Untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

a) Rayap akan memakan kembali kelupasan kulitnya ketika melakukan pergantian kulit (molting). Perilaku ini merupakan bentuk adaptasi tingkah laku rayap untuk memperoleh enzim pencernaan selulosa pada kayu.

Enzim pencerna tersebut dihasilkan oleh Flagellata (sejenis mikroorganisme) yang hidup dalam saluran pencernaan rayap. Selain itu, rayap yang baru menetas akan menjilati dubur induknya agar Flagellata dalam pencernaan induknya dapat masuk ke dalam saluran pencernaannya.

Kondisi alam dan lingkungan selalu berubah. Adanya bencana alam maupun persaingan serta munculnya wabah penyakit dapat mengakibatkan kepunahan. Makhluk hidup dituntut dapat beradaptasi untuk mengantisipasi adanya perubahan alam tersebut. Individu yang tidak dapat menyesuaikan diri akan punah, sedangkan individu yang mampu menyesuaikan diri akan bertahan dan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Berikut untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan contoh peristiwa seleksi alam.

Adaptasi Makhluk Hidup – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Adaptasi Makhluk Hidup yang dimana dalam hal ini Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup, Fungsi Adaptasi Makhluk Hidup dan Jenis Adaptasi Makhluk Hidup, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Daftar Isi β€’ 1 Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup β€’ 1.1 Jenis – Jenis Adaptasi β€’ 1.1.1 Adaptasi Morfologis β€’ 1.1.2 Adaptasi Fisiologis β€’ 1.1.3 Adaptasi Tingkah Laku Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup Semua makhluk hidup berkembang biak guna menjaga kelestarian jenisnya supaya tidak punah. Namun selain berkembang biak, setiap makhluk hidup juga melakukan proses yang disebut adaptasi supaya dapat bertahan dari berbagai seleksi alam dan menjaga kelangsungan hidupnya.

Adaptasi mampu diambil kesimpulan sebagai kemampuan makhluk hidup untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan adaptasi yang berbeda-beda, lebih dari satu makhluk hidup mampu dengan mudah beradaptasi, namun ada pula lebih dari satu style makhluk hidup yang ada masalah dalam beradaptasi.

Tentunya makhluk hidup yang mudah beradaptasi termasuk lebih mudah menjaga kelangsungan hidupnya, begitupun sebaliknya. Maka tidak heran terkecuali ada lebih dari satu makhluk hidup spesifik yang jarang dijumpai dikarenakan diambang kepunahan, keliru satu penyebabnya adalah kemampuannya yang susah dalam beradaptasi.

Jenis – Jenis Adaptasi Setiap style makhluk hidup mempunyai langkah adaptasi yang berbeda-beda, perihal ini dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor dalam (faktor yang berasal berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri atau secara genetik) dan faktor luar (faktor yang didapat berasal dari lingkungannya) Secara garis besar, adaptasi dikelompokkan kedalam tiga jenis, yakni adaptasi morfologis, adaptasi fisiologis dan adaptasi tingkah laku.

Berikut penjelasannya: Adaptasi Morfologis Adaptasi morfologis yakni penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang perihal dengan bentuk dan susunan berasal dari bagian-bagian tubuhnya.

Beberapa umpama adaptasi morfologi terhadap hewan diantaranya, burung yang mampu terbang dikarenakan mempunyai sayap, perbedaan style paruh dan kaki terhadap burung cocok fungsinya, perbedaaan bentuk gigi terhadap hewan karnivora dan herbivora dan sebagainya.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Sementara umpama adaptasi morfologi terhadap tumbuhan layaknya bentuk dan ukuran daun yang tidak serupa pada tumbuhan yang hidup di lingkungan yang gersang dengan tumbuhan yang hidup di lingkungan yang berair. Adaptasi Fisiologis Adaptasi fisiologis yakni bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang perihal dengan fungsi berasal dari bermacam jaringan dan organ berasal dari makhluk hidup itu sendiri.

Contoh adaptasi fisiologis terhadap hewan layaknya terhadap hewan-hewan pemamah biak yang mampu menghasilkan enzim selulase untuk mencerna makanan-makanan memiliki serat tinggi. Contoh adaptasi fisiologi terhadap tumbuhan mampu kami lihat terhadap pohon jati yang daunnya berguguran terhadap musim kemarau. Hal ini berjalan akibat pohon jati menghasilkan suatu hormon yang memicu daunnya berguguran untuk kurangi penguapan terhadap musim panas dan menghemat cadangan air.

Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku merupakan bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk perilaku-perilaku spesifik yang berwujud khas dan spesifik.

Perilaku kumbang yang berpura-pura mati misalnya dalam situasi terancam, kura-kura yang menyembunyikan kepala kedalam tempurungnya misalnya dalam situasi terancam dan ikan salmon yang lagi ke sungai saat jaman bertelur merupakan contoh-contoh adaptasi tingkah laku. Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Posted in Biologi Tagged 2 tujuan makhluk hidup melakukan adaptasi, 2. sebutkan 3 macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, 3 adaptasi makhluk hidup, 3 bentuk adaptasi makhluk hidup, 3 jenis adaptasi makhluk hidup, 3 macam adaptasi makhluk hidup, 5 contoh adaptasi makhluk hidup, adaptasi fisiologi makhluk hidup, adaptasi fisiologi pada makhluk hidup, adaptasi fisiologi pada makhluk hidup terjadi pada, adaptasi hewan dan tumbuhan, adaptasi makhluk hidup ada 3 macam, adaptasi makhluk hidup adalah, adaptasi makhluk hidup adalah brainly, adaptasi makhluk hidup berfungsi untuk, adaptasi makhluk hidup bertujuan untuk, adaptasi makhluk hidup beserta contohnya, adaptasi makhluk hidup dan contohnya, adaptasi makhluk hidup dan tujuannya, adaptasi makhluk hidup dengan lingkungan, adaptasi makhluk hidup dengan lingkungannya, adaptasi makhluk hidup kelas 5, adaptasi makhluk hidup kelas 5 sd, adaptasi makhluk hidup kelas 6, adaptasi makhluk hidup kelas 6 sd, adaptasi makhluk hidup kelas 9, adaptasi makhluk hidup morfologi fisiologi dan tingkah laku, adaptasi makhluk hidup pdf, adaptasi makhluk hidup ppt, adaptasi makhluk hidup smp, adaptasi makhluk hidup terdiri atas, adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan, adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya ppt, adaptasi manusia, adaptasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk, adaptasi merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk melakukan, adaptasi merupakan salah satu usaha makhluk hidup untuk mempertahankan eksistensinya, adaptasi pada makhluk hidup, adaptasi pada makhluk hidup berfungsi untuk, adaptasi tumbuhan, adaptasi yang dilakukan makhluk hidup, apa fungsi adaptasi pada bentuk tubuh, apa tujuan makhluk hidup melakukan adaptasi terhadap lingkungannya, apa yang dimaksud adaptasi makhluk hidup, bagaimana adaptasi hewan cicak, berikut ini termasuk adaptasi makhluk hidup kecuali, cara adaptasi makhluk hidup, cara adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, ciri adaptasi makhluk hidup, ciri adaptasi pada makhluk hidup ditunjukkan oleh nomor, ciri ciri bentuk adaptasi makhluk hidup berdasarkan habitatnya, contoh adaptasi makhluk hidup, contoh adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, contoh adaptasi makhluk hidup yang termasuk mimikri adalah, contoh gambar adaptasi makhluk hidup, contoh makhluk hidup yang melakukan adaptasi morfologi, contoh makhluk hidup yang melakukan adaptasi tingkah laku, download video adaptasi makhluk hidup, faktor yang mempengaruhi adaptasi makhluk hidup di lingkungan air, fungsi adaptasi makhluk hidup, fungsi adaptasi makhluk hidup adalah, gambar adaptasi makhluk hidup, habitat dan adaptasi makhluk hidup, ipa adaptasi makhluk hidup, jelaskan adaptasi makhluk hidup, jelaskan macam adaptasi pada makhluk hidup dan berilah contohnya, jelaskan pengertian adaptasi makhluk hidup, jelaskan tentang adaptasi hewan dan tumbuhan, jelaskan tujuan adaptasi makhluk hidup, jenis adaptasi makhluk hidup, jenis adaptasi makhluk hidup beserta contohnya, jenis2 adaptasi makhluk hidup, jurnal adaptasi makhluk hidup, jurnal adaptasi makhluk hidup pdf, kemampuan adaptasi makhluk hidup dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis sebutkan, lks adaptasi makhluk hidup, macam adaptasi makhluk hidup, macam2 adaptasi makhluk hidup, makalah adaptasi makhluk hidup, makalah ipa tentang adaptasi makhluk hidup, makhluk hidup melakukan adaptasi untuk, manfaat adaptasi bagi makhluk hidup yang utama adalah untuk, manfaat adaptasi makhluk hidup bagi manusia dan lingkungan, materi adaptasi makhluk hidup, materi ipa kelas 5 sd adaptasi makhluk hidup, pengertian adaptasi makhluk hidup, perbedaan modifikasi dan adaptasi makhluk hidup, peta konsep adaptasi makhluk hidup, ppt adaptasi makhluk hidup kelas 9, rangkuman adaptasi makhluk hidup, ringkasan materi adaptasi makhluk hidup, rpp adaptasi makhluk hidup, rpp ipa kelas 5 adaptasi makhluk hidup, sebutkan 3 adaptasi makhluk hidup, sebutkan 4 contoh adaptasi makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan ada di lingkungan, sebutkan fungsi adaptasi makhluk hidup, soal adaptasi makhluk hidup, soal adaptasi makhluk hidup kelas 6, soal adaptasi makhluk hidup kelas 9, soal essay adaptasi makhluk hidup, soal essay tentang adaptasi makhluk hidup, soal ipa adaptasi makhluk hidup, soal ipa kelas 5 adaptasi makhluk hidup, soal ipa kelas 5 tentang adaptasi makhluk hidup, soal ipa kelas 6 adaptasi makhluk hidup, soal ipa kelas 6 tentang adaptasi makhluk hidup, soal ipa tentang adaptasi makhluk hidup, soal pilihan ganda adaptasi makhluk hidup, tujuan adaptasi makhluk hidup adalah, tuliskan 5 contoh adaptasi makhluk hidup, video adaptasi makhluk hidup, video pembelajaran adaptasi makhluk hidup, youtube adaptasi makhluk hidup Post navigation Recent Posts β€’ Narkoba : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Jenis – Faktor – Tanda Gejala – Akibat – Dampak β€’ Komunikasi : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Tujuan – Fungsi – Jenis – Syarat – Unsur β€’ Kewirausahaan : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Fungsi – Ciri – Tujuan – Manfaat β€’ Pajak : Pengertian Secara Umum, Undang-Undang Dan Menurut Para Ahli Serta Unsur – Ciri – Perspektif – Fungsi – Jenis – Manfaat β€’ Sistem : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Unsur – Ciri – Elemen – Jenis β€’ Negara : Pengertian Secara Umum, Menurut Para Ahli & Empat Sudut Serta Unsur – Fungsi – Sifat – Tujuan – Asal Mula – Bentuk untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan Organisasi : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Ciri – Unsur – Tujuan – Manfaat – Bentuk β€’ Hukum : Pengertian Secara Umum Dan Menurut Para Ahli Serta Tujuan – Jenis – Contoh – Macam Pembagiannya β€’ Mengenal Lebih Dekat Kebudayaan Aceh Lengkap β€’ Suku Ternate : Sejarah, Mata Pencaharian, Bahasa Serta Agama
MENU β€’ Home β€’ SMP β€’ Matematika β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Pancasila β€’ Biologi untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan Kewarganegaraan β€’ IPS β€’ IPA β€’ Penjas β€’ SMA β€’ Matematika β€’ Agama β€’ Bahasa Indonesia β€’ Pancasila β€’ Biologi β€’ Akuntansi β€’ Matematika β€’ Kewarganegaraan β€’ IPA β€’ Fisika β€’ Biologi β€’ Kimia β€’ IPS β€’ Sejarah β€’ Geografi β€’ Ekonomi β€’ Sosiologi β€’ Penjas β€’ SMK β€’ Penjas β€’ S1 β€’ Agama β€’ IMK β€’ Pengantar Teknologi Informasi β€’ Uji Kualitas Perangkat Lunak β€’ Sistem Operasi β€’ E-Bisnis β€’ Database β€’ Pancasila β€’ Kewarganegaraan β€’ Akuntansi β€’ Bahasa Indonesia β€’ S2 β€’ Umum β€’ About Me 2.10.

