 29, 2020 pada 22:54 Permalink Nama: adya rezky mulya dewa Sekolah:sdn tanah kali kedinding1/251 No peserta:183 Judul proyek: tas daur ulang dari karung beras Bersama ini saya mengolah sampah dan mennetralisir sampah dan menfaatkan sampah bekas karung beras untuk menjadi tas yang bisa di pakai dan di pergunakan berulang kali.tas daur ulang ini bisa di pakai belanja kemana pun sebagai pengganti tas kresek sekali pakai.selain mendaur ulang sampah bekas karung beras saya menreseus/ mendaur ulang sampah botol plastik sebagai berbagai pot dan bentuk yang lucu juga sampah tas kresek sekali pakai sebagai berbagai bentuk bunga yang cantik tidak lupa juga sampah bungkus minuman sachet sekali pakai bisa di manfaatkan/di pergunakan sebagai tas cantik yang bisa di pakai berulang kali sebagai penganti tas kresek sekali pakai Balas • Maret 30, 2020 pada 06:07 Permalink Nama:kayla Beby Azari No peserta:70 Asal sekolah: SDN kaliasin 7 Surabaya Judul proyek saya adalah pemanfaatan tas kresek menjadi bunga hias.

Sangat menginspirasi sekali karena dengan mengolah sampah menjadi barang berguna dan unik. Zero waste terus 👌👌👌 SALAM BUMI PASTI LESTARI 🌱🌱🌱 Balas • Maret 30, 2020 pada 03:07 Permalink Nama : Najwa Almira Salsabila Sekolah : SDN RANGKAH 1 SBY No.

Peserta : 234 Proyek Lingk : Budidaya Tanaman Ginseng Jawa Upaya Reuse sangat diperlukan setelah Reduce. Dalam proyek saya berupaya menerapkannya dengan memakai botol bekas dan kaleng cat plastik sebagai pot. Semoga semakin banyak yang menerapkan 3R untuk mengurangi jumlah sampah di bumi ini.

Balas • Maret 30, 2020 pada 04:46 Permalink NAMA : ELVINA AILSHA HAYYU V NO.URUT : 66 SDN KALIASIN VII JUDUL PROYEK ” PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK MENJADI SESUATU YANG BERGUNA” Sangat menginspirasi sekali. Saya sangat setuju dengan kegiatan mendaur ulang sampah.

Sampai saat ini saya sudah mendaur ulang sampah seperti : botol / kaleng bekas saya daur ulang menjadi aneka tempat pensil, tutup btol saya jadikan pot dan bunga cantik dan masih banyak lagi, tas belanja dari karung beras Selain mendaur ulang saya juga mengurangi penggunaan plastik dengan selalu membawa tas belanja yang dapt digunakan berulang kali. Membiasakan selalu membawa T2. Serta mensosialisasikannya ke teman, keluarga, dan tetangga.

Selama liburan saya akan lebih kreatif lagi dalam.mendaur sampah menjadi sesuatu yang berguna SALAM BUMI PASTI LESTARI SELALU ZERO WASTE SAATNYA DIET PLASTIK DON’T FORGET ….SAMPAH BISA MENJADI RUPIAH… Balas • Maret 30, 2020 pada 05:49 Permalink Nama : Dinda Kezia Sekolah : Sdn Pakis 3 Nomor Peserta : 182 Saya setuju dengan artikel diatas .. 👌 , Kita harus memakai lagi plastik sehingga di TPA tidak banyak sampah 😊 ..

Saya juga memanfaatkan botol plastik yang sudah tidak dipakai oleh masyarakat kampung saya 😉 Rumah saya sering sekali terjadi banjir … Akhirnya saya mencari tahu apa penyebab kampung saya banjir ?? 🤔🤔 Ternyata Banyaknya Botol plastik yang teraymbat di selokan setelah hujan reda saya mengambil botol-botol bekas lalu saya jadikan untuk media tanam terimakasih 😘😍 .. Balas • Maret 30, 2020 pada 06:16 Permalink NAMA : NABILA PUTRI GHAIDA SEKOLAH : SDN JSMBANGAN I SURABAYA NO.PESERTA : 56 JUDUL PROYEK : PEMANFAATAN JASER UNTUK MINUMAN KESEHATAN IG : nabilaputrighaida Saya sangat sedih dan prihatin sekali mendengar sampah yang masih menumpuk dan menggunung.Meskipun kita sudah mengolah sampah dan menggunakannya kembali…itu tidak cukup untuk mengurangi sampah yang menumpuk.

Karena kalau cuma kita aja yang melakukan reuse,sampah sampah itu masih akan tetap menumpuk. Mungkin dengan mengadakan lomba kampung zero waste dan dengan kriteria tiap masyarakatnya harus memanfaatkan barang bekas menjadi pot tanaman,karena yang saya lihat itu,setiap ada lomba di kampung ,itu mereka berbondong bondong membeli pot tanaman, bukan menggunakan pot tanaman dari barang bekas.

Nah,bagaimana kalau setiap ada lomba di kampung itu harus menggunakan pot tanaman dari barang bekas, mungkin itu akan lebih banyak mengurangi sampah yang menumpuk dan menggunung. SALAM BUMI HIJAU LESTARI🌿🌿🌱🌱 Balas • Maret 30, 2020 pada 05:07 Permalink Nama:Khanza Aurellya Anggraeni. Sekolah:SDN Kaliasin VII Surabaya. No peserta:72.

Proyek:Pemanfaatan Sampah Kain Perca Menjadi Barang Berguna. Saya sangat setuju sekali….. Dengan adanya sampah yang menumpuk sehingga TPA yang tidak lagi menampung maka kita sebagai generasi muda harus mempunyai terobosan baru atau kreativitas gimana caranya sampah yang ada di lingkungan tempat tinggal dapat dikelola oleh kita.

Contoh memanfaatkan sampah rumah tangga seperti plastik dan botol bekas menjadi barang yang berguna dan itu sudah saya lakukan dengan cara saya mengambil sampah dari rumah ke rumah atau dari warung-warung yang menghasilkan sampah plastik guna dijadikan Ecobrik.

