Surah al-qoriah menjelaskan tentang

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Surah Al-Qari'ah adalah salah satu surah yang menceritakan tentang fenomena alam yang bakal terjadi di akhir zaman, surah tersebut berbicara tentang hukum alam yang terjadi pada saat terjadinya hari kiamat. Hukum alam adalah hukum yang berlaku sesuai kodrat alam, bentuk keteraturan alam tunduk pada huku yang ada. Secara ilmiyah adanya kehidupan dunia karena adanya energi matahari dan atas kehendak Allah maka matahari memancarkan sinar dan panasnya ke seluruh penjuru dunia.

Allah mentakdirkan bumi untuk berputar mengelilingi matahari sehingga terjadilah siang dan malam. Menurut perhitungan akal manusia, jika tidak terjadi pertukaran siang dan malam, maka niscaya tidak ada kehidupan surah al-qoriah menjelaskan tentang bumi.

Itulah bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, begitupun kelak seperti yang diceritakan dalam surah Al-Qaria'ah tentang proses terjadinya hari kiamat, yang juga merupakan suatu fenomena alam yang cukup dahsyat, yang menyebabkan akhirnya semua kehidupan di dunia ini. Surah Al-Qariah Terjemahannya: Hari kiamat, Apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

Pada hari itu semua manusia seperti larong yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka ia berada pada kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikannya), maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka hawiyah itu? (yaitu) api yang sangat panas.

Penjelasan Ayat Secara bahasa Lafal Al-Qariah berarti bahaya besar, peristiwa besar yang mengguncangka hati (hari kiamat), hari hancurnya alam semesta. Dengan demikian, hukum fenomena alam yang dimaksud pada surah al-qari'ah peristiwa besar yang disebut yaumus saah atau hari kiamat.

Pada ayat 1-3, Allah swt menginformasikan tentang adanya hari kiamat, ayat ini dimulai dengan pernyataan, "hari kiamat". Setelah Allah menyebut, kemudian bertanya kepada Rasulullah saw, Apakah hari kiamat itu? dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?". Pertanyaan itu bukan berarti menunjukkan ketidaktahuan Allah. Allah swt., adalah Zat Yang Maha Tahu atas surah al-qoriah menjelaskan tentang makhluknya.

Mkasud pertanyaan pada ayat 2 dan 3, adalah untuk menarik perhatian kepada orang yang ditanya, agar benar-benar memperhatikan pada permasalahan yang ditanyakan. Oleh sebab itu Allah swt sendiri yang menjawab pertanyaan tersebut. Pada Ayat 4-5, Allah swt., menjelaskan peristiwa pada saat terjadinya hari kiamat.

Pada saat itu, terjadi peristiwa yang sangat dahsyat dan belum pernah terjadi sebelumnya. Kedahsyatah kari kiamat itu digambarkan pada ayat ini bahwa manusia berhamburan seperti laron yang beterbangan, gunung-gunung seperti bulu yang dihamburkan. Begitu mengerikannya peristiwa pada hari itu.

Manusia tidak mampu berbuat apa-apa, bahkan gunung pun yang kukuh berhamburan lepas dari bumi bagaikan bulu. Peristiwa pada hari kiamat, juga dijelaskan Allah dalam ayat lain seperti dalam surah al-Infitar ayat 1 dan surah at-Takwir ayat 1-3 Apabila lagit terbelah, dan apabila bintang-bintang berserakan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan terbongkar (Al-Infitar ayat 1-4) Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan dan apabila gunung-gunung dihancurkan (At-Takwir ayat 1-3) Sebagai permulaan surah Al-infitar dan At-tawir adalah menggambarkan betapa dahsyatnya tentang hari kiamat, disaat terjadinya hari kiamat, maka langit terbelah, peredaran cakrawala tidak teratur lagi karena tidak terikat lagi daya tarik antara satu dengan yang lainnya yang dapat menyebabkan tidak ada lagi keseimbangan perjalanan alam ini.

begitupun lautan yang telah meluap-luap, menggelak mendidih karena goncangan yang ada pada seluruh permukaan jagad. Begitupun dengan kuburan-kuburan telah dibongkar dikarenakan manusia yang berada dikubur kembali dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar untuk mengikuti proses pertanggung jawabannya perbuatan-perbuatannya saat berada di dunia.

Para pakar ilmu pengetahuan menjelaskan bahwa matahari adalah sumber kehidupan di dunia. Matahari adalah bola api raksasa yang memancarkan sinar panasnya keseluruh penjuru alam termasuk permukaan bumi. Bola api rakasasa itu berputar terus menerus dan setiap detik kehilangan beratnya 4.000.000 ton. Hal itu terjadi terus menerus dan pada saatnya nanti pas akan habis dan padamlah matahari.

Apabila matahari telah padam maka energi pun habis, dan semua jadi beku, tidak ada lagi angin bertiup, akhirnya semua menjadi beku dan mati, sehingga tamatlah kehidupan di dunia ini. Para ahli fisika menyatakan bahwa daya rotasi dan revolusi benda-benda langit tidaklah abadi, suatu surah al-qoriah menjelaskan tentang akan berakhir. Gaya gravitasi yang menjadi keseimbangan benda-benda langit pada saatnya akan hilang, dan hilangnya gaya gravitasi akan menyebabkan seluruh benda-benda langit akan bertabrakan, saling menghancurkan.