Sebarkan ini: Pada setiap makhluk hidup tinggal untuk menempati habitatnya masing-masing. Untuk bisa bertahan hidup mereka akan melakukan adaptasi terhadap keadaan habitatnya tersebut. Makhluk hidup yang tidak mampu atau lambat dalam melakukan adaptasi, ada kemungkinan besar akan mengalami kematian hal ini karena terseleksi oleh alam. Adaptasi Makhluk Hidup Makhluk hidup umumnya memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan, agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya serta melestarikan keturunannya.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Kemampuan mahluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya disebup adaptasi. Dalam biologi Adaptasi adalah proses dimana suatu makhluk hidup menjadi lebih cocok dengan lingkungannya. Istilah ini juga diterapkan pada hasil proses tersebut. Dalam banyak organisme terdapat adaptasi struktural, fungsional, dan adaptasi warna, dan pada hewan ada juga adaptasi dalam naluriah perilaku.

Terdapat tiga macam adaptasi yang di lakukan mahluk hidup, yaitu adaptasi morfologipisiologi, dan tingkah laku. Baca Juga: Hewan Vertebrata Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuhstuktur tubuh, atau alat- alat tubuh organisme terhadap lingkungan nya.

β€’ Adaptasi morfologi pada hewan Mengapa bentuk paruh burung ber macam-macam ?bentuk paruh burung ber macam-macam karna di sesuaikan dengan jenis makanannya. Burung kolibri, paruhnya sesuai untuk pengisap madu dari bunga. Burung pelikan, paruhnya sesuai untuk menangkap ikan. Burung elang, paruhnya sesuai untuk mengoyak daging mangsanya. Burung platuk, paruhnya sesuai untuk memahat batang pohon dan menangkap serangga di dalamnya. Selain pada bentuk paruhnya, adaptasi pada burung juga dapat di lihat pada bentuk kakinya.

β€’ Adaptasi morpologi pada tumbuhan Berdasarkan pada tempat hidupnya, tumbuhan di bedakan menjadi: β€’ Xerofityaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus. Cara adaptasi xerofitantara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak mempunyai berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri ), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan ber akar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.

β€’ Hidrofit, yaitu tumbuan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai. Cara adaptasi hidrofitantara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata. β€’ Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.

Adaptasi Fisiologi Baca Juga: Jenis Flora Di Indonesia β€’ Adaptasi fisiologi pada hewan Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivora (pemakan daging), herbivore (pemakan tumbuhan), serta omnivore(pemakan daging dan tuimbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya, antara terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda.

Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel dengan dinding sel yang keras, rata-rata usus herbivore lebih panjang dari pada usus karnivora. β€’ Adaptasi fisiologi pada tumbuhan Contoh adaptasi pada tumbuhan, antara lain: β€’ Tumbuhan yang menyerbukannya dibantu oleh serangga mempunyai bunga yang berbau khas.

β€’ Tumbuhan tertentu menghasilkan zat khusus yang dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan lain atau melindungi diri terhadap herbivora. Misalnya,semak azalea di jepang menghasilkan bahan kimia beracun sehingga rusa memakan daunnya.

β€’ Adaptasi fisiologi pada manusia Adaptasi fisiologi yang dilakukan manusia, antara lain: β€’ Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibanding dengan orang yang tinggal di pantai/daratan rendah. β€’ Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan. β€’ Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni). Baca Juga: Proses Metamorfosis Pada Belalang Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.

Jenis adaptasi ini mudah untuk diamati. β€’ Adaptasi tingkah laku pada hewan Adaptasi tingkah laku yang dilakukan hewan, antara lain: β€’ Bunglon melakukan mimikri, yaitu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungan/tempat hinggapnya.

Dengan mengubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungannya, bunglon terlindung dari pemangsanya sekaligus tersamar dari hewan yang akan dimangsanya. Dengan demikian, bunglon dapat terhindar dari bahaya, dan sekaligus lebih mudah menangkap mangsanya. β€’ Cumi-cumi mengeluarkan tinta/cairan hitam ketika ada bahaya yang mengancamnya. Cumi-cumi juga mampu mengubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan warna lingkungannya.

β€’ Secara berkala, paus muncul di permukaan air untuk menghirup udara dan menyemprotkan air. Paus melakukan tindakan demikian karena alat pernafasannya berupa paru-paru yang tidak dapat dimanfaatkan oksigen yang terlarut di dalam air.

β€’ Dalam keadaan bahaya, cecak melakukan autotoomi, yaitu memutuskan ekornya. Ekor cecak yang terputus tetap dapat bergerak sehingga perhatian pemangsanya beralih pada ekor tersebut dan cecak dapat menyelamatkan diri. β€’ Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan Adaptasi tingkah laku yang di hasilkan oleh tumbuhan, antara lain: β€’ Pada saat lingkungan dalam keadaan kering, tumbuhan yang termasuk suku jahe-jahean, akan mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh di permukaan tanah.

β€’ Pada musim kemarau, tumbuhan tropofit, misalnya pohon jati dan randu, menggugurkan daunnya. Baca Juga: Penjelasan Evolusi Beserta Adaptasi Dan Seleksi Alam Adaptasi Struktural Sistem akar yang luas dan daun kecil umum untuk kebanyakan tanaman gurun adalah contoh yang baik dari adaptasi struktural. Akar tersebut memungkinkan tanaman untuk mengumpulkan lebih banyak uap air yang tersedia dari lingkungan mereka yang kering.

Daun kecil, karena mereka memberikan luas permukaan kecil untuk penguapan, mengurangi kehilangan air. Adaptasi Fungsional Kemampuan untuk menyelesaikan siklus pertumbuhannya di musim tumbuh pendek merupakan untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan fungsional yang memungkinkan tanaman untuk bertahan hidup di lintang untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan.

Contoh lain dari adaptasi fungsional disediakan oleh pakaian ngengat, yang memiliki enzim khusus yang memungkinkan untuk mencerna wol. Adaptasi Warna Ada tiga jenis umum adaptasi warna: (1) pelindung warna, (2) peringatan warna, dan (3) mimikri.

Pelindung warna memungkinkan binatang untuk berbaur dengan latar belakangnya. sehingga Hewan ini lebih kecil kemungkinannya untuk dilihat-dan, karena itu, kemungkinan besar tidak akan dimakan oleh musuh-musuhnya. Pelindung warna juga dapat membantu memudahkan binatang yang berburu untuk mendekati mangsanya.

Peringatan warna terjadi pada hewan beracun atau tidak menyenangkan jika itu dicicipi. Sebagai contoh, burung tidak akan makan kupu-kupu raja karena rasanya tidak menyenangkan; mereka mampu mengenalinya karena pewarnaan yang khas.

Dalam mimikri, hewan yang relatif berdaya (disebut meniru) memiliki kemiripan superfisial dengan hewan (disebut model) dengan kualitas yang menyebabkan predator untuk menghindarinya. kupu-kupu Raja muda, misalnya, terlihat sangat mirip kupu-kupu raja, dan karena burung menghindarinya juga. Baca Juga: Penjelasan Macam-Macam Pekembangbiakan Makhluk Hidup Adaptasi Perilaku Contoh adaptasi perilaku dapat mudah ditemukan di daerah di mana terjadi perubahan musiman yang ditandai cuaca.

Tupai menyimpan kacang untuk musim dingin. Banyak burung bermigrasi ke selatan untuk menghindari musim dingin di utara yang dingin. Ada juga hewan yang melakukan hibernasi ketika cuaca dingin tiba dan makanan menjadi langka. Adaptasi dan Kelangsungan Hidup Lingkungan cenderung untuk menghilangkan hal-hal yang tidak cocok untuk dapat hidup. Sebuah pabrik yang tidak menyesuaikan dengan menghemat air akan segera mati di padang gurun; hewan yang menonjol dari lingkungannya akan menjadi yang paling mungkin untuk menjadi mangsa musuh-musuhnya.

Proses eliminasi disebut seleksi alam. Ungkapan β€œsurvival of the fittest” mengacu pada seleksi alam. Seleksi alam merupakan faktor penting dalam evolusi.

Contoh adaptasi yang melibatkan seleksi alam ditemukan dalam kasus DDT dan lalat. Ketika insektisida ini pertama kali digunakan pada awal 1940-an, hampir semua lalat tewas. Tetapi beberapa selamat dan terus bereproduksi. Akhirnya hanya jenis lalat yang tahan akan tersisa di daerah di mana DDT digunakan selama bertahun-tahun. Adaptasi untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan sadar, tetapi didasarkan pada ciri-ciri yang diwariskan. Keragaman sifat-sifat yang diwariskan ini terutama akibat dari mutasi.

Mutasi adalah perubahan dalam karakteristik yang diwariskan dari suatu organisme yang menghasilkan sifat-sifat baru yang akan diteruskan kepada keturunan organisme. Baca Juga: Penjelasan Ciri-Ciri Makhluk Hidup Secara Lengkap Dalam setiap lingkungan tertentu, beberapa ciri akan menguntungkan dan yang lain tidak.

(Di hutan, kemampuan hewan untuk memanjat pohon mungkin merupakan adaptasi untuk bertahan hidup, tetapi di padang rumput terbuka kecepatan akan lebih menguntungkan.) Organisme yang paling cocok untuk lingkungan yang paling mungkin untuk bertahan hidup dan bereproduksi, dan ciri-ciri yang tidak menguntungkan cenderung bertahap akan dihilangkan.