Salam Bumi Pasti Lestari… Balas • Maret 30, 2020 pada 06:30 Permalink ASSALAMUALAIKUM WR.WB Nama : NAUFAL ARIF RAMADHAN NO PESERTA: 83 Asal sekolah: SDN kapasan v/147 Proyek : BERWIRAUSAHA DENGAN mengumpulkan minyak jelantah Saya setuju sekali…. Untuk penumpukan sampah dI TPA yg tidak lagi menampung Sampah sampah yang melonjak sampai Berton ton untuk mengambilnya makanya kita sebagai anak muda harus memikirkan ide yg kreatif untuk mengolah sampah sampah ini hingga menjadi barang barang yg dapat digunakan kembali dan membaginya beberapa persen yaitu dan semua sampah sampah yg mengotori ekosistem adalah 24 % dan 7% yang didaur ulang dan 69% yang berakhir di TPA benowo Thats all, for me and thanks you SEKIAN DARI SAYA DAN terimakasih Wassalamualaikum wr.

WB Salam zero waste….. Tidak ada lagi sampah plastik dan kertas lagi Balas • Maret 30, 2020 pada 09:30 Permalink Nama: Pertiwi Eka Putri Handayani Asal sekolah: SDN Tanah Kalikedinding 1/251 Proyek: Budidaya Kelor Magic di Lahan Sempit Setuju dengan adanya penindak lanjutan sampah yaitu Reuse, bisa mengajarkan kepada masyarakat bahwa barang bekas yang masih bisa di manfaatkan tidak hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir atau di Rombeng (di jual).

Balas • Maret 30, 2020 pada 10:02 Permalink Nama : Marsyanda Dewi Cinta Maharani No. Peserta : 382 Sekolah : Dalang Botbe Tutol Kaper ( daur ulang botol bekas, tutup botol, kain perca ) Membaca texs di atas menginspirasi saya untuk tetap semangat menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah terutama sampah plastik dan mendaurulang menjadi aneka barang yang bermanfaat untuk semua orang karena judul proyek saya juga mendaur ulang barang bekas yg sama artinya dengan 3 R Salam Bumi Pasti Lestari 🌍🌱 Balas • Maret 30, 2020 pada 18:06 Permalink Assalamualaikum…Hello Sobat 🌱💚 Nama:Bintang Zaskia Ramadhani No.Peserta:256 Asal Sekolah:SDN SIDOTOPO WETAN 2 Judul Proyek:SAYA KAYA (SAbun lidah buaYA dan maKAnan lidah buaYA) Komen:Membaca teks diatas sangat menginspirasi sekali untuk tetap semangat menjaga lingkungan agar bersih dan terhindar dari sampah plastik.

Reduce,Reuse,Recycle merupakan cara yang sangat mudah dapat dilakukan oleh siapapun,kapanpun,dan dimanapun.Walaupun mudah dan sederhana bila dilakukan oleh semua orang akan memberikan dampak yang signifikan untuk mengurangi jumlah sampah.Untuk menanamkan kesadaran masyarakat tentang 3R di butuhkan pembiasaan sejak usia dini,sosialisasi,dan kampanye kepada masyarakat. Dengan harapan dengan adanya prinsip 3R masyarakat di Indonesia memiliki kepedulian terhadap sampah dan dapat mengolah sampah secara maksimal.

Ayoo kita…Manfaat kan barang bekas menjadi barang yang berguna dan mempunyai nilai jual Mari kita bebaskan bumi kita dari sampah plastik!!😉👍 Salam Bumi 🌍 Pasti Lestari!!!🌱💚🌍 Sekian komen saya Wasallammualaikum wr.wb. Balas • Maret 30, 2020 pada 10:22 Permalink Assalamualaikum wr wb. Nama : Tristan Kesyandria Ali Pasha Sekolah : SMPN 41 Surabaya . Sampah menjadi suatu permasalah tersendiri bagi dunia khususnya Pemerintah Indonesia.

Berbagai upaya dilakukan untuk menanggani masalah sampah. Reduce, Reuse, Recycle (3R) merupakan langkah yang tengah di galkakan. Pemerintah juga menerapkan prinsip 3R dalam prilaku masyarakat mengapa demikian ??? karena jumlah sampah yang dihasilkan sangat banyak kebanyakan berakhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPA). Sedangkan TPA sudah tidak dapat menampung lagi jumlah sampah yang dihasilkan. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengn pemilahan yang benar juga masih kurang.

Bahkan beberapa orang membuang sampah di sungai ataupun laut yang tentunya akan mencemari kehidupan di laut. . Salah satu cara mengolah sampah dengan cara Reuse yaitu pemakaian kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang lain. Dalam keseharian saya prinsip reuse yang telah saya lakukan contohnya : – Menulis dengan mengunakan sisi kertas yang masih kosong. – Menggunakan botol minuman bekas untuk mengemas PuCaGot yang saya jual atau bagikan.

– Menggunakan wadah yang tidak terpakai untuk wadah penetasan telur BSF. – Memanfaatkan baju bekas yang tidak layak pakai untuk kain el Reduce, Reuse, Recycle merupakan cara yang sangat mudah dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun.

Walaupun mudah dan sederhana bila dilakukan oleh semua orang akan memberikan dampak yang signifikan untuk mengurangi jumlah sampah.

Untuk menanamkan kesadaran masyarakat tentang 3R di butuhkan pembiasaan sejak usia dini ,sosialisasi ,dan kampanye kepada masyarakat. Dengan harapan dengan adanya prinsip 3R masyarakat di Indonesia memiliki kepedulian terhadap sampah dan dapat mengolah sampah secara maksimal.

Sekali Zero Waste Tetap Zero Waste 👌♻️🌿🌏 Balas • Maret 30, 2020 pada 10:41 Permalink Nama: Niken Octaria Sidabalok Sekolah: SDN Kaliasin 1 Proyek: Pengelolaan Sampah Organic No. Peserta: 490 Saya setuju pada artikel tersebut. Kita harus bisa melakukan gerakan gerakan 3R. Karena itu sangat penting untuk menjaga bumi. Saya dan kelyarga juga sudaha menerapkan sehari hari. Misal: Tidak menggunakan sedotan plastik ketika minum, menggunakan kembali kresek yang masih bisa dipakai, dan mendaur ulang sampah plastik jadi barang yang berguna tidak hanya sampah an organik sampah organic juga!

Balas • Maret 30, 2020 pada 11:38 Permalink Nama:kinaryoshi qaidah ufairah Sekolah:sdn sawahan IV No urut:246 Proyek:teknik bididaya ikan dengan aquaponik Membaca teks di atas sangat menginspirasi sekali untuk tetap semangat menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terhindar dari sampah plastik. Saat ini saya sedang memanfaatkan botol bekas tujuan saya untuk membuat netpot untuk tanaman hodroponik. Kalian bisa mencegah sampah dengan melakukan 3R Reduce,reuse,dan recycle 🌎salam bumi pasti lestari🌿 Balas • Maret 30, 2020 pada 14:07 Permalink Nama : Ryendra wahyu Dhewanata Iswanto Sekolah : SDN Gubeng 1 No Peserta : 53 Proyek : mengolah kembali sampah plastik Proyek Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Aneka Barang Yang Berguna.