Dan adapun proses terjadinya hari kiamat tidak ada seorang pun yang tahu dan kejadian tersebut tidak dapat disangkal. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam surah Al-Waqi'ah ayat 1-2 "Apabila terjadi hari kiamat, terjadilah tidak dapat didustakan (disangkal)" Ayat 6-7 menjelaskan tentang keadaan orang-orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang lebih banyak ketimbang dengan amal keburukannya.

Setelah terjadinya hari kiamat, maka semua manusia akan melalui tiga tahapan, mulai dari yaumul ba'as (hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur) - yaumul mahsyar ( hari dimana manusia berkumpul di padang mahsyar) dan yaumul jaza'. Pada saat itu manusia akan menerima catatan amalnya, kemudian dihitung (dihisab) dan di mizan (ditimbang).

Maka orang yang berat catatan amal kebaikannya, maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang) yakni hidup didalam surga. Dalam surah al-Insyiqaq ayat 7-9, Allah swt., menjelaskan bahwa ornag yang baik amalnya akan menerima buku catatan amal dari tangan kanannya, dan hal ini pertanda baik baginya.

Firman Allah sebagai berikut; "Maka adapun orang yang catatan amalnya diberikan dari sebelah kanannya,maka dia akan dperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira" (Al-Insyiqaq ayat 7-9) Ayat 8-11 menjelaskan tentang keadaan orang-orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang sedikit dan kejelekannya lebih banyak dari pada kebaikannya.

Orang yang seperti ini adalah orang yang celaka dan ia akan dimasukkan kedalam neraka hawiyah, yaitu api yang sangat panas. Sebagaimana Firman Allah lanjutan dari surah Al-Insyiqaq ayat 10-12 : "Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, maka dia akan berteriak, "Celakalah aku!" Dan dia akan masuk kedalam api yang menyala-nyala (neraka).

Pada saat itu, manusia tidak dapat membela dirinya sedikit pun dari apa yang terdapat di dalam buku catatan amalnya, karena setiap apa yang dilakukan di dunia, sebiji sarrah pun akan didatangkan saksi oleh Allah swt, sedangkan mulut sudah terkunci, tangan dan kaki dijadikan saksi oleh Allah atas apa yang mereka kerjakan. Suasan mencekam perasaan manusia pada saat yaumul hisab dan yaumun mizan, karena membuat manusia tidak mampu lagi berkutip dan wajahnya tunduk ketakutan.

Alam diciptakan oleh Allah Swt dan berjalan sesuai dengan yang telah ditentukanNya, sesuai dengan hukum-hukum yang diberlaklukanNya (sunnatullah). Allah Swt Maha Pemelihara. Ia memelihara seluruh mahlukNya, manusiabinatang dan tumbuh-tumbuhan, semua dalam pengawasanNya, tidak satupun daun yang jatuh dari pohonnya tanpa pengawasan dan pemeliharaanNya.

Kesetabilan alam dan kehancurannya semua dalam genggamanNya. Dalam pembahasan ini kita akan mempelajari berbagai fenomena yang terjadi di alam ini. 1. Al-Qur’an Surat Al Qari’ah.

a. Surat Al-Qari'ah Ayat 1-11. الْقَارِعَةُ. مَا الْقَارِعَةُ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ. يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ. وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ surah al-qoriah menjelaskan tentang.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ. فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ. وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ. فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ 1. Hari kiamat,2. Apakah hari kiamat itu?3. Tahukah kamu apakah hari kiamat itu?4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,5. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,7.

Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. 8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,9.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?11. (yaitu) api yang sangat panas. b. Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Qari'ah. Surah Al-Qari'ah adalah surah ke-101 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Quraisy. Nama Al-Qari'ah diambil dari kata Al-Qari'ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya menggebrak atau mengguncang, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat. Pokok isi surah ini adalah kejadian-kejadian pada hari kiamat, yaitu manusia bertebaran, gunung berhamburan, amal perbuatan manusia ditimbang dan ancaman Neraka Hawiyah.

Ayat 1-3 ini berisi pemberitahuan akan datangnya hari kiamat, dan pertanyaan apakah hari kiamat itu. Pertanyaan bukan berarti ketidaktahuan Allah Swt melainkan untuk menarik perhatian siapa saja yang mendengarkan. Ayat 4-5 menjelaskan peristiwa yang terjadi pada hari kiamat keadaan manusia sangat panik, ketakutan dan kebingung.

Mereka berlarian tak tentu arah sehingga mereka digambarkan seperti anai-anai yang bertebaran. Diantara para mufassir ada yang menjelaskan makna anai-anai adalah laron-laron surah al-qoriah menjelaskan tentang binatang yang terbang tak tentu arah, ia hanya terbang apakah ia akan selamat tau celaka. Ada yang memaknai anai-anai dengan binatang atau serangga kecil yang sering bertebarang mengelilingi lampu.

Sedangkan gunung-gunung digambarkan seperti bulu yang berhamburan. Gunung adalah sesuatu yang bermateri berat dan bulu adalah sesuatu yang sangat ringan. Bisa dibayangkan kedahsyatan kiamat pada saat itu sehingga gunung diibaratkan seperti bulu yang dihambur-hamburkan sehingga menjadikan manusia menjadi kebingungan.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Kita biasa memikirkan, ada satu gunung berapi mengalami erupsi, sudah menjadikan manusia kebingungan, mencari perlindungan dan tempat yuang aman, mereka mengungsi dan meninggalkan harta bendanya.

Apa lagi ketika gunung-gunung berapai semua berhamburan, mengeluarkan llahar panas tentu akan menjadikan situasi yang tidak menentu. Ayat 6-9 menjelaskan adanya dua golongan manusia, yaitu golongan orang-orang yang mempunyai timbangan kebaikannya lebih berat dan orang-orang yang mempunyai timbangan kebaikannya ringan. Setelah hari kiamat ada yang disebut dengan yaumul ba’as yang artinya hari dibangkitkannya manusia dari kubur. (ba’ast = bangkit) sedangkan yaumul mahsyar yaitu dikumpulkannya manusia di padang mahsyar setelah itu manusia menerima catatan amalnya selama di dunia.

Dengan catatan amal itu manusia di hisab (dihitung) dan surah al-qoriah menjelaskan tentang mizan (ditimbang) semua amalnya. Hal tersebut dinamakan yaumul hisab. Setelah itu manusia mendapatkan reward dan punishment atas seluruh perbuatannya di dunia pada saat yaumul jaza’ ( jaza’=pahala) orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang banyak akan mendapatkan kehormatan dengan dimasukkannya ke dalam kehidupan yang memuaskan (surga).

Dan kebalikannya orang yang memiliki timbangan amal kebaikan yang sedikit akan dimasukkan Allah Swt ke dalam Neraka Hawiyah. Ayat 10-11 menjelaskan tentang neraka Hawiyah. Hawiyah artinya yang turun. Maka orang yang surah al-qoriah menjelaskan tentang amal kebaikan yang sedikit akan dimasukkan Allah Swt ke dalam neraka Hawiyah. Apakah dan bagaimanakah neraka hawiyah itu? Adalah api yang panas. Api yang panas, (bergejolak).

2.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Al-Qur'an Surat Al Zalzalah. a. Surat Al-Zalzalah Ayat 1-8. إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا .وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا. وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا. يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا. بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا. يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ 1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), 2. Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, 3. Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",4. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, 5. Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, 7.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. 8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

b. Kandungan Al-Qur'an Surat Al-Zalzalah. Surat ini juga dinamai dengan Al Zilzal yang berarti goncangan yang dahsyat. Ayat 1-2 menjelaskan gambaran hari kiamat.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

yaitu ketika bumi digoncangkan dengan goncangannya yang belum pernah terjadi sama sekali sebelumnya. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya.

Yang dimaksud surah al-qoriah menjelaskan tentang itu adalah seluruh isi bumi baik berupa lahar yang pijar, barang tambang, timbunan harta maupun bangkai termasuk pula orang-orang yang telah terkubur di dalamnya. Pada ayat 3-6 diceritakan bahwa setiap orang yang menyaksikan akan mendapatkannya sangat jauh berbeda dengan peristiwa-peristiwa serupa yang pernah terjadi sebelumnya dan secara rasional mereka tidak akan dapat mengetahui apa penyebabnya sehingga mereka bingung dan tercengang lalu berkata “apa gerangan yang terjadi pada bumi ini?” Pada waktu terjadinya guncangan itu bumi mengungkapkan segala yang telah terjadi padanya, pemberitaan oleh bumi itu adalah rekonstruksi yakni semua perubahan dan kerusakan yang terjadi akan memberitahu orang yang bertanya dan menjelaskan keterangan yang ada padanya dan apa yang mereka lihat bukan karena proses alamiah belaka melainkan karena Allah Swt telah memerintahkan pada bumi untuk menjadi demikian.

Pada hari terjadi gempa besar itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam (ada diantara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya). Dengan kata lain mereka keluar dengan kelompok-kelompok yang terpisah-pisah.

Setiap kelompok akan mengarah ke tempatn masing-masing (surga atau neraka). Dengan kata lain mereka surah al-qoriah menjelaskan tentang berbondong-bondong lalu diperlihatkan kepada mereka balasan amal sesuai yang mereka lakukan di dunia berdasarkan kitab/suhuf (catatan amal perbuatan semasa di dunia) yang mereka terima setelah melewati hisab. Ayat 7-8 menjelaskan bahwa semua amal akan diperhitungkan, tidak akan hilang sekalipun sangat sedikit.

Barang siapa yang berbuat kebaikan sebesar dzarroh Allah Swt akan memberikan balasan yang setimpal begitu pula untuk amal buruk. Dzarroh adalah semut yang paling kecil ada juga yang mengatakan debu yang bertebangan yang terlihat pada sinar matahari yang memasuki kamar. Jadi benar bahwa seluruh manusia akan menerima balasan yang setimpal dengan apa yang pernah ia lakukan di dunia. Disinilah Allah Swt menunjukkan sifatnya Yang Maha Adil.

3. Fenomena Alam dalam QS. AL-Qaari’ah dan QS.Az-Zalzalah. Surat Al-Qaari’ah dan Surat Az-Zalzalah mempunyai kesamaan dan keterkaitan yang erat.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Keduanya sama-sama menjelaskan fenomena alam pada saat terjadinya kiamat. Diantaranya hancurnya alam semesta, gunung meletus, gempa bumi, angin ribut, badai dan lain-lain dalam waktu yang bersamaan dan maha dahsyat. Yang demikian dinamakan kiamat kubro. Walau hal tersebut merupakan gambaran keadaan alam pada hari kiamat namun fenomena alam tersebut mungkin terjadi jauh sebelum kiamat itu terjadi, dengan tempat, skala dan rentang waktu yang tidak bersamaan.