Radiasi adaptif dan konvergensi Sebagai hasil dari kompetisi untuk makanan dan ruang hidup, makhluk hidup cenderung menyebar ke banyak daerah karena mereka dapat mencapai dan bertahan hidup masuknya evolusi dari satu kelompok ke berbagai bentuk penyesuaian dengan lingkungan yang berbeda dan cara hidup disebut radiasi adaptif.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Contoh radiasi adaptif ditemukan di antara teleosts (ikan ray-bersirip). Dari jenis umum ini berevolusi lebih dari 20.000 spesies, mampu hidup di hampir setiap jenis lingkungan air. Flounders dengan tubuh rata tinggal di dasar laut, sementara teleosts lain, seperti kuda laut, telah beradaptasi dengan kehidupan di antara rumput laut dan terumbu karang.

Kelompok organisme yang hanya jauh terkait, tetapi yang hidup dalam jenis yang sama lingkungan, cenderung untuk mengembangkan struktur yang terlihat serupa, karena mereka adalah adaptasi terhadap lingkungan yang sama. Ini kesamaan struktur berkembang melalui proses yang disebut adaptasi konvergensi.

Misalnya, Pesut, segel, dan ikan semuanya mengembangkan tubuh ramping yang memfasilitasi gerakan mereka di dalam air.

Baca Juga: Penjelasan Klasifikasi Makhluk Hidup Beserta Tujuan Dan Manfaatnya Demikianlah pembahasan mengenai semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Sebarkan ini: β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ Posting pada Biologi Ditag 10 contoh adaptasi fisiologi, 20 contoh adaptasi morfologi, adaptasi anatomi, adaptasi bunglon, adaptasi fisiologi, adaptasi fisiologi pada manusia, adaptasi fungsi tubuh hewan disebut, adaptasi hewan dan tumbuhan, adaptasi makhluk hidup dengan lingkungannya, adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, adaptasi morfologi, adaptasi morfologi adalah brainly, adaptasi morfologi brainly, adaptasi morfologi bunglon, adaptasi morfologi hewan darat, adaptasi morfologi pada hewan misalnya, adaptasi morfologi pada manusia, adaptasi sosiologi, adaptasi terbagi atas titik-titik jenis, adaptasi tingkah laku, adaptasi tingkah laku pada hewan, adaptasi tingkah laku pada tumbuhan, adaptasi tingkah laku walang sangit, adaptasi tumbuhan, apa yang dimaksud adaptasi morfologi, apa yang dimaksud dengan adaptasi morfologi tumbuhan berikan contohnya, bagaimana adaptasi hewan cicak, beda adaptasi morfologi dan fisiologi, berikan contoh adaptasi morfologi, cara pohon kurma melindungi diri, contoh adaptasi, contoh adaptasi fisiologi, contoh adaptasi hewan, contoh adaptasi makhluk hidup, contoh adaptasi morfologi pada hewan, contoh adaptasi morfologi pada manusia, contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan, contoh adaptasi pada makhluk hidup, contoh adaptasi tingkah laku, contoh adaptasi untuk memperoleh energi, contoh hewan adaptasi tingkah laku, contoh hewan fisiologi, contoh hewan tingkah laku, contoh hewan yang beradaptasi dengan lingkungannya, gambar tumbuhan dan cara adaptasinya, hibernasi adalah adaptasi yang dilakukan oleh, jelaskan macam untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan pada makhluk hidup dan berilah contohnya, jelaskan perbedaan modifikasi dan adaptasi makhluk hidup beserta contohnya, jelaskan tentang adaptasi fisiologi, jelaskan tentang adaptasi morfologi pada tumbuhan, jelaskan tentang adaptasi tingkah laku, laporan praktikum adaptasi makhluk hidup, macam macam adaptasi brainly, manfaat adaptasi, materi ipa tentang adaptasi makhluk hidup, mimikri adalah adaptasi yang dilakukan oleh, morfologi hewan adalah, morfologi hewan pdf, pengertian adaptasi makhluk hidup, pengertian adaptasi menurut para ahli, pengertian adaptasi morfologi, pengertian habitat, pengertian imitasi, peta konsep adaptasi makhluk hidup, rangkuman adaptasi makhluk hidup, sebutkan contoh adaptasi pada hewan, sebutkan manfaat tumbuhan bagi lingkungan, seleksi alam, tujuan adaptasi, tujuan adaptasi tingkah laku, tujuan makhluk hidup beradaptasi Navigasi pos β€’ Contoh Teks Editorial β€’ Contoh Teks Laporan Hasil Observasi β€’ Teks Negosiasi β€’ Teks Deskripsi β€’ Contoh Kata Pengantar β€’ Kinemaster Pro β€’ WhatsApp GB β€’ Contoh Diksi β€’ Contoh Teks Eksplanasi β€’ Contoh Teks Berita β€’ Contoh Teks Negosiasi β€’ Untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan Teks Ulasan untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan Contoh Teks Eksposisi β€’ Alight Motion Pro β€’ Contoh Alat Musik Ritmis β€’ Contoh Alat Musik Melodis β€’ Contoh Teks Cerita Ulang β€’ Contoh Teks Prosedur Sederhana, Kompleks dan Protokol β€’ Contoh Karangan Eksposisi β€’ Contoh Pamflet β€’ Pameran Seni Rupa β€’ Contoh Seni Rupa Murni β€’ Contoh Paragraf Campuran β€’ Contoh Seni Rupa Terapan β€’ Contoh Karangan Deskripsi β€’ Contoh Paragraf Persuasi β€’ Contoh Paragraf Eksposisi β€’ Contoh Paragraf Narasi β€’ Contoh Karangan Narasi β€’ Teks Prosedur β€’ Contoh Karangan Persuasi β€’ Contoh Karangan Argumentasi β€’ Proposal β€’ Contoh Cerpen β€’ Pantun Nasehat β€’ Cerita Fantasi β€’ Memphisthemusical.Com Daftar Isi : β€’ Apa itu Makhuk Hidup?

β€’ Ciri – Ciri Makhluk Hidup β€’ 1. Membutuhkan Makanan Dan Nutrisi β€’ 2. Bernafas β€’ 3. Bergerak β€’ 4. Tumbuh β€’ 5. Berkembang Biak (Reproduksi) β€’ 6. Beradaptasi β€’ 7. Merespon Rangsangan Yang Ada β€’ 8. Melepaskan Zat Sisa (Ekskresi) β€’ 9.

Memetabolisme Tubuh β€’ Share this: β€’ Related posts: Apa itu Makhuk Hidup? Makhluk hidup merupakan sebuah organisme yang memiliki ciri kehidupan seperti bergerak, bernafas, mempertahankan hidupnya dari berbagai jenis perubahan yang terjadi di lingkungan bahkan dapat berkembang biak demi melindungi jenisnya.

Terdapat beberapa karakteristik dari makhluk hidup yang dapat membedakannya dengan jenis makhluk lainnya, diantaranya adalah : 1. Membutuhkan Makanan Dan Nutrisi Semua makhluk hidup yang ada di bumi terutama manusia dan hewan membutuhkan makanan dan juga nutrisi sebagai sumber energinya.

Saat manusia merasakan lapar, maka mereka akan berusaha mencari sumber makannya untuk mengatasi rasa lapar tersebut. Hal tersebut sama seperti binatang, jika kelaparan, ia akan mencari mangsanya untuk dimakan. Tidak hanya itu saja, tumbuhan pun memerlukan makanan serta nutrisi, namun hanya caranya saja yang berbeda dari manusia dan hewan.

Terdapat beberapa fungsi makanan bagi Living Things, yaitu : β€’ Sebagai sumber tenaga untuk melakukan aktivitas. β€’ Untuk proses pembentukan tubuh atau disebut sebagai pertumbuhan. β€’ Menggubah berbagai sel didalam tubuh yang rusak. 2. Bernafas Bernafas merupakan sebuah proses pertukaran gas yang diperlukan oleh makhluk hidup dengan lingkungannya. Respirasi atau bernafas adalah kegiatan pertukaran dengan masuknya oksigen dengan karbon dioksida. Makhluk hidup akan menghirup oksigen ke dalam tubuh dengan tujuan untuk mengoksidasi zat yang terkandung dalam makanan untuk menghasilkan energi, yang digunakan untuk kegiatan.

Setiap Living Things pasti memiliki alat pernapasan dan juga cara yang berbeda, misalnya seperti manusia, hewan menyusui, unggas dan masih banyak lagi memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Sedangkan, Tumbuhan bernafas menggunakan lentil serta stomata yang terletak pada batang dan juga daun. Baca Juga : Ekosistem Adalah 3. Bergerak Bergerak merupakan proses yang bertujuan untuk mengubah posisi keseimbangan atau berpindah tempat. Makhluk hidup pasti akan bergerak, meskipun beberapa ada yang bergerak sangat lambat dan yang lain sangat cepat.

Untuk mewujudkan sifat-sifat makhluk hidup yang satu ini, kita membutuhkan alat-alat gerak seperti kaki, sayap, sirip, tubuh dan sejenisnya yang dapat mengatur makhluk hidup agar bisa bergerak.

4. Tumbuh Semua makhluk hidup pasti akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Misalnya, jika Anda mempunyai anak, maka seiring berjalannya waktu ia akan tumbuh menjadi dewasa. Jika, manusia diberikan perhatian dan asupan makanan serta nutrisi maka akan tumbuh menjadi manusia dewasa.

Bagitupun dengan tumbuhan dan hewan. Pertumbuhan bisa diukur dan dinyatakan dengan menggunakan satuan kualitatif, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengamati perubahan dalam tubuh setiap makhluk hidup tersebut. 5. Berkembang Biak (Reproduksi) Proses mendapatkan keturunan yang dilakukan oleh makhluk hidup juga dikenal sebagai Reproduksi. Anda harus tahu bahwa makhluk hidup di bumi ini tidak akan hidup selamanya. Untuk menjaga keturunan mereka, mereka melakukan perkembangbiakan sehingga spesies mereka tidak punah.

Untuk menghasilkan keturunannya, ada dua metode yang dilakukan oleh makhluk hidup yaitu vegetatif dan generatif. Vegetatif adalah proses perkembangan biakan yang terjadi secara seksual. Sedangkan, generatif adalah proses perkembangbiakan makhluk hidup, yang terjadi secara aseksual. 6. Beradaptasi Adaptasi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Kriteria dari tempat tinggal makhluk hidup di bumi tentunya berbeda. Nah, kemampuan beradaptasi inilah yang nantinya akan membentuk tubuh, fungsi organ, dan perilaku makhluk hidup berdasarkan dengan lingkungan sekitarnya. Terbagi menjadi tiga macam adaptasi, yaitu : β€’ Morphological adaptation, adalah jenis adaptasi dari bentuk dan struktur tubuh dengan lingkungan sekitarnya. β€’ Physiological adaptation, adalah suatu bentuk adaptasi dari fungsi tubuh dan organ dengan lingkungan sekitarnya.

β€’ Adaptasi perilaku, adalah bentuk adaptasi dari sifat dan tindakan makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. 7. Merespon Rangsangan Yang Ada Karakteristik dari makhluk hidup yang selanjutnya adalah mereka dapat memberikan reaksi terhadap perubahan yang sedang terjadi di sekitarnya. Reaksi ini akan timbul ketika mereka merasakan ada rangsangan yang datang dari lingkungan. Rangsangan tersebut dapat berupa sebuah cahaya, suhu seperti panas dan dingin, bau-bauan, sentuhan, gravitasi, rasa dan masih banyak lagi.

Pada manusia dan hewan untuk melihat apakah ada rangsangan yang akan datang maka mereka menggunakan panca indra yang melekat ditubuh mereka, misalnya seperti: β€’ Mata untuk merasakan adanya cahaya yang datang. β€’ Telinga untuk merasakan rangsangan yang datang berupa getaran suara. β€’ Hidung untuk merasakan rangsangan yang datang seperti bau wangi, sampah dan lain sebagainya.

β€’ Kulit untuk merasakan rangsangan yang datang dalam bentuk sentuhan ataupun tekanan. β€’ Lidah sangat peka terhadap rasa zat yang terkandung didalam makanan. 8. Melepaskan Zat Sisa (Ekskresi) Ketika menusia melakukan aktivitas yang sangat bergantung pada gerakan tubuh, maka tubuh kita pasti akan mengeluarkan zat sisa dalam bentuk keringat.

Hal ini juga dapat terjadi jika Anda terlalu banyak memakan makanan berat dan minum banyak air, maka Anda akanbuang air besar dan kecil seperti mengeluarkan urine. Tidak hanya itu saja, tubuh manusia juga akan melepaskan karbondioksida dan uap air yang dikeluarkan sebagai zat sisa dari hasil proses respirasi. 9. Memetabolisme Tubuh Metabolisme merupakan serangkaian proses kimia yang terjadi didalam tubuh dari setiap makhluk hidup, misalnya seperti pernapasan dan juga ekskresi.

Proses dari metabolisme tubuh sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu katabolisme dan juga anabolisme.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Berikut ini penjelasannya : β€’ Katabolisme merupakan sebuah proses metabolisme yang terjadi dengan cara menguraikan senyawa kimia secara kompleks. Contohnya adalah proses pemecahan gula kedaam bentuk air dan karbon dioksida dalam tubuh manusia.

β€’ Anabolisme merupakan sebuah proses metabolisme tubuh yang bertujuan untuk mengubah beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa organik yang sangat kompleks. Contohnya seperti fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan hijau. Baca Juga : Ekosistem Darat F.A.Q Bagaimana Makhluk Hidup bertahan hidup? Makhluk Hidup dapat bertahan hidup dengan beberapa faktor yaitu : 1.

Berusaha untuk mencari makanan dan mendapatkan air. 2. Menghirup udara. 3. Mendapatkan sinar matahari yang cukup. 4. Memiliki tempat tinggal yang berfungsi untuk melindungi diri dari berbagai perubahan cuaca dan serangan hewan buas. Demikianlah ulasan pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Related posts: β€’ Gangguan Pada Hati β€’ Sistem Untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan β€’ Contoh Masalah Sosial Posted in Biologi, Umum Tagged ciri ciri makhluk hidup, contoh makhluk hidup dan ciri cirinya, macam macam makhluk hidup, makalah makhluk hidup, makhluk hidup adalah brainly, pengertian makhluk hidup pdf, pengertian makhluk hidup secara umum, pengertian makhluk hidup untuk anak sd Tulisan Terbaru β€’ Iklim Koppen β€’ Gangguan Pada Hati β€’ Iklim Fisis β€’ Sistem Sosial β€’ Contoh Masalah Sosial β€’ Kesenjangan Sosial β€’ Gangguan Pada Usus Besar β€’ Iklim Oldeman β€’ Rumus Trapesium – Pengertian, Jenis, Keliling, Luas, Beserta Contohnya β€’ Perbedaan Etika dan Moral β€’ Perbedaan Debit Dan Kredit β€’ Perbedaan CV dan PT β€’ Bagian Bagian Pada Telinga Beserta Gambar dan Fungsinya β€’ Konsep Adalah β€’ Perbedaan Cuaca Dan Iklim
Adaptasi Makhluk Hidup – Untuk pembahasan kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai Adaptasi Makhluk Hidup yang dimana dalam hal ini Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup, Fungsi Adaptasi Makhluk Hidup dan Jenis Adaptasi Makhluk Hidup, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Daftar Isi β€’ 1 Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup β€’ 1.1 Jenis – Jenis Adaptasi β€’ 1.1.1 Adaptasi Morfologis β€’ 1.1.2 Adaptasi Fisiologis β€’ 1.1.3 Adaptasi Tingkah Laku β€’ 1.2 Share this: Pengertian Adaptasi Makhluk Hidup Semua makhluk hidup berkembang biak guna menjaga kelestarian jenisnya supaya tidak punah.

Namun selain berkembang biak, setiap makhluk hidup juga melakukan proses yang disebut adaptasi supaya dapat bertahan dari berbagai seleksi alam dan menjaga kelangsungan hidupnya. Adaptasi mampu diambil kesimpulan sebagai kemampuan makhluk hidup untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan adaptasi yang berbeda-beda, lebih dari satu makhluk hidup mampu dengan mudah beradaptasi, namun ada pula lebih dari satu style makhluk hidup yang ada masalah dalam beradaptasi. Tentunya makhluk hidup yang mudah beradaptasi termasuk lebih mudah menjaga kelangsungan hidupnya, begitupun sebaliknya. Maka tidak heran terkecuali ada lebih dari satu makhluk hidup spesifik yang jarang dijumpai dikarenakan diambang kepunahan, keliru satu penyebabnya adalah kemampuannya yang susah dalam beradaptasi.

Jenis – Jenis Adaptasi Setiap style makhluk hidup mempunyai langkah adaptasi yang berbeda-beda, perihal ini dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor dalam (faktor yang berasal berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri atau secara genetik) dan faktor luar (faktor yang didapat berasal dari lingkungannya) Secara garis besar, adaptasi dikelompokkan kedalam tiga jenis, yakni adaptasi morfologis, adaptasi fisiologis dan adaptasi tingkah laku.

Berikut penjelasannya. Beberapa umpama adaptasi morfologi terhadap hewan diantaranya, burung yang mampu terbang dikarenakan mempunyai sayap, perbedaan style paruh dan kaki terhadap burung cocok fungsinya, perbedaaan bentuk gigi terhadap hewan karnivora dan herbivora dan sebagainya. Sementara umpama adaptasi morfologi terhadap tumbuhan layaknya bentuk dan ukuran daun yang tidak serupa pada tumbuhan yang hidup di lingkungan yang gersang dengan tumbuhan yang hidup di lingkungan yang berair.

Adaptasi Fisiologis Adaptasi fisiologis yakni bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang perihal dengan fungsi berasal dari bermacam jaringan dan organ berasal dari makhluk hidup itu sendiri. Contoh adaptasi fisiologis terhadap hewan layaknya terhadap hewan-hewan pemamah biak yang mampu menghasilkan enzim selulase untuk mencerna makanan-makanan memiliki serat tinggi. Contoh adaptasi fisiologi terhadap tumbuhan mampu kami lihat terhadap pohon jati yang daunnya berguguran terhadap musim kemarau.

Hal ini berjalan akibat pohon jati menghasilkan suatu hormon yang memicu daunnya berguguran untuk kurangi penguapan terhadap musim panas dan menghemat cadangan air. Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku merupakan bentuk penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya dalam bentuk perilaku-perilaku spesifik yang berwujud khas dan spesifik.

Perilaku kumbang yang berpura-pura mati misalnya dalam situasi terancam, kura-kura yang menyembunyikan kepala kedalam tempurungnya misalnya dalam situasi terancam dan ikan salmon yang lagi ke sungai saat jaman bertelur merupakan contoh-contoh adaptasi tingkah laku.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Adaptasi Makhluk Hidup dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. Baca Juga : Makanan Untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh Posted in Makhluk Hidup Tagged adaptasi adalah, adaptasi dalam sosiologi, adaptasi dan jenisnya, adaptasi makhluk hidup dan tujuannya, adaptasi sosiologi, adaptasi tingkah laku, adaptasi tumbuhan, artikel tentang adaptasi, bagaimana cara adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, bentuk bentuk adaptasi pada tumbuhan, contoh adaptasi, contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan, jelaskan macam adaptasi pada makhluk hidup dan berilah contohnya, jenis adaptasi, kliping adaptasi makhluk hidup, laporan praktikum adaptasi makhluk hidup, perbedaan modifikasi dan adaptasi makhluk hidup, rangkuman adaptasi makhluk hidup, sebutkan adaptasi makhluk hidup yang bertujuan melindungi diri, tujuan adaptasi, tujuan adaptasi fisiologi, tujuan makhluk hidup melakukan seleksi alam Post navigation Recent Posts β€’ Mengenal Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem β€’ Macam Macam Penyerbukan : Ciri, Contoh Dan Gambarnya β€’ 5 Contoh Gerak Endonom Pada Tumbuhan Serta Pengertian, Jenis Dan Gambarnya β€’ Peranan Bakteri Dalam Pembuatan Keju β€’ Jenis Jaringan Saraf β€’ Macam Macam Pencemaran Lingkungan β€’ Alat Ekskresi Pada Manusia β€’ Tulang Rusuk β€’ Coelenterata β€’ Bagian Bagian Kulit Manusia
Peta Konsep Kelangsungan Hidup A.

Pengertian Kelangsungan Hidup Kita ketahui bahwa tidak ada makhluk hidup di muka bumi ini yang mampu bertahan hidup tanpa mengalami kematian, karena setiap makhluk hidup memiliki waktu kehidupan atau umur yang terbatas. Misalnya umur pohon kelapa jauh lebih lama daripada umur pohon jagung. Bagaimanapun sempurnanya perawatan suatu tanaman, jika tanaman tersebut untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan mencapai batas usia maksimal maka akan mati.

Pada pohon pisang, setelah berbuah bisa dipastikan akan segera mati.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Namun, jika kamu amati dengan seksama, sebelum berbuah dan akhirnya mati, pohon pisang tersebut menumbuhkan tunas baru pada bagian bonggolnya. Tumbuhnya tunas tersebut mengakibatkan tanaman pisang tetap terjaga kelangsungan hidupnya, meskipun induk pohon pisang telah mati. Pertumbuhan pohon pisang silih berganti secara alamiah. Hal tersebut tentunya juga terjadi pada makhluk hidup lain termasuk hewan dan manusia. Setiap makhluk hidup telah dibekali oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kemampuan untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga keturunannya supaya tetap lestari.

Tetapi, karena keserakahan makhluk hidup yang lebih tinggi tingkatnya dan ketidakpedulian manusia akan kelestarian lingkungan hidup telah merusak ekosistem yang baik. Telah menjadi hukum alam bahwa makhluk yang lemah akan dimangsa oleh makhluk yang lebih kuat, atau yang kita kenal dengan hukum rimba.

Setiap jenis makhluk hidup dapat lestari jenisnya sampai saat ini karena berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang sejenis dapat bereproduksi dan berdaptasi dengan lingkungan. Jika makhluk yang hidup pada zaman dulu tidak mampu bertahan dalam kelangsungan hidupnya, maka untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan makhluk hidup itu akan punah seperti dinosaurus.

Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, seleksi alam, dan perkembangbiakan. B. Adaptasi 1. Pengertian Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan.

Dari pengertian adaptasi tersebut, ada tiga macam bentuk adaptasi, yaitu: a. adaptasi fisiologi b. adaptasi tingkah laku, c. adaptasi morfologi. Adaptasi terlihat dari adanya perubahan bentuk luar atau dalam suatu makhluk hidup sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Perubahan ini bersifat tetap dan khas untuk setiap jenis sehingga bisa diwariskan kepada keturunannya.

2. Jenis-jenis Adaptasi a. Adaptasi fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh sehingga sulit untuk diamati. Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai.

Ikan air laut menghasilkan urine lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini dikarenakan kadar garam air laut lebih tinggi dari pada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air sehingga ikan harus banyak minum. Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat. Kekebalan serangga terhadap insektisida akan meningkat (menjadi kebal) karena penggunaan insektisida secara terusmenerus.

Hewan-hewan herbivor beradaptasi terhadap makanan secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau, dan domba merupakan hewan herbivor yang dapat mencerna zat makanan di dalam lambung. Rayap dan Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat mencerna kayu dengan bantuan enzim selulose. Selain hewan, manusia dan tumbuhan dapat beradaptasi dengan lingkungannya secara fisiologi.

Tubuh manusia mampu menambah jumlah sel darahmerah apabila berada di pegunungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat mengikat oksigen lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh. Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yang diterimanya. Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka lebar. Sebaliknya di tempat yang terang, pupil kita akan menyempit.

Melebar atau menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya. Jumlah sel darah merah orang yang hidup di daerah pantai lebih sedikit dibandingkan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal ini disebabkan karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar dibandingkan daerah pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka dibutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen.

Tekanan parsial oksigen adalah perbandingan kadar oksigen untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan udara dibandingkan dengan kadar gas lain di udara. Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan madu atau nectar, dan serbuk sarinya mudah melekat. Akar dan daun pada tumbuhan tertentu dapat menghasilkan zat kimia yang berbau khas yang dapat menghambat tumbuhan lain di dekatnya.

Contoh di atas termasuk dalam adaptasi fisiologi. b. Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Adaptasi tingkah laku dapat berupa hasil belajar maupun insting/naluri sejak lahir.

Terdapat dua macam tingkah laku, yaitu sebagai berikut. 1) Tingkah laku sosial, untuk hewan yang hidup berkelompok.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

2) Tingkah laku untuk perlindungan. Contohnya babi hutan akan menggali lubang persembunyian dengan kukunya ketika melihat singa, trenggiling akan menggulung tubuhnya bila bertemu musuh.

Contoh lain adalah kamuflase, misalnya pada bunglon dan gurita. Mimikri Bunglon Mimikri adalah kemampuan untuk meniru bentuk, suara, dan tingkah laku seperti hewan lain sehingga akan dikira predator atau hewan yang beracun atau berbahaya.

Migrasi juga merupakan bentuk adaptasi tingkah laku dengan cara bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain dan kemudian kembali lagi. Hewan bermigrasi dengan berbagai alasan antara lain memperoleh iklim yang baik, makanan yang cukup, tempat yang lebih aman, dan kepentingan perkembangbiakan.

Hewan yang hidup di daerah kutub atau daerah yang mengalami pergantian empat musim yang perbedaan suhunya ekstrim, biasanya melakukan hibernasi. Hibernasi adalah tidur dalam jangka waktu yang lama ketika suhu lingkungan rendah. Aktivitas tubuh seperti denyut jantung dan napas sangat pelan sehingga hanya memerlukan energi/makanan yang sedikit.

Contohnya kelelawar, ular, dan beruang kutub. Selama hibernasi hewan menggunakan lemak dalam tubuh sebagai sumber energi. Kucing mengincar mangsanya dengan cara mendekam. Ketika mangsa mendekat dan lengah, maka kucing akan meloncat dan menerkam mangsanya. Tingkah laku demikian untuk menghemat energi. Lain halnya dengan cicak. Cicak akan memutuskan ekornya pada saat berada dalam ancaman.

Paus naik ke permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk pernapasannya. Hewan rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat terowongan dari tanah yang dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau sarangannya. c. Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya.

Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar. Meskipun hewan dapat bergerak bebas, hewan juga melakukan beragam adaptasi morfologi untuk menyesuaikan dengan tempat hidup dan jenis makanannya. Adaptasi morfologi berupa penyesuaian tubuh hewan seperti ukuran dan bentuk gigi, penutup tubuh, dan alat gerak hewan. Gigi disesuaikan dengan jenis makanannya, sehingga gigi hewan pemakan daging berbeda dengan hewan pemakan tumbuhan. Penutup tubuh seperti rambut, duri, sisik, dan bulu yang tumbuh dari kulit disesuaikan dengan kondisi lingkungannya sehingga dapat membantu hewan untuk tetap bertahan hidup.

Contoh yang lain adalah variasi tulang belakang dan sirip pada ikan pari disebabkan perbedaan suhu saat pertumbuhannya, jenis kelamin kura-kura ditentukan oleh variasi temperatur saat inkubasi (pengeraman), serta bentuk paruh dan kaki burung bervariasi sesuai dengan jenis makanan dan habitatnya. Variasi Bentuk Kaki Burung Burung kolibri memiliki paruh panjang dan runcing.

Paruh ini digunakan untuk menghisap madu. Serangga juga beradaptasi dengan lingkungan melalui bentuk organ tubuhnya. Organ tubuh jangkrik dan belalang yang digunakan untuk beradaptasi adalah mulut.

Mulut kedua hewan tersebut mempunyai rahang bawah dan atas yang kuat. Selain hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan lingkungannya melalui bentuk tubuhnya, yaitu: 1) Tumbuhan Xerofit Tumbuhan xerofit memiliki struktur fisik yang sesuai untuk bertahan hidup pada suhu yang ekstrim panas dan kekurangan air. Contohnya adalah kaktus dan sukulen. Kaktus dapat bertahan hidup dalam kondisi kering.

Bentuk adaptasinya yaitu daun tidak berbentuk lembaran sebagaimana tumbuhan lainnya, tetapi mengalami modifikasi menjadi duri atau sisik. Kaktus mampu menyimpan air pada batangnya. Seluruh permukaannya dilapisi oleh lilin untuk mengurangi penguapan.

Sistem perakarannya panjang untuk mencapai tempat yang jauh yang mengandung air. 2) Tumbuhan Hidrofit Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air.

Adaptasi morfologi yang dilakukan antara lain memiliki rongga udara di antara sel-sel tubuhnya sehingga dapat mengapung. Daunnya lebar dan stomata terletak di permukaan atas. Contoh tumbuhan hidrofit adalah kangkung, eceng gondok, dan teratai. 3) Tumbuhan Higrofit Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab dan basah.

Adaptasinya yaitu mempunyai daun yang tipis dan lebar. C. Seleksi Alam Dalam kehidupan sehari-hari, seleksi berarti pemilihan, dan alam berarti segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup. Jadi, seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah.

Bisa juga diartikan sebagai musnahnya beberapa makhluk hidup karena tidak dapat menyesuaikan diri. 1. Faktor penyeleksi alam Seleksi alam ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut. a. Suhu lingkungan Di daerah dingin dijumpai hewan-hewan mamalia yang berbulu tebal, sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal ini, yang menjadi faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan.

Karena hewan mamalia yang berbulu tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah.

Beruang kutub berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang kutub juga mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk menghangatkan tubuhnya. b. Makanan Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah kebutuhan primer makhluk hidup.

Makanan akan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan. Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan makanannya akan dapat berlangsung hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak mampu bersaing dalam perebutan makanan akan tereliminasi dan punah.

c. Cahaya matahari Faktor matahari berhubungan dengan penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang berklorofil. Karena tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk pembentukan makanan. 2. Kepunahan makhluk hidup Berdasarkan temuan fosil-fosil, dapat diketahui bahwa banyak jenis makhluk hidup yang hidup pada jaman dahulu tidak ditemukan lagi sekarang.

Tetapi ada juga yang masih hidup sampai sekarang untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan capung. Capung adalah hewan yang hidup pada jaman karbon sampai sekarang. Hewan lain yang hampir mirip dengan hewan yang telah punah adalah kadal dan komodo.

Ketiga hewan tersebut adalah hewan yangtergolong dalam fosil hidup. Dinosaurus merupakan contoh hewan yang telah punah. Para ilmuan berpendapat bahwa yang menyebabkan kepunahan hewan ini adalah perubahan iklim.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Iklim yang terganggu akan menyebabkan kematian banyak jenis tumbuhan sehingga dinosaurus herbivor tidak bisa mendapatkan makanan. Sedangkan Dinosaurus karnivor dapat bertahan hidup untuk sementara. Tetapi dengan berjalannya waktu, hewan karnivorpun mati. Saat ini, tingkah laku manusia banyak mempengaruhi proses seleksi alam. Perburuan liar, penangkapan, perusakan habitat, pencemaran lingkungan dapat mempercepat laju seleksi yang tidak alami.

Akibat rusaknya habitat, banyak hewan liar yang harus bermigrasi ke daerah yang kurang sesuai dengan lingkungan alaminya. Mereka harus berjalan berkilo-kilometer untuk memperoleh makanan yang cukup. Di Indonesia, terdapat banyak tumbuhan dan hewan yang hampir punah.

Contohnya adalah harimau jawa, badak bercula satu, badak bercula dua, untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan burung jalak bali. Hewan yang hampir punah tersebut disebabkan karena kerusakan habitat oleh manusia, perburuan liar, kemampuan adaptasinya rendah, serta tingkat reproduksi yang rendah. D. Perkembangbiakan Makhluk Hidup Perkembangbiakan makhluk hidup dapat dipergunakan untuk melangsungkan kehidupan. Karena bila tanpa perkembangbiakan, maka makhluk hidup akan punah.

Misalkan pada suatu perkebunan terdapat populasi belalang yang terkena radiasi, sehingga belalang jantan menjadi mandul dan tidak dapat melakukan perkawinan dengan belalang betina. Ketidakmampuan belalang untuk berkembang biak akan menyebabkan belalang di perkebunan tersebut punah. Jadi, belalang tersebut tidak dapat menjaga kelestarian jenisnya karena tidak mampu berkembang biak. Makhluk hidup ada yang mempunyai daya berkembang biak tinggi dan rendah.

Makhluk hidup yang mempunyai daya berkembang biak tinggi akan mudah menjaga kelestarian hidupnya. Misalnya tikus, kucing, ilalang, dan enceng gondok. Makhluk hidup yang mempunyai daya berkembang biak rendah sangat sulit menjaga kelangsungan dan kelestarian jenisnya. Misalnya gajah, hanya beranak sekali dalam dua tahun dan setiap kali beranak hanya seekor. Demikian pula badak, komodo, kancil, burung merak, jerapah, harimau, dan ikan paus biru yang hanya menghasilkan dua anak dalam waktu 10 tahun.

Hewan yang memiliki daya berkembang biak rendah merupakan hewan-hewan yang terancam kelestariannya. Selain hewan, tumbuhan juga dilindungi oleh negara karena kelangkaan dan daya berkembang biaknya rendah. Misalnya tumbuhan yang dilindungi oleh negara adalah bunga bangkai (Refflesia Arnoldi), anggrek bulan Ambon, kemang, kepuh, kayu ulin Kalimantan, kemenyan, dan gaharu dilindungi oleh negara. Daftar Pustaka Sukis Wariyono. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3: Panduan Belajar IPA Terpadu untuk Kelas IX SMP/ MTs.

Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Dewi Ganawati. 2008. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam: Terpadu dan Kontekstual IX untuk SMP/ MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Definisi Mimikri merupakan proses adaptasi dimana warna kulit hewan akan berubah sesuai dengan tempatnya ia singgahi untuk melindungi diri dari predator dan mencari mangsanya.

contoh : -bunglon yang berada di dahan pohon yang berwarna coklat tidak akan terlihat karena kulitnya berubah mengikuti warna dahan pohon tersebut -gurita yang merubah pigmen kulitnya sesuai keadaan sekitarnya atau mengikuti warna terumbu karang yang ada di sekitarnya.

akan tetapi perubahan pigmen kulit bunglon tidak secepat perubahan pigmen gurita karena bunglon tidak bisa merubah warna kulitnya kedalam beberapa warna secara sekaligus kamuflase : proses adaptasi yang menyamakan atau menyeragamkan warna kulit dengan lingkungan sekitarnya untuk melindungi diri dari predator atau untuk mencari makan contoh : -Chetah/singa suka mengintai mangsanya diantara rumput alang2 yang berwarna coklat agar tidak terlihat oleh mangsanya hal ini terjadi karena warna rambut singa sama dengan warna rumput tersebut.

-ular piton hijau suka berdiam di dahan pohon yang berwarna hijau sambil mengintai mangsanya yaitu katak pohon atau burung perbedaan : – mimikri : perubahan pigmen kulit sesuai tempat yang disinggahi – kamuflase: warna pigmen kulit tidak berubah, akan tetapi hewan yang menggunakan untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan ini akan berada di tempat yang sesuai dengan warna kulit untuk melindungi diri dari predator dan mencari mangsa.

sumber: googling Semoga manfaat, Salam UnitedScience πŸ™‚ Adaptasi tingkah laku pada rayap Rayap adalah golongan serangga penghancur kayu. Mengapa rayap dengan mudah dapat mencerna kayu? Rayap mampu mencerna kayu bukan karena mempunyai enzim yang dapat mencerna kayu, melainkan karena di dalam ususnya terdapat hewan flagellata yang mampu mencernakan kayu.

Hewan flagellata mampu menghasilkan enzim selulose. Secara periodik, rayap mengalami pengelupasan kulit. Pada saat kulit mengelupas, usus bagian belakang ikut terkelupas, sehingga flagellata turut terbawa oleh usus. Untuk mendapatkan kembali flagellata tersebut, rayap biasanya memakan kembali kelupasan kulitnya. Berbeda dengan rayap dewasa, rayap yang baru menetas suka menjilati dubur untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan dewasa untuk mendapatkan flagellata.

sumber: googling Semoga manfaat, Salam UnitedScience πŸ™‚ Bentuk adaptasi hewan yang hicup di darat terhadap lingkungannya, misalnya dengan cara: 1. Mempunyai Kulit tebal dan lapisan tanduk (kulit ari) 2.

Alat geraknya disesuaikan dengan lingkungan darat. Contoh: Mamalia mempunyai alat gerak berupa kaki dan tangan 3. Unta, beradaptasi terhadap kekurangan air dengan cara sekali minum dapat menghabiskan air 115 liter air atau lebih dalam beberapa menit dan dapat bertahan selama 6-8 hari tanpa minum lagi. Unta masih dapat hidup walaupun tubuhnya sudah kehilangan air + 40% dan kotorannya sangat kering serta urinenya sangat pekat.

Sedangkan hewan lain akan mati jika tubuhnya kehiolangan air sampai 20%. 4. Tikus padang pasir, untuk beradaptasi terhadap lingkungannya, ia hanya mencari makanan pada waktu menjelang pagi atau malam hari dan pada siang hari berlindung di dalam lubang yang lembab. Ia tidak pernah minum dan mendapatkna air dari biji-bijian, akar serta potongan-[otongan tumbuhan yang dimakannya.

5. Anjing hanya memiliki sedikit kelenjar keringat. Sebagai adaptasi untuk menurunkan suhu tubuhnya, anjing sering menjulurkan lidah sambil bernapas terengah-engah guna memperbanyak pengeluaran dan penguapan air melalui lidahnya. 6. Di daerah dingin, hewan-hewan harus berusaha mempertahankan panas tubuhnya agar tidak kedinginan.

hewan didaerah kutub, seperti anjing laut dan beruang kutub beradaptasi dengan memiliki bulu tebaldan timbunan lemak dibawah kulitnya untuk menjaga agar suhu tubuhnya tetap.

Di musim dingin, hewan-hewan melakukan kegiatan sangat terbatas dan menghemat pengeluaran energi dari tubuhnya. Sebagian besar waktunya digunakan untuk tidur di lubang persembunyiannya. Keadaan ini disebut tidur musim dingin atau hibernasi. Bila musim dingin berlalu, hewan-hewan ini akan aktif kembali. 7. Cacing tanah beradapatasi dengan permukaan tubuhnya yang selalu basah dan berlendir sehingga mudah menerobos dan membuat liang di dalam tanah.

8. Burung-burung yang masih hidup di darat dan dapat terbang, umumnya mempunyai bentuk adaptasi sebagai berikut: a. Tulang-tulangnya berongga dan antar tulang yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan yang kuat.

b. Mempunyai pundi-pundi hawa yang efektif untuk bernafas waktu terbang. c. Anggota gerak depan berupa sayap dan mempunyai banyak bulu yang tersusun rapat. d. Tulang dada menonjol ke depan, serta mempunyai otot dada yang amat kuat. Lebih lanjut: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2244720-adaptasi-hewan-darat/#ixzz2Cfwd0RJZ Semoga manfaat, Salam UnitedScience πŸ™‚ Ikan air tawar beadaptasi dengan sedikit minum, banyak mengeluarkan urine yang encer.

Ikan air laut beradaptasi untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan banyak minum, sedikit mengeluarkan urine yang pekat. Adaptasi fisiologi ini untuk menyeimbangkan homeostasis tubuh ikan. Selain itu ikan juga memiliki sisik, sirip, dan gurat isi untuk mendukung kehidupannya di air Twitter β€’ RT @ arifjamalimuis: Zakat Penghasilan/Profesi.

bagaimana? Ini ketentuannya. ayo berzakat di @ LAZISMU https://t.co/w0jYJuKpdh 1 week ago β€’ #Gempa @ petabencana 1 month ago β€’ Info @ petabencana 1 month ago β€’ RT @ ismailfahmi: "Dapat dibuktikan oleh Muhammadiyah melalui surat kuasa bersegel tertanggal 19 Maret 1992 atau 7 Ramadhan 1412 Hijirah.… 2 months ago β€’ #gempa @ petabencana 2 months ago Follow @arygoenβ€’ Home β€’ Tentang Kami β€’ Pengertian β€’ artikel ekonomi β€’ Artikel Biologi β€’ Pendidikan kewarganegaraan ( PKN ) β€’ Artikel Agama β€’ sejarah β€’ Bahasa Indonesia β€’ Artikel Sosiologi β€’ Artikel Seni β€’ Kontak Kami β€’ Privacy Policy β€’ Covid-19 Home Β» Artikel Biologi Β» [Jawaban] Apa Tujuan Makhluk Hidup Berkembang Biak?

Tahukah anda apa tujuan makhluk hidup berkembang biak? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa setiap makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia itu sudah tentu melakukan suatu perkembangbiakan dengan cara melakukan reproduksi. Adapun cara bereproduksi pada makhluk hidup juga tergolong sangat beragam mulai dari hewan yang bertelur seperti ayam sampai melahirkan seperti sapi, tumbuhan yang berkembang biak dengan melakukan perkawinan lewat bunga sampai melalui umbinya.

Hal itu dilakukan oleh makhluk hidup dengan beberapa tujuan. Adapun tujuannya yaitu: Daftar Isi β€’ 1 Apa Tujuan Makhluk Hidup Berkembang Biak β€’ 1.1 Makhluk Hidup Berkembang Biak Agar Tidak Punah β€’ 1.2 Makhluk Hidup Mempertahankan Spesiesnya β€’ 1.3 Berkembang Biak untuk mendapatkan keturunan Apa Tujuan Makhluk Hidup Berkembang Biak Tujuan dari makhluk hidup berkembang biak secara umum yaitu untuk dapat mempertahankan keturunan supaya bisa muncul generasi baru untuk dapat melanjutkan kehidupannya, tidak punah sampai disitu saja dan dapat mempertahankan spesies atau jenisnya.

Nah, untuk lebih lengkapnya, silahkan anda menyimak informasi yang ada di bawah ini: Makhluk Hidup Berkembang Biak Agar Tidak Punah Salah satu tujuan dari makhluk hidup untuk berkembang biak yaitu untuk dapat mempertahankan spesiesnya di alam supaya tidak punah. Dengan demikian, spesies yang berhubungan akan terus dapat ditemukan di alam.

Kepenuhan adalah sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh semua makhluk hidup. Terdapat beberapa hewan yang sudah dinyatakan punah sehingga kita tidak bisa lagi mendapatkannya di alam dan terdapat hewan yang telah dinyatakan akan mengalami suatu kepunahan sampai perlu adanya campur tangan manusia supaya hewan tersebut tak punah dan bisa dilihat oleh anak cucuk kita nantinya.

[Jawaban] Apa Tujuan Makhluk Hidup Berkembang Biak? Makhluk Hidup Mempertahankan Spesiesnya Punah sebenarnya bukanlah satu-satunya alasan untuk melakukan perkembang biakan.

Semisalnya saja, di alam yang penuh dengan predator, tentu untuk dapat mempertahankan spesiesnya di area tersebut maka harus melakukan suatu perkembangbiakan.

Terdapat beberapa hewan yang mempunyai banyak keturunan dalam sekali melakukan reproduksi, semisalnya saja kura-kura di suatu daerah. Kura-kura bertelur sampai ratusan karena di alam kura-kura muda itu sangatlah rentan, dan dari ratusan kura-kura hanya ada beberapa saja yang bisa mencapai masa dewasa.

Kalau kura-kura yang ada di daerah tersebut hanya bertelur sebanyak 2 butir maka kemungkinan untuk jumlah kura-kura pada tempat tersebut akan semakin terus berkurang karena kemampuan mereka utnuk dapat mempertahankan diri menjadi berkurang.

Berkembang Biak untuk mendapatkan keturunan Pada beberapa makhluk hidup, keturunan adalah sesuatu hal yang sangatlah penting dan menjadi lambang dari sebuah keluarga, sehingga keturunan tersebut diinginkan. Meskipun untuk jumlah makhluk hidup tersebut terbilang cukup banyak dan jauh dari kata kepunahan.

Manusia adalah salah satu contoh dari makhluk hidup yang senantiasa menginginkan keturunan di keluarganya. Nah, demikianlah informasi tentang apa tujuan makhluk hidup berkembang biak. Semoga saja informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang mencari informasi tentang tujuan makhluk hidup berkembang biak.

Recent Posts β€’ Pengertian Kimia, Fungsi, Cabang Ilmu, Manfaat, & Kimia Menurut Para Ahli β€’ Pengertian Kronologi, Fungsi, dan Contoh Kronologi Dalam Sejarah β€’ Pengertian Presipitasi, Fungsi, Arti Presipitasi Menurut Para Ahli dan Kimia, Biologi β€’ Pengertian Periodisasi, Tujuan, Komponen & Contoh Periodisasi β€’ Pengertian Perusahaan Manufaktur, Karakteristik/Ciri, & Fungsi Perusahaan Manufaktur
Setiap makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Suatu jenis makhluk hidup dapat hidup lestari pada suatu lingkungan karena berbagai hal.

Misalnya, jenis makhluk hidup tersebut dapat menyesuaikan diri atau berdaptasi terhadap lingkungannya, dapat lolos dari seleksi alam, dan dapat berkembang biak.

Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jika makhluk hidup tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, makhluk hidup tersebut dapat punah. Sebagai contoh, jika ayam dipindah ke air lama-kelamaan akan mati karena tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan berair.

Jadi, adaptasi adalah kemampuan makhluk untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemampuan adaptasi sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup. Makin besar kemampuan beradaptasi, makin besar kemungkinan bertahan hidup. Dengan kemampuan adaptasi yang besar, suatu jenis makhluk hidup dapat menempati habitat yang beragam. Manusia merupakan contoh jenis makhluk hidup yang mempunyai kemampuan yang besar dalam beradaptasi. Hampir semua habitat dihuni oleh manusia. Dari pantai hingga pegunungan yang tinggi, dari hutan tropis yang yang panas dan lembap sampai gurun pasir yang kering dan panas, serta daerah kutub yang dingin.

Secara garis besar adaptasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi perilaku. Apa jenis makanan berbagai macam burung (unggas) yang ada di sekitarmu? Kalau kita amati, ada burung yang memakan bijibijian, ada yang memakan serangga, ada yang memakan daging, dan ada yang mengisap madu.

Untuk mengambil makanan dari lingkungannya, burung memerlukan paruh yang sesuai dengan makanannya. Bentuk paruh burung nuri pendek dan kuat, sesuai dengan makanannya yang berupa biji-bijian. Bentuk paruh burung elang runcing agak panjang dan ujung paruh atas agak membengkok ke bawah. Bentuk paruh seperti itu cocok untuk merobek daging. Bentuk paruh burung pelikan panjang, lebar, dan agak berkantong.

Hal itu disesuaikan dengan jenis makanannya yang licin, misalnya ikan. Bentuk paruh burung kolibri khas sekali sebagai pengisap madu, yaitu kecil, runcing, dan panjang. Aneka ragam bentuk penuh burung sesuai dengan jenis makanan itulah yang merupakan bentuk adaptasi marfologi. Selain dapat dilihat dari bentuk paruhnya, adaptasi morfologi pada burung juga dapat dilihat dari bentuk kakinya.

Ada kaki burung petengger, kaki burung pemanjat, kaki burung perenang, dan ada pula kaki burung pencengkeram. Dapatkah kamu menyebutkan bentuk kaki burung lainnya? Pada umumnya burung petengger mempunyai jari kaki panjang dan semua jari terletak pada satu bidang datar. Bentuk kaki seperti itu cocok untuk hinggap pada ranting-ranting pohon yang kecil, contohnya burung kutilang. Kaki burung pemanjat mempunyai dua jari ke depan dan dua jari ke belakang, misalnya kaki burung pelatuk.

Kaki burung perenang, terdapat selaput renang di antara jari-jarinya. Burung yang biasa berenang, misalnya angsa, itik, pinguin, dan pelikan. Kaki burung pencengkram mempunyai ukuran yang pendek dan cakarnya sangat tajam. Jika sedang mencengkram mangsa, jari depannya dapat diputar ke belakang. Burung yang mempunyai kaki seperti itu, misalnya burung elang, rajawali, dan burung hantu.

Adaptasi morfologi pada serangga dapat kita lihat pada tipe mulutnya. Bagian mulut serangga pada dasarnya terdiri atas satu bibir atas (labrum), sepasang rahang (mandibula), satu hipofaring, sepasang maksila, dan satu bibir bawah (labium). Pada belalang, jangkrik, dan kecoa mulutnya dilengkapi dengan rahang atas dan rahang bawah yang sangat kuat.

Tipe mulut seperti pada serangga tersebut dinamakan tipe mulut penggigit. Kutu dan nyamuk mulutnya mempunyai rahang yang panjang dan runcing, sehingga memungkinkan untuk menusuk kulit manusia atau hewan lain. Tipe mulut seperti itu dinamakan tipe mulut penusuk-pengisap.

Kupukupu mulutnya dilengkapi dengan alat, seperti belalai yang panjang dan dapat digulung. Tipe mulut seperti pada kupu-kupu tersebut dinamakan tipe mulut pengisap.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Lebah madu dan lalat mulutnya dilengkapi dengan alat untuk menjilat atau bibir. Tipe mulut seperti itu disebut tipe mulut pengisap-penjilat. Berbeda dengan adaptasi morfologi yang tampak dari luar diri makhluk hidup, adaptasi fisiologi tidak begitu tampak sehingga sulit mengenalinya. Hal ini karena berkaitan dengan fungsi organ tubuh bagian dalam Beberapa contoh adaptasi fisiologi pada makhluk hidup sebagai berikut. a. Adaptasi terhadap kadar oksigen Oksigen merupakan zat yang sangat diperlukan makhluk hidup untuk pernapasan.

Oleh karena itu, perubahan kadar zat tersebut di lingkungan akan sangat memengaruhi aktivitas organ tubuh. Di berbagai tempat dengan ketinggian yang berbeda, kadar oksigennya akan berbeda.

Kadar oksigen di dataran rendah cukup tinggi. Makin tinggi suatu tempat, kadar oksigennya makin rendah. Apa yang akan terjadi, jika seseorang berpindah dari dataran rendah ke dataran tinggi atau sebaliknya? Ingatlah bahwa oksigen dari alat pernapasan akan diangkut ke sel-sel tubuh oleh sel darah merah (eritrosit).

Di dataran rendah kadar oksigen udara cukup tinggi sehingga absorbsi oksigen oleh pembuluh kapiler dapat berlangsung secara efektif dengan jumlah eritrosit yang normal. Apa yang akan terjadi jika orang yang jumlah eritrositnya normal pindah ke dataran tinggi yang kadar oksigennya rendah? Karena yang bertugas mengangkut oksigen di dalam tubuh adalah eritrosit, tubuh akan beradaptasi secara fisiologis dengan meningkatkan jumlah eritrosit (sel darah merah).

Dengan demikian, pengikatan oksigen di dalam alat pernapasan dapat berjalan efektif. Pernahkah kamu melihat saluran pencernaan herbivora, misalnya sapi? Saluran pencernaan herbivora panjang dan menghasilkan enzim selulase yang dapat menguraikan selulosa.

Dengan adanya selulase, pencernaan makanan yang untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan tumbuhan menjadi lebih mudah. Ingatlah, sel tumbuhan mempunyai dinding yang kuat, yang sulit untuk dicerna hewan. Adaptasi fisiologi pada sistem pencernaan juga terjadi pada cacing Teredo navalis (hewan semacam kerang pengebor).

Hewan ini sering disebut cacing kapal karena perusak kayu galangan kapal. Teredo navalis muda yang baru menetas mempunyai sepasang cangkok. Pada tepi cangkok terdapat gigi mirip kikir yang berfungsi mengebor kayu. Setelah dewasa, Teredo navalis menjadi makhluk mirip cacing.

Pada saluran pencernaannya terdapat kelanjar yang mampu menghasilkan enzim selulase. Dengan enzim itulah kayukayu yang telah dilumatkan dengan gigi kikirnya dapat dicernakan Di alam terdapat dua macam perairan yang berbeda kadar garamnya, yaitu perairan laut dan perairan tawar. Air laut mempunyai kadar garam yang lebih tinggi daripada air tawar.

Ikan yang hidup di air laut dan air tawar masing-masing memiliki cara adaptasi yang khusus. Ikan air laut tidak dapat bertahan hidup, jika dipindahkan ke air tawar, demikian pula sebaliknya. Ikan air laut mempunyai cairan tubuh berkadar garam lebih rendah dibandingkan kadar garam di lingkungannya.

Ikan tersebut beradaptasi dengan cara selalu minum dan mengeluarkan urine sangat sedikit. Hal itu bertujuan untuk menjaga jumlah cairan yang berada di sel-sel tubuhnya. Garam yang untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan bersama air akan dikeluarkan secara aktif melalui insang. Tekanan osmosis sel-sel tubuh ikan air tawar lebih tinggi dibandingkan tekanan osmosis air di lingkungannya, karena kadar garam sel tubuh ikan air tawar lebih tinggi daripada kadar garam air lingkungannya.

Menurut hukum osmosis, larutan akan berpindah dari yang bertekanan osmosis rendah (encer) ke larutan yang bertekanan osmosis tinggi (pekat).

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Dengan demikian banyak air yang masuk ke tubuh ikan melalui selsel tubuh ikan. Untuk menjaga agar cairan tubuhnya tetap seimbang, ikan tersebut beradaptasi dengan cara sedikit minum dan mengeluarkan banyak urine. Mengapa ikan mas atau katak tidak mampu hidup di air laut, sebaliknya paus tidak mampu berada di kolam air tawar? Tekanan osmosis di dalam sel-sel tubuh ikan air tawar jauh lebih rendah dibanding tekanan osmosis lingkungan air laut. Akibatnya, apabila ikan air tawar dimasukkan ke air laut, bentuk preadaptasinya adalah minum air sebanyak-banyaknya agar cairan di dalam sel-sel tubuh yang keluar secara osmosis ke lingkungan dapat teratasi.

Namun hal ini akan sulit terus dilakukan karena apabila tekanan osmosis cairan di dalam sel-sel tubuh terlalu rendah sel-sel tubuh akan mengerut sehingga ikan air tawar tersebut mati. Bunglon mengelabuhi musuhnya dengan mengubah warna kulitnya. Jika berada di dedaunan, warna kulit bunglon menjadi hijau.

Sebaliknya, apabila berada di tanah, warna kulit bunglon menjadi seperti tanah (kecokelatan). Perubahan warna kulit sesuai warna lingkungannya seperti yang dilakukan oleh bunglon tersebut dinamakan mimikri. Cecak merupakan contoh hewan yang ekornya mudah putus. Dalam keadaan bahaya, cecak mengelabui musuhnya dengan cara memutuskan ekornya disebut autotomi. Jika seekor cecak dikejar oleh pemangsa, ekornya secara mendadak putus dan bergerak- gerak sehingga perhatian pemangsa akan tertuju pada ekor untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan bergerak tersebut.

Kesempatan itu digunakan cecak untuk menghindarkan diri dari kejaran pemangsa. Musim dingin adalah musim yang sangat sulit bagi hewan.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Banyak hewan yang tidak dapat bertahan hidup pada musim yang keras ini. Beberapa hewan melewatinya dengan tetap giat mencari makan. Sementara itu hewan yang lain bertahan hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi. Ciriciri hewan yang melakukan hibernasi, yaitu suhu tubuh rendah serta detak jantung dan pernapasan sangat lambat. Tujuannya untuk menghindari cuaca yang sangat dingin, kekurangan makanan, dan menghemat energi. Contoh hewan yang melakukan hibernasi antara lain ular, kura-kura, ikan, dan bengkarung yang tetap tinggal di sarangnya selama musim dingin.

Di beberapa belahan dunia, cuaca yang paling buruk adalah cuaca pada musim panas. Pada musim panas, udara sangat panas dan kering. Beberapa hewan bergerak mencari tempat perlindungan dan tidur. Tidur di musim panas disebut estivasi.

untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan

Kata ini berasal dari kata latin yang berarti musim panas. Tujuan hewan melakukan estivasi adalah untuk menghindari panas yang tinggi dan kekurangan air. Lemur kerdil, kelelawar, dan beberapa tupai adalah mamalia yang berestivasi untuk menghindari cuaca kering.

Jenis tanaman jahe-jahean dan rerumputan melakukan estivasi di musim kemarau dengan mengeringkan dedaunannya. Adapun, pohon jati melakukan estivasi di musim kering dengan menggugurkan seluruh daunnya. Hibernasi dan estivasi, keduanya, disebut dormansi. Jadi, dormansi merupakan masa istirahat bagi makhluk hidup untuk tetap bertahan pada cuaca yang buruk. Rayap adalah golongan serangga penghancur kayu.

Mengapa rayap dengan mudah dapat mencerna kayu? Rayap mampu mencerna kayu bukan karena mempunyai enzim yang dapat mencerna kayu, melainkan karena di dalam ususnya terdapat hewan flagellata yang mampu mencernakan kayu. Hewan flagellata mampu menghasilkan enzim selulose.

Secara periodik, rayap mengalami pengelupasan kulit. Pada saat kulit mengelupas, usus bagian belakang ikut terkelupas, sehingga flagellata turut terbawa oleh usus. Untuk mendapatkan kembali flagellata tersebut, rayap biasanya memakan kembali kelupasan kulitnya (Gambar 4.10).

Berbeda dengan rayap dewasa, rayap yang baru menetas suka menjilati dubur rayap dewasa untuk mendapatkan flagellata. Hewan vertebrata dari golongan mamalia dan reptilia yang hidup di dalam air tetap bernapas dengan paru-paru.

Hal itu tampak jelas pada cara bernapasnya, misalnya paus. Setiap saat paus muncul ke permukaan air untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya sampai paru-parunya penuh sekali, yaitu sekitar 3.350 liter. Setelah itu, paus akan menyelam kembali ke dalam air. Dengan udara sebanyak itu, paus mampu bertahan selama kira-kira setengah jam di dalam air. Pada saat muncul kembali di permukaan air, hasil oksidasi biologi dihembuskan melalui lubang hidung, seperti pancaran air mancur.

Sisa oksidasi ini berupa karbon dioksida yang jenuh dengan uap air yang telah mengalami pengembunan (kondensasi). Adanya perubahan kondisi alam tersebut menuntut makhluk hidup untuk melakukan adaptasi.

Akibatnya, ada makhluk hidup yang dapat bertahan untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan, namun ada pula yang musnah karena tidak mampu bertahan hidup. Selain dipengaruhi oleh perubahan alam, kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini juga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, parasit, pemangsa, wabah penyakit, dan sebagainya.

Suatu jenis makhluk hidup akan selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga sering kali terjadi persaingan antarmakhluk hidup. Makhluk hidup yang kuat akan menang dan bertahan, sedangkan mahluk hidup yang lemah akan kalah dan mati atau menyingkir ke tempat lain. Makhluk hidup yang menyingkir ke tempat yang baru tetap hidup, jika mampu beradaptasi.

Sebaliknya makhluk itu akan mati, jika tidak mampu beradaptasi. Seleksi alam juga terjadi pada setiap tahap kehidupan makhluk hidup, yaitu pada saat makhluk hidup belum mencapai masa reproduksi (masih muda), pada saat masa reproduksi (dalam mencari pasangan), atau pada masa pembuahan dan masa embrio. Dari berbagai kemungkinan tersebut, seleksi yang berlangsung sebelum reproduksi tampaknya yang paling mudah terjadi. Hal itu disebabkan karena dengan ketidakmampuan makhluk hidup melakukan reproduksi berarti tidak dapat mewariskan gen kepada keturunannya.

Punahnya beberapa jenis makhluk hidup juga terjadi di Indonesia, misalnya badak Jawa dan badak Sumatra. Punahnya kedua jenis badak itu sebagian besar dikarenakan hilangnya hutan dataran rendah dan perburuan. Pengobatan tradisional di Timur Jauh (daratan Cina) masih banyak yang menggunakan bahan dasar cula badak, juga berperan terhadap kepunahan badak.

Contoh lain peristiwa seleksi alam adalah keadaan populasi kupu-kupu Biston betularia di Inggris sebelum revolusi industri dan setelah revolusi industri. Di Inggris ada dua macam Biston betularia, yaitu kupu-kupu bersayap cerah dan bersayap gelap. Sebelum terjadi revolusi industri, populasi kupu-kupu bersayap cerah lebih besar daripada kupu-kupu yang bersayap gelap. Adapun setelah terjadi revolusi industri, populasi kupu-kupu bersayap cerah lebih kecil daripada kupu-kupu yang bersayap gelap.

Mengapa dapat terjadi demikian? Menurut dugaan, hal itu dapat terjadi karena sebelum revolusi industri lingkungan masih cerah, sehingga kupukupu bersayap cerah lebih adaptif dari pada kupu-kupu bersayap gelap.

Sebaliknya, setelah revolusi industri keadaan lingkungan lebih gelap oleh jelaga. Akibatnya kupu-kupu bersayap gelap lebih adaptif terhadap lingkungannya sedangkan kupu-kupu bersayap cerah tidak adaptif sehingga lebih mudah ditangkap oleh predator.

Setiap makhluk hidup mempunyai usia yang terbatas dan pada akhirnya akan mati. Banyak tanaman sayuran, seperti sawi, kol, lobak, dan wortel hanya mempunyai masa hidup sekitar tiga bulan.

Hewan-hewan tertentu, seperti ayam, itik, dan unggas lainnya mempunyai masa hidup yang lebih pendek dibanding dengan hewan-hewan, seperti anjing, kucing, sapi dan harimau. Namun, mengapa makhluk hidup tersebut dapat mempertahankan jenisnya? Semua makhluk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak. Ada jenis makhluk hidup yang hanya berkembang biak satu kali dalam masa hidupnya, seperti sawi, wortel, dan kol.

Adapun hewan yang hanya berkembang biak satu kali dalam masa hidupnya, misalnya ikan sidat. Walaupun hanya mampu berkembang biak satu kali dalam masa hidupnya, tumbuhan dan hewan tersebut dapat mempertahankan jenisnya.

Sekarang ini banyak hewan dan tumbuhan yang hampir mengalami kepunahan, misalnya burung elang jambul, cenderawasih, harimau Jawa, badak bercula satu, beruang Bengkulu, dan bunga Rafflesia arnolldi. Faktor-faktor yang menyebabkan hewan dan tumbuhan mengalami kepunahan, yaitu daya regenerasi yang rendah, terdesak oleh populasi lain (kalah bersaing), bencana alam, dan gangguan manusia.

Hewan atau tumbuhan ada yang mampu menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak selama masa hidupnya, namun ada pula yang hanya menghasilkan keturunan dalam jumlah sangat sedikit. Badak menjadi dewasa pada umur sekitar 7 tahun dan dapat mencapai umur 30 tahun. Badak hanya melahirkan satu ekor anak setiap melakukan perkembangbiakan membutuhkan waktu 3,5 sampai 4 tahun.

Rafflesia arnolldi juga mempunyai daya regenerasi yang rendah, karena hanya dapat tumbuh pada umbi-umbian tertentu. Beberapa jenis burung mempunyai masa hidup yang singkat, untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan keturunan yang dihasilkan dalam masa hidupnya juga sedikit. Hal tersebut berarti daya regenerasinya juga rendah. Banyak hewan yang menggantungkan sumber makanan yang sama, misalnya harimau dan srigala yang sama-sama makan daging.

Dua komponen ekosistem yang menggantungkan sumber makanan yang sama akan menimbulkan persaingan antarkeduanya. Komponen yang kalah bersaing akan berpindah tempat atau mati, jika tidak mendapatkan sumber makanan untuk mempertahankan jenisnya semua makhluk hidup mempunyai kemampuan.

Gangguan dari manusia terlihat pada perburuan hewanhewan tertentu. Banyak orang memburu gajah untuk diambil gadingnya atau memburu harimau untuk diambil kulitnya. Ada juga orang yang memburu burung-burung berbulu indah atau hewanhewan lain, hanya untuk pajangan di ruang tamu. Gangguan dari manusia merupakan faktor terbesar yang dapat menyebabkan kepunahan makhluk hidup. Kita seharusnya dapat bersikap lebih arif dalam memanfaatkan sumber daya alam. Bagaimana sikap kalian?

Tumbuhan umbi-umbian, seperti kentang, ketela rambat, dahlia, dan ubi berkembang biak dengan umbinya. Bawang merah dan bawang putih berkembang biak dengan umbi lapis, sedangkan pisang berkembang biak dengan tunas. Beberapa jenis mikroorganisme, seperti Amoeba dan bakteri berkembang biak dengan membelah diri. Pada prinsipnya, semua perkembangbiakan yang tidak diawali adanya pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina, disebut perkembangbiakan vegetatif (reproduksi aseksual).

Jumlah induk yang terlibat dalam perkembangbiakan vegetatif hanya satu. Oleh karena itu, individu baru yang dihasilkannya mempunyai sifat yang sama dengan sifat induknya. Jadi, jika kamu ingin memperbanyak tanaman dengan sifat yang sama dengan induknya sebaiknya dilakukan dengan perkembangbiakan secara vegetatif. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 4.16. Selain berkembang biak secara generatif atau vegetatif saja, ada sebagian makhluk hidup berkembang biak secara keduanya.

Perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetatif amat jarang terjadi pada hewan. Namun, pada beberapa jenis tumbuhan dapat terjadi dengan kedua cara tersebut, misalnya lumut dan tumbuhan hijau. Beberapa contoh makhluk hidup yang dapat melakukan perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetatif sebagai berikut.

Ciri-ciri Makhluk Hidup IPA kelas VII semester ganjil. Indah Dewi.




2022 www.videocon.com