Sangat menginspirasi sekali karena dengan mengolah sampah menjadi barang yang berguna,unik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Aku jadi ingin membuat nya. Salam Bumi Pasti Lestari 🌏🌱 Sekali Zero Waste….. tetap Zero Waste 👌👌 Balas • Maret 30, 2020 pada 16:40 Permalink Nama:Nada Auliya Mu’tamaroh Asal sekolah:SDN Wonokusumo V/44 No peserta:292 Judul proyek:Samitah (Sabun Minyak Jelantah) Menggunakan kembali (reuse) memang perlu untuk diterapkan.

Menurut saya cara khusus agar setiap individu mau menerapkan reuse dalam kehidupan sehari harinya yaitu dalam langkah awal kita perlu merealisasikan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya sampah dan bagaimana arti penting reuse untuk mengurangi angka sampah dan menambah angka kekreativan setiap individu dalam mengolah sampah tahap reuse ini. Zero Waste👌! Salam bumi🌍pasti lestari🍀 Balas • Maret 30, 2020 pada 17:03 Permalink Nama : Alisya ramadhani Asal sekolah : SMPN 22 Surabaya Nomer urut :18 Judul proyek : Pemanfaatan limbah botol plastik menjadi barang yang berguna Menurut pendapat saya…harus dilakukan cara2 pendekatan yg lebih maksimal lagi (sosialisasi total).

Dengan mengedukasi kepada masyarakat. Semisal penyuluhan kepada ibu2 PKK,sekolah,karywn swasta / instansi pemerintah,komunitas2 yg ada.

Bahkan bisa bekerja sama dengan publik figur (youtuber). Dan jg tdk mengabaikan media elektronik/media promosi lainnya. Dan itu harus dilakukan secara terus menerus untuk dapat menekan angka timbunan sampah yang semakin membumbung tinggi Balas • Maret 30, 2020 pada 19:04 Permalink Nama: Archie Rahadian Muhammad Asal sekolah: SMP Negeri 61 Surabaya No.

Peserta: 177 Judul proyek saya adalah Pemanfaatan Lahan Sempit untuk Budidaya TOGA. Reuce (gunakan kembali) Adalah menggunakan kembali barang bekas yang telah kita gunakan untuk fungsi yang lain tanpa merubah bentuknya misalnya yang termasuk reuce adalah memanfaatkan botol mineral bekas, kaleng bekas cat, toples bekas, timba bekas, gelas plastik bekas, baskom(wadah bekas), panci bekas, kemasan bekas jajanan, minyak goreng, sabun cuci dll.

yang digunakan untuk wadah tanaman atau yang disebut pot atau polibeg tanaman. Semua wadah itu pun bisa dibuat bentuk yang lain seperti hiasan dinding , hiasan meja,dll. Dalam hubungan dengan proyek saya hampir semua TOGA/saya menggunakan barang/wadah bekas pakai tsb. Reuce, kenapa tidak? Sebenarnya dengan reuse kita bisa menciptakan keindahan ruangan lho,… Selain untuk wadah/pot dan untuk hiasan, berarti kita sudah bisa mengurangi sampah di TPA Benowo .

AYO, TEMAN KURANGI SAMPAH DENGAN PROYEK REUCE DALAM BENTUK YANG LAIN, YA…!! SALAM BUMI PASTI LESTARI ZERO WASTE TERUS KAMU HARUS BISA Balas • Maret 30, 2020 pada 20:35 Permalink Saya Chelsea Felisa Loemawan Dari SMPN 26 Surabaya Dengan nomor urut 102 —–assalamualaikum—– . . disini saya beranggapan bahwa, masyarakat disekitar kita kurang akan kesadaran untuk mengurangi sampah dan juga mengolah sampah untuk dapat digunakan kembali Kesadaran ini akan timbul dari diri kita sendiri apabila kita dapat berpikir dengan bijak apa yang akan terjadi apabila masalah ini tidak ditanggulangi dengan segera Apabila tak segera ditanggulangi maka banyak yang dirugikan termasuk kita seperti TPA yang akan penuh tak lama lagi akan dan menyebabkan polusi sehingga pernapasan terganggu, menyebabkan air terkontaminasi sehingga mahluk hidup didalam nya akan mati dan juga mengganggu ekosistem.

”cara yang mudah adalah •Dengan memakai wadah makanan ataupun minuman yang dapat digunakan berulang ( Refill) •Membawa Tote bag/tas kain yang dapat digunakan berulang kali •Menggunakan saputangan karena dapat dipakai kembali setelah dicuci. Tidak ada sampah yang dibuang. Dibandingkan dengan penggunaan tisu yang menghasilkan sampah •Apabila lupa membawa tumblr dan membeli botol plastik diusahan membawa kembali dan digunakan untuk berbagai kerajinan seperti tepak ataupun juga untuk wadah minyak goreng bekas / tempat sabun cair •Apabila salah Mengeprint tugas dapat menggunakan bagian belakang nya untuk tempat draft surat atau mencatat sesuatu •Jika mempunyai baju bekas layak pakai dapat disumbangkan kepada orang yang memerlukan nya •Apabila baju tak layak pakai dapat digunakan untuk lap atau didaur ulang menjadi kerajinan .

. . Dan juga kita harus menimbulkan rasa peduli mulai awal dari kita sendiri mulai sekarang lalu berlanjut ke sekitar dengan bersosialisasi dan berkampanye Dan juga dengan memakai sosial media seperti youtuber juga artis, selebriti dan juga selebgram untuk berpartisipan karena dapat lebih cepat dikenal masyarakat .

Terimakasih Salam bumi 🌏 pasti lestari 🌱 —–wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatu—– Balas • Maret 31, 2020 pada 07:51 Permalink Nama : Athaya Khansaa Aurelia No pangput : 482 Sekolah : SDN Medokan Ayu II / 615 Surabaya Proyek : jahe si hangat, nikmat, berkhasiat Ig : athayaka264 Yuk lakukan reuse!

dengan menggunakan kembali barang barang yang tidak digunakan. Seperti : menggunakan ember bekas untuk pot tanaman, ban bekas sebagai pot, botol minuman sebagai poit dan tempat pensil .dan masih banyak lagi Balas • Maret 31, 2020 pada 14:52 Permalink Nama : Psa Agustin Maheswari Asal Sekolah : SDN Dukuh Menanggal 1/424 Nomor Peserta : 34 Nama Proyek : MASKISANG (Masker Kulit Pisang) Istilah Reuce (gunakan kembali) adalah salah satu dari program R3. Iya…..Reuse adalah menggunakan kembali barang bekas yang telah kita gunakan untuk dapat difungsikan kegunaan yang lain dengan tanpa merubah bentuknya, contohnya yang termasuk reuce adalah memanfaatkan kaleng bekas cat, botol aqua bekas, piring bekas, timba bekas bangunan, gelas plastik bekas, semua itu dapat digunakan untuk pot tanaman atau dibuat hiasan menarik laiinnya.

Seperti dirumah saya untuk pot tanaman gading sirih yang ada di meja kerja ayah saya, dan yg ada di meja makan belakang menggunakan barang barang bekas yg ada dirumah. Ada hiasan dari piring yg dipajang di dinding juga. Reuse….lanjuttt… Salam bumi selalu lestari Kami keluarga zero waste..

Keep healt Balas • Maret 31, 2020 pada 19:25 Permalink Nama : Aurellia Salsabilla WS Sekolah : SDN PAKIS V No peserta : 194 Betul sekali reuse juga harus digalakkan seperti pada proyek saya bekas buku yg masih kosong saya kumpulkan dan saya jadikan buku baru lagi shg bisa digunakan lagi. Selain itu bekas2 alat rmh tangga dirumahku seperti kaleng bekas roti kami gunakan untuk pot tanaman.

Ayo reuse harus kita galakan mulai dari kelurga kita biar nanti akan ditiru oleh org2 sekitar kita. Salam bumi pasti lestari 🌳 Balas • April 18, 2020 pada 18:55 Permalink menggunakan kembali barang barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang memiliki manfaat akan dapat membantu mengurangi limbah plastik,contohnya menggunakan botol air kemasan dapat dimanfaatkan menjadi pot tanaman, sedotan plastik dapat dimanfaatkan untuk membuat hiasan, dan masih banyak lagi contoh pemanfaatannya.

Salam bumi pasti lestari Balas • Februari 19, 2021 pada 15:03 Permalink Nama: Jilisya casandra Absen 20 Kelas 7D SMP 150 Jakarta timur Saya beranggapan bahwa lingkungan terjaga dengan adanya daur ulang “reuce” ini dapat berlangsungnya ekosistem kehidupan tanpa merusak alam dan menurut saya sedikit demi sedikit akan mengurangi sampah di dunia dan pemerintah harus mengoptimalkan daur ulang sampah plastik Balas • • REVALINA FERNANDA says: Nama : Revalina Fernanda Kelas : 4F Sekolah : ...

• REVALINA FERNANDA says: Nama : Revalina Fernanda Kelas : 4F Sekolah : ... • REVALINA FERNANDA says: Nama : Revalina Fernanda Kelas : 4F Sekolah ... • REVALINA FERNANDA says: Nama : Revalina Fernanda Kelas : 4F Sekolah : S...

• REVALINA FERNANDA says: Nama : Revalina Fernanda Kelas : 4F Sekolah : S... KALENDER
KOMPAS.com - Jumlah sampah terus bertembah seiring dengan berjalannya waktu. Jika tidak ditanggulangi, maka bukan hal yang tak mungkin jika sampah memenuhi seluruh permukaan Bumi. Oleh karena itu manusia mulai melaukan pengelolaan sampah. Dalam pengelolaan sampah dikenal prinsip 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle.

Apakah pengertian sesungguhnya dari prinsip 3R dan apa manfaatnya bagi kehidupan? Untuk mengetahuinya yuk kita simak penjelasan di bawah ini: Reduce Reduce atau mengurangi adalah prinsip pertama yang paling mendasar dari pengelolaan sampah. Reduce berarti mengurangi sampah sejak awal. Misalnya daripada menggunakan kantong plastik yang sekali pakai, lebih baik menggunakan kantong belanja yang bisa berkali-kali digunakan.

Baca juga: Kriteria Parameter Limbah Contoh lain dari reduce adalah tidak membiarkan keran air mengalir begitu saja saat mandi maupun menggosok gigi, mematikan lampu, kipas angin, dan juga pendingin ruangan ketika tidak dibutuhkan, dan membawa alat makan sendiri daripada menggunakan kemasan sekali pakai.

Dilansir dari United States Environmental Protection Agency, manfaat melakukan reduce adalah mencegah polusi baru yang disebabkan pengurangan kebutuhan, menghemat energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi sampah yang harus di daur ulang, dan memungkinkan produk digunakan secara maksimal.

Prinsip reduce juga mendorong manusia untuk lebih dapat memahami kebutuhannya. Dibanding membeli barang yang diinginkan namun tidak berguna dan akan menjadi sampah. Prinsip reduce menekan sikap konsumtif manusia dan otomatis membuat manusia hidup lebih hemat.

Reuse Reuse atau menggunakan kembali adalah prinsip kedua dalam pengelolaan sampah. Dilansir dari A Singapore Government Agency Website, reduce adalah prinsip untuk mempertimbangkan dahulu barang sebelum dibuang dan memperkirakan kemungkinannya untuk digunakan kembali. Misalnya menggunakan botol plastik bekas sebagai tempat menyimpan cairan pembersih lantai atau sembagai penyiram tanaman.

Baca juga: Cara Pengolahan Limbah Keras GridKids.id - Siapa yang sudah tahu tentang apa itu reduce, reuse, dan recycle, nih? Mungkin kamu sudah enggak asing dengan ketiga istilah tersebut, ya. Nah, kali ini mari kita bahas bersama tentang apa itu reduce, reuse, dan recycle atau yang biasa disingkat 3R, mulai dari pengertian hingga contohnya. Baca Juga: Mengenali Perubahan yang Terjadi pada Benda Akibat Perubahan Suhu Soalnya, penting banget untuk mengetahui konsep 3R demi membuat lingkungan kita lebih baik lagi dari sampah, Kids.

Yap! Saat ini jutaan sampah membanjiri bumi kita setiap harinya, lo. Nah, sekarang kita simak bersama penjelasannya, yuk! Baca Juga: Apa Itu Efek Rumah Kaca? Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya Bagi Bumi Baca Juga: Definisi Litosfer, Jenis Batu Litosfer dan Manfaat Litosfer di Bumi Apa Itu Reduce, Reuse, Recycle (3R)?

Dilansir dari laman Waste4Cgange reduce, reuse, recycle (3R) adalah konsep urutan langkah untuk mengelola sampah dengan baik, Kids. Reduce Reduce berarti 'mengurangi sampah'. Maksudnya, langkah ini mengajak kita untuk mengurangi penggunaan produk yang nantinya akan menjadi sampah. Terutama produk yang membutuhkan waktu sangat lama untuk bisa terurai secara alami di alam, misalnya produk berbahan plastik.

Reduce ini adalah langkah yang menjadi prioritas utama, Kids. Jadi, penggunaan barang yang sulit atau bahkan enggak bisa didaur ulang kembali sebaiknya dikurangi.

Dengan begitu timbunan sampah yang berpotensi merusak lingkungan akan berkurang. Contoh penerapan langkah ini adalah dengan membawa botol minum atau peralatan makan sendiri seperti sendok dan garpu saat bepergian sehingga bisa mengurangi sampah botol dan alat makan sekali pakai. Baca Juga: Arti Istilah Reduce dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari Reuse Reuse berarti 'menggunakan kembali'.

Langkah ini mengajak kita untuk menggunakan kembali produk yang sudah dipakai. Dengan begitu, enggak banyak sampah ditimbulkan akibat produk-produk sekali pakai, Kids.

Misalnya, kita menggunakan kembali bekas botol kemasan air minum sebagai pot tanaman. Atau kita gunakan bekas kaleng biskuit untuk menyimpan uang koin atau pernak-pernik lainnya.

Kita juga bisa mengisi ulang botol bekas sabun mandi dengan membeli kemasan refill. Baca Juga: Biasanya Hanya Berujung Jadi Sampah, Siapa Sangka Kalau Jaring Buah Ternyata Malah Punya Manfaat Recycle Recycle berarti 'mendaur ulang'. Langkah ini bisa disebut sebagai langkah memberikan kesempatan kedua untuk berbagai produk bekas agar bisa menjadi produk baru. {/INSERTKEYS}

apa yang diperhatikan dalam reuse

Dengan demikian, produk baru dari hasil daur ulang tersebut bisa dimanfaatkan kembali dan enggak hanya menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan, Kids. Produk yang didaur ulang biasanya adalah limbah dengan bahan yang enggak bisa langsung digunakan lagi. Contohnya adalah mendaur ulang plastik bekas kemasan makanan atau minuman. Baca Juga: Apa Itu Recycle atau Daur Ulang? Ini Penjelasan dan Fungsinya Biasanya kemasan makanan atau minuman didesain hanya untuk sekali pakai, makanya enggak mungkin dimanfaatkan kembali dengan fungsi yang sama.

Makanya, produk bekas tersebut harus didaur ulang kembali menjadi produk baru, misalnya menjadi pot tanaman. Apa Pentingnya Melakukan 3R?

apa yang diperhatikan dalam reuse

Tahukah kamu, setiap produk yang dihasilkan dan digunakan manusia memiliki dampak yang besar bagi bumi? Yap, untuk memproduksi berbagai produk kebutuhan, dibutuhkan sumber daya alam serta energi yang enggak sedikit, lo.

Setelah digunakan, produk-produk tersebut pun apa yang diperhatikan dalam reuse yang meninggalkan sampah. Baca Juga: Cara Melestarikan Makhluk Hidup dan Manfaat Pelestarian Makhluk Hidup Sampah-sampah yang enggak dikelola dengan baik bisa menumpuk bahkan mencemari lingkungan sehingga membahayakan alam.

Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk menerapkan 3R atau reduce, reuse, dan recycle tersebut, Kids. Secara garis besar, berikut ini manfaat yang bakal kita dapatkan jika kita melakukan 3R.

- Alam akan lebih terjaga sehingga bisa tercipta masa depan yang berkelanjutan - Sumber daya alam akan lestari - Energi yang digunakan bisa lebih hemat - Efek rumah kaca dari emisi gas bisa jauh berkurang sehingga lingkungan jadi lebih sehat - Limbah dari sampah produk bisa berkurang sehingga enggak membahayakan alam - Hewan-hewan terutama yang tinggal di laut aman dari ancaman sampah yang bisa berbahaya Baca Juga: Bunga di Seluruh Dunia Alami Perubahan Warna Demi Hadapi Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu reduce, reuse, recycle dan manfaat jika melakukan 3R tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Langkah mana yang selama ini sudah kamu lakukan, Kids?

----- Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek.

apa yang diperhatikan dalam reuse

Tinggal klik di https://www.gridstore.id
Apa yang dapat dilakukan untuk reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), dan recycle (mendaur ulang)? Tulis hasilnya pada tabel berikut! Diskusikan dengan temanmu! Pembahasan kunci jawaban tema 3 kelas 3 SD MI halaman 35, di buku tematik siswa kurikulum 2013 revisi 2018. Tepatnya pada materi pembelajaran 4 subtema 1 Aneka Benda di Sekitarku. Ayo Berdiskusi!

Kamu telah membaca wacana di atas. Kamu harus dapat mengurangi dan membatasi penggunaan bahan-bahan dari plastik. Untuk itu, lakukan kegiatan reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Diskusikan dengan temanmu! Apa yang dapat dilakukan untuk reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), dan recycle (mendaur ulang)? Tulis hasilnya pada tabel berikut! Reduce 1. Ketika berbelanja membawa tas sendiri.

2. Menggunakan produk yang dapat diisi ulang misalnya minuman isi ulang. 3. Menghindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah plastik. Reuse 1. Memilih wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. 2. Menggunakan tas belanja dari kain dari pada menggunakan kantong plastik. 3. Menggunakan botol plastik air minum sebagai pot bunga. Recycle 1. Memberikan sampah plastik kepada pemulung atau petugas kebersihan 2. Membawa sampah plastik ke tempat daur ulang sampah plastik.

3. Memisahkan sampah plastik dari sampah jenis lainnya. Ayo Mengamati! Amatilah lingkungan di sekolahmu! Banyakkah sampah plastik dari kantong kemasan makanan dan minuman? Catatlah hasil pengamatanmu! Berikan tanda centang ( ✓) jika kamu menemukannya! Jawaban, buka disini: Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 3 Halaman 35 36 37 38 Subtema 1 Aneka Benda di Sekitarku Demikian pembahasan soal tentang Apa yang Dapat Dilakukan Untuk Reduce Reuse dan Recycle pada materi pembelajaran 4 subtema 1.

Semoga bermanfaat dan berguna bagi kalian. Baca juga pembahasan soal lain pada materi pembelajaran selanjutnya. Terimakasih, selamat belajar! Kunci Jawanban Tema 3 Kelas 3 Halaman 35
Sampah plastik kian menjadi perhatian seiring meningkatnya pencemaran yang ada di udara, tanah, hingga laut. Kasus penumpukan sampah plastik yang mencapai angka berton-ton menjadi masalah yang perlahan menyulitkan. Pada dasarnya, sampah plastik muncul karena tingginya minat para produsen dan masyarakat atas kemasan yang sangat mudah diproduksi, dibawa, dan digunakan.

Namun dengan banyaknya produsen kemasan yang memproduksi bahan dari sampah plastik, tentu peran dari masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan agar angka penyebarannya tetap terukur dan teratur. Sampah plastik di Indonesia sendiri mendapatkan angka yang cukup tinggi dan sangat memprihatinkan. Menurut data Badan Pusat Statistik apa yang diperhatikan dalam reuse, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sementara itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik [1]. Data dari Geotimes tahun 2016 menyebutkan bahwa sampah di Jakarta mencapai 6.500 ton per hari dan 13% dari sampah tersebut adalah sampah plastik. Di Bali angkanya mencapai 10.725 ton per hari, sedangkan di Palembang angkanya naik tajam dari 700 ton per hari menjadi 1.200 ton per hari.

Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar, setelah Tiongkok [1]. Tentu ada berbagai cara untuk mengurangi pencemaran sampah plastik, baik dengan pengurangan jumlah plastik sekali pakai hingga metode 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Apa itu metode 3R? Bagaimana efeknya dan cara kerjanya dalam mengurangi penyebaran sampah plastik?

Pengertian Reduce, Reuse, Recycle (3R) Metode 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle merupakan salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik dengan berbagai jenisnya. Penerapan sistem ini juga sangat baik untuk mengelola sampah dari berbagai jenis plastik dari yang aman hingga beracun.

Pengelolaan sampah dengan sistem 3R mampu dilakukan oleh hampir semua orang serta tidak jarang hal-hal yang diproduksi mampu menghasilkan nilai ekonomis. Dilansir dari laman Waste4Change, Reduce, Reuse, dan Recycle merupakan konsep dan urutan langkah untuk mengelola sampah dengan baik [2].

1. Reduce Reduce sendiri memiliki arti mengurangi sampah. Maksud dari langkah ini adalah mengurangi penggunaan produk yang nantinya berpotensi menjadi apa yang diperhatikan dalam reuse [3]. Langkah ini bisa dilakukan dan diterapkan untuk sampah atau produk sekali pakai, seperti kantong plastik belanja yang sudah dilarang di berbagai lokasi seperti DKI Jakarta.

apa yang diperhatikan dalam reuse

Produk yang jadi target utama untuk reduce adalah produk berbahan plastik. Tahap ini juga menjadi yang pertama sekaligus prioritas karena bila pengurangan produk sampah sekali pakai, maka tidak perlu ke tahap berikutnya yaitu reuse dan recycle.

Penggunaan barang yang sulit didaur ulang juga akan menjadi masalah baru, maka tidak heran bila reduce sangat digadang-gadang sebagai langkah awal yang tepat. Contoh dari penerapan langkah reduce apa yang diperhatikan dalam reuse membawa botol minum atau alat makan sendiri sehingga tidak perlu menggunakan berbagai alat makan dan minum sekali pakai.

2. Reuse Langkah atau tahap kedua adalah Reuse yang berarti menggunakan kembali. Tahap ini mengajak untuk menggunakan kembali produk yang sudah terpakai. Dengan menggunakannya kembali maka sampah yang timbul dari produk-produk tersebut dapat berkurang [3].

Salah satu cara atau langkahnya adalah penggunaan botol bekas air minum sebagai pot tanaman kecil. Atau penggunaan kaleng biskuit hingga snack sebagai kotak penyimpanan di rumah. Langkah lain dari reuse adalah menggunakan botol sabun mandi atau shampoo dan mengisinya dengan membeli produk isi ulang. Dengan metode reuse, tentu penyebaran sampah plastik yang sudah dibeli dapat dikurangi dan dimanfaatkan kembali seperti sedia kala.

3. Recycle Tahap terakhir dari konsep 3R adalah Recycle yang berarti mendaur ulang. Langkah ini paling banyak dilakukan mengingat sudah banyaknya sampah yang tersebar di berbagai lokasi seperti laut, tanah, dan udara [3]. Produk bekas atau daur ulang sendiri sebenarnya lebih fleksibel, bahkan kerap memiliki nilai ekonomis. Pemanfaatan sampah yang tidak terpakai hingga memiliki nilai tanpa mencemari lingkungan mampu mengurangi penyebaran sampah plastik secara drastis.

Adapun produk yang didaur ulang memiliki desain yang unik dan sangat berbeda dengan jenis produk baru, bahkan beberapa pihak membuat aksesoris dari alat daur ulang yang dapat bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi lingkungan sekitar seperti lingkungan RT atau RW. Tanggung jawab dalam melakukan konsep 3R juga bisa dilakukan oleh pihak perusahaan, bagaimana cara melakukannya dan contoh apa yang dapat diterapkan oleh perusahaan apa yang diperhatikan dalam reuse Langkah 3R dari Pihak Perusahaan Perusahaan bisa mengambil peran langsung dalam mengurangi sampah plastik, termasuk para produsen yang menghasilkan kemasan makanan dan minuman.

Dalam penanganan sampah plastik memang andil banyak pihak, termasuk perusahaan. Salah satu perusahaan yang aktif melakukan langkah 3R adalah AQUA. Komitmen AQUA dalam mengelola sampah botol plastik ditegaskan dengan peluncuran kampanye #BijakBerplastik pada 5 Juni 2018 [4]. Sejak saat itu, AQUA menjalankan tiga kegiatan utama dalam pengelolaan sampah botol plastik, yakni Pengumpulan, Edukasi dan Inovasi.

Pada tahun 2025 AQUA berkomitmen untuk menggunakan 100% bahan daur ulang, bahan yang dipakai ulang dan atau bahan kemasan yang terurai dalam tanah. Saat ini kemasan botol AQUA sudah mengandung bahan daur ulang sampai dengan 25% dan mereka akan meningkatkannya menjadi rata-rata 50% pada 2025 [4]. Mulai peranmu dalam menjaga lingkungan sekarang, daur ulang sampah plastik dengan gerakan #BijakBerplastik bersama AQUA! Referensi: 1. https://www.rumah.com/panduan-properti/sampah-plastik-masalah-yang-muncul-dan-solusinya-27262 2.

https://environment-indonesia.com/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/ 3. https://kids.grid.id/read/472378574/apa-itu-reduce-reuse-recycle-ini-pengertian-dan-contohnya?page=all 4. https://www.sehataqua.co.id/bijak-berplastik-aqua-kelola-sampah-botol-plastik-dengan-baik/Hindari bahaya kesehatan dan lingkungan yang disebabkan oleh limbah elektronik. Mengurangi pembelian baru (reduce), menggunakan kembali (reuse), memperbaiki (repair), dan mendaur ulang (recycle) gadget dan peralatan elektronik yang tidak digunakan.

Limbah elektronik tidak perlu disia-siakan. • Reduce adalah untuk membatasi jumlah limbah yang Anda buat di tempat pertama. Ini termasuk membeli produk dengan kemasan lebih sedikit.

• Reuse adalah menggunakan sesuatu lagi yang biasanya Anda buang (mis. Guci kaca untuk makanan atau kantong plastik untuk tempat sampah.) • Recycle adalah produk melalui proses mekanis untuk mengubah bentuknya. Ini hanya disarankan bila reduce dan reuse tidak dimungkinkan.

• Repair adalah memperbaiki perlatan rumah tangga atau elektronik yang ruksak daripada membeli produk baru jika masih dimungkinkan. • RECOVER adalah mengubah limbah menjadi sumber daya (seperti listrik, panas, kompos dan bahan bakar) melalui sarana termal dan biologis.

Pemulihan Sumber Daya terjadi setelah pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang telah dicoba. Reduce Garis pertahanan pertama dalam meminimalkan e-waste adalah reduce pembelian perangkat elektronik baru dan peralatan listrik.

Berpikir dua kali sebelum membeli gadget elektronik baru ketika pemutakhiran atau perangkat baru tersedia. Tidak membeli barang baru itu baik untuk lingkungan dan dompet Anda. Reduce, untuk menggunakan lebih sedikit.

Pikirkan tentang apa yang Anda gunakan dan beli. Bisakah Anda menggunakan lebih sedikit? Reduce jumlah energi yang Anda gunakan untuk memanaskan fasilitas Anda dengan mendapatkan audit energi dan menghemat UANG dalam proses tersebut. Terus ajukan pertanyaan, “Berapa jumlah minimum yang diperlukan?” Mengapa Anda menyalakan lampu ruangan saat tidur dimalam hari? Reuse Cara lain untuk mengurangi limbah elektronik adalah reuse artinya memindahkan kembali barang yang sudah ada ke pemilik baru.

Berapa banyak orang yang menyimpan ponsel atau laptop lama sebagai cadangan yang tidak pernah digunakan? Apa yang diperhatikan dalam reuse elektronik yang dimiliki sebelumnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh orang lain.

Reuse sesuatu yang sudah Anda miliki daripada membeli sesuatu. Ganti item yang membutuhkan sekali pakai, dengan sesuatu yang dapat Anda gunakan berulang-ulang. Kedua opsi ini akan menghemat uang Anda juga. • Perlahan ganti item sekali pakai dengan yang dapat digunakan kembali – seperti botol air yang dapat digunakan kembali dan mug breakroom. • Menggunakan kembali bahan kemasan (palet, drum, bungkus gelembung atau kacang kemasan).

• Gunakan kembali kontainer pengiriman (kotak, sisipan, karton). • Gunakan kembali kartrid printer dan isi ulang. Repair Ketika perangkat elektronik dan peralatan listrik rusak, mereka seringkali dapat diperbaiki (repair).

Orang-orang dapat memilih untuk membuang unit lama dan membeli pengganti baru karena tampaknya lebih murah dan lebih mudah. Ketika seseorang menganggap bahwa harga eceran tidak termasuk biaya kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan yang disebabkan oleh pembuangan limbah elektronik di tempat pembuangan sampah atau mendaur ulangnya secara tidak aman, sebenarnya tidak “lebih murah”.

Mungkin perlu sedikit usaha ekstra untuk repair suatu barang atau memperbaikinya. Ada gerakan yang berkembang untuk perbaikan gadget elektronik yang baik untuk lingkungan, memberdayakan orang, dan sering menghemat uang.

Recycle Limbah elektronik mengandung bahan-bahan berharga serta apa yang diperhatikan dalam reuse yang berpotensi beracun dan dapat didaur ulang (recycle) dengan aman untuk memulihkan logam dan bahan-bahan lain untuk digunakan kembali dan dibuang dengan tepat. Dan yang tak kalah pentingnya, jika keempat opsi di atas tidak akan berfungsi, Recycle atau daur ulang.

Recycle adalah cara yang bagus untuk membuka mata Anda terhadap semua yang Anda lemparkan dan kesempatan untuk memikirkan kembali pembelian Anda di masa depan. • Daur ulang semua dasar yang Anda bisa – kertas, plastik, logam dan kaca. • Daur ulang limbah makanan menjadi tanah kompos atau sebagai makanan untuk pertanian lokal. • Daur ulang SEMUA kain – bahkan pakaian bernoda atau robek.

• Daur ulang semua elektronik. Catatan Penting Tentang Menghapus Informasi Pribadi Sebelum menyumbang, meneruskan, atau mendaur ulang ponsel, ponsel cerdas, komputer tablet, komputer desktop, laptop, perangkat penyimpanan data, dll. Pastikan informasi pribadi Anda dihapus. Prosedur perangkat seluler berbeda-beda menurut produsen. Menghapus file, memformat ulang, atau mengembalikan sistem operasi ke pengaturan pabrik tidak cukup untuk PC dan Mac.

Gunakan apa yang diperhatikan dalam reuse penghapusan disk. Menghapus atau mengebor lubang pada hard drive efektif tetapi membuat perangkat tidak dapat digunakan. Refuse Refuse atau menolak untuk membeli atau menerima produk yang dapat membahayakan Anda, perusahaan Anda, dan lingkungan. Gunakan kekuatan rupiah Anda untuk memberi tahu perusahaan apa yang Anda inginkan dan tidak inginkan.

apa yang diperhatikan dalam reuse

• Pikirkan tentang hadiah gratis yang diberikan perusahaan. Sekarang jika Anda akan menggunakan pena atau tas belanjaan yang dapat digunakan kembali, tentu saja ambil saja, tetapi jika pada akhirnya akan berakhir di tempat sampah, maka katakan saja, “Tidak.” Tolak untuk membeli produk berbahaya, seperti pembersih.

• Menolak pelarut kimia dan menggunakan alternatif yang berbasis air. • Tolak untuk menerima bahan dari persediaan Anda dengan kemasan yang tidak perlu yang nantinya harus Anda bayar untuk dibuang. Ajukan pertanyaan, “Mengapa kita membeli barang ini?” atau, “Mengapa kita membutuhkan ini?” Repurpose Repurpose, untuk mengambil sesuatu dan menggunakannya untuk hal lain.

Ini membutuhkan sedikit pemikiran dan kelicikan, tetapi tidak harus cantik. • Kertas bekas untuk membuat catatan. • Kaleng logam bekas, ember untuk wadah tanaman kreatif.

• Peti kayu bekas menjadi bangku atau rak. • Serutan material ulang guna membantu membersihkan tumpahan. • Kondensat HVAC serbaguna sebagai sumber air suling.

apa yang diperhatikan dalam reuse

Pengerian repair Pengertian Recycle Pengertian reduce Pengertian Refuse Pengertian reuse Pos-pos Terbaru • Bagaimana cara pemerintah mengurangi pengangguran musiman? • Bagaimana demam emas mempengaruhi ekspansi ke barat? • Bagaimana saya bisa menghindari membayar pinjaman hari gajian secara legal? • Bagaimana Charles Darwin mengemukakan teori evolusi? • Apakah Topamax menyebabkan bibir sumbing?
Begitu pentingnya istilah 3R ini sehingga pemerintah Apa yang diperhatikan dalam reuse pun semakin gencar mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar segera mengadopsinya dalam keseharian.

Apa itu Istilah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) ? Istilah 3R ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti : • Reuse – Menggunakan Ulang • Reduce : Mengurangi • Recycle : Mendaur Ulang Ketiga kata ini mengacu pada berbagai tindakan dan sikap yang harus diwujudkan dalam hal pengelolaan sampah atau benda-benda yang tidak dipergunakan lagi.

Salah satu masalah utama yang dihadapi lingkungan dan umat manusia adalah semakin bertambahnya benda-benda yang tidak terpakai oleh manusia dari hari ke hari dan semua ini sangat rentan untuk mengotori lingkungan dan pada akhirnya membahayakan umat manusia juga.

Dengan menerapkan 3R diharapkan bahwa laju pertumbuhan sampah bisa setidaknya diminimalkan. Penerapan 3R Dalam Kehidupan Sehari-Hari Penerapan prinsip 3R ini tidak bisa dilakukan hanya melalui satu atau dua badan pemerintah saja. Tidak juga bisa terwujud hanya dengan mendirikan semakin banyak organisasi pecinta lingkungan. Konsep 3R harus melibatkan semua orang yang tinggal di bumi. Semua orang harus berusaha terus melakukannya dalam bentuk tindakan nyata setiap harinya.

Sebagai contoh dalam penerapan 3R di keseharian adalah sebagai berikut Reuse (Menggunakan Ulang) • Menggunakan saputangan adalah perwujudan dari Reuse karena saputangan bisa dipakai kembali setelah dicuci. Tidak ada sampah yang dibuang. Bandingkan dengan penggunaan tisu yang menghasilkan sampah • Pernah membeli minuman dalam kemasan botol plastik?

Pasti. Jangan langsung dibuang ke tong sampah. Pergunakan lagi sebagai wadah minyak goreng bekas atau tempat sabun cair • Salah ngeprint? Jangan langsung dibuang ke tong sampah. Bagian belakang yang masih kosong bisa dipergunakan untuk membuat draft surat atau mencatat sesuatu • Jika Anda memiliki baju bekas yang menurut Anda sudah tidak bisa dipakai, berikan pada orang lain yang memerlukannya. Dengan begitu pakaian tersebut mungkin bisa dipergunakan lagi hingga secara teknis tidak bisa lagi digunakan Reduce (Mengurangi) • Kalau berbelanja di minimarket, biasanya berapapun item yang dibeli, maka kasir akan memberikan kantung plastik.

Tolak! Masukkan benda yang dibeli ke dalam tas. Dengan begitu Anda mengurangi penambahan satu kantung plastik ke dunia ini • Pilih produk dalam kemasan kertas dibandingkan plastik.

apa yang diperhatikan dalam reuse

Kertas bisa terurai secara alami dibandingkan plastik • Pergunakan produk yang bisa diisi ulang, seperti membawa botol air minum dari rumah dibandingkan membeli air minum kemasan di jalan. • Apa yang diperhatikan dalam reuse print email Anda dan biarlah tetap di komputer dalam bentuk digital.

Dengan begitu tidak perlu memakai kertas yang pada akhirnya bisa menjadi sampah Recycle (Daur Ulang) • Ubah sampah rumah tangga organik menjadi kompos yang bisa dipergunakan sebagai pupuk tanaman • Beli produk dengan kemasan kertas atau sesuatu yang mudah terurai secara alami • Dengan sedikit kreatifitas dan kemauan, kaleng bekas minuman bersoda bisa diubah menjadi mainan atau tempat pensil dan ballpoint • Jual atau berikan koran bekas atau karton kepada pemulung atau mereka yang memerlukannya Masih banyak contoh tindakan lain yang mecerminkan penerapan istilah 3R dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada batasan dan tergantung pada kemauan atau kreatifitas individu. Masalah utama yang membuatnya menjadi sulit adalah kebiasaan. Sama sekali tidak pernah mudah untuk berganti dari sebuah kebiasaan ke kebiasaan yang baru dan pasti butuh pengorbanan. Dan, itulah yang dihadapi dalam memasyarakatkan 3R dalam masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, banyak orang masih merasa bahwa kantung plastik adalah hak mereka dan sudah seharusnya gratis. Tidak jarang orang saat membeli satu buah botol minuman mineral akan tetap meminta diberikan sebuah kantung plastik, meskipun ia membawa tas ransel yang kosong.

Sikap seperti inilah yang perlu dihentikan agar prinsip 3R bisa berjalan dengan baik dalam keseharian. Perlu perubahan pola pikir dan sikap serta kemauan “berkorban”. Itulah yang dikenal dalam slogan-slogan sebagai istilah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Categories Gaya Hidup Hijau, Istilah Tags Tingkah Laku Post navigation

Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras




2022 www.videocon.com