Seperti banyak bencana-bencana alam yang sering kita saksikan, yang demikian dinamakan kiamat sughro. Kedua surat tersebut seutuhnya adalah peringatan akan adanya keguncangan bumi dan alam semesta. Di dalamnya juga perintah untuk memperbanyak amal sholih dan tidak meremehkan amal sekecil apapun karena akan ada yaumul hisab.

Seluruh fenomena alam yang terungkap pada kedua ayat tersebut merupakan sunnatullah atau hukum alam yaitu hukum yang surah al-qoriah menjelaskan tentang sesuai dengan kodrat alam. Sehingga seluruh yang ada di alam semesta ini mengikuti kehendak Allah Swt, dan tak ada seorangpun yang mengetahui kapan berakhirnya kehidupan ini.
Surat Al Qari’ah (القارعة) adalah surat ke-101 dalam Al Quran. Berikut ini terjemahan, asbabun nuzul, dan tafsir Surat Al Qari’ah.

Surat ini terdiri dari 11 ayat. Termasuk Surat Makkiyah. Dinamakan surat Al Qari’ah yang berarti hari kiamat. Nama surat ini diambil dari ayat pertama. Al Qari’ah merupakan satu-satunya nama surat ini. Tidak memiliki nama lain. Daftar Isi • Surat Al Qari’ah dan Surah al-qoriah menjelaskan tentang • Asbabun Nuzul • Tafsir Surat Al Qari’ah • Surat Al Qari’ah ayat 1 • Surat Al Qari’ah ayat 2 • Surat Al Qari’ah ayat 3 • Surat Al Qari’ah ayat 4 • Surat Al Qari’ah ayat 5 • Surat Al Qari’ah ayat 6 • Surat Al Qari’ah ayat 7 • Surat Al Qari’ah ayat 8 • Surat Al Qari’ah ayat 9 • Surat Al Qari’ah ayat 10 • Surat Al Qari’ah ayat 11 • Penutup Tafsir Surat Al Qari’ah Surat Al Qari’ah dan Artinya Berikut ini Surat Al Qari’ah dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia: الْقَارِعَةُ.

مَا الْقَارِعَةُ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ. يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ. وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ. فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ. فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ. وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ.

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ. نَارٌ حَامِيَةٌ (Al qoori’ah. Mal qoori’ah. Wa maa adrooka mal qoori’ah. Yauma yakuunun naasu kal faroosyil mabtsuuts. Wa takuunul jibaalu kal ‘ihnil manfuusy.

Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuh. Fahuwa fii ‘iisyatir roodliyah. Wa ammaa man khoffat mawaaziinuhu. Fa ummuhuu haawiyah. Wa maa adrooka maahiyah. Naarun haamiyah) Artinya: Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu?

Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. Asbabun Nuzul Tidak ada penjelasan surah al-qoriah menjelaskan tentang tentang asbabun nuzul Surat Al Qari’ah.

Dan memang tidak semua Surat dan ayat Al Quran kita dapatkan penjelasan asbabun nuzul. Baik di kitab-kitab tafsir maupun kitab yang khusus membahas asbabun nuzul. Surat Al Qari’ah merupakan surat ke-30 yang turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yakni turun setelah Surat Quraisy dan sebelum Surat Al Qiyamah.

Sedangkan secara urutan mushaf, ia merupakan surat ke-101. Yakni setelah Surat Al Adiyat. Jika surat Al Adiyat diakhiri dengan uraian tentang hari kiamat, surat ini juga berbicara tentang hari kiamat sejak awalnya. Jika surat Al Adiyat diakhiri dengan isyarat pertanyaan kapan terjadinya itu, surat ini menjelaskan bahwa ia akan terjadi pada hari kiamat yang disebut Surah al-qoriah menjelaskan tentang Qari’ah, yakni suara keras yang memekakkan telinga. Tafsir Surat Al Qari’ah Tafsir surat Al Qari’ah ini kami sarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah.

Ia bukan tafsir baru melainkan ringkasan kompilasi dari tafsir-tafsir tersebut. Juga ditambah dengan referensi lain seperti Awwal Marrah at-Tadabbar al-Qur’an dan Khawatir Qur’aniyah. Secara umum, surat ini menjelaskan kedahsyatan hari kiamat. Mulai dari suara yang memekakkan telinga, hingga kondisi manusia dan gunung-gunung.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Lalu diakhiri dengan kesudahan manusia berdasarkan timbangan amalnya masing-masing. Masuk surga atau neraka. Surat Al Qari’ah ayat 1 الْقَارِعَةُ Hari Kiamat, Kata al qari’ah (القارعة) berasal dari kata qara’a (قرع) yang berarti mengetuk. Suara menggelegar yang diakibatkan oleh kehancuran alam sangat keras hingga seakan mengetuk lalu memekakkan telinga, bahkan hati dan pikiran.

Surah al-qoriah menjelaskan tentang semua peristiwa besar yang mencekam juga dinamakan al qari’ah baik disertai suara keras maupun tidak.

Ibnu Katsir menjelaskan, al Qari’ah adalah nama lain hari kiamat. Sebagaimana juga disebut al Haaqqah, at Taammah, Ash Shaakhkhah, Al Ghaatsiyah, dan lain-lain.

Surat Al Qari’ah ayat 2 مَا الْقَارِعَةُ Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pengulangan kata ini menggambarkan rasa heran dan mencekam. Seakan-akan secara sederhana diilustrasikan pintu yang diketuk keras, tidak seperti selama ini. Sehingga ditanyakanlah, “siapa yang mengetuk itu.” Surat Al Qari’ah ayat 3 وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Kalimat maa adraaka (ما أدراك) adalah ungkapan yang digunakan Al Qur’an untuk menggambarkan kehebatan sesuatu yang sulit dijangkau hakikatnya.

Umumnya redaksi kalimat ini digunakan untuk alam metafisika seperti surga dan neraka. Juga hal-hal yang luar biasa seperti lailatul qadar dan al ‘aqabah. Kalimat ini sekaligus merupakan ta’kid (kalimat penguat) untuk memberitahukan betapa dahsyatnya hari kiamat. Surat Al Qari’ah ayat 4 يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, Selain diartikan anai-anai, kata al faraasy (الفراش) juga diartikan belalang yang baru lahir.

Mereka saling menindih dan bergerak ke berbagai arah yang tidak menentu. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa al faraasy adalah hewan bersayap yang bodoh dan bingung jika ada di surah al-qoriah menjelaskan tentang api.

Maka ia bisa bermakna laron, anai-anai, nyamuk maupun belalang. Manusia waktu itu seperti anai-anai yang bertebaran, jumlahnya banyak, lemah, hina dan terbang tak tentu arah. Surat Al Qari’ah ayat 5 وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Kata al ‘ihn (العهن) artinya adalah bulu.

Ada pula yang memahaminya surah al-qoriah menjelaskan tentang yang berwarna merah dan warna-warni. Sebagaimana ditegaskan oleh Surat Fathir ayat 27, gunung-gunung yang beraneka warna itu karena perbedaan materi yang dikandungnya. Jika materinya besi, warna dominannya adalah merah.

Jika materinya batu bara, warna dominannya adalah hitam. Jika materinya perunggu, warna dominannya kehijau-hijauan. Mujahid, Ikrimah Sa’id bin Jubair dan para mufassir lainnya mengatakan bahwa al ‘ihn adalah bulu domba.

Pada hari kiamat, gunung-gunung laksana bulu domba yang diawut-awut hingga berterbangan. Dua kondisi ini saja, yakni manusia yang seperti anai-anaik bertabaran dan gunung yang berhamburan, sudah menggambarkan betapa dahsyat dan ngerinya hari kiamat. Surat Al Qari’ah ayat 6 فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, Kata mawaaziin (موازين) merupakan bentuk jamak dari miizaan (ميزان) yang artinya timbangan.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa amal kebaikan dan kejahatan masing-masing orang ditimbang. Mana yang berat, itulah yang menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan di akhirat.

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir menjelaskan maksudnya adalah timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada timbangan amal keburukannya. Setelah Allah menjelaskan sekilas dahsyatnya hari kiamat, Dia mengarahkan pandangan manusia untuk memperhatikan kesudahan mereka.

Bahwa nantinya mereka akan ditimbang amalnya dan nasibnya akan tergantung pada amal yang ditimbang itu. Surat Al Qari’ah ayat 7 فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Kata ‘iisyah (عيشة) merupakan bentuk tunggal. Memberikan isyarat bahwa kepuasan dan kenyamanan hidup di akhirat itu bersambung, tidak terputus dan tidak berganti seperti di dunia yang kadang senang kadang susah. Tempat yang demikian itu tidak lain adalah surga. Surat Al Qari’ah ayat 8 وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, Yakni orang yang timbangan amal keburukannya lebih berat daripada timbangan amal kebaikannya.

Surat Al Qari’ah ayat 9 فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Kata ummuhu (أمه) berasal dari kata amma-ya’ummu (أم – يؤم) yang artinya menuju. Ibu dinamai umm karena anak selalu menuju kepadanya. Dinamai imam yang seakar dengan umm karena ia dituju mata dan diteladani.

Kata haawiyah (هاوية) berasal dari kata hawaa (هوى) yang artinya meluncur ke bawah. Dinamakan haawiyah karena neraka itu tempat yang rendah dan menghinakan. Qatadah menjelaskan, bahwa orang itu terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Pada kedua perbandingan antara orang yang berat dan ringan timbangan amal kebaikannya ini, terdapat ihtibaak (إحتباك). Yakni membuang masing-masing persamaan yang terdapat pada kalimat yang lain. Kalimat yang dibuang di bagian pertama adalah “maka tempat kembalinya adalah surga” (فأمه الجنة).

Sedangkan kalimat yang dibuang di bagian kedua adalah “maka dia berada dalam kehidupan yang menyusahkan” (فهو في عيشة ساخطة). Dengan dihilangkannya dua kalimat itu, jadilah akhiran dari setiap bagian surat ini adalah: القارعة راضية هاوية ماهية حامية Dalam ilmu balaghah, ini disebut sajak murashsha’. Surat Al Qari’ah ayat 10 وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Seperti disinggung di ayat 3, maa adraaka digunakan terkait alam metafisika yang pada ayat 10 ini adalah neraka.

Surat Al Qari’ah ayat 11 نَارٌ حَامِيَةٌ (Yaitu) api yang sangat panas. Inilah hakikat haawiyah yang Allah jelaskan. Api yang sangat panas lagi sangat kuat nyala dan gejolak apinya.

Panasnya api neraka 70 kali lipat dari panasnya api dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: نَارُكُمْ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ Api kalian merupakan salah satu dari 70 bagian dari api neraka jahanam. Lantas para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, itu pun sudah mencukupi.” Beliau bersabda: فُضِّلَتْ عَلَيْهِنَّ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا Api neraka lebih unggul di atasnya dengan 69 bagian.

Yang masing-masing bagian seperti panasnya api dunia. (HR. Bukhari) Demikian panasnya api neraka, siksa paling ringan bagi penghuninya akan membuat otaknya mendidih. إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلاَنِ وَشِرَاكَانِ surah al-qoriah menjelaskan tentang نَارٍ يَغْلِى مِنْهُمَا دِمَاغُهُ Sesungguhnya siksa penghuni neraka yang paling ringan adalah orang surah al-qoriah menjelaskan tentang memakai dua sandal dari api neraka hingga otaknya mendidih karenanya.

(HR. Muslim) Penutup Tafsir Surat Al Qari’ah Surat Al Qari’ah ini awalnya hanya menyebutkan nama hari kiamat. Lalu diikuti pertanyaan di ayat kedua. Lantas semakin besar pertanyaannya menggambarkan betapa dahsyatnya hari itu. Digambarkan dua hal saja; kondis manusia yang laksana anai-anai bertebaran dan gunung yang laksana bulu berhamburan. Begitu ngerinya gambaran kiamat dalam surat ini, pernah suatu malam saat Umar bin Abdul Aziz membacanya sampai ayat 5, ia menjerit pedih hingga terjatuh.

Istrinya sampai menduga Sang Khalifah meninggal dunia. Saat terbangun, Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Celakalah pada hari di mana manusia seperti anai-anai beterbangan dan gunung-gunung seperti bulu berhamburan.” Setelah digambarkan dahsyatnya hari kiamat, Allah kemudian menampilkan kesudahan bagi manusia.

Mereka akan ditimbang dengan timbangan keadilan. Nasibnya akan ditentukan hasil timbangan itu. Jika timbangan surah al-qoriah menjelaskan tentang kebaikannya berat, ia akan masuk surga.

Jika kebaikannya jauh lebih ringan, ia akan masuk neraka yang sangat panas dan gejolak apinya menyala-nyala. Demikian Surat Al Qari’ah mulai dari terjemahan hingga tafsirnya.

Semoga kita diselamatkan Allah pada hari kiamat serta diperberat timbangan amal kebaikan kita hingga mendapat ridha-Nya dan dimasukkan ke dalam surga. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] < Tafsir Sebelumnya Tafsir Berikutnya > Surat Al Adiyat Surat At Takatsur Assalamualaikum, mohon maaf sebelumnya saya juga masih awam, namun saya membaca di Al Qur’an untuk ayat 7 surat Al-Qoriah baik di postingan ini dan postingan terjemahan per kata, diatas raa pada raadiyah tidak memakai tanda baca Tasdid, bukankah seharusnya memakai tanda baca tasdid?

Sebaiknya tolong diperbaiki, Terima kasih sebelumnya. ARTIKEL LAINNYA • Doa agar Selalu Terlihat Cantik di Mata Suami Berdasarkan Ayat Al Qur'an • Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab dan Artinya • Tafsir Ilmiah Al-Quran: Bahasa,Konteks antara Kata atau Ayat, danSifat Penemuan • Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Beserta Artinya • Surah Al-Furqan Ayat 74-76, Doa Ibadurrahman yang Bikin Gampang Jodoh • Surat Yasin Ayat 37: Siang dan Malam Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT • Ayat-Ayat Al-Quran Turun Silih Berganti Selama 22 Tahun, 2 Bulan, dan 22 Hari • Surat Yusuf Ayat 13-14: Nabi Ya'kub Cemas Saat Yusuf Dibawa Saudaranya • Doa Setelah Sholat Witir Subhanal Malikil Quddus • Surat Yasin Ayat 69-70: Al-Quran Bukan Syair Karangan Nabi Muhammad SAW • more
Surat Al-Qari’ah berjumlah 11 ayat dan menjadi bagian dari surat di Juz ‘Amma.

Surat Al-Qari’ah merupakan surat urutan ke 101 di dalam Al-Qur’an dan diturunkan di kota Makkah, maka termasuk golongan surat Makkiyah. Dinamai Al-Qari'ah karena diambil dari ayat pertama dari surat ini yang berbunyi Al-Qari’ah. Berikut bacaan surat Al-Qari’ah beserta arti, kandungan dan keutamaannya.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Freepik.com Berikut bacaan arab surat Al-Qari’ah, latin dan artinya. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bismillahirrahmanirrahim "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." اَلْقَارِعَةُۙ al-qāri’ah 1.

"Hari Kiamat," مَا الْقَارِعَةُ ۚ mal-qāri’ah 2. "Apakah hari Kiamat itu?" وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ wa mā adrāka mal-qāri’ah 3.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

"Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?" يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ 4.

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ wa takụnul-jibālu kal-'ihnil-manfụsy 5.

"dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan." فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh 6. "Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya," فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah 7.

"maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang)." وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ wa ammā man khaffat mawāzīnuh 8. "Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya," فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ ۗ fa ummuhụ hāwiyah Ilustrasi kiamat (Pixabay.com) Kata Al-Qari’ah pada surat ini berasal dari kata qara’a yang memiliki arti mengetuk. Maksud mengetuk adalah suara menggelegar yang disebabkan oleh kehancuran alam raya yang begitu kerasnya saat hari akhir.

Suara tersebut seperti mengetuk dan kemudian membuat telinga pekak, bahkan hati serta pikiran manusia. Surat Al-Qari’ah menerangkan mengenai kejadian-kejadian yang terjadi di hari kiamat yang sangat dahsyat. Kata Al-Qari’ah dalam surat ini diulang sebanyak 3 kali, yang menggambarkan sebuah peringatan untuk manusia akan terjadinya hari akhir atau hari surah al-qoriah menjelaskan tentang. Pada hari kiamat, umat manusia akan bertebaran seperti anai-anai atau rayap dan di saat itu manusia akan merasa lemah, kebingungan, hancur dan berhamburan ke arah yang tidak menentu.

Kemudian, gunung-gunung akan meletus dan mengeluarkan isinya hingga berhamburan. Lalu, saat kiamat terjadi akan terdapat yaumul mizan dimana segala amal perbuatan yang dilakukan manusia selama di dunia akan ditimbang. Apabila selama hidup di dunia, orang itu memiliki amal perbuatan yang sedikit maka menyebabkan timbangan kebaikannya menjadi ringan dan harus menerima balasan serta ditempatkan di neraka, mereka akan merasakan bagaimana panasnya api neraka yang bergejolak.

Baca Juga: Urutan Surah dalam Al Qur’an Juz 9, Lengkap dengan Keutamaannya Ilustrasi (ANTARA FOTO/Akbar Tado) Berikut keutamaan dari Surat Al-Qari’ah, yaitu: Surat Al-Qari’ah termasuk Surah al-qoriah menjelaskan tentang Surat Al-Qari’ah merupakan surat yang termasuk dalam Al-Mufashshal, yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT sebagai keistimewaan beliau dibandingkan dengan Nabi terdahulu. Terhindari fitnah Dajjal dan api neraka Dari Abi Ja’far berakta: “Barangsiapa yang membaca dan memperbanyak bacaannya Surat Al-Qari'ah, maka Allah memberinya keamanan dari fitnah Dajjal dari beriman kepadanya, dan dari hembusan neraka Jahanam di hari kiamat, Insya Allah.” (Tsawabul A’mal: 155) Diberatkan amal baiknya dan menjadikan doa bagi yang bernasib buruk Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat ini (Surat Al-Qari'ah), maka Allah akan memberatkan timbangan kebaikannya di hari kiamat.

Dan barangsiapa yang menulisnya dan mengalungkannya kepada orang yang bernasib buruk dari keluarga dan pelayannya, maka Allah akan membukakan kebaikan dan rezekinya.” (Tafsir Al-Burhan, Juz 8: 368) Sebagai peringatan akan hari kiamat Surat Al-Qari’ah menjelaskan tentang bagaimana kejadian yang akan terjadi di hari kiamat nanti. Sehingga, membaca surat ini akan menjadi sebuah peringatan bagi kita tentang kejadian yang mengerikan di hari kiamat dari azab Allah yang pedih yang ada padanya. Mengabarkan tentang surga dan neraka Surat Al-Qari’ah menjelaskan tentang penetapan bahwa umat manusia akan dibagi menjadi dua kelompok di hari kiamat.

Manusia dibagi menjadi kelompok di neraka sesuai dengan perbuatan mereka dan satu lagi kelompok manusia di surga dengan amal kebaikannya. Amalan untuk mendapatkan pekerjaan Membaca surat Al-Qari’ah, dengan izin Allah SWT bisa membantu untuk mendapatkan pekerjaan. Caranya, coba lakukan puasa sunnah selama 7 hari, dan wirid 11 kali surah al-qoriah menjelaskan tentang selesai salat fardhu selama melaksanakan puasa tersebut.

surah al-qoriah menjelaskan tentang

Lalu, baca surat Al-Qari’ah sebanyak 41 kali setiap selesai salat Hajat dan Dhuha, maka insyaallah setelah diamalkan akan mendapatkan kemudahan dalam mencari pekerjaan. Itulah arti, kandungan, dan keutamaan dari surat Al-Qari'ah. Semoga amalan baik kita bisa memberatkan timbangan baik di hari akhir nanti.

Amin. Berita Terpopuler • Data Lengkap Kasus COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia per Minggu 8 Mei • 10 Fakta Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia yang Baru Membeli Twitter • 9 Artis Keturunan Belanda yang Langganan Pemeran Utama, Aktingnya Apik • 10 Potret Terkini Pemain Sinetron Melati untuk Marvel, Masih Hits!

• Eks Intelijen AS Nilai Keterlibatan di Ukraina Harusnya Dirahasiakan • 10 Momen Nagita Slavina Masak Makan Malam buat Teman-teman Artisnya • [LINIMASA-5] Perkembangan Terkini Vaksinasi COVID-19 Indonesia • [LINIMASA-10] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia • Everton Permalukan Leicester di Kandangnya
القارعة Al-Qariah “The Calamity” Revelation: Meccan No.

of Ayat: 11 verses Chapter of Qur’an: #101 Position: Juz 30 Inspirational Quote: Then as for one whose scales are heavy [with good deeds], He will be in a pleasant life. About this site: The theme or lesson behind this Surah is to warn people of the day of Al-Qariah which is one of the names of the day of judgment.

The first 5 verses give us a vivid depiction of that day. The next four ayat tells us that for some the scale will tip in their favor because the weight of the good deeds will outweigh the bad and they will be among those protected. In the tafsir of al-Mazhari, they mention an important distinction that we learn good deeds are not counted but weighed meaning it is possible those whose deeds are pure, i.e.

made with sincerity and good niyyah (intention) and made in accordance with the Sunnah of Prophet Muhammad (ﷺ), these deeds would surah al-qoriah menjelaskan tentang weigh heavier than the same number of good deeds made from those with a lesser degree of faith. About this site: Our mission is to make it easy to read and understand the Qur’an. 🤲 Here you can surah al-qoriah menjelaskan tentang Surah Qariah in Arabic text but for those not strong in reading Arabic, we’ve included the roman transliteration to help you with the pronunciation.

🤲 For the knowledge seekers we’ve incorporated various respected English translations to help understand the meaning of each verse. We’re also expanding to include more languages to help people understand these verses in their native tongue. Currently, this includes Hindi, Urdu, and Malay. 🤲 You can listen to the MP3 audio of Surah Qariahwith the beautiful recitation by Mishary Al-Alfasy, just press play.

For faster navigation use the keyboard shortcuts spacebar, d, and/or arrow keys. 🤲 Once you press play it will automatically scroll to the correct verse giving a hands-free experience so you can just focus on reading and don’t need to scroll. You can turn this feature off in the settings. (keyboard shortcuts, s=settings, t=tafsir, and q= Qur’an navigational menu). 🤲 Lastly, if you want to take it one step further you can go to the individual ayat pages where you’ll find the Quranic commentaries by Ibn Katheer and Abul Ala Maududi which expound on each verse in detail.

SHOW MORE keyboard_arrow_down Read Surah Qariah Translation and Transliteration Masha'Allah you've finished a Surah! Nafi' had appointed a slave as the collector of the valley. When asked why by Hadrat Umar He said: He is well versed In the Book of Allah, and he is well versed In the commandments and injunctions (of the Shari'ah). Umar said: So the Prophet (ﷺ) said: By this Book, Allah would exalt some peoples and degrade others.Peristiwa Kiamat sangat dahsyat dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata dan tidak juga dapat digambarkan kedahsyatannya oleh nalar manusia.

Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, karena banyak bertumpuk, serta lemahnya mereka, dan juga karena sebagian dari mereka terjerumus api yang menyala-nyala. Gunung-gunung yang terlihat tegar, pada saat itu terlihat bagaikan bulu atau kapas yang berwarna-warni demikian ringan diterbangkan oleh angin.

1.Di hari kemudian ada yang dinamakan mizan atau timbangan. Kita tidak tahu bagaimana bentuk dan sifatnya. Yang wajib kita yakini adalah bahwa Allah SWT Maha adil dan kelak di hari kemudian ada tolok ukur yang pasti lagi benar untuk menilai segala amal perbuatan manusia dan ini hanya diketahui Allah SWT karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kadar niat dan keikhlasan seseorang kecuali Allah SWT.

2. Amal kebaikan dan kejahatan masing-masing orang ditimbang, mana yang berat itulah yang menentukan kebahagiaan dan kesengsaraan manusia. Amal yang baik surah al-qoriah menjelaskan tentang yang buruk, bertingkat kebaikan dan keburukannya. Oleh karena itu ada amal baik yang sangat dianjurkan dan ada yang sekadar dianjurkan. Demikian juga keburukan, ada yang haram, ada juga yang makruh.
Dikutip dari buku Juz Amma Anak Shaleh dan Pintar, Muhammad Abu Fajr (2013: 32 ) surat Al-Qariah merupakan surat ke-101 dalam Al-Quran dan terdiri dari 11 ayat yang menjelaskan mengenai apa itu hari kiamat dan seperti apa prosesnya.

Surat Al-Qariah termasuk dalam golongan surat Makkiyah karena turun di Kota Mekkah. Nama Al-Qariah diambil dari ayat pertamayang artinya hari kiamat. Berikut adalah bacaan dari surat Al-Qariah dan terjemahannya tentang akhir zaman.

Kata Al-Qariah merupakan salah surah al-qoriah menjelaskan tentang istilah yang pengertiannya adalah hari kiamat. Digunakan kata tersebut karena hari kiamat itu menggetarkan hati disebabkan bencana yang terjadi ketika itu. Dilanjutkan dengan satu pertanyaan Allah apakah Al-Qariah itu? Pada ayat ketiga ini Allah bertanya lagi “Tahukah kamu apakah hari ini hari kiamat?” Menjelaskan peristiwa yang terjadi pada hari kiamat keadaan manusia sangat panik, ketakutan dan kebingungan.

Mereka berlarian tak tentu arah sehingga digambarkan seperti anai-anai yang bertaburan. Diantara para mussafir ada yang menjelaskan makna anai-anai adalah laron-laron yaitu binatang yang terbang tak tentu arah, ia hanya terbang apakah ia akan selamat atau celaka.

Sedangkan gunung-gunung digambarkan seperti bulu yang berhamburan. Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya kiamat pada saat itu sehingga gunung diibaratkan seperti bulu yang dihambur-hamburkan sehingga menjadikan manusia kebingungan.

Ayat ini menjelaskan bahwa pada waktu kiamat itu kelak akan diadakan timbangan (mizan). Semua amal manusia seberat zarrah pun atau sehalus (atom), tidak lepas dari timbangan.

Bagi mereka yang ringan timbangan amal kebaikannya, dan bahkan kosong dari kebajikan maka tempat kembalinya adalah jurang yang dalam neraka Hawiyah adalah tempat kembalinya orang yang beramal buruk.

Kandungan Surat Al Qori'ah (القارعة)




2022 www.videocon.com