Cara buka cairan infus

cara buka cairan infus

• Tebar Hikmah Ramadan • Life Hack • Ekonomi • Ekonomi cara buka cairan infus Bisnis • Finansial • Fiksiana • Fiksiana • Cerpen • Novel • Puisi • Gaya Hidup • Gaya Hidup • Fesyen • Hobi • Karir • Kesehatan • Hiburan cara buka cairan infus Hiburan • Film • Humor • Media • Musik • Humaniora • Humaniora • Bahasa • Edukasi • Filsafat • Sosbud • Kotak Suara • Analisis • Kandidat • Lyfe • Lyfe • Diary • Entrepreneur • Foodie • Love • Viral • Worklife • Olahraga • Olahraga • Atletik • Balap • Bola • Bulutangkis • E-Sport • Politik • Politik • Birokrasi • Hukum • Keamanan • Pemerintahan • Ruang Kelas • Ruang Kelas • Ilmu Alam & Teknologi • Ilmu Sosbud & Agama • Teknologi • Teknologi • Digital • Lingkungan • Otomotif • Transportasi • Video • Wisata • Wisata • Kuliner • Travel • Pulih Bersama • Pulih Bersama • Indonesia Hi-Tech • Indonesia Lestari • Indonesia Sehat • New World • New World • Cryptocurrency • Metaverse • NFT • Halo Lokal • Halo Lokal • Bandung • Joglosemar • Makassar • Medan • Palembang • Surabaya • SEMUA RUBRIK • TERPOPULER • TERBARU • PILIHAN EDITOR • TOPIK PILIHAN • K-REWARDS • Cara buka cairan infus NEW • EVENT Cara pemasangan infus sesuai dengan SPO ( standar prosedur operasional ditulis oleh tiara febriani Seperti yang kita tahu dan kita lihat dirumah sakit banyak sekali pasien yang dirawat menggunakan infus pada tangan merekanah, Sekarang disini saya memberitahu bagaimana cara memasangkan infus yang benar.

Tindakan ini sering merupakan tindakan life saving seperti pada kehilangan cairan yang banyak, dehidrasi dan syok, karena itu keberhasilan terapi dan cara pemberian yang aman diperlukan pengetahuan dasar tentang keseimbangan cairan. Agar lebih jelas sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu infus dan apa tujuan pemasangan infus sendiri. v Pemberian cairan intravena (infus) Memasukkan cairan cara buka cairan infus obat langsung melalui pembuluh darah vena dalam jumlah dan waktu tertentu dengan menggunakan infus set .seperti ini gambar infus set v Tujuan 1.

Mengembalikan dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh 2. Memberikan obat 3. Transfuse darah dan produk darah 4. Memberikan nutrisi parenteral dan suplemen nutrisi Disini juga saya akan memberi tahu persiapan untuk memasang infus sebagai berikut : v Persiapan 1. Persiapan pasien Ø Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan v Persiapan alat Ø Standar infus Ø Cairan infus dan infus set sesuai kebutuhan Ø Jarum / wings needle/abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan Ø Perlak dan tourniquet Ø Plester dan gunting Ø Bengkok Ø Sarung tangan bersih Ø Kassa seteril Ø Kapas alkohol dalam tempatnya Bethadine dalam tempatnya v Penatalaksanaannya 1.

Mencuci tangan 2. Memberitahu tindakan yang akan dilakukan 3. Mengisi selang infus 4. Membuka plastic infus set dengan benar 5. Tetap melindungi ujung selang steril 6. Menggantungkan infus set dengan cairan infus dengan posisi cairan infus mengarah keatas 7.

Menggantung cairan infus di standar cairan infus 8. Mengisi cairan infus set dengan cara menekan (tapi jangan sampai terendam) 9. Mengisi selang infus dengan cairan yang benar 10.

Menutup ujung selang dan tutup dengan mempertahankan kesterilan 11. Cek adanya udara dalam selang 12. Pakai sarung tangan bila perlu 13.

Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus 14. Meletakkan perlak dan pengalas 15. Memilih vena yang tepat dan benar 16. Memasang tourniquet 17. Deninfeksi vena dengan alcohol dari atas kebawah dengan sekali hapus 18. Buka abocath apakah ada kerusakan atau tidak 19. Menusukan abocath pada vena yang telah dipilih 20. Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen darah dalam abocath 21. Tourniquet di cabut 22. Menyambungkan dengan ujung selang yang telah terlebih dahulu dikeluarkan cairannya sedikit, dan sambil dibiarkan menetes sedikit 23.

Memberikan plester pada ujung abocath tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi 24. Membalut dengan kassa betadinsteril dan menutupnya dengan kassa steril kering 25. Memberi plester dengar benar dan mempertahankan keamanan abocath agar tidak tercabut 26. Mengatur cairan tetesan infus sesuai kebutuhan pasien 27. Alat-alat di bereskan dan perhatikan bagaimana respon pasien 28. Perawat kembali cuci tangan 29.

Catat tindakan yang dilakukan v Evaluasi Perhatikan kelancaran infus, dan perhatikan juga respon klien terhadap pemberian tindakan. v Dokumentasi Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi  respon klien terhadap pemasangan infus, cairan dan tetesan yang diberikan, nomor abocath, vena yang dipasang, dan perawat yang melakukan ) pada catatan dokumentasi Nah itu cara memasang infus sesuai spo ( standar prosedur operasional ) yang dapat saya tulis dalam artikel ini semoga dapat bermanfaat.

SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website.

See our User Agreement and Privacy Policy. SlideShare uses cookies to improve functionality and performance, and to provide you with relevant advertising. If you continue browsing the site, you agree to the use of cookies on this website.

See our Privacy Policy and User Agreement for details. Prosedur Mengganti Cairan Infus • 1. Tujuan Pembelajaran Umum Tujuan Pembelajaran Khusus Kegiatan Belajar 1 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian IV Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran diharapkan Anda dapat melepaskan infus sesuai prosedur.

TUJUANPembelajaran Umum TUJUANPembelajaran Khusus a. Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran ini diharapkan Anda dapat: b.

Mereview konsep dasar mengganti caran infus dengan benar c. Menyiapkan alat yang dibutuhkan dalam mngganti cairan infus d. Menyiapkan pasien dan lingkungan dengan benar e. Melepaskan infus sesuai prosedur Prosedur Mengganti Cairan Infus • 2. Tujuan Pembelajaran Umum Tujuan Pembelajaran Khusus Kegiatan Belajar 2 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian IV Prosedur Mengganti Cairan Infus POKOKMateri Dalam hubungannya mngganti cairan infus, Anda masih ingat pokok-pokok materi apa saja yang perlu dipelajari?.

Pokok-pokok materi yang perlu dipelajari yang berkaitan dengan menggantin cairan infus yaitu: a. Pengertian mengganti cairan infus b. Tujuan c. Indiksi dan kontraindikasi d. Pengkajian keperawatan e. Persiapan alat yang dibutuhkan f. Persiapan pasien dan lingkungan g. Prosedur kerja (langkah-langkah) • 3. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 3 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian Uraian Materi Saya yakin Anda masih ingat dan mampu menjelaskan secara singkat, padat, dan logis materi mengganti cairan infus dalam hubungannya pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit pada pasien.

Adapun uraian materi yang perlu dijelaskan adalah: a. Pengertian Mengganti cairan infus Saya yakin betul Anda masih ingat bukan? mengenai apa yang dimaksud mengganti cairan infus.

Mengganti cairan infus adalah suatu proses mengganti cairan infus yang lama dan sudah habis atau terdapat pergantian jenis cairan infus. Tidak sulit bukan? b. Tujuan Saya yakin masih hangat ingatan Anda mengenai tujuan mengganti cairan infus bukan?. Mari melatih ingatan kita. Adapun tujuan dari pada mengganti cairan infus adalah menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

Tidak sulit bukan? c. Indikasi dan kontraindikasi Apa indikasi dan kontraindikasi mengganti cairan infus?; mengganti cairaninfus efektif padapasien yangmasih membutuhkan terapiintravena. Sedangkan kontraindikasi dari pada mengganti cairan infus, antara lain: pada pasien yang overload cairan, pada pasien yang sudah terpenuhi status nutrisi dan cairan sehingga tidak diperlukan lagi pemasukan parenteral, dan bila pasien sudah meninggal.

Mudah diingat bukan?. d. Pengkajian keperawatan Apakah Anda masih ingat apa saja yang perlu dikaji? Adapun yang perlu dikaji adalah: catatan kolaborasi dokter, informasi dari buku referensi obat atau ahli farmasi tentang komposisi, tujuan pemberian, efek samping cairan infus, serta pengetahuan pasien tentang kebutuhan terapi cairan infus. • 4. 4 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian e.

Persiapan Alat Anda masih ingat alat apa saja yang perlu dipersiapkan dalam mengganti cairan infus? Adapun alat yang perlu dipersiapkan dalam kaitannya dengan penggantian cairan infus: cairan infus sesuai order dokter, dan lembar pencatatan. Sangat praktis bukan? f. Persiapan pasien dan lingkungan Pasien merupakan abyek tindakan prosedur, demi kelancaran pelaksanaan prosedur, maka pasien dan lingkungannya perlu dipersiapkan sebaik-baiknya.

cara buka cairan infus

Terkait dengan pasien yang perlu Anda lakukan/persiapkan adalah: identifikasi kemampuan berpartisipasi pasien dalam tindakan yang Anda akan lakukan, persetujuan atau kesediaan pasien/kelurga dalam menerima tindakan yang Anda akan lakukan; sedangkan yang terkait dengan lingkungan adalah mengenai privasi pasien, Anda harus jaga dengan baik.

g. Prosedur (langkah-langkah) Sebagai perawat yang profesional dalam melakukan suatu tindakan, apalagi tindakan yang sifatnya invasif harus benar-benar dilakukan sesuai prosedur yang benar. Adapun prosedur (langkah-langkah) yang perlu Anda lakukan: cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan prosedur, buka plastik pelapis cairan infus, buka segel cairan infus atau tutup botol cairan infus, klem aliran infus agar cairan tidak mengalir, cabut ujung selang infus dari cairan infus yang lama, dengan gerakan yang cepat sambungkan ujung selang infus dengan cairan infus yang baru tanpa menyentuh area yang steril; gantung kembali cairan pada tiang (standar), cek adanya udara di sepanjang selang, yakinkan ruang udara terisi dengan baik (1/3-1/2 bagian dengan cara buka cairan infus cairan infus, atur tetesan infus, rapihkan alat dan pasien, cuci tangan, dan dokumentasikan prosedur tindakan yang anda lakukan.

• 5.

cara buka cairan infus

Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 5 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian Anda melaksanakan praktik sesuai dengan program yang telah dibuat oleh pendidikan (tempat/bagian, waktu lamanya praktik). Melalui kegiatan ini Anda dipantau oleh dosen dan pembimbing baik yang dari Institusi maupun yang ada di lahan praktik.

Namun Anda tidak perlu kuatir bila menemui kesulitan, solusinya ada karena Anda tetap didampingi oleh fasilitator. Mengganticairaninfustidaksesulitdenganprosedurmemasang,tapitidakpula dianggap pekerjaan sederhana, namun tetap merupakan tindakan memerlukan kehati-hatian utamanya jenis cairan apa yang akan dipakai dan merupakan suatu keterampilan tersendiri dalam hubungannya dengan menolong pasien dengan pemenuhan cairan secara parenteral yang mengalami gangguan pemenuhan cairan dan elektrolit.

Pemenuhan cairan melalui infus sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan oksigen kapan terlambat pasien akan meninggal. Pokok pokok bahasan materi meliputi pengertian, tujuan, indikasi dan kontraindikasi, pengkajian keperawatan, persiapan dan prosedur kerja harus diketahui betul dan diaplikasikan dengan sebagaimana seharusnya.

Mengganti cairan infus merupakan perbuatan mulia, apalagi bila dilakukan secara ikhlas termasuk amal ibadah. Untuk itu jangan pernah berpikir sekedar cara buka cairan infus semata, tetapi laksanakanlah dengan sebaik-baiknya tugas tersebut sebagai suatu pengabdian yang tulus. Lakukan dengan ikhlas dan tulus karena melalui kegiatan ini selain Anda mendapat suatu keterampilan, juga mendapat amal ibadah tentunya, insya Allah. Rangkuman • 6. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 6 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian Adapun tes dapat dilakukan adalah obsevasi langsung pada saat Anda melakukan praktik pada tatanan klinik, baik di RS maupun di Puskesmas.

Tes formatif ini menggunakan instrumen penilaian berupa ceklys, jadi Anda cukup mengisi secara jujur format tersebut, tapi format tersebut dapat juga dipakai oleh pembimbing sebagai alat evaluasi melalui cara buka cairan infus langsung pada saat Anda melakukan prosedur. Tes ini pada dasarnya mengukur kompentensi yang harus Anda capai, oleh karena itu melalui modul pada kegiatan pembelajaran tersebut harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Tes Formatif • 7.

cara buka cairan infus

Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 7 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian Anda melaksanakan praktik sesuai dengan program yang telahdisusun oleh pendidikan (tempat/bagian, waktu lamanya praktik). Melalui kegiatan cara buka cairan infus Anda dipantau oleh dosen dan pembimbing baik yang dari Institusi maupun yang ada di lahan praktik. Namun Anda tidak perlu kuatir bila menemui kesulitan, solusinya ada karena Anda tetap didampingi oleh fasilitator.

Mengganti cairan infus adalah tindakan sederhana, tapi perlu kehati-hatian, ini merupakan suatu keterampilan tersendiri yang Anda harus miliki dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan cairan dan elektolit pada pasien yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan nutrisi peroral. Mngganti cairan infus tak kalah penting dengan keterampilan lainnya merupakan pintu dan jalan serta waktu baik untuk berbuat sesuatu pengabdian mulia, apalagi bila dilakukan secara ikhlas termasuk amal ibadah.

Untuk itu jangan pernah berpikir sekedar tugas semata, tapi laksanakanlah dengan sebaik-baiknya tugas tersebut sebagai suatu pengabdian yang tulus. Lakukan dengan ikhlas dan tulus karena melalui kegiatan ini selain Anda mendapat suatu keterampilan, juga mendapat amal ibadah tentunya, insya Allah. Tugas Praktikum • 8. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 8 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian Sebagaimana kegiatan pembelajaran pada modul sebelumnya, maka melalui kegiatan ini pula Anda dipantau oleh dosen dan pembibing baik yang dari Institusi maupun yang ada di lahan praktik.

Namun Anda tidak perlu kuatir bila menemui kesulitan, solusinya ada karena Anda tetap didampingi oleh fasilitator. Melalui tugas mandiri ini Anda dinilai sejauhmana kemampuan anda dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan, dan ini salah satu tolok ukur cepat lambatnya Anda menyelesaikan studi, itu sangat tergantung pada sejauhmana Anda dapat menyelesaikan tugas tersebut.

Melalui kegiatan ini salah satu peluang Anda untuk mendapat tugas sifatnya mandiri dalam hal melaksanakan prosedur mengganti cairan infus. Menolong pasienadalahmerupakantugasmuliadimanapasiensebelumnyacarapemenuhan cairan dan elektrolit tidak terpenuhi, tapi dengan dilakukannya penggantian cairan infus yang benar maka hal yang tidak dikendaki tidak terjadi.

Tugas mandiri merupakan salah satu metode pembelajaran dan salah satu peluang penting untuk mengukur kemapuan dalam melakukan pengabdian kebajikan, apalagi bila dilakukan secara ikhlas dan tulus termasuk amal ibadah. Untuk itu jangan pernah berpikir sekedar tugas semata, tapi laksanakanlah dengan sebaik-baiknya tugas tersebut sebagai suatu pengabdian yang tulus.

Lakukan tugas mandiri dengan baik, semoga Anda sukses selalu. Tugas Mandiri • 9. Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 9 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian Anda dalam mengikuti proses pembelajaran perlu diukur sejauhmana prosedur dan kompetensi cara buka cairan infus dicapai, dalam cara buka cairan infus hal tersebut perlu adanya suatu alat evaluasi tertentu; dalam modul ini dikenal dengan format penilaian penampilan kerja suatu prosedur (prosedur mengganti cairan infus).

Dengan kata lain bahwa format ini merupakan instrumen penilaian penampilan kerja keterampilan suatu prosedur dapat digunakan oleh pembimbing, dan juga Anda dapat mengisinya secara jujur apakah Anda sudah dapat melakukan prosedur tersebut?. Saya yakin Anda dapat melakukan prosedur tersebut dengan baik. Melalui format yang dimaksud, Anda dapat mengukur kemampuan diri dan selanjutnya pembimbing atau instruktur dapat pula menilai kemampuan Anda, oleh karena itu kejujuran Anda mengisi format tersebut secara obyektif sangat menentukan kemampuan Anda sebagai perserta didik sekaligus sebagai pemberi pelayanan keperawatan.

Format penilaian penampilan kerja keterampilan dalam hal mengganti cairan infus yang dimaksud seperti berikut: FORMAT 4, PENILAIAN KETERAMPILAN MENGGANTI CAIRAN INFUS PADA PASIEN Nama Mahasiswa : .

NIM : . Aspek Yang Dinilai Dilakukan Ket.Tgl. Tgl. Tgl. Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk 1 2 3 4 5 6 7 8 a. Persiapan alat: 1. Cairan infus yang akan digunakan 2.

Lembar pencatatan b.

cara buka cairan infus

Persiapan lingkungan 1. Jaga privasi pasien Format Penilaian • 10. 10 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian c.

Persiapan pasien 1. Jelaskan tujuan dan prosedur 2. Minta persetujuan pasien/ keluarga 3. Atur posisi pasien d.

Prosedur (Langkah-langkah): 1. Cuci tangan 2. Buka segel dan tutup botol cairan 3. Klem aliran infus 4. Cabut ujung selang infus lama 5. Dengan gerakan cepat sambungkan ke ujung selang dengan cairan yang baru 6.

Gantungkan kembali pada standar infus 7. Cek adanya udara di sepanjang selang 8. Yakinkan ruang udara terisi 9. Atur tetesan 10. Rapihkan pasien dan alat 11. Cuci tangan 12. Minta terima kasih kepada pasien ataskerjasamanya 13. Dokumentasikan tindakan • 11.

11 Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Format Penilaian e. Sikap: 1. Melakukan tindakan secara sistematis 2. Komunikatif dengan pasien 3.

cara buka cairan infus

Percaya diri Keterangan: Ya = 1 (dilakukan dengan benar) Tdk = 0 (tidak dilakukan/dilakukan kurang benar) Kriteria Penilaian: Baik sekali = 100 Baik = 81 – 99 Kurang/TL = ≤ 80
Pengertian Cairan Infus Cairan adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). Cairan tubuh didistribusi dalam dua kompartmen yang berbeda, yakni cairan ekstrasel (CES) dan cairan intrasel (CIS).

Infus adalah proses mengekstraksi unsur-unsur substansi terlarutkan (khususnya obat) atau terapi dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh. Infus adalah memasukkan cairan (cairan obat atau makanan) dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama ke dalam vena dengan menggunakan perangkat infus (infus set) secara tetesan.

Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. Tujuan Pemberian & Penggantian Cairan Infus Adapun tujuan prosedur ini adalah untuk : • Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh, elektrolit, vitamin, protein, kalori dan nitrogen pada klien yang tidak mampu mempertahankan masukan yang adekuat melalui mulut.

• Memulihkan keseimbangan asam-basa. • Meningkatkan Tekanan Darah • Menyediakan saluran terbuka untuk pemberian obat-obatan. Persiapan Alat • Cairan infus (Asering, RL, Ringerfundin, Nacl 0.9%, Dextrose 5%, Kabiven, Clinimic, dll) • Jam tangan, plester K/P • Kapas Alkohol • Jarum Teknik Mengganti Cairan Infus • Pastikan kebutuhan klien akan penggantian botol cairan infus dan cek cairan infus sesuai 5 benar : > benar nama pasien, benar cara, benar cairan, benar waktu, benar dosis • Sampaikan salam • Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan kepada pasien • Dekatkan alat ke samping tempat tidur, jaga kesterilan alat • Buka plastic botol cairan, jika ada obat yang perlu di drip dalam cairan sekalian dimasukkan dengan spuit melalui mulut botol, usap dengan kapas alkohol, lalu tutup kembali • Matikan klem infus set, ambil botol yang terpasang • Ambil botol yang baru, cara buka cairan infus tutupnya, swab dengan kapas alkohol, kemudian tusukkan alat penusuk pada infus set ke mulut botol infus cara buka cairan infus arah atas dengan posisi botol tegak lurus • Gantung kantung/botol cairan • Periksa adanya udara di selang, dan pastikan bilik drip terisi cairan • Atur kembali tetesan sesuai program atau instruksi dokter • Evaluasi respon pasien dan amati area sekitar penusukan infus • Bereskan alat • Sampaikan salam • Cuci tangan • Catat pada lembar tindakan sumber : https://www.youtube.com/watch?v=f8XKiNsJ4vk Nyuntik lewat selang (atau karetnya?????), merupakan hal yang sangat rutin dikerjaan oleh perawat.

Tindakan keperawatan paling banyak, nomer satu, dari semua tindakan keperawatan. Sebuah konsep yang aneh, karena sesungguhnya, konsep ini TIDAK PERNAH ATAU JARANG diajarkan dan diujikan di sekolah-sekolah perawat.

Para perawat hanya diberikan konsep Intravena, Intra Muscular, Intra Cutan Sub Cutan tapi tidak pernah mengenal dengan lebih dalam mengenai intra selang. Cara buka cairan infus lho……Bagaimana seharusnya?????

Bagaimanakah Cara Menyuntik Intra Selang atau Lewat Selang. Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&ved=2ahUKEwjVjp_X-fjeAhVEvo8KHXuWCeAQjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fwww.katapena.info%2F2017%2F02%2Falat-dan-bahan-serta-cara-injeksi-bolus.html&psig=AOvVaw3QluI92rEmDUh7iTsFHhwk&ust=1543558505590153 Sebetulnya kata intra selang itu sendiri merupakan istilah baru yang tercipta di kala CARA PEMASANGAN DAN PELEPASAN KATETER -Memasang kateter 1)pada laki-laki a) Member tahu dan menjelaskan pada klien b) Mendekatkan alat-alat c) Memasang sampiran d) Mencuci tangan e) Menanggalkan pakaian bagian bawah f) Memasang selimut mandi, perlak dan pengalas bokong.

cara buka cairan infus

g) Menyiapkan posisi klien h) Meletakkan dua bengkok diantara tungkai pasien i) Mencuci tangan dan memakai sarung tangan j) Memegang penis dengan tangan kiri k) Menarik preputium sedikit ke pangkalnya, kemudian membersihkanya dengan kapas l) Mengambil kateter, ujungnya di beri vaselin 20 cm m) Memasukkan kateter perlahan-lahan jedalam uretra 20 cm sambil penis diarahkan ke atas, jika kateter tertahan jangan di paksakan. Usahakan penis lebih di keataskan, sedikit dan pasien di anjurkan menarik nafas panjang dan memasukkan kateter perlahan-lahan sampai urine keluar, kemudian menampung urine kedalam botol steril Pada kesempatan ini saya akan nge share pengalaman saya, waktu pertama turun ke RS selama 2 minggu.

Jadi selama 2 minggu ini saya dapat banyak pembelajaran dan pengalaman, pengalaman yang paling banyak yaitu ngelancarin infus yang macet. Yah, hanya itu kerjaan saya selama 2 minggu ini :v hoho. cara buka cairan infus oleh karena itu saya akan kasi tau tips untuk nge lancarin infus yang macet! 1. Cek klem, pastikan klemnya ada di tengah, yang tandanya alirannya sedang terbuka.

Jika ga jalan, maka kalian haruss. 2. Cek posisi iv cath, jika pada pergelangan tangan sangat mungkin selangnya akan macet karena tangannya selalu digerakkin. caranya yaitu bilang ke pasien suapay tangannya yg kepasang infus jangan digerak-gerakin ato taruh ditempat yang rata.

kalo tetep gabisa. - Buka dispo 3 cc dan masukan ke dalam iv cath, JANGAN SAMPAI MASUK KE DALAM PLASTIKNYA/ CANULA. Jika sampai masuk, akan ada resiko untuk membuat canula putus. Dan canula yang putus dapat menghambat pembuluh darah kecil yang dapat menyebabkan hipoksia jaringan dan juga stroke. Lakukan hanya didepan canula saja, isap-isap gumpalan darah dengan menarik pluger dispo, sampai gumpalan tertarik pada ujung jarum, tarik dispo dan keluarkan gumpalan darah tersebut dengan melepaskan tarikan dispo ke bengkok hingga gumpalannya keluar.

INGAT, JANGAN MENARIK GUMPALAN YANG ADA DI DALAM CANULA KARENA BERESIKO MENIMBULKAN TERPOTONGNYA SERPIHAN CANULA SELAIN ITU BISA MEMBUAT CANULA RUSAK, DAN TIDAK BISA DIPAKAI LAGI.

emang kamu mau ganti??? -_- Tindakan ini memang sangat mudah, dan tidak memerlukan alat-alat seperti flushing. Tetapi dampak dari tindakan ini sangatlah berbahaya. Berbeda dengan flushing yang niatnya untuk cara buka cairan infus gumpalan darah, tindakan memlintir selang infus ini gunanya untuk membuat gumpalan yang ada pada selang infus menjauh dari tempatnya, atau tidak terjepit lagi dalam iv cath, malahan bisa bersikurlasi ke dalam tubuh pasien.

Jadi, apa bahayanya? Sama halnya dengan canula yang patah, gumpalan darah bisa menyumbat pembuluh darah kecil lainnya, tentunya bisa terjadi gangguan pada jaringan dan jika gumpalan ini ke otak, akan terjadi stroke.

Kita tentu tidak mau, pasien yang tiba-tiba kita perbaiki infusnya 30 menit kemudian meninggal karena pecah pembuluh darah, tetapi tidak cara buka cairan infus riwayat darah tinggi? Selain hal bahaya ini, tindakan plintir selang infus ini dapat menimbulakn ketidaknyamana, berupa nyeri pada tempat pemasangan iv cath.

Hal ini disebabkan karena desakan cairan dan gumpalan kembali ke dalam tubuh, yang dapat merangsaf saraf sekitar. Alhasil, pasien akan merasakan nyeri dan bahkan kram seluruh tubuh beberapa detik.

• ► 2022 (1) • ► Januari (1) • ► 2021 (4) • ► Desember (1) • ► Mei (1) • ► Februari (2) • ► 2020 (2) • ► Juli (1) • ► Mei (1) • ► 2018 (2) • ► Desember (1) • ► Agustus (1) • ▼ 2017 (3) • ► Agustus (1) • ▼ Februari (2) • TIPS MELANCARKAN INFUS YANG MACET • REVIEW FABLE FACIAL CLEANSER & TONER WHITENING BEN.

• ► 2016 (4) • ► Desember (1) • ► April (1) • ► Januari (2) • ► 2015 (1) • ► Maret cara buka cairan infus • ► 2014 (7) • ► Oktober (1) • ► Juni (2) • ► Mei (2) • ► Maret (2) • ► 2013 (10) • ► November (2) • ► Juli (7) • ► Juni (1)
{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/5b\/Administer-IV-Fluids-Step-1.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-1.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/5b\/Administer-IV-Fluids-Step-1.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-1.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Pastikan Anda memiliki standar infus.

Standar infus adalah tiang panjang seperti gantungan jas yang berfungsi sebagai tempat untuk menggantungkan kantung cairan infus saat Anda sedang menyiapkan dan memberikan terapi infus. Jika dalam keadaan darurat tidak tersedia standar infus, Anda harus menggantungkan kantung infus di tempat yang posisinya lebih tinggi daripada kepala pasien, sehingga gaya gravitasi membantu cairan infus mengalir ke bawah masuk ke dalam vena orang tersebut.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/cc\/Administer-IV-Fluids-Step-2.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-2.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/cc\/Administer-IV-Fluids-Step-2.jpg\/v4-728px-Administer-IV-Fluids-Step-2.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Cucilah tangan Anda.

Nyalakan keran dan cuci tangan dengan air dan sabun. Mulailah dengan telapak tangan hingga ke punggung tangan. Pastikan Anda juga membersihkan area di antara jari-jari tangan. Selanjutnya, fokuskan mencuci dari jari-jari hingga ke pergelangan tangan. Terakhir, bilas tangan sampai bersih dan keringkan tangan Anda.

• Jika tidak ada air, usapkan tangan Anda dengan antiseptik pembersih tangan yang berbahan dasar alkohol.

[1] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f8\/Administer-IV-Fluids-Step-3.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-3.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f8\/Administer-IV-Fluids-Step-3.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-3.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Periksalah kembali cairan infus yang Anda bawa sudah benar atau tidak.

Sebelum mulai memberikan cairan infus, sangatlah penting untuk mengecek kembali instruksi dokter. Memberikan cairan infus yang salah pada pasien dapat membahayakan nyawa orang tersebut. • Anda juga harus mengecek kembali bahwa obat yang akan diberikan kepada pasien sudah benar, diberikan pada tanggal dan waktu yang benar, dan cairan infus yang akan diberikan dalam jumlah yang benar. • Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan pada dokter sebelum ia melanjutkan tindakan, sehingga Anda yakin 100% bahwa Anda memahami hal yang harus dilakukan.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/a4\/Administer-IV-Fluids-Step-4.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-4.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/a4\/Administer-IV-Fluids-Step-4.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-4.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Tentukan jenis set infus yang Anda akan gunakan.

Set infus terdiri dari selang dan pipa penyambung yang mengatur jumlah cairan yang pasien dapatkan. Set makro ( macroset) digunakan jika Anda harus memberikan cairan pada pasien sebanyak 20 tetes per menit, atau sekitar 100 ml per jam.

Set makro biasanya digunakan untuk orang dewasa. [2] X Teliti sumber Smeltzer, S. ET. Al.(2008). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing. • Set mikro ( microset) digunakan jika Anda akan memberikan cairan infus sebanyak 60 tetes per menit. Set mikro biasanya digunakan untuk bayi, balita, cara buka cairan infus anak-anak.

• Ukuran selang (dan ukuran jarum) yang digunakan juga akan tergantung pada tujuan pemasangan infus. Jika sedang dalam situasi darurat dan pasien membutuhkan cairan sesegera mungkin, Anda perlu memilih jarum dan selang yang lebih besar untuk memberikan cairan dan/atau darah serta obat-obatan lainnya sesegera mungkin. • Dalam situasi yang tidak terlalu mendesak, Anda dapat memilih jarum dan selang yang lebih kecil.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c8\/Administer-IV-Fluids-Step-5.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-5.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c8\/Administer-IV-Fluids-Step-5.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-5.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Carilah ukuran jarum yang sesuai.

Kuncinya adalah semakin tinggi nilai/angka pada jarum, semakin kecil ukuran jarum tersebut. 14 adalah ukuran yang paling besar dan biasanya digunakan untuk mengatasi gejala syok dan trauma. 18-20 adalah ukuran jarum yang biasa digunakan untuk pasien dewasa. 22 biasanya digunakan untuk pasien pediatri (seperti bayi, balita, dan anak-anak). [3] X Teliti sumber Lippincott, W. ET. Al. (2007). Medical-Surgical Nursing Made Incredibly Easy!

Weinstein, S. (2006). Plumer's Principles and Practice of Intravenous Therapy {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c7\/Administer-IV-Fluids-Step-6.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-6.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c7\/Administer-IV-Fluids-Step-6.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-6.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Siapkan peralatan Anda.

[4] X Teliti sumber Peralatan yang dibutuhkan antara lain pembebat/ tourniquet (untuk membantu menemukan vena yang akan disuntikkan dengan jarum infus), plester atau perekat medis (untuk menjaga set infus tetap pada tempatnya setelah jarum infus disuntikkan), kapas alkohol (untuk mensterilkan peralatan), dan etiket/label (untuk mencatat waktu pemasangan, jenis cairan infus, dan pasien yang diinfus).

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/e\/eb\/Administer-IV-Fluids-Step-7.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-7.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/e\/eb\/Administer-IV-Fluids-Step-7.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-7.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c0\/Administer-IV-Fluids-Step-8.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-8.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c0\/Administer-IV-Fluids-Step-8.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-8.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"
<\/div>"} Siapkan kantung cairan infus.

Lihatlah kemasan cairan infus dan carilah akses masuknya (terletak di bagian atasnya dan sepeti penutup botol). Akses masuk ini juga merupakan tempat untuk memasukkan set makro dan mikro. Gunakan kapas alkohol untuk mensterilkan area tersebut dan sekitarnya. [5] X Teliti sumber Smeltzer, S. ET. Al.(2008). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing. • Jika Anda merasa bingung saat memasang kantung infus, ikuti petunjuk cara buka cairan infus tertera pada kantung kemasan. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ae\/Administer-IV-Fluids-Step-9.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-9.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ae\/Administer-IV-Fluids-Step-9.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-9.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Masukkan set infus (makro atau mikro) ke dalam kantung infus lalu gantungkan pada standar infus.

Pastikan drip chamber (bagian dari selang infus yang berbentuk seperti botol kecil transparan, tempat berkumpulnya cairan infus yang akan masuk ke vena pasien) berada pada tempatnya. Bagian ini juga berfungsi mengatur tetesan infus yang dilakukan oleh cara buka cairan infus medis untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang tepat.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/5d\/Administer-IV-Fluids-Step-10.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-10.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/5d\/Administer-IV-Fluids-Step-10.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-10.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Hilangkan gelembung udara yang ada di dalam selang.

Pastikan drip chamber dalam keadaan setengah terisi. Setelah setengah drip chamber terisi cairan infus, biarkan cairan mengalir dari dalam kantung infus memenuhi selang hingga mencapai ujungnya (hal ini dilakukan untuk menghilangkan gelembung udara yang terjebak di dalam selang). Tutup selang dengan klem ketika cairan infus sudah mencapai ujung selang.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/a9\/Administer-IV-Fluids-Step-11.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-11.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/a9\/Administer-IV-Fluids-Step-11.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-11.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Pastikan selang tidak menyentuh lantai karena lantai tidak steril dan kemungkinan besar banyak terdapat bakteri jahat.

Seluruh peralatan infus bersifat steril (tidak terdapat mikroorganisme jahat). Jika selang menyentuh lantai, cairan infus dapat terkontaminasi (yang berarti mikroorganisme jahat bisa masuk ke dalamnya dan menginfeksi pasien).

[6] X Teliti sumber • Jika selang infus menyentuh lantai, Anda harus menggantinya dengan yang baru, karena selang yang terkontaminasi dapat membahayakan pasien. Berhati-hatilah saat menangani selang infus. Jangan sampai selang jatuh ke lantai. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/6\/68\/Administer-IV-Fluids-Step-12.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-12.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/6\/68\/Administer-IV-Fluids-Step-12.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-12.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Lakukan pendekatan dengan pasien.

Bersikaplah sopan, perkenalkan diri Anda dan beri tahu bahwa Anda yang akan memberikan terapi infus kepadanya. Akan lebih baik jika Anda memberitahukan pasien semua fakta tentang infus--jarum yang disuntikkan ke kulit pasien akan terasa sakit. Usahakan untuk menjelaskan hal ini agar pasien tahu apa yang ia akan hadapi. [7] X Teliti sumber • Selain itu, beri tahukan kepadanya bahwa seluruh proses pemasangan infus akan memakan waktu kira-kira selama lima menit.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/9\/96\/Administer-IV-Fluids-Step-13.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-13.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/9\/96\/Administer-IV-Fluids-Step-13.jpg\/v4-728px-Administer-IV-Fluids-Step-13.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Atur posisi pasien dan kenakan sarung tangan. [8] X Teliti sumber Mintalah pasien untuk berbaring atau duduk di kasur atau kursi, mana saja yang mereka sukai.

Jika mau, Anda juga dapat mencuci tangan kembali sebelum mengenakan sarung tangan untuk memastikan tangan Anda benar-benar bersih. • Berbaring atau duduk akan membuat pasien menjadi tenang dan dapat mengurangi nyeri yang akan mereka rasakan. Posisi ini juga akan memastikan posisi pasien tetap stabil sehingga ia tidak akan jatuh pingsan jika ia memiliki rasa takut psikologis terhadap jarum.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/57\/Administer-IV-Fluids-Step-14.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-14.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/57\/Administer-IV-Fluids-Step-14.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-14.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Carilah lokasi yang paling baik untuk memasukkan cannula. Cannula memiliki bentuk seperti pipa kecil yang akan dimasukkan bersamaan dengan jarum infus, tetapi cannula akan tetap berada di dalam vena setelah jarum ditarik ke luar.

Anda sebaiknya mencari vena di tangan pasien yang bukan dominan (tangan yang lebih jarang digunakan). Carilah vena yang panjang dan berwarna gelap sehingga Anda dapat melihatnya dengan mudah ketika menusukkan jarum. [9] X Teliti sumber Lippincott, W. ET. Al. (2007). Medical-Surgical Nursing Made Incredibly Easy!

cara buka cairan infus

Weinstein, S. (2006). Plumer's Principles and Practice of Intravenous Therapy • Anda harus mencari vena di area lipatan antara lengan bawah dan atas. Pemasangan infus biasanya paling mudah dilakukan pada vena di area ini. • Selain cara tersebut, Anda juga dapat memulainya dengan mencari vena yang ada di lengan bawah, atau bahkan di punggung tangan.

Memulai dari vena yang berada di lengan bawah akan memberikan "peluang" yang lebih banyak jika Anda tidak berhasil menusukkan jarum infus pada percobaan pertama. Jika Anda perlu mencoba untuk kedua kalinya, Anda hanya perlu berpindah ke vena-vena yang ada di atasnya. Itulah sebabnya Anda akan memperoleh keuntungan jika melakukannya pada vena yang terlihat di lengan bawah terlebih dahulu.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/c\/c4\/Administer-IV-Fluids-Step-15.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-15.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/c\/c4\/Administer-IV-Fluids-Step-15.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-15.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/a\/ac\/Administer-IV-Fluids-Step-16.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-16.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/a\/ac\/Administer-IV-Fluids-Step-16.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-16.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"
<\/div>"} Bersihkan area tempat cannula akan dimasukkan.

Gunakan kapas alkohol untuk membersihkan area yang akan ditusuk (area tempat jarum infus akan ditusukkan). Gunakan gerakan melingkar saat membersihkan area tersebut sehingga mikroorganisme dapat disingkirkan sebanyak mungkin. Biarkan area tersebut mengering. [11] X Teliti sumber {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/1\/11\/Administer-IV-Fluids-Step-17.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-17.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/1\/11\/Administer-IV-Fluids-Step-17.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-17.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Masukkan cannula.

Peganglah cannula membentuk sudut 30-45 derajat terhadap lengan dan vena pasien. Cara buka cairan infus cannula seperti saat Anda memegang jarum suntik sehingga tidak melenceng saat ditusukkan ke dalam vena.

Saat Anda merasakan jarum telah masuk ke dalam vena (terasa/terdengar seperti bunyi "meletup") dan muncul darah berwarna gelap di dalam cannula, kurangi sudut tusukan sehingga sejajar dengan kulit pasien.

[12] X Teliti sumber • Dorong cannula ke dalam vena sejauh 2mm lagi. Kemudian sesuaikan arah jarum dan dorong lagi cannula sedikit ke dalam vena. [13] X Teliti sumber • Keluarkan jarum sambil mendorong cannula masuk sepenuhnya ke dalam vena seraya mempertahankan segala sesuatu tetap pada tempatnya. • Buanglah jarum ke dalam wadah khusus pembuangan benda-benda tajam.

• Terakhir, lepaskan pembebat dan bersihkan area tempat penusukan cannula dengan perban hipoalergenik atau kapas alkohol. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/0\/00\/Administer-IV-Fluids-Step-19.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-19.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/0\/00\/Administer-IV-Fluids-Step-19.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-19.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Sambungkan selang infus ke penghubung cannula.

Anda harus memasukkan ujung/pipa penghubung kecil pada selang ke dalam cannula secara perlahan sampai tersambung. Pastikan pipa penghubung dan cannula tersambung dengan baik. Bukalah klem selang infus secara perlahan agar cairan infus mengalir ke dalam cannula dan tubuh pasien. Anda juga harus memasang plester pada selang dan pangkal cannula di lengan pasien agar tidak lepas atau bergeser. • Mulailah dengan pemberian cairan normal saline (larutan garam fisiologis) untuk menguji ketepatan pemasangan infus yang Anda lakukan.

[14] X Teliti sumber Jika Anda melihat adanya pembengkakan di jaringan sekitarnya, atau adanya masalah dalam pemberian cairan, inilah saatnya untuk memperbaikinya dengan melakukan pemasangan infus kembali (yaitu memulai ulang proses ini jika pemasangan Anda tidak berhasil).

• Dengan asumsi bahwa cairan normal saline mengalir dengan baik melalui infus yang baru Anda pasang, Cara buka cairan infus dapat melanjutkan dengan memberikan cairan infus sesuai dengan yang diinstruksikan oleh dokter. {"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/f\/f8\/Administer-IV-Fluids-Step-20.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-20.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/f\/f8\/Administer-IV-Fluids-Step-20.jpg\/v4-700px-Administer-IV-Fluids-Step-20.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":368,"bigWidth":700,"bigHeight":560,"licensing":"

<\/div>"} Aturlah jumlah tetesan per menit.

Aturlah jumlah tetesan sesuai instruksi dokter.

cara buka cairan infus

Selang infus pada umumnya telah dilengkapi dengan klem pengatur tetesan dan Anda perlu menghitung jumlah tetesan cairan infus yang akan diberikan per menit. Beberapa produk set infus telah dilengkapi dengan kenop pengatur tetesan ( roller knob) yang dapat diatur dan disesuaikan tetesannya dalam semenit, sehingga Anda tidak perlu menghitung secara manual.

{"smallUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images_en\/thumb\/5\/58\/Administer-IV-Fluids-Step-21.jpg\/v4-460px-Administer-IV-Fluids-Step-21.jpg","bigUrl":"https:\/\/www.wikihow.com\/images\/thumb\/5\/58\/Administer-IV-Fluids-Step-21.jpg\/v4-728px-Administer-IV-Fluids-Step-21.jpg","smallWidth":460,"smallHeight":345,"bigWidth":728,"bigHeight":546,"licensing":"

<\/div>"} Pantaulah pasien untuk melihat adanya tanda dan reaksi penolakan terhadap terapi yang diberikan.

Periksa denyut jantung, pernapasan, tekanan darah dan suhu tubuh pasien. Laporkan jika ada tanda dan gejala yang tidak diinginkan. Gejala-gejala yang dimaksud antara lain peningkatan pada denyut nadi, laju pernapasan, suhu tubuh dan tekanan darah. • ↑ http://www.osceskills.com/e-learning/subjects/intravenous-cannulation/ • ↑ Smeltzer, S. ET. Al.(2008). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing. • cara buka cairan infus Lippincott, W. ET. Al. (2007). Medical-Surgical Nursing Made Incredibly Easy!

Weinstein, S. (2006). Plumer's Principles and Practice of Intravenous Therapy • ↑ http://www.osceskills.com/e-learning/subjects/intravenous-cannulation/ • ↑ Smeltzer, S. ET. Al.(2008). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing. • ↑ http://rnao.ca/bpg/courses/caring-your-patients-receiving-intravenous-therapy • ↑ http://www.osceskills.com/e-learning/subjects/intravenous-cannulation/ • ↑ http://www.osceskills.com/e-learning/subjects/intravenous-cannulation/ • ↑ Lippincott, W.

ET. Al. (2007). Medical-Surgical Nursing Made Incredibly Easy! Weinstein, S. (2006). Plumer's Principles and Practice of Intravenous Therapy
Teknik pemasangan dan pelepasan infus Hayhayyy semua nya., udah gak asing lg dong yaa.

cara buka cairan infus

Dengan namanya infus? Ya. Infus ini merupakan alat bantu untuk pemasukan suatu cairan atau obat kedalam tubuh melalui rute pembuluh darah intravena dengan laju konstan selama periode waktu tertentu.

cara buka cairan infus

Infus dilakukan oluntuk pasien yg membutuhkan obat sangat cepat atau membutuhkan pemberian obat secara pelan tetapi terus menerus. Nah kali ini aku akan membahas mengenai teknik pemasangan dan pelepasan infus sesuai dengan prosedur ya teman teman, yukk langsung saja kita simak.😃 Pemasangan infus A. Sikap 1. Menyambut pasien/memperkenalkan diri/memberi salam kepada pasien atau keluarga dengan sopan 2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan 3.

Merespon reaksi pasien dengan tepat dan kontak mata B. Tindakan 4. Menyiapkan alat dan menyusun secara ergonomis 5.

Mengatur posisi pasien senyaman mungkin 6. Mencuci tangan dengan teknik 6 langkah lalu keringkan 7. Memasang perlak pengalas dibawah daerah yang akan dipasang infus 8. Memakai handscoon steril. 9. Menggantungkan flabot/botol infus pada tiang infus 10. Membuka kemasan steril infus set 11. Mengatur klem kontrol sekitar 2-4 cm dibawah bilik drip dan menutup klem yg ada pada saluran infus 12.

Menusukan pipa pada saluran infus kedalam botol cairan dan mengisitabung tetesan dengan cara memencet tabung tetesan infus hingga setengah 13. Membuka klem dan mengalirkan cairan keluar, sehingga tidak ada udara pada saluran infus lalu klem ditutup kembali 14. Memilih vena yg akan dipasang infus 15. Meletakan tourniquet 10-12 cm diatas tempat yg akan ditusuk, menganjurkan pasien untuk menggenggam tanggannya 16.

Cara buka cairan infus daerah yg akan ditusuk dengan kapas alkohol secara sirkuker +- 5 cm 17. Menusuk jarum intravena ke vena dengan lubanv jarum menghadap keatas (dengan menggunakan tangan dominan) 18.

Melihat apakah ada darah terlihat pada pip intravena keteter 19. Memasukan intravena kateter secara perlahan serta menarik secara perlahan-lahan jarum yg ada pada intravena kateter. Hingga plastic masuk kedalam vena dan jarum keluar semua 20. Segera menyambung intravena kateter dengan selang infus 21. Melepas tourniquet, dan menganjurkan pasien membuka tangannya dan melonggarkan klem untuk melihat kelancaran tetesan 22.

Merekatkan pangkal jarum pada kulit dengan plaster 23. Mengatur tetesan sesuai kebutuhan 24. Menutup tempat penusukan dengan kassa steril dan merekatkan dengan plaster 25. Mengatur letak anggota tubuh pasien yg dipasang infus, supaya tidam digerak-gerakan (agar jarum infus tdk bergeser) 26. Merapikan pasien dan memposisikan pasien agar nyaman 27.

Membereskan peralatan kembali dan mendekontaminasi alat kedalam larutan klorin 0,5% serta membuabg sampah basah dan sampah kering 28. Melepas handscoon, merendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit 29. Mencuci tabgan dengan teknik 6 langkah 30. Memberitahu pasien bahwa tindakan telah selesai C. Teknik 31. Melaksanakan tindakan dengan sistematis 32. Melaksanakan cara buka cairan infus dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu 33.

Menjaga privacy pasien. Pelepasan infus A. Sikap 1. Memberi salam dan memperkenalksn diri pada pasien dan keluarga dengan sopan dan ramah 2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan 3. Merespon reaksi pasien dengan tepat dan kontak mata B. Tindakan 4. Menyiapkan alat dan menyusun secara ergonomis 5. Mengatur posisi pasien (tempat tusukan terlihat jelas) 6. Mencuci tangan dengan teknik 6 langkah dan mengeringkan dengan tissue 7. Memasang perlak pengalas 8. Memakai sarung tangan steril 9.

Mematikan aliran/tetesan infus (klem) 10. Membasahi plaster yg melekat pada kukit dengan menggunakan kapas alkohol 11. Melepas plaster dan kassa dari kulit menggunakan pinset chirugis 12.

Menekan tempat tusukan dengan kapas alkohol lalu cabut jarum infus secara perlahan 13. Merekatkan kapas alkohol/alkohol swap dengan plaster 14. Merapikan pasien dan cara buka cairan infus pasien agar nyaman 15. Membereskan alat dan mendekontaminasi alat kedalam larutan klorin 0,5% serta membuang sampah basah dan kering 16. Melepas handscoonmerendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit 17. Mencuci tangan dengan teknik 6 langkah 18. Memberitahukan pada pasien bahwa tindakan telah selesai 19.

Melakukan dokumetasi tindakan yg telah dilakukan C. Teknik 20. Melakukan tindakan dengan sistematis 21. Melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu 22. Menjaga privacy pasien. .

cara buka cairan infus

. .

cara buka cairan infus

. Thankyou for reading.😊😊 Hallo teman-teman semua. Hari ini aku mau berbagi ilmu nih mengenai NGT, baik tatacara pemasangannya,pelepasannya. Hingga pemberian nutrisi melalui selang NGT. Tujuan dipasangnya selang NGT yaitu untuk membantu pasien yang tidak memungkinkan untuk makan seperti biasa, pasien dengan muntah terus menerus, bayi prematur dan pasca operasi usus dsb.

Yukkk langsung aja di simak. A. Panduan pembelajaran pemasangan NGT Menyapa pasien/ memperkenalkan diri/mengucapkan salam Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan Menjaga privacy pasien Mencuci tangan dengan teknik 6 langkah Menyiapkan dan mendekatkan alat (pipa lambunh,stetoskop,spuit 10cc,bengkok,handuk,plaster,gunting,spatel,lampu senter,tissue,dan handscone bersih dan steril) secara ergonomis Mengatur posisi tidur pasien (terlentang dengan bantal atau memposisikan pasien semi fowler) Memasang pengalas diatas dada pasien Memakai handscone bersih Membersihkan rongga hidung menggunakan tissue/cuttonb Keluarga Berencana Pengertian Suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi, u tuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Tujuan Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi cara buka cairan infus keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagiadan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Manfaat KB Manfaat KB bagi ibu hamil 1. Perbaikan kesehatan 2. Peningkatan kesehatan 3. Waktu yang cukup untuk mengasuh anak 4.

Waktu yang cukup untuk istirahat 5. Menikmati waktu luang 6. Dapat melakukan kegiatan lain Manfaat KB bagi anak 1. Dapat tumbuh dengan wajar dan sehat 2. Memperoleh perhatian dan. pemeliharaan dan makanan yang. cuk

Cara membuka ujung botol cairan Infus / NaCL




2022 www.videocon